Category: General

  • Orang yang Menginap di Hotel Disebut Apa?

    Orang yang Menginap di Hotel Disebut Apa?

    Orang yang menginap di hotel disebut apa? Hampir semua orang mengetahui jika pelanggan yang memesan kamar untuk menginap di hotel dikenal dengan sebutan tamu hotel.

    Meski begitu, sebenarnya ada beberapa jenis tamu hotel berbeda yang banyak dikenal dalam dunia hospitality.

    Nah, untuk memahami lebih lanjut mengenai orang yang menginap di hotel disebut apa, ini penjelasan lengkap beserta jenisnya sebagai gambaran umum.

    Orang yang Menginap di Hotel Disebut Apa?

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, secara umum orang yang menginap di hotel disebut tamu hotel tanpa ada penggunaan istilah khusus tertentu.

    Di sisi lain, untuk pemilik hotel justru ada sebutan khusus yang cukup familiar di antara pelaku bisnis hospitality, yaitu hotelier.

    Hotelier bukan hanya sebutan bagi pemilik hotel tetapi juga pemilik resort dan villa dengan tanggung jawab sebagai pengatur kegiatan operasional dalam sebuah penginapan.

    Sedangkan sebutan tamu juga secara khusus mengacu pada orang yang menginap di resort dan villa, baik untuk staycation maupun keperluan perjalanan bisnis.

    Namun, sebenarnya tamu hotel sendiri masih terbagi menjadi beberapa jenis khusus yang memiliki pendekatan berbeda, mulai dari domestik tourist hingga reguler guest.

    Jenis Tamu Hotel

    Berikut ini beberapa jenis tamu hotel dengan berbagai pendekatan berbeda lengkap dengan sumber penjualannya.

    1. Domestic Tourist

    Jenis dari tamu hotel yang pertama yaitu domestic tourist yang dikelompokkan berdasar asa daerah tetapi masih berada di kawasan dalam negeri.

    Tipe tamu hotel yang satu ini umumnya memiliki tujuan menginap tertentu untuk liburan atau kegiatan khusus, baik pada akhir pekan maupun hari biasa.

    Tamu domestik biasanya akan mencari hotel dengan penawaran fasilitas yang lengkap dan pelayanan sigap tetapi harganya tetap terjangkau.

    Umumnya, sumber penjualan untuk domestic tourist melalui situs online travel agent (OTA), promo di media sosial, hingga web resmi hotel.

    2. FITs (Free Independent Travellers)

    FITs atau Free Independent Travellers merupakan salah satu jenis tamu di hotel yang memilih melakukan perencanaan aktivitas staycation tanpa melibatkan agen perjalanan.

    Biasanya, tamu FITs juga tidak terikat dalam grup karena lebih mengutamakan fleksibilitas dan kenyamanan bepergian dengan bebas.

    Jadi, tidak heran jika jenis tamu lebih suka melakukan reservasi langsung, baik via front desk maupun aplikasi mobile hotel, dan umumnya akan memesan tipe kamar room only.

    3. GITs (Group Inclusive Tours)

    Kebalikan dari FITs, jenis tamu GITs atau Group Inclusive Tours datang bersama rombongan atau suatu kelompok dengan memanfaatkan jasa agen perjalanan.

    Dengan tamu rombongan yang relatif banyak, tentunya pihak hotel harus mempersiapkan kamar dengan fasilitas memadai demi menjamin kepuasan pelanggan.

    Dalam proses pemesanan kamar, tamu GITs di hotel sering kali melakukan booking via agen dengan  paket tur kelompok atau kerja sama coorporate untuk outing maupun team building.

    Bahkan beberapa tamu jenis ini juga datang dari event atau konferensi besar yang dilakukan di hotel tersebut.

    4. SITs (Special Interest Tours)

    Selanjutnya, ada jenis tamu Special Interest Tours (SITs) yang datang dengan tujuan khusus, seperti bisnis, budaya, olahraga, atau kegiatan tertentu lainnya.

    Tamu jenis ini biasanya juga datang dalam grup atau kelompok dan membutuhkan fasilitas serta pelayanan dengan kebutuhan spesifik.

    Penjualan kamar hotel dari jenis tamu SITs umumnya datang dari asosiasi atau komunitas dengan minat tertentu hingga event atau festival khusus.

    5. CIPs (Commercially Important Persons)

    Tamu Commercially Important Persons (CIPs) merupakan tamu dari kalangan pengusaha atau investor yang memiliki nilai komersial tinggi bagi hotel.

    Biasanya, jenis tamu CIPs melakukan reservasi melalui sekretaris atau asisten pribadinya dan membutuhkan fasilitas serta layanan premium yang eksklusif.

    Hotel-hotel mewah kerap dijadikan tujuan dan umumnya sudah terjalin kerja sama korporat atau partnership melalui hubungan bisnis dan networking.

    6. SPATTs (Special Attention Guests)

    SPATTs atau Special Attention Guests  adalah jenis tamu di hotel dengan kebutuhan dan perhatian khusus, seperti tamu lanjut usia atau dalam kondisi medis tertentu.

    Pelayanan untuk tamu SPATTs menuntut pihak hotel untuk memberikan penawaran fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan personal.

    Umumnya, penjualan kamar untuk tamu SPATTs berasal dari permintaan rumah sakit untuk menjamin perawatan khusus bagi pasien.

    Selain itu, tamu SPATTs juga bisa datang dari organisasi nirlaba seperti LSM yang melakukan penanganan klien khusus.

    7. VIPs (Very Important Persons)

    Very Important Persons (VIPs) merupakan tamu dengan kebutuhan pelayanan paling eksklusif, mulai dari butler 24 jam hingga fasilitas premium.

    Umumnya jenis tamu VIPs datang dari kalangan public figure, selebriti, pimpinan perusahaan, maupun pejabat tinggi.

    Sumber penjualan kamar hotel untuk tamu VIPs biasanya melalui hubungan pribadi, rekomendasi, layanan concierge eksklusif, dan kerja sama dengan manajemen artis.

    8. Regular Guest

    Terakhir, ada regular guest atau dikenal juga dengan sebutan walking guest yang cukup sering menginap di sebuah hotel.

    Tipe tamu ini biasanya menginap tanpa melakukan reservasi dan beberapa hotel memberlakukan penawaran khusus sebagai apresiasi.

    Tidak heran jika beberapa sumber penjualannya berasal dari program loyalitas hotel, email marketing pelanggan, atau promosi khusus bagi member.

    Itulah tadi penjelasan mengenai orang yang menginap di hotel disebut apa beserta jenisnya yang sudah kami rangkum sebagai gambaran umum.

    Melalui informasi di atas, kamu akan lebih mudah mengenal istilah untuk orang yang menginap di hotel disebut apa.

    Selain itu, kamu juga bisa menemukan berbagai istilah dalam dunia perhotelan lainnya untuk memperdalam wawasan di bidang hospitality.

  • 5 Rekomendasi Water Heater untuk Hotel yang Terbaik

    5 Rekomendasi Water Heater untuk Hotel yang Terbaik

    Jika kamu membutuhkan rekomendasi water heater untuk hotel, pembahasan pada artikel kali ini mungkin akan cukup membantu sebagai pertimbangan pengambilan keputusan.

