Category: PKN

  • Pengertian Religius Secara Umum Serta Dalam Sila Pertama Pancasila

    Pengertian Religius Secara Umum Serta Dalam Sila Pertama Pancasila

    Hadirnya nilai religius atau spiritual adalah sesuatu yang sangat penting di dalam kehidupan manusia. Nilai tersebut akan mengarahkan atau membimbing manusia agar setiap langkah dalam hidupnya mampu menghasilkan hal-hal yang positif.

    Di dalam konstitusi Pancasila, khususnya sila yang pertama sudah tertera secara jelas mengenai nilai religius tersebut. Nilai tersebut juga mempunyai sifat suci dan merupakan pedoman bagi setiap orang dalam berperilaku.

    Pengertian Religius Secara Umum

    Religius merupakan kata yang asalnya dari “religi”, atau berarti agama. Religius merupakan sifat yang berkaitan dengan keagamaan. Seseorang dikatakan religius ketika mampu menunjukkan kepercayaan, mengamalkan, serta menghormati orang lain.

    Selain itu, religius merupakan konsep yang erat kaitannya dengan bagaimana mewujudkan sebuah pengabdian secara taat dan tulus pada Tuhan. Ada juga yang menjelaskan jika religius merupakan sifat keagamaan, sifat religi, dan hal-hal yang erat kaitannya dengan religi.

    Pengertian religius secara umum lainnya yaitu keyakinan bahwa ada yang mengatur interaksi antara manusia dengan Pencipta, interaksi manusia dengan manusia, maupun interaksi manusia dengan alam. Di dalam interaksi tersebut timbul perasaan, tindakan, serta pengalaman yang sifatnya individual.

    Apa Saja Jenis Nilai Religius?

    Setelah memahami pengertian religius secara umum, berikutnya yaitu tentang beberapa jenis dari nilai tersebut. Berikut informasi selengkapnya.

    1. Nilai Kebenaran

    Nilai kebenaran adalah nilai yang asalnya dari akal manusia. Misalnya, mengenai sesuatu yang memang dianggap benar/salah. Akal manusia mempunyai kemampuan dalam membedakan sesuatu yang baik maupun buruk/salah.

    2. Nilai Estetika

    Selanjutnya yaitu nilai keindahan atau estetika. Ini merupakan nilai yang asalnya dari perasaan manusia. Misalnya, Anda yang memiliki daya tarik terhadap sesuatu. Kemudian Anda cenderung akan menghargai ‘sesuatu’ tersebut.

    3. Nilai Moral

    Jenis nilai religius yang ketiga yaitu nilai moral. Sebuah nilai yang asalnya dari kehendak manusia. Nilai ini mempunyai korelasi yang erat terhadap perilaku manusia.

    Manusia akan menilai sesuatu kemudian menyimpulkan apakah sesuatu tersebut baik, buruk, hina, mulia, dan lain-lain. Selain itu, nilai moral juga menjadi pertimbangan dalam menyimpulkan atau menghukumi perilaku seseorang.

    4. Nilai Keagamaan

    Nilai keagamaan merupakan sebuah nilai yang asalnya dari kitab suci. Nantinya, nilai tersebut berkaitan erat dengan interaksi antara manusia dengan Tuhan Sang Pencipta. Bukan hanya itu, nilai keagamaan juga berkenaan dengan interaksi antara manusia yang satu dengan manusia lainnya.

    Nilai Religius di dalam Sila Pertama

    Jika sebelumnya telah membahas pengertian religius secara umum, maka kali ini kita akan memahami penerapan nilai religius di dalam sila pertama, yaitu:

    1. Percaya Pada Tuhan

    Berdoa kepada Tuhan
    Berdoa kepada Tuhan | Sumber gambar: lootpress.com

    Di dalam Sila yang pertama sudah jelas bahwa seseorang harus percaya pada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Esa. Menyadari hal tersebut akan menjadikan Anda seorang pribadi yang menyadari bahwa apa yang Anda miliki dan bagaimana Anda menjalankan kehidupan merupakan kehendak Tuhan.

    Nilai tersebut juga mengindikasikan bahwa setiap orang berhak memeluk agama dan menjalankan sesuai kepercayaannya. Semakin sering manusia percaya pada Tuhan, maka semakin tekun ibadahnya.

    2. Saling Menghargai

    Ilustrasi toleransi beragama
    Ilustrasi toleransi beragama | Sumber gambar: diversityinsport.com

    Setiap individu harus menumbuhkan dan memelihara rasa saling menghargai antar sesama umat beragama. Kita tahu, Indonesia merupakan negara dengan aneka ragam agama dan kebudayaan.

    Anda tak bisa memaksa orang lain untuk mengikuti agama yang Anda yakini dan begitu sebaliknya. Maka dari itu, semua pihak harus mampu dan mau menerapkan sikap saling menghargai. Dengan begitu, akan tercipta kerukunan antar sesama sehingga mampu menghadirkan suasana lingkungan yang kondusif, aman, dan nyaman.

    3. Lebih Mencintai Makhluk Hidup dan Lingkungannya

    Perempuan memeluk anjing sebagai bentuk rasa sayang
    Perempuan memeluk anjing sebagai bentuk rasa sayang | Sumber gambar: dailymail.co.uk

    Sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap makhluk hidup beserta lingkungannya. Mereka semua merupakan makhluk ciptaan Tuhan dan sebagai hamba, Anda harus menjaga ciptaan-Nya dan tak boleh berbuat sembarangan yang bisa merugikan.

    Ketika Anda membiasakan diri untuk cinta pada makhluk hidup serta lingkungannya, ini menjadi indikasi bahwa Anda juga cinta pada Penciptanya. Banyak cara yang dapat Anda terapkan sebagai bukti rasa cinta terhadap ciptaan Tuhan tersebut.

    Misalnya tidak membunuh hewan sekadar untuk bersenang-senang. Selain itu, tidak menebang pohon juga merupakan contoh lain yang menunjukkan kecintaan Anda pada Tuhan. 

    Ketika Anda sudah menunjukkan bahwa Anda memang tulus mencintai makhluk ciptaan Tuhan, maka Tuhan pun akan menunjukkan rasa cintanya pada Anda lewat berbagai cara yang bahkan unpredictable.

    Contoh Penerapan Nilai Religius

    Masih seputar pengertian religius secara umum. Pembahasan berikutnya yakni seputar contoh penerapan nilai religius.

    Kehidupan manusia dikatakan beradab ketika mampu mengamalkan nilai-nilai religius secara tepat. Adapun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

    1. Menjalankan Ibadah Shalat

    Bagi seorang Muslim/Muslimah, shalat merupakan ibadah yang harus dijalani. Bahkan shalat merupakan tiang agama. Perlu Anda ketahui, shalat bukan sekadar menjalankan perintah Allah beserta dengan gerakan-gerakannya. Seseorang yang rajin shalat menunjukkan bahwa orang tersebut patuh dan taat terhadap perintah Tuhannya. 

    Melalui shalat, perilaku Anda akan lebih terkontrol sehingga mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari sesuai tuntunan agama. Hal ini karena shalat merupakan ibadah yang mampu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

    2. Mengaji

    Mengaji merupakan kegiatan yang dilakukan setiap muslim untuk memahami isi atau kandungan dalam Al-Quran. Meskipun bukan ibadah wajib, namun mengaji Al-Quran mampu mendatangkan pahala yang melimpah, terutama saat membacanya di bulan Ramadhan.

    Jadi, saat mengaji dan memahami apa yang terkandung di dalamnya, Anda akan menjadi muslim yang taat. Anda akan menjalankan setiap aktivitasnya sesuai ketentuan dalam agama.

    3. Pergi ke Gereja

    Bagi umat Katolik maupun Kristen, salah aktivitas wajib sebagai penanda seorang hamba yang taat adalah pergi ke Gereja. Gereja merupakan tempat suci yang biasa dikunjungi untuk memanjatkan doa.

    Jika seseorang rutin berdoa di Gereja, ini juga menjadi indikasi bahwa Anda menjadi seorang umat Kristen atau Katolik yang mengamalkan nilai-nilai religius.

    4. Pergi ke Vihara

    Vihara atau wihara merupakan tempat ibadah umat Buddha. Bisa dibilang, vihara menjadi sebuah tempat untuk melaksanakan serangkaian ibadah serta berdoa. Rutin mengunjungi vihara dan berdoa di tempat tersebut juga menunjukkan bahwa Anda telah mengamalkan nilai-nilai religius.

    5. Pergi ke Pura

    Berikutnya ada pura yang merupakan tempat ibadah umat Hindu. Sama seperti tempat ibadah umat beragama lain, pura adalah tempat yang sakral untuk memanjatkan doa maupun melaksanakan ritual keagamaan. 

    Agar menjadi seorang umat Hindu yang baik, Anda harus rajin pergi ke pura. Di sinilah tempat Anda bisa memohon doa dan keberkahan dalam setiap langkah yang Anda ambil.

    6. Saling Menghormati Sesama Umat Beragama

    Beberapa contoh sebelumnya menunjukkan bahwa Anda memiliki hubungan atau interaksi yang bagus antara hamba dengan Pencipta. Akan tetapi, hal tersebut tentu belum cukup karena Anda juga harus membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia.

    Nilai spiritual atau religius juga mengajarkan rasa saling menghormati antar sesama. Misalnya, Anda menghargai kepercayaan dan tata cara keagamaan orang dari agama lain. Anda juga tak berusaha menghalang-halangi mereka untuk menjalankan ritual keagamaannya.

    7. Menjunjung Tinggi Sikap Jujur

    Kejujuran menjadi hal yang sangat penting dan Anda harus menerapkannya setiap hari. Memang terdengar mudah namun tak semua orang mampu melaksanakannya.

    Itulah mengapa ada yang menyatakan bahwa jujur itu mahal karena tak semua orang mampu membiasakan berperilaku jujur. Padahal, nilai religius erat kaitannya dengan sikap jujur dan mampu menjadi pedoman untuk membuat kehidupan Anda lebih baik.

    Baca Juga : Apa Arti Pancasila Bagi Bangsa Indonesia? Simak Penjelasannya!

    Sudah Tahu Pengertian Religius Secara Umum?

    Sekian pembahasan seputar pengertian religius secara umum. Jadi, ini merupakan nilai yang sangat erat dengan kehidupan manusia. Sebuah nilai yang akan menjadi pedoman Anda dalam mengarungi kehidupan.

    Seseorang yang mampu mengamalkan nilai-nilai religius akan menjadikan hidupnya lancar. Bahkan membuat orang lain segan kepada orang tersebut.

  • 3 Peran Pancasila dalam Keberagaman Bangsa di Indonesia

    3 Peran Pancasila dalam Keberagaman Bangsa di Indonesia

    Semenjak Pancasila disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945, apa saja peran Pancasila dalam keberagaman bangsa di Indonesia yang kamu ketahui? Secara garis besar, keberadaannya memberikan peranan penting terhadap keberagaman bangsa Indonesia. 

    Temukan jawabannya dan pembahasan terkait Pancasila dan keberagaman bangsa dengan membaca ulasan berikut.

    3 Peran Pancasila dalam Keberagaman Bangsa di Indonesia

    Walaupun terlihat sedikit, tapi tiga peran penting Pancasila dalam uraian berikut ini punya pengaruh yang signifikan dalam mempersatukan keberagaman yang ada di Indonesia.

