Category: Doa & Dzikir

  • Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah: Arab Latin dan Artinya

    Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah: Arab Latin dan Artinya

    Tahun baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharram. Umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan amalan-amalan sunnah pada momen tersebut, salah satunya dengan membaca doa awal Tahun Hijriyah.

    Doa ini merupakan bentuk harapan dari seorang muslim agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, rezeki, perlindungan, keselamatan derta husnul khatimah.

    Adapun berikut ini doa awal tahun hijriyah lengkap dengan keutamaanya.

    Dalil Mengenai Anjuran Membaca Doa Akhir dan Doa Awal Tahun Hijriyah

    Terdapat dalil yang menyebutkan bahwa umat muslim dianjurkan untuk melakukan amalan sunnah yakni membaca doa akhir dan awal tahun hijriyah sebagaimana ajaran Nabi Muhammad SAW. Dalam QS. Al Ghafir ayat 60 yang berbunyi:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ

    Wa qāla rabbukumud’ụnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna ‘an ‘ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn

    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60).

    Baca juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

    Inilah dalil-dalil tentang doa awal dan akhir tahun. Namun perlu diingat bahwa jumhur ulama tidak pernah menganjurkan adanya ibadah khusus, apa pun bentuknya di tahun baru hijriyah. Bacaan doa ini hanya sebagai amalan sunnah yang boleh dikerjakan karena memiliki beberapa manfaat bagi umat Muslim.

    Bacaan Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriyah

    Saat datang hari 1 Muharram, umat muslim tidak hanya dianjurkan untuk membaca doa awal tahun hijriyah, melainkan juga doa akhir tahun. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam QS. Ghafir ayat 60 yang berbunyi sebagai berikut:

    Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Ghafir: 60).

    Dengan mengamalkan doa awal maupun akhir tahun, harapannya adalah mendapatkan ampunan hingga keberkahan. Oleh sebab itu, akan sayang sekali jika menyambut 1 Muharram dengan melewatkan doa-doa tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut penjabarannya.

    1. Doa Akhir Tahun Hijriyah

    Doa Akhir Tahun Hijriyah

    Adapun bacaan doa akhir tahun hijriyah yang tertuang pada kitab Maslakul Akhyar adalah sebagai berikut.

    اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

    Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da’autanî ilat taubati min ba’di jarâ’atî ‘alâ ma’shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa’attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha’ rajâ’î minka yâ karîm.

    Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.”

    Selain pada kitab Maslakul Akhyar. Ada pula doa mustajab yang bisa diamalkan ketika menutup akhir tahun Islam. Salah satunya terdapat di dalam kitab Al Jami Al Kabir.

    اَللّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهَذَاعَامٌ جَدْيُدٌ قَدْ أَقْبَل. أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مَنَ الشْيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وِالْعَوْنَ عَلَى هَذه النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّي اللهُ عَلَي سَيّدِنَا مُحَمّدً وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّم

    Allahumma anta al abadiyyul qadīm al awwal, wa ‘alā fadhlika al-‘azhīmi wujūdika al-mu’awwal. Wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbala. Nas’alukal ‘ishmata fīhi min asy-syaithāni wa auliyāihī wa junūdihī. Wal’auna ‘alā hādzhi al nafsil amāarati bis syūi, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfa. Yā dzal jalāli wal-ikrām, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ‘ālihi wa shahbihī wa sallam

    Artinya; “Ya Allah, Engkau adalah Yang Abadi, Yang Pertama, Yang Maha Awal. Aku mengharapkan limpahan karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang layak digantungkan harapannya. Tahun baru telah tiba.”

    “Aku memohon kepada-Mu perlindungan dari setan dan pengikut-pengikutnya, serta pertolongan atas diri yang cenderung kepada keburukan. Aku berusaha untuk mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Yang Maha Agung dan Maha Pemurah. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, serta keluarga dan sahabat-sahabatnya. Amin.”

    Baca juga: Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

    2. Doa Awal Tahun Hijriyah

    Doa Awal Tahun Hijriyah

    Berikut bacaan doa awal tahun hijriyah:

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

    Allahumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.

    Artinya, “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

    Waktu Melafalkan Doa Awal dan Akhir Tahun Hijr iyah

    Untuk mencapai keberkahan yang sempurna, membaca doa akhir dan doa awal tahun hijriyah tentu memiliki waktu yang tepat dan mustajab. Untuk doa awal tahun sendiri dibaca saat setelah Maghrib atau tepatnya 1 Muharram, doa ini dibaca sebanyak 3 kali.

    Sedangkan doa akhir tahun yang dibaca 3 kali setelah waktu salat Ashar sampai sebelum Maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah atau tanggal 29/30 Dzulhijjah sesuai anjuran Rasulullah SAW.

    Keutamaan Melafalkan Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah

    Terdapat beragam keutaaman dari membaca doa akhir dan awal tahun hijriyah, berikut ini beberapa keutamaan dari membaca doa khir tahun, yakni sebagai berikut:

    1. Dilindungi dari godaan setan
    2. Meminta ampunan atas kesalahan yang pernah diperbuat
    3. Memohon keselamatan dunia dan akhirat

    Tidak hanya doa akhir tahun, melafalkan doa awal tahun hijriyah juga memiliki banyak sekali keutamaan. Di dalam Kitab Kanzun Najah was Surur, Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus bin Abdil Qadir menerangkan bahwa jika kita membaca doa awal tahun ini, kita akan terjaga dan aman dari godaan setan dan para pengikutnya, karena Allah akan menugaskan dua Malaikat untuk menjaganya.

    مَنْ يَقْرَأُهَذَا الدَّعَاءَ فِي اَوَّلِ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ ثَلَاثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُوْلُ: اِسْتَأْمَنَ عَلَى نَفْسِهِ وَتَوَكَّلَ بِهِ مَلَكَانِ يَحْرُسَانِهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاتِّبَاعِهِ

    “Barang siapa membaca doa ini tiga kali di awal hari dari Bulan Muharram, maka setan berkata: ‘ia telah memohon penjagaan dan telah berserah diri, maka dua Malaikat akan menjaganya dari godaan setan dan para pengikutnya.”

    Tentu dengan membaca doa awal tahun hijriyah kita mengharapkan agar Allah SWT senantiasa memberikan rahmat serta keberkahan dan kasih sayang-Nya kepada kita. Tidak hanya itu,kita juga memohon agar seluruh amal dan ibadah yang kita kerjakan pada tahun berikutnya dapat diterima dan menjadi pemberat dalam timbangan pahala di akhirat kelak.

    Demikianlah informasi terkait bacaan doa akhir dan doa awal tahun hijriyah yang dianjurkan Rasulullah SAW sebagai amalan yang dikerjakan pada 1 Muharram. Semoga segala sesuatu yang diniatkan atas nama Allah SWT, akan selalu diberikan keberkahan. Aamiin.

    Semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr.wb.

  • Arti Nama Nafisah dalam Islam dan Ide Rangkaian Namanya

    Arti Nama Nafisah dalam Islam dan Ide Rangkaian Namanya

    Ketika mencari nama untuk buah hati, kita sering menginginkan nama yang terdapat unsur Islami. Misalnya seperti nama Nafisah. Arti nama Nafisah dalam Islam yaitu berharga, permata yang sangat berharga, dan berkedudukan tinggi.

    Menentukan nama untuk buah hati bisa menjadi tugas menantang karena berdampak jangka panjang sebagai identitas sepanjang hidup anak.

    Jika sudah memiliki pilihan nama, sebaiknya melakukan pengecekan lebih lanjut terkait arti nama tersebut. 

    Pentingnya Memberikan Nama Terbaik untuk Anak

    Menentukan nama untuk bayi perempuan yang akan lahir perlu teliti. Tujuannya untuk memastikan kesesuaian arti nama agar memiliki makna yang indah dan istimewa. 

    Dalam Islam, terdapat ayat dan hadits yang menyatakan untuk memberi nama yang baik bagi anak. Sebagaimana tertulis dalam Surah Maryam yaitu:

    يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

    Artinya:

    “Hai Zakariyya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang serupa dengannya.” (Q.S. Maryam: 7).

    Selain itu, penafsiran yang sama tercantum dalam hadits Imam Abu Daud dari Abu Darda r.a.

    إنكم تُدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم فأحسنوا أسماءكم

    Artinya:

    “Sesungguhnya kamu sekalian akan diseru/dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kamu dan nama-nama bapa kamu.Oleh demikian, elokkanlah nama-nama kamu.” (H.R. Imam Abu Daud dari Abu Darda r.a.).

    Pastinya, kita berharap agar makna dari nama anak sesuai dengan ajaran Islam. Jika teman dan sahabat menyebutkan nama tersebut dengan arti yang baik, hal ini dapat diibaratkan sebagai doa yang baik untuk anak tersebut. 

    Oleh karena itu, sebagai orang tua, sangat dianjurkan untuk memberi nama anak bayi sesuai dengan pedoman dalam Al-Quran dan hadits.

    Baca juga: Biografi Sunan Muria: dari Silsilah Hingga Metode Dakwahnya

    Arti Nama Nafisah dalam Islam

    Nafisah dalam Islam berarti berharga, permata yang berharga, dan berkedudukan tinggi. Adapun dalam variasi penulisannya bisa Nafisyah, Nafeeza, Nafeza, Nafiisah, Nafiza, Nafisha, dan Nafsha.

    Berdasarkan arti nama tersebut, doa yang terkandung di dalamnya yaitu anak menjadi perempuan yang mulia dan dihormati banyak orang. Sungguh arti nama yang istimewa dan doa yang baik bukan?

    Rangkaian Nama Nafisah

    Nama Nafisah bisa dikombinasikan sebagai nama depan, nama tengah, atau nama belakang. Berikut inspirasi rangkaian nama Nafisah.

    • Nafisah Saferina Fazia artinya perempuan yang berharga dan sabar dalam meraih menjalani proses menuju kesuksesan hidup.

    Nafisah: (1) Berharga (2) Permata yang berharga (3) Berkedudukan tinggi

    Saferina: Kesabaran

    Fazia: (1) Sukses (2) Kemenangan

    • Nafisah Ifra Xaviere berarti perempuan berwajah cerah yang berharga dan mampu memberi kebahagiaan bagi keluarganya.

    Nafisah: (1) Berharga (2) Permata yang berharga (3) Berkedudukan tinggi

    Ifra: Memberi kebahagiaan

    Xaviere: Terang

    • Nafisah Humaira merupakan perempuan yang sangat berharga yang pipinya kemerah-merahan.

    Nafisah: (1) Berharga (2) Permata yang berharga (3) Berkedudukan tinggi

    Humaira: kemerahan

    • Giani Nafisa Yumna artinya perempuan yang berharga, diberkahi, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

    Giani: Berkah

    Nafisah: (1) Berharga (2) Permata yang berharga (3) Berkedudukan tinggi

    Yumnaa: (1) Beruntung (2) Diberkahi (3) Sebelah kanan

    • Shahizam Nafisah Arwa berarti perempuan yang cantik seindah bulan dan sangat berharga dan bermanfaat bagi orang lain.

    Shahizam: Bulan yang langka

    Nafisah: (1) Berharga (2) Permata yang berharga (3) Berkedudukan tinggi

    Arwa: Memberi Minum Sampai Puas

    • Ma`azzah Skii Nafisah merupakan perempuan yang berharga dan senantiasa memberi pertolongan kepada orang lain dengan penuh kemuliaan.

