Blog

  • Salto: Pengertian, Jenis, Bentuk Latihan, dan Cara Melakukannya

    Salto: Pengertian, Jenis, Bentuk Latihan, dan Cara Melakukannya

    Seperti yang diketahui bahwa terdapat beberapa gerakan senam lantai yang sering diterapkan, salah satunya salto. Salto adalah gerakan yang mengandalkan kekuatan, kelenturan, dan keselarasan tubuh untuk melakukannya. 

    Jika dikupas secara mendalam, ada informasi penting mengenai salto ini. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

    Apa Itu Gerakan Salto?

    Sebelum ke penjelasan lainnya, pahami dahulu pengertian dari salto ini. Salto adalah salah satu gerakan pada senam lantai yang hampir mirip dengan gerakan bela diri karena mengandalkan keterampilan dan fisik seseorang. 

    Kemudian dalam melakukan gerakan tersebut perlu adanya latihan yang cukup intens dan bimbingan dari ahlinya.

    Jenis Gerakan Salto

    Perlu diketahui bahwa salto adalah gerakan yang memiliki dua jenis, yaitu:

    1. Salto ke Depan

    Untuk jenis yang pertama adalah gerakan salto ke depan. Umumnya salto depan ini bisa disebut adalah gerakan melompat dan berputar ke depan. Kemudian dalam memulai gerakan salto depan ini terdapat beberapa tahapan. Tahapan tersebut seperti melompat ke atas, posisi memeluk kaki di depan dada, dan berputar ke arah depan. 

    Setelah melakukan putaran ke arah depan, selanjutnya melepaskan pelukan kaki dan meluruskannya serta mendarat dengan kedua kaki. Ketika ingin melakukannya, tentunya harus giat berlatih dan membiasakan tubuh dalam memulai gerakan salto depan. 

    2. Salto ke Belakang

    Selanjutnya adalah jenis gerakan salto ke belakang. Selain gerakan salto ke depan, terdapat gerakan sebaliknya yaitu ke arah belakang. Gerakan ini bisa disebut gerakan melompat ke udara dan berputar ke arah belakang. Lalu tahapan memulainya tidak jauh berbeda dengan salto ke depan.

    Untuk memulai gerakan salto ke belakang ini tahapannya seperti melompat ke atas, memeluk kedua kaki di depan dada, dan berputar ke arah belakang. Setelah berputar ke belakang, kemudian melepaskan pelukan kaki dan mendarat dengan kedua kaki. 

    Ketika ingin memulainya, pastinya harus memahami teknik atau cara melakukan salto belakang yang tepat. Jika melakukannya tanpa tahu tekniknya atau tidak bersama pembimbing, bisa menimbulkan cedera. Lalu kondisi tubuh pun harus mendukung dan sedang fit. 

    Bentuk Latihan Gerakan Salto

    Salto adalah salah satu olahraga senam lantai yang membutuhkan banyak latihan. Agar nantinya bisa melakukan gerakan salto, terdapat beberapa persiapan atau latihan, yaitu: 

    1. Latihan Gerakan Salto ke Depan

    Bentuk latihan yang pertama adalah untuk gerakan salto ke depan. Untuk latihannya sebagai berikut. 

    a. Latihan Meregangkan Otot

    Latihan yang pertama adalah dengan melakukan peregangan otot. Peregangan otot ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat otot tidak kaku dan bisa menggerakkan tubuh secara bebas. Kemudian peregangan ini dilakukan ke pergelangan tangan, kaki, paha, dan leher. Lalu untuk cara peregangannya sendiri, yaitu:

    • Pada bagian pergelangan tangan bisa melakukan peregangan dengan memutarnya. Kemudian untuk peregangan otot leher bisa dengan melakukan gerakan seperti memiringkan kepala ke kanan dan ke kiri. Lakukan cara tersebut secara berulang kali. 
    • Posisikan tubuh dalam keadaan duduk saat melakukan peregangan pergelangan kaki. Kemudian posisikan pergelangan kaki kanan di bagian atas paha kiri dan putar pergelangan kaki beberapa kali. Nantinya bisa melakukan cara tersebut ke bagian kaki satunya. 
    • Posisikan badan dalam keadaan berdiri untuk melakukan peregangan paha belakang. Untuk caranya bisa dengan menekuk satu kaki ke belakang hingga tumit menyentuh pantat. Kemudian tahan dengan satu tangan beberapa saat. Cara tersebut bisa diterapkan pada kaki lainnya. 

    b. Latihan Menaikkan Lutut

    Selanjutnya latihan lainnya untuk salto adalah dengan menaikkan lutut. Tentunya dalam salto harus bisa menaikkan lutut atau membuatnya melayang kemudian memutar badan ke depan atau belakang. Nah, cara melakukannya dengan tepat yaitu sebagai berikut.

    • Mendorong kaki atau menghentakkan kaki ke tanah diikuti dengan melompat setinggi mungkin. 
    • Saat melompat, sebisa mungkin untuk membuat punggung lurus.
    • Saat posisi mendarat jangan lupa untuk menekuk kedua lutut di depan dada.

    c. Latihan Lari Sambil Melompat

    Berikutnya adalah latihan lari sambil melompat. Tentunya tidak hanya latihan melompat dengan menaikkan lutut, tapi juga dengan berlari. Untuk melakukan gerakan salto ini bisa berhasil ketika dibarengi dengan lari. Maka dari itu, perlu adanya latihan seperti ini. 

    • Berlarilah beberapa langkah ke depan. Kemudian langkah terakhir merapatkan kedua kaki dan menghentakkannya serta melompat.
    • Ketika melompat, posisi kedua tangan berada di samping kepala agar pusat otot lebih terfokus.
    • Saat mendarat, posisikan kedua kaki atau lutut sedikit menekuk.
    • Lakukan cara latihan seperti itu berulang kali agar bisa menyeimbangkan tubuh dan terbiasa. 

    d. Latihan Lari dengan Trampolin

    Untuk menunjang gerakan salto agar lebih mudah melakukannya, bisa dengan berlatih menggunakan trampolin saat berlari. Nantinya cukup berlari beberapa langkah dan menghentakkan kaki pada trampolin khusus lari. Kemudian lompat setinggi mungkin dan mulai putar badan ke depan dan mendarat ke atas matras.

    e. Latihan Lompat dengan Trampolin

    Latihan menggunakan trampolin bertujuan untuk melompat lebih tinggi sehingga akan lebih mudah saat melakukan salto. Trampolin ini harus yang berukuran besar dan berbeda dengan trampolin lari. Cara berlatih lompat memakai trampolin ini, yaitu:

    • Posisikan tubuh terutama kepala dalam kondisi lurus agar saat mendarat tidak terjadi cedera. 
    • Kemudian menendang dan berayun-ayun pada trampolin hingga bisa melompat tinggi. Saat melompat tinggi usahakan melakukan gerakan salto seperti memutar badan dengan kaki ditekuk. 

    Cara Melakukan Salto

    Salto adalah jenis gerakan yang perlu latihan dan pembiasaan. Jika nantinya ingin melakukan gerakan salto, perlu memerhatikan beberapa caranya. Agar lebih jelas, berikut caranya.

    1. Salto ke Depan

    Cara yang pertama adalah melakukan salto ke depan. Nantinya bisa menerapkan beberapa langkah berikut ini. 

    • Berlari ke depan dengan beberapa langkah. Namun jika sudah menguasai teknik dasarnya, bisa berlari lebih jauh lagi ketika ingin salto. 
    • Kemudian melakukan lompatan setelah berlari beberapa langkah atau jarak yang diinginkan. Sebisa mungkin melompat cukup tinggi dengan menghentakkan kaki ke tanah agar bisa menciptakan momentum untuk memutar badan. 
    • Posisikan wajah dan pandangan saat melompat ke arah depan dan tangan sedikit ke belakang. 
    • Setelah itu, posisikan badan sedikit membungkuk dengan memeluk kedua kaki di depan dada agar mudah untuk berputar. 
    • Lalu ketika ingin mendarat, lepaskan kedua kaki dan tegakkan badan dengan mengangkat kedua tangan.
    • Terakhir sesuaikan cara mengakhiri gerakan salto dengan kedua kaki tidak melangkah sesaat ketika mendarat.

    2. Salto ke Belakang

    Selanjutnya adalah cara untuk salto ke belakang. Meskipun lebih sulit dibandingkan salto depan, namun tidak perlu bingung karena ada cara aman dan tepat berikut ini. 

    • Melakukan pemanasan dengan meregangkan otot kaki, tangan, leher, dan paha terlebih dahulu agar otot tidak kaku saat salto nantinya.
    • Berdiri tegak dengan bertumpu pada jari-jari kaki dan mengangkat kedua tangan. Pijakan pada jari-jari kaki ini bisa menambah kekuatan lebih besar saat melompat. Lalu pandangan ke arah depan dan punggung usahakan lurus. 
    • Kemudian menekuk kedua lutut hingga 90° sambil mengayunkan kedua tangan ke belakang. 
    • Setelah itu, melompatlah setinggi mungkin dan berputar ke arah belakang dengan memeluk kedua kaki di depan dada. 
    • Saat memutar tubuh, lihatlah lokasi pendaratan. Namun tetap fokus agar tidak mengganggu keseimbangan saat posisi akhiran nanti.
    • Saat mendarat, lepaskan kaki dan usahakan untuk berdiri dengan kedua kaki. 

    Sudah Tahu Mengenai Gerakan Salto?

    Itulah beberapa penjelasan mengenai gerakan salto yang bisa dipahami. Salto adalah jenis olahraga yang cukup sulit. Jadi sebaiknya ketika ingin melakukan gerakan salto ini perlu adanya pengawasan dari ahli agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan.

  • Biografi Bung Tomo: Tokoh Pembakar Semangat Juang Surabaya

    Biografi Bung Tomo: Tokoh Pembakar Semangat Juang Surabaya

    Mengenang dan mengenal pahlawan memang kewajiban setiap warga negara. Karena jika tak ada perjuangan para pahlawan, pastinya Anda tak bisa menikmati kemerdekaan seperti sekarang. Seperti para warga Surabaya yang terus mempelajari dan mencoba mengenal biografi Bung Tomo, selaku pahlawan nasional dari kota tersebut.

    Beliau merupakan salah satu pahlawan yang paling berpengaruh pada pertempuran kebangkitan pada 10 november 1945. Dari peristiwa inilah tercetus semboyan “Merdeka atau Mati!” oleh pahlawan nasional satu ini. Penasaran dengan kisah heroiknya? Yuk, simak penjelasan ini sampai habis!

    Asal-Usul Bung Tomo Kecil

    Sutomo merupakan salah satu pahlawan paling berpengaruh di Surabaya, bahkan kemerdekaan Indonesia. Serta menjadi pelopor bangkitnya semangat perjuangan kemerdekaan pada saat itu. Peristiwa yang Anda kenal sebagai “Pertempuran Surabaya”, jadi salah satu penentu perlawanan untuk kemerdekaan kala itu.

    Karena walaupun pada tanggal 17 Agustus 1945 proklamasi kemerdekaan sudah berkumandang, namun serangan Belanda masih cukup getol untuk menundukkan Indonesia. Dalam biografi Bung Tomo, pahlawan Indonesia ini sendiri lahir pada tanggal 3 Oktober 1920 di Surabaya.

    Beliau adalah anak sulung dari 6 bersaudara yang lahir dari pasangan suami istri Kartawan Tjiptowidjojo dan Subastita. Ayah dari Bung Tomo merupakan seorang priyayi golongan menengah yang pernah menjadi salah satu staf pemerintahan, asisten kantor pajak, hingga ekspor impor pemerintah Belanda. 

    Sedangkan ibunya merupakan mantan polisi Kotapraja dan juga Anggota Sarekat Islam. Walaupun orang tuanya memiliki riwayat pekerjaan yang lumayan, namun keluarga Tomo kecil hidup dalam keadaan yang cukup sulit dan memiliki keterbatasan ekonomi. 

    Setelah masa pendirikannya berakhir, Sutomo muda mulai merasakan apa yang dinamakan dunia percintaan. Karena pada waktu itu ada sosok wanita muda yang menjadi dambaan hati dari Sutomo. Wanita tersebut bernama Sulistina yang berasal dari Batu, Malang. Pernikahan pun mereka lakukan pada 19 Juni 1947.

    Bung Tomo memiliki kepribadian yang lembut dan romantis kepada istrinya, pria yang dijuluki Jendral Kancil oleh Bung Karno ini selalu memperlakukan belahan jiwanya dengan kelembutan. Sapaan hangat dan berbagai macam panggilan sayang diberikan kepada istrinya Sulistina. 

    Dari hasil dari pernikahannya, Bung Tomo dan Sulistina dikaruniai lima orang anak. Bung Tomo tergolong orang yang cukup keras, beliau memberikan dan menerapkan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh anak-anaknya, yaitu kejujuran. 

    Walaupun itu menyakitkan, tetapi anak-anaknya diajarkan tetap tidak boleh berbohong sama sekali. Dalam berumah tangga, beliau memegang teguh sebuah komitmen, yakni menolak keras poligami.

    Biografi Pendidikan Bung Tomo 

    Bung Tomo lahir dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi dan mencintai dunia religi serta pendidikan. Hal inilah yang membuat Bung Tomo kuat dalam menjalani dunia pendidikannya hingga akhir. Berikut adalah riwayat pendidikannya secara lengkap:

    1. Pendidikan Dasar

    Pendidikan Bung Tomo dimulai dari SR atau Sekolah Rakyat di Surabaya, tentunya dengan standarisasi kurikulum pendidikan dari pemerintahan Belanda. Sekolah dasar dari pahlawan satu ini adalah sekolah khusus keturunan pribumi yang diberi nama Bumiputera Belanda pada kala itu.

    Beliau bersekolah di salah satu Sekolah Rakyat pertama di zaman penjajahan. Masa kurikulum ini beliau tempuh dalam kurun waktu 7 tahun. Dari sini, Bung Tomo kecil sudah memiliki tekad untuk menjadi pendidik. Bahkan memiliki cita-cita menjadi pejuang yang membela bangsa dan negaranya.

    2. Pendidikan Kedua Setingkat SLTP

    Setelah lulus dari pendidikan dasar, beliau lanjut ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs). Dalam pendidikan lanjut ini, beliau banyak mempelajari pendidikan umum dan beberapa bahasa seperti Inggris, Prancis, dan Jerman. MULO sendiri adalah sekolah setara SMP yang diperuntukkan untuk berbagai golongan.

    Dari sinilah kedewasaan Sutomo kecil mulai tumbuh, bahkan kegemarannya akan perjuangan kemerdekaan kian bertumbuh. Sayangnya, setelah usia 12 tahun Sutomo harus melepaskan harapannya dalam jalur pendidikan, karena adanya kesulitan di seluruh dunia. 

    Kondisi tersebut membuat semua aspek pembangunan terhambat, termasuk aspek pendidikan. Hingga memaksa Bung Tomo kecil untuk ikut mencari nafkah serabutan agar dapat menghidupi keluarga dan kelima adiknya. 

    3. Pendidikan Ketiga

    Biografi pendidikan Bung Tomo tidak berhenti begitu saja. Walaupun serba kesulitan, dalam keluarganya pendidikan adalah nomor satu. Ini membuat Tomo dimasukkan ke HBS (Hogere Burgerschool). HBS sendiri adalah sekolah tinggi menengah atas pada era kolonial Belanda dan merupakan sekolah campuan untuk berbagai lapisan

    Walaupun begitu, Bung Tomo harus menempuh waktu sekolah hingga 5 tahun untuk mengejar ketertinggalannya semasa putus sekolah sebelumnya. Bahkan pelajaran yang HBS berikan termasuk cukup berat bagi pribumi. Pembayarannya pun cukup mahal. 

    Walaupun begitu, Tomo dan keluarga tetap berusaha melanjutkan pendidikannya hingga lulus. Dari sinilah, jiwa pemberontakan dan kesadaran akan penjajahan mulai tumbuh. Hal tersebut terjadi karena kentalnya diskriminatif dari pihak Belanda pada pribumi.

    4. Pendidikan Tingkat Lanjut

    Kemudian riwayat pendidikan Bung Tomo berlanjut ke jenjang perguruan tinggi atas desakan kedua orang tuanya. Hal tersebut membuatnya melanjutkan pendidikan lanjut di UI (Universitas Indonesia) dan mengambil fakultas Ekonomi.

    Setelah berusia 17 tahun, Bung Tomo muda mulai aktif dalam organisasi, yakni BPRI (Barisan Pemberontakan Indonesia) untuk organisasi pertamanya. Pendidikannya bahkan sempat terhambat karena beliau harus fokus mengikuti pergerakan perjuangan kebangsaan. Hingga membuatnya harus molor lulus hingga tahun 1969.

    Karir Bung Tomo 

    Dalam biografi Bung Tomo pastinya juga menjelaskan karir yang beliau tempuh. Karena berdasarkan jenjang karirnya, beliau menjadi salah orang yang berpengaruh dalam kemerdekaan Indonesia. Bung Tomo mulai bergabung dengan organisasi KBI, hingga beliau menjabat menjadi sekretaris Parindra (Partai Indonesia Raya).

    Bung Tomo bertugas di Ranting Anak Cabang tepatnya di Tembik Duku Surabaya pada tahun 1937. Kemudian beliau mulai berkecimpung dengan bidang kewartawanan dan menjadi jurnalis lepas pada beberapa surat kabar. Mulai dari Soeara Oemoem Surabaya pada tahun 1937.

    Lalu, beliau pindah ke surat kabar mingguan Pembela Rakyat Surabaya tahun 1938. Kemudian, di tahun berikutnya pindah lagi ke surat kabar harian Jawa Ekspres. Jenjang karir Bung Tomo berlanjut ke majalah Poestaka Timoer Yogyakarta untuk Surabaya di bawah naungan Anjas Asmara pada tahun 1940.

