Category: Geografi

  • Apa Itu Gerakan Non Blok? Pengertian, Latar Belakang, Fungsi, & Perannya

    Apa Itu Gerakan Non Blok? Pengertian, Latar Belakang, Fungsi, & Perannya

    Pada saat Perang Dingin, dunia terbagi menjadi dua blok besar. Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet (sekarang Rusia). Di antara kedua belah pihak ini, terdapat negara lain yang sedang berkembang atau baru saja merdeka. Dari sanalah  Gerakan Non Blok muncul.

    Pengertian Gerakan Non Blok

    Secara garis besar, Gerakan Non Blok atau GNB adalah organisasi negara-negara yang tidak membela Blok manapun. Organisasi tersebut diciptakan pada masa Perang Dingin untuk menetralisasi ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur. 

    GNB adalah hasil dari tiga konferensi panjang, yakni Konferensi Kolombo, Konferensi Panca Negara, dan Konferensi Asia Afrika (KAA). Organisasi tersebut pertama kali diresmikan ketika  Konferensi Tingkat Tinggi, yaitu pada tahun 1961, di Yugoslavia. 

    Pemimpin Gerakan Non Blok pertama adalah Josip Broz Tito, yang merupakan Presiden Yugoslavia.

    Latar Belakang Gerakan Non Blok

    Keresahan negara-negara di dunia pada masa Perang Dingin menjadi latar belakang utama terbentuknya GNB. Perang tersebut melibatkan dua negara superpower dan aliansinya, di mana Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet (sekarang Rusia).

    Anggota Blok Barat terdiri dari Inggris, Perancis, Belanda, Belgia, Luxemburg, Norwegia, dan Kanada. Sedangkan Blok Timur beranggotakan Cekoslowakia, Rumania, dan Jerman Timur.

    Perang Dingin bermula dari perbedaan ideologi kedua Blok, yakni liberal kapitalis milik Blok Barat melawan komunis sosialis milik Blok Timur. 

    Berbeda dengan Perang Dunia, Perang Dingin tidak menggunakan tenaga militer, melainkan persaingan dalam bidang ekonomi, politik, dan propaganda. Permasalahan utama perang ini adalah kedua Blok yang sama-sama ingin menyebarkan ideologi masing-masing ke seluruh dunia.

    Akibatnya,  beberapa negara, seperti Jerman, Vietnam, dan Korea terbagi dua. Perang ini menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara berkembang pada saat itu, serta negara lain yang secara notabene adalah negara muda yang baru saja merdeka. 

    Melalui kekhawatiran ini, mereka membentuk sebuah organisasi internasional yang bertujuan untuk meredakan Perang Dingin, dan mendukung perdamaian dunia.

    Secara harfiah, Gerakan Non Blok adalah gerakan yang bertujuan untuk melepaskan diri dari segala keterkaitan dengan salah satu Blok. Melalui cara ini, sebuah negara berusaha untuk menentukan nasib mereka sendiri, menciptakan jalur ekonomi sendiri, sekaligus melepas urusan dengan salah satu Blok. 

    Perjalanan GNB

    Dalam mewujudkan Gerakan Non Blok, terdapat perjalanan panjang demi mencapai tujuan tersebut. Perjalanan tersebut bermula dari konferensi kecil  hingga akhirnya peresmian pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).

    1. Konferensi Kolombo

    Konferensi ini dipicu oleh keresahan Perdana Menteri Sri Lanka pada saat itu, Sir John Kotelawala, akan dampak Perang Dingin kedua belah Blok. Beliau mengundang 4 negara, yakni Indonesia, Myanmar, India, dan Pakistan, untuk menghadiri Konferensi Kolombo pada tanggal 28 April 1954 hingga 2 Mei 1954. 

    Konferensi ini memiliki tujuan untuk membicarakan masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama. Keempat negara tersebut menerima undangan konferensi dengan baik. 

    Mereka mengirimkan perwakilannya untuk Konferensi Kolombo, dengan rincian sebagai berikut:

    • Sri Lanka diwakili oleh Sir John Kotelawala, 
    • Indonesia diwakili Ali Sastroamidjojo,  
    • Myanmar diwakili oleh U Nu, India diwakili Jawaharlal Nehru, dan 
    • Pakistan diwakili Mohammed Ali.

    Adapun permasalahan yang dibicarakan dalam Konferensi Kolombo antara lain adalah:

    • Sri Lanka – bahaya komunisme dan meminta kerjasama bersama (Mutual Corporation) menghadapi masalah itu.
    • Indonesia – meminta penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika.
    • Myanmar – menekankan permasalahan di bidang ekonomi.
    • India – menekankan hubungan harmonis dengan China.
    • Pakistan – mengemukakan konflik Kashmir dan India.

    Setelah berkonferensi, kelima negara menyatakan sikap, antara lain yaitu:

    • Menentang senjata nuklir dan alat pemusnah massal apapun,
    • Menolak penjajahan,
    • Mendukung pembentukan demokrasi,
    • Menentang campur tangan negara-negara komunis dan antikomunis,
    • Mendukung perdamaian dan keamanan dunia.

    Usai Konferensi Kolombo, kelima negara mengadakan konferensi lanjutan, yakni Konferensi Panca Negara.

    2. Konferensi Panca Negara

    Sejatinya, konferensi ini bertujuan untuk mematangkan usulan Indonesia sebelumnya mengenai perwujudan Konferensi Asia-Afrika (KAA). Konferensi Panca Negara berlangsung di Bogor pada tanggal 28 – 29 Desember 1954, dan dipimpin oleh Perdana Menteri Indonesia, Ali Sastroamidjojo.

    Konferensi ini membuahkan beberapa poin berikut ini:

    • KAA diadakan atas penyelenggaraan bersama lima negara,
    • Kelima negara peserta Konferensi Panca Negara menjadi negara sponsor KAA,
    • Undangan kepada negara-negara peserta disampaikan oleh pemerintah Indonesia atas nama lima negara,
    • Waktu Konferensi Asia-Afrika ditetapkan pada minggu terakhir April 1955,
    • Negara-negara yang diundang disetujui berjumlah 25 negara.

    3. Konferensi Asia-Afrika (KAA)

    Konferensi selanjutnya yang menjadi cikal bakal Gerakan Non Blok adalah Konferensi Asia-Afrika, dan berlangsung di Bogor pada tanggal 18 – 25 April 1955. Berdasarkan kesepakatan konferensi sebelumnya, terdapat 25 anggota negara yang bergabung. Tetapi, saat KAA berlangsung, anggotanya bertambah menjadi 29 negara.

    KAA menghasilkan Dasa Sila Bandung (The Then Principles of Bandung), yaitu sebuah pernyataan politik yang berisi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerjasama dunia. Dasa Sila Bandung ini juga disusun berlandaskan atas Piagam PBB dan Piagam Nehru. 

    Dasa Sila Bandung (The Then Principles of Bandung)
    Dasa Sila Bandung (The Then Principles of Bandung) | Image Source: twitter

    4. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)

    KTT adalah konferensi terakhir dalam rangkaian perwujudan Gerakan Non Blok. GNB tidak segera dilaksanakan setelah KAA, karena ada negara di luar Asia-Afrika yang baru saja merdeka, yakni Yugoslavia.

    Atas dasar tersebut, para kepala negara ingin mengajak Yugoslavia menjadi anggota GNB. Akhirnya, terselenggaralah Konferensi Tingkat Tinggi pada tanggal 1 – 6 September 1961 di Beograd, Yugoslavia.

    Konferensi ini dihadiri oleh 25 negara anggotanya, dan 5 tokoh penting pencetus organisasi GNB. Lima tokoh penting tersebut adalah:

    • Gamal Abdel Nasser – Presiden Mesir,
    • Kwame Nkrumah – Presiden Ghana,
    • Jawaharlal Nehru – Perdana Menteri India,
    • Ir. Soekarno – Presiden Indonesia, dan
    • Josip Broz Tito – saat itu Presiden Yugoslavia sekaligus pemimpin pertama Gerakan Non Blok.

    Konferensi Tingkat Tinggi  memiliki dua tujuan utama yakni:

    • Tujuan internal – mengusahakan kemajuan ekonomi, sosial, dan politik anggota-anggotanya, dan
    • Tujuan eksternal – meredakan ketegangan Perang Dingin.

    Organisasi ini juga mempunyai prinsip-prinsip yang teguh, yakni:

    1. Saling menghormati integritas teritorial atau batas wilayah dan kedaulatan antar negara anggotanya.
    2. Perjanjian non-agresi satu sama lain negara anggota GNB.
    3. Tidak mengintervensi urusan dalam negeri negara lain kecuali diminta oleh negara yang bersangkutan.
    4. Menjaga perdamaian antar sesama anggota maupun dunia.

    Pada dasarnya, KTT GNB ditetapkan berlangsung setiap 3 tahun sekali. Tuan rumah penyelenggaraan konferensi biasanya akan ditunjuk sebagai ketua GNB untuk periode 3 tahun berikutnya. Selain itu pula, organisasi ini mendedikasikan diri untuk melawan kolonialisme, imperialisme, dan neokolonialisme.

    Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)
    Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) | Image Source: The Asean Post

    Fungsi Gerakan Non Blok

    Empat konferensi yang dijelaskan di atas memiliki dampak evolutif yang signifikan. Pada awalnya, Konferensi Kolombo berusaha untuk membicarakan permasalahan yang ada di lima negara undangan. 

    Lalu, Konferensi Panca Negara dan KAA berfungsi untuk mengumpulkan negara-negara yang ingin melepaskan diri dari dampak Perang Dingin.

    Selanjutnya, KTT bertujuan untuk mengajak Yugoslavia bergabung dalam Gerakan Non Blok, sekaligus menjadi momen peresmian GNB. 

    Dengan menyetujui gerakan ini, negara anggota diharapkan dapat menjaga keamanan, menghormati. Tidak hanya itu, tetapi juga mengakui kedaulatan masing-masing negara, serta meminimalisasi kemungkinan memanasnya Perang Dingin.

    Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok

    Indonesia memiliki peran yang sangat signifikan dalam terwujudnya GNB. Melihat dari tujuan awal Indonesia dalam Konferensi Kolombo, Indonesia telah berencana untuk mengumpulkan negara-negara di Asia-Afrika. 

    Setelah itu, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Panca Negara. Akhirnya, Indonesia mendapatkan persetujuan untuk mengumpulkan negara-negara di Asia-Afrika sekaligus menjadi pengundang negara-negara lain tersebut untuk menghadiri KAA. 

    Dapat dikatakan bahwa Indonesia sejak awal adalah penggagas Gerakan Non Blok. 

    Setelah itu, Indonesia juga menjadi ketua penyelenggara KTT GNB ke-10 di Jakarta dan Bogor pada September 1992. Terlebih lagi, Indonesia juga menjadi negara yang merintis dialog utara-selatan, yakni dialog untuk mempererat hubungan antara negara maju (utara) dan negara berkembang (selatan).

    Kekhawatiran Menyangkut Gerakan Non Blok

    Belakangan ini, telah mekar perang antara Rusia dan Ukraina. Secara aktif, anggota GNB berusaha untuk menjaga kedamaian dunia. Akan tetapi, terjadi kekhawatiran lain apabila Indonesia melakukan intervensi pada perang tersebut.

    Jika Indonesia melakukan intervensi pada perang antara Rusia dan Ukraina, konsekuensi yang harus ditanggung adalah a keluar dari status anggota “Non Blok”. 

    Salah satu alasannya adalah Ukraina baru-baru ini telah melepas status “Non Blok”. Kemudian, negara tersebut bergabung dengan NATO yang merupakan evolusi dari Blok Barat. 

    Apakah Saat Ini Masih Ada Gerakan Non Blok?

    KTT GNB
    KTT GNB | Image Source: kemlu

    Jawabannya, GNB masih ada. KTT GNB terbaru dilaksanakan pada 2 Maret 2023 di Baku, Azerbaijan. 

    Di samping itu, pada tanggal 11 Oktober 2021, Peringatan 60 Tahun Gerakan Non Blok telah diselenggarakan di Beograd, Yugoslavia. Dalam kesempatan ini, Menlu RI mengusulkan penominasian arsip KTT NAM (Non Aligned Movement/GNB) ke-1 di Beograd sebagai ingatan kolektif dunia, Memory of The World, UNESCO.

  • Teori Kedaulatan: Bunyi, Tokoh, Jenis, Pencetus, serta Negara Penganut

    Teori Kedaulatan: Bunyi, Tokoh, Jenis, Pencetus, serta Negara Penganut

    Dalam teori kedaulatan, rakyat dan negara akan menghadapi kekuasan tertinggi yang tidak ada pembatas pada hukumnya. Hal tersebut terjadi karena teori ini memiliki sifat yang tunggal, sehingga negara tidak akan memiliki kekuasaan yang lainnya. Lantas, siapakah pencetusnya?

