Blog

  • Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

    Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

    Pernah mendengar apa itu sholat tasbih? Secara harfiah merupakan sholat sunnah yang Rasulullah SAW anjurkan untuk dilakukan.

    Bahkan pada beberapa pendapat mengatakan bahwa sholat tasbih dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dilaksanakan paling tidak satu kali seumur hidup.

    Meskipun dalil mengenai sholat ini masih menjadi perdebatan oleh beberapa ulama. Tetapi, sebagian besar ulamanya menyarankan kepada umat Muslim untuk melaksanakannya.

    Lantas, sebenarnya sholat tasbih buat apa? Dari segi fungsi dan manfaatnya, setiap hal baik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW selalu menyimpan kebaikan untuk umatnya. Tidak terkecuali sholat sunnah tasbih satu ini.

    Mengenal Sholat Tasbih

    Sholat tasbih menjadi ibadah sunnah yang dalam pelaksanaan sholatnya terdapat beberapa kalimat tasbih. Nah, biasanya kita sebagai umat Muslim paling sering melaksanakannya di 10 malam terakhir bulan Ramadan.

    Tujuannya agar mendapatkan lailatul qadar di bulan penuh Rahmat tersebut. Tetapi, sebenarnya kapan waktu shalat tasbih secara umum? Tidak ada waktu khusus, sesuai dengan anjuran Rasulullah paling tidak sekali seumur hidup.

    Jadi, kita bisa melaksanakannya kapan pun. Tidak ada pendapat tertentu mengenai kapan waktu terbaiknya. Asalkan kita bisa melaksanakannya dengan baik, maka setiap hari pun tidak menjadi masalah.

    Tetapi beberapa orang masih bingung sholat tasbih berapa rakaat? Berdasarkan pendapat ulama sholat sunnah ini bisa dilaksanakan 4 rakaat di pagi dan siang hari. Atau dua rakaat salam dua rakaat salam di malam hari.

    Hal ini sesuai dengan anjuran Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, beliau menyatakan :

    فإن صلى ليلاً فأحبّ إليّ أن يسلّم في ركعتين؛ وإن صلّى نهاراً، فإن شاء سلّم، وإن شاء لم يسلم

    Artinya: “Bila shalat dilakukan di malam hari maka lebih kusukai bila bersalam dalam dua rakaat. Namun bila di siang hari maka bila mau bersalam (pada dua rakaat) dan bila mau maka tidak bersalam (di dua rakaat).”

    Dalam pelaksanaan sholat sunnah tasbih ini, dalam satu rakaat tasbih dibaca sebanyak 75 kali. Sholat ini dilaksanakan sebanyak 4 rakaat, jadi jika dijumlah 75 x4 = 300 kali dalam satu kali ibadah.

    Bagaimana Tata Cara Sholat Tasbih yang Benar?

    Bagaimana Tata Cara Sholat Tasbih yang Benar?

    Ingin menerapkan ajaran sholat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW? Kita bisa mulai dengan mempelajari tata cara sholat yang benar. Terutama dimulai dari paham dan hafal seperti apa niat sholat tasbih.

    Untuk panduan tata cara sholat, bisa diikuti sebagai berikut :

    1. Bersuci

    Sebagai seorang muslim kita pasti tahu kalau menghadap Allah SWT haruslah dalam keadaan suci, baik dari hadas kecil maupun besar.

    Meskipun cukup dengan hanya berwudhu saja, tetapi bersuci dengan cara mandi jauh lebih baik.

    Baca juga: Tata Cara Wudhu yang Benar: Niat Hingga Doa Sesudah Wudhu

    2. Baca Niat

    Apabila kita sudah suci dengan cara mandi dan berwudhu, kini saatnya siap-siap untuk mulai untuk sholat.

    Caranya dengan menghadap kiblat dengan merapikan sajadah. Tidak lupa membacakan niat sholat secara khusu’.

    Karena sholat tasbih ini bisa dilakukan dengan dua cara mengingat pelaksanaannya di siang hari atau malam hari.

    Maka, kita bisa mengkondisikan membacakan niat untuk sholat dua rakaat salam dua rakaat salam atau satu kali sholat empat rakaat.

     Niat sholat tasbih 2 rakaat 2 salam

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

    Latinnya: Ushallii sunnatat-Tasbiihi rak’ataini lillaahi Ta’aalaa.

    Artinya: “Aku berniat melaksanakan sholat sunnah Tasbih, sebanyak dua rakaat semata-mata karena Allah Ta’ala.”

    Niat sholat tasbih 4 rakaat 1 salam

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

    Bacaan latin: Ushalli sunnat tasbīhi arba’a rak’ātin lillāhi ta’ālā.

    Artinya: “Aku berniat melaksanakan sholat sunnah Tasbih, sebanyak empat rakaat semata-mata karena Allah Ta’ala.”

    3. Takbiratulihram, Al-Fatihah, Surat Pendek Lalu Tasbih

    Setelah kita lancar membaca niat di dalam hati, maka selanjutkan takbiratulihram (Allahu Akbar). Kemudian, kita bisa melaksanakan ibadah sholat pada umumnya dengan membaca Al-Fatihah dan surat pendek. Baru kemudian membaca tasbih sebanyak 15 kali.

    Adapun bacaan tasbihnya seperti berikut :

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

    ‘Subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar’

    4. Rukuk dan Tasbih Lagi

    Ketika sudah selesai, kita bisa langsung melanjutkan langkah sholat berikutnya yaitu rukuk. Dalam rukuk kita bisa membacakan doa sesuai anjuran sholat pada umumnya. Hanya saja setelah berdiri kembali, kita harus baca tasbih sebanyak 10 kali.

    5. I’tidal dan Sujud

    Pada saat I’tidal kita juga harus membaca tasbih sebanyak 10 kali baru kemudian sujud. Tetapi, dalam doa sujud seperti sholat pada umumnya pun. Kita juga membaca tasbih 10 kali setelah doa selesai dipanjatkan.

    6. Duduk Iftirasy dan Sujud Kedua

    Bangkit dari sujud pertama, dalam sholat kita akan duduk iftirasy (duduk diantara dua sujud). Kemudian, setelah doa diantara dua sujud ini dibacakan, kita bisa menambahkan tasbih sebanyak 10 kali.

    Setelah itu, kita bisa sujud kedua dan membaca tasbih sebanyak 10 kali juga.

    7. Duduk Kemudian Bangkit

    Selesai sujud kedua, sebelum berdiri kamu harus duduk kembali dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali. Apabila sudah selesai kamu bisa melanjutkan sholat hingga rakaat ke dua, tiga, dan keempat.

    Untuk keseluruhan bacaannya sama seperti rakaat pertama. Total bacaan tasbihnya juga tidak boleh kurang ataupun lebih. Total dalam satu rakaat adalah 75. Sehingga empat rakaat menjadi 300 bacaan tasbih.

    8. Tasyahud Akhir dan Salam

    Terakhir, setelah keseluruhan bacaan sholat sudah kita lalui. Sebelum salam pada duduk tasyahud akhir kita diharuskan untuk membaca tasbih juga sebanyak 10 kali. Baru setelah itu dilanjutkan dengan membaca doa sholat tasbih.

    Baca juga: Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    Tata Cara Sholat Tasbih Berdasarkan Hadits

    Tata Cara Sholat Tasbih Berdasarkan Hadits

    Menurut hadits Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu, yang lafazh-nya sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunan-nya (1297) adalah sebagai berikut:

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلَا أُعْطِيكَ أَلَا أَمْنَحُكَ أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةً

    Rasulullah bersabda kepada Abbas bin Abdul Muththalib, “Wahai Abbas, wahai pamanku, maukah engkau aku beri? Maukah engkau aku kasih? Maukah engkau aku beri hadiah? Maukah engkau aku ajari sepuluh sifat (pekerti)? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu; dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa). Engkau shalat empat rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca al-Fatihah dan satu surat (al-Quran). Jika engkau telah selesai membaca (surat) pada awal rakaat, sementara engkau masih berdiri, engkau membaca, ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa Allah, wallahu akbar sebanyak 15 kali. Kemudian ruku’, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau turun sujud, ketika sujud engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau bersujud, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Maka itulah 75 (dzikir) pada setiap satu rakaatnya. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Jika engkau mampu melakukan (shalat) itu setiap hari sekali, maka lakukanlah! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) setiap bulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu”

    Selain itu juga terdapat riwayat lain yang tidak jauh berbeda dari Ibu Hajar.

    Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm menuliskan:

    و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة

     Artinya: “dan (termasuk shalat sunnah) adalah shalat tasbih, yaitu shalat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar—di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh—sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203).

    Doa Setelah Sholat Tasbih yang Wajib Dibaca

    Setelah melakukan sholat tasbih akan lebih afdol apabila kita berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.

    Salah satunya doa yang dikutib dari kitab Nihayatuz Zain karya dari Syeh Muhammad Nawawi Al-Bantani.

    اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَك

    Allâhumma innî as’aluka taufîqa ahlil hudâ, wa a‘mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta‘abbuda ahlil wara‘i, wa ‘irfâna ahlil ‘ilmi hattâ akhâfak.

    Artinya, “Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara’, dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu.

    اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِزُنِيْ عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ حَتَّى أَخْلُصَ لَكَ النَّصِيحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُوْنَ أُحْسِنَ الظَنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّورِ. ا هـ وَفِي رِوَايَةٍ خَالِقِ النَّارِ

    Allâhumma innî as’aluka makhâfatan tahjizunî ‘an ma‘âshîka hattâ a‘mala bi thâ‘atika ‘amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hattâ unâshihaka bit taubah, khaufan minka hattâ akhlusha lakan nashîhata hayâ’an minka wa hattâ atawakkala ‘alaika fil ’umûri kullihâ wa hattâ akûna ’uhsinuz zhanna bika, subhâna khâliqin nûr (lain riwayat khâliqin nâr).

    Lanjut: Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Mahasuci Engkau Pencipta cahaya (lain riwayat, Pencipta api).”

    Keutamaan Sholat Tasbih

    Sholat yang dilaksanakan dengan bacaan tasbih 300 kali dalam empat rakaat pastinya memiliki keutamaan tersendiri apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Lantas, apa saja keutamaan sholat tasbih? Berikut pembahasannya :

    1. Memberatkan Timbangan Kebaikan

    Setiap orang pasti berlomba-lomba dalam kebaikan. Tujuannya untuk memperberat amal yang akan dibawa di akhirat nanti agar bisa masuk ke Surganya Allah SWT. Nah, cara yang bisa umat muslim lakukan yaitu dengan melaksanakan sholat tasbih.

    2. Terhindar dari Segala Hal Buruk

    Kita pasti tahu bahwa tasbih merupakan salah satu kalimat baik yang sangat Allah SWT sukai. Sehingga, ketika kita membacakannya berulang kali dalam sholat akan membuat Allah SWT semakin suka dan cinta kepada kita sebagai umatnya.

    Balasan Allah SWT atas apa yang kita lakukan tentu saja berlipat ganda. Hal paling mendasarnya dengan menjauhkan kita dari segala hal buruk yang mungkin saja terjadi. Sehingga hanya berita baik saja yang diterima di telinga.

    3. Meningkatkana Amal

    Sebagai umat Muslim pastinya kita percaya dengan adanya hari pembalasan di akhir kehidupan nanti. Dengan mempercayainya tentu kita sebagai umat akan terus berupaya untuk melakukan hal baik secara terus menerus.

    Amalan yang bisa kita coba dengan sederhana dan bermanfaat adalah membaca tasbih.

    4. Menghapus Dosa

    Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, baik disengaja ataupun tidak disengaja. Hal itu sama-sama mendatangkan dosa yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

    Cara untuk menghapusnya dengan terus beribadah dan melakukan hal baik kepada semua orang. Ibadah paling cepat menghapus dosa-dosa ini bisa kita lakukan dengan sholat tasbih.

    Nah, itulah pembahasan terkait sholat tasbih yang bisa kita jadikan panduan untuk menjalankan ibadah lebih baik lagi. Mulai dari memahami bagaimana tata cara pelaksanaan yang benar, pembacaan doa, hingga keuntungan apabila melaksanakannya.

  • 8 Doa Meminta Rezeki yang Berlimpah dan Berkah, Amalkan Yuk!

    8 Doa Meminta Rezeki yang Berlimpah dan Berkah, Amalkan Yuk!

    Memiliki banyak rezeki tentunya menjadi keinginan oleh siapa saja, tidak terkecuali umat muslim. Hal ini yang membuat banyak saudara seiman ataupun kita memanjatkan doa meminta rezeki yang berlimpah pada Allah SWT.

    Bentuk rezeki ini sangat beragam dan tidak terbatas, seperti kesehatan, jodoh, pekerjaan dan lain sebagainya.

    Semua ini tentu merupakan suatu kenikmatan yang diberikan oleh Allah pada hamba yang dicintai-Nya.

    Doa Meminta Rezeki pada Allah SWT

    Doa Meminta Rezeki pada Allah SWT

    Pada dasarnya, kita sebagai umat muslim yang taat tentunya selalu diajarkan bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah SWT.