    Di tahun 1940 ini juga, beliau mulai aktif dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia, yaitu di organisasi Gerakan Pemuda Ansor. Hingga akhirnya beliau memimpin sebuah kantor redaksi berita Antara di Surabaya tahun 1945.

    Bung Tomo juga pernah menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa Indonesia (PBI) dan bertugas di Jawa Tengah. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Bung Tomo mendukung perjuangan kemerdekaan dan bergabung dengan Laskar Rakyat Surabaya.

    Agar dapat melawan pasukan sekutu yang ingin merebut kembali kendali atas Indonesia. Pada tanggal 10 November 1945, Bung Tomo memimpin perlawanan rakyat Surabaya melawan pasukan Belanda. 

    Dalam Pertempuran Surabaya ini, Bung Tomo menjadi sosok yang sangat dihormati oleh rakyat, karena kepemimpinannya dalam perjuangan melawan Belanda.

    Setelah perlawanan Surabaya, Bung Tomo melanjutkan perjuangannya dalam gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau bergabung dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dan kemudian menjadi anggota Dewan Pertahanan Negara yang dibentuk pada tahun 1948. 

    Di masa revolusi di beberapa tahun sebelumnya, beliau menjabat sebagai ketua umum BPRI (Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia) pada 12 Oktober 1945. Bung Tomo juga terpilih sebagai anggota Konstituante dari Partai Murba pada tahun 1955.

    Peran Bung Tomo dalam Peristiwa Suroboyo

    Dalam biografi Bung Tomo, beliau adalah sosok pahlawan nasional yang terkenal karena perannya dalam memimpin perlawanan rakyat pada Pertempuran Surabaya. Perannya dalam peristiwa ini sangat penting karena beliau berhasil mempersatukan rakyat Surabaya dan memicu semangat juang peperangan. Berikut uraian lengkapnya:

    1. Kedatangan RAPWI

    Perlawanan ini menjadi momen penting dalam sejarah Indonesia, karena menunjukkan bahwa rakyat Indonesia siap untuk mempertahankan kemerdekaannya dan tidak akan menyerah kepada penjajah. Pada saat itu, pihak Belanda berusaha merebut kembali kendali Indonesia setelah proklamasi kemerdekaannya 17 Agustus 1945.

    Pada 25 Oktober 1945, Pasukan RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisoners War And Internees) datang untuk memberikan bantuan untuk melucuti senjata dan pembebasan tentara perang. Kedatangan pasukan sekutu ini membuat suasana semakin tegang, bahkan mulai terjadi gesekan dengan kaum pemuda dan pejuang Surabaya.

    Dalam upaya perlawanan, para pasukan Indonesia sempat berhasil merobek bendera Belanda di Hotel Yamato pada 19 September 1945. Insiden inilah yang memicu polemik lanjutan pada 27 Oktober 1945 dan membuat pasukan Inggris mulai menduduki gedung pemerintahan Surabaya.

    Kemudian, dengan bantuan yang ada, seluruh rakyat yang dipimpin oleh Bung Tomo dan tokoh nasionalis lainnya melakukan perlawanan dengan gigih dan sengit pada pasukan Belanda. Beberapa tokoh nasionalis lain tersebut adalah Dr. Soetomo dan Mayor Jenderal T.B. Simatupang.

    Hingga akhirnya pada tanggal 29 Oktober 1945, Presiden Soekarno datang ke Surabaya untuk menghentikan pertempuran. Hingga menghasilkan kesepakatan gencatan senjata antara sekutu dan para pejuang Surabaya. 

    2. Konflik Susulan 

    Biografi peran Bung Tomo masih belum selesai. Karena konflik tersebut menewaskan salah satu komandan pasukan sekutu Jawa Timur, yakni Mayor Jenderal Aubertin Mansergh dari Divisi 5 Inggris. Hingga akhirnya keluarlah ultimatum pada rakyat Surabaya yang berisi:

    • Para pemimpin Surabaya harus melaporkan atau menyerahkan diri;
    • Seluruh senjata yang pihak Indonesia miliki di Surabaya Harus diserahkan kepada pasukan Inggris;
    • Para pemimpin harus menandatangani pernyataan menyerah secara sukarela tanpa syarat.

    Sontak, peringatan ini membuat pasukan Surabaya naik pitam dan membuat segenap lapisan masyarakat melakukan pemberontakan. Sehingga memicu perang besar yang membombardir tanah Surabaya.

    Pasukan Belanda juga melakukan pengeboman dan penembakan ke arah warga sipil yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Namun, perlawanan rakyat Surabaya berhasil menahan serangan pasukan Belanda selama beberapa minggu.

    Melalui pidato melalui siaran radio yang disampaikannya menimbulkan semangat juang para pemuda Surabaya. Bung Tomo mengorganisir PPRI (Pimpinan Pemberontakan Rakyat Indonesia) membentuk barisan pertahanan dan mengadakan serangan gerilya melawan pasukan Inggris-Belanda. 

    Dalam upayanya, Bung Tomo meminta sokongan internasional PBB untuk menjangkau audiens asing. Melalui cara menyebarkan perjuangan indonesia melalui para rakyat yang memiliki kemampuan bahasa asing. 

    Melalui siaran tersebut, mulai muncul bantuan luar negeri, seperti dari Thailand, Australia, dan pasukan Indonesia di luar pulau Jawa. Bung Tomo meminta bantuan tambahan pasukan dan juga tenaga medis untuk menyokong peperangan tersebut.

    Bahkan dengan suntikan sponsor dari Jepang dari sejumlah tokoh politik, Pemuda Republik Indonesia di Surabaya berhasil memukul mundur pihak Belanda. Akhirnya, pasukan Belanda berhasil merebut kembali kendali atas kota Surabaya pada tanggal 29 November 1945.

    Biografi Bung Tomo Pasca Perang Kemerdekaan

    Setelah perang kemerdekaan Indonesia, Bung Tomo terus aktif dalam pergerakan sosial dan politik Indonesia. Sayangnya, pada tahun 1952 hubungan Bung Tomo dan Soekarno mulai memburuk. Hal tersebut terjadi karena adanya penolakan pada hubunganya dengan Hartini yang kala itu masih memiliki suami.

    Walaupun akhirnya pada tahun 1953 Soekarno dan Hartini melangsungkan pernikahan. Kemudian, pada tahun 1956 beliau memulai karir politiknya menjadi anggota Konstituante mewakili Partai Rakyat Indonesia. Bung Tomo juga menjadi wakil rakyat hingga badan tersebut dibubarkan paksa lewat Dekrit Presiden 1959.

    Kala itu, Bung Tomo memprotes keras kebijakan Sukarno dan membuat hubungannya semakin buruk. Hingga akhirnya, karir politik Bung Tomo sempat terhenti setelah ia ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1965 hingga 1976.

    Kemudian Bung Tomo kembali aktif dalam gerakan politik dan sosial Indonesia dengan bergabung dalam Partai Demokrasi Indonesia dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 1982. Selain aktif dalam politik, Bung Tomo juga aktif dalam berbagai organisasi sosial. 

    Beliau sempat menjadi ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1973 dan kemudian menjabat sebagai Wakil Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada tahun 1974. Beliau juga aktif dalam Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan menjadi presiden IMI pada tahun 1978.

    Namun, pada tahun 1978, beliau kembali mendapat konflik dengan presiden Indonesia. Masalahnya karena mengkritik kebijakan presiden kedua Indonesia. Tepatnya karena kritikan Bung Tomo terhadap rancangan pembangunan TMII (Taman Mini Indonesia Indah).

    Ini karena Bung Tomo mendapatkan info bahwa Bu Tien (Istri Soeharto) meminta para pengusaha memberikan 10% keuntungan usaha untuk pembangunan TMII. Kritikan ini dinilai tindakan subversif dan dipenjara tanpa jalur meja hijau. Hingga sikap vokalnya terhadap pemerintahan negara sedikit meredup.

    Masa-Masa Terakhir Bung Tomo 

    Biografi Bung Tomo kali ini akan membahas masa terakhirnya. Ketika memasuki usia senja, kondisi fisik Bung Tomo semakin melemah. Pada saat itu, beliau dan keluarga berada di tanah suci mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Ketika berada di Jeddah, beliau mulai merasakan badannya sudah tidak kuat untuk melanjutkan aktivitas. 

    Ini membuatnya harus berbaring lemas dirumah sakit Jeddah untuk beberapa waktu.  Keesokan harinya, Sulistina harus menahan kesedihan mendalam karena Bung Tomo dinyatakan telah meninggal dunia, Bung Tomo wafat pada tanggal 7 Oktober 1981. 

    Awalnya, jenazah Bung Tomo akan dimakamkan di tanah suci. Akan tetapi, jika itu terjadi, berarti Bung Tomo yang terkenal sebagai seorang revolusioner di Indonesia akan menjadi tokoh yang makamnya sulit diziarahi oleh siapapun. 

    Akhirnya, jenazah Bung Tomo dipulangkan ke Indonesia untuk kemudian dikebuminkan di pemakaman umum Ngagel Surabaya seperti wasiat dari mendiang selama hidupnya. Gelar Pahlawan Nasional sendiri diberikan atas peringatan hari pahlawan tahun 2008 di Istana Merdeka.

    Kala itu, istri mendiang yang menerima langsung surat keputusan dengan nomor surat 041/T/Tahun 2008. Isinya berisi putusan gelar Pahlawan Nasional untuk Bung Tomo. Surat tersebut langsung diberikan oleh Presiden Indonesia kala itu, yakni Susilo Bambang Yudhoyono.

    Biografi Penghargaan Bung Tomo

    Berkat berbagai gerakan perjuangannya semasa hidup, Bung Tomo mendapatkan beberapa penghargaan dan gelar. Contohnya seperti:

    • Bintang Gerilya, penghargaan ini diberikan katas perjuangannya dan pergerakan gerilyanya melawan penjajah pada masa Peristiwa Suroboyo.
    • Satya Lencana Kemerdekaan, yakni tanda kehormatan yang beliau dapatkan dari angkatan bersenjata atas keikutsertaan dalam perang kemerdekaan dari tanggal 20 juni 1956 hingga 22 Februari 1948.
    • Bintang Mahaputera Adipurna, penghargaan ini Bung Tomo dapatkan pada tahun 1973. Serta merupakan penghargaan dari pemerintah terkait jasanya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
    • Bintang Veteran Republik Indonesia, layaknya pahlawan veteran lainnya. Bung Tomo juga mendapatkan SK pensiun EX Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang. Beliau juga mendapatkan SK Pensiun eks Menteri Sosial Ad Interim dan juga eks anggota ABRI dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal TNI AD.
    • Gelar Pahlawan Nasional juga jadi salah satu penghargaan tertinggi yang Presiden berikan untuk Bung Tomo pada 10 November 2008. Lewat tajuk memperingati hari kemerdekaan pada tahun tersebut.

    Isi Pidato Legenda dari Bung Tomo 

    Tidak lengkapnya rasanya membahas biografi Bung Tomo tanpa mengetahui pidato legendarisnya. Jika Anda pelajari lagi, aksi pidato Bung Tomo dalam siaran radio merupakan sumber suntikan semangat untuk seluruh rakyat Indonesia agar mempertahankan kemerdekaannya. 

    Berikut adalah isi dari pidato Bung Tomo ketika mengusir tentara RAPWI:

    Bismillahirrohmanirrohim.. 

    Merdeka!!! 

    Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk Kota Surabaya. Kita semuanya telah mengetahui. 

    Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. 

    Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangan tentara Jepang. 

    Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. 

    Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka. 

    Saudara-saudara, 

    Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya. 

    Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini. 

    Di dalam pasukan mereka masing-masing. Dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung. 

    Telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol. 

    Telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana. 

    Hanya karena taktik… 

    Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara. 

    Dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini. 

    Maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran. 

    Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri. 

    Dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya. 

    Saudara-saudara kita semuanya. 

    Kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu, dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya, ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia, ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, dengarkanlah ini tentara Inggris. 

    Ini jawaban kita. 

    Ini jawaban rakyat Surabaya. 

    Ini jawaban pemuda Indonesia kepada Kamu sekalian. 

    Hai tentara Inggris! 

    Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu. 

    Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu. 

    Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu. 

    Tuntutan itu, walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada, tetapi inilah jawaban kita. 

    Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih. 

    Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga. 

    Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting! 

    Tetapi saya peringatkan sekali lagi. Jangan mulai menembak. 

    Baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka. Itulah, kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. 

    Dan untuk kita… 

    Dan untuk kita saudara-saudara. 

    Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. 

    Semboyan kita tetap: MERDEKA ATAU MATI! 

    Dan kita yakin saudara-saudara, 

    Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita, sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. 

    Percayalah saudara-saudara. 

    Tuhan akan melindungi kita sekalian. 

    Allahu Akbar! 

    Allahu Akbar! 

    Allahu Akbar! 

    Merdeka!!!

    Bung Tomo, Sang Pahlawan Tanah Air

    Berdasarkan informasi biografi Bung Tomo, Anda akan menemukan berbagai fakta unik mengenai sosok pahlawan Indonesia satu ini. Mulai dari ayah ibunya yang merupakan pribumi yang memiliki basik pekerjaan yang cukup baik. Lahir menjadi pribadi yang taat agama dan menjunjung tinggi pendidikan.

    Walaupun hanya seorang jurnalis, namun melalui karya yang ditulisnya, kemerdekaan Indonesia bisa terjadi. Lebih tepatnya, dari suntikan semangat dan motivasi dari setiap karyanya membuat rakyat Indonesia lebih memahami arti kemerdekaan serta semangat juang bersama.

    Keaktifannya dalam mengakomodir arek-arek Surabaya pada kala itu juga memiliki peranan yang besar untuk menggerakkan jiwa rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan. Bahkan selepas masa perang, beliau masih aktif membangun Indonesia dibalik layar.

    Apakah Anda Sudah Semakin Mengenal Bung Tomo?

    Bagi rakyat Indonesia yang kini menikmati jirih payah para pahlawan, sudah semestinya Anda berterima kasih. Salah satu cara besyukur yang dapat Anda lakukan adalah dengan tetap mengenang dan mempelajari berbagai kisah hidup pahlawan, salah satunya adalah biografi Bung Tomo.

  • Cara Menghitung Resistor dan Contoh Perhitungannya

    Cara Menghitung Resistor dan Contoh Perhitungannya

    Bagaimana cara menghitung resistor? Berbicara tentang resistor, kita tahu bahwa alat elektronik mempunyai banyak komponen dari yang sifatnya sederhana hingga kompleks. Di antara banyaknya komponen tersebut, salah satu yang banyak dibahas adalah hambatan atau resistor.

    Pembahasan selengkapnya seputar resistor ada di artikel ini, termasuk bagaimana cara menghitung nilai resistansinya lengkap dengan contoh kasusnya.

    Pengertian Resistor

    Sebelum membahas bagaimana cara menghitung resistor, Anda mesti paham pengertiannya terlebih dahulu. 

    Secara umum, resistor merupakan komponen elektronika dengan konfigurasi dan material tertentu yang dapat menghambat arus serta tegangan listrik. Lambang resistor adalah huruf R dan mempunyai satuan yaitu Ohm (Ω).

    Resistor tidak mempunyai kutub negatif dan positif. Akan tetapi mempunyai karakteristik utama yaitu toleransi, resistensi, tegangan kerja maksimum, serta power rating. Selain itu, terdapat karakter lainnya seperti kebisingan, koefisiensi temperatur, serta induktansi.

    Ohm yang berlambang simbol Omega (Ω) adalah satuan resistansi berdasarkan resistor yang mempunyai sifat resistif. Komponen dasar elektronika ini juga yang paling sering digunakan pada setiap rangkaian elektronika. Artinya, saat Anda ingin membuat rangkaian elektronika, maka Anda perlu memahami nilai resistornya.

    Fungsi Resistor

    Fungsi utama resistor yaitu membatasi tegangan maupun aliran listrik pada sebuah rangkaian elektronika. Diperkirakan total arus yang mengalir pada resistor nilainya bisa ditentukan sesuai kebutuhan. Adapun beberapa fungsi lain dari resistor yaitu:

    • Saat dalam rangkaian elektronik terdapat tegangan yang jumlahnya besar, maka resistor berperan menurunkan tegangan tersebut. Termasuk saat tegangannya kecil, maka resistor yang akan membuat tegangannya menjadi besar.
    • Mengatur arus yang masuk pada komponen dan nanti nilainya akan dibagi. Dengan begitu, arusnya dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
    • Pada rangkaian elektronika, resistor juga berperan sebagai pembangkit frekuensi. Ini berlaku baik jenis frekuensi rendah maupun tinggi.
    • Fungsi lain dari komponen resistor yaitu untuk melindungi alat elektronika agar tidak mengalami kerusakan. Umumnya kerusakan tersebut terjadi karena adanya lonjakan tegangan yang terlalu rendah atau tinggi.

    Jenis-Jenis Resistor

    Informasi berikutnya yaitu tentang beberapa jenis resistor. Setidaknya terdapat empat jenis resistor yang harus Anda pahami, yaitu:

    • Resistor tetap
    • LDR (Light Dependent Resistor)
    • Variable Resistor
    • Thermal Resistor

    1. Resistor Tetap

    Jenis resistor ini mempunyai nilai resistansi tetap. Biasanya juga ditandai kode warna resistor. Fungsi resistor tetap cukup beragam, misalnya untuk membagi tegangan listrik, mengatur tingkat intensitas arus listrik, dan sebagainya.

    Berdasarkan bahan pembuatannya, terdapat 3 jenis resistor tetap yaitu:

    • Carbon Composition Resistor atau Resistor Komposisi Karbon
    • Metal Film Resistor atau Resistor Film Logam
    • Carbon Film Resistor atau Resistor Film Karbon

    Nilai resistansi pada resistor tetap sifatnya permanen dan berasal dari pabrikannya. Lalu untuk dapat mengetahui nilai resistansinya, maka yang harus Anda lakukan adalah mengecek kode yang ada di badan resistor.

