Terdapat berbagai macam gerakan di dalam pencak silat, salah satunya adalah gerakan menangkis. Lalu, apa saja tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat? Bagaimana cara melakukan gerakan menangkis? Simak penjelasan lengkapnya di sini!
Tujuan Gerakan Menangkis dalam Pencak Silat
Tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat adalah untuk membendung atau mencegah serangan lawan. Selain membendung, gerakan menangis juga bertujuan untuk memancing reaksi dari lawan agar melakukan serangan. Gerakan menangkis termasuk ke dalam taktik bertahan di dalam pencak silat.
Gerakan menangkis merupakan salah satu teknik dasar pembelaan di dalam pencak silat. Seorang pesilat melakukan gerakan ini ketika melakukan kontak langsung dengan lawan. Kontak langsung ini agar perhatian lawan teralihkan sehingga gerakan dari lawan menjadi tertahan.
Seni bela diri pencak silat mementingkan unsur pertahanan diri dalam pertandingan. Unsur pertahanan diri ini berlandaskan pada nilai-nilai budi luhur yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejarah Pencak Silat
Awal mulanya, setiap daerah memiliki seni bela diri yang unik dan berbeda dengan daerah lainnya. Perbedaan ini melahirkan berbagai aliran bela diri yang beragam. Kemudian, bertemunya para penduduk dari daerah yang berbeda-beda itu menjadi penyebab adanya pertukaran ilmu bela diri.
Tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali munculnya pencak silat. Walaupun begitu, bukti adanya seni bela diri pencak silat terdapat di artefak pada masa klasik Hindu-Buddha. Cara membela diri sesuai situasi dan kondisi alam sekitar telah ada sejak zaman pra-sejarah di Indonesia.
Penyebaran seni bela diri pencak silat diturunkan dan diajarkan secara lisan. Oleh sebab itu, catatan tertulis mengenai pencak silat menjadi sulit untuk ditemukan. Meskipun begitu, terdapat catatan mengenai perkembangan silat di Indonesia pada abad ke-14.
Pada masa ini, penyebaran pencak silat mendapatkan banyak pengaruh dari kaum penyebar agama Islam. Pengajaran seni bela diri ini bersamaan dengan pelajaran agama yang berlangsung di pesantren. Selain itu, bela diri ini juga menjadi latihan spiritual yang para santri lakukan sebelum atau setelah kegiatan mengaji.
Peran pencak silat juga terdapat di masa penjajahan Belanda. Orang-orang menggunakan seni bela diri ini untuk melawan para penjajah.
Oleh karena itu, pentingnya peran seni bela diri ini dalam kemerdekaan membuatnya memiliki organisasi nasional. Organisasi Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia resmi berdiri pada tahun 1948.
Setelah kamu tahu tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat, simak juga berbagai jenis teknik seni bela diri pencak silat yang perlu kamu ketahui:
1. Teknik Kuda-Kuda
Teknik kuda-kuda pencak silat | Sumber gambar: mikirbae.com
Teknik kuda-kuda mempunyai tujuan untuk melindungi diri dan merupakan teknik dasar di dalam pencak silat. Seorang pesilat yang baik harus memiliki kuda-kuda yang tegas dan tegap agar dapat menghadang serangan dari lawan.
Kuda-kuda merupakan sikap menapakkan kedua telapak kaki yang membuatnya seimbang ketika pesilat gunakan saat menyerang maupun bertahan. Terdapat lima macam teknik kuda-kuda, yaitu:
Teknik Kuda-kuda depan.
Kuda-kuda belakang.
Teknik kuda-kuda samping.
Kuda-kuda silang.
Kuda-kuda tengah.
2. Teknik Sikap Pasang
Teknik sikap pasang pencak silat | Sumber gambar: Blibli.com
Teknik dasar selanjutnya yang harus seorang pesilat kuasai adalah teknik sikap pasang. Salah satu teknik pencak silat ini mencampurkan posisi kuda-kuda yang menyesuaikan dengan sikap sebelum menyerang atau saat bertahan.
3. Teknik Pola Langkah
Teknik pola langkah pencak silat | Sumber gambar: garudasports.co.id
Setelah mempelajari teknik sikap pasang, seorang pesilat juga perlu belajar mengenai teknik pola langkah. Ada enam macam teknik pola langkah, yaitu pola langkah lurus, pola langkah zig zag, pola langkah U, pola langkah S, pola langkah segitiga, dan pola langkah segi empat.
4. Teknik Arah
Teknik arah merupakan teknik yang berhubungan erat dengan gerakan selanjutnya dari seorang pesilat. Gerakan tersebut dapat berupa gerakan untuk bertahan maupun menyerang. Nama lain dari teknik ini adalah teknik delapan penjuru mata angin.
5. Teknik Tendangan
Teknik tendangan pencak silat | Sumber gambar: eventkampus.com
Teknik tendangan adalah salah satu teknik menyerang yang bisa pesilat gunakan. Beberapa macam teknik tendangan, antara lain tendangan lurus, tendangan T, tendangan sabit, tendangan jejag, dan tendangan belakang.
6. Teknik Pukulan
Teknik pukulan pencak silat | Sumber gambar: Gramedia.com
Selain menyerang menggunakan kaki, teknik pukulan yang merupakan teknik penyerangan menggunakan tangan juga dapat menjadi senjata utama bagi pesilat. Beberapa posisi penyerang dalam teknik pukulan, seperti pukulan lurus, pukulan melingkar, pukulan bandul, dan pukulan tegal.
7. Teknik Guntingan
Teknik guntingan sering digunakan untuk menjatuhkan lawan. Selain itu, teknik ini menjadikan kuda-kuda lawan sebagai target sasaran utama. Ada berbagai jenis teknik guntingan, antara lain guntingan depan, guntingan belakang, guntingan samping, dan guntingan atas.
8. Teknik Tangkisan
Teknik tangkisan pencak silat | Sumber gambar: harianhaluan.com
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat yaitu sebagai usaha pertahanan dari serangan lawan. Secara umum, terdapat empat jenis teknik tangkisan, yaitu tangkisan luar, tangkisan dalam, tangkisan bawah, dan tangkisan atas.
Berbagai Teknik dari Gerakan Menangkis
(Gerakan Menangkis dalam Pencak Silat | Sumber gambar: Kompas.com)
Tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat bisa menjadi efektif jika pesilat dapat memutuskan posisi yang menguntungkan untuk melakukan serangan balasan. Gerakan di dalam teknik tangkisan dibagi lagi empat, berikut ini uraian selengkapnya.
1. Tangkisan Satu Tangan
Sesuai dengan namanya, teknik tangkisan satu tangan ini dapat dilakukan dengan empat cara, yakni:
Tangkisan satu tangan luar: gerakan ini memaksimalkan tangan bagian kiri atau kanan untuk menghindari serangan lawan dari dalam kemudian keluar agar lawan menjauh dari tubuh pesilat.
Tangkisan satu tangan dalam: gerakan ini bisa digunakan untuk menangkis dan memberikan serangan balik dengan menggunakan salah satu tangan untuk menangkis serangan dari luar ke dalam.
Tangkisan satu tangan atas: tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat ini adalah untuk meminimalisir serangan lawan dengan cara menggunakan salah satu tangan dari bawah ke atas.
Tangkisan satu tangan bawah: gerakan ini pesilat gunakan memakai tangan kiri atau kanan untuk mengarahkan serangan lawan dari atas ke bawah.
2. Tangkisan Siku
Tangkisan siku berguna untuk menghalau serangan lawan menggunakan siku lengan. Teknik ini mempunyai dua macam gerakan tangkisan, yaitu:
Tangkisan siku dalam: gerakan menangkis dengan menggunakan siku bagian dalam yang tinggi maupun rendah.
Tangkisan siku luar: gerakan ini mirip dengan teknik siku dalam, hanya saja menggunakan siku bagian luar tinggi atau siku bagian luar bawah.
3. Tangkisan Dua Lengan
Selanjutnya, gerakan tangkisan dua lengan dapat pesilat gunakan untuk membendung serangan lawan memakai kedua tangan. Teknik tangkisan ini memiliki empat cara, antara lain:
Tangkisan sejajar dua lengan atas/tinggi: gerakan menangkis ini menggunakan dua tangan yang sejajar dengan kepala untuk menangkis serangan lawan.
Tangkisan belah tinggi/rendah: teknik tangkisan ini bertujuan untuk membelah serang lawan dari atas atau bawah.
Tangkisan silang tinggi/rendah: jenis tangkisan ini dapat dilakukan dengan cara mendorong serangan lewat atas atau bawah.
Tangkisan buang samping: tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat ini untuk menangkap serangan lawan secara cepat dan membuangnya ke samping.
4. Tangkisan Kaki
Teknik tangkisan kaki hanya dapat digunakan menggunakan satu kaki. Teknik ini memiliki keunggulan berupa jangkauan yang lebih besar terhadap lawan. Empat macam teknik tangkisan kaki adalah:
Tangkisan kaki tutup samping: teknik ini menggunakan gerakan menutup serangan lawan menggunakan kaki dan menangkisnya dengan cara menyampingkan kaki dan tubuh.
Tangkisan kaki tutup depan: gerakan ini menggunakan cara untuk menangkis lawan dengan kaki dan tubuh menghadap ke depan.
Tangkisan kaki tutup buang luar: pesilat dapat melakukan gerakan menangkis dengan mengayunkan kaki dari luar ke dalam.
Tangkisan kaki tutup buang dalam: mirip dengan teknik sebelumnya, tangkisan dapat dilakukan dengan cara mengayunkan kaki dari dalam ke luar.
Tertarik Belajar Seni Bela Diri Pencak Silat?
Itulah berbagai informasi yang perlu kamu ketahui tentang pencak silat beserta gerakannya. Sekarang, kamu telah mengetahui tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat dan jenis-jenisnya. Tertarik untuk belajar silat? Ayo segera pelajari seni bela diri ini untuk melestarikan warisan budaya Indonesia.
Teknik dasar pencak silat merupakan serangkaian posisi dan gerakan yang wajib dikuasai oleh seorang pesilat. Jika kamu ingin mempelajari bela diri pencak silat, maka kamu harus memulainya dari teknik-teknik dasarnya terlebih dahulu. Di artikel ini, kita akan membahas tentang semua teknik tersebut beserta manfaatnya.
Teknik Dasar Pencak Silat
Pada dasarnya, setiap jurus dalam pencak silat merupakan gabungan dari berbagai gerakan dasar. Jika kamu sudah menguasai gerakan-gerakan dasarnya, maka kamu bisa dengan mudah mempelajari jurus-jurus lanjutannya. Beberapa gerakan dasar tersebut, yaitu:
1. Teknik Kuda-Kuda
Kuda-Kuda Pencak Silat | Sumber: 99.co
Gerakan yang pertama adalah kuda-kuda. Sesuai dengan namanya, gerakan ini menyerupai seseorang yang sedang menunggang kuda, namun dengan kaki yang menapak ke tanah. Kuda-kuda bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan, baik dalam keadaan bertahan maupun menyerang.
Kuda-kuda sendiri terbagi ke dalam delapan jenis, yaitu:
Tengah
Depan
Samping
Belakang
Depan belakang
Silang
2. Teknik Sikap Pasang
Sikap pasang | Sumber: 99.co
Teknik dasar pencak silat yang kedua adalah sikap pasang. Sikap ini merupakan posisi siaga, baik saat mengantisipasi serangan maupun saat hendak menyerang lawan.
Berdasarkan jenis pertahanannya, sikap pasang terbagi menjadi dua kategori, yaitu:
Sikap pasang tertutup: Posisi tangan dan lengan tertutup melindungi tubuh.
Sikap pasang terbuka: Posisi tangan dan lengan terbuka tanpa melindungi tubuh.
Setiap perguruan pencak silat mempunyai kombinasi sikap pasang yang berbeda-beda. Namun secara umum, sikap pasang terbagi ke dalam empat jenis posisi, yaitu:
Satu: Berdiri tegak, kedua tangan berada di sisi tubuh, dan kedua kaki terbuka selebar bahu.
Dua: Berdiri tegak, kaki terbuka selebar bahu, dan tangan mengepal sejajar pinggang.
Tiga: Posisi berdiri persis seperti sikap pasang dua, namun dengan kepalan tangan terbuka dan sejajar dengan mata.
Empat: Posisi berdiri persis seperti sikap pasang tiga, namun dengan tangan mengepal dan menyilang sejajar dengan mata.
3. Teknik Pola Langkah
Pola langkah | Sumber: popmama.com
Gerakan selanjutnya adalah pola langkah. Dalam gerakan ini, pesilat harus menguasai cara melangkah dengan benar, agar tetap fleksibel dan dapat merespon serangan mendadak. Ada enam pola langkah dasar yang wajib kamu kuasai, yaitu:
Lurus: Melangkah dengan membentuk garis lurus, baik maju maupun mundur.
Zig-zag: Melangkah dengan membentuk pola mata gergaji dengan sikap pasang satu, agar lebih leluasa.
S: Menggabungkan kombinasi pose samping, belakang, dan tengah, untuk membuat langkah yang menyerupai huruf S.
U: Melangkah dengan membentuk pola tapal kuda, dengan menggabungkan gerakan dan tarikan kaki kanan dan kiri secara bergantian.
Segitiga: Menggabungkan posisi depan dan posisi tengah untuk membuat langkah yang menyerupai bentuk segitiga.
Segi empat: Menggunakan kombinasi kuda-kuda depan dan tengah untuk membentuk langkah dalam pola segi empat.
4. Teknik Arah / Delapan Mata Angin
Gerakan Teknik Arah | Sumber: popmama.com
Teknik dasar pencak silat yang keempat adalah penguasaan arah dari delapan penjuru mata angin. Sebagai seorang pesilat, kamu harus mampu mengantisipasi serangan lawan, maupun melancarkan serangan ke semua arah. Dengan kata lain, seorang pesilat tidak boleh memiliki titik buta.
Saat berpindah dari satu arah ke arah yang lain, kamu harus bisa menentukan sikap pasang dan pola langkah yang tepat. Kekeliruan dalam mengambil sikap pasang atau pola langkah dapat mempersulit gerakan kamu selanjutnya. Teknik ini memerlukan latihan yang cukup panjang untuk membentuk reflek seorang pesilat.
5. Teknik Tendangan
Teknik Dasar Pencak Silat Tendangan | Sumber: popmama.com
Salah satu jenis serangan yang pasti ada dalam setiap bela diri, termasuk pencak silat, adalah tendangan. Dalam pencak silat, tendangan bertujuan untuk menyerang lawan, namun bisa juga menjadi cara menangkis serangan lawan. Berdasarkan posisi dan arah serangan, tendangan pencak silat terbagi ke dalam 6 jenis, yaitu:
Tendangan lurus: Menendang lurus dengan menghantamkan pangkal jari kaki ke tubuh lawan..
Melingkar: Menendang melingkar dengan salah satu kaki memijak tanah sebagai kuda-kuda, lalu mengenai tubuh lawan dengan punggung kaki yang mengayun.
Jejag: Mengangkat kaki tinggi, lalu mendorongnya ke arah perut lawan.
Sabit: Menendang perut lawan dengan tendangan melengkung menyerupai bulan sabit.
T: Memposisikan tubuh ke samping, lalu menendang lawan dengan menggunakan bagian runcing antara tumit dan telapak kaki.
Belakang: Memutar ke arah belakang, lalu menendangkan tumit ke arah kepala atau perut lawan.
6. Teknik Pukulan
Gerakan Pukulan | Sumber: popmama.com
Teknik dasar pencak silat yang keenam adalah pukulan. Teknik ini mengandalkan kekuatan tangan untuk melukai atau melumpuhkan lawan. Dengan gerakan yang tepat, pukulan pesilat bisa langsung merobohkan musuh. Beberapa jenis pukulan yang pasti kamu pelajari di setiap aliran pencak silat yaitu:
Depan: Memukul lurus ke depan, dengan posisi kaki yang kencang untuk menjaga keseimbangan.
Bandul: Mengambil posisi kuda-kuda tengah, kemudian mengayunkan tangan dari bawah dengan menekuk siku 90 derajat. Saat kamu memukul dengan tangan kanan, silangkan tangan kiri untuk melindungi tubuh dari serangan lawan, dan sebaliknya.
Tegak: Memukul lurus dengan menyasar bahu lawan. Silangkan tangan, kemudian ayunkan tangan kanan sambil mempertahankan tangan kiri untuk melindungi tubuh. Lakukan beberapa kali secara bergantian, antara tangan kanan dan tangan kiri.
Melingkar: Mengayunkan tangan secara melingkar dengan menargetkan area pinggang lawan.
Samping: Memukul salah satu sisi tubuh lawan dengan menggunakan punggung tangan.
7. Teknik Tangkisan
Teknik Dasar Tangkisan | Sumber: popmama.com
Jika tidak memungkinkan untuk menghindar, maka kamu harus melakukan tangkisan untuk merespon serangan lawan. Dalam pencak silat, tangkisan dapat kamu lakukan dengan menggunakan kombinasi tangan maupun kaki. Jenisnya terbagi lagi berdasarkan tangkisan satu lengan atau dua lengan, penjelasannya yaitu:
Tangkisan satu lengan
Dalam: Menangkis serangan dari luar ke dalam.