    Namun, mengamalkan doa untuk meminta rezeki ini bisa menjadi salah satu ikhtiar agar dilancarkan dan dilimpahkan.

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-qur’an surat Saba ayat 36 yang berbunyi:

    قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Qul inna rabbī yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdiru wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya’lamụn

    Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Q.S Saba: 36)

    Doa memohon rezeki agar dilancarkan dan dilimpahkan ini tentunya bisa kita panjatkan kapan saja, seperti selesai ibadah shalat ataupun ibadah lainnya. Namun, doa ini harus tetap disertakan dengan usaha untuk mendapatkan rezeki.

    Di bawah ini beberapa amalan doa yang bisa kita panjatkan kepada Allah SWT.

    Baca juga: 8 Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    1. Doa Meminta Rezeki sebelum Beraktivitas

    Sebelum memulai aktivitas bekerja, sebaiknya kita memanjatkan doa melancarkan rezeki dan usaha agar diberikan kemudahan.

    Amalan ini juga dianjurkan karena berdoa sebagai bentuk meminta dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

    Adapun doa yang bisa kita baca untuk meminta rezeki dari Allah SWT sebelum memulai aktivitas, yakni:

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.

    Artinya: “Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali,” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya)

    2. Doa Meminta Rezeki Lancar di Pagi Hari

    Selain doa sebelumnya, terdapat juga doa agar rezeki lancar dan berlimpah yang bisa kita panjatkan untuk meminta rezeki pada Allah SWT. Doa ini dianjurkan untuk kita baca di pagi hari agar rezeki yang diterima lancar dan mendapatkan berkah.

    Di bawah ini doa memohon rezeki yang bisa kita baca di pagi hari:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Allahumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaikatihi wa jami’a kholqika annaka antallahu la ilaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasulika.

    Artinya: “Ya Allah, aku berada di waktu pagi bersaksi atas-Mu, dan kepada para pembawa Arsy-Mu, kepada semua malaikat, dan kepada semua makhluk-Mu.

    Bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu,” (HR. Abu Daud).

    3. Doa Diberi Rezeki Ilmu

    Rezeki dalam mencari ilmu juga sudah seharusnya diamalkan oleh semua umat muslim. Hal ini karena menuntut ilmu merupakan suatu keharusan karena akan menjadi pedoman untuk bekerja dan lain sebagainya.

    Tidak terkecuali, banyak kaum muslim yang sedang menuntut ilmu bisa diberikan pengetahuan yang juga bermanfaat. Dalam Islam, ternyata terdapat doa yang bisa kita panjatkan atas rezeki ilmu tersebut.

    Berikut ini doa untuk meminta diberi rezeki oleh Allah SWT agar bermanfaat sebagai ilmu pengetahuan.

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Allahumma inni as-aluka rizqan thayyiban wa ‘ilman naafi’an wa ‘amalan mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima.” (HR. Al Mustaghfiri)

    4. Doa Meminta Pertolongan pada Allah SWT

    Rezeki tidak hanya dalam bentuk harta, kesehatan, pekerjaan dan lain sebagainya. Namun, juga terdapat pada pertolongan Allah SWT pada hamba-Nya. Pada kehidupan sehari-hari tentunya kita terkadang merasa kesulitan.

    Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita meminta pertolongan Allah SWT agar semakin dimudahkan dalam mengatasi masalah tersebut. Selain itu, kita juga tidak tahu masalah apa yang selanjutnya mungkin dihadapi.

    Di bawah ini doa meminta pertolongan kepada Allah SWT agar selalu dimudahkan.

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin abadan.

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan.

    Perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.” (HR Tirmidzi).

    5. Doa Dimudahkan Rezeki dari Semua Penjuru

    Seringkali umat muslim berharap agar dimudahkan rezeki dalam segala situasi. Doa mendatangkan rezeki dari segala penjuru ini bisa kita amalkan agar mendapatkan banyak rezeki yang berlimpah.

    Adapun doa dimudahkan rezeki ini bisa kita panjatkan kepada Allah SWT:

    اللَّهُمَّ الطُّفْ بي في تَيْسِيرِ كُلِّ أَسِيرٍ، فَإِنَّ تَيْسِيرَ كُلِّ أَسِيرٍ عَلَيْكَ يَسِيرٌ، أَسْأَلُكَ الْيُسْرَ وَالْمُعَافَاةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

    Allaahummalthuf bii fii taisiiri kulli ‘asiirin, fa inna taisiira kulli ‘asiirin ‘alaika yasiir, as ‘alukal yusra wal mu’aafaata fid dun-yaa wal aakhirati.

    Artinya: “Ya Allah, berilah taufik, kebajikan, atau kelembutan kepadaku dalam hal kemudahan pada setiap kesulitan.

    Karena sesungguhnya kemudahan pada setiap yang sulit adalah mudah bagi-Mu, dan aku mohon kemudahan serta perlindungan di dunia dan di akhirat,” (HR Thabrani).

    Baca juga: Jazakumullah Khairan Katsiran, Arti dan Cara Menjawabnya

    6. Doa Memohon Rezeki setelah Shalat Subuh

    Bacaan doa memohon rezeki berikutnya bisa kita amalkan setelah menunaikan ibadah shalat subuh. Anjuran mengamalkan doa untuk meminta rezeki ini juga disabdakan oleh Rasulullah.

    Adapun bunyi dari sabda untuk doa meminta rezeki yang dianjurkan oleh Rasulullah, yakni:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

    Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322)

    7. Doa Dicukupkan Rezeki Harta

    Doa lainnya yang bisa kita panjatkan pada Allah SWT adalah dicukupkannya harta. Amalan untuk meminta rezeki ini bisa dibaca kapan saja agar selalu cukup akan harta yang halal dan dijauhi dari harta yang haram.

    Di bawah ini doa agar kita selalu dicukupkan dengan harta yang halal dari Allah SWT:

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

    Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Ahmad 1319, Tirmidzi 3563 dan dihasankan al-Hafizh Abu Thahir)

    8. Doa Dimudahkan Rezeki

    Rezeki pada hakikatnya hanya milik Allah SWT dan diberikan pada hamba yang dikehendaki-Nya. Kita sebagai umat muslim yang taat tentunya berusaha mencari rezeki yang halal agar Allah ridha membagikan rezeki pada kita.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضُرٍّ وَلَا نَشَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Allahumma inni as-aluka an tarzuqoni rizqon halalan wasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wala masyaqqotin wala dhoirin wala nashobin innaka ‘ala kulli syai-in qodir.

    Artinya: ”Ya Allah, aku minta pada Engkau agar melimpahiku rizki yang halal, luas, dan baik tanpa kesusahan, tanpa kemelaratan dan tanpa kepayahan. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    Rezeki pada dasarnya tidak hanya sebatas yang terlihat saja. Namun, juga bisa berupa keimanan hingga pertolongan dari Allah SWT. Karena itu, sepantasnya kita selalu memanjatkan doa meminta rezeki agar selalu dimudahkan di berkahi.

  • Kisah Nabi Ibrahim: Mukjizat hingga Perintah Berqurban

    Kisah Nabi Ibrahim: Mukjizat hingga Perintah Berqurban

    Salah satu cara meneladani sifat-sifat baik para nabi yaitu dengan mengetahui kisah lengkap kehidupannya, termasuk kisah nabi Ibrahim. Kisah nabi Ibrahim yang diabadikan dalam Al-Quran jelas memberikan banyak pelajaran dalam kehidupan.

    Sehingga, tidak ada salahnya jika kita mencoba membaca bagaimana kisah penuh hikmah tersebut.

    Apalagi kisah nabi Ibrahim dijadikan sebagai dasar peristiwa istimewa yaitu berqurban.

    Awal Mula Kisah Nabi Ibrahim

    Siapa yang tidak tahu jika nabi Ibrahim mempunyai julukan sebagai bapak para nabi sekaligus nabi keenam? Tentu semuanya tahu, bukan? Sebab dari beliaulah lahir para pejuang tangguh di jalan Allah Swt.

    Oleh karena itu, kisah nabi Ibrahim lengkap sangat patut untuk kita pelajari dengan baik. Kisah hidupnya dapat menjadikan sebagai teladan dan pelajaran berharga bagi kita semua umat setelah beliau.

    1. Kelahiran Nabi Ibrahim

    Nabi Ibrahim merupakan anak dari seorang ayah bernama Azar yang hidup di negeri Babil, Irak. Beliau merupakan seniman yang ahli dalam membuat patung, dan patungnya beliau jual kepada orang-orang yang mereka menyembah patung.

    Ada beberapa sumber yang mengatakan jika Azar merupakan pamannya. Sebab ayah kandung Nabi Ibrahim sudah meninggal sebelum ia dilahirkan. Dan diasuh oleh pamannya, dimana pamannya itu menduduki kedudukan ayahnya.

    Ayahnya juga masih keturunan dari Sam bin Nuh yang merupakan anak dari Nabi Nuh AS sebelumnya. Sementara, untuk ibunya bernama Layutsa yaitu seorang wanita yang telah menyembunyikan keimanannya.

    Cerita kisah nabi Ibrahim dimulai ketika sebelum kelahirannya beliau. Dimana para ahli nujum memberitahu kepada Raja Namrud pada sekitar 1889 hingga 1956 M akan lahir seorang anak yang akan membinasakannya kelak.

    Hal itulah yang membuat Raja Namrud memerintah para prajuritnya untuk mencari anak laki-laki tersebut supaya ramalannya tidak menjadi kenyataan. 

    Di tahun itu pula, semua anak laki-laki yang lahir dibunuh dan para lelaki dilarang menggauli istrinya. Kisah Nabi Ibrahim yang lahir pada tahun inilah membuat ibundanya harus memikirkan cara menyelamatkan Ibrahim.

    Agar kelahiran Nabi Ibrahim tidak ketahuan oleh Raja Namrud, ibunda Nabi Ibrahim AS mengasingkan diri ke hutan. Tepatnya di dalam goa yang mustahil jika tempat tersebut diketahui oleh orang-orang.

    Saat kelahirannya, wajah kecil Nabi Ibrahim selalu memancarkan cahaya tepatnya pada kening dan berbagai keanehan terjadi di wilayah tersebut. Di mana berhala yang semula berdiri kokoh tiba-tiba berjatuhan.

    Balkon gedung Namrud ambruk, mahkota jatuh dari kepalanya, dan berbagai keanehan lainnya. Mengetahui hal tersebut, ibunda Nabi Ibrahim menutup pintu gua untuk melindunginya agar tidak ditemukan oleh orang jahat.

    Baca juga: Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal dan Amalan Sunnahnya

    2. Kehidupan Setelah Dilahirkan dan Proses Mencari Tuhan

    Kisah Nabi Ibrahim alaihissalam selanjutnya pada masa setelah kelahiran. Nabi Ibrahim tumbuh lebih pesat dibandingkan dengan anak seusianya. Di mana ibunya mengetahui jika tepat pada satu minggu putranya sedang melakukan aktivitas.

    Mulai dari aktivitas meminum susu dari jarinya, madu, dan keju dari jari lainnya. Kemudian, ibundanya meninggalkan dan kembali lagi tepat 1 tahun. 

    Pertumbuhan normal layaknya anak biasanya, dan Nabi Ibrahim meninggalkan gua ketika usia 12 tahun.

    Ketika sudah keluar dari gua itulah, Ibrahim kecil mulai mencari Tuhannya. Berbagai cara beliau lakukan, paling tepat dengan mentafakuri kejadian besar yang ada di bumi seperti matahari terbit, lautan, gunung, dan lain sebagainya.

    Ibrahim kecil merupakan seseorang yang berakal cemerlang, sebab Allah Swt menghidupkan hati dan akalnya. Sehingga, ada banyak hikmah yang bisa diambil dari kisah Nabi Ibrahim di kehidupan sejak lahirnya.

    Nabi Ibrahim sejak kecil pun sudah mengetahui jika ayah beliau seorang pembuat patung-patung unik dan beliau selalu bertanya-tanya kenapa patung tersebut disembah oleh kaumnya.

    Nabi Ibrahim tidak percaya bahwa patung-patung tersebut memberikan mudharat kepada manusia. Beliau juga tidak percaya bahwa Raja Namrud merupakan Tuhan. Sebab Raja Namrud hanyalah seorang manusia biasa.

    Mentafakuri ciptaan Tuhan melalui ciptaan-Nya ini berhasil menyadari bahwa Tuhan yang haq adalah satu yaitu Allah Swt. Allah Swt tidak beranak, tidak diperanakkan, tidak ada yang menyerupai-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Mulai dari sinilah kisah Nabi Ibrahim mencari Tuhan dengan menyatakan kebenaran tauhidnya kepada ayah dan kaumnya. Nabi Ibrahim memberikan nasihat agar mereka meninggalkan penyembahan berhala-berhala tersebut.

