Tag: FB Service

  • Apa itu Table Manner? Simak Pengertian dan Panduannya di sini!

    Apa itu Table Manner? Simak Pengertian dan Panduannya di sini!

    Table manner adalah sejenis etika atau tatacara makan yang sopan dan elegan. Etika makan ini umumnya digunakan di acara jamuan resmi. Tidak hanya itu, beberapa restoran mewah yang menawarkan fine dining juga menggunakan konsep table manner.

    Contoh restoran yang menerapkan konsep fine dining dapat dibaca selengkapnya di sini.

    Kalau kamu mendapatkan undangan acara jamuan makan, sebaiknya kuasai teknik-teknik dari table manner terlebih dulu.

    Jangan sampai mempermalukan diri sendiri karena tidak memahami etika makan yang berlaku. Bisa saja kamu dianggap tidak sopan atau terlalu sembrono.

    Kalau kamu tidak mau dipandang negatif oleh tamu lainnya, kamu perlu mengetahui panduan dari table manner di bawah ini.

    Table Manner Adalah

    Seperti yang disebutkan di atas, table manner adalah etika makan yang sangat penting untuk dimiliki ketika menghadiri jamuan resmi.

    Di beberapa acara penting, dan bertemu orang-orang penting biasanya makan malam dengan konsep formal memang lazim dilakukan.

    Memiliki table manner berarti kamu menunjukkan kesopanan pada orang-orang yang berada di sekitarmu.

    Sejarah Singkat dari Table Manner

    Setelah mengetahui arti dari table manner, apakah kamu penasaran asal muasal dari table manner?

    Kalau iya, mari usut penjelasannya berikut.

    Awalnya, table manner hanya dilakukan di Prancis pada tahun 1533. Saat Catherine de’ Medici menikah dengan Raja Henry II, ia melihat kebanyakan bangsawan Prancis makan dengan tangan berminyak mereka.

    Medici merupakan seorang bangsawan Italia, ia melihat tata cara makan orang Prancis perlu diubah dengan mengadopsi tata cara makan orang Italia, seperti menggunakan garpu, serbet, menata alat makan dan lain-lain.

    Semenjak abad 18, table manner banyak diadopsi oleh berbagai masyarakat di belahan dunia lainnya.

    Table manner menjadi acuan yang menunjukkan kualitas sopan santun dan etika seseorang secara tidak langsung.

    Aturan dalam Table Manner

    Table manner tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Maka dari itu, kamu perlu mengetahui aturan-aturan dalam table manner, berikut di antaranya:

    1. Pegang alat makan dengan posisi yang benar.
    2. Tidak menggunakan telepon genggam saat sudah berada di meja makan.
    3. Masukkan telepon genggam ke tas dan nyalakan mode getar untuk mencegah nada dering yang bisa mengganggu jalannya acara jamuan. Akan lebih baik jika dimatikan saja.
    4. Menggunakan pakaian yang rapi, sesuai dengan dress code dan tidak asal-asalan.
    5. Jika dibutuhkan reservasi, pastikan kamu melakukan reservasi terlebih dulu sebagai bentuk konfirmasi kamu akan hadir ke acara jamuan.
    6. Saat sampai di meja makan, ajak bicara orang yang ada di sekeliling. Kamu bisa memulai dari menanyakan kabar atau pembahasan ringan lainnya.
    7. Jangan mencoba diam saja dan cuek pada orang di sekitar sebelum jamuan dimulai.
    8. Jangan bersin ke arah meja makan. Kamu juga tidak diperkenankan untuk menggunakan serbet ketika sedang bersin.
    9. Makan dengan mulut tertutup dan tidak tergesa-gesa.

    Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut sampai akhir.

    Kenali Jenis-jenis Alat Makan

    Orang yang belum memahami table manner mungkin akan bingung saat melihat banyaknya alat makan yang diletakkan pada meja.

    Deretan alat makan ini ditata secara khusus dan ada fungsi yang terselubung. Saat ingin makan, gunakan alat makan dari bagian paling luar, lalu ke bagian dalam.

    Perhatikan juga ukuran dari sendok yang ada. Sendok khusus sup memiliki bulatan yang lebih lebar dan sedikit cekung. Jadi, jangan sampai tertukar.

    Aturan Posisi Duduk yang Benar

    Biasanya, kursi dan meja makan pada acara jamuan sudah diberikan nama. Kamu tinggal mencari kursi yang ada namamu.

    Selain etika makan, table manner juga menekankan pada posisi duduk saat berada di meja makan. Posisi duduk yang sesuai dengan table manner adalah duduk dengan tegap tidak membungkuk.

    Jaga posisi duduk tegak ini sebelum, saat dan setelah makan. Kalau bisa, jangan mencoba-coba untuk menarik kursi saat jamuan makan berlangsung.

    Cara Menggunakan Napkin yang Benar

    Napkin adalah kain yang terdapat di atas meja dan memiliki bentuk elegan. Setelah duduk, buka lipatan serbet dan letakkan pada pangkuan kamu.

