Tag: Sholat

  • Tata Cara Wudhu yang Benar: Niat Hingga Doa Sesudah Wudhu

    Tata Cara Wudhu yang Benar: Niat Hingga Doa Sesudah Wudhu

    Bagi umat muslim, bersuci sebelum beribadah hukumnya wajib. Salah satu cara bersuci adalah dengan berwudhu. Penting mengetahui tata cara wudhu yang benar untuk menghindari sholat yang tidak sah.

    Syarat sah sholat salah satunya, yakni bersih dari hadas dan najis melalui wudhu yang sempurna. Hal ini tertulis dalam hadis riwayat Al-Bukhori, Rasulullah SAW bersabda:

    لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

    “Tak akan diterima sholatnya orang yang ber-hadats sampai ia berwudhu” . [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya]

    Lantas, bagaimana cara wudhu yang benar? Untuk mengetahui penjelasannya, mari simak artikel ini sampai akhir.

    Dalil tentang Berwudhu

    Seperti yang telah dijelaskan dalam hadis riwayat Rasulullah SAW, bahwa tidak akan diterimanya sholat seorang muslim sampai ia membersihkan hadas dan najis dengan berwudhu.

    Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menyeru orang beriman untuk mengambil wudhu ketika hendak menjalankan sholat.  

    Panduan wudhu dalam bersuci diri telah dijelaskan pada firman Allah surat Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi:

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”

    Selain firman Allah SWT, panduan berwudhu juga dibahas dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid dalam Shahih Muslim (234):

    “Abdullah bin Zaid berkata, ‘Aku datang kepada Nabi SAW, lalu aku meminta petunjuk darinya tentang wudhu.’ Maka beliau menyerahkan kepada ku sebuah bejana berisi air, lalu beliau mulai mencuci kedua tangannya sebanyak tiga kali, kemudian mencuci wajahnya sebanyak tiga kali, lalu mencuci kedua tangannya hingga ke siku sebanyak tiga kali, kemudian mengusap kepalanya, lalu mencuci kedua kakinya hingga ke mata kaki sebanyak tiga kali Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Inilah wudhu yang telah Allah perintahkan kepada kita. Barangsiapa yang meninggalkan satu anggota badan dalam wudhu, pasti akan diharamkan baginya masuk surga.”

    Dengan adanya firman Allah SWT dan hadis shahih ini, dapat disimpulkan bahwa agama Islam begitu mementingkan kebersihan kepada umatnya saat akan melakukan ibadah.

    Bahkan, ketika dalam kondisi tidak ada air bersih yang bisa dipakai untuk berwudhu serta kondisi semisal yang menyebabkan tidak tersedianya air bersih, kita diwajibkan untuk tetap bersuci dengan Tayammum.

    Baca juga: 8 Arti Mimpi Hamil dalam Islam, Sebuah Pertanda Baik?

    Niat Wudhu dan Artinya

    Segala hal berawal dari niat, layaknya mengerjakan pekerjaan dan beribadah, mengawali berwudhu juga harus dengan niat.

    Dengan niat yang jelas dan tulus, wudhu kita akan lebih bermakna dan dapat membantu kita dalam menjalani kegiatan ibadah dengan khusyuk dan penuh kesadaran.

    Seperti yang  tertulis dalam hadis riwayat Bukhari yang berbunyi:

    “Rasulullah SAW. menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya.” HR. Bukhori

    Berikut adalah bacaan niat berwudhu dan artinya yang sah sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW:

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardhal lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala.”

    Syarat Sah Wudhu

    Syek Salim bin Sumair al-Hadrami dalam kitabnya Safinatun Naja menjelaskan bahwa ada sejumlah syarat sah wudhu yang harus dipenuhi.

    1. Islam

    Syarat sah wudhu yang pertama adalah pemeluk agama Islam

    2. Suci dari Haid dan Nifas

    Berwudu tidak diperkenankan bagi seorang muslimah yang sedang dalam hadas besar, yakni nifas atau haid.

    Khusus hal ini, wudhu diperuntukkan untuk mandi wajib yang sudah dibahas di bab tata cara mandi wajib.

    3. Berwudhu menggunakan air suci

    Sebagai bentuk bersuci, dianjurkan untuk menggunakan air jika tidak dalam kondisi terdesak. Akan tetapi, kita juga perlu memperhatikan air yang digunakan untuk berwudhu.

    Air yang boleh digunakan untuk berwudhu adalah air yang turun dari langit atau air tanah yang masih murni dan bebas dari najis.

    Adapun jenis-jenis air yang bisa digunakan untuk berwudhu adalah sebagai berikut:

    • Air hujan
    • Air Sumur
    • Air telaga
    • Air terjun,laut atau sungai
    • Ar dari lelehan salju atau hujan es
    • Air dari tangki besar atau kolam

    4. Tidak Ada Penghalang Basuhan Air ke Kulit

    Menggunakan aksesoris yang menghalangi air masuk ke dalam tubuh seperti menggunakan kutek dan cat yang menempel di kulit menyebabkan wudhu tidak sah.

    5. Mengetahui Rukun Wudhu

    Ruku wudhu ada 6 yakni:

    • Niat
    • Membasuh wajah
    • Membasuh kedua tangan sampai ke siku
    • Mengusap kepala
    • Membasuh kedua kaki hingga mata kaki
    • Tertib

    6. Tamyiz

    Tamyiz adalah kondisi seseorang dapat membedakan baik dan buruknya pekerjaan (Baliq & Berakal). Orang gila tidak sah wudhunya, sebab ia tidak dapat membedakan mana yang salah dan benar.

    7. Mengetahui hukum wudhu adalah wajib

    8. Tidak boleh beri`tiqad (berkeyakinan) bahwa salah satu dari fardhu–fardhu wudhu`hukumnya sunnah (tidak wajib).

    9. Masuk waktu sholat yang dikerjakan.

    10. Dilakukan Terus menerus

    Hukum Berwudhu

    Sama halnya dengan sholat yang memiliki hukum wajib dan sunnah untuk dikerjakan. Begitu juga dengan berwudhu.

    Untuk lebih jelas, simak penjelasan di bawah ini:

    1. Fardhu / Wajib

    Wudhu menjadi wajib dilakukan jika hendak melakukan sholat, sujud tilawah, thawaf, dan menyentuh Mushaf Al-Quran.

    Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Waqiah ayat 77-79:

    (٧٩)لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ (٧٨)فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ (٧٧) إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ 

    Innahu laqur-aanun kariimun, fii kitaabin maknuunin, laa yamassuhu illaa almuthahharuuna

    Artinya: “Sesungguhnya Al-quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang telperihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan”.

    2. Sunnah

    • Yang pertama, dikatakan sunnah jika mengulangi kegiatan wudhu setiap kali sholat meskipun wudhu sebelumnya belum batal. Namun hal ini tidak berlaku jika seorang muslim tidak yakin apakah wudhu yang dilakukan sebelumnya sudah batal atau belum.
    • Sunnah yang kedua, yakni berwudhu ketika hendak melakukan kegiatan sehari-hari.
    • Berwudhu sebelum tidur, terutama ketika seseorang berada pada keadaan junub.
    • Sunnah yang selanjutnya yakni, dianjurkan untuk berwudhu sebelu melakukan mandi wajib.
    • Wudhu yang dilakukan saat hendak mengulangi hubungan badan
    • Saat marah, seorang muslim disunnahkan untuk melakukan wudhu dan senantiasa mengingat Allah SWT, agar meredakan amarah yang dirasakan.
    • Berwudhu saat akan melaksanakan adzan dan iqamat.

