Category: Bahasa Indonesia

  • 7 Unsur Intrinsik Novel beserta Contoh Jelasnya

    7 Unsur Intrinsik Novel beserta Contoh Jelasnya

    Tentunya tidak sedikit orang-orang yang menyukai atau senang membaca sebuah karya sastra, salah satunya novel. Novel sendiri memanglah menarik untuk dibaca, entah itu fiksi atau non fiksi. Namun untuk membangun dan merancang cerita menarik di dalamnya, tentunya memiliki beberapa unsur intrinsik novel. 

    Jika nantinya ingin menganalisis sebuah novel, pastinya kamu harus memahami unsur intrinsiknya. Agar tidak penasaran mengenai apa saja unsur intrinsik novel, simak penjelasan berikut ini. 

    Apa itu Unsur Intrinsik Novel?

    Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian unsur intrinsik novel agar bisa lebih memperjelas lagi. Unsur intrinsik di dalam novel merupakan bagian yang membentuk cerita secara langsung. 

    Jadi, bisa dibilang jika tidak terdapat salah satu unsur intrinsik di dalam suatu cerita, maka tidak bisa disebut novel ataupun karya sastra.

    Unsur Intrinsik Novel

    Terdapat beberapa unsur intrinsik dalam novel meliputi tema, alur cerita, tokoh atau penokohan, sudut pandang, latar, gaya bahasa, dan amanat. Untuk lebih jelasnya, simak penjabaran berikut ini.

    1. Tema

    Unsur pertama novel adalah tema. Tema sendiri bisa disebut sebuah ide pokok atau topik utama cerita dalam novel. Lalu tema ini biasanya akan disebutkan pertama kali. Untuk mencari kejelasan tema, kamu harus menyelesaikan atau membaca keseluruhan cerita karena tema tidak bisa ditemukan pada bagian-bagian tertentu. 

    Kemudian tema yang diangkat ke dalam novel pada umumnya mengangkat kondisi kehidupan dan sifatnya universal. Maksudnya, tema itu akan atau sudah dialami oleh setiap orang yang ada di bagian dunia manapun. 

    Untuk menentukan tema ini, biasanya berdasarkan permasalah yang sedang dialami atau pengalaman perorangan atau kelompok. 

    Misalnya tema mengangkat masalah pendidikan yang mencakup pendidikan di dalam dan di luar sekolah. Pemilihan tema tersebut bisa dibilang cenderung subjektif dan akan dikembangan dengan kekreatifan penulis. 

    Selain itu, tema masih dibagi ke dalam beberapa bagian, yaitu:

    a. Tema Mayor

    Untuk pembagian yang pertama merupakan jenis tema mayor. Nantinya tema ini akan disampaikan lebih dari satu kali, sehingga dapat memberikan warna yang dominan dalam cerita. 

    Biasanya tema ini akan mengangkat tentang pendidikan, persahabatan, dan perjuangan. Dengan begitu ketiga tema tersebut akan paling sering diulangi dalam cerita. 

    b. Tema Minor

    Ada juga jenis minor yang merupakan sebuah oposisi dari tema mayor. Biasanya tema ini akan muncul pada bagian-bagian tertentu saja sehingga bisa dibilang tema minor merupakan sisipan kecil dalam alur cerita novel. 

    Maka dari itu, untuk mencarinya, mungkin kamu harus membaca secara lebih menyeluruh dan memahami setiap bagian novel.

    c. Tema Non Tradisional

    Selain itu ada juga tema non tradisional. Penggunaan tema ini bisa dibilang jarang atau tidak umum diangkat dalam cerita novel sehingga tidak dipungkiri bahwa alur pada cerita novel itu bisa mengecewakan pembaca karena berbeda dengan ekspektasi.

    Contoh untuk tema non tradisional yang muncul adalah ketika akhir cerita dalam suatu novel membuat tokoh antagonis menjadi pemenangnya, sedangkan tokoh protagonis mengalami kekalahan. Jika dilihat pada umumnya pemeran baik yang menjadi pemenangnya.

    d. Tema Tradisional

    Berikutnya adalah tema tradisional. Tema ini tentunya banyak digunakan dalam cerita novel sehingga pembaca bisa memikirkan dan menebak alur ceritanya hingga akhir. Namun kebanyakan pembaca senang dengan tema seperti ini sehingga penggunaannya hingga sekarang masih tetap dipertahankan. 

    Contohnya saja, sebagai orang yang ingin mendapatkan cinta sejati harus membutuhkan pengorbanan. Kemudian orang yang baik atau jujur akan menjadi pemenang di akhir. 

    2. Alur Cerita atau Plot

    Unsur intrinsik novel selanjutnya adalah alur atau plot. Alur atau plot cerita novel ini merupakan jalan cerita yang nantinya dapat membentuk suatu peristiwa yang melibatkan tokoh di dalam novel. Kemudian alur novel sendiri terdapat beberapa tahapan, yaitu:

    a. Pengenalan Tokoh

    Tahapan yang pertama adalah pengenalan tokoh yang ada di dalam cerita novel. Nantinya penulis akan memperkenalkan siapa saja tokoh-tokoh yang terlibat di cerita tersebut. Kemudian dalam tahap ini juga akan diperlihatkan unsur dasar di dalam cerita. Misalnya saja latar tempat, suasananya, dan waktu terjadinya peristiwa. 

    Dengan begitu, tahap ini akan membuat pembaca tahu siapa saja tokoh yang terlibat dan dimana tempat terjadinya peristiwa dalam cerita serta bagaimana suasana yang diciptakan oleh penulis. 

    b. Mulainya Konflik

    Setelah tahapan pengenalan tokoh, maka tahapan selanjutnya adalah mulainya konflik atau masalah. Nantinya penulis akan menjelaskan dalam bentuk cerita mengenai bagaimana masalah itu bisa terjadi dan apa saja penyebabnya. 

    Pada umumnya konflik atau masalah yang muncul dalam cerita merupakan pertikaian antar tokoh atau bisa juga dari salah satu tokoh itu sendiri. Namun masalah yang terjadi di dalam cerita tersebut tidak akan bertahan lama, tetapi masalah itu bisa berawal dari perkara kecil hingga membesar. 

    Maka dari itu, biasanya novel yang memiliki jalan cerita menarik akan membuat pembaca menantikan konflik apa saja yang muncul. Kemudian tahap mulainya konflik ini bisa juga menstimulus pembaca untuk dapat melanjutkan cerita dengan konflik yang lebih rumit. 

    c. Puncak Konflik atau Klimaks

    Ketika penulis sudah menceritakan awal konflik muncul, maka pada tahap selanjutnya adalah konflik mulai memuncak atau klimaks. Tahap puncak masalah ini biasanya yang paling dinantikan oleh pembaca karena bisa muncul hal yang lebih menarik dari tokoh di dalam cerita.

    Selain itu, pembaca pun akan betah untuk mengikuti jalannya cerita dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya ketika puncak masalah muncul. Kemudian suasana tegang dan keseruan saat membaca akan datang ketika konflik yang memanas dan menunggu bagaimana para tokoh memecahkan konflik tersebut. 

    d. Meredanya Konflik

    Setelah konflik memanas, tentunya tokoh dalam cerita sudah mendapatkan cara untuk menyelesaikannya dan permasalah pun mulai mereda sehingga dapat membuat pembaca kagum dengan tokoh utama karena bisa mengatasi masalah yang terjadi.

    Kemudian ketegangan dari pembaca akan mereda ketika mengetahui tokoh utama sudah melakukan berbagai cara yang terduga atau tidak terduga untuk mengatasi masalah tersebut. Kemudian pada tahapan meredanya konflik, suasana yang terbangun biasanya tidak mudah ditebak oleh pembaca.

    e. Penyelesaian

    Tahap alur yang terakhir adalah penyelesaian yang dialami para tokoh cerita novel. Ketika penulis sudah tidak menceritakan masalah apa saja yang terjadi, maka akan mulai menuliskan penyelesaiannya. 

    Kemudian pada tahap ini, pembaca bisa menyimpulkan kesan dari cerita dan pembaca akan menyisipkan pesan di dalamnya. 

    3. Tokoh atau Penokohan

    Unsur intrinsik novel berikutnya adalah tokoh atau penokohan. Namun perlu dipahami bahwa tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang memiliki definisi berbeda. Jadi, jangan sampai salah mengartikan tokoh dan penokohan. 

    Untuk tokoh sendiri merupakan seorang pemeran dalam cerita yang memiliki sifat atau perilaku berdasarkan alur cerita. Sementara itu, penokohan merupakan sifat atau perilaku tokoh yang digambarkan oleh penulis di dalam cerita.  

    Kemudian, unsur intrinsik novel ini juga ada beberapa jenis atau klasifikasi tokoh yang perlu dipahami, yaitu:

    a. Tokoh Utama

    Perlu diketahui, terdapat salah satu satu jenis tokoh yaitu tokoh utama, dimana individu ini paling banyak muncul dan diceritakan sebagai pelaku atau sasaran. Kemudian tokoh utama ini yang akan memengaruhi alur dan pengembangan cerita. Tidak heran jika kamu akan menemukan cerita tokoh utama dalam setiap halamannya.

    b. Tokoh Tambahan

    Selain itu, terdapat juga tokoh tambahan atau pembantu. Tokoh tambahan ini akan membantu tokoh utama sepanjang cerita. Namun salah satu tokoh ini sering diabaikan oleh pembaca karena bisa dibilang tidak terlalu berpengaruh pada jalannya cerita.

    c. Tokoh Protagonis

    Jenis tokoh satu ini mungkin biasa didengar sebagai tokoh yang baik. Kemudian tokoh ini merupakan representasi dari harapan pembaca dan relate dengan permasalahan pembaca, sehingga bisa menimbulkan rasa empati. 

    d. Tokoh Antagonis

    Tokoh ini biasanya akan menjadi “lawan” dari tokoh protagonis dan menentang keberadaannya. Meskipun jika dilihat dari perilaku dan lisannya yang bisa dibilang jahat, namun adanya tokoh antagonis akan membuat jalannya cerita semakin menarik. 

    e. Tokoh Statis

    Jenis tokoh selanjutnya adalah tokoh statis. Dari namanya mungkin kamu bisa tahu bahwa tokoh ini memiliki personality yang tidak berubah ketika atau setelah peristiwa di dalam cerita terjadi. Jadi dari awalan hingga akhir cerita, tokoh ini akan memiliki sikap dan watak yang tetap.

    f. Tokoh Berkembang

    Tokoh ini berbeda dengan jenis statis sebelumnya, dimana tokoh berkembang akan mengalami perubahan watak atau sikap seiring terjadinya sebab dan akibat dalam cerita. Biasanya toko berkembang ini mudah untuk berinteraksi dengan lingkungannya, sehingga bisa memengaruhi kepribadiannya.

    4. Sudut Pandang

    Unsur intrinsik novel lainnya adalah sudut pandang. Pengertian dari sudut pandang adalah sebuah cara pandang yang dipakai oleh penulis dalam menggambarkan isi ceritanya. Kemudian dalam sudut pandang ini terbagi ke dalam beberapa jenis seperti orang pertama, kedua, ketiga, dan campuran.

    a. Sudut Pandang Orang Pertama

    Sudut pandang orang pertama adalah posisi ketika pembaca seolah-olah menjadi salah satu tokoh dalam cerita dan menjalankan peran dari tokoh tersebut. Biasanya kalimat untuk sudut pandang orang pertama terdapat kata ganti “saya” dan “aku” (tunggal) serta “kami” (jamak). 

    Kemudian untuk sudut pandang orang pertama ini masih dibagi dalam beberapa bagian lagi, yakni tokoh utama dan sampingan.

    • Sudut Pandang Orang Pertama (Tokoh Utama)

    Nantinya tokoh utama atau “aku” yang dibuat oleh penulis akan seperti masuk ke dalam cerita dan berperan sebagai pelaku utama untuk membawakan setiap alurnya. 

    • Sudut Pandang Orang Pertama (Tokoh Sampingan)

    Pada sudut pandang ini, penulis akan membuat pemeran “aku” sebagai tokoh sampingan atau pendamping. Singkatnya, tokoh sampingan bertindak sebagai saksi dalam cerita/peristiwa yang dialami peran utama.

    b. Sudut Pandang Orang Kedua

    Mungkin dalam suatu cerita sering menggunakan sudut pandang orang pertama atau orang ketiga. Namun secara fakta terdapat juga sudut pandang orang kedua yang berguna sebagai sisipan saja. Kemudian sudut pandang orang kedua ini seolah-olah terdapat narator yang berbicara dengan pembaca.

    Untuk kata gantinya yaitu menggunakan kata “kau”. Meskipun jarang sekali ditemukan sudut pandang orang kedua pada karya sastra fiksi, namun masih ditemukan juga salah satunya dalam novel Burung-Burung Manyar.

    c. Sudut Pandang Orang Ketiga

    Lalu ada jenis sudut pandang orang ketiga. Jika kamu bandingkan dengan sudut pandang orang pertama, pada sudut pandang orang ketiga ini terdapat perbedaan yaitu pada kebebasan perannya. Sudut pandang ini menggunakan kata ganti “ia”, “dia”, dan “mereka” (kata ganti dalam bentuk jamak). 

    d. Sudut Pandang Campuran

    Ini adalah kombinasi antara sudut pandang “aku”-an dan “dia”-an. Kemudian terdapat ciri dari sudut pandang ini yaitu penulis dapat masuk ke cerita yang dibuat, namun bukan sebagai tokoh utama dan memiliki masanya dimana bisa menjadi orang yang biasa. 

    5. Latar

    Latar sebagai salah satu unsur intrinsik novel merupakan gambaran tempat kejadian yang dibuat oleh penulis dan cara untuk memperlihatkan suasana dan situasi dengan jelas. Tidak hanya itu, latar juga bisa menjelaskan kapan situasi atau peristiwa dalam cerita tersebut terjadi. 

    Lalu untuk latar cerita sendiri terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:

    a. Latar Tempat

    Pertama adalah latar tempat. Jenis latar ini menjelaskan mengenai lokasi dari peristiwa yang diceritakan. Untuk penyampaiannya dalam cerita, terdapat dua cara, yaitu:

    • Implisit

    Pada cara ini, penggambaran latar tempat bisa dibilang tidak jelas karena penulis menyampaikannya hanya gambaran tempat. Misalnya saja orang itu tinggal di rumah yang tanpa atap.

    • Eksplisit

    Untuk latar tempat yang disampaikan dengan cara eksplisit ini akan ditulis lebih jelas. Misalnya saja kakak sudah tiba di stasiun Tugu Yogyakarta. 

    b. Latar Waktu

    Selain itu, ada latar waktu yang wajib ada di dalam sebuah karya sastra. Latar ini pastinya sudah jelas menggambarkan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita. Cara penyampaian latar ini pun sama dengan latar tempat, yaitu:

    • Implisit

    Penyampaian dengan cara implisit ini tidak ceritakan secara jelas dan langsung, bahkan tidak dijelaskan tepatnya kapan peristiwa itu terjadi. Misalnya saja adik berangkat sekolah ketika matahari mulai terbit, tidak ada penyebutan hari maupun jam.

    • Eksplisit

    Untuk cara penyampaian yang eksplisit, penulis memberikan penjelasan terkait latar waktu ini dan bisa menyebutkan jam serta tanggalnya. Misalnya saja ayah sampai di Yogyakarta pada tanggal 10 Mei 2023 pukul 15.00 WIB.

    c. Latar Suasana

    Latar yang terakhir yaitu mengenai suasana dalam cerita. Untuk latar suasana ini biasanya menggambarkan keadaan hati tokoh dan kondisi lingkungan sekitar dalam cerita. Kemudian dalam penyampaian latar suasana tidak secara langsung melainkan dengan mendeskripsikannya.

    6. Gaya Bahasa

    Unsur intrinsik novel berikutnya adalah gaya bahasa. Penggunaan gaya bahasa pada cerita akan membuat penyampaiannya terlihat unik dan menarik. Kemudian penggunaan gaya bahasa pada karya sastra dari penulis satu dengan lainnya akan memiliki ciri khasnya sendiri. 

    Nantinya penulis akan merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat yang menarik dan bisa menggambarkan pikiran serta perasaan tokoh. Dalam cerita novel biasanya terdapat kalimat khusus yang disebut pigura bahasa yang jenisnya seperti pleonasme, klimaks, hiperbola, metafora, dan lainnya.

    7. Amanat

    Unsur intrinsik novel yang terakhir adalah amanat. Nantinya penulis akan membuat karya sastra seperti novel serta mengandung pesan-pesan yang dapat disampaikan kepada pembaca. Namun pesan atau amanat cerita novel ini tidak tertulis, tapi disampaikan dengan cara tersirat.

    Contoh Unsur Intrinsik Novel

    Untuk memperjelas lagi mengenai unsur intrinsik ini, simak contoh berikut yang mengambil dari novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer. 

    • Tema: novel ini bertemakan perkawinan paksa dan ketimpangan sastra sosial pada masa feodal.
    • Alur cerita: menggunakan alur maju.

    (Pengenalan): cerita dimulai dari seorang gadis remaja, si Gadis Pantai, dan orang tuanya merupakan orang miskin di kampung nelayan.

    (Mulainya konflik): Gadis Pantai dipaksa menikahi Bendoro, seorang priyayi kaya.

    (Puncak konflik): selama tahun pertama si Gadis Pantai mulai beradaptasi dengan kehidupan priyayi dan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru. Namun batinnya tersiksa, merindukan kehidupan bebas dekat dengan laut.

    (Meredanya konflik): keluarga Bendoro berusaha menyingkirkan Gadis Pantai dan Bendoro sendiri bersikap tak acuh kepada Gadis Pantai yang sedang mengandung anak pertamanya.

    (Penyelesaian): Bendoro mengusir Gadis Pantai dan memisahkan dengan anaknya. Kemudian Gadis Pantai pergi ke Blora melanjutkan hidupnya.

    • Tokoh atau penokohan: tokoh utama Gadis Pantai adalah orang yang ingin tahu, tegar, melankolis, dan rindu kebebasan. Tokoh pembantu terdiri dari Bendoro, Emak, Bapak, Bujang, Mardinah, Mardikun, Si Dul, Kakek, warga kampung, Kakek Tua, Pak Kusir.
    • Sudut pandang: orang ketiga
    • Latar: tempat di pesisir pantai utara di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Rembang. Waktu pada penjajahan Belanda. Suasana budaya feodal yang begitu kental.
    • Gaya bahasa: bahasa Jawa dan Melayu.
    • Amanat: mengenai kesetaraan hak perempuan.

    Sudah Tahu Apa Saja Unsur Intrinsik Novel?

    Itulah penjelasan mengenai unsur intrinsik novel yang bisa dipahami. Dengan begitu,  dari bacaan di atas semoga bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Sekarang, apakah kamu sudah siap membedah unsur intrinsik novel bacaanmu?

  • Contoh Gurindam Lengkap dengan Pengertian, Jenis dan Ciri-cirinya

    Contoh Gurindam Lengkap dengan Pengertian, Jenis dan Ciri-cirinya

    Salah satu jenis karya sastra Indonesia adalah puisi. Puisi sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu puisi lama dan juga puisi baru. Salah satu contoh puisi lama adalah gurindam.

    Gurindam sendiri merupakan jenis puisi melayu lama yang memiliki dua baris kalimat. Biasanya, baris pertama akan berisi tentang masalah, kesepakatan, ataupun pertanyaan. Sementara pada baris kedua akan berisi jawaban atau hasil dari masalah pada baris pertama.

    Mengenal Gurindam

    Salah satu contoh gurindam yang cukup terkenal adalah 12 gurindam karya Raja Ali Haji yang hidup pada tahun 1809-1872. Menurut beliau sendiri, karya seni ini adalah puisi melayu yang berisi dua baris berpasangan, bersajak, dan juga berirama serta memberi ide yang lengkap dalam pasangannya..

    Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gurindam merupakan susunan sajak yang terdiri dari dua baris dan berisi petuah hidup di dalamnya. Karya seni ini akan berisi sebuah nasehat kepada sesama manusia agar berbuat kebaikan.

    Berikut adalah beberapa pengertian gurindam menurut beberapa ahli lainnya:

    1. Machrusin

    Menurut Machrusin, karya sastra ini termasuk karya sastra lama dengan bentuk puisi. Terdiri dari dua baris kalimat dengan rima ataupun sajak yang sama. Karya sastra ini memiliki lebih dari satu bait yang pada tiap baitnya akan terdiri dari dua baris.

    Baris pertama akan berisi baris syarat, masalah, persoalan, ataupun perjanjian. Sementara pada baris kedua sebagai jawaban dari masalah ataupun hal yang terjadi pada baris pertama.

    2. Ismail Hamid

    Pengertian lain dari gurindam adalah menurut Ismail Hamid. Menurutnya, karya sastra ini berasal dari kata sanskrit yaitu “kirindam” yang memiliki arti perumpamaan. Karya sastra ini berkembang dalam masyarakat Melayu dan memiliki bentuk teks atau naska tersendiri.

