Pekerja yang ada di dapur tidak hanya koki, tetapi ada juga Chef de Partie. Nama ini banyak yang masih asing di telinga kita. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahuinya terutama bagi yang tertarik dengan pekerjaan yang satu ini.
Koki di dapur sejatinya terdiri dari beberapa tingkatan. Koki punya atasan yang disebut dengan Demi chef.
Sedangkan di atasnya lagi dimiliki oleh profesi ini. Demi chef bekerja sebagai asistennya. Untuk informasi selengkapnya simak penjelasannya berikut.
Apa itu Chef de Partie?
Banyak yang belum tahu apa itu Chef De Partie. Sebutan lainnya adalah Station Chef yang merupakan orang bertanggung jawab dalam kategori kitchen station yang dipimpinnya.
Dalam sebuah restoran atau hotel yang tingkat kesibukan bagian kitchen sangat padat, biasanya Chef de Partie dibantu oleh seorang asisten atau Demi Chef.
Namun, dalam sebagain besar kitchen, Chef de Partie akan menjalankan sectionnya sendiri.
Chef de Partie terdiri dari 3 level utama, yakni:
Demi: Demi chef adalah asisten dari Chef de Partie.
Chef de Partie: Seseorang yang bertugas atau incharge dalam section tertentu di sebuah kitchen.
Senior: Level untuk seseorang yang sudah punya banyak pengalaman dan keterampilan.
Pekerjaan ini memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar yang harus Anda ketahui. Berikut adalah tugas utamanya:
Sebagai pengawas dalam station yang dipimpinnya.
Mengawasi kegiatan operasional di seksi yang dipimpinnya.
Melakukan briefing kepada bawahan setiap hari untuk melakukan tindakan yang tepat dalam proses pemasakan.
Membagikan penyerahan tugas kepada anak buah dan seluruh stafnya setiap hari.
Membantu dalam memberikan solusi ketika ada masalah muncul berkaitan dengan kegiatan operasional di dapur.
Memastikan semua kegiatan di dapur terkendali.
Tanggung Jawab Chef de Partie
Selain tugas, ada dua tanggung jawab umum yang harus dilakukan oleh pekerjaan yang satu ini.
Pertama yaitu bertanggung jawab dalam kelancaran dan keselamatan kerja sectionnya. Oleh sebab itu, profesi ini mengharuskan Anda mengawasi setiap section dengan baik.
Perlu juga diberikan briefing terkait dengan keselamatan kerja. Hal ini karena setiap pekerja di dapur memiliki risiko yang tinggi terhadap kecelakaan kerja di dapur. Pasalnya, dapur memiliki peralatan yang tajam sehingga rawan terkena pisau dan terluka.
Selain itu, ada api di kompor yang juga membahayakan. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan panduan terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di tempat kerja.
Selalu memberikan himbauan untuk menggunakan alat safety seperti sarung tangan, masker, atau sepatu pada saat memasak.
Tanggung jawab kedua adalah meningkatkan disiplin kerja pada setiap staf.
Disiplin kerja yang baik di kitchen harus ditingkatkan demi kelancaran aktivitas operasional. Hal ini membuatnya memiliki tanggung jawab besar yang harus diemban.
Tanggung Jawab Khusus Chef de Partie
Menyiapkan, memasak dan menyajikan makanan untuk section tertentu.
Melakukan training dan managing chef lain yang levelnya di bawah Chef de Partie
Membantu Sous Chef dan Head Chef dalam mengembangkan makanan dan menu baru.
Mengikuti semua prosedur kesehatan dan keselamatan selama bekerja
Tetap aware terhadap keuntungan dan sedikit mungkin waste
Terbiasa dengan peraturan perusahaan dan tanggung jawab sebagai Chef de Partie
Nama Lain dari Chef de Partie
Selain Station Chef, ada nama lainnya yang diberikan untuk menyebut pekerjaan ini. Namanya disesuaikan dengan pekerjaan khusus mereka. Berikut adalah diantaranya:
1. Garde Manger atau Pantry Chef
Pantry chef adalah sebutan bagi para chef yang khusus untuk mengolah menu beku. Baik itu frozen food maupun cold appetizer. Contohnya adalah sosis, salad, dsb.
2. Vegetable Chef atau Entremetier
Sebutan chef yang khusus mengolah makanan dengan tema sayuran. Contohnya seperti salad, sup, dan pasta sayur.
3. Butcher atau Boucher
Merupakan chef yang khusus menangani perdagingan. Contohnya adalah mengolah daging ayam, sapi, kambing, dsb.
4. Poissonnier atau Fish Chef
Chef yang menangani hidangan seafood atau ikan.
5. Fry Chef atau Friturier
Sebutan untuk chef yang memiliki banyak pesanan dan berkaitan dengan penggorengan. Sebutan bagi banyaknya makanan yang digoreng tersebut, adalah friturier.
5. Roast Chef atau Rotisseur
Sesuai dengan namanya, sebutan ini khusus untuk chef yang mengolah makanan yang di roasting atau dioven.
6. Grill Chef atau Grillardin
Chef ini juga berkolaborasi dengan Roast Chef karena tugasnya hampir sama. Namun, sebutan ini lebih kepada yang khusus mengolah makanan grill atau dipanggang.
7. Saute Chef atau Saucier
Chef ini berbakat dalam bidang pertumisan dan membuat saus.
8. Pastry Chef atau Patissier
Chef ini banyak ditemui karena tugasnya membuat hidangan penutup dan ringan. Contohnya adalah pudding, kue, cake, dsb.
9. Tournant atau Roudsman
Istilah untuk petugas cadangan yang menggantikan station ketika sudah kekurangan chef.
Pernahkah kamu pergi ke sebuah hotel, bar resto, maupun club malam? Terkadang kamu akan menemui peracik minuman yang berdiri di belakang meja bar. Merekalah yang disebut dengan bartender.
Dalam industri hospitality maupun food and beverage, seorang bartender punya peran layaknya front office. Merekalah yang menghidupkan suasana dan melayani para tamu yang datang.
Lantas, apakah yang dimaksud dengan bartender? Apakah tugas bartender adalah hanya meracik minuman?
Apa saja tugas seorang bartender? Apa saja peralatan yang dibutuhkan?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak penjelasannya di artikel berikut ini.
Bartender Adalah…
Menurut wikipedia, dalam bahasa Indonesia bartender artinya pramutama bar.
Dalam bahasa Inggris, bartender punya arti yang beragam. Bisa disebut dengan, barman, barkeep, barmaid, barkeeper, barperson, dan bar attendant.
Bartender adalah orang yang bertugas meracik dan menyajikan minuman beralkohol kepada tamu sebuah bar.
Tidak hanya meracik, sorang pramutama bar diharapkan dapat menciptakan resep minuman baru. Dengan harapan, sebuah bar dapat memiliki ciri khas yang akan menarik pelanggan lebih banyak, dan menjadi pelanggan tetap bar tersebut.
Dalam praktiknya, beberapa barman melakukan aksi dan pertunjukan ketika meracik minuman. Aksinya ini juga akan memikat pembeli, dan salah satu hiburan yang menarik bagi para pelanggan.
Namun saat ini, di era bar modern, seorang bar attaendant tidak terlalu kaku untuk melayani minuman alkohol saja. Tetapi juga melayani minuman non alkohol, seperti orange juice, lime splash, dan masih banyak lagi.
Hal ini tentu saja untuk menarik pelanggan yang tidak tertarik terhadap minuman beralkohol, tetapi ingin menikmati suasana bar.
Kamu juga perlu tahu, pramutama bar adalah salah satu pekerjaan yang akan mendorong karirmu menuju kancah internasional.
Tidak sedikit pramutama bar asal Indonesia yang bekerja di restoran, club, dan hotel di luar negeri.
Tugas Bartender
Melayani tamu dan meracik minuman adalah tugas utama seorang bartender. Namun sebetulnya tidak hanya itu.
Ada beberapa tugas pokok seorang barman yang perlu diketahui.
Menyajikan minuman kepada tamu, baik minuman beralkohol maupun non alkohol.
Menciptakan resep baru berikut dengan kisaran harga yang cocok untuk minuman yang dibuatnya.
Berinteraksi dengan pelanggan, menerima pesanan, dan menyajikan makanan ringan apabila diperlukan.
