Tag: Doa Sehari-hari

  • Dzikir Petang Sesuai Sunnah, Arab Latin dan Artinya

    Dzikir Petang Sesuai Sunnah, Arab Latin dan Artinya

    Berdzikir merupakan satu amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW sebagai bentuk kedekatan kepada Allah SWT. Salah satu dzikir yang bisa dilakukan yakni dzikir petang.

    Dzikir petang ini biasa dilakukan setelah matahari terbenam atau waktu setelah maghrib hingga tengah malam. Adapun keutamaannya yakni untuk memohon penjagaan selama petang hingga pagi tiba.

    Penasaran dengan bacaan dzikir petang? Yuk, simak artikel ini hingga akhir.

    Bacaan Dzikir Pagi Petang Sesuai Sunnah

    Berdzikir merupakan salah satu jalan untuk mendapat pertolongan Allah SWT. Dengan berdzikir, hati akan tenang dan damai. Ketenangan hati ini tentu berdampak dengan segala urusan yang lancar. 

    Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al Anfal ayat 45 sebagai berikut:

    أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَٱثْبُتُوا۟ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    Artinya:”Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.”

    Pentingnya dzikir juga telah diatur dalam QS Ar-Ra’d Ayat 28,

    الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

    Alladzina aamanuu wa tathmainnu quluubuhum bidzikrillah, alla bidzikrillah tathmainnul qulub.

    Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

    Baca juga: 8 Doa Meminta Rezeki yang Berlimpah dan Berkah, Amalkan Yuk!

    Berikut bacaan dzikir petang yang dianjurkan untuk diikuti:

    1. Membaca Ta’awudz dan Ayat Kursi

    Dzikir pagi yang pertama yakni membaca ta’awudz dan dilanjutkan dengan membaca ayat kursi atau Surat Al-Baqarah ayat 255. Adapun bacaan ta’awudz dan ayat kursi adalah sebagai berikut:

    Ta’awudz

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

    A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

    Ayat Kursi

    اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُ

    Allahu la ilaha illa huw, al-hayyul-qayyum, la ta’khuzuhu sinatuw wa la na’um, lahu ma fis-samawati wa ma fil-ard, man zallazi yasyfa’u ‘indahu illa bi’iznih, ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bisyai’im min ‘ilmihi illa bima sya’, wasi’a kursiyyuhus-samawati wal-ard, wa la ya’uduhu hifzuhuma, wahuwal-‘aliyyul-‘azim

    Artinya: “Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) di hadapan mereka, dan di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS Al Baqarah: 255)

    2. Membaca surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Naas (Baca 3x)

    Selantnya dilanjutkan dengan membacaAl-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas atau yang seringkali diucapakan sebagai surat 3 qul.

    Keutamaanya adalah mampu menghindarkan dari ancaman sihir dan segala ancaman seperti gangguan setan, jin dan mimpi buruk sekalipun dari petang tiba hingga pagi dating kembali.

    Berikut bacaannya:

    Qs. Al-Ikhlas Ayat 1-4

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

    “Qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad”

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al Ikhlas: 1-4)

    QS. Al-Falaq Ayat 1-5

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

    Qul a’ụżu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad”

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan ( para penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS Al Falaq” 1-5)

    QS. An-Nas Ayat 1-6

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

    “Qul a’ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās.”

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An Nas: 1-6)

    3. Membaca Doa di Waktu Petang

    Dzikir petang yang ketiga yakni membaca doa di waktu petang, doa ini merupakan doa memoon perlindungan di waktu petang.

    Berikut bacaannya:

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

    Artinya: “Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.”

    Setelah itu dilanjutkan dengan bacaan doa berikutnya, yakni:

    اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

    Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

    Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca pagi satu kali. HR At-Tirmidzi nomor 3391, disahihkan Syekh Al Albani).

    Baca juga: Tata Cara Sholat Nisfu Syaban: Niat, Doa, dan Waktu Pelaksanaannya

    4. Membaca Sayyidul Istighfar

    Bacaan berikutnya dalam dzikir petang adalah bacaan sayyidul istighfar. Bacaan Sayyidul Istighfar dibaca satu kali.

    Sayyidul istighfar diungkap melalui sabda Rasulullah SAW sebagai penghulu istighfar. Selain itu disebutkan pula bahwa pembaca lafal ini akan dibukakan pintu surga padanya.

    Adapun bacaan sayyidul istighfar adalah sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

    Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa abduka wa anaa ala ahdika wa wadika mas-tathotu. Audzu bika min syarri maa shonatu. Abu-u laka bi nimatika alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR Al Bukhari nomor 5522, 6306, dan 6323. At-Tirmidzi nomor 3393, An-Nasa’i 5522, dan lain-lain)

    5. Membaca Doa Selamat Dunia dan Akhirat

    Bacaan yang dianjurkan untuk dibaca selanjutnya adalah doa agar selamat dunia dan akhirat. Adapun bacaanya adalah sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

    Allaahumma ‘aafinii fii badanii, allaahumma ‘aafinii fii sam’ii, allaahumma ‘aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqr, wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qobr, laa ilaaha illaa anta.

    Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.”

    Selanjutnya, lanjutkan dengan membaca doa berikut:

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

    Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).”

    6. Membaca Doa Perlindungan dari Kejahatan

    Selanjutnya, lanjutkan dengan membaca doa perlindungan, agar selalu berada dalam perlindungan Allah SWT dari kejahatan, baik dari diri sendiri, orang lain, jin dan setan. Berikut bacaanya:

    اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

    Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim

    Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang Muslim.”

    7. Bacaan Dzikir Petang

    Selanjutnya membaca bacaan dzikir petang. Dzikir petang terdiri atas dzikir keagungan Allah, dzikir untuk mengharap ridho Allah, dzikir ya hayyu ya qayyum serta beberapa bacaan dzikir petang lainnya.

    Untuk lebih jelas, berikut bacaan dzikir petang yang disunnahkan Rasulullah SAW:

    Dzikir Keagungan Allah dibaca tiga kali.

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim

    Artinya: “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Dzikir Mengharap Ridha Allah Dibaca tiga kali.

    رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

    Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.

    Artinya: “Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).”

    Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum dibaca satu kali.

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”

    Dzikir petang dibaca satu kali.

    أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ، وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

    Amsainaa ‘alaa fithrotil islaam, wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa muhammadin shollallaahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiinaa ibroohiim, haniifan musliman wa maa kaana minal musyrikiin.

    Artinya: Di waktu sore kami berada di atas fitrah Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, Muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”

    Dzikir Pagi yang dibaca 10 kali.

    اَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

    Artinya: “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”

    Dzikir Pagi yang Dibaca 100 kali.

    سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhaanallaahi wa bihamdih.

    Artinya: “Maha Suci Allah, aku memuji-Nya.”

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Astagh-firullah wa atuubu ilaih.

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”

    Demikianlah bacaan dzikir petang yang bisa dijadikan panduan dalam berdzikir, Insyallah jika kita niatkan dalam hati untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

    Kita akan terlndungi dari marabahaya, godaan setan, jin ataupun mimpi buruk sekalipun.

    Semoga bermanfaat ya. Assalamualaikum wr.wb.

  • 8 Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Kita Cintai dengan Menyebut Namanya Jarak jauh

    8 Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Kita Cintai dengan Menyebut Namanya Jarak jauh

    Sebagai umat Muslim, pastinya kita selalu membutuhkan bantuan Allah SWT dalam segala hal mengenai hidup. Salah satunya tentang meluluhkan hati hamba-Nya. Oleh sebab itu, ada doa meluluhkan hati seseorang yang perlu kita tahu.

    Kunci doa meluluhkan hati seseorang tentunya keyakinan, kita yakin bahwa hanya Allah SWT lah yang mempunyai kuasa dalam membolak-balikkan hati manusia.

    Jadi, jika kita sudah yakin, maka berdoalah dan serahkan semua kepada Allah SWT.

    Doa Meluluhkan Hati Seseorang

    Cinta merupakan sebuah anugerah dari Allah SWT kepada manusia, maka jika kita mencintai seseorang hamba hendaklah semata-mata hanya karena Allah SWT saja. Apalagi harapan kita yang selalu baik yaitu mencintai dan dicintai.

    Akan tetapi, terkadang cinta belum tentu balik sesuai dengan harapan kita. Oleh sebab itu, perlunya kita untuk ikhtiar dengan berdoa kepada Allah SWT. Berikut beberapa doa meluluhkan hati seseorang.

    1. Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Kita Cintai

    Pertama, ada doa meluluhkan hati seseorang yang kita cintai dan sebaliknya. Doa ini bisa kita panjatkan oleh orang yang merindukan cinta Allah dalam mencintai makhluknya.

    Doa yang merujuk pada hadis Nabi riwayat Abu Daud ini bisa kita panjatkan selepas sholat, atau bisa juga selepas kita melaksanakan ibadah.

    أَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي لَهُ

    Latinnya: Akhabbakal ladzii ahbabtanii lahu

    Artinya: “Semoga Allah mencintaimu, karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.”

    Baca juga: 8 Arti Mimpi Hamil dalam Islam, Sebuah Pertanda Baik?

    2. Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Keras

    Dengan memanjatkan doa meluluhkan hati seseorang, kita berharap hati yang keras bisa dilembutkan oleh Allah.

    Kita bisa meminta pertolongan dan bantuan kepada Allah SWT dengan membaca doa berikut ini:

    اَللَّهُمَّ لَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ لَيِّنْتَ لِدَاوُدَالْحَدِيْد

    Latinnya: Allahumma laiyinli qalbahu, laiyinta li Daudal hadid

    Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan Daud akan besi.”

    3. Doa Meluluhkan Hati Seseorang dari Jarak Jauh

    Doa Meluluhkan Hati Seseorang dari Jarak Jauh

    Ketiga, ada doa meluluhkan hati seseorang dari jarak jauh dengan kita.

    Artinya kita akan menyebutkan nama orang tersebut.

    Berikut doa meluluhkan hati seseorang dengan menyebut namanya yang bisa kita panjatkan :

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Latinnya, “Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifuzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii …  kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadika. Jalla tsanau wajhik, ya arkhamar rakhimiin.”

    Artinya, “Ya Allah Engkau Maha Perkasa lagi Maha Besar dan aku adalah hambaMu yang lemah dan hina, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu. Ya Allah tundukkan (menyebutkan nama seseorang yang kita maksud) kepadaku sebagaimana Engkau tundakan Firaun kepada Musa, dan lembutkan hatinya untukku sebagaimana Engkau melembutkan besi pada Daud. Karena dia tidak berbicara kecuali dengan izin-Mu, ubun-ubunnya ada di tangan-Mu, dan hatinya ada di tanganMu.”

    4. Doa Keempat

    Selanjutnya, ada doa meluluhkan hati seseorang berdasarkan ayat Al-Quran. Ayat Al-Quran surat Taha ayat 25 hingga 28 ini bisa kita baca ketika sedang menjalani sebuah pendekatan.