    3. Makruh

    Makruh jika sebelumnya sudah berwudhu, namun mengulanginya lagi saat hendak melakukan shalat.

    4. Haram

    Haram melakukan wudhu dengan air hasil curian, air yang tidak suci lagi mensucikan

    Tata Cara Wudhu yang Benar dari Awal Sampai Akhir

    Setelah mengetahui pentingnya bersuci dengan wudhu sebelum beribadah, memahami cara wudhu yang benar juga merupakan dari bersuci yang perlu diperhatikan.

    Selain itu, tata cara wudhu bagi pria maupun wanita tidak memiliki dalil yang membedakannya. Berikut ini urutan cara wudhu yang benar:

    1. Membaca Basmallah dan niat di dalam hati

    2. Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali

    Dengan gerakan menyeka pada sela-sela jari telapak tangan yang dimulai dari tangan kanan kemudian tangan kiri

    3. Berkumur

    Berkumur sebanyak 3 kali, dengan gerakan utuh membersihkan mulut (bahkan dari sisa-sisa makanan yang masih ada pada mulut)

    4. Membasuh Hidung

    Membasuh lubang hidung secara menyeluruh, sebanyak 3 kali gerakan.

    5. Membasuh Muka

    Membasuh seluruh permukaan wajah dengan rata, sebanyak 3 kali gerakan memutar sekeliling wajah.

    6. Membasuh kedua tangan kanan dan kiri

    Membasuh kedua tangan hingga mencapai siku, sebanyak 3 kali gerakan memutar dan menyeluruh ke permukaan tangan.

    7. Membasuh kepala

    Basuh kepala mulai dari ubun-ubun mengenai rambut hingga ke dagu sebanyak tiga kali.

    8. Membersihkan kedua telinga

    Selanjutnya membersihkan kedua daun telinga, dilakukan secara bersamaan antara kanan dengan kiri.

    Cara membasuhnya, masukan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusapkan kedua daun telinga dari bawah ke arah atas sebanyak tiga kali.

    9. Membasuh Kaki hingga Atas Mata Kaki

    Tata cara wudhu yang benar selanjutnya ialah membasuh kedua kaki hingga di atas mata kaki sebanyak tiga kali.

    Caranya dimulai dari kaki bagian kanan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan kaki kiri. Pastikan setiap lipatan di sela jari dan tumit belakang seluruhnya terkena basuhan air. Gosoklah supaya seluruh telapak kaki basah sempurna.

    10. Membaca Doa setelah Wudhu

    Doa Setelah Wudhu

    Setelah selesai melakukan rukun berwudhu, sempurnakan wudhu dengan membaca doa setelahnya. Ketahui tata cara berdoa setelah wudhu, yakni menghadap kiblat dan menengadahkan kedua tangan kemudian berdoa secara kusyuk pada Allah ta’ala. Berikut bacaannya:

    أَشْهَدُ أَنْ لآّاِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

    Latin: Asyhadu allâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhû wa rasûluhû, allâhummaj’alnî minat tawwâbîna waj’alnii minal mutathahhirîna.” 

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci (shalih).”

    Hal-hal yang Membatalkan Wudhu

    Setelah mengetahui tata cara wudhu yang benar serta dalil yang menyertainya. Perlu juga mengetahui beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu:

    1. Keluarnya gas dari bagian belakang (kentut)
    2. Kehilangan janin atau keguguran
    3. Segala sesuatu yang keluar dari bagian depan dan belakang, baik sedikit maupun banyak, akan membatakan wudhu
    4. Keluarnya darah, nanah atau cairan kuning dari tubuh. Cairan ini akan membatalkan wudhu jika menyebar dari titik asalnya.
    5. Muntah sebanyak satu mulut penuh.
    6. Tidur yang membuat seseorang kehilangan kendali diri akan membatalkan wudhu.
    7. Pingsan,baik dalam waktu singkat maupun lama.
    8. Tertawa saat sholat, yakni tertawa dengan bersuara yang dapat didengar. Menurut mazhab syafi’I, tertawa keras saat sholat tidak membatalkan wudhu.
    9. Jika seseorang melakukan tayamum yan kemudian Ia bertemu dengan air.
    10. Kontak fisik intens antara pria dan wanita. Tidak masalah kontak tersebut menyebabkan keluarnya cairan ataupun tidak, wudhu akan tetap
    11. Bagi orang yang memiliki alasan khusus,seperti penyakit medis, wudhu mereka akan batal saat sholat telah berakhir.
    12. Mabuk karena disengaja dengan menggunakan narkoba ataupun menggunakan obat-obatan terlarang.

    Demikianlah penjelasan mengenai wudhu dari niat hingga doa penutup. Semoga penjelasan di artikel ini bermanfaat bagi kamu yang membaca. Insyallah jika kita mengejar kebaikan, Allah SWT akan balas dengan kebaikan pula, aamiin. Sampai bertemu lagi, Assalamualaikum wr.wb.

  • Niat dan Tata Cara Tayamum yang Benar Agar Sholat Sah

    Niat dan Tata Cara Tayamum yang Benar Agar Sholat Sah

    Pernahkah kalian melakukan tayamum sebagai pengganti wudhu untuk bersuci sebelum shalat? Beberapa dari kita mungkin sudah pernah membaca niat tayamum lalu melakukannya dalam situasi tertentu.

    Namun, beberapa dari kita mungkin kurang begitu memahami apa tayamum. Terlebih, kita juga masih harus mengetahui tata cara dan syaratnya.

    Yuk, mari simak tayamum yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan sesuai syariat.

    Tayamum Adalah

    Sebelum mengetahui niat tayamum dan tata caranya, ada baiknya kita mengetahui dulu definisinya. Tayamum secara bahasa berarti Al Qashdu. Al Qashdu bisa berarti kata maksud.

    Secara syariat, tayamum adalah tindakan bersuci pada Allah dengan mengusap wajah dan kedua tangan menggunakan shoid bersih. Shoid merupakan permukaan bumi yang bisa digunakan untuk bertayamum.

    Baca juga: 3 Doa Saat Sujud Terakhir Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    Hal yang Membuat Seseorang Bersuci dengan Bertayamum

    Tayamum menjadi pengganti wudhu untuk bersuci. Walaupun begitu, kita harus bertayamum jika berada di dalam situasi atau kondisi tertentu. Hal itu dijelaskan dalam surat Al-Maidah ayat 6 dalam Al Quran.

    وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

    Latin: ….wa ing kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa’īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-h,

    “….Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. (QS. Al Maidah [5] : 6).

    Berdasarkan dalil tersebut, terdapat berbagai situasi atau penyebab yang menyebabkan kita bertayamum. Situasi tersebut membuat kita melakukan niat tayamum ketika tidak ada air atau sedang jatuh sakit.

    Selain kedua situasi itu, Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah juga menyebut beberapa situasi yang memicu kita untuk bertayamum. Yaitu keterbatasan air bersih dan jika dalam perjalanan.

