Tag: Doa Sehari-hari

  • Kumpulan Doa Aqiqah untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

    Kumpulan Doa Aqiqah untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

    Kelahiran bayi di dunia menjadi salah satu momen membahagiakan bagi seluruh orang tua dan merupakan salah satu rezeki yang diberikan Allah SWT, oleh karena itu, Rasulullah SAW memberikan sunnah berupa doa aqiqah untuk menebar keberkahan.

    Aqiqah sendiri tidak hanya bagian dari keyakinan seorang muslim semata, namun merupakan ajaran yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk syukur dan juga memahami bahwa segala hal di dunia hanya merupakan titipan Allah SWT.

    Selain itu, ungkapan doa aqiqah juga dilandasi ketaatan dan juga keikhlasan semata-mata hanya karena Allah SWT. Oleh sebab itu, saat menggelar aqiqah untuk si kecil, jangan lupa untuk melafalkan doa aqiqah ya!

    Mengenal Aqiqah dalam Islam

    Dalam ajaran Islam, setelah kelahiran seorang bayi ke dunia biasanya akan digelar acara syukuran karena telah lahir karunia Allah SWT sebagai bentuk rezeki dengan aqiqah. Aqiqah sendiri merupakan sebutan untuk binatang yang disembellih pada hari ke tujuh kelahiran seorang anak.

    Hukum aqiqah yakni sunah muakkadah, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis berikut ini:

    عَنْ سَمُرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ‌الغُلَامُ ‌مُرْتَهَنٌ ‌بِعَقِيقَتِهِ ‌يُذْبَحُ ‌عَنْهُ ‌يَوْمَ ‌السَّابِعِ، ‌وَيُسَمَّى، ‌وَيُحْلَقُ ‌رَأْسُهُ

    Artinya:”Dari Samurah, ia berkata, Nabi bersabda: Seorang bayi itu digadaikan dengan (jaminan) aqiqahnya; aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh (dari hari kelahiran), (pada hari itu pula) si bayi diberi nama dan dipotong rambutnya.” (HR Sunan al-Tirmidzi 4/101, dalam kitab Al-Adlaha bab Al-aqiqah).

    Selain itu, Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy berkata jika Rasulullah SAW bersabda, “Akikah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya,” (HR Riwayat Bukhari).

    Biasanya saat melakukan aqiqah, pihak keluarga akan menyembelih hewan kambing sebagai simbol pengurbanan. Jumlah kambing yang disembelih pun berbeda antara laki-laki maupun perempuan. Untuk bayi laki-laki, kambing yang disembelih haruslah berjumlah dua ekor, sedangkan untuk bayi perempuan kambing yang disembeli hanya satu ekor saja.

    Hal selanjutnya yang perlu diperhatkan yakni mengenai pemilian hewan. Pastikan hewan yang akan diqurbankan dalam keadaan sehat dan berumur lebih dari 1 tahun.

    Saat melakukan penyembelihan, seorang muslim haruslah menyertai doa aqiqah yang memang biasa dibaca selama acara. Mulai dari saat menyembelih hingga walimah Aqiqah.

    Meski kerap kali acara aqiqah digabungkan dengan tasyakuran dengan mengundang beberapa orang untuk melakuan beberapa prosesi adat lainnya, hal ini tidak wajib digunakan sebab pada dasarnya hal yang penting yakni penyembelihannya.

    Namun, tidak pula dilarang untuk melakukannya jika tidak melanggar syariat Islam.

    Rangkaian Kegiatan Aqiqah yang Diperbolehkan

    Dalam prosesi aqiqah, seorang bayi disunnahkan untuk dicukur beberapa helai rambutnya dan setelah itu menimbangnya. Kemudian berat rambut tersebut disesuaikan harga emas lalu disedekahkan kepada fakir orang miskin.

    Namun, prosesi ini tidak pula menjadi kewajiban sehingga harus dilakukan, jika hanya ingin menggelar doa dan aqiqah saja begitupun tidak menjadi masalah. Sebelum ini juga telah dibahas bahwa terdapat perbedaan jumlah kambing pada bayi laki-laki da perempuan.

    Dalil yang menjelaskan hal tersebut adalah sebagai berikut:

    عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : يُعَقُّ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ ، وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ ، قَالَتْ عَائِشَةُ : فَعَقَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ شَاتَيْنِ شَاتَيْنِ يَوْمَ السَّابِعِ ، وَأَمَرَ أَنْ يُمَاطَ عَنْ رَأْسِهِ الأَذَى وَقَالَ : اذْبَحُوا عَلَى اسْمِهِ وَقُولُوا بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَنٍ

    Artinya: “Dari Aisyah RA beliau berkata: ‘Anak laki-laki diakikahi dengan dua kambing yang setara, sementara itu anak perempuan satu kambing.’

    Aisyah berkata: Rasulullah SAW mengakikahi al-Hasan dan al-Husain masing-masing dua kambing pada hari ketujuh (kelahiran).

    Beliau memerintahkan agar pada kepala anak itu dihilangkan kotoran. Dan beliau bersabda: ‘Sembelihlah dengan (juga) menyebut nama (anak yang akan diakikahkan).’

    Katakan: ‘Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan (Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, Ini adalah akikah fulaan),” (HR Baihaqi).

    Baca juga: 14 Dosa Orang Tua Terhadap Anak yang Dibenci Allah SWT

    Bacaan Doa Aqiqah Sesuai Urutannya

    Terdapat beberapa doa aqiqah yang bisa dibacakan sesuai dengan urutan yang menyesuaikan dengan sunnah Rasulullah SAW dalam menggelar tasyakuran aqiqah. Adapun bacaan doa aqiqah tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Doa Aqiqah saat Menyembelih Kambing

    Doa Aqiqah saat Menyembelih Kambing

    Adapun doa aqiqah saat menyembelih hewan adalah sebagai berikut:

    بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ …

    Bismillâhi walLâhu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu…(sebutkan nama bayi).

    Artinya: “Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya … (sebutkan nama bayi).”

    2. Doa Aqiqah saat Mencukur Bayi

    Dalam traisi acara tasyakuran aqiqah, sunnah yang biasa dijalankan adalah dengan menggendong sang bayi berkeliling di antara keluarga atau saudara. Dan kemudian rambut bayi dipotong atau dicukur sedikit sembari memanjatkan doa.

    Berikut adalah bacaan doa aqiqah saat mencukur bayi yang perlu diketahui:

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ, اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Bismillâhirrahmânirrahîm. Alhamdulillâhirabbil ‘âlamîn. Allâhumma nûrus samâwâti wa nûrusy syamsyi wal qamari, Allâhumma sirruLlâhi nûrun nubuwwati RasuluLlâhi ShallaLlâhu ‘alaihi wasallam walhamduliLlâhi Rabbil ‘âlamin.

    Artinya: “Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasululullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

    3. Doa Aqiqah saat Meniup Ubun-ubun Bayi setelah Dicukur

    Tidak hanya saat mencukur bayi saja dalam membaca doa. Namun juga dianjurkan untuk meniup doa aqiqah saat meniup  ubun-ubun bayi setelah dicukur. Berikut adalah bacaannya:

    اللَّهُمَّإِنِّيأُعِيذُهَابِكَوَذُرِّيَّتَهَامِنَالشَّيْطَانِالرَّجِيمِ

    Allâhumma innî u’îdzuhâ bika wa dzurriyyatahâ minasy syaithânir rajîm.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”

    Baca juga: Puasa Daud: Niat, Waktu Pelaksanaan, Tata Cara dan Keutamaannya

    4. Doa Walimah Aqiqah

    Dan yang terakhir yakni doa walimah aqiqah. Dimana dalam doa ini berisi permohonan agar sang bayi terjaga dari kejahatan jin, manusia maupun hal-hal yang maksiat. Berikut adalah doa aqiqah atau doa walimah aqiqah yang bisa kita baca:

    اللهماحْفَظْهُمِنْشَرِّالْجِنِّوَالْإِنْسِوَأُمِّالصِّبْيَانِوَمِنْجَمِيْعِالسَّيِّئَاتِوَالْعِصْيَانِوَاحْرِسْهُبِحَضَانَتِكَوَكَفَالَتِكَالْمَحْمُوْدَةِوَبِدَوَامِعِنَايَتِكَوَرِعَايَتِكَأَلنَّافِذَةِنُقَدِّمُبِهَاعَلَىالْقِيَامِبِمَاكَلَّفْتَنَامِنْحُقُوْقِرُبُوْبِيَّتِكَالْكَرِيْمَةِنَدَبْتَنَاإِلَيْهِفِيْمَابَيْنَنَاوَبَيْنَخَلْقِكَمِنْمَكَارِمِالْأَخْلَاقِوَأَطْيَبُمَافَضَّلْتَنَامِنَالْأَرْزَاقِاللهماجْعَلْنَاوَإِيَّاهُمْمِنْأَهْلِالْعِلْمِوَأَهْلِالْخَيْرِوَأَهْلِالْقُرْآنِوَلَاتَجْعَلْنَاوَإِيَّاهُمْمِنْأَهْلِالشَّرِوَالضَّيْرِوَالظُّلْمِوَالطُّغْيَانِ

    Allâhummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyâni wa min jamî’is sayyiâti wal ‘ishyâni wahrishu bihadlânatika wa kafâlatika al-mahmûdati wa bidawâmi ‘inâyatika wa ri’âyatika an-nafîdzati nuqaddimu bihâ ‘alal qiyâmi bimâ kalaftanâ min huqûqi rububiyyâtika al-karîmati nadabtanâ ilaihi fîmâ bainanâ wa baina khalqika min makârimil akhlâqi wa athyabu mâ fadldlaltanâ minal arzâqi. Allâhummaj’alnâ wa iyyâhum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur`âni wa lâ taj’alnâ wa iyyâhum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolami wath thughyâni.

    Artinya: “Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”

    Waktu Pelaksanaan Aqiqah

    Setelah mengetahui bacaan doa aqiqah yang dijelaskan di atas, perlu juga untuk mengetahui waktu pelaksanaan aqiqah yang paling baik menurut Islam. Dalam sebuah hadis dijelaskan, Rasulullah saw bersabda:

    “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”

    Dari hadits di atas, para ulama bersepakat bahwa waktu paling baik dalam melakukan aqiqah adalah saat hari ke-7 kelahiran bayi. Namun, jika berhalangan dalam melakukannya, maka aqiqah bisa dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21.

    Namun apabila keadaan ekonomi dan ketidakmampuan seseorang sebab alasan yang syari maka kewajibannya pun telah gugur.

    Itulah dia sedikit uraian mengenai prosesi aqiqah hingga doa aqiqah yang perlu diketahui saat melakukan penyembelihan hewan yang dikurbankan. Semoga sedikit banyaknya dapat membantu ya!

  • Doa Agar Cepat Hamil yang Ada di Al-Qur’an, Yuk Amalkan!

    Doa Agar Cepat Hamil yang Ada di Al-Qur’an, Yuk Amalkan!

    Setiap pasangan yang sudah menikah, pasti memiliki keinginan untuk segera mendapatkan momongan. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk segera mendapatkannya. Segala usaha dilakukan untuk menjemput segera sang buah hati. Selain ikhtiar dunia, dianjurkan pula melafalkan doa-doa agar cepat hamil.

    Setelah berusaha semaksimal mungkin, berdoa memohon kepada Allah yang Maha Esa adalah jalan yang bisa ditempuh termasuk dalam ihwal keinginan untuk hamil. Selain itu, berdoa merupakan bentuk kepercayaan kita atas kuasa Allah SWT, serta sarana komunikasi dan mencurahkan isi hati.

    Berikut beberapa doa agar cepat hamil yang bisa dijadikan pilihan.

    Ayat dan Doa Agar Cepat Hamil

    Memiliki keturanan menjadi impian bagi semua pasangan suami istri, bagi pasangan yang sedang ikhtiar garis dua, dianjurkan untuk banyak berdoa dan memohon kepada Sang Maha Pemilik segalanya. Baik istri maupun suami dianjurkan untuk berdoa setelah sholat fardhu dan meniatkan untuk menjalankan sholat sunnah juga.