    3. Sutan Takdir Alisjahbana

    Menurut Sutan Takdir Alisjahbana, karya sastra satu ini berisi kalimat majemuk yang terbagi dalam dua baris yang bersajak. Pada tiap barisnya merupakan kalimat yang terkait, terdiri dari anak kalimat dan juga induk kalimat dengan jumlah suku kata yang ditentukan tiap barisnya.

    4. Harun Mat Piah

    Gurindam merupakan puisi melayu lama yang bentuknya terikat ataupun tidak terikat. Pada bentuk terikat, karya sastra ini akan terdiri dari dua baris serangkap dengan memiliki tiga sampai enam suku kata dengan rima tertentu.

    Sejarah Karya Sastra Gurindam

    Jika dirunut secara sejarah, maka karya sastra yang satu ini merupakan sebuah karya sastra yang berasal dari Tamil, India. Karya sastra yang satu ini memang sangat dipengaruhi oleh unsur masyarakat Hindu.

    Gurindam, atau dalam Bahasa India biasa disebut dengan kirindam, memiliki arti mula-mula atau perumpamaan. Dalam sejarahnya, baris pertama gurindam selalu berisi persoalan atau masalah. Sementara baris kedua akan menjelaskan jawaban dari masalah tersebut.

    Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya, contoh gurindam yang paling terkenal adalah gurindam 12 pasal karya Raja Haji Ali. Ini merupakan gurindam yang termasuk ke dalam Syi’r al-Irsyadi atau puisi didaktik. Isi dari gurindam ini sendiri menjelaskan tentang nasehat dan juga petunjuk menuju jalan agama yang benar.

    Ciri-Ciri Gurindam

    Sama dengan karya sastra lainnya, pada pembentukannya gurindam ini juga beberapa ciri khas tersendiri. Tiap ciri khasnya ini akan membedakannya dengan karya sastra lainnya. Berikut adalah beberapa ciri khasnya tersebut:

    1. Terdapat Dua Baris

    Ciri khas paling utama dari karya sastra ini adalah pada pembuatan struktur naskahnya. Pada gurindam, tiap naskahnya akan terdiri dari dua baris dan tidak lebih. Ciri khas inilah yang membuat gurindam berbeda dengan jenis puisi lainnya, baik puisi lama maupun puisi baru.

    2. Bentuk Struktur.

    Ciri khas lainnya yang juga membuat karya ini berbeda adalah pada pembentukan struktur teksnya. Pada pembuatannya, struktur gurindam akan dibangun dalam dua konsep.

    Konsep pertama akan mengandung pernyataan. Isinya bisa berupa peristiwa, kasus, dan lainnya. Nantinya pada konsep kedua akan berisi konsekuensi dari peristiwa atau kasus pada konsep pertama.

    Contohnya, pada konsep pertama teksnya adalah “ilmu jangan cuma dihafalkan”, baris pertama ini berisi pernyataan. Lalu pada teks kedua akan berisi konsekuensi dari pernyataan pertama. Contoh teksnya bisa berisi “tapi juga harus diamalkan”.

    Adapun isi teks lengkap dari gurindam tersebut adalah:

    Ilmu jangan cuma dihafalkan

    tapi juga harus diamalkan.

    3. Memiliki Bunyi Akhir yang Senada

    Hal lainnya yang juga menjadi ciri khas dari karya sastra puisi lama ini adalah bunyi pada akhir kalimat yang memiliki kesamaan antara teks pada kalimat pertama dan kedua.

    Jika pada kalimat pertama bunyi akhirnya adalah A, maka pada kalimat kedua bunyi akhirnya juga A. Hal inilah yang membuat gurindam memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.

    Hal inilah yang biasa Anda kenal dengan sebutan rima. Rima pada gurindam sendiri ada beberapa contoh, misalnya a-a, b-b, c-c, d-d, e-e, dan lainnya. Jika tidak ada rima tersebut, maka karya sastra tersebut bukanlah gurindam.

    4. Memiliki Petuah

    Ciri lainnya adalah isinya yang mengandung ajaran hidup. Dalam hal ini, biasanya gurindam akan berisi nasehat bijak kepada sesama manusia untuk melakukan kebaikan.

    Hal ini juga yang membuat karya sastra lama ini berbeda dengan jenis puisi lainnya yang bisa memiliki tema umum. Pada gurindam, maka isinya benar-benar tentang petunjuk kehidupan yang kebanyakan akan dipengaruhi oleh faktor agama.

    5. Setiap Baris Memiliki Batas

    Hal lain yang juga membuat unik dari gurindam adalah pada tiap baris biasanya hanya memiliki 2 sampai dengan 6 kata saja. Meski kalimat yang singkat, namun pesan bisa disampaikan dengan baik. Inilah yang membuat karya sastra tersebut menjadi menarik.

    Jenis Gurindam

    Setelah mengetahui tentang ciri khasnya, hal lainnya yang juga perlu Anda pahami adalah karya sastra ini juga memiliki beberapa jenis. Berikut adalah jenis-jenis dari gurindam.

    1. Gurindam Berkait

    Jenis yang pertama adalah gurindam berkait. Dalam jenis ini, pada baris pertama dan kedua maupun selanjutnya akan terus berkaitan.

    2. Gurindam Berangkai

    Jenis kedua adalah gurindam berangkai. Dalam jenis ini akan selalu ada kata yang sama pada tiap dua baris tersebut. Biasanya, selain bunyi konsonan akhir yang sama, pada kata awal juga biasanya memiliki kesamaan.

    Fungsi Karya Sastra Gurindam

    Karya sastra ini juga tidak dibuat dengan asal. Dalam proses pembuatannya juga memiliki banyak fungsi. Fungsi yang paling utama tentu saja untuk mengabarkan kebaikan, mengajak pada kebaikan, ataupun menghindari keburukan.

    Selain itu, ada juga beberapa fungsi lain dari karya sastra yang satu ini, misalnya:

    1. Mendidik untuk Jiwa

    Pada awalnya, karya sastra yang satu ini dibuat dengan menggunakan unsur agama yang kuat di dalamnya. Sehingga tidak heran jika isi di dalamnya juga sangat kental atas petuah kehidupan.

    Dari sinilah kirindam juga berfungsi untuk mendidik sisi kejiwaan manusia, baik bagi yang membuat maupun bagi mereka yang mendengarkan. Fungsi ini akan lebih terasa terutama ketika Anda membaca karya sastra ini dengan penuh penghayatan.

    2. Menghibur Manusia

    Pada perkembangannya, kirindam juga tidak melulu soal petuah hidup dan lainnya. Saat ini temanya sudah mulai umum. Hal ini memang berkaitan dengan fungsi kirindam sebagai salah satu media hiburan.

    Hampir mirip dengan karya sastra lainnya, gurindam dengan tema yang lebih umum bisa menjadi salah satu hiburan bagi manusia. Dalam hal ini, banyak contoh kirindam yang juga menggambarkan tentang kekonyolan manusia.

    3. Merekam Kondisi Sosial

    Sama dengan bentuk puisi lainnya, kirindam juga banyak digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial masyarakat yang sedang terjadi. Pada kasus ini, hampir semua karya sastra sebenarnya memiliki fungsi ini.

    Biasanya, mereka yang membuat gurindam untuk hal ini akan merekam banyak kejadian yang terjadi pada waktu tersebut lalu membagikannya dalam bentuk karya sastra ini.

    Proses ini sendiri memiliki banyak tujuan. Misalnya, memberikan pelajaran pada orang di kemudian hari, membagikan pengalaman yang sudah terjadi, atau hanya sekedar merekam ingatan tentang sebuah peristiwa agar orang banyak tidak lupa.

    4. Dakwah

    Fungsi lainnya dari penggunaan kirindam adalah sebagai sarana dakwah agama. Hal ini memang berkaitan dengan fungsi utama dari karya sastra satu ini yaitu untuk menyebarkan kebaikan.

    Dakwah yang menggunakan metode seni maupun karya memang dinilai lebih menarik. Hal ini juga yang pada akhirnya membuat penggunaan kirindam sebagai metode dakwah menjadi banyak peminatnya.

    Contoh Gurindam dalam Berbagai Tema

    Sudah dijelaskan sebelumnya jika ada banyak sekali contoh gurindam yang bisa Anda temukan, mulai dari gurindam lama yang sudah banyak orang tahu sampai beberapa versi baru.

    Berikut adalah beberapa contoh dari gurindam.

    1. Gurindam Dua Belas

    Ini merupakan salah satu karya sastra kirindam yang paling terkenal. Karya sastra ini dibuat oleh Raja Ali Haji dan berisikan 12 pasal. Adapun isi dari kirindam dua belas adalah sebagai berikut:

    Pasal 1:

    Barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
    Barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang yang ma’rifat.
    Barang siapa mengenal Allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
    Barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
    Barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.
    Barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah Ia dunia mudarat.

    Pasal 2:

    Barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.
    Barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.
    Barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua termasa.
    Barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.
    Barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.

    Pasal 3:

    Apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.
    Apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.
    Apabila terpelihara lidah,
    niscaya dapat daripadanya faedah.
    Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.
    Apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi’il yang tiada senunuh.
    Anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat.
    Hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.

    Pasal 4:

    Hail kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau lalim segala anggotapun rubuh.
    Apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.
    Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.
    Pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.
    Jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
    Tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.
    Bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.
    Barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.
    Barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.
    Di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.

    Pasal 5:

    Jika hendak mengenal orang berbangsa,
    lihat kepada budi dan bahasa.
    Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
    sangat memeliharakan yang sia-sia.
    Jika hendak mengenal orang mulia,
    lihatlah kepada kelakuan dia.
    Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
    bertanya dan belajar tiadalah jemu.
    Jika hendak mengenal orang yang berakal,
    di dalam dunia mengambil bekal.
    Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
    lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

    Pasal 6:

    Cahari olehmu akan sahabat,
    yang boleh dijadikan obat.
    Cahari olehmu akan guru,
    yang boleh tahukan tiap seteru.
    Cahari olehmu akan isteri,
    yang boleh menyerahkan diri.
    Cahari olehmu akan kawan,
    pilih segala orang yang setiawan.
    Cahari olehmu akan abdi,
    yang ada baik sedikit budi.

    Pasal 7:

    Apabila banyak berkata-kata,
    di situlah jalan masuk dusta.
    Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
    itulah tanda hampirkan duka.
    Apabila kita kurang siasat,
    itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
    Apabila anak tidak dilatih,
    jika besar bapanya letih.
    Apabila banyak mencela orang,
    itulah tanda dirinya kurang.
    Apabila orang yang banyak tidur,
    sia-sia sahajalah umur.
    Apabila mendengar akan khabar,
    menerimanya itu hendaklah sabar.
    Apabila mendengar akan aduan,
    membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
    Apabila perkataan yang lemah-lembut,
    lekaslah segala orang mengikut.
    Apabila perkataan yang amat kasar,
    lekaslah orang sekalian gusar.
    Apabila pekerjaan yang amat benar,
    tidak boleh orang berbuat onar.

    Pasal 8:

    Barang siapa khianat akan dirinya,
    apalagi kepada lainnya.
    Kepada dirinya ia aniaya,
    orang itu jangan engkau percaya.
    Lidah yang suka membenarkan dirinya,
    daripada yang lain dapat kesalahannya.
    Daripada memuji diri hendaklah sabar,
    biar dan pada orang datangnya khabar.
    Orang yang suka menampakkan jasa,
    setengah daripada syirik mengaku kuasa.
    Kejahatan diri sembunyikan,
    kebaikan diri diamkan.
    Keaiban orang jangan dibuka,
    keaiban diri hendaklah sangka.

    Pasal 9:

    Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,
    bukannya manusia yaitulah syaitan.
    Kejahatan seorang perempuan tua,
    itulah iblis punya penggawa.
    Kepada segala hamba-hamba raja,
    di situlah syaitan tempatnya manja.
    Kebanyakan orang yang muda-muda,
    di situlah syaitan tempat berkuda.
    Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
    di situlah syaitan punya jamuan.
    Adapun orang tua yang hemat,
    syaitan tak suka membuat sahabat.
    Jika orang muda kuat berguru,
    dengan syaitan jadi berseteru.

    Pasal 10:

    Dengan bapa jangan durhaka,
    supaya Allah tidak murka.
    Dengan ibu hendaklah hormat,
    supaya badan dapat selamat.
    Dengan anak janganlah lalai,
    supaya boleh naik ke tengah balai.
    Dengan istri dan gundik janganlah alpa,
    supaya kemaluan jangan menerpa.
    Dengan kawan hendaklah adil,
    supaya tangannya jadi kafill.

    Pasal 11:

    Hendaklah berjasa,
    kepada yang sebangsa.
    Hendaklah jadi kepala,
    buang perangai yang cela.
    Hendaklah memegang amanat, buanglah khianat.
    Hendak marah, dahulukan hajat.
    Hendak dimulai, jangan melalui.
    Hendak ramai, murahkan perangai.

    Pasal 12:

    Raja mufakat dengan menteri,
    seperti kebun berpagarkan duri.
    Betul hati kepada raja,
    tanda jadi sebarang kerja.
    Hukum adil atas rakyat,
    tanda raja beroleh anayat.
    Kasihan orang yang berilmu,
    tanda rahmat atas dirimu.
    Hormat akan orang yang pandai,
    tanda mengenal kasa dan cindai.
    Ingatkan dirinya mati,
    itulah asal berbuat bakti.
    Akhirat itu terlalu nyata,
    kepada hati yang tidak buta.

    2. Contoh Gurindam Agama

    Contoh lainnya dari karya sastra ini adalah gurindam agama. Pada jenis ini akan banyak membahas tentang agama. Berikut adalah beberapa contoh dari kirindam dengan tema agama.

    Manusia hidup di dunia

    Harus berpegang kepada agama.

    Barang siapa tidak takut Tuhan

    Hidupnya tidak akan bertahan.

    Jika tidak mendirikan sholat

    Maka Allah akan melaknat.

    Barang siapa berpegang pada Al-Qur’an

    Pasti jiwa tenang tiada keresahan.

    Jadi insan harus beriman

    Selalu tebarkan kebajikan.

    Barang siapa putus asa

    Pasti Allah akan murka.

    Jangan suka berbuat maksiat

    Kalau maksiat langsung tobat.

    Ibadah dilakukan jangan lupa

    Kalau ingin masuk surga.

    Barang siapa meninggalkan yang lima

    Pasti hidup tidak sempurna.

    Percuma hidup punya harta

    Kalau tidak pernah ibadah kepada-Nya.

    3. Contoh Gurindam Berangkai

    Gurindam berangkai merupakan salah satu jenis karya sastra yang banyak dipakai saat ini. Berikut adalah beberapa contohnya:

    Jika bekerja tidak berhati lurus

    Jika bekerja tidak berhati tulus.

    Maka pikiran akan mudah tergerus

    Pikiran tak karuan dan tubuh menjadi kurus.

    Temukan apa yang dimaksud sahabat

    Temukan apa yang dimaksud maksiat.

    Janganlah menjadi orang yang memelas

    Nanti kamu menjadi orang yang malas.

    Jika bertindak pikirlah dulu

    Supaya sesal tak membelenggu.

    Kalau tidak dipikir dulu

    Kesusahan kan menghampirimu.

    Jangan menilai dari tampilan

    Karna tampilan itu tipuan.

    Jika menilai seorang insan

    Coba lihatlah dari perbuatan.

    Jikalau baik perbuatan

    Maka dibalas kebaikan.

    Jikalau buruk perbuatan

    Maka dibalas keburukan.

    4. Contoh Gurindam Pendidikan

    Kirindam dengan tema umum yang banyak dipilih adalah tema pendidikan. Hal ini untuk mengajak banyak orang agar lebih mementingkan pendidikan. Berikut adalah beberapa contoh kirindam dengan tema pendidikan.

    Cari ilmu wajib hukumnya

    Bahkan sampai ke negeri Cina.

    Jika berilmu janganlah angkuh

    Nanti dirimu akan terjatuh.

    Jadi orang pintar memang perlu

    Tapi juga harus bijak selalu.

    Ilmu itu harus dicari

    Belajarlah pada yang ahli.

    Barang siapa mencari ilmu

    Maka carilah ke para guru.

    Ilmu jangan hanya dihafalkan

    Namun juga harus diamalkan.

    Ketika hendak mencari ilmu

    Haruslah sungguh-sungguh selalu.

    Ketika engkau tengah belajar

    Haruslah tekun dan juga sabar.

    Jika hidup tidak berilmu

    Hidup akan sesat selalu.

    Belajar itu tidak kenal usia

    Teruslah belajar sampai tua.

    5. Contoh Gurindam Nasehat

    Secara umum, karya sastra ini biasanya akan berisi nasehat dan petuah. Berikut adalah contoh dari kirindam yang bisa Anda ambil nasehat dan petunjuk di dalamnya.

    Percuma jadi orang punya harta

    Kalau tidak beramal pada sesama.

    Apabila orang banyak berkata

    Itu tandanya dia berdusta.

    Percuma punya banyak teman

    Kalau tidak berbuat kebaikan.

    Jika engkau ingin dipercaya orang

    Sikap jujur haruslah dipegang.

    Apabila dengki sudah merasuki hati

    Tak akan pernah hilang hingga nanti.

    Berbohong jangan dilakukan

    Nanti kamu dijauhi orang.

    Lakukan kebaikan selalu

    Kebaikan akan menghampirimu.

    Hendaklah pelihara kaki

    Daripada berjalan yang membawa rugi.

    Jika bertindak pikirlah dulu

    Supaya sesal tak membelenggu.

    Memang penting punya harta

    Tapi menuntut ilmu jangan lupa.

    Mempelajari Gurindam, Melestarikan Kebudayaan!

    Sebagai salah satu karya sastra, sama seperti puisi, sudah seharusnya Anda juga ikut melestarikan gurindam ini. Dengan memahaminya lebih dalam, hal tersebut juga bisa menjadi salah satu cara untuk melestarikan karya sastra yang satu ini.

  • Apa itu Majas Ironi? Pengertian, Ciri, Perletakan, dan Contohnya

    Apa itu Majas Ironi? Pengertian, Ciri, Perletakan, dan Contohnya

    Di setiap percakapan sehari-hari, kita pasti sering menggunakan berbagai jenis ungkapan untuk mengekspresikan perasaan kita terhadap sesuatu, salah satunya adalah majas ironi. Apakah kamu pernah menyindir seseorang dengan ungkapan yang halus? Jika iya, maka kamu sedang mempraktikkan majas ironi.

    Penggunaan majas ironi sudah menjadi hal yang biasa kita temukan di berbagai percakapan di sekitar kita, baik di rumah, sekolah, maupun kantor. Dalam penggunaannya, jenis majas ini digunakan dengan tujuan untuk menyindir seseorang ataupun sebuah objek.

    Apakah kamu sedang mencari informasi lebih mengenai pengertian majas ironi, ciri, fungsi, dan juga contohnya? Kalau iya, teruslah membaca artikel ini sampai selesai. Kami akan membantu menambah wawasanmu tentang jenis majas sindiran ini.

    Pengertian Majas Ironi

    Mari kita mulai artikel ini dengan memahami terlebih dahulu mengenai majas. Majas dalam pengertiannya merupakan sebuah ungkapan maupun kiasan yang dapat memberikan pesan, kesan, juga efek kepada pembaca maupun pendengarnya.

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), majas didefinisikan sebagai sebuah cara yang dilakukan untuk menggambarkan sesuatu dengan menyamakannya dengan sesuatu yang lain. Singkatnya, majas adalah sebuah kiasan atau ungkapan yang diutarakan untuk menggambarkan satu hal lewat dua hal yang berbeda.

    Majas sendiri terbagi menjadi empat cabang kategori, yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas penegasan, dan majas sindiran. Nah, dalam kategori majas sindiran, ada yang namanya majas ironi. Apa itu majas ironi? Silakan cek definisinya di bawah.

    Kata ironi sendiri menurut KBBI adalah satu kejadian yang telah terjadi dan bertentangan dengan apa yang diharapkan akan terjadi. Mengacu pada definisi ini, majas ironi bisa dikatakan sebagai sebuah kiasan yang dibuat dengan tujuan untuk menggambarkan sesuatu yang bertentangan dan berlawanan.

    Di sisi lain, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan majas ironi sebagai sebuah ungkapan maupun kiasan yang memiliki makna yang saling berlawanan dari makna yang sesungguhnya. Tujuan dari penggunaan jenis majas ini adalah untuk menyindir orang lain dengan cara yang lebih halus.

    Dalam penggunaannya pun, jenis majas ini sering berupa pernyataan dengan makna yang berbeda dengan aslinya. Misalnya, seseorang mengatakan kalimat A untuk menunjukkan makna B. 

    Ciri-Ciri Majas Ironi

    Setelah kamu memahami definisi dari majas ironi, sekarang mari kita mulai memahami ciri-ciri dari jenis majas ini yang membedakannya dengan jenis majas lainnya.