    1. Dasar Negara

    Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia menjadi pedoman pandangan hidup dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Alasannya, kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia melibatkan banyak suku yang mempunyai keragaman budaya, bahasa, dan adat istiadat masing-masing.

    Penerapan Pancasila sebagai pandangan hidup, akan menciptakan kehidupan yang harmonis dan selaras karena mengajarkan masyarakat untuk saling menghargai satu sama lain. 

    Perbedaan jenis kelamin, usia, agama, status sosial, dan suku pun tidak akan menimbulkan kesenjangan sosial jika disikapi berlandaskan pada Pancasila.

    Salah satu contoh nyata peran Pancasila sebagai dasar negara untuk merangkul keberagaman bangsa, yaitu mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan individu atau golongan. Kesadaran ini pun dapat mewujudkan keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

    2. Pedoman Negara

    Keberagaman selalu sejalan dengan berbagai macam perbedaan. Supaya perbedaan tersebut tidak menimbulkan gesekan dan konflik yang dalam maka, perlu adanya pedoman untuk mengatur perilaku dan sikap bangsa Indonesia. 

    Kelima sila dalam Pancasila bisa menjadi pedoman untuk bersikap dan berperilaku yang mencerminkan kepribadian bangsa.

    Pancasila mengakui bahwa perbedaan merupakan suatu keadaan yang wajar. Selain itu, perbedaan juga memberikan keunikan dan keindahan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perilaku semua rakyat Indonesia harus berpedoman pada Pancasila agar dapat menjaga keutuhan NKRI.

    Semua elemen masyarakat yang bersatu dalam perbedaan akan menaikkan martabat bangsa. Ikatan bangsa juga akan menjadi lebih kuat dan solid dengan semangat keberagaman yang berpedoman pada pancasila.

    3. Tolok Ukur Nilai dan Norma

    Peran Pancasila dalam keberagaman bangsa yang terakhir adalah sebagai tolok ukur nilai dan norma dalam kehidupan berbangsa. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan identitas atau karakter bangsa Indonesia.

    Peran nilai dan norma Pancasila ini bisa menjadi filter untuk mempertahankan identitas bangsa di tengah santernya globalisasi dan modernisasi. Dengan demikian, perkembangan teknologi dan penyebaran informasi yang pesat tidak akan mengancam keragaman budaya yang ada di Indonesia.

    Sebagai warga negara Indonesia yang berpegang teguh pada Pancasila, masyarakat tentu akan lebih bijak dalam menanggapi pengaruh informasi atau budaya asing. Masyarakat Indonesia pun tidak akan menerapkan atau meniru budaya asing yang bertentangan dengan nilai dan norma pancasila.

    Penerapan Butir-Butir Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Dalam merumuskan butir Pancasila, Dr. Soepomi, Ir. Soekarno, dan Mohammad Yamin berusaha supaya setiap sila tersebut dapat merangkul keberagaman serta memperkokoh kesatuan bangsa Indonesia. Silakan simak dan pahami penerapan kelima butir Pancasila dalam merangkul keberagaman di kehidupan sehari-hari.

    1. Ketuhanan yang Maha Esa

    Ketuhanan yang Maha Esa
    Ketuhanan yang Maha Esa | Sumber gambar: Kompasiana.com

    Mengingat rakyat Indonesia menganut agama dan kepercayaan yang berbeda-beda, maka sila Pancasila pertama mengakui konsep ketuhanan. Semua masyarakat bebas memilih dan menjalankan agama yang mereka anut tanpa paksaan.

    Selain itu, sila pertama Pancasila juga mengajak rakyat Indonesia untuk menghormati agama masing-masing. Dengan begitu, rakyat dapat hidup rukun dan berdampingan walaupun menganut ajaran agama yang berbeda-beda.

    Keberagaman dalam lingkungan yang damai dan harmonis ini akan menjadi keunikan dan keindahan yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain di dunia. 

    Contoh penerapan sila pertama dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks ini adalah masyarakat yang menganut agama berbeda tetap hidup rukun dan berinteraksi dengan baik.

    2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

    Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
    Kemanusiaan yang Adil dan Beradab | Sumber gambar: Suarapapua.com

    Peran Pancasila dalam keberagaman bangsa salah satunya adalah menumbuhkan rasa kemanusiaan yang adil, tetapi tetap beradab. Keberagaman di Indonesia sangat luas karena tidak mencakup pada keragaman agama dan kepercayaan saja, melainkan juga suku dan budaya.

    Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap suku di Indonesia mempunyai keunikan adat dan budaya masing-masing. Menyikapi perbedaan adat dan budaya dengan rasa kemanusiaan, tentu dapat menumbuhkan nilai moral dan kasih sayang.

    Melalui penerapan rasa kemanusiaan tersebut, erbedaan budaya yang kontras pun tidak akan menimbulkan pikiran negatif karena masyarakat maklum tentang perbedaan tersebut. 

    Selain melihat dan menilai perbedaan budaya menggunakan sikap kemanusian, sikap beradab juga akan membuat keberagaman dalam kehidupan sehari-hari tetap selaras dan harmonis.

    3. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

    Permusyawaratan Perwakilan
    Permusyawaratan Perwakilan | Sumber gambar: Agrotek.id

    Keberagaman memang memberikan keunikan dan keindahan tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Akan tetapi, keberagaman juga akan menghasilkan pemikiran atau pendapat yang berbeda-beda pula. 

    Perbedaan pandangan atau pendapat akan menimbulkan masalah jika tidak diselesaikan dengan bermusyawarah.

    Oleh sebab itu, rumusan sila keempat pada Pancasila menekankan untuk bermusyawarah dalam mengambil keputusan yang melibatkan kepentingan bersama. Pengambilan keputusan harus dilakukan secara hikmat dan bijaksana sehingga keputusan tersebut adil bagi semua masyarakat.

    Kegiatan bermusyawarah untuk mencapai kemufakatan ini dapat mengurangi perselisihan akibat perbedaan pandangan atau pendapat. Selain itu, musyawarah mufakat juga menjadi salah satu ciri kepribadian bangsa Indonesia.

    4. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

    Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
    Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia | Sumber gambar: Indonesiana.com

    Sila butir terakhir menunjukkan peran Pancasila dalam keberagaman bangsa untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia yang hidup berdampingan dengan perbedaan dan keragamanan, nilai-nilai Pancasila juga mengajarkan supaya rakyat Indonesia saling menghormati.

    Sikap tidak membeda-bedakan latar belakang orang lain ini dapat mewujudkan keadilan sosial. Rakyat Indonesia dari suku dan agama apapun berhak mendapatkan hak yang sama. 

    Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menyatukan keberagaman bangsa, tetapi juga menghapuskan rasisme dan segala bentuk diskriminasi.

    4 Contoh Sikap Baik Menghadapi Keberagaman Berdasarkan Pancasila

    Kamu bisa melihat gambaran konkret mengenai peran Pancasila dalam menyatukan keberagaman bangsa Indonesia melalui uraian tentang empat contoh perilaku di bawah ini. 

    1. Gotong Royong

    Sikap gotong royong sudah melekat pada bangsa Indonesia sejak zaman penjajahan. Berkat sikap inilah negara Indonesia berhasil merebut kembali kemerdekaannya sehingga menjadi bangsa yang berdaulat. Kebiasaan gotong-royong ini juga masih terus melekat hingga saat ini.

    Contoh sikap gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat antara lain kerja bakti membersihkan lingkungan, membantu tetangga yang sedang kesusahan atau menggelar hajatan, dan membangun fasilitas desa.

    2. Tenggang Rasa

    Arti dari sikap tenggang rasa yaitu menghargai dan menghormati apa yang sedang dirasakan atau dilakukan oleh orang lain. Menerapkan sikap tenggang rasa dalam kehidupan sehari-hari akan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. 

    Berikut ini adalah ilustrasi sederhana dari sikap tenggang rasa dalam kehidupan nyata. 

    • Menolong orang lain yang sedang kesusahan atau butuh bantuan.
    • Selalu mengucapkan “terima kasih” jika mendapatkan bantuan atau pemberian dari orang lain.
    • Menggunakan kata “tolong” ketika meminta bantuan atau memerintah orang lain.
    • Tidak berisik ketika berada di dalam perpustakaan atau tempat umum lainnya.

    3. Menghormati

    Contoh peran Pancasila dalam keberagaman bangsa yang baik yaitu menerapkan rasa menghormati orang lain. Sikap menghormati orang lain ini pun tidak memandang latar belakang, seperti suku, ras, agama, dan budaya.

    Beberapa contoh nyata sikap menghormati orang lain adalah:

    • tidak memotong pembicaraan orang lain,
    • menunggu antrian sesuai giliran,
    • tidak mengejek atau mengolok-olok kepercayaan atau budaya orang lain, serta
    • tidak memaksa orang lain menerima pendapat pribadi.

    4. Empati

    Merangkul keberagaman dalam kehidupan sehari-hari yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila juga bisa kamu lakukan dengan menunjukkan sikap berempati. Sikap empati ini artinya kamu dapat merasakan emosi atau perasaan yang orang lain rasakan. 

    Sebagai contoh, seorang tetanggamu mengalami kecelakaan, maka sikap empati yang kamu tunjukkan yaitu turut merasakan kesedihan atas kejadian tersebut. 

    Selain itu, empati juga bisa berupa emosi positif, seperti rasa bahagia atas pernikahan, mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik atau kelahiran seorang anak orang di sekitar kamu. 

    Menunjukkan rasa empati yang tepat pada setiap kondisi atau peristiwa, akan membuat orang yang sedang mengalaminya merasa dihargai dan dimengerti. Nyatanya, keberadaan empati membantu memupuk dan memelihara kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.

    Baca Juga : Makna Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum

    Jadi, Pentingkah Peran Pancasila dalam Keberagaman Bangsa?

    Selain itu, kamu dapat melihat dalam seluruh contoh di atas bahwa peran Pancasila dalam keberagaman bangsa adalah menguatkan ikatan kebangsaan sehingga menjaga keutuhan NKRI. Pancasila juga bisa menjadi filter atas gempuran pengaruh budaya asing. 

    Kedua hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya penerapan nilai dan norma Pancasila dalam mengatasi perbedaan dan keberagaman masyarakat, dan menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang kondusif.

  • Identitas Nasional: Pengertian, Jenis, Unsur dan Faktor Pembentuk

    Identitas Nasional: Pengertian, Jenis, Unsur dan Faktor Pembentuk

    Apa Anda pernah mendengar mengenai identitas nasional? Istilah tersebut sering muncul di buku pelajaran. Namun, masih banyak yang tidak tahu apa sebenarnya identitas asli bangsa Indonesia. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai identitas nasional yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Apa itu Identitas Nasional?

    Indonesia | Sumber: malang-post.com

    Identitas nasional memiliki 2 kata, yaitu identitas dan nasional. Identitas merupakan sebuah ciri-ciri, jati diri, atau tanda yang ada pada seseorang atau sesuatu yang berguna untuk membedakannya dengan yang lain. 

    Sedangkan, nasional merupakan sebuah identitas yang melekat pada kelompok yang berhubungan karena suatu kesamaan, mulai dari kesamaan budaya, agama, fisik, cita-cita atau keinginan.