    Nabi Ibrahim juga menentang Raja Namrud dan membuktikan bahwa kekuasaannya sebagai Tuhan jelaslah salah. Akan tetapi, sayang sekali ayah dan kaumnya tidak mendengarkan nasihat Nabi Ibrahim, justru malah marah dan mengancamnya.

    Baca juga: 10 Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua dan Dalilnya dalam Islam

    3. Kisah Nabi Ibrahim Berdakwah

    Sebagaimana yang sudah kita ketahui dari kisah Nabi Ibrahim sebelumnya bahwa ajakan demi ajakan yang Nabi Ibrahim tuturkan kepada semua orang. Terutama kepada ayah dan kaumnya yang ditolak mentah-mentah. 

    Hal itu dikarenakan mereka menganggap kepercayaan turun temurun lebih kuat daripada ajaran Ibrahim. Bahwa ajakan demi ajakan yang Nabi Ibrahim berikan tidak jarang mendapatkan imbalan tindak kekerasan. 

    Salah satunya terekam dalam Al-Quran Surat Al-Anbiya yang membahas mengenai “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya.”

    Walaupun Nabi Ibrahim mendapatkan penolakan demi penolakan, Nabi Ibrahim tetap menyebarkan ajaran Tauhid yaitu mengesakan Allah Swt kepada masyarakat. Hingga berjalannya waktu mulai ada orang yang menyatakan keimanannya.

    Meskipun sebagian masih secara sembunyi-sembunyi sebab ketakutannya kepada penguasa kala itu. Apalagi Raja Namrud semakin murka karena takut akan kematiannya.

    Raja Namrud kemudian mendengar bahwa ada ajaran baru yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. Lantas ia mencari cara agar ramalan yang terdahulu tidak menjadi kenyataan dengan cara membuat strategi ancaman.

    Suatu ketika untuk menunjukkan bahwa berhala-berhala tersebut bukan Tuhan, Nabi Ibrahim menjalankan taktik yang cerdik untuk menyadarkan Raja Namrud dan pengikutnya.

    Di mana kala itu Nabi Ibrahim lagi menjalankan aksinya saat Raja Namrud bepergian keluar kota. Nabi Ibrahim menghancurkan semua berhala tidak terkecuali di wilayah Raja Namrud.

    Ketika Raja Namrud kembali bersama pengikutnya, sungguh ia terkejut dan marah besar. Kemudian mencari tahu dalang dibalik kerusakan berhala-berhalanya, dan akhirnya ada salah satu pengikut yang mengetahui jika Ibrahim AS pelakunya.

    Pengikut tersebut memberitahu pelakunya kepada Raja Namrud. Sehingga, Raja Namrud marah besar dan meminta Nabi Ibrahim untuk menghadapnya. Mendengar hal itu, Nabi Ibrahim pun menghadap ke Raja Namrud.

    Terjadilah percakapan yang panjang, hingga membuat pengikut Raja Namrud tersadar dan berpikir jernih. Raja Namrud semakin murka dan tidak terima atas kejadian itu, dan memerintahkan tentaranya untuk menghukum mati Nabi Ibrahim.

    4. Nabi Ibrahim Dibakar Hidup-Hidup

    Ceritakan kisah Nabi Ibrahim selanjutnya bahwa Raja namrud yang kalah argument menggunakan cara kekerasan. Raja Namrud ingin Nabi Ibrahim dibunuh dengan cara dibakar hidup-hidup di hadapan banyak orang.

    Peristiwa ini tercantum dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 68 yang artinya, “Mereka berkata, ‘Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak.”

    Pengumpulan kayu bakar yang dilakukan selama berhari-hari kini terkumpul banyak dan terlihat sangat tinggi. Mereka kemudian menyalakan api besar dan langsung melemparkan Nabi Ibrahim ke tengah lautan api tersebut.

    Pelemparan tersebut menggunakan alat pelempar semacam ketapel besar yang bernama manjaniq. Lantas Nabi Ibrahim pada saat itu berkata yang artinya, “Cukuplah Allah bagiku. Dia adalah sebaik-baik Pelindung.” (HR. Bukhari No. 4564).

    Mereka yaitu Raja Namrud dan pengikutnya yang melakukan hal keji tersebut tertawa, mereka merasa sangat lega dan puas. Akan tetapi, kemudian Allah Swt menolong Nabi Ibrahim.

    “Kami berfirman kepada api, ‘Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.’ Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.” (Q.S. Al-Anbiya ayat 69 hingga 70).

    Api yang seharusnya berkobar, seketika kobaran api besar tersebut padam. Seketika Nabi Ibrahim keluar dari puing-puing pembakaran. Keluarnya Nabi Ibrahim dari puing-puing yang menandakan bahwa beliau selamat tanpa ada luka sedikitpun.

    Atas karunia Allah Swt api yang seharusnya panas berubah menjadi dingin dan menyejukkan. Dari situlah, mulai banyak kembali pengikut Raja Namrud yang menjadi umat Nabi Ibrahim untuk menaati dan berjalan lurus kepada Allah Swt.

    Kisah Nabi Ibrahim yang Disyariatkan Berkurban untuk Umat Islam

    Melengkapi kisah Nabi Ibrahim sebelumnya, kini beranjak tentang kisah rumah istri-istrinya dan anak-anaknya. Sebab dalam setiap kisah hidupnya terdapat hikmah pembelajaran untuk kehidupan di zaman sekarang.

    1. Kisah Nabi Ibrahim dan Siti Sarah

    Kisah cinta Nabi Ibrahim dengan istri pertama yang bernama Sarah. Sarah merupakan seorang perempuan yang cantik, bahkan ada yang mengatakan perempuan tercantik setelah Hawa. Sarah melahirkan anak laki-laki bernama Ishaq.

    Kecantikan Sarah tidak hanya terpancar dari wajahnya saja, tapi juga hatinya yang baik. Walaupun dikaruniai kecantikan yang luar biasa, Sarah tidak pernah lupa akan kewajibannya pada sang Suami yaitu Nabi Ibrahim.

    Sarah juga sangat cerdas dan orang yang setia. Setiap Nabi Ibrahim bepergian, Sarah akan selalu mengikutinya. Salah satunya saat Nabi Ibrahim hijrah ke Mesir dari Babilonia.

    Waktu itu, dakwah Nabi Ibrahim belum diterima oleh masyarakat Babilonia. Oleh sebab itu, Nabi Ibrahim dan Sarah bepergian kesana, hingga akhirnya tiba di Baitul Maqdis dan tinggal di Harran.

    Masyarakat di sini masih menyembah berhala, dan pemimpinnya kala itu Raja Amr bin Amru Al-Qais bin Mailun. Beliau raja yang kafir dan suka menghambur-hamburkan kekayaannya untuk berfoya-foya.

    Terlebih lagi, beliau suka mencari perempuan tercantik. Alhasil kecantikan Sarah menjadi sebuah topik hangat di kerajaan dan sampai ke telinga Raja Amr. Lantas, Raja langsung menyuruh pengawalnya untuk memanggil keduanya.

    Nabi Ibrahim menyanggupi panggilan tersebut bersama dengan Sarah. Setibanya di sana, Raja Amr langsung menanyakan siapakah perempuan di sebelah Nabi Ibrahim.  Lalu, Nabi Ibrahim menjawab Sarah adalah saudaranya.

    Sebelum itu, Nabi Ibrahim sudah berbisik pada istrinya Sarah untuk mengaku demikian. Hal tersebut bertujuan agar keduanya selamat. Sarah dibawa untuk didandani dan dibawah kembali ke hadapan raja.

    Sebelum itu Sarah menunaikan sholat dan berdoa kepada Allah Swt agar tetap dijaga kesuciannya. Rasa sedihnya terasa di hati, Sarah tidak ingin berpisah dengan suaminya sebab takut disentuh Raja Amr.

    Setiap kali didekati sanga raja Sarah selalu berdoa, setelah berdoa pasti akan terjadi hal-hal tak terduga yang dirasakan oleh raja tersebut. Hal itu terjadi beberapa kali, Sarah tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah Swt.

    Hingga akhirnya sang raja ketakutan dan mengembalikan Sarah pada Nabi Ibrahim. Sarah terbebas dan kembali pulang ke rumah bersama dengan seorang perempuan cantik Hajar sebagai hadiah dari raja.

    2. Kisah Nabi Ibrahim dan Siti Hajar

    Dari kisah Nabi Ibrahim bersama istrinya Sarah di kerajaan Raja Namrud tersebut, Sarah diberi hadiah oleh sang raja yaitu Hajar. Pernikahan yang berjalan sangat lama bersama Sarah belum juga dikaruniai seorang anak.

    Walaupun begitu, Sarah dan Nabi Ibrahim terus berdoa dan tetap sabar juga usaha terbaik agar segera dikaruniai anak. Hingga suatu saat, Sarah yang mendengar doa Nabi Ibrahim ingin dikaruniai anak sholeh menawarkan Hajar untuk dijadikan istri.

    “Hai kekasih Allah, sesungguhnya Allah tidak memperkenankan aku melahirkan anak, karenanya menikahlah dengan budakku ini, mudah-mudahan Allah mengaruniakan anak kepadamu melalui dirinya. Inilah Hajar, aku berikan kepadamu, mudah-mudahan Allah memberi kita anak keturunan darinya.”

    Benar saja, Nabi Ibrahim menikahi Hajar dan Allah Swt mendengarkan doanya. Dari Hajar inilah Nabi Ibrahim dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Tentunya Nabi Ibrahim sangat bahagia kehadiran anak dalam keluarganya.

    Hingga waktu berjalan lama, Sarah dilanda api cemburu. Sarah berjanji kepada suaminya untuk tidak tinggal satu atap dengan Hajar. Melihat kecemburuan yang menjadi-jadi, Nabi Ibrahim pun membawa Hajar dan Ismail pergi dari rumahnya.

    Hal tersebut sesuai dengan wahyu yang Nabi Ibrahim terima dari Allah Swt. Nabi Ibrahim membawa istri dan anaknya tercinta ke lembah dekat Baitullah yang tidak ada tanaman, bahkan tanahnya terlalu kering.

    Nabi Ibrahim pun berdoa kepada Allah Swt agar lembah tempat tinggal Hajar dan Ismail subur. Akhirnya, muncullah air zam-zam yang bermanfaat untuk kehidupan bahkan menjadi air suci hingga sekarang.

    Kisah Nabi Ibrahim dalam Al-Quran yang menceritakan hal itu juga ada, tepatnya pada Surat Ibrahim ayat 37 yang artinya sebagai berikut:

    “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai taman-taman di dekat rumah Engkau Baitullah yang dihormati. Ya Tuhan kami yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagai manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki lah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” 

    Setelah itu, Nabi Ibrahim berpaling dan pergi meninggalkan keduanya. Maka, ibundanya Ismail mengikuti sambil berkata, “Wahai Ibrahim, ke mana kamu akan pergi, apakah kamu akan tinggalkan kami di lembah yang tak berpenghuni dan tidak ada apa-apanya ini?”

    Perkataan tersebut berulang kali Siti Hajar lontarkan, namun Nabi Ibrahim tetap berjalan tidak menolehnya.. Barulah Siti Hajar berkata, “Apakah Allah SAW yang menyuruhmu?”

    Maka, Nabi Ibrahim menjawabnya “Ya.” Dari jawaban inilah Siti Hajar membuat kesimpulan bahwa Nabi Ibrahim tidak akan menelantarkannya bersama anaknya, dan beliau melanjutkan untuk kembali ke tempat semula.

    3. Perintah untuk Menyembelih Nabi Ismail

    Saat Allah Swt memerintahkan Nabi Ibrahim membawa anak dan istrinya ke lembah tak bertuan, beliau penuh keyakinan melaksanakan hal tersebut. Sehingga, beliau mendapatkan jalan keluar bagi permasalahannya dan mendapatkan rezeki.

    Selang beberapa tahun Ismail sudah beranjak dewasa, dan Allah Swt memberikan perintah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya tersebut. Padahal Nabi Ismail begitu disayangi dan dicintai oleh Nabi Ibrahim.

    Perintah menyembelih Nabi Ismail itu diterima melalui mimpi, bahkan mimpi yang sama hingga 3 kali. Setelah mimpi ketiga, Nabi Ibrahim memohon petunjuk kepada Allah Swt atas semua cobaan yang terjadi.

    Setelah mendapatkan keyakinan penuh bahwa mimpi tersebut memang perintah Allah Swt. Maka, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah tersebut dengan menyampaikan kepada Nabi Ismail. 

    Walaupun hatinya dirundung kesedihan, tapi Nabi Ibrahim tetap menyampaikan perintah Allah Swt dengan penuh kasih saya. Peristiwa tersebut masuk dalam ayat tentang kisah Nabi Ibrahim Al-Quran Surat As-Saffat ayat 102 yang artinya:

    “Ketika anak itu sampai pada umur ia sanggup bekerja bersamanya, ia Ibrahim berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?”