    Serbet memiliki fungsi untuk menyeka dan membersihkan sisa makanan yang menempel pada bibir.

    Cara membersihkan makanan yang menempel adalah dengan melilitkan satu sudut serbet dengan jari, lalu mengusapkannya pada bibir dengan perlahan.

    Jika kamu hendak meninggalkan tempat duduk, letakkan serbet pada samping piring atau kursi kamu. Sementara jika sudah selesai makan, kamu bisa meletakkan serbet di atas meja seperti semula.

    Tata Cara Makan dalam Table Manner

    Kalau kamu ragu dengan tata cara makan yang benar, sebaiknya kamu mencari tahu menu makanan yang akan disajikan nantinya. Dengan begitu, kamu bisa mempersiapkan diri untuk mempelajari tata cara makan yang tepat.

    • Tata cara makan sup

    Pada acara jamuan, sup biasa disajikan dengan mangkuk dangkal, mangkuk dalam atau mangkuk lebar. Jangan salah pilih sendok, pastikan kamu menggunakan jenis sendok khusus sup.

    Tata cara makan sup yang benar adalah dengan menyendok sup dengan gerakan menjauhimu. Kemudian arahkan ke bibir secara perlahan, dan makan sup tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Hindari menyeruput sup, karena bisa membuat orang di sekitarmu kurang nyaman.

    • Tata cara makan daging

    Menu steak daging adalah menu yang sering disajikan pada acara jamuan. Untuk tata cara makan daging yang benar, kamu harus memegang pisau pada tangan kanan, dan letakkan jari telunjuk pada bagian atas pisau.

    Lalu, pegang garpu pada tangan kiri. Gunakan garpu untuk menahan daging saat dipotong. Pastikan kamu memotong daging dengan gerakan zig zag.

    Setelah terpotong, letakkan pisau dan pindahkan garpu ke tangan kanan untuk menyuap dagingnya.

    Belajar Table Manner Bersama Farah Quinn

    Makan di acara jamuan resmi berbeda dengan makan di rumah.

    Kamu perlu menerapkan etika makan agar tidak meninggalkan kesan buruk bagi orang-orang di sekelilingmu.

    Karena itu, kamu perlu memperhatikan aturan makan berikut ini:

    1. Menyuap makanan dalam ukuran yang pas

    Aturan pertama yang perlu diketahui adalah menyendok makanan sesuai ukuran yang pas di mulutmu.

    Tidak terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Menyendok terlalu banyak membuat makanan mudah tumpah dan tidak terlihat elegan.

    Jika makanan yang disajikan tidak sesuai dengan seleramu, usahakan untuk tetap menyendoknya dalam porsi yang sesuai.

    Hal ini merupakan bentuk apresiasi atas tuan rumah yang sudah membuatkan makanan.

    2. Tidak menambahkan bumbu sebelum mencicipi makanan

    Garam dan lada merupakan bumbu yang selalu ada di meja makan. Jangan tergiur untuk segera menambahkan kedua bumbu tersebut pada makanan.

    Cicipi dulu makanannya, baru tambahkan bumbu jika rasanya kurang menendang di lidahmu. Hindari menambahkan bumbu terlalu banyak, sewajarnya saja.

    3. Tidak berbicara saat makan

    Berbicara saat makan dianggap kurang sopan, apalagi jika terdapat makanan di mulutmu. Orang yang melihatnya bisa menjadi kurang nyaman.

    4. Habiskan makanan terlebih dulu sebelum menyendok kembali

    Sebelum menyendok suapan baru, pastikan kau sudah menelan habis makanan yang ada di mulutmu.

    5. Tidak meletakkan siku pada meja

    Jangan meletakkan siku di atas meja saat makan, apalagi meletakkan tangan dan bertumpu pada meja.

    Jika sudah selesai makan, segera turunkan tangan ke bawah meja atau ke pangkuanmu.

    6. Tidak mengambil makanan dengan tangan

    Mengambil makan dengan tangan akan dianggap tidak sopan dan tidak higienis. Selalu gunakan alat makan yang disediakan di atas meja untuk mengambil makanan.

    Kini, kamu tidak perlu ragu kalau diundang acara jamuan makan resmi lagi. Terapkan panduan table manner di atas.

    Yang terpenting dari table manner adalah selalu menjaga kesopanan dan kebersihan saat makan.

  • Apa Itu SWOT? Pengertian, Manfaat, dan Penerapannya

    Apa Itu SWOT? Pengertian, Manfaat, dan Penerapannya

    Analisis SWOT adalah alat yang dapat membantu seseorang dalam mengembangkan strategi bisnis dan dibuat secara sederhana.

    Dengan menggunakan analisis SWOT ini, seseorang dapat membangun sebuah bisnis atau perusahaan menjadi lebih baik lagi dalam hal perkembangannya.

    Sementara itu, istilah analisis SWOT ini sendiri sebenarnya masih cukup asing di telinga beberapa orang. Maka dari itu tidak sedikit dari mereka, khususnya para pelaku usaha yang masih pemula, yang mencoba mencari tahu tentang apa pengertian dari SWOT   .

