Blog

  • Pengertian Evaporasi, Penyebab, dan Contohnya

    Pengertian Evaporasi, Penyebab, dan Contohnya

    Salah satu fenomena alam yang paling bermanfaat untuk kehidupan manusia adalah penguapan atau evaporasi. Proses ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan mungkin kita rasakan setiap harinya. Pada artikel ini akan dibahas mengenai pengertian, penyebab, dan contoh dari fenomena penguapan ini. 

    Pengertian Evaporasi

    Evaporasi secara sederhananya adalah proses penguapan yang melibatkan perubahan bentuk dari cair menjadi gas. Proses ini adalah salah satu bagian yang sangat penting dalam kehidupan. Adapun salah satu manfaatnya yaitu pada siklus air hingga terbentuknya hujan yang setiap hari kita lihat. 

    Penguapan ini akan melibatkan proses pertukaran energi di alam akibat dari perubahan suhu. Fenomena lainnya yang paling mudah untuk Anda lihat adalah saat memasak air. 

    Ketika air dipanaskan dan kemudian mendidih, air tersebut akan menghasilkan uap yang mengandung gas. Nah gas ini berasal dari susunan air yang terpisah atau terpecah karena panas dari api kompor sehingga menjadi uap. 

    Air yang semakin lama dipanaskan tersebut lama kelamaan akan menyusut kemudian habis karena menguap semua. 

    Selain itu, ada banyak lagi contoh dari proses penguapan ini yang bisa Anda temukan di kehidupan sehari-hari, seperti menjemur pakaian, keringat yang kering, dan sebagainya.

    Faktor Penyebab Evaporasi 

    Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan evaporasi, antara lain:

    1. Radiasi Matahari

    Penyebab pertama penguapan adalah adanya radiasi matahari yang berhubungan dengan suhu bumi. Semakin tinggi tingkat sinar matahari yang menyinari bumi, maka semakin tinggi juga panas yang sampai ke bumi. 

    Tingginya panas yang sampai ke bumi ini akan mempengaruhi tingkat penguapan yang terjadi. Hal ini karena, penguapan akan membutuhkan panas untuk mengubah air menjadi uap, sehingga dengan tingginya tingkat radiasi matahari, maka semakin tinggi juga penguapan yang terjadi di bumi. 

    2. Temperatur Udara

    Temperatur atau suhu udara merupakan ukuran dari panas atau dinginnya suatu benda. Suhu suatu benda juga akan mempengaruhi tingkat penguapan di suatu daerah. Semakin tinggi suhunya, maka tingkat penguapan di daerah tersebut juga akan semakin tinggi.

    Hal ini karena semakin tinggi suhu di bumi, maka jumlah air yang menguap juga akan semakin banyak atau dengan kata lain penguapan akan meningkat. Begitu juga sebaliknya, yaitu jika suhu bumi menurun maka tingkat penguapan juga semakin rendah dan malah mungkin akan menyebabkan air tersebut membeku. 

    3. Kecepatan Angin

    Faktor yang mempengaruhi evaporasi berikutnya adalah kelembaban. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan angin untuk membuat udara menjadi lebih sejuk dan segar. Saat udara sejuk biasanya tingkat penguapan akan menurun, begitu juga sebaliknya.

    Tidak hanya itu, angin juga berperan besar dalam membantu proses penguapan karena bisa lebih mempermudah uap air tersebut bergerak ke udara. Angin ini bisa membawa uap air ke udara melalui gerakannya atau dengan kata lain bisa memperlancar proses penguapan. 

    Di lain sisi, angin juga bisa membawa panas ke suatu tempat atau daerah tertentu. Nah dengan bantuan panas dari angin inilah yang nantinya akan mempengaruhi tingkat penguapan di tempat tersebut. 

    Semakin banyak energi panas yang dibawa oleh angin ke tempat tersebut, maka semakin besar juga tingkat penguapan yang akan terjadi.

    Contoh Evaporasi

    Ada cukup banyak sekali contoh penguapan yang bisa Anda temukan di kehidupan sehari-hari, antara lain:

    1. Pengering Rambut

    Saat rambut basah sehabis keramas, biasanya Anda akan mengeringkan rambut dengan hairdryer. Nah, pada proses pengeringan rambut inilah akan terjadi penguapan. 

    Rambut yang basah mengandung air dengan jumlah tertentu dan hairdryer bisa menghasilkan panas yang bisa membuat air di rambut menguap. Melalui proses evaporasi inilah, air yang ada di rambut akan menguap sehingga membuat rambut Anda menjadi lebih kering. 

    2. Uap Panas Kopi

    Contoh lainnya dari penguapan yang bisa Anda lihat dalam kehidupan sehari-hari adalah uap panas dari kopi. Kopi yang ditambahkan dengan secangkir air panas akan menghasilkan uap air yang Anda lihat seperti beterbangan ke atas. 

    Bahkan saat Anda mencoba menutup kopi tersebut, maka akan timbul air di bagian penutupnya yang merupakan bukti adanya penguapan. Sekedar informasi, proses penguapan pada kopi ini sebagai salah satu cara untuk membantu kopi menjadi dingin. 

    3. Menyetrika Pakaian

    Proses menyetrika baju juga menjadi salah satu bukti penguapan. Namun hal ini paling mudah untuk Anda lihat saat menyetrika pakaian yang sedikit basah.

    Pada saat menyetrika pakaian yang sedikit basah, Anda akan melihat beberapa uap yang beterbangan ke atas. Uap inilah yang menjadi bukti adanya proses penguapan pada saat Anda menyetrika. 

    Efek uap yang mengepul tersebut akan membuat pakaian yang lembab menjadi kering. Hal ini karena air yang ada di baju basah akan diubah menjadi gas oleh panas yang dihasilkan oleh setrika. 

    4. Pengeringan Lantai

    Fenomena evaporasi yang bisa Anda lihat berikutnya yaitu proses pengeringan lantai. Beberapa saat setelah di pel, lantai akan terlihat basah dan terdapat beberapa genangan air. 

    Namun setelah beberapa lama, mungkin sekitar 10 menit lebih, Anda akan melihat lantai tersebut cukup kering. Hal ini erat kaitannya dengan proses penguapan yang terjadi pada air yang ada di lantai tersebut. 

    5. Mencairkan Segelas Es

    Proses evaporasi juga bisa Anda lihat pada saat mencairnya segelas es. Es bisa mencair karena suhu yang lebih tinggi di sekitarnya. 

    Untuk melihat fenomena ini, Anda bisa coba letakkan segelas es di bawah sinar matahari, tunggu beberapa saat, kemudian lihat hasilnya. Es tersebut pasti akan mencair beberapa lama setelah diletakkan di bawah terik matahari. 

    Adapun dalam proses pencarian es ini akan dimulai dengan segelas es yang menjadi air akibat panas, kemudian nantinya jika suhu terlalu panas akan menyebabkan air tersebut menguap hingga habis. Salah satu fenomena alami yang bisa Anda lihat yaitu mencairnya es di kutub akibat dari pemanasan global. 

    6. Sanitasi Tangan

    Contoh evaporasi yang bisa Anda lihat berikutnya yaitu saat sanitasi tangan atau menyemprotkan alkohol ke tangan. Alkohol yang Anda semprotkan ke tangan tentu saja akan cepat mengering di tangan bahkan tidak terasa sama sekali setelah beberapa saat Anda semprotkan.

    Hal ini karena alkohol memiliki tingkat penguapan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan air, sehingga mudah habis setelah beberapa lama Anda semprotkan. Bahkan proses penguapannya benar-benar jauh lebih cepat daripada air yaitu bisa sepersekian detik lebih cepat. 

    7. Penguapan Air Laut

    Fenomena penguapan selanjutnya yaitu saat penguapan air laut. Matahari yang menyinari bumi setiap harinya akan menghasilkan panas yang seringkali terlampau tinggi. 

    Panas yang dihasilkan oleh matahari inilah yang membuat air laut mengalami penguapan. Tidak hanya air laut, sungai dan danau juga mengalami penguapan akibat dari sinar matahari.

    Prosesnya yaitu sinar matahari yang menyinari bumi akan menghasilkan panas. Panas ini akan membuat air laut menguap sehingga menghasilkan gas. 

    Gas hasil dari penguapan tersebut akan dibawa ke atmosfer sehingga menghasilkan kumpulan awan yang biasa kita lihat. Selain itu, uap yang mengumpul tersebut jika terlalu banyak juga bisa menghasilkan hujan dan jatuh ke bumi. 

    8. Menjemur Baju

    Contoh proses penguapan selanjutnya yaitu saat menjemur baju. Saat selesai mencuci baju, maka kondisi baju pastinya basah. Baju yang basah ini menandakan adanya kandungan air di dalamnya, entah itu banyak ataupun sedikit. 

    Jika baju tersebut dijemur dibawah sinar matahari, maka akan menyebabkan air tersebut menguap akibat dari panas yang dihasilkan oleh matahari. 

    Adanya proses penguapan ini juga akan membuat baju yang awalnya basah menjadi kering. Semakin terik tempat Anda menjemur baju, maka semakin cepat juga baju tersebut akan kering.

    9. Merebus Air

    Saat merebus air di atas kompor, Anda juga bisa melihat proses penguapan disana. Hal ini karena kompor akan menghasilkan panas sehingga membuat air yang Anda masak akan mendidih. 

    Dari proses mendidih inilah nantinya akan timbul uap air sehingga menyebabkan jumlah air yang Anda masak semakin lama semakin sedikit. Untuk itulah jika Anda memasak air terlalu lama, bisa menyebabkan air tersebut habis. 

    10. Cat yang Mengering

    Pernahkah Anda mengecat rumah atau melukis dengan cat cair? Saat sedang mengecat dinding atau melukis dengan cat air, Anda akan menemukan bahwa cat tersebut akan lebih mudah mengering setelah beberapa lama Anda oleskan.

    Ini karena terjadi proses penguapan di dalamnya. Cat cair akan mengalami penguapan setelah Anda oleskan karena kandungan airnya akan langsung menguap. Cepat lambatnya proses pengeringan cat ini tergantung dari seberapa tinggi suhu yang ada di ruangan atau tempat Anda mengecat tersebut 

    11. Keringat

    Keringat yang sering keluar saat cuaca panas atau setelah berolahraga juga akan menguap. Anda tentunya sering merasakan bahwa keringat yang baru saja keluar akan mengering dengan sendiri. Proses inilah yang dimaksud dengan penguapan. 

    Penguapan ini melibatkan suhu panas di tubuh kita dan suhu panas yang ada di luar. Suhu panas tersebut bisa membuat keringat akan menguap dengan sendirinya sehingga membuat keringat tersebut hilang dan mengering tanpa Anda sadari. 

    12. Pembuatan Gula

    Contoh lain dari proses penguapan yaitu dalam pembuatan gula. Pada proses pembuatan gula, sari tebu akan diuapkan terlebih dahulu hingga lebih kental untuk kemudian diubah menjadi gula pasir yang sering Anda gunakan sebagai pemanis makanan.

    Pada proses penguapan ini, sari tebu yang mengandung air tersebut akan diuapkan dengan panas yang mencapai 100 derajat celcius sampai kandungan airnya berkurang. Tanpa proses penguapan ini, sari tersebut tidak akan bisa diubah menjadi gula pasir.

    Proses Evaporasi

    Gambaran mengenai proses evaporasi yang setiap hari kita lihat tidak semudah dan sesederhana yang dibayangkan. Dalam fenomena setiap harinya, proses penguapan ini akan melibatkan proses pelepasan energi oleh benda tertentu sehingga bisa menghasilkan uap atau gas. 

    Energi yang dimaksud disini adalah energi panas dari lingkungan sekitar yang bisa mengubah air menjadi gas atau uap. Adapun proses ini terjadi di daerah manapun yang mengandung air seperti danau, sungai, laut, atau bahkan di rumah Anda sendiri. 

    Untuk prosesnya di alam bebas, uap air hasil dari penguapan di laut bisa menyebabkan hujan. Hal ini karena uap air tersebut akan menuju ke udara dan pada saat kondisi tertentu akan turun menjadi hujan. 

    Hujan yang turun ke bumi tersebut akan berkumpul di laut, sungai, ataupun danau di sekitarnya. Setelah hujan berakhir dan panas matahari kembali muncul, maka proses penguapan akan kembali terjadi. 

    Proses inilah yang dinamakan dengan siklus air yang biasanya Anda dengar dalam pelajaran IPA. Siklus air ini terjadi setiap tahunnya dan tanpa siklus ini hujan tidak akan muncul. Untuk itulah, penguapan sangat penting dalam kehidupan kita. 

    Tujuan Evaporasi

    Pada dasarnya, ada banyak sekali tujuan dari evaporasi dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa tujuan dari penguapan yang jarang orang ketahui.

    1. Mengurangi Air

    Tujuan utama dari proses penguapan adalah mengurangi air pada suatu benda. Hal ini karena melalui proses penguapan tersebut, air akan diubah menjadi uap sehingga bisa berkurang. 

    Untuk itulah, salah satu pemanfaatan penguapan ini adalah saat menjemur pakaian. Pakaian yang basah jika dijemur lama-lama akan kering karena kandungan airnya berkurang.

    Tidak hanya itu, kandungan air yang terlalu banyak di bumi ini terutama di laut terkadang merugikan seperti akan menyebabkan banjir ataupun abrasi. Melalui proses penguapan yang biasanya terjadi saat cuaca panas, jumlah air di laut bisa sedikit berkurang sehingga bisa mengurangi risiko banjir dan jumlah air di setiap daerah bisa sedikit lebih stabil. 

    2. Memekatkan Larutan

    Penguapan juga bermanfaat untuk memekatkan larutan sehingga bisa menjadi suatu produk yang lebih bernilai. Sebagai contoh saat membuat gula merah dari aren. Aren tersebut perlu dimasak dulu hingga bisa lebih kental dan menjadi gula merah. 

    3. Meningkatkan Konsentrasi

    Tujuan berikutnya dari penguapan yaitu untuk meningkatkan konsentrasi dari suatu larutan. Hal ini memungkinkan karena kandungan air pada larutan bisa menyebabkan konsentrasi murni dari larutan tersebut berkurang. 

    Untuk itulah proses penguapan ini bisa meningkatkan konsentrasi larutan. Salah satu contohnya yaitu saat pembuatan gula manis dari nira tebu yang awalnya tidak terlalu manis.

    Manfaat Evaporasi dalam Kehidupan Sehari-hari

    Ada cukup banyak manfaat dari evaporasi untuk kehidupan sehari-hari, beberapa di antaranya yakni:

    1. Mengawetkan Makanan

    Manfaat pertama dari adanya proses penguapan ini adalah bisa untuk mengawetkan makanan. Hal ini memungkinkan karena proses penguapan bisa mengurangi kadar air dan meningkatkan kepadatan dari suatu bahan makanan.

    Ini memungkinkan karena kandungan air yang tinggi pada makanan bisa mempercepat proses pembusukan. Dengan adanya pengurangan kadar air melalui proses ini, bisa menyebabkan makanan lebih awet. 

    Beberapa contoh penerapan penguapan untuk mengawetkan makanan yaitu pembuatan ikan asin dan kripik pisang. Ikan asin dan kripik pisang biasanya akan dijemur untuk mengurangi kadar air di dalamnya. 

    2. Mempermudah Produksi Makanan

    Evaporasi juga bermanfaat dalam proses produksi makanan. Pemanfaatan penguapan ini juga ada dalam proses pembuatan makanan seperti roti, cake, dan sebagainya. 

    Pada proses pembuatan roti atau cake, adonan yang basah akan dimasukkan ke dalam pemanggang. Saat proses pemanggangan ini akan melibatkan suhu yang tinggi.

    Karena adanya suhu yang tinggi inilah menyebabkan adonan basah yang mengandung air tersebut menguap. Setelah beberapa lama melalui proses penguapan tersebut, maka adonan tadi akan mengering dan menjadi cake atau roti. 

    3. Mempermudah Bisnis Laundry

    Pada bisnis laundry akan ada proses pengeringan baju, entah di bawah matahari langsung ataupun dikering anginkan. Apapun itu, proses pengeringan ini membuat uap air yang ada pada baju akan menguap dan baju menjadi cepat kering. 

    Baju yang cepat kering ini tentunya akan jauh lebih mempermudah bisnis laundry. Atau bahkan dengan kata lain, tanpa adanya proses penguapan ini bisnis laundry tidak akan bisa berjalan.  

    4. Membuat Garam

    Dalam proses pembuatan garam air laut akan melibatkan proses penguapan. Pada pembuatan garam, air laut akan dikumpulkan pada satu area. Selanjutnya air laut tersebut akan dibiarkan hingga mengering dan menghasilkan kristal garam. 

    Proses ini menggunakan panas matahari sebagai agen untuk membuat air menguap. Garam yang merupakan susunan dari air laut tersebut akan tetap diam sehingga menciptakan butiran garam. Tanpa adanya proses penguapan ini, maka garam tidak akan pernah ada. 

    5. Menyeimbangkan Jumlah Air

    Manfaat lainnya dari proses penguapan adalah bisa menyeimbangkan jumlah air di bumi. Hal ini karena pada saat penguapan, air di laut ataupun di sungai akan diubah menjadi gas yang kemudian akan naik ke langit dan menjadi awan. 

    Jumlah gas yang ada di awan tersebut jika terlalu banyak akan menghasilkan hujan. Jika hujan tersebut terjadi di tempat yang kering, maka akan menyebabkan kadar air di tempat tersebut bertambah atau mengurangi kekeringan di tempat tersebut. 

    Tanpa adanya proses penguapan ini, maka akan menyebabkan kadar air menumpuk di satu area saja. Jika hal ini terjadi, maka daerah lainnya akan mengalami kekeringan. 

    Secara tidak langsung, hal ini juga akan sangat bermanfaat untuk setiap kehidupan di muka bumi ini. Seperti yang diketahui sendiri bahwa air merupakan salah satu kebutuhan pokok setiap makhluk hidup.

    Dengan jumlah air yang seimbang di setiap daerah akibat dari proses evaporasi ini, maka makhluk hidup terutama manusia bisa bertahan hidup dengan baik karena kebutuhan air yang tercukupi. 

    Tidak hanya itu, adanya penguapan juga sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko banjir di setiap daerah. Hal ini karena tidak adanya penumpukan kadar air di area tertentu. 

    Sudah Tahu Apa itu Evaporasi?

    Penguapan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia karena bisa mempermudah di segala aspek kehidupan. Mulai dari untuk mengeringkan baju hingga menghasilkan hujan setiap harinya adalah manfaat penguapan yang bisa kita rasakan sampai sekarang.

  • Mudah! Inilah Cara Membuat Nomor Surat Resmi yang Baik dan Benar

    Mudah! Inilah Cara Membuat Nomor Surat Resmi yang Baik dan Benar

    Surat resmi adalah hal yang paling banyak digunakan ketika berhubungan dengan administrasi baik itu di perusahaan swasta ataupun instansi pemerintahan. Dalam penulisan surat ini pun tidaklah sembarang, ada beberapa ketentuan penulisannya. Pada artikel ini akan dibahas cara membuat nomor surat resmi yang baik dan benar. 

    Pengertian Surat Resmi dan Fungsinya

    Sebelum membahas lebih lanjut tentang bagaimana cara membuat nomor surat, sebaiknya Anda ketahui dulu pengertian surat resmi. Adapun surat resmi merupakan surat yang biasanya digunakan untuk keperluan formal seperti pada lembaga-lembaga terkait. 

    Jenis surat ini biasanya memiliki fungsi-fungsi tertentu, antara lain:

    1. Sarana Informasi

    Fungsi utama dari surat resmi adalah sebagai sarana informasi dan pemberitahuan mengenai suatu hal tertentu kepada pihak yang dituju dari surat tersebut.

    2. Bukti Tertulis

    Surat resmi juga berfungsi sebagai bukti tertulis. Maksudnya, surat ini akan menjadi dokumen bukti yang isinya bisa dipertanggungjawabkan. Ini juga akan berfungsi sebagai bukti historis jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk keperluan mendesak. 

    3. Pedoman Kerja

    Surat resmi yang dibuat juga memiliki fungsi sebagai pedoman kerja dalam melakukan suatu kegiatan tertentu. Selain itu, biasanya surat ini juga berisi tentang langkah-langkah kerja untuk kebutuhan tertentu. 

    4. Pengingat

    Fungsi lainnya dari surat resmi adalah sebagai pengingat sesuatu, terutama untuk mengingatkan kepada penerima surat baik itu perorangan maupun lembaga tertentu tentang suatu hal. 

    Ciri-Ciri Surat Resmi

    Dalam pembuatan surat resmi, ada beberapa hal yang mencirikannya dengan surat lainnya sehingga bisa Anda jadikan sebagai pedoman. Adapun ciri-ciri dari surat resmi yaitu:

    1. Menggunakan bahasa yaitu baku berdasarkan dengan kaidah bahasa Indonesia dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
    2. Bahasa yang digunakan umumnya singkat, padat, efektif, serta mudah dipahami konteksnya.
    3. Bahasa yang umumnya digunakan dalam surat resmi tidak implisit, melainkan bahasa eksplisit.
    4. Memiliki kop surat. Kop surat merupakan bagian yang berisi informasi pihak yang mengeluarkan surat tersebut.
    5. Selalu tercantum tanggal, alamat, dan lampiran.
    6. Terdapat cap khusus untuk kondisi tertentu.
    7. Memiliki nomor surat sebagai penanda dan kode. 

    Pengertian Nomor Surat

    Setelah mengetahui sekilas tentang surat resmi tersebut, selanjutnya yaitu pembahasan inti terkait nomor surat. Adapun nomor surat adalah susunan nomor dan kode sebagai pembeda antara satu surat dan surat lainnya. 

    Pemberian nomor surat ini juga dapat lebih mempermudah dalam melakukan penyimpanan surat oleh suatu lembaga, perusahaan, atau instansi tertentu. Adapun dalam penulisannya, nomor surat biasanya diletakkan pada bagian atas kiri surat. 

    Pentingnya Mengetahui Cara Membuat Nomor Surat

    Pada pengaplikasiannya, penulisan nomor surat ini sangat penting karena sebagai penanda surat. Bahkan untuk surat elektronik sekalipun, nomor surat ini wajib untuk Anda letakkan. 

    Selain itu, kode yang ada pada nomor surat juga bisa menjadi penentu jenis surat yang telah dikeluarkan. Lebih jauh, ini akan lebih mempermudah penerima surat dalam mengetahui jenis surat yang dia terima dan apa yang harus dilakukan terhadap surat tersebut. 

    Untuk itulah pembuatan nomor surat ini sangat penting, apalagi untuk surat resmi di kantor. Tanpa nomor surat, pihak administrasi akan kesulitan jika ada masalah terkait administrasi nantinya. 

    Fungsi Pembuatan Nomor Surat

    Ada beberapa fungsi dari mengetahui cara membuat nomor surat, antara lain:

    1. Untuk Memudahkan Pengaturan

    Nomor surat memiliki fungsi dalam mempermudah pengaturan terkait penyimpanan surat-surat tersebut. Secara tidak langsung, ini juga akan bermanfaat dalam proses pencarian kembali jika diperlukan nantinya. 