    Ma`azzah: Tempat yang dimuliakan

    Skii: (1) Pemberi (2) Penderma air

    Nafisah: (1) Berharga (2) Permata yang berharga (3) Berkedudukan tinggi

    • Inayah Kalya Nafisya yang berarti perempuan yang berharga dan senang memberi pertolongan kepada orang lain.

    Inayah: perhatian, pertolongan

    Kalya: pujian

    Nafisah: (1) Berharga (2) Permata yang berharga (3) Berkedudukan tinggi

    Selain mengetahui arti nama nafisah dalam Islam, kita bisa memilih beberapa rangkaian nama dari kata Nafisah dengan arti yang penuh makna.

    Panduan Memberi Nama Menurut Islam

    Sebagai orang tua, sudah semestinya kita memberikan makna yang mulia pada anak. Bahkan, lebih baik mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Terdapat beberapa panduan tentang cara memberikan nama kepada anak menurut Islam yaitu sebagai berikut:

    1. Waktu yang Tepat untuk Memberi Nama Anak

    Rasulullah mengajarkan umatnya untuk memberi nama pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Lalu pada hari ketujuh itu juga untuk mencukur rambut bayi dan melaksanakan aqiqah. 

    Dalam kitab al-Adzkar karya An-Nawawi yang merujuk pada hadits dari riwayat Amr bin Syu’aib dari ayah dan kakeknya disebutkan sebagai berikut:

    أن النبي صل الله عليه و سلم أمر بتسمية المولود يوم سابعه، و وضع الاذى عنه، و العقّ. 

    Artinya: 

    “Bahwa sesungguhnya Nabi memerintahkan untuk memberikan nama pada hari ketujuh, menghilangkan kesengsaraan dari padanya, dan aqiqah.” (Muhyiddin Dhib,  Lawami’ al-Anwar; Syarh Kitab al-Adzkar, Bairut, Dar Ibn Kathir, 2014, juz 2,  halaman: 143).

    Sebenarnya, hadits tersebut tidak mengikat atau mewajibkan seseorang untuk memberikan nama pada hari ketujuh setelah kelahiran. Jika ada orang tua yang memilih memberi nama pada hari pertama kelahiran, hal itu juga diperbolehkan.

    2. Memberikan Nama Merupakan Hak Ayah

    Seorang ayah memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan nama baik bagi anak-anaknya. Hal ini telah sesuai dengan hadits yang artinya sebagai berikut.

    “Anak-anak memiliki tiga hak atas ayah mereka. Yang pertama adalah mereka diberi nama baik. Yang kedua, mereka diberikan pendidikan yang baik; dan yang terakhir, mereka membantu mereka memilih pasangan yang baik,” (Ibnu Najjar).

    3. Nasab Seorang Anak dari Ayahnya

    Nasab atau garis keturunan anak berasal dari sang ayah. Maksudnya adalah ketika di akhirat, Allah akan memanggil nama-nama hamba-Nya diikuti dengan nama ayahnya. 

    Itulah sebabnya penyebutan nama seringkali menambahkan bin (untuk anak laki-laki) dan binti (untuk anak perempuan).

    Memberikan nama yang baik juga termasuk cara menyelamatkan nasab anak. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua memberikan nama Islami, mengikuti Nabi, atau menggunakan Asmaul Husna.

    4. Tidak Memilih Nama yang Dibenci Allah

    Contohnya nama yang dibenci Allah antara lain nama-nama terkait dewa, matahari, berhala, atau nama yang mengandung unsur pemujaan terhadap sesuatu. 

    Selain itu, kita juga tidak boleh memberikan nama anak yang dapat menimbulkan perselisihan di antara saudara-saudaranya. 

    Artinya, nama tersebut berpotensi menjadi sumber ejekan atau olok-olokan bagi anak di masa depan. Hal ini juga dianggap makruh secara hukum. 

    Sejalan dengan ayat Al-Qur’an, Surah Al-A’raf yaitu:

    وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Artinya: 

    “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 80).

    5. Nama yang Baik untuk Anak

    Nama yang paling baik digunakan untuk anak adalah nama Nabi/Rasul dan nama dari sifat Allah SWT atau asmaul husna. 

    Namun, jangan sampai memberikan nama jika sifat itu hanya milik Allah. Contohnya seperti Al-Khalik (Maha Pencipta), Ar-Rabb (Maha Pemelihara), Ar-Rahman (Maha Pengasih), dan yang serupa dengannya.

    Sebaliknya, jika anak diberi nama yang terinspirasi dari sosok Nabi/Rasul, diharapkan anak tersebut akan mengikuti jejak dan kepribadiannya. 

    Oleh karena itu, nama-nama seperti Muhammad, Ibrahim, Musa, hingga Ismail yang berasal dari nama Nabi, umumnya banyak digunakan sebagai nama untuk bayi.

    Selain itu, tentu saja kita bisa memilih nama-nama dengan unsur Islami seperti Nafisah. Lagi pula, arti nama nafisah dalam islam pun termasuk nama yang baik karena maknanya adalah perempuan yang berharga dan berkedudukan tinggi.

    Demikian, kita tidak hanya tahu arti nama Nafisah dalam Islam. Akan tetapi, juga lebih paham bagaimana memberi nama yang baik kepada anak. Semoga keturunan kita menjadi anak yang mulia dan bermanfaat bagi sesama.

  • Arti Nama Haikal dalam Islam dan Ide Rangkaian Namanya

    Arti Nama Haikal dalam Islam dan Ide Rangkaian Namanya

    Haikal merupakan salah satu nama terbaik yang bisa orang tua berikan untuk bayi laki-laki. Lalu, apa arti nama Haikal dalam Islam? Berikut penjelasannya.

    Ketika bayi terlahir ke dunia tentu harus memiliki nama sebagai identitas dan tanda pengenal. Selain itu, nama tersebut tidak hanya sekedar mudah diingat tetapi harus memiliki makna yang bagus dan mengandung doa.

    Pemberian nama Haikal bisa menjadi pertimbangan bagi orang tua ketika bingung memberikan nama bayi yang pas. Nama ini pada hakikatnya mengandung unsur Islami yang memiliki arti yang bagus dan indah.

    Apa Arti Nama Haikal dalam Islam?

    Nama Haikal adalah nama Islami yang berasal dari bahasa Arab dengan makna dan arti baik. Tak heran, apabila banyak orang tua memberikan nama Haikal ini untuk bayi laki-lakinya dengan harapan membawa kebaikan.

    Adapun arti nama Haikal dalam Islam memiliki makna sebagai dasar yang besar, subur, dan yang tinggi. Dengan arti ini, nama Haikal menjadi doa bagi anak ketika dewasa bisa berguna bagi orang-orang di sekelilingnya.

    Dalam Islam, pemberian nama tidak hanya sebatas identitas diri. Namun, pemberian nama anak hendaklah yang memiliki makna yang indah karena akan menjadi tanda pengenal dari sejak lahir hingga akhir hayatnya.

    Sebagaimana tertulis dalam Al-Quran Surat Maryam Ayat 7 yang artinya berbunyi:

    “Hai Zakariyya, sesungguhnya Kami memberikan kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang bernama Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengannya.” (QS. Maryam: 7).

    Selain itu, dalam Islam juga ada anjuran untuk memberikan nama terbaik bagi anak tercantum dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud dari Abu Dardak r.a yang artinya:

    “Sesungguhnya kamu sekalian akan diseru/dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kamu dan nama-nama bapak kamu. Maka demikian, elokkanlah nama-nama kamu.” (HR. Imam Abu Daud dari Abu Dardak r.a).

    Oleh karena itu, ketika memberikan nama bayi maka pilih nama yang baik, ibaratnya nama tersebut akan menjadi doa. Jadi, kita sebagai orang tua bisa memberikan nama bayi sesuai pedoman ln Al-Quran dan hadits.

    Baca juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

    Inspirasi Rangkaian Nama Haikal

    Setelah kita mengetahui arti nama Haikal dalam Islam yang memiliki makna baik, selanjutnya ketahui rangkaian nama Haikal yang banyak digunakan.

    Pada dasarnya, nama Haikal memiliki pelafalan atau ejaan yang mudah diucapkan oleh orang Indonesia meski nama ini berasal dari bahasa Arab. Oleh karena itu, tidak mengapa jika kita ingin memakainya untuk anak kita.

    Jika nama anak ingin memiliki makna lebih bagus lagi, maka kita bisa kombinasikan dengan nama lainnya. Tentunya pilih nama yang memiliki arti indah dalam Islam dan mudah untuk mengingatnya dan mengucapkannya.

    Misalkan, kita bisa sematkan nama depan Haikal, nama tengah Haikal, atau nama belakang Haikal. Berikut inspirasi rangkaian nama Haikal selengkapnya:

    1. Rangkaian Nama Depan Haikal

    Berikut ide nama depan Haikal untuk bayi laki-laki dengan makna yang bagus:

    • Haikal Syahin Ifwat, artinya bayi laki-laki yang berasal dari dasar yang besar dan memiliki impian yang terbaik dalam kehidupannya.
    • Haikal Mu’tashim Ashad, artinya bayi laki-laki yang punya kedudukan tinggi dan semangat menghindari perbuatan yang maksiat.
    • Haikal Muhanaa Kaseam, artinya bayi laki-laki kedudukan tinggi dan mampu menciptakan sebuah kedamaian hidup yang terbaik.

    2. Rangkaian Nama Tengah Haikal

    Adapun ide nama tengah Haikal yang bisa kita gunakan untuk bayi laki-laki, yaitu:

    • Taufiq Haikal Alaudin, artinya bayi laki-laki berkedudukan yang tinggi dan selalu memuliakan agama dari Allah Yang Maha Pengasih.
    • Usni Haikal Amrit, artinya bayi laki-laki dengan dasar yang besar dan mulia serta selalu ingin berbuat kebaikan dan perilaku yang terpuji.
    • Adzani Haikal Harun, artinya bayi laki-laki yang memiliki kedudukan tinggi dan selalu berkata jujur serta memenuhi panggilan shalat.

    3. Rangkaian Nama Belakang Haikal

    Sementara bagi yang ingin memakai Haikal di bagian belakang, berikut inspirasinya:

    • Sheris Nuwair Haikal, artinya bayi laki-laki manis berasal dari dasar yang besar dan mulia serta selalu mendapat cahaya kebaikan.
    • Mahmoud Athilasyah Haikal, artinya bayi laki-laki berasal dari dasar mulia dan menjadi karunia Allah yang banyak dipuji karena sifatnya.
    • Aslam Anis Haikal, artinya bayi laki-laki yang memiliki kedudukan tinggi yang selalu bersikap ramah dan menjadi muslim yang taat.

    4. Rangkaian Nama Haikal yang Unik

    Selain menyematkan nama Haikal di depan, belakang ataupun tengah, berikut ini beberapa inspirasi nama Haikal yang unik dan populer. Kita bisa memberikannya kepada anak ketika lahir. Berikut ide namanya:

    • Haikal Ahmad, artinya anak laki-laki yang berkedudukan tinggi dan memiliki sifat yang terpuji terhadap sesama.
    • Haikal Akbar, artinya anak laki-laki yang lahir atas karunia dan kebesaran Allah yang memiliki kedudukan tinggi.
    • Haikal Alfarizi, artinya anak laki-laki yang berasal dari dasar yang besar dan mulia selalu semangat bekerja.
    • Haikal Azka, artinya anak laki-laki yang lahir dengan suci dan memiliki berkedudukan tinggi dan akhlak mulia.
    • Haikal Fathan Ghazawan, artinya anak laki-laki berasal dari dasar yang besar dan mulai dan seorang pejuang.

