Blog

  • Pengertian Akad Kredit, Jenis, Biaya, dan Prosesnya

    Pengertian Akad Kredit, Jenis, Biaya, dan Prosesnya

    Dalam pengajuan KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah biasanya terdapat proses yang disebut akad kredit. Proses ini merupakan kesepakatan antara pihak pemberi pinjaman dan pihak yang mengajukan pinjaman.

    Jika Anda berencana untuk mengajukan kredit, sebaiknya Anda memahami pembahasan seputar akad kredit, proses pengajuan, serta biaya apa saja yang harus Anda bayarkan.

    Pengertian

    Menurut KBBI, akad merupakan perjanjian, janji, dan kontrak. Dalam dunia properti, akad kredit artinya mempertemukan pihak debitur dan kreditur saat keduanya sepakat untuk melakukan Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR. Maka dari itu, perjanjian kredit ini merupakan serangkaian proses KPR antara bank dengan debitur. 

    Dalam proses ini, bank biasanya menjelaskan ke calon debitur seputar perjanjian dan dokumen yang perlu untuk ditandatangani. Dengan begitu, pihak debitur paham tentang isi dokumen perjanjian tersebut sehingga terjadi kesepakatan antara kedua pihak. 

    Akad ini menjadi proses yang sangat penting di dalam KPR karena merupakan puncak dari pengajuan KPR itu sendiri.

    Unsur-unsur pada Akad Kredit

    Perjanjian kredit mempunyai beberapa unsur, di antaranya:

    1. Kreditur

    Kreditur merupakan pihak yang berperan memberikan kredit atau pinjaman pada pihak yang memerlukan pinjaman. Umumnya, kreditur merupakan badan usaha, seperti lembaga peminjaman atau perbankan.

    2. Debitur

    Debitur merupakan pihak yang membutuhkan dana. Pihak debitur yang akan melakukan pengajuan terkait pinjaman dana pada kreditur.

    3. Kepercayaan

    Unsur ini berupa keyakinan bahwa kredit yang diberikan dalam bentuk barang, uang, maupun jasa benar-benar akan dikembalikan pada jangka waktu tertentu yang telah disepakati.

    4. Kesepakatan

    Unsur dalam akad kredit yang keempat yaitu kesepakatan. Terkait hal ini, kedua pihak harus benar-benar sepakat untuk mematuhi segala ketentuan terkait peminjaman dana seperti total dana yang dipinjam, biaya cicilan, dan lain-lain.

    5. Jangka Waktu

    Setiap pengajuan kredit sudah tentu mempunyai jangka waktunya masing-masing. Ada pengajuan kredit untuk jangka waktu pendek, menengah, dan panjang. Penentuan jangka waktu tersebut berdasarkan kesepakatan bersama.

    6. Risiko

    Risiko bisa saja terjadi saat debitur atau nasabah tidak ingin membayar kreditnya. Padahal nasabah tersebut mempunyai dana alias mampu untuk membayar cicilan atau bahkan melunasinya.

    Namun ada juga nasabah yang memang tidak mampu untuk membayar dikarenakan faktor tertentu. Misalnya bencana alam, kematian, dan lain-lain. Dalam kredit, semakin lama jangka waktu pembayaran maka risikonya akan semakin besar.

    7. Bunga Pinjaman atau Balas Jasa

    Unsur yang terakhir yaitu bunga pinjaman. Ini merupakan keuntungan yang diperoleh pihak kreditur. Besaran bunga pinjaman atau balas jasa berbeda, tergantung kebijakan pihak kreditur.

    Jenis

    Setelah memahami pengertiannya, informasi berikut yaitu tentang beberapa jenis kredit. Berikut pembahasannya.

    1. Berdasarkan Tujuan Penggunaan

    Jenis kredit yang dapat diakadkan berdasarkan tujuan penggunaannya, antara lain:

    • Kredit produktif: pemberian kredit pada usaha-usaha dengan produk berupa barang.
    • Kredit konsumtif: jenis yang diberikan pada seseorang yang memanfaatkan dana kredit tersebut untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

    2. Berdasarkan Jangka Waktu

    Jenis kredit yang dapat diakadkan berdasarkan jangka waktunya, antara lain:

    • Kredit jangka pendek: kredit yang diberikan ke seseorang maupun kelompok dengan tenor atau jangka waktu tidak melebihi 1 tahun.
    • Kredit jangka menengah: kredit yang diberikan ke seseorang maupun kelompok dengan jangka waktu antara 1 tahun sampai 3 tahun.
    • Kredit jangka panjang: kredit yang diberikan ke seseorang maupun kelompok dengan jangka waktu melebihi 3 tahun.

    Proses Akad Kredit

    Lalu bagaimana proses perjanjian kredit tersebut berlangsung? Berikut informasinya.

    1. Sebelum Melakukan Akad Kredit

    Untuk debitur, sebelum mulai melakukan kredit maka penting memperhatikan beberapa hal seperti di bawah ini:

    • Bank akan mengirimkan surat persetujuan kredit.
    • Penentuan waktu untuk perjanjian kredit.
    • Kewajiban untuk membayar biaya KPR.
    • Mulai mempersiapkan dokumen yang diperlukan.

    Adapun dokumen-dokumen yang harus Anda siapkan antara lain:

    • KTP (Kartu Tanda Penduduk) suami dan istri, jika sudah menikah;
    • Kartu Keluarga;
    • Surat Nikah;
    • NPWP.

    Kemudian pihak penjual perlu menyediakan beberapa dokumen, di antaranya:

    • Sertifikat tanah;
    • IMB (Izin Mendirikan Bangunan);
    • Bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan);
    • Beberapa dokumen pendukung lainnya.

    2. Pelaksanaan Akad Kredit

    Ketika semua dokumen telah Anda siapkan, maka proses pelaksanaan kredit sudah bisa diproses. Untuk pelaksanaannya, pihak bank maupun debitur sama-sama harus melakukan penandatanganan terkait perjanjian yang sudah disepakati.

    Adapun isi perjanjian tersebut mengenai berapa jumlah kredit yang harus dibayarkan, cicilan per bulan, dan sebagainya. Kemudian, penjual juga harus memberikan bukti dokumen jika rumah maupun bangunan yang akan dijual tersebut asli serta tidak mengalami masalah.

    Dengan bukti yang valid, maka transaksi jual-beli yang dilakukan tidak akan mengalami masalah terkait legalitas di kemudian hari. Perlu digaris bawahi, proses pembuatan dokumen kepemilikan harus didampingi notaris.

    3. Pasca Akad Kredit

    Ketika perjanjian kredit sudah dilakukan, menandakan bahwa rumah telah mengalami pemindahan kepemilikan. Maka dari itu, debitur atau pembeli yang melakukan pengajuan kredit KPR dapat menempati rumah tersebut langsung.

    Meskipun demikian, pembeli berkewajiban untuk membayar biaya cicilan sebelum batas waktu yang sudah disepakati. Saat KPR telah dibayar lunas, pihak bank alias pemberi kredit memberikan SPH atau Surat Pelunasan Hutang beserta sertifikat asli terkait kepemilikan rumah.

    Lalu bagaimana dengan penjual? Penjual sudah pasti memperoleh bayaran pembelian berdasarkan harga yang telah disepakati.

    Biaya Akad Kredit Rumah

    Sebelum tanda tangan di depan notaris, biasanya pihak bank menghubungi Anda dan menginformasikan agar Anda melunasi beberapa biaya akad kredit, di antaranya:

    1. Biaya Uang Muka

    Untuk biaya pertama yang Anda bayarkan ketika menerapkan akad ini yaitu uang muka atau DP (down payment). Biaya uang muka tersebut kira-kira 10% sampai 20% dari total harga properti.

    Selain itu, Anda juga perlu membayar biaya booking fee atau uang tanda jadi. Fungsinya sebagai penanda bahwa Anda memang serius untuk melakukan pembelian properti. Contohnya, Anda ingin membeli rumah seharga Rp400.000.000,00. Nanti uang muka yang Anda bayar sekitar Rp40.000.000,00.

    2. Biaya Provisi

    Selanjutnya ada biaya provisi yang merupakan biaya tambahan sebagai balas jasa. Biaya tersebut Anda bayarkan sebagai “balas jasa” bahwa pengajuan Anda telah disetujui bank. 

    Untuk besaran biaya provisi tersebut menyesuaikan bank masing-masing. Akan tetapi, umumnya berkisar 1% dari seluruh total plafon. Contohnya, Anda membeli rumah seharga Rp600.000.000,00, maka iaya provisinya yaitu Rp6.000.000,00.

    3. Asuransi Jiwa Kredit

    Biaya akad kredit berikutnya adalah terkait asuransi jiwa. Mengapa ini perlu? Tujuannya untuk memberikan proteksi terhadap keluarga kreditur ketika mengalami kecelakaan sampai meninggal dunia. 

    Mengenai besaran biayanya menyesuaikan ketentuan bank masing-masing. Bahkan ada bank yang malah tidak mewajibkan kreditur untuk melakukan pembayaran asuransi jiwa KPR. 

    Akan tetapi, jika bank tersebut memiliki kebijakan ini, Anda dapat meminta diskon ke pihak bank. Selain membayar biaya asuransi jiwa, kemungkinan Anda juga perlu membayar asuransi kebakaran.

    4. Biaya APHT Jaminan

    APHT atau Akta Pemberian Hak Tanggungan merupakan jaminan pelunasan hutang di antara debitur dan kreditur. Adapun biaya APHT cenderung bervariasi. Namun umumnya berada di angka 0,25% dari nilai kredit 125%.

    5. Sertifikat Balik Nama dan AJB

    Selanjutnya ada biaya untuk sertifikat balik nama dan Akta Jual Beli atau AJB. Sebenarnya biaya ini sudah termasuk biaya notaris-PPAT ketika proses jual-beli berlangsung. Untuk biaya AJB tidak boleh melebihi 1% dari seluruh biaya transaksi.

    Selain itu, biasanya pertanggungannya menyesuaikan kesepakatan masing-masing pihak. Sementara untuk biaya balik nama yang Anda siapkan menyesuaikan lokasi tanah serta nilai jual-beli tanah tersebut. Perlu dipahami, selama balik nama berlangsung, maka biayanya ditanggung pembeli.

    6. Biaya Notaris Terkait Perjanjian Kredit

    Biasanya, rincian biaya notaris tidak jadi satu dengan biaya balik nama serta pajak pembelian dan penjualan. Dalam perjanjian kredit lewat notaris, dana dibebankan berdasarkan rate kerja sama di antara bank dengan notaris.

    Kesimpulan

    Sekian pembahasan tentang akad kredit dan bagaimana prosesnya. Semua informasi tersebut perlu Anda pelajari dan pahami sebelum benar-benar memutuskan untuk mengajukan kredit. Semoga bermanfaat.

  • Pengertian Revaluasi: Tujuan, Manfaat, dan Contohnya

    Pengertian Revaluasi: Tujuan, Manfaat, dan Contohnya

    Revaluasi termasuk salah satu istilah yang sering digunakan dalam bidang akuntansi. Istilah tersebut merujuk pada pendekatan yang bermanfaat dalam menghitung nilai terbaru dari suatu aset. 

    Meskipun termasuk istilah umum, masih banyak masyarakat awam yang belum memahami sepenuhnya tentang pendekatan penilaian nilai aset ini. Jika Anda salah satunya, maka pada ulasan kali ini kami akan mengajak Anda untuk lebih memahami tentang praktik akuntansi ini. Langsung saja, simak pembahasannya di bawah ini!

    Apa Itu Revaluasi?

    Revaluasi adalah sebuah pendekatan akuntansi yang berguna untuk menghitung nilai baru dari suatu barang. Berdasarkan pengertian tersebut, revaluasi aset adalah praktik akuntansi yang bertujuan untuk menilai kembali aset yang perusahaan miliki. 

    Pendekatan akuntansi yang juga terkenal dengan istilah penilaian kembali atau dalam bahasa Inggris revaluation ini perlu perusahaan lakukan lantaran adanya perubahan nilai aset di pasaran. Dalam praktiknya, aset yang melewati penilaian ulang akan menyesuaikan nilai pasar saat ini. 

    Proses penilaian kembali umumnya sangat perusahaan butuhkan, khususnya untuk aset perusahaan yang berpotensi mengalami kenaikan nilai di pasaran setiap rentang waktu tertentu, seperti bangunan atau tanah. 

    Meskipun begitu, revaluasi juga dapat perusahaan terapkan dalam hal kewajiban atau utang. Oleh sebab itu, penilaian ulang nilai aset berguna untuk menjaga nilai aset tetap selaras dengan nilai pasar terkini berupa nilai yang wajar.

