Blog

  • Doa Zakat Fitrah Lengkap dengan Keutamaan, Syarat, dan Ketentuannya

    Doa Zakat Fitrah Lengkap dengan Keutamaan, Syarat, dan Ketentuannya

    Walaupun hanya satu tahun sekali, namun setidaknya Anda harus menghafalkan doa zakat fitrah dan mengerti berbagai syarat dan ketentuannya. Karena ibadah satu ini memang wajib untuk semua umat muslim. Baik tua, muda, wanita, maupun pria semua diwajibkan. Oleh karena itu, mari simak dan pelajari selengkapnya lewat artikel berikut!

    Sekilas Tentang Zakat Fitrah

    Pada dasarnya, zakat fitrah adalah ibadah sedekah wajib yang dilakukan umat muslim dalam satu tahun sekali, tepatnya pada bulan Ramadhan. Secara bahasa, Zakat Al-Fitr bisa Anda artikan sebagai membersihkan atau mensucikan diri dengan mengeluarkan harta kepada orang lain.

    Perintah ibadah ini hukumnya wajib tanpa terkecuali, hal ini sejalan dengan salah satu ayat dalam Al Quran yang berbunyi, “Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah 2: 43).

    Dalam ayat tersebut sudah sangat jelas terlihat bahwa, umat muslim diperintahkan untuk melaksanakan shalat dan juga zakat (mengacu pada zakat fitrah). Hal tersebut juga diperkuat dengan beberapa hadis yang salah satunya berbunyi:

    “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat,” (HR Bukhari Muslim).

    Kata mewajibkan sudah cukup jelas mengenai hukum dari ibadah satu ini. Bahkan Rasulullah SAW, memperjelas kembali dengan siapa saja yang diwajibkan. Mulai dari hamba sahaya (budak), laki-laki, perempuan baik yang kecil maupun besar. Jadi, sudah jelas kata zakat dalam ayat sebelumnya mengacu pada zakat fitrah.

    Bagaimana Niat dan Doa Zakat Fitrah?

    Karena menjadi sebuah kewajiban, maka sudah sewajarnya Anda mempelajari dan menghafal doa untuk melakukan ibadah ini. Karena untuk tiap ketentuan, doanya bisa berbeda-beda. Berikut uraian lengkapnya:

    1. Niat untuk Zakat Pribadi atau Mandiri

    Saat Anda mengeluarkan zakat untuk diri sendiri, niat yang bisa Anda baca adalah sebagai berikut ini:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an nafsii fardhollillahi ta’aala.” 

    • Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah dari diri saya sendiri fardhu hanya karena Allah.”

    2. Niat untuk Menzakatkan Istri

    Sebagai kepala rumah tangga, suami memiliki tanggungan atas zakat fitrah dari istri yang ditanggungnya. Walaupun untuk zakat fitrah istri bisa mengeluarkan sendiri dan mendoakannya sendiri, namun Anda sebagai suami harus siap apabila diminta untuk mendoakan zakat tersebut untuk dirinya. Berikut niatnya:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an zaujatii fardhollillahi ta’aala.”

    •  Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk istri saya fardhu hanya karena Allah.”

    3. Niat untuk Menzakatkan Anak (Laki-Laki)

    Selain istri, suami juga menanggung zakat atas anak laki-laki yang menjadi tanggungannya. Sebelum membacakan doa zakat fitrah, Anda perlu meniatkan zakat untuk anak laki-laki Anda dengan bacaan sebagai berikut:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an-waladii (sebutkan nama anak Anda) fardhollillahi ta’aala.”

    •  Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-laki saya yang bernama (sebutkan nama anak Anda) fardhu hanya karena Allah.”

    4. Niat untuk Menzakatkan Anak (Perempuan)

    Jika anak laki-laki bisa Anda zakatkan, sudah pasti anak perempuan juga tanggung jawab Anda. Untuk menzakatkan anak perempuan, Anda bisa membaca niat berikut ini:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an-bintii (sebutkan nama anak Anda) fardhollillahi ta’aala.”

    •  Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuan saya yang bernama (sebutkan nama anak Anda) fardhu hanya karena Allah.”

    5. Niat untuk Menzakatkan Diri Sendiri Sekaligus Keluarga 

    Anda bisa membacakan niat berikut untuk keluarga yang jadi tanggungan Anda:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘annii wa ‘anjamii’i maa yalzamunii nafaqootuhum syar’aa fardhollillahi ta’aala.”

    •  Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya sendiri sekaligus untuk seluruh orang yang dalam tanggungan nafkah dari saya fardhu hanya karena Allah.”

    6. Niat untuk Mewakili Zakat Orang Lain

    Mungkin Anda seorang amil zakat ataupun ada orang yang menitipkan zakatnya melalui Anda. Maka, niat zakat fitrah yang bisa Anda baca adalah sebagai berikut:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an (sebutkan nama orang yang Anda wakilkan) fardhollillahi ta’aala.”

    •  Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama orang yang Anda wakilkan) fardhu hanya karena Allah”

    7. Doa Mengeluarkan Zakat Fitrah

    Saat Anda mengeluarkan atau membayarkan zakat ini, ada beberapa doa zakat fitrah yang disarankan para alim ulama. Di antaranya adalah doa berikut ini:

    • Arab:

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلَا تَجْعَلْهَا مَغْرَمًا

    • Latin:

    “Allahummaj’alhaa Maghnaman, wa laa Taj’alhaa Maghraman.”

    •  Artinya: 

    “Ya Allah jadikanlah ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikanlah ia pemberian yang merugikan.”

    Beberapa alim alim ulama juga menyarankan doa berikut ini, baik ditambahkan atau sebagai pengganti doa sebelumnya saat memberikan zakat.

    • Arab:

    رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

    • Latin:

    “Rabbanaa taqabbal minnaa, innaka antas samii’ul ‘aliim.”

    •  Artinya: 

    “Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah (amal / ibadah) dari kami (zakat fitrah). Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-Baqarah : 127) 

    8. Doa Menerima Zakat

    Namun, jika Anda termasuk golongan mustahiq dan hendak menerima zakat dari orang lain, ada baiknya Anda membaca doa berikut:

    • Arab:

    ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

    • Latin:

    “Aajarakallahu fiimaa a’thaita, wa baaraka fiimaa abqaita wa ja’alahu laka thahuuran.”

    •  Artinya:

    “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

    Keutamaan Zakat Fitrah

    Adapun keutamaan yang bisa Anda dapatkan setelah menunaikan ibadah ini adalah sebagai berikut:

    • Zakat fitrah jadi syarat diterimanya puasa dan segala amalan puasa di Bulan Ramadhan.
    • Mendapatkan pahala sebesar puluhan ribu gedung untuk tiap butir yang Anda sedekahkan.
    • Dapat mensucikan jiwa dan meningkatkan rasa syukur.
    • Dijanjikan tempat di surga nanti.
    • Wujud penebusan dosa dan kesia-siaan selama bulan Ramadhan.
    • Membantu saudara yang membutuhkan (mustahik atau penerima zakat)!

    Syarat dan Ketentuan Zakat Fitrah

    Dalam menunaikan ibadah satu ini, tak cukup hanya mengeluarkan zakat seukuran 1 sha’ dan melafalkan doa zakat fitrah saja. Namun, Anda selaku umat muslim juga harus memenuhi persyaratan seperti berikut:

    • Umat muslim baik laki-laki, perempuan, muda, maupun tua.
    • Menemui dua waktu yakni Bulan Ramadhan dan Bulan Syawal.
    • Masih bernyawa sebelum malam terakhir bulan puasa.
    • Memiliki harta yang lebih daripada kebutuhan sehari-hari.
    • Tanggungan nafkah jadi tanggungan suami. 
    • Mualaf sebelum terbenamnya matahari di akhir Bulan Ramadhan.

    Sudahkah Anda Menghafalkan Doa Zakat Fitrah Tersebut?

    Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai doa zakat fitrah, niat, keutamaan, syarat, serta ketentuan yang harus Anda penuhi. Setelah memahaminya, jangan sampai Anda meninggalkan ibadah satu ini, ya!

  • Doa Sesudah Makan: Arab, Latin, Arti, & Sesuai Sunnahnya

    Doa Sesudah Makan: Arab, Latin, Arti, & Sesuai Sunnahnya

    Makan menjadi kebutuhan sehari-hari manusia yang tidak boleh terlewatkan. Sebab, tanpa makan manusia bisa saja meninggal karena lemas. Namun, agar makanan yang Anda konsumsi menjadi berkah, maka dianjurkan untuk membaca doa sebelum makan kemudian dilanjutkan doa sesudah makan.

    Doa tersebut memiliki tujuan sebagai bentuk rasa syukur terhadap apa yang kita makan hari ini agar menjadi sesuatu yang baik pula dalam tubuh. Sebab makanan yang Anda konsumsi memiliki zat-zat yang diubah menjadi energi untuk melakukan semua kegiatan, seperti bekerja, belajar, dan beribadah.

    Doa Sesudah Makan

    Islam selalu mengajarkan umatnya untuk menganut hal-hal yang baik. Selain itu, berdoa juga menjadi kewajiban bagi kaum muslimin dan muslimah sebelum melakukan kegiatan baik itu skala besar maupun kecil seperti makan. Jika sebelum makan saja ada doanya, lantas bagaimana dengan doa sesudah makan?

    Berikut adalah bacaan yang dapat Anda lakukan setelah makan:

    دَّعٍ مُوَ وَلَرمكفوغَيْرَ فِيهِ مُبَارَكًا طَيِّبًاكَثِيرًا حَمْدًا لِلَّهِ الْحَمْدُ

    Cara baca: Alhamdulillahi hamdan katsiran thoyyiban mubarakan fihighaira makfurin wa muwadda’in.

    Artinya: Segala puji bagi Allah SWT dengan pujian yang banyak, baik dan berkah yang senantiasa tidak diingkari nikmatnya dan tidak akan terputus.