    2. LDR atau Light Dependent Resistor

    LDR merupakan jenis resistor yang bergantung pada cahaya yang diterimanya. Itu artinya, untuk nilai resistornya menyesuaikan dengan intensitas cahaya.

    Secara umum, sensor LDR ini bisa Anda temukan pada beragam resistor. Ini karena LDR tersebut mempunyai sifat yaitu mempunyai tingkat sensitivitas tinggi terhadap cahaya. Adapun contoh penggunaan sensor LDR ini seperti kontrol pada pencahayaan lampu, saklar otomatis, dan sebagainya.

    3. Variable Resistor

    Resistor variabel merupakan resistor yang mempunyai nilai resistansi sesuai keinginan. Artinya Anda bisa mengatur nilai resistansinya sesuai kebutuhan. Terdapat 3 jenis komponen dari resistor ini, di antaranya:

    • Potensiometer: komponen elektronika yang berfungsi untuk mengatur arus, tegangan, serta resistansi listrik pada rangkaian tertentu.
    • Rheostat: komponen pada variabel resistor yang fungsinya untuk mengendalikan arus pada rangkaian elektronika.
    • Preset Resistor (Trimpot): potensiometer yang berukuran kecil dan biasanya dipasang di papan sirkuit serta dapat diputar menggunakan obeng.

    4. Thermistor atau Thermal Resistor

    Jenis resistor yang keempat adalah thermistor atau thermal resistor. Jenis yang satu ini mempunyai nilai resistansi yang dipengaruhi berdasarkan temperatur suhu. Terdapat dua jenis thermistor yaitu:

    • NTC (Negative Temperature Coefficient)
    • PTC (Possitive Temperature Coefficient)

    Cara Menghitung Resistor

    Bagi yang belum tahu, nilai resistor yang bentuknya Axial diwakili oleh warna yang ada pada body atau tubuh resistor tersebut. Warna-warna ini berbentuk gelang dan umumnya ada 4 gelang di dalam tubuh resistor. Akan tetapi, ada juga body resistor yang mempunyai 5 gelang.

    Untuk gelang yang berwarna perak dan emas posisinya cenderung agak jauh daripada gelang warna lainnya. Ini sekaligus menjadi tanda sebagai gelang terakhir. Kemudian untuk gelang terakhirnya juga menunjukkan nilai toleransi terhadap nilai dari resistor yang bersangkutan.

    Berikut tabel warna yang ada di body resistor:

    caraharian.com

    Contoh Perhitungan Nilai Resistor untuk 4 Gelang Warna

    caraharian.com

    Berikut contoh bagaimana cara menghitung resistor yang mempunyai 4 gelang warna.

    • Masukkan angka secara langsung dari kode warna gelang pertama (gelang 1).
    • Masukkan angka dari kode warna gelang kedua (gelang 2).
    • Masukkan jumlah 0 berdasarkan kode warna gelang ketiga. Bisa juga pangkatkan angka tersebut dengan angka 10 (10n).

    Ini merupakan toleransi dari nilai resistor.

    Misalnya:

    • Gelang pertama: Coklat = 1
    • Gelang kedua: Hitam = 0
    • Gelang ketiga: Hijau = 5 (jumlah 0 di belakang angka dari gelang kedua adalah 5, atau dikalikan 105 )
    • Gelang keempat: Perak = Toleransi 10%

    Jadi nilai resistornya yaitu 10 x 105 = 1.000.000 Ohm. Bisa juga 1 MOhm dengan tingkat toleransi sebesar 10%.

    Contoh Perhitungan Resistor untuk 5 Gelang Warna

    caraharian.com

    Berikut ini bagaimana cara menghitung nilai resistor yang mempunyai 5 gelang warna (contoh gambar sama tapi kali ini menggunakan 5 gelang warna).

    • Silakan memasukkan angka dari kode gelang pertama.
    • Masukkan angka dari kode warna kedua.
    • Masukkan angka dari kode gelang ketiga.
    • Masukkan 0 dari kode gelang keempat atau pangkatkan angka dengan 10 (10n)

    Ini merupakan toleransi nilai resistor tersebut.

    Misalnya:

    • Gelang pertama: Coklat = 1
    • Gelang kedua: Hitam = 0
    • Gelang ketiga: Hijau = 5
    • Gelang keempat: Hijau = 5 nol di belakang angka dari gelang ketiga, atau dikalikan 105
    • Gelang kelima: Perak = Toleransi 10%

    Jadi untuk nilai resistornya yaitu 105 x 105 = 10.500.000 Ohm. Dengan kata lain, nilai resistornya tersebut adalah 10,5 MOhm berdasarkan toleransi 10%.

    Cara Menghitung Resistor Menggunakan Kode Angka

    Sebenarnya, menghitung komponen Chip jauh lebih mudah daripada Anda menghitung komponen Axial. Alasannya karena proses penghitungan tersebut tanpa memakai kode warna. 

    Selain itu, komponen Chip juga lebih mudah dipahami. Misalnya, untuk kode angka yang muncul di body komponen Chip resistor yaitu 473. Lalu untuk cara membacanya yaitu:

    • Masukkan angka pertama = 4
    • Masukkan angka kedua = 7
    • Kemudian masukkan jumlah 0 berdasarkan angka ketiga, yakni 000 atau mengalikannya dengan 10³

    Jadi untuk nilai resistornya yaitu 47.000 Ohm alias 47 KOhm (Kilo Ohm).

    Sementara itu, contoh perhitungan yang lain berdasarkan kode angka yaitu:

    • 103 = 10 x 102 = 10.000 Ohm atau 10 KOhm
    • 222 = 22 x 10³ = 2.200 Ohm atau 2,2 KOhm
    • 334 = 33 x 104 = 330.000 Ohm atau 333 KOhm

    Meskipun begitu, ada juga yang menggunakan kode angka seperti di bawah ini:

    • 4R7 = 4,7 Ohm
    • 0R22 = 0,22 Ohm

    Keterangan: untuk tulisan R tersebut menunjukkan letaknya koma desimal.

    Sudah Paham Cara Menghitung Resistor?

    Sekian informasi tentang bagaimana cara menghitung nilai resistor. Sekarang Anda sudah paham cara menghitung resistor baik menggunakan kode gelang warna maupun kode angka. Semoga bermanfaat.

  • Cara Penulisan Kritik: Pengertian, Ciri, Jenis, Tujuan, & Contohnya

    Cara Penulisan Kritik: Pengertian, Ciri, Jenis, Tujuan, & Contohnya

    Kritik adalah sebuah tanggapan yang tidak setuju dengan pendapat tertentu dan bertujuan untuk membangun perbaikan. Dalam membuat sebuah kritik, seseorang harus memperhatikan langkah-langkah tersendiri. Oleh sebab itu, penilaian ini tidak tercipta hanya karena merasa memiliki pendapat yang berbeda saja.

    Pengertian Kritik

    Hadirnya hak asasi manusia berfungsi untuk membuat manusia memiliki kebebasan, terutama dalam berpendapat. Kritikan menjadi salah satu media untuk menyatakan pernyataan yang bertentangan dan membangun mental seseorang agar menjadi lebih baik.

    Bukan hanya itu saja, kritikan juga berarti sebuah penilaian yang diberikan kepada suatu hal penting. Sebagai contoh, ketika menonton sebuah film namun alurnya kurang memuaskan. Terkadang orang-orang berkomentar tentang jalan cerita dari film tersebut.

    Secara umum, kritik akan berupa analisis mendalam tentang suatu hal dengan memakai kajian teori. Ini bertujuan untuk memberikan penilaian dan pengamatan yang lebih baik tentang hal yang dikritik.

    Jika kritik adalah penilaian, maka isinya akan memiliki tujuan untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari karya. Selain itu, biasanya penilaian ini digunakan sebagai masukan dalam dunia seni maupun kehidupan sehari-hari.

    Pada umumnya, ada beberapa hal yang dapat mengalami kritikan. Mulai dari sastra, drama, film, musik, tarian, lukisan, dan sejenisnya. Penilaian ini sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni Clitikos yang berarti pembeda.

    Sementara itu, pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kritikan dianggap sebagai kecaman berupa tanggapan. Di maka dapat berisi makna pertimbangan baik maupun buruk terhadap suatu karya dan pendapat.

    Selain itu, kritik memiliki definisi yang berkaitan dengan tanggapan baik buruk tentang tindakan. Baik itu yang akan atau sudah dibuat. Lewat adanya kritikan, maka kualitas karya dapat lebih teruji.

    Dengan kata lain, kritikan merupakan kontra terhadap pendapat lain yang berdasarkan pengamatan dan analisis yang tepat. Di mana kritikan harus memiliki interpretasi yang mendukung, sehingga tidak akan bertentangan dengan objek yang dikritik. 

    Ciri-Ciri Kritik

    Dalam penulisan kritik, memperhatikan ciri-cirinya adalah hal yang wajib. Sehingga, kritikan memiliki intisari yang tepat sasaran dan mampu membangun ke arah lebih baik. Berikut ini adalah ciri-ciri dari kritik:

    1. Berguna untuk Menanggapi Karya Orang Lain

    Kritikan akan membantu seseorang dalam melakukan evaluasi. Hal tersebut terjadi karena penilaian ini dapat berguna sebagai media untuk menanggapi atau mengomentari karya milik orang lain.

    2. Terdapat Kelebihan dan Kekurangan

    Ketika Anda akan mengungkapkan kritikan, maka jangan lupa untuk memberikan beberapa pernyataan berisi kelebihan dan kekurangannya. Dengan demikian, orang yang dikritik tidak hanya menganggapnya sebagai ejekan. Selain itu, kelebihan dan kekurangan juga dapat mendorongnya untuk lebih berusaha kembali.

    3. Memberikan Saran

    Seperti yang Anda ketahui bahwa, kritik adalah pernyataan yang membangun. Oleh sebab itu, pernyataan ini harus berisi saran perbaikan. Sehingga yang dikritik dapat belajar ke arah yang lebih baik.

    4. Menjadi Jembatan Pemahaman

    Pernyataan ini dapat berbentuk tulisan, namun harus ditulis dengan jelas. Dengan demikian, orang-orang yang membacanya mudah memahami. Inilah mengapa kritikan dijadikan sebagai jembatan pemahaman bagi para pembacanya.

    4 Jenis Kritik Berdasarkan Fungsi

    Secara umum, ada beberapa jenis kritikan yang dapat diketahui. Salah satunya adalah jenis kritik berdasarkan fungsinya. Pada jenis ini, ada juga beberapa kategori di dalamnya, yakni sebagai berikut:

    1. Jurnalistik

    Kritik jurnalistik adalah jenis yang berisi tentang hasil penelitian. Di mana pernyataan ini nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada khalayak umum. Secara umum, jenis ini sering muncul di media massa, misalnya seperti koran dan TV. 

    Jurnalistik hampir mirip dengan kritik populer, namun memiliki penilaian yang lebih tajam dan detail. Hal tersebut terjadi karena jenis ini cenderung menggunakan media massa. Dengan demikian, keberadaannya akan memberikan pengaruh besar kepada persepsi masyarakat terhadap hal yang dikritik.

    Ada beberapa hal-hal yang menjadi ciri khas dari jenis jurnalistik. Mulai dari penulisan kritikan untuk pembaca surat kabar, tidak menyita kolom pemberitaan, menulis dengan waktu terbatas, dan bersifat sebagai berita.

    2. Populer

    Sekilas, kritik populer dan jurnalistik memang terlihat sama. Ini terjadi karena keduanya sama-sama bertujuan untuk konsumsi umum. Inilah mengapa kritikan populer memiliki sifat umum, sehingga sering menjadi publikasi dalam sebuah pernyataan kritikan karya.

    Selain itu, gaya bahasa dari jenis ini juga terbilang lebih mudah untuk dipahami orang-orang. Ini tidak berjauhan dari istilah atau kiasan yang digunakan selalu sederhana dan jelas.

    Kritik populer bisa dibuat oleh orang-orang yang tidak memiliki keahlian khusus dalam dunia seni. Dengan kata lain, semua orang bisa membuat kritik populer secara bebas.

    Sama seperti kritik lainnya, kritik populer juga memiliki ciri-ciri tersendiri. Mulai dari orang awam bisa menulis, cenderung realitas di masyarakat, dan memiliki gaya bahasa sederhana yang mudah dicerna.

    3. Kependidikan 

    Jenis kependidikan memiliki julukan sebagai pedagogis. Makna dari pedagogis sendiri adalah sebuah kegiatan yang memberikan kritikan sebagai tujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri terhadap kualitas karya dan opini yang akan dikritik.

    Secara umum, penilaian ini digunakan dalam ruang lingkup pendidikan seni. Oleh sebab itu, kritikan ini sering digunakan untuk meningkatkan kualitas karya seni miliki peserta didik.

    Penerapan kritik kependidikan di sekolah umum lebih sering berada di mata pelajaran seni. Maka dari itu, jenis ini memiliki ciri-ciri yang lebih spesifik. Adapun beberapa cirinya, seperti responsif, memiliki acuan standar nilai, terdapat di lembaga pendidikan, dan tidak ada batasan dalam diskusi.

    4. Keilmuan

    Selanjutnya adalah kritik yang memiliki sifat akademis. Dengan demikian, pemaparannya harus disertai dengan pengetahuan dan kemampuan yang tinggi untuk menilai suatu karya maupun opini tertentu.

    Secara umum, kritik keilmuan akan disampaikan oleh kritikus yang memiliki keahlian dalam bidang khusus. Misalnya bidang seni, di mana kritikus harus memahami metodologi akademis secara mendalam.

    Keberadaan kritik keilmuan dalam bidang seni sering digunakan sebagai referensi untuk memenuhi kebutuhan ilmu. Terutama untuk para curator intuisi seni, contohnya seperti galeri seni, museum seni, dan pameran lelang lukisan. 

    Dalam proses pernyataannya, kritik keilmuan memiliki ciri-ciri tertentu. Mulai dari kritikan harus menerapkan metodologi, hasil tidak mutlak, sifatnya ilmiah, dan peneliti harus mengembangkannya secara netral serta adil.

    3 Jenis Kritik Berdasarkan Titik Tolak

    Selain berdasarkan fungsinya, kritikan juga dapat Anda bedakan berdasarkan titik tolak. Ada 3 jenis yang perlu diketahui, sehingga Anda dapat memahaminya sebagai representasi bentuk kritik. Berikut uraiannya:

    1. Ekspresivistik

    Ekspresivistik seringkali digunakan dalam karya seni. Pada bidang seni, para kritikus akan cenderung menilai dan menanggapi kualitas terkait perasaan yang dituangkan seniman melalui karya seninya.

    Dengan demikian, jenis ekspresivistik memiliki hubungan erat dengan tema, judul, isi, dan visualisasi objek yang akan ditampilkan dalam proses pembuatan karya seni rupa.

    2. Formalistik

    Selain ekspresivistik, formalistik adalah kritik yang juga sering digunakan dalam bidang seni. Kritikan ini memiliki tujuan untuk menjadi konfigurasi terhadap aspek formal dari karya seni. Dengan kata lain, formalistik akan berhubungan dengan unsur-unsur pembuatannya.

    Sebagai contoh, seni lukis cenderung memiliki unsur visual, yakni warna, tekstur, garis, dan lain sebagainya. Bukan hanya itu saja, formalistik juga akan membahas tentang teknik dan bahan yang pencipta gunakan dalam karya miliknya.

    3. Instrumentalistik

    Dalam bidang seni, instrumentalistik akan lebih condong ke pencapaian moral, tujuan, politik, psikologi, dan agama. Perpaduan tersebut akan menampilkan kritikan yang ciamik.

    Pada jenis ini, penyampaiannya tidak akan menggunakan gaya bahasa yang terlalu formal dalam realitas karya seni rupa. Akan tetapi, lebih mengarah pada aspek beserta konteks di masa lalu dan masa sekarang.

    Tujuan dan Fungsi Kritik

    Setiap teori dan cabang keilmuan, tentu akan memiliki tujuan tertentu agar dapat dicapai. Inilah mengapa kritikan memiliki tujuan dan fungsi yang signifikan. Baik itu untuk karya seni maupun opini. Adapun beberapa tujuan terbentuknya kritikan antara lain sebagai berikut:

    • Kritikan digunakan sebagai sarana untuk memperbaiki suatu hal yang dikritik. Ini karena setiap karya pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. 

    Oleh sebab itu, kritikus harus mampu menilai karya secara objektif. Jadi, kritikus perlu membuktikannya berdasarkan ilmiah. Melalui ilmiah, maka hasil dapat dipertanggungjawabkan.

    • Sebuah kritikan dapat memberikan penilaian objektif dari hal yang dikritiknya. Oleh sebab itu, penilaian kritik akan melewati prosedur tertentu.
    • Bertujuan sebagai akademis, khususnya dalam bidang pendidikan. Pada jenjang pendidikan, kritikan dijadikan sebagai sarana belajar untuk mendapatkan ilmu keakademisan. Terutama mahasiswa yang seringkali mempelajari materi dengan teori yang kritis. 

    Jadi, kritik dapat bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada semua orang yang terlibat.

    • Selain sebagai akademis, kritik juga dapat bertujuan untuk komersial. Seseorang yang berprofesi sebagai kritikus dapat menghasilkan bayaran sesuai kerja kerasnya. Karena mereka sudah merelakan waktu, pikiran, dan tenaga. Misalnya seperti kritik di kolom surat kabar, tv, dan lain sebagainya.

    Fokus utama dari kritik adalah untuk menilai dan menunjukkan kelebihan maupun kekurangan karya yang dikritik. Namun, ada juga fungsi-fungsi lainnya, berikut ini penjelasannya:

    • Kritikan merupakan salah satu bagian ilmu sastra, sehingga berfungsi sebagai media pengembangan ilmu sastra lainnya. Maksud dari pernyataan tersebut adalah untuk mengembangkan teori, sejarah, dan sastra.
    • Berfungsi mengembangkan sebuah karya atau opini. Misalnya seperti mengkritik drama, puisi, prosa, lagu, dan sejenisnya. Ketika memberikan penilaian berupa kritikan, maka secara tidak langsung dapat mengembangkan karya tersebut.
    • Sebagai masukan umum dan saran yang kontra terhadap opini pribadi maupun organisasi. Hasil analisis ini dapat digunakan untuk menentukan penilaian yang lebih baik.