    2. Mengetahui Jumlah Surat yang Diterima

    Fungsi lainnya dari penggunaan nomor surat yaitu bisa mengetahui jumlah surat yang diterima dan dikeluarkan oleh organisasi, perusahaan, ataupun lembaga terkait. Dengan mengetahui jumlah surat ini juga bisa sebagai penanda jika nantinya ada surat yang hilang dan sejenisnya.

    3. Memudahkan Pengklasifikasian

    Pada nomor surat pasti terdapat kode angka. Dari kode ini bisa lebih mempermudah dalam pengklasifikasian surat berdasarkan isinya. 

    4. Mempermudah dalam Melanjutkan Penomoran

    Adanya nomor dalam surat juga bisa menjadi penanda itu surat ke berapa. Melalui hal ini juga lah nantinya sekretaris bisa lebih mudah untuk melanjutkan penomoran berikutnya. 

    5. Referensi dalam Surat Menyurat

    Melalui kode dan nomor yang ada serta pencatatan yang Anda lakukan bisa mengetahui surat tersebut merupakan jenis apa. Nah melalui hal ini, Anda bisa dengan mudah ketika mencari dan menggunakan surat tersebut untuk membuat surat yang sama jika dibutuhkan. 

    Cara Membuat Nomor Surat Resmi

    Mempraktikkan cara membuat nomor surat resmi tidak boleh asal-asalan karena setiap huruf dan angka pada bagian nomor surat memiliki kode dan arti tertentu, mulai dari siapa yang membuat surat, waktu pembuatan, hingga jumlah dari surat yang telah dibuat. Untuk itulah, berikut ini dibahas cara membuat nomor surat resmi. 

    1. Memahami Komponen Nomor Surat

    Pada nomor surat, Anda akan menemukan beberapa nomor dan huruf yang dipisahkan dengan tanda miring. Setiap nomor dan huruf tersebut memiliki makna yang berbeda-beda sehingga tidak bisa ditulis secara sembarangan. Secara umum, nomor surat terdiri dari beberapa komponen sebagai berikut:

    • Kode nomor surat;
    • Nomor urutan surat yang dikeluarkan;
    • Nama lembaga yang mengeluarkan surat;
    • Bulan berjalan dengan angka romawi; dan
    • Tahun berjalan.

    Semua komponen dari nomor-nomor surat tersebut biasanya penulis surat pisahkan dengan tanda miring (/) agar pembaca atau penulis dapat membedakannya dan tetap sesuai dengan maknanya.

    2. Format Penomoran Surat

    Setelah mengetahui beberapa komponen dalam nomor surat tersebut, Anda juga harus mengetahui format penulisannya. Ini penting karena format penulisan yang salah bisa menyebabkan kebingungan kepada pembaca. Berikut ini contoh cara membuat nomor surat sesuai format yang benar.

    “Nomor: 09.119/DP-KM/VI/2022”

    Dalam nomor surat tersebut, ada beberapa kode penting dengan maknanya masing-masing, yaitu:

    Kode 09: Kode keterangan nomor surat keluar.

    Kode 119: Nomor urut surat dari instansi.

    DP-KM: Nama profil instansi yang mengeluarkan surat.

    VI: Bulan pembuatan surat dengan angka romawi.

    2022: Tahun berjalan dari pembuatan surat tersebut. 

    Urutan penulisan surat tersebut sebaiknya tidak terbalik karena bisa mempengaruhi maknanya atau membuat bingung pembaca. Selain itu, dalam membuat kode-kode tersebut sangat diharapkan untuk lebih teliti untuk menghindari kesalahan penulisan. 

    3. Penentuan Kode Surat

    Dalam penulisan surat resmi ini, ada beberapa kode surat yang bisa Anda gunakan. Berikut ini contoh penentuan kode surat resmi yang bisa Anda ikuti:

    01. Surat Keputusan (SK)

    02. Surat Undangan (SU) 

    03. Surat Permohonan (SPm) 

    04. Surat Pemberitahuan (SPb) 

    05. Surat Peminjaman (SPp) 

    06. Surat Pernyataan (SPn) 

    07. Surat Mandat (SM)

    08. Surat Tugas (ST) 

    09. Surat Keterangan (SKet) 

    10. Surat Rekomendasi (SR) 

    11. Surat Balasan (SB) 

    12. Surat Perintah Perjalanan Dinas 

    13. Sertifikat (SRT) 

    14. Perjanjian Kerja (PK) 

    15. Surat Pengantar (SPeng) 

    .32 Koperasi Usaha Desa

    420 PENDIDIKAN

    .1 Putra/I Irja

    421 Sekolah

    .1 Pra Sekolah

    .2 Sekolah Dasar

    .3 Sekolah Menengah

    .4 Sekolah Tinggi

    .5 Sekolah Kejuruan

    .6 Kegiatan Sekolah, Dies Natalis Lustrum

    .7 Kegiatan Pelajar

    .71 Reuni Darmawisata

    .72 Pelajar Teladan

    .73 Resmen Mahasiswa

    .8 Sekolah Pendidikan Luar Biasa

    .9 PLS/Pemberantasan Buta Huruf

    422 Administrasi Sekolah

    .1 Ujian Pendaftaran, Mapras, peloncoan 2

    .2 Tahun Pelajaran 

    .3 Hari Libur

    .4 Uang Sekolah, Klasifikasi Dismi SPP

    .5 Beasiswa

    423 Metode Belajar

    .1 Kuliah

    .2 Ceramah, Simposium

    .3 Diskusi

    .4 Kuliah Lapangan

    .5 Kurikulum

    .6 Karya tulis

    .7 Ujian

    424 Tenaga Pengajar

    425 Sarana Pendidikan

    .1 Gedung

    .11 Gedung Sekolah

    .12 Kampus

    .13 Pusat Kegiatan Mahasiswa

    .2 Buku

    .3 Perlengkapan Sekolah

    426 Keolahragaan

    .1 Cabang Olah Raga

    .2 Sarana

    .21 Gedung Olah Raga

    .22 Stadion

    .23 Lapangan

    .24 Kolam Renang

    .3 Olimpiade

    .4 KONI

    427 Remaja

    428 Kepramukaan

    429 Pendidikan Kedinasan untuk Depdagri

    430 Kebudayaan

    431 Kesenian

    .1 Cabang Kesenian

    .2 Sarana

    .21 Gedung Kesenian

    432 Kepurbakalaan

    433 Sejarah

    434 Bahasa

    435 Usaha Pertunjukan

    440 Kesehatan

    441 Pembinaan Kesehatan

    442 Obat-obatan

    443 Penyakit Menular

    444 Gizi

    445 Puskesmas

    446 Tenaga medis

    448 Pengobatan tradisional

    450 Agama

    451 Islam

    .1 Peribadatan

    .11 Shalat

    .12 Zakat fitrah

    .13 Puasa

    .14 MTQ

    .2 Rumah Ibadah

    .3 Tokoh Agama

    .4 Pendidikan

    .41 Tinggi

    .42 Menengah

    .43 Dasar

    .44 Pondok Pesantren

    .45 Gedung Sekolah

    .46 Tenaga Pengajar

    .47 Buku

    .48 Dakwah

    .49 Organisasi/Lembaga Pendidikan

    .5 Harta Agama Wakaf

    .6 Peradilan

    .7 Organisasi Keagamaan bukan politik

    .8 Mazhad

    456 Urusan Haji

    .1 ONH

    .2 Manasik

    560 Tenaga kerja

    .1 Pengangguran

    561 Upah

    562 Penempatan Tenaga Kerja

    563 Latihan Kerja

    564 Tenaga Kerja

    800 Kepegawaian

    810 Pengadaan

    820 Mutasi

    822 Kenaikan Gaji Berkala

    823 Kenaikan Pangkat/Pengangkatan

    824 Pemindahan/Pelimpahan/Pembantuan

    825 Detasering dan Penempatan

    826 Penunjukan Tugas Belajar

    828 Mutasi dengan Instansi Lain

    830 Kedudukan

    831 Perhitungan Masa Kerja

    832 Penyesuaian Pangkat

    833 Penghargaan Ijazah

    834 Jenjang Pangkat

    840 Kesejahteraan Pegawai

    841 Tunjangan

    .1 Jabatan

    .2 Kehormatan

    .3 Kematian/Uang Duka

    .4 Tunjangan Hari Raya

    .5 Perjalanan Dinas

    .6 Keluarga

    .7 Sandang, papan, dan pangan

    842 Dana

    .1 Taspen

    .3 Asuransi

    843 Perawatan Kesehatan

    844 Distribusi

    845 Perumahan

    846 Bantuan Sosial

    850 Cuti hamil, cuti naik haji

    860 Penilaian

    861 Penghargaan

    .1 Bintang/Satya Lencana

    .2 Kenaikan pangkat Anumerta

    .3 Kenaikan Gaji istimewa

    .4 Hadiah berupa uang

    .5 Pegawai Teladan

    862 Hukuman

    863 Konduite, DP3, Disiplin Pegawai

    864 Ujian Dinas

    865 Penilaian Kehidupan Pegawai Negeri

    870 Tata Usaha Kepegawaian

    871 Formasi

    872 Daftar Unit Kepegawaian

    873 Registrasi

    .1 NIP

    .2 KARPEG

    .3 Tanda Pengenal

    .4 Daftar Keluarga, Perkawinan

    874 Daftar Riwayat Pekerjaan

    875 Kewenangan Mutasi Pegawai

    876 Penggajian

    .1 SKPP

    877 Sumpah/Janji

    878 Korps Pegawai

    880 Pemberhentian Pegawai

    881 Permintaan Sendiri

    882 Dengan Hak Pensiun

    883 karena Meninggal

    884 Alasan Lain

    885 Uang Pesangon

    886 Uang Tunggu

    887 Untuk Sementara Waktu

    888 Tidak Dengan Hormat

    891 Perencanaan

    893 Pendidikan dan Pelatihan/non Reguler

    4. Letak Penulisan Nomor Surat

    Ada beberapa ketentuan dalam cara membuat nomor surat resmi tergantung dari konten surat tersebut. Namun secara umum, biasanya nomor surat terletak di bagian posisi atas kiri di bawah kop surat. 

    Jika dalam surat terdapat lampiran atau perihal, maka nomor surat diletakkan di atas tulisan lampiran atau perihal tersebut. Untuk itulah, sebaiknya Anda memperhatikan dengan baik dan benar dalam penulisannya. 

    Ketentuan Khusus Penomoran Surat Dinas di bawah Menteri/ Pimpinan Instansi

    Dalam penulisan surat dinas yang ditandatangani oleh pejabat di bawah pimpinan instansi terdiri dari:

    1. Kode derajat pengamanan Surat Dinas;
    2. Nomor naskah;
    3. Singkatan atau akronim instansi;
    4. Singkatan satuan organisasi/unit kerja pemrakarsa;
    5. Kode klasifikasi arsip;
    6. Bulan; dan
    7. Tahun terbit.

    Singkatan Satuan Unit Instansi

    Dalam pembuatan singkatan satuan unit instansi juga tidak bisa sembarang. Berikut ini singkatan nama instansi yang banyak digunakan:

    • SJ : Sekretariat Jenderal;
    • IJ : Inspektorat Jenderal;
    • OTDA : Direktorat Jenderal Otonomi Daerah;
    • PUM : Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum;
    • BANGDA : Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah;
    • PMD : Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa;
    • KEUDA : Direktorat Jenderal Keuangan Daerah;
    • DIKLAT : Badan Pendidikan dan Pelatihan;
    • LITBANG : Badan Penelitian dan Pengembangan.

    Sudah Tahu Cara Membuat Nomor Surat Resmi?

    Belajar cara membuat nomor surat resmi tergolong susah-susah gampang. Proses pembuatannya akan menjadi lebih mudah jika Anda memperhatikan maksud dan urutan dari angka dan huruf yang ada dalam nomor surat untuk kemudian bisa disesuaikan dengan pembuatan surat sesuai dengan versi Anda sendiri.

  • 30 Nama Nama Alat Berat beserta Fungsi Lengkapnya

    30 Nama Nama Alat Berat beserta Fungsi Lengkapnya

    Alat berat merupakan kendaraan yang berukuran besar dan mempunyai tugas untuk berbagai pekerjaan terkait pembangunan, pertambangan, memindahkan objek besar, dan sebagainya. Manusia memerlukan alat berat untuk memudahkan pekerjaannya. Terdapat berbagai nama nama alat berat dan masing-masing punya fungsinya tersendiri. Apa saja?

    Kumpulan Nama Nama Alat Berat dan Fiturnya

    Berikut beberapa nama nama alat berat yang mungkin banyak dari kamu belum mengetahuinya.

    1. Excavator

    Untuk alat berat yang pertama ini pastinya sering kamu temukan karena kerap dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, gedung, atau proyek-proyek lainnya. Excavator merupakan alat berat yang fungsinya untuk menggali serta mengeruk tanah.

    Komponen excavator yaitu stick, boom, crab, dan bucket. Semuanya menjadi komponen utama yang bekerja satu sama lain. 

    Saat ini, ada banyak jenis excavator yang beroperasi dan masing-masing hadir dengan dimensi berbeda-beda. Untuk excavator paling besar adalah jenis hydraulic shovel excavator. Total muatan bucket-nya bahkan mencapai maksimal 61 ton untuk sekali pengerukan. Pasti kamu sudah membayangkan betapa besarnya alat berat tersebut.

    2. Grader

    Grader atau motor grader merupakan alat berat yang digunakan untuk meratakan tanah menggunakan pisau panjangnya. Grader juga bisa digunakan untuk meratakan tanggul, membuat timbunan tanah, membuat landasan pertama ketika ingin mendirikan jalan raya, memelihara jalan, dan sebagainya.

    Motor grader menjadi alat berat yang sering digunakan. Ukurannya memang tak sebesar alat-alat berat lainnya, namun grader tetap tergolong alat berat karena digunakan mulai dari proses awal sebuah konstruksi.

    3. Crane

    Nama nama alat berat yang ketiga adalah crane dan mungkin sering kamu jumpai ketika ada proyek pembangunan gedung yang tinggi, khususnya di kota-kota besar. Alat yang juga disebut mesin derek tersebut biasanya dipakai untuk mengangkut serta mengangkat material.

    Crane mampu mengangkat beban yang sangat berat sehingga pekerjaan pun menjadi lebih mudah dan cepat selesai. Bentuk crane juga bermacam-macam, ada yang bentuknya kendaraan dan dapat bergerak sampai terdapat crane yang harus disusun dulu sehingga bisa berdiri atau crane statis.

    4. Bored Pile

    Berikutnya ada alat berat yang dinamakan bored pile. Alat ini juga biasanya dinamakan mesin bor yang fungsinya melubangi tanah untuk pemasangan paku bumi maupun tiang pancang sebelum memulai pembangunan. 

    Untuk ukuran bored pile memang bermacam-macam. Semakin berat alat tersebut, maka lubang yang dihasilkan juga semakin besar. Tentu saja untuk mengoperasikannya membutuhkan banyak tenaga fisik.

    5. Diesel Hammer

    Diesel hammer merupakan alat berat yang fungsinya sebagai palu. Alat tersebut akan memalu tiang pancang sampai kedalaman tertentu sesuai keinginan. Lalu tiang-tiang besar tersebut akan digunakan untuk keperluan pembangunan pondasi.

    Memang diesel hammer ini biasanya ada ketika bored pile juga digunakan karena kedua alat berat tersebut fungsinya saling berhubungan. Diesel hammer bekerja dengan menggunakan bahan bakar solar.

    6. Backhoe

    Nama nama alat berat berikutnya adalah backhoe, sebuah kendaraan penggali yang memiliki cangkul atau pengeruk pada bagian belakang. Kemudian di bagian dapat terdapat wadah seperti ember.

    Alat berat yang satu ini memang terkenal serbaguna karena mempunyai kemampuan mendorong material. Selain itu, terdapat scoping atau penyekop yang digunakan untuk mengambil tanah. Dikarenakan alat ini cenderung kecil serta manuvernya cukup tinggi, membuatnya cocok digunakan pada daerah perkotaan.

    7. Batching Plant

    Selanjutnya terdapat alat bernama batching plant. Alat tersebut dipakai untuk mencampurkan bahan pembuatan beton yang siap cor. 

    Biasanya kamu sering menemukan alat tersebut untuk pembangunan gedung atau mungkin jalan tol. Material-material yang biasanya dimasukkan ke dalam batching plant seperti pasir, semen, batuan split, air, serta beberapa komponen lainnya. Semuanya dimasukkan dan dicampurkan dalam alat tersebut.

    8. Boom Lift

    Sebenarnya boom lift merupakan kendaraan yang mempunyai lengan panjang. Kemudian di bagian ujungnya berbentuk kotak dan biasanya dipakai sebagai pijakan. Kotak tersebut fungsinya sebagai tempat para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya.

    Lengan pada boom lift bisa memanjang dengan ketinggian tertentu. Untuk sistem kerja dari boom lift yaitu menggunakan sistem hidrolik.

    9. Bulldozer

    Bulldozer termasuk dari nama nama alat berat yang sering kamu jumpai. Alat berat ini merupakan sebuah kendaraan berukuran besar dan beroda rantai dimana alat tersebut dipakai untuk meratakan tanah, mendorong tanah, menumbangkan pohon, serta timbunan material. 

    Sering kali kamu menemukan bulldozer ketika pembangunan jalan raya, meratakan tanah atau pohon pasca bencana alam, dan lain-lain.

    Bulldozer hadir dengan beragam jenis sesuai dengan penggunaannya. Terdapat bulldozer jenis swamp yang dipakai untuk area rawa, ada juga wheel tractor dozer yang memiliki roda karet, lalu crawler tractor dozer yang memiliki roda seperti kelabang, dan lain-lain.

    10. Cold Planer

    Cold planer adalah alat berat untuk menggiling aspal serta mengeluarkan aspal tersebut dari lokasinya. Kemudian alat tersebut akan mulai menyiapkan permukaan untuk pembangunan aspal baru. Bisa juga digunakan untuk memulihkan aspal lama.

    Ukuran cold planer sangat besar serta sulit untuk dikendalikan. Hanya orang berpengalaman yang memang bisa mengoperasikan alat khusus tersebut. Termasuk ketika memindahkan gigi yang sulit untuk dilakukan.

    11. Compact Track Loader

    CTL atau compact track loader merupakan alat berat berukuran cukup besar yang digunakan untuk mengangkut material. Alat tersebut mempunyai sendok atau sekop plat logam pada bagian depan.

    Compact track loader dapat mengangkat serta memecah beban yang besar. Namun perlu diingat, mesin CTL lebih besar serta memiliki tekanan tinggi. Jadi lebih baik dipakai pada medan kuat seperti tanah kering atau bebatuan.

    12. Feller Buncher

    Tandan penebang atau feller buncher termasuk nama nama alat berat yang mungkin jarang ditemukan. Alat tersebut sering dipakai untuk penebangan pohon sampai pembebasan lahan. Cara kerjanya adalah melilitkan lengan logam pada sekitar batang pohon.

    Kemudian feller buncher akan memotong bagian alasnya menggunakan gergaji mesin. Menebang pohon menggunakan alat tersebut menjadikan pekerjaan lebih mudah. Hanya saja untuk mengendalikannya memang tidak mudah dan hanya profesional yang bisa melakukannya.

    13. Freight Forwarder

    Alat yang lebih sering disebut forwarder masih menjadi mesin yang berhubungan dengan kegiatan menebang pohon. Freight forwarder adalah alat berat berbentuk truk besar yang memiliki delapan roda.

    Setelah proses penebangan pohon selesai, alat inilah yang akan mengangkat batang kayu hasil penebangan pohon tersebut. Hebatnya lagi kamu tidak perlu menyentuh tanah karena semuanya cukup kamu lakukan lewat alat ini.

    14. Pile Driver

    Pile driver merupakan nama nama alat berat yang fungsinya untuk menggerakkan maupun mengangkat tiang pancang. Jadi, alat inilah yang akan memindahkan tiang tersebut menuju tempat sesuai keinginan. 

    Alat berat yang juga dinamakan pile driving equipment ini dioperasikan oleh profesional. Ketika posisinya sudah tepat, alat tersebut akan mendorong paku bumi atau tiang pancang menuju lubang yang telah dibuat.

    15. Haul Truck

    Truk besar tersebut mempunyai kemampuan yaitu mengangkut dan membuang muatan. Haul truck atau articulated hauler mempunyai pusat kontrol pada tempat pengemudi. 

    Ukuran haul truck sangat besar dan di dalamnya terdapat pivot joint. Komponen tersebut yang menjadikan alat berat ini mampu bekerja lebih mobile. Mengoperasikannya pun juga harus oleh seseorang yang ahli.

    16. Knuckleboom Loader

    Hal-hal terkait penebangan pohon atau perpindahan kayu biasanya akan melibatkan alat berat bernama knuckleboom loader. Alat tersebut mempunyai track serta lebih serbaguna dibandingkan model yang berbasis roda alias truck trailer.

    Biasanya ketika forwarder berhasil memindahkan batang kayu menuju lokasi, maka knuckleboom loader menggunakan kepala dereknya agar bisa mengambil kayu. Kemudian alat tersebut akan memindahkan kayu menuju atas truk. 

    Kehadiran knuckleboom loader sangat berguna untuk memudahkan sekaligus mempercepat pekerjaan pengangkutan kayu.

    17. Scissor Lift

    Mungkin alat berat berikut ini jarang kamu temukan. Sebenarnya jika melihat fungsinya, scissor lift hampir sama dengan alat berat lainnya yang digunakan untuk mengangkat sesuatu pada ketinggian tertentu. Alat tersebut bekerja dengan menggunakan tenaga mesin (berbahan bakar) dan ada juga yang menggunakan tenaga listrik.

    Untuk scissor lift yang menggunakan bahan bakar biasanya mengeluarkan suara mesin yang cukup berisik. Sementara itu, scissor lift yang memakai tenaga listrik mengeluarkan suara yang lebih halus.

    18. Paver Aspal

    Kemudian ada nama nama alat berat yang digunakan untuk penggilingan aspal. Sebenarnya alat tersebut mempunyai banyak nama. Misalnya disebut sebagai wales stump, paver aspal, vibro roller, stum, mesin penggulung, mesin galindong, dan lain-lain.

    Sama dengan beberapa alat berat yang lain, untuk paver aspal hadir dengan ukuran yang berbeda-beda. Bukan hanya ada dalam bentuk kendaraan melainkan ada juga yang memiliki bentuk kecil serta bisa didorong manusia.

    19. Light Tower

    Bagaimana dengan light tower? Light tower atau yang juga disebut menara lampu merupakan alat berat yang fungsinya menerangi para pekerja di malam hari maupun situs konstruksi yang belum tersedia cahaya alami.

    Light tower bekerja dengan menggunakan tenaga diesel. Alat tersebut juga dapat kamu bawa menuju jalan raya alias off-road. Terdapat generator yang terpasang di sepasang roda serta lampunya ada tiang atau menara.

    20. Scraper

    Scraper merupakan alat berat yang digunakan untuk mengangkut, mengeruk, maupun menabur hasil tanah secara berlapis. Jika kamu melihat aktivitas konstruksi maupun pertambangan, maka kamu akan menemukan alat berat yang satu ini.

    Setidaknya terdapat dua macam scraper yaitu motor scraper dan towed scraper. Alat tersebut dapat melakukan pengangkutan dengan jarak bahkan mencapai 500 hingga 200 meter.