    Berikut beberapa ayat Al-Qur’an yang bisa dijadikan ikhtiar dalam menjemput buah hati:

    1. QS. Ali-Imran Ayat 38

     رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

    Latin: Rabbi hab lii min ladun kadzurriyyatan thayyibatan innaka samii’uddu’aa.

    Artinya: “Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Mu seorang anak yang baik dan sesungguhnya Engkau maha mendengar Do’a.” QS Ali Imran: 38)

    Doa ini yang digunakan oleh Nabi Zakaria untuk meminta keturunan kepada Allah SWT.

    Baca juga: 700 Nama Bayi Laki-laki Islami dan Artinya Lengkap

    2. QS. Al-Furqon Ayat 74

    رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا

    Latin: Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqon: 74)

    3. QS. Maryam Ayat 1-6

    كٓهٰيٰـعٓـصٓ • ذِكۡرُ رَحۡمَتِ رَبِّكَ عَـبۡدَهٗ زَكَرِيَّا • اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَآءً خَفِيًّا • قَالَ رَبِّ اِنِّىۡ وَهَنَ الۡعَظۡمُ مِنِّىۡ وَاشۡتَعَلَ الرَّاۡسُ شَيۡبًا وَّلَمۡ اَكُنۡۢ بِدُعَآٮِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا • وَاِنِّىۡ خِفۡتُ الۡمَوَالِىَ مِنۡ وَّرَآءِىۡ وَكَانَتِ امۡرَاَتِىۡ عَاقِرًا فَهَبۡ لِىۡ مِنۡ لَّدُنۡكَ وَلِيًّا • يَّرِثُنِىۡ وَيَرِثُ مِنۡ اٰلِ يَعۡقُوۡبَ ۖ وَاجۡعَلۡهُ رَبِّ رَضِيًّا

    Latin: (1) Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad. (2) Dzikru rahmati rabbika ‘abdahu zakariyyaa. (3) Idz naadaa rabbahu nidaa-an khafiyyaan. (4) Qaala rabbi innii wahana al’azhmu minnii waisyta’ala alrra/susyayban walam akun bidu’aa-ika rabbi syaqiyyaan. (5) Wa-innii khiftu almawaaliya min waraa-ii wakaanati imra-atii‘aaqiran fahab lii min ladunka waliyyaan. (6) Yaritsunii wayaritsu min aali ya’quuba waij’alhu rabbi radhiyyaan.

    Artinya: “(1) Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad. (2) Penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria. (3) Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. (4) Ia berkata “Ya Tuhanku, Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku. (5) Dan Sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, Maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera. (6) Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan Jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridhai.” (Q.S Maryam: 1-6)

    4. QS. Al-Baqarah Ayat 128

    رَبَّنَا وَاجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَيۡنِ لَـكَ وَ مِنۡ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسۡلِمَةً لَّكَ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبۡ عَلَيۡنَا 

    Latin: Rabbanaa waj’alnaa muslimaini laka wa min zurriyyatinaaa ummatam muslimatal laka wa arinaa manaasikanaa wa tub ‘alainaa innaka antat Tawwaabur Rahiim.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 128)

    5. QS. Al-Anbiya Ayat 89

     رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ

    Latin: Rabbi la tadzarnii fardan wa anta khairal waaritisiin.

    Artinya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris yang paling baik.” (QS Al Anbiya’: 89)

    6. QS. As Shaffat ayat 100

    Doa Agar Cepat Hamil (QS As-Shaffat: 100)

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

    Rabbi habliiminashshoolihin.”

    Artinya: Ya Tuhanku, anugerahkan kepadaku seorang anak yang termasuk orang saleh.(QS As-Shaffat: 100)

    Ayat ini sering dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS agar diberikan keturunan anak-anak yang saleh.

    Baca juga: 30 Ayat Alquran Tentang Cinta dan Kasih Sayang, Hati Lebih Tentram!

    Dzikir Agar Cepat Hamil

    Berikut rangkuman sebagai panduan dzikir yang dibaca setelah sholat:

    1. Membaca Al-Fatihah

    Membaca Al-Fatihah sebelum memanjatkan doa agar cepat hamil sangat dianjurkan.

    Al-Fatihah sendiri memiliki kedudukan sebagai Ummul Kitab atau induk A-Qur’an. Surat ini dipercaya bahwa dengan membacanya segala doa dapat diijabah.

    2. Membaca Asma’ul Husna

    Ketika kita memiliki hajat atau keinginan, salah satu jalan yang bisa kita ambil pertamakali yakni, berserah dan merayu Allah SWT sebagai Maha Pemberi dan Maha Menciptakan.

    Maka dari itu, menyebut nama-nama kebaikan Allah menjadi salah satu anjuran.

    Setiap sholat atau di waktu senggang, usahakan untuk membaca asma’ul husna “Al-Mushowwir” yang berarti “ Yang Maha Menciptakan segala bentuk dan rupa” sebanyak 100 kali sebagai salah satu doa agar cepat hamil

    3. Beristighfar Sebanyak 71 Kali

    Bacalah “Astaghfirullah” sebanyak 71 kali ketika sujud atau sesudah sholat. Membaca istighfar merupakan salah satu pengingat diri akan kesalahan-kesalahan yang diperbuat serta mengingatkan kebesaran Allah SWT.

    Nabi Muhammad SAW bersabda,”Barang siapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya, member jalan keluar pada setiap kesukarannya, dan member rezeki tanpa diduga-duga.”(HR.Abu Daud dan Nasa’i)

    4. Membaca Doa Memohon Keturunan

    Setelah membaca istighfar, dapat dilanjutkan dengan memanjatkan doa agar cepat hamil berikut:

    Allahummarzuqni waladan liusammihi bismi nabiyyika Muhammad sholallohu alaihi wa alaihi

    Artinya: “Ya Allah karuniakan kepadaku keturunan agar aku dapat menemaninya dengan nama Nabi Muhammad SAW.”

    5. Bersholawat Kepada Rasulullah SAW

    Salah satu keutamaan bersholawat nabi ialah dipermudahkan urusan dunia serta hajatnya.

    Oleh sebab itu seorang muslim dianjurkan untuk bersholawat, sebagai bentuk pujian dan penghormatan kepada Rasulullah SAW  

    6. Memperbanyak Dzikir

    Memperbanyak dzikir juga dianjurkan sebagai bentuk mengingat Allah SWT. Tak hanya itu saja, berdzikir juga bisa menambah keimanan, Membuat hati tenang dan mendapat amalan ibadah.

    Bahkan perintah berdzikir ini telah diserukan Allah kepada hambanya melalui QS. Al-Ahzab ayat 41-42 yang berbunyi:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

    Yā ayyuhallażīna āmanużkurullāha żikrang kaṡīrā

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

    Apabila kita mampu menjaga zikir setiap hari, maka Allah Ta-alapun akan mengijabahi apa yang menjadi harapan atau doa kita, termasuk keinginan memiliki momongan.

    7. Membaca Surat Al-Ikhlas

    Salah satu keutamaan dan keistimewaan membaca surat ini adalah membantu  menyelamatkan orang yang membacanya dari kesulitan dunia dan kesulitan akhirat. Oleh sebab itulah, membaca surat Al-Ikhlas membantu pasangan suami istri untuk menjemput momongan.

    8. Akhiri Dengan Membaca Doa Agar Cepat Hamil yang Dikuasai

    Dzikir terakhir ditutup dengan membaca doa agar cepat hamil yang dikuasai. Niatkan dalam hati untuk berdoa dengan ikhlas dan menyandarkan harapan kepada Sang Maha Segalanya.

    Amalan Agar Cepat Hamil

    Selain berdoa dan berikhtiar, ada baiknya pasangan suami istri melakukan beberapa amalan-amalan berikut:

    • Sholat sunnah sebelum berhubungan
    • Berwudhu dan berdoa sebelum berhubungan badan
    • Memperhatikan posisi yang tepat ketika berhubungan badan dengan pasangan
    • Menghidupkan lampu
    • Rutin sholat hajat atau sholat sunnah agar keinginan segera dikabulkan
    • Rajin bersedekah
    • Mengetahui siklus haid agar dapat berhubungan tepat pada masa ovulasi
    • Memakan makanan yang bergizi dan sehat

    Waktu yang Mustajab Untuk Berdoa

    Pada dasarnya, kita bisa membaca doa kapan saja dan dimana saja, sebab doa sendiri merupakan bentuk komunikasi bersama Allah SWT. Namun ada beberapa waktu mustajab, yang akan sayang sekali jika dilewatkan.

    Lantas, kapankah waktu mustajab berikut? simak penjelasan berikut:

    1. Di Sepertiga Malam

    Pada waktu ini, Allah SWT turun ke bumi untuk melihat umatnya yang bangun dan berdoa. Oleh sebab itulah, sepertiga malam disebut sebagai waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Waktu sepertiga mala mini setara dengan waktu sahur di Indonesia.

    2. Saat Adzan Berkumandang

    Saat adzan berkumandang merupakan waktu mustajab dalam berdoa, seperti halnya dalam hadis riwayat Abdullah bin Amr bin Al-Ash,  Rasulullah SAW bersabda:

    إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ، ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاة صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدِ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ في الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

    Artinya: “Apabila kamu mendengar muadzin maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bersholawatlah atasku, karena barang siapa bersholawat atasku satu kali, Allah akan bersholawat atasnya dengan sebab itu sepuluh kali. Kemudian mintalah pada Allah untukku wasilah. Sungguh ia adalah tempat di surga yang tidak patut kecuali kepada seorang hamba di antara hamba-hamba Allah Aku berharap bahwa hamba itu adalah aku. Barang siapa meminta untukku wasilah niscaya halal baginya syafaat.” (HR Muslim)

    Oleh karena itu, sayang untuk disia-siakan. Pun juga dianjurkan untuk menjawab setiap adzan yang dikumandangkan oleh muadzin.

    3. Antara Adzan dan Iqomah

    Selama jeda antara adzan dan iqamah dalam sholat lima waktu juga dianjurkan untuk berdoa. Berdasarkan Hadits Riwayat Tirmidzi, Hasan Shahih mengatakan bahwa “Tidak ada doa yang tertolak antara adzan dan iqomah.”

    4. Saat Turun Hujan

    Hujan merupakan salah satu rahmat yang diberikan Allah SWT bagi umatnya. Hal ini dijelaskan dalam hadis berikut ini:

    ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

    Artinya: “Dua do’a yang tidak akan ditolak, do’a ketika adzan dan do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR Al Hakim).

    Manfaatkan momen hujan sebagai bentuk syukur dan meminta kepada Allah SWT.

    5. Saat Berbuka Puasa

    Selain turun hujan, momen ketika berbuka puasa juga menjadi berkah bagi setiap muslim yang menjalankannya.

    Bulan Ramadhan merupakan bulan yang spesial bagi umat muslim dengan dilipatkan gandakan amalan pahala bagi yang menjalankan perntah-Nya.

    Oleh sebab itu, jangan sia-siakan waktu mustajab ini untuk berdoa.

    6. Saat Malam Lailatul Qadar

    Malam lailatul qadar disebut sebagai malam seribu bulan dengan seribu keutamaan yang Allah berikan kepada seorang muslim, pada malam ini orang-orang akan berlomba dan bersungguh-sungguh untuk berdoa dan meminta kepada pemilik dunia.

    Oleh sebab itulah, malam ini dijadikan waktu yang mustajab untuk berdoa.

    Demikianlah informasi terkait doa agar cepat hamil, dzikir serta amalan dan waktu mustajab berdoa. Semoga segala ikhtiar menjadi lading pahala dan dikabulkan oleh Allah SWT.

    Semoga bermanfaat ya, Assalamualaikum wr.wb.

  • Bacaan Doa Kanzul Arsy Arab Latin Lengkap dengan Artinya

    Bacaan Doa Kanzul Arsy Arab Latin Lengkap dengan Artinya

    Tidak banyak yang tahu mengenai bacaan doa Kanzul Arsy. Sebab biasanya doa ini diajarkan dalam lingkungan pondok pesantren.

    Untuk kamu yang ingin mengamalkan Doa ini, berikut adalah bacaan doanya lengkap dengan bacaan latin, arab, dan artinya.

