Tag: distribusi

  • Pengertian Distribusi: Jenis, Tujuan, Fungsi, Faktor Pengaruh serta Strateginya

    Pengertian Distribusi: Jenis, Tujuan, Fungsi, Faktor Pengaruh serta Strateginya

    Dalam dunia ekonomi, terdapat banyak istilah yang mungkin saja masih asing di telinga banyak kalangan. Salah satu istilah tersebut adalah distribusi. Istilah ini menggambarkan pembagian sebuah produk atau barang yang akan diperjual belikan di pasaran. 

    Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, kegiatan pembagian ini diharuskan secara merata dan adil demi terpenuhinya permintaan pasar oleh konsumen. Sehingga, proses perputaran roda ekonomi tetap stabil dan kegiatan jual beli berjalan dengan lancar.

    Apa yang Dimaksud dengan Distribusi?

    Secara umum, yang dimaksud dengan distribusi yaitu sebuah proses mengirimkan barang dari satu pihak ke pihak yang lainnya yang memiliki hubungan bisnis. Penyaluran barang yang dimaksud bisa saja dari satu produsen ke produsen lainnya dengan tujuan untuk disalurkan kembali ke konsumen.

    Dalam bidang ekonomi, kegiatan ini sering digambarkan sebagai jembatan penghubung antara produsen dan konsumen. Selain itu, kegiatan ini menjadi sebuah kemudahan bagi produsen untuk memasarkan hasil produksi bisnis mereka kepada konsumen. Sehingga, proses pemenuhan kebutuhan konsumsi menjadi mudah.

    Jembatan ini dibuat secara sistematis dalam rangka pembagian hasil pendapatan secara nasional. Pendapat ini merupakan hasil bisnis para pengusaha yang terkait dengan faktor-faktor pendorong produksi. Seperti halnya penyediaan tanah, modal, dan tenaga kerja.

    Pengertian Distribusi Menurut Para Ahli

    Namun dengan demikian, penjelasan di atas merupakan gambaran awam tentang kegiatan ini. Sementara itu, ada beberapa pendapat lainnya yang diutarakan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut: 

    1. Warren J. Keegan

    Ahli ekonomi ini menjelaskan tentang distribusi ini sebagai sebuah saluran milik produsen. Saluran ini berguna untuk menyalurkan hasil produksi ke konsumen untuk memenuhi permintaan pasar konsumsi. 

    2. Kotler

    Pendapat lain datang dari Kotler yang menggambarkan kegiatan ini sebagai sekelompok produsen yang memegang hak atas kepemilikan produk. Sekelompok ini digambarkan sebagai sebuah perusahaan atau produsen yang memiliki produk untuk disalurkan. 

    Dengan begitu, kelompok ini akan berusaha untuk membuka jalan agar pemindahan hak kepemilikan barang produksi berjalan sesuai rencana. Oleh sebab itu, keperluan konsumen dapat terpenuhi dan perusahaan mendapat kepercayaan untuk menyalurkan hasil produksi mereka.

    3. Basu Swastha

    Menurut Basu, kegiatan ini merupakan sebuah saluran yang dipakai untuk memasarkan produk. Produsen merupakan elemen aktif yang memasarkan hasil produksinya menuju ke dunia industri, yaitu konsumen. 

    Selain itu, Basu juga menjelaskan ada tiga tiang utama yang berguna dalam penyaluran kegiatan ini. Ketiga tiang tersebut adalah produsen, distributor, dan konsumen. Distributor menjadi elemen penting berupa jembatan saluran bagi produsen dan konsumen.

    4. Oentoro

    Sedangkan menurut Oentoro, kegiatan distribusi ini merupakan sebuah kegiatan yang memasarkan suatu produk dengan tujuan memperlancar penyaluran barang. Selain itu, Oentoro berpendapat dengan adanya kegiatan ini, maka akan mempermudah proses penyaluran hasil produksi kepada konsumen.

    Faktor-faktor pendukung terlibat dalam kegiatan ini. Penyaluran produk tersebut bergantung pada jenis barang, harga, waktu, dan tempat penyaluran. Faktor-faktor tersebut yang mungkin saja akan memengaruhi kegiatan ini.

    5. Soekartawi

    Sementara itu, Soekartawi menggambarkan seorang distributor menciptakan sebuah kegiatan atau aktivitas yang terkait dengan penyaluran barang produksi. Hasil produksi tersebut bisa saja berupa barang atau jasa yang diminati oleh konsumen. 

    Sehingga, dengan adanya kegiatan ini maka pemenuhan kebutuhan konsumen dapat terlaksana sesuai dengan alur pasar.