    Tujuan Revaluasi Aset

    Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, tujuan utama dari penilaian ulang atas aset adalah memperbarui nilai aset jangka panjang perusahaan agar tetap selaras dengan nilai wajar. Namun, jika kita bedah secara rinci, revaluasi memiliki beberapa tujuan lain, yang meliputi: 

    • Perusahaan dapat memperkirakan nilai, kekayaan, dan kemampuan perusahaan yang sebenarnya.
    • Menunjukkan nilai aset terkini dari perusahaan kepada investor dan masyarakat.
    • Salah satu dasar utama dalam pengambilan keputusan bisnis perusahaan yang mencerminkan kondisi perusahaan.
    • Mendapatkan suntikan investasi baru dengan menunjukkan nilai aset terkini perusahaan.
    • Membantu mempermudah proses merger perusahaan.
    • Langkah pengendalian rasio utang terhadap ekuitas, guna mempermudah mendapatkan kredit usaha dari pihak bank.
    • Mengurangi kewajiban pajak pada tahun pelaksanaan penilaian ulang nilai aset. Sehingga, pajak akan lebih rendah, terutama saat nilai aset meningkat seiring dengan peningkatan biaya penyusutan.

    Manfaat Revaluasi

    Lebih dari sekedar memperbarui data nilai wajar aset, praktik penilaian ulang nilai aset sebenarnya memberikan sejumlah manfaat kepada perusahaan. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah manfaat revaluasi nilai aset perusahaan:

    1. Menunjukan Kekayaan Wajar Perusahaan

    Melalui upaya penilaian ulang nilai aset perusahaan secara berkala, perusahaan akan dapat mencerminkan nilai wajar perusahaan itu sendiri. Aktivitas ini terbilang sangat penting bagi perusahaan yang sedang go public

    Pasalnya, penilaian ulang nilai aset adalah metode yang dapat berguna untuk menyusun nilai aset ke harga yang lebih realistis.

    2. Mengontrol Permodalan

    Manfaat lain dari revaluasi nilai aset perusahaan adalah membantu proses pengontrolan modal agar rasio utang perusahaan terhadap ekuitas turun. Sehingga, pihak perusahaan akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pinjaman dari bank. 

    Dalam hal ini, jika modal atau nilai aset yang perusahaan miliki semakin meningkat, maka nilai kecukupan modal atau capital adequacy ratio juga semakin meningkat pula. Sehingga, dengan kata lain bank akan mendapatkan kemampuan lebih untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan.

    3. Meningkatkan Kinerja Keuangan dapat Menarik Investor

    Meningkatkan kinerja keuangan perusahaan juga termasuk manfaat yang dari penilaian ulang nilai aset. Hal ini sangatlah penting karena informasi kinerja keuangan perusahaan dapat menggaet investor untuk melakukan investasi di perusahaan terkait. 

    Oleh karena upaya tersebut, perusahaan biasanya dapat melakukan penerbitan penawaran saham perusahaan. Selanjutnya, melalui perhitungan debt to assets ratio dan debt to equity ratio dari perusahaan, maka investor dapat mempertimbangkan untuk menanamkan modal ke perusahaan terkait.

    4. Mengurangi Kewajiban Pajak

    Revaluasi nilai aset perusahaan juga dapat bermanfaat sebagai instrumen untuk mengurangi kewajiban pajak perusahaan. Pasalnya, jika nilai aset perusahaan meningkat, maka biaya penyusutan pun juga akan meningkat. 

    Melalui upaya membebankan biaya penyusutan ke dalam laporan keuangan, perusahaan akan dapat mengurangi beban pajak di tahun-tahun mendatang.

    5. Membantu Proses Merger Perusahaan

    Dalam proses merger perusahaan, penilaian ulang nilai aset perusahaan dapat memberikan manfaat kepada pihak yang menginisiasi penggabungan. Melalui penilaian ulang nilai aset, nilai wajar baru dari perusahaan akan lebih mudah untuk mereka ketahui.

    Kerugian Melakukan Revaluasi Aset

    Meskipun menawarkan cukup banyak manfaat, praktik revaluasi juga sebenarnya memiliki kerugian tersendiri. Jika kita rinci, terdapat dua kerugian utama dari kegiatan penilaian ulang nilai aset.

    Pertama, kegiatan penilaian ulang nilai aset perusahaan memakan banyak biaya lantaran melibatkan bantuan ahli teknis. Sehingga, pihak perusahan kemungkinan tidak dapat melakukannya setiap tahun. Kedua, jumlah biaya penyusutan yang dibebankan atas penilaian ulang nilai aset tidak memberikan pola yang teratur.

    Jenis Aset yang Dapat Menerapkan Revaluasi

    Salah satu pertanyaan yang sering orang tanyakan terkait topik ini adalah apa saja aset yang dapat melewati proses penilaian ulang. Untuk bagian ini, aset yang dapat menjadi objek penilaian ulang adalah aset tetap.

    Sederhananya, aset tetap adalah aset yang memiliki wujud dan dapat bermanfaat untuk mendapatkan serta memelihara penghasilan, sehingga dapat menjadi objek pajak. Adapun beberapa contoh aset tetap yang dapat dinilai ulang adalah seperti tanah, bangunan. dan juga peralatan produksi perusahaan.

    Kapan Revaluasi Aset Seharusnya Dilakukan?

    Terkait dengan kapan kegiatan revaluasi aset seharusnya perusahaan lakukan, perlu Anda pahami bahwa praktik akuntansi ini sebenarnya bukan hal yang harus perusahaan lakukan setiap periode secara teratur. 

    Penilaian ulang nilai aset dapat perusahaan lakukan kapan pun sesuai kebutuhan perusahaan. Selain itu, juga pada kondisi ketika terjadi perubahan nilai wajar aset perusahaan ketimbang waktu sebelumnya.

    Contoh Revaluasi Aset

    Untuk memperdalam pemahaman Anda tentang revaluasi, berikut adalah contoh kasus yang Anda dapat jadikan referensi.

    Sebuah perusahaan melakukan pembelian tanah pada tahun 2018 dengan harga Rp100.000.000,00. Lalu, pada tahun 2022, diketahui bahwa nilai wajar tanah tersebut di pasaran menjadi Rp125.000.000,00.

    Atas adanya kenaikan tersebut, maka perusahaan pun melakukan revaluation dan menambahkan kenaikan sebesar Rp25.000.000,00 ke dalam pembukuan perusahaan. Sehingga, nilai wajar dari lahan tersebut menjadi Rp125.000.000,00.

    Dari contoh kasus di atas, dapat terlihat bahwa adanya perubahan nilai aset di pasaran yang menjadi dasar bagi perusahaan melakukan penilaian ulang terhadap aset, yang dalam hal ini adalah tanah.

    Sudah Paham dengan Penerapan Revaluasi pada Bisnis

    Sekian ulasan dari kami mengenai revaluasi ini. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk Anda apabila ingin berinvestasi atau memulai bisnis. Sebab, dengan memahami dengan baik perihal penilaian ulang nilai aset ini termasuk salah satu hal penting dalam praktik akuntansi bisnis.Kesimpulannya, revaluasi adalah praktik akuntansi yang berguna untuk menilai kembali nilai suatu barang agar sesuai dengan nilai wajar. Praktik akuntansi ini umumnya bermanfaat untuk mengetahui nilai terbaru aset jangka panjang suatu perusahaan untuk ditujukan kepada investor.

  • Valuasi: Pengertian, Tujuan, Faktor, Contoh & Cara Menghitungnya

    Valuasi: Pengertian, Tujuan, Faktor, Contoh & Cara Menghitungnya

    Kamu mungkin pernah mendengar tentang perusahaan startup yang memiliki nilai valuasinya (valuation) mencapai US$800 juta. Ketika membaca berita semacam itu, pasti kamu bertanya-tanya apa sebenarnya nilai valuasi itu? Apakah sama dengan keuntungan? Dan bagaimana cara menghitungnya?

    Nah, di era digital saat ini, yang mana startup berkembang sangat pesat, penting bagi kamu  untuk memahami konsep valuation. Artikel ini akan membantu kamu mempelajari definisi valuation, tujuan, dan cara perusahaan menghitungnya. Yuk, simak!

    Pengertian

    Valuasi adalah proses menentukan nilai suatu perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, yang mencakup kualitas manajemen, struktur keuangan, aset yang dimiliki, dan perkiraan pendapatan di masa mendatang.

    Baik perusahaan besar maupun kecil, valuation memiliki peran yang sangat penting loh, terutama bagi perusahaan yang masih membutuhkan pendanaan untuk tumbuh dan berkembang.

    Misalnya, ketika sebuah perusahaan startup sedang dalam proses akuisisi, valuation akan membantu perusahaan tersebut menentukan harga yang wajar, yang dapat ditawarkan kepada calon pembeli berdasarkan nilai perusahaan.

    Selain itu, hal tersebut juga penting bagi pemilik perusahaan dalam pengambilan keputusan strategis. Ketika performa perusahaan mengalami penurunan, pemilik perusahaan dapat menggunakan valuasi sebagai panduan untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menjual perusahaan dengan harga yang ideal.

    Tujuan 

    Tujuan valuasi pada perusahaan sangatlah penting bagi berbagai pihak yang terlibat. Tidak hanya bagi perusahaan itu sendiri, tetapi juga bagi investor, mitra bisnis, dan lainnya. Simak tujuannya berikut ini!

    1. Membantu Pengambilan Keputusan

    Tujuan pertama yakni memberikan informasi yang jelas kepada perusahaan tentang nilai bisnis yang dijalankannya. Nilai valuation ini sangat berguna dalam membantu perusahaan mengambil keputusan strategis mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk memajukan bisnisnya.

    Nilai yang rendah dapat membantu perusahaan menentukan strategi untuk meningkatkan kinerja bisnisnya. Sedangkan nilai yang tinggi, dapat memotivasi perusahaan untuk terus berinovasi dan mempertahankan prestasinya.

    2. Penilaian Internal

    Tujuan kedua, untuk melakukan penilaian internal terhadap perusahaan. Dengan melakukan evaluasi, perusahaan dapat mengetahui kinerja bisnisnya dan membuat rencana strategis untuk masa depan. Nilai valuasi memberikan gambaran tentang harga jual perusahaan dan membantu dalam perencanaan bisnis jangka panjang.

    3. Menarik Investasi

    Nilai valuation yang menjanjikan, dapat menarik minat investor untuk berinvestasi dalam perusahaan. Investasi ini sangat penting dalam mendukung pengembangan bisnis perusahaan.

    4. Waralaba

    Tujuan keempat, yakni berperan penting bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspansi melalui waralaba. Nilai valuasi membantu meningkatkan potensi kerjasama dengan pihak yang berminat menjalankan waralaba perusahaan tersebut.

    5. Memperlancar Akuisisi Bisnis

    Valuation memberikan gambaran objektif kepada perusahaan yang berencana mengakuisisi bisnis lain. Hal ini sangat berguna dalam memperlancar proses akuisisi dengan memberikan informasi yang akurat tentang nilai perusahaan yang akan diakuisisi.

    Faktor-Faktor

    Beberapa faktor yang mempengaruhi valuasi suatu perusahaan, antara lain:

    1. Stabilitas Penjualan

    Stabilitas penjualan mempengaruhi nilai valuation perusahaan. Perusahaan yang memiliki penjualan yang stabil, menunjukkan bahwa mereka memiliki pangsa pasar yang mapan dan pendapatan yang konsisten dari pelanggan mereka. Semakin stabil penjualannya, semakin tinggi valuasi perusahaan.

    2. Urgensi

    Urgensi merupakan seberapa besar kebutuhan mendesak suatu perusahaan akan pendanaan untuk operasionalnya. Jika perusahaan masih dapat beroperasi dengan baik tanpa bergantung pada investor, maka nilai valuasinya cenderung tinggi. 

    Sebaliknya, perusahaan yang sangat tergantung pada investor untuk mendapatkan dana, menunjukkan bahwa bisnisnya tidak dalam kondisi yang baik, dan hal ini akan mempengaruhi valuation menjadi rendah.

    3. Model Bisnis

    Keunikan model bisnis yang dijalankan oleh perusahaan dapat meningkatkan nilai valuasinya. Model bisnis yang unik, membuka peluang bagi perusahaan untuk mengganggu pasar dan memberikan keunggulan kompetitif.

    4. Kualitas Manajemen

    Kualitas manajemen perusahaan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan nilai valuasi. Sebuah perusahaan yang memiliki kepemimpinan yang baik, manajemen yang efektif, dan struktur organisasi yang solid, cenderung memiliki valuation yang lebih tinggi.

    Kualitas kepemimpinan yang baik, dapat memberikan arah yang jelas dan strategis bagi perusahaan. Seorang pemimpin yang visioner, pastinya mampu mengidentifikasi peluang bisnis dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Sehingga, akan memberikan kepercayaan kepada investor dan pasar.

    5. Penciptaan Persepsi

    Pandangan dan kesadaran masyarakat terhadap merek sebuah perusahaan memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai valuasinya. Saat merek bisnis memiliki citra yang kuat dan reputasi yang baik di mata masyarakat, hal ini cenderung meningkatkan valuation perusahaan tersebut.

    Pentingnya branding dalam bisnis tidak bisa diabaikan. Ketika merek perusahaan dikenal luas, dihargai, dan diidentifikasi sebagai penyedia produk atau layanan berkualitas, hal ini dapat meningkatkan persepsi nilai yang melekat pada perusahaan tersebut.