    Sebenarnya masih ada banyak inspirasi nama Haikal untuk anak yang memiliki makna dan arti baik dalam Islam. Kita juga bisa kombinasikan dengan nama Islam lainnya sehingga makna dan artinya lebih beragam.

    Demikian penjelasan tentang arti nama Haikal dalam Islam dan inspirasi rangkaian namanya yang memiliki makna yang baik dan indah. Ketika memberikan nama anak bisa cari inspirasinya dari Al-Qur’an dan Hadist.

  • 30 Ucapan Terima kasih dalam Islam Arab Latin

    30 Ucapan Terima kasih dalam Islam Arab Latin

    Ada tiga kata ajaib yang menjadi etika dasar dalam berkomunikasi, satu di antaranya yakni kata terima kasih. Ucapan terima kasih dalam Islam merupakan salah satu perilaku mulia yang dianjurkan Rasulullah SAW sebagai bentuk menghargai orang lain dan rasa syukur.

    Meskipun terdengar sederhana, namun kata ini memiliki dampak yang luar biasa bagi orang-orang yang menerimanya.

    Berikut ini 30 ucapan terima kasih dalam Islam yang bisa dijadikan contoh, yuk simak bersama!

    Bentuk-Bentuk Ucapan Terima kasih dalam Islam

    Dalam ajaran Islam, ucapan terima kasih dapat diungkapkan dengan berbagai macam cara, seperti mengucapkan kata jazakumullahu khairan yang memiliki arti “Semoga Allah membalas kebaikanmu.”

    Dengan mengucapkan kalimat tersebut, maka seseorang seolah memberikan hadiah maupun bantuan kepada orang yang telah membantu.

    Selain itu, dalam Islam sendiri, mengucapkan terima kasih juga merupakan salah satu bentuk adab berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT yang tertulis pada Surat Ibrahim ayat 7:

     “Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu mengumumkan: “Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

    Selain itu dalam sebuah hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda:

     “Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih kepada manusia.” (HR. Abu Daud, no. 4811 dan Tirmidzi, no. 1954).

    Adapun beberapa bentuk-bentuk ucapan terima kasih Islami dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:

    1. Jazakumullahu khairan artinya semoga Allah membalas kebaikanmu.
    2. Syukron katsiran artinya terima kasih banyak.
    3. Syukron jazilan artinya terima kasih banyak.
    4. Syukron laka artinya terima kasih untukmu (laki-laki).
    5. Syukron lak artinya terima kasih untukmu (perempuan).
    6. Syukron lakun artinya terima kasih banyak (untuk perempuan).
    7. Syukron lakum jami’a artinya terima kasih semuanya.
    8. Syukron ya habibi artinya terima kasih sayang (laki-laki).
    9. Syukron ya habibti artinya terima kasih sayang (perempuan).
    10. Syukron ya akhi artinya terima kasih saudaraku.
    11. Syukron ya ukhti artinya terima kasih saudariku.
    12. Syukron ya sohibi artinya terima kasih sahabatku.
    13. Syukron ya ashabi artinya terima kasih sahabat-sahabatku.
    14. Syukron ya ummi artinya terima kasih ibu.
    15. Syukron ya abbi artinya terima kasih ayah.
    16. Syukron ya zawji artinya berarti terima kasih suamiku.
    17. Syukron ya zawjati artinya terima kasih istriku.
    18. Syukron ala du’aika artinya terima kasih atas doamu (laki-laki).
    19. Syukron ala du’aiki artinya terima kasih atas doamu (perempuan).
    20. Syukron ala du’aih artinya terima kasih atas doanya (laki-laki).
    21. Syukron ala du’aiha artinya terima kasih atas doanya (perempuan).
    22. Syukron ala hadzihil fursah artinya terima kasih atas kesempatannya.
    23. Syukron ala kulli hadzihil asyya’I artinya terima kasih atas ini semuanya.
    24. Syukron ala maghluumath artinya terima kasih atas informasinya.
    25. Syukron ala timaamikum artinya terima kasih atas perhatian kalian.
    26. Syukron a’laa hadha alwaqt artinya terima kasih atas waktunya.
    27. Syukron ala hadzhil musaa’adih artinya terima kasih atas bantuannya.
    28. Barakallahu fiik, semoga Allah memberikan berkah dalam hidupmu dan mengabulkan doamu
    29. Wa antum fa jazakumullahu khairan, semoga Allah memberikan berkah dalam setiap langkahmu.
    30. Allahumma barik, terima kasih atas doa yang penuh kasih sayang, semoga Allah memberikan keberkahan dalam hidupmu.

    Baca juga: Doa Ketika Mendengar Suara Burung di Malam Hari

    Balasan Ucapan Terima kasih Islami

    Balasan Ucapan Terima kasih Islami

    Setelah mengetahui beberapa ucapan terima kasih dalam Islam, tentu sebagai sesama muslim sebaiknya untuk membalas ucapan tersebut sebagai bentuk doa bagi yang memberikan ucapan.

    Hal ini juga dijelaskan dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa yang diberikan kepadanya kebaikan, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh ia telah benar-benar meninggikan pujian.” (HR. Tirmidzi).

    Berikut ini beberapa balasan ucapan terima kasih Islami:

    1. Saat orang lain menyebutkan “syukron” kamu dapat menjawabnya dengan ucapan “afwan” yang berarti sama-sama.
    2. Ketika ada yang mengucapkan “Jazakallah khairan” kamu dapat membalasnya dengan “Wa jazakallahu khairan” artinya “Dan semoga Allah membalasmu juga dengan kebaikan.
    3. Menjawab jazakumullah khair dengan wa iyyakum artinya dan (kebaikan untukmu juga).

    Baca juga: 8 Arti Mimpi Hamil dalam Islam, Sebuah Pertanda Baik?

    Manfaat Ucapan Terima kasih dalam Islam

    Beberapa ulama sepakat bahwa ucapan terima kasih dalam Islam memiliki banyak sekali manfaat yang diterima bagi seorang muslim yang melamalkannya, selain bentuk adab agar tercapainya komunikasi yang efektif, berikut beberapa manfaat ucapan terima kasih dalam Islam:

    1. Memperbesar Energi Positif

    Rutin mengucapkan tiga kata ajaib termasuk terima kasih akan memberikan energi positif serta terbentuknya afirmasi positif bagi seorang muslim, sehingga dapat bersikap dengan baik saat menyikapi segala Sesuatu yang terjadi pada dirinya.  

    2. Pembuka Pintu Kenikmatan

    Bagi siapa saja yang mudah dalam mengucapkan terima kasih, hidupnya akan selalu dikelilingi kenikmatan.

    Sebab, terima kasih menunjukan bahwa seseorang bersyukur atas nikmat Allah SWT. Dengan begitu, Allah SWT akan selalu memberikan rezeki yang lebih bagi hamba-Nya yang pandaii bersyukur.

    3. Meluluhkan hati

    Ucapan terima kasih bisa meluluhkan hati orang yang menerimanya. Sebab, ucapan tersebut merupakan sebuah bentuk apresiasi dari sebuah tindakan.

    4. Merasa dihargai

    Ucapan terima kasih akan membuat orang lain merasa dihargai atas pertolongan atau kebaikan yang sudah diberikan.

    Hal ini juga akan membuat orang lain senang untuk kembali memberikan bantuan di kemudian hari.

    5. Menyenangkan hati

    Terima kasih adalah salah satu kata ajaib sederhana tapi sangat berharga dan bermakna. Seseorang yang menerima ucapan tersebut akan merasa senang karena pemberiannya dihargai dan bermanfaat bagi orang lain.

    Nah, itulah 30 ucapan terima kasih dalam Islam yang bisa digunakan sebagai referensi dalam mengucapkan syukur atas nikmat dan pertolongan yang Allah SWT perantarakan pada sesama umat-Nya. Semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr.wb.

  • Doa Naik Kendaraan Darat, Udara, dan Laut, Amalkan Yuk!

    Doa Naik Kendaraan Darat, Udara, dan Laut, Amalkan Yuk!

    Berdoa merupakan aktivitas rutin di mana seorang muslim percaya bahwa hal itu bisa memberikan keselamatan baik di dunia maupun akhirat. Tidak terkecuali doa naik kendaraan yang wajib dibaca sebelum bepergian.

    Bukan karena tidak percaya bahwa dirinya bisa mengendarai kendaraan dengan berhati-hati. Namun, lebih kepada memasrahkan seluruh perjalanan hanya kepada Allah SWT dan berharap selalu berada dalam naungannya.

    Doa Naik Kendaraan Darat, Udara, dan Laut

    Apa doa perjalanan? Beberapa orang memiliki banyak versi untuk doa perjalanan. Pada beberapa kondisi yang tidak mengharuskan bepergian terlalu jauh. Biasanya seseorang lebih sering berdoa keluar rumah.

    Lantas, Allahumma majreha doa apa? Itu juga salah satu doa ketika seseorang hendak naik kendaraan yang diamalkan oleh seorang Muslim.

    Tapi, ada jenis doa yang sangat umum dan mungkin sudah familiar di antara sesama muslim yaitu :

    1. Doa Naik Kendaraan Darat

    Rasulullah SAW pun biasa berdoa saat berkendara. Adapun doa ketika naik bus atau kendaraan darat yang singkat adalah sebagai berikut:

    سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

    Subhaanalladzi sakhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbina lamunqolibuun.

    Artinya: Maha suci Allah yang memudahkan ini (kendaraan) bagi kami dan tiada kami mempersekutukan bagi-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    Baca juga: Bacaan Doa Keluar Rumah: Arab, Latin dan Artinya

    2. Doa Naik Pesawat Udara

    Bacaan doa naik kendaraan pesawat yang bisa diamalkan yakni berbunyi:

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl

    Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”

    3. Doa Naik Kapal Laut

    Adapun ketika bepergian dengan naik kapal laut, para Muslimin dianjurkan membaca doa berikut:

    بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa inna robbii laghofuurur rohiim

    Artinya: “Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Doa Safar Ketika Sudah Berada di Atas Kendaraan

    Doa Safar Ketika Sudah Berada di Atas Kendaraan

    Selain bacaan doa naik kendaraan di atas, ada juga doa safar yang biasa dilakukan oleh beberapa mukmin. Doa ini paling sering seorang Muslim baca ketika sudah berada di atas kendaraan.

    الله أَكْبَرُ (3x)

    سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Allahuakbar 3x

    Subhaanalladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin. Wa innaa ilaa robbinaa lamun-qolibuun. Allohumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzaa al-birro wat taqwaa wa minal ‘amali maa tardhoo. Allohumma hawwin ‘alainaa safaronaa haadzaa, wathwi ‘annaa bu’dahuu. Allohumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allohumma innii a’uudzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

    Artinya: Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.

    Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali.

    Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh.

    Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.

    Baca juga: 3 Doa Saat Sujud Terakhir Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    Manfaat Membaca Doa Naik Kendaraan

    Setelah mengetahui seperti apa bacaan ketika sedang naik kendaraan. Apa doa naik kendaraan memiliki manfaat bagi pembacanya?  Tentu saja. Pembaca doa bisa mendapatkan banyak sekali keutamaan dari bacaan di atas, antara lain :

    1. Mendapat Ketentraman Hati Selama Perjalanan Berlangsung

    Ketika bepergian tidak jarang penumpang merasa was-was dan khawatir akan keselamatan dirinya. Utamanya bagi seseorang yang tidak pernah melakukan perjalanan jauh, seperti keluar kota contohnya.

    Nah, dengan membaca beberapa doa saat naik kendaraan ternyata bisa membuat hati penumpang merasa lebih tenang dan juga tentram. Anda tidak ada rasa takut sedikitpun sebab seluruh keselamatannya sudah pasrah akan ketentuan Allah SWT.

