Tag: Doa Sehari-hari

  • Bacaan Doa Kehilangan Barang: Arab Latin dan Artinya Allah Ganti Lebih Baik!

    Bacaan Doa Kehilangan Barang: Arab Latin dan Artinya Allah Ganti Lebih Baik!

    Kehilangan barang berharga baik karena lupa atau adanya kemungkinan karena dicuri merupakan salah satu hal yang membuat hati tidak nyaman. Oleh sebab itu, wajar saja apabila sebagian umat Islam membacakan doa kehilangan barang.

    Tujuan dari membaca doa tersebut tidak lain merupakan sebuah upaya agar Allah Swt. memberikan rezeki berupa kembalinya barang yang sedang hilang itu.

    Lantas, bagaimana sebaiknya kita menyikapi apabila kita yang sedang ditimpa kehilangan barang tersebut? Yuk baca bagian artikel di bawah ini.

    Harta dan Kekayaan adalah Titipan dari Allah

    Sebelum kita melakukan bacaan doa kehilangan barang, kita harus menyadari dan memahami tentang kepemilikan harta dan kekayaan yang sebenarnya.

    Kita harus menyadari bahwa semua harta dan kekayaan yang kita miliki adalah titipan dari Allah. Maka menjadi hak Allah lah apabila Ia ingin mengambil sebagian atau seluruhnya dari harta dan kekayaan kita.

    Allah SWT  berfirman:

    آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

    Artinya: “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.

    Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7)

    Imam Al-Qurthubi menjelaskan salah satu tafsir dari ayat di atas. Beliau mengatakan “Ayat ini merupakan dalil bahwa pada hakekatnya harta tersebut milik Allah. Hamba tidaklah memiliki apa-apa melainkan apa yang Allah ridhoi…”

    Baca juga: Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    Kehilangan Barang Menjadi Peluang Mendatangkan Pahala

    Salah satu keuntungan dari menjadi seorang muslim adalah bahwa setiap kesusahan dan kegundahan yang kita alami, berpotensi mendatangkan pahala dari Allah.

    Selain berupaya dengan mengucapkan doa kehilangan barang, seorang muslim harus berupaya mengendalikan hati dengan cara bersabar atas musibah yang sedang dialami.

    Jika sudah bersabar, insyaallah pahala akan Allah berikan sebagai ganjaran atas kesabaran tersebut.

    عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له

    Artinya: “Sungguh mengagumkan keadaan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya baik, dan karakter itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang Mukmin. 

    Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, dan demikian itu lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar, dan demikian itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim, al Baihaqi dan Ahmad).

    Selain itu, Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, Rasulullah Saw. mengatakan:

    مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

    Artinya: “Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya.

    Terkecuali, Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641).

    Semoga dengan pemahaman ini, kita bisa bersabar atas kehilangan barang sembari tetap mengucapkan doa kehilangan barang agar cepat kembali.

    Baca juga: 2 Doa Sebelum Tidur dan Amalan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Panjang & Pendek)

    Bacaan Doa Kehilangan Barang

    Sebenarnya, tidak ada petunjuk atau doa khusus tertentu yang ditujukan untuk berdoa karena kehilangan barang dari Rasulullah Saw.

    Doa yang bisa diucapkan dalam artikel ini bersumber dari doa yang pernah diajarkan oleh Ibnu Umar R. A dan juga ulama.

    Adapun ucapan doa tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Versi Ibnu Umar R. A

    Terdapat suatu riwayat dari Ibnu Umar r.a yang mana beliau mengajarkan suatu doa bagi orang yang sedang mencari atau berharap barang yang hilang agar kembali.

    Dari Umar bin Katsir, Ibnu Umar R. A, beliau menjelaskan suatu amalan serta  doa kehilangan barang agar cepat ketemu.

    يتوضأ ويصلي ركعتين ويتشهد ويقول: «يا هادي الضال، وراد الضالة اردد علي ضالتي بعزتك وسلطانك فإنها من عطائك وفضلك»

    Artinya: ”Dia berwudhu, kemudian shalat 2 rakaat, setelah salam lalu mengucapkan syahadat, kemudian berdoa.

    يَا هَادِيَ الضَّال، وَرَادَّ الضَّالَة ارْدُدْ عَلَيَّ ضَالَتِي بِعِزَّتِكَ وَسُلْطَانِكَ فَإِنَّهاَ مِنْ عَطَائِكَ وَفَضْلِكَ

    Yaa haadiyadh-dhaaal, wa raaddadh-dhaalah, urdud ‘alayya dhaalati bi ‘izzatika wa sulthaanika fa innahaa min ‘athaaika wa fadhlika

    Artinya: “Ya Allah, Dzat yang melimpahkan hidayah bagi orang yang sesat, yang mengembalikan barang yang hilang. Kembalikanlah barangku yang hilang dengan kuasa dan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya barang itu adalah bagian dari anugerah dan pemberian-Mu”.

    (H.R. Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf no. 29720)

    Al-Baihaqi mengatakan bahwa hadits ini adalah perkataan sahabat (hadits mauquf) dan status haditsnya adalah hasan.

    2. Versi Alim Ulama

    Selain itu, terdapat doa lain yang bisa kita amalkan sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan kembali barang kita yang hilang. Doa ini merupakan doa yang diucapkan oleh Ulama dan bisa kita lakukan juga apabila sedang kehilangan barang.

    Adapun bacaan doa barang hilang agar ketemu tersebut adalah sebagai berikut.

    اَللّٰهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ، اِجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ ضَالَّتِيْ فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ

    Allaahumma yaa jaami‘an naasi liyaumin laa raiba fiih, ijma’ bainii wa baina dlaallatî fii khairin wa ‘aafiiyah.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan ‘afiyah,” (Lihat Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

    Demikianlah amalan serta bacaan doa yang bisa kita lakukan apabila sedang kehilangan barang.