    6. Persaingan

    Persaingan dalam industri merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan valuation sebuah perusahaan. Dalam pasar yang kompetitif, perusahaan yang mampu bersaing dengan baik, cenderung memiliki valuation yang tinggi.

    Namun, perusahaan juga harus ingat, bahwa valuation yang tinggi tidak hanya bergantung pada persaingan dan daya tarik pasar saja. Manajemen yang efektif, tim yang berkualitas, struktur permodalan yang sehat, dan tata kelola perusahaan yang baik, juga merupakan faktor-faktor penting dalam menentukan valuation perusahaan. 

    7. Kepemilikan Aset

    Nilai ini juga dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas aset yang dimiliki oleh perusahaan. Ini meliputi properti, mitra bisnis, basis pelanggan, dan jumlah utang perusahaan. Selain kuantitas, potensi pengembangan aset juga diperhatikan.

    Contoh Valuasi dan Cara Menghitungnya

    Terdapat empat metode yang bisa kamu gunakan untuk menghitung valuasi perusahaan, yaitu: 

    1. Profit Multiplier

    Sebagai contoh studi kasus, mari kita lihat perusahaan ABC. Perusahaan ini memiliki profit bersih sebesar Rp200.000.000,00 per tahun. 

    Untuk menghitungnya menggunakan metode profit multiplier, kita akan menggunakan valuation multiple (VM) sebesar 5. VM sendiri dapat kamu tentukan ketika membagi jumlah keseluruhan nilai saham perusahaan dengan total pendapatan per lembar saham perusahaan.

    Dengan menggunakan metode profit multiplier, kita bisa mengalikan profit perusahaan dengan VM, seperti berikut:

    Rp200.000.000,00 x 5= Rp1.000.000.000,00

    Jadi, berdasarkan metode profit multiplier, valuation perusahaan ABC adalah Rp1.000.000.000,00. Hal ini berarti perusahaan memiliki potensi keuntungan tahunan sebesar Rp200.000.000,00 dengan investasi sebesar Rp1.000.000.000,00; menurut perspektif investor.

    2. Komparasi

    Sebagai contoh, perusahaan A bergerak di bidang industri makanan dan memiliki valuation sebesar Rp1.000.000.000,00. Kemudian, kamu ingin mengetahui valuation perusahaan B yang juga beroperasi di industri makanan.

    Untuk melakukan perbandingan dengan metode komparasi, kamu perlu mencari perusahaan pembanding yang memiliki karakteristik serupa dengan perusahaan B. Setelah penelitian yang cermat, kamu menemukan perusahaan C yang memiliki bisnis serupa dengan perusahaan B dan memiliki valuasi sebesar Rp500.000.000,00.

    Dengan menggunakan metode komparasi, kamu dapat menggambarkan bahwa perusahaan B memiliki valuation sekitar dua kali lipat dari perusahaan C. Oleh karena itu, kamu dapat mengestimasikan valuation perusahaan B sekitar Rp1.000.000.000,00 atau setara dengan valuasi perusahaan A.

    3. Discounted Flow (DCF)

    Sebagai contoh, seorang investor tertarik untuk membeli saham perusahaan ABC menggunakan metode DCF untuk menentukan valuasi yang tepat. Pertama, investor melakukan proyeksi arus kas perusahaan ABC dalam beberapa tahun ke depan dengan memperoleh estimasi pendapatan dan pengeluaran bisnis. 

    Selanjutnya, ia menghitung arus kas bersih yang diharapkan dan menentukan discount rate yang akurat untuk memperoleh present value (PV) dari arus kas bersih beberapa tahun kedepan. 

    Dengan membandingkan nilai PV dengan harga saham di pasar, investor dapat menentukan apakah saham tersebut undervalued atau tidak. Selain itu, investor juga mempertimbangkan risiko dan tingkat return untuk mengambil keputusan investasi.

    4. Valuasi Aset

    Contohnya, misalkan ada sebuah perusahaan yang memiliki aset berupa bangunan, peralatan, dan inventaris senilai total Rp1.000.000.000,00. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki utang sebesar Rp200.000.000,00. Maka, valuation dari perusahaan itu adalah:

    Rp1.000.000.000,00 – Rp200.000.000,00= Rp800.000.000,00.

    Jadi, kita perkirakan nilai jual aset perusahaan sebesar Rp800.000.000,00; setelah dikurangi dengan jumlah utang perusahaan.

    Sudah Paham Perihal Valuasi Perusahaan?

    Demikian penjelasan lengkap tentang valuasi perusahaan. Pada prinsipnya, perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang mampu meningkatkan valuasinya seiring berjalannya waktu. Namun, peningkatan tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan harus dicapai melalui upaya dan inovasi yang teratur dari perusahaan.

  • Pengertian Akseptasi: Syarat, Tujuan & Fungsinya

    Pengertian Akseptasi: Syarat, Tujuan & Fungsinya

    Bagi sebagian orang mungkin belum terlalu memahami apa itu akseptasi. Jika kamu ingin mengetahuinya lebih lanjut, artikel ini menyajikan informasinya secara lengkap. Yuk, pelajari pengertian, syarat, tujuan, dan fungsi akseptasi sekarang!

    Pengertian Akseptasi

    Akseptasi adalah proses formal yang terjadi antara pihak yang ditunjuk (penerima) secara resmi menerima dan menyetujui suatu proyek, produk, atau layanan yang telah diselesaikan atau dikembangkan oleh pihak lain (penyedia).

    Dalam konteks bisnis atau proyek, proses ini biasanya mencerminkan bahwa hasil yang didapatkan memenuhi persyaratan dan harapan yang telah ditentukan sebelumnya.

    Sementara itu, proses ini dalam konteks transaksi di bank merupakan proses penerimaan dan pembenaran terhadap suatu dokumen atau instrumen keuangan yang diajukan oleh pihak lain. 

    Dalam hal ini, proses ini berarti bahwa bank setuju dan menerima instrumen tersebut dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Hal ini dapat meliputi penerimaan surat wesel, cek, atau instrumen keuangan lainnya yang diajukan untuk pembayaran atau pengesahan.

    Dengan demikian, proses tersebut mencerminkan tindakan bank untuk memvalidasi dan mengakui kewajiban pembayaran yang tertera dalam instrumen tersebut. 

    Dengan menerima dan mengakui instrumen tersebut, bank mengambil tanggung jawab untuk melakukan pembayaran sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

    Pada intinya, proses ini dalam transaksi bank berarti bank secara resmi menerima dan menyetujui instrumen keuangan yang diajukan oleh pihak lain untuk pembayaran atau pengesahan.

    Syarat-Syarat Akseptasi

    Berikut ini 7 syarat acceptance secara umum yang perlu kamu ketahui, yaitu:

    1. Persetujuan

    Syarat yang pertama yaitu persetujuan. Penerima instrumen atau proposal harus secara jelas dan tegas menyetujui atau menerima tawaran yang diajukan.

    Selain itu, adanya persetujuan ini harus bersifat sah dan diberikan secara sukarela, tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun.

    2. Keandalan dan Integritas

    Selanjutnya, keandalan dan integritas. Dalam konteks syarat ini, penerima harus memiliki keyakinan bahwa penyedia instrumen atau proposal termasuk pihak yang dapat dipercaya dan memiliki reputasi baik.

    Keyakinan tersebut dapat diperoleh dengan melibatkan penilaian terhadap kredibilitas, integritas, riwayat kondisi keuangan, atau rekam jejak yang relevan.

    3. Kepatuhan Hukum

    Berikutnya, proses formal yang berlangsung antara kedua belah pihak harus mematuhi semua hukum, peraturan, dan persyaratan yang berlaku.

    Penerima harus memastikan bahwa instrumen atau proposal proyek yang diajukan sesuai dengan ketentuan hukum dan tidak melanggar regulasi yang ada.

    4. Kelengkapan dan Kelayakan

    Sebelum memberikan persetujuan, sebaiknya kamu mengecek instrumen keuangan atau proposal yang diajukan. Periksa kelengkapan dan pastikan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

    Persyaratan tersebut bisa mencakup dokumen-dokumen pendukung, informasi yang diperlukan, atau persyaratan teknis yang harus dipenuhi.

    5. Batas Waktu

    Syarat akseptasi selanjutnya, yaitu adanya batas waktu. Pasalnya, proses persetujuan ini harus dilakukan dalam batas waktu yang ditentukan.

    Penerima harus memberikan jawaban atau keputusan dalam waktu yang telah disepakati untuk menghindari ketidakpastian atau penundaan yang berpotensi merugikan pihak lain.

    6. Kesesuaian dengan Kebijakan Internal

    Penerima dapat memiliki kebijakan internal yang harus dipatuhi sebelum melakukan kesanggupan atau persetujuan Kondisi ini mungkin melibatkan proses evaluasi internal, persetujuan dari pihak yang berwenang, atau pertimbangan kebijakan risiko yang berlaku.

    7. Kesepakatan Kontrak

    Syarat yang terakhir adalah memastikan bahwa instrumen keuangan atau proposal proyek, produk, dan layanan didasarkan pada perjanjian atau kontrak. Jika terdapat syarat-syarat tertentu, pastikan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam dokumen tersebut.

    6 Tujuan Akseptasi

    Berikut ini adalah 6 tujuan dilakukannya acceptance, yaitu:

    1. Sebagai Validasi

    Tujuan pertama yaitu sebagai bentuk validasi. Pasalnya, proses persetujuan antara kedua belah pihak bertujuan untuk memvalidasi bahwa proposal yang diajukan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebelumnya.

    Jika proses ini berlangsung dan mencapai persetujuan, artinya penerima menyatakan bahwa instrumen atau proposal tersebut memenuhi standar kualitas, spesifikasi, atau syarat-syarat yang telah ditetapkan.

    2. Penyelesaian Formal

    Proses persetujuan ini merupakan langkah penting dalam menyelesaikan suatu transaksi atau kontrak secara formal. Dengan melakukan proses ini, pihak yang dituju secara resmi mengakui dan menerima tawaran atau instrumen yang diajukan. 

    3. Keputusan dan Tindakan

    Kegiatan ini memungkinkan penerima untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan yang sesuai.

    Jika kamu menerima instrumen atau proposal, kamu dapat melanjutkan langkah-langkah berikutnya, seperti melakukan pembayaran, memulai proyek, atau mengambil langkah tindak lanjut yang relevan.

    4. Menghindari Kemungkinan Sengketa

    Dalam konteks bisnis maupun bank, seringkali terjadi sengketa saat proses penawaran tertentu. Dengan melakukan akseptasi yang jelas dan resmi, penerima dan penyedia setuju dan sepakat terhadap persyaratan dan kondisi yang terkait.

    Dengan demikian, dapat membantu dalam menghindari sengketa atau ketegangan di masa depan, karena semua pihak telah menyepakati dan menerima kondisi yang telah ditetapkan.

    5. Mengamankan Hak dan Kewajiban

    Adanya persetujuan secara resmi dapat memastikan bahwa hak dan kewajiban pihak-pihak terlibat dalam transaksi atau kontrak telah diamankan. Artinya, penerima mengambil tanggung jawab untuk memenuhi kewajiban yang terkait dengan instrumen atau proposal yang diterima.

    6. Menjamin Keabsahan dan Kepatuhan

    Kegiatan yang dilakukan oleh kedua pihak ini merupakan proses persetujuan resmi yang berjalan sesuai peraturan hukum.

    Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa instrumen atau proposal yang diterima adalah sah dan mematuhi semua hukum, peraturan, dan persyaratan yang berlaku.

    5 Fungsi Akseptasi

    Berikut ini adalah 5 fungsi acceptance secara umum yang perlu dipahami, yaitu:

    1. Memastikan Kepuasan Penerima

    Fungsi yang pertama adalah memastikan kepuasan penerima. Pasalnya, proses ini menjamin instrumen keuangan ataupun proposal yang diterima telah memenuhi persyaratan dan harapan penerima.

    Dengan demikian, dapat membantu untuk memastikan bahwa penerima puas dengan hasil yang diberikan dan hasil tersebut sesuai dengan yang diharapkan.

    2. Menghindari Risiko dan Kerugian

    Selain memastikan kepuasan, proses persetujuan resmi ini berfungsi sebagai upaya untuk menghindari serta mengurangi risiko dan potensi kerugian bagi penerima.

    Dengan melakukan evaluasi dan memastikan bahwa instrumen atau proposal memenuhi persyaratan, penerima dapat menghindari kemungkinan terlibat dalam hal-hal yang berpotensi merugikan.

    3. Meningkatkan Kepercayaan

    Fungsi berikutnya, yaitu dapat membantu meningkatkan kepercayaan. Adanya akseptasi yang jelas dan terdokumentasi, dapat menumbuhkan kepercayaan antara penerima dan penyedia.

