Apa itu Dessert? Pengertian, Jenis dan Contohnya

Dessert adalah beberapa jenis makanan ringan yang disajikan paling akhir setelah sajian utama. Sering juga kita menyebutnya dengan istilah makanan pencuci mulut.

Karena memang secara fungsi, dessert ini bisa menyegarkan setelah menikmati menu utama atau main course yang kadang-kadang memiliki aroma atau rasa yang pekat bahkan amis.

Makanya sangat penting dessert itu harus fresh dan manis.

Lalu, kapan sebenarnya kita mulai mengenal dessert ini ? Mari kita bahas lebih dalam.

Pengertian dan Sejarah Dessert

Seperti yang kita ketahui bersama dessert adalah makanan penutup dan biasanya sering disajikan dalam bentuk eskrim, puding, atau soup manis.

Awalnya, hidangan dessert hanyalah buah-buahan namun seiring berkembangnya waktu, dessert dimodifikasi dalam berbagai bentuk sajian.

Kata dessert berasal dari bahasa Perancis yang artinya membersihkan meja. Pada tahun 1600 istilah dessert pertama kali digunakan dan ada dalam buku pedoman pendidikan kesehatan karya Wiliam Vaughan.

Di awal abad pertengahan, orang-orang Eropa mengolah gula untuk disajikan sebagai makanan penutup.

Karena tingginya permintaan, gula kemudian menjadi sangat mahal dan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang elit saja dalam acara perjamuan atau pesta tertentu.

Singkat cerita, akibat adanya revolusi industri di Amerika dan Eropa dessert diproduksi secara besar-besaran , diproses, diawetkan dan dikemas.

Berikutnya di tahun 2013, seorang ahli bernama Michael Krondl menjelaskan bahwa dessert dihidangkan setelah meja bersih dari hidangan lainnya.

Jenis – Jenis Dessert

Jenis Jenis Dessert

Pada umunya, ada 3 jenis dessert berdasarkan suhu saat penyajiannya.

Apa saja? Yuk simak selengkapnya di bawah ini:

Hot Dessert

Sesuai namanya hot dessert adalah dessert yang disajikan biasanya dalam suhu 40 – 50 derajat celsius.

Contohnya:

  • Souffle, adalah makanan manis dan lembut serta dibuat dari dari kuning telur dan putih telur kocok serta bahan-bahan lain yang dibuat dengan cara di panggang
  • Crepes,adalah snack tipis yang terbuat dari gandum dan crepes merupakan makanan yang sangat digemari di wilayah Eropa dan tempat lainnya. Bahan utamanya adalah terigu, telur, mentega, dan susu.
  • Frittres, merupakan  adonan cair yang dibuat dengan bahan dasar tepung terigu, susu, dan telur. Umumnya,  adonan ini digunakan sebagai bahan celupan dari buah-buah yang digoreng.

Cold Dessert

Dessert jenis ini dihidangkan dalam keadaan dingin. Lebih fresh dan menyegarkan.

Contohnya:

  • Custard merupakan jenis dessert dengan bahan dasar susu dan telur yang dikentalkan diatas api. Sebagai dessert, custard dilapisi dengan tambahan susu atau krim, kuning telur, gula dan aroma
  • Jellies adalah cold dessert yang terstruktur kaku dan kenyal, berbahan dasar gelatin yang terbuat dari agar-agar

Frozen Dessert

Merupakan jenis dessert yang disajikan dalam keadaan beku dan punya macam-macam variasi. Contohnya :

  • Es Krim, frozen dessert ini sangat familiar sekali di masyarakat. Rasanya yang manis, tekstur yang lembut sangat pas disajikan untuk pencuci mulut
  • Sherbet,  sering juga disebut es Italia. Sherbet terbuat dari air, gula dan buah-buahan segar, yang dibuat tanpa susu maupun krim. Sherbet terkenal karena rasa buah yang dihasilkan lebih terasa di lidah daripada es krim. Sherbet juga bisa mengandung alkohol, yang menurunkan titik bekunya sehingga teksturnya lebih lembut
  • Smoothie, merupakan minuman dengan bahan dasar buah-buahan yang dicampur dengan susu atau yoghurt serta tambahan lainnya yang diblender hingga lembut.