    Jawaban Nabi Ismail atas pertanyaan ayahnya pun dijawab tanpa keraguan sedikitpun. Ini juga tercantum dalam Al-Quran ayat 102 yang artinya sebagai berikut:

    “Dia Ismail menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”

    Dari jawaban yang tegas tersebutlah, akhirnya Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah Swt. Walaupun Nabi Ibrahim sempat mendapatkan godaan dari iblis beberapa kali, namun Nabi Ibrahim tidak goyah akan godaan tersebut.

    Hingga akhirnya, waktu di mana penyembelihan berlangsung. Kaki, tangan Nabi Ismail diikat dan tubuhnya dibaringkan. Nabi Ibrahim dengan tangannya sendiri mengambil pedang tajam.

    Saat pedang tajam tersebut digerakkan untuk menyembelih Nabi Ismail, Allah Swt menggantikan tubuh Nabi Ismail dengan seekor domba berwarna putih bersih yang besar. Selain itu, dombanya dalam keadaan tidak ada cacat.

    Kisah Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail ini juga termuat dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat ayat 107 yang artinya, “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” Dan peristiwa inilah yang menjadi dasar adanya ibadah Qurban.

    Ibadah Qurban yang dilakukan pada Hari Raya Idul Adha yaitu 10 Dzulhijjah sekaligus hari tasyriknya pada 11 hingga 13 Dzulhijjah.

    Itulah kisah Nabi Ibrahim yang penuh hikmah untuk dijadikan suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Hal terpenting dari kisah ini adalah Nabi Ibrahim selalu mendahulukan ridho Allah Swt daripada syahwatnya.

  • Punggung Terasa Panas Menurut Islam, Apa Artinya?

    Merasakan sakit dan panas di area punggung tentu bukan hal baru lagi. Rasa sakit ini seringkali kita rasakan dan umum bagi banyak orang. Namun, tahukah kita bagaimana punggung terasa panas menurut Islam?

    Islam merupakan agama yang sangat suci dan lengkap menjelaskan tentang kehidupan. Termasuk perspektif kecil mengenai gejala sebuah penyakit dan bagaimana cara untuk mengobatinya.

    Namun, di dalam Islam kita pun diajarkan untuk mengenal penyebab dari rasa sakit tersebut terlebih dahulu agar mendapatkan pengobatan yang sesuai. Oleh karena itu, temukan jawaban lengkapnya pada pembahasan kali ini.

    Penyebab Punggung Terasa Panas Menurut Kedokteran

    Dalam ilmu kesehatan ada banyak hal yang memicu punggung terasa panas. Bisa jadi dipengaruhi oleh sinar matahari karena saat keluar tidak menggunakan tabir surya sehingga menyebabkan gangguan saraf.

    Nah, untuk detail penyebab lengkapnya sebagai berikut:

    1. Fibromyalgia

    Punggung yang terasa panas juga bisa disebabkan oleh Fibromyalgia. Secara konsep kesehatan pemicu fibromyalgia sampai detik ini belum dapat dipastikan, tetapi faktor dugaannya berkaitan dengan genetika, gangguan tidur, dan juga gangguan sistem saraf.

    Gejala utama dari Fibromyalgia ini kulit tubuh terbakar dan mengalami rasa nyeri utamanya bagian otot punggung. Selain itu, penderita juga sering mengalami kelelahan berlebih.

    2. Sclerosis Ganda

    Penyebab lain dari punggung terasa panas juga dipicu oleh multiple sclerosis atau sclerosis ganda.

    Di mana, penyakit ini merupakan gangguan sistem saraf yang menyebabkan gangguan pada proses penyaluran informasi dari dan ke otak.

    Kerusakan ini terjadi di sepanjang tulang punggung hingga otak. Biasanya tidak hanya menyebabkan punggung terasa panas tetapi juga menimbulkan rasa nyeri serta sensasi terbakar pada lengan dan kaki.

    Baca juga: Tunangan dalam Islam: Ketentuan dan Dalil yang Mengaturnya dalam Islam

    3. Saraf Terjepit

    Berikutnya, saraf terjepit atau sebuah kondisi di mana tulang belakang mengalami pergeseran dengan menekan saraf tulang belakang juga dapat memicu punggung terasa panas.

    Kondisi ini biasanya terjadi di sekitar punggung bagian bawah. Namun, rasa nyeri yang ditimbulkan menjalar ke anggota tubuh lain seperti betis dan bokong. Sehingga, membuat rasa sakit cukup hebat dan punggung terasa panas berlebih.

    4. Arthritis

    Peradangan yang terjadi pada beberapa sendi atau arthritis juga menyebabkan punggung terasaa panas, loh. Tidak hanya menyerang sendi di bagian tangan dan kaki saja, tetapi juga menyalur ke tulang belakang dan membuat punggung panas.

    Punggung Terasa Panas Menurut Islam

    Setelah mempelajari beberapa faktor penyebab punggung terasa panas secara umum dalam konteks kesehatan, maka sekarang kita wajib paham bagaimana pandangan Islam dalam kondisi tersebut.

    Sebab, Allah SWT telah mengatur seluruh kejadian yang ada di bumi ini di dalam ajaran Islam sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist. Contoh dari penjabaran punggung terasa panas menurut Islam sebagai berikut:

    1. Sakit sebagai Penebusan Dosa

    Allah SWT sengaja mendatang sakit kepada hambanya untuk mengurangi dosa-dosa yang telah diperbuatnya.

    Di mana, konsepnya adalah Allah SWT mendatangkan sakit sebagai balasan dosa dan menghapusnya menjadi dosa yang sangat ringan. Hal ini sesuai dengan beberapa riwayat hadits dari Ahmad dan juga Abu Daud.

    Hadits Jabir bin Abdullah Radhiyallahu anhu, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    ” مَا يَمْرَضُ مُؤْمِنٌ وَلاَ مُؤْمِنَةٌ وَلاَ مُسْلِمٌ وَلاَمُسْلِمَةٌ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِذلِكَ خَطَايَاهُ كَمَا تَنْحَطُّ الْوَرَقَةُ مِنَ الشَّجَرِ”

    Artinya:

    “Tidaklah sakit seorang mukmin, laki-laki dan perempuan, dan tidaklah pula dengan seorang muslim, laki-laki dan perempuan, melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan hal itu, sebagaimana bergugurannya dedaunan dari pohon.” [HR. Ahmad 3/346].

    Begitu juga sakit pada punggung yang terasa panas, bisa jadi sakit yang kita derita sebagai upaya penebusan/penghapusan dosa.

    2. Sakit untuk Mencapai Kedudukan yang Tinggi

    Berdasarkan HR. Al-Hakim dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Rasulullah SAW pernah bersabda.

    ” إِنَّ الرَّجُلَ لَيَكُوْنَ لَهُ عِنْدَ اللهِ اْلمَنْزِلَةَ فَمَا يَبْلُغُهَا بِعَمَلِهِ فَمَا يَزَالُ اللهٌُ يَبْتَلِيْهِ بَمَا يَكْرَهُ حَتَّى يَبْلُغَهَا “

    Artinya:

    “Sesungguhnya seseorang akan memperoleh kedudukan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia tidaklah memperolehnya dengan amalan, Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa terus mengujinya dengan sesuatu yang tidak disukainya, hingga ia memperolehnya“[HR. al-Hakim dan ia menshahihkannya 1/495].

    Selain sebagai penebusan dosa, orang yang diuji dengan rasa sakit juga akan diangkat derajatnya.

    3. Bukti Allah SWT Menghendaki Kebaikan dari HambaNya

    Terakhir, sakit sengaja Allah SWT turunkan untuk mendapatkan kebaikan dari hambaNya. Sesuai dengan beberapa hadits shahih salah satunya hadits Shuhaib bin Sinan Radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda.

     عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ, وَلَيْسَِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ السَّرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ الضَّرَّاءُُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

    Artinya:

    “Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya menjadi kebaikan, dan hal itu tidak pernah terjadi kecuali bagi seorang mukmin : jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya, dan jika ia mendapatkan musibah, ia bersabar, maka itu menjadi kebaikan baginya” [HR. Muslim no. 2999].

    Suatu keadaan bukan tanpa alasan Allah berikan, bisa jadi Allah ingin hambanya lebih bersyukur. Dari rasa syukur tersebut timbul kebaikan bagi dirinya.

    Nah dari beberapa penjelasan Islami mengenai sakit dan juga konsep sakit dari ilmu kesehatan, terdapat keselarasan. Setiap orang bisa merasakan sakit karena bentuk cinta Allah SWT kepada hambaNya.

    Namun, setiap hamba wajib untuk mengetahui penyebab dari rasa sakit tersebut untuk berusaha menyembuhkannya.

    Semoga pengetahuan mengenai punggung terasa panas menurut Islam dapat membantu kita belajar lebih banyak mengenai kuasa Allah SWT.

  • Doa Menyembelih Ayam dan Tata Cara Menyembelih Ayam dalam Islam

    Doa Menyembelih Ayam dan Tata Cara Menyembelih Ayam dalam Islam

    Ayam merupakan salah satu hewan yang halal untuk dikonsumsi umat muslim. Perlu diketahui, ayam tidak sekonyong-konyong menjadi halal tanpa adanya syariatnya yakni, berupa adab, tata cara, serta doa menyembelih ayam.

    Jika seorang muslim menyembelih ayam tidak sesuai dengan syariat yang diajarkan, daging ayam yang dikonsumsi tentu menjadi tidak halal.

    Agar tidak keliru, mari simak doa menyembelih ayam serta adabnya berikut ini.

    Doa Menyembelih Ayam Sesuai Urutan Syariat Islam

    Sebagian mungkin tidak tahu, menyembelih ayam tidak hanya sekedar memotong leher ayam dan kemudian mencabuti bulunya.

    Menyembelih ayam memiliki adab yang perlu diperhatikan, serta doa yang didahului sebagai bentuk syukur dan keberkahan atas makanan yang akan dikonsumsi. Salah satu adab yang perlu diperhatikan yakni mengenai tuntunan bacaan doa menyembelih ayam sesuai dengan syariat Islam yang dibenarkan.

    Agar tidak bingung, mari simak bersama, urutan bacaan doa menyembelih ayam berikut ini:

    1. Bismillah

    Awali segala sesuatu dengan bimsillah, sebagai salah satu pengingat keberadaan Allah yang Maha Baik dan Penyayang.

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Bismillahir rahmanir rahim

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,”

    Hal ini diperkuat dengan firman Allah SWT yang menyebutkan:

    وَ لاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ الله عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

    Artinya: “Janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS. Al-An’am: 121)

    Baca juga: Doa Agar Cepat Hamil yang Ada di Al-Qur’an, Yuk Amalkan!

    2. Membaca Sholawat Nabi

    Lanjutkan dengan membaca sholawat nabi sebagai pujian bagi beliau yang menuntun kita ke jalan Allah SWT yang paling baik.

     اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad..”

    Artinya: “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

    3. Membaca Takbir 3 Kali dan Tahmid

    Selanjutnya lanjutkan dengan takbir sebanyak tiga kali dan tahmid sekali. Hal ini dimaksudkan sebagai pujian kepada Allah SWT atas bentuk syukur seorang muslim. Berikut bacaannya:

     اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

    Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd.”

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

    4. Membaca Doa Menyembelih Ayam

    Yang terkahir yakni membaca doa menyembeli ayam berikut ini:

    اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

    Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim

    Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

    Selain bacaan doa menyembelih ayam tersebut, kita juga bisa membaca doa menyembelih ayam yang satu ini.

    Adapun bacaan doanya sebagai berikut:

    Bismillahi Allahu Akbar.

    Allahumma inni as’aluka khayraha wa khayra ma jabaltaha ‘alaihi, wa a’udhu bika min sharriha wa sharri ma jabaltaha ‘alaihi.”

    Artinya:

    “Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar.

    Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari ayam ini dan kebaikan dari apa yang telah Engkau takdirkan baginya. Aku juga berlindung kepada-Mu dari kejahatan ayam ini dan kejahatan dari apa yang telah Engkau takdirkan baginya.

    Membaca doa menyembelih ayam ini menunjukkan kesadaran dan rasa syukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan serta permohonan perlindungan dari kejahatan.”

    5. Membaca Doa Menyembelih Ayam Jantan atau Betina

    Meski tidak diwajibkan untuk membedakan jenis kelamin ayam yang akan disembeli, kita bleh saja berdoa dengan menyesuaikannya. Berikut bacaannya:

    Doa Menyembelih Ayam Betina

    Nawaitu an adzbaha haadzal ganama lillahi ta’ala.

    Artinya: “Saya berniat menyembelih ayam betina ini karena Allah Ta’ala.”

    Doa Menyembelih Ayam Jantan

    Nawaitu an adzbaha haadzad dayka lillahi ta’ala.

    Artinya: “Saya berniat menyembelih ayam jantan ini karena Allah Ta’ala.”

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Tata Cara Menyembelih Ayam yang Diajarkan Dalam Islam

    Tata Cara Menyembelih Ayam yang Diajarkan Dalam Islam

    Setelah mengetahui urutan bacaan doa menyembelih ayam sesuai dengan urutan yang disyariatkan.