    Struktur Kritik

    Kritikan dapat memiliki struktur yang bervariasi, ini tergantung preferensi yang digunakan oleh pembuatnya. Secara umum, struktur kritik terdiri dari:

    1. Pengenalan

    Pada bagian ini, kritikan akan memberikan informasi secara singkat yang berkaitan dengan karya kritikannya. Misalnya seperti tema, judul, nama pembuat, dan konteks karya.

    2. Deskripsi 

    Sebagai seorang penulis kritik, Anda harus bisa menggambarkan karya secara keseluruhan. Mulai dari alur cerita, karakter, gaya bahasa, dan hal-hal penting lainnya.

    3. Evaluasi

    Struktur kritik selanjutnya adalah evaluasi. Dalam proses pembuatan bagian ini, penulis harus mampu melakukan evaluasi terkait kualitas karya. Evaluasi dijadikan sebagai inti dari kritik, sehingga harus memiliki analisis dan argumen yang kuat.

    4. Justifikasi 

    Ketika pemberian evaluasi sudah maksimal, maka penulis juga harus memberikan justifikasi. Maksud dari justifikasi adalah alasan mengapa penulis memberikan penilaian tersebut. Pemberian justifikasi memerlukan bukti konkret, jadi tidak hanya omong kosong saja.

    5. Kesimpulan 

    Kesimpulan adalah bagian akhir dari penulisan kritikan. Nantinya, pembuat kritikan akan memberikan kesimpulan dan rangkuman singkat tentang pandangannya terhadap karya yang dikritik. Selain itu, penulis juga perlu memberikan saran yang baik.

    Tips untuk Membuat Kritik Membangun

    Tujuan utama dari kritik adalah untuk memberikan saran yang membangun. Oleh sebab itu, membuat sebuah kritikan juga perlu berhati-hati. Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk membuat kritik membangun:

    1. Mulailah Secara Positif

    Ketika memulai suatu hal dengan positif, pasti hasilnya pun bagus. Anda dapat membuat kritikan dengan melakukannya secara positif, sehingga dapat memberikan penilaian yang membangun. Pernyataan dan apresiasi yang tulus adalah bentuk kritikan positif.

    Jika Anda memberikan apresiasi dalam suasana positif, tentu orang lain akan merasa bahwa kritikan tersebut membangun. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tambahkan kata-kata yang baik dan bijak di belakang kritik.

    2. Jangan Emosi

    Kondisi emosi yang tidak terkontrol akan memprovokasi suasana. Oleh sebab itu, pastikan Anda menghindari pemberian kritik secara emosi. Jangan sampai mengkritik dengan emosi, gusar, dan nada suara yang kurang mengenakan hati.

    Karena hal tersebut malah akan membuat orang yang dikritik ikut emosi. Bahkan mereka cenderung merasa tidak dihargai. Jadi, sebaiknya usahakan tidak mengkritik dalam keadaan sedang emosi.

    Supaya tidak terkesan emosi, mungkin Anda perlu menjaga nada suara saat berbicara. Anda dapat berbicara secara ramah, sehingga suara akan stabil. Hal tersebut penting karena nada suara yang tidak tepat juga bisa membuat suasana semakin panas.

    Oleh sebab itu, usahakan Anda tidak meninggikan suara. Jadi, suasana tegang tidak akan muncul. Sesuaikan nada suara agar memberikan kenyaman untuk semua situasi, baik bagi pelaku kritik maupun penerimanya.

    3. Pakai Bahasa Tubuh yang Ramah

    Tips kritik selanjutnya adalah memperhatikan bahasa tubuh. Ini bertujuan untuk memberikan watak yang baik di mata orang lain. Sehingga mereka akan percaya bahwa Anda adalah orang yang mampu berempati. Hasilnya, mereka akan merasa nyaman dalam menyambut kritikan yang Anda berikan.

    Pastikan untuk menghindari bahasa tubuh yang mengarah ke kesan negatif, menyerang, atau bahkan menyalahkan. Ini bertujuan agar Anda tidak dianggap sedang merasa marah. Masih berhubungan dengan penjelasan sebelumnya, Anda juga sebaiknya menghindari penggunaan bahasa dan penilaian secara kasar.

    4. Beri Tanggapan yang Spesifik

    Jika Anda memberikan kritikan yang spesifik, maka penerima akan semakin mudah untuk memahaminya. Oleh sebab itu, pastikan fokus kepada inti objek saja. Jangan lupa untuk memberikan penjelasan penilaian sejelas mungkin.

    Anda dapat memberikan aspek kunci kritik yang lebih spesifik. Tujuannya agar orang yang mendapatkan kritikan dapat mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan mereka.

    5. Dorongan untuk Mengkritik Diri Sendiri

    Dalam menentukan solusi secara mandiri memang terkadang sulit untuk dilakukan. Ini karena rasa percaya diri yang kurang, sehingga mengakibatkan diri tidak memiliki perkembangan. Sama halnya dengan kritik, jika seseorang tidak mau menerima pendapat orang lain, maka kemungkinan value diri pun berkurang.

    Bagi beberapa orang, memang tidak mudah menentukan solusi sendiri. Oleh sebab itu, mereka akan membutuhkan pendapat dari pihak lain. Nah, tips ini dapat Anda gunakan untuk mendorong penerima kritik untuk mengkritik dirinya sendiri.

    6. Fokus Perilakunya

    Tips kritik berikutnya adalah fokus pada perilaku atau karyanya saja. Jika Anda memberikan kritikan yang berfokus pada perilaku tanpa melihat orangnya, maka kritik dapat membangun pribadi yang lebih baik. 

    Jika akan memberikan penilaian terhadap karakter seseorang harus berhati-hati melakukannya. Ini karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga pastinya akan ada yang merasa sakit hati karena kritikan tersebut.

    7. Berikan Saran dan Masukan 

    Jika Anda ingin membantu orang lain supaya berubah ke arah yang positif, maka Anda perlu masukan yang tepat. Meskipun penyampaian hal-hal baik tidak bisa menjadi patokan orang-orang mengalami perubahan, sebab hal tersebut di luar kendali.

    Ketika Anda memberikan kritikan kepada seseorang atas karya atau opini mereka, maka berikan juga saran dan masukan. Karena itu akan membuatmu tampak sedang membangun relasi yang baik. Selain itu, tips ini juga mampu membuat penerima kritik merasa nyaman karena merasa dihargai.

    8. Tahu Waktu

    Ketika menjadi salah satu kritikus dengan metode yang membangun, maka Anda harus mengetahui kapan harus berhenti bicara. Selain itu, hargai juga waktu dari pihak lainnya. Idealisnya, kritikan akan berisi dari satu atau dua kalimat, kemudian pembicaraan akan berakhir.

    Oleh sebab itu, hindari membahas pengulangan masalah yang terjadi. Ini karena hal tersebut dapat memunculkan perasaan negatif. Jadi, pastikan untuk mengontrol waktu kapan Anda akan selesai menyampaikan kritikan. 

    9. Jangan Pemborosan Kata

    Bahasa yang digunakan kritik adalah bahasa yang jelas dan mudah dipahami oleh semua orang, khususnya penerima kritikan. Pastikan untuk tidak menggunakan banyak kata, supaya penerima kritikan tidak kewalahan.

    Kritik yang memiliki pemborosan kata akan menimbulkan kesan sedang mengutarakan permasalahan kepada pihak penerima. Meskipun berbentuk positif, namun pemborosan kata malah akan memberikan kesan negatif dalam pembicaraan.

    10. Melakukan Tindakan Lanjut

    Setelah memberi kritikan, sebaiknya Anda juga harus memberikan pengamatan khusus. Maksudnya, sambil mengamati seseorang, Anda perlu memikirkan penilaian yang akan membuatnya maju.

    Lakukan diskusi untuk menemukan langkah-langkah yang konkret, sehingga dapat mencapai tujuan dan penilaian yang maksimal. Jangan lupa untuk memberikan pujian terhadap kemajuan yang telah penerima kritikan buat.

    Contoh Kritik yang Benar

    Setelah memahami serba-serbi tentang kritik, maka Anda perlu mengetahui contoh yang baik. Dasar dari contoh kritik adalah bagaimana cara pelaku pemberi kritikan menuangkan opininya yang memiliki kaitan erat dengan tema dari hal yang dikritik. Nah, berikut ini contoh-contohnya:

    • Komik yang kamu buat memiliki alur cerita lucu. Namun, menurut saya komik ini kurang cocok untuk kalangan anak-anak.
    • Suami tidak hanya bertanggung jawab tentang nafkah. Mereka juga harus memiliki keahlian khusus untuk membantu istri dalam mengurus anak-anak dan rumah.
    • Saya merasa konser kemarin sangat seru dan menyenangkan. Akan tetapi, ada banyak hal yang harus diperbaiki. Khususnya untuk pengamanan lingkungan sekitar konser, karena terlihat berantakan dan longgar.
    • Buku ini berisi tentang hal inspiratif, sehingga maknanya sangat bagus. Namun sangat disayangkan, karena sampul bukunya tidak terlihat merepresentasikan isi di dalamnya. Sebaiknya penerbit menambah ilustrasi menarik pada sampul untuk membuat buku semakin banyak penggemarnya.
    • Sebenarnya kamu sudah memilih objek foto yang bagus, namun pengambilan fotonya kurang fokus. Oleh sebab itu, lebih baik kamu pilih angle yang lebih bervariatif dan fokuskan pada objek utamanya.
    • Kamu memilih isi yang menarik dan relevan dengan artikel, namun sangat disayangkan bahwa tata cara penulisannya masih banyak membutuhkan perbaikan. Khususnya pada struktur, gaya bahasa, dan penggunaan tanda baca.
    • Sebaiknya kamu harus berhati-hati dalam memilih diksi, sehingga kamu bisa mendapatkan diksi yang tepat dan cermat. Dengan demikian, hasil puisi akan terdengar lebih berkualitas.
    • Barang di toko ini memiliki kualitas yang cukup baik, namun pelayanannya sangat tidak ramah.
    • Ketika membuat tulisan, sebaiknya Anda memakai banyak referensi. Sehingga tulisan akan terlihat lebih bervariasi.
    • Desain interior yang Pak Rahmat sangat menarik. Namun, dekorasinya memiliki penataan yang kurang estetik. Sehingga membuat ruangan terlihat penuh dan sesak karena terisi banyak barang.
    • Kamu memang sudah terbukti kreatif dalam bidang lukisan, namun cobalah untuk mencoba hal baru di luar zona nyamanmu.
    • Pada proses perkembangan anak, bertengkar dapat mempengaruhi hal yang tidak baik. Oleh sebab itu, sebaiknya menerima perbedaan dengan berlapang dada saja.
    • Sebagai orang tua, sebaiknya Anda mengawasi anak-anak dengan benar. Sehingga mereka tidak terlibat pergaulan bebas yang salah.
    • Mencari nafkah memang perjuangan utama dari suami, namun sebenarnya tugas suami bukan hanya itu saja.
    • Mohon maaf, saya rasa baju kamu kurang pantas untuk digunakan dalam acara seperti ini. Jadi, bisakah kamu menggantinya?
    • Saran saya, usahakan untuk tidak bertengkar di hadapan anak-anak. Karena hal itu dapat mempengaruhi perkembangannya, terutama pola pikir. Jadi, sebaiknya cari tempat yang lebih private untuk menyelesaikan masalah. 
    • Pergaulan anak zaman sekarang sangat mengerikan. Jadi, sebagai orang tua harus pintar dalam mengawasinya. Tanpa pengawasan yang tepat, tahu-tahu anak malah terjerumus ke dalam pergaulan sesat.
    • Kinerjamu dalam bekerja di perusahaan ini memang sudah bagus, namun sayang kamu ternyata sering terlambat datang. Akibatnya, kamu mendapatkan surat peringatan dari atasan.
    • Kami akui memang suaramu saat menyanyi sangat merdu dan candu untuk didengar. Akan tetapi, sangat disayangkan kamu salah memilih lagu yang tidak ada sangkut pautnya dengan tema acara yang telah ditentukan.

    Sudah Siap Membuat Kritik?

    Secara singkat, kritik adalah perkataan yang mampu membangun mental seseorang menjadi lebih baik. Sebelum melontarkan kritikan, pastikan terlebih dahulu apakah sudah sesuai struktur atau tidak. Jadi, kritik tidak akan menyinggung perasaan orang lain.

  • 10 Contoh Puisi Pahlawan, Cocok Sambut Hari Pahlawan

    10 Contoh Puisi Pahlawan, Cocok Sambut Hari Pahlawan

    Para pahlawan yang telah gugur memiliki peran penting terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia. Mungkin tanpa jasa mereka, rakyat Indonesia masih dibelenggu penjajah. Salah satu bentuk apresiasi untuk semua jasa dan pengabdian mereka kepada bangsa, Anda bisa membuat puisi pahlawan. Simak contohnya berikut!

    Contoh Puisi Pahlawan

    Membuat puisi memang membutuhkan keahlian khusus. Karena harus memikirkan gaya bahasa, makna, hingga diksi menarik. Oleh sebab itu, berikut ini adalah beberapa contoh puisi bertema pahlawan yang bisa Anda jadikan sebagai referensi:

    1. Hargai Pahlawan Kita

    Pertama adalah karya tentang penghargaan pada pahlawan. Berikut isinya:

    Seberapa banyak darah yang tumpah di masa lalu?

    Seberapa banyak umat yang telah mati?

    Seberapa banyak keluarga yang kehilangan saudaranya?

    Anak, istri, bapak, ibu mereka semua ditinggalkan.

    Dengan jiwa dan darah yang mereka miliki.

    Dengan raga kokoh yang mereka pasang pada garda terdepan.

    Dengan perasaan ikhlas yang mereka berikan sukarela.

    Bahkan mereka tidak merasakan dan menjadikan sakit sebagai beban.

    Cacat, pincang, hilang, hingga mati.

    Itulah nasib akhir mereka.

    Itulah ujung hidup yang harus mereka terima.

    Itulah bentuk jihad mereka untuk bangsa tercinta.

    Jangan tampar Indonesiaku. Tampar saja aku!

    Jangan bakar Indonesiaku. Bakar saja aku!

    Jangan hancurkan Indonesiaku. Hancurkan saja aku!

    Itulah kalimat yang mereka katakan.

    Ayolah bangkit Indonesiaku.

    Hari ini adalah hari pahlawan kita semua.

    Ku umumkan sekarang kepada kalian.

    Tolong hargai pahlawan kita!

    2. Pahlawan Tanpa Nama

    Lalu, terdapat karya untuk para pahlawan yang tidak diketahui namanya. Berikut isinya:

    Berpuluh-puluh tahun ia terbaring.

    Namun, itu bukanlah tidur!

    Peluru tajam berhasil melubangi dadanya.

    Ia tersenyum secara beku tanpa kata.

    Kita sedang berperang, sayang!

    Ia tidak tahu namanya siapa.

    Dia pun tidak ingat darimana ia berasal.

    Terlihat jelas kedua lengan miliknya memeluk senapan.

    Bahkan, dia tidak tahu untuk apa dan siapa ia datang.

    Lalu ia terbaring, namun bukan tidur!

    Dengan wajah yang sunyi, ia menengadah.

    Retranya menangkap sepi senja pada saat itu.

    Dunia terasa berhenti dan beku, tanpa ada derap dan suara merdu kesukaannya.

    Ia masih sangat muda.

    Hari itu, 10 November awan pun ikut merasakan kepedihannya.

    Hujan turun deras, seakan dunia runtuh.

    Orang-orang ingin kembali melihatnya.

    Ada rangkaian bunga yang tersaji.

    Meskipun wajah-wajah tersebut tidak dikenal oleh mereka.

    Namun, segala jasanya akan selalu terkenang.

    3. Pahlawan Bangsaku

    Selanjutnya adalah puisi Pahlawan Bangsaku. Berikut isi lengkapnya:

    Wahai bangsaku.

    Seperti hancur bagai tulang belulang yang berkeping-keping.

    Berserakan tidak terbentuk.

    Banyak peluh dan darah yang jatuh mengalir dari raga.

    Walau sekarang cucuran keringat itu menjadi penyejuk hati.

    Meski kini keringat bercucuran menjadi penyejuk hati

    Sukarela dalam memperjuangkan kebebasan Bumi Pertiwi.

    Mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan tinggi.

    Menatap kibaran yang membuat air mata jatuh secara perlahan.

    Berdoa dengan khusyuk memohon kepada Tuhan.

    Untuk para pahlawan negeri yang telah gugur.

    Untuk mereka yang tidak kenal takut dan mundur.

    Untuk mereka yang menginjak kabut pasir berdebu.

    Untuk mereka yang memiliki sayang dan semangat juang yang tak terhingga.

    Lihatlah! Berkat jasa kalian Indonesia bebas dari belenggu jajah.

    Kini, semangatmu hanya bisa ku kenang.

    Meski ragamu telah hancur terkubur dalam tanah dan terurai oleh zaman.

    Namun, demi tumpahan darahmu.

    Tulang patah yang disebabkan oleh perlawananmu.

    Kami, anak bangsa.

    Akan selalu memperjuangkan masa depan Indonesia.

    Walaupun dengan cara yang berbeda darimu.

    4. Diponegoro (Chairil Anwar)

    Berikut adalah contoh puisi Diponegoro:

    Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali.

    Dan bara kagum menjadi api.

    Di depan sekali tuan menanti.

    Tak gentar, lawan banyaknya seratus kali.

    Pedang di kanan, keris di kiri.

    Berselempang semangat yang tidak bisa mati.