    6. Assauri

    Sama halnya dengan Soekartawi, Assauri menjelaskan bahwa aktivitas distributor ini merupakan kegiatan memindahtangankan hasil produksi ke konsumen. Kegiatan ini dipermudah dengan adanya proses penyaluran yang tepat hingga mencapai tujuan tangan konsumen.

    Jenis-jenis Distribusi

    Sementara itu, jenis-jenis dari kegiatan ini pun terbilang beragam. Tidak hanya sebatas penyaluran barang dari produsen ke konsumen, namun juga ada macam-macam jenis penyaluran yang dapat dilakukan. Para pelaku bisnis dapat memilih satu atau dua dari beberapa macam jenis penyaluran berikut. 

    1. Distribusi Secara Langsung

    Sesuai dengan namanya, jenis ini terlaksana secara langsung dari produsen yang mengambil peran penting sebagai distributor utama. Lalu, mulai memasarkan produknya ke pasaran hingga jatuh ke tangan konsumen. Produsen mengawasi dan mengirimkan langsung hasil produksi mereka.

    Meski begitu, para pelaku bisnis yang berperan sebagai distributor harus mempertimbangan jumlah investasi yang mereka buat. Besaran angka secara tidak langsung berperan dalam pemasaran langsung hasil produksi ke konsumen. Sebab, adanya sistem ini membantu produsen agar tidak menggunakan pihak ketiga.

    2. Distribusi Tidak Langsung

    Kebalikan dari kegiatan distribusi secara langsung, kegiatan satu ini dilakukan secara estafet. Sistem ini melibatkan pihak ketiga sebagai jembatan atau penyalur kedua hasil produksi dari distributor utama menuju tangan konsumen. 

    Dengan begitu, para distributor utama dituntut untuk memilih penyalur yang sudah terpercaya dan dapat diandalkan bagi perusahaan. Sehingga, dalam eksekusinya tidak akan menyebabkan kesalahan dan membuat konsumen kecewa. Hal ini menyebabkan perusahaan harus menyiapkan dana lebih untuk pihak ketiga.

    3. Distribusi Intensif

    Jenis kegiatan satu ini secara langsung melibatkan pihak retail dalam penyaluran hasil produksi hingga ke tangan konsumen. Produsen sebagai distributor pertama akan aktif mengirimkan produk hasil pabriknya ke toko-toko retail yang sudah menyebar. 

    Namun, kegiatan ini memiliki sisi negatif bagi produsen dengan produk jualan tertentu. Sebab, sistem ini hanya dapat berjalan dengan kondusif jika hasil produksi distributor merupakan barang yang gampang terjual di pasaran. Makanan dan minuman adalah contoh barang-barang yang umum disalurkan secara intensif.

    4. Distribusi Eksklusif

    Selain itu, ada jenis penyaluran barang secara besar-besar di pasaran. Kegiatan ini biasa disebut sebagai penyaluran eksklusif. Penyaluran ini dilakukan dengan tujuan untuk menyalurkan produk secara massive di pasaran dengan melibatkan pihak pengecer dan penjual produk.

    Penyaluran jenis ini sering dipakai oleh distributor ponsel yang ingin menjual produk ponsel milik mereka dengan skala besar di pasaran. Selanjutnya, ia berlaku dengan cara membuat perjanjian jual beli dengan pihak penjual produk sebagai pihak ketiga yang membantu pendistribusian produk.

    5. Distribusi Selektif

    Jenis penyaluran kelima bersifat menyalurkan skala besar pada pasar konsumen. Penyaluran ini disebut sebagai sistem selektif. Sebagaimana namanya, penyaluran ini hanya mengirimkan produk-produk tertentu ke tangan konsumen. 

    Meski skala penyaluran tidak sebesar jenis-jenis yang lain, penyaluran ini cukup umum di pasar konsumen. Contohnya, penyaluran pakaian menuju toko-toko tertentu menyesuaikan dengan merek pakaian tersebut. Maka dari itu, penyaluran jenis ini disebut sebagai sistem yang selektif.

    Tujuan Diadakannya Distribusi

    Meskipun tujuan dari kegiatan distribusi barang sudah jelas untuk menyalurkan barang dari produsen ke tangan konsumen. Namun, masih ada tujuan lainnya yang mungkin saja masyarakat masih awam akan tujuan-tujuan tersebut. Berikut ini adalah tujuan-tujuan penting dari adanya penyaluran barang.

    • Untuk meningkatkan nilai jual hasil produksi
    • Meratakan penyaluran produk secara luas agar permintaan pasar dapat terpenuhi
    • Memberikan akses kemudahan bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhan barang atau jasa
    • Menjamin kecepatan produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi
    • Menjadikan produk dan jasa yang sudah ditangan konsumen menjadi berguna

    Fungsi Kegiatan Distribusi

    Kegiatan ini mengemban tugas atau fungsi utama sebagai sistem penyaluran barang secara berkala dan dalam berbagai skala. Selain itu, terdapat fungsi-fungsi lainnya yang diemban oleh kegiatan ini. Lantas, apa saja fungsi kegiatan penyaluran ini?

