Author: Linda Yulita

  • Mengenal Prasasti Tugu: Makna, Isi, Bentuk dan Letaknya

    Mengenal Prasasti Tugu: Makna, Isi, Bentuk dan Letaknya

    Prasasti Tugu adalah sebuah prasasti yang terpanjang dibandingkan seluruh peninggalan dari Kerajaan Tarumanegara. Barang yang sangat bersejarah tersebut dibuat untuk tujuan tertentu yaitu berupa perintah dari sang Raja Purnawarman.

    Keterangan di dalam prasasti merupakan perintah yang sangat penting untuk segera dilaksanakan. Lalu, kira-kira apa isi dari prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara tersebut? Berikut penjelasan selengkapnya.

    Sejarah Kerajaan Tarumanegara

    Kerajaan Tarumanegara
    Kerajaan Tarumanegara | Sumber: telusurkultur.com

    Sebelum mengulas tuntas mengenai Prasasti Tugu, Anda perlu memahami sejarah dari kerajaan yang terkenal saat itu yaitu Tarumanegara. Kerajaan ini berdiri di abad yang ke-4, tepatnya yaitu 358 Masehi.

    Adapun pendiri Kerajaan Tarumanegara ternyata bukan dari nusantara, melainkan Maharesi Jayasingawarman dari India. Beliau memberi nama kerjaaan tersebut yaitu Tarumanegara yang asalnya dari nama sebuah pohon tarum yang pada waktu itu tumbuh subur di kawasan tersebut.

    Jayasingawarman menjadi pemimpin mulai tahun 358 hingga 382 Masehi. Kemudian, sang raja memutuskan menjadi seorang pertapa. Setelah itu, tonggak kepemimpinan kerajaan berlanjut oleh seorang raja bernama Dharmayawarman.

    Sebenarnya, belum banyak sejarah yang memberikan penjelasan tentang pemerintahan raja Dharmayawarman. Beberapa catatan sejarah menjelaskan bahwa ia menjadi pemimpin mulai 382 Masehi hingga 395 Masehi.

    Sementara itu, sejarah lebih mencatat kepemimpinan dari raja yang ketiga yaitu Purnawarman. Menurut sejarah, kerajaan Tarumanegara mendapatkan kejayaannya pada masa kepemimpinan dari raja yang ketiga yaitu raja Purnawarman.

    Ia berhasil membangun ibu kota untuk Tarumanegara dengan nama Sundapura yang berada di wilayah pantai dan menjadi asal usul dari “Sunda” sekarang. Selain itu, Sungai Gomati dengan panjang 12 km merupakan jalur perdagangan, untuk menghindari banjir, serta menghindari kekeringan.

    Perintah untuk menggali sungai tersebut tercatat di dalam Prasasti Tugu yang sekaligus menjadi salah satu peninggalan sejarah paling populer dari Kerajaan Tarumanegara. Lalu, untuk kekuasaan Tarumanegara meliputi beberapa wilayah di Jawa Barat.

    Beberapa wilayah yang menjadi daerah kekuasaannya yaitu Jakarta, Banten, Bogor, serta Cirebon. Bukan hanya itu, Tarumanegara juga melakukan hubungan dengan China. Itulah yang membuat Kerajaan Tarumanegara semakin terkenal dan jaya serta berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

    Seputar Prasasti Tugu

    Peninggalan kerajaan Tarumanegara
    Peninggalan kerajaan Tarumanegara | Sumber: medan.tribunnews.com 

    Prasasti ini ditulis dengan menggunakan huruf Pallawa serta berbahasa Sansekerta. Saat penemuan prasasti tersebut, kondisinya masih terkubur di dalam tanah serta hanya terlihat pada bagian atasnya.

    Sementara itu, terdapat rapat yang isinya pembahasan seputar penemuan prasasti di Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen atau Museum Nasional pada tanggal 4 Maret 1879. Ada yang menyebutkan bahwa prasasti tersebut merupakan prasasti yang paling panjang dari peninggalan Kerajaan Tarumanegara.

    Setelah melakukan penelitian, terdapat keterangan bahwa Tarumanegara melakukan penggalian agar bisa terhindar dari banjir pada musim hujan serta kekeringan di saat kemarau. Terdapat 5 baris melingkar dan mengikuti permukaan batu.

    Akan tetapi, tak ditemukan tanggal pembuatan di dalam prasasti. Namun, berdasarkan gaya penulisannya, Prasasti Tugu ditulis kira-kira di abad ke-5 Masehi.

    Salah satu yang menjadi keunikan dari prasasti tersebut yaitu pahatan tongkat serta ujungnya yang mempunyai trisula. Gambar tersebut seolah merupakan pemisah antara awal dengan akhir kalimat.

    Sejarah Prasasti Tugu

    Menurut informasi, prasasti ini pertama kali tercatat di dalam laporan Notulen Bataviaasch Genootschap di tahun 1879. Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa 4 Maret 1879 terjadi rapat untuk membahas terkait penemuan benda bersejarah tersebut.

    Pada rapat yang diselenggarakan, J.A van der Chijs memberikan usulan agar prasasti dipindahkan menuju museum. Lalu di tahun 1911, melalui prakarsa dari P. de Roo de la Faille maka akhirnya Prasasti Tugu berpindah ke Museum Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang sekarang merupakan Museum Nasional.

    Sebagai tambahan, prasasti berbentuk puisi anustubh. Banyak ahli berpendapat jika prasasti adalah sumber rujukan primer. Ini karena pembuatannya secara langsung oleh raja yang pada waktu itu sedang berkuasa. Apalagi, berdasarkan bahan pembuatannya, sangat sulit untuk memalsukan isi dari prasasti tersebut.

    Fungsi Prasasti Tugu

    Berbagai benda bersejarah pastinya mempunyai tujuan atau fungsi masing-masing. Begitu juga dengan prasasti ini yang memiliki fungsi tersendiri.

    Adapun fungsinya yaitu untuk memberikan perintah terkait penggalian sungai agar terhindar dari bencana alam berupa banjir. Prasasti tersebut juga merupakan perintah untuk menyelamatkan para warga dari kemarau yang panjang.

    Makna dan Isi Prasasti Tugu

    Prasasti Tugu | Sumber gambar: antaranews.com

    Prasasti tersebut dipahat pada batu andesit yang berbentuk bulat panjang. Tingginya kurang lebih 1 meter dan terdapat 5 pesan pada prasasti tersebut. Berikut isi dari Prasasti Tugu:

    • Pura rajadhirajena guruna pinabahuna khata khyatam purim prapya candrabhagarnnavam yayau.
    • Pravarddhamane dvavingsad vatsare sri gunau jasa narendradhvajabhutena srimata purnavarmmana.
    • Prarabhya phalguna mase khata krsnastami tithau caitra sukla trayodasyam dinais siddhaikavingsakaih.
    • Ayata satsahasrena dhanusamsasatena ca dvavingsena nadi ramya gomati nirmalodaka.
    • Pitamahasya rajarser vvidaryya sibiravanim brahmanair ggo sahasrena prayati krtadaksina.

    Sementara untuk terjemahannya yaitu:

    Dahulu, sungai yang bernama Candrabhaga telah digali oleh sang Maharaja yang mulia serta memiliki lengan kencang nan kuat yaitu Raja Purnawarman untuk mengalirkannya menuju laut, setelah saluran dari sungai ini sudah sampai menuju Istana Kerajaan yang masyhur.

    Pada tahun yang ke-22 dari tahta Yang Mulia Raja Purnawarman yang penuh kilauan karena kebijaksanaan dan kepandaian serta merupakan panji dari segala raja, maka sekarang dia memerintahkan pula untuk menggali saluran sungai yang permai nan berair jernih, sungai itu bernama Gomati, setelah saluran sungai mengalir dan melintas di tengah tanah milik Yang Mulia Sang Pendeta Nenekda (Raja Purnawarman).

    Pekerjaan ini dilakukan pada hari baik, (yakni) tanggal 8 paro-gelap bulan dan berakhir pada tanggal 13 paro terang bulan Caitra. Jadi pekerjaan ini berlangsung (selama) 21 hari lamanya, sedangkan saluran galian mempunyai panjang 6122 busur. Selamatan baginya yang dilakukan para Brahmana dan disertai 1000 ekor sapi sebagai hadiah.

    Lokasi Prasasti Tugu

    Adapun untuk lokasi penemuannya yaitu di Desa Tugu, tepatnya di Kampung Batu Tumbuh. Ini merupakan wilayah yang sekarang masuk Kelurahan Tugu Selatan, Kec. Koja, Jakarta Utama. Hingga sekarang, prasasti tugu masih tersimpan rapi di Museum Nasional.

    Mengapa Bahan Prasasti Tugu dari Batu Andesit?

    Tak sedikit muncul pertanyaan mengapa bahan pembuatan prasasti berupa batu andesit. Di sisi lain, berdasarkan geologi bahwa batu andesit memang tak mungkin ada di Jakarta maupun Bekasi. Hal tersebut menimbulkan perdebatan di kalangan para peneliti.

    Lalu, tiba pada kesimpulan bahwa kemungkinan besar bahan pembuatannya didatangkan secara langsung dari daerah lain. Batu andesit adalah batu hasil dari pembekuan magma produk gunung berapi. Bisa berupa gunung api purba atau gunung api yang masih aktif saat ini.

    Besar kemungkinan batu andesit berasal dari wilayah sekitar Gunung Gede Pangrango maupun Gunung Salak yang terdapat di Bogor, sekitar 50 sampai 60 km. Sementara itu, pada abad ke-5 masih belum terdapat transportasi darat yang cukup memadai. Untuk itu, proses pengiriman masih dengan memanfaatkan transportasi air.

    Pengiriman batu andesit tersebut menyusuri sungai Ciliwung, sungai Citarum, atau sungai Cisadane. Kemudian, bagaimana cara mengangkut batu dengan jarak yang jauh yaitu 50 sampai 60 km?

    Bentuk Prasasti Tugu yaitu bulat, mempunyai tinggi 137 cm dan berdiameter 80 cm. Lalu, untuk beratnya kurang lebih 2 ton. Adapun bobot yang sangat berat tersebut yaitu pasca menjadi prasasti. Jadi, bobot batu sebelum menjadi prasasti pasti lebih berat lagi. Mengangkutnya pun harus menggunakan perahu hingga sampai ke lokasi tujuan.

    Sudah Tahu Isi Prasasti Tugu?

    Sekian pembahasan terkait Prasasti Tugu, termasuk isi dan lokasi penemuannya. Ini merupakan sebuah bukti sejarah tentang kerajaan yang pernah ada di Indonesia serta bukti bahwa masyarakat jaman dulu bahkan sudah mulai melakukan penggalian sungai.

  • Trias Politika: Makna, Konsep dan Penerapannya di Indonesia

    Trias Politika: Makna, Konsep dan Penerapannya di Indonesia

    Trias politika atau pemisahan kekuasaan merupakan salah satu cara suatu negara untuk memisahkan kekuasaan berdasarkan cakupan wilayah dan hal-hal lainnya. Cara ini tentu saja untuk mempermudah negara dalam mengelola SDA dan SDM nya, agar seluruh rakyat mendapatkan kehidupan yang layak dan adil.

    Sebagai negara demokrasi, Indonesia juga menerapkan pemisahan kekuasaan ini. Penasaran seperti apa penerapannya? Simak rangkuman lengkap berikut ini!

    Pengertian dan Makna dari Trias Politika

    Buku Two Treatises on Civil Government
    Buku Two Treatises on Civil Government | Sumber Foto: The Lawbook Exchange, Ltd

    Trias politica berasal dari Yunani, artinya “Politik Tiga Serangkai”. Secara sederhana, pengertian dari trias politica adalah konsep politik dalam memisahkan kekuasaan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

    Tokoh pertama yang mengemukakan trias politica adalah John Locke. Dalam bukunya yang berjudul “Two Treatises on Civil Government”, John Locke menjabarkan trias politica lembaga negara ke dalam tiga bagian, yaitu legislatif, eksekutif, dan federatif.

    Berdasarkan pengertian di atas, makna dari trias politica secara umum adalah pembagian atau pemisahan kekuasaan dalam sebuah negara sesuai dengan tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya.

    3 Konsep Utama dalam Trias Politika

    Konsep Trias Politika
    Konsep Trias Politika | Sumber Foto: Dictio Community

    Seperti penjelasan sebelumnya, trias politica terbagi menjadi tiga konsep. Dimana ketiga konsep tersebut memiliki pengertian, fungsi, dan tanggung jawab yang tidak sama. Agar lebih paham, simak penjelasan 3 konsep trias politika berikut ini!

    1. Kekuasaan Eksekutif

    Konsep pertama adalah kekuasaan eksekutif, yaitu lembaga yang bertanggung jawab melaksanakan undang-undang. Adapun pemimpin dari lembaga eksekutif adalah raja atau presiden beserta kabinetnya, seperti para menteri.

    Selain bertanggung jawab melaksanakan undang-undang, kekuasaan eksekutif juga memiliki wewenang dan tanggung jawab lain, mulai dari wewenang diplomatik, administratif, yudikatif, legislatif, hingga militer.

    Raja atau presiden berwenang untuk menyelenggarakan hubungan diplomatik dengan negara lain. Sedangkan dalam ranah yudikatif, raja atau presiden berwenang memberikan grasi atau amnesti kepada warga negaranya.

    Selanjutnya, ada kewenangan administratif, yaitu melaksanakan administrasi negara sesuai dengan peraturan perundangan-undangan. Sementara itu, kewenangan legislatif presiden atau para menteri adalah membuat Undang-Undang bersama DPR.

    Lembaga eksekutif juga berwenang mengatur kegiatan militer, mulai dari menyatakan perang, serta menjaga keamanan negara.