    Dengan doa ini, kita memohon bantuan kepada Allah untuk meluluhkan hati orang tersebut. Meluluhkan agar sesuai dengan apa maksud dan tujuan kita, sehingga akan berjalan selaras.

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Latinnya: Robbiss rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii

    Artinya: Ya Allah, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha : 25-28)

    5. Doa Kelima

    Selanjutkan ada doa meluluhkan hati seseorang kelima, doa ini untuk segera diberikan kebaikan pada hubungan yang terjalin. Ada baiknya kita membaca doa ini sebanyak tujuh kali setelah shalat subuh.

    رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

    Latinnya: “Rabbbi, inni lima anzalta ilayya min khairin faqir.”

    Artinya, “Ya Tuhanku, sungguh aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS Al-Qashash ayat 24)

    6. Doa Keenam

    Doa ini sangat diperuntukkan untuk seseorang yang memiliki sifat pemarah dan kasar, dalam arti untuk doa meluluhkan hati seseorang agar tidak marah.

    Dengan doa ini, insya Allah Allah SWT akan membantu kita meluluhkan hati seseorang tersebut.

    Kedua doa ini sebaiknya kita baca selesai mengerjakan shalat-shalat fardhu. Dengan begitu, ketika berdoa ketika kita memang benar-benar dalam keadaan baik.

    Doa pertama dari surat Al-Baqarah ayat 165:

    يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ

    Latinnya: “… Yuhibbunahum kahubillahi wallazina amanuu ashaddu hubbanlillah.”

    Artinya, “… Mereka mencintainya (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah, sedang orang-orang yang beriman itu lebih cinta taat kepada Allah.”

    Doa kedua dari surat Al-Imran ayat 14, insya Allah Allah SWT akan mendengarkan serta mengabulkan permintaan kita.

    زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ 

    Latinnya: “Zuyyinalinnasi hubbushahawati minannisa’i walbani na walqanaathiril muqanthoro timinazzahabi walfidhah.”

    Artinya, “Dihiasikan (dan dijadikan indah) bagi manusia, kesukaan kepada benda-benda yang diingini, yaitu perempuan-perempuan dan anak-anak, harta benda yang banyak dari emas dan perak.”

    Baca juga: Inilah Niat Zakat Fitrah untuk Pribadi, Anak & Keluarga dan Artinya

    7. Doa Meluluhkan Hati Seseorang Allahumma inni as aluka

    Doa ketujuh ini lebih ke doa agar kita bisa mencintai seseorang tersebut karena Allah SWT. Tentu doa dan akhlak seperti inilah yang Rasulullah SAW ajarkan kepada umatnya.

    اللَّهمَّإِنِّيأَسْأَلُكَحُبَّكَ،وَحُبَّمَنْيُحِبُّكَ،وَالعمَلالَّذِييُبَلِّغُنيحُبَّكَ،اللَّهُمَّاجْعلحُبَّكَأَحَبَّإِلَيَّمِننَفسي،وأَهْلي،ومِنالماءِالبارِدِ

    Latinnya: Allahumma inni-as’aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal-amalladhi yuballighuni hubbak. Allahummaj’al hubbaka ahabba ilaiya min nafsi, wa ahli wa minal-ma’id-barid

    Artinya, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, curahan cinta-Mu dan rasa cinta kepada orang-orang yang mencintai-Mu dan kecintaan melakukan perbuatan yang dapat menyampaikan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah jadikanlah kecintaanku kepada-Mu melebihi kecintaanku kepada diriku, keluargaku, dan kepada air yang segar.”

    8. Doa Kedelapan

    Doa agar meluluhkan hati seseorang selanjutnya untuk hati yang merasa berat ketika melaksanakan ibadah. Karena sejatinya, meluluhkan hati tidak hanya untuk sebuah kata mencintai dan dicintai saja.

    Akan tetapi, cinta yang lebih besar kepada makhluk-Nya Allah SWT agar hatinya luluh untuk bisa melaksanakan ibadah. Ibadah seperti shalat, puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Berikut doa yang bisa kita panjatkan :

    اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ والحمد لله رب العالمين

    Allahumma waffiqna li tha’atika, wa atmim taqshirana, wa taqabbal minna, innaka antas sami’ul ‘alim. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin

    Artinya, “Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Sungguh, Kau maha mendengar lagi mengetahui. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.”

    Tips Meluluhkan Hati Seseorang

    Tips Meluluhkan Hati Seseorang

    Ada kalanya seseorang memiliki hati yang keras, baik itu datang dalam kondisi apapun dan terkait apapun. Maka, jika kita dalam kondisi yang bersangkutan sesungguhnya perlu melakukan beberapa hal sesuai ajaran Rasulullah SAW.

    Seperti dalam bacaan doa meluluhkan hati seseorang surat Al-Baqarah ayat 67 hingga 74 yang mengisahkan kondisi penyakit keras hatinya tentang Bani Israil. Lantas mereka dilukiskan sebagai orang yang susah dalam menerima kebenaran.

    Walaupun sudah ada banyak bukti nyata yang telah hadir di depan mata mereka. Maka, dari kisah dalam Al-Quran mengenai hati yang keras seperti batu bahkan bisa lebih keras tersebut bisa kita jadikan pelajaran.

    Kisah Jaman Rasulullah Tentang Meluluhkan Hati Seseorang

    Suatu hari ada seorang laki-laki yang datang dan kemudian mengadu kepada Nabi Muhammad SAW tentang hatinya yang keras. Maka, Nabi Muhammad SAW menjawab :

    Artinya, “Jika kamu ingin melunakkan hatimu, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR. al-Hakim dalam al-Mustadrak)

    Amalan doa meluluhkan hati seseorang sesuai hadis tersebut yaitu Rasulullah SAW mengajarkan pada kita orang yang keras hatinya untuk melatih diri berempati dengan orang lemah, berempati kepada sesama makhluk yang membutuhkan.

    Bergaul dengan orang miskin, juga bisa meningkatkan rasa syukur dan ridha kita atas nikmat yang sudah Allah SWT karuniakan kepada kita.

     Tidak hanya itu saja, akan tetapi juga mengusap kepala anak yatim. Kata mengusap sendiri memiliki arti menyayangi, mengayomi dan berlemah lembut kepada mereka.

    Terkait hal ini, Nabi Muhammad Saw bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim laki-laki atau perempuan hanya karena Allah, baginya setiap rambut yang diusap dengan tangganya itu mengalirkan banyak kebaikan, dan barangsiapa berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau laki-laki yang diasuh, aku bersama dia di surga seperti ini (Nabi mensejajarkan dua jarinya).”

    Demikian informasi mengenai doa meluluhkan hati seseorang yang bisa kita laksanakan dengan niat yang baik. Ada banyak doa dengan kunci utama yakin dan dilaksanakan setiap hari, dalam arti istiqomah.

  • 10 Keutamaan Silaturahmi bagi Umat Islam, Jadi Pintu Rezeki

    10 Keutamaan Silaturahmi bagi Umat Islam, Jadi Pintu Rezeki

    Yuk, cari tahu apa saja keutamaan silaturahmi jika dilakukan dengan niat yang ikhlas serta tulus.

    Bersilaturahmi merupakan salah satu amalan umat Muslim untuk menyambung tali persaudaraan, terutama pada saat momen hari raya Idul Fitri atau Lebaran.

    Dengan adanya silaturahmi maka akan tercipta suatu hubungan baik antar sesama. Kerukunan akan terjalin dan suasana menyenangkan akan tercipta saat bertemu satu sama lain.

    Dalil Menjaga Silaturahmi dalam Islam

    Telah disinggung sebelumnya bahwa silaturahmi merupakan sebuah amalan utama yang bisa menyambungkan apapun yang terputus, termasuk hubungan manusia.

    Dalam Islam, silaturahmi juga dijadikan sebagai salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan adanya silaturahmi, maka akan menjadi pedoman bagi kita untuk bisa memperlakukan manusia dengan baik sesuai dengan perintah Allah SWT.

    Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 36:

    ۞ وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

    Artinya: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri”.

    Fiman ini menjelaskan, manusia diharapkan bisa salin menjaga, menyayangi, menghormati dan menyelamatkan. Terlebih perkembangan teknologi yang mampu memudahkan interaksi dan silaturahmi hanya lewat telepon genggam atau gadget.

    Selain itu, Allah SWT juga menganjurkan bagi umat-Nya untuk tetap berperilaku baik dan menjalin silaturahmi meski kepada orang yang zalim. Hal ini turut dijelaskan dalam hadits riwayat Ahmad, yang berbunyi:

    صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ

    Artinya: “Sambunglah orang yang memutuskan (hubungan dengan)mu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamu.” (HR Ahmad)

    Keutamaan Silaturahmi dalam Islam

    Ada banyak keutamaan silaturahmi yang penting diketahui bagi setiap muslim. Berikut sejumlah keutamaanya dalam Islam:

    1. Meluaskan Rezeki dan Memanjangkan Umur

    Keutamaan silaturahmi bagi seorang muslim yang menjaganya adalah akan diluaskan rezeki untuknya serta panjang umur.

    Terkait silaturahmi memperbanyak rezeki dijelaskan dalam salah satu hadits riwayat Bukhori dan Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda:

    مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

    “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung silaturahminya (dengan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5985 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 7571)

    Selain itu, bertambahnya umur di dalam hadits tersebut adalah perpanjangan yang hakiki. Namun, ini berdasarkan ketetapan dan pengetahuan Allah Ta’ala Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah di dalam kitab Majmu’ Fatawa mengatakan,

    والأجل أجلان ” أجل مطلق ” يعلمه الله ” وأجل مقيد ” وبهذا يتبين معنى قوله صلى الله عليه وسلم ((مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ)) فإن الله أمر الملك أن يكتب له أجلا، وقال :”إن وصل رحمه زدته كذا وكذا ” والملك لا يعلم أيزداد أم لا ؛ لكن الله يعلم ما يستقر عليه الأمر فإذا جاء ذلك لا يتقدم ولا يتأخر”.

    “Ajal ada dua jenis: (1) ajal mutlak, yaitu ajal yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala dan (2) ajal muqayyad (terikat). Dengan klasifikasi ini, maka jelaslah makna hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung silaturrahmi.’ Sesungguhnya Allah memerintahkan malaikat untuk menulis ajal seseorang. Dia mengatakan, ‘Jika orang ini menyambung silaturahminya, maka tambahlah usianya begini dan begini,’ Dan malaikat tidak mengetahui apakah usia orang tersebut akan bertambah atau tidak. Yang mengetahui perkara tersebut secara pasti hanyalah Allah semata. Dan jika ajal orang tersebut benar-benar telah datang, maka tidak akan dimajukan dan ditunda lagi.”