    Dengan begitu, setiap hati akan merasa lebih damai dan tenang. Hal tersebut juga berdampak pada perjalanan yang terasa jadi lebih menyenangkan dan juga nyaman.

    2. Langsung Allah SWT Lindungi dari Berbagai Bahaya

    Apabila seseorang membacakan doa dengan sungguh-sungguh dan berpasrah atas ketetapan Allah SWT, maka telah percaya bahwa apa yang akan terjadi adalah pilihan terbaik.

    Dengan begitu, justru akan langsung memberikan perlindungan langsung untuk terhindar dari segala jenis mara bahaya selama perjalanan.

    Hal ini membuat doa yang Anda panjatkan seakan menjadi perisai diri untuk menjaga hati dan juga fisik dari sesuatu buruk yang tidak diinginkan.

    3. Pembaca Mendapatkan Pahala Kebaikan

    Mungkin beberapa orang paham kalau setiap doa pasti memiliki pahala masing-masing. Tetapi, sebagian justru berpendapat bahwa doa adalah media seorang Hamba untuk meminta pertolongan dari Tuhannya.

    Namun, keutamaan dari pembacaan ayat doa naik kendaraan tersebut, justru membuat Allah SWT mendatangkan pahala kebaikan berlibat ganda. Pasalnya, sebagai pengingat bahwa Anda selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT apapun yang terjadi.

    Sehingga di dalam doa tersebut pun terdapat banyak sekali pahala dan juga harapan baik. Karena Anda tidak hanya meminta perlindungan untuk diri sendiri, tetapi juga keselamatan orang lain dalam satu perjalanan yang sama.

    4. Mendapatkan Ridho Perjalanan dari Allah SWT

    Terkadang ketika melakukan perjalanan sering bertentangan dengan hati nurasi. Tanpa Anda pikir panjang bukankah hal tersebut bisa jadi karena Allah SWT kurang meridhoi keinginan Anda dalam melakukan perjalanan?

    Nah, dengan membacakan doa saat naik kendaraan, bisa jadi itu salah satu cara Allah SWT memberikan ridho perjalanan kepada Anda menggunakan transportasi tersebut.

    Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi setiap muslim untuk selalu mengingat Allah SWT apapun kondisinya. Salah satu caranya yaitu dengan memanjatkan doa meminta keselamatan selama perjalanan berlangsung dengan menaiki kendaraan.

    5. Jadi Pribadi yang Pandai Bersyukur

    Mengucapkan sebuah doa ketika Anda akan melakukan perjalanan merupakan salah satu wujud syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Kejadian tersebut Anda wujudkan dengan membaca doa keselamatan.

    Sebab, Anda percaya dan yakin tidak akan ada keselamatan dan perlindungan yang lebih berharga. Kecuali langsung dari yang Maha Memberi Keamanan yaitu Allah SWT.

    6. Memiliki Perjalanan yang Lancar

    Berdoa dengan kesaksian dan keyakinan atas kuasa dari Allah SWT yang Maha Besar merupakan wujud pasrah seorang hamba.

    Ketika Anda memasrahkan seluruh perjalanan di atas kendaraan, hal itu justru membuat Allah semakin mendekat dan memberikan kelancaran perjalanan.

    Jadi, apakah Anda sudah selalu membaca doa naik kendaraan ketika akan bepergian? Yuk, amalkan setiap perintah Allah SWT dari hal paling kecil sekalipun.

    Lakukan secara rutin agar Allah SWT semakin sayang dan selalu melindungi Anda dari berbagai kesulitan hidup.

  • 4 Doa Susah Tidur, Agar Dimudahkan Terlelap dan Memperoleh Perlindungan Allah SWT

    4 Doa Susah Tidur, Agar Dimudahkan Terlelap dan Memperoleh Perlindungan Allah SWT

    Ada banyak cara untuk mengatasi susah tidur, namun salah satunya adalah doa susah tidur yang diajarkan Rasulullah SAW.

    Seperti yang kita tahu bahwa tidur merupakan salah satu nikmat yang Allah SWT berikan kepada manusia. Dengan tidur, kita dapat mengistirahatkan tubuh dan pikiran setelah beraktivitas seharian.

    Namun, tidak semua orang dapat tidur dengan mudah dan nyenyak. Susah tidur tentu saja sangat mengganggu kualitas hidup seseorang.

    Oleh karena itu, kita perlu mencari solusi untuk mengatasi susah tidur, di mana salah satunya adalah doa susah tidur yang akan dijabarkan di bawah ini!

    7 Doa Susah Tidur

    Doa susah tidur adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya agar dapat tertidur dengan tenang dan mendapatkan perlindungan Allah SWT dari segala keburukan. Berikut ini adalah tujuh doa susah tidur yang dapat kita baca sebelum tidur:

    1. Doa Susah Tidur dari Hadis Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila salah seorang di antara kamu resah (menjelang) tidur, maka hendaklah membaca:

    Bacaan latin: Audzu bikalimaatillahit tammaati min ghodobi wa ‘iqoobihi wasyarri i’badihi. 

    Artinya: ‘Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, hukuman-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya.’

    Maka, sesungguhnya setan sama sekali tidak membahayakannya.”

    Doa ini bermakna bahwa kita memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna dari kemarahan-Nya, siksaan-Nya, dan kejahatan makhluk-Nya.

    Dengan demikian, kita akan terhindar dari gangguan setan yang dapat mengusik ketenangan kita saat tidur.

    Baca juga: Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Boleh atau Haram?

    2. Hadis Bukhari dan Muslim

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila kamu berbaring di tempat tidurmu hendaklah membaca:

    Bacaan latin: Alhamdulillahi alladzi ahyaana ba’da ma amaatana wa ilaihin nusyuur.

    Artinya: ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya-lah kami dibangkitkan.’”

    Doa di atas bermakna bahwa kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hidup kepada kita setelah mati (tidur) dan kepada-Nya-lah kita akan dikembalikan pada hari kiamat.

    Dengan demikian, kita akan menyadari bahwa hidup dan mati adalah hak prerogatif Allah SWT dan kita harus selalu berserah diri kepada-Nya.

    3. Hadis Ahmad

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila kamu berbaring di tempat tidurmu hendaklah membaca:

    Bacaan latin: Allaahumma rabbas samaawaatis sab’i wa maa adhlaana wa rabbal ardhinas sab’i wa maa aqlana wa rabbasy syayaathiini wa maa adhlala a’uudzu bika min syarri kulli ‘abdika ‘indaka laa yamliku nafsihi darran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuura.

    Artinya: ‘Ya Allah Tuhan tujuh langit dan apa yang dinaungi-Nya, Tuhan bumi dan apa saja yang dikandungnya, dan Tuhan setan-setan dan apa saja yang disesatkannya, jadikanlah untukku pelindung dari keburukan semua makhluk-Mu yang ada di sisi-Mu yang tidak memiliki kekuasaan atas dirinya sendiri untuk mendatangkan mudarat atau manfaat, kematian atau kehidupan, atau kebangkitan.’”

    Makna dari doa ini adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT yang merupakan Tuhan segala sesuatu, baik di langit maupun di bumi, dari keburukan semua makhluk-Nya yang tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri.

    Dengan demikian, kita akan merasa aman dan tenang di bawah lindungan Allah SWT yang Maha Kuasa.

    Baca juga: Rahasia! Ini 4 Doa Meluluhkan Hati Suami yang Ampuh

    4. Hadis Ibnu Majah

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila kamu berbaring di tempat tidurmu hendaklah membaca:

    Bacaan latin: Allaahumma ghaaratin-nujuumu wa hada’atil ‘uyuunu wa anta hayyuun qayyuum, la ta’khuzuka sinatuw wa laa naumuy yaa hayyu yaa qoyyumu adhi’i lailii wa anim ‘aini.

    Artinya: ‘Ya Allah, bintang-bintang telah tenggelam dan mata-mata telah terpejam, sedangkan Engkau adalah Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus segala sesuatu. Tidak menimpa-Mu rasa kantuk dan tidur. Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha mengurusi makhluk, tenangkanlah malamku dan tidurkanlah mataku.’”

    Makna dari doa di atas adalah kita memuji Allah SWT yang adalah Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus segala sesuatu, yang tidak pernah tidur atau mengantuk.

    Tak hanya itu, kita juga meminta kepada-Nya agar memberikan ketenangan pada malam kita dan menidurkan mata kita dengan nyenyak.

    5. Hadis Bukhari dan Muslim

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila kamu berbaring di tempat tidurmu hendaklah membaca:

    Bacaan latin: Bismika rabbi wada’tu janbi wa bika arfa’uhu, fa in amsakta nafsi farhamha wa in arsaltaha fahfazha bima tahfazu bihi ‘ibadaka ash-shalihin.

    Artinya: ‘Dengan nama-Mu ya Tuhanku, aku menyerahkan diriku dan dengan-Mu aku bangun. Jika Engkau memegang jiwaku, maka rahmatilah dan jika Engkau melepaskannya, maka peliharalah sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.’”

    Doa ini bermakna bahwa kita menyerahkan diri kita kepada Allah SWT saat tidur dan memohon rahmat dan perlindungan-Nya jika kita mati atau hidup.

    6. Hadis Abu Daud

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila kamu berbaring di tempat tidurmu hendaklah membaca:

    Bacaan latin: Allaahumma bismika amuutu wa ahya.

    Artinya: ‘Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan hidup.’”

    Doa di atas bermakna bahwa kita mengucapkan syahadat sebelum tidur dan menyatakan bahwa hidup dan mati kita hanya karena Allah SWT.

    7. Hadis Ibnu Abbas

    Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

    “Apabila kamu berbaring di tempat tidurmu hendaklah membaca:

    Bacaan latin: Allaahumma qini ‘adhabaka yauma tab’atsu ‘ibadaka.

    Artinya: ‘Ya Allah, lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.’”

    Makna dari doa ini adalah kita memohon perlindungan Allah SWT dari siksa kubur dan siksa neraka pada hari kiamat.

    4 Tips Tidur Nyenyak

    1. Membuat Jadwal Tidur yang Teratur

    Usahakan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan.

    Hal ini dapat membantumu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh kamu, sehingga tidurmu menjadi lebih berkualitas.

    2. Melakukan Relaksasi Sebelum Tidur

    Kamu dapat melakukan beberapa kegiatan yang menenangkan pikiran dan tubuhmu sebelum tidur, seperti meditasi, yoga, napas dalam, pijat, atau mandi air hangat. 

    Hal ini dapat mengurangi stres dan ketegangan yang dapat mengganggu tidur kamu.

    3. Membuat Suasana Kamar yang Nyaman

    Pastikan kamarmu memiliki suhu, pencahayaan, dan kebisingan yang sesuai dengan preferensimu. 

    Kamu juga dapat menggunakan tirai gelap, penutup mata, earplug, atau kipas angin untuk menciptakan suasana kamar yang kondusif untuk tidur.

    4. Menghindari Hal-Hal yang Dapat Mengganggu Tidur

    Jauhkan perangkat elektronik atau gadget dari tempat tidur kamu, karena cahaya biru yang dipancarkan oleh layar dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur. 

    Selain itu, hindari juga mengecek jam saat terbangun di malam hari, karena hal ini dapat membuat kamu cemas dan sulit untuk kembali tertidur.

    5. Mengonsumsi Makanan atau Minuman yang Dapat Membantu Tidur

    Beberapa makanan atau minuman yang diketahui dapat meningkatkan kualitas tidur adalah susu hangat, pisang, almond, madu, oatmeal, dan teh chamomile.