    Bisa disimpulkan bahwa identitas nasional merupakan sebuah kepribadian bangsa atau jati diri nasional yang dimiliki oleh suatu bangsa dan yang membedakannya dengan bangsa yang lain. 

    Maka dari itu, setiap bangsa yang ada di dunia ini memiliki ciri dan karakteristik uniknya sendiri, dan hal tersebut tercermin dari identitas nasional mereka. Sejarah pembentukan suatu bangsa memiliki peran penting dalam membentuk identitas ini. 

    Di Indonesia sendiri, identitas nasional merupakan refleksi dari nilai-nilai budaya yang diterapkan oleh berbagai suku bangsa. Semua suku tersebut bersatu dalam keragaman, menciptakan kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

    Selain itu, identitas ini merupakan ciri khas sebuah bangsa dan negara yang merdeka, berdaulat, dan menjalin hubungan dengan negara-negara lain. Identitas tersebut bertindak sebagai pembeda yang membantu mendukung dan mendorong pencapaian kemajuan bangsa dan negara ke depan.

    Jenis Identitas Nasional

    Identitas nasional indonesia terbentuk berdasarkan beberapa faktor, termasuk suku bangsa yang beragam yang sudah ada sejak lama. Suku yang banyak tersebut membuat budaya di Indonesia juga majemuk. Budaya majemuk ini yang menciptakan identitas nasional dari nenek moyang terdahulu.

    Adapun beberapa jenis identitas ini yang wajib diketahui adalah:

    1.  Identitas Fundamental

    Istilah fundamental sendiri merujuk pada sesuatu yang pokok atau dasar. Seperti dalam konteks membangun rumah, sisi fundamentalnya adalah pondasi yang harus kuat agar rumah tersebut berdiri dengan teguh.

    Dalam hal ini, identitas fundamental ini sangatlah penting dalam keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Identitas ini mencakup dasar negara, filosofi, dan ideologi.

    Di negara Indonesia, Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara atau sebagai pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan lima sila yang ada, Pancasila mencerminkan prinsip-prinsip fundamental yang menjadi panduan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

    2. Identitas Instrumental

    Istilah instrumental merujuk pada sesuatu yang berfungsi sebagai perantara atau alat. Di Indonesia, UUD 1945 bertindak sebagai identitas instrumental. UUD 1945 mencakup berbagai aturan yang menjadi alat dalam mendefinisikan identitas nasional negara Indonesia.

    Oleh karena itu, identitas bangsa mencakup bendera merah putih, garuda Pancasila sebagai lambang negara, lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika

    Selain itu, Pancasila juga sebagai salah satu pilar kebangsaan bersama dengan UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    3. Identitas Alamiah

    Selain identitas fundamental dan instrumental, terdapat juga identitas alamiah yang bersifat alami. Identitas ini terwujud secara alami sebagai hasil dari kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Identitas alamiah ini mencakup karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau.

    Unsur Apa Saja yang Mendasari Identitas Nasional?

    Garuda Pancasila | Sumber: umsu.ac.id

    Para pendiri bangsa Indonesia telah menetapkan unsur-unsur identitas nasional. Unsur tersebut tertulis dengan resmi dalam UUD 1945, khususnya Pasal 35 hingga 36. Berikut merupakan unsur-unsur dari identitas nasional:

    1. Bendera Indonesia

    Pasal 35 berbunyi jika bendera negara Indonesia adalah Sang Merah Putih. Warna merah mewakili keberanian sementara putih menandakan kebersihan. Bendera Merah Putih telah menjadi simbol yang dikenal sejak era kerajaan. 

    Pada Oktober 1928 di Jawa, bendera Merah Putih diperkenalkan untuk pertama kalinya, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Lalu, pada 17 Agustus 1945, bendera ini diresmikan sebagai bendera nasional.

    2. Bahasa Indonesia

    Pasal 36 berbunyi bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional atau bahasa persatuan. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau dan terus mengalami evolusi seiring berjalannya waktu. 

    Sejarah penggunaan Bahasa Indonesia dimulai pada Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928, atas saran dari Muhammad Yamin. Mengingat keanekaragaman bahasa di Indonesia, Bahasa Indonesia akhirnya diadopsi sebagai bahasa persatuan.

    3. Lambang Negara Indonesia

    Pasal 36A berbunyi bahwa lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. 

    Burung Garuda Pancasila menggambarkan simbol untuk masing-masing sila. Sila pertama diwakili oleh bintang emas, sila kedua oleh rantai emas, sila ketiga oleh pohon beringin, sila keempat oleh gambar kepala banteng, dan sila kelima direpresentasikan dengan padi dan kapas.

    4. Semboyan Bangsa Indonesia

    Semboyan Bangsa memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Kata-kata ini berasal dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular. Semboyan ini melambangkan kesatuan Indonesia meskipun negara ini kaya dengan keanekaragaman suku, ras, agama, tradisi, dan bahasa.

    5. Lagu Kebangsaan Indonesia

    Pasal 36B menyatakan bahwa Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan Indonesia. Lagu karya Wage Rudolf Supratman ini pertama kali diperdengarkan saat Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1945 di Batavia.

    6. Dasar Falsafah Negara

    Pancasila merupakan dasar falsafah negara yang memiliki lima dasar dan menjadi sebuah ideologi untuk menjalani kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, pancasila wajib untuk diimplementasikan oleh semua warga negara dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

    7. Konstitusi Negara 

    UUD 1945 adalah sebuah konstitusi atau landasan hukum utama negara. Ini adalah hukum yang tertulis dan berada di puncak piramida dalam peraturan hukum di Indonesia. Maka dari itu, UUD 1945 menjadi aturan tertinggi di mata hukum.

    8. Bentuk Negara Indonesia

    Indonesia merupakan negara kesatuan dengan dan kedaulatan berada di tangan rakyat. Maka dari itu, bentuk pemerintahannya adalah republik dengan kekuasaan tertinggi berada pada rakyat.

    9. Sistem Pemerintahan 

    Indonesia menerapkan sistem pemerintahan demokrasi yang berlandaskan pada kedaulatan rakyat. Hingga saat ini, sudah menjadi kesepakatan bahwa Indonesia akan tetap mempertahankan identitasnya sebagai negara kesatuan.

    Apa saja Faktor Pembentuk Identitas Nasional?

    Pengibaran Bendera Pertama Kali | Sumber: wikimedia.org

    Adapun beberapa faktor pembentuk dari identitas ini adalah:

    1. Sejarah

    Sejarah memainkan peran penting dalam membentuk identitas nasional suatu bangsa. Berbagai periode, mulai dari era primitif, masa penjajahan, hingga periode kemerdekaan, memberikan perspektif yang beragam bagi warga negara di tiap-tiap bangsa.

    2. Kebudayaan

    Kebudayaan adalah ekspresi dari pemikiran, perasaan, kreasi, dan inisiatif manusia sebagai makhluk sosial yang memunculkan pemahaman tertentu. Hal ini mencakup rangkaian pengetahuan dan pola yang diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat.

    Karena itu, kebudayaan sangat berperan penting dalam membentuk identitas nasional.

    3. Suku Bangsa

    Suku bangsa merupakan kelompok ada sejak lahir, sering disebut sebagai kelompok askriptif. Faktor ini merupakan sebuah ciri khas yang unik dan berfungsi sebagai penyatuan serta identifikasi bagi sebuah bangsa.

    Selain itu, berbagai macam suku bangsa membuat negara ini memiliki keberagaman, sehingga dapat menumbuhkan sikap toleransi terhadap semua suku

    4. Agama

    Agama adalah sebuah kepercayaan yang dianut setiap individu terhadap Tuhannya. Setiap bangsa memiliki kepercayaan dan agama tertentu yang turut dalam membangun identitas tersebut. Oleh karena itu, agama termasuk salah satu identitas bangsa.

    5. Bahasa

    Bahasa merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan identitas karena bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan untuk masyarakat. Faktor ini juga merupakan salah satu pemersatu bangsa dalam menjalankan aktivitas bersama masyarakat untuk membentuk suatu identitas.

    Identitas Negara, Hal Penting yang Tidak Boleh Ditinggalkan!

    Setiap warga negara seharusnya selalu membawa identitas ini di hati dan pikiran mereka. Tujuannya? Agar kita selalu ingat dan menerapkan identitas kita saat beraktivitas dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. 

    Sangat penting untuk kita semua tahu dari mana asal-usul kita dan selalu menghargai dan mengamalkan identitas yang kita miliki. Jadi, sudahkah kamu paham apa itu identitas nasional Indonesia?

  • Simak Ciri-Ciri Demokrasi Liberal Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

    Simak Ciri-Ciri Demokrasi Liberal Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

    Apa saja ciri-ciri demokrasi liberal yang pernah Indonesia terapkan di antara tahun 1949 hingga 1959? Konsep ini pemerintah terapkan sehingga masyarakat Indonesia dapat dengan bebas mengemukakan pendapatnya. Meskipun begitu, sistem ini juga bisa memicu kekacauan. 

    Nah, supaya kamu lebih paham, baca penjelasannya berikut ini, yuk!

    Definisi Demokrasi Liberal

    Demokrasi liberal merupakan sebuah konsep politik yang menekankan pada kebebasan tiap individu, supremasi hukum, serta hak asasi manusia. Melihat dari definisi ini, Anda bisa mengetahui bahwa sistem pemerintahan ini merupakan penyatuan antara prinsip demokrasi dan liberalisme.

    Sistem pemerintahan demokrasi ini mengedepankan partisipasi publik dalam pemerintahan serta hak setiap warga negara guna memilih wakil mereka. Dengan begitu, kehendak masyarakat menjadi tahta tertinggi dalam sistem pemerintahan demokrasi liberal ini.

    Apa saja yang Termasuk Ciri-Ciri Demokrasi Liberal?

    Kampanye Masyumi oleh Mohammad Natsir
    Kampanye Masyumi oleh Mohammad Natsir | IDNTimes.com

    Seperti sistem pemerintahan lainnya, konsep ini juga punya karakteristik yang membedakannya dengan sistem lainnya. Ketahui enam ciri-ciri demokrasi liberal melalui penjelasan lengkap berikut ini.

    1. Keterlibatan Politik yang Dapat Seluruh Masyarakat Ikuti

    Karakteristik pertama berkaitan dengan tujuan utama dari demokrasi liberal, yaitu pemberian kebebasan kepada seluruh individu. Kebebasan ini berupa hak untuk berpartisipasi dalam seluruh kegiatan politik, seperti pemilihan umum presiden. Pemilihan ini dilakukan secara transparan, tanpa membedakan suku maupun ras.

    Sebagai contoh, pada pemilihan umum pertama sistem demokrasi ini, prosesnya berakhir meriah, sebab berbagai lapisan masyarakat mengikutinya. 

    Tak hanya sejumlah partai yang ikut, tetapi juga individu yang berperan sebagai peserta pemilu. Adapun sejumlah pihak yang ikut pada pemilu 1995 ini antara lain adalah PKI, Murba, dan R. Soedjono Prawirosoedarso.

    2. Pemungutan Suara Secara Rahasia

    Salah satu ciri-ciri demokrasi liberal berikutnya adalah pemungutan suara dalam pemilihan umum yang bersifat rahasia. Pengambilan suara untuk memilih pemerintah sesuai keinginan masyarakat merupakan aktivitas yang amat penting dalam demokrasi liberal.