    Banyaknya variasi water heater memungkinkan pelanggan rumah tangga maupun pemilik bisnis hospitality memilih sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki.

    Berbagai pertimbangan sering kali dijadikan alasan dalam menentukan tipe water heater yang sesuai untuk dipergunakan, terutama di hotel dan apartemen.

    Nah, jika ingin memahami lebih lanjut, kamu bisa menyimak penjelasan tentang rekomendasi water heater untuk hotel dan apartemen yang terbaik berikut ini.

    Faktor yang Perlu Dipertimbangkan saat Memilih Water Heater untuk Hotel

    Sebelum membahas rekomendasi terbaik terkait tipe produk, penting bagi kamu untuk mengetahui faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih water heater untuk hotel.

    1. Kenali Kebutuhan Hotel

    Faktor utama yang penting dipertimbangkan saat memilih water heater yaitu mengenali kebutuhan hotel yang umumnya meliputi beberapa aspek.

    Pertama, tentukan terlebih dahulu kapasitas water heater yang dibutuhkan sesuai jumlah kamar hotel yang tersedia.

    Lalu, pastikan juga untuk mempertimbangkan jumlah rata-rata tamu baik saat normal maupun periode high season.

    Terakhir, pemilihan water heater harus memperhatikan tujuan kebutuhan air panas di hotel nantinya, apakah untuk mandi atau ada keperluan lain di bagian dapur dan fasilitas lainnya.

    2. Efisiensi Energi

    Selanjutnya, untuk memilih water heater yang sesuai bagi hotel maupun apartemen juga harus mempertimbangkan faktor efisiensi energi.

    Oleh karena itu, pihak pengelola hotel dan apartemen disarankan untuk memilih water heater hemat energi demi menekan biaya operasional.

    3. Jenis Sistem Pemanas

    Jenis sistem pemanas juga menjadi faktor penting untuk mempertimbangkan pemilihan water heater, terutama penggunaan di hotel.

    Mulai dari water heater listrik, gas, solar, hingga heatpump, manfaat yang didapat juga harus ditimbang dengan anggaran untuk pembelian, operasional, maupun perawatan.

    4. Persyaratan Ruang dan Instalasi

    Beberapa tipe water heater mungkin memerlukan kondisi khusus terkait pemasangan hingga pengelola hotel wajib mengetahui persyaratan ruang dan instalasi yang dibutuhkan.

    Dengan begitu, pemilihan water heater yang tepat bisa disesuaikan dengan ketersediaan media dan kemampuan hotel.

    Rekomendasi Water Heater untuk Hotel

    Sebagai pertimbangan untuk menentukan produk yang tepat, berikut ini beberapa rekomendasi water heater untuk hotel dan apartemen yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

    1. Heat Pump All In One

    Model heat pump all in one menjadi rekomendasi pertama untuk water heater hotel terbaik yang cocok untuk hotel kelas menengah atau hotel bintang 3 ke atas.

    Water heater tipe ini memiliki desain canggih di mana volume air panas selalu siap digunakan dengan cepat karena volume air panasnya terkonsentrasi di tangki bagian atas.

    Sistem kerjanya juga terbilang efisien karena tidak bergantung sinar matahari hingga cukup andal dioperasikan saat siang maupun malam hari

    2. Floor Mounted Electric Water Heater

    Bagi hotel bintang 4, floor munted electric water heater bisa menjadi pilihan yang cukup recommended dengan keandalan desain dan hemat ruang.

    Pasalnya, dalam water heater ini terdapat elemen pemanas tembaga dengan efisiensi tinggi hingga bisa memberikan pasokan air panas secara cepat.

    Selain itu, water heater model ini umumnya juga dilengkapi perlindungan suhu yang mampu memutus daya saat suhu terlalu tinggi.

    3. EHG Classic Electric Storage Water Heater

    EHG classic electric storage water heater menjadi rekomendasi yang sesuai untuk water heater di apartemen kecil dan menengah.

    Model water heater ini memiliki desain yang ringkas dan bisa menyediakan air panas secara konsisten hingga terbilang hemat biaya.

    Ketahanan terhadap oksidasi dan karbonisasi juga terjamin hingga memungkinkan bertahan dalam jangka waktu lama tanpa mengalami penurunan kinerja.

    4. Xwell Slim Electric Storage Water Heater

    Xwell slim electric storage water heater juga bisa dipilih sebagai alternatif pemanas air karena desainnya yang ramping dan kemudahan fiturnya.

    Selain itu, model water heater  ini juga mendukung pengguna yang membutuhkan sumber air panas dengan cepat dan konsisten.

    5. RCY Electric Storage Water Heater

    Selanjutnya, ada rekomendasi water heater lain yaitu RCY electric storage water heater yang cocok untuk apartemen dengan ruang terbatas.

    Fitur yang ditawarkan memiliki kinerja andal dan didukung desain ramping yang modern serta tahan terhadap korosi.

    Tangki penyimpanan air panas water heater ini juga dilapisi Blue Diamond Enamel yang akan memberikan perlindungan lebih kuat hingga tangki bisa bertahan lama.

    Demikianlah penjelasan tentang rekomendasi water heater untuk hotel dan apartemen yang terbaik yang sudah kami rangkum.

    Melalui informasi tersebut, kamu bisa segera membuat keputusan penggunaan berdasar rekomendasi water heater untuk hotel di atas.

    Selain itu, kamu juga bisa memilih fasilitas hotel terbaik lainnya sesuai kebutuhan dan budget yang dianggarkan oleh manajemen.

  • Daftar Harga Laundry di Hotel, Ternyata Murah!

    Daftar Harga Laundry di Hotel, Ternyata Murah!

    Sebagai salah satu cara hotel untuk mendapatkan tambahan pemasukan, menyediakan jasa laundry adalah hal yang lumrah. Namun, faktanya banyak tamu hotel yang tidak tahu berapa harga laundry di hotel.

    Padahal fasilitas berbayar ini cukup memudahkan para tamu yang hendak tinggal di hotel dalam waktu yang cukup lama. Selain dikerjakan oleh ahlinya, biasanya proses pencucian hingga siap dipakai kembali cukup cepat.

    Harapannya, setelah sedikit mengetahui harga laundry yang ditawarkan oleh pihak hotel, kamu tidak sungkan lagi dan khawatir untuk menggunakan jasa laundry.

    Harga Laundry di Hotel

    Sebelum lebih jauh, yang wajib kamu ketahui untuk jasa laundry di hotel sendiri tarif yang dikenakan adalah harga untuk satu lembar pakaian, alias bukan laundry kiloan.

    Di daftar berikut adalah daftar tarif yang kami sadur dari salah satu hotel bintang 4 di kota Pada Sumatera Barat.

    Kebetulan, terdapat dua metode pencucian yang digunakan, yaitu laundry biasa dan dry cleaning.

    Meski laundry di bawah adalah hotel bintang 4, namun harganya cukup terjangkau, dibanderol mulai dari Rp10.000 hingga Rp.25.000 saja.

    Daftar Harga laundry di Hotel

    Terdapat biaya tambahan jika kamu hendak menggunakan special service atau kilat. Secara detail tertera tarif untuk masing masing jenis pakaian yang bisa kamu cuci.