    Baca juga: Doa untuk Orang Tua; Arab, Latin dan Terjemahnya

    Media yang Digunakan untuk Bertayamum

    Setelah kita membaca niat tayamum, tentunya kita harus melakukan tayamum menggunakan sebuah media. Tentunya, media itu harus berupa debu dari permukaan bumi yang bersih.

    Media yang kita gunakan untuk bertayamum tidak harus selalu berupa tanah atau dinding. Kita juga bisa menggunakan pasir dan bebatuan untuk bertayamum. Hal ini tertulis dalam sebuah hadits Nabi SAW.

    وَجُعِلَتْ لِي الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا

    “Dijadikan bagiku bumi sebagai tempat shalat dan alat untuk bersuci.” Yang dimaksud al-ardhu di sini adalah seluruh permukaan bumi, karena alif laam yang ada dalam kata al-ardhu menunjukkan istighroq afroodul jinsi, mencakup seluruh jenis. (Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram, 2:79).

    Namun, permukaan media tayamum tentunya wajib bersih dan suci. Dengan kata lain, hindari permukaan yang sudah terasa kotor atau tercampur najis.

    Baca juga: Bacaan Doa Keluar Rumah: Arab, Latin dan Artinya

    Niat Tayamum

    Seperti wudhu, sebelum bertayamum, kita harus mendahuluinya dengan niat. Niat tayamum adalah sebuah tahap awal sebelum kita melakukan tayamum. Berikut adalah bacaan beserta artinya.

    نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

    Latin: Nawaitu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah ta’ala.”

    Tata Cara Tayamum yang Benar

    Membaca niat sebelum tayamum menjadi tahap pertama dalam melakukan tata caranya. Kita sepatutnya harus mengetahui tata cara untuk bertayamum secara berurutan sesuai panduan nabi dari hadits ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu,

    بَعَثَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ ، فَتَمَرَّغْتُ فِى الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

    Artinya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah.

    Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini”.

    Seraya beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan bumi sekali pukulan lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

    Berdasarkan dari hadits tersebut, berikut adalah rukun tayamum yang harus kita lakukan:

    1. Menepuk kedua telapak tangan pada media tayamum atau permukaan bumi sekali lalu meniupnya.
    2. Sapu punggung telapak tangan seakan sedang mencuci tangan.
    3. Usap wajah menggunakan telapak tangan seperti mencuci muka.
    4. Usap pergelangan tangan hingga pergelangan tangan, tidak perlu sampai lengan seperti saat berwudhu.

    Jika melakukan tata cara tayamum dengan tepat dan tertib, Insya Allah shalat kita akan menjadi sah. Asalkan kita memenuhi syarat berupa situasi-situasi yang membuat kita harus bertayamum.

    Hal-hal yang Membatalkan Tayamum

    1. Ketersediaan Air: Salah satu syarat utama dalam melakukan tayamum adalah tidak adanya air yang suci atau tidak memungkinkan untuk menggunakannya. Jika air yang suci tersedia, maka tayamum menjadi tidak sah. Namun, dalam beberapa situasi tertentu, seperti di padang pasir yang jauh dari sumber air atau dalam keadaan darurat di mana air tidak dapat ditemukan, tayamum menjadi alternatif yang diperbolehkan.
    2. Adanya Air yang Jelas dan Tersedia: Tayamum akan menjadi tidak sah jika ada air yang jelas dan tersedia untuk digunakan dalam bersuci. Jika air yang suci dapat diakses dan digunakan dengan mudah, maka tayamum tidak lagi menjadi opsi yang sah.
    3. Penemuan Air Setelah Tayamum: Jika seseorang telah melakukan tayamum karena tidak ada air yang tersedia, namun kemudian menemukan air yang suci sebelum melaksanakan ibadah yang membutuhkan wudhu atau mandi, maka tayamum yang telah dilakukan menjadi tidak sah. Seseorang harus mengganti tayamum dengan menggunakan air yang suci untuk bersuci.
    4. Kesembuhan dari Sakit: Jika seseorang melakukan tayamum karena sakit atau cedera yang mencegahnya menggunakan air untuk bersuci, dan kemudian ia sembuh sebelum melaksanakan ibadah yang membutuhkan wudhu atau mandi, maka tayamum yang telah dilakukan menjadi tidak sah. Seseorang harus menggunakan air yang suci untuk bersuci.

    Manfaat Tayamum

    Setelah melakukan tayamum mulai dari memahami niat tayamum beserta artinya, ada baiknya kita mengetahui manfaat dan keutamaannya. Berikut adalah berbagai hikmah dan manfaat dari tayamum.

    1. Nikmat terampuni dosa-dosanya
    2. Nikmat mendapat hidayah untuk beriman
    3. Nikmat keringanan untuk bertayamum.

    Itulah pembahasan tentang niat tayamum beserta tata caranya. Bagaimana, mudah bukan untuk melakukannya? Jika melakukannya dengan benar, Insya Allah ibadah shalat saat situasi tertentu juga berkah.

  • 12 Macam Macam Sholat Sunnah yang Diajarkan Rasulullah SAW, Apa saja?

    12 Macam Macam Sholat Sunnah yang Diajarkan Rasulullah SAW, Apa saja?

    Salah satu bentuk ibadah yang umat Islam wajib lakukan adalah sholat. Selain wajib, sholat juga terdapat hukum sunnahnya. Artinya ada macam macam sholat sunnah yang bermanfaat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Dengan melaksanakan sholat sunnah, kita bisa memohon ampunan dan ridho dari Allah SWT atas semua perbuatan yang telah lampau. Sekaligus juga memudahkan kita dalam melangkah ke masa depan.

    Macam Macam Sholat Sunnah

    Seperti yang kita tahu bahwa sholat merupakan ibadah yang akan dihisab pertama kali di akhirat, terutama sholat wajib. Akan tetapi, tidak ada salahnya jika kita memperkuat ibadah dengan tambahan sholat sunnah.

    Sebab, ada kalanya sholat wajib yang selama ini kita lakukan ada yang tidak khusus, sehingga menurunkan nilai kesempurnaannya. Untuk itu, inilah macam-macam sholat sunnah beserta waktunya.

    1. Sholat Tahajud

    Sholat Sunnah Tahajud

    Sholat Tahajud yang dikenal dengan sholat malam ini merupakan salah satu sholat sunnah yang tidak pernah Rasulullah tinggalkan. Sebab jika rutin melaksanakannya, maka Allah akan membantu mempermudah segala urusan dalam kehidupan.

    Selain itu, sholat tahajud yang masuk dalam macam macam sholat sunnah ini juga akan membantu kita dalam menghadapi kesulitan hidup, jauh dari kesengsaraan dan hidup yang mulia.

    Untuk pelaksanaannya sendiri, dilakukan pada sepertiga malam. Dimana ketika ada banyak manusia tertidur dalam heningnya malam, kita melaksanakan atas nama Allah SWT.

    Dengan begitu, tentu Allah SWT akan menjanjikan banyak kebaikan dalam ibadah tersebut. Umumnya jumlah rakaat paling sedikit yaitu dua rakaat, tapi diperbolehkan mengulangnya sebanyak yang kita inginkan.

