Author: Linda Yulita

  • Pengertian Observasi: Tujuan, Ciri, Jenis & Contohnya

    Pengertian Observasi: Tujuan, Ciri, Jenis & Contohnya

    Tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah penelitian. Ada beberapa metode yang bisa kita lakukan untuk memahami suatu fenomena atau peristiwa yang kita teliti. Salah satu caranya yaitu dengan melakukan pengamatan langsung atau juga biasa dikenal dengan istilah observasi.

    Banyak hal di dunia yang masih menjadi misteri terkait mengapa dan bagaimana bisa hal tersebut terjadi. Melakukan penelitian terbilang penting agar kita bisa memahami suatu peristiwa atau fenomena secara utuh. Sehingga, metode penelitian seperti pengamatan langsung pun juga sama pentingnya untuk menopang jalannya penelitian.

    Apa Itu Observasi?

    Observasi adalah sebuah cara atau metode yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi dan data apapun dari suatu fenomena yang sedang diteliti. Cara ini dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung di tempat peristiwa itu terjadi. 

    Jadi sederhananya, metode ini bisa kamu sebut sebagai pengamatan langsung. Peneliti menerapkan metode ini dengan cermat dan sistematis agar bisa memperoleh data dan informasi mengenai fenomena tersebut secara tepat. Sehingga, nantinya data dan informasi tersebut bisa menuntun peneliti ke arah kesimpulan yang tepat.

    Penjelasan di atas merupakan pengertian observasi secara umum. Masih ada beberapa pengertian yang muncul dari beberapa ahli di antaranya:

    1. Gibson R.I dan Mitchell M.H

    Menurut Gibson R.I dan Mitchell M.H, observasi merupakan suatu cara atau teknik yang bisa menjadi penentu dari pengambilan keputusan dan kesimpulan terhadap objek atau fenomena yang sedang peneliti amati.

    Namun, pengamatan tersebut tidak bisa hanya tergantung pada satu metode saja. Penelitian harus ditopang oleh berbagai metode pengamatan lainnya agar peneliti bisa menarik kesimpulan secara lebih akurat dan utuh.

    2. Sevilla

    Sevilla berpendapat bahwa observasi adalah suatu proses saat peneliti melihat kondisi dan situasi dari penelitian yang sedang ia lakukan. Metodenya juga harus sesuai dengan yang peneliti gunakan dan dapat berupa pengamatan kondisi dari tingkah laku, interaksi antar kelompok, dan belajar mengajar.

    3. Nawawi dan Martini

    Menurut Nawawi dan Martini, metode pengamatan langsung merupakan kegiatan pengamatan serta pencatatan data dan kejadian yang  muncul dari suatu fenomena yang diteliti. Pencatatannya pun dilakukan secara urut.

    Kemudian peneliti akan menyusun secara sistematis hasil dari pencatatan ini dalam bentuk laporan yang sudah sesuai kaidah yang berlaku.

    4. Kartini Kartono

    Kartini Kartono berpendapat bahwa metode pengamatan langsung merupakan langkah yang memiliki tujuan untuk mengetahui dan memahami sesuatu yang terjadi di balik fenomena yang sedang peneliti amati.

    Tujuan utama dari melakukan metode pengamatan langsung yaitu untuk mengumpulkan data, bukti, dan fakta dari suatu fenomena yang peneliti amati.

    5. Nurkancana

    Menurut Nurkancana, metode observasi merupakan langkah atau cara mengumpulkan fakta dan data di balik suatu fenomena dengan cara mengamatinya secara langsung serta sistematis. Hasil dari pengamatan secara langsung tersebut nantinya akan peneliti catat sebagai pengumpulan bukti dan fakta.

    Apa Tujuan dari Observasi?

    Nah, setelah kita membahas dengan saksama definisi observasi secara umum maupun menurut para ahli, apa sebenarnya tujuan dari pengamatan langsung ini?

    1. Menggambarkan Segala Sesuatu dengan Mengandalkan Panca Indera

    Karena metode ini dilakukan dengan cara mengamati suatu fenomena secara langsung, maka observasi adalah metode pengambilan data yang tepat jika panca indera punya peran penting dalam pengamatan.

    Namun, panca indera dari peneliti haruslah tajam dan terlatih karena kefasihan panca indera punya pengaruh yang besar terhadap valid atau tidaknya data yang akan terkumpul. Selain itu, pengamatan yang mengandalkan panca indera juga harus didukung oleh metode pengamatan lain secara langsung di lapangan.

    2. Memperoleh Informasi Mengenai Fenomena yang Diteliti

    Mencari informasi, data, ataupun fakta yang valid dan bisa menjawab terjadinya suatu fenomena yang sedang peneliti amati merupakan tujuan utama dari metode observasi. Nantinya data ini akan didokumentasikan dalam bentuk karya ilmiah maupun non ilmiah.

    3. Menarik Kesimpulan

    Setelah informasi, data, ataupun fakta yang telah peneliti kumpulkan dirangkum secara sistematis, maka peneliti dapat menarik kesimpulan mengenai fenomena yang sedang ia teliti berdasarkan informasi tersebut.

    Kesimpulan bisa peneliti sajikan dalam bentuk laporan yang nantinya akan bisa dinikmati oleh pembaca. Selain itu, ruang diskusi juga terbuka lebar mengenai kesimpulan yang sudah ditarik sebelumnya. Baik itu dalam bentuk pujian, kritik, ataupun saran.

    Ciri-ciri Pengamatan Langsung

    Agar kamu punya gambaran yang lebih jelas bagaimana peneliti melakukan metode pengamatan langsung, berikut adalah beberapa ciri-ciri dari observasi:

    • Objektif, harus bersifat objektif dan tercatat sesuai dengan apa yang peneliti peroleh langsung di lapangan.
    • Faktual, pengamatan langsung harus berlandaskan fakta dan hasil yang muncul di lapangan saat pengamatan dilakukan.
    • Sistematis, pengamatan secara langsung harus berjalan sesuai rencana ataupun metode standar yang sudah peneliti tentukan sejak awal. Bukan berjalan secara asal-asalan.

    Jenis-jenis Observasi

    Sebetulnya pengamatan secara langsung tidak hanya ada satu jenis saja. Ada tiga jenis metode pengamatan langsung yang punya perbedaan satu di antara yang lainnya. Apa saja jenis-jenis tersebut?

    1. Observasi Partisipatif

    Pengamatan langsung secara partisipatif merupakan pengamatan yang berlangsung dan dilakukan oleh beberapa peneliti sebagai pengamat. Para pengamat ini akan mengamati objek secara langsung dan aktif.

    2. Observasi Sistematis

    Selain itu, ada metode pengamatan langsung secara sistematis. Metode ini merupakan pengamatan yang dalam kegiatannya sudah ada ketentuan untuk masing-masing moderator sebelum berjalan. 

    Maksudnya adalah peneliti akan menentukan apa saja yang mereka akan amati dan apa saja faktor yang mendasari mereka melakukan pengamatan sebelum dalam prosesnya benar-benar mereka lakukan.

    3. Observasi Eksperimental

    Jenis metode pengamatan langsung yang terakhir, eksperimental, merupakan pengamatan secara langsung yang berjalan dengan cara percobaan. Di sini, peneliti telah menyiapkan suatu kondisi, situasi, dan kegiatan tertentu untuk melakukan percobaan saat proses pengamatannya.

    Metode pengamatan langsung jenis eksperimental ini terbilang cukup menyita waktu dan biaya yang tidak sedikit.

    Contoh Observasi

    Ada banyak sekali contoh penelitian yang data dan faktanya muncul dari metode pengamatan secara langsung. Beberapa contohnya antara lain:

    1. Hubungan Antara Cara Mengajar Guru dengan Perilaku Siswa

    Cara Mengajar Guru dengan Perilaku Siswa
    Cara Mengajar Guru dengan Perilaku Siswa | Image source : pexels.com

    Kita coba memahami metode pengamatan langsung dari contoh pertama, yaitu mengamati hubungan antara cara mengajar seorang guru dengan perilaku siswa sekolah dasar di kelas. Kamu dapat mengetahui hubungan tersebut dengan melakukan beberapa cara.

    Misalnya saja, kamu bisa membagi satu kelas menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok ini akan memperoleh perlakukan yang berbeda-beda dalam jangka waktu tertentu. 

    Setelah itu, kamu akan mengamati dan memperoleh data dan fakta yang terjadi dari cara mengajar guru terhadap perilaku siswa di masing-masing kelompok. Nah, di akhir kamu bisa menarik kesimpulan sejauh apa cara mengajar seorang guru mempunyai pengaruh terhadap perilaku siswa sekolah dasar di dalam kelas.

    Baca Juga : Interaksi Sosial: Pengertian, Ciri-ciri, Faktor, Syarat, dan Jenis-Jenis

    2. Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kesadaran Gizi pada Ibu Hamil

    Kesadaran Gizi pada Ibu Hamil
    Kesadaran Gizi pada Ibu Hamil | Image source : pexels.com

    Contoh kedua yang bisa kita ambil yaitu mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan ibu hamil dengan kesadaran pemenuhan kebutuhan gizi. Pada penelitian ini, kamu bisa membagi ibu hamil menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat pendidikannya.

    Misalnya, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Perguruan Tinggi (PT). Keempat kategori ibu hamil tersebut bisa kamu amati kesadaran gizinya melalui beberapa metode. Salah satunya dengan wawancara.

    Kamu bisa menyusun pertanyaan wawancara dengan bahasa serta pemilihan kata yang bisa mereka jawab dan pahami. Dari jawaban-jawaban tersebut, bisa kamu amati secara sistematis bagaimana tingkat kesadaran rata-rata ibu hamil pada masing-masing kelompok.

    Setelah itu, kamu bisa menarik kesimpulan seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan seorang ibu hamil dengan kesadaran mereka akan pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari.

    Sudah Tahu Tujuan, Ciri, dan Jenis Observasi?

    Metode pengamatan secara langsung sudah sering peneliti gunakan untuk mengetahui bagaimana suatu kejadian atau fenomena bisa terjadi dan akhirnya hasil pengamatan tersebut tertulis di jurnal penelitian.Mengetahui cara melakukan metode observasi dengan benar tentu wajib hukumnya bagi para peneliti. Hal ini merupakan suatu keharusan karena kemahiran mereka melakukan metode ini punya pengaruh besar dalam akurasi hasil penelitian yang mereka lakukan.

  • Pengertian Validasi: Tujuan, Konsep, dan Contohnya

    Pengertian Validasi: Tujuan, Konsep, dan Contohnya

    Ketika Anda ingin melihat apakah suatu data tertulis benar adanya, tentu Anda akan mencari validasi untuk membuktikannya. Akan tetapi, setelah mendengar kata ini, mengertikah Anda apa arti sebenarnya?

    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa sebenarnya arti dari validasi, Anda dapat menyimak penjelasan berikut ini. 

    Apa Arti dari Validasi?

    Apa Arti dari Validasi
    Apa Arti dari Validasi | Image source : freepik.com

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), validasi (validitas) atau sering disebut kesahihan merupakan pengesahan, atau dapat juga didefinisikan sebagai sebuah pengujian kebenaran atas sesuatu.

    Sementara itu, kata validasi secara etimologis berasal dari kata berbahasa Inggris, validation. Validation berarti pembuktian sejauh mana kecermatan dan ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.

    Definisi Validasi Menurut Para Ahli

    Definisi Validasi Menurut Para Ahli
    Definisi Validasi Menurut Para Ahli | Image source : Freepik.com

    Berikut ini adalah definisi validitas menurut beberapa ahli yang perlu Anda pahami, yaitu:

    1. Arikunto

    Arikunto menyatakan definisi dari validitas di tahun 1999. Menurutnya, validasi berupa suatu ukuran yang menunjuk pada tingkat keabsahan suatu tes. 

    Jadi, tes dapat Anda katakan valid apabila tes tersebut berhasil mengukur suatu subjek atau objek yang hendak diukur. Oleh karena itu, tes mempunyai validitas yang tinggi apabila hasilnya sesuai dengan kriteria.

    2. Sudjana

    Ahli yang bernama Sudjana juga memberikan pendapatnya mengenai validitas. Dia menyatakan bahwa validitas merupakan suatu ketepatan dari alat penilaian terhadap suatu konsep. Sehingga, proses validitas harus benar-benar menilai apa yang harus dinilai secara rinci.

    3. Suryabrata

    Sedangkan menurut Suryabrata, validitas merupakan sebuah derajat fungsi pengukuran atau derajat kecermatan ukur pada suatu tes. Validitas pada tes juga biasanya mempermasalahkan apakah tes yang peneliti jalankan betul-betul mengukur subjek atau objek yang perlu diukur.

    4. Azwar

    Validitas juga dapat berarti sejauh mana kecermatan suatu instrumen pengukur (tes) saat melakukan fungsi ukurnya. Tes juga dapat Anda katakan mempunyai validitas yang tinggi apabila instrumennya mampu menjalankan fungsi ukur yang sesuai dengan tujuan dilakukannya pengukuran tersebut.

    5. Hendri

    Menurut Hendri, validasi merupakan sebuah aktivitas guna mengukur seberapa jauh perbedaan skor yang menggambarkan perbedaan sebenarnya antara individu, kelompok, atau situasi berkaitan dengan karakteristik yang diukur. 

    Aktivitas ini juga dapat peneliti gunakan untuk mengukur suatu kesalahan pada seorang individu atau kelompok yang sama dari satu situasi ke situasi lainnya.

    Tujuan Proses Validasi

    Tujuan Proses Validasi
    Tujuan Proses Validasi | Image source Freepik.com

    Dari definisi yang para ahli paparkan, Anda telah mengetahui bahwa tujuan dari validasi adalah untuk mendapat hasil valid mengenai suatu produk. 