    Harga laundry di atas tentu bisa saja berbeda dengan hotel yang kamu tempati saat ini. Bisa jadi lebih mahal atau bisa juga lebih murah. Tergantung kecepatan, dan bintang hotelnya.

    Jadi, mulai saat ini, jangan ragu dan khawatir lagi soal berapa harga laundry di hotel. Semoga bermanfaat.

  • Stay Over di Hotel: Pengertian dan Jenisnya

    Stay Over di Hotel: Pengertian dan Jenisnya

    Istilah stay over di hotel sering kali muncul untuk menjelaskan situasi di mana tamu ingin memperpanjang durasi menginapnya.

    Berbagai alasan muncul untuk melakukan stay over hingga pihak hotel harus mempersiapkan penanganan terbaik andai kemungkinan kondisi ini muncul.

    Jika ingin mengetahui lebih lanjut, simak pembahasan tentang stay over di hotel yang meliputi pengertian, jenis, alasan, dan dampaknya berikut ini.

    Pengertian Stay Over di Hotel

    Stay over di hotel adalah istilah dalam dunia perhotelan yang menggambarkan situasi di mana tamu  hotel memutuskan untuk tinggal lebih lama dari jadwal awal yang direncanakan.

    Biasanya, tamu akan melakukan reservasi dengan menentukan tanggal check-in dan check-out sesuai kebutuhan masing-masing, baik secara online maupun offline.

    Namun, di pertengahan atau mendekati tanggal check-out, ada kemungkinan tamu ingin menambah durasi menginapnya dengan alasan tertentu.

    Kondisi ini bisa menguntungkan sekaligus berpotensi memberikan kesulitan bagi hotel jika tidak ada ketersediaan kamar atau okupansi sedang tinggi.

    Bisa dibilang permintaan stay over menjadi peluang pemasukan tambahan tetapi juga memicu kondisi tidak nyaman tamu saat harus check-out karena hotel penuh.

    Oleh karena itu, penting bagi hotel untuk mempersiapkan langkah antisipasi dalam menangani kemungkinan permintaan stay over dari tamu.

    Misalnya, mempersiapkan ketersediaan kamar kosong hingga membuat kebijakan terstruktur yang jelas terkait aturan stay over.

    Mulai dari biaya tambahan yang dikenakan dan batas maksimal masa tinggal stay over yang berlakukan untuk menghindari ketidaknyamanan tamu.

    Jenis Stay Over di Hotel

    Jenis stay over di hotel yang familier dikenal dalam dunia hospitality terbagi menjadi dua, yaitu short stay over dan long stay over.

    1. Short Stay Over

    Jenis short stay over merupakan kondisi di mana tamu yang menginap dengan menghabiskan waktu tinggal selama satu sampai tiga malam.

    Umumnya, menginap singkat di hotel dilakukan tamu saat akhir pekan atau sedang dalam perjalanan bisnis.

    2. Long Stay Over

    Sedangkan long stay over melibatkan durasi menginap selama lebih dari tiga malam dan umumnya terjadi pada periode high season maupun perjalanan bisnis jangka panjang.

    Alasan Stay Over di Hotel

    Alasan stay over di hotel cukup beragam karena sebelumnya tamu memang sudah menginap di hotel dan ingin menambah masa bermalamnya.

    Beberapa tamu dari kalangan pebisnis mengkonfirmasi permintaan stay over karena ada perubahan jadwal rencana perjalanan hingga membutuhkan waktu menginap tambahan.

    Sedangkan tamu wisatawan yang sedang menikmati liburan memiliki alasan yang lebih bervariasi saat meminta stay over.

    Misalnya, kenyamanan fasilitas dan pelayanan yang diberikan hotel membuat wisatawan ingin menikmati pengalaman ini lebih lama.

    Selain itu, potensi wisata atau festival dan perayaan khusus di sekitar hotel cukup menarik perhatian hingga tamu hotel ingin berpartisipasi.

    Dampak Stay Over di Hotel

    Ada beberapa dampak stay over di hotel yang cukup mempengaruhi hotel maupun potensi destinasi wisata di sekitarnya, antara lain sebagai berikut.

    1. Potensi Peningkatan Pendapatan Hotel

    Dampak utama stay over di hotel berupa adanya potensi peningkatan pendapatan bagi hotel dari penjualan kamar.

    Terlebih jika kamar tersebut belum terjual kembali pada tamu berikutnya, tentunya permintaan stay over ini akan meningkatkan okupansi hotel.

    Potensi kamar kosong teratasi karena tamu menambah durasi menginap dengan alasan maupun tujuan masing-masing.

    Namun, pihak hotel juga harus mempertimbangkan kebijakan batas maksimal stay over demi kenyamanan tamu lain yang juga membutuhkan akomodasi.

    2. Peningkatan Pendapatan Pariwisata

    Tidak menutup kemungkinan jika dampak stay over juga akan mempengaruhi sektor pariwisata berdasar perilaku wisatawan pada umumnya.

    Tamu yang menginap di hotel kebanyakan juga akan berburu destinasi wisata tertentu yang menarik, baik objek wisata maupun wisata kuliner yang khas.

    Walhasil, semakin lama wisatawan menginap di hotel, maka potensi peningkatan pendapatan wisata dan bisnis lokal juga akan bertambah.

    3. Tantangan Bagi Hotel

    Permintaan stay over dari tamu juga berdampak pada tantangan yang harus dihadapi hotel, terutama saat tidak memiliki kamar kosong.

    Saat okupansi hotel sedang naik, kemungkinan besar tidak ada ketersediaan kamar bagi tamu yang ingin memperpanjang masa menginapnya.

    Terlebih jika tidak didukung dengan sumber daya yang mencukupi hingga hotel harus menangani kondisi ini dalam situasi yang sibuk.

    Dampak lain yang mengikuti juga bisa berupa rasa tidak nyaman dari tamu hotel hingga akan mempengaruhi tingkat kepuasan dan pengalaman positif.

    Itulah tadi pembahasan tentang stay over di hotel yang meliputi pengertian, jenis, alasan, dan dampaknya yang kami rangkum sebagai gambaran umum.

    Berdasar informasi di atas, kamu akan semakin mudah mengenal dan memahami istilah stay over di hotel dengan lebih baik lagi.

    Selain itu, kamu juga bisa menemukan dan mempelajari berbagai istilah di dunia perhotelan lainnya untuk menambah wawasan di bidang hospitality.

  • Apa itu Hotel Melati? Pengertian dan Fasilitas yang Ada di Hotel Melati

    Apa itu Hotel Melati? Pengertian dan Fasilitas yang Ada di Hotel Melati

    Jika kamu ingin mengetahui tentang apa itu hotel melati, penjelasan berikut ini akan memudahkan pemahaman secara lebih mendetail.

    Hotel melati seringkali dijadikan alternatif tempat menginap dengan budget terbatas karena memiliki room rate yang berada di bawah tarif hotel berbintang.

    Sesuai harga yang ditawarkan, umumnya fasilitas di hotel melati juga tidak terlalu lengkap dan hanya memberikan layanan standar minimum.

    Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, artikel berikut akan membahas tentang apa itu hotel melati dan fasilitas yang ada di hotel melati.

    Apa itu Hotel Melati

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian hotel melati adalah hotel dengan tarif murah dimana biaya penginapan tergolong bisa dijangkau masyarakat ekonomi lemah.