    Menurut beberapa hadist, Rasulullah SAW sering melaksanakan sholat Tahajud ini sebanyak 13 rakaat. Hadits yang diriwayatkan dari Aisyah, “Nabi Muhammad SAW biasa melaksanakan shalat malam sebanyak 13 rakaat, termasuk witir dan dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh.”

    2. Sholat Dhuha

    Macam-macam sholat sunnah dan waktunya selanjutnya yaitu sholat Dhuha. Sholat yang bisa kita laksanakan pada waktu dhuha atau pagi hari. Tepatnya ketika matahari sudah mulai naik hingga menjelang dzuhur.

    Kenaikan mataharinya kurang lebih tujuh hasta sejak matahari tersebut terbit. Jumlah rakaatnya paling minimal dua rakaat dan waktu pelaksanaan terbaiknya yaitu awal waktu dan akhir waktu.

    Walaupun begitu, kita bisa melaksanakan sholat Dhuha sesuai batasan waktu yang sudah ada. Melaksanakan sholat Dhuha tentunya mendatangkan banyak fadillah, terutama untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

    Selain itu, dengan melaksanakan sholat dhuha kita akan menjadi pribadi yang bersih dari dosa. Sehingga, ada banyak kemungkinan bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa dengan mudah.

    Dan yang paling terkenal keutamaannya yaitu ketika seseorang mendirikan shalat dhuha, maka setiap jenis kebutuhannya akan terpenuhi dan tercukupi yang terbaik oleh Allah SWT.

    3. Sholat Hajat

    Jika kita memiliki sebuah permohonan, permintaan atau keinginan yang ingin segera Allah SWT kabulkan. Maka, dengan mendirikan sholat hajat secara istiqomah bisa menjadi solusi terbaik untuk atas usaha yang telah kita lakukan.

    Pelaksanaannya pun mudah yaitu kapan saja, asal tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang telah diharamkan untuk sholat. Walaupun demikian, anjuran paling mujarab mengerjakan sholat hajat yaitu malam hari.

    Layaknya sholat tahajud, sebab dengan suasana yang hening dan tenang akan lebih membantu kita untuk lebih khusyuk dalam menunaikannya. Sementara itu, untuk jumlah rakaatnya yaitu dua rakaat.

    “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (sholat hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah  berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad).

    Selain apa yang menjadi doa kita segera terkabul, dengan mendirikan sholat hajat maka akan memperoleh rahmat dan pertolongan dari Allah SWT atas segala cobaan hidup.

    Dengan menunaikan macam macam sholat sunnah termasuk sholat hajat akan menjaga serta memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT.  Sebab sholat hajat merupakan salah satu bentuk ibadah dan dzikir kepada Allah SWT.

    4. Sholat Rawatib

    Mungkin ada sebagian dari kita yang belum memahami secara baik macam-macam sholat sunnah Rawatib yang satu ini. Dimana, jika orang yang mengerjakan sholat Rawatib akan mendapatkan kebaikan yang besar.

    Dalam hadist menyebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu menjaga 12 rakaat tersebut. Sabdanya yaitu, “Barangsiapa yang shalat sunnah 12 rakaat dalam sehari semalam, Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim No.728).

    Adapun rincian shalat rawatib 12 rakaat yaitu sebagai berikut:

    • Sebelum sholat Subuh 2 rakaat 1 salam
    • Sebelum sholat Dhuhur 4 rakaat 2 salam
    • Setelah sholat Dhuhur 2 rakaat 1 salam
    • Setelah sholat Maghrib 2 rakaat 1 salam
    • Setelah sholat Isya’ 2 rakaat 1 salam

    Selain itu, keutamaan sholat sunnah Rawatib yaitu dijauhkan dari api neraka, derajatnya akan diangkat oleh Allah SWT, dan pastinya pahalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya.

    5. Sholat Tarawih

    Sholat Sunnah Tarawih

    Macam macam sholat sunnah berikutnya yaitu sholat Tarawih. Sholat sunnah yang pengerjaannya sesudah sholat Isya’ pada bulan Ramadhan. Kekhasan sholat sunnah satu ini, tidak hanya ada pada bulannya saja.

    Akan tetapi, juga terletak pada pelaksanaan sholat yang lebih baik ditunaikan secara berjamaah.  Jumlah rakaatnya pun beragam, ada 8 rakaat sekaligus ada 20 rakaat dan dilanjutkan dengan sholat witir.

    Dalam hadist Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada banyak keutamaan sholat Tarawih ini, salah satunya terampuni dosa-dosa pada masa lalu.

    “Barangsiapa ibadah tarawih di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya).

    Tidak hanya itu saja, keutamaan lain yang bisa kita dapat ketika menunaikan ibadah sholat Tarawih yaitu Allah SWT menyelamatkan kita dari segala kebingungan dan kesusahan pada hari kiamat tiba.

    6. Sholat Taubat

    Keenam ada sholat Taubat, sholat yang bisa kita kerjakan sebagai bentuk rasa penyesalan atas perbuatan maksiat yang telah dilakukan. Biasanya akan ada rasa penyesalan dan menyadari segala dosa-dosanya.

    Sholat Taubat mempunyai tujuan utama agar Allah SWT mengampuni segala bentuk dosa, apalagi dosa besar yang telah kita perbuat. Pelaksanaannya bisa kapan saja, tapi ada baiknya sesegera mungkin dan berjanji tidak mengulangi kemaksiatan lagi.

    Walaupun begitu, sebagian ulama menyebutkan waktu terbaik dan paling tepat melaksanakan sholat Taubat pada sepertiga malam setelah mengerjakan sholat Tahajud. Untuk jumlah rakaatnya sendiri terdiri dari 2 rakaat.

    7. Sholat Istikharah

    Selanjutnya untuk macam-macam sholat sunnah dan kegunaannya yang perlu kita tahu yaitu sholat Istikharah. Sholat ini Rasulullah SAW kerjakan saat ingin memohon petunjuk kepada Allah SWT.

    Dengan memohon petunjuk kepada Allah SWT untuk menentukan keputusan terbaik dari beberapa keputusan menurut Allah SWT. Sebab, hanya Allah SWT lah yang tahu masa depan terbaik untuk umatnya.

    Untuk pelaksanaan, sholat Istikharah bisa kita kerjakan kapan saja. Paling penting tidak pada waktu-waktu terlarang yaitu ketika matahari terbit, matahari terbenam dan matahari berada pada tengah.

    8. Sholat Tasbih

    Kedelapan ada sholat Tasbih, yang merupakan macam macam sholat sunnah yang pengerjaannya dengan membaca 300 kali bacaan tasbih. Dengan begitu, sholat Tasbih ini tidak bisa kita kerjakan dengan berjamaah.

    Untuk rakaatnya sendiri yaitu 4 rakaat, dengan pengerjaan jika kita kerjakan pada siang hari maka 4 rakaat dengan satu salam. Sementara jika menunaikan pada malam hari, maka empat rakaat dengan dua salam.

    Adapun keutamaan sholat Tasbih yaitu hati akan menjadi lebih tenang, segala dosa akan Allah SWT hapuskan, cobaan hidup terasa ringan dan tentunya mendekatkan diri pada Allah SWT.