    Namun, hindari mengonsumsi makanan atau minuman tersebut terlalu dekat dengan waktu tidur, karena hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau buang air kecil di malam hari.

  • 8 Doa Meminta Rezeki yang Berlimpah dan Berkah, Amalkan Yuk!

    8 Doa Meminta Rezeki yang Berlimpah dan Berkah, Amalkan Yuk!

    Memiliki banyak rezeki tentunya menjadi keinginan oleh siapa saja, tidak terkecuali umat muslim. Hal ini yang membuat banyak saudara seiman ataupun kita memanjatkan doa meminta rezeki yang berlimpah pada Allah SWT.

    Bentuk rezeki ini sangat beragam dan tidak terbatas, seperti kesehatan, jodoh, pekerjaan dan lain sebagainya.

    Semua ini tentu merupakan suatu kenikmatan yang diberikan oleh Allah pada hamba yang dicintai-Nya.

    Doa Meminta Rezeki pada Allah SWT

    Doa Meminta Rezeki pada Allah SWT

    Pada dasarnya, kita sebagai umat muslim yang taat tentunya selalu diajarkan bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah SWT.

    Namun, mengamalkan doa untuk meminta rezeki ini bisa menjadi salah satu ikhtiar agar dilancarkan dan dilimpahkan.

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-qur’an surat Saba ayat 36 yang berbunyi:

    قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Qul inna rabbī yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdiru wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya’lamụn

    Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Q.S Saba: 36)

    Doa memohon rezeki agar dilancarkan dan dilimpahkan ini tentunya bisa kita panjatkan kapan saja, seperti selesai ibadah shalat ataupun ibadah lainnya. Namun, doa ini harus tetap disertakan dengan usaha untuk mendapatkan rezeki.

    Di bawah ini beberapa amalan doa yang bisa kita panjatkan kepada Allah SWT.

    Baca juga: 8 Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    1. Doa Meminta Rezeki sebelum Beraktivitas

    Sebelum memulai aktivitas bekerja, sebaiknya kita memanjatkan doa melancarkan rezeki dan usaha agar diberikan kemudahan.

    Amalan ini juga dianjurkan karena berdoa sebagai bentuk meminta dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

    Adapun doa yang bisa kita baca untuk meminta rezeki dari Allah SWT sebelum memulai aktivitas, yakni:

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.

    Artinya: “Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali,” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya)

    2. Doa Meminta Rezeki Lancar di Pagi Hari

    Selain doa sebelumnya, terdapat juga doa agar rezeki lancar dan berlimpah yang bisa kita panjatkan untuk meminta rezeki pada Allah SWT. Doa ini dianjurkan untuk kita baca di pagi hari agar rezeki yang diterima lancar dan mendapatkan berkah.

    Di bawah ini doa memohon rezeki yang bisa kita baca di pagi hari:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Allahumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaikatihi wa jami’a kholqika annaka antallahu la ilaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasulika.

    Artinya: “Ya Allah, aku berada di waktu pagi bersaksi atas-Mu, dan kepada para pembawa Arsy-Mu, kepada semua malaikat, dan kepada semua makhluk-Mu.

    Bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu,” (HR. Abu Daud).

    3. Doa Diberi Rezeki Ilmu

    Rezeki dalam mencari ilmu juga sudah seharusnya diamalkan oleh semua umat muslim. Hal ini karena menuntut ilmu merupakan suatu keharusan karena akan menjadi pedoman untuk bekerja dan lain sebagainya.

    Tidak terkecuali, banyak kaum muslim yang sedang menuntut ilmu bisa diberikan pengetahuan yang juga bermanfaat. Dalam Islam, ternyata terdapat doa yang bisa kita panjatkan atas rezeki ilmu tersebut.

    Berikut ini doa untuk meminta diberi rezeki oleh Allah SWT agar bermanfaat sebagai ilmu pengetahuan.

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Allahumma inni as-aluka rizqan thayyiban wa ‘ilman naafi’an wa ‘amalan mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima.” (HR. Al Mustaghfiri)

    4. Doa Meminta Pertolongan pada Allah SWT

    Rezeki tidak hanya dalam bentuk harta, kesehatan, pekerjaan dan lain sebagainya. Namun, juga terdapat pada pertolongan Allah SWT pada hamba-Nya. Pada kehidupan sehari-hari tentunya kita terkadang merasa kesulitan.

    Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita meminta pertolongan Allah SWT agar semakin dimudahkan dalam mengatasi masalah tersebut. Selain itu, kita juga tidak tahu masalah apa yang selanjutnya mungkin dihadapi.

    Di bawah ini doa meminta pertolongan kepada Allah SWT agar selalu dimudahkan.

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin abadan.

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan.

    Perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.” (HR Tirmidzi).

    5. Doa Dimudahkan Rezeki dari Semua Penjuru

    Seringkali umat muslim berharap agar dimudahkan rezeki dalam segala situasi. Doa mendatangkan rezeki dari segala penjuru ini bisa kita amalkan agar mendapatkan banyak rezeki yang berlimpah.

    Adapun doa dimudahkan rezeki ini bisa kita panjatkan kepada Allah SWT:

    اللَّهُمَّ الطُّفْ بي في تَيْسِيرِ كُلِّ أَسِيرٍ، فَإِنَّ تَيْسِيرَ كُلِّ أَسِيرٍ عَلَيْكَ يَسِيرٌ، أَسْأَلُكَ الْيُسْرَ وَالْمُعَافَاةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

    Allaahummalthuf bii fii taisiiri kulli ‘asiirin, fa inna taisiira kulli ‘asiirin ‘alaika yasiir, as ‘alukal yusra wal mu’aafaata fid dun-yaa wal aakhirati.

    Artinya: “Ya Allah, berilah taufik, kebajikan, atau kelembutan kepadaku dalam hal kemudahan pada setiap kesulitan.

    Karena sesungguhnya kemudahan pada setiap yang sulit adalah mudah bagi-Mu, dan aku mohon kemudahan serta perlindungan di dunia dan di akhirat,” (HR Thabrani).

    Baca juga: Jazakumullah Khairan Katsiran, Arti dan Cara Menjawabnya

    6. Doa Memohon Rezeki setelah Shalat Subuh

    Bacaan doa memohon rezeki berikutnya bisa kita amalkan setelah menunaikan ibadah shalat subuh. Anjuran mengamalkan doa untuk meminta rezeki ini juga disabdakan oleh Rasulullah.

    Adapun bunyi dari sabda untuk doa meminta rezeki yang dianjurkan oleh Rasulullah, yakni:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

    Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322)

    7. Doa Dicukupkan Rezeki Harta

    Doa lainnya yang bisa kita panjatkan pada Allah SWT adalah dicukupkannya harta. Amalan untuk meminta rezeki ini bisa dibaca kapan saja agar selalu cukup akan harta yang halal dan dijauhi dari harta yang haram.

    Di bawah ini doa agar kita selalu dicukupkan dengan harta yang halal dari Allah SWT:

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

    Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Ahmad 1319, Tirmidzi 3563 dan dihasankan al-Hafizh Abu Thahir)

    8. Doa Dimudahkan Rezeki

    Rezeki pada hakikatnya hanya milik Allah SWT dan diberikan pada hamba yang dikehendaki-Nya. Kita sebagai umat muslim yang taat tentunya berusaha mencari rezeki yang halal agar Allah ridha membagikan rezeki pada kita.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضُرٍّ وَلَا نَشَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Allahumma inni as-aluka an tarzuqoni rizqon halalan wasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wala masyaqqotin wala dhoirin wala nashobin innaka ‘ala kulli syai-in qodir.

    Artinya: ”Ya Allah, aku minta pada Engkau agar melimpahiku rizki yang halal, luas, dan baik tanpa kesusahan, tanpa kemelaratan dan tanpa kepayahan. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    Rezeki pada dasarnya tidak hanya sebatas yang terlihat saja. Namun, juga bisa berupa keimanan hingga pertolongan dari Allah SWT. Karena itu, sepantasnya kita selalu memanjatkan doa meminta rezeki agar selalu dimudahkan di berkahi.

  • Doa Menyembelih Ayam dan Tata Cara Menyembelih Ayam dalam Islam

    Doa Menyembelih Ayam dan Tata Cara Menyembelih Ayam dalam Islam

    Ayam merupakan salah satu hewan yang halal untuk dikonsumsi umat muslim. Perlu diketahui, ayam tidak sekonyong-konyong menjadi halal tanpa adanya syariatnya yakni, berupa adab, tata cara, serta doa menyembelih ayam.

    Jika seorang muslim menyembelih ayam tidak sesuai dengan syariat yang diajarkan, daging ayam yang dikonsumsi tentu menjadi tidak halal.

    Agar tidak keliru, mari simak doa menyembelih ayam serta adabnya berikut ini.

    Doa Menyembelih Ayam Sesuai Urutan Syariat Islam

    Sebagian mungkin tidak tahu, menyembelih ayam tidak hanya sekedar memotong leher ayam dan kemudian mencabuti bulunya.

    Menyembelih ayam memiliki adab yang perlu diperhatikan, serta doa yang didahului sebagai bentuk syukur dan keberkahan atas makanan yang akan dikonsumsi. Salah satu adab yang perlu diperhatikan yakni mengenai tuntunan bacaan doa menyembelih ayam sesuai dengan syariat Islam yang dibenarkan.

    Agar tidak bingung, mari simak bersama, urutan bacaan doa menyembelih ayam berikut ini:

    1. Bismillah

    Awali segala sesuatu dengan bimsillah, sebagai salah satu pengingat keberadaan Allah yang Maha Baik dan Penyayang.

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Bismillahir rahmanir rahim

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,”

    Hal ini diperkuat dengan firman Allah SWT yang menyebutkan:

    وَ لاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ الله عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

    Artinya: “Janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS. Al-An’am: 121)

    Baca juga: Doa Agar Cepat Hamil yang Ada di Al-Qur’an, Yuk Amalkan!

    2. Membaca Sholawat Nabi

    Lanjutkan dengan membaca sholawat nabi sebagai pujian bagi beliau yang menuntun kita ke jalan Allah SWT yang paling baik.

     اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad..”

    Artinya: “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

    3. Membaca Takbir 3 Kali dan Tahmid

    Selanjutnya lanjutkan dengan takbir sebanyak tiga kali dan tahmid sekali. Hal ini dimaksudkan sebagai pujian kepada Allah SWT atas bentuk syukur seorang muslim. Berikut bacaannya:

     اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

    Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd.”

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

    4. Membaca Doa Menyembelih Ayam

    Yang terkahir yakni membaca doa menyembeli ayam berikut ini:

    اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

    Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim

    Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

    Selain bacaan doa menyembelih ayam tersebut, kita juga bisa membaca doa menyembelih ayam yang satu ini.

    Adapun bacaan doanya sebagai berikut:

    Bismillahi Allahu Akbar.

    Allahumma inni as’aluka khayraha wa khayra ma jabaltaha ‘alaihi, wa a’udhu bika min sharriha wa sharri ma jabaltaha ‘alaihi.”

    Artinya:

    “Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar.

    Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari ayam ini dan kebaikan dari apa yang telah Engkau takdirkan baginya. Aku juga berlindung kepada-Mu dari kejahatan ayam ini dan kejahatan dari apa yang telah Engkau takdirkan baginya.

    Membaca doa menyembelih ayam ini menunjukkan kesadaran dan rasa syukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan serta permohonan perlindungan dari kejahatan.”

