Tag: Doa Sehari-hari

  • 8 Amalan Setelah Sholat Subuh, Jangan Langsung Tidur Lagi!

    8 Amalan Setelah Sholat Subuh, Jangan Langsung Tidur Lagi!

    Bagi umat Islam, sholat merupakan kewajiban yang harus dilakukan karena perintah langsung dari Allah SWT. Meskipun begitu, setelah sholat kita harus melakukan beberapa amalan, salah satunya amalan setelah sholat subuh.

    Mengapa demikian? Sholat subuh merupakan salah satu syariat dengan pahala paling besar dari sholat fardhu lainnya. Apabila kita imbangi dengan amalan yang tidak biasa, maka amalan yang kita dapatkan akan jauh lebih besar.

    Oleh karena itu, sangat sayang sekali apabila ditinggalkan begitu saja hanya untuk tidur. Nah, kali ini kita akan kupas tuntas apa saja amalan yang harus dilakukan setelah sholat subuh.

    Amalan setelah Sholat Subuh, Jangan Ditinggalkan!

    Ternyata banyak sekali amalan setelah sholat subuh yang apabila kita lakukan akan memberi banyak keberkahan dan membuka rezeki, loh. Apa saja itu? Yuk intip amalan lengkapnya berikut ini:

    1. Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

    Setelah sholat subuh ketika kita bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW maka kita termasuk orang-orang yang berbahagia. Bahkan, Malaikat pun akan ikut bersholawat kepadanya.

    Hal ini bahkan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    اَلْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِيْ مُصَلاَّهُ الَّذِي صَلَّى فِيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ.

    Artinya:

    ‘Para Malaikat akan selalu bershalawat kepada salah seorang di antara kalian selama ia berada di masjid dimana ia melakukan shalat, hal ini selama ia wudhunya belum batal, (para Malaikat) berkata: ‘Ya Allah, ampunilah ia, ya Allah, sayangilah ia.’

    Selain itu, ada juga riwayat dari Abu ‘Abdirrahmah’ berkata: “Aku mendengar ‘Ali berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا جَلَسَ فِيْ مُصَلاَّهُ بَعْدَ الصَّلاَةِ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ، وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ. وَإِنْ جَلَسَ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ.

    Artinya:

    ‘Sesungguhnya jika seorang hamba duduk di masjid setelah melaksanakan shalat, maka para Malaikat akan bershalawat untuknya, dan shalawat mereka kepadanya adalah dengan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’ Jika ia duduk untuk menunggu shalat, maka para Malaikat akan bershalawat kepadanya, shalawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’

    Baca juga: Hasil Judi untuk Sedekah? Apa Hukumnya dalam Islam?

    2. Sayyidul Istighfar

    Berikutnya, keutamaan lain yang harus dilakukan oleh umat Islam selepas solat subuh adalah mengucapkan sayyidul istighfar sebab fadhilahnya sangat luar biasa sekali.

    Dalam riwayat Imam Bukhari, seseorang yang mengamalkan sayyidul istighfar dan meninggal dunia kemudian, maka Allah SWT akan menjamin baginya surga:

    إذا قال ذلك حين يمسي فمات من ليلته دخل الجنة، أو كان من أهل الجنة، وإذا قال ذلك حين يصبح فمات من يومه…مثله

    Artinya:

    “Dalam Shahih Bukhari terdapat riwayat dari Syaddad bin Aus RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang membacanya (Sayyidul Istighfar) ketika sore, lalu ia wafat pada malamnya, maka ia masuk surga atau ia tergolong penghuni surga. Siapa yang membacanya ketika pagi, lalu ia wafat pada siangnya, maka nasibnya sama seperti orang yang mengamalkannya pada petang hari.”

    3. Dzikir

    Dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat bahwasanya beliau selalu melakukan dzikir di pagi dan petang hari sebanyak 3 kali. Meskipun cukup sederhana, nyatanya dzikir ini telah diamini oleh 70.000 malaikat.

    Dzikir petang yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah:

    أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Audzubillahis samii’il ‘aliimi minasy syaithoonir rojiimi

    Artinya: 

    “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk.”

    4. Membaca Surat Al-Waqi’ah

    Amalan lainnya yang sebaiknya kita lakukan setelah subuh adalah membaca surat Al-Waqi’ah.

    Meskipun keutamaannya dibaca malam hari menjelang tidur, ternyata seseorang yang rutin membaca Al-Waqi’ah selepas subuh akan mendapatkan syafaat di hari kiamat nanti.

    Selain itu, Allah SWT juga akan memudahkan segala urusannya dan dilimpahkan rezeki yang cukup dan barokah. Bahkan, Allah SWT juga akan menjauhkannya dari kefakiran.

    5. Sholat Isyraq

    Selanjutnya, amalan yang seharusnya dilaksanakan adalah sholat Isyraq. Sholat ini bisa kita lakukan ketika matahari sudah terbit.

    Di dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menerangkan bentuk keistimewaan dari seseorang yang melakukan Sholat Isyraq yang diriwayatkan dari Abu Umamah:

    “Barangsiapa yang mengerjakan sholat subuh dengan berjamaah di masjid, lalu ia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan sholat dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumrah secara sempurna.” (HR. Thabrani).”

    6. Membaca Tiga Ayat Terakhir Surat Al Hasyr

    Banyak sekali amalan yang dapat kita ikuti untuk mendapatkan ridho Allah SWT pada waktu-waktu yang diutamakannya. Salah satunya di waktu selepas subuh dan kita membaca tiga ayat terakhir surat Al Hasyr.

    Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, dijelaskan bahwa ketika seseorang membaca tiga ayat terakhir dari akhir surat Al- Hasyr, maka Allah SWT akan memerintahkan 70.000 malaikat untuk memohonkan ampun baginya hingga petang hari.

    Apabila seseorang tersebut telah mati pada hari itu, makai a akan tercatat dengan kematian syahid.

    Tidak hanya diucapkan di pagi hari, barangsiapa yang melafalkannya di petang hari juga akan memperoleh kedudukan seperti itu.

    7. Melakukan Sedekah Subuh

    Memulai hari dengan sedekah akan membawa keberkahan kepada diri kita sendiri maupun orang di sekeliling. Apalagi bentuk pengamalan sedekah ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.

    Oleh karena itu, amalan setelah sholat subuh satu ini tidak boleh kita abaikan. Apalagi, salah satu ganjaran paling utama dari melakukan sedekah subuh adalah akan Allah SWT bergi ganti sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra:

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا 

    An Abii Hurairata radhiyallahu ‘anhu annan nabiyya shollallahu ‘alaihi wasallama qoola. Maa min yaumin yushbihul ‘ibaadu fiihi illaa malakaani yangzilaani fayaquulu ahaduhumaa allahumma a’thi munfiqan kholaqo wayaquulul aaakhoru allahumma a’thi mumsikan talaffaa.

    Artinya:

    “Dari Abu Hurairah radliallahu anhu bahwa Nabi Shallallahualaihiwasallam bersabda: “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Bukhari) [No. 1442 Fathul Bari] Shahih.

    8. Sholat Dhuha

    Terakhir, kita sebagai umat Islam bisa mulai melaksanakan sunnah dengan menjalankan Sholat Dhuha.

    Beberapa keutamaan dari sholat dhuha sendiri akan dimudahkan sedekah, rezeki, mendapat ampunan, dinaikkan derajat, dan juga sebagai pelengkap.

    Sholat Dhuha lebih dikenal sebagai sholat untuk membuka rezeki. Hal ini sesuai dengan salah satu hadits Nabi Muhammad SAW:

    Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat di awal siang (di waktu dhuha), maka Aku akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi).

    Melihat hal tersebut, tentunya sangat sayang apabila Sholat Dhuha ditinggalkan begitu saja sedangkan fadilah yang bisa kita dapatkan sangat besar. 

    Nah, itulah beberapa contoh amalan setelah sholat subuh yang wajib kita ketahui sebagai seorang muslim. Kita juga bisa menerapkannya sedikit demi sedikit untuk meningkatkan rasa syukur dan kedekatan kepada Allah SWT.

  • Bacaan Doa Sesudah Adzan Latin Arab dan Artinya

    Bacaan Doa Sesudah Adzan Latin Arab dan Artinya

    Adzan merupakan sebuah seruan bagi umat Islam yang menandakan bahwa sudah masuk waktu sholat. Perlu kita ketahui bahwa sebagai umat yang taat terdapat bacaan doa sesudah adzan.

    Tidak hanya itu, menjawab setiap kalimat yang dikumandangkan sewaktu adzan juga sudah bernilai pahala terlebih lagi jika kita membaca doa tersebut.

    Tentu saja ini sangat dianjurkan untuk kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

    Keutamaan Mendengarkan, Menjawab hingga Membaca Doa Setelah Adzan

    Seperti yang diketahui bahwa banyak keutamaan dari mendengarkan, menjawab hingga membaca doa pendek setelah adzan. Hal ini membuat adzan tidak hanya sebagai penanda waktu sholat, namun juga sebagai ladang pahala.

    Adapun keutamaan dari mendengarkan, menjawab hingga membaca doa dari setelah Adzan, yakni:

    1. Menjadi Amalan Mulia

    Meski hanya sekedar mendengarkan adzan saja ketika berkumandang, maka hal ini sudah menjadi sebuah amalan yang sangat mulia.

    Banyak umat Islam yang tidak menyadari atas besarnya pahala dari mendengarkan adzan.

    Oleh karena itu, sebelum melaksanakan shalat 5 waktu alangkah baiknya kita sebagai umat yang taat mendengarkan dengan penuh hikmat dan keimanan. Hal ini tentunya agar mendapatkan pahala serta rahmat dari Allah SWT.

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    2. Dijauhi Setan

    Setan merupakan musuh utama bagi manusia yang selalu berusaha menggoda hingga menyesatkan umat agar lalai dalam melakukan ibadah.

    Namun, apabila rutin mendengarkan adza, menjawab serta melafalkan doa sesudah adzan, maka akan membuat setan menjauh dari kita.

    Seperti yang kita ketahui bahwa setan tidak menyukai suara adzan. Hal ini juga yang membuat setan setiap kali ada suara adzan akan lari terbirit-birit.

    Demikian jika kita mendengarkan dengan penuh hikmat dan keimanan serta melafalkan doa setelahnya.

    3. Menjadi Saksi yang Menghantarkan ke Surga

    Mendengarkan adzan dengan hikmat akan menjadikan kita sebagai umat muslim sebagai saksi kebaikan. Terlebih juga menjawabnya secara penuh keimanan akan membantu kita dalam menuju surganya Allah SWT.

    Seperti yang diketahui bahwa seorang muadzin yang mengumandangkan adzan akan mendapatkan pahala yang besar karena sebagai pengingat untuk waktunya shalat. Sementara, bagi kita yang mendengar akan menjadi saksi atas kebaikan tersebut.

    4. Mendapatkan Ampunan dari Allah SWT serta Syafaat dari Rasulullah SAW

    Keutamaan lainnya dari menjawab seruan adzan adalah mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Hal ini juga dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

    “Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim no. 384).

    Dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad juga dijelaskan bahwa seluruh benda baik yang basah maupun yang kering, dan yang mendengarkan adzan seorang muadzin maka mereka memohonkan ampunan untuknya. Dan setiap doa kebaikan juga akan kembali pada orang yang mendoakan.

    Baca juga: Niat Sholat Dhuha 2 dan 4 Rakaat, Tata Cara, dan Keutamaannya

    5. Doa yang Dikabulkan

    Pada dasarnya mendengarkan adzan secara penuh nikmat dan keimanan ketika menjawabnya tentu akan memberikan keutamaan yang besar. Selain dari yang telah dijelaskan sebelumnya, menjawab adzan juga bisa dikabulkannya doa.

    Oleh karena itu, kita sangat dianjurkan untuk tetap bersabar ketika mendengarkan adzan mengingat besarnya pahala serta keutamaan yang didapatkan. Terlebih lagi jika kita menjawab adzan dan memanjatkan doa antara selesai adzan dan iqamah.

    6. Disiplin dalam Beribadah

    Meskipun mendengarkan suara adzan yang berkumandang terlihat sangat sederhana dan mudah, namun tidak semua umat muslim di dunia sanggup melakukannya. Terlebih lagi ditengah kesibukan mereka dalam aktivitas duniawi yang menyita waktu.

    Hal ini tentu membuat mereka ataupun bahkan kita melewatkannya begitu saja. Adanya keutamaan mendengarkan, menjawab hingga berdoa ini menjadi cara kita untuk lebih disiplin dalam melakukan ibadah shalat kepada Allah SWT.

    Seperti yang kita ketahui bahwa ketika adzan dikumandangkan, sebagai umat muslim yang taat sudah seharusnya kita berada dalam posisi yang siap untuk melaksanakan shalat agar tidak lalai.

    Doa Sesudah Adzan Arab Latin dan Artinya

    Doa Sesudah Adzan Arab Latin dan Artinya
    Doa Sesudah Adzan Arab Latin dan Artinya

    Ketika muadzin selesai mengumandangkan seruan adzan, maka kita sebagai umat muslim yang taat disunnahkan untuk membaca doa sesudah adzan.

    Adapun doa adzan dan artinya yang bisa kita baca, yakni sebagai berikut:

     اللَّهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ، اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Latinnya: Allahumma Rabba haadzihid-da’watit-taammah, wash-sholaatil-qaa’imah, aati sayyidanaa Muhammadanil-washiilata wal-fadhilah wash-syarafa wad-darajatal-‘aliyatar-rafii’ah, wab’atshu maqaamam-mahmudanil-ladzi wa’adtah, innaka laa tukhliful-mii’aad, yaa Arhamar-Raahimiin.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna, dan sholat yang akan didirikan, karuniakanlah junjungan kami nabi Muhammad tempat yang luhur, kelebihan, kemuliaan, dan derajat yang tinggi. Dan tempatkanlah ia pada kedudukan yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tiada menyalahi janji. Wahai dzat yang Maha Penyayang”

    Doa sesudah Adzan ini juga berlaku pada saat azan subuh.

    Hukum Membaca Doa Setelah Adzan

    Perlu kita yakini bahwa pada dasarnya membaca doa sesudah adzan hukumnya merupakan sunnah. Meskipun demikian, meski kita dalam keadaan berhadas besar seperti haid, junub ataupun nifas dianjurkan untuk membaca doa tersebut.

    Selain itu, doa ini bukan hanya disunnahkan untuk umat Islam yang mendengar saja. Namun, juga bagi muadzin yang mengumandangkan adzan tersebut untuk disunnahkan membaca doa untuk setelah adzan.