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, majas ironi umumnya berupa pernyataan halus untuk menyindir seseorang. Berbeda dengan sarkasme yang diucapkan dengan pernyataan yang agresif dengan kritikan yang kasar, majas ironi lebih berupa sindiran halus berbentuk singgungan dan pujian.

    Untuk memberikanmu gambaran yang lebih jelas, silakan cek ciri-ciri jenis majas ini di bawah.

    • Kalimat yang diucapkan seringkali berbeda dengan makna sesungguhnya yang ingin diucapkan.
    • Kalimat dari majas ini umumnya tersirat, sehingga pembaca maupun pendengar tidak bisa menerka artinya secara langsung.
    • Gaya bahasanya biasanya berupa pernyataan halus yang tidak frontal.

    Kita ambil contoh kalimat di bawah ini:

    Pekerjaan yang Budi lakukan sangatlah cepat, hingga ia harus pulang terlambat setiap hari.

    Dari contoh diatas, kalimat pertama adalah kalimat yang menjelaskan bahwa Budi adalah seorang pekerja yang melakukan pekerjaannya dengan cepat. Sedangkan di kalimat kedua menyatakan bahwa Budi selalu pulang terlambat setiap harinya.

    Mengacu pada hal ini, bisa dikatakan bahwa makna sesungguhnya dari contoh diatas adalah Budi adalah seorang pekerja yang selalu melakukan pekerjaannya dengan lambat sehingga ia harus pulang telat setiap hari.

    Nah, dari penjelasan ini, contoh kalimat diatas sudah memenuhi semua ciri dari majar ironi. Yang pertama, kalimat dengan makna yang berbeda, kalimat yang tersirat, juga kalimat dengan gaya bahasa sindiran yang halus.

    Fungsi Majas Ironi

    Karena majas ironi termasuk kedalam salah satu jenis majas di kategori majas sindiran, maka sudah pasti fungsi dari majas ini untuk menyatakan sindiran. Hanya saja yang membedakannya dengan jenis majas sindiran lainnya adalah cara mengekspresikannya.

    Benar bahwa majas ironi tidak menggunakan sindiran yang frontal maupun agresif, namun jenis majas ini menggunakan cara yang lebih sopan lewat pernyataan sindiran halus. Karena hal ini, dampak dari penggunaan majas ironi lebih menohok lawan bicara maupun objek yang sedang dibicarakan.

    Berdasarkan penjelasan ini, majas ironi dapat disimpulkan sebagai jenis majas sindiran yang menggunakan cara yang elegan dan sopan untuk menyatakan sindiran terhadap seseorang. 

    Perletakan Majas Ironi

    Pada umumnya, perletakan majas ironi selalu berupa kalimat pujian kemudian disusul dengan sindiran halus yang memiliki makna berbeda dengan kalimat pujiannya. Penggunaan pujian diawal ini berfungsi untuk membantu menghaluskan kalimat sindiran setelahnya.

    Sebagai contoh,

    Andi adalah orang yang sangatlah rajin. Karena itu, dia selalu bangun jam 9 pagi.

    Dalam contoh diatas, Andi dipuji sebagai seseorang yang begitu rajin. Padahal kenyataannya, pujian yang diberikan kepada Andi ini adalah sebuah sindiran karena Andi yang selalu bangun kesiangan.

    Contoh lainnya,

    Saking bersihnya kamar Rendy, tikus pun akan nyaman tinggal di sana.

    Pujian yang ada di awal kalimat dari contoh diatas bukan semata-mata bermakna bahwa kamar Rendy bersih. Namun, itu merupakan sebuah sindiran betapa kotornya kamar Rendy hingga tikus saja bisa nyaman untuk tinggal di kamarnya.

    30 Contoh Majas Ironi

    Jika kamu sudah memahami semua mengenai majas ironi, mulai dari pengertian, ciri, hingga perletakannya. Kini, saatnya kamu memahami langsung jenis majas sindiran ini lewat 30 contoh yang ada di bawah. Baca lebih lanjut untuk cari tahu kumpulannya!

    1. Betapa indah suaramu, sampai-sampai aku ingin langsung memotong telingaku.
    2. Sepertinya kamu cocok jadi menteri kesehatan, karena kamu selalu sakit setiap harinya.
    3. Wow, bersih sekali gigimu! Sudah berapa hari kamu tidak menggosok gigi?
    4. Kamu benar-benar memperhatikan penampilanmu, sampai aku bingung style apa yang sedang kamu kenakan.
    5. Sambutlah pengeran kita di siang hari ini! Kerjaannya cuma tidur, main game, makan, nonton, tidur lagi.
    6. Bukankah kamu sudah bermata empat? Kenapa masih membuang sampah sembarangan, tidak pada tempatnya?
    7. Jika boleh, nilai rapormu harusnya masuk ke nominasi hal terindah di dunia karena warnanya yang semuanya merah.
    8. Sungguh bertanggung jawab sekali kalian berdua, bukannya bekerja tapi kalian malah berpacaran di kantor.
    9. Cukup biarkan orang bijak itu berbicara, bisa saja hanya itu yang bisa ia banggakan untuk hidupnya.
    10. Kamu dandannya cepat sekali ya, sampai-sampai aku hampir 2 jam menunggumu di sini.
    11. Betapa mulianya pemimpin itu, anggota-anggotanya sampai diterlantarkan tidak diurus dengan baik.
    12. Melly benar-benar adalah anak yang penurut, sampai-sampai nasihat orang tuanya saja tidak didengarkan.
    13. Teh yang kamu buat ini begitu manis, hingga aku harus menambahkan beberapa sendok gula lagi.
    14. Suami dari tetangga kita ini begitu dewasa, sehingga kita sering melihatnya berteriak marah setiap pagi.
    15. Cinta itu memang menyenangkan, sampai perempuan itu tidak sadar kalau dia selalu menangis setiap malam untuk laki-laki buruk itu.
    16. Pantai di kota ini begitu indah, sampai aku sering menemukan sampah plastik berserakan sejauh mata memandang.
    17. Saking pintarnya bocah ini, dia sampai tidak pernah memperhatikan pelajaran yang guru Matematika itu ajarkan.
    18. Cuaca di bulan ini sangatlah dingin, tubuhku sampai berkeringat setiap harinya.
    19. Tuti sepertinya baru saja membeli pakaian yang sangat murah. Lihatlah! Kini dompetnya kosong setelah membeli pakaian itu.
    20. Masakan yang adik laki-lakiku buat ini sungguhlah lezat, aku sampai sakit perut berhari-hari setelah memakannya.
    21. Saking baiknya laki-laki itu di kantor, ia sampai dikucilkan karena tingkah laku baiknya.
    22. Sopan sekali pakaian yang kamu kenakan di pesta ini, aku sampai malu melihatnya.
    23. Penawaran pinjaman yang orang itu berikan sungguhlah menjanjikan, sampai-sampai bunganya dua kali lipat lebih besar dari pinjaman yang ditawarkan.
    24. Laki-laki itu sepertinya benar-benar mengabdikan dirinya untuk pekerjaannya. Lihatlah bagaimana ia telah menjatuhkan beberapa rekan kerjanya.
    25. Saking cintanya laki-laki itu, ia sampai tega berkata kasar dan memukuli perempuannya demi memenuhi semua egonya.
    26. Selamat pagi, Tuan Putriku, sudah bangun? Makanan sudah siap di meja ya. Silahkan sarapan di jam 12 siang, Tuan Putri.
    27. Toko itu sepertinya menawarkan produk yang begitu murah, sampai tidak ada satupun yang terjual.
    28. Pria itu benar-benar hebat ya. Kalau ada apa-apa, ia tidak pernah cerita ke siapapun dan hanya memendamnya sendirian.
    29. Saking harumnya Teddy, lalat pun sampai mengerubungi kepalanya.
    30. Malang sekali nasib Rafathar ini, baru berusia 6 tahun tapi ia sudah memiliki tabungan hingga 2 milliar.

    Apakah Kamu Sudah Paham tentang Majas Ironi?

    Sebagai kesimpulan, majas ironi merupakan sebuah majas yang masuk ke dalam kategori majas sindiran. Karena itu, fungsi dari majas ini adalah untuk menyindir seseorang karena sifat maupun kebiasaannya. Berbeda dengan jenis majas sindiran lainnya, majas ironi menggunakan ungkapan sindiran dengan cara yang lebih halus.

    Akhir kata, semoga penjelasan mengenai pengertian hingga contoh majas ironi yang ada di artikel ini dapat menambah wawasanmu tentang jenis majas sindiran ini.

  • 15 Puisi Malam Romantis dan Menyentuh Hati

    15 Puisi Malam Romantis dan Menyentuh Hati

    Puisi malam adalah salah satu karya sastra, yang bisa menunjukkan kesan romantis bagi pembacanya. Bahkan, tak jarang banyak karya ini keluar dari hati dua sejoli yang saling mencintai, untuk mengungkapkan rasa kasih sayangnya. Beberapa karya ini, bisa bantu kamu rasain romantisme yang menggebu-gebu!

    Puisi Malam Romantis dan Menyentuh Hati

    Untuk kamu yang lagi pengen ngerasain romantisme percintaan, beberapa puisi malam di bawah ini bisa banget nih gambarin perasaanmu saat ini. Yuk, simak beberapa karya ini, siapa tahu ada yang relate dengan kisah percintaanmu saat ini!

    1. Lelaki Penyabar

    Wahai Lelakiku, engkau bagaikan matahari

    Menyinari hidupku dengan cinta yang penuh sabar

    Tak pernah tergesa-gesa, menunggu timing yang tepat

    Bersamamu hidupku terasa lebih indah dan damai

    Ketika hatiku merasa resah dan gelisah

    Hanya engkau yang membuat senyumku kembali merekah

    Menyentuh hatiku dengan kelembutan yang penuh kasih

    Memunculkan cinta tulus yang tak pernah padam

    Wahai Pujanggaku, engkau tak pernah lelah

    Mendengarkan curahan hatiku yang tak terbendung

    Memberiku waktu untuk mengekspresikan perasaanku

    Tanpa pernah menghakimi atau merendahkan diriku

    Hanya kau yang mampu sabar menanti ketika aku tak bersamamu

    Tak pernah memaksaku untuk membuat keputusan yang terburu-buru

    Membimbingku dengan kebijaksanaan dan keyakinan yang tulus

    Menjadikan hidupku lebih bermakna dari hari ke hari

    Wahai Lelakiku, engkau adalah inspirasiku

    Menjadi tauladan bagi hidup yang penuh dengan cobaan

    Menjadikanku sosok yang lebih istimewa

    Di tengah ketidakyakinanku terhadap diri!

    2. Curah Malam

    Bicaralah pada langit yang sepi

    Mengenai hikayat malam

    Dan dengar tak perlu kamu mengerti

    Bicaralah pada angin yang sepi

    Dan ingat, tidak aku minta kau mengakui

    Bicaralah pada gelapnya ini

    Akan raibnya beberapa mimpi

    Dan jangan sampai kau kembali

    Karena aku tidak peduli lagi

    3. Ciuman Pertama

    Ciuman pertama, suatu kenangan yang tak terlupakan

    Momen yang penuh getaran dan rasa penasaran

    Ketika bibir kita bertaut dan menyatu

    Menghasilkan ledakan rasa dalam hati yang membara

    Ketika bibir kita bersentuhan dan menyatu

    Membuat dunia terasa berputar cepat

    Ketika tubuh kita bergetar dan berdesir

    Membuat hati kita berdebar-debar kencang

    Ciuman pertama, suatu tanda kepercayaan

    Sebuah pengakuan rasa cinta yang tulus dan tahan lama

    Ketika kita mengambil risiko untuk mencoba

    Mengambil langkah untuk mengejar rasa yang membara

    Dan ketika ciuman pertama itu berakhir

    Kita tahu bahwa kita telah menemukan cinta yang sejati

    Kita tahu bahwa kita telah menemukan seseorang

    Yang akan selalu mengisi hidup kita dengan kebahagiaan dan keindahan.

    4. Hujan Penuh Cinta

    Hujan datang membasahi bumi kala aku berada di sisimu

    Duduk bersama berteduh sambil menggenggam tangan

    Merasakan butiran hujan yang jatuh dengan perlahan

    Mendengarkan suara gemericik air sambil menikmati momen yang syahdu

    Semakin hangat saat kau sarungkan tangan kekarmu ke pundakku

    Membuat ribuan bunga mengeliling kepalaku

    Mengisyaratkan tatapan sayang dengan penuh cinta dan kedamaian

    Berbagi cerita dan tawa hingga menjadi penghapus rasa lelah dan penat

    5. Optimisme

    Cinta kita berdua

    Adalah istana dari porselen.

    Angin telah membawa kedamaian

    Membelitkan kita dalam pelukan.

    Bumi telah memberi kekuatan

    Kerna kita telah melangkah

    Dengan ketegasan.

    6. Beda Bukanlah Halangan

    Perbedaan di antara kita

    Tak pernah sedikitpun menghalangi cinta

    Perbedaan malah membuat kita semakin erat

    Dalam ikatan yang abadi dan tulus

    Perbedaan adalah keunikan kita

    Membuat hidup ini lebih berwarna

    Saling berdikari melengkapi satu sama lain

    Dalam cinta yang membuat hidup lebih berarti

    7. Sajak Putih

    Bersandar pada tari warna pelangi

    Kau di depanku bertudung sutra senja

    Di hitam matamu kembang mawar dan melati

    Harum rambutmu mengalun bergelut senda

    Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba

    Meriak muka air kolam jiwa

    Dan dalam dadaku memerdu lagu

    Menarik menari seluruh aku

    Hidup dari hidupku, pintu terbuka

    Selama matamu bagiku menengadah

    Selama kau darah mengalir dari luka

    Antara kita Mati datang tidak membelah

    8. Mawar Itu Cinta

    Mawar merah, bunga cinta yang abadi

    Melambangkan kasih yang tak pernah padam

    Layaknya api cintaku yang selalu menyala

    Membakar semangat cinta yang takkan pernah padam

    9. Dalam Tidur yang Lelap

    Tertidur pulas di dekatmu

    Membuat hati ini merasa tenang dan bahagia

    Seperti sebuah mimpi yang tak terduga

    Kita bersama dalam kenyamanan yang sejati

    Melihatmu tertidur dengan tenang

    Membuatku merasa luluh dan terpikat

    Seperti anugerah yang tiba-tiba datang

    Kita bersama dalam cinta yang tak terbatas

    Dan ketika aku tertidur pulas di sisimu

    Kita merasakan kedamaian yang abadi

    Dalam pelukan yang penuh kehangatan

    Kita bersama dalam kisah cinta yang tulus dan sejati

    10. Senja Raib

    Senja lenyap,

    Menyatu cedera yang sangat panjang.

    Bak kubangan,

    Kau tinggalkan sejuta angan.

    Menyatu fajar,

    Dan kamu menggantikan gelapnya malam.

    Muram,

    Tetapi tanpaku, kamu tak berkutik.

    Ini takdir, tidak patut jika ku kritik.

    Jadi, ku tegaskan, kehilanganmu benar-benar tidak asyik

    11. Surat Cinta Pertamamu

    Surat cinta pertamamu masih kusimpan

    Rapi tersimpul pita berkilau 

    Meski waktu telah berlalu dan terus berputar

    Namun rasa itu tetap terjaga di hatiku

    Kata yang begitu indah tertulis rapi

    Seperti puisi malam yang mempesona hatiku

    Membuatku terhanyut dalam romantisme

    Dan merasakan getar cinta yang tak terukur

    12. Baju Pengantin

    Baju pengantinmu yang putih bersinar

    Bagaikan cinta yang suci dan tak ternilai

    Menggambarkan kisah awal kehidupan

    Dalam lembaran baru kisah percintaan

    Hari itu  kau tampil begitu cantik dan anggun

    Bak seorang putri yang tiada duanya

    Menawan hatiku dengan keindahanmu

    Tak pernah kulupa momen bahagia itu 

    Saat ku ucapkan janji setia bersama

    Sekilas kugambarkan kisah bahagia saat bersamamu kelak

    Hingga saat ini tak pernah kulupa

    Dalam cinta yang tulus dan abadi untuk selamanya

    13. Pandang Setia Bumi

    Di garis-garis pinggangnya

    Talut-talut rinduku menyelinap

    Di sembul-sembul pinggulnya

    Masa depan terbentang

    Di tubir-tubir pusarnya

    Masa lalu diam

    Bertambah dalam tak terduga

    Di lubuk pandangnya

    Setua bumi

    14. Malam Biru

    Malam biru penuh keheningan

    Sepi dan sunyi di tengah keramaian

    Namun hatiku tak sedikitpun merasa resah

    Karena aku merindukanmu dalam kesunyian

    Malam biru menjadi lebih indah

    Ketika kau hadir dalam mimpiku

    Seperti bintang yang bersinar terang

    Menerangi jalan menuju kebahagiaan sesaat

    15. Setengah Jiwaku

    Kau adalah setengah jiwaku

    Yang selalu hadir dalam setiap hembusan nafas

    Membuat hatiku merasa lengkap dan utuh

    Dalam cinta yang abadi dan tak tergantikan

    Kita saling melengkapi satu sama lain

    Seperti dua puzzle yang akhirnya bertemu

    Menjadi satu kesatuan yang utuh dan indah

    Dalam ikatan yang tak terpisahkan oleh waktu

    Kau membuat hatiku yang mati kembali hidup

    Bagaikan jantung yang membutuhkan detak

    Bagaikan nadi yang membutuhkan darah

    Hanya denganmu ku bisa merasa utuh

    Mana Puisi Malam yang Jadi Favoritmu?

    Itulah 15 puisi malam, yang bisa bikin nuansa romantis menyelimuti dirimu. Jika harus pilih satu, mana nih puisi yang paling dekat atau yang jadi favoritmu? Selamat menikmati!

  • Kupas Tuntas Resensi Novel Bumi Manusia Lengkap, Mudah Dipahami

    Kupas Tuntas Resensi Novel Bumi Manusia Lengkap, Mudah Dipahami

    Selamat datang di resensi novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Novel yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer ini menjadi salah satu karya sastra yang terkenal di Indonesia. Resensi novel Bumi Manusia pada artikel ini akan ditulis secara lengkap dan mudah dipahami

    Sebagai salah satu karya sastra terkenal, Bumi Manusia memiliki identitas yang menarik sebagai bagian dari tetralogi “Tetralogi Buru” yang membahas perjuangan masyarakat pribumi di masa kolonial Hindia Belanda. 

    Mari kita eksplorasi identitas, sinopsis, tokoh dan penokohan, serta keunggulan dan kelemahan dari novel Bumi Manusia ini. Simak selengkapnya!

    Identitas Novel Bumi Manusia

    LPM Medikom

    Pada resensi novel Bumi Manusia ini, pertama-tama, mari kita mengenal identitas dari novel Bumi Manusia. Novel ini ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer, seorang sastrawan Indonesia yang dianggap sebagai salah satu penulis terbesar dalam sejarah sastra Indonesia.

    Novel ini adalah sebuah karya sastra yang dikenal sebagai salah satu karya klasik sastra Indonesia. Selain itu, novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1980 dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh dunia. 

    Bumi Manusia merupakan bagian pertama dari tetralogi “Tetralogi Buru” yang terdiri dari empat novel, yakni Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. 

    Cerita ini menggambarkan kompleksitas hubungan antara pribumi dan penjajah, serta mengungkapkan ketidakadilan, diskriminasi, dan perlawanan terhadap penindasan kolonial yang dialami oleh rakyat pribumi.

    Novel ini menyoroti konflik antara budaya lokal dan dominasi budaya Barat. Ia juga fokus pada perjuangan individu dalam mencari identitasnya sebagai manusia, bangsawan, dan warga negara dalam sebuah masyarakat yang terjajah. 

    Minke, tokoh utama, mencoba untuk menjaga integritas dirinya sebagai manusia dan menentang ketidakadilan yang diterima oleh rakyat pribumi. 

    Identitas novel Bumi Manusia terletak dalam pesan-pesan sosial dan politik yang diusung oleh penulisnya dengan mengeksplorasi tema-tema, seperti nasionalisme, keadilan, cinta, dan perjuangan dalam konteks kolonialisme. 

    Pramoedya Ananta Toer menggunakan bahasa yang indah dan penuh makna untuk menggambarkan situasi sosial, politik, dan budaya pada masa itu. Kritik terhadap penjajahan dan sistem sosial yang ada juga disampaikan dengan indah.

    Novel Bumi Manusia juga menggambarkan peran perempuan dalam perjuangan melawan penindasan, baik sebagai korban maupun sebagai pejuang. Annelies, seorang wanita Belanda yang menjadi cinta Minke, juga menghadapi konflik identitas dan cinta dalam situasi kolonial yang rumit.

    Novel ini juga menyoroti peran penting pendidikan dalam mengubah pola pikir dan kesadaran masyarakat. Di dalamnya, digambarkan upaya Minke untuk mengakses pendidikan yang seharusnya diperuntukkan hanya bagi penjajah Belanda. 