    Rasulullah SAW sendiri memberikan memberikan petunjuk dalam hadis riwayat Muslim untuk menyembelih hewan dengan cara yang baik, berikut sabdanya:

    عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّادِ بنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلّم قَالَ: (إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوْا اْلقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Artinya: “Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus r.a. dari Rasulullah Saw. beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Swt. telah menetapkan perbuatan ihsan (baik) pada tiap-tiap sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik pula. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan sembelihnya’.” (HR. Muslim).

    Berikut ini ada beberapa tata cara menyembelih ayam sesuai syariat Islam yang didasari dari penjelasan dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI):

    1. Orang yang menyembelih ayam harus sudah baligh, beragama Islam, dan berakal sehar.
    2. Ayam yang akan disembelih harus dalam keadaan hidup, sehat, dan bersih.
    3. Disunahkan menghadap ke arah kiblat.
    4. Membaca lafal ‘bismillahi allahu akbar atau bismillahirrahmanirrahim saat akan menyembelih ayam. Kemudian membaca doa menyembelih ayam.
    5. Dilarang menyembelih ayam dalam keadaan makan, minum, merokok atau aktivitas lain yang menyebabkan lalai untuk membaca basmalah.
    6. Penyembelihan dilakukan pada pangkal leher ayam dengan memutus saluran pernapasan, saluran makan, dan dua urat lehernya (pembuluh darah di kanan dan kiri leher) dengan sekali sayatan tanpa mengangkat pisau.
    7. Dilakukan dari leher bagian depan di antara ruas tulang leher kedua dan ketiga serta tidak memutus leher.
    8. Pisau yang digunakan untuk menyembelih ayam harus setajam mungkin dan dalam keadaan bersih. Tidak disahkan menyembelih dengan menggunakan kuku, tulang ataupun gigi.
    9. Memastikan bahwa matinya ayam disebabkan oleh penyembelihan tersebut.
    10. Darah ayam dibiarkan keluar dengan waktu minimal tiga menit sebelum proses berikutnya (lebih baik dalam posisi digantung untuk memaksimalkan pengeluaran darah).
    11. Ayam dipastikan mati jika darah sudah berhenti memancar dan tidak ada reflek kornea pada matanya.
    12. Jika sudah dipastikan mati ayam boleh diproses selanjutnya yaitu perendaman air panas.
    13. Sementara itu, pada pemotongan skala industri harus diperhatikan kecepatan konveyor dan jarak ke tempat pencelupan air panas.
    14. Proses selanjutnya harus dilakukan dengan kondisi bersih agar tidak terjadi kontaminasi bakteri, najis atau bahan haram lainnya.

    Syarat Orang yang Diperbolehkan Menyembelih

    Selain mengetahui bacaan doa serta tata caranya, perlu pula mengetahui syarat-syarat orang yang memang disahkan untuk menyembelih ayam, yakni sebagai berikut:

    1. Beragama Islam.
    2. Sembelihan orang kafir atau musyrik hukumnya tidak sah atau haram.
    3. Bukan orang gila atau sedang mabuk dan mumayiz.
    4. Menyembelih dengan rasa ikhlas dan syukur kepada Allah SWT
    5. Sudah dapat membedakan antara yang haq dan yang batil.

    Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyembelih Hewan

    Penyembelihan hewan yang sesuai syariat akan menjadikan dagingnya baik dan suci sehingga halal untuk dikonsumsi.

    Perlu diingat, hewan yang disembelih dengan cara yang salah serta tidak melakukannya sesuai adab yang disyariatkan tetap akan terhitung haram jika dikonsumsi orang muslim. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan yakni:

    1. Kriteria Hewan

    Hewan yang  akan disembelih harus memenuhi syarat sesuai hukum Islam, seperti:

    • Termasuk kategori hewan yang halal dikonsumsi dagingnya, seperti sapi, kambing, kerbau, ayam, itik, kelinci, dan lain sebagainya.
    • Hewan masih dalam keadaan hidup alias bukan bangkai.
    • Hewan bisa dikuasai untuk disembelih alias tidak liar.
    • Hewan dari golongan ikan dan belalang halal dikonsumsi tanpa harus disembelih.
    • Hewan yang disembelih harus dalam keadaan sehat dan tidak menderita penyakit atau cacat yang signifikan yang menjadikannya tidak layak dikonsumsi.

    2. Alat yang Dipakai untuk Menyembelih

    Sudah dijelaskan sebelumnya, saat memilih benda untuk menyembelih perhatikan ketajaman benda tersebut. diharamkan menggunakan benda tumpul karena hal tersebut dapat menyiksa hewan yang disembelih.

    gunakan bahan dari besi, kuningan, tembaga, dan lainnya. Sementara itu tidak diperkenankan menyembelih menggunakan alat yang terbuat dari tulang, gigi, dan kuku.

    Sementara itu, berdasarkan keputusan Komisi Fatwa MUI pada 18 Oktober 1976, penyembelihan hewan secara mekanik dengan pemingsanan diperbolehkan dengan catatan hewan tidak sampai mati yang berarti telah berubah menjadi bangkai.

    Hal ini juga diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umat muslim, yakni cara memperlakukan dengan baik hewan yang akan disembelih, sekaligus menggunakan cara-cara yang baik untuk menyembelihnya.

    Sesungguhnya Allah Swt mewajibkan untuk melakukan kebaikan dalam semua tindakan. Jika kamu membunuh, baikkanlah pembunuhan itu. Dan apabila kamu menyembelih (hewan), maka baikkanlah penyembelihan itu. Hendaklah kamu mengasah parangnya dan memperlakukan dengan baik keadaan sembelihannya.” (HR. Muslim)

    Untuk melakukan penyembelihan hewan, termasuk ayam jantan maupun betina, perlu diperhatikan bagian tubuh hewan yang akan disembelih. Berikut bagian tubuh yang perlu dipotong saat menyembelih:

    3. Perhatikan Bagian Tubuh yang Disembelih

    Untuk penyembelihan hewan baik jantan maupun betina, perlu diperhatikan bagian tubuh yang akan disembelih.

    Berikut bagian tubuh yang perlu dipotong saat menyembelih:

    • Bagian tubuh yang disembelih pada hewan adalah leher bagian atas, tengah, maupun bawah, dengan cara memutus jalan makanan dan jalan napas. Akan lebih baiklagi jika dua urat nadi di samping leher juga putus.
    • Leher hewan yang disembelih boleh putus boleh juga tidak.
    • Posisi orang saat menyembelih bebas, bisa duduk, jongkok maupun berdiri. Tidak ada keharusan untuk menghadap kiblat atau arah tertentu.
    • Namun keutamaannya adalah menghadapkan hewan ke arah kiblat (terutama bagi hewan korban)
    • Niatkan menyembelih hewan hanya karena Allah, dianjurkan membaca doa menyembelih hewan seperti yang telah dicontohkan di atas.
    • Melakukan penyembelihan sesuai syara’.
    • Membiarkan hewan yang disembelih sampai benar-benar mati baru dibersihkan.

    Larangan Mengkonsumsi Makanan Haram Bagi Muslim

    Agama Islam memberikan perhatian yang cukup tinggi terhadap pola dan gaya hidup umatnya. Salah satunya adalah dengan memberikan sejumlah aturan dan larangan mengenai bahan makanan yang hendak dikonsumsi manusia.

    Hal ini tentu bukan tanpa alasan yang jelas. Melainkan karena beberapa makanan juga dapat memberikan pengaruh buruk yang pada akhirnya akan menyebabkan tubuh sakit atau terjangkit suatu penyakit.

    Di dalam Al-Qur’an Allah SWT telah menetapkan beberapa jenis makanan haram untuk dikonsumsi umat Muslim. Dalil tersebut bisa kita temukan dalam surah Al- Maidah Ayat 3

    حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ

    Artinya: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.”

    Dalil tersebut menjelaskan bahwa ada beberapa jenis bahan hewan yang tidak boleh disembelih karena beberapa di antaranya memiliki jangkitan penyakit yang tentu akan merusak tubuh, serta diharamkan pula untuk memakan hewan yang sudah menjadi bangkai sebab tidak mengetahui sebab kematiannya.

    Demikian penjelasan mengenai doa menyembelih ayam serta adab dan tata cara sesuai dengan syariat Islam yang dibenarkan. Semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr.wb.

  • 4 Pilar Akhlak Mulia dalam Islam sebagai Sumber Utama Perilaku Terpuji

    4 Pilar Akhlak Mulia dalam Islam sebagai Sumber Utama Perilaku Terpuji

    4 Pilar akhlak mulia dalam Islam dapat dihubungkan dengan kesuksesan dunia dan juga akhirat. Orang yang memiliki akhlak mulia dan perilaku terpuji, diyakini akan mendapatkan keberkahan serta kesuksesan dalam hidupnya.

    Salah satu contoh penerapan pilar akhlak dalam Islam, yakni melalui kepemimpinan.

    Seorang pemimpin diharapkan memiliki akhlak mulia yang mencangkup empat pilar tersebut. Lantas, apa saja keempat pilar tersebut? Simak selengkapnya di sini!

    Macam-Macam Akhlak

    Sebelum membahas mengenai 4 pilar akhlak dalam Islam, setidaknya seorang muslim mengetahui dua macam akhlak secara garis besar.

    Akhlak berasal dari bahasa Arab dari kata khuluk yang berarti tingkah laku, tabiat atau peragai.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa akhlak merupakan sifat yang dimiliki oleh seseorang dan biasanya tercermin dari perilaku orang tersebut.

    Kedua akhlak tersebut yakni Akhlakul Mahmudah dan Akhlakul Mazmumah. Berikut penjelasan lengkapnya:

    1. Akhlakul Mahmudah

    Akhlak terpuji atau akhlakul mahmudah yaitu golongan akhlak yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim.

    Sederhananya, akhlak mahmudah meliputi beberapa hal berupa sifat yang jujur, rendah hati, dermawan, gigih,sopan, rela, bijaksana, lembut, santun, tawakal, tawadhu dan masih banyak lagi.

    Dan apabila seseorang memiliki akhlakul mahmudah dalam kehidupan sehari-hari, maka ia akan selalu menjaga tutur kata dan perbuatannya.

    Baca juga: Kumpulan Doa Ulang Tahun Bahasa Arab dan Artinya

    2. Akhlakul Mazmumah

    Akhlak tercela atau akhlakul mazmumah yaitu golongan akhlak atau tindakan buruk yang harus dihindari oleh setiap manusia.

    Akhlakul mazmumah ini harus dijauhi karena dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri maupun orang lain.

    Beberapa contoh akhlakul mazmumah yakni sifat sombong, iri, dengki, tamak, hasad, takabur, ghibah, dan lain sebagainya.

    Tentu bagi seorang muslim, sudah seharusnya menjauhi sifat akhlak mazmumah, sebab hal tersebut sangat dibenci oleh Allah SWT.

    Baca juga: Contoh Teks Doa Upacara Bendera Hari Senin di Sekolah

    4 Pilar Akhlak Mulia dalam Islam, Lengkap Penjelasannya

    Sebagai seorang muslim yang berusaha untuk memiliki sifat yang terpuji, setidaknya harus mengetahui 4 pilar akhlak mulia dalam Islam yang mengatur dasar-dasar dalam bertingkah laku.

    Berikut ini adalah ke empat pilar yang memiliki keterikatan satu sama lain:

    1. Kesabaran

    Satu diantara 4 pilar akhlak mulia dalam Islam adalah kesabaran. Layaknya Rasulullah SAW yang selalu mengajarkan kepada umat muslim agar selalu bersabar dan tenang menghadapi ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah.

    Dengan sabar, seseorang akan menjadi sosok yang tidak berputus asa dan tahan banting.

    Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ali Imran ayat 139:

    وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ

    “Janganlah kalian bersikap lemah, dan janganlah (pula) kalian bersedih hati, karena kalianlah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kalian orang-orang yang beriman.”

    Selain itu, sabar juga mengajarkan kita untuk tidak mengeluh dan mempertanyakan kepada Allah mengenai nasib dan ujiannya. Dengan sabar kita dapat menerima ketentuan Allah dengan lapang dada dan berusaha untuk memperbaki diri dalam menghadapi cobaan.

    Hal tersebut juga dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 155 yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah: 155).

    Sebab hal tersebutlah, tiada rugi bagi seorang muslim yang berperilaku dan berakhlak sabar, karena Allah SWT sendiri yang menjanjikan balasan yang berlipat-lipat, tidak bagi dunia, namun kelak di akhirat.

    2. Keberanian

    Akhlak mulia selanjutnya yakni keberanian, seseorang yang memiliki sifat berani sudah pasti memiliki sifat tawakal, yang berarti dapat menolak dengan tegashal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam serta berkehidupan sesuai dengan syariat-Nya.

    Sebagai contoh sederhana, sifat berani yang disukai Allah adalah yang berani dan tidak takut untuk melepaskan hartanya demi kebaikan umat sesama muslim ataupun berani menyuarakan aspirasi yang baik sebagai seorang muslim.

    Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ali Imran ayat 139:

    وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ

    “Janganlah kalian bersikap lemah, dan janganlah (pula) kalian bersedih hati, karena kalianlah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kalian orang-orang yang beriman.”

    3. Keadilan

    4 pilar akhlak mulia dalam Islam selanjutnya yakni keadilan, adil dalam Islam mengacu pada memberikan hak yang sama sesuai dengan kebutuhan seorang muslim tanpa pandang bulu. Keadilan di sisi Allah SWT tidak ditentukan berdasarkan keinginan seorang muslim, melainkan didasari kemampuannya.

    Selain itu, sifat adil mendorong untuk terus bersikap dermawan dan rendah hati. Sesungguhnya Allah SWT selalu memerintahkan kepada siapapun umat-Nya agar selalu bersikap adil dalam bersikap, bertindak maupun ucapan, termasuk kepada diri sendiri.

    Hal tersebut juga tertulis dalam firman Allah di Al-Quran surat An-Nisa ayat 135, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu” (QS. An-Nisa’: 135).

    4. Kesucian

    Setiap muslim wajib untuk menjaga kesucian diri agar tidak tergelincir ke dalam tindakan dan perkataan yang merendahkan atau menjatuhkan martabatnya.

    Selain itu, sikap ini mendorong seseorang untuk selalu dekat dengan perasaan malu, sehingga menghindarkan dirinya dari perbuatan keji kikir, dusta hingga mengadu domba.

    Hal ini diperjelas dengan salah satu firman Allah dalam QS Asy-Syams, yang berbunyi:

    قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

    “Sungguh berbahagia orang yang menyucikan jiwanya dan sungguh merugi orang yang justru mengotorinya.”

    Pilar-Pilar Tercela dalam Islam

    Selain memahami ke 4 pilar akhlak mulia dalam Islam, tidak ada salahnya bagi seorang muslim untuk mengetahui pilar-pilar tercela, sehingga kita bisa menghindari hal-hal yang tidak disukai Allah.

    Adapun pilar tercelu tersebut yakni bodoh, zalim, mendahulukan nafsu dan mudah marah. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

    1. Bodoh

    Akhlak tercela pertama adalah sifat Bodoh. Sederhananya,siifat ini seringkali membuat pandangan baik tidak nampak serta perbuatan bodoh disalah artikan.

    2. Zalim

    Akhlak tercela kedua adalah sifat Zalim. Zalim ini selalu mendorong seseorang untuk meletakkan sesuatu tidak pada tempat yang semestinya. Sehingga membuat seseorang jadi mudah marah dan tergesa-gesa.

    Tidak hanya itu, sifat zalim seringkali menjadikan seseorang tidak teguh pendirian dan terlalu naif, sehingga seringkali seseorang merendahkan dirinya dengan kecongkakan nya.

    3. Mendahulukan Hawa Nafsu

    Akhlak tercela yang ketiga yakni mendahulukan hawa nafsu.

    Sifat dari akhlak ini dapat menciptakan hasrat untuk memiliki sesuatu secara berlebihan, kikir, tidak mampu menjaga kesucian dan harga diri, tidak dapat menjinakkan diri, hanyut oleh hawa nafsu, tamak serta menjebloskan diri sendiri kejurang kehinaan dan kerendahan

    4. Mudah marah

    Akhlak tercela keempat adalah sifat pemarah. Sifat ini akan menyulut perpecahan serta mudahnya seseorang dalam melakukan tindakan tanpa perhitungan yang jelas.

    Demikianlah penjelasan terkait 4 pilar akhlak mulia dalam Islam, siapkah untuk meneladaninya di kehidupan sehari-hari?

    Dengan menerapkan ke empat akhlak tersebut, insyallah hidupnya akan aman dan juga damai. Selain itu, hindari beberapa pilar akhlak tercela ya!

  • Tata Cara Sholat Nisfu Syaban: Niat, Doa, dan Waktu Pelaksanaannya

    Tata Cara Sholat Nisfu Syaban: Niat, Doa, dan Waktu Pelaksanaannya

    Malam Nisfu Syaban adalah malam yang jatuh pada hari ke-15 bulan Syaban. Pada saat hari itu tiba, ada banyak sekali amalan-amalan sunnah yang bisa dikerjakan sebagai tabungan untuk akhirat kelak, salah satunya adalah sholat Nisfu Syaban.

    Bulan Syaban memiliki banyak sekali keistimewaan, hal ini dikarenakan banyak sekali peristiwa sejarah Islam yang terjadi pada bulan ini. Seperti peristiwa pemindahan arah kiblat dari Masjidil Aqsa menuju Kabah. Peristiwa besar tersebut membuat bulan Syaban menjadi bulan yang penuh dengan rahmat.

    Untuk itu, mari sama-sama mempelajari mengenai niat, doa, tata caa dan waktu pelaksanaan sholat Nisfu Syaban yang tepat di artikel ini.

    Niat Sholat Malam Nifsu Syaban

    Niat sholat nisfu syaban sebagai imam:

    أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ

    Ushalli sunnata Nishfi Sya’bân rak’ataini imâman lillâhi ta’ala, Allahu Akbar.

    Artinya: “Aku niat sholat sunah nisfu sya’ban dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar.”

    Niat sholat Nisfu Syaban sebagai makmum:

    أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ

    Ushalli sunnata Nishfi Sya’bân rak’ataini ma’mûman lillâhi ta’ala, Allahu Akbar.

    Artinya: “Aku niat sholat sunah nisfu sya’ban dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar.”

    Niat sholat Nisfu Syaban sendiri di rumah:

    أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ

    Ushalli sunnata Nishfi Sya’bân rak’ataini lillâhi ta’ala, Allahu Akbar.

    Artinya: “Aku niat sholat sunah nisfu sya’ban dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar.”

    Tata Cara Sholat Nifsu Syaban yang Benar

    Tata Cara Sholat Nifsu Syaban yang Benar

    Sholat Nisfu Syaban merupakan sholat yang dikerjakan dua rakaat. Dikutip dari laman resmi NU, utamanya waktu melaksanakan sholat Nisfu Syaban adalah setelah sholat Maghrib dan dilanjutkan setelah isya.

    Sholat ini bukan tanpa sebab, ada keutamaan yang akan didapatkan jika melaksanakannya. Salah satunya yakni, Allah SWT akan mengampuni siapa saja hamba-Nya yang memohon ampun dan bersujud, kecuali orang-orang yang masih memiliki sifat dengki di hatinya.

    Dengan alasan tersebutlah, penting bagi kita untuk mengetahui tata cara sholat Nisfu Syaban yang benar sesuai urutan.

    Berikut tata caranya:

    1. Mengucap niat sholat dalam hati karena Allah ta’aalaa
    2. Melakukan takbiratul ihram dan membaca doa Iftitah (sunnah)
    3. Membaca surah Al-Fatihah, wajib dibacakan
    4. Membaca surah pendek Al- Qur’an yang dikuasai
    5. Rukuk
    6. I’tidal
    7. Sujud pertama
    8. Duduk di antara dua sujud
    9. Sujud kedua
    10. Berdiri untuk memulai rakaat kedua
    11. Membaca surat Al-Fatihah, wajib dibacakan
    12. Membaca surat pendek Al- Qur’an yang dikuasai
    13. Rukuk
    14. I’tidal
    15. Sujud pertama
    16. Duduk di antara dua sujud
    17. Sujud kedua
    18. Duduk untuk tahiyat akhir
    19. Mengucap salam
    20. Membaca doa malam Nisfu Syaban

    Baca juga: 5 Doa Meminta Jodoh dan Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

    Doa Nifsu Syaban : Arab, Latin dan Terjemahannya

    Setelah melaksanakan sholat, sempurnakan ibadah tersebut dengan meminta, bersandar serta berkomunikasi bersama Allah SWT dengan berdoa.

    Berikut doa Nisfu Syaban dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya.

    اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

    Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaik, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in’am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma’manal kha’ifin. Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fî ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullahumma fî ummil kitabi syaqawati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa’idan marzuqan muwaffaqan lil khairat.
    Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitabikal munzal ‘ala lisani nabiyyikal mursal, yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu, wa ‘indahu ummul kitab wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamin.

    Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauhulmahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauhulmahfuzh.’ Semoga Allah memberikan selawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

    Jika doa di atas terlalu panjang untuk dibacakan, berikut doa pilihan lainnya:

    اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ

    Allaahumma innaka ‘afuwwung- kariimung-tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Allaahumma innii asalukal ‘afwa wal ‘aafiyata wal mu’aafaataddi imati fiddiini waddunyaa wal aakhiroh.

    Artinya:”Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau suka memaafkan maka maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf, afiyah, dan keselamatan yang terus-menerus dalam agama dan dunia serta akhirat.”

    Hukum Dilaksanakannya Sholat Nisfu Syaban

    Dilansir dari NU Online, terkait pelaksanaan sholat Nisfu Syaban ini, ternyata ulama Syam berbeda pendapat. Ada dua pendapat yang menjelaskan hal tersebut, yaitu:

    1. Disunahkan Sholat Nifsu Syaban Berjamaah

    Pendapat pertama menyatakan umat muslim dianjurkan menyambut malam Nisfu Syaban secara berjamaah di masjid, termasuk di dalamnya melaksanakan sholat, serta amalan sunnah lainnya.

    Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa Khalid bin Ma’dan dan Lukman bin Amir menggunakan pakaian terbaik mereka, membakar dupa (bukhur) dan pada malam itu mereka i’tikaf di dalam masjid. Ishaq bin Rahawaih menyetujui atau tidak mengingkari apa yang mereka lakukan. Ia juga berkata: “Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban di masjid-masjid secara berjamaah bukanlah bid’ah.”

    Pendapat tersebut dinukil oleh Harb Al-Karmani dalam kitab Masa’ilnya.

    2. Dimakruhkan Sholat Nisfu Syaban Berjamaah

    Pendapat kedua menyebutkan bahwa berkumpul di dalam masjid-masjid untuk menyambut malam Nisfu Syaban dengan sholat, berdoa dan menyampaikan kisah-kisah teladan, adalah perkara yang dimakruhkan.

    Seorang muslim lebih dianjurkan untuk melaksanakan sholat sendiri di malam Nisfu Syaban.

    Hal ini berarti boleh melaksanakan sholat nisfu syaban di masjid akan tetapi lebih dianjurkan untuk melaksanakannya sendiri di rumah.

    Ini merupakan pendapat Imam Al-Auza’i, seorang imam, ahli fiqih dan alimnya negeri Syam. (Al-Qasthalani, Al-Mawahib Al-Laduniyah, juz III, halaman 301).

    Keutamaan Malam Nisfu Syaban

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa malam syaban merupakan bulan istimewa yang penuh kebaikan dan kerahmatan dari Allah.

    Manfaat keutamaan ini bisa didapatkan di malam puncak nisfu syaban yang jatuh di malam ke lima belas atau pertengahan bulan syaban.

    Keutamaan malam nisfu syaban ini, Allah menjanjikan ampunan yang seluas-luasnya dan pahala yang sebanyak-banyaknya bagi umat muslim yang mengerjakan amalan baik. Hal ini juga dijelaskan dalam hadist riwayat Aisyah r.a yaitu sebagai berikut :

    Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan sholat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari sholatnya,

    Beliau berkata, “Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira’), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?” Aku menjawab, “Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali.” Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu malam apa ini?” Aku menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Ini adalah malam nisfu sya’ban (pertengahan bulan sya’ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya’ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka.” (HR Al-Baihaqi)

    Dalam hadis riwayat lain, Aisyah r.a juga menjelaskan bahwa Allah memberi kesempatan bagi umat muslim untuk mendapatkan pengampunan seperti seperti banyaknya bulu kambing. “Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya’ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing)” (HR At-Tabarani dan Ahmad).

    Amalan Sunnah Malam Nisfu Syaban

    Ada beberapa amalan yang bisa dilaksanakan di malam nisfu Syaban, sebagai berikut:

    1. Sholat Maghrib Berjamaah

    Amalan pertama yang bisa dilakukan yakni sholat berjamaah Maghrib, sholat ini bisa dilakukan di tanggal 14 Syaban atau malam tanggal 15 Syaban. Setelahnya bisa dilanjut dengan dzikir setela sholat fardhu.

    2. Sholat Sunnah Bara’ah

    Selesai berdzikir sholat Maghrib, dapat dilanjut dengan menunaikan sholat sunnah yang disebut Bara’ah sebanyak 100 rakaat, sholat ini merupakan sholat sunnah yang dilaksanakan khusus pada malam Nisfu  Syaban.

    Pelaksanaan sholat ini dianjurkan bagi yang mampu dan mengerjakan semampunya. Boleh dilakukan dengan satu kali salam di tiap dua rakaatnya.