Luar: Menangkis serangan dari dalam ke luar.
Atas: Melindungi kepala dengan menangkis dari bawah ke atas.
Bawah: Melindungi kaki dan paha dengan menangkis dari atas ke bawah.
Tangkisan dua lengan
Menangkis dengan telapak tangan
Menangkis dengan lengan bawah.
8. Teknik Guntingan
Gerakan Dasar Guntingan Pencak Silat | Sumber: popmama.com
Teknik dasar pencak silat yang cukup mematikan adalah guntingan. Jika kamu melakukannya dengan benar, kamu bisa dengan mudah mematahkan tulang lawan, bahkan hingga menghilangkan nyawa. Saat berlatih guntingan, sebaiknya kamu meminta bantuan pesilat profesional untuk mencegah risiko cedera yang serius.
Guntingan dilakukan dengan menjepitkan kedua kaki ke leher, pinggang, tulang kering, atau area tubuh lain yang bisa kamu jangkau. Kemudian, putar kedua kaki kamu sekaligus, sehingga tubuh lawan terpelintir. Jika guntingan kamu mengenai bagian tubuh yang rawan, maka lawan bisa langsung mengalami cedera berat.
Setelah membuat lawan terjatuh, kamu harus melakukan kuncian, agar lawan tidak bisa bergerak, sehingga kamu bisa melucuti senjata lawan. Teknik kuncian dalam pencak silat dapat kamu lakukan dengan mengandalkan tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya.
Kamu bisa menargetkan area leher, dagu, bahu, lengan, dan pergelangan tangan untuk membuat lawan terkunci. Ada banyak kombinasi gerakan kuncian dalam pencak silat yang harus kamu latih di bawah bimbingan pesilat profesional.
10. Teknik Berbaring
Gerakan Pencak Silat Berbaring | Sumber: popmama.com
Teknik dasar pencak silat yang terakhir adalah berbaring. Teknik ini akan kamu perlukan saat terjatuh akibat serangan lawan. Tujuan dari teknik berbaring adalah untuk meminimalisir risiko cedera dengan memposisikan tubuh secara benar sesuai arah jatuhnya tubuh.
Ada tiga jenis teknik jatuhan dalam pencak silat, yaitu:
Miring: Membungkuk dan menekuk kaki agar mendekat ke dada dengan garis pandang tetap lurus ke depan. Gunakan kaki lainnya untuk menopang badan. Posisikan satu siku di lantai, dan lengan lainnya untuk menopang paha.
Terlentang: Berbaring terlentang dengan menekuk salah satu kaki dan meluruskan kaki lainnya. Tekuk salah satu siku tangan di tanah, dan tekuk tangan lainnya di depan dada.
Telungkup: Membalikkan badan agar tertelungkup dengan posisi mata tetap lurus ke depan. Posisi kedua kaki harus tetap lurus, lalu gunakan kedua telapak tangan untuk menyentuh lantai. Setelah itu, tekuk siku dengan kuat, agar tulang siku kamu tidak patah saat terjatuh.
Siap Berlatih Teknik Dasar Pencak Silat?
Sepuluh gerakan di atas, mulai dari teknik kuda-kuda hingga teknik berbaring adalah inti dari keseluruhan bela diri silat. Saat berlatih, usahakan untuk mendapatkan pendampingan dari pesilat yang sudah berpengalaman. Jangan lupa untuk selalu mengawali setiap sesi latihan dengan pemanasan. Sekarang, apakah kamu sudah siap untuk mulai berlatih?
Memasuki usia dewasa, penting untuk mulai investasi kesehatan. Faktanya, semakin bertambah usia, maka semakin tinggi pula resiko terserang penyakit degeneratif. Menerapkan pola hidup sehat adalah langkah yang tepat namun juga perlu didukung dengan olahraga seperti interval training.
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi harian tubuh. Sedangkan olahraga, sangat baik untuk melancarkan peredaran darah, menjaga berat badan ideal, membentuk otot, serta menjaga kesehatan jantung.
Apabila masih belum familiar dengan istilah interval trainingatau latihan interval, silakan ikuti pembahasan lengkapnya di bawah ini:
Pengertian Interval Training
Latihan interval adalah jenis olahraga yang memiliki gerakan intens atau cepat dan dilakukan secara berulang-ulang. Mengingat gerakan intens bisa mempercepat debaran jantung, maka harus diselingi istirahat dengan melakukan gerakan intensitas rendah dalam durasi cukup lama.
Contoh latihan interval sederhana yaitu melakukan lari cepat dalam durasi dua menit. Selanjutnya, beralih pada intensitas lebih rendah, yaitu berjalan selama 4 atau 5 menit. Kegiatan ini dilakukan secara berulang maksimal 5 kali dengan total durasi pengulangan 15-20 menit.
Olahraga ini sangat cocok untuk orang-orang sibuk yang tidak punya banyak waktu namun ingin tetap bisa olahraga. Meskipun dilakukan dalam waktu singkat, namun hasilnya lebih efektif jika dibandingkan melakukan olahraga lama yang tidak menggunakan metode latihan interval.
Jenis-Jenis Interval Training
Supaya paham lebih dalam dengan latihan interval, simak jenis-jenisnya sebagai berikut:
1. Kardio
Jika ingin memelihara kesehatan jantung dan membakar lebih banyak kalori, maka pilihlah jenis latihan interval kardio. Olahraga ini memerlukan waktu lumayan lama, sehingga kamu bisa melakukannya saat tidak banyak kesibukan.
Olahraga kardio bisa dilakukan dengan menggunakan lompat tali atau jump rope. Lakukan gerakan kedua kaki melompat secara cepat selama kurang lebih 5 menit. Setelah itu, istirahatlah sejenak dengan cara melambatkan lompatan selama 2 menit. Idealnya, olahraga kardio ini diulang selama 6 hingga 8 kali.
2. Angkat Beban
Jika ingin fokus melatih kepadatan tulang, kekuatan otot jantung, dan meningkatkan kekuatan otot, maka latihan interval angkat beban adalah pilihan tepat. Bagi pemula yang ingin mencoba olahraga ini, sebaiknya ia berada di dalam pengawasan trainer. Alasannya adalahlatihan ini bisa menyebabkan cedera otot atau masalah lainnya.
Supaya badan bisa menyesuaikan dengan beban yang diangkat, pastikan melakukannya secara bertahap. Gunakan kettlebell atau dumbbell dengan berat sedang. Jika sudah mulai terbiasa, maka bisa menambah beban sedikit demi sedikit sehingga aman dan terhindar dari risiko cedera.
3. Tabata
Metode Tabata bisa menjadi pertimbangan olahraga yang tidak memerlukan durasi lama. Sebab, olahraga ini dilakukan selama 20 detik dengan gerakan intens dan 10 detik gerakan istirahat. Untuk pengulangan ideal yaitu dilakukan selama 8 kali.
Tabata adalah jenis latihan interval yang paling familiar. Cara melakukan olahraga Tabata yaitu dimulai dengan posisi badan berdiri tegak kemudian pindah posisi jongkok secara cepat. Setelah jongkok, lanjutkan dengan gerakan melompat sehingga membuat tubuh cepat membakar kalori dan detak jantung meningkat.
4. Full Body
Jenis latihan interval lainnya yang tidak memerlukan alat serta mudah dilakukan adalah full body. Bahkan, olahraga ini cocok untuk pemula atau penggiat olahraga sekalipun. Rutin melakukan olahraga full body akan membuat otot lebih kencang serta menurunkan berat badan.
Apabila ingin mendapatkan dua manfaat tersebut, pastikan melakukan latihan interval ini dalam durasi yang lama. Olahraga ini juga umum disebut full body workout karena melibatkan semua anggota tubuh. Gerakan-gerakan tersebut dilakukan secara bergantian dengan durasi yang sama.
Contoh gerakan yang biasa dilakukan pada olahraga full body yaitu mountain climbing, squat, dan burpee yang mana masing-masing gerakan dikerjakan selama 2 menit. Lalu, tambahkan waktu istirahat sekitar 30 detik untuk setiap jenis gerakan.
Manfaat Interval Training
Sudah bukan rahasia lagi jika olahraga mempunyai banyak manfaat untuk tubuh. Adapun manfaat khusus jika rajin melakukan latihan interval secara rutin, yakni sebagai berikut:
1. Menjaga Berat Badan Ideal
Latihan interval sangat efektif untuk menurunkan berat badan hingga mendapatkan berat ideal. Gerakan intens dapat membakar lemak dan kalori lebih cepat sehingga berat badan akan berkurang secara berangsur-angsur.
Konsisten melakukan latihan juga dapat membuat daya tahan tubuh meningkat sehingga tidak mudah sakit. Memiliki berat badan ideal pastinya dapat mendongkrak rasa percaya diri dan tubuh menjadi lebih sehat.
2. Kesehatan Jantung Terjaga
Jantung koroner merupakan penyakit degeneratif mematikan dan banyak menyerang orang dewasa. Kondisi ini muncul lantaran gaya hidup yang tidak sehat serta berat badan berlebihan. Supaya bisa terhindar dari risiko penyakit mematikan ini, maka mulai rutinlah untuk berolahraga latihan interval.
Sebab, olahraga dengan intensitas tinggi ini akan menguatkan otot jantung. Tak hanya membuat otot jantung lebih kuat, latihan interval juga dapat membuat ritme jantung menjadi lebih teratur, baik ketika sedang olahraga atau istirahat.
Interval trainingsecara teratur dan durasi yang tepat juga akan meningkatkan fungsi jantung. Dengan demikian, organ jantung akan memompa darah lebih stabil dan bekerja secara efisien pula.
3. Meredakan Stress
Bagi yang memiliki masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan atau depresi, cobalah melakukan latihan interval secara rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan olahraga intens dapat menurunkan stress.
Mengapa? Karena kebugaran tubuh juga akan memengaruhi kesehatan mental. Saat olahraga, tubuh akan menghasilkan hormon yang dapat mengurangi stress atau depresi. Itulah mengapa latihan interval banyak direkomendasikan pada saat pandemi Covid-19.
4. Meningkatkan Metabolisme
Metabolisme juga memegang peran krusial dalam menentukan kesehatan tubuh. Sebab, metabolisme bertanggung jawab dalam mengubah minuman atau makanan yang masuk kedalam tubuh menjadi energi.
Fungsi krusial metabolisme lainnya yaitu mengendalikan suhu tubuh, mengeluarkan darah, memperbaiki sel-sel tubuh, dan lain-lain. Mengingat fungsinya yang krusial, maka pastikan untuk teratur melakukan olahraga latihan interval agar metabolisme tubuh meningkat.
Apabila metabolisme tubuh meningkat, proses mengolah makanan di dalam tubuh pun akan diproses dengan cepat pula. Selama proses metabolisme berlangsung, lemak tubuh pun akan digunakan untuk mengolah sari makanan dan minuman. Alhasil, berat badan akan ideal dan kecukupan energi terpenuhi dengan baik.
5. Mudah Dilakukan
Latihan interval adalah rekomendasi jenis olahraga yang cocok untuk kamu yang menyukai hal praktis. Faktanya, kamu tidak perlu alat khusus untuk mengerjakannya.
Selain itu, durasi olahraga juga ini juga cukup singkat namun mampu memberikan manfaat yang luar biasa untuk kesehatan tubuh. Durasi paling lama melakukan latihan interval yaitu berkisar 20 menit.
Ingin Segera Mencoba Interval Training?
Demikian penjelasan tentang interval trainingmulai dari jenis dan manfaatnya. Bagi yang mempunyai masalah kesehatan jantung dan paru-paru, sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai olahraga ini. Sebab, latihan interval akan meningkatkan kerja jantung dan paru-paru.
Bagi pemula yang baru mengikut latihan interval, pastikan tidak berolahraga melebihi batas waktu yang ideal. Yuk, siapkan peralatan dan mulailah berolahraga sekarang juga!
Weight training adalah salah satu cabang olahraga yang dikenal baik untuk membentuk dan menguatkan otot. Sekarang olahraga angkat beban ini tidak hanya digemari para pria, namun tak jarang wanita juga suka melakukannya. Nah, seperti apa olahraga satu ini, dan apa manfaat serta cara melakukannya? Yuk simak!
Apa itu Olahraga Weight Training?
Angkat beban atau weight training adalah olahraga yang menggunakan beban untuk ketahanan. Olahraga ini dilakukan menggunakan barbel, mesin beban, atau dumbel yang gunanya untuk memberikan tekanan pada otot sehingga nantinya otot menjadi kuat dan mudah beradaptasi, persis seperti cara aerobik memperkuat jantung.
Latihan beban terkenal dengan olahraga berat, karena itulah sering disebut sebagai olahraganya para lelaki. Namun saat ini para wanita juga sudah menyukai olahraga angkat beban, karena manfaatnya tidak hanya bisa menguatkan otot, tapi juga bisa mengontrol berat badan.
Tujuan dan Manfaat Weight Training
Olahraga angkat beban memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Selain membentuk dan memperkuat otot, nyatanya olahraga ini bisa membantu kamu mendapatkan bentuk tubuh idaman.
Berikut manfaat lainnya dari latihan angkat beban yang bisa kamu rasakan:
1. Membantu Jaga Berat Badan
Latihan angkat beban bisa membantu kamu dalam menurunkan berat badan, karena olahraga ini bisa membakar lebih banyak kalori dalam tubuh daripada hanya melakukan latihan aerobik apabila dilakukan secara rutin.
2. Memperkuat dan Melatih Otot
Manfaat selanjutnya dari weight training adalah bisa memperkuat dan melatih otot. Dengan melakukannya secara rutin dan tepat, otot kamu akan lebih kuat dari sebelumnya serta tubuh menjadi lebih energik dan mudah beraktivitas.
Latihan beban juga cocok untuk kamu yang ingin fokus membentuk salah satu bagian otot. Ini berbeda dengan kardio yang membentuk melibatkan semua bagian tubuh.
3. Membakar Lebih Banyak Kalori
Seperti yang sudah disebutkan bahwa olahraga ini bisa membantu membakar kalori dalam tubuh sehingga kamu bisa mendapatkan bentuk tubuh idaman.
Ini bisa terjadi karena saat melakukan latihan angkat beban, metabolisme otot menjadi lebih efisien daripada massa lemak. Kondisi inilah yang memungkinkan tubuh untuk membakar kalori lebih banyak dalam tubuh saat istirahat.
Dalam sebuah penelitian ada yang menjelaskan bahwa tingkat metabolisme seseorang bisa meningkat 72 jam setelah melakukan latihan angkat beban. Dari sini artinya tubuh bisa membakar kalori tambahan selama berjam-jam bahkan berhari-hari setelah melakukan latihan angkat beban ini.
4. Membuat Tubuh Lebih Kuat
Jika kamu rutin melakukan olahraga ini, tubuh akan menjadi lebih kuat. Kamu pun tidak akan mudah merasa capek, atau pegal-pegal ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti membawa belanjaan berat, main dengan anak-anak, atau membersihkan rumah.
Selain itu, weight training adalah olahraga yang bisa membuat tubuh kamu terlihat bugar dan sehat, terlebih jika diimbangi dengan pola makan sehat setiap harinya.
5. Bisa Mengurangi Risiko Cedera
Olahraga ini bisa membantumu menguatkan otot dan menjaga keseimbangan tubuh. Sebab, latihan angkat beban ini membantu meningkatkan kekuatan, mobilitas otot, tendon, hingga ligamen.
Tidak hanya itu, latihan angkat beban juga membantu memperkuat persendian utama seperti pinggul, pergelangan kaki, dan lutut agar tidak mudah cedera. Terlebih olahraga ini juga bisa memperbaiki otot yang tidak seimbang.
6. Mengurangi Kecemasan
Latihan angkat beban tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental. Pasalnya, saat melakukan olahraga ini kepercayaan Anda bisa semakin meningkat sehingga membuatmu lebih bahagia dan mengurangi kecemasan.
Cara Melakukan Olahraga Weight Training
Weight training adalah olahraga yang tidak bisa dilakukan sembarangan karena bisa menyebabkan cedera pada otot, keseleo, otot tegang bahkan patah tulang. Oleh karena itu, ada beberapa tips melakukan latihan angkat beban yang aman sebagai berikut:
1. Selalu Gunakan Teknik yang Tepat
Teknik yang tepat adalah kunci utama yang harus kamu perhatikan saat melakukan olahraga ini. Bukan hanya agar tidak cedera, namun teknik yang tepat membantu kamu memperoleh hasil maksimal dari latihan ini.
Saat melakukan ini, pastikan punggung tetap lurus dan lakukan gerak penuh pada persendian. Jika bentuk badan sudah tepat, maka risiko untuk cedera akan semakin kecil. Namun jika tidak bisa mempertahankan bentuk tubuh yang baik, cobalah kurangi bobot atau jumlah pengulangannya.
Sebaiknya mintalah bantuan pelatih profesional agar kamu tidak salah teknik dan bisa mempelajari bentuk dan tekniknya dengan tepat.