    9. Sholat Tahiyatul Masjid

    Sholat Tahiyatul Masjid merupakan salah satu jenis-jenis sholat sunnah dan fungsinya yang pengerjaannya ketika masuk masjid sebelum duduk. Secara garis besarnya, sholat Tahiyatul Masjid sebagai bentuk penghormatan terhadap masjid.

    Hal itu diperkuat dengan adanya hadits yang diceritakan dari Abu Qatadah RA, “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga sholat dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Sholat Tahiyatul Masjid yang bagian dari memuliakan masjid ini mempunyai berbagai keutamaan jika seseorang melaksanakannya, antara lain menyempurnakan pahala, menyelesaikan masalah hidup, dan penghapus dosa.

    10. Sholat Istisqa

    Sholat Istisqa mungkin terdengar kurang familiar di telinga kita bukan? Nyatanya, sholat ini juga merupakan macam macam sholat sunnah yang pengerjaannya bertujuan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

    Hukum sholat Istisqa yaitu sunnah muakkad ketika kondisi terjadi musim kering. Dengan menunaikan sholat Istisqa, maka manusia percaya dan berserah kepada Allah SWT serta memohon dan meminta untuk hujan segera turun.

    Untuk pelaksanaannya sendiri tidak mempunyai waktu-waktu khusu, tapi jangan kita lakukan pada waktu-waktu terlarangnya sholat. Kita bisa melaksanakan seperti pelaksanaan sholat Id, yaitu saat matahari mulai terlihat.

    11. Sholat Witir

    Sebelas terdapat sholat Witir, sholat yang termasuk dalam macam-macam sholat sunnah dan faedahnya yang beragam ini pengerjaan setelah sholat Isya hingga sebelum terbitnya fajar. 

    Biasanya Rasulullah SAW menunaikannya sebagai penutup sholat malam.

    “Shalat malam itu dua-dua rakaat. Apabila salah seorang diantara kalian khawatir akan datangnya subuh, maka hendaklah ia mengerjakan satu rakaat sebagai penutup bagi shalat malamnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Terdapat banyak keutamaan sholat Witir, antara lain penghapus dosa, penyempurna sholat malam, sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk memohon ampun, rahmat dan pertolongan-Nya.

    12. Sholat Isyraq

    Berikutnya terdapat macam-macam sholat sunnah dan manfaatnya yaitu sholat Isyraq. Sholat dua rakaat yang pengerjaannya setelah matahari terbit sekitar satu tombak. 

    Dan akhir waktunya hingga siang, atau tidak sampai menjelang matahari tergelincir ke  arah barat. 

    Biasanya sholat Isyraq ditunaikan dalam dua rakaat, dengan keutamaan sebagaimana pahalanya orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah secara sempurna. Tentunya akan mendapatkan hal tersebut jika penunaiannya tepat.

    Sesuai rangkaian yang sudah ada, mulai dari sholat subuh secara berjamaah, duduk berdzikir hingga terbit matahari dan barulah menunaikan sholat Isyraq dua rakaat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Itulah macam macam sholat sunnah yang perlu umat Islam tahu, walaupun masih ada sholat sunnah lainnya seperti sholat jenazah, sholat fajar, sholat adzan, sholat saat datang dari safar dan sholat sunnah lainnya.

    Poin paling pentingnya dalam menunaikan macam macam sholat sunnah yaitu niat karena Allah SWT. Sebab sholat sunnah bagian penting dari ibadah untuk manusia bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT secara ekstra. 

  • 13 Manfaat Sholat Hajat agar Dikabulkan Keinginan dan Harapan

    13 Manfaat Sholat Hajat agar Dikabulkan Keinginan dan Harapan

    Setiap Muslim pasti memiliki keinginan. Ada banyak sekali cara untuk menggapainya, salah satunya yakni dengan mempraktikan sholat hajat. Tidak hanya mengabulkan keinginan, ada banyak sekali manfaat sholat hajat yang perlu diketahui.

    Sholat hajat sendiri dimaknai sebagai ibadah sunnah yang dilakukan sebagai ikhtiar memohon dan menyampaikan sebuah keinginan atau hajat kepada Allah SAW.

    Sholat ini dapat dilakukan kapanpun dari subuh hingga tengah malam, bahkan dini hari. Asalkan tidak dikerjakan pada waktu yang dilarang untuk mengerjakan sholat. Akan tetapi dianjurkan untuk dilakukan di sepertiga malam agar lebih khusyu.

    Ingin tahu lebih banyak manfaat sholat hajat bagi seorang Muslim? Mari simak uraian lengkapnya di bawah ini!

    Mengenal Sholat Hajat

    Sebelum membahas lebih lanjut mengenai manfaat sholat hajat, akan lebih afdol jika kita mengenal terlebih dahulu apa itu sholat hajat dalam agama Islam.

    Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan oleh seorang muslim yang memiliki keinginan atau kebutuhan tertentu yang ingin dikabulkan Allah SWT.

    Sholat ini dapat dilakukan kapan saja di luar waktu-waktu yang dilarang sholat, seperti setelah subuh hingga matahari terbit dan setelah Ashar, dari matahari terbit hingga matahari meninggi (kira-kira 15 menit setelah matahari terbit), ketika matahari di atas kepala, tidak condong ke timur atau ke barat dan hingga matahari tergelincir ke barat dan dari matahari mulai tenggelam hingga tenggelam sempurna

    Namun terdapat waktu terbaik yang dianjurkan untuk dilakukannya sholat hajat, yakni pada sepertiga malam. Sebab pada malam ini, Allah akan turun menyaksikan hamba-Nya berdoa serta memohon pada-Nya.

    Sholat ini dilakukan antara dua sampai duabelas rakaat dengan salam tiap dua rakaat. Disarankan membaca ayat  Kursi dan surah Al-Ikhlas pada tiap rakaat.

    Manfaat sholat hajat yang paling menonjol adalah sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi dengan Allah SWT dan meminta bantuan-Nya dalam menghadapi segala kesulitan dan masalah yang kita alami.

    Sholat hajat juga menunjukkan rasa percaya dan berserah diri kita kepada Allah SWT, bahwa hanya Dia yang dapat memberikan solusi dan jalan keluar bagi kita.

    Selain itu, sholat hajat juga suatu bentuk ketidaksombongan kita kepada Allah, sebab merasa tidak memperlukan bantuan Allah dengan mengandalkan diri sendiri.

    Baca juga: Bacaan Doa Keluar Rumah: Arab, Latin dan Artinya

    Keutamaan Sholat Hajat

    Tidak hanya memiliki manfaat sholat hajat saja, ternyata ada banyak sekali keutamaan yang bisa kita dapatkan apabila mempraktikan sholat hajat dalam kehidupan sehari-hari. Adapun keutamaannya adalah sebagai berikut:

    1. Sholat hajat melatih setiap umat Muslim untuk mensyukuri berkah kebaikan yang telah didapatkan dari Allah.
    2. Memudahkan mendapatkan jalan kebaikan dari Allah. Sebab Allah menyukai hamba-Nya yang selalu memohon kebaikan dan pertolongan pada-Nya dalam hal apapun baik sesuatu yang besar atau sekadar sesuatu yang remeh.
    3. Sholat hajat juga mampu mendekatkan diri pada Allah sekaligus menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk lebih rajin beribadah.
    4. Membantu untuk mengikhlaskan dan menerima setiap pemberian dari Allah.
    5. Menyerahkan diri kepada Allah menjadi bukti bahwa Allah menjadi sebaik-baiknya pemberi keputusan bagi setia- hamba-Nya.