    Hal ini karena kedua belah pihak saling mengakui dan menerima instrumen atau proposal. Sehingga, dapat memperoleh keyakinan bahwa transaksi atau kontrak dilakukan memiliki integritas dan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

    4. Menghindari Sengketa dan Pertikaian

    Kedua belah pihak yang telah menyepakati persyaratan dan kondisi terkait, terdapat pemahaman yang jelas tentang apa yang diharapkan dan apa yang diterima.  Dengan demikian, dapat membantu meminimalisir kemungkinan perselisihan dan pertikaian di kemudian hari.

    5. Memperkuat Kepatuhan Hukum

    Proses persetujuan ini memastikan bahwa transaksi atau kontrak yang dilakukan mematuhi hukum, peraturan, dan persyaratan yang berlaku.

    Dengan demikian, dapat memperkuat adanya kepatuhan hukum dan memastikan bahwa instrumen atau proposal yang diterima adalah sah dan sesuai dengan ketentuan hukum yang telah ditetapkan.

    Makin Paham Tentang Akseptasi?

    Jadi, akseptasi merupakan proses persetujuan kedua belah pihak yang sedang melakukan transaksi. Dengan mengacu pada hukum yang berlaku dan isi dokumen persetujuan tidak merugikan kedua belah pihak yang sedang bertransaksi. 

    Namun, penting untuk dicatat bahwa ketentuan atau persyaratan proses ini dapat bervariasi, tergantung konteksnya, seperti dalam bidang bisnis ataupun bank.

  • Aksep Bank: Pengertian, Jenis, Strategi, dan Proses Kerjanya

    Aksep Bank: Pengertian, Jenis, Strategi, dan Proses Kerjanya

    Di dunia perbankan, terdapat banyak istilah yang mungkin belum Anda ketahui secara keseluruhan sebagai nasabah bank tersebut. Memang sebagai nasabah ada banyak produk-produk yang perlu Anda pelajari supaya dapat mengambil manfaat dari sana. Salah satu produk bank yang perlu Anda ketahui adalah aksep bank.

    Nama lain dari istilah tersebut yakni aksep wesel, bank draft, atau kredit aksep. Produk bank ini termasuk sistem pembayaran yang relatif aman dan mendapatkan jaminan langsung dari bank terkait. Banyak perusahaan yang berminat menggunakan aksep wesel sebagai bentuk pembayaran untuk jumlah yang besar.  

    Apa Itu Aksep Bank? 

    Aksep bank adalah sistem pembayaran kredit berbentuk wesel yang mendapatkan jaminan langsung dari bank, ketimbang bergantung pada pemilik rekening individu. Sistem pembayaran ini sering perusahaan gunakan untuk bertransaksi dalam jumlah yang besar. 

    Sistem yang juga memiliki nama lain aksep wesel atau kredit aksep menghasilkan surat berharga yang bank terbitkan dan berisikan perintah tanpa syarat kepada pihak tertentu. Sehingga, nasabah membayar sejumlah uang kepada pihak lainnya sesuai dengan periode yang telah ditentukan. 

    Anda bisa memilih dua jenis aksep bank dalam bentuk investasi atau cek. Jika memilih dalam bentuk cek, maka wesel memastikan bahwa bank melakukan pembayaran uang kepada pemegang kartu sesuai dengan kesepakatan jatuh tempo.

    Biasanya, penerbitan aksep wesel membutuhkan proses selama 90 hari kerja. Sementara itu, aksep wesel termasuk instrumen utang jangka pendek sehingga penggunaan aksesnya bisa bermanfaat selama belum jatuh tempo pada tanggal yang telah ditentukan, rata-rata hingga 180 hari. 

    Namun, jika Anda memilih dalam bentuk investasi, maka kredit tersebut termasuk jenis investasi baru yang investor institusional dan bank di pasar sekunder sering perdagangkan sebelum ketentuan jatuh tenggat. Oleh sebab itu, akses penggunaan aksep wesel bisa berjalan lebih optimal. 

    Kredit aksep termasuk jenis kredit aktif yang ditujukan kepada perusahaan atau nasabah yang membutuhkan sistem pembayaran relatif aman. Apalagi, jika Anda berniat untuk melakukan transaksi dalam jumlah besar, maka Anda bisa memilih produk kredit ini lantaran sudah mendapatkan jaminan langsung dari bank bersangkutan.  

    Strategi Aksep Bank

    Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, aksep wesel termasuk bagian dari kredit aktif yang terus bergerak. Kredit aktif merupakan pinjaman dari bank kepada nasabah, baik individu atau perusahaan. Setelah bank menandatangani aksep wesel, maka nasabah dapat mulai memperdagangkan aksep tersebut. 

    Penerapan sistem kredit aksep berwujud investasi akan menyesuaikan sistem perdagangan obligasi tanpa beserta kupon. Obligasi merupakan surat berharga yang berisi pernyataan hutang dan perusahaan penerbit keluarkan dari pihak swasta maupun pemerintah. 

    Harga jual aksep bank bisa berada di bawah nominal dan nantinya ada potongan harga atau diskon yang berlaku berdasarkan rentang waktu sebelum memasuki tenggat tempo yang telah disepakati. Hal itu dapat terjadi karena sifat insidental dan stabilitas yang berasal dari sistem kredit aksep. 

    Aksep merupakan sistem pembayaran yang lebih aman lantaran nasabah mendapatkan jaminan berupa surat berharga. Selama proses transaksi, bank memiliki peran sebagai pihak yang menjembatani atau perantara dalam sistem pembayaran kredit ini. 

    Nasabah dapat mengambil kesempatan melalui transaksi tersebut dengan memanfaatkan pinjaman untuk menanam investasi atau membeli obligasi. Anda perlu memikirkan rencana yang matang dan maksimal untuk menggunakan pinjaman tersebut sebaik mungkin demi mendapatkan hasil yang Anda harapkan. 

    Batasan Penarikan Aksep Bank

    Selama proses penggunaan sistem pembayaran aksep bank, nasabah akan terkena biaya provisi sebesar 1%. Beban biaya tersebut tertagih pada awal penggunaan. Selain itu, nasabah dapat melakukan pelunasan pinjaman secara mudah dengan menggunakan fasilitas kredit yang tersedia ketika jatuh masa tenggat. 

    Berkas yang nasabah gunakan untuk melakukan penarikan kredit aksep adalah Tanda Terima Uang Nasabah (TTUN). Produk bank ini menggunakan sistem revolving. Pendapatan bunga selama periode peminjaman bersifat efektif dan floating sekitar 6 sampai 12 bulan sekali. 

    Anda perlu menyadari bahwa aksep bank merupakan bagian dari instrumen utang jangka pendek. Oleh sebab itu, terdapat batas maksimal peminjaman hingga 12 bulan. Lalu, sumber dana dari kredit ini tidak berasal dari rekening nasabah, melainkan bersumber dari bank yang menerbitkan kredit wesel. 

    Jika nasabah ingin melakukan proses pencairan dana, maka mereka dapat mengunjungi lembaga kliring setempat. Sebelum itu, simak batasan-batasan penarikan kredit aksep yang perlu Anda ketahui:

    • Nominal batas penarikan pinjaman yaitu minimal sebesar Rp25.000.000,00.
    • Pembatasan penarikan pinjaman atau kredit aksep maksimal menggunakan batas kredit dalam jumlah besar yang sudah disepakati. 
    • Lama penarikan pinjaman bank biasanya memakan waktu minimal 2 hari kerja dan maksimal menyesuaikan dengan tempo kredit yang telah ditentukan.  

    Proses Kerja Aksep Bank

    Setelah memahami pengertian dan batasan aksep bank atau wesel, Anda sebagai pihak nasabah perlu mengetahui bagaimana kinerjanya. 

    Seperti yang sudah kami jelaskan di atas bahwa jenis aksep wesel terdiri dari bentuk cek dan investasi. Keduanya mempunyai cara atau metode pelaksanaan yang berbeda, tetapi sama-sama memberikan dampak positif. 

    Jenis aksep berupa cek memastikan bank membayar uang kepada pemilik kartu sesuai tempo. Penerbitan aksep umumnya 90 hari sebelum jatuhnya tanggal tempo. Akan tetapi, pada hari selanjutnya, jatuh tempo bisa sampai 180 hari berikutnya. 

    Kemudian, jika Anda menggunakan jenis aksep berupa investasi, maka pihak bank dan investor lembaga akan memperdagangkannya di pasar surat berharga sebelum masa tenggat. Metodenya mirip seperti penjualan obligasi tanpa kupon. 

    Berikut adalah rincian lebih lanjut terkait proses kerja aksep bank yang dapat Anda cermati:

    • Pemrosesan produk aksep ini akan terproses berdasarkan jumlah pinjaman yang pihak bank berikan kepada pihak nasabah. Nantinya, pihak nasabah berhak untuk mengeluarkan wesel. 
    • Wesel tersebut akan pihak terkait manfaatkan dengan cara memperjualbelikannya dalam bentuk kredit atau pinjaman yang berasal dari pihak bank kepada nasabah terdaftar. 
    • Kemudian, nasabah harus menyerahkan kembali berkas pengiriman barang yang telah mendapatkan persetujuan kepada pihak importir. 
    • Pada saat proses transfer pengiriman uang, bank bisa melibatkan antar daerah atau antar negara tergantung dari permintaan yang masyarakat lakukan. 
    • Berikutnya, pihak bank akan menerbitkan kartu kredit untuk nasabah yang telah melakukan transaksi pembelian dan tidak wajib membawa uang tunai. 
    • Nasabah yang telah mempunyai kartu kredit akan mendapatkan jaminan berupa pembelian surat berharga. 

    Dari uraian metode kerja di atas, dapat Anda simpulkan bahwa fungsi sistem pembayaran aksep wesel dapat memberikan pengaruh positif terhadap berbagai pihak. Pihak-pihak yang dimaksud adalah kreditur, debitur, hingga masyarakat. 

    Apa Bedanya Aksep Bank dengan Cek Biasa?

    Aksep bank dan cek biasa sebenarnya memiliki fungsi yang sama. Akan tetapi, surat berharga aksep wesel mempunyai pembeda dari cek atau wesel pada umumnya. 

    Jika Anda menggunakan cek biasa, maka bisa jadi Anda tidak mendapatkan pembayaran karena dana dari penerbit cek masih kurang. Sumber dana dari cek biasa berasal dari rekening individu, sehingga wajar bila saldonya tidak mencukupi. 

    Namun, berbeda dari cek biasa, cek pada aksep wesel menggunakan sumber dana dari rekening bank penerbit sehingga jumlah saldonya terjamin aman selama transaksi. 

    Jadi, perbedaan dari cek biasa dengan cek pada aksep wesel yaitu sumber dananya. Cek biasa bersumber dari rekening milik individu, sedangkan cek aksep wesel berasal dari rekening bank penerbit.  

    Sudahkah Anda Mengenal Aksep Bank? 

    Demikian pembahasan mengenai aksep bank yang dapat Anda pahami. Sebagai nasabah bank, penting bagi Anda untuk memahami produk-produk yang tersedia agar bisa menggunakannya sesuai kebutuhan. Khususnya, produk kredit atau pinjaman aksep bank. 

    Sistem kredit aksep ini memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi dalam jumlah besar. Selain itu, nasabah tidak perlu mengkhawatirkan soal keamanan karena sistem pembayaran ini mendapatkan jaminan langsung dari pihak bank penerbit aksep. 

    Selain sebagai alat transaksi kredit, manfaat dari kredit aksep ini berperan sebagai alat pengiriman uang dan instrumen investasi. Produk aksep menjadi alat pengiriman uang yang simpel untuk mentransfer uang dengan besaran nominal besar. 

    Sementara itu, aksep juga bisa menjadi instrumen investasi dengan memperdagangkan surat aksep. Produk keluaran bank memang banyak dan beragam sehingga Anda perlu memiliki pengetahuan yang cukup supaya dapat memanfaatkan layanan bank semaksimal mungkin. 

  • Apa itu Devaluasi? Pengertian, Tujuan, Jenis, Dampak & Contohnya

    Apa itu Devaluasi? Pengertian, Tujuan, Jenis, Dampak & Contohnya

    Apakah negara bisa menurunkan nilai mata uangnya dengan sengaja? Tentu saja bisa. Kebijakan tersebut dinamakan sebagai devaluasi. Artinya, pemerintah melakukan penurunan terhadap nilai mata uang dengan alasan tertentu.

    Akan tetapi, tindakan tersebut tentunya tidak dapat dilakukan begitu saja. Harus ada faktor atau penyebab yang tepat sehingga tidak ada opsi lain bagi pemerintah selain mengambil kebijakan devaluasi. Berikut pembahasan selengkapnya.

    Pengertian

    Devaluasi merupakan sebuah kebijakan pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi negara. Kebijakan tersebut dilakukan dengan cara menurunkan nilai mata uang terhadap nilai tukar mata uang asing.

    Kebijakan ini akan membuat harga barang-barang dari negara lain cenderung lebih mahal di pasar domestik. Dampaknya, orang-orang lokal akan mulai berhenti membeli barang impor dan beralih ke produk domestik.

    Untuk jangka pendek, kebijakan ini menyebabkan negara mengalami peningkatan pada aktivitas ekspor serta menurunnya aktivitas impor. Kebijakan tersebut bisa berlangsung kapan saja.