2. Angkat Beban Sesuai Kemampuan
Saat melakukan olahraga ini, kamu tidak perlu pusing memikirkan berapa beban yang harus diangkat, karena semua disesuaikan dengan kemampuan sebanyak 12 hingga 15 kali. Nanti setelah kekuatan mulai meningkat, barulah jumlah beban meningkat secara bertahap.
Nah untuk pemula sebaiknya jangan mengangkat beban terlalu banyak karena bisa menimbulkan rasa sakit. Kamu bisa memulainya sebanyak dua sesi setiap minggunya, kemudian mulailah satu set sebanyak 8 hingga 12 pengulangan selama satu bulan.
Setelah memulai secara bertahap, barulah sesi selanjutnya kamu bisa meningkatkan pengulangan menjadi 12 hingga 15 repetisi selama satu bulan ke depan. Cara seperti ini bisa membantu tubuh kamu terbiasa dengan latihan angkat berat.
3. Lakukan Pemanasan Sebelum Memulai
Pemanasan sebelum weight training adalah bagian penting yang harus kamu lakukan. Pemanasan ini berguna agar otot tidak mudah mengalami cedera. Cobalah lakukan aktivitas aerobik atau jalan cepat selama lima atau sepuluh menit sebelum olahraga.
4. Istirahat
Istirahat bermanfaat untuk memberi waktu untuk otot supaya bisa berjalan optimal. Ambil waktu sekitar satu hari penuh untuk istirahat agar otot kembali pulih, kemudian lakukan olahraga lagi di hari lainnya.
Sudah Tahu Kalau Weight Training adalah Olahraga Penting?
Weight training adalah olahraga yang wajib kamu coba untuk meningkatkan kesehatan dan kekuatan tubuh. Namun, jangan lupa selalu rutin dan menggunakan cara yang tepat agar hasil maksimal.
Pernah mendengar cabang olahraga atletik? Ya, olahraga ini merupakan salah satu cabang yang bisa dibilang memiliki sub kategori berbeda-beda. Mulai dari lari, tolak peluru, angkat beban, dan masih banyak lagi. Namun, bagaimana sebenarnya sejarah dari cabang olahraga satu ini?
Dalam artikel ini, akan membahas secara lengkap mengenai cabang olahraga satu ini beserta sejarah, pengertian, jenis, dan seluruh sub kategorinya. Jadi, simak terus artikel ini sampai habis dan pahami isi materinya!
Apa itu Atletik?
Atletik atau mother of sport adalah cabang olahraga yang melibatkan berbagai jenis perlombaan fisik, seperti lari, loncat, dan lempar. Cabang olahraga ini mencakup berbagai disiplin, termasuk lari jarak pendek dan panjang, lompat jauh, lompat tinggi, lempar cakram, lempar lembing, dan banyak lagi.
Selain itu, olahraga ini biasanya dilakukan di stadion atau area yang dirancang khusus dan sering menjadi bagian penting dari acara olahraga besar, seperti olimpiade. Tujuan utama dari olahraga ini adalah untuk mencapai waktu, jarak, atau ketinggian tertentu dengan kemampuan fisik yang terbaik.
Sejarah Olahraga Atletik
Sejarah mencatat bahwa olahraga ini memiliki akar yang dalam. Sejarawan percaya bahwa olahraga ini dimulai di Yunani kuno pada abad ke-8 SM. Pada saat itu, mother of sport merupakan bagian penting dalam perayaan agama dan juga berbagai festival khas budaya Yunani.
Dalam festival olimpiade kuno yang diadakan setiap empat tahun sekali di Olympia, orang-orang bersaing dalam berbagai sub kategori olahraga. Mulai dari berlari, lompat tinggi, dan lempar lembing.
Olahraga ini pun akhirnya terus berkembang seiring berjalannya waktu. Hingga pada abad ke-19, olahraga ini mendapatkan popularitas yang lebih luas terutama di Eropa dan Amerika Utara. Bahkan, di Indonesia sendiri olahraga ini ikut masuk ke tanah air, bersamaan dengan masuknya bangsa Belanda ke Indonesia pada abad ke-19.
Pertandingan modern pun dimulai untuk pertama kali yang ditandai dengan berdirinya Federasi Atletik Internasional (IAAF) pada tahun 1912. Sejak saat itu, olahraga ini telah menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dari cabang olimpiade modern dan berbagai kejuaraan olahraga lain di dunia.
Jenis dan Cabang Olahraga Atletik
Setelah mengetahui pengertian dan juga sejarah panjangnya, kali ini Anda akan melihat tentang berbagai cabang olahraga yang menjadi kategori mother of sport ini. Simak penjelasan lengkap berikut ini:
1. Jalan Cepat
Jalan cepat adalah aktivitas berjalan dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada berjalan biasa. Ketika berjalan cepat, seseorang berusaha untuk bergerak dengan langkah yang lebih panjang dan cepat sehingga meningkatkan intensitas latihan dan kecepatan gerakan tubuh.
Berjalan cepat merupakan bentuk latihan aerobik yang populer dan bermanfaat bagi kesehatan. Aktivitas ini dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular, menguatkan otot kaki, meningkatkan daya tahan fisik, dan membantu mengurangi berat badan.
Jalan cepat juga memiliki manfaat untuk kesehatan mental, karena dapat meningkatkan mood, mengurangi stres, dan meningkatkan konsentrasi. Agar bisa berjalan cepat secara efektif, penting untuk menjaga postur tubuh yang baik.
Contohnya, mengayun lengan dan melangkah dengan langkah yang energik. Waktu yang diperlukan untuk berjalan cepat bervariasi tergantung pada kecepatan individu dan jarak yang ditempuh.
2. Lari Sprint
Sprint adalah jenis lari yang dilakukan dengan kecepatan maksimum dalam jarak pendek. Umumnya, sprint meliputi jarak 100, 200, hingga 400 meter. Atlet sprint biasanya fokus pada kecepatan, kekuatan, dan teknik untuk mencapai waktu tercepat dalam jarak yang ditempuh.
3. Lari Estafet
Lari estafet adalah cabang atletik di mana sekelompok pelari bekerja sama untuk menyelesaikan jarak yang ditentukan. Setiap anggota tim berturut-turut berlari sebagian dari total jarak. Lalu, ketika satu anggota selesai berlari, ia akan menyerahkan tongkat estafet kepada anggota berikutnya untuk melanjutkan lomba.
Hal tersebut memungkinkan pelari untuk berbagi beban dan menjaga kecepatan lomba yang tinggi. Lomba lari estafet dapat melibatkan tim dengan empat orang atau lebih. Selain itu, masing-masing anggota biasanya berlari sejauh 100 meter atau 400 meter sebelum menyerahkan estafet.
Lomba ini sangat populer dalam atletik dan sering menjadi bagian dari kompetisi, seperti olimpiade atau pertandingan sekolah. Tujuan lari estafet adalah untuk mencapai waktu tercepat dalam menyelesaikan jarak yang ditentukan dengan bantuan anggota tim.
4. Lari Gawang
Lari gawang adalah salah satu cabang olahraga yang melibatkan lari cepat dengan melewati serangkaian rintangan atau gawang. Atlet yang berpartisipasi dalam lari gawang harus melompati gawang yang diatur dalam jarak tertentu sepanjang lintasan. Biasanya, lari gawang meliputi jarak 110 meter atau 400 meter.
Tujuan utama dari lari gawang adalah mencapai garis finis dengan waktu tercepat sambil melewati setiap gawang dengan cara yang tepat. Selain itu, atlet lari gawang perlu memiliki kecepatan, kelincahan, kekuatan, dan koordinasi tubuh yang baik.
5. Lari Jarak Menengah dan Jauh
Lari jarak menengah dan jauh adalah dua kategori lomba lari yang berbeda berdasarkan jarak yang ditempuh oleh pelari. Umumnya, lari jarak menengah mengacu pada lomba dengan jarak sekitar 800 meter hingga 3000 meter.
Lomba ini membutuhkan kombinasi kecepatan dan daya tahan yang baik. Karena pelari harus mampu mempertahankan kecepatan tinggi dalam jarak yang relatif lebih lama dibandingkan dengan lari jarak pendek. Selain itu, lari jarak menengah seringkali melibatkan strategi perlombaan yang lebih taktis.
Contohnya seperti mengatur kecepatan dan waktu pengerahan tenaga untuk menghadapi peningkatan kelelahan di akhir lomba. Lari jarak jauh adalah kategori lomba lari dengan jarak yang lebih panjang, biasanya lebih dari 3000 meter hingga marathon (42,195 kilometer).
Lomba lari jarak jauh membutuhkan daya tahan fisik dan mental yang tinggi. Karena pelari harus mampu bertahan dalam jarak yang panjang dan menghadapi kelelahan yang bertambah seiring berjalannya waktu.
Pelari jarak jauh sering kali fokus pada mempertahankan ritme yang konsisten dan mengatur strategi hidrasi dan nutrisi yang tepat untuk menjaga stamina selama lomba. Keduanya merupakan cabang olahraga yang menuntut pelari untuk memiliki kondisi fisik yang baik, latihan konsisten, dan kemampuan strategi.
6. Maraton
Maraton adalah jenis olahraga atau lari jarak jauh dengan jarak total sejauh 42,195 kilometer. Lomba maraton merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang paling menantang secara fisik dan mental.
Maraton berasal dari legenda kuno di Yunani di mana seorang prajurit bernama Pheidippides dikirim dari kota Marathon ke Athena untuk memberi kabar tentang kemenangan pasukan Yunani dalam pertempuran Marathon.
Pada saat itu, Pheidippides dikatakan telah berlari sejauh 42 kilometer untuk menyelesaikan tugasnya dan kemudian jatuh meninggal dunia karena kelelahan. Lomba maraton modern menjadi populer sejak Olimpiade Athena tahun 1896.
Kini maraton menjadi salah satu acara puncak dalam banyak acara olahraga besar, termasuk Olimpiade dan Kejuaraan Dunia Atletik. Partisipasi dalam maraton membutuhkan persiapan fisik yang intensif dan latihan yang konsisten.
Pelari maraton biasanya mengembangkan kekuatan dan daya tahan tubuh yang tinggi serta strategi perlombaan yang baik untuk menghadapi jarak yang panjang dan tantangan fisik dan mental yang terkait.
Maraton juga menjadi pengalaman yang sangat memuaskan bagi banyak pelari, karena berhasil menyelesaikan jarak sejauh itu merupakan pencapaian yang luar biasa dan menawarkan rasa prestasi yang mendalam.
7. Lompat Tinggi
Lompat tinggi adalah cabang olahraga mother of sport di mana peserta berusaha untuk melompat melewati palang horizontal dengan menggunakan teknik dan kekuatan tubuh yang tepat. Tujuan dari lompat tinggi adalah untuk mencapai ketinggian maksimum dengan melompat dari posisi berdiri.
Dalam lompat tinggi, peserta biasanya mengambil awalan dengan berlari menuju palang horizontal. Saat mendekati palang, peserta akan melompat dengan meluncurkan tubuhnya ke arah atas dan berusaha untuk melewati palang horizontal.
Teknik yang umum digunakan dalam lompat tinggi adalah teknik gunting dan teknik Fosbury Flop. Dalam teknik gunting, peserta melompat dengan mengayunkan satu kaki ke atas dan melewati palang horizontal sambil membawa kaki yang lain.
Sedangkan dalam teknik Fosbury Flop, peserta melompat dengan membelakangi palang horizontal. Lalu, mereka akan meluncurkan tubuhnya ke belakang sambil menyelesaikan lompatan dengan posisi punggung di atas palang.
Lompat tinggi adalah olahraga yang menuntut kekuatan, kelenturan, koordinasi, dan teknik yang baik. Peserta yang berhasil melompati palang pada ketinggian yang lebih tinggi menjadi pemenangnya.
Selain itu, lompat tinggi merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat populer dan sering menjadi bagian dari kompetisi. Meliputi olimpiade dunia dan berbagai olahraga kejuaraan dunia lainnya.
8. Lompat Galah
Lompat galah adalah sebuah jenis olahraga yang melibatkan melompati sebuah palang atau galah dengan tujuan mencapai jarak yang sejauh mungkin. Olahraga ini membutuhkan keseimbangan, kekuatan, dan kelenturan tubuh. Peserta biasanya menggunakan kecepatan dan teknik melompat untuk mencapai hasil terbaik.
Gerakan ini dapat melibatkan melompat dengan kedua kaki bersama-sama atau dengan satu kaki di depan yang diikuti oleh kaki yang lain. Lompat galah sering digunakan dalam berbagai program kebugaran dan olahraga seperti senam, bootcamp, dan latihan kekuatan.
Namun, menjaga teknik yang baik saat melakukan lompat galah sangat penting untuk mencegah cedera. Jika seseorang memiliki masalah pada sendi atau cedera tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau pelatih sebelum mencoba gerakan ini.
9. Lompat Jauh
Lompat jauh adalah cabang olahraga atletik di mana peserta berusaha untuk melompat sejauh mungkin dari suatu titik awal menuju ke suatu titik akhir. Tujuan utama dari lompat jauh adalah untuk mencapai jarak lompatan terjauh.
Dalam lompat jauh, peserta biasanya mengambil awalan dengan berlari menuju papan awal atau papan loncat. Setelah mencapai papan loncat, peserta melompat dengan mengayunkan lengan dan kaki mereka sekuat mungkin untuk menciptakan momentum dan menghasilkan lompatan yang panjang.
Peserta kemudian mendarat di area pasir yang disebut petak pijakan atau petak lompat. Berikut adalah urutan teknik dasar dalam olahraga lompat jauh:
Lari Pendek: Dimulai dengan lari pendek sejauh 10-15 langkah menuju papan tolakan.
Tolakan: Ketika mendekati papan tolakan, perhatikan posisi tubuh yang tegak dengan kaki sedikit ditekuk. Jika sudah mencapai papan tolakan, lakukan tolakan kuat dengan kaki belakang. Tekankan pada daya dorong kaki untuk menghasilkan kecepatan horizontal yang optimal.
Melompat: Setelah tolakan, beralih ke fase melompat. Rentangkan kedua lengan ke depan untuk menjaga keseimbangan. Pada saat yang tepat, lompat dengan mendorong kaki bagian depan ke depan dan ke atas.
Lompatan: Saat berada di udara, rentangkan tubuh secara horizontal dan tahan posisi dengan kaki lurus ke depan. Gunakan kedua lengan untuk membantu menjaga keseimbangan dan stabilitas.
Mendarat: Ketika mendekati area pendaratan, persiapkan diri untuk mendarat dengan kaki pertama yang menyentuh tanah. Pastikan posisi tubuh tetap stabil dan seimbang saat kaki kedua menyentuh tanah.
Pemulihan: Setelah mendarat, berhenti dan stabilkan diri. Lepaskan energi yang tersisa melalui langkah-langkah pemulihan yang lembut.
10. Lompat Tiga Kali
Lompat tiga kali atau jangkit juga dikenal sebagai triple jump dalam bahasa Inggris. Ini merupakan cabang olahraga mother of sport di mana peserta melompat sebanyak tiga kali secara berurutan dalam satu lompatan tunggal.
Tujuan dari lompat tiga kali adalah untuk mencapai jarak total terjauh dengan kombinasi tiga lompatan yang dilakukan.
Dalam lompat tiga kali, peserta biasanya mengambil awalan dengan berlari menuju papan awal atau papan lompat. Setelah mencapai papan lompat, peserta melompat pertama kali dengan satu kaki ke depan dan mendarat di kaki yang sama.
Setelah itu, peserta melakukan lompat kedua dengan kaki yang lain, mendarat di kaki yang sama seperti lompatan pertama. Terakhir, peserta melakukan lompat ketiga dengan kaki yang sama seperti lompatan pertama dan mendarat di area pasir yang disebut petak pijakan.
Teknik yang digunakan dalam lompat tiga kali melibatkan kombinasi lompatan horizontal dan lompatan vertikal. Peserta harus menguasai teknik lompatan yang baik, seperti mengayunkan lengan dan kaki dengan sinkronisasi yang tepat. Serta menjaga keseimbangan dan stabilitas selama melompat.
11. Lempar Lembing
Lempar lembing adalah cabang olahraga mother of sport di mana peserta melempar lembing dengan maksud untuk mencapai jarak yang sejauh mungkin. Lembing adalah sebuah alat yang terbuat dari batang logam dengan ujung tajam yang dirancang untuk dilempar.
Dalam lempar lembing, peserta memegang lembing di salah satu ujungnya dan berlari menuju area lempar yang ditentukan. Peserta kemudian meluncurkan lembing dengan menggunakan kekuatan tubuh mereka, melalui gerakan ayunan lengan yang kuat, serta rotasi dan gerakan tubuh yang tepat.
Lembing untuk putra memiliki berat 800 gram dengan panjang 2,6-2,7 meter. Sedangkan lembing putri memiliki berat 600 gram dengan panjang 2,2-2,3 meter. Selain jarak, teknik lempar lembing juga dinilai berdasarkan sudut lemparan, kecepatan, kestabilan, dan akurasi lemparan.
Lempar lembing adalah cabang olahraga yang menuntut kekuatan, kecepatan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh yang baik. Peserta harus menguasai teknik lempar yang baik, termasuk teknik pegangan, teknik ayunan lengan, dan gerakan tubuh yang tepat.