    Fadhilah atas doa sesudah adzan sudah dijelaskan dan bisa kita baca sebagai bentuk ketaatan yang dilakukan. Adanya kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT atas kenikmatan tentunya menjadi ajang yang bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya.

  • Bacaan Ratib Al Haddad Lengkap Arab, Latin Dan Artinya

    Bacaan Ratib Al Haddad Lengkap Arab, Latin Dan Artinya

    Kitab Ratib Al Hadad telah menjadi bagian penting dari praktik keagamaan kaum Muslim di seluruh dunia. Kitab ini mengandung berbagai wirid dan doa yang sangat dihargai oleh umat Islam. Banyak di antara mereka yang dengan penuh keyakinan mengamalkan Ratib ini, terutama di kalangan Habaib dan ngalim.

    Seperti yang dikatakan oleh Al Habib Ahmad bin Zain al Habsyi, “Barang siapa yang membaca Ratib Al Hadad dengan keyakinan dan iman yang penuh, maka ia akan memperoleh sesuatu yang di luar dugaannya.”

    Ini mencerminkan kepercayaan yang mendalam terhadap kekuatan spiritual dan keberkahan yang terkandung dalam Kitab Ratib Al Hadad.

    Sejarah Singkat Tentang Ratib Al Hadad

    Ratib Al Hadad dinamai sesuai dengan penyusunnya, yaitu Al Habib Abdullah Bin Alwi Bin Muhammad Al Hadad (1055-1132 H). Kitab ini terkenal karena berisi berbagai doa, zikir, dan amalan yang sangat dihormati oleh umat Islam.

    Al Habib Abdullah Bin Alwi Bin Muhammad Al Hadad menyusun kitab ini karena mendapat inspirasi pada malam Lailatul Qodar tanggal 27 Ramadhan 1071 H. Tujuan utamanya adalah memenuhi permintaan muridnya, yaitu Amir Bani Sa’ad, yang tinggal di kampung Syiban di Hadramaut, Yaman.

    Amir Bani Sa’ad pada waktu itu sangat menginginkan adanya pengamalan wirid dan zikir di kampungnya. Harapannya adalah agar mereka dapat mempertahankan diri dan terhindar dari pengaruh ajaran sesat yang sedang marak pada masa itu di Hadramaut.

    Awalnya, Ratib Al Hadad hanya dibaca di kampung Amir setelah beliau mendapatkan izin resmi (ijazah) dari penyusun kitab tersebut, Al Habib Abdullah Bin Alwi Bin Muhammad Al Hadad. Namun, kemudian wirid tersebut juga mulai dibaca di sebuah masjid yang dimiliki oleh Al Habib Abdullah Bin Alwi Bin Muhammad Al Hadad, terletak di kota Tarim.

    Biasanya, Ratib ini dibaca secara berjama’ah oleh umat Islam setelah salat Isya’. Hingga saat ini, kitab Ratib Al Hadad masih menjadi bagian penting dalam amalan keagamaan dan spiritualitas banyak umat Muslim di seluruh dunia.

    Kitab Ratib Al Hadad adalah bukti nyata dari warisan spiritual dan keberkahan yang diwariskan oleh ulama Islam kepada umatnya. Kesederhanaan dan kekuatan doa-doa dalam kitab ini telah meresap dalam hati banyak orang, memberikan mereka ketenangan, kekuatan, dan harapan dalam menjalani kehidupan mereka.

    Kitab ini juga menjadi pengingat yang kuat akan pentingnya mempertahankan keimanan dan menjauhi ajaran sesat dalam menjalani perjalanan spiritual mereka. Semoga kitab Ratib Al Hadad terus memberikan manfaat dan menjadi sumber inspirasi untuk umat Muslim di seluruh dunia.

    Baca juga: Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal dan Amalan Sunnahnya

    Bacaan Ratib Al Haddad Lengkap Teks Arab, Latin Dan Terjemahnya

    Banyak umat Muslim yang berkeinginan untuk dapat membaca Ratib Al Hadad dengan lancar. Namun, salah satu hambatannya adalah bahwa Ratib Al Hadad ditulis dalam bahasa Arab, yang mungkin membuat beberapa orang merasa kurang lancar dalam membacanya.

    Untuk membantu umat Muslim agar lebih fokus dan memahami makna dari Ratib Al Hadad, penting untuk memiliki bacaan yang mencakup arti dari semua wirid yang terkandung di dalamnya.

    Dalam hal ini, sangat tepat jika artikel ini mencakup informasi lengkap, termasuk teks dalam bahasa Arab, tulisan latin, dan terjemahannya ke dalam bahasa yang dimengerti.

    Bacaan Ratib Al Hadad Arab

    رَاتِبُ الْحَدَّادِ

    ( ِلْحَبِيْب عَبْدِ الله بْنِ عَلَوِي الْحَدَّاد)

    الْفَاتِحَة : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ. رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ آمِيْنِ

    اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّموَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤدُه حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ. آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْناَ وَأَطَعْناَ غُفْراَنَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاََ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نَسِيْنَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنآ أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْناَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
    (x3) سٌبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اْللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

    سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحاَنَ اللهِ الْعَظِيْمِ (x3)

    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ (x3)

    اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (x3)

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ (x3)

    بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي الْسَّمَآءِ وَهُوَ الْسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (x3)

    رَضِيْنَا بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا (x3)

    بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّرُّ بِمَشِيْئَةِ اللهِ (x3)

    يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا (x3)

    ياَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ أَمِتْناَ عَلَى دِيْنِ الإِسْلاَمِ (x7)

    ياَ قَوِيُّ ياَ مَتِيْنُ اكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْنَ (x3)

    أَصْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ (x3)

    يَا عَلِيُّ يَا كَبِيْرُ يَا عَلِيْمُ يَا قَدِيْرُ يَا سَمِيعُ يَا بَصِيْرُ يَا لَطِيْفُ يَا خَبِيْرُ (x3)

    ياَ فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ (x3)

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَاياَ (x4)

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (x25)

    مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ وَرَضِيَ اللهُ تَعاَلَى عَنْ اَهْلِ بَيْتِهِ الطَّيِّبِيِنَ الطَّاهِرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الأَكْرَمِيْنَ الْمُهْتَدِيْنَ. وَأَزْوَاجِهِ الطَّاهِرَاتِ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ. وَالتَّابِعِيْنَ وَ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْناَ مَعَهُمْ وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يٌوْلَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (x25)

    بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد. بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. اَلَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ. اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ الْكَبِيْرِ الْقُطْبِ الشَّهِيْرِ الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِي بَاعَلَوِي وَأُصُولِهِ وَفُرُوعِهِ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا آلِ بَاعَلَوِي، أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)

    اَلْفَاتِحَةَ إِلَى أَرْوَاحِ ساَدَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ أَيْنَمَا كَانُوْا مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا أَنَّ اللهَ يَحْمِيْنَا بِحِمَايَتِهِمْ وَيُمِدُّنَا بِمَدَدِهِمْ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)

    اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ الْكَبِيْرِ الْقُطْبِ الشَّهِيْرِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَلَوِي بْنِ مُحَمَّدٍ الْحَدَّادِ صَاحِبِ الرَّاتِبِ وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا آلِ بَاعَلَوِي أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّة وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)

    اَلْفَاتِحَةَ أَنَّ اللهَ يُغِيْثُ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُ الْمُسْلِمِيْنَ وَيُفَرِّجُ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ وَيَشْفِيْ أَمْرَاضَ الْمُسْلِمِيْنَ بِالْعَافِيَةِ وَيُغَزِّرُ أَمْطَارَهُمْ وَيُرَخِّصُ أَسْعَارَهُمْ وَيُصْلِحُ سَلاَطِيْنَهُمْ وَيَكْفِيْهِمْ شَرَّ الْفِتَنِ وَ الْبَلِيَّاتِ وَ الْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَ يَحْفَظُ الْحُجَّاجَ وَ الْمُسَافِرِيْنَ وَ الْغُزَاةِ وَ الْمُجَاهِدِيْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ الْبَرِّ وَ الْبَحْرِ وَ الْجَوِّ أَجْمَعِيْنَ. أَنَّ اللهَ يُصْحِبُهُمُ السَّلاَمَةَ وَ يَرُدُّهُمْ إِلَى أَوْطَانِهِمْ سَالِمِيْنَ آمِنِيْنَ غَائِمِيْنَ وَ إِيَّانَا فِيْ خَيْرٍ وَ عَافِيَةٍ وَ إِلَى أَرْوَاحِ وَالِدِيْنَ وَ وَالِدِيْكُمْ وَ أَمْوَاتِنَا وَ أَمْوَاتِكُمْ وَ أَمْوَاتِ الْمُسْلِمِيْنَ أَجْمَعِيْنَ. أَنَّ اللهَ يَتَغَشَّاهُمْ بِالرَّحْمَةِ وَ الْمَغْفِرَةِ وَ يُسْكِنُهُمُ الْجَنَّةَ وَ يَخْتِمُ لَنَا وَلَكُمْ بِالْحُسْنَى فِيْ خَيْرٍ وَ لُطْفٍ وَ عَافِيَةٍ وَ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّم. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)

    بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ اللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَسَلِّمْ. اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِيْ أَنْ تَفْتَحَ لَنَا بِكُلِّ خَيْرٍ. وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْرٍ. وَأَنْ تُعَامِلَنَا مُعَامَلَتَكَ لأَهْلِ الْخَيْرِ. وَأَنْ تَجْعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْرِ، وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي دِيْنِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلاَدِنَا وَاَهْلِيْنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَ فِتْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضَيْرٍ، إِنَّكَ وَلِيُّ كُلِّ خَيْرٍ، وَمُعْطٍ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَمُتَفَضِّلٌ بِكُلِّ خَيْرٍ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

    اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ (x3)

    يَا عَالِمَ السِّرِّ مِنَّا لاَ تَهْتِكِ السِّتْرَ عَنَّا وَ عَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَ كُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا (x3)

    يَا الله بِهَا يَا الله بِهَا يَا الله بِحُسْنِ الخْاَتِمَةِ (x3)

    يَا لَطِيْفًا بِخَلْقِهِ، يَا عَلِيْمًا بِخَلْقِهِ، يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ اُلْطُفِ بِنَا يَا لَطِيْفُ يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ (x3)

    يَا لَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلَ، إِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا وَ الْمُسْلِمِيْنَ (x3)

    جَزَى اللهُ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَنَّا خَيْرًا، جَزَى اللهُ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَنَّا مَا هُوَ أَهْلُهُ (x3)

    الْحَمْدُ لِلّهِ عَلَى نِعْمَةِ الإِيْمَانِ وَ الإِسْلاَمِ وَ تَوْفِيْقِهِ وَكَفَى بِهَا مِنْ نِعْمَةٍ

    Baca juga: Apakah Mimpi Basah Membatalkan Puasa? Ini Kata Ulama

    Bacaan Ratib Al Haddad Latin

    Al Fatihah Ila Hadrotinnabiy Muhammadin shalllahu alayhi wa alihi wasallam – Al Fatihah.

    Bismillahir-raḥmanir-raḥim, al-ḥamdu lillahi rabbil-‘alamin, ar-raḥmanir-raḥim, maliki yaumid-din, iyyāka na’budu wa iyyaaka nasta’iin, ihdinaṣ-ṣiraaṭal-mustaqiim, ṣiraaṭallażiina an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍaalliin.

    Allaahu laa ilaaha illaa huw, al-ḥayyul-qayyụm, laa takhużuhụ sinatuw wa laa naụm, lahụ maa fis-samaawaati wa maa fil-arḍ, man zallazii yasyfa’u ‘indahuu illaa biiznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuḥiiṭụna bisyaiim min ‘ilmihii illaa bimaa syaa, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-arḍ, wa laa yaụduhụ ḥifzuhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓiim.

    Aamanar Rasulu bimaa unzila ilayhi min Rabbihi wal mu’minun kullun aamana Billaahi wa Malaaikatihi wa Kutubihi wa Rusulih laa nufarriqu bayna ahadin min Rusulih wa qaalu sami’naa Wa ata’naa Ghufraanaka Rabbanaa wa Ilaikal masiir.

    Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa lahaa Maa kasabat wa ‘alayhaa maktasabat Rabbanaa laa tuaakhidhnaa in-nasiinaa aw akhta’naa Rabbanaa Wa laa tahmil ‘alaynaa isran kamaa hamaltahu ‘alal-ladhiina min qablinaa Rabbanaa wa laa Tuhammilnaa maa laa taaqata lanaa bih wa’fu ‘annaa wa’ghfir lanaa warhamnaa Anta Mawlaanaa Fa’nsurnaa ‘alal qawmil kaafiriin… Aamiin.

    Laa ilaaha Illallaahu Wahdahu laa shariika lahu Lahul Mulku wa Lahul Hamdu Yuhyii wa Yumiitu wa Huwa ‘alaa kulli shay’in Qadiir (3x).

    Subhaanallaahi wal Hamdu Lillaahi wa laa ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar (3x).

    Subhaanallaahi wa bi-Hamdihi subhaanallaahil ‘Aziim (3x).

    Rabbana’ghfir lanaa wa tub ‘alaynaa innaka Anta’t Tawwaab ur Rahiim (3x).

    Allaahumma Salli ‘alaa Muhammad Allaahumma Salli ‘alayhi wa Sallim (3x).

    A’udhu bi-Kalimaatillaahi’t taammaati min sharri maa khalaq (3x).

    Bismillaahilladhii laa yadurru ma’a Ismihi shay’un fil ardi wa laa fis-samaa’ wa Huwa’s Samii’ ul ‘Aliim (3x).

    Radiinaa Billaahi Rabbawwa bil Islaami diinaw wa bi Muhammad-in Nabiyyaa (3x).

    Bismillaahi wal Hamdu Lillaahi wal khayru wash sharru bi-Mashii’atillaah (3x).

    Aamannaa Billaahi wal Yawmil aakhir tubnaa iia llaahi baatinan wa zaahiraa (3x).

    Yaa Rabbanaa wa’fu ‘annaa wa’mhulladhii kaana minnaa (3x).

    Yaa Dhal Jalaali wal Ikraam amitnaa ‘alaa diinil Islaam (7x).

    Yaa Qawiyyu Yaa Matiinu ikfi sharraz-zaalimiin (3x).