    Tentunya negara memiliki hak dan kewajiban untuk membuat kondisi ekonominya stabil. Berbagai cara pasti akan dilakukan, salah satunya dengan menerapkan kebijakan devaluasi ini.

    Faktor Penyebabnya

    Berikut beberapa kondisi yang menjadi sebab mengapa pemerintah perlu mengambil kebijakan ini.

    1. Kualitas Barang Impor Lebih Baik

    Pola pikir masyarakat mengenai kualitas produk luar negeri yang dianggap lebih baik mendorong pemerintah mengambil kebijakan penurunan nilai mata uang ini. Kebiasaan untuk membeli barang-barang luar negeri dengan berlebihan menimbulkan ketidakseimbangan terhadap kurs mata uang sebuah negara pada mata uang asing.

    Ketika nilai mata uang suatu negara menurun, dikhawatirkan menjadi penyebab negara mengalami inflasi. Maka dari itu, pemerintah harus segera melakukan tindakan yaitu dengan memberlakukan kebijakan penurunan nilai mata uang.

    2. Peningkatan Jumlah Pengangguran

    Faktor kedua yang mengindikasikan bahwa pemerintah harus segera mengambil kebijakan ini yaitu karena banyaknya masyarakat yang menganggur alias tidak punya pekerjaan. Kondisi ini bermula dari kurangnya lapangan pekerjaan sehingga berdampak pada kondisi perekonomian negara.

    Untuk menyeimbangkannya, maka kebijakan penurunan nilai mata uang perlu diambil. Diharapkan akan semakin banyak lapangan pekerjaan dan angka pengangguran pun semakin menurun.

    3. Aktivitas Impor dan Ekspor yang Tidak Seimbang

    Aktivitas impor yang terlampau tinggi atau tidak seimbang dibandingkan aktivitas ekspor mengakibatkan pemerintah memberlakukan devaluasi. Pasalnya, kondisi ini bisa berakibat buruk terhadap BOP atau balance of payment negara.

    Melalui kebijakan ini, pemerintah mengajak masyarakat akan lebih membeli produk-produk dalam negeri. Masyarakat juga diminta untuk ikut andil dalam meningkatkan aktivitas ekspor negara. Jika hal tersebut direalisasikan, BOP mampu tercapai serta kondisi ekonomi negara menjadi lebih baik.

    4. Biaya Utang yang Terlalu Tinggi

    Faktor penyebab lainnya yaitu biaya utang negara yang terlalu banyak. Ketika pemerintah mempunyai utang terlampau banyak, berpotensi akan mengurangi nilai mata uang dari negara tersebut. Belum lagi dengan bunga utang yang semakin bertambah sehingga semakin sulit untuk melunasi utang.

    Tujuan

    Kebijakan ini diambil dengan tujuan untuk mengembalikan keseimbangan terkait kurs mata uang pada dunia perdagangan internasional. Secara umum, tujuannya yaitu untuk memperbaiki kondisi ekonomi negara. 

    Lalu, beberapa tujuan lainnya yaitu:

    • Meningkatkan aktivitas ekspor negara.
    • Memperbaiki BOP atau balance of payment negara.
    • Menurunkan konsumsi barang-barang impor yang berlebih.
    • Memperkuat ekonomi negara.

    Jenis-Jenisnya

    Terdapat beberapa jenis devaluasi dan masing-masing mempunyai dampak yang berbeda. Berikut informasinya.

    1. Devaluasi Halus atau Lambat

    Jenis ini memberikan dampak depresiasi sebesar 5% setiap tahun. Kondisi yang satu ini dapat dikatakan tidak mempunyai pengaruh pada ekonomi negara. Ini karena nilainya yang memang tidak melebihi fluktuasi dari nilai tukar rata-rata.

    2. Devaluasi Sedang

    Kemudian ada penurunan nilai mata uang sedang yang memberikan dampak depresiasi antara 5% sampai 15% setiap tahun. 

    3. Devaluasi Cepat

    Jenis yang ketiga ini memberikan dampak depresiasi kurang lebih 15% sampai 25% per tahun. Munculnya devaluasi cepat ini mampu memberikan pengaruh terhadap sektor ekspor. Selain itu, konsumen domestik juga akan merasakan adanya peningkatan terhadap nilai impor secara cukup signifikan.

    4. Devaluasi Terus-menerus

    Jenis ini memiliki dampak depresiasi melebihi 25%. Ketika kondisi tersebut terjadi, kemungkinan besar menjadi indikator bahwa ekonomi negara dalam kondisi kritis.

    Dampaknya

    Setelah memahami jenis-jenisnya, informasi berikutnya seputar apa saja dampak yang ditimbulkan oleh penurunan nilai mata uang terhadap kondisi ekonomi sebuah negara. 

    Kebijakan ini memberikan dampak terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam hal belanja. Pengaruhnya juga dirasakan pada aktivitas perdagangan internasional. Berikut pembahasannya.

    1. Meningkatkan Jumlah Barang yang Diekspor

    Pengaruh kebijakannya terhadap perdagangan internasional dapat dilihat melalui meningkatnya kegiatan ekspor. Ketika jumlah barang yang diekspor meningkat, kondisi ini mampu memperbaiki perekonomian negara tersebut.

    Permintaan pasar akan barang ekspor pasca devaluasi dapat memberikan dampak positif terhadap para pelaku usaha lokal. Untuk jangka panjang, penggunaan produk lokal yang meningkat berpotensi menjadi sebab banyaknya lapangan pekerjaan serta menurunnya angka pengangguran.

    2. Barang Impor Berkurang

    Dampak lainnya juga terlihat dari angka produk impor mengalami penurunan di pasar domestik. Kebijakan ini mengakibatkan meningkatnya harga barang-barang impor.

    Dampaknya, konsumsi masyarakat pun akan beralih ke produk lokal. Ketika barang impor semakin berkurang, maka tingkat penjualan barang-barang lokal menjadi meningkat.

    3. Naiknya Devisa Negara

    Kebijakan ini juga menimbulkan dampak yaitu meningkatnya devisa negara. Ketika aktivitas ekspor di negara tersebut lebih banyak dari aktivitas impor, menyebabkan devisa negara meningkat. Ketika devisa negara tinggi, memunculkan usaha-usaha baru dan semakin banyak lapangan pekerjaan yang tersedia.

    4. Keseimbangan Neraca Pembayaran

    Dampak selanjutnya yaitu dapat mengembalikan keseimbangan terhadap pembayaran negara. Menurunnya tingkat konsumsi masyarakat terhadap barang impor menyebabkan defisit pada neraca perdagangan sehingga kondisi tersebut berdampak pada neraca pembayaran yang juga defisit.

    5. Perubahan Metode Produksi

    Adanya penurunan nilai mata uang mengakibatkan terjadinya perubahan pada metode produksi. Akan banyak perusahaan yang beralih dari penggunaan mesin ke tenaga kerja manusia ketika melakukan proses produksi. Ini karena penggunaan tenaga kerja mengeluarkan biaya cenderung lebih sedikit dibandingkan perawatan mesin.

    6. Munculnya Persaingan Produk Lokal dengan Luar Negeri

    Dampak selanjutnya adalah mengakibatkan adanya persaingan antara produk lokal dengan produk luar negeri. Berbagai produk karya anak negeri akan merambah pasar internasional ketika didorong melalui peningkatan pembelian karena devaluasi. 

    Selain itu, harga produk ekspor yang lebih terjangkau pada pasar global juga menjangkau banyaknya konsumen luar negeri.

    Contoh 

    Indonesia telah menerapkan kebijakan devaluasi sebanyak beberapa kali. Alasan utamanya karena angka inflasi yang meningkat sehingga perlu memberlakukan kebijakan tersebut. 

    1. Tahun 1950

    Kebijakan devaluasi awal yang diterapkan pemerintah Indonesia yaitu kebijakan “Gunting Syafrudin”. Penurunan nilai terhadap mata uang dilakukan dengan cara menggunting uang kertas Oeang Republik Indonesia atau ORI yang bernilai 5 rupiah ke atas lalu menukarnya dengan mata uang yang bernilai setengahnya.

    2. Tahun 1971

    Selanjutnya ada contoh devaluasi yang berlaku pada tahun 1971. Kebijakan tersebut bermula ketika Amerika Serikat memutuskan untuk menghentikan pertukaran currency dolar dengan emas.

    3. Tahun 1978

    Contoh berikutnya yaitu devaluasi Rupiah di tahun 1978. Kebijakan ini diambil karena pada waktu itu terjadi penurunan penjualan minyak bumi yang berakibat pada defisit pendapatan negara.

    4. Tahun 1983

    Kondisi ini berlangsung pada tahun 1983, tepatnya pada tanggal 30 Maret. Di waktu itu, program untuk ekspor non migas sudah mulai digalakkan. Namun, devaluasi tidak mampu dihindari pemerintah sehingga kebijakan ini mau tidak mau harus diambil.

    5. Tahun 1986

    Tiga tahun berikutnya, pemerintah Indonesia juga memutuskan untuk melakukan penurunan nilai mata uang lagi, Bahkan sampai tahun 1983, nilai mata uang Rupiah mengalami depresi sampai 124%.

    Maka dari itu, agar Rupiah tidak mengalami penurunan terus menerus, pemerintah Indonesia mulai menerapkan sistem kurs. Sistem kurs tersebut dinamakan free floating rate atau sistem mengambang bebas.

    Apa Perbedaan Devaluasi dan Sanering?

    Sebenarnya sanering dan devaluasi hampir sama, namun ada beberapa perbedaan yang perlu Anda pahami. Sanering adalah pemotongan terhadap nilai mata uang negara. Lalu devaluasi yaitu menurunnya nilai tukar mata uang sebuah negara terhadap mata uang negara lain.

    Kebijakan sanering diambil dengan menarik peredaran uang yang sebenarnya masih berlaku lalu mengganti dengan mata uang baru. Kemudian sanering dijalankan bank sentral saat negara mengalami hiperinflasi. Lalu kebijakan devaluasi diambil dengan tujuan memperbaiki neraca perdagangan serta pembayaran.

    Kesimpulan

    Sekian pembahasan seputar devaluasi, beberapa jenis, serta dampak yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut. Jadi, pemerintah memang memiliki alasan yang kuat untuk mengambil kebijakan ini yaitu untuk menstabilkan kondisi perekonomian negara. Semoga bermanfaat.

  • Pengertian Warna Tersier, Jenis-Jenis, dan Contohnya

    Pengertian Warna Tersier, Jenis-Jenis, dan Contohnya

    Warna adalah unsur penting dalam desain visual dan memiliki kekuatan untuk membangkitkan emosi dan mengkomunikasikan pesan. Terdapat berbagai jenis warna yang dapat menciptakan palet dengan nuansa menarik. Salah satunya adalah tersier. Yuk, mengenal apa itu warna tersier, jenis, dan contoh penggunaannya!

    Apa Itu Warna Tersier?

    Warna tersier atau warna ketiga adalah perpaduan atau campuran dari warna primer dan sekunder. Baik dalam model RYB (Red, Yellow, Blue), maupun model warna CMY (Cyan, Magenta, Yellow). 

    Warna primer dalam model warna RYB adalah merah (red), kuning (yellow), dan biru (blue), sedangkan warna sekunder adalah kuning, hijau, ungu, dan magenta. 

    Sementara itu, dalam model warna CMY, warna primer adalah cyan, magenta, dan kuning. Sedangkan warna sekunder adalah merah, hijau, dan biru. Nah, warna ketiga terbentuk saat mencampurkan kedua jenis warna tersebut.

    Setiap warna memiliki keunikan tersendiri. Gabungan primer dan sekunder ini dapat menciptakan variasi yang lebih luas dalam palet warna. Serta memberikan lebih banyak pilihan dalam desain, seni, atau pemilihan warna secara umum. Percampuran ini juga dapat menghasilkan berbagai nuansa warna yang berbeda.

    Perbedaan Primer, Sekunder, dan Tersier

    Ketiga istilah tersebut adalah konsep dalam teori warna yang menjelaskan bagaimana warna dapat dihasilkan melalui pencampuran. Berikut adalah perbedaan antara primer, sekunder, dan tersier yang perlu Anda pahami:

    1. Primer

    Warna primer adalah warna dasar atau utama yang tidak dapat dihasilkan melalui pencampuran warna lain. Melalui warna primer inilah Anda bisa menciptakan berbagai warna baru. 

    Dalam model warna RYB (Red, Yellow, Blue), warna primer adalah merah, kuning, dan biru. Sedangkan dalam model warna CMY (Cyan, Magenta, Yellow), warna primer adalah cyan, magenta, dan kuning.

    2. Sekunder

    Warna sekunder atau kedua adalah hasil dari pencampuran dua warna primer dalam proporsi yang setara. Contohnya dalam model warna RYB, warna sekunder adalah hijau (green), magenta, dan cyan. 

    Sementara dalam model warna CMY, merah dihasilkan oleh pencampuran warna primer magenta (M) dan kuning (Y) dalam proporsi yang sama rata. Namun, Anda juga bisa memberikan perbandingan yang tidak setara untuk menghasilkan warna yang lebih dominan ke satu sisi.