Memahami apa yang diinginkan pelanggan, dan memberikan rekomendasi menu. Hal ini menjadi penting, karena tidak semua pelanggan yang datang adalah pelanggan lama. Tawarkan minuman sesuai dengan suasana hati pelanggan.
Melakukan perhitungan stock bahan, dan memastikan ketersediaan bahan.
Membersihkan peralatan sebelum dan sesudah bar dibuka.
Kadang kala bertindak sebagai kasir langsung, untuk ukuran bar yang minimalis.
Di beberapa negara memberlakukan aturan usia minimal untuk minum minuman beralkohol. Jadi pramutama bar bertugas untuk memastikan tamu yang memesan minuman sudah cukup usia.
Syarat Menjadi Bartender
Ingin menjadi seorang bar attendant?
Untuk bisa menjadi seorang pramutama bar yang ahli dalam meracik minuman beralkohol, kamu harus memenuhi beberapa syarat dibawah ini.
Berlatar belakang ilmu managemen perhotelan.
Memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam meracik minuman.
Berpenampilan menarik, rapi, dan sehat. Karena bartender biasanya bekerja dalam posisi berdiri mulai dari 8-10 jam per hari.
Menguasai kemampuan mixology minuman
Kemampuan untuk melayani pelanggan
Memiliki kemampuan management persedian bahan.
Memiliki attitude yang baik.
Penguasaan bahasa asing (Inggris).
Syarat-syarat yang tertulis di atas adalah hanya beberapa syarat formal saja. Ada yang menerapkan, ada juga yang tidak.
Semua kembali kepada kebutuhan bisnis. Ada yang tidak membutuhkan latar belakang pendidikan, ada juga yang tidak.
Alat yang digunakan pramutama bar untuk shaking atau mengocok minuman. Terdiri dari tiga bagian, yaitu shaker, penyaring (stainer) dan sloki takar (jigger cup).
2. Mixer Glass & Long Bar Spoon
Gelas besar untuk mengaduk minuman campuran tanpa juice, syrup, atau cream (cukup diaduk saja). Biasanya digunakan untuk membuat campuran wiski.
Sendok panjang untuk men-stir atau mengaduk minuman campuran, yang kadang-kadang juga digunakan sebagai alat untuk menakar.
3. Bottle Opener
Alat untuk membuka tutup botol minuman yang terbuat dari kaleng, seperti bir, coca cola, soda, fanta, sprite, dan sebagainya.
4. Corck Screw
Alat untuk membuka tutup botol yang terbuat dari gabus, misalnya botol anggur. Alat ini ada beberapa macam tipe.
Pada gambar di atas, cork dapat digunakan untuk membuka botol pada umumnya. Dan screw yang bawah digunakan untuk membutka botol wine.
5. Cutting Board & Bar Knife
Alat untuk memotong buah – buahan, orange, lemon, dan sebagainya. Ada yang terbuat dari kayu dan ada pula yang terbuat dari plastik.
6. Orange Squeezer
Alat ini digunakan untuk memeras lemon, lime, orange, dan sebagainya.
7. Cocktail Glass
Digunakan untuk menuangkan coctail dan menyajikannya kepada pelanggan.
8. Champagne Glass
Gelas yang digunakan untuk menyajikan minuman jenis champagne.
9. Wine Glass
Gelas yang dikhususkan untuk menyajikan red wine maupun white wine. Namun biasanya untuk white wine menggunakan gelas yang sedikit runcing.
Gaji Bartender
Sebelum kita menilik gaji seorang bartender, ada baiknya memahami jenjang karir seorang bartender.
Seperti kita tahu, bartender yang memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik, lebih punya potensi untuk berkarir di restoran luar negeri. Namun sudahkah kamu tau posisi atau jabatan yang berada di atas bartender?
1. Asistan Bartender.
Bertugas membantu semua tugas-tugas pokok seorang bartender. Asistan bartender adalah posisi awal seseorang sebelum menjadi seorang pramutama bar.
2. Bartender
Posisi bartender adalah posisi yang didapat ketika seseorang sudah dianggap lulus melewati masa percobaan. Dan dinyatakan layak untuk berjalan secara mandiri.
3. Bar Captain
Bertanggung jawab akan kegiatan di bar mulai dari standar peracikan minuman, SDM bartender hingga pengelolaan pelayanan dan log book barang.
Umumnya merupakan bartender yang telah senior. Kadang disamakan dengan bar supervisor namun ada juga yang menjadikannya setingkat di bawah supervisor.
4. Bar Manager
Seseorang yang bertugas mengawasi kerja bartender dan mengevaluasi penjualan hingga pembelian dan jalannya kegiatan di unit usaha.
FAQ
Berapa Gaji Bartender?
Di Indonesia, gaji bartender berkisar antara 2,7 Juta hingga 5 Juta. Ini adalah gaji perkiraan, tergantung pada UMR masing-masing kota.
Bartender biasanya akan mendapatkan uang tips maupun fee dari pelanggan yang puas terhadap pelayanannya. Dan hebatnya, jumlah fee yang didapat bisa lebih besar dari gaji yang ia dapat.
Apa Sebutan untuk Bartender wanita?
Kalau dalam istilah bahasa inggris, bartender wanita dipanggil dengan sebutan: Barmaid, barperson, hostess, dan bisa juga waitress.
Jenis jenis service di restoran itu sangat beragam. Biasanya masing-masing restoran punya style dan ciri khasnya sendiri.
Pelayanan yang diterapkan di setiap restoran biasanya dipengaruhi oleh budaya negara tertentu. Misal: Amerika, Prancis, Rusia, dan Italia. Di Indonesia sendiri saat ini sudah banyak mengadopsi banyak jenis pelayanan restoran, yang sudah tidak asing dan ditemui di setiap restoran.
Meski tidak terbatas hanya pada “restoran” saja, namun secara umum jenis pelayanan yang ada di restoran akan kita bahas pada artikel di bawah ini.
Jenis Jenis Service / Layanan yang Ada di Restoran
Di bawah ini adalah daftar berbagai jenis layanan makanan dan minuman yang biasanya diterapkan di industri hospitality. Seperti: Hotel, resort, restoran, restoran cepat saji, dll.
1. Table Service
Table service dianggap sebagai kategori gaya campuran yang terdiri dari Layanan Inggris, Layanan Amerika, Layanan Berlapis, dll.
Dalam jenis layanan F&B ini, tamu duduk di meja dengan penutup yang diletakkan dan memesan dari menu.
Tamu harus disambut dengan kontak mata dan sambutan hangat.
Server atau pelayan biasanya harus menyapa tamu dengan tuan atau nyonya.
Jika server mengetahui nama tamu maka mereka harus menyapa tamu dengan Nama Keluarga dan gelar mereka.
Membantu tamu di tempat duduk sesuai jumlah orang atau permintaan khusus.
Sementara tempat duduk tamu yang paling tidak diinginkan seperti meja di dekat side stand, dapur, area pencuci piring dll. Hanya boleh ditawarkan jika semua meja lainnya penuh.
Menu yang akan disajikan setelah dibuka untuk wanita terlebih dahulu, kemudian lanjut ke host dan dilakukan searah jarum jam untuk tamu lainnya.
Perhatian khusus harus diberikan kepada anak-anak.
Saat melayani pesanan tamu, server atau pelayan harus memiliki pemahaman yang baik tentang siapa yang memesan dan hidangan apa yang diinginkan.
2. English Service / Family Service
Jenis service selanjutnya adalah English Service. Layanan restoran ini mengharuskan makanan diletakkan di piring besar atau mangkuk besar.
Porsi makanan ini kemudian diantarkan ke meja tamu oleh pramusaji/server.
Setelah pelanggan memeriksa dan menyetujui makanan yang sama diletakkan di atas meja.
Para tamu kemudian melewati makanan di sekitar meja dan melayani diri mereka sendiri.
Dalam beberapa kasus, pelanggan mungkin juga meminta pelayan untuk menyajikan makanan.
Ini adalah jenis gaya layanan F&B yang umum karena kemudahan layanan dan pelayan tidak harus sangat ahli dibidang ini.
Layanan F&B Family style mudah diterapkan.
Server atau pelayan tidak harus terlalu terampil.