    Bahkan keutamaannya, turut dijelaskan dalam salah satu hadits, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapa yang berwudu dan sempurna wudunya, kemudian salat dua rakaat (salat hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad)

    Berdasarkan hadits di atas, Rasulullah Shallallahu ‘allaihi wasallam pun mengajarkan agar kita senantiasa untuk meminta kepada Allah SWT melalui sholat. Terutama, bila sedang dalam kondisi memilliki hajat.

    Sementara itu, Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam bukunya Fiqih Empat Mazhab menulis, “ Dianjurkan bagi setiap muslim yang memiliki kebutuhan yang syar’i untuk melakukan sholat hajat.”

    Niat dan Tata Cara Sholat Hajat

    Sebelum melakukan sholat hajat, pastikan kita dalam kondisi suci dari hadast dengan berwudhu. Kemudian ucapkan niat.

    Meski tempatnya di dalam hati, bagi yang ingin melafalkan niat sholat hajat karena ingin menghadirkan rasa khusyu bacaannya ialah:

    “Usholli sunnatal-haajati rok’atayni lillahi ta’aala,”.

    Syarat dan tata cara sholat hajat sebenarnya sama dengan sholat pada umumnya dengan tetap memperhatikan kesucian, menutup aurat, pakaian yang bersih dan terhindar dari najis, tempat sholat yang bersih dan suci serta menghadap kiblat.

    Rakaat pertama:

    1. Takbirotul ihram (berdiri bagi yang mampu)
    2. Doa iftitah
    3. Membaca surat Al-Fatihah
    4. Dilanjutkan dengan membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an. Diutamakan membaca surat Al-Kaafirun sebanyak 3 kali
    5. Rukuk secara tuma’ninah
    6. I’tidal (bangun dari ruku) secara tuma’ninah
    7. Sujud secara tuma’ninah
    8. Duduk di antara dua sujud secara tuma’ninah
    9. Sujud kedua secara tuma’ninah

    Rakaat kedua:

    1. Berdiri untuk rakaat kedua
    2. Membaca surat Al-Fatihah
    3. Dilanjutkan membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an. Diutamakan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 3 kali
    4. Ruku’ secara tuma’ninah
    5. I’tidal (bangun dari ruku) secara tuma’ninah
    6. Sujud secara tuma’ninah
    7. Duduk di antara dua sujud secara tuma’ninah
    8. Sujud kedua secara tuma’ninah
    9. Duduk tasyahud akhir secara tuma’ninah
    10. Mengucapkan salam

    Setelah selesai salam, kemudian memanjatkan beberapa zikir, seperti:

    Subhahanallah walhamdulillah walaailaaha illallah waallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil ‘aliiyil ‘adzim.

    Artinya: “Maha suci bagi Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar.” Ini dibaca sebanyak 10 kali.

    Setelah itu membaca:

    Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad.

    Artinya: “Yaa Allah, beri karunia kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, kesejahteraan yang diridhoi dan ridhoilah dari pada sahabat sahabat sekalian.” Ini dibaca sebanyak 10 kali.

    Kemudian lanjutkan dengan membaca doa:

    Rabbanaa aatinaa fidunyaa hasanah wa fil’akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban nar.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah: 201).

    Bacaan Doa setelah Sholat Hajat

    Berikut bacaan doa setelah sholat hajat dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya.

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil karimil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza’ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada’ li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Lembut dan Maha Mulia. Maha Suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa.”

    “Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai rida-Mu karena itu penuhilah hajatku, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”

    Manfaat Sholat Hajat

    Berikut ini beberapa manfaat sholat hajat yang perlu diketahui:

    1. Memperoleh Pahala dari Allah SWT

    Seorang muslim yang instiqomah melakukan sholat hajat, atas izin Allah ia akan mendapatkan manfaat dari sholat hajat yakni berupa pahala dari-Nya.

    Sebab sholat hajat juga merupakan salah satu bentuk ibadah yang menjanjikan banyak pahala di dalamnya.

    2. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

    Manfaat Sholat Hajat lainnya yakni membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT.Sebab ketika seorang hamba sedang dirundung masalah maka berserah diri kepada Allah menjadi salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan. Hal inilah yang akan mendekatkan diri kepada Alla SWT.

    3. Doa Mudah Dikabulkan

    Mengingat bahwa salah satu keutamaan dari sholat hajat ialah memudahkan dikabulkannya doa oleh Allah. Maka dari itu, seorang muslim hendaknya istiqomah dalam mengamalkannya sehingga Allah akan membantunya dengan mengabulkan hajatnya.

    4. Menumbuhkan Rasa Ikhlas

    Umum terjadi jika terdapat masalah yang tidak menyenangkan dan sulit untuk dipecahkan, hati kita akan gusar dan tidak tenang. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk melakukan sholat hajat dengan memohon dan menyerahkan segalanya kepada Allah. Dengan berpasrah, hati akan menjadi tenang dan tumbuhnya rasa ikhlas.

    5. Rasa Tawakal yang Lebih Kuat

    Sholat hajat mampu membuat seseorang lebih tawakal kepada Allah SWT. Hal ini disebabkan karena melalui sholat hajat, seseorang akan merasa bahwa hanya Allah lah satu-satunya yang dapat memberikan apa yang dibutuhkan.

    6. Berserah Diri pada Allah

    Kepasrahan seorang Muslim menjadi hal yang disukai Allah SWT. Manusia harus menyadari bahwa tiada sesuatu yang terjadi jika lepas dari kuasa Allah.

    Ketika seorang hamba semakin cepat menyadari tidak bisa hidup tanpa bantuan Allah maka akan semakin mudah baginya untuk meminta bantuan-Nya. Allah tetap membantu hamba meskipun memiliki banyak dosa dalam diri.

    7. Dapat Mengendalikan Kebutuhan

    Adapun manfaat sholat hajat lkali ini yakni dapat memberikan ketenangan pada hati seorang muslim. Dengan sholat hajat, ia akan berusaha menyusuki segala sesuatu yang dimilikinya.

    8. Motivasi untuk Lebih Giat

    Manfaat sholat hajat lainnya yakni memotivasi diri agar lebih giat, sholat hajat bisa membuat seseorang lebih rajin dan termotivasi untuk lebih rajin dalam berusaha atau beriktiar di dunia.

    9. Tingkatkan Sirkulasi Darah

    Ternyata manfaat sholat hajat tidak hanya untuk keperluan spiritual saja, melainkan juga untuk kebermanfaatan kesehatan.

    Istiqomah melakukan sholat hajat akan meningkatkan sirkulasi darah kita. Hal ini disebabkan gerakan sholat yang berbeda ternyata mampu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.

    Gerakan sholat yang beragam ini mampu mengalirkan darah ke segala arah. Dan tentu saja hal ini akan membantu kesehatan tubuh manusia.

    Suatu kasus membuktikan, ketika ditemukan aliran darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah pada tubuh. Ketika usai sholat, aliran darah berangsur-angsur kembali normal.