    Hasil valid suatu subjek dapat tercapai, apabila subjek telah memenuhi tujuan yang sudah ditetapkan. Sehingga, dari pernyataan ini, Anda dapat menyimpulkan bahwa validasi lebih berfokus pada penilaian keandalan serta kesesuaian produk atau sistem.

    3 Manfaat Validasi

    Pada bukunya, M Agus J Alam mengungkapkan tiga manfaat validitas untuk sebuah penelitian. Tiga manfaat tersebut akan Anda ketahui secara mendalam pada penjelasan berikut ini, yaitu:

    1. Menghindari Kesalahan Saat Memasukkan Data

    Pertama, suatu validitas bermanfaat untuk menghindari kesalahan saat memasukkan data. Validasi ini dapat peneliti lakukan dengan mengatur sistem. Ketika data yang masuk tidak valid, maka data tersebut akan ditolak. Data itu juga takkan peneliti gunakan lagi.

    2. Memudahkan Peneliti Memasukkan Data

    Selanjutnya, validasi juga mampu mempermudah proses pemasukan data untuk penelitian. Caranya adalah dengan memberikan pesan atau pilihan tertentu ketika peneliti mencoba memasukkan data.

    3. Memberi Kelengkapan serta Akurasi

    Terakhir, validitas juga dapat membuat suatu penelitian dapat menjadi jauh lebih akurat. Penelitian juga bisa menjadi lebih bersih dan lengkap. Validitas juga mampu memudahkan peneliti saat mengolah data, serta mengambil keputusan dalam penelitian.

    4 Prinsip Validitas

    Prinsip Validitas | Image source : Freepik.com

    Untuk melakukan uji validitas, terdapat 4 prinsip yang harus Anda perhatikan sebagai berikut.

    1. Interpretasi

    Prinsip pertama pada validasi terletak pada interpretasi yang Anda berikan terhadap asesmen. Jadi, hasil interpretasi wajib valid terhadap derajat yang Anda arahkan ke suatu bukti yang mendukung kebenaran dan kecocokannya.

    2. Kegunaan

    Selanjutnya, ada prinsip kegunaan pada validasi. Prinsip ini menegaskan bahwa kegunaan yang Anda buat dari hasil penilaian hanya akan valid terhadap derajat yang Anda arahkan ke suatu bukti yang mendukung kebenaran dan kecocokannya.

    3. Kesesuaian

    Ketiga, sebuah kegunaan dan interpretasi dari hasil asesmen hanya akan valid apabila hasil nilainya (values) sesuai.

    4. Konsekuensi

    Terakhir, kegunaan dan interpretasi dari hasil penelitian hanya dapat menjadi valid saat konsekuensi dari kegunaan dan interpretasi konsisten dengan nilai kecocokan.

    4 Proses Pengujian Validitas Data

    Proses Pengujian
    Proses Pengujian | Image source : Pixabay

    Pengujian validitas data terdiri dari 4 langkah. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing langkah tersebut, yaitu:

    1. Analisis Data

    Proses awal pada pengujian adalah Anda wajib mengidentifikasi data yang akan dianalisis. Dengan demikian, Anda akan mengetahui apakah data yang ada telah sesuai dengan kebutuhan validasi.

    2. Validasi Database

    Selanjutnya, data yang telah Anda analisis akan masuk ke database. Nah, untuk meminimalisir kesalahan, data yang telah masuk ke database wajib peneliti validasi kembali. Sehingga, data dapat Anda pastikan sahih.

    3. Sampling

    Anda juga wajib mengambil sampel, atau memproses sebagian data yang valid. Cobalah untuk memilih beberapa data saja yang Anda anggap paling mewakili keseluruhan data. Cara demikian dapat menghemat waktu penelitian.

    4. Membuat Perbandingan

    Terakhir, Anda wajib membandingkan hasil pengolahan data yang keluar dengan hasil yang Anda harapkan. Cara ini akan sangat efektif untuk menentukan apakah hasil telah sesuai atau tidak.

    3 Konsep Validasi

    Konsep Validasi | Image source : Pixabay

    Validasi juga memiliki konsep yang terbagi menjadi tiga. Ketahui penjelasan konsep validitas secara rinci berikut ini, yaitu:

    1. Validitas Isi

    Konsep ini menyatakan bahwa validasi mampu membuktikan seberapa jauh sebuah uji mampu mengukur tingkat penguasaan terhadap konten tertentu. Nantinya, bukti yang telah terkumpul akan peneliti proses, lalu ia analisis secara rasional menggunakan analisis logika. 

    Oleh karena itu, validitas isi wajib dilakukan oleh orang yang telah ahli dibidangnya. Sebab, ia harus menilai kisi-kisi uji, apakah telah mencerminkan keseluruhan konten yang telah dia kuasai secara proporsional atau belum.

    Contoh subjek yang peneliti validasi antara lain adalah tata bahasa, jumlah soal, format jawaban, skala instrumen, waktu pengerjaan, dan format penulisan.

    2. Validasi Konstruk

    Konsep berikutnya adalah validitas konstruk. Validitas ini berfokus pada kualitas alat ukur yang telah menunjukkan hasil pengukuran persis dengan definisi teoritis. Definisi tiap variabel pun harus Anda pastikan jelas, supaya penilaian validitas menjadi mudah.

    Validitas konstruk biasa peneliti gunakan untuk mengukur variabel konsep. Dengan demikian, Anda dapat menyimpulkan bahwa konsep ini peneliti gunakan untuk kebutuhan sebagai berikut.

    • Mengukur minat diri.
    • Melihat gaya kepemimpinan.
    • Mengukur sikap.
    • Mengetahui bakat lewat tes.
    • Melihat intelegensi.

    3. Validitas Kriteria

    Terakhir, ada validitas kriteria guna mengukur perbandingan antar instrumen. Dalam konsep ini, salah satu instrumen yang sedang dikembangkan. Sedangkan, instrumen yang lain merupakan instrumen yang peneliti anggap sebanding. 

    Jadi, jenis validitas kriteria ini pun dapat terbagi kembali menjadi dua, yaitu prediktif dan bersamaan. Validitas kriteria prediktif merupakan pengujian instrumen dan kriteria yang peneliti lakukan dalam waktu yang berbeda.

    Sementara itu, pada validasi kriteria, pengujian instrumen dan kriteria wajib peneliti lakukan secara bersamaan. Dengan demikian, perbedaannya terlihat jelas, yaitu terletak pada waktu pengujian kriteria dan instrumennya.

    Semakin tinggi nilai koefisien dari hasil validitas kriteria, maka perbandingan tersebut dapat Anda anggap valid.

    2 Contoh Validasi

    Contoh Validasi
    Contoh Validasi | Image source : Pixabay

    Terdapat 2 contoh dari validasi data yang dapat Anda cermati yaitu:

    1. Proses Produksi Industri Farmasi

    Contoh pertama adalah validasi proses produksi pada industri farmasi. Validitas proses ini dapat peneliti lakukan apabila kualifikasi mesin atau sarana penunjang telah terkualifikasi. 

    2. Tes Hasil Belajar Siswa

    Kedua, contoh validitas juga dapat guru terapkan pada tes hasil belajar siswa. Contohnya untuk bentuk tes pilihan ganda, mencocokkan, betul-salah, dan juga analisa hubungan. Dengan demikian, guru akan memahami kecerdasan siswa, dan bagaimana pendekatan yang harus guru lakukan pada setiap siswanya.

    Sudah Paham dengan Pengertian Validasi?

    Validasi merupakan suatu tindakan pembuktian dengan cara yang tepat. Setiap penelitian wajib menyertakan hasil yang telah sahih, sehingga data yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, validitas sangat penting untuk mendukung kesahihan atas kebenaran dari suatu hal.

  • Ospek: Pengertian, Tugas, Tujuan, dan Hal yang Harus Dipersiapkan

    Ospek: Pengertian, Tugas, Tujuan, dan Hal yang Harus Dipersiapkan

    Mahasiswa baru yang berhasil masuk ke sebuah perguruan tinggi tidak akan langsung mulai belajar. Para mahasiswa tersebut pasti harus menjalani program ospek terlebih dulu dengan dosen dan mahasiswa senior. Untuk memahami pengertian dan tujuan kegiatannya, mari baca artikel di bawah ini.

    Apa Itu Ospek?

    Pada awalnya, program bagi para mahasiswa baru ini dikenal dengan nama Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Pihak yang mengelola kegiatan ini ialah Dekan, Ketua Jurusan, Ketua Prodi, dan juga mahasiswa senior. Biasanya, Rektor kampus akan memberikan kalimat sambutan di awal orientasi.

    Fungsi utama program orientasi ini ialah untuk mendidik mahasiswa agar siap belajar di perguruan tinggi. Sayangnya, banyak terjadi kasus perpeloncoan yang melibatkan perilaku tidak wajar. Misalnya, seperti membawa tas dari karung beras, mengenakan aksesoris kertas, atau memakai baju tiga warna.

    Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melarang tegas tindakan perpeloncoan di kampus. Istilah Orientasi Studi pun mendapat perubahan menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Kampus. Semua aktivitas dalam program ini juga harus berhubungan dengan dunia pendidikan.

    Beberapa contoh aktivitas untuk mahasiswa baru yang biasanya ada pada program ospek di perguruan tinggi adalah sebagai berikut:

    • Membuat yel-yel kompak dan seru dalam satu tim.
    • Bermain permainan (games) untuk mengasah ketangkasan jiwa dan raga.
    • Menonton presentasi dalam bentuk film singkat atau Powerpoint.
    • Mencatat informasi penting mengenai aktivitas sehari-hari di kampus.
    • Senam pagi dan olahraga lainnya bersama dosen mata pelajaran olahraga.
    • Mengikuti acara malam keakraban dengan mahasiswa senior.
    • Menghafal visi dan misi yang perguruan tinggi tersebut terapkan.

    Tugas-Tugas Mahasiswa dalam Ospek

    Sekadar datang dan melihat-lihat lingkungan sekeliling kampus belum cukup untuk membuat mahasiswa baru paham dengan perguruan tingginya. Ada kurang lebih empat tugas atau kegiatan yang wajib mahasiswa baru ikuti demi memenuhi orientasi mereka di lingkungan kampus.

    1. Mengenal Fakultas dan Jurusannya

    Mengenal Fakultas dan Jurusannya
    Mengenal Fakultas dan Jurusannya | Image : source : facultyfocus.com

    Sebuah kampus pasti terdiri dari beberapa fakultas keilmuan, dan setiap fakultas tersebut memimpin dua atau lebih jurusan di bawahnya. Setiap jurusan tersebut kemudian menaungi beragam prodi atau program studi yang mempelajari bidang ilmu yang beraneka ragam..

    Tugas pertama yang perlu mahasiswa baru lakukan selama program orientasi ini adalah mengenal dan mencatat fakultas apa menaungi jurusan apa. Selain itu, mahasiswa baru pun harus mengetahui apa bidang ilmu yang terdapat pada setiap fakultas, jurusan, dan prodi di kampus itu.

    2. Mengetahui Kegiatan Pembelajaran Kampus

    Presentasi Kegiatan Pembelajaran Kampus
    Presentasi Kegiatan Pembelajaran Kampus | Image Source : pexels.com

    Tugas mahasiswa baru pada kegiatan ospek yang kedua yaitu mengetahui seperti apa kegiatan belajar dan mengajar di kampus. Aktivitas pembelajaran di kampus ini mencakup hal-hal seperti buku sumber materi, metode pengajaran, jadwal masuk kelas, dan bahan proyek atau presentasi.

    Bukan hanya itu saja, mahasiswa baru pun harus mengetahui siapa dosen mereka dan siapa pihak yang bertugas mengelola kampus. Dengan begini, diharapkan agar mahasiswa tersebut mampu beradaptasi dengan kegiatan belajar dan mengajar di kampus dengan cepat.

    3. Mengetahui Visi dan Misi Perguruan Tinggi

    Mengetahui Visi dan Misi Perguruan Tinggi
    Mengetahui Visi dan Misi Perguruan Tinggi | Image source : opstart

    Sebuah perguruan tinggi pasti mempunyai paling tidak satu visi dan misi yang ingin dicapainya. Oleh sebab itu, mahasiswa baru wajib tahu seperti apa visi dan misi tersebut. Mereka juga bisa melihat bagaimana visi dan misi itu tercerminkan dalam kehidupan sehari-hari di kampus.

    Ospek ialah kegiatan di perguruan tinggi yang paling tepat untuk mengajarkan kepada mahasiswa baru apa yang menjadi tujuan utama kampus tersebut. Idenya ialah untuk mengajak mereka ikut berpartisipasi dalam segala kegiatan perguruan tinggi, bukan hanya belajar di kelas saja.

    4. Menghadiri Pameran UKM Kampus

    Dalam ranah perguruan tinggi, UKM adalah singkatan dari Unit Kegiatan Mahasiswa. Contoh bentuk UKM paling umum yang  ada di kampus yaitu klub olahraga, klub seni, dan klub sastra. Semua kelompok ekstrakurikuler tersebut dapat mahasiswa gunakan untuk mengembangkan potensi dirinya.

    Program orientasi lingkungan kampus dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melihat pameran kelompok UKM tersebut dan apa yang dapat mereka hasilkan. Siapa tahu, nanti para mahasiswa itu bisa menggali potensi diri mereka melalui partisipasi dalam kelompok UKM di kampus.

    Tujuan Kegiatan Ospek

    Baik sebagai mahasiswa baru maupun mahasiswa senior, kamu wajib tahu bahwa kegiatan orientasi lingkungan kampus itu bukan untuk guyonan semata. Ada sejumlah tujuan yang harus terpenuhi agar program orientasi di perguruan tinggi tersebut dapat dikatakan berhasil.