Jenis layanan ini juga membutuhkan sedikit ruang makan atau ruang. Ada tingkat perputaran meja yang lebih tinggi atau cepat dengan jenis layanan ini.
Salah satu kelemahan utama dari layanan gaya keluarga adalah kesulitan untuk mengontrol ukuran porsi.
Ini karena tamu terakhir yang dilayani mungkin tidak mendapatkan porsi yang cukup jika tamu lain mengambil lebih banyak.
3. French Service
French Service adalah jenis layanan yang sangat detail dan sangat terampil.
Jenis service Ini adalah yang sangat rumit dan mahal.
Para juru masak menunjukkan keahlian kuliner, dengan menyiapkan makanan di depan para tamu.
Biasanya semua restoran fine dining mengikuti jenis layanan ini.
VIP dan VVIP juga diberikan gaya layanan semacam ini.
Makanan pembuka berlapis disajikan dari kanan, semua hidangan lainnya dari kiri.
Minuman disajikan dari kanan.
Gaya French Service sangat mahal karena melibatkan pelayan profesional ke server dengan baik dan lambat.
Suasana dan dekorasi restoran selalu mewah.
Semua pengunjung diberikan perhatian individu dan mereka menikmatinya.
4. Silver Service
Gaya layanannya mirip dengan Layanan Prancis dan Layanan Guèridon.
Perbedaannya adalah peralatan makan yang biasanya terdiri dari glassware, Silver Service menggunakan perak yang rumit digunakan untuk layanan makanan dan minuman.
Karena peralatan dan peralatan makan dari perak mahal harganya, maka service ware EPNS (Electroplated Nickel Silver) paling sering digunakan di hotel dan restoran.
Hanya restoran mewah atau restoran khusus yang menggunakan peralatan makan perak karena tingginya biaya investasi dan perawatan.
Dalam layanan semacam ini, makanan dan minuman disajikan di peralatan makan dan peralatan masak perak.
Meja biasanya diatur dengan perak murni.
Semua makanan dibagi ke dalam peralatan makan dari dapur itu sendiri.
Piring-piring perak yang disimpan adalah meja sisi stasiun biasanya dengan piring hotel.
Selama melayani pelayan menyajikan makanan kepada tuan rumah untuk persetujuan dan melayani para tamu.
Sendok dan garpu servis digunakan untuk menyajikan.
5. American Service / Pre Plated Service
Salah satu jenis layanan makanan dan minuman yang paling umum dan diterima secara luas.
Server menerima pesanan tamu di area depan restoran.
Kemudian pesanan dikirim ke staf dapur melalui KOT (Kitchen Order Ticket).
Makanan disiapkan dan dimasak di dapur sendiri oleh koki.
Steward membawa makanan ke area depan, yang kemudian disajikan kepada para tamu oleh server.
6. Russian Service
Mirip dengan Layanan Prancis tetapi Russian Service lebih cepat dan lebih murah.
Tampilan dan presentasi adalah bagian utama dari layanan ini.
Seluruh sajian makanan seperti unggas, hewan buruan, ikan, dll dihias dan didandani dengan rumit.
Setelah menyajikan kepada tamu server atau pelayan porsi atau mengukirnya dan menyajikannya kepada para tamu.
Biasanya hanya satu server yang diperlukan per meja.
Tidak diperlukan ruang ekstra untuk peralatan seperti French Service.
Sangat cocok untuk layanan perjamuan dengan menu tetap.
7. Cart Service / Gueridon Service
Dalam F&B Service jenis ini, makanan yang dimasak sebagian dari dapur dibawa ke area layanan dengan troli Guèridon.
Trolli Gueridon memiliki unit pemanas portabel untuk menyelesaikan proses memasak.
Berbagai macam ikan, daging, dan unggas dimasak atau dibakar (flambéed) di dalam troli.
Chef du rang bertanggung jawab untuk menerima pesanan, menyajikan minuman dan menyiapkan makanan di meja.
Di sebuah hotel besar, Commis du rang membantu Chef du rang.
Kedua Koki harus tahu cara menggunakan sendok dan garpu untuk menyajikan makanan yang dimasak kepada tamu.
Makanan yang disiapkan harus diberi hiasan sesuai standar sebelum disajikan.
Jenis layanan F&B ini hanya dapat diterapkan pada ruang makan yang terencana dan dirancang dengan baik.
Makanan selalu disajikan dari sisi kanan tamu.
Semua perlengkapan furnitur, tata letak dll harus kompatibel dengan gaya layanan elegan yang ditawarkan.
Jenis layanan F&B Gueridon menyediakan layanan tamu yang sangat personal.
Tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi saat hidangan disiapkan, diukir atau dibakar di hadapan mereka.
Perangkat merchandising yang bagus.
Daya beli rata-rata tinggi.
8. Snack Bar Service
Sebuah bangku tinggi ditempatkan di atas meja sehingga tamu dapat memesan dan makan di meja itu sendiri.
Kartu menu disajikan atau para tamu dapat memilih makanan langsung dari konter display.
Di beberapa restoran, barang-barang yang tersedia hanya dipajang di papan tulis atau monitor LCD.
Layanan semacam ini biasanya diikuti di BAR dan Pub.
9. Self Service
Pada Food and Beverage Service, jenis ini tamu/pelanggan dituntut untuk membantu dirinya sendiri.
Biasanya makanan disimpan di konter atau prasmanan.
Pelanggan mengambil makanan yang dibutuhkan dari prasmanan.
Pembayaran dilakukan sebelum pengambilan makanan atau setelah makanan diambil.
Tata letak untuk jenis layanan F&B seperti itu harus dilakukan untuk arus tamu gratis.
10. Buffet Service
Layanan prasmanan menampilkan makanan di piring gesekan di konter atau meja.
Para tamu atau pelanggan membantu diri mereka sendiri untuk mengambil sebanyak mungkin barang yang ingin mereka makan.
Piring dan sendok garpu (garpu dan sendok) disimpan di awal meja prasmanan.
Ada server di belakang meja yang membantu para tamu dengan menyajikan makanan dari piring gesekan ke piring.
Prasmanan bisa menjadi makanan sederhana yang tersebar hingga makanan, minuman, makanan pembuka, makanan penutup, presentasi salad yang sangat rumit.
Staf harus secara konsisten menjaga wadah prasmanan tetap penuh.
Dalam beberapa jenis pengaturan prasmanan seperti prasmanan duduk berfungsi untuk menyajikan makanan kepada tamu yang duduk di meja.
Ada di tempat memasak di beberapa meja prasmanan misalnya. counter yang memasak ikan atau daging yang ditampilkan, atau counter untuk pasta dll.
Tamu juga diperbolehkan untuk mengisi item apapun yang mereka inginkan.
Perhatian dan perencanaan khusus diperlukan untuk tata letak prasmanan.
Jumlah tamu yang direkomendasikan untuk satu server meja prasmanan adalah 70 – 75.
Jumlah konter prasmanan dan tata letak perjamuan akan diputuskan sesuai dengan total minimum tamu yang dijamin yang akan menghadiri pesta.
Jenis layanan ini direkomendasikan untuk pertemuan besar atau pesta.
Staf perjamuan harus menjaga kebersihan dan ketertiban selama layanan prasmanan.
11. Cavetaria Service
Jenis layanan ini umumnya digunakan di Kantin, Industri, Kafetaria Staf, dll.
Memiliki menu terbatas atau tetap.
Penetapan harga mungkin atau mungkin tidak dengan tarif bersubsidi.
Masuk ke kafetaria tersebut mungkin dibatasi hanya untuk orang yang berwenang.
Ada ruang terbatas dengan fasilitas dasar.
Pembersihan piring bekas dan segera dilakukan oleh tamu itu sendiri.
Meja sempit dengan meja tinggi sering ditempatkan untuk menghemat ruang.
12. Single Point Service
Tamu membayar makanan dan minuman di atas meja.
Dari loket yang sama, dia menerima makanan dan minuman.
Sebagian besar makanan cepat saji, takeaways, Kios, drive through dll adalah contohnya.
Mesin penjual otomatis juga dianggap sebagai layanan F&B satu titik.
13. In-Room Dining Service
Jenis layanan f&b sesuai dengan namanya disediakan di kamar tamu.
Menu layanan kamar harus sesuai dengan kebutuhan tamu, harapan dan operasional hotel.