    Apa yang Dimaksud dengan SWOT?

    Pengertian SWOT adalah sebuah singkatan dari Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunities (Peluang), serta Threats (Ancaman). Analisis SWOT dapat mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman utama yang disajikan dalam kisi-kisi yang sederhana.

    Selain itu, nantinya analisis SWOT ini akan memiliki 2 ruang lingkup yaitu analisis lingkungan internal serta analisis lingkungan external. Kedua hal ini sama pentingnya dalam perkembangan sebuah bisnis, sehingga kamu wajib memahami semua yang berkaitan sekaligus kategori-kategori yang ada di dalamnya.

    SWOT adalah

    1. Analisis Lingkungan Internal

    Untuk analisis lingkungan internal ialah proses identifikasi yang mengurai menjadi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sebuah bisnis atau perusahaan tertentu, yang didalamnya mencakup sumber daya manusia, keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), operasional, hingga budaya perusahaan.

    Sementara itu, untuk penjelasan lebih lanjut tentang analisis lingkungan internal ini, dapat dipahami dengan memperhatikan beberapa rangkuman seperti berikut ini:

    • Strength (Kekuatan), biasanya akan meliputi tenaga kerja, goodwill, modal, mesin, hingga beberapa hal lainnya yang berkaitan dengan kekuatan dari perusahaan.
    • Weakness (Kelemahan), biasanya akan meliputi tenaga kerja yang tidak terampil, modal usaha yang kurang, hingga kapasitas mesin yang tidak memadai. Semua hal yang menjadi kelemahan perusahaan akan termasuk ke dalam hal ini.

    Baca juga: 4 Contoh Analisis SWOT Usaha Makanan yang Benar

    2. Analisis Lingkungan External

    Berbeda dengan analisis lingkungan internal, untuk analisis lingkungan external merupakan upaya yang dilakukan untuk melakukan identifikasi serta analisis berbagai macam faktor lingkungan yang ada di luar perusahaan.

    Umumnya, hal-hal seperti pengaruh perkembangan ekonomi, ekologi, teknologi, hukum, politik, hingga kependudukan, akan termasuk di dalamnya. Untuk memahami terkait jenis analisis satu ini, kamu perlu memperhatikan 2 cakupan yang ada di dalamnya juga, yaitu:

    • Opportunity (Peluang), biasanya akan meliputi adanya pelaksanaan otonomi daerah, adanya perkembangan teknologi, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, peluang disini adalah semua kesempatan yang dapat membuat perusahaan menjadi lebih berkembang lagi.
    • Threat (Ancaman), ketika membangun sebuah bisnis ancaman utama juga wajib diperhitungkan sejak awal. Dalam hal ini, ancaman utama yang dimaksud disini adalah sebuah situasi yang dapat mengurangi kinerja perusahaan, sehingga perlindungan kompetitifnya di pasar dapat terganggu.

    Manfaat SWOT yang Mampu Mengembangkan Bisnis ke Arah yang Lebih Baik Lagi

    Sebenarnya, fungsi utama dari analisis SWOT ini sendiri adalah untuk menemukan masalah dari 4 sisi yang berbeda dalam sebuah bisnis tertentu. Dengan demikian, bisnis dapat berkembang ke arah yang lebih baik lagi, tanpa menghambat semua hal yang ada di dalamnya.

    Selain itu, beberapa manfaat SWOT lainnya akan meliputi beberapa hal di bawah ini:

    • Memahami sebuah permasalahan atau tantangan yang dihadapi oleh sebuah bisnis dari internal maupun external.
    • Mengantisipasi atau bahkan menghindari terjadinya kerugian yang disebabkan oleh sebuah kesalahan pengambilan keputusan, yang hanya mengandalkan insting belaka.
    • Melakukan inovasi bagi sebuah bisnis, serta memperbaiki semua hal yang ada di dalamnya secara terus-menerus.
    • Melakukan analisa berdasarkan data, seperti data penjualan. Sehingga, semua hal yang terjadi di dalam perusahaan dapat tercatat secara jelas dan nyata.

    Penerapan Analisis SWOT dalam Sebuah Bisnis

    Sekarang, sudah ada banyak contoh penerapan analisis SWOT yang bisa kamu temukan di internet. Sebenarnya, penerapan analisis SWOT akan disesuaikan tergantung jenis bisnis yang sedang dijalankan.

    Dalam hal ini, kami akan memberikan contoh penerapan analisis SWOT yang terjadi pada bisnis makanan bakso. Jika semuanya diurai menjadi satu per satu, penerapannya akan meliputi beberapa hal di bawah ini:

    1. Analisis Lingkungan Internal (Strength/Kekuatan)

    • Sampai saat ini bakso masih menjadi salah satu menu makanan yang sangat digemari oleh banyak orang. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan, karena harga bakso yang tergolong cukup terjangkau, serta bebas dari bahan pengawet jenis apapun itu.
    • Beragamnya tempat makan bakso yang didesain dengan interior yang khas anak-anak muda. Sehingga, tempat makan bakso saat ini juga bisa dimanfaatkan untuk tempat nongkrong.
    • Tersedianya fasilitas free wifi hingga pembayaran cashless, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi warung makan tersebut.
    • Menawarkan kupon berhadiah, untuk memikat hati para pengunjung atau konsumen.