12. Tolak Peluru
Tolak peluru adalah cabang olahraga atletik di mana peserta melontarkan sebuah bola logam berat yang disebut peluru. Tujuan utama dalam tolak peluru adalah untuk mencapai jarak terjauh yang mungkin dengan melontarkan peluru.
Dalam tolak peluru, peserta berdiri di dalam sebuah lingkaran yang disebut lingkaran tolak peluru. Mereka memegang peluru dengan satu tangan dan menempatkannya di samping leher dekat bahu.
Peserta kemudian melontarkan peluru dengan mengayunkan lengan belakang mereka ke depan dan mendorong peluru dengan tenaga penuh. Teknik yang digunakan dalam tolak peluru melibatkan kombinasi kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh yang baik.
Peserta harus memperhatikan teknik pegangan yang benar, gerakan kaki yang tepat, dan kekuatan eksplosif dalam melontarkan peluru. Selain itu, keterampilan teknis dan teknik yang baik juga penting untuk mencapai jarak lemparan yang maksimal.
13. Lempar Cakram
Lempar cakram adalah cabang olahraga mother of sport di mana peserta melemparkan sebuah cakram logam dengan maksud untuk mencapai jarak sejauh mungkin. Cakram adalah sebuah alat yang terbuat dari logam dan memiliki bentuk seperti piringan datar dengan pegangan di bagian tengahnya.
Dalam lempar cakram, peserta berdiri di dalam sebuah lingkaran yang disebut lingkaran lempar. Mereka akan memegang cakram dengan satu tangan dan menempatkannya di belakang kepala atau di samping tubuh.
Peserta kemudian melontarkan cakram dengan mengayunkan lengan belakang mereka ke depan dan memutar tubuh dengan cepat untuk memberikan momentum yang optimal. Umumnya, atlet akan memutar tubuh sebanyak dua kali sebelum melempar.
Cakram putri sendiri memiliki berat 1 kg dan berdiameter 18 cm. Sedangkan cakram untuk putra memiliki berat 2 kg dengan diameter 22 cm. Peserta harus menguasai teknik lempar yang baik, termasuk teknik pegangan, teknik ayunan lengan, gerakan rotasi tubuh, dan pengerahan tenaga yang tepat.
Sudah Paham Mengenai Cabang Olahraga Atletik?
Itulah penjelasan tentang olahraga atletik beserta beberapa jenisnya. Olahraga ini memiliki sejarah yang sangat panjang dari waktu ke waktu. Selain itu, mother of sport juga memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan, terutama untuk meningkatkan kekuatan otot dan daya tahan tubuh.
Bola basket adalah olahraga yang penuh dengan kecepatan dan kegembiraan yang membutuhkan kombinasi keterampilan, keluwesan, dan juga ketepatan. Salah satu aspek dasar permainan bola basket yang harus dikuasai oleh setiap pemain adalah dribble atau menggiring bola.
Pada dasarnya, menggiring bola dalam permainan basket melibatkan banyak sekali aktivitas tubuh. Mulai dari mengendalikan bola saat bergerak, menghindari pemain bertahan, dan menciptakan peluang mencetak gol. Selain itu, ada beberapa teknik menggiring bola dalam olahraga basket yang perlu Anda ketahui. Simak di sini!
7 Teknik Dribble dalam Bola Basket
Menggiring bola adalah aktivitas utama dalam berbagai jenis olahraga, tak terkecuali bola basket. Namun, terdapat teknik tersendiri dalam menggiring bola pada olahraga basket. Apa saja teknik tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Crossover
Crossover adalah teknik dribbling basket di mana pemain menggiring bola dari satu tangan ke tangan lainnya di depan tubuh. Teknik crossover ini sangat berguna untuk mengecoh lawan dan menciptakan ruang untuk melakukan tembakan atau melewati bola kepada rekan setim.
Dalam melakukan teknik crossover, pemain harus bisa memaksimalkan gerakan, terutama pada pergelangan tangan secara cepat dan presisi. Kemudian, secara perlahan giringlah bola sambil meliukkan badan ke kanan dan ke kiri.
2. Between the Legs
Pada dasarnya, between the legs adalah teknik dribbling di mana pemain menggiring bola dari satu tangan ke tangan lainnya di antara dua kaki. Selain itu, ini adalah teknik yang efektif untuk menciptakan ruangan dan mengelabui lawan.
Jika Anda berbelok ke arah kiri, maka gunakan tangan kanan untuk menggiring bola dalam pantulan yang rendah. Ketika menggunakan gerakan kaki yang lancar dan koordinasi yang baik, pemain dapat menjaga bola tetap terkendali saat melintasi kaki.
3. Behind the Back
Behind the Back adalah teknik dribble di mana pemain menggiring bola di belakang punggungnya. Umumnya, teknik ini efektif dalam mengelabui lawan yang berusaha mencuri bola. Pemain harus memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan tubuh, serta menguasai gerakan tangan yang cepat dan presisi.
4. Spin
Spin adalah teknik dribbling di mana pemain melakukan gerakan putaran dengan bola. Pemain menggiring bola dengan satu tangan, lalu melakukan gerakan putaran tubuh untuk mengubah arah dengan cepat. Teknik ini efektif digunakan ketika pemain berhadapan dengan lawan dekat lewat cara mengubah arah bola.
5. In-Out
In-out adalah teknik bola basket di mana pemain harus menggiring bola ke dalam (in) dan kemudian keluar (out) secara cepat. Secara umum, teknik ini berguna untuk mengecoh lawan dan menciptakan ruang untuk tembakan.
Selain itu, teknik ini juga sangat berguna untuk mengoper bola kepada rekan setim. Ketika melakukan teknik ini, pemain harus bisa menggunakan gerakan pergelangan tangan yang cepat dan koordinasi yang baik.
6. Hesitation
Dribble hesitation adalah teknik menggiring bola di mana pemain perlu melakukan gerakan yang tiba-tiba. Lalu, mereka harus memperlambat kecepatan bola untuk mengelabui lawan.
Setelah itu, pemain kemudian dapat mempercepat lagi laju bola untuk menciptakan kejutan dan mendapatkan keuntungan. Teknik ini membutuhkan kontrol yang baik atas bola dan kemampuan untuk mengatur kecepatan giringan secara tepat.
7. High-Low
Teknik yang terakhir adalah teknik high-low. High-low adalah teknik dribbling di mana pemain secara bergantian akan menggiring bola dengan posisi tinggi (high), lalu beralih ke posisi rendah (low).
Teknik ini berfungsi untuk membantu pemain dalam mengelabui serta menciptakan efek bingung kepada lawan. Pemain akan menggiring bola dengan variasi tinggi dan rendah, kemudian pemain akan membuat lawan sulit dalam memprediksi gerakan selanjutnya.
Kesalahan Umum dalam Teknik Menggiring Bola
Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pemain dalam teknik dribble adalah mengangkat telapak tangan saat menggiring bola. Selain itu, membawa bola terlalu tinggi dan kurang mengontrol kecepatan langkah juga merupakan beberapa contoh kesalahan lain.
Mengangkat telapak tangan saat menggiring bola dapat membuat bola lebih rentan terhadap serangan pemain lawan. Selain itu, membawa bola terlalu tinggi juga dapat mempermudah pemain lawan untuk mencuri bola.
Terakhir, kurang cekatan mengontrol kecepatan langkah juga dapat mengakibatkan kehilangan kontrol atas bola dan memudahkan pemain lawan untuk merebutnya.
Tujuan Dribble Bola Basket
Dalam olahraga basket, tujuan teknik menggiring bola sangat penting terutama untuk meningkatkan keterampilan individu dan kemampuan tim secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari teknik menggiring bola basket:
1. Mengatasi Tekanan Pertahanan
Teknik menggiring bola basket dapat membantu pemain untuk mengatasi tekanan dari pemain lawan. Ketika pemain bertahan mencoba merebut bola atau menjaga jarak, teknik ini akan membantu pemain dalam menjaga bola tetap berada pada kendali penuh dan menghindari kehilangan posisi.
2. Membangun Keterampilan Individu
Melatih teknik menggiring bola basket secara teratur dapat meningkatkan keterampilan individu. Termasuk kecepatan, koordinasi, fleksibilitas tangan, dan keseimbangan. Semakin baik keterampilan menggiring seseorang, semakin sulit pula bagi pemain lawan untuk merebut bola.
3. Menciptakan Peluang Menyerang
Lewat dribble bola basket yang baik, pemain dapat menciptakan peluang menyerang dengan lebih efektif. Selain itu, giringan bola yang kuat dan akurat dapat membantu pemain melewati pemain bertahan, membuka celah di pertahanan lawan. Bahkan, teknik ini juga menciptakan peluang tembakan bola yang sangat akurat.
4. Memperbaiki Kemampuan Melihat Lapangan
Teknik ini juga membantu pemain dalam memperbaiki kemampuan melihat lapangan. Ketika seorang pemain melatih teknik menggiring, ia harus tetap waspada terhadap lingkungan sekitarnya.
Termasuk di dalamnya waspada terhadap rekan setim yang bergerak dan pemain bertahan yang mendekat. Hal tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan taktis dalam membaca permainan.
5. Meningkatkan Kepercayaan Diri di Lapangan
Keahlian menggiring bola basket yang baik dapat memberikan pemain kepercayaan diri yang lebih tinggi. Lewat kemampuan untuk mengendalikan bola dengan baik dan mengatasi tekanan dari pemain bertahan, seorang pemain akan merasa lebih yakin dalam permainannya. Serta siap menghadapi tantangan apapun yang muncul.
Tips untuk Meningkatkan Dribble Bola Basket
Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu meningkatkan dribbling bola basket Anda:
1. Latihan Rutin
Latihan rutin merupakan kunci untuk meningkatkan keterampilan dribbling. Tetapkan waktu khusus setiap hari untuk melatih dribbling dan lakukan latihan yang berfokus pada teknik dasar. Contohnya seperti kontrol bola, kecepatan dribbling, dan perubahan arah.
2. Gunakan Kedua Tangan
Agar dapat menjadi pemain yang lebih serbaguna, latihlah kedua tangan Anda dalam menggiring. Dribbling dengan tangan yang kurang terampil akan membantu meningkatkan keterampilan dan kekuatan tangan tersebut.
Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan posisi tubuh dan mempertahankan keseimbangan yang baik saat melatih teknik ini dengan tangan yang non-dominan.
3. Latihan dengan Tekanan
Agar dapat meningkatkan kemampuan mengatasi tekanan dalam permainan, latihlah teknik dribble dengan tekanan dari teman atau pemain bertahan. Ini akan membantu Anda mengembangkan kecepatan, ketangkasan, dan keterampilan dalam mempertahankan bola.
4. Pilih Variasi Latihan
Cobalah berbagai latihan dribbling. Misalnya dribbling dengan cepat, berpindah tangan, sambil berlari, dan dribbling gerakan-gerakan tubuh yang kompleks.
Ketika memperkenalkan variasi dalam latihan, Anda akan dapat mengasah keterampilan dribbling dalam situasi yang berbeda. Serta meningkatkan kecakapan Anda dalam menghadapi tantangan permainan.
5. Tingkatkan Kecepatan dan Ketepatan
Selain meningkatkan kontrol bola, latihan juga harus fokus pada kecepatan dan ketepatan dribbling. Usahakan agar bola tetap rendah saat Anda melakukan dribbling cepat dan latihlah kemampuan Anda untuk mengubah arah dribbling secara tiba-tiba untuk mengelabui pemain bertahan.
6. Tetapkan Tujuan yang Realistis
Tetapkan tujuan yang realistis dalam latihan dribbling Anda. Mulailah dengan tujuan yang mudah dicapai, seperti meningkatkan jumlah dribbling yang bisa Anda lakukan dalam satu menit. Lalu, tingkatkan secara bertahap seiring dengan perkembangan Anda.
Tujuan yang terukur akan membantu Anda tetap termotivasi dan fokus dalam mencapai peningkatan yang signifikan dalam dribbling bola basket.
Sudah Paham Apa Saja Teknik Dribble Bola Basket?
Menguasai teknik dribble dalam bola basket sangat penting bagi pemain untuk meningkatkan keterampilan individu mereka. Semoga setelah membaca artikel ini gerakan dribbling Anda jadi semakin hebat dan seimbang, ya!
Dalam senam lantai terdapat salah satu gerakan yang sering dilakukan yaitu meroda. Gerakan meroda bisa dibilang gerakan memutar seluruh badan hingga ke posisi awal. Biasanya di sekolah, para siswa mendapatkan pelajaran olahraga dan salah satu materinya adalah gerakan tersebut.
Gerakan ini ternyata menyimpan informasi penting yang bisa didapatkan. Untuk itu, simak penjelasan mengenai gerakan meroda yang penting untuk diketahui.
Apa Itu Gerakan Meroda?
Sebelum ke penjelasan lebih mendalam, harus mengetahui pengertian dari gerakan tersebut. Gerakan meroda adalah salah satu gerakan senam lantai dengan memutarkan badan ke samping hingga 90° dan menggunakan tangan sebagai tumpuannya.
Gerakan ini bisa dilakukan memutar ke arah kiri atau kanan. Kemudian untuk melakukannya, sangat penting memiliki kekuatan dan kesimbangan yang baik. Selain itu, tujuan dari gerakan ini yaitu untuk melatih kelenturan dan keseimbangan tubuh.
Manfaat
Perlu diketahui bahwa melakukan gerakan meroda ini bukan hal yang percuma, namun terdapat manfaat di dalamnya. Adapun beberapa manfaat dari melakukan gerakan tersebut, antara lain:
1. Meningkatkan Kekuatan Tubuh
Untuk manfaat yang pertama adalah bisa meningkatkan kekuatan tubuh. Dengan melakukan salah satu gerakan senam lantai ini secara benar dan rutin, maka ketahanan tubuh akan meningkat.
Nantinya dalam melakukan gerakan ini, tentunya membutuhkan kekuatan tubuh dengan mempekerjakan otot, terutama tangan sebagai tumpuan. Selain itu, otot-otot tubuh juga bekerja seperti bagian bahu, kaki, sampai tubuh bagian tengah.
Dengan begitu dapat membentuk otot tubuh menjadi lebih kuat dan kencang. Kemudian tidak hanya itu, tulang-tulang di dalam tubuh juga akan lebih kuat kedepannya.
2. Melatih Kelenturan Tubuh
Manfaat selanjutnya adalah dapat melatih kelenturan tubuh. Selain memberikan peningkatan kekuatan tubuh seperti pada tulang dan otot, gerakan meroda bisa juga membuat tubuh menjadi lentur.
Setiap tubuh manusia yang jarang digerakkan atau diregangkan bisa mengalami kaku dan tidak nyaman untuk beraktivitas. Jadi, dengan melakukan gerakan meroda ini bisa membuat otot-otot yang kaku menjadi rileks dan lentur.
Maka dari itu lakukanlah gerakan ini ketika senam lantai dan terapkan sebanyak beberapa kali untuk mendapatkan hasil terbaiknya. Lalu jika melakukan gerakan tersebut secara rutin dan hasilnya membuat tubuh terasa lentur, nantinya kamu juga akan mudah melakukan gerakan sulit lainnya.
3. Menjaga Kesimabangan Tubuh
Manfaat gerakan meroda lainnya adalah bisa menjaga keseimbangan tubuh. Saat melakukan gerakan tersebut, nantinya tangan dan kaki saling bergantian menjadi tumpuan. Sehingga jika salah satunya menjadi tumpuan dan tidak seimbangan maka gerakan kamu akan gagal.
Maka dari itu, tidak hanya membutuhkan kekuatan otot dan kelenturan tubuh, tapi juga bisa menyeimbangkannya. Untuk mendapatkan keseimbangan yang bagus ini harus memiliki konsentrasi yang baik. Untuk melatih konsentrasi tersebut dapat dilakukan dengan cara seperti istirahat yang cukup atau makan makanan sehat.
4. Melatih Koordinasi Tubuh
Melakukan gerakan meroda akan memberikan manfaat lainnya yaitu bisa melatih koordinasi tubuh. Nantinya untuk memulai gerakan ini memerlukan koordinasi bagian tubuh yang terpisah seperti pikiran, tangan, dan kaki. Jika tidak adanya kesinambungan antara bagian tubuh tersebut, maka gerakan merodanya akan tidak sempurna.
5. Membakar Kalori
Sekarang ini tidak sedikit orang-orang yang berbadan gemuk karena jarang bergerak namun kalori di dalam tubuh terus menumpuk. Meskipun gerakannya tidaklah banyak dan hanya gerakan meroda, namun ketika melakukannya secara rutin maka bisa membakar kalori berlebih di tubuhmu.
Nantinya gerakan ini pun bisa membakar lemak dalam tubuh. Maka dari itu, kamu bisa melakukan gerakan ini sebanyak beberapa kali sampai tubuh mengeluarkan keringat. Namun, lakukanlah gerakan tersebut sewajarnya saja dan jangan lupa diselingi dengan istirahat.