Tamu membuat pesanan makanan dan minuman dari telepon kamar, televisi interaktif, atau aplikasi seluler hotel.
Maksimal pemesanan room service di hotel adalah untuk sarapan pagi.
Untuk pesanan kecil, nampan layanan kamar ditata dengan benar digunakan untuk melayani tamu.
Untuk pemesanan dalam jumlah besar, digunakan room service trolly untuk melayani.
14. Take Away Service
Mirip dengan gaya satu titik layanan F&B.
Pesanan take away diterima baik melalui konter, jalan masuk, telepon, situs web, atau aplikasi seluler.
Pembayaran dilakukan di muka melalui pembayaran online atau dibayar tunai pada saat pengambilan pesanan.
Semua restoran cepat saji menyediakan opsi take away.
Kios Otomatis juga digunakan untuk memilih dan memesan makanan yang dibawa pulang.
Mesin penjual otomatis juga digunakan untuk jenis layanan ini.
15. Mobile Pantries
Ini adalah dapur persiapan makanan bergerak yang dipasang di lift layanan.
Pesanan yang diambil oleh pengambil pesanan diteruskan ke pantry yang bergerak.
Makanan kemudian disiapkan dan disajikan di lantai yang sesuai.
Ada jenis mobile pantry lainnya dimana makanan disiapkan di dapur utama dan kemudian dikirim ke lantai dengan mobile pantry mini.
Staf In-Room Dining mengambil makanan dari lantai dan menyajikannya ke kamar tamu.
16. Blue Plate Service
Layanan piring biru adalah jenis layanan meja yang biasa digunakan untuk sekelompok kecil tamu.
Biasanya meja dan ruang makan kecil dalam pelayanan.
Ini adalah makanan pra-sepuh dengan daging, sayuran dll.
Piring saji mungkin juga memiliki punggungan yang terbelah.
17. Automatic Service
Makanan dan minuman disajikan kepada tamu melalui meja yang dilengkapi sliding conveyour berjalan.
Tamu melakukan pemesanan melalui aplikasi seluler restoran atau hotel setelah memilih meja atau nomor kursi.
Makanan kemudian dikirim melalui ban berjalan ke meja.
Ada restoran dengan sabuk konveyor terus beredar di sekitar konter, koki menempatkan hidangan yang sudah disiapkan di sabuk konveyor. Contoh: Restoran Sushi.
18. Robotic Service
Jenis layanan ini sering ditemukan di Kasino dan Kapal Pesiar Mewah
Tamu membuat pesanan pada layar sentuh interaktif setelah memindai kartu kunci kamar mereka.
Pilihan dibuat dari layar sentuh, yang kemudian dikirim ke prosesor lengan robot.
Pesanan kemudian disiapkan oleh lengan Robot dan ditempatkan pada ban berjalan kecil.
Pembayaran secara otomatis dibebankan ke rekening kamar tamu.
Ponsel cerdas dengan aplikasi seluler hotel atau kapal pesiar terpasang juga digunakan untuk memilih pesanan.
Biasanya jenis lengan Robot ini digunakan untuk menyiapkan koktail dan mocktail di BAR.
Itulah rangkuman jenis service yang ada di restoran. Pilih yang mana paling cocok dengan konsep dan menu restoranmu ya.
Apakah kamu sedang mencari tahu tentang apa itu waiter dan waitress? Apa saja tugas seorang waiter? kalau iya, maka kamu datang pada artikel yang tepat.
Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai apa itu waiter dan waitress, lengkap dengan apa saja tugas-tugasnya.
Secara umum, waiter adalah bagian dari team food and beverage service yang mempunyai peran penting dalam lancarnya operasional di sebuah restaurant.
Selain tugasnya yang mencatat dan membawakan makanan ke meja, peran waiter/waitress juga sangat penting dalam meningkatkan engagement.
Guna memberikan kesan baik pada setiap tamu yang datang.
Tentunya, hal ini akan sangat berpengaruh pada service of quality dari restaurant tersebut.
Agar dapat memberikan kualitas pelayanan yang baik maka seorang waiter dituntut untuk menguasai sikap kerja seorang tenaga pelayanan dan pengetahuan hidangan, alat dan perlengkapan yang digunakan, serta system penyajian yang digunakan.
Skill Dasar Menjadi Waiter/Waitress yang Baik
Untuk bisa terjun langsung di restaurant menjadi waiters adalah hal yang cukup gampang, perdalam skill dan memahami sequence of service agar kamu bisa menjalankan tugas dan jobdeskmu secara lancar :
1. Bahasa Inggris ( Untuk Restoran Mancanegara)
Waiter adalah representasi dari sebuah restaurant. Kamu akan sering berinteraksi dengan tamu.
Bahasa inggris sangat basic dan sangat wajib kamu miliki untuk menjadi seorang waiter. Apalagi ketika akan bekerja di restaurant yang memang memiliki tamu dominan bule.
Untuk memperdalam bahasa inggris bisa kamu lakukan dengan banyak cara di tengah perkembangan teknologi saat ini.
Bisa belajar melalui youtube, blog, lirik lagu dan masih banyak cara lain. Ingat, bahasa inggris adalah modal awal untuk kamu berkarir di bidang perhotelan khususnya sebagai waiters.
2. Cara Membawa Tray
Nah ini juga tidak kalah penting. Ketika kamu sudah memutuskan akan memilih karir sebagai waiters atau waitress, pelajari dari sekarang bagaimana cara membawa tray biar kelihatan profesional dan elegan.
Tapi tenang saja, biasanya kamu akan tetap dapat training secara berkala dari senior karena ini memang butuh jam terbang dan bersifat teknis.
3. Humble dan Murah Senyum
Sebenarnya bekerja dimana pun, kita harus selalu humble dan murah senyum di lingkungan kerja.
Apalagi untuk yang bekerja di bidang jasa atau pelayanan seperti waiters / waitress.
Percaya atau tidak dengan sebuah senyum yang kamu berikan pada setiap tamu yang datang, itu bisa saja mengubah mood mereka yang mungkin tadinya tidak bagus menjadi bagus.
Ingat, smile doesn’t cost nothing ya.
Secara umum, itu dia beberapa hal yang harus kamu siapkan kalau memang akan berkarir sebagai waiter / waitress nanti.
Tugas dan Tanggung Jawab Waiter / Waitress
Sebagai bayangan, tugas dan tanggung jawab dari seorang waiter / waitress adalah sebagai berikut:
1. Persiapan Sebelum Mulai Bekerja
Kunci sukses sebuah restoran berada pada pelayan yang diberikan oleh para waiter dan waitressnya.
Dan sebuah restoran yang sukses dimulai dari persiapan sebelum restoran tersebut buka.
Mulai dari:
Menata Diri
Penting sekali untuk menata diri dan merapikan penampilan bagi seorang waiter ataupun waitress.
Waiter (laki-laki)
Potongan rambut pendek
Tidak memelihara kumis dan cambang
Aksesoris yang diperbolehkan hanya arloji. Tidak diperkenankan untuk menggunakan gelang dan kalung.
Waitress (Wanita)
Kebijakan penampilan untuk seorang waiterrs tidaklah sama antar restaurant. Namun beberapa hal yang sudah menjadi standar adalah sebagai berikut:
Mengikat rambut (Apabila berambut panjang), guna menghindari rambut masuk kedalam makanan
Tidak diperkenankan menggunakan aksesoris, seperti gelang dan kalung. Yang boleh hanya anting kecil saja.
Menata Ruangan
Masih dalam bagian persiapan sebelum mulai bekerja.
Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh waiter dan waitress adalah:
Tidak ada kotoran yang tertinggal di meja
Kelengkapan meja, seperti napkin dan sendok garpu perlu di perhatikan.
2. Bersiap Menerima Tamu
Setelah proses persiapan selesai, tugas waiter dan waitress selanjutnya adalah bersiap dan siaga menyambut tamu.
Berdiri pada posisi yang dapat dijangkau oleh pandangan semua pengunjung.
Sehingga, memudahkan tamu untuk memanggil ketika akan memesan makanan, ataupun mengajukan request yang lain.
3. Memberi salam dan Menyambut Tamu dengan Senyuman
Tahukah kamu, senyuman dapat membuat mood tamu menjadi baik. Mereka akan merasa sangat dihargai ketika berkunjung di restoran tersebut.
