Tag: Al Quran

  • 15 Hukum Bacaan Mad dalam Ilmu Tajwid dan Contohnya

    15 Hukum Bacaan Mad dalam Ilmu Tajwid dan Contohnya

    Dalam Al-Qur’an ada banyak sekali hukum bacaan tajwid, salah satunya adalah hukum bacaan mad. Penting bagi seorang muslim untuk mengetahui hukum bacaan jika tidak ingin merubah makna yang ada di dalam Al-Qur’an.

    Hukum mad secara garis besar dibagi menjadi dua, yakni Mad Thabi’i (Mad Asli) dan Mad Far’i (Percabangan). Akan tetapi Mad Far’i sendiri dibagi lagi menjadi 14 macam. Sehingga,setidaknya ada 15 hukum Mad dalam ilmu tajwid.    

    Untuk mengetahui pembagian serta contohnya, mari simak artikel ini sampai akhir.

    Macam-macam Hukum Bacaan Mad serta Contohnya

    Mad menjadi satu di antara hukum bacaan yang penting untuk dipelajari dalam ilmu tajwid. Makna dari hukum bacaan mad terbagi menjadi dua.

    Secara bahasa, mad mempunyai arti panjang. Sedangkan secara istilah, mad mempunyai arti membaca panjang pada huruf yang ada pada Al-Qur’an.

    Jadi, jika menemui hukum bacaan mad saat membaca Al-Qur’an, jangan memendekkan yang seharusnya dibaca panjang dan juga sebaliknya. Maka dari itu, penting untuk memahami setiap hukum bacaan mad agar tidak keliru saat membaca Al-Qur’an.

    Ilmu tajwid membagi hukum bacaan mad dalam beberapa bagian. Serta masing-masing hukumnya memiliki kondisi yang berbeda-beda.

    Baca juga: Doa untuk Orang Tua; Arab, Latin dan Terjemahnya

    Hukum bacaan mad sendiri terbagi menjadi dua secara garis besar, yakni Mad thabi’i dan Mad far’i. Namun, Mad far’i memiliki cabang turunan yang jumlahnya cukup banyak. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut macam-macam hukum bacaan mad:

    Mad Thabi’i (Mad Asli)

    Mad thabi’i merupakan hukum bacaan mad yang masih asli atau murni. Mad sendiri berarti panjang sedangkan thabi’i artinya biasa.

    Jadi arti dari Mad thabi’i adalah memanjangkan bacaan dikarenakan ada huruf asli mad, dan tidak ada sebab yang bisa mengubah keasliannya. Cara membaca Mad thabi’i yaitu dipanjangkan satu alif atau dua rakaat.

    Bacaan Mad Thabi’i terjadi apabila:

    1. Huruf alif ( ا ) yang sebelumnya berharakat fathah ( ـَ )

    Contoh: 

    سا, ما, نا, وا, حا

    2. Huruf wau sukun ( و ) yang sebelumnya berharakat dhomah ( ـُ )

    Contoh:

    سو, مو, نو, وو, حو

    3. Huruf Ya’ sukun ( ي ) yang sebelumnya berharakat kasrah ( ـِ )

    Contoh:

    سي, مي, ني, وي, حي

    Contoh Mad Thabi’i:

    كتَا بٌ – يَقُوْلُ – سمِيْعٌ

    Mad Far’i (Turunan/ Cabang)

    Mad far’i secara bahasa memiliki arti cabang. Sedangkan secara istilah Mad far’i berarti hukum tambahan dari mad asli, yang disebabkan oleh hamzah atau sukun.

    Untuk penjelasan lebih lanjut, yuk simak 14 macam hukum bacaan Mad Far’i berikut:

    1. Mad Wajib Muttashil

    Mad wajib muttashil adalah bacaan Mad thabi’i yang bertemu dengan hamzah di dalam satu kata, dengan panjang bacaan 6 harakat (3 alif).

    Ciri dari Mad wajib muttashil adalah adanya garis melengkung tebal, tanda ini hampir mirip seperti pedang, letaknya berada di atas huruf Mad thabi’i ataupun terletak di antara Huruf hijaiyah Mad thabi’i dan huruf hijaiyah Hamzah.

    Contoh:

    سَوَآءٌ – جَآءَ

    2. Mad Jaiz Munfashil

    Mad jaiz munfashil ini terjadi ketika ada huruf Mad Thabi’i yaitu ( ــــــَــــــ ا ; يْ ـــــــِــــــ ; وْ ـــــــُـــــــ ) ketemu dengan huruf hijaiyah Alif (ا) yang mempunyai harakat Fathah, harakat Kasrah, ataupun harakat Dhammah ( اَ – اِ – اُ ).

    Cara membaca dari Mad jaiz munfashil ini adalah boleh panjang 1 alif (2 harakat), 2 alif (4 harakat), ataupun juga bisa 3 alif (6 harakat).

    Contoh:

    تُوْبُوْا إِلَى اللهِ, كَلَّا إِذَا

    Baca juga: Doa Ketika Mimpi Buruk Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    3. Mad Iwad

    Mad iwad yaitu apabila setiap huruf yang berharkat fathahtain (ـً). ketika diwaqafkan dibaca fathah dengan panjang 2 harakat.

    Sebagai catatan, hukum Mad iwad yang dijelaskan tersebut tidak berlaku pada bacaan Ta’ Marbutah ( ىة , ة ). Apabila ada Ta’ Marbutah berharakat fathatain ( ـً ) dan diwaqafkan, maka membacanya harus mengubah Ta’ Marbutah menjadi Ha’ ( ه, ىه ) sukun/mati.

    Contoh:

    مَالًا لُبَدًا – وَقَالَ صَوَابًا

    4. Mad Layyin/ Mad Lin

    Mad layyin atau Mad lin yaitu terjadi apabila huruf wau ( و ) atau ya ( ي ) yang berharakat sukun didahului oleh harakat fathah sedangkan sesudahnya terdapat satu huruf hidup ketika diwaqafkan (berhenti).

    Cara membaca Mad layyin atau Mad lin yaitu dibaca panjang 2, 4, 6 harakat, tetapi lebih utama 2 harakat.

    Contohnya:

    هذَا الْبَيْتِ – مِنْ خَوْفٍ

    5. Mad Arid Lissukun

    Yakni mad yang terjadi apabila Mad thabi’i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca Wakaf.

    Cara membaca Mad arid lissukun yaitu lafalnya dibaca panjang 2, 4, atau 6 harakat, tetapi lebih diutamkan dibaca sampai 6 harakat.

    Contohnya:

    تَعْبُدُونَ – نَسْتَعِيْ

    6. Mad Lazim Mustaqal Kilmi

    Yakni mad yang terjadi apabila huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf yang bertasydid dalam satu kata. Ciri dari mad ini biasanya terdapat tanda garis lengkung tebal seperti pedang.

    Cara membacanya di baca panjang 6 harakat (3 alif).

    Contoh:

    ولا الضآلّين

    7. Mad Badal

    Mad badal terjadi apabila ada 2 huruf hamzah, dimana huruf hamzah yang pertama berharakat sedangkan huruf hamzah yang kedua disukun (mati). Sehingga lafalnya dibaca panjang 2 harakat.

    Contoh:

    أُوْتُوا – إِيْـمَانًا

    8. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

    Yakni mad yang terjadi apabila huruf Mad thabi’i bertemu dengan huruf yang bersukun dalam satu kata. Adapun cara membacanya adalah 6 harakat.

    Contohnya:

    ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِ

    9. Mad Lazim Harfi Musyabba

    Mad lazim harfi musyabba adalah huruf-huruf hijaiyah yang menjadi permulaan atau awal surat. Adapun hurufnya terdiri dari 8, yakni:

     ن – ق – ص – ع – س – ل – ك – م

    Contohnya:

    وَالقلَم آلم ن يس

    10. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

    Yaitu apabila ada permulaan surat dari Al-Qur’an ada terdapat salah satu atau lebih dari antara huruf yang lima ya’ni :

    ح – ي – ط – ﻫ – ر

    Contohnya:

    حم الم

    11. Mad Shilah Qashiroh

    Hukum bacaan disebut Mad silah qasiroh apabila ada Ha’ Dhomir ( ﻪ , ه ) yang berada sesudah huruf yang berharakat, kecuali huruf mati atau sukun dan tidak pula dihubungkan dengan huruf berikutnya, seperti bacaan tasydid atau huruf mati atau sukun.

    Cara membaca hukum Mad shilah qashiroh yaitu dibaca dengan panjang 1 alif atau 2 harakat / ketukan, seperti panjang Mad thabi’i.

    Contohnya:

    لَا تَأْخُذُهُ إِنَّهُ كَانَ

    12.   Mad Shilah Thawilah

    Yakni hukum bacaan mad yang terjadi apabila “ha dhamir” berada diantara dua huruf berharakat dan sesudahnya  bertemu dengan huruf hamzah.

    Cara membacanya adalah dibaca 2 sampai 5 harokat.

    Contohnya:

    مَالَهُ أَخْلَدَهُ – عِنْدَهُ إِلَّا-وَأَنَّهُ إِلَيْهِ

    13. Mad Farqi

    Yakni mad yang terjadi apabila mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid. Mad farqi digunakan untuk membedakan hamzah pertanyaan atau Mad Istifham (pertanyaan). Cara membacanya dibaca 6 harakat.

