shallow-frying-adalah
source : pexels.com

Shallow frying adalah salah satu teknik memasak yang cukup familiar di kalangan umum. Dalam tulisan sebelumnya kita sudah mengenal 17 tehnik memasak yang perlu diketahui khususnya buat kamu yang ingin berkarir di hotel divisi kitchen departement dan shallow frying adalah salah satunya.  Nah, kali ini kita akan bahas lebih details mengenai Shallow Frying dan Deep Frying beserta contoh masakannya.

Shallow Frying

Shallow frying adalah tehnik memasak yang pada umumnya memiliki arti menggoreng dengan minyak yang lebih sedikit. Makanan yang dimasak tidak “tenggelam” dalam minyak, tetapi ukuran tinggi minyaknya kurang lebih cuman sepertiga dari tinggi makanan. 

Sebab itu, umumnya makanan yang dimasak memakai sistem ini cenderung cepat masak atau tidak begitu tebal. Misalkan saja menggoreng ikan. Supaya semua bagiannya masak sempurna, kita dapat membolak-balikkan ikan dengan hati-hati. Umumnya, minyak yang dipakai untuk shallow frying adalah minyak yang cuma dipakai satu kali saja.

Tehnik Memasak Shallow Frying mempunyai beberapa kelemahan dan kelebihan. Keuntungan yang bisa didapat diantaranya: mengolah secara cepat, tidak kehilangan zat nutrisi yang larut di air dan warna makanan yang diolah masih bagus. 

Beberapa kekurangannya yaitu hanya cocok untuk tipe masakan yang memakai potongan daging kecil-kecil yang mahal harganya, makanan susah dikunyah karena hanya diolah dalam kurun waktu sebentar, dan sepanjang proses mengolah perlu ditunggui terus menerus karena masakan harus selalu diaduk-aduk. 

Pemanasan lemak penting dalam sistem shallow frying, karena jika lemak belum panas, makanan yang dimasak dengan langkah ini kurang bagus dan lemak akan teresap oleh makanan. Jika lemak terlampau panas, ini dapat mengakibatkan asap dan sisi luar masakan jadi terbakar gosong. 

Shallow frying adalah sistem yang bagus untuk produk makanan yang cepat masak, memiliki ukuran kecil dan memakan waktu memasak yang cepat misalnya: membuat steak, menggoreng fillet daging, ikan, ayam, ikan utuh yang memiliki ukuran kecil atau sedang, sosis, sayur dan omelettes telur.

Contoh Masakan Shallow Frying

Berikut adalah beberapa contoh masakan yang menggunakan tehnik Shallow Frying adalah sebagai berikut : 

Crispy Chicken Wing

Bagian ayam yang ini memang lumayan banyak penggemarnya. Tidak hanya dada dan paha, ada juga sayap ayam yang umumnya dibalur dengan tepung dan dimasak dengan memakai tehnik shallow frying.

Masak ayam crispy ini dapat dicoba sendiri dirumah. Cukup gampang mendapat kualitas super yang tidak mengecewakan, yang diperlukan hanya beberapa bahan yang pas dan tambahan saos yang nikmat.

Pecak Terong

Apa kamu sudah bosan membuat terong balado atau terong goreng? Jika iya, kamu dapat coba kreativitas baru seperti resep Pecak Terong. Sayur terong yang diolah dengan digeprek dan dibumbu santan ini selanjutnya diproses dengan memakai tehnik shallow frying, tidak kalah sedap dengan olahan terong yang lain. 

Telur Dadar Isi

Telur dadar sebagai satu diantara olahan terkenal untuk dikonsumsi bagi warga indonesia. Rasanya yang nikmat dan akrab, ditambah lagi harga bahan ekonomis. Masakan ini dapat di kreativitaskan dengan bermacam bahan tambahan. 

Diantaranya adalah telur dadar dengan sayur bayam dan yang lain. Memiliki bentuk yang memikat membuat makanan ini bisa diberikan kepada anak kecil.

Baca Juga : Tugas Chef dan Mitos Keliru Soal Chef

Deep Frying

shallow-frying
source : freepik.com

Kebalikan dengan shallow frying, deep frying memakai banyak minyak saat menggoreng. Sesuai namanya, makanan yang dimasak tenggelam lebih dalam pada minyak. Maksudnya, supaya struktur makanan yang dimasak matang secara rata. 

Makanan yang dimasak memakai sistem ini umumnya berbalut tepung hingga perlu minyak yang lumayan banyak untuk hasilkan struktur yang krispi di luar tetapi masih moist dalam. Misalnya saja ayam tepung atau French fries.

Tehnik memasak deep frying merupakan langkah mengolah makanan dengan memendamnya dalam minyak panas (baiknya bersuhu 176-190 derajat Celsius). Saat direndam makanan akan matang dengan cepat.

Artinya,  saat makanan dicelup ke minyak mendidih, susunan luar makanan mengeras dan membuat susunan yang menghalangi minyak masuk di semua sisi pada makanan.

Sementara itu, temperatur panas yang tinggi membuat semua air pada bagian pada makanan menguap dan membuat makanan masak dari dalam.

Ada dua hal yang perlu dijauhi saat memproses makanan dengan tehnik mengolah deep-frying.

  • Pertama, temperatur minyak jangan terlampau rendah. Ini akan membuat minyak menyerap ke bagian dalam makanan hingga membuatnya berminyak.
  • Kedua ,temperatur minyak jangan terlampau tinggi karena akan membuat makanan jadi terlalu kering dan minyak beroksidasi.

Contoh Masakan Deep Frying

Ayam Goreng Tepung

Daging ayam yang mempunyai struktur halus, banyak dicintai oleh beberapa orang. Apalagi dengan Baluran tepung, hingga jadilah ayam goreng tepung yang banyak dicintai oleh sejuta umat. Makanan ini sebagai salah satu diantara contoh dari tehnik Deep frying

Ikan Goreng

Hampir serupa dengan tipe daging-dagingan yang lain, seperti ayam dan sapi, ikan diolah dengan dimasak memakai minyak yang banyak, biasa disebut deep frying. Ikan goreng seperti nila, lele, mas dan yang lain begitu nikmat untuk dimakan