Blog

  • Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

    Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

    Berbeda dengan puasa sunnah, puasa Ramadhan memiliki makna yang lebih sarat makna, penantian, dan kenikmatan. Selain disebut sebagai bulan pengampunan, ramadhan memiliki banyak sekali keberkahan bagi sebagian umat muslim. Untuk menyambut dan ikut serta melaksanakannya, mengetahui niat puasa ramadhan menjadi adab penting dalam berpuasa.

    Niat puasa harus dilakukan dengan baik dengan penuh kesadaran baik di dalam hati maupun dilafalkan. Hal ini dianggap penting karena niat menjadi awal kekusyuan umat muslim dalam beribadah dengan mengingat Allah SWT.

    Dalam hadist riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    إنما الأ عمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

    Artinya: ” Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang Ia niatkan,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Pentingnya mengawali bulan keberkahan dengan niat yang benar. Niat sendiri menjadi pembeda antara satu ibadah dengan ibadah lainnya atau membedakan antara ibadah dan kebiasaan.

    Selain itu, niat juga menjadi pembeda tujuan seseorang dalam beribadah. Itulah mengapa pentingnya mengetahui niat yang benar. Sebab niat sendiri menjadi rukun atau syarat sah semua amal ibadah.

    Dalam hal ini, pentingnya niat dalam segala ibadah juga bertujuan agar amalan yang dikerjakan tidak dianggap sia-sia di sisi Allah SWT. Membaca niat puasa Ramadhan yang benar semata-mata hanya ingin mendapatkan Ridho dari Allah SWT.

    Jika kamu bertanya apa niat puasa Ramadhan yang benar?, Waktu yang tepat untuk membaca niat, langkah untuk membaca niat, atau apakah berpuasa akan tetap diterima jika lupa dan tidak membaca niat?. Semua jawaban dari semua pertanyaan itu ada di artikel ini. Yuk simak!

    Niat Puasa Ramadhan Arab, Latin, dan Artinya

    Berikut 6 lafal niat puasa sehari-hari selama bulan Ramadhan yang bisa kamu gunakan:

    1. Niat Puasa Ramadhan

    Niat puasa ramadhan ini yang umum digunakan untuk sebagian besar umat muslim Indonesia saat bulan ramadhan.

    Inilah yang biasanya kita dengar dan diajarkan oleh orang tua dan guru-guru kita sedari SD bahkan usia dini.

    Kata “Ramadhana” merupakan mudhaf ilaihi sehingga dibaca khafadh dengan tanda baca akhirnya berupa fathah, sedangkan kata “sanati” diakhiri dengan tanda baca kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr dengan alasan lil mujawarah.

    Berikut doa niat puasa Ramadhan arab:

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

    Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā 

    Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”

    Baca juga: 3 Doa Buka Puasa Ramadhan & Sunnah: Arab-Latin dan Artinya

    2. Doa niat puasa terdapat dalam Kitab Asnal Mathalib

    Kata “Ramadhana” pada niat di atas menjadi mudhaf ilaihi sehingga dibaca khafadh dengan tanda fathah, sedangkan kata “sanata” diakhiri dengan fathah sebagai tanda nashab atas kezharafannya.

    Berikut doa dan artinya :

     نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةَ لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanata lillāhi ta‘ālā 

    Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala”.

    3. Doa niat yang dikutip dari Kitab Hasyiyatul Jamal dan Kitab Irsyadul Anam

    Kata “Ramadhani” dianggap sebagai mudhaf ilaihi yang juga menjadi mudhaf sehingga diakhiri dengan kasrah yang menjadi tanda khafadh atau tanda jarr-nya.

    Sementara kata “sanati” diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr atas musyar ilaih kata “hādzihi” yang menjadi mudhaf ilaihi dari “Ramadhani”.

    Berikut doa dan artinya :

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā 

    Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”

    4. Doa niat puasa yang bersumber dari kitab I’anatut Thalibin. 

    Berikut doa dan artinya :

    نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ

    Nawaitu shauma Ramadhāna

    Artinya: “Aku berniat puasa bulan Ramadhan.”

    5. Doa niat puasa juga bersumber dari kitab I’anatut Thalibin 

    Berikut doa dan artinya :

     نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ/عَنْ رَمَضَانَ

    Nawaitu shauma ghadin min/’an Ramadhāna

    Artinya: “Aku berniat puasa esok hari pada bulan Ramadhan.” 

    6. Doa niat puasa yang dikutip dari Kitab Asnal athalib. 

    Berikut doa dan artinya :

     نَوَيْتُ صَوْمَ الْغَدِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ عَنْ فَرْضِ رَمَضَانَ

    Nawaitu shaumal ghadi min hādzihis sanati ‘an fardhi Ramadhāna 

    Artinya: “Aku berniat puasa esok hari pada tahun ini perihal kewajiban Ramadhan.” 

    Waktu Berniat Puasa yang Tepat

    Pentingnya membaca niat menjadi pembeda tujuan serta pembeda antara ibadah dan kebiasaan.

    Selain itu, niat puasa Ramadan adalah salah satu lima rukun islam yang wajib dilaksanakan oleh umat islam di seluruh dunia.

    Sebagai ibadah yang wajib, tentu penting untuk kita mengetahui waktu yang tepat untuk berniat puasa Ramadhan. Berikut penjelasan detail mengenai waktu yang tepat untuk berniat puasa Ramadhan.

    Dala madzhab Imam Syafi’I niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari, yakni waktu setelah terbenamnya matahari (maghrib) sampai dengan sebelumnya terbit fajar shadiq (sebelum waktu subuh).

    مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

    “Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah) 

    Dalam berpuasa Ramadhan, kita dianjurkan melakukan niat pada malam hari atau sebelum waktu subuh. Dan tidak sah puasa seorang umat muslim dengan niat puasa pada saat fajar terbit. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam kitab Hasyiyah Al Bujaramy ala Al Khatib sebagai berikut:  

    وَيُشْتَرَطُ لِفَرْضِ الصَّوْمِ مِنْ رَمَضَانَ أَوْ غَيْرِهِ كَقَضَاءٍ أَوْ نَذْرِ التَّبْيِيتُ وَهُوَ إيقَاعُ النِّيَّةِ لَيْلًا لِقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ } وَلَا بُدَّ مِنْ التَّبْيِيتِ لِكُلِّ يَوْمٍ لِظَاهِرِ الْخَبَرِ  

    Artinya: “Disyaratkan dalam melaksanakan puasa fardhu Ramadhan atau lainnya seperti puasa qadha atau puasa nadzar untuk tabyit, yakni melakukan niat pada malam hari sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW: ‘Barang siapa tidak berniat puasa sebelum fajar (malam hari) maka dianggap tidak berpuasa.’ Oleh karena itu, niat berpuasa harus dilakukan setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits tersebut.” (lihat Syekh Sulaiman bin Muhammad bin ‘Umar al-Bujairimi al-Syafi’i, Hasyiyah Al Bujaromy ala Al Khotib, Juz 6, hal. 424). 

    Dari dalil-dalil di atas, kita dapat membuat kesimpulan bahwa waktu yang tepat untuk membaca niat puasa Ramadhan yakni di malam hari setelah maghrib dansebelum waktu subuh tiba. Oleh karena itu, amalkan niat ini sebagai keinginan kita sebagai umat muslim untuk mencapai keridhoan Allah SWT dan keberkahan pada bulan Ramadhan yang penuh dengan kebaikan.

    Pentingnya Membaca Niat Puasa

    Niat puasa Ramadhan menjadi salah satu syarat sah berpuasa, hal ini bukan tanpa sebab. Niat berpuasa memiliki kegunaan bagi diri umat muslim, yakni sebagai pengingat bagi diri sendiri bahwa kita sedang beribadah dan meminta ridho Allah SWT dengan melakukan puasa di bulan Ramadhan.

    Dengan niat yang kuat serta kesadaran penuh akan pentingnya berlomba-lomba mencari pahala pada bulan yang diridhoi-Nya.

    Kita akan selalu diingatkan bahwa setiap tindakan yang kita lakukan selama puasa Ramadhan memanglah harus ikhlas dan tulus.

    Selain itu, niat puasa juga meningkatkan rasa keikhlasan dalam beribadah. Dengan mengucapkan niat puasa, kita akan memperkuat tekad dalam diri untuk melaksanakan puasa dengan ikhlas karena Allah ta’ala.

    Tidak hanya itu, niat puasa Ramadhan juga menambah pahala dan memperbaiki kualitas puasa. Dengan niat yang baik dan benar, kita akan melaksanakan puasa dengan penuh kesadaran dan menghindari tindakan yang bisa membatalkan puasa atau bahkan mengurangi amalan puasa.

    Apakah lupa baca niat puasa Ramadhan sah atau tidak?

    Setelah membahas pentingnya niat puasa bagi keberkahan Ramadhan. Selanjutnya, pertanyaan mengenai hal ini tentu akan timbul dengan sendirinya.

    Menjawab pertanyaan bagaimana, bahwa niat sendiri merupakan syarat sah untuk berpuasa. Jika seorang umat muslim lupa dan tidak membacakan niat berpuasa karena kelalaiannya, tentu puasa akan dianggap tidak sah.

    Dala madzhab Imam Syafi’I niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari, yakni waktu setelah terbenamnya matahari (maghrib) sampai dengan sebelumnya terbit fajar shadiq (sebelum waktu subuh).

    مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

    “Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah) 

    Jelas dijelaskan bahwa “memberi niat adalah salah satu syarat sahnya berpuasa. Berpuasa tanpa memberi niat tidak dianggap sah. Kendati karena lupa, puasa tetap dianggap tidak sah, apalagi jika berniat di siang hari.

    Meski demikian, orang tersebut juga wajib tetap berpuasa pada hari itu, artinya ia tetap harus menahan makan dan minum sampai waktu berbuka puasa.

    Tidak sebatas wajib tetap berpuasa, dia juga wajib mengqadhanya di lain waktu karena status puasanya tidak sah. Hal ini sebagaimana pernah dijelaskan NU Online.

    Bacaan Niat Berpuasa, dibaca Setiap Hari?

    Mengenai bacaan niat puasa Ramadhan yang dibacakan setiap hari. Mengenai empat Imam Mazhab, mereka sepakat bahwa mengucapkan niat puasa cukup dilakukan sekali di awal bulan Ramadhan, dengan beberapa perbedaan dalam detailnya.

    Imam Hanafi dan Maliki menekankan bahwa niat puasa harus diucapkan pada malam hari sebelum fajar, sementara Imam Syafi’i dan Hambali memperbolehkan niat diucapkan pada malam atau pagi hari, asalkan sebelum tergelincir waktu dhuha.

    Namun, terdapat beberapa ulama yang berpendapat bahwa mengucapkann niat puasa di setiap malam Ramadhan lebih baik karena menunjukan tekad kita untuk mencari keridhoan Allah SWT.

    Hal ini juga didukung oleh Ulama Imam An Nawawi dalam Kitab Al Majmu’, bacaan niat sahur perlu dilafalkan setiap hari selama sebulan.

    “Wajib niat untuk tiap-tiap hari, baik Ramadhan atau lainnya. Tidak ada perbedaan pendapat dalam mazhab kami.

    Bila seseorang berniat di awal malam Ramadhan untuk puasa sebulan penuh, niatnya tidak sah kecuali hanya untuk niat malam pertama saja.”

    Dari penjelasan di atas umat muslim diperbolehkan untuk menggunakan niat puasa Ramadhan sebulan penuh, namun disarankan untuk lebih baik berniat setiap malam untuk mendapatkan amalan yang lebih dari Allah SWT.

    Apakah Boleh Niat Berpuasa Menggunakan Bahasa Indonesia?

    Mengingat akan Allah SWT yang Maha Pengampun dan Mengasihi Allah SWT, niat puasa menggunakan bahasa Indonesia diperbolehkan.

    Sebab, dalam islam yang paling penting dari sebuah niat adalah kesungguhan dan keinginan kita untuk menjalankan perintah Allah SWT.

    Dalil yang dapat kita gunakan sebagai referensi adalah hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Sesungguhnya setiap amal itu (tergantung) pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”

    Hadits ini menunjukkan bahwa niat adalah hal yang paling fundamental dalam setiap amal perbuatan, termasuk puasa.

    Selain itu, salah satu ungkapan Syeikh Abu Bakar Syatha dalam I’anah at-Talibin berbunyi “Niat itu dengan hati dan tidak diisyaratkan mengucapkannya”.

    Namun, tetap disunnahkan jika niat puasa Ramadhan dilafalkan” . Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Barangsiaa yang tidak berniat puasa malam hari sbeelum fajar, maka puasanya tidak sah”.

    Cara Niat Puasa Menggunakan Bahasa Indonesia

    Niat untuk puasa dapat dilakukan dengan ucapan lisan maupun dalam hati. Berikut ini adalah contoh niat untuk puasa:

    “Saya niat berpuasa pada hari ini (atau nama bulan Ramadan) untuk menjalankan ibadah puasa yang diwajibkan oleh Allah SWT.”

    Ucapan tersebut dapat diucapkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Arab dengan menyebutkan nama bulan puasa atau hari yang dimaksud. Ingatlah bahwa niat puasa harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, tulus, dan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

    Selain itu, niat juga harus diikuti dengan amalan yang baik dan menjauhi segala hal yang dapat membatalkan puasa.

    Usahakan untuk meresapi setiap makna niat puasa Ramadhan yang akan dijalani, Insyaallah meski menggunakan bahasa Indonesia, kita akan tetap endapatkan manfaat spiritual yang lebih besar.

    Perkara yang Membatalkan Niat Puasa

    Ketika berpuasa, kaum muslimin biasanya akan mewaspadai aktivitas makan maupun minum yang disengaja bisa membatalkan puasa.

    Namun, jarang sekali seorang muslim tahu bahwa tidak hanya berpuasa yang bisa batal. Niat juga bisa batal karena beberapa hal.