    Contohnya:

    قُلْ آلذَّكَرَيْنِ

    قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ

    (katakanlah: “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini).

    14. Mad Tamkin

    Yakni mad yang terjadi apabila terdapat huruf ي ganda. Dimana ي  yang pertama bersimbol ‘tasydid kasroh’, dan ي yang kedua bersimbol sukun/mati.

    Dengan syarat apabila ia tidak diikuti lagi dengan huruf hidup yang dimatikan (karena ada di akhir bacaan). Karena jika demikian maka akan berubah menjadi mad arid lissukun.

    Contohnya:

    مِنَ النَّبِيِّيْنَ – فِي الْأُمِّيِّينَ

    Manfaat Belajar Ilmu Tajwid

    Setelah mengetahui hukum bacaan mad dalam ilmu tajwid tentu kita akan bertanya-tanya, apakah mempelajari ilmu tajwid bagi seorang muslim itu penting dan apa manfaat jika mempelajarinya.

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa dengan adanya ilmu tajwid, kita menghindari melafalkan Al-Qur’an dengan kurang tepat  sehingga makna di dalamnya juga berubah.  

    Tidak hanya itu, di sini ada beberapa hal yang menunjukkan manfaat pentingnya ilmu tajwid bagi seorang muslim:

    1. Mengetahui serta Mempraktekan Cara Membaca Al-Qur’an dengan Baik

    Manfaat pertama mempelajari ilmu tajwid adalah mengetahui cara membunyikan huruf dari mahrajnya (tempat keluarnya), cara membaca hukum-hukum bacaan, kalimat tepat untuk berhenti (waqaf). Jika kita mempraktekannya kualitas bacaan kita semakin baik pula.

    2. Terhindar dari Kesalahan Saat Membaca Al-Qur’an

    Membaca Al-Qur’an jauh berbeda dengan membaca hadist atau kalimat arab lainnya. Kesalahan sepele dalam membaca harakat, huruf, dan kalimat akan mengubah makna sesungguhnya dari Al-Qur’an.

    Selain itu, kita juga tidak diperbolehkan mengganti salah satu kalimat di dalam Al-Qur’an dengan kalimat dalam bahasa arab lain meskipun memiliki arti yang sama.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa mempelajari ilmu tajwid, untuk mencegah terjadinya kesalahan saat kita membaca Al-Qur’an.

    3. Sebagai Bentuk Adab dan Tata Krama Dalam Membaca Al-Qur’an

    Al-Qur’an merupakan kitab paling sempurna yang menyempurkan 4 kitab lain yang turun sebelumnya, Al-Qur’an juga merupakan firman Allah SWT yang dijadikan sebagai pedoman dalam berkehidupan.

    Dengan alasan tersebutlah, tidak semestinya kita membaca Al-Qur’an dengan asal-asalan tanpa memperhatikan mahraj dan hukum bacaannya.  Untuk itulah, tujuan mempelajari ilmu tajwid yakni sebagai bentuk adab dan tata karma kita dalam membaca Kitab suci Al-Qur’an.

    4. Sebagai Salah Satu Bentuk Ibadah

    Membaca Al-Qur’an bernilai ibadah bagi muslim yang mau membacanya. Apalagi jika kita berniat belajar ilmu tajwid untuk memperbaiki kualitas membaca Al-Qur’an semata-mata karena Allah SWT, maka mempelajari ilmu tajwid merupakan salah satu bentuk ibadah.

    Selain itu, kita sangat dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an dengan perlahan dan meresapi isi serta makna yang terkandung dalam AL-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Muzammil ayat 4 :

    أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيْلًا

    Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan”.

    Kesalahan dalam Membaca Al-Qur’an

    Setelah mempelajari ilmu tajwid mengenai hukum bacaan mad, kita perlu mengetahui beberapa kesalahan yang sering terjadi saat membaca Al-Qur’an, yakni:

    1. Al Lahnul Jali
      Al lahnul jali artinya kesalahan pada bacaan lafazh-lafazh Al-Qur’an yang menyalahi kaidah tajwid, mengganti huruf, mengubah harakat akhir, baik yang dapat mengubah arti atau tidak.
      Melakukan kesalahan tersebut dengan sengaja hukumnya haram, sebagai contoh misalnya huruf ‘ain dibaca hamzah. Kemudian harakat sukun dibaca harakat fathah, bacaan yang harusnya pendek dibaca panjang, dan lain sebagainya.
    2. Al Lahnul Khafi
      Yang kedua ialah al lahnul khafi, artinya kesalahan bacaan lafadz-lafadz Al-Qur’an yang menyalahi sebagian kaidah tajwid namun tidak menyalahi kaidah bahasa Arab serta tidak mengubah harakat dan arti.
      Contoh dari kesalahan tersebut adalah pada bacaan izhar, ikhfa, iqlab, dan idgham. Melakukan kesalahan al lahnul khafi dengan sengaja hukumnya makruh.

    Demikianlah artikel mengenai hukum bacaan mad serta manfaat jika kita mempelajarinya.

    Memulai untuk belajar memang sulit dan banyak sekali ketidaktahuan yang menjadi penghalang bagi kita. Namun, jika kita niatkan karena Allah ta’ala. Insyaallah jalan kita akan dipermudah dan diridhoi oleh-Nya.

    Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat ya. Assalamualaikum wr.wb    

  • 9 Keutamaan Surat Al Mulk dan Kisah Keajaiban Surat Al Mulk

    9 Keutamaan Surat Al Mulk dan Kisah Keajaiban Surat Al Mulk

    Setiap surat di dalam Al-Qur’an memiliki keistimewaan dan keutamaannya masing-masing. Termasuk juga surat Al Mulk. Tentunya ada beberapa keutamaan surat Al Mulk jika kita membacanya dengan rutin dan mengamalkannya. 

    Berbagai keutamaan ini bisa kita peroleh selama istiqomah sekaligus mengamalkannya. Surat Al Mulk termasuk dalam kategori surat Makkiyah yang terdiri dari 30 ayat. 

    Surat ini mengandung makna yang mendalam mengenai kekuasaan Allah dalam menciptakan dunia. Sangat banyak yang menganjurkan untuk membaca surat ini setiap hari. 

    Khususnya saat sebelum tidur. Tidak hanya mendapatkan ketenangan hati, melainkan juga ada beberapa keutamaan lain ketika kita membaca surat Al Mulk ini. 

    Keutamaan Surat Al Mulk

    Kebiasaan membaca surat Al Mulk atau Tabarok akan membuatmu mendapatkan berbagai keutamaannya. Beberapa keutamaan dari surat yang menjadi awal dari Juz 29 ini adalah: 

    1. Mendapatkan Ampunan Dosa

    Salah satu yang bisa kita peroleh saat mengamalkan dan membaca surat Al Mulk secara istiqomah adalah memperoleh ampunan dosa. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam Abu Huroiroh: 

    عن أبي هريرة، عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: سورة من القرأن، ثلاثون اية؛ تَشْفَعُ لصاحبها حتى يُغْفَرَ له: تبارك الذي بيده الملك. (رواه أبو داود واللفظ له, والترمذي وغيرهما، وصححه ابن حبان والحاكم والذهبي، وحسنه الترمذي والألباني)ـ

    “Ada surat dari Alqur’an yang terdiri dari 30 ayat, surat tersebut dapat memberikan syafa’at bagi ‘temannya’ (yakni orang yang banyak membacanya) sehingga orang tersebut diampuni dosanya, yaitu: Surat Tabarokalladi bi yadihil mulk“. (HR. Abu Dawud). 

    Surat Al Mulk pun bisa menjadi penolong kita saat berada di akhirat kelak. Jadi sebisa mungkin kita harus mengamalkan dan membacanya secara kontinyu. Ini adalah salah satu keutamaan surat Al Mulk.

    Baca juga: Doa Malam Lailatul Qadar dan Amalan di malam Lailatul Qadar, Yuk Amalkan!

    2. Terhindar dari Siksa Kubur dan Siksa Neraka

    Sebelum manusia mendapatkan keputusan untuk bertempat antara surga dan neraka, manusia akan mendapatkan ganjaran atas perbuatannya selama di dunia waktu berada di alam kubur. 

    Ini merupakan pertanggung jawaban dari setiap insan terhadap perilakunya. Siksa kubur jelas begitu pedih. Apalagi bagi orang-orang yang masih belum menyiapkan amalannya. 

    Salah satu amalan yang bisa menghindarkanmu dari siksa kubur yakni dengan rutin membaca serta mengamalkan surat Al-Mulk. 

    Abdullah bin Mas’ud berkata:

    “Barangsiapa membaca surat Tabarokalladi bi yadihil mulk setiap malam, maka Allah azza wajalla menghindarkannya dari azab kubur, dan dahulu kami (para sahabat) di saat Rasulullah SAW (masih hidup) menamainya ‘al-Mani’ah’ (penghindar/penghalang). 

    Sungguh surat tersebut ada dalam Kitabullah, barangsiapa membacanya dalam suatu malam, maka ia telah banyak berbuat kebaikan.” (HR. Nasa’i)

    Inilah salah satu keutamaan surat Al Mulk yang tidak bisa kita remehkan saat mengamalkan dan membacanya secara rutin. 

    3. Menjauhkan Kita dari Maksiat

    Sebenarnya waktu yang tepat untuk membaca surat Al Mulk bisa kapan saja. Baik itu pagi, siang, sore, maupun malam hari. Bahkan bisa lebih baik jika kita membacanya setiap hari. 