    5. Membaca Doa Menyembelih Ayam Jantan atau Betina

    Meski tidak diwajibkan untuk membedakan jenis kelamin ayam yang akan disembeli, kita bleh saja berdoa dengan menyesuaikannya. Berikut bacaannya:

    Doa Menyembelih Ayam Betina

    Nawaitu an adzbaha haadzal ganama lillahi ta’ala.

    Artinya: “Saya berniat menyembelih ayam betina ini karena Allah Ta’ala.”

    Doa Menyembelih Ayam Jantan

    Nawaitu an adzbaha haadzad dayka lillahi ta’ala.

    Artinya: “Saya berniat menyembelih ayam jantan ini karena Allah Ta’ala.”

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Tata Cara Menyembelih Ayam yang Diajarkan Dalam Islam

    Tata Cara Menyembelih Ayam yang Diajarkan Dalam Islam

    Setelah mengetahui urutan bacaan doa menyembelih ayam sesuai dengan urutan yang disyariatkan.

    Rasulullah SAW sendiri memberikan memberikan petunjuk dalam hadis riwayat Muslim untuk menyembelih hewan dengan cara yang baik, berikut sabdanya:

    عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّادِ بنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلّم قَالَ: (إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوْا اْلقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Artinya: “Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus r.a. dari Rasulullah Saw. beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Swt. telah menetapkan perbuatan ihsan (baik) pada tiap-tiap sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik pula. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan sembelihnya’.” (HR. Muslim).

    Berikut ini ada beberapa tata cara menyembelih ayam sesuai syariat Islam yang didasari dari penjelasan dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI):

    1. Orang yang menyembelih ayam harus sudah baligh, beragama Islam, dan berakal sehar.
    2. Ayam yang akan disembelih harus dalam keadaan hidup, sehat, dan bersih.
    3. Disunahkan menghadap ke arah kiblat.
    4. Membaca lafal ‘bismillahi allahu akbar atau bismillahirrahmanirrahim saat akan menyembelih ayam. Kemudian membaca doa menyembelih ayam.
    5. Dilarang menyembelih ayam dalam keadaan makan, minum, merokok atau aktivitas lain yang menyebabkan lalai untuk membaca basmalah.
    6. Penyembelihan dilakukan pada pangkal leher ayam dengan memutus saluran pernapasan, saluran makan, dan dua urat lehernya (pembuluh darah di kanan dan kiri leher) dengan sekali sayatan tanpa mengangkat pisau.
    7. Dilakukan dari leher bagian depan di antara ruas tulang leher kedua dan ketiga serta tidak memutus leher.
    8. Pisau yang digunakan untuk menyembelih ayam harus setajam mungkin dan dalam keadaan bersih. Tidak disahkan menyembelih dengan menggunakan kuku, tulang ataupun gigi.
    9. Memastikan bahwa matinya ayam disebabkan oleh penyembelihan tersebut.
    10. Darah ayam dibiarkan keluar dengan waktu minimal tiga menit sebelum proses berikutnya (lebih baik dalam posisi digantung untuk memaksimalkan pengeluaran darah).
    11. Ayam dipastikan mati jika darah sudah berhenti memancar dan tidak ada reflek kornea pada matanya.
    12. Jika sudah dipastikan mati ayam boleh diproses selanjutnya yaitu perendaman air panas.
    13. Sementara itu, pada pemotongan skala industri harus diperhatikan kecepatan konveyor dan jarak ke tempat pencelupan air panas.
    14. Proses selanjutnya harus dilakukan dengan kondisi bersih agar tidak terjadi kontaminasi bakteri, najis atau bahan haram lainnya.

    Syarat Orang yang Diperbolehkan Menyembelih

    Selain mengetahui bacaan doa serta tata caranya, perlu pula mengetahui syarat-syarat orang yang memang disahkan untuk menyembelih ayam, yakni sebagai berikut:

    1. Beragama Islam.
    2. Sembelihan orang kafir atau musyrik hukumnya tidak sah atau haram.
    3. Bukan orang gila atau sedang mabuk dan mumayiz.
    4. Menyembelih dengan rasa ikhlas dan syukur kepada Allah SWT
    5. Sudah dapat membedakan antara yang haq dan yang batil.

    Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyembelih Hewan

    Penyembelihan hewan yang sesuai syariat akan menjadikan dagingnya baik dan suci sehingga halal untuk dikonsumsi.

    Perlu diingat, hewan yang disembelih dengan cara yang salah serta tidak melakukannya sesuai adab yang disyariatkan tetap akan terhitung haram jika dikonsumsi orang muslim. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan yakni:

    1. Kriteria Hewan

    Hewan yang  akan disembelih harus memenuhi syarat sesuai hukum Islam, seperti:

    • Termasuk kategori hewan yang halal dikonsumsi dagingnya, seperti sapi, kambing, kerbau, ayam, itik, kelinci, dan lain sebagainya.
    • Hewan masih dalam keadaan hidup alias bukan bangkai.
    • Hewan bisa dikuasai untuk disembelih alias tidak liar.
    • Hewan dari golongan ikan dan belalang halal dikonsumsi tanpa harus disembelih.
    • Hewan yang disembelih harus dalam keadaan sehat dan tidak menderita penyakit atau cacat yang signifikan yang menjadikannya tidak layak dikonsumsi.

    2. Alat yang Dipakai untuk Menyembelih

    Sudah dijelaskan sebelumnya, saat memilih benda untuk menyembelih perhatikan ketajaman benda tersebut. diharamkan menggunakan benda tumpul karena hal tersebut dapat menyiksa hewan yang disembelih.

    gunakan bahan dari besi, kuningan, tembaga, dan lainnya. Sementara itu tidak diperkenankan menyembelih menggunakan alat yang terbuat dari tulang, gigi, dan kuku.

    Sementara itu, berdasarkan keputusan Komisi Fatwa MUI pada 18 Oktober 1976, penyembelihan hewan secara mekanik dengan pemingsanan diperbolehkan dengan catatan hewan tidak sampai mati yang berarti telah berubah menjadi bangkai.

    Hal ini juga diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umat muslim, yakni cara memperlakukan dengan baik hewan yang akan disembelih, sekaligus menggunakan cara-cara yang baik untuk menyembelihnya.

    Sesungguhnya Allah Swt mewajibkan untuk melakukan kebaikan dalam semua tindakan. Jika kamu membunuh, baikkanlah pembunuhan itu. Dan apabila kamu menyembelih (hewan), maka baikkanlah penyembelihan itu. Hendaklah kamu mengasah parangnya dan memperlakukan dengan baik keadaan sembelihannya.” (HR. Muslim)

    Untuk melakukan penyembelihan hewan, termasuk ayam jantan maupun betina, perlu diperhatikan bagian tubuh hewan yang akan disembelih. Berikut bagian tubuh yang perlu dipotong saat menyembelih:

    3. Perhatikan Bagian Tubuh yang Disembelih

    Untuk penyembelihan hewan baik jantan maupun betina, perlu diperhatikan bagian tubuh yang akan disembelih.

    Berikut bagian tubuh yang perlu dipotong saat menyembelih:

    • Bagian tubuh yang disembelih pada hewan adalah leher bagian atas, tengah, maupun bawah, dengan cara memutus jalan makanan dan jalan napas. Akan lebih baiklagi jika dua urat nadi di samping leher juga putus.
    • Leher hewan yang disembelih boleh putus boleh juga tidak.
    • Posisi orang saat menyembelih bebas, bisa duduk, jongkok maupun berdiri. Tidak ada keharusan untuk menghadap kiblat atau arah tertentu.
    • Namun keutamaannya adalah menghadapkan hewan ke arah kiblat (terutama bagi hewan korban)
    • Niatkan menyembelih hewan hanya karena Allah, dianjurkan membaca doa menyembelih hewan seperti yang telah dicontohkan di atas.
    • Melakukan penyembelihan sesuai syara’.
    • Membiarkan hewan yang disembelih sampai benar-benar mati baru dibersihkan.

    Larangan Mengkonsumsi Makanan Haram Bagi Muslim

    Agama Islam memberikan perhatian yang cukup tinggi terhadap pola dan gaya hidup umatnya. Salah satunya adalah dengan memberikan sejumlah aturan dan larangan mengenai bahan makanan yang hendak dikonsumsi manusia.

    Hal ini tentu bukan tanpa alasan yang jelas. Melainkan karena beberapa makanan juga dapat memberikan pengaruh buruk yang pada akhirnya akan menyebabkan tubuh sakit atau terjangkit suatu penyakit.

    Di dalam Al-Qur’an Allah SWT telah menetapkan beberapa jenis makanan haram untuk dikonsumsi umat Muslim. Dalil tersebut bisa kita temukan dalam surah Al- Maidah Ayat 3

    حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ

    Artinya: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.”

    Dalil tersebut menjelaskan bahwa ada beberapa jenis bahan hewan yang tidak boleh disembelih karena beberapa di antaranya memiliki jangkitan penyakit yang tentu akan merusak tubuh, serta diharamkan pula untuk memakan hewan yang sudah menjadi bangkai sebab tidak mengetahui sebab kematiannya.

    Demikian penjelasan mengenai doa menyembelih ayam serta adab dan tata cara sesuai dengan syariat Islam yang dibenarkan. Semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr.wb.

  • Doa Nabi Khidir untuk Hajat dan untuk Mengusir Musibah

    Doa Nabi Khidir untuk Hajat dan untuk Mengusir Musibah

    Siapa pun pernah mengalami masa sulit dan menghadapi cobaan. Doa Nabi Khidir termasuk salah satu doa yang dapat kita panjatkan ketika menghadapi kesulitan.

    Banyak yang membaca doa tersebut seusai shalat. Pasalnya, doa dari Nabi Khidir dipercaya dapat mengabulkan hajat dan mengusir musibah.

    Doa Nabi Khidir

    Sebagaimana Nabi lain, kita juga dapat meneladani ketaatan Nabi Khidir kepada Allah SWT. Nabi Khidir selalu bertaqwa dan berdoa kepada Allah SWT dalam berbagai kondisi.

    Doa Nabi Khidir dan khasiatnya juga sering disebutkan oleh para ulama. Pasalnya, doa Nabi Khidir dipercaya akan membantu membuat hajat kita diijabah oleh Allah.

    Selain itu, doa Nabi Khidir juga dapat membantu kita menghadapi cobaan dan menjauhkan musibah.

    Berikut beberapa bacaan doa Nabi Khidir:

    1. Doa Nabi Khidir untuk Mengabulkan Semua Hajat

    بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَسُوْقُ الْخَيْرَ إلَّا اللهِ

    بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إلَّا اللهُ

    بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ

    بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

    Bismillahi ma sya-allah la yasuqul khoiro illallah bismillahi ma sya-allah la yashrifus su-a illallah bismillah ma sya-allah ma kana min ni’matin fa minallah bismillah ma sya-allah la hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.

    Artinya: “Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang menyingkirkan keburukan kecuali Allah.

    Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada kenikmatan melainkan dari Allah. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tiada daya berbuat kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah. 