Ketika waiter dan waitress lain sedang standby menunggu tamu melakukan pemesanan.
Kamu wajib untuk menyambut tamu yang masuk.
Mulai dari memberi salam
Membukakan pintu
Menanyakan secara sopan meja yang hendak dipilih
Sembari memastikan kebersihan meja yang dipilih oleh tamu tersebut.
4. Merekomendasikan Menu Terbaik Pada Customer
Ingat, tidak semua customer adalah pelanggan lama.
Ada beberapa dari mereka yang baru pertamakali datang ke restoran tempat kamu bekerja.
Jadi tugas waiters atau waitress selanjutnya adalah menawarkan menu terbaik dan favorit di restoran tersebut.
Tidak hanya berlaku untuk customer baru.
Namun untuk pelanggan lama, kamu juga perlu menawarkan menu baru jika tersedia.
5. Paham Situasi, Ketika Tamu Belum Siap Memesan
Dalam suatu kondisi, customer bingung dan pelu ruang untuk memikirkan pilihannya.
Sebagai waiter dan waitress, kamu mesti paham dan memilih untuk meninggalkan sejenak customer tersebut.
Namun, tetap bersiaga pada lokasi yang mudah dijangkau oleh customer tersebut. Agar kamu mudah dipanggil kembali.
6. Mencatat Pesanan dan Memastikan Ketepatan Pesanan
Kamu pasti tahu rasanya ketika pesanan yang kamu minta tidak sesuai dengan yang datang. Maka dari itu, kamu perlu mencatat pesanan customer dengan baik.
Setelah itu, kamu dapat menyebutkan kembali pesanan yang dipesan oleh customer. Untuk berjaga-jaga kamu tidak salah dalam mencatat pesanan.
7. Menawarkan Minuman Favorit
Jangan lupa untuk menawarkan minuman pada customer yang datang.
Jika memungkinkan, tawarkan minuman terbaik dan terfavorit di restoran tersebut.
Tanyakan juga, kapan sebaiknya minuman yang ia pesan diantar.
Dalam beberapa kasus, ada customer yang minta minuman diantar duluan. Ada juga yang minta minumannya diantar bersamaan.
8. Menyampaikan Pesanan dengan Cepat
Setelah mencatat pesanan pelanggan, bergegaslah menyampaikan catatan pesanan kepada divisi dapur (kitchen) maupun pantry.
Tidak hanya sebatas itu.
Dalam menyajikan makanan, hidangkan makanan secara berurutan.
Apabila semua pesanan telah dihidangkan kepada tamu, bukan berarti tugas seorang waiters dan waitress selesai.
Biasanya ada beberapa customer yang meminta tambahan piring, sendok, dan garpu.
Tak sedikit juga yang ingin menambah pesanan. Jadi kamu tetap perhatin setiap pelanggan meski semua pesanan sudah terhidang.
10. Membantu Janitor Team Membereskan Meja
Apabila kamu melihat customer selesai makan, maka berinisiatiflah untuk mengambil piring dan peralatan makan yang sudah tidak digunakan.
Sambil permisi untuk sedikit membersihkan meja bila perlu.
11. Memberikan Bill / Nota Pembayaran pada tamu
Dalam beberapa kasus, ada juga customer yang ingin membayar langsung ke kasir. Namun ada juga yang tidak ingin beranjak dan memilih memanggil waiters untuk menyiapkan bill.
Saat memberikan bill, jangan lupa untuk menyebutkan nominal pembayarannya.
“Jadi total tagihannya sebesar Rp. 500.000,00 bapak/ibu”.
Setelah menyerahkan Bill dan menerima uang tunai dari tamu, selalu hitung terlebih dahulu uang yang diterima, lalu sebutkan dengan sopan uang yang diterima.
Jangan sekali-kali hanya menyerahkan bill tanpa mengatakan suatu apapun.
12. Berterimakasih dan Membukakan Pintu
Jika seorang pelanggan disambut dengan salam saat masuk restauran. Maka ia wajib diakhiri dengan kata terimakasih.
Ucapkanlah terimakasih dan persilahkan tamu untuk datang kembali dilain waktu. Sembari membukakan pintu.
5 Tips Menjadi Waiter yang Handal
Nah berikutnya, buat kamu yang sekarang sudah mendapat pekerjaan sebagai waiter / waitress, ini ada 5 hal yang bisa kamu lakukan agar semakin handal dan kompeten dalam melayani tamu
1. Tamu selalu benar
Hal pertama menjadi seorang waiters adalah selalu ingat bahwa tamu selalu benar. Terdengar klise tapi ini faktanya. Ketika tamu komplin tentang makanan yang menurut mereka tidak enak dan tidak sesuai harapan, jangan coba membantah.
Tetaplah sopan, dan segera tawarkan menu lain dan berikan mereka sesuatu yang special serta informasikan hal ini ke Manager yang ada.
Karena tugas merekalah yang berbicara langsung kalau terjadi hal seperti ini. Ingat ya jangan membantah karena ini memang sudah jadi bagian dari pekerjaan.
2. Friendly Tapi Tetap Profesional
Ingat basic skill menjadi seorang waiters adalah selalu ramah dengan tamu. Tapi yang harus diingat adalah jangan terlalu berlebihan juga.
Karena bisa saja ada beberapa tamu yang tidak terlalu suka diperlakukan seperti itu. Tetaplah profesional.
3. Kuasai Product Knowledge
Ibarat seorang pedagang, kamu harus tau apa yang kamu jual.
Pelan-pelan kuasai dan hapalkan semua menu mulai dari bahan, cara memasaknya, kandungan di dalamnya dan lain. Karena jika ada tamu yang bertanya, kamu bisa jawab dengan sigap dan lancar. Terlihat keren bukan?
4. Perhatikan Penampilan
Karena waiters adalah representatif dari sebuah restaurant, tentunya kamu harus benar-benar memperhatikan grooming atau penampilan ketika akan melayani tamu.
Dari rambut, kuku, uniform, nametag, kesegaran nafas ini sangat wajib kamu perhatikan ya.
Coba misalnya kamu ke sebuah tempat makan, terus kamu melihat yang masak atau yang bawain makanan kukunya kotor, rambutnya berantakan, bajunya kucel, masih selera makan tidak disana?
5. Selalu Upselling
Apa itu upselling?
Upselling adalah teknik kamu teknik yang dilakukan untuk memaksimalkan penjualan dengan merekomendasikan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi disertai kompensasi berupa manfaat tambahan.
Nah dengan upselling kamu bisa menambah revenue dari restaurant. Tentunya ini harus menggunakan tehnik agar tidak kelihatan memaksa tamu.
Kamu bisa informasikan promo yang sedang berjalan, tawarkan dessert dan lain sebagainya.
Kalau menjadi waiters adalah bagian dari rencana perjalanan karir kamu kedepannya, semoga tips di atas bermanfaat dan selamat mencoba.
Manajemen Perhotelan adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana sebuah hotel itu bisa menjalankan bisnisnya dengan baik.
Mulai dari perencanaan, organisasi, dan strategi-strategi didalamnya termasuk pembagian departemen kerja.
Departemen di hotel bisa dibilang cukup banyak dan disusun menjadi sebuah struktut organisasi.
Hotel struktur organisasi adalah sebuah sistem mengenai alur kepemimpinan dan menunjukkan adanya tanggung jawab dalam sebuah unit kerja.
Kemudian dalam struktur organisasi setiap orang dikelompokan dan memiliki tugas masing-masing untuk mencapai goal yang sudah ditetapkan perusahaan dan pengelompokan inilah yang disebut divisi atau department.
Tidak terkecuali bisnis perhotelan, beberapa divisi atau department harus diisi oleh orang-orang yang punya hard skill dan soft skill.
Hal ini dibutuhkan guna menunjang pekerjaan mereka untuk mencapai target revenue yang sudah di buat dalam budgettahunan.
Manajemen perhotelan dan pembagian divisinya
1. Administrasi & General
Nah yang pertama itu ada department A & G. Bagian ini biasanya ada General Manager (GM) , Executive Assistance Manager (EAM) dan General Secretary.
Secara general tugas utama dari seorang General Manager adalah untuk mengontrol dan memastikan semua department sudah menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan dan disepakati bersama.