    Adab Ketika Sedang Makan dan Sesudahnya

    Selain mengetahui tentang doa sesudah makan, ternyata Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada kita tentang adab yang baik. Adab tersebut akan membuat Anda memiliki kesan nikmat terhadap makanan yang dikonsumsi. Jika tidak memakainya, kenikmatan dan berkahnya bisa hilang. Berikut adabnya:

    1. Mencuci Tangan Baik Sebelum dan Sesudah Makan

    Sebelum makan, Rasulullah SAW memberikan contoh agar selalu mencuci tangan baik sebelum dan sesudah makan. Hal tersebut bahkan tercantum dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud. 

    Bunyinya, yaitu “Rasulullah SAW, ketika beliau ingin tidur dalam kondisi junub maka beliau berwudhu terlebih dahulu dan ketika beliau ingin makan ataupun minum maka beliau mencuci tangannya”.

    Kebiasaan tersebut bukan semata-mata adab Islam saja, melainkan juga agar terhindar dari kuman ataupun penyakit. Islam sangat menyukai kebersihan, sebab penyakit tidak akan datang ketika seseorang menjaga kebersihannya.

    2. Tidak Meniup Makanan dan Minuman

    Selain melafalkan doa sesudah makan sebelumnya, adab lainnya adalah tidak meniup makanan dan minuman. ini menjadi salah satu kebiasaan yang wajib Anda lakukan. Larangan ini secara ilmiah mampu membahayakan kesehatan sebab udara yang keluar mengandung zat karbondioksida.

    Zat ini mampu memunculkan bakteri yang bernama Helicobacter Pylori yang menyebarnya melalui pernapasan. Bakteri tersebut dapat menimbulkan penyakit radang lapisan lambung hingga berakhir dengan tukak lambung.

    3. Hendakklah Menggosok Gigi Setelah Makan

    Kebersihan adalah sebagian dari iman. Ini bukan hanya kalimat saja, melainkan diatur dalam hadist. Rasulullah selalu mengajarkan agar kita senantiasa menggosok gigi setelah makan. Bersiwak adalah nama kegiatannya, di mana tujuannya ialah menjaga kesehatan mulut dan menghindari risiko infeksi hingga gigi berlubang.

    4. Mengkonsumsi Makanan dengan Tangan Kanan

    Dalam hadist riwayat muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan “Jika salah satu dari kalian makan, hendaklah ia makan dan minum menggunakan tangan kanannya. Sesungguhnya setan makan dan minum menggunakan tangan kirinya.”.

    Selain itu, hadits riwayat muslim lainnya juga mengatakan “Apabila satu suap dari makanan kalian jatuh, maka ambillah, kemudian bersihkan kotorannya. Jangan pernah biarkan untuk setan. Jangan pula membersihkan tangan menggunakan sapu tangan, namun jilatlah jari-jarinya karena ia tidak tahu makanan yang berkah”.

    Karena itu, sebaiknya Anda menggunakan tangan kanan untuk makan. Ini juga akan mencerminkan sifat sopan santun.

    5. Makan dengan pelan dan Tidak Berlebihan

    Tidak hanya membaca doa sesudah makan, Anda juga wajib melaksanakan adab-adab yang diajarkan. Salah satu adab makan dalam Islam ialah konsumsi makanan secara perlahan. Tujuannya adalah untuk membiarkan otak memiliki cukup waktu untuk mengenal sinyal kenyang dan asupan makanan.

    Manfaat lainnya ialah menghindarkan Anda dari mengonsumsi makanan dengan kandungan kalori jahat yang melimpah. Tak hanya itu, adab lain juga menganjurkan kita untuk tidak makan serta minum secara berlebihan. Haditsnya sendiri berbunyi seperti berikut:

    “Tidaklah manusia memenuhi sebuah wadah yang lebih berbahaya daripada perutnya. Cukuplah bagi semua anak Adam dengan sejumlah suap makanan untuk bisa menegakkan tubuhnya. Apabila ia harus mengisinya, maka sisakan sepertiga lambung untuk makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga udara.”.

    6. Mengucapkan Hamdalah

    Setelah makan, selain mengucapkan doa Anda sebaiknya juga mengucapkan hamdalah. Dengan mengucapkan kalimat ini, Anda senantiasa mengakhiri kegiatan makan dengan cara yang baik. 

    Setan sulit ikut campur dengan urusan manusia yang selalu ingat dengan kalimat Allah SWT. Kalimatnya pun tidak panjang, hanya sebatas Alhamdulilah saja. Meski pendek, namun maknanya sangat baik. Anda juga mencerminkan orang yang selalu mensyukuri makanan yang sudah dikonsumsi.

    7. Bersyukur 

    Adab yang berikutnya adalah bersyukur. Doa sesudah makan yang Anda ucapkan harus diimbangi dengan rasa syukur yang tinggi. Tidak semua orang seberuntung Anda bisa makan dan minum dengan baik hari ini. Mereka yang kurang beruntung, bahkan harus berpuasa karena tidak memiliki makanan yang dikonsumsi.

    Maka dari itu, ingatlah bahwa Tuhan selalu memberikan rezeki yang melimpah untuk Anda sehingga cukup untuk membeli makanan dan minuman. Rasa syukur juga menjadi sikap yang harus selalu Anda tanamkan dalam hal apapun. Tuhan itu maha baik dan adil. Jadi, selalu syukuri nikmat yang diberikan pada Anda.

    8. Membereskan Perlengkapan Makanan dan Minuman

    Semua perlengkapan makan juga hendaklah harus dibersihkan. Jangan dibiarkan menumpuk. Selain kotor dan menjadi sarang penyakit, apakah Anda nyaman jika ada bau busuk dari sisa makanan yang Anda tinggalkan? Selain itu, disebutkan bahwa jin dan setan sangat menyukai tempat-tempat yang kotor.

    Karena itu, jaga selalu kebersihan. Terlebih itu adalah tempat makan yang nanti akan Anda gunakan lagi. Agar tidak memunculkan sikap malas, langsung saja bersihkan perlengkapan makan. Cuci sampai bersih, kemudian letakkan di rak penyimpanan dan atur secara rapi.

    9. Tidak Langsung Beraktivitas

    Terkadang setelah membaca doa dan membereskan tempat makan, kita langsung beraktivitas lain. Misalnya seperti tidur, mandi, atau bekerja. Sebenarnya hal itu tidak boleh, karena bisa memberikan dampak yang kurang baik untuk tubuh. Cobalah untuk menunggu sebentar hingga makanan bisa diurai oleh pencernaan.

    Dari beberapa kegiatan, tidur yang paling buruk dampaknya. Terutama untuk gula darah manusia. Ketika Anda memutuskan untuk tidur setelah perut kenyang, bukan kesehatan yang Anda dapatkan. Melainkan gula darah bisa naik drastis dan memunculkan penyakit diabetes. Jadi, usahakan untuk menunggu setidaknya 1 jam.

    Amalkan Doa Sesudah Makan Agar Makanan Menjadi Berkah!

    Islam itu indah, semua hal diajarkan memiliki nilai baik. Meski sepele, namun mengamalkan doa sesudah makan setiap hari akan memberikan dampak positif pada kehidupan Anda. Terutama keberkahan makanan yang masuk ke dalam perut di setiap harinya. Jadi, jangan samapai lupa untuk menghafal dan mengamalkannya.

  • Idgham Mutaqaribain: Huruf, Hukum, Cara Melafalkan, dan Contohnya

    Idgham Mutaqaribain: Huruf, Hukum, Cara Melafalkan, dan Contohnya

    Dalam tata cara pembacaan ayat suci Al-Quran, terdapat berbagai aturan tajwid yang perlu dipahami dengan baik. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah idgham mutaqaribain. 

    Idgham mutaqaribain merujuk pada gabungan atau penggabungan antara dua huruf yang berdekatan baik dalam makhraj (tempat keluarnya huruf) maupun sifatnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci pengertian, hukum, cara melafalkan, huruf-huruf yang terlibat, serta contoh-contohnya dalam Al Quran.

    Yuk, simak selengkapnya!

    Pengertian Idgham Mutaqaribain

    Idgham mutaqaribain adalah salah satu aspek penting dalam tata cara pembacaan ayat suci Al-Quran. Istilah “idgham” mengacu pada penggabungan atau penyatuan, sedangkan “mutaqaribain” berarti dua huruf yang berdekatan. 

    Dalam konteks tajwid, hukum bacaan ini merujuk pada situasi dimana terdapat dua huruf yang berdekatan, baik dalam makhraj (tempat keluarnya huruf) maupun sifat (karakteristik huruf), sementara huruf pertama berharakat sukun atau mati.

    Makhraj merupakan tempat keluarnya suara saat mengucapkan huruf. Sebagai contoh, huruf qaf dan kaf memiliki makhraj yang sama, yaitu langit-langit mulut. 

    Sementara itu, sifat huruf mengacu pada karakteristik khusus yang melekat pada huruf tersebut. Misalnya, huruf nun dan ra memiliki sifat jahr (nyaring), tawassuth (sedang), istifal (rendah), dan izlaq (naik). Karena memiliki sifat yang berdekatan, kedua huruf ini termasuk dalam kategori idgham mutaqaribain.

    Huruf-hurufnya

    Terdapat beberapa huruf yang termasuk dalam hukum bacaan ini, yaitu:

    1. Huruf yang Berdekatan Makhraj dan Sifatnya. 

    Contohnya adalah ketika huruf qaf sukun bertemu dengan huruf kaf berharakat. Dalam pelafalan, suara qaf dimasukkan ke dalam huruf kaf sehingga terjadi penggabungan.

    2. Huruf yang Berdekatan Makhrajnya Saja, Tetapi Sifatnya Tidak Berdekatan 

    Misalnya, ketika huruf lam sukun bertemu dengan huruf ra’ berharakat. Dalam melafalkan, huruf lam dimasukkan ke dalam huruf ra’, namun keduanya tetap berdekatan secara makhraj.

    3. Huruf yang Berdekatan Sifatnya Saja, tetapi Makhrajnya Tidak Berdekatan 

    Contohnya adalah ketika huruf nun sukun bertemu dengan huruf ya’, mim, wawu, lam, atau ra’ berharakat. Dalam pelafalan, kedua huruf ini tetap berdekatan dalam hal sifat, meskipun makhrajnya berbeda.