    2. Analisis Lingkungan Internal (Weakness/Kelemahan)

    • Banyaknya pesaing yang sudah ada di luaran sana, sehingga kamu wajib memutar otak untuk mencari ide yang bisa memikat hati para konsumen.
    • Kurangnya kemampuan membuat bakso, sehingga rasa bakso masih kalah dengan pesaing lainnya.
    • Modal usaha yang masih kurang, karena untuk memulai bisnis makanan bakso, seseorang akan membutuhkan modal yang tidak sedikit.

    3. Analisis Lingkungan External (Opportunity/Peluang)

    • Dengan daya inovatif dan kreatif yang dimiliki perusahaan, hal ini dapat mendatangkan kesempatan besar untuk mereka menguasai pasar di bidangnya.
    • Belum ada banyak tempat makan sederhana yang menyediakan fasilitas free wifi untuk para konsumennya.
    • Jarangnya tempat nongkrong bagi anak-anak muda hingga orang dewasa, yang biasanya mencari tempat yang berani menyediakan fasilitas free wifi dengan kualitas yang memadai.
    • Masih jarang ada tempat nongkrong, khususnya yang sederhana, yang menyediakan fasilitas pembayaran secara cashless.
    • Mampu memberikan lapangan pekerjaan yang luas kepada warga yang ada di sekitar usaha dijalankan.

    4. Analisis Lingkungan External (Threat/Ancaman)

    • Fasilitas wifi yang tidak bisa dijamin berkualitas, karena terkadang ada gangguan jaringan yang muncul secara tiba-tiba.
    • Harga bahan baku bakso yang seiring berjalannya waktu dapat mengalami peningkatan cukup tinggi, sehingga membuat menu bakso pada usaha tersebut juga harus mengalami kenaikan harga menjadi lebih mahal.
    • Banyaknya pesaing yang meniru ide kita, sehingga konsep yang telah susah-payah kita buat akan ditiru oleh pihak lain.

    Analisis SWOT Diri Sendiri

    Analisis SWOT pada diri Sendiri

    Pada umumnya, seseorang akan melakukan analisis SWOT diri sendiri terlebih dahulu sebelum pergi interview dengan seorang atau pihak rekruter. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk menganalisis kapabilitas diri yang terkadang cukup sulit untuk dilakukan.

    Hampir sebagian besar orang pasti akan berpikir bahwa menilai kemampuan yang kita miliki merupakan sebuah tantangan besar tersendiri. Untuk itu, supaya kita dapat menilai kemampuan yang kita miliki secara lebih mudah, analisis SWOT diri sendiri bisa menjadi jawaban yang paling tepat.

    4 Tahapan Melakukan Analisis SWOT Diri Sendiri dengan Mudah

    Analisis SWOT memang lebih sering dikenal di dunia bisnis, akan tetapi hal ini bukan berarti analisis SWOT hanya bisa digunakan dalam dunia bisnis saja. Seseorang bisa memanfaatkan alat analisis ini untuk mencari tahu tentang kapabilitas diri yang ada di dalam dirinya.

    Sementara itu, supaya interview lamaran kerjayang harus kamu hadapi bisa berjalan dengan lancar, sebelumnya kamu bisa melakukan beberapa cara analisis SWOT ini untuk memahami kapabilitas diri secara lebih baik lagi, yang antara lainnya adalah:

    1. Tentukan Impian dan Cita-Cita

    Siapa bilang ketika sudah masuk ke dunia kerja cita-cita sudah tidak perlu dipikirkan lagi? Hal ini merupakan kesalahan besar, karena dengan menentukan impian maupun cita-cita, seseorang dapat lebih mengenal tentang kapabilitas yang dimiliki oleh diri mereka masing-masing.

    Apalagi, setiap orang pasti akan memiliki impian dan cita-cita yang berbeda, sehingga bisa dipastikan penilaian ini sangat penting untuk dilakukan.

    Dalam tahapan ini, kamu bisa menentukan cita-cita dengan sedetail mungkin. Jika ingin tahapan ini berjalan dengan lancar, kamu bisa memberikan sebuah timeline untuk memperjelas semua waktunya. Misal kapan kamu ingin mencapai tujuan itu, atau kapan kamu harus sudah mencapai tujuan itu.

    Selain itu, kriteria kesuksesan masing-masing individu juga sangat dianjurkan untuk ditentukan sejak awal. Dalam hal ini, kriteria kesuksesan dapat dideskripsikan secara rinci dan berdasarkan bentuk kesuksesan dari keinginan masing-masing individu.

    Nantinya, ketika tujuan tersebut sudah terbentuk maka proses selanjutnya akan berjalan secara lebih lancar dan mudah. Selain itu, dengan melakukan tahapan ini, seseorang juga dapat lebih mengenal kelebihan serta kekurangan yang dimilikinya untuk menggapai impian tersebut.