    1. Mengenalkan Dunia Perguruan Tinggi

    Tujuan pertama dari program ospek adalah untuk mengenalkan dunia perguruan tinggi kepada para mahasiswa baru. Belum tentu semua orang mengerti seperti apa kehidupan di perguruan tinggi itu. Makanya, pihak pengelola kampus mengadakan kegiatan orientasi di lingkungan kampusnya.

    Perguruan tinggi itu bukan hanya untuk belajar saja, tetapi juga melakukan penelitian dan pengembangan bagi kehidupan rakyat. Belum lagi ada pengembangan minat dan bakat yang akan menjadi bekal mahasiswa untuk mencari kerja.

    2. Menumbuhkan Pola Pikir Disiplin

    Ingat, dunia perguruan tinggi itu sangat berbeda dengan sekolah menengah atas! Jika dulu ada mahasiswa yang sering malas dan terlambat masuk kelas, sudah waktunya dia menghentikan kebiasaannya. Perguruan tinggi ialah tempat menempa pola pikir yang disiplin, tepat waktu, dan rajin.

    Inilah tempat terjadinya transisi pada pribadi seorang mahasiswa, dari yang dulunya seorang remaja menuju orang dewasa. Transisi menuju kedewasaan ini hanya bisa terlaksana apabila mahasiswa tersebut sanggup menumbuhkan jiwa disiplin.

    3. Mengembangkan Kemampuan Teamwork

    Kamu sebagai mahasiswa baru tentu ingin bersaing melawan mahasiswa lainnya demi menjadi yang terbaik. Namun, ada kalanya kamu harus bekerja sama dengan mahasiswa lain untuk menyelesaikan suatu proyek. Inilah tujuan ketiga dari ospek, yaitu menumbuhkan kemampuan kerja sama.

    Keterampilan bekerja sama ini adalah salah satu faktor yang akan dunia industri perhatikan pada setiap lulusan perguruan tinggi. Siapa yang mampu bekerja sama dengan baik akan cepat mendapat kerja, sementara orang yang kurang pandai dalam keterampilan ini akan sulit mendapat kerja.

    4. Membina Kesadaran Bela Negara

    Mahasiswa kita harus sadar bahwa mereka adalah warga negara Indonesia, dan kesetiaan mereka hanyalah kepada ibu pertiwi ini. Perguruan tinggi jangan sampai hanya menjadi tempat untuk berhura-hura saja, atau sarana mengejar gelar dan prestise semata.

    Beberapa contoh bentuk pembinaan bela negara ini ialah melakukan Kuliah kerja Lapangan di lingkungan sekitar kampus. Ada pula aktivitas berupa Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa atau LDKM dengan angkatan militer setempat.

    Hal-Hal yang Perlu Mahasiswa Baru Siapkan

    Karena sekarang perpeloncoan pada kegiatan ospek kampus sudah dilarang, kamu seharusnya tak usah lagi membawa barang-barang yang aneh-aneh. Hal-hal lebih penting yang sebaiknya kamu persiapkan dalam menjalani orientasi lingkungan kampus adalah sebagai berikut ini.

    • Pola pikir yang positif, optimis, dan terbuka terhadap informasi baru.
    • Alat-alat tulis untuk mencatat informasi dari dosen kampus.
    • Seragam formal yang sesuai dengan ketentuan dari kampus.
    • Catatan tentang jadwal kegiatan selama masa orientasi di perguruan tinggi.
    • Jiwa disiplin dan tertib supaya tidak terlambat mengikuti orientasi.
    • Tanda pengenal apabila pihak pengawas orientasi mewajibkannya.
    • Nomor kontak pengawas kegiatan orientasi jika kamu punya keperluan genting.
    • Obat atau multivitamin untuk menjaga kesehatan badan.

    Siap untuk Mengikuti Kegiatan Ospek di Kampus?

    Di zaman modern ini, program orientasi kampus tidak boleh lagi dijadikan ajang untuk mempermalukan mahasiswa baru di tangan para senior mereka. Begitu pula dengan mahasiswa baru, yang jangan sampai menganggap jika kegiatan orientasi kampus itu ialah sebuah momok menyeramkan.

  • 6 Contoh Komunikasi Terapeutik dan Perannya dalam Kesehatan

    6 Contoh Komunikasi Terapeutik dan Perannya dalam Kesehatan

    Komunikasi terapeutik adalah keterampilan penting dalam berbagai konteks, terutama dalam dunia perawatan kesehatan, psikoterapi, konseling, dan bidang-bidang yang melibatkan hubungan manusia sebagai pasien. Hingga saat ini, terdapat berbagai contoh komunikasi terapeutik yang bisa para profesional kesehatan terapkan.

    Sebut saja aktivitas mendengarkan pasien serta membangun interaksi yang bisa membuat pasien merasa aman dan nyaman sehingga dapat memaksimalkan proses penyembuhannya. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi sejumlah contoh konkret dari komunikasi terapeutik yang dapat Anda manfaatkan secara efektif.

    Peran Komunikasi Terapeutik dalam Bidang Kesehatan

    Secara umum, komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian pesan secara verbal atau non-verbal. Proses ini sering kali Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bagaimana cara manusia berinteraksi hingga bagaimana bisa manjalin hubungan.

    Ada banyak sekali jenis komunikasi dan cara penerapannya. Namun, contoh jenis yang cukup familiar dilakukan di dunia kesehatan adalah komunikasi terapeutik. Kemampuan komunikasi yang harus dimiliki seorang tenaga medis untuk membangun interaksi kepada pasiennya. 

    Komunikasi terapeutik adalah metode yang berguna agar tenaga profesional kesehatan (dokter, perawat, bidan, dan psikiater) dapat memaksimalkan kesembuhan pasien, di mana mereka harus membangun interaksi dan lebih peka dengan pasiennya. 

    Harapannya, pasien menjadi nyaman dan tidak merasa berjuang sendirian, karena ada yang mendengarkan dan memahami. Proses ini berfokus untuk melihat perkembangan diri pasien dari segi kesehatan mental. Pasalnya, tidak dipungkiri lagi jika penerimaan diri dalam kondisi sakit terkadang menjadi kendala bagi beberapa orang. 

    Merasa tidak bisa menjaga diri, merasa tidak berguna, belum lagi beberapa rencana atau hambatan yang muncul karena kondisi yang kurang sehat menjadikan seseorang kehilangan semangat atau merasa putus asa. Nah, penerapan komunikasi terapeutik ini menjadi sangat penting. 

    Berkat komunikasi terapeutik, tenaga kesehatan dapat melihat bagaimana pasien menerima kondisinya dan membantunya untuk fokus terhadap proses penyembuhan sehingga dapat berkegiatan seperti semula. Tidak hanya memaksimalkan proses penyembuhan secara medis, tapi juga sebagai bentuk dukungan secara emosional.

    Biasanya, jenis komunikasi ini tidak hanya diberlakukan kepada pasien. Contoh komunikasi terapeutik juga dapat diterapkan pada keluarga pasien yang memiliki kecemasan berlebih. Hal ini bertujuan untuk meredam kekhawatiran dan ketakutan, serta untuk menciptakan kondisi yang lebih tenang.

    Manfaat Komunikasi Terapeutik 

    Komunikasi terapeutik merupakan fondasi di mana seorang tenaga profesional kesehatan membangun hubungan dengan pasiennya. Jenis komunikasi interpersonal ini memiliki manfaat dalam kesehatan, di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Meningkatkan Hubungan Antara Dokter atau Perawat dengan Pasien

    Penerapan beberapa contoh komunikasi terapeutik oleh dokter atau perawat dapat membangun kedekatan dan meningkatkan rasa percaya pasien dalam proses perawatan. Ada berbagai macam pendekatan dalam melakukan interaksi, misalnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana kepada pasien. 

    2. Membuat Pasien Lebih Terbuka

    Saat proses pendekatan dalam komunikasi berjalan lancar, langkah selanjutnya akan lebih mudah dalam memahami pasien. Sebab, pasien sudah bisa terbuka dan merasa nyaman untuk berbagi sesuatu. Tahap ini akan memudahkan dokter atau perawat untuk menganalisis kebutuhan dan keluhan pasien secara lebih mendalam.   

    3. Memudahkan Proses Perawatan

    Fungsi komunikasi terapeutik adalah untuk membantu pasien selama proses pengobatan. Dalam prosesnya, pasti akan ada penyampaian informasi atau kesepakatan untuk beberapa tindakan. Nah, di sinilah komunikasi mengambil peran untuk membuat pasien tidak kebingungan atau takut dalam mengambil keputusan.

    Saat mengambil keputusan, peran perawat dalam melakukan persuasi juga harus meyakinkan. Nantinya, langkah tersebut akan memudahkan proses pengambilan tindakan karena pasien sudah menumbuhkan rasa percaya dan rasa aman.  

    4. Mengurangi Kecemasan 

    Fokus setiap contoh komunikasi terapeutik adalah untuk memberi dukungan secara emosional. Dalam keadaan sakit, beberapa orang akan mengalami mental breakdown yang efeknya akan berbeda-beda. Kondisi ini akan sangat berpengaruh pada kesehatan fisik dan juga proses penyembuhannya.

    Apalagi situasi dalam proses medis sering kali menegangkan. Sehingga, komunikasi terapeutik menjadi salah satu cara ampuh untuk mengurangi kecemasan yang sedang pasien alami, dan memungkinkan mereka untuk tidak mengalami stres dalam menjalani perawatan. 

    5. Memudahkan Proses Identifikasi Masalah Pasien

    Setiap tahapan dalam komunikasi terapeutik berfungsi untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Proses pendekatan sampai dengan membangun hubungan baik dengan pasien akan sangat membantu tenaga profesional kesehatan untuk melihat lebih jauh bagaimana kondisi pasien yang sebenarnya. 

    Dalam beberapa kasus, tidak semua pasien dapat memahami permasalahannya sehingga perawat harus lebih aktif dalam menggali informasi dan membantu pasien dalam memahami keluhan. Komunikasi terapeutik ini akan membantu proses mengindentifikasi permasalahan pasien dengan lebih efektif.  

    Baca juga : Jenis-Jenis Komunikasi Lengkap dengan Penjelasan & Contohnya

    Contoh Komunikasi Terapeutik 

    Bukan hanya sekedar komunikasi, ada beberapa cara yang dapat para profesional kesehatan lakukan dalam praktik komunikasi terapeutik dengan baik dan benar. Ada bermacam-macam penanganan, berikut adalah beberapa contoh komunikasi terapeutik dan penerapannya kepada pasien:

    1. Mendengarkan Pasien

    Contoh komunikasi terapeutik yang pertama adalah aktif mendengarkan. Sebab, dalam komunikasi, salah satu hal yang paling penting adalah kemampuan untuk mendengarkan. 

    Menyediakan telinga untuk cerita atau keluhan pasien akan membantu meringankan bebannya. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan mendengar, padahal dalam kondisi sakit terkadang seseorang hanya perlu ada yang mendengarkan cerita dan keluhannya. 

    Langkah ini harus dokter atau perawat lakukan kepada pasien, pastikan mendengar dengan baik tanpa menghakimi. Sehingga, tumbuh rasa nyaman karena merasa ada yang mendengar dan memberi perhatian.

    2. Memberi Pasien Kebebasan untuk Bertanya

    Tidak semua pasien mengerti kondisinya, sehingga akan timbul banyak pertanyaan. Terkadang, fenomena ini juga muncul karena adanya rasa khawatir terhadap kondisi kesehatannya atau pada orang sekitarnya.

    Oleh sebab itu, dokter atau perawat harus bisa membantu pasien dengan memberi keleluasaan untuk bertanya sebagai contoh komunikasi terapeutik. Saat ada ruang untuk bertanya, keadaan ini akan mempermudah penyampaian informasi dan memberi pemahaman pasien atas keadaannya dan kemungkinan apa aja yang bisa terjadi kedepannya. 

    3. Memberi Dukungan Emosional 

    Saat kondisi tidak sehat, sering kali seseorang akan tenggelam dalam pikirannya. Pengaruhnya pun bisa dari beberapa faktor, namun beberapa hal seperti ini akan berdampak pada kesehatan mental pasien dan mempengaruhi kondisi fisiknya. 

    Sehingga, contoh bentuk komunikasi terapeutik berupa dukungan emosional sangatlah penting untuk memaksimalkan kesembuhan pasien. Tidak hanya pengobatan secara medis, dokter atau perawat juga harus memberi dukungan secara emosional selama proses penyembuhan. 

    Tidak sekedar memberi semangat dalam menjalani perawatan, tetapi juga bisa dengan memvalidasi emosi yang ada dalam diri pasien. Selain itu, dokter atau perawat juga bisa memberi atau mengungkapkan perhatian agar pasien tidak merasa sendiri. 

    4. Contoh Komunikasi Terapeutik dengan Lebih Peka dan Aktif Bertanya

    Selain memberi keleluasaan pasien untuk bertanya, dokter atau perawat juga harus aktif untuk menanyakan keadaan, perasaan, atau keinginan pasien. Sebab, dokter maupun perawat juga perlu mengetahui bagaimana kondisi pasien yang sebenarnya. 

    Beberapa orang akan kesulitan dan bahkan takut untuk bertanya atau berbagi cerita kepada orang lain karena takut salah atau tidak tahu cara mengawalinya. Hal ini juga bisa menjadi tahapan evaluasi bagi dokter atau perawat untuk melihat perkembangan pasien. 