    2. Lembaga Legislatif

    Berikutnya ada lembaga legislatif, yaitu lembaga yang keberadaannya bisa mencegah kesewenangan tugas dan tanggung jawab dari raja ataupun presiden.

    Lembaga legislatif merupakan wakil rakyat yang memiliki kekuasaan membuat, menyusun, dan menetapkan Undang-Undang.

    Hak lain dari lembaga legislatif adalah meminta keterangan lembaga eksekutif tentang tugas yang akan dilaksanakan atau sudah dilaksanakan. Lembaga legislatif juga memiliki wewenang untuk menyelidiki lewat pembentukan panitia penyelidik.

    Wewenang dan hak lain yang memiliki pengaruh besar adalah mosi tidak percaya. Lembaga legislatif bisa menjatuhkan lembaga eksekutif melalui mosi tidak percaya ini.

    3. Lembaga Yudikatif

    Konsep trias politika terakhir adalah lembaga yudikatif, yaitu kekuasaan yang bertugas mengontrol seluruh lembaga negara yang berkaitan dengan hukum.

    Terbentuknya lembaga yudikatif bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan, menguji material, menegakkan hukum, serta mengesahkan atau membatalkan peraturan yang bertentangan dengan dasar hukum suatu negara.

    Penerapan Trias Politika di Indonesia

    Penerapan Trias Politika
    Penerapan Trias Politika | Sumber: kompas

    Sebagai negara yang demokratis, Indonesia juga menerapkan konsep trias politica. Pembagian kekuasaan di Indonesia bertujuan untuk meminimalisir penyalahgunaan kekuasaan dan menciptakan keseimbangan antar lembaga. Berikut penerapan trias politica di Indonesia:

    1. Lembaga Eksekutif

    Pertama, lembaga eksekutif yang berwenang melaksanakan serta menjalankan undang-undang. Seperti namanya, lembaga ini bertugas mengeksekusi rencana kerja untuk kepentingan negara. 

    Lembaga eksekutif di Indonesia, yaitu Presiden dan Wakil Presiden. Meski memiliki wewenang untuk memerintah Indonesia, presiden dan wakil presiden dibatasi oleh undang-undang yang berlaku. Tujuannya untuk menghindari penyalahgunaan wewenang serta kekuasaan saat memerintah.

    Presiden dan wakil presiden memiliki kewajiban untuk menjalankan undang-undang yang sudah ditetapkan oleh DPR.

    2. Lembaga Legislatif

    Kedua, ada lembaga legislatif yang memiliki wewenang terhadap undang-undang, mulai dari membuat, menyusun, dan mengesahkan. Terdapat 3 lembaga legislatif di Indonesia, yaitu MPR, DPR, dan DPD yang memiliki peran dan tanggung jawab berbeda-beda. Agar lebih paham, berikut penjelasan lengkapnya:

    a. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

    MPR merupakan lembaga legislatif yang memiliki wewenang untuk membuat dan menetapkan UUD yang mengutamakan kepentingan rakyat. Selain itu, MPR juga berwenang untuk mengawasi jalannya lembaga eksekutif, yaitu presiden dan wakil presiden.

    b. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

    DPR merupakan bagian dari lembaga legislatif, tepatnya anggota dari MPR. Sebagai perwakilan rakyat, DPR memiliki tugas dan wewenang untuk menjalankan fungsi anggaran, fungsi legislatif, dan fungsi pengawasan.

    Karena menjadi bagian dari legislator, DPR juga berwenang untuk merancang undang-undang demi kepentingan rakyat Indonesia. Selain itu, umumnya anggota DPR dipilih langsung oleh masyarakat melalui pemilu.

    c. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

    Berikutnya ada DPD yang bertugas menerapkan sistem pemerintahan daerah. Keberadaan DPD bertujuan untuk mempertahankan representasi daerah di tingkat pusat.

    Sama seperti DPR, anggota DPD dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu. Seluruh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bersifat independen dan mengutamakan kepentingan bersama setiap daerah.

    3. Lembaga Yudikatif

    Penerapan trias politika selanjutnya di Indonesia adalah terbentuknya lembaga yudikatif. Lembaga ini memiliki wewenang dan kuasa untuk mengawasi jalannya pelaksanaan peraturan dalam Undang-Undang Dasar (UUD). Berikut beberapa lembaga yudikatif di Indonesia:

    a. Mahkamah Agung (MA)

    Lembaga pertama, ada Mahkamah Agung atau MA yang memiliki kekuasaan penuh atas kehakiman yang berada di lingkungan peradilan umum, peradilan tata usaha negara, peradilan militer, dan peradilan agama.

    Mahkamah Agung memiliki wewenang untuk menguji peraturan dalam Undang-Undang di bawah acuan Undang-Undang Dasar. Sederhananya, MA merupakan lembaga yudikatif paling tinggi dalam lingkup peradilan di Indonesia.

    b. Mahkamah Konstitusi (MK)

    Di urutan kedua ada Mahkamah Konstitusi (MK). Peran dari Mahkamah Konstitusi adalah menjamin penegakan konstitusi yang menjadi hukum tertinggi di Indonesia, agar berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

    Mahkamah Konstitusi juga berwenang penuh untuk menguji isi undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar.

    c. Komisi Yudisial (KY)

    Ketiga, ada Komisi Yudisial atau KY. Lembaga satu ini bersifat independen atau mandiri, seperti isi pasal 24B ayat 1 UUD 1945. Sebagai lembaga yang independen, Komisi Yudisial memiliki kewenangan penuh untuk memberikan usulan pengangkatan Hakim Agung.

    Selain itu, Komisi Yudisial juga berwenang menetapkan kode etik serta pedoman perilaku hakim dalam menjaga kehormatan dan martabat hakim-hakim di Indonesia.

    4. Lembaga Eksaminatif

    Selain ketiga konsep trias politika di atas, Indonesia juga membentuk lembaga eksaminatif, yaitu lembaga yang memiliki kekuasaan penuh atas pemeriksaan keuangan negara.

    Keberadaan lembaga eksaminatif sangat penting untuk menghindari penyelewengan anggaran demi kepentingan pribadi atau kelompok-kelompok tertentu. Lembaga eksaminatif di Indonesia adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    Seperti tugasnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi lembaga eksaminatif yang memeriksa keuangan negara secara berkala. Dalam struktur kelembagaan negara Indonesia, BPK bersifat auxiliary atau pelengkap dari fungsi pengawasan kinerja pemerintah.

    Hanya saja, ruang lingkup pengawasan BPK hanya mencakup keuangan saja, sehingga tidak punya wewenang untuk mengawasi lingkungan hukum lainnya di Indonesia.

    Pembagian Kekuasaan di Indonesia

    Konsep trias politica yang diterapkan di Indonesia tidak hanya berfungsi untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Pembagian kekuasaan ini juga bertujuan untuk menciptakan kontrol serta keseimbangan antara lembaga yang memegang kekuasaan di Indonesia.

    Pembagian kekuasan di Indonesia sudah sesuai dengan peraturan Undang-Undang Dasar 1945. Sementara itu, implementasi pembagian kekuasaan tersebut terbagi menjadi dua, yaitu:

    1. Pembagian Kekuasaan Secara Vertikal

    Artinya, pembagian kekuasaan di Indonesia terbagi atas beberapa tingkat pemerintahan. Misalnya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

    2. Pembagian Kekuasaan Secara Horizontal

    Artinya, terbentuknya kekuasaan atau lembaga yang berfokus pada pembedaan fungsi dalam pemerintahan. Misalnya, eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

    Baca Juga : Sistem Pemerintahan Presidensial: Pengertian, Ciri, Prinsip dan Contoh

    Sudah Lebih Paham Tentang Trias Politika?

    Konsep trias politica sangat penting dalam sebuah negara, termasuk Indonesia. Sebagai negara yang mengutamakan demokrasi, kekuasaan di Indonesia terbagi atas lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Dalam implementasinya, terbagi lagi menjadi dua, yaitu vertikal dan horizontal.Contoh penerapan trias politica di Indonesia cukup jelas, pada lembaga eksekutif ada presiden dan wakil presiden beserta menterinya. Kemudian, ada lembaga legislatif yang berisikan MPR, DPR, dan DPD. Lalu, pada lembaga yudikatif terdapat Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Yudisial.

  • Sistem Pemerintahan Presidensial: Pengertian, Ciri, Prinsip dan Contoh

    Sistem Pemerintahan Presidensial: Pengertian, Ciri, Prinsip dan Contoh

    Setiap negara memiliki sistem pemerintahannya sendiri, termasuk Indonesia. Sistem pemerintahan adalah salah satu elemen penting dalam membentuk sebuah negara. Lalu, sistem pemerintahan seperti apa yang Indonesia terapkan? Jawabannya adalah sistem pemerintahan presidensial. Simak lebih lanjut melalui artikel ini! 

    Apa itu Sistem Pemerintahan?

    Apa itu Sistem Pemerintahan?
    (Apa itu Sistem Pemerintahan? – Sumber Gambar: Damang S H)

    Sebelum membahas mengenai sistem pemerintahan presidensial, alangkah baiknya untuk mengenal lebih dulu mengenai definisi dari sistem pemerintahan. Sebab, pengertian dari sistem pemerintahan akan memberikan penjelasan utama mengenai jenis-jenis di bawahnya. 

    Secara umum, sistem pemerintahan merupakan suatu sistem yang ada di sebuah negara yang umumnya tersusun dari beberapa jenis elemen penting. Masing-masing dari elemen ini memiliki kegunaan yang berbeda dengan tujuan untuk membuat suatu sistem menjadi satu dengan tujuan dan fungsi yang sejalan.

    Jika ditarik lebih jauh ke belakang, sistem pemerintahan tersusun dari dua kata, yaitu sistem dan pemerintahan. Sistem sendiri memiliki arti tatanan, susunan, maupun struktur yang saling terikat satu sama lain secara fungsional. SIngkatnya, jika ada satu bagian yang rusak, maka itu dapat memengaruhi bagian lainnya.

    Di sisi lainnya, kata pemerintahan berarti tindakan berkuasa atau memerintah yang biasanya dilaksanakan oleh tokoh-tokoh dari sebuah negara. Umumnya, tokoh-tokoh ini adalah mereka yang memiliki jabatan di badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif dari negara tersebut.

    Kesimpulannya, sistem pemerintahan adalah sebuah bentuk tatanan antara lembaga penting dari sebuah negara yang saling berhubungan dengan tujuan untuk menyukseskan penyelenggaraan kebijakan sebuah negara. Oleh sebab itu, istilah ini akan menjadi dasar tentang pemerintah yang dimiliki oleh setiap negara di dunia. 

    Jenis-jenis Sistem Pemerintahan yang Ada di Dunia

    Secara garis besar, masing-masing negara yang ada di dunia memiliki sistem pemerintahan yang berbeda. Jika dihitung, saat ini ada sekitar 6 jenis sistem pemerintahan. Keenam jenis ini adalah presidensial, parlementer, semi presidensial, komunis, demokrasi liberal, dan liberal.

    1. Sistem Pemerintahan Presidensial

    Singkatnya, sistem pemerintahan presidensial merupakan sebuah sistem yang mana sebuah negara diatur dan dipimpin oleh seorang presiden. Dalam kata lain, kekuasaan tertinggi ada di tangan presiden. Menteri ataupun dewan yang di bawahnya tidak boleh berkuasa di atas presiden. 

    2. Sistem Pemerintahan Parlementer

    Berikutnya adalah sistem pemerintahan parlementer. Dalam sistem ini, suatu negara dipimpin oleh dua pemimpin, yaitu presiden dan perdana menteri. Kedua posisi tersebut setara, sehingga presiden dan perdana menteri harus bekerja sama untuk memimpin pemerintahan. 

    3. Sistem Pemerintahan Semipresidensial

    Sistem selanjutnya adalah sistem pemerintahan semipresidensial. Ini merupakan sistem gabungan antara sistem pemerintahan presidensial dengan sistem pemerintahan parlementer.

    4. Sistem Pemerintahan Komunis

    Sesuai namanya, sistem pemerintahan komunis merupakan sistem pemerintahan dari sebuah negara yang mana pimpinannya adalah partai komunis.

    5. Sistem Pemerintahan Demokrasi Liberal

    Yang kelima adalah sistem pemerintahan demokrasi liberal. Sistem pemerintahan ini juga umumnya disebut dengan demokrasi konstitusional yang memiliki sistem politik dengan paham kebebasan individu.

    6. Sistem Pemerintahan Liberal

    Yang terakhir adalah sistem pemerintahan liberal. Ini merupakan suatu sistem pemerintahan yang menjadikan kebebasan rakyat mereka sebuah landasan dalam bernegara. Selain itu, negara yang menganut sistem ini akan menjadikan kebebasan rakyat sebagai dasar dalam menetapkan sebuah kebijakan maupun aturan.

    Itulah enam sistem pemerintahan yang tersebar di seluruh dunia. Namun, perlu diingat bahwa tidak ada sistem yang lebih baik karena penerapan sistem pemerintahan ini memang tergantung dari karakteristik dari masing-masing negara.

    Pengertian Sistem Pemerintahan Presidensial

    Pengertian Sistem Pemerintahan Presidensial
    (Pengertian Sistem Pemerintahan Presidensial- Sumber Gambar: KOMPAS.com)

    Apa pengertian sebenarnya dari sistem pemerintahan ini? Secara umum, sistem pemerintahan presidensial atau sistem kongresional merupakan sebuah sistem yang kekuasan utamanya ada di tangan seorang presiden. Dalam sistem ini, rakyat akan memilih seorang presiden melalui pemilu atau pemilihan umum.