    Dengan demikian, Bumi Manusia berusaha mengeksplorasi tema kelas sosial, kesenjangan pendidikan, dan penindasan melalui pendidikan.

    Identitas novel Bumi Manusia juga terkait erat dengan konteks sejarah Indonesia pada masa itu. Menggambarkan pergerakan nasionalis yang muncul sebagai respons terhadap penjajahan Belanda, novel ini memperlihatkan perjuangan untuk meraih kemerdekaan. 

    Singkatnya, novel Bumi Manusia adalah identitas karya sastra yang menggambarkan perjuangan individu dan masyarakat pribumi dalam menghadapi penjajahan kolonial Belanda, kompleksitas antara budaya lokal dan budaya Barat, serta pencarian identitas diri dalam situasi sosial, politik, dan budaya yang rumit. 

    Melalui bahasa yang indah, penggambaran karakter yang kompleks, serta tema-tema sosial dan politik yang kuat, novel ini menjadi salah satu karya sastra yang berpengaruh dalam sastra Indonesia, memperjuangkan hak asasi manusia, keadilan, dan perjuangan untuk meraih kemerdekaan.

    Tokoh dan Penokohan dalam Novel Bumi Manusia

    Bumi Manusia memiliki tokoh-tokoh yang kuat dan kompleks, yang menghadirkan dinamika cerita yang menarik. Beberapa tokoh utama dalam novel ini antara lain:

    1. Minke

    Seorang pemuda pribumi yang menjadi protagonis utama dalam cerita. Minke digambarkan sebagai seorang pemuda yang cerdas, berani, dan bersemangat dalam memperjuangkan martabat dan keadilan bagi rakyat pribumi. 

    Namun, ia juga menghadapi konflik batin antara cintanya kepada Annelies dan perjuangannya dalam gerakan politik. Minke mengalami perkembangan karakter yang kuat sepanjang cerita, dari seorang siswa sekolah Belanda yang naif menjadi seorang pejuang yang teguh dalam perjuangan melawan penjajahan.

    2. Annelies Mellema

    Seorang wanita Belanda yang menjadi cinta terlarang Minke. Annelies digambarkan sebagai seorang wanita yang berani, namun juga terjebak dalam konflik antara cintanya kepada Minke dan tekanan sosial serta politik dari keluarganya dan masyarakat sekitar. 

    Perannya dalam cerita menggambarkan ketegangan antara cinta dan penindasan kolonial, serta konflik rasial pada masa itu.

    3. Nyai Ontosoroh

    Seorang wanita pribumi yang menjadi figur penting dalam cerita. Nyai Ontosoroh digambarkan sebagai seorang wanita yang kuat dan berpengaruh, sebagai pemilik tanah yang kaya dan berkuasa. Dia juga menjadi mentor dan pengaruh besar bagi Minke dalam perjuangannya melawan penindasan kolonial. 

    Perannya dalam cerita menggambarkan peran perempuan dalam perjuangan melawan penjajahan dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

    4. Robert Mellema

    Seorang pemuda Belanda yang menjadi teman dekat Minke dan bergabung dalam gerakan politik melawan penjajahan. Robert Mellema digambarkan sebagai seorang pribumi dalam tubuh Belanda, yang menghadapi konflik identitas dan loyalitas dalam perjuangannya. 

    Perannya dalam cerita menggambarkan dinamika hubungan antara pribumi dan Belanda, serta perjuangan bersama dalam melawan penjajahan.

    5. Juffrow Magda Peters

    Juffrow Magda Peters adalah adalah guru Bahasa dan Sastra Belanda di H.B.S. Surabaya. Ia seorang wanita Belanda yang menjadi cinta pertama Minke dan menjadi salah satu tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia. Dia digambarkan sebagai seorang wanita yang cantik, berpendidikan, dan terkesan misterius. 

    Sebagai guru Minke, Juffrow Magda Peters memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan Minke dan menjadi penyemangat serta motivator dalam perjuangan Minke dalam menghadapi rintangan sosial dan politik pada masa itu. 

    Meskipun berasal dari budaya yang berbeda, Juffrow Magda Peters menghadirkan dinamika yang menarik dalam cerita ini.

    6. Jean Marais

    Jean Marais adalah seorang sahabat dekat Minke yang tinggal di Surabaya. Ketika Minke menghadapi masalah atau kesulitan, Jean Marais selalu menjadi orang pertama yang menjadi tempat curahan hatinya. Banyak nasihat bijak dari Jean Marais yang mempengaruhi pemikiran Minke.

    Jean Marais adalah seorang pelukis asal Prancis yang pernah menempuh pendidikan di Sorbonne. Namun, ia meninggalkan bangku sekolah untuk mengikuti hasratnya dalam seni lukis.

    7. Ibunda

    Ibu dari Minke, seorang wanita yang sabar dan bijaksana. Ia adalah istri dari Bupati B, seorang perempuan Jawa yang memiliki kebijaksanaan yang memadukan pengetahuan dan kebudayaan Jawa dengan pengalaman hidupnya. Ibunda tidak pernah marah pada Minke. 

    Ia selalu memberikan restu kepada anaknya selama Minke berani menghadapi akibat dan tanggung jawabnya, dan tidak lari dari tanggung jawabnya seperti seorang kriminal. Banyak kata-kata mutiara yang diucapkan oleh Ibunda yang terpatri dalam pikiran Minke. 

    Percakapan antara Minke dan Ibunda ketika Minke pulang untuk menghadiri pelantikan ayahnya sebagai bupati menjadi salah satu dialog yang berkesan dalam pikiran pembaca.

    8. Robert Suurhorf

    Rekan sekelas Minke di H.B.S. Surabaya yang suka merendahkan, menghina, dan mencemooh orang lain, terutama anak-anak bumiputera. Ibu Robert adalah seorang Indo dan ayahnya juga berdarah Indo. Namun ia dianggap sebagai warga negara Belanda. 

    Robert Suurhorf tidak tertarik pada gadis-gadis Indo karena merasa ia adalah warga negara Belanda. Ia berperilaku seolah-olah sebagai warga negara Belanda demi kepentingan anak dan cucunya di masa depan. Ia berharap memiliki posisi dan gaji yang lebih tinggi daripada bumiputera.

    9. Darsam

    Seorang pria asal Madura, berusia hampir empat puluh tahun. Tingginya 160 cm, memiliki kumis baplang hitam pekat dan tebal. Ia adalah orang dekat dan tangan kanan dari Nyai Ontosoroh. 

    Sifatnya mudah marah dan temperamental. Selalu siap menggunakan parang yang terselip di pinggangnya untuk melawan siapa pun yang dianggap sebagai musuh majikannya. 

    Namun, Darsam juga dikenal sebagai pribadi yang setia dan loyal, bukan hanya kepada Nyai Ontosoroh, tetapi juga dalam menjaga keselamatan Annelies dan Minke.

    10. Kommer

    Seorang jurnalis keturunan Eropa yang sangat mencintai Hindia Belanda, terutama Jawa. Ia sering menerjemahkan tulisan-tulisan Belanda ke dalam Bahasa Melayu dengan semangat agar dapat dibaca oleh orang Hindia dan untuk kemajuan Hindia Belanda.

    11. May Marais

    Seorang gadis kecil yang memanggil Minke dengan sebutan “Oom Minke”. May adalah putri dari Jean Marais dan seorang perempuan Aceh. Ia sangat menyukai layang-layang kepiting dan telah kehilangan ibunya sejak ia masih bayi. Setiap harinya, May diantar-jemput oleh Minke ke sekolah.

    12. Sarah dan Miriam de la Croix

    Mereka adalah kakak beradik, anak perempuan dari Asisten Residen Kota B. Keduanya lulusan H.B.S. dan sangat cerdas serta agresif. Kelak, keduanya akan berkomunikasi dengan Minke. Ayah mereka sangat berharap pada Minke agar dapat menjadi pionir bagi bangsa Hindia Belanda sendiri.

    13. Dr. Martinet

    Seorang dokter yang berusia sekitar 50-an tahun, menjadi dokter keluarga bagi Nyai Ontosoroh. Wajahnya selalu tampak segar dengan kulit yang kemerahan dan terlihat awet muda. Setiap ucapannya menarik dan penuh makna. 

    Ia memiliki keterampilan bercerita yang baik, sambil diam-diam mencatat tanggapan pasien sebagai bahan untuk memahami mereka lebih dalam. Dr. Martinet adalah seorang dokter terampil yang memiliki wawasan kemanusiaan yang tinggi, mampu memberikan suntikan semangat baru kepada pasiennya.

    14. Jan Dapperste alias Panji Darman

    Seorang teman sekelas Minke di Hogere Burger School (H.B.S.). Bukan orang Indo, juga bukan orang Belanda, namun seorang pribumi yang diadopsi oleh keluarga Belanda. Ia sangat mengagumi Minke, meskipun rajin belajar, namun nilainya selalu di bawah Minke. 

    Sejak kecil, ia dikenal sebagai seorang yang penakut. Setiap hari, Minke memberikan uang saku kepadanya. Jan Dapperste sering menyampaikan berbagai kejahatan Robert Suurhof kepada Minke melalui status di H.B.S.

    15. Sastrotomo

    Tokoh yang satu ini adalah ayah dari Sanikem atau Nyai Ontosoroh. Ia memiliki wajah tampan dan bekerja sebagai juru tulis. Namun, mimpinya sebenarnya adalah menjadi juru bayar. Baginya, menjadi juru bayar akan membuatnya dikenal oleh banyak orang.

    Ia berusaha keras untuk memperoleh simpati Tuan Administratur, Tuan Besar Kuasa, atau Herman Mellema. Ia mengambil jalur itu demi mendapatkan jabatan, bahkan rela menyerahkan anaknya, Sanikem, sebagai gundik Mellema.

    16. Meiko

    Meiko adalah seorang pelacur yang menjadi langganan Robert Mellema, dan tarifnya cukup mahal karena dia hanya melayani Robert. Namun, yang tidak diketahui oleh Robert, Meiko sebenarnya memiliki penyakit raja singa alias sipilis. 

    Ketika dituduh menyebabkan penyebaran penyakit, Meiko membela diri di pengadilan dengan alasan bahwa jika pelanggan tertular, bukan semata-mata kesalahannya.

    Sinopsis Novel Bumi Manusia

    Bagian sinopsis ini adalah bagian utama dan paling penting dalam resensi novel Bumi Manusia. Lanjutkan membaca untuk mengetahui bagaimana alur cerita lengkap dari novel Bumi Manusia.

    “Bumi Manusia” adalah sebuah novel sejarah yang mengisahkan perjuangan tokoh utamanya dalam menghadapi kehidupan di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pada masa kolonial. 

    Cerita ini berpusat pada kehidupan seorang pemuda pribumi bernama Minke yang memiliki nasib tak terduga dalam menjalani pendidikan di H.B.S atau Hogere Burger School. Tempat ini adalah sebuah sekolah elit yang hanya diperuntukkan bagi Eropa, Belanda, dan kalangan Elite Pribumi.

    Secara keseluruhan, Minke adalah seorang pemuda Jawa yang terpelajar dan memiliki ambisi besar untuk meraih kebebasan dan kesetaraan dalam masyarakat yang didominasi oleh penjajah Belanda.

    Novel ini dimulai dengan pengenalan terhadap karakter-karakter utama, termasuk Minke dan orang dekat. Ayahnya bekerja sebagai pegawai pribumi, ibunya yang sangat religius, dan beberapa tokoh lainnya. 

    Minke adalah seorang pemuda cerdas yang bercita-cita untuk menjadi penulis dan berjuang untuk mengubah nasib rakyat Jawa.

    Minke, sapaan dari anak pribumi yang bernama Tirto Adhi Soerjo, yang juga disapa dengan nama “Sinyo” oleh Nyai Ontosoroh, adalah anak dari seorang Bupati Wonokromo kota B, yang diharapkan akan meneruskan jejak ayahnya menjadi seorang bupati. 

    Namun Minke menolak hal itu. Sebagai seorang Pribumi, Minke sangat pintar di H.B.S. Ia sangat gemar sastra, dan memiliki bakat dalam menulis. Hal ini terbukti dengan banyaknya tulisannya yang dimuat dalam koran Belanda dengan nama samaran Max Tollenaar.

    Meski begitu, pendidikan di H.B.S membuat Minke terpengaruh oleh pandangan bangsa Eropa, terutama karena pengarahan dari gurunya, Juffrouw Magda Peters. Dalam Bumi Manusia, Minke sangat mengagungkan dan menghormati budaya Eropa. 

    Karena hal tersebut, ia jadi mengabaikan warisan budaya Jawa yang seharusnya menjadi bagian integral dari identitasnya sebagai seorang Pribumi. Namun, seiring berjalannya waktu, Minke mulai sadar bahwa bangsa Eropa yang ia puja-puja dan hormati sebenarnya adalah penindas bagi bangsa lain. 

    Pramoedya menggambarkan dengan detail perubahan pola pikir Minke, dari pengagungan terhadap budaya Eropa menjadi ketidaksenangan terhadap peran serta penindasan yang dilakukan oleh bangsa Eropa terhadap bangsa lain di Nusantara. 

    Minke merasa benci terhadap perbuatan-perbuatan yang telah ia lakukan sebelumnya, dan mulai mencari jati dirinya yang sebenarnya sebagai seorang Pribumi dalam kaitannya dengan perjuangan melawan penjajahan Belanda.

    Dalam awal cerita Bumi Manusia, kita disuguhkan dengan alur yang sangat kompleks, yang dimulai dengan tantangan dari teman Minke, Robert Suurhof. Tantangan itu adalah untuk mengunjungi Annelies Mellema, seorang gadis cantik Indo-Eropa yang tinggal di Wonokromo. 

    Namun, hubungan antara Minke dan Suurhof menjadi rumit ketika mereka berdua jatuh cinta pada Annelies yang ternyata mencintai Minke. Annelies lebih memilih Minke daripada Suurhof.

    Selain Minke dan Annelies, tokoh penting lain dalam cerita ini adalah Nyai Ontosoroh. Beliau adalah seorang wanita pribumi yang tinggal bersama Annelies dan kakaknya, Robert Mellema, di sebuah rumah mewah. 

    Cerita mengungkapkan bahwa Nyai Ontosoroh dijual kepada seorang Belanda oleh ayahnya sendiri untuk kepentingan politik. Akibatnya, Nyai Ontosoroh harus hidup dengan Tuan Mellema yang belum pernah dikenal sebelumnya tanpa adanya ikatan pernikahan.

    Meskipun dihadapkan pada cobaan itu, Nyai Ontosoroh memiliki tekad untuk meningkatkan derajatnya sendiri melalui pendidikan. Dia belajar banyak dari Tuan Mellema, mengadopsi gaya hidup Eropa, membaca buku-buku Eropa, dan mempelajari keterampilan membaca, menulis, serta manajemen perusahaan. 

    Selain itu, Nyai Ontosoroh juga menyimpan rasa dendam terhadap orang tuanya atas perlakuan yang telah diterimanya.

    Demikianlah rangkaian kisah yang kompleks dalam Bumi Manusia, dimana hubungan antara Minke, Annelies, Suurhof, dan Nyai Ontosoroh menjadi inti dari alur cerita yang menarik.

    Di awal cerita, Nyai Ontosoroh dan Annelies Mellema merasa sangat disambut hangat oleh Minke, meskipun hal itu tidak disukai oleh banyak orang, terutama orang tua Minke. 

    Istilah “Nyai” pada masa itu dianggap merendahkan, mengacu pada wanita yang dianggap tidak memiliki norma kesopanan karena statusnya hanya sebagai “istri simpanan”. Namun, Nyai Ontosoroh tidak menyerah dan berusaha keras agar dirinya dapat diperlakukan dengan layak seperti manusia pada umumnya. 

    Selain itu, pada awalnya, Tuan Mellema sangat baik dan mencintai Nyai Ontosoroh, meskipun mereka tidak pernah menikah secara agama dan hukum. 

    Namun, semuanya berubah saat anak sah Tuan Mellema dari Belanda datang untuk bekerja di Indonesia dan menggugat Tuan Mellema. Hal tersebut mengakibatkan Tuan Mellema meninggalkan Nyai Ontosoroh, dan keadaan pun menjadi kacau.

    Sementara itu, Robert Mellema, kakak Annelies Mellema, lebih cenderung mengikuti ayahnya dan enggan mengakui Nyai Ontosoroh sebagai ibunya. Namun, Nyai Ontosoroh telah belajar banyak dan memiliki pengalaman bersama Annelies, sehingga mereka akhirnya mendirikan perusahaan besar yang sangat sukses.

    Nyai Ontosoroh membuktikan kepada orang-orang bahwa meskipun dia hanya seorang Nyai, dia dapat menjadi seorang wanita mandiri. Ia bisa dihormati karena kekayaan yang diperoleh dari kerja kerasnya sendiri.

    Dia tidak membiarkan statusnya menghalangi ambisinya dan terus berjuang untuk menghadapi diskriminasi dan prasangka sosial. Dengan tekad dan ketekunan, Nyai Ontosoroh berhasil membangun dirinya sendiri dan mencapai kesuksesan yang mengesankan, meskipun harus menghadapi banyak rintangan dan penghinaan. 

    Kisah perjuangannya bersama Annelies dan Minke menjadi contoh inspiratif bagi banyak orang, dan mereka membuktikan bahwa nilai seorang individu tidak boleh ditentukan oleh status sosial atau latar belakang mereka.

    Tidak lama kemudian, Minke menghadapi berbagai tantangan. Bukan hanya dari orang tuanya, tetapi juga dari Robert Mellema dan Suurhof. Mereka menuding Minke hanya menginginkan kekayaan yang dimiliki oleh Nyai Ontosoroh. 

    Meskipun dihadapkan pada banyak hambatan dan rintangan, Minke tetap berusaha keras untuk mencari Annelies. Annelies adalah seorang wanita cantik dan lembut, seperti yang terlihat dari kemampuannya dalam mengelola perusahaan bersama Nyai Ontosoroh, ibunya.

    Minke dan Annelies akhirnya menikah setelah melewati banyak rintangan yang rumit dan panjang. Mereka hidup bahagia, dan karier Minke pun semakin sukses. Karier Minke pun berkembang dengan baik, dan ia lulus dengan predikat memuaskan dari H.B.S. 

    Sebelumnya, Minke pernah dikeluarkan dari sekolah karena tuduhan palsu yang melibatkannya dengan seorang Nyai. Namun, ia tetap gigih dan menghadapi tantangan tersebut dengan tekad yang tidak goyah.

    Namun, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama karena Minke menghadapi bencana lainnya. Pada akhir cerita, Minke yang telah melewati banyak cobaan, dihadapkan pada vonis hukum Eropa yang memberatkannya. 

    Hukum Belanda, bangsa yang ia hormati dan kagumi, berbalik melawan dirinya. Anak sah Tuan Mellema dari Belanda menciptakan kekacauan dalam rumah tangga Tuan Mellema dan Nyai Ontosoroh, dengan menuntut harta Tuan Mellema yang telah lama dikelola oleh Ontosoroh.

    Annelies juga menjadi korban dalam hal ini karena ia adalah anak sah Tuan Mellema. Annelies harus kembali ke Eropa dan meninggalkan Minke dan Nyai Ontosoroh. 

    Nyai tidak bisa ikut serta karena sejak awal ia tidak pernah menikah secara sah dengan Tuan Mellema, sehingga ia harus rela melepaskan semua perusahaan yang telah mereka bangun bersama Annelies.

    Minke dan Nyai Ontosoroh berusaha sekuat tenaga untuk menjaga perusahaan dan melindungi Annelies yang akan dibawa ke Belanda. Namun, mereka menghadapi hambatan yang datang dari hukum Eropa yang cenderung tidak berpihak kepada orang Pribumi seperti mereka (Minke dan Nyai Ontosoroh).

    Annelies harus kembali ke Belanda dan meninggalkan Minke serta Nyai Ontosoroh. 

    Cerita ini menggambarkan perjuangan keras, cinta, pengorbanan, dan keteguhan hati dalam menghadapi ketidakadilan dalam konteks kolonialisme Belanda di Hindia Belanda.

    Keunggulan Novel Bumi Manusia

    Setelah membaca runtutan dari resensi novel Bumi Manusia, kamu pasti penasaran apa saja keunggulan yang ditawarkan. Lanjutkan membaca untuk cari tahu jawabannya. 

    1. Isu yang Menarik dan Relevan pada Masanya

    Salah satu keunggulan utama dari novel Bumi Manusia adalah pengangkatan isu-isu sosial, politik, dan budaya pada masa kolonial Hindia Belanda. Pramoedya Ananta Toer menggambarkan dengan tajam ketidakadilan, penindasan, dan konflik budaya yang dihadapi oleh masyarakat pribumi pada masa itu. 

    2. Cerita yang Kuat 

    Bumi Manusia menghadirkan cerita yang kuat dan mendalam tentang perjuangan melawan penjajahan, konflik batin, dan cinta terlarang. Cerita yang kompleks dan penuh emosi ini menghadirkan pengalaman membaca yang menggugah perasaan dan pemikiran pembaca.