    5. Melakukan Tahapan Edukasi

    Dalam proses perawatan, dokter atau perawat pasti perlu menyampaikan banyak informasi medis kepada pasien, misalnya terkait diagnosis kesehatan atau tindakan dan perawatannya. Sehingga, dokter atau perawat juga harus mampu menjelaskan dengan baik dan benar.

    Agar pasien mudah memahami informasinya, penggunaan bahasa dan cara menyampaikan informasi dengan hati-hati adalah contoh bentuk komunikasi terapeutik terbaik. Adanya tahapan edukasi ini memberi penjelasan supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman dan pasien tidak mudah terbawa arus informasi yang belum pasti. 

    6. Melakukan Observasi 

    Contoh teknik komunikasi terapeutik ini juga memerlukan pengamatan yang lebih. Selain dengan tetap melakukan komunikasi dengan tanya jawab, dokter atau perawat harus lebih peka terhadap kondisi atau gejala yang muncul pada pasien. 

    Misalnya, saat pasien terlihat lelah, merasa pegal, atau merasakan keluhan saat menjalani perawatan. Teknik observasi yang mendetail akan menghasilkan diagnosis yang lebih akurat, sehingga dokter atau perawat dapat memberi saran atau melakukan tindakan dalam perawatan dengan tepat. 

    Baca Juga : Mengenal Apa Itu Hukum Kesehatan: Pengertian, Tujuan, Dasar Hukum & Contohnya

    Sudah Tahu Bagaimana Contoh Komunikasi Terapeutik Terbaik?

    Nah, itulah penjelasan singkat tentang manfaat dan beberapa contoh tindakan komunikasi terapeutik dalam bidang kesehatan. Untuk beberapa profesi, peran dan kemampuan komunikasi ini menjadi sangat penting, salah satunya untuk profesi dokter dan perawat. 

    Selain untuk membangun interaksi, ternyata komunikasi terapeutik juga dapat membantu proses perawatan pasien. Seorang dokter atau perawat harus menguasai komunikasi terapeutik dengan baik dan benar. 

    Mengingat karakter dan pola pikir setiap pasien pasti berbeda-beda dengan sensitifitas yang berbeda pula. Sehingga, penerapannya harus seiring dengan penguasaan emosi, tutur kata yang baik, bahasa tubuh, dan ekspresi wajah yang juga ramah. Jadi, memang konsep komunikasi ini harus dipelajari dengan maksimal.

  • Pengertian OSIS: Tujuan, Sejarah, Manfaat, Tugas, dan Strukturnya

    Pengertian OSIS: Tujuan, Sejarah, Manfaat, Tugas, dan Strukturnya

    Istilah OSIS mungkin sudah tidak asing lagi bagi semua siswa. Namun, masih banyak siswa yang masih ragu untuk bergabung. Jadi, sebelum menentukan pilihan baiknya mengetahui dulu secara lengkap mengenai seluk beluk OSIS agar tidak menyesal nantinya. 

    Apa itu OSIS?

    OSIS merupakan singkatan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah. Organisasi ini ada dan berjalan di setiap sekolah yang terorganisir dan memiliki struktur serta visi dan misi. Organisasi ini mulai diperkenalkan ke siswa ketika mereka masih berada di bangku SMP.

    OSIS sendiri juga merupakan suatu wadah berkumpulnya siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem kepengurusannya juga terbatas, yaitu selama satu tahun dan akan diperbarui lagi setiap tahunnya. 

    Organisasi ini juga bisa menjadi tempat bagi para siswa untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan sesuai dengan visi-misi sekolah. Biasanya, siswa yang ingin menjadi bagian dari kepengurusan ini harus melewati seleksi terlebih dahulu.

    Tujuan dari organisasi adalah untuk membentuk sikap kepemimpinan siswa, meningkatkan rasa tanggung jawab kepada sekolah, serta mengembangkan potensi yang mereka miliki secara menyeluruh. Organisasi ini juga berperan untuk mengaktualisasi ide dan gagasan para siswa demi kemajuan sekolah.

    Selain itu, organisasi ini juga merupakan sebuah tempat untuk mengizinkan siswa berkontribusi dalam pengembangan sekolah dan memberikan andil dalam masyarakat sekitar. Dengan tujuan tersebut, OSIS diharapkan menjadi tempat untuk para siswa berkembang secara akademik maupun non-akademik.

    Siswa yang bergabung harus memiliki keaktifan dalam melaksanakan setiap tanggung jawab yang mereka miliki. Setiap siswa yang tergabung harus terlibat dalam setiap kegiatan untuk sekolah. Organisasi ini juga memiliki pembina untuk mengawasi jalannya kegiatan dan segala kepengurusan.

    Organisasi ini juga terdiri dari berbagai jabatan, yaitu ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan masih banyak lagi. Setiap jabatan memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing yang wajib mereka laksanakan untuk melancarkan suatu kegiatan.

    Tujuan dari OSIS

    Selain tujuan yang sudah disebutkan di atas, ada pula tujuan pokok dan tujuan khusus dari berdirinya OSIS. Berikut penjelasan lengkapnya: 

    1. Tujuan Pokok OSIS

    Berikut adalah beberapa tujuan pokok yang diemban oleh organisasi ini:

    • Menghimpun kreativitas, bakat, minat, ide dan pemikiran siswa ke dalam satu tempat yang bebas dari pengaruh negatif dari luar sekolah.
    • Mendorong sikap dan semangat kesatuan dan persatuan untuk menciptakan suatu kebanggaan dalam mendukung peran sekolah sebagai tempat terlaksananya kegiatan belajar mengajar.
    • Sebagai tempat untuk berkomunikasi dan menyampaikan pendapat dan gagasan dalam usaha untuk meningkatkan kemampuan berpikir, mengembangkan wawasan, dan mengambil keputusan.

    2. Tujuan Khusus OSIS

    Adapun beberapa tujuan khusus yang diemban oleh organisasi ini sebagai berikut.

    • Organisasi ini dapat meningkatkan generasi penerus bangsa yang beriman dan bertakwa.
    • Dapat memahami dan menghargai lingkungan hidup beserta nilai moral dalam menumbuhkan karakter yang berbudi luhur.
    • Tempat untuk membangun landasan kepribadian yang kuat, hormat kepada orang tua dan guru, serta menghargai HAM untuk memajukan budaya dan bangsa.
    • Selain itu, organisasi ini bertujuan untuk membangun dan mengembangkan wawasan, rasa cinta tanah air, dan tetap menjunjung tinggi kebudayaan nasional di era globalisasi.
    • Memperdalam sikap sportif, jujur, bertanggungjawab, berpikir kritis, kerja sama tim, dan demokratis untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan. 
    • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan tetap menghargai budaya dan intelektual yang tidak bertentangan dengan norma yang berlaku.
    • Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani serta kreativitas dalam hal memantapkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Sejarah Munculnya OSIS

    Awal mulanya, ada beberapa organisasi siswa yang bergerak di berbagai sekolah yang berada di Belanda pada tahun 1848. Organisasi siswa tersebut memiliki tujuan untuk membantu para siswa dalam memahami dan mengelola sekolah secara efektif. 

    Organisasi tersebut juga membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan sosial dan jiwa kepemimpinan mereka. Setelah itu, organisasi siswa tersebut akhirnya menyebar ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.

    Di Indonesia sendiri, organisasi ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1923 di Bandung dengan nama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). PPI memiliki tujuan untuk mengedepankan hak para siswa serta mengembangkan potensi dan bakat yang siswa Indonesia.

    Pada tahun 1949, PPI berubah nama menjadi Perhimpunan Pelajar Indonesia Baru (PPIB). Organisasi yang baru ini bertujuan untuk membantu siswa untuk berperan dalam mengelola sekolah secara efektif dan mengembangkan jiwa kepemimpinan dan sosial mereka.

    Akhirnya, pada tahun 1964, organisasi tersebut berubah nama lagi menjadi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). OSIS juga memiliki tujuan yang sama dengan organisasi terdahulunya, YouTube ikut serta dalam mengembangkan potensi para siswa dan siswi. 

    Selain itu, organisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan komunikasi antara siswa dengan sekolah dan masyarakat, serta mendukung siswa menjadi warga sekolah yang bertanggung jawab. Saat ini, OSIS merupakan suatu organisasi siswa yang sudah tersebar di seluruh sekolah yang ada di Indonesia.

    7 Manfaat Adanya OSIS di Sekolah

    Organisasi ini sangat bermanfaat untuk membantu pengelolaan sekolah dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki oleh siswa. Berikut adalah beberapa manfaat yang didapat dengan adanya OSIS.

    1. Membantu Pengelolaan Sekolah

    Organisasi ini membantu dalam mengelola kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Contoh dari kegiatan tersebut adalah kegiatan lomba agustusan dalam sekolah, kegiatan sosial seperti bakti sosial, dan kegiatan akademik lainnya.

    2. Mengembangkan Potensi Siswa

    Organisasi ini juga bisa membantu para siswa dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki melalui kegiatan yang ada di sekolah. Mereka dapat belajar mengenai kerja sama tim untuk mengembangkan diri mereka.

    3. Menjadi Wadah dalam Pemutusan Mufakat

    Organisasi ini juga bermanfaat sebagai wadah dan memberikan kesempatan bagi para siswa untuk ikut andil dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan sekolah.

    4. Menjadi Tempat Membangun Relasi

    OSIS akan membantu para siswa untuk mebangun jaringan dan relasi dengan cara mengembangkan hubungan dan komunikasi dengan siswa lain dalam pelaksanaan kegiatan.

    5. Menjadi Tempat Komunikasi antara Siswa dengan Sekolah dan Masyarakat 

    Organisasi ini akan membantu siswa membangun komunikasi dengan sekolah dan masyarakat sekitar terkait kegiatan yang akan mereka lakukan. Hal ini bertujuan untuk melancarkan dan menyukseskan kegiatan yang akan mereka lakukan.

    6. Menjadi Wadah untuk Membantu Siswa menjadi Warga Sekolah yang Bertanggung Jawab

    OSIS akan membantu siswa dalam menjadi seorang yang lebih bertanggung jawab di lingkungan sekolah dengan keterlibatan mereka dalam menjalankan kegiatan dalam sekolah.

    7. Menjadi Wadah dalam Memperjuangkan Hak Siswa

    Organisasi ini juga merupakan tempat bagi semua siswa untuk memperjuangkan hak mereka sebagai seorang siswa. OSIS akan membantu dalam setiap kesulitan yang ada dengan menjadi penengah antara siswa dengan sekolah atau masyarakat.

    Apa Saja Tugas OSIS?

    Organisasi ini merupakan sebuah kelompok di sekolah yang dapat membantu siswa dalam mengembangkan dirinya dengan melaksanakan tugas yang ada. Adapun beberapa tugas OSIS yang sangat bermanfaat bagi perkembangan siswa antara lain:

    • Melaksanakan kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti bazaar, bakti sosial, lomba, dan kegiatan amal atau berdonasi.
    • Menjalankan kegiatan olahraga dan seni seperti lomba dan pentas dan menjadi panitia dalam kegiatan tersebut.
    • Melaksanakan kegiatan akademik, seperti lomba debat, lomba cerdas cermat, dan lomba menulis.
    • Melaksanakan kegiatan keagamaan, seperti kegiatan ibadah sesuai kepercayaan dan keyakinan masing-masing.
    • Menjalankan kegiatan kesiswaan, seperti menjadi panitia dalam setiap kegiatan sekolah serta menjadi fasilitator untuk kegiatan ekstrakurikuler.
    • Membentuk tim untuk melakukan kegiatan komunikasi dan informasi dalam mengelola laman sekolah, media sosial, dan menjadi wakil sekolah dalam kegiatan pers.
    • Menyukseskan kegiatan kebersihan dan keindahan sekolah dengan cara mengelola taman sekolah, menjaga kebersihan dan melaksanakan kerja bakti.
    • Menjalankan semua kegiatan yang penting dalam meningkatkan kualitas sekolah dan prestasi siswa.

    Struktur Organisasi OSIS

    Struktur Organisasi Osis | Image source : Katadata.co.id

    OSIS merupakan salah satu organisasi terstruktur yang ada di sekolah, sehingga organisasi ini memiliki struktur yang lengkap untuk mengurus kegiatan yang ada. Berikut adalah struktur OSIS:

    1. Ketua OSIS

    Yang pertama adalah ketua OSIS yang merupakan seorang pemimpin dalam organisasi tersebut. Ia akan bertanggung jawab dengan semua hal yang terjadi dalam organisasi.

    2. Wakil Ketua OSIS

    Wakil ketua berfungsi sebagai seorang pendamping bagi ketua dalam memimpin organisasi ini.

    3. Sekretaris

    Sekretaris merupakan seorang yang mendampingi ketua dalam bidang administrasi agenda kegiatan organisasi. Biasanya, ada dua sekretaris dalam organisasi karena tugasnya yang cukup banyak. 

    4. Bendahara

    Dalam struktur organisasi, bendahara bertugas sebagai seorang yang mengatur administrasi anggaran organisasi. Bendahara juga biasanya ada dua, mengingat tugasnya yang berkaitan dengan uang sangat vital.

    5. Ketua Seksi Bidang (Sekbid)

    Ketua Sekbid ini berfungsi untuk mengkoordinasi setiap anggota untuk melakukan tugasnya sesuai dengan pekerjaan yang telah diberikan. Umumnya, setiap sekolah memiliki sepuluh seksi bidang yang berbeda untuk mengatur berbagai macam bidang yang ada di sekolah.

    Gabung OSIS dan Dapatkan Pengalaman Mengesankan!