Karena General Manager merupakan orang pertama di hotel, setiap keputusan yang di ambil akan berdampak besar untuk performance dari hotel itu sendiri. Jadi untuk menjadi seorang GM selain leadership, analytical thinking skill juga sangat wajib di miliki.
Dibantu dengan Executive Assistance Manager, kegiatan operasional sehari-hari di hotel akan di laporkan secara harian oleh para manager lewat EAM.
Karena selain mengambil alih tugas GM ketika lagi tidak di hotel EAM juga menjadi penghubung antara Manager dengan General Manager.
Untuk melengkapi formasi departement ini, dibutuhkan seorang General Secretary untuk membantu urusan surat menyurat, manajemen file, notulen rapat dan hal – hal administrative lainnya yang berkaitan dengan hotel.
Berikutnya kita ketemu dengan team yang biasanya menyambut tamu pas baru sampai di hotel dan bertanggung jawab atas kebersihan kamar dan hotel area.
Yes, ada Room Division Departement. Nah room division ini terdiri dari front office team dan juga housekeeping, tapi beberapa hotel memasukan engineering juga ke team room division.
Front office team adalah orang – orang yang bertugas di lini depan hotel untuk memberikan kesan pertama yang baik untuk setiap tamu yang akan menginap.
Karena reputasi hotel tentunya sangat berpengaruh dari first impression yang di dapat ketika proses check in.
FO Team sendiri dibagi lagi menjadi beberapa bagian seperti Bellboy, Reception, Bell Driver, Guest Relation Officer (GRO), Call centre, dan Night Audit.
B. Housekeeping Team
Soal kebersihan kamar dan hotel, serahkan saja kepada team housekeeping. Tugas dari utama dari team ini adalah menjaga kebersihan, kerapian, serta kenyamanan mulai dari kamar dan seluruh area hotel.
Selain itu juga menyediakan sarana penunjang lainnya yang di perlukan oleh tamu selama berada di hotel.
Tugas utama sebagai Human Resources atau HRD adalah untuk mengelola sumber daya manusia yang ada di hotel. Mulai dari tugas perencanaan, rekrutmen, pengembangan berupa pelatihan dan kinerja.
Peran HRD sangat penting dalam menyaring karyawan masuk ke hotel, karena salah merekrut orang dampaknya akan mempengaruhi kinerja departement yang bersangkutan.
Itulah biasanya kebanyakan HR berasal dari lulusan psikologi yang sudah paham tentang karakter dan kepribadian seseorang. Biasanya HR Team beranggotakan HR, Training , dan Security.
4. Food & Beverage ( FB )
Selain kamar, penghasilan dari sebuah hotel juga berasal dari restaurant. Untuk itulah memaksimalkan revenue dari restaurant itu sendiri menjadi hal wajib yang diperhatikan oleh team FB.
Team ini akan di bagi lagi menjadi 2 bagian yaitu:
Untuk selengkapnya silahkan baca pada artikel yang sudah link di atas.
5. Sales & Marketing
Sales & Marketing adalah divisi yang akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dari sebuah perusahaan.
Karena lewat cara mereka jualan lah tamu-tamu akan masuk ke hotel kita.
Memasarkan hotel sehingga di kenal banyak orang dan membuat mereka datang untuk menginap itu nggak gampang.
Ditambah lagi dengan target bulanan yang harus dicapai nominalnya tidak kecil.
Jadi jangan heran kalau team sales & marketing ini jarang di office dan sering ke luar kota bahkan ke luar negeri. Itu bagian dari jualan kok 🙂
6. Accounting & IT
Tugas accounting department adalah untuk mencatat seluruh transaksi keuangan yang terjadi, kemudian membuat laporan keuangan mulai dari pemasukan dan pengeluaran suatu perusahaan.
Selain itu, accounting harus bisa menekan biaya dengan skala prioritas untuk tetap menjaga cashflow perusahaan.
Dalam formasi accounting ada team IT juga yang bertugas untuk memastikan semua yang berkaitan dengan sistem dan informasi di hotel berjalan dengan baik untuk lancarnya kegiatan operasional.
Itulah secara general penjelasan tentang manajemen perhotelan. Untuk lebih details akan dibahas masing-masing di tulisan berikutnya.
Shallow frying adalah salah satu teknik memasak yang cukup familiar di kalangan umum. Dalam tulisan sebelumnya, kita sudah mengenal apa itu boiling dan 17 teknik merebus yang perlu diketahui.
Khususnya buat kamu yang ingin berkarir di hotel divisi kitchen departement, dan shallow frying.
Nah, kali ini kita akan bahas lebih details mengenai Shallow Frying dan Deep Frying beserta contoh masakannya.
Shallow Frying
Contoh penerapan Shallow Frying adalah memasak steak
Shallow frying adalah teknik memasak yang pada umumnya memiliki arti menggoreng dengan minyak yang lebih sedikit.
Makanan yang dimasak tidak “tenggelam” dalam minyak, tetapi ukuran tinggi minyaknya kurang lebih cuman sepertiga dari tinggi makanan.
Sebab itu, umumnya makanan yang dimasak memakai sistem ini cenderung cepat masak atau tidak begitu tebal. Misalkan saja menggoreng ikan.
Supaya semua bagiannya masak sempurna, kita dapat membolak-balikkan ikan dengan hati-hati. Umumnya, minyak yang dipakai untuk shallow frying adalah minyak yang cuma dipakai satu kali saja.
Teknik Memasak Shallow Frying mempunyai beberapa kelemahan dan kelebihan.
Keuntungan yang bisa didapat diantaranya:
Mengolah secara cepat,
Tidak kehilangan zat nutrisi yang larut di air,
Warna makanan yang diolah masih bagus.
Beberapa kekurangan dari shallow frying:
Hanya cocok untuk tipe masakan yang memakai potongan daging kecil-kecil yang mahal harganya.
Makanan susah dikunyah karena hanya diolah dalam kurun waktu sebentar,
Sepanjang proses mengolah, perlu dilakukan pengecekan terus menerus, agar tidak gosong.
Pemanasan lemak penting dalam sistem shallow frying, karena jika lemak belum panas, makanan yang dimasak dengan langkah ini kurang bagus dan lemak akan teresap oleh makanan.
Jika lemak terlampau panas, ini dapat mengakibatkan asap dan sisi luar masakan jadi terbakar gosong.
Shallow frying adalah sistem yang bagus untuk produk makanan yang cepat masak, memiliki ukuran kecil dan memakan waktu memasak yang cepat.
Misalnya:
Membuat steak, menggoreng fillet daging, ikan, ayam, ikan utuh yang memiliki ukuran kecil atau sedang, sosis, sayur dan omelettes telur.
Contoh Masakan Shallow Frying
Berikut adalah beberapa contoh masakan yang menggunakan teknik Shallow Frying adalah sebagai berikut:
1. Patties Burger
Contoh paling mudah yang bisa kamu temui saat ini adalah Patties.
Daging giling yang sudah dicampur dengan berbagai bumbu ini menjadi syarat wajib sebuah burger. Dan teknik memasak patties adalah menggunakan shallow frying.
Di wajan datar, dan sedikit minyak untuk membuatnya matang.
2. Crispy Chicken Wing
Bagian ayam yang ini memang lumayan banyak penggemarnya.
Tidak hanya dada dan paha, ada juga sayap ayam yang umumnya dibalur dengan tepung dan dimasak dengan memakai teknik shallow frying.
Masak ayam crispy ini dapat dicoba sendiri dirumah. Cukup gampang mendapat kualitas super yang tidak mengecewakan, yang diperlukan hanya beberapa bahan yang pas dan tambahan saos yang nikmat.
3. Pecak Terong
Apa kamu sudah bosan membuat terong balado atau terong goreng? Jika iya, kamu dapat coba kreativitas baru seperti resep Pecak Terong.
Sayur terong yang diolah dengan digeprek dan dibumbu santan ini selanjutnya diproses dengan memakai teknik shallow frying, tidak kalah sedap dengan olahan terong yang lain.
4. Telur Dadar Isi
Telur dadar sebagai satu diantara olahan terkenal untuk dikonsumsi bagi warga indonesia. Rasanya yang nikmat dan akrab, ditambah lagi harga bahan ekonomis.
Masakan ini dapat di kreativitaskan dengan bermacam bahan tambahan.