    • Sebagai sarana transportasi atau angkutan untuk barang hasil produksi yang akan dipasarkan 
    • Sebagai wadah jual beli barang atau jasa yang dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
    • Sebagai tempat penyimpanan barang produksi sebelum disebarluaskan hingga jatuh ke tangan konsumen
    • Standarisasi produk sebelum dipasarkan akan sesuai dengan permintaan pasar dan tidak mengecewakan konsumen
    • Sebagai alat promosi produk dari sebuah perusahaan hingga bisa menggaet kepercayaan konsumen untuk menggunakan produk atau jasa tersebut

    Faktor yang Memengaruhi Kegiatan Distribusi

    Terlaksananya kegiatan distribusi di pasar konsumen ini tidak jauh dari faktor-faktor yang mendorong terjadinya penyaluran produk secara sempurna. Faktor-faktor tersebut berperan penting dalam pengembangan strategi penyaluran produk atau jasa hingga ke tangan konsumen.

    Secara umum, faktor utama dari kegiatan ini adalah barang produksi itu sendiri. Jenis barang dan kualitas barang sangatlah penting untuk dipertimbangkan sebelum dilakukannya kegiatan penyaluran. 

    Selain itu, faktor kondisi pasar yang tidak stabil juga memerankan efek penting bagi kegiatan ini. Keadaan pasar yang unexpected atau kurva permintaan bisa berganti secara mendadak mengakibatkan terhambatnya penyaluran produk ke pasaran. Hal ini karena diperlukan kembali adaptasi terhadap kondisi pasar.

    Faktor penting lainnya adalah perusahaan. Sebagai produsen utama atau pelaku utama distributor, perusahaan harus mempertimbangkan besaran angka modal dan investasi yang akan dihabiskan untuk penyaluran produk. Sehingga, dalam eksekusinya tidak ada halangan terkait dana.

    Strategi Distribusi di Pasaran

    Strategi dalam pelaksanaan distribusi sangatlah dibutuhkan demi tercapainya tujuan dalam penyaluran barang atau jasa hingga ke tangan konsumen. Strategi pemasaran ini digunakan dengan tujuan untuk menyalurkan barang sesuai dengan target pasar. 

    Namun, dalam praktiknya hal ini harus menyesuaikan dengan jenis penyaluran yang ada. Dengan begitu, sistem saluran akan berjalan sesuai alur. Lalu, bagaimana praktik ketiga strategi penyaluran tersebut?

    1. Strategi Intensif

    Strategi ini sering digunakan untuk memasarkan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Hal ini dikarena produk-produk kebutuhan tersebut banyak dicari oleh masyarakat sebagai kebutuhan pokok. Maka, penyaluran secara intensif ke toko-toko retail akan mengakibatkan penyaluran tepat sasaran.

    2. Strategi Selektif

    Sedangkan untuk strategi selektif, sesuai dengan namanya, strategi ini dalam praktiknya secara selektif menyebarluaskan produk ke tempat-tempat tertentu. Hal ini menyesuaikan dengan jenis kebutuhan masyarakat yang ada di wilayah tertentu. Sehingga, menghasilkan pencapain yang tepat sasaran.

    3.  Strategi Eksklusif

    Selain itu, ada strategi eksklusif yang secara khusus memberikan hak istimewa terhadap produk yang dipasarkan. Strategi ini digunakan untuk memasarkan barang-barang dengan nilai jual yang cukup tinggi.

    Apakah Anda Sudah Paham tentang Distribusi?

    Sebagai konsumen yang membutuhkan banyak kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, Anda mungkin mengharapkan adanya distribusi secara benar dan tepat sasaran. Meskipun begitu, dalam praktiknya, kegiatan ini bergantung pada faktor dan jenis kegiatan yang menyesuaikan dengan kondisi pasar.

    Kegiatan penyaluran ini bermaksud untuk menyalurkan hasil produksi dari distributor utama ke konsumen. Sebagai konsumen, apakah Anda sudah merasakan kepuasan akan pelayanan distribusi yang sudah ada?

  • Pengertian Distribusi – Tujuan, Sistem, Strategi, hingga Contohnya

    Pengertian Distribusi – Tujuan, Sistem, Strategi, hingga Contohnya

    Distribusi merupakan bagian dari kegiatan ekonomi yang sudah pasti familiar bagi para pengusaha dan juga masyarakat umum. Secara umum, kegiatan ini merupakan proses pengiriman atau penawaran suatu produk dan/atau jasa kepada pihak ketiga hingga sampai ke tangan konsumen.