    Membacanya setiap hari akan membuat kita mendapatkan sejumlah keutamaan surat Al Mulk. Termasuk juga dalam poin satu ini. Yap, membacanya dan mengamalkannya dengan rutin akan menjauhkanmu dari maksiat. 

    Di dalam surat ini Allah menyebutkan bahwa orang yang taat pada-Nya merupakan orang yang akan tetap taat walaupun tidak ada orang lain yang melihat. Hal ini tercantum dalam firman Allah SWT berikut: 

    “Mereka itu takut pada Allah di kesunyian ketika mereka tidak nampak di hadapan manusia lainnya. Mereka pun taat pada Allah dalam keadaan sembunyi-sembunyi. Tentu saja dalam keadaan terang-terangan, mereka pun lebih taat lagi pada Allah” ( QS Al Mulk: 12).

    Intinya orang yang beriman itu taat kepada Allah kapanpun dan di manapun. Entah itu di kesunyian apalagi di keramaian. Ia takut bermaksiat kepada-Nya. 

    Keutamaan surat Al Mulk satu ini tercermin dalam penjelasan Syaikh As Sa’adi: 

    “Mereka takut pada Allah dalam setiap keadaan sampai-sampai pada keadaan yang tidak ada yang mengetahui amalan mereka kecuali Allah. Mereka tidak melakukan maksiat dalam kesunyian. Mereka pun tidak mengurangi ketaatan mereka ketika itu.”

    Baca juga: Doa Ketika Mendengar Suara Burung di Malam Hari

    4. Meningkatkan Derajat dan Menghapus Keburukan

    Ingin tahu apa keutamaan dan khasiat surat Al Mulk ayat 14 beserta semua ayatnya? Salah satunya adalah meningkatkan derajat kita serta menghapus berbagai macam keburukan yang sebelumnya telah kita lakukan. 

    Seorang Muslim yang dengan rutin dan istiqomah membaca surat Al Mulk, Allah SWT sudah menetapkan sebanyak 30 kebaikan, 30 ampunan, serta 30 derajat yang lebih tinggi untuk yang mengamalkannya. 

    Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, Rasulullah SAW bersabda: 

    “Bahwasanya aku tidak menjumpai di dalam kitab Allah suatu surat yang terdiri 30 ayat. Barangsiapa membacanya ketika akan tidur, maka dengan pembacaan itu Allah menetapkan 30 kebaikan baginya, dihapuskan 30 kejelekannya, ditingkatkan baginya 30 derajat, dan Allah mengutus seorang malaikat dari para malaikat untuk mengembangkan sayapnya untuknya dan menjaganya dari segala kejahatan hingga ia bangun. Surah ini dapat menolak siksa kubur dan mahsyar, yaitu Tabarakallazi bi yahdihil mulk.” (HR. Ad Dailami).

    Ini tentu saja menjadi salah satu keutamaan surat Al Mulk yang bisa kita peroleh. 

    5. Mendapatkan Pertolongan di Hari Kiamat

    Tak ada satu orang pun yang tahu kapan kiamat datang. Sebagai muslim, hendaknya kita menyiapkan diri dan amalan terbaik agar ketika kiamat tiba, kita tidak akan mendapatkan penyesalan. 

    Surat Al Mulk adalah salah satu amalan yang bisa kita lakukan. Tujuannya agar nanti mendapatkan syafaat ketika hari kiamat. Sebagaimana Hadits dari Abu Hurairah: 

    “Bahwasannya satu surat dari kitab Allah yang isinya 30 ayat, dapat memberikan syafaat pada seseorang pada hari kiamat, mengeluarkannya dari neraka dan memasukkannya ke surga yaitu surat ‘Tabarak”‘. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

    6. Disayang Rasulullah SAW

    Keutamaan surat Al Mulk selanjutnya adalah mendapatkan kasih sayang Rasulullah SAW. Beliau akan sangat menyayangi semua umatnya, termasuk kita yang mengamalkan surat Al Mulk setiap hari. 

    Ini pun bisa jadi surat yang membawa ketenangan hati untuk semua pembaca juga penghafalnya. Rasulullah bersabda: 

    “Saya gemari supaya surat ini (Tabarakal lazi bi yadihil mulk ) terdapat di setiap hati orang mukmin.” (HR. Al Hakim).

    7. Mendapatkan Pahala Berkali-Kali Lipat

    Rajin membaca surat Al Mulk, maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat sampai 10 kali untuk siapapun yang Allah SWT kehendaki. 

    Tidak hanya membaca surat Al Mulk saja, melainkan ketika membaca Al Qur’an, Allah akan memberi ganjaran. Tidak main-main, 1 huruf yang kita baca ada 10 ganjaran kebaikan yang kita peroleh. 

    Ini tercantum dalam hadits: 

    “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alquran), maka baginya satu hasanah (kebaikan) dan satu hasanah itu sama dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR at-Tirmidzi).

    8. Jadi Lebih Bertawakal

    Dalam surat ini tepatnya pada pada ayat ke-15 menjelaskan bahwa setiap orang termasuk kita akan jadi seorang Muslim yang jauh lebih bertawakal kepada-Nya. 

    9. Mendapatkan Syafaat

    Keutamaan Surat Al Mulk selanjutnya berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi merupakan satu teks yang bisa menjelaskannya. Berdasarkan hadits ini, Rasulullah SAW bersabda: 

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبَّاسٍ الْجُشَمِىِّ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِىَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ

    Artinya: 

    “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan pada kami Muhammad bin Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Qotadah, dari ‘Abbas Al Jusyamiy, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda. Ada suatu surat dari al qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafa’at bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu ‘Tabaarakalladzii biyadihil mulku (surat Al Mulk).”

    Keajaiban Surat Al Mulk

    Ada cukup banyak kisah keajaiban surat Al Mulk yang harus kita renungi. Mereka telah membaca dan istiqomah mengamalkan surat ini dalam kehidupannya sehari-hari. 

    Pada suatu riwayat Anas ibnu Malik, Rasulullah SAW bersabda bahwa sungguh ada lelaki dari kalangan umat kalian yang meninggal dunia. Sedangkan, tidak ada sesuatupun dari Kitabullah yang ia hafal selain Tabarok (Al Mulk). 

    Saat lelaki itu ada di dalam kubur, malaikat yang bertugas menanyakan nya datang. Surat Al Mulk ini akan menghalang-halanginya sehingga malaikat berkata: 

    “Sesungguhnya engkau adalah salah satu dari Kitabullah, dan aku tidak suka membuatmu tidak senang, tetapi aku tidak mempunyai kuasa bagimu, bagi dia dan juga bagi diriku terhadap suatu kemudharatan dan juga suatu kemanfaatan. 

    Jika engkau hendak membela orang ini, maka menghadaplah kepada Allah Swt. dan mintalah syafaat dari-Nya buat dia.”

    “Maka surat itu berangkat menuju ke hadirat Allah Swt., lalu berkata memohon, “YaTuhanku, sesungguhnya si Fulan dengan sengaja memilihku di antara Kitab-Mu, lalu ia mempelajariku dan membacaku serta menghafalku. Maka apakah Engkau akan membakarnya dengan api, sedangkan aku berada di dalam rongganya? Jika Engkau hendak mengazabnya, maka hapuskanlah terlebih dahulu aku dari Kitab-Mu.”

    Allah berfirman, “Aku lihat engkau marah.”

    Surat itu menjawab, “Sudah seharusnya aku marah.” Maka Allah berfirman, “Sekarang pergilah kamu, sesungguhnya Aku telah menyerahkannya kepadamu dan Aku memberi izin kepadamu untuk memberi syafaat buatnya.”

    Itulah sepotong kisah keajaiban dari Surat Al Mulk. Sekaligus, beberapa penjelasan mengenai keutamaan Surat Al Mulk yang bisa kita renungkan.

  • Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 48: Arab-latin, Arti, dan Hukum Tajwidnya

    Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 48: Arab-latin, Arti, dan Hukum Tajwidnya

    Dalam artikel ini kita akan membahas kandungan surah Al-Maidah Atay 48, lengkap dengan hukum tajwidnya.

    Seorang muslim yang dilahirkan di dunia, dibekali Al-Qur’an sebagai pedoman serta pelajaran penting yang wajib diketahui selama berkehidupan. Di dalam Al-Qur’an  terdapat surat-surat yang mengandung kebaikan serta kebenaran, salah satunya Surat Al-Maidah ayat 48.

    Sebagai umat muslim yang taat, penting sekali untuk mempelajari kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta hukum bacaannya.

    Untuk penjelasan mengenai Surat Al-maidah ayat 48 lebih lanjut, mari simak artikel ini sampai habis.

    Surat Al-Maidah ayat 48: Arab, Latin dan Terjemahan

    Surat Al-Maidah ayat 48:

    وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

    Wa anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi muṣaddiqal limā baina yadaihi minal-kitābi wa muhaiminan ‘alaihi faḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi’ ahwā`ahum ‘ammā jā`aka minal-ḥaqq, likulli ja’alnā minkum syir’atan wa min-hājā, walau syā`allāhu laja’alakum ummatan wāḥidataw wa lākil liyabluwakum fī mā ātākum fastabiqul-khairāt, ilallāhi marji’ukum jamī’an fa yunabbiukum bimā kuntum fīhi takhtalifụn

    Artinya: “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara Kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali Kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”

    Baca juga: 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Hukum Tajwid Surat Al-Maidah ayat 48

    Hukum Tajwid Surat Al-Maidah ayat 48
    Surat Al-Maidah ayat 48

    Sebelum membahas mengenai hukum tajwid Surat Al-Maidah ayat 48, ada baiknya mengenal terlebih dahulu apa itu hukum tajwid.