    Apa Itu Teori Kedaulatan?

    Teori Kedaulatan
    Teori Kedaulatan | Image Source: Freepik

    Kata kedaulatan berasal dari bahasa Arab, yakni “daulah” yang memiliki arti kekuasaan paling tinggi. Maksud dari kekuasaan tertinggi adalah pilar utama untuk membuat Undang-Undang dan tata cara melakukannya bagi suatu negara.

    Sementara itu, kedaulatan rakyat berfokus pada pemerintah yang mendapatkan mandat dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pada negara yang menganut kedaulatan, maka negara memiliki kekuasaan paling tinggi dalam sistem pemerintahannya.

    Ada dua aspek dalam pembagian arti kedaulatan, yakni secara eksternal dan internal. Secara internal, kedaulatan memiliki konsep yang merujuk pada supremasi di dalam suatu negara, baik itu individu maupun sekelompok orang. Sehingga, wilayah yurisdiksi dan individunya akan berjalan secara bersamaan.

    Sedangkan dalam segi eksternalnya, kedaulatan akan mencerminkan sebuah independensi yang bersifat mutlak bagi negara. Di mana akan mencakup secara keseluruhan dalam suatu negara. Salah satunya yang berkaitan dengan hubungan antara negara lainnya.

    Kesimpulan dari arti kedaulatan adalah kekuasaan yang bersifat penuh dan mutlak, baik itu dalam maupun luar negara. Inilah mengapa teori kedaulatan sering digunakan untuk kekuasaan dalam menyelenggarakan kegiatan negara.

    Berdasarkan buku yang disusun oleh Sugeng Priyanto pada tahun 2020, yakni “PPKN Tunduk Pada Negara Kelas IX”. Plato adalah satu tokoh teori yang membahas kedaulatan, beliau berkata bahwa sumber kekuasaan tidak hanya dilihat dari kedudukan, pangkat, dan kekayaannya.

    Tidak berbeda dari pendapat Plato, Aristoteles yang termasuk murid Plato juga menilai bahwa sumber kekuasaan negara adalah hukum di negara. Kedaulatan memiliki tujuan utama untuk menciptakan kesejahteraan secara umum.

    Miriam Budiardjo juga mengartikan bahwa kedaulatan menjadi kekuasaan paling tinggi yang ada di suatu negara. Terutama untuk menetapkan peraturan Undang-Undang.

    Jenis-Jenis Teori Kedaulatan dan Tokoh Pencetusnya

    Jenis-Jenis Teori Kedaulatan dan Tokoh Pencetusnya
    Jenis-Jenis Teori Kedaulatan dan Tokoh Pencetusnya | Image Source: Freepik

    Sebagai kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan suatu negara, membuat teori kedaulatan memiliki peran penting untuk mengatur tatanan negara. Adapun beberapa jenisnya, di antaranya sebagai berikut:

    1. Kedaulatan Tuhan

    Kedaulatan Tuhan sudah berkembang sejak abad ke 5 hingga abad ke 15. Teori kedaulatan Tuhan tidak lepas dari perkembangan agama pada zaman terdahulu. Berkembangnya teori ini karena adanya kepercayaan bahwa tanpa Tuhan, manusia tidak akan bisa mewujudkan kehidupan dan hal-hal yang di dunia.

    Teori ini percaya bahwa Tuhan adalah pemegang kekuasaan yang paling tinggi. Dengan demikian, semua praktik kenegaraan dan pemerintah negara harus menjadi implementasi atas kehendak Tuhan.

    Jimly Asshiddiqie menerangkan bahwa dalam perkembangan teori kedaulatan ini, ada banyak persoalan yang dihadapi. Terutama agama dan Tuhan yang menjadi alat legitimasi kekuasaan dalam suatu negara.

    Pada jenis teori ini, manusia berkuasa sebagai pemimpin negara hanya dijadikan sebagai kehendak dari Tuhan untuk memimpin. Contoh negara yang menganut paham Kedaulatan Tuhan adalah Jepang. Tokoh pencetus teori ini adalah Thomas Aquinas dan Aurelius Augustinus.

    2. Kedaulatan Raja

    Dalam teori kedaulatan raja, maka raja dipandang sebagai pemegang kekuasaan paling tinggi di pemerintahannya. Ini mencakup seluruh wilayah kerajaan yang menjadi hak milik raja. Kekurangan dari teori ini adalah semua warga dianggap memiliki posisi rendah, bahkan hanya budak di mata raja dan keluarganya.

    Raja dapat bertitah dan menjadikannya sebagai hukum kerajaan. Dengan demikian, raja bisa melakukan apa saja apa yang dirinya inginkan. Terutama saat akan menghukum dan memenjarakan seseorang. Mendukung teori ini, Louis XIV menyatakan bahwa negara adalah dirinya sendiri.

    Raja memiliki kekuasaan yang sangat mutlak dan absolut. Sehingga ia mampu bertindak sesuka hati dan tidak tunduk kepada konstitusi pemerintahan. Jean Bodin dan Georg Wilhelm Friedrich Hegel adalah pencetus dari teori ini.

    3. Kedaulatan Negara

    Secara singkat, teori kedaulatan negara merupakan teori yang menjadikan negara sebagai sistem hukum dalam pemerintahan. Sehingga negara memiliki hak dan kewajiban dalam melakukan tindakan hukum yang ada di dalam ruang lingkup pemerintahannya.

    Dalam kehidupan bermasyarakat, negara menjadi pemegang kekuasaan tertinggi, khususnya dalam menciptakan hukum pemerintah. Teori ini juga dikenal sebagai Velkulprings Theorie yang menyatakan negara menjadi tubuh raja. Sehingga negara tersebut adalah raja itu sendiri.

    Tokoh pencetus teori kedaulatan negara adalah Jean Bodin, Thomas Hobbes, dan Jellinek. Secara pribadi, Jellinek berpendapat bahwa hukum menjelma sebagai kehendak negara. Dengan demikian, negara akan menciptakan hukum. Jadi, negara adalah satu-satunya sumber hukum yang ada.

    4. Kedaulatan Rakyat

    Kedaulatan ini menegaskan bahwa kekuasaan negara berada di tangan rakyat. Dengan demikian, rakyat menjadi pemegang kekuasaan paling tinggi di dalam negara.

    Kedaulatan rakyat tidak lepas dari kontrak sosial yang Jean Jacques Rousseau cetuskan. Beliau berpendapat bahwa dalam negara, ada natural liberty yang sudah berubah menjadi civil liberty. Sehingga menyebabkan rakyat memiliki haknya sendiri. Namun, kekuasaan rakyat juga berdasarkan kepentingan golongan yang terbanyak.

    Menurut keterangan dari Asshiddiqie, teori kedaulatan ini dianggap sangat murni yang mengakibatkan keputusan terbanyak tidak selalu benar. Selain itu, beliau juga menyatakan bahwa seiring berjalannya waktu teori ini berkembang pesat sebagai konsep demokrasi.

    Berdasarkan pengertian Asshddiqie, demokrasi merupakan sebuah ajaran yang menjadikan rakyat sebagai kekuasaan tertinggi. Di mana kekuasaan ada di tangan rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat. Bukan hanya itu saja, pemerintahan negara juga akan terselenggara bersama rakyat.

    Awal munculnya teori kedaulatan kedaulatan rakyat adalah revolusi di Perancis, di mana sedang ada penentangan kekuasaan raja. Kekuasaan raja cenderung mutlak, sehingga masyarakat berusaha untuk menghancurkannya. Jadi, masyarakat pun ingin mengambil alih dan memproklamirkan kedaulatan secara keseluruhan.

    Dengan demikian, kedaulatan kepada rakyat pun mulai berkembang dan diajarkan dari zaman ke zaman. Adapun tokoh-tokoh dari teori ini adalah Jacque Rousseau, John Locke, dan Montesquieu.

    5. Kedaulatan Hukum

    Pada teori kedaulatan hukum, pemimpin tertinggi di negara bukanlah manusia melainkan sistem hukumnya. Oleh sebab itu, semua yang berada di ruang lingkup negara harus tunduk kepada hukum. Mulai dari rakyat hingga penguasa negara sekalipun.

    Menurut pendapat Asshiddiqie, manusia hanya menjadi wayang dalam teori ini. Hal terjadi karena sudah ada skenario yang menyusun dengan kesepakatan semua pihak, di mana wayang tersebut menjadi pemerannya.

    Lebih lanjut, teori kedaulatan hukum diistilahkan sebagai the rule of law not of man. Anglo-Amerika menyebutkan bahwa pemerintahan oleh hukum bukan oleh orang. Dengan demikian, kepemimpinan sistem negara bukan seorang tokoh lakukan, namun dengan hukum itu sendiri.

    Maksud dari sistem negara adalah lembaga pemerintah yang memiliki arti sangat luas. Hukum menjadi landasan dan acuan yang harus masyarakat taati. Ada banyak negara yang menganut teori ini, termasuk Indonesia. Tokoh-tokoh dari kedaulatan hukum adalah Krabbe, Leon Duguit, Immanuel Kant, dan Hugo de Groot.

    Contoh Negara yang Menganut Teori Kedaulatan

    Contoh Negara yang Menganut Teori Kedaulatan
    Contoh Negara yang Menganut Teori Kedaulatan | Image Source: Freepik

    Sebagai paham yang menjadikan Tuhan sebagai kekuasaan tertinggi, negara dengan teori kedaulatan Tuhan memiliki sistem pemerintahan yang sangat kental terhadap agama. Adapun beberapa negara yang menganut teori ini adalah Jepang, Mesir, dan Arab Saudi.

    Lain halnya dengan kedaulatan Tuhan, negara dengan kedaulatan raja justru membuat raja tidak tunduk kepada hukum. Sehingga raja hanya bertanggung jawab terhadap diri sendiri saja. Negara yang menganut teori ini masih menerapkan sistem monarki, seperti Inggris, Perancis, dan Thailand.

    Pada kedaulatan negara, semua sumber hukum dan konstitusi pemerintahan akan berjalan sesuai dengan kehendak negara. Contoh negara yang menganut teori ini adalah Italia dan Rusia.

    Teori kedaulatan hukum akan mengutamakan penyelenggaraan negara berdasarkan hukum, contohnya seperti HAM. Itulah mengapa negara ini sangat menjunjung tinggi perlindungan HAM. Di antaranya seperti negara Indonesia, Amerika Serikat, dan lain sebagainya.

    Terakhir, kedaulatan rakyat yang menjadikan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Beberapa negara yang menganut paham kedaulatan ini adalah Indonesia, Perancis, dan Amerika Serikat.

    Sudah Paham Apa Itu Teori Kedaulatan?

    Semua kedaulatan memiliki pilar utama dalam kekuasaannya, sehingga di suatu negara tidak mungkin ada kekuasaan lain. Namun, setiap teori kedaulatan pastinya memiliki keunggulan dan kelemahannya tersendiri. Itupun tergantung bagaimana negara yang menganutnya. 

    Biasanya ada negara yang memang turun temurun menganut, ada juga kemungkinan diubah saat seseorang naik jabatan. Namun, kedaulatan yang paling tepat adalah kekuasaan yang bisa memberikan dampak positif secara signifikan kepada semua belah pihak.

  • Pengertian Piramida Ekologi: Jenis, Ruang Lingkup, Ciri & Contoh

    Pengertian Piramida Ekologi: Jenis, Ruang Lingkup, Ciri & Contoh

    Seluruh makhluk hidup di dunia ini tercipta dengan perannya masing-masing. Peran yang tiap makhluk hidup emban memiliki manfaat dan selalu bersinergi dengan makhluk hidup lainnya. Untuk itu, interaksi dan hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya dapat digambarkan dengan piramida ekologi.

    Piramida ini menjelaskan bahwa tiap makhluk hidup saling membutuhkan satu sama lain. Jika makhluk hidup tertentu tidak ada, maka bisa saja akan terjadi bencana ekosistem. Oleh sebab itu, memahami piramida ini, serta jenis, ruang lingkup, ciri, dan contohnya akan memberitahu kamu tentang pentingnya menjaga ekosistem alam.

    Pengertian Piramida Ekologi

    Piramida ekologi merupakan gambaran yang menjelaskan hubungan antara makhluk hidup satu dengan makhluk hidup lainnya di tingkatan trofik. Tingkat trofik adalah posisi yang ditempati satu atau beberapa jenis makhluk hidup di siklus rantai makanan.

    Tingkat trofik sendiri dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

    1. Produsen

    Produsen merupakan makhluk hidup yang dapat memproduksi makanannya sendiri. Dalam piramida ini, produsen menempati bagian paling dasar atau bisa juga disebut sebagai trofik 1.

    Contoh makhluk hidup yang menempati posisi sebagai produsen adalah tumbuhan, alga, ataupun makhluk hidup lainnya yang bisa memproduksi makanannya sendiri (autotrof).