6. Membuat Aliran Darah Lancar
Adapun manfaat lain dari gerakan ini yaitu bisa membuat aliran darah lancar. Seperti yang diketahui bahwa organ jantung memiliki fungsi memompa darah dan menyebarkannya ke seluruh tubuh.
Maka dari itu, gerakan meroda yang dilakukan tersebut bisa membuat kinerja jantung lebih besar dan peredaran darah menjadi lancar.
7. Membuat Tubuh Sehat
Manfaat terakhir yang bisa didapatkan adalah membuat tubuh lebih sehat. Tentunya segala gerakan senam lantai bisa membuat tubuh sehat, salah satunya gerakan meroda ini. Jadi lakukanlah gerakan tersebut secara rutin agar tidak mudah terserang penyakit dan meminimalisir risiko cedera saat beraktivitas.
Prinsip Dasar Gerakannya
Terdapat juga prinsip dasar dalam gerakan meroda ini, yaitu:
1. Tahap Awal
Ada tahap awal dari prinsip gerakan meroda. Nantinya gerakan diawali dengan posisi tubuh menyamping dari arah gerakan. Lalu kedua kaki dibuka lebar dan tangan terlentang serong ke atas.
2. Gerakan Memutar
Ketika kaki kanan berada di matras, maka kaki kiri didorong ke atas sampai badan lurus berdiri. Sedangkan jika kaki kiri berada di matras, maka kaki kanan didorong ke atas lurus berdiri. Lalu turunkan secara cepat.
3. Gerakan Akhir
Untuk akhirannya yaitu posisi badan berdiri menyamping dari arah gerakan memutar. Kemudian kaki dibuka lebar dan tangan lurus ke atas sedikit serong.
Cara Menerapkannya
Ketika ingin mencoba gerakan meroda, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut.
1. Menggunakan Dua Tangan
Terdapat cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan kedua tangan. Cara ini pun terbagi dua metode, yaitu:
a. Cara Pertama
Berdiri tegak kemudian buka kaki selebar bahu seperti membentuk huruf V.
Posisikan tubuh menghadap samping, bisa kanan atau kiri.
Posisikan tangan di atas matras dan ikuti dengan gerakan yang menopang badan dan kaki lalu susul tangan satunya.
Kemudian luruskan tangan dan buka kedua kaki saat di atas.
Lakukan secara berulang kali.
b. Cara Kedua
Berdiri tegak kemudian buka kaki selebar bahu seperti membentuk huruf V.
Posisikan tubuh condong ke depan, setelah itu tangan diletakkan di matras serta mengangkat kedua kaki, lalu buka kaki lebar-lebar.
Setelah itu pertahankan sebentar posisi tersebut dan turunkan.
Lakukan secara berulang.
2. Menggunakan Satu Tangan
Selanjutnya adalah cara melakukan gerakan meroda dengan satu tangan. Cara ini pun terbagi dua metode lagi, yaitu:
a. Meroda Satu Tangan ke Depan
Berdiri tegak kemudian buka kaki selebar bahu seperti membentuk huruf V.
Posisikan satu kaki maju ke depan.
Dorong kaki belakangnya ke atas
Lalu posisikan satu tangan ke lantai sebagai tumpuan.
Lakukan secara berulang.
b. Meroda Satu Tangan ke Samping
Berdiri tegak kemudian buka kaki selebar bahu seperti membentuk huruf V.
Angkat kaki kiri dengan sedikit menekuknya dan posisikan tangan kiri di belakang punggung
Turunkan perlahan kaki kiri dalam kondisi sedikit menekuk dan mengayunkan kaki kanan ke lantai.
Pastikan jari tangan menunjuk ke arah kanan.
Lalu dorong kaki kanan ke atas.
Lakukan secara berulang.
3. Melakukan Gerakan Meroda Dibantu Teman
Selain itu nantinya bisa juga meminta bantuan teman untuk melakukan gerakan tersebut dengan cara berikut ini.
Posisi teman berdiri di belakangmu.
Lakukanlah gerakan meroda dengan satu atau dua tangan.
Kemudian minta tolong kepada teman untuk memegangi pinggul agar bisa meroda dengan baik.
Lakukan secara berulang.
Latihan Dasar untuk Gerakan Meroda
Sebagai persiapan untuk melakukan gerakan ini, ada latihan dasar yang bisa dilakukan sebelumnya, yaitu:
Sebelum melakukan gerakan tersebut, sebaiknya kamu melakukan pemanasan terlebih dahulu. Pemanasan ini bisa dilakukan seperti menarik tangan, kaki, menekuknya sebentar, dan lainnya.
Gunakan matras sebagai alas saat meroda agar aman dan tidak sakit ketika jatuh.
Buka kaki selebar bahu dan kaki membentuk huruf V.
Fokuskan pikiran dan pandangan.
Arahkan badan ke bawah hingga satu tangan menyentuh matras. Kemudian disusul tangan satunya dan posisikan kepala di bawah serta kaki di atas membuka.
Lakukan secara berulang.
Kesalahan saat Meroda
Tentunya tidak jarang orang-orang yang melakukan gerakan meroda, namun tidak tepat dalam penerapannya. Untuk kesalahan umum yang kerap terjadi yaitu:
Dorongan kaki yang semestinya ke atas namun dalam melakukannya menjadi ke depan.
Kekuatan yang kurang ketika giliran mengangkat kaki.
Saat posisi kaki di atas namun siku bengkok karena tidak kuat menahan beban badan.
Tangan yang pertama diletakan di matras tetapi jaraknya berdekatan dengan kaki yang akan didorong ke atas.
Kurang diangkatnya posisi kepala ketika kedua tangan menjadi tumpuannya.
Badannya kurang bisa tegak lurus saat kaki di atas.
Kaki satunya sangat dekat posisinya dengan kaki keduanya ketika posisi sedang mendarat.
Kemudian saat kaki di atas dan tangan menjadi tumpuannya, posisi dagu tidak menempel pada dada.
Cara Memberikan Bantuan untuk Gerakan Meroda
Setiap kesalahan dalam gerakan ini bisa terjadi dan menjadi hal yang dapat dimaklumi. Hal tersebut bisa terjadi mungkin karena belum pernah melakukannya atau kondisi sekitar dan diri sendiri yang kurang mendukung. Sehingga ada upaya dalam membantu seseorang saat melakukan gerakan ini.
Berikan satu orang yang akan berdiri di belakang seseorang yang ingin meroda. Kemudian pastikan jarak antara orang yang akan membantu dengan yang ingin melakukan gerakan ini jangan jauh-jauh.
Selanjutnya orang yang berada di belakang tersebut bisa memegangi pinggang orang saat akan meroda. Nantinya orang tersebut harus segera memegang pinggangnya ketika posisi kaki sudah sampai di atas sehingga posisi meroda akan berhasil dilakukan.
Kemudian orang dibelakang tersebut yang memegang pinggang orang yang akan melakukan gerakan meroda ini. Sehingga badan yang diangkat dan tangan menjadi tumpuan tersebut pada akhirnya bisa melakukan pendaratan kedua kaki di atas matras.
Sudah Tahu Mengenai Gerakan Meroda?
Itulah beberapa informasi mengenai gerakan meroda. Semoga penjelasan tersebut bisa memberikan wawasan dan sebagai bahan ajar nantinya. Apakah kamu sudah bisa meroda?
Hampir semua orang di seluruh dunia mengetahui dan menggemari dunia sepak bola. Atmosfer dan keseruan dari merebutkan satu bola ini memang jadi tontonan yang menarik. Berbagai teknik dasar permainan sepak bola yang memukau juga sering kali pemain tunjukkan di laga besar persepakbolaan dunia.
Baik tua muda dan dari berbagai penjuru dunia mengidolakan klub dan menjadi penyatu bagi banyak orang. Namun, meski menikmati pertandingan, tak semua memahami dasar permainan, aturan, sejarah maupun tokoh ternama dalam persepakbolaan. Apakah Anda salah satunya? Simak artikel ini untuk tahu lebih banyak!
Apa itu Sepak Bola?
Jika berbicara tentang sepak bola pastinya merujuk pada olahraga yang membuat kedua belah klub saling bertanding mencetak gol sebanyak-banyaknya. Setiap pertandingan akan melibatkan 11 orang dalam tiap tim untuk memperebutkan satu bola dalam kurun waktu 2 x 45 menit.
Karena melibatkan 11 pemain dalam satu tim, olahraga atau permainan ini sudah pasti merupakan permainan tim yang harus Anda lakukan dengan berbagai strategi untuk mencetak gol. Acuannya tak hanya menyerang dan mencetak gol, tapi juga bagaimana para pemain saling bekerja sama menjaga penguasaan bola.
Permainan sepak bola adalah olahraga tim yang akan melibatkan berbagai aspek. Mulai dari motorik, kekuatan fisik, ketahanan, mental, dan tentunya kerjasama tim. Namun, dari hal tersebutlah permainan ini layak dan seru untuk Anda tonton maupun mainkan.
Setiap tim melibatkan 11 pemain yang memiliki posisi masing-masing, namun hanya 1 orang yang bisa memegang bola dengan tangannya, yaitu kiper. Tugasnya adalah menjaga gawang agar tidak terbobol oleh serangan musuh dengan teritori dalam garis penalti saja.
Pada garis pertahanan tak hanya ada kiper, namun juga ada bek yang menjadi pagar betis untuk menghalangi musuh mendekati gawang. Lalu, ada juga pemain lain yang memiliki berbagai posisi dari gelandang, sayap, hingga penyerang yang tentunya memiliki peranan masing-masing.
Peraturan Dasar Permainan Sepak Bola
Dalam dunia sepak bola, ada beberapa aturan dasar yang diikuti ajang persepakbolaan besar di dunia. Selaku federasi sepakbola terbesar, beberapa peraturan ini disahkan dan dibuat oleh FIFA (Fédération Internationale de Football Association). Hal tersebut meliputi:
1. Jumlah Pemain
Setiap tim terdiri dari 11 pemain, termasuk satu penjaga gawang dan 10 pemain lainnya. Jika seorang pemain dikeluarkan (mendapat kartu merah) atau mengalami cedera dan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Maka, tim dapat melakukan pergantian pemain sebanyak 5 kali (aturan baru FIFA).
Setiap tim diperbolehkan membawa setidaknya 5-8 pemain cadangan, termasuk kiper. Ketika salah satu tim tersisa kurang dari 7 pemain termasuk kiper karena cidera atau kartu merah, maka tim tersebut akan dinyatakan kalah.
2. Pergantian Pemain
Berdasarkan beberapa peraturan baru dari FIFA, pergantian pemain dapat dilakukan sebanyak lima kali (walaupun dulunya 3 kali saja). Aturan ini sudah dijalankan pada beberapa ajang permainan sepak bola, seperti liga Eropa, Spanyok, Inggris dan masih banyak lagi. Ada beberapa peraturan pergantian pemain yang meliputi:
Adanya pemberitahuan dari wasit, sehingga pergantian harus Anda beritahukan saat pertandingan berjalan. Setelah permainan berhenti baru bisa diadakan pergantian pemain.
Pemain pengganti hanya boleh masuk setelah mendapatkan izin dari wasit, serta pemain yang diganti harus sudah keluar.
Kondisi pemain dalam keadaan rapi dengan jersey di masukkan dan bisa dikeluarkan lagi sesaat setelah memasuki lapangan.
Adapun pemain bisa masuk setelah mendapatkan persetujuan wasit. Sehingga saat pemain cedera dan dianggap tak bisa bermain, maka akan diadakan pergantian paksa.
3. Pakaian dan Perlengkapan
Setiap pemain diwajibkan mengenakan jersey (seragam tim) yang terdiri dari kaus, celana pendek, kaos kaki, dan sepatu sepakbola sesuai dengan aturan. Pemain juga diperbolehkan menggunakan pelindung lutut, pelindung kaki, dan sarung tangan penjaga gawang.
4. Wasit
Wasit utama adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk menjalankan peraturan permainan dalam pertandingan. Dalam memimpin pertandingan wasit dibantu oleh 3 orang, yakni 2 asisten wasit hakim garis dan juga wasit cadangan.
5. Pelanggaran
Dalam permainan sepak bola ada beberapa jenis pelanggaran yang bisa terjadi, mulai dari:
Tackling Kasar: Pelanggaran ini terjadi saat pemain melakukan tekel tidak pada bola atau membahayakan pemain lawan. Ini termasuk pelanggaran tackling dengan kaki terangkat, melakukan tekel dari belakang, dan tackling dua kaki dengan risiko melukai lawan. Hukumannya kartu dan atau tendangan bebas.
Handball: Pelanggaran ini terjadi saat bola menyentuh tangan pemain selain kiper atau kiper di luar garis gawang. Pelanggaran bisa dianulir jika satu tangan yang tidak menyentuh bola berposisi lurus dengan asumsi tidak sengaja, sesuai keputusan wasit. Hukumannya kartu dan atau tendangan bebas.
Offside: Posisi ketika pemain mendapatkan operan bola dalam posisi offside. Lebih tepatnya saat pemain belakang musuh berada dalam satu garis lurus, saat pemain menerima bola umpan. Hukumannya tendangan bebas.
Pelanggaran Berbahaya: Cakupan pelanggaran satu ini adalah melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan pemain lawan. Mengangkat kaki terlalu tinggi saat merebut bola atau melompat dengan lutut terangkat. Hukumannya kartu dan atau tendangan bebas.
Pelanggaran Keras: Kondisi pelanggaran terjadi ketika pemain melakukan tindakan yang kasar atau berbahaya, serta tidak terkait langsung dengan penguasaan bola. Termasuk pukulan, tendangan, atau bahkan menginjak pemain lawan yang sudah jatuh. Hukumannya kartu dan atau tendangan bebas.
Perilaku Anti-Sportif: Mencakup perilaku yang tidak pantas atau tidak etis dari pemain. Seperti menghina wasit atau lawan, melakukan diving untuk memancing pelanggaran, atau membuang bola atas pelanggaran yang dilakukan. Hukumannya kartu dan atau tendangan bebas.
Memegang Bola Terlalu Lama: Jika seorang kiper atau pelempar bola throw in terlalu lama memegang bola, maka akan diberikan tendangan bebas atau kesempatan throw in kepada tim lawan
6. Bentuk Bola Bebas
Dalam permainan sepak bola ada beberapa bentuk bola bebas, seperti halnya:
Tendangan bebas: Posisi bola bebas yang didapatkan tim lawan saat ada pelanggaran.
Goal kiper: Bola bebas saat tendangan musuh keluar lapangan di garis belakang lawan atau tidak gol.
Corner kick: Bola bebas yang didapakan lawan karena bola keluar di garis belakang setelah mengenai atau di keluarkan oleh pemain kawan.
Penalti: Bola bebas yang didapatkan pemain lawan karena ada pelanggaran di area penalti.
Kick Off: Umpan pendek di tengah lapangan, penanda dimulainya pertandingan
7. Bentuk Kartu
Sebenarnya ada dua bentuk kartu, yakni kuning dan merah yang masing-masing diberikan wasit utama karena ada pelanggaran ringan dan berat. Kartu kuning mencakup pelanggaran berbahaya dan atau keras yang dapat membahayakan lawan dan digunakan untuk peringatan.
Sedangkan kartu merah akan diberikan oleh wasit karena adanya pelanggaran yang membahayakan lawan atau tak bisa dianulir. Seperti contoh sengaja menghalangi bola dengan tangan selain kiper di dalam gawang, mencederai atau menyerang lawan tanpa bola, dan lain sebagainya.
Ketika mendapatkan dua kartu kuning dalam satu pertandingan, maka Anda secara otomatis mendapatkan kartu merah. Umumnya, setelah Anda mendapatkan akumulasi kartu merah, Anda tak bisa menjalankan 2x permainan di laga-laga berikutnya.
8. Waktu Pertandingan
Walaupun dalam beberapa sumber FIFA berniat mempersingkat waktu permainan sepak bola, namun waktu pertandingan yang saat ini masih digunakan adalah 2 x 45 menit. Adapun dalam setiap pertandingan ada waktu istirahat yang berdurasi sekitar 15 menit dalam selang waktu antara babak 1 dan 2.
Setiap babak bisa mendapatkan injury time atau waktu tambahan, tergantung dari penilaian wasit pada waktu terbuang. Alasan FIFA sendiri ingin merubah waktu pertandingan, karena lama pertandingan sebenarnya dalam pertandingan tak lebih dari 60 menit.
Waktu sisanya terbuang karena banyaknya drama, seperti pelanggaran, debat, pergantian pemain atau insiden lainya. Jadi, memang ada wacana dalam setiap permainan sepak bola akan menjadi 2 x 30 menit untuk mengantisipasi banyak waktu terbuang.
9. Standarisasi Lapangan
Dalam sebuah pertandingan sepak bola resmi, ada beberapa peraturan teknis yang diikuti tiap penyelenggaraan ajang sepakbola bergengsi. Hal tersebut terkait lapangan dan atribut yang meliputi:
Luas Lapangan: 18,35 x 5,5 m (P 100 – 110 m dan L 64 – 75 m)
Lingkat Tengah : 9,15 m
Daerah Penalti: 40.39 x 16,5 m
Titik penalti: 11 m (dari garis gawang)
Gawang: Tinggi 2,44 m x lebar 7,32 m
Bola: Dasaran kulit, ukuran keliling 68 – 71 cm, dengan berat 396-453 gr
Sejarah Sepak Bola
Menurut beberapa sumber, permainan sepak bola modern mulai berkembang sejak abad ke-19, tepatnya di Inggris. Walaupun menurut beberapa pihak sebenarnya bola sepak sudah cukup umum di zaman Romawi kuno dan dinasti Tiongkok.