    Bagaimanapun, dalam sistem pemerintahan ini, presiden memiliki jabatan yang paling tinggi di dalam sebuah negara. Selain itu, seorang presiden dalam sistem ini memiliki dua peran, sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Oleh sebab itu, jabatan tinggi ini membuat presiden memiliki beberapa hak-hak istimewa.

    Jabatan tinggi yang presiden miliki membuatnya memiliki posisi yang kuat yang biasanya mustahil untuk dijatuhkan. Namun, jika suatu saat presiden melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja, jabatannya bisa dijatuhkan. Kesalahan ini meliputi pelanggaran konstitusi ataupun masalah kriminal.

    Dalam sistem pemerintahan presidensial, ada tiga lembaga yang memiliki kekuasaan di sebuah negara. Berikut adalah poin-poinnya.

    a. Lembaga Legislatif

    Ini merupakan lembaga yang memiliki jabatan serta kekuasaan untuk membentuk undang-undang. Contoh dari lembaga legislatif ini adalah MPR (Majelis Perwakilan Rakyat), DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah).

    b. Lembaga Eksekutif

    Selanjutnya adalah lembaga eksekutif, sebuah lembaga yang memiliki kekuasaan dalam melaksanakan undang-undang agar dapat menjalankan pemerintahan sebuah negara. Contoh lembaga eksekutif meliputi presiden, wakil presiden, dan menteri-menteri.

    c. Lembaga Yudikatif

    Yang terakhir adalah lembaga yudikatif. Ini merupakan lembaga yang memiliki hak dan tugas untuk mengadili setiap masyarakat yang melakukan pelanggaran terhadap pelaksanaan undang-undang suatu negara. Contoh dari lembaga yudikatif meliputi Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Yudisial.

    Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Presidensial

    Di dalam sebuah sistem pemerintahan presidensial, terdapat beberapa ciri khusus yang membedakannya dengan sistem pemerintahan lainnya. Apa saja ciri-ciri dari sistem pemerintahan ini? Berikut penjelasannya.

    • Suatu negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial akan dipimpin oleh presiden. Seorang presiden bertindak sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
    • Presiden masuk ke dalam lembaga eksekutif yang mana langsung dipilih oleh rakyat. Biasanya, seorang presiden akan dilantik menggunakan demokrasi rakyat lewat DPR atau Dewan Perwakilan Rakyat.
    • Presiden memiliki hak istimewa atau hak prerogatif. Ini adalah hak yang memungkinkan seorang presiden melantik maupun memberhentikan menteri-menteri yang sedang menjabat, baik dari lembaga departemen maupun non-departemen.
    • Menteri-menteri yang dilantik oleh presiden hanya memiliki tanggung jawab untuk mengabdi kepada presiden, bukan kepada parlemen.
    • Presiden, wakil presiden, dan parlemen memiliki lama masa jabatan. Umumnya, jika masa jabatan ketiga lembaga ini telah selesai, maka nantinya akan dilaksanakan pemilu atau pemilihan umum untuk memilih presiden, wakil presiden, dan parlemen yang baru
    • Ciri selanjutnya adalah setiap parlemen tidak berada di bawah pengawasan seorang presiden. Begitu juga sebaliknya, presiden tidak berada di bawah pengawasan parlemen.

    Apa Prinsip dari Sistem Pemerintahan Ini?

    Anda telah memahami pengertian dan ciri-ciri dari sistem pemerintahan presidensial. Sekarang, saatnya bagi Anda untuk mengetahui prinsip-prinsip yang ada dalam sistem pemerintahan ini. Di bawah ini adalah poin-poinnya.

    • Rakyat dari negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial harus memilih presidennya secara langsung melalui pemilu.
    • Seorang presiden memiliki hak dan kewenangan untuk melantik pejabat lainnya.
    • Presiden dari sebuah negara memiliki jabatan serta peran sebagai seorang kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
    • Semua wewenang yang dimiliki seorang presiden sudah diatur oleh hukum yang masih maupun sudah berlaku.
    • Seorang presiden tidak memiliki wewenang untuk membubarkan sebuah partai dari parlemen lainnya.

    Contoh Penerapan Sistem Pemerintahan di Indonesia

    Contoh Penerapan Sistem Pemerintahan di Indonesia
    (Contoh Penerapan Sistem Pemerintahan di Indonesia – Sumber Gambar: Merdeka.com)

    Seperti yang sudah disebutkan di awal, Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial. Negara Indonesia sendiri memiliki bentuk negara republik yang setiap daerahnya terbagi menjadi beberapa provinsi yang tersebar luas di berbagai pulau, dari ujung barat sampai ujung timur.

    Selain itu, negara Indonesia menggunakan sistem pemerintahan presidensial dimana kepala negara serta kepala pemerintahannya adalah presiden seorang. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa rakyat Indonesialah yang memilih presiden serta wakil presidennya.

    Baca Juga : Perbedaan Sistem Pemerintahan Presidensial dan Parlementer

    Sudah Mengerti Tentang Sistem Pemerintahan Presidensial?

    Demikianlah sedikit pembahasan mengenai sistem pemerintahan presidensial. Sebagai kesimpulan, sistem pemerintahan ini adalah sebuah sistem yang mana kekuasaan tertinggi berada di tangan presiden. Selain itu, dalam sistem ini, presiden memiliki dua peran, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.Adapun penetapan seorang presiden sangat bergantung dari pilihan rakyat. Dalam kata lain, rakyatlah yang memilih presiden beserta wakil presiden. Kemudian, Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial dengan presiden Joko Widodo sebagai kepala negara dan pemerintah.

  • Penjelasan Teori Psikoanalisis Sigmund Freud & Contohnya

    Penjelasan Teori Psikoanalisis Sigmund Freud & Contohnya

    Topik tentang teori psikoanalisis bukan sesuatu yang umum di kalangan masyarakat. Ini bukan sesuatu yang mengejutkan karena ilmu tersebut merupakan salah satu aliran dalam ilmu psikologi yang pembahasannya cukup terbatas.

    Namun, apakah itu berarti orang awam yang tidak berkecimpung dalam area tersebut tidak boleh mempelajarinya? Tentu saja boleh! Penjelasan selengkapnya tentang pengertian hingga contoh dapat kamu simak hingga akhir artikel!

    Pengertian Teori Psikoanalisis

    Bapak Teori Psikoanalisis: Sigmund Freud
    Bapak Teori Psikoanalisis: Sigmund Freud I Sumber Gambar: Kompas.com

    Psikoanalisis merupakan bagian dari konsep pengembangan kepribadian. Maksudnya? Artinya, setiap manusia memiliki hakikat dan perkembangan dalam fase kehidupan yang dijalani. Teori ini merupakan buah pikiran dari Sigmund Freud – seorang psikolog asal Wina, Australia.

    Berbeda dengan para psikolog lain yang menitikberatkan hasil penilaian kondisi mental pasien berdasarkan riset ketat, Sigmund Freud menggunakan parameter berbeda. Metode inilah yang kemudian menghadirkan teori psikoanalisis. 

    Pada penerapannya, teori ini menitikberatkan pada penalaran deduktif berdasarkan kasus-kasus pasien yang pernah ia tangani sebetulnya. Penilaiannya menjadikan persentase kesadaran seseorang untuk menentukan diagnosa akhir terhadap kondisi mental pasien.

    Sigmund Freud berpendapat bahwa sebagian besar kepribadian seseorang terbentuk oleh alam bawah sadar – khususnya pada fase enam tahun pertama kehidupan. Teori yang dikembangkannya menganggap bahwa, perubahan selalu dapat terjadi setiap waktu sehingga hasil penelitiannya bersifat data terbuka atau berubah-ubah.

    Struktur dalam Teori Psikoanalisis

    Struktur Teori Psikoanalisis
    Struktur Teori Psikoanalisis I Sumber Gambar: lpmalmizan

    Dalam teori psikoanalisis, terdapat struktur-struktur penentu. Adapun penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut:

    1. Struktur Kepribadian

    Sigmund Freud memiliki pendapat kalau tingkat kesadaran jiwa dalam kehidupan berbeda-beda? Tingkatan-tingkatan kesadaran tersebut adalah sebagai berikut:

    • Sadar (conscious).
    • Setengah sadar (pre-conscious).
    • Tidak sadar (unconscious).

    Tingkatan tersebut menjadi landasan teorinya sampai pada tahun 1920. Sebagaimana paham yang dianut olehnya bahwa pengetahuan tentang psikologi dapat berubah seiring waktu berjalan, landasan strukturalnya berubah pada 1923.

    Struktur tingkat kesadaran masih dipergunakan, namun Sigmund Freud menambahkan tiga unsur lain yang dianggap lebih kredibel, yaitu:

    • Das Es (the Id).
    • Das Ich (the Ego).
    • Das Uber Ich (the Super Ego).

    Lebih jauh, Sigmund Freud menambahkan tentang detail ketiga struktur teori psikoanalisis tersebut. Meliputi asal, fungsi, aspek, prinsip operasi, dan perlengkapan masing-masing. Penjabaran yang lebih lengkap sebagai berikut:

    1. Dimensi Asal
    • Das Es (the Id) adalah pembawaan.
    • Das Ich (the Ego) atau hasil interaksi lingkungan.
    • Das Uber Ich (the Superego) adalah hasil internalisasi nilai-nilai dari figure berpengaruh.
    1. Dimensi Aspek
    • Das Es (the Id) adalah sisi biologis.
    • Das Ich (the Ego) merupakan sisi psikologis.
    • Das Uber Ich (the Superego) tidak lain sisi sosiologis.
    1. Fungsi
    • Das Es (the Id) adalah kemampuan mempertahankan konstansi.
    • Das Ich (the Ego) yaitu keterampilan dalam mengarahkan individu pada realita.
    • Das Uber Ich (the Superego) merupakan pengendali kedua das sebelumnya terhadap perilaku yang lebih bermoral.
    1. Unsur Prinsip Operasi
    • Das Es (the Id) yaitu prinsip operasi kepuasan.
    • Das Ich (the Ego) adalah prinsip operasi realitas.
    • Das Uber Ich (the Superego) merupakan prinsip operasi moral.
    1. Unsur Perlengkapan
    • Das Es (the Id) adalah proses refleks dan primer.
    • Das Ich (the Ego) merupakan proses sekunder.
    • Das Uber Ich (the Superego) yaitu proses konsentrasi dan idealisme.

    2. Dinamika Kepribadian

    Teori psikoanalisis berikutnya menyinggung tentang dinamika kepribadian alias sumber pendistribusian energi yang didapatkan Das Es, Das Ich, dan Das Uber. Sigmund Freud berpendapat bahwa energi yang terbagi menjadi fisik dan psikis mutlak berasal dari makanan dan minuman yang seseorang konsumsi.

    3. Mekanisme Pertahanan Ego

    Struktur terakhir dalam pakem pemahaman psikologi satu ini, yaitu ego defence mechanism. Maksudnya adalah strategi yang menekan pengaruh Das Ich dan Das Uber Ich. Mengapa demikian? Sebab keduanya mengakibatkan tekanan dan kecemasan pada seseorang.

    Tahapan Perkembangan Kepribadian Berdasarkan Psikoanalisis

    Apakah kamu sudah memahami tentang struktur-struktur yang menjadi elemen utama dalam penyusunan teori psikoanalisis Sigmund Freud ini? Berikutnya, yang perlu kamu ketahui adalah tahapan perkembangan sesuai pemahaman teori tersebut, yaitu:

    • 0 – 1 tahun: oral stage atau fase oral.
    • 1 – 3 tahun: anal stage atau fase anal.
    • 3 – 5 tahun: phallic stage atau fase falik.
    • 5 – 12 tahun: laten stage atau fase laten.
    • 12 tahun – dewasa: genital stage atau fase genital. 

    Sebagaimana sebelumnya telah dibahas bahwa Freud memperkenalkan teori di mana fase 6 tahun pertama dalam kehidupan yang membentuk kepribadian dasar seseorang. Selanjutnya, hanya berupa pengembangan dan penghalusan karakter serta sensitivitas terhadap rangsangan.

    Contoh Penerapan Teori Psikoanalisis

    Contoh Penerapan Psikoanalisis
    Contoh Penerapan Psikoanalisis I Sumber Gambar: Pikiran Rakyat

    Supaya kamu lebih memahami tentang teori psikologi Sigmund Freud ini, ada beberapa contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut di antaranya:

    1. Kasus Pelajar Menarik Diri dari Pergaulan

    Di sekolah, mudah sekali menemukan seorang murid yang tidak memiliki ketertarikan atau bahkan tampak takut bergaul dengan kawan-kawannya. Beberapa kemungkinan pemicunya, yaitu:

    • Memiliki kecenderungan introvert yang kuat.
    • Mempunyai trauma psikologis yang menghasilkan ketakutan untuk bergaul dengan kawan-kawannya.

    Melalui pendekatan psikoanalisis oleh guru konseling atau tenaga profesional, kemudian diketahui bahwa murid terkait mengalami trauma kehilangan. Ibunya telah meninggal sehingga terbentuk suatu pemikiran di alam bawah sadarnya bahwa semua orang akan meninggalkannya.

    Mekanisme pertahanan egonya kemudian membentuk suatu benteng untuk tidak mengenal orang lain agar tidak merasakan kehilangan kembali. Hal itu membuatnya merasa lebih aman karena tidak perlu merasa sedih jika salah satu kawannya kemudian pergi.

    2. Sikap Tantrum Seorang Anak pada Orang Tua

    Contoh berikutnya dari penerapan teori psikoanalisis adalah tantrum atau amarah yang ditunjukkan seorang anak kepada orang tuanya. Biasanya terjadi ketika keinginan mereka tidak terpenuhi.