    2. Konsumen

    Makhluk hidup yang menempati posisi sebagai konsumen adalah makhluk hidup yang tidak bisa memproduksi makanannya sendiri atau heterotrof. Pada piramida ekologi, konsumen akan menempati trofik 2, trofik 3, dan seterusnya hingga puncak piramida.

    Pada umumnya, konsumen dapat dibagi menjadi beberapa jenis seperti konsumen primer (hewan herbivora), konsumen sekunder (hewan karnivora), dan konsumen tersier (hewan karnivora atas). 

    Konsumen tersier sering diasosiasikan sebagai konsumen puncak. Setiap organisme yang termasuk konsumen puncak adalah organisme yang tidak punya predator alami di alam, seperti elang di darat. Sedangkan di laut ada ikan hiu ataupun paus.

    Untuk menyambung hidup, makhluk hidup konsumen sangat bergantung pada produsen (hewan herbivora) ataupun pada konsumen yang menempati posisi trofik di bawahnya (hewan karnivora dan karnivora atas).

    Di alam, sejumlah makhluk hidup tidak selalu menempati satu posisi trofik yang sama di rantai piramida. Sebab, mereka bisa saja menempati lebih dari satu posisi trofik di waktu yang bersamaan.

    Contohnya burung gereja. Burung ini bisa berperilaku sebagai konsumen primer saat memakan biji-bijian. Namun, mereka berubah menjadi konsumen sekunder saat memakan serangga.

    Jenis-Jenis Piramida Ekologi

    Piramida ini dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, antara lain:

    1. Piramida Jumlah

    Jenis yang pertama adalah piramida jumlah. Simpelnya, piramida jenis ini menunjukkan jumlah makhluk hidup atau organisme di tiap tingkatan trofik. Secara alami, perbandingan jumlah makhluk hidup di tiap tingkatan trofik dapat digambarkan menjadi tiga jenis piramida, yaitu:

    a. Piramida Jumlah Tegak

    learnatnoon

    Pada piramida ekologi jumlah tegak, semakin tinggi tingkatan trofiknya, maka semakin sedikit pula jumlah makhluk hidupnya. Produsen memiliki jumlah organisme terbanyak dan konsumen puncak dengan jumlah organisme paling sedikit. Salah satu contoh ekosistem yang punya piramida jumlah tegak adalah ekosistem padang rumput. 

    b. Piramida Jumlah Terbalik

    vedantu.com

    Jenis piramida ekologi ini adalah kebalikan dari piramida jumlah tegak. Pasalnya, produsen memiliki jumlah organisme paling sedikit dan konsumen puncak paling banyak. Biasanya, piramida jumlah terbalik berlaku di rantai makanan parasit.

    c. Piramida Jumlah Berbentuk Spindle (spindle-shaped)

    Piramida jumlah berbentuk spindle adalah piramida yang menggambarkan peningkatan populasi dari organisme produsen ke organisme konsumen primer (herbivora). Namun, terjadi penurunan populasi dari konsumen primer ke konsumen sekunder dan tersier.

    2. Piramida Biomassa

    Piramida biomassa adalah sebuah konsep yang menunjukkan jumlah berat organisme hidup per satuan luas dari tiap tingkatan trofik piramida ekologi.

    prepp.in

    Pada ekosistem darat atau terestrial, produsen memiliki berat tertinggi. Semakin naik tingkatan trofiknya, maka semakin rendah berat organismenya. Otomatis, berat terendah dimiliki oleh konsumen puncak.

    byjus

    Sementara itu, hal yang sebaliknya terjadi di ekosistem akuatik atau laut. Berat tertinggi dimiliki oleh konsumen puncak. Sedangkan produsen, yaitu plankton ataupun alga memiliki berat terendah.

    3. Piramida Energi

    Berbeda dengan dua piramida ekologi sebelumnya, piramida energi menggambarkan jumlah energi per satuan luas yang dimiliki oleh masing-masing tingkat trofik di suatu ekosistem tertentu. Piramida ini bisa disebut juga sebagai piramida produktivitas.

    Piramida ini awalnya dikemukakan oleh dua ekologis, yakni G. Evelyn Hutchinson dan Raymond Lindeman. Konsep dari piramida ini adalah terjadinya transfer energi dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik yang ada di atasnya.

    Namun, hanya 10% dari total energi yang ditransfer ke tingkat trofik di atasnya dan menciptakan biomassa. Agar kamu lebih mudah memahaminya, perhatikan gambar di bawah ini!

    vedantu

    Lalu, ke mana 90% energi lainnya? 90% dari energi lainnya dimanfaatkan untuk hidup seperti berburu, bernafas, dan keluar ke lingkungan sebagai panas tubuh. Hal inilah yang menyebabkan setiap tingkat trofik hanya punya energi sebesar 10% jika dibandingkan dengan tingkat trofik sebelumnya (di bawahnya).

    Ruang Lingkup Piramida Ekologi dan Ciri-Cirinya

    Dalam ruang lingkup piramida ini, terdapat beberapa hal lain yang perlu kamu pahami, seperti bioma, populasi, komunitas, dan interaksi antar makhluk hidup.

    1. Bioma

    Bioma merupakan suatu wilayah atau lingkungan yang terbentuk karena beberapa faktor seperti faktor geografis hingga iklim. Secara garis besar, ada dua jenis bioma, yaitu bioma terestrial yang ada di ekosistem darat dan bioma akuatik yang ada di ekosistem laut.

    a. Bioma terestrial

    Ada banyak sekali jenis bioma terestrial dalam yang terbentang di alam, antara lain:

    • Tundra (Dekat wilayah kutub, kamu bisa menemukan beruang kutub dan lumut lichenes)
    • Taiga (Tergolong area dingin dengan suhu -10 hingga 25 derajat celcius. Kamu bisa menemukan serigala, beruang hitam, pohon pinus, dan cemara di sini)
    • Hutan gugur (Di sini kamu bisa menemukan burung hantu, rusa, oak, dan pohon maple)
    • Stepa (Ini adalah lingkungan dengan hamparan rumput yang luas dengan suhu yang lumayan panas hingga 40 derajat celcius. Kamu bisa menemukan rusa, kangguru, hingga bison di sini)
    • Savana (Mirip dengan savana, namun di bioma ini terdapat semak dan sejumlah pepohonan. Kamu akan banyak menemukan sapi, kerbau, kambing, macan, dan jerapah di bioma ini).
    • Hutan hujan tropis (Bioma ini sangat kaya akan keanekaragaman hayati. Nah, hutan yang terdapat di Indonesia adalah jenis hutan hujan tropis).
    • Gurun (Bioma dengan curah hujan terendah dan paling kering di antara bioma terestrial lainnya. Hewan seperti unta, ular, kaktus, kadal bertanduk, dan kalajengking gurun bisa kamu temukan di sini)

    b. Bioma akuatik

    Bioma akuatik dapat dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu bioma air tawar dan air laut.

    2. Populasi dan Komunitas

    Populasi dalam ruang lingkup piramida ekologi merupakan sekumpulan organisme dari satu spesies yang sama dan menempati satu area di waktu yang bersamaan. Misalnya sekawanan gajah atau sapi. Sedangkan komunitas adalah populasi dari berbagai spesies di satu bioma tertentu.

    3. Interaksi Antar Makhluk Hidup

    Beberapa contoh interaksi antar makhluk hidup yaitu:

    • Mutualisme (menguntungkan kedua belah pihak)
    • Komensalisme (menguntungkan satu pihak, tetapi pihak lain tidak dirugikan maupun diuntungkan)
    • Parasitisme (menguntungkan satu pihak tapi merugikan pihak lain)
    • Amensalisme (merugikan satu pihak, tetapi pihak lain tidak untung ataupun rugi)
    • Netralisme (kedua pihak tidak untung ataupun rugi)

    Sudah Tahu Pentingnya Memahami Piramida Ekologi

    Setelah memahami konsep piramida ini, kita sadar kalau semua makhluk hidup tercipta dengan peran dan alasan yang kuat di habitatnya. Selain itu, semua makhluk hidup melakukan tugasnya dan alam akan berjalan sebagaimana mestinya.

    Dari piramida ekologi, kita paham kalau menjaga alam sangat penting bagi kehidupan yang berjalan di bumi. Apabila satu trofik saja terganggu, maka akan membuat seluruh ekosistem menjadi kacau dan menciptakan bencana. Jika ini terjadi, kita sebagai manusia juga akan merasakan dampaknya.

  • Pengertian Asimilasi: Faktor, Jenis, & Contoh, Pembahasan Lengkapnya!

    Pengertian Asimilasi: Faktor, Jenis, & Contoh, Pembahasan Lengkapnya!

    Perubahan budaya dari masa ke masa ini sebenarnya sudah sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dampak dari asimilasi budaya, membuat banyak ras di dunia membaur, dan menjadikan setiap etnis budaya saling familiar. Bahkan membuat orang lupa akar budaya tersebut berasal dari etnis mana. Lantas bagaimana itu semua terjadi?

    Mengenal Definisi Asimilasi, Faktor dan Jenisnya

    Percampuran budaya sebenarnya merupakan sesuatu yang sudah tidak asing lagi, tapi hal ini sebenarnya adalah bentuk dari proses asimilasi. Pengertian asimilasi secara bahasa merupakan pembauran budaya satu dengan budaya lain yang menghilangkan ciri khas aslinya, dan membentuk budaya baru.

    Hal ini juga terjadi karena adanya sekelompok masyarakat yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda, tinggal atau membaur dengan budaya baru untuk waktu yang lama. Perlahan ciri khas budaya tersebut akan berangsur-angsur akan memudar, seiring adanya penyesuaian dengan lingkungan yang baru. Kebiasaan tersebut lama kelamaan berubah dan bergeser menjadi sebuah budaya baru.

    Faktor Pendorong dan Penghalang

    Pada dasarnya terdapat dua jenis faktor, yakni faktor pendorong dan faktor penghalang terjadinya proses asimilasi ini. Faktor pendorong yang mendukung terjadinya fenomena ini adalah adanya toleransi, kepentingan ekonomi yang sama, dan juga simpati dengan budaya lain.

    Salah satu faktor lain yang paling sering mempengaruhi terjadinya percampuran budaya ini adalah amalgamasi, atau perkawinan beda ras. Hal ini tentu sudah menjadi sebuah budaya yang lumrah saat ini mengingat ada banyak orang yang sudah modern dan melakukan pernikahan meskipun berasal dari ras berbeda.

    Biasanya orang yang melakukan pernikahan dengan ras yang berbeda, cenderung memiliki toleransi tinggi terhadap perbedaan budaya masing-masing. Ini menjadi titik temu dan memunculkan kebiasaan baru seiring hilangnya ciri khas budaya yang sebelumnya.

    Sebaliknya apabila kaum mayoritas tak bisa menerima atau bertoleransi kepada minoritas, kecil kemungkinan percampuran budaya akan terjadi. Hal tersebut menjadi faktor penghalang yang membuat asimilasi tak berkembang di sebuah kelompok masyarakat.

    Pada kasus lain, faktor penghalang juga muncul apabila kelompok baru tersebut terisolasi, budaya minoritas belum terlalu dikenal, adanya prasangka buruk terhadap kelompok minoritas. Adanya kebanggaan yang berlebihan terhadap budaya sendiri, juga memungkinkan sulitnya mereka menerima dan memberikan toleransi terhadap budaya baru. Sehingga percampuran budaya mungkin tidak terjadi.

    Jenis-Jenis Asimilasi Budaya

    Percampuran budaya ini sebenarnya terbagi kedalam beberapa jenis, yang pada akhirnya mempengaruhi kebiasaan sehari-hari kita.

    1. Budaya

    Pexels

    Secara garis besar, asimilasi mempengaruhi nilai-nilai budaya seperti, ideologi, bahasa, sistem simbol etnis, kepercayaan dan nilai budaya lain. Ini menjadi proses adopsi kultur baru, berpadu dengan kebudayaan yang sudah lama dianut masyarakat tersebut.

    Hasilnya lahirnya suatu budaya baru yang diterapkan karena dianggap lebih sederhana atau mudah, seiring berjalannya waktu.

    2. Pernikahan

    Pexels

    Tak hanya budaya saja, percampuran budaya yang paling kentara adalah dalam sebuah perkawinan. Dua orang yang berasal dari adat atau etnis yang berbeda, melangsungkan pernikahan legal sesuai dengan agama keduanya, memungkinkan membentuk asimilasi.  Melalui dasar cinta dan sayang, mereka akan memiliki toleransi budaya yang tinggi.

    Maka tidak heran apabila seringkali kita melihat adanya pernikahan silang antar suku, atau bahkan etnis yang berbeda. Misalnya orang jawa menikah dengan orang dayak, orang sunda menikah dengan orang bali, orang sumba menikah dengan orang Australia.