    Nah, untukmu yang penasaran dan ingin tahu lebih banyak seputar aktivitas ekonomi yang satu ini, mulai dari pengertian, tujuan, hingga contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Simak ulasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini, ya!

    Pengertian

    Istilah distribusi sudah menjadi bagian dari kegiatan ekonomi, khususnya di bidang pemasaran atau marketing. Oleh karena itulah, dibutuhkan pengetahuan yang luas terkait sistemnya. Khususnya bagi para pelaku bisnis.

    Singkatnya, distribusi merupakan proses pengiriman barang dari satu pihak ke pihak lainnya atau bisa juga diartikan sebagai upaya pemindahan barang dari satu titik ke titik lain dengan tujuan tertentu. Baik itu dipindahkan untuk keperluan dijual, dikonsumsi, ataupun dipindahkan untuk diolah kembali menjadi jenis barang lainnya.

    Merujuk dalam istilah ekonomi, kegiatan ini disebut sebagai proses menyalurkan hasil produksi barang dan/atau jasa kepada konsumen ataupun sebagai proses perpindahan barang dari produsen ke tangan konsumen.

    Pada intinya, proses ini menjadi salah satu upaya perpindahan barang yang dilakukan dari satu titik ke titik lain dalam proses ekonomi. Dengan berbagai macam tujuan yang ingin dicapai oleh pihak-pihak yang terlibat.

    Adapun berbagai pengertian distribusi yang dikemukakan oleh para ahli adalah sebagai berikut.

    • Menurut Oentoro: Kegiatan pemasaran yang berusaha untuk memperlancar dan juga mempermudah penyampaian barang dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen. Jadi, penggunaannya akan disesuaikan dengan jenis, jumlah, harga, tempat, serta waktu yang diperlukan.
    • Menurut Basu Swastha: Saluran pemasaran yang digunakan oleh si pembuat produk untuk mengirimkan produknya ke industri atau konsumen. 
    • Menurut Assauri: Kegiatan memindahkan produk dari sumber ke tangan konsumen tingkat akhir, dengan saluran pengiriman pada waktu yang tepat.
    • Menurut Soekartawi: Aktivitas penyaluran atau pengiriman barang dan/atau dengan tujuan agar bisa sampai ke tangan konsumen dengan baik.

    Adapun orang yang melakukan kegiatan ini dinamakan dengan distributor. Dalam kegiatan ini, ada beberapa aspek fisik dan non fisik yang perlu dilakukan, agar proses pemasaran bisa berjalan lancar. 

    Aspek fisik berkaitan erat dengan lokasi pemindahan dan juga penyaluran produk. Sedangkan aspek non fisik berkaitan dengan pengetahuan produsen atau penjual tentang apa saja yang diinginkan oleh konsumen. Tak hanya itu saja, konsumen juga harus mengetahui produk apa yang dijual oleh produsen tersebut.

    Fungsi dan Tugas

    Setelah menyimak penjelasan singkat tentang pengertian kegiatan distribusi, berikut ini adalah berbagai fungsi dan juga tugas pokoknya dalam kegiatan ekonomi yang perlu dipahami:

    1. Pengangkutan atau Transportasi

    Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di sebuah negara, maka akan semakin bertambah juga kebutuhan terhadap suatu produk, khususnya pada produk yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

    Oleh karena itulah, produk barang harus bisa disalurkan ke berbagai tempat. Penyaluran ini sudah pasti membutuhkan alat transportasi yang memadai untuk mengangkut semua produk tersebut, agar bisa segera sampai ke tangan konsumen.

    2. Penjualan atau Selling

    Dalam strategi pemasaran, kegiatan menjual suatu produk yang dilakukan oleh produsen tentu saja akan selalu ada. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen bisa dilakukan melalui penjualan. Nantinya, dari proses penjualan tersebut, produk baru bisa sampai ke tangan konsumen untuk digunakan sesuai kebutuhan.

    3. Pembelian atau Buying

    Setiap aktivitas penjualan sudah pasti akan diiringi dengan adanya kegiatan pembelian atau yang kerap disebut dengan transaksi jual beli. Apabila penjualan dilakukan oleh pihak produsen, maka kegiatan pembelian ini dilakukan oleh konsumen yang membutuhkan produk tersebut.

    4. Penyimpanan atau Storing

    Sebelum produk disalurkan langsung ke tangan konsumen, sering kali produk-produk tersebut akan disimpan terlebih dahulu oleh distributor dalam sebuah gudang. Tujuannya adalah agar produk bisa tetap aman dan utuh hingga nantinya diterima oleh konsumen.