    2. Memperkuat Hubungan Kekeluargaan

    Memperkuat Hubungan Kekeluargaan

    Dengan menjaga tali silaturahmi, tentu hal ini akan memperkuat hubungan kekeluargaan maupun kerabat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِي الْأَهْلِ مَثْرَاةٌ فِي الْمَالِ مَنْسَأَةٌ فِي الْأَثَرِ

    “Belajarlah dari nasab kalian yang dapat membantu untuk silaturahmi karena silaturahmi itu dapat membawa kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta, serta dapat memperpanjang umur.” (HR. Ahmad no. 8855 dan Tirmidzi no. 1979).

    Baca juga: 10 Macam Puasa Sunnah Beserta Niat dan Waktu Pelaksanaannya

    3. Silaturahmi sebagai Sebab Masuknya Surga

    Keutamaan selanjutnya, dijelaskan bagi siapapun yang menjaga tali silaturahmi tetap terjaga, meski kepada orang yang zalim sekalipun, maka atas izin Allah SWT ia akan masuk ke dalam surga.

    Sebagaimana dieritakan oleh Abu Ayub Al-Ansari radhiyallahu ‘anhu:

    أنَّ رَجُلًا قالَ للنبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: أخْبِرْنِي بعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الجَنَّةَ، قالَ: ما له ما له. وقالَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَأرَبٌ ما له، تَعْبُدُ اللَّهَ ولَا تُشْرِكُ به شيئًا، وتُقِيمُ الصَّلَاةَ، وتُؤْتي الزَّكَاةَ، وتَصِلُ الرَّحِمَ.

    “Seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke surga.” Orang-orang pun berkata, “Ada apa dengan orang ini, ada apa dengan orang ini.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Biarkanlah urusan orang ini.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan sabdanya, “Kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya, menegakkan salat, dan membayar zakat, serta menjalin tali silaturahmi.” (HR. Bukhari no. 1396)

    Serta dalam hadits lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

    يا أَيُّها الناسُ ! أَفْشُوا السلامَ ، و أطْعِمُوا الطعامَ ، وصِلُوا الأرحامَ ، وصَلُّوا بالليلِ والناسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلوا الجنةَ بسَلامٍ

    “Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan kerjakanlah salat pada waktu malam ketika manusia sedang tidur. Niscaya, kalian akan dimasukkan ke dalam surga dengan keselamatan.” (Lihat Shahihul Jaami’ no. 7865 karya Al-Albani)

    Dengan mengamati keuda hadits ini, kita dapat menyimpulkan bahwa keutamaan silaturahmi adalah salah satu sebab masuk ke dalam surga. Namun perlu diingat, segala sesuatu perlu diniatkan karena Allah dan berperilaku baiklah, maka cukuplah hal tersebut akan membawa diri ke dalam surga Allah SWT.

    4. Menambah Pahala

    Menjalin slaturahmi menjadi salah satu kebaikan yang bisa dilakukan meskipun itu kepada orang yang zalim sekalipun.

    Allah SWT berfirman bahwa ada balasan kebaikan bagi orang-orang yang berbuat baik, sepertinya dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 10:

    قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Artinya:

    “Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

    5. Memperluas Tali Persaudaraan

    Menjalin silaturahim terhadap sesama juga dapat memperluas tali persaudaraan sesama muslim. Sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah yang disabdakan Rasulullah, disampaikan dari Abdurrahman bin Auf, yang artinya:

    Aku telah menciptakan rahim dan telah diberikan untuknya sebuah nama dari nama-nama-Ku. Maka, siapa yang menyambungnya, Aku akan menyambungnya, san siapa yang memutuskannya, Aku akan memutusnya: dan siapa yang menetapkanya, aku akan memantapkannya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, dan Hakim).

    6. Menambah Empati

    Sati diantara keutamaan silaturahmi yang lain dalam Islam adalah menambah empati serta menjauhi sikap egois.

    Ketika bersilaturahmi, kita bisa membangun rasa saling menghargai, menghormati dan empati dengan mendengarkan cerita orang lain.

    Sehingga secara tidak langsung, silaturahmi apabila dijalankan secara konsisten akan membentuk empati serta menjauhi sikap egois.

    7. Dijauhkan dari Neraka

    Keutamaan silaturahmi berikutnya ialah dijauhkan dari neraka. Apabila seorang muslim menjalin kembali tali silaturahmi antar sesama yang pernah terputus, maka akan dijauhkan baginya neraka. Sebagaimana dalam salah satu hadits berikut ini, yang artinya:

    Engkau menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim)

    8. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa menjalin silaturahmi dengan sesama juga menjadi salah satu sarana kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Ketika kita menyambung silaturahmi dan memperlakukan manusia dengan baik, berarti kita telah menjalankan perintah Allah SWT.

    Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

    Sesungguhnya Allah SWT menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan. Dia berfirman: “Benar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?” Ia menjawab: iya. Dia berfirman: “Itulah untukmu.”

    9. Menciptakan Kesan yang Baik dan Harmonis

    Selain mendekatkan diri kepada Allah, silaturahmi juga dapat menciptakan kesan yang baik terhadap sesama.

    Selain itu, silaturahmi juga menjadi salah satu cara mempertemukan mereka yang sudah lama tidak berjumpa. Rasulullah SAW pernah bersabda:

    Yang disebut silaturahmi itu bukanlah tentang seseorang yang membalas pemberian atau kunjungan, melainkan ialah yang menumbuhkan apa yang telah putus.” (HR. Bukhari).

    Dengan demikian, hal tersebut tentunya akan menjaga rasa kekeluargaan dan meningkatkan keharmonisan antar saudara atau orang-orang terdekat kita.

    10. Menjadi Makhluk Mulia

    Keutamaan silaturahmi yang terakhir, yakni dapat menjadikan kita sebagai mahluk yang mulia. Sebab menjaga atau menyambung kembali silaturahmi yang sempat terputu smerupakan tindakan yang teruji dan dicintai Allah SWT.

    Sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ali bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Maukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiayaimu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”

    Nah, itu dia beberapa keutamaan silaturahmi, banyak bukan? Yuk sama-sama tetap menjaga silaturahmi dan mejadi umat muslim yang dicintai Allah SWT. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

  • Doa Kelancaran Berbicara dalam Berbagai Situasi dan Artinya

    Doa Kelancaran Berbicara dalam Berbagai Situasi dan Artinya

    Bagi sebagian orang, berbicara di depan umum bukanlah hal yang mudah. Perlu latihan yang cukup lama serta persiapan mental agar tidak gugup dan tegang. Doa kelancaran berbicara bisa dipanjatkan sebagai iktiar selain berlatih.

    Ketakutan dan perasaan ini biasa dirasakan bagi mereka yang memang jarang berbicara di depan umum.

    Untuk membuat Anda lebih tenang, yuk simak doa berikut ini untuk membantu hilangkan rasa takut dan gugupmu.

    Doa Kelancaran Berbicara Didepan Umum

    Saat berbicaa di depan banyak orang, seringkali kita akan merasakan ggup yangberlebihan sehingga apa yangakan kita sampaikan tidak dapat dipahami oleh pendengar. Oleh sebab itu, penting bagi seorang muslim mengawalinya dengan melafalkan doa kelancaran bicara sebagai bentuk rasa tawakal.

    Doa ini cukup singkat dan mudah dihafalkan. Adapun bacaan doanya sebagai berikut:

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii.

    Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku,” (QS Thaha Ayat 25-28).

    Selain itu, terdapat doa yang bisa dilafalkan saat hati tidak tenang ataupun gugup, berikut bacaan doanya:

    اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ

    “Allahumma inni a’uuzubika minal hammi wal hazan. wa a’udzubika minal ajzi wal kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal.”

    Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepadaMu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban utang serta tekanan orang-orang jahat

    Doa ini biasa dibaca sebelum melakukan ceramah, pidato maupun seminar, agar pendakwah dimudahkan untuk mengucapkan kata-kata serta dihindarkan dari ucapan yang tidak bermanfaat.

    Selain itu, doa ini juga membantu menngkatkan rasa percaya diri seseorang, sebab pembicara akan merasa Allah SWT senantiasa mendampinginya selama di hadapan umum.

    Baca juga: Pembagian Warisan dalam Islam: Tata Cara, Syarat, dan Ketentuannya

    Doa Kelancaran Berbicara Untuk Anak yang Sulit Berbicara

    Selain untuk berbicara di depan umum, kadang kala permasalahan berbicara juga bisa dirasakan oleh anak-anak. Anak juga bisa mengalami keterlambatan dalam berbicara. Di antaranya disebakan oleh stimulasi yang kurang, gangguan pendengaran serta hambatan perkembangan otak atau mungkin disebabkan hal lainnya.

    Bagi orang tua yang memiliki anak dengan anak dengan kondisi keterlambatan berbicara, ada baiknya untuk mengkonsultasikan kepada tenaga yang lebih ahli untuk cek kesehatan atau melakukan observasi perkembangan anak, selain itu, orang tua juga dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT sebagai bentuk ikhtiar selain berobat.

    Adapun doa kelancaran berbicara untuk anak yakni sebagai berikut:

    Subhana man’ allamal insana maa lam ya’lam.

    Artinya:

    “ Maha suci Allah yang telah mengajarkan manusi sesuatu yang ia tidak ketahui.”

    Doa ini dianjurkan untuk dilafalkan sesering mungkin, misalnya dilakukan setiap selesai melaksanakan sholat fardhu. Tidak lupa dengan mengawalinya menggunakan kalimat pujian atau asmaul husa sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT.

    Adab Berbicara Dalam Islam

    Bagi seorang muslim, berbicarapun memiliki adab yang perlu diperhatikan. seperti ketika sedang berbicara ataupun saat mendengarkan pembicaraan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini:

    1. Berbicara dengan jelas dan sopan
    2. Menjaga pandangan mata, terutama ketika sedang berbicara dengan lawan jenis
    3. Isi pembicaraan harus mengenai masalah yang baik dan bermanfaat
    4. Pilihlah kata-kata yang baik agar ucapan tidak menyinggung perasaan orang lain
    5. Mendengarkan dengan penuh perhatian selama pembicaraannya bermanfaat
    6. Tidak memotong pembicaraan orang lain
    7. Bersikap sopan santun

    Terkait adab berbicara yang disyariatkan dalam Islam, dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam (jika tidak mampu berkata baik,” (Riwayat dari Abu Hurairah, HR Bukhari dan Muslim)

    Kisah Dibalik Doa Kelancaran Berbicara

    Doa kelancaran berbicara ini bermula dari kisah Nabi Musa AS. Beliau merupakan seorang Nabi yang memiliki kekurangan dalam berbicara sebab lidahnya yang pernah terbakar oleh bara api. Hal ini dikisahkan ketika kecil beliau pernah mendapatkan tantangan dari Raja Fir’aun yang merasa terancam dengan keberadaanya.