    Namun, kini penyebutan istilah hotel melati diganti menjadi hotel nonbintang sesuai Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM.53/HM.001/MPEK/2013 tentang Standar Usaha Hotel.

    Dalam Permen tersebut ada pengklasifikasian hotel yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu hotel bintang dan hotel nonbintang.

    Hotel bintang adalah hotel yang memenuhi kriteria penilaian penggolongan kelas hotel bintang satu, dua, tiga, empat, dan bintang lima.

    Sedangkan, hotel nonbintang adalah hotel yang tidak memenuhi kriteria penilaian penggolongan kelas hotel sebagai hotel bintang satu.

    Jadi, dapat disimpulkan jika hotel melati adalah hotel nonbintang yang memiliki standar manajemen dan fasilitas yang minimal dengar harga murah.

    Siapa yang Memberi Bintang pada Hotel?

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, hotel dikategorikan menjadi hotel bintang dan hotel nonbintang.

    Lalu, siapa yang memberi bintang pada hotel? Bintang di hotel diberikan oleh lembaga independen, yaitu Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU).

    Auditor LSU diberi tugas untuk memberikan penilaian terhadap sejumlah hotel berdasar indikator pakem untuk menilai dan mengklasifikasi kelas hotel.

    Indikator tersebut mengacu pada fasilitas yang disediakan hotel yang dibuat bantuan konsultan dan ahli pariwisata.

    Namun, andai indikator yang dijadikan acuan belum terpenuhi, pihak hotel diberi waktu untuk melakukan perbaikan setidaknya dalam rentang satu bulan.

    Fasilitas yang Ada di Hotel Melati

    Mengingat status hotel melati merupakan hotel nonbintang, tidak mengherankan jika fasilitas yang disediakan juga berada di bawah hotel bintang satu.

    Fasilitas yang ada di hotel melati sendiri terbilang sangat standar, seperti tempat tidur, meja, kursi, lemari, dan televisi.

    Meski begitu, hotel melati tetap menyediakan kamar mandi dalam dengan shower atau bak mandi yang umumnya tanpa ada kelengkapan amenities.

    Jadi, peralatan sikat gigi, peralatan mandi, handuk, hingga tisu kemungkinan besar tidak akan disediakan oleh hotel melati.

    Ciri Hotel Melati

    Demi memudahkan pemahaman, penting bagi kamu untuk mengenali ciri-ciri khusus yang dari hotel melati yang hanya menyediakan fasilitas dan pelayanan paling sederhana.

    Sebagai hotel yang umumnya dikelola perorangan atau keluarga, tentu sangat wajar jika hotel nonbintang ini memiliki ciri yang berada di bawah standar hotel bintang 1.

    Berikut ini beberapa ciri hotel melati yang perlu dikenali.

    • Jumlah kamar hotel tidak banyak.
    • Memiliki luas kamar minimal 10 meter persegi.
    • Tingkat pelayanan tergolong standar.
    • Kamar hotel memiliki tempat tidur, meja, kursi, lemari, dan televisi.
    • Ada fasilitas kamar mandi di dalam kamar dengan keterbatasan atau tanpa amenities.
    • Kamar mandi hotel dilengkapi shower atau bak mandi.
    • Memiliki fasilitas umum berupa restoran dan tempat parkir.
    • Umumnya, tidak wajib menyediakan fasilitas kolam renang.
    • Menawarkan harga atau room rate yang relatif murah.
    • Jumlah kamar yang disediakan hotel melati sangatlah dikit.

    Beberapa ciri di atas dapat dijadikan standar pengenalan sebuah hotel yang masuk kategori hotel nonbintang atau umumnya disebut dengan hotel melati.

    Dengan mengenali ciri hotel melati tadi, wisatawan akan bisa mengetahui gambaran fasilitas apa saja yang akan didapat jika menginap di hotel nonbintang.

    Klasifikasi Hotel Melati

    Sebenarnya, klasifikasi hotel dibuat untuk memudahkan dalam membedakan standar fasilitas dan pelayanan yang disediakan oleh masing-masing hotel.

    Dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI sendiri telah dibuat sistem bintang bagi hotel sebagai panduan klasifikasi dimana hotel melati tidak masuk di dalamnya.

    Meski begitu, hotel melati yang kini disebut sebagai hotel nonbintang ini ternyata masih diklasifikasikan lagi menjadi tiga kelas berbeda.

    Klasifikasi hotel melati terbagi menjadi Melati I, II, dan III dimana tingkatan kelas ini dibuat berdasarkan jumlah kamar yang dimiliki oleh hotel.

    Melati I memiliki minimal 5 kamar, Melati II 10 kamar, dan Melati III dengan 15 kamar yang tersedia untuk tamu.

    Terkait fasilitas di dalam hotel melati, biasanya hanya ada fasilitas dasar yang meliputi AC atau kipas angin, kamar mandi, dan meja resepsionis.

    Namun, bukan berarti hotel melati tidak memberikan kenyamanan sebab cukup banyak juga hotel berstatus nonbintang semacam ini tergolong terawat dan bersih.

    Itulah tadi pembahasan tentang apa itu hotel melati, mulai dari pengertian hotel melati dan fasilitas yang ada di hotel melati.

    Dengan informasi tadi, dapat disimpulkan jika hotel melati merupakan hotel murah dengan fasilitas standar yang diberikan kepada tamu.

    Meski fasilitasnya tidak selengkap hotel berbintang dengan kamar yang sedikit dan terbatas, tetapi hotel melati tetap menawarkan kenyamanan di kelasnya.

  • Pengertian Store Request di Hotel dan Prosedurnya

    Pengertian Store Request di Hotel dan Prosedurnya

    Istilah store request di hotel banyak diterapkan dalam manajemen bisnis hospitality saat staf dari departemen terkait membutuhkan barang tertentu.

    Sistem ini dipergunakan saat ada kebutuhan permintaan barang ke gudang Purchasing dengan cara membuat daftar permintaan.

    Sebagai gambaran umum, berikut ini pembahasan tentang pengertian store request di hotel dan prosedurnya untuk memudahkan pemahaman.

    Pengertian Store Request di Hotel

    Store request di hotel adalah sistem yang berlaku di hotel untuk melakukan permintaan barang dari gudang hotel oleh staf dari tiap departemen.

    Proses permintaan barang dari store atau gudang Departemen Purchasing ini mencakup tahapan-tahapan yang berurutan.

    Mulai dari membuat daftar permintaan dan mendapat persetujuan manajer hingga akhirnya melakukan pengambilan barang sesuai kebutuhan yang sudah diajukan.

    Dalam prosesnya, departemen terkait yang meminta barang tertentu harus mengisi form Store Request (SR) sebanyak dua lembar untuk diserahkan kepada Storekeeper.

    Sebagai informasi tambahan, Storekeeper merupakan petugas yang akan melakukan pengelolaan lebih lanjut untuk semua barang kebutuhan operasional hotel.

    Nantinya, satu lembar SR asli akan disimpan Cost Control sebagai arsip dan lembar copy lainnya untuk admin Purchasing atau departemen yang mengajukan permintaan.

    Jenis Barang yang Disimpan di Store Hotel

    Ada beberapa jenis barang yang disimpan di store hotel yang disesuaikan dengan tipe dan karakter barang tersebut, yaitu dry store dan cold store.