    5. Pembakuan Standar Kualitas Barang

    Semua konsumen sudah pasti menginginkan produk yang memiliki mutu dan kualitas terbaik sesuai dengan jenis dan ukuran produknya. Maka dari itu, dibutuhkan adanya pembakuan standar. Baik itu terkait dengan jenis, ukuran, maupun kualitas barang yang nantinya akan diperjualbelikan tersebut.

    Adapun pembakuan atau biasa disebut juga dengan standarisasi suatu produk ini dilakukan dengan tujuan agar produk yang akan didistribusikan bisa sesuai dengan harapan konsumen.

    6. Penanggung Risiko

    Sering kali, ada beberapa produk distribusi yang mengalami jatuh atau pecah di dalam perjalanan, sehingga membuat produk tersebut rusak. Hal ini tentu saja menjadi risiko yang harus ditanggung oleh seorang distributor. Beruntungnya, sekarang ini sudah banyak lembaga atau perusahaan asuransi yang bisa menanggung risiko tersebut.

    Tujuan Kegiatan

    Setidaknya ada beberapa tujuan kegiatan distribusi yang perlu dipahami dengan jelas. Berikut ini adalah penjelasan mengenai ketiga tujuan tersebut:

    1. Menjaga Kelancaran Bisnis

    Tujuan kegiatan penyaluran barang yang pertama adalah untuk menjaga kelancaran bisnis, mulai dari proses hingga sistem yang digunakan. Sistem penyaluran barang yang baik tentu saja akan membuat barang bisa sampai ke tangan konsumen tanpa ada cacat atau kerusakan.

    Tak hanya itu saja, sistem yang baik dapat memudahkan produsen dalam mendapatkan pelanggan baru. Namun, tentu saja kegiatan ekonomi yang satu ini tidak dapat terlaksana dengan lancar tanpa adanya peran dari berbagai pihak, seperti jasa logistik, pihak internal bisnis, dan pihak-pihak lain yang terlibat.

    2. Proses Pengiriman Produk Lebih Jelas

    Kegiatan penyaluran barang diperlukan untuk memudahkan produsen dalam mengirimkan produk mereka ke tangan konsumen. Jadi, barang yang sudah diproduksi oleh produsen akan dikirimkan dengan menggunakan alat yang tersedia. 

    Biasanya, proses pengiriman produk ini sudah memiliki jadwalnya sendiri atau berdasarkan kesepakatan yang ada.

    3. Jaminan Keberlangsungan Proses Produksi

    Saat perusahaan memproduksi barang, maka hasil produksi harus segera dikirim secepatnya. Jika tidak, barang hasil produksi tersebut akan menumpuk di gudang penyimpanan serta memberikan risiko kerusakan yang lebih besar. Apabila hal tersebut terjadi, sudah pasti pihak yang merugi adalah perusahaan.

    Oleh karena itulah, kegiatan distribusi hadir untuk menjamin keberlangsungan proses produksi yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Baik itu dalam mengirimkan barang yang siap dipasarkan ataupun bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi, termasuk segala hal yang dilakukan dalam kegiatan penyaluran barang tersebut.

    4. Menjaga Aktivitas Ekonomi Negara agar Tetap Berjalan

    Kegiatan penyaluran barang merupakan salah faktor yang paling penting untuk menggerakkan roda perekonomian negara. 

    Jika proses penyaluran barang ke berbagai daerah bisa tetap berjalan dengan lancar, maka transaksi penjualan dan juga pembelian juga akan berjalan lancar. Hal inilah yang kemudian dapat mempengaruhi kestabilan ekonomi negara.

    5. Mengembangkan Kualitas Produk

    Tujuan dari kegiatan penyaluran barang yang selanjutnya adalah untuk mengembangkan kualitas produk. Biasanya, konsumen akan memberikan ulasan terhadap pemakaian produk tertentu. Nah, kemudian pihak distributor akan menyampaikannya kepada produsen.

    Dengan begitu, maka proses produksi akan tetap terjaga. Bahkan, perusahaan juga dapat meningkatkan kualitas produk berdasarkan ulasan dan saran dari konsumen tersebut.

    6. Meningkatkan Nilai Jual Suatu Produk

    Dalam proses distribusi, para distributor tidak hanya sekedar mengirimkan produknya agar bisa sampai ke tangan konsumen dengan aman. Sebab, kegiatan ini juga berperan dalam meningkatkan nilai jual produk sesuai dengan jarak pengiriman yang mereka tempuh. Inilah yang kemudian dapat meningkatkan nilai jual produk.

    7. Menyalurkan Barang dari Produsen ke Tangan Konsumen

    Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Tanpa adanya distributor, maka produk yang telah diproduksi oleh produsen tidak akan bisa sampai ke konsumen.