    Fir’aun memerintahkan agar Nabi Musa AS dihidangkan buah kurma merah dan juga bara api. Kemudian Nabi Musa AS yang masih kecil diperintahkan untuk memilih di antara keduanya. Hal ini guna membuktikan bahwa beliau hanya anak kecil biasa yang tidak membahayakan Fir’aun. Saat Nabi Musa AS mengunyah bara api, lidahnya terbakar sehingga beliau kesulitan dalam berbicara atau menyampaikan sesuatu dengan benar.

    Lalu suatu ketika Nab MusaAS mendapatkan wahyu dari Allah SWT, beliau diperintahkan untuk mendakwahi Raja Fir’aun. Tentu hal ini membuat Nabi Musa AS menjadi tidak percaya diri dan ragu. Nabi Musa pun memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam berbicara.

    Tips Mudah Berbicara di Depan Umum

    Selain memanjatkan doa kelancaran berbicara, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebagai tips mudah berbicara di depan umum, seperti:

    1. Mengawali dengan membaca basmalah, sebab hal baik selalu dimuali dengan membaca basmalah agar apa yang dilakukan menjadi berkah dan barokah.
    2. Mengucapkan salam serta memuji Allah dan sholawat, hal ini dimaksudkan sebagai bentuk kepercayaan akan kebesaran Allah serta pujian kepada Rasulullah SAW yang telah memperjuangkan umatnya agar dapat beragama dengan leluasa seperti sekarang ini.
    3. Melihat wajah pendengar saat berbicara atau melakukan kontak mata.
    4. Mempersiapka materi yang hendak disampaikan, serta memahami isi dari materi secara keseluruhan
    5. Melakukan interaksi dengan pendengar
    6. Jangan terlalu kaku, cobalah untuk sesekali melontarkan candaan dengan pendengar.
    7. Melakukan manajemen waktu dengan baik serta perhatikan penampilan agar menarik, bersih, wangi dan sedap dipandang.
    8. Menunjukan sikap antusias saat berinteraksi dengan pendengar
    9. Yang terakhir dan paling penting, menyesuaikan dengan bahasa yang dipahami oleh pendengar agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik

    Nah, itu dia doa kelancaran berbicara yang bisa Anda gunakan sebagai salah satu ikhtiar untuk berbicara di depan umum serta mendoakan anak agar segera dapat berbicara. Perlu diingat bahwa sesuatu yang melibatkan Allah SWT tidak akan pernah mengecewakan. Semoga bermanfaat ya! Assalamualaikum wr.wb.

  • Ini 3 Doa yang Dikabulkan oleh Allah SWT, Sangat Mustajab!

    Ini 3 Doa yang Dikabulkan oleh Allah SWT, Sangat Mustajab!

    Terdapat 3 doa yang dikabulkan oleh Allah SWT sesuai yang tercantum di dalam hadis. Tentu saja, 3 doa tersebut harus memenuhi beberapa kriteria.

    Seperti yang kita tahu bahwa seseorang yang tidak pernah meminta atau berdoa kepada Allah SWT, dianggap manusia paling sombong. Berdoa juga menjadi salah satu cara umat muslim menyandarkan atau mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Dari sekian banyak doa, ada 3 doa yang dikabulkan oleh Allah SWT. Tidak ada salahnya jika kamu mengamalkan doa-doa tersebut. Lantas, apa saja 3 doa tersebut? Yuk, ketahui jawabannya di bawah ini!

    3 Doa yang Dikabulkan oleh Allah SWT

    Berikut ini adalah 3 doa yang dikabulkan sesuai riwayat hadis Rasulullah SAW:

    1. HR. Ahmad, Abu Daud, dan Turmudzi

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ ” ‏ ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

    Artinya: ” Ada tiga macam doa yang pasti diterima tanpa ragu lagi, yaitu: doa bapak, doa musafir, dan doa dari orang yang teraniaya.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Turmudzi).

    Berikut ini adalah 3 doa yang dikabulkan oleh Allah SWT, berdasarkan hadis di atas:

    • Doa bapak
    • Doa musafir
    • Doa orang yang sedang teraniaya

    2. HR. Al-Baihaqy

    وعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ثلاث دعوات لا ترد: دعوة الوالد، ودعوة الصائم، ودعوة المسافر

    Artinya: ” Tiga orang yang tidak akan tertolak (doanya), yaitu: doa orang tua bagi anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.” (HR Al-Baihaqy).

    Berikut ini adalah 3 doa yang dikabulkan oleh Allah SWT, berdasarkan hadis di atas:

    • Doa orang tua untuk anaknya
    • Doa orang yang sedang berpuasa
    • Doa musafir

    3. HR. Tirmidzi

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

    Artinya: ” Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits lain riwayat Abu Huraira RA: “ Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak, yaitu: orang yang berpuasa sewaktu ia berbuka, imam atau pemimpin yang adil, dan doa dari orang yang teraniaya. Doanya itu dinaikkan Allah menembus awan dan dibukakan baginya pintu-pintu langit, serta firman Allah kepadannya: ‘Demi kemuliaan-Ku, Aku akan menolongmu, walau di belakang nanti’.” (HR Turmudzi).

    Dari berbagai hadis yang disebutkan di atas, dapat ditarik kesimpulan, 3 doa yang dikabulkan oleh Allah SWT dan mustajab yakni:

    • Doa orang yang sedang berpuasa saat ia berbuka
    • Doa seorang imam atau pemimpin yang adil
    • Doa orang yang sedang teraniaya

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

    Waktu Mustajab untuk 3 Doa yang Dikabulkan oleh Allah SWT

    Selain golongan di atas, terdapat 3 doa yang dikabulkan oleh Allah SWT berdasarkan waktunya. Di dalam Islam, ada waktu-waktu tertentu yang menjadi waktu mustajab untuk memanjatkan doa, seperti berikut ini:

    1. Ketika adzan dan iqamah sedang berkumandang

    Ketika kamu mendengar adzan atau iqamah, diperkenankan untuk berhenti beraktivitas dan manfaatkan waktu tersebut untuk berdoa.

    Sebab, adzan dan iqamah menjadi salah satu waktu mustajab untuk berdoa, sesuai dengan hadis berikut ini:

    “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamah, maka berdoalah.” (HR. Ahmad).

    Baca juga: Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

    2. Ketika sujud dalam sholat

    Sujud adalah bentuk pasrah kepada Allah SWT dan simbol pengakuan atas kelemahan diri seseorang.

    Oleh karena itu, sujud saat sholat sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa karena posisi tersebut merupakan paling dekat dengan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

    “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu.” (HR. Muslim).

    3. Ketika sepertiga malam terakhir

    Waktu mustajab untuk berdoa yang terakhir adalah saat sepertiga malam terakhir. Hal tersebut dikarenakan banyak orang yang memilih untuk tidur pulas, padahal dalam waktu tersebut menjadi waktu paling mustajab untuk berdoa.

    Poin ini sesuai sabda Rasulullah SAW, yang artinya:

    “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Cara Allah Membalas Doa Umat-Nya

    Manusia memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan harap doanya dikabulkan. Namun, Allah SWT terkadang tidak selalu mengabulkan doa umat-Nya. Bukan karena Allah jahat, melainkan Allah tahu apa yang terbaik untuk umat-Nya.

    Sedangkan, doa manusia yang dipanjatkan terkadang bukan yang terbaik untuknya. Sesuai dengan penjelasan QS. Al-Baqarah ayat 216, berbunyi:

    كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

    Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

    Untuk itu, berikut cara Allah menanggapi doa umat-Nya:

    1. Dikabulkan di waktu yang tepat

    Dikabulkan di waktu yang tepat maksudnya adalah waktu yang tepat menurut Allah SWT, bisa satu jam kemudian, besok, minggu depan, bulan depan, 3 bulan kedepan ataupun tahun depan.

    Jadi, ketika ada hamba-Nya yang memanjatkan doa kepada Allah SWT tidak langsung dikabulkan sesuai keinginannya, namun dalam waktu yang segera atau tepat menurut Allah SWT.

    2. Dikabulkan sesuai permintaan

    Selain dikabulkan di waktu yang tepat menurut Allah SWT, ada juga hamba-Nya yang langsung dikabulkan sesuai permintaan.

    Seperti misalkan, kamu berdoa untuk dilapangkan rezekinya, maka dalam waktu yang tidak lama Allah SWT akan mengabulkan doa tersebut dengan datangnya pembeli pada dagangan kamu, datangnya panggilan wawancara kerja dan lain-lain.

    3. Dikabulkan dalam bentuk lain

    Bisa juga Allah SWT mengabulkan doa kamu dalam bentuk yang lain. Seperti misalkan, kamu menginginkan pasangan hidup yang cantik atau ganteng, namun Allah SWT memberikan kamu pasangan yang setia.

    Jika doa yang kamu minta tidak sesuai dengan yang kamu inginkan, bukan berarti Allah SWT tidak mengabulkan doa kita atau jahat terhadap kita. Melainkan, Allah lah yang paling mengerti apa yang paling baik dan bermanfaat bagi umat-Nya.

    Terkadang, kita meminta kepada Allah SWT apa yang kita sukai, bukan apa yang kita butuhkan. Dan belum tentu, hal-hal yang kita sukai itu baik untuk kita menurut Allah SWT.

    Itulah 3 doa yang dikabulkan Allah SWT dan mustajab jika diamalkan.

  • 7 Doa Nabi Musa Ketika Menghadapi Kesulitan Lengkap dengan Artinya

    7 Doa Nabi Musa Ketika Menghadapi Kesulitan Lengkap dengan Artinya

    Sebagai umat muslim, kita bisa mengamalkan doa Nabi Musa setiap hari agar mendapatkan keberkahan dan pertolongan dari Allah SWT.

    Dalam menghadapi berbagai rintangan dan cobaan yang berat, Nabi Musa senantiasa berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkan perlindungan dan petunjuk oleh Allah.

    Ingin tahu apa saja 7 doa Nabi Musa saat mendapatkan tantangan dari Allah SWT? Yuk, cek jawabannya di bawah ini!

    Penjelasan Singkat Tentang Nabi Musa

    Nabi musa merupakan salah satu dari 25 nabi dan rasul yang lahir di Mesir pada tahun 1527 SM. Kelahiran Nabi Musa bertepatan dengan pemerintah Fir’aun atau Rames Akbar atau Merneptah atau juga Thutmosis.

    Fir’aun dikenal sebagai pemimpin yang kejam dan memperlakukan rakyatnya tanpa belas kasihan,  Allah menugaskan Nabi Musa untuk menghadapi penguasa Mesir yang keji dan membimbing kaum Bani Israel dan rakyat Fir’aun di Mesir.

    Namun, Nabi Musa tetap teguh dalam menghadapi Fir’aun dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberi ketabahan dan perlindungan. Meskipun, Nabi Musa masih kurang fasih dalam berbicara.

    Maka dari itu, Nabi Musa termasuk golongan Ulul Azmi atau rasul pilihan Allah yang memiliki keteguhan yang luar biasa.