    MAJU.

    Ini barisan tak bergenderang-berpalu.

    Kepercayaan tanda menyerbu.

    Sekali berarti.

    Sudah itu mati.

    MAJU.

    Bagimu Negeri.

    Menyediakan api.

    Punah di atas menghamba.

    Binasa di atas ditindas.

    Sungguh pun dalam ajal baru tercapai.

    Jika hidup harus merajai.

    Maju.

    Serbu.

    Serang.

    Terjang.

    5. Ketidakadilan

    Selanjutnya adalah puisi mengenai dengan tema ketidakadilan, berikut isinya:

    Terdengar berbagai peluru yang saling beradu desingan.

    Menciptakan dentuman suara meriam keras yang saling menyahut.

    Dari kejauhan, ledakan sudah menggelegar dengan keras.

    Ini pertanda peperangan dahsyat sedang berlangsung!

    Sungguh, pertarungan ini sungguhan dahsyat mengguncang bangsa.

    Keadilan dan ketidakadilan mulai terjadi.

    Semua bertanya-tanya, siapakah yang akan menjadi pemenang?

    Semua tidak tahu, sebab pertarungan belum membuahkan hasil.

    Para pahlawan kemerdekaan dan penjajah negeri adalah aktor utama pertarungan.

    Akhirnya, bendera berkibar dengan gagah.

    Itu menjadi pertanda kemenangan.

    Bendera warna merah dan putih, terlihat gagah berkibar.

    Penuh tangis, kemenangan ada di tangan Indonesia!

    6. Telah Gugur Pahlawanku

    Di nomor 6, terdapat puisi pahlawan yang telah gugur. Berikut isinya:

    Lihat, dia berjalan dengan merangkak.

    Tepat di atas bumi tercinta.

    Tak kuasa menegakkan tubuh dan wajahnya.

    Ia telah ikhlas melepaskan hidupnya secara gemilang.

    Setelah itu, pelor terakhir berhasil membidiknya.

    Ke arah dada musuh yang merebut Bumi Pertiwi.

    Dia merangkak.

    Di atas bumi tercinta.

    Usianya sudah tua.

    Sekujur badan terdapat banyak luka.

    Seperti harimau tua.

    Maut susah payah untuk menjeratnya.

    Dia memiliki mata seperti saga.

    Melihat musuh dengan tajam.

    Musuh pergi, pertarungan usai.

    Pertempuran gemilang usai, lima pemuda mengangkatnya.

    Meski ada anaknya, dia menolak untuk diangkat.

    Dia tetap merangkak.

    Untuk menuju ke kota kecintaannya.

    Ya, ia merangkak.

    Di atas bumi tercinta.

    Belum melangkah dengan banyak, maut menghadangnya secara cepat.

    Secepat anaknya memegang tangannya.

    Lalu, dia berujar:

    “Bahwa sesungguhnya yang berasal dari tanah akan kembali ke tanah jua.

    Aku berasal dari tanah, tanah Ambarawa kesayanganku.

    Kita bukan anak jadah, sebab kita memiliki bumi asalnya.

    Bumi yang merawat kita dengan mata air mengalir.

    Tempat pautan sah, itulah bumi kita.

    Penuh kehormatan.

    Segala inti jiwa yang kita miliki adalah bumi tercinta.

    Ini bumi nenek moyang.

    Bumi warisan yang harus dijaga.

    Baik sekarang, maupun masa yang akan datang.

    Ketika hari berubah malam.

    Bumi itu terbakar.

    Sebab api menyala yang membelenggu.

    Orang tua tersebut berujar:

    “Lihat, fajar telah tiba!”

    Wahai bumi yang indah,

    Kita akan berpelukan untuk selama-lamanya!

    Nantinya, ada waktu gemilang lain.

    Dimana seorang cucuku akan menancapkan bajak di tempat kita terkubur.

    Kemudian, benihnya akan ditanam.

    Lalu tumbuh dengan subur.

    Ia berujar pada akhir hayatnya:

    “Alangkah lebih baik, gemburlah tanah di sini!”

    Hari semakin malam.

    Ia menutup mata.

    Ia telah gugur.

    Untuk selama-lamanya.

    7. Jejak-Jejak Pejuang

    Berikutnya adalah puisi Jejak-Jejak Pejuang:

    Jejak-jejak para pahlawan bangsa.

    Semerbak harum dalam deretan syair pujangga.

    Bercerita indah akan kisah perjuangan.

    Sang pahlawan dalam membela bangsa.

    Meregang nyawa di medan peperangan.

    Raga berlubang tertembus peluru tajam.

    Meski tersungkur tergeletak di tanah.

    Kau tetap hidup dalam sanubari anak bangsa.

    Jejak-jejak para pahlawan bangsa.

    Menapak jelas menembus zaman.

    Kini kau pun mampu menyaksikan dari surga.

    Bangsamu bersatu padu dalam semangat membela.

    8. Tak Gentar Berjuang

    Selanjutnya adalah puisi bagi mereka yang tak gentar memperjuangkan Indonesia:

    Untukmu para pejuang Indonesia.

    Berbekal bambu runcing.

    Berbaris jajaran terdepan.

    Berteriak maju melawan penjajah.

    Peluh keringat bercucuran darah jua.

    Kau hiraukan demi kemerdekaan bangsa.

    Tak gentar semua pengorbananmu.

    Kini Indonesia telah merdeka.

    Bagaimana anak bangsa seperti kami membalas perjuanganmu.

    Segala kau berikan pada bumi Ibu Pertiwi.

    Tanpa mengharap imbalan jasa.

    Tak sedikit dari para pejuang kehilangan nyawa.

    Tak diketahui pula apa benar telah dikebumikan.

    Semua yang bertempur dengan layak.

    Izinkan kami menjadi sepertimu.

    Terbakar semangat hingga urat nadi.

    Memperjuangkan Indonesia dengan cara berbeda.

    Pahlawanku.

    Engkau kan selalu dikenang.

    Atas jasamu dan dalam sejarah perjuangan.

    9. Soekarno (Asty Kusumadewi)

    Berikut adalah puisi pahlawan karya Asty Kusumadewi tentang Soekarno:

    Bangga tanah Surabaya melahirkanmu. 

    Bangga tanah Blitar menjadi tempat istirahatmu. 

    Pejuang nomor satu, tampan dan bijaksana definisi dirimu sesungguhnya.   

    Bung Karno.. 

    Kau cerdas, menguasai banyak bahasa.

    Kau berwibawa dikagumi dunia. 

    Daya juangmu tinggi untuk Indonesia merdeka.   

    Terimakasih bapak proklamator Indonesia. 

    Teks proklamasi lantang kau bacakan. 

    Bendera dijahit oleh istrimu yang menawan. 

    Indonesia merdeka atas nama bangsa Indonesia. 

    Diwakili Soekarno-Hatta.

    10. Mati Secara Terhormat

    Terakhir adalah karya untuk para pahlawan berjudul Mati Secara Terhormat:

    Berlari untuk mengejar para musuh.

    Berhasil menghindar dari ancaman dan serangan.

    Upaya yang tegar, meski gempuran yang membuat nafas habis.

    Ia meninggalkan keluarga di rumah.

    Padahal mengharapkan dengan cemas kehadirannya.

    Ia pun dikepung, lalu menjadi tawanan penjajah.

    Meski begitu, pahlawanku tetap hidup untuk mengabdi kepada rakyat dan bangsa.

    Kau, mati dengan cara paling hormat.

    Mari Peringati Hari Pahlawan dengan Puisi!

    Itulah beberapa contoh puisi pahlawan yang bisa Anda gunakan untuk memperingati hari pahlawan tahun 2023. Sebagai warga negara yang baik, selalu ingat dan kenang pahlawan bangsa adalah salah satu kewajiban. Mari mengenang perjuangan mereka lewat puisi!

  • 60+ Pantun untuk Guru, Terbaik, Menyentuh Hati

    60+ Pantun untuk Guru, Terbaik, Menyentuh Hati

    Seperti yang diketahui bahwa banyak sekali jenis pantun dengan berbagai macam tema yang memiliki makna setiap kalimatnya. Untuk jenis pantun sendiri terdiri dari pantun jenaka, teka-teki, agama, nasehat, lucu, dan kiasan. Nah berikut ini akan membahas beberapa referensi mengenai pantun untuk guru.

    Apa Itu Pantun Untuk Guru?

    Sebelum ke contohnya, bagi yang masih awam soal pantun harus tahu pengertiannya. Dari pengertian pantun sendiri adalah sebuah puisi lama yang tiap baitnya terdiri dari empat baris dengan memiliki sampiran serta isi. 

    Dengan begitu pantun untuk guru dapat diartikan karya sastra atau puisi lama yang temanya mengangkat tentang guru. Banyak sekali karya sastra seperti pantun yang mengangkat tema tersebut, bahkan bisa berjumlah puluhan hingga ratusan. 

    Contoh Pantun untuk Guru

    Terdapat beberapa contoh pantun untuk guru yang menarik dan bermakna, antara lain:

    Bunga mawar bunga kamboja

    Indah menawan di ruang tamu

    Jasa guru tiada kira

    Telah mendidik kami tanpa jemu.

    Pergi ke desa hendak bertamu

    Membawa bingkisan dari kota lama

    Jika sayang kepada guru

    Jagalah adab dan tutur kata.

    Ke Semarang mampir pasar minggu

    Tidak lupa membeli makan

    Ucapan terimakasih untukmu guru

    Budi jasamu tak pernah terlupakan

    Pergi ke pasar membeli tomat

    Ingat waktu jadi terburu-buru

    Untukmu guru yang terhormat

    Semoga engkau diberikan sehat selalu

    Ketika makan jangan lupa berdoa

    Agar diberi berkah dan rahmat

    Guru selalu mengajari kita

    Dengan maksimal hingga dapat

    Kakek ke sawah untuk menanam padi

    Sampai di rumah hingga petang

    Jasa para guru sentiasa di hati

    Akan selalu kami kenang

    Burung kedidi ditangkap hendak pergi

    Pergi dan datang mencari makan

    Jasa guru sentiasa di hati

    Semoga hidup bahagia dan aman

    Australia negara banyak kanguru

    Jadi tujuan untuk rencana pergi

    Sangat mulia jasamu guru

    Telah mendidik kami menjadi pandai

    Pohon tinggi menjulang ke atas

    Terlihat asri seperti hutan yang kaya

    Jasa guru tidak bisa terbalas

    Telah mendidik kami hingga berjaya

    Bunga mawar bunga melati

    Terpajang indah di ruang tamu

    Memberikan usaha yang gigih setiap hari

    Telah mendidik kami tanpa jemu

    Membeli cincin di pasar baru

    Terlihat cantik dan indah

    Wahai bapak dan ibu guru

    Engkau selalu baik dan ramah

    Membeli sepatu dan tas baru

    Untuk hadiah ulang tahunku

    Wahai bapak dan ibu guru

    Terimakasih atas semua ilmu.

    Buah jeruk buah jambu

    Membelinya di toko pak kardu

    Kami hormat dan sayang kepada guru

    Telah mendidik kami menjadi orang baru.

    Membeli televisi di toko china

    Letaknya ada di tengah kota

    Engkau telah mengajari dengan sukacita

    Hingga kami bisa meraih cita-cita.

    Pergi berkencan di malam minggu

    Untuk menumbuhkan rasa kasih cinta

    Wahai engkau guru-guruku

    Terima kasih atas segala ilmunya.

    Pergi ke pasar jualan tomat

    Tidak lupa membelikan anak coklat

    Wahai bapak ibu guru yang terhormat

    Agar selalu hidup bahagia dan sehat.

    Gadis desa cantik tiada tanding

    Sangat ingin ku jadikan kekasih

    Meskipun kata ini tidak sebanding

    Aku tetap ucapkan terima kasih.

    Cumi-cumi di laut banyak tinta

    Banyak ditangkap dengan jala

    Wahai bapak ibu guru tercinta

    Engkaulah jadi sumber pelita.

    Membeli cat dengan warna abu-abu

    Pergi menyusuri jalan yang berbatu

    Jasa bapak ibu guru selalu di kalbu

    Tak akan lekang oleh waktu.

    Minum teh hangat dengan ketan

    Duduk bersantai di sore hari

    Terimakasih ini ku persembahkan

    Kepada guru yang telah mendidik kami.

    Pergi ke pasar membeli tahu

    Senang hati menaiki becak roda tiga

    Kami ucapkan terima kasih kepadamu

    Semua jasamu tak akan ku lupa.

    Banyak kain tergantung di kawat

    Melihat banyak tali terikat

    Wahai guruku yang terhormat

    Semua jasamu akan ku ingat hingga kiamat.

    Buah kedondong buah belimbing

    Lari ke teras tersandung ranting

    Aku ucap terimakasih telah membimbing

    Telah mendapat ilmu yang penting.

    Ikan hiu di laut dalam

    Berenang bebas bersama ikan-ikan

    Hidup kamu bersinar tiada kelam

    Karena guru telah memberi pelajaran.

    Makan nasi hingga perut kenyang

    Pergi berkebun hingga lupa istirahat

    Bapak ibu guru yang kami sayang

    Terimakasih untuk ilmu yang bermanfaat.

    Pergi tamasya dengan senang hati

    Tidak lupa membawa tas kecil

    Usahamu selalu gigih setiap hari

    Telah mendidik kami hingga berhasil.

    Hewan gorila besar badannya

    Melihat sekitar banyak menjual buah naga

    Guru telah berjuang mendidik bangsa

    Segala pengabdiannya sungguh berjasa.

    Membuat karya dengan hasil kreatif

    Agar menjadi orang yang aktif

    Wahai guruku yang sangat inspiratif

    Berjiwa besar dan mengedukatif.

    Makan buah mangga dengan kulitnya

    Petik buah pepaya banyak getah

    Terimakasih atas semua ilmunya

    Telah mengajar kami tak kenal lelah.

    Pergi berlibur ke pantai kukup

    Membuka pintu jangan lupa ditutup

    Seribu terimakasih tidaklah cukup

    Karena hidupku sudah tak lagi redup.

    Jika bimbang berdoalah kepada tuhan

    Kelak hidup di akhirat akan kekal

    Kami siswa siswi ingin mengucapkan

    Selamat memperingati hari guru nasional.

    Air hujan turun dengan perlahan

    Membuat bumi tampak bersih

    Tidak lama lagi datangnya perpisahan

    Segenap hati kami ucapkan terima kasih.

    Ada tupai berlompat ria di dahan

    Pulang ke sarang membawa makan

    Kami ucapkan terimakasih pahlawan

    Yang telah memberikan ilmu pengetahuan.

    Sudah lama hujan tak kunjung tiba

    Tumbuhan dan hewan mulai kelaparan

    Terima Kasih dari kami yang tiada kira

    Untuk pahlawan di dunia pendidikan.

    Bersantai sore sambil menyantap ketan

    Banyak pemancing menangkap ikan

    Semoga bapak ibu guru memaafkan

    Jika kami sering mengecewakan.

    Udara dingin menusuk sampai kaki

    Malam berbintang selalu saja menemani

    Untuk merasa sedih hati

    Jika guru masih membuat tersenyum lagi.

    Pergi ke hutan berburu kelelawar

    Membawa bekal dengan nasi ketan

    Terimakasih telah membuat kami sadar

    Betapa pentingnya ilmu pengetahuan.

    Bayi menangis meminta air susu

    Ingat selalu patuh kepada orang tua

    Kami ucapkan terima kasih bapak ibu guru

    Yang telah mengajari kami membaca.

    Bayi tertawa sangatlah terlihat lucu

    Membuat hilang dari rasa kesedihan

    Semoga bapak dan ibu guru

    Selalu diberkahi oleh Tuhan.

    Panas terik menyengat di siang hari

    Menunggu kakek pulang dari ladang

    Wahai bapak ibu guru yang kami cintai

    Semua jasamu akan kami kenang.

    Memancing di laut disambar pelikan

    Berenang ke tepi melihat buaya

    Untuk pahlawan di dunia pendidikan

    Semoga selalu merasakan bahagia.

    Melihat bulu mata aduhai cantiknya

    Membuat kaum hawa semakin terpesona

    Kami doakan selalu guru tercinta

    Senantiasa sehat jiwa dan raganya.

    Pergi ke toko membeli sepatu

    Wajah senang dengan tersipu malu

    Wahai guruku kami ingin ucapkan

    Selamat memperingati hari guru.

    Pergi berkeliling hutan kalimantan

    Tidak lupa membawa nasi padang

    Terimakasih memberikan ilmu pengetahuan

    Wahai bapak ibu guruku tersayang.

    Berjalan menyusuri persawahan sendiri

    Panas terik menyengat saat siang

    Maafkan semua kesalahan muridmu

    Doakan kami selalu bisa berkembang.

    Berjalan sendiri di malam hari

    Selalu ditemani dengan cahaya bulan

    Jika ada hati yang kami sakiti

    Mohon dimaafkan semua kesalahan.

    Nelayan berlayar menangkap ikan teri

    Pergi malam pulang pagi hari

    Apabila sudah tiba saatnya nanti

    Semoga tidak melupakan kami.

    Pergi ke bukit menanam kentang

    Tidak lupa untuk memakai sepatu

    Wahai guru yang kami sayang

    Terima kasih atas semua didikanmu.

    Dompet di saku berwarna biru

    Membeli oleh-oleh di pasar minggu

    Jika bukan jasa bapak ibu guru

    Dengan siapa kami mencari ilmu.

    Menggambar tato di tangan kiri

    Dengan gambar bulan dan matahari

    Bagaimana tidak merasa murung hati

    Karena waktu berpisah telah menanti.

    Pergi ke masjid mendengar adzan

    Berdoa untuk menyejukan hati

    Sebelum datangnya perpisahan 

    Tolong berikan kami ilmu sedikit lagi.

    Datang ke kebun binatang melihat unta

    Menaiki motor roda dua

    Meskipun hanya sepatah kata

    Pantun ini khusus untuk guruku tercinta.