    1. Dry Store Hotel

    Dry store hotel adalah gudang penyimpanan barang di hotel yang khusus diperuntukkan bagi bahan makanan kering maupun barang dalam kemasan.

    Biasanya, barang yang disimpan di dry storage tidak memerlukan pengaturan suhu dan kelembapan khusus. 

    Meski begitu, umunya suhu ideal dry storage antara 18° sampai 38° C untuk menjaga barang-barang yang disimpan tetap bersih, aman, dan terhindar dari serangan serangga maupun hama.

    Barang-barang yang disimpan di dry storage antara lain supplies product, chemical product, printing product, dry food, hingga enginering product.

    2. Cold Store Hotel

    Sedangkan cold store hotel merupakan gudang penyimpanan barang untuk bahan makanan yang mudah rusak hingga membutuhkan pengaturan suhu khusus.

    Bahkan setiap bahan yang disimpan harus diletakkan dalam rak terpisah untuk meminimalkan kontaminasi agar tidak rusak.

    Sistem penyimpanannya sendiri masih terbagi lagi dalam dua area, yaitu chiller storage dan freezer storage.

    Chiller storage berupa ruang penyimpanan bahan makanan dengan suhu -1° C sampai -7° C untuk telur, mentega, daging, dan susu.

    Sedangkan freezer storage dengan pengaturan suhu penyimpanan mencapai -18° C atau lebih rendah digunakan untuk produk frozen food, berbagai jenis daging, hingga es krim.

    Prosedur Store Request di Hotel

    Saat mengajukan permintaan barang dari gudang hotel, ada beberapa prosedur store request di hotel yang harus diikuti melalui tahapan langkah berikut ini.

    1. Membuat Daftar Permintaan

    Langkah pertama dalam prosedur store request hotel dilakukan dengan membuat daftar permintaan barang dengan mengisi form SR.

    Pengisian form permintaan kebutuhan barang ini juga dikenal dengan istilah Purchase Request (PR) untuk kemudian diserahkan kepada Purcasing staff.

    PR yang dibuat oleh staf departemen terkait akan dipakai sebagai dokumen pendukung saat membuat Purchase Order kepada supplier atau vendor.

    2. Mendapatkan Persetujuan Manajer

    Dalam mengajukan permintaan barang ke gudang oleh departemen terkait yang membutuhkan harus melalui persetujuan manajer.

    Pasalnya, tidak ada barang yang boleh dikeluarkan dari store hotel tanpa SR dan PR yang sudah ditandatangani manajer.

    3. Mengeluarkan Barang

    Setelah mendapat persetujuan manager, tahapan selanjutnya dalam proses store request di hotel yaitu mengeluarkan barang dari gudang.

    Namun, barang yang dikeluarkan harus sesuai permintaan yang diisi dalam form SR atau PR agar stok riil sesuai dengan pembukuan gudang.

    4. Mengambil Barang

    Langkah store request di hotel selanjutnya akan melalui tahapan mengambil barang oleh staf departemen terkait yang melakukan permintaan.

    Dalam prosedurnya, pengambilan barang sesuai form SR harus ditemani oleh manajer, penyelia, atau petugas keamanan.

    Bahkan orang yang memasuki area penyimpanan dan alasannya harus dicatat karena setiap form permintaan resmi harus ditinggalkan di meja manajer gudang

    5. Menulis di Kartu Stok

    Setelah itu, petugas gudang atau Storekeeper akan mencatat pengelolaan barang di dalam gudang dengan menulis pengeluaran di kartu stok.

    Hal ini penting dilakukan untuk penyesuaian stok barang di gudang dengan catatan stok di departemen Purchasing.

    Demikianlah pembahasan tentang pengertian store request di hotel dan prosedurnya yang sudah kami rangkum sebagai gambaran umum.

    Melalui informasi di atas, kamu akan lebih mudah memahami apa itu store request di hotel dan menjalankan prosedurnya dengan baik.

  • Apa itu Vacant di Hotel? Pengertian dan Jenisnya

    Apa itu Vacant di Hotel? Pengertian dan Jenisnya

    Untuk memahami apa itu vacant di hotel, kamu bisa menyimak pembahasan dalam artikel berikut ini.

    Istilah vacant dalam bisnis perhotelan sendiri mengacu pada status kamar hotel yang siap ditempati oleh calon tamu.

    Sebagai gambaran umum, berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai Vacant di hotel yang meliputi pengertian, jenis, serta perbedaan dengan Occupied dan Out of Order.

    Apa Itu Vacant di Hotel?

    Vacant di hotel adalah status kamar hotel yang berada dalam kondisi kosong dan siap untuk ditempati oleh tamu berikutnya.

    Kamar ini mendapat status vacant setelah dibersihkan oleh petugas Housekeeping dan sudah diperiksa oleh floor supervisor hingga layak dihuni tamu.

    Biasanya, kamar siap huni di hotel akan diberi kode “V” untuk memudahkan penawaran kamar untuk dijual kepada calon tamu yang melakukan reservasi.

    Pemberian kode ini juga memudahkan pengelolaan di Channel Manager, terlebih jika hotel bekerja sama dengan pihak ketiga untuk penjualan kamarnya.

    Jenis Vacant di Hotel

    Jenis vacant di hotel terbagi lagi dalam tiga status, yaitu Vacant Ready, Vacant Clean dan Vacant Dirty. Berikut penjelasan masing-masing status vacant hotel.

    1. Vacant Ready

    Vacant Ready atau Vacant Clean Inspected adalah status kamar kosong yang sudah dibersihkan tim Housekeeping dan sudah diperiksa oleh supervisor.

    Artinya, status kamar ini sudah siap huni untuk bisa kembali dijual kepada calon tamu lainnya yang ingin melakukan reservasi, baik online maupun offline.

    2. Vacant Clean

    Jenis status kamar vacant berikutnya yaitu Vacant Clean di mana kamar kosong sudah dibersihkan tetapi belum melewati pemeriksaan dari floor supervisor.

    Jadi, meski sudah kosong dan dalam kondisi bersih, tetapi kamar Vacant Clean belum bisa dijual kepada tamu lainnya.

    3. Vacant Dirty

    Selanjutnya, status Vacant Dirty yang merupakan kode untuk kamar kosong yang sudah ditinggalkan tamu sebelumnya tetapi masih dalam keadaan kotor.

    Agar siap dihuni kembali, pihak hotel harus melakukan pembersihan kamar oleh tim Housekeeping terlebih dahulu lalu diperiksa oleh supervisor.

    Perbedaan Status Vacant dengan Occupied dan Out of Order

    Dalam pemberian status kamar hotel, ada perbedaan status Vacant dengan Occupied dan Out of Order yang cukup signifikan.

    Jika sudah dijelaskan sebelumnya untuk status kamar Vacant untuk kamar yang dalam kondisi kosong dan siap huni kembali, maka berbeda dengan Occupied dan Out of Order.

    Status Occupied justru menunjukkan jika kamar hotel masih ditempati atau digunakan oleh tamu dan hotel harus memastikan semua fasilitas berfungsi dengan baik.

    Sedangkan status Out of Order menunjukkan jika kamar dalam kondisi tidak dapat digunakan atau tidak boleh dijual.