    Oleh karena itu, maka otomatis puasa dianggap tidak sah. Imam Nawawi menukil pernyataan al-Mutawalli yang membahas perihal batalnya niat ini sebagai berikut:

     قَالَ الْمُتَوَلِّي فِي آخِرِ الْمَسْأَلَةِ السَّادِسَةِ مِنْ مَسَائِلِ النِّيَّةِ لَوْ نَوَى فِي اللَّيْلِ ثُمَّ قَطَعَ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ سَقَطَ حُكْمُهَا لِأَنَّ تَرْكَ النية ضد للنية بخلاف مالو أكل في الليل بَعْدَ النِّيَّةِ لَا تَبْطُلُ لِأَنَّ الْأَكْلَ لَيْسَ ضِدَّهَا

    “Al-Mutawalli berkata di akhir masalah keenam dari masalah-masalah niat: Apabila seseorang berniat di malam harinya kemudian memutus niat tersebut sebelum fajar maka hukum niatnya menjadi gugur sebab meninggalkan niat adalah lawan dari niat.” (An-Nawawi, al-Majmû’ Syarh Muhaddzab, VI, 299).

    Lalu bagaimana bila ketika pertengahan puasa di siang hari kemudian berniat membatalkan puasanya, apakah niatan pembatalan ini dapat membatalkan puasanya? Dalam hal ini Imam Nawawi menjelaskan:  

    وَلَوْ تَرَدَّدَ الصَّائِمُ فِي قَطْعِ نِيَّةِ الصَّوْمِ وَالْخُرُوجِ مِنْهُ أَوْ عَلَّقَهُ عَلَى دُخُولِ شَخْصٍ وَنَحْوِهِ فَطَرِيقَانِ أَحَدُهُمَا عَلَى الْوَجْهَيْنِ فِيمَنْ جَزَمَ بِالْخُرُوجِ مِنْهُ وَالثَّانِي وَهُوَ الْمَذْهَبُ وَبِهِ قَطَعَ الْأَكْثَرُونَ لَا تَبْطُلُ وَجْهًا وَاحِدًا

    Artinya: “Bila orang yang berpuasa ragu apakah ia telah memutus niat puasanya, membatalkannya atau menggantungkan niatnya atas datangnya seseorang dan sebagainya, maka ada dua pendapat seperti dalam kasus orang yang memastikan akan membatalkan puasanya. Pendapat yang kedua adalah pendapat resmi mazhab, dan ini diputuskan oleh mayoritas ulama Syafi’iyah, yakni tidak batal sama sekali.” (An-Nawawi, al-Majmû’ Syarh Muhaddzab, III, 285)

    Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa, hal yang membatalkan niat puasa adalah mengurungkan niat puasa Ramadhan itu sendiri.

    Hal ini dijelaskan dengan, jika terdapat seorang muslimin yang sakit atau melakukan perjalanan jauh serta ragu apakah esok harinya akan berpuasa atau tidak.

    Dalam hal ini, keraguan menjadi perkara yang bisa membatalkan niat puasa dan seandainya besok tetap diteruskan berpuasa, maka puasanya dianggap tidak sah.

    Itulah beberapa penjelasan mengenai niat dan jawaban atas beberapa pertanyaan mengenai niat puasa Ramadhan dan waktu yang tepat untuk berniat beserta dalil yang relevan. Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat ya!

  • Doa Setelah Wudhu dan Artinya Lengkap dengan Arab Latin

    Doa Setelah Wudhu dan Artinya Lengkap dengan Arab Latin

    Membaca doa setelah wudhu penting untuk dilakukan oleh umat muslim agar dapat menyempurnakan amalan tersebut. Seperti yang kita tahu bahwa sebelum melaksanakan sholat diharuskan untuk berwudhu supaya suci dari hadas kecil.

    Nah, jika kamu berdoa setelah wudhu dapat dikatakan sebagai penyempurna proses bersuci dan rangkaian terakhir dari wudhu. Doa setelah wudhu di dalam islam tidak diwajibkan, melainkan menjadi kategori amalan Sunnah oleh Rasulullah SAW.

    Ingin tahu bacaan doa setelah wudhu yang baik dan benar? Yuk, ketahui jawabannya melalui artikel di bawah ini!

    Pengertian Wudhu

    Wudhu diambil dari kata wadhah yang artinya kebersihan. Sedangkan, wudhu secara istilah adalah aktivitas menggunakan air pada anggota badan khusus yang diawali dengan niat.

    Jika tidak ada air, wudhu bisa dilakukan dengan menggunakan debu atau biasa disebut dengan tayamum. Tayamum adalah bersuci dari hadas kecil menggunakan debu sebelum melaksanakan sholat, ketika tidak ada air di sekitar.

    Wudhu biasanya dilakukan sebelum melaksanakan sholat wajib atau Sunnah, menyentuh atau membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya.

    Hal-hal yang membatalkan wudhu antara lain menyentuh lawan jenis, melakukan hadas kecil dan besar, seperti buang air kecil dan besar, dan sebagainya.

    Wudhu harus dilakukan dengan benar sesuai urutan dan harus tertib. Sebab, wudhu merupakan bagian dari syarat sah sholat, yang mana jika tidak dilakukan atau salah dalam melaksanakan wudhu, sholatnya tidak akan sah atau diterima.

    Dalil Tentang Wudhu

    Perintah untuk melakukan wudhu tercantum di dalam surat Al-Maidah ayat 6, sebagai berikut:

    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.”

    Dan di dalam hadis, seperti berikut ini:

    “Allah tidak menerima sholat salah seorang di antara kamu sampai ia berwudhu.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi).

    Baca juga: Arti La Tahzan Innallaha Ma’ana, Tulisan Arab & Maknanya

    Anjuran Membaca Doa Setelah Wudhu

    Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa doa setelah wudhu merupakan amalan Sunnah sesuai sabda Rasulullah SAW, seperti di bawah ini:

    مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

    Artinya: “Barangsiapa berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya kemudian ia membaca doa (yang artinya) ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri.’ Maka dibukalah delapan pintu untuknya delapan pintu surga yang dapat ia masuki dari mana saja ia mau.” (HR. Tirmidzi; hadits shahih).

    Bacaan Doa Setelah Wudhu

    Doa setelah wudhu

    Berikut ini bacaan doa setelah wudhu beserta latin dan artinya sesuai Sunnah Rasulullah SAW:

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

    Bacaan latin: Asyhadu al lâ ilâha illaLlâh wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluhu. Allahumma ij’alni minat tawwâbîna waj’alni minal mutathahhirîn. Subhânaka Allâhumma wa bihamdika asyhadu al lâ ilâha illa Anta astaghfiruka wa atûbu ilaik. Wa shallaLlâhu ‘ala sayyidina Muhammad wa `âli Muhammad.

    Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Mahasuci engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampunan pada-Mu, dan bertaubat pada-Mu. Semoga berkah rahmat Allah senantiasa terlimpahkan pada nabi Muhammad dan keluarganya.”

    Bacaan Doa Setelah Wudhu Pendek

    Jika kamu kesusahan menghafal doa setelah wudhu seperti di atas karena terlalu panjang, ada juga bacaan versi singkatnya yang mudah dihafal, seperti berikut ini:

    وَرَسُولُهُ دُهُ عَبْ مُحَمَّدًا أَنَّ وَأَشْهَدُ . لَهُ شَرِيكَ لاَ وَحْدَهُ اللَّهُ إِلاَّ إِلَهَ لاَ أَنْ أَشْهَدُ

    Bacaan Latin: Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahuu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluh.

    Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

    Bacaan Niat Wudhu

    Selain bacaan doa setelah wudhu, terdapat doa yang wajib kamu hafal adalah niat wudhu. Sebab, niat wudhu adalah hukumnya wajib, jika tidak dibaca maka wudhunya tidak sah.

    Niat wudhu diucapkan ketika sedang membasuh bagian wajah atau muka. Berikut ini adalah pelafalan niat wudhu beserta latin dan artinya:

    تَعَالَ ِللهِ فَرْضًا اْلاَصْغَرِ الْحَدَثِ لِرَفْعِ الْوُضُوْءَ نَوَيْتُ

    Bacaan latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil ashghari fardal lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala.”

    Rukun dan Tata Cara Wudhu

    Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa melakukan wudhu secara benar merupakan bagian dari syarat sah sholat, di mana sholat tidak akan diterima jika pelaksanaan wudhunya masih salah.

    Berikut rukun dan tata cara wudhu yang baik dan benar:

    1. Membasuh Telapak Tangan

    كُلِّهَا مَعَاصِكَ مِنْ يَدَيَّ احْفَظْ اللّٰهُمَّ

    Artinya: “Ya Allah peliharalah kedua tanganku dari perbuatan maksiat pada-Mu.”

    2. Berkumur

    عِبَادَتِكَ وَحُسْنِ وَشُكْرِكَ ذِكْرِكَ عَلَى أَعِنِّي اللّٰهُمَّ

    Artinya: “Ya Allah bantulah aku untuk selalu berdzikir kepada-Mu dan selalu memperbaiki ibadah kepada-Mu.”

    3. Membasuh Lubang Hidung

    رَاضٍ عَنِّي وَاَنْتَ الجَـنَّةِ رَائِحَةَ أَرِحْنِي اَللّٰهُمَّ

    Artinya: “Ya Allah berikan aku penciuman wewangian surga dan keadaan Engkau terhadap diriku yang selalu meridhoi.”

    4. Membasuh Wajah

    Khusus untuk doa membasuh wajah dibaca ketika membaca niat wudhu.

    وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ تَبْيَضُّ يَوْمَ وَجْهِى بَيِّضْ اللّٰهُمَّ

    Artinya: “Ya Allah putihkan wajahku pada hari menjadi putih berseri-seri wajah kaum muslimin dan menjadi hitam legam wajah-wajah orang kafir.”

    5. Membasuh Tangan Kanan

    يَسِيْرً حِسَاباً وَحَاسِبْنِى بِيَمِيْنِى كِتاَبِى اَعْطِنِى اَللّٰهُمَّ

    Artinya: “Ya Allah berikanlah kepadaku kitab amalku dari tangan kananku dan hisablah aku dengan penghisaban yang ringan.”

    6. Membasuh Tangan Kiri

    ظَهْرِىْ وَرَاءِ وَلاَمِنْ بِشِمَالِى كِتاَبِى تُعْطِنِى لاَ اَللّٰهُمَّ

    Artinya: “Ya Allah jangan Engkau berikan kepadaku kitab amal dari tangan kiriku atau pada belakang punggungku.”

    7. Mengusap Rambut Kepala

    النَّارِ عَلَى وَبَشَرِيْ شَعْرِيْ حَرِّمْ اللّٰهُمَّ

    Artinya: “Ya Allah haramkan rambut dan kulitku dari atas api neraka.”

    8. Membasuh Kedua Telinga

    أَحْسَنَهُ فَيَتَّبِعُوْنَ اْلقَوْلَ يَسْتَمِعُوْنَ الَّذِيْنَ مِنَ اجْعَلْنِ اَللَّهُمَّ

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan nasihat dan mengikuti sesuatu yang terbaik.”

    9. Membasuh Kaki Kanan

    عَلَى قَدَمِيْ ثَبِّتْ اَللّٰهُمَّ .مُتَقَبَّلًا وَعَمَلًا مَغْفُوْرًا وَذَنْبًا مَشْكُوْرًا سَعْيًا اِجْعَلْهُ اللّٰهُمَّ يَوْمَ  الْأَقْدَامُ فِيْهِ تَزِلُّ يَوْمَ الصِّرَاطِ

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shiratal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir.”

    10. Membasuh Kaki Kiri

     الْمُنَافِقِيْنَ اَقْدَامُ فِيْهِ تَزِلُّ يَوْمَ النَّارِ فِي الصِّرَاطِ عَلَى قدَمَيَّ لَاتَزِلُّ اَللّٰهُمَّ

    وَالْمُشْرِكِين

    Artinya: “Ya Allah jangan kau gelincirkan langkah (pendirianku) pada jalan neraka pada hari digelincirkannya langkah (pendirian) orang-orang munafik dan orang-orang musyrik.”

    Itulah doa setelah wudhu yang perlu hafal dan dibaca. Senantiasa menjaga wudhu agar Allah selalu menjamu.

  • Doa Sebelum dan Sesudah Makan Beserta Adab Saat Makan dalam Islam

    Doa Sebelum dan Sesudah Makan Beserta Adab Saat Makan dalam Islam

    Doa sebelum makan dan doa sesudah makan – Sebagai umat muslim, sebelum makan kita wajib membaca doa sebelum makan. Pasalnya, makanan merupakan rezeki dari Allah yang patut kita syukuri.

    Maka dari itu, membaca doa sebelum makan ialah salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT dan memohon perlindungan agar terhindar dari godaan setan.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut doa makan beserta adab saat makan di dalam Islam!

    Pentingnya Membaca Doa Sebelum Makan

    Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa membaca doa sebelum makan artinya kita bersyukur dengan makanan yang Allah kasih.

    Doa sebelum makan juga salah satu cara mengakui bahwa makanan yang kita makan merupakan anugerah dari Allah dan kita bergantung kepada-Nya dalam kebutuhan sehari-hari.

    Setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT merupakan sebagai bentuk mencari keberkahan dari-Nya dan meminta perlindungan dari marabahaya. Hal tersebut juga berlaku untuk doa makan.

    Doa sebelum makan juga sebagai pengingat untuk makan secukupnya dan menghargai berkah yang Allah berikan kepada umat muslim.

    Terakhir, doa makan bisa dikatakan sebagai simbol persaudaraan dan persatuan umat muslim. Karena dengan makanan, umat Islam bisa berbagi makanan dengan orang lain. Serta dengan membaca doa sebelum makan, kita diingatkan bahwa untuk saling berbagi berkah dengan orang-orang di sekitar kita.

    Doa Sebelum Makan Arab latin dan Artinya

    Doa Sebelum Makan Arab latin dan Artinya

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Bacaan latin: Allahumma barik lana fi ma razaqtana waqina ‘adhaban-nar.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah dan semoga Allah memberkahi makanan yang Engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari azab neraka.”

    Doa sebelum makan sangat dianjurkan untuk dibaca oleh semua kaum muslimin. Dengan membaca doa ini, kita sadar bahwa makanan adalah karunia Allah SWT dan berharap makanan yang kita makan membawa keberkahan.

    Selain itu, kita juga meminta kepada Allah SWT untuk terhindar dari godaan setan dan memberi perlindungan dari azab neraka karena hanya Dia yang memberi rezeki dan memiliki kuasa untuk mengambilnya kembali.