    3. Linguistik

    Linguistik

    Dari ranah linguistik, percampuran linguistik atau bahasa juga sering terjadi bersamaan dengan percampuran budaya. Sekelompok masyarakat minoritas atau pendatang, cenderung membaur dengan membaurkan komponen bahasa milik mereka dan milik kaum mayoritas, atau sebaliknya.

    Hal ini bertujuan supaya dua kelompok masyarakat tersebut bisa saling berkomunikasi dan memahami satu sama lain. Misalnya, munculnya bahasa gaul di kota-kota yang banyak pendatang atau perantauan.

    4. Struktural

    pexel

    Yang dimaksud dengan asimilasi struktural ini sebenarnya adalah percampuran budaya pembentukan struktur sosial yang ada di generasi masyarakat lama dan baru. Pembaruannya termasuk dalam cara berinteraksi, penyusunan unit struktur pemerintahan, dan semua unsur kemasyarakatan.

    Contoh nyata terdapat dalam sejarah negara Indonesia yang jauh sebelum pembentukan republik merupakan bangsa dengan struktur kerajaan. Kemudian dalam prosesnya, terbentuklah Indonesia sebagai negara republik yang dipimpin oleh negara.

    Tapi, ini tidak benar-benar menghilangkan struktur pemerintahan kerajaan, sebab di Yogyakarta dan Surakarta masih memiliki struktur pemerintahan berbentuk kerajaan. Bahkan di Yogyakarta, raja masih memerintah sebagai puncak struktur masyarakat Yogyakarta.

    5. Arsitektur

    Istock

    Tak berhenti disana, percampuran dua kebudayaan ini juga mempengaruhi dalam pembuatan arsitektur bangunan. Biasanya di daerah yang banyak pendatang, akan cenderung memiliki bangunan rumah atau layanan masyarakat yang mengadaptasi beberapa budaya, guna menghargai kebudayaan yang ada.

    Percampuran dalam bidang arsitektur ini biasanya berupa adanya elemen-elemen khas dari gaya bangunan budaya lain, berpadu dengan simbol atau tata ruang budaya yang berbeda.

    6. Agama

    Istock

    Sedangkan dalam asimilasi agama, bukan berarti adanya percampuran dua ajaran agama, tapi percampuran yang dimaksud adalah proses pelaksanaan ibadahnya saja. Prosesi, tempat dan waktu penyelenggaraan mengadaptasi dan menyesuaikan budaya dan ajaran agama yang sudah pernah ada di tempat tersebut.

    Contoh Asimilasi yang Sering Dijumpai

    Percampuran budaya seringkali terlihat di Indonesia. Terlepas dari sejarah semasa penjajahan di masa lampau, dampak lainnya membuat ada banyak asimilasi budaya, mulai dari kebudayaan itu sendiri hingga jenis lain.

    Sebagai contoh pengaruh agama islam di Yogyakarta membuat munculnya bentuk masjid-masjid bergaya jawa, dengan mencampurkan masjid dengan bangunan Joglo. Ini menunjukan bahwa adanya toleransi yang besar, dari kedua budaya yang diadaptasi dari Arab dan Jawa. Fungsinya supaya masyarakat mayoritas bisa menerima dan beradaptasi dengan para ulama islam yang bukan penduduk asli.

    Asimilasi agama di Indonesia, terjadi saat agama Hindu yang sudah lebih dulu masuk, dan dikenal masyarakat di Jawa dan Bali menyatu saling bertoleransi dengan agama Islam. Sebagai contoh, acara berkabung 40 hari setelah yang ada dalam budaya Hindu, diadaptasi oleh agama Islam yang ada di Jawa.

    Sehingga para pemeluk agama islam tetap melaksanakan tradisi berupa tasyakuran di hari ke 3, 7, 40 harian yang sebenarnya bagian dari tradisi hindu. Ini tidak mengurangi nilai-nilai ajaran kedua agama, bedanya tasyakuran dalam islam berupa membaca tahlil dan surat yasin untuk mendoakan orang yang meninggal dunia.

    Sudah Memahami Apa itu Asimilasi, Faktor, Jenis, dan Contohnya?

    Asimilasi seperti sebuah proses yang menciptakan berbagai fenomena sosial, yang mencampur-adukan satu budaya dengan budaya lain. Tak terasa itu semua sudah terjadi begitu banyak dan menjamur sejak lama, membuat orang lupa yang mana budaya asli miliknya.

    Tentunya kita sadar, tanpa adanya percampuran, budaya kita mungkin tak akan beragam seperti saat ini. Jadi, baik buruknya asimilasi tergantung dari cara kita menyikapinya. 

  • Ketahui 5 Negara Pendiri ASEAN beserta Wakil dan Tugasnya

    Ketahui 5 Negara Pendiri ASEAN beserta Wakil dan Tugasnya

    Berdirinya ASEAN tak terlepas dari peran founding fathers atau negara pendiri ASEAN seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand. ASEAN sendiri merupakan abreviasi dari Association of South East Asia atau  terkenal dengan sebutan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara) dalam bahasa Indonesia. 

    ASEAN adalah organisasi integrasi regional yang memfasilitasi kerja sama dalam bidang ekonomi dan geopolitik antar negara di wilayah Asia Tenggara. Singkatnya, ASEAN ialah wadah yang menaungi negara di Asia Tenggara untuk mewujudkan kerja sama yang baik demi terciptanya perdamaian serta kesejahteraan dalam segala aspek bernegara. 

    Sejarah ASEAN

    Organisasi ASEAN berawal dari pertemuan penting lima perwakilan Menteri Luar Negeri yang berlangsung pada tanggal 5 hingga 8 Agustus 1967 di Bangkok dan selanjutnya menjadi negara pendiri ASEAN. Dari hasil pertemuan ini lah yang juga menjadi cikal bakal lahirnya ASEAN di Bangkok, pada 8 Agustus 1967. 

    Pembentukan ASEAN ditandai dengan pengesahannya Deklarasi Bangkok oleh para perwakilan tokoh yang juga sebagai negara pendiri ASEAN 

    Pada awal pembentukannya, organisasi ASEAN hanya terdiri dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand yang mana sekaligus menjadi negara utama pendiri ASEAN. 

    Namun hingga dalam masa perkembangannya, anggota ASEAN bertambah menjadi 10 negara dengan bergabungnya Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja ke dalam organisasi. 

    Latar Belakang Pembentukan ASEAN

    Latar belakang berdirinya organisasi ASEAN sendiri karena terdapat beberapa unsur persamaan yang ada pada negara-negara di Asia Tenggara, di antaranya meliputi persamaan geografis, budaya, dan nasib bangsa. 

    Fungsi adanya organisasi ASEAN mencakup pada tujuan dan bidang yang cukup luas seperti peningkatan kerja sama dalam bidang ekonomi, pendidikan, politik, keamanan, sosial, dan budaya. 

    Selain itu, organisasi ASEAN dapat mempererat hubungan negara-negara yang ada di Asia Tenggara maupun dengan negara lain, serta mewujudkan perdamaian dan kestabilan regional.  

    5 Negara Pendiri ASEAN

    Terwujudnya organisasi ASEAN merupakan buah dari gagasan serta pemikiran inisiatif oleh lima tokoh penting dari negara yang pertama kali mendirikan ASEAN. Hal mendasar yang memprakarsai berdirinya organisasi ASEAN karena adanya persamaan serta ingin mewujudkan wilayah ASEAN yang damai, tenteram, dan aman. 

    Oleh karena itu, kelima Menteri Luar Negeri yang menjadi perwakilan negara pendiri ASEAN akhirnya menyetujui pembentukan organisasi  ASEAN. 

    Adapun negara-negara pendiri ASEAN tersebut terdiri dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand yang pembahasannya akan dijabarkan secara spesifik pada bagian berikut ini.

    1. Indonesia

    Bendera Indonesia
    Bendera Indonesia | Image Source: kumparan.com

    Selain menjadi negara terbesar di ASEAN, Indonesia menjadi salah satu pemrakarsa lahirnya organisasi ASEAN pula. Saat itu, Adam Malik mewakili Indonesia sebagai Menteri Luar Negeri dalam pertemuan di Bangkok. 

    Pada pertemuan tersebut, Adam Malik menyampaikan bahwasanya pembentukan organisasi ASEAN harus memiliki landasan pandangan non-militer dan politik.  

    Selama berdirinya ASEAN, Indonesia tak hanya menjadi salah satu negara utama pendiri ASEAN, melainkan juga memegang peran penting lainnya dalam terwujudnya cita-cita, harapan, dan tujuan organisasi di kawasan regional ini. 

    Peran tersebut antara lain turut andilnya Indonesia dalam peningkatan kerja sama mulai dari bidang ekonomi hingga sosial-budaya. Indonesia juga menjadi sentral manufaktur wilayah ASEAN yang dapat berfungsi untuk memperlaju pertumbuhan integrasi ekonomi negara-negara di Asia Tenggara. 

    Pada organisasi ASEAN, Indonesia ikut serta menggagas Bali Concord II, organisasi (AFEED) The ASEAN Framework for Equitable Economic Development, dan komunitas ASEAN Security Community (ASC). Indonesia juga menjadi perwakilan negara yang menyelenggarakan KTT ASEAN pertama kali di tahun 1976. 

    Pada tahun 2023, Indonesia secara resmi menjabat sebagai Ketua ASEAN sebagaimana hasil dari KTT ASEAN 2023. Hingga kini, Indonesia telah lima kali mengemban tugas menjadi Ketua ASEAN. 

    2. Singapura 

    Bendera Singapura
    Bendera Singapura | Image Source: kumparan.com

    Singapura adalah sebuah negara yang berada di wilayah Asia Tenggara dan menjadi salah satu negara pendiri ASEAN. Negeri Singa ini mengutus Menteri Luar Negerinya yang bernama Sinnathamby Rajaratnam pada pertemuan pembentukan ASEAN di Bangkok. 

    Singapura menjadi satu-satunya negara maju di ASEAN yang telah hampir merajai segala macam pergerakan barang dan jasa di wilayah ASEAN. 

    Meskipun penduduknya yang sedikit, pertumbuhan ekonomi di Singapura terbilang sangat pesat. Fakta ini lah yang mendorong Singapura juga tergabung sebagai anggota AFTA (ASEAN Free Trade Center), organisasi yang menaungi kawasan perdagangan bebas di ASEAN. 

    Singapura pernah menjadi tuan rumah KTT ASEAN yang ke-13 yang diselenggarakan pada tanggal 18-27 November 2007. Konferensi kali ini menghasilkan piagam ASEAN yang selanjutnya menjadi bukti sejarah penting dan tolak ukur perkembangan ASEAN kedepannya. 

    Tercatat, Singapura pernah menjadi Ketua ASEAN selama empat kali yakni pada tahun 1992, 2000, 2007, dan 2018. Selain itu, Singapura juga telah menjadi lokasi pengesahan Deklarasi Singapura yang disahkan pada tanggal 28 Januari 1992.

    3. Malaysia 

    Bendera Malaysia
    Bendera Malaysia | Image Source: internasional.kompas.com

    Dalam sejarahnya, kelima negara pendiri ASEAN termasuk Malaysia yang melakukan pertemuan di Bangkok telah menjadi tonggak berdirinya organisasi ASEAN. Negara Malaysia yang saat itu diwakili oleh Menteri Luar Negeri, Tun Abdul Razak, membawa harapan besar untuk terciptanya kawasan ASEAN yang kondusif dan produktif. 

    Negeri Jiran ini telah menjabat sebagai Ketua ASEAN sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1977, 1997, 2005, dan 2015. Peran Malaysia sebagai anggota ASEAN adalah menyepakati pembentukan zona bebas nuklir di kawasan ASEAN. 

    Selain itu, Malaysia turut membantu penyelesaian masalah pada konflik antara Vietnam dengan Kamboja hingga ikut berpartisipasi dalam pembentukan Kerajaan Demokratik Kamboja. Tak hanya itu, Malaysia juga tergabung dalam keanggotaan AFTA.  

    Malaysia menyepakati perjanjian ZOPFAN (Zone of Peace, Freedom, and Neutrality) yang berisi pembentukan kawasan ASEAN yang damai, bebas, dan netral dengan tanpa campur tangan dari pihak asing. Perjanjian ini juga dikenal sebagai Deklarasi Kuala Lumpur dan pengesahannya pada tanggal 27 November 1971 di Kuala Lumpur. 

    4. Filipina

    Bendera Filipina
    Bendera Filipina | Image Source: freepik.com

    Menteri Luar Negeri, Narciso Rueca Ramos, menjadi perwakilan Negara Filipina pada saat pertemuan di Bangkok tahun 1967. Salah satu negara pendiri ASEAN ini ikut meningkatkan kerja sama politik dan turut aktif dalam menumbuhkan ekonomi di kawasan ASEAN. Filipina sendiri pernah menjadi Ketua ASEAN pada tahun 1987, 1999, 2006 serta 2017.