Diantaranya adalah telur dadar dengan sayur bayam dan yang lain. Memiliki bentuk yang memikat membuat makanan ini bisa diberikan kepada anak kecil.
Kebalikan dengan shallow frying, deep frying memakai banyak minyak saat menggoreng. Sesuai namanya, makanan yang dimasak tenggelam lebih dalam pada minyak.
Maksudnya, supaya struktur makanan yang dimasak matang secara rata.
Makanan yang dimasak memakai sistem ini umumnya berbalut tepung hingga perlu minyak yang lumayan banyak untuk hasilkan struktur yang krispi di luar tetapi masih moist dalam. Misalnya saja ayam tepung atau French fries.
Teknik memasak deep frying merupakan langkah mengolah makanan dengan memendamnya dalam minyak panas (baiknya bersuhu 176-190 derajat Celsius). Saat direndam makanan akan matang dengan cepat.
Artinya, saat makanan dicelup ke minyak mendidih, susunan luar makanan mengeras dan membuat susunan yang menghalangi minyak masuk di semua sisi pada makanan.
Sementara itu, temperatur panas yang tinggi membuat semua air pada bagian pada makanan menguap dan membuat makanan masak dari dalam.
Ada dua hal yang perlu dijauhi saat memproses makanan dengan teknik mengolah deep-frying.
Pertama, temperatur minyak jangan terlampau rendah. Ini akan membuat minyak menyerap ke bagian dalam makanan hingga membuatnya berminyak.
Kedua ,temperatur minyak jangan terlampau tinggi karena akan membuat makanan jadi terlalu kering dan minyak beroksidasi.
Contoh Masakan Deep Frying
Ayam Goreng Tepung
Daging ayam yang mempunyai struktur halus, banyak dicintai oleh beberapa orang.
Apalagi dengan Baluran tepung, hingga jadilah ayam goreng tepung yang banyak dicintai oleh sejuta umat. Makanan ini sebagai salah satu diantara contoh dari teknik Deep frying
Ikan Goreng
Hampir serupa dengan tipe daging-dagingan yang lain.
Ikan diolah dengan dimasak memakai minyak yang banyak, biasa disebut deep frying. Ikan goreng seperti nila, lele, mas dan yang lain begitu nikmat untuk dimakan.
Itulah sedikit ulasan mengenai teknik menggoreng yang ada. Shallow frying adalah teknik menggoreng dengan sedikit minyak. Supaya citarasa hasil masakan dengan teknik penggorengan ini tidak berubah.
Semakin berkembangnya era teknologi, tentu perkembangan dalam penggunaan kosa kata semakin meluas. Dari sekian banyak istilah, gourmet adalah salah satunya.
Untuk yang berkecimpung di dunia restoran maupun food and beverage, tentu istilah ini tidaklah asing.
Apa yang dimaksud dengan Gourmet?
Terkadang banyak sekali orang yang salah kaprah tentang penggunaan istilah ini. Memang si, menambahkan kata “gourmet” dalam sebuah list menu semisal A La Carte akan menambahkan nilai jual.
Namun tidak semua akan cocok dengan hal tersebut.
Menurut kamus bahasa Inggris, Gourmet adalah:
Kb. [1]Ahli Pencicip Makanan.[2]Ahli Mengenai Rasa.
Namun, tidak dapat di artikan dalam kondisi yang sesempit itu.
Ada beberapa contoh penggunaan kata atau istilah ini yang mesti Anda ketahui.
Gourmet adalah Seseorang yang merupakan penikmat makanan dan minuman yang baik.
Makanan dengan kualitas dan rasa tertinggi, disiapkan dengan presisi dan disajikan dengan sentuhan seni.
Restoran dan kokinya di mana makanan disiapkan dan disajikan dengan standar kualitas tertinggi.
Toko yang menyediakan dan menjual bahan-bahan berkualitas tinggi, unik, atau sulit ditemukan yang diperlukan untuk menyiapkan hidangan gourmet.
Dapur yang dilengkapi dengan peralatan kelas profesional dan area penyimpanan untuk barang dan peralatan khusus.
Profesi Gourmet
Di dalam dunia food and beverage, ada lho yang menjalani profesi ini. Justru peran mereka sangat penting dalam industry ini. Lantas apa saja yang mereka lakukan?
Yuk Simak dibawah ini.
Seorang gourmet tidak melihat makanan sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Bagi seorang mereka, makanan adalah seni. Penggemar makanan seperti itu menyukai kemewahan yang dapat dimakan.
Penyandang profesi ini lebih menikmati pengalaman makan, membuat, atau memajang makanan.
Beberapa bahkan mengeksplorasi sejarah dan antropologi makanan yang mereka makan.
Seorang gourmet membutuhkan waktu dan kehati-hatian dalam menyiapkan makanan dan biasanya makan makanannya dengan perlahan.
Tempat-tempat yang berlabel gourmet sering menawarkan informasi tambahan tentang asal makanan, memiliki bahan-bahan berkualitas tinggi, menyiapkan makanan dari awal, dan menyajikan hidangan dengan cara yang mewah.
Bertahun-tahun yang lalu mungkin sekarang disebut sebagai “pecinta makanan”.
Apa itu Gourmet Food?
Gourmet food mengacu pada makanan dan minuman yang membutuhkan perhatian ekstra untuk dibuat atau diperoleh.
Makanan gourmet sering ditemukan atau dibuat hanya di lokasi tertentu, dan bahannya mungkin tidak biasa, sulit ditemukan di toko kelontong biasa, hanya tersedia dalam jumlah terbatas, jarang diekspor ke luar tempat asalnya, atau hanya tersedia dalam waktu singkat. tahun.
Beberapa, seperti truffle, harus dipanen secara liar dan tidak dapat dibudidayakan. Makanan ini seringkali unik dalam rasa atau tekstur.
Bahan baku dapat mencampur bumbu dan rempah-rempah dengan cara yang menarik atau menambah rasa pada makanan yang biasanya tidak diberi rasa.
Misalnya, semprotan minyak zaitun lemon, glasir balsamic truffle hitam, dan cuka anggur putih Calvi memiliki bahan-bahan yang sederhana.
Anda akan menemukan bahan-bahan utama di bagian di toko kelontong atau di toko-toko bahan yang berdiri sendiri dan khusus.
Misalnya, beberapa toko kelontong memiliki keju khas di lorong produk susu tetapi memiliki bagian keju Gourmet untuk keju berkualitas lebih tinggi dan keju impor.
Toko gourmet sering kali menyediakan bahan-bahan dengan kualitas terbaik dari seluruh dunia, berkat kontak khusus yang membantu mengimpor makanan yang tidak tersedia di area tersebut.
Anda mungkin dapat bekerja sama dengan toko untuk mendapatkan bahan berdasarkan permintaan.
Selain itu, toko semacam itu sering menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk menyiapkan hidangan mewah.
Apa Itu Gourmet Restaurant dan Chef Gourmet?
Restoran gourmet menyiapkan hidangan dari bahan-bahan berkualitas tinggi dengan teknik sempurna, biasanya fine dining restaurant juga menyediakan makanan yang sudah berada di level gourmet.
Mereka dapat menyajikan makanan yang menantang selera atau menawarkan sentuhan dari hidangan tradisional.
Misalnya, mac dan keju mewah dapat menggunakan Gruyere, keju yang hampir secara eksklusif dibuat di Prancis dan Swiss.
Hidangan daging sapi seperti filet mignon isi kepiting dengan saus wiski merica sangat lezat karena saus dan isiannya unik dan menantang rasa filet mignon dengan sendirinya.
Chef berlabel profesi ini juga memiliki tingkat keterampilan yang sangat tinggi dalam menyiapkan makanan dan memanfaatkan bahan-bahan terbaik dengan baik.
Koki mungkin berbakat dalam menciptakan hidangan baru dan menggunakan teknik inovatif. Keterampilan dalam penyajian makanan di piring juga mendefinisikan chef gourmet.
Apa itu Kitchen Gourmet?
Kitchen gourmet akan memiliki peralatan dan perlengkapan kelas profesional, sering kali diatur dengan nyaman untuk kemudahan persiapan makanan.
Misalnya, mungkin memiliki kompor gas enam tungku dan oven ganda ditambah laci penghangat, dengan tudung ventilasi yang kuat dan keran pengisi pot di atas jangkauan.