    3. Tersier

    Jenis warna ini adalah hasil dari mencampurkan satu warna primer dengan satu warna sekunder dalam proporsi berbeda. Contoh warna tersier termasuk merah-oranye, kuning-oranye, hijau-kuning, biru-cyan, biru-ungu, magenta-ungu, magenta-merah, dan lain sebagainya.

    Umumnya, pencampuran untuk warna ketiga akan menghasilkan warna coklat. Namun, warna kecoklatan ini tidak terbatas karena perbandingan tidaklah sama.

    Secara umum, primer adalah warna dasar yang tidak bisa dicampur, sedangkan warna sekunder adalah hasil dari pencampuran dua warna primer. Sementara itu, tersier adalah hasil dari pencampuran primer dengan sekunder. 

    Pemahaman tentang perbedaan ini membantu dalam menciptakan kombinasi warna yang menarik dan menyeluruh dalam desain grafis, seni, dan pemilihan warna secara umum.

    Jenis Warna Tersier dan Contohnya

    Warna ketiga terbentuk ketika Anda mencampurkan satu warna primer dengan satu warna sekunder dalam proporsi yang berbeda. Misalnya, mencampurkan merah dengan kuning, maka Anda akan mendapatkan oranye sebagai warna turunannya. Berikut ini adalah beberapa jenis warna ketiga yang perlu Anda ketahui: 

    1. Merah-Oranye

    pexels

    Campuran antara merah dan oranye akan menghasilkan warna yang memiliki nuansa hangat dan kuat. Umumnya, warna ini akan menciptakan efek energik dan menyala. Contohnya adalah warna pada matahari terbenam yang memberikan perasaan hangat dan memikat.

    2. Kuning-Oranye

    pexels

    Warna ketiga campuran antara kuning dan oranye menghasilkan warna yang memiliki karakteristik cerah dan menyenangkan. Warna ini sering digunakan untuk menyampaikan keceriaan dan kegembiraan. Contohnya adalah warna pada buah jeruk yang segar dan cerah.

    3. Kuning-Hijau

    pexels

    Hasil campuran warna antara kuning dan hijau menghasilkan warna yang memiliki nuansa segar dan alami. Warna tersier kuning-hijau biasanya melambangkan pertumbuhan, kehidupan, dan keceriaan. Contohnya adalah warna pada dedaunan yang segar di musim semi.

    4. Biru-Hijau

    pexels

    Campuran antara biru dan hijau menciptakan warna yang melambangkan  ketenangan dan harmoni. Warna biru-hijau juga menggambarkan sifat yang menenangkan dan damai. Contohnya adalah warna pada air laut yang menenangkan.

    5. Biru-Ungu

    pexels

    Warna ketiga biru-ungu memberikan nuansa misterius dan dramatis. Kombinasi warna ini dapat menciptakan efek yang elegan dan mewah. Contohnya adalah warna pada langit senja atau fajar yang memancarkan keindahan dan keanggunan.

    6. Merah-Ungu

    pexels

    Warna ketiga campuran merah dan ungu menghasilkan warna yang memiliki nuansa kuat dan misterius. Warna merah-ungu dapat menciptakan efek yang berani dan menarik perhatian. Contohnya adalah warna pada buah plum yang terlihat memikat dan eksentrik.

    Contoh Penggunaan Warna Tersier

    Warna adalah elemen kunci dalam desain visual yang dapat mempengaruhi suasana, menarik perhatian, dan menciptakan kesan kuat. Anda dapat menggunakannya dalam berbagai kesempatan untuk mengeksplorasi dan menggali kreativitas dalam berbagai konteks desain. Ini contoh penggunaan warna ketiga:

    1. Desain Grafis

    Penggunaan warna dapat menciptakan efek visual yang menarik dan menonjol dalam desain grafis. Misalnya, dalam desain poster, campuran warna merah-ungu dapat menciptakan perasaan dramatis dan misterius. 

    Kombinasi dari dua warna ini dapat menambahkan kekuatan dan intensitas pada desain poster atau packaging yang ingin mencuri perhatian.

    2. Penggunaan Warna Ketiga untuk Branding

    Warna satu ini juga dapat menjadi bagian penting dari identitas merek. Perusahaan dapat menggunakan campuran warna yang unik untuk menciptakan identitas visual yang khas dan mudah dikenali. 

    Misalnya, warna biru-hijau yang lembut dapat digunakan oleh merek yang ingin menonjolkan nilai ketenangan dan keharmonisan. Palet ini cocok untuk desain yang berhubungan dengan alam, kesehatan, atau produk organik.

    3. Warna Ketiga untuk Desain Interior

    Warna tersier juga dapat menjadi bagian penting dalam desain interior untuk menciptakan suasana yang khas. 

    Misalnya, kombinasi biru-ungu atau biru-cyan pada dekorasi ruang tamu untuk menciptakan suasana hangat, tenang, dan misterius. Kombinasi ini akan menciptakan palet warna yang menarik sekaligus memberikan kesan modern dan futuristik pada desain interior rumah.

    4. Industri Fashion

    Industri fashion sering menggunakan kombinasi warna dalam desain pakaian dan aksesori. Misalnya, warna merah-ungu dapat digunakan dalam desain gaun malam yang menonjolkan keanggunan dan keindahan. 

    Sedangkan warna biru-hijau pada desain pakaian musim panas sangat cocok untuk menciptakan tampilan yang segar dan ceria.

    Sudah Tahu Jenis Warna Tersier dan Contohnya?

    Itulah ulasan mengenai pengertian warna ketiga, jenis, dan contohnya. Penggunaan warna ini memungkinkan kreativitas dan fleksibilitas dalam menciptakan palet yang lebih unik dan menarik. 

    Anda juga dapat menciptakan visual yang kuat dan mempengaruhi emosi dan persepsi orang lain dengan warna ketiga. Namun, penting untuk mempertimbangkan konteks dan tujuan Anda saat menggabungkan warna agar menghasilkan pesan yang tepat. Semoga bermanfaat!

  • Pengertian Mockup: Tujuan, Fungsi, Kelebihan, Kekurangan, dan Cara Membuatnya

    Pengertian Mockup: Tujuan, Fungsi, Kelebihan, Kekurangan, dan Cara Membuatnya

    Pernahkah kamu memesan barang yang memiliki desain atau rancangan gambar? Sebelum barang tersebut masuk ke proses produksi, biasanya kamu akan mendapat kesempatan untuk melihat pratinjau versi digital yang disebut mockup. Beberapa mungkin sudah mendengar istilah ini, namun apakah sebenarnya mockup itu?

    Apa itu Mockup?

    Dalam dunia desain grafis, istilah mockup tentu sudah sangat tidak asing. Bahkan sebenarnya secara bahasa, istilah ini juga bisa kita sebut sebagai maket. Lantas, apakah definisi dari kedua istilah ini?

    Arti istilah ini adalah visualisasi desain dalam bentuk digital pada sebuah produk sebelum masuk ke tahap produksi atau cetak. Di satu sisi, tahap ini juga merupakan tahap finalisasi sebuah desain meliputi segala macam aspek, mulai dari warna hingga tipografi untuk memastikan semuanya sudah tepat dan siap. 

    Sedikit informasi, sayangnya di Indonesia, kata ‘maket’ sendiri tidak selamanya bisa menggantikan istilah mockup dalam beberapa kesempatan. Pada dasarnya, maket sudah menjadi istilah umum di dunia arsitektur untuk menyebut sebuah miniatur kecil yang menjadi konsep dasar dari pembangunan sebuah gedung.

    Konsep Mockup: Low-fidelity & High-fidelity

    Ada banyak hal yang menjadi alasan mengapa penerapan mockup itu penting. Bahkan sebenarnya, ia menjadi lebih penting agar klien dapat melihat bagaimana visualisasi desain tersebut pada produk yang ia pesan sebelum masuk ke proses cetak. 

    Namun sebelum itu, perlu kamu ketahui tentang bagaimana pengelompokkan konsep visualisasi desain ini secara umum. Pertama, ada low-fidelity yang menunjukkan desain dalam keadaan yang masih sangat sederhana. 

    Kedua, ada high-fidelity yang merupakan bentuk lebih sempurna dari yang pertama. Desain tahap ini sudah melalui proses panjang dengan hasil lebih kompleks. Misalnya, kombinasi warna huruf dengan latar yang sudah menyatu dengan baik, lalu penambahan beberapa visual efek untuk membuat desain lebih hidup.

    Apa Tujuan Mockup?

    Pertanyaan berikutnya yang perlu kita jawab adalah mengapa kita membutuhkan mockup? Jawaban lengkap akan kita bahas dalam penjelasan berikut ini.

    1. Mendapat Persetujuan Sepenuhnya dari Klien

    Saat sebuah pesanan masuk dari klien, tentu tidak butuh waktu lama bagi seorang designer untuk menggarap konsep dan menerapkannya dalam sebuah gambaran produk. Hal yang sama juga terjadi apabila menyangkut investor. Mereka tidak akan ragu untuk berinvestasi apabila mockup terlihat menarik dan sesuai harapan.

    Memberikan waktu bagi para klien atau investor untuk melihat gambaran konsep ini terlebih dulu bertujuan untuk mendapat persetujuan. Apabila terdapat beberapa hal yang perlu direvisi, maka bisa dilakukan segera. 

    Setelahnya, mereka tetap akan mendapat pratinjau lagi dan berhak menuntut revisi hingga hasil benar-benar sesuai keinginan. 

    Mengapa harus demikian? Alur seperti ini sudah sangat umum untuk menghindari kesalahan sebelum masuk tahap produksi. Bayangkan, jika klien atau investor tersebut kecewa pada produk yang sudah terlanjur cetak karena tidak mendapat kesempatan untuk melihat pratinjau. Pada akhirnya, kedua belah pihak akan rugi. 

    2. Memudahkan Proses Coding HTML

    Tujuan kedua ini akan berkesinambungan jika kita berbicara tentang pengembangan website. Bagaimana mockup bisa mempermudah proses coding HTML? 

    Bagi seorang web developer, pengadaan visualisasi desain akan sangat membantu karena rancangan di dalamnya terdapat beberapa elemen penting guna menulis coding

    Elemen-elemen penting tersebut seperti jenis dan ukuran huruf sampai kode warna. Selain itu, dengan konsep desain digital, web developer akan lebih merasa lebih paham dengan apa yang harus ia lakukan kedepannya karena semua sudah tergambar jelas dalam rancangan.

    3. Memudahkan Time Management

    Seorang designer tentu perlu menetapkan dalam waktu berapa hari sebuah rancangan akan mencapai titik finalnya. Inilah tujuan dari pengadaan visualisasi desain yang berikutnya. 

    Berhubung mockup berisikan banyak detail terkait desain sebuah produk, dari situ seorang designer bisa memetakan waktunya dari kapan proses pengembangan berlangsung hingga kapan semua selesai. Hanya saja, itu belum termasuk waktu pengajuan revisi yang biasanya sedikit lebih lama. 

    Hal ini tentu juga memungkinkan lebih cepatnya pekerjaan lain untuk datang dan bisa desainer terima karena manajemen waktu dari satu proyek ke yang lain sudah jelas. 

    Apa Fungsi Mockup?

    Terlepas dari tiga tujuan sebelumnya, sekarang apa saja fungsinya?

    1. Menjadi Media Presentasi dan Promosi

    Fungsi pertama, pengadaan visualisasi desain produk bisa perusahaan gunakan sebagai salah satu media presentasi dan promosi untuk memasarkan jasa yang mereka jual. Selain itu, bisa juga untuk meyakinkan lebih banyak calon klien atau investor bahwa produk yang dijual akan sama detailnya dengan yang ada di gambar. 

    2. Membuat Produk Fleksibel Terhadap Perubahan

    Fungsi kedua sebenarnya berhubungan dengan tujuan pertama, yaitu sebuah desain yang masih dirancang akan selamanya fleksibel dengan berbagai perubahan. Maka dari itu, penting untuk menunjukkan mockup ke klien terlebih dahulu sebelum ketok palu untuk kemungkinan revisi yang bisa saja muncul kembali.

    3. Menciptakan Kesan Desain yang Autentik

    Fungsi berikutnya adalah untuk membuat produk atau apa pun itu terlihat nyata, meski masih dalam bentuk digital. Jadi, melalui pratinjau yang klien atau investor lihat, mereka bisa secara langsung membayangkan akan seperti apa produk tersebut jika sudah melalui tahap produksi atau peluncuran resminya.

    4. Hemat Bagi Klien

    Fungsi terakhir, pengadaan visualisasi desain akan memungkinkan klien untuk tidak merogoh kocek lebih dalam. Oleh sebab itu, klien berhak untuk meminta gambaran mockup dan menyampaikan bagian mana yang akan mendapat revisi jika menurut mereka ada kekurangan. 

    Dengan begitu, tidak akan ada lagi kemungkinan untuk revisi setelah tahap ketok palu. Apabila klien ingin kembali revisi setelah melakukan persetujuan dan produk sudah proses produksi, maka mereka harus membayar biaya tambahan. 