    Selama menyampaikan ajaran Allah kepada Fir’aun dan rakyatnya, Nabi Musa dibantu oleh saudaranya yaitu Nabi Harun, yang mana lebih lancar berbicara.

    Doa Nabi Musa menghadapi Fir’aun diabadikan oleh Allah SWT di dalam beberapa surat Al-Qur’an, seperti Al-Qashash, Thaha, sampai surat Yunus. Nama Nabi Musa juga disebutkan sebanyak 136 kali di dalam Al-Qur’an.

    selain melawan Raja Fir’aun, Nabi Musa menerima kitab Taurat dari Allah SWT atau dikenal sebagai Kalimullah yang artinya orang yang diajak bicara oleh-Nya.

    7 Doa Nabi Musa

    Berikut sederet kisah hidup Nabi Musa yang dapat menginspirasi kaum muslim, beserta doanya:

    1. Doa Nabi Musa Memohon Ampunan

    Nabi Musa pernah membunuh seseorang secara tidak sengaja yaitu ketika kaum Fir’aun dan kaum Bani Israel sedang bertengkar, kaum Bani Israel meminta bantuan kepada Nabi Musa untuk melerainya. Kemudian, Nabi Musa meninju kaum Fir’aun hingga meninggal.

    Atas peristiwa tersebut, Nabi Musa merasa sangat berdosa dan menyesal, sehingga memohon ampun kepada Allah SWT. Berikut panjatan doa Nabi Musa yang berkaitan dengan hal tersebut:

    رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

    Artinya: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Qashash ayat 16).

    Manfaat dari doa ini adalah Allah SWT dapat memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang melakukan kesalahan. Doa tersebut juga bisa kamu amalkan ketika berbuat salah.

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    2. Doa keselamatan dari kezaliman

    Doa Nabi Musa yang selanjutnya adalah doa keselamatan dari kezaliman. Kisah di balik doa ini adalah pasukan Fir’aun rupanya mengetahui Nabi Musa telah membunuh salah satu kaumnya.

    Kemudian, mereka berencana menangkap Nabi Musa, akan tetapi Nabi Musa sudah mengetahui lebih dulu rencananya Fir’aun, sehingga Ia bisa keluar dari Mesir sebelum ditangkap.

    Dalam pelarian ke luar Mesir, Nabi Musa tak lupa untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar selamat dari kezalimannya pasukan Fir’aun seperti yang tertuang di dalam salah satu surat Al-Qur’an di bawah ini:


    ٱلظَّٰلِمِينَ ٱلْقَوْمِ مِنَ نَجِّنِى رَبِّ قَالَ يَتَرَقَّبُ خَآئِفًا مِنْهَا فَخَرَجَ


    Bacaan latin: Fa kharaja min-hā khā`ifay yataraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn.

    Artinya: Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa, “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.” (QS. Al-Qashash ayat 22).

    3. Doa Nabi Musa menghadapi Fir’aun

    Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Musa ditugaskan oleh Allah untuk menghadapi Fir’aun yang keji dan zalim. Berikut ini doa beserta artinya:

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Bacan latin: Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam min lisaani yafqohu qoulii.

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thah ayat: 25-28).

    Doa ini bisa kamu amalkan setiap hari karena di dalam doa ini, Nabi Musa memohon kepada Allah SWT agar urusannya dimudahkan, hatinya dilapangkan dan lidahnya bisa dilepaskan dari kekakuan sehingga Nabi Musa dapat mengungkapkannya dengan jelas.

    4. Doa Nabi Musa Agar Lancar Berbicara (Dimudahkan Lisannya)

    Nabi Musa memohon kepada Allah SWT untuk dipermudah segala urusannya dan membuatnya menjadi lebih sabar. Ia juga meminta kepada Allah SWT agar orang-orang dapat memahami lisan dengan mudah, maka kekakuan di lidah mohon dihapuskan.

    Di dunia tidak ada hal yang mustahil selama kamu percaya pertolongan Allah SWT dan senantiasa berdoa kepada-Nya. Terlebih, Allah sangat menyukai umat-Nya yang gemar berdoa. Berikut doa Nabi Musa agar dipermudahkan segala urusan dan ucapan:

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Rabbisyrahli shadri, wa yassirli amri, wahlul ‘uqdatan millisani, yafqahu qauli.

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah untukku urusanku. Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS Tāhā ayat 25-28).

    5. Doa meminta rezeki atau kekayaan

    Doa Nabi Musa yang berikutnya merupakan permohonan Beliau kepada Allah SWT untuk diberikan rezeki dan kebaikan yang diperlukan.

    Nabi Musa percaya bahwa semua kebaikan berasal dari Allah, dan Ia menyampaikan kalau dirinya benar-benar membutuhkan rezeki yang Allah turunkan dengan sangat rendah hati.

    Doa ini juga bisa kamu panjatkan agar dibukakan pintu rezeki oleh Allah SWT. Berikut doa dan artinya sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Nabi Musa:

    رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

    Bacaan latin: Rabbi ‘inni lima ‘anzalta ‘ilayya min khair faqir.

    Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashash ayat 24).

    Baca juga: 11 Doa Minta Kesembuhan dari Sakit, Bersabar dan Percaya PadaNya

    6. Doa agar terhindar dari segala fitnah

    Seperti yang kita tahu bahwa kaum Fir’aun melakukan banyak tipu daya untuk menjatuhkan Nabi Musa ataupun membuat orang-orang tidak percaya dengan ajarannya Nabi Musa. Untuk itu, Nabi Musa selalu berdoa kepada Allah SWT agar dihindarkan dari segala fitnah, seperti doa berikut ini:

    فَقَالُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

    Artinya: “Kepada Allah lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” (QS. Yunus ayat 85-66).

    Doa ini juga bisa dipakai untuk umat muslim agar dijauhkan dari fitnah yang keji. Terkadang, di dalam kehidupan sehari-hari tidak semua orang menyukai kita. Pasti ada saja orang yang selalu ingin menjatuhkan kita dengan cara apapun.

    Tenang, kamu masih punya Allah SWT untuk membantu kamu dari fitnah yang kejam dengan cara memanjatkan doa Nabi Musa di atas.

    7. Doa Nabi Musa ketika dalam kesulitan

    Doa Nabi Musa yang terakhir adalah doa ketika kita di dalam kesulitan. Doa ini Nabi Musa panjatkan ketika Ia dan kaumnya menghadapi kesulitan dan tekanan dari musuh-musuh mereka.

    Di dalam doa ini, Nabi Musa berserah diri kepada Allah SWT dan memohon agar tidak dijadikan sasaran fitnah oleh kaum Fir’aun.

    Tak hanya itu, Nabi Musa juga meminta kepada Allah SWT agar diberi keselamatan dengan rahmat-Nya dari tipu daya orang-orang kafir dan diberi kemudahan di dalam kesulitan.

    Berikut doanya:

    رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

    Bacaan latin: Rabbanā lā taj’alnā fitnatal lil-qaumiẓ-ẓālimīn Wa najjinā biraḥmatika minal-qaumil-kāfirīn.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, kepada Allah kami bertawakal. Janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang yang kafir.” (QS. Yunus ayat 85-86).

    7 Doa Nabi Musa di atas bisa kamu praktekkan dan amalkan setiap hari di rumah. Namun, selain berdoa jangan lupa untuk tetap berikhtiar dan berserah diri. Sebab, tidak semua doa langsung dikabulkan oleh Allah SWT.

  • Bacaan Doa Haji Mabrur Arab Latin dan Sunnah setelah Berhaji

    Bacaan Doa Haji Mabrur Arab Latin dan Sunnah setelah Berhaji

    Setelah pulang dari berhaji, siapapun pasti ingin menjadi haji yang mabrur. Balasan untuk haji yang mabrur memang luar biasa. Demi menjadikan kita haji yang mabrur, mengetahui doa haji mabrur adalah hal yang penting. 

    Haji merupakan rukun Islam yang wajib bagi orang yang telah mampu dan bisa memenuhi semua persyaratannya. Menunaikan ibadah haji pun bisa kita artikan sebagai jihad di jalan-Nya. 

    Orang yang melaksanakan haji dan berharap menjadi haji yang mabrur bisa mendapatkan balasan berupa surga. 

    Apa itu Haji Mabrur?

    Mengutip dari laman Rumaysho, ada pakar fiqh yang berkata bahwa haji mabrur merupakan haji yang tidak kotor oleh kemaksiatan ketika melaksanakan seluruh rangkaian manasiknya. 

    Imam An-Nawawi punya pendapat kalau haji mabrur itu bisa terlihat kalau adanya perubahan menuju arah yang lebih baik setelah pulang dari pergi haji. Selain itu juga tidak membiasakan diri melakukan berbagai macam maksiat. 

    Dalam sebuah hadits menyebutkan jika ibadah haji diterima, maka tak ada satupun balasan yang lebih pantas selain surga: 

    وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

    Wallāhajjul mabrūru laysa lahu jazā’un illāl jannatu.

    Artinya:

    “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga”. 

    Hal ini berarti bahwasanya haji mabrur tidak hanya cukup ketika dosa dan kesalahannya hanya sebagian yang terhapus. Bahkan ia pun sangat pantas untuk masuk surga.

    Baca juga: Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

    Ciri-Ciri Haji Mabrur

    Sebelum paham doa haji mabrur dan setelah tahu bagaimana definisinya, ada beberapa ciri-ciri yang patut kita perhatikan. Ini adalah tanda bahwa haji seseorang telah diterima oleh Allah SWT: 

    1. Menyebarkan Kedamaian

    Sifat utama seorang muslim adalah bisa memberikan rasa aman dan kedamaian. Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan bahwa salah satu tanda dari sempurnanya keimanan adalah saat orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya. 

    Hal ini terjadi karena saat iman telah ada dalam hati seseorang, ia akan selalu ingat untuk memenuhi semua hak orang lain dan tidak berlaku zalim. 

    2. Memberi Makanan pada yang Membutuhkan

    Makanan adalah kebutuhan pokok semua makhluk hidup. Maka dari itu, memberi makanan pada orang kelaparan menjadi salah satu tanda dari diterimanya ibadah haji seseorang. 

    Tidak hanya ucapan haji mabrur yang membuat aman sekitar, perbuatan baiknya untuk memberi makanan pada yang membutuhkan juga jadi salah satu tandanya. 

    Hal ini selaras dengan hadist riwayat Imam Ahmad dalam Musnad-nya yakni: 

    قالوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ؟ قال: “إِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ

    Qālū: Yā Rasūlallāhi, mā al-ḥajjul mabrūr? Qāla: ‘Iṭ’āmuṭ-ṭa’āmi, wa ifshā’uṣ-ṣalāmi.

    Artinya: 

    “Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?’ Rasulullah menjawab, ‘Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.’”