    Tajwid menurut bahasa adalah tahsin, yang artinya memperindah. Adapun menurut ilmu qira’ah, tajwid adalah mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat yang dimiliki.

    Dengan demikian, ilmu hukum tajwid merupakan ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Tujuan dari adanya tajwib ini, agar makna di dalam ayat-ayat yang berada pada Al-Qur’an menjadi sempurna saat dilantunkan.

    Oleh sebab itu, penting bagi kita sebagai umat muslim mengetahui hukum tajwid dalam setiap ayat-ayat Al-Qur’an.  Tidak terkecuali Surat Al-Maidah ayat 48, untuk mengetahui makna dengan tepat, berikut daftar hukum tajwid lengkap dengan penjelasannya:

    1. وَاَنْزَلْنَاۤا = Ikhfa, karena huruf nun sukun bertemu huruf zai. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf zai.
    2. لْنَاۤاِلَيْكَ = Mad jaiz munfasil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. Huruf alif bila berharakat adalah hamzah. Huruf alif sebenarnya sebagai mad atau pemanjang fathah.
    3. اِلَيْكَ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    4. الْكِتٰبَ = Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf kaf. Dibaca jelas.
    5. الْكِتٰبَ = Mad asli atau mad thobi’I, karena huruf ta berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    6. قًا لِّمَا = Idgham bilaghunnah, karena huruf qaf berharakat fathah tanwin bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
    7. لِّمَا= Mad asli atau mad tobi’i , karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    8. بَيْنَ= Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf ba berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    9. يَدَ يْهِ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf dal berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    10. الْكِتٰبِ = Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf kaf. Dibaca jelas.
    11. الْكِتٰبِ = Mad asli atau mad thobi’I, karena huruf ta berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    12. مُهَيْمِنًا= Mad layin atau mad lin, karena huruf ha sukun didahului oleh huruf dal berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    13. مُهَيْمِنًاعَلَيْهِ= Idzhar sebab huruf nun, berharakat fathah tanwin bertemu huruf ‘ain. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
    14. عَلَيْهِ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    15.  فَا حْكُمْ بَيْنَهُمْ= Ikhfa syafawi, sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    16.  بَيْنَهُمْ= Mad layin atau mad lin, karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    17.  بَيْنَهُمْ بِمَاۤ = Ikhfa syafawi, sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    18.  بِمَاۤ اَنْزَلَ = Mad jaiz munfasil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
    19.  َنْزَلَ = Ikhfa, karena huruf nun sukun bertemu huruf zai. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf zai.
    20. اَنْزَلَ اللّٰهُ = Tafkhim, karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah lam berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
    21. لَا = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    22. اَهْوَآءَهُمْ = Mad wajib muttashil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
    23. هُمْ عَمَّا = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ‘ain. Cara membacanya dengan jelas.
    24. عَمَّا = Ada dua hukum di sini. Pertama, ghunnah karena mim bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Kedua, mad asli atau mad thobi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    25. جَآءَ= Mad wajib muttashil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
    26. الْحَقِّ = Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf ha’. Dibaca jelas.
    27. الْحَقِّ = Qalqalah kubra, karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal. Namun, bila tidak berhenti di sini maka tidak diqalqalahkan.
    28. لِكُلٍّ جَعَلْنَا = Ikhfa, karena huruf lam berharakat kasrah tanwin bertemu huruf jim. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf jim.
    29. جَعَلْنَا= Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    30. مِنْكُمْ = Ikhfa karena huruf lam, berharakat kasrah tanwin bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi “ng”.
    31. مِنْكُمْ شِرْ= Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf syin. Cara membacanya dengan jelas.
    32. شِرْعَةً وَّ = Idgham bighunnah, karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
    33. مِنْهَا= Idzhar sebab huruf nun, sukun bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
    34. مِنْهَا= Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    35. مِنْهَاجًا = Mad ‘iwadh, karena jim berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.
    36. وَلَوْ= Mad layin atau mad lin, karena huruf wau sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    37. وَلَوْشَآءَ= Mad wajib muttashil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
    38. لَوْشَآءَاللّٰهُ = Tafkhim, karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah hamzah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
    39. لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً= Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf hamzah. Cara membacanya dengan jelas.
    40. .ُمَّةً = Ghunnah karena mim, bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
    41. اُمَّةًوَّا = Idgham bighunnah, karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
    42.  وَّاحِدَةً = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    43.  وَّاحِدَةًوَّ= Idgham bighunnah, karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
    44. لٰكِنْ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf lam berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    45. لٰكِنْ لِّيَبْلُوَ= Idgham bilaghunnah, karena huruf nun sukun bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
    46. لِّيَبْلُوَ = Qalqalah sughra, karena huruf qalqalah ba disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
    47.  كُمْ فِيْ = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    48.  فِيْ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    49.  مَاۤ  اٰتٰكُمْ = Mad jaiz munfasil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
    50. اٰ= Mad badal karena huruf mad, bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    51.  تٰكُمْ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf ta berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    52. تٰكُمْ فَا = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    53. الْخَيْرٰتِ= Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf kha. Dibaca jelas.
    54. الْخَيْرٰتِ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kha berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    55. الْخَيْرٰتِ= Mad arid lissukun, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.
    56.  اِلَى اللّٰهِ = Tafkhim, karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah hamzah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
    57.  مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    58. جَمِيْعًا= Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf mim berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    59.  جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ = Ikhfa, karena huruf ‘ain berharakat fathah tanwin bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
    60.  فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا= Ikhfa syafawi, sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    61. بِمَا = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    62.  كُنْتُمْ = Ikhfa, karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    63. كُنْتُمْ فِيْهِ = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    64. فِيْهِ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    65. تَخْتَلِفُوْنَ= Mad arid lissukun, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

    Kandungan Surat Al-Maidah ayat 48

    Berikut secara garis besar mengenai kandungan Surat Al-Maidah ayat 48 yang perlu diketahui:

    1. Al-Qur’an merupakan kitab Allah yang isinya benar dan tidak ada keraguan di dalamnya. Al-Qur’an merupakan tuntunan hidup baik di dunia maupun di akhirat dari Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk umat Islam.
    2. Al-Qur’an adalah kitab yang terpelihara dengan baik, sehingga Al-Qur’an tidak akan mengalami perubahan dan pemalsuan.
    3. Al-Qur’an merupakan satu-satunya tuntunan hidup yang wajib untuk diimani oleh umat muslim. Kitab ini juga merupakan penyempurna 4 kitab yang ada sebelumnya. Meskipun umat muslim pada dasarnya memiliki prinsip hidup, namun secara aqidah dan pokok agama, semuanya sama yakni bertauhid kepada Allah SWT.
    4. Allah SWT menjadikan manusia secara beragam untuk menguji dan sebagai kesempatan agar manusia berlomba-lomba dalam kebaikan.
    5. Al-Qur’an menjadi pegangan hidup sekaligus tempat untuk bersandar bagi umat Islam ketika hendak memutuskan segala hal.
    6. Allah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai utusan yang menyempurnakan syariat dari para nabi sebelumnya. Hadirnya Nabi Muhammad juga membatalkan aturan dari syariat yang ada sebelumnya.
    7. Masalah apapun yang dimiliki manusia, Allah SWT menjadi sebaik-baiknya tempat kembali.
    8. Al-Qur’an juga menjadi pengawas, pemelihara, penjaga kitab-kitab terdahulu dan menjadi tolak ukur kebenaran terhadap-Nya.
    9. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT dengan haq (Kebenaran), yakni haq dalam kandungannya, cara diturunkannya, maupun yang mengantarnya turun (Jibril AS).
    10. Al-Qur’an berfungsi membenarkan kitab-kitab sebelumnya, yakni Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS., Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud AS. dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS. Dalam hal ini Al-Qur’an adalah muhaimin (pembenar) terhadap kitab-kitab terdahulu, karena Ia menjadi saksi atas kebenaran kandungan kitab-kitab terdahulu.

    Demikian pembahasan mengenai Surat Al-Maidah ayat 48, semoga dengan mengetahui hukum tajwid serta kandungannya yang begitu istimewa, kita sebagai umat muslim lebih bersemangat dalam mengejar amalan ibadah yang di ridhoi Allah SWT.

    Terimakasih sudah membaca artikel ini, sampai bertemu di artikel selanjutnya. Assalamualaikum wr.wb.

  • 30 Ayat Alquran Tentang Cinta dan Kasih Sayang, Hati Lebih Tentram!

    30 Ayat Alquran Tentang Cinta dan Kasih Sayang, Hati Lebih Tentram!

    Islam merupakan agama yang paling sempurna sehingga tidak sulit untuk menemukan ayat Alquran tentang cinta dan kasih sayang. Cinta yang paling utama tentunya hanya untuk Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

    Sebagai umat yang taat, kita perlu menggali makna serta hikmah secara mendalam dari ayat-ayat yang mengartikan tentang cinta dan kasih sayang.

    Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran.

    Kumpulan Ayat Alquran Tentang Cinta dan Artinya

    Adanya pemahaman tentang ayat-ayat cinta bertujuan agar kita bisa menemukan kebahagiaan serta mendapatkan berkah dalam kehidupan. Tentunya cinta yang dilakukan dalam bentuk yang halal sehingga mendapatkan ganjaran berupa pahala.

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, konsep cinta dan kasih sayang memiliki makna yang luas dan mendalam sehingga perlu kita kaji secara tepat.

    Ayat Alquran Tentang Cinta Kepada Allah SWT dan Rasulnya

    Cinta kepada Allah SWT dan Rasulnya merupakan bagian paling utama dalam kehidupan semua manusia. Selain itu, sangat mudah untuk menemukan ayat Alquran tentang cinta Allah kepada hamba-Nya.

    Adanya ayat Alquran tentang cinta ini memberitahukan kita sebagai manusia agar selalu mengingat-Nya dalam setiap waktu dengan cara menjalankan perintah dan bentuk ketaatan lainnya agar kita bisa membalas rasa cinta yang Allah berikan.

    Berikut ini kumpulan ayat-ayat Alquran yang membahas tentang cinta dan kasih sayang yang bisa kita temukan.

    1. Surat Ali ‘Imran Ayat 8

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

    Artinya : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali ‘Imran: 8)

    Allah SWT mengajarkan kepada kita untuk memohon agar hati kita tidak mudah tergelincir ke jalan kesesatan setelah Dia memberikan petunjuk.

    Ayat Alquran tentang cinta kepada Allah  ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga iman.

    2. Surat Ali ‘Imran Ayat 31

    Untuk memperkuat dan memperdalam rasa cinta kita atas Allah SWT, sebagai umat yang berpedoman pada Alquran tentunya sudah ada petunjuk jelas. Salah satu ayat yang menjadi acuan untuk rasa cinta tersebut, yakni:

    قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

    Artinya: “Katakanlah: ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31)

    3. Surat Ali ‘Imran Ayat 139

    وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

    Artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali ‘Imran: 139)

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    4. Surat Al-Baqarah Ayat 155

    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

    Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

    Pada ayat alquran tentang sabar ini mengajarkan bahwa pada hakikatnya kehidupan kita sebagaimana manusia tidak selalu mulus.

    Kita akan dihadapkan dengan berbagai macam ujian berupa ketakutan, kelaparan hingga kekurangan.

    5. Surat Al-Baqarah Ayat 163

    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

    Artinya: “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Baqarah: 163)

    6. Surat Al-Baqarah Ayat 165

    Ayat-ayat Alquran tentang cinta berikutnya bisa kita temukan dalam surat Al-Baqarah ayat 165. Pada ayat ini menjelaskan rasa cinta yang kuat hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki keimanan dengan rasa yang teguh.

    Hal ini tentunya menunjukan bahwa orang yang memiliki cinta besar terhadap Allah SWT memiliki bentuk ketaatan hingga pengabdian untuk berbuat baik dengan rasa yang tidak tergoyahkan kepada Allah SWT.

    وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّ

    Artinya: “Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 165)

    Tentunya cinta yang dimiliki oleh orang-orang beriman dan teguh kepada Allah SWT tidak hanya sebatas cinta pada permukaan. Cinta yang dipanjatkan tentunya lebih dari itu karena terdapat hubungan spiritual.

    7. Surat At-Taubah Ayat 24

    قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

    Artinya: “Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 24)

    8. Surat At-Taubah Ayat 40

    لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

    Artinya : “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS. At-Taubah: 40)

    8. Surat Ar-Ra’d Ayat 28

    الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

    Artinya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram(QS. Ar-Ra’d: 28)

    9. Surat Ar-Ra’d Ayat 39

    يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

    Artinya: “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab.” (QS. Ar-Ra’d: 39)

    10. Surat Asy-Syura Ayat 11

    فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

    Artinya: “Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan kalian dari jenis kalian sendiri menjadi pasangan hidup, dan dari jenis binatang ternak juga menjadi pasangan hidup. Melalui pernikahan tersebut, Dia memperbanyak kalian. Tidak ada yang serupa dengan-Nya, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11)

    11. Surat Ar-Rum Ayat 21

    وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Rum: 21)

    12. Surat Al-Furqan Ayat 74

    وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

    13. Surat Thaha Ayat 39

    وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِي

    Artinya: “Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.” (QS. Thaha: 39)

    14. Surat Maryam Ayat 96

    إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا

    Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan hati mereka penuh dengan rasa kasih sayang.” (QS. Maryam: 96)

    15. Surat Al-Ahzab Ayat 21

    لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

    Artinya: “Sesungguhnya, telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu. Yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan balasan kebaikan pada hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

    16. Surat An-Nisa’ Ayat 59

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59)

    Baca juga: Doa Bercermin Arab, Latin, dan Adab Saat Bercermin

    Ayat Alquran Tentang Cinta dan Berbakti Kepada Orang Tua

    Ayat Alquran Tentang Cinta dan Berbakti Kepada Orang Tua

    Adanya kasih sayang yang tidak terhingga dari orang tua merupakan salah satu bentuk cinta yang harus disyukuri. Di dalam Alquran, Allah SWT sudah menjelaskan betapa besarnya cinta orang kepada anaknya, begitu sebaliknya.

    Hal ini yang membuat kita sebagai anak perlu membalas rasa cinta dan kasih sayang yang sama terhadap orang tua agar menjadi berbakti.

    Adapun ayat Alquran tentang cinta dan kasih sayang orang seperti di bawah:

    17. Surat Nuh Ayat 28

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

    Artinya: “Wahai, Tuhanku. Ampunilah aku, ibu dan bapakku, dan orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nuh: 28)

    18. Surat Al-Isra Ayat 24

    وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Artinya: “Dan rendahkan dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai, Tuhanku. Kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil.” (QS. Al-Isra: 24)

    19. Surat Luqman Ayat 14

    وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

    Artinya: “Dan kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada Akulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

    20. Surat An-Nisa’ Ayat 59

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا 

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59)

    Baca juga: Niat Puasa Syawal 6 Hari sesuai Sunnah dan Keutamaannya

    21. Surat An-Nisa’ Ayat 80

    وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ ۖ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلً

    Artinya: “Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: “(Kewajiban kami hanyalah) taat”. Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.” (QS. An-Nisa’: 80)

    Ayat Alquran Tentang Cinta Dunia dan Kenikmatan Isinya

    Allah SWT menciptakan keindahan langit, bumi beserta isinya dengan luar biasa. Ada banyak kelebihan yang dapat kita nikmati. Maka dari itu, kita sebagai manusia harus bersyukur yang diberikan Allah sebagai tanda cinta untuk makhluk-Nya.

    Di bawah ini kumpulan ayat Alquran tentang cinta dunia beserta kenikmatan isinya yang Allah berikan agar kita bersyukur kepada-Nya.

    22. Surat Ali ‘Imran ayat 191

    الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”. (QS. Ali ‘Imran: 191)

    23. Surat Ali ‘Imran Ayat 185

    كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

    Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

    24. Surat Luqman Ayat 10

    خَلَقَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَاَلْقٰى فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍۗ وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ

    Artinya: “Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.” (QS. Luqman: 10)

    25. Surat Ar-Rahman Ayat 10 – 12

    وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ

    Artinya: Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya), di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang, dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. (QS. Ar-Rahman: 10-12)

    26. Surat Al-Munafiqun Ayat 9

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)

    Ayat Alquran Tentang Cinta dan Jodoh

    Ayat Alquran Tentang Cinta dan Jodoh

    Di dalam ajaran agama Islam, memberikan cinta kepada seseorang dengan cara yang halal merupakan suatu bentuk ibadah kepada Allah SWT.

    Hal ini dikarenakan sejatinya manusia diciptakan oleh Allah secara berpasang-pasangan.

    Apabila kita sudah mampu untuk melaksanakannya, dianjurkan untuk melakukan pernikahan kepada lawan jenis demi menghindari kemaksiatan dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

    Dibawah ini kumpulan ayat Alquran tentang cinta kepada lawan jenis yang bisa kita imani:

    27. Surat Adz-Dzariyat Ayat 49

    وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

    Artinya: “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 49)

    28. Surat An-Naba’ Ayat 8

    وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًاۙ

    Artinya: “Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan.” (QS. An-Naba’: 8)

    Setiap makhluk yang Allah SWT semuanya diciptakan berpasang-pasangan, jadi tak perlu khawatir soal pasangan dan jodoh, sebab sudah pasti ada salah satu dari milyaran manusia yang ada.

    29. Surat Ar-Rum Ayat 21

    وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

    30. Surat An-Nisa Ayat 1

    يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

    Artinya: “Hai, manusia. Bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah SWT yang dengan nama-Nya kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali kekerabatan. Sesungguhnya Allah SWT adalah pengawas atas kamu.” (QS. An-Nisa: 1)

    Menggali hingga memahami akan makna cinta dalam Alquran tentunya akan memperkaya spiritualitas akan hubungan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar dan mengetahui ayat Alquran tentang cinta dan kasih sayang.