    Pemungutan suara secara rahasia memiliki arti bahwa setiap individu berhak menyampaikan aspirasi dalam pemilu tanpa sepengetahuan siapapun. Jadi, rakyat dapat bebas menggunakan hak pemilu tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

    Dengan begitu, masyarakat akan dapat merasakan kepemimpinan pemerintah yang memang telah mereka pilih untuk masa depan negara. 

    3. Jembatan Menuju Kebebasan Individu

    Masyarakat Indonesia di masa jayanya demokrasi liberal banyak merasakan kenikmatan berupa kebebasan individu. Salah satu contoh yang biasa masyarakat lakukan kala itu adalah dengan menyalurkan pendapat melalui pembentukan afiliasi dengan politik tertentu.

    Saat demokrasi liberal mulai menjadi konsep pemerintahan di Indonesia, partai politik dengan jumlah besar pun banyak bermunculan. Bahkan Indonesia memiliki partai berasas agama Islam terbanyak pada masa itu. 

    Di antaranya adalah partai Masyumi, Nahdlatul Ulama, Pergerakan Tarbiyah Indonesia dan Partai Syarikat Islam Indonesia.

    Munculnya empat partai untuk masyarakat beragama muslim pun menjadi bukti jelas bahwa demokrasi liberal di Indonesia saat itu memfasilitasi kebebasan individu, secara khusus dalam hal berorganisasi. 

    4. Bentuk Hukum yang Terus Berganti

    Bentuk hukum yang kerap berganti sesuai dengan suara mayoritas di parlemen merupakan salah satu dari ciri-ciri demokrasi liberal. Salah satu bentuk hukum yang bisa masyarakat pilih dengan bebas dapat dilihat dari intensitas perubahan kabinet. Selama sembilan tahun demokrasi liberal, telah tercatat tujuh pergantian kabinet.

    Padahal, ketika Indonesia menganut sistem pemerintahan demokrasi terpimpin, kepala pemerintahan tidak pernah berganti dari bentuk perdana menteri. Sebagai pemimpin, perdana menteri menjadi perwakilan dari partai pemenang pemilu. Akan tetapi, kebijakan tersebut pun kerap berganti saat demokrasi liberal mengambil alih.

    5. Keterbatasan Kekuasaan Pemerintah

    Ciri demokrasi liberal juga berkaitan dengan terbatasnya kekuasaan pemerintah. Mengapa kekuasaan pemerintah terbatas saat penerapan sistem pemerintahan demokrasi liberal berlangsung? Alasannya adalah agar tak ada fenomena pemerintahan berjalan sesuai kemauan satu kelompok tertentu.

    6. Kebebasan Ekonomi

    Adanya demokrasi liberal mampu mendukung sistem ekonomi yang berprinsip pasar bebas dan mampu bersaing secara sehat. Dengan sistem ekonomi ini juga merupakan bagian dari ciri-ciri demokrasi liberal. Dalam sistem tersebut, hak milik pribadi serta inisiatif swasta pun mendapat pengakuan dan perlu dihormati. 

    Namun, pemerintah tetap memiliki peran untuk mengatur ekonomi. Wewenang ini pemerintah jalankan agar tak ada penyelewengan kekuasaan serta kemungkinan monopoli.

    Kelebihan serta Kekurangan Demokrasi Liberal

    Kampanye Partai NU
    Kampanye Partai NU | Kompas.com

    Memang, tidak ada sistem pemerintahan yang sempurna. Setiap jenis sistem pemerintahan pasti memiliki kekurangan, termasuk pada demokrasi liberal. Namun, tetap ada kelebihan yang ada pada konsep pemerintahan ini. Adapun kelebihan dan kekurangan demokrasi liberal bisa Anda cermati berikut ini.

    1. Kelebihan Demokrasi Liberal

    Secara umum, demokrasi liberal sesungguhnya mampu memudahkan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah, karena terbatasnya kekuasaan pemerintah tersebut dan merupakan salah satu ciri-ciri demokrasi liberal yang mendasar. 

    Konsep pemerintahan ini juga memungkinkan pengelolaan perbedaan pendapat antar partai politik. Anda bisa menyimpulkan bahwa terdapat empat kelebihan demokrasi liberal, seperti dalam rincian berikut. 

    a. Rakyat memiliki peran yang dominan

    Hak rakyat ketika demokrasi liberal menjadi sistem pemerintahan ini betul-betul menjadi perhatian utama, termasuk mengenai pendapat yang mereka cetuskan. Pikiran rakyat betul-betul berpengaruh penting terhadap jalannya pemerintahan, dan jajaran pejabat pun harus mengindahkannya.

    b. Pembuatan kebijakan yang berdurasi singkat

    Perumusan kebijakan oleh lembaga eksekutif dan legislatif untuk pemerintah terapkan dalam sistem pemerintahan pun dapat berjalan cepat. Sebab, kedua belah pihak tersebut berada pada satu partai politik atau naungan koalisi yang sama.

    c. Pengawasan yang lebih baik

    Wakil rakyat yang berbentuk parlemen wajib mengawasi pemerintahan secara saksama. Dengan demikian, setiap individu negara dapat terlindungi, dan juga merasa aman, karena adanya pengawasan yang selalu parlemen lakukan.

    d. Tanggung jawab dan kebijakan yang jelas

    Kebijakan dan tanggung jawab kinerja wajib terlihat secara transparan. Cara melihat transparansi ini adalah dengan publikasi secara berkala mengenai kinerja pemerintah. Dengan demikian, pelaksanaan kebijakan terbukti dan dapat publik lihat secara nyata.

    2. Kelemahan Demokrasi Liberal

    Terlepas dari kelebihan yang ada, rupanya ciri-ciri demokrasi liberal juga memperlihatkan kelemahannya. 

    a. Sulitnya mencapai tujuan

    Efek dari adanya demokrasi liberal adalah munculnya banyak partai. Banyaknya partai tersebut berakhir memicu persaingan yang semakin sengit. Munculnya sejumlah partai juga dapat menyebabkan terjadinya senggolan politik terus menerus.

    b. Kabinet yang mudah bubar

    Kebebasan bersuara atau berpendapat dari masyarakat selama sistem pemerintahan ini menyebabkan kabinet yang telah terbentuk menjadi mudah bubar. Sedikit saja ketidakpercayaan terhadap kabinet muncul, pergantian kabinet pun dapat dengan mudah berganti.

    c. Penyalahgunaan parlemen

    Kelemahan terakhir dari penerapan sistem demokrasi liberal adalah penyalahgunaan parlemen. Parlemen dapat masyarakat gunakan untuk ajang kaderisasi, sehingga mereka dapat menyalahgunakannya justru untuk melamar jabatan eksekutif lain, contohnya Menteri.

    Kenali 3 Jenis Demokrasi Liberal Ini!

    Suasana Pemilu Pertama
    Suasana Pemilu Pertama | Netralnews.com

    Selain dari ciri-ciri demokrasi liberal, kelemahan, serta kekurangan, Anda juga perlu memahami jenis dari sistem pemerintahan ini. Ada tiga jenis demokrasi liberal, yaitu de facto, representasi proporsional, serta presidensial dan parlementer.

    1. De Facto

    Terkadang demokrasi liberal merupakan bentuk pemerintahan jenis de facto (dikepalai oleh presiden atau raja/ratu), dan juga bisa berbentuk parlementer. Contohnya, walaupun Kanada merupakan negara monarki, akan tetapi parlemen terpilih-lah yang menjalankannya fungsi pemerintahan. 

    Dari contoh ini, Anda bisa melihat bahwa raja atau ratu adalah pemegang posisi kepala negara, tetapi secara kekuasaan pemerintahannya berada di tangan parlemen.

    Di sisi lain, Inggris Raya yang kedaulatannya berada di tangan raja, tetap saja kekuasaan legislatifnya berada pada rakyat. Kekuasaan rakyat tersebut diwakili oleh para anggota parlemen yang rakyat pilih secara demokrasi. 

    2. Representasi Proporsional

    Ada pula jenis demokrasi liberal yang menunjuk pada penentuan kursi berdasarkan proporsi suara yang partai tertentu peroleh. Jenis demokrasi ini masyarakat sebut sebagai representasi proporsional.

    3. Presidensial dan Parlementer

    Terakhir, Anda juga bisa menemukan jenis presidensial dan parlementer pada demokrasi liberal. Jenis demokrasi presidensial mengarah pada pemilihan cabang legislatif dan eksekutif secara terpisah. Sedangkan, jenis parlementer merujuk pada dukungan parlemen secara langsung atau tak langsung.

    Baca Juga : Pengertian Demokrasi, Jenis, Ciri, Tujuan, dan Pelaksanaannya

    Sudah Paham dengan Ciri-Ciri Demokrasi Liberal Ini?

    Setelah membaca rincian Berdasarkan ulasan tentang ciri-ciri demokrasi liberal, kamu dapat melihat bahwa sistem demokrasi ini merupakan bentuk yang amat memerhatikan suara dari setiap individu dan memperjuangkan hak asasinya.

    Akan tetapi, dalam sejarah di Indonesia, konsep pemerintahan ini pun runtuh karena adanya tabrakan dengan budaya yang Indonesia lestarikan. Apabila demokrasi liberal ini masyarakat paksakan, jalannya pemerintahan di negara Indonesia pun menjadi kacau balau dan tidak kondusif.

  • Contoh Ancaman di Bidang Ekonomi serta Cara Mencegahnya

    Contoh Ancaman di Bidang Ekonomi serta Cara Mencegahnya

    Salah satu contoh ancaman di bidang ekonomi bagi suatu negara adalah inflasi. Ancaman tersebut merupakan kondisi yang lumrah. Pasalnya, ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi suatu negara. Yuk, kenali apa saja bentuk ancaman tersebut dan bagaimana dampaknya lewat penjelasan di bawah ini!

    Apa Itu Ancaman Ekonomi?

    COVID-19 sebagai pemicu ancaman ekonomi
    COVID-19 sebagai pemicu ancaman ekonomi | Freepik.com

    Apabila Anda merujuk pada pengertian yang terdapat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ancaman berarti usaha yang dilakukan secara konsepsional melalui kejahatan yang mampu membahayakan negara. 

    Dengan begitu, dapat Anda katakan bahwa umumnya, ancaman dilakukan untuk menghancurkan tatanan suatu bangsa. Oleh sebab itu, negara akan membutuhkan persatuan dan kesatuan baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat.

    Harapannya, dengan bersatunya pihak masyarakat dan pemerintah, negara pun menanggulangi ancaman, sehingga ancaman dapat segera teratasi.

    6 Contoh Ancaman di Bidang Ekonomi

    Pengangguran sebagai salah satu contoh ancaman ekonomi
    Pengangguran sebagai salah satu contoh ancaman ekonomi | Freepik.com

    Mengetahui bahwa ancaman merupakan suatu hal yang cukup membahayakan, Anda perlu pula untuk menyimak enam contoh ancaman di bidang ekonomi yang tertulis pada poin-poin berikut ini.