    Baca juga: Tata Cara Sholat Nisfu Syaban: Niat, Doa, dan Waktu Pelaksanaannya

    3. Santun dalam Berkata

    Memang doa haji dan umroh sangat penting keberadaannya. Akan tetapi, jauh lebih penting untuk memperhatikan bagaimana kita berperilaku. 

    Haji yang mabrur akan selalu menjaga kesantunannya dalam bertutur kata. Sikap ini adalah tanda dari mukmin yang sejati. Ada hadits yang membenarkan hal ini yakni: 

    سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه

    Su’ila an-Nabī mā bir al-ḥajj, qāla iṭ’āmuṭ-ṭa’āmi wa ṭayyibu al-kalāmi, wa qāla ṣaḥīḥ al-isnād wa lam yukhrijāh.

    Artinya:

    “Rasulullah SAW ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, ‘Memberikan makanan dan santun dalam berkata.’ Al-Hakim berkata bahwa hadits ini shahih sanadnya tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.”

    Ketiga ciri ini dapat kita raih selama kita dapat memberi dampak pada kehidupan banyak orang. Seorang haji, memang harus berdampak besar pada sisi sosial dan lingkungan dari yang berhaji. 

    Jangan lupa juga, pahami doa haji mabrur agar ibadah haji jadi lebih afdhol dengan harapan besar agar Allah SWT menjadikan kita haji yang mabrur. 

    Doa Haji Mabrur

    Doa Haji Mabrur

    Dalam menunaikan ibadah haji, kita harus tahu banyak mulai dari definisi, keutamaan, balasan, sampai kriteria dari diterimanya ibadah haji. 

    Selain itu pun harus tahu apa saja syarat, rukun, juga wajibnya dalam berhaji serta beberapa hal yang perlu dihindari. Sekaligus tak lupa juga untuk doa haji dan artinya agar memperoleh predikat haji yang mabrur. Bacaannya sebagai berikut: 

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

    Allahummaj’al hajjan mabruran wa sa’yan masykuron wa dzanban maghfuron.

    Artinya:  “Semoga Allah menganugerahkan haji yang mabrur, usaha yang disyukuri dan dosa yang diampuni.”

    Dengan mengetahui doa haji arab, latin, dan terjemahannya ini, besar harapan kita untuk menjadi atau masuk dalam kriteria haji yang mabrur. 

    Sunnah Setelah Berhaji

    Setelah pulang dari tanah suci, ada beberapa hal yang baiknya tidak kita lewatkan yakni sunnahnya. Jadi nggak cuma paham doa haji mabrur aja. Sekalian lakukan sunnahnya. Paling tidak, ada tiga sunnah yang bisa kita lakukan: 

    1. Membawa Oleh-oleh pada Keluarga

    Anjuran ini tak cuma berlaku pada jamaah haji. Akan tetapi, siapapun yang melakukan perjalanan memang sunnah membawa buah tangan atau oleh-oleh untuk keluarganya. 

    2. Melaksanakan Shalat Dua Rakaat di Mushola atau Masjid Terdekat

    Setelah sampai ke kampung halaman, memang sunnah untuk melaksanakan shalat dua rakaat dulu di masjid maupun musala terdekat yang ada di kampung. 

    3. Mengadakan Naqi’ah

    Naqi’ah ini merupakan kegiatan untuk menyambut kedatangan dari orang yang baru saja tiba dari perjalanan yang jauh termasuk ketika menunaikan ibadah haji. 

    Aktivitas atau kegiatan ini bisa dilakukan oleh keluarga jamaah haji maupun masyarakat yang ada di lingkungannya. 

    Keutamaan Ibadah Haji

    Telah kita ketahui bersama kalau haji adalah ibadah yang sangat mulia. Ibadah ini adalah salah satu bagian rukun Islam untuk semua orang yang bisa menunaikannya. 

    Usai melaksankan ibadah, alangkah baiknya juga diiringi dengan mengucapkan doa haji mabrur. 

    Tidak hanya paham tentang doa haji lengkap serta paham bahwa seseorang yang berhaji harus berdoa dan berharap untuk jadi haji mabrur. Kita pun harus tahu beberapa keutamaannya: 

    1. Haji Adalah Amalan Paling Afdol

    Ibadah haji menjadi salah satu amalan yang paling afdhol. Hal ini tertera dalam hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu yakni:

    سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ حَجٌّ مَبْرُورٌ 

    Artinya:

    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” 

    Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

    2. Balasan Surga Bagi yang Berhaji

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun bersabda bahwa balasan yang pantas untuk seorang yang berhaji adalah surga. Dalam riwayat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: 

    وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

    Artinya:

    “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). 

    An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” 

    (Syarh Shahih Muslim, 9/119).

    3. Haji Termasuk Jihad di Jalan Allah

    Berjihad bisa kita lakukan dengan cara apapun. Mulai dari yang melawan hawa nafsu, bersedekah, berzikir, menuntut ilmu, menyampaikan kebenaran, dan juga yang lainnya. 

    Nah, ibadah haji ini juga termasuk kategori jihad. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: 

    يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ  لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ 

    Artinya:

    “Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)

    4. Haji Menghapus Kesalahan dan Dosa

    Setiap orang yang melaksanakan ibadah haji dan tidak berbuat kesalahan dan dosa, maka ia dosa-dosa dan kesalahannya akan terhapus. 

    Hal ini sejalan dengan hadits dari HR. Bukhari No. 1521. Ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: 

    مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

    Artinya:

    “Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.”

    5. Orang Berhaji Adalah Tamu Allah

    Semua orang yang berjihad, berhaji, juga umroh merupakan tamu dari Allah SWT. Maka dari itu, saat mereka meminta apapun kepada Allah, maka akan langsung diberi. 

    Riwayat Ibnu ‘Umar, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

    الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ

    Artinya:

    “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri.” 

    Itulah beberapa penjelasan mengenai ibadah haji mulai dari doa haji mabrur sampai dengan sunnah saat pulang dari berhaji.

  • 5 Doa Tolak Bala Arab, Latin, Arti, dan Waktu Terbaik untuk Berdoa

    5 Doa Tolak Bala Arab, Latin, Arti, dan Waktu Terbaik untuk Berdoa

    Ketika sedang membaca Al-qur’an, pastinya kita sering membacakan kata ‘bala’. Di mana, lafal tersebut merupakan petunjuk adanya ujian dari Allah SWT kepada seorang hamba. Oleh karena itu, adanya doa tolak bala sangat diperlukan.

    Pasalnya, manusia yang hidup di dunia tidak lepas dari ujian dari Allah SWT. Bentuk dari bala sendiri bisa beragam, tidak hanya kesulitan dan kesempitan saja. Namun, juga kebahagiaan dan kelebihan rezeki sebagai penggoda.

    Bala sendiri dibagi menjadi dua hal, yaitu bala yang datang karena tingkah laku dari manusia itu sendiri. Namun, ada juga bala yang memang sengaja Allah SWT turunkan sebagai bentuk ujian untuk hambaNya.

    Apa Manfaat Doa Tolak Bala bagi yang Menjalankannya

    Tolak bala adalah sebuah tradisi yang dilakukan untuk mencegah adanya bencana. Dalam umat muslim, ada sebuah doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk menolak yang akan datang.

    Manfaat membacakannya sendiri sudah pasti untuk mencegah dan mengusir adanya bala yang akan datang. Selain itu, dengan membaca doa tersebut akan meningkatkan standar keimanan seseorang.

    Seperti meningkatkan ketaqwaan dan percaya akan ke-Esaan Allah SWT serta bagaimana sifatNya yang maha pengasih lagi maha penyayang kepada setiap umatnya.

    Tidak hanya di dalam Al-qur’an yang berisi surat tolak bala. Namun, anjuran untuk membacakan doa tolak bala ini telah Rasulullah SAW sampaikan dalam HR. Abu Daud dan Tirmidzi.

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Bismillahilladzi la yadurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fissamaa’i, wa huwa samiul ‘aliim

    Artinya:

    “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). 

    Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

    Doa Tolak Bala yang Wajib Dipraktekkan

    Doa agar apa yang ditakutkan tidak terjadi bisa kita lakukan dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW yaitu membaca doa tolak bala. Beberapa diantara doa tersebut antara lain:

    1. Meminta Keselamatan

    Berlindung dari segala permasalahan dan hal-hal buruk yang dapat menimpa diri kita tentunya harus kepada Allah SWT sebagai pencipta dan penguasa langit serta bumi. 

    Dengan begitu, kitab isa membaca doa keselamatan baik di dunia maupun akhirat.

    Salah satu doa tolak bala untuk diri sendiri dan keluarga ini telah diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah:

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

    Allohumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dun-yaa wal aakhiroh. Allohumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allohumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allohummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’uudzu bi ‘azhomatika an ugh-taala min tahtii.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutuplah auratmu (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri, dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan bencana lain yang membuat aku jatuh).”

    Baca juga: 8 Doa Meminta Rezeki yang Berlimpah dan Berkah, Amalkan Yuk!

    2. Doa Tolak Bala Umum

    Doa Tolak Bala Umum

    Beberapa dari kita pasti tidak asing lagi dengan doa tolak bala allahumma bihaqqil fatihah. Karena doa ini sangat mudah dihafalkan dan diambil dari kutipan kitab Kifayah Al Ubbadadin:

    اللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَسِرِّ الْفَاتِحَةِ يَا فَارِجَ الْهَمِّ وَيَاكَاشِفَ الْغَمِّ، يَامَنْ لِعِبَادِهِ يَغْفِرُوَيَرْحَمُ، يَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اَللّٰهُ، وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحْمٰنُ وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحِيْمُ وَ صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ  اَجْمَعِيْنَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Allohumma bihaqqil Fatihah, Wasirril fatihah, Yaa Faarijal hamma, wa Yaa kasyifal ghomma, Yaa Man li ibaadihi yaghfiru wa yarham, Yaa dafi’al bala-i Yaa Allah, wa Yaa dafi’al bala-i Ya rohman, wa Yaa dafi’al bala-i Yaa Rohiim. Wa sholallohu wa sallama ‘ala khoiri kholqihi sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Subhaana robbika robbil izzati amma yashifun. Wasalamun ‘alal mursalin walhamdulillahi robbil ‘alamiin.

    Artinya: Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah dan rahasia Al-Fatihah, Wahai sang pembedah kegelisahan, wahai Sang penyingkap kebingungan, Wahai dzat yang mengampuni dan mengasihi para hambanya, Wahai Sang Penolak Bala, Ya Allah. Wahai Sang Penolak Bala, Ya Rohman. Wahai Sang Penolak Bala, Ya Rohim. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah untuk baginda Nabi Muhammad dan para keluarga serta sahabatnya semua. Maha suci Tuhanmu, Yang Memiliki Keperkasaan (lzzah) dari apa yang mereka katakan. Keselamatan semoga dilimpahkan kepada para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

    3. Doa Memohon Perlindungan dari Segala Jenis Bala

    Bala yang Allah SWT berikan kepada umat bermacam-macam. Ada yang sengaja Allah SWT turunkan sebagai bentuk ujian dan membuat umatNya sadar sehingga lebih dekat. 