  • Hukum Bacaan Iqlab: Pengertian, Cara Baca dan Contohnya

    Hukum Bacaan Iqlab: Pengertian, Cara Baca dan Contohnya

    Ada banyak sekali hukum tajwid dalam Islam yang perlu dipelajari seorang muslim. Hukum tajwid sendiri membahas mengenai cara pengucapan huruf dalam Al-Qur’an. Salah satu hukum tajwib yang seorang muslim wajib tahu yakni iqlab.

    Untuk penjelasan lebih lengkap, mari simak pengertian iqlab, cara baca dan contohnya.

    Mengenal Apa Itu Ilmu Tajwid

    Sebelum membahas hukum tajwid iqlab, ada baiknya untuk memahami apa itu ilmu tajwid serta jenis-jenisnya.

    Tajwid dalam bahasa Arab adalah Jawadah yang artinya adalah berbuat suatu hal yang indah. Sementara itu, tajwid dalam ilmu bacaan merupakan penghilangan huruf dari tempat dengan memberi ciri-ciri tertentu.

    Sedangkan dalam ilmu qiraah, tajwid memiliki arti mengeluarkan huruf dari tempatnya. Yang arrtinya, menghilangkan huruf dari tempat dengan memberi sifat tertentu.

    Tujuan dari mempelajari ilmu tajwid seperti iqlab ialah untuk membaca Al-Quran sesuai dengan contoh dari Nabi Muhammad dan untuk menjaga lisan dari segala bentuk kesalahan serta menjaga kemurnian dari kitab suci agama Islam yaitu Al-Quran.

    Hukum dari belajar ilmu tajwid adalah fardhu kifayah. Maksud dari fardhu kifayah adalah jika ada seseorang dalam suatu kelompok yang mempelajari ilmu tajwid, maka kewajiban dari anggota kelompok lain pun telah gugur.

    Akan tetapi, apabila tidak ada satu orang pun yang mempelajari ilmu tajwid dalam kelompok tersebut, maka seluruh anggota kelompok pun akan mendapatkan dosa. Hal ini sesuai dengan firman Allah pada Surat Al-Baqarah ayat 121. Berikut arti suratnya:

    “Hai orang-orang yang kami berikan kitab (termasuk Al-Quran), mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka beriman padanya.” (QS. Al-Baqarah (2): 121)

    Dari hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa para ulama yang ahli dengan bacaan dari mazhab Syafi’i yaitu Ibnu Al-Jazari pun menyatakan bahwa membaca Al-Qur’an dengan bacaan tajwid hukumnya adalah wajib.

    Baca juga: Ayat Kursi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Manfaat, dan Keutamaannya

    Orang-orang yang membaca Al-Quran  tanpa menggunakan kaidah bacaan dianggap berdosa dikarenakan Allah telah menurunkan kitab Al-Quran dengan kaidah bacaan atau tajwid.

    Hal ini dibenarkan dengan hadis riwayat At-Tirmizi, dijelaskan bahwa mempelajari ilmu tajwid menjadi prioritas bagi seorang Muslim dan Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang bersedia mempelajari Al-Quran di dunia maupun akhirat. Berikut bunyi haditsnya:

    “Sebaik-baiknya kalian adalah (orang) yang mempelajari serta mengajarkan Al-Quran.” (Riwayat At-Tirmidzi).

    Jenis-jenis Ilmu Tajwid

    Berikut beberapa jenis ilmu tajwid yang perlu diketahui:

    1. Hukum Nun Sukun dan Tanwin

    Jika ada nun sukun dan tanwin seperti fathah tain, kasroh tain serta dhommah tain yang bertemu dengan huruf hijaiyah, maka akan mengalami perubahan bunyi.

    Bacaan nun sukun dan tanwin terbagi menjadi beberapa hukum bacaan, yakni idzhar, idghom, ikhfa’ dan iqlab.

    2. Hukum Mim Sukun

    Hukum mim sukun terjadi ketika ada mim sukun (mim mati) yang bertemu dengan huruf hijaiyah lain.

    Sebagai catatan, Jenis hukum mim sukun ini lebih mirip dengan nun mati, hanya saja berbeda dalam hukum bacaan dan huruf yang bertemu dengan mim sukun. Hukum bacaannya ada dua, yaitu Izhar Syafawi dan Idgham Mimi.

    3. Hukum Nun dan Mim Tasydid

    Hukum tajwid yang ketiga terjadi ketika ada huruf mim dan nun yang berharakat tasydid, maka akan mengalami perubahan dalam cara membaca dua huruf tersebut, yakni dengan dengung selama satu alit atau dua harakat

    4. Hukum Bacaan Mad

    Panjang dan pendeknya suatu lafadz Al-Quran disebut sebagai hukum bacaan Mad.

    Cara membaca buku tajwid mad ini adalah dengan memanjangkan bacaan suara huruf dengan panjang satu alif atau sepanjang dua harakat, dua alif atau sepanjang empat harakat dan tiga alif atau sepanjang enam harakat.

    5. Hukum Bacaan Tarqiq dan Tafkhim

    Kedua hukum tajwid ini terjadi ketika  menemukan huruf lam dan ro dalam satu kalimat. Ketika ro tersebut dibaca tipis atau biasa dikenal Tarqiq, dan ada juga yang mengharuskan ro dibaca tebal atau Tafkhim.

    6. Hukum Bacaan Qolqolah

    Hukum bacaan qolqolah artinya adalah goncangan atau pantulan suara secara tiba-tiba, sehingga akan terdengar suara membali ataupun terdengar seperti getaran suara.

    Huruf qolqolah sendiri adalah qof, tho’, ba’, jiem dan dal, hukum bacaan qolqolah pun dibagi menjadi dua di antaranya adalah qolqolah sugro dan qolqolah kubro.

    7. Waqof

    Jenis hukum bacaan tajwid yang terakhir adalah waqof. Waqof artinya adalah berhenti sejenak atau putus bunyi suara dan kemudian berganti napas.

    Tempat bacaan dari waqof ini ada pada akhir lafadz. Di dalam Al-Quran, tanda waqaf berupa huruf hijaiyah kecil yang ada di atas huruf hijaiyah.

    Pengertian Huruf Iqlab dan Cara Membacanya

    Pengertian Huruf Iqlab dan Cara Membacanya

    Iqlab adalah salah satu hukum tajwid yang perlu diketahui seorang muslim. Dalam Al Quran, hukum bacaan iqlab terjadi dan berlaku ketika terdapat nun mati (نْ) atau tanwin ( ـَــًـ , ـِــٍـ , ـُــٌـ ) bertemu dengan huruf iqlab, yaitu ba (ب).

    Ketika ini terjadi, maka cara membacanya yaitu dengan mengganti huruf nun mati atau tanwin menjadi huruf mim mati (م) dengan disertai dengungan.

    Cara mudahnya adalah dengan merapatkan bibir atas dengan bawah serta diiringi dengan suara dengung selama 2  harakat.

    Secara bahasa,  iqlab memiliki arti mengganti atau menukar. Dan secara terminologi, iqlab memiliki arti hukum bacaan tajwid yang mengubah cara baca dengan mengganti bunyi nun sukun atau tanwin dengan mim sukun, diiringi dengan dengung dan bersifat tersembunyi.

    Iqlab sangat umum digunakan dalam Al-Qur’an yang ditandai dengan huruf mim kecil di atas katanya. Selain itu, juga dikarenakan jumlahnya yang cukup banyak di Al-Qur’an membuat hukum bacaan ini sangat mudah untuk ditemukan.

    Iqlab sendiri memiliki fungsi sebagai penyempurna bacaan Al-Qu’an, serta dapat memperindah bacaan sehingga terdapat perbedaan ketika membaur’an dengan berbicara menggunakan bahasa Arab.

    Baca juga: Bacaan Doa Nabi Yunus A.S: Manfaat, Waktu dan Keutamaannyaa

    Penyebab Terjadinya Hukum Iqlab

    Adanya hukum iqlab tentu memiliki alasan di dalamnya. Berikut beberapa alasann mengapa hukum iqlab menjadi ilmu tajwid yang perlu dipelajari:

    • Alasan pertama adalah karena huruf nun ( نْ ) dan tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) mengandung bacaan ghunnah, sementara itu untuk mengucapkan huruf ba’ (ب) bibir diharuskan tertutup. Hal ini yang kemudian menjadi penyebab terhalangnya bacaan ghunnah jika dibaca dengan menggunakan hukum tajwid idzhar.
    • Alasan yang kedua yakni di antara huruf nun ( نْ )  dan tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) dengan huruf ba’ memiliki makhraj yang berbeda dengan sifatnya. Karena hal tersebutlah, maka ia tidak dapat memenuhi syarat jika dibaca dengan hukum tajwid idghom.
    • Alasan yang ketiga, jika dibaca dengan hukum ikhfa, bacaan iqlab juga dinilai tidak memungkin. Karena masih berada di antara idzhar serta idgham.

    Dikarenakan hal-hal tersebutlah, maka disimpulkan oleh para ulama bahwa cara paling baik menurut Jumhur Ulama ialah dengan menukar huruf nun  ( نْ )  dan tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) dengan mim. Di samping karena huruf mim memiliki sifat yang sama dengan huruf nun yaitu ghunnah, alasan lainnya adalah karena makhrajnya sama seperti ba’ (ب), sehingga pengucapan atau pelafalannya pun menjadi lebih mudah dan sifat dari ghunnah dalam bacaan tersebut tetap tidak hilang.