    Pada tahun 1970, Filipina telah menjadikan organisasi ASEAN sebagai poros politik luar negerinya, karena sebelumnya negara ini lebih memilih menggunakan politik luar negeri Manila-Washington. 

    Menjadi anggota organisasi ASEAN terbukti membantu Filipina dalam penyelesaian konflik Sabah antara Filipina dengan Malaysia, sehingga hubungan dua negara tersebut dapat menjadi pulih kembali. Tak hanya itu, Filipina juga mendapatkan bantuan diplomatik dari Indonesia dalam penyelesaian kasus metro.     

    5. Thailand

    Bendera Thailand
    Bendera Thailand | Image Source: kompas.com

    Negara pendiri ASEAN selanjutnya yaitu Thailand, negara yang terletak di tengah Asia Tenggara dan memiliki luas wilayah sebesar 513.115 km2

    Negara yang mendapat julukan sebagai Negeri Gajah Putih ini  telah bergabung menjadi anggota ASEAN sejak pertemuan pembentukan ASEAN di Bangkok tahun 1967. Saat itu, Thanat Khoman yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Thailand mewakili tuan rumah dalam pertemuan penting tersebut. 

    Sebagai salah satu negara pendiri organisasi ASEAN, Thailand juga pernah menjabat ketua ASEAN pada tahun 1995, 2009, dan 2019.   

    Thailand terkenal sebagai produsen beras terbesar di dunia dan menjadikan beras sebagai komoditi ekspor utamanya. Fakta ini diperkuat dengan Thailand yang menjadi salah satu mitra perdagangan yang terbesar di kawasan ASEAN. 

    Selain itu, Thailand juga mampu membantu perekonomian negara-negara anggota ASEAN dan juga menjadi pusat pelatihan dalam hal tenaga pelayanan.

    Sudah Tahu tentang Negara Pendiri ASEAN?

    Itu dia lima negara pendiri ASEAN yang memprakarsai lahirnya organisasi ASEAN. Pada intinya, organisasi yang menaungi negara-negara di Asia Tenggara ini memiliki tujuan untuk menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang stabil, aman, dan makmur.

  • Pengertian Badan Pangan Dunia: Fungsi, Jenis, Kegiatan & Contohnya

    Pengertian Badan Pangan Dunia: Fungsi, Jenis, Kegiatan & Contohnya

    Pangan adalah salah satu aspek terpenting dalam menyambung hidup dan peradaban umat manusia. Tanpa adanya ketahanan pangan yang stabil, sudah dipastikan akan terjadi badai kelaparan yang bisa merenggut ratusan juta bahkan milyaran penduduk. Hal inilah yang membuat peran dari Badan Pangan Dunia (FAO) sangat penting.

    FAO selama ini punya banyak jasa dalam memberantas bencana kelaparan yang terjadi di seluruh dunia. Melalui program-programnya, organisasi ini bercita-cita untuk mewujudkan dunia tanpa kelaparan (zero hunger).

    Pengertian Badan Pangan Dunia

    Badan Pangan Dunia
    Badan Pangan Dunia | Image Source: FAO

    Badan Pangan Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) adalah suatu organisasi multinasional yang dibentuk pada tahun 1945 di Quebec, Kanada. Sebetulnya, organisasi ini berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Sempat berpindah tempat, saat ini markas besar FAO berlokasi di Roma, Italia. Selain itu, saat ini ada 189 negara yang menjadi bagian dari organisasi ini. Total ada 11.500 karyawan yang bekerja bagi organisasi Food and Agriculture Organization.

    Fungsi utama adanya organisasi ini yaitu untuk meningkatkan taraf hidup, tingkat gizi, produktivitas, pemasaran, serta penyaluran pangan dan pertanian ke seluruh dunia demi terciptanya Bumi tanpa bencana kelaparan (zero hunger).

    Salah satu contoh nyata dari perwujudan fungsi Badan Pangan Dunia yaitu menciptakan sejumlah program demi mengentaskan kelaparan yang terjadi di sejumlah negara di Benua Afrika.

    Selain itu, FAO melakukan promosi untuk kemitraan swasta, meningkatkan kesejahteraan petani kecil, serta mengembangkan mekanisme dalam rangka memantau, mengurangi, dan memberi peringatan tentang adanya bahaya rantai pangan.

    Lebih lanjut, Food and Agriculture Organization memperoleh dana dari pihak negara industri, bank pembangunan, ataupun sumber lainnya demi menyukseskan seluruh program yang telah mereka susun. 

    Jenis/Departemen Badan Pangan Dunia

    Departemen Badan Pangan Dunia
    Departemen Badan Pangan Dunia | Image Source: Freepik

    Food and Agriculture Organization punya beberapa departemen sebagai organisasi multinasional besar. Total ada tujuh departemen yang ada di bawah organisasi ini. Berikut adalah daftarnya:

    1. Departemen Iklim, Keanekaragaman Hayati, Tanah, dan Air

    Departemen pertama yang ada di bawah naungan Badan Pangan Dunia yaitu departemen iklim, keanekaragaman hayati, tanah, dan air. Tugas utama dari departemen ini yaitu melakukan promosi praktek pengelolaan tanah, air, keanekaragaman hayati, energi dan sumber daya genetik secara berkelanjutan.

    2. Departemen Pertanian dan Perlindungan Konsumen

    Departemen kedua di dalam naungan Food and Agriculture Organization adalah departemen pertanian dan perlindungan konsumen. Tugas yang diemban oleh departemen ini yaitu untuk melakukan promosi pertanian dalam rangka menurunkan angka kemiskinan sekaligus melindungi kelestarian lingkungan. 

    Selain itu, tugas departemen ini adalah untuk memastikan adanya standar dan praktek makanan yang aman bagi semua orang. 

    3. Departemen Pembangunan Ekonomi dan Sosial

    Departemen pembangunan ekonomi dan sosial adalah departemen ketiga yang menjalankan tugas di bawah pengawasan Badan Pangan Dunia. 

    Berbeda dengan dua departemen sebelumnya, tugas dari departemen pembangunan ekonomi dan sosial adalah untuk mempromosikan produksi pangan dan perdagangan internal dengan tujuan untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. 

    4. Departemen Perikanan dan Budidaya

    Keempat, ada departemen perikanan dan budidaya yang berada dalam pengawasan Food and Agriculture Organization. Sesuai namanya, misi utama yang diusung oleh departemen perikanan dan budidaya yaitu untuk melakukan promosi program pengelolaan budidaya dan penangkapan ikan.

    5. Departemen Layanan Korporat

    Departemen layanan korporat merupakan departemen kelima yang ada di Badan Pangan Dunia. Semua departemen memerlukan dukungan untuk menjalankan seluruh program utamanya. 

    Nah, inilah fungsi utama dari departemen layanan korporat. Departemen ini bertugas untuk mendukung seluruh program kerja yang sudah diusung oleh departemen lain yang bernaung di organisasi ini.

    6. Departemen Kehutanan

    Sumber daya hutan juga merupakan salah satu concern yang diperhatikan Food and Agriculture Organization. Nah, departemen kehutanan ada demi memaksimalkan pemanfaatan sumber daya hutan secara efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

    Singkatnya, misi yang diemban oleh departemen kehutanan yaitu untuk melakukan promosi mengenai pengelolaan sumber daya kehutanan. 

    7. Departemen Kerjasama Teknis dan Manajemen Program

    Seluruh program yang sudah Badan Pangan Dunia rencanangkan memerlukan kerjasama teknis dan manajemen program untuk memastikan semuanya berjalan dengan lancar dan sukses. Selain dari Food and Agriculture Organization itu sendiri, program mereka juga dijalankan oleh seluruh negara anggota.

    Oleh karena itu, departemen ini dibuat. Departemen terakhir yang ada di organisasi ini yaitu departemen kerjasama teknis dan manajemen program. Tugas utama dari departemen ini yaitu untuk mendukung dan memfasilitasi negara anggota dalam menjalankan program mereka.

    Selain itu, departemen kerjasama teknis dan manajemen program juga bertanggung jawab dalam menanggapi ancaman krisis yang berhubungan dengan pangan dan pertanian.

    Bisa dibilang, Food and Agriculture Organization punya beberapa departemen yang terbentuk untuk membantu mereka dalam mencapai tujuan besar organisasi, yaitu mewujudkan dunia tanpa adanya bencana kelaparan. 

    Kegiatan Badan Pangan Dunia

    Kegiatan Badan Pangan Dunia
    Kegiatan Badan Pangan Dunia | Image Source: Freepik

    Tujuan tidak akan tercapai tanpa adanya aksi. Demi mencapai tujuan besarnya, badan organisasi dunia telah melakukan komitmennya yang tertuang di beberapa program berikut:

    1. Mengatasi Kelaparan, Malnutrisi, dan Kerentanan Pangan

    Kalau kamu sadar, populasi manusia di dunia selalu mengalami peningkatan secara signifikan setiap dekadenya. Pertumbuhan populasi ini sayangnya tidak diikuti oleh kapasitas bumi untuk menghasilkan makanan bagi seluruh manusia.

    Sebanyak 821 juta orang di seluruh dunia masih mengalami kelaparan kronis selama dua dekade terakhir. Diperkirakan total terdapat 155 juta anak berusia di bawah 5 tahun mengalami kelaparan kronis.

    Badan Pangan Dunia melakukan dukungan terhadap kebijakan dan komitmen politik yang berfokus pada ketahanan pangan dan peningkatan status gizi, Mereka juga melakukan riset yang berkaitan dengan tantangan serta solusi yang berkaitan dengan kekurangan gizi dan kelaparan.

    2. Meningkatkan Produktivitas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

    Banyak pakar yang memprediksi bahwa populasi dunia akan menjadi 9 miliar orang pada tahun 2050 dengan tingkat pertumbuhan populasi tertinggi terjadi di negara yang sangat bergantung pada sektor pertanian.

    Pelestarian sumber produksi pangan harus dicanangkan dengan baik agar di masa depan tidak mengancam stabilitas ketahanan pangan. Untuk mencegah hal itu, Badan Pangan Dunia berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas pertanian, kehutanan, dan perikanan secara berkelanjutan demi ketahanan pangan yang stabil.

    3. Mengurangi Angka Kemiskinan di Pedesaan

    Masyarakat miskin adalah golongan yang paling rentan mengalami kelaparan. Faktanya, sebagian besar masyarakat miskin justru hidup di wilayah pedesaan. Wilayah yang paling banyak terdapat masyarakat miskin adalah negara-negara berkembang terutama yang terletak di kawasan Afrika dan Asia Selatan.

    Food and Agriculture Organization berusaha membantu petani kecil untuk meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian serta meningkatkan peluang pekerjaan di luar bidang pertanian. Selain itu, organisasi ini juga mengadakan sosialisasi tentang mengelola dan mengatasi risiko yang mungkin terjadi di lingkungan mereka.

    4. Menciptakan Sistem Pangan dan Pertanian yang Efisien 

    Perkembangan pesat globalisasi mengakibatkan pertanian di sektor independen akan tersisih dari rantai pangan dunia. Hal ini terjadi karena rantai dari produksi hingga penjualan akan terkonsentrasi, dan terintegrasi.

    Ini akan menjadi tantangan besar bagi para petani kecil yang ada di negara berkembang. Badan Pangan Dunia akan membantu petani kecil untuk menciptakan sistem pangan dan pertanian yang efektif agar bisa selalu berpartisipasi dalam sistem pangan yang makin terglobalisasi.

    5. Meningkatkan Ketahanan Terhadap Krisis dan Ancaman

    Beberapa hal yang terjadi di luar prediksi, seperti sejumlah bencana alam maupun konflik bisa mengancam produksi dan ketahanan pangan. Meskipun konflik atau bencana ini terjadi di negara tertentu, tidak menutup kemungkinan akan mengancam ketahanan pangan bagi banyak negara.

    Food and Agriculture Organization memiliki misi untuk membantu negara mengatur dan mencegah risiko yang timbul dari konflik ataupun bencana terhadap goyahnya produksi dan ketahanan pangan.

    Badan Pangan Dunia Sebagai Penjamin Pangan Umat Manusia

    Adanya Food and Agriculture Organization sebagai organisasi di bawah naungan PBB sangatlah diperlukan. Sebab, mereka bertugas untuk mengatur masalah produksi dan ketahanan pangan dunia. Mengingat, produksi dan ketahanan pangan dunia bisa saja terganggu kapan saja.

    Goyahnya produksi dan ketahanan pangan dunia tentu akan menjadi masalah besar jika tidak ditindak sesegera mungkin karena pangan adalah kebutuhan primer umat manusia. Untuk itu, Badan Pangan Dunia tercipta untuk menekan risiko tersebut.

  • Dampak Negatif Perdagangan Internasional & Cara Mengatasinya

    Dampak Negatif Perdagangan Internasional & Cara Mengatasinya

    Dampak negatif perdagangan internasional memang menjadi momok mengerikan, walaupun banyak yang tahu bahwa bisnis ini cukup menjanjikan. Adanya customer dari luar negeri yang punya kapasitas lebih besar, apalagi menggunakan kurs mata uang yang lebih tinggi pastinya membuat bisnis ini sangat menguntungkan.