    Baca juga: 3 Doa Buka Puasa Ramadhan & Sunnah: Arab-Latin dan Artinya

    Doa Ketika Lupa Membaca Doa Sebelum Makan

    Sebagai manusia, lupa adalah hal yang sering dirasakan oleh semua orang. Termasuk lupa baca doa sebelum makan. Sangat wajar jika kamu lupa membaca doa sebelum makan dan baru ingat ketika sudah mulai makan.

    Jika kamu merasakan hal di atas, jangan khawatir, berikut doa ketika kamu lupa membaca doa sebelum makan:

    بِسْمِ اللهِ آوَلُهُ وَآخِرُهُ

    Bacaan latin: Bismillahi awwaluhu wa akhiruhu.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, untuk awal dan akhir (makan).”

    Bacaan di atas diambil dari hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika salah seorang kalian hendak makan, sebutlah nama Allah Ta’ala, jika terlupa katakanlah (doa di atas).”

    Serta terdapat kisah lainnya di balik doa tersebut, seperti yang dikutip dari Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi, diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni dan an-Nasa’i, dari Umayyah bin Makhsyi, seorang sahabat Nabi dia berkata:

    “Rasulullah SAW sedang duduk, kemudian ada seseorang yang makan dengan tanpa menyebut nama Allah, hingga ada seseorang yang makan dengan tanpa menyebut nama Allah, hingga makanannya tersisa sesuap saja, ketika dia mengangkat tangannya pada suapan terakhir itu, dia membaca doa tersebut.”

    Nabi Muhammad SAW tertawa, dan beliau bersabda: “Syaitan sedang makan bersamanya, akan tetapi ketika dia menyebut nama Allah, syaitan memuntahkan apa yang ada di perutnya.”

    Doa Sesudah Makan dan Artinya

    Doa Sesudah Makan

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

    Bacaan latin: Alhamdulillahi ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa minal muslimiin.

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan telah memberi kami minum, dan menjadikan kami termasuk orang yang patuh.

    Selain itu, disebutkan juga di dalam hadis yang diriwayat oleh Mu’adz bin Anas, Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapa yang makan suatu makanan kemudian berdoa:

    اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقْنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلً مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

    (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dengan makanan ini dan menjadikannya rezeki untukku, tanpa daya dan kekuatan dariku) Maka akan diampuni dosanya yang terdahulu.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi).

    Baca juga: Hukum dan Cara Mengqodho Sholat Fardhu yang Terlewat Sesuai Syariat

    Adab Makan di Dalam Islam dan Dalilnya

    Selain berdoa, umat muslim juga harus mematuhi adab saat makan agar makanan yang dikonsumsi menjadi penuh berkah dan mendatangkan kebaikan untuk diri sendiri ataupun orang lain.

    Adab makan di dalam Islam juga disesuaikan dengan Al-Qur’an atau hadis nabi, seperti berikut ini:

    1. Makan sambil duduk atau berdiri jika kondisi tidak memungkinkan untuk duduk

    Poin ini tercantum di dalam hadis nabi, yang artinya:

    “Sesungguhnya aku makan seperti makan orang yang berdiri, dan aku duduk seperti duduk orang yang duduk.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    2. Makan menggunakan tangan kanan

    Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yang artinya:

    “Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya, maka janganlah kalian makan dengan tangan kalian yang kiri.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

    3. Tidak terlalu banyak bicara saat makan

    Saat makan tidak boleh banyak bicara saat makan sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang lebih buruk daripada dua orang yang makan dalam satu meja yang sama, namun keduanya tidak bersikap sopan satu sama lain.” (HR. Tirmidzi).

    4. Bersihkan tangan sebelum dan sesudah makan

    Adab ini tercantum di dalam salah satu ayat Al-Qur’an yang berisikan sebagai berikut:

    “Hai orang-orang yang beriman, jika kalian hendak shalat, maka bersucilah kalian, dan jika kalian dalam keadaan junub maka mandilah. Jika kalian sakit atau sedang dalam perjalanan atau setelah kalian buang hajat, atau kalian telah menyentuh wanita, lalu kalian tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah kalian dengan tanah yang baik (bersih), sapulah muka kalian dan tangan kalian.” (QS. Al-Maidah ayat 6).

    5. Membaca doa sebelum dan sesudah makan

    Membaca doa sebelum makan ternyata salah satu adab yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, seperti di bawah ini:

    “Barangsiapa yang makan dan kemudian mengucapkan hamdalah, maka dosa-dosanya terhapuskan.” (HR.Tirmidzi). Selain itu, dari Jabir bin Abdullah RA dia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang masuk ke dalam rumahnya, lalu ia menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika menghadapi makanannya, maka setan akan berkata kepada teman-temannya, ‘Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada pula makan malam untuk kalian.’

    Tetapi, sebaliknya, apabila ia masuk ke dalam rumah tanpa menyebut nama Allah pada waktu masuknya, maka setan pun akan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam.’ Dan apabila ia tidak menyebut nama Allah pada saat menghadapi makanannya, maka setan pun akan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam dan sekaligus makan malam.” (Muslim 6/108).

    Itulah doa sebelum makan dan doa sesudah makan yang bisa diamalkan. Dengan mengamalkannya, kita secara langsung mengingat bahwa apa yang kita makan adalah salah satu contoh rejeki dari Allah SWT yang bisa kita nikmati.

  • 12 Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam, Sukses Dunia Akhirat

    12 Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam, Sukses Dunia Akhirat

    Keutamaan menuntut ilmu dapat dianggap sebagai ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Maka dari itu, menuntut ilmu sangat dianjurkan di dalam Islam.

    Tak hanya dari segi ibadah saja, dengan menuntut ilmu kita bisa berkontribusi di dalam masyarakat dan menjadi orang bermanfaat untuk orang lain.

    Lantas, apa saja sih keutamaan menuntut ilmu di dalam Islam? Yuk, ikuti artikel berikut ini sampai habis!

    Keutamaan menuntut ilmu dapat dibagi menjadi dua, yaitu menurut hadis dan Islam, serta untuk kehidupan di dunia.

    Hukum Menuntut Ilmu

    Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa menuntut ilmu merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan di dalam Islam dan bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat. Berikut hukum-hukum menuntut ilmu:

    1. Fardu kifayah

    Fardu kifayah adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh umat Islam, namun apabila terdapat umat muslim lainnya yang melasanakan kegiatan tersebut, maka kewajiban ini gugur.

    Contoh ilmu pengetahuan dari hukum ini adalah subjek pengetahuan umum, seperti ilmu kedokteran, ilmu bahasa, ilmu astronomi dan sebagainya.

    2. Fardu ‘Ain

    Fardu ‘Ain adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam yang telah memenuhi syarat, jika meninggalkan aktivitas tersebut dapat berdosa.

    Hukum ini akan berlaku jika ilmu tersebut wajib untuk dipelajari oleh seluruh umat muslim dalam segala situasi dan kondisi. Seperti misalkan ilmu agama Islam, ilmu mempelajari Al-Qur’an, ilmu tata cara beribadah dan lain-lain.

    Baca juga: 7 Doa untuk Menenangkan Hati dari Sedih dan Gelisah

    4 Adab Menuntut Ilmu Menurut Ajaran Islam

    Sebelum menuntut ilmu, harus memperhatikan adab-adabnya agar ilmu tersebut bisa bermanfaat dan berkah. Berikut beberapa adab menuntut ilmu:

    1. Niat karena Allah SWT

    Niat adalah suatu hal yang sangat penting di dalam kehidupan. Dengan niat, kita bisa membedakan antara aktivitas biasa dan kegiatan untuk beribadah kepada Allah SWT.

    Seperti misalkan niat untuk melaksanakan sholat, niat sebelum masuk kamar mandi, niat untuk ke luar rumah dan lain-lain. Termasuk niat sebelum menuntut ilmu.

    Dengan membaca niat, ilmu yang kita peroleh menjadi bermanfaat dan menuntut ilmu dengan penuh keikhlasan.

    2. Selalu berdoa saat menuntut ilmu

    Hal ini berdasarkan kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang sering kali berdoa kali setiap kali ingin menuntut ilmu, seperti berikut ini:

    “Ya Allah, berikanlah manfaat atas apa yang Engkau ajarkan untukku, ajarilah aku dengan hal-hal yang bermanfaat untukku, serta tambahkanlah aku ilmu.”

    3. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu

    Agar bisa memperoleh ilmu yang bermanfaat, hendaknya kita harus antusias atau bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

    Rasulullah SAW menganjurkan umat-Nya untuk terus menuntut ilmu seperti seolah-olah tidak kenyang atas seluruh ilmu yang didapatkan dan terus penasaran, agar selalu menuntut ilmu. Sebagaimana pada hadis berikut ini:

    “Terdapat dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu untuk orang yang rakus atas ilmu serta tidak pernah puas atasnya serta orang yang rakus dengan dunia juga tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi).

    4. Menjauhi maksiat

    Pada hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, yang artinya:

    “Seorang hamba yang melakukan sebuah kesalahan, maka akan dititipkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya serta meminta ampun juga bertaubat, hatinya akan dibersihkan. Apabila kembali (berbuat maksiat), maka akan ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Hal tersebutlah yang diistilahkan dengan nama ‘ar raan’ yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu akan menutupi hati mereka’.”

    6 Keutamaan Menuntut Ilmu Menurut Hadis dan Islam

    1. Jalan utama menuju surga

    Siapa di sini yang ingin masuk surga? Hampir setiap umat muslim pasti menginginkan masuk surga. Pasalnya, masuk surga adalah menjadi salah satu tujuan hidup umat Islam. Bahkan, ia menjadi janji dari Allah SWT untuk orang-orang muslim yang mempunyai banyak amalan shalih.

    Maka dari itu, ketika Allah SWT menjadikan ilmu sebagai jalan utama menuju surga, hal tersebut menunjukkan keutamaan menuntut ilmu. Sebagaimana hadis di bawah ini:

     “… Barang siapa yang meniti suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga…” (HR. Ahmad).

    2. Warisan para Nabi

    Ilmu merupakan warisan para Nabi yang sangat baik untuk diperoleh. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

     “Dan sesungguhnya para Nabi tidak pernah mewariskan uang emas dan tidak pula uang perak, akan tetapi mereka telah mewariskan ilmu (ilmu syar’i) barang siapa yang mengambil warisan tersebut maka sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak,” (HR Ahmad).

    Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa keutamaan menuntut ilmu lebih tinggi daripada uang atau yang bersifat materi.

    Hal tersebut dikarenakan jika ada seseorang memiliki ilmu dan mengarjakannya kepada orang lain, makahal tersebut akan menjadi amal jariyah untuk orang tersebut sampai ia meninggal dunia.

    Baca juga: Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dalam Islam, Pikiran Kembali Bersih

    3. Kebaikan yang dikehendaki oleh Allah SWT

    Menuntut ilmu adalah suatu kebaikan yang dikehendaki oleh Allah SWT. Hal tersebut berdasarkan hadis di bawah ini:

     “Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Allah akan menjadikannya paham akan agamanya,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz menafsirkan hadis tersebut:

    “Mafhum (makna tersirat) dari hadis ini bahwasanya orang yang tidak memahami agamanya berarti orang itu termasuk orang yang tidak dikehendaki kebaikan oleh Allah dan kami mohon perlindungan kepada Allah dari hal yang seperti itu.”

    4. Ditinggikan derajatnya

    Keutamaan Menuntut ilmu dalam islam

    Keutamaan menuntut ilmu selanjutnya adalah Allah akan meninggikan derajat golongan orang tersebut. Hal ini sebagaimana yang tercantum di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ

    لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟

    ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

    Bacaan latin: “Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa’illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-‘ilma darajāt, wallāhu bimā ta’malụna khabīr.”

    Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:

    ‘Berlapang-lapanglah dalam majlis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.

    Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

    Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (Q.S. Al-Mujadalah: 11).

    Imam Syaukani menafsirkan ayat tersebut menjadi:

    “Dan makna ayat ini bahwasanya Allah mengangkat beberapa derajat orang-orang beriman dari orang-orang yang tidak beriman, dan mengangkat beberapa derajat orang-orang yang berilmu (dan beriman) dari orang-orang yang hanya beriman.

    Maka barang siapa yang memadukan antara iman dan ilmu maka Allah mengangkatnya beberapa derajat karena imannya lalu Allah mengangkat derajatnya karena ilmunya.”

    5. Memperbaiki akhlak

    Menuntut ilmu juga dapat mengembangkan akhlak dan karakter yang baik.

    Hal tersebut dikarenakan di dalam ilmu mempelajari nilai-nilai etika dan moral, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, menghormati hak-hak orang lain, dan menjaga integritas.

    Dalam mempelajari ilmu pengetahuan juga kita tidak bisa sembarangan melakukan sesuatu, di setiap bidang ilmu pasti ada etika yang berlaku.

    Contohnya adalah ketika kita ingin meneliti seseorang, melakukan operasi, wawancara terhadap seseorang atau menjadi psikolog, pasti ada etika tertentu yang harus dipatuhi. Nah, dari situ kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Meningkatkan akhlak yang baik di dunia juga dapat memberikan manfaat yang baik untuk kehidupan akhirat kelak.

    Baca juga: 6 Doa Meminta Keturunan yang Dipanjatkan Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim

    6. Mendapatkan pahala yang terus mengalir meski telah meninggal

    Salah satu keutamaan menuntut ilmu adalah akan mendapatkan pahala yang mengalir, meskipun kita telah meninggal dunia. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yang artinya:

     “Apabila anak cucu Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali melalui tiga jalur: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang senantiasa mendoakannya,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    6 Keutamaan Menuntut Ilmu untuk Kehidupan di Dunia

    Tak hanya dari sisi agama, menuntut ilmu juga mempunyai beberapa manfaat untuk kehidupan di dunia, yaitu:

    1. Mengembangkan keterampilan atau keahlian

    Mengembangkan keterampilan atau keahlian

    Keutamaan menuntut ilmu untuk kehidupan di dunia yang pertama adalah tentu saja dapat mengembangkan keahlian tertentu atau beberapa keterampilan.