    Namun, ada juga bala yang diberikan karena hasil perbuatan manusia itu sendiri.

    Lantas, apa doa perlindungan untuk jenis bala yang bermacam-macam? Berdasarkan ijazah daari KH Ahmadi Isa, ada doa yang bisa kita lakukan yaitu:

    اللهم ياوالي الولاء وياكاشف الضراء والبلاء، اصرف عنا القحط والطعون وجميع انواع البلاء، ادفع عنا شر الاعداء بحرمة سيدنا محمد المصطفى وبحرمة خديجة الكبرى وبحرمة عائشة البشري وبحرمة فاطمة الزهراء وبحرمة على المرتضى وبحرمة حسين الشهيد بكربلاء وبحرمة وما رميت اذ رميت ولكن الله رمى وبحرمة وليبلي المؤمنين منه بلاء حسنا وبحرمة خیر حافظا وهو أرحم الراحمين وبحرمة دعواهم فيها سبحنك اللهم وتحيتهم فيها سلام وآخر دعواهم ان الحمد لله رب العالمين.

    Allahumma yaa waliyal walaa-I way aa kaasyifad dharraa-I wal balaa-I, ishrif ‘anna syarral a’daa-I bi hurmati sayyidina muhammadinil mushtofaa wa bi hurmati khodiijatal kubraa wa bi hurmati ‘aaisyatal busyraa. Wa bi hurmati faatimataz zahraa wa bi hurmatii ‘aliyyul murtadhoo wa bi hurmati husaynu asy-syahiidu, bikarbalaa-I, wa bi hurmati wa maa ra mayta idz ramayta wa lakinnallaaha romaa wa bi hurmati. Yaa waliyyul mu’miniina minhu balaa-an hasanan wa bi hurmati da’waahum fiiha subhaanaka allahumma wa tahiyyatuhum fiiha salaamun wa aakhoru da’waahum an alhamdulillai rabbil ‘aalamiin.

    Artinya: “Ya Allah, wali dari segala wali, wahai Yang Menghindarkan dari kemudaratan dan bala, hindarkan kami dari kekeringan tidak turun hujan), penyakit menular (tha’un), dan berbagai macam bala. Tolak dari kami kejahatan musuh dengan kehormatan penghulu kami, yakni Nabi Muhammad Al Musthafa, dengan kehormatan Khadijah Al-Kubra, dengan kehormatan Aisyah Al-Busyra, dengan kehormatan Fatimah Az-Zahra. Dengan kehormatan ‘Ali Al-Murtadha, dengan kehormatan Husain, syahid di Karbala, dengan kehormatan bukan kamu yang melempar di kala kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. Dengan kehormatan untuk mengganti bala yang menimpa orang Mukmin dengan kebaikan, dengan kehormatan hanya Allah sebaik-baik penjaga dan Dia Maha Pengasih dan Penyayang. Dengan kehormatan Doa mereka terhadap semua itu. Maha Suci Engkau ya Allah, tercurah untuk mereka keselamatan, sebagai penutup Doa mereka, segala puji dan puja hanya teruntuk Allah, Tuhan Pencipta alam semesta.”

    4. Doa Tolak Bala Pagi dan Petang

    Datangnya bala tidak pernah diketahui waktu tepatnya, tetapi ada beberapa tanda-tanda dan waktu khusus yang mestinya diwaspadai.

    Untuk menghindari hal tidak diinginkan tersebut, lebih baik mengamalkan doa untuk tolak balak yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW setiap pagi dan juga petang.

    Berdasarkan Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud doanya sebagai berikut :

    َعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ : بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ ، ثَلاثَ مَرَّاتٍ ، إِلاَّ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ )) . رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ ))

    Artinya:

    Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

     “Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dari setiap harinya dan setiap petang dari setiap malamnya kalimat: 

    Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim (dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit.

    Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak aka nada apa pun yang membahayakannya.” 

    (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). [HR. Abu Daud, no. 5088; Tirmidzi, no. 3388; Ibnu Majah, no. 3388. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan].

    5. Doa Terhindar dari Bala dan Kekurangan

    Dari Abdullah bin Hubaib mengatakan:

    خَرَجْنَا فِي لَيلَةِ مَطَرٍ وَظُلْمَةٍ شَدِيدَةٍ نَطْلُبُ النَبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ لِيُصَلِّيَ لَنَا ، فَأَدرَكْنَاه فَقَالَ : قُلْ ، فَلَمْ أَقُلْ شَيئًا ، ثُمَّ قَالَ: قُلْ ، فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ، ثُمَّ قَالَ : قُلْ ، فَقُلْتُ : يَارَسُولَ اللهِ مَا أَقُولُ ؟ قَالَ : قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدُ وَالـمُعَوِّذَتَينِ حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاثَ مَراتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيءٍ

    Artinya: Pada suatu malam saat turun hujan dan malam begitu pekat kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar beliau bersedia shalat bersama kami. Kami Pun menemukan beliau, beliau bersabda: 

    ”Bacalah!” Namun, aku hanya diam. Kemudian beliau mengatakan lagi, “Bacalah!” Aku masih tetap diam. 

    Kemudian beliau memerintahkan lagi, “Bacalah!” Maka aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku baca?” 

    Beliau bersabda, “Bacalah Al Ikhlas dan Mu’awwidzatain (An Naas dan Al Falaq) di waktu sore dan pagi hari tiga kali, niscaya ia mencukupimu dari segala sesuatu” (HR. Abu Daud: 5082, dan Tirmidzi: 3575)

    Nah, itulah beberapa bacaan doa tolak bala yang bisa kita ikuti agar lebih khusu’ dan semakin dekat dengan Allah SWT. Jangan lupa untuk terus mengamalkannya.

  • 5 Doa Meminta Jodoh dan Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

    5 Doa Meminta Jodoh dan Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

    Membaca doa meminta jodoh kepada Allah SWT merupakan salah satu ikhtiar seorang muslim agar segera dipertemukan dengan jodoh.

    Terkadang kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari jodoh, namun hingga detik ini pun hilal jodoh masih belum keliatan.

    Hal tersebut bisa dibilang sangat wajar, karena mencari seseorang yang cocok untuk tinggal bersama seumur hidup tidak semudah yang orang-orang katakan.

    Namun, sebagai umat muslim tidak perlu khawatir. Sebab, jodoh sudah diatur oleh Allah SWT, bahkan sebelum kita dilahirkan di muka bumi.

    Di bawah ini adalah 5 doa meminta jodoh yang bisa kamu ikuti beserta amalannya agar segera bertemu dengan jodoh. Yuk, ikuti artikel berikut ini sampai habis!

    5 Doa Meminta Jodoh

    Sebenarnya, tidak ada doa khusus untuk meminta jodoh kepada Allah SWT. Namun, tidak ada salahnya untuk mengamalkan beberapa surat berikut ini supaya segera dipertemukan pasangan hidup.

    Apalagi Allah SWT sangat menyukai orang-orang yang gemar berdoa dan meminta sesuatu kepada-Nya.

    1. Surat Al-Furqan ayat 74

    Doa ini bisa kamu panjatkan setiap sesudah sholat secara rutin agar Allah SWT dapat mengabulkan keinginan kamu, yaitu dapat jodoh yang terbaik versi-Nya.

    Berikut bacaan surat Al-Furqan ayat 74 beserta artinya:

    لِلْمُتَّقِيْنَ وَّاجْعَلْنَا اَعْيُنٍ قُرَّةَ وَذُرِّيّٰتِنَا اَزْوَاجِنَا مِنْ لَنَا هَبْ رَبَّنَا يَقُوْلُوْنَ وَالَّذِيْنَ اِمَامًا

    Bacaan latin: Waladziina yaquuluuna rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzuriyyatinaa qurrota a’yuniwwaaj’alnaa lilmuttaqiin imaama.

    Artinya: Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

    2. Doa Meminta Jodoh di Al Quran Surat Al-Anbiya ayat 89

    Ayat ini bisa kamu amalkan sebagai doa meminta jodoh karena diangkat dari kisah Nabi Zakaria yang mengalami cobaan belum memiliki keturunan selama puluhan tahun.

    Meski begitu, doa ini juga bisa meminta pasangan hidup yang belum memilikinya kepada Allah SWT.

    Di bawah ini adalah bacaan surat Al-Anbiya ayat 89 dan artinya:

    الْوٰرِثِيْنَ خَيْرُ وَّاَنْتَ فَرْدًا تَذَرْنِيْ لَا رَبِّ رَبَّهٗ نَادٰى اِذْ وَزَكَرِيَّآ

    Bacaan latin: Wazakariyyaa idznaadaa rabbahuu rabbi laa tadzarnii fardan wa anta Khairul waaritsiin.

    Artinya: Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.

    Baca juga: Apakah Merokok Membatalkan Puasa? Ini Kata 4 Mazhab

    3. Surat Al-Qasas ayat 24

    Meskipun arti dari ayat ini adalah untuk mendapatkan kebaikan, namun kebaikan ini juga bisa dimaknakan dengan jodoh.

    Karena jodoh merupakan sesuatu yang baik, bahkan Allah SWT sendiri yang menyuruh untuk berpasang-pasangan.

    Berikut bacaan surat Al-Qasas ayat 24 beserta artinya:

    فَقِيْرٌ خَيْرٍ مِنْ اِلَيَّ اَنْزَلْتَ لِمَآ اِنِّيْ رَبِّ فَقَالَ الظِّلِّ اِلَى تَوَلّٰىٓ ثُمَّ لَهُمَا فَسَقٰى

    Bacaan latin: Fasaqaa lahumaa tsumma tawallaa iladzilli faqalaa rabbi innii ilmaa anzalta ilayya min khoirin faqiirun.

    Artinya: Maka dia (Musa) memberi minum kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

    4. Doa meminta jodoh untuk laki-laki

    Khusus doa yang satu ini bisa kamu amalkan setelah selesai sholat dan mengaji hanya untuk kaum adam.

    Doa ini pun memiliki arti yang sangat mulia, yakni berkaitan dengan keinginan seorang laki-laki untuk mendapatkan jodoh dalam hal dunia dan akhirat.

    Berikut bacaan doa meminta jodoh untuk laki-laki dan artinya:

    Bacaan latin: Robbi hablii milladunka zaujatah thoyyibah akhtubuhaa wa atazawwaju biha watakunu shoohibatan lii fiddini waddunyaa wal aakhiroh.

    Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dan sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia, dan akhirat.”

    5. Doa meminta jodoh untuk perempuan

    Doa ini sama dengan laki-laki, yaitu segera dipertemukan pasangan hidup yang cocok. Arti dari doa ini juga sama dengan kaum adam, hanya beda gender saja.