    Pada tiap rakaatnya pula membaca Surat Al-Ikhlas lima kali setelah melafalkan Surat Al-Fatihah. Setiap sujudnya dianjurkan membaca doa berikut setelah mengucapkan bacaan sujudnya:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِقَابِكَ وَسَخَطِكَ وَلَا أَحْصِي عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا اَثْنَيَتْ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى

    Allahumma innii a’uudzubika min ‘iqaabika wa sakhatika wa laa uhsii ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafzika fa lakal hamdu hattaa tardhaa

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu dan murka-Mu dan aku tidak menghitung-hitung pujian pada-Mu sebagaimana Engkau memuji kepada-Mu sendiri maka segala puji bag-iMu sehingga Engkau rela.”
    Membaca Doa Bara’ah

    3. Doa ini dilafalkan setelah mendirikan sholat sunnah Bara’ah.

    اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَ اِسْمِي شَقِيًّا فِي دِيوَانِ الْأَشْقِيَاء فَامْهُ وَاكْتُبْنِي السُّعَدَاء وَإِِنْ كُنتَ اِسْمِي سَعِيدًا فِي دِيوَانِ السّعَدَاءِ فَاثْبِتْهُ فَإِنَّكَ قُلْتَ فِي كِتَابِكَ الكَرَيْمِ يَمْحُو اللهُ مَايَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

    Allahumma in kunta katabta ismii syaqiyyan fii diiwaanil asyqiyaa-i famhu waktubnii as-su’adaa-i wa in kunta ismii sa’iidan fii diiwaanis su’adaa-i fatsbithu fa innaka qulta fii kitaabikal kariimi yamhuu allaahu maa yasyaa-u wa yutsbit wa ‘indahu ummul kitaabi

    Artinya: “Ya Allah, jika Engkau telah mencatat namaku orang yang sengsara di tempat orang-orang yang sengsara maka hapuskanlah dan catatlah namaku di tempat orang-orang yang berbahagia. Jika Engkau telah mencatat namaku sebagai orang yang bahagia pada catatan orang-orang yang bahagia, maka tetapkanlah. Maka sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam Kitab Mu yang dimuliakan: Allah menghapus apa-apa yang Dia kehendaki dan Allah menetapkan (apa-apa yang Dia kehendaki) dan di sisi-Nya ada kitab yang pokok.”

    Demikian penjelasan mengenai  niat sholat nisfu syaban, tata cara, dan keutamaannya. Semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr.wb.

  • 6 Keutamaan Umroh, Penghapus Hingga Penghilang Kefakiran

    6 Keutamaan Umroh, Penghapus Hingga Penghilang Kefakiran

    Bagi seorang muslim, bisa menjalankan umroh atau haji kecil tentulah menjadi kebahagiaan tiada tara. Dengan berkunjung ke Baitullah akan mengingatkan kita betapa indahnya Islam dengan seluruh keutamaan dari amalannya. Satu di antaranya yakni keutamaan umroh itu sendiri.

    Umroh menurut bahasa memiliki arti ziarah atau mengunjungi tempat. Sedangkan dalam istilah fiqih berarti melakukan serangkaian kegiatan tawaf, said, marwah yang kemudian diakhiri dengan tahalul.

    Namun, sebelum kita membahas keutamaan umroh, mari pahami makna dan macamnya agar tidak keliru. Yuk simak selengkapnya!

    Macam-Macam Ibadah Umroh

    Selain mengetahui keutamaan umroh, tidak ada salahnya untuk mengenal macam macam umroh berikut ini.

    1. Umroh Mufradah

    Umroh Murfadah adalah ibadah umroh yang pelaksanaannya tidak terkait dengan ibadah haji, dapat dilakukan kapan saja dan tidak ada watu yang mengharuskannya. Bahkan umroh ini juga bisa dilakukan di bulan haji. Namun pelaksanaannya tidak dikaitkan dengan rangkaian haji.

    2. Umroh Tamattu

    Umroh Tamattu merupakan ibadah umroh yang erat kaitannya dengan rangkaian ibadah haji. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa umroh ini dilakukan sebelum melakukan ritual haji lainnya.

    Namun perlu diperhatikan bahwa waktu pelaksanaannya hanya boleh dilakukan pada bulan Haji atau 8 hari pertama bulan Dzulhijjah saja.

    Baca juga: Doa Kejatuhan Cicak, dan Pandangan Hukumnya dalam Islam

    Syarat Sah Umroh

    Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan ibadah umroh. Jika persyaratan orang yang dapat melaksanakan umroh tidak dipenui, maka akan terhitung tidak sahnya ibadah yang dilakukan.

    Adapun syarat sah umroh adalah sebagai berikut:

    1. Beragama Islam
    2. Berakal sehat dan Aqil Baligh
    3. Merdeka dari perbudakan
    4. Memiliki kemampuan secara kesehatan fisik dan finansial
    5. Bagi wanita harus ada mahramnya

    Rukun Umroh

    Dengan mengetahui syarat sah melaksanakan umroh, kali ini sebagai pelengkapnya, perlu diketahui beberapa rukun dalam pelaksanaan umroh sendiri agar ibadah yang dilakukan bisa terlaksana dengan sempurna.

    Dan apabila satu rukun tidak terpenuhi, maka ibadah sebelumnya akan terhitung tidak sah.

    1. Rukun umroh yang pertama adalah ihram, yaitu niat untuk masuk atau memulai ibadah umroh dan haji.
    2. Selanjutnya rukun kedua yakni tawaf atau mengelilingi Baitullah Ka’bah sebanyak tujuh kali. Saat tawaf, Anda harus menempatkan diri di sisi kiri Ka’bah di dimulai dari Hajar Aswad.
    3. Rukun umroh yang ketiga adalah sai yaitu mengembara tujuh kali antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Syarat sai harus dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah.
    4. Rukun umroh yang keempat adalah tahalul. Dalam hal ini, dianjurkan untuk pria mencukur habis rambutnya, sedangkan wanita lebih baik memotongnya pendek atau sebagian.
    5. Dan rukun umroh yang terakhir adalah melaksanakan semua rukun umroh di atas secara berurutan, memprioritaskan rukun yang harus didahulukan dan menyelesaikan rukun yang harus diselesaikan.

    Baca juga: Doa Minum Air Zam Zam Latin Arab dan Artinya

    Hukum Umroh dalam Islam

    Hukum Umroh dalam Islam

    Sebelum membahas keutamaan dari umroh. Kita dapat menyimpulkan dari penjelasan terkait informasi-informasi di atas, yakni hukum dari umroh adalah wajib apabila mampu. Namun ada beberapa perbedaan pendapat pada para ulama.

    Sebagaimana salah satu hadits Rasulullah yang bunyinya:

    الْعُمْرَةُ وَاجِبَةٌ كَوُجُوبِ الْحَجِّ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً

    Artinya, “Umroh hukumnya wajib, seperti wajibnya haji, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.” (HR Anas bin Malik).

    Selain itu, dijelaskan pula dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    العُمْرَةُ إلى العُمْرَة كَفَارَةٌ لِما بَيْنَهُمَا والحجُّ المَبْرُورِ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إلاّ الجَنَّة

    Artinya, “Dari satu umroh ke umroh yang lainnya (berikutnya) menjadi penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR Muslim)

    Dalam pendapat Imam Syafii dan Imam Hambali menyatakan bahwa ibadah umroh hukumnya wajib untuk satu kali seumur hidup bagi yang mampu. Sementara itu pendapat Imam Maliki dan Imam Hanafi menyatakan bahwa ibadah umroh hukumnya adalah sunnah muakkadah.

    Keutamaan Umroh

    Berikut beberapa keutamaan umroh yang akan didapatkan seorang muslim yang umroh dengan niat baik ingin beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya:

    1. Terdapat Penghapusan Dosa di antara Dua Umrah

    Keutamaan yang pertama menjelaskan bahwa akan dihapuskan dosa seorang muslim di antara dua umroh yang ia tunaikan. Sebagaimana dijelaskan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:

    العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ، والحجُّ المبرورُ ليسَ لهُ جزاءٌ إلا الجنَّةُ

    Antara satu umrah dengan umrah berikutnya terdapat penghapusan dosa-dosa di antara keduanya.  Haji yang mabrur, tidak ada pahala bagi pelakunya, melainkan surga” (HR. Bukhari dan Muslim)

    2. Umrah Bagi Wanita adalah Jihad Sebagaimana Ibadah Haji

    Islam selalu memberikan keistimewaan bagi seorang muslimah, salah satunya apabila seorang wanita melakukan ibadah umroh, akan dihitung baginya jihad sebagaimana ia melaksanakan ibadah haji.

    Hal ini dijelaskan dalam salah satu hadis, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

    يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ

    Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa melakukan perang, yaitu dengan haji dan umrah.” (HR. Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Syekh Al Albani)

    3. Bisa Menghilangkan Kefakiran dan Menghapus Dosa

    Keutamaan umroh selanjutnya, yakni apabila seorang muslim melaksanakan ibadah umroh semata-mata hanya ingin mendapatkan ridho dari Allah dan ikhlas dari hatinya, maka akan dihilangkannya kefakiran serta digugurkan dosanya yang  sebelumnya.

    Hal ini diperjelas dalam satu hadis dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

    Iringilah haji dengan umrah, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Tidak ada pahala bagi haji yang mabrur, kecuali surga.” (HR. An-Nasa’i, dinilai shahih oleh Syekh Al Albani)

    4. Orang yang Umroh Menjadi Tamu Allah dan Doanya Mustajab

    Keutamaan yang keempat yakni, jika seorang muslim melaksanakan umroh, maka ia akan terhitung sebagai tamu Allah dan doa serta hajat yang diingnkannya di dunia akan mustajab.

    Hal ini disebutkan di dalam hadis bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ

    Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji, serta berumrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, maka mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan permintaan mereka.” (HR. Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Syekh Al Albani)

    5. Umrah di Bulan Ramadan Peperti Haji Bersama Nabi

    Jika seorang muslim melakukan umroh ketika waktu Ramadhan, maka umrohnya akan dihitung sebagai haji bersama Nabi. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي ، فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِي

    Apabila datang bulan Ramadan, lakukanlah umrah, karena umrah di bulan Ramadhan senilai haji bersamaku.“ (HR. Bukhari dan Muslim)

    6. Pengorbanan Umrah Bernilai Pahala

    Tentu bagi mereka yang melaksanakan ibadah karena-Nya, akan dihitung sebagai pengorbanan yang bernilai pahala. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda mengenai umrah yang dilakukan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

    عن عائشة رضي الله عنها ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لها في عمرتها : إن لك من الأجر على قدر نصبك ونفقتك

    Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Aisyah tentang umrahnya, ‘Sesungguhnya kamu mendapat pahala sesuai kadar kesulitan dan pengorbananmu.’” (HR. Hakim, shahih)

    Demikianlah sedikit informasi mengenai ibadah umroh serta beberapa keutamaannya. Semoga kita semua dapat diberikan kesempatan untuk menjadi salah satu tamu di rumah-Nya. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

  • 20 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki yang Lahir di Bulan Ramadan

    20 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki yang Lahir di Bulan Ramadan

    Belum menemukan inspirasi nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan? Tidak perlu bingung, berikut ini ada beberapa pilihan nama bayi yang mengandung makna dan arti yang bagus menurut Islam.

    Ketika memilih nama anak tidak boleh sembarangan, kita harus mempertimbangkan secara matang nama yang cocok dan bagus. Hal ini karena nama adalah identitas yang akan melekat seumur hidup.

    Jika anak lahir di bulan Ramadan, maka kita bisa memberikan nama yang sesuai dengan bulan lahirnya itu. Berikut adalah inspirasi nama anak yang lahir di bulan Ramadan dengan arti bagus.

    Daftar Nama Bayi Laki-laki yang Lahir di Bulan Ramadan

    Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan berkah dan rahmat dari Allah SWT. Jika ibu melahirkan bayi di bulan ini, maka orang tuanya bisa memberikan nama yang berkaitan dengan bulan penuh berkah ini.

    Dalam Islam sendiri, pemberian nama yang tepat pada seorang anak akan menjadi doa dan harapan. Oleh karena itu, penting memilih nama anak yang bisa membawa kepada hal-hal yang baik di masa depannya.

    Jika sedang mencari inspirasi nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan beserta artinya, maka tidak ada salahnya untuk mempertimbnagkan beberapa nama berikut. Yuk, pahami dan pelajari artinya juga!

    1. Ahsan Ramadan Zimraan

    Ramadan adalah nama yang umum tersemat pada bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan. Arti nama ini secara keseluruhan, yaitu anak laki-laki terbaik lahir di bulan Ramadan dan menjadi pujaan hati banyak orang.

    2. Maulana Qadar Yusuf

    Qadar adalah diambil dari kata malam kemuliaan yang ada di akhir bulan Ramadan, yaitu malam lailatul qadar. Arti nama ini keseluruhan, yaitu Anak yang akan menjadi pelindung dan penuh keberkahan.

    3. Ramadan Karim Mubarak

    Karim adalah nama yang memberikan makna baik bagi dirinya dan orang lain yakni seorang pemurah dan baik hati. Makna nama ini keseluruhan, yaitu Anak laki-laki yang penuh kemuliaan dan keberkahan.