    Ketika kamu menempuh pendidikan formal, pasti akan mendapatkan hard skill yang berguna, seperti menghitung, membaca, menganalisis dan sebagainya.

    Bahkan, kamu juga memperoleh hard skill di luar pendidikan formal, lho. Hal tersebut karena di zaman yang serba digital seperti sekarang ini, sudah banyak lembaga-lembaga non-formal yang menawarkan bootcamp keahlian tertentu, seperti coding, website atau application development, menulis, barista dan lain-lain.

    Belum lagi soft skill yang diperoleh dari organisasi, kepanitiaan atau volunteer yang diikuti.

    Keahlian-keahlian tersebut tentu saja penting di dalam dunia kerja maupun kehidupan pribadi.

    2. Meningkatkan kesempatan karir

    Seiring perkembangan zaman, persaingan dunia kerja semakin kompetitif, lho. Kamu dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan di dunia kerja.

    Bahkan, kalau bisa harus mempunyai pengetahuan yang lebih dalam terhadap bidang tertentu supaya dapat dipromosikan ke jenjang karir yang lebih tinggi.

    Dengan adanya pengetahuan ini, kamu bisa switching karir atau mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

    3. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis

    Jika kamu mempunyai pengetahuan yang baik, kamu dapat membuat keputusan yang bijaksana dalam berbagai aspek kehidupan.

    Terlebih, kehidupan itu dinamis dan tidak ada yang tahu tentang masa depan kecuali Allah SWT. Namun, dengan pengetahuan yang baik, kita dapat menyelesaikan masalah dengan bijak.

    Ilmu pengetahuan juga dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu kompleks, kemampuan untuk membuat yang rasional, dan kemampuan untuk mengevaluasi informasi dengan bijaksana.

    4. Meningkatkan penghasilan

    Pasti sudah sering mendengar istilah, pendidikan adalah investasi? Istilah tersebut ada benarnya.

    Investasi di sini maksudnya adalah dapat meningkatkan jenjang karir, sehingga berpeluang untuk menghasilkan penghasilan yang lebih tinggi.

    Pendidikan juga digadang-gadang dapat memberantas kemiskinan struktural. Sebab, pendidikan yang lebih tinggi disertai dengan kemampuan yang mumpuni cenderung berkorelasi terhadap penghasilan yang lebih tinggi.

    5. Menjadi panutan bagi orang lain

    Dengan memiliki pengetahuan yang luas, seseorang dapat memberikan pengaruh positif dan panutan kepada orang lain.

    Seperti ustadz-ustadz atau pendiri sesuatu, contohnya Bill Gates, pasti dapat memberikan motivasi belajar kepada orang lain.

    Hal tersebut dapat diartikan seseorang menjadi contoh teladang dalam tindakan, sikap dan pemikiran yang baik.

    Tak hanya itu, seseorang yang mempunyai pengetahuan yang luas dapat memberikan bimbingan dan inspirasi kepada orang lain untuk mengikuti jejak yang positif.

    6. Meningkatkan kualitas hidup

    Dengan menuntut ilmu, kita dapat memahami dunia dengan lebih baik. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas, dapat memungkinkan untuk mengatasi tantangan dan masalah yang lebih baik.

    Kita juga mempunyai kesempatan untuk mengembangkan minat dan hobi, atau memperluas wawasan, sehingga mencapai kepuasan pribadi.

    Ilmu berperan penting dalam kehidupan supaya terus maju dan menjadi lebih baik. Menuntut ilmu dapat menghasilkan keunggulan yang kompetitif, penghasilan yang lebih tinggi, peluang karir yang lebih baik dan pengembangan pribadi. Itu semua bermuara pada peningkatan kualitas hidup.

  • Doa Sakit Gigi, Baca dan Usapkan Bagian Nyeri Agar Mereda!

    Doa Sakit Gigi, Baca dan Usapkan Bagian Nyeri Agar Mereda!

    Bagi sebagian orang, sakit gigi merupakan kondisi paling tidak menyenangkan karena seringkali membuat beberapa aktivitas terhenti karena sakitnya yang tak terbayangkan. Namun, beberapa orang melupakan bahwa terdapat satu obat ampuh, yakni membaca doa sakit gigi.

    Membaca doa sakit gigi menjadi ikhtiar untuk menghilangkan rasa sakit dengan meminta kesembuhan kepada Allah SWT.

    Sembari mengusap bagian yang sakit, bacalah doa sakit gigi berikut ini!

    Bacaan Doa Sakit Gigi

    Ada banyak sekali doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk diamalkan, salah satunya yakni doa sakit gigi. Doa sakit gigi ini dibaca dengan memegang bagian yang terasa nyeri. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim sebagai berikut:

    وروينا في صحيح مسلم رحمه الله، عن عثمان بن أبي العاص رضي الله عنه، أنه شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وجعا يجده في جسده، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم ضَعْ يَدَك عَلَى الَّذِي تَأْلَمُ مِنْ جَسَدِك، وَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاَللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Artinya: “Diriwayatkan kepada kami dalam shahih Muslim rahimahullah, dari Utsman bin Abil ‘Ash RA bahwa ia mengadu kepada Rasulullah SAW perihal penyakit yang ia rasakan pada tubuhnya. Rasulullah SAW lalu mengatakan kepadanya, ‘Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang dirasa sakit. Bacalah tiga kali, ‘Bismillāh.’

    Selain membutuhkan obat, membaca doa sakit gigi merupakan salah satu ikhtiar dengan mengingatkan manusia bahwa kebesaran Allah SWT dapat menghapuskan penyakit meski itu mustahil.

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut.” (HR. Bukhari)

    Seperti anjuran Rasulullah SAW, baca doa sakit gigi berikut ini dengan memegang bagian yang sakit.

    بِاسْمِ اللَّهِ (3×)

    Bismillah (3 x)

    أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ (7×)

    A’udzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7 x)

    Artinya: Dengan menyebut nama Allah, dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai. (HR. Muslim no. 2202)

    Selain itu, ada lagi doa sakit gigi lainnya yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Berikut adalah bacaannya:

    اللَّهُمَّ أَذْهِبْ عَنْهُ سُوءَ مَا يَجِدُ وَفُحْشَهُ بِدَعْوَةِ نَبِيِّكَ الْمُبَارَكِ الْمَكِينِ عِنْدَكَ

    Allahuma adzib ‘anhu su-a ma yajidu wa fuhsyahu bi da;wati nabiyyikal mubarakil makini indaka.

    Artinya: “ Ya Allah, lenyapkanlah darinya keburukan apa yang ia rasakan beserta kekejiannya dengan doa Nabi-Mu yang penuh berkah di sisi-Mu.”

    Selain itu ada doa sakit gigi lain yang bisa kita baca untuk meredakan nyerinya. Meski doa sakit ini tidak diperuntukkan secara khusus untuk meredakan nyeri akibat sakit gigi saja, namun doa ini dapat dibaca untuk meredakan rasa nyerinya. Berikut bacaannya:

    اللهُمَّ أَذْهِبِ الْأَلَمَ، رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma adhibil ‘alam, rabb an-nas, was-hif anta ash-shafi, la shifa’a illa shifauka, syifaan la yughadiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah, hilangkanlah rasa sakitnya, wahai Tuhan manusia, dan sembuhkanlah dia. Tidak ada penyembuhan kecuali dengan penyembuhan dari-Mu, sembuhkanlah dia yang tidak meninggalkan penyakit apa pun.”

    Baca juga: 30 Ayat Alquran Tentang Cinta dan Kasih Sayang, Hati Lebih Tentram!

    Anjuran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dalam Islam

    Dalam ajaran Islam, menjaga kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu bentuk penjagaan diri. Gigi dan mulut menjadi bagian penting yang perlu dijaga kebersihannya karena merupakan media dalam berkomunikasi kita seorang muslim dengan Allah SWT.

    Selain itu, anjuran-anjuran yang ditetapkan oleh Allah SWT merupakan kebaikan yang diperuntukkan untuk umat-Nya sendiri. Salah satunya yakni bentuk pencegahan sakit gigi yang menyebabkan sebagian orang kesulitan dalam beraktivitas.

    Adapun anjuran agama Islam untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah sebagai berikut:

    1. Rajin Menyikat Gigi

    Anjuran mengenai rajin menyikat gigi ini berasal dari ajaran Rasulullah SAW. Menyikat gigi juga termasuk bentuk penjagaan diri baik kebersihan, fisik ataupun spiritual.

    Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Kebersihan adalah setengah dari iman.” (Sahih Muslim)

    Oleh karena itu, penting untuk menyikat dan membersihkan gigi secara teratur untuk menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan gusi.

    Rasulullah SAW mengajarkan kepada setiap umatnya bagaimana cara membersihkan gigi dan mulut agar tetap sehat dan bersih. Di mana beliau menggunakan siwak yang digosok-gosokan pada gigi.

    Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:

    السِّوَاكَمَطْهَرَةٌلِلْفَمِّمَرْضَاةٌلِلرَّبِّ

    Artinya: “Siwak membuat bersih mulut dan mendatangkan ridha Allah.” (HR. Ahmad).

    Bahkan jika tidak menyulitkan, Nabi Muhammad SAW akan memerintahkan untuk menggunakan siwak setiap hendak sholat.

    Nabi Muhammad SAW berkata, “Jika saya tidak menemukan kesulitan bagi umat saya, saya akan memerintahkan mereka untuk menggunakan siwak sebelum setiap shalat.” (Sunan bin Majah)

    2. Rutin Check Up dengan Ahli

    Selain rajin menyikat gigi, Islam menganjurkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan melakukan tindakan pencegahan seperti rutin check di dokter gigi.

    Sama halnya ketika sakit gigi, mencari perawatan medis diperlukan sebagai ikhtiar yang dilakukan selain berdoa memohon kesembuhan kepada-Nya.

    Hal ini dijelaskan pula dalam salah satu hadis riwayat Abi Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

    “Manfaatkan pengobatan, karena Allah tidak membuat penyakit tanpa menunjuk obatnya.” (Sunan Abi Dawud)

    Tips Mengobati Sakit Gigi

    Ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan saat sakit gigi menyerang, salah satunya yakni meminum pereda nyeri serta membaca doa sakit gigi. Untuk tips sederhana lain, berikut beberapa di antaranya:

    1. Kompres dengan Es Batu

    Sakit gigi berlubang biasanya disertai dengan pipi bengkak. Untuk meredakan kondisi tersebut, Kamu bisa mengompres pipi yang bengkak dengan es batu.

    Cara mengobati sakit gigi satu ini tergolong sebagai opsi yang paling mudah dan sederhana.  Selain meredakan bengkak, kompres dingin juga membantu untuk mengurangi nyeri serta perdarahan ke dalam jaringan gusi.

    Kamu bisa melakukannya dengan membungkus beberapa keping es batu dalam sebuah handuk kecil dan tempelkan pada bagian yang sakit sekitar 10-15 menit. Lakukan setidaknya sebanyak 3 kali dalam sehari.

    2. Kumur-Kumur dengan Garam

    Berkumur dengan air garam dipercayai sejak dulu dapat meredakan nyeri saat sakit gigi. Air garam terbukti membantu meredakan peradangan serta sakit di gusi dan gigi.

    Caranya dengan membersihkan sela-sela gigi terlebih dahulu dengan benang, lalu berkumur dengan air garam yang sudah disiapkan dari 1-2 sendok garam yang dilarutkan di air hangat.

    Gunakan larutan garam tersebut untuk berkumur selama 30 detik, setelah itu buang. Ingat, air larutan garam ini tidak untuk ditelan.

    3. Kunyah Bawang Putih

    Siapa sangka bawang putih bisa menjadi solusi dari sakit gigi? Bawang putih bersifat sebagai antiseptik dan antibiotik alami yang dapat membantu melawan infeksi.

    Senyawa allicin yang terkandung dalam bawang putih juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri di gigi Anda.

    Siapkan satu siung bawang putih yang sudah dikupas lalu potong menjadi dua bagian. lalu letakkan pada bagian yang sakit, atau bisa juga dengan mengunyah bawang putih mentah secara langsung beberapa menit.

    Nah, itulah doa sakit gigi yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai salah satu bentuk ikhtiar untuk sebuh. Meski begitu, jangan lupa berobat dan meminta pertolongan pada yang ahli ya!

    Semoga bermanfaat, Assalamualaikum wr.wb.

  • Kisah Nabi Daud AS, Lengkap dengan Hikmah yang Diambil 

    Kisah Nabi Daud AS, Lengkap dengan Hikmah yang Diambil 

    Kisah Nabi Daud bisa memberikan pelajaran bagi kita semua tentang keteguhan iman dan keyakinan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, penting mengetahui kisah selengkapnya pada uraian di bawah ini.

    Nabi Daud AS adalah salah satu nabi yang namanya terkenal oleh umat muslim sebagai nabi sekaligus raja yang cerdas, kuat dan pemberani. Hal ini bisa menjadi panutan dan patut diteladani oleh umat manusia.

    Jika ingin mengetahui tentang Nabi Daud dengan lebih lengkap, maka simak artikel ini hingga akhir agar bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

    Tentang Nabi Daud AS

    Nabi Daud AS adalah seorang nabi yang terkenal gagah berani berjuang untuk umatnya, serta sebagai seorang penyair ulung. Selain itu, beliau juga merupakan sosok yang penyayang, adil dan bijaksana.

    Kisah Nabi Daud yang penuh perjuangan dan ketabahan ini memberikan banyak hikmah dan pelajaran bagi umat manusia. Beliau diutus oleh Allah SWT kepada Bani Israil sebagai nabi dan raja yang cerdas.

    Secara garis keturunan, Nabi Daud AS berasal dari keturunan dari Nabi Ibrahim AS. Beliau merupakan keturunan ke-12 dan termasuk dalam jajaran para nabi yang wajib kita ketahui dan pelajari kehidupannya.

    Dalam kesehariannya, Nabi Daud membagi waktunya menjadi 4 bagian yakni untuk ibadah di mihrab, mengkaji ilmu bersama Bani Israil, melakukan pengadilan, dan berkumpul bersama dengan keluarga tercintanya.