    Kelebihan dan Kekurangan Mockup

    Mengingat tujuan dan fungsinya yang sama-sama baik, sudah pasti jika pengadaan visualisasi desain memiliki banyak keuntungan. Salah satunya mungkin kita bisa fokus kepada para pengguna jasa seperti klien dan investor yang sebenarnya membawa banyak peluang besar.

    Dengan menunjukkan atau mempresentasikan hasil desain dari sebuah produk di hadapan mereka, sebenarnya selain untuk mendapat persetujuan, kita juga bisa menanamkan keyakinan lebih. Keyakinan ini menyangkut tentang seberapa kredibel dan profesional kamu, sebagai penyedia jasa dan produsen di hadapan mereka. 

    Hasil mockup yang baik tentu akan menginisiasi munculnya berbagai macam rekomendasi dari satu klien ke calon klien yang lain. Dengan demikian, profesionalitas bisa terjaga dan bisnis semakin berjalan. Hanya saja, di balik itu semua, tetap ada hal yang menjadi kekurangannya. Apakah itu?

    Bentuk kekurangannya bisa kita lihat dari segi efektifitas waktu. Meski seorang desainer bisa memperkirakan kapan sebuah proyek akan selesai, namun tetap saja revisi akan membuatnya lebih lama. Apalagi jika klien suka mengajukan revisi yang setengah-setengah, maka itu akan sangat membuang waktu.

    Bagaimana Cara Membuat Mockup?

    Mockup pada dasarnya memiliki beragam jenis dari desain situs atau aplikasi sampai barang-barang kecil seperti pakaian atau bahkan logo. Berikut kami sertakan cara pembuatan visualisasi desain menggunakan aplikasi Canva pada tas jinjing atau tote bag

    1. Kunjungi Canva

    Langkah pertama, kunjungi Canva dan login ke akun kamu. Mudahnya, kamu bisa menggunakan akun Google.

    2. Cari di Kolom Pencarian

    Pada kolom pencarian yang ada di halaman utama, ketik “mockup” dan klik cari. Secara otomatis, sistem akan menunjukkan banyak template yang bisa kamu pilih. 

    3. Pilih Template

    Kamu bisa memilih template yang sesuai. Terdapat berbagai macam produk yang tersedia, seperti mug, kaos hingga tote bag

    4. Sunting dan Kreasikan

    Lakukan penyuntingan sesuai keinginan. Manfaatkan segala fitur yang ada, seperti jenis font, ukuran huruf, warna, elemen hingga frame.  

    5. Masukkan Gambar (Jika Perlu)

    Jika ingin memasukkan gambar lain, klik “Upload” yang ada di kolom bagian kiri dan cari gambar dari komputer milikmu. 

    6. Unduh Mockup

    Jika semua penyuntingan telah selesai, klik “Share’ yang ada di sudut kanan atas dan klik ‘Download. Di langkah ini, kamu bisa menyimpan file dalam berbagai format, mulai dari JPG hingga PDF. 

    Sudah Tahu Apa itu Mockup?

    Jika disimpulkan, mockup bisa menjadi tahap awal sekaligus akhir dari sebuah perencanaan desain produk. Selain itu, penting bagi seorang desainer maupun web developer untuk memberikan pratinjau dari desain yang akan masuk tahap final agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan klien yang bisa jadi membawa peluang besar.

  • 15 Inspirasi Desain Kolam Koi Minimalis & Unik, Bisa Ditiru!

    15 Inspirasi Desain Kolam Koi Minimalis & Unik, Bisa Ditiru!

    Salah satu hewan yang dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi orang yang memeliharanya, yaitu ikan koi. Kamu bisa memelihara ikan koi di rumah kamu dengan membuat kolam ikan koi yang unik dan estetik. Berikut ini adalah beberapa inspirasi desain kolam koi yang cocok untuk konsep hunian minimalis modern!

    15 Inspirasi Desain Kolam Koi Minimalis dan Unik

    Jika kamu tertarik untuk memelihara ikan koi dan sedang bingung mencari inspirasi konsep kolam yang cocok untuk rumah kamu. Berikut ini beberapa desain kolam ikan koi yang unik dan estetik yang bisa kamu jadikan sebagai referensi:

    1. Kolam Koi Konsep Air Terjun

    Ruparupa

    Apakah kamu ingin membuat desain kolam koi dengan tema natural? Jika ya, maka konsep kolam koi berikut ini bisa kamu jadikan sebagai referensi untuk kolam ikan koi di rumah kamu. Kamu bisa membuat kolam koi dengan aksen air terjun mini yang natural.

    Selain memberikan kesan kolam yang sejuk dan asri, suara gemericik air dari air terjun juga akan memberikanmu ketenangan. Kamu bisa menghabiskan waktu sambil bermeditasi atau membaca buku sambil memberi makan ikan koi peliharaan kamu.

    2. Kolam Koi Ala Negeri Sakura

    Ruparupa

    Memelihara ikan koi merupakan tradisi yang identik dengan Negeri Sakura. Di Jepang, kamu bisa menjumpai berbagai jenis ikan koi yang dipelihara di dalam selokan rumah, lho.

    Tidak heran jika desain kolam koi ala Negeri Sakura ini menjadi inspirasi dari banyak orang. Tampilannya yang unik dan estetik ala Jepang akan membuat kamu serasa berada tinggal di Negara Jepang. 

    Salah satu ciri khas dari tampilan kolam koi khas Jepang ini yaitu adanya batu-batuan di sekitar pinggiran kolam. Selain itu, dekorasi tambahan lain seperti lampu khas Jepang, jembatan kayu kecil, dan pohon bonsai juga merupakan atribut khas pada kolam koi khas Jepang.

    3. Kolam Koi dengan Tema Kebun

    RuparupaRuparupa

    Konsep kolam koi dengan tema unik dan natural selanjutnya, yaitu konsep kolam koi dengan tema kebun. Model kolam koi yang satu ini sangat cocok untuk kamu yang punya rumah dengan kebun atau halaman yang luas.

    Kamu bisa menyulap kebun tersebut jadi kolam koi yang cukup besar dengan tambahan dekorasi aneka rumput dan bunga, seperti kebun berbunga. Agar suasana kolam lebih sejuk dan rindang, kamu bisa menambahkan aneka pohon dengan ukuran sedang di sekitar kolam.

    Selain bisa jadi tempat melepas stres dengan memelihara ikan koi, kamu juga bisa melakukan piknik bersama dengan keluarga di halaman tersebut, menarik sekali bukan?

    4. Kolam Transparan dari Material Kaca

    Ruparupa

    Konsep kolam ikan koi yang satu ini terinspirasi dari bentuk akuarium model transparan yang biasanya terdapat di destinasi wahana air atau sea world. Selain bisa melihat kehidupan ikan koi secara lebih jelas, konsep kolam koi yang satu ini juga bisa membantumu untuk mengetahui kadar kekeruhan air dengan lebih mudah.

    Model kolam yang satu ini juga termasuk model kolam yang minimalis, karena tidak membutuhkan dekorasi tambahan yang detail. Buat kamu yang punya konsep rumah modern, tapi tetap ingin punya nuansa alam yang natural, kamu bisa mencoba konsep kolam koi yang satu ini.

    5. Konsep Kolam Koi Depan Teras

    Ruparupa

    Jika kamu punya halaman teras rumah yang tidak terpakai dan ingin membuatnya lebih menarik, maka kamu bisa mencoba untuk membuat konsep kolam koi yang satu ini. 

    Penempatan kolam ikan koi di depan teras rumah ternyata tidak akan mengganggu aktivitas jika dilakukan dengan tepat. Selain itu, penempatan kolam ikan di depan teras juga akan menambah nuansa sejuk di bagian depan rumah kamu. 

    Untuk membuatnya lebih menarik, kamu bisa menambahkan beberapa dekorasi tambahan seperti air mancur, rumput hias, atau pohon-pohon berukuran sedang yang sejuk.

    6. Kolam Koi dengan Konsep Gazebo

    99.co

    Buat kamu yang punya gazebo di rumah, tapi ingin konsep yang anti mainstream, kamu bisa coba desain kolam koi yang satu ini. Area bawah gazebo biasanya merupakan area kosong yang tidak terpakai. 

    Kamu bisa memanfaatkan area bawah gazebo sebagai kolam koi yang minimalis untuk menambahkan kesan sejuk pada rumah kamu. Jadi, selain bisa bercengkrama bersama keluarga di gazebo, kamu juga bisa mengajak anak-anak bermain sambil memberi makan ikan koi, seru sekali bukan?

    7. Desain Kolam Modern

    Ruparupa

    Jika kamu ingin model kolam ikan koi yang lebih modern, kamu bisa menggunakan konsep yang satu ini. Kolam ikan modern biasanya tidak menggunakan berbagai ornamen yang mencolok. Kamu bisa menggunakan ornamen kayu dengan jembatan kayu minimalis seperti pada gambar tersebut.

    Untuk membuatnya terlihat lebih sejuk, kamu bisa menambahkan beberapa pohon berukuran sedang dan rumput hias dengan ukuran yang minimalis.

    8. Kolam Memanjang dengan Konsep Gazebo

    Ruparupa

    Desain kolam ikan yang satu ini sangat cocok untuk kamu yang punya gazebo namun tidak punya halaman yang luas. Kamu tetap bisa membuat kolam ikan dengan konsep aliran sungai yang masih terlihat estetik dan unik. Cara ini bisa kamu gunakan untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar rumah.

    Daripada dibiarkan saja ditumbuhi rumput liar, kamu bisa menyulapnya jadi kolam ikan dengan konsep gazebo yang keren dan estetik.

    9. Konsep Kolam Koi Indoor

    Ruparupa

    Jika kamu tidak memiliki area luar rumah yang luas, kamu masih bisa memanfaatkan area indoor atau dalam rumah untuk memelihara ikan koi, lho. Namun, perlu kamu perhatikan jika kolam ikan koi indoor ini membutuhkan perawatan yang lebih ekstra, agar kebersihannya tetap terjaga. 

    Kamu bisa meletakkan kolam ikan tersebut di area tengah rumah yang memiliki akses sinar matahari yang cukup. Untuk menjaga keseimbangan kehidupan ikan di kolam tersebut, kamu juga bisa menambahkan beberapa tanaman di sekitar kolam, agar sirkulasi udara jadi lebih baik.

    10. Desain Kolam Koi di Sudut Halaman

    99.co

    Jika kamu tidak mau sudut halaman rumah kamu kosong begitu saja, maka kamu bisa menggunakan konsep kolam ikan koi yang satu ini. Selain tidak membutuhkan area yang luas, konsep kolam koi di sudut halaman ini juga termasuk model kolam ikan yang unik dan anti mainstream.

    Untuk mempercantik tampilan kolam koi di sudut halaman, kamu bisa menambahkan ornamen pancuran, batu-batuan sungai, tanaman hias, bunga, dan masih banyak lagi. 

    11. Konsep Kolam Koi Ala Jepang

    Orami

    Konsep arsitektur ala Jepang memang identik dengan konsep minimalis yang estetik. Jika kamu menyukai model arsitektur ala Jepang, maka kamu pasti akan menyukai konsep kolam ikan koi ala Jepang yang satu ini.

    Model kolam ikan yang dipadukan dengan konsep taman yang minimalis ini akan membuat suasana halaman rumah kamu jadi lebih sejuk dan asri. Kamu juga bisa menambahkan aksen jembatan dengan konsep batu kerikil menyerupai jalan setapak kecil yang estetik.

    Selain itu, kamu juga bisa menambahkan bangku dan kursi kecil di bagan sudut halaman untuk bersantai sambil melihat ikan-ikan kecil dan menikmati kopi bersama pasangan.

    12. Konsep Kolam Koi Ala Negara Timur Tengah

    Orami

    Konsep kolam koi lainnya yang bisa kamu tiru untuk rumah impian kamu, yaitu model kolam koi ala Timur Tengah yang satu ini. Model kolam ikan yang satu ini mengusung konsep minimalis yang unik dengan perpaduan warna yang khas ala Timur Tengah.

    Penggunaan batuan alam berwarna krem pucat sebagai material dasar kolam merupakan ciri khas dari bangunan ala Timur Tengah. Kemudian, pada bagian sekitar kolam koi tersebut kamu tidak perlu meletakkan ornamen yang terlalu banyak untuk meningkatkan kesan minimalisnya.

    Kamu cukup menambahkan beberapa tanaman dan pohon berukuran sedang untuk membuatnya lebih sejuk dan asri. Selain itu, gunakan juga pohon hias jenis palem-paleman untuk menambahkan kesan ala Timur Tengah yang kental.

    13. Kolam Koi dengan Kaca dan Batu Alam

    Orami

    Jika kamu menyukai konsep kolam koi yang transparan, kamu bisa menggunakan konsep kolam koi yang satu ini. Perpaduan ornamen kaca yang transparan dan batu alam yang minimalis akan membuat halaman rumah kamu jadi lebih hidup dan estetik.