    Apalagi tidak setiap daerah bisa memproduksi berbagai jenis barang. Oleh karena itulah, barang yang ada di daerah tertentu perlu didistribusikan ke berbagai daerah lain sesuai dengan permintaan pasar.

    Apabila pabrik sebagai produsen mendistribusikan produk secara langsung, tentunya akan memakan waktu yang sangat lama. Oleh karena itulah, produsen membutuhkan distributor agar hasil produk mereka bisa langsung didistribusikan ke berbagai daerah dalam waktu yang cepat.

    8. Mempersingkat Waktu Distribusi untuk Sampai ke Tangan Konsumen

    Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, tujuan kegiatan ini juga untuk mempersingkat waktu. Hal ini tidak hanya berlaku bagi pihak produsen, namun juga bagi konsumen.

    Dengan begitu, produsen dapat tetap fokus untuk memproduksi barang dan/atau jasa. Sedangkan konsumen dapat fokus menikmati hasil produk tersebut. Berbeda halnya dengan distributor yang akan fokus menyalurkan barang dan/atau jasa ke segala penjuru daerah yang membutuhkan.

    9. Pemerataan Produksi

    Terakhir, tujuan kegiatan ini juga untuk meratakan hasil produksi. Dengan kata lain, salah satu pencapaian terbesar bagi produsen adalah ketika produk yang mereka hasilkan bisa terkenal di seluruh negeri atau bahkan seluruh dunia.

    Walau sekilas hal tersebut terlihat mudah, nyatanya untuk memeratakan hasil produksi bukanlah hal yang mudah, lho. Apalagi Indonesia termasuk negara kepulauan, yang mana beberapa daerah tidak bisa dijangkau dengan mudah.

    Kemudian dari segi finansial, tidak semua lapisan masyarakat mempunyai kemampuan untuk membeli produk dan/atau jasa tersebut. Oleh karena itulah, dibutuhkan strategi yang matang, baik dari produsen maupun distributor untuk bisa menyalurkan hasil produksi ke berbagai daerah. Bila perlu hingga ke pelosok.

    Sistem Distribusi

    Secara umum, sistem penyaluran barang terbagi ke dalam tiga jenis. Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang ketiga sistem tersebut:

    1. Langsung

    Kegiatan penyaluran barang langsung dilakukan secara langsung antara produsen dengan konsumen. Sebagai contoh seperti petani sayur yang melakukan transaksi jual beli secara langsung kepada konsumen di pasar.

    2. Semi Langsung

    Sistem penyaluran barang yang selanjutnya adalah pendistribusian semi langsung, yakni kegiatan pengiriman barang yang dilakukan melalui seorang perantara. Dengan tujuan agar produk dari produsen tetap bisa sampai ke tangan konsumen dengan aman.

    Contohnya seperti penerbit buku yang menjual buku-buku terbitannya melalui sales agar bisa sampai ke tangan konsumen, yakni sekolah, siswa, mahasiswa, lembaga akademik, maupun masyarakat secara umum.

    3. Tidak Langsung

    Sistem penyaluran barang yang satu ini dilakukan melalui beberapa perantara sekaligus, sehingga produk yang dikirimkan tidak bisa langsung diterima oleh konsumen dari produsennya langsung. 

    Contohnya seperti pabrik minuman yang menjual produk-produk minumannya kepada konsumen melalui banyak agen atau sales terlebih dahulu.

    Strategi Kegiatan Distribusi

    Agar produsen bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal, tentu saja produsen membutuhkan strategi penyaluran barang yang tepat. Tujuannya agar produk tersebut dapat sampai ke konsumen dengan aman tanpa adanya kerusakan. Nah, berikut ini adalah beberapa strategi penyaluran barang yang bisa diterapkan oleh produsen:

    1. Intensif

    Strategi pertama yang bisa dilakukan oleh produsen adalah strategi penyaluran barang intensif. Pada strategi ini, produsen akan menempatkan produk mereka pada pengecer atau retailer dan juga beberapa distributor di berbagai daerah.

    Strategi yang satu ini sangat cocok diterapkan dalam produk yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Misalnya sembako, sabun, rokok, alat tulis, dan lain sebagainya.

    2. Selektif

    Strategi selanjutnya adalah strategi penyaluran barang selektif. Dalam strategi ini, perusahaan akan menyalurkan produknya ke daerah pemasaran tertentu, di mana sebelumnya produsen telah memilih beberapa distributor atau pengecer.

    Jadi, nantinya akan muncul persaingan antara distributor dengan pengecer untuk mendapatkan konsumen. Di sini, pihak yang terlibat bisa menerapkan berbagai strategi pemasaran dengan tekniknya masing-masing. Umumnya, strategi ini cocok untuk produk-produk elektronik, pakaian, sepeda, dan lain sebagainya.