    4. Alzam Rayyan Faiz

    Nama anak laki-laki yang lahir di bulan Ramadan selanjutnya adalah tersemat nama Rayyan. Nama ini memiliki arti gerbang di surga. Makan keseluruhan, yaitu berjiwa pemimpin dan membawa kebaikan surga.

    5. Nazril Aidil Rashaad

    Jika memilih nama ini, maka artinya adalah anak laki-laki yang sempurna, pemaaf, dan selalu bersikap adil. Pemberian nama ini menjadi harapan si kecil memiliki sifat bijaksana dan adil dalam mengambil keputusan.

    6. Fadly Ramadansyah Tahir

    Terselipnya kata Tahir pada nama ini memiliki arti hati yang suci dan murni. Dengan harapan di masa depan nanti, anak memiliki hati yang baik dan hidupnya penuh keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

    Baca juga: Bacaan Ratib Al Haddad Lengkap Arab, Latin Dan Artinya

    7. Isra Haidar Muslimin

    Nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan ini memiliki makna anak yang gagah berani dan akan memiliki perjalanan hidup yang indah. Selain itu, anak ini pun memiliki pemahaman agama yang baik.

    8. Faizal Fatih Ramadhika

    Nama ini mengandung makna seorang anak yang akan menjadi pemimpin bijaksana dan selalu bersikap tegas. Berharap anak dengan selipan nama fatih di masa depan akan menjadi sosok pemimpin bijaksana.

    9. Adam Althaf Ghifari

    Nama dengan unsur Adam ini bermakna seorang anak laki-laki penuh kebaikan, selalu menjadi sosok pemaaf, dan lemah lembut. Nama Adam sendiri merupakan nama dari nabi pertama yang Allah ciptakan.

    10. Alif Bilal Syabani

    Nama bayi yang ada unsur bilal ini memiliki arti tetesan embun. Dengan memberikan nama ini, berharap anak menjadi seorang yang membawa kesejukan dan menjadi sosok yang ramah bagi semua orang.

    11. Jubair Athaya Alfariaqy

    Nama ini bisa menjadi pilihan orang tua yang bingung mencari nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan. Arti nama ini yaitu sebagai petunjuk yang membawa pertolongan dan rezeki dari Allah SWT.

    12. Ramadhan Khalif Putra

    Jika ingin memasukkan unsur bulan Ramadan pada nama anak, maka nama ini bisa menjadi pilihan. Arti nama ini adalah anak yang lahir bulan Ramadan dan berharap menjadi seorang yang sukses di masa depan.

    13. Manaf Fadri Asad

    Nama anak laki-laki yang bisa menjadi pilihan selanjutnya yakni Manaf Fadri Asad. Nama untuk anak ini memiliki arti kedudukan tinggi dan memberi kedamaian, serta bermakna keberuntungan dalam kehidupannya.

    14. Azim Ghalib Ramadan

    Inspirasi nama bayi atau anak laki-laki yang ada unsur Ramadan ini bisa menjadi opsi. Selain anak bisa membawa keberkahan, arti dari nama anak ini juga sebagai pembawa kemenangan untuk kedua orang tuanya.

    15. Almer Dzuhairi Hisyam

    Nama bayi laki-laki ini sangat Islami sehingga cocok untuk yang ingin memberikan nama dengan unsur Islam. Arti dan makna dari nama ini adalah seorang anak yang cerdas, jujur, dan baik serta keberuntungan.

    16. Beryl Hamizan Rabbani

    Nama ini memiliki arti dan makna yang baik untuk laki-laki yang seperti permata berharga. Nama ini juga mengandung arti punya kecerdasan yang arif bijaksana, serta berharap anak menjadi anak yang sholeh.

    17. Arrafi Isra Farzan

    Inspirasi nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan ini memiliki makna yang baik. Nama ini bermakna anak laki-laki yang tampan, arif bijaksana, dan selalu menjunjung tinggi akan kebaikan dalam hidup.

    18. Abrar Aidil Zahidin

    Jika ingin memiliki anak sholeh dan selalu berbuat baik, maka bisa memberikan nama ini. Selain itu, nama anak ini juga memiliki arti berperilaku adil sehingga kelak menjadi pemimpin yang adil bijaksana.

    19. Hafizh Ramadan Alfarezi

    Nama ini memiliki arti dan makna seorang yang bisa memelihara kebaikan. Selain itu, anak dengan nama ini pun berharap selalu bersemangat dalam bekerja dan selalu mendapatkan rahmat serta keberkahan.

    20. Arkan Qadar Ali

    Jika anak lahir pada bulan Ramadan, maka bisa memberikan nama ini. Nama yang memiliki arti dan makna sebagai anak yang baik dan pemaaf. Anak juga berharap nantinya memiliki gelar tinggi dan mulia.

    Pentingnya Memberi Nama Bayi yang Bagus Menurut Islam

    Dalam Islam, ada beberapa acuan memberikan nama bayi atau anak sesuai dengan syariat dan anjuran Rasulullah SAW. Hal ini bertujuan agar nama untuk anak bisa membawa keberkahan dan doa baik untuknya.

    Oleh karena itu, rekomendasi nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan diatas bisa menjadi acuan bagi para orang tua agar memberikan nama yang baik. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

    “Wahai Zakaria! Kami memberikan kabar gembira kepada kamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.” (QS Maryam ayat 7).

    Dari ayat di atas, kita semua harus mengetahui bahwa memberi nama bayi adalah hal penting. Nama yang orang tua berikan akan anak gunakan di dunia dan di akhirat. Jadi, pilih nama bayi atau anak yang baik.

    Tips Memberi Nama yang Bagus untuk Bayi 

    Jika ingin memberikan nama bayi yang baik sesuai syariat Islam, maka ketahui beberapa tips berikut ini. Adapun tips memberikan nama yang baik untuk bayi, yaitu:

    1. Terkandung Unsur Do’a

    Pilih nama bayi atau anak yang mengandung doa baik. Misalkan nama anak yang berasal dari asma Allah agar menjadi harapan bagi orang tua kelak.

    2. Tidak Hanya Satu Kata

    Nama bayi yang orangtua berikan nantinya menjadi identitas diri. Oleh karena itu, pertimbangkan pemberian nama anak jangan hanya satu kata saja.

    3. Bahasa Mudah Dimengerti

    Pemberian nama bayi atau anak yang baik adalah penggunaan bahasa yang mudah dimengerti, seperti bahasa Indonesia, Arab atau bahasa Inggris.

    4. Jangan Terlalu Panjang

    Agar memudahkan anak mengisi kolom identitas diri saat ujian atau lainnya, maka pilih nama yang tidak terlalu panjang dan mudah mengingatnya.

    5. Hindari Bermakna Negatif

    Meski banyak nama kekinian dengan unsur Islami, tetapi tetap harus memeriksa dahulu arti dan maknanya. Hindari nama anak yang bermakna negatif.

    Demikian rekomendasi nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan yang bisa menjadi inspirasi. Menentukan nama yang baik menjadi hal pertama yang orang tua lakukan sebagai doa dan harapan untuk anaknya.

  • Begini Hukum KDRT dalam Islam, Dads Wajib Tahu! 

    Begini Hukum KDRT dalam Islam, Dads Wajib Tahu! 

    Kita pasti bertanya-tanya bagaimana hukum KDRT dalam Islam sesungguhnya. Apakah benar KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga menjadi solusi tepat dalam rumah tangga?

    Islam merupakan agama yang mengutamakan perdamaian. Maka dengan itu, kekerasan tentu harus dihindarkan bagi umat muslim. Begitu pula dengan saat berumah tangga, perbuatan KDRT bisa dibilang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

    Sering sekali kita mendengar kasus KDRT melalui media massa. Tidak heran dampaknya berupa luka fisik dan emosional sering terlihat. Tidak sedikit pula yang menganggap rumah tangga tidak dapat selamatkan lagi sehingga memilih untuk bercerai.

    Jadi bagaimana hukum KDRT menurut Islam? Apakah benar KDRT menjadi sesuatu yang dilarang bagi seorang muslim? Yuk kita cari tahu selengkapnya.

    Kedudukan Suami dalam Keluarga

    Al-Qur’an dan hadits menjadi hal yang tidak terpisahkan saat kita membahas hukum kekerasan dalam rumah tangga. Pasalnya, Al-Qur’an dan hadits menjadi petunjuk dalam setiap aspek kehidupan bagi umat Muslim.

    Kita sering mendengar kabar bahwa istri menolak patuh pada suami. Karena hal ini, mungkin saja KDRT akan terjadi. Umumnya, suami memiliki derajat yang lebih tinggi sebagai kepala keluarga daripada istri.

    Ketegasan menjadi hal yang wajib bagi seorang suami. Sebagai kepala keluarga, sudah menjadi kewajiban bahwa suami harus mengatur istri dan anak-anaknya. Hal ini sudah tercantum pada dalil sebagai berikut:

    الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

    Artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (Q.S. An-Nisa: 34).

    Dari ayat tersebut, bisa ditafsirkan bahwa laki-laki menjadi sosok pemimpin bagi keluarga. Sama halnya dengan sosok pemimpin yang memimpin sebuah negara.

    Baca juga: Hukum Cadar dalam Agama Islam Menurut 4 Mazhab

    Hak dan kewajiban seorang suami sebagai kepala keluarga adalah membimbing istri untuk selalu mengambil jalan yang lurus. Jalan lurus di sini maksudnya adalah penerapan hukum dan syariat Islam dalam setiap aspek berkeluarga.

    Istri sudah mendapat kewajiban untuk patuh pada sang suami. Misalnya, ia tidak boleh bepergian sendiri tanpa seizin suami. Ia juga harus meminta izin agar bisa menunaikan ibadah puasa sunnah. Hal ini tercantum pada kutipan hadits sebagai berikut:

    لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنَ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ ، وَمَا أَنْفَقَتْ مِنْ نَفَقَةٍ عَنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّهُ يُؤَدَّى إِلَيْهِ شَطْرُه

    Artinya: “Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa, sedangkan suaminya hadir, kecuali dengan izinnya. Dan ia tidak boleh mengijinkan orang lain masuk rumah suami tanpa izin darinya. Dan jika ia menafkahkan sesuatu tanpa ada perintah dari suami, maka suami mendapat setengah pahalanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Tapi bagaimana jika ia tidak mau patuh? Apakah benar KDRT bisa menjadi solusi bentuk ketegasan yang tepat agar istri mau patuh?

    Dalil Hukum KDRT dalam Islam

    Suami memiliki hak untuk menasehati istri. Sebagai kepala keluarga, ia tentu memiliki keinginan agar sang istri bisa patuh dan tunduk padanya. Namun, tidak sedikit pula yang ingin melakukan tindakan kekerasan.

    Ternyata, banyak suami yang salah mengartikan kekerasan menjadi solusi. Pukulan terutama pada wajah sering menjadi bentuk kekerasan yang diterapkan. Namun, ternyata hal ini tidak diperbolehkan seperti yang disabdakan Rasulullah SAW berikut:

    وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ

    “Dan janganlah engkau memukul istrimu di wajahnya, dan jangan pula menjelek-jelekkannya serta jangan melakukan hajr (mendiamkan istri) selain di rumah.” (HR. Abu Daud).

    Tentu saja, memperlakukan seorang perempuan sebagai seorang istri sangat berbeda daripada saat berhadapan dengan sesama laki-laki. Perempuan ibaratnya memiliki sifat lebih rapuh daripada laki-laki.

    Pukulan dan tindakan fisik lainnya bukan hanya menjadi bentuk kekerasan di rumah tangga. Ucapan kasar dan tindakan kasar lain ikut menjadi bentuk kekerasan terhadap sang istri.

    Namun, terdapat pula ayat yang memerintahkan suami untuk memukul sang istri. Metode ini menjadi salah satu dari tiga cara yang tercantum dalam ayat berikut:

    وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

    Artinya: “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. An-Nisa: 34).

    Memang benar memukul istri menjadi cara ketiga dan terakhir agar istri ingin patuh. Namun, kita pasti bertanya-tanya, bukannya ini melanggar hukum KDRT dalam Islam?

    Kita lihat dua cara pertama yang tercantum pada ayat tersebut. Pertama, kita harus menasehati istri yang tidak taat. Jika masih belum mempan, terdapat cara kedua, yaitu mendiamkan atau tidak mengajaknya bicara.

    Memukul menjadi cara terakhir apabila istri masih tidak taat juga. Namun, ini bukan memukul secara fisik menggunakan tangan, kayu, atau cambuk, terutama pada wajah. Melainkan, memukul menggunakan siwak atau sesuatu yang serupa.

    Hal ini sudah dijelaskan ulama bahwa memukul memakai siwak bisa menunjukkan puncak ketidaksukaan suami terhadap sang istri. Maka, memukul menggunakan tangan menjadi hal yang terlarang bagi seorang muslim.

    Pada akhirnya, sebelum itu, hendaknya sang suami berintrospeksi diri. Begitu pun juga dengan istrinya. Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa manusia tidak luput dari kekurangan.

    Begitulah penjelasan hukum KDRT dalam Islam. Semoga kita terhindar dari perbuatan buruk seperti KDRT kelak.