    14. Konsep Kolam Koi Menyatu dengan Taman

    Orami

    Jika kamu punya halaman yang sempit, namun ingin mempunyai kolam ikan dan taman sekaligus, maka kamu bisa menggunakan konsep kolam koi yang satu ini. Modelnya yang minimalis dan tidak membutuhkan lahan yang luas, sangat cocok untuk rumah-rumah kekinian yang bergaya minimalis modern.

    Untuk menambahkan kesan estetik, kamu bisa menggunakan ornamen kaca di salah satu sisi kolam untuk memudahkan dalam memantau kondisi air kolam. Kemudian, di bagian sekitar kolam, kamu bisa menaruh beberapa tanaman hias berukuran kecil untuk membuat taman kamu lebih hidup lagi.

    15. Desain Kolam Koi Kaca Minimalis

    Orami

    Desain kolam ikan koi yang satu ini juga tidak membutuhkan lahan yang luas untuk membuatnya. Kamu bisa membuatnya di bagian depan rumah kamu, tanpa harus mengurangi akses keluar masuk rumah.

    Untuk membuatnya lebih estetik dan minimalis, kamu bisa menggunakan material kolam berupa kayu dengan menambahkan ornamen pancuran di bagian tengah atau samping kolam.

    Jadi, Mana Desain Kolam Koi Favorit Kamu?

    Itulah tadi beberapa desain kolam koi dengan konsep minimalis yang unik dan estetik. Selain bisa menambah keindahan pada rumah kamu, beberapa konsep kolam koi tersebut juga akan membuat suasana rumah kamu jadi lebih sejuk dan asri.

    Namun, sebelum menentukan desain mana yang kamu pilih, analisis terlebih dahulu budget yang perlu siapkan dan desain seperti apa yang cocok untuk bangunan rumah kamu. Selain itu, apabila kamu mempunyai anak kecil di rumah, pastikan juga membuat desain kolam yang tidak membahayakan anak kamu nantinya.

  • Pengertian Portofolio: Fungsi, Manfaat dan Cara Membuatnya

    Pengertian Portofolio: Fungsi, Manfaat dan Cara Membuatnya

    Sebagai seorang profesional, memiliki sebuah portofolio adalah suatu keharusan. Terutama jika kamu sedang mencari pekerjaan. Portfolio ini berperan penting dalam perkembangan karir.

    Apa sebenarnya yang dimaksud dengan portfolio? Mengapa memiliki portfolio dapat memberikan manfaat bagi kamu dan bagaimana cara membuatnya agar terlihat menarik? Semua pertanyaan tersebut akan dijawab di sini. Yuk, simak bersama!

    Pengertian

    Portofolio adalah kumpulan dokumen yang terdiri dari laporan-laporan dan dokumentasi lengkap tentang pekerjaan yang telah dilakukan oleh individu, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan, dan sejenisnya. Dokumen-dokumen ini disusun secara sistematis dan rapi.

    Secara umum, portfolio digunakan untuk mendokumentasikan proses perkembangan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh individu, lembaga, kelompok, perusahaan, organisasi, dan lain sebagainya. 

    Namun, pengertian ini dapat bervariasi antara bidang yang berbeda. Sebagai contoh, di ranah politik, portfolio adalah tanggung jawab penting dan salah satu fondasi utama para menteri kabinet dan pemimpin departemen di dalam suatu institusi pemerintah.

    Di bidang seni, portfolio merujuk pada koleksi karya terbaik seorang seniman yang disiapkan untuk tujuan pameran. Sementara dalam investasi dan saham, merujuk pada kumpulan investasi yang dimiliki. Dalam bidang keuangan, kombinasi dari berbagai jenis aset investasi, seperti properti, deposito, real estate, dan lain sebagainya.

    Fungsi Portofolio

    Portofolio memiliki fungsi yang bervariasi, tergantung pada bidangnya masing-masing. Namun secara umum, fungsi-fungsinya dapat dijelaskan sebagai berikut:

    1. Dokumentasi Pekerjaan

    Pertama berfungsi sebagai dokumentasi yang mencakup karya-karya yang telah dilakukan sebelumnya. Ini memungkinkan seseorang untuk melacak dan menyajikan pekerjaan yang telah mereka selesaikan dengan rapi.

    2. Referensi Prestasi

    Kedua berfungsi sebagai referensi prestasi atau kualitas pekerjaan yang telah dilakukan oleh seseorang. Dengan melihat portfolio, orang lain dapat mengevaluasi kemampuan dan keberhasilan individu berdasarkan hasil karya yang terdokumentasi.

    3. Sumber Informasi Pengalaman Kerja

    Portfolio menyajikan informasi tentang pengalaman kerja seseorang, termasuk karya terbaik dan prestasi yang telah dicapai. Ini memberikan gambaran tentang kemampuan, keahlian, dan pengalaman individu kepada pihak yang tertarik.

    4. Refleksi Diri

    Keempat, berfungsi sebagai refleksi atau gambaran diri seseorang yang ditujukan kepada pembaca. Dengan mengorganisir dan menyiapkan karya terbaik, individu dapat menggambarkan identitas profesional mereka, tujuan, dan perkembangan yang telah mereka capai.

    5. Demonstrasi Kemampuan

    Selanjutnya, digunakan untuk mendemonstrasikan kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh seseorang. Melalui kumpulan karya yang terdokumentasi, individu dapat membuktikan keterampilan mereka dalam praktik nyata.

    6. Penilaian Otentik

    Keenam, berfungsi sebagai alat penilaian otentik yang berbasis pada kinerja. Setelah pembuatan portofolio, penilai akan mengevaluasi apakah hal tersebut mencerminkan fakta dan kemampuan yang sesuai, yang kemudian digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

    7. Alat Pengajaran

    Dalam konteks pendidikan, portfolio berfungsi sebagai alat pengajaran. Ini merupakan komponen kurikulum yang mencakup kinerja siswa dan mendorong siswa untuk menunjukkan hasil kerja mereka dalam berbagai aspek pembelajaran.

    Manfaat

    Tentunya, memiliki dan membuat portofolio menawarkan banyak manfaat yang signifikan, terutama dalam membangun karir dan mencari pekerjaan. Beberapa manfaat tersebut, antara lain:

    1. Meningkatkan Kepercayaan

    Portfolio adalah koleksi karya yang kita hasilkan. Salah satu manfaat utama memiliki portofolio pribadi adalah meningkatkan kepercayaan diri. Portfolio dapat menjadi bukti konkret atas kemampuan yang kita klaim kepada klien, rekan kerja, kolega, atau calon pemberi kerja. 

    2. Menggambarkan Keahlian dalam Bekerja

    Portfolio sering kali mencerminkan perkembangan karier kita,.Oleh karena itu, perlu untuk secara teratur memperbaharuinya. Hal ini memudahkan klien atau calon pemberi kerja untuk mengevaluasi bidang yang mereka minati, seperti kemajuan kinerja. 

    Selain itu, portfolio juga memungkinkan kita untuk berkontribusi dalam proyek dan menilai potensi diri sendiri dengan cara yang sebelumnya mungkin tidak pernah terpikirkan. Keunggulan, keterampilan, pendidikan, pengalaman, dan minat kita terlihat jelas melalui  portfolio tersebut.

    3. Meningkatkan Peluang Mendapatkan Klien Lebih Banyak

    Secara umum, pencari kerja dan calon klien tidak ingin membuang waktu dan biaya untuk menggali informasi tentang layanan atau produk yang ditawarkan. Dengan adanya portfolio, mereka dapat dengan cepat melihat gambaran tentang apa yang kita tawarkan. 

    Membangun hubungan yang baik juga penting, karena calon klien akan lebih cenderung loyal terhadap produk dan layanan yang mereka gunakan. Hubungan yang dekat, membantu konsumen dalam membuat keputusan.

    4. Menjadi Perbedaan dengan Para Pesaing

    Saat ini, sudah banyak contoh portfolio online yang dibuat. Dengan menggunakan portfolio online, kita secara otomatis membedakan diri dari pesaing-pesaing lain yang mungkin memiliki jenis usaha, bisnis, atau area kerja yang serupa.

    Tren pencarian kerja saat ini adalah mencari kandidat yang lebih proaktif dalam bergabung dengan suatu perusahaan daripada pencari kerja yang hanya mengirimkan CV atau resume ke berbagai perusahaan. Oleh karena itu, portfolio online merupakan solusi yang baik, efektif, dan efisien dalam mencari pekerjaan.

    Cara Membuat

    Untuk menciptakan portofolio yang menarik, pastikan isinya memiliki substansi yang jelas, yakni sebagai berikut:

    1. Daftar Isi

    Sebagai langkah pertama, sisipkan daftar isi di awal untuk membantu pembaca menavigasi dan menemukan konten yang mereka cari.

    2. Sertakan CV atau Resume

    Portfolio biasanya disertai dengan CV atau resume. Menyertakan CV atau resume akan mempermudah pembaca dalam melihat informasi diri dan pengalaman kerja yang kamu miliki.

    3. Pamerkan Prestasi

    Bagian ini sangat penting untuk membangun branding diri. Paparkan pencapaianmu dengan sejelas mungkin. Namun, pastikan pencapaian yang kamu cantumkan relevan dengan bidang pekerjaan yang kamu lamar.

    4. Pengalaman dan Keterampilan

    Setelah memamerkan pencapaian, bagian berikutnya yang harus ada dalam portofolio adalah daftar pengalaman kerja dan keterampilan yang kamu miliki. Urutkan pengalaman kerja mulai dari yang terbaru.

    5. Tampilkan Karya Terbaik

    Ini adalah intinya. Tampilkan sebanyak mungkin karya terbaikmu. Namun, pastikan untuk memilih dengan cermat dan memilih karya yang paling mengesankan dan relevan untuk dimasukkan.

    6. Testimoni

    Untuk memperkuat kualitas karya-karyamu, jangan lupa untuk menyertakan testimoni dari orang lain. Ini penting, agar pembaca tahu bahwa portfolio kamu didasarkan pada data asli dan bukan sekadar karangan semata. Sertakan testimonial dengan jelas dari klien sebelumnya dan jika memungkinkan, sertakan juga kontak mereka.

    7. Buat Portofolio Online

    Kembangkan portfolio secara online dengan membuat website. Dengan memiliki website, karya-karyamu akan lebih mudah disebarluaskan dan diakses oleh banyak orang. Selain itu, kamu akan terlihat lebih profesional dan ini dapat memudahkan proses pencarian pekerjaanmu.

    Contoh

    Berikut adalah beberapa contoh portofolio yang dapat digunakan sebagai referensi.

    1. Perusahaan

    Freepik

    Sebuah perusahaan juga membutuhkan portofolio sebagai alat untuk menunjukkan kinerja perusahaan kepada klien dan mitra. Apabila kamu adalah pemilik perusahaan dan ingin mendirikan perusahaan tersebut, sangatlah penting untuk mencantumkan informasi yang lengkap tentang perusahaan tersebut.

    Dalam portfolio perusahaan, sertakan informasi umum tentang perusahaan, visi dan misi perusahaan, serta pencapaian dan prestasi yang pernah diraih. Hal ini akan memberikan gambaran kepada klien, mitra, dan investor tentang perusahaan yang kamu jalankan.

    2. Model

    Pinterest

    Sebuah portofolio model yang menarik dan profesional dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peluang kita dalam meraih pekerjaan modeling yang kita impikan. Namun, kesalahan dalam pembuatannya dapat merugikan kesempatan kerja dan bahkan merusak karir sebelum dimulai.

    Dalam portfolio model, penting untuk menampilkan contoh-contoh karya modeling yang menunjukkan kemampuan dan fleksibilitas sebagai model. Portfolio harus mencakup berbagai gaya, tema, dan proyek yang telah kamu kerjakan.

    3. Lamaran Kerja

    Freepik

    Portfolio lamaran kerja harus disesuaikan dengan latar belakang pekerjaan dan posisi yang kamu lamar. Misalnya, jika kamu memiliki pengalaman sebagai content writer dan ingin melamar pekerjaan sebagai penulis tetap di sebuah penerbitan, kamu harus buat terkait dengan bidang tersebut.

    Sertakan contoh-contoh tulisan terbaik yang mencerminkan kualitas dan keahlianmu sebagai penulis. Cantumkan juga pengalaman kerja sebelumnya yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Portfolio harus memberikan gambaran yang jelas tentang kemampuanmu dan sejauh mana kamu cocok dengan posisi yang ditawarkan.

    Sudah Paham Pentingnya Portofolio?

    Dalam dunia profesional, portofolio merupakan aset berharga yang dapat membuka pintu kesempatan karir yang lebih luas. Oleh karena itu, jangan lewatkan setiap kesempatan untuk terus memperbarui portfolio kamu, agar dapat meraih kesuksesan.

    Selain itu, ilmu desain grafis juga penting kamu miliki dalam pembuatan portfolio, supaya portfolio kamu tampak estetik. Jika tidak memiliki skill dalam bidang tersebut, maka kamu bisa menggunakan tools yang menyediakan template portfolio, salah satunya Canva.