    2. Menentukan Kelebihan dan Kekurangan yang Dimiliki

    Selain menentukan impian dan cita-cita, dalam analisis SWOT diri sendiri juga perlu dilakukan penilaian kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing individu tertentu. Dalam hal ini, beberapa unsur yang terdapat dalam penentuan cita-cita tersebut dapat menjadi acuan pada tahapan ini.

    Sementara itu, ketika mengisi bagian kelebihan diri, masing-masing individu wajib mencantumkan pengetahuan, latar belakang, kemampuan atau skill, pengalaman, hingga kontak dari orang-orang yang dapat merekomendasikan dirinya.

    Sedangkan ketika menganalisis kelemahan diri, seseorang wajib memikirkan semua hal yang dapat menjadi hambatan maupun gangguan dari setiap langkah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal.

    Nantinya, ketika kelemahan tersebut sudah terdeskripsi secara rinci, bisa menjadi bahan untuk refleksi ketika seseorang sudah mulai masuk ke dunia kerja.

    3. Menentukan Peluang yang Ada

    Jika menentukan kelebihan dan kekurangan dalam diri sendiri termasuk faktor internal, untuk penentuan peluang disini akan masuk ke faktor external yang menguntungkan bagi kelebihan yang telah ditentukan sebelumnya tadi.

    Contoh peluang diri sendiri adalah sertifikat yang dapat menunjang kelebihan dalam diri, atau seorang calon reporter yang memiliki kendaraan maupun ponsel pribadi.

    Selain itu, jarak yang dekat antara rumah dan tempat kerja pun juga bisa dikatakan sebagai peluang yang cukup besar, karena ketika jarak antara rumah dan tempat kerja saling berdekatan, waktu yang harus ditempuh tidaklah terlalu lama, sehingga hal ini membuatnya terasa lebih fleksibel.

    Dengan demikian, seseorang wajib memperhitungkan semua hal tersebut, serta menentukan keuntungan yang ada dari lingkungan dan fasilitas yang dimiliki.

    4. Memperhitungkan maupun Menilai Ancaman pada Diri Sendiri

    SWOT pada diri sendiri

    Ketika melakukan analisis SWOT diri sendiri, memperhitungkan maupun menilai ancaman pada diri sendiri juga tidak kalah penting untuk dilakukan. Sama halnya dengan peluang, ancaman ini juga termasuk dalam faktor external yang dapat menghambat masa depan.

    Contohnya pun cukup beragam, dari mulai latar belakang pendidikan yang tidak sesuai persyaratan, jarak rumah dan tempat kerja yang terlalu berjauhan sehingga memiliki risiko tinggi terjadi keterlambatan yang terus-menerus, hingga susahnya akses transportasi.

    Yang dimaksud dengan ancaman disini adalah semua hal atau faktor yang bisa menjadi hambatan atau gangguan dari luar diri kita sendiri, yang jika dibiarkan secara terus-menerus hal ini dapat mengganggu perkembangan diri kita sendiri.

    Maka dari itu, penting bagi sebagian besar orang untuk melakukan analisis SWOT kepada diri sendiri, supaya semua sudah ada perhitungannya, sehingga dapat mengurangi risiko yang bisa terjadi di hari esok maupun masa depan yang lebih panjang.

    Manfaat Analisis SWOT untuk Diri Sendiri

    Tujuan dan manfaat dari jenis analisis ini akan berbeda, tetapi masing-masing di antaranya akan menguntungkan dalam perkembangan kapabilitas diri seseorang. Sebelum kita membahas tentang manfaat dari analisis SWOT untuk diri sendiri, kami akan membahas tentang tujuannya terlebih dahulu.

    Untuk tujuan dari jenis analisis ini sendiri, untuk mencari dan menemukan aspek-aspek penting seperti kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman. Dengan demikian, seseorang dapat lebih memaksimalkan kekuatan yang dimiliki, dan meminimalkan kelemahan yang dimiliki. Sedangkan untuk manfaatnya adalah:

    • Lebih memahami tentang kekuatan apa saja yang dimiliki oleh individu masing-masing, sehingga kekuatan ini dapat ditingkatkan maupun lebih dikembangkan secara lebih mudah dan efektif.
    • Dapat menilai maupun melihat sebuah peluang, sehingga peluang tersebut dapat digunakan atau pun dipertahankan dalam kurun waktu yang panjang.
    • Dapat menilai maupun melihat apa saja kelemahan yang dimiliki, supaya kelemahan ini dapat diatasi dengan solusi terbaik yang telah dipertimbangkan sejak awal.
    • Dapat mempertimbangkan apa saja potensi ancaman yang ada, sehingga solusi dapat dicari dan ditentukan sejak awal, atau sejak sebelum terjadinya kerugian yang lebih membahayakan.

    Manfaat-manfaat ini dijamin dapat membantumu dalam mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi, sehingga kemampuan yang kamu miliki tidak akan berkurang, tapi malah akan meningkat setiap harinya. Maka dari itu, bisa dipastikan analisis SWOT dengan jenis ini sangat penting dilakukan dalam dunia kerja.