    Contoh lainnya adalah huruf Lam (ل) Ta’rif bertemu dengan huruf Ta (ت), Tsa (ث) Dal (د), Dzal (ذ), Ra (ر), Zai (ز), Sin (س), Syin (ش), Shad (ص), Dhadh (ض), Tha (ط), zha (ظ), dan Nun (ن).

    Hukum Bacaan

    Hukum bacaan idgham mutaqaribain adalah dengan memasukkan atau meleburkan huruf pertama ke dalam huruf kedua, sehingga membentuk satu huruf yang bertasydid. Artinya, bacaan dilakukan dengan menggabungkan suara dari kedua huruf tersebut. 

    Hukum bacaan ini termasuk dalam hukum wajib (fardhu ‘ain) yang harus diterapkan dalam membaca Al-Quran. 

    Dengan memahami konsep dan aturan pelafalan dari aturan tajwid yang satu ini, kita dapat memperbaiki cara membaca Al-Quran secara lebih tepat dan menghormati keindahan bacaan yang diatur oleh tajwid.

    Cara Membaca dan Melafalkan

    Setelah mengetahui pengertian, huruf-huruf, dan hukum bacaannya, maka kita akan belajar bagaimana melafalkan atau cara membaca hukum bacaan ini. Cara melafalkan idgham mutaqaribain dapat dijelaskan dalam beberapa poin sebagai berikut:

    1. Perhatikan Kedua Huruf yang Berdekatan

    Identifikasi kedua huruf yang berdekatan dalam ayat Al-Quran. Pastikan huruf pertama dalam keadaan sukun atau mati, sedangkan huruf kedua memiliki harakat atau hidup.

    2. Pahami Makhraj dan Sifat Huruf

    Makhraj merupakan tempat keluarnya huruf, sedangkan sifat adalah karakteristik yang melekat pada huruf tersebut. Pastikan kedua huruf memiliki makhraj dan sifat yang berdekatan. 

    Misalnya, huruf qaf dan kaf yang sama-sama keluar dari langit-langit mulut dan huruf nun dan ra yang memiliki sifat jahr, tawasuth, istifal, dan izlaq.

    3. Gabungkan Suara Huruf Pertama ke Huruf Kedua

    Cara melafalkan idgham mutaqaribain adalah dengan memasukkan suara atau huruf pertama ke dalam huruf kedua. Hal ini dilakukan dengan meleburkan suara huruf pertama ke dalam huruf kedua, sehingga terjadi penggabungan suara atau meleburkannya seperti dalam bacaan tasydid.

    4. Pertahankan Kejelasan dan Kesinambungan

    Saat melafalkan hukum bacaan ini, penting untuk menjaga kejelasan dan kesinambungan dalam pengucapan huruf-huruf tersebut. Pastikan bahwa penggabungan suara terjadi dengan jelas dan tidak menyebabkan gangguan dalam bacaan.

    5. Praktikkan Aturan pada Contoh-contoh yang Tepat

    Untuk lebih memahami cara melafalkan idgham mutaqaribain, praktikkan aturan ini pada contoh-contoh yang tepat. Amati ayat-ayat Al-Quran yang mengandung hukum bacaan ini, dan lakukan pelafalan sesuai dengan aturan yang telah dijelaskan sebelumnya.

    Dengan memahami dan mengikuti langkah-langkah di atas, kita dapat melafalkan hukum bacaan ini dengan benar dan menghasilkan bacaan yang indah dan tepat sesuai dengan tajwid. Penting untuk mempraktikkan dan melatih cara melafalkan ini secara teratur agar menjadi kebiasaan dalam membaca Al-Quran dengan baik.

    Contoh-contoh Bacaan

    Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut ini adalah contoh-contoh penggunaan dari hukum bacaan ini dalam membaca Al-Qur’an.

    1. Contoh 1: QS. Al Mursalat Ayat 20

    أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ

    Pada contoh pertama ini terdapat ayat dengan huruf qaf sukun yang bertemu dengan huruf kaf berharakat dhummah. Contoh ini memenuhi syarat pertama, yaitu bertemunya dua huruf yang berdekatan makhraj dan sifatnya.  

    Jadi, contoh ini dibaca Pembacaannya menjadi “Alam nakhlukkum mimmaa”, huruf qaf sukun dileburkan ke dalam huruf kaf.

    2. Contoh 2: QS. An-Nisa Ayat 158

    بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

    Kedua, terdapat ayat dimana terdapat huruf  Lam (ل) sukun bertemu dengan Huruf Ra (ر) yang berharakat fathah. Contoh ini memenuhi syarat kedua, yaitu bertemunya dua huruf yang berdekatan makhrajnya saja.

    Kemudian, cara membaca ayat tersebut yaitu, “Bar-rafa’a hullahu ilaihi”, huruf lam sukun diberikan pembacaannya ke dalam huruf ra.

    3. Contoh 3: QS. Al Mu’minun Ayat 97

    وَقُلْ رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيٰطِيْنِ

    Selanjutnya, pada contoh ini, terdapat contoh dengan syarat idgham mutaqaribain yang sama seperti contoh nomor 2, yaitu bertemunya dua huruf yang berdekatan makhrajnya saja. Huruf-huruf yang terlibat yaitu  Lam (ل) sukun bertemu dengan huruf Ra (ر) yang berharakat fathah.

    Jadi, pelafalannya adalah “Wa qur-rabbi a’uudzubika min hamazaatisy syayaathiin”, yakni tanpa dengan ghunnah atau dengung dan dengan meleburkan huruf lam ke dalam huruf ra dan ditasydidkan, sehingga dibaca wa qurrabi.

    4. Contoh 4: QS. Al Kahfi Ayat 2

    قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ

    Sementara itu, pada contoh ini, ayat tersebut mengandung huruf nun sukun bertemu dengan huruf lam berharakat fathah. Berbeda dari contoh sebelumnya, contoh ini memenuhi syarat ketiga, yaitu bertemunya dua huruf yang berdekatan sifatnya saja, tetapi tidak dengan makhrajnya.

    Jadi, cara membaca ayat tersebut menjadi “Qayyiman liyundzira ba san syadidan mil-ladunhu”. Huruf nun sukun dibaca dengan dileburkan ke dalam huruf lam.

    5. Contoh 5: QS. Al Kahfi Ayat 5

    اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا

    Terakhir, di sini terdapat huruf nun sukun yang bertemu dengan huruf ya’ berharakat fathah. Seperti contoh sebelumnya, contoh ini juga memenuhi syarat ketiga, yaitu bertemunya dua huruf yang berdekatan sifatnya saja, tetapi tidak dengan makhrajnya.

    Jadi, pelafalannya adalah “Iy-yaquuluuna illaa kadziba”. Jangan lupa, pelafalannya disertai dengan ghunnah atau dengung dan dengan meleburkan huruf nun sukun ke dalam huruf ya’ berharakat fathah dan ditasydidkan, sehingga dibaca iyyakuuluuna.

    Sudah Paham Hukum Idgham Mutamatsilain dalam Tajwid?

    Pemahaman mengenai idgham mutaqaribain menjadi penting untuk menghasilkan bacaan yang baik dan sesuai dengan tajwid. Dengan mengenali huruf-huruf yang berdekatan makhraj dan sifatnya, serta memahami pelafalan yang tepat, kita dapat meningkatkan kualitas bacaan dan keindahan ayat-ayat suci.

    “Dan bacalah Al-Quran itu dengan tartil (perlahan, teratur) dan tadabbur (pikirkan maknanya), sesungguhnya tajwid dan tadarus (membaca dan mempelajarinya) Al-Quran itu membawa kebaikan dan keberkahan.”

    Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dalam mempelajari tajwid dan membaca Al-Quran dengan baik. Teruslah berlatih dan mendalami ilmu tajwid, sehingga kita dapat meraih keberkahan dan kebijaksanaan dalam menyampaikan pesan suci Allah kepada dunia.

  • Pengertian Idgham Mimi: Hukum, Cara Membaca, dan Contohnya

    Pengertian Idgham Mimi: Hukum, Cara Membaca, dan Contohnya

    Apakah Anda pernah merasa terpesona dengan keindahan bacaan Al-Quran yang mengalun begitu merdu? Salah satu faktor yang membuat bacaan Al-Quran terdengar begitu indah adalah penerapan hukum tajwid yang tepat. Selain itu, salah satu hukum tajwid yang penting untuk dipahami adalah Idgham Mimi. 

    Dalam artikel ini, Anda akan menjelajahi pengertian idgham mimi, cara membacanya, hukum yang terkait, dan contoh-contoh penerapannya dalam ayat-ayat Al-Quran. Mari kita mulai!

    Pengertian Idgham Mimi

    Pentingnya penerapan hukum tajwid dalam membaca Al-Quran tidak bisa diragukan lagi. Setiap hukum tajwid memiliki peran penting dalam menjaga kesempurnaan bacaan dan pemahaman terhadap ayat-ayat suci. Salah satu hukum yang sering dijumpai dalam Al-Quran adalah idgham mimi. 

    Idgham mimi terjadi ketika huruf hijaiyah Mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf hijaiyah Mim yang memiliki harakat, yaitu Mim dengan harakat fathah (مَ), Mim dengan harakat kasrah (مِ), atau Mim dengan harakat dammah (مُ).

    Hukum bacaan ini adalah salah satu hukum tajwid yang mengharuskan penggabungan atau penyatuan antara huruf Mim sukun dengan huruf Mim yang memiliki harakat di atasnya. 

    Ketika huruf-huruf ini bertemu, pengucapan Mim sukun akan dimasukkan ke dalam Mim dengan harakat, sehingga terjadi penggabungan suara yang halus dan terdengar seperti satu suara yang panjang.

    Hukum Bacaan

    Hukum idgham mimi mengatur cara pengucapan ketika huruf Mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf Mim dengan harakat [مَ مِ , مُ ]. Saat terjadi pertemuan ini, pengucapan Mim sukun akan dimasukkan ke dalam Mim dengan harakat, menghasilkan penggabungan suara yang halus.

    Aturan tajwid ini memiliki beberapa hukum bacaan yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa poin penting dalam hukum bacaannya:

    1. Dibaca dengan Ghunnah atau Dengung

    Hukum bacaan dari aturan tajwid yang satu ini adalah wajib dibaca dengan cara diidghamkan dengan suara dengung atau ghunnah. Ghunnah adalah suara berdengung yang dihasilkan dengan menggerakkan suara di tenggorokan.