    Tanah basah membuat kotor kaki

    Hujan datang di pagi hari

    Jika ingin membuat guru senang hati

    Maka berikanlah dengan banyak prestasi.

    Pergi ke pasar membeli sapu

    Tidak lupa memakai kacamata

    Selalu patuhi apa kata guru

    Agar tidak menyesal kemudian harinya.

    Memasak menu makanan dengan kari

    Menjalankan puasa tinggal beberapa hari

    Wahai bapak ibu guru yang baik hati

    Terima kasih telah mendidik kami.

    Jarang bergerak badan terasa kaku

    Perut kenyang memakan buah labu

    Sangat senang diajar ibu guru

    Orangnya sangat cantik dan seru.

    Pergi jalan-jalan naik wahana

    Makan buah nanas dengan saudara

    Meski tampilan busana yang sederhana

    Namun tetap bu guru membuat terpesona.

    Naik gunung menginjak lintah

    Tangan kering penuh dengan tanah

    Ketika guru menyapa sangat ramah

    Selalu tersenyum di rumah dan sekolah.

    Gula ditumbuk menjadi halus

    Membuat roti dengan cara dikukus

    Meskipun nanti muridmu telah lulus

    Kasih sayangmu tidak akan pupus.

    Ikan diiris masukan ke kulkas

    Pintu dipaku tak mudah lepas

    Jika bapak ibu guru masuk kelas

    Semua semangat dan tak malas.

    Pulang ke rumah tak tahan rindu

    Rasa senang bertemu keluarga

    Terima Kasih telah mendidikku

    Semoga bisa membuat ibu guru bangga.

    Daging sapi dimasak terasa kenyal

    Untuk menyambut hari raya lebaran

    Untuk memperingati hari guru nasional

    Mari kita sukseskan pembelajaran.

    Putus cinta terasa sakit hati

    Melihat bintang saat malam hari

    Wahai guru yang kami sayangi

    Engkau selalu sabar dan tak memarahi.

    Sudah Mendapat Referensi Tentang Pantun untuk Guru?

    Itulah beberapa contoh mengenai pantun untuk guru. Nantinya bisa dijadikan pandangan ketika waktu perpisahan dan hari guru untuk memberikan sebuah pantun. Dengan begitu bisa menyentuh hati para guru.

  • Biografi Sunan Kalijaga (Raden Syahid) dan Dakwahnya

    Biografi Sunan Kalijaga (Raden Syahid) dan Dakwahnya

    Dalam penyebaran Islam di Indonesia, nama Walisongo sudah tidak asing lagi. Seperti namanya, kelompok ini memiliki 9 tokoh dengan metode penyebaran yang berbeda-beda. Salah satunya adalah Sunan Kalijaga atau Raden Syahid. Ingin mengenal beliau lebih dalam lagi? Ketahui biografi Sunan Kalijaga berikut ini!

    Biografi Sunan Kalijaga

    Menjadi seorang tokoh Islam yang berpengaruh, khususnya di pulau Jawa. Membuat nama Sunan Kalijaga telah dikenal oleh khalayak umum dari masa ke masa. Mengingat seberapa pintarnya ia menyebarkan Islam, tentu informasi tentang beliau tidak boleh terlewatkan. Berikut biografinya:

    1. Masa Kecil Sunan Kalijaga

    Lahir pada tahun 1400-an, Sunan Kalijaga adalah seorang keturunan keluarga bangsawan dari Tuban. Ayah beliau menjabat sebagai bupati Tuban, yakni Tumenggung Wilatikta atau yang sering disebut Raden Sahur. Sedangkan Ibu beliau bernama Dewi Nawangrum.

    Sunan Kalijaga memiliki nama kecil Raden Syahid, di mana dalam beberapa literasi terkadang dieja menjadi Raden Said. Sebagai keturunan bangsawan, beliau memiliki sejumlah julukan. Mulai dari Pangeran Tuban, Raden Abdurrahman, Lokajaya, Syekh Malaya, dan Ki Dalang Sida Brangti.

    Adapun dua pendapat berbeda yang membahas tentang asal-usul Sunan Kalijaga. Pada pendapat pertama, dikatakan bahwa Sunan Kalijaga adalah keturunan Jawa asli dan Arab.

    Sementara itu, ada juga yang berpendapat bahwa Sunan Kalijaga adalah orang Arab. Hal tersebut didasari adanya Babad Tanah Jawi dengan urutan silsilah keluarganya mulai dari kakeknya. Dalam silsilah tersebut, Sunan Kalijaga masih keturunan dari Abbad bin Abdul Muthalib, yakni paman dari Nabi Muhammad SAW.

    Sejak kecil, guru agama Sunan Kalijaga sudah mengenalkan agama Islam kepada beliau. Hal tersebut bertujuan untuk menjadikan dasar-dasar Islam (Al-Qur’an dan Hadist) sebagai pedoman hidup yang baik untuk Sunan Kalijaga.

    Selain itu, ia juga kerap diajarkan materi kepemimpinan sejak masih belia. Sehingga, Sunan Kalijaga sudah bisa menyelesaikan suatu permasalahan dengan mudah. Ini terbukti saat belia Sunan Kalijaga kerap menjadi pemimpin atau pemberi ide ketika bermain bersama teman-temannya.

    Meskipun memiliki kepintaran luar biasa, Sunan Kalijaga selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong. Sehingga, beliau selalu disukai oleh orang-orang sekitarnya.

    2. Perseturuan dengan Sang Ayah

    Menurut sejarahnya, ayah Sunan Kalijaga adalah asli keturunan dari pemberontak legendaris kerajaan Majapahit, yakni Ronggolawe. Jauh sebelum lahirnya Joko Said, Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam terlebih dahulu. Hal tersebut didasarkan dari riwayat Masyhur

    Walaupun ia adalah seorang muslim, namun ia dikenal sebagai pemimpin yang kejam terhadap pemerintahan Majapahit yang memeluk agama Hindu. Bahkan, ia juga menetapkan pajak yang tinggi kepada rakyatnya.

    Sementara itu, Joko Said muda tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat ayahnya. Ia menganggap kebijakan tersebut terlalu kejam untuk rakyat. Oleh karena itu, Joko Said selalu membangkang terhadap kebijakan yang diperintahkan oleh ayahnya.

    Puncak pembangkangan yang dilakukan oleh Joko Said adalah saat membongkar lumbung kadipaten dan membagikan padi kepada rakyat Tuban. Di mana saat itu rakyat sedang mengalami kondisi kelaparan akibat kemarau panjang.

    Karena tindakan tersebut, ayahnya menggelar sidang untuk mengadili dan menanyakan alasan Joko Said melakukan perbuatannya. Oleh sebab itu, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan mengatakan alasannya kepada sang ayah.

    Beliau mengatakan bahwa tindakan tersebut beralasan karena ajaran agama Islam. Ia sangat menentang ayahnya yang melakukan korupsi makanan di lumbung, namun rakyatnya malah hidup dengan miskin dan merasa kelaparan setiap hari.

    Akan tetapi, ayahnya tidak terima dengan alasan yang dikatakan oleh Sunan Kalijaga. Ayahnya beranggapan bahwa Sunan Kalijaga terlalu mengguruinya soal agama.

    Karena alasan yang tidak diterima tersebut, berakibat membuat ayahnya mengusir Joko Said dari kadipaten. Namun, Joko Said dapat  pulang kembali dengan syarat mampu menggetarkan Tuban melalui bacaan ayat-ayat Al-Qur’an.

    3. Riwayat Pernikahan

    Menurut catatan biografi Sunan Kalijaga, beliau dikatakan memiliki tiga orang istri. Antara lain adalah Dewi Sarah, Siti Zaenab, dan Siti Hafsah. Dari ketiga pernikahan ini, Sunan Kalijaga memiliki banyak keturunan.

    Dewi Sarah adalah istri pertama dari Sunan Kalijaga, ia merupakan putri Maulana Ishaq. Dari pernikahan ini, Sunan Kalijaga dikaruniai 3 orang anak, yakni Raden Umar Said atau Sunan Muria, Dewi Rukayah, dan Dewi Sofiah.

    Lalu, istri keduanya bernama Siti Zaenab. Beliau adalah putri dari Sunan Gunung Jati. Berbeda dari pernikahan pertama, dari pernikahannya bersama Siti Zaenab, Sunan Kalijaga dikaruniai 5 orang anak. Antara lain Ratu Pembayun, Nyai Ageng Panenggak, Sunan Hadi, Raden Abdurrahman, dan Nyai Ageng Ngerang.

    Sementara itu, istri ketiganya adalah Siti Hafsah yang mana putri dari Sunan Ampel. Jika dibandingkan dari riwayat pernikahan lainnya, jumlah dan nama anak Sunan Kalijaga di pernikahan ini tidak ada keterangan jelas yang tersedia.

    Sejarah Terciptanya Nama Kalijaga

    Berdasarkan anggapan dari masyarakat Cirebon, asal usul nama Kalijaga berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Pasalnya, Sunan Kalijaga dikatakan pernah tinggal di Cirebon. Selain itu, ia juga bersahabat dengan Sunan Gunung Jati.

    Akan tetapi, faktanya dusun Kalijaga tidak menunjukkan “Kali” sebagai ciri khasnya. Sementara itu, secara logika nama dusun Kalijaga muncul setelah Sunan Kalijaga tinggal di sana.

    Sedangkan menurut riwayat Jawa Mistik atau Kejawen, nama Kalijaga dikaitkan dengan Sunan Kalijaga yang suka berendam di sungai atau kali. Jadi, Sunan Kalijaga diibaratkan seperti orang yang menjaga sungai.

    Anggapan tersebut muncul setelah Joko Said bertapa di tepi sungai oleh sang guru, yakni Sunan Bonang selama bertahun-tahun. Namun, tidak sedikit yang berpikir bahwa pendapat tersebut tidak masuk akal.

    Kala itu, Sunan Kalijaga kemungkinan menghabiskan waktu lama dengan berendam di sungai, tanpa melakukan shalat, puasa, makan, dan minum. Sehingga, pendapat lain muncul, beberapa beranggapan bahwa nama Kalijaga berasal dari bahasa Arab “Qadli”. Dengan demikian, nama Kalijaga merujuk pada Joko Said.

    Ini karena frasa tersebut berasal dari “Qadli Joko Said” yang memiliki arti Hakim Joko Said. Pada tahun 1478, wilayah Demak berhasil didirikan. Melalui catatan sejarah tersebut, Sunan Kalijaga ditugaskan sebagai Qadli atau hakim oleh Sunan Giri.

    Masyarakat Jawa dikenal mudah melafalkan kata-kata yang berasal dari bahasa Arab. Sebagai contoh seperti Dulkangidah (Dzulqa’dah), Surah (Syura’), Mulud (Maulid), Kalimosodo (Kalimah Syahadah), Sekaten (Syahadatain), dan lain sebagainya.

    Cara Dakwah Sunan Kalijaga

    Setelah mengetahui biografi Sunan Kalijaga, metode dakwah yang digunakan oleh beliau juga tidak boleh ketinggalan untuk dibahas. Oleh sebab itu, berikut ini beberapa cara dakwah Sunan Kalijaga:

    1. Seni Ukir

    Seni ukir memiliki peranan penting dalam gerakan penyebaran Islam di Indonesia. Sunan Kalijaga adalah salah satu tokoh Islam yang menggunakan metode ini. Ia menggunakan seni ukir berbentuk dedaunan, meninggalkan seni ukir kuno yang berbentuk manusia dan hewan.

    Hal tersebut karena sejak Walisongo berdakwah Islam, seni ukir bentuk manusia dan hewan sudah tidak digunakan kembali. Lebih menariknya lagi, ternyata Sunan Kalijaga yang mengawali seni ukir dedaunan terlebih dahulu.

    Seni ukir ini dapat ditemukan pada guyau, yakni alat yang berfungsi untuk menggantungkan gamelan. Selain itu, seni ukir dedaunan juga terdapat di rumah-rumah adat Kudus dan Demak.

    2. Tembang

    Dalam berdakwah Islam, Sunan Kalijaga juga menggunakan tembang. Hal tersebut karena tembang merupakan kebudayaan dan kesenian yang melambangkan masyarakat Jawa. Seperti yang diketahui, Sunan Kalijaga menjadikan Jawa sebagai wilayah dakwahnya.

    Menurut biografi Sunan Kalijaga ada beberapa tembang yang diciptakan oleh beliau. Salah satunya tembang Macapat yang memiliki nada toleransi antara budaya Jawa dan Arab. Selain itu, ada juga tembang lainnya, seperti Gundul-gundul Pacul, Suluk Linglung, Lingsir Wengi, Lir-ilir, Kidung Rumeksa ing Wengi, dan lain sebagainya.

    Tembang Rumekso ing Wengi memiliki makna doa malam hari setelah melakukan sholat Tahajud. Doa yang dipanjatkan bertujuan untuk meminta terhindar dari segala gangguan negatif. Selain itu, tembang ini juga memiliki gaya bahasa yang sesuai pikiran masyarakat Jawa.

    Inilah mengapa makna tembang Rumekso ing Wengi dapat menusuk hati para pendengarnya. Sunan Kalijaga menyusun tembang dengan menggunakan bahasa Jawa, karena masyarakat Jawa cenderung kurang mahir dan masih kesulitan dalam menghafal bahasa Arab.

    3. Gamelan

    Dalam penyebaran Islam, Sunan Kalijaga menggunakan gamelan sebagai media dakwah saat ada pertunjukan tertentu. Misalnya seperti pertunjukan wayang, ketukan gamelan akan diubah menjadi irama yang sesuai dengan lakon pewayangan.

    Selain pertunjukan wayang, gamelan juga sering digunakan untuk mengundang masyarakat datang ke masjid. Bahkan, gamelan juga dipakai pada acara Sekaten dan Grebeg. Ini bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat Jawa.

    4. Sekaten dan Grebeg

    Grebeg atau Gumrebeg memiliki arti riuh dan rame. Secara istilah, Grebeg adalah sebuah keramaian untuk merayakan acara. Ketika Grebeg berlangsung, biasanya akan ada konvoi dan barisan prajurit yang membawa gunungan. Secara umum, perayaan Grebeg akan diiringi dengan gamelan.

    Sementara itu, Sekaten berarti nama dua alat gamelan. Secara istilah, Sekaten adalah bagian dari serangkaian acara Grebeg. Walisongo menjadikan Grebeg dan Sekaten sebagai gagasan untuk menggabungkan kebudayaan Jawa dan ajaran Islam.

    Grebeg dan Sekaten adalah kebudayaan yang memang sudah ada sejak kerajaan Hindu Budha. Penggabungan ini kemudian dimodifikasi sesuai dengan ajaran di agama Islam.

    Menurut biografi Sunan Kalijaga, beliau merupakan orang pertama yang mencetuskan ide untuk menggabungkan Grebeg, Sekaten, dan agama Islam. Ide ini muncul saat Sunan Kalijaga datang ke masjid dan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi SAW. Di mana ia sedang mencoba menarik masyarakat sekitar.

    Melihat kepopuleran Grebeg dan Sekaten, membuat Sunan Kalijaga berinisiatif untuk menggabungkan unsur kebudayaan tersebut dengan dakwah Islam. Pasalnya, Grebeg dan Sekaten memang sudah dikenal secara luas oleh masyarakat Islam.

    Pada Grebeg Maulud, Sunan Kalijaga juga menambahkan gamelan dan tari-tarian untuk meramaikan pelaksanaan acara tersebut. Biasanya, pertunjukan ini berlokasi di lingkungan Keraton. Di mana gamelan akan diletakkan pada halaman masjid, sehingga masyarakat akan tertarik mengunjunginya.

    Selain itu, komplek masjid juga dihiasi dengan pernak-pernik menarik, sehingga mampu mengundang masyarakat untuk datang ke masjid. Meskipun pada awalnya masyarakat merasa malu, namun perlahan mereka mulai datang. Mereka akan melewati gapuran dan dituntun untuk mengucapkan syahadat.

    Setelah itu, masyarakat diajarkan cara berwudhu yang benar. Selain Grebeg Maulid, ada juga pertunjukkan Grebeg Syawal. Biasanya acara tersebut dilaksanakan pada hari raya Idul Fitri. Sedangkan Grebeg Besar dapat dilakukan pada hari raya Idul Adha. 

    Ketika pelaksanaan Grebeg dan Sekaten berlangsung, tersedia juga Gunungan. Memiliki makna kemakmuran dan rasa syukur kepada Tuhan, setiap masyarakat akan mendapatkan Gunungan. Media dakwah Islam dengan Grebeg dan Sekaten yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga sukses besar dan masyarakat menyukainya.

    5. Wayang

    Wayang adalah salah satu media dakwah yang digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk menyebarkan ajaran Islam. Alasan menggunakan wayang sebagai media dakwah karena masyarakat Jawa yang sangat gemar menonton wayang. Saat berdakwah, beliau menjadi dalang di wilayah Pajajaran dan Majapahit.

    Selain menjadi dalang wayang, Sunan Kalijaga juga menjadi dalang pantun. Jika ada masyarakat yang mengadakan pertunjukan wayang, maka Sunan Kalijaga akan ikut serta dalam acara tersebut tanpa dipungut biaya. Masyarakat hanya cukup membayarnya dengan dua kalimat syahadat. 

    Inilah mengapa Islam berkembang dengan cepat. Dalam pertunjukkan wayang yang dibawakan oleh Sunan Kalijaga, terdapat kisah Ramayana dan Mahabarata. Selain itu, ada juga lakon yang disukai oleh masyarakat, yakni Dewa Ruci.

    Kisah Dewa Ruci sendiri adalah pengembangan cerita dari Nawa Ruci. Dalam kisah Dewa Ruci, diceritakan bahwa Bima adalah salah satu Pandawa yang mencari kebenaran melalui bimbingan dari Begawan Drona. Sehingga, Bima dapat bertemu dengan Dewa Ruci.