    Aslaha llaahu umural Muslimiin Sarafallaahu sharral mu’dhiin (3x).

    Yaa ‘Aliyyu Yaa Kabiiru Yaa ‘Aliimu Yaa Qadiiru Yaa Samii’u Yaa Basiiru Yaa Latiifu Yaa Khabiir (3x).

    Yaa Faarij al-hammi Yaa Kaashifal-ghammy Yaa man li-‘abdihi Yaghfiru wa Yarham (3x).

    Astaghfirullaaha Rabbal-baraayaa Astaghfirullaaha min al-khataayaa (4x).

    Laa ilaaha Illallaah (50/100x, hingga 1000x).

    Muhammadur Rasulullahi Shalallahu ‘alayhi Wasallama wa sharrafa wa karrama wa majjada wa ‘azzama wa Radiya llahu ta’ala ‘an ‘ashabi Rasulillahi ‘ajma’iina wattabi’ina lahum bi’ihsaanin ‘ila yau middini wa’alaina ma’ahum birahmatika yaa ‘arhamar Rohimiin. Mutahhariin wa Ashaabihil Muhtadiin wat Taabi’iina lahum bi-ihsaanin ilaa yawmiddiin.

    Arti/Terjemah dari Bacaan Ratib Al-Haddad

    Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Yang Menguasai hari Pembalasan (hari Akhirat). Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan. Tunjuklah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.

    Diriwayatkan oleh Abu Sa’id ibn al-Mu’lla r.a.: “Sukakah kamu jika aku ajarkan sebuah Surah yang belum pernah diturun dulunya, baik dalam Injil mahupun Zabur dan Taurat? Ia adalah Al-Fatihah.

    Surah 15 Al-Hijr : Ayat 87: “Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu (wahai Muhammad) tujuh ayat yang diulang-ulang bacaannya dan seluruh Al-Quran yang amat besar kemuliaan dan faedahnya.”

    Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya. Yang tidak mengantuk usahakan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan izin-Nya. Yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki. Luasnya Kursi Allah meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Maha Tinggi, lagi Maha Besar. (Surah 2 al-Baqarah Ayat 255 Ayat-al-Kursi)

    Ayatul Kursi ini mengandungi khasiat yang besar. Terdapat 99 buah hadits yang menerangkan fadhilahnya. Di antaranya ialah untuk menolak syaitan, benteng pertahanan, melapangkan pikiran dan menambahkan iman.

    Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Katakan): “Kami tidak membedakan antara seorang rasul dengan rasul-rasul yang lain”. Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jua lah tempat kembali” (Surah 2: Al Baqarah Ayat 285)

    Diriwayatkan daripada Abu Mas’ud al-Badri r.a katanya: Rasulullah S. A.W. pernah bersabda: Dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah, memadai kepada seseorang yang membacanya pada malam hari sebagai pelindung dirinya.

    Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala atas kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa atas kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): “Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir” (Surah 2: al-Baqarah Ayat 286)

    Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah ibn Abbas r.a.: Apabila Jibril sedang duduk dengan Rasulullah S. A.W., dia mendengar bunyi pintu di atasnya. Dia mengangkat kepalanya lalu berkata: “Ini ialah bunyi sebuah pintu di syurga yang tidak pernah dibuka.” Lalu satu malaikat pun turun, dan Jibril berkata lagi, “Ia malaikat yang tidak pernah turun ke bumi” Malaikat itu memberi salam lalu berkata, “Bersyukurlah atas dua cahaya yang diberi kepadamu yang tidak pernah diberi kepada rasul-rasul sebelummu-“Fatihat al-Kitab dan ayat penghabisan Surah al-Baqarah”. Kamu akan mendapat manfaat setiap kali kamu membacanya.

    Tiada Tuhan Melainkan Allah, Yang satu dan tiada sekutu bagi- Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu (3X).

    Dari Bukhari, Muslim dan Malik, diriwayatkan daripada Abu Hurairah; Rasulullah S.A.W berkata, “Sesiapa membaca ayat ini seratus kali sehari, pahalanya seperti memerdekakan sepuluh orang hamba, Seratus kebajikan dituliskan untuknya dan seratus keburukan dibuang darinya, dan menjadi benteng dari gangguan syaitan sepanjang hari.”

    Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar (3X).

    Dari Muslim, diriwayatkan oleh Samurah ibn Jundah: Rasulullah S. A. W. bersabda: Zikir-zikir yang paling dekat di sisi Allah adalah empat, iaitu tasbih, takbir, tahmid dan tahlil, tidak berbeza yang mana aturannya apabila engkau berzikirullah.

    Maha suci Allah segala puji khusus bagi-Nya, Maha suci Allah Yang Maha Agung (3X).

    Dari Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a.: Rasulullah S.A.W. bersabda: Dua zikir yang mudah di atas lidah tetapi berat pahalanya dan disukai oleh Allah ialah: ‘SubhanAllah al-Azim dan ‘SubhanAllah wa bihamdihi.’”

    Ya Allah ampunilah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang (3X).

    Surah 4: An-Nisa’; Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon ampun kepada Allah; kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. Sila rujuk juga Surah 11: Hud; Ayat 90.

    Ya Allah, cucurkan selawat ke atas Muhammad, Ya Allah, cucurkan selawat ke atasnya dan kesejahteraan-Mu (3X).

    Surah 33; Al-Ahzab, Ayat 56: Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya berselawat ke atas Nabi; wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan yang sepenuhnya.

    Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah bin Amr: Rasulullah S.A.W. bersabda: “Sesiapa berselawat kepadaku sekali, Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali.

    Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya (3X).

    Dari Abu Dawud dan Tirmidhi, Rasulullah S.A.W. bersabda: “Sesiapa yang membaca doa ini tiga kali, tiada apa-apa malapetaka akan terjatuh atasnya.”

    Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tiada suatu pun, baik di bumi mahupun di langit dapat memberi bencana, dan Dia Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui (3X).

    Dari Ibn Hibban; Nabi Muhammad S.A.W bersabda: “Hamba-hamba Allah yang membaca doa ini pada waktu pagi dan petang tiga kali, tiada apa jua kesakitan akan dialaminya.”

    Kami ridha Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai Agama kami dan Muhammad sebagai Nabi kami (3X).

    Surah 3: Ali-Imran Ayat 19: Sesungguhnya agama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam.

    Dari Abu Daud dan Tirmidzi; Nabi Muhammad S.A.W. bersabda: “Sesiapa membaca ayat ini di pagi dan petang hari akan masuk ke surga.”

    Dengan Nama Allah, segala pujian bagi-Nya, dan segala kebaikan dan kejahatan adalah kehendak Allah (3X).

    Diriwayatkah oleh Abu Hurairah: Rasulullah S.A.W. bersabda: Wahai Abu Hurairah, bila kamu keluar negeri untuk berniaga, bacakan ayat ini supaya ia membawa kamu ke jalan yang benar. Dan setiap perbuatan mesti bermula dengan ‘Bismillah’ dan penutupnya ialah “Alhamdulillah”.

    Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan kami bertaubat kepada Allah batin dan zahir (3X).

    Surah at-Tahrim Ayat 8: Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan “Taubat Nasuha”.

    Diriwayatkan oleh Ibn Majah: Rasulullah bersabda: Orang yang bertaubat itu adalah kekasih Allah. Dan orang yang bertaubat itu ialah seumpama orang yang tiada apa-apa dosa.”

    Ya Tuhan kami, maafkan kami dan hapuskanlah apa-apa (dosa) yang ada pada kami (3X).

    Dari Tirmidzi dan Ibn Majah: Rasulullah S.A.W. berada di atas mimbar dan menangis lalu beliau bersabda: Mintalah kemaafan dan kesihatan daripada Allah, sebab setelah kita yakin, tiada apa lagi yang lebih baik daripada kesihatan.

    Surah 4: An-Nisa’: Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon keampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”

    Wahai Tuhan yang mempunyai sifat Keagungan dan sifat Pemurah, matikanlah kami dalam agama Islam (7X).

    Sila rujuk ke no. 12. Moga-moga kita dimatikan dalam keadaan Islam. Dan dari Tirmidzi, Rasulullah S.A.W. menyatakan di dalam sebuah hadith bahawasanya sesiapa yang berdoa dengan nama-nama Allah dan penuh keyakinan, doa itu pasti dikabulkan Allah.

    Wahai Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Gagah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang yang zalim (3X).

    Seperti di atas); Merujuk hadits Rasulullah S. A. W., sesiapa yang tidak boleh mengalahkan musuhnya, dan mengulangi Nama ini dengan niat tidak mahu dicederakan akan bebas dari dicederakan musuhnya.

    Semoga Allah memperbaiki urusan kaum muslimin dan menghindarkan mereka dari kejahatan orang-orang yang suka mengganggu (3X).

    Diriwayatkan oleh Abu Darda’ bahawasanya Rasulullah S.A.W. bersabda: “Tiada seorang mukmin pun yang berdoa untuk kaumnya yang tidak bersamanya, melainkan akan didoakan oleh Malaikat, “Sama juga untukmu”.

    Wahai Tuhan Yang Maha Mulia, lagi Maha Besar, Yang Maha Mengetahui lagi Sentiasa Sanggup, Yang Maha Mendengar lagi Melihat. Yang Maha Lemah-Lembut lagi Maha Mengetahui (3X).

    Surah 17: Al Israil: Ayat 110: “Katakanlah (wahai Muhammad): “Serulah nama “Allah” atau “Ar-Rahman”, yang mana sahaja kamu serukan; kerana Allah mempunyai banyak nama yang baik serta mulia. Dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu.”

    Wahai Tuhan yang melegakan dari dukacita, lagi melapangkan dada dari rasa sempit. Wahai Tuhan yang mengampuni dan menyayangi hamba-hamba-Nya (3X).

    Dari Abu Dawud, diriwayatkan daripada Anas ibn Malik: “Ketika saya bersama Rasulullah S. A. W., ada seseorang berdoa, “Ya Allah saya meminta kerana segala pujian ialah untuk-Mu dan tiada Tuhan melainkan-Mu, Kamulah yang Pemberi Rahmat dan yang Pengampun, Permulaan Dunia dan Akhirat, Maharaja Teragung, Yang Hidup dan Yang Tersendiri”. Rasulullah S. A. W. bersabda: “Dia berdoa kepada Allah menggunakan sebaik-baik nama-nama-Nya, Allah akan memakbulkannya kerana apabila diminta dengan nama-nama-Nya Allah akan memberi.

    Aku memohon keampunan Allah Tuhan Pencipta sekalian makhluk, aku memohon keampunan Allah dari sekalian kesalahan (4X).

    Surah 4: An-Nisa’: Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon keampunan daripada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”

    Surah 11: Hud: Ayat 90: “Dan mintalah ampunan Tuhanmu, kemudian kembalilah taat kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengasihani, lagi Maha Pengasih.”

    Tiada Tuhan Melainkan Allah (50X).

    Komentar tentang kalimah tauhid sangat panjang. Kalimah “La ilaha illallah” ini adalah kunci syurga. Diriwayatkan oleh Abu Dzar bahwa Rasulullah S. A. W. bersabda: “Allah tidak membenarkan seseorang masuk ke neraka kalau dia mengucapkan kalimah tauhid ini berulang-ulang kali.”

    Muhammad Rasulullah, Allah Mencucurkan Shalawat dan Kesejahteraan di atasnya dan keluarganya. Moga-moga dipermuliakan, diperbesarkan, dan diperjunjungkan kebesarannya. Serta Allah Ta’ala meredhai akan sekalian keluarga dan sahabat Rasulullah, sekalian tabi’in dan yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari hari ini sehingga Hari Kiamat, dan semoga kita bersama mereka dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih daripada yang mengasihani.

    Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa; Allah Yang menjadi tumpuan segala permohonan; Ia tidak beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang sebanding dengan-Nya. Surah Al-Ikhlas (3X).

    Dari Imam Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-khudri; seseorang mendengar bacaan surah al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya dia datang kepada Rasulullah S.A.W. dan sampaikan perkara itu kepadanya sebab dia menyangka bacaan itu tidak cukup dan lengkap. Rasulullah S. A. W berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti sepertiga al Quran!”

    Dari Al-Muwatta’, diriwayatkan oleh Abu Hurairah; Saya sedang berjalan dengan Rasulullah S. A. W., lalu baginda mendengar seseorang membaca surah al-Ikhlas. Baginda berkata, “Wajiblah.” Saya bertanya kepadanya, “Apa ya Rasulallah?” Baginda menjawab, “Syurga” (Wajiblah surga bagi si pembaca itu).

    Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad); “Aku berlindung dengan Tuhan yang menciptakan cahaya subuh, daripada kejahatan makhluk-makhluk yang Diciptakan; dan daripada kejahatan malam apabila ia gelap gelita; dan daripada (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpulan-simpulan ikatan; dan daripada kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya”. Surah Al-Falaq.

    Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya: Rasulullah S. A.W. biasanya apabila ada salah seorang anggota keluarga baginda yang sakit, baginda menyemburnya dengan membaca bacaan-bacaan. Sementara itu, ketika baginda menderita sakit yang menyebabkan baginda wafat, aku juga menyemburkan baginda dan mengusap baginda dengan tangan baginda sendiri, kerana tangan baginda tentu lebih banyak berkatnya daripada tanganku.

    Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung dengan Tuhan sekalian manusia. Yang Menguasai sekalian manusia, Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia, Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, dari kalangan jin dan manusia”. Surah An-Nas.

    Dari Tirmidzi diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri; Nabi Muhammad S. A. W. selalu meminta perlindungan daripada kejahatan jin dan perbuatan hasad manusia. Apabila surah al-falaq dan an-nas turun, baginda ketepikan yang lain dan membaca ayat-ayat ini sahaja.

    Kita membaca al-fatihah ini dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada ruh suci junjungan kita, kekasih dan pemberi syafaat kita, rasulullah, Muhammad putra abdillah, dan kepada keluarga, sahabat-sahabat, istri-istri, keturunan, dan ahli baitnya, dan kepada ruh suci sayyidina al-muhajir ahmad bin isa, dan kepada nenek moyang beserta anak cucunya, semoga Allah meninggikan derajat mereka di surga, memperbesar ganjaran mereka, melipat gandakan kebaikan mereka, dan melindungi kita dengan berkat kemuliaan mereka. Memberikan manfaat dan melimpahkan keberkahan, rahasia-rahasia, cahaya-cahaya, dan ilmu mereka kepada kita dalam urusan agama, dunia, dan akhirat, al-fatihah.