    1. Ancaman Inflasi

    Saat mendengar istilah ancaman dalam negara yang mampu mempengaruhi tatanan ekonomi, tentu Anda langsung berpikiran mengenai inflasi, bukan? Belakangan ini, inflasi memang sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat semenjak pandemi muncul, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

    Sebab, pandemi memaksa sejumlah negara memperketat penjagaan perbatasan mereka dengan tergesa-gesa. Fenomena itu pun menyebabkan terhambatnya perdagangan global. Maka dari itu, negara pun memilih jalan untuk meningkatkan harga agar mereka masih dapat mengambil keuntungan dari penjualan.

    Kondisi tersebut pun menyerang Indonesia dan beberapa negara lain yang ada di dunia, contohnya Hungaria dan Polandia. Perjuangan sejumlah negara dalam menghadapi krisis ekonomi ini pun berlangsung cukup lama, hingga kondisi pandemi dinyatakan sudah berakhir.

    2. Banyaknya Korupsi

    Korupsi dan Suap
    Korupsi dan Suap I Sumber: Freepik

    Kemunculan berbagai kasus korupsi di Indonesia merupakan contoh ancaman di bidang ekonomi yang juga nyata terlihat. Menurut data yang telah rilis di Transparency International Indonesia (TII), indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia menyentuh angka 38 di tahun 2021.

    Angka ini didapat dengan ketentuan angka 0 berarti menunjukkan bahwa Indonesia penuh dengan korupsi, dan 100 berarti bersih dari korupsi. Penilaian angka korupsi ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat 96 dari 180 negara.

    Dengan kata lain, Indonesia masih memperlihatkan bahwa korupsi merupakan kasus ancaman ekonomi yang tidak dapat masyarakat sepelekan. Bahkan, para pihak pejabat juga kerap menggunakan kewenangannya secara sembarangan hanya untuk memuaskan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

    3. Angka Pengangguran yang Melonjak

    Ledakan angka pengangguran di Indonesia juga kerap menjadi keadaan yang memprihatinkan. Pasalnya, akibat melonjaknya angka pengangguran, angka kemiskinan meningkat dan potensi kriminalitas pun juga makin tinggi.

    Sebenarnya, ledakan angka pengangguran ini memiliki beragam penyebab. Akan tetapi, satu alasan nyata mengapa fenomena ini dapat terjadi adalah karena banyaknya sumber daya manusia yang tak mampu memenuhi kualifikasi suatu pekerjaan tertentu.

    Contoh ancaman di bidang ekonomi ini juga berpotensi untuk terus meningkat apabila jumlah angkatan kerja kerap tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang tersedia.

    4. Kesenjangan Sosial 

    Ada pula sebuah ancaman yang sering Anda kenal sebagai kesenjangan sosial. Fenomena ini terjadi ketika terdapat persaingan bebas ekonomi, sehingga mengakibatkan ada pihak yang menang dan ada yang kalah. Mereka yang menang mampu menguasai pasar, dan yang kalah tidak mendapat bagian.

    Dengan kata lain, perusahaan yang memiliki lebih banyak modal mampu memonopoli pasar dengan mudah. Sementara itu, pelaku usaha kecil dan menengah tidak mampu bersaing dan malah semakin terpuruk.

    Pada akhirnya, kejadian ini menimbulkan kesenjangan sosial yang cukup tajam di masyarakat. Usaha yang memang telah memiliki modal besar makin jaya, dan usaha masyarakat kecil makin terpuruk, dan bahkan dapat mengalami kebangkrutan.

    5. Sistem Perekonomian yang Ambigu

    Apabila suatu negara memiliki sistem perekonomian yang ambigu atau tidak jelas, maka kemungkinan negara tersebut merasakan ancaman ekonomi sangat besar. 

    Akan tetapi, contoh ancaman di bidang ekonomi ini dapat pemerintah tanggulangi dengan rutin melakukan evaluasi sistem perekonomian yang berkenaan dengan investor luar negeri.

    Jika pemerintah mampu dengan pawai menyamaratakan posisi produsen asing dengan produsen dalam negeri, maka negara pun dapat bersaing secara kompetitif. Persaingan ini pun akhirnya dapat membuat Indonesia dapat bangkit dari ancaman ekonomi yang mengganggu kestabilannya.

    Ketergantungan masyarakat dengan barang impor juga dapat menyebabkan sistem perekonomian menjadi berantakan. Oleh sebab itu, gaya hidup dengan membeli barang produksi negara sendiri dapat sangat membantu memperbaiki kondisi perekonomian.

    6. Utang yang Kerap Dilakukan

    Banyak berutang kepada negara juga dapat menjadi ancaman di sektor ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia. Melansir dari data Bank Dunia, Indonesia termasuk dalam jajaran negara yang mempunyai cukup banyak utang dengan negara lain. 

    Terlebih, Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan pendapatan kecil menengah, tetapi mempunyai utang terbesar, yakni mencapai angka Rp5.907.000.000.000,00.

    Apa saja Dampak dari Contoh Ancaman di Bidang Ekonomi?

    Berbagai ancaman ekonomi tersebut tentunya memberikan dampak buruk bagi kelangsungan ekonomi dan berbagai aspek lain dalam kelangsungan sebuah negara. Pelajari rinciannya dalam ulasan berikut ini. 

    1. Produk Lokal yang Makin Terdesak

    Ancaman di bidang ekonomi bisa berdampak pada produk lokal yang makin terdesak dalam persaingan di pasar. Alasannya adalah pasar bebas menjadi pintu yang mudah untuk produsen luar negeri jangkau, dan produk lokal bisa mengalami penurunan peringkat atau daya saing jika tidak didampingi dengan cermat. 

    Terlebih, masyarakat juga akan lebih banyak memilih produk impor untuk dibeli, sebab harga yang jauh lebih murah dan stok yang tak mudah habis. Dengan demikian, produsen barang lokal pun juga kebingungan untuk mematok harga, dan bisa berujung merugi.

    2. Pertumbuhan Ekonomi yang Buruk

    Dampak kedua yang umumnya terjadi pada saat ancaman ekonomi merajalela adalah menurunnya pertumbuhan ekonomi. Ancaman ekonomi yang bermunculan mengakibatkan persaingan yang tidak sehat, dan fenomena itu pun memicu pertumbuhan ekonomi yang buruk.

    3. Sektor Ekonomi yang Merosot

    Ancaman ekonomi yang terjadi di suatu negara juga g berdampak negatif terhadap sektor ekonomi masyarakat. Seperti yang telah Anda ketahui melalui penjelasan sebelumnya, ancaman ekonomi mampu membuka pintu pasar bebas. Kejadian ini pun mengakibatkan sektor ekonomi yang dikuasai sektor asing.

    Penguasaan sektor asing yang merajalela pun membuat produsen lokal terpinggirkan, tetapi produsen yang memang memiliki modal besar masih dapat terselamatkan.

    Solusi Mengatasi Contoh Ancaman di Bidang Ekonomi

    Kendati banyak contoh ancaman di bidang ekonomi yang meresahkan masyarakat dan negara, tetap masih ada harapan untuk membenahinya. Solusi yang dapat negara lakukan untuk mengatasi ancaman di bidang ekonomi adalah sebagai berikut.

    1. Menekan Inflasi

    Walaupun inflasi termasuk dalam ancaman ekonomi yang berat, akan tetapi negara dapat mengatasinya dengan berbagai cara. Contoh penanggulangan yang bisa negara lakukan adalah dengan menekan tingkat gaji, proses pendistribusian merata oleh pemerintah, dan meningkatkan produksi di sejumlah perusahaan.

    2. Membentuk Lapangan Kerja

    Menyediakan lapangan kerja yang lebih banyak bagi masyarakat juga tentu dapat meminimalisir kemungkinan ancaman ekonomi. Pasalnya, salah satu contoh ancaman di bidang ekonomi yang memprihatinkan hingga saat ini adalah membengkaknya jumlah pengangguran di Indonesia.

    3. Meratakan Pembangunan Infrastruktur

    Salah satu peranan penting dalam peningkatan ekonomi di suatu negara adalah infrastruktur. Apabila penyediaan infrastuktur kurang merata, maka kesenjangan ekonomi pun dapat terjadi di berbagai daerah. Akibatnya, banyak masyarakat yang tidak mendapatkan keadilan secara ekonomi.

    Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur yang merata bisa menjadi solusi terdepan untuk mencegah ancaman di bidang ekonomi. Mulai dari ibukota, hingga ke daerah-daerah pelosok, semua harus bisa mendapatkan kebutuhan infrastruktur yang memadai.

    4. Menekan Jumlah Impor

    Cara terakhir untuk menanggulangi fenomena ini adalah dengan menekan jumlah impor yang kerap meningkat dari waktu ke waktu. Pembuatan kebijakan ketat terkait dengan kegiatan impor serta usaha meningkatkan produksi barang lokal juga dapat membuat kondisi ekonomi negara menjadi lebih baik.

    Negara juga perlu memikirkan bagaimana mereka mampu meningkatkan kualitas produksi dalam negeri dan meningkatkan kegiatan ekspor. Cara ini cukup ideal agar perekonomian negara bisa makin maju.

    Baca Juga : Contoh Ancaman di Bidang Sosial Budaya dan Penanggulangan

    Siap Membantu Menanggulangi Contoh Ancaman di Bidang Ekonomi?

    Berbagai contoh ancaman di bidang ekonomi yang telah disebutkan dapat memberikan Anda gambaran pentingnya kesadaran akan potensi dan risiko ekonomi yang ada. Ancaman-ancaman tersebut juga dapat menunjukkan ruang-ruang apa saja yang butuh perbaikan agar kondisi ekonomi, khususnya di Indonesia berkembang lebih baik. 

    Contohnya adalah mengurangi pembelian produk luar negeri, dan mulai mengaplikasikan penggunaan barang lokal untuk memajukan produsen setempat. Walaupun terlihat remeh, tetapi jika mayoritas masyarakat memiliki kesadaran dan mengambil tindakan tersebut, tentu akan memiliki dampak positif yang signifikan.

  • Asas Koperasi: Pengertian, Asas, Jenis, dan Fungsi. Lengkap!

    Asas Koperasi: Pengertian, Asas, Jenis, dan Fungsi. Lengkap!

    Pernah mendengar mengenai asas koperasi? Organisasi bisnis yang berasal dari Indonesia ini menggunakan berbagai nilai khas bangsa ini sebagai landasan dan asasnya. Yuk, kenali lebih dalam tentang badan usaha unik ini melalui pemaparan berikut!

    Mengenal Definisi Asas Koperasi

    Koperasi merupakan sebuah lembaga yang menopang ekonomi kerakyatan. Mengapa bisa demikian? Pasalnya, badan usaha koperasi turut berperan dalam perputaran modal rakyat dari berbagai kalangan.

    Koperasi berasal dari sebuah kata dalam bahasa Inggris, yaitu ‘cooperation’ yang memiliki arti kerja sama. Dari definisi asal kata ini, kamu dapat melihat jika koperasi menitikberatkan pentingnya kerja sama atau gotong royong dengan tujuan untuk memberdayakan perekonomian rakyat secara maksimal.

    Menurut Undang-undang (UU) no. 25 tahun 1992, koperasi merupakan sebuah badan usaha yang memiliki anggota sekumpulan orang. Di samping itu, kegiatannya berlandaskan asas koperasi sekaligus sebagai sebuah gerakan ekonomi kerakyatan yang memiliki asas dasar kekeluargaan.

    Sekumpulan orang sebagai anggota koperasi tersebut bergabung secara sukarela untuk bekerja sama mencapai peningkatan kualitas ekonomi melalui suatu organisasi bisnis yang terkendali secara demokratis.