    3. Tema yang Mendalam

    Bumi Manusia mengangkat tema-tema penting seperti perjuangan melawan penjajahan, identitas, cinta, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Novel ini menghadirkan refleksi yang dalam tentang kondisi sosial dan politik pada masa itu, serta pesan moral yang relevan hingga saat ini.

    4. Prosa yang Indah

    Pramoedya Ananta Toer dikenal sebagai seorang penulis dengan gaya bahasa yang indah dan penuh makna, Bumi Manusia tidak terkecuali. 

    Dengan penggunaan kata-kata yang cermat dan penuh emosi, serta gambaran alam dan budaya yang detail, menjadikan pengalaman membaca novel ini sangat memikat dan menggugah imajinasi.

    5. Penggambaran Karakter yang Kompleks

    Tokoh-tokoh dalam Bumi Manusia digambarkan dengan kompleksitas yang menarik dan realistis, juga dengan perkembangan karakter yang kuat sepanjang cerita. Setiap karakter memiliki latar belakang, motivasi, dan konflik batin yang kaya, yang membuat mereka terasa hidup dan relevan dalam konteks cerita.

    6. Detail yang Sangat Teliti

    Salah satu keunggulan dari novel Bumi Manusia adalah gaya penulisannya yang sangat khas. Pramoedya Ananta Toer menggambarkan setiap detail dengan sangat teliti, menghadirkan latar belakang sejarah yang kuat, dan menghadirkan karakter-karakter yang kompleks.

    7. Mengandung Unsur Historis

    Bumi Manusia, sebuah novel yang sarat dengan nuansa sejarah, sangat layak untuk dinikmati oleh siapa saja, terutama para akademisi yang ingin menggali lebih dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada rentang waktu 1898 hingga 1918, serta perjuangan nasional yang dihidupkan oleh karakter utama, Minke.

    8. Mengandung Kutipan yang Menginspirasi

    Pramoedya Ananta Toer dalam novel Bumi Manusia senantiasa memadukan kutipan-kutipan yang sangat relevan dengan karakter tokoh-tokoh di dalam cerita. Kutipan-kutipan tersebut memberikan makna yang mendalam dan menginspirasi bagi para pembacanya.

    Kekurangan Novel Bumi Manusia

    Meskipun novel ini memiliki banyak keunggulan yang sangat menarik, namun, di sisi lain, novel Bumi Manusia juga memiliki kelemahan. Berikut penjelasannya.

    1. Alur yang Lambat

    Beberapa kritikus menganggap bahwa alur ceritanya cenderung lambat dan terlalu panjang. Bumi Manusia memiliki pacing yang lambat dalam perkembangan ceritanya. 

    Beberapa pembaca mungkin merasa cerita berjalan terlalu lambat dan kadang-kadang terlalu banyak berfokus pada deskripsi alam dan budaya, sehingga mengurangi ketegangan dan kecepatan cerita.

    2. Beberapa Bagian Terlalu Kompleks

    Cerita dalam Bumi Manusia kadang-kadang membingungkan, terutama dalam hubungan antara karakter-karakternya dan latar belakang sejarah pada masa itu. 

    Beberapa pembaca mungkin merasa terjebak dalam kompleksitas cerita dan memerlukan pemahaman yang lebih mendalam untuk mengikuti alur cerita dengan baik.

    3. Bahasa yang Susah Dipahami

    Bahasa yang digunakan dalam novel ini juga cukup kompleks dan kadang sulit dipahami bagi pembaca awam.

    Meskipun memiliki kekurangan seperti di atas, keunggulan dalam mengangkat isu-isu sosial dan politik yang relevan serta karakter tokoh yang kuat dan kompleks tetap menjadi daya tarik utama dari novel ini.

    Sudah Paham Resensi Novel Bumi Manusia? 

    Demikianlah kupasan tuntas resensi novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer yang lengkap dan mudah dipahami. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, novel ini tetap menjadi salah satu karya sastra terkenal dan berpengaruh dalam sastra Indonesia dan dunia. 

    Dengan penggunaan bahasa yang indah dan refleksi yang mendalam tentang perjuangan manusia, Bumi Manusia akan tetap menjadi karya sastra yang relevan dan menginspirasi sepanjang masa dalam menyuarakan hak asasi manusia, perlawanan terhadap penindasan, dan perjuangan melawan ketidakadilan.

    Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi para pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam tentang novel ini. Terima kasih telah membaca!

  • 30 Contoh Majas Hiperbola, Pengertian, Ciri & Artinya

    30 Contoh Majas Hiperbola, Pengertian, Ciri & Artinya

    Apakah kamu pernah mendengar tentang majas? Majas merupakan rangkaian kata yang indah di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Biasanya terdapat pada karya sastra dan berfungsi untuk menghidupkan karya tersebut. Ada bermacam jenis majas yang bisa kamu jumpai pada sastra, salah satunya adalah majas hiperbola. 

    Hiperbola adalah salah satu gaya bahasa yang paling sering kita temukan di dalam karya sastra. Nah, untuk lebih tahu selengkapnya tentang majas ini, simak penjelasannya di sini!

    Apa Itu Majas Hiperbola?

    Majas hiperbola adalah jenis majas yang berisikan kata-kata dengan kesan berlebihan, terlalu dramatis, atau tidak logis. Menurut situs resmi Kemdikbud, majas ini juga diartikan sebagai majas yang memberi kesan yang berlebihan dari kenyataan sebenarnya, agar mengundang perhatian.

    Istilah hiperbola sendiri berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti “pemborosan” atau “berlebihan”. Majas jenis hiperbola memang memiliki ciri khas lebay atau bersifat lebih dramatis daripada fakta sebenarnya. 

    Biasanya, majas ini banyak kita jumpai dalam penulisan puisi, novel, artikel, cerpen, serta karya sastra lainnya. Majas ini bisa memberikan kesan pada tulisan agar terdengar lebih indah serta dramatis, namun makna aslinya tidak hilang dalam kalimat tersebut.

    Ciri-Ciri Majas Hiperbola

    Majas hiperbola memiliki ciri-ciri yang perlu kamu ketahui, agar dapat membedakannya dengan majas lainnya. Sehingga, kamu bisa lebih mengenalnya secara spesifik dan lebih mudah dalam memahaminya. Berikut beberapa cirinya, yaitu:

    • Kata-kata dan frasa yang digunakan terlalu kiasan, sehingga aneh dan tidak masuk akal. Misalnya kalimat tulang punggung berarti pencari nafkah.
    • Kata atau frasa yang digunakan harus memiliki karakter dan kesan yang dramatis. Sehingga menambah nilai keyakinan pembaca.
    • Kata-kata yang digunakan tidak mengandung makna yang sebenarnya.
    • Mengungkapkan sesuatu yang biasanya bertentangan.

    Contoh Majas Hiperbola dan Artinya

    Penggunaan majas ini biasanya bertujuan untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari para pembaca. Berikut kami berikan contoh majas hiperbola beserta artinya:

    Contoh 1-10

    1. Pidato bung Tomo pada 10 November lalu membakar semangatku.

    Membakar semangat= Mengundang atau memicu semangat yang besar.

    2. Hati wanita mudah meleleh saat ia mendengar ucapan manis dari kekasihnya

    Meleleh= Tersentuh atau membuat perasaan jadi bahagia.

    3. Hati-hati saat berkendara, kamu tidak memiliki banyak nyawa seperti kucing.

    Banyak nyawa= Banyak kesempatan hidup.

    4. Harga sembilan bahan pokok di pasar mulai meroket menjelang hari raya Idul Fitri.

    Meroket= Harga naik drastis dan tak terkontrol.

    5. Tahun 2018, tsunami di Tanjung Lesung yang menewaskan tiga personel grup band Seventeen yakni Bani, Herman, dan Andi menggemparkan Indonesia.

    Menggemparkan dunia= Menghebohkan dunia atau beritanya tersebar ke seluruh penjuru dunia.

    6. Sering kali, perkataan tetangga itu sangat menusuk hati.

    Menusuk hati= Menyakiti atau melukai hati. 

    7. Rayuan maut pria tersebut telah memikat banyak hati wanita.

    Rayuan maut= Rayuan yang sangat halus dan manis.

    8. Saat kesetian hati seorang istri dikhianati oleh sang suami, membuat hati istri remuk redam.

    Remuk redam= Perasaannya sangat tersakiti hingga depresi.

    9. Jadilah anak sholeh yang doanya tak berhenti mengalir untuk keduanya orang tuanya.

    Doa mengalir= Doa yang tak pernah berhenti sampai kepada orang tuanya.

    10. Di era internet cepat saat ini, berita yang tidak benar menyebar melebihi kecepatan cahaya.

    Melebihi kecepatan cahaya= Penyampaiannya sangat cepat.

    Contoh 11-20

    11. Dengan melihat senyummu, hatiku rasanya berbunga-bunga.

    Berbunga-bunga= Sangat bahagia atau sangat senang.

    12. Irfan  begitu tergesa-gesa, sehingga ia memacu motornya secepat kilat.

    Secepat kilat= Ngebut atau sangat cepat. 

    13. Para model itu memiliki tubuh sekurus tusuk gigi.

    Sekurus tusuk gigi= Bentuk badan yang sangat kurus atau ramping. 

    14. Kopi yang aku minum pagi ini tidak sepahit nasibku.

    Kopi tidak sepahit nasibku= Kepahitan atau masalah hidup yang seseorang alami melebihi rasa kopi tersebut.

    15. Teriakan kekecewaan nya terhadap kekasihnya seakan membelah angkasa.

    Teriakan membelah angkasa= Suara teriakannya sangat keras atau nyaring.

    16. Tolong jangan ganggu aku dulu ya! Aku saat ini memiliki segudang pekerjaan yang harus aku selesaikan.

    Segudang pekerjaan= Pekerjaan yang banyak serta menumpuk.

    17. Darahku seakan mendidih saat mendengar pengkhianatan yang dia lakukan di belakang kekasihnya.

    Darah mendidih= Hati dan perasaan yang panas dan sangat marah.

    18. Reina tenggelam dalam air mata ketika ibunya pergi untuk selamanya tanpa memberikan firasat apapun.

    Tenggelam dalam air mata= Kesedihan yang sangat mendalam atau sangat sedih sehingga terus-terusan menangis.

    19. Suara Corey Taylor yang indah itu membuat seluruh penonton konser terhipnotis untuk mendengarkannya hingga selesai.

    Terhipnotis= Menandakan bahwa suara Corey Taylor sangatlah bagus dan merdu, hingga semua orang merasa seperti terlena dan terbawa suasana.

    20. Remuk hatiku hingga berkeping-keping melihat kamu memiliki percakapan yang manis dengan teman wanitamu.

    Remuk hati berkeping-keping= Sangat kecewa atau sangat sakit hati.

    Contoh 21-30

    21. Hatinya pasti seperti disayat sembilu saat mendengar kekasihnya mempunyai hubungan khusus dengan wanita lain.

    Disayat sembilu= Hatinya terluka hingga rasa sakitnya seperti di cincang-cincang dengan pisau yang sangat tajam.

    22. Baru sehari tak ada kabar, kamu sudah membombardir media sosialku dengan pesan-pesanmu.

    Membombardir media sosial= Mengirim pesan yang sangat banyak di media sosial.

    23. Kamu adalah jantung hatiku yang sangat aku cintai.

    Jantung hati= Seseorang yang sangat berharga atau kekasih.

    24. Wajahmu membuat para bidadari kehilangan rasa percaya dirinya.

    Para bidadari kehilangan rasa percaya diri= Artinya wajah wanita tersebut sangat cantik menurut orang yang mengucapkan pujian atau kalimat majas ini.

    25. Tidak bertemu denganmu sehari, serasa sewindu.

    Maknanya, seseorang tersebut merasakan kerinduan yang amat besar jika tidak bertemu orang tersebut sehari saja.

    26. Rumah ini seperti kapal pecah.

    Maknanya, rumah tersebut sangat berantakan, kotor, dan tidak terurus.

    27. Sudah lama dia tidak kelihatan, seperti tenggelam ditelan bumi.

    Tenggelam ditelan bumi= Seseorang yang tidak terdengar kabar beritanya atau tidak menampakkan diri di suatu tempat dalam waktu yang lama.

    28. Aku hanya bisa diam membisu saat melihatnya;

    Diam membisu= Tidak dapat berkata-kata.

    29. Rumah itu seperti istana.

    Maknanya, rumah tersebut sangat besar, mewah, dan indah.

    30. Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit di angkasa.

    Maknanya, kamu harus memiliki cita-cita atau harapan hidup yang tinggi atau bagus.

    Sudah Tahu Apa Itu Majas Hiperbola?

    Demikian penjelasan singkat mengenai definisi majas hiperbola, ciri-ciri, serta contohnya dalam kalimat dan artinya. Jadi, jangan sampai tertukar dengan majas jenis lainnya ya! Semoga penjelasan di atas bermanfaat.

  • Resensi Novel Perahu Kertas Singkat Lengkap Karya Dee Lestari

    Resensi Novel Perahu Kertas Singkat Lengkap Karya Dee Lestari

    Resensi digunakan oleh penulis untuk memberikan ulasan terhadap karya, baik karya seni, rupa, atau karya tulis seperti novel. Berbicara tentang novel, Perahu Kertas jadi salah satu novel best seller yang layak dijadikan sebagai topik ulasan atau resensi. Berikut ulasan perihal resensi novel Perahu Kertas.

    Resensi Novel Perahu Kertas

    Novel berjudul Perahu Kertas ini merupakan karya dari penulis ternama, Dee Lestari. Kepopuleran novel ini kemudian dilirik oleh industri perfilman Indonesia yang dengan senang hati mengadaptasi cerita Perahu Kertas menjadi film nasional.

    Jauh sebelum itu, novel Perahu Kertas milik Dee Lestari ini ternyata sudah lebih dulu dirilis dalam bentuk digital, tepatnya pada April 2008. Tepat satu tahun kemudian, novel Perahu Kertas diluncurkan berbentuk buku bersama Bentang Pustaka dan Truedee Books.

    Tidak banyak yang tahu, bahwa proses penulisan naskah novel Perahu Kertas sempat mengalami penundaan hingga 11 tahun lamanya. Meski begitu, Dee Lestari berhasil menyelesaikan novel ini dalam waktu 55 hari.

    Novel Perahu Kertas tidak hanya menceritakan tentang percintaan, akan tetapi juga menggambarkan semangat tokohnya dalam meraih mimpinya. Berikut resensi novel Perahu Kertas yang ditulis secara lengkap:

    Judul Novel

    Berdasarkan resensi novel Perahu Kertas, Dee Lestari memilih Perahu Kertas sebagai judul novelnya. Meski terkesan sederhana, ternyata judul tersebut memiliki makna tersirat yang sebenarnya menarik untuk diulas lebih dalam.

    Jika diartikan, Perahu Kertas bisa disimbolkan sebagai harapan yang berisi cita-cita yang ingin dicapai. Namun, proses mencapai cita-cita tersebut tentu tidak mudah dan memiliki banyak rintangan. Ibarat sebuah perahu yang terus mengikuti derasnya arus sungai hingga sampai di tempat tujuan.

    Selain itu, Perahu Kertas juga bisa disimbolkan sebagai perantara atau wadah untuk membawa sesuatu. Entah kapan isi dari perantara tersebut akan tersampaikan, perahu tersebut terus akan mengikuti arus.

    Pemilihan judul Perahu Kertas sepertinya sudah melalui proses penimbangan panjang dari sang penulis, Dee Lestari. Ia tidak ingin menjadikan judul novel sebagai pemanis sampul, tapi juga sebagai perantara isi novel kepada pembacanya.

    Nama Penulis, Penerbit, Tahun Terbit dan Jumlah Halaman

    Perahu Kertas adalah salah satu karya fenomenal milik Dee Lestari. Penulis wanita populer ini memiliki nama Dewi Lestari, tapi memakai nama pena Dee Lestari. Kini, nama tersebut sudah tidak asing lagi bagi para pecinta novel.

    Berdasarkan resensi novel Perahu Kertas, novel ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka, salah satu penerbit populer yang sudah berpengalaman dalam menerbitkan karya-karya tulis. Novel milik Dee Lestari tersebut terbit pada tahun 2009, tepatnya di bulan Agustus.

    Meski mengalami penundaan yang cukup panjang dan mampu diselesaikan hanya dalam waktu 55 hari, novel Perahu Kertas memiliki total 444 halaman. Artinya, Dee Lestari menyuguhkan cerita yang cukup komplit dan menarik untuk dibaca.

    Jika dibandingkan dengan novel lainnya yang pengerjaannya hanya memakan waktu 55 hari, sepertinya tidak akan bisa mencapai hingga 400 halaman. Namun, berkat kegigihan Dee Lestari, novel fenomenal tersebut mampu memiliki lebih dari 400 halaman.

    Di dalamnya, pembaca akan dibawa oleh penulis untuk mengikuti setiap masalah yang dialami oleh tokoh di dalamnya. Ketebalan novel ini juga menandakan bahwa penggambaran kisah para tokohnya cukup banyak dan memiliki hubungan satu sama lain.

    Meski begitu, ketebalan novel Perahu Kertas juga bisa membuat orang-orang yang penasaran ingin membaca novel, tapi tidak memiliki hobi membaca, bisa kehilangan minat dan cenderung mengurungkan niatnya.

    Namun, sepertinya target utama dari novel Perahu Kertas ini adalah para pembaca setia yang sudah mengenal Dee Lestari atau mereka yang memiliki hobi membaca novel bertemakan romansa remaja ini.

    Sinopsis Novel Perahu Kertas

    Novel berjudul Perahu Kertas milik Dee Lestari ini bertemakan tentang persahabatan, percintaan, serta idealisme seseorang. Tema ini cukup umum, sehingga para pembaca mudah untuk terbawa suasana.

    Novel yang memiliki halaman berjumlah 444 ini menceritakan tentang seorang remaja laki-laki bernama Keenan yang baru saja lulus dari bangku Sekolah Menengah Akhir (SMA). Berikut resensi novel Perahu Kertas secara lengkapnya:

    Keenan merupakan siswa yang cerdas dan memiliki bakat di bidang seni lukis. Selain berminat menjadi seorang seniman, Keenan memiliki cita-cita lain menjadi seorang penulis terkenal.

    Namun, cita-cita tersebut harus ditinggalkan oleh Keenan, karena tidak mendapatkan restu dari sang ayah. Keenan harus meninggalkan Amsterdam dan melanjutkan pendidikannya di Indonesia, tepatnya di salah satu Fakultas Ekonomi di daerah Bandung.

    Novel Perahu Kertas juga memiliki tokoh utama lain, yaitu bernama Kugy. Ia merupakan perempuan yang memiliki imajinasi sangat tinggi. Selain pemikirannya yang unik, penampilan Kugy juga terbilang berbeda dari tokoh lainnya.

    Dengan gaya eksentrik yang cenderung berantakan, Kugy tampil percaya diri. Di sini Kugy diceritakan hendak melanjutkan pendidikan di kampus yang sama dengan Keenan, yaitu di daerah Bandung.

    Sejak kecil, Kugy sudah mencintai cerita-cerita dongeng. Inilah sebabnya kenapa tokoh Kugy memiliki imajinasi yang sangat tinggi ketimbang teman-teman nya. Bahkan, Kugy memiliki koleksi cerita hingga taman bacaan. Selain membaca, Kugy memiliki hobi menulis cerita-cerita dongeng.

    Hobi tersebut yang mendorong diri Kugy untuk menjadi seorang juru dongeng. Namun, impian tersebut harus ia pendam, karena Kugy sadar bahwa menjadi penulis atau juru dongeng bukan sebuah profesi yang menjanjikan dan menghasilkan.

    Agar bisa menikmati hobinya yang tidak jauh dari kepenulisan, Kugy akhirnya memilih Fakultas Sastra.

    Meski berbeda fakultas, Kugy dan Keenan justru bisa saling bertemu. Awal pertemuan keduanya terjadi karena Eko dan Noni. Tokoh Eko merupakan sepupu dari Keenan, sedangkan Noni adalah sahabat Kugy sedari kecil.

    Berkat pertemuan tersebut, Keenan, Kugy, Eko, dan Noni menjadi sangat akrab dan sering kumpul bersama. Tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat keempat tokoh tersebut saling akrab dan menjadi sahabat baik.

    Intensitas pertemuan membuat Keenan dan Kugy memiliki rasa kagum satu sama lain. Perlahan, keduanya mengalami adanya perubahan yang tidak bisa dijelaskan. Perasaan Kugy dan Keenan tidak bisa diutarakan, karena mereka berada di waktu yang tidak tepat.

    Kugy sudah memiliki tambatan hati bernama Joshua atau yang akrab dipanggil Ojos. Sedangkan Keenan tengah dijodohkan oleh Eko dan Noni dengan seorang kurator muda bernama Wanda.