Namun, menurut sejarahnya pada sekitar tahun 1915 beberapa sekolahan di Inggris mulai menetapkan aturan pertandingan sepak bola yang mulai mirip dengan yang sekarang ini berlaku. Hingga pada tahun 1886 terbentuklah IFAB (International Football Association Board) yang mulai serius merumuskan aturan sepak bola modern.
Karena popularitas olahraga semakin meluas ke seluruh dunia, akhirnya pada tahun 1904 tercetuslah sebuah federasi yang bertanggung jawab pada pengembangan, promosi, hingga penyelenggara turnamen internasional. Federasi inilah yang dikenal dengan FIFA yang hingga kini masih dikenal dan diakui dunia.
Dalam perjalanannya sepak bola semakin populer di seluruh penjuru dunia, hingga muncul banyak liga besar di beberapa daerah. Sebut saja Liga Premier (Inggris), UEFA (Eropa), Bundesliga (Jerman), Serie A Italia, dan World Cup (Piala Dunia) sebagai puncak tertinggi ajang persepakbolaan dunia.
Untuk menjunjung sportifitas, tak hanya wasit dan aturan yang semakin di perketat. Namun, juga diadakan sebuah teknologi pendukung bernama VAR (Video Assistant Referee). Teknologi ini kini menjadi prosedur utama yang digunakan untuk membantu wasit dalam pengambilan keputusan selama pertandingan berlangsung.
Melalui teknologi, segala momen krusial akan terekam dengan jelas dan saksama, sehingga keputusan bisa diambil dengan lebih bijak. Teknologi ini melibatkan VMO (Video Match Officials) yang dibuat sedemikian rupa dengan sistem sensor yang saling terhubung.
Walaupun membutuhkan peralatan dan sistem berteknologi tinggi yang mahal, namun teknologi ini dapat membuat sportifitas dalam pertandingan lebih terjaga. Selain itu, teknologi VAR juga membantu terhindar dari tindak kecurangan atau kasus berkelanjutan yang mungkin terjadi.
Tujuan dan Manfaat Permainan Sepak Bola
Pada dasarnya, tujuan pertandingan sepak bola adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan. Namun, dalam kegiatan tersebut sebenarnya ada banyak tujuan dan manfaat lain, seperti halnya:
Keperluan kesehatan fisik.
Pengembangan keterampilan motorik.
Menjaga kesehatan mental dan meredakan stres.
Pembentukan karakter dan menemukan jati diri.
Menjaga interaksi sosial dan menambah relasi atau jaringan.
Menumbuhkan dan meningkatkan motivasi diri dan jiwa kompetitif.
Melatih kerjasama, kepemimpinan, manajemen waktu, strategi dan masih banyak lagi.
7 Teknik Dasar Permainan Sepak Bola
Selain peraturan yang berlaku, sebagai pemain atau calon pemain Anda juga harus menguasai beberapa teknik untuk bisa bertahan dalam sebuah tim. Memiliki bakat tanpa latihan rutin akan menggoyahkan karir yang Anda miliki. Setidaknya dengan modal teknik dasar ini, Anda bisa mengembangkan diri menjadi pemain berkualitas:
1. Passing atau Mengoper Bola
Pada dasarnya, olahraga ini adalah permainan tim yang tak bisa Anda mainkan sendirian. Jadi, sebaik apapun kemampuan Anda, teknik mengoper adalah satu hal yang harus Anda kuasai. Berikut beberapa teknik oper yang penting untuk Anda ketahui:
Instep Pass: Teknik ini melibatkan sentuhan atau dorongan bola dengan bagian terluas di antara tulang kering dan bagian atas kaki (instep). Anda harus menendang bola dengan bagian dalam kaki untuk memberikan kekuatan dan akurasi dalam operan.
Laces Pass: Pada teknik berikutnya, Anda bisa menendang bola menggunakan bagian atas sepatu (area tali sepatu) untuk memberikan kekuatan dan penetrasi. Teknik ini sering digunakan dalam operan jarak jauh atau operan panjang. Perbedaan sudut bola bisa menimbulkan tikungan bola.
Side Foot Pass: Dalam permainan sepak bola, teknik ini juga penting karena melibatkan bagian dalam kaki atau sisi kaki untuk menghasilkan operan dengan akurasi dan kontrol yang tinggi. Anda bisa menggunakan teknik ini untuk operan pendek atau one-two.
Backheel Pass: Berikutnya ada teknik yang butuh akurasi dan pengalaman tinggi dalam pengolahan bola. Karena operan ini melibatkan tumit untuk mengalihkan bola ke arah belakang atau sambung dengan cepat juga tiba-tiba. Backheelpass sering digunakan untuk mengelabui lawan.
Lofted Pass: Operan ini melibatkan mengoper bola dengan ketinggian yang lebih tinggi untuk melewati barisan pertahanan lawan. Teknik ini menggunakan bagian ujung atas kaki untuk memberikan lift dan jarak dalam operan.
Chip Pass: Teknik operan ini melibatkan pengangkatan bola dengan lembut dengan bagian ujung sepatu untuk tendangan yang lambung. Chip pass bisa Anda gunakan dalam situasi di satu lawan satu, penjaga gawang maju, atau untuk mencoba mengatasi pertahanan yang rapat sendirian.
Outside of the Foot: Teknik ini melibatkan sentuhan bola menggunakan bagian luar kaki untuk memberikan sudut atau belokan dalam operan. Operan dengan bagian luar kaki sering digunakan dalam situasi operan panjang, dari sisi ke sisi lapangan.
2. Menghentikan Bola
Selain mengoper, dalam permainan sepak bola Anda juga perlu mempelajari teknik menghentikan bola. Beberapa teknik yang bisa Anda pelajari adalah sebagai berikut:
Trap atau Control with Foot: Teknik ini melibatkan menggunakan kaki untuk menghentikan bola dan mengendalikannya. Trap dengan bagian dalam kaki, luar kaki, atau sol sepatu dapat digunakan tergantung pada arah dan kecepatan bola.
Chest Trap: Teknik menghentikan bola ini menyesuaikan posisi tubuh mereka untuk menyambut bola dengan dada. Kemudian menggunakan sedikit tekanan untuk mengontrol bola jatuh ke arah yang Anda inginkan.
Thigh Trap: Teknik ini menggunakan paha untuk menghentikan bola dengan mengatur posisi paha dengan tepat untuk membiarkan bola jatuh ke paha. Cocok untuk bola cepat yang tanggung.
Head Trap: Dengan melibatkan bagian kepala untuk menghentikan bola, Anda bisa mengontrol bola tinggi yang lambat. Biasanya digunakan untuk mengontrol operan chop yang bisa Anda kontrol dengan bagian dahi.
Shoulder Trap: Seperti namanya, penggunaan pundak juga bisa Anda lakukan untuk menghentikan bola. Sama dengan head trap Anda juga bisa menggunakannya untuk membelokkan atau menghentikan bola lambung yang pelan dalam pertandingan sepak bola yang Anda jalani.
Back Trap: Teknik menghentikan bola satu ini butuh akurasi tubuh yang tinggi dan pengalaman pengendalian bola tinggi. Penghentian bola ini juga cukup sulit dan hanya beberapa kali terabadikan dalam dunia pertelevisian.
3. Dribbling atau Menggiring Bola
Dalam permainan sepak bola walaupun termasuk olahraga tim, namun kemampuan individu juga Anda perlukan dalam beberapa kondisi. Salah satu teknik penting yang harus Anda kuasai adalah menggiring bola. Dalam teknik ini sangat diperlukan kemampuan penguasaan bola secara individu, yang meliputi:
Inside Cut: Teknik dribbling ini membuat pemain menggunakan bagian dalam kaki untuk menggiring bola ke dalam, melewati lawan. Anda bisa melakukan gerakan pendekatan ke arah bola dan dengan cepat memotong bola ke arah dalam memanfaatkan gerakan tubuh dan pergeseran untuk mengelabui lawan.
Outside Cut: Pada teknik ini, Anda bisa menggunakan bagian luar kaki untuk memotong bola ke arah luar menjauhi lawan dari arah depan. Gerakan ini butuh pergeseran berat badan yang cepat, serta mengandalkan kelincahan dan keterampilan teknis yang mendasar.
Step Over: Gerakkan kaki seperti akan menggiring bola ke satu arah, tetapi dengan cepat ubah arah dengan mengangkat kaki yang Anda gunakan ke arah yang berlawanan. Lakukan untuk mengelabui lawan dan menciptakan ruang kosong antar pemain.
Roulette/Turn: Dalam pertandingan sepak bola, teknik dribbling ini merupakan teknik tingkat tinggi. Anda bisa menggerakkan bola di belakang kaki dengan cepat, sambil berputar 360 derajat untuk melewati lawan dari depan.
Drag Back: Teknik ini menggunakan bagian dalam atau bagian luar kaki, lalu menarik bola ke belakang menjauh dari lawan. Gerakan ini membantu pemain menghentikan bola secara tiba-tiba, serta mengatur nafas dan mengubah strategi dengan cepat.
Speed Dribble: Teknik ini cocok untuk Anda yang percaya diri dengan kemampuan berlari yang menggunakan ruang kosong dan adu sprint dengan lawan.
Body Feint: Dalam dunia permainan sepak bola, body feint jadi teknik yang cukup berbahaya. Anda bisa menggunakan tipuan menggunakan gerakan tubuh, melalui pergerakan yang tajam dan cepat. Walaupun terdengar mudah, namun perlu latihan berkali-kali untuk menguasai teknik tipuan tubuh ini.
Overlapping atau One-Two: Melibatkan kerjasama tim, Anda bisa menggiring bola dan operan 1 2 untuk melewati lawan. Pemain yang menggiring bola melepaskan bola kepada rekan setim yang bergerak di sebelahnya, lalu berlari melewati lawan yang tidak menduga dan menerima umpan balik.
4. Heading atau Sundulan
Teknik satu ini berguna untuk meneruskan dan membelokkan operan dengan kepala. Anda bisa menggunakan dahi atas, kepala bagian samping, atas, dan belakang. Pengaturan sundulan yang tepat dapat menentukan posisi hingga kecepatan bola. Sehingga cocok untuk penerimaan pada operan corner kick atau operan samping.
5. Kicking atau Menendang
Dalam permainan sepak bola, teknik tendangan adalah yang paling penting karena menjadi penentu dalam kondisi krusial untuk mencetak gol. Oleh karena itu, teknik tendangan tak hanya harus dikuasai oleh striker, namun untuk seluruh pemain dalam tim. Contohnya seperti:
Instep Kick: Teknik tendangan pertama menggunakan bagian instep untuk memberikan tekanan pada bola. Gunakan dalam tendangan jarak jauh, tendangan bebas, dan operan panjang.
Side Foot Kick: Tendangan berikutnya menggunakan bagian dalam kaki atau sisi kaki untuk menghasilkan tendangan dengan akurasi dan kontrol yang tinggi. Tekanan pada sudut bola akan membuat efek belokan pada arah bola.
Toe Poke: Menendang menggunakan ujung sepatu atau jari kaki ini sering disebut dengan tendangan cocor. Tendangan ini bisa membuat arah bola kencang lurus kearah yang Anda tuju.
Volley Kick: Posisi tendangan ini cocok saat bola sedikit melambung yang bisa Anda tendang dengan bantuan tumpuan tubuh miring. Dalam basik beladiri, tendangan ini mirip tendangan samping yang cocok untuk mengeksekusi tembakan umpan silang.
Chip Shot: Teknik ini melibatkan menendang bola dengan lembut menggunakan bagian ujung kaki atau bisa disebut teknik cukil bola. Cocok untuk mengangkat bola di atas penjaga gawang atau pemain lawan di depan gawang.
Rabona atau Crossed-Kick. Dalam pertandingan sepak bola, tendangan satu ini merupakan teknik tingkat tinggi. Beberapa pemain seperti Ronaldo, Ronaldinho, Neymar, dan sederet pemain papan atas lainnya sering menggunakan teknik ini.
6. Teknik Tackling
Teknik permainan sepak bola satu ini adalah salah satu cara untuk merebut bola dengan melibatkan teknik jatuhan atau slide pada rah bola lawan bergulir. Dalam dunia sepak bola, ada beberapa teknik tackling atau sliding yang bisa Anda coba pelajari, seperti:
Standing Tackle: Teknik ini melibatkan pemain yang berdiri lalu mendekati pemain lawan lalu menempatkan satu kaki di depan bola lawan. Walaupun cukup efektif, namun teknik ini cukup riskan karena jika meleset bisa menjadi pelanggaran.
Slide Tackle: Dengan meluncur ke arah lawan dengan satu kaki di depan teknik merebut bola ini bisa cukup ampuh, namun berisiko. Karena jika salah perhitungan dan mengenai kaki lawan, kecepatan bisa berisiko mematahkan kaki lawan.
Block Tackle: Pemblokiran dengan teknik tackling ini efektif untuk menghentikan pemain yang punya kemampuan lari cepat. Anda bisa berdiri di depan bola atau di antara pemain lawan untuk menghalangi jalannya bola atau operan.
Poke Tackle: Tackling ini bisa Anda lakukan saat mengejar lawan yang mengejar bola dari samping. Anda juga perlu memposisikan satu posisi mirip standingtackle, namun bisa Anda lakukan dengan sedikit tekanan.
7. Intercepting atau Teknik Merebut Bola
Teknik merebut atau mencuri bola ini adalah salah satu teknik yang harus Anda kuasai untuk menjaga kualitas pertandingan sepak bola Anda dalam tim. Terutama untuk Anda yang mendapatkan posisi bek yang harus merebut dan mengamankan bola.
Intercepting ini cukup membutuhkan timing, positioning, antisipasi, reflek, dan membaca pergerakan lawan. Butuh stamina dan fokus tinggi untuk menguasai dan menjalankan teknik merebut bola ini.
Anda Sudah Tahu 7 Teknik Dasar Permainan Sepak Bola?
Nah, itulah beberapa penjelasan mulai dari aturan, sejarah, tujuan, hingga beberapa teknik dasar dalam permainan sepak bola yang harus Anda kuasai untuk menjadi pemain pro. Selain teknik yang baik, Anda juga perlu menjaga pola makan dan istirahat, serta rajin melakukan latihan stamina dan pernapasan untuk menjadi profesional.
Senam lantai merupakan salah satu jenis olahraga yang paling umum dilakukan oleh para wanita. Seperti namanya, jenis senam satu ini dilakukan di lantai yang datar dan biasanya menggunakan matras sebagai alasnya.
Pengertian Senam Lantai
Menurut KBBI, senam lantai diartikan sebagai senam yang fokus dengan gerakan akrobatik yang diiringi oleh irama lagu. Dalam penerapannya, senam ini mengutamakan keseimbangan, kelenturan, dan juga kekuatan tubuh.
Agar gerakan senam lebih efisien dan nyaman, seseorang membutuhkan ruangan berukuran 12×12 meter. Ruangan ini akan cukup untuk melakukan berbagai gerakan, seperti melompat, berguling, dan bertumpu di udara. Jadi, ruangan luas menjadi salah satu sarana wajib untuk melakukan senam ini.
Selain ruangan yang luas, matras juga diperlukan sebagai alas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terpeleset karena lantai yang licin sehingga menyebabkan cedera.
Matras menjadi sarana pendukung yang paling banyak digunakan, karena terbuat dari bahan yang kesat, sehingga bisa mengurangi risiko cedera saat melakukan gerakan floor exercise.
Sejarah Senam Lantai atau Floor Exercise
Senam yang juga dikenal sebagai floor exercise ini diperkirakan sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Pada saat itu, seluruh masyarakat Yunani kuno sudah akrab dengan berbagai jenis olahraga senam, salah satunya adalah senam lantai.
Bagi masyarakat Yunani, olahraga senam sangat berguna untuk pemanasan sebelum melakukan olahraga yang berat. Terlebih lagi pada zaman Yunani kuno kala itu sangat terkenal dengan pagelaran Olimpiade yang memperlombakan berbagai cabang olahraga, mulai dari tinju, gulat, pentathlon, dan balap kereta.
Seiring berjalannya waktu, floor exercise mengalami banyak perubahan. Tokoh utama yang membawa perubahan pada senam ini adalah Adolf Spiess dan Justus Carl Lion.
Kedua tokoh tersebut mengadopsi berbagai macam gerakan senam, khususnya senam akrobatik yang dijadikan sebagai gerakan dasar dari floor exercise.
Sejarah kemunculan senam lantai di Indonesia sendiri diprediksi terjadi pada tahun 1912. Pada kala itu, seorang Angkatan Laut dari kerajaan Belanda bernama Dr. H. F. Minkema menjadi tokoh penting yang menyebarkan jenis olahraga ini di Indonesia.