    21. Roller atau Compactor

    Alat berat yang juga biasa kamu temukan adalah roller atau compactor. Alat ini berfungsi untuk menghaluskan serta memadatkan permukaan tanah. Kamu pasti akan menemukannya ketika ada pengerjaan pembangunan jalan aspal.

    Selain itu, pekerjaan yang berkaitan dengan pertambangan serta konstruksi juga menggunakan roller. Berat roller atau compactor bahkan bisa mencapai 8 sampai 14 ton. Selain itu, terdapat beberapa jenis roller, yaitu:

    • Modified Tamping Roller
    • Tamping Roller
    • Pneumatic-tired Roller
    • Vibrating Compactor
    • Smooth-wheel Roller

    22. Skidder

    Terkait urusan penebangan, kamu juga bisa mengandalkan skidder. Mesin ini akan memotong kemudian memindahkan pohon tersebut menuju tempat pendaratan dan siap untuk diangkut. 

    Mungkin kamu bertanya, apa perbedaan skidder dengan forwarder? Pada skidder, alat tersebut akan membawa kayu dari hasil penebangan dengan menyeretnya ke tanah sementara pada forwarder, kayu tersebut diangkut di belakang.

    23. Skid Steer Loader

    Skid steer loader merupakan alat berat untuk beragam pekerjaan terkait pertanahan. Dari pewadah atau bucket sampai loader atau pemuat, alat tersebut bisa menampung peralatan berbeda.

    Skid steer loader mampu bermanuver cukup baik, khususnya pada area sempit. Jadi, alat berat tersebut memang sifatnya cukup mobile saat dibutuhkan.

    24. Pemanen Kombinasi

    Harvester atau pemanen kombinasi digunakan untuk memanen hasil kebun atau pertanian seperti buah-buahan, biji-bijian, maupun tanaman lain. 

    Sesuai namanya, alat tersebut menggabungkan beberapa pekerjaan seperti merontokkan, menuai, serta menampi ke dalam satu proses dan membuatnya sangat efisien untuk kebutuhan pertanian.

    25. Traktor

    Traktor adalah alat berat untuk aktivitas pertanian dan konstruksi. Alat berat yang juga disebut mesin pembajak sawah yang sangat bermanfaat untuk mengaduk, mengolah, maupun menggemburkan tanah. Selain itu, terdapat juga traktor yang memiliki bucket atau wadah untuk menggali dan mengeruk tanah.

    26. Telehandler

    Jika penggunaan mesin pengangkat atau forklift tidak memadai, maka saatnya menggunakan telehandler. Alat ini berguna ketika digunakan untuk mengangkat benda dengan bobot yang lebih berat dan tidak mampu diangkat oleh forklift.

    Selain itu, telehandler juga mampu mengakses area lebih jauh dan tinggi. Ini karena pada alat tersebut terdapat lengan yang bisa memanjang. Ukuran bannya juga sangat besar dan tebal sehingga cocok untuk kondisi off-road.

    27. Wheel Loader

    Wheel loader digunakan untuk memindahkan, menggusur, maupun memuat material seperti batu, tanah, puing-puing, pasir, dan sebagainya menuju ke kendaraan berat yang lain. 

    Roda belakang dan depannya sangat besar dan wheel loader bentuknya sangat kokoh. Hal ini membuat wheel loader cocok untuk mengangkat, mendorong, memuat tanah, salju, pasir, maupun material berat lainnya. 

    28. Trencher

    Jika kamu ingin menggali saluran, parit, atau lubang panjang, trencher adalah jawabannya. Alat tersebut dilengkapi rantai dari baja kuat untuk merobek dan memotong akar, tanah, maupun batu. 

    Ukurannya memang tidak sebesar nama nama alat berat lain, namun kemampuannya sangat dibutuhkan untuk menggali parit dengan lebih cepat.

    29. Truk Forklift

    Nama nama alat berat berikutnya adalah truk forklift. Alat berat tersebut digunakan untuk mengangkut material dari satu tempat ke tempat lain. Kamu biasanya akan sering menemukan truk forklift ini di pabrik, bagian warehouse atau gudang. 

    Untuk mengoperasikan forklift tentu tidak sembarangan. Seseorang yang mengemudikan atau mengoperasikannya harus mempunyai lisensi.

    30. Truk Jungkit

    Pembahasan tentang nama nama alat berat yang terakhir yaitu truk jungkit. Bisa dikatakan, ini merupakan versi kecil dari haul truck. Fungsinya adalah untuk mengangkut serta membawa muatan menuju lokasi. Selain itu, terdapat fitur pembuang otomatis lewat wadahnya.

    Sudah Paham Nama Nama Alat Berat dan Fungsinya?

    Sekian informasi tentang nama nama alat berat beserta fungsinya. Jadi, semuanya hadir dengan fungsinya sendiri-sendiri namun memiliki tujuan yang sama. Tujuannya untuk mempermudah pekerjaan manusia.

  • Mengupas Sistem Demokrasi Terpimpin Era Soekarno: Sejarah hingga Ciri

    Mengupas Sistem Demokrasi Terpimpin Era Soekarno: Sejarah hingga Ciri

    Mungkin sudah banyak yang lupa bahkan tidak tahu bahwa Indonesia pernah menerapkan sistem pemerintahan demokrasi terpimpin di era kepemimpinan Bung Karno. Walaupun sudah tak digunakan lagi, namun sistem ini memiliki nilai tersendiri dalam perjalanan pemerintahan Indonesia. Penasaran? Yuk, simak artikel ini!

    Apa itu Demokrasi Terpimpin?

    Masa pemerintahan Presiden Soekarno sering disebut sebagai demokrasi terpimpin. Arti masa pemerintahan tersebut adalah sebuah konsep politik yang unik dan berbeda dari demokrasi liberal. 

    Demokrasi satu ini diperkenalkan oleh Soekarno pada tahun 1959 melalui berbagai perubahan konstitusi dan sistem politik dan dapat Anda sebut sebagai demokrasi terkelola. 

    Dalam demokrasi terkelola versi Soekarno, beliau mengusulkan sistem politik yang berfokus pada konsep Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme). Konsep ini diwakili oleh PNI, PKI, dan NU. Soekarno berpendapat bahwa kekuasaan politik harus dipegang oleh negara, bukan oleh partai politik. 

    Partai-partai politik yang ada saat itu diberi peran yang lebih kecil dalam pengambilan keputusan politik. Sedangkan presiden Soekarno sebagai pemimpin tertinggi, memiliki kekuasaan yang sangat besar dalam pengambilan keputusan politik. 

    Soekarno juga menggambarkan dirinya sebagai “Pemimpin Besar Revolusi” dan mengklaim mewakili kehendak rakyat Indonesia. Beliau sering menggunakan retorika nasionalis, anti-imperialisme, dan anti-kolonialisme untuk memperkuat otoritasnya.

    Selama periode demokrasi terkelola, Soekarno juga mendorong konsep “Manipol-USDEK” (Manusia Indonesia – Politik, Ekonomi, Sosial, dan Kebudayaan). Tujuannya sendiri adalah untuk mengendalikan dan mengarahkan semua aspek kehidupan di Indonesia sesuai dengan visi politiknya. 

    Pada masa pemerintahannya, Soekarno juga mengambil langkah-langkah nasionalisasi terhadap perusahaan asing dan mengembangkan sentralisasi ekonomi. Di sisi lain, demokrasi terkelola Soekarno juga diwarnai oleh ketegangan politik dan ekonomi yang meningkat. 

    Misalnya saja konflik para elite TNI sepanjang tahun 1959 – 1962. Lalu, ada kampanye Irian Barat, kebijakan-kebijakan yang kontroversial, pemberontakan Tentara Islam Indonesia (TII), dan puncaknya adalah G 30 S/PKI.

    Konflik yang terus meningkat, baik dari internal maupun eksternal, akhirnya berujung pada situasi krisis pada tahun 1965. Hingga berakhir dengan penggulingan Soekarno pada tahun 1966.

    Sejarah Tercetusnya Demokrasi Terpimpin di Era Soekarno

    Tercetusnya demokrasi terpimpin pada era Soekarno berawal dari perkembangan politik di Indonesia pasca-kemerdekaan pada tahun 1945. Pada tahun 1950 – 1959, awalnya Indonesia mengadopsi sistem demokrasi parlementer atau liberal yang mengikuti pola politik negara-negara Barat. 

    Akan tetapi, tidak stabilnya politik pada masa demokrasi parlementer akhirnya membuat Soekarno merasakan kekecewaan yang mendalam. Beliau berpendapat bahwa sebenarnya rakyat Indonesia memiliki konsep tersendiri yang berbeda dengan konsep politik dan budaya masyarakat Barat. 

    Sangat tidak relevan menurutnya jika sistem politik dan budaya masyarakat Barat diterapkan dalam kehidupan sosial politik di Indonesia. 

    Dalam sistem parlementer, yang menjalankan roda pemerintahan sepenuhnya berada di tangan Perdana Menteri dengan para Menteri Kabinetnya. Sedangkan jabatan Kepala Negara tidak lebih sekedar simbol pemersatu bangsa saja.

    Itu artinya, posisi Soekarno berada pada posisi kepala negara yang hanya bersifat simbolik lantaran tidak memiliki otoritas politik. Berbeda dengan posisi Perdana Menteri yang menjadi titik sentral dari segala kebijakan pemerintah. 

    Selain itu, kegagalan dewan konstituante dalam menyusun UUD baru juga telah mengecewakan Presiden Soekarno. Hingga akhirnya, beliau kembali mengusulkan untuk memberlakukan UUD 1945 yang kemudian menuai pro kontra dari sejumlah pihak yang tergabung di konstituante.

    Karena reaksinya demikian, Soekarno mengadakan pemungutan suara dengan mengatasi konflik yang sedang terjadi. Lalu, hasil votingnya menunjukkan bahwa usulan untuk kembali menggunakan UUD 1945 tidak bisa segera direalisasikan. 

    Hal tersebut kemudian mendorong Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang sekaligus menandakan dimulainya sistem demokrasi terkelola. Isinya adalah sebagai berikut:

    • UUD 1950 tidak akan berlaku lagi.
    • Dimulainya pemberlakuan UUD 1945.
    • Konstituante dibubarkan.
    • Pembentukan MPRS dan DPAS.

    Ciri-Ciri Demokrasi Terpimpin Era Soekarno

    Terdapat beberapa karakteristik atau ciri-ciri yang membedakan demokrasi terkelola dari sistem politik demokrasi lainnya yang pernah diterapkan di Indonesia, yaitu:

    1. Terbentuknya DPR-GR

    Berdasarkan UUD 1945 yang kembali diberlakukan, makna “terpimpin” sendiri berarti bahwa pusat kepemimpinan negara terletak di tangan presiden selaku pemimpin besar revolusi. Akibatnya, lembaga-lembaga negara, salah satunya DPR, hanya memiliki proporsi yang kecil.

    Soekarno pun kemudian membubarkan DPR pada tahun 1960 lantaran tidak menyetujui RAPBN yang diajukan. Kemudian, dibentuklah DPR-GR atau DPR Gotong Royong melalui Penetapan Presiden Nomor 4 Tahun 1960. 

    Hal tersebut menuai banyak pro kontra. Sebab, menurut UUD 1945, terdapat aturan bahwa presiden tidak membubarkan DPR lantaran kedudukan DPR adalah kuat.

    2. Melemahnya Peranan Lembaga Legislatif

    Dalam sistem ini, peran legislatif mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan sistem demokrasi liberal. Lembaga negara seperti DPR, MPR, MA, DPA, dan BPK tidak lagi menjadi badan yang memegang kendali legislatif yang kuat. 

    Pengambilan keputusan politik yang penting dan kebijakan nasional ditentukan oleh presiden. Sedangkan lembaga legislatif berperan lebih sebagai forum konsultatif dan mendukung kebijakan pemerintah. 

    Meskipun DPR-GR sudah terbentuk, tapi mereka sangat kurang dalam memakai hak inisiatifnya untuk mengajukan rancangan undang-undang. 

    3. Anti Kebebasan Pers

    Dalam demokrasi terpimpin di Indonesia pada era Soekarno, salah satu karakteristik utama adalah kecenderungan untuk menekan kebebasan pers dan mengendalikan media. Pemerintahan Soekarno mengambil tindakan untuk membatasi kebebasan pers dan mengontrol informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

    Media lebih banyak berfungsi sebagai alat untuk mendukung narasi politik pemerintah dan mempromosikan kebijakan yang diinginkan oleh pemerintah. Beberapa tindakan yang dilakukan antara lain: 

    • Pemerintah melakukan sensor terhadap berita yang dapat dianggap sebagai ancaman terhadap kekuasaan atau kebijakan pemerintah.
    • Menutup sejumlah surat kabar dan majalah seperti Harian Abad dari Masyumi dan Harian Pdoman dari PSI.

    4. Kekuasaan Politik yang Terpusat

    Demokrasi terkelola di Indonesia ditandai oleh kekuasaan politik yang terpusat di tangan presiden. Presiden Soekarno memiliki kekuasaan yang sangat besar dalam pengambilan keputusan politik dan menentukan arah kebijakan negara. 

    5. Retorika Nasionalis dan Anti-Imperialism

    Soekarno menggunakan retorika nasionalis dan anti-imperialis untuk memperkuat otoritasnya. Beliau menekankan pentingnya kedaulatan nasional dan kebebasan dari dominasi asing dalam kehidupan politik dan ekonomi Indonesia.

    6. Sentralisasi Kebijakan Politik

    Dalam demokrasi terpimpin, kebijakan politik ditetapkan secara sentralistik oleh pemerintah pusat di bawah arahan presiden. 

    Pemerintah pusat lebih berkuasa dalam menentukan arah pembangunan dan mengendalikan berbagai aspek kehidupan politik, ekonomi, dan sosial. Sedangkan kekuasaan otonomi pemerintah daerah sangat terbatas.

    7. Kurangnya Persaingan Politik yang Signifikan

    Selama diterapkannya sistem demokrasi terkelola di Indonesia, persaingan politik yang signifikan antar partai jarang terjadi. Partai politik yang ada cenderung bekerja sama dengan pemerintah dan mendukung kebijakan-kebijakan presiden.

    8. Menguatnya Peranan Militer

    Pemerintah Soekarno mengandalkan militer sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas politik dan melaksanakan kebijakan negara. Buktinya, sebagian besar kursi DPR-GR pada saat itu dikuasai oleh kaum militer. 

    Selama masa pemerintahan Soekarno, anggota militer atau perwira tinggi militer sering kali terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik. Mereka juga memiliki pengaruh yang kuat dalam penetapan kebijakan negara.

    Tujuan Diterapkannya Demokrasi Terpimpin

    Diberlakukannya sistem demokrasi terkelola pada era Soekarno di Indonesia memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai, di antaranya:

    1. Mencapai Kestabilan Politik

    Salah satu tujuan utama dari demokrasi terkelola adalah mengembalikan stabilitas politik di tengah situasi politik yang tidak stabil saat menerapkan demokrasi parlementer atau liberal. Dalam konteks Indonesia pada masa itu, Soekarno berusaha menciptakan stabilitas politik yang kuat dan mengatasi perpecahan yang ada dalam masyarakat.

    Salah satu perwujudan upayanya adalah dengan menjadikan dirinya sebagai pusat dalam penyelenggaraan negara. Dengan begitu, beliau yakin bisa menggantikan sistem multipartai yang membuat politik Indonesia terpecah belah menjadi bersatu kembali lantaran kekuasaan penuh berada di tangan presiden.

    2. Menciptakan Kebijakan Nasional yang Lebih Terkoordinasi

    Melalui demokrasi terpimpin, Soekarno berusaha menciptakan kebijakan nasional yang lebih terkoordinasi dan terpadu. Presiden memiliki peran sentral dalam menentukan arah kebijakan negara. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembangunan nasional.

    3. Meningkatkan Kekuasaan Presiden

    Pada saat masih diterapkannya sistem demokrasi parlementer, peran presiden seolah hanya sebatas sebagai kepala negara saja tanpa memiliki otoritas politik yang kuat. Otorisasi politik justru lebih besar dimiliki oleh partai-partai politik yang saat itu sangat berorientasi pada kepentingan ideologinya masing-masing.

    Jadi, dengan diberlakukannya demokrasi terkelola, Indonesia seolah mendapat ‘angin segar’ untuk kembali bersatu. Sebab, melalui sistem demokrasi ini, kekuasaan presiden akan lebih dominan dalam mengambil keputusan politik. 

    Dengan begitu, diharapkan ini dapat menciptakan kepemimpinan yang kuat, efektif, dan cepat dalam menghadapi tantangan politik dan sosial yang dihadapi oleh negara.

    Kelebihan Demokrasi Terpimpin

    Sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami untuk menggambarkan pengaruhnya terhadap perkembangan bangsa. Beberapa kelebihan dari sistem demokrasi terkelola era Soekarno adalah sebagai berikut:

    1. Terbentuknya Kabinet Kerja

    Salah satu kelebihan demokrasi terpimpin di era Soekarno adalah terbentuknya Kabinet Kerja. Tujuannya adalah untuk mengurangi pengaruh kepentingan partai politik. Terbukti dari tidak adanya ketua umum partai politik yang menjabat sebagai menteri dalam kabinet kerja agar bisa memberikan tekanan pada sifat non-partai.

    Dalam konteks ini, Kabinet Kerja di era Soekarno dipandang sebagai alat untuk membangun solidaritas politik. Serta untuk meminimalkan perselisihan antar partai dalam mengambil keputusan politik.

    Pemerintah berusaha untuk mengekang kepentingan sempit partai politik agar tidak menghambat stabilitas politik dan keberlanjutan pemerintahan. Melansir buku Sejarah Indonesia Modern: 1200 – 2004 anggota Kabinet Kerja di era Ir. Soekarno terdiri dari 9 menteri utama dengan tambahan 24 menteri muda.

    Adapun tiga program utama dari kabinet ini adalah memperbaiki kesejahteraan rakyat, meningkatkan keamanan dalam negeri, dan pembebasan Irian Barat.

    Kabinet Kerja ini pertama kali dibentuk pada 10 Juli 1959. Dalam kabinet ini, Soekarno bertindak sebagai Perdana Menteri, Djuanda sebagai Menteri I, serta J. Leimena dan Subandrio sebagai Wakil Menteri I dan II.

    2. Dibentuknya MPPR

    Musyawarah Pembantu Pimpinan Revolusi (MPPR) dibentuk oleh Soekarno berdasarkan Tappres Nomor 4/1962. Lembaga ini memiliki fungsi untuk membantu presiden dalam mengambil kebijakan khusus yang terkait dengan penyelesaian revolusi.

    Pada MPPR, barulah partai politik dapat mengambil sebagian kursi dalam pemerintahan. Sebab, anggota MPPR terdiri dari sebagian anggota MPRS, DPR-GR, dan pemimpin partai politik.

    3. Terbentuknya MPRS

    Pada masa demokrasi terpimpin, Soekarno juga membentuk MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) pada 31 Desember 1959. Fungsi dan tugas lembaga ini hanya menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang diatur berdasarkan ketetapan Presiden No.2 Tahun 1959, bukan berdasarkan UUD 1945.

    MPRS diketuai oleh Chaerul Shaleh. Dalam salah satu ketetapannya, MPRS menetapkan Ir. Soekarno sebagai Pemimpin Besar Revolusi.

    4. Dibentuknya Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS)

    Setelah membubarkan DPA melalui Dekrit Presiden, Soekarno kemudian membentuk DPAS pada 22 Juli 1959 melalui ketetapan Presiden No. 3 Tahun 1959. Tugas utama dari lembaga ini hanya sebatas memberikan pertimbangan terhadap presiden dan mengajukan usul kepada pemerintah.

    Kelemahan Demokrasi Terpimpin

    Demokrasi terkelola dinilai berhasil mengembalikan stabilitas politik di tanah air. Meskipun demikian, sistem demokrasi ini juga memiliki kelemahan dalam penerapannya, antara lain:

    1. Pengurangan Peran Legislatif

    Dalam demokrasi terkelola, peran lembaga legislatif seringkali terbatas. DPR-GR yang menggantikan MPR sebagai lembaga legislatif, menjadi lebih terkendali oleh presiden dan partai politik yang mendukung pemerintah. Hal tersebut mengurangi keberagaman pendapat dan pembahasan yang sehat dalam proses legislasi.

    2. Dominasi Militer

    Salah satu karakteristik demokrasi terpimpin di era Soekarno adalah meningkatnya peran militer dalam politik dan kebijakan negara. Namun ternyata, dominasi militer justru mengurangi kemandirian lembaga sipil dan mengganggu prinsip checks and balances yang penting dalam sistem demokrasi.

    3. Mengaburkan Sistem Kepartaian

    Pada sistem demokrasi ini, peran dan pengaruh partai seringkali ditekan atau dilarang beroperasi. Ini mendorong aktivitas politik bukan lagi untuk mempersiapkan atau mengisi jabatan politik di pemerintahan. Namun, lebih sebagai elemen penopang dari konflik-konflik yang terjadi antara lembaga kepresidenan, TNI Angkatan Darat, dan PKI.

    4. Melemahkan Hak-Hak Dasar Manusia

    Salah satu kekurangan utama demokrasi terpimpin adalah pembatasan kebebasan sipil dan politik. Kebebasan pers, kebebasan berekspresi, dan hak-hak individu seringkali dikurangi atau dibatasi guna menjaga stabilitas politik dan mengendalikan oposisi.

    Presiden bisa dengan mudah menyingkirkan siapapun yang punya keberanian untuk menentangnya atau politiknya tidak sesuai dengan kebijakan presiden. Bahkan, beberapa lawan politik diketahui telah ditetapkan sebagai tahanan negara.

    5. Ketimpangan Ekonomi

    Meskipun demokrasi terkelola memiliki tujuan untuk mewujudkan cita-cita sosialis, dalam praktiknya terdapat ketimpangan ekonomi yang signifikan. Pemerintah Soekarno terlibat dalam nasionalisasi sektor-sektor ekonomi penting. Namun, kebijakan ini tidak selalu berhasil dalam menciptakan distribusi kekayaan yang adil.

    Misalnya saja harga kebutuhan pokok mahal, inflasi mencapai ratusan persen, ekspor dan investasi mengalami penurunan drastis, dan cadangan devisa semakin menipis. Hal tersebut terjadi karena politik dalam demokrasi terpimpin dikedepankan, tapi tidak memperhatikan kondisi ekonomi.

    Dalam mengatasi ketimpangan ekonomi ini, pemerintah telah membentuk Deklarasi Ekonomi (Dekon) pada Maret 1953, namun mengalami kegagalan. Penyebabnya yang pertama adalah tidak terwujudnya IMF atau International Monetary Fund sebesar 400 juta USD.

    Selain itu, pemutusan hubungan politik dengan Malaysia dan Singapura dalam rangka kasi Dwikora juga menyebabkan munculnya masalah ekonomi yang terus-menerus. Kondisi ekonomi kemudian diperparah akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan beberapa negara barat.

    Pemikiran Soekarno tentang Partai Politik

    Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa, selama periode demokrasi terpimpin, Soekarno menekan pengaruh partai politik dalam lingkup pemerintahan. Mengapa bisa demikian? Agar mengetahuinya, perlu dipahami bagaimana pemikiran Soekarno mengenai partai politik di masa pemerintahannya.