    Namun, tetap berserah diri kepada Allah SWT dan berusaha untuk mencari jodoh. Kita hanya merencanakan, Allah SWT yang menentukan. Sebaik-baiknya rencana adalah rencana Allah SWT.

    Di bawah ini adalah bacaan doa meminta jodoh untuk perempuan beserta artinya:

    Bacaan latin: Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban wayakuuna shoohiban lii fiddini waddunya wal aakhiroh.

    Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia, dan akhirat.”

    6 Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

    Setelah selesai berdoa, langkah selanjutnya adalah berusaha mencari jodoh dengan amalan berikut ini.

    Sebab, semua doa harus diikuti dengan ikhtiar atau berusaha. Doa tanpa usaha akan sia-sia dan usaha tanpa doa akan menjadi hal yang mustahil.

    Berikut 5 amalan agar segera dipertemukan dengan pasangan hidup atas seizing Allah SWT:

    1. Menunaikan sholat hajat

    Langkah yang pertama adalah mengerjakan sholat hajat. Sholat hajat adalah senjata yang cukup ampuh untuk mencapai keinginan kita atas izin Allah SWT.

    Salah satu keinginan tersebut adalah jodoh. Jadi, tidak ada salahnya jika menunaikan sholat hajat secara rutin mulai dari sekarang agar cepat ditemukan dengan jodoh.

    2. Menunaikan sholat tahajud di sepertiga malam hari

    Sholat tahajud merupakan salah satu sholat Sunnah yang biasa dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, sepertiga malam adalah momen yang pas untuk berdoa kepada Allah SWT, sebagaimana dengan firman Allah SWT dalam Surat As-Sajdah ayat 16-17 yang artinya:

    “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka.

    Maka tak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yakni bermacam-macam nikmat yang dapat menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16-17).

    Jadi, selain mendapatkan pahala yang luar biasa, sholat tahajud juga bisa mengabulkan doa kamu untuk segera dipertemukan dengan pasangan hidup.

    Baca juga: Doa Agar Cepat Hamil yang Ada di Al-Qur’an, Yuk Amalkan!

    3. Menjaga wudhu

    Seperti yang kita tahu bahwa dalam keadaan wudhu itu artinya kita sedang suci. Dan di dalam wudhu juga banyak pantangannya, seperti tidak boleh menyentuh najis dan lawan jenis.

    Menjaga wudhu artinya kita terhindar dari hal-hal negatif dan kecil kemungkinan untuk terjerumus kepada dosa.

    Tak hanya itu, sering berwudhu juga akan membuat wajah kita menjadi segar dan tidak kusam. Sering mendengar istilah, skincare terbaik adalah dengan berwudhu? Itu memang benar adanya.

    4. Puasa Sunnah

    Dengan puasa Sunnah, kamu dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan dipermudah urusannya, termasuk mencari jodoh. Jadi puasa Sunnah adalah amalan yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan hidup.

    5. Menjaga sholat wajib

    Sholat wajib adalah ibadah yang paling utama bagi umat muslim. Jika kamu tetap menjaga sholat wajib atau tidak bolong-bolong, niscaya Allah SWT akan mempermudah urusanmu. Salah satunya adalah perihal jodoh.

    Tak hanya menjaga sholat, memperbaiki sholat juga bisa mendapatkan jodoh dengan cepat. Sebab, memperbaiki sholat artinya memperbaiki hidup kamu.

    Jodoh atau pasangan hidup bisa melengkapi kekurangan atau menyempurnakan dalam hidup kamu.

    6. Bertawakal, berserah dan muhasabah diri

    Jodoh termasuk takdir manusia. Segala sesuatu yang berhubungan dengan takdir, seperti hidup, mati, jodoh dan rezeki semuanya ada di tangan Allah SWT. Dan itu semua di luar kuasa manusia.

    Bahkan, sebelum kamu lahir, Allah SWT sudah menyiapkan jodoh kamu seperti apa. Meskipun begitu, kamu tetap berusaha untuk mencari jodoh, dengan cara berdoa dan ikhtiar.

    Selain itu, kamu juga perlu muhasabah diri sambil mencari jodoh. Sebab, jodoh merupakan cerminan diri sendiri, seperti yang tercantum di dalam surat An-Nur ayat 26, yang artinya sebagai berikut: “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS. An-Nur: 26).

    Dalam upaya untuk menjalani perjalanan hidup yang penuh makna dan bermakna, doa dan amalan yang kita lakukan memiliki peranan yang sangat penting.

    Mencari jodoh adalah salah satu perjalanan yang tak selalu mudah, namun tetap merupakan bagian dari rencana yang lebih besar yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

    Dalam menghadapi keterbatasan dan tantangan, kita tidak perlu terjebak dalam kekhawatiran atau keputusasaan.

    Sebagai muslim, kita diingatkan untuk selalu bergantung pada-Nya dalam segala hal. Meskipun doa-doa dan amalan yang kita lakukan bukan jaminan pasti untuk bertemu dengan jodoh, namun ia adalah bentuk usaha dan tanda tulusnya kita kepada Sang Pencipta.

    Jangan lupa bahwa jalan menuju jodoh yang tepat juga berjalan seiring dengan pembentukan diri yang lebih baik.

    Oleh karena itu, mari kita terus doa meminta jodoh dan memohon kepada Allah SWT agar memberikan yang terbaik dalam hidup ini, sambil tetap menjaga hati dan perbuatan sesuai dengan ajaran-Nya.

    Semua ini adalah langkah-langkah menuju perjumpaan dengan jodoh yang diridhai, dalam ketundukan penuh kepada kehendak-Nya.

  • Doa Ketika Gempa Bumi sesuai Sunnah, Arab-Latin dan Artinya

    Doa Ketika Gempa Bumi sesuai Sunnah, Arab-Latin dan Artinya

    Bagi umat muslim, gempa bumi adalah salah satu bentuk teguran Allah SWT untuk mengingat kembali betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya. Dengan alasan tersebut penting bagi kita membaca doa ketika gempa.

    Memperbanyak doa dan berdizikir menjadi sarana permohonan kepada Allah SWT agar selalu diberikan berkah keselamatan.

    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai doa ketika gempa bumi terjadi serta amalannya, yuk simak informasi d bawah ini!

    Doa Gempa Bumi sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Berdoa saat terjadi gempa bumi merupakan bagian dari dzikrullah atau bentuk mengingat akan kekuasan Allah SWT sekaligus meminta perlindungan kepada-Nya. Berikut beberapa bacaan doa ketika gempa bumi terjadi:

    1. Doa ketika Gempa Bumi Kecil  

    Ketika kamu merasakan gempa bumi dengan getaran kecil, bacalah  doa berikut ini:

    اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ   

    Latin: Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira maa fihaa, wa khaira maa arsalta bihi, wa a’udzubika min syarriha, wa syarri maa fiha wa syarri ma arsalta bihi

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

    2. Doa ketika Gempa Bumi Besar

    Doa gempa bumi ini telah Allah sampaikan dalam Al-Qur’an. Nabi Musa melafalkan doa ini saat gempa bumi terjadi. Bacaan ini tertuang pada surah Al-A’raf ayat 155-156, yang bunyinya:

    رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِيَّايَۗ اَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاۤءُ مِنَّاۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَتُكَۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاۤءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَاۤءُۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْغٰفِرِيْنَ. وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ

    Latin: Rabbi lau syi’ta ahlaktahum min qablu wa iyyaya, atuhlikunaa bimaa fa’alas-sufahaau minnaa, in hiya illa fitnatuka tudhillu bihaa man tasyaau wa tahdhi man tasyaa, anta waliyyuna faghfir lanaa warhamnaa, wa anta khairul-ghaafirin, waktub lanaa fiii haadzihid-dunya hasanatan wa fiil-akhirat inna hudna ilaika

    Artinya: “Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun. Tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau.” (QS Al-Araf [7]: 155-156)

    Baca juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

    3. Doa Bagi yang Terkena Musibah Gempa Bumi

    Saat gempa bumi terjadi, seringkali terdapat banyak korban yang meninggal dunia ataupun hanya sekedar luka-luka.

    Sebagai umat muslim, kita dianjurkan untuk saling membantu dan mendoakan yang terkena musibah.

    Bacaan doa yang disunnahkan Rasulullah SAW diriwayatkan dalam hadis riwayat Imam Muslim yang bunyinya:

    إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْه

    Latin: Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiran minha

    Artinya: “ Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik.”

    Amalan yang Disunnahkan Rasulullah SAW saat Gempa Bumi

    Selain melafalkan doa ketika gempa bumi terjadi, kita juga dianjurkan untuk melakukan amalan yang sunnah dari tuntunan Nabi Muhammad SAW agar niscaya kita selalu dalam perlindungan-Nya. Yuk, simak beberapa amalan berikut:

    1. Memperbanyak Dzikir

    Amalan ini terdapat dalam surat Ash-Shoffat ayat 143-144 yang berbunyi:

    فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ ، لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

    “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit” (QS. ash-Shoffat [37]: 143-144).

    2. Membantu Korban Bencana Gempa Bumi

    Sebagai umat muslim, kita wajib membantu sesama yang sedang dalam keadaan membutuhkan pertolongan.

    Selain sebagai bentuk kemanusiaan, membantu sesama juga berupa amalan yang disukai Allah SWT. Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam bersabda:

    مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

    “Barang siapa yang membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahan darinya besok di hari kiamat” (HR. Muslim).

    3. Menegakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

    Yang dimaksudkan menegakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar yakni menghindari perbuatan buruk dan melakukan hal-hal dalam kebaikan.

    Agar terhindar gempa dan azab Allah SWT, wajib untuk menghindari perbuatan buruk yang dapat menimbulkan dosa, misalnya berzinah, melakuakan ghibah, dan hidup rukun dengan sesama manusia.

    5 Hal yang Perlu Dihindari saat Terjadi Gempa Bumi

    Dilansir dari Get Prepared Canada About Earthquacke, berikut terdapat 5 hal yang harus dihindar saat terjadi gempa bumi:

    1. Menjauhi pintu, pintu dapat terbanting menutup dan menyebabkan cidera kepala.
    2. Menghindari penggunaan lift, menggunakan lift saat gempa  bumi beresiko untuk jatuh
    3. Berlarian menuruni tangga, berlarian menuruni tangga akan membahayakan diri sendiri dan orang lain.
    4. Hindari untuk berdekatan dengan jendela, rak buku, lampu besar dan furniture tinggi yang kemungkinan roboh.
    5. Menjauhi kabel listrik tumbang yang membahayakan

    Nah, itulah beberapa doa ketika gempa bumi yang dapat kita panjatkan. Jangan lupa untuk mengerjakan amalan-amalan yang disunnahkan juga ya! Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Terimakasih sudah membaca artikel ini, sampai jumpa lagi.

    Assalamualaikum. Wr. Wb.