    Kita membaca al-fatihah ini dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada ruh suci junjungan guru kami yang mulia al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin al-Baalawi, nenek moyang dan anak cucu mereka, dan kepada semua pembesar keluarganya al-abaalwi dan nenek moyang beserta anak cucunya semoga Allah meninggikan derajat mereka di surga, memperbesar ganjaran mereka, melipat gandakan kebaikan mereka, memberikan manfaat dan melimpahkan keberkahan, rahasia-rahasia, cahaya dan ilmu mereka kepada kita, dalam urusan agama, dunia, dan akhirat. Al-fatihah.

    Kita membaca al-fatihah ini dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada arwa suci para penghulu kita, para sufi dimanapun arwa mereka berada, di timur atau barat, semoga Allah meninggikan derajat mereka di surga, memperbesar ganjaran mereka, melipat gandakan kebaikan mereka, dan melindungi kita dengan berkat kemuliaan mereka, memberikan manfaat dan melimpahkan keberkahan, rahasia-rahasia, cahaya-cahaya dan ilmu mereka kepada kita dalam urusan agama, dunia, dan akhirat al-fatihah.

    Kita membaca al-fatihah ini dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada ruh suci penyusun ratib ini syyidina quthub al-rasyid wa ghauts al-ibad habib abdillah bin alwi al-haddad, juga kepada nenek moyang dan anak cucu mereka, semoga Allah meninggikan derajat mereka di surga, memperbesar ganjaran mereka, melipat gandakan kebaikan mereka,dan melindungi kita dengan berkat kemuliaan mereka, memberikan manfaat dan melimpahkan keberkahan, rahasia-rahasia, cahaya, dan ilmu mereka kepada kita dalam urusan agama, dunia, dan akhirat al-fatihah.

    Kita membaca al-fatihah ini dengan niat semoga Allah melimpahkan pahalanya kepada arwa suci hamba-hamba Allah yang sakeh, orang-orang tua, guru-guru agama kita dan orang-orang yang mempunyai hak atas kita, serta orang-orang yang meninggal di negeri ini dari ahli “laa ilaaha illallah” dan untuk arwah orang yang meninggal dari kaum muslimin dan mereka yang masih hidup sampai hari akhirat kelak, semoga Allah mengampuni dan menyayangi mereka, melepaskan kesulitan kaum muslimin serta mengasihi merek, menyembuhkan penyakit mereka dan menyatukan mereka semua dalam petunjuk, melunakkan hati sesame mereka, menguasakan atas mereka orang-orang terbaik yang ada diantara mereka, dan menyelamatkan mereka dari (penguasaan) orang-orang jahat yang ada diantara mereka, dan melindungi kita dan mereka dari kejahatan fitnah, cobaan, dan dari gangguan orang-orang yang melampaui batas, dari dekat maupun jauh.

    elapangkan kehidupan mereka, memperlebat hujan mereka, dan mengabulkan semua hajat kita, hajat-hajat yang diridhai Allah dan rasul-Nya, dan membukakan bagi kita (ilmu pengetahuan dan ma’rifat) sebagaimana yang telah dibukakannya kepada orang-orang arif dan mengakhiri hidup kita dalam ridha-Nya, dalam kebaikan, kelembutan, dan keselamatan. Dan kepada junjungan kita nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Al-fatihah.

    Yaa Allah sungguh kami memohon kepada-Mu akan ridha dan surga-Mu, dan kami berlindung kepada-Mu dari kemarahan-Mu dan siksa api neraka.

    Yaa Allah, yang maha mengetahui segala rahasia kami, janganlah kiranya engkau buka tirai rahasia dari kami. Berikanlah kesehatan pada kami dan maafkanlah diri kami dimanapun kami berada.

    Semoga Allah membalaskan junjungan kami Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dari kami atas jasa-jasanya dengan balasan yang baik, semoga Allah membalaskan junjungan kami Muhammad sallallahu alihi wa sallam dari kami atas jasanya dengan balasan yang berhak diperolehnya.

    Penutup

    Demikianlah penjelasan yang sangat lengkap terkait wirid Ratib Al Hadad, mencakup teks aslinya dalam bahasa Arab, tulisan latin, dan terjemahannya dalam artikel ini. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi semua pembaca.

    Kami berharap bahwa setiap orang yang membaca dan mengamalkan Ratib Al Hadad akan mendapatkan berkah yang luar biasa. Dengan begitu, kehidupan di dunia ini dan persiapan untuk akhirat akan terang benderang, sebagaimana sinar cahaya yang memancar melalui zikir Ratib Al Hadad.

    Kami juga ingin menyampaikan permintaan maaf apabila ada kesalahan atau ketidaktepatan dalam penjelasan dan tulisan kami. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan rahmat-Nya kepada kita semua.

  • Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an ketika Dibakar dan Meminta Keturunan

    Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an ketika Dibakar dan Meminta Keturunan

    Membaca doa Nabi Ibrahim ketika mengalami sebuah musibah dalam kehidupan memang sebaiknya umat Muslim lakukan. Pasalnya, Nabi Ibrahim sendiri memiliki beberapa doa yang sering dipanjatkan dan tertulis di dalam Al-Qur’an.

    Bahkan, kisah serta mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim juga dijelaskan secara rinci di dalam Al-Qur’an sebagai salah satu wujud kebesaran Allah SWT dalam memberikan kekuatan kepada utusanNya.

    Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an sendiri sebenarnya sudah cukup populer. Utamanya bagi setiap muslim yang selalu membaca ayat suci Al-Qur’an. Namun, tentu saja beberapa orang masih ada yang belum mengetahuinya.

    Apa Doa Nabi Ibrahim ketika Dibakar?

    Kisah Nabi Ibrahim dibakar tentu sudah bukan cerita baru lagi. Latar belakang yang membuatnya terbakar sendiri sangat menyedihkan. Di mana, pada masa itu penyembah berhala sangat marah karena Tuhan mereka telah hancur.

    Salah satu diantara mereka menyebut nama Ibrahim yang kisahnya terdapat di surat QS. Al-Anbiya: 61.

    َالُوا فَأْتُوا بِهِ عَلَىٰ أَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ

    Artinya: “Mereka berkata: “(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan.” (QS. Al-Anbiya: 61).

    Berbeda dengan pemikiran para penyembah berhala yang ingin menyakiti Nabi Ibrahim. Hal tersebut justru keinginan Nabi Ibrahim untuk membuat mereka semua berkumpul agar bisa menegakkan hujah kepada berhala atas ideologi yang batil.

    قَالُوا أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَٰذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ , قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَٰذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ

    Artinya: “Mereka bertanya: “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?.” 

    Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”.” (QS. Al-Anbiya’: 62-63)

    Namun, hujjah yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim nyatanya tidak bernilai baik. Justru menimbulkan kebingungan diantara orang yang berkumpul. Sehingga rasa yang tertinggal hanyalah kekuatan.

    Baca juga: Cara Menjamak Sholat Maghrib di Waktu Isya (Jamak Takhir)

    Mereka lantas berkumpul dengan membawa kayu bakar serta menyalakannya. Titik keburukan mereka telah mencapai puncak.

    Hal tersebut membuat mereka meletakkan Nabi Ibrahim AS pada daun pelempar manjaniq dalam keadaan terikat kedua tangannya kebelakang serta dilempar dengan menyakitkan.

    Melalui hal menyedihkan seperti itu, apa bunyi doa Nabi Ibrahim? Pastinya kita penasaran sekali. Ketika mencapai puncaknya, Nabi Ibrahim AS mengucapkan Hasbunallah wa ni’mal wakiil. 

    Namun, Rasulullah SAW mengatakannya melalui Al-Qur’an. Lantas, doa Nabi Ibrahim di surat apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW?

    إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

    Artinya: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab.

    Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung” (QS. Ali Imran: 173). (HR. Bukhari no. 4563)

    Ayat tersebut dilanjutkan dalam QS Ali Imran: 174.

    فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ

    “Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Ali Imran: 174)

    Dalam kisah yang tercatat di dalam Al-Qur’an dan atas pertolongan Allah SWT. Nabi Ibrahim dapat diselamatkan dari panasnya api pembakaran berhala.

    Allah Ta’ala berfirman:

    قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ , وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ

    Artinya: “Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”, mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.” (QS. Al-Anbiya’: 69-70)

    Disebutkan oleh Ka’ab Al-Ahbar, “Tidak ada sesuatu pun yang terbakar dari Ibrahim selain rantai yang digunakan untuk membelenggu beliau saja.”

    Dalam surat yang lain, Allah SWT juga menceritakan kisah dari Nabi Ibrahim AS.

    قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ , فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ

    Artinya: Mereka berkata: “Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu. Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.” (QS. As-Saffat: 97-98)

    Saat tubuh Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api membara, yang tertulis dalam surah Ali Imran ayat 173, Doa Nabi Ibrahim AS yakni:

    Doa Nabi Ibrahim Saat Dibakar

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

    Latin: Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir

    Artinya: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

    Doa tersebut pun dibaca oleh Rasulullah SAW pada saat orang-orang musyrik menetangnya, sehingga Rasulullah SAW mendapatkan perlindungan-Nya.

    Baca juga: Hukum Bacaan Iqlab: Pengertian, Cara Baca dan Contohnya

    Doa Nabi Ibrahim untuk Mendapatkan Keturunan yang Sholeh

    Nabi Ibrahim merupakan salah satu Nabi Allah yang diuji dengan memiliki keturunan dalam jangka waktu cukup lama. Namun, kesabaran beliau sangat besar sehingga Allah SWT mudahkan untuk mencapai keinginannya dalam memiliki keturunan.

    Lantas, apa doa Nabi Ibrahim untuk anaknya? Nabi Ibrahim selalu memanjatkan doa secara rutin dan terus merayu Allah SWT untuk segera diberikan keturunan untuknya dan istrinya. Doa ini bahkan bisa kita lihat di dalam Al-Qur;an.

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    latinnya: Robbi hablii minash shoolihiin

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih” (QS. Ash-Shaffat: 100).

    Tidak hanya doa Nabi Ibrahim pada surat Ash-Shaffat ini saja yang Beliau ucapkan akan tetapi Nabi Ibrahim juga melakukan doa lain kepada Allah SWT untuk mendapatkan keturunan yang sholeh dan taat kepada sang Pencipta.

    Doa Nabi Ibrahim untuk anaknya selanjutnya juga tertuang di dalam QS. Ibrahim : 40.

    رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan dari anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku” (QS. Ibrahim: 40).

    Selain itu, Beliau juga memiliki doa yang lain yaitu:

    وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

    Artinya: “Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala” (QS. Ibrahim: 35).

    Belum berhenti sampai di sana. Ketika memasuki usia 40 tahun, ada juga doa dari Nabi Ibrahim yang memiliki makna ketulusan serta ingin berserah kepada Allah SWT dengan memohon hal terbaik untuk kedepannya.

    رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

    Artinya: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai. 

    Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku” (QS. Al-Ahqaf: 15).

    Berdasarkan doa dari Nabi Ibrahim di atas, dapat kita simpulkan bahwa ketika menginginkan sesuatu pasti dibutuhkan sebuah usaha. Tidak hanya kita sebagai manusia biasa saja, seorang Nabi yang merupakan utusan langsung Allah SWT.

    Ketika menginginkan sesuatu maka tidak pernah berhenti berusaha dan berdoa. Tentunya tanpa paksaan dan selalu menyerahkan keputusan terbaiknya hanya kepada Allah SWT.

    Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang sudah mendapatkan banyak sekali ilmu serta ajaran dari ahli ibadah sebelumnya. Dapat turut mengamalkannya dengan baik.

    Manfaat Membaca Doa Nabi Ibrahim

    Setelah mengetahui apa saja kisah dan juga doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah SWT. Tahukah kita bahwa dengan turut mengamalkannya ketika mengalami sebuah kesulitan atau musibah, ternyata terdapat manfaat signifikan, loh.

    Beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan apabila membacakan doa dari ajaran Nabi Ibrahim antara lain:

    1. Media untuk Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan

    Dengan membaca doa yang telah diajarkan oleh Nabi Allah Ibrahim AS, ternyata hal itu bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita, loh. Di mana, keimanan ini sangat penting setiap muslim jaga.

    Apalagi di dalam doa tersebut terdapat permohonan dan munajat kita sebagai hamba untuk meminta perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT. Hal tersebut merupakan sebuah ungkapan bahwa kita menyadari kebesaran Allah SWT.

    2. Semakin Dekat dengan Allah SWT

    Cara paling mudah untuk dekat dengan Allah SWT adalah menjalankan kewajiban dan sunnah yang sudah diajarkan oleh para ahli ilmu terdahulu.

    Nah, ikut membaca doa Nabi Ibrahim ketika sedang tertimpa masalah dapat membuat pribadi seseorang jadi lebih dekat dengan Allah SWT. Hal tersebut menjadi sebuah media untuk mendekatkan diri kepada pencipta alam dan seluruh isinya.

    Tanpa kita sadari, dengan kita memohon pertolongan Allah SWT dan mengharapkan keberkahan serta rahmatNya. Hal tersebut ternyata menjadi sebuah petunjuk dari Allah SWT untuk mempercayakan segala urusan hanya kepada-Nya.

    3. Mendapat Berkah dan Rahmat dari Allah SWT

    Selanjutnya, beberapa dari kita mungkin tidak paham bahwa doa Nabi Ibrahim ini menjadi salah satu doa paling mustajab dan sering Allah SWT kabulkan. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk membacanya secara rutin.

    Selain memohon sebuah pertolongan kepada Allah SWT dari segala bentuk cobaan dan ujian. Membaca doa ini juga mengajak kita untuk mengharapkan sebuah keberkahan hidup serta mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

    4. Percaya atas Keagungan Allah SWT

    Membaca doa Nabi Ibrahim adalah bentuk kepercayaan kita terhadap keagungan serta keajaiban yang selalu bisa Allah SWT berikan. Bahkan, untuk hal mustahil sekalipun, Allah SWT akan selalu bisa memberikan dengan cara lebih mustahil lagi.

    Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kita tidak mempercayai keagungan serta kekuatan yang Allah SWT miliki sebagai penguasa langit dan bumi.

    Pasalnya, bagaimana sebuah api yang telah membakar dirinya dengan luapan panas sangat besar tiba-tiba padam apabila tidak ada campur tangan Allah SWT didalamnya?

    Bagaimana Nabi Ibrahim bisa memiliki putra yang sholeh jika tidak karena Allah SWT mengizinkannya?