    Sikap tersebut terpicu oleh Das Ich dan Das Uber Ich akibat pola didik orang tua yang sebelumnya selalu menuruti keinginannya. Sehingga terbentuk suatu pakem pada anak tersebut bahwa apapun yang diinginkan, maka orang tua harus mengabulkan.

    Ketika orang tua menyadari kesalahan tersebut dan mulai membatasi keinginan sang anak, tantrum menjadi pilihan untuk mengekspresikan ketidaksetujuan dan perlawanan. Bila orang tua akhirnya mengalah, anak akan tumbuh menjadi seorang yang egosentrik hingga narsistik.

    Sudah Memahami Apa itu Teori Psikoanalisis?

    Itulah ulasan seputar teori psikologi Sigmund Freud. Pada dasarnya, teori psikoanalisis mendapatkan banyak tentangan dari para ahli psikologi lain. Terutama sumber penilaian Freud yang bersifat tidak menetap sehingga dapat berubah-ubah. Banyak sekali ahli psikologi yang mempertentangkan hal tersebut.

    Ini memang tidak mengejutkan. Sebab, jika suatu pakem dalam ilmu pengetahuan tidak mempunyai kekuatan tetap, dikhawatirkan akan mudah diubah dan menyesatkan. Meskipun demikian, teori Sigmund Freud tetap efektif dan relatable dari masa ke masa.

    Banyak penerapan ilmu pengembangan kepribadian yang satu ini, khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perlu mengingat bahwa penilaian mutlak hanya boleh diberikan para ahli dan bukan asal melakukan diagnosa hanya karena memahami dasar ilmunya. Semoga bermanfaat!

  • Berpikir Komputasional: Pengertian, Teknik, dan Langkahnya

    Berpikir Komputasional: Pengertian, Teknik, dan Langkahnya

    Berpikir komputasional menjadi salah satu topik yang relevan di era modern serba teknologi seperti saat ini. Namun, mungkin masih banyak orang yang mengetahuinya. Padahal cara berpikir ini penting untuk penerapan keseharian.

    Artikel ini akan mengajak Anda mengenal lebih jauh terkait cara berpikir secara komputasional. Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

    Pengertian Berpikir Komputasional

    Pengertian Berpikir Komputasional
    Pengertian Berpikir Komputasional | Sumber gambar: Freepik.com

    Berpikir komputasional adalah metode yang berguna sebagai pemecahan masalah dengan mengadopsi ide dan konsep dari ilmu komputer. 

    Proses berpikir ini menggambarkan masalah dan solusinya dalam bentuk langkah-langkah komputasi.

    Dengan memahami teknik berpikir secara komputasional, Anda akan memiliki dasar untuk mengatasi tantangan di era digital dengan efektif. 

    Kemampuan untuk menyelesaikan masalah merupakan salah satu aspek penting dalam menghadapi perubahan teknologi.

    Jeannette Wing (2006) memperkenalkan konsep berpikir komputasional atau computational thinking (CT). Ia menjelaskan, CT melibatkan penyelesaian masalah, perancangan sistem, dan pemahaman perilaku manusia dengan menggambarkan konsep dasar dalam ilmu komputer.

    Di tahun 2011, ia mengenalkan definisi baru tentang CT sebagai proses berpikir untuk merumuskan masalah dan solusinya. Nantinya solusi tersebut dapat berfungsi sebagai agen pemroses informasi yang efektif dalam menyelesaikan masalah.

    Cara berpikir ini memberikan manusia kemampuan untuk memecahkan masalah, merancang, atau mengatur sistem yang tidak dapat ditangani oleh manusia secara manual.

    CT memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan aplikasi komputer. Tidak hanya itu saja, cara berpikir ini juga berguna untuk mendukung pemecahan masalah di berbagai disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika, dan sains.

    Manfaat Penerapan Berpikir Komputasional

    Adapun manfaat yang akan Anda dapatkan dalam penerapan cara berpikir secara komputasional adalah sebagai berikut.

    • Mempermudah penyelesaian masalah yang kompleks dan besar secara efisien dan efektif. Selain itu, masalah yang awalnya rumit dapat terurai menjadi lebih sederhana.
    • Mengembangkan kemampuan berpikir matematis, kreatif, terstruktur, dan logis dalam otak.
    • Memfasilitasi kemampuan untuk menganalisis masalah dan menemukan berbagai solusi. Semakin banyak alternatif solusi yang tersedia, semakin efisien penyelesaian masalah dapat dilakukan.

    8 Ciri-ciri Berpikir Komputasional

    Ciri-ciri Berpikir Komputasional
    Ciri-ciri Berpikir Komputasional | Sumber gambar: Freepik.com

    Berikut ini adalah 8 ciri-ciri mendasar dari berpikir komputasional, yaitu:

    1. Berpikir Fundamental Bukan Hafalan

    Salah satu ciri utama dalam computational thinking adalah memahami dasar suatu konsep daripada sekadar menghafal. 

    Kemampuan dasar ini memungkinkan Anda untuk memahami dengan baik. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan solusi untuk masalah daripada hanya mengandalkan hafalan.

    2. Sesuai dengan Konsep Bukan Hanya Pemrograman

    Tidak hanya berkaitan dengan pemrograman komputer, cara berpikir ini juga melibatkan pemahaman konsep-konsep ilmu komputer secara menyeluruh. 

    Seseorang yang menerapkan cara berpikir ini harus terbiasa dengan program komputer dan memahami prinsip-prinsip di baliknya.

    3. Lebih Menitikberatkan pada Ide daripada Objek

    Cara berpikir secara komputasional memberikan penekanan lebih pada ide atau gagasan daripada benda fisik. Konsep komputasional juga berguna untuk pemecahan masalah sehari-hari maupun interaksi sosial.

    4. Kombinasi Antara Teknik dan Matematis

    Computational thinking melibatkan penggabungan pemikiran teknis dan matematis yang saling melengkapi. Cara berpikir ini akan membantu Anda memahami dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang tertentu, seperti insinyur atau arsitek.

    5. Kemampuan Mengoperasikan Komputer

    Ciri selanjutnya seseorang menerapkan computational thinking adalah Individu yang mampu mengoperasikan komputer. Kemampuan ini penting dalam dunia modern. Pasalnya, penggunaan komputer menjadi sangat umum.

    6. Bersifat Fleksibel

    Siapa saja dapat mengadopsi ataupun menerapkan cara berpikir komputasional tanpa mengenal tempat. Pasalnya, penerapan cara berpikir ini sangatlah bermanfaat pada setiap aspek kehidupan sehari-hari.

    Oleh karena itu, Anda tidak perlu segan untuk menerapkan cara berpikir semacam ini. Justru, harus dilatih sejak dini.

    7. Mengikuti Cara Manusia Berpikir

    Computational thinking mengedepankan cara berpikir manusia daripada mengikuti cara berpikir komputer. Manusia memiliki kemampuan yang unik dan lebih kompleks daripada komputer.

    Dalam memecahkan suatu masalah, manusia juga harus mengandalkan pemikiran dan kreativitas mereka sendiri. Jadi, pemikiran ini tidak secara utuh menggunakan alur pemikiran komputer saja.

    8. Menantang dari Segi Intelektual

    Cara berpikir ini menghadirkan tantangan dalam perspektif intelektual. Berpikir secara komputasional merangsang pertumbuhan rasa ingin tahu dan kreativitas individu.

    Ketika rasa ingin tahu dan kreativitas berkembang, ide dan gagasan baru untuk menjalankan tindakan atau mengatasi masalah juga akan muncul. 

    Peningkatan wawasan melalui dorongan rasa ingin tahu akan mendorong Anda untuk berpikir secara kreatif.

    Dengan demikian, mereka akan selalu memiliki persediaan ide dan gagasan yang tidak pernah habis.

    4 Teknik dan Langkah Berpikir Komputasional

    Teknik dan Langkah Berpikir Komputasional
    Teknik dan Langkah Berpikir Komputasional | Sumber gambar: dicoding.com

    Dalam penerapannya, terdapat 4 teknik dasar pada cara berpikir komputasional. Teknik ini juga sekaligus menjadi langkah-langkah dalam penerapan cara berpikir ini, yaitu:

    1. Dekomposisi

    Dekomposisi merupakan teknik yang berguna untuk menguraikan suatu masalah yang kompleks dan besar menjadi masalah yang lebih kecil. Dengan teknik ini, masalah tersebut akan lebih mudah terpecahkan.

    Pembagian masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil merupakan cara untuk menemukan solusi yang lebih efisien. 

    Contohnya, dalam konteks bisnis, penerapan dekomposisi adalah untuk mengidentifikasi area yang memerlukan peningkatan atau inovasi agar produk atau layanan lebih berhasil di pasaran.

    2. Pengenalan Pola

    Pattern Recognition atau pengenalan pola merupakan teknik yang melibatkan  penggunaan komputer untuk mengidentifikasi pola atau keteraturan dalam data. 

    Teknik ini memungkinkan Anda untuk memahami dan menganalisis informasi yang terkandung dalam pola tersebut.

    Penerapan teknik pengenalan pola dapat bervariasi, seperti pengenalan wajah, suara, atau bahkan dalam pemodelan cuaca. 

    Contohnya, pengenalan pola dapat membantu sistem untuk mengenali wajah seseorang dalam sistem keamanan. 

    Selain itu, teknik ini juga dapat memprediksi perubahan cuaca berdasarkan pola yang teramati.

    3. Abstraksi

    Abstraksi merupakan teknik yang berfokus pada elemen-elemen penting dalam suatu masalah. Di samping itu, teknik ini membantu dalam pemusatan perhatian pada inti dari masalah yang sedang dihadapi.

    4. Algoritma

    Algoritma adalah teknik yang berguna untuk merencanakan langkah-langkah dalam pemecahan suatu masalah. 

    Meskipun seringkali dikaitkan dengan komputasi dan perhitungan, algoritma berguna untuk berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari.

    Misalnya saja, berguna dalam mengembangkan langkah-langkah yang efektif untuk menyelesaikan tugas tertentu di tempat kerja atau merencanakan perjalanan yang optimal.

    4 Contoh Penerapan Berpikir Komputasional

    Adapun contoh-contoh penerapan berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut.

    1. Membuat Artikel dari Hasil Terjemahan Bahasa Asing

    Dalam proses penerjemahan bahasa, computational thinking berguna untuk memahami dan menguraikan hasil terjemahan bahasa asing. 

    Proses ini melibatkan teknik dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan penyusunan algoritma. Dengan cara ini, membuat artikel dari hasil terjemahan bahasa asing menjadi lebih efisien.

    2. Merencanakan Liburan

    Contoh berikutnya, berguna dalam perencanaan liburan. Wisatawan dapat menggunakan cara berpikir ini untuk merencanakan liburan mereka. 

    Wisatawan dapat membagi proses perencanaan menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, mengidentifikasi pola dalam pilihan liburan, dan menggunakan penalaran logis untuk menentukan waktu terbaik untuk berangkat.

    Setelah liburan, evaluasi hasil dapat membantu dalam perbaikan untuk liburan selanjutnya.

    3. Mendesain Gedung

    Arsitek dan insinyur dapat menggunakan cara berpikir ini dalam merancang bangunan. Dalam hal ini, mereka melibatkan pemodelan dan simulasi untuk menguji berbagai desain. 

    Proses ini mencakup dekomposisi, generalisasi, dan penalaran logis. Hasilnya, desain bangunan menjadi efisien dan berfungsi dengan baik.

    4. Mendeteksi Penipuan

    Contoh terakhir, untuk mendeteksi penipuan. Lembaga keuangan dapat menggunakan cara computational thinking untuk mendeteksi penipuan. 

    Mereka dapat menganalisis data dan mengidentifikasi pola yang mencurigakan dengan menggunakan generalisasi dan penalaran logis. 

    Setelah penipuan terdeteksi, evaluasi hasil membantu dalam meningkatkan metode deteksi penipuan di masa depan.

    Sudahkah Anda Menerapkan Cara Berpikir Komputasional?

    Penjelasan mengenai berpikir komputasional telah terurai secara rinci. Melalui cara berpikir ini, Anda dapat memecahkan masalah kompleks dengan lebih efisien. Selain itu, penerapannya juga dapat mengasah kemampuan berpikir kreatif. 

    Kesadaran akan pentingnya computational thinking dalam menghadapi tantangan dan peluang di era teknologi harus Anda miliki. Pasalnya, dapat membantu Anda meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mengatasi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari.

  • Star Syndrome: Definisi, Ciri, Penyebab, dan Penanganannya

    Star Syndrome: Definisi, Ciri, Penyebab, dan Penanganannya

    Pada era digital seperti sekarang, seseorang bisa lebih mudah untuk meraih popularitas dan kesuksesan lewat media sosial. Namun, orang yang merasa dirinya sukses dan terkenal terkadang mengalami yang namanya Star Syndrome atau sindrom bintang. Apakah Anda pernah mendengarnya?

    Istilah satu ini sering muncul ketika ada artis atau selebriti media sosial baru yang sedang terkena masalah. Sebenarnya, apa itu sindrom bintang? Artikel ini akan membahas mengenai arti, ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasinya!

    Apa Itu Star Syndrome?

    Star Syndrome atau sindrom bintang adalah istilah untuk menggambarkan seseorang yang merasa bahwa dirinya sempurna dan bersinar layaknya “bintang”. Ternyata, sindrom bintang termasuk gangguan kepribadian yang harus segera diatasi.

    Pasalnya, orang yang mengalami sindrom bintang memiliki kepribadian yang tidak wajar. Bahkan, kepribadian tersebut membuatnya sulit untuk berempati pada orang lain. 