    Bergabung dengan OSIS akan memberikan siswa manfaat dan pengalaman. Pengalaman tersebut sangat penting untuk pengetahuan dalam menghadapi permasalahn di fase yang lebih tinggi. Dengan banyak kegiatan akan membuat siswa lebih siap untuk menghadapi berbagai masalah. Mari bergabung sekarang!

  • Pengertian Bachelor Degree dan Bedanya dengan Sarjana di Indonesia

    Pengertian Bachelor Degree dan Bedanya dengan Sarjana di Indonesia

    Lulusan perguruan tinggi dari manapun pasti memiliki gelar akademis, tetapi istilahnya berbeda dengan gelar akademis untuk lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Gelar akademis untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di perguruan tinggi luar negeri yakni bachelor degree.

    Sementara di Indonesia, setelah menyelesaikan pendidikan S1 selama empat tahun, mahasiswa akan mendapatkan gelar sarjana dengan predikat yang mencerminkan jurusannya. Lalu, bagaimana perbedaan di antara kedua istilah tersebut? Mari simak penjelasannya pada artikel berikut ini!

    Pengertian Bachelor Degree

    Bachelor degree adalah gelar akademik untuk individu saat telah menyelesaikan studi selama tiga hingga enam tahun di luar negeri. Gelar ini menjadi langkah awal sistem pendidikan tinggi dan memberi dasar pengetahuan dalam bidang studi tertentu.

    Hingga saat ini, masih banyak orang yang bingung antara gelar bachelor degree dengan sarjana. Padahal, perbedaan antara kedua gelar tersebut hanya terletak pada sebutannya saja. Sebab, dalam bahasa Indonesia, bachelor degree artinya sarjana.

    Namun, perlu Anda catat bahwa penulisan gelar akademik untuk sarjana di Indonesia dan di luar negeri bisa bervariasi. Seperti di Indonesia, gelar sarjana luar negeri juga mencakup berbagai bidang ilmu, seperti Bachelor of Arts untuk seni, Bachelor of Science untuk sains, dan Bachelor of Engineering untuk teknik.

    Biasanya, seorang mahasiswa membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam tahun untuk menyelesaikan gelar sarjana sepenuhnya. Perlu Anda pahami pula bahwa beberapa negara menggunakan istilah undergraduate degree yang setara dengan gelar sarjana strata 1 alias S1.

    Jika Anda merencanakan studi di Inggris, maka Anda mungkin akan akrab dengan istilah honours degree (Hons). Gelar sarjana ini merupakan gelar sarjana dengan muatan studi yang lebih besar dan standar kelulusan lebih tinggi.

    Perbedaan Bachelor Degree Umum dan Pujian (Honours)

    Mungkin sebagian dari Anda pernah melihat seseorang memiliki gelar Bachelor of Science (Hons). Nah, ketahuilah bahwa gelar sarjana dengan pujian memiliki berbagai makna berbeda, tergantung pada sistem pendidikan di negara tujuan berkuliah.

    Misalnya, di Inggris, untuk mendapatkan gelar Bachelor Degree with Hons, Anda harus menambah masa studi selama satu tahun untuk penelitian. Sedangkan di Kanada, Anda perlu mengikuti kursus tambahan dan proyek penelitian. Namun, terdapat beberapa perbedaan umum antara kedua jenis gelar ini.

    Untuk mendapat gelar Bachelor With Honours atau Sarjana dengan Pujian, mahasiswa harus menyelesaikan 360 SKS dengan rata-rata IPK 3,5. Kemudian, mereka harus mengikuti kurikulum yang lebih terfokus. Sebab, gelar tersebut hanya tersedia di beberapa negara.

    Sedangkan untuk mendapatkan gelar Bachelor Non-Honours atau Sarjana Biasa, mahasiswa harus menyelesaikan 180 SKS dengan rata-rata IPK 2,0. Selain itu, mahasiswa dengan gelar ini mungkin mengikuti kurikulum yang kurang terfokus lantaran digunakan di semua negara.

    Selain perbedaan di atas, memiliki gelar Sarjana dengan Pujian dapat memberikan Anda peluang kerja yang lebih baik. Namun, penting untuk Anda ketahui bahwa biaya kuliah untuk gelar Sarjana dengan Pujian biasanya lebih tinggi jika Anda bandingkan dengan gelar biasa.

    Jenis Bachelor Degree

    Gelar bachelor degree datang dalam berbagai jenis, yang mencerminkan beragam bidang studi dan spesialisasi. Berikut adalah beberapa jenisnya:

    1. Sarjana Seni (Bachelor of Arts)

    Sarjana Seni, atau Bachelor of Arts (BA), adalah salah satu gelar sarjana yang paling umum. Biasanya, gelar ini didapatkan oleh mahasiswa yang mengikuti program studi umum. Mayoritas penerima gelar ini telah menyelesaikan pendidikan dalam bidang komunikasi, pendidikan, bahasa Inggris, bahasa asing, filsafat, psikologi, dan sosiologi.

    2. Sarjana Sains (Bachelor of Science)

    Sarjana Sains, atau Bachelor of Science (BS atau BSc), adalah gelar bachelor degree yang juga umum. Biasanya, gelar ini diberikan ke mahasiswa yang mengikuti program studi khusus. Mayoritas penerima gelar ini telah menyelesaikan pendidikan dalam bidang biologi, bisnis, kimia, ilmu komputer, teknik, matematika, perawatan, dan fisika.

    3. Sarjana Seni Rupa (Bachelor of Fine Arts)

    Sarjana Seni Rupa, atau Bachelor of Fine Arts (BFA), adalah gelar sarjana yang berfokus pada seni. Biasanya, gelar ini diberikan kepada mahasiswa yang mengikuti program studi berkaitan dengan seni. Mayoritas penerima gelar adalah mahasiswa jurusan penulisan kreatif, film dan fotografi, musik, teater dan tari, serta seni visual.

    Perbedaan Gelar Bachelor Degree dan Gelar Sarjana di Indonesia

    Mungkin banyak dari Anda merasa bingung antara bachelor degree dan bagaimana perbedaannya dengan gelar sarjana di Indonesia. Nah, berikut ini kami berikan penjelasannya:

    1. Durasi Studi

    Salah satu perbedaan utama antara kedua jenis gelar sarjana ini adalah lamanya studi yang harus mahasiswa tempuh. Biasanya, gelar bachelor degree memerlukan waktu sekitar 3 hingga 4 tahun, tergantung pada program studi dan negara tempat studi.

    Sebaliknya, gelar sarjana di Indonesia biasanya memerlukan waktu studi selama 3 hingga 5 tahun, tergantung pada program dan universitasnya. Hal ini terjadi karena perbedaan dalam struktur kurikulum dan persyaratan pendidikan antara sistem pendidikan di luar negeri dan di Indonesia.

    2. Kurikulum dan Mata Kuliah

    Perbedaan lainnya terletak pada kurikulum dan mata kuliah. Gelar bachelor degree biasanya menawarkan kurikulum yang lebih luas dan fleksibel sehingga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjelajahi berbagai bidang ilmu.

    Mahasiswa dapat memilih mata kuliah pilihan yang sesuai dengan minat mereka, selain mata kuliah inti. Sedangkan gelar sarjana di Indonesia memiliki kurikulum yang lebih terstruktur dan khusus. Selain itu, mata kuliahnya pun cenderung lebih fokus sesuai dengan program studinya.

    3. Pengakuan Internasional

    Salah satu keunggulan utama memperoleh gelar bachelor degree adalah pengakuan internasional yang lebih luas. Gelar ini mendapatkan pengakuan di berbagai negara di seluruh dunia sehingga bisa memberikan fleksibilitas pada lulusannya dalam mengejar karier global.

    Sementara gelar sarjana di Indonesia memiliki pengakuan internasional yang terbatas. Walaupun begitu, gelar sarjana di Indonesia tetap mendapatkan penghargaan di dalam negeri dan memberikan peluang karier di berbagai sektor.

    4. Kualitas Pendidikan

    Penting untuk mempertimbangkan mutu pendidikan ketika harus memilih antara gelar bachelor degree dan gelar sarjana di Indonesia. Banyak negara terkenal karena sistem pendidikan tingginya menawarkan gelar bachelor yang memiliki pengakuan global.

    Perguruan tinggi di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, serta beberapa negara Eropa dikenal akan reputasi unggul mereka dalam memberikan pendidikan berkualitas tinggi. Di sisi lain, beberapa universitas di Indonesia juga telah mencapai akreditasi yang baik dan menawarkan program sarjana berkualitas.

    5. Biaya Pendidikan

    Biaya pendidikan juga menjadi faktor yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat ini. Secara umum, gelar bachelor di luar negeri cenderung lebih mahal daripada gelar sarjana di Indonesia.

    Biaya kuliah, biaya hidup, dan biaya lainnya seperti asuransi kesehatan dan visa perlu mahasiswa perhitungkan secara teliti sebelum memulai studi. Sebaliknya, gelar sarjana di Indonesia umumnya lebih ekonomis dari segi biaya.

    6. Peluang Karier

    Ketika Anda harus memilih antara gelar bachelor degree dan gelar sarjana di Indonesia, Anda perlu mempertimbangkan prospek karier di masa depan. Gelar bachelor dari universitas ternama di luar negeri dapat membuka peluang karier yang menarik secara global.

    Sementara itu, gelar sarjana di Indonesia dapat membawa kesempatan kerja yang sesuai di dalam negeri. Terutama jika didukung dengan pengalaman kerja, magang, atau sertifikasi.

    Contoh Nama Gelar Bachelor Degree dan Sarjana

    Berikut ini beberapa contoh gelar bachelor degree di luar negeri serta sarjana di Indonesia:

    1. Contoh Nama Gelar Bachelor Degree

    • B.A (Bachelor of Arts).
    • B.Sc. atau B.S. (Bachelor of Science).
    • B.B.A. (Bachelor of Business Administration).
    • B.Eng. (Bachelor of Engineering).
    • B.F.A. (Bachelor of Fine Arts).
    • B.C.S. atau B.S. in Computer Science (Bachelor of Computer Science).
    • B.N. atau B.S. in Nursing (Bachelor of Nursing).
    • B.Mus. atau B.A. in Music (Bachelor of Music).
    • B.Ed. (Bachelor of Education).
    • B.S.W. (Bachelor of Social Work).

    2. Contoh Nama Gelar Sarjana

    • S.Si. (Sarjana Sains).
    • S.T. (Sarjana Teknik).
    • S.Kom. (Sarjana Ilmu Komputer).
    • S.Sn. (Sarjana Seni).
    • S.E. (Sarjana Ilmu Ekonomi).
    • S.H. (Sarjana Hukum).
    • S.Ked. (Sarjana Kedokteran).
    • S.Pd. (Sarjana Pendidikan).
    • S.Psi. (Sarjana Psikologi).
    • S.IP. (Sarjana Ilmu Politik).

    Sudah Tahu Perbedaan Gelar Bachelor Degree dan Sarjana?

    Secara keseluruhan, harapannya artikel ini dapat memperjelas perbedaan antara bachelor degree dan gelar sarjana dengan lebih baik. Meskipun istilah-istilahnya berbeda, esensinya sama yakni keduanya adalah bentuk gelar pendidikan tinggi yang dapat membuka peluang berbagai peluang karier. 

    Saat Anda membuat keputusan, pertimbangkan faktor-faktor seperti durasi studi, kurikulum, pengakuan internasional, tingkat mutu pendidikan, dan biaya. Selain itu, paling penting adalah pilihlah program yang sesuai dengan minat dan tujuan karier Anda.

  • Apa Itu Bahan Pangan Hewani? Pengertian, Jenis, Manfaat & Contohnya

    Apa Itu Bahan Pangan Hewani? Pengertian, Jenis, Manfaat & Contohnya

    Protein adalah salah satu zat gizi yang kita butuhkan sehari-hari karena berfungsi sebagai zat pembangun dan pemelihara tubuh. Mempercepat penyembuhan luka, menambah massa otot, dan produksi sistem imun tubuh adalah contoh dari fungsi protein. Contoh makanan yang berupa sumber protein yaitu bahan pangan hewani.

    Bahan pangan ini bisa sangat mudah kamu temukan di lingkungan sekitar. Kamu bisa membelinya di pasar ataupun di pusat perbelanjaan terdekat. Namun, apa sebenarnya pengertian, jenis, manfaat, dan contoh-contohnya?

    Pengertian Bahan Pangan Hewani

    Bahan pangan hewani merupakan sekelompok sumber pangan atau makanan sebagai konsumsi manusia yang berasal dari hewan. Sumber makanan ini adalah sumber utama dari zat gizi seperti protein. Selain itu, zat gizi seperti lemak juga bisa kamu temukan di sumber makanan ini. 

    Protein yang terkandung di dalam sejumlah sumber pangan hewani terbilang cukup tinggi. Seperti yang sempat kita singgung di awal, protein punya peran sebagai zat pembangun dan pemelihara. Hal ini tentunya punya peran vital bagi keberlangsungan hidup seorang individu.

    Jika kita berbicara sumber protein, sebetulnya ada dua kelompok besar sumber pangan – hewani dan nabati. Apa perbedaanya?

    Perbedaan Sumber Pangan Hewani dan Nabati

    Bahan pangan nabati adalah sumber pangan yang asalnya dari tumbuh-tumbuhan. Beberapa contohnya seperti biji-bijian dan kacang-kacangan. Ada perbedaan kualitas protein antara bahan pangan hewani dan bahan pangan nabati meskipun sama-sama sebagai sumber zat gizi protein.

    Kualitas protein pada bahan makanan hewani terbilang lebih tinggi daripada sumber makanan nabati. Sumber makanan yang berasal dari hewan mengandung asam amino yang lebih lengkap jika kamu bandingkan dengan sumber makanan yang berasal dari kacang-kacangan atau biji-bijian.