    Lantas, mau dengan cara seperti apa lagi kita percaya dengan kekuatan dan keagungan Allah SWT jika kisah yang tercatat di dalam Al-Qur’an saja tidak kita Imani? 

    Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu membaca doa Nabi Ibrahim secara rutin. Kita bisa membaca doa tersebut, di mana saja. Namun, akan lebih baik lagi jika dalam kondisi suci yakni memiliki wudhu.

  • 8 Doa Mohon Perlindungan dan Keselamatan pada Allah SWT

    8 Doa Mohon Perlindungan dan Keselamatan pada Allah SWT

    Membaca doa mohon perlindungan dapat membuat kita dijauhi dari marabahaya oleh Allah SWT.,baik itu bahaya berskala kecil atau besar.

    Bahkan Rasulullah SAW., menganjurkan umat-Nya untuk memohon doa perlindungan kepada Allah SWT., dalam hadis berikut ini:

    تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

    Artinya: “Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha, serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR. Bukhari).

    Ada berbagai macam doa mohon perlindungan kepada Allah SWT., seperti yang dijelaskan di bawah ini:

    1. Doa mohon perlindungan untuk tolak bala

    Jika kamu ingin menolak bala atau terhindar dari bahaya, kamu bisa mengamalkan 4 surat pendek yang ada di dalam Al-Qur’an.

    Keempat surat tersebut bisa kamu gunakan sebagai dzikir. Berikut doa mohon perlindungan untuk tolak bala:

    • Membaca surat An-Nas 1 kali
    • Membaca surat Al-Falaq 1 kali
    • Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 5 kali
    • Membaca surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali

    Baca juga: Doa Naik Kendaraan Darat, Udara, dan Laut, Amalkan Yuk!

    2. Doa mohon perlindungan dari orang jahat

    Ketika kamu ingin pergi ke luar rumah dan ingin meminta perlindungan dari orang jahat, berikut doanya:

    أَجْهَلَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُضَلَّ وْأَ أَضِلَّ أَنْ بِكَ أَعُوذُ إِنِّى اللَّهُمَّ عَلَىَّ يُجْهَلَ أَوْ

    Bacaan latin: Allahumma inni a-‘udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (syaitan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi).

    3. Doa mohon perlindungan keselamatan dunia dan akhirat

    Meminta perlindungan dari Allah SWT., tidak hanya untuk masalah duniawi saja, melainkan sebagai umat muslim juga harus meminta perlindungan akhirat. Sebab, hanya kepada-Nya kita bisa berlindung. Berikut bacaan doa keselamatan dunia dan akhirat:

    Bacaan latin: “Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa ‘afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti, allahummaa hawwin ‘alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaabi, rabbanaa laa tuzigh quluubana ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahma, innaka antal wahhaab, rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah waqinaa ‘adzaa ban naar.”

    Artinya: “Ya Allah kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta tobat sebelum mati dan rahman di waktu mati, serta keampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan. Ya Allah, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.”

    4. Doa mohon perlindungan terhindar dari bahaya

    Kamu juga bisa meminta perlindungan dari bahaya apapun. Atau bisa di bilang bacaan doa di bawah ini adalah doa terhindar dari bahaya secara umum.

    سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

    Bacaan latinSubhaanal ladzii sakhhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa robbinaa lamungqolibuuna.

    Artinya: “Maha suci Allah yang memudahkan ini (kendaraan) bagi kami dan tiada kami mempersekutukan bagi-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    Baca juga: Doa Memakai dan Melepas Pakaian Sesuai Sunnah, Latin dan Artinya

    5. Doa mohon perlindungan dari takdir buruk

    Takdir buruk tidak bisa kita hindari karena hanya Allah SWT., yang tahu tentang masa depan hamba-Nya. Namun, kita bisa menghindari takdir buruk dengan mengamalkan doa di bawah ini setiap hari:

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.

    Bacaan latin: Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

    6. Doa mohon perlindungan dari malapetaka

    Malapetaka adalah sebuah bahaya atau kesialan yang kita tidak tahu kapan datangnya. Maka dari itu, kamu bisa meminta pertolongan-Nya untuk terhindar dari malapetaka, seperti bacaan doa berikut ini:

    Bacaan latin: “Rabbi a’udzubika min hamazatisy syayathini wa a’udzubika rabbi ay yahdlurun.”

    Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada Engkau yang Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

    7. Doa mohon perlindungan untuk keselamatan keluarga

    Terkadang kita takut terjadi apa-apa kepada keluarga. Terlebih, kita tidak bisa memantau keluarga selama 24 jam.

    Oleh karena itu, kamu bisa meminta perlindungan dari Allah SWT., untuk keluarga yang kita sayang dengan mengamalkan doa berikut ini:

    اللهـم ادفع عنا الغلاء والبلاء والوباء والفحشاء والمنكر والشيوف المختلفة والشدائد والمحن ما ظهر منها وما بطن من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة إنك على كل شيئ قدير

    Bacaan latin: Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina’aammatan. Innaka’alaa kulli syai’in qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala, dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka. kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau, Ya, Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

    8. Doa mohon perlindungan untuk keselamatan beragama

    Sebagai umat muslim tentunya kita menghadapi banyak godaan agar kita jauh dari agama. Bahkan melenceng dari agama, seperti musyrik. Nah, agar bisa diselamatkan dalam beragama, kamu bisa membaca doa berikut ini:

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ

    تِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ سَكَرَا هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ

    Bacaan latin: “Allahumma inna nas aluka salamatan fiddiini wa ‘aafiyatan fil jasadi waziaadatan fil’ilmi wabarakatan firrizqi wataubatan qablal maut warahmatan ‘indal maut wamaghfiratan ba’dal maut allahumma hawwin’alainaa fii sakaraatil maut wa najjata minanaari wal’afwa indal hisaab

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan ketika beragama, kesehatan badan, limpahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datangnya maut, rahmat pada saat datangnya maut, dan ampunan setelah datangnya maut.”

    Itulah Doa Mohon Perlindungan dan Keselamatan pada Allah SWT yang bisa kita amalkan. Dekatkan diri pada Allah SWT agar hidup lebih mudah dan selamat dunia akhirat.

  • Bacaan Doa Tahlil Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahannya  

    Bacaan Doa Tahlil Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahannya  

    Indonesia memiliki tradisi membaca doa tahlil atau tahlilan saat seorang muslim meninggal dunia. Tradisi ini merupakan sarana mengirim doa untuk mendiang wafat yang biasa dilakukan pada hari ke 1-7,hari ke- 15, har ke- 100 dan hari ke- 1000.

    Masyarakat Indonesia juga mengenal doa ini sebagai doa arwah. Doa tahlil ini bisa dilakukan sendirian atau secara bersamaan dalam sebuah majelis.

    Ketika membaca doa tahlil, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti urutan suratnya serta pemilihan ayat Al-Qur’an. Agar tidak bingung, mari simak doa tahlil sesuai dengan urutan untuk mendoakan mendiang yang telah meninggal.

    Bacaan Doa Tahlil Lengkap Sesuai Urutan

    Berikut adalah susunan bacaan tahlil yang dikutip secara utuh dari Kitab Majmu’ Syarif lengkap Arab, latin dan terjemahannya:

    1. Doa Pengantar Al-Fatihah

    اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

    Ila hadrotin nabiyi Shollallahu ‘alaihi wasallam, wa alihi wa ikhwanihi minal anbiyaai wal mursaliin wal awliyaai wasyuhadaai washoolihiina washohaabati wattabi’iina wa al ‘ulamaai al aamiliin wal mushonnifiina al mukhlisiina wa jamii’il malaaikatil muqarrabiin,

    Tsumma ila jami’i ahlil kubur minal muslimiina wal muslimaati walmukminiina wal mukminaati min masyaariqil ardhi ila maghoo ribiha barriha wa bahriha, khushushon ilaa abaainaa wa ummahaatiba wa jdaadanaa wa haddaarina wa masyaayikhonaa wa masyaayikhina wa limanijtama’na hahuna bisababihi syaiun lillaahi lahumul fatihah …

    Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”

    Baca juga: Hukum Karma dalam Islam Apakah Ada? Ini Penjelasannya!

    2. Al-Fatihah

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

    Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi robbil’aalamiin. Arrohmaanir rohiim. Maalikiyaumiddin. Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin. Ihdinash shiroothol mustaqiim. Shiroothol ladziina an’amta’ alaihim ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaalliin.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kau kabulkan permohonan kami.”

    3. Membaca Surat Al-Ikhlas Sebanyak 3 Kali

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ

    Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam ylad, wa lam yakul lah kufuwan ahad (3 kali).

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Dialah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.’” (3 kali).

    4. Tahlil dan Takbir

    لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ 

    Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar

    Artinya: “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah Mahabesar.”

    5. Membaca Surat Al Falaq

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَاثاتِ فِى الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

    Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul auudzu birabbil falaq. Minsyarri maa khalaq. Waminsyarri ghaashiqin idzaa waqob. Waminsyarrinnaffaa saatifil uqad. Waminsyarril haasidzin idaa hasad.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.’”

    6. Tahlil dan Takbir 

    لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ 

    Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar.

    Artinya: “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah Mahabesar.”

    7. Membaca Surat An-Nas

     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. اِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُوْرِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ  

    Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul a’uudzu birabbinnaas. Malikinnaas. Ilahinnaas. Minsyarril was waasil khannaas. Alladzii yuwas wasufii shudhuurinnaas. Minaal jinnati wannaas.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.’”

    8. Membaca Tahlil dan Takbir

    لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ 

    Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar.

    Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah Mahabesar.”

    9. Membaca Surat Al-Fatihah

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

    Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi robbil’aalamiin. Arrohmaanir rohiim. Maalikiyaumiddin. Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin. Ihdinash shiroothol mustaqiim. Shiroothol ladziina an’amta’ alaihim ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaalliin.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai.

    10. Membaca Surat Al-Baqaah ayat 1-5

    سْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. المّ. ذَلِكَ الكِتابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدَى لِلْمُتَّقِيْنَ. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِمَا اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَا اُنْزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْاَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ. اُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ، وَاُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ  

    Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alif laammiim. Dzaalikal kitaabu laaroiba fiihi hudan lil muttaqiin. Alladziina yu’minuuna bilghoibi wayuqiimuunash sholaata wa mimmaa rozaknaa hum yunfiquuna. Walladziina yu’minuuna bimaa unzila ilaika wamaa unzila minqoblika wabil aakhiroti hum yuuqinuun. Ulaa’ika ‘alaahudan mirrobbihim wa ulaaika humul muflihuun.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Alif lam mim. Demikian itu kitab ini tidak ada keraguan padanya. Sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad SAW) dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya. Merekalah orang orang yang beruntung.”

    Baca juga: 7 Doa untuk Menenangkan Hati dari Sedih dan Gelisah

    11. Membaca Surat Al-Baqarah Ayat 16

    وَاِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَّاحِدٌ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ 

    Wa ilaahukum ilaahuw waahid, laa ilaaha illaa huwar-rahmaanur-rahiim.

    Artinya: “Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang Maha Esa. Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Dia yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” 

    12. Membaca Ayat Kursi ( Surat Al-Baqarah Ayat 255)

    اللهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَاْ خُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَّهُ مَا فِى السَّمَوَاتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلاَّ بِاِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَينَ اَيْدِيْهِمِ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلاَ يُحْيِطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ اِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ، وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمُا، وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ  

    Allaahu laa ilaaha illaa huw, al-hayyul-qayyum, laa ta’khuzuhu sinatuw wa laa na’um, lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ar, man zallazii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi’idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiituna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ard, wa la ya’uduhu hifduhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘aziim.

    Artinya: “Allah, tiada yang layak disembah kecuali Dia yang hidup kekal lagi berdiri sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberikan syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat menjaga keduanya. Dia Mahatinggi lagi Mahaagung.”

    13. Membaca Surat Al-Baqarah Ayat 284-286

    لِلَّهِ مَا فِى السَّمَوَاتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ. وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِى اَنْفُسِكُمْ اَوْ تَخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهُ. فَيَغْفِرُ لَمِنْ يَّشَاءُ وَيُعْذِّبُ مَنْ يَّشَاءُ. وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ. اَمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ. كُلٌّ اَمَنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ. لَانًفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهِ. وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا. لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكَتْسَبَتْ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَسِيْنَا اَوْ اَخْطَاْنَا. رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا. رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ. وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ  

    Lillahi maa fis samaawaati wa maa fil ardli, wa in tubduu maa fii anfusikum autukhfuuhu yuhaasibkum bihillaah. Fa yaghfiru limay yasyaau wa yu’adzdzibu may yasyaau wallaahu ‘alaakulli syai-in qadiir.

    Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mirrabbihii wal muu’minuun kullun aamana billahi wa malaaikatihii wa kutubihii wa rusulihii, laa nufarriqu baina ahadim mir rusulihii wa qaa-luu sami’naa wa atha’naa ghuufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir.

    Laa yukallifullaahu nafsaan illaa wus ‘ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, rabbanaa laa tuaakhidnaa in nasiinaa au akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishraan kamaa hamaltahuu ‘alal ladziina min qabliinaa, rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laathaaqata lanaa bihii. (Wa’fu ‘annaa, waghfir-lanaa warhamnaa) anta maulaanaa fanshuur-naa ‘alal qaumil kaafiriin.

    Artinya, “Hanya milik Allah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan atau merahasiakan apa saja yang di hatimu, maka kamu dengan itu semua tetap akan diperhitungkan oleh Allah. Dia akan mengampuni dan menyiksa orang yang dikehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Rasulullah dan orang-orang yang beriman mempercayai apa saja yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. Semuanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan kepada para utusan-Nya. ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang rasul dari lainnya.’ Mereka berkata, ‘Kami mendengar dan kami menaati. Ampunan-Mu, wahai Tuhan kami, yang kami harapkan. Hanya kepada-Mu tempat kembali.’ Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kemampuannya. Ia mendapat balasan atas apa yang dia perbuat dan siksaan dari apa yang dia lakukan. ‘Tuhan kami, janganlah Kau siksa kami jika kami terlupa atau salah. Tuhan kami, jangan Kau tanggungkan pada kami dengan beban berat sebagaimana Kau bebankan kaum sebelum kami. Jangan pula Kau bebankan pada kami sesuatu yang kami tidak mampu. Ampunilah kami. Kasihanilah kami. Kau pemimpin kami. Tolonglah kami menghadapi golongan kafir,”.

    14. Surat Hud ayat 73 

    ارْحَمْنَا، يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Irhamnaa yaa arhamarrahimiin (3 kali).