    Huruf Mim sukun harus dibaca dengan memanjangkan suara Mim sekitar 2-3 harakat hingga 1,5 alif. Hal ini memberikan penekanan pada penggabungan suara antara Mim sukun dan Mim dengan harakat.

    2. Dalam Al Quran Sudah Diberi Tanda Tasydid di Atasnya

    Tanda tasydid adalah sebuah penanda idgham mimi di dalam Al-Quran. Ayat-ayat yang mengandung hukum bacaan tajwid ini biasanya telah ditandai dengan adanya tanda tasydid (ـّ) pada huruf Mim dengan harakat.

    Tasydid pada bacaan ini berfungsi sebagai penanda hukum peleburan atau pertemuan antara Mim sukun dan Mim dengan harakat. Fungsi ini menjadikan tasydid sebagai salah satu jenis tasydid hukum.

    Dengan memahami dan menerapkan hukum bacaan tajwid yang satu ini dengan benar, kita dapat membaca Al-Quran dengan tartil dan memperoleh keberkahan dari setiap ayat yang kita baca.

    Cara Membaca

    Setelah mengetahui pengertian dan hukum bacaannya, selanjutnya kita akan membahas bagaimana melafalkan atau cara membaca hukum bacaan ini. Untuk dapat membacanya dengan tepat, kita perlu memerhatikan langkah-langkah berikut:

    1. Pahami Ayat yang Mengandung Idgham Mimi 

    Perhatikan ayat-ayat dalam Al-Quran yang memiliki tanda tasydid pada huruf Mim dengan harakat. Identifikasi ayat-ayat ini untuk memahami kapan terjadi hukum bacaan ini dan menerapkannya saat membaca Al-Quran.

    2. Panjangkan suara Mim Sukun 

    Ketika bertemu dengan Mim dengan harakat, panjangkan suara Mim sukun.  Dalam hal ini, perlu diperhatikan bahwa ghunnah harus dipertahankan selama sekitar 2-3 harakat hingga 1,5 alif sesuai dengan durasi bacaan. 

    Dengung ini memberikan penggabungan suara yang halus antara kedua huruf tersebut. Dengan melafalkan Mim dengan cara yang benar, kita menciptakan harmoni suara yang memancarkan keindahan dan kelembutan dalam bacaan Al-Quran. 

    Maka dari itu, hindari membaca dengan terburu-buru yang dapat menyebabkan tidak adanya dengungan dalam bacaan ini. 

    3. Melatih Pengucapan yang Benar 

    Untuk membaca hukum bacaan ini dengan baik, perlu dilakukan latihan pengucapan yang benar. Latih kemampuan melafalkan Mim sukun dengan memperpanjang suara Mim, sehingga terjadi penggabungan suara yang tepat saat berpindah ke huruf Mim dengan harakat.

    Contoh-contoh Bacaan

    Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut ini adalah contoh-contoh penggunaan idgham mimi dalam membaca Mushaf Al-Qur’an.

    1. Contoh 1: QS. Al Baqarah Ayat 18

    فِيْٓ اٰذَانِهِمْ مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِۗ

    Pada contoh yang pertama ini terdapat huruf mim (م) sukun bertemu dengan huruf  mim (م) yang berharakat kasrah. Pelafalannya adalah “Fii aadzaanihimminash showaa’iqi khadzarol mauut” dengan mim sukun yang dipanjangkan ghunnah atau dengungnya.

    2. Contoh 2: QS. Al Baqarah Ayat 10

    فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ

    Kedua, terdapat ayat dimana terdapat huruf mim (م) sukun bertemu dengan huruf  mim (م) yang berharakat fathah. Cara membaca ayat tersebut yaitu, “Fii quluubihim marodhun fazadahumullahu marodho” dengan dengung atau memanjangkan bacaan mim sukun.

    3. Contoh 3: QS. Ali Imran Ayat 10

    اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْئًاۗ

    Selanjutnya, contoh ini sama seperti contoh kedua, dimana terdapat huruf mim (م) sukun bertemu dengan huruf  mim (م) yang berharakat fathah. Cara membaca ayat tersebut yaitu “ulaaduhumminallahi syai a” dengan mim sukun yang didengungkan panjang.

    4. Contoh 4: QS. Ali Imran Ayat 22

    وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ

    Pada contoh keempat ini juga terdapat huruf mim (م) sukun bertemu dengan huruf  mim (م) yang berharakat kasrah. Cara membaca ayat tersebut yaitu “Wamaa lahumminnaashiriin” dengan mim sukun yang didengungkan panjang.

    5. Contoh 5: QS. Al Baqarah Ayat 23

    وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ

    Lagi, pada contoh kelima, terdapat huruf mim (م) sukun bertemu dengan huruf  mim (م) yang berharakat kasrah. Cara membacanya adalah dengan mendengungkan huruf mim sukun menjadi “Wad’uu syuhadaa a kumminduunillah”.

    6. Contoh 6: QS. Al Baqarah Ayat 10

    وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

    Kemudian pada contoh di atas ini juga terdapat huruf mim (م) sukun yang bertemu dengan huruf  mim (م) yang berharakat dhummah. Cara membacanya adalah menjadi “Waantummuslimuun ” dengan mim sukun yang didengungkan panjang selama 2-3 harakat.

    Sudah Paham Hukum Idgham Mimi dalam Tajwid?

    Demikianlah penjelasan lengkap tentang aturan tajwid idgham mimi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dalam mengeksplorasi dan memperdalam pengetahuan tentang hukum bacaan ini dalam tajwid.

    Dalam mempelajari Al-Quran, penting bagi kita untuk memperhatikan hukum tajwid yang terkandung di dalamnya. Dengan memahami pengertian idgham mimi, cara membacanya, dan contoh-contohnya dalam ayat-ayat Al-Quran, kita dapat meningkatkan keindahan dan kualitas bacaan kita. 

    Saat melafalkan Al-Quran, marilah kita berusaha untuk memahami dan menerapkan hukum tajwid dengan baik. Dengan demikian, kita tidak hanya memperoleh pahala dari membaca Al-Quran, tetapi juga mampu mendapatkan pemahaman yang lebih dalam terhadap pesan yang terkandung dalam ayat-ayat-Nya. 

    Semoga bacaan Al-Quran kita selalu menginspirasi dan membawa hidayah kepada kita dan orang-orang di sekitar kita.

  • Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunnah, Lengkap Arti & Urutannya

    Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunnah, Lengkap Arti & Urutannya

    Bukan cuma jadi agenda rutin menjelang Ramadhan dan Lebaran saja, ziarah kubur sudah menjadi hal cukup sering dilakukan oleh masyarakat muslim di Indonesia. Orang yang pergi ke kuburan biasanya membawa bunga, air, juga membaca serangkaian doa ziarah kubur tertentu dengan tujuan memohon ampunan bagi yang telah tiada.

    Selain itu, ziarah kubur juga bermanfaat melunakkan hati kita dan mengingatkan kita pada akhirat. Sayangnya, kebanyakan dari kita masih bingung harus membaca doa apa saat berkunjung ke makam yang kita ziarahi. Agar tidak bingung lagi, simak kumpulan doa ziarah kubur berikut ini beserta adab, arti, lafal, dan urutannya yang benar!

    Adab Ziarah Kubur

    Selain melantunkan doa, ternyata ada adab-adab tertentu yang harus kamu jaga saat berziarah ke makam, di antaranya:

    • Datang dengan hati yang ikhlas.
    • Mengucapkan salam kepada ahli kubur.
    • Menjaga perilaku baik.
    • Hindari duduk atau berdiri di atas makam.
    • Mendatangi mayat yang kamu kenal dari arah wajahnya.
    • Tidak berteriak maupun membuat kegaduhan.

    Urutan Doa Ziarah Kubur

    Setelah kamu tahu apa saja adab-adab yang harus dilakukan saat berziarah ke makam, berikutnya kamu perlu tahu bagaimana urutan doa ziarah kubur yang benar. Berikut lafal beserta artinya yang bisa kamu ikuti saat ziarah ke makam nanti:

    1. Mengucapkan Salam

    Ziarah kubur biasanya dimulai dengan mengucapkan salam kepada ahli kubur (dalam hal ini adalah orang yang telah meninggal) pada saat menginjak pintu masuk makam. Namun, pengucapan salam ini agak berbeda dengan salam yang kamu ucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salam tersebut berbunyi:

    Assalamu’alaikum daara qaumin mu’miniin wa atakum maa tuu’aduun ghadan mu’ajjaluun, wa innaa insyaa-Allahu bikum laahiqun. 

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah padamu, wahai tempat-tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami dengan izin Allah akan menyusul kalian.”.

    2. Membaca Istighfar

    Setelah mengucapkan salam, biasanya dilanjutkan dengan membaca istighfar, yaitu memohon ampunan Allah SWT bagi almarhum dan juga bagi diri sendiri. Bunyinya:

    Astaghfirullaah hal ‘adziim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaihi.

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya”.

    3. Membaca Surat Al-Fatihah

    Selanjutnya, kamu bisa membaca atau mengirimkan surat Al-Fatihah sebanyak 3 kali sebagai hadiah kepada keluarga, saudara, atau teman kamu yang telah meninggal. Harapannya, supaya jenazah di akhirat bisa memperoleh pahala dan syafaat dari Al-Fatihah yang kamu baca. Berikut ini lafalnya:

    Bismillahir rahmanir rahim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamin. Ar Rahmaanir Rahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash-shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. 

    Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan mereka yang dimurkai, dan bukan mereka yang sesat.”.

    4. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas

    Doa ziarah kubur yang berikutnya adalah membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali serta Al-Falaq dan An-Naas sebanyak 3 kali. Dengan mengamalkan bacaan ini saat berziarah, niscaya kamu akan mendapatkan pahala sebanyak jumlah ahli kubur yang ada di tempat itu. 

    5. Ayat Kursi

    Membaca ayat kursi juga merupakan bagian dari doa ziarah kubur. Ayat ini diambil dari ayat ke-255 dari Surat Al-Baqarah. Berikut lafal beserta artinya:

    Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih.

    Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.

    Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya?

    Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah maha tinggi, lagi maha besar.”.

    6. Membaca Surat Yaasiin

    Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abdul Aziz dari Anas, bahwasannya “Barangsiapa yang masuk ke pemakanan, lalu membaca surat Yasin, maka Allah ta’ala akan meringankan dosa-dosa ahli kubur tersebut. Selain itu, ia akan memperoleh kebaikan sebanyak ahli kubur yang ada di tempat tersebut.”.

    7. Membaca Kalimat Tahlil, Dzikir, dan Shalawat

    Saat ziarah kubur, hendaknya kita juga membaca kalimat tahlil, dzikir, serta shalawat dengan harapan supaya Allah ta’ala mengampuni dosa-dosa kaum muslimin dan muslimah yang telah tiada. Kamu dianjurkan untuk membaca kalimat ini sebanyak 33 kali, baik itu sendiri maupun dipimpin. Lafal dan artinya yaitu:

    Laailaaha Illallah.  

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah”.

    Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin

    Artinya: “Tiada Tuhan melainkan engkau ya Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku ini adalah dari golongan yang aniaya”.

    Allaahumma shalli’alaa sayyidinaa muhammmadin shalaatar ridhaa wardha’an ashhaabihir ridhar ridhaa

    Artinya: “Ya Allah, mohon karunia kesejahteraan atas junjungan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridhai, dan ridhoilah daripada sahabat-sahabat sekalian”.

    8. Membaca Doa Ziarah Kubur

    Allahummaghfirlahu war hamhu wa ‘aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’ madholahu, waghsilhu bìl maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minadd zunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi.

    Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzhu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan, sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.

    Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.”.

    Kini, Kamu Tahu Bagaimana Urutan Doa Ziarah Kubur yang Benar!

    Itulah rangkaian dan urutan doa yang bisa kamu ikuti saat melakukan ziarah kubur. Semoga dengan membaca doa ini saat berziarah, bisa membuat kita lebih banyak bersyukur dan meningkatkan kesadaran untuk memperbanyak amal shaleh.

  • Adab dan Doa Keluar Rumah Lengkap: Arab, Latin & Artinya

    Adab dan Doa Keluar Rumah Lengkap: Arab, Latin & Artinya

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan umatnya agar senantiasa mengucapkan doa keluar rumah ketika hendak bepergian. Sebab, dengan membaca doa tersebut, seorang muslim akan mendapat perlindungan dari godaan setan, serta petunjuk dan kecukupan. Nah, seperti apa keutamaan lainnya?

    Daripada kamu penasaran, kita simak ulasan selengkapnya pada pembahasan berikut ini! 

    Sekilas tentang Berdoa

    Sejatinya berdoa merupakan sebuah kebutuhan rohani untuk setiap insan yang menggambarkan ketidakberdayaan tanpa adanya pertolongan dari sesama makhluk, terlebih dari Tuhannya.

    Dalam Islam, berdoa artinya memohon atau meminta pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala dalam kondisi apapun. Doa adalah manifestasi kerendahan diri, keperluan, dan ketundukan kepada sang pencipta.

    Bahkan dalam Al Quran surah Al Baqarah Ayat 186, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

    Wa idza sa’alaka ‘ibadi ‘anni fa inni qarib, ujibu da’watad-da’i iza da’ani falyastajibụ li walyu`minụ bi la’allahum yarsyudụn.

    Artinya: 

    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al Baqarah:186).

    Ya, setiap aktivitas yang kita lakukan harus diawali dengan berdoa, termasuk saat keluar dari rumah sekalipun. Kita tidak pernah tahu berbagai tindak kejahatan atau marabahaya bisa saja datang ketika berada di luar rumah.

    Selain itu, membaca doa ketika hendak keluar rumah akan membuatmu lebih aman lantaran selalu dalam perlindungan Allah subhanahu wa ta’ala

    Keutamaan Doa Keluar Rumah

    Membaca doa keluar rumah memiliki keutamaan yang tentu saja akan bermanfaat jika mengamalkannya. Lantas, apa saja keutamaannya?

    1. Memperoleh Petunjuk

    Allah subhanahu wa ta’ala pun senantiasa melindungi hambanya dari berbagai marabahaya selama beraktivitas. Oleh sebab itu, manfaat doa keluar rumah pada selanjutnya dapat memberikan petunjuk ke jalan yang benar ketika membacanya sebelum melakukan aktivitas di luaran sana.

    Doa keluar rumah adalah bentuk permohonan kita sebagai seorang hamba Allah subhanahu wa ta’ala untuk memperoleh perlindungan. Orang yang mendapatkan petunjuk dari sang pencipta niscaya ia tidak akan tersesat atau tidak ada orang yang akan membuat dirinya tersesat.

    Dengan demikian, hidayah merupakan kebutuhan mutlak seorang hamba agar bisa terus istiqomah di jalan yang benar, serta pada nantinya akan mengantarkan kita menuju kebahagiaan akhirat.

    2. Terlindungi dari Godaan Setan

    Godaan setan selalu ada kemanapun kita pergi. Oleh sebab itu, meminta perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala merupakan cara untuk membentengi diri kita saat keluar rumah.

    Sebagai seorang hamba Allah, kita perlu untuk memohon perlindungan supaya terbebas dari godaan setan yang terkutuk. Perlindungan tersebut merupakan jaminan keamanan dari segala perbuatan munkar yang merupakan sumber kejahatan dan kerusakan bagi kehidupan dunia dan akhirat.

    3. Diberikan Kecukupan

    Membaca doa keluar rumah akan memberikan manfaat kepada yang membacanya, yaitu berupa kecukupan rezeki dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ya, kecukupan adalah asal muasal dari ketenangan seorang hamba tatkala hidup di dunia sehingga mereka tidak merasa kekurangan, baik secara lahir dan batin.  

    Selain itu, seseorang yang membaca doa keluar rumah juga akan tercukupi segala hajatnya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

    Adab Keluar Rumah

    Dalam Islam juga mengajarkan bagaimana adab ketika kita akan bepergian yang sesuai dengan sunnah. 

    Dirangkum dari berbagai sumber, terdapat enam adab keluar rumah yang bisa kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari.  

    1. Shalat Sunnah Dua Rakaat

    Maksud shalat sunnah dua rakaat ini bisa termasuk shalat dhuha, taubat, atau shalat sunnah lainnya. Upayakan jika kamu bepergian keluar rumah untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat terlebih dahulu.

    2. Membaca Doa 

    Dari Anas Bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda apabila seseorang keluar dari kediamannya, hendaknya ia membaca doa sebagai berikut: 

    بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّ

    Bismillahi, tawakkaltu ’alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah

    Artinya:

    “Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakal (berserah diri) kepada Allah, tiada daya upaya, melainkan dengan izin Allah.”

    Setelah itu, kamu dapat melanjutkannya dengan membaca doa isti’adzah sebagai berikut.

     اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَأَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّأَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّأَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَأَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ 

    Allaahumma innii a’uudzu bika an adhilla au udhalla au azilla au uzalla au azhlima au uzhlama au ajhala au yujhala ‘alayya.

    Artinya: 

    “Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, berbelok dari jalan yang benar atau dibelokkan dari jalan yang benar, berbuat kezaliman atau dizalimi, berbuat kejahilan atau dijahili.” (HR. Abu Dawud). 

    3. Memandang Langit Sambil Berdoa

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menganjurkan tatkala keluar rumah, sebaiknya terlebih dahulu memandang langit sambil membaca doa berikut ini:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ 

    Allahumma inni a-’udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.

    Artinya:

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), berbuat kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya (orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi” (HR Abu Dawud, Nasai, dan Ibnu Majah).

    4. Melangkah dengan Kaki Kanan

    Melangkah dengan kaki kanan hukumnya sunnah, terlebih ketika kamu hendak keluar rumah. Dari Aisyah radhiyallahu anha beliau berkata, 

    كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

    Artinya:

    “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyukai memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusannya” (HR Bukhari dan Muslim).

    5. Menutup Pintu Perlahan

    Ketika kamu hendak keluar rumah, maka tutuplah pintu secara perlahan, tanpa membanting pintu tersebut. 

    Menutup pintu juga merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan rumah dari perkara tindak kriminalitas, seperti pencurian atau perampokan. Oleh sebab itu, apabila  tidak ada seorang pun di rumah, sebaiknya pastikan semua akses masuk (termasuk pintu) sudah terkunci dengan rapat.

    6. Mengucapkan Salam 

    Mengucapkan salam menjadi salah satu adab ketika keluar dari rumah. Hal ini merupakan bentuk bahwa kamu berpamitan untuk meninggalkan orang-orang yang berada di rumah.

    Sudah Tahu Doa Keluar Rumah?

    Seperti yang kita ketahui, membaca doa keluar rumah merupakan amalan sunnah yang bisa kamu praktikkan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. 

    Sebab doa ini mempunyai manfaat bagi kamu yang gemar berpergian agar senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala sehingga terhindar dari segala hal yang tidak kamu inginkan.

    Jadi, sudahkah kamu berdoa hari ini?

  • Hafalkan Doa Naik Kendaraan ini untuk Mendapatkan Perlindungan-Nya

    Hafalkan Doa Naik Kendaraan ini untuk Mendapatkan Perlindungan-Nya

    Sebagai seorang muslim, kamu dianjurkan untuk selalu berdoa dimanapun dan kapanpun. Misalnya, saat hendak bepergian menggunakan kendaraan. Doa naik kendaraan ini merupakan amalan sunnah yang dapat memberikan kelancaran dan keselamatan. Doa ini juga untuk meminta perlindungan Allah ketika bepergian.

    Doa Naik Kendaraan

    Bacaan doa untuk menaiki kendaraan berbeda-beda, tergantung transportasi jenis apa yang dinaiki, seperti bus, pesawat, atau kapal laut. Agar lebih jelas, kamu bisa menyimak penjelasannya di bawah ini!