    Karena asam amino pada sumber pangan hewani lebih lengkap daripada nabati, ada sejumlah asam amino esensial yang sumbernya dari makanan yang berasal pada hewan.

    Asam amino esensial ini berbeda dengan asam amino biasa. Badan tidak bisa memproduksi asam amino esensial secara alami di dalam tubuh. Padahal, ia punya manfaat yang sangat penting. Sehingga, satu-satunya cara untuk memperoleh asam amino esensial adalah melalui makanan.

    Protein yang ada pada sumber makanan dari hewan juga lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh lebih bisa memanfaatkan protein yang sudah tercerna dengan lebih maksimal.

    Bahan pangan hewani tidak hanya mengandung protein dan lemak saja. Ada banyak zat gizi lain yang ada pada sumber makanan ini seperti vitamin, mineral, dan asam lemak omega-3. Sumber protein hewani memang terdengar sangat bagus untuk tubuh. Namun, segala sesuatu yang berlebihan tidak akan pernah baik.

    Konsumsi sumber protein hewani secara berlebihan justru akan berdampak negatif bagi tubuh. Kandungan lemak yang cukup tinggi pada bahan makanan hewani punya potensi untuk meningkatkan risiko penyakit kronis jika dimakan berlebihan.

    Contoh penyakit kronis tersebut adalah obesitas, penyakit jantung, hingga kanker. Ada beberapa jenis bahan makanan hewani yang bisa kita temukan dengan mudah di lingkungan sekitar. Apa saja jenisnya?

    Jenis dan Manfaat Bahan Pangan Hewani, Apa Saja?

    Berikut adalah empat contoh jenis bahan makanan hewani beserta manfaatnya yang sering menjadi teman makan kita sehari-hari:

    1. Daging

    Daging
    Daging | Image Source: pexels

    Daging merupakan contoh bahan pangan hewani yang pertama. Jenis makanan ini sendiri masih bisa terbagi menjadi dua kategori, yaitu daging merah dan daging putih. Baik daging merah ataupun daging putih adalah makanan sumber protein yang sempurna bagi tubuh. Namun, ada yang membedakan kedua jenis daging ini.

    Daging putih mengandung kalori dan lemak yang lebih rendah jika kamu bandingkan dengan daging merah. Jenis daging ini juga mengandung asam lemak tidak jenuh dan omega-3 yang bagus untuk mencegah berbagai penyakit kronis.

    Beberapa zat gizi lain yang juga terkandung pada daging putih yaitu vitamin B6, vitamin B12, vitamin B kompleks, vitamin D, vitamin E, dan mineral seperti magnesium. Sedangkan daging merah terkenal akan kandungan asam amino esensialnya. Kandungan zat gizi lain juga bisa kamu temukan di daging merah. 

    Sama halnya dengan daging putih, daging merah mengandung vitamin B6, vitamin B12, vitamin B3, dan berbagai mineral seperti zat besi, zinc, fosfor, dan selenium. Namun, daging merah mengandung lemak jenuh yang lebih tinggi daripada daging putih.

    2. Susu

    Susu
    Susu | Image Source: pexels

    Susu juga merupakan contoh bahan pangan hewani atau yang berasal dari hewan. Tidak seperti bahan makanan dari hewan lainnya, susu bisa kamu konsumsi dengan cara diminum.

    Susu kaya akan kandungan gizi yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuhmu. Misalnya saja seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, natrium, zat besi, fosfor, kalium, zinc, vitamin B2, vitamin B1, vitamin C, dan vitamin A. Susu bisa juga kamu nikmati dalam bentuk berbagai jenis hidangan seperti keju ataupun yogurt. 

    Manfaat susu yang paling terkenal yaitu membantu pertumbuhan tulang pada anak yang masih berada di masa pertumbuhan dan perkembangan. Manfaat ini tidak lepas dari kandungan protein, kalsium, dan fosfor yang terkandung di dalamnya.

    Tidak hanya itu saja manfaat susu. Ada sejumlah manfaat lain seperti meningkatkan kekuatan tulang dan gigi, menambah massa otot, meningkatkan kualitas sistem imun tubuh, sebagai sumber energi, serta meningkatkan kesehatan otak. 

    3. Telur

    Telur
    Telur | Image Source: pexels

    Telur adalah bahan pangan hewani yang paling mudah ditemukan dan paling sering jadi pilihan lauk bagi orang Indonesia. Sebetulnya, hal ini tidak mengherankan mengingat telur merupakan sumber makanan yang paling terjangkau jika kamu bandingkan dengan daging, susu, ataupun ikan.

    Masyarakat Indonesia biasa mengolah telur menjadi berbagai olahan lauk yang lezat dan menggugah selera. Misalnya saja seperti telur goreng, telur dadar, dan lain sebagainya. Meskipun harganya lebih murah daripada sumber makanan yang berasal dari hewan lainnya, bukan berarti kandungan gizi dan manfaatnya murahan. 

    Selain protein, telur mengandung banyak zat gizi penting seperti lemak, zat besi, fosfor, kalsium, natrium, zinc, selenium, vitamin K, vitamin E, vitamin A, vitamin B kompleks, dan vitamin D.

    Nah, kandungan gizinya yang kaya inilah membuat telur menyimpan banyak manfaat bagi tubuh. Manfaat telur yaitu menjaga kesehatan mata, menjaga kesehatan otak, menurunkan risiko penyakit jantung, dan memelihara sistem imun.

    Telur terbagi atas dua bagian – putih telur dan kuning telur. Baik putih dan kuning telur sama-sama mengandung protein. Namun, kandungan lemak dan kolesterol pada telur sebagian besar terdapat pada bagian kuningnya.

    Karena kuning telur sudah diketahui tinggi lemak dan kolesterol, maka penderita kolesterol tinggi perlu waspada jika ingin mengonsumsi telur.

    Bagi seseorang yang sudah punya kolesterol tinggi, sebaiknya batasi konsumsi kuning telur agar kadar kolesterol yang ada di dalam tubuh tidak semakin tinggi. Sebaiknya konsumsi putih telur yang tidak kalah bergizinya.

    Meskipun harganya terjangkau, bisa diolah menjadi berbagai lauk yang lezat, dan bernilai gizi tinggi, namun telur juga terkenal sebagai makanan yang mengundang reaksi alergi pada banyak orang.

    Jika seseorang yang alergi mengonsumsi telur, maka akan menimbulkan beberapa gejala seperti gatal-gatal, munculnya ruam pada kulit, hingga sakit perut.

    4. Ikan dan Seafood

    Ikan dan Seafood
    Ikan dan Seafood | Image Source: pexels

    Makanan laut atau seafood adalah contoh terakhir dari sumber makanan yang berasal dari hewan. Makanan laut tidak hanya terbatas pada ikan saja, namun ada juga seperti udang, cumi, kerang, lobster, dan lain sebagainya.

    Ada juga beberapa jenis hewan yang hidup di dalam air payau ataupun air tawar yang masuk ke dalam kategori bahan pangan hewani. Beberapa jenis seafood sangat terkenal akan kandungan asam lemak esensial omega-3. Contohnya seperti ikan salmon dan ikan kod.

    Asam lemak esensial omega-3 sangat bagus untuk kesehatan seperti meningkatkan kesehatan otak, menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, serta menurunkan risiko terserang Alzheimer.

    Contoh Sumber Pangan Hewani

    Sebetulnya ada banyak sekali contoh sumber bahan pangan hewani berdasarkan jenisnya. Berikut adalah contohnya:

    1. Daging

    Daging terbagi menjadi dua jenis, yaitu daging merah dan daging putih. Beberapa contoh daging merah yaitu:

    • Sapi
    • Kambing
    • Domba
    • Babi

    Lalu, beberapa contoh daging yang termasuk daging putih yaitu:

    • Ayam
    • Kalkun
    • Bebek

    2. Susu dan Olahannya

    Susu yang paling sering dikonsumsi adalah susu sapi. Namun, ada beberapa jenis susu lain seperti susu kambing dan susu kerbau. Lalu, beberapa olahan susu yang merupakan sumber protein hewani yang bagus yaitu keju, yogurt, dan kefir.

    3. Telur

    Beberapa contoh jenis telur yaitu:

    • Telur ayam
    • Bebek
    • Telur puyuh
    • Ikan

    4. Ikan dan Seafood

    Berikut adalah beberapa jenis ikan yang bisa kamu nikmati:

    • Ikan nila
    • Lele
    • Kerapu
    • Gurame
    • Salmon
    • Kod
    • Teri
    • Tuna
    • Cakalang
    • Tenggiri, dan lain sebagainya

    Sedangkan, contoh seafood antara lain:

    • Lobster
    • Kerang
    • Udang
    • Cumi-cumi

    Konsumsilah Bahan Pangan Hewani untuk Kesehatan!

    Sumber makanan hewani mengandung tinggi protein yang berfungsi sebagai zat pembangun dan pemelihara tubuh. Tidak hanya protein saja, ada banyak jenis vitamin dan mineral yang ternyata juga terkandung pada sumber makanan ini.Bahan pangan hewani pun juga tidak sulit untuk kamu temui di pasar dan pusat perbelanjaan. Jadi, pastikan untuk konsumsi sumber pangan hewani untuk penuhi kebutuhan proteinmu dan rasakan manfaatnya!

  • Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta serta Contohnya

    Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta serta Contohnya

    Di era demografi seperti saat ini, mencari kerja menjadi tantangan tersendiri bagi generasi millenial. Ini terjadi karena jumlah usia produktif sangat tinggi yang tidak dibarengi dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Nah, untuk mengantisipasi pengangguran, Anda juga bisa menjadi wirausaha atau wiraswasta.

    Sekilas keduanya tampak sama, sama-sama mempunyai awalan kata wira. Namun, sebenarnya keduanya berbeda. Lantas, apa saja perbedaan wirausaha dan wiraswasta itu? Check this out!

    Pengertian Wirausaha

    Wirausaha berasal dari bahasa Perancis, yaitu entreprendre yang memiliki arti mencoba. Secara sederhana, wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam mengambil risiko melakukan bisnis, baik barang maupun jasa.

    Pelaku wirausaha biasa disebut dengan pengusaha. Tahapan yang harus dilewati untuk menjadi pengusaha sendiri adalah memutuskan bidang yang akan digeluti, memulai bisnis, branding dan memasarkan produk atau jasa. 

    Wirausaha lebih ke menciptakan pekerjaan sehingga memiliki kebermanfaatan bagi orang lain. Sehingga dengan banyaknya kemunculan wirausaha dapat membantu menunjang kehidupan dalam masyarakat.

    Pengertian Wiraswasta

    Wiraswasta berasal dari kata wira dan swasta. Wira memiliki arti berani, sedangkan swasta memiliki arti berdiri sendiri. Jadi, wiraswasta adalah seseorang yang mempunyai usaha sendiri dan bisa menghasilkan sesuatu yang berguna untuk dirinya sendiri.

    Wiraswasta lebih menitikberatkan pada skill yang Anda miliki. Dengan memiliki banyak skill, Anda bisa menggeluti lebih dari satu jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori wiraswasta. Karena secara waktu yang dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan dengan wirausaha. 

    Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta

    Masih merasa keduanya sebelas dua belas? Berikut merupakan perbedaan wirausaha dan wiraswasta secara lebih rinci: 

    1. Fokus Pekerjaan 

    Sebagaimana pembahasan pada poin sebelumnya. Wiraswasta memiliki waktu yang lebih pendek, sehingga Anda bisa mengambil lebih dari satu pekerjaan jangka pendek. 

    Sebagai contoh, Anda dapat menjadi freelance content writer dan freelance fotografer. Terdengar keren, bukan? Karena Anda bisa memiliki 2 sumber dana sekaligus. Namun, memanajemen waktu tentu sangat penting agar keduanya dapat berjalan tanpa terbengkalai. 

    Sedangkan wirausaha lebih berfokus pada pengembangan usahanya sehingga mungkin tidak ada waktu untuk melakukan pekerjaan yang lain. Selain mengembangkan, mengevaluasi juga menjadi hal yang sangat penting bagi wirausahawan agar usahanya tetap lancar. 

    2. Mindset 

    Perbedaan wirausaha dan wiraswasta selanjutnya terletak pada mindset. Mindset atau pola pikir seorang wirausaha yang memulai usahanya dari nol mulai dari membuat ide hingga produk jadi dan memasarkannya tentu berbeda dengan seorang wiraswasta. 

    Wirausaha memiliki risiko yang lebih besar. Misalnya, dalam membuat produk baru tentu belum tentu produk yang Anda buat bisa langsung berhasil dalam sekali percobaan. 

    Selain itu, wirausaha yang memiliki banyak karyawan tentu memikirkan keuntungan yang lebih besar untuk menutup biaya operasional, menggaji karyawan, dan lain-lain. 

    Sedangkan wiraswasta tidak memikirkan keuntungan untuk banyak orang. Apalagi mereka hanya meneruskan konsep yang sudah ada sebelumnya agar mendapat profit dan tidak memulai dari awal.

    3. Ruang Lingkup 

    Seorang wirausaha memiliki ruang lingkup yang lebih kecil. Setelah membuat satu produk, fokus seorang wirausaha pasti akan tertuju pada satu hal tersebut sampai produk tersebut berkembang dengan baik. 

    Sedangkan wiraswasta memiliki ruang gerak yang lebih fleksibel. Bisa ke kanan atau kiri untuk mengambil berbagai jenis pekerjaan, seperti pada narasi contoh perbedaan keduanya pada poin nomor 1. 

    4. Aset 

    Perbedaan wirausaha dan wiraswasta lainnya terletak pada aspek aset. Seorang wiraswasta akan bekerja mandiri sehingga tidak memiliki kepemilikan aset yang berurusan dengan orang lain. 