    Artinya: “Kasihani kami, wahai Tuhan yang Mahakasih.” (3 kali).

    رَحْمَتُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ اَهْلَ الْبَيْتِ اِنَّهُ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ 

    Rahmatullahi wa barakaatuhu ‘alaikum ahlal baiti innahu hamidun majiid.

    Artinya: “Dan rahmat Allah serta berkah-Nya (kami harapkan) melimpah di atas kamu sekalian wahai ahlulbait. Sungguh Dia Maha Terpuji lagi Maha Pemurah,” (Surat Hud ayat 73). 

    15. Surat Al-Ahzab ayat 33 

     اِنَّمَا يُريِدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا  

    Innamaa yuriidullahu liyudhiba ‘ankumurrijsa ahlal baiti wa yuthohhirakum tathhiiran.

    Artinya, “Sungguh Allah berkehendak menghilangkan segala kotoran padamu, wahai ahlulbait, dan menyucikanmu sebersih-bersihnya,” (Surat Al-Ahzab ayat 33).

    16. Surat Al-Ahzab ayat 56 

     اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا

    Inna Allaha wa malaaikatuhu yusholluuna ‘alannabiyyi yaa ayyuhalladziina aamanuu shollu ‘alaihi wasallimu tasliimaa.

    Artinya: “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bacalah selawat untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

    17. Sholawat Nabi Sebanyak 3 Kali

     اَلَّلهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ صَلَاةٍ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ، عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ 

    Allahumma sholli afdholasholaati ‘ala  as’adi makhluqatika nuuril huda sayyidinaa wamaulanaa muhammadin wa ‘ala alihi sayyidinaa muhammad. ‘Adadama ma’lumaatika wa midaada kalimaatika kullamaa dzakaraka rzaakirun. Wa ghofala ‘andziktikal ghoofiluuna.

    Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah rahmat dan kesejahteraan untuk pemimpin dan tuan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarganya, sebanyak pengetahuan-Mu dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Mu pada saat zikir orang-orang yang ingat dan pada saat lengah orang-orang yang lalai berzikir kepada-Mu.”

    18. Salam Nabi 

     وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ اَصْحَابِ سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ اَجْمَعِيْنَ 

    Wasallim waradhiyallagu ta’ala ‘an ash haabi sayyidinaa rasuulillahi ajma’iin.

    Artinya: “Semoga Allah yang Mahasuci dan Mahatinggi meridai para sahabat dari pemimpin kami (Rasulullah).” 

    19.  Surat Ali Imran ayat 173 dan Surat Al Anfal ayat 40

    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

    Hasbunallahu wani’mal wakiil

    نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

    Ni’mal maula wani’man nashiir

    Artinya, “Cukup Allah bagi kami. Dia sebaik-baik wakil. (Surat Ali Imran ayat 173). Dia sebaik-baik pemimpin dan penolong,” (Surat Al-Anfal ayat 40).

    20. Hauqalah

    وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ

    Walaa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhiim.

    Artinya, “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang maha tinggi dan agung.”

    21. Beristighfar (3 kali)

    اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ

    Astaghfirullahal ‘adziim

    Artinya, “Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung.” (3 kali).

    22. Hadis keutamaan Tahlil

    اَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ اَنَّهُ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَيٌّ مَوْجُوْدٌ

    Afdhaludzikri fa’lam annahu laa ilaaha illallah, hayyu maujuud

    Artinya, “Sebaik-baik zikir–ketahuilah–adalah lafal ‘La ilāha illallāh’, tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan ujud.”

    لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَيٌّ مَعْبُوْدٌ

    Laa ilaaha illallah, hayyu ma’buud

    Artinya, “Tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan disembah.”

    لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَىٌّ بَاقٍ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ

    Laa ilaaha illallah, hayyu baaq alladzuu lla yamuutu

    Artinya, “Tiada tuhan selain Allah, zat kekal yang takkan mati.”

    23. Tahlil (160 kali)

    لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ

    Laa ilaaha illallah

    Artinya, “Tiada tuhan selain Allah.” (160 kali).

    24. Membaca dua kalimat syahadat

    لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Laa ilaha Illallah muhammadurrasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

    Artinya, “Dengan kalimat itu, kami hidup. Dengannya, kami wafat. Dengannya pula insya Allah kelak kami dibangkitkan termasuk orang yang aman.”

    25. Doa Tahlil Singkat

    اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الحَمْدُ قَبْلَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَائِمًا أَبَدًا

    A’uudzu billahi minasy yaithoonir rojiim. Bismillaahir rohmaanirrohiim. Alhamdu lillaahi robbil’aalamiin. Hamdasy syaakiriin, handan naa’imiin, hamday yuwaafii ni’amahuu wa yukaafi’u mazzidah, yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yan baghii lijalaali waj-hika wa ‘azhiimi sulthoonik. Alloohumma shalli wa shallim ‘alaa sayyidinaa muhammad, wa’alaa aali sayiidinaa muhammad

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu.”

    Cara Mengirim Doa Untuk Orang yang Meninggal Sesuai Ajaran Islam

    Jika ingin mengirim doa namun tidak memilikiwaktu cukup banyak untuk membaca doa tahlil,berikut tata cara kirim doa untuk orang meninggal:

    1. Berdoa Saat Mendengar Kabar Duka

    Hal paling dasar yang bisa dilakukan seorang muslim yakni melafalkan bacaan tersebut ketika orang meninggal:

    اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

    Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn

    Artinya: “Sesungguhnya semua ini hanya milik Allah dan hanya kepadanyalah kami kembali.”

    Doa tersebut sebagai pengingat bagi setiap manusia bahwa semua yang bernyawa pasti akan kembali.

    2. Menyebut Nama Jenazah

    Perlu diketahui jika mengirim doa perlu menyebut nama orang yang dituju, meski Allah Maha Mengetahui, menyebut nama jenazah almarhum atau almarhumah dalam doa bertujuan agar lebih jelas kepada siapa doa tersebut diberikan.

    Adabnya dengan menambahkan bin pada nama yang akan dituju. Bacaan doa untuk orang meninggal secara khusus adalah sebagai berikut:

    Doa Khusus untuk Almarhum (Pria)

    Khususon ila ruhi abii (menyebut namanya) bin (menyebut nama ayahnya). Allahummaghfirlahu warhamhu wa aafihi wa’fu ‘anhu, lahumul fatihah. 

    Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya dia (menyebut namanya) putranya (menyebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    Doa Khusus untuk Almarhumah (Perempuan)

    Khususon ila ruhi ummii (menyebut namanya) binti (menyebut nama ayahnya). Allahumaghfirlaha warhamha wa afihaa wa’fu anhaa, lahumul fatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya dia (menyebut namanya) putrinya (menyebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    3. Baca Surat Al-Fatihah

    Surat Al-Fatihah juga dapat digunakan untuk mengirimkan doa bagi orang yang meninggal.

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ (2) الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (7)

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm, al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn ar-raḥmānir-raḥīm māliki yaumid-dīn iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm ṣirāṭallażīna anamta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus: (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

    Itu dia rangkaian dan tuntunan doa tahlil secara berurutan. Semoga doa-doa yang dibacakan menjadi kebaikan bagi seorang muslim yang membacanya dan bagi almarhum dan arhumah yang didoakan.

    Semoga bermanfaat, Assalamualaikum wr. wb.

  • Kumpulan Doa Nabi Yusuf, Keutamaan dan Cara Mengamalkannya

    Kumpulan Doa Nabi Yusuf, Keutamaan dan Cara Mengamalkannya

    Ada berbagai macam doa yang bisa diamalkan oleh umat muslim. Salah satunya adalah doa Nabi Yusuf. Seperti yang kita tahu bahwa Nabi Yusuf dikenal memiliki paras yang rupawan dan berakhlak mulia.

    Meski begitu, sejak kecil Nabi Yusuf sering dimusuhi oleh saudara-saudaranya. Tak hanya itu, cobaan demi cobaan telah dilalui oleh Nabi berparas tampan yang satu ini.

    Akan tetapi, Nabi Yusuf berhasil melewati berbagai cobaan yang menghadanginya dan berbagai macam fitnah berkat doa di bawah ini.

    Ingin tahu doa apa saja yang dipanjatkan oleh Nabi Yusuf selama menghadapi cobaan hidup? Yuk, ketahui jawabannya di bawah ini!

    5 Doa Nabi Yusuf yang Bisa Diamalkan

    Diketahui bahwa kisah hidup Nabi Yusuf tercantum di dalam Al-Qur’an. Sebuah keistimewaan yang diperoleh beliau dari Allah SWT.

    Selama menjalani hidupnya, Nabi Yusuf sering memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dipermudah dalam kesulitan dan terhindar dari berbagai fitnah. Berikut kumpulan doa Nabi Yusuf yang bisa kamu amalkan setiap hari!

    1. Doa Nabi Yusuf agar wajah bercahaya dan dicintai banyak orang

    الَّلهُمَّ جَئَلْنِى نُوْرُ يُوْسُفَ عَلَى وَجْهِي فَمَنْ رَ اَنِى يُحِبُّنِي مَحَبَّتَنْي

    Bacaan latin: Allaahummaj’alnii nuuru yusufa ala wajhii fa man ro aanii yuhibbunii mahabbatan.

    Artinya:  “Ya Allah, jadikanlah Nur cahaya Nabi Yusuf pada wajahku, dan bagi siapa yang melihat akan menjadi kagum serta memiliki cinta kasih kepadaku.”

    Pada bacaan doa di atas bisa kamu amalkan untuk memancarkan aura wajah agar terlihat lebih menawan dan menarik hingga dapat dicintai oleh semua orang.

    2. Doa Nabi Yusuf Saat Bercermin

    Doa Nabi Yusuf saat bercermin

    اَلَّلهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

    Bacaan latin: Allahumma kamaa hassanta khalqii fa hassin khuliqi.

    Artinya: “Ya Allah sebagaimana Engkau telah ciptakan aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku.”

    Doa saat bercermin ini bisa kamu amalkan ketika sedang bercermin agar diberikan rasa syukur karena Allah SWT telah memberikan rupa dan akhlak yang baik.

    3. Doa agar terhindar dari perbuatan maksiat

    قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

    Bacaan latin: Qāla rabbis-sijnu aḥabbu ilayya mimmā yad’ụnanī ilaīh, wa illā taṣrif ‘annī kaidahunna aṣbu ilaihinna wa akum minal-jāhilīn

    Artinya: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.”

    Cerita di balik dari doa di atas adalah saat Nabi Yusuf mendapatkan sebuah ujian godaan dari istri pembesar Mesir atau ibu angkatnya.

    Si wanita tersebut terus menggoda Nabi Yusuf, namun ia tidak tergoda karena memanjatkan doa di atas untuk meminta perlindungan dari Allah SWT agar dijauhkan dari godaan setan dan hawa nafsu.

    Kamu juga bisa mengamalkan doa tersebut agar tidak terjerumus pada perbuatan maksiat. Terkadang, sebagai manusia biasa selalu ada hal-hal yang membuat kita jauh dari agama atau terjerumus pada perbuatan maksiat.

    Untuk itu, tidak ada salahnya memanjatkan doa di atas setiap kali iman kamu goyah. Sebab, sebaik-baiknya pertolongan adalah perlindungan dari Allah SWT.

    Baca juga: Hukum Bacaan Iqlab: Pengertian, Cara Baca dan Contohnya

    4. Doa agar terhindari dari ajakan maksiat

    مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

    Bacaan latin: “Ma’adzallah, innahu rabbii ahsana matswaaya, wainnahu laa yuflihudza-dzaalimin.”

    Artinya; “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS. Yusuf; 23).

    Sama seperti manusia lainnya, dalam perjalanan hidupnya, Nabi Yusuf sering kali diajak ke dalam perbuatan maksiat. Namun, ia lebih memanjatkan doa kepada Allah SWT agar selalu diberikan keselamatan atas perbuatan yang tidak baik dan benar.

    Sebagai umat muslim, kita juga bisa mencontoh doa dan perilaku Nabi Yusuf agar terhindar dari godaan setan.

    5. Doa agar diberikan perlindungan

    رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ

    Bacaan latin: Rabbi qad aataytanii minal mulki wa ‘allamtanii min ta’wiilil ahaaditsi faathiros samaawaati wal ardhi anta waliyyi fiddunyaa wal aakhiroh tawaffanii muslimaw wa alhiqnii bish shoolihiin.

    Artinya: “Ya Rabbku, Sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian tabir mimpi. (Ya Rabb) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat. (QS. Yusuf ayat 101)”.

    penggalan ayat di atas menceritakan tentang Nabi Yusuf yang pernah bermimpi melihat sebelas bintang. Arti dari mimpi tersebut merupakan tanda-tanda dari mimpi para Nabi.

    Mendengar mimpi tersebut, ayahnya, Nabi Yaqub, menutupi kabar mimpi anaknya ke saudara-saudaranya Nabi Yusuf. Sebab, khawatir Nabi Yusuf akan dibenci.

    Untuk mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, Nabi Yusuf memanjatkan doa seperti di atas. Kamu juga bisa mengamalkan doa tersebut agar dilindungi oleh Allah SWT dari fitnah yang kejam.

    Baca juga: 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    4 Keutamaan Doa Nabi Yusuf

    Terdapat beberapa keutamaan doa Nabi Yusuf jika kamu sering mengamalkannya, yaitu sebagai berikut:

    1. Mendapatkan kekuatan melawan hawa nafsu

    Seperti salah satu doa di atas yang Nabi Yusuf amalkan untuk menahan hawa nafsu dari godaan istri pembesar Mesir.

    Nah, doa tersebut bisa kamu panjatkan agar setan tidak bisa menggoda kamu untuk melakukan hal maksiat atas izin Allah SWT.

    2. Terhindar dari musibah

    Tidak ada seorang pun yang tahu tentang masa depan atau apa yang akan terjadi. Begitu juga dengan Nabi Yusuf. Nabi Yusuf memanjatkan doa kepada Allah SWT agar terhindar dari fitnah wanita.

    Jadi, jika kamu merasa sedang dalam keadaan yang tidak baik, maka segeralah memohon pertolongan Allah swt melalui doa Nabi Yusuf.

    3. Memancarkan aura wajah yang bercahaya

    Nabi Yusuf terkenal sebagai Nabi paling tampan dan rupawan. Meski begitu, Nabi Yusuf tetap memanjatkan doa agar wajahnya memancarkan aura yang bercahaya dan bersyukur dengan apa yang dikasih oleh Allah SWT.