    1. Doa Kendaraan Darat

    Saat hendak bepergian menggunakan transportasi darat, seperti mobil, motor, bus, atau kereta, dianjurkan untuk berdoa agar diberikan keselamatan saat perjalanan. Doa ketika berkendara menggunakan transportasi darat adalah sebagai berikut:

    بِاسْمِ اللَّهِ
    الْحَمْدُ لِلَّهِ
    { سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ } { وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ }
    (3x) الْحَمْدُ لِلَّهِ
    (3x) اللَّهُ أَكْبَرُ
    سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

    Doa naik kendaraan dalam huruf latin:

    Bismillah. Alhamdulillah. Subhaanal-ladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun).

    Alhamdulillah (3x).

    Allaahu akbar (3x).

    Subhanaka inni zhalamtu nafsi, faghfirli, fa innahu la yaghfirudz-dzunuba illaa anta.

    Doa di atas memiliki arti, yaitu “Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat).

    Segala puji bagi Allah (3x).

    Allah Maha Besar (3x).

    Maha Suci Engkau Ya Allah, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

    2. Doa Kendaraan laut

    Sebelum naik kapal laut ataupun transportasi laut sejenisnya, sangat dianjurkan kepada umat muslim untuk berdoa terlebih dahulu. Doa ini dibaca ketika hendak perjalanan,  agar akhirnya sampai tujuan. Lebih lanjut, doa ini tercantum dalam hadits riwayat yang dikutip oleh Imam Nawawi dan berada dalam kitab Al Adzakar.

    Selain itu, doa tersebut juga sebagaimana dilakukan oleh Nabi Nuh saat mengendarai Bahtera Nuh dan diabadikan dalam surat Al-Huud ayat 41. Adapun doa saat menaiki transportasi laut adalah sebagai berikut:

    بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Doa naik kendaraan laut dalam huruf latin:

    Bismillâhi majrêha wa mursâhâ, inna rabbî la ghafûrur rahîm

    Arti dari doa di atas adalah “Dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Hud ayat 41).

    Selain itu, jika kamu telah membaca doa tersebut, kamu juga bisa melanjutkan doa yang dikutip dari surat Az-Zumar 67. Adapun doanya adalah sebagai berikut:

    وَمَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۖ وَالْاَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَالسَّمٰوٰتُ مَطْوِيّٰتٌۢ بِيَمِيْنِهٖ ۗسُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

    Doa yang dikutip dari surat Az-Zumar dalam huruf latin:

    Wa mâ qadarullâha haqqa qadrihî, wal ardhu jamî‘an qabdhatuhû yaumal qiyâmah, was samâwâtu mathwiyyâtum bi yamînihî, subhânahû wa ta‘âlâ ‘an mâ yusyrikûn

    Adapun artinya adalah sebagai berikut “Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Az-Zumar ayat 67).

    3. Doa Kendaraan Udara

    Kendaraan udara identik dengan transportasi umum seperti pesawat. Pesawat ini juga digunakan orang-orang, terutama umat muslim untuk traveling, mudik, hingga menunaikan rukun islam yang kelima. Namun, saat hendak bepergian menggunakan pesawat, sangat dianjurkan untuk berdoa terlebih dahulu.

    Sebab, hal ini untuk meminta keselamatan dalam perjalanan ketika hendak naik pesawat. Adapun doa nya adalah sebagai berikut:

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Doa naik kendaraan udara dalam huruf latin:

    “Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl.”

    Artinya adalah “Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”.

    Keutamaan Doa Naik Kendaraan

    Di bawah ini adalah beberapa keutamaan doa ketika menaiki kendaraan, antara lain:

    1. Mendapatkan Perlindungan Allah

    Ketika seseorang berdoa saat hendak menaiki kendaraan darat, laut, maupun udara, maka Allah akan memberi perlindungan kepada orang tersebut. Sebab, hanya Allah SWT yang menjadi tempat berlindung bagi kaum muslim dari segala bahaya yang mengancam umatnya.

    Lebih lanjut, Allah akan senantiasa melindungi orang-orang yang berdoa memohon pertolongan kepada Nya dan melindunginya ketika dalam perjalanan. Selain itu, dalam setiap bacaan doa, terdapat ayat yang berisi permohonan kepada Allah, agar perjalanannya dilancarkan dan segala urusannya dimudahkan.

    2. Merasa Lebih Aman

    Berdoa ketika akan mengawali kegiatan, dapat memberikan sentuhan dalam hati, sehingga memberi rasa aman, tenang, dan nyaman. Terlebih, jika kamu akan melakukan perjalanan yang jauh. Jadi, ketika kamu berdoa dan meminta lindungan dari Allah, maka Allah akan senantiasa melindungi kamu hingga bisa sampai tujuan.

    Kamu juga tidak akan merasa cemas, karena telah meminta ridho dan perlindungan Allah SWT ketika akan bepergian. Dengan doa naik kendaraan yang telah dipanjatkan, perasaan menjadi lebih yakin dan berani untuk melakukan perjalanan.

    3. Mendapatkan Ridho Allah

    Saat membaca doa naik kendaraan, perjalanan kamu akan diridhoi oleh Allah SWT. Selain itu, dengan membaca doa ini, maka kita memperlihatkan ketaatan dan kepatuhan kita kepada kehendak Allah SWT. Doa menaiki kendaraan ini juga bahkan menunjukan bahwa kita merupakan makhluk lemah yang bergantung kepada Nya.

    Ridho Allah sendiri merupakan tujuan bagi umat muslim yang hidup di dunia. Jadi, saat kita memanjatkan doa menaiki transportasi dengan hati yang tulus dan mengharapkan perlindunganNya, maka kita berusaha untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

    Selain itu, dengan merasa pasrah kepada apa yang dikehendaki Nya dan sadar bahwa segala sesuatu dalam kendali Nya, maka kita akan lebih merasa damai.

    4. Mendapatkan Pahala

    Berdoa merupakan ibadah kita kepada Allah, sehingga mereka yang membaca doa akan mendapatkan pahala. Salah satu doa yang membuat pahala kamu bertambah adalah berdoa ketika hendak naik kendaraan.

    Dari doa tersebut, kita meminta pertolongan kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan, keselamatan, dan kelancaran dalam perjalanan. Selain itu, dalam permintaan tersebut, kita memperlihatkan kerendahan hati dan tidak luput dari ketergantungan kepada Sang Maha Kuasa.

    Selain itu, berdoa ketika hendak melakukan perjalanan menggunakan transportasi dianggap sebagai tindakan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bisa dibilang, berdoa ketika naik kendaraan merupakan saluran untuk mendapatkan pahala dan berkah dari Nya.

    Ayo Doa Naik Kendaraan untuk Meminta Perlindungan-Nya!

    Demikian doa yang bisa kamu panjatkan ketika akan dan sedang menaiki kendaraan, baik di darat, udara, mapun laut. Semoga dengan membaca doa-doa di atas, kita senantiasa diberi perlindungan, keselamatan, dan kelancaran saat akan bepergian dengan berbagai tujuan. Semoga bermanfaat.

  • Doa Sholat Hajat: Arab, Latin, Arti serta Tata Caranya

    Doa Sholat Hajat: Arab, Latin, Arti serta Tata Caranya

    Sholat hajat merupakan salah satu sholat sunnah malam yang dapat dikerjakan oleh umat muslim. Adapun dalam melaksanakannya, setiap muslim juga dianjurkan untuk membaca doa sholat hajat. Tujuannya adalah agar ibadah sunnah tersebut dapat lebih sempurna dan doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT.

    Lantas, bagaimana bacaan doa sholat hajat yang benar sesuai dengan syariat agama Islam? Yuk, simak ulasan selengkapnya seputar sholat hajat dalam artikel di bawah ini!

    Apa Itu Sholat Hajat?

    Sholat hajat merupakan sholat sunnah malam yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat muslim. Waktu pengerjaannya sendiri dapat dilakukan kapan saja. Akan tetapi, tidak boleh dikerjakan pada waktu-waktu yang dilarang untuk menunaikan ibadah sholat.

    Meski begitu, waktu terbaik untuk melaksanakan ibadah sholat malam ini adalah pada sepertiga malam terakhir, sebagaimana yang sudah disebutkan dalam HR. Imam Ahmad dan Imam Ibnu Hibban berikut ini:

    “Malam manakah yang paling didengar (dikabulkan oleh Allah SWT)? Rasulullah bersabda, ‘Pada tengah malam’.”.

    Selain itu, pelaksanaan sholat hajat juga dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri (munfarid). Kemudian, perlu kamu ketahui juga bahwa terdapat perbedaan antara sholat hajat dengan sholat sunnah lain, yakni pada bacaan niat dan bacaan ayat setelah pelafalan Surat Al Fatihah.

    Adapun anjuran untuk melaksanakan ibadah sholat hajat bagi setiap muslim sudah disebutkan oleh sabda Nabi Muhammad SAW dalam HR. Ahmad yang berbunyi sebagai berikut:

    “Barang siapa yang berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian sholat dua rakaat dengan sempurna, maka Allah SWT akan memberikan apa yang ia minta cepat atau lambat”.

    Bacaan Niat Sholat Hajat dan Artinya

    Sholat sunnah hajat dilaksanakan minimal sebanyak dua rakaat dan maksimal 12 rakaat. Adapun bacaan niat sholat hajat dua rakaat beserta artinya adalah sebagai berikut:

    اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

    Ushallii sunnatal haajati rak’ataini lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku berniat sholat sunnah hajat dua raka’at, karena Allah Ta’ala.”

    Bacaan Doa Sholat Hajat dan Artinya

    Setelah mengetahui bacaan niatnya, berikut ini adalah bacaan doa sholat hajat dalam bahasa Arab, latin, dan artinya yang dapat dihafalkan:

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil karimil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza’ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada’ li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan penguasa singgasana yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. 

    Aku Mohon kepada-Mu segala hal yang bisa menghadirkan rahmat-Mu dan dorongan kuat untuk mendapatkan ampunan-Mu, luapan segala kebajikan, dan keselamatan dari setiap dosa. 

    Jangan Engkau biarkan dosa menghampiriku, kecuali Engkau mengampuninya. Jangan biarkan kesedihan menghinggapiku, kecuali Engkau memberikan jalan keluarnya. Dan tiada suatu hajat yang Engkau ridhai, kecuali Engkau memenuhinya. Wahai Dzat yang Maha Kasih, di antara para pengasih.”.