    3. Eksklusif

    Strategi yang terakhir dan bisa diterapkan oleh produsen adalah strategi penyaluran barang eksklusif. Strategi ini memungkinkan distributor atau pengecer untuk mendapatkan hak istimewa atas produk yang akan mereka jual.

    Umumnya, strategi ini diterapkan pada jenis produk yang memiliki kualitas dan harga tinggi. Contohnya seperti factory outlet, showroom mobil, dan lain sebagainya.

    Mata Rantai Distribusi

    Bicara soal kegiatan penyaluran barang, tentu tidak terlepas dari mata rantai yang melibatkan beberapa pihak hingga bisa sampai ke tangan konsumen dengan aman. Berikut adalah penjelasan singkat tentang urutan mata rantai kegiatan penyaluran barang yang menarik untuk diketahui:

    1. Produsen

    Produsen merupakan pihak pemilik produk yang bertanggung jawab dalam melakukan penjualan produk ke distributor. Jadi, produsen juga bertugas untuk memantau ketersediaan produk sesuai dengan jumlah yang diminta oleh konsumen di pasaran.

    Nah, agar penyaluran bisa dilakukan secara maksimal, maka produsen bersama dengan distributor perlu melakukan mutual understanding.

    2. Distributor

    Distributor mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan ekonomi suatu bisnis. Sebab, pihak ini berperan sebagai penerima produk dari berbagai produk. Baru setelahnya akan dijual kembali ke pihak lain. 

    Umumnya, distributor menjual produk dengan harga yang lebih tinggi dibanding saat membelinya dari produsen, agar bisa mendapatkan keuntungan. 

    3. Grosir

    Grosir merupakan pihak yang juga berperan dalam kegiatan ekonomi yang satu ini. Hal ini karena grosir menjadi pihak yang akan membeli produk dari distributor. Biasanya, pihak grosir akan membeli produk dari distributor dalam jumlah yang relatif banyak.

    Baru kemudian mereka akan menjualnya kembali kepada pihak pengecer ataupun pedagang yang lebih besar.

    4. Pedagang Ecer

    Apabila ingin mencari produk dengan harga yang lebih murah, biasanya konsumen akan membelinya langsung ke pedagang ecer. Dalam hal ini, akan terjadi komunikasi dua arah antara pedagang ecer dengan konsumen, sehingga terjadi transaksi jual beli.

    5. Konsumen

    Tahapan yang cukup penting dari keseluruhan kegiatan ekonomi adalah konsumen. Tanpa adanya konsumen, maka sebuah bisnis tidak akan bisa berjalan. Bahkan, bisnis pun tidak bisa berkembang.

    Maka dari itu, agar bisnis dapat berkembang, produsen perlu memastikan bahwa produk yang mereka hasilkan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan begitu, maka akan lebih mudah bagi konsumen untuk memberikan ulasan kepada bisnis yang kamu jalani.

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Produksi

    Dalam mata rantai kegiatan distribusi, distributor selaku penyedia jasa juga perlu memperhatikan sejumlah faktor. Sebab, faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kelancaran kegiatan produksi. Berikut ini adalah berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan produksi tersebut:

    1. Produk

    Proses penyaluran barang memang tidak terlepas dengan akomodasi. Oleh karena itulah, dalam proses akomodasi, sangat penting bagi para distributor untuk memperhatikan sifat, bentuk, ukuran, dan juga jenis barang yang akan didistribusikan.

    Sebab, jenis barang yang berbeda sudah pasti membutuhkan perlakuan dan penyimpanan yang berbeda pula. Tak hanya itu saja, massa dari sebuah produk yang akan didistribusikan juga akan berpengaruh terhadap berat pada saat dikirimkan dari satu daerah ke daerah lainnya.

    2. Perusahaan

    Perusahaan berkaitan erat dengan level profesional internal perusahaan pada mata rantai kegiatan penyaluran barang. Hal ini karena perusahaan menjadi pihak yang akan menentukan bagaimana dan apa saja teknologi yang digunakan sekaligus ketersediaan dana dalam proses penyaluran barang tersebut.

    Kedua hal itulah yang akan menjadi cerminan dari kelancaran proses penyaluran barang dan jasa yang didistribusikan kepada konsumen.

    3. Pasar

    Dalam ilmu ekonomi, istilah pasar bisa diartikan sebagai tempat terjadinya pertemuan antara penjual dan pembeli secara langsung. Sedangkan dalam mata rantai distribusi, pasar adalah letak geografis, jumlah pesanan, dan juga konsumen. 