    Ia merasa bahwa dirinya harus mendapatkan perhatian dan rasa kagum dari semua orang. Ketika tidak mendapatkan perhatian khusus, orang dengan sindrom bintang akan merasa kecewa dan tidak senang. 

    Ada banyak ciri-ciri atau tanda seseorang mengalami Star Syndrome. Namun, perlu Anda ketahui bahwa jika ada orang yang mungkin memiliki ciri sindrom bintang. Padahal sebenarnya itu hanyalah karakteristik bawaan dari usianya. 

    Ciri-Ciri Star Syndrome

    Ciri-Ciri Star Syndrome
    Ciri-Ciri Star Syndrome | Sumber Gambar: Freepik.com

    Orang yang berisiko tinggi mengalami sindrom bintang adalah orang-orang yang terkenal dan kaya secara mendadak. Perubahan hidup yang drastis membuatnya terkena sindrom bintang. Berikut ini ciri-ciri Star Syndrome:

    1. Rasa Superior yang Berlebihan

    Merasa bahwa diri sendiri superior merupakan salah satu ciri narsisme. Ia percaya bahwa dirinya lebih istimewa daripada orang lain. 

    Saat berbicara mengenai pekerjaan, Anda hanya akan mendengar mengenai kontribusi, kehebatan, hingga keberuntungan hidup saja. Tidak ada apresiasi sama sekali untuk orang lain.

    2. Terlalu Percaya Diri

    Kepercayaan diri mampu meningkatkan motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Namun, jika terlalu percaya diri atau over confident, maka yang terjadi hanya hal-hal buruk.

    Orang yang terlalu percaya diri terhadap karyanya akan sulit menerima kritik. Selain itu, ia merasa bahwa karya orang lain tidak pernah lebih baik dari karyanya. 

    3. Arogan dan Selalu Ingin Dihormati

    Pemilik Star Syndrome akan menuntut orang di sekitarnya untuk selalu menghormati dirinya. Ia merasa bahwa dirinya paling hebat, jadi orang lain harus hormat. Anda bisa melihat hal tersebut pada perubahan sikap dan arogansi.

    4. Suka Pilih-Pilih Teman

    Perubahan sikap juga terjadi ketika menjalin pertemanan. Jika seseorang mengalami sindrom bintang, maka ia akan mulai meninggalkan teman-teman lama. Terutama pada teman yang ia anggap tidak selevel atau sesuai dengannya.

    Sebagai gantinya, ia akan mencari orang-orang baru dengan level sebanding. Bukan hanya itu, ia juga akan menyembunyikan pergaulan masa lalunya pada teman barunya. Pasalnya, ia menganggap bahwa lingkungan pertemanannya dulu itu memalukan.

    5. Egois

    Orang yang terkena sindrom bintang tentu saja akan lebih mementingkan dirinya sendiri daripada orang lain. Ia tidak akan peduli jika orang lain merasa kesusahan. 

    Menurutnya, popularitas dan penghormatan merupakan segalanya. Ia akan merasa sangat kesal dan kecewa apabila ada orang yang tidak mengenalnya atau tidak tahu prestasinya.

    6. Produktivitas Menurun

    Salah satu alasan mengapa orang dengan Star Syndrome akan sulit bertahan di bidangnya yaitu produktivitasnya menurun. Kepribadian sindrom bintang membuatnya cepat puas akan hasil kerjanya. Seolah-olah semua yang ia kerjakan sudah yang terbaik dan patut untuk mendapat apresiasi. 

    7. Mengeksploitasi Orang Lain

    Ciri Star Syndrome Mengeksploitasi Orang Lain
    Ciri Star Syndrome Mengeksploitasi Orang Lain | Sumber Gambar: Freepik.com

    Sikap egois orang dengan sindrom bintang membuatnya tidak bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ia akan menjadi manusia yang kurang bisa berempati. 

    Orang-orang tersebut akan memanfaatkan orang lain untuk meraih tujuannya. Terkadang, ia tidak sadar bahwa perilakunya memengaruhi orang lain. Namun, ketika Anda menjelaskannya, ia tetap berlaku egois.

    8. Tidak Dapat Menerima Kritikan

    Reaksi negatif dan kritikan adalah hal yang paling dibenci oleh pemilik Star Syndrome. Ia merasa bahwa karyanya sempurna. Jadi, orang lain tidak berhak untuk memberikan reaksi negatif dan kritikan pada dirinya. 

    9. Selalu Mengharapkan Perlakuan Khusus

    Tidak hanya bersikap anti kritik, orang dengan sindrom bintang juga selalu mengharapkan perlakukan khusus karena menganggap karyanya sempurna. Ia merasa pencapaiannya harus mendapatkan apresiasi dari banyak pihak.

    10. Suka Cari Perhatian

    Suka caper atau cari perhatian juga merupakan salah satu ciri umum dari Star Syndrome. Keinginan mencari perhatian tersebut bertujuan untuk mendapatkan apresiasi dan penghormatan orang lain.

    Apapun bisa ia lakukan untuk mencari perhatian. Tidak peduli hal tersebut sebenarnya konyol, tercela, atau kurang baik di mata umum. Paling penting adalah perhatian banyak orang.

    11. Mendominasi Pembicaraan yang Bertema Tinggi

    Jika ada pembicaraan yang bertema kelas tinggi, maka orang dengan sindrom bintang akan mencoba untuk mendominasi. Ia biasanya memiliki standar tersendiri untuk kategori obrolan bertema tinggi. Tujuannya adalah mendapatkan rasa kagum, hormat, serta perhatian orang lain.

    12. Hidup di Dunia Fantasi

    Kenyataan biasanya sangat jauh dari apa yang ia pikirkan tentang dirinya sendiri. Oleh sebab itu, ia cenderung akan hidup di dunia fantasi. Ia akan membicarakan mengenai kesuksesan tanpa batas, kecemerlangan, daya tarik, dan lain-lain. 

    13. Hanya Ingin Memakai Produk Terkenal atau Branded

    Pemilik Star Syndrome atau sindrom bintang menganggap dirinya memiliki citra yang sempurna. Oleh sebab itu, ia harus menjaga citra tersebut dengan tidak sembarangan menggunakan produk. Ia hanya akan memakai produk terkenal dan branded saja.

    14. Merasa Berhak untuk Apapun

    Perasaan bahwa dirinya istimewa membuat orang dengan sindrom bintang merasa berhak mendapatkan apapun. Ia juga berharap orang di sekitarnya akan memenuhi semua keinginannya. Jika tidak mau, maka orang tersebut akan pemilik Star Syndrome anggap tidak berguna. 

    15. Ingin Mendapatkan Pujian yang Konstan

    Pujian sekali saja tidak cukup untuk orang yang mengalami masalah mental ini. Ia mengharapkan pujian yang konstan atau terus menerus. Jadi, ia berusaha selalu bersama orang yang senang memujinya agar keinginan obsesifnya terpenuhi. 

    16. Merendahkan dan Meremehkan Orang Lain

    Ciri Star Syndrome Meremehkan Orang Lain
    Ciri Star Syndrome Meremehkan Orang Lain | Sumber Gambar: Freepik.com

    Salah satu sikap buruk dari pemilik Star Syndrome adalah suka merendahkan dan meremehkan orang lain. Menghina dan menjatuhkan orang lain menjadi salah satu cara mempertahankan diri dari apa yang ia anggap ancaman.

    17. Selalu Merasa Bahwa Orang Lain Iri Padanya

    Tingkat kepercayaan diri yang terlalu tinggi membuat orang dengan sindrom bintang selalu berpikiran negatif. Contohnya, ia selalu merasa bahwa orang lain iri pada kesuksesannya.  

    18. Melebih-lebihkan Prestasi dan Bakat

    Ketika mengalami sindrom bintang, seseorang hanya memikirkan apresiasi dan pujian dari orang lain. Oleh sebab itu, ia sering melebih-lebihkan atau bahkan berbohong mengenai prestasi dan bakatnya. 

    Penyebab Star Syndrome

    Star Syndrome awalnya hanya berlaku bagi kalangan artis atau selebriti saja. Namun seiring waktu, pengguna media sosial atau orang-orang lain pun bisa juga mengalaminya. 

    Sementara penyebab dari sindrom bintang belum ahli ketahui secara pasti. Akan tetapi, banyak orang percaya ada beberapa penyebab sindrom bintang, yaitu:

    • Gaya asuh dari orang tua yang overprotektif.
    • Anak yang terlalu dimanja oleh orang tua.
    • Orang tua yang memuji atau mengkritik secara berlebihan.
    • Orang tua memiliki harapan pada anak, namun anak tidak bisa memenuhinya.
    • Faktor genetik.
    • Faktor neurobiologis.
    • Pergaulan bebas.
    • Pengaruh budaya.
    • Opini publik terhadap seseorang.
    • Trauma masa kecil.

    Cara Mengatasi Star Syndrome

    Cara Mengatasi Star Syndrome
    Cara Mengatasi Star Syndrome | Sumber Gambar: Freepik.com

    Lantas, apakah Star Syndrome bisa teratasi? Tentu saja bisa! Berikut ini adalah cara mengatasi sindrom bintang:

    1. Merenung dan Mencoba Menyadarkan Diri

    Sebenarnya, beberapa orang sadar bahwa dirinya sudah memiliki beberapa ciri-ciri sindrom bintang. Sebelum terlambat, ia harus merenung dan mencoba menyadarkan diri.

    Ingat bahwa popularitas dan ketenaran tidak selamanya ada. Oleh sebab itu, jangan terobsesi dengan pujian yang sebenarnya bukan hal penting di dunia ini.

    2. Menetapkan Batasan yang Jelas

    Setelah menyadarkan diri bahwa Star Syndrome adalah hal buruk, selanjutnya mereka harus menetapkan batasan yang jelas. Menetapkan batasan membantu menerima apapun respon orang lain. Jadi, tidak akan mudah kecewa, marah, kesal, atau bangga terhadap sesuatu. 

    3. Mencari Support System

    Salah satu hal terpenting untuk mengatasi sindrom bintang yaitu mencari support system atau sistem pendukung. Pada umumnya, orang dengan sindrom bintang akan sering merasa sedih dan kecewa yang mendalam.

    Jika perasaan sedih dan kecewa mulai muncul, maka mereka harus mulai mencari support system. Orang kepercayaan seperti orang tua, pasangan, atau sahabat mampu menjadi support system yang membantu membangun mental.

    4. Berusaha Mengelola Emosi

    Orang dengan sindrom bintang memiliki emosi yang berlebihan. Oleh sebab itu, berusaha mengelola emosi menjadi salah satu cara mengatasi sindrom bintang. Ada banyak cara mengelola emosi seperti meditasi, menenangkan pikiran, liburan, dan lain-lain.

    5. Berusaha Menerima Kritikan

    Anti kritik merupakan sikap yang harus Anda ubah jika ingin terhindar dari Star Syndrome. Sebenarnya, kritikan merupakan bentuk perhatian agar menjadi lebih baik. 

    Asalkan kritikannya membangun dan membantu mengembangkan diri, maka harus Anda terima dengan lapang dada. Setiap karya harus menerima kritik dan saran untuk menjadi lebih baik. 

    6. Konseling Psikologi

    Langkah terakhir yaitu melakukan pengobatan berupa konseling psikologi ke psikiater atau psikolog. Cara ini perlu Anda lakukan karena sindrom bintang termasuk gangguan mental. 

    Konseling bisa membantu merubah pola pikir dan meningkatkan kualitas hidup. Pemilik sindrom bintang kemungkinan akan mendapatkan obat-obatan untuk mengatasi gejala depresi dan kecemasan. 

    Sudah Tahu Arti Star Syndrome dengan Benar?

    Sudah paham apa itu Star Syndrome atau sindrom bintang yang sering dibahas banyak orang? Berdasarkan pengertian dan ciri-ciri di atas, kepribadian sindrom bintang tentu saja bukan kepribadian yang baik. 

    Jika melihat atau mengetahui tanda sindrom bintang, maka Anda harus segera mengatasinya sebelum terlambat. Perawatan untuk gangguan kepribadian narsistik seperti sindrom bintang memang tidak mudah. Pasalnya, orang dengan sindrom bintang merasa dirinya paling benar. Kunci utama untuk mengatasi sindrom bintang adalah berobat ke ahlinya seperti psikiater atau psikolog. Selain itu, orang dengan Star Syndrome juga perlu melakukan terapi secara rutin. Semoga informasi mengenai sindrom bintang di atas dapat membantu Anda.

  • Perjanjian Linggarjati: Sejarah, Tokoh, & Hasil Perundingan

    Perjanjian Linggarjati: Sejarah, Tokoh, & Hasil Perundingan

    Topik Perjanjian Linggarjati tentu bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia. Terlebih, salah satu momentum paling penting dalam perjalanan sejarah kemerdekaan itu menjadi salah satu materi wajib di bangku sekolah.

    Namun, apakah kamu mengetahui lika-liku perjanjian tersebut dapat terwujud dan tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya? Serta tujuan, dampak, dan hasil perundingan lengkapnya? Temukan penjabaran selengkapnya yang dikupas hingga akhir artikel, ya!

    Sejarah Perjanjian Linggarjati

    Istilah lain untuk menyebut momentum perjanjian yang satu ini adalah Perundingan Kuningan. Sebab, Linggarjati yang menjadi lokasi konferensi dilaksanakan berada di kawasan Kuningan, Jawa Barat. 

    Agenda utama dari pertemuan ini adalah kesepakatan untuk pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Sebelum terjadinya perundingan di Kuningan ini, sebenarnya sudah berulang kali dilakukan pertemuan di dalam maupun luar negeri. Namun, masih tetap menemui jalan buntu.