    Kisah Nabi Daud AS

    Nabi Daud lahir di Kota Betlehem, Palestina, pada abad ke-11 SM. Beliau adalah seorang pemuda yang sederhana. Sebelum diangkat jadi nabi dan raja, kegiataan beliau sebagai seorang penggembala domba.

    Suatu ketika, beliau mengajukan diri untuk ikut serta berperang. Perang ini dikenal sebagai perang Thalut dan Jalut. Pada saat itu, ia berhasil memenangkan perang itu. Kemudian, beliau pun diangkat menjadi raja.

    Dalam beberapa riwayat menyebutkan bahwa kisah Nabi Daud memiliki kerajaan paling kuat di dunia dengan 40 ribu pasukan. Selain itu, Nabi Daud diutus oleh Allah SWT menjadi seorang rasul dengan kitab Zabur.

    Berikut adalah perjalanan kisah hidup Nabi Daud AS menjadi seorang raja hingga diangkat menjadi nabi dan rasul yang perlu kita ketahui bersama:

    1. Ikut Perang Thalut dan Jalut

    Setelah Nabi Musa dan Nabi Harun wafat, kemudian Yusya’ bin Nun memimpin Bani Israil. Berkat kepemimpinannya itu, mereka bisa menguasai Palestina.

    Namun, setelah Yusya’ bin Nun meninggal, Bani Israil terpecah belah dan hilangnya kekuatan persatuan mereka hingga akhirnya bisa dikuasai bangsa lain.

    Mereka pun merindukan sosok pemimpin yang gagah berani dan tegas berperang melawan penjajah. Akhirnya diangkatlah Thalut menjadi raja mereka.

    Meski Thalut hanya seorang petani biasa, tetapi punya strategi perang yang handal. Kemudian, ia mengajak orang-orang yang tidak punya ikatan rumah tangga dan berdagang untuk ikut ke medan perang melawan Jalut.

    Dalam kisah Nabi Daud yang berasal dari berbagai sumber. Tentara perang Thalut sendiri tak begitu banyak dibandingkan dengan tentara Jalut. Jalut adalah panglima yang memiliki tubuh besar seperti raksasa.

    Pada perang ini, salah seorang pemuda ikut dalam barisan Thalit yakni bernama Daud. Daud sendiri tidak masuk barisan depan, melainkan berada di garis belakang dan melayani kedua kakaknya saat berperang.

    Singkat cerita, tentara Thalut menyerbu tentara Jalut. Meskipun jumlahnya sedikit, tetapi dengan keberanian kuat hingga akhirnya mampu memporak-porandakan tentara Jalut dan mereka pun lari bercerai berai.

    Ketika hanya tersisa Jalut, tentara Thalut tak berani melawan panglima berbadan raksasa itu. Lalu, Thalut mengumumkan siapa saja yang berani membunuh Jalut, maka ia akan menjadi menantunya.

    Berawal dari sinilah kisah Nabi Daud yang nantinya menjadi raja. Daun yang masih berusia remaja tampil ke depan, meminta izin Thalut untuk melawan Jalut. Meski awalnya Thalut ragu dengan keberanian Daud.

    Namun, setelah didesak Daud pun maju ke medan perang dan berhadapan dengan Jalut. Daun hanya bersenjatakan batu dan ketapel saja.

    Pada suatu kesempatan, Daud berhasil membuat Jalut roboh saat batu ketapelnya mengenai kedua mata Jalut. Jalut pun mati setelah dahinya pecah.

    Dengan begitu, pasukan Thalut menang dan mengangkat Daud menjadi menantu Thalut. Ia menjodohkannya dengan anaknya yang bernama Mikyal, kemudian Thalut pun mengangkat Daud menjadi penasehatnya.

    Baca juga: Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan dan Laki-laki: Urutan, Niat, Bacaan, dan Doa

    2. Kisah Daud Menjadi Raja

    Dalam kisah Nabi Daud menjadi seorang raja tidak mudah, beliau harus berurusan dengan Thalut yang berulang kali ingin menyingkirkannya. Apa alasannya?

    Ketika Daun menjadi menantu Thalut dan panglima perang, semua orang sangat menghormatinya. Hal ini membuat Thalut iri hati dan berusaha mencelakakan Daud dengan mengirimnya ke medan perang yang sulit.

    Suatu ketika, Daud mendapat tugas melawan musuh yang lebih kuat. Tetapi Daud memenangkan perang dan rakyat menyambutnya dengan kegembiraan. Hal ini membuat Thalut semakin iri hati atas kepopulerannya.

    Thalut terus berusaha menyingkirkan dan membunuh Daud. Akan tetapi, berbagai cara selalu menemui kegagalan karena Daud berada dalam lindungan Allah SWT.

    Selama menjadi panglima perang, Daud melaksanakan tugas dengan baik. Sampai suatu ketika, ada perlawanan musuh yang menyerang kaum Bani Israil. Beliau bisa menanganinya, tetapi Thalut gugur di medan perang.

    Setelah itu, terjadi perpecahan dua kubu yang memilih anak raja Thalut sebagai penggantinya. Tetapi, anak raja ini tidak berlaku adil sehingga terjadi perang dua kubu yang kemudian akhirnya Daud memenangkannya.

    Daud menjadi raja dan memimpin kaum Bani Israil yang baru. Setelah itu, beliau pun menjadi nabi dan rasul Allah. Berikut ini kisah selengkapnya.

    3. Daud Menjadi Nabi dan Rasul

    Setelah Daud menjadi raja yang gagah dan berani, kemudian ia menjadikan Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai ibukota kerajaan. Ketika Daud menginjak usia 40 tahun menjadi nabi dan rasul dengan kitab Zabur.

    Dalam kisah Nabi Daud ini disebutkan ada banyak mukjizat dan keajaiban sehingga patut menjadi teladan bagi umat. Daud dikarunia ketelitian amal, kesempuraan ilmu, dan kebijaksanaan menyelesaikan perselisihan.

    Allah SWT memberikan kitab Zabur kepada Nabi Daud AS untuk menghimpunkan tasbih dan puji-pujian kepada Allah. Mengingat kisah umat terdahulu dan berita nabi-nabi yang akan datang seperti Nabi Muhammad SAW.

    Allah memberikan kecerdasan kepada Nabi Daud AS dalam memahami kitab Zabur dengan baik. Saking cerdasnya, beliau bisa membaca Zabur di atas kuda pelananya seperti Nabi Muhammad SAW ceritakan.

    Kitab Zabur adalah salah satu bentuk iman umat Islam terhadap kitab-kitab yang Allah SWT turunkan kepada rasul. Kitab Zabur Allah berikan kepada Nabi Daud AS.

    Pada saat itu, akhlak Bani Israil yang membutuhkan pedoman hidup agar memiliki budi luhur dan tidak menyekutukan Allah. Kitab Zabur turun kepada Nabi Daud AS setelah kitab Taurat kepada Nabi Musa AS.

    4. Kisah Nabi Daud dan Ulat

    Selain kisah perang melawan Jalut dan menjadi raja Bani Israil, Nabi Daud pun memiliki kisah dengan ulat. Hal ini terjadi ketika beliau sudah menjadi nabi.

    Pada masa itu, Nabi Daud AS sedang duduk di mushola sambil mempelajari dan menelaah kitab Zabur. Lalu, muncul seekor ulat merah melintas di tanah.

    Kemudian Nabi Daud berucap pada dirinya sendiri “Apa yang Allah kehendaki dengan ulat ini?” Atas kehendak Allah, ulat ini berbicara dan berkata:

    “Wahai Nabiyallah, apabila siang datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar, sebanyak seribu kali. 

    Dan jika malam datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca Allahumma shalli ‘alaa Muhammad an nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam, sebanyak seribu kali.”

    Mendengar perkataan ulat ini, Nabi Daud terkesan dan merasa merendahkannya. Akhirnya, ia menangis penuh takut dan berserah diri kepada Allah.

    Dengan adanya kejadian tersebut, Nabi Daud pun belajar jika semua makhluk hidup ciptaan Allah SWT memiliki manfaat dan membawa hal yang baik.

    Itulah beberapa kisah perjalanan Nabi Daud AS sampai menjadi nabi dan rasul. Perjalanan hidupnya penuh perjuangan dan tantangan yang tidak mudah, akan tetapi semua bisa terlewati atas pertolongan Allah SWT.

    Mukjizat Nabi Daud AS

    Setelah mengetahui kisah Nabi Daud mulai dari ia ikut perang hingga menjadi nabi dan rasul, selanjutnya ketahui apa mukjizat yang Allah berikan kepadanya. Adapun mukjizat Nabi Daud AS adalah sebagai berikut:

    1. Menang Melawan Jalut

    Pertempurannya melawan Jalut yang bertubuh bagai raksasa ini menjadi kisah paling terkenal. Bagaimana tidak, pasukan Thalut yang hanya berjumlah 300 orang harus melawan pasukan Jalut berjumlah 8000 orang.

    Meski begitu, Thalut dan pasukannya tidak ingin menyerah karena kalah jumlah. Dengan keberaniannya, akhirnya berhasil membuat pasukan Jalut mundur dan lari.

    Hingga menyisakan Jalut yang memiliki tubuh besar dan kuat, hal ini membuat pasukan Thalut tidak berani maju melawannya. Sampai akhirnya, muncul Nabi Daud yang berani melawan Jalut  bersenjatakan ketapel.

    Nabi Daud melemparkan batu dari ketapelnya, kemudian kena di kedua mata Jalut dan keningnya pecah hingga ia mati. Hal ini sebagai bukti akan kuasa Allah SWT yang melindungi hamba yang beriman kepada-Nya.

    2. Memahami Bahasa Hewan

    Nabi Daud AS adalah salah satu nabi yang memiliki kemampuan memahami bahasa hewan. Beliau sangat menyayangi hewan dan hewan-hewan juga patuh terhadap Nabi Daud, serta sangat menyayangi nabinya.

    Kemampuan atau mukjizat ini juga nantinya Allah SWT berikan kepada anak Nabi Daud AS yang bernama Nabi Sulaiman. Nabi yang bisa mengerti dan memahami bahasa hewan, serta patuh kepadanya.

    3. Memiliki Suara Sangat Merdu

    Mukjizat Nabi Daud selanjutnya adalah Allah anugerahi suara yang sangat merdu. Bahkan, suaranya ini memiliki keajaiban bisa membuat orang yang sakit menjadi sembuh dan sehat kembali saat mendengarnya.

    Selain itu, suara nyanyian merdu Nabi Daud juga bisa membuat angin dan air di sekitarnya menjadi damai dan tenang. Termasuk burung-burung dan gunung-gunung turut memuji kebesaran Allah lewat Nabi Daud.

    “Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan, dan ingatlah hamba Kami, Daud, yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). 

    Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Mereka semua amat taat kepada Allah.” (QS. Shad: 17-19).

    4. Menciptakan Baju Zirah Perang

    Nabi Daud memiliki kekuasaan dan bisa menjadi raja karena dari perang. Beliau memiliki kemampuan perang yang tangguh dan handal. Selain itu, Nabi Daud pun mampu menciptakan baju besi atau zirah untuk berperang.

    “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Daud, lalu Kami berfirman: “Hai gunung-gunung bacalah tasbih berulang bersama Daud, begitu pula burung-burung, dan besi itu kami jadikan lunak di hadapannya. 

    Buatlah serta tenunkan baju besi, lalu kerjakan amalan yang shaleh, sesungguhnya Aku melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Saba: 10-11).

    Berkat kemampuannya ini, tidak heran jika Nabi Daud terkenal sebagai raja yang berani dan cerdik dalam berperang. Hal ini karena tidak lepas dari pasukan perang yang memiliki senjata dan alat perang lengkap.

    Oleh karena itu, beliau bisa bertahan menjadi raja bagi kaum Bani Israil selama 40 tahun karena memiliki pasukan yang kuat dan selalu memenangkan pertempuran.

    Setelah memimpin kerajaan Bani Israil selama 40 tahun, Nabi Daud wafat pada tahun 970 SM. Salomo adalah putra Batsyeba binti Amiel menggantikannya.

    Peninggalan Nabi Daud AS

    Puasa Daud merupakan adalah puasa yang sehari puasa sehari berbuka yang masih mempraktekannya hingga saat ini. Beliau gemar berpuasa kepada Allah SWT. Karenanya Allah menyukai menjalankan puasa Daud.

    Dalam hadits Rasulullah SAW diriwayatkan Abdullah bin Amr:

    ”Puasa yang lebih disukai Allah ialah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah, adalah shalat Daud. Beliau tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, tidur seperenamnya. Beliau berpuasa satu hari, lalu berbuka satu hari.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Selain itu, peninggalan Nabi Daud yang berada di sekitar Kota Yerusalem seperti Istana Nabi Daud, yang penemunya adalah para arkeolog dari Hebrew University dan Israel Antiquities Authority. 

    Istana Nabi Daud AS adalah berupa dua bangunan kuno yang mengklaimnya sebagai banhunan terbesar di abad ke-10, pada masa Kerajaan Yehuda.

    Para arkeolog berpendapat, bahwa tempat itu pernah Nabi Daud huni, hal ini karena tidak ada sisa babi. Sebab, Nabi Daud dan para pengikutnya tidak memakan babi.

    Peninggalan berikutnya adalah mihrab Nabi Daud AS yang ada di luar masjidil Aqsha. Meski sempat runtuh, tapi mihrab ini kemudian berdiri kembali oleh Sultan Hisamudin sekitar tahun 696 atau 1298 hijriah.

    Sebenarnya masih ada beberapa peninggalan lainnya yang bisa kita ketahui, seperti tambang besi yang menurut penelitian tempat ini dulunya digunakan untuk membuat baju besi atau baju zirah perang saat itu.

    Hikmah dari Kisah Nabi Daud AS

    Kisah Nabi Daud mengandung banyak pelajaran dan hikmah bagi umat manusia. Beliau menjadi tauladan bagi umat manusia karena selalu mengajarkan kebaikan dan keteguhan iman yang bisa mengalahkan kejahatan.

    Meskipun tampak tidak mungkin, tetapi dengan keberanian dan keimanan yang kuat, maka kita bisa menghadapi segala sesuatu dengan mudah.

    Selain itu, pelajaran dari kisah perang melawan Jalut. Beliau adalah sosok nyata yang mengajarkan bahwa kekuatan hati dan jiwa lebih besar dari kekuatan fisik. Semua karena keberanian dan keyakinan.