    Doa kanzul arsy merupakan salah satu yang diyakini memiliki banyak keutamaan dan sering diibaratkan sebagai penerang yang cahayanya menjadi petunjuk.

    Doa ini diperkenalkan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seorang ulama sufi terkemuka di abad ke-12. Doa Kanzul Arsy dikenal sebagai doa yang sangat kuat dan bermanfaat untuk mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari segala macam bahaya.

    Bacaan Doa Kanzul Arsy

    Doa Kanzul Arsy mengandung dzikir dan tasbih kepada Allah SWT, permohonan ampunan dan rahmat Allah SWT, serta permohonan perlindungan dari segala macam bahaya.

    اَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلَملِكِ الْقُدُّوْسِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَزِيْزِ الْجَبَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّءُوْفِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الغَفُوْرِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَرِيْمِ الْحَكِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَوِيِّ اْلوَفِيّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اللَّطِيْفِ الْخَبِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّمَدِ الْمَعْبُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَفُوْرِ الْوَدُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَكِيْلِ الْكَفِيْلِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّقِيْبِ الْحَفِيْظِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الدَّائِمِ الْقَائِمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمُحْيِ الْمُمِيْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ الْبَارِئِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَاحِدِ اْلاَحَدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمُئْومِنِ الْمُهَيْمِنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَبِيْبِ الشَّهِيْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَلِيْمِ الْكَرِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْاول القديم، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْاَوَّلِ الْاَخِرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الظَّاهِرِ الْبَاطِنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَبِيْرِ الْمُتَعَالِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَاضَىِّ الْحَاجَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ اْلعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّي الْاَعْلَى، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْبُرْهَانِ السُّلْطَانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَّمِيْعِ الْبَصِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيْمِ الْحَكِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ الْغَفَّارش، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ الدَيَّانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَبِيْرِ الْاَكْبَرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيْمِ الْعَلَّامِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الشَّافِى الْكَافِي، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَظِيْمِ الْبَاقِيّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّمَدِ الْاَحَدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ الْاَرْضِ وَالسَّمَوَتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ خَالِقِ الْمَخْلُوْقَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ مَنْ خَلَقَ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ الرّاَزِقِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْفَتَّاحِ الْعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَزِيْزِ الْغَنِيِّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَفُوْرِ الشَّكُوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلعَظِيْمِ اْلعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى اْلعِزَّةِ وَاْلعَظَمَةِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِي الْهَيْبَةِ وَاْلقُدْرَةِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكِبْرِيَاءِ وَالْجَبَرُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ اْلعَظْيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَالِمِ الْغَيْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَمِيْدِ الْمَجِيْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَكِيْمِ اْلقَدِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَادِرِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلَّامِ السَّلَامِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ النَّصِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَرِيْبِ الْحَسَنَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَلِيِّ الْحَسَنَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّبُوْرِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ النُّوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلغَنِيِّ الْمُعْجِزِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْفَاضِلِ الشَّكُوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الْقَدِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْجَلَالِ الْمُبِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِصِ الْمُخْلِصِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّادِقِ اْلوَعْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى اْلقُوَّةِ الْمَتِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلقَوِيِّ الْعَزِيْزِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَايَمُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلعَلَّامِ الْغُيُوْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ اْلعُيُوْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْغُفْرَانِ الْمُسْتَعَانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحِيْمِ الْغَفَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلَعَزِيْزِ الْوَهَّابِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَادِرِ الْمُقْتَدِرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْغُفْرَانِ الْحَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الملك، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ البارئ المصور، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ العزيز الجبار، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الجبار الْمُتَكَبِّرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلقُدُّوْسِ السُبُّوْحِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ الْمَلِائِكَةِ وَالرُّوْحِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْاَلَاءِ وَالنَّعْمَاءِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَقْصُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَنَّانِ الْمَنَّانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اَدَمُ صَفِيُّ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ نُوْحٌ نَجِيُّ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ اِبْرَاهِيْمُ خَلِيْلٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ اِسْمَاعِيْلُ ذَبِيْحُ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُوْسَى كَلِيْمُ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ دَاُوْدُ خَلِيْفَةٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ عِيْسَى رُوْحٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلٌ اللهِ، اَلَّلهُمَّ ارْحَمْنَا بِبَرْكَةِ تَوْرَاةِ مُوْسَى وَاِنْجِيْلِ عِيْسَى وَزَبُوْرِ دَاوُدَ وَفُرْقَانِ مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Bismillahirrahmaanirrahiim. Laa ilaha illa Allah, laa ilaha illa Allah, laa ilaha illa Allah al maliikul khaqqul mubiin, laa ilaha illa Allah al khakamul ‘adlul mubiin, laa ilaha illa Allah robbu abaainal awwaliin, laa ilaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadzzoolimiin.

    Laa ilaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu. Lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa khayyun daaimun laa yamuutu abada biyadihil khoir wailaihil mashir wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir. Wa bihi nasta’in wala haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim.

    Laa ilaha illa Allah syukron lini’matih, laa ilaha illa Allah iqrooron birubuubiyyatih, subhaanallahi tanziihan li’adzomatihi. As-alukallahu bikhaqqismikal maktubi ‘ala jabhati isroofiila ‘alaika yaa robbi.

    Baca juga: Pembagian Warisan dalam Islam: Tata Cara, Syarat, dan Ketentuannya

    Wa bikhaqqismikal maktuubi ‘ala kaffi ‘azroiila ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi sammayta bihi munkaron wa nakiiron alaika ya robbi.

    Wa bikhaqqis mika wa asroori ‘ibaadika alaika yaa robbi, wa bikhaqqis mikalladzi tamma bihil islaam alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi talqoohu aadamu lamma habatho minal jannati fanaa daaka falabayta du’aa ahu ‘alaika ya robbi, wa bikhaqqiis mikalladzi naa daka bihi syi’tu alaika yaa robbi.

    Wa bikhaqqis mikalladzi qowwaytu bihii khamalahul ‘arsyi alaika yaa robbi. Wa bikhaqqismikal maktuubaati fiitaurooti wal injiili wazzabuuri wal furqooni alaika yaa robbi, wa bikhaqqi asmaaika ila muntaha rohmatika ala ‘ibaadika ‘alaika yaa robbi.

    Wa bikhaqqi tamaami kalaamika ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi nadaika bihi ibroohiimu faja’altannaro ‘alaihi bardan wa salaaman ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzii naa daaka bihii ismaa’iilu fanajjaytuhu minadzabkhi ‘alaika ya robbi.

    Wa bikhaqqis mikalladzi naa daa ka bihi iskhaaqu faqodhoyta khajatahu ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naa daa ka bihi huudun alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi da’aaka bihi ya’quubu farodadta ‘alaihi bashorohu wawaladahu yuusufa ‘alaika yaa robbi.

    Wa bikhaqqis mikalladzi naadaka bihiidaawuudu faja’altahu kholiifata fil ardhi wa alanta lahul khadiida fii yadiihi ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi da’aaka bihi sulaimaanu fa’a’thoytahu mulkal ardli ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihii ayyubu fanajjaytahuminal ‘ammilladzi kaana fiihi ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka ‘isaabnu maryam faakhyaytu lahul mauta ‘alaika yaa robbi.

    Wa bikhaqqis mikalladzi naadaka bihi muusa lamma khothobaka ala thuri alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadatka bihi asiyyatumroatu fir’auna farozaqtahal jannata ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihi banuu isrooila lamma jaawazuul bahro alaika ya robbi.

    Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihil khodhiiru lamaa massya ‘alal maa i alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzii naa daaka bihi muhammaun shollallahu alaihi wasallam yaumal ghoori fanajjaytahu ‘alaika ya robbi.

    Innaka antalkariimul kabiiru. Wa khasbunallah wa ni’mal wakiilu wa laa khaula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim. Wa shollallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ala aalihi wa sohbihi wa saallam.

    Arti Doa Kanzul Arsy

    “Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah dan maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci raja maha kudus. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT, maha suci Tuhan yang maha perkasa dan maha kuasa.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengasih dan lagi maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun dan maha penyayang.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mulia dan juga maha bijaksana. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuat dan juga maha memenuhi.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha halus dan juga maha mengetahui. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang bergantung padanya segala sesuatu lagi yang disembah.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha pecinta. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penolong dan maha pelindung.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengawasi serta maha memelihara. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka suci Tuhan yang kekal dan mengurus makhluk-makhluk Nya.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menghidupkan juga mematikan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hidup dengan kekal dan terus menerus mengurus makhluk-Nya.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan dan menjadikan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha tinggi dan juga maha besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang satu dan esa.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memberi keamanan dan juga maha memelihara. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mencita dan maha menyaksikan.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyantun dan juga maha mulia. Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang pertama serta maha terdahulu. Pertama dan juga yang terakhir.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang lahir dan juga batin (nyata dan tersembunyi). Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar dan juga maha tinggi.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memenuhi seluruh keperluan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai Arsy besar.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah dan maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha tinggi.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki bukti dan juga kekuasaan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mendengarkan dan juga maha melihat.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang satu dan maha mengalahkan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui dan maha bijaksana.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi kesalahan serta maha pengampun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah dan juga maha membalas. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha agung serta maha besar.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui lagi maha memeriksa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan yang menyembuhkan lagi maha mencukupi.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi kekal. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu lagi esa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai bumi dan langit.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan pencipta semua makhluk. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan malam dan siang hari.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi yang memberi rezeki.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemberi keputusan lagi maha mengetahui.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha kaya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha mensyukuri. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi maha mengetahui.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kerajaan bumi dan langit. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki pengaruh dan kekuasaan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kekuasaan dan kebesaran.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha besar. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mengetahui hal yang gaib.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha bijaksana lagi maha terdahulu. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha menutupi.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha besar. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui lagi maha sejahtera.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menjadi raja lagi maha penolong. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha pemurah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan yang dekat kebaikan-kebaikan-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai kebaikan-kebaikan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyabar lagi maha menutupi kesalahan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan nur. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mulia lagi maha mensyukuri.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki keagungan lagi maha menerangkan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang murni lagi memurnikan.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang benar janji-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hak lagi yang menerangkan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kekuatan lagi maha kokoh. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan yang maha kuat lagi maha perkasa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hidup lagi tidak mati.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui semua yang gaib.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan yang maha menutupi semua cacat (aib). Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki ampunan lagi dimintai pertolongan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan semesta alam.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah lagi maha menutupi.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyayang lagi maha pengampun.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha pemberi karunia. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi memberi kekuasaan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki ampunan lagi maha penyantun.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki semua kerajaan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha kuasa.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Allah dari apa yang digambarkan oleh mereka (orang-orang musyrik).

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan dalam dzat dan sifat-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan para malaikat dan ruh.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki tanda-tanda kebesaran dan nikmat.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci raja yang menjadi tujuan.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengasih lagi maha pemberi anugerah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Adam pilihan Allah.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Nuh, orang yang diselamatkan oleh Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Ibrahim kekasih Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Ismail yang disembelih Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Musa, orang yang diajak berbicara oleh Allah.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Daud, khalifah yang diangkat oleh Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Isa adalah ruh ciptaan Allah.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Muhammad utusan Allah.

    Ya Allah, rahmatilah kami berkat taurat Musa, Injil Isa, Zabur Daud, dan Al Quran Muhammad Saw. Utusan Allah dengan rahmat-Mu wahai yang maha penyayang di antara para penyayang. Dan, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

    Itulah bacaan doa Kanzul Arsy yang bisa kamu amalkan. Dalam berdoa, tak cukup hanya dengan menghafalkannya, namun harus lengkap dengan memahami arti dan makna dari doa yang di lafalkan.

  • Doa Melahirkan Agar Lancar dan Selamat: Arab Latin dan Artinya

    Doa Melahirkan Agar Lancar dan Selamat: Arab Latin dan Artinya

    Proses persalinan dan mempunyai anak adalah salah satu hal yang dinantikan oleh ibu dan ayah. Termasuk dalam hal ini juga bagi kaum muslim sehingga dalam menjalaninya tidak jarang banyak orang yang membacakan doa melahirkan.