    Kesimpulan

    Sebenarnya, analisis SWOT ini wajib kamu pahami sejak sebelum membangun sebuah bisnis dalam bidang apapun itu. Sebab, untuk bisa mengembangkan bisnis ke arah yang lebih baik lagi, para pelaku usaha wajib memahami apa yang dimaksud dengan SWOT ini.

    Dengan memahami pengertian, manfaat, serta penerapan yang ada dalam analisis SWOT, bisnis dapat berkembang secara lebih mudah. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan tentang kekuatan, kelemahan, peluang, hingga ancaman bisnis yang telah terpenuhi secara lengkap di awal pembangunan bisnis.

    Dengan demikian, bisa dipastikan SWOT memiliki arti yang sangat penting dalam sebuah bisnis, karena bisa dibilang perkembangan bisnis akan sangat berpengaruh dengan jenis analisis ini. Jadi, jika kamu ingin bisnismu terus berinovasi dan berkembang secara lebih baik lagi, maka pahami penjelasan di atas.

  • 4 Contoh Analisis SWOT Usaha Makanan yang Benar

    4 Contoh Analisis SWOT Usaha Makanan yang Benar

    Semua jenis usaha akan membutuhkan analisis SWOT untuk menjalankan perkembangan bisnis secara lebih mudah dan efektif. Hal ini, juga akan berlaku pada usaha makanan, sehingga contoh analisis SWOT usaha makanan ini dapat dijadikan acuan bagi para pelaku usaha di bidang ini yang masih pemula.

    Sampai saat ini ada banyak pelaku usaha yang memilih membangun bisnisnya di bidang makanan. Sebab, bisnis kuliner dipercaya lebih menguntungkan dan praktis.

    Namun, jika perkembangan bisnis tersebut tidak disertai dengan analisis SWOT yang tepat, maka tingkat kelancarannya akan sedikit berbeda.

    4 Contoh Analisis SWOT Usaha Makanan

    Sebelum kita masuk ke pembahasan seputar contoh-contohnya, ada baiknya jika kita semakin memahami terlebih dahulu apa itu analisis SWOT. Analisis SWOT adalah proses analisis yang mencari kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman dalam sebuah bisnis tertentu.

    Karena disini kita sedang membahas analisis SWOT usaha makanan, jadi keempat hal tersebut nantinya akan berkaitan dengan kuliner. Nah, setelah memahami pengertian dari analisis SWOT itu sendiri, sekarang kamu bisa menyimak dengan baik contoh analisis SWOT usaha makanan berikut ini:

    1. Usaha Makanan Croffle

    Contoh Analisa SWOT Croffle

    Saat ini, usaha makanan croffle memang sedang digemari oleh banyak orang. Baik dari segi konsumen maupun penjual, setiap harinya selalu mengalami peningkatan yang signifikan. Kendati demikian, meskipun ketenarannya terus meningkat, tetapi untuk mengembangkan bisnis ini tidak selalu mudah.

    Supaya perkembangan bisnis makanan croffle dapat berjalan secara lebih lancar, pelaku usaha dari bisnis tersebut wajib menerapkan analisis SWOT yang tepat. Berikut adalah salah satu contoh analisis SWOT dalam usaha makanan croffle, yaitu:

    • Strengths/Kekuatan: Bahan baku yang mudah didapat dan rasanya yang unik, sehingga masih ada banyak orang yang penasaran dengan rasanya.
    • Weakness/Kelemahan: Makanan tidak tahan lama dan distribusi produk tergolong terbatas.
    • Opportunities/Peluang: Peminat terus meningkat dan dapat dijual secara online sekaligus.
    • Threats/Ancaman: Dapat dikategorikan sebagai bisnis yang mengikuti tren sesaat dan jumlah pesaing yang terus bertambah.

    2. Usaha Makanan Seblak

    Seblak khas Bandung

    Sepertinya hampir semua masyarakat Indonesia sekarang akan menyukai kelezatan kuliner khas Bandung yaitu seblak. Semakin bertambahnya pecinta menu ini, maka semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan peluang tersebut.

    Sama halnya dengan bisnis-bisnis lainnya yang untuk mengembangkannya tidak akan selalu berjalan mulus, mengembangkan bisnis kuliner seblak pun juga akan seperti itu. Untuk meminimalisir terjadinya kesulitan saat mengembangkan bisnis ini, kamu bisa memperhatikan analisis SWOT seperti berikut ini:

    • Strengths/Kekuatan: Bahan baku yang mudah didapatkan dan tergolong tahan lama, tidak membutuhkan banyak sumber daya manusia, serta membutuhkan modal yang relatif kecil.
    • Weakness/Kelemahan: Untuk melakukan ekspansi cukup menyulitkan dan membangun citra brand yang kuat juga cukup menyulitkan.
    • Opportunities/Peluang: Mendapat dukungan secara langsung dari pemerintah karena seblak adalah salah satu makanan khas daerah Indonesia dan terdapat channel penjualan online, sehingga jangkauan konsumen dapat tersebar secara lebih luas.
    • Threats/Ancaman: Sudah ada banyak pelaku usaha yang membangun bisnis ini di seluruh daerah di Indonesia.