    Contoh Bacaan Iqlab Dalam Surat Al-Quran

    Setelah mengetahui apa itu ilu tajwid, jenis, pengertian iqlab dan alasan terjadinya iqlab, ada baiknya kita mengaplikasikannya dalam surat Al-Qur’an berikut ini:

    1. QS. Al-Baqarah ayat 19

    وَٱللَّهُ مُحِيطٌۢ بِٱلْكَٰفِرِينَ

    Dalam potongan ayat di atas, hukum iqlab terjadi karena terdapat dhommatain (ـُــٌـ) yang bertemu dengan huruf ba (ب). Maka cara membacanya yaitu Wallāhu muḥīṭum bil-kāfirīn.

    2. QS.Al-Maidah ayat 39

    فَمَن تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ

    Pada potongan surah tersebut merupakan bacaan iqlab ada karena nun mati (نْ) bertemu dengan huruf ba (ب). Maka cara membacanya adalah Fa man tāba mim ba’di ẓulmihī.

    3. QS.Al-An’am ayat 54

    مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوٓءًۢا بِجَهَٰلَةٍ

    Pada potongan surah di atas bacaan iqlab terjadi karena fathatain (ـَــًـ) bertemu dengan huruf ba (ب). Maka cara membacanya yaitu Man ‘amila mingkum sū`am bijahālatin.

    4. Surah An-Anfal ayat 5

    كَمَآ أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِٱلْحَقِّ

    Pada potongan surah tersebut merupakan bacaan iqlab ada karena nun mati (نْ) bertemu dengan huruf ba (ب). Maka cara membacanya ialah Kamā akhrajaka rabbuka mim baitika bil-ḥaqqi.

    5. QS. Yunus ayat 27

    جَزَآءُ سَيِّئَةٍۭ بِمِثْلِهَا

    Dalam potongan surah Yunus di atas, bacaan iqlab terjadi karena terdapat kasrohtain ( ـِــٍـ) yang bertemu dengan huruf ba (ب). Maka cara membacanya yaitu Jazā`u sayyi`atim bimiṡlihā.

    6. QS. Al-Isra Ayat 17

    وَكَمْ اَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُوْنِ مِنْۢ بَعْدِ نُوْحٍۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا

    Keterangan: Nun sukun bertemu dengan huruf ba’. Dan tanwin bertemu dengan huruf ba’.

    7. QS. Yasin Ayat 52

    قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا

    Keterangan: Nun sukun bertemu dengan huruf ba’.

    8. QS. Yasin Ayat 52

    قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا

    Keterangan: Nun sukun bertemu dengan huruf ba’.

    9. QS. Al-Mulk Ayat 11

    فَاعْتَرَفُوْا بِذَنْۢبِهِمْۚ فَسُحْقًا لِّاَصْحٰبِ السَّعِيْرِ

    Keterangan: Nun sukun bertemu huruf ba’.

    10. Surah  Al-Mulk Ayat 13

     وَاَسِرُّوْاقَوْلَكُمْاَوِاجْهَرُوْابِهٖۗاِنَّهٗعَلِيْمٌۢبِذَاتِالصُّدُوْرِ

    Keterangan: Tanwin bertemu dengan huruf ba’.

    11. Surah Hasyr Ayat 10

     َالَّذِيْنَجَاۤءُوْمِنْۢبَعْدِهِمْيَقُوْلُوْنَرَبَّنَااغْفِرْلَنَاوَلِاِخْوَانِنَاالَّذِيْنَسَبَقُوْنَابِالْاِيْمَانِوَلَاتَجْعَلْفِيْقُلُوْبِنَاغِلًّالِّلَّذِيْنَاٰمَنُوْارَبَّنَآاِنَّكَرَءُوْفٌرَّحِيْمٌࣖ

    Keterangan: Nun sukun bertemu dengan huruf ba’.

    12. Surah Al-Humazah ayat 4

      كَلَّا‌ لَيُنۡۢبَذَنَّ فِى الۡحُطَمَة

    Terdapat nun sukun bertemu dengan huruf ba, sehingga potongan lafaz tersebut dibaca menjadi kalla layum ba dzanna fil hutamah.

    13. Surah Al-Baqarah ayat 68

    عَوَانٌۢ بَيْنَ ذٰلِكَ ۗ فَافْعَلُوْا مَا تُؤْمَرُوْنَ

    Pada ayat tersebut ada hukum iqlab yang terjadi karena ada dhommahtain yang bertemu dengan huruf hijaiyah ba’ pada lafal

    14. Surah Luqman ayat 28

     مَّا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا  كَنَفْسٍ وَٰحِدَةٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ

    Pada potongan surat tersebut terdapat hukum iqlab pada lafal samī’um baṣīr. Ayat di atas dibaca menjadi Mā khalqukum wa lā ba’ṡukum illā kanafsiw wāḥidah, innallāha samī’um baṣīr.

    15. Surah Al-Lail ayat 8

    وَاَمَّا مَنۡۢ بَخِلَ وَاسۡتَغۡنٰىۙ

    Terdapat nun sukun yang bertemu dengan ba’ sehingga potongan ayat tersebut dibaca menjadi wa ammaa mam bakhila wastaghnaa

    16. Surah Al-Baqarah ayat 19

     وَٱللَّهُ مُحِيطٌۢ بِٱلْكَٰفِرِينَ

    Dalam potongan ayat di atas, hukum iqlab terjadi karena terdapat dhommatain (ـُــٌـ) yang bertemu dengan huruf ba (ب). Maka cara membacanya yaitu Wallāhu muḥīṭum bil-kāfirīn.

    17. Surah Al-An’am ayat 54

     مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوٓءًۢا بِجَهَٰلَةٍ

    Pada potongan surah di atas bacaan iqlab terjadi karena fathatain (ـَــًـ) bertemu dengan huruf ba (ب). Maka cara membacanya yaitu Man ‘amila mingkum sū`am bijahālatin.

    18. Surah Yunus ayat 27

     جَزَآءُ سَيِّئَةٍۭ بِمِثْلِهَا

    Dalam potongan surah Yunus di atas, bacaan iqlab terjadi karena terdapat kasrohtain ( ـِــٍـ) yang bertemu dengan huruf ba (ب). Maka cara membacanya yaitu Jazā`u sayyi`atim bimiṡlihā.

    Keutamaan Memperbaiki Bacaan Al-Qur’an

    Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi salah satu mukjizat dari kenabian Muhammad SAW. Kitab yang merupakan kalamullah (perkataan Allah) dengan penulisan tauqifi. Kata tauqifi artinya berasal dari Allah SWT, disusun langsung oleh Allah tanpa campur tangan makhluK.

    Sebab alasan tersebutlah, penting bagi seorang muslim untuk mengupayakan belajar Al-Qur’an dengan baik dan benar.  Salah satu upaya belajar Al-Qur’an yakni dengan mengetahui ilmu tajwid.

    Menurut bahasa, tajwid adalah tahsin, yang artinya memperindah. Adapun menurut istilah dan mustahaknya (orang yang membaca Al Quran) wajib menerapkan tajwid saat membaca ayat-ayat Alquran.

    Perintah membaca Alquran dengan tartil disebutkan dalam Surat Al Muzzamil ayat 4.  Allah SWT berfirman:

    اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ

    Artinya: Atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan. (QS. Surat Al Muzzamil: 4)

    Keutamaan dari memperbaiki bacaan sendiri, yakni mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memperbaiki bacaan ayat suci Al-Qur’an, hal ini juga bisa disebut sebagai indikasi dari keimanan seorang muslim.

    Sebab seorang muslim yang tidak mempunyai usaha dalam memperbaiki bacaan ayat Al-Qur’an nya, maka keimanannya pada patut dipertanyakan. Karena bacaan yang baik dan bagus sendiri bisa mencerminkan rasa yakin pada wahyu Allah SWT.

    Tips Belajar Ilmu Tajwid Cepat dan Mudah

    Setelah mengetahui apa itu iqlab, hukum dan cara membacanya, berikut tips yang bisa digunakan bagi pemula untuk belajar ilmu tajwid dengan cepat dan mudah:

    1. Mencari guru/mentor khusus untuk belajar privat

    Belajar melalui guru atau mentor khusus juga salah satu cara yang mudah untuk mempelajari ilmu tajwid. Dengan guru khusus bimbingan akan lebih intensif dan juga efisien.

    Namun pilihan ini dianjurkan bagi yang lebih nyaman untuk berlajar privat karena ingin lebih fokus, pendekatan lebih personal, lebih kosentrasi dan waktu yang fleksibel.

    2. Mempelajari melalui buku pedoman belajar tajwid

    Selain mengikuti sekolah lembaga pendidikan dan belajar dengan guru secara privat, tips yang bisa dicoba selanjutnya yakni, belajar melalui buku pedoman belajar ilmu tajwid.

    Saat ini sudah banyak beredar buku-buku pedoman yang dapat dibeli dengan harga yang terjangkau dan efektif.

    3. Menonton video pembelajaran tajwid di Youtube

    Youtube tidak hanya sebagai platform yang menghibur, namun juga menyediakan berbagai video-video edukasi salah satunya seperti tentang pembelajaran ilmu tajwid.

    Jika belajar melalui menonton dari video Youtube, kita dapat mengulangi video tersebut sampai kita benar-benar paham.

    4. Selalu mengulang agar terus mengingatnya dan terbiasa

    Cara yang terakhir adalah dengan metode kilas balik dengan terus mempelajari materi yang sudah dipelajari sebelumnya.