    Bisa dikatakan nasib Wanda hampir mirip dengan Keenan, sehingga memiliki kecocokan satu sama lain. Wanda sangat mahir di bidang seni lukis dan tertarik ingin menjadi pelukis. Namun, impian tersebut dipatahkan oleh restu kedua orang tua yang menganggap profesi pelukis tidak bisa menjamin kehidupannya kelak.

    Cerita hidup inilah yang membuat Keenan dan Wanda mulai dekat. Kedekatan keduanya diketahui oleh Kugy. Ada rasa cemburu yang muncul di benak Kugy, tapi ia tepis dengan sikap yang seolah-olah tidak peduli terhadap hubungan Keenan dan Wanda.

    Tidak berselang lama, Keenan dan Wanda menjadi sepasang kekasih. Wanda tidak segan untuk menunjukkan rasa sayangnya kepada Keenan secara terang-terangan. Begitu pula dengan Keenan yang melakukan hal yang sama.

    Kabar hubungan Keenan dan Wanda sudah terdengar sampai ke telinga Kugy. Ada perasaan sakit dan kecewa yang perlahan dirasakan oleh Kugy. Ia tidak tahu harus berbahagia atau justru sebaliknya. Kugy mulai ragu dengan perasaannya yang absurd.

    Di sisi lain, Kugy sadar bahwa dia sudah memiliki kekasih yang selalu ada untuknya, yaitu Ojos. Namun, di sisi lain Kugy merasa kecewa sekaligus sedih mengetahui Keenan dan Wanda sudah berpacaran.

    Ketidaknyamanan perasaan Kugy akhirnya berdampak pada hubungannya dengan Ojos. Tanpa Kugy sadari, Ojos selama ini mulai merasakan ada perubahan dalam sikap Kugy, salah satunya adalah mulai tidak peduli dengan hubungan mereka. Tidak butuh waktu lama, hubungan Kugy dan Ojos pun kandas di tengah jalan.

    Selain hubungan percintaan, persahabatan antara Kugy, Keenan, Eko, dan Noni pun mengalami masalah. Mereka berempat sudah jarang berkumpul dan bertemu, bahkan bisa dikatakan hubungan persahabatan mereka mulai merenggang.

    Tidak ingin larut dalam hubungan yang pelik, Kugy akhirnya mencari kesibukan baru, yaitu menjadi seorang relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sini, Kugy mengembangkan kemampuan menulis cerita dongeng dengan mengambil cerita nyata dari para muridnya.

    Cerita dongeng yang berhasil Kugy tulis berjudul “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Cerita dongeng tersebut menceritakan tentang tokoh bernama Pilik, yaitu salah satu murid Sakola Alit yang terkenal bandel.

    Kugy berhasil menaklukan Pilik dan teman-temannya yang nakal. Setelah menemukan kedekatan, Kugy pun menulis cerita setiap hari tentang murid-murid di Sakola Alit tersebut. Nantinya, cerita tersebut akan dibuat dalam sebuah buku utuh yang akan diberikan kepada Keenan.

    Di saat Kugy sibuk menjadi relawan, Keenan masih menjalani hubungan bersama Wanda. Di awal, hubungan keduanya berjalan dengan baik. Namun, tidak butuh waktu lama, hubungan keduanya mulai berubah dan menemukan banyak perbedaan.

    Wanda merasa bahwa Keenan tidak sepenuh hati menyayanginya. Hal ini memicu konflik yang cukup besar hingga membuat hubungan keduanya kandas. Ini juga membuat Keenan mulai mengubur impiannya yang sudah ia persiapkan hanya dalam semalam.

    Karena perasaannya berantakan, Keenan harus terpaksa pergi meninggalkan kota Bandung dan pergi ke Ubud, Bali. Selama di Bali, Keenan tinggal di rumah Pak Wayan, sahabat dari ibunya.

    Pak Wayan merupakan seniman terkenal di Bali, sehingga Keenan merasa nyaman dan betah selama tinggal di sana. Perasaan sedih, kecewa, dan suasana hati yang  membuat Keenan tidak nyaman pun perlahan menghilang.

    Salah satu orang yang ikut andil dalam proses penyembuhan luka batin Keenan adalah Luhde Laksmi, yaitu keponakannya Pak Wayan. Berkat kelembutan hati Luhde dan kesabarannya mendengarkan Keenan bercerita, akhirnya Keenan kembali mau melukis.

    Lukisan pertama Keenan saat di Bali ternyata terinspirasi oleh buku cerita dongeng milik Kugy yang berjudul “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Berkat inspirasi tersebut, Keenan akhirnya bisa membuat lukisan fenomenal dan diincar oleh sejumlah kolektor lukisan.

    Hubungan Keenan dan Luhde pun semakin dekat. Luhde menemukan kenyamanan saat bersama Keenan. Begitu juga sebaliknya, Keenan merasa menemukan sesuatu yang sudah lama hilang dari diri Luhde. Tidak butuh waktu lama, Keenan dan Luhde pun menjalin hubungan.

    Jika Keenan sudah kembali pulih dan bisa melanjutkan hobi melukisnya, Kugy justru merasa kesepian, karena kehilangan sahabat-sahabatnya, salah satunya adalah Keenan.

    Setelah lulus dari kuliah, Kugy kembali menata hidupnya menjadi lebih baik. Kugy akhirnya bekerja sebagai copywriter di sebuah perusahaan iklan ternama di kota Jakarta.

    Di tempat kerja ini, Kugy bertemu dengan seorang pria bernama Remigius atau akrab disapa Remi. Ia merupakan atasan Kugy sekaligus sahabat dekat Karel, yaitu abangnya Kugy.

    Berkat pemikiran Kugy yang unik dan mendapatkan ide-ide fresh, Kugy tumbuh menjadi karyawan yang cukup diandalkan oleh perusahaannya, khususnya Remi. Ternyata, Remi memiliki pandangan berbeda terhadap Kugy. Baginya, Kugy adalah perempuan yang unik dan berbeda dari perempuan lainnya.

    Remi menyukai Kugy bukan hanya karena bakatnya, tapi juga semangat dan kepribadian Kugy. Bagi Remi, Kugy adalah perempuan luar biasa. Sadar jika perasaannya tumbuh menjadi rasa sayang, Remi tidak ingin membuang waktu dan mengungkapkan perasaannya kepada Kugy.

    Awalnya Kugy memandang Remi hanya sebagai atasan sekaligus sahabat dekat abangnya. Namun, berkat ketulusan yang diberikan oleh Remi kepadanya, akhirnya Kugy pun luluh juga.

    Sementara itu, kondisi kesehatan ayah Keenan yang semakin buruk membuatnya harus segera menentukan pilihan. Keenan tidak bisa terus menerus tinggal di Bali. Akhirnya, ia kembali pulang ke Jakarta dan menggantikan posisi ayahnya memimpin perusahaan milik keluarganya.

    Baik Keenan dan Kugy keduanya sudah merasa menemukan orang yang tepat. Namun, perasaan tersebut tidak sesuai dengan apa yang dirasakan oleh Remi dan Luhde. Remi merasa jika perasaan Kugy selama ini tidak sepenuhnya untuk dia, begitu pula dengan Luhde yang merasa jika Keenan hanya setengah hati.

    Takdir kembali mempertemukan Kugy dan Keenan. Pertemuan keduanya tidak bisa terhindarkan. Keempat sahabat yang dulu berpisah itu kembali bertemu, tapi dengan kondisi yang sudah berbeda.

    Tidak ada yang menyangka bahwa hubungan mereka kembali diuji, kisah persahabatan dan percintaan yang terjalin selama lima tahun pun kandas secara tidak terduga. Mereka hanya bisa pasrah dan membiarkannya mengalir hingga bermuara entah ke mana.

    Penokohan Dalam Novel Perahu Kertas

    Menulis resensi novel Perahu Kertas akan semakin lengkap, jika mengulas masing-masing tokoh yang terlibat di dalamnya. Novel Perahu Kertas memiliki banyak tokoh selain peran utamanya, yaitu:

    1. Kugy

    Tokoh pertama adalah Kugy. Ia merupakan tokoh utama wanita yang diceritakan memiliki kemampuan menulis cerita. Kugy memiliki badan yang mungil, imajinatif, ceria, spontan, dan cenderung berantakan dalam berpenampilan.

    Penampilan Kugy bisa dikatakan sangat eksentrik dan boyish. Selain pemikirannya, Kugy juga memiliki hobi yang unik, yaitu menulis kalimat-kalimat dalam kertas, lalu membentuknya menjadi perahu. Kemudian, perahu tersebut ia hanyutkan ke sungai dan Kugy akan setia mengamatinya.

    2. Keenan

    Tokoh kedua bernama Keenan. Ia adalah tokoh utama pria yang memiliki segudang talenta dalam seni lukis. Seperti seniman pada umumnya, Keenan memiliki penampilan yang unik dan tidak jauh berbeda dari Kugy.

    Keenan memiliki kepribadian yang penuh kejutan. Ia juga pandai berbaur dengan orang baru dan mudah membuat orang-orang merasa nyaman. Tidak hanya itu, Keenan juga sangat cerdas. Jiwa seni dan kecerdasannya membuat Keenan dengan mudah mendapat pujian.

    Sama seperti Kugy, Keenan juga bercita-cita ingin menjadi seorang seniman, entah itu penulis atau pelukis profesional. Namun, impian tersebut tidak mendapatkan dukungan dari orang tua hingga membuatnya terpaksa mengambil jurusan lain dan meneruskan perusahaan keluarganya.

    3. Noni

    Tokoh berikutnya ada Noni. Dia merupakan sahabat Kugy sejak kecil. Oleh karena itu, Noni menjadi saksi bisu bagaimana perjalanan hidup Kugy.

    Di resensi novel Perahu Kertas ini, Noni memiliki kepribadian yang dewasa, telaten, sabar, dan sigap membantu keperluan Kugy hampir setiap hari. Bisa dikatakan, tokoh Noni ini memiliki karakteristik yang berbanding terbalik dengan Kugy.

    4. Eko

    Kemudian, ada tokoh bernama Eko. Ia merupakan sepupu Keenan yang bersekolah dan menetap di Bandung. Eko memiliki kepribadian yang supel dan ceria.

    Eko sudah sangat dekat dengan Keenan sejak kecil. Bahkan, keduanya sudah dekat saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kedekatan keduanya membuat Keenan dengan mudah berbaur bersama teman-teman Eko, yaitu Kugy dan Noni.

    Kedekatan Eko pun juga membuatnya sedikit tahu bagaimana kisah hidup Keenan, khususnya mengenai keluarga Keenan yang menentang keras cita-cita Keenan untuk menjadi seorang seniman.

    Namun, karena sadar jika Keenan memiliki kemampuan luar biasa tentang seni, khususnya seni lukis, Eko pun memberikan dukungan penuh kepada Keenan, baik sebagai sepupu ataupun sahabat.

    5. Karel

    Karel adalah tokoh pendukung menurut resensi novel Perahu Kertas ini. Tokoh Karel merupakan kakak laki-laki dari tokoh utama, Kugy. Hubungan Karel dan Kugy sangat dekat dan akrab.

    Tokoh Karel memiliki karakteristik yang penyayang dan pengertian. Selain itu, Karel juga sangat percaya pada Kugy. Sewaktu kecil, Karel mempercayai bahwa Kugy merupakan Dewa Neptunus karena berzodiak Aquarius.

    Karel tahu jika Kugy menyukai cerita dongeng sejak kecil. Sebagai kakak, Karel setia mendengar cerita-cerita yang ditulis oleh Kugy. Sejak saat itu, Karel kagum dan mendukung cita-cita Kugy untuk menjadi seorang penulis.

    Salah satu bentuk dukungan Karel terhadap Kugy adalah mengenalkan sahabatnya yang merupakan atasan di sebuah perusahaan iklan ternama. Di perusahaan tersebut, Kugy diberikan kepercayaan untuk mengisi posisi copywriter. Kemampuan menulis Kugy pun semakin terasah meski bukan menulis sebuah cerita.

    6. Wanda

    Wanda adalah tokoh pendukung yang hadir saat Kugy dan Keenan saling menyukai dalam diam. Ia adalah sepupu dari Noni, yang merupakan sahabat dekat Kugy.

    Karena hubungannya dengan Noni cukup dekat, Wanda dikenalkan dengan Keenan. Karena memiliki selera seni yang sama, hubungan Wanda dengan Keenan pun berlanjut menjadi sepasang kekasih.

    Karakter Wanda di sini digambarkan sebagai wanita yang baik dan suka membantu. Oleh karena itu, ia kerap membantu Keenan ketika mengalami masa-masa sulit. Ini juga dilakukan oleh Wanda sebagai bentuk sayang dan tulusnya mencintai Keenan.

    Wanda juga sangat perfeksionis dalam hal apapun, salah satunya soal penampilan. Maka dari itu, ia sangat memperhatikan penampilannya agar tetap terlihat sempurna, khususnya di mata Keenan.

    Sifat perfeksionis tersebut membuat Wanda sedikit sensitif jika mendapat kritikan, apalagi soal penampilannya. Wanda juga sedikit sinis, jika seseorang berani menyinggung penampilannya.

    7. Luhde Laksmi

    Di novel Perahu Kertas juga ada tokoh perempuan pendukung lainnya bernama Luhde Laksmi. Seperti namanya, tokoh ini merupakan gadis asli Bali yang merupakan keponakan dari Pak Wayan, sahabat dari ibunya Keenan.

    Tokoh Luhde Laksmi berdasarkan resensi novel Perahu Kertas ini adalah gadis desa pada umumnya, yaitu kalem, anggun, lembut, pemalu, dan penuh perhatian. Meski tinggal di desa, Luhde Laksmi memiliki kecerdasan seperti anak-anak kota lainnya.

    Karakter Luhde Laksmi tersebut membuat Keenan sedikit demi sedikit sembuh dari luka batin, baik soal percintaan, persahabatan, keluarga, dan cita-citanya. Bahkan, berkat kesabaran dan ketulusan Luhde Laksmi, akhirnya Keenan bisa bangkit dan kembali melukis.

    Pesona dan karakter Luhde Laksmi membuat Keenan luluh. Perasaan Luhde Laksmi pun disambut baik oleh Keenan. Keduanya pun menjalani hubungan dan menjadi pasangan yang saling mendukung satu sama lain.

    Namun, hubungan keduanya terpaksa berakhir ketika Luhde menyadari bahwa Keenan masih belum bisa melupakan Kugy sepenuhnya. Hal ini terjadi ketika Keenan menjadikan cerita dongeng milik Kugy sebagai inspirasi untuk lukisannya yang kemudian fenomenal.

    Selain karena keberadaan Kugy yang belum sepenuhnya hilang, hubungan Luhde dan Keenan harus terpaksa berakhir karena Keenan terpaksa kembali ke Jakarta untuk meneruskan perusahaan keluarganya.

    8. Remi

    Berikutnya ada tokoh bernama Remigius atau akrab disapa Remi. Tokoh pria pendukung ini diceritakan sebagai atasan Kugy sekaligus sahabat dekat Karel, kakaknya Kugy.

    Remi digambarkan sebagai sosok yang ramah, penuh perhatian, dewasa, bijaksana, dan romantis. Karakter ini yang membuat Kugy akhirnya luluh dan menjalin hubungan dengan Remi.

    Sayangnya, Remi menganggap bahwa Kugy tidak sepenuhnya memberikan hatinya. Hal ini membuat hubungan keduanya sering mengalami konflik hingga akhirnya kandas saat Kugy dan Keenan kembali bertemu di Jakarta.

    9. Pak Wayan

    Pak Wayan adalah tokoh pendukung yang keberadaannya muncul saat Keenan pergi ke Bali untuk menenangkan diri. Berdasarkan resensi novel Perahu Kertas ini, Pak Wayan digambarkan sebagai tokoh yang bijaksana dan pendengar yang baik.

    Karakter tersebut membuat Keenan tidak ragu-ragu untuk bercerita dan meminta pendapatnya. Apalagi selera seni Pak Wayan mirip seperti Keenan, sehingga keduanya bisa langsung akrab.

    Pak Wayan adalah sahabat dekat ibunya Keenan. Beliau terkenal sebagai seniman dan memiliki karya-karya yang luar biasa.

    Kepribadian tokoh Pak Wayan ini berbanding terbalik dengan ayahnya Keenan. Selama tinggal di rumah Pak Wayan, Keenan mendapatkan apa yang selama ini tidak didapatkan dari ayahnya, salah satunya adalah dukungan untuk melukis.

    10. Joshua

    Tokoh pendukung terakhir ada Joshua atau Ojos. Ia merupakan pacar Kugy saat masih kuliah dan belum mengenal Keenan. Ojos digambarkan sebagai kekasih yang penuh perhatian dan kasih sayang.

    Ojos sangat menerima keunikan Kugy. Namun, perhatian dan rasa sayang Ojos perlahan mulai goyah saat Kugy mulai berubah menjadi kurang peduli dengan hubungan mereka. Perubahan ini terjadi saat Kugy berteman dengan Keenan.

    Meski hanya muncul sebentar, keberadaan tokoh Ojos di dalam novel Perahu Kertas ini memiliki peran penting, khususnya perihal hubungan Kugy dan Keenan. Sebab, keduanya tidak bisa bersatu karena Ojos masih menjadi kekasih Kugy.

    Selain tokoh-tokoh yang diulas resensi novel Perahu Kertas di atas, ada juga tokoh pendukung lainnya, seperti keluarga Keenan dan keluarga Kugy. Keseluruhan tokoh di dalam novel ini memiliki perannya masing-masing untuk membuat cerita yang lebih seru dan menarik.

    Kemunculan tokohnya pun menyesuaikan setting atau latar tempat yang ada. Misalnya, Pak Wayan dan Luhde Laksmi yang merupakan warga Bali muncul saat Keenan memutuskan untuk tinggal sementara di Bali.

    Selain itu, kemunculan tokoh-tokohnya juga terbilang tepat dan menjadi penyelesaian sebuah konflik. Misalnya, Wanda menjadi penyelesaian konflik hubungan Kugy dan Keenan.

    Lalu, ada Luhde Laksmi yang menjadi penyelesaian konflik Keenan dengan Wanda hingga Kugy. Kemudian, ada Remi yang menjadi penyelesaian konflik perasaan Kugy kepada Keenan.

    Kemunculan tokoh yang bisa dikatakan cukup banyak ini dibagi berdasarkan kondisi dan situasi yang membuat cerita novel Perahu Kertas mengalir apa adanya dan menarik untuk dibaca.

    Kelebihan dan Kekurangan Novel Perahu Kertas

    Agar resensi novel Perahu Kertas semakin lengkap, maka harus disertai oleh kelebihan dan kekurangannya. Tujuannya agar bantu memudahkan pembaca untuk menentukan pilihannya, yaitu apakah akan membaca novel tersebut atau sebaliknya. Berikut kelebihan dan kekurangan dari novel Perahu Kertas:

    1. Kelebihan Novel Perahu Kertas

    Berdasarkan sinopsis yang sudah dijabarkan dalam resensi novel Perahu Kertas, novel ini bercerita tentang hubungan yang kompleks, yaitu persahabatan dan percintaan. Kemudian, juga diimbangi oleh impian dari masing-masing tokohnya, khususnya tokoh utama Kugy dan Keenan.

    Benang merah di atas sangat relate dan realistis, karena kebanyakan orang pasti akan mengalami hal yang sama. Inti dari cerita inilah yang membuat novel Perahu Kertas milik Dee Lestari menarik banyak pembaca.

    Alur cerita novel Perahu Kertas ini juga terbilang runtun, sehingga membuat pembaca merasa nyaman. Agar pesan cerita bisa tersampaikan dengan baik, Dee Lestari memakai gaya bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca.

    Kata-kata yang dipilih oleh Dee Lestari terbilang sederhana, ringan, serta menyesuaikan kondisi atau situasi yang terjadi. Tidak hanya mudah dimengerti, gaya bahasa dalam novel Perahu Kertas tersebut juga membuat pembaca larut dalam inti cerita yang dihadirkan.

    Gaya bahasa tersebut juga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa. Hal ini menjadi salah satu kelebihan dari novel Perahu Kertas yang akhirnya menarik banyak pembaca.

    Kemunculan setiap konfliknya juga tidak terlalu dipaksakan. Konflik-konflik yang dihadirkan oleh penulis juga terbilang realistis dan masih sesuai dengan benang merah atau inti ceritanya, yaitu persahabatan, percintaan, dan cita-cita.

    Novel Perahu Kertas juga memiliki pesan edukatif. Karena inti ceritanya cukup realistis dan menggambarkan kehidupan sehari-hari, maka pembaca bisa mengambil banyak pelajaran, salah satunya saat mewujudkan impian.

    Masing-masing tokoh memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan masalah dan mewujudkan impiannya. Pembaca akan ikut belajar bagaimana cara memahami diri sendiri, menetapkan tujuan, pantang menyerah, dan cara menyelesaikan masalah yang ada.

    Gambaran setting waktu dan tempat pun cukup jelas dan terperinci. Tidak ada setting yang berlebihan, sehingga membuat pembaca mudah larut dalam cerita Perahu Kertas.