    Ketika masih muda, Soekarno termasuk salah satu tokoh revolusi yang menganjurkan perlunya kehadiran parpol sebagai alat mobilisasi massa melawan kolonialisme dan imperialisme Belanda. Ideologi politiknya ini beliau realisasikan dengan membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bandung, tepatnya pada tahun 1927.

    Namun, sistem kepartaian yang diusulkan oleh Soekarno untuk konteks Indonesia seharusnya adalah sistem satu partai. Karena demokrasi menurut Soekarno tidak boleh diterjemahkan sebagai memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membentuk partai sebanyak-banyaknya.

    Terlebih lagi, kondisi sosial ekonomi bangsa yang baru lahir menjadi alasan mendasar mengapa partai tidak diberi ruang dalam kehidupan politik di Indonesia.

    Sudah Paham dengan Sistem Demokrasi Terpimpin?

    Itulah penjelasan mengenai sistem demokrasi terpimpin pada masa pemerintahan Ir. Soekarno. Dari uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa periode demokrasi di era Soekarno memberikan pelajaran berharga bagi perkembangan politik Indonesia. Semoga membantu!

  • 15+ Contoh Konjungsi Waktu Beserta Pengertiannya

    15+ Contoh Konjungsi Waktu Beserta Pengertiannya

    Konjungsi temporal atau yang lebih sering disebut sebagai konjungsi waktu merupakan salah satu jenis konjungsi dalam Bahasa Indonesia. Sama seperti jenis konjungsi lainnya, konjungsi ini juga memiliki ciri-ciri tersendiri yang perlu dipahami.

    Nah, untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang pengertian, ciri-ciri, dan juga contoh konjungsi temporal, simak ulasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini, ya!

    Pengertian Konjungsi Waktu

    Konjungsi waktu adalah konjungsi yang berkaitan dengan waktu, baik dalam sebuah kalimat ataupun antar kalimat itu sendiri. Secara umum, jenis konjungsi yang satu ini berfungsi untuk menghubungkan kalimat majemuk yang sederajat maupun tidak sederajat serta untuk menyatakan keterangan waktu.

    Ciri-Ciri Konjungsi Waktu

    Berikut ini adalah empat ciri konjungsi temporal yang dapat kamu pahami dengan baik:

    1. Berfungsi Sebagai Subjungtif

    Maksud dari subjungtif adalah suatu modus yang berfungsi untuk menyatakan kemungkinan yang objektif. Sehingga, informasi di dalam kalimat lebih mudah dimengerti oleh pembaca dan juga lengkap.

    2. Fleksibel

    Maksudnya, kamu bisa menempatkan kata penghubung ini secara bebas. Mulai dari di awal kalimat, akhir, maupun di tengah-tengah dengan menyesuaikan informasi yang hendak disampaikan oleh kalimat tersebut.

    3. Penghubung Kalimat Utama dengan Kalimat Induk

    Ciri-ciri konjungsi waktu yang selanjutnya, yaitu dapat menjadi penghubung antara kalimat induk dengan kalimat utama. Penghubung di sini maksudnya adalah pengait antara kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Dengan begitu, maka pembaca dapat terbantu untuk memahami hubungan kedua kalimat tersebut.

    4. Menghubungkan Kalimat yang Berkaitan dengan Waktu

    Terakhir, menghubungkan kalimat yang berkaitan dengan waktu tentu saja menjadi ciri utama dari konjungsi ini. Sebab, unsur waktu inilah yang dapat menjadi pembeda antara konjungsi temporal dengan jenis konjungsi yang lainnya. Makanya, tak heran jika konjungsi temporal tidak dapat digunakan pada kalimat yang tidak punya unsur waktu.

    Jenis-Jenis Konjungsi Waktu

    Setidaknya, terdapat dua jenis konjungsi temporal dalam Bahasa Indonesia yang bisa dipahami, antara lain:

    1. Konjungsi Temporal Sederajat

    Konjungsi temporal sederajat ini bersifat setara. Makanya, konjungsi tersebut diletakkan pada tengah kalimat atau di awal kalimat berikutnya. Artinya, konjungsi ini menjadi penghubung di dalam kalimat majemuk setara. 

    Kamu bisa menggunakan kata kemudian, selanjutnya, sebelumnya, lalu, setelahnya, atau sebelum itu ketika membuat kalimat dengan kata konjungsi jenis ini.

    2. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

    Konjungsi temporal tidak sederajat adalah jenis konjungsi yang menghubungkan beberapa kalimat, baik itu kalimat majemuk bertingkat ataupun kalimat majemuk setara. Biasanya, konjungsi ini dapat ditemukan di awal, di tengah, atau di akhir kalimat.

    Adapun contoh kata penghubung yang termasuk ke dalam jenis konjungsi waktu tidak sederajat, antara lain ketika, sementara, apabila, saat, dan juga sejak.

    Kumpulan Contoh Konjungsi Waktu

    Setelah menyimak penjelasan singkat di atas, berikut ini adalah berbagai contoh konjungsi temporal yang dapat kamu simak:

    1. Paman baru saja sampai di bengkelnya. Sesudah itu, beliau langsung membuka rolling door dan menyapu debu di bengkel agar tampak bersih dan membuat customer nyaman.
    2. Adik mencuci baju, lalu ia menjemurnya di lantai bawah sebelum ibu pulang.
    3. Malika terjatuh dari tangga, lalu ia segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter.
    4. Maudy Ayunda adalah penyanyi berbakat, sebelumnya ia juga bermain banyak film yang menjadi box office.
    5. Arina akan pergi ke luar negeri untuk kuliah ke Amerika, sebelum itu ia mengikuti kursus bahasa terlebih dahulu sebagai salah satu persyaratan dari universitasnya.
    6. Pihak desa telah memutuskan bahwa uang pembangunan balai desa tahun ini akan ditiadakan, sebelum itu kepala desa sudah melakukan musyawarah dengan para warga desa setempat terkait dengan masalah tersebut.
    7. Tambahkan gula aren di dalam air mendidih. Kemudian, aduk sampai gulanya larut.
    8. Arka terbangun dari tidurnya, saat mendengar suara ibu memanggil namanya dengan sangat keras.
    9. Ameena menangis, kemudian ibu menghampiri dan langsung memeluknya.
    10. Fatma pingsan ketika upacara, karena cuaca pagi itu memang sangat panas.
    11. Anton membaca buku, kemudian mencoba untuk memahami isi bukunya sebelum ujian lisan tiba.
    12. Rafa pergi tatkala aku sedang berada di titik terendah dalam hidupku.
    13. Kakak mencuci mobil, sementara Ayah membantu Ibu untuk membersihkan area dapur.
    14. Centini memang terkenal rajin belajar sejak duduk di bangku sekolah, makanya tak heran jika dia selalu juara kelas.
    15. Aku sudah menunggu Afifah sejak pagi. Namun, hingga saat ini batang hidungnya belum juga tampak, padahal hari sudah semakin sore.
    16. Ketika bulan bersinar dengan terang di malam hari, aku memohon kepada sang Pencipta, agar ibuku selalu sehat dimanapun ia berada.
    17. Tatkala masih duduk di bangku sekolah, Alvin memang sudah dikenal pandai, rajin, dan sopan kepada orang yang lebih tua serta selalu menyapa orang-orang yang ditemuinya.
    18. Aku akan menutup pintu rumah, apabila sampai jam 12 malam kamu tak juga kunjung pulang.
    19. Sudah sejak lama aku menantikan momen ini, yakni saat toga menempel di kepalamu.
    20. Apabila hingga sore hari cafe masih sepi seperti ini, maka kita akan menutupnya saja untuk menghemat biaya listrik.
    21. Pasangkan dasi, jas, dan sepatu setelahnya.
    22. Sudah 2 hari ini aku selalu melihatnya mondar mandir di depan rumah, setelah itu dia malah menghilang tanpa jejak.

    Sudah Paham Tentang Konjungsi Waktu?

    Itu dia ulasan singkat tentang konjungsi temporal disertai dengan contohnya. Semoga informasi tentang konjungsi temporal tersebut bermanfaat untukmu, ya.

  • Konjungsi Penyebab: Pengertian, Fungsi dan Contoh Kalimatnya

    Konjungsi Penyebab: Pengertian, Fungsi dan Contoh Kalimatnya

    Konjungsi penyebab atau konjungsi sebab akibat merupakan kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan antara kalimat sebab dan akibat dari suatu peristiwa. Berikut adalah beberapa contoh bagaimana penggunaan konjungsi sebab akibat dan apa saja jenisnya!

    Pengertian Konjungsi Penyebab

    Sebelum membahas tentang pengertian konjungsi penyebab, kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa itu konjungsi. Konjungsi adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat.

    Sementara itu, konjungsi sebab atau penyebab yaitu kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua klausa atau lebih dan merepresentasikan sebab akibat dari suatu peristiwa. Konjungsi sebab atau penyebab merupakan konjungsi koordinatif yang kedudukannya tidak sederajat.

    Kata hubung atau konjungsi sebab akibat ini biasanya digunakan untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi karena sebab tertentu. Jadi, dapat disimpulkan jika konjungsi sebab akibat merupakan kata hubung yang digunakan untuk menjelaskan alasan dari terjadinya suatu hal atau peristiwa.

    Fungsi Konjungsi Sebab atau Penyebab

    Fungsi utama dari konjungsi penyebab yaitu untuk menghubungkan antara klausul sebab dan klausul akibat. Setiap terjadinya peristiwa, pasti memiliki penyebabnya masing-masing. 

    Oleh karena itu, untuk memudahkan penulisan antara klausul sebab dan akibat dalam suatu kalimat, digunakan kata hubung konjungsi sebab atau penyebab.

    Contoh Kalimat

    Untuk memahami bagaimana penerapan konjungsi penyebab dalam kalimat, berikut adalah beberapa contoh kalimat yang mengandung konjungsi sebab akibat:

    1. Contoh Kalimat dengan Konjungsi Syarat

    Konjungsi syarat merupakan jenis konjungsi sebab akibat yang menggunakan syarat untuk menjelaskan mengapa akibat tersebut bisa terjadi. Contoh kata-kata yang termasuk dalam konjungsi syarat, yaitu ‘kalau’, ‘jika’, dan ‘bila’. Berikut adalah contoh kalimat dengan konjungsi syarat:

    • Kalau colokan charger laptop itu dicabut, maka laptop itu akan langsung mati.
    • Jika Adi bisa meningkatkan kepercayaan dirinya, maka dia akan bisa tampil dengan maksimal.
    • Nensi sangat sedih bila melihat anak kucing yang sedang kelaparan di pinggir jalan.
    • Setiap orang bisa sukses kalau rajin belajar.
    • Kamu bisa istirahat sebentar jika sedang merasa tidak enak badan.
    • Bila kamu pergi ke pasar melewati jalan raya, maka kamu akan bertemu dengan banyak penjual buah.
    • Perawat akan langsung mendatangi kamar pasien kalau terdengar suara alarm panggilan dari kamar pasien.
    • Pemadam kebakaran akan bergegas menuju lokasi kebakaran, jika ada laporan kebakaran.
    • Bencana banjir dan tanah longsor akan terjadi, bila hutan-hutan terus ditebang dan kebiasaan membuang sampah di sungai tidak dihilangkan.

    2. Contoh Kalimat dengan Konjungsi Simpulan

    Konjungsi simpulan merupakan jenis konjungsi penyebab yang digunakan untuk membuat kesimpulan dari suatu peristiwa yang terjadi. Contoh kata-kata yang termasuk dalam konjungsi simpulan, yaitu ‘jadi’ dan ‘demikian’. Berikut adalah contoh kalimat dengan konjungsi simpulan:

    • Santi lupa untuk membawa dompet, jadi dia tidak bisa membeli buku yang sedang dia cari.
    • Kirana merasa tidak enak badan sejak tadi pagi, jadi dia pergi ke UKS untuk istirahat sebentar.
    • Batas pendaftaran tes akademik masih dibuka sampai akhir minggu ini, jadi Andi bisa datang lagi besok, karena loket pendaftaran tes akademik hari ini sudah tutup.
    • Karena semalam Andi begadang dan sibuk main game, jadi hari ini dia terlambat ke sekolah dan tidak bisa mengikuti ujian.
    • Rina sudah terpilih sebagai bagian dari tim paduan suara, dengan demikian dia harus giat berlatih agar bisa menang di lomba paduan suara nanti.
    • Karena atasanku sudah memberikan izin untuk bekerja dari rumah, dengan demikian aku tidak perlu datang ke kantor hari ini.
    • Jadwal piket kelas sudah dibuat dan disepakati bersama, dengan demikian setiap orang harus melaksanakan kewajiban piket dengan penuh tanggung jawab.
    • Karena Nila sudah mengembalikan semua buku yang dipinjamnya dari perpustakaan, dengan demikian dia bisa mengikuti ujian akhir sekolah.

    3. Contoh Kalimat dengan Konjungsi Alasan

    Konjungsi alasan merupakan jenis konjungsi penyebab yang digunakan untuk mengungkapkan alasan atau penyebab dari terjadinya suatu peristiwa. Contoh kata-kata yang termasuk dalam konjungsi alasan yaitu ‘karena’. Berikut adalah contoh kalimat dengan konjungsi alasan:

    • Bunga mawar di kebun sekolah mati, karena jarang disiram.
    • Doni tidak bisa mengikuti pertandingan basket hari ini, karena kakinya terkilir.
    • Kebakaran toko plastik di jalan raya kemarin terjadi karena konsleting arus listrik.
    • Pakaian itu lebih mahal, karena terbuat dari bahan yang premium.
    • Warung soto di seberang rumah lebih laris, karena rasanya lebih enak.
    • Randi bisa menyelesaikan ujian dengan mudah, karena semalam ia sudah belajar dan menghafal semua materi ujian hari ini.
    • Sinta tidak bisa datang ke sekolah tepat waktu, karena ban sepedanya bocor di tengah jalan.
    • Firda harus puasa selama satu hari, karena akan menjalani operasi usus buntu.

    4. Contoh Kalimat dengan Konjungsi Akibat

    Konjungsi akibat merupakan jenis konjungsi penyebab yang digunakan untuk mengungkapkan akibat dari terjadinya suatu peristiwa. Contoh kata-kata yang termasuk dalam konjungsi akibat yaitu ‘maka’, ‘oleh karena itu’, dan ‘sehingga’. Berikut adalah contoh kalimatnya:

    • Karena tingkat penularan virus semakin berbahaya, maka pemerintah meliburkan semua sekolah dan kampus.
    • Karena anak-anak suka belajar sambil bermain, maka para guru dapat memberikan metode pengajaran yang lebih menyenangkan.
    • Para siswa yang giat belajar, maka akan mendapatkan nilai yang bagus saat ujian nanti.
    • Karena hujan lebat tidak kunjung reda, maka para guru memutuskan untuk mengizinkan para murid tidak masuk sekolah hari ini.
    • Tingkat pengangguran di kota semakin tinggi, oleh karena itu pemerintah berusaha untuk membangkitkan lagi program pelatihan keterampilan kerja.
    • Sejak kecil Andi rajin minum susu dan makan makanan bergizi, oleh karena itu dia bisa tumbuh dengan sehat dan bugar.
    • Ana memiliki sifat dan kepribadian yang baik dan rendah hati, oleh karena itu banyak anak-anak yang mau berteman dengannya.
    • Proses pemutusan hubungan kerja biasanya dilakukan secara sepihak dan mendadak, oleh karena itu para karyawan biasanya akan melakukan unjuk rasa setelah menerima keputusan tersebut.
    • Data penelitian yang dipaparkan Edi terkesan dibuat-buat, sehingga hasil laporan praktikum Edi terkesan jadi tidak valid.
    • Kebutuhan internet harian semakin meningkat, sehingga ayah memutuskan untuk memasang WiFi agar lebih hemat.
    • Rina sudah tidak masuk sekolah selama satu minggu, sehingga teman-teman Rina berencana untuk menjenguknya.
    • Sudah tiga hari Anita tidak keluar kamar, sehingga membuat ayah dan ibunya sedih dan khawatir.

    5. Contoh Kalimat dengan Konjungsi Untuk

    Konjungsi untuk merupakan jenis konjungsi sebab akibat yang menyatakan bahwa setiap penyebab harus memiliki akibat yang ditimbulkan. Contoh kata-kata yang termasuk dalam konjungsi untuk yaitu ‘agar’, ‘supaya’, dan ‘untuk itu’. Berikut adalah contoh kalimat dengan konjungsi untuk:

    • Susi harus giat belajar, agar bisa menghadapi ujian dengan lancar.
    • Kebun sekolah harus rutin dibersihkan dan dirapikan, agar tetap indah dipandang.
    • Perawatan kucing harus dilakukan dengan rutin dan teliti, agar kucing tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit.
    • Bagus harus tetap makan walaupun sakit, supaya bisa cepat sembuh.
    • Ibu menyuruhku minum vitamin setiap hari, supaya tidak mudah sakit.
    • Ayah menyuruhku cepat tidur, supaya besok tidak bangun kesiangan.
    • Karena penyebaran virus di sekitar rumah sudah semakin cepat, untuk itu Pak RT menghimbau warga untuk membatasi kegiatan di luar rumah.
    • Karena pendapatan toko sedang menurun secara drastis, untuk itu sepertinya akan ada potensi untuk pengurangan jumlah karyawan.
    • Untuk menciptakan lingkungan yang aman dan jauh dari tindak kejahatan, untuk itu diperlukan kerjasama dan komitmen dari berbagai lapisan masyarakat.

    Sudah Tahu Tentang Konjungsi Penyebab dan Contohnya?

    Konjungsi penyebab merupakan kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan antara klausul sebab dan akibat. Beberapa contoh kalimat konjungsi sebab akibat tersebut bisa kamu gunakan untuk memperdalam pengetahuan kamu tentang konjungsi sebab akibat. 

  • Jangan Keliru! Ini Pengertian Konjungsi Kronologis hingga Contohnya

    Jangan Keliru! Ini Pengertian Konjungsi Kronologis hingga Contohnya

    Konjungsi kronologis merupakan salah satu jenis konjungsi dalam bahasa Indonesia. Adapun penggunaan jenis konjungsi yang satu ini sendiri menjadi sesuatu yang wajib. Khususnya pada proses penyusunan teks-teks dalam Bahasa Indonesia. Contohnya seperti pada teks eksplanasi.

    Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud yang konjungsi kronologis? Simak ulasan lengkap tentang pengertian, ciri, jenis, hingga contoh konjungsi tersebut dalam artikel di bawah ini!

    Pengertian Konjungsi Secara Umum

    Sebenarnya konjungsi atau dikenal juga sebagai kata hubung merupakan sebuah kata yang bisa menghubungkan dua kata, dua frasa, dua kalimat, ataupun dua paragraf yang keduanya berbeda. Secara umum, ciri khusus dari kalimat yang menggunakan konjungsi adalah pada tata letaknya.

    Sebab, peletakkan konjungsi atau kata hubung tidak pernah berada di akhir kalimat. Tidak hanya itu saja, konjungsi juga tidak selalu diikuti dengan kata benda atau nomina.

    Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, konjungsi memiliki arti sebagai sebuah kata ataupun ungkapan penghubung antarkata, antarklausa, antarfrasa, ataupun antarkalimat.

    Kemudian, menurut Anton Moeliono, konjungsi merupakan kata tugas yang mempunyai fungsi untuk menghubungkan dua satuan bahasa yang mana keduanya mempunyai derajat yang sama.

    Nah, satuan bahasa ini bisa berupa pasangan kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau bahkan klausa dengan klausa. Penggunaan satuan bahasa ini juga bisa yang mana saja, selagi mempunyai derajat yang sama.

    Berbeda halnya menurut pendapat Sumarlan yang menyatakan bahwa konjungsi merupakan suatu kohesi gramatikal yang digunakan dengan cara menghubungkan satu unsur dengan unsur yang lainnya di dalam suatu kalimat.

    Kemudian Chaer juga berpendapat bahwa konjungsi merupakan kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan satu kata dengan kata yang lain, satu klausa dengan klausa yang lain, hingga satu kalimat dengan kalimat lainnya.

    Terakhir, Keraf berpendapat bahwa pengertian konjungsi merupakan kata yang menghubungkan kata ataupun kalimat yang ada di dalam suatu wacana.

    Jadi, kata konjungsi ini adalah kata yang akan menghubungkan dua satuan bahasa dengan derajat yang sama atau bahkan setara. Tak hanya itu, konjungsi juga mempunyai peran atau fungsi yang tentu saja sangat penting dalam kedudukan di suatu kalimat atau paragraf.

    Hal ini karena nantinya kata konjungsi tersebut akan membuat dua kalimat yang berbeda menjadi terlihat lebih padu serta mudah untuk dipahami oleh pihak si penerima informasi. Sebab, setiap jenis kata dari tiap kata penghubung atau konjungsi tersebut mempunyai fungsi atau kegunaan yang berbeda-beda.

    Pengertian Konjungsi Kronologis

    Konjungsi kronologis merupakan sebuah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih, yang secara umum menggambarkan tentang adanya urutan waktu dalam sebuah kejadian. 

    Sedangkan menurut Abdul Chaer, kata hubung kronologis adalah pengurutan yang digunakan untuk menghubungkan satu klausa dengan klausa lainnya dalam konteks berupa urutan beberapa kejadian atau peristiwa yang disusun secara kronologis.

    Adapun kata hubung kronologis juga disebut sebagai konjungsi temporal. Dalam teks Bahasa Indonesia, konjungsi ini dijadikan sebagai bagian dari kaidah kebahasaan, khususnya pada jenis teks eksplanasi. 

    Hal ini karena teks eksplanasi memiliki pola kronologis yang tentu saja akan banyak menggunakan keterangan waktu yang saling berurutan pada setiap kalimatnya.

    Meski begitu, kata hubung kronologis tidak hanya sebatas pada oleh sebab itu, sehingga, kemudian, dan sejenisnya. Akan tetapi, jenis konjungsi yang satu ini juga dapat berupa nama hari atau bahkan bulan untuk bantu menerangkan urutan waktu kejadian dalam kalimat yang ditulis.

    Contohnya seperti Hari Senin, minggu depan, tahun ini, bulan Maret, dan lain sebagainya.

    Apabila sudah diterangkan dalam kalimat utama yang menjelaskan mengenai urutan kejadian, maka biasanya kata hubung kronologis tersebut akan disisipkan dengan tanda baca. 

    Namun, kondisi ini berlaku hanya jika diperlukan saja. Tujuanya adalah agar kalimat yang ingin disampaikan tidak memiliki makna ganda dan tetap sesuai konteks.

    Klasifikasi Konjungsi Kronologis

    Berikut ini adalah ulasan singkat tentang klasifikasi kata hubung kronologis yang perlu kamu ketahui:

    1. Permulaan

    Dalam kata hubung kronologis, permulaan berfungsi untuk menjelaskan kapan dimulainya suatu peristiwa. Umumnya, bagian ini terdapat di induk kalimat. Adapun yang termasuk jenis konjungsi ini adalah sedari dan sejak.

    2. Bersamaan

    Dalam konjungsi ini, akan ada dua kalimat yang saling terhubung dalam waktu yang bersamaan. Adapun kata hubung tersebut contohnya adalah selama, ketika, tatkala, selagi, sambil, dan lain sebagainya.