    Selain itu, mereka berkontribusi secara adil terhadap modal, dan menerima risiko serta manfaat dari usaha tersebut secara adil.

    Meskipun koperasi berbentuk badan usaha, tetapi orientasi koperasi bukanlah untuk mencapai keuntungan maksimal. 

    Perlu kamu ingat bahwa koperasi merupakan sebuah perserikatan dagang dengan tujuan pemenuhan kebutuhan anggotanya. Salah satu caranya adalah d menjual barang kebutuhan sehari-hari dengan harga murah.

    Dengan begitu, wajar saja jika pengelolaan koperasi lebih berorientasi pada kegiatan tolong menolong demi perbaikan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi tiap anggotanya. Jika pengelolaan koperasi efisien, tentu koperasi menjadi sebuah badan usaha yang memiliki manfaat luar biasa untuk banyak orang. 

    Apa yang Menjadi Landasan serta Asas Koperasi?

    Agar dapat menjalankan peranannya dalam menyelenggarakan ekonomi kerakyatan dengan baik, koperasi memiliki landasan dan asas koperasi yang solid sebagai dasar untuk menjalankan usaha. Pahami rincian kedua hal tersebut di bawah ini. 

    1. Landasan Dasar Koperasi

    Landasan Dasar Koperasi
    Landasan Dasar Koperasi I Sumber: Synaoo.com

    Koperasi memiliki landasan dasar yang menjadi fondasi dari setiap usaha yang dijalankannya. Landasan tersebut juga berfungsi sebagai prinsip utama koperasi. Ada tiga landasan koperasi yang dapat kamu pelajari dalam penjelasan singkat berikut ini. 

    a. Landasan Idiil

    Pancasila merupakan landasan idiil dari koperasi yang berperan sebagai media untuk mencapai tujuan masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila hadir sebagai dasar moralitas yang harus dipegang teguh dan dijalankan dalam setiap penyelenggaraan usaha koperasi.

    b. Landasan Struktural

    Koperasi merupakan sebuah badan usaha yang berkedudukan kuat, bahkan memiliki pasal tersendiri dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945. UUD 1945 turut hadir sebagai dasar struktural dari badan koperasi yang menjelaskan mengenai pentingnya koperasi sebagai Soko Guru (tiang utama) perekonomian rakyat.

    c. Landasan Operasional

    Pasal 33 UUD 1945 menjelaskan mengenai apa itu koperasi, cara kerjanya, serta tugas dan tanggung jawabnya untuk menjamin pelaksanaan tugas koperasi secara maksimal. Aturan lebih rinci mengenai perkoperasian dijelaskan lebih lanjut dalam UU Koperasi No. 25 Tahun 1992.

    2. Asas Koperasi yang Utama

    Asas atau pedoman koperasi merupakan nilai utama yang dianut para anggotanya sekaligus menjadi semangat utama dalam pelaksanaan tugasnya. Koperasi menjunjung dan menjalankan asas kekeluargaan dan gotong royong. 

    Dengan adanya asas kekeluargaan, setiap anggota koperasi memiliki kesadaran untuk menjalankan usaha terbaiknya di setiap bidang koperasi, dan hal-hal lain yang sekiranya berguna untuk seluruh anggota koperasi.

    Sementara itu, asas gotong royong memiliki arti bahwa setiap anggota koperasi harus memiliki rasa toleransi, tidak egois, tidak individualis, dan bersedia bekerja sama dengan anggota lainnya demi mencapai tujuan bersama.

    Asas kekeluargaan dan gotong royong dalam tubuh koperasi juga tercermin dalam prinsip-prinsip badan koperasi ketika mendefinisikan peranan dan menjalankan tugasnya, seperti dalam keterangan berikut ini. 

    1. Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka untuk umum.
    2. Pengelolaan tiap kegiatan koperasi dijalankan dengan prinsip demokrasi.
    3. Pembagian SIsa Hasil Usaha (SHU) dilaksanakan secara adil, sesuai dengan besaran jasa usaha tiap anggotanya.
    4. Pembagian balas jasa yang terbatas pada modal koperasi.
    5. Kemandirian tiap anggota koperasi.
    6. Pendidikan seputar perkoperasian.
    7. Kerjasama antar koperasi satu dan lainnya.

    Kenali 4 Jenis Koperasi Ini, Yuk!

    Jenis-jenis Koperasi di Indonesia
    Jenis-jenis Koperasi di Indonesia I Sumber: Twitter/X @karyaone

    Landasan dan asas koperasi yang sederhana seperti dalam penjelasan di atas justru melahirkan beragam jenis koperasi di Indonesia. Ada empat kategori koperasi dengan beberapa jenis turunan yang tetap memegang prinsip dasar koperasi. 

    1. Jenis Asas Koperasi Berdasarkan Fungsinya

    Pengelompokkan koperasi menurut fungsinya merujuk kepada fungsi koperasi dalam sistem perekonomian. Ada lima jenis turunan koperasi berdasarkan fungsinya dalam uraian di bawah ini. 

    a. Konsumen

    Koperasi konsumen merupakan koperasi yang memiliki fokus pada penyediaan kebutuhan konsumsi untuk seluruh anggotanya. Sebagai contoh, koperasi sekolah yang menyediakan kebutuhan peralatan tulis dan peralatan sekolah lainnya dengan harga yang terjangkau.

    b. Produsen

    Jenis koperasi yang melibatkan anggotanya secara aktif dalam proses produksi barang atau jasa merupakan definisi dari koperasi produsen. Contohnya adalah koperasi yang menjual susu atau produk peternakan lain, seperti kulit sapi, bulu domba atau bahkan pupuk dari organik dari kotoran hewan ternak.

    Dengan adanya koperasi produsen yang menyediakan produk beserta sumbernya (hewan ternak), maka anggota koperasi tersebut akan aktif terlibat dalam keseluruhan proses produksi produk-produk tersebut.

    c. Jasa

    Usaha pengadaan jasa merupakan salah satu faktor yang menyediakan layanan tertentu bagi anggotanya. Sebagai contoh, jasa angkutan dan jasa asuransi untuk para anggotanya.

    d. Simpan Pinjam

    Koperasi simpan pinjam merupakan salah satu jenis koperasi yang menyediakan layanan penyimpanan dan peminjaman uang untuk para anggotanya. 

    Koperasi jenis ini memberikan pelayanan dengan tujuan pemenuhan kebutuhan keuangan anggotanya dengan bunga yang lebih rendah dari bank sebagai perwujudan asas koperasi gotong-royong. 

    e. Serba Usaha

    Seperti namanya, koperasi serba usaha merupakan jenis koperasi yang menggabungkan berbagai jenis layanan dalam satu badan usaha. Misalnya, sebuah koperasi yang tidak hanya menjual kebutuhan sehari-hari, tapi juga menyediakan layanan simpan pinjam.

    2. Empat Jenis Koperasi Menurut Keanggotaannya

    Selain menurut fungsinya, jenis-jenis koperasi juga dikategorikan menurut keanggotaannya.

    a. Unit Desa (KUD)

    Koperasi dengan jenis ini memiliki anggota masyarakat pedesaan dan umumnya memiliki fokus pada sektor pertanian dan perikanan, sesuai dengan mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat di desa. Peran koperasi ini penting dalam menyejahterakan penduduk desa.

    b. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

    KPRI adalah salah satu jenis koperasi yang beranggotakan para pegawai negeri sipil. Tujuan utama koperasi ini adalah membantu meningkatkan kesejahteraan pegawai melalui berbagai upaya dan program.

    c. Sekolah

    Salah satu jenis koperasi yang sering kamu temui, koperasi sekolah merupakan koperasi yang melibatkan seluruh warga sekolah, seperti guru, karyawan, dan siswa. Koperasi ini menyediakan berbagai kebutuhan sekolah dengan harga yang lebih terjangkau.

    d. Pasar

    Koperasi pasar merupakan jenis koperasi yang memiliki tujuan untuk menyejahterakan anggotanya yang terdiri dari pedagang pasar, agar dapat memiliki akses pinjaman dana modal usaha.

    3. Koperasi Menurut Komoditasnya

    Bukan hanya menurut fungsi dan anggotanya, pengelompokkan jenis koperasi juga dapat didasarkan pada komoditas utama dalam koperasi tersebut. Kamu dapat melihat pelaksanaan landasan dan asas koperasi yang sudah disebutkan sebelumnya dalam  tiga macam turunan dari kategori koperasi yang satu ini. 

    a. Pertanian

    Jenis komoditas dari koperasi pertanian sudah tentu berupa hasil tani atau kebutuhan terkait pertanian. Tujuan dari koperasi ini tidak lain adalah memajukan dan meningkatkan hasil produksi petani. Hasil tani lokal nantinya akan dihimpun dan dijual dengan harga yang baik sehingga menguntungkan semua pihak.

    b. Peternakan

    Sesuai dengan namanya, koperasi ini berfokus pada sektor peternakan, serta memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi hasil ternak, seperti ayam, kambing, sapi, bebek, kambing, dan domba.

    c. Industri dan Kerajinan

    Koperasi yang menyediakan komoditas industri dan kerajinan seperti tekstil, kriya, dan produk siap pakai lainnya memiliki peranan dalam peningkatan kesejahteraan para anggotanya, yang terdiri dari pengusaha dan pengrajin.

    4. Koperasi Berdasarkan Tingkatannya

    Pengelompokkan jenis koperasi juga dapat berdasar tingkatannya. Terdapat dua jenis koperasi menurut pembagian tingkatannya seperti dalam penjelasan singkat berikut. 

    a. Primer

    Koperasi primer merupakan koperasi yang didirikan oleh individu atau kelompok kecil. Umumnya, koperasi ini memiliki wilayah kerja yang terbatas, seperti satu lingkungan kerja atau hunian, satu kelurahan, atau satu desa.

    b. Sekunder

    Sementara itu, koperasi sekunder merupakan koperasi yang terdiri dari beberapa gabungan koperasi primer. Koperasi sekunder memiliki cakupan wilayah kerja yang lebih luas dan anggota yang lebih banyak jika dibandingkan dengan koperasi primer.

    Baca Juga : Asas Pacta Sunt Servanda: Pengertian, Prinsip, dan Kelebihannya

    Fungsi Asas Koperasi

    Peranan Koperasi Untuk Masyarakat
    Peranan Koperasi Untuk Masyarakat I Sumber: Invelli.com

    Berdasarkan Undang Undang No. 25 Tahun 1992, terdapat penjelasan mengenai fungsi dan peranan asas koperasi, yang terdiri dari empat pokok dasar berikut ini. 

    1. Mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi tiap anggotanya dan masyarakat secara umum.

    2. Melakukan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

    3. Memperkuat perekonomian rakyat serta mengembangkan perekonomian skala nasional.

    4. Mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi generasi muda bangsa.

    Apa Pentingnya Koperasi dalam Pembangunan Ekonomi Rakyat?

    Prinsip yang berlandaskan pada asas koperasi yakni kekeluargaan dan gotong royong membuat koperasi merupakan salah satu sarana pembangun ekonomi kerakyatan. Tetapi, tentu saja sarana tersebut dapat berfungsi dengan optimal jika pengelolaannya efisien. Artinya, penerapan asas dan landasannya selaras dengan kebutuhan dan tujuan utama koperasi, sehingga komoditas utama berasal dari rakyat, perputaran modal dari rakyat, dan hasilnya akan kembali ke rakyat lagi.