    Kita harus percaya bahwa Allah SWT selalu menolong hamba yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Setiap halangan dan rintangan tentu bisa terlewati dengan menghadapi penuh kegigihan dan perjuangan.

    Demikian penjelasan tentang kisah Nabi Daud dan mukjizatnya yang bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk beriman kepada Allah SWT. Setiap kesuksesan tentu perlu meraihnya dengan penuh perjuangan dan keyakinan.

  • Kisah Nabi Yunus AS dan Hikmah dari Kisahnya

    Kisah Nabi Yunus AS dan Hikmah dari Kisahnya

    Salah satu kisah nabi yang menarik perhatian dalam perjalanan dakwahnya yaitu Nabi Yunus AS. Apalagi kisah Nabi Yunus AS ketika berada di tengah laut dalam posisi ditelan seekor ikan besar.

    Tidak hanya pembelajaran dari kisah itu saja, akan tetapi saat Nabi Yunus AS wafat pun juga tidak henti-hentinya dalam memberikan pelajaran.

    Oleh sebab itulah, ulasan lengkap beserta hikmahnya kita ambil untuk ambil pelajaran dalam hidup.

    Mengenal Nabi Yunus AS

    Kisah teladan Nabi Yunus AS dimulai ketika beliau lahir. Nabi Yunus AS lahir di Irak, tepatnya di sebuah kampung yang bernama Ninawa. Penduduk kampung Ninawa menyembah atau menuhankan berhala.

    Nabi Yunus AS merupakan nabi yang asalnya dari suku Benyamin. Ayahnya sudah terlebih dahulu wafat tidak lama setelah kelahiran beliau.  Allah SWT telah mengutus Nabi Yunus AS untuk mengajak umatnya bertaubat kepada Allah SWT.

    Nabi Yunus AS adalah nabi yang mulia, dengan nama lengkap Yunus bin Mata. Pernah suatu ketika Nabi Muhammad SAW berkata, “Janganlah kalian membanding-bandingkan aku atas Yunus bin Mata.”

    Selain nama Yunus, Nabi Yunus AS dikenal juga dengan nama Dzun Nun dan Yunan. Beliau yang diutus oleh Allah SWT untuk mengajak kaumnya menuju jalan kebenaran dan kebaikan.

    Beliau juga mengingatkan kepada kaumnya akan kedahsyatan hari kiamat sekaligus menakut-nakuti sadisnya neraka, dan memberikan iming-iming keindahan surga.

    Kisah Nabi Yunus AS Menyerukan Perintah Allah SWT

    Melanjutkan dari kisah sebelumnya, kisah Nabi Yunus AS ini masih panjang untuk kita ketahui bersama. Bahkan kisahnya terdapat dalam Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 87 hingga 88.

    Dari ayat tersebut, cerita kisah Nabi Yunus AS mendapatkan perintah untuk mengajak dan menyerukan kepada kaumnya untuk beriman dan meninggalkan sesembahannya selain Allah SWT.

    Allah SWT menurunkan sebuah wahyu yang berisi perintah Nabi Yunus  AS untuk terus berupa menyerukan perintahnya. Wahyu Allah SWT mengatakan untuk menyerukan pada umat Ninawa agar beriman kepada Allah SWT selama 40 hari.

    Dimana jika waktu ke 40 hari tersebut kaumnya belum juga beriman, maka akan datang siksaan Allah SWT kepada kaum tersebut. Setelah melewati hari ke-37, kaum Nabi Yunus AS tidak menghiraukan seruan tersebut.

    Maka, saat sampai pada hari ke 40 malam harinya, terlihat awan hitam yang bergumpal di tepi langit.

    Baca juga: 7 Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa, Muslim Harus Tahu!

    Perjuangan Dakwah Nabi Yunus AS

    Begitu hebatnya perjuangan dakwah Nabi Yunus AS, sebab perjalanan yang beliau lalui sangatlah panjang. Bahkan, harus melintasi padang pasir yang luas dan gersang dari negeri Syam.

    Hingga akhirnya, Nabi Yunus AS sampai di Ninawa. Akan tetapi, beliau melihat para penduduknya sudah tenggelam dalam ajaran menyembah berhala, ritual ini sudah berlangsung sejak lama.

    Nabi Yunus AS yang merupakan penduduk baru, sehingga dianggap asing oleh penduduk setempat. Saat beliau memulai dakwahnya untuk menyerukan perintah Allah SWT, kaum tersebut malah mengolok-olok Nabi Yunus AS.

    Bahkan, hingga Nabi Yunus AS tidak pernah dianggap oleh kaum Ninawa tersebut. Beliau dianggap telah melakukan penghinaan terhadap agama nenek moyangnya yaitu berhala.

    Walaupun penolakannya sangatlah keras, Nabi Yunus tetap menjalankan semuanya dengan penuh kesabaran. Hingga waktu terus berjalan, kondisi pun tetap tidak berubah. 

    Kini, Nabi Yunus AS sudah berdakwah pada kaum Ninawa selama 33 tahun. Dari dakwahnya 33 tahun itu, hanya ada dua orang penduduk Ninawa yang mengikuti dan mendengarkan beliau. Kedua penduduk itu bernama Tanuh dan Rubil. 

    Akhirnya sampai di titik kesabaran Nabi Yunus AS hilang untuk menghadapi kaum yang keras. Beliau berniat untuk meninggalkan kaumnya setelah memberikan peringatan bahwa azab Allah SWT akan datang. 

    Kemudian, barulah Nabi Yunus AS pergi meninggalkan kaumnya dalam keadaan kecewa, marah dan sedih. Sayangnya, kepergiaan Nabi Yunus AS ini tanpa seizin Allah SWT. 

    Maka dari itu, Allah SWT menggambarkan Nabi Yunus AS dengan kata melarikan diri. Hal ini sebagaimana yang termuat dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat ayat 139 hingga 140.

    وَاِنَّ يُوْنُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ (139)

    اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ (140)

    Wa inna yunusa laminal-mursalin (139)

    Iz abaqa ilal-fulkil-masyhun (140)

    Artinya:

    “Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul (139), ingatlah ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan (140).”

    Walaupun begitu, kisah Nabi Yunus AS tersebut tetap mencerminkan bahwa beliau tetap ridha atas segala ketentuan Allah SWT.

    Beliau menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Artinya, seorang hamba sebenarnya tidak boleh marah atau merasa kesal atas kehendak-Nya.

    Hal ini juga yang mendasari Allah SWT melarang Nabi Muhammad SAW menjadi seperti nabi yang pemarah, alias seperti nabi yang pernah ditelan ikan yaitu Nabi Yunus AS.

    Sebagaimana yang telah termuat dalam Al-Quran Surat Al-Qalam ayat 48  yang berbunyi sebagai berikut:

    فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِۘ اِذْ نَادٰى وَهُوَ مَكْظُوْمٌۗ

    Fasbir lihukmi rabbika wa la takun kasahibil-hut iz nada wa huwa makzum

    Artinya:

    ”Maka bersabarlah kamu hai Muhammad terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam perut ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah kepada kaum-Nya.”

    Baca juga: Penjelasan 5 Rukun Islam Beserta Contoh dan Maknanya

    Kisah Nabi Yunus Melemparkan Diri ke Laut

    Melanjutkan dari kisah Nabi Yunus AS yang meninggalkan kaumnya dengan cara menepi ke laut terlebih dahulu. Kemudian beliau bertemu sekelompok orang yang berada di kapal.

    Karena sekelompok orang tersebut mengenali Nabi Yunus AS, mereka pun memutuskan untuk memberikan tumpangan kepada Nabi Yunus AS. Akan tetapi, kisah Nabi Yunus AS ini masih berlanjut dengan beberapa keanehan.

    Dimana setelah beberapa saat berlayar, kapal yang ditumpangi oleh Nabi Yunus AS beserta rombongannya itu mendadak berhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanannya.

    Anehnya lagi, ketika melihat ke kiri dan kanannya kapal lain tetap berlayar seperti biasanya. Sedangkan kapal yang ditumpangi oleh Nabi Yunus dan rombongannya hanya terombang-ambing di atas laut.

    Ada juga yang mengatakan bahwa kisah Nabi Yunus AS di atas kapal ini diterjang oleh ombak laut menjadi dahsyat. Bahkan, angin menjadi lebih kencang. Sehingga, membuat kapal hilang kendali dan hampir saja tenggelam.

    Itulah alasan yang membuat  Nabi Yunus AS memutuskan untuk mengurangi satu penumpang yang berada dalam kapal. Pengurangan satu orang dengan menggunakan cara undian.

    Sebelum mengambil keputusan tersebut, sebenarnya sudah mengambil cara lain yaitu  untuk membuat barang bawaannya ke dalam laut.

    Tentu saja berharap bebannya berkurang, sehingga kapal akan berjalan stabil kembali. Dan ternyata hasilnya berbeda, yang mengharuskan Nabi Yunus AS beserta rombongannya untuk mengambil keputusan yang pahit.

    Sebelumnya beliau juga menyadari jika diamnya kapal atau terkunjangnya kapal tersebut karena ditumpangi oleh seorang hamba yang lari dari tuhannya. Ini sesuai dengan firman Allah SWT melalui Al-Quran Surat Ash-Shaffat ayat 140.

    اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ

    Iz abawa ilal-fulkil-masyhun.

    Artinya:

     “(Ingatlah) ketika dia berlari ke kapal yang penuh muatan.”

    Dari sinilah Nabi Yunus AS menawarkan diri untuk dilemparkan ke tengah lautan agar kapal bisa berjalan stabil kembali. Tapi, para penumpang menolak sebab mereka tahu bagaimana kemuliaan Nabi Yunus AS kepada Allah SWT.

    Hingga akhirnya, mengambil jalan penawaran lain melalui undian tersebut. Semua orang diminta untuk menuliskan nama masing-masing, dan barangsiapa yang namanya keluar maka dialah yang terlempar ke laut.

    Proses pengundian pun berlangsung, pengundian pertama pun dimulai. Kisah hidup Nabi Yunus yang namanya terpilihpada undian pertama membuat seluruh penumpang menolak hasil tersebut.

    Akhirnya pengundian kedua dilaksanakan kembali. Tetap saja, yang keluar adalah nama yang sama yaitu Yunus. Dan sampai pada pengundian ketiga, nama Nabi Yunus AS tetaplah yang keluar.

    Walaupun penumpang masih keberatan, akan tetapi Nabi Yunus menerima hasilnya dengan keikhlasan. Sebab sungguh itu merupakan kehendak Allah SWT.

    Kisah Nabi Yunus AS dalam Al-Quran, salah satunya yang mendukung pada Surat  Surat As-Saffat ayat 141 yang berbunyi sebagai berikut:

    فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَۚ

    Fa sahama fakana minal-mudhadin.

    Artinya:

    “Kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).”

    Nabi Yunus AS  segera menghempaskan diri ke laut. Tetapi, belum juga tubuh beliau menyentuh air laut beliau sudah terlebih dahulu disambar oleh ikan besar.

    Dan para penumpang yang melihat itu pun yakin bahwa Nabi Yunus AS tidak selamat dari kematian, sebab tubuh beliau sudah masuk ke dalam perut ikan paus.

    Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus

    Melanjutkan dari kisah Nabi Yunus AS sebelumnya yang sudah ditelan oleh ikan paus. Sebagaimana yang telah dilansir dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat ayat 141 yang artinya “Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.”

    Tafsiran dari keadaan tercela tersebut yaitu Nabi Yunus AS meninggalkan kaumnya dalam kondisi yang kesah. Lantaran adzab tak juga datang menimpa kaum Ninawa, yang mengharuskan beliau lari dari kaum tersebut tanpa seizin Allah SWT.

    Dalam beberapa riwayat pun menyebutkan bahwa saat Nabi Yunus AS melemparkan diri ke laut, cuaca kembali cerah dan lautan kembali terang. Sebenarnya ikan besar itu merupakan perintah Allah SWT.

    Ikan tersebut diperintah untuk mendekat dan menelan Nabi Yunus AS tanpa membuat remuk tulang dan dagingnya. Pendapat lain mengatakan jenis ikan yang menelan Nabi Yunus AS yaitu ikan Nun.

    Dasarnya dari rujukan Surat Al-Anbiya ayat 87 yang menggambarkan kisah Nabi Yunus adalah: 

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

    Wa zan-nuni iz-zahaba mugadiban fa zanna allan naqdira ‘alaihi fa nada diz-zulumati alla ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zalimin.

    Artinya: 

    “(Ingatlah pula) Dzun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Ikan besar itu disebut-sebut masih dalam keadaan hidup hingga saat ini, dan akhirnya akan terus hidup hingga hari kiamat kelak. Pernyataannya diperkuat dengan merujuk pada Surat As-Shaffat ayat 144 yang berbunyi:

    لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ

    Lalabisa fi batnihi ila yaumi yub’asun.

    Artinya:

    “Niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan.”

    Kemudian, lanjutkan kisah Nabi Yunus AS ditelan oleh ikan paus yaitu ikan terus menyelam hingga membawa ke dasar lautan yang sangat gelap. Kegelapannya meliputi kegelapan laut, kelegalapan perut ikan dan juga kegelapan malam.

    Penyesalan dan Taubatnya Nabi Yunus AS

    Melanjutkan kisah Nabi Yunus dimakan ikan paus, dalam perut ikan tersebut Nabi Yunus AS mendengarkan tasbih dari kerikil dan juga hewan-hewan laut. Maka, Nabi Yunus pun juga menyeru dan bertasbih kepada Allah SWT.

    Beliau mengakui dan menyesali atas segala kesalahan yang diperbuat. Terdengarlah semua penyesalan itu, maka Allah SWT mengampuninya dan mengabulkan semua permintaannya.

    Permohonan Nabi Yunus AS juga termuat dalam Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 88 yang berbunyi:

    فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ

    Fastajabna lahu wa najjainahu minal-gamma, wa kazalika nunjil-mu’minin.

    Artinya:

    “Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kesedihan. Dan demikianlah kami selamatkan orang-orang yang beriman.”