    3. Berurutan

    Pada jenis konjungsi ini, terdapat dua klausa yang saling berkaitan dan mempunyai urutan waktu secara berkesinambungan. Kata hubungan pada jenis konjungsi ini, antara lain sesudah, begitu, seusai, dan juga selesai.

    4. Batas Akhir

    Konjungsi jenis ini bisa berupa contoh hingga dan juga sampai. Contohnya seperti “Ameena harus terus giat belajar hingga seluruh mimpi-mimpinya tercapai”.

    Ciri-Ciri Konjungsi Kronologis

    Meski tampak sama, nyatanya kata hubung kronologis memiliki perbedaan yang cukup kentara dengan konjungsi kausalitas, lho. Salah satu perbedaan yang paling mencolok antara keduanya adalah kata hubung kronologis digunakan untuk menghubungkan urutan waktu kejadian dalam sebuah kalimat.

    Berbeda halnya dengan konjungsi kausalitas yang digunakan untuk menghubungkan antar klausa maupun antar kalimat tentang sebab-akibat dari suatu kejadian.

    Adapun berikut ini adalah berbagai ciri-ciri kata hubung kronologis secara umum yang perlu kamu ketahui:

    • Penempatan kata hubung kronologis umumnya berada di bagian awal ataupun bagian tengah kalimat.
    • Bisa bertindak sebagai tautan di antara dua klausa dengan induk kalimatnya.
    • Memperlihatkan bahwa kalimat tersebut akan berkaitan dengan waktu.
    • Apabila diletakkan pada bagian tengah kalimat, maka perlu menyematkan tanda koma. Sedangkan jika berada di bagian awal kalimat, maka tidak membutuhkan tanda koma.

    Fungsi Konjungsi Secara Umum

    Konjungsi secara umum juga memiliki berbagai fungsi, lho. Fungsi-fungsi inilah yang perlu kamu ketahui, agar tidak salah ketika menggunakan jenis konjungsi tertentu dalam sebuah kalimat. Berikut ini adalah uraian lengkap tentang fungsi konjungsi secara umum yang perlu kamu ketahui:

    1. Menghubungkan Kata, Kalimat, dan Klausa yang Setara

    Fungsi konjungsi yang pertama adalah untuk menghubungkan kata, kalimat, ataupun klausa yang mempunyai kedudukan setara. Adapun kategori konjungsi dalam fungsi yang satu ini adalah sebagai berikut:

    • Menggabungkan secara biasa dengan kata dan, dengan, serta.
    • Menggabungkan memilih dengan kata atau.
    • Memadukan mempertentangkan dengan kata tetapi, namun, sebaliknya, sedangkan.
    • Menggabungkan membetulkan dengan kata hanya, melainkan.
    • Menggabungkan menegakkan dengan kata malah atau malahan, bahkan, jangankan, apalagi, lagipula, bahkan.
    • Memadukan membatasi dengan kecuali, hanya.
    • Menggabungkan mengurutkan dengan kata kemudian, selanjutnya, lalu.
    • Menggabungkan menyamakan dengan bahwa, adalah, yaitu, yakni, ialah.
    • Memadukan menyimpulkan dengan oleh karena itu, oleh sebab itu, jadi.

    2. Menghubungkan Klausa yang Kedudukannya Tidak Sederajat

    Keberadaan konjungsi juga berfungsi untuk menghubungkan klausa yang mempunyai kedudukan tidak sederajat atau bertingkat. Adapun yang termasuk ke dalam fungsi ini adalah sebagai berikut.

    • Menyatakan sebab dengan kata hubung karena, sebab.
    • Menyatakan syarat dengan kata hubung apabila, bila, jikalau, jika, kalau, tatkala.
    • Menerangkan tujuan dengan kata hubung supaya, agar.
    • Menyatakan waktu dengan kata hubung sebelum, sesudah, tatkala, ketika, sewaktu.
    • Menyatakan akibat dengan kata hubung sehingga, hingga, sampai.
    • Menerangkan sasaran dengan kata hubung guna, untuk.
    • Menyatakan perbandingan dengan kata hubung sebagai, laksana, seperti.

    Sedangkan ada juga jenis konjungsi lain yang dapat digunakan untuk menyatakan hubungan antara kata, frasa, dan klausa yang sering muncul dalam buku pembelajaran Bahasa Indonesia dengan rincian sebagai berikut:

    • Menyatakan hubungan tak bersyarat dengan kata hubung biarpun, meskipun, walaupun.
    • Menyatakan hubungan perbandingan dengan kata hubung seakan-akan, ibarat, seperti, bagai, daripada, umpama
    • Menerangkan hubungan rincian dengan kata hubung ialah, yakni, adalah, yaitu.
    • Menyatakan hubungan penegasan dengan kata bahwa.
    • Menyatakan hubungan penanda contoh dengan kata hubung contohnya, misalnya, umpama.
    • Menerangkan hubungan penanda pengutamaan dengan kata hubung terutama, paling utama, yang pokok, yang penting.

    Fungsi Konjungsi Kronologis

    Sebenarnya, penggunaan kata hubung kronologis tidak hanya dapat difungsikan pada jenis teks eksplanasi saja. Sebab, banyak juga jenis teks Bahasa Indonesia lain yang juga menggunakan, bahkan menjadikan kata hubung kronologi tersebut sebagai bagian dari kaidah tata kebahasaannya.

    Berikut adalah tiga fungsi utama dari kata hubung kronologis dalam sebuah kalimat sesuai kaidah kebahasaan:

    • Untuk menggambarkan suatu proses dan juga fenomena, khususnya yang berhubungan dengan urutan kejadian. Tujuannya sudah pasti agar penjelasan yang disampaikan bisa lebih sempurna.
    • Sebagai bagian penting dalam penyusunan teks berita. Hal ini karena jenis konjungsi tersebut berkaitan dengan urutan kejadian atas suatu peristiwa tertentu.
    • Untuk membuat drama, teks narasi lain, atau cerita pendek. Khususnya yang berfungsi untuk menunjukkan urutan waktu atas suatu kejadian.

    Jenis Konjungsi Kronologis

    Jenis-jenis kata hubung kronologis terbagi ke dalam beberapa kategori dengan penjelasan sebagai berikut:

    1. Berdasarkan Kalimatnya

    Adapun jenis-jenis kata hubung kronologis berdasarkan pada kalimatnya adalah sebagai berikut:

    a. Konjungsi Kronologis Sederajat

    Jenis konjungsi yang satu ini ini bersifat sederajat atau setara, yang mana maksudnya adalah penempatan konjungsi tersebut tidak boleh berada di bagian awal atau akhir kalimat. Akan tetapi, harus berada di bagian tengah kalimat.

    Mengapa begitu? Sebab, jika konjungsi ini diletakkan di awal atau akhir kalimat, maka bisa menyebabkan kalimat tersebut jadi sulit untuk dipahami oleh pembaca. Adapun contoh dari kata hubung kronologis sederajat, antara lain selanjutnya, sebelumnya, kemudian, sesudahnya, dan lalu.

    b. Konjungsi Kronologis Tidak Sederajat

    Kata hubung kronologis tidak sederajat merupakan jenis konjungsi yang bisa digunakan untuk menghubungkan kalimat majemuk. Dalam penggunaannya sendiri, jenis konjungsi ini bisa diletakkan di bagian awal, tengah, maupun akhir kalimat.

    Adapun contoh dari jenis kata hubung kronologis tidak sederajat, antara lain demi, ketika, sejak, hingga, sementara, sambil, apabila, manakala, dan saat.

    2. Berdasarkan Penggunaannya

    Berdasarkan penggunaannya, jenis kata hubung kronologis terbagi ke dalam empat kategori, antara lain:

    a. Kemudian

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kemudian memiliki arti belakangan. Maksudnya adalah konjungsi kronologis bisa digunakan untuk menghubungkan bagian klausa lain yang konteksnya menyusul belakangan.

    Oleh karena itu, penggunaannya sudah pasti akan berkaitan dengan waktu kejadian yang berbeda di antara dua klausa tersebut. Tak hanya itu saja, kata hubung kronologis juga terletak pada tengah kalimat.

    b. Sesudah atau Setelah

    Konjungsi sesudah atau setelah adalah jenis konjungsi yang berada di bagian awal kalimat dengan menggunakan tanda koma setelahnya.

    c. Mula-Mula

    Secara umum, penggunaan kata hubung kronologis jenis ini hampir mirip dengan kata ‘pertama’. Biasanya, konjungsi ini digunakan dalam teks prosedur dan juga diletakkan pada awal kalimat. Fungsinya adalah sebagai penanda bahwa klausa atau kalimat tersebut akan dimulai.

    d. Sementara Itu

    Biasanya, penggunaan kata hubung kronologis jenis ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa terdapat dua klausa pada suatu kalimat yang terjadi secara bersamaan. Jadi, pada saat klausa pertama terjadi, maka klausa kedua akan muncul di saat yang bersamaan. Meskipun sering kali terdapat jarak waktu selama beberapa menit.

    Jenis Konjungsi Kronologis dalam Tata Bahasa Baku

    Sedangkan menurut Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, jenis-jenis kata hubung kronologis terbagi ke dalam empat kategori, antara lain:

    1. Konjungsi Koordinatif

    Konjungsi koordinatif merupakan jenis konjungsi yang menghubungkan dua unsur klausa yang masing-masingnya masuk ke dalam struktur konstituen kalimat. Jadi, jenis konjungsi yang satu ini akan mengkorelasikan dua unsur kata yang statusnya sama.

    Adapun maksud hubungan koordinatif dalam konteks konjungsi ini mempunyai satu klausa, dari dua atau lebih klausa, yang merupakan kalimat majemuk. Biasanya, konjungsi koordinatif ini diawali dengan kata-kata seperti, tetapi, dan, atau, dan sebagainya.

    2. Konjungsi Subordinatif

    Konjungsi subordinatif merupakan jenis konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang kedudukan tidak setara atau tidak sama dari segi statusnya. Jadi, satu klausa akan mempunyai kedudukan yang lebih tinggi, sedangkan satu klausa lainnya mempunyai kedudukan yang lebih rendah.

    Adapun letak dari konjungsi subordinatif bisa diimplementasikan untuk menunjuk pada klausa kalimat dan juga anak kalimat pada sebuah klausa yang saling berkesinambungan. Ciri khas daripada jenis konjungsi yang satu ini adalah hanya menggabungkan klausa pada kalimat.

    3. Konjungsi Antarkalimat

    Konjungsi antarkalimat merupakan jenis konjungsi yang digunakan untuk menggabungkan kalimat satu dengan kalimat yang lainnya. Adapun salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengenali konjungsi antarkalimat adalah bisa dilihat dari kalimat awal yang selalu dihubungkan.

    Selain itu, konjungsi antarkalimat juga dapat berfungsi untuk menyatakan hubungan pertentangan, kelanjutan peristiwa, dan juga berbagai hal-hal lainnya yang menyatakan keadaan kejadian dan juga akibat dari suatu peristiwa.

    4. Konjungsi Antarparagraf

    Konjungsi antarparagraf umumnya diawali dengan suatu paragraf yang kemudian saling terhubung dengan paragraf selanjutnya. Adapun keterkaitan ini didasarkan pada kandungan makna yang ada di dalam paragraf selanjutnya.

    Adapun konjungsi antarparagraf yang paling sering digunakan, antara lain ialah, mengenai, adapun, dalam pada itu, serta mengenai. Umumnya, penggunaan jenis konjungsi yang satu ini bisa ditemukan dalam cerita kuno.

    Contoh Konjungsi Kronologis

    Berikut adalah kumpulan contoh kata hubung kronologis yang bisa kamu simak:

    Contoh Kalimat dengan Kata Hubung Kronologis 1-10

    1. Aku tidak membawa buku paket matematika, sementara itu, Alina juga tidak membawa buku gambarnya.

    2. Kakak perempuanku sedangkan mencuci baju, sementara itu, Ibu sibuk menyetrika baju untuk rapat besok.

    3. Melansir laman Kompas.com, dari pantauan di lapangan, sejak pukul 7.30 WIB ketinggian air terus bertambah dan sejumlah sekolah terpaksa memulangkan para siswa, karena sekolah dilanda banjir.

    4. Saat ini air belum surut dan warga Desa ABC masih tetap bertahan di rumah masing-masing hingga menunggu air surut.

    5. Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota Jhoni Amir mengatakan bahwa saat ini tim BPBD sedang berada di lokasi terjadinya longsor di desa tersebut.

    6. Amir pergi ke konser pukul 5 sore, kemudian langsung bergegas menuju stasiun Kutoarjo untuk pulang.

    7. Adikku tengah bermain di halaman rumah, kemudian tiba-tiba menangis karena kakinya tersandung batu saat berlari-larian.

    8. Melihat adanya celah itu, beberapa pengemudi lantas memaksa melintas perlintasan kereta api hingga akhirnya ditabrak kereta yang melintas dan tewas di tempat.

    9. Cuci piringnya lebih dahulu sampai bersih, kemudian bilas dengan menggunakan air bersih yang mengalir.

    10. Sesudah sholat Isya, Abdul segera bergegas menuju rumah Udin untuk mengerjakan proyek bersama.

    Contoh Kalimat dengan Konjungsi Kronologis 11-20

    11. Sesudah meninggalkan kelas, Tari langsung segera bergegas pergi ke kantin untuk menyantap makan siang favoritnya.

    12. Bantu dulu Ibu memasak di dapur, sesudah itu kau baru boleh bermain bersama teman-temanmu.

    13. Ketika aku berangkat ke sekolah, aku bertemu dengan seorang nenek-nenek yang kesulitan saat menyebrang, lalu nenek itu aku bantu agar bisa menyeberang.

    14. Anak-anak yang telah bermain seharian di tanah lapang akhirnya pulang ke rumah masing-masing sesudah waktu senja telah tiba.

    15. Aku tidak membawa buku bahasa Inggris. Sementara itu, Mino juga tidak membawa buku IPA.

    16. Mereka sedang menyiapkan kejutan. Sementara itu, Anita tidak mengetahui sama sekali rencana tersebut.

    17. Afi sedang bermain bola di lapangan, kemudian ia berjalan terpincang-cincang karena tidak sengaja menginjak bola dan terjatuh.

    18. Nasihatilah dirimu dahulu sebelum menasihati orang lain.

    19. Aku harus buru-buru berangkat ke sekolah sebelum bel masuk berbunyi.

    20. Yunita menikah dengan orang yang dicintainya, kemudian mereka pun hidup berbahagia.

    Contoh Kalimat dengan Kata Hubung Kronologis 21-30

    21. Anita memasak nasi goreng, lalu ia bagikan kepada keluarganya.

    22. Setelah itu, buang sampahnya di tempat yang telah ditentukan.

    23. Rapat kali ini akan dilakukan sesudah jam makan siang kantor.

    24. Pak Didit menderita penyakit kanker, kemudian meninggal empat bulan setelahnya.

    25. Pertama, bantu Ibu memasak terlebih dahulu di dapur, kemudian baru dapat bermain bersama teman-teman.

    26. Pekerjaan itu belum juga selesai. Sementara itu, waktu telah mulai sore.

    27. Adik hanya berdiam diri di kelas. Sementara itu, teman-temannya bermain di lapangan.

    28. Rakyat Indonesia berjuang keras sebelum meraih kemerdekaan.

    29. Harga-harga kebutuhan pokok naik sebelum Idulfitri.

    30. Kami ketakutan di dalam hutan. Sementara itu, suara lolongan itu terdengar sangat jelas.

    Contoh Kalimat dengan Konjungsi Kronologis 31-40

    31. Jalan tersebut sudah diaspal. Setelah itu, akan diberi lampu penerangan.

    32. Akan aku selesaikan masalah ini sebelum makin rumit dan tidak terselesaikan.

    33. Ia telah mencuci pakaiannya. Setelah itu, ia akan menjemurnya di depan rumah.

    34. Pak Karim Benzema menyelesaikan tugasnya di kantor. Setelah itu, ia akan pulang ke rumah.

    35. Bu Dewi Permatasari membeli sepotong kain. Setelah itu, ia akan menjahitnya menjadi baju.

    36. Perempuan itu menoleh kepadaku, kemudian dia pun memberikan senyumnya kepadaku.

    37. Kerjakanlah soal-soal tersebut dengan baik, lalu dikumpulkan kembali jika sudah selesai dikerjakan.

    38. Saat bermain basket bersama teman-temannya, Paul langsung menuju sungai untuk mandi demi melepas penat sesudah bermain.

    39. Setibanya di pusat perbelanjaan, Kanian langsung membeli bumbu dapur dan sabun cuci piring untuk stok di rumah.

    40. Para siswa langsung berebut untuk meninggalkan kelas setelah bel istirahat berbunyi dan segera pergi ke kantin.

    Contoh Kalimat dengan Kata Hubung Kronologis 41-50

    41. Ayah Ameena selalu kembali ke kantornya sebelum makan malam untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda.

    42. Lukman hanya diizinkan oleh Ayahnya untuk mengendarai sepeda motor setelah lulus sekolah dan sudah memiliki surat izin mengemudi.

    43. Kegiatanku hari ini, pertama, bantu Ibu memasak terlebih dahulu di dapur, kemudian baru dapat bermain bersama teman-teman.

    44. Alisa akan pulang sebelum matahari terbenam, sesuai dengan nasihat Ayahnya yang selalu beliau sampaikan.

    45. Obat batuk itu dapat diminum setelah makan pagi sesuai dengan anjuran dokter umum.

    46. Kirana sudah menyukai olahraga voli sejak ia berusia enam tahun, karena melihat sang ayah bertanding.

    47. Heksa sudah mulai menunjukkan bakat seninya sedari ia masih kecil.

    48. Biasanya, Ibu Vergiawan akan pergi ke pasar setelah melaksanakan sholat subuh.

    49. Hari ini, Nia menoleh kepadaku, lalu dia tersenyum juga padaku dengan begitu manisnya.

    50. Kamu harus bergegas pergi ke sekolah sebelum terlambat masuk kelas, atau nanti Pak Satpam akan menghukum saya karena membiarkanmu terlambat.

    Contoh Kalimat dengan Konjungsi Kronologis 51-60

    51. Anak-anak desa sebelah yang bermain bola sepanjang hari di lapangan itu, akhirnya kembali ke rumah setelah senja datang.

    52. Rony meminta kita semua harus berdoa sebelum tidur, agar tetap mendapat perlindungan Tuhan.

    53. Mikhayla langsung pergi meninggalkan kelas setelah mendengar kabar kematian nenek tercintanya.

    54. Hintarto menonton televisi sambil menggenggam selembar kertas untuk mencatat peristiwa penting dalam berita yang sedang tayang.

    55. Kinanti sedang membaca koran sambil menyantap sarapannya bersama sang ayah.

    56. Evan merasa sedih ketika kakaknya meninggalkannya sendirian di pusat perbelanjaan.

    57. Biasanya, Rita akan pergi ke kolam pemancingan setelah melaksanakan ibadah di Pura.

    58. Setelah Tuhan berkata hendak menciptakan Adam, para malaikat dan iblis pun mempertanyakannya.

    59. Cuci ayamnya terlebih dahulu, lalu lumuri menggunakan air perasan jeruk purut.

    60. Setelah bel berbunyi tiga kali, para siswa masuk ke kelas.

    Contoh Kalimat dengan Kata Hubung Kronologis 61-70

    61. Sebelum mengerjakan soal ujian, para siswa berdoa terlebih dahulu.

    62. Setelah sampai di pasar, Ibu membeli sayur-sayuran dan beberapa macam bumbu-bumbu dapur.

    63. Tatkala semburat jingga menyentuh ujung hidungku, ada seberkas kehangatan yang mengiringinya.

    64. Ira pasti pulang, jika awal bulan Maret telah tiba.

    65. Wortel dan kentang tersebut dipotong agak kecil, kemudian baru dimasukkan ke kuah sayur sup.

    66. Tamu hotel berlarian panik, ketika merasakan guncangan gempa yang cukup besar.

    67. Selesaikan terlebih dahulu kewajibanmu, setelahnya baru boleh pulang.

    68. Ayah selalu pulang ke kantor sebelum adzan isya berkumandang.

    69. Daging ayam yang baru dibeli dari pasar tersebut dicuci terlebih dahulu, kemudian baru dipotong-potong sesuai kebutuhan.

    70. Ayam goreng yang telah matang tersebut ditiriskan dulu sejenak, sesudah itu baru disajikan dan disantap.

    Sudah Lebih Paham Tentang Konjungsi Kronologis?

    Nah, itu dia ulasan lengkap tentang konjungsi kronologis, mulai dari pengertian, fungsi, ciri, jenis, hingga contohnya. Semoga informasi tentang kata hubung kronologis dalam tata Bahasa Indonesia di atas bermanfaat untukmu, ya.

  • Teks Ulasan: Pengertian, Struktur, Jenis & Contoh Lengkap

    Teks Ulasan: Pengertian, Struktur, Jenis & Contoh Lengkap

    Teks ulasan digunakan untuk memberi ulasan atau penilaian suatu karya tertentu. Teks ini juga memiliki nama lain sebagai resensi. Berikut penjelasan lengkap mengenai teks ulasan beserta jenis dan contohnya!

    Pengertian Teks Ulasan

    Teks satu ini erat hubungannya dengan sebuah karya. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa lepas dari sebuah karya, seperti musik, film, sastra, buku, novel, cerpen, lagu, dan jenis karya lainnya.

    Nah, keberadaan karya-karya tersebut membuat beberapa orang melakukan ulasan dalam bentuk teks. Ulasan ini juga memiliki nama lain sebagai penilaian, review, komentar, atau bahkan tafsiran.

    Ulasan-ulasan yang diberikan ini berbentuk teks, inilah yang kemudian dikenal sebagai teks ulasan. Pengertian ini merujuk pada KBBI dengan mengartikannya menjadi dua bagian.

    Pertama, kata teks yang memiliki arti sebuah naskah yang berisi kata-kata dari penulis atau pengarang. Isi dari tulisan ditujukan untuk memberi pembelajaran, pemahaman, informasi, dan lainnya.

    Kedua, kata ulasan yang diartikan sebagai komentar, tafsiran, atau kupasan. Selain itu, kata ulasan lebih sering dikenal sebagai review di zaman modern seperti sekarang.

    Dari pengertian masing-masing kata di atas, maka dapat disimpulkan bahwa teks ulasan merupakan sebuah karangan tertulis yang berisi komentar atau kupasan. Dalam memberikan pendapat maupun pandangannya terhadap suatu objek karya.

    Karena ditulis oleh pengarang atau penulis itu sendiri dalam menuangkan pendapatnya, maka bisa dikatakan jenis teks ini bersifat subjektif atau hanya bisa dijadikan sebagai rekomendasi.

    Platform Penerbitan Teks Resensi

    Teks yang juga dikenal sebagai resensi ini bisa ditulis di berbagai platform media, seperti media cetak atau media online. Khusus untuk media online, teks resensi ini akan dijumpai di berbagai blog pribadi atau bahkan media sosial, seperti Twitter, Facebook, Kaskus, dan lainnya.

    Sedangkan untuk media cetak, teks ini akan dimuat di dalam koran atau majalah di rubrik khusus yang menampilkan berbagai macam ulasan mengenai karya-karya yang dipilih oleh pengarang.

    Namun, karena perkembangan media cetak mengalami kemunduran, maka teks resensi lebih banyak ditemukan di media online. Selain itu, kemudahan akses masyarakat untuk mencari informasi di media online juga menjadi salah satu penyebabnya.

    Keberadaan teks ulasan ini dianggap penting, karena bisa membuat para pembacanya tertarik untuk mendengar, melihat, atau membaca karya yang sedang diulas oleh pengarang.

    Misalnya, sebuah blog menampilkan ulasan mengenai film John Wick 4. Pengarang memberikan berbagai pendapat mulai dari alur cerita filmnya, penokohan, hingga sinematografi. Kemudian, seseorang yang membaca ulasan film ini akan tertarik untuk menonton film John Wick 4.

    Meski bersifat subjektif, isi ulasan tidak boleh bersifat menjatuhkan. Artinya, ada kelebihan dan kekurangan yang ditulis secara adil. Sebab, fungsi utama dari teks ini ditujukan untuk menilai, menimbang, dan menyampaikan kritik secara menyeluruh.

    Selain blog, ulasan-ulasan ini juga bisa ditulis dalam bentuk lain, yaitu artikel. Ulasan bentuk artikel akan dimuat di dalam media online, seperti Kompas.com, Detik.com, Beautynesia.id, dan lainnya.

    Ciri-Ciri Teks Ulasan

    Supaya lebih mudah membedakan antara teks ulasan dengan jenis teks lainnya, tentu yang perlu dipahami adalah ciri khas dari masing-masing teks tersebut. Berikut ciri-ciri yang hanya dimiliki oleh teks resensi atau ulasan yang perlu diketahui:

    • Struktur teks terdiri dari orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman.
    • Menulis ulasan berdasarkan opini, pendapat, atau pandangan pribadi.
    • Ulasan yang ditulis harus berdasarkan fakta yang berkaitan dengan objek karya yang dibahas.
    • Membahas tentang latar belakang dan hubungannya dengan karya sejenis.
    • Menulis pendapat atau gambaran tentang makna dalam suatu karya yang sedang diulas.
    • Membahas kelebihan dan kekurangan dari karya yang sedang diulas.

    Tujuan Teks Ulasan

    Setiap jenis teks tentu memiliki tujuan, termasuk teks resensi atau ulasan yang memiliki beberapa tujuan, antara lain:

    • Memberikan penilaian atau pendapat penulis terhadap suatu karya yang diulas.
    • Menyampaikan informasi kepada publik mengenai sebuah karya yang diulas. Informasi bisa berupa keunggulan, kekurangan, dan kritikan lainnya.
    • Bantu para pembaca mengetahui dan memahami isi dari sebuah karya yang sedang diulas.
    • Memberikan perbandingan karya yang diulas dengan karya sejenis lainnya. Misalnya, penulis mengulas film genre horor berjudul Pengabdi Setan dan membandingkannya dengan film horor lain.
    • Menyampaikan informasi yang bersifat komprehensif mengenai suatu karya.
    • Mengajak pembaca untuk berdiskusi atau bertukar pendapat tentang karya yang diulas.
    • Sebagai bahan pertimbangan pembaca apakah karya tersebut layak atau tidak.
    • Sebagai pertimbangan pembaca sebelum memutuskan untuk menonton, membeli, atau menikmati sebuah karya.
    • Bantu memudahkan pembaca memahami karya satu dengan karya lainnya.

    Berdasarkan tujuan-tujuan di atas, dapat diketahui bahwa keberadaan teks ulasan tidak hanya sebagai wadah menampung pendapat atau ulasan dari penulis saja. Tapi juga bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca yang tertarik dengan suatu karya.

    6 Struktur Teks Ulasan

    Struktur menjadi bagian penting dalam sebuah teks. Setiap jenis teks memiliki struktur yang berbeda-beda. Dalam teks ulasan, struktur di dalamnya terdiri dari identitas karya, orientasi, tafsiran, sinopsis, evaluasi, hingga rangkuman. Berikut penjelasan lengkapnya:

    1. Identitas Karya

    Struktur pertama ada identitas karya. Seperti namanya, struktur teks ini berisi hal-hal yang berkaitan dengan karya yang akan diulas. Misalnya, judul, nama pembuat karya, penerbit, tahun perilisan, jumlah halaman, durasi waktu, genre, dan lainnya yang bersifat sebagai identitas karya tersebut.

    Contoh, penulis akan mengulas sebuah film, maka identitas karya yang harus ditulis adalah judul film, tahun penayangan, nama sutradara, produser, sinematografi, penata musik, sinopsis, genre, durasi film, dan para pemainnya.

    Dengan ikut menyertakan identitas karya, maka ulasan yang ditulis pun jadi lebih lengkap dan informatif. Sebab, tidak banyak pembaca yang mengetahui identitas sebuah karya secara lengkap.

    Dalam hal ini, maka salah satu tujuan dari teks ulasan yaitu bersifat informatif kepada para pembaca pun dapat terwujud.

    2. Orientasi

    Struktur teks kedua ada orientasi. Ini merupakan bagian penting dari sebuah teks resensi atau ulasan. Sebab, orientasi akan memberikan sebuah gambaran umum tentang sebuah karya, baik karya tulis, musik, lukis, film, dan karya lainnya.

    Pada bagian struktur teks orientasi ini, penulis akan menjelaskan karya yang dibahas dengan lengkap dan sesuai data yang ada.

    Nah, data-data ini akan menjadi bahan ulasan sekaligus informasi kepada pembaca, sehingga benar-benar paham dengan ulasan yang ditulis. Tanpa ada orientasi di dalam ulasan karya, maka pendapat yang ditulis oleh penulis tidak cukup kuat untuk dijadikan sebagai rujukan.

    Dari sudut pandang pembaca, isi ulasan yang tidak ada orientasi juga dianggap sebagai pendapat biasa yang kredibilitasnya diragukan. Jadi, jika ingin membuat ulasan sebuah karya, jangan melupakan orientasi karya yang akan diulas.

    3. Sinopsis

    Ketiga ada sinopsis. Maksud dari sinopsis di sini adalah ringkasan yang bisa menggambarkan pemahaman penulis dengan isi karya yang diulas.

    Setiap karya memiliki sinopsis atau latar belakang terciptanya karya tersebut. Misalnya,  lagu A menceritakan seseorang yang jatuh hati dengan teman dekatnya. Lukisan C bermakna tentang toleransi antar warga di Jakarta. Buku D menceritakan tentang biografi seseorang.

    Menyertakan sinopsis karya dalam ulasan akan memudahkan penulis dalam menilai atau me-review karya tersebut dengan makna yang ingin disampaikan. Tanpa adanya sinopsis, maka penulis hanya memberikan ulasan yang sederhana atau tidak mendalam.

    Sinopsis ini juga harus ditulis di dalam ulasan. Tujuannya untuk memudahkan pembaca memahami opini dan pendapat penulis terhadap karya yang diulas.

    4. Tafsiran

    Kemudian ada tafsiran. Sama seperti struktur lainnya, tafsiran juga memiliki peran penting bagi teks ulasan. Keberadaan tafsiran di dalam ulasan ini adalah memberikan penjelasan secara detail dalam tulisan.

    Bagian-bagian yang akan dibahas di dalam tafsiran ini meliputi keunggulan, keunikan, kekurangan, hal yang menarik, kualitas, dan lainnya.

    Poin-poin tersebut akan menjadikan ulasan semakin lengkap dan sempurna. Semakin lengkap ulasan yang ditulis, maka semakin banyak pembaca yang tertarik. Sebab, poin-poin di dalam ulasan ditulis dengan lengkap, sehingga menambah pengetahuan dan wawasan.

    Contoh, film Pengabdi Setan menjadi salah satu film horor paling favorit di Indonesia. Sebab, film ini dikemas dengan alur cerita yang padat, akting pemerannya yang bagus, dan eksekusi yang matang.

    Selain itu, hal yang menarik dari film Pengabdi Setan adalah penyampaian horor yang berbeda. Tidak hanya melalui sinematografi, tapi juga melalui jump scare, tata busana, tata makeup, dan akting para pemain yang natural.

    Dari contoh tafsiran di atas, pembaca bisa memahami apa saja keunggulan atau poin-poin penting di dalam film Pengabdi Setan. Hal tersebut akan menimbulkan rasa penasaran dari para pembaca untuk menonton film tersebut.

    5. Evaluasi

    Kelima ada evaluasi. Struktur teks ini ditulis setelah bagian tafsiran. Artinya, tidak ada evaluasi yang bisa diberikan jika di dalam ulasan karya tidak menyertakan tafsiran.

    Jadi, struktur teks keempat dan kelima memiliki hubungan yang erat. Sehingga, penulis harus menulis tafsiran selengkap mungkin, agar bisa memberikan sebuah pendapat yang bisa dijadikan sebagai evaluasi.

    Dalam penulisan evaluasi mencakup beberapa hal, mulai dari kelebihan dan kekurangannya.

    Misalnya, kelebihan dari film Pengabdi Setan adalah cerita horor yang disampaikan dengan cara berbeda dan menegangkan. Sedangkan kekurangannya adalah alur cerita yang sedikit lambat, sehingga menimbulkan rasa bosan di awal cerita.

    Nah, dari contoh di atas, penulis bisa menambahkan pendapat atau opininya yang dijadikan sebagai evaluasi.

    Contoh, film Pengabdi Setan akan semakin sempurna jika alur ceritanya tidak lamban. Sebab, tujuan para penonton untuk melihat film horor adalah bagaimana teror horor yang dimunculkan.

    6. Rangkuman atau Kesimpulan

    Struktur teks terakhir adalah rangkuman atau kesimpulan. Seperti namanya, struktur teks ini berisi tentang kesimpulan dari sebuah ulasan karya yang ditulis.

    Rangkuman ini masih berisi pendapat atau opini penulis terhadap karya yang diulas. Biasanya, penulis akan memberikan penilaian layak atau tidaknya karya tersebut untuk ditonton, dinikmati, dan didengar.

    Isi rangkuman ini masih berpatokan pada struktur-struktur teks sebelumnya yang sudah ditulis. Artinya, dari keseluruhan karya yang dibahas, penulis akan membandingkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki karya tersebut.

    Jika sebuah karya memiliki banyak kelebihan, penulis akan merekomendasikan karya tersebut kepada para pembaca. Sebaliknya, karya yang lebih banyak kekurangannya, cenderung tidak direkomendasikan oleh penulis.

    Namun, jika sebuah karya memiliki kelebihan dan kekurangan yang seimbang, biasanya penulis akan memberikan catatan. Seperti film B seru tapi tidak sesuai ekspektasi, lagu A memiliki lirik yang bagus tapi kurang relate, dan lainnya.

    Pada akhirnya, bagian rangkuman dari sebuah ulasan ini akan dijadikan sebagai rujukan pembaca untuk menikmati karya yang sama. Isi rangkuman juga akan menjadi pertimbangan layak atau tidak karya tersebut untuk dinikmati.

    4 Kaidah Kebahasan Pada Teks Ulasan

    Sebuah teks resensi atau ulasan bisa dikatakan lengkap jika penyusunannya menggunakan kaidah kebahasan yang sudah ditentukan. Berikut 4 kaidah kebahasan pada teks ulasan yang bisa dijadikan sebagai acuan:

    1. Menggunakan Konjungsi Penerang

    Kaidah pertama adalah menggunakan konjungsi penerang, yaitu kata-kata penghubung, seperti yakni, yaitu, dan bahwa. Kata-kata ini harus dimasukkan dalam penulisan ulasan karya.

    Contoh penggunaan konjungsi penerangan “bahwa”: “Tokoh A merasa bahwa insiden yang terjadi beberapa hari ini dikarenakan perbuatan temannya sendiri. Namun, tokoh A tidak memiliki bukti cukup kuat untuk menjadikan temannya sebagai penyebab insiden-insiden tidak mengenakan tersebut.”

    Contoh penggunaan konjungsi penerangan “yaitu”: “Kini Ibu tahu apa yang harus ia lakukan sebelum semuanya berakhir, yaitu meminta pertolongan anak sulungnya yang sedang berjuang mengais rezeki di ibukota.”

    Contoh penggunaan konjungsi penerangan “yakni”: “Lagu berjudul A ternyata diangkat dari kisah cinta penyanyinya, yakni kisah cinta semasa SMA dengan sahabat sendiri.”

    2. Menggunakan Konjungsi Temporal

    Kedua adalah penggunaan konjungsi temporal. Di dalam teks ulasan harus ada konjungsi temporal, seperti semenjak, kemudian, sejak, dan akhirnya.

    Contoh penggunaan konjungsi temporal “semenjak atau sejak”: “Sejak saat itu, karakter A yang semulanya pendiam berubah menjadi pribadi yang cerewet dan peduli dengan banyak orang.”

    Contoh penggunaan konjungsi temporal “kemudian”: “Lagu A dibuka dengan lirik yang manis, kemudian disambung dengan kiasan yang asing, tapi penuh makna. Begitulah gambaran sederhana lagu tentang cinta yang penuh dengan bunga-bunga.”

    Contoh penggunaan konjungsi temporal “akhirnya”: “Penantian panjang karakter Rini yang menunggu adiknya pulang dari perantauan pun berhenti. Setelah 5 tahun berlalu sejak kejadian kelam itu, akhirnya sang adik kembali menginjakkan kaki di rumah tempat mereka tumbuh.”

    3. Menggunakan Konjungsi Penyebab

    Ketiga adalah penggunaan konjungsi penyebab di dalam ulasan. Konjungsi penyebab tersebut adalah kata “karena” dan “sebab”.

    Contoh penggunaan konjungsi penyebab “karena”:

    “Karena tidak ada kemajuan, tokoh B memutuskan untuk memindahkan adiknya ke rumah sakit yang lebih baik. Di sinilah harapan kembali muncul, meski dibayangi oleh biaya yang mahal. Setidaknya masih ada cara lain yang bisa dilakukan oleh B, salah satunya kerja serabutan.”

    Contoh penggunaan konjungsi penyebab “sebab”:

    “Lirik indah tersebut berhenti di pertengahan. Sebab, masa-masa jatuh cinta penulis hanya sampai di situ. Lalu, dilanjutkan dengan lirik yang penuh kekecewaan. Nada suara yang menggebu-gebu di awal juga berubah jadi sendu. Melodi lagunya juga berubah mengikuti liriknya. Meski belum selesai, lagu tersebut sudah berhasil.”

    4. Menyertakan Saran atau Rekomendasi

    Kaidah kebahasan terakhir adalah penulis harus menyertakan saran atau rekomendasi di dalam ulasan. Kata-kata yang harus digunakan, antara lain “jangan”, “hendaknya”, “harus”, dan lainnya.

    Contoh saran menggunakan kata “jangan”:

    “Para pembaca yang memiliki riwayat lemah jantung, jangan menonton film ini. Sebab, di sepanjang film ini banyak berisi jumpscare.”

    Contoh saran menggunakan kata “hendaknya”:

    “Jika memiliki ketakutan, hendaknya menonton film ini bersama teman atau pasangan. Tujuannya agar lebih nyaman saat menonton, sehingga bisa mengikuti alur ceritanya dari awal hingga selesai.”

    Contoh saran menggunakan kata “harus”:

    “Film ini memiliki ketegangan di setiap scene-nya. Jadi, para penonton harus mempersiapkan diri untuk melihat setiap adegannya.”

    3 Jenis Teks Ulasan

    Teks resensi atau ulasan memiliki 3 jenis yang disesuaikan dengan isi dan tujuannya. Ketiga jenis tersebut, antara lain:

    1. Teks Informatif

    Artikel Rumah123

    Jenis pertama ada teks informatif yang tujuannya untuk memberikan informasi kepada para pembaca.

    Secara umum, jenis teks satu ini hanya menulis ulasan berupa gambaran umum karya yang sedang diulas. Dari segi bahasa, teks resensi informatif menggunakan bahasa yang singkat dan jelas. Isinya pun dinilai padat serta luas.

    Ciri lainnya dari penyusunan ulasan informatif adalah penulis hanya fokus dengan kelebihan dan kekurangan karya. Penulis tidak akan mengulas terlalu dalam karya tersebut.

    2. Teks Deskriptif

    Brainly

    Jenis teks resensi atau ulasan kedua adalah deskriptif. Tujuan dari jenis teks ini adalah menggambarkan karya yang diulas dengan sangat jelas dan lengkap.

    Seperti namanya, ulasan yang ditulis oleh penulis akan lebih banyak dibanding jenis teks informatif. Penulis akan memberikan ulasan berdasarkan data-data karya tersebut, agar pembaca bisa memahami tujuan dari suatu karya.

    Penyusunan teks deskriptif tidak hanya melibatkan kelebihan dan kekurangan, tapi juga hal-hal lain, seperti makna karya tersebut dan lainnya.

    3. Teks Kritis

    Artikel Rumah123

    Jenis terakhir ada teks kritis. Seperti namanya, teks ulasan yang sifatnya kritis berisi sebuah kritikan yang diberikan oleh penulis terhadap karya yang sedang diulas. Kritikan yang diberikan biasanya diperoleh melalui sudut pandang penulis.

    Dalam penyusunannya, teks kritis ini menggunakan analisis yang subjektif. Selain itu, isi teks juga tidak memihak siapapun. Hal ini membuat teks jenis kritis sering dijadikan sebagai acuan pembaca untuk menilai suatu karya.

    5 Cara Membuat Teks Ulasan dengan Benar

    Membuat sebuah ulasan ternyata bisa dilakukan dengan 5 cara. Kelima cara tersebut, antara lain:

    1. Melakukan Identifikasi Karya

    Cara pertama adalah melakukan identifikasi karya yang ingin diulas. Identifikasi karya bertujuan untuk memudahkan penulis mengulas suatu karya secara keseluruhan.

    Hal-hal yang diperlukan saat melakukan identifikasi sebuah karya adalah mencatat judul karya, nama pemilik karya, penerbit, jumlah halaman, harga karya, makna, dan lainnya.

    2. Membuat Catatan Penting

    Setelah melakukan identifikasi, langkah selanjutnya adalah membuat catatan penting terhadap karya yang sedang diulas.

    Hal-hal penting dalam sebuah karya adalah keunikan dari karya tersebut. Keunikan ini biasanya menjadi pembeda sekaligus nilai jual dari karya yang diulas. 

    Contoh, keunikan dari film A adalah lokasi syuting yang 100% mirip dengan cerita aslinya. Novel ini memiliki alur maju mundur dengan gaya bahasa yang ringan dan karakter setiap tokoh yang kuat, sehingga cukup menarik pembaca.

    3. Mencari serta Memahami Keunggulan dan Kekurangan

    Cara ketiga adalah mencari serta memahami keunggulan dan kekurangan dari karya yang sedang diulas.

    Pada tahap ini, penulis harus tahu apa saja kelebihan dan kekurangan suatu karya secara menyeluruh. Selain itu, penulis harus memastikan bahwa kelebihan dan kekurangan tersebut memang terdapat pada karya tersebut, bukan hanya sebuah karangan.

    Setelah mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangannya, penulis harus memahami poin-poin tersebut saat menulis sebuah ulasan. Tujuannya agar ulasan lebih mendalam.

    Cara ketiga ini juga membantu penulis yang ingin mengulas karya secara kritis. Semakin banyak kelebihan dan kekurangan yang dipahami, maka semakin mudah penulis saat mengkritisi isi dari suatu karya.

    4. Membuat Rangkuman atau Kesimpulan

    Cara keempat adalah membuat sebuah kesimpulan atau rangkuman. Pada tahap ini, penulis akan menulis hal-hal penting dalam suatu karya. Hal penting tersebut meliputi, kelebihan, kekurangan, dan hal menarik lainnya.

    Dalam kesimpulan ini juga berisikan pendapat penulis mengenai karya yang diulas secara lengkap. Tujuannya agar para pembaca mengetahui dan memahami karya yang diulas secara keseluruhan.

    5. Memberikan Saran

    Terakhir adalah memberikan saran di paragraf penutup. Saran yang diberikan kepada pembaca ini bisa dijadikan sebuah pertimbangan untuk menikmati karya yang serupa.

    Selain itu, sebuah saran juga digunakan oleh penulis untuk memberi tahu hal-hal yang sifatnya penting. Misalnya, film menceritakan tentang kekerasan, maka anak-anak di bawah umur harus berada di bawah pengawasan orang tua.

    Dengan adanya saran tersebut, para pembaca bisa tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk menikmati sebuah karya. Inilah kenapa penulis diwajibkan untuk memberikan saran di akhir ulasan.

    Sudah Paham Cara Menulis Teks Ulasan dengan Benar?

    Jadi, teks ulasan merupakan suatu tulisan yang memaparkan opini penulis perihal suatu karya atau produk tertentu secara spesifik. Sehingga, kamu harusnya menulisnya mulai dari mengidentifikasi, mengorientasikan, memberikan sinopsis, menafsirkan, mengevaluasi, hingga memberikan kesimpulan.

  • Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya

    Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya

    Hari Kartini selalu diperingati pada tanggal 21 April. Sebagai salah satu pahlawan yang berjasa, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Hari Kartini, salah satunya berpuisi. Berikut ulasan singkat perihal sejarah hari Kartini serta contoh-contoh puisi Kartini!

    Sejarah Hari Kartini

    Tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini. Tanggal tersebut merupakan hari lahir R.A (Raden Ajeng) Kartini, salah satu pahlawan yang berjasa bagi kaum wanita Indonesia.

    Raden Ajeng Kartini lahir pada tahun 1897 dan meninggal pada tahun 1904. Semasa hidupnya, pahlawan wanita Indonesia yang memiliki nama lengkap Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat ini selalu memperjuangkan hak-hak wanita Indonesia.

    Seperti yang diketahui, dahulu wanita di Indonesia tidak memiliki hak dan kesempatan yang sama seperti laki-laki. Salah satunya adalah akses pendidikan. Banyak wanita Indonesia yang tidak mendapatkan kesempatan untuk belajar, sehingga kesadaran literasi antara kaum wanita dengan laki-laki tidak sama.

    Hal inilah yang membuat R.A Kartini mengambil langkah tegas dengan mendobrak kesenjangan antara wanita dan laki-laki. R.A Kartini mengajari wanita-wanita yang tidak mendapatkan akses pendidikan, mulai dari membaca.

    Perjuangan inilah yang kemudian dikenal dengan istilah “Habis Gelap, Terbitlah Terang”. Artinya, wanita-wanita yang buta huruf perlahan mulai mengenal dan membaca, yang membawa mereka keluar dari kegelapan menuju kehidupan yang lebih baik.

    Contoh Puisi Kartini yang Menginspirasi

    Berikut contoh puisi Kartini yang menginspirasi:

    1. Kartiniku Kini

    Karya: Mochamad Riduwan

    Saat pena kau tempelkan pada secarik kertas

    Tersusunlah kata-kata sukma meretas

    Membawa perubahan awal sepintas

    Hingga kaummu menyambut penuh antusias

    Kini, wahai Kartiniku

    Kaummu seakan melupakanmu

    Tersibuk dengan lautan ambigu

    Terlupa akan sebuah perilaku

    Wahai Kartiniku kini,

    Tidaklah mentari lupa menanti pagi

    Saatnya dirimu membekali literasi

    Saatnya dirimu penuh berinovasi

    Wahau Kartiniku kini,

    Sudahkah dirimu menyelami diri?

    Mencari di mana peradaban nanti

    Mengikuti aliran tsunami teknologi

    Sepatah tulisan membawa pesan

    Sebaris kalimat membuyarkan angan

    Sebait paragraf merubah peradaban

    Majulah Kartiniku kini, tuk’ kemajuan zaman

    2. Perempuan Itu Buku

    Karya: Sio Hutasoit

    Apa kau tahu? Jika perempuan itu Buku

    Tintanya biru teduh

    Perempuan itu gudangnya ilmu

    Isinya tak hanya asmara candu, namun arti dari tulus pengorbanan tanpa keluh

    Walau dituntut harus sempurna sungguh

    Namun…

    Perempuan tahu nikmatnya berdiri teguh, tanpa kompromi waktu

    Di dalam Buku akan kau temukan cerita tentang cinta yang utuh

    Walau hidup tak semanis madu, tangis menderu bahkan sakit berdentum

    Tapi tak pernah ia tulis bahwa hidup sepahit empedu

    Hanya ada bait tentang nyanyian syukur

    Sayangnya, Buku itu tak bisa kau beli dengan sekumpulan bunga warna ungu

    Tapi tawarlah dengan rindu yang sudah kau pupuk

    Tenang saja, tak perlu ragu

    Karena, dari Buku itu akan kau temukan bahwa perempuan adalah pangkal restu

    Juga sajak-sajak tentang doa ibu

    Yang tiap hari ia tulis dengan tangguh

    Perempuan tak pernah layu

    Perempuan itu Buku

    Perempuan itu aku

    3. Literasi Menyibak Kegelapan

    Kaya: Woro Titi Haryati

    Dengan Habis Gelap Terbit lah Terang

    Tak hanya bermakna tentang kesepadanan

    Tapi inilah peristiwa literasi sebenarnya

    Yang tak pernah kita menyadarinya

    Berawal dari keinginanmu membaca

    Keinginan membuka tabir makna akan suatu maha

    Terdedahlah kegalauanmu yang telah lama terpendam

    Terterbarkan pesanmu kepada sang sahabat nan jauh di sana

    Tulisanmu telah menyibak kegelapan

    Kegelapan yang telah mengekangmu

    Kegelapan yang telah memasungmu

    Kegelapan yang telah membelenggumu

    Dengan tulisanmu kau tebarkan seberkas cahaya

    Tersingkap baik demi bait dari pesanmu

    Terenda pesan dalam untaian kata-katamu

    Kata yang sarat akan makna

    Kuyakini bahwa dirimu dengan literasimu

    Telah menjadikan dirimu abadi

    Telah menjadikan dirimu inspirasi

    Telah menjadikan dirimu sempena hati

    Kau tak kan lekang dalam kala

    Kau tak kan punah tertelan masa

    Kau tak kan pernah mati

    Kau tunjukkan jati diri negeri

    Dengan semangat literasi yang tak pernah kau sadari

    Membawa kami ke dunia yang penuh dengan pelangi

    Membawa kami berani mendaki gunung tinggi

    Membawa kami sejajar di atas kaki yang mandiri

    4. Perempuan Tangguh

    Karya: Penulis

    Orang mengenalnya sebagai perempuan tangguh

    Berdedikasi dengan sungguh-sungguh

    Kerasnya batu alam belum ada apa-apanya

    Kegigihannya menyambar api yang membara

    Hatinya selembut kain sutra yang paling mahal

    Sekali robek, bekasnya tak pernah hilang

    Ia jahit robekan-robekan itu dengan benang kasih

    Luka menganga yang tertutup sempurna

    Orang menyebutnya sebagai perempuan tangguh

    Hujan badai di barat daya pun akan ditempuh

    Ada banyak tanggung jawab yang sedang dipikul

    Mengasah satu per satu besi dapur yang tumpul

    Perempuan tangguh, perempuan tangguh

    Tertawa menyembunyikan luka

    Demi merajut mimpi-mimpi

    Bukan satu, tapi seluruh anak Ibu Pertiwi

    5. Sang Penerang

    Karya: Penulis

    Kegelapan sudah lama menyelimuti

    Memakan satu per satu mimpi-mimpi

    Transformasi menjadi musuh sendiri

    Menyatu dengan bayangan di malam hari

    Kegelapan itu perlahan pudar

    Kerasnya melunak

    Garangnya ikut jadi jinak

    Menanti ini hingga beranak pinak

    Kegelapan itu hilang

    Satu buah lilin hadir dengan kobaran api yang lembut

    Membakar ketakutan, menghanguskan kedunguan

    Menyambar keberanian yang entah sejak kapan timbul

    Kini, dunia lebih berwarna

    Berkat perjuangan seorang wanita

    Sang penerang, begitu sebutannya

    Membawa emansipasi wanita Indonesia

    6. Jatuh, Tumbuh

    Karya: Penulis

    Jalan yang tandus di bawah teriknya matahari

    Kerikil-kerikil kecil perlahan melukai

    Alas kaki semakin tipis, tapi semangatnya makin menggunung

    Tubuh ringkih milik jiwa berbahan baja

    Matanya bak sebuah kompas jalan

    Bergerak senyap, tapi tapi tahu akan ke mana

    Kadang jatuh, ia bangkit

    Jatuh lagi, tetap bangkit

    Konon, ia ditakdirkan sebagai makhluk lemah lembut

    Tubuh yang lemah tak membuatnya menyerah

    Kelembutan hatinya menebarkan berjuta-juta kasih

    Jatuh sekali, bangkit ribuan kali

    Perjalanannya sudah sampai di pertengahan

    Kegagalan masih rutin menyapa bak kawan lama

    Air mata bercampur keringat di sudut mata

    Kadang meringis, tapi lebih banyak tertawa

    Belum ada tanda-tanda penghujung

    Artinya perjalanan masih jauh

    Menyiapkan diri tuk menyapa kembali kegagalan di tengah jalan

    Jalan masih panjang untuk melanjutkan perjuangan

    7. Perjuanganmu Belum Usai

    Karya: Penulis

    Tongkat estafet terus berputar-putar

    Mengikuti tahun yang terus berganti

    Barat, Timur, Selatan, Utara

    Seluruh penjuru Ibu Pertiwi dijelajahi

    Namanya selalu dikenang

    Tak pernah absen sebagai acara tahunan

    Dirayakan oleh setiap insan

    Kilapnya meredup, lalu kembali terlupakan

    Perjuangannya belum selesai, belum usai

    Titik di penghujung baris kalimat bukan sebuah akhir

    Masih ada lanjutan paragraf baru yang harus diukir

    Masih ada cerita-cerita seru di lembar buku

    Langkahmu jangan terburu-buru

    Sebab jalan masih panjang, pun kadang masih tandus

    Simpan tenagamu untuk bekal menyapa kawan lama bernama kegagalan

    Bukan lagi perjuangannya, tapi perjuanganmu yang belum usai

    Jangan dulu menyerah atau pongah

    Perjuanganmu belum usai, masih belum

    Selain kawan lama, ada pula kawan baru

    Sediakan saja bakul bambu untuk menampung semua itu

    8. Habis Gelap, Terbitlah Terang

    Karya: Penulis

    Konon, perempuan buta aksara

    Tak kenal dunia itu seperti apa

    Tak tahu irama bersajak itu bagaimana

    Tak tahu bedanya merah muda dan biru tua

    Konon, perempuan tersisihkan dari dunia

    Bukan karna tak rupawan

    Mereka dianggap berbeda, sebab tidak tahu apa-apa

    Jangankan bicara perang dunia, mengeja nama saja mereka kebingungan

    Kedunguan perempuan jadi warisan turun temurun

    Patriarki semakin berjaya sebelum Ibu Pertiwi merdeka

    Lalu berhenti sejenak saat Kartini bersuara

    Terus bersuara di tengah ramainya cemoohan

    Seorang diri ia membawa lentera kehidupan banyak perempuan

    Pelan namun pasti, lenteranya membawa perubahan

    Habis Gelap, Terbitlah Terang, mantra-mantranya

    Literasi dan emansipasi jadi warisan baru kita

    Mantra-mantranya masih berisi semangat

    Semangat juang, semangat belajar

    Lenteranya belum redup, bahkan tak akan padam

    Terangnya semakin luas, merajalela di mana-mana

    Kini, yang tersisa hanya ejaan namanya

    Perjuangannya mati terkubur dalam masing-masing hati

    Tapi…

    Mantra-mantranya tak pernah mati

    9. Kartini-Kartini Masa Kini

    Karya: Penulis

    Tubuhnya dibalut kebaya merah muda motif bunga

    Sedangkan kaki jenjangnya diselimuti kain bercorak gelap

    Rambutnya digelung, disanggul kekinian

    Kemudian berlenggok dengan kepercayaan

    Satunya lagi membalut tubuhnya dengan pakaian trendi bermotif warna-warni

    Rambut hitam tak akan kau jumpai

    Sepatu hak tinggi model terkini

    Tas kecil yang tak kuat menampung mimpi-mimpi

    Di pinggir jalan ada lagi kumpulan minoritas

    Pakaiannya serba biasa, tanpa brand luxury

    Namun, tawanya tak kalah renyah

    Saling bertukar cerita tanpa peduli waktu berlalu

    Semua itu adalah Kartini masa kini

    Tampil dengan versi terbaiknya

    Berjuang demi mimpi-mimpinya

    Larut dalam keseruan cerita hidupnya

    Kartini masa kini

    Mimpinya tidak hanya mengenal dunia, tapi bagaimana menaklukkannya

    Kawan lamanya bukan hanya kegagalan, tapi juga kecemasan

    Jalannya tidak hanya tandus, tapi juga berliku

    Kartini masa kini

    Semangatnya mudah padam, tapi enggan menyerah

    Mudah jatuh, tapi langsung bangkit

    Terluka dan kecewa sudah hal biasa

    Kartini masa kini

    Jangan menyerah, jangan berhenti

    Kartini masa kini

    Jangan kalah, jangan pongah

    10. Mereka Menyebutnya Emansipasi

    Karya: Penulis

    Sudah berapa lama kita dibelenggu?

    Berapa banyak perempuan yang mati dengan dungu?

    Sejak era Majapahit menguasai Jawa?

    Atau ketika Hindia Belanda?

    Tak tahu kapan pastinya

    Sebab saat itu banyak perempuan hidup menikmati kesengsaraan

    Beranak pinak tiada henti

    Asap dapur mengepul sepanjang hari

    Takdirnya sebagai ibu yang buta literasi

    Kelembutan hati jadi satu-satunya ilmu yang paling berarti

    Menerima dan menerima

    Seolah tak ada pemberontakan yang dibolehkan

    Sejak Kartini berjuang

    Ketimpangan pendidikan dan sosial mulai terguncang

    Perempuan mulai bangkit dari keterpurukannya

    Mereka ingin bebas dari kesengsaraan

    Sejak Kartini membawa emansipasi

    Perempuan mulai tahu apa itu mimpi-mimpi

    Mereka bukan lagi putri malu

    Durinya lebih kokoh seperti mawar biru

    Sejak emansipasi,

    Perempuan tahu bagaimana menjadi Kartini

    Menoreh prestasi demi prestasi

    Tak gentar melawan diri sendiri

    11. Putri Ksatria

    Karya: Pauline Angelina

    Rintik hujan tiada berhenti

    Kabut perlahan mulai menyelimuti

    Adat dan budaya yang berpilih kasih

    Hak para perempuan pun dibatasi

    Tangis mulai banjir di pipi

    Tak ada satu pun yang peduli

    Sekalipun suara rintihan bertubi-tubi

    Para insan serentak berpura-pura tuli

    Perempuan yang dikekang

    Perempuan yang dilarang

    Perempuan terbuang

    Perempuan terbelakang

    Lemah dan tak berdaya

    Melawan pun tak kuasa

    Hanya dapat berpasrah diri

    Menerima siksaan di jiwa

    Dan itu semua kini sirna

    Berkat sang putri ksatria

    Wahai Kartini yang mulia

    Jasa-jasamu sungguh tiada tara

    Perempuan pun bebas

    Perempuan bisa lepas

    Perempuan mampu setara

    Perempuan akhirnya merdeka

    Tak ada lagi luka

    Tak ada lagi duka

    Semua telah sirna

    Berkat sang putri ksatria

    12. Nostalgia

    Karya: Aenullael Mukarromah

    Tentangmu sang pahlawan nasional, juga tentangku sang pejuang asa

    Lahir di Jepara, kemudian menghembuskan nafas di Rembang

    Kaulah sang pelopor kebangkitan perempuan pribumi

    Sedangkan di sini aku masih merangkak mengejar mimpi untuk dapat mengabdi pada Negeri

    Kau memperjuangkan hak wanita

    Kau seorang pekerja keras

    Lalu apa yang terjadi saat ini?

    Mari bernostalgia tentang sebuah perjalanan

    Aku perempuan, namun aku tidaklah sehebat dan sekuat perjuanganmu

    Aku perempuan, namun belum dapat mengabdi kepada Negeri

    Namun, hembusan nyanyian motivasimu menjadi pembakar diri untuk tetap berjuang

    Habis gelap terbitlah terang

    Di manapun bumi dipijak maka di sanalah langit dijunjung

    Perempuan haruslah tetap bekerja keras, kerja cerdas dan berjuang dengan usaha yang keras

    Seperti perjuangan Ibu kita Kartini yang telah melewati ribuan badai dan coba

    13. Sebuah Lilin yang Tak Utuh

    Karya: Penulis

    Cahayanya samar-samar

    Bahkan hampir redup ketika angin bertiup

    Kegelapan masih belum berujung

    Hadirnya masih diperlukan banyak hidup

    Sebuah lilin yang tak lagi utuh

    Panjangnya hilang setengah demi secercah cahaya

    Semakin lama, semakin rendah pula

    Kegelapan semakin membabi buta

    Namun sang pemiliknya tak takut atau gugup

    Matanya tajam, kaki terus berjalan

    Tangannya mengepal bak membawa tekad yang kuat

    Punggungnya kokoh sebagai tumpuan yang berat

    Sebuah lilin yang tak utuh

    Semakin samar cahayanya

    Semakin rendah perawakannya

    Semakin membara apinya

    Lilin itu mati dengan sendirinya

    Anehnya cahayanya abadi

    Tak padam meski tertiup angin atau diterpa rintik hujan

    Kobaran apinya makin membesar, tekad yang kuat jadi bahan bakar utamanya

    Lilin kecil terganti oleh cahaya terang

    Gelap gulita lenyap seketika

    Dunia penuh warna, pada akhirnya

    Perempuan bangkit dan setara

    Lilin kecil itu menjelma jadi mentari di siang hari

    Ketika malam tiba berubah jadi sang rembulan yang cantik

    Lilin kecil milik perempuan bernama Kartini

    Lilin kecil kehidupan anak perempuan Ibu Pertiwi

    14. Puan, Puan, Puan

    Karya: Penulis

    Puan, puan, dan puan

    Seperti apa dunia ini di matamu?

    Gunung mana yang puncaknya paling tinggi menurutmu?

    Dan samudera mana yang ombaknya tenang tapi menakutkan?

    Puan, puan, puan

    Ada banyak mimpi-mimpi yang terajut oleh benang kehidupan

    Benang yang disulam lewat tangan seorang perempuan

    Tidak kusut, tidak putus, indah dan berharga

    Mimpi mana yang sudah tercapai?

    Toga di kepala atau jabatan yang tinggi?

    Atau bahkan keduanya

    Bukan kepalang hebatnya

    Mimpi apa lagi yang akan kau bidik, Puan?

    Pilihlah satu atau semuanya yang dijajakan di muka

    Bidiklah dengan anak panah yang ujungnya tak lagi tumpul

    Bidiklah perlahan dengan ketenangan

    Jangan buru-buru, Puan…

    Masih ada banyak waktu

    Pun tak ada seorang pun yang mengganggu

    Jangan buru-buru, nikmati dulu

    Ada banyak hal yang perlu kau tahu

    Mulai dari sajak puisi hingga perkembangan teknologi

    Tentang bagaimana ulat punya sayap dan bisa terbang tinggi

    Pun tentang perjuangan Ibu Kartini bawa emansipasi

    15. Kita Semua Mampu

    Karya: Penulis

    Setelah runtuhnya dinasti Majapahit

    Berakhirnya Hindia Belanda

    Cerita kelam masa Orba

    Hingga zamannya generasi milenial

    Entah sudah berapa banyak waktu terlewati

    Jemari tangan ditambah kaki masih kurang untuk berhitung

    Selama itu perempuan terbelenggu

    Sebanyak itu mimpi-mimpi harus mati sejak dini

    Penantian panjang perempuan berakhir

    Saat kelembutan Kartini terketuk

    Mimpi-mimpi mulai dipupuk sejak dini

    Kaki berdiri tegak tanpa takut dicaci

    Kita mampu, kita bisa

    Kita para perempuan yang direnggut mimpinya sedari lama

    Kembali bangkit dan mengambil apa yang jadi hak-haknya

    Menyusun rencana demi rencana

    Kita bisa, kita juga merdeka

    Takdir kita bukan sekadar beranak pinak

    Atau berkutat dengan asap dapur mengepul

    Bukan hanya sekadar itu

    Kita bisa mewarisi ilmu

    Atau jadi orang pertama yang memberi ilmu

    Kepada anak hingga cucu-cucu

    Kita bisa melakukan semua itu, kita semua mampu

    16. Tinta Biru yang Masih Basah

    Karya: Penulis

    Secarik kertas putih dengan motif garis sejajar

    Putihnya memang tak selapang hati perempuan 

    Ukurannya masih kurang tuk menampung barisan mimpi-mimpi yang mengantri

    Terlalu kecil untuk perempuan yang punya asa tinggi

    Tinta biru yang masih basah sebagai tanda awal

    Tanda mimpi mulai terukir

    Tidak sulit menulis satu per satu

    Sebab Ibu Kartini memberi tahu seperti apa literasi itu

    Tinta biru yang masih basah

    Terus berlanjut mengabsen mimpi dan harapan

    Hidup jadi ada tujuan, tahu ke mana harus berjalan

    Tak ada ketakutan, tak ada keraguan, hanya tersisa harapan

    Belum satu jam kertas sudah penuh

    Tinta birunya masih basah

    Jangan buru-buru dilipat

    Pandangi dulu satu per satu bait paragraf

    Eja dulu huruf-huruf yang kau kenal berkat perjuangan perempuan berwajah sendu

    Kagumi dulu bentuk tulisan yang katamu indah itu

    Baca lagi mimpi-mimpi yang ingin kau tuju

    Lipatlah jika sudah mengering tinta biru itu

    Puisi Kartini Manakah yang Menginspirasimu?

    Itulah kumpulan puisi bertema Kartini dengan rangkaian kata penuh inspirasi untuk mengenang jasa perjuangannya di masa lampau. Manakah yang paling related denganmu?

  • 10 Cerpen Bahasa Sunda yang Lucu, Menarik, dan Menjadi Pembelajaran

    10 Cerpen Bahasa Sunda yang Lucu, Menarik, dan Menjadi Pembelajaran

    Carpon atau carita pondok adalah karya sastra dalam bahasa Sunda berupa cerita fiksi yang ditulis berdasarkan ide atau pikiran si penulis. Carpon bisa disebut juga dengan cerpen bahasa Sunda. Biasanya, carpon terdiri dari gambaran penulis tentang kehidupan, baik itu hal membahagiakan atau menyedihkan. Namun, keduanya memiliki isi yang menarik untuk dibaca. Seperti apa contohnya? Simak artikel di bawah ini!

    10 Cerpen Bahasa Sunda Menarik

    Di bawah ini adalah beberapa cerpen bahasa Sunda yang menarik, mudah dipahami, dan bahkan bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua:

    1. Sireum jeung Japati

    Berikut adalah cerpen bahasa Sunda karya ErTanti Crafts:

    Sireum jeung Japati

    Aya sireum rek nginum di sisi walungan. Keur ngarayap ka handap, manehna tisoledat. Tug rag-rag kana cai. Hadeuna, caina rada ngeyeumbeu palebah dinyamah, Tapi, keukeuh bae ari ngojay ka sisi mah, manehna teu bisa eun.

    “Tulung… tulung… ieu kuring rek tikereleup. Tulungan!” ceuk si sireum

    Kabeneuran, aya japati keur cindeteun dina dahan kai anu nyodor ka luhureun cai. Kadenge aya sireum menta tulung. Barang ngareret ka handap, katingali sireum keur tikeleleup di walungan. Japati karunya eun, geleber hiber bari ngegel daun salembar.

    Song ngasongkeun daun teh ka hareupeun sireum. Sireum tuluy muntang kana daun. Daun dibawa ku japati kana darat. Sok digolerkeun kana taneuh. Sireum pohara manuhunkeunana ka japati anu geus ngaleupaskeun manehna tina bahaya.

    Dina hiji mangsa, japati the cindeteun deui dina dahan kai anu nyodor ka walungan tea. Sireum anu baheula ditulungan oge kabeneran aya handapeun tangkal. Tiheula ti kajauhan aya pamburu nyampeurkeun, leumpang na keketeyeupan. Teu talangke deui, sireum teh buru-buru nyampeurkeun japati bari ngaharewos ka manehna.

    “Hey, japati, buru-buru geura hiber.” Eceuk sireum teh “Tuh aya paninggaran nu keur totoongan”

    Pamburu, tos ngawengkang bedilna. Teu lila, japati buru-buru hibeur. Isukna, japati panggih deui jeung sireum.

    “Nuhun pisan sakadang sireum. Kuring geus ditulungan ku anjeun leupas ti balai” cek japati.

    “Eta mah geus kuduna atuh, nulungan batur anu rek cilaka eta wajib.” tembal sireum. “Komo ieu mah kuring ayeuna hirup keneh the lantaran geus ditulungan ku anjeun”

    2. Kuya jeung Monyet Ngala Nangka

    Di bawah ini adalah cerpen bahasa Sunda karya Azizah Laelatul Badriah:

    Kuya jeung Monyet Ngala Nangka

    Dicaritakeung aya monyet jeung kuya keur sarare sisi leuweung deket walungan dina tangkal kiara. Duanana sare di handap tangkal dina akar teu pajauh. Maksud teh ameh bisa ngobrol memeh sare atawa bisa silih geuingkeun bilih aya nanaon. Reup weh duanana sare meni tibra

    Tengah peuting sakadang monyet nyaring, terus ngahudangkeun sakadang kuya. “Sakadang kuya,”

    “Naon sakadang monyet” tembal sakadang kuya.

    “Kuring ngimpi manggihan tangkal nangka anu buahna geus arasak.” Ceuk sakadang monyet “dna mimpi teh katingali tangkalna dimana”

     “Di mana?”

    “Di tengah leuweung” tembal sakadang monyet.

    “Keun atuh ke urang teang. Ayenamah sare deui da peuting keneh”

    Ari geus kitu teh, sakadang monyet teh dub weh sare deui. Ari sakadang kuya mah hulang-huleng da hese sare deui. Keur hulang-huleng kitu, kuya ngadenge monyet ngalindur.

    Pokna teh “Ah… isukan ku urang rek didaharan nangka teh kusorangan bae. Keun weh da sakadang kuya da teu bisaeun naek tangkal ieu.” Ceuk sakadang monyet bari seuri.

    Ngadenge kitu, sakadang kuya ngahuleung kapikiran monyet sok sieun bener. Sanggeus kapikiran, manehna meunang akal terus sare deui.

    Isukna, sakadang monyet geus hudang tuluy ngahudangkeun sakadang kuya bari ngoyag-ngoyag awakna. “Kuya, buru hudang. Urang neang tangkal nangka tea.”

    “Keula atuh tunduh keneh”

    “Eh… buru! Kaburu ku batur geura.” Tembal monyet.

    “Nya hayu atuh ari kitu mah.” Ceuk kuya

    Indit weh si monyet jeung kuya teh ka tempat tangkal nangka nu aya dina mimpi sakadang monyet.  Ari pek teh tangkal nangka emang bener ayana.

    “Sok atuh monyet geura naek. Da urang mah teu bisa naek tangkal.” Ceuk sakadang kuya.

    “Keula atuh. Urang teu bisa ngabedakeun nangka nu asak jeung nangka nu atah keneh, kuya.” Ceuk sakadang monyet bari seuri dina hate.

    Kuya ngajawab “mun sorana pleuk-pleuk-pleuk, berarti eta geus asak. Mun sorana pluk-pluk-pluk, berarti atah keneh.”

    “Oh, nya atuh, urang naek heula. Urang cokot eta nangka.” Ceuk monyet, bari langsung nerekel naek.

    Bari gagalantungan neangan nangka, dina jero hatena manehna ngomong “Ku urang mah rek dibere nu atah weh sakadang kuya mah. Keun weh amun protes naha mere nu atah. Titah naek tangkal weh.”

    Terus ngalaan nangka weh si monyet teh. Anu sorana pleuk-pleuk-pleuk mah diteundeun di luhur didahar ku sorangan. Ari nu sorana pluk-pluk-pluk mah dialungkeun ka handap. Padahal mah anu asak lain anu sorana pleuk-pleuk-pleuk, tapi anu sorana pluk-pluk-pluk. Anu dialung-alungkeun ka si kuya.

    Nya puguh weh sakadang monyet ngadahar nangka laina amis. Malah narapel getahna kana awak jeung biwir.

    “Kuya, naha nangka urang mah atah geningan.” Ceuk monyet, biwirna geus pinuh ku getah.

    “Apanan monyet nu ngalung-ngalungkeun ka handap mah. Urang mah ukur narima hungkul.”

    “Maneh mah tega ka babaturan teh. Maenya urang dibere anu atah.” Ceuk monyet bari cireumbay.

    Akhirnya sakadang kuya mah balik bari wareg. Ari sakadang monteymah indit duka kamana da baeud tea.

    3. Si Kabayan Ngala Nangka

    Berikut adalah cerpen bahasa Sunda karya  Asep Krisna dan kawan-kawan:

    Si Kabayan Ngala Nangka

    Hiji mangsa si Kabayan dititah ngala nangka ku mitohana

    “Kabayan, pang ngalakeun nangka anu kolot.” Ceuk mitohana

    Kencling weh si Kabayan ka kebon. Nyoren bedog rek ngala nangka. Geus tepi kebon, si Kabayan titinggalian kana tangkal nangka. Geus kitu, mangguh nu geus kolot hiji tur gede pisan. Tuluy weh diala. Tapi, barang rek dipanggul kacida beuratna.

    “Wah, moal kaduga ieu mah mamawana.” Ceuk Kabayan dina jero hate.

    Tuluy, nangka the ku si Kabayan dipalidkeun ka walungan. “Jug bae balik tiheula. Da geus kolot ieuh!”

    Ari pas nepi ka imah, si Kabayan ditanya ku mitohana.

    “Kabayan, meunang teu ngala angka teh?” ceuk mitohana.

    “Meunang atuh. Nya gede nya kolot deui nangkana.” tembal si Kabayan.

    “Cik, mana atuh ayeuna nangkana?” mitohana nanya.

     “Har… naha, can datang kitu? Kabayan nanya oge. “apan taditeh dipalidkeun. Da dititah ti heula.”

    “Ari maneh, bodo the meuni teungteuingeun kacida. ceuk mitoha si Kabayan bari keheul.  “moal enya nangka bisa balik sorangan!”

    “Nya anu bodo mah nangkana. Geus kolot ge teu nyahoeun jalan balik.” Tembal si Kabayan te  bari ngaleos.

    4. Sakadang Uncal jeung Sakadang Lutung Ngala Wortel

    Di bawah adalah cerpen bahasa Sunda Sakadang Uncal jeung Sakadang Lutung Ngala Wortel:

    Sakadang Uncal jeung Sakadang Lutung Ngala Wortel

    Di hiji leuweung, aya uncal jeung lutung anu geus lila jadi sobat. Hiji mangsa, sakadang lutung ngajak uncal ngala wortel di kebon Patani. Harita, wortel di kebon Patani geus karoneng, asak kacida.

    “Sakadang uncal, hayu urang ngala wortel di kebon Patani”

    “Moal ah, sakadang lutung mah osok gandeng. Engke bisi ditewak ku Patani” tembal uncal.

    “Kaleum, moal gandeng. Wortel di kebon Patani karoneng meni kacida. Hayang nyobaan kumaha rasana.”

    “Nya hayu atuh, kuring ge kabita ari kitu mah.”

    Sanepina di kebon Patani anu lega, maranehna ngarasa kasima ku wortel anu meujeuhna diala. Lutung jeung uncal rerencepan asup ka kebon wortel anu tempatna teu jauh-jauh teuing ti imah Patani.

    “Wah, loba pisan gening cabena. Hayu sakadang uncal, urang dahar ieu wortelna.” ceuk lutung.

    “Tong tarik teuing, sakadang lutung. Lalaluanan ngomongna bisi kadenge ku Patani.”

     “Haduh… ngeunah pisan euy.” sakadang lutung jojorowokan bari atoh ngadahar wortel.

    “Sakadang lutung, ulah gandeng. Sakadang monyet!” Sakadang uncal ngingetan lutung bari was-was.

    DI tukang eun imahna, Patani keur melak binih bawang beureum. Sabot kitu, manehna ngadenge aya sora haliwu ti kebon wortel. Patani geus curigaeun, pasti aya anu maok wortelna.

    “Eh, siganamah aya sora tadi teh ti kebon wortel kuring. Boa-boa aya anu rek maok. Bangkawarah!” ceuk Patani curigauen.

    Barang nepi ka kebon, Patani ambek lantaran ningali wortelna dihakanan ku sakadang lutung jeung uncal.

    “Keur naon maraneh di kebon kuring? Rek maok wortel, nya?” ceuk Patani.

    “Henteu, Patani.” tembal lutung bari reuwas. “Ampun! Kabur!.”

    “Bakat kusieun, sakadang lutung lumpat tarik pisan jeung ninggalkeun sakadang uncal nu acan sadar kapanggih ku Patani.”

    “Rek kamana maneh? Dipeuncit siah ku kuring!” ceuk Patani.

    Sakadang uncal anu karek ngeh nga gorowok. “Sakadang uncal, tungguan kuring.”

    Singkat carita, si uncal dikurung ku Patani pikeun dipeuncit isuk-isuk na. Tangtu bae sakadang uncal ngarasa nalangsa jeung ambek ka si lutung pikeun ninggalkeun manehanana.

    “Duh, Gusti, teu nyangka sacongo buuk. Geuning kuring the bakal pondok umur.” cek lutung bari ambek. “Kabina-bina maneh siah lutung!”

    Ariten the datang sakadang lutung. Si uncal boga ideu jang ngabobodo sakadang lutung nu geus telenges ninggalkeun manehna.

    “Sakadang uncal, keur naon maneh di jero kandang.”

    “Kuring teh rek dikawinkeun ka budakna Patani. Meuni geulis pisan si kembang desa.” tembal uncal.

    “Jadi, maneh the rek dikawinkeun? Moal rek di pencit?”

    “Lain atuh.” Si uncal ngomong bari yakin. “Lamun di pencit, kuring geus paeh titatadi.”

    “Mun kitu mah kuring ge haying. Urang hilian atuh. Kuring nu di jero kandang.” ceuk lutung teu tarima.

    “Ah teu bisa kitu.” tembal uncal ngagogoda.

    “Hilian atuh. engke dibere wortel sakarung.” ceuk lutung.

    “Nya sok atuh ari kitu mah.”

    Jadi dihilian, si lutung terus cicing di jero kandang. Ari si uncal geus asup deui ka jero leuweung. Sakadang lutung bungah di jero kandang lantaran rek dikawinkeun jeung budak Patani. Isukna, sakadang lutung nempo Patani jeung budakna datang nyampeurkeun kurung.

    “Abah, etamah geuning lutung lain uncal.” ceuk budakna Patani.

    “Har, naha jadi lutung? Maeunya urang rek dahar jeung lutung“ ceuk Patani heran. “urang piceun we ka leuweung.”

    Dipiceun ka leuweung, sakadang lutung oge rumasa naon sababna sakadang uncal ngabohong ka manehna. Lantaran manehna geus ninggalkeun uncal dina kaayaan susah. Pas papangih, maranehna silih menta hampura lantaran pada boga salah. Tungtungna maranehna hirup akur sauyunan deui.

    5. Si Kabayan Ngala Tutut

    Berikut adalah cerpen bahasa Sunda karya Karnelia Najmi:

    Si Kabayan Ngala Tutut

     “Kabayan, ulah hees wae atuh beurang teuing. Euweuh pisan gawe si akang mah, ngala-ngala tutut atuh kaditu, jang deungeun sangu.” ceuk Nyi Iteung.

    “Kamana ngalana?” tanya Kabayan.

    “Nu loba tutut mah di sawah nu meunang ngagaru geura sok.”

    Si Kabayan the leos indit neangan sawah anu tos meunang ngagaru. Didinya, katembong tututna loba lantaran caina herang. Jadi, katembong kabeh. Tututna mah loba pating goletak.

    Tapi, barang ditegas-tegas ku si kabayan, katembong kalangkang langit din acai sawah. Manehna ngarasa sieun ningali sawah sakitu jerona. Padahal mah sejengkal-jengkal acan ge henteu jerona. Sing jero soteh kalangkang langit.

    “Iteung, iteung… Ieu sawah jerona mani kabina-bina. Kumaha dialana eta tutut teh?” ceuk si Kabayan dina jero pikirna. “Lamun nepi ka teu beunang, aing era teuing ku si Iteung. Tapina eta tutut osok diala ku jalma-jalma. Ah, dek dileungitan bae ku aing.”

    Geus kitu mah si Kabayan leos ngala leugeut. Barang geus meunang dibeulit keun kana nyere. Dijejeran ku awi panjang. Sabab pikirna rek tikajauhan bae ngala tututna moal deukeut-deukeut sawah. Da sieu ti kacebur.

    Si Kabayan ngadekul ngaleugeutan tutu meh sapoe jeput. Tapi eweuh bebenanganana, ngan ukur hiji dua bae. Kitu oge lain beunang ku leugeut. Beunan sateh lantaran ku baneneran bae.

    Tutut the calangap talapokna, katapelan ku leugeut, tuluy nyakop jadi beunang. Lamun teu kitu mah, luput moal beubeunangan pisan. Sabab, ari di jero cai mah, eta leugeut the teu daekeun napel. Komo deui tutut mah, da aya leuleuran.

    Iteung anu geus ngala salam, sereh, jeung koneng keur ngasakan tutut, nungguan di imah. Lantaran si kabayan acan mulih keneh, disusul bae ku si Iteung ka sawah. Kasampak si Kabayan keur ngaleugeutan tutut.

    “Kabayan, Kabayan, naha ngala tutut mani kudu dileugeutan sagala?” tanya Iteung keuheul.

    “Kumaha atuh da sieun tikecebur akang.” tembal Kabayan “Deuleu tuh tingali ku maneh, mani sakitu jerona. Nepi ka katembong langit.”

    Nyi Iteung bari keuheul,  langsung nyuntrungkeun si kabayan ka gebrus acrub ka sawah.

    “Deet geningan” ceuk Kabayan bari seuri.

    6. Tilu Budak Mabok

    Berikut ini adalah cerpen bahasa Sunda lucu berjudul Tilu Budak Mabok:

    Tilu Budak Mabok

    Dina  waktos harita, aya tilu budak ngora anu keru marabok kaluar tina diskotik. Maranehna keur teu sadar bari sasarandean nyampai di sisi jalan. Panon barereum, awal laleleus, jeung bengeutna nu teu mangrupa lantaran geus ngarinum alkohol.

    Caritana, katilu budak ngora eta erek balalik make mobil taksi. Teu lila dipegat mobil taksi ku salah sahiji budak ngora eta. Si sopir ngerem ngeureunkeun mobil. Si supir asa kumaha ningali penumpang na marabok. Jadi, si sopir ge boga niatan jail ka tilu budak ngora eta.

    “Eh, ieu barudak ngora teh marabok weh pagaweanna.” ceuk sopir bari seuserian di jero hate. “Ku aing heureuyan siah!”

    Panto dibuka, barudak ngora nu marabok arasup ka jero taksi. Di jero taksi, si supir langsung ngahurungkeun mobilna. Eta mobil langsung di gerung-gerung tarik sakedeung. Geus kitu, dipareman deui mobil taksina.

    “Atos tepi a, mangga atuh geura tarurun.” ceuk si supir.

    Teu mikir panjang, barudak nu marabok tadi percaya weh lantaran geus kekeleyeungan. Budak ngora nu ka hiji turun bari mayar. Budah kadua nuturkeun bari nyalaman supir.

    “Nuhun nya pa.” ceuk budak kadua.

    Teu lla, buda nu katilu turun. Tapi manehna turun bari ambeuk-ambeukan jeung nyabok bengeut si supir.

    Si budak katilu ngomong. “Engke deui mah lamun mawa mobil teh ulang sok kekebutan sia teh.” ceuk budak nu katilu baru lelenggutan. “Bahaya. Kalem weh atuh.”

    “Euh, dasar jelema gering siah.” Tembal supir taksi na.

    7. Cerpen Bahasa Sunda Tema Keluarga dan Penyesalan

    Berikut adalah cerpen bahasa Sunda bertema keluarga dan penyesalan:

    Aya hiji budak, kalakuana baong pisan. Si budak hese teu daek dipapatahan. Padahal mah, pas SD budakna teh bageur pisan. Pas asup SMP, eta budak jadi goreng adat. Unggal isuk mun indit sakola malah mengkol ka warna bari maen game. Sapopoe kitu we jeung kitu.

    Kolotna oge teu apaleun budakna sok  mabal ti sakola. Tepi ka apalna dibejaan ku guru si budak.

    “Assalamualaikum,” guru nelpon ka indung budak. “Bu, kunaon murangkalih tara lebet ka sakola?”

    Indung si budak rada reuewas. “Naha, da Ujang mah unggal enjing angkat bae sakola. Kamana bae atuh budak teh nya?”

    “Aya wartos murangkalih ibu the ka mengkol ka warnet bolos maen game.” ceuk guru. “Kukituna mah nyuhunkeun bantosan sareng bimbingan ti ibu, supaya putrana rajin deui sakola.”

    “”Muhun, ibu, ku abdi bade dipapatahan.” tembal indung si budak.

    Apal kitu, peutingna indung budak teh ngabejakeun kalakukan budakna ka bapana. Bapana ngadatangan si budak ka kamarna.

    “Jang,” saur bapana.

    “aya naon pa?” tembal si budak.

    “Ujang teh sok bolos sakola na? tanya pun bapa. “kunaon jang?”

    “Muhun pa.” ceuk si budak, tiis. “lier ah diajar bae pak.”

    Dinasehatan ku bapana, teuing asup kanu ceuli si budak atawa henteu. Tapi saprak eta, ku kolotna sok diingetan wae. Tepi tiap dibere nyaho, si budak nembal wae jeung bari make bahasa kasar ka indungna tepi ka ceurik.

    Di satu waktu, indung jeung si budak parea-rea omong. “Jang, ari ujang nyaah ka mamah?” ceuk indungna bari ceurik. “ari nyaah mah cik nurut saeutikmah. Sakola nu beuneur. Cing pinter, cing bageur.

    Si ujang teu ngajawab. Biwirna cicing bae teu nembal deui. Isukna, si budak indit ka sakola. Acan nepi ka sakola, aya beja si budak katabrak ku mobil tepikeun kamaot na. Si indung jeung bapa kacida reuwas teu nyangka budakna pondok umur.

    Didinya arurang diajar lamun jadi jalma kudu hormat ka kolot, dengekeun nasehatna, jauhan kalakuan goreng jang bekel ka akherat engke.

    8. Cerpen Bahasa Sunda Kaduhung

    Berikut adalah cerpen bahasa Sunda berjudul Kaduhung:

    Dina hiji carita, aya 2 hileud anu cicing di leuweung. Hileud kahiji ngarana Hica. Polahna meni bageur. Hiji deui ngarana Kora, anu sombong jeung sok nyirikan batur. Pas Hica keur neang dahareun, manehna papanggih jeung Kora.

    “Hey Kora, tiasa abdi nyuhungkeun sakeudik tuangeunana?”

    “Ieu mah dahareun urang. Mun erek dahareun, neangan sorangan!” tembal Kora.

    “Enya atuh.” ceuk Hica, manehna indit neang dahareun bari kaduhung.

    Dina hiji waktos, bakal aya pesta leuweung anu meriah. Kabeh sato diundang jang datang ka pesta eta. Isukna, kadenge bungahna sato-sato.

    “Pasti loba dahareun. Simkuring bisa tuang sapuas na.” ceuk Tiko si londok.

    Si Hica seuri ngadenge sobat-sobatna aratoh dina pesta.

    “Tong lebay. Ieu mah pesta leutik.” ceuk Kora ngaremehkeun. “tinggali weh, engke urang rek ngajieun pesa anu leuwih gede.”

    “Kora, ulah nyarios kitu ah.” ceuk Hica.

    “Bae weh.” tembal Hica.

    Sababaraha poé sanggeusna, Hica jeung Kora jadi cacaka. Aranjeunna hirup salaku cacaka biasa. Sababaraha minggu ti harita, maranehna kaluar tina kepompong na jadi kukupu. Teu disangka-sangka, jangjang Kora warnana luntur. Ari jangjang Hica caang, warna-warni jeung endah.

    “Wah, teu nyangka jangjang maneh leuwih caang jeung alus.” ceuk Kora keheul ku jangjangna sorangan. “Ari anu urang mah warnana luntur. Cigana mah gara-gara urang nu jadi hileud angkuh. Kaduhung”

    “Henteu Kora,” ceuk Hica, teu satuju. “Jangjang anjeun ge alus da. Tapi ulah diulangi deui sifat-sifat angkuh ka batur. Anjeun kudu jadi kupu-kupu anu bageur.”

    Tina caria di  luhur, arurang tong gede hulu jeung kudu paduli ka kabehan. Sabab, kabeh kalakuan pasti alya balasanna.

    9. Tugas ti Sakolaan

    Di bawah ini adalah cerpen bahasa Sunda karya Kustian:

    Tugas ti Sakolaan

    Dina dinten minggu anu kalangku, simkuring sareng rerencangan cenah kudu ngadamel kue jang tugas kerja kelompok di sakola. Abid, Susi, jeung Rani babarengan minangka hiji kelompok.

    Disakola keneh, simkuring atos usul kanggo ngadamel kue bolu. Rerencangan anu laina satuju kana usul simkuring. Ku sabab, salian gamping ngadameulna, bahan-bahana oge kawilang gampil dipilarian. Hargana oge mirah.

    Enjingna jam 4 sore, simkuring sareng dua rerencangan atos ngumpul sadayana. Kuring, Susi, jeung Rani ngadamel kue babarengan di bumi. Samemehna, artos atos disiapkeun, oge sareng parabotan masakna.

    Teu kedah ngantosan lami, Susi jeung Rani meser bahan-bahanana di warung. Warungna teu tebih ti bumi. Ari simkuring ngantosan di bumi sabari nyiapkeun alat-alat. Teu lami, Susi jeung Rani mulih ti warung.

    “Hayu buru, urang geura langsung bae ngadamel kuehna bisi kabujeng magrib!” ceuk kuring. Kueh bolu teh dipidamel kutiluan. Teu hilap dibantosan oge ku pun ibu, masihan terang kumaha cara-carana.

    Adonan bolu nu tos didamel langsung di kana oven keun. Sabari ngantosan, kuring jeung rerencangan teh ngarobrol heula di payuneun bumi. Teu lami kadangu sora, “Tuh geura angkat kue bolu na, bisi kaburu tutung!” Saur ibu ti jero bumi.

    Kuring, Susi jeung Rani lulumpatan bari ningali kuena. Kue na sae pisan geuning bentuk na. waktos di cobian oge sakedik, “Wah ,mani karaos pisan rasana.”

    Enjingna kuring nyandak kueh bolu nu tos didamelkeun ka sakola, kelompok kuring katingali bungah pisan, margi tiasa diajar ngadamel kue.

    10. Cerpen Bahasa Sunda Angga vs Serigala

    Di bawah ini adalah cerpen bahasa Sunda berjudul Angga vs Serigala:

    Angga budak tukang ngangon sapi. Manehna geus teu sakola lantaran dititah ku kolotna jadi pangangon sapi ngaganti bapana. Saban poe manehna sok ngilu jeung bapana ka tengalan anu tempatna lumayan jauh ti lembur. Lamun manehna keur sorangan di tegalan, karasa pisan tiiseun ti isuk nepi ka beurang teh asa lila pisan.

    Kahayangna mah aya anu ngabaturan. Batur ngobrol atawa heuheureuyan. Angga ngalamun. “Siganamah bakal rame lamun aya serigala anu erek moro sapi anu lumayan kieu lobana. Tuluy kuring nga gorowok. Heug jalma salembur teh lalumpatan kadieu rek maehan si serigala. Wah resep sigana teh. Rame weh pokonamah.”

    Si Angga ngapraktekkeun eta idena. Angga jojorowokan menta tulung ka jalma salembur bari nyumput dina tangkal kai gede. “Serigala! Serigala! Tulung, aya serigala!”

    Jalma salembureun lulumpatan bari mamawa senjata jang nulungan si Angga. Barang nepi ka tegalan, jalma salemburen bingung da eweh serigala, ngan aya sapi nu keur jongjon nyatu.

    Ari ajang kaluar dina tukang tangkal kai bari seuseurian “etamah herey hungkul. Da abdi teh hoyong terang kumaha lamun simkuring menta tulung.”

    Jalma anu rea keuheul ka Angga bari baralik deui ka lembur. Sakali mangsa, serigala teh bener-bener aya. Nyusup ka tengah rombongan sapi. Angga langsung ngagorowok satarikna Leuwih tarik tinu harita. “Serigala! Tulung aya serigala!”

    Kadengeun ku jalma salembur tapi ceuk maranehna si Anggamah heureuy. “ayeuna mah moal kabobodo deui.”

    Teu ereun serigala na moro hiji-hiji sapi nu si Angga. Euweuh hiji-hiji acan jalma anu datang nulungan Angga. Ari pas sore sapi dibawa ka kandang na, Angga ngumpulkeun anu aya ngan sabaraha deui. Angga ceurik. Nya era oge. Tapi manehna geus narima pangajaran dina eta kajadian.

    Sudah Tahu Seperti Apa Cerpen Bahasa Sunda?

    Itulah beberapa contoh carita pondok (carpon) yang menarik untuk dibaca. Selain itu, beberapa carita pondok di atas juga memiliki pesan moral dan sebagai pengingat untuk berbuat baik dalam hidup. Jadi, semoga bisa terhibur dan dapat memetik pelajaran lewat cerpen bahasa Sunda yang ada di dalam artikel ini.