    Sedangkan wirausaha, mereka akan bekerja dengan banyak orang. Misalnya, Anda memiliki usaha souvenir pernikahan. Maka, Anda akan menyewa ruko untuk usaha sehingga memiliki tanggung jawab kepada pemilik ruko.

    Dalam pengadaan barang, Anda membutuhkan supplier. Dalam mengantar pesanan, Anda membutuhkan jasa kirim. Jadi, dengan menjadi wirausaha, Anda memiliki tanggung jawab yang besar dalam anggaran usaha. 

    5. Pengembangan Usaha 

    Perbedaan yang terakhir, yaitu dari segi pengembangan usaha. Wirausaha selalu memikirkan inovasi-inovasi dalam pengembangan usahanya. Seperti mulai menggunakan alat-alat yang canggih. Hal tersebut tentu dapat Anda lakukan jika usaha sudah mulai berkembang. 

    Intinya, seorang wirausaha memiliki pandangan pengembangan usaha lebih jauh daripada wiraswasta. Karena modal utama menjadi seorang wiraswasta adalah dirinya sendiri dan memiliki kemampuan untuk mandiri. Jadi, mereka cenderung tidak mengikuti trend, tapi berusaha untuk meningkatkan skill.

    Contoh Wiraswasta

    Setelah mengetahui perbedaan wirausaha dan wiraswasta, melihat contoh-contohnya pasti akan membantu pemahaman Anda. Nah, ada beberapa pekerjaan yang dapat dikategorikan dalam wiraswasta, yaitu sebagai berikut: 

    1. Freelancer 

    Freelancer 
    Freelancer | Image Source: Pexels

    Contoh wiraswasta pertama adalah freelancer atau pekerja lepas akhir-akhir ini sangatlah marak. Apalagi semenjak adanya virus corona, berbagai sektor memanfaatkan teknologi digital untuk dapat terus beradaptasi. 

    Anda dapat memanfaatkan potensi dan skill yang Anda miliki untuk mendapatkan klien baik dari lokal maupun mancanegara. Sehingga Anda memiliki kesempatan yang lebar untuk memiliki penghasilan dollar. 

    Dengan maraknya teknologi turut membuka kesempatan untuk menjadi freelancer. Platform-platform yang menjadi wadah bagi freelancer pun bermunculan. Skill yang bisa Anda tawarkan pun beragam. Mulai dari terjemah bahasa, content writer, copywriter, jasa website, dan lain-lain. 

    2. Content Creator 

    Content Creator 
    Content Creator | Image Source: Pexels

    Maraknya belanja online yang juga terjadi karena pembatasan akses keluar rumah saat pandemi virus corona. Hal tersebut membuat content creator muncul sebagai salah satu jenis pekerjaan baru. 

    Anda dapat membuat konten dari mana saja dan mengunggahnya pada media sosial, lalu Anda mendapatkan keuntungan dari sosial media tersebut. Anda juga bisa menjadi talent dari manajemen yang membutuhkan jasa untuk memasarkan produk atau jasa. 

    3. Host Live

    Host Live
    Host Live | Image Source: Pexels

    Selain content creator, host live juga menjadi jenis pekerjaan wiraswasta baru. Mengapa termasuk dalam wiraswasta? Karena dengan menjadi host live Anda dapat menjual produk Anda melalui live marketplace maupun sosial media lewat skill public speaking dan marketing.

    Sebenarnya ini cukup mirip dengan berdagang, jika berdagang Anda menawarkan produk secara langsung. Sedangkan host live menawarkan produk yang bisa saja merupakan milik orang lain melalui layar smartphone. Host live juga bisa dilakukan di rumah asalkan Anda memiliki properti yang mendukung.   

    Contoh Wirausaha

    Wirausaha
    Wirausaha | Image Source: Pexels

    Nah, setelah memahami perbedaan wirausaha dan wiraswasta dan contoh wiraswasta. Lantas, apa saja contoh dari pekerjaan wirausaha? Salah satu contoh wirausaha adalah bisnis rumahan.

    Bisnis rumahan atau yang biasa kita kenal dengan home industry ini menjadi salah satu bisnis yang memiliki perkembangan sangat cepat. Meskipun dijalankan dari rumah, omzet yang dihasilkan pun tak main-main. Contoh dari bisnis rumahan ini adalah menjual makanan, katering, sembako, percetakan, dan lain-lain. 

    Bisnis rumahan juga bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin tetap berkarya walaupun dari rumah saja. Dengan menjalani bisnis rumahan, Anda dapat memiliki gaya kerja yang dinamis dan fleksibel tanpa terikat waktu dan aturan baku lainnya. 

    Sudah Tahu Perbedaan Wirausaha dan Wirausaha? 

    Setelah mengetahui perbedaan wirausaha dan wiraswasta, Anda lebih tertarik menekuni yang mana? Apapun yang menjadi pilihan Anda, pastikan untuk tidak mudah patah semangat. Karena tentu keduanya memiliki plus minus yang harus kita dihadapi. 

    Secara umum, wiraswasta cenderung cocok untuk Anda yang tidak memiliki banyak modal. Karena beberapa jenis pekerjaannya hanya membutuhkan skill mumpuni. Sedangkan wirausaha cenderung membutuhkan modal lebih besar di awal. Jadi, Anda bisa pilih sesuai keadaan dan kemampuan Anda saat ini.

    Hal paling penting Anda harus siap dengan segala perubahan yang mungkin terjadi. Karena baik wirausaha dan wiraswasta harus memiliki sikap dinamis apalagi dengan perubahan teknologi yang sangat cepat sekarang. Bagaimana, sudah putuskan jenis pekerjaan yang ingin Anda geluti?

  • Apa itu Manajemen? Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contoh

    Apa itu Manajemen? Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contoh

    Manajemen memberikan peranan penting dalam organisasi dan memiliki pengaruh terhadap entitas lain dalam organisasi. Apabila memiliki management yang baik, maka ini akan menunjang organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Lantas, apa pengertiannya? Apa saja fungsinya? Yuk, simak lewat artikel ini!

    Pengertian Manajemen

    Manajemen
    Manajemen | Image Source: Pexels

    Manajemen atau management merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, motivasi, pengambilan keputusan, dan pengendalian sumber daya yang terdapat pada organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuannya.

    Secara singkat, management merupakan sebuah cara untuk mengatur sebuah usaha atau bisnis. Meliputi cara mengatur alur kerja, karyawan, dan operasional untuk mencapai tujuannya. 

    Tujuan Manajemen

    Lalu, apa saja sebenarnya tujuan dari management? Berikut merupakan beberapa tujuan management dalam organisasi:

    1. Mengoptimalkan Sumber Daya

    Organisasi ada dengan maksud untuk mencapai beberapa hal tertentu sesuai bidangnya. Agar dapat mencapai tujuan perlu adanya keberlangsungan organisasi. Contoh dari elemen keberlangsungan organisasi sendiri meliputi pertumbuhan organisasi, keuntungan, peningkatan sumber daya, dan lain-lain.

    Dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada akan memungkinkan organisasi untuk meningkatkan keuntungan dan dapat menekan proporsi pengeluaran untuk sumber daya. Karena itu, penting untuk melakukan pendeteksian dan pengidentifikasian proses yang mungkin membuat pemborosan sumber daya.

    2. Meningkatkan Efisiensi

    Dengan adanya sistem manajemen yang mengamati aktivitas, waktu yang terpakai, alur, dan prosedur kinerja. Maka, hal tersebut akan menghasilkan output yang efektif. Sehingga efektivitas dari proses, produksi, dan lain-lain akan ikut meningkat. 

    3. Memaksimalkan Keuntungan 

    Organisasi juga memiliki tujuan pribadi masing-masing. Sebagaimana pekerja yang memiliki tujuan pribadi untuk kehidupannya. Tujuan pribadi organisasi biasanya meliputi gaji yang kompetitif, pertumbuhan penghasilan, lingkungan kerja yang suportif, dan lain-lain.

    Management memiliki tujuan untuk menyeimbangkan peningkatan pendapatan dan tetap menciptakan lingkungan kerja yang positif. Nah, untuk memaksimalkan hal tersebut diperlukan kerja sama tim yang baik dan saling mendukung satu sama lain. 

    Agar dapat memaksimalkan keuntungan dapat juga dengan cara mengembangkan inovasi, melakukan identifikasi pada pengeluaran yang tidak sesuai atau keluar dari budget, dan lain-lain. Di mana hal tersebut adalah tugas dari seorang manajer.

    4. Mengurangi Risiko yang Mungkin Terjadi

    Dalam management terdapat fungsi perencanaan. Adanya fungsi ini dapat berguna untuk memprediksi potensi dan kerugian yang mungkin dapat terjadi. Dengan teridentifikasinya potensi risiko dari awal tentu dapat menyiapkan mitigasi atau penanganan agar tidak melebar. 

    5. Menghasilkan Strategi Bisnis

    Manajemen akan sering terlibat dalam pemikiran-pemikiran kritis mengenai keberlangsungan organisasi. Bersama dengan pemangku kepentingan, tim dapat menyampaikan rencana kinerja untuk mencapai tujuan bersama. Melalui musyawarah atau rapat tim, strategi yang efektif dan efisien dapat terwujud. 

    6. Menjaga Semangat Bekerja 

    Kenyamanan dalam lingkungan kerja merupakan tonggak awal peningkatan kinerja karyawan. Ini karena budaya, sikap, dan semangat organisasi dapat memengaruhi keluaran kinerja yang pastinya berpengaruh pada penghasilan perusahaan. 

    Agar dapat menjaga semangat aktif karyawan, tim management dapat melakukan beberapa kegiatan seperti memberikan penghargaan terhadap kinerja karyawan. Serta memberikan insentif, memberikan saran yang membangun, dan menjaga interaksi dengan baik.

    7. Menjaga Kedisiplinan

    Agar dapat mencapai tujuan organisasi, setiap karyawan harus mampu membiasakan diri untuk disiplin. Namun, perlu Anda ketahui bahwa kinerja karyawan tidak akan mungkin efektif jika tidak ada aturan atau regulasi. Harusnya organisasi memiliki aturan yang menumbuhkan kolaborasi atau kerja tim tanpa memberatkan. 

    Fungsi Manajemen

    Agar tujuan organisasi dapat tercapai, terdapat 4 fungsi management yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut: 

    1. Perencanaan

    Pada tahap pertama adalah perencanaan yang menetapkan tujuan dan arah organisasi. Terdapat 3 pendekatan yang dapat dilakukan pada tahap ini, yaitu:

    1. Perencanaan Strategis 

    Pendekatan ini biasanya top level management lakukan. Perencanaan strategis meliputi menganalisis ancaman-ancaman yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi dan bagaimana cara menghadapinya. Biasanya perencanaan ini memiliki jangka waktu 3 tahun atau lebih. 

    2. Perencanaan Taktis 

    Berbeda dengan perencanaan strategis, perencanaan taktis memiliki jangka waktu yang pendek yang dilakukan oleh middle management. Perencanaan ini biasanya ditujukan pada divisi-divisi tertentu. Misalnya divisi keuangan, IT, marketing, dan lain-lain. 

    3. Perencanaan Operasional 

    Terakhir, yaitu perencanaan operasional. Perencanaan operasional adalah proses menggunakan perencanaan strategis dan taktis untuk mencapai tujuan organisasi. 

    2. Pengorganisasian 

    Pada tahap manajemen ini dilakukan delegasi sumber daya dan tugas kepada karyawan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Pengorganisasian penting untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan pada tahap perencanaan. 

    3. Kepemimpinan

    Fungsi management selanjutnya adalah pengendalian. Pengendalian akan pemimpin atau leader lakukan kepada karyawan. Meliputi memotivasi karyawan, menginspirasi, dan menciptakan lingkungan yang menumbuhkan lingkungan kerja yang positif dan menyenangkan. 

    4. Pengendalian 

    Fungsi terakhir yaitu pengendalian. Ini merupakan proses evaluasi perencanaan, pengorganisasian, dan kepemimpinan. Fungsi ini memiliki tujuan memastikan tujuan organisasi. Apakah sudah sesuai atau belum, apakah keluar jalur atau tidak. Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi baik dari sisi budget maupun karyawan. 

    Level Manajemen

    Dalam beberapa organisasi, management terbagi menjadi 3 tingkatan yaitu top, middle, dan low. Hal tersebut tentu menyesuaikan dengan ukuran organisasi. Pada organisasi kecil, manajer atau pimpinan mungkin mengisi peran lebih dari satu tingkat. Berikut penjelasan dari ketiga tingkatan tersebut:

    1. Top

    Management pada tingkatan tertinggi biasanya memiliki peranan besar dalam keputusan organisasi dan juga memiliki peran administratif. Jabatan yang ada dalam level ini biasanya adalah Chief Executive Officer (CEO). 

    2. Middle

    Manajemen pada tingkat menengah ini bekerja dengan top level management dan supervisor untuk membantu dalam meningkatkan produktivitas dan mencapai tujuan. Jabatan yang ada dalam level ini biasanya bisa Anda sebut sebagai manajer umum.

    3. Low 

    Pada management tingkat akhir ini seringkali memiliki peran pengawasan. Jabatan yang ada adalah supervisor, manajer cabang, atau pemimpin tim. Mereka bekerja secara individu dan tim untuk mencapai tujuan yang telah top management tentukan. 

    Unsur Manajemen 

    Dalam management terdapat 5 elemen atau biasa disebut 5M. Elemen tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana seorang pemimpin organisasi atau perusahaan mendistribusikan sumber daya yang ada dalam organisasi untuk mencapai tujuan. Adapun 5M tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Man

    Unsur pertama berkaitan dengan sumber daya manusia. Seorang pemimpin organisasi harus mampu mengelola sumber daya manusia dengan baik karena hanya dengan itu pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan rencana awal.