    3. Usaha Makanan Rendang

    Contoh SWOT Usaha Makanan Rendang

    Meskipun menu rendang lebih identik dengan rumah makan masakan Padang, tetapi tidak menutup kemungkinan ada beberapa tempat makan yang hanya menjual menu rendang saja di dalamnya. Selain itu, bisa juga menu rendang ini menjadi menu andalan dari tempat makan tertentu.

    Hanya dengan melihat ketenaran rendang di Indonesia saja, kamu pasti bisa menilai betapa tingginya peluang dalam membangun bisnis di bidang ini. Namun, untuk memperjelas peluang yang ada ini, kamu bisa menyimak contoh analisis SWOT usaha makanan rendang berikut ini:

    • Strengths/Kekuatan: Tahan lama, rasanya yang lezat dan cocok di lidah masyarakat Indonesia, bahan baku yang mudah diperoleh, dan salah satu makanan yang wajib ada di hari raya.
    • Weakness/Kelemahan: Kadar kolesterol dalam rendang tergolong tinggi sehingga tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan, dan membutuhkan kemampuan masak yang mumpuni.
    • Opportunities/Peluang: Populer di kalangan banyak orang, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
    • Threats/Ancaman: Sudah ada banyak tempat makan yang menjual menu ini dengan resep rahasianya masing-masing dan harga daging yang cenderung mengalami perubahan harga setiap tahunnya.

    4. Usaha Makanan Dodol khas Garut

    Usaha Makanan Dodol khas Garut

    Ketika berlibur ke kota Garut, salah satu oleh-oleh yang patut dibeli adalah dodol. Dengan rasanya yang manis dan menyegarkan, dodol khas Garut berhasil memikat hati para wisatawan. Dengan demikian, peluang ini banyak dimanfaatkan oleh para pelaku usaha maupun pedagang kecil-kecilan.

    Meskipun memiliki peluang yang cukup tinggi, mengembangkan bisnis dodol khas Garut tergolong membutuhkan usaha yang tidak mudah. Maka dari itu, untuk mempermudah perkembangan bisnis ini, contoh analisis SWOT berikut ini dapat dijadikan sebagai acuan yang tepat:

    • Strengths/Kekuatan: Cocok dimakan di hari-hari besar, bahan mudah didapatkan di Indonesia, dan termasuk makanan yang kaya akan zat besi serta memiliki jumlah kalori yang rendah.
    • Weakness/Kelemahan: Membutuhkan kemampuan masak yang mumpuni dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuatnya.
    • Opportunities/Peluang: Dapat dijual secara online, sehingga jangkauan konsumen dapat meningkat secara lebih luas lagi.
    • Threats/Ancaman: Jumlah saingan yang terus bertambah dan lebih sering dibeli oleh para wisatawan yang membutuhkan oleh-oleh khas Garut.

    Pentingnya Analisis SWOT dalam Bisnis Kuliner

    Sebenarnya, analisis SWOT tidak hanya bermanfaat dalam bisnis kuliner saja, tapi di dunia bisnis bidang lainnya pun juga akan sangat bermanfaat. Bahkan, analisis SWOT juga dapat sangat bermanfaat untuk proses lamaran kerja.

    Nah, untuk bisnis kuliner sendiri memang sangat membutuhkan analisis SWOT. Apalagi, bisnis kuliner termasuk jenis usaha yang memiliki peluang cukup tinggi, meskipun risikonya juga menyeimbanginya. Untuk itu, penting untuk kamu ketahui manfaat dari analisis SWOT dalam bisnis kuliner, yaitu:

    • Mampu mengoptimalkan kekuatan atau keunggulan yang dimiliki perusahaan, sehingga keuntungan dapat lebih mudah untuk diraih.
    • Membantu perusahaan dalam mengevaluasi kelemahan yang dimilikinya, sehingga solusi terbaik dapat dipersiapkan sejak awal.
    • Membantu perusahaan dalam mencari strategi yang tepat untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki.
    • Mampu memaksimalkan kekuatan perusahaan, supaya ketika ancaman terjadi atau menimpa perusahaan, perusahaan sudah bisa mengatasinya dengan cara yang tepat.

    Dengan melihat manfaat-manfaat di atas, kamu pasti sudah bisa menilai sendiri betapa pentingnya analisis SWOT dalam dunia bisnis kuliner.

    Selain itu, bisa dipastikan juga bahwa bisnis kuliner memiliki peluang yang tergolong tinggi, tapi tingkat risiko terjadinya hambatan di masa depan pun juga tergolong cukup tinggi.

    Penutup

    Jika kamu memiliki rencana untuk membangun sebuah bisnis di bidang kuliner, ada baiknya jika kamu mulai menyusun analisis SWOT terlebih dahulu, supaya bisnis tersebut dapat berkembang ke arah yang lebih baik di kurun waktu yang lebih cepat.