    Biasanya, status ini muncul saat sebuah kamar mengalami kerusakan hingga membutuhkan renovasi yang akan memakan waktu.

    Sayangnya, status Out of Order berdampak pada room availability di mana total kamar yang tersedia untuk dijual kepada tamu akan berkurang.

    Istilah Lain untuk Status Kamar Hotel

    Selain Vacant, Occupied, dan Out of Order, ada beberapa istilah lain untuk status kamar hotel yang penting diketahui, antara lain sebagai berikut.

    • Don’t Disturb (DD): status kamar di mana tamu yang menghuni tidak ingin diganggu dengan alasan privasi, kecuali untuk keadaan darurat.
    • Double Locked (DL): status kamar yang dikunci double bagi tamu VIP dan hanya bisa dibuka dengan master key milik floor supervisor.
    • Check In (CI): status kamar di mana tamu yang memesan sudah tiba dan siap untuk menginap.
    • Check Out (CO): status kamar yang baru saja ditinggalkan tamu sebelumnya dan harus dibersihkan tim Housekeeping agar segera siap huni.
    • Occupied No Luggage (ONL): status kamar  berpenghuni yang mana tamu tidak membawa bagasi.
    • Sleep Out (SO): status untuk kamar di mana tamu yang menyewa tidur di luar hotel.
    • House Used (HU): status kamar yang digunakan oleh manajemen hotel untuk keperluan internal perusahaan dan tidak dikenakan biaya apa pun.
    • Expected Arrival (EA): status untuk kamar yang sudah dipesan dan tamu akan segera tiba di hotel.
    • Expected Departure (ED): status untuk kamar yang penghuninya akan segera check-out dan tim Housekeeping sudah bersiap membersihkan kamar.
    • Complimentary: kode status untuk kamar yang sudah direservasi atau dipersiapkan untuk tamu tetapi tidak dikenakan biaya sewa alias gratis.
    • Service Refused (SR): status kamar yang seharusnya diberikan layanan pembersihan kamar oleh tim Houskeeping, tetapi ditolak oleh tamu dengan alasan privasi.

    Demikianlah penjelasan lebih lanjut mengenai Vacant di hotel yang meliputi pengertian, jenis, serta perbedaan dengan Occupied dan Out of Order yang sudah kami rangkum.

    Berdasar informasi apa itu vacant di hotel tersebut, kamu akan memiliki gambaran umum terkait status kamar hotel.

    Selain itu, kamu juga bisa menemukan dan mempelajari berbagai istilah dalam dunia perhotelan lainnya, terlebih jika ingin terjun di bisnis hospitality.

  • 20 Nama Petugas di Hotel Beserta Tugasnya

    20 Nama Petugas di Hotel Beserta Tugasnya

    Ada berbagai macam nama petugas di hotel beserta tugasnya yang perlu diketahui jika ingin berkarir dalam industri hospitality, berikut informasinya.

    Mengingat industri hospitality adalah salah satu sektor yang mempekerjakan banyak orang yang biasa disebut dengan istilah petugas hotel.

    Petugas hotel memiliki berbagai nama, tergantung dari tugas dan tanggung jawabnya. Ada petugas yang bekerja di pelayanan tamu, pembersihan dan pemeliharan, serta bidang administrasi.

    Jika kamu lulusan perhotelan dan tertarik berkarier di industri perhotelan, simak informasi mengenai nama-nama petugas hotel dan tugasnya.

    Nama Petugas di Hotel dan Tugasnya

    Berikut ini adalah nama petugas di hotel beserta tugasnya yang perlu diketahui:

    1. Resepsionis

    Resepsionis adalah salah satu nama petugas di hotel yang tugas utamanya menyapa, melayani, dan memberikan informasi kepada pengunjung.

    Petugas yang bekerja dibagian resepsionis berada di garis terdepan dalam memberikan pelayanan kepada tamu. Mereka adalah orang pertama yang ditemui oleh tamu ketika ingin memesan kamar dan menggunakan fasilitas hotel.

    Tugas resepsionis hotel:

    • Menyambut dan menerima tamu
    • Melayani proses check-in dan check-out
    • Menangani keluhan dan masalah tamu
    • Pelayanan telepon dan komunikasi
    • Penyediaan layanan tambahan
    • Menjaga data tamu

    2. Room Attendant

    Room Attendant adalah petugas hotel yang ditugaskan untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan kamar tamu hotel sesuai dengan SOP.

    Baik buruknya kualitas kebersihan kamar hotel bergantung dari pelayanan dari room attendant atau petugas kamar.

    Tugas room attendant hotel:

    • Menyapa tamu hotel
    • Merapikan dan membersihkan kamar hotel
    • Mengganti seprai dan handuk
    • Melaporkan status kekosongan kamar
    • Melaporkan masalah teknis dan kebutuhan pemeliharaan

    3. Bell Boy

    Bellboy adalah petugas hotel yang bertugas membantu membawa barang bawaan tamu dari lobby hingga kamar, atau dari kamar ke lobby.

    Tugas bellboy hotel:

    • Membantu tamu saat check-in dan check-out
    • Memberikan informasi mengenai fasilitas hotel, tempat wisata, dan restoran disekitar hotel
    • Membantu membawa barang bawaan tamu dari lobby ke kamar
    • Melayani penjemputan atau pengantaran tamu jika diperlukan

    4. Porter

    Porter adalah petugas yang ditugaskan untuk menyambut, membawa barang bawaan, dan memberikan informasi kepada tamu hotel.

    Tugas porter hotel:

    • Menyambut tamu dengan ramah
    • Membawa barang bawaan tamu ke dan dari kamar
    • Memberikan petunjuk ke arah tempat wisata dan restoran
    • Melayani jika ada permintaan khusus tamu

    5. Concierge

    Concierge adalah petugas yang melayani tamu dengan berbagai kebutuhan, dari yang sederhana hingga kompleks.

    Tugas concierge hotel:

    • Membantu membawa barang bawaan tamu ke kamar
    • Menangani reservasi saat melakukan check in
    • Mengatur transportasi ke lokasi tujuan seperti tempat wisata dan restoran
    • Menangani permintaan khusus tamu
    • Menangani keluhan tamu ketika mengalami masalah atau kesulitasn didalam hotel

    6. Housekeeper

    Housekeeper bertugas dan bertanggung jawab atas kualitas pelayanan kamar dan berbagai fasilitas hotel lainnya.

    Tugas housekeeper:

    • Membersihkan kamar tamu, termasuk kamar tidur dan kamar mandi
    • Mengisi persediaan seperti kantong sampah, kulkas mini, dan camilan
    • Membersihkan area umum seperti Lorong atau pintu masuk
    • Memantau maintenance ruangan
    • Menjaga kondisi peralatan kerja
    • Membantu tamu jika ada yang membutuhkan

    7. Manajer Hotel

    Manajer hotel memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan dan operasional hotel. Istilah lain dari manajer hotel adalah General Manager.

    Tugas manajer hotel:

    • Mengelola staf hotel, pemasaran dan penjualan, pendapatan dan anggaran
    • Menjamin kepuasan dan pelayanan tamu
    • Memastikan setiap departemen berkontribusi pada kelancaran pengalaman tamu

    8. Asisten Manajer Hotel

    Asisten Manajer hotel berada dibawah naungan general manajer, dimana tugasnya adalah membantu manajer agar pengelolaan hotel dapat berjalan dengan baik.