    Selain Mahabarata, Ramayana, dan Dewa Ruci, Sunan Kalijaga juga mengangkat kisah tokoh-tokoh wayang lainnya. Antara lain seperti Gareng, Bagong, Petruk dan Semar. Tentu saja lakon wayang akan dibumbui oleh ajaran agama Islam.

    Ketika menjadi dalang, Sunan Kalijaga menjelaskan tentang ajaran tasawuf melalui wayang, khususnya pada lakon Dewa Ruci. Jadi, masyarakat dapat merasa terhibur dengan pertunjukan wayangnya.

    Ketika membawakan acara wayang, Sunan Kalijaga selalu melakukan modifikasi pada bentuk wayangnya. Sebagai contoh, jika sebelumnya wayang berbentuk gambar manusia, maka ia mengubahnya menjadi gambar dekoratif yang bentuknya tidak mirip seperti manusia.

    Melihat media dakwah wayang yang digunakan oleh Sunan Kalijaga, ini menunjukkan bahwa beliau cerdas dan ahli dalam memadukan unsur budaya dan Islam. Oleh sebab itu, hingga kini kebudayaan dan kesenian wayang tidak pernah lepas dari masyarakat Jawa.

    Selain Punakawan dan Dewa Ruci, Sunan Kalijaga juga kerang memasukan tokoh Bima dan Yudistira. Seperti kisahnya, lakon Yudistira mendapatkan azimat Kalimasada akibat tidak mengikuti perang.

    Azimat tersebut berfungsi sebagai pelindung diri untuk terhindar dari musuh, sehingga ia dapat memelihara pemerintahan kerajaan secara stabil. Jimat ini memiliki lambang kalimat syahadat. Oleh sebab itu, kebudayaan wayang sering dipentaskan dengan lakon Azimat Kalimasada.

    Selain bertujuan untuk menghibur masyarakat, Sunan Kalijaga menjadikan pertunjukkan wayang sebagai pendidikan dan pelatihan rohani. Inilah mengapa pertunjukan wayangnya cenderung menampilkan tokoh-tokoh yang digemari oleh masyarakat.

    Hampir keseluruhan media dakwah wayang ini mementaskan kisah-kisah mengenai tasawuf dan akhlakul karimah. Sunan Kalijaga menjadikan umat Budha dan Hindu sebagai target dakwah. Ini karena kedua agama tersebut mengajarkan tentang kebatinan.

    Jimat Kalimasada adalah sebuah teks berbentuk kalimat syahadat yang memiliki ketahanan yang lama dan kuat. Oleh sebab itu, Yudistira meninggal dalam kondisi sudah masuk ke Islam. Kata Kalimasada berasal dari kalimat syahadat dengan arti Yang Bersaksi.

    Lalu, pada lakon Bima digambarkan seperti sholat. Hal tersebut berdasarkan dari cerita Hindu, bahwa Bima digambarkan sebagai sosok kuat. Sementara itu, sholat adalah tiang agama Islam, karena tanpa sholat maka agama Islam seseorang dapat runtuh.

    Sedangkan Arjuna digambarkan seperti puasa. Kemudian Nakula dan Sadewa digambarkan seperti zakat dan haji. Melalui penggambaran tersebut, Sunan Kalijaga memberikan pengetahuan tentang badan manusia dengan menggunakan wayang kepada masyarakat Jawa.

    Artinya, wayang kulit yang dipentaskan telah dianggap seperti kehidupan manusia. Ini merujuk ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, di mana beliau mengajarkan masyarakat untuk tidak melihat seseorang dari penampilan luarnya saja.

    Sikap Teladan dari Sunan Kalijaga

    Setelah mengetahui cara dakwah Sunan Kalijaga berdasarkan catatan biografi. Anda sebaiknya juga melihat nilai sikap baik dari tokoh penyebar agama islam ini. Sebagai seorang tokoh Islam, ada banyak sikap baik dari Sunan Kalijaga yang dapat diteladani, antara lain sebagai berikut:

    1. Penuh Ketekunan

    Sepanjang usia beliau, Sunan Kalijaga memberikan waktu luangnya untuk mengabdikan diri dalam gerakan penyebaran Islam. Itulah mengapa penyebaran Islam dapat meluas dengan cepat saat di tangan Sunan Kalijaga dan toko Walisongo lainnya.

    Lewat sikap penuh ketekunan yang dimiliki oleh Sunan Kalijaga, Islam berkembang dengan pesat. Sunan Kalijaga tetap tekun dan istiqomah dalam menyebarkan Islam, dimana ia berkeliling mulai dari daerah satu ke daerah lainnya.

    2. Toleransi Tinggi

    Berdasarkan biografi Sunan Kalijaga di atas, beliau menyampaikan ajaran Islam melalui pendekatan seni budaya. Ia menyebarkan pendekatan tersebut dengan cara santun dan toleran, tanpa adanya paksaan.

    Ini dibuktikan dari rasa toleransi yang sangat tinggi. Bahkan setiap beliau mementaskan wayang, ia tidak pernah mengharapkan upah. Sebab baginya, ucapan kalimat syahadat sudah cukup untuk menjadi hal yang tidak ternilai.

    3. Kreativitas

    Sunan Kalijaga dikenal sebagai seniman yang kreatif. Sudah banyak peninggalan karya yang sejarah. Mulai dari lakon wayang kulit, permainan tradisional, rancangan alat pertanian, gubahan tembang, formasi alat gamelan, karya suluk, hingga sumbangsi untuk ketatanegaraan. 

    Oleh sebab itu, kreativitas yang dimiliki oleh Sunan Kalijaga sangat patut untuk diteladani, sebab dapat memberikan nilai positif bagi kehidupan manusia. Sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

    Menjadi sosok kreator yang penuh kreativitas, beliau dapat mengubah dan menuangkan ide-ide baru untuk mengembangkan agama Islam. Sikap ini wajib diteladani, sehingga umat muslim dapat melakukan inovasi demi kemajuan Islam.

    Salah satu contoh karya legendaris dari Sunan Kalijaga adalah tembang Kidung Rumekso Ing Wengi, berikut ini bunyinya:

    Teguh hayu luputa ing lara…

    Luputa bilahi kabeh…

    Jin setan datan purun…

    Paneluhan tan ana wani…

    Miwah panggawe ala…

    Gunaning wong luput…

    Geni atemahan tirta…

    Maling adoh tan ana ngarah ing mami…

    Guna duduk pan sirno…

    Dalam bahasa Jawa, Tembang diartikan sebagai lantunan pengantar tidur untuk seorang bayi yang sedang digendong. Tembang memiliki isi doa permohonan kepada Allah SWT. Doa tersebut bertujuan untuk meminta dijauhkan dari segala gangguan dan godaan yang menyesatkan.

    Berkat peran Sunan Kalijaga dalam penyebaran Islam di Jawa, Islam dapat membentuk karakter Nusantara yang memiliki sifat toleran, lentur, dan kearifan.

    Mengesampingkan mitos dan legenda sebagai latar belakangnya, Sunan Kalijaga telah menciptakan dasar kehidupan masyarakat yang kreatif, harmonis, dan produktif. Lewat tangan Sunan Kalijaga, Islam tumbuh dengan lebih lentur, moderat, kultural, dan menyerap berbagai ekspresi budaya.

    Bukan hanya dakwah melalui wayang dan tembang, namun beliau juga menciptakan tradisi sedekah bumi, sulukan, tahlilan, hingga arsitektur masjid yang memiliki nuansa Jawa. Masjid tersebut sering dikaitkan dengan dakwah yang penuh spirit oleh Sunan Kalijaga.

    Wafatnya Sunan Kalijaga

    Berdasarkan perkiraan sejarah di catatan biografi Sunan Kalijaga, beliau memiliki masa hidup mencapai lebih dari 100 tahun lamanya. Telah diperkirakan bahwa, beliau hidup sejak abad pertengahan 15 hingga akhir abad 16. Jadi, Sunan Kalijaga telah mengalami masa kerajaan Majapahit.

    Lebih tepatnya pada masa akhir kekuasaan Majapahit, yakni berakhir pada tahun 1478. Kemudian berlanjut pada kesultanan Demak yang memerintah dari tahun 1481 hingga 1546 M dan Kerajaan Pajang yang berkuasa dari tahun 1546 hingga 1568 M.

    Selain itu, Sunan Kalijaga juga mengalami awal kekuasaan Kerajaan Mataram dalam pimpinan Panembahan Senopati. Ia bahkan ikut merancang pembangunan Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Cirebon.

    Sekitar tahun 1580 M, Sunan Kalijaga dikabarkan telah wafat. Beliau menghembuskan nafas terakhir pada usia 131 tahun. Sunan Kalijaga dimakamkan di Desa Kadilangu, Demak. Menurut informasi, makam beliau berada di tengah kompleks pemakaman dengan lingkaran dinding sebagai pintu makamnya.

    Area makam ini memiliki jarak sekitar 3 km dari Masjid Agung Demak. Tidak berbeda dari makam Walisongo lainnya, makam Sunan Kalijaga diletakkan dalam bangunan tungkub yang memiliki tembok hiasan berbentuk kayu ukir.

    Sudah Semakin Mengenal Sosok Sunan Kalijaga?

    Melihat dari biografi Sunan Kalijaga dan sikap teladan yang dimilikinya, sudah dipastikan bahwa beliau adalah sosok yang menginspirasi banyak pihak. Karena itu, kita dapat menjadikannya sebagai motivasi dalam menjalani hidup yang lebih baik lagi. Mari implementasikan suri teladan Sunan Kalijaga di kehidupan!

  • Pengertian Alur, Jenis, Tahapan, Fungsi dan Contohnya

    Pengertian Alur, Jenis, Tahapan, Fungsi dan Contohnya

    Dalam dunia karya sastra dan film, alur adalah elemen kunci yang memainkan peran penting dalam membangun dan menjalin cerita. Pasalnya, secara umum alur berperan dalam membentuk plot, mengembangkan karakter, dan menciptakan ketegangan emosional yang menarik. 

    Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan alur pada cerita? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini akan menguraikan pengertian alur secara menyeluruh beserta konsep dasarnya, seperti jenis, tahapan, fungsi, dan contoh alur cerita yang menarik dan memikat pembaca atau penonton.

    Apa Itu Alur?

    Singkatnya, alur adalah serangkaian peristiwa atau kejadian yang disusun dengan urutan tertentu untuk menciptakan sebuah narasi cerita yang utuh, menarik, dan memikat. Alur dapat diartikan sebagai “tulang punggung” cerita, yaitu rangkaian kejadian yang membentuk jalannya narasi.

    Pengertian lain juga menyebutkan bahwa alur adalah unsur intrinsik dalam karya sastra dan film yang akan menentukan urutan tindakan atau kronologis peristiwa yang terjadi. Mulai dari perkenalan karakter, pengembangan konflik, klimaks, dan penyelesaian. 

    Sehingga, alur memberikan arah dan struktur yang terorganisir bagi cerita yang mana terbentuk dari hubungan sebab-akibat. Serta memungkinkan penonton atau pembaca untuk mengikuti dan terlibat dalam pengalaman cerita tersebut.

    Fungsi Alur Cerita

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, alur cerita memiliki peran penting dalam menciptakan karya sastra dan film yang menarik. Adapun beberapa fungsi utama dari alur adalah sebagai berikut:

    • Berguna untuk menyampaikan pesan atau tema yang ingin disampaikan oleh penulis atau sutradara.
    • Menarik perhatian pembaca atau penonton sejak awal dan membuat mereka tertarik untuk terus mengikuti perkembangan cerita.
    • Membantu menciptakan ketegangan emosional yang memikat, sehingga pembaca atau penonton akan terus minat dan ikut terlibat dalam penyelesaian konflik atau masalah dalam cerita.
    • Memberikan struktur urutan peristiwa dan hubungan antara karakter-karakter yang terorganisir serta lebih jelas, sehingga pembaca atau penonton dapat mengikuti dan memahami cerita dengan lebih baik.
    • Menjelaskan hubungan sebab-akibat dari sebuah konflik ataupun peristiwa yang terjadi dalam cerita.

    Tahapan-Tahapan dalam Alur Cerita 

    Dalam membangun dan menjalin cerita yang utuh, penulis atau sutradara memerlukan unsur tahapan alur yang melibatkan serangkaian peristiwa pembentuk jalannya narasi. Berikut adalah beberapa tahapan umum dalam alur cerita:

    1. Orientasi atau Pengenalan

    Tahapan pertama dalam alur adalah orientasi atau pengenalan. Pada tahap ini, pembaca atau penonton akan diperkenalkan dengan latar belakang cerita, dunia tempat cerita berlangsung, waktu dan suasana kejadian, serta tokoh atau karakter-karakter utama. 

    Pengenalan ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal tentang konteks cerita dan menciptakan minat awal pembaca atau penonton untuk mengikuti cerita.

    2. Permulaan Konflik

    Tahap selanjutnya adalah permulaan konflik. Sederhananya, konflik adalah masalah, hambatan, atau pertentangan yang dihadapi oleh karakter utama dalam cerita. Baik itu berupa pertentangan internal, pertentangan dengan karakter lain, atau bahkan pertentangan dengan keadaan atau lingkungan. 

    Dalam konsep alur cerita, permulaan konflik akan menjelaskan penyebab awal konflik serta bagaimana konflik terjadi. Tahapan ini mendorong perjalanan cerita ke arah yang semakin menarik dan menciptakan ketegangan yang membuat pembaca atau penonton menjadi penasaran dengan kelanjutan cerita tersebut.

    3. Puncak Konflik atau Klimaks

    Puncak konflik yang juga dikenal sebagai klimaks adalah tahapan alur tertinggi dalam ketegangan dan dramatisasi cerita. Pada tahap ini, konflik telah mencapai puncaknya dan keputusan besar diambil. 

    Klimaks seringkali merupakan momen krusial yang menentukan nasib karakter utama atau mengubah arah cerita secara signifikan. Sehingga, tahapan klimaks akan menciptakan ketegangan maksimal dan menjadi titik kritis dalam alur cerita. 

    Tak heran jika sebagian besar pembaca atau penonton akan bertahan lebih lama untuk menyimak cerita.

    4. Penurunan Konflik atau Anti Klimaks

    Setelah mencapai klimaks, alur selanjutnya adalah penurunan konflik atau anti klimaks. Maksudnya, pada tahap inilah momen konflik mulai mereda dan membuat pembaca atau penonton lebih kagum dengan tokoh utama. 

    Sebab, karakter utama mungkin mulai mengetahui cara mengatasi konflik. Misalnya dengan menghadapi rintangan tambahan atau malah mengalami perubahan penting yang membawa cerita menuju resolusi atau penyelesaian konflik.

    5. Resolusi atau Penyelesaian

    Tahapan terakhir dalam alur adalah penyelesaian. Pada tahap ini, konflik telah berhasil diatasi atau diselesaikan, dan cerita mencapai poin kesimpulan. Penyelesaian dapat berupa resolusi yang jelas, memuaskan, menyedihkan, atau bahkan membuka kemungkinan adanya kelanjutan cerita di masa depan. 

    Penulis atau sutradara seringkali menyisipkan pesan moral yang bisa pembaca atau penonton ambil pada bagian ini. Alhasil, tahap penyelesaian konflik dapat memberikan pemahaman dan penutup yang memuaskan bagi pembaca atau penonton.

    Jenis Alur Cerita dan Contohnya

    Dalam penyusunan cerita, penulis atau sutradara film umumnya menggunakan beberapa jenis alur. Setiap jenis alur memiliki karakteristik yang berbeda dan memberikan pengalaman yang unik bagi pembaca atau penonton. Adapun beberapa jenis alur adalah sebagai berikut: 

    1. Alur Maju

    Jenis alur cerita yang pertama adalah alur maju atau alur yang mengikuti urutan kronologis peristiwa secara teratur dari awal hingga akhir. 

    Alur cerita yang juga kerap disebut dengan alur progresif ini berlangsung secara terstruktur dan berurutan dengan mengikuti aliran waktu secara linear. Biasanya, cerita yang memiliki alur maju akan memiliki titik krisis di akhir cerita. 

    Contoh cerita dengan alur maju:

    Seorang pelari amatir yang bernama Lisa sedang berlatih keras untuk lomba maraton pertamanya. Lisa melatih kekuatan, kecepatan, dan daya tahan tubuhnya setiap hari. 

    Pada hari perlombaan, Lisa berdiri di garis start dengan hati yang berdebar. Lisa mengeksekusi lari terbaiknya, melewati rintangan dan mengatasi kelelahan. Akhirnya, dengan tekad yang kuat, Lisa melintasi garis finish dengan senyum kepuasan yang menghiasi wajahnya.

    2. Alur Mundur

    Jenis alur berikutnya adalah alur mundur atau alur regresif. Berkebalikan dengan alur maju, alur mundur tidak mengikuti urutan kronologis peristiwa secara teratur. Cerita melompat ke depan atau ke belakang dalam satu waktu.

    Alur mundur seringkali berguna untuk menceritakan kisah masa lalu dari tokoh, di mana konflik akan disampaikan di awal cerita. Sehingga, alur cerita akan melompat ke depan atau ke belakang dalam satu waktu yang mana seringkali menggunakan flashback atau flashforward.

    Contoh cerita dengan alur mundur:

    Dalam keheningan kamarnya, Sarah teringat dengan waktu ketika kehilangan ibunya. Dia melihat kembali momen terakhir bersama ibunya di rumah sakit. Lalu, dia teringat momen-momen bahagia bersama ibunya saat masih kecil. 

    Perlahan, kenangan membawanya kembali ke masa kecilnya yang penuh kehangatan. Sarah tersenyum, merasakan cinta ibunya dalam alam kenangannya.

    3. Alur Campuran

    Alur campuran adalah jenis alur cerita yang menggabungkan jenis alur maju dan alur mundur. Jenis alur ini menceritakan kisah sastra atau film secara mundur, mulai dari akhir cerita dan kemudian mundur ke peristiwa-peristiwa sebelumnya. 