    Pada masa-masa tersebut, Presiden Soekarno bersama wakilnya aktivitas berulang kali mengupayakan tercapainya kesepakatan. Hingga kemudian beberapa kali terjadi pertemuan secara intens di Jakarta dengan linimasa sebagai berikut:

    • Jakarta, 23 Oktober 1945 : Buntu.
    • Jakarta, 13 – 16 -17 Maret 1946 : Konsep Batavia / Formula Jakarta.
    • Jakarta, 14 Oktober 1946 : Kesepakatan Gencatan Senjata Indonesia – Belanda.

    Hingga kemudian pada 11 November 1946 terjadilah Perjanjian Linggarjati untuk mencapai kesepakatan akhir pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda yang dimoderasi oleh Inggris. Mengapa hal itu menjadi penting sedangkan Indonesia bukan merupakan persemakmuran? 

    Hal tersebut tidak lain untuk menghentikan upaya invasi Belanda yang masih terus berusaha untuk kembali menguasai Indonesia. Melalui adanya pengakuan tertulis, status keamanan Indonesia sebagai negara berdaulat akan meningkat di mata dunia. Posisinya menjadi lebih aman dari upaya penjajahan ulang. 

    Tokoh-Tokoh yang Terlibat dalam Perjanjian Linggarjati

    Tokoh-Tokoh Perjanjian Linggarjati
    Tokoh-Tokoh Perjanjian Linggarjati I Sumber Gambar: Wikipedia

    Lantas, siapa saja tokoh-tokoh delegasi dari Indonesia, Belanda, dan Inggris yang berperan sebagai moderator dalam Perjanjian Linggarjati? Berikut penjabarannya:

    1. Perwakilan Indonesia

    Delegasi Indonesia diketuai oleh sosok Sutan Syahrir yang merupakan salah satu pencetus Pemuda Indonesia – organisasi pemuda pertama di Indonesia. Syahrir tidak berangkat seorang diri, melainkan didampingi oleh AK Gani, Muhammad Roem, dan Susanto Tirtoprodjo.

    2. Perwakilan Belanda

    Sementara itu, delegasi dari Belanda berada di bawah pimpinan Wim Schermerhorn selaku Perdana Menteri yang menjabat kala itu. Adapun pendampingnya dalam Perjanjian Linggarjati adalah F de Boer, Max van Poll, dan HJ Van Mook.

    3. Perwakilan Inggris

    Tokoh terakhir yang menghadiri perundingan tidak lain adalah delegasi Inggris yang didapuk sebagai moderator, yaitu Lord Killearn. Perwakilan Inggris bertugas sebagai penengah agar kesepakatan dapat tercapai secara adil dan damai.

    Tujuan Perundingan Kuningan

    Perjanjian Linggarjati
    Perjanjian Linggarjati I Sumber Gambar: Wikipedia

    Pada pembahasan sebelumnya telah disinggung secara singkat terkait tujuan utama pelaksanaan konferensi di Linggarjati. Tidak lain untuk mendapatkan pengakuan resmi – tertulis, dari Belanda terkait kemerdekaan mutlak Indonesia. Selain itu, ada beberapa tujuan lain yang ingin pihak Indonesia capai melalui konferensi tersebut, yaitu:

    1. Pengakuan Global

    Pengakuan dunia terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia agar posisinya semakin kuat di kancah internasional menjadi salah satu tujuan utama. Ketika suatu negara memperoleh pengakuan internasional, posisinya secara politik, keamanan, hingga ekonomi juga ikut menguat.

    2. Kedaulatan Pemerintahan

    Tujuan Perjanjian Linggarjati berikutnya adalah kedaulatan bagi pemerintah Indonesia untuk pengambilan keputusan. Negara yang berdaulat tidak berhak mendapatkan intervensi atau campur tangan negara lain dalam menjalankan pemerintahannya.

    3. Kestabilan Suhu Politik

    Kemudian, tujuan selanjutnya adalah untuk menstabilkan suhu politik di Indonesia yang sebelumnya kacau balau. Hal tersebut muncul akibat pertentangan dan ketidaksepahaman antar organisasi masyarakat berkaitan dengan proklamasi kemerdekaan.

    4. Meminimalisir Kerugian pada Rakyat Indonesia

    Menyelamatkan bangsa Indonesia dari potensi perang berkepanjangan yang sulit untuk dimenangkan sebab keterbatasan Indonesia dari berbagai sektor. Jika perang kembali berlangsung, banyak nyawa yang akan melayang dan perekonomian pun sulit untuk bangkit.

    Hasil Perjanjian Linggarjati

    Sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin Indonesia capai, ketiga pihak yang terlibat melakukan proses perundingan cukup alot. Hingga kemudian, perumusan akhir perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia dengan wilayahnya, yaitu Jawa, Sumatera, dan Madura.
    2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
    3. Pihak Belanda dan Indonesia sepakat membentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS).
    4. RIS dan Belanda akan membentuk Aliansi Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai Presiden.

    Sebagai catatan, meskipun konferensi di Linggarjati berlangsung pada 11 – 13 November 1946. Namun, penandatanganan nota kesepakatan baru terjadi pada 15 Maret 1947. Pada saat itu, alasannya adalah menunggu apabila ada penambahan klausul atau perubahan pada poin-poin yang telah disepakati.

    Dampak Positif dan Negatif Perjanjian Linggarjati

    Langkah tokoh kemerdekaan Indonesia dalam mengejar pengakuan kedaulatan Belanda menimbulkan pro dan kontra dari berbagai lapisan masyarakat. Terlebih setelah isi perjanjian tersebut diketahui oleh masyarakat secara luas. Hasil konferensi di Kuningan, Jawa Barat itu kemudian memunculkan dampak positif dan negatif, yaitu:

    Dampak Positif

    Berikut beberapa dampak positifnya:

    • Peningkatan citra Indonesia di kancah internasional sebagai negara yang berani memperjuangkan kedaulatannya. Terlebih dengan segala keterbatasan Indonesia pada masa itu yang sejatinya lebih terjamin dengan menjadi bagian persemakmuran mutlak.
    • Pengakuan dari negara-negara lain terhadap kemerdekaan Indonesia. Hubungan diplomatik dan bilateral Indonesia dengan negara lain menjadi lebih erat karenanya.
    • Pengakuan wilayah kekuasaan Indonesia dari Belanda, meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura. Belanda tidak dapat melakukan intervensi terhadap wilayah-wilayah de facto tersebut.
    • Perang dengan Belanda yang dapat terhindarkan mengingat kerugian besar akan Indonesia alami akibat kekalahan SDM, peralatan, dan akomodasi. Sebagaimana perang kemerdekaan telah menghabiskan banyak tenaga dan biaya.

    Dampak Negatif

    Lalu, berikut adalah beberapa dampak negatif Perjanjian Linggarjati:

    • Wilayah kekuasaan Indonesia tergolong sangat kecil karena hanya meliputi tiga titik, yaitu Jawa, Madura, dan Sumatera. Berbanding jauh dengan sejarah kekuasaan Nusantara pada zaman kerajaan.
    • Indonesia harus bergabung dalam negara persemakmuran Belanda, padahal tujuan semula adalah kemerdekaan mutlak. Tidak ada lagi intervensi, intimidasi, apalagi invasi terhadap Indonesia.
    • Pertentangan internal dari masyarakat Indonesia. Khususnya para aktivis pemuda yang menganggap isi perjanjian tersebut merupakan upaya penghancuran terselubung.
    • Penarikan dukungan terhadap Sutan Syahrir yang masyarakat nilai pro terhadap Belanda dan memunculkan pertikaian internal Pemuda Indonesia.
    • Suhu politik yang memanas sehingga mengancam pemerintah Indonesia dalam menjalankan roda pemerintahan secara normal. Penarikan dukungan hingga provokasi oleh masyarakat untuk menyuarakan kekecewaan terhadap perkembangan perundingan.

    Pelanggaran dan Pembatalan Perjanjian Linggarjati

    Agresi Belanda
    Agresi Belanda I Sumber Gambar: detik.net

    Dampak negatif dari perjanjian yang telah ditandatangani semua pihak yang terlibat itu kemudian berujung pada pelanggaran dan pembatalan seluruh isi kesepakatan. Hanya berselang tiga bulan setelah penandatanganan, tepatnya 20 Juli 1947, pihak Belanda mengumumkan penarikan diri.

    Gubernur Jenderal Belanda saat itu, HJ Van Mook mengumumkan Belanda tidak lagi terikat dengan hasil perundingan. Sehingga, Belanda dapat mengambil tindakan lain terhadap Indonesia. Sehari kemudian, 21 Juli 1947, Belanda kembali menyerang wilayah Indonesia.

    Sejak tanggal tersebut, Belanda melakukan penyusupan untuk menguatkan posisi di berbagai wilayah incaran dengan hasil bumi melimpah. Sumatera Timur dan Jawa Timur menjadi target utama untuk mendapatkan rempah dan tebu.

    Indonesia kemudian mengirimkan permintaan bantuan terhadap PBB dan segera mendapatkan respon berupa perintah gencatan senjata serta pengiriman komisi perdamaian. Sayangnya, Belanda tetap melanjutkan serangan hingga dikenal sebagai peristiwa Agresi Belanda I.

    Akibat tindakan pembatalan sepihak Perjanjian Kuningan kemudian penyerangan terhadap wilayah kedaulatan Indonesia, otomatis kesepakatan tersebut tidak lagi berlaku. Pada akhirnya, kesepakatan yang diperjuangkan susah payah itu kacau balau.

    Sudah Tahu Bagaimana Sejarah Perjanjian Linggarjati?

    Merupakan fakta tak terbantah bahwa Perjanjian Linggarjati merupakan bentuk kompromi sekaligus pengorbanan Indonesia demi mendapatkan pengakuan kemerdekaan secara mutlak. Sebab, klausul perundingan tersebut pada akhirnya sangat merugikan Indonesia.

    Belanda memaksa Indonesia tetap menjadi bagian persemakmuran, padahal Indonesia meraih kemerdekaan melalui perjuangan para pahlawan. Walaupun menjamin tidak adanya intervensi pada tiga wilayah yang termasuk kedaulatan Indonesia, faktanya Belanda tidak pernah merasa puas.

    Pelanggaran kesepakatan hingga berujung agresi militer I merupakan bukti semangat Belanda yang masih sangat besar dalam menguasai bumi pertiwi. Ujung dari Perundingan Kuningan yang sebenarnya bermula dari sebuah niat baik kacau. Bahkan Belanda merebut berbagai wilayah penting di Indonesia.

  • Apa itu Romusha? Pengertian, Tujuan, Motif, dan Dampaknya

    Apa itu Romusha? Pengertian, Tujuan, Motif, dan Dampaknya

    Ketika belajar tentang sejarah masa penjajahan terhadap bangsa Indonesia, Anda akan menemukan kata Romusha. Ini merupakan istilah yang erat kaitannya dengan masa penjajahan Jepang selama World War II atau Perang Dunia II.

    Para penjajah tersebut kemudian membentuk kelompok yang isinya para penduduk pribumi. Kemudian menjadikan mereka sebagai buruh kasar dan di bawah langsung kekuasaan Jepang.

    Pengertian Romusha

    Bendera Jepang
    Bendera Jepang | Sumber: media.istockphoto.com

    Romusha merupakan sistem kerja paksa pada masa penjajahan Jepang di Indonesia. Kata ini asalnya dari bahasa Jepang yaitu “Ro” yang artinya buruh dan “Musha” yang berarti tentara atau prajurit. Istilah tersebut kemudian populer dan bahkan terkenang hingga sekarang.

    Warga pribumi pada waktu itu mengalami paksaan dan bahkan penyiksaan untuk bekerja dalam membangun infrastruktur. Beberapa bangunan tersebut antara lain: pelabuhan, jalan, landasan pacu, serta proyek konstruksi lainnya.

    Selama penjajahan Jepang yang berlangsung antara 1942 sampai 1945, total ribuan atau bahkan ratusan ribu masyarakat yang harus melakukan kerja paksa. Bahkan, mereka harus menjalankan pekerjaan tersebut dalam waktu lama dan tanpa mendapatkan perlindungan secara memadai.

    Tak sedikit juga yang mengalami penindasan, penyakit, kelaparan, dan kekerasan. Kehidupan serta kesejahteraan masyarakat yang melakukan kerja paksa sangat diabaikan pemerintah Jepang. Akhirnya, banyak yang meninggal karena pekerjaan yang sangat ekstrem.

    Sistem kerja paksa tersebut menjadi salah satu kejadian tragis selama masa penjajahan Jepang. Pasca Perang Dunia II, banyak para korban kerja paksa tersebut yang menceritakan seperti apa pengalaman pahit yang mereka alami.

    Tentu saja Jepang menerapkan sistem kerja yang kejam tersebut bukan tanpa alasan. Ada beberapa alasan mengapa Jepang memberlakukan sistem kerja paksa terhadap warga pribumi.

    Motif atau Latar Belakang Romusha

    Ilustrasi Romusha
    Ilustrasi Romusha | Sumber gambar: Kompas.com

    Berdasarkan sejarah, Jepang secara resmi ikut terlibat dalam Perang Dunia II pasca mengobarkan Perang di Asia Timur Raya maupun Perang Pasifik. Jepang menyerang pangkalan militer milik Amerika Serikat yang berada di Pearl Harbour, Hawaii, pada bulan Desember 1941.

    Setelah serangan tersebut, hanya dalam kurun waktu beberapa bulan Jepang berhasil menguasai beberapa kawasan di Asia Tenggara. Kawasan tersebut termasuk Indonesia yang berhasil direbut dari Belanda di awal Maret 1942.