    Sayangnya, karena dampak yang mungkin terjadi, Anda sebagai pebisnis wajib mempelajari dan menggunakan strategi terbaik. Sehingga Anda bisa mengatasi atau setidaknya meminimalisir dampak buruk. Mari cari tahu langkah mengatasinya lewat artikel berikut!

    Apa itu Perdagangan Internasional?

    Perdagangan Internasional
    Perdagangan Internasional | Image Source: pexels

    Sebelum mempelajari dampak negatif perdagangan internasional, ada baiknya Anda mempelajari dasarnya lebih dahulu. Secara sederhana, perdagangan internasional merupakan transaksi lintas negara dengan tujuan memenuhi kebutuhan pasar yang berbeda di berbagai negara dan mencari keuntungan lebih besar

    Melalui perdagangan internasional, negara-negara dapat mengimpor barang dan jasa yang sulit atau mahal diproduksi di dalam negeri sendiri. Namun, negara tersebut juga dapat mengekspor produk yang dengan harapan mendapatkan hasil kerja sama yang baik dan saling menguntungkan.

    Perdagangan internasional memiliki potensi yang besar, karena dapat meningkatkan akses terhadap berbagai barang dan jasa, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan perekonomian, dan mendorong pertumbuhan industri. Namun, tak bisa dipungkiri ada dampak besar yang juga harus ditanggung.

    Dampak Negatif Perdagangan Internasional

    Dampak Negatif Perdagangan Internasional
    Dampak Negatif Perdagangan Internasional | Image Source: freepik

    Ada beberapa dampak yang sangat mungkin terjadi dari kegiatan jual beli lintas negara ini. Berikut adalah beberapa dampak negatif perdagangan internasional:

    1. Terjadi Defisit Perdagangan

    Salah satu dampak negatif yang paling mungkin terjadi adalah terjadinya defisit perdagangan dalam negeri. Fenomena ini terjadi ketika nilai impor jauh lebih tinggi dari ekspornya. Hal tersebut dapat menyebabkan pengeluaran akan lebih besar, daripada pemasukan.

    Jika tak segera teratasi dalam jangka waktu yang dekat, hal ini akan mempengaruhi stabilitas ekonomi dalam jangka panjang. Bahkan dapat mempengaruhi dan memicu inflasi harga pada barang-barang dalam negeri.

    2. Ketimpangan Ekonomi

    Dampak negatif perdagangan internasional berikutnya adalah dapat menyebabkan ketimpangan ekonomi antara negara-negara terkait. Untuk negara maju dengan sumber daya yang lebih besar, pastinya dapat mendominasi pasar global. Namun, negara berkembang mungkin akan lebih sulit dalam bersaing. 

    Akibatnya, kesenjangan antara negara kaya dan miskin dapat semakin membesar. Hal tersebut juga akan mempengaruhi nilai pertukaran mata uang dari kedua negara. Sehingga membuat negara tertindas dapat mengalami penurunan nilai mata uang.

    3. Penurunan Penjualan Produk dalam Negeri

    Walaupun sebenarnya kualitas produk dalam negeri cukup mumpuni bahkan di kancah global, namun harganya bisa turun secara drastis karena perdagangan internasional. Tingginya permintaan produk asing, membuat nilai produk dalam negeri terpaksa diturunkan untuk menarik modal kembali.

    Karena hal tersebut, produk dalam negeri akan terkena dampak negatif perdagangan internasional. Tentu saja, hal ini akan membuat bisnis UKM lebih sulit untuk beradaptasi, bahkan tersingkir dari persaingan pasar.

    4. Kehilangan Lapangan Kerja

    Beberapa industri yang terkena dampak, pastinya bisa saja mengalami kesulitan bersaing dengan produk impor yang lebih murah. Hal terparah adalah terjadinya penutupan usaha atau kebangkrutan. Banyak bisnis berdampak juga mungkin menerapkan pengurangan tenaga kerja.

    Jika hal tersebut terus berlanjut, bisa saja terjadi kehilangan lapangan kerja di dalam negeri. Meskipun secara keseluruhan dapat menciptakan lapangan kerja baru, tapi dampak negatif perdagangan internasional juga tidak boleh diabaikan.

    5. Ketergantungan pada Negara Lain

    Umumnya, negara harus mencari alternatif lain untuk mengatasi kebutuhan dalam negeri. Sayangnya, jika perdagangan internasional terus berjalan, pastinya akan terjadi ketergantungan pada negara lain, khususnya yang lebih maju. Jika dibiarkan, akan terjadi turunnya motivasi pada inovasi teknologi dalam negeri.

    Bahkan akan terjadi dampak berkepanjangan pada ancaman penjajahan ekonomi dari negara lain. Selain menyiksa warga dan bisnis lokal, nantinya akan menimbulkan kericuhan hingga penguasaan produk atau bahan tertentu oleh negara asing. Ini mirip dengan kejadian tambang emas dan nikel di Indonesia.

    6. Dampak Lingkungan

    Perdagangan internasional juga dapat berdampak pada lingkungan. Transportasi barang melintasi perairan internasional dan perbatasan dapat menyebabkan polusi dan emisi gas rumah kaca. Adanya persaingan besar, membuat bisnis lokal atau negara berambisi besar.

    Sehingga akan memicu eksploitasi SDA yang memiliki dampak besar pada lingkungan. Selain itu, beberapa negara mungkin tidak memiliki regulasi lingkungan yang ketat. Karena itu, dampak negatif perdagangan internasional akan memberikan pengaruh cukup signifikan pada lingkungan.

    7. Terjadinya Persaingan yang Tidak Sehat

    Dampak lain yang bisa terjadi adalah munculnya persaingan yang tidak sehat, demi memenuhi target bisnis. Apalagi jika dalam regulasi pemerintahan masih banyak pasal yang bersifat ngaret. Jadi, akan sangat mudah bagi para oknum memanfaatkan celah tersebut.

    Cara Mengatasi Dampak Negatif Perdagangan Internasional

    Cara Mengatasi Dampak Negatif Perdagangan Internasional
    Cara Mengatasi Dampak Negatif Perdagangan Internasional | Image Source: freepik

    Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa Anda atau pemerintahan bisa lakukan untuk mengatasi dampak negatif perdagangan internasional. Contohnya seperti:

    1. Manfaatkan Kemajuan Teknologi

    Teknologi dapat menjadi rekan terbaik dalam mengatasi dampak negatif perdagangan internasional. Menciptakan atau memanfaatkan inovasi teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi dan transportasi. Serta mengurangi dampak buruk lingkungan dan menciptakan peluang ekonomi baru.

    2. Meningkatkan Kesadaran Dampak Perdagangan Internasional

    Cara selanjutnya ini menjadi tanggung jawab bersama, yaitu meningkatkan kesadaran akan dampak perdagangan internasional. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang konsekuensinya, kita dapat mengambil langkah-langkah yang lebih cerdas dan bijaksana dalam menghadapi masalah yang muncul.

    Baik pemerintah, kelompok, maupun individu harus senantiasa saling mengingatkan dalam hal tersebut. Tentunya edukasi bisa melalui seminar, penyuluhan, dan lain sebagainya.

    3. Diversifikasi Ekspor

    Setiap negara harus berusaha untuk melakukan diversifikasi ekspor, guna mengurangi dampak negatif perdagangan internasional pada ketergantungan produk atau pasar tunggal. Diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko defisit perdagangan, hingga meningkatkan daya saing di pasar bisnis lokal secara global.

    4. Investasi pada Sumber Daya Manusia

    Pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia merupakan investasi penting untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas dalam menghadapi persaingan global. Dengan SDM yang berkualitas, perusahaan dapat lebih inovatif dan adaptif terhadap perubahan pasar.

    Ini pastinya akan membantu meningkatkan devisa negara, dari berbagai jalur seperti halnya pajak. Pemberian program bantuan pelatihan ketenagakerjaan secara gratis atau beasiswa tertentu untuk talenta muda juga bisa dipertimbangkan untuk masa depan bangsa.

    5. Kolaborasi Internasional

    Baik pemerintahan maupun bisnis lokal, sebenarnya memiliki peluang untuk melakukan kerja sama untuk mencari solusi dalam menghadapi dampak negatif perdagangan internasional. Bantuan dan kerja sama antar negara dapat membantu mengurangi ketimpangan ekonomi dan memperkuat stabilitas global.

    6. Penerapan Kebijakan yang Ketat

    Negara-negara juga harus mulai mengadopsi kebijakan dalam ekspor impor, klasifikasi, pajak, serta kebijakan terhadap lingkungan. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak negatif yang dapat terjadi. Seperti kebijakan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya, dan masih banyak lagi

    Sudah Tahu Dampak Negatif Perdagangan Internasional!

    Nah, itulah penjelasan dampak negatif perdagangan internasional yang mungkin terjadi jika sebuah negara terlalu addict melakukan kegiatan ekonomi ini. Indonesia sendiri telah melakukan berbagai perdagangan internasional, seperti impor, ekspor, dan barter dengan berbagai negara. Meliputi China, Rusia, dan masih banyak lagi.

    Meskipun memang dapat memberikan banyak keuntungan, dampak negatif kegiatan ini tidak bisa negara sepelekan. Karena penerapan kebijakan yang tepat akan sangat dibutuhkan. Sehingga manfaatnya dapat negara peroleh secara maksimal, dan dampak buruknya bisa terhindarkan.

  • Klasifikasi Desa Berdasarkan Potensi & Contohnya

    Klasifikasi Desa Berdasarkan Potensi & Contohnya

    Desa menjadi hunian masyarakat bernuansa alami. Di mana setiap desa memiliki klasifikasi desa menurut karakteristik tertentu terkait perkembangan suatu desa yang lebih potensial. Nah, agar lebih mudah memahami mengenai klasifikasinya, mari simak penjelasan berikut ini!

    Apa itu Desa?

    Desa merupakan suatu wilayah yang dihuni oleh kesatuan masyarakat berlandaskan hukum yang memiliki organisasi pemerintahan sendiri yang dipimpin oleh kepala desa. Letak desa umumnya relatif jauh dari keramaian, wilayahnya tidak terlalu luas, lingkungannya masih asri dan alami, serta mayoritas penduduknya adalah petani.

    Klasifikasi Desa Berdasarkan Potensinya serta Contohnya

    Secara umum, klasifikasi desa berdasarkan potensi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, di antaranya adalah potensi fisik dan potensi non fisik. Adapun penjelasannya berikut ini: 

    1. Potensi Fisik

    Berikut adalah hal-hal yang termasuk dalam potensi fisik:

    1. Unsur Tanah

    Unsur tanah merupakan faktor yang penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Salah satu mata pencaharian yang berkaitan dengan unsur tanah adalah pertanian dan perkebunan. 

    Contoh dari unsur tanah antara lain adalah tanah liat, tanah berkapur, tanah humus, dan lain sebagainya. Warga desa sendiri dapat mengelola tanah agar subur hingga, sehingga mereka dapat membudidayakan sumber pangan untuk masyarakat setempat.

    Selain itu, hasil pertanian juga dapat warga desa jual ke kota. Inilah yang membuat adanya hubungan timbal balik antara masyarakat desa dan kota. Contohnya adalah Desa Pajengkolan, Kebumen yang subur.

    2. Unsur Iklim atau Cuaca

    Dalam klasifikasi desa potensi fisik, unsur iklim memiliki peranan penting yang berkaitan dengan bercocok tanam maupun pelayaran. Sebab, perubahan iklim dapat berdampak dalam proses bercocok tanam maupun melaut. 

    Tipe iklim yang tepat akan bergantung pada ketinggian letak desa secara topografis diatas permukaan laut. Adapun contoh iklim yang terjadi di Indonesia, yaitu iklim musim, tropis, dan laut. 

    Berbagai iklim tersebut menjadi patokan untuk pelaksanaan proses bercocok tanam maupun melaut. Sehingga, iklim maupun cuaca yang buruk tidak dapat merugikan petani dan nelayan. Contohnya Desa Amin Jaya, Kalimantan Tengah yang memiliki curah hujan 77.32 mm.

    3. Unsur Air

    Air menjadi salah satu sumber kehidupan setiap makhluk hidup. Keberadaannya menjadi peran penting untuk kebutuhan sehari-hari. Entah itu untuk mandi, mencuci atau untuk melakukan irigasi pada lahan pertanian, perikanan, dan berbagai aktivitas lainnya. 

    Air juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana objek wisata pada suatu desa, seperti sumber mata air panas. Banyak sekali manfaat air dalam pengolahan suatu desa. Jika tidak ada air, maka makhluk hidup akan menderita. Contoh desa yang memaksimalkan potensi ini adalah Desa Sigedang, Jawa Barat.