    Misalnya posisi ruku, aliran darah akan mengalir dari tubuh bagian atas. Adapun ketika tashahhud, aliran darah akan diatur mengalir ke seluruh tubuh bagian bawah.

    10. Redakan Sakit Punggung dan Nyeri Sendi

    Sholat hajat dapat meredakan sakit punggung dan nyeri sendiri. Hal ini berkaitan dengan posisi ruku dan sujud yang membuka serta meringankan persendiran.

    Selain itu, gerakan ruku yang mirip dengan yoga dapat membantu merelaksasikan otot ligamen sehingga nyeri dipunggung akan terasa lebih ringan.

    Dan tidak hanya itu, gerakan sholat ternyata bermanfaat untuk melemaskan sendi kuku, lutut, bahu, pinggul dan pergelangan kaki secara keseluruhan.

    11. Dapat Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

    Manfaat sholat hajat selanjutnya yakni dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Hal ini didasari atas penelitian ilmiah yang menjelaskab bahwa selama keadaan qu’ud, postur tubuh sangat memungkinkan untuk memperlancar pencernaan.

    Yang dimaksud dengan posisi ini yakni, bagi laki-laki posisi qu’ud ialah meringkuk pada satu kaki, sedangkan untuk perempuan yakni saat duduk di kedua kaki.

    12. Membantu Kesehatan Jantung

    Gerakan sholat dapat memperlancar peredaran darah sehingga kesehatan jantung pun turut meningkat.

    Hal ini dikarenakan setiap gerakan sholat yang dilakukan dengan benar dan tepat akan membantu fungsi organ secara keseluruhan. Shalat juga mampu mengatur sekresi kelenjar dan aliran dalam tubuh.

    13. Mengurangi Stres

    Siapa sangka jika manfaat sholat hajat dapat mengurangi stres. Bagi seorang Muslim, sholat sendiri secara tidak sadar menjadi salah satu terapi psikologis yang dapat memberikan ketenangan jiwa serta meredakan berbagai ketegangan.

    Sebab ketika sholat, segala hal-hal yang tidak berhubungan dengan Allah akan dikesampingkan. Kita akan memfokuskan segalanya kepada Allah saja.

    Tidak jarang ketika sholat air mata turut bercucuran jika mengingat hal-hal yang mengesalkan dan segala kekhawatiran yang ada keluar.

    Dengan menangis perasaan-perasaan terbebani dan lainnya akan berkurang. Dengan begitu stres pun akan turut berkurang.

    Setelah mengetahui banyaknya manfaat sholat hajat. Tentu sayang sekali bukan jika selama hidup kita tidak pernah sekalipun mengamalkannya?

    Semoga dengan adanya artikel ini dapat memotivasi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan mengingat bahwa tiada masalah yang tidak mungkin dipecahkan jika ada Allah SWT.

  • Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardu Sesuai Sunnah, Arab, Latin, dan Artinya

    Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardu Sesuai Sunnah, Arab, Latin, dan Artinya

    Untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Semesata alam Allah SWT, Rasulullah SAW menganjurkan agar dzikir setelah sholat dan berdoa kepada-Nya.

    Meski dzikir bersifat sunnah dan bentuk ibadah yang terpisah, keutamaan dzikir sangat beragam bagi kita sebagai umat muslim.

    Dzikir setelah sholat fardhu maupun sunnah ini memungkinkan kita sebagai hamba dapat mengeluarkan keluh kesah dengan bertawadhu, ikhlas dan penuh pengharapan kepada Allah SWT.

    Selain itu berdzikir membuat kita senantiasa mengingat, bersyukur, dan memuji atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Hal ini dibuktikan dengan salah satu firman Allah SWT yang berbunyi:

    “Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirah kamu semuanya dengan sebanyak-banyaknya dzikir.” (QS Al-Ahzab (33):41)

    Urutan Dzikir Setelah Sholat Fardu, Arab, Latin & Artinya

    Berikut selengkapnya, mengenai bacaan dzikir setalah sholat  arab, latin beserta terjemahannya:

    1. Awali dengan Beristighfar

    Setelah sholat selesai, awali dzikir setelah sholat dengan beristighfar sebanyak 3x pada Allah SWT.

    Beristighfar sebagai pengingat kesalahan kita dan bentuk meminta ampunan kepada Allah SWT.

    أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

    Latin: Astaghfirulloh al-adziim alladzii laa ilaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih.

    Artinya: Aku memohon ampun kepada-Mu ya Allah, Dzat yang tiada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertobat kepada-Nya.

    Keutamaan beristighfar juga didasari dari firman Allah SWT yang berbunyi: “Allah Ta’ala mengabarkan, bahwa Dia Ta’ala tidak akan mengazab orang yang beristighfar (memohon ampun dari dosa).

    Karena istighfar itu akan menghapus dosa yang dosa itu sendiri merupakan penyebab datangnya adzab, sehingga adzab itupun sirna dengan cepat.”

    2. Membaca Pujian untuk Allah SWT

    Setelah bersitighfar, lanjutkan dengan membaca pujian pada Allah SWT. Bacaan pujian ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim, yakni berbunyi:

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْ خِلْنَ الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَرَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَا لَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالْأِ كْرَامِ

    Latin: Allahumma antassalaam wa minkassalaam wa ilaika ya’uudussalaam fahayyinaa rabbanaa bissalaam wa adkhilnaljannata daarassalaam tabarakta rabbanaa wa ta’aa laita yaa dzaljalaali walikraam.

    Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Zat yang mempunyai kesejahteraan dan dari-Mu kesejahteraan itu kepada-Mu akan kembali lagi segala kesejahteraan itu. Ya Tuhan kami, hidupkanlah kamu dengan sejahtera. Masukkanlah kami kedalam surga kampung kesejahteraan. Engkaulah yang berkuasa memberi berkah yang banyak dan Engkaulah Yang Maha Tinggi, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

    3. Lanjutkan Dzikir Laa Ilaahailallah Wahdahu Syarikala

    Rasulullah SAW menyarankan dzikir setelah sholat selanjutnya dengan membaca Laa Ilaahailallah Wahdahu Syarrikala, hal ini disebabkan karena bacaan ini memiliki keutamaan yang sayang sekali jika terlewatkan.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    Barangsiapa yang mengucapkan, ‘Lailahaillallah wahdahula syarikalah lahul mulku walahul hamdu wa huwa’ala kulli syai’in qadir’ setiap harinya sebanyak 100 kali maka ia seperti membebaskan sepuluh budak. Dituliskanlah untuknya seratus kebaikan. Dihapuskan darinya seratus keburukannya. Dia akan memiliki pengaman dari setan selama sehari itu hingga datang waktu sore. Tidak ada pekerjaan lain yang lebih banyak nilainya daripada ini, kecuali bila ia mengucapkannya lebih banyak lagi.” (HR. Bukhari)

    Bacaan lengkap yang dianjurkan Rasulullah SAW:

    ‎      لا إلهَ إلَّا اللهُ وحدَهُ لَا شرِيكَ لَهُ، لَهُ الملْكُ، ولَهُ الحمْدُ، وهُوَ عَلَى كُلِّ شيءٍ قدير

    Latin: Laa ilaahailallooh wahdahu laa syariikalah, lahul mulku, walahul hamdu wa huwa alaa kullii syaiin qadiir.