    Akan tetapi, Jepang mulai terlihat kehilangan kembali terhadap Pasifik pada Juni 1942. Para pemimpin pasukan perang Jepang juga melihat bahwa kondisi militer yang berada di teater Asia-Pasifik sudah tak lagi memihak mereka.

    Kemudian, persediaan makanan Jepang serta wilayah yang menjadi jajahannya juga semakin menipis. Kondisi tersebut merupakan dampak perdagangan internasional. Jepang terus berusaha menemukan cara agar mampu keluar dari situasi ini.

    Agar bisa terus mengobarkan perang serta mengamankan logistik, pada akhirnya Jepang menemukan cara yaitu dengan pengerahan romusha. Dari sinilah awal mula penderitaan masyarakat Indonesia yang harus melakukan kerja paksa dengan upah yang kecil.

    Kapan Romusha Terjadi?

    Perlu Anda ketahui bahwa kerja paksa yang sangat menyengsarakan ini berlangsung dalam waktu 3 tahun, yakni sejak 1942 sampai 1945. Mulai Februari 1942, Jepang sudah menargetkan jika Jawa akan dijadikan sebagai sumber utama untuk tenaga kerja mereka.

    Alasannya karena Jawa memiliki lokasi yang strategis. Selain itu, populasi penduduk Jawa pada waktu itu relatif besar, yaitu kurang lebih 70 juta penduduk. Pada awalnya memang Jepang terkesan tak memaksa dalam merekrut para pegawai untuk melakukan kerja paksa tersebut.

    Mereka mulanya hanya ingin masyarakat melakukan pekerjaan secara sukarela. Kemudian banyak pengangguran yang bersedia untuk mendaftarkan dirinya karena diiming-imingi upah.

    Sebagian besar dari para pekerja tersebut bekerja di kawasan keresidenan alias provinsi sesuai asal mereka. Sementara itu, contoh romusha yaitu orang Yogyakarta dikirim ke Jakarta sebagai pekerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dan menjadi buruh angkut.

    Pekerjaan yang semula bersifat sukarela tersebut kemudian berubah menjadi perbudakan. Bukan sekadar kepala desa yang mendapatkan tugas menunjuk warga yang hendak direkrut, melainkan para tentara Jepang yang secara langsung mengurus, mencari, serta membawa orang-orang untuk dijadikan pekerja.

    Pemerintah Jepang mengatakan bahwa masyarakat akan bekerja selama beberapa bulan. Akan tetapi, faktanya mereka malah terjebak di dalam perbudakan dalam jangka beberapa tahun. Mereka juga bukan sekadar bekerja sesuai wilayah tempat tinggalnya, melainkan dikirim jauh dan bahkan sampai ke luar negeri.

    Beberapa negara tempat romusha bekerja seperti Malaysia, Singapura, dan Myanmar. Selain harus melakukan pekerjaan sangat berat dengan upah rendah, masih ada persoalan lain, yaitu kurangnya makanan serta fasilitas kesehatan. Belum lagi siksaan dari tentara Jepang ketika ada pekerja yang melakukan tugasnya secara tidak benar.

    Tujuan Romusha

    Beberapa tujuan Jepang memberlakukan sistem kerja paksa antara lain:

    1. Proyek Infrastruktur

    Tujuan yang pertama yaitu untuk membangun landasan pacu, jalan raya, jembatan, pelabuhan, maupun proyek-proyek lain sesuai kebutuhan Jepang. Dengan infrastruktur yang baik, maka transportasi serta logistik akan lancar sehingga membuat Jepang semakin kuat.

    2. Kebutuhan Ekonomi

    Masyarakat pribumi juga dipaksa untuk bekerja di bidang ekonomi. Misalnya memproduksi serta mengolah sumber daya alam. Banyak masyarakat Indonesia harus bekerja secara terus-menerus untuk menambang batu bara, mengolah hasil pertanian, dan sebagainya.

    Semua industri yang dianggap penting oleh Jepang maka di situ berlaku romusha. Tentunya untuk mewujudkan hal tersebut memerlukan tenaga manusia yang sangat banyak.

    3. Keberlanjutan Pemerintahan Jepang

    Penerapan sistem kerja paksa juga bermaksud untuk memastikan pemerintahan Jepang tetap berlanjut. Kegiatan tersebut juga bertujuan agar stabilitas pemerintahan Jepang tetap terjaga melalui pemanfaatan para tenaga kerja pribumi.

    4. Eksploitasi SDM

    Penerapan romusha juga bermaksud sebagai usaha untuk melakukan eksploitasi SDM atau sumber daya manusia. Masyarakat harus bekerja dengan pekerjaan yang berat tanpa menerima gaji yang layak. Bukan hanya itu, tak ada jaminan perlindungan dan hak-hak mereka sebagai pekerja juga tak dihormati.

    Dampak Romusha

    Kerja paksa dari pemerintahan Jepang sudah pasti sangat berdampak terhadap para tenaga kerja. Salah satu dampaknya yaitu mereka kerap mengalami siksaan serta kelaparan. Para pekerja juga harus menjalankan pekerjaan berat dan Jepang tidak peduli meskipun kondisi mereka sedang sakit.

    Beberapa aktivitas berat seperti menghancurkan batu-batu pegunungan, meratakan bukit, menebang kayu, dan sebagainya harus mereka kerjakan dan selesaikan. Jika ada yang dianggap bekerja tidak sesuai, maka para penjajah tersebut akan langsung menyiksa pekerja.

    Kondisi tersebut menyebabkan banyak masyarakat pribumi yang mengalami kesakitan, kekurangan makanan, dan bahkan kematian. Romusha juga mengakibatkan masyarakat sangat kesulitan untuk memperoleh makanan, khususnya para petani.

    Lalu gelandangan semakin tumbuh subur di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Bandung. Banyak yang terlihat kelaparan, baik di jalanan maupun kolong jembatan. Selain kelaparan dan kematian, masyarakat juga masih harus menderita penyakit kudis.

    Belum lagi black market mulai tumbuh dan semakin berkembang. Kondisi tersebut mengakibatkan semakin sulitnya untuk mendapatkan kebutuhan karena jumlahnya yang semakin sedikit.

    Masyarakat tinggal dalam kesulitan dan uang yang dikeluarkan Jepang pun tak ada jaminannya serta mengalami inflasi sangat parah. Penderitaan pun semakin parah dan itu berlangsung dalam waktu yang lama.

    Tujuan Jepang Menjajah Bangsa Indonesia

    Tank dan kapal perang sebagai ilustrasi Perang Dunia II
    Tank dan kapal perang sebagai ilustrasi Perang Dunia II | Sumber: media.istockphoto.com

    Berdasarkan fakta sejarah, Maret 1942 Belanda secara resmi menyerahkan kekuasaannya tanpa syarat pada Jepang. Lalu Jepang juga mengambil alih Indonesia yang sangat terkenal akan SDA atau sumber daya alamnya.

    Setelah itu, Jepang mulai melakukan berbagai pembangunan di kawasan industri yang merupakan bekas jajahan dari negara Eropa. Ada beberapa tujuan mengapa Jepang menduduki Indonesia, yaitu:

    • Menjadikan Indonesia sebagai kawasan penghasil suplai minyak mentah serta bahan bakar yang dipakai untuk kebutuhan industri Jepang.
    • Indonesia merupakan tempat untuk memasarkan berbagai hasil industri Jepang.
    • Memperoleh tenaga buruh dengan membayarnya sangat mudah.

    Dalam mencapai tujuannya, Jepang melakukan beberapa propaganda agar menarik simpati dari masyarakat Indonesia, di antaranya:

    • Jepang menganggap dirinya sebagai saudara tua dari bangsa Asia serta berjanji akan membebaskan Asia atas penindasan bangsa Barat.
    • Negara Jepang memperkenalkan slogan 3A yakni Jepang adalah Pemimpin Asia, Jepang merupakan Pelindung Asia, serta Jepang Cahaya Asia.
    • Jepang berjanji pada Indonesia bahwa masyarakatnya bisa beribadah haji asalkan mau menjual barang-barangnya dengan harga murah.

    Apa Anda Sudah Tahu Mengenai Romusha?

    Sekian pembahasan seputar sejarah romusha serta dampaknya bagi bangsa Indonesia. Ini adalah sistem kerja paksa yang sangat menyengsarakan rakyat Indonesia pada waktu itu dan banyak menimbulkan korban jiwa.

    Kita patut bersyukur akhirnya bangsa Indonesia bangkit dan melawan Jepang. Hingga pada akhirnya berhasil merebut kemerdekaan dan memproklamasikannya pada 17 Agustus 1945.

  • Asas Praduga Tak Bersalah: Pengertian dan Penerapannya

    Asas Praduga Tak Bersalah: Pengertian dan Penerapannya

    Pernahkah Anda mendengar istilah asas praduga tak bersalah? Sebagai orang yang tinggal di negara hukum, tentu kita pasti sedikit banyak pernah mengetahui tentang asas-asas yang ada di negara ini.

    Dalam ilmu hukum, asas ini memiliki istilah lain yakni presumption of innocence. Maknanya adalah prinsip utama dalam sistem peradilan yang sangat mengikat di seluruh negara hukum. Asas tersebut memiliki hubungan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Artikel ini menyajikan informasi selengkapnya.

    Pengertian Asas Praduga Tak Bersalah

    Secara sederhana, asas praduga tak bersalah memiliki arti sebagai aturan yang tidak memperbolehkan pidana hukum menjatuhi hukuman hanya karena tuduhan ataupun dugaan. 

    Dalam asas ini, diharuskan ada bukti yang valid dan bisa dibuktikan kebenaranya. Selain itu, asas ini juga menegaskan, setiap orang yang mendapat tuduhan sebagai tersangka dalam kasus pidana tidak boleh langsung memperoleh hukuman begitu saja sampai adanya putusan pengadilan. 

    Putusan tersebut pun harus berlandaskan bukti, sehingga pengadilan bisa menyatakan kesalahannya secara sah.

    Di samping itu, asas juga menempatkan beban pembuktian kepada pihak-pihak yang menuntut atau pihak yang memberikan tuduhan. Bukan pihak yang diduga melakukan tindakan pidana.

    Landasan Hukum Asas Praduga Tak Bersalah

    Dalam penerapannya, asas ini mempunyai basis hukum yang sangat kuat terutama pada perundang-undangan dan peraturan Indonesia. Adapun landasannya adalah sebagai berikut.

    1. UU Kehakiman Nomor 48 Tahun 2009

    Landasan yang pertama adalah undang-undang kehakiman pasal 8 ayat (1) No.48 Tahun 2009. Isinya tentang mengatur asas praduga tak bersalah yang menyatakan, setiap orang yang mendapat tuduhan melakukan tindakan kejahatan atau pidana tidak boleh dianggap sebagai pelaku hingga ada putusan pengadilan.

    2. Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHP)

    presumption of innocence merupakan suatu prinsip yang harus diakui dan dijunjung tinggi dalam proses peradilan pidana. Menurut penjelasan umum KUHAP butir ketiga huruf C ini menyatakan, harus ada bukti yang sah dan meyakinkan untuk menunjukkan seseorang tidak bersalah.

    Penerapan Asas Praduga Tak Bersalah

    Hukum yang Adil
    Hukum yang Adil | Sumber gambar: Pexels.com

    Asas praduga tak bersalah masuk ke dalam perkara pidana dan perkara perdata. Peranan aparat penegak hukum dalam proses ini sangatlah penting. Berikut penerapan presumption of innocence di Indonesia, yaitu:

    1. Hak Asasi Individu

    Presumption of innocence melindungi hak-hak individu terhadap tuduhan yang tidak berdasar atas penangkapan yang sewenang-wenang. Dalam hal ini, seseorang tidak bisa mendapatkan hukuman dan tahanan tanpa adanya bukti yang kuat dan konkret.

    2. Penerapan Hukum yang Proporsional

    Hukuman yang dijatuhkan kepada pihak terdakwa haruslah proporsional dengan kejahatan. Selain itu, hukuman tersebut hanya bisa diberlakukan setelah semua bukti yang ditemukan bernilai sah dan membuktikan terdakwa benar-benar bersalah.

    3. Hak Pertimbangan yang Adil

    Setiap terdakwa yang mendapatkan hukuman bebas untuk memperoleh pertimbangan yang adil selama menjalani proses hukum. Maksudnya mereka bebas menunjuk pengacara, menghadiri persidangan secara terbuka, dan tidak memberikan kesaksian yang merugikan dirinya sendiri.

    4. Pembuktian dalam Hukum

    Pada umumnya presumption of innocence bisa memberikan beban pembuktian kepada pihak yang menuduh. Kondisi ini menunjukkan, pihak penyidik harus mampu mendatangkan bukti yang cukup kuat untuk mendukung segala bentuk tuduhan mereka.

    6 Contoh Asas Praduga Tak Bersalah

    Ilustrasi Persidangan
    Ilustrasi Persidangan | Sumber gambar: Pexels.com

    Berikut 6 contoh asas praduga tak bersalah yang diterapkan dalam beberapa lingkungan dan perlu Anda pahami, yaitu:

    1. Media dan Ruang Publik

    Media menjadi salah satu tempat yang mempengaruhi sebagian besar hukum dan kehidupan masyarakat. Maka dari itu, apabila ada kasus yang terjadi mereka harus menggunakan kata-kata yang tepat. Dengan begitu, media tidak akan merugikan orang tersebut.

    Selain itu, penggunaan kata-kata yang baik dan halus akan membuat orang tidak salah memahami atau menimbulkan prasangka buruk. Sebelum kesalahan mereka terbukti di pengadilan, alangkah baiknya media tidak memunculkan prasangka-prasangka buruk.