    Dengan memperhatikan beberapa contoh analisis SWOT usaha makanan di atas, kami harap kamu semua dapat menyerap ilmu yang berharga, sehingga bisnis yang sedang dijalankan dapat berkembang ke arah yang lebih baik dengan cara yang tepat.

  • Kenali Apa itu Napkin? Jenis, Ukuran, dan Cara Membuatnya

    Kenali Apa itu Napkin? Jenis, Ukuran, dan Cara Membuatnya

    Napkin adalah serbet atau handuk wajah yang ada di atas meja makan dan penggunaannya untuk menyeka bibir dan jari saat sesi makan. Serbet biasanya berukuran kecil dan diletakkan di meja dalam posisi terlipat. 

    Napkin selalu ditemui jika sedang berada di restoran fine dining yang menerapkan table manner. Bentuk lipatannya bisa bermacam-macam, mulai dari yang sederhana hingga yang rumit.

    Biasanya ukuran serbet makan atau napkin adalah 45 cm x 45 cm atau Ukuran 50 cm x 50 cm digunakan saat lunch dan dinner. Sedangkan untuk breakfast di sebut serbet jari ukurannya 35 cm x 35 cm atau 40 cm x 40 cm.

    Sejarah Napkin

    Jaman dahulu, saat masih zaman romawi kuno orang-orang dari kaum Yunani Kuno menggunakan roti untuk menyeka tangan mereka ketika makan. Dari sinilah muncul istilah roti serbet dan berlanjut penggunaan serbet kertas di Cina Kuno.

    Disinilah kertas ditemukan pada abad ke-2 sebelum masehi dan serbet kertas dikenal dengan nama Chih Pha yang bisa di lipat kotak serta di pakai untuk orang-orang yag memesan teh.

    Informasi ini diperkuat dengan bukti tekstual serbet kertas muncul dalam deskripsi harta milik keluarga Yu dari kita Hangzhou.

    Singkat cerita, awal pertengahan serbet / napkin tidak lagi dipakai. Tangan dan mulut diseka dengan apapun yg ada diatas meja. Tapi sekitar tahun 1415-1475 napkin dipakai kembali.

    Abad ke-17 napkin atau serbet mulai distandarkan panjang dan ukurannya. Untuk panjang standarnya adalah 35 inchi dan lebar 45 inchi.

    Beberapa tahun setelahnya, ukuran serbet mengalami kembali perubahan hingga menjadi 35 inchi dan lebar 30 inchi.

    Jenis-Jenis Lipatan Napkin dan Cara Membuatnya

    Berikut adalah contoh beberapa jenis napkin yang mungkin familiar dan bagaimana cara melipatnya :

    Napkin Pocket ( Lipatan Saku )

    Napkin jenis ini biasanya digunakan ketika piknik atau bertamasya

    Napkin Accordion ( Lipatan Kipas )

    Cara melipat napkin ini hampir sama dengan membuat origami.

    Napkin Classic

    Napkin Rose

    Napkin Rose adalah salah satu  jenis lipatan napkin yang elegan dan indah. Bentuknya yang lentur menjadikan suasana meja makan terasa lebih romantis dan intimate. 

    Fungsi Napkin

    Napkin atau serbet biasanya selalu di gunakan di sebuah restoran yang menerapkan konsep fine dining. Napkin adalah salah satu instrument penting dalam sebuah restaurant yang mempunyai beberapa fungsi seperti berikut :

    • Sebagai pelengkap dan mempercantik meja makan

    Napkin yang dibuat dengan lipatan-lipatan yang cantik akan menambah kesan indah dimeja para tamu. Tentunya ini akan meningkatkan kualitas pelayanan di mata tamu

    • Menjaga kebersihan area sekitar tamu duduk

    Dengan napkin, waiter atau waitress yang bertugas akan menaruh napkin dipangkuan tamu dengan tujuan jika ada makanan atau minuman yang jatuh itu tidak akan mengenai pakaian tamu

    • Membersihkan mulut

    Seperti yang kita tahu, ini adalah fungsi dasar dari napkin yaitu sebagai alat penyeka makanan yg menempel di sisi bibir / mulut.

    Tips Menghasilkan Lipatan Napkin yang Indah

    • Jangan membuat napkin yang terlalu tinggi sehingga dapat menutupi wajah tamu lainnya
    • Jangan membuat terlalu banyak lipatan karena serbet makan akan mudah kotor sebelum digunakan
    • Sebaiknya gunakan serbet yang berukuran agak besar (50 cm x 50 cm), dengan tujuan untuk memudahkan dalam melipatnya sehingga hasilnya akan lebih baik dan indah.
    • Ukuran serbet makan harus tepat dan simetris semua sisinya.
    • Untuk lipatan serbet makan yang standing, gunakanlah serbet makan yang kaku. Jika serbet makan halus gunakan serbet makan yang kuat

    Baca Juga :

    Banquet Hotel: Pengertian dan Struktur Organisasinya

    Apa Itu French Service? Simak Penjelasannya!

    Jenis Menu Yang Ada Di Restaurant