Lemari dapat menyediakan penyimpanan yang nyaman untuk peralatan, peralatan, dan barang-barang dapur.
Kitchen dengan kelas ini juga memiliki ruang konter yang cukup untuk tugas persiapan makanan.
Pernah mendengar istilah restoran fine dining? kalau iya, artinya kamu cukup penasaran dengan apa itu fine dining.
Oke, mari kita bahas apa itu fine dining secara singkat dan padat, supaya kamu paham mengenai hal ini.
Fine dining adalah Santapan mewah yang disertai pengalaman menyeluruh yang mencakup layanan elegan dan makanan berkualitas tinggi.
Yang biasanya disertai etika makan ketika berada dalam situasi formal. Biasanya tersedia di restoran tertentu, yang sudah masuk kategori mewah.
Karakteristik Fine Dining
Secara sederhana, dapat disimpulkan makan dengan biaya paling mahal
Terdiri dari beberapa hidangan (Course). Mulai dari hidangan pembuka (Appetizer), hidangan utama (Main Course), dan hidangan penutup (Dessert).
Konsep menu biasanya menggunakan A La Carte atau Fixie Menu.
Biasasanya trending ketika weekend atau hari libur.
Aturan Fine Dining
Tidak seperti dinner casual pada umumnya, Fine dining punya aturan yang cukup ketat untuk di ikuti. Sehingga beberapa orang tidak dapat menikmati dinnernya karena tidak terbiasa.
Semua peralatan makan mulai dari plat ware, silverware, dan napkin disusun rapi sesuai aturan.
Bahkan glassware untuk minum juga punya fungsi masing-masing.
Semua staff restoran yang bekerja sebagai server hingga chef adalah orang yang sudah terlatih. Memahami betul aturan makan ini, sehingga diharapkan tamu yang mendapatkan pelayanannya merasa istimewa dan puas.
Etika
Tergantung pada seberapa “mewah” restoran fine dining, mungkin ada aturan berpakaian yang diperlukan untuk para tamu.
Biasanya, aturan berpakaian di beberapa restoran tidak terlalu ketat, ada juga yang sudah di tentukan oleh pihak restoran.
Namun tidak jarang restoran menolak tamu jika mereka tidak mengenakan pakaian yang pantas.
Perilaku
Pernah mendengar mengenai istilah table manner? Nah, restoran sejenis ini menerapkan etika table manner dalam menjalankan pelayanannya. Jadi pastikan kamu sedikit banyak punya gambarannya.
Secara singkat, table manner fine dining akan seperti dibawah ini.
Tamu di restoran fine dining diharapkan untuk menjunjung tinggi tingkat kesopanan di restoran fine dining.
Beberapa aturan yang tidak diucapkan termasuk, tetapi tidak terbatas pada, sebagai berikut:
Pakaian yang pantas harus diperhatikan.
Meskipun tidak diberlakukan di setiap restoran mewah, anak-anak secara umum tidak diperkenankan ikut.
Berbicara dengan keras atau membuat terlalu banyak suara tidak disarankan dan dianggap mengganggu.
Karena fine-dining biasanya multi course, akan memakan banyak waktu ketika makan, jadi pastikan kamu menghargai waktu.
Para tamu seharusnya tidak merasa terburu-buru di restoran mewah, tidak peduli seberapa sibuknya itu.
Batasi penyesuaian menu. Menu telah dirancang dengan susah payah oleh koki, jadi perubahan, pergantian, dan/atau permintaan khusus biasanya tidak biasa.
Berikut ini adalah referensi untuk kamu yang benar-benar ingin praktik makan fine dining.
Kamu bisa belajar bersama ahlinya, yaitu Farah Quinn.
Perbedaan Fine Dining dengan Casual Dining
Casual dining sebenarnya mirip dengan fine dining, yang membedakan hanyalah terletak pada pelayanan dan aturan makan yang ketat.
Satu lagi..
Casual dining tentu menawarkan harga yang jauh lebih murah. Sejauh ini sudah paham? semoga dapat menjawab penasaranmu..
Kegiatan memasak memang selalu membutuhkan sebuah transfer energi. Yaitu berupa energi panas ke makanan yang temperaturnya lebih rendah. Pada umumnya, metode memasak dapat dibagi menjadi dua kategori. Yaitu Moist heat Cooking dan Dry Heat Cooking.
Mengetahui bagaimana masing-masing proses bekerja akan membantumu mana metode memasak yang paling cocok dengan hasil masakan yang paling kamu inginkan.
Untuk itu, simak selengkapnya penjelasannya di artikel berikut ini. Jangan sampai ada yang terlewat ya..
Pengertian Moist Heat Cooking
Metode Moist Heat Cooking adalah metode memasak dimana media yang digunakan adalah cairan dan uap panas atau steam.
Cairan yang memiliki rasa juga dapat digunakan untuk melakukan transfer panas. Contohnya adalah wine, selain dapat digunakan untuk mentransfer panas, wine juga punya kegunaan yang dapat memperkaya cita rasa masakan yang dihasilkan.
Tak hanya itu, biasanya sisa cairan yang sudah digunakan untuk memasak biasanya digunakan sebagai sauce atau dressing pada salad.
Jenis-Jenis atau Teknik Moist heat Cooking
Boiling
Boiling dalam bahasa Indonesia artinya merebus. Boiling adalah cara memasak yang menggunakan medium penghantar panas langsungnya adalah cairan. Cairan yang biasa digunakan adalah air kaldu (Stock), santan, susu, sirup, dan air.
Gelembung-gelembung yang Nampak dari cairan bisanya pertanda sudah mencapai titik didih. Perlu diingat bahwa titik didik air adalah 100 celcius. Namun bisa jadi berbeda ketika media untuk merebus adalah bukan air.
Poaching
Salah satu yang masih termasuk dalam Teknik memasak Moist Heat Cooking adalah Poaching. Poaching sendiri adalah Teknik pengolahan makanan yang direndam dalam cairan panas namun temperature dijaga agar tidak mencapai titik didih.
Steaming
Steaming adalah Teknik memasak yang biasa disebut dengan kukus. Makanan yang di masak tidak langsung bertemu dengan media pemanas cair. Namun proses memasak menggunakan uap air yang sudah dipanaskan.
Contohnya adalah bakpao, dimsum, dan ikan yang dimasak dengan metode steam.
Braising
Teknik braising adalah Teknik memasak dengan menggunakan sedikit cairan yang mendidih. Makanan yang akan diolah dengan Teknik ini harus diolah terlebih dahulu.
Tujuannya adalah agar bumbu yang dimarinasi pada permukaan bahan makanan dapat meresap sempurna ketika dimasak. Di Indonesia sendiri biasa disebut dengan Teknik memasak penyemuran ‘semur”.
Stewing
Teknik memasak yang satu ini lebih mudah disebut dengan cara memasak dengan cara ditumis. Namun perlu diketahui, bahan utama yang biasanya berupa daging lah yang ditumis terlebih dahulu.
Contoh masakan yang menggunakan Teknik ini adalah rendang dan opor ayam.
Simmering
Pada teknik ini masih menggunakan air, dimana makanan akan direbus terlebih di dalam air yang didihkan hingga 100ºC kemudian api dikecilkan dibawah titik didih dan biarkan hingga dipermukaan makanan keluar gelembung-gelembung. Di aplikasikan pada kaldu, soto, rawon, kare, dll
Blancing
Blanching melibatkan menjatuhkan makanan ke dalam air mendidih sebentar dan kemudian menghentikan proses memasak dengan merendam makanan ke dalam air es.
Blanching digunakan untuk melonggarkan kulit pada buah dan sayuran dan untuk menghentikan aksi enzimatik yang menyebabkan buah dan sayuran membusuk.
Buah dan sayuran sering direbus sebelum dibekukan untuk menjaga warna dan kesegarannya selama penyimpanan.
Kesimpulan
Kita telah membahas mengenai pengertian Moist Heat Cooking dan berikut dengan jenis jenisnya.
Secara singkat Moist Heat cooking adalah Teknik memasak yang mengandalkan medium cairan dan uap sebagai media yang bekontak langsung dengan makanan.
Kendati demikian masih ada banyak jenis dan Teknik yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan memasak.
Kamu bisa mempertimbangkan bahan dan alat untuk mulai menerapkan Teknik ini.