Di Indonesia, Minkema mengajarkan berbagai jenis olahraga senam, salah satunya floor exercise di sekolah-sekolah milik Pemerintah Belanda. Lambat laun, senam ini mengalami pertumbuhan yang pesat hingga terbentuknya Persatuan Senam Indonesia atau Persani pada tahun 1963.
5 Manfaat Senam Lantai
Setiap jenis olahraga pasti memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, begitu juga dengan senam lantai atau floor exercise. Berikut 5 manfaat yang akan didapatkan oleh tubuh jika melakukan floor exercise secara rutin dan benar:
1. Meningkatkan Fleksibilitas Tubuh
Manfaat pertama adalah bantu meningkatkan fleksibilitas tubuh. Hal ini terjadi karena gerakan floor exercise mengutamakan kekuatan dan kelenturan anggota tubuh, mulai dari kepala, tangan, hingga kaki.
Melakukan gerakan floor exercise setiap hari dengan benar akan membuat fleksibilitas tubuh meningkat. Gerakan tersebut juga akan bantu meregangkan persendian serta otot-otot dalam tubuh.
Fleksibilitas ini nantinya akan berperan penting untuk melindungi tubuh dari risiko cedera, seperti cedera otot dan bagian anggota tubuh nantinya. Jadi, kemampuan tubuh melakukan gerakan aerobik sangat bermanfaat untuk kelenturan anggota tubuh serta otot-otot di dalamnya.
2. Tulang Menjadi Lebih Kuat
Manfaat berikutnya adalah tulang menjadi lebih kuat. Semua jenis olahraga bisa bantu menjaga massa tulang, sehingga tulang dalam tubuh jadi lebih sehat dan kuat.
Gerakan floor exercise yang mengutamakan kekuatan tubuh menjadi salah satu penyebab tulang-tulang dalam tubuh semakin kuat dan terhindar dari berbagai jenis penyakit tulang.
Manfaat ini bisa didapatkan jika seseorang bisa melakukan gerakan floor exercise dengan baik dan benar tanpa kesalahan. Jika terjadi kesalahan dalam pergerakan, maka bisa terjadi cedera pada otot dan membuat tulang jadi lemah.
Ketika kekuatan tulang-tulang dalam tubuh melemah, hal ini bisa memperbesar peluang terkena penyakit tulang.
Meningkatkan kekuatan tulang tidak hanya mengandalkan senam saja, tapi juga rutin mengonsumsi makanan sehat dan vitamin yang dibutuhkan oleh tulang. Jika semua ini dilakukan dengan rutin, maka tulang-tulang dalam tubuh akan semakin kuat dan sehat.
3. Meningkatkan Kekuatan Otot dalam Tubuh
Manfaat senam lantai atau floor exercise berikutnya adalah bantu meningkatkan kekuatan otot dalam tubuh.
Manfaat ini bisa didapatkan karena gerakan floor exercise melibatkan seluruh bagian anggota tubuh. Gerakan-gerakan inilah yang secara tidak langsung bisa bantu otot-otot dalam tubuh mengenali beban.
Pergerakan floor exercise yang rutin dilakukan dengan tepat akan membuat otot-otot terbiasa dengan beban tersebut. Perlahan, kekuatan otot-otot pun akan mengalami peningkatan dengan sendirinya.
Jika otot-otot dalam tubuh sudah terbiasa dengan beban-beban yang diterima, maka otot pun tidak mudah mengalami cedera.
Untuk mendapatkan manfaat satu ini, seseorang harus terbiasa melakukan gerakan floor exercise yang membutuhkan kekuatan dan kelenturan. Jika masih pemula atau baru ingin mencoba gerakan floor exercise, sebaiknya lakukan gerakan ringan terlebih dahulu dan mendapat pendampingan dari mentor atau instruktur.
4. Bantu Menurunkan Risiko Terkena Penyakit
Semua jenis olahraga bisa bantu meningkatkan imun tubuh, sehingga bisa menurunkan risiko terkena penyakit.
Begitu juga dengan floor exercise yang dilakukan secara rutin bisa membuat imun tubuh meningkat. Ketika tubuh sehat dan kuat, maka kemampuan untuk mengantisipasi berbagai jenis penyakit pun menjadi lebih maksimal.
Meski olahraga seperti floor exercise bisa bantu menurunkan risiko terkena penyakit, pastikan jangan terlalu berlebihan melakukannya. Apalagi gerakan floor exercise cenderung berat, karena melibatkan kekuatan tubuh dan otot.
Jika berlebihan melakukan gerakan floor exercise, maka dampaknya bisa membuat tubuh kelelahan, cedera, hingga jatuh sakit. Supaya hal tersebut tidak terjadi, pastikan melakukan olahraga secukupnya dan sesuaikan dengan kemampuan tubuh.
Berbicara tentang kemampuan, setiap orang memiliki kemampuan tubuh yang berbeda-beda. Jadi, menyesuaikan gerakan floor exercise dan durasi waktunya dengan kemampuan tubuh adalah kunci utama yang tidak boleh dilewatkan.
5. Koordinasi dan Keseimbangan Tubuh Jadi Lebih Baik
Terakhir adalah koordinasi dan keseimbangan tubuh menjadi lebih baik. Maksudnya, kontrol dan stabilitas dari setiap anggota tubuh akan mengalami peningkatan, jika rutin melakukan gerakan-gerakan floor exercise dengan tepat.
Koordinasi dan keseimbangan ini akan bantu menurunkan risiko cedera pada tubuh, jika mengalami kecelakaan kecil, seperti terpeleset, jatuh, terbentur, dan lainnya.
Selain kelima manfaat di atas, floor exercise juga bisa bantu menurunkan kadar lemak di dalam tubuh. Ini dikarenakan gerakan-gerakan floor exercise cenderung aktif dan mampu membakar lemak dalam tubuh.
Senam lantai ternyata juga bermanfaat untuk kesehatan mental. Dalam melakukan gerakan floor exercise, seseorang harus membutuhkan kesabaran dan ketelitian, agar gerakan yang dilakukan sudah benar.
Kesabaran dan ketelitian inilah yang nantinya berguna dalam mengatur emosi seseorang. Ketika seseorang pandai mengontrol emosi dengan baik, maka mental pun menjadi lebih sehat.
20 Contoh Gerakan Senam Lantai
Ada banyak jenis gerakan floor exercise yang bisa dicoba. Namun, khusus pemula, wajib mengetahui apa saja jenis gerakan floor exercise dan bagaimana cara melakukannya dengan tepat. Tidak perlu khawatir, berikut 20 contoh gerakan floor exercise beserta penjelasannya:
1. Berguling ke Depan (Forward Roll)
gymnastics4hire
Gerakan pertama ada guling depan atau juga dikenal dengan istilah forward roll. Seperti namanya, jenis floor exercise ini menuntut seseorang untuk berguling ke depan menggunakan bagian atas belakang tubuh, seperti tengkuk, punggung, pinggang, hingga panggul belakang.
Melakukan gerakan forward roll bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu guling ke depan dengan awalan sikap tubuh berdiri dan dengan awalan jongkok.
Berikut cara melakukan forward roll dengan awalan sikap berdiri:
Tubuh berdiri tegak, lalu kedua tangan lurus di samping badan.
Kemudian, angkat kedua tangan ke depan, bungkukan badan, lalu letakkan kedua telapak tangan di atas matras dan pastikan posisi kaki tetap lurus.
Selanjutnya, siku ke samping dan masukan kepala di antara dua tangan.
Pastikan bahu menyentuh permukaan matras, lalu berguling ke depan.
Setelah itu, lipat kedua lutut, tarik bagian dagu serta lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul bagian lutut.
Pastikan sikap akhir dari gerakan guling ke depan atau forward roll adalah jongkok, lalu berdiri tegak.
Sementara itu, cara melakukan gerakan forward roll dengan awalan jongkok, yaitu:
Tubuh dalam sikap jongkok, kemudian kedua kaki dirapatkan.
Letakkan lutut ke bagian dada dan pastikan kedua tangan bertumpu di depan ujung kaki selama 40 menit.
Bengkokan kedua tangan, lalu letakkan pundak pada matras dengan menundukan kepala serta dagu hingga ke dada.
Lanjutkan gerakan dengan berguling ke depan secara perlahan.
Ketika bagian panggul sudah menyentuh matras, usahakan untuk memegang tulang kering menggunakan kedua tangan menuju posisi jongkok.
2. Berguling ke Belakang (Back Roll)
Kompas
Selain berguling ke depan, berguling ke belakang juga termasuk gerakan dalam floor exercise yang bisa diikuti, khususnya untuk para pemula.
Gerakan berguling ke belakang ini kebalikan dari gerakan berguling ke depan yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya. Untuk membuat gerakan back roll, seseorang harus menggulingkan tubuhnya ke belakang dengan posisi tubuh membulat.
Agar posisi tubuh tetap membulat, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu kaki dilipat, lutut melekat di bagian dada, dan bagian kepala ditundukan sampai bagian dagu merapat di dada.
Ada beberapa teknik atau cara melakukan guling ke belakang supaya lebih aman dan nyaman, teknik tersebut antara lain:
Tubuh dalam posisi jongkok, kedua kaki dirapatkan, dan tumit diangkat.
Kemudian, kepala menunduk hingga bagian dagu merapat ke dada.
Selanjutnya, gunakan kaki untuk mendorong tubuh berguling ke belakang.
Ketika bagian punggung sudah menyentuh matras, maka kedua tangan segera dilipat ke samping telinga dan bagian telapak tangan menghadap ke bagian atas untuk siap menolaknya.
Ayunkan kaki secepat mungkin ke belakang melewati bagian kepala yang dibantu oleh kedua tangan.
Terakhir, kedua kaki dilipat hingga bagian ujung kaki bisa mendarat di atas matras dan posisi dalam sikap jongkok.
3. Guling Lenting
Penjasorkes
Gerakan berguling selanjutnya dalam senam lantai adalah guling lenting. Ini merupakan gerakan yang mengharuskan badan melenting ke atas-depan. Untuk melakukan gerakan satu ini dibutuhkan kekuatan kaki dan juga tangan.
Teknik melakukan guling lenting bisa dilakukan dengan dua cara berdasarkan tumpuannya. Cara pertama ada teknik bertumpu pada tengkuk, berikut tekniknya:
Sikap pertama dengan berbaring telentang atau duduk telunjur.
Guling tubuh ke belakang, tungkai kaki harus lurus dan kaki berada di dekat kepala.
Bagian lengan bengkok dan posisi tangan berada di samping kepala untuk menumpu tubuh. Pastikan bagian ibu jari berada dekat dengan daun telinga.
Berguling ke depan menggunakan lecutan tungkai kaki ke atas depan. Kedua tangan menolak tubuh melayang dan membusur.
Selanjutnya, mendarat dengan posisi kaki yang rapat. Dorong bagian panggul ke depan dengan posisi tubuh membusur dan lengan lurus ke atas.
Cara atau teknik kedua guling lenting adalah menggunakan tengkuk kepala. Berikut teknik atau langkah-langkahnya:
Posisi tubuh membungkuk dan bertumpu pada bagian kaki. Pastikan membentuk segitiga sama sisi dengan posisi punggung tegak lurus, tungkai kaki rapat serta lurus, dan bagian jari-jari kaki bertumpu pada lantai.
Lakukan gerakan guling ke belakang yang disertai oleh dorongan tungkai kaki yang serentak dengan kedua tangan yang menolaknya.
Selama proses tersebut pastikan kepala tetap pasif dan tubuh melayang atau membusur.
Terakhir, mendarat dengan kaki yang rapat dan badan membusur dengan kedua lengan ke atas.
4. Kayang
medcom.com
Selanjutnya ada gerakan kayang. Gerakan satu ini memang sudah cukup populer dan termasuk dalam jenis floor exercise yang mudah untuk ditiru. Meski terlihat mudah, melakukan gerakan kayang butuh ketelitian, agar tidak menyebabkan cedera.
Berikut panduan melakukan gerakan kayang yang bisa dilakukan:
Mengambil sikap permulaan berdiri.
Pastikan kedua tangan bertumpu pada bagian pinggul.
Tekuk kedua kaki perlahan, tekuk bagian siku tangan, dan usahakan bagian kepala melipat ke belakang.
Putar kedua tangan ke belakang hingga menyentuh matras sebagai tumpuan tubuh nanti.
Pastikan posisi tubuh melengkung seperti busur.
Lakukan gerakan kayang dengan hati-hati dan perlahan. Jika merasakan sakit di bagian pinggang, tangan, atau kaki, sebaiknya jangan melakukan gerakan satu ini, agar sakitnya tidak semakin parah.
5. Hand Stand atau Berdiri Menggunakan Tangan
detik.com
Hand stand atau berdiri menggunakan tangan sebagai tumpuannya juga termasuk gerakan dalam senam lantai. Untuk melakukan gerakan ini dibutuhkan kekuatan tangan. Selain kekuatan tangan, gerakan ini juga membutuhkan alas yang keras dan datar, agar tubuh tetap seimbang.
Berikut cara atau langkah-langkah melakukan gerakan hand stand atau berdiri menggunakan tangan yang bisa dicoba:
Mengambil sikap permulaan tubuh berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
Bungkukan badan dengan posisi kedua tangan bertumpu pada matras.
Arahkan pandangan ke depan, dorong bagian pantat setinggi mungkin, lalu bagian tungkai kaki bengkok dan tungkai belakang dalam keadaan lurus.
Ayunkan bagian tungkai kaki belakang ke atas, lalu kencangkan otot-otot di bagian perut.
Posisi kedua tungkai rapat dan lurus satu garis dengan badan serta lengan tangan. Arahkan pandangan di antara tumpuan kedua tangan, kemudian julurkan badan ke atas.
Untuk melakukan gerakan ini, pastikan tidak memiliki riwayat sakit kepala, seperti vertigo atau darah rendah. Jika dipaksakan, ini bisa menyebabkan kepala pusing, tubuh lemas, hingga pingsan.
Jika memiliki riwayat penyakit seperti di atas, sebaiknya jangan melakukan gerakan senam satu ini demi keamanan dan kenyamanan. Pilihlah jenis gerakan floor exercise lain yang sesuai dengan kondisi tubuh.
6. Head Stand atau Berdiri Menggunakan Kepala
detik.com
Selain hand stand, di dalam floor exercise juga terdapat gerakan head stand atau gerakan berdiri menggunakan kepala sebagai tumpuannya.
Seperti namanya, untuk melakukan gerakan satu ini seseorang harus melakukan sikap tegak dan bertumpu pada kepala serta kedua tangannya. Sementara posisi siku-siku ditekuk dan menjadikan telapak tangan sebagai tumpuannya untuk bantu menopang tubuh.
Gerakan head stand harus dilakukan di atas matras, supaya kepala dan telapak tangan lebih nyaman saat menopang tubuh. Selain itu, matras di atas lantai yang lurus akan mempermudah tubuh lebih seimbang.
Berikut cara melakukan head stand yang bisa dicoba:
Bungkukan badan, lalu bentuk dahi dan tangan seperti segitiga sama sisi.
Kemudian, angkat tungkai satu per satu ke atas secara bersamaan.
Agar tubuh tetap seimbang dan tidak berguling ke depan, usahakan bagian panggul ke depan serta bagian punggung dalam posisi membusur.
Tegakkan badan secara perlahan dan pastikan tungkai kedua kaki dalam keadaan rapat serta lurus ke atas.
7. Lompat Jongkok
Jersey Printing
Gerakan lompat jongkok sebenarnya sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh para pemula. Dalam pelatihannya, lompat jongkok menggunakan sikap awalan, tolakan, melewati benda lompat, dan mendarat dalam posisi yang benar. Berikut rangkuman lengkapnya:
Melakukan awalan dengan berlari secepat mungkin dengan posisi tubuh condong ke depan.
Selanjutnya, kedua kaki melakukan penolakan terhadap papan tolakan dan disertai ayunan kedua lengan ke atas.
Saat badan melayang, kedua tangan menumpu di pangkal peti.
Lakukan gerakan tolakan dengan kedua tangan sekuat mungkin.
Lipat lutut ke bagian dada, luruskan bagian tungkai kaki ketika sudah berada di atas atau bagian ujung peti.
Ketika mendarat, gunakan ujung kaki.
8. Meroda
Meroda
Meroda atau gerakan memutar adalah gerakan sederhana dalam senam lantai yang juga bisa dicoba. Berikut cara atau teknik melakukan gerakan meroda yang benar dan bisa ditiru:
Ambil posisi berdiri tegak menyamping. Kemudian, kedua kaki dibuka sedikit lebar dan kedua tangan dalam posisi lurus ke atas membentuk huruf V.
Pandangan wajah lurus ke depan.
Selanjutnya, jatuhkan tubuh ke bagian samping kiri, lalu letakkan kedua telapak tangan ke samping kiri.
Setelah itu, angkat kaki kanan lurus ke atas dan disusul telapak tangan yang diletakkan di samping tangan kiri.
Ketika kaki kanan diayunkan, usahakan kaki kiri ditolak ke lantai hingga kedua kaki terbuka dalam keadaan menyerong ke samping.