    Tugas asisten manajer hotel:

    • Mengatur dan mengorganisir operasional manajemen hotel
    • Mengawasi anggota tim dalam menjalani tugas sehari-hari
    • Menjadi penghubung antara manajer dengan anggota tim hingga tamu
    • Membantu manajer mengawasi pola pengeluaran dan anggaran tim
    • Membuat laporan yang akan di serahkan dan dikomunikasikan kepada general manager

    9. Food & Beverage Manager

    Food & Beverage Manager adalah petugas hotel yang bertanggung jawab atas pengelolaan operasional dan keuangan departemen makanan dan minuman di hotel.

    Tugas Food & Beverage Manager:

    • Memperkirakan, merencanakan, dan mengendalikan pemesanan makanan dan minuman
    • Mengelola keuangan yang terkait dengan pembelian makanan dan minuman
    • Membawahi semua outlet manager
    • Menjamin keuntungan dalam keseluruhan bisnis di departemennya

    10. Sales dan Marketing

    Di industri perhotelan juga ada petugas yang bekerja sebagai sales dan marketing. Petugas ini bertanggung jawab atas penjualan dan pemasaran produk dan layanan hotel.

    Tugas Sales dan Marketing hotel:

    • Melakukan komunikasi dengan klien hotel
    • Menawarkan kerja sama dan promosi kepada klien
    • Menyusun paket penawaran fasilitas hotel
    • Membuat strategi pemasaran produk
    • Mendesain materi pemasaran, seperti brosur, poster, iklan, dan konten visual lainnya
    • Mengembangkan identitas merek hotel

    11. Chef

    Chef di hotel bertugas dan memiliki tanggung jawab atas persiapan, penyajian, dan kualitas makanan yang disajikan kepada tamu hotel. Seseorang yang menjadi chef hotel terlibat dalam perencanaan tamu, pengelolaan dapur, hingga pelatihan staf dapur.

    Tugas chef hotel:

    • Menyusun menu
    • Membuat standar resep dan food cost
    • Memesan bahan baku
    • Mengelola dapur
    • Memimpin staf dapur
    • Mengawasi jalannya operasional dapur

    12. Manajer Restoran

    Manajer restoran memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap aspek operasional dan keuangan restoran.

    Tugas manajer restoran hotel:

    • Mengelola operaisonal harian seperti mengelola persediaan makanan dan penyusunan anggaran
    • Menjamin kualitas layanan dan kepuasan pelanggan
    • Berkolaborasi dengan koki dan staf dapur untuk menyusun menu yang menarik
    • Mengelola staf restoran mulai dari rekruitmen, pelatihan, hingga evaluasi kinerja

    13. Manajer Keuangan

    Manajer keuangan adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan hotel, termasuk pembukuan, penganggaran, hingga pelaporan keuangan.

    Tugas manajer keuangan hotel:

    • Menyusun anggaran
    • Mengelola pemasukan dan pengeluaran
    • Mengatur arus kas
    • Menganalisis data keuangan
    • Memberikan laporan keuangan
    • Menyelesaikan masalah keuangan

    14. Petugas Keamanan

    Petugas keamanan hotel bertanggung jawab untuk menjaga keamanan hotel, karyawan dan tamu.

    Tugas:

    • Mengawasi tamu yang masuk ke hotel
    • Menangkap pencuri
    • Menengahkan masalah tamu dengan pihak hotel
    • Melaporkan transaksi mencurigakan
    • Mengarahkan orang-orang untuk melakukan evakuasi saat terjadi bencana
    • Berkoordinasi dengan resepsionis
    • Berkomunikasi dengan tamu dan karyawan dengan baik

    15. Maintenance Staff

    Maintenance Staff adalah petugas yang bertanggung jawab untuk memastikan seluruh fasilitas hotel dapat berfungsi dengan baik.

    Tugas:

    • Memeriksa dan memperbaiki fasilitas hotel, seperti lift, perlengkapan listrik, lampu, AC, telepon, pompa air, dan genset
    • Mengawasi perawatan fasilitas umum, seperti kolam renang, gym, dan ruang pertemuan
    • Merespons situasi darurat yang melibatkan kerusakan atau kegagalan peralatan
    • Memantau pengeluaran dan mengendalikan anggaran untuk pemeliharaan

    16. Purchasing

    Purchasing adalah petugas yang bertanggung jawab untuk mencari dan memesan barang atau jasa yang dibutuhkan hotel.

    Tugas:

    • Memeriksa permintaan pembelian barang dari departemen hotel
    • Memilih supplier dan harga terbaik
    • Membuat purchase order
    • Melaksanakan pembelian barang
    • Melakukan market survey secara berkala
    • Membuat summary purchase bulanan

    17. Waiter/Waitress

    Waiter atau Waitress adalah seseorang yang bekerja di sebuah restoran hotel yang bertanggung jawab untuk melayani kebutuhan pengunjung.

    Tugas:

    • Menyambut tamu
    • Menawarkan dan mengantarkan tamu ke meja makan
    • Mencatat menu pesanan
    • Memberikan rekomendasi makanan
    • Menyajikan makanan dan minuman
    • Menyiapkan dan membersihkan peralatan makan dan minum
    • Menata meja restoran
    • Memastikan makanan dan minuman yang dipesan telah disiapkan
    • Mengantarkan pesanan ke meja tamu
    • Menangani pembayaran

    18. Front Desk Supervisor

    Front Desk Supervisor bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendukung tim front office, serta memastikan kelancaran operasional di bagian front office.

    Tugas:

    • Memberikan arahan kepada staf front office
    • Mengatur jadwal staf front desk
    • Menangani keluhan tamu yang tidak bisa diatasi oleh Front Desk Agent
    • Memberi persetujuan transaksi paid out tamu untuk jumlah tertentu
    • Memberi persetujuan penggunaan housebank oleh Front Desk Agent
    • Membantu menyelesaikan pertanyaan atau masalah tamu

    19. Housekeeping Supervisor

    Housekeeping Supervisor adalah petugas hotel yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengawasi kebersihan dan pemeliharaan hotel.

    Tugas:

    • Mengawasi kebersihan
    • Mengelola staf
    • Manajemen inventaris
    • Mengawasi pemeliharaan
    • Memastikan pelayanan dan kepuasan tamu

    20. Event Planner

    Event Planner adalah petugas hotel yang memiliki tanggung jawab untuk merencanakan, mengorganisir, dan melaksanakan acara di hotel.

    Tugas:

    • Menyusun rencana acara dan memastikannya sesuai dengan tujuan
    • Memilih lokasi dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan acara
    • Membuat anggaran
    • Memilih vendor dan supplier
    • Merancang susunan acara
    • Memantau penyelenggaraan acara
    • Mengatasi masalah yang mungkin timbul

    Itulah beberapa nama petugas di hotel beserta tugasnya yang perlu diketahui jika ingin berkarir di industri perhotelan.

  • Kepala Hotel Disebut Apa? Ini Penjelasannya

    Kepala Hotel Disebut Apa? Ini Penjelasannya

    Jika ingin mengetahui kepala hotel disebut apa, pastikan untuk mencari tahu melalui pembahasan dalam artikel berikut ini.