    2. Material 

    Material merupakan rantai pasok yang cukup penting untuk menunjang management dan strategi pemasaran. Apabila material tidak tersedia maka proses untuk mencapai tujuan organisasi juga ikut terhambat.

    Sebagai contoh adalah pabrik tahu. Apabila material atau bahan utama dari produksi tahu, yaitu kedelai tidak ada. Maka, bagaimana bisa pabrik beroperasi dan memenuhi tuntutan jumlah produksi per hari? Oleh karena itu, seorang pemimpin organisasi harus senantiasa memastikan ketersediaan material. 

    3. Minutes (Time)

    Waktu merupakan aset yang paling berharga dalam kehidupan, begitupun dalam organisasi. Estimasi waktu sangatlah penting apalagi dalam proses manajemen. 

    Sehingga pimpinan maupun tim dapat tahu berapa lama estimasi waktu untuk menyelesaikan task demi task. Serta berapa lama tujuan jangka pendek memungkinkan untuk dapat tercapai dan sebagainya.

    4. Machine

    Unsur selanjutnya adalah mesin. Meskipun seringkali masuk dalam kategori unsur pendukung, mesin mempunyai peranan sangat penting. Mesin memiliki kegunaan untuk memudahkan dalam mengelola bahan baku. 

    Mari gunakan gunakan pabrik tahu kembali sebagai contoh. Karena pabrik tentu tidak akan berjalan jika mesin yang menggiling kedelai tidak ada. Meskipun memang bisa menggunakan giling manual, namun ini akan memperpanjang waktu dan mungkin tidak mencapai target produksi. 

    5. Money

    Unsur terakhir adalah uang. Tidak dapat menutup kenyataan bahwa tanpa uang organisasi atau perusahaan tidak akan berjalan. Tanpa uang, kegiatan produksi tidak dapat berjalan dan karyawan juga tidak akan mendapat upah yang selayaknya.

    Management keuangan yang baik akan memberikan kemudahan untuk merencanakan target dan kinerja jangka panjang maupun jangka pendek dengan waktu yang efisien. 

    Sudah Memahami Pentingnya Manajemen?

    Manajemen memiliki fungsi yang vital, karena itu penerapannya tidak boleh Anda sepelekan terutama dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Style dari management sendiri sangatlah beragam, seperti demokrasi, transformasional, dan sebagainya. 

    Namun, secara keseluruhan management yang baik harus memiliki tujuan dan rencana yang jelas. Di mana cara untuk mencapainya adalah dengan adanya skill komunikasi dan team building yang baik. Peran manajer yang bisa mendorong dan mengkoordinasi tim juga penting untuk menciptakan lingkungan kerja produktif.

  • Akuntansi: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat

    Akuntansi: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat

    Akuntansi adalah salah satu ilmu yang banyak kita gunakan dalam penerapan sehari hari, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan bisnis.

    Ya, suatu perusahaan tentu memerlukan informasi keuangan untuk memudahkan mereka mengambil keputusan bisnis. Oleh sebab itu, akuntansi merupakan bagian vital perusahaan yang berguna untuk menyiapkan laporan keuangan secara akurat.

    Yuk, simak pembahasan lengkapnya mengenai serba-serbi akuntansi yang perlu kamu ketahui! 

    Pengertian

    Seperti yang kamu ketahui, perkembangan suatu bisnis bergantung pada profitabilitasnya sehingga peran akuntansi dapat memberikan indikator kunci untuk mengetahui apakah penjualan atau pendapatan melebihi pengeluaran dan biaya. 

    Prosesnya diawali dengan pencatatan suatu transaksi yang kemudian kita kelompokkan dan olah secara sistematis untuk menghasilkan suatu data informasi keuangan.

    Dengan demikian, akuntansi adalah suatu disiplin ilmu yang menyediakan informasi terkait keuangan suatu organisasi sehingga informasi tersebut dapat menjadi rujukan oleh seseorang yang ahli dalam bidangnya untuk mengambil keputusan.

    Menurut Haryono Jusup dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Akuntansi (2005), ia membagi definisi akuntansi menjadi 2 sudut pandang, yakni sudut pandang pemakainya dan kegiatannya.

    Berdasarkan pemakainya, akuntansi adalah suatu disiplin yang menyediakan informasi penting untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasinya pada suatu organisasi.

    Informasi yang dihasilkan mencakup: 

    • Membuat perencanaan yang efektif, pengawasan pada tahap implementasi, hingga pengambilan keputusan oleh manajemen;
    • Bahan pertanggungjawaban kepada para pemangku kepentingan;
    • Menghitung jumlah pajak yang harus dibayarkan; dan
    • Menganalisis kesehatan sebuah perusahaan.

    Sedangkan dari sudut pandang kegiatannya, akuntansi merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu entitas sehingga harus melakukan aktivitas yang mencakup:

    • Menganalisa data mana yang berkaitan dan relevan dengan keputusan yang akan diambil.
    • Memproses pengelolaan data yang bisa menjadi informasi untuk pengambilan keputusan.

    Hasil dari suatu proses akuntansi kita sebut dengan laporan keuangan. Informasi tersebut harus dapat menjawab kebutuhan umum para pemakainya. Oleh sebab itu, laporan keuangan perusahaan baik profit maupun non profit harus mempunyai kualitas yang memberi manfaat untuk pemangku kepentingan.

    Fungsi

    Fungsi Akuntansi
    Fungsi Akuntansi | Image Source: Unsplash.com

    Fungsi akuntansi sendiri sangatlah krusial. Maka tak heran jika para pebisnis menerapkan disiplin ilmu ini dalam perusahaan mereka. Lantas, apa saja fungsinya?

    1. Sumber Informasi Keuangan

    Pertama, akuntansi berfungsi sebagai sumber informasi keuangan. Setiap transaksi yang berlangsung setiap harinya tercatat secara akurat dan terperinci, seperti pembelian pasokan, penjualan produk, penerimaan, dan pembayaran.

    2. Perencanaan Hingga Pertanggungjawaban

    Selanjutnya berfungsi sebagai perencanaan hingga pengendalian berbagai aktivitas perusahaan. Dengan adanya laporan akuntansi, perencanaan produksi bisa kamu lakukan dengan matang, baik untuk bulanan maupun tahunan. 

    Selain itu, laporan tersebut juga menjadi dasar pertanggungjawaban kepada perusahaan maupun pihak luar.

    3. Acuan Pertimbangan Keputusan 

    Sumber keuangan yang jelas dapat menjadi dasar pertimbangan untuk memutuskan kebijakan perusahaan selanjutnya demi memajukan tujuan bisnis.

    4. Alokasi Keuangan

    Akuntansi berfungsi untuk mengontrol alokasi keuangan yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Selain itu, juga berfungsi untuk melacak sejumlah transaksi yang berkaitan dengan penerimaan sekaligus transaksi pengeluaran yang harus dibayarkan oleh perusahaan.

    5. Alat Evaluasi Perusahaan

    Terakhir, fungsi akuntansi sebagai alat evaluasi kinerja perusahaan. Melalui laporan keuangan, kamu dapat melihat suatu isu yang perlu mendapat perbaikan supaya pada periode berikutnya tidak melakukan kesalahan yang sama dan perusahaan jadi lebih baik.

    Tujuan

    Akuntansi memiliki tujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat, supaya dapat bermanfaat bagi pemangku kebijakan dan pihak yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik.

    Adapun tujuan lainnya adalah sebagai berikut:

    1. Mencatat Transaksi Bisnis secara Sistematis

    Penting untuk menjaga pencatatan agar lebih sistematis dari tiap transaksi bisnis, karena sulit bagi kita untuk mengingat transaksi dalam jumlah besar. Terlebih, melewatkan salah satu pencatatan dapat menyebabkan hasil yang keliru.

    2. Menentukan Laba Rugi

    Dalam menentukan hasil bersih pada akhir periode, kita perlu menghitung laba atau ruginya. Hal tersebut berguna untuk memberikan informasi mengenai berapa banyak barang yang telah dibeli dan dijual, biaya yang kita keluarkan, dan pendapatan selama setahun.

    3. Memastikan Posisi Keuangan Perusahaan 

    Memastikan laba atau rugi saja tidaklah cukup. Pebisnis perlu juga untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan, yang mencakup nilai aset, jumlah kewajiban yang terhutang, hingga kenaikan atau penurunan bersih modalnya. 

    Tujuannya tak lain untuk menyiapkan neraca yang memudahkan dalam memastikan posisi keuangan bisnis sebenarnya.

    4. Membantu Manajemen

    Akuntansi yang sistematis dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan secara efektif, pengendalian yang efisien terhadap kebijakan pengelolaan kas, hingga menyiapkan anggaran.

    5. Menilai Kemajuan Bisnis

    Laporan keuangan ini dapat membantu dalam menilai kemajuan bisnis dari tahun ke tahun lantaran dapat memfasilitasi perbandingan antar perusahaan maupun intra perusahaan.

    6. Mendeteksi dan Mencegah Penipuan dan Kekeliruan

    Penting untuk mendeteksi dan mencegah penipuan, kekeliruan, salah urus, dan pemborosan keuangan. Pencatatan yang sistematis membantu dalam mendeteksi dan memperbaiki kecurangan, kesalahan, dan ketidakefisienan dengan mudah, jika ada.

    7. Mengomunikasikan Informasi ke Berbagai Pengguna

    Langkah penting dalam proses akuntansi adalah mengomunikasikan informasi keuangan kepada berbagai pengguna termasuk internal dan eksternal seperti pemilik, manajemen, pemerintah, tenaga kerja, hingga otoritas pajak. 

    Dengan demikian, tujuan laporan keuangan ini dalah untuk membantu para pengguna dalam memahami dan menginterpretasikan data tanpa adanya ambiguitas.

    Manfaat

    Profesi akuntan merupakan pekerjaan yang menawarkan sejumlah manfaat bagi industri, berikut beberapa di antaranya:

    1. Mendapat Catatan Keuangan yang Rapi

    Seperti yang telah kita ketahui, pencatatan dalam akuntansi bermula dari sejumlah transaksi yang dilakukan.

    Setiap transaksi keluar masuknya uang perlu tercatat serapi mungkin sehingga memudahkan kita untuk mengatur keuangan, mengembangkan usaha, dan menyusun strategi bisnis.

    2. Lebih Mudah Membuat Ringkasan Transaksi 

    Ringkasan transaksi memudahkan pelaku bisnis ketika melakukan proses akuntansi. Adapun maksud dari ringkasan transaksi adalah membagi setiap transaksi kepada kategorinya masing-masing yang sesuai.

    Misalnya, transaksi pembelian tentu kategorinya berbeda dengan transaksi penjualan. Dengan begitu, semakin mudah pula dalam menentukan pola transaksi yang terjadi dalam satu periode.

    Lebih lanjut, pelaku bisnis juga dapat mengukur kategori pengeluaran apa yang paling besar sehingga mereka lebih siap jika memang kategori tersebut muncul dari waktu ke waktu.

    3. Bahan Analisa

    Supaya bisnis bertahan dan bisa terus berkembang, salah satu acuan yang perlu kita perhatikan yaitu laporan keuangan. Ya, laporan keuangan berguna sebagai bahan analisa demi mengukur pola atau tren pengeluaran bisnis yang kita lakukan dalam periode akuntansi tertentu.

    Dengan bahan olah yang telah terkategorisasi, hasil analisis jadi lebih terarah dan dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan, entah itu ingin mengukur pengeluaran terbesar dalam sebulan atau setahun atau mungkin ingin mengukur besarnya pengeluaran apabila komparasinya dengan pendapatan bisnis yang masuk.

    4. Laporan Keuangan

    Laporan keuangan merupakan manfaat dari akuntansi yang sangat membantu para pebisnis.

    Ya, setiap transaksi yang terjadi, baik nominalnya besar maupun kecil, perlu adanya pencatatan. Selain itu, proses akuntansi juga perlu meringkasnya menjadi berbagai kategori yang sudah kita tetapkan sehingga penyajiannya dalam bentuk laporan keuangan dapat terbaca dan mudah dipelajari lebih lanjut. 

    Jadi, para pebisnis dapat melihat lebih rinci bagaimana jalannya operasional dari bulan ke bulan sehingga dapat lebih akurat dalam mengukur performa dari bisnis yang mereka jalankan; termasuk mengukur implikasi dari suatu strategi atau langkah bisnis yang mereka ambil.

    5. Acuan Pengambilan Keputusan

    Terakhir, manfaat akuntansi tentu saja berpengaruh pada pengambilan keputusan berdasarkan laporan keuangan yang telah dianalisa.

    Hasil analisa tersebut akan membantu pelaku bisnis untuk mengambil keputusan bisnis, terutama terkait dengan pengembangan dan arah bisnis selanjutnya dengan mengukur seberapa besar kemampuan atau performanya.

    Oleh sebab itu, pengambilan keputusan bukan sekedar mengandalkan insting atau perkiraan semata, tetapi juga berdasarkan data. Dengan begitu, akurasinya dapat dipertanggung jawabkan.

    Tertarik Belajar Akuntansi?

    Akuntansi mengacu pada proses pelaporan, pengklasifikasian, dan peringkasan transaksi keuangan pada individu atau organisasi. Jadi ilmu ini penting bagi siapa saja. 

    Bagi pengusaha, penting untuk menyiapkan catatan keuangan perusahaan yang mereka kelola agar lebih memahami dan berkontribusi pada proses pengambilan keputusan.