    Penjabaran antara alur cerita, setting, konflik, dan tokohnya pun terbilang hampir sempurna. Setiap halaman menghadirkan pengalaman yang unik dan menarik bagi para pembaca. Pengalaman tersebut masih cukup realistis dan dekat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mudah untuk dinikmati.

    2. Kekurangan Novel Perahu Kertas

    Meski memiliki beberapa kelebihan, novel karya Dee Lestari ini juga memiliki kekurangan yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan bagi para pembaca yang tertarik dengan novel Perahu Kertas.

    Dalam resensi novel Perahu Kertas, kekurangan yang patut diketahui dari novel ini adalah perpindahan setting tempat yang terjadi sangat cepat. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan bagi para pembaca, jika tidak berkonsentrasi saat membaca novel ini.

    Ada juga beberapa penggalan cerita di dalam novel ini yang cenderung monoton, karena penulis kembali menampilkan masalah atau konflik yang itu-itu saja. Jadi, penyelesaian konflik bisa dikatakan belum maksimal, karena masih tetap muncul di beberapa halaman yang berkaitan dengan tokoh utama Kugy dan Keenan.

    Misalnya, Kugy dan Keenan yang masih sama-sama belum move on padahal sudah berpisah dan menjalani hubungan dengan orang baru. Hal ini bisa membuat pembaca merasa bosan dan bisa menebak alur cerita, meski belum selesai membacanya.

    Kamu Tertarik Membaca Novel Perahu Kertas?

    Itulah contoh resensi novel Perahu Kertas yang lengkap dan cukup singkat. Setelah membaca resensi dari novel karya Dee Lestari di atas, apakah kamu tertarik untuk membaca novelnya?

  • Teks Eksplanasi: Ciri ciri, Struktur dan Kaidahnya

    Teks Eksplanasi: Ciri ciri, Struktur dan Kaidahnya

    Pernahkah kamu membaca artikel yang membahas tentang bencana alam, di media cetak atau situs online? Artikel tersebutlah yang bisa kamu sebut sebagai teks eksplanasi, di mana ada penjelasan dan paparan di setiap kata yang tertulis. Lantas bagaimana ciri ciri teks eksplanasi untuk membedakan dengan jenis teks lain?

    Meski familiar, tak menutup kemungkinan pembaca masih merasa bingung dengan ciri khusus dari teks eksplanasi itu sendiri. Sementara itu, secara garis besar tujuan teks ini ialah untuk menjelaskan secara jelas tentang suatu fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat. Jadi, pembahasannya pun lugas dan mudah dipahami.

    Ciri Ciri Teks Eksplanasi

    Setiap jenis tulisan atau teks sebenarnya memiliki keunikan tersendiri. Tujuannya adalah untuk memudahkan pembaca mengetahui tujuan dari informasi yang tertulis. Meski sama-sama menggunakan pola yang mirip, namun terdapat perbedaan yang signifikan. Berikut adalah ciri teks eksplanasi yang wajib kamu ketahui:

    1. Topik Fenomena yang Berhubungan dengan Ilmu Pengetahuan

    Topik merupakan suatu hal yang dibahas dalam artikel ataupun buku. Teks eksplanasi selalu mengangkat topik terkait fenomena yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Maksudnya, tujuan dari informasi yang disampaikan agar pembaca mengetahui dan menambah wawasan terkait suatu kejadian.

    Misalnya, pembahasan tentang banjir. Dalam ulasannya akan ada beberapa hal yang tertulis, seperti pengertian banjir, penyebab, dampak, cara menanggulangi, hingga tindakan pencegahan. Sehingga, pembaca menjadi lebih tahu tentang bencana alam yang sering melanda Indonesia ini.

    2. Bersifat Informatif

    Dalam KBBI, informatif memiliki arti sebagai sesuatu yang bersifat menerangkan dan memberi informasi. Adapun ciri teks ini yang kedua adalah informatif, di mana keseluruhan isinya bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena alam untuk para pembacanya.

    Meski bertujuan untuk memberikan informasi pada pembaca, namun penulis tidak memiliki tujuan memaksa atau mempengaruhi audiens agar mempercayai tulisannya. 

    Ingat satu hal! Teks ini terfokus pada pembahasan yang mengalir. Lebih tepatnya adalah menjelaskan proses terjadinya fenomena, bukan untuk membujuk atau mempropaganda pembaca.

    3. Informasi Berdasarkan Fakta

    Ciri ciri teks eksplanasi yang berikutnya adalah menyediakan informasi berdasarkan dengan fakta yang sebenarnya. Semua kalimat yang tertulis atau tertuang di dalam teks eksplanasi tidak hanya menggunakan asumsi dan logika penulis. Namun, harus merujuk pada data yang sudah terbukti kebenarannya.

    Mengacu pada poin pertama dan kedua yang berkaitan, yakni teks ini harus mampu memberikan informasi berupa wawasan ilmu pengetahuan bagi pembaca. 

    Oleh sebab itu, tidak ada bumbu kebohongan dalam setiap tulisan. Bisa kamu katakan bahwa penulis teks ini membutuhkan data yang banyak untuk bisa menyelesaikan satu teks agar isinya lengkap.

    4. Pembahasan Fokus pada Hal-Hal yang Umum

    Mungkin kamu pernah bertemu dengan beberapa teks yang membahas tentang suatu fenomena langka. Dalam artian pembahasannya menggunakan bahasa yang sulit kamu pahami, karena sejak awal memang topiknya tidak familiar atau jarang terdengar. Nah, berarti teks tersebut bukan termasuk eksplanasi.

    Karena, ciri teks ini adalah membahas tentang sesuatu fenomena yang sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, bencana alam (banjir, gempa bumi, angin puting beliung, tsunami, dan lain sebagainya), sejarah, hujan, gerhana bulan, pasang surut air laut, dan lain-lain. 

    5. Menjawab pertanyaan Bagaimana dan Mengapa

    Pertanyaan bagaimana dan mengapa memiliki jawaban yang panjang. Teks eksplanasi juga mengandung dua pertanyaan ini untuk menjabarkan setiap informasi yang hendak penulis sampaikan pada pembaca. Pada pertanyaan bagaimana membutuhkan jawaban berupa proses terjadinya suatu fenomena.

    Sedangkan pertanyaan mengapa memerlukan jawaban berupa sebab-akibat. Memang sebab-akibat menjadi pola yang umum penulis gunakan untuk membuat sebuah teks informatif agar lebih terstruktur dan lengkap. 

    6. Menggunakan Urutan Kejadian

    Urutan kejadian atau sering orang sebut sebagai sequence markers merupakan ciri ciri teks eksplanasi yang tak kalah penting. Dalam teks ini, struktur kejadian akan mempermudah penulis dalam mengelompokkan alur. Seperti penggunaan kata pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya.

    7. Mempunyai Struktur Teks

    Dalam praktiknya, menulis teks eksplanasi membutuhkan ketelitian yang mendetail. Mengingat jika teks ini membutuhkan struktur yang berbeda dengan jenis teks lain. 

    Ada 3 struktur teks yang biasanya penulis gunakan sebagai acuan untuk menulis. Struktur tersebut adalah pernyataan umum, urutan sebab dan akibat, serta interpretasi atau kesimpulan.

    Struktur ini harus penulis tulis secara berurutan. Jika kamu gambarkan, pada bagian pertama teks berisikan kalimat-kalimat umum. Kemudian akan ada pembahasan secara mendetail dan ditutup dengan kesimpulan. Penulisannya tidak boleh terlalu bertele-tele agar tidak menimbulkan miss communication dengan pembaca.

    Struktur Teks Eksplanasi

    Kamu telah mengetahui detail tentang ciri ciri teks eksplanasi yang dapat membantu kamu untuk membedakan jika dihadapkan dengan suatu teks dan informasi. Nah, agar dapat menambah pemahamanmu mengenai struktur dari teks eksplanasi yang sudah disinggung sebelumnya, berikut adalah uraian penjelasan lengkapnya:

    1. Pernyataan Umum

    Bagian ini memiliki isi tentang suatu hal yang dijelaskan secara umum. Biasanya pernyataan yang tertuang berkaitan dengan fenomena seperti budaya, alam, sosial, dan lain sebagainya. Pernyataan ini biasanya tertulis dengan jenis kata kopula, seperti ialah ataupun adalah. 

    Struktur pernyataan umum ini akan menjelaskan tentang gambaran dari peristiwa atau fenomena yang tengah terjadi. Adapun inti dari pembahasannya adalah bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi. Isinya juga cenderung tidak panjang, serta jelas dan padat. Sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

    2. Penjelasan (Eksplanasi)

    Setelah membahas gambaran umum, isinya akan lebih mengerucut pada penjelasan yang lebih detail. Pada bagian eksplanasi, biasanya akan terdiri dari beberapa paragraf dengan penjelasan hubungan antara sebab dan akibat dari suatu peristiwa. Paragraf ini juga memiliki nama lain, yakni deretan penjelas.

    3. Interpretasi

    Struktur yang terakhir adalah interpretasi. Dalam penjelasannya, ciri ciri teks eksplanasi menyangkut tentang suatu informasi yang ditulis oleh penulis dengan sebenar-benarnya. 

    Maka dari itu, setelah penulis teks membahas secara rinci mulai dari pernyataan umum hingga penjelasan, untuk menutup teks dibutuhkan interpretasi yang berisi tentang kesimpulan.

    Tanggapan ataupun pernyataan terkait fenomena yang penulis angkat akan dibahas dalam paragraf terakhir atau penutup. Singkatnya, penulis akan menyimpulkan isi dari keseluruhan paragraf yang sudah mereka jelaskan pada struktur-struktur sebelumnya.

    Kaidah Teks Eksplanasi

    Dalam penulisannya, teks eksplanasi membutuhkan beberapa pola yang jenis teks lain tidak miliki. Apabila kamu sudah membaca dan memahami penjelasan di atas, ada satu informasi penting lagi yang bisa kamu pahami, yakni mengenai kaidah tata bahasa dari teks eksplanasi. Adapun kaidah-kaidah tersebut antara lain:

    • Penjelasan bersifat informatif.
    • Memakai konjungsi kausal dan waktu dalam penulisan.
    • Memakai kalimat-kalimat pasif dan aktif.
    • Terdapat istilah ilmiah untuk memperkuat isi.
    • Menggunakan kata kerja material dan rasional.

    Sudah Tahu Apa Saja Ciri Ciri Teks Eksplanasi?

    Demikianlah penjelasan tentang ciri ciri teks eksplanasi. Menuliskan informasi yang akurat dan bisa dipercaya bukan suatu hal yang mudah. Kamu tentu membutuhkan riset untuk mengumpulkan data-data yang kemudian kamu susun menjadi kalimat yang runtut. Jadi, siapkah kamu untuk melakukan praktik penulisan teks eksplanasi?

  • Kalimat Imperatif: Pengertian, Prosedur dan Contohnya, Terlengkap

    Kalimat Imperatif: Pengertian, Prosedur dan Contohnya, Terlengkap

    Kalimat imperatif merupakan jenis kalimat perintah yang sering muncul di dalam teks prosedur atau lainnya. Selain itu, kalimat ini juga mengandung ajakan atau nasihat. Sementara prosedur penyusunan kalimatnya bisa menambahkan kata di awal kalimat dan imbuhan partikel yang cocok dengan kata-kata tersebut.

    Fungsi utama dari kalimat perintah adalah memberikan perintah kepada lawan bicara. Namun, selain itu, kalimat ini memiliki fungsi lain, yaitu ajakan, isyarat, komando, dan larangan. Seluruh fungsinya disesuaikan dengan konteks atau topik yang dibicarakan.

    Kalimat perintah ternyata sering digunakan setiap hari. Ciri-ciri dari kalimat ini, antara lain menggunakan tanda baca seru di akhir kalimat, menambahkan kata lain sesuai jenis kalimatnya dan imbuhan partikel “lah” atau “di”, dan posisi subjek tepat berada setelah predikat. Berikut penjelasan lengkapya!

    Mengenal Apa Itu Kalimat Imperatif

    Secara umum, imperatif adalah salah satu jenis kalimat di dalam tatanan Bahasa Indonesia. Seperti penjelasan sebelumnya, imperatif merupakan jenis kalimat perintah yang sering dijumpai di dalam teks atau kehidupan sehari-hari.

    Jenis kalimat ini tidak hanya mengandung makna perintah saja, tapi juga bermakna nasihat atau ajakan.

    Dalam penyusunannya, kalimat perintah atau imperatif hanya menggunakan kata kerja atau kalimat verbal tanpa subjek. Sebab, subjek pada kalimat perintah diambil dari konteks yang dibicarakan. Jadi, kalimat perintah ini dapat dengan mudah diterima oleh lawan bicara.

    Meskipun jadi salah satu jenis kalimat, keberadaan kalimat perintah ternyata berperan penting dalam objek penelitian, seperti analisis semantik, pragmatik, atau sintaksis. Dalam penggunaan kalimat perintah juga harus melibatkan konteks atau topik obrolan.

    Ciri-Ciri Kalimat Imperatif

    Salah satu ciri khas dari penggunaan kalimat perintah atau imperatif adalah penggunaan tanda seru di akhir kalimat. Maknanya, pengucapan kalimat perintah akan menggunakan intonasi tinggi. Selain itu, ciri khas dari kalimat perintah lainnya yang perlu diketahui, antara lain:

    • Menggunakan kalimat “tolong”, “ambilkan”, dan “jangan”. Sehingga, kalimat perintah lebih halus.
    • Diikuti dengan partikel “kan” atau “lah”, agar kalimat perintah lebih lengkap dan jelas.
    • Posisi subjek tepat berada setelah predikat. Jadi, struktur kalimatnya jelas.
    • Tanda seru bisa digantikan oleh tanda titik. Hal ini tergantung dengan situasi.
    • Intonasi suara bisa saja rendah, tapi penekanan kalimat perintahnya jelas.

    Nah, ciri-ciri kalimat imperatif di atas perlu diketahui, agar bisa membuat dan mengenal kalimat perintah dengan tepat. Ciri-ciri di atas juga hanya dimiliki oleh kalimat perintah, khususnya saat membuat struktur kalimatnya.

    5 Fungsi Kalimat Perintah

    Keberadaan kalimat perintah memang ditujukan untuk memberi perintah lawan bicara, agar bersedia melakukan sesuatu yang diperintahkan tadi. Selain itu, kalimat perintah juga memiliki fungsi lain, yaitu:

    1. Sebagai Bentuk Larangan

    Fungsi pertama adalah sebagai bentuk larangan. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan kalimat perintah tidak hanya ditujukan untuk memberikan arahan atau perintah, tapi juga bermakna sebagai larangan.

    Larangan ini berhubungan dengan hal-hal yang harus dihindari. Contohnya adalah sebagai berikut:

    “Jangan makan dan minum tergesa-gesa!”

    Larangan di atas bertujuan agar tidak tersedak saat mengonsumsi makanan atau minuman.

    “Jangan terlalu berisik di ruangan ini!”

    Larangan kedua ini bertujuan untuk menciptakan suasana tenang dan nyaman. Biasanya, larangan tersebut kerap dijumpai di rumah sakit, ruang kerja, dan tempat lainnya.

    “Jangan merokok di area ini!”

    Larangan tersebut bertujuan untuk menjaga udara tetap sehat atau menghindari percikan api di area tertentu. Penggunaan jenis kalimat perintah berupa larangan ini biasanya ditemukan di fasilitas umum, seperti area sekolah, SPBU, taman, rumah sakit, dan lainnya.

    Berdasarkan tiga contoh di atas, kalimat perintah yang ditujukan sebagai larangan selalu diawali kalimat “jangan”. Kalimat tersebut bisa digantikan dengan kalimat lain, seperti “dilarang”. Namun, agar kalimat perintah lebih terkesan halus, penggunaan kalimat “jangan” bisa menjadi pilihan terbaik.

    2. Sebagai Bentuk Komando

    Fungsi kalimat imperatif atau perintah yang kedua adalah sebagai bentuk komando. Dalam KBBI, perintah juga bisa bermakna sebagai komando. Hanya saja, penggunaannya hanya digunakan oleh seseorang yang memiliki jabatan.

    Maknanya, perintah yang bersifat komando ini diucapkan oleh pemimpin kepada bawahan atau anggotanya. Berikut contoh kalimat perintah bersifat sebagai komando:

    “Kerjakan sesuai dengan prosedur yang berlaku!”

    “Siapkan 100 personil untuk meredam kerusuhan massa yang sedang berdemo!”

    “Perketat keamanan menjelang liburan Idul Fitri!”

    “Siapkan strategi lalu lintas untuk menghindari kemacetan jelang lebaran!”

    “Tambah jumlah pasukan untuk mengevakuasi korban banjir!”

    Contoh-contoh di atas adalah kalimat imperatif yang bermakna sebagai komando. Biasanya, bentuk kalimat ini digunakan untuk lembaga pemerintah, seperti kepolisian atau TNI.

    Alih-alih menyebut istilah perintah, lembaga TNI POLRI memang lebih dominan menyebutnya sebagai komando. Apalagi di dalam lembaga ini terdapat pimpinan yang memiliki jabatan tertinggi dan berperan sebagai komandan yang memberikan komando kepada anggotanya.

    Komando memang terdengar sebagai kalimat yang baku. Inilah yang kemudian membuat instansi TNI dan POLRI menggunakan kalimat perintah yang bersifat komando.

    3. Sebagai Sebuah Isyarat

    Kalimat perintah juga berfungsi sebagai penyampaian isyarat kepada lawan bicara. Biasanya, isyarat ini hanya bisa dipahami oleh lawan bicara. Isyarat diberikan sesuai dengan konteks, seperti topik obrolan atau seputar kegiatan.

    Namun, tidak semua isyarat atau kode masuk ke dalam kalimat perintah. Seperti penjelasan sebelumnya, kalimat perintah identik dengan seruan atau perintah dalam sebuah percakapan.

    Supaya tidak salah, berikut beberapa contoh kalimat isyarat yang termasuk ke dalam jenis kalimat perintah:

    “Belilah sesuatu yang kamu butuhkan!”

    “Pilihlah makanan yang kamu suka!”

    “Ambil saja apa yang kamu inginkan!”

    “Jangan ragu, buka saja benda itu!”

    “Sabar dulu. Tunggu saja di tempat kemarin!”

    Berdasarkan contoh di atas, isyarat yang dimaksud dari kalimat perintah ini adalah konteks yang hanya bisa dipahami oleh lawan bicara. Sedangkan orang lain yang tidak paham dengan konteks atau topik obrolan, maka tidak akan mengerti maksud dari kalimat imperatif tersebut.

    4. Sebagai Bentuk Perintah

    Tentu saja fungsi utama dari kalimat imperatif adalah sebagai perintah kepada lawan bicara agar mau melakukan sesuatu yang diperintahkan. Supaya lebih sopan atau terdengar halus, penggunaan kalimat perintah bisa ditambahkan oleh kata “tolong” atau “mohon”. Berikut ini contohnya:

    “Tolong ambilkan buku di atas meja!”

    “Tolong selesaikan pekerjaan sesuai dengan waktunya!”

    “Bisa tolong tuangkan teh itu ke dalam gelas!”

    “Tolong kunci pagar jika ingin keluar rumah!”

    “Tolong bersihkan teras rumah menggunakan sapu!”

    “Minta tolong siramkan bunga-bunga di taman seminggu tiga kali setiap pagi!”

    “Tolong bangunkan saya jam 08.00 pagi, karena ada meeting kerja!”

    “Tolong tutup pintu kamar dengan pelan!”

    “Mohon patuhi rambu-rambu jalan!”

    “Tolong hati-hati di jalan!”

    Contoh-contoh di atas adalah fungsi kalimat perintah yang paling umum digunakan. Agar terkesan lebih sopan dan halus, seseorang yang memberikan perintah akan menyelipkan kata “tolong” atau “mohon” kepada lawan bicara.

    Selain lebih halus, lawan bicara yang mendengar dan mendapatkan perintah pun akan merasa dihargai. Kalimat perintah yang halus juga akan bantu membangun komunikasi yang baik.

    5. Sebagai Bentuk Ajakan

    Fungsi terakhir dari kalimat imperatif adalah sebagai bentuk ajakan. Sekilas, fungsi ini sama seperti kalimat persuasif. Akan tetapi, kalimat perintah berupa ajakan ini lebih bersifat umum.

    Karena hampir sama, agar bisa membedakan kalimat perintah berupa ajakan dengan kalimat persuasif, simak beberapa contoh kalimat perintah ajakan berikut ini:

    “Ayo segera berangkat ke sekolah agar tidak telat!”

    “Ayo kemas pakaian agar kamar tidak berantakan!”

    “Yuk, kita pergi menonton pertunjukan teater di balai sore ini!”

    “Ayo kerjakan tugas tepat waktu!”

    “Ayo bergotong royong membersihkan pekarangan sekolah!”

    “Yuk, saling menghargai perbedaan dan pilihan!”