    4. Ternak

    Ternak merupakan salah satu sumber penting dalam kehidupan. Di desa, hewan ternak dapat menjadi sumber tenaga, seperti kerbau berfungsi sebagai hewan pembajak sawah. 

    Ternak juga dapat menjadi sumber pangan dan sumber keuangan jika pemeliharaan hewan ternak dirawat dengan sehat. Contoh desa dengan potensi ini adalah Desa Pujon Kidul, Malang yang memproduksi susu sapi.

    5. Manusia

    Salah satu klasifikasi desa berdasarkan potensi kali ini menjadi peranan penting yang berpotensi sebagai sumber daya manusia di mana tenaga Anda disisihkan untuk bekerja. 

    Umumnya, manusia akan bertindak sebagai produsen atau pengolah tanah. Dalam klasifikasi desa, manusia dapat menyumbangkan potensi ide kreativitas dan sumber tenaganya. Contohnya Desa Pangkal, Jawa Timur yang memiliki tenaga pendidikan memadai.

    2. Potensi Non Fisik

    Tidak hanya pada potensi fisik saja, adapun potensi non fisik yang perlu diperhatikan, meliputi: 

    1. Masyarakat Desa

    Hal yang melekat dari masyarakat desa, yaitu pentingnya bersosialisasi untuk membangun koneksi dan menjadi wadah informasi dalam suatu forum. 

    Tak lupa juga dengan kehidupan bergotong royong membangun sebuah solidaritas antar sesama atau warga desa, serta berproduksi membangun kreativitas bersama. Contohnya adalah Desa Malintang, Banjar yang mempertahankan budaya gotong royong.

    2. Lembaga-Lembaga Sosial

    Lembaga sosial juga menjadi aspek penting dalam klasifikasi desa satu ini. Seiring perkembangan pengetahuan dan teknologi, kini semakin berkembangnya lembaga-lembaga, seperti lembaga sosial dan pendidikan. 

    Hal tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kinerja otak untuk bekerja sama dalam bidang pendidikan. Serta memberikan bantuan sosial dan bimbingan dalam hal yang memiliki sifat positif. Contohnya adalah Desa Tanjungmojo, Kendal yang memiliki banyak sekali lembaga yang memfasilitasi desa.

    3. Aparatur Desa

    Peranan penting aparatur desa adalah untuk mensukseskan suatu roda pemerintahan. Sehingga dapat mempermudah warga dalam mengurus hal-hal terkait dengan proses surat menyurat yang ada keterkaitannya dengan pemerintahan. Mereka juga akan menjadi sumber ketertiban desa.

    Contohnya seperti Desa Jiwan, Madiun yang memiliki aparatur desa lengkap dengan tugas dan wewenangnya masing-masing.

    Klasifikasi Desa Berdasarkan Kelompok Lainnya

    Selain berdasarkan potensi, klasifikasi suatu desa juga bisa Anda bedakan berdasarkan kelompok lain. Berikut penjabarannya:

    1. Berdasarkan Mata Pencaharian

    Berikut klasifikasi desa berdasarkan mata pencahariannya:

    1. Desa Agraris

    Ini merupakan klasifikasi desa yang mata pencahariannya di bidang pertanian dan perkebunan. Masyarkatnya akan menjual hasil swah dan ladang. Secara umum menemukan desa ini tidaklah sulit. Contohnya adalah desa di Subang.

    2. Desa Nelayan

    Sebuah wilayah yang dihuni oleh penduduk bermata pencaharian utama sebagai nelayan dan petambak. 

    Desa nelayan umumnya mudah di jumpai di wilayah pesisir yang khas dengan keberadaan perahu-perahu yang berjejeran di tepi pantai. Masyarakat desa nelayan bertahan hidup dengan hasil tangkapannya. Contohnya Desa Bender, Pati.

    3. Desa Industri

    Klasifikasi desa ini dihuni oleh penduduk bermata pencaharian utama di bidang industri. Masyarakat di sana menggeluti jenis usaha yang mengikuti potensi lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan alam sekitar. 

    Mereka akan mengolahnya menjadi produk kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Contohnya desa yang menjual telur asin di Brebes.

    2. Berdasarkan Perkembangan Masyarakat

    Berdasarkan perkembangan masyarakat klasifikasi desa dapat dibagi menjadi 3 macam, diantaranya sebagai berikut : 

    1. Desa Swadaya

    Klasifikasi desa ini dihuni oleh masyarakat terbelakang. Anda dapat menyebutnya desa tradisional. Sebab, masyarakat di sana masih mematuhi tradisi dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun temurun. 

    Masyarakatnya juga menjunjung tinggi kepercayaan dan letak desanya pun sangat tertutup, sehingga minimnya informasi. Contohnya Desa Suku Baduy.

    2. Desa Swakarya

    Wilayah yang dihuni oleh masyarakat yang mengalami masa transisi, dapat Anda sebut sebagai desa yang sedang berkembang. Mereka mulai sadar akan perkembangan teknologi dari luar desa. 

    Mata pencahariannya beralih dari bertani menjadi pekerja industri, pendidikannya mulai berkembang, kelembagaannya mulai terorganisir. Namaun, adat istiadat dan kepercayaan mulai mengalami masa transisi. 

    Jadi, tak banyak dari mereka masih terikat dengan adat istiadat dan kepercayaannya. Contohnya desa yang ada di Kalimantan.

    3. Desa Swasembada

    Masyarakat desa klasifikasi swasembada sudah lebih maju. Di samping teknologi yang semakin berkembang, masyarakat di sana juga mampu berpikir secara rasional dan terbuka dari berbagai sisi. Tentu saja, ini menjadi suatu dorongan dalam mengelola suatu pembangunan desa secara swasembada.

    Mata pencaharian sebagian besar penduduk pun mulai bergerak di bidang jasa, tingkat pendidikan mulai berkembang pesat. Selain itu, kelembagaan semakin terorganisir secara matang dan tidak terikat dengan adat istiadat masyarakat dulu. Contohnya adalah Desa Selo, Jawa Tengah.

    Sudah Paham Mengenai Klasifikasi Desa?

    Itulah penjelasan lengkap mengenai klasifikasi desa berdasarkan potensinya serta 2 kelompok lainnya. Pada dasarnya, meskipun merupakan unit paling kecil dari sebuah struktur pemerintahan, setiap unsur di dalamnya berperan penting. Serta bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat, terutama di lingkup ekonomi. 

    Apalagi masyarakat desa juga dapat menjadi sumber tenaga. Karena kebanyakan dari mereka akan merantau ke kota. Selain itu, kebanyakan orang dari desa juga sangat kreatif juga cekatan ketimbang masyarakat di daerah perkotaan.

  • Siklus Hidrologi: Pengertian, Proses, Jenis, dan Contohnya

    Siklus Hidrologi: Pengertian, Proses, Jenis, dan Contohnya

    Bumi terdiri dari air yang lebih mendominasi daripada daratan. Keberadaan air sendiri sangat penting untuk menunjang berbagai aktivitas kehidupan di Bumi. Makhluk hidup membutuhkan air untuk bisa bertahan. Namun, Anda mungkin berpikir mengapa air tidak pernah habis. Hal Itu bisa terjadi karena siklus hidrologi.

    Siklus tersebut menyebabkan pasokan air terus bertambah, meskipun seluruh makhluk hidup di Bumi ini setiap hari menggunakannya. Tidak peduli berapa juta liter konsumsi air setiap harinya, dengan siklus air, maka ketersediaan pasokan akan tetap aman. Selain itu, fenomena ini terjadi secara alami.

    Apa Itu Siklus Hidrologi?

    Topik siklus air atau hidrologi termasuk bagian dari cabang ilmu geografi. Hidrologi sendiri artinya ilmu yang mempelajari seputar sirkulasi air di Bumi, mulai dari pergerakan, distribusi, dan kualitasnya. Sementara itu, siklus air adalah proses sirkulasi air secara alami yang bergerak dari atmosfer ke Bumi dan sebaliknya.  

    Sederhananya, penguapan air yang terjadi di Bumi akan berubah menjadi awan dan turun hujan. Ini menyebabkan air kembali lagi ke Bumi. Siklus hidrologi selalu terjadi tanpa berhenti. Itulah mengapa volume air di Bumi terus stabil meskipun sering berkurang. 

    Beberapa faktor yang mempengaruhi proses hidrologi antara lain, matahari, suhu, air, tekanan udara, kelembapan, kecepatan angin, dan lain sebagainya. Matahari termasuk komponen utama yang penting agar siklus air terjadi secara lancar. Sebab, tanpa sinar matahari yang cukup, air di Bumi sulit mengalami penguapan. 

    Manfaat dari siklus air adalah mempertahankan jumlah air di Bumi supaya tidak habis. Sehingga, makhluk hidup dapat memenuhi kebutuhan airnya secara maksimal. Maka dari itu, manusia harus menjauhi aktivitas yang menyebabkan proses hidrologi terganggu, seperti penggundulan hutan, dan alih fungsi lahan.

    Proses Terjadinya Siklus Hidrologi

    Sebelum akhirnya turun hujan yang menjadi bagian dari siklus air, terdapat beberapa proses yang akan terjadi. Pertama, air akan mengalami penguapan terlebih dahulu, kemudian berlanjut ke proses berikutnya. Untuk lebih jelas, perhatikan baik-baik proses siklus air yang ada di bawah ini! 

    1. Evaporasi 

    Anda mungkin sudah familiar mendengar kata evaporasi. Evaporasi merupakan proses penguapan air di Bumi yang terjadi di laut, sungai, danau, atau permukaan air lainnya. Kunci yang menentukan kesuksesan proses evaporasi atau penguapan ini adalah sinar matahari. 

    Apabila, sinar matahari cukup panas untuk menguapkan permukaan air, maka air yang berhasil menguap akan naik ke langit. Nantinya, uap air tersebut pada akhirnya akan berubah menjadi awan yang memicu terjadinya hujan. 

    2. Transpirasi

    Transpirasi dan evaporasi pada dasarnya mempunyai prinsip yang serupa. Keduanya sama-sama mengubah zat cair menjadi gas yang nantinya naik ke atmosfer. Pengertian dari transpirasi sendiri adalah proses menguapnya air dari tumbuhan lewat batang dan mulut daun. 

    3. Kondensasi

    Proses siklus hidrologi berikutnya adalah kondensasi. Berbeda dari evaporasi dan transpirasi yang mengubah zat cair menjadi gas, dalam proses ini terjadi perubahan gas menjadi zat cair. Anda bisa mengenali proses perubahan ini sebagai pengembunan. 

    Kondensasi atau pengembunan merupakan bagian dari proses siklus air, di mana uap air yang menguap pada proses sebelumnya berubah menjadi titik-titik air.

    Penyebab terjadinya kondensasi tidak lain karena perubahan suhu dan tekanan. Pada proses ini, akan terbentuk sebuah awan hujan yang siap turun ketika mencapai titik jenuh. 

    4. Presipitasi

    Lanjutan dari proses kondensasi adalah presipitasi. Proses siklus hidrologi ini merupakan proses turunnya air dari awan yang sudah mencapai titik jenuh.

    Proses ini ditandai dengan turunnya hujan ke Bumi. Penyebab terjadinya hujan tidak lain karena pendinginan dan uap air yang bertambah sehingga membuat awan mencapai titik jenuh.  

    Jika uap air yang terbentuk di atmosfer semakin melimpah, maka awan tidak dapat menampung air yang terbentuk. Sehingga, air tersebut turun sebagai hujan. Selain itu, air juga bisa turun dalam bentuk salju apabila suhunya berada di titik beku atau sekitar 0 derajat Celcius atau 32 derajat Fahrenheit. 

    5. Intersepsi 

    Intersepsi mempunyai konsep yang mirip dengan evaporasi dan transportasi. Pada proses siklus hidrologi yang satu ini, air yang terjebak di permukaan tanaman akan mengalami penguapan sebelum akhirnya jatuh diserap oleh tanah. 

    Misalnya, hujan yang turun di daerah dengan banyak pohon, sedikit atau banyak akan menyebabkan air hujan tertahan pada pohon tersebut dan tidak langsung jatuh ke tanah. Nah, air yang menempel pada pohon tersebutlah yang akan mengalami penguapan. Jadi, proses evaporasi tidak hanya terjadi pada permukaan air saja. 

    6. Sublimasi

    Proses siklus hidrologi sublimasi merupakan perubahan zat padat menjadi gas. Contoh dari proses sublimasi adalah berubahnya es yang menguap menjadi air. Jadi, air yang menguap tidak hanya berasal dari zat cair saja, melainkan juga dapat melalui zat padat, dalam kasus ini adalah es. 

    7. Adveksi

    Adveksi adalah proses siklus hidrologi berupa perpindahan awan menuju tempat lain dengan memanfaatkan bantuan angin. Proses ini membantu mengarahkan air hujan agar jatuh ke daratan dengan membuat awan-awan menyebar. 