    Artinya: Tiada Tuhan Selain Allah, , Dia adalah satu, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya adlah kekuasaan dan bagi-Nya adalah pujian. Dan dia memiliki kekuasaan atas segala sesuatu.

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

    4. Membaca Allahumma Laa Maan’i

    Anjuran Rasulullah SAW selanjutnya adalah membaca doa ini:

    اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

    Latin: Allahumma laa maani’a limaa a’thoita, wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

    Artinya: Ya Allah, tiada yang dapat menahan apa yang Engkau berikan, dan tiada yang dapat memberikan apa yang Engkau berikan, dan tiada berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.

    5. Membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir 33x

    Dzikir setelah sholat selanjutnya adalah membaca tasbih, tahmid dan takbir masing-masing sebanyak 33x.

    Dalam hadis riwayat disebutkan, bahwa ketiga bacaan tersebut merupakan salah satu cara untuk bersedekah sebagaimana aduan orang-orang miskin tentang orang kaya yang mendermakan hartanya.

    Rasulullah SAW bersabda: “ “Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, takbir adalah sedekah, tahmid adalah sedekah dan tahlil adalah sedekah.” (HR Muslim).

    ×٣٣سُبْحَانَ اللهِ

    ×٣٣اَلْحَمْدُلِلهِ

    ×٣٣اَللهُ اَكْبَرْ

    Subhanallah 33x (Maha Suci Allah)

    Alhamdulillah 33x (Segala Puji Bagi Allah)

    Allahuakbar 33x (Allah Maha Besar)

    6. Lanjutkan dengan Membaca Ayat Kursi

    Usahakan untuk tidak melewatkan Ayat Kursi. Ayat kursi sendiri merupakan salah satu doa yang memiliki derajat paling tinggi di antara surat-surat yang lainnya.

    Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyertakan Ayat Kursi sebagai dzikir setelah sholat.

    Jika kita sebagai umat muslim istiqomah membacanya, dijauhkanlah azab dan diberikan ketentraman di dunia oleh Allah SWT. Hal ini didasari sabda Rasulullah SAW yang berbunyi: “Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian.” (HR An Nasa’i).

    Bacaan Ayat Kursi:

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.

    Artinya: Allah, tiada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tiada mengantuk dan tiada tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tiada mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tiada merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.

    7. Membaca Surat Al-ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

    Setelah membaca Ayat Kursi, lanjutkanlah dzikir setelah sholat dengan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas yang merupakan golongan surat pendek yang digunakan sebagai bentuk keyakinan kita pada Allah SWT.

    Hal ini didasari dari sahabat Abdullah bin Khubaib Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda kepadanya:
    “Bacalah Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) ketika sore dan pagi, masing-masing 3 kali, akan mencukupimu dari segala sesuatu”.

    1. Surat Al-Ikhlas dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya.

    قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

    Qul huwallaahu ahad, Allaahus shomad, lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakul lahu kufuwan ahad.

    Artinya: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.

    2. Surat Al-Falaq dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

    Qul a’uudzu birob-bil falaq, min syarri ma khalaq, wa min syarri ghasiqin idza waqab, wa min syarri n-naffaasaati fil ‘uqad, wa min syarri haasidin idzaa hasad.

    Artinya: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan penyihir-penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.

    3. Surat An-Nas dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

    Qul a’uudzu birab-bin naas, malikin naas, ilaahin naas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.

    Artinya: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Ilah manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.

    8. Akhiri dengan Berdo’a Kepada Allah SWT

    Allah SWT Maha mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, bisikan, bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati seseorang.

    Allah juga romantis dan dekat pada setiap orang. Demikianlah Allah SWT Mengetahui apa-apa saja yang hamba-Nya inginkan. Allah akan mendengar setiap doa yang dihaturkan kepada-Nya dan menjawab setiap keinginan dengan cara-Nya.

    Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman dalam al-Qur’an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah satu ayat yang membicarakan masalah tersebut adalah :

    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.s. al-Baqarah: 186).

    Keutamaan Berdzikir Setelah Sholat

    Setelah sholat, anjuran Rasulullah SAW adalah praktik dzikir. Merenung dan mengingat kebesaran Allah SWT yang akan membantu kita untuk lebih khusyu dalam beribadah. Meski sunnah, dzikir memiliki keistimewaan yang jika kita lewatkan sungguh akan merugi.

    Allah SWT sendiri juga memerintahkan kita sebagai umat muslim untuk selalu berdizikir kepada-Nya, sebagaimana dalam QS. Al-Ahzab ayat 41 yang berbunyi:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.

    Sebagai motivasi, yuk simak keutamaan dari dzikir setelah sholat sesuai sunnah yang dianjurkan!

    1. Menambah Rasa Khusyu’ dalam berdoa
    2. Pahala yang Mulia
    3. Diampuni Dosa-dosanya
    4. Mendapatkan keutamaan Sholat Sesungguhnya
    5. Semakin di dekatkan pada Allah
    6. Dijauhkan dari Godaan Setan
    7. Menaikan derajat seseorang.

    Sungguhlah merugi bagi seseorang hanya melaksanakan sholat lima waktu saja dengan tergesa-gesa dan melewatkan dzikir setelah sholat dan tidak mendapatkan keutamaannya.

    Apakah Bacaan Dzikir Setelah Sholat Tahajud dan Dhuha Berbeda?

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa dzikir merupakan kunci latihan untuk mengenal dan mendekatkan diri pada Allah SWT, sehingga bilamana kita mengenal-Nya maka akan semakin kuat keimanan kita serta kecintaan kita pada Allah SWT.

    Tujuan dzikir sendiri, yakni membuahkan ketenangan batin, kemantapan jiwa serta memberi semangat untuk selalu beramalan sholeh.

    Lantas apakah dzikir setelah sholat fardu berbeda dengan dzikir setelah sholat sunnah?

    Tentu tidak, hanya saja Rasulullah SAW selalu memberikan anjuran terbaik bagi kita umat muslim dalam menjalankan ibadah kepada-Nya.

    Adapun berikut ini adalah bacaan dzikir setelah sholat Tahajud sesuai sunnah Rasul yang dapat kamu baca setidaknya 100 kali yaitu :

    1. Tasbih: Subhanallah (سبحان الله), artinya Maha Suci Allah.
    2. Tahmid: Alhamdulillah (الحمد لله), artinya Segala Puji Bagi Allah.
    3. Takbir: Allahu Akbar (الله أكبر), artinya Allah Maha Besar.
    4. Istighfar pendek: Astaghfirullah, artinya, aku mohon ampun kepada Allah.
    5. Istighfar panjang: Astaghfirullah hal’adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qoyyuumu wa atuubu ilaiih.” Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

    Selain itu, kita juga boleh menambahkan pujian-pujian kepada Allah SWT dan doa sesuai dengan hajat yang kita inginkan. Allah Maha Mengetahui dan Maha Mendengar.

    Demikianlah pembahasan mengenai urutan dzikir sholat fardu sesuai sunnah dan keutamaannya yang saying untuk terlewatkan.

    Semoga dengan memahami dan mempelajarinya, kita akan semakin dekat dengan Allah SWT. Amiin YRA. Semoga membantu ya, Assalamualaikum wr. Wr