    Diperkuat lagi dalam ayat kisah Nabi Yunus AS pada Surat As-Shaffat 143 dan 144 yang berbunyi:

    فَلَوْلَآ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ ۙ (143)

    لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ (144)

    Falau la annahu kana minal-musabbihin (143)

    Lalabisa fi batnihi ila yaumi yub’asun (144)

    Artinya:

    “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah (143) niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit (144).”

    Sehingga, kesimpulannya bahwa karena tasbih dan taubatnya Nabi Yunus AS kepada Allah SWT.  Maka, ia sudah hancur dalam perut ikan besar tersebut hingga hanya menunggu hari kebangkitan saja.

    Setelah penyesalan dan taubatnya tersebut, kisah Nabi Yunus AS yang penuh makna ini belum berakhir. 

    Sebab beliau kembali berdoa, dan Allah SWT memerintahkan ikan besar untuk memuntahkannya di tempat yang diperintahkan oleh Allah SWT. Adapun firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat ayat 145 yang berbunyi:

     فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ

    Fa nabaznahu bil-‘ara’I wa huwa saqim.

    Artinya:

    “Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.”

    Berbagai sumber menyebutkan bahwa kisah cinta Nabi Yunus AS yang penuh makna ini disebutkan Nabi Yunus dimuntahkan dari perut ikan dalam keadaan lemah, sakit dan beberapa kulitnya mengelupas.

    Lantas hal itulah yang menunjukkan bahwa beliau berada dalam perut ikan dalam waktu yang cukup lama. 

    Selain itu, kulit yang mengelupas disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW akibat gesekan yang Nabi Yunus alami selama berada dalam pencernaan ikan besar tersebut.

    Selanjutnya, kisah Nabi Yunus AS tidak hanya berhenti disitu saja. Nyatanya, Allah SWT yang Maha Baik ini menumbuhkan sebuah pohon seperti pohon labu di tempat Nabi Yunus AS dimuntahkan.

    Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Ash-Shaffat ayat 146 yang berbunyi:

    وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ

    Wa ambatna ‘alaihi syajaratam miy yaqtin.

    Artinya: 

    “Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.”

    Lantas Nabi Yunus AS berlindung di bawah pohon tersebut, selain berlindung beliau juga memakan buahnya. Akan tetapi, selang waktu berlalu pohon pun kering. Akhirnya beliau Nabi Yunus AS menangis.

    Dan Allah menurunkan wahyu sekaligus teguran kepada Nabi Yunus AS, “Apakah kamu menangis karena pohon itu kering. Tetapi, kamu tidak menangis karena seratus ribu orang atau lebih yang ingin engkau binasakan.”

    Taubatnya Kaum Ninawa dan Kembalinya Nabi Yunus AS

    Selang berjalannya waktu, Nabi Yunus AS pun sehat kembali. Kemudian beliau diperintah Allah SWT untuk pulang kembali menuju kaumnya. Saat sampai di tujuan, Nabi Yunus terkejut melihat kaumnya telah beriman kepada Allah SWT.

    Dan kaum tersebut juga memberitahu kepada Nabi Yunus AS bahwa Allah SWT telah menerima taubat kaum tersebut. Allah SWT berfirman dalam Surat Ash-Shaffat ayat 148 yang berbunyi:

    فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ

     Fa’amanu famatta’nahun ila hin.

    Artinya: 

    “Lalu, mereka beriman. Karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.”

    Waktu sepeninggalan Nabi Yunus AS yang kecewa pada kaumnya, Allah SWT benar-benar memberikan azab. Azab yang berbagai bentuk mulai dari langit gelap, petir menggelegar, angin kencang yang menyapu semua rumah, ladang dan lainnya.

    Hingga terjadinya gempa besar yang membuat kaum Ninawa sadar bahwa peringatan yang Nabi Yunus AS sampaikan memang benar adanya. Hal itulah yang membuat kaum Ninawa bertaubat dan menyebut nama Allah SWT.

    Hikmah Kisah Nabi Yunus AS

    Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa kisah Nabi Yunus AS mempunyai banyak makna dan hikmah. Utamanya terkait mendekatkan diri kepada Allah SWT. Untuk informasi lengkapnya simak ulasanya di bawah ini:

    1. Sabar saat Menyebarkan Kebaikan

    Seperti kisah Nabi Yunus AS yang meninggalkan kaumnya dalam kondisi kecewa dan marah. Perilaku tersebut menunjukkan sifatnya kurang bersabar dalam menyebarkan kebaikan, dan jelas perilaku ini tidak disukai oleh Allah SWT.

    Hal itulah yang membuat Nabi Yunus AS mendapatkan kesulitan yang lebih berat sebagai pembelajaran hidup kita semua. Beliau mendapatkan cobaan dengan terlemparnya diri dan ditelan ikan besar.

    2. Mengingat Allah SWT

    Tidak dapat kita pungkiri bahwa kisah Nabi Yunus AS mengajarkan kita sebagai hamba untuk selalu mengingat Allah SWT. Itulah yang dilakukan oleh Nabi Yunus AS, tidak hanya mengingat pada waktu-waktu sulitnya saja.

    Namun, juga harus mengingat Allah SWT dalam keadaan lapang dan senang. Sebab Allah SWT menjanjikan kemudian di dalam kesulitan jika hamba-nya selalu mengingat Allah SWT.

    3. Berserah Diri pada Allah SWT

    Hikmah dari kisah Nabi Yunus AS selanjutnya yaitu untuk selalu berserah diri pada Allah SWT. Dalam kisah hidupnya, Nabi Yunus AS segera menyadari bahwa ia melakukan kesalahan dan terus memohon ampun kepada Allah SWT.

    Nabi Yunus AS mengucapkan kalimat tauhid, kalimat tasbih dan kemudian dilanjutkan dengan berdoa sekaligus berdzikir untuk mengakui semua kesalahannya sebagai manusia.

    Demikian kisah Nabi Yunus AS yang penuh makna dan hikmah. Terpenting sebagai manusia kita tidak boleh lupa akan kuasa Allah SWT, dan senantiasa mengingat Allah SWT dalam keadaan apapun.

  • Arti Nama Daffa dalam Islam dan 10 Ide Rangkaian Namanya 

    Arti Nama Daffa dalam Islam dan 10 Ide Rangkaian Namanya 

    Daffa merupakan nama populer untuk disematkan pada anak laki-laki. Tapi, tahukah kita apa arti nama Daffa dalam Islam? Benar, saking populernya, ternyata Daffa memiliki makna yang sangat kuat, lho.

    Jika dilihat lebih dalam, Daffa bisa dibilang sebagai nama bernuansa Arab dan Islami. Nama bernuansa Arab dan Islami ini memang sedang tren. Masing-masing orangtua tentu memiliki harapan agar anak bisa menjadi sosok muslim yang sangat baik.

    Berdasarkan hal itu, memberi nama pada anak yang masih menjadi bayi baru lahir menjadi momen penting. Tidak sekadar hanya cocok, tetapi setiap nama yang diberikan mengandung doa yang akan orangtua panjatkan.

    Salah satu nama yang sangat populer dan memiliki makna positif di kalangan muslim adalah Daffa. Jadi, apa artinya dalam Islam? Mari kita cari tahu sekaligus mengetahui gagasan rangkaian nama agar maknanya semakin kuat.

    Arti Nama Daffa dalam Islam

    Daffa rupanya tidak hanya menjadi salah satu nama populer di Indonesia. Ternyata nama ini juga sering digunakan di negara lain, terutama negara-negara Islam seperti Malaysia, Irak, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Bangladesh.

    Dalam penggunaannya, nama Daffa sendiri sebagai nama anak laki-laki sudah sangat populer, terutama pada era 1990-an. Tidak hanya bagi umat Muslim, tetapi juga bagi kaum non-Muslim.

    Di dunia kepenulisan fiksi seperti novel, film, dan sinetron, nama Daffa juga menjadi nama yang populer.

    Nama Daffa ini sebenarnya memiliki begitu banyak makna, lho. Pasalnya, kata Daffa lazim ditemukan dalam berbagai bahasa. Apa saja artinya?

    Dalam bahasa Arab, Daffa memiliki makna hangat atau kehangatan. Berdasarkan arti ini, kita bisa menggunakan nama ini dengan harapan anak laki-laki menjadi sosok penuh kehangatan.

    Sementara dalam bahasa Urdu, Daffa memiliki arti pembelaan, bertahan, mendukung, dan membesarkan hati. Dari arti bahasa Urdu, terdapat harapan bahwa anak laki-laki tersebut bisa menjadi sosok pembela penuh keberanian.

    Baca juga: 4 Doa Susah Tidur, Agar Dimudahkan Terlelap dan Memperoleh Perlindungan Allah SWT

    Tidak jauh berbeda dari bahasa Urdu, Daffa dalam bahasa Persia memiliki makna bergerak bersama-sama secara perlahan dalam barisan atau menyebar. Bisa dibilang arti itu dapat diibaratkan sebagai sosok prajurit pemberani.

    Dari ketiga makna itu, terdapat sebuah kesimpulan yang bisa kita ambil. Daffa memiliki makna pembela penuh keberanian dan kehangatan. 

    Hal ini bisa berarti anak laki-laki bernama Daffa memiliki harapan agar bisa menjadi pribadi yang gagah dan penuh kasih.

    Umumnya, nama adalah sebuah doa dari orangtuanya. Berdasarkan hal itu, arti nama Daffa dalam Islam mengandung potensi sifat baik yang akan tertanam pada dirinya.

    Dari arti kehangatan dan penuh kasih, anak laki-laki bernama Daffa memiliki potensi untuk mendapatkan sikap dermawan dan tidak egois. Alhasil, ia sering menolong sesamanya yang sangat membutuhkan pertolongan.

    Sementara dari makna prajurit gagah memiliki pertanda bahwa terdapat potensi sifat pemimpin yang cermat dan dapat terpercaya. Ia juga bisa menjadi sangat cerdas dan pandai.

    Pada akhirnya, potensi tersebut bergantung dari berbagai faktor untuk membentuk kepribadian anak kelak. Di antaranya pola asuh keluarga, lingkungan, dan lingkaran pertemanan.

    Alasan Wajib Memberi Nama dengan Makna Positif

    Meski potensi sifat dari nama bergantung dari berbagai faktor, Arti nama Daffa dalam Islam memiliki berbagai makna positif yang sangat kuat. Boleh jadi, itu sebagai nama depan yang lazim menjadi panggilan, nama tengah, atau nama belakang.

    Saat sudah menentukan satu nama, kini saatnya untuk memberi nama lengkap. Kita memerlukan rangkaian nama untuk sang buah hati. Tentu saja, rangkaian nama tersebut harus juga bermakna positif.

    Memang, pemberian nama bisa dibilang terdengar sepele. Tetapi hal ini justru menjadi momen penting bagi buah hati. Dalam Islam, nama mengandung doa dan harapan dari orangtua untuk membentuk kepribadian anak.

    يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

    Artinya:

    “Hai Zakariyya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang serupa dengannya.” (Q.S. Maryam: 7)

    إنكم تُدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم فأحسنوا أسماءكم

    “Sesungguhnya kamu sekalian akan diseru/dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kamu dan nama-nama bapa kamu. Oleh demikian, elokkanlah nama-nama kamu.” (HR. Imam Abu Daud dari Abu Darda ra.)

    Berdasarkan kedua dalil ini, sudah sepatutnya bagi kita, sebagai orangtua, memilih nama yang baik bagi akan. Nama tersebut menjadi identitas anak dari lahir hingga akhir hayatnya.

    10 Rangkaian Nama Daffa

    Terdapat banyak rangkaian nama Daffa yang bisa menjadi nama lengkap dengan makna positif. Berikut adalah 10 rangkaian nama Daffa yang bisa melengkapi arti gagah dan penuh kasih:

    1. Daffa Adzriel

    Adriel memiliki makna baik dan pemberi ampun. Jika digabungkan, Daffa Adzriel memiliki arti sosok laki-laki yang menjadi pemimpin penuh kebaikan.

    2. Daffa Alfarezel Zaidan

    Secara Islami, Alfarezel memiliki makna kebaikan yang sempurna. Sedangkan Zaidan memiliki makna kelebihan dan tambahan. Kelebihan di sini maksudnya adalah keunggulan.

    Apabila digabungkan sebagai Daffa Alfarezel Zaidan, nama ini memiliki makna sosok pemimpin penuh kebaikan yang melindungi pihak lemah.

    3. Daffa Daniyal Arwan

    Daniyal memiliki arti cerdas. Sementara Arwan, diambil dari kata Persia, berarti pemberani. Dengan kata lain, Daffa Daniyal Arwan memiliki makna sosok pemimpin cerdas dan pemberani.

    4. Daffa Dzaky Alfarizi

    Dzaky diambil dari kata Arab yang berarti cerdas. Sementara Alfarizi memiliki makna bersemangat dalam berusaha. Secara keseluruhan, Daffa Dzaky Alfarizi berarti sosok yang cerdas dalam memimpin keluarga sekaligus selalu gigih dalam bekerja.

    5. Daffa Hilal Rafay

    Umumnya, kita sudah tahu hilal dalam bahasa Arab memiliki arti bulan sabit atau cahaya bulan. Sementara Rafay bermakan tertinggi. Apabila digabungkan, Daffa Hilal Rafay berarti sosok pembela umat muslim di muka bumi.

    6. Daffa Khairan Maldini

    Maldini mungkin tidak asing bagi beberapa dari kita. Tapi, ternyata nama itu memiliki makna yang sangat positif dalam bahasa Italia. Maldini, sebagai bentuk lain dari Maldwyn, memiliki makna tegas dan berani.

    Nama Daffa dan Maldini bisa digabungkan dengan Khairan yang berarti kebaikan. Alhasil, nama lengkap tersebut secara keseluruhan memiliki pesan agar anak menjadi sosok pemberani dalam membela kebaikan.

    7. Daffa Radeya Kassandra

    Nama Daffa Radeya Kassandra memiliki arti keseluruhan sosok pembela kebenaran yang menyenangkan. Radeya artinya orang yang menyenangkan. Sedangkan Kassandra (Afrika-Amerika) memiliki makna penolong atau penyelamat.