    Doa itu dibacakan guna mendapatkan pertolongan dari Allah sehingga proses persalinan bisa berjalan lancar dan ibu serta anak dapat selamat dalam menjalani proses persalinan tersebut.

    Keutamaan Hamil dan Melahirkan dalam Islam

    Melalui proses melahirkan merupakan suatu proses yang mendebarkan. Selain dilanda perasaan senang karena akan mendapatkan buah hati, keluarga yang menantikan jabang bayi tersebut juga khawatir akan keselamatan sang ibu.

    Salah satu alasan sebagian kaum muslim melafalkan bacaan doa melahirkan adalah bertujuan agar ibu dan anaknya diberi keselamatan oleh Allah dalam melalui proses persalinan.

    Namun, tentu resiko akan kematian bagi ibu maupun bayi merupakan salah satu resiko yang patut diperhitungkan dan diwaspadai.

    Akan tetapi, kita sebagai kaum muslim tidak perlu takut. Pasalnya, Allah telah menetapkan bahwa proses persalinan, baik diizinkan selamat untuk ibu dan buah hati, ataupun berakhir kematian, tetap sama-sama mulia dan mendapatkan pahala.

    Mati Syahid bagi Ibu yang Meninggal Dunia karena  Melahirkan

    Kematian merupakan salah satu resiko yang harus sang Ibu hadapi. Namun, apabila Ibu meninggal karena proses persalinannya, maka Allah akan ganjaran pahala syahid padanya.

    Dasar dari hal ini adalah hadits yang diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Busr r.a, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

    الْقَتِيلُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ شَهِيدٌ وَالْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

    Artinya: “Orang yang terbunuh di jalan Allah (fii sabilillah) adalah syahid; orang yang mati karena wabah adalah syahid; orang yang mati karena penyakit perut adalah syahid; dan wanita yang mati karena melahirkan adalah syahid.” 

    (HR. Ahmad, 2: 522. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dan ‘Adil Mursyid menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim).

    Dengan resiko kematian tersebut, wajar apabila sebagian kaum muslimin membacakan doa melahirkan sebagai ikhtiar agar persalinan berjalan lancar dan diberikan keselamatan.

    Baca juga: Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Pendek, Panjang, Arab & Latin

    Sakit Ketika Melahirkan Bisa Menggugurkan Dosa-dosa

    Kita tentunya mengharapkan keselamatan dan kelancaran dalam proses melahirkan sang calon ibu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memanjatkan doa agar mudah melahirkan.

    Walaupun memang, salah satu resiko melahirkan adalah mengalami rasa sakit. Namun, hal yang perlu diingat ialah bahwasannya sakit yang dialami oleh sang calon ibu akan berdampak pada terhapusnya dosa-dosanya.

    Dasar dari hal ini adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri dan dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi Muhammad Saw. bahwa beliau bersabda:

    مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

    Artinya:

    “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kekhawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573)

    Bacaan Doa Melahirkan dalam Islam

    Sebenarnya tidak ada dalil baik itu dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah yang menyebutkan khusus doa dipermudahkan melahirkan. 

    Akan tetapi, ada sebagian ulama yang berikhtiar menyebutkan bacaan atau doa tertentu sebagai upaya agar Allah memberi kelancaran pada proses persalinan calon ibu.

    Doa atau bacaan tersebut merupakan hasil ijtihad dan percobaan dari sebagian ulama tersebut, dan Allah mengabulkannya dan menjadikan proses persalinan itu menjadi mudah.

    Berikut ini beberapa bacaan doa yang bisa digunakan sebagai salah satu ikhtiar agar Allah memudahkan proses persalinan.

    1. Dari Ibnul Qayyim al-Jauzi

    Dalam salah satu kitabnya yang berjudul Zadul Ma’ad, Ibnul Qayyim menuliskan doa melahirkan yang bisa dibacakan sebagai salah satu ikhtiar agar diberikan kelancaran dalam proses persalinan.

    Imam Ahmad menuliskan tiga doa pada wadah yang bersih. Wadah tersebut berisi air. Air yang telah diberikan doa, kemudian diminum oleh wanita yang hendak melahirkan. Lalu, air doa itu dicipratkan ke perut wanita tersebut.

    Adapun tiga doa yang ditulis dalam wadah mangkuk adalah sebagai berikut:

    Doa Melahirkan

    Pertama:

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ: كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا ساعَةً مِنْ نَهارٍ بَلاغٌ ، كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَها لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحاها

    La ilaha illallah al-hakim al-karim, subhanallah rabbil ‘arsyil ‘azhim, alhamdulillahi rabbil ‘alamin, kaannahum yarauna ma yu‘adun, lam yalbatsu illa sa‘atan min nahar, balagh. Kaannahum yaraunaha lam yalbatsu illa ‘asyiyyatan au dhuhaha.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Zat Yang Maha Bijaksana dan Dermawan, maha suci Allah Tuhan Arasy yang besar, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.” 

    Kedua:

    يَا خَالِقَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، وَيَا مُخَلِّصَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، وَيَا مُخْرِجَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، خَلِّصْهَا.

    Ya khaliqan nafsi minan nafsi, waya mukhlishan nafsi minan nafsi, way a mukhrijan nafsi minan nafsi, khallisha.

    Artinya: “Wahai Zat yang menjadikan jiwa dari jiwa yang lain, yang menyelamatkan jiwa dari jiwa yang lain, yang mengeluarkan jiwa dari jiwa yang lain. Selamatkanlah jabang bayi ini.”

    Ketiga:

    إِذَا السَّماءُ انْشَقَّتْ وَأَذِنَتْ لِرَبِّها وَحُقَّتْ، وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ وَأَلْقَتْ ما فِيها وَتَخَلَّتْ

    Idzas samaun syaqqat wa adzinat li rabbiha wa huqqat wa idzal ardhu muddat wa alqat ma fiha wa takhallat.

    Artinya: “Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh, dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.”

    Amalan membaca doa melahirkan dan menuliskannya di wadah ini, boleh dilakukan langsung oleh suami, orangtua, ataupun mertua.

    2. Dari Syaikh Ibnu al-Utsaimin

    Syaikh Ibnu al-Utsaimin pernah ditanya tentang ayat tertentu – doa untuk melahirkan dengan lancar – yang bisa dibacakan agar memudahkan wanita melahirkan.

    Beliau menjawab bisa dibacakan ayat ruqyah tertentu yang menunjukkan kemudahan pada wanita yang sedang kontraksi. Hal ini dikarenakan memang tidak ada dalil khusus.

    Doa yang bisa dibacakan adalah diantaranya:

    يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

    …Yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-‘usra..

    Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan Allah tidak menghendaki kesulitan untuk kalian.” (Potongan QS. Al-Baqarah: 185).

    Atau,

    إِذَا زُلْزِلَتِ الأَرْضُ زِلْزَالَهَا . وَأَخْرَجَتِ الأَرْضُ أَثْقَالَهَا

    Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā. Wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā.

    Artinya:

    “Apabila bumi digoncangkan dengan keras. Dan bumi mengeluarkan beban beratnya.” (QS. Az-Zalzalah: 1–2)

    Dan bisa juga

    وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِه

    …Wa mā taḥmilu min unṡā wa lā taḍa’u illā bi’ilmih…

    Artinya:

    “Tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya.” (Potongan QS. Fathir: 11).

    Demikianlah artikel yang membahas doa melahirkan yang bisa kita gunakan sebagai salah satu upaya agar Allah memberikan kemudahan dan keselamatan pada proses persalinan sang Ibu dan melahirkan anak yang sehat dan sholeh/ah.

  • 7 Doa untuk Suami yang Sedang Bekerja agar Selamat dan Terhindar dari Kesulitan, Yuk Amalkan!

    7 Doa untuk Suami yang Sedang Bekerja agar Selamat dan Terhindar dari Kesulitan, Yuk Amalkan!

    Doa untuk suami yang sedang bekerja memang sangat diperlukan agar suami selalu mendapatkan perlindungan dari Allah. Bahkan menurut ajaran Islam, salah satu doa yang saat ini paling mustajab adalah doa istri untuk suami.

    Oleh karena itu, jangan pernah lupa untuk selalu mendoakan pasangan kita. Apalagi ketika ia setiap harinya harus berjuang mencari nafkah untuk keluarga.

    Informasi kali ini akan membahas tentang kumpulan doa untuk suami yang bekerja.

    7 Doa untuk Suami yang sedang Bekerja

    Terdapat beberapa doa yang bisa kita amalkan untuk suami yang sedang bekerja. Berikut ini sudah ada kumpulan doa untuk suami, antara lain:

    1. Doa untuk Suami agar Rezekinya Makin Lancar

    Doa untuk Suami agar Rezekinya Makin Lancar

    Pertama, kita bisa mendoakan agar pintu rezeki suami selalu terbuka lebar. Jadi keluarga kita bisa terhindar dari kemelaratan dan kemiskinan di dunia. Adapun bacaan doa untuk suami yang sedang bekerja yang bisa diamalkan adalah:

    اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Allahumma innii as aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairita’abin wala masyaqqatin walaa dhoirin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai in qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, aku minta pada Engkau akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tidak tanpa repot dan juga tanpa kemelaratan dan tanpa keberatan, sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu.”

    2. Doa agar Mendapatkan Rezeki Halal

    Apabila khawatir rezeki yang suami dapatkan ternyata tidak halal di mata Allah SWT, maka doakanlah ia dengan bacaan di bawah ini:

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

    Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.”

    Baca juga: 7 Doa untuk Menenangkan Hati dari Sedih dan Gelisah

    3. Doa agar Suami Terhindar dari Harta yang Haram

    Ada juga doa untuk suami yang sedang bekerja agar ia bisa terhindar dari berbagai macam harta haram. Selain itu, isi bacaannya memuat permohonan agar Allah SWT bisa melimpahi keluarga kita dengan berkah dan karunia-Nya.

    Agar lebih jelas, berikut ini sudah ada bacaan doa mustajab beserta artinya:

    اَللَّهُمَّ ياَ غَنِىُّ ياَحَمِيْدُ يَامُبْدِئُ يَامُعِيْدُ يَارَحِيْمُ يَاوَدُوْدُ يَافَعَّالُ لِمَا يُرِ يْدُ اَغْنِنِىْ بِحَلاَ لِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumma yaa ghoniyyu yaa hamiid yaa mubdi’u yaa mu’iid yaa rohimu yaa waduud yaa fa’alu lima yuriid agnini bihalaalila, anharoomika wa bifadlika ‘amman siwaak.

    Artinya: “Ya Allah Tuhanku Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji, Tuhan Yang Menakdirkan dan Yang Mengembalikan, Yang Maha kasih dan Maha Kasih Sayang. 

    Berilah aku kekayaan harta yang Engkau halalkan bukan yang Engkau haramkan, berilah aku kelebihan dari yang lain dengan berkah karuniaMu.”

    4. Doa untuk Suami yang sedang Bekerja agar Mendapatkan Perlindungan

    Selanjutnya, juga ada doa untuk suami yang sedang bekerja agar ia selalu terlindungi dari hal buruk apapun. Hal buruk ini sebenarnya bermacam bisa berupa penyakit hati, seperti rasa malas, kesewenang-wenangan manusia, dan lainnya.

    Di bawah ini sudah ada bacaan doanya yang lengkap dengan arti:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

    Artinya: 

    “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. 

    Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

    5. Doa untuk Suami agar Terhindar dari Beban yang Berat

    Selanjutnya, ada penggalan surat Al-Baqarah ayat 286 yang bisa langsung kita baca untuk meminta perlindungan dari beban yang berat. Ayat yang satu ini memang berisi permohonan agar selalu terhindar dari beban berat.

    Apalagi ketika suami kita sedang mencari rezeki. Adapun bacaan doa untuk suami yang bekerja ini akan dijelaskan di bawah ini:

    …رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ 

    Robbanaa laa tuaa khidznaa innasiinaa au akhtho’na, robbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘ala al ladziina min qoblinaa, robbana walaa tuhammilnaa maa laa thoo qatalanabih.

    Wa’ fuanna waghfirlanaa warhamnaa, anta maulana fansurnaa ‘ala al qaumilkaafiriin.