Bahan Dasar Membuat Desssert

Untuk membuat sebuah dessert, terlepas dari jenisnya ini adalah beberapa bahan utama yang biasanya diperlukan seperti :

Gula

Gula merupakan bahan wajib yang harus ada dalam pembuatan dessert. Baik itu gula pasir, gula kastor atau brown sugar.

Selain itu juga digunakan madu, karamel, sirup atau golden sirup (terbuat dari gula pasir yang dimasak hingga berwarna kuning keemasan)

Susu dan Krim

Keberadaan susu dan krim berfungsi sebagai cairan dalam pembuatan dessert, yang nantinya akan memberikan rasa gurih yang istimewa dan tekstur yang lembut.

Susu yang digunakan pada umumnya susu sapi cair atau bisa juga olahannya seperti yoghurt, buttermilk atau keju. 

Sementara untuk krim, bisa gunakan krim encer (light krim) yang memiliki kandungan lemak antara 18 hingga 25 %.

Krim kental, dengan lemak 36 hingga 48% dan krim kocok (whipped cream) dengan kandungan lemak didalamnya 30 hingga 35 %

Agar-agar dan gelatin

Agar-agar dan gelatin merupakan bahan dasar untuk membuat puding. Memang keduanya sekilas secara sepintas dan bentuknya sama-sama putih, tapi padahal berbeda.

Agar-agar dibuat dari rumput laut yang direbus dan dikeringkan, sementara gelatin dari tulang muda dan kulit hewan yang direbus sehingga menghasilkan cairan yang bening, kental dan padat.

Terdapat 2 jenis gelatin yaitu gelatin bubuk dan lembaran. Gelatin bubuk harus dilarutkan dalam air hangat kemudian ditim sampai bening, sementara gelatin lembaran cukup direndam dalam air dingin sampai melunak.

Pemakaian gelatin harus benar-benar diperhatikan dengan baik karena akan mempengaruhi tekstur dessert.

Cokelat

Pada umumnya, untuk hidangan penutup bisa berupa cokelat masak dan cokelat bubuk. Terdapat 3 jenis coklat masak yaitu,yaitu cokelat masak pekat (dark cooking chocolate), cokelat masak susu (milk cooking chocolate), dan cokelat masak putih (white cooking chocolate).

Buah-buahan

Untuk buah-buahan, mulai dari yang segar, kering, atau kalengan bisa digunakan dalam pembuatan dessert.

Kehadiran buah-buahan akan menjadikan rasa, tekstur, dan penampilan dessert menjadi istimewa dan berbeda. 

Gunakan buah segar yang ‘matang pohon’  dan sedang musim agar gampang mencarinya.

Bisa menggunakan buah lokal, seperti pisang, jeruk, apel, mangga. Atau bisa juga, buah impor yang mulai banyak dijual di pasar, seperti peach, aprikot, blueberry, kiwi, atau plum. 

Buah kering yang biasanya digunakan adalah kismis/sultana, yang terbuat dari anggur yang dikeringkan.

Sebagian besar  buah tersedia dalam bentuk kalengan, mulai jeruk mandarin, pear, peach, nanas, aprikot, sampai campuran buah-buahan (mixed fruit).

Contoh Dessert Khas Indonesia

Tidak kalah dengan di luar negeri, di Indonesia sendiri juga memiliki dessert dengan ciri khas yang Indonesia banget. Apa saja?

Klepon

Dessert adalah

Klepon merupakan dessert khas Nusantara yang sangat familiar dan mungkin sering kita konsumsi.

Dibuat dari tepung beras, pandan serta isian gula merah. Bentuknya yang bulat kecil dan berwarna hijau serta diselimuti parutan kelapa, memberikan cita rasa gurih di lidah.

Es Campur

Siapa yang tidak kenal dengan minuman yang menyegarkan ini? Apalagi diminum siang-siang saat cuaca gerah, sangat menyegarkan bukan?

Sesuai dengan namanya, es campur diisi dengan berbagai campuran bahan seperti blewah, alpukat, nangka, kolang-kaling, mutiara, agar-agar, tapai singkong, cincau hitam, dan tidak ketinggalan serutan es batu di bagian atas. 

Untuk menambah rasa manis, tidak jarang penjualnya menambahkan sirup yang berfungsi sebagai topping. 

Baca Juga: Appetizer, Pengertian, Jenis dan Contoh Makanannya

SHARE:

Seorang traveller, penyuka dunia perhotelan dan pariwisata Indonesia. Ingin berbagi inspirasi melalui tulisan.

Tinggalkan komentar