    Dalam sebuah hotel menengah maupun mewah, biasanya ada struktur jabatan yang dikelompokkan sesuai divisi atau departemen yang mengelola operasional hotel.

    Bukan hanya karyawan yang bertugas langsung menangani pelayanan di hotel, ada juga jabatan kepala hotel yang bertanggung jawab mengelola manajemen.

    Nah, sebagai gambaran umum untuk mengenal kepala hotel disebut apa, ini penjelasannya beserta jabatan penting lain di hotel besar yang wajib diketahui.

    Kepala Hotel Disebut Apa?

    Dalam bisnis hospitality, kepala hotel disebut sebagai manajer dan dalam struktur organisasi menempati posisi tertinggi yang dikenal dengan sebutan General Manager.

    General Manager hotel bertanggung jawab penuh atas seluruh aktivitas operasional hotel dalam hal penyelenggaraan tugas kepemimpinan.

    Mulai dari perencanaan tujuan strategis hotel, pengawasan staf, menjaga efektivitas kerja hingga pelaksanaan evaluasi pelayanan hotel secara berkala.

    Umumnya, jabatan sebagai manajer sendiri dimiliki oleh semua hotel, baik hotel kecil maupun besar dengan kompleksitas tugas yang menyesuaikan.

    Tugas dan Tanggung Jawab General Manager Hotel

    Ada beberapa tugas dan tanggung jawab General Manager hotel yang umumnya berkaitan dengan kepemimpinan operasional hotel secara menyeluruh, berikut di antaranya.

    1. Membuat Keputusan Strategis dan Kebijakan Hotel

    Seorang GM hotel memiliki tugas utama yang berkaitan dengan membuat keputusan strategis dan kebijakan di hotel untuk diberlakukan dan ditaati.

    Beberapa keputusan terkait langkah pemasaran hingga memastikan pelayanan hotel terbaik demi kepuasan tamu menjadi tanggung jawab GM hotel.

    Untuk mendukung tugas-tugas tersebut, seorang General Manager juga harus bisa berkoordinasi dengan setiap kepala departemen demi memastikan pencapaian tujuan.

    2. Mengawasi Pencapaian Tujuan Strategis

    Tugas mengawasi pencapaian tujuan strategis juga menjadi tanggung jawab GM hotel dengan memberikan persetujuan pengajuan anggaran dan langkah promosi pemasaran.

    Hal ini cukup krusial mengingat GM harus memastikan operasional setiap properti hotel  bisa mendatangkan profit.

    3. Melakukan Pengawasan Performa Kerja Staf

    Tanggung jawab GM hotel lainnya berupa pengawasan performa kerja staf termasuk pelatihan dan pengembangan sumber daya di hotel.

    Peran ini menjadi penting karena aktivitas operasional hotel berkaitan dengan pelayanan demi menjaga kepuasan pelanggan, dalam hal ini tamu yang menginap.

    Semakin baik kualitas performa kerja staf di hotel, maka akan semakin besar pula kemungkinan keberhasilan tujuan operasional hotel.

    4. Membantu Penyelesaian Masalah

    Di lapangan, penyelesaian masalah di hotel sering kali menjadi tugas praktis kepala departemen terkait, terutama hal-hal terkait keluhan tamu hingga masalah reservasi.

    Namun, jika kepala departemen tidak mampu mencapai resolusi, GM harus turun tangan menyelesaikan masalah demi kelancaran operasional hotel.

    Hanya saja, secara umum tugas GM hotel memang lebih terikat pada pengawasan masalah yang lebih krusial untuk memastikan efektivitas kinerja staf dan kepuasan tamu.

    Jabatan Penting Lain di Hotel Besar

    Selain kepala hotel, ada beberapa jabatan penting lain di hotel besar yang penting untuk diketahui, yaitu sebagai berikut.

    1. Assistant General Manager

    Jabatan penting lain di hotel yaitu Assistant General Manager yang secara struktur organisasi berada tepat di bawah General Manager.

    Dalam pelaksanaan operasional hotel, seorang Assistant GM memiliki tugas untuk membantu peran General Manager.

    Mulai dari mengawasi, mengorganisir, hingga mengelola operasional manajemen hotel untuk dipertanggungjawabkan kepada GM hotel.

    2. Marketing & Sales Manager

    Marketing & Sales Manager menjadi jabatan lain dalam tim manajemen hotel yang bertugas merencanakan langkah pemasaran.

    Peran ini juga tidak kalah penting agar setiap strategi pemasaran  berjalan baik dan mampu menarik tamu serta bersaing dengan kompetitor.

    Beberapa tanggung jawab yang dikelola meliputi mengatur rencana penjualan dan pemasaran berupa promosi harga kamar serta pemasaran produk hotel lainnya.

    3. Room Division Manager

    Room Division Manajer dalam struktur organisasi hotel menjadi jabatan yang memegang tanggung jawab dalam menyiapkan kamar bagi tamu hotel.

    Secara lebih mendetail, departemen ini terbagi menjadi divisi Front Office dan Housekeeping dengan tugas yang saling berkaitan.

    Divisi Front Office bertugas dalam pengelolaan booking kamar, menerima tamu, sampai pelayanan check-in dan check-out agar berjalan lancar.

    Di sisi lain, Divisi Housekeeping akan menjamin penanganan persiapan kamar agar bersih, nyaman, dan layak dijual.

    4. Food & Beverage Manager

    Food & Beverage Manager di hotel merupakan jabatan yang bertanggung jawab dalam pengawasan dan kontrol makanan serta hidangan lain yang disajikan kepada tamu hotel.

    Dalam praktiknya, F&B Manager akan mengatur perencanaan menu hingga mengontrol biaya  menu dan termasuk keamanan pangan.

    5. Human Resources Manager

    Human Resources Departement (HRD) menjadi divisi yang cukup penting hingga kepemimpinan manajer juga harus efektif.

    HRD Manager hotel bertugas mengelola sumber daya hotel, termasuk sistem penggajian, perencanaan pelatihan serta pemeriksaan grooming dan standar pakaian.

    Nantinya, seorang HRM akan memastikan sumber daya manusia yang dipekerjakan memiliki kompetensi mumpuni demi kinerja terbaik yang menunjang kelancaran operasional hotel.

    6. Finance Manager

    Jabatan sebagai Finance Manager di hotel memiliki tugas di bidang accounting dan finance untuk mengatur keuangan hotel agar berjalan lancar.

    Mulai dari pemasukan, pengeluaran, dan perincian biaya lainnya harus tercatat dengan detail menggunakan software untuk mempermudah kinerja.

    7. Security Manager

    Dalam hal pengamanan hotel, jabatan sebagai Security Manager memegang tanggung jawab keamanan hotel secara keseluruhan.

    Staf dalam divisi security bertugas di ruang lingkup pengamanan yang meliputi karyawan, tamu, hingga aset hotel demi menciptakan kondisi aman dan nyaman.

    Demikianlah penjelasan untuk mengenal kepala hotel disebut apa beserta jabatan penting lain di hotel besar yang kami rangkum sebagai gambaran umum.

    Setelah mengetahui kepala hotel disebut apa, kamu akan mampu memastikan peran dan tugas-tugas serta departemen terkait yang bersinggungan.