    Tata Cara Pelaksanaan Sholat Hajat yang Benar

    Selain menghafalkan doa sholat hajat yang benar, umat muslim juga harus mengetahui tata cara melaksanakan sholat sunnah malam tersebut. Sebenarnya, pelaksanaan sholat hajat ini sama seperti sholat-sholat sunnah lainnya.

    Jadi, setiap umat muslim diharuskan dalam keadaan suci dan bersih dari segala kotoran, najis, serta hadas. Tak hanya itu saja, umat muslim juga harus membersihkan hati dari segala sifat iri, takabur, dengki, dan juga riya. Hal ini karena sifat tersebut dapat menjadi penghalang terkabulnya suatu permintaan kepada Allah SWT.

    Berikut ini adalah panduan mengenai tata cara melaksanakan sholat hajat yang bisa disimak:

    1. Membaca niat sholat hajat seperti yang ada pada penjelasan sebelumnya.
    2. Takbiratul ihram yang dilanjutkan dengan membaca doa iftitah.
    3. Setelah itu, membaca Surat Al Fatihah, kemudian disambung dengan Ayat Kursi dan Surat Al Ikhlas, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Wahib bin Al-Ward. Agar doa yang dipanjatkan bisa dikabulkan oleh Allah SWT.
    4. Selanjutnya, gerakan rukuk, lalu i’tidal dan sujud.
    5. Kemudian, duduk di antara dua sujud dan melanjutkannya dengan sujud kedua.
    6. Lalu, bangkit kembali dan lakukan gerakan yang sama pada rakaat kedua.
    7. Duduk tasyahud akhir dan ditutup dengan salam.

    Keutamaan Melaksanakan Sholat Hajat bagi Umat Muslim

    Sama seperti sholat sunnah lainnya, umat muslim yang melaksanakan sholat hajat juga akan mendapatkan banyak keutamaan dari Allah SWT. Selain mendapatkan pahala yang besar, seorang muslim yang rutin melaksanakan ibadah sholat hajat juga akan mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.

    Hal ini karena sholat hajat dapat membuat seorang hamba menjadi lebih dekat dengan Sang Pencipta, yakni Allah SWT. Apalagi sering kali kita sebagai seorang hamba mencita-citakan sesuatu dan cenderung hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri.

    Padahal, sebenarnya hanya Allah SWT yang menguasai segalanya. Dengan kata lain, hanya Allah SWT yang mampu menghendaki segala sesuatunya.

    Bukan cuma itu saja, keutamaan sholat hajat lainnya adalah sholat sunnah malam ini dapat menjadi motivator yang paling kuat bagi seorang muslim untuk mencapai kekhusyukan.

    Tanpa disadari, setiap kali kita melaksanakan sholat, baik itu sholat fardhu maupun sunnah, sangat jarang kita merasakan khusyu ketika melaksanakan sholat tersebut. Bahkan, ketika melaksanakan sholat di malam hari, tak jarang keinginan tertentu dapat memecah konsentrasi, sehingga membuat kita lengah.

    Oleh karena itulah, disebutkan bahwa sholat hajat dapat menjadi motivator agar bisa lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Apalagi ketika kita memiliki hajat atau keinginan yang ingin dikabulkan oleh-Nya.

    Menariknya lagi, dengan rutin melaksanakan sholat hajat dan membaca segala doa yang dianjurkan, umat muslim juga dapat dikabulkan hajatnya oleh Allah SWT. Akan tetapi, tentu saja hal tersebut harus dibarengi dengan niat yang tulus dan kerja keras yang maksimal.

    Setiap orang sudah pasti memiliki hajatnya masing-masing, baik itu yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat. Jadi, kita sebagai seorang hamba Allah SWT, tak perlu ragu untuk mengatakannya langsung kepada Allah SWT melalui sholat hajat yang dilakukan.

    Selagi keinginan tersebut memang memiliki maksud yang baik dan bukan untuk menyakiti orang lain, maka Insyaallah akan segera dikabulkan oleh Allah SWT.

    Sudah Tahu Bacaan Doa Sholat Hajat yang Benar?

    Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai sholat hajat, mulai dari pengertian, doa sholat hajat, hingga keutamaannya yang perlu diketahui oleh setiap muslim. Semoga penjelasan tentang sholat hajat tersebut bermanfaat untukmu, ya.

  • Doa Sebelum Tidur: Arab, Latin, Arti, & Keutamaannya

    Doa Sebelum Tidur: Arab, Latin, Arti, & Keutamaannya

    Dalam Islam, membaca doa sebelum tidur adalah amalan yang dianjurkan untuk umat muslim lakukan setiap harinya. Ini terjadi karena doa-doa tersebut dapat menjadi pengingat kepada Allah dan rahmat-Nya sebelum mengakhiri hari. Selain itu, amalan ini juga memberikan banyak manfaat. Apa sajakah itu? Simak di sini!

    Doa Sebelum Tidur

    Tidak hanya berfungsi sebagai latihan spiritual, namun amalan ini juga akan memberikan ketenangan pada pikiran dan hati. Sehingga umat muslim dapat mengakhiri hari dengan positif, rendah hati, dan selalu percaya terhadap Allah SWT. 

    Secara umum, orang-orang pasti sudah mengenal doa tidur berikut ini. Karena itu, sebaiknya Anda membaca doa sebelum memutuskan untuk tidur. Berikut doa yang lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan maknanya:

    اَللّهُمَّ! بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوْتُ

    (Allahumma bismika ahya wa bismika amut).

    Artinya: “Ya Allah! Dengan menyebut nama-Mu, aku hidup dan pula mati dengan nama-Mu.”

    Bacaan Dzikir Sebelum Tidur

    Dzikir adalah salah satu amalan yang dapat dilakukan oleh umat muslim setiap sebelum tidur. Selain itu, dzikir juga dapat menjadi doa tidur. Karena bisa mendatangkan keberkahan dan keselamatan selama tidur. Adapun beberapa bacaan dzikir yang dapat umat muslim amalkan, yakni antara lain sebagai berikut ini:

    • Surah Al-Ikhlas.
    • Surah An-Nas.
    • Surah Al-Falaq.
    • Surah Al-Mulk.
    • Surah Al-Baqarah.
    • Surah Al-Kafirun.
    • Surah Al-Isra.
    • Surah Az-Zumar.
    • Tasbih, Tahmid, dan Takbir.

    Setelah membaca bacaan dzikir di atas, umat muslim harus melanjutkan membaca doa tidur. Dengan membaca doa-doa tersebut, tidur akan menjadi lebih nyenyak. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menghindari godaan syaitan saat tidur. 

    Sebagai seorang umat Islam yang baik, membaca doa sebelum tidur bersifat penting. Anda sangat dianjurkan untuk mengamalkan bacaan doa sebelum dan sesudah tidur. Sehingga Anda akan selalu mengingat keberadaan Allah SWT dan segala berkah yang Pencipta berikan. 

    Akan tetapi, tidak semua bacaan sebelum tidur di atas harus Anda baca semuanya. Karena Anda dapat membacanya sesekali dengan satu doa ke doa lainnya. Namun, pastinya umat muslim harus mengamalkan semua hadis Nabi Muhammad SAW meskipun secara bertahap.

    Amalan Rasulullah Sebelum Tidur

    Sebelum tidur, biasanya ada berbagai amalan yang akan dilakukan oleh Rasulullah. Dari berbagai amalan tersebut, umat muslim dapat menerapkannya sebagai rutinitas sehari-hari. Sehingga, ibadah dan sunnah Rasulullah dapat diikuti secara maksimal. Penasaran amalan apa saja yang dilakukan Rasulullah? Simak penjelasan ini:

    1. Wudhu

    Kegiatan melakukan wudhu sebelum tidur dipercaya dapat menentramkan hati. Dengan demikian, tidur akan lebih nyenyak. Bahkan wudhu juga dapat membuat manusia senantiasa mendapatkan lindungan dari Allah SWT saat tidur. Anjuran tentang wudhu sebelum tidur ada dalam hadits berikut ini:

    إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

    Artinya: “Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu,” (Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

    Hadits di atas menunjukkan anjuran tentang pengambilan wudhu sebelum tidur saat malam hari. Jika wudhu biasanya dilakukan saat akan shalat, maka wudhu juga bisa digunakan sebagai amalan anjuran dari Rasulullah sebelum tidur. Oleh sebab itu, umat muslim bisa menjadikan wudhu sebagai rutinitas baru saat akan tidur.

    2. Membersihkan Tempat Tidur

    Berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah, “Jika salah satu di antara kalian yang akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya terlebih dahulu. Kemudian dengan kain tersebut ucapkan, “bismillah” sebab kita tidak tahu apa saja yang akan terjadi setelahnya.” (HR. Bukhari Nomor 6320).

    Nabi Muhammad SAW selalu menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan dalam semua aspek kehidupan. Salah satunya adalah saat tidur, Rasulullah menganjurkan untuk membersihkan tempat tidur.

    Agar tidur nyaman tanpa ada gangguan kotoran atau serangga, maka diwajibkan untuk membersihkan area tempat tidur secara maksimal. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya tidak malas dan terapkan kebersihan saat tidur.

    3. Membaca Surah Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan An-Nas

    Dengan nama besarnya yang agung, Rasulullah selalu melakukan doa sebelum tidur dan meminta perlindungan dari Allah. Baik itu sebelum tidur maupun aktivitas lainnya. Sebagai umat muslim, membaca Al-Qur’an adalah kewajiban. Dengan membaca Al-Qur’an, perasaan tenang saat tidur akan didapatkan dengan mudah.

    Jika memang belum terbiasa, maka bisa memulainya dengan bacaan surah pendek. Seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, dan surah pendek lainnya. Pastikan juga untuk membuat catatan atau memasang alarm, sehingga jadwal baca surah pendek sebelum tidur tidak akan terlewatkan.

    4. Cari Posisi Ternyaman

    Kita hendak tidur, sebaiknya cari posisi ternyaman yang sesuai anjuran Rasulullah. Biasanya, Rasulullah akan memiringkan posisi badannya ke kanan, ini sesuai dengan hadits:

    اِضْطَجِعْ عَلَى شَقِّكَ اْلأَيْمَنِ.