    Dan tiada kekuatan untuk menghindar dari perbuatan maksiat kecuali dengan perlindungan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

    Baca juga: Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan yang Sholeh dalam Al Quran

    2. Doa Nabi Khidir untuk Kekayaan

    دُعَاءُ الْفَرَجِ أَو دُعَاءُ الخَضِرِ عليه السلام

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

    اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ اللُّطَفَاءِ، وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرْضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَانَتْ وَسَاوِسُ الصُدُورِ كَاْلعَلاَنِيَّةِ عِنْدَكَ ، وَعَلاَنِيَّةُ اْلقَوْلِ كَالسِّرِ فِى عِلْمِكَ ، وَانْقَادَ كُلُّ شَىْءٍ لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِى سُلْطَانٍ لسُلْطَانِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا والْأَخِرَةِ كُلُّهُ بِيَدِكَ، اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلِّ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجًا وَمَخْرَجًا، اللَّهُمَّ إِنَّ عَفْوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ، وَتَجَاوَزَكَ عَنْ خَطِيئَتىِ ، وَسِتْرَكَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطمِعْني أَنْ أَسْألَكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ، أَدْعُوكَ اَمِنًا وَأَسْألُكَ مُسْتَأْنِسًا . وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَىَّ، ، وَأَنَا الْمُسِيئُ إلىَ نَفْسِى فِيِمَا بَيْنِى وَبَيْنِكَ ، تَتَوَدَّدُ إِلىَّ بِنِعْمَتِكَ، وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمعَاصِى، وَلَكِنَّ الثِّقَةَ بِكَ حَمَلَتْنِى علَى الْجَرَاءَةِ عَلَيْكَ، فَعُدْ بِفَضْلِكَ وإحْسَانِكَ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الَّرَحِيم، وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

    Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallim.

    Allahumma kamaa lathafta fii ‘azhamatika duunalluthafaa, wa ‘alawta bi‘azhamatika alal ‘uzhamaa, wa ‘alimta maa tahta ardhika ka’ilmika bimaa fauqa ‘arsyika, wa kaanat wasaawisusshuduuri kal’alaaniyyati ‘indaka, wa ‘alaaniyyatulqauli kassirri fii ‘ilmika.

    Wanqaada kullu syai-in li ‘azhamatika, wa khadha’a kullu dzi sulthaanin li sulthaanika, wa shaara amruddunya wal aakhirati kulluhu biyadika.

    Ij’al lii min kulli hammin ashbahtu aw amsaiytu fiihi farajan wa makhrajaa, Allahumma inna ‘afwaka ‘an dzunuubiy, wa tajaawazaka ‘an khathii’athiy, wa sitraka alaa qabiihi a’maaliy.

    Athmi’niy an as-aluka maa laa astawjibuhu minka mimma qashhartu fiihi, ad’uuka aaminan, wa as;aluka musta;anisaa.

    Wa innakalmuhsinu ilayya, wa analmusii’u ilaa nafsiy fiima bayniy wa bainika, tatawaddadu ilayya bini’matika, wa atabagghadhu ilaika bilma’ashiy, walakinnattsiqata bika hamalatniy ‘alal Jaraa-ati ‘alaika, fa’ud bifadhlika wa ihsaanika ‘alayya. 

    Innaka antattawaaburrahiim ,wa shallallahu alaa Sayyidina Muhammadin wa alihi wa shahbihi wa sallam.

    Artinya: 

    “Ya Allah, sebagaimana Engkau bersikap lemah lembut dalam keagungan-Mu melebihi segala yang lemah lembut, dan Engkau Maha Tinggi dengan keagungan-Mu atas segala yang agung.

    Engkau Maha Mengetahui apa yang ada di dalam bumi-Mu sebagaimana mengetahui apa yang ada di atas ‘arsy-Mu, dan bisikan hati di sisi-Mu sama seperti ucapan terang-terangan, dan ucapan terang-terangan sama di sisi-Mu dengan bisikan hati.

    Tunduklah segala sesuatu kepada keagungan-Mu, dan merendahlah segala yang memiliki kekuasaan kepada kekuasaan-Mu, dan jadilah perkara dunia dan akhirat berada di tangan-Mu. 

    Jadikanlah bagiku dari segala keluh-kesah yang menimpaku pada sore/pagi hari kelapangan dan jalan keluar darinya.

    Ya Allah, sesungguhnya kemaafan-Mu atas dosa-dosaku, dan penghapusan-Mu atas semua kesalahanku, dan penutupan-Mu atas perbuatan burukku, kesemuanya itu mendorongku untuk memohon kepada-Mu apa-apa yang aku tak pantas menerimanya. 

    Apa-apa yang aku teledor padanya, aku memohon kepada-Mu dalam keadaan aman, dan aku meminta kepada-Mu dengan keadaan rasa senang hati, sedangkan Engkau adalah selalu berbuat baik kepadaku.

    Aku selalu berbuat jahat terhadap diriku sendiri dalam masalah yang menyangkut hubungan aku dengan Engkau. Engkau selalu membuatku menyayangi-Mu dengan senantiasa memberi nikmat-Mu kepadaku meskipun Engkau tidak membutuhkan aku.

    Aku selalu membuat-Mu murka dengan bermaksiat kepada-Mu, akan tetapi kepercayaanku kepada-Mu membawaku untuk berani (memohon) kepada-Mu, maka jenguklah aku dengan karunia dan kebaikan-Mu kepadaku.

    Terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang.”

    Baca juga: 7 Doa Nabi Musa Ketika Menghadapi Kesulitan Lengkap dengan Artinya

    3. Doa Nabi Khidir untuk Kesembuhan

    أَقْسَمْتُ عَلَيْكِ أَيَّتُهَا اْلعِلَةُ بِعِزَّةِ عِزَّةِ اللهِ وَبِعَظَمَةِ عَظَمَةِ اللهِ وَبِجَلاَلِ جَلَالِ اللهِ وَبِقُدْرَةِ قُدْرَةِ اللهِ وَبِسُلْطَانِ سُلْطَانِ اللهِ وَبِلاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَبِمَا جَرَى بِهِ اْلقَلَمُ مِنْ عِنْدِ اللهِ وَبِلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ إِلاَّ انْصَرَفْتِ

    Aqsamtu ‘alaiki ayyatuhal ‘illatu bi‘izzati ‘izzatillaah, wa bi’azhomati azhomatillaah, wa bijalaali jalaalillaah, wa biqudroti qudrotillaah, wa bisulthooni sulthoonillaah, wa bilaa ilaaha illaah.

    Wa bimaa jaroo bihil qolamu min ‘indillah, wa bilaa hawla walaa quwwata illaa billaah, illanshorofti.

    Artinya: 

    “Aku bersumpah, wahai penyakit, dengan kemulian kemulian Allah, dengan kebesaran kebesaran Allah, dengan keagungan keagungan Allah, dengan kekuasaan kekuasaan Allah, dengan kerajaan kerajaan Allah, dengan kalimat ‘Laa ilaaha illaah.’

    Apa yang ditulis oleh Al-Qalam di sisi Allah, juga dengan kalimat ‘Laa hawla walaa quwwata illaa billaah’, kecuali kamu pergi.”

    4. Doa Nabi Khidir untuk Menjauhkan Musibah

    Dikisahkan bahwa Nabi Khidir mengijazahkan kepada Imam Ibrahim at-Taimi doa yang dapat menghindarkan musibah. Doa Nabi Khidir ini disebut wirid musabbi’at.

    Berikut bacaan yang termasuk dalam wirid musabbi’at yang dibaca setelah Maghrib:

    • Surat Al-Fatihah 7x
    • Surat Al-Ikhlas 7x
    • Surat Al-Falaq 7x
    • Surat An-Nas 7x
    • Ayat kursi 7x
    • Istighfar 7x
    • Shalawat 7x

    Mengenal Nabi Khidir

    Selain mempelajari doa Nabi Khidir dan artinya, ada baiknya jika kita juga mengenal sosok Beliau. Apalagi, kisah Nabi Khidir mengandung banyak hal yang dapat kita teladani.

    Nama Nabi Khidir mungkin terdengar cukup asing bagi sebagian besar orang. Pasalnya, Nabi Khidir memang tidak termasuk dalam 25 Nabi dan Rasul.

    Meski demikian, Nabi Khidir merupakan utusan Allah SWT. Kisah Beliau juga disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an, di antaranya yaitu surat Al-Kahfi.

    فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

    Artinya: 

    “Lalu mereka (Musa dan muridnya) bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (QS. Al-Kahfi: 65).

    Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Musa untuk belajar kepada Nabi Khidir.

    قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا….

    Artinya: 

    “Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” …” (QS. Al-Kahfi: 66).

    Kemudian Nabi Khidir menyetujui menerima Nabi Musa sebagai murid dengan syarat yaitu tidak boleh mengajukan pertanyaan apapun hingga diberikan penjelasan.

    Kisah perjalanan Nabi Musa dan Nabi Khidir mengandung teladan bahwa kita harus bersabar dalam segala kondisi.

    Melansir dari detikHikmah, dalam buku Kisah dan Misteri disebutkan bahwa nama asli Nabi Khidir adalah Balyan bin Malkan. Nabi Khidir merupakan keturunan dari Nabi Nuh dari jalur Sam.

    Sementara nama Khidir merupakan suatu julukan sebab Beliau mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu unta berwarna putih (farwah baidah).

    Nabi Khidir juga disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW,

    إِنَّمَا سُمِّيَ الخَضِرَ أَنَّهُ جَلَسَ عَلَى فَرْوَةٍ بَيْضَاءَ، فَإِذَا هِيَ تَهْتَزُّ مِنْ خَلْفِهِ خَضْرَاءَ

    Artinya: 

    “Beliau dinamai Khidr karena beliau duduk di atas tanah putih, tiba-tiba berguncang di belakang beliau berwarna hijau.” (HR. Bukhari 3402, Turmudzi 3151, dan Ibnu Hibban 6222).

    Hikmah dari Kisah Nabi Khidir

    Manfaat doa Nabi Khidir yang lebih mudah diijabah tidak lepas dari teladan dalam tindakan dan sifat Nabi Khidir yang penyabar.

    Salah satunya yaitu saat memulai perjalanan dengan Nabi Musa. Ketika itu, Nabi Khidir melubangi perahu yang digunakan.

    Karena persyaratan awal yang melarang bertanya, Nabi Musa pun menahan diri. Hingga kemudian Nabi Khidir melakukan beberapa tindakan yang aneh, termasuk membetulkan tembok tanpa dibayar sama sekali.

    Akhirnya, Nabi Khidir pun memberikan penjelasan mengenai tindakannya. Beliau melubangi kapal karena kapal tersebut berpotensi diambil oleh penguasa. Namun, dengan melubanginya, maka penguasa tidak akan tertarik untuk mengambilnya.

    Kisah Nabi Khidir mengajarkan bahwa kita harus bersabar dan tidak asal menggunakan prasangka sendiri.

    Selain itu, Nabi Khidir mencontohkan untuk mengambil bahaya yang lebih ringan. Maksudnya, kapal yang berlubang masih dapat diperbaiki, sehingga masih lebih baik daripada kapal itu dirampas oleh penguasa yang zalim.

    Itulah beberapa doa Nabi Khidir yang dapat kita amalkan serta kisahnya. Semoga doa kita juga diijabah. Amin.

  • Doa Memakai dan Melepas Pakaian Sesuai Sunnah, Latin dan Artinya

    Doa Memakai dan Melepas Pakaian Sesuai Sunnah, Latin dan Artinya

    Dalam ajaran Islam, saat melakukan aktivitas kecil sehari-hari dianjurkan untuk membaca doa. Termasuk juga untuk doa memakai pakaian hingga melepasnya sebagaimana yang diajarkan.

    Adanya doa ini bertujuan agar kita semakin taat kepada Allah SWT. Berikut ini kumpulan doa memakai hingga melepas pakaian yang sesuai sunnah.

    Doa Memakai Pakaian dan Melepasnya Sesuai Sunnah

    Terdapat beberapa doa ketika menggunakan pakaian yang bisa kita sesuaikan dengan kondisi yang dialami. Hal ini tentunya juga diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana beliau mencontohkannya.