    Misal, tadinya awan berada di daerah lautan. Kemudian, awan tersebut terkena angin. Hembusan angin inilah yang membuat awan akan berpindah ke wilayah daratan. 

    8. Run Off

    Proses run off terjadi ketika air hujan yang turun ke darat berpindah dari tempat yang tinggi menuju tempat rendah. Jadi, aliran air yang ada di permukaan tanah akan mengalirkan airnya melalui sungai dan anak sungai. Namun, tidak semua air yang jatuh ke tanah akan menjadi run off. Hal ini karena bisa saja terjadi infiltrasi. 

    9. Infiltrasi 

    Proses akhir dari siklus hidrologi adalah infiltrasi. Infilitrasi merupakan proses penyerapan air hujan ke dalam tanah melalui pori-pori tanah. Air yang jatuh akan tersimpan di dalam tanah dan pada akhirnya akan kembali ke laut, meskipun membutuhkan proses yang agak lama. 

    Jenis-Jenis Siklus Hidrologi

    Nah, setelah memahami proses siklus air, mulai dari evaporasi (penguapan) hingga infiltrasi (penyerapan), selanjutnya Anda akan mempelajari jenis-jenisnya. Siklus air terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan lama proses gerakan dan jalur air. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya di bawah ini!

    1. Siklus Pendek

    Siklus hidrologi pendek merupakan pergerakan air yang terjadi dalam waktu singkat di mana terjadi proses evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.

    Awalnya, air akan mengalami penguapan sehingga uap air akan menjadi titik-titik air yang nantinya membentuk awan. Awan yang mencapai titik jenuh akan menurunkan hujan ke Bumi.

    2. Siklus Sedang

    Pada siklus hidrologi sedang, tahapan awalnya sama dengan siklus pendek yang mengalami penguapan, terbentuk awan, dan hujan. Namun, yang menjadi pembeda adalah proses adveksi, di mana uap air berpindah ke daratan dengan bantuan angin. 

    Lalu, hujan yang turun akan meresap ke tanah. Kemudian, sisa-sisa airnya mengalir ke sungai  yang nantinya akan kembali lagi ke laut. . 

    3. Siklus Panjang

    Jenis terakhir yaitu siklus hidrologi panjang dengan serangkaian tahapan paling banyak di antara jenis-jenis sebelumnya. Pertama-tama, akan terjadi penguapan dan kondensasi. Kemudian, awan yang terbentuk akan menuju tempat yang lebih dingin dengan bantuan angin. Pada siklus panjang inilah proses sublimasi terjadi. 

    Selanjutnya, hujan akan turun. Namun uniknya, hujan yang turun bukanlah dalam bentuk air melainkan es. Siklus ini terbilang panjang karena waktu yang dibutuhkan untuk es mencair dan mengalir kembali ke laut tidak sebentar. 

    Sudah Paham dengan Materi Siklus Hidrologi?

    Setelah menyimak pembahasan siklus hidrologi di atas, sekarang Anda sudah tahu mengapa air yang ada di Bumi ini tidak habis-habis meski digunakan setiap hari. Namun, bukan berarti Anda bisa semena-mena dalam menggunakan air. 

    Anda harus tetap bijak menggunakan air secukupnya. Sebab, jika proses siklus air terhambat, maka akan memunculkan berbagai dampak negatif yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah menipisnya ketersediaan air bersih. Jadi, Anda perlu menjaga lingkungan dan alam untuk mendukung kelancaran siklus air.

  • Gerak Orogenesa: Pengertian, Jenis, & Contohnya

    Gerak Orogenesa: Pengertian, Jenis, & Contohnya

    Sebagai gerakan di permukaan bumi, gerak orogenesa akan terjadi dalam waktu yang cenderung singkat. Biasanya, gerakan ini juga akan membentuk dataran rendah dan pegunungan. Ini karena proses orogenesa sangat mencolok untuk membentuk bentang alam. Lalu, apa dampak dari terjadinya gerak tersebut?

    Apa Itu Gerak Orogenesa?

    Orogenesa merupakan sebuah gerakan yang berasal dari permukaan bumi, volumenya cenderung cepat dan dapat menjangkau daerah sempit. Gerakan ini dijadikan sebagai perubahan kulit bumi yang memiliki laju kecepatan singkat daripada gerak epirogenesa.

    Berdasarkan buku terbitan Djauhari Noor, yakni Pengantar Geologi (2014), orogenesa adalah kata yang berasal dari bahasa Latin, yakni oros dan genesis. Oros memiliki arti gunung, sementara genesis berarti pembentukan.

    Proses orogenesa dapat terjadi di daerah luas, nantinya proses ini akan membentuk pegunungan. Di mana proses tersebut sering dijuluki sebagai Mountain Building Forces. Contoh dari gerak orogenesa adalah adanya pembentukan lipatan pegunungan muda di Sirkum Pasifik.

    Lebih mendalam lagi, gerakan ini akan berproses pada permukaan bumi dengan melakukan gerakan vertikal maupun horizontal. Gerakan inilah yang nantinya akan menyebabkan pergerakan lempeng bumi terjadi.

    Dengan demikian, permukaan bumi akan terangkat atau turun. Selain itu, gerakannya juga sangat cepat hingga melingkupi wilayah sempit. Pada gerakan ini, dapat mengakibatkan patahan dan lipatan.

    Jenis-Jenis Gerak Orogenesa

    Seperti yang diketahui bahwa, gerak orogenesa dapat mengakibatkan beberapa jenis pembentukan. Di antaranya adalah seperti di bawah ini:

    1. Lipatan

    Lipatan adalah hasil dari terjadinya gerak orogenesa yang prosesnya dilakukan secara horizontal. Melalui gerak horizontal, bentuk permukaan bumi akan terlipat  dengan kerutan dan membentuk pegunungan.

    Bagian lipatan yang arahnya ke atas disebut sebagai antiklin. Sementara itu, bagian yang mengarah ke bawah adalah sinklin atau lembah lipatan. Adapun beberapa bentuk lipatan, yakni:

    • Lipatan Tegak: Tercipta karena adanya pengaruh tenaga horizontal yang sama dengan tenaga tangensial.
    • Lipatan Miring: Proses pembentukannya disebabkan oleh pengaruh tenaga horizontal yang tidak selaras.
    • Sesar Sungkup: Adanya pergerakan di dalam kerak bumi.
    • Lipatan Rebah: Bentuk ini akan tercipta, jika arah horizontalnya satu arah.
    • Lipatan Menutup: Adanya tenaga tangensial.

    2. Pahatan

    Pahatan adalah hasil dari gerak orogenesa, baik itu secara horizontal maupun vertikal. Gerakan tersebut akan mengakibatkan permukaan bumi menjadi retak, sehingga berakhir patah. Hal tersebut terjadi karena adanya tekanan yang dilewati titik patah batuan relatif cukup kuat dan sangat cepat.

    Pada jenis yang satu ini, terdapat berbagai macam patahan yang bisa tercipta, antara lain:

    • Blok Mountain: Kumpulan pegunungan yang memiliki susunan berupa beberapa patahan. Di mana patahan tersebut terjadi karena tenaga endogen yang sudah retak.
    • Tanah Naik: Berupa dataran yang lebih tinggi dari dataran yang ada di sekelilingnya. Tanah naik adalah hasil patahan dari gerakan horizontal memusat, yakni gerakan yang memiliki dua atau lebih siklus. Dengan demikian, kerak bumi akan menjadi naik.
    • Tanah Turun: Kebalikan dari tanah naik, tanah turun justru memiliki dataran yang lebih rendah dari dataran sekelilingnya. Ini karena adanya tarikan dua arah, sehingga mengakibatkan kerak bumi menurun.
    • Sesar: Patahan ini adalah hasil yang disebabkan gerak horizontal yang tidak frontal dan pergeserannya hanya sebagian saja. Adapun 2 jenis sesar, yakni dekstral dan sinistral.

    3. Pelengkungan

    Jenis gerak orogenesa selanjutnya adalah pelengkungan. Pada suatu daerah (khususnya wilayah batuan sedimen) yang mengalami gerakan vertikal tidak merata, maka akan mengakibatkan terjadinya pelengkungan. 

    Dengan demikian, akan menghasilkan perubahan struktur lapisan. Di mana yang tadinya berbentuk horizontal, kemudian berubah menjadi melengkung.

    Jika struktur lapisan tersebut mengalami pelengkungan ke atas, maka akan menciptakan kubah. Akan tetapi, jika pelengkungan justru menuju ke bawah, maka akan membuat sebuah cekungan atau basin.

    4. Retakan

    Jenis gerak orogenesa lainnya adalah retakan. Terjadinya retakan dapat disebabkan oleh kontraksi pendingin lava yang sedang berlangsung, di mana mulanya bertekstur cair dan pijar. Selain pendinginan, retakan juga bisa terjadi karena adanya pergerakan endogen. 

    Saat retakan terjadi di atas puncak antiklinal, maka itu disebut Tectonic Joint. Nah, retakan tersebut terjadinya karena adanya tekanan yang melebihi elastisitas pada perlapisan batuan.

    Retakan memiliki bentuk yang berbeda-beda, itu tergantung jenis dan sifat dari batuan. Pada batuan granit, retakan cenderung telah tersusun dengan teratur dan memiliki letak yang tegak lurus satu sama lain. Semendara di batuan sedimen, pada umumnya retakan akan membentuk jaring poligon.

    Contoh Gerak Orogenesa

    Berbagai jenis gerak orogenesa akan membentuk banyak contoh signifikan yang ada di permukaan bumi. Adapun beberapa contoh hasil dari gerakan tersebut adalah bsebagai berikut:

    1. Pegunungan

    Pegunungan adalah istilah untuk mendefinisikan gabungan gunung yang membentuk permukaan bumi. Sehingga membuat permukaan bumi seperti bergelombang.

    Selain itu, ada juga berbagai lembah dan lekukan yang ada di antara gunung. Adapun setidaknya 2 macam daratan pegunungan, di antaranya adalah Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

    2. Palung Laut

    Gerak orogenesa juga dapat membentuk palung laut, yakni bentuk muka bumi di dalam laut. Secara umum, palung laut memiliki kedalaman yang lebih dari 5.000 meter. 

    Selain itu, palung laut juga memiliki bentuk yang memanjang dan sempit. Ini karena adanya pengaruh dari proses penenggelaman yang akan terjadi terus menerus. Salah satu contohnya adalah Palung Laut Sibolga. 

    3. Dataran Tinggi

    Dataran tinggi memiliki bentuk datar yang berada di atas ketinggian 700 meter permukaan laut. Awalnya, dataran tinggi berasal dari dataran rendah. Di mana dataran rendah tersebut mengalami pengangkatan.

    Akan tetapi, saat ini dataran tinggi telah mengalami erosi. Namun, ternyata masih ada sisa-sisa erosi yang membentuk berbagai puncak tinggi. Setiap puncak memiliki ketinggian yang sama. Sebagai contoh, misalnya seperti dataran tinggi di Bandung, Karo, dan lain sebagainya.

    4. Depresi

    Depresi merupakan bentuk muka bumi yang telah mengalami proses penurunan. Fenomena ini memiliki bentuk yang memanjang (slenk) dan membulat (basin). Sebagai contohnya, misalnya seperti depresi di Jawa Tengah.

    5. Ambang Laut

    Contoh gerak orogenesa lainnya adalah ambang laut. Ambang laut dijadikan sebagai bukit pemisah pulau-pulau. Awalnya, ambang laut berupa daratan yang ketinggiannya mengalami penurunan. Sehingga membuatnya tertutup laut. 

    Selain itu, ambang laut juga bisa dijadikan sebagai pembatas untuk 2 lautan. Misalnya seperti Ambang Laut Sulu dan Selat Gilbatar. 

    6. Plato

    Plato atau Plateau adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebutkan dataran tinggi. Plateau berasal dari bahasa Perancis yang artinya adalah meja tanah. Tidak semua plato memiliki daerah yang datar sempurna, namun cenderung relief rendah yang ada di atas ketinggian.

    Sebagai salah satu bentuk muka bumi yang berbentuk dataran tinggi, bagian atas plato memiliki relief rata dan sudah pernah mengalami erosi. Contohnya seperti Plato Dieng di Jawa Tengah.

    Sudah Paham Mengenai Pengertian Gerak Orogenesa?

    Secara signifikan, gerak orogenesa memiliki peran penting dalam pergerakan dan pembentukan material di atas permukaan bumi. Oleh sebab itu, gerakan ini akan memberikan dampak kepada kehidupan di dunia. Baik itu dampak positif maupun negatif.

    Jika melihat dari jenis-jenisnya, membuat permukaan bumi memiliki banyak bentuk hasil yang berbeda-beda. Akan tetapi, orogenesa juga mampu menghasilkan material muka bumi yang signifikan.