    8. Daffa Rafisqy Hendy

    Daffa Rafisqy Hendy bisa berarti sosok pembela kebenaran yang hidupnya akan tentram dan bahagia. Hendy, dalam bahasa Indonesia, memiliki arti jalan yang tentram dan bahagia. Sedangkan Rafisqy artinya kebaikan penuh kesempurnaan.

    9. Daffa Sachio Dzuhairi

    Bagi yang menginginkan nama dengan elemen Jepang, Daffa Sachio Dzuhairi bisa menjadi pilihan tepat. Elemen Jepang berupa nama Sachio yang berarti keberuntungan.

    Dzuhairi sendiri merupakan kata Islami bermakna keberhasilan berkat kecerdasan. Dengan demikian, Daffa Sachio Dzuhairi mewakili sosok pemimpin cerdas penuh keberuntungan.

    10. Daffa Sunni Kafeel

    Terakhir, Daffa Sunni Kafeel terdengar terinspirasi dari ajaran Rasulullah SAW. Pasalnya, Sunni adalah penganut ajaran sunnah rasul. Kafeel pun memiliki makna bertanggung jawab.

    Jika digabungkan, terdapat makna sosok penganut ajaran Rasulullah SAW dan selalu bertanggung jawab sebagai pemimpin.

    Demikianlah pembahasan arti nama Daffa dalam Islam dan 10 contoh rangkaian namanya.

  • Arti Nama Azka dalam Islam dan Ide Rangkaian Namanya

    Arti Nama Azka dalam Islam dan Ide Rangkaian Namanya

    Sebagai muslim, apa yang menjadi pedoman kita saat menamai anak laki-laki? Tiap orang tua bisa jadi memiliki jawaban yang berbeda. Contohnya adalah nama Azka. Sebelum menggunakannya, kita tentu mencari tahu arti nama Azka dalam Islam.

    Apakah nama Azka mempunyai makna yang cukup baik?

    Jika jawabannya adalah iya, maka bagaimana rangkaian nama yang cocok dengan nama utama tersebut?

    Arti Nama Azka dalam Islam dan Ide Rangkaian Nama yang Indah

    Anak adalah anugerah yang Allah berikan pada kita. Memberikan hal terbaik untuk anak menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua termasuk nama yang baik. Berikut ini makna nama Azka dalam Islam dan contoh rangkaiannya yang indah:

    1. Arti Nama Azka dalam Islam

    Di dunia ini, ada banyak sekali referensi nama Islam yang baik dan positif. Sebagai orang tua baru, kita mungkin mengalami kesulitan untuk memilih nama terbaik. Apakah nama anak harus berawal dari huruf “A” atau “B” dan “C”?

    Para muslim yang menyukai huruf “A” sebagai awalan nama utama anak laki-laki bisa menggunakan nama Azka sebagai referensi yang bagus.

    Arti nama Azka adalah orang yang suci, berbudi, saleh, taat agama serta penuh kebijaksanaan. Nama ini mungkin identik sebagai nama anak laki-laki, akan tetapi tetap bisa dipakai untuk anak perempuan.

    Jika tertarik menggunakannya untuk anak perempuan, kita bisa menambahkan Azka di bagian tengah. Sementara itu, untuk nama belakangnya bisa diambil dari nama belakang ayahnya atau nama leluhurnya.

    Baca juga: Sholat Tahiyatul Masjid: Niat, Tata Cara dan Waktu Pelaksanaanya

    2. Ide Rangkaian Nama Azka untuk Bayi Laki-Laki

    Setelah mengetahui makna dari nama Azka, tidak ada alasan mengapa kita harus menghindari nama tersebut. Nama Azka untuk bayi laki-laki merupakan nama yang sempurna.

    Kita bisa menggunakan nama ini sebagai nama depan, nama tengah bahkan nama belakang. Hanya perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan saja:

    1. Azka Gemilang Putra yang memiliki makna putra yang gemilang, saleh, bijaksana, dan berbudi luhur.
    2. Azka Hakim Ramadhan. Nama ini bisa kita berikan jika sang bayi lahir di bulan suci Ramadhan. Rangkaian nama tersebut memiliki makna orang yang taat dan bijaksana lahir di bulan Ramadhan.
    3. Azka Fairuza. Nama yang cukup singkat tapi memiliki makna yang bagus. Nama ini artinya orang yang sholeh dan berharga. Fairuza diartikan sebagai batu berharga.
    4. Abian Azka Zayed. Nama yang sangat indah untuk bayi laki-laki. Nama ini bermakna anak laki-laki yang sholeh dan membawa kebahagiaan serta memiliki masa depan yang cerah dan makmur.
    5. Dihyan Azka Sakya. Nama ini bermakna anak yang kuat selayaknya matahari, berbudi luhur, sholeh, dan penuh kebahagiaan.
    6. Abbiya Azka Isander. Rangkaian nama ini juga memiliki makna yang bagus. Nama ini bermakna anak laki-laki yang sholeh, pemberani, cerdas, dan ceria.
    7. Ruri Theo Azka. Nama Azka juga cocok disematkan sebagai nama belakang. Contohnya nama ini yang bermakna anugerah dari Allah di tengah kesepian, anak yang berbudi luhur, sholeh, dan ceria.
    8. Tristan Vamana Azka. Nama ini bermakna gagah berani yang taat agama, ceria dan di masa depan akan dipuji banyak orang.
    9. Mada Jauzan Azka. Nama yang tidak kalah baiknya karena bermakna anak tengah yang sholeh, memberikan kebahagiaan, ceria, juga cerdas.

    Siapa pun akan sepakat jika rangkaian nama Azka di atas sangatlah indah dan cocok untuk nama bayi laki-laki. Rangkaian nama yang memiliki doa baik untuk bayi baru lahir.

    3. Ide Rangkaian Nama Azka untuk Bayi Perempuan

    Nama Azka tidak hanya bagus diberikan untuk bayi laki-laki tapi juga perempuan. Sudah jatuh cinta dengan nama ini? Maka simak contoh rangkaian nama Azka berikut ini:

    1. Azka Zaina Ardiningrum. Nama Azka untuk bayi perempuan yang bermakna anak yang suci, harum, cantik dan berbudi luhur. Anak yang kelak akan berhati suci dan sukses.
    2. Azka Shadan Malayeka. Nama ini bermakna bidadari yang lahir dengan suci membawa kegembiraan.
    3. Azka Syafaah. Nama ini memiliki arti bayi perempuan yang suci, bersih, dan suka memberikan pertolongan.
    4. Azka Rasanah Jadwa. Nama ini cocok diberikan bagi orang tua yang ingin menamai anaknya dengan makna bayi perempuan suci yang dikaruniakan oleh Allah.
    5. Zayyana Azka Nusaibah. Referensi nama Azka di bagian tengah untuk bayi perempuan ini memiliki makna bayi perempuan yang cantik parasnya, suci, serta penyembuh lara orang tuanya.
    6. Mushirah Azka Iffat. Nama ini memiliki makna bayi perempuan yang lahir dengan suci, bijaksana, dan mampu menjaga dirinya sendiri.
    7. Shaqia Ismail Azka. Nama yang cantik ini bermakna anak perempuan suci yang akan membawa kesejukan.
    8. Gashanni Husnul Azka. Nama ini bisa kita berikan untuk anak perempuan yang baru lahir. Makna namanya adalah anak perempuan yang suci, baik, serta cantik.

    Demikianlah beberapa rekomendasi rangkaian nama Azka untuk bayi laki-laki maupun bayi perempuan. Kita bisa mempertimbangkan untuk menggunakan nama ini setelah mengetahui arti nama Azka dalam Islam.

  • Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah: Arab Latin dan Artinya

    Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah: Arab Latin dan Artinya

    Tahun baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharram. Umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan amalan-amalan sunnah pada momen tersebut, salah satunya dengan membaca doa awal Tahun Hijriyah.

    Doa ini merupakan bentuk harapan dari seorang muslim agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, rezeki, perlindungan, keselamatan derta husnul khatimah.

    Adapun berikut ini doa awal tahun hijriyah lengkap dengan keutamaanya.

    Dalil Mengenai Anjuran Membaca Doa Akhir dan Doa Awal Tahun Hijriyah

    Terdapat dalil yang menyebutkan bahwa umat muslim dianjurkan untuk melakukan amalan sunnah yakni membaca doa akhir dan awal tahun hijriyah sebagaimana ajaran Nabi Muhammad SAW. Dalam QS. Al Ghafir ayat 60 yang berbunyi:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ

    Wa qāla rabbukumud’ụnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna ‘an ‘ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn

    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60).

    Baca juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

    Inilah dalil-dalil tentang doa awal dan akhir tahun. Namun perlu diingat bahwa jumhur ulama tidak pernah menganjurkan adanya ibadah khusus, apa pun bentuknya di tahun baru hijriyah. Bacaan doa ini hanya sebagai amalan sunnah yang boleh dikerjakan karena memiliki beberapa manfaat bagi umat Muslim.

    Bacaan Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriyah

    Saat datang hari 1 Muharram, umat muslim tidak hanya dianjurkan untuk membaca doa awal tahun hijriyah, melainkan juga doa akhir tahun. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam QS. Ghafir ayat 60 yang berbunyi sebagai berikut:

    Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Ghafir: 60).

    Dengan mengamalkan doa awal maupun akhir tahun, harapannya adalah mendapatkan ampunan hingga keberkahan. Oleh sebab itu, akan sayang sekali jika menyambut 1 Muharram dengan melewatkan doa-doa tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut penjabarannya.

    1. Doa Akhir Tahun Hijriyah

    Doa Akhir Tahun Hijriyah

    Adapun bacaan doa akhir tahun hijriyah yang tertuang pada kitab Maslakul Akhyar adalah sebagai berikut.

    اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

    Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da’autanî ilat taubati min ba’di jarâ’atî ‘alâ ma’shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa’attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha’ rajâ’î minka yâ karîm.

    Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.”

    Selain pada kitab Maslakul Akhyar. Ada pula doa mustajab yang bisa diamalkan ketika menutup akhir tahun Islam. Salah satunya terdapat di dalam kitab Al Jami Al Kabir.

    اَللّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهَذَاعَامٌ جَدْيُدٌ قَدْ أَقْبَل. أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مَنَ الشْيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وِالْعَوْنَ عَلَى هَذه النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّي اللهُ عَلَي سَيّدِنَا مُحَمّدً وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّم

    Allahumma anta al abadiyyul qadīm al awwal, wa ‘alā fadhlika al-‘azhīmi wujūdika al-mu’awwal. Wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbala. Nas’alukal ‘ishmata fīhi min asy-syaithāni wa auliyāihī wa junūdihī. Wal’auna ‘alā hādzhi al nafsil amāarati bis syūi, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfa. Yā dzal jalāli wal-ikrām, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ‘ālihi wa shahbihī wa sallam

    Artinya; “Ya Allah, Engkau adalah Yang Abadi, Yang Pertama, Yang Maha Awal. Aku mengharapkan limpahan karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang layak digantungkan harapannya. Tahun baru telah tiba.”

    “Aku memohon kepada-Mu perlindungan dari setan dan pengikut-pengikutnya, serta pertolongan atas diri yang cenderung kepada keburukan. Aku berusaha untuk mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Yang Maha Agung dan Maha Pemurah. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, serta keluarga dan sahabat-sahabatnya. Amin.”

    Baca juga: Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

    2. Doa Awal Tahun Hijriyah

    Doa Awal Tahun Hijriyah

    Berikut bacaan doa awal tahun hijriyah:

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

    Allahumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.

    Artinya, “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

    Waktu Melafalkan Doa Awal dan Akhir Tahun Hijr iyah

    Untuk mencapai keberkahan yang sempurna, membaca doa akhir dan doa awal tahun hijriyah tentu memiliki waktu yang tepat dan mustajab. Untuk doa awal tahun sendiri dibaca saat setelah Maghrib atau tepatnya 1 Muharram, doa ini dibaca sebanyak 3 kali.

    Sedangkan doa akhir tahun yang dibaca 3 kali setelah waktu salat Ashar sampai sebelum Maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah atau tanggal 29/30 Dzulhijjah sesuai anjuran Rasulullah SAW.

    Keutamaan Melafalkan Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah

    Terdapat beragam keutaaman dari membaca doa akhir dan awal tahun hijriyah, berikut ini beberapa keutamaan dari membaca doa khir tahun, yakni sebagai berikut:

    1. Dilindungi dari godaan setan
    2. Meminta ampunan atas kesalahan yang pernah diperbuat
    3. Memohon keselamatan dunia dan akhirat

    Tidak hanya doa akhir tahun, melafalkan doa awal tahun hijriyah juga memiliki banyak sekali keutamaan. Di dalam Kitab Kanzun Najah was Surur, Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus bin Abdil Qadir menerangkan bahwa jika kita membaca doa awal tahun ini, kita akan terjaga dan aman dari godaan setan dan para pengikutnya, karena Allah akan menugaskan dua Malaikat untuk menjaganya.

    مَنْ يَقْرَأُهَذَا الدَّعَاءَ فِي اَوَّلِ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ ثَلَاثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُوْلُ: اِسْتَأْمَنَ عَلَى نَفْسِهِ وَتَوَكَّلَ بِهِ مَلَكَانِ يَحْرُسَانِهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاتِّبَاعِهِ

    “Barang siapa membaca doa ini tiga kali di awal hari dari Bulan Muharram, maka setan berkata: ‘ia telah memohon penjagaan dan telah berserah diri, maka dua Malaikat akan menjaganya dari godaan setan dan para pengikutnya.”

    Tentu dengan membaca doa awal tahun hijriyah kita mengharapkan agar Allah SWT senantiasa memberikan rahmat serta keberkahan dan kasih sayang-Nya kepada kita. Tidak hanya itu,kita juga memohon agar seluruh amal dan ibadah yang kita kerjakan pada tahun berikutnya dapat diterima dan menjadi pemberat dalam timbangan pahala di akhirat kelak.

    Demikianlah informasi terkait bacaan doa akhir dan doa awal tahun hijriyah yang dianjurkan Rasulullah SAW sebagai amalan yang dikerjakan pada 1 Muharram. Semoga segala sesuatu yang diniatkan atas nama Allah SWT, akan selalu diberikan keberkahan. Aamiin.

    Semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr.wb.