    Di bawah ini rangkuman doa untuk memakai pakaian hingga melepasnya dalam bahasa arab, latin dan artinya.

    1. Doa Memakai Pakaian

    Sebagai sosok yang sempurna, Rasulullah SAW juga mencontohkan langsung saat hendak mengenakan pakaian, gamis, selendang maupun sorban. Adapun bacaan yang beliau ucapkan dalam memanjatkan doa ketika memakai pakaian.

    اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَ خَيْرِ مَا هُوَ لَهُ، وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا هُوَ لَهُ

    Latinnya: Allahumma inni as-aluka min khayrihi wa khayri ma huwa lahu, wa a’udhu bika min sharrihi wa sharri ma huwa lahu.

    Artinya: “Wahai Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan baju ini dan kebaikan apapun untuknya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan baju ini serta keburukan apapun untuknya.”

    Perlu diketahui bahwa doa memakai pakaian bukanlah suatu kewajiban agama yang harus kita lakukan, melainkan merupakan amalan tambahan yang dapat dilakukan sebagai ungkapan atau rasa syukur dan permohonan kepada Allah SWT.

    Baca juga: Doa Sebelum dan Sesudah Belajar yang Diajarkan Rasulullah SAW

    2. Doa Memakai Pakaian Baru

    Siapa yang tidak senang jika kita memiliki baju baru? Hampir semua orang suka dengan baju terlebih lagi mode trendy. Kita tentunya juga pasti ingin segera mengenakannya di momen yang tepat.

    Baju yang dipilih tentunya disesuaikan dengan selera ataupun zaman. Hal ini semakin membuat kita merasa cocok ketika mengenakannya. Namun, saat hendak menggunakan baju tersebut, baiknya kita tidak lupa untuk berdoa kepada Allah.

    Selain itu, berdoa menjadi anjuran yang dikhususkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT hingga ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Berikut ini doa memakai pakaian baru arab dan artinya:

    اللّٰهُمَّ لَكَ الحَمْدُ اَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَ خَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

    Latinnya: Allahumma laka alhamdu anta kasawtanihi, as-aluka khayrahu wa khayra ma suni’a lahu, wa a’udhu bika min sharrihi wa sharri ma suni’a lahu.

    Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu segala pujian yang Engkau berikan kepadaku pakaian ini. Aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan apapun yang dibuat untuknya, serta aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pakaian ini dan kejelekan apapun yang dibuat untuknya.”

    Baca juga: Doa Ketika Hujan Lebat, Ketika Reda, Arab, Latin & Artinya (Allahumma Shoyyiban Nafi’an)

    3. Doa Melepas Pakaian

    Tidak hanya doa untuk memakai pakaian, namun terdapat juga doa melepas pakaian latin dan artinya yang bisa kita terapkan.

    Anjuran doa ini disampaikan dalam hadits riwayat Tirmidzi dengan bunyi:

    سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ

    Latinnya: Satru maa bayna a’yunil jinni wa ‘aurati baynii aadam. Idzaa dakhola ahaduhumul kholaaa, an yaquula bismillah.

    Artinya: “Penutup antara pandangan jin dan aurat anak Adam ketika seorang melepas pakaiannya adalah dengan mengucapkan ‘Bismillah’ (Dengan menyebut nama Allah aku melepas pakaian).” (HR Tirmidzi).

    Anjuran membaca doa saat kita hendak melepaskan pakaian juga sama pentingnya dengan doa ketika memakai pakaian. Oleh karena itu, perlu mengetahui bacaan doa melepas pakaian agar dijaga Allah senantiasa dalam setiap waktu.

    Selain itu, terdapat juga bacaan doa lainnya ketika ingin melepaskan pakaian yang sesuai dengan ajaran Islam. Adapun bunyi dari bacaan doa melepaskan pakaian berupa:

    بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ

    Latinnya: Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa.

    Artinya: “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya.”

    Anjuran dalam Membaca Doa Sebelum Memakai Pakaian

    Di dalam ajaran agama Islam, terdapat anjuran untuk membaca doa sebelum memakai pakaian. Hal ini sudah tertuang di dalam kitab suci Al-Qur’an yang terletak pada surat Al-A’raf ayat ke-27 dengan bunyi:

    يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا

    Ya Bani Adam, laa yaftinnannakumu ash-shaytanu kama akhrajaa abawaykum minal jannati, yanzi’u ‘anhumaa libaasahumaa liyuriyahumaa sawaatihimaa.

    Artinya:

    “Hai anak-cucu Adam, jangan sampai kamu dapat diberdayakan oleh setan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari surga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.” (QS. Al-A’raf: 27).

    Hukum dalam Membaca Doa Sebelum Memakai Pakaian

    Lantas, apa hukumnya ketika kita membaca doa sebelum memakai pakaian? Secara umum, hukum memakai pakaian adalah sunnah. Dalam artian merujuk segala perkataan, perbuatan, persetujuan atau keheningan Nabi Muhammad SAW.

    Sunnah ini berdasarkan apa yang dilakukan nabi Muhammad SAW ketika ingin mengenakan pakaian. Jika dilakukan mendapatkan ganjaran berupa pahala, namun jika tidak dilakukan tentunya tidak berdosa.

    Hikmah Membaca Doa Ketika Mengenakan Pakaian

    Membaca doa memakai pakaian memiliki banyak manfaat. Hal ini dikarenakan adanya keyakinan bahwa segala sesuatu yang diawali dengan bacaan doa semata-mata meminta perlindungan atau ridho Allah, maka akan menjadi berkat.

    Selain itu, kita juga akan mendapatkan hikmah atas bacaan doa yang dipanjatkan secara tulus tersebut seperti di bawah ini.

    1. Menjaga Kesadaran Spiritual

    Pelafalan pembacaan doa ini dapat membantu kita tetap menjaga kesadaran spiritual. Saat mengucapkan kata-kata doa, kita akan mengingat Allah dan mengakui bahwa segala sesuatu berupa nikmat yang diberikan berasal dari-Nya.

    Hal ini membantu kita tetap terhubung dengan dimensi spiritual dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak serta melupakan keberadaan Allah sebagai maha pelindung.

    2. Ungkapan Rasa Syukur

    Adanya doa yang kita panjatkan ketika menggunakan pakaian merupakan instrumen dari wujud rasa syukur terhadap nikmat Allah. Selain itu, cara ini juga akan membuat kita semakin menghargai pakaian yang dimiliki.

    3. Memperkuat Hubungan Agama

    Membaca doa untuk segala hal yang dilakukan sudah diatur dalam ajaran Islam. Doa juga menjadi salah satu ibadah yang bila dikerjakan mendapatkan pahala. Membaca doa secara konsisten dalam kehidupan akan menguatkan hubungan kepada Allah semakin erat.

    Adab Berpakaian yang Benar Menurut Islam

    Islam merupakan agama yang sempurna dalam mengatur segala aspek kehidupan. Tidak terlepas dalam tata cara berpakaian yang baik dan benar sesuai syariat. Adanya tata cara ini sebagai pedoman mengenai adab berpakaian.

    Tentunya terdapat banyak hikmah dari segala sesuatu yang baik untuk dilakukan. Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Islam mengenai adab berpakaian. 

    Di bawah ini prinsip-prinsip terkait adab berpakaian yang bisa kita terapkan.

    1. Menutup Aurat

    Sebagai umat muslim yang taat, menutupi aurat memiliki hukum wajib. Baik itu laki-laki antara bagian pusar dan lutut hingga perempuan untuk seluruh tubuh, kecuali wajah hingga pergelangan tangan.

    Menutupi aurat memiliki makna tersendiri yang mendalam, seperti menjaga kehormatan, kesucian hingga menjaga hubungan antara lawan jenis. Karena hal ini, wajib hukumnya untuk mematuhi adab dalam berpakaian secara Islam.

    2. Membaca Doa

    Membaca doa termasuk bagian dari adab penting ketika berpakaian dalam ajaran Islam. Mulai dari mengenakan pakaian hingga melepasnya dari anggota tubuh. Keduanya juga dicontohkan oleh Rasulullah sehingga sunnah untuk dilakukan.

    Tidak hanya itu, membaca doa juga sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Nikmat kehidupan berupa pakaian yang layak patut untuk disyukuri. Terlebih lagi jika kita menyadari bahwa pakaian merupakan bagian dari anugerah Allah.

    Tentunya kita akan semakin menyadari manfaat besar dari pakaian yang dikenakan tersebut. Sementara itu, doa memakai pakaian dan melepaskannya memiliki makna bahwa kita menghargai dan menghormati pakaian yang sudah dikenakan.

    3. Diawali dari bagian Kanan

    Dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad SAW diceritakan menggunakan pakaian dengan diawali dari bagian kanan.

    Hal ini tentunya sunnah untuk dilakukan dalam tata cara mengenakan pakaian. Tentu saja ini berlaku untuk laki-laki ataupun perempuan.

    Terdapat dua makna dari menggunakan pakaian yang diawali bagian kanan. Secara simbolis, memulai segala sesuatu dari kanan dianggap tindakan yang baik dan diberkahi.

    Sementara praktisnya, memulai dari bagian sisi kanan membuat kita semakin mudah untuk mengenakan pakaian tersebut. Sungguh semua yang dicontoh Rasulullah sangat baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    4. Menjaga Kebersihan

    Kebersihan dan kerapihan mencerminkan keteraturan dalam hidup. Tak terlepas dalam berpakaian, kita sebagai umat muslim juga sangat dianjurkan untuk memakai wangi-wangian ketika ingin melaksanakan shalat berjamaah.

    Menjaga penampilan yang rapi dan bersih juga merupakan bagian ketaatan karena kita mencerminkan sikap hormat kepada diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, kita perlu menjaga kebersihan dan kerapian pakaian sebelum dikenakan.

    5. Tidak Berlebihan

    Sebagai umat muslim yang baik, tentunya kita tidak boleh boros akan harta seperti membeli pakaian yang berlebihan. Anjuran yang baik untuk kita adalah mengenakan pakaian yang sesuai kebutuhan dan kemampuan untuk menghindari sifat riya”.

    6. Tidak Memperlihatkan Kemewahan atau Kesombongan

    Tidak ada agama yang mengajarkan kita sebagai umat yang taat untuk memamerkan kemewahan atau kesombongan. Berpakaian yang secukupnya sesuai kebutuhan akan membuat kita tetap rendah hati dan sadar bahwa hanya Allah maha segalanya.

    Hindari menggunakan pakaian yang bisa menimbulkan kesombongan dengan niat untuk merendahkan orang lain. Terlebih lagi jika pakaian yang digunakan membuat kita tidak nyaman ketika berjalan ataupun beraktivitas.

    7. Tidak Menyerupai Lawan Jenis

    Di dalam agama Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menggunakan pakaian sesuai dengan hakikatnya. Dimana perbedaan pakaian ini dilandaskan untuk menjaga kesucian, kehormatan hingga hubungan antara laki-laki dan perempuan.

    Jika dilihat dari trend masa kini, banyak mode pakaian laki-laki yang menyerupai perempuan, begitu juga sebaliknya. Padahal ini sangat bertentangan dengan syariat Islam dalam adab berpakaian.

    8. Menjaga Kesopanan

    Berpakaian yang sopan sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Pakaian yang digunakan tidak boleh transparan ataupun ketat terlebih untuk pakaian seorang perempuan. Pakaian juga tidak boleh melanggar hal-hal yang bertentangan.

    Doa memakai pakaian sangat dianjurkan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam berpakaian. Tentunya ini menjadi sunnah bila dilakukan dan akan mendapatkan pahala.