    Dengan kamu mengamalkan doa Nabi Yusuf seperti di atas, kamu tidak hanya meminta agar wajah kamu terlihat lebih bercahaya, tampan atau cantik. Namun, juga mensyukuri karena Allah telah memberikan rupa dan akhlak yang baik.

    4. Mendapatkan kekuatan dalam menghadapi ujian

    Seringkali, ujian datang untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan seseorang. Termasuk para Nabi-nya Allah.

    Dengan membaca doa Nabi Yusuf kamu akan mendapatkan sumber kekuatan untuk menghadapi cobaan hidup.

    3 Cara Mengamalkan Doa Nabi Yusuf

    Agar mendapatkan kemudahan dan terhindar dari berbagai fitnah keji seperti Nabi Yusuf, kamu tidak hanya memanjatkan doa saja, melainkan juga harus tahu cara mengamalkannya.

    Supaya doa yang kita panjatkan lebih maksimal dan mendapatkan banyak syafaat. Berikut beberapa cara mengamalkan doa Nabi Yusuf:

    1. Berdoa setelah sholat wajib

    Berdoa setelah selesai melaksanakan sholat fardhu merupakan waktu doa yang bisa diijabah oleh Allah SWT. Tak hanya itu, doa saat akhir sujud sebelum salam juga menjadi waktu suci untuk berdoa.

    Maka dari itu, ada baiknya jika mengamalkan semua doa di atas setelah selesai sholat wajib dan mengucapkan doa tersebut sebanyak 7 kali agar lebih afdhol.

    Biasanya, doa ini dilantunkan di akhir setelah sholat dan tepat setelah salam.

    2. Menjaga wudhu ketika berdoa

    Menjaga wudhu supaya badan tetap suci dari hadas saat berdoa merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kebaikan dari Allah SWT.

    Berdoa artinya kita meminta sesuatu kepada Allah SWT, sehingga sebelum berhadapan dengan Allah SWT harus dalam keadaan suci dan dijaga kesuciannya.

    Dengan berwudhu, kita juga dapat melindungi diri dari perbuatan-perbuatan maksiat. Sebab, saat berwudhu ada beberapa pantangan supaya wudhu kita tidak batal.

    3. Pada saat bercermin disarankan memakai wewangian

    Ketika hendak berdoa sebelum bercermin, disarankan untuk memakai wewangian agar bisa mendapatkan manfaat yang sangat luar biasa.

    Sebelum menghadap ke Allah SWT untuk meminta sesuatu, seharusnya dalam keadaan rapid an suci.

    Rutin melaksanakan doa Nabi Yusuf juga akan membuat seseorang wajahnya bersinar dan lebih tampan atau cantik.

  • Bacaan Doa Keluar Rumah: Arab, Latin dan Artinya

    Bacaan Doa Keluar Rumah: Arab, Latin dan Artinya

    Saat keluar rumah, hal yang paling diharapkan bagi setiap orang adalah selamat sampai tujuan. Keterbatasan manusia akan hal-hal yang mungkin terjadi diperjalanan, menjadikan doa keluar rumah sebagai pelindung diri yang paling baik.

    Berdoa sendiri adalah bentuk komunikasi yang bisa menghubungkan umat muslim dengan Allah SWT sebagai bentuk permohonan dan belas kasih.

    Dengan berdoa, kita sebagai seorang muslim percaya bahwa tiada daya upaya yang lepas dari kuasa-Nya.

    Doa Keluar Rumah sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi selama di luar rumah, salah satunya saat melakukan perjalanan jauh.

    Oleh karena itu penting bagi kita sebagai muslim yang beriman untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT dengan membaca doa keluar rumah. Yuk simak beberapa doa keluar rumah berikut!

    1. Doa Keluar Rumah Secara Umum

    Bacaan doa keluar rumah ini adalah yang paling umum digunakan oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.

    Meski bacaannya pendek, namun doa ini sudah cukup bagi seseorang untuk mendapatkan perlindungan Allah SWT.

    Hal ini diperkuat dengan sabda Rasulullah dalam hadis Tirmidzi yang berbunyi:

    ‘Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa haula wa laa quwwata illaa billah’, maka dikatakan kepadanya: kamu telah tercukup dan terlindungi, dan syetan pun akan menjauh darinya.” (HR. Tirmidzi; hasan shahih. Hadits senada diriwayatkan juga oleh Abu Daud).

    Adapun bacaan doa keluar rumah yang singkat ini adalah sebagai berikut:

    بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

    Latin: Bismilaahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja.”

    Baca juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

    2. Doa Keluar Rumah Perjalanan Jauh

    Dengan alasan ingin sampai dengan selamat inilah, berdoa menjadi awal paling baik memulai perjalanan sejauh apapun jarak yang akan ditempuh.

    Harapan untuk mendapatkan perjalanan yang aman dan nyaman ini membuat doa keluar rumah menjadi begitu penting.

    Dengan membaca doa keluar rumah berikut ini, Insyaallah perjalanan sejauh apapun akan dilancarkan Allah SWT.

    اللهمَّ الطفْ بي في تيسيرِ كلِّ عسيرٍ فإن تيسيرَ كلِّ عسيرٍ عليك يسيرُ وأسألُك اليسرَ والمعافاةَ في الدنيا والآخرةِ

    Latin: Allahummalthuf bi fi taisiri kulli ‘asir fa inna taisira kulli ‘asirin ‘alaika yasir, wa as alukal yusra wal mu’afata fid dunya wal akhirati.

    Artinya: “Ya Allah, lunakkanlah kepadaku dalam memudahkan setiap sesuatu yang sulit karena memudahkan setiap sesuatu yang sulit bagi-Mu sangat mudah, dan aku memohon kepada-Mu kemudahan dan kesehatan di dunia dan akhirat.”

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

    3. Doa Keluar Rumah dengan Berkendara

    Sebagian orang yang tinggal di luar perkotaan, umumnya menggunakan kendaraan untuk menempuh perjalanan yang menjadi tujuan.

    Risiko yang mengancam saat berkendara, baik itu kendaraan roda dua ataupun empat seringkali sulit dihindari.

    Oleh sebab itu, penting sekali untuk kita membaca doa keluar rumah saat berkendara berikut ini:

    سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Latin: Subhanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqrinina wa inna ila rabbina lamunqalibun.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya hanya kepada Tuhan kami-lah kami akan kembali.”

    4. Doa Keluar Rumah agar Tidak Tersesat atau Dirampok

    Di Indonesia sendiri, tindak kejahatan perampokan masih banyak sekali terjadi. Sebab alasan inilah, penting bagi kita meminta perlindungan pada Allah SWT agar dapat sampai tujuan dengan sehat dan selamat. Bacaan doa keluar rumah tersebut yakni:

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

    Latin: Allahumma inni a’uzubika an adhilla aw udholla aw azilla aw uzalla aw udzlima aw udzlama aw ajhal aw ujhala ‘alayya.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari aku tersesat, atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku menzalimi, atau aku dizalimi, atau kebodohanku atau aku dibodohi.”

    5. Doa Keluar Rumah Berangkat Haji

    Melaksanakan ibadah haji atau umrah adalah kebahagiaan yang luar bisa bagi umat muslim sendiri. Ketika keluar rumah untuk berangkat umrah atau haji, dianjurkan Rasulullah SAW untuk membaca doa ini.

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانِي بِالْإِسْلَامِ وَأَرْشَدَنِي إِلَى أَدَاءِ مَنَاسِكِي حَاجَةً بِبَيْتِهِ وَمُعْتَمِرًا بِمَشَاعِرِهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ بِك انْتَشَرْت وَإِلَيْك تَوَجَّهْت وَبِك اعْتَصَمْت. اللَّهُمَّ بِكَ أَنْتَ ثِقَتِي وَرَجَائِي، اللَّهُمَّ فَاكْفِنِي مَا هَمَّنِي وَمَالًا أَهْتَمَّ لَهُ اللَّهُمَّ زَوِّدْنِي التَّقْوَى ، وَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَوَجِّهْنِي لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا تَوَجَّهْتُ.

    Latin: Alhamdu lillahl ladzi hadaaniy bil islami wa arshadaniy Ilaa adaa i manaasikiy hajatan bibaytihi wamu’tamiron binasya’irihi. Allahumma sholli ‘alan nabiyyil ummiyi wa ‘ala aalihi wa ashaabihi ajma’iyna. Allahumma bikantasyartu wa ilaika tawajjahtu wa bika’tasomtu. Allahumma bika anta tsiqotiy warijaaiy, Allahuma fakfiniy maa hammaniy wa maa laa ahtanma lahu, Allahumma zawwidniy attaqwaa, waghfirliy dzanbiy wawajahniy Lil Khoiri ainamaa tawajjahtu

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku dengan Islam dan memberi bimbingan kepadaku untuk menunaikan manasik hajiku di rumah-Nya dan mengerjakan umroh di tempat lambang-lambang (masya’ir) keagungan-Nya. Ya Allah berilah sholawat atas nabi yang tidak bisa baca dan tulis (ummi) beserta keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, bersama-Mu aku bertebaran, kelada-Mu aku menghadap dan dengan-Mu aku berpegang teguh. Ya Allah, Engkau kepercayaanku dan harapanku, maka ya Allah lindungilah aku dari sesuatu yang menyusahkan dan sesuatu yang tidak aku perlukan. Ya Allah, bekalilah aku dengan takwa dan ampunilah dosaku serta hadapkanlah wajahku pada hal-hal yang baik kemanapun aku menghadapkan. 

    Keutamaan Doa Keluar Rumah yang disunnahkan Rasulullah SAW

    Adapun keutamaan yang perlu diketahui saat membaca doa keluar rumah yakni sebagai berikut:

    1. Senantiasa mendapatkan petunjuk ke jalan yang benar
    2. Terlindungi dari gangguan setan ataupunn jin
    3. Setan tidak berani mendekat karena perlindungan doa yang kita amalkan
    4. Diberikan kecukupan baik dunia ataupun akhirat
    5. Dan apabila setan lain akan mengganggunya, setan yang lainnya akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu orang yang telah endapat petunjuk kifayah (kecukupan) dan wiqoyah (perlindungan).”  

    Nah, demikianlah doa keluar rumah penting untuk dilakukan sebelum memulai perjalanan. Semoga kita selalu terlindung dalam upaya apapun yang akan dilakukan ya! Semoga membantu, dan sampai bertemu lagi ya! Assalamualaikum wr.wb

  • 5 Doa Mengusir Setan, Salah Satunya Diajarkan Malaikat Jibril

    5 Doa Mengusir Setan, Salah Satunya Diajarkan Malaikat Jibril

    Mengalami gangguan yang dilakukan oleh setan merupakan salah satu hal yang cukup dikhawatirkan bagi kaum muslimin. Oleh sebab itu, sebagian umat Islam membaca doa mengusir setan sebagai upaya menghindari gangguan tersebut.

    Namun, perlu dipahami bahwasannya tidak semua upaya mengusir setan itu sesuai dengan syariat Islam. Malahan, ada cara pengusiran setan yang dilakukan dengan cara mengandung unsur kesyirikan.

    Lantas, bagaimana upaya kita sebagai umat Islam dalam menyikapi gangguan yang dilakukan oleh setan? Yuk, baca artikel ini agar ketemu jawabannya.

    Bentuk Gangguan-Gangguan Setan pada Manusia

    Setan itu bisa berwujud dari dua golongan, golongan manusia dan golongan jin. Adapun gangguan-gangguan setan terutama dari golongan jin adalah sebagai berikut:

    1. Gangguan Fisik

    Setan itu bisa mengganggu dan berjalan pada aliran tubuh manusia. Terkadang gangguannya berupa mempersempit dan menyumbat aliran darah tubuh manusia.

    Terkadang juga setan berwujud dalam bentuk daging dan jenis lainnya. Makanya, tidak heran apabila ada seseorang sakit tetapi lekas sembuh karena proses ruqyah atas izin Allah SWT.

    2. Gangguan Psikis

    Salah satu gangguan setan itu bisa berpengaruh dan menargetkan psikis manusia. Itulah sebaiknya kita membacakan doa mengusir setan dalam Islam agar mendapatkan perlindungan dari Allah.

    Setan bisa membisikkan manusia melalui telinga dan bahkan hati manusia. Hal ini bisa berakibat pada kebingungan dan kekacauan pada psikis seseorang.

    Baca juga: Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardu Sesuai Sunnah, Arab, Latin, dan Artinya

    3. Gangguan dalam Mimpi Manusia

    Setan juga bisa mengganggu manusia melalui mimpi-mimpi seseorang. Gangguan tersebut bisa seperti menakut-nakuti, menampilkan adegan sadis dan keji dalam mimpi seseorang, memperkosa atau bahkan hanya sekedar menindih korban.

    Untuk itulah, sebagai upaya meminta perlindungan, kita bisa membacakan doa mengusir setan berupa ayat kursi sebelum tidur.

    4. Gangguan Setan pada Kehidupan sehari-hari

    Gangguan setan juga dapat seseorang alami dalam kehidupan sehari-hari. Di antara gangguan setan tersebut adalah dengan menghalangi perjodohan, rezeki, dan mendapatkan keturunan

    Setan juga menjelma menjadi hewan yang mengganggu seperti ular hitam, kalajengking, kelabang, dan lain-lain.

    Untuk itulah, kita mengucapkan doa mengusir setan agar mendapatkan perlindungan dari Allah sehingga kita tidak mengalami gangguan setan dan jin tersebut.

    5. Gangguan ketika Beribadah

    Setan juga menganggu manusia yang sedang atau akan beribadah. Di antara gangguan tersebut seperti membuat seseorang lupa jumlah rakaat sholat, ragu-ragu ketika bersuci, mudah buang angin, dan sebagainya.

    Tentu saja, akibat dari gangguan tersebut sudah sepantasnya kita mengucapkan doa mengusir setan dan jin agar terhindar dari gangguan tersebut.

    Bacaan Doa Mengusir Setan

    Sebagai umat Islam, kita seharusnya melakukan upaya pengusiran setan sesuai dengan Syariat Islam. Tidak mengusir setan dengan cara melakukan hal-hal yang mengandung kesyirikan.

    Salah satu cara sesuai syariat yang bisa kita lakukan adalah mengucapkan doa. Berikut ini merupakan bacaan-bacaan doa dalam ikhtiar pengusiran setan yang bisa kamu lakukan.

    1. Doa Mengusir Jin yang Diajarkan Malaikan Jibril

    Agar terhindar dari gangguan setan, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah membaca doa terhindar dari gangguan jin. Doa ini telah malaikat Jibril a.s ajarkan kepada nabi Muhammad SAW.

    Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud R.A, berkata,” Aku tengah Bersama Rasulullah SAW, sementara itu Jibril juga tengan Bersama beliau. Nabi Muhammad SAW membaca al-Qur’an, tiba-tiba Jin bernama Ifrit datang dari tempat keluarnya. Di tangannya ada obor api dan ia mendekati Nabi Muhammad.

    Jibril lantas berkata, “Wahai Muhammad, maukah kau kuajari kalimat yang jika kau ucapkan, Jin Ifrit ini akan berpaling dan obornya akan padam? Ucapkanlah kalimat berikut:

    أَعُوذُ بِنُورِ وَجْهِ اللهِ الكَرِيمِ وَكَلِمَاتِهِ التَّامَاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنْ السَمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيِلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ طَوَارِيقِ النَّهَارِ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَارَحْمَن

    A’uzu bi nuuri wajhillaahil kariimi wa klimaatihit taammah allati laa yujaawizhu hunna birrun walaa faajiur min syarri maa dzara-a fii al-ardhi wamaa yakhruju minhaa wamaa yanzilu minas samaai wamaa ya’ruju fiihaa wamin syarri fitanil laili. Wan nahaari wamin syarri thawaariqin nahaari illa thaariqan yathruqu bikhairin yaa rahmaan

    Artinya: Aku berlindung dengan wajah Allah yang Mulia dan Kalimat-Nya yang sempurna yang tidak dapat diraih oleh pelaku kebaikan atau pemaksiat sekalipun, dari keburukan apa yang masuk dan keluar dari bumi. Apa yang turun dari dan naik ke langit, dari keburukan fitnah malam dan siang hari, dari keburukan para pengetuk pintu di tengah malam dan siang hari. Terkecuali, pengetuk pintu yang datang membawa kebaikan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. (HR. Ahmad).

    2. Bacaan Doa Mengusir Setan

    Doa mengusir setan

    Adapun doa membantu mengusir setan lainnya yang bisa kita ucapkan berasal dari beberapa ayat Al-Qur’an. Berikut lafadz doanya.

    رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ  | رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِوَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ | وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ

    Rabbi Annii Massaniya as-Syaithoonu binusybin Wa Adaba, Rabbi A’udzu bika min Hamazaati-s-Syayaathiini, Wa A’udzu bika Rabbi an Yakhdurun. Wa khifzhon min kulli Syaithoonin Maarid. (Q.S. Shaad:41; al-Mu’minuun:97-98; Shaffaat:7)

    Artinya: “Sesungguhnya, aku diganggu setan dengan penuh ketidaknyamanan dan penderitaan! (Q.S Shaad ayat 41). Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan-setan(Q.S Al-Mu’minuun ayat 97).  Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku(Q.S Al-Mu’minun ayat 98)…dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang paling durhaka (Q.S Shaffaat ayat 7).

    Baca juga: Doa Sebelum dan Sesudah Belajar yang Diajarkan Rasulullah SAW

    3. Membacakan Surat Al-Baqarah

    Doa mengusir setan berikutnya yang bisa kamu lafalkan adalah membacakan surat Al-Baqarah.

    Alasan dari hal ini adalah karena apabila kita membacakan surat Al-Baqarah, maka setan dan jin akan menghilang baik dari tubuh kita maupun rumah kita.

    Adapun landasan dari hal ini adalah hadits yang disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Beliau berkata:

    لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

    Artinya:

    “Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim: 780, At-Tirmidzi 2877).

    4. Membacakan Ayat Kursi

    Bacaan doa mengusir setan bahasa Arab yang bisa kamu ucapkan berikutnya adalah membacakan ayat kursi. 

    Karena membacakan ayat kursi ketika hendak tidur akan membuat kita didampingi oleh malaikat dan tidak satu setan pun yang berani mendekat hingga pagi hari tiba. Lafadz ayat kursi yang bisa kamu bacakan adalah sebagai berikut:

    اَللهُ لآَإِلهَ إِلاَّهُوَالْحَىُّ الْقَيُّوْمُ ج لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ ط لَهُ مَافِى السَّموَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ قلى مَنْ ذَالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه اِلاَّبِاِذْنِه ط يَعْلَمُ مَابَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ ج وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِه اِلاَّبِمَاشَآءَ ج وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضَ ج وَلاَيَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَالْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum.Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih.

    Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum.Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a.Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.

    Artinya: 

    “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. 

    Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. 

    Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Q.S Al-Baqarah: 255)

    5. Membacakan Surat Fussilat ayat 36

    Jika kamu bertanya apa doa untuk mengusir setan berikutnya, maka jawabannya adalah membacakan Al-Qur’an surat Fussilat ayat 63. Ayat tersebut berbunyi.

    وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Artinya: 

    Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S Fussilat ayat 36).

    Demikianlah 5 bacaan doa mengusir setan  yang bisa kamu lakukan. Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah dan terhindar dari gangguan setan baik yang berasal dari golongan jin maupun manusia.

  • 13 Doa Agar Anak Sholeh dan Sholehah, Ayah Bunda Yuk Amalkan!

    13 Doa Agar Anak Sholeh dan Sholehah, Ayah Bunda Yuk Amalkan!

    Doa agar anak sholeh tentunya bisa membantu si kecil menjadi pribadi yang lebih baik. Mulai dari untuk Allah SWT maupun orang tua dan keluarga.

    Setiap orangtua pasti akan melakukan segala hal untuk kebaikan sang anak.

    Tidak hanya sekedar usaha, tapi sebagai orang tua juga bisa melakukan ikhtiar dengan membacakan beberapa doa anak sholeh.

    Kumpulan Doa agar Anak Sholeh dan Sholeha

    Para orang tua bisa memanjatkan doa anak sholeh setiap hari. Agar mempermudah kita untuk mengetahui beberapa doa agar anak sholeh, berikut penjelasan lengkapnya:

    1. Doa agar Anak Mendapatkan Perlindungan

    Setiap orang tua pasti selalu ingin anaknya terlindungi dari semua hal bahaya dan buruk lainnya. Oleh karena itu, bisa panjatkan doa ini untuk keselamatan sang buah hati.

    أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    U’īdzukuma bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah.

    Artinya: “Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah SWT. yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.” (HR Abu Daud).

    2. Doa agar Anak Berbakti kepada Orang Tua

    اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

    Allahumma barikliy fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waf fiqhum li tho’atik, war zuqniy birrohum.

    Artinya: “Ya Allah, berilah berkah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepada-Mu dan karuniakanlah hamba rezeki berupa bakti mereka.

    Baca juga: 8 Doa Meminta Rezeki yang Berlimpah dan Berkah, Amalkan Yuk!

    3. Doa Anak agar Pintar

    اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

    Allaahummam-la’ quluuba aulaadinaa nuuron wa hik-matan wa ahlihim liqobuuli ni’matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah.

    Artinya: “Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”

    4. Doa Anak Sholeh dan Sholehah

    Selain doa-doa yang ada di atas, kita juga bisa melafalkan doa agar anak sholeh seperti berikut ini:

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

    Allahummaj ‘al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur’ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan sunnah, orang-orang yang paham dalam agama diberkahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat.”

    5. Doa agar Anak Mendapat Keberkahan

    Setiap orang tua pasti juga berharap anak-anaknya bisa mendapatkan rezeki yang lancar dan keberkahan selama kehidupannya. Selain bisa memanjatkan doa meminta rezeki, orang tua juga bisa membaca doa anak sholeh di bawah ini.

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا فِي أَئِمَّتِنَا وَجَمَاعَتِنَا وَأَهْلِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَفِيمَا رَزَقْتَنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيهِمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

    Allahumma ashlih lana fi aimmatina wa jamaa’atina wa ahlina wadzurriyyatina wa amwaalina wafiimaa razaqtana wa baariklana fiihim fid dunya wal aakhiroh.

    Artinya: “Ya Allah, perbaikilah untuk kami di dalam imam-imam kami, jemaah kami, keluarga kami, istri-istri kami, anak-anak turun kami, harta-harta kami dan di dalam apa-apa (rezeki) yang Engkau berikan kepada kami dan berilah kami keberkahan dalam urusan mereka di dunia dan akhirat.”

    6. Doa Nabi Ibrahim Memohon Anak Sholeh

    Agar kita mendapatkan anak yang saleh, maka bisa memanjatkan doa Nabi Ibrahim. Berikut ini sudah ada bacaan doa agar anak sholeh tersebut.

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn.

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”

    Setelah memanjatkan doa yang ada di atas, maka bisa melafalkan juga bacaan doa Nabi Ibrahim untuk memohon anak sholeh berikut ini.

    رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ

    Robbij’alniy muqimash sholati wa min dzurriyyati robbana wa taqobbal du’a.

    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS Ibrahim ayat 40).

    Baca juga: 7 Doa untuk Menenangkan Hati dari Sedih dan Gelisah

    7. Doa Nabi Zakaria Memohon Anak Sholeh

    Tidak hanya doa Nabi Ibrahim, kita juga bisa langsung memanfaatkan doa Nabi Zakaria. Doa ini sebenarnya sudah dipanjatkan pada saat Nabi Zakaria menunggu keturunannya datang. 

    Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membaca doa ini setiap mengaji atau setelah shalat lima waktu. Berikut ini sudah ada bacaan doa anak sholeh yang perlu kita ketahui, antara lain:

    وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ

    Wa zakariyyā iż nādā rabbahụ rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn.

    Artinya: “(Ingatlah) Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris.”

    8. Doa agar Anak Memiliki Pemahaman Agama yang Benar

    Saat ini, dunia memang terlihat sedang tidak baik-baik saja. Ada banyak sekali hal yang bisa membuat anak terbawa oleh pengaruh buruk. Oleh karena itu, kita wajib sekali memanjatkan doa agar anak memiliki pemahaman agama benar di bawah ini.

    الّلهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ

    Allahumma faqqih hu fid diini wa ‘allimhut ta’wiila.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepahaman baginya dalam urusan agama, dan ajarkanlah dia ta’wil (tafsir ayat-ayat Al-Qur’an).” (HR Bukhari).

    9. Doa untuk Anak agar Sehat, dan Bermanfaat Ilmunya

    Saat kita ingin menyekolahkan anak, sebagai orang tentunya ingin buah hati menjadi cerdas dan bermanfaat ilmu yang ia pelajari. Berikut doa agar anak sholeh menjadi sehat dan cerdas, antara lain:

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَالِمًا عَامِلًا

    Allahummaj’alhu shohiihan kaamilan, wa ‘aqilan haadziqon, wa ‘aaliman ‘amilan.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas, dan berilmu lagi beramal.”

    10. Doa agar Anak Menuruti Perkataan Ibunya

    Bagi orang tua yang ingin punya anak penurut, bisa melafalkan doa supaya anak sholeh. Berikut ini sudah ada doa agar anak menjadi sholeh yang perlu diketahui:

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqina imama.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami, dan keturunan-keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

    11. Doa untuk Melembutkan Hati Anak

    Pada umumnya, sudah menjadi tugas orang tua untuk bisa membuat hati anak menjadi luluh. Apabila kebetulan sang buah hati sulit diatur, maka kita bisa membacakan doa agar anak menjadi sholeh seperti di bawah ini.

    اَللّٰهُ لَطِيْفٌۢ بِعِبَادِهٖ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُࣖ

    Allaahu laṭiifum bi’ibaadihi yarzuqu may yasyaa’, wa huwal-qawiyyul-‘aziiz.

    Artinya: “Allah Maha Lembut takdir-Nya (serta melimpah-limpah kebaikan dan belas kasihan-Nya) terhadap hamba-hamba-Nya; Ia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya (menurut peraturan yang sudah ditetapkan) dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Kuasa.” (QS Asy-Syura ayat 19).

    12. Doa untuk Anak yang Keras Kepala agar Nurut

    يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

    Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diini.

    Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu.”

    13. Doa Untuk Anak agar Menjadi Orang yang Baik

    Doa berikut ini merupakan salah satu doa yang biasanya dipanjatkan oleh Nabi Zakaria AS. Hal ini agar beliau dikaruniai seorang anak yang baik sifatnya.

    رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

    “Robbìy hablìy mìl ladunka dzurrìyyatan thoyyìbatan ìnnaka samì’ud du’a.”

    Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 38).

    Cara Mudah Mendidik Anak Berdasarkan Islam

    Pada dasarnya, ada beberapa cara yang perlu kita ketahui untuk mendidik anak menurut islam. Berikut ini sudah ada cara mendidik yang perlu orang tua lakukan kepada anak, antara lain:

    1. Mengajarkan Tauhid

    Tauhid menjadi salah satu landasan Islam yang paling penting. Oleh karena itu, mengajarkan pendidikan tauhid pada anak menjadi kewajiban mutlak bagi semua orang tua di dunia ini.

    2. Mengajarkan Adab dan Akhlak

    Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak dalam memperoleh sesuatu, hal ini termasuk adab serta akhlak. Keduanya wajib sekali diajarkan kepada anak sebagai bekal untuk bisa berinteraksi dengan lingkungan yang akan dijalani nantinya.

    Ada banyak sekali berbagai macam etika, adab, serta akhlak yang bisa diajarkan pada anak. Contohnya saja, adab dan akhlak kepada Allah SWT, rasul, serta adab dan akhlak kepada sesama manusia yang ada di dunia.

    3. Mengajarkan Anak Ibadah

    Memperkenalkan agama pada anak sedini mungkin menjadi salah satu hal yang penting dilakukan orang tua. Caranya cukup dengan menyertakan anak dalam kegiatan ibadah, misalnya saja seperti shalat, puasa, dan zakat.

    4. Membacakan Kisah Nabi dan Suri Teladan

    Cara untuk bisa mendidik anak lainnya yaitu harus sempatkan waktu untuk bisa membacakan kisah suri teladan seperti sahabat nabi, para nabi, ashabul kahfi, dan masih banyak lainnya. 

    Hal ini dilakukan agar anak bisa langsung belajar menjadi pribadi yang baik. Selain itu, juga mampu menerapkan ajaran Islam sesuai dengan syariat.

    Jadi beberapa doa untuk anak yang ada di atas dapat dipanjatkan orang tua agar Si Kecil bisa tumbuh dengan baik. Dengan memanjatkan doa agar anak sholeh setiap hari, maka diharapkan anak bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.