    Ketiga faktor tersebut yang akan mencerminkan bagaimana pasar dari mata rantai penyaluran barang. Hal ini jugalah yang dapat mencerminkan volume serta volatilitas dari mata rantai penyaluran barang.

    4. Ritme Pasar

    Selain pasar, ritme pasar juga dapat mencerminkan bagaimana volume dan kebiasaan pasar dalam merespons produk yang ada pada mata rantai penyaluran barang.

    Hal inilah yang kemudian akan menunjukkan bagaimana kebiasaan pembelian di tingkat konsumen. Sehingga, nantinya menjadi faktor penentu harga dan biaya penyaluran barang dan/atau jasa dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen.

    5. Jarak

    Jarak juga menjadi faktor lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran dan harga dari mata rantai penyaluran barang. Jarak tempuh menjadi biaya variabel dari perusahaan. 

    Hal inilah yang membuat semakin jauh dan semakin sulit lokasi penyaluran barang ditempuh, maka akan membuat biaya mata rantai pendistribusian jadi makin meningkat.

    Konflik Saluran Distribusi

    Setiap kegiatan bisnis pasti memiliki risiko tertentu yang dapat menimbulkan konflik, termasuk juga dalam kegiatan penyaluran barang. Berikut ini adalah beberapa jenis konflik yang sering kali terjadi dalam saluran distribusi:

    1. Konflik Horizontal

    Umumnya, konflik horizontal terjadi antara perantara tingkat penyaluran barang yang sama. Penyebab umumnya adalah karena kebiasaan pedagang perantara yang menganekaragamkan persediaan produk dengan cara menambah jenis produk baru.

    Contohnya di era sekarang, di mana supermarket juga mulai menjual berbagai alat kecantikan hingga obat-obatan. Pada akhirnya, distributor atau pengecer lain akan merasa tersaingi.

    2. Konflik Vertikal

    Konflik vertikal umumnya terjadi antara pihak produsen dengan pedagang besar. Tak hanya itu, konflik ini juga kerap terjadi antara produsen dengan pengecer atau retail. Berikut adalah penjelasan selengkapnya tentang konflik vertikal tersebut:

    a. Produsen dengan Pedagang Besar

    Konflik yang terjadi antara produsen dengan pedagang besar bisa disebabkan karena berbagai aspek. Contohnya seperti adanya perbedaan pandangan antara kedua belah pihak.

    b. Produsen dengan Pengecer

    Konflik seperti ini biasanya muncul karena antara kedua belah pihak merasa memiliki kepentingannya masing-masing dan mempunyai ‘senjata’ dalam menyalurkan produk ke tangan konsumen sebagai mata rantai terakhir.

    Contoh Kegiatan Distribusi dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Pada dasarnya, kegiatan penyaluran barang ini bukanlah hal yang asing dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Contohnya seperti saat kita belanja online, di mana kurir akan menghampiri pemesan secara langsung untuk mengantarkan barang pesanan mereka.

    Meski begitu, sebenarnya ada banyak sekali contoh kegiatan penyaluran barang yang bisa kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari, beberapa contohnya antara lain:

    • Nelayan yang mengirimkan hasil tangkapannya di laut kepada pedagang di pasar ikan atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
    • Pengiriman beras dari Perum Bulog ke berbagai daerah yang ada di Indonesia.
    • Distribusi secara besar-besaran dari penerbit buku kepada toko buku di berbagai daerah.
    • Penjualan sembako secara langsung kepada konsumen yang dilakukan oleh pemilik warung atau toko kelontong.
    • Pedagang sayur yang menjual barang dagangannya ke konsumen di pasar.
    • SPBU Pertamina yang mendistribusikan bahan bakar minyak ke seluruh Indonesia.
    • Apotek yang menjual berbagai jenis obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
    • Pihak importir yang mendatangkan jenis barang tertentu dari luar negeri.
    • Agen jual beli pulsa yang menjual kuota pulsa kepada konsumennya.
    • Pedagang kain grosir yang menyediakan aneka kebutuhan fashion di Tanah Abang.
    • Minimarket yang menjual aneka barang-barang yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
    • Pabrik kendaraan bermotor yang mendistribusikan produk terbaru mereka melalui dealer resmi yang ada di setiap kota di Indonesia.
    • Pengrajin gerabah yang melakukan transaksi jual beli produk mereka lewat showroom yang ada di toko khusus hasil seni gerabah di setiap kota.

    Sudah Paham Tentang Konsep Kegiatan Distribusi dalam Ekonomi?

    Itu dia ulasan lengkap tentang kegiatan distribusi yang erat kaitannya dengan perekonomian masyarakat sehari-hari. Dari penjelasan di atas, apakah kini kamu sudah semakin paham tentang kegiatan penyaluran barang yang dilakukan oleh distributor tersebut?