    Pendekatan ini menciptakan efek dramatis dan misterius, di mana pembaca atau penonton perlu membangun pemahaman tentang keseluruhan cerita mulai dari bagian belakang ke bagian depan. Oleh karena itu, cerita yang menggunakan jenis alur ini cenderung sulit untuk dipahami.

    Contoh cerita dengan alur campuran:

    Suatu hari di pinggir kota, detektif Jake menerima tugas untuk mengungkap misteri hilangnya seorang wanita. Saat dia menyelidiki kasus tersebut, detektif Jake mengalami kilas balik tentang masa lalunya yang kelam. 

    Sementara itu, di masa sekarang, detektif Jake menemukan petunjuk yang mengarah pada seseorang yang tidak terduga. Di tengah kebingungannya, detektif Jake menghubungkan benang merah antara masa lalu dan masa kini untuk memecahkan misteri yang mengguncang kota itu.

    4. Alur Flashback

    Jenis alur cerita yang terakhir adalah alur flashback. Berbeda dengan alur mundur, alur flashback menggambarkan cerita yang mendahulukan bagian akhir cerita untuk mengungkapkan peristiwa atau informasi yang terjadi sebelum waktu sekarang dalam cerita. 

    Dalam alur flashback, pembaca atau penonton dibawa ke bagian klimaks cerita, lalu ke bagian awal cerita, dan kembali ke bagian akhir cerita. Alhasil, mereka akan kembali ke masa lalu untuk memahami konteks atau latar belakang yang relevan dengan alur cerita utama.

    Contoh cerita dengan alur flashback

    Saat duduk di taman, Andre tersenyum ketika kilas balik masa kecilnya muncul. Andre mengingat momen ketika ia bermain di pantai bersama saudara-saudaranya. 

    Bau laut dan suara gelombang terasa begitu hidup. Andre terhanyut dalam kenangan indah itu, berharap bisa kembali ke masa itu dan merasakan kehangatan keluarganya sekali lagi.

    Sudah Tahu Konsep Dasar Alur Cerita dan Perbedaan Jenisnya?

    Nah, itu dia penjelasan lengkap terkait konsep-konsep dasar alur cerita yang harus kamu pahami. Pada intinya, alur adalah unsur paling penting dalam menggambarkan rangkaian peristiwa atau kejadian dalam suatu cerita. Berkat alur cerita, pembuat cerita dapat membentuk pengalaman yang tak terlupakan bagi pembaca atau penonton.

  • Berkenalan dengan 2 Alat untuk Mengukur Gaya Beserta Bagiannya

    Berkenalan dengan 2 Alat untuk Mengukur Gaya Beserta Bagiannya

    Semenjak ditemukannya konsep gravitasi, gaya mulai menjadi satuan yang diukur layaknya beban ataupun tinggi. Tentu saja, mengukur gaya tidak bisa lewat tangan kosong, melainkan menggunakan alat untuk mengukur gaya. Berikut ini adalah dua alat yang bisa Anda gunakan beserta bagian-bagiannya.

    Apa Itu Gaya?

    Ketika bicara soal kata “gaya”, tidak salah jika hal yang terlintas di pikiran Anda adalah fesyen atau cara berpakaian. Hal itu tidak sepenuhnya salah, hanya saja dalam konteks ini bukan itu gaya yang dimaksud.

    Gaya merupakan sebuah interaksi yang bisa membuat sebuah benda dengan massa tertentu mengalami perubahan posisi atau gerak gerak, baik dalam bentuk arah maupun secara geometris. 

    Semakin besar gaya, tentu akan semakin besar juga arah dan posisi yang dapat Anda ubah pada sebuah benda yang mengalami gaya tersebut.

    Sifat Gaya

    Sebelum mengetahui bagian-bagian dari alat untuk mengukur gaya, Anda bisa mempelajari dulu sifat dari gaya yang mungkin dapat membantu dalam melaksanakan pekerjaan berat. Berikut ini adalah beberapa sifat yang bisa Anda perhatikan dari gaya:

    1. Gaya Dapat Mengubah Bentuk Benda

    Ketika memberikan gaya yang cukup besar pada sebuah benda, Anda dapat mengubah bentuknya menjadi apa yang Anda inginkan. Fenomena ini pasti sudah sering kali terjadi di sekitar Anda. Mulai dari melipat kertas, memahat kayu, hingga menggigit kerupuk.

    2. Gaya Dapat Mengubah Kecepatan Sebuah Benda

    Tidak hanya bisa mengubah bentuk, sifat gaya yang lainnya adalah dapat mengubah kecepatan sebuah benda. Sifat yang satu ini dapat Anda perhatikan pada konsep rem yang ada di kendaraan bermotor maupun sepeda. Seberapa banyak gaya dapat mengubah kecepatan benda, dapat Anda ketahui dengan alat untuk mengukur gaya.

    3. Gaya Dapat Membuat Arah Sebuah Benda Berubah

    Seperti yang sudah tertera sebelumnya, gaya adalah sebuah interaksi yang dapat mengubah posisi maupun arah dari sebuah benda. Sifat gaya yang satu ini dapat terjadi dalam beberapa kejadian. Seperti bermain bola atau ketika Anda tidak sengaja menabrak orang ketika berjalan.

    Apa itu Dinamometer?

    Layaknya massa dan panjang sebuah benda, gaya sebuah benda juga bisa Anda ketahui menggunakan alat untuk mengukur gaya. Serta layaknya massa yang dapat Anda ukur dengan timbangan maupun panjang dengan penggaris. Sebenarnya gaya  hanya memiliki satu alat ukur, yakni dinamometer atau neraca pegas.

    Dinamometer menggunakan prinsip pertambahan panjang pegas yang dapat mewakili gaya sebuah benda. Alat ini dapat Anda gunakan dengan cara mengaplikasikan gaya pada dinamometer, entah menggunakan gaya gravitasi atau menggunakan gaya otot.

    Nantinya, jarum atau layar pada dinamometer atau neraca layar akan menunjukkan data yang berisi seberapa besar gaya yang ada pada sebuah benda.

    Meski memiliki prinsip yang sama di berbagai jenis alatnya, namun dinamometer ternyata bisa memiliki jenis yang berbeda-beda. Hal tersebut tergantung pada fungsi, prinsip kerja, maupun bentuknya.

    Bagian-bagian Alat untuk Mengukur Gaya Beserta Fungsinya

    Terlepas dari banyaknya neraca pegas, baik itu dua alat atau lebih, sebenarnya bagiannya tidak jauh berbeda. Tentu, letaknya akan berbeda-beda tergantung desainnya. Hanya saja, alat tersebut tetap akan memiliki komponen yang serupa. Berikut ini adalah anatomi dari sebuah dinamometer:

    1. Gantungan

    Meski gantungan identik dengan alat untuk menjemur baju, tetapi di dinamometer kegunaannya justru berbeda. Keberadaan gantungan pada dinamometer cukup penting. Pasalnya, gaya tidak bisa diukur secara akurat jika ada pengaruh gaya dari luar. Salah satunya adalah tangan yang memegang sebuah benda.

    Maka dari itu, gantungan memiliki fungsi agar objek yang ingin diukur tidak terpengaruh oleh gaya dari luar, melainkan dari gaya gravitasi saja. Biasanya, gantungan ditaruh di langit langit ruangan layaknya timbangan posyandu.

    2. Pengait

    Benda yang ingin Anda ketahui besaran gayanya menggunakan alat untuk mengukur gaya dapat Anda kaitkan di dinamometer. Pengait di sini memiliki fungsi sebagai sarana untuk meletakkan objek. 

    Sebuah pengait dapat memiliki berbagai bentuk. Kadang ada kaitan yang langsung dikaitkan ke benda tertentu tanpa ada perantara. Namun, ada juga ada pengait yang terpisah dari objek.

    Sedangkan untuk masalah mana yang lebih baik, sebenarnya tidak ada preferensi tertentu. Selama benda tidak terpengaruh gaya dari luar, pengait manapun akan cocok. Hanya saja, beberapa pengait ada yang gampang rusak jika terbebeni dengan benda yang terlalu berat. Jadi, Anda perlu memperhatikan hal tersebut.

    3. Pegas

    Karena prinsip dinamometer yang menggunakan pegas sebagai indikator bagi alat pengukur gaya, maka bukan rahasia lagi jika pegas menjadi komponen utama dalam alat ukur ini.

    Pegas yang dipilih biasanya tergantung dari gaya maksimal yang ingin diukur sebuah dinamometer. Jika kapasitasnya makin besar, maka diameter pegas yang ada di neraca pegas tentu juga akan lebih besar. Biasanya, pegas ini memiliki bentuk tabung khas dan kadang terlihat dari bodi dinamometer yang transparan.

    4. Bodi/Batang

    Agar dapat melindungi pegas yang merupakan bagian vital dari dinamometer, produsen neraca pegas membuat bodi yang biasanya terbuat dari plastik.

    Meski biasanya berbentuk batang, namun tidak menutup kemungkinan bagi sebuah dinamometer untuk mengadopsi bentuk lain. Karena tidak jarang, Anda bisa menemukan dinamometer yang sudah digital.

    5. Skala

    Pada dinamometer tradisional, ada skala yang mungkin terdapat di sekujur bodi neraca pegas. Anda mungkin dapat melihat kemiripan antara skala pada dinamometer dan termometer. Hanya saja, satuannya tentu saja berbeda.

    Namun, berbeda dengan termometer, skala pada alat untuk mengukur gaya biasanya memiliki urutan terbalik. Angka 0 berada di atas skala, sedangkan kapasitas gaya maksimal berada di bagian bawah.

    6. Penunjuk Skala

    Skala tentu saja tidak lengkap tanpa penunjuk. Di dinamometer tradisional, Anda dapat menemukan jarum yang menunjukkan seberapa besar gaya yang ada di sebuah benda. Pada dinamometer digital, penunjuk skala akan berganti menjadi layar yang berisi angka.

    Dua Alat untuk Mengukur Gaya yang Sering Digunakan

    Lewat penjelasan yang cukup mendalam soal neraca pegas di atas, tentunya Anda penasaran apa saja dua jenis dinamometer yang paling sering orang gunakan untuk mengukur gaya. Berikut ini adalah dua di antaranya:

    1. Dinamometer untuk Mengukur Gaya Tarik

    Dinamometer gaya tarik adalah jenis yang paling sering orang gunakan di berbagai bidang. Cara kerjanya pun cukup sederhana, yakni dengan menaruh barang pada kaitan yang ada pada dinamometer.

    2. Dinamometer untuk Mengukur Gaya Dorong

    Gaya yang diukur tidak hanya dari benda mati, tetapi juga manusia. Maka dari itu, ada alat pengukur gaya dorong yang khusus untuk mesin maupun manusia.

    Sudah Tahu Apa Alat Pengukur Gaya dan Bagiannya?

    Berikut tadi adalah penjelasan singkat mengenai alat untuk mengukur gaya. Sekarang, Anda bisa lebih memahami mengenai prinsip kerja dinamometer dan dapat lebih paham cara menggunakan alat ukur gaya. Semoga membantu!

  • Cara Menghitung Luas Lingkaran, Rumus, dan Contohnya

    Cara Menghitung Luas Lingkaran, Rumus, dan Contohnya

    Lingkaran merupakan salah satu bangun datar yang terdiri atas satu sisi yang melengkung dengan sudut 360˚. Terdapat cara menghitung luas lingkaran yang bisa digunakan. Lalu, apa saja sifat-sifat dari bangun datar ini? Yuk pelajari pada uraian berikut.

    Sifat dan Ciri-Ciri Lingkaran

    Terdapat beberapa sifat dari bangun datar ini, antara lain: 

    • Lingkaran adalah bangun datar dengan bentuk kurva yang tertutup.
    • Lingkaran memiliki titik pusat.
    • Bangun datar ini memiliki jumlah simetri lipat dan simetri putar tak terhingga.
    • Lingkaran mempunyai garis segmen yang melewati titik pusat yang dinamakan diameter atau bisa disingkat dengan huruf “d”.
    • Bangun datar ini juga memiliki jari-jari yakni jarak dari setiap titik yang berada pada sisi lingkaran dengan titik pusat lingkaran. Nilai jari-jari atau “r” ini adalah setengah kali dari diameter lingkaran.
    • Nilai jari-jari ini adalah sama untuk seluruh titik yang berada pada sisi lingkaran.

    Rumus dan Cara Menghitung Luas Lingkaran

    Pada perhitungan lingkaran terdapat istilah pi (𝜋) yang merupakan hasil bagi dari keliling dengan diameter lingkaran dengan nilai 3,14159265358979… atau dapat dituliskan menjadi 3,14 atau 22/7. Pi digunakan dalam rumus perhitungan luas lingkaran yakni 𝜋 × r × r.

    Contoh Soal dan Perhitungan

    Beberapa contoh soal dan pembahasan mengenai perhitungan luas lingkaran bisa dipelajari di bawah ini: 

    1. Latihan Soal 1

    Suatu lingkaran memiliki diameter 14 cm, berapakah luas 1 bangun datar lingkaran tersebut?

    Jawaban : 

    Diameter lingkaran = 14 cm, maka jari-jari lingkaran adalah 7 cm

    Luas lingkaran = 𝜋 × r × r 

    = 22/7 × 7 × 7

    = 154 cm2 

    Jadi, dalam menyelesaikan soal ini, nilai jari-jari lingkaran diperoleh dari diameter dibagi 2 sehingga didapatkan hasil jari-jari lingkaran sebesar 7 cm. Kemudian barulah dihitung luas lingkaran menggunakan rumus yang telah tersedia hingga diperoleh hasil luas lingkaran dengan jari-jari 7 cm adalah 154 cm2

    Penggunaan nilai pi = 22/7 pada contoh soal kali ini merupakan cara menghitung luas lingkaran yang paling mudah..

    2. Latihan Soal 2

    Andi menemukan kertas lipat berbentuk setengah lingkaran dengan jari-jari 7 cm. Lalu, berapakah luas dari kertas lipat yang ditemukan Andi?

    Jawaban : 

    Jari-jari lingkaran = 7 cm

    Luas lingkaran = 𝜋 × r × r × ½

    = 22/7 × 72 × ½ 

    = 77 cm2 

    Pada latihan soal ini, dijelaskan bahwa terdapat bangun datar setengah lingkaran dengan diameter 7 cm. Oleh karena itu, pada perhitungan rumus awal perlu dikalikan dengan ½ untuk memperoleh luas setengah lingkaran sesuai dengan instruksi soal.

    3. Latihan Soal 3

    Terdapat tutup toples yang berbentuk lingkaran dengan diameter 21 cm. Namun, seperempat bagian dari tutup toples tersebut rusak, berapakah luas toples yang masih dalam kondisi baik?

    Jawaban : 

    Diameter tutup toples = 21 cm, jadi jari-jari tutup toples adalah 10,5 cm

    ¼ tutup toples rusak berarti masih terdapat ¾ bagian tutup toples yang masih dalam kondisi baik sehingga perhitungannya menjadi: 

    Luas toples dalam kondisi baik = 𝜋 × r × r × ¾ 

    = 3,14 × 10,52 × ¾ 

    = 259, 64 cm2 

    Jadi, pada latihan soal ini perlu dipahami bahwa luas daerah yang ditanyakan adalah toples yang masih dalam kondisi baik. Sehingga dalam rumus luas lingkaran perlu dikalikan dengan ¾ bagian toples sesuai dengan instruksi soal. 

    Penggunaan nilai pi juga didasarkan pada kemudahan proses perhitungan sehingga diperoleh luas lingkaran sebesar 259, 64 cm2.

    4. Latihan Soal 4

    Pak Hamid memiliki tanah dengan bentuk lingkaran yang memiliki diameter sebesar 28 m. Lalu pak Hamid menjadikan seperempat tanah tersebut sebagai lahan untuk menanam jagung, berapakah luas tanah yang masih kosong?

    Jawaban: 

    Diameter tanah berbentuk lingkaran = 28 m, jari-jari tanah =14 m

    ¼ bagian tanah digunakan sebagai lahan untuk menanam jagung sehingga masih terdapat ¾ bagian tanah yang kosong.

    Luas tanah yang kosong = 𝜋 × r × r × ¾ 

    = 22/7 × 142 × ¾ 

    = 462 m2

    Sama seperti pembahasan latihan soal sebelumnya, bahwa diperlukan kecermatan dalam mengerjakan cara menghitung luas lingkaran. Sehingga diperoleh luas ¾ tanah dengan bentuk lingkaran yang masih kosong adalah 462 m2

    5. Latihan Soal 5

    Hitunglah luas seperempat lingkaran dengan jari-jari 3,5 cm!

    Jawaban: 

    Luas lingkaran= ¼ × 𝜋 × r × r 

    = ¼ × 3,14 × 3,5 × 3,5

    = 9,62 cm2

    Jadi, untuk memperoleh luas ¼ lingkaran, rumus luas lingkaran perlu dikalikan dengan ¼ sehingga diperoleh hasil luas ¼ lingkaran yakni 9,62 cm2.

    6. Latihan Soal 6

    Bangun datar berbentuk setengah lingkaran memiliki luas 1925 cm2. Berapakah jari-jari dari bangun datar tersebut?

    Jawaban : 

    Luas lingkaran= 1925 cm2

    1925 cm2 = ½ × 𝜋 × r × r 

    1925 cm2 = ½ × 22/7 × r2

    r2 = 1225

    r = 35 cm

    Jadi, untuk melakukan perhitungan pada latihan soal ini, cukup melakukan substitusi sesuai rumus luas lingkaran hingga diperoleh jari-jari lingkaran sebesar 35 cm

    Sudah Paham Bagaimana Cara Menghitung Luas Lingkaran?

    Dari penjelasan di atas, apakah ada hal yang belum dipahami? Salah satu cara menghitung luas lingkaran dengan mudah yakni dengan memperbanyak latihan soal. Pahami secara detail terkait dengan rumus yang bisa digunakan.