  • Asas Pacta Sunt Servanda: Pengertian, Prinsip, dan Kelebihannya

    Asas Pacta Sunt Servanda: Pengertian, Prinsip, dan Kelebihannya

    Asas Pacta Sunt Servanda, sebuah asas dasar dan paling universal apabila Anda mengaitkannya dengan konteks perjanjian internasional dan merupakan asas yang lebih dulu ada ketimbang berbagai jenis asas perjanjian lainnya. Cari tahu segala aspek yang ada pada asas perjanjian ini melalui penjelasan rinci berikut ini. 

    Pengertian Asas Pacta Sunt Servanda

    Asas yang penting dalam perjanjian
    Asas yang penting dalam perjanjian | Freepik.com

    Nama pacta sunt servanda berasal dari Bahasa Latin, yang mengandung arti bahwa sebuah janji wajib untuk ditepati (dalam bahasa Inggris: agreements must be kept). 

    Singkatnya, apabila dalam hukum, rumusan norma yang ada pada asas ini berarti tiap perjanjian yang kedua pihak sepakati secara sah berlaku sebagai undang-undang, dan mereka wajib menunaikannya.

    Asas ini juga telah tertulis dalam pasal 1338 ayat (1) dan (2) KUHPer (Kitab Undang-undang Hukum Perdata). 

    Pasal ini mengatur bahwa:

    (1) Seluruh persetujuan yang kedua pihak buat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka; 

    (2) Persetujuan tidak dapat batal, selain karena kesepakatan kedua belah pihak atau alasan hukum.

    Pandangan Terhadap Asas Pacta Sunt Servanda

    Perjanjian yang sah di mata hukum
    Perjanjian yang sah di mata hukum | Freepik.com

    Asas perjanjian tersebut juga memiliki beberapa pandangan, baik dari ahli maupun dari sumber religi, seperti Al-Quran dan Perjanjian Baru Alkitab. Simak keterangan tentang pandangan mengenai asas ini melalui uraian berikut ini.

    1. Aziz T. Saliba

    Menurut Aziz T. Saliba, asas pacta sunt servanda adalah sebuah sakralisasi atas perjanjian tertentu, atau dengan kata lain sanctity of contracts. Hukum perjanjian sendiri berfokus pada kebebasan berkontrak, atau umumnya, masyarakat kenal sebagai prinsip otonomi.

    Prinsip otonomi berarti setiap individu mampu mengadakan perjanjian apapun sesuai dengan kehendak kedua belah pihak, selama mereka memperhatikan batas hukum yang tepat. Dengan demikian, apabila kedua belah pihak telah setuju untuk membuat perjanjian, mereka akan terikat dengan ketentuan perjanjian tersebut.

    2. Al-Quran Surat Al Maidah dan Al-Isra

    Asas pacta sunt servanda juga telah tertulis secara jelas di Al-Quran Surat Al Maidah dan Al-Isra. Dalam surat Al Maidah, Anda bisa menemukan salah satu terjemahan ayat dengan cuplikan:

    “Hai orang-orang yang beriman, sempurnakanlah segala janji…”.

    Sementara, pada salah satu ayat dalam surat Al-Isra, terjemahannya berbunyi, “dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu…”.

    Berdasarkan kedua cuplikan terjemahan surat tersebut, Anda pun dapat menyimpulkan bahwa menurut pandangan hukum Islam, setiap orang yang telah membuat janji wajib menunaikan apa yang telah mereka janjikan. 

    3.  Perjanjian Baru Alkitab Matius 

    Perintah untuk menaati janji juga hadir dalam Alkitab, yang tertulis pada kitab Matius 5 ayat 37. Ayat tersebut berbunyi, “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu…” 

    Dari bunyi ayat Alkitab tersebut, Anda juga dapat menarik kesimpulan bahwa perjanjian wajib kedua pihak tunaikan. Sebab, apabila salah satu dari kedua pihak melanggar janji, berarti ia melakukan pengingkaran janji atau wanprestasi.

    Berdasarkan pandangan di atas, Anda dapat melihat bahwa penerapan ajaran hukum dengan landasan pacta sunt servanda merupakan sebuah bagian dari ajaran keagamaan. Ajaran agama itu pun manusia praktikkan sebagai sebuah norma dasar dalam hukum.

    Apa saja Prinsip Asas Pacta Sunt Servanda?

    Asas ini memiliki tiga prinsip atau ketentuan yang setiap pihak terkait wajib taati.

    1. Pihak yang terlibat dalam pembuatan janji tersebut wajib melaksanakan apa yang tertulis dalam ketentuan perjanjian. Mereka wajib berpegang pada isi, maksud, jiwa, serta tujuan dari perjanjian itu sendiri

    2. Menghormati dan menghargai hak dan kewajiban dari kedua belah pihak, maupun pihak ketiga (apabila ada)

    3. Tidak melakukan tidakan apapun yang mampu menghambat usaha menggapai maksud dan tujuan dari perjanjian itu sendiri. Prinsip ini wajib kedua pihak tunaikan, baik sebelum dan setelah janji tersebut mulai berlaku

    Walaupun pihak manapun tidak boleh mengingkari perjanjian yang menerapkan asas tersebut, tetapi tetap saja ada kemungkinan pelanggaran. Maka, sebuah peraturan pertanggungjawaban atas pelanggaran janji yang berasas pacta sunt servanda hadir untuk menangani kondisi tersebut.  

    Tanggung Jawab atas Pengingkaran Asas Pacta Sunt Servanda

    Pertanggungjawaban ini telah tertulis dengan jelas pada Draft Articles on The Responsibility of States for Internationally Wrongful Act Pasal 1. Terjemahan pasal tersebut dalam bahasa Indonesia berbunyi:

    “Setiap perbuatan atau kegiatan internasional yang tidak benar oleh suatu negara, maka negara tersebut wajib bertanggung jawab.”

    Malcolm N. Shawdalam menyatakan bahwa ada karakteristik yang timbul karena pertanggungjawaban asas ini, terutama untuk perjanjian internasional yang seharusnya sebuah negara tepati. Karakteristik dari pertanggungjawaban asas pacta sunt servanda dapat Anda cermati melalui penjelasan berikut.

    • Terdapat sebuah kewajiban hukum internasional yang berlaku antara dua negara tertentu.
    • Adanya sebuah kelalaian yang membuat negara melanggar kewajiban hukum tersebut, sehingga negara wajib bertanggung jawab secara utuh.
    • Munculnya kerugian atau kerusakan sebagai konsekuensi adanya tindakan yang melanggar hukum, atau dapat Anda katakan sebagai kelalaian.

    Sesuai dengan karakteristik tersebut, bila suatu negara melakukan tindakan pelanggaran terhadap perjanjian, baik oleh pemerintah, suatu badan tertentu, maupun perorangan dalam suatu negara, maka negara pelaku wajib menanggungnya. Bentuk tanggung jawab tersebut umumnya dikenal dengan istilah contractual liability (pertanggungjawaban kontraktual).

    Akan tetapi, ada lima pengecualian dari pertanggungjawaban negara saat terjadi pelanggaran janji internasional. Pengecualian tersebut dapat Anda ketahui apabila suatu negara mengalami salah satu keadaan khusus, seperti yang tertulis pada penjelasan berikut ini.

    5 Keadaan Khusus yang Mengakibatkan Pengingkaran

    Ketika negara tidak dapat memenuhi janjinya sesuai dengan asas pacta sunt servanda, negara akan wajib melaksanakan tindakan pertanggungjawaban. Akan tetapi, tindakan pertanggungjawaban tersebut tidak perlu negara lakukan apabila negara mengalami kondisi sebagai berikut.

    1. Force Majeure

    Sesuai dengan yang telah tertulis di KUHPerdata Pasal 23, pertanggung jawaban tidak dapat diminta apabila terjadi keadaan memaksa seperti force majeure (keadaan darurat). Force majeure sendiri adalah peristiwa yang tidak dapat negara prediksi seperti gempa bumi, banjir, atau bahkan pandemi.

    Pelanggaran terhadap perjanjian dapat menjadi pengecualian ketika negara menghadapi force majeure yang notabene berada di luar kontrol atau kendali negara tersebut. 

    2. Kesepakatan

    Lalu, apabila merujuk pada Pasal 20 dalam landasan hukum yang sama, sebuah negara juga tak bersalah atas pelanggaran kesepakatan jika memang terjadi kesepakatan dari para pihak yang terikat perjanjian. 

    Contohnya, kedua belah pihak memang sepakat untuk melakukan hal yang bertentangan dengan perjanjian.

    3. Tindakan Bela Diri

    Sementara itu, pada pasal 21 serta 22 tertulis bahwa suatu tindakan yang negara ambil tidak dapat dianggap salah, bila memang tak bertentangan dengan peraturan internasional dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

    Dengan demikian, tindakan balasan dan bela diri dalam hubungan internasional bisa negara lakukan dan merupakan salah satu kondisi khusus untuk melakukan pengingkaran kesepakatan. 

    4. Distress

    Pasal 24 yang berbunyi bahwa distress merupakan suatu tindakan yang mana negara wajib beraksi menyelamatkan rakyat serta kedaulatannya dalam keadaan genting. Tindakan ini mencakup keadaan sulit, sehingga negara memiliki pengecualian dalam pertanggungjawaban dalam pengingkaran janji internasional.

    Alasannya adalah keselamatan warga negara tersebut merupakan kewajiban utama pemerintah.

    5. Necessity

    Terakhir, pengingkaran terhadap perjanjian berlandaskan asas pacta sunt servanda diperbolehkan apabila negara wajib bertindak untuk menyelamatkan kepentingannya beserta kepentingan negara lain saat keadaan mendesak.

    Adakah Dampak Positif Penerapan Asas Pacta Sunt Servanda?

    Walaupun ada kondisi pengecualian yang memungkinan pengingkaran terhadap asas tersebut, pada dasarnya asas ini memberikan sejumlah dampak positif bagi pihak manapun yang terikat pada perjanjian tertentu. Kira-kira, apa sajakah dampak positif tersebut?

    1. Perjanjian Sah

    Salah satu kelebihan dari asas pacta sunt servanda yang terkandung dalam perjanjian adalah keabsahannya di mata hukum. Pasalnya, asas ini menyatakan bahwa perjanjian merupakan undang-undang yang mewajibkan seluruh pihak yang terlibat untuk menaatinya.

    2. Adanya Sanksi

    Bagi salah satu pihak yang secara tidak sengaja maupun sengaja mengingkari janji, maka wajib untuk menjalankan sanksi yang berlaku. 

    Salah satu contoh penerapan sistem sanksi asas ini ada pada peristiwa di Indonesia di masa pandemi COVID-19. Melihat kekuatan asas pacta sunt servanda, pemerintah pun mengaplikasikan asas ini untuk mengetatkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk mencegah penyebaran COVID-19.

    Penggunaannya cukup efektif karena tiap orang wajib memindai QR Code yang telah tersedia untuk dapat mengunjungi tempat umum,. Apabila ada salah satu orang melanggar ketentuan tersebut, maka ia tak memiliki izin untuk dapat mengunjungi tempat tersebut.