Selanjutnya, letakkan kaki kanan ke bagian samping tangan kanan, lalu angkat tangan kiri yang kemudian disusul oleh kaki kiri dengan meletakkannya di samping kaki bagian kanan.
Ketika badan atau tubuh terangkat, usahakan kedua lengan tangan lurus ke atas dan kembali ke posisi semula.
9. Shoulder Stand atau Gerakan Sikap Lilin
Emma Lovell Yoga
Kemudian, ada gerakan shoulder stand atau gerakan sikap lilin. Gerakan satu ini bertujuan untuk melatih keseimbangan atau ketenangan tubuh.
Gerakan ini membutuhkan punggung bagian atas serta siku tangan sebagai tumpuan tubuh. Untuk melakukan sikap lilin yang benar, ikuti cara atau langkah-langkahnya berikut ini:
Pertama, baringkan badan di atas matras atau alas.
Angkat kedua kaki secara perlahan sampai bagian pinggul ikut terangkat ke atas.
Kemudian, letakkan kedua telapak tangan ke bagian pinggul untuk bantu menopang tubuh supaya kedua kaki bisa tegak lurus ke atas dan tubuh seimbang.
Pastikan kedua kaki dalam keadaan lurus hingga pinggul benar-benar terangkat sempurna.
Tahan posisi ini sesuai dengan durasi waktu yang bisa diterima oleh tubuh.
10. Push Up
Australian Fitness Academy
Gerakan senam lantai satu ini juga sangat populer dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Karena push up membutuhkan kekuatan pada bagian otot kaki, tangan, dan perut, maka dibutuhkan latihan khusus agar meminimalisir terjadinya cedera.
Tumpuan utama dari gerakan push up adalah kedua telapak tangan dan jari-jari kaki. Gerakan ini hanya mengangkat dan menurunkan tubuh menggunakan tumpuan tangan dan kaki.
Push up memiliki tujuan untuk melatih kekuatan otot tubuh, mulai dari otot bahu, dada, hingga otot trisep. Berikut teknik atau cara melakukan push up yang baik dan benar,agar meminimalisir terjadinya cedera:
Pertama, tubuh menghadap ke matras dan menjadikan kaki serta tangan sebagai tumpuannya.
Kemudian, luruskan kedua lengan dan buka selebar dengan bahu.
Rapatkan kedua kaki dan luruskan bagian punggung.
Ketika sudah melakukan gerakan push up, tekuk kedua lengan hingga membentuk siku sebesar 90 derajat;
Tahan posisi tersebut dan pastikan tubuh tidak menyentuh lantai atau matras.
Selanjutnya, angkat kembali tubuh seperti posisi awal tadi, jangan lupa untuk mengatur napas.
Lakukan gerakan push up berulang kali. Jumlah atau banyaknya gerakan sesuaikan dengan kondisi dan kemampuan tubuh.
11. Gerakan Plank
Real Simple
Kemudian, ada gerakan plank. Gerakan satu ini hampir mirip dengan push up, akan tetapi gerakan plank hanya menahan tubuh menggunakan tumpuan telapak tangan dan kaki selama mungkin.
Sederhananya, gerakan plank adalah posisi awal gerakan push up, tapi tidak menggerakan bagian tubuh seperti gerakan push up.
Plank bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot dalam tubuh, memperbaiki postur badan, dan bisa membuat perut lebih berotot atau sixpack. Berikut cara atau tahapan melakukan gerakan plank yang benar:
Pertama, posisikan bagian tubuh menghadap ke matras.
Kemudian, letakkan tangan di atas matras hingga membentuk siku-siku.
Rapatkan kedua kaki untuk bantu menopang tubuh.
Selanjutnya, angkat tubuh ke atas dan maksimalkan kekuatan tangan serta kaki.
Usahakan seluruh bagian tubuh dalam keadaan lurus dan tidak ditekuk.
Ketika tubuh sudah terangkat ke atas, usahakan untuk menahannya selama 10-20 menit sambil mengontrol nafas.
12. Bridge atau Gerakan Jembatan
Verywell Fit
Bridge atau gerakan jembatan juga termasuk gerakan senam lantai yang bisa dilakukan. Sekilas gerakan ini mirip seperti plank, tapi lebih mudah untuk dilakukan, karena tumpuannya berada di kepala, lengan, dan kaki.
Gerakan bridge juga dijadikan sebagai gerakan dasar pada latihan yoga untuk bantu meningkatkan kelenturan pada tubuh. Berikut cara atau tahapan melakukan gerakan bridge yang mudah dan benar:
Pertama, berbaring di atas matras.
Kemudian, kedua lutut ditekuk dan lebar kaki selebar dengan bahu.
Selanjutnya, posisikan lengan tangan agar tetap lurus dan tetap berada di samping tubuh.
Angkat bagian pinggul dan paha ke atas, lalu tahan selama mungkin.
Lakukan gerakan ini berulang kali jika sudah terbiasa.
13. Bicycle Crunch
BODI
Seperti namanya, gerakan ini mirip dengan mengayuh sepeda, tapi gerakannya dilakukan di lantai dalam posisi tubuh telentang. Bicycle crunch berfungsi untuk membakar lemak dalam tubuh, khususnya lemak di bagian perut. Berikut teknik atau cara melakukan bicycle crunch yang benar:
Pertama, tubuh dalam posisi telentang di atas matras.
Selanjutnya, menjadikan bagian punggung sebagai tumpuan.
Kemudian, pegang bagian kepala menggunakan tangan dan angkat kedua bahu.
Angkat kedua kaki, lalu tekuk ke bagian dada atau hingga membentuk sudut 45 derajat.
Ayunkan kedua kaki seperti gerakan mengayuh sepeda pada umumnya.
Saat mengayuh, putar tubuh ke samping kanan dan kiri.
Lakukan gerakan ini berulang kali.
14. Gerakan Loncat Harimau
Percepat.com
Gerakan loncat harimau hampir sama seperti gerakan roll ke depan, jadi cara atau tekniknya hampir sama. Namun, agar lebih paham bagaimana cara melakukan gerakan loncat harimau, simak teknik-tekniknya berikut ini:
Pertama, posisi sikap jongkok dan menjadikan telapak tangan sebagai tumpuannya.
Kemudian, pandangan lurus ke atas dan lakukan gerakan meloncat.
Ketika kedua telapak tangan menyentuh matras, tekuk kedua siku dan masukkan kepala di antara kedua tangan tadi.
Teruskan gerakan ini dengan menggelinding diawali dari bagian pundak, punggung, hingga pinggang atau panggul belakang;
Akhiri gerakan loncat harimau dengan kembali ke sikap jongkok, kemudian berdiri.
15. Lompat Ikan atau Snuck
Brainly
Kemudian, ada gerakan snuck atau lompat ikan. Gerakan ini biasanya menggunakan alat seperti peti loncatan. Berikut cara melakukan snuck atau gerakan lompat ikan:
Awali dengan lari secepat mungkin ke arah papan loncat.
Gunakan kedua kaki untuk menolak sekuat tenaga di papan loncat.
Ayunkan kedua tangan dari bawah ke depan dan pastikan badan tetap lurus.
Ketika kedua tangan sudah menyentuh peti loncatan, lakukan tolakan menggunakan kedua tangan sekuat tenaga.
Ketika melakukan pendaratan, pastikan menggunakan ujung kaki.
16. Child’s Pose
YOGA PRACTICE
Gerakan child’s pose cukup sederhana, yaitu hanya perlu memanjangkan kedua tangan lurus ke depan. Selain itu, gerakan ini juga membutuhkan kekuatan bagian kaki. Berikut tekniknya:
Lebarkan kedua lutut selebar bagian bahu.
Luruskan tangan ke depan, lalu tarik atau panjangkan ke bawah bersamaan dengan posisi membungkuk.
17. Gerakan Kupu-Kupu
Popmama
Gerakan selanjutnya ada gerakan kupu-kupu. Dibandingkan gerakan lainnya, gerakan kupu-kupu terbilang mudah dan cukup aman untuk para pemula. Gerakan kupu-kupu berfungsi memperlancar peredaran darah dalam tubuh dan meredakan sensasi nyeri menstruasi. Berikut cara melakukan gerakan kupu-kupu:
Pegang bagian kaki menggunakan kedua tangan.
Luruskan bagian punggung, agar otot di bagian tangan, punggung, dan bahu tertarik.
Lakukan gerakan ini berulang kali dan sesuaikan dengan kemampuan tubuh.
18. Split
wikiHow
Kemudian, ada gerakan split. Gerakan ini juga sangat populer, karena gerakannya yang sedikit rumit. Split membutuhkan kekuatan dan kelenturan otot-otot kaki, perut, dan tangan. Oleh karena itu, para pemula harus didampingi oleh mentor, agar tidak mengalami cedera otot di bagian-bagian tubuh tersebut.
Berikut cara melakukan gerakan split yang baik dan benar sesuai dengan standar yang berlaku:
Pertama, tubuh dalam sikap berdiri.
Rentangkan bagian kaki kanan sejauh mungkin ke arah depan.
Pastikan posisi badan tetap tegak.
Kemudian, turunkan kaki kanan secara perlahan dan usahakan kedua lutut tidak bengkok.
Terakhir, turunkan tubuh secara perlahan hingga bagian bawah paha menyentuh matras.
19. Salto ke Depan atau Summer Vault
OlahragaPedia
Gerakan salto ke depan atau summer vault juga bisa dilakukan oleh para pemula. Teknik gerakan ini cukup sederhana, tapi penerapannya harus hati-hati, agar tidak cedera. Berikut cara atau tekniknya:
Pertama, tolak kaki sekuat tenaga.
Ayunkan tangan ke bawah, agar dorongan semakin bertambah.
Ketika tubuh sudah melayang, lipat tangan ke arah lutut dan tundukan kepala.
Terakhir, lakukan putaran hingga 360 derajat.
20. Salto ke Belakang atau Back Summer Vault
OlahragaPedia
Gerakan senam lantai terakhir ada salto belakang atau back summer vault. Gerakan ini jauh lebih sulit dibandingkan salto ke depan. Berikut teknik atau cara melakukannya:
Pertama, awali dengan sikap tubuh setengah jongkok.
Kemudian, biarkan kedua tangan menggantung di samping badan.
Pastikan tubuh tetap rilex.
Selanjutnya, ayunkan kedua tangan ke belakang.
Gerakan kepala dalam waktu yang sama ke arah depan.
Lakukan lompatan.
Gerakan Senam Lantai Mana yang Ingin Kamu Praktikkan?
Jadi, gerakan-gerakan senam tersebut umumnya menggunakan lantai atau matras sebagai alat bantu. Kamu bisa memilih gerakan yang paling mudah terlebih dahulu untuk melakukannya dan agar otot tubuh tidak kaget. Sehingga, tubuh dapat merasakan semua manfaat senam lantai.
Tujuan utama melaksanakan latihan kebugaran jasmani adalah untuk menjaga tubuh. Bagaimana rincinya latihan-latihan kebugaran dapat membantu Anda membuat tubuh lebih sehat akan dibahas di sini. Penasaran apa-apa saja tujuan utama dalam melakukan latihan kesehatan ini? Simak artikel berikut sampai habis!
Pengertian Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani atau yang memiliki istilah bahasa Inggris physical fitness adalah seberapa jauh kemampuan tubuh seseorang ketika melakukan aktivitas fisik berat sekaligus sehari-hari tanpa merasakan kelelahan. Contoh latihan kebugaran yang dapat Anda lakukan adalah back lift, sit up, dan push up.
Layaknya bagian tubuh lainnya, kebugaran jasmani dapat Anda tingkatkan dengan latihan yang teratur dan sesuai dengan kebutuhan. Namun, meskipun tujuan utama latihan kebugaran jasmani adalah untuk kesehatan. Masih adalah berbagai manfaat lain yang membuat kegiatan ini penting untuk Anda lakukan.
5 Tujuan Melakukan Latihan Kebugaran Jasmani
Sebelum bisa melakukan latihan kebugaran yang baik, tujuan utama latihan kebugaran jasmani adalah hal yang harus Anda pahami lebih dulu. Berikut ini adalah lima tujuan utama sekaligus manfaat yang bisa Anda rasakan jika melakukan latihan kebugaran:
1. Meningkatkan Imunitas Tubuh
Seseorang yang rentan terkena penyakit mungkin bisa disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah karena tingkat kebugaran jasmani yang rendah. Karena itu, dengan rutin melakukan latihan kebugaran, seseorang dapat meningkatkan tingkat imun alias daya tahan dari tubuhnya.
Lewat imun yang kuat, tubuh akan lebih tahan dari berbagai penyakit yang menyerang. Maka dari itu, latihan ini bisa jadi solusi untuk menguatkan tubuh.
Namun, Anda juga harus memperhatikan jenis latihan maupun cuaca ketika latihan. Pasalnya, ada beberapa orang yang rentan sakit ketika musim hujan maupun ketika cuaca terlalu panas. Karena itu, ukur agar latihan sesuai dengan kemampuan tubuh saja.
2. Menurunkan Risiko Terkena Penyakit Jantung
Jantung adalah salah satu organ terpenting yang harus Anda jaga kualitasnya. Ternyata, salah satu tujuan utama latihan kebugaran jasmani adalah untuk terhindar dari risiko terkena penyakit jantung.
Prinsip dari aktivitas berat adalah jantung menjadi lebih giat dalam memompa oksigen ke seluruh tubuh. Darah kaya oksigen ini sangat baik untuk kesehatan jantung itu sendiri. Karena jantung akan mendapat asupan oksigen yang cukup.
Meski begitu, Anda tidak boleh memforsir kinerja jantung jika baru saja melakukan latihan kebugaran fisik. Di awal, Anda dapat melakukan latihan yang tidak terlalu berat agar jantung bisa menyesuaikan dengan beban yang harus ia tanggung.
Jika sudah menyesuaikan, Anda dapat perlahan-lahan meningkatkan beban latihan. Sehingga kinerja jantung makin baik dan aliran darah dapat mengalir dengan optimal.
3. Meningkatkan Kinerja Otak
Aliran darah yang baik tidak hanya memiliki manfaat pada organ jantung saja. Namun, juga akan memberikan dampak positif untuk otak.
Sebagai organ yang terus bekerja setiap saat, otak membutuhkan nutrisi dan oksigen. Jika nutrisi bisa Anda dapat dari mengonsumsi makan bergizi, maka oksigen bisa berasal dari kualitas jantung yang baik untuk memompa darah.
Manfaat inilah yang dapat Anda rasakan jika melakukan latihan kebugaran jasmani. Aliran darah yang terpompa dengan baik ke bagian otak membuat kinerjanya semakin baik. Alhasil, Anda bisa lebih pandai dalam studi maupun pekerjaan.
Tidak hanya itu, kinerja otak yang lancar juga dapat membuat seseorang dapat mengontrol stres lebih baik. Pasalnya, ketika otak dalam kondisi sehat, hormon yang mengatur perasaan mengalami produksi yang lebih optimal.
Maka dari itu, seseorang bisa lebih bahagia dan terhindar dari depresi ringan dan gangguan kecemasan lainnya. Hal tersebut juga menjadi alasan kenapa banyak psikiater menyarankan aktivitas fisik kepada para pasiennya agar semakin mereka dapat lebih sehat secara mental.
4. Meningkatkan Kualitas Tidur
Di masa sekarang, banyak orang yang mengalami gangguan tidur karena banyak sebab. Salah satunya karena gaya hidup yang buruk. Siapa sangka, ternyata salah satu tujuan utama latihan kebugaran jasmani adalah untuk membuat kualitas tidur semakin meningkat.
Ketika rutin melakukan aktivitas kebugaran fisik, seseorang dapat menyesuaikan jam tidur dengan lebih baik. Tidak hanya itu, tidur mereka juga jadi lebih nyenyak.
Terlepas dari manfaatnya yang positif, Anda juga harus menentukan waktu latihan dengan benar. Meskipun dapat meningkatkan kualitas tidur, bukan berarti Anda harus melakukan latihan kebugaran jasmani dekat jam tidur.
Jika melakukan hal ini, Anda justru akan semakin sulit tidur. Karena hormon adrenalin yang ada sewaktu latihan atau workout akan “mendikte” tubuh agar tetap terjaga. Efek yang sama dapat Anda temui ketika mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan kafein di dalamnya.
5. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Bukan rahasia lagi jika olahraga yang rutin akan membakar lemak secara optimal. Selain dapat membuat kinerja jantung menjadi lebih ringan, komposisi lemak yang sedikit dalam tubuh seseorang akan membuat tubuh tampak lebih fit.
Tentu saja, hal ini akan berdampak pada kepercayaan diri. Jadi, secara tidak langsung jika kebugaran jasmani akan berdampak pada kualitas hidup seseorang.
Sudah Paham Tujuan Utama Latihan Kebugaran Jasmani?
Intinya, tujuan utama latihan kebugaran jasmani adalah hal yang sangat luas dan dapat berbeda-beda bagi setiap orang. Namun, apapun tujuan tersebut, kegiatan positif tentu akan memberikan dampak yang positif pula. Jadi, apakah Anda tertarik melakukan latihan kebugaran jasmani secara rutin?