    Itulah beberapa contoh sederhana dari kalimat perintah ajakan yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. Sekilas kalimat ajakan tersebut mirip dengan persuasif, hanya saja tujuan dan konteksnya berbeda.

    6 Jenis Kalimat Perintah

    Kalimat imperatif terbagi menjadi dua, yaitu kalimat positif yang berisikan perintah atau ajakan, kemudian ada kalimat negatif yang berisikan perintah atau larangan. Secara garis besar, keduanya terbagi lagi menjadi enam jenis, yaitu:

    1. Kalimat Perintah Halus

    Pertama, kalimat perintah halus. Seperti namanya, kalimat imperatif ini digunakan untuk memberikan perintah secara halus. Selain menggunakan imbuhan kata “tolong”, penggunaan kalimat perintah halus juga bisa diimbuhi oleh kata “di” sebagai kalimat pasif dan diakhiri oleh partikel “lah”.

    Kata-kata lain yang juga bisa digunakan untuk menyusun kalimat perintah halus, antara lain “silakan”, “coba” dan “mohon”. Agar lebih jelas, berikut beberapa contoh kalimat perintah kategori halus yang bisa dijadikan sebagai rekomendasi:

    • Tolong jaga kebersihan agar lingkungan tetap nyaman!
    • Tolong datang tepat waktu sebelum toko tutup!
    • Mohon buang sampah sesuai dengan jenis-jenisnya!
    • Silakan duduk dan nikmati camilan di atas meja!
    • Silakan datang kembali lagi jika ada yang perlu ditanyakan!
    • Tolong isi formulir terlebih dahulu, agar data-data tersimpan dalam komputer!
    • Cobalah kesempatan lain lagi dan jangan menyerah!
    • Coba buka jendela itu agar udara di dalam rumah lebih segar!
    • Coba sekali lagi jika kamu gagal hari ini!
    • Mohon tunggu sebentar hingga nama Anda dipanggil oleh customer service!
    • Mohon agar tetap tenang selama ujian berlangsung!
    • Dimohon untuk datang tepat waktu saat upacara minggu depan!

    Itulah beberapa contoh kalimat perintah jenis halus yang kerap ditemui di kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penambahan kata-kata, seperti “tolong”, “coba”, dan “mohon” adalah untuk membuat perintah lebih sopan, khususnya kepada orang yang tidak dikenal.

    2. Kalimat Perintah Permintaan

    Kedua adalah jenis perintah permintaan. Dalam hal ini, penggunaannya digunakan oleh seseorang untuk menyampaikan permintaan kepada lawan bicara dengan melibatkan kata “minta” atau “mohon”.

    Penggunaan kata tersebut bisa di awal kalimat atau bahkan di tengah-tengah kalimat. Agar lebih jelas bagaimana cara menyusun kalimat perintah jenis permintaan, simak contoh-contoh berikut ini!

    • Saya minta maaf atas kejadian tahun lalu!
    • Mohon maaf lahir dan batin!
    • Pria itu minta ampun setelah ketahuan mencuri!
    • Mohon hati-hati lain kali, ya!
    • Saya minta segera dikembalikan buku-buku yang sudah dipinjam!
    • Saya mohon masalahnya jangan diperpanjang lagi!
    • Mohon masyarakat tetap tenang di tengah wabah Covid-19, karena pemerintah akan segera turun tangan!
    • Saya minta seluruh pegawai lebih teliti lagi dalam menyelesaikan tanggung jawabnya!
    • Minta perhatiannya sebentar, karena akan ada informasi penting yang akan disampaikan oleh kepala sekolah!
    • Mohon lengkapi berkas-berkas yang sudah ditentukan oleh pihak penyelenggara!

    Contoh-contoh di atas merupakan jenis kalimat perintah permintaan yang sering digunakan untuk kepentingan sehari-hari. Jadi, kalimat perintah juga bisa ditujukan untuk sebuah permintaan yang isinya berupa instruksi melakukan yang diperintahkan.

    3. Kalimat Perintah Ajakan

    Jenis ketiga adalah kalimat imperatif yang berjenis ajakan. Seperti namanya, kalimat perintah satu ini digunakan untuk mengungkapkan sebuah ajakan kepada lawan bicara.

    Kalimat perintah ajakan juga akan menambahkan imbuhan kata-kata, seperti “ayo” dan “mari”. Selain itu, penggunaannya juga bisa ditambah oleh partikel “lah”. Berikut beberapa contoh kalimat perintah berjenis ajakan:

    • Ayo kita sama-sama menjaga ketertiban lingkungan selama bulan suci Ramadhan!
    • Mari jaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan oleh panitia acara!
    • Ayolah kita meriahkan acara perpisahan sekolah yang diselenggarakan minggu depan!
    • Marilah kita sejenak berdoa menurut kepercayaan dan agama masing-masing sebelum mulai bertanding!
    • Ayo sama-sama sukseskan pemilu tahun ini!
    • Mari kita lihat bagaimana perkembangan bibit-bibit bunga mawar kemarin!

    Dari contoh di atas, dapat dilihat bahwa menggunakan kalimat perintah ajakan harus diawali kata “ayo” dan “mari”. Bahkan, kata-kata tersebut juga bisa ditambah oleh partikel “lah” di akhir kata. Penggunaan partikel “lah” bukanlah sebuah keharusan, jadi keberadaannya hanya sebuah tambahan.

    4. Kalimat Perintah Harapan

    Jenis keempat ada kalimat perintah harapan. Jenis kalimat ini digunakan oleh seseorang untuk mengungkapkan sebuah harapan.

    Sama seperti jenis kalimat imperatif lainnya, penggunaan kalimat perintah harapan juga harus melibatkan kata-kata, seperti “harap” dan “hendaknya”. Berikut contoh kalimatnya:

    • Harap maklum, karena nenek sudah tua!
    • Harap tenang, selama rapat kerja berlangsung!
    • Hendaknya belajar dengan giat agar lulus ujian!
    • Hendaknya jaga sikap selama tinggal di rumah orang!
    • Harap berhati-hati di jalan, karena hujan cukup deras yang membuat jalanan licin dan jarak pandang terganggu!
    • Harap mengikuti arahan dari petugas selama upacara berlangsung!
    • Hendaknya membayar tagihan tepat waktu, agar tidak terkena denda!
    • Hendaknya datang lebih awal, agar mendapat nomor antrian pertama!

    5. Kalimat Perintah Larangan

    Jenis kelima ada perintah berupa larangan. Tujuan dari jenis kalimat perintah ini adalah memberikan sebuah larangan kepada lawan bicara. Kalimat perintah larangan termasuk jenis kalimat negatif, karena berisi ajakan untuk tidak melakukan sesuatu.

    Kalimat perintah satu ini biasanya ditandai dengan penggunaan kata “jangan” atau “hindari”. Berikut contohnya:

    • Jangan pulang larut malam demi menjaga keselamatan!
    • Jangan menghidupkan handphone selama rapat!
    • Hindari menyimpan air soda di dalam freezer!
    • Jangan salah pilih ukuran sepatu!
    • Jangan terlalu boros membeli benda-benda yang tidak dibutuhkan!
    • Hindari sifat malas bekerja, agar tidak dipecat!
    • Jangan sepelekan arahan dari ketua!
    • Jangan berdiri di sebelah kanan!
    • Hindari memarkir kendaraan di area terlarang!

    Contoh-contoh di atas sama seperti contoh fungsi kalimat perintah sebagai larangan yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya. Penempatan kata “jangan” bisa diletakkan di awal atau di tengah-tengah kalimat.

    Contoh penempatan kata “jangan” di tengah-tengah kalimat, yaitu:

    • Minggu depan jangan memakai baju putih, karena jadwalnya memakai baju batik!
    • Hari ini mendung, jangan pergi keluar rumah tanpa payung atau jas hujan!
    • Setelah makan, jangan buang sampah sembarangan!
    • Lantai masih basah, jangan diinjak!
    • Selama sholat, jangan membuat suasana gaduh!
    • Demi kenyamanan, jangan menutup pintu terlalu kasar!
    • Suasana belum kondusif, jangan ditambah dengan masalah lain!
    • Website sedang diperbaiki, jangan mengunggah file kerja hingga batas waktu yang ditetapkan!

    6. Kalimat Perintah Pembiaran

    Jenis kalimat perintah terakhir adalah pembiaran. Kalimat ini digunakan seseorang untuk membiarkan sesuatu terjadi.

    Prosedur penyusunan kalimat perintah pembiaran harus menggunakan kata “biar” atau “biarkan”. Selain itu, partikel “lah” juga bisa digunakan di akhir kata-kata tersebut. Berikut ini contohnya:

    • Biarkan saja dia menyendiri hingga suasana hatinya membaik!
    • Biarlah itu urusan mereka. Kita tidak perlu ikut campur!
    • Biarkan kucing-kucing itu main di pekarangan rumah!
    • Biarkan aku menunggumu sampai kau kembali!
    • Biarkanlah dia menanggung malu atas perbuatannya!
    • Biarkan waktu yang menjawab semuanya!
    • Biarkan adik membeli buku cerita favoritnya!
    • Biar dia sadar dengan sendirinya!
    • Biar Tuhan yang membalas semua perbuatannya!

    Pembiaran juga bagian dari kalimat perintah, karena mengajak lawan bicaranya untuk membiarkan sesuatu terjadi. Hal ini akan membuat lawan bicara menuruti kalimat yang disampaikan.

    Meski begitu, penggunaan kalimat perintah jenis pembiaran ini tidak terlalu banyak digunakan seperti jenis kalimat imperatif lainnya. Sebab, penggunaan kalimatnya bisa digantikan dengan kalimat lebih sederhana lainnya. Misalnya:

    • Lupakan saja masalah kemarin!
    • Jangan dibalas perbuatan liciknya!
    • Lebih baik tidur daripada ikut campur masalah tersebut.

    Berdasarkan contoh di atas, kalimat pembiaran bisa digantikan oleh kalimat perintah jenis lain, seperti larangan dan ajakan. Jadi, inilah kenapa penggunaan kalimat perintah berupa pembiaran jarang ditemui, karena penerapannya bisa diganti dengan jenis kalimat imperatif lainnya.

    Sudah Paham Cara Membuat Kalimat Perintah?

    Kalimat imperatif juga disebut sebagai kalimat perintah yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kalimat perintah positif dan kalimat perintah bersifat negatif. Kalimat positif digunakan untuk mengajak melakukan sesuatu. Sedangkan kalimat negatif digunakan untuk sebuah larangan.

    Kategori tersebut terbagi lagi menjadi enam jenis, yaitu larangan, ajakan, perintah halus, permintaan, harapan, dan pembiaran. Keenam jenis kalimat perintah tersebut memiliki tujuan dan prosedur penyusunan kalimat yang berbeda-beda.

  • Contoh Novel Sejarah beserta Pengertian dan Struktur Bahasanya

    Contoh Novel Sejarah beserta Pengertian dan Struktur Bahasanya

    Orang-orang di Indonesia suka berpikiran jika novel itu hanya tentang cerita cinta saja. Padahal tidak begitu, sebab ada pula jenis novel yang tema utamanya ialah sejarah. Supaya kamu lebih paham mengenai pengertian, struktur bahasa, dan contoh novel sejarah, simaklah artikel di bawah ini.

    Apa Itu Novel Sejarah?

    Sebelum Anda mencari tahu tentang contoh novel sejarah, Anda harus tahu dulu seperti apa karya sastra ini. Novel sejarah adalah sebuah cerita yang melibatkan peristiwa-peristiwa di masa lalu dengan sejumlah kebenaran historis.

    Ada pula yang menyatakan bahwa novel sejarah itu menceritakan tentang peristiwa di masa lalu secara pasti dan seutuh-utuhnya. Cerita sejarah tersebut tidak boleh menambahkan elemen fiksi apapun demi menjaga keaslian ceritanya.

    Apa saja ciri-ciri yang biasa terdapat dalam karya sastra yang bertema sejarah ini? Dalam kebanyakan contoh novel sejarah, baik lokal maupun mancanegara, Anda bisa menemukan aneka ciri penting sebagaimana yang tertera di bawah ini:

    • Ceritanya tersaji dalam urutan kronologis yang kaku, tidak ada momen kenangan atau flashback, atau plot yang maju-mundur.
    • Bentuk-bentuk kalimatnya menggunakan pola lampau, atau past tense jika novelnya tertulis dalam bahasa Inggris.
    • Peristiwa bersejarah yang diceritakan dalam novel harus bersumber dari sejarah nyata, meskipun detail-detail kecilnya tidak sama persis.
    • Ada naskah sejarah nyata yang dapat menjelaskan peristiwa di masa lalu, tetapi naskah tersebut sifatnya hanyalah pembuka cerita saja.
    • Dialog di antara karakter-karakter dalam novel tersebut banyak yang terinspirasi oleh rekaman percakapan sejarah nyata.

    Struktur Bahasa Novel Sejarah

    Sekarang, Anda akan mempelajari tentang pola struktur bahasa dan kalimat yang dapat Anda temukan pada novel bertemakan sejarah. Di bagian ini mungkin ada sedikit contoh novel sejarah, namun bentuknya tak lebih daripada paragraf-paragraf singkat saja.

    1. Pengenalan

    Setiap cerita tentu membutuhkan sedikit orientasi atau pengenalan agar pembacanya punya gambaran terhadap novel tersebut. Misalnya, contoh novel sejarah dalam ranah pengenalan adalah berikut ini:

    Pada hari ini, cuaca sedang mendung dan gerimis. Namun aku mendapati ribuan orang berkerumun di alun-alun seakan menunggu para tentara pulang. Supaya aku tak lupa, aku menuliskan tanggal 10 Oktober 1943 di buku harianku.

    Tentara-tentara muda ini awalnya pergi melawan para Nazi dengan wajah berani. Mereka berkata bahwa mereka akan segera pulang untuk ikut merayakan Natal bersama kami. Namun, empat bulan setelah Natal berlalu, para tentara tersebut masih juga belum pulang.”

    Bagian orientasi ini merupakan saat yang paling tepat untuk mengenalkan karakter utama dalam novel tersebut. Bukan cuma karakternya saja, tetapi juga latar tempat, waktu, dan sudut pandang atau point-of-view. Jika Anda ingin menulis novel sejarah, jangan menjabarkan semuanya terlalu awal.

    2. Pengungkapan

    Di nomor dua, ada struktur berupa pengungkapan yang sifatnya menjabarkan sedikit tentang topik-topik yang nantinya akan menjadi penting. Bagian pengungkapan ini ialah sebuah “jembatan” yang menghubungkan antara bagian pengenalan dan bagian konfrontasi.

    Inilah momen dimana penulis novel wajib menebarkan bibit-bibit konflik, baik itu konflik yang sifatnya interpersonal maupun yang intrapersonal. Karena tema novel ini terkait dengan kejadian bersejarah, konflik tersebut bisa jadi pemicu kejadian suatu hal bersejarah atau dipicu oleh kejadian tersebut.

    3. Konfrontasi

    Struktur ketiga dalam sebuah novel sejarah adalah konfrontasi. Bagian ini ialah tempat aneka konflik bermunculan dan mulai mengganggu karakter utama. Pertikaian tersebut tidak serta-merta langsung menjadi besar, tetapi muncul secara bertahap hingga kemudian masuk ke bagian klimaks.

    Biasanya, konfrontasi ini timbul dari tindakan atau perkataan yang tampak sepele, tapi membawa akibat besar di kemudian hari. Bibit konflik ini juga bisa timbul dari karakter lain, seringkali antagonis, yang bersikap mau menang sendiri sehingga mereka menciptakan kekacauan.

    4. Klimaks

    Klimaks adalah puncak dari pertikaian yang telah tumbuh dari bagian konfrontasi sebelumnya. Ini merupakan bagian dimana Anda wajib menceritakan tentang momen-momen penting dalam sejarah tersebut. Nasib karakter-karakter dalam novel sejarah akan ditentukan di bagian ini.

    Misalnya, Anda menulis tentang revolusi politik di suatu negeri; bagian klimaks ini harus menggambarkan kejatuhan rezim politik yang lama. Sementara itu, jika Anda menulis tentang peperangan, maka klimaks harus menggambarkan karakter Anda yang berjuang di medan perang itu.

    5. Resolusi

    Begitu klimaks sudah Anda ceritakan dalam novel sejarah tersebut, tibalah Anda di bagian nomor lima, yaitu resolusi. Bagian resolusi atau penyelesaian mempunyai fungsi menuntaskan semua plot cerita, juga sebagai persiapan memasuki bagian penutup cerita.

    Supaya Anda punya gambaran mengenai resolusi ini, coba Anda telaah dulu contoh novel sejarah dalam paragraf resolusi berikut ini:

    Setelah mengibarkan bendera merah putih, aku berbalik menghadap Sudarman, yang tampak sedang menulis sepucuk surat. “Apa kegiatanmu berikutnya, Jenderal Sudarman? Negeri kita sudah merdeka secara sah! Tidak akan ada lagi penjajah di tanah Indonesia!” Aku berkata dengan gembira.

    Sang jenderal menggelengkan kepala seraya berkata, “Belum. Pekerjaan kita masih banyak. Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, tidak lebih daripada sebuah seremoni belaka.” Sudarman pun beranjak pergi tanpa berkata apa-apa.”

    Jika sebuah karya novel sudah mencapai titik resolusinya, maka Anda tidak boleh mengembalikan cerita tersebut ke bagian-bagian sebelumnya lagi. Hal ini untuk menjaga urutan kronologis novel sejarah tersebut supaya tetap rapi dan masuk akal di benak pembacanya.

    6. Penutup

    Kesimpulan pada novel sejarah dapat Anda tuliskan pada struktur terakhir, yaitu penutup atau koda. Ada penutup yang bentuknya berupa dialog singkat antara karakter-karakter dalam novel itu, namun ada juga yang bentuknya berupa sepucuk surat.

    Ada sejumlah penulis novel sejarah yang mengakhiri karya sastra mereka dengan kata-kata penting dari tokoh-tokoh sejarah. Selain itu, ada pula penulis novel yang menambahkan kata-kata mutiara di akhir ceritanya. Anda boleh saja mengikuti cara mereka atau langsung mengakhiri cerita dalam novel yang ditulis.

    Contoh Novel Sejarah dan Sinopsisnya

    Setelah membaca penjelasan panjang lebar di atas, Anda pasti merasa penasaran dengan macam-macam contoh novel sejarah yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, di bagian ini ada tiga macam contoh karya sastra bertemakan sejarah beserta sedikit sinopsis novel tersebut.

    1. The Sea Speaks His Name

    Pada tahun 2017, seorang penulis Indonesia bernama Leila Chudori menerbitkan sebuah novel dramatis berjudul “The Sea Speaks His Name”. Judulnya memang sengaja beliau tulis dalam bahasa Inggris, hingga pada akhirnya beberapa situs menerjemahkannya menjadi “Laut Bercerita”.

    Novel ini berkisah tentang hari-hari terakhir pemerintahan Orde Baru di Indonesia. Empat orang pemuda bernama Biru Laut, Alex, Daniel, dan juga Sunu ditangkap dan dituduh merencanakan demo. Sementara itu, seorang pria bernama Aswin Pradana berusaha membongkar kekejaman rezim tersebut.

    2. Max Havelaar

    Berikutnya, ada contoh novel sejarah legendaris bernama “Max Havelaar”, hasil karya Douwes Dekker alias Multatuli. Tahun terbit novel ini ialah 1860 serta mendapat terjemahan resmi dalam bahasa Indonesia pada tahun 1972, dan menerima izin untuk pencetakan ulang setahun setelahnya.

    Latar utama novel “Max Havelaar” ialah masa penjajahan Indonesia oleh kaum kolonial Belanda. Multatuli menceritakan penderitaan masyarakat asli indonesia, yang bekerja sebagai buruh tanam paksa di bawah perusahaan VOC. Novel ini pun kemudian menjadi salah satu sumber gerakan anti-kolonialisme.

    3. This Earth of Mankind

    Adapun novel sejarah yang berkutat dengan topik politik yang berjudul “This Earth of Mankind” karangan Pramoedya Ananta Toer. Beliau menulis novel ini ketika sedang dipenjara di Pulau Buru, Maluku, Indonesia Timur, karena berani mengkritik rezim Orde Baru.

    Novel ini bercerita tentang seorang pribumi Jawa di zaman kolonial Belanda, Minke, dan gadis keturunan Belanda, Annelies. Timbullah cinta terlarang di antara mereka, sebab Minke adalah seorang siswa dari sekolah kolonial HRS, sedangkan Annelies hanyalah anak hasil kawin siri.

    Tertarik untuk Mencari Contoh Novel Sejarah untuk Bacaan?

    Itulah penjelasan mengenai novel sejarah, beserta beberapa contoh dan pola bahasa yang karya sastra ini gunakan. Belajar sejarah itu tak harus menggunakan buku pelajaran yang membosankan. Ada beberapa cara lainnya yang dapat membuat pelajaran sejarah lebih enak dan memikat perhatian.