    Dengan begitu, tidak ada satupun rakyat yang berani untuk tidak menggunakan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19. Jadi, apabila seseorang terdeteksi terkena penyakit tersebut, pemerintah dan pihak berwajib pun dapat lebih mudah melakukan pelacakan.

    Baca Juga : Pengertian Asas Kepastian Hukum dan Contoh Penerapannya

    Bagaimana Pengaruh Asas Pacta Sunt Servanda?

    Berdasarkan ulasan di atas, Anda dapat menilai bahwa asas ini memberi pengaruh besar dalam proses pelaksanaan sebuah kesepakatan atau perjanjian dalam kehidupan bernegara, baik itu secara internal maupun eksternal. Ketegasan asas pacta sunt servanda menjadi tameng dari berbagai risiko kerugian bagi pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah perjanjian atau kesepakatan jika penerapannya tepat, walaupun beberapa kondisi khusus memungkinkan adanya pengingkaran.

  • Pengertian Asas Kepastian Hukum dan Contoh Penerapannya

    Pengertian Asas Kepastian Hukum dan Contoh Penerapannya

    Apa itu asas kepastian hukum? Hukum yang diterapkan tanpa menjunjung nilai kepastian akan menyebabkannya kehilangan jati diri serta makna kehadiran dari hukum yang sesungguhnya. Hal tersebut menjadikan hukum juga tak bisa menjadi pedoman di dalam mengontrol atau mengatur setiap aktivitas dari masyarakat.

    Maka dari itu, sebuah negara perlu menerapkan kepastian hukum. Selain untuk mengatur aktivitas masyarakat, adanya kepastian hukum juga memberikan rasa aman serta nyaman. Yuk, simak pembahasan selengkapnya di sini!

    Pengertian Asas Kepastian Hukum

    Ilustrasi Hukum
    Ilustrasi Hukum | Sumber Gambar: Pixabay.com

    Sebenarnya, kepastian menjadi tujuan utama sebuah hukum. Ketertiban masyarakat juga memiliki hubungan yang sangat erat terhadap kepastian hukum. Hukum ada karena terdapat kepastian dan membuat hukum tersebut bisa menjadi pedoman bagi masyarakat. Nah, berikut beberapa definisi seputar kepastian hukum menurut ahli:

    1. Sudikno Mertokusumo

    Menurutnya, kepastian hukum berarti siapa saja yang benar, maka berhak untuk memperoleh keputusan secara tepat. Sudikno juga menjelaskan bahwa meskipun kepastian hukum mempunyai hubungan dengan keadilan, tapi keduanya merupakan 2 hal berbeda.

    Hukum memiliki sifat universal serta mencakup untuk semua orang. Sementara keadilan mempunyai ciri khas berbeda, yakni bersifat subjektif dan tak bersifat hukum. 

    Kepastian ini juga menandakan hukum harus ditegakkan secara sehat. Artinya, tak boleh ada pihak yang berusaha memanipulasi penegakan hukum dengan tujuan untuk memberikan keuntungan terhadap individu maupun kelompok tertentu. Semua orang harus mendapatkan perlakuan hukum yang sama sesuai aturan yang ada.

    2. Gustav Radbruch

    Asas kepastian hukum menjadi sebuah upaya untuk bisa mencapai keadilan. Kepastian mempunyai wujud nyata, yakni pemaksaan serta penuntutan terhadap suatu perbuatan. Adanya kepastian ini membuat siapa saja dapat memprediksi kira-kira apa yang menjadi konsekuensi seseorang ketika tidak mengikuti ketentuan yang berlaku.

    Kata kepastian juga mempunyai korelasi yang erat dengan prinsip kebenaran. Tanpa adanya kepastian hukum, negara tak dapat menerapkan aturan secara baku terhadap masyarakatnya. Maka dari itu, Gustav Radbruch menegaskan bahwa kepastian hukum menjadi salah satu dari tujuan hukum itu sendiri.

    Gustav juga menambahkan bahwa menurutnya, terdapat 4 pokok permasalahan yang berkaitan dengan kepastian hukum. Keempat pokok permasalahan tersebut, yaitu:

    • Hukum merupakan hal yang sifatnya positif. Maksud hukum positif adalah peraturan perundang-undangan.
    • Hukum harus berdasarkan fakta. Artinya, pembuatan hukum harus berdasarkan kenyataan.
    • Fakta-fakta yang terdapat di dalam undang-undang juga harus dirumuskan secara jelas. Tujuannya agar terhindar dari kesalahan makna maupun interpretasi serta membuat hukum tersebut mudah dalam penerapannya.
    • Hukum positif tak boleh mudah diubah.

    Bukan hanya itu, Gustav juga berpendapat bahwa hukum harus memberikan rasa aman dan keadilan. Lewat dua hal inilah penerapan hukum bisa secara tepat sesuai dengan aturan yang ada.

    3. Fence M. Wantu

    Menurutnya, hukum yang tak lagi memiliki nilai kepastian akan menyebabkan hilangnya makna dari hukum tersebut. Selain itu, hukum juga tak bisa lagi berperan sebagai pedoman untuk setiap orang.

    Kejelasan hukum merupakan sebuah standar dalam pembuatannya. Selain itu, kejelasan hukum juga perlu diterapkan sebuah bukti ketegasan dalam proses pembuatannya.

    4. Jan M. Otto

    Jan M. Otto juga menyampaikan pandangannya seputar asas kepastian hukum. Menurutnya, kepastian hukum harus memenuhi beberapa syarat berikut ini:

    • Kepastian hukum dapat memberikan aturan hukum secara jelas serta tak ambigu. Adanya kepastian tersebut juga menunjukkan konsistensi dan menjadikan hukum mudah untuk mengaksesnya.
    • Dalam menerapkan hukum, sebuah negara harus mampu menjalankan tiga elemen penting yaitu jelas, konsisten, serta mudah didapatkan/akses.
    • Penerapan atau penegakan supremasi hukum harus secara konsisten oleh beragam otoritas maupun badan pemerintah.
    • Masyarakat juga harus bisa menyesuaikan peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah.
    • Hakim harus independen. Maksudnya, hakim tak boleh memberikan komentar terhadap penerapan hukum. Selain itu, apa yang menjadi ketentuan harus mampu diterapkan hakim secara konkrit.

    Jan M. Otto juga menjelaskan bahwa kelima syarat tersebut bisa tercapai ketika isi undang-undang mampu menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat luas. Lebih jauh lagi, ia juga menambahkan bahwa kepastian hukum dapat lebih berdimensi hukum. Akan tetapi, masih terbatas dengan kelima syarat sebelumnya. 

    Selain itu, setiap lembaga hukum juga wajib menegakkan hukum sesuai dengan ketentuan yang ada. Sehingga, akan tercipta rasa aman, adil, dan tertib di dalam kehidupan masyarakat.

    5. Van Apeldoorn

    Kepastian hukum adalah sebuah jaminan yang menjelaskan bahwa hukum dapat ditegakan atau seseorang akan mendapatkan sesuai haknya. Adanya kepastian tersebut mampu memberikan perlindungan secara sah dan melindungi dari tindakan sewenang-wenang. 

    Artinya, kepastian hukum membuat seseorang bisa memperoleh apa yang menjadi haknya serta mendapatkan perlindungan dalam mendapatkan hak tersebut.

    Prinsip Kepastian Hukum

    Ilustrasi Hukum
    Ilustrasi Hukum | Sumber Gambar: Unsplash

    Kepastian hukum merupakan nilai dan tidak hanya bukan sekadar berkaitan dengan negara. Ini karena esensi dari keberadaan asas kepastian hukum merupakan masalah perlindungan dari perbuatan atau tindakan sewenang-wenang.

    Kemungkinan, pihak yang melakukan tindakan sewenang-wenang tersebut tak terbatas dari dalam negeri. Bisa juga ada pihak dari negara lain yang melakukan hal tersebut. 

    Kemudian perlindungan terhadap masyarakat menjadi kewajiban negara. Apalagi untuk negara yang memang menerapkan prinsip negara hukum atau rechtsstaat. Namun, saat ada kelompok atau pihak selain negara yang mempunyai kekuasaan serta berpotensi melakukan tindakan sewenang-wenang, di sinilah negara berperan.

    Negara harus menjadi pihak pertama yang bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan dan rasa aman terhadap warga negaranya. Negara juga harus bisa menerapkan hukum secara tepat dan adil terhadap para pelaku tindakan yang melawan aturan.

    Ditambah lagi, negara hukum juga harus memiliki tiga unsur utama, yaitu:

    • Asas legalitas.
    • Terdapat undang-undang yang mengatur berbagai tindakan warga negaranya.
    • Undang-undang tak boleh berlaku surut.
    • Adanya pengendalian bebas dari kekuasaan lain. Artinya, pembuatan dan penerapan hukum tersebut tak boleh atas dasar intervensi.

    Sebagai tambahan, prinsip kepastian hukum di Indonesia sudah menjadi asas nasional. Ini karena prinsip hukum yang sifatnya universal dan menggambarkan seperti apa keberadaan hukum Pancasila, yaitu pada sila yang kedua dan keempat.

    Sebagai asas hukum nasional, penerapan terhadap kepastian hukum tersebut juga harus menjadi dasar di dalam pembuatan perundang-undangan. Ini bisa Anda lihat di dalam Pasal 1 (1) KUHP yang disebut juga sebagai esensi dari kepastian hukum.

    Contoh Penerapan Asas Kepastian Hukum dan Keadilan Hukum

    Ilustrasi Pajak
    Ilustrasi Pajak | Sumber Gambar: Unsplash

    Contoh penerapan asas kepastian hukum adalah saat Warga Negara Indonesia atau WNI yang baik membayar pajak. Sementara contoh keadilan hukum adalah saat pencuri sandal yang harganya bahkan tak sampai Rp50.000,00, namun harus mendapatkan hukum 5 tahun. Ini menjadi bentuk dari ketidakadilan.

    Hal tersebut sesuai dengan aturan pada Pasal 362 KUHP terkait Pencurian. Padahal, untuk kasus tersebut masih bisa masuk ke tindak pidana ringan, yaitu di Pasal 364 KUHP mengenai Pencurian Ringan. 

    Artinya, keadilan hukum harus benar-benar ditegakkan, namun tak mengesampingkan tindak pidana itu sendiri. Maka dari itu, para praktisi hukum bukan sekadar membela kebenaran maupun mencari keadilan. Melainkan, mereka juga harus berusaha mencari celah hukum yang bisa dimanfaatkan untuk meringankan hukuman terdakwa.

    Baca Juga : Asas Hukum Perdata: Pengertian, Kaidah, & Contoh Penerapan

    Sudah Paham tentang Asas Kepastian Hukum?

    Sekian informasi seputar seperti pengertian asas kepastian hukum dan contoh penerapannya. Intinya, dalam pembuatan aturan memang harus menjunjung tinggi kepastian hukum tersebut. Sehingga, penerapan hukum bisa secara tegas dan jelas tanpa ada salah tafsir atau interpretasi. Sebuah keputusan yang bertentangan asas kepastian hukum berarti juga tidak sesuai dengan Undang-Undang. Lewat kepastian itu pula masyarakat akan mendapatkan keamanan dan keadilan dalam melaksanakan aktivitas serta memperoleh haknya. Semoga bermanfaat!