    Artinya: “Berbaringlah diatas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

    Selain itu, Rasulullah juga menganjurkan umat Islam untuk tidak melakukan posisi badan tengkurap. Hal ini karena posisi tidur ini disebutkan sebagai posisi yang tidak disukai oleh Allah SWT. Larangan tersebut dituangkan dalam hadits berikut ini:

    إِنَّهَا ضَجْعَةٌ يَبْغَضُهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ.

    Artinya: “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla.”

    5. Tidur Menghadap Kiblat

    Selain tidur menghadap ke bagian kanan, Rasulullah juga menganjurkan untuk tidur dengan posisi menghadap ke arah kiblat. Seringkali dilakukan oleh Rasulullah, anjuran ini ada di dalam hadits berikut:

    “Rasulullah memerintahkan Aisyah untuk menyiapkan tempat tidurnya. Tempat tidurnya pun disiapkan, lalu Rasulullah menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal” (Hadits Riwayat Abu Ya’la).

    Keutamaan dari Membaca Doa Sebelum Tidur

    Agama Islam memberikan banyak manfaat bagi umatnya. Jadi, tidak heran jika berdoa sebelum tidur juga memiliki beberapa keutamaan yang menguntungkan, di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Dapat Terhindar dari Mimpi Buruk

    Seperti yang telah disinggung bahwa, doa tidur dapat membantu manusia untuk terhindar dari mimpi buruk yang tidak mengenakan. Oleh sebab itu, umat muslim dianjurkan untuk berwudhu dan membaca doa sebelum tidur terlebih dahulu. Dengan demikian, mereka bisa menghindari mimpi buruk selama tidur.

    Bukan hanya itu saja, berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhari, dikatakan bahwa manusia bisa mati pada malam itu sesudah membaca doa tidur, maka ia akan meninggal di atas fitrah. Oleh sebab itu, umat muslim sangat dianjurkan untuk mengamalkan doa tidur terlebih dahulu.

    2. Tidak Terkena Gangguan Setan

    Orang yang membaca doa tidur akan terhindar dari gangguan jin jahat. Agar tidak mendapatkan gangguan dari setan, maka setiap muslim harus mengamalkan bacaan-bacaan sebelum tidur.

    Pernyataan tersebut sudah sesuai dengan hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, ”Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah SWT.”

    Amalkan Doa Tidur untuk Mendapatkan Keutamaannya!

    Itulah beberapa informasi terkait doa sebelum tidur. Sebagai seorang muslim, maka mengikuti anjuran Rasulullah adalah kewajiban. Sehingga umat muslim dapat berada di jalan yang sesuai. Salah satunya adalah amalan-amalan Rasulullah sebelum tidur. Lantas, sudahkah Anda melakukannya?

  • Doa Bangun Tidur: Lengkap Tulisan Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

    Doa Bangun Tidur: Lengkap Tulisan Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

    Siapapun pasti ingin bangun dari tidur dengan harapan mendapatkan energi yang diperbaharui dan berkesempatan untuk menjalani hidup dengan lebih baik di setiap harinya. Nah, dalam Islam, apabila kamu terbangun dari tidur siang maupun malam, maka kamu harus membaca doa bangun tidur sebelum memulai aktivitas. 

    Sebab, Allah SWT baru saja “memegang” nyawa kamu dalam waktu sementara yang terwujud sebagai tidur. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Az-Zumar Ayat 42:

    اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا ۚ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْاُخْرٰىٓ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

    Artinya:

    “Allah memegang jiwa (yang mati) ketika telah mencapai waktu matinya dan (memegang) jiwa (yang belum mati) ketika dia tertidur. Maka Dia tahanlah jiwa (yang mati) yang telah dicabut-Nya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang Dia tentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

    Bacaan Doa Bangun Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Berikut ini adalah bacaan lengkap doa saat bangun tidur yang harus kamu amalkan dan hafalkan:

    1. Doa Saat Bangun Tidur

    Mengacu pada hadits riwayat Bukhari, adapun doa saat bangun tidur di pagi hari adalah:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

    Bacaan latin:

    Alhamdulillahilladzi ahyaana ba’da ma amaatanaa wa ilaihin nushur

    Artinya:

    “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan (membangunkan) kami setelah mematikan (menidurkan) kami, dan kepada-Nya kami akan kembali (bangkit).”

    2. Doa Saat Terbangun dari Tidur

    Apabila kamu tak sengaja terbangun dari tidur di malam hari, maka kamu bisa mengucapkan dzikir Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ubadah bin Shamit berikut ini:

    لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌۢ. الْحَمْدُ لِلَّـهِ وَسُبْحَـٰنَ اللَّـهِ، وَلَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّـهُ، وَٱللَّـهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّـهِ.

    Bacaan latin:

    Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikala lah, lahul mulku walahul hamdu wa Huwa ‘alaa kulli syaiin qadiir. Alhamdulillah wa subhaanallaah, wa la ilaaha illallah, wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billaah

    Artinya:

    “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan (segala sesuatu), bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, dan maha suci Allah. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

    Setelah itu, lanjutkan dengan mengucapkan “Ya Allah, ampunilah (dosa) hamba”. Bila perlu, Anda juga bisa bangun untuk menunaikan sholat malam, seperti sholat tahajud.

    3. Dzikir Pagi

    Selain membaca doa-doa bangun tidur di atas, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk kamu membaca dzikir setelah bacaan doa bangun tidur. Bacaan dzikir ini juga dapat menambah amalan kamu di pagi hari.

    Mengacu pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, adapun bacaan dzikir pagi yang bisa kamu lafalkan adalah:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

    Bacaan latin:

    Alhamdulillahilladzi ‘aafaanii fii jasadii, wa rodda alayya ruuhii, wa adzina lii bi dzikri

    Artinya:

    “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan kepada tubuhku, mengembalikan ruhku, dan memberiku izin untuk mengingat-Nya.”

    Tata Cara Doa Bangun Tidur

    Dalam membaca doa-doa di atas, sejatinya kamu juga perlu melakukan serangkaian langkah, agar doa yang kamu panjatkan lebih mustajab di mata Allah SWT. Berikut adalah tata cara yang bisa kamu ikuti sesaat setelah bangun tidur:

    • Usahakan untuk menghadap kiblat atau minimal menghadap ke arah kanan kamu.
    • Angkatlah kedua tangan kamu dengan posisi telapak tangan yang terbuka atau menengadah di depan dada.
    • Kemudian, kamu bisa mulai dengan membaca basmallah yang berbunyi “Bismillahirrahmanirrahim”.
    • Lanjutkan dengan membaca doa bangun tidur yang telah dianjurkan pada penjelasan di atas.
    • Setelah itu, kamu bisa akhiri pembacaan doa dengan mengucapkan dzikir dan sholawat kepada Rasulullah SAW.
    • Beberapa hadits juga menyarankan kamu untuk mengusap mata dengan lembut sebanyak tiga kali. Lalu, mengusap wajah sebanyak tiga kali, mulai dari dahi hingga dagu. Langkah ini merupakan bentuk amalan yang bermanfaat untuk membuka mata dari kantuk dan menyegarkan wajah dari kelelahan tidur.

    Selain tata cara tersebut, ada juga amalan-amalan sunnah kebiasaan Rasulullah SAW yang dapat kamu lakukan setelah bangun tidur, seperti:

    • Membaca takbir “Allahu Akbar” sebanyak 10 kali.
    • Mengucapkan puji kepada Allah “Alhamdulillah” sebanyak 10 kali.
    • Membaca tasbih “Subhanallah” sebanyak 10 kali.
    • Mengucapkan tahlil “La ilaha illallah” sebanyak 10 kali.
    • Membaca istighfar “Astaghfirullah al-‘adzim” sebanyak 10 kali.

    Apabila kamu senantiasa melaksanakan kelima amalan sunnah tersebut setelah bangun tidur, maka kamu dapat memulai hari dengan kesadaran spiritual yang lebih tinggi dan memohon ampunan serta keberkahan dari Allah SWT.

    Tujuan dan Manfaat Membaca Doa Bangun Tidur

    Perlu kamu ingat, bahwa membaca doa saat bangun tidur bukan hanya sekedar rutinitas harian. Melainkan juga menjadi amalan terbaik untuk memperoleh banyak pahala, namun dengan cara yang mudah. 

    Oleh karena itu, berdasarkan makna yang terkandung dalam doa-doa tersebut, kamu sebagai umat muslim akan memaknai tujuan-tujuan yang mulia dan penting bagi kehidupan kamu. Berikut ini adalah beberapa tujuan sekaligus manfaat membaca doa bangun tidur:

    • Sebagai bentuk mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, karena telah diberi kesempatan untuk tidur dan untuk bangun serta hidup kembali.
    • Memohon perlindungan dari segala keburukan dan gangguan di pagi hari.
    • Meminta petunjuk, kemudahan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan sepanjang hari yang damai dan bahagia. 
    • Sebagai dorongan motivasi untuk memperbanyak amal ibadah, karena masih Allah SWT beri kesempatan untuk bangun dari tidur.
    • Mengakui kekuasaan Allah SWT atas anugerah, perlindungan, dan takdir manusia selama tertidur.
    • Sebagai pengingat bahwa kamu hanya bisa bergantung pada kekuasaan dan rahmat Allah SWT dalam setiap langkah hidup.
    • Sebagai doa untuk memulihkan ruhiyah atau keadaan spiritual, memberikan kekuatan tubuh dan iman, serta ketenangan hati setelah tidur.

    Yuk, Amalkan Doa Bangun Tidur Setiap Hari!

    Itulah bacaan lengkap doa saat bangun tidur beserta tata caranya yang harus kamu amalkan setiap hari untuk berkesempatan mendapatkan manfaat-manfaat yang telah kami jelaskan di atas. 

    Namun, bukan berarti membaca doa tersebut merupakan suatu kewajiban, melainkan merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. 

    Bacalah dengan hati yang khusyuk dan penuh penghayatan, sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah atas karunia tidur yang diberikan-Nya. Serta sebagai permohonan perlindungan dan petunjuk-Nya dalam menjalani hari. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu!