Blog

  • Apa Itu Nasabah: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

    Apa Itu Nasabah: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

    Apakah Anda menyimpan uang di rekening bank atau juga sering menggunakan layanan dan produk keuangan? Jika iya, maka Anda adalah seorang nasabah. Pada artikel ini, kita akan memahami tentang pengertian, jenis, manfaat, dan contoh nasabah.

    Apa Itu Nasabah?

    Nasabah adalah seorang individu pelanggan, satu kelompok pelanggan, atau bahkan satu entitas hukum yang memiliki hubungan atau keterkaitan dengan sebuah lembaga keuangan, mulai dari instansi bank, koperasi, atau perusahaan asuransi. 

    Hubungan tersebut terjalin melalui pembukaan rekening atau penggunaan layanan dan produk keuangan yang telah lembaga tersebut sediakan. Hubungan antara mereka dengan lembaga keuangan tertuangkan dalam sebuah kontrak atau perjanjian yang mencantumkan persyaratan, ketentuan, dan hak serta kewajiban masing-masing pihak. 

    Kontrak yang dimaksud di sini dapat berupa buku tabungan, polis asuransi, perjanjian pinjaman, atau perjanjian lainnya. Sesuai dengan produk atau layanan yang nasabah pilih.

    Hak dan Kewajiban Nasabah dan Lembaga Keuangan

    Sejatinya, seorang nasabah akan memiliki tanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban tertentu. Misalnya, ketika membuka rekening tabungan, mereka harus menjaga kerahasiaan informasi akun dan tidak memberikan akses kepada pihak lain tanpa izin. 

    Selain itu, pelanggan badan keuangan ini juga bertanggung jawab atas setiap transaksi atau aktivitas yang mereka lakukan melalui rekeningnya. Lembaga keuangan, sebagai pihak yang menyediakan layanan, memiliki kewajiban untuk menjaga kerahasiaan informasi pelanggannya dan menyediakan layanan yang berkualitas.

    Mereka juga harus memberikan informasi yang jelas dan lengkap mengenai produk dan layanan yang ditawarkan, termasuk tarif, biaya, dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

    Jenis-Jenis Nasabah

    Jenis pelanggan badan keuangan ini terbagi menjadi dua, yaitu sebagai penyimpan dan debitur. Berikut ini penjelasannya:

    1. Nasabah Penyimpan

    Pelanggan selaku penyimpan mengacu pada seseorang yang menggunakan layanan perbankan untuk menyimpan dan mengelola dana mereka di rekening bank. 

    Mereka menyimpan uang dalam berbagai jenis rekening, seperti rekening tabungan, rekening giro, atau deposito. Sehingga, uang mereka terjamin aman dan berkesempatan mendapatkan bunga atau imbal hasil dari dana yang disimpan. 

    2. Nasabah Debitur

    Sedangkan pelanggan selaku debitur mengacu pada seseorang yang menggunakan layanan perbankan untuk meminjam uang dari bank atau lembaga keuangan lainnya. 

    Mereka adalah pihak yang mengajukan pinjaman seperti pinjaman konsumen, pinjaman bisnis, atau kartu kredit. Di mana bertanggung jawab untuk membayar kembali jumlah pinjaman beserta bunga dalam jangka waktu yang ditentukan. 

    Keuntungan Menjadi Nasabah

    Pexels 

    Berikut adalah keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menjadi pelanggan badan keuangan ini:

    1. Kemudahan dalam Transaksi Keuangan

    Salah satu manfaat utamanya adalah kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan. Melalui kepemilikan rekening bank, Anda dapat menyimpan uang, melakukan pembayaran tagihan bulanan, atau mentransfer uang kepada orang lain dengan aman dan mudah. 

    Jadi, Anda tidak perlu membawa uang tunai secara fisik atau mencari-cari tempat penukaran uang ketika ingin melakukan transaksi.

    2. Akses ke Produk dan Layanan Keuangan

    Sebagai pelanggan badan keuangan, Anda memiliki akses ke berbagai produk dan layanan keuangan yang lembaga keuangan tawarkan. Misalnya, Anda dapat mengajukan pinjaman, membuka deposito untuk menabung dengan suku bunga rendah, atau menggunakan kartu kredit. 

    3. Keamanan dan Perlindungan

    Menjadi nasabah juga memberikan keamanan dan perlindungan terhadap uang dan aset seperti rumah, kendaraan, atau bahkan kesehatan melalui layanan asuransi. Lembaga keuangan memiliki kebijakan dan sistem keamanan yang ketat untuk melindungi dana Anda dari ancaman seperti pencurian atau penipuan. 

    4. Kemudahan Akses dan Layanan Pelanggan

    Anda juga memiliki akses ke berbagai layanan pelanggan yang lembaga keuangan sediakan. Anda dapat menghubungi layanan pelanggan jika mengalami kendala atau memiliki pertanyaan terkait produk atau layanan. 

    Selain itu, dengan kemajuan teknologi, banyak lembaga keuangan juga menyediakan layanan perbankan online. Sehingga, Anda dapat melakukan transaksi, mengelola rekening, atau mengajukan permohonan melalui aplikasi atau website.

    5. Kesempatan Investasi dan Pertumbuhan Keuangan

    Menjadi pelanggan badan keuangan juga memberikan kesempatan untuk berinvestasi dan mengembangkan keuangan. Lembaga keuangan menyediakan produk investasi seperti reksadana, obligasi, atau saham yang dapat membantu Anda mengoptimalkan pertumbuhan keuangan. 

    6. Kemudahan Perencanaan Keuangan

    Terakhir, Anda juga dapat melacak dan mengelola keuangan dengan mudah. Sebab, lembaga keuangan menyediakan layanan seperti laporan keuangan, transaksi tercatat, dan kemampuan untuk melihat riwayat transaksi. 

    Hal ini memudahkan Anda dalam merencanakan anggaran, melacak pengeluaran, dan mengelola keuangan secara keseluruhan.

    Siapa Saja Macam-Macam Nasabah?

    Pexels

    Berikut adalah macam-macam nasabah yang sering kita jumpai:

    1. Perorangan

    Jenis pelanggan badan keuangan yang pertama adalah masyarakat pada umumnya. Mereka akan menggunakan layanan perbankan untuk keperluan pribadi. Misalnya, membuka rekening tabungan untuk menyimpan uang, melakukan pembayaran tagihan bulanan, atau mengajukan pinjaman untuk kebutuhan mendesak.

    Sebagai contoh, Arya adalah seorang pekerja kantoran yang menggunakan layanan perbankan untuk keperluan sehari-hari. Arya memiliki rekening tabungan di bank untuk menyimpan gajinya dan melakukan pembayaran tagihan bulanan seperti listrik, air, dan internet.

    Contoh lainnya adalah Rudi yang merupakan seorang investor saham yang menggunakan layanan perbankan untuk berinvestasi di pasar saham. Sebagai nasabah investasi, dia memiliki rekening efek yang digunakan untuk melakukan transaksi jual beli saham. 

    Rudi menggunakan platform perbankan online untuk memantau pergerakan harga saham, melihat laporan keuangan perusahaan, dan mengevaluasi kinerja portofolio investasinya. Sebagai nasabah investasi, Rudi juga mendapatkan informasi terbaru tentang pasar saham dan rekomendasi saham dari bank tempat dia berinvestasi.

    2. Bisnis

    Pelanggan badan keuangan berikutnya adalah pemilik atau perwakilan dari perusahaan atau bisnis. Mereka menggunakan layanan perbankan untuk keperluan operasional bisnis mereka. Contohnya adalah toko retail, restoran, atau perusahaan manufaktur. 

    Contohnya, Merry adalah seorang pengusaha yang memiliki restoran. Dia membuka rekening korporat di bank untuk mengelola keuangan bisnisnya. Merry menggunakan rekening tersebut untuk menerima pembayaran dari pelanggan, membayar gaji karyawan, membayar tagihan pemasok, dan membayar sewa tempat usaha. 

    3. Institusi

    Institusi mencakup organisasi non-profit, lembaga pendidikan, atau entitas pemerintah. Mereka menggunakan layanan perbankan sesuai dengan kebutuhan institusi mereka. Misalnya, universitas yang menggunakan layanan perbankan untuk mengelola pembayaran uang sekolah atau membayar gaji staf pengajar.

    Contoh lainnya adalah Yayasan Peduli Pendidikan memiliki rekening khusus di bank untuk mengelola donasi yang diterima dari para donatur. Selain itu, juga untuk membayar biaya pendidikan anak-anak yang kurang mampu dan membeli perlengkapan sekolah. 

    4. Nasabah Prioritas

    Jenis pelanggan badan keuangan ini biasanya mendapat perlakuan khusus dari lembaga keuangan. Mereka adalah seseorang atau sekelompok dengan kekayaan yang tinggi atau memiliki hubungan yang lama dengan lembaga tersebut. 

    Sebut saja Maya yang merupakan seorang pengusaha sukses telah lama menjadi pelanggan di sebuah bank. Karena statusnya sebagai prioritas, dia mendapatkan manfaat tambahan dari bank tersebut. 

    Mulai dari memiliki manajer akun pribadi yang selalu siap membantu mengurus kebutuhan keuangannya. Selain itu, Maya juga memiliki akses ke produk investasi eksklusif, seperti reksadana dengan kinerja tinggi. Sebagai nasabah prioritas, Maya mendapatkan penawaran khusus seperti voucher diskon untuk liburan atau belanja.

    5. Nasabah Muda

    Seperti namanya, mereka adalah pelanggan badan keuangan yang masih berusia muda, seperti remaja atau mahasiswa. Lembaga keuangan seringkali menawarkan produk dan layanan yang dirancang khusus, seperti rekening tabungan remaja atau kartu kredit dengan batas kredit yang rendah. 

    6. Nasabah Senior

    Sedangkan nasabah senior adalah mereka yang telah memasuki usia lanjut. Beberapa lembaga keuangan menyediakan produk dan layanan yang mengakomodasi kebutuhan khusus para senior, seperti program pensiun atau asuransi kesehatan dengan perlindungan tambahan.

    Jenis-jenis pelanggan di atas memiliki kebutuhan dan tujuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, lembaga keuangan menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelanggannya. 

    Sudah Paham dengan Konsep Nasabah?

    Setiap contoh nasabah di atas memiliki kebutuhan dan tujuan yang berbeda, dan layanan perbankan menyesuaikan layanan dan produknya untuk memenuhi kebutuhan masing-masing pelanggannya.

    Dalam praktiknya, pelanggan badan keuangan ini dapat memiliki berbagai macam kebutuhan keuangan. Sebagian besar lembaga keuangan menawarkan berbagai produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan mereka, mulai dari rekening tabungan, deposito, kartu kredit, pinjaman, hingga produk investasi dan asuransi.

  • Pengertian IHSG, Fungsi dan Cara Menganalisisnya

    Pengertian IHSG, Fungsi dan Cara Menganalisisnya

    IHSG adalah indeks yang pasti kamu temukan di bursa saham. Indeks ini menjadi sumber data utama bagi para pelaku pasar, baik regulator, emiten, maupun investor. Kalau kamu ingin terjun ke dunia trading saham, maka kamu harus memahami indeks ini. Di artikel ini, kita akan mempelajari pengertian, fungsi, dan analisisnya.

    Pengertian Indeks Harga Saham Gabungan

    Indeks Harga Saham Gabungan adalah sebuah indikator untuk mengukur kinerja pasar saham di Indonesia. Indeks ini terdiri dari kumpulan saham-saham unggulan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Fungsinya adalah sebagai barometer dari pergerakan harga saham secara keseluruhan di pasar modal Indonesia.

    Dalam bahasa Inggris, indeks ini disebut dengan Indonesian Composite Index (ICI). Jadi, jika kamu menemukan istilah ICI di bursa global, maka istilah tersebut mengacu pada Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia. Di artikel ini, kita akan menggunakan kedua istilah tersebut secara bergantian.

    ICI berdasar pada penilaian harga saham yang terjadi di bursa dan pergerakan ICI mencerminkan fluktuasi harga saham di dalamnya. Ketika ICI naik, berarti terjadi kenaikan harga saham secara keseluruhan, Sedangkan jika ICI turun, maka itu menandakan adanya penurunan harga saham secara keseluruhan.

    ICI menjadi acuan penting bagi para pelaku pasar untuk memantau dan mengevaluasi performa pasar saham Indonesia. Pergerakan ICI memberikan gambaran tentang sentimen investor, kondisi ekonomi, dan kepercayaan terhadap prospek bisnis di Indonesia.

    Pengertian ICI tidak hanya mencakup pergerakan harga saham secara umum, tetapi juga mencerminkan kondisi ekonomi, politik, dan sentimen lainnya. Oleh karena itu, ICI sering menjadi topik perbincangan serta menjadi tolok ukur penting bagi para pemangku kepentingan.

    5 Fungsi IHSG

    Bagi pasar saham Indonesia, ICI memiliki banyak fungsi, di antaranya yaitu:

    1. Mengukur Kinerja Pasar

    ICI berfungsi sebagai indikator utama untuk mengukur kinerja keseluruhan pasar saham di Indonesia. Pergerakan ICI mencerminkan fluktuasi harga saham yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Dengan melihat perubahan ICI dari waktu ke waktu, investor dapat mengevaluasi kinerja pasar saham secara keseluruhan dan mengambil keputusan investasi yang lebih baik.

    2. Acuan Bagi Investor dan Analis Pasar

    ICI menjadi acuan penting bagi investor dan analis pasar saham untuk menganalisis dan memantau pergerakan harga saham. ICI memberikan gambaran tentang tren pasar, sentimen investor, dan keadaan pasar secara keseluruhan. Investor dan analis dapat menggunakan ICI sebagai referensi dalam membuat keputusan.

    3. Menentukan Tren dan Sentimen Pasar

    Pergerakan ICI dapat memberikan indikasi tentang tren pasar dan sentimen investor. Jika ICI naik secara konsisten, maka investor lebih percaya terhadap prospek ekonomi dan bisnis. Sebaliknya, jika ICI menurun, maka investor akan khawatir dan cenderung menahan diri sampai kondisi pasar lebih stabil untuk investasi.

    4. Mengukur Performa Investasi

    ICI menjadi tolok ukur untuk menilai performa investasi. Investor dapat membandingkan kinerja portofolio dengan ICI untuk melihat apakah investasi mereka unggul atau kalah dari kinerja pasar secara keseluruhan.

    5. Indikator Ekonomi

    ICI juga dapat memberikan indikasi tentang kesehatan ekonomi secara keseluruhan. Kenaikan ICI menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang kuat dan kepercayaan investor yang tinggi. Sebaliknya, penurunan ICI menandakan perlambatan ekonomi atau ketidakpastian yang mempengaruhi pasar saham.

    Cara Menghitung IHSG

    Metodologi perhitungan ICI mirip dengan cara menghitung indeks bursa saham di seluruh dunia. Perhitungannya memakai metode yang disebut sebagai Market Value Weighted Average Index.

    Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:

    Indeks = (Nilai Pasar/Nilai Dasar)x100

    Nilai Dasar adalah jumlah kumulatif saham pada hari dasar, dikali harga saham pada hari dasar. Sementara itu, Nilai Pasar merupakan jumlah kumulatif saham yang tercatat, dikali dengan harga pasar.

    Berikut adalah cara untuk menghitung Nilai Pasar:

    Rumus Nilai Pasar: Nilai Pasar = p₁q₁ + p₂q₂ + … + piqi + pnqn

    Dalam rumus tersebut:

    • p: Harga saham yang terjadi untuk emiten ke-i.
    • q: Jumlah saham yang digunakan untuk menghitung indeks untuk emiten ke-i.
    • n: Jumlah total emiten yang tercatat di bursa efek.

    Supaya lebih paham, berikut contoh soal dan jawabannya:

    Obligasi

    Cara Menganalisis IHSG

    Setelah mengetahui cara menghitung ICI, yang tidak kalah penting adalah cara analisisnya. Kamu harus bisa mengolah data ICI menjadi keputusan investasi yang menguntungkan dengan cara berikut ini:

    1. Menganalisis Pola dan Tren

    Analisis selalu dimulai dengan melihat pola pergerakan dan tren yang terlihat dalam data historis. Grafik ICI bisa kamu gunakan untuk mengidentifikasi pola seperti tren naik (bullish), tren turun (bearish), atau konsolidasi. Mengetahui tren umum dapat membantu memprediksi arah pergerakan bursa di masa mendatang.

    2. Menggunakan Indikator Teknikal

    Indikator teknikal adalah alat yang membantu dalam menganalisis pergerakan ICI berdasarkan rumusan matematis. Contoh indikator teknikal ialah moving average, MACD, RSI, dan Bollinger Bands. Dengan memanfaatkan indikator teknikal, kamu dapat mengidentifikasi sinyal beli (buy) atau jual (sell).

    3. Melibatkan Analisis Fundamental

    Analisis fundamental melibatkan faktor-faktor ekonomi, keuangan, dan perusahaan yang dapat mempengaruhi pergerakan ICI. Di dalamnya termasuk pertumbuhan ekonomi, kebijakan moneter, laporan keuangan perusahaan, dan faktor-faktor geopolitik. 

    Mengevaluasi kinerja sektor-sektor ekonomi yang signifikan dan perkembangan yang dapat mempengaruhi pasar saham sangatlah penting.

    4. Memeriksa Berita dan Peristiwa Penting

    Berita dan peristiwa penting dapat mempengaruhi pergerakan ICI. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti berita ekonomi, politik, dan bisnis. Peristiwa seperti kebijakan moneter bank sentral, laporan keuangan perusahaan, dan perubahan kebijakan pemerintah dapat berdampak signifikan pada ICI.

    5. Melakukan Analisis Komparatif

    Menganalisis ICI juga melibatkan perbandingan dengan indeks pasar saham global lainnya. Melihat bagaimana ICI berkinerja dibandingkan dengan indeks pasar saham global, seperti S&P 500 atau Nikkei 225, dapat memberikan perspektif yang lebih luas tentang kinerja pasar saham Indonesia.

    Indeks Lain Selain IHSG

    Pengukuran kinerja pasar saham Indonesia tidak hanya mengandalkan ICI, namun ada beberapa indeks populer lainnya, yaitu:

    1. LQ45

    Indeks LQ45 terdiri dari 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar. Indeks ini berguna sebagai acuan untuk mengukur kinerja saham-saham blue chip di pasar saham Indonesia.

    2. IDX30

    Indeks IDX30 mencakup 30 saham dengan kapitalisasi pasar yang besar dan likuiditas yang tinggi. Indeks ini memberikan gambaran tentang kinerja 30 saham terpilih yang dianggap mewakili pasar secara keseluruhan.

    3. Jakarta Islamic Index (JII)

    JII adalah indeks yang mencakup saham-saham yang memenuhi prinsip-prinsip syariah. Indeks ini memberikan gambaran tentang kinerja saham-saham yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah di pasar saham Indonesia.

    4. KOMPAS100

    KOMPAS100 adalah indeks yang terdiri dari 100 saham yang diambil dari berbagai sektor dan memiliki likuiditas tinggi. Indeks ini mencerminkan kinerja saham-saham terpilih di pasar saham Indonesia.

    5. SRI-KEHATI

    SRI-KEHATI adalah indeks yang mencakup saham-saham dari perusahaan-perusahaan yang berfokus pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik. Indeks ini menyoroti kinerja perusahaan yang berkomitmen pada prinsip-prinsip keberlanjutan.

    Istilah-Istilah dalam Indeks Harga Saham Gabungan

    Dalam Indeks Harga Saham Gabungan, terdapat beberapa istilah penting yang sering digunakan. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa istilah tersebut:

    • Saham Blue Chip: Saham perusahaan yang stabil, bereputasi baik, dan kapitalisasi pasar besar.
    • Likuiditas: Sejauh mana saham dapat dengan mudah dibeli atau dijual di pasar, tanpa mengganggu harga pasar.
    • Kapitalisasi Pasar: Nilai total saham yang beredar dari suatu perusahaan.
    • Saham Dividen: Saham yang memberikan dividen kepada pemegang saham, sebagai pembagian keuntungan perusahaan.
    • IPO: Proses dimana perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik untuk dibeli.
    • Saham Oversold: Harga saham telah mengalami penurunan yang signifikan dan diperdagangkan di bawah nilai yang seharusnya.
    • Saham Overbought: Harga saham telah mengalami kenaikan yang signifikan dan diperdagangkan di atas nilai yang seharusnya.
    • Volume Perdagangan: Jumlah saham yang diperdagangkan selama periode waktu tertentu, sering kali diukur dalam jumlah saham atau nilai uang.
    • Perubahan Persentase: Persentase perubahan harga saham dari periode sebelumnya.

    Sudah Memahami Apa Itu IHSG?

    Indeks Harga Saham Gabungan adalah informasi yang sangat penting dalam investasi saham. Agar investasi kamu membuahkan profit yang memuaskan, maka kamu wajib memahami pengertian, fungsi, cara menghitung, hingga cara menganalisisnya.Selain memahami IHSG, pastikan pula kamu berinvestasi di platform terpercaya. Agar tidak terperdaya oleh oknum investasi bodong. Beberapa aplikasi yang bisa kamu gunakan, seperti Bareksa, Bibit, dan lainnya.

  • Mengenal Arti Lambang Koperasi, Struktur Penyusun dan Artinya

    Mengenal Arti Lambang Koperasi, Struktur Penyusun dan Artinya

    Lambang koperasi pertama kali ditetapkan pada 12 Juli 1974. Penetapan ini terjadi pada Kongres Koperasi I yang dilaksanakan di Tasikmalaya. Beberapa bentuknya terdiri dari rantai, kapas dan padi, serta timbangan. Lantas, apakah ada makna di balik masing-masing bentuk tersebut?

    Apa Itu Koperasi?

    Koperasi atau cooperation merupakan kerja sama yang dilakukan oleh sekumpulan orang atau lebih. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Hal tersebut dilakukan dengan cara menyediakan berbagai macam layanan usaha dan jasa. 

    Jadi, bisa dikatakan bahwa koperasi merupakan suatu organisasi yang bergerak di bidang ekonomi. Organisasi-organisasi ini bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Ini berjalan dengan landasan asas kekeluargaan. Tujuan utama koperasi adalah untuk memajukan keadaan ekonomi atas suatu keluarga. 

    Perlu Anda ketahui bahwa, lambang koperasi bermakna sebagai organisasi rakyat yang berasaskan sosial. Selain itu, koperasi juga beranggotakan badan hukum koperasi. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1967. 

    Koperasi ini merupakan tata susunan ekonomi yang berperan sebagai usaha bersama dengan dasar asas kekeluargaan. Berbeda hal dengan Mohammad Hatta yang mengartikan koperasi sebagai usaha bersama yang bertujuan untuk memperbaiki perekonomian anggotanya. Ini berdasar pada sifat tolong menolong. 

    Semangat tolong menolong ini didorong oleh keinginan saling tolong menolong memberikan jasa kepada orang lain. Hal tersebut didasarkan pada adanya pemikiran “satu untuk semua dan semua untuk bersama”.

    Selain itu, arti koperasi menurut Arifinal Chaniago adalah suatu perkumpulan yang anggotanya adalah badan hukum atau orang. Di mana koperasi ini akan memberikan kebebasan kepada para anggotanya untuk masuk dan keluar anggota.

    Hal tersebut dilakukan dengan bekerja sama dan dilandaskan secara kekeluargaan. Tujuannya adalah untuk mensejahterakan jasmaniah para anggotanya.

    Tujuan Koperasi

    Sebelum mengetahui arti lambang koperasi, Anda juga harus mengetahui tujuannya. Ini sudah tertuang secara jelas dalam Undang-Undang Pasal 4 Nomor 25 Tahun 1992, yang berbunyi:

    1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi para anggotanya. 
    2. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial anggotanya dan masyarakat umum.
    3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan ekonomi nasional.
    4. Turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
    5. Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional. Hal tersebut merupakan usaha bersama yang berdasar pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. 

    Sementara tujuan koperasi menurut Undang-Undang Pasal 3 Nomor 25 Tahun 1992 adalah sebagai berikut:

    1. Koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota, pada khususnya. Sementara masyarakat pada umumnya. 
    2. Ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional. Ini dilakukan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur. Tujuan ini tentu berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

    Jenis-Jenis Koperasi 

    Berdasarkan Undang-Undang Pasal 82 Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian, ada beberapa jenis koperasi yang perlu Anda ketahui. Di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Koperasi Konsumen

    Koperasi konsumen ini mengadakan penyelenggaraan layanan untuk bidang barang kebutuhan. Pelayanan ini nantinya akan diberikan kepada anggota dan non anggota koperasi.

    2. Koperasi Produsen

    Kegiatan atau jenis layanan yang diberikan oleh koperasi produsen ini berupa sarana produksi dan pemasaran. Pelayanan yang dilakukan oleh anggota ini nantinya akan diberikan kepada anggota dan non anggota koperasi.

    3. Koperasi Simpan Pinjam

    Jenis koperasi ini menyediakan jasa simpan pinjam. Pelayanan ini hanya ditujukan untuk melayani para anggotanya saja. 

    4. Koperasi Jasa

    Koperasi jasa merupakan jenis koperasi yang menyediakan layanan usaha jasa, yang notabenenya non simpan pinjam. Jenis layanan yang diberikan bisa ditujukan untuk anggota koperasi maupun non anggota.

    Arti dari Lambang Koperasi

    Source by DIKOPUKM

    Perlu Anda ketahui, bahwa lambang koperasi memiliki arti yang cukup kompleks. Berikut adalah arti dari masing-masing logo koperasi:

    1. Roda dan Gerigi

    Logo roda dan gerigi ini memiliki arti usaha harus ditempuh secara terus menerus. Lambang ini tertuju pada orang yang mau bekerja keras dan bisa dijadikan sebagai calon anggota jika memang memenuhi syarat.

    2. Rantai

    Logo ini memiliki arti ikatan kekeluargaan dan persatuan yang kokoh. Tentu saja, hal ini sesuai dengan status anggota koperasi yang merupakan pemilik koperasi. Jadi, antar anggota koperasi harus memiliki sikap persahabatan dan persatuan layaknya keluarga. 

    Hal yang mengikat antar anggota koperasi adalah hukum Anggaran Dasar Koperasi serta Anggaran Rumah Tangga Koperasi.

    3. Kapas dan Padi

    Lambang koperasi berupa kapas dan padi memiliki arti kemakmuran anggota koperasi pada khususnya dan masyarakat umum pada umumnya. Kapas sendiri artinya bahan dasar sandang dan padi berarti bahan dasar pangan. Jadi, kedua logo ini saling melengkapi satu dengan lainnya.

    Intinya, diharapkan bagi semua anggota yang bergabung dalam koperasi ini bisa memiliki kehidupan yang lebih makmur dan sejahtera.

    4. Timbangan

    Lambang timbangan memiliki arti keadilan sosial bagi seluruh anggotanya. Logo ini juga sering dijadikan sebagai simbol hukum. Di mana semua anggota koperasi berhak untuk mendapatkan perlakuan yang adil atas logo rantai dengan padi dan kapas.

    Jadi, logo timbangan pada koperasi ini berarti keadilan sosial bagi seluruh anggota yang terdaftar koperasi tersebut. 

    5. Pohon Beringin

    Beringin merupakan pohon yang kuat dan kokoh. Hal tersebut melambangkan kepribadian masyarakat Indonesia yang mau bergerak dan bergabung dalam koperasi. Jadi, diharapkan masyarakat yang mau bergabung dalam koperasi memiliki ekonomi yang kuat dan siap bersaing dengan ekonomi luar negeri. 

    6. Bintang dalam Perisai

    Perisai merupakan simbol yang menegaskan bahwa Pancasila merupakan landasan idiil dari koperasi. Jadi, harapannya adalah agar anggota koperasi mampu mengikuti nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan sesuai dengan hatinya masing-masing. 

    Selain itu, lambang koperasi ini juga merepresentasikan tubuh dan hati dari anggota koperasi. Jadi, arti lambang bintang dalam perisai ini adalah Pancasila berperan sebagai ideologi koperasi. Diwakili dengan bintang dalam perisai tersebut menjelaskan bahwa hal ini logo ini juga mewakili sila yang lainnya dalam Pancasila.

    7. Warna Merah Putih di Latar Belakang Logo Koperasi

    Warna merah putih yang menjadi background dari logo koperasi ini melambangkan sifat nasional masyarakat Indonesia. Selain itu, warna ini juga berarti bahwa koperasi tersebut milik Indonesia. 

    8. Tulisan Koperasi Indonesia

    Tulisan “Koperasi Indonesia” pada logo koperasi memiliki arti identitas. Ini berarti, lembaga keuangan tersebut dibuat oleh rakyat Indonesia, dari rakyat Indonesia, dan untuk rakyat Indonesia. 

    Tulisan pada logo tersebut juga memiliki arti sebagai simbol keberadaan dari koperasi dalam sistem perekonomian Indonesia. Selain itu, hal ini juga wujud dari upaya masyarakat untuk menjadi salah satu pendorong ekonomi Indonesia. 

    Prinsip Kerja Koperasi

    Berdasarkan Undang-Undang Pasal 5 Nomor 25 Tahun 1995, koperasi bisa bergerak menggunakan beberapa prinsip. Di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Keanggotaannya bersifat sukarela dan terbuka.
    2. Pengelolaannya dilakukan secara demokratis.
    3. Pembagian SHU dilakukan secara adil.
    4. Pemberian balas jasa terbatas akan modal.
    5. Mandiri.
    6. Pendidikan perkoperasian.
    7. Kerjasama antar koperasi satu dengan lainnya.

    Landasan Hukum Koperasi

    Setelah mengetahui pengertian hingga arti lambang koperasi, ada beberapa landasan hukum koperasi yang juga perlu Anda pahami. Berikut di antaranya:

    1. Landasan Idiil

    Landasan idiil atau yang sering disebut dengan landasan dalam usaha koperasi ini adalah Pancasila. Pancasila sendiri mengandung tujuan negara secara implisit maupun eksplisit. 

    Hal tersebut tertuang jelas dalam Pancasila, sila ke-5 yang berbunyi, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Kalimat ini menjadi tombak dalam pergerakan koperasi, baik yang berperan sebagai pengurusnya maupun anggotanya.

    2. Landasan Operasional

    Landasan operasional dalam koperasi adalah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1967 tentang Koperasi Indonesia. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa semua jenis kegiatan yang terjadi dalam koperasi mengacu pada landasan idiil dan struktural. 

    3. Landasan Struktural

    Landasan struktural ini merupakan dasar koperasi dalam struktur kehidupan masyarakat, yakni Undang-Undang Dasar 1945. Khususnya adalah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, dan Undang-Undang Pasal 33 Tahun 1945.

    Undang-Undang Dasar 1945 ini dijadikan landasan struktural koperasi karena memuat tata cara kehidupan bernegara. Hal tersebut mencakup segala aspek kehidupan, termasuk untuk bidang ekonominya. 

    Sudah Tahu Apa Arti dari Lambang Koperasi?

    Intinya, lambang koperasi bukanlah sebatas logo biasa. Melainkan memiliki makna yang mendalam pada masing-masing logo yang terpampang pada badan koperasi tersebut. 

    Dengan adanya koperasi ini tentunya akan sangat membantu mensejahterakan anggotanya hingga masyarakat yang buka anggotanya. Karena Anda bisa membeli bahan pokok dengan harga terjangkau hingga hingga meminjam dana dengan suku bunga rendah.

  • Pengertian Pelaku Ekonomi, Jenis, Peran, dan Contohnya

    Pengertian Pelaku Ekonomi, Jenis, Peran, dan Contohnya

    Dalam perputaran roda perekonomian suatu negara, pelaku ekonomi menjadi subjek penggerak di mana ketiadaannya akan melumpuhkan total sistem tersebut. Seperti apa jobdesk lengkap dari posisi tersebut berikut peranan yang dimilikinya?

    Pengertian Pelaku Ekonomi

    Memiliki sinonim agen ekonomi, istilah tersebut dapat diartikan secara sederhana sebagai label untuk pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas perekonomian. Berlaku untuk perorangan, kelompok, instansi, maupun badan usaha mulai skala kecil hingga besar, di dalam suatu negara.

    Aktivitas perekonomian sendiri mencakup tiga macam kegiatan berbeda, yaitu:

    • Produksi yang dilakukan oleh produsen.
    • Distribusi yang dilakukan oleh distributor.
    • Konsumsi yang dilakukan oleh konsumen.

    Produsen, distributor, serta konsumen merupakan peran yang ada dalam aktivitas perekonomian. Tepatnya, peran-peran tersebut dikerjakan oleh para agen ekonomi.

    Jenis dan Peran Pelaku Ekonomi

    Secara umum, dalam sistem perekonomian ada enam jenis agen ekonomi yang saat ini aktif terlibat. Di mana sebelumnya hanya terbagi menjadi empat. Klasifikasi terbaru tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Rumah Tangga

    Ruang lingkup paling dasar dari pelaku perekonomian adalah rumah tangga yang meliputi orang tua, anak, dan anggota keluarga terdekat lainnya. Rumah tangga menjadi pondasi utama sistem perekonomian dengan dua peran berbeda, yaitu:

    1. Sebagai Produsen

    Anggota keluarga yang bekerja untuk sebuah badan usaha sehingga dapat memproduksi sesuatu. Selain itu, label tersebut juga bisa didapatkan dengan menjalankan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memproduksi sendiri sebuah barang.

    2. Sebagai Konsumen

    Ketika anggota keluarga membeli dan menggunakan barang-barang yang diproduksi atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Itulah saat rumah tangga berperan sebagai konsumen. 

    2. Masyarakat

    Jika rumah tangga menjadi skala terkecil, namun menjadi pondasi utama. Maka, pelaku ekonomi dengan skala yang lebih besar adalah masyarakat. Mereka yang terdaftar resmi sebagai penduduk suatu negara itulah yang berhak menyandang predikat tersebut.

    Masyarakat memiliki peranan seperti rumah tangga, yaitu produsen dan konsumen. Hanya saja dengan kapasitas lebih besar juga mampu menjadi distributor yang memasarkan produk atau jasa milik badan usaha pribadi maupun orang lain.

    3. Perusahaan

    Agen ekonomi selanjutnya adalah perusahan yang juga memiliki tiga peran sekaligus dalam roda perekonomian, yaitu:

    • Produsen yang menyediakan bahan baku, peralatan, dan tempat untuk melakukan aktivitas produksi.
    • Distributor yang memasarkan barang hasil produksi.
    • Konsumen yang berbelanja bahan-bahan dari pihak lain untuk kebutuhan produksi.

    4. Pemerintah

    Roda perekonomian juga bergantung pada campur tangan aktif pemerintah di dalamnya. Memiliki fungsi utama sebagai pembuat peraturan dan pengambil kebijakan, pemerintah juga menjalankan tiga peran sekaligus dalam sistem tersebut. Berikut uraiannya:

    • Pemerintah memproduksi air dan tenaga listrik sebagai pendukung aktivitas masyarakat, berarti menjalankan peran sebagai produsen.
    • Mendistribusikan beragam jenis bantuan seperti BLT untuk membantu mendongkrak perekonomian masyarakat, berarti berperan sebagai distributor.
    • Pemerintah melakukan pembelian barang atau penggunaan jasa untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Contohnya alat-alat kesehatan untuk instansi medis, berarti telah berperan sebagai konsumen.

    5. Luar Negeri

    Tidak dapat dimungkiri bahwa sistem ekonomi suatu negara tidak sepenuhnya berjalan sendiri. Diperlukan dukungan dari negara lain yang juga menjalankan tiga peran sekaligus sebagai pelaku ekonomi, yaitu:

    • Produsen dengan memproduksi barang-barang maupun penyediaan jasa. Seperti pinjaman dana maupun penanaman modal yang tidak dapat dilakukan negara lain.
    • Distributor dengan melakukan aktivitas ekspor dari barang dan jasa yang dimiliki pada negara lain.
    • Konsumen dengan menarik tenaga kerja dari luar negeri dan dipekerjakan selama kurun waktu tertentu.

    6. Lembaga Keuangan

    Agen ekonomi terakhir, yaitu lembaga keuangan, baik milik pemerintah, swasta, maupun luar negeri. 

    Tugas utamanya adalah menghimpun dana sebagai produsen. Kemudian mendistribusikannya pada rumah tangga, masyarakat, maupun perusahaan sebagai distributor. Lembaga ini juga akan menyediakan kredit, mengatasi inflasi, dan menyediakan uang giral.

    Contoh Pelaku yang Terlibat dalam Roda Perekonomian

    Telah diulas sedikit sebelumnya, berikut contoh lengkap dari para pelaku ekonomi yang menjadi penunjang sistem perekonomian suatu negara agar dapat berjalan dengan lancar:

    1. Rumah Tangga

    Seorang bapak atau kepala rumah tangga yang bekerja di sebuah perusahaan atau keluarga yang mengelola UMKM tengah menjalankan peran sebagai produsen. Sementara seorang ibu yang tengah berbelanja bulanan, berarti tengah menjadi konsumen.

    2. Masyarakat

    Beberapa orang yang bekerja pada perusahaan dan memproduksi suatu barang, menawarkan produk dan layanan, juga berbelanja kebutuhan dalam skala yang lebih besar dari rumah tangga. Contohnya kelompok arisan ibu-ibu.

    3. Perusahaan

    Badan usaha yang mengambil peranan sebagai pelaku ekonomi terbagi lagi menjadi beberapa jenis yang diklasifikasikan sesuai skala bisnis dan model operasionalnya, yaitu:

    • Usaha Dagang (UD).
    • Perseroan Terbatas (PT).
    • Commanditaire Vennootschap (CV).
    • Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Walaupun berbeda, namun semua bentuk perusahaan tersebut pasti aktif menyokong aktivitas perekonomian dengan menjalankan tiga peran sekaligus.

    4. Pemerintah

    Agen ekonomi dari pemerintah tidak diemban oleh satu instansi saja, melainkan secara keseluruhan. Mulai dari Presiden, Menteri, hingga para PNS yang terlibat dalam pengambilan dan eksekusi keputusan dalam bidang tersebut. 

    5. Luar Negeri

    Para investor yang menanamkan modal, menjalin kerja sama proyek, hingga menggunakan jasa pekerja Indonesia merupakan bagian dari penyokong roda perekonomian agar terus berjalan. Contohnya Singapura yang tercatat menggelontorkan US$10,54 miliar untuk berinvestasi di Indonesia pada tahun 2022.

    6. Lembaga Keuangan

    Berbagai instansi keuangan yang berpartisipasi aktif dalam menyokong laju perekonomian di Indonesia secara otomatis menjadi agen ekonomi. Contohnya koperasi, bank swasta seperti BCA dan perusahaan teknologi finansial (fintech).

    Pentingnya Interaksi dan Koordinasi Antara Pelaku Ekonomi

    Lantas, apakah enam agen ekonomi di atas dapat berjalan sendiri dalam menjalankan aktivitas perekonomian? Tentu saja tidak bisa. Karena masing-masing pihak harus memiliki interaksi dan berkoordinasi agar roda perekonomian bisa berjalan dengan baik, normal, dan stabil.

    Nah, seperti inilah diagram interaksi yang seharusnya terjadi antar agen dalam menjalankan roda perekonomian:

    pintu 

    Keterangan tambahan :

    RTK = Rumah Tangga Keluarga

    RTP = Rumah tangga Produsen

    RTN = Rumah Tangga Negara (Pemerintah)

    LN = Luar Negeri

    Dampak Negatif Kurangnya Komunikasi Antar Agen Ekonomi

    Masing-masing pelaku ekonomi harus menjalankan tugasnya dengan baik dan menjaga komunikasi dengan pihak lain. Tujuannya agar tidak terjadi masalah terhadap roda perekonomian suatu negara. Jika interaksi tidak terjaga dan koordinasi gagal, banyak dampak negatif yang mungkin terjadi, seperti:

    1. Pasar Lesu

    Hal tersebut dapat terjadi akibat ketertarikan masyarakat terhadap suatu produk atau barang mengalami penurunan yang signifikan. Namun, bisa juga merupakan efek dari berkurangnya daya beli yang dipicu oleh kebijakan moneter pemerintah atau inflasi mendadak.

    2. Ancaman Kebangkrutan Perusahaan

    Ketika kondisi penjualan produk dan jasa di pasar mengalami penurunan, otomatis perusahaan akan mengalami potensi kebangkrutan. Banyak target yang tidak terpenuhi sehingga produksi berkurang dan modal tidak kembali.

    3. Kebangkrutan Negara

    Tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara pelaku ekonomi dipastikan dapat membuat kebangkrutan suatu negara atau dikenal pula dengan istilah kolaps. Situasi ini dapat terjadi jika defisit keuangan terus terjadi dan tidak lekas mendapatkan suntikan dana segar dari pihak ketiga.

    4. Penambahan Utang Negara

    Roda perekonomian yang tidak stabil pasti mengakibatkan penambahan utang terhadap para investor, baik domestik maupun luar negeri. Situasi ini dapat membuat pemerintah menjadi kesulitan dalam mendapatkan dan mendistribusikan pajak. Jadi, untuk menjaga stabilitasnya harus mengajukan tambahan pinjaman luar negeri.

    5. Kerugian Investor dan Penarikan Modal

    Dampak berikutnya adalah potensi kerugian yang dialami oleh para investor. Ketika situasi tampak tidak terkendali, mereka akan segera menarik modal tersisa untuk menghindari kerugian lebih banyak (cut loss). Imbas terberat tentunya semakin memburuknya kondisi perekonomian negara.

    Sudah Tahu Siapa Saja Pelaku Ekonomi?

    Penjabaran yang cukup detail bukan tentang pelaku ekonomi berikut klasifikasi dan tugas yang diemban? Merupakan suatu fakta bahwa roda perekonomian memang membutuhkan partisipasi semua pihak di atas untuk dapat berjalan. Jika terjadi ketimpangan di salah satunya, otomatis mempengaruhi aktivitas seluruh pelaku lainnya.

    Menjaga interaksi antar agen ekonomi melalui komunikasi yang lancar dapat menghindarkan potensi kehadiran masalah-masalah perekonomian di Indonesia. Koordinasi wajib dilakukan untuk mencegah terjadinya defisit hingga kebangkrutan negara. Semoga bermanfaat!

  • Pengertian Pagu Anggaran, Jenis, Cara Menetapkan, dan Contohnya

    Pengertian Pagu Anggaran, Jenis, Cara Menetapkan, dan Contohnya

    Dalam mengelola keuangan, dikenal istilah pagu anggaran sebagai batasan pengeluaran, agar seimbang dengan pendapatan. Sebagian orang mungkin masih merasa awam dengan istilah yang satu ini. Karena memang jarang digunakan untuk umum dan lebih familiar bagi kamu yang berkecimpung dalam bidang perekonomian.

    Meski begitu, kamu tidak perlu khawatir, karena artikel ini akan menyajikan informasi mengenai pagu secara lengkap, mulai dari pengertian, jenis, cara menetapkan, dan contohnya.

    Pengertian Pagu Anggaran

    Pagu anggaran merupakan batas atau jumlah maksimum yang ditetapkan untuk pengeluaran dalam suatu periode tertentu. Pagu bertujuan untuk mengontrol pengeluaran serta memastikan dana yang tersedia digunakan secara efektif dan efisien.

    Dengan demikian, dapat dipahami bahwa pagu adalah batasan yang ditetapkan untuk mengatur penggunaan dana dalam suatu organisasi, seperti pemerintah, perusahaan, atau lembaga non profit. 

    Dalam konteks ini, pagu mencakup pendapatan yang diestimasikan maupun belanja yang diusulkan untuk periode anggaran yang telah ditentukan.

    Namun demikian, biasanya pagu pada setiap instansi atau organisasi berbeda. Kondisi ini terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya, kebijakan, prioritas, dan kondisi keuangan masing-masing.

    Nah, pengertian pagu dalam konteks pemerintah dapat diartikan sebagai suatu alokasi dana yang digunakan untuk dana belanja milik pemerintah pusat, yang mana telah ada di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

    APBN ini adalah rancangan dana yang digunakan sebagai sasaran kinerja pemerintah untuk mencapai suatu program maupun rencana kerja yang telah dibuat setiap tahun. Kemudian, rancangan dana tersebut nantinya akan disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selaku lembaga legislatif.

    Jenis-Jenis Pagu Anggaran

    Berikut ini 3 jenis pagu anggaran yang perlu kamu pahami dengan baik, yaitu:

    1. Pagu Indikatif

    Jenis pagu yang pertama adalah pagu indikatif, yaitu suatu angka atau perkiraan yang digunakan sebagai patokan dan acuan dalam proses perencanaan anggaran. 

    Pagu indikatif tidak bersifat mengikat, tetapi hanya digunakan sebagai panduan awal dalam menentukan jumlah anggaran yang akan dialokasikan untuk suatu kegiatan atau program tertentu.

    Tujuan dari pagu jenis ini adalah sebagai upaya untuk memberikan panduan awal kepada pembuat keputusan dalam mengalokasikan sumber daya keuangan secara proporsional dan efektif.

    Pada tahap awal perencanaan anggaran, pagu indikatif seringkali dibuat pada bulan Maret, berdasarkan pada estimasi atau proyeksi pendapatan yang tersedia dan kebutuhan yang ada.

    Selain itu, pagu ini juga dapat diperbarui atau disesuaikan selama proses perencanaan berlangsung, dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Misalnya, adanya perubahan kondisi ekonomi, kebijakan baru, atau prioritas yang berubah.

    Pada dasarnya, pagu indikatif dapat membantu menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam proses perencanaan anggaran. Disamping itu, dapat memudahkan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran secara keseluruhan.

    2. Pagu Kredit

    Jenis pagu anggaran selanjutnya adalah pagu kredit. Pagu jenis ini  merujuk pada batas maksimum jumlah kredit yang diberikan oleh suatu lembaga keuangan, seperti bank kepada individu atau lembaga instansi tertentu.

    Dengan demikian, pagu jenis ini bisa dipahami sebagai jumlah maksimum yang dapat dipinjam oleh peminjam, dan peminjam hanya dapat menggunakan jumlah kredit sesuai dengan pagu yang ditetapkan.

    Umumnya, pagu kredit ditentukan berdasarkan berbagai faktor, seperti profil kredit peminjam, kemampuan pembayaran, jaminan yang diberikan, dan kebijakan internal lembaga keuangan tersebut. 

    Keberadaan pagu kredit bagi peminjam memiliki berbagai manfaat. Diantaranya yaitu dapat mengendalikan pengeluaran peminjam, sebagai upaya pengendalian risiko kredit agar lebih baik, memberikan kesempatan bagi peminjam untuk membuat perencanaan keuangan, dan memudahkan evaluasi kredit.

    Jika tidak ada pagu kredit, sangat mungkin peminjam terlalu gegabah dalam mengajukan pinjaman. Padahal, keputusan semacam itu dapat berpengaruh pada rekam jejak kredit.

    Apabila hasil evaluasi tidak baik atau banyak penundaan pembayaran, tentu dapat mempengaruhi pengajuan peminjaman berikutnya.

    3. Pagu Definitif

    Berikutnya, terdapat jenis pagu definitif. Pagu jenis ini dapat diartikan sebagai jumlah anggaran yang secara resmi ditetapkan atau disahkan untuk digunakan dalam suatu periode tertentu. 

    Dengan demikian, pagu definitif merupakan jumlah anggaran yang telah melalui proses pengesahan dan penyetujuan oleh pihak berwenang, seperti badan legislatif atau lembaga pengawas anggaran.

    Ketika pagu definitif ditetapkan, kondisi ini menunjukkan batas maksimum jumlah anggaran yang dapat digunakan dalam periode anggaran tersebut. 

    Selain itu, pagu ini mencerminkan alokasi resmi dana yang disetujui untuk berbagai kegiatan, program, atau pengeluaran yang telah direncanakan. Biasanya, pagu definitif ditetapkan pada bulan November.

    Sementara itu, pagu jenis ini juga memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan jenis-jenis pagu lainnya.

    Diantaranya, yaitu memiliki otoritas resmi, karena disahkan oleh pihak berwenang, memiliki kekuatan hukum, dan memberikan batas pengeluaran.

    Adanya karakteristik ini dapat membantu kamu dalam membedakan antara jenis pagu yang satu dengan yang lainnya. Sehingga, tidak keliru dalam pencatatan maupun keperluan arsip atau administrasi.

    Cara Menetapkan Pagu Anggaran

    Pagu tidak bisa ditetapkan sembarangan. Pasalnya, ada beberapa proses yang harus dilakukan untuk bisa menyusun dan mengatur jumlah anggaran yang maksimal. Selain itu, proses tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang.

    Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ada beberapa proses yang perlu kamu ketahui, yaitu:

    • Pertama, melakukan review atau tinjauan angka dasar untuk menentukan pagu indikatif maksimum yang akan dilaksanakan pada bulan Maret atau April.
    • Pertemuan tiga pihak, yaitu trilateral meeting. Rapat ini yang kemudian dilakukan untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Kementerian atau Lembaga (Renja K/L).
    • Melakukan perundingan atau pembicaraan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) di DPR untuk menetapkan pagu anggaran pada bulan Juli.

    Sebagai informasi tambahan, pagu anggaran kementerian atau lembaga K/L adalah anggaran maksimum atau batas tertinggi yang dialokasikan kepada K/L sehubungan dengan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L).

    Sementara itu, pagu kementerian/lembaga (K/L) disusun oleh Kementerian Keuangan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) setelah ada kesepakatan dengan DPR melalui pembicaraan pendahuluan. 

    Contoh Pagu Anggaran

    Setelah mengetahui pengertian, jenis, dan cara menetapkannya, kamu bisa mempelajari contoh pagu di bawah ini, agar semakin menambah pemahamanmu.

    Kebudayaan Kemdikbud

    Contoh di atas merupakan Komposisi Pagu Anggaran Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Bali pada tahun 2019. Pada contoh tersebut, disebutkan bahwa total pagu yang telah disetujui sejumlah Rp12.935.977.000,00.

    Sementara itu, dana tersebut dikeluarkan untuk berbagai kebutuhan, seperti belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal.

    Pengeluaran belanja pegawai sebanyak Rp3.443.983.000,00, belanja barang sejumlah Rp7.044.703.000,00, dan belanja modal sebanyak Rp1.483.280.000,00.

    Dari pagu yang telah ditetapkan dan nominal pengeluaran di atas, kemudian ada optimalisasi atau dana sisa kegiatan sebanyak  Rp964.031.000,00.

    Perlu kamu ingat, bahwa di atas hanya contoh saja. Sedangkan, pagu selalu disesuaikan dengan kebutuhan, kapasitas atau kondisi keuangan, dan kebijakan masing-masing lembaga atau instansi. Maka dari itu, tidak mengherankan jika terdapat perbedaan.

    Sudah Paham Tentang Pagu Anggaran?

    Dalam urusan keuangan, pagu memiliki peran penting, terutama terkait dengan perencanaan keuangan dan pengelolaan keuangan yang baik untuk lembaga atau organisasi manapun. 

    Dengan adanya pagu, kamu dapat mengelola keuangan menjadi lebih terarah, efisien, dan akuntabel. Sehingga, bisa menghindari dan meminimalisir resiko kredit berlebihan atau pengeluaran yang terkontrol hingga terlilit hutang dan tidak mampu melakukan pembayaran. Oleh sebab itu, rancanglah anggaran keuangan sebaik mungkin.

  • Konflik: Pengertian, Ciri, Jenis, Penyebab & Contoh, Terlengkap!

    Konflik: Pengertian, Ciri, Jenis, Penyebab & Contoh, Terlengkap!

    Konflik atau pertikaian adalah hal biasa terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Terkadang hal ini menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Dengan memiliki pemahaman mendalam tentang hal ini, semoga pengelolaan dapat dilakukan, agar hal ini dapat selesai dengan baik dan justru bermanfaat positif.

    Artikel ini akan mengupas lengkap seluk beluk tentang hal ini. Mulai dari pengertian, ciri, penyebab, dampak, dengan contoh-contoh lengkap untuk memudahkan pemahaman.

    Pengertian

    Beberapa ahli menjelaskan pengertian situasi sosial yang satu ini. Antara lain adalah Stephen P. Robbins (1978) yang mendefinisikan konflik sebagai situasi dimana pihak pertama berpersepsi bahwa pihak kedua berpengaruh secara negatif. Kemudian, pihak pertama bermaksud untuk mempertahan diri.

    Sedangkan Wood, dkk (1998) menyebutkan bahwa pertikaian dalam lingkup organisasi adalah ketika ada ketidaksepahaman antar pihak. Sehingga, suatu pihak terhadap yang lain bertindak seolah-olah sebagai pihak antagonis.

    Tokoh lain, yaitu Nardjana (1994) berpendapat bahwa ini adalah situasi dimana terjadi perbedaan pendapat yang mengganggu satu sama lain. Setiap pihak kemudian bergerak untuk mengenyahkan gangguan.

    Ciri

    Selanjutnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, berikut ini adalah ciri-ciri konflik:

    1. Ada Lebih dari Satu Pihak

    Ciri pertama adalah bahwa ada lebih dari satu pihak yang terlibat dalam pertikaian atau bersitegang satu sama lain.

    2. Ada Tindakan Tertentu

    Sedangkan ciri kedua adalah bahwa ada tindakan dari salah satu pihak atau semua pihak yang terlibat untuk mempertahankan diri. Tindakan dapat bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan kekuasaan pihak lain. Dengan demikian, pertentangan dapat terhenti.

    Penyebab

    Berikutnya adalah penjelasan tentang sebab-sebab terjadinya konflik. Situasi sosial ini, setidaknya dapat terpicu oleh empat hal ini:

    1. Perbedaan Pendirian

    Sebab pertama adalah yang paling umum dan mendasar, yaitu adanya perbedaan pendirian. Perbedaan ini kemudian menyinggung satu sama lain, sehingga memicu ketegangan dan tindakan-tindakan untuk mempertahankan diri atau kelompok.

    2. Perbedaan Budaya

    Sebab kedua adalah adanya perbedaan budaya. Setiap individu atau kelompok memiliki kebiasaan atau budayanya sendiri. Dengan demikian, gesekan antar budaya dapat terjadi.

    Contoh yang belum lama terjadi adalah turis asing yang tidak menghormati ritual kebudayaan di Pulau Bali. Hal ini kemudian memicu pertengkaran.

    3. Perbedaan Kepentingan

    Sebab berikutnya adalah adanya perbedaan kepentingan. Secara umum, setiap orang tentu memiliki kepentingan yang berbeda. Namun, tindakan dalam upaya menyelesaikan kepentingan itu dapat mengganggu orang lain.

    Bahkan, kepentingan itu sendiri dapat merugikan orang lain, sehingga memicu konflik. Sebagai contoh adalah penutupan jalan untuk acara keluarga seperti pernikahan. Kepentingan penutup jalan tentu menjadi gangguan bagi pengguna jalan.

    4. Perubahan Sosial

    Penyebab terakhir adalah adanya perubahan sosial. Situasi kehidupan memang sangat dinamis. Perubahan terjadi bahkan setiap detik. Maka tak heran, perubahan ini dapat menjadi pemicu terjadinya pertentangan satu dengan lainnya.

    Contoh perubahan besar-besaran dalam kehidupan masyarakat yang belum lama terjadi adalah berkaitan dengan pandemi COVID19. Hal ini mengubah pola hidup masyarakat secara drastis.

    Pertentangan kemudian terjadi karena ada beragam tanggapan masyarakat terhadap hal ini. Misalnya, kebijakan bekerja dan sekolah jarak jauh melalui media digital yang tak jarang memicu masalah komunikasi.

    Jenis dan Contoh

    Menurutnya jenisnya, konflik dapat digolongkan menjadi setidaknya 5 kategori. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

    1. Intrapersonal

    Seperti namanya, intrapersonal artinya dalam diri sendiri. Jadi, pertikaian intrapersonal berarti bahwa ketika seseorang memiliki lebih dari satu pandangan yang dirinya sulit mengambil keputusan.

    Contohnya adalah ketika seorang anak muda bermaksud untuk merantau ke luar kota. Namun, ia juga punya pertimbangan agar menjaga orang tuanya yang telah lanjut usia. Jadi, ada hal bertentangan dalam pikiran anak muda tersebut.

    2. Interpersonal

    Sedangkan interpersonal berarti bahwa pertikaikan terjadi diantara dua atau lebih individu yang berbeda. Masih-masing pihak memiliki pandangan atau tujuan yang berbeda, sehingga terjadi pertentangan.

    Sebagai contoh adalah dua anak kecil yang berebut mainan. Setiap pihak berusaha untuk mempertahankan maksud dan membuat pihak lain kalah. 

    Pertikaian interpersonal dapat terjadi dalam setting keluarga, pertemanan, bahkan pihak yang tidak saling mengenal sekalipun.

    3. Keluarga

    Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa konflik dapat terjadi dalam lingkup keluarga. Sebab, individu-individu dalam hubungan darah tetap dapat memiliki pendapat yang berbeda satu sama lain.

    Sebagai contoh adalah pertikaian yang terjadi karena berebut tanah warisan. Misalnya, ada salah satu anak yang merasa pembagian tidak adil, sehingga berusaha untuk mendapatkan haknya. Hal ini kemudian memicu ketegangan.

    4. Antar Kelompok

    Kategori berikutnya adalah ketika pertikaian terjadi tidak hanya melibatkan individu. Jadi, terdapat kelompok masyarakat tertentu yang berhadapan dengan kelompok lain. Hal ini disebut pertikaian antar kelompok.

    Contoh pertikaian semacam ini misalnya adalah perebutan lahan parkir antar organisasi masyarakat tertentu. Kedua belah kelompok merasa memiliki hak atas lahan parkir. Padahal, lahan tersebut hanya dapat diduduki oleh salah satu kelompok.

    5. Politik

    Selanjutnya adalah perselisihan yang terkait dengan masalah politik. Biasanya, hal ini terjadi karena ada pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda terhadap kehidupan politik. Pertikaian jenis ini sering terjadi menjelang tahun pemilihan umum.

    Sebagai contoh adalah peperangan pendapat antara pendukung tokoh atau politik tertentu melalui media sosial. Misalnya, ada pihak yang menjelek-jelekkan tokoh tertentu. Sehingga, para pendukung tokoh tersebut tidak terima dan melakukan perlawanan.

    6. Sosial

    Terakhir adalah pertikaian atau percekcokan yang umum terjadi dalam lingkungan sosial. Ini adalah bentuk yang paling umum. Sebab, masih dapat digolongkan lagi menjadi kategori yang lebih spesifik.

    Misalnya, pertikaian akibat masalah komunikasi, pergaulan, hingga ekonomi. Contohnya adalah pencurian dengan alasan ekonomi. Kemudian, pelakunya tertangkap dan dihakimi oleh masyarakat.

    Dampak Positif dan Negatif Konflik

    Siapa sangka situasi yang terkesan negatif ini juga dapat memberikan dampak positif bagi pihak yang terlibat. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

    1. Dampak Negatif

    Kesan negatif dari situasi buruk ini memang membuat dampak negatif  terasa kuat. Paling buruk, situasi ini dapat merusak tali silaturahmi antar pihak. Dalam setting lingkungan kerja, pihak yang terlibat mungkin menjadi sulit untuk bekerjasama kembali.

    Sedangkan dalam setting budaya, dapat menciptakan dampak negatif yang lebih buruk lagi. Karena perseteruan dapat diwariskan ke generasi berikutnya. Dengan demikian, kehangatan kehidupan bermasyarakat dapat terganggu.

    2. Dampak Positif

    Disisi lain, masih ada dampak positif yang timbul dari situasi ini. Terutama apabila situasi tersebut dapat terselesaikan. Maka, setiap prosesnya dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak yang terlibat.

    Contohnya dapat belajar mengkomunikasikan pandangan dengan asertif, sehingga mencapai tujuan dengan jalan damai. Selain itu, hal ini juga akan memupuk rasa toleransi untuk menanggapi setiap perbedaan kedepannya nanti.

    Sudah Paham Apa Itu Konflik?

    Demikianlah penjelasan lengkap tentang konflik. Mulai dari pengertian, ciri, penyebab, jenis, lengkap dengan contoh-contohnya. Semoga semua informasi ini menjadi rujukan yang bermanfaat.

  • Sudah Tahu? Pengertian Kolase, Jenis, Unsur & Cara Membuatnya

    Sudah Tahu? Pengertian Kolase, Jenis, Unsur & Cara Membuatnya

    Kolase adalah cara untuk menghubungkan semua jenis elemen dalam satu bingkai, yang pada akhirnya menciptakan karya seni yang indah. Sebagai karya yang indah, karya ini sangat digandrungi masyarakat. Bagi seorang seniman, membuat karya seni ini merupakan tantangan tersendiri.

    Sebab, dalam menyusunnya, diperlukan teknik dan keterampilan kreatif tingkat tinggi untuk menyatukan karya. Tertarik belajar lebih dalam tentang karya seni ini beserta contohnya? Simak pembahasan secara lengkapnya di sini!

    Pengertian

    Istilah karya seni ini mengacu pada teknik atau kreasi yang menggabungkan semua teknik melukis (gambar tangan) untuk membuat suatu karya dengan menempelkan potongan-potongan bahan tertentu ke dalamnya. 

    Kata kolase sebenarnya berasal dari bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris disebut collage, tetapi dalam bahasa Prancis dikenal sebagai collier, yang artinya saling menempel.

    Banyak ahli memiliki pandangan mereka tentang masalah ini. Salah satunya Sumanto, berpendapat bahwa teknik ini adalah sebuah teknik pembuatan karya seni yang menggabungkan teknik menggambar dan teknik menempelkan sesuatu pada bahan tertentu.

    Pakar lain, Robbins, menjelaskan bahwa collage merupakan sebuah karya seni menempelkan foto maupun pola dari bahan yang berbeda-beda. Seperti kertas dan kanvas ditempelkan pada area background.

    Ide pembuatan karya seni ini mungkin dimulai lebih dari 2.000 tahun yang lalu, ketika kertas pertama kali ditemukan di Cina dan Mesir. Membuat kertas membutuhkan lapisan serat tanaman, seperti papirus, buah beri, atau bubur tanaman, yang dibentuk menjadi lembaran tipis dan dikeringkan.

    Sekitar 1.000 tahun yang lalu, karya seni ini awalnya dibuat di Jepang dengan menggabungkan teks dan gambar. Di Eropa abad kedelapan belas, pembuatannya menggunakan tekstur yang lebih rumit, seperti sutra, ditempatkan di atas kertas.

    Contemporary art collage seperti yang kita kenal sekarang telah ada selama lebih dari satu abad. Istilah ini diciptakan selama periode modern collage canggih dari seniman Pablo Picasso dan Georges Braque. 

    Definisi karya seni ini terus berkembang, karena semakin banyak seniman di seluruh dunia yang mempraktekkannya menggunakan berbagai teknik dan bahan yang lebih luas.

    Jenis

    Jenis kolase dibagi berdasarkan beberapa aspek, yakni: 

    1. Berdasarkan Coraknya

    Berdasarkan coraknya, berikut variasi karya seni rupa ini yang perlu kamu tahu:

    • Figuratif: Menggambarkan bentuk kehidupan nyata.
    • Non-representatif: Bersifat abstrak dan tidak menunjukkan bentuk nyata.
    • Representatif: Menghasilkan bentuk yang dapat dikenali secara nyata.

    2. Berdasarkan Fungsinya

    Karya seni ini diklasifikasikan menjadi 2 jenis berdasarkan fungsinya:

    • Seni murni: Dibuat untuk memenuhi keperluan artistik dan sebagai bentuk menyalurkan imajinasi estetika. 
    • Seni terapan: Dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang biasanya dibuat dengan sifat seni dekoratif.

    3. Berdasarkan Material Dasarnya

    Pembuatan collage berdasarkan material bahannya terbagi menjadi 2 jenis. Bahan-bahan tersebut dapat kamu susun sesuai dengan komposisi yang sesuai agar tampilannya menjadi menarik dan unik. Berikut kedua jenis bahan tersebut:

    • Bahan alami: Bunga kering, biji, daun, ranting, kerang, batu, dll. 
    • Bahan sintetis: Plastik, kertas bekas, karton, tutup botol, logam, kayu, kain, kaca, bungkus makanan, dan bahan lain yang bisa diratakan atau direkatkan.

    4. Berdasarkan Dimensinya

    Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu 

    • 3D (pada bidang 3 dimensi atau bangun ruang)
    • 2D (pada bidang 2 dimensi atau bangun datar)

    Unsur Kolase

    Setelah membahas pengertiannya secara umum serta jenis-jenisnya, saatnya kita beralih ke unsur-unsur seni yang terdapat pada collage. Unsur pada karya seni ini yang harus kamu ketahui adalah:

    1. Titik & Bintik

    Titik adalah unsur terkecil, sedangkan bintik merupakan sebuah titik yang lebih besar. Umumnya, titik berperan sebagai unsur yang menampilkan warna tajam pada collage, biasanya berupa butiran pasir laut. Sedangkan bintik biasanya dari biji lada dan biji yang berukuran kecil lainnya.

    2. Garis

    Garis adalah perpanjangan dari suatu titik, dan meskipun memiliki panjang, lebarnya relatif bebas. Jenis garis terbagi menjadi beberapa, yakni garis lurus, garis lengkung, garis putus-putus, dan garis spiral. Elemen garis pada karya seni rupa ini dapat dibuat dari kabel, tongkat, korek api, tali, dll.

    3. Bidang

    Bidang adalah elemen yang terlihat yang dihasilkan dari konvergensi atau pertemuan beberapa garis. Dibagi menjadi bidang vertikal, horizontal, serta bidang melintang. Elemen ini dapat diterapkan pada bangun datar (2D) dan bangun ruang (3D).

    4. Warna

    Warna adalah elemen visual yang penting dan bentuk keindahan yang dirasakan oleh penglihatan manusia. Kelompok warna sejati dapat diklasifikasikan menjadi warna primer, sekunder, dan tersier. Elemen warna dapat dibuat dari bahan-bahan seperti cat, pita dan renda, kertas berwarna, dan kain berwarna.

    Bahan Membuat Karya Seni Kolase

    Jika ingin membuat karya seni rupa yang satu ini, sebelumnya kamu harus mempersiapkan material bahannya terlebih dahulu, seperti: 

    1. Batu

    Batu yang sesuai, yakni akik. Karena batu ini tersedia dalam berbagai jenis warna. Itulah sebabnya batu akik adalah batu yang tepat untuk kamu pakai. Batu akik tersebut kemudian bisa kamu poles, agar warnanya tampak lebih hidup dan berkilau.

    Namun, harga batu ini cukup mahal. Jika tidak memiliki budget yang memadai, kamu bisa menggunakan jenis batu lainnya yang ada di sekitar rumah. Lalu, kamu celupkan pada pewarna dan poles. Supaya tampilannya lebih menarik.

    2. Pecahan Kulit Telur

    Jika biasanya kamu membuang kulit telur setelah mengupasnya. Sekarang, kamu bisa mengubahnya menjadi seni collage yang cantik. Kulit telur mudah menempel pada media apa pun dan dapat menimbulkan kesan aesthetic.

    Secara umum, kamu bisa menggunakan kulit telur ayam, puyuh, atau telur asin. Masing-masing memiliki warna dasar yang berbeda. Agar lebih variatif, kulit telur bisa diwarnai setelah kamu rekatkan ke media pembuatan collage.

    3. Kaca

    Kaca yang biasa digunakan adalah kaca bekas yang bisa ditemukan di tempat pemotongan kaca. Selain itu, pertahankan bentuk kaca sebaik mungkin untuk hasil yang maksimal.

    4. Keramik

    Keramik tersedia dalam berbagai warna. Untuk membuat karya seni ini, kamu bisa menggunakan pecahan keramik yang sudah tidak terpakai lagi. Bahan ini bisa kamu potong sesuai ukuran yang diinginkan.

    5. Logam

    Untuk seni kolase, kamu bisa memilih logam seperti tembaga, seng, serta aluminium. Kamu dapat memotong logam sesuai ukuran yang kamu butuhkan dan menempelkannya ke dasar collage.

    6. Biji-bijian

    Biji-bijian diperoleh dari pohon buah-buahan dan biji-bijian lainnya. Ada banyak jenis bijian, mulai dari ukuran, warna, dan tekstur. Pada tahap pembuatan karya seni ini, sebaiknya biji tersebut kamu keringkan dulu, agar warna yang dihasilkan tidak mudah berubah. Kamu juga bisa menyangrai terlebih dahulu untuk hasil yang lebih maksimal.

    7. Kertas Bekas

    Untuk bahan karya seni ini, pilih kertas berwarna untuk hasil yang maksimal. Dalam hal ini, hampir semua kertas yang berwarna bisa digunakan sebagai material dasarnya. Contoh kertas yang dapat digunakan adalah pembungkus bekas, majalah, label, kalender, bungkus rokok, atau kemasan produk industri lainnya.

    8. Kulit Pohon dan Buah

    Kulit batang yang dapat dijadikan bahan baku antara lain kulit pohon rambutan, kulit pohon pisang, dan kulit kelopak bambu. Sedangkan untuk kulit buah, antara lain kulit jeruk atau kulit salak.

    Sebelum tahap pembuatan, semua bahan harus dikeringkan, agar menjadi material yang baik. Jika bahan sudah memenuhi persyaratan tersebut, potong sesuai ukuran yang kamu butuhkan.

    9. Batok Kelapa

    Batok kelapa untuk bahan dasar collage haruslah yang sudah yang tua. Setelah memilih, sikat batok kelapa terlebih dahulu, agar seratnya tidak pecah saat digunakan.

    10. Dedaunan

    Terakhir, yakni dedaunan yang mudah sekali diperoleh. Kamu bisa menggunakan daun kering atau yang telah gugur untuk bahan collage. Pilih juga daun kering dengan warna berbeda, agar mudah dicat nantinya untuk mempercantik tampilan karya senimu.

    Cara Membuat Kolase

    Setelah mempersiapkan bahan yang akan digunakan untuk membuat collage, berikut langkah-langkahnya:

    1. Pikirkan Konsep Terlebih Dahulu 

    Sebelum membuat collage, sebaiknya pikirkan konsep collage yang ingin dibuat. Kamu bisa membuat konsepnya dengan bantuan foto, gambar di majalah, dan lainnya. Kamu bisa menggunakan pola atau sketsa berbentuk hewan, tumbuhan, benda, atau yang lainnya serta pikirkan juga bahan dan peralatan apa saja yang hendak kamu gunakan.

    2. Pilih Background yang Sesuai

    Mulailah memikirkan dan memilih bahan background yang sesuai dengan bahan yang ingin kamu aplikasikan, karena seni collage merupakan sekumpulan benda yang ditempelkan ke media pembuatan collage. Oleh karena itu, usahakan untuk mencocokkan bahan collage dengan background yang sesuai.

    Misalnya, gunakan background berbahan kertas untuk membuat collage dedaunan kering atau bunga.

    3. Siapkan Material serta Alat

    Setelah menentukan konsep dan latar belakang, langkah selanjutnya adalah menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan untuk membuat kolase. Misalnya daun kering, lem, kertas dengan pola, dan lainnya.

    4. Mulailah Membuat Kolase

    Setelah mengumpulkan bahan dan alat untuk membuat collage. Mulailah membuat pola gambar sesuai ukuran yang kamu inginkan. Lalu, tempelkan satu per satu bahannya. Kemudian, atur sesuai dengan kreativitas kamu pribadi.

    5. Biarkan Kolase Mengering

    Setelah kamu selesai menempelkan semua objek ke background, langkah selanjutnya yakni membiarkannya agar mengering. Jangan menyentuhnya saat lem masih basah. Hal ini supaya karya seni tetap sesuai dengan kreasi aslinya dan objek yang ditempelkan ke latar belakang tidak bergerak berantakan.

    Contoh Kolase Berdasarkan Bahan Materialnya

    Setelah mengetahui semua informasi tentang collage, kami juga akan memberikan contoh karya seni ini berdasarkan material bahannya, agar bisa menjadi referensi kamu, seperti berikut: 

    1. Dari Potongan Kain

    Tribun Medan

    Untuk membuat karya seni ini, kamu tidak harus membeli jenis kain tertentu, kecuali memang kamu menginginkan pola atau jenis kain secara khusus. Kamu bisa menggunakan potongan kain bekas yang banyak ditemukan di toko penjahit. Urutkan warna terlebih dahulu dan biarkan kreativitas kamu menciptakan sebuah mahakarya.

    2. Dari Kertas

    Pinterest

    Karya seni di atas dibuat dengan menerapkan teknik pemotongan kertas dan gunting. Bahan material kertas mudah ditemukan, sehingga mudah untuk berkreasi dengan pola dan warna pada kertas majalah atau koran bekas. 

    Selain itu, jika kamu menginginkan warna atau motif khusus, kamu dapat mewarnai kertas putih terlebih dahulu, kemudian merobek atau memotongnya sesuai dengan kreativitas kamu.

    3. Dari Rautan Pensil

    YouTube

    Pensil warna dan rautan adalah salah satu bahan yang tersedia untuk membuat seni kolase. Mirip dengan contoh di atas, kamu dapat dengan bebas menerapkan sisa rautan ke gambar apa pun. Namun, untuk membuat karya seni dari bahan ini, kamu harus berhati-hati, agar serutannya tidak mudah rusak.

    4. Dari Bunga

    Bertuahpos

    Di atas adalah karya seni collage oleh Bridge Beth Collins. Collin membuat collage menggunakan bahan-bahan alami seperti bunga, batang, dan daun yang ditemukan di sekitar rumahnya. Kreativitas Collins memungkinkan kamu mengubah bunga menjadi rambut indah dan mata burung hantu yang mencolok.

    5. Dari Biji-bijian

    Genemil

    Pada karya seni di atas, sang seniman membuat collage menggunakan biji kacang hijau dan ketumbar yang disusun sesuai pola yang telah dibuat sebelumnya. Beberapa biji juga tak perlu diwarnai terlebih dahulu, lalu direkatkan pada permukaan yang rata. 

    Sudah Tahu Cara Membuat Kolase?

    Demikian penjelasan singkat mengenai karya seni kolase, jenis, unsur, cara membuatnya serta beberapa contoh yang bisa kamu jadikan contoh jika ingin membuat karya seni serupa. Semoga penjelasan di atas bermanfaat!

  • Ketahui 6 Cara Mengatasi Kelangkaan Beserta Penyebab dan Contohnya!

    Ketahui 6 Cara Mengatasi Kelangkaan Beserta Penyebab dan Contohnya!

    Kelangkaan barang/jasa pasti menjadi masalah serius yang bisa mengganggu aktivitas ekonomi suatu negara. Sebab, banyak barang yang menjadi kebutuhan manusia dihasilkan oleh berbagai sumber daya. Jadi, ketika barang ini mengalami kelangkaan, maka kebutuhan tidak bisa dipenuhi. Lantas, bagaimana cara mengatasi kelangkaan?

    Pengertian Kelangkaan

    Kelangkaan merupakan suatu keadaan di mana sumber daya ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia hanya tersedia dalam jumlah yang terbatas atau bisa saja tidak cukup.

    Bisa dibilang, kelangkaan ini adalah suatu keadaan ketika makhluk hidup, terutama manusia membutuhkan sesuatu (barang atau produk) tersebut dan untuk mendapatkannya perlu usaha atau pengorbanan. Semakin langka suatu barang, maka nilai atau harga yang harus dibayar untuk memperolehnya akan semakin besar.

    Dalam konsep ekonomi, kelangkaan berakar pada salah satu kebenaran bahwa manusia hidup di dunia dengan sumber daya yang terbatas dan membutuhkan langkah tepat, agar mereka bisa dialokasikan dengan baik.

    Kelangkaan juga bisa diartikan sebagai permintaan akan suatu barang atau jasa lebih besar daripada ketersediaan dari barang tersebut. Akibatnya, kelangkaan dapat membatasi pilihan yang tersedia bagi manusia.

    Selain itu, kelangkaan barang dan jasa adalah sesuatu yang penting dalam model ekonomi. Sebab, kelangkaan dari barang dan jasa bisa mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh konsumen.

    Lebih lanjut lagi, menurut National Geographic, kelangkaan dapat diciptakan dengan sengaja. Contohnya, ketika pemerintah mengontrol pencetakan uang. Namun hal-hal yang dibutuhkan untuk mencetak uang, seperti kertas, kapas, dan tenaga kerja tidak langka atau tersedia banyak.

    Jika pemerintah terlalu banyak mencetak uang, akibatnya nilai uang akan menurun karena menjadi kurang langka. Selain itu, ketika pasokan uang dalam perekonomian negara terlalu tinggi, maka bisa menyebabkan inflasi. Oleh karena itu, penting untuk pemerintah dalam menjaga uang yang mereka cetak tetap langka.

    Ciri-Ciri Kelangkaan

    Ketika kamu ingin tahu cara mengatasi kelangkaan, ada baiknya untuk mengetahui ciri-ciri dari konsep ekonomi ini. Adapun ciri-ciri kelangkaan, yakni:

    • Sumber daya tidak mencukupi, sehingga menyebabkan barang/produk/jasa tidak memadai.
    • Harga dari barang/produk mengalami kenaikan yang signifikan, jika dibandingkan dengan biasanya. Sebab, jumlah barang tersebut dibatasi/terbatas dan permintaannya malah semakin tinggi.
    • Jumlah dari suatu produk/barang sangat terbatas. Akibatnya, barang/produk tersebut sulit untuk dicari.
    • Konsumen harus melakukan pengorbanan untuk bisa mendapatkan produk/barang tersebut. Di beberapa kasus, konsumen harus mengorbankan kebutuhan orang lain agar dapat memenuhi kebutuhan yang lebih penting.
    • Keinginan konsumen terhadap suatu barang/produk melebihi jumlah yang tersedia.

    Jenis-Jenis Kelangkaan

    Sebelum tahu apa saja cara mengatasi kelangkaan, ada yang harus kamu pahami terlebih dahulu mengenai jenis-jenisnya. Setidaknya ada 4 jenis kelangkaan yang bisa dikategorikan, antara lain:

    1. Kelangkaan Tenaga Kerja

    Kelangkaan ini terjadi ketika setiap individu dalam suatu negara sulit untuk menemukan tenaga kerja yang ahli dan profesional untuk menjalankan proses produksi, baik untuk barang atau jasa. Jika kondisi ini terus bertahan, maka bisa-bisa produksi akan terganggu dan menyebabkan masalah ekonomi pada suatu wilayah di Indonesia.

    Kelangkaan ini bisa terjadi akibat beberapa faktor, seperti usia produktif yang berkurang, gaji atau honor yang tidak layak, sampai kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah.

    Selain tenaga kerja bagian produksi, perusahaan juga butuh tenaga ahli yang benar-benar  kompeten di bidang tertentu, seperti dosen, dokter, dan akuntan perusahaan. Kurangnya tenaga ahli tersebut biasanya karena tingkat pendidikan di suatu wilayah yang masih rendah.

    2. Kelangkaan Sumber Daya Alam

    Sumber daya alam adalah energi yang bisa dimanfaatkan manusia dan tercipta secara natural, terdiri dari sumber daya biotik dan sumber daya abiotik. Sumber daya biotik mencakup makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan. Sementara abiotik mengacu pada benda mati seperti udara, air, dan tanah.

    Sumber daya alam biasanya jumlahnya terbatas. Keterbatasan tersebut tidak akan bisa memenuhi kebutuhan manusia yang terus bertambah di masa mendatang. Terlebih, jika digunakan secara berlebihan, maka sumber daya tersebut akan menipis dan bahkan habis. Hal tersebut akan mengakibatkan kelangkaan.

    Cara mengatasi kelangkaan ini adalah dengan diciptakan inovasi dan pembagian dalam segala aspek, agar fenomena tersebut dapat diatasi dan kebutuhan manusia tetap terpenuhi, meski sumber daya tersebut menipis atau habis.

    3. Kelangkaan Modal                                                                      

    Selain sumber daya dan tenaga kerja, kelangkaan bisa terjadi berupa modal. Modal adalah istilah yang diartikan sebagai hal yang bisa memberikan nilai atau manfaat kepada pemiliknya. Jadi, modal ini bukan hanya tentang uang tunai, tetapi bisa juga berupa peralatan, mesin produksi, hingga gedung.

    Kelangkaan modal dapat mempengaruhi kelangsungan produksi. Hal tersebut tentu berdampak pada kehidupan ekonomi suatu negara. Biasanya, kelangkaan modal terjadi dalam bentuk penggunaan mesin produksi dengan kualitas yang jauh dari kata layak atau memadai.

    4.  Kelangkaan Keterampilan Kewirausahaan

    Kewirausahaan adalah faktor yang cukup diperhitungkan dalam pengelolaan sumber daya. Ada unsur-unsur seperti modal, tenaga kerja, dan sumber daya alam yang harus dikelola dan digabungkan oleh kewirausahaan. Namun, tidak banyak yang benar-benar memanfaatkannya, karena tidak pandai mengelola ketiga unsur tersebut.

    Bisa dibilang, kelangkaan keterampilan kewirausahaan terjadi karena terbatasnya kemampuan orang-orang untuk berinovasi dan berkreasi. Selain itu, kurangnya tenaga ahli bisa jadi faktor lain susahnya keterampilan ini. Akibatnya, sumber daya tidak bisa diolah dengan optimal, karena kurangnya jumlah pencetus ide kreatif.

    Faktor Penyebab Kelangkaan

    Kelangkaan tidak terjadi begitu saja. Sebab, terdapat faktor-faktor yang menyebabkan kelangkaan terjadi. Jadi sebelum mengetahui cara mengatasi kelangkaan, kamu perlu paham dulu apa saja yang membuat fenomena ini terjadi, antara lain:

    1. Rendahnya Kemampuan Produksi

    Kemampuan produksi adalah kemampuan perusahaan atau produsen dalam menciptakan barang/produk dalam jumlah yang masif dan dengan kualitas yang memadai. Kemampuan produksi ditentukan oleh beberapa faktor, seperti modal, sumber daya alam, dan tenaga kerja.

    Jika perusahaan tersebut tidak mampu menghasilkan suatu barang/produk dalam jumlah yang memenuhi permintaan pasar, maka bisa terjadi kelangkaan karena pasokannya menjadi terbatas. Dengan begitu, permintaan konsumen tidak bisa dipenuhi, dan jika permintaan terus meningkat, maka terjadi kelangkaan barang.

    Selain itu, rendahnya kemampuan produksi bisa diakibatkan karena sumber daya yang dibatasi. Misalnya, kurangnya bahan baku dalam menciptakan suatu produk, keterbatasan tenaga kerja mumpuni, serta peralatan dan infrastruktur yang tidak memadai.

    Jika dibiarkan, tingkat produksi suatu barang akan tetap rendah dan mengakibatkan kelangkaan. Untuk itu, salah satu cara mengatasi kelangkaan ini adalah dengan melakukan investasi dalam infrastruktur dan teknologi yang digunakan perusahaan serta memperluas pasokan sumber daya yang dibutuhkan.

    2. Permintaan Meningkat, Tetapi SDA Terbatas

    Penyebab lain dari kelangkaan yang paling sering ditemui dalam ekonomi, yakni karena terjadi permintaan yang besar, tetapi tidak dibarengi dengan sumber daya alam yang memadai. Misalnya, tenun ikat dari NTT menggunakan pewarna alami yang sulit didapatkan, karena terbuat dari tumbuhan endemik khas.

    Ketika kelangkaan ini terjadi, maka harga dari tenun ikat tersebut akan terpengaruh dan cenderung naik. Bahkan, kelangkaan ini akan mempengaruhi kadar kualitas dari pembuatan tenun ikat tersebut.

    Cara mengatasi kelangkaan akibat faktor ini adalah dengan melakukan diversifikasi sumber daya. Diversifikasi sendiri adalah sebuah strategi investasi pada segala jenis instrumen investasi untuk mengurangi risiko, dalam hal ini kelangkaan.

    Selain itu, ketika bahan baku pewarna tersebut tidak tidak tersedia, maka pengrajin harus berinovasi dengan cara lain, agar tetap produktif.

    3. Pertumbuhan Penduduk yang Cepat

    Ketika populasi penduduk naik dengan cepat, jumlah individu yang membutuhkan sumber daya atau barang juga akan ikut meningkat. Artinya, ada tuntutan yang lebih besar untuk lebih banyak menggunakan sumber daya alam yang terbatas. Misalnya air, pangan, energi, dan bahan baku pembuatan produk.

    Namun, sumber daya tersebut tidak dapat terpenuhi, maka akan menjadi suatu kelangkaan. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang cepat juga bisa memicu pola konsumsi berlebih pada setiap individu dalam suatu wilayah. Kebutuhan konsumsi ini berpotensi melebihi kapasitas regenerasi alami suatu sumber daya.

    Akibatnya, akan terjadi eksploitasi besar-besaran yang dapat menyebabkan kelangkaan sumber daya alam. Maka dari itu, cara mengatasi kelangkaan yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang cepat adalah dengan mengadopsi regulasi pengelolaan populasi, seperti Keluarga Berencana (KB) dan lebih bijak dalam penggunaan SDA.

    4. Bencana Alam

    Biasanya, bencana alam, apalagi dengan kekuatan yang besar dapat merusak infrastruktur penting, seperti jembatan, jaringan listrik, hingga jalan raya. Adanya kerusakan-kerusakan tersebut dapat mengganggu kegiatan supply barang yang dibutuhkan.

    Misalnya, jalan raya rusak akibat longsor, sehingga distribusi pangan dan obat-obatan menjadi terhambat dan menyebabkan kelangkaan dalam kebutuhan makanan dan medis. Selain itu, bencana alam juga bisa mengakibatkan kerusakan, bahkan hilangan sumber daya alam penting. Misalnya, banjir membuat petani padi gagal panen.

    Satu-satunya cara mengatasi kelangkaan akibat bencana alam yakni dengan respon cepat dan tanggap dari pihak terkait atau pemerintah dalam memulihkan ekonomi dan memperbaiki infrastruktur yang terdampak.

    5. Perbedaan Geografis

    Letak geografis yang berbeda-beda berpengaruh pada alam yang ada di belahan bumi lain. Hal ini juga membuat setiap wilayah memiliki sumber daya alam yang berbeda. Beberapa wilayah di belahan bumi lain memiliki SDA seperti pertanian subur, mineral, dan sumber air yang memadai.

    Namun, di belahan bumi lainnya bisa saja terdapat keterbatasan SDA atau bahkan tidak memiliki akses yang memadai untuk menuju sumber daya tersebut. Akibatnya, akan terjadi kelangkaan di wilayah-wilayah tersebut.

    Biasanya wilayah-wilayah yang kurang beruntung ini seperti di pegunungan, pulau terpencil, dan wilayah lain yang sulit untuk dijangkau.

    Selain itu, biasanya wilayah tersebut memiliki aksesibilitas dan infrastruktur yang kurang layak, sehingga akan terjadi kesulitan dalam mengimpor atau mengakses barang/produk dari luar wilayah. Cara untuk mengatasi kelangkaan ini tentu dengan meningkatkan infrastruktur dan akses ke wilayah-wilayah tersebut.

    6. Pandemi

    Selama beberapa tahun terakhir, pandemi menyerang dunia hingga berdampak pada perekonomian setiap negara. Selain itu, pandemi juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kelangkaan di Indonesia. Sebab, pandemi mengganggu rantai pasokan, bahkan secara global.

    Pembatasan aktivitas perjalanan serta  penutupan pabrik dan bisnis membuat produksi, distribusi, dan transportasi barang menjadi terhambat. Selain itu, setiap negara memberlakukan pembatasan ekspor dan impor. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan domestik selama pandemi dan mencegah defisit negara.

    Cara mengatasi kelangkaan karena pandemi adalah dengan menjaga kerjasama antar negara, mengontrol permintaan yang meningkat dengan bijaksana, serta selalu melakukan pengamanan kesehatan yang efektif dan efisien.

    Cara Mengatasi Kelangkaan

    Keterbatasan sumber daya yang ada membuat manusia berusaha untuk memenuhi setiap kebutuhannya. Hal tersebut membuat manusia harus melakukan pengorbanan dalam aspek sumber daya finansial, tenaga, dan pikiran. Kelangkaan yang berpotensi melanda setiap negara bisa dicegah dengan beberapa cara.

    Hal ini sebagai upaya manusia dalam memaksimalkan keterbatasan sumber daya dengan rencana yang strategis. Adapun cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

    1. Menyusun Skala Prioritas

    Skala prioritas adalah ukuran kebutuhan yang disusun berdasarkan tingkatan kepentingan atau sebuah keharusan yang mendesak (urgensi). Penyusunan skala prioritas ini adalah cara mengatasi kelangkaan yang bisa dilakukan.

    Sebab, kamu bisa mengidentifikasi dan menentukan penggunaan sumber daya yang paling penting. Setelah tahu, maka sumber daya tersebut dialokasikan dengan bijaksana dan memastikan bahwa digunakan pada area yang benar-benar membutuhkan.

    Selain itu, dengan skala prioritas, kamu dapat mengetahui dan memprioritaskan wilayah mana saja yang memiliki tingkat urgensi tinggi terhadap kelangkaan. Kemudian, kamu bisa melakukan mitigasi yang sesuai. Lebih lanjut, hal tersebut dapat membantu menjaga stabilitas pasokan yang terbatas dan meminimalkan dampak dari kelangkaan.

    2. Menghemat Penggunaan SDA

    Sumber daya alam (SDA) bisa dimanfaatkan oleh manusia. Meski berlimpah, pemanfaatannya harus dibatasi. Sebab, lambat laun, SDA ini akan berkurang jumlahnya dan lama-kelamaan habis. 

    Maka dari itu, cara mengatasi kelangkaan berikutnya adalah dengan menghemat penggunaan sumber daya alam dan tidak mengeksploitasinya.

    Bisa dibilang, dengan menghematnya, kita sebagai manusia memperpanjang umur sumber daya tersebut. Selain itu, menghemat penggunaan SDA bisa dengan cara menggunakannya seefisien mungkin. Efisien ini bisa dicapai dengan menggunakan teknologi yang lebih baik.

    Selain itu, dengan memprioritaskan penggunaan yang lebih hemat, kamu bisa menjaga keberlangsungan lingkungan dan memastikan ketersediaan SDA untuk masa yang akan datang. Penghematan ini juga memiliki andil dalam konservasi alam dan pelestarian keanekaragaman hayati.

    3. Memelihara Kelestarian Alam

    Setiap saat, pohon-pohon ditebang untuk kepentingan tertentu, misalnya untuk bahan baku kertas. Bahkan, kayu-kayu keras ditebang dan diekspor sebagai barang mentah.  Penebahan pohon secara besar-besaran ini membuat hutan menjadi gundul, gersang, dan berdampak pada aktivitas makhluk hidup yang ada disekitar.

    Padahal, pohon yang ada di hutan yang menghasilkan udara bersih, diperlukan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kondisi ini menciptakan bencana alam seperti tanah longsor dan banjir. Hasilnya, terjadi kelangkaan di beberapa wilayah yang ada maupun melewati wilayah tersebut.

    Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk memelihara kelestarian alam, seperti perlindungan SDA dari eksploitasi berlebihan dan  pengelolaan yang bijaksana. Dengan menjaga kelestarian alam, kita juga menjaga sumber daya tersebut dalam waktu yang lama. Hal ini mencegah kelangkaan dan memastikan SDA aman untuk masa depan.

    4. Memanfaatkan Sumber Daya Alternatif

    Terdapat dua jenis sumber daya alam yang ada di bumi, yakni SDA yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya yang tidak dapat diperbaharui memiliki jumlah persediaan yang terbatas. Namun, kebutuhan manusia tidak memiliki batas, sehingga diperlukan sumber daya pengganti.

    Sebab, dengan cara mengatasi kelangkaan ini, manusia tidak akan ketergantungan pada satu jenis SDA saja. Jadi, ketika salah satu sumber mengalami kelangkaan, maka ada sumber daya pengganti yang masih tersedia untuk digunakan.

    Selain itu,  jika membatasi sumber daya alam konvensional, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam dan beralih ke SDA pengganti, kamu dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya terbatas. Sebab, sumber daya alternatif, seperti energi angin,  matahari, atau air dapat menjaga pasokan yang berkelanjutan.

    5. Meningkatkan Kualitas SDM

    Cara mengatasi kelangkaan berikutnya adalah meningkatkan kualitas SDM. Sumber daya manusia yang berkualitas, biasanya lebih produktif dalam berbagai sektor ekonomi. Jika sumber daya manusianya tidak produktif, maka bisa berdampak pada meningkatnya angka pengangguran, sehingga terjadi kelangkaan SDM yang terampil.  

    Caranya meningkatkan kualitas SDM bisa diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, mereka akan meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kapabilitas untuk berkontribusi pada produksi dan menciptakan inovasi.

    Lebih lanjut, meningkatkan kualitas SDM melalui kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk suatu negara. Sebab, SDM berkualitas akan berdampak positif, karena dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di masa depan. Peningkatan kualitas SDM juga dapat memajukan masyarakat di berbagai bagian dalam hidup.

    6. Mengelola Sumber Daya Modal dengan Baik

    Cara mengatasi kelangkaan berikutnya adalah mengelola Sumber Daya Modal dengan baik. Mengelola sumber daya modal yang tepat dan sesuai, dapat mengoptimalkan penggunaan dana yang ada.

    Dengan menelusuri dan mengalokasikan modal secara efisien, kamu bisa menghindari pemborosan atau penggunaan berlebihan, sehingga bisa mencegah terjadinya kelangkaan. Selain itu, dengan pengelolaan yang tepat, kamu bisa memastikan sumber daya modal yang terbatas, bisa digunakan lewat cara paling efektif.

    Dalam prosesnya, mengelola sumber daya modal berkaitan dengan kemampuan seseorang mengatur skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan. Dengan begitu, ketika pengelolaan sumber daya modal dibarengi dengan pengaturan skala prioritas, ini membantu kamu dalam mengatur pengeluaran dengan tepat..

    Contoh-Contoh Kelangkaan

    Berikut adalah contoh-contoh dari kelangkaan, antara lain:

    1. Kelangkaan BBM

    Bahan Bakar Minyak atau BBM seringkali mengalami kenaikan harga, bahkan yang terbaru pada Maret 2023 ini. Terlebih, di beberapa daerah di Indonesia bahan bakar ini sangat sulit ditemukan, seperti di kota-kota besar yang ditandai dengan antrian panjang  berjam-jam di SPBU setempat.

    Terjadinya kelangkaan ini disebabkan oleh penggunaan bahan bakar yang berlebihan. Selain itu, kelangkaan BBM juga bisa disebabkan karena kurangnya pasokan yang dikirim. Alhasil, harga BBM menjadi lebih tinggi dibandingkan biasanya, di daerah lain yang tidak mengalami kelangkaan.

    Untuk itu, cara mengatasi kelangkaan BBM dalam jangka panjang bisa dilakukan dengan cara mengurangi kendaraan bermotor dan beralih ke transportasi umum. Selain itu, bisa juga dengan beralih ke sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan konsumsi pada bahan bakar ini.

    2. Kelangkaan Lapangan Kerja

    Jika kamu mencari di internet atau media lainnya seperti koran, selalu ada lowongan pekerjaan yang bisa di-apply. Hanya saja, kuota yang tersedia pada lowongan pekerjaan ini tidak lebih banyak dari pencari kerja itu sendiri. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang cepat dan rendahnya tingkat pendidikan.

    Tingkat pendidikan yang rendah, membuat kualitas sumber daya manusia kita tidak memiliki kualitas yang terjamin, bahkan rendah. Padahal, yang dicari oleh para pencari kerja adalah orang-orang terampil dan kompeten di bidangnya.

    Cara mengatasi kelangkaan kerja ini sudah disebutkan sebelumnya, yakni mengadakan pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan. Selain itu, pemerintah dapat mensosialisasikan pendidikan dan program Keluarga Berencana (KB), agar pertumbuhan penduduk bisa terkontrol.

    3. Kelangkaan Karena Faktor Alam

    Kelangkaan ini terjadi akibat bencana alam seperti virus tertentu, banjir, gunung meletus, dan sebagainya. Bisa diambil contoh pada Mei 2023, dimana puluhan sawah di Sumedang harus menelan kerugian berupa gagal panen yang diakibatkan oleh banjir. Banjir tersebut terjadi karena curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

    Curah hujan yang tidak berhenti tersebut membuat tanggul Sungai Cihonje jebol dan membuat saluran air Cimanala meluap. Setidaknya, ada 42,68 hektar areal sawah yang gagal panen. Hal tersebut disinyalir akan memengaruhi produksi padi di Sumedang dan berpotensi mengalami kelangkaan.

    Untuk itu, cara mengatasi kelangkaan ini bisa dengan mengimpor beras dan menjualnya dengan lebih murah dari harga dalam negeri. Atau bisa juga mengubah pola musim tanam sesuai dengan program peningkatan pertanian pemerintah (Panca Usaha Tani), sehingga produktivitas meningkat.

    4. Kelangkaan Bahan Pangan

    Kelangkaan ini dikarenakan oleh beberapa hal, seperti perubahan iklim, pengaturan pasar, dan infrastruktur yang tidak memadai. Contohnya adalah kelangkaan minyak goreng yang belum lama terjadi. Saat itu, harga dari minyak goreng menjadi lebih mahal.

    Selain itu, di beberapa video yang viral di media sosial bahkan terjadi panic buying yang membuat masyarakat berbondong-bondong membeli minyak di berbagai toko yang menyediakan. Sama halnya seperti perubahan iklim seperti kemarau yang membuat petani cabai rawit gagal panen.

    Hal tersebut membuat harga tanaman ini cukup mahal per kilonya. Terhitung di wilayah DKI Jakarta, harga per kilo dari cabai rawit adalah Rp80.000,00. Hal tersebut akibat kelangkaan yang terjadi pada bahan pangan yang sulit dicari.

    Sudah Tahu Cara Mengatasi Kelangkaan?

    Itulah penjelasan mengenai kelangkaan, mulai dari pengertian, faktor penyebab, hingga beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengatasinya. Kelangkaan adalah fenomena yang yang harus kita pahami. Sebab, dengan memahami berbagai aspek kelangkaan, seperti penyebab dan ciri-cirinya, kamu bisa mengatasinya dengan baik.

  • Definisi Kata Kunci, Ciri-Ciri, Istilah, dan Cara Menemukannya

    Definisi Kata Kunci, Ciri-Ciri, Istilah, dan Cara Menemukannya

    Kata kunci atau keyword adalah istilah yang sering digunakan orang-orang di internet untuk mencari sesuatu di mesin pencari. Namun, istilah ini juga digunakan sebagai materi yang dipelajari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan penulisan karya ilmiah, seperti jurnal atau makalah. Apa itu keyword dalam konteks Bahasa Indonesia?

    Pengertian Kata Kunci

    Kata kunci (keyword) dalam konteks Bahasa Indonesia adalah merupakan frasa yang sering kita temui di dalam sebuah tulisan, terutama buku, jurnal, dan karya ilmiah. Istilah ini memiliki banyak definisi dari beberapa ahli. Selain itu, keyword dalam konteks Bahasa Indonesia sering disebut juga dengan index term, subject term, atau descriptor.

    Dalam buku karya Widjono H.S Yang berjudul Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Istilah ini diartikan sebagai frasa atau konsep yang digunakan sebagai kode untuk menghubungkan ke dalam suatu informasi yang disampaikan penulis.

    Istilah ini juga didefinisikan oleh Reitz (2012), dalam jurnal karya Irman Siswandi yang berjudul Mengenal Konsep Penetapan Kata Kunci. Menurutnya, istilah ini adalah kata atau frasa yang cukup berpengaruh atau signifikan pada beberapa bagian.

    Bagian tersebut meliputi judul, tajuk subjek, abstrak, catatan isi, atau teks sebuah cantuman pada online catalogue dan basis data bibliografi. Isi keyword tersebut bisa dimanfaatkan sebagai istilah dalam sebuah pencarian untuk menemukan seluruh cantuman yang memiliki keyword yang dicari.

    Selain itu, keyword atau index term ini juga didefinisikan sebagai frasa yang dipilih dan ditentukan secara khusus untuk mewakili satu topik atau konten dalam sistem indeksasi. Jadi, keyword akan berfungsi sebagai gambaran dan mengindeks dokumen dalam suatu basis data, agar mudah menemukan informasi relevan bagi pencarinya.

    Keyword juga biasanya diselipkan di dalam paragraf. Keyword tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan atau menyampaikan gagasan utama yang ingin disampaikan  dalam paragraf. Jadi, pembaca akan lebih mudah untuk memahami pokok bahasan yang ada di dalam paragraf tersebut.

    Jadi, bisa disimpulkan bahwa kata kunci adalah sebuah frasa yang penting dalam dokumen atau karya tulisan yang berperan menjelaskan topik maupun subjek yang hendak ditelusuri oleh pengguna/pencarinya.

    Tujuan Kata Kunci

    Keyword dibuat untuk memenuhi sebuah tujuan dari penulisnya. Di bawah ini adalah beberapa tujuan dari keyword dalam suatu tulisan atau teks bacaan dalam Bahasa Indonesia yang perlu kamu pahami, antara lain:

    1. Memudahkan dalam Memahami Topik

    Tujuan utama adanya keyword dalam suatu tulisan adalah memudahkan para pembaca dalam memahami topik tulisan yang dibuat. Mereka tidak perlu mencari lebih jauh apa pokok dari tulisan tersebut. Sebab, keyword sudah mewakilkan ide pokok secara singkat dan jelas.

    Lebih lanjut, dengan adanya kata kunci, maka isi tulisan dari karya kamu akan lebih mudah dimengerti oleh pembaca. Hal tersebut mampu mempermudah para pembaca dalam menarik kesimpulan pada tulisan tersebut.

    2. Menentukan Arah Topik dari Tulisan

    Dalam suatu tulisan,  kata kunci berperan penting agar konteks, pembahasan, atau topik yang diangkat lebih terarah. Tanpa adanya keyword dalam tulisan, tulisan yang kamu buat tidak akan memiliki inti yang penting.

    Misalnya, kamu menekankan topik bahasan tulisan pada awal paragraf. Hal tersebut dapat jadi penentu dalam tulisan, sehingga pada paragraf selanjutnya akan lebih jelas dan tidak akan keluar dari jalur bahasan. Hal tersebut juga membuat para pembaca tidak perlu untuk terlalu detail dalam menemukan keyword yang dicari.

    Hanya saja, dalam beberapa kasus, penulis sengaja membuat keyword secara tidak kentara atau jelas. Sebab, penulis menginginkan subliminal message tersampaikan secara halus kepada pembacanya. Subliminal message sendiri merupakan pesan yang diselipkan pada tulisan untuk mempengaruhi pikiran dari pembaca.

    3. Haluan Topik Selanjutnya

    Kata kunci dalam sebuah paragraf bertujuan untuk mengarahkan tulisan ke konteks atau pembahasan selanjutnya. Hal ini membuat suatu konteks akan saling berhubungan dengan konteks berikutnya.

    Oleh sebab itu, kamu sebagai pembaca harus membaca tulisan secara menyeluruh. Sebab, keyword tidak akan ada pada setiap paragrafnya dan tersebar secara merata dalam tulisan.  Meski begitu, setidaknya topik utama harus tetap punya relevansi kuat dan mengacu pada keyword.

    Ciri-Ciri Kata Kunci

    Keyword memiliki ciri-ciri khusus yang melekat dan jadi pembeda dari kata-kata pada biasanya. Adapun ciri-ciri yang terdapat dalam sebuah keyword dan perlu kamu ketahui, antara lain:

    1. Terdiri dari Satu-Dua Buah Kata

    Keyword dalam Bahasa Indonesia tersusun dari satu kata atau kombinasi dua kata yang singkat dan mencerminkan suatu topik yang ingin disampaikan atau dicari. Berbeda dengan keyword untuk artikel di internet yang bisa tersusun dari 3-4 kata, dalam konteks ini, keyword hanya bisa terdiri dari kata tunggal dan pendek.

    Misalnya, sedang mencari informasi tentang khasiat buah apel, maka kata kunci yang bisa digunakan adalah “manfaat apel” atau “khasiat apel”. Dengan demikian, keyword yang terdiri hanya dua kata tersebut telah mewakili topik secara singkat.

    Jadi, dalam menentukan kata kunci, kamu tidak bisa sembarangan, karena harus tersusun secara singkat, padat, dan jelas. Sebab, dalam tulisan seperti jurnal atau makalah, keyword yang singkat dan padat membuat penulis bisa memasukkan lebih banyak kata kunci yang relevan, karena jumlah karakternya terbatas.

    Keyword yang singkat dan padat juga dapat lebih efektif mencerminkan topik atau subjek utama dari tulisan kamu. Dengan begitu, kamu bisa mengkomunikasikan secara langsung dan jelas terkait topik yang dibahas dalam tulisan tersebut. Selain itu, keyword yang singkat bisa lebih mudah untuk diingat oleh orang lain.

    2. Mengandung Kata yang Sifatnya Unik

    Ciri kedua dari kata kunci adalah memiliki kata-kata yang sifatnya unik. Unik di sini mengacu pada kata-kata yang spesifik atau tidak umum dalam pencarian atau indeksasi informasi. Tujuannya agar dapat mempersempit cakupan pencarian dan menghindari hasil yang terlalu luas, bahkan tidak relevan.

    Jadi, kata-kata yang unik tersebut akan membantu dalam menyaring mana informasi yang diperlukan dan mana yang tidak, sehingga hasil pencarian akan relevan dan lebih spesifik. Lebih lanjut, kata-kata yang unik memiliki beberapa karakteristik. Pertama, kata unik biasanya tidak lazim digunakan oleh orang-orang secara umum.

    Kedua, kata-kata unik umumnya lebih spesifik dan cenderung merujuk pada topik  tertentu, sehingga nantinya hasil pencarian atau indeksasi akan lebih terperinci. Contohnya “banjir di Bandung”, “jalanan Lampung”.

    Ketiga, keyword akan menciptakan perbedaan pada tulisan atau topik yang diangkat dari yang lain. Jadi, berkat kata-kata unik tersebut, pencari akan lebih mudah dalam mengekspresikan preferensi mereka secara lebih detail. Keempat, kata-kata unik dapat membantu menghindari penafsiran ganda dalam hasil pencarian.

    Jadi, pencari bisa mendapatkan hasil yang benar-benar berkaitan dengan subjek atau topik yang dimaksudkan, karena keyword yang digunakan sangat spesifik. Selain itu, pencari tidak akan bingung disebabkan oleh  kata yang memiliki makna ganda.

    3. Bersifat Menyeluruh

    Sebuah kata kunci harus memuat kata-kata yang bisa menjelaskan keseluruhan isi dari sebuah tulisan. Selain itu, keyword yang menyeluruh harus mencakup segala aspek yang berhubungan dengan topik yang dibahas. Aspek-aspek tersebut mencakup sudut pandang, terminology, atau konteks yang relevan dengan topik.

    Selain itu, keyword yang menyeluruh akan merangkum informasi secara luas. Jadi, keyword tersebut harus berisi kata-kata yang mencerminkan topik yang dibahas. 

    Misalnya, ketika kamu melakukan pencarian dengan keyword “makanan Bandung” untuk menelusuri apa saja makanan yang ada di Bandung, baik makanan khas atau favorit.

    Selain itu, keyword yang menyeluruh dapat membantu kebutuhan pencari yang bervariasi dengan mencakup beragam istilah yang mungkin digunakan dalam pembahasan topik tertentu. Jadi, pengguna dapat menemukan hasil paling relevan sesuai dengan informasi yang mereka cari dan butuhkan.

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mencari Kata Kunci

    Sebelum menemukan keyword dalam pencarian, ada hal yang perlu diperhatikan. Hal tersebut dapat membuat kamu tidak terjebak hanya pada satu istilah keyword saja. Dalam jurnal Irman Siswandi, setidaknya kamu bisa menggunakan istilah-istilah lain dalam menuliskan kata kunci, yakni sebagai berikut:

    1. Sinonim

    Sinonim merupakan bentuk persamaan antara dua kata atau lebih. Selain itu, sinonim juga bisa diartikan sebagai dua kata dengan makna yang sama. Dalam kata kunci, sinonim berguna untuk membuat suatu kalimat menjadi lebih menarik. Sebab, tidak banyak kata yang terkesan sama atau serupa yang ditulis secara berulang-ulang.

    Terdapat 3 macam sinonim. Pertama, sinonim mutlak, yakni frasa yang dapat ditukar-tukar tempatnya dalam berbagai konteks kebahasaan dan tidak akan mengubah makna struktural dan leksikal, contohnya kata kosmetik= alat kecantikan.  Kedua, sinonim semirip, yakni sinonim yang menyerupai sinonim mutlak.

    Namun, sinonim ini hanya bisa bertukar tempat posisi dalam konteks kebahasaan tertentu, misalnya lahiriah-jasmaniah. Terakhir adalah sinonim selingkung, yakni kata yang dapat saling mengganti dalam satu konteks kebahasaan tertentu, misalnya lemah= lemas.

    2. Akronim

    Akronim adalah singkatan kata yang bisa diucapkan atau dibaca seperti kata pada umumnya. Dengan akronim, sebuah kata akan mengalami pemendekan dari beberapa kata dan membentuk kata baru yang tetap bisa dibaca.

    Kata yang disingkat dari akronim bisa dari satu huruf pada setiap kata. Namun, ada juga yang bisa disingkat dari beberapa huruf. Sama seperti sinonim, akronim dalam kata kunci membuat rangkaian kalimat menjadi lebih bervariasi, karena tidak ada frasa yang diulang secara berdekatan.

    Selain itu, akronim juga bisa digunakan untuk menyingkat nama orang, lembaga, organisasi, benda, dan mudah dibaca. Biasanya, nama-nama yang dijadikan akronim memiliki susunan kata panjang dan sulit diingat.

    Contohnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf. Ada juga Jabodetabek, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

     3. Singkatan

    Sekilas, singkatan hampir mirip dengan akronim. Singkatan sendiri adalah kependekan atau ringkasan dari beberapa kata. Biasanya, singkatan digunakan untuk memperpendek nama orang, jabatan, gelar, hingga satuan ukuran. Dalam KBBI, singkatan adalah hasil menyingkat yang berupa huruf atau gabungan huruf .

    Perbedaan antara singkatan dengan akronim adalah cara pelafalannya. Pada akronim, kata yang disebutkan memiliki arti yang sebenarnya. Sedangkan singkatan hanya dibaca per huruf, sehingga membuat makna aslinya menjadi tidak jelas.

    Biasanya, singkatan ditulis dengan huruf besar dengan titik pada setiap hurufnya. Misalnya, Ratna Maharani S.I.Kom. (Sarjana Ilmu Komunikasi), W.R. Supratman (Wage Rudolf). Namun, ada juga singkatan dengan huruf kapital tetapi tidak menggunakan titik. Misalnya, Hak Asasi Manusia atau HAM dan UI atau Universitas Indonesia.

    4. Broader Terms

    Broader terms atau istilah yang lebih luas untuk menerangkan istilah lain, agar lebih mudah dipahami. Selain itu, broader terms bisa diartikan sebagai simbol kata yang dipakai untuk  mengenali istilah lain daripada istilah khusus (narrower term).

    Bisanya, dalam pencarian atau indeksasi, orang yang tidak terlalu paham akan menuliskan keyword dengan istilah yang lebih luas. Sebab, mereka bisa saja belum tahu apa istilah khusus. Biasanya, istilah khusus atau lebih spesifik daripada istilah yang lebih luas, sehingga orang tertentu yang bisa menemukannya.

    Beberapa contoh dari isilah luas ke istilah khusus, antara lain eating disorder (gangguan makan)= anorexia dan management= budgeting.

    5. Narrower Term

    Narrower term atau istilah spesifik digunakan untuk mewakili konsep atau istilah yang lebih sempit cakupannya. Biasanya, istilah tersebut berada di bawah satu atau lebih istilah yang lebih luas dalam hierarki. Narrower term bertujuan untuk membuat agar tulisan menjadi lebih spesifik dan konsisten.

    Beberapa contoh dari narrower term ke istilah yang lebih luas adalah AIDS= sindrom defisiensi imunologi. Atau anorexia= eating disorder (gangguan makan).

    6. Istilah Penulisan Latin

    Istilah penulisan latin adalah kata atau frasa yang merujuk pada bahasa latin, lebih tepatnya bahasa romawi kuno. Biasanya, istilah penulisan ini digunakan untuk kata kunci pada tulisan atau karya ilmu yang terkait dengan biologi. Selain itu, istilah tersebut digunakan untuk menamai flora dan fauna.

    Dalam Bahasa Indonesia, istilah latin pada paragraph sering ditulis dengan huruf miring atau italic. Misalnya, Oryza Sativa= padi dan Averrhoa bilimbi=  belimbing wuluh. Hal tersebut sejalan dengan keyword yang sering menggunakan penekanan berupa huruf miring, agar lebih menonjol dan mudah ditemukan oleh pembacanya.

    7. Variasi Ejaan

    Umumnya, variasi ejaan digunakan untuk mencari artikel dalam Bahasa Inggris.  Artikel tersebut dibuat oleh orang yang menggunakan kaidah American English dan British English yang keduanya memiliki perbedaan dalam istilah, misalnya:

    • Policeman (British English)= Cop (American English).
    • Dustman (British English)= Garbage Man (American English).

    8. Related Term

    Related term atau istilah berkaitan yang mengacu pada simbol kata yang digunakan untuk menandai istilah-istilah lain yang menjadi istilah berkaitan dari istilah utama. Istilah berkaitan memiliki cakupan di antara broader dan narrower term. Artinya, ruang lingkupnya tidak lebih luas atau lebih sempit.

    Tujuan dari istilah berkaitan adalah mendukung suatu kata kunci agar sebuah tulisan tetap konsisten. Beberapa contoh dari related term yang bisa kamu gunakan ketika mencari keyword misalnya, eating disorder= nutrition, atau management= organization.

    Cara Menemukan Kata Kunci

    Setelah mengetahui hal yang perlu kamu perhatikan ketika membuat dan mencari keyword, maka langkah selanjutnya adalah menemukan keyword tersebut. Adapun cara menemukan keyword adalah sebagai berikut:

    1. Baca Paragraf dengan Hati-Hati

    Pertama, bacalah paragraf dengan hati-hati. Hal tersebut bertujuan agar kamu dapat memahami ide dan tujuan utamanya. Selain itu, dengan membacanya secara menyeluruh, kamu bisa dengan mudah mengidentifikasi frasa yang paling relevan dan topik yang dibahas dalam tulisan tersebut.

    Pastikan kamu memperhatikan gagasan utama yang disampaikan dan informasi penting dalam teks. Selain itu, dengan membacanya secara keseluruhan, kamu pasti akan menemukan ciri-ciri dari keyword itu sendiri. Misalnya, kata yang diulang atau menonjol (signifikan) dalam sebuah tulisan.

    Hal tersebut dapat menjadi petunjuk bagi kamu dalam menemukan frasa yang menjadi keyword. Jangan lupa juga untuk membaca setiap paragraf dengan hati-hati. Hal ini agar kamu tidak mengabaikan detail kecil yang mungkin saja terlewatkan.

    2. Cari Kata yang Sering Diulang    

    Mencari kata-kata yang diulang dalam setiap paragraf dapat membantu kamu dalam mengidentifikasi kata atau frasa paling relevan dengan topik yang dipelajari atau ditulis. Jadi, carilah kata-kata yang sering diulang dalam setiap paragraf. Biasanya, kata atau frasa tersebut diulang-ulang dan tersebar di setiap paragraf dalam tulisan dan judulnya.

    Hal tersebut dapat menjadi petunjuk jika kata-kata tersebut relevan dan berperan penting sebagai pemandu, agar isi tulisan tidak keluar dari konteks. Jika kata-kata dalam setiap paragraf muncul secara berulang, maka bisa dibilang bahwa kata tersebut merupakan frasa penting dalam tulisan.

    Selain itu, ketika kata-kata tertentu terdapat pengulangan, maka frasa tersebut biasanya berkaitan dengan topik utama yang sedang dibahas. Jadi, jika sebuah kata diulang-ulang, bisa jadi itu adalah frasa penting dan potensial untuk disebut dengan keyword.

    3. Keyword Biasanya Ada Dalam Ide Pokok

    Untuk menemukan kata-kunci, penting bagi kamu untuk memahami topik utama yang disampaikan. Begitupun sebaliknya, keyword memiliki tujuan agar kamu lebih mudah dalam memahami topik atau ide pokok. Artinya, keyword yang sesuai dengan ide pokok bisa mempermudah pembaca dalam memahami isi tulisan secara keseluruhan.

    Selain itu, ide pokok mencerminkan inti atau tujuan dari tulisan tersebut. Sedangkan keyword merepresentasikan secara singkat ide pokok tersebut, sehingga terjadi kesinambungan yang tidak dapat dipisahkan antara keduanya.

    Lebih lanjut lagi, kata kunci pasti ada dalam ide pokok atau gagasan utama suatu tulisan. Jadi, kamu bisa menemukan menemukan keyword dalam ide pokok.

    4. Cari Keyword yang Telah Diganti dengan Sinonim

    Selain diulang-ulang dengan menggunakan frasa yang sama, kata kunci seringkali muncul dengan sinonim. Oleh karena itu, penting bagi pencari dalam memiliki perbendaharaan kata yang banyak. Dengan mengganti keyword dengan sinonim, maka bisa menghemat kata dan menghindari pembuatan kalimat yang tidak perlu.

    Selain itu, frasa penting yang diganti dengan sinonim dapat mengontrol jumlah keyword dalam tulisan dan meyakinkan pembaca tentang keutamaan kata tersebut serta turunan (sinonim) nya.

    Mengganti keyword dengan kata sinonim juga membuat pembahasan dalam tulisan lebih terfokus dan tidak melenceng kemana-mana. Selain itu, keyword yang diganti dengan sinonimnya memungkinkan pembaca terhindar dalam ambiguitas atau penafsiran ganda.

    5. Memperhatikan Frasa Unik

    Dalam mencari kata kunci, kamu juga bisa memperhatikan kata-kata atau frasa yang unik dalam teks. Seperti penjelasan sebelumnya, frasa atau kata-kata unik di sini adalah kata yang tidak umum atau spesifik. Biasanya, kata yang unik membuat keyword lebih menonjol dan membedakannya dari kata-kata yang lain.

    Misalnya, ketika mencari tulisan tentang pempek Palembang, keyword “makanan Palembang” akan kurang spesifik bila dibandingkan dengan “pempek Palembang”. Jadi, jika ada kalimat yang diulang-ulang dan unik/spesifik dari kata lain di sekitarnya, maka frasa tersebut bisa kamu jadikan kandidat sebagai keyword.

    6. Memperhatikan Kata-Kata yang Ditekankan atau Cetak Miring

    Perhatikan kata-kata yang ditekankan atau dalam penulisannya dicetak dengan huruf miring pada sebuah paragraf. Sebab, bisa jadi kata-kata tersebut merupakan frasa yang memiliki peran penting dalam konteks yang sedang dibahas, sehingga kamu bisa menemukan kata kuncinya.

    Biasanya, penulis akan menyoroti kata-kata tersebut agar lebih menonjol dan menarik perhatian pembaca dan membantu mereka memahami ide pokok dengan cepat. Caranya dengan melakukan penekanan pada kata tersebut atau menggunakan huruf miring.

    Dalam hal ini, kata-kata yang ditekankan atau ditulis miring biasanya memiliki arti atau informasi yang relevan dengan ide pokok. Jadi, penulis akan menggunakan penekanan visual (italic) untuk menunjukkan bahwa kata tersebut memiliki nilai yang istimewa dalam tulisan tersebut.

    Oleh karena itu, ketika kamu menemukan kata-kata yang diberi penekanan, maka perhatikan juga konteks yang ada disekitarnya. Pastikan bahwa kata-kata tersebut relevan dengan topik yang sedang dibahas dan bisa menjadi keyword yang sesuai untuk mencerminkan topik secara singkat dan deskriptif.

    Sudah Tahu Kata Kunci dalam Bahasa Indonesia?

    Itulah penjelasan mengenai keyword dalam paragraf Bahasa Indonesia maupun karya ilmiah, mulai dari pengertian, ciri-ciri, tujuan, dan cara menemukannya dalam tulisan. Keyword ini berperan penting dalam menggambarkan isi atau gagasan suatu tulisan. Dengan keyword, pembaca bisa lebih mudah memahami konteks yang dibahas.

  • Internet: Pengertian, Sejarah, Manfaat, Pengaplikasian & Dampak

    Internet: Pengertian, Sejarah, Manfaat, Pengaplikasian & Dampak

    Sebagian besar orang yang hidup di zaman modern ini pastinya memiliki ketergantungan dengan internet. Internet sendiri berperan penting dalam menunjang berbagai aktivitas manusia di dunia digital. Jika ditelusuri lebih jauh, terdapat berbagai informasi penting dan bermanfaat mengenai internet. Untuk lebih jelasnya, simak berikut ini. 

    Apa Itu Internet?

    Secara umum, internet merupakan singkatan dari interconnected network yang artinya siapapun bisa berkomunikasi dan berbagi informasi kepada siapa saja di seluruh dunia. Lalu untuk menghubungkan semua hal tersebut, menggunakan media komputer atau jaringan komunikasi apapun. 

    Kemudian terdapat juga pengertian dari internet ini oleh beberapa ahli di dunia, yaitu:

    • Suswono

    Suswono menyatakan bahwa internet merupakan sebuah kumpulan jaringan dengan skala yang luas hingga seluruh dunia dimana tidak ada satu orang pun yang harus bertanggung jawab dalam menjalankan internet itu. 

    • Onno W. Purbo

    Menurut Onno W. Purbo, internet yaitu media yang membentuk sebuah proses komunikasi yang bergerak secara efisien dengan saling terhubungnya perangkat ke aplikasi. Efisiensi tersebut meliputi aplikasi yang terhubung dengan internet seperti email, web, dan lainnya.

    • Berners Lee

    Pernyataan Berners Lee mengenai internet merupakan suatu jaringan yang di dalamnya terdapat jaringan-jaringan lain yang terhubung. Sehingga hal ini menjelaskan suatu konsep dimana komputer tertentu bisa saling terhubung dengan jaringan lainnya yaitu internet.

    • Sibero

    Sibero sendiri menyatakan bahwa internet merupakan jaringan komputer yang bisa menghubungkan jaringan lainnya secara global. Selain itu, beliau juga mengatakan jika internet adalah jaringan alam dan luas jangkauannya.

    • Lani Sidharta

    Pernyataan Lani Sidharta mengenai internet yaitu bentuk dari komunikasi jaringan komputer yang bisa memberikan berbagai macam informasi Selain itu, beliau mengatakan bahwa internet merupakan jejak virtual yang bisa digunakan untuk bisnis, entertainment, hiburan, dan lainnya. 

    • Ned Snell

    Lalu menurut Ned Snell, internet merupakan sebuah wadah yang di dalamnya terdapat berbagai sumber daya. Kemudian sumber daya tersebut bisa diakses memakai perangkat atau alat-alat tertentu. 

    • O’brien

    Adapun pernyataan menurut O’brien mengenai internet adalah jaringan komputer yang sedang berkembang pesat dan memiliki manfaat untuk berbagai keperluan. Keperluan tersebut mulai dari bisnis, pemerintahan, pendidikan, dan lainnya yang nantinya bisa saling terhubung.

    Sejarahnya

    Penjelasan berikutnya yaitu mengenai sejarah dari internet. Kemunculan pertama kali internet yaitu pada tahun 1969 yang dimana masih berupa jaringan komputer dan dibuat oleh ARPA. Kemudian jaringan komputer tersebut mempunyai nama ARPANET atau Advanced Research Project Agency Network. 

    Bagi yang belum tahu, ARPA ini merupakan bagian dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Lalu, hasil dari proyek jaringan komputer itu mendapatkan inovasi berupa perangkat lunak atau software berbasis UNIX. Nantinya software tersebut bisa dipadukan secara lebih baik dengan perangkat keras atau hardware komputer. 

    Awal mula diciptakannya jaringan komputer ini hanya digunakan sebagai kepentingan militer pada saat itu. Namun pengembang mulai menyadari bahwa temuan ini bisa digunakan juga untuk berkomunikasi jarak jauh melalui jaringan telepon. 

    Kemudian lambat laun para ilmuwan mulai mengembangkannya hingga menemukan sistem domain pada tahun 1986. Untuk domain tersebut bagi orang-orang saat ini mengenalnya sebagai DNS atau Domain Name System. Fungsi dari domain sendiri adalah untuk memberikan nama alamat pada jaringan komputer. 

    Namun pada tahun 1990, ARPANET dibubarkan. Tetapi pengembangan internet masih tetap berjalan hingga sekarang. Lalu seiring berjalannya waktu tepatnya pada tahun 1993, muncul pilihan website dan internet mulai digandrungi masyarakat luas.

    Kemudian internet mulai masuk ke Indonesia dan bisa digunakan oleh masyarakat pada tahun 1994. Perusahaan pertama yang menjadi ISP komersial di Indonesia yaitu bernama IndoNet. Dengan begitu IndoNet tersebut merupakan pelopor kemunculan penyedia jasa akses internet di Indonesia.

    Manfaat Internet

    Jika sudah mengetahui tentang sejarah internet, penjelasan berikut yaitu mengenai manfaat dari pemakaiannya, antara lain:

    1. Menjadi Sumber Wawasan atau Ilmu Pengetahuan

    Untuk manfaat yang pertama dari internet ini adalah bisa menjadi sumber wawasan atau ilmu pengetahuan masyarakat. Zaman dahulu sebelum kemunculan internet, orang-orang sulit memiliki kesempatan dan akses baik yang bisa mendapatkan wawasan dan ilmu pengetahuan. 

    Namun di era internet saat ini, bisa mempermudah semua orang dan siapapun untuk mendapatkan wawasan dan ilmu pengetahuan. Seperti yang diketahui bahwa memperdalam wawasan tidak bisa hanya melalui bangku sekolah lokal. Sehingga kemunculan internet itulah menjadi jalan keluarnya. 

    2. Menjadi Sarana Komunikasi dan Relasi

    Manfaat selanjutnya adalah sebagai sarana untuk berkomunikasi dan menjalin relasi dengan siapa saja. 

    Orang-orang yang bisa diajak berkomunikasi dan menjalin hubungan tersebut tidak hanya di satu negara, namun di berbagai negara. Hal tersebut bisa terjadi karena internet memungkinkan komunikasi jarak jauh dalam hitungan detik. 

    Misalnya saja seseorang tinggal di Indonesia dan ingin melakukan video conference bersama orang India. Maka hal tersebut bisa dilakukan dan terhubung secara cepat melalui internet ke perangkat mereka. Dengan adanya internet ini membuat komunikasi dan menjalin hubungan dengan orang lain jadi lebih cepat dan lancar. 

    3. Memperluas Hubungan Pertemanan

    Sebagai makhluk sosial tentunya perlu berinteraksi dengan orang-orang dan saling bergantung satu sama lain. Maka dari itu sangat penting memperluas pertemanan dengan siapa saja. Dengan internet, menjalin pertemanan tidak hanya kepada lingkungan sekitar, tapi juga bisa dengan orang-orang di seluruh dunia.

    Apalagi sekarang sudah banyak aplikasi media sosial yang terhubung dengan internet, sehingga lebih mudah melakukannya. 

    Kemudian dalam menjalin pertemanan di media sosial dengan orang-orang yang berbeda negara bisa dilakukan secara privat. Nantinya bisa memilih siapa saja yang ingin diajak berteman. 

    Contoh aplikasi yang sering digunakan adalah Facebook, Instagram, WhatsApp, Line, dan lainnya. Tentunya aplikasi media sosial tersebut bisa digunakan siapa saja secara gratis. 

    4. Mempermudah Pelaksanaan Kegiatan Akademis

    Manfaat dari kemunculan internet ini bisa digunakan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan akademis. 

    Dalam dunia pendidikan saat ini, memakai sarana internet untuk menunjang kegiatan belajar mengajar bukan menjadi hal yang aneh lagi. Selain itu, berbagai sistem pendidikan bisa juga diurus dan diakses dimana serta kapan saja. 

    Misalnya saja pengurusan dokumen atau data-data lembaga pendidikan bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Selain itu, sistem pendidikan juga bisa diakses melalui internet seperti penyelenggaraan ujian, pendaftaran sekolah, dan bahkan recruitment pegawai. 

    5. Memelihara Keamanan Warga Negara

    Pastinya setiap warga negara ingin mendapatkan perlindungan oleh negaranya. Maka dari itu, dengan internet ini, setiap negara bisa menjaga keamanan setiap warganya. Penjagaan disini bukan seperti mengikutinya kemanapun, namun memantau melalui akses internet dengan media-media yang ada. 

    Nantinya masyarakat bisa menggunakan internet dengan media apapun, namun hal tersebut tetap dibawah pengawasan pemerintah. Tetapi pemerintah tidak akan ikut campur terhadap hal yang privasi.

    Dengan begitu pemerintah lebih memfokuskan pada aspek kemudahan akses publik, bukan ikut campur dengan kepentingan penggunanya. 

    6. Menjadi Media Hiburan Masyarakat

    Adapun manfaat lainnya yang bisa dirasakan dari pemakaian internet ini adalah menjadi media hiburan masyarakat. Dalam internet sendiri menyediakan berbagai macam hiburan dengan tingkatan usia yang berbeda. Sehingga siapa saja bisa menikmati hiburan secara digital.

    Kemudian dalam mengakses internet pun sekarang ini bisa dilakukan dimana saja menggunakan smartphone. Dengan begitu untuk mendapatkan hiburan-hiburan dari internet sangatlah mudah. 

    Namun kamu juga perlu tahu bahwa kemudahan dalam mengakses internet dan mencari hiburan di dalamnya perlu dilakukan secara bijak. 

    Banyak sekali hiburan-hiburan tertentu yang tidak layak ditonton terutama untuk anak kecil. Jadi, penggunaan internet, terutama pada anak, masih perlu pengawasan terutama dari para orang tua. 

    7. Menghasilkan Cuan

    Terdapat manfaat lainnya yang mungkin kebanyakan orang sangat menyukainya yaitu sebagai tempat menghasilkan cuan. Sekarang ini perkembangan teknologi yang terhubung dengan internet sangat memudahkan orang-orang untuk mencari penghasilan tambahan. 

    Banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk mencari penghasilan di internet. Misalnya saja, bagi yang memiliki kemampuan desain maka bisa bekerja secara freelance melalui website yang ada. Selain itu, bisa juga menjadi blogger yang nantinya bisa mendapatkan penghasilan dari iklan yang terpasang di dalam website

    Bahkan jika seseorang dari Indonesia bekerja melalui situs tertentu, tidak hanya akan mendapatkan uang rupiah tapi juga dollar. Dengan begitu peluang mencari cuan di internet terbilang sangat besar. 

    Pengaplikasiannya

    Penggunaan internet ini tentunya bisa mencangkup berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasannya.

    1. Bidang Kesehatan

    Untuk pengaplikasian yang pertama yaitu pada bidang kesehatan. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa internet dapat mempermudah aktivitas manusia. Misalnya, rumah sakit menyediakan website yang nantinya masyarakat bisa mendaftar untuk berobat secara online sehingga tidak perlu datang langsung mengambil antrean. 

    2. Bidang Pendidikan

    Selanjutnya pengaplikasian dalam bidang pendidikan. Nantinya internet tersebut biasanya digunakan sebagai sarana untuk bisa bertukar pikiran, media komunikasi, dan media pembelajaran siswa. 

    Contohnya ketika Covid-19 menyerang Indonesia, mayoritas tenaga pendidik dan siswa melakukan belajar mengajar melalui video conference.

    3. Bidang Sosial

    Dalam bidang sosial ini, penggunaan internet sangatlah penting, terutama di kehidupan sehari-hari seperti bersosial. Maka dari itu, internet yang terhubung dengan media sosial bisa digunakan berkomunikasi secara jarak jauh. Misalnya menggunakan Instagram, WhatsApp, Telegram, email, dan lainnya. 

    Dampak

    Dalam pemakaian internet ini, tentunya terdapat dampak bagi masyarakat, dari yang positif hingga negatif. 

    1. Dampak Positif

    Ada beberapa dampak positif yang bisa dirasakan penggunanya, antara lain:

    a. Mendapatkan Informasi yang Update

    Untuk dampak positif pertama adalah bisa mendapatkan informasi yang update. Seperti yang diketahui bahwa penyebaran informasi melalui internet sangatlah cepat sehingga dalam memenuhi kebutuhan informasi bisa tercukupi. 

    b. Memudahkan Komunikasi

    Selanjutnya dampak positif lainnya adalah memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi karena bisa menghubungkan orang lain di seluruh dunia. Untuk berkomunikasi dengan orang-orang di seluruh dunia tersebut bisa dengan email, chatting, video conference, dan lainnya. 

    c. Memudahkan Transaksi Bisnis

    Berikutnya adalah memudahkan transaksi bisnis. Sekarang ini berbagai kegiatan bisnis bisa dilakukan melalui internet, sehingga dalam transaksi apapun akan lebih efektif jika dilakukan secara online. Selain itu, ketika ingin mempromosikan bisnis yang ada tentunya dalam pembayaran menggunakan m-banking atau sejenisnya. 

    d. Mengenal Budaya yang Baru

    Dari adanya internet ini akan memberikan hal positif lainnya seperti bisa mengenal budaya baru di negara lain. Saat memiliki teman yang tinggal di luar negeri, tentunya bisa saling bertukar informasi mengenai kehidupan di sana seperti gaya berpakaian, bahasa, makanan khas, dan lainnya.

    e. Sarana Pembelajaran

    Berikutnya dampak positif lainnya adalah menjadi sarana pembelajaran untuk khalayak umum atau pelajar. Berbagai macam media yang terhubung dengan internet tentunya bisa digunakan untuk belajar yaitu YouTube, TikTok, blog, dan lainnya.

    2. Dampak Negatif

    Selain itu ada juga dampak negatifnya, antara lain:

    a. Penyebaran Hoax

    Dampak negatif yang pertama adalah adanya penyebaran hoax. Berita hoax atau palsu bisa dibilang sebuah informasi yang disampaikan ke khalayak namun tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Kemudahan dalam berinternet kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan berita palsu oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

    b. Hacking

    Internet sendiri bisa diakses siapa saja, sehingga setiap orang yang ingin berbuat jahat seperti hacking bisa muncul kapan saja. Kegiatan hacking ini contohnya melakukan pembobolan akun media sosial orang lain. 

    c. Cyberbullying 

    Dampak negatif selanjutnya adalah terjadinya perundungan di dunia maya atau cyberbullying. Cyberbullying bisa dibilang aktivitas menindas atau menjelekkan orang lain melalui media sosial. 

    d. Pornografi

    Salah satu dampak negatif lainnya adalah pornografi. Tentunya hal tersebut membuat para orang tua khawatir jika anaknya melihat sesuatu yang tidak pantas di internet.

    e. Kecanduan

    Untuk dampak negatif yang terakhir adalah munculnya kecanduan. Misalnya saja anak-anak yang kecanduan bermain media sosial dan bermain game online hingga lupa waktu serta sekitarnya.

    Sudah Tahu Mengenai Internet?

    Itulah beberapa informasi yang bisa disampaikan mengenai internet, mulai dari pengertian menurut beberapa ahli sampai dampak penggunaannya. Semoga penjelasan di atas bisa menambah wawasan dan pemahaman.