    Artinya: 

    “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.  Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kamu memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”  (Q.S. Al-Baqarah-286).

    Baca juga: Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Pendek, Panjang, Arab & Latin

    6. Doa Diberikan Kesehatan

    Sebenarnya tidak hanya doa yang berhubungan dengan pekerjaan, tapi kita juga bisa mendoakan suami agar selalu diberikan kesehatan. Dengan begitu, ia selalu bisa bekerja dengan lebih semangat dan tekun dari sebelumnya.

    Berikut ini doa untuk suami yang bekerja yang perlu kita ketahui, antara lain:

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ جَمِيعِ سَخَطِكَ

    Allahumma Innii A’uudzubika min zawaali ni’matika wa min tahawwauli’affiyatika wamin jamii’is sakhatika.

    Artinya: 

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat karunia-Mu, dari perubahan kesehatan yang diberikan oleh-Mu, dan dari semua kemurkaan-Mu.”

    7. Doa agar Dinaikkan Jabatan

    رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

    Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

    Artinya: 

    “Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku.”

    Pada dasarnya, masih banyak doa istri untuk suami yang bekerja, akan tetapi beberapa doa di atas bisa dijadikan sebagai gambaran dan referensi untuk kita. 

    Di mana sebagai seorang istri harus bisa ingat bahwa suami kita mencari nafkah untuk keluarganya. Oleh karena itu, sebagai seorang istri juga harus selalu bersyukur dengan apa yang diberikan suami agar menjadi istri yang sholeha.

    Alasan Istri Memanjatkan Doa untuk Suami ketika Bekerja

    Sebagai salah satu istri yang shalihah, tentu kondisi suaminya baik secara fisik, psikis maupun keimanan harus tetap dijaga dengan sebaik-baiknya. Hal ini karena suaminya adalah kepala keluarga. 

    Keinginan agar suaminya dalam keadaan yang baik bisa dinyatakan dalam bentuk doa kepada Allah SWT. Suami merupakan mitra dan teman istri dalam segala hal.

    Jadi, apabila seorang istri berdoa untuk suaminya, maka sama dengan berdoa untuk dirinya sendiri. Contohnya saja, ketika seorang istri berdoa agar suaminya yang bekerja selalu dilindungi olehnya.

    Di mana ia meminta sehat dan mendapatkan  makanan yang berkah. Hal ini berarti juga doa untuk diri sendiri, karena suami akan bersama istrinya pada akhirnya.

    Hanya dengan membaca doa untuk suami yang bekerja, maka istri telah menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri yang baik dan shalihah. 

    Bukankah salah satu permata paling berharga di dunia adalah wanita yang sholihah? Rasulullah SAW juga telah bersabda untuk umatnya yang berbunyi:

    “Dunia ini adalah permata (kegembiraan) dan permata yang paling berharga di dunia adalah wanita (istri) yang saleh” (HR Muslim, Nasa’I Ibnu Majah dan Ahmad).

    Adab Berdoa kepada Allah untuk Suami

    Pada dasarnya, berdoa dengan Allah SWT memiliki adab atau aturan yang harus diterapkan. Tentu, hal ini juga akan berlaku ketika seorang istri ingin sekali mendoakan suaminya yang bekerja. 

    Jadi sebenarnya bagaimana cara yang tepat saat doa untuk suami yang bekerja kepada Allah? Lihat beberapa penjelasan berikut ini tentang adab berdoa kepada Allah SWT, antara lain:

    • Berdoa Khusyu’, hal ini berarti jangan pernah memikirkan hal lain saat berdoa. Doa harus lebih fokus, apalagi pada Allah SWT dan apa yang diinginkan. 
    • Berdoa dengan khusyuk juga nantinya akan dapat memudahkan kita untuk menerima doa. 
    • Memuji Allah SWT hanya melalui sifat-sifatnya. Allah diketahui memiliki 99 asmaul husna. Dengan menyebut nama-nama tersebut pada saat berdoa bisa menjadi salah satu bentuk ketundukan dan ketakwaan kepada Allah.
    • Selain itu, dengan menyebut nama Allah dalam setiap shalat merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
    • Berdoalah pada waktu yang Mustajab, misalnya saja antara adzan dan iqomah, pada sepertiga malam dan setelah shalat. Berdoa pada waktu-waktu Mustajab, diharapkan doa suami yang bekerja akan lebih mudah terkabul.
    • Berdoalah dengan doa yang baik dan lembut. Hal ini karena semua doa ditujukan kepada yang berdoa, jadi istri sangat dianjurkan untuk berdoa dan memohon kebaikan kepada Allah.
    • Kenakanlah pakaian yang bagus dan sopan. Saat sholat, sangat penting untuk selalu memakai atau mengenakan pakaian yang bagus dan usahakan menutupi aurat. 

    Hal ini karena sholat adalah waktu untuk bisa mendekatkan diri kepada Tuhan. Jadi, dengan selalu membaca doa untuk suami yang sedang bekerja, maka nantinya akan membuat istri lebih tenang dan suami lebih giat lagi mencari nafkah.

  • Amalkan Doa agar Tidak Malas dan Kiat Hidup Lebih Produktif

    Amalkan Doa agar Tidak Malas dan Kiat Hidup Lebih Produktif

    Semua umat Muslim tidak hanya mengandalkan usahanya sendiri untuk mencapai sesuatu. Kita semua pun membutuhkan doa demi tercapainya tujuan. Termasuk untuk menghilangkan rasa malas. Ada doa agar tidak malas yang bisa kita amalkan. 

    Akan tetapi, meskipun belum terkabul, kita sebagai manusia hanya harus bersabar dan terus berdoa. Jika pun di dunia ini belum ada yang terwujud, nanti doanya bakal diganti dengan pahala. 

    Belum terwujud saja sudah dapat pahala. Apalagi terwujud? Dapet pahala, plus dapet apa yang sedang kita doakan. 

    Doa agar Tidak Malas

    Doa agar Tidak Malas

    Berdoa mungkin menjadi salah satu hal yang paling mulia di sisi Allah SWT. Ia pun sangat mencintai semua orang yang bersandar juga berserah diri pada-Nya. Dalam berdoa, setiap dari kita memang harus yakin bahwa doa tersebut akan terkabul. 

    Nah, di dalam Islam berdoa tuh bukan hanya untuk hal-hal seperti kesuksesan, kejayaan, dan juga sejenisnya. Bahkan kalau kamu malas pun, ada doa yang bisa kamu baca.

    Malas, di dalam bahasa Arab dikenal juga dengan Al-Kaslu yang artinya berat mengerjakan sesuatu dan berhenti untuk melengkapi sesuatu.

    Baca juga: Doa Masuk WC dan Keluar WC yang Benar Sesuai Sunnah

    Malas ini menurut Imam Ibnul Qoyyin Rahimahullah, akan melahirkan beberapa sifat seperti menyia-nyiakan waktu, berlebihan, tidak dapat apapun, dan penyesalan yang amat sangat. 

    Akan tetapi,, setiap insan yang ingin mengubah rasa malasnya bisa membaca dzikir penghilang rasa malas dan juga doa untuk berlindung dari malas. 

    Nah, kira-kira bagaimana bacaan doa agar tidak malas? Ini dia bacaan lengkap beserta terjemahannya: 

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” 

    (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)”

    Manfaat Membaca Doa Malas Berdasarkan Hadits

    Saat kamu membaca doa berlindung dari sifat lemah, malas, pengecut, dan pikun yang sudah ada di atas, kamu bisa memperoleh faedahnya berupa: 

    • Keselamatan agar terhindar dari semua sifat yang disebutkan. 
    • Tidak terjerumus ke dalam sifat-sifat jelek. 
    • Mendapatkan perlindungan dari sifat ‘Ajz atau tidak adanya kemampuan dalam melakukan kebaikan. 
    • Perlindungan dari sifat Kasal atau kurangnya motivasi dalam melakukan kebaikan padahal sedang mampu melakukannya. 
    • Perlindungan dari sifat al jubn yakni berlindung dari rasa takut untuk beramar ma’ruf nahi mungkar. 
    • Perlindungan dari al harom atau kembali pada kejelekan umur pada masa tua. 
    • Memperoleh perlindungan dari sifat bukhl atau sifat pelit dan kikir serta tidak tamak pada harta yang tidak ada dalam diri kita. 
    • Mendapatkan perlindungan dari siksa kubur. 
    • Mendapatkan perlindungan dari fitnah atau cobaan saat hidup dan ketika mati kelak. 

    Dengan membaca doa supaya tidak malas itu memang kita akan mendapatkan banyak faedah atau keutamaan dari sana. Yuk, amalkan biar hidup jadi lebih produktif!

    Baca juga: Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dalam Islam, Pikiran Kembali Bersih

    Kiat Hidup supaya Lebih Produktif

    Tidak hanya membaca doa agar tidak malas, dan lemah saja. Di dalam Islam kita sudah sering mendengar bahwa setiap manusia juga harus bersama melakukan usaha. 

    Kita pasti sudah dengar pepatah yang cukup terkenal. Berdoa tanpa adanya usaha sama aja bohong. Akan tetapi, berusaha tanpa berdoa itu adalah sombong. Keduanya ibarat sepasang sayap. 

    Pakai satu sayap aja tidak bisa atau tidak cukup untuk membuat kita ‘terbang’. Keduanya harus berjalan beriringan. Jadi selain membaca doa supaya tidak malas, kita pun harus tahu cara atau usahanya. Berikut ini kiat-kiatnya: 

    1. Punya Niat yang Tulus

    Hal pertama yang harus kamu miliki adalah niat yang tulus. Niat menjadi hal fundamental juga mendasar pada setiap tindakan. 

    Islam mengajarkan kita agar semua yang kita kerjakan wajib benar dan tulus. Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: 

    “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, 

    dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits). 

    Memang Rasulullah telah mengajarkan kita agar selalu membenarkan niat. Apa saja yang kita kerjakan, sebisa mungkin meniatkannya untuk memperoleh Ridho Allah SWT. Dengan begitu, hati kita bisa tenang. 

    Selain membaca doa agar tidak malas, kita pun harus berusaha untuk selalu mengharap keridhaan Allah dan merasakan kehadiran-Nya pada semua tindakan kita. 

    2. Bersungguh-sungguh

    Punya cita-cita yang besar membuat kita semua harus terus bergerak. Dengan cita-cita besar yang ada, maka artinya kita sudah mengambil suatu tanggung jawab dan kewajiban besar guna mewujudkannya. 

    Nah jika kita malas, maka tujuan itu tidak akan pernah terwujud. Jalan satu-satunya untuk menghadapi malas adalah dengan bersungguh-sungguh. 

    Misalnya dengan mengatur kembali hidup kita, mengatur lagi gaya hidup, lebih banyak belajar, dan terus meningkatkan pemahaman agama. 

    3. Jadilah Proaktif

    Kiat selanjutnya adalah dengan menjadi proaktif. Dengan artian kita harus punya inisiatif dalam melakukan kebaikan serta jadi sosok yang lebih baik. 

    Selain membaca doa supaya tidak malas, kamu pun harus berusaha agar tidak selalu terbawa arus pergaulan di sekitarmu. 

    Justru sebaliknya, kamu harus membawa energi positif untuk kamu tularkan pada sekitar. Caranya bisa dengan fokus pada bidang yang ingin kamu kuasai atau bidang yang bisa memberikan manfaat pada hidup banyak orang. 

    4. Tidak Menunda Sesuatu atau Pekerjaan

    Salah satu hal yang bikin kita lebih malas dari biasanya adalah punya kebiasaan menunda-nunda. Apalagi jika kebiasaan ini sudah terbangun dari kecil. 

    Tahu tidak, kalau menunda-nunda itu dan sekadar punya angan-angan merupakan dasar dari kekayaan orang-orang yang bangkrut. 

    إن المنى رأس أموال المفاليس

    “Sekedar berangan-angan (tanpa realisasi) itu adalah dasar dari harta orang-orang yang bangkrut.” (Madarij As-Salikin, Ibnul Qayyim, 1: 456).

    5. Cari Suasana Baru

    Setelah membaca doa berlindung dari malas dan hutang kamu pun harus berusaha untuk tidak malas lagi. 

    Jika dengan beberapa usaha lain kamu masih stuck dan masih malas, maka cobalah mengganti suasana. Yap, coba untuk mencari suasana yang baru.

    Kalau mau produktif, carilah ruang kerja publik seperti cafe, co-working space, ataupun perpustakaan yang di sampingnya banyak orang yang juga bekerja. 

    Ada di samping orang lain yang bekerja keras akan membantumu untuk ikut termotivasi bekerja keras juga. 

    Dengan beberapa cara ini, artinya kamu tidak sekadar hanya bisa membaca doa agar tidak malas saja. Melainkan juga sudah berusaha untuk menghilangkan rasa malasmu.

  • 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Tidur di malam hari adalah salah satu cara melepaskan penat setelah aktivitas yang dilakukan saat siang. Tapi tahukah kamu bahwa ada beberapa amalan sebelum tidur yang dianjurkan Rasulullah SAW.

    Alih-alih scroll social media sebelum tidur, kita bisa melakukan beberapa amalan sunnah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Serta meminta penjagaan selama tidur hingga bangun kembali.

    Jika penasaran, Yuk simak tujuh amalan sebelum tidur sesuai sunnah Rasulullah SAW

    Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah

    Istirahat di malam hari menjadi proses mengembalikan energi untuk menyongsong kembali hari esok. Faktanya, sebagian umat muslim belum mengetahui amalan yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan sebelum tidur.

    Kini sebagian muslim, lebih banyak menghabiskan waktu sebelum tidur dengan berbaring serta bermain gadget, sambil menunggu terlelap.

    Sebagai umat Islam kita dianjurkan untuk tidak melewatkan membaca doa sebagai bentuk kerendahan hati, bahwa kuasa Allah SWT begitu besar. Tak hanya membaca doa, ada beberapa amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW yang dapat dilakukan sebelum beranjak tidur.

    Berikut beberapa amalan sesuai sunnah Rasulullah SAW:

    1. Berwudhu Sebelum Tidur

    Wudhu sebelum tidur menjadi amalan Rasulullah SAW sebelum berbaring di tempat tidur yang disukai oleh malaikat. Berwudhu sendiri merupakan kegiatan bersuci dari hadas maupun najis. Amalan ini dijelaskan dalam hadis riwayat  Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

    إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

    Artinya: “Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu,” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

    Amalan ini dimaksudkan agar seorang muslim tetap menjaga wudhunya meski Ia hendak berbaring di tempat tidur. Rasulullah SAW yang menyadari kelemahan manusia, menganjurkan untuk bersuci.

    Hal ini dimaksudkan, jika ada sesuatu hal dikeluar kendali seperti bencana alam ataupun lainnya, tubuh akan tetap dalam keadaan suci.

    2. Membaca Doa Sebelum Tidur

    Amalan sebelum tidur selanjutnya adalah membaca doa sebelum tidur. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa seorang muslim yang tidur memiliki keterbatasan akan kesadaran.

    Oleh karena itu, penting untuk berdoa kepada-Nya agar diberikan perlindungan selama tidur dan dibangunkan dalam keadaan sehat.

    Sebagaimana dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah, ia berkata:

    كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »

    Artinya: “Apabila nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan doa: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, Beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324).

    Bacaan doa sebelum tidur yang bisa digunakan yakni:

    بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

    Latin: Bismika allohumma ahyaa wa bismika amuut.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang menghidupkan dan mematikan.”

    3. Mengibaskan Tempat Tidur

    Amalan sebelum tidur yang ketiga adalah mengibaskan tempat tidur. Rasulullah SAW menganjurkan bagi seorang muslim yang hendak membaringkan tubuh di atas kasur, untuk mengibaskan tempat tidur dengan sarungnya sebanyak tiga kali dengan membaca basmalah.

    Hal ini didasarkan dalam hadis riwayat Bukhori, Rasulullah SAW bersada:

    Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain atau sarung dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘bismillah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Bukhari no. 6320)

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan dalam berbagai aspek kehidupan, begitu pun saat bangun tidur. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan tempat tidur supaya tetap bersih dan tidak menjadi tempat berhuninya setan.  

    4. Membaca Ayat Kursi

    Membaca ayat kursi sebelum tidur memiliki keutamaan yakni, Allah akan melindungi seorang muslim dari gangguan setan, jin termasuk mimpi buruk hingga pagi hari tiba. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

    فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

    Artinya: “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi,” (HR. Bukhari).

    Dengan membaca ayat kursi, hati akan menjadi terntram dan terjaga tidurnya. Dengan ketentraman hati, tentu tidur akan lebih berkualitas bukan.

    5. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas

    Membaca tiga surat terakhir al-Quran sebelum tidur adalah sesuatu yang dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi. Selain sebagai perlindungan dari sesuatu yang buruk, hal ini juga merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW.

    Selain perlindungan dari hal buruk, Allah SWT janjikan tercukupnya kebutuhan selama berada di dunia serta mendapatkan panggilan khusus di hari kiamat.

    Dari Aisyah ra. Beliau berkata:

    “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surah Al-Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surah Al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surah An-Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)

    6. Memperbanyak Dzikir

    Amalan sebelum tidur yang keenam adalah memperbanyak dzikir. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Aisyah R.A:

     “Apabila kalian berdua hendak tidur, maka bertakbirlah kepada Allah sebanyak tiga puluh tiga kali, bertasbihlah sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah sebanyak tiga puluh empat, dan ini semua lebih baik buat kalian berdua dari seorang pelayan” (Hadits Bukhari Nomor 5843).

    Rasulullah SAW senantiasa berdzikir sepanjang waktu dan mengingat kebesaran Allah SWT. Bahkan sebelum tidur pun, Rasulullah SAW berdzikir dan memuji Allah SWT. Tentu ikut mengamalkan ajaran Rasulullah akan menambah pahala kita. Keutamaan dzikir sendiri yakni menghapuskan dosa kita serta menambah kualitas saat tidur.

    7. Menyegerakan Tidur Sesudah Isya

    Amalan terakhir adalah mengenai waktu tidur yang tidak terlalu malam atau pun tidak terlalu cepat. Diriwayatkan dari Abi Barzah, ia berkata:

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

    Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari).

    Rasulullah SAW menghawatirkan jika tidur dilakukan sebelum Isya akan melewatkan ibadah wajib tersebut. Sehingga, seorang muslim dapat mengisi waktu sebelum Isya dengan berbincang dan menemani keluarga, atau mengulang hafalan Quran (muraja’ah).

    Termasuk juga apabila ada tamu yang datang. Dianjurkan untuk melayani tamu dan menunda waktu tidur. Adapun amalan yang patut dipahami adalah menghindari tidur sebelum salat Isya. Hal ini dibenci oleh Rasulullah.

    Namun, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk segera tidur setelah Isya bermaksud untuk menhindari mudharat karena aktivitas yang kurang bermanfaat seperti berbincang yang menyulut ghibah.

    Demikian tujuh amalan sebelum tidur yang bisa kita lakukan sesuai anjuran Rasulullah SAW. Semoga dengan kita niatkan untuk istiqomah serta membiasakan diri dengan amalan ini, kita akan selalu didekatkan dengan Allah SWT, dan diberikan kelancaran dalam segala urusan.

    Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat ya. Assalamualaikum wr. Wb.

  • 11 Doa Minta Kesembuhan dari Sakit, Bersabar dan Percaya PadaNya

    11 Doa Minta Kesembuhan dari Sakit, Bersabar dan Percaya PadaNya

    Setiap orang pasti pernah merasakan sakit, karena dari sakit kita bisa mensyukuri nikmat sehat. Sebab kita sebagai manusia biasa harus senantiasa berdoa meminta perlindungan Allah SWT, termasuk doa minta kesembuhan ketika sedang sakit.

    Dengan membaca doa, kita juga sudah mengamalkan tindakan terpuji yang Rasulullah ajarkan kepada umatnya. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika kita doa minta kesembuhan penyakit kepada Allah SWT.

    Karena setiap takdir datangnya dari Allah SWT penguasa langit dan bumi. Apalagi datangnya sebuah penyakit merupakan bentuk ujian, baik itu ujian kesabaran ataupun ujian-ujian yang lainnya.

    Kumpulan Doa Minta Kesembuhan

    Kita seringkali melihat seseorang sakit baik itu teman, keluarga ataupun orang jauh, dan bisa juga diri kita sendiri. Walaupun begitu, siapapun itu tetap Allah SWT memiliki solusi terbaik untuk mendekatkan manusia kepada-Nya.

    Apalagi sebagai manusia yang tercipta untuk saling peduli dan mendukung. Memberikan doa minta kesembuhan untuk orang lain tidak ada salahnya.

    Artinya kita saling membantu walaupun melalui doa, karena doa senjata paling ampuh untuk orang beriman. Berikut beberapa kumpulan doa minta kesembuhan dari sakit yang bisa kita pelajari, perhatikan dan terapkan dengan baik.

    Pertama

    Doa Minta Kesembuhan dari Sakit yang Pertama

    Dari Kitab Al-Adzkar yang Imam An-Nawawi tulis terdapat beberapa kutipan riwayat cerita Rasulullah SAW menjenguk sahabatnya yang sakit. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan kepada sahabatnya tersebut.

    Doa minta kesembuhan pertama dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA yang Rasulullah ajarkan untuk keluarganya yaitu sebagai berikut :

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Latinnya, “Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman.”

    Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.” (Imam An-Nawari pada Kitab Al-Adzkar, Damaskus Darul Mallah halaman 113).

    Baca juga: Jazakumullah Khairan Katsiran, Arti dan Cara Menjawabnya

    Kedua

    Selanjutnya ada sebuah doa minta kesembuhan atas penyakit yang berasal dari hadits. Tentunya hadits tersebut diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA, doa ketika Rasulullah mengunjungi Sa’ad.

    اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

    Latinnya, “Allahummasyfi sa’adan, Allahummasyfi sa’dan, Allahummasyfi sa’dan,”

    Artinya: “Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad, Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad, Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad.” (HR. Muslim no. 1628)

    Untuk lafaz Sa’ad yang merupakan nama orang, kita diperkenankan untuk menggantinya dengan nama orang lain yang tengah kita kunjungi.

    Ketiga

    Dalam riwayat lainnya, Rasulullah juga membaca doa minta kesembuhan ketika meruqyah salah satu sahabat beliau. Oleh sebab itu, kita juga bisa menggunakan doa riwayat ini untuk media komunikasi tepatnya meminta dengan Allah SWT.

    امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

    Latinnya, “Imsahil ba’sa rabban nasi. Bi yadikas syifa’u. La kasyifa lahu illa anta.”

    Artinya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau.” (Kitab Al-Adzkar ditulis oleh Imam An-Nawawi, Damaskus Darul Mallah, halaman 113).

    Keempat

    Selanjutnya ada doa minta kesembuhan khusus untuk perempuan atau muslimah. Doa ini bisa kita panjatkan kepada Allah SWT untuk meminta pertolongan atas kesembuhan saudari-saudari kita.

    Pastikan lagi ketika membaca bacaan doa minta kesembuhan dari sakit, kita dalam keadaan bersih baik itu fisik maupun hati. Dan pastikan juga membaca dengan khusyuk serta tulus agar apa yang kita minta Allah SWT ijabah.

    اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَتَكَ يَا شَافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Latinnya, “Allahuma syafi ‘abdatika ya syafi la syifa-a illa syifa-uka syifa-an la yughadiru saqaman,”

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu ini (untuk perempuan), wahai Yang Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, sembuhkanlah ia sehingga tidak ada penyakit yang tersisa.”

    Kelima

    Kelima ada doa minta kesembuhan yang bersumber dari buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd. Rohim. Buku tersebut menjelaskan bacaan doa ketika sakit berdasarkan hadist Rasulullah.

    Lebih lengkapnya dari riwayat dalam Shahih Muslim, dari Utsman bin abil Ash yang mengadu kepada Rasulullah perihal sakit yang ia rasakan pada tubuhnya. Rasulullah pun memberikan perintah untuk membaca doa sebagai berikut.

    (3x) بِسْمِ اللَّهِ

    (7x) أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Latinnya, “Bismillah (3x), a’uudzu bi’izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajldu wa uhaadziru (7x).”

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan aku takuti.”

    Keenam

    Riwayat dari Aisyah RA untuk doa minta kesembuhan keluarga dan lainnya.

    Artinya: “Bahwa Nabi Muhammad SAW ketika ada sahabat yang datang mengadu sebuah penyakit atau luka, beliau melakukan hal ini dengan jari telunjuknya dan beroda (Sufyan bin Uyainah selaku rawi hadits mempraktikkan dengan membasahi telunjuknya dan mengusapkannya ke tanah, kemudian berdoa.”

    بسم الله، تربة أرضنا، بريقة بعضنا، يشفى به سقيمنا، بإذن ربنا

    Latinnya, “Bismillahi, Turbatu Ardhina, Biriiqati ba’dhina, Yusyfaa bihi saqiimuna, Biidzni Rabbina.”

    Artinya: “Dengan nama Allah, debu tanah kami, dengan sedikit ludah kami, bisa menjadi sebab sembuhnya penyakit kami, dengan izin Rabb kami.” (HR. Bukhari no. 5745 dan Muslim no. 2194)

    Sebagai pendukungnya pun Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimi RA menjelaskan, “Hal ini bisa menjadi sebab kesembuhan dengan dua kondisi : (1) Diiringi dengan keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT akan menyembuhkan dengan cara ini; (2) Yang sakit pun menerima disertai keimanan bahwa hal tersebut akan menjadi sebab kesembuhannya.” (Syarh Riyadh Al-Shalihin, 4: 278)

    Ketujuh

    Doa minta kesembuhan ketujuh ini khusus laki-laki. Dengan memberikan doa, maka kita memberikan dukungan juga terhadap mental dan emosional yang sakit. Sehingga, bisa membantu mempercepat proses penyembuhan.

    أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

    Latinnya, “As-alu Allah al-‘azhima rabb al-‘arshi al-‘azhimi  an yashfiyak.”

    Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Pemilik ‘Arsy yang Agung, agar menyembuhkanmu (untuk laki-laki).”

    Kedelapan

    Kedelapan ada bacaan doa minta kesembuhan dari hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas RA. Berikut doanya : 

    “Bahwasanya Rasulullah SAW ketika mengunjungi orang  sakit, beliau sering mengatakan,”

    لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Latinnya, “Laa ba’sa, thohuurun insyaallah.”

    Artinya: “Tidak mengapa. Semoga penyakit ini menjadi pembersih atas dosa-dosamu. Atas izin Allah.” (HR. Bukhari no. 3616)

    Poin kedelapan ini sebenarnya bukan merupakan doa, melainkan bentuk Rasulullah memberitahu bahwa sakit yang kita dera saat ini boleh jadi menjadi sebab terampuninya dosa-dosa atas izin Allah.

    Kesembilan

    Doa minta kesembuhan kesembilan ini, Rasulullah Saw baca saat menjenguk sahabatnya Salma Al-Farisi RA sesuai dengan hadist riwayat Ibnu Sunni. Doa berikut akan lebih spesifik dengan menyebut orang yang menderita penyakitnya.

    شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

    Latinnya, “Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘afaka fi dinika wa jismika ila muddati ajalika.”

    Artinya: “Wahai (sebut nama orang yang sedang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.”

    Kesepuluh

    Doa kesepuluh ini lebih kepada doa mohon kondisi kesehatan. Muhammad Lutfi Zamani menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Pasti Mustajab perlihal doa mohon kondisi sehat. Tetapi, sebenarnya bisa juga untuk doa minta kesembuhan.

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ ولا إل أحد منان ناس

    Latinnya, “Yaa hayyun, yaa qayyuumun, birahmatika istaghiitsu, wa ashlih lii sya’nii kullahuu, wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin, wa laa ilaa ahadin minan naas.”

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Kekal, hanya dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh kondisiku, jangan Engkau biarkan aku bergantung kepada siapapun dari manusia. (Ath Thabrani, Al-Mu’jamu ash-Shaghir lith Thabrani, Juz 2 (Mesir: Muwaqi’u Jaamil Haits, tt), halaman 3).

    Kesebelas

    Terakhir, ada ayat doa minta kesembuhan dari sakit menurut surat Al-Quran. Kutipan surat Al-Quran dalam Surat Al-Anbiya ayat 83. Berikut lafadz dan artinya :

    رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

    Latinnya, “Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamar roohimiin.”

    Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

    Melalui doa kita bisa menunjukkan rasa kepedulian terhadap orang yang sedang sakit. Walaupun doa memang sesuatu hal yang harus kita panjatkan untuk meminta pertolongan kepada Allah.

    Sehingga, semoga dengan pemaparan kumpulan doa minta kesembuhan tersebut membuat kita selalu dalam perlindungan Allah. Sekaligus dapat membantu kita semua untuk memperoleh kesabaran atas sakit tersebut.

    Jangan lupa untuk juga menjaga kesehatan sebagai bentuk usaha dan memanjatkan doa minta kesembuhan. Berdoa bisa kita lakukan sebagai bentuk komunikasi meminta perlindungan kepada Allah SWT.

  • Doa Nabi Sulaiman Untuk Mendatangkan Uang Dan Kekayaan

    Doa Nabi Sulaiman Untuk Mendatangkan Uang Dan Kekayaan

    Mungkin sebagian orang pernah mendengar doa Nabi Sulaiman yang memiliki banyak sekali keutamaan. Salah satunya yakni memberikan rezeki yang berlimpah.

    Nabi Sulaiman adalah satu di antara nabi yang sangat dihormati dalam agama Islam, beliau dikenal dengan kekayaan dan kebijaksanaannya yang amat luar biasa. Dalam Al-Qur’an juga dikisahkan bahwa beliau memohon kepada Allah untuk diberikannya kekayaan dan kekuasaan yang luas.

    Doa Nabi Sulaiman ini menjadi salah satu inspirasi bagi umat Islam untuk memohon rezeki yang berlimpah dari pintu manapun. Yuk, simak bacaan doa Nabi Sulaiman berikut ini!

    Bacaan Doa Nabi Sulaiman

    Selain dikenal akan kekayaan dan kebijaksanaanya, Nabi Sulaiman juga memiliki sejumlah kemuliaan yang istimewa yakni kemampuan berbicara dengan hewan dan jin, serta mampu mengusir kawanan semut.

    Sebagai seorang muslim, tentu penting bagi kita untuk mengenali serta meneladani sifat Nabi Sulaiman yang meski memiliki banyak sekali keistimewaan, namun tetap rendah hati dan tidak sombong atas segala kenikmatan yang Allah SWT berikan kepadanya.

    Adapun beberapa doa Nabi Sulaiman yang tertuang dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

    1. Doa Nabi Sulaiman Memohon Kekayaan

    Doa Nabi Sulaiman Memohon Kekayaan

    Doa Nabi Sulaiman yang pertama yakni doa meminta kekayaan, pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki keterbatasan dan pembeda dari orang lain, termasuk mengenai ekonomi.

    Oleh sebab itu, seorang muslim harus senantiasa meminta dan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kekayaan yang cukup.

    Umunya, berdoa apa saja diperbolehkan asalkan dalam hal kebaikan. Salah satu kebaikan yang dimaksudkan seperti meminta rezeki yang berlimpah serta keberkahan di dalamnya.

    Lantas, apakah orang yang berkecukupan dilarang meminta dilapangkan rezekinya?

    Tentu saja tidak, meskipun Nabi Sulaiman sudah menjadi seseorang yang kaya raya namun tetap saja doa meminta rezeki ini selalu dilantunkan.

    Bahkan, kekayaan yang diminta oleh Nabi Sulaiman adalah kerajaan megah yang berada di Palestina.

    Agar keinginannya tercapai, maka Nabi Sulaiman memanjatkan doa kepada Allah seperti yang tertuang pada Q.S Shaad ayat 35, yaitu:

    قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لَّا يَنۢبَغِى لِأَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

    Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb

    Artinya: Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”. (QS Shaad: 35).

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    2. Doa Nabi Sulaiman Untuk Tetap Mensyukuri Nikmat Allah

    Selain sebagai permohonan akan rezeki, adapula satu di antara doa Nabi Sulaiman yang diperuntukkan sebagai sarana memelihara karunia Allah SWT.

    Di mana, hati yang bersyukur akan memperkuat dan memantapkan kebaikan yang belum ada.

    Mukjizat dari Allah SWT kepada Nabi Sulaiman AS adalah berupa kekayaan yang sangat banyak.

    Karena salah satu mukjizat yang dimilikinya tersebut, maka senantiasa membuatnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

    Rasa syukur Nabi Sulaiman terhadap segala limpahan rezeki yang beliau punya dengan melafalkan doa yang tercatat dalam Al-Qur’an pada surat An-Naml Ayat 19:

    رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

    Rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu, yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba Mu yang sholeh.” (QS. Al-Naml:19).

    Baca juga: Bacaan Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan, Sah!

    3. Doa Nabi Sulaiman Menjinakan Hewan

    Nabi Sulaiman dikaruniai mukjizat yang luar biasa dari Allah SWT yakni bisa menjinakan dan berbicara menggunakan bahasa hewan.

    Dalam kisahnya, Nabi Sulaiman melafalkan doa yang mampu menjinakan hewan, sesuatu yang tidak mungkin namun mungkin di hadapan Allah SWT.

    Doa ini boleh saja kita lafalkan saat sedang berada di tempat yang mungkin saja terdapat banyak sekali hewan buas. Oleh sebab itu, bacalah doa ini saat bertemu dengan hewan yang ditakuti:

    بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ , اَلَّا تَعْلُوا عَلَىَّ وَاْتُونِى مُسْلِمِيْنَ

    Bismillah hirrahmani rahiim, allaa ta’luu alayya wa’tuunii muslimin.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu berlaku sombong kepadaku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

    4. Doa Nabi Sulaiman Mengusir Jin

    Selanjutnya, yakni doa Nabi Sulaiman saat menjinakan jin. Hal ini termasuk dalam mukjizat yang Allah SWT berikan kepadanya.

    Selain kemampuan berbicara dengan hewan, beliau juga mampu berkomunikasi dengan jin, tentu hal ini diawali dengan pelafalan doa.

    Salah satu doanya adalah untuk mengusir jin yang tidak mau beriman kepada Allah SWT atau membangkang.

    Salah satu doanya adalah untuk mengusir jin yang tidak mau beriman kepada Allah SWT atau membangkang.

    اَلَّا تَعْلُوْا عَلَيَّ وَأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ ࣖ

    Allā ta‘lū ‘alayya wa’tūnī muslimīn(a).

    Artinya : “Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri!”

    5. Doa Nabi Sulaiman dalam Menundukkan Wanita

    Terdapat doa Nabi Sulaiman yang bisa dilafalkan sebagai permohonan untuk membuat seorang perempuan membalas perasaan kita. Hal ini tertuang dalam surat An-Naml aat 30-31 yang berbunyi:

    إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۙ أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

    Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. allā ta’lụ ‘alayya wa`tụnī muslimīn

    Artinya: “Surat ini dari seorang bernama Sulaiman, ia dimulai dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, isinya janganlah kalian sombong kepadaku, tapi datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

    6. Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu mukjizat Nabi Sulaiman adalah berbicara dengan binatang, hal ini dikisahkan ketika sang Nabi Sulaiman melintasi jalan yang terdapat sekelompok semut yang lewat, kemudian semut tersebut ketakutan dan berteriak.

    Teriakan semut tersebut membuat Nabi Sulaiman berhenti dan memperhatikan kejadian yang dialami oleh kelompok semut.

    Semut sangat takut terinjak oleh pasukan nabi Sulaiman yang tak lama kemudian sang nabi berkata kepada para semut untuk masuk kedalam sarangnya.

    Setelah para semut tersebut masuk barulah nabi sulaiman dan pengikutnya melanjutkan perjalanannya.

    Adapun bacan doa nabi Sulaiman mengiusir semut adalah seperti ini :

    قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

    Qālat namlatuy yā ayyuhan-namludkhulū masākinakum, lā yaḥṭimannakum sulaimānu wa junūduhū wa hum lā yasy‘urūn(a).

    Artinya : “Wahai para semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.” (Q.S. Annaml : 18)

    Keteladanan Nabi Sulaiman AS

    Setelah mengetahui beberapa doa Nabi Sulaiman AS, ada baiknya untuk mengetahui kisah tauladannya sebagai tuntunan kita seorang muslim dalam bersikap. Beberapa keteladanan yang dimiliki Nabi Sulaiman AS antara lain:

    1. Pemimpin yang adil dan bijaksana

    Nabi Sulaiman AS dikenal sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana di seluruh penjuru dunia. Hal ini bermula dari kepandaian beliau dalam memimpn kerajaannya.

    Beliau juga terkenal dengan keadilan  dalam menyelesaikan suatu perkara. Berkat kemampuannya ini, beliau mampu mengatur pasukannya yang besar dan kuat yang tidak hanya terdiri dari manusia, melainkan juga jin, dan hewan.

    2. Selalu malu kepada Allah SWT

    Meskipun memiliki kekuasaan yang begitu besar, hal ini tidak membuat Nabi Sulaiman AS menjadi orang yang sombong.

    Beliau tetap mengingat kebesaran Allah SWT sebagai penolongnya. Beliau bahkan tetap merasa malu kepada Allah SWT karena berkah yang diberikan begitu melimpah. Beliau seringkali merasa tidak pantas akan hal tersebut.

    Beliau tetap rendah hati terhadap makhluk Allah SWT lainnya. Beliau bahkan tetap merasa malu kepada Allah SWT karena sudah diberikan begitu melimpahnya karunia, rezeki, dan nikmat. Ia merasa malu ini karena menganggap dirinya masih belum cukup beribadah kepada Allah SWT.

    3. Rendah hati

    Selain itu, Nabi Sulaiman AS tidak pernah membeda-bedakan, beliau juga sangat senang melakukan dialog dengan rakyat-rakyat kecil, berkomunikasi dengan mereka walaupun hanya dengan beberapa ekor semut.

    Itulah beberapa doa Nabi Sulaiman serta tauladannya yang bisa kita jadikan tuntunan dalam beragama. Semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr. wb.

  • Doa untuk Orang Sakit Agar Cepat Sembuh dalam Islam

    Doa untuk Orang Sakit Agar Cepat Sembuh dalam Islam

    Semua orang yang hidup di dunia pasti pernah mengalami sakit. Sebagaimana yang diajarkan dalam Islam, doa untuk orang sakit memang sangat dianjurkan sebagai instrumen meminta pertolongan maupun perlindungan kepada Allah SWT.

    Terdapat banyak sumber doa untuk meminta kesembuhan dalam ajaran Islam. Di bawah ini beberapa doa beserta latin dan artinya yang bisa kita panjatkan.

    Kumpulan Doa untuk Orang Sakit Sesuai Ajaran dalam Agama Islam

    Tentu saja kita sering melihat teman, keluarga ataupun kerabat dekat yang tertimpa musibah berupa sakit. Sebagai manusia dengan dibekali hati nurani, kita tentu ingin memberikan dukungan baik berupa moral ataupun yang lainnya.

    Jika tidak, maka cara terbaik yang bisa dilakukan sebagai umat muslim adalah mendoakan agar mereka cepat sembuh. Adapun doa ketika sakit yang bisa kita panjatkan sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah.

    Berikut ini kumpulan beberapa doa yang bisa dipanjatkan untuk orang sakit kepada Allah SWT sesuai ajaran ataupun sunnah Nabi Muhammad SAW.

    1. Doa untuk Orang Sakit Supaya Cepat Sembuh

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’a illa syifaauka syifaa’an laa yughadiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit, berikanlah kesembuhan karena Engkau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.” (Hadits riwayat Muslim Nomor 4062)

    Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa untuk orang sakit ini kepada seorang sahabatnya yang sedang tertimpa sakit. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa segala bentuk perilaku rasulullah sangat baik untuk umat.

    Oleh karena itu, doa di atas memiliki keutamaan dan manfaat yang sangat besar dalam menjaga kesehatan dan iman. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan serta perlindungan dari segala bentuk penyakit.

    2. Doa untuk Orang Sakit Khusus Perempuan

    Doa untuk Orang Sakit Khusus Perempuan

    Bagi kita yang ingin menjenguk saudara atau kerabat perempuan yang sakit, maka doa ini bisa dipanjatkan untuk meminta kesembuhan kepada Allah SWT. Adapun bunyi doa untuk orang sakit khusus perempuan yang bisa dibaca seperti dibawah.

    اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَتَكَ يَا شَافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma syafi ‘abdatika ya syafi la syifa a illa syifa uka syifa an la yughadiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu ini (untuk perempuan), wahai Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari Engkau, sembuhkanlah ia sehingga tidak menyisakan rasa nyeri.”

    Cara membaca doa untuk orang sakit perempuan bahasa Arab ini sebenarnya hampir sama dengan membaca doa lainnya. Pastikan kita sebelum memanjatkan doa berada di kondisi yang bersih, baik fisik maupun hati.

    Kemudian, kita dapat mulai membaca doa ini dengan khusyuk serta tulus, baik secara diam-diam maupun dengan suara pelan.

    Pastikan untuk selalu menyebutkan nama orang yang kita doakan dan fokus pada niat untuk meminta kesembuhan mereka.

    Baca juga: Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 48: Arab-latin, Arti, dan Hukum Tajwidnya

    3. Doa untuk Orang Sakit agar Cepat Sembuh dari Penyakit

    Setiap orang yang tertimpa sakit tentunya ingin segera sembuh dan beraktifitas normal seperti sebelumnya. Oleh karena itu, bagi kita yang sehat alangkah baiknya untuk membantu dengan doa untuk orang sakit agar mereka segera sembuh.

    Doa ini bahkan juga dibaca oleh Rasulullah SAW sebanyak 7 kali yang memiliki bunyi seperti berikut:

    أَسْأَلُ الله الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

     As alullaahal ‘azhiim rabbal ‘arsyil ‘azhiim an yasyfiyaka.

    Artinya: “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu.” (Hadits riwayat dari Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 114).

    4. Doa untuk Mohon Ampun dan Kesembuhan

    Selain doa-doa yang ada di atas sebelumnya, doa sakit untuk diri sendiri sebagai cara untuk memohon kesembuhan ini juga bisa kita panjatkan agar saudara yang sedang sakit bisa kembali beraktivitas normal.

    Selain itu, penyakit yang datang bisa saja disebabkan oleh dosa yang diperbuat, maka karenanya kita dianjurkan memohon ampun kepada Allah agar dosa-dosa yang telah diperbuat dapat diangkat sehingga penyakit yang diderita bisa hilang.

    Adapun bunyi doa untuk memohon ampun serta kesembuhan yang bisa dipanjatkan, seperti berikut ini.

    شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

    Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.

    Artinya: “Wahai (menyebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.” (Hadits riwayat dari Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391H], halaman 115).

    5. Doa untuk Mohon Kesembuhan Secara Spesifik

    Doa untuk orang sakit dengan menyebut namanya untuk memohon kesembuhan atau diangkatnya penyakit yang diderita. Adanya doa yang dipanjatkan ini berharap besar besar agar penyakit yang diderita bisa segera disembuhkan oleh Allah SWT.

    Di bawah ini adalah bacaan doa beserta latin dan artinya yang bisa kita amalkan:

    اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

     Allhummasyfi (sebut nama). Allhummasyfi (sebut nama). Allhummasyfi (sebut nama).

    Artinya: “Tuhanku, sembuhkan (nama orang yang sakit). Tuhanku, sembuhkan (nama orang yang sakit). Tuhanku, sembuhkan (nama orang yang sakit).”

    Baca juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

    6. Doa Ketika menjenguk orang yang sedang Sakit

    Ketika sedang menjenguk orang yang sakit, sebaiknya diusahakan juga untuk mendoakan orang tersebut agar tubuh mereka bisa segera sehat. Selain itu, kehadiran kita juga bisa jadi sebagai penghibur bagi orang yang sakit.

    Oleh karena itu, menjenguk orang yang sakit sangat disarankan jika memang orang tersebut sudah bisa menerima. Kita juga bisa mendoakan sekaligus mereka yang sakit agar penyakitnya diangkat oleh Allah SWT.

    Berikut ini doa yang bisa kita panjatkan ketika menjenguk orang yang sakit.

    لاَ بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ الله

    Laa ba’sa thahur insyaa Allah.

    Artinya: “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah.”

    7. Doa Ruqyah untuk Orang yang Sakit agar Cepat Sehat

    Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan orang sakit. Salah satunya adalah cara ruqyah seperti yang diajarkan dalam agama Islam. Di mana dalam hal ini adalah dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

    Hal ini dilakukan agar orang yang sakit segera diberikan kesembuhan oleh yang maha kuasa. Doa inilah yang juga dibaca oleh Rasulullah saw ketika sedang meruqyah. Berikut ini doa yang bisa dibacakan melalui metode ruqyah.

    امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

    Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

    Artinya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.” (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).

    8. Doa untuk Orang Sakit dalam Surat yang Ada di Al-Quran

    Surah Al-Anbiya Ayat 83

    Di dalam Al-Quran sendiri juga ada doa yang bisa kita panjatkan untuk orang yang sedang sakit. Doa tersebut terdapat dalam surat Al-Anbiya ayat 83 dengan bunyi:

    رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

    Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamar roohimiin.

    Artinya: “ Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

    Cara Mendoakan Orang Sakit Menurut Ajaran Islam

    Menjenguk orang sakit merupakan suatu tindakan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Tidak hanya sekedar menjenguk saja, namun juga mendoakan agar penyakit di dalam tubuh segera diangkat oleh Allah SWT.

    Namun, sebaiknya kita juga tidak lupa untuk memperhatikan bagaimana tata cara yang baik dalam mendoakan orang sakit. Berikut adalah cara-caranya sebagaimana yang dianjurkan.

    1. Niat Karena Allah SWT

    Cara yang pertama saat mendoakan orang sakit adalah niat tulus karena Allah SWT semata. Hal ini karena mendoakan orang sakit adalah perbuatan yang baik, sehingga sudah sepantasnya meniatkan diri untuk Allah SWT dan mengharapkan ridho-Nya.

    Tidak ada salahnya juga untuk membawa buah tangan, seperti buah-buahan ataupun kue sehingga bisa diberikan kepada orang yang sakit atau yang menjaganya.

    2. Duduk dekat Kepala yang Sakit

    Sebelum mendoakan orang yang sakit, hendaknya memperhatikan posisi duduk terlebih dahulu. Cara ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk dan mendoakan sahabatnya yang sakit.

    Beliau selalu duduk atau memposisikan diri di samping kepala yang sakit sembari mengenalkan nama ketika ingin masuk. Adanya cara ini tentu membuat orang yang sakit merasa senang ketika dijenguk oleh Rasulullah SAW.

    “Apabila Nabi Muhammad menjenguk orang yang sakit, beliau duduk di sisi kepalanya.” (HR. Bukhari)

    3. Menyentuh Bagian yang Sakit

    Cara yang selanjutnya adalah menyentuh bagian yang sakit. Cara ini juga diajarkan oleh Nabi Muhammad saw semasa hidupnya. Beliau memegang kening atau bagian tubuh lainnya yang sedang sakit.

    Perlakuan ini adalah bentuk kasih sayang dan perhatian dari orang yang menjenguk kepada orang sakit. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

    “Merupakan kesempurnaan menjenguk orang yang sakit adalah seorang kalian meletakkan tangannya pada wajahnya atau tangannya, kemudian bertanya bagaimana keadaannya. Dan, kesempurnaan penghormatan di antara kalian adalah berjabat tangan.” (HR. Ahmad dan Thabrani)

    4. Menghiburnya

    Cara yang terakhir adalah menghibur orang yang tertimpa musibah seperti sakit. Seperti kita ketahui bahwa orang yang sakit biasanya diliputi kesedihan hingga kekhawatiran.

    Oleh karena itu, orang yang datang menjenguk alangkah lebih baik jika bisa menghibur untuk mengurangi beban penderitaan orang tersebut.

    Beberapa doa untuk orang sakit ini tentunya bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang diketahui bahwa sakit menjadi hal yang sangat lumrah dialami oleh setiap manusia.