    2. Konteks Lain

    Konsep presumption of innocence bisa digunakan dalam berbagai situasi. Kondisi tersebut termasuk saat karyawan atau seseorang memperoleh tuduhan melakukan pelanggaran. Bisa juga terjadi pada remaja yang melakukan kesalahan, namun belum bisa didakwa sampai buktinya ada.

    3. Pengadilan Militer

    Pengadilan militer juga termasuk bagian dari asas ini. Apabila ada anggota militer berhadapan dengan tuntutan hukum, mereka tidak berhak mendapatkan tuduhan sampai terbukti dalam sidang bahwa itu merupakan kesalahan mereka.

    4. Kasus Perselisihan Sipil

    Dalam kasus ini pihak yang dituduh harus dianggap tidak bersalah hingga semua bukti secara hukum bisa ditetapkan ataupun sebaliknya.

    5. Tahanan

    Dalam lingkup praduga ini tahanan yang ditahan oleh otoritas tidak bisa terbukti benar adanya sebelum melalui proses pengadilan yang adil.

    6. Kasus Pidana

    Apabila seseorang ditangkap dan dianggap terlibat dalam suatu kasus kriminal, dia harus dianggap tidak bersalah. Anggapan tersebut sampai pengadilan menemukan bukti yang sah dan meyakinkan dia tidak bersalah.

    4 Tujuan Asas Praduga Tak Bersalah

    Konsultasi Hukum
    Konsultasi Hukum | Sumber gambar: Pexels.com

    Secara umum tujuan utama  asas ini adalah untuk melindungi hak-hak individu dan memastikan proses peradilan berjalan dengan transparan dan adil. Berikut beberapa tujuan asas tersebut.

    1. Melindungi Hak Asasi Manusia

    Asas tersebut memiliki tujuan untuk melindungi hak-hak individu seperti hak agar tidak mendapatkan hukuman tanpa bukti yang cukup. Selain itu, ada tujuan lain yakni hak atas pertimbangan yang adil dan hak supaya tidak memberikan kesaksian yang bisa merugikan diri sendiri.

    2. Membatasi Tindakan Aparat Penegak Hukum

    Tindakan aparat penegak hukum terhadap pihak yang melakukan tindakan pidana. Dengan adanya asas ini, diharapkan hak dan martabat dari pihak yang bersangkutan tetap aman dan tidak mendapatkan kesan buruk sebelum semua buktinya sah di mata hukum.

    3. Menjadi Prinsip Kepastian Hukum

    Asas ini berhubungan dengan prinsip kepastian hukum. Sebab, hukum haruslah bersifat konsisten dan jelas. Sehingga, dapat membantu untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan stabil. Dengan begitu, hukum bisa tampak bagi semua warga negara Indonesia.

    4. Mengurangi Kemungkinan Kesalahan

    Tujuan terakhir dari asas ini adalah untuk mengurangi kesalahan dalam menentukan hukum kesalahan seseorang. Dengan adanya dorongan bukti yang kuat, proses peradilan bisa terjadi dengan lebih terarah. 

    Asas presumption of innocence juga membantu meminimalkan risiko untuk menghukum orang yang tidak bersalah.

    Pelanggaran dalam Asas Praduga Tak Bersalah

    Secara eksplisit asas ini tercantum dalam undang-undang, sehingga tidak boleh terabaikan oleh siapapun. Bukan hanya masyarakat saja, melainkan juga pihak penegak hukum. Namun, pada kenyataannya penerapan presumption of innocence seringkali tidak begitu terindahkan.

    Misalnya saja, perintah penembakan terhadap pelaku ketika mereka berusaha melarikan diri atau melawan pihak kepolisian. Kemudian pemukulan petugas ketika melakukan penyidikan. Tindakan ini tentu saja melanggar aturan Hak Asasi Manusia (HAM).

    Sebab, di kemudian hari akan menimbulkan masalah lain yang lebih parah dan tentunya bertentangan dengan prinsip asasi tersebut. Para tersangka atau terdakwa bisa memperjuangkan haknya, apabila terjadi pelanggaran dalam penegakkan hukum.

    Pelanggaran tersebut bisa menyebabkan timbulnya hak tersangka untuk berkemungkinan memperoleh ganti rugi atas pemulihan nama baik.

    Baca Juga : Asas Hukum Pidana, Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

    Sudah Lebih Paham Asas Praduga Tak Bersalah?

    Asas praduga tak bersalah adalah salah satu pijakan paling penting dalam sistem hukum yang adil dan menghormati hak asasi manusia. Asas ini merupakan prinsip dasar yang membantu menjaga keadilan, mencegah penyalahgunaan kekuasaan, dan melindungi hak-hak individu.

    Sebagai salah satu fondasi sistem hukum modern, asas ini adalah pijakan yang tidak boleh kita abaikan dalam usaha untuk menjaga keadilan dan kebebasan dalam masyarakat yang beradab.

  • Mengenal Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Ragam Masalahnya

    Mengenal Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Ragam Masalahnya

    Masalah utama saat ini masih banyak menjumpai orang yang tidak atau belum bekerja. Ada dua penyebab mendasar, bisa karena rendahnya kualitas sumber daya atau sulitnya mencari pekerjaan dalam negeri.  Penyebab kedua ini yang membuat sebagian orang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

    Makna Tenaga Kerja Indonesia

    Para TKI sedang mendengarkan brief dari petugas | Sumber: Kompas.com

    Masyarakat Indonesia yang bekerja dengan memanfaatkan peluang kerja internasional kebanyakan menyebutnya dengan istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI). TKI termasuk salah satu program dari pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

    Langkah ini pun perlu ada untuk menciptakan iklim kesejahteraan bagi yang bekerja. Banyak alasan kenapa ada yang memutuskan untuk menjadi TKI. Alasan paling kuat adalah aspek kebutuhan ekonomi keluarga yang belum terpenuhi.

    Selain itu, ada beberapa anggapan mengenai kecilnya upah bekerja dalam negeri yang tak sebanding dengan beban pekerjaan. Tentu keluhan itu perlu menjadi perhatian pemerintah, khususnya pada sektor lapangan kerja dan kesejahteraan.

    Rata-rata TKI yang mengambil kesempatan bekerja ke luar negeri berangkat ke negara seperti Arab Saudi, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Hong Kong, Brunei Darussalam, dan lain sebagainya. TKI itu bekerja dengan sistem kontrak atau hubungan kerja dalam jangka waktu tertentu.

    Hampir jarang para TKI menjadikan pekerjaannya sebagai pekerja tetap. Selain itu, tidak menutup kemungkinan bahwa untuk menjadi tenaga kerja Indonesia tidak hanya berlaku bagi laki-laki saja. TKI pun berlaku untuk wanita. Wanita yang menjadi TKI sering terdengar dengan istilah TKW (Tenaga Kerja Wanita). 

    Namun, stigma masyarakat Indonesia apabila mendengar bekerja sebagai TKI adalah orang yang bekerja kasar.

    Pengertian TKI Berdasarkan Undang-Undang

    TKI sedang repatriasi di Bandara Internasional Velana, Maldives | Sumber gambar: suara.com

    Bekerja menjadi TKI pada dasarnya sudah ada dalam Undang-undang tentang Regulasi dan Aturan. Pemerintah tidak mengabaikan masyarakat yang bekerja menjadi TKI karena ini merupakan bagian dari penyumbang devisa negara.

    Selain itu, perlindungan dan keamanan juga terjamin oleh negara untuk masyarakat yang menjadi TKI. Lalu, bagaimana definisi TKI berdasarkan undang-undang?

    Pada hasil keputusan Kementerian Tenaga Kerja (KEMNAKER) RI Pasal 1 No. 104A/Men/2002 tercantum bahwa TKI merupakan laki-laki atau perempuan yang sedang bekerja di luar negeri dalam tempo waktu tertentu atas hubungan perjanjian kerja penempatan.

    Apabila ingin menjadi tenaga kerja Indonesia, tentunya perlu melewati tahapan resmi untuk menetapkan peta penempatan. Tujuan mengikuti tahapan ini untuk menjaga status keamanan dan legal status TKI. Terlebih tidak semua negara tujuan memiliki aturan atau regulasi yang sama untuk pekerja asing.

    Langkah tersebut juga dapat memberikan perlindungan administrasi hukum TKI dari ilegal law status. Aturan itu tertuang pada pasal 1 bagian (1) UU No.39 Tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan.

    Undang-undang tersebut menyimpulkan bahwa TKI merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang dapat bekerja ke luar negeri sesuai dengan syarat. Selain itu, TKI yang sudah melewati prosedur dari pemerintah terjamin dengan menerima upah atau hibah dalam jenis yang lain.

    Pengaturan upah TKI sendiri juga tercantum pada Pasal 3 Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

    Definisi Tenaga kerja Indonesia dari Para Ahli

    Beberapa ahli memberikan pernyataan pada istilah TKI. Salah satunya DR Payaman Simanjuntak. Ia menyampaikan pendapatnya bahwa tenaga kerja merupakan masyarakat yang sedang mencari kerja, sedang bekerja, atau sudah bekerja. Selanjutnya, dapat masuk kategori tenaga kerja apabila memiliki tanggungan lain.

    Dari pendapat itu mencerminkan bahwa yang sedang mencari pekerjaan saja termasuk kategori tenaga kerja. Mengapa demikian? Sebab orang yang sedang mencari kerja secara tidak langsung sudah bekerja dengan perusahaan itu. Selain itu, mereka sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk memperkenalkan diri.

    Beda halnya dengan Imam Soepomo yang menyatakan kalau pekerja itu orang yang sudah melakukan pekerjaan. Baik ketika sudah menjalin kontrak atau tidak terikat kontrak (buruh lepas). Artinya, pengertian ini menunjukkan tenaga kerja adalah orang yang masih memiliki hubungan kerja dan sedang melakukan pekerjaan.

    Maka dari itu, ada beberapa klasifikasi menurut Katadata.co.id yang dapat masuk kategori sebagai tenaga kerja Indonesia, antara lain:

    1. TKI sedang bekerja kepada pemberi kerja yang sudah berbadan hukum.
    2. Bekerja kepada yang memberikan kerja secara perseorangan atau rumah tangga.
    3. Pelaut dalam bidang perikanan dan yang bertugas menjadi awak kapal.

    Selanjutnya, berikut klasifikasi yang tidak termasuk pada kategori TKI tetapi berkegiatan ke luar negeri.

    • Warga Negara Indonesia yang memiliki tugas khusus secara resmi dari badan internasional.
    • Mahasiswa maupun masyarakat yang menjadi peserta pelatihan ke luar negeri.
    • Pegawai negeri yang memang bekerja pada perwakilan Republik Indonesia.
    • Masyarakat yang telah menerima bekerja pada institusi pemerintahan dan sudah menerima biaya APBN.

    Ragam Masalah Dari TKI

    Pada realisasinya memang tenaga kerja Indonesia memberikan sumbangan positif untuk roda perekonomian dalam negeri. Akan tetapi, tak jarang TKI yang memberikan aduan kepada perwakilan pemerintahan Indonesia pada negara penempatan. Berikut masalah yang masih sering terjadi pada TKI.

    1. Sistem Perbudakan Modern

    Sistem ini seringkali menjadi masalah bagi TKI. Banyak kasus TKI melakukan pekerjaan dengan kondisi tidak berperikemanusiaan. Seperti halnya jam kerja yang melebihi batas dengan beban kerja yang tak berhenti hingga pemberian upah tidak tepat pada waktunya sesuai dengan perjanjian hubungan kerja.

    Ada juga yang mendapatkan job desk tidak sesuai dengan pekerjaan yang semestinya. Bahkan, terkadang ada aduan dengan kasus kekerasan fisik atau seksual.

    2. Kurangnya Perlindungan Hak TKI

    TKI bernama Sulasih menjadi korban kekerasan majikan. Sumber: BBC.com

    Belakangan ini nampaknya aturan hanya sebuah tinta hitam pada kertas putih semata. Hak TKI yang jarang terpenuhi dan semakin menjadi subjektif, membuat stigma masyarakat menilai negatif apabila menjadi seorang TKI. Banyak TKI memberikan laporan terkait diskriminasi dan kekerasan.

    Selain itu, hampir rata-rata tenaga kerja Indonesia mengeluhkan upah yang tidak sesuai, baik dari segi nominal maupun perjanjian awal. Selanjutnya tidak ada jaminan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) serta tidak memiliki tempat kerja yang ramah dan nyaman.

    3. Kurangnya Jaminan Pasti Kesejahteraan

    Hampir kebanyakan aduan yang datang dari para TKI adalah soal kesejahteraan. Bukan mendapatkan keamanan dan kenyamanan, mereka hanya mendapatkan kesenjangan. Hal ini membuat TKI merasa tidak betah untuk bekerja karena pemerhati pekerja asing belum merata.

    Minimnya standar keamanan kerja yang terjadi pun membuat TKI mengalami masalah saat bekerja. Sebagai salah satu contoh, baru-baru ini terjadi penyekapan pasutri TKI di Kamboja.

    Masalah itu berasal dari kedua pasutri yang menjadi TKI secara ilegal dan bekerja pada perusahaan judi online. Bekerja menjadi TKI memang akan lebih aman apabila berangkat melalui prosedur yang ada. Supaya mencegah terjadinya tindak kejahatan.

    Sudah Tahu Tenaga Kerja Indonesia dan Ragam Masalahnya?

    Banyak orang menginginkan pekerjaan dan upah yang layak. Namun, terkadang untuk mendapatkan itu rasanya sangat sulit. Alhasil, menjadi tenaga kerja Indonesia adalah jalan pintas untuk tetap dapat menghidupi ekonomi keluarga. Namun, bijak dan taati prosedur yang ada supaya mendapat hak dan jaminan yang setara.