    Cara terakhir ini adalah kuncinya, jika kita tidak mengulanginya dan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh maka tidak akan bisa mendapatkan ilmu sesungguhnya.

    Semakin sering mengulang materi yang sudah dipelajari, maka akan memudahkan untuk terbiasa dan memahami cara menyempurnakan bacaan Al-Quran.

    Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai iqlab, cara membaca dan contohnya, semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr.wb.

  • 10 Nama Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib Diketahui

    10 Nama Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib Diketahui

    Percaya dengan adanya malaikat merupakan salah satu rukun iman dalam Islam. Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang terbuat dari cahaya dan sangat taat kepada-Nya. Terdapat beragam nama nama malaikat yang bisa kita ketahui.

    Setiap nama ini tentunya memiliki tugas dan fungsinya masing-masing sesuai yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dibawah ini nama nama malaikat yang bisa diimani.

    Nama Nama Malaikat Sesuai Tugasnya

    Sebagai makhluk Allah yang taat dan beriman kepada-Nya, maka beriman kepada malaikat juga harus kita lakukan. Meski sebagai manusia kita tidak bisa secara kasat mata untuk melihat, tetapi keberadaan malaikat harus kita yakini.

    Terdapat banyak malaikat yang diciptakan oleh Allah sesuai dengan tugas dan fungsinya. Namun, yang bisa kita imani hanya berjumlah 10 malaikat. Di bawah ini nama nama malaikat dan tugasnya yang bisa diketahui.

    1. Malaikat Jibril

    Nama nama malaikat yang pertama perlu kita ketahui adalah malaikat Jibril. Sebagai makhluk ciptaan Allah, Jibril memiliki peran sebagai pemimpin dari para malaikat lainnya. Termasuk juga sebagai penyampai wahyu kepada Muhammad.

    Jika kita membaca Al-Qur’an, maka akan menemukan banyak kata yang menyebutkan Jibril, seperti dalam surat Al Baqarah ayat 97 hingga 98 dan surat At Tahrim ayat 4. Malaikat Jibril dikenal dengan berbagai julukan yang ada di Al-Qur’an.

    Julukan pertama, yakni Ruhul Qudus yang tersirat dalam surat An Nahl ayat 102. Kemudian, Ruhul Amin dalam surat As Syu’ara ayat 192-193. Selain itu, ada juga dalam surat Ruh Al Haq atau Roh kebenaran.

    Adapun tugas-tugas lainnya dari malaikat Jibril yang bisa kita ketahui antara lain:

    • Menjadi pemimpin dalam urusan dunia yang dibantu oleh malaikat Izrail (mencabut nyawa), Malaikat Mikail (mengatur hujan dan tumbuhan) serta Malaikat Israfil (membawa perintah kepada para malaikat)
    • Membawa kehancuran serta kemenangan bagi manusia sesuai kehendak Allah
    • Menjadi imam bagi penduduk langit
    • Meniupkan ruh ke setiap janin yang ada di kandungan

    Baca juga: 25 Nama Nama Nabi dan Rasul Berurutan dan Mukjizatnya

    2. Malaikat Mikail

    Nama malaikat berikutnya yang bisa kita imani adalah malaikat Mikail. Tugas malaikat Mikail, yaitu membagikan rezeki dari Allah SWT kepada seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi.

    Rezeki yang diberikan oleh Allah melalui perantara malaikat Mikail ini bisa berupa materi, tumbuhan, hujan dan lain sebagainya. Selain itu, Makail juga bertugas untuk mengatur hujan serta angin yang ada di dunia.

    Malaikat Mikail juga membantu malaikat Jibril dalam membelah dada Rasulullah SAW dan mengambilkan air Zam-zam untuk mencuci hati agar suci.

    Selain itu, malaikat Mikail juga yang menemani Jibril dalam membantu Rasulullah ketika Isra’ Mi’raj.

    3. Malaikat Israfil

    Israfil merupakan malaikat selanjutnya yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang taat kepada-Nya. Nama malaikat ini tentunya sudah tidak asing karena Israfil memiliki tugas utama sebagai peniup sangkakala pada hari kiamat.

    Terompet sangkakala akan ditiup sebanyak 3 kali ketika hari kiamat tiba. Pada tiupan yang pertama akan menandakan bahwa alam semesta akan hancur. Sementara, pada tiupan yang kedua, manusia akan dibangkitkan dari alam kubur.

    Kemudian, pada tiupan yang ketiga, seluruh umat manusia akan dikumpulkan pada padang Mahsyar untuk dihisab amal perbuatannya. Namun, sebelum terompet ini dibunyikan, maka tugas lainnya dari malaikat Israfil, yakni:

    • Mengayomi seluruh makhluk yang ada di bumi dan juga alam semesta karena Israfil memiliki kekuatan yang sangat besar
    • Menjadi salah satu malaikat yang memikul gelar Arsy yang memiliki makna bertasbih dan memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman

    4. Malaikat Izrail

    Nama nama malaikat berikutnya yang sering disebut adalah malaikat Izrail. Malaikat yang satu ini memiliki tugas utama sebagai pencabut nyawa seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi.

    Pencabutan nyawa yang dilakukan oleh malaikat Izrail dibantu oleh malaikat lainnya. Mulai dari pencabutan seluruh ruh dari anggota badan dan ketika sampai ke pangkal tenggorokan ruh akan diambil oleh malaikat Izrail.

    Adapun tugas ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al An’am ayat 61:

    وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهٖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً ۗحَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُوْنَ

    Artinya: “Dan Dialah penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.

    5. Malaikat Munkar

    Malaikat selanjutnya yang bisa kita ketahui adalah malaikat Munkar. Munkar memiliki tugas untuk mengajukan pertanyaan kepada manusia yang sudah meninggal ke alam kubur. Munkar digambarkan sebagai sosok yang sangat menyeramkan.

    Malaikat Munkar akan menanyakan keimanan dari kita yang telah meninggal. Apabila semasa hidup kita berbuat kebaikan, maka Munkar akan datang setelah orang terakhir yang datang ke pemakaman tersebut pergi.

    Adapun pertanyaan yang diajukan berupa Man Rabbuka, Man Nabiyyuka, serta Ma Dinuka. Bagi umat muslim yang beriman semasa menjalankan kehidupan, maka akan mudah untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Malaikat Munkar.

    Sementara, bagi kita yang tidak bisa menjawab, maka malaikat Munkar akan langsung menghantamkan tubuh kita dengan perumpamaan godam yang bisa menghancurkan tubuh hingga berantakan.

    6. Malaikat Nakir

    Nakir merupakan malaikat yang memiliki tugas sama dengan malaikat Munkar. Namun, Nakir akan datang kepada manusia yang selama hidupnya berbuat kebaikan dan beriman kepada Allah SWT.

    Malaikat Nakir akan datang menghadap manusia dalam wujud yang indah dan menanyakan kebaikan.

    7. Malaikat Raqib

    Malaikat Raqib merupakan ciptaan Allah yang bertugas untuk mencatat amal baik yang dilakukan manusia ketika hidup. Selain itu, tugas lainnya dari malaikat Raqib adalah menjaga manusia dan mengawasinya agar berada di jalan yang lurus.

    Karena niat buruk yang kita lakukan tidak akan dicatat sebagai keburukkan selama belum dikerjakan. Sementara, niat baik akan langsung dicatat oleh malaikat Raqib sebagai kebaikan meskipun niat tersebut belum dilaksanakan.

    8. Malaikat Atid

    Nama nama malaikat lainnya yang memiliki tugas utama sebagai pencatat amal adalah malaikat Atid. Malaikat ini merupakan pasangan dengan malaikat Raqib, bedanya sebagai pencatat amal buruk yang dilakukan oleh manusia.

    Setiap amal buruk yang dilakukan, baik itu sekecil biji zarah akan dicatat oleh malaikat Atid. Perbuatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi juga akan dicatat dan dihisab selama hidup untuk diadili kelak di akhirat.

    9. Malaikat Ridwan

    Malaikat Ridwan memiliki tugas utama sebagai penjaga pintu surga di akhirat. Pada penjagaan ini malaikat Ridwan akan dibantu oleh malaikat lainnya. Selain itu, tugas malaikat Ridwan juga untuk menyambut seraya berdoa untuk penghuni surga.

    Malaikat Ridwan akan mendoakan kebahagiaan mereka yang memasukan pintu surga. Sosok malaikat ini digambarkan memiliki wujud yang indah sehingga bisa menenangkan siapa saja yang melihatnya.

    10. Malaikat Malik

    Nama nama malaikat terakhir yang bisa kita ketahui adalah malaikat Malik. Tugas utama yang diberikan Allah kepada malaikat Malik adalah menjaga pintu neraka. Selain itu, tugas lain yang diberikan adalah memimpin malaikat Zabaniah.

    Malaikat-malaikat ini yang akan menghukum semua makhluk hidup yang masuk neraka. Sosok malaikat yang ada di neraka digambarkan dengan bentuk yang seram tanpa ada rasa iba atau belas kasih dan tidak tersenyum.

    10 nama nama malaikat ini bisa kita imani sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sebagai pencipta segalanya di dunia dan akhirat. Sebagai umat muslim tentunya harus percaya dengan makhluk ciptaan Allah SWT meski tidak bisa dilihat.