    Perlu diketahui bahwa membacakan doa kehilangan barang merupakan salah satu ikhtiar kita dalam mendapatkan barang itu kembali. Namun, perlu diingat bahwa apabila sudah rezekinya, pasti barang itu kembali ke pangkuan kita lagi.

  • 8 Doa agar Jualan Laris Bahasa Arab, Latin dan Artinya

    8 Doa agar Jualan Laris Bahasa Arab, Latin dan Artinya

    Seorang penjual yang berdagang tentunya ingin usaha mereka laris dan memberikan keuntungan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memanjatkan doa agar jualan laris.

    Cara ini tentunya sudah dicontohkan oleh Rasulullah semasa hidup ketika beliau berdagang di tanah arab.

    Doa yang dipanjatkan ini tentunya bisa kita contoh agar Allah SWT ridha dalam memberikan rezeki yang luas untuk kita dalam berjualan.

    Kumpulan Doa agar Jualan Laris

    Sebagai umat muslim yang taat, memanjatkan doa dalam segala hal ketika melakukan sesuatu merupakan cara agar mendapatkan keridhaan Allah SWT. Hal ini juga sama kita lakukan ketika mencari rezeki dengan cara berdagang.

    Adanya doa agar jualan laris banyak pembeli tentunya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan atau laba dari usaha yang dilakukan. Semakin laris usaha yang dijalankan, tentu juga semakin banyak keuntungan yang kita dapatkan.

    Tidak hanya sekedar mencari keuntungan saja, tapi kita juga hendaknya bisa memanfaatkan aktivitas tersebut sebagai ladang mencari pahala. Sebagaimana cara ini juga sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau berdagang.

    Berikut ini kumpulan doa yang bisa kita panjatkan agar jualan menjadi laris.

    1. Doa agar Dagangan selalu Laris

    Doa agar Dagangan selalu Laris

    Doa agar jualan laris tentunya tidak bisa kita lakukan secara penuh jika kita sebagai penjual hanya ingin mencari keuntungan saja. 

    Tentunya diperlukan sikap yang jujur dalam berjualan suatu barang agar bisa dipercayai secara penuh oleh pelanggan.

    Adanya rasa percaya yang timbul dari kejujuran ini tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi pembeli. Hal ini yang membuat pelanggan akan kembali lagi atau bahkan mengajak orang lain untuk membeli barang di dagangan kita.

    Adapun doa memanggil pembeli dari segala penjuru yang bisa kita panjatkan agar dagangan selalu laris, yakni:

    اَللَّهُمَّ اِنِّي أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنَى رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِي

    Allahumma innii as aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syaiin qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah. 

    Tanpa memberatkan, tanpa membahayakan, dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    Baca juga: Ini 3 Doa yang Dikabulkan oleh Allah SWT, Sangat Mustajab!

    2. Doa agar Tidak Mengalami Kerugian

    Pada saat berdagang, semua orang tentunya tidak ingin mengalami kerugian dari jualan mereka. Hal ini mengingat sedikitnya jumlah keuntungan yang didapatkan. Karena itu, kita bisa memanjatkan doa agar tidak merugi.

    Adapun doa agar jualan terus laris dan tidak mengalami kerugian yang bisa kita baca ketika berjualan, yaitu:

    عَسٰى رَبُّنَآ اَنْ يُّبْدِلَنَا خَيْرًا مِّنْهَآ اِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا رَاغِبُوْنَ

    Asa rabbuna ayyubdilana khoiram minha inna ila rabbina raghibun.

    Artinya: “Mudah-mudahan Tuhan kami memberikan ganti kepada kami dengan yang lebih baik daripada itu, sesungguhnya kami mengharapkan ampunan dari Tuhan kami.”

    3. Doa agar Dagangan Diberikan Keberkahan

    Tidak hanya berharap agar dagangan selalu laris, tapi juga perlu kita dapatkan keberkahan dari Allah SWT. Keberkahan inilah yang akan menjadi rasa syukur kita semakin meningkat atas segala sesuatu yang telah Allah rencanakan.

    Berikut ini doa agar dagangan yang kita jual mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.

    Artinya:

    “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu.

    Dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.”

    4. Doa agar Terhindar dari Sepi Pembeli

    Dagangan yang selalu ramai oleh pembeli tentunya menandakan bahwa dagangan yang dijalankan sangat disukai oleh pelanggan. Hal ini tentu saja tidak lepas dari usaha serta doa agar jualan laris yang dipanjatkan.

    Adapun doa yang bisa kita baca agar usaha laris adalah seperti berikut: 

    اللَّهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّينَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَرَحِيمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي ،فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

    Allahumma faarijal hammi wa kaasyifal ghammi mujiba da’watal mudhtariina rahmaanad dun-yaa wal aakhirati wa rahiimahumaa irhamnii rahmatan tughniinii bihaa ‘an rahmati man siwaak.

    Artinya:

    “Ya Allah, Dzat yang menghilangkan segala kesedihan, yang menggembirakan segala duka cita dan yang mengabulkan semua permohonan. 

    Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang baik di dunia maupun di akhirat, curahkan rahmat-Mu kepada kami, yaitu rahmat yang menjadikan kami tidak membutuhkan pertolongan selain kepada-Mu.”

    5. Doa ketika Dagangan Sepi

    Memanjatkan doa ketika dagangan sepi menjadi salah satu ikhtiar kita sebagai penjual apabila usaha yang dijalankan diterpa oleh sedikit pelanggan. Tentunya saja dagangan yang sepi akan membuat rezeki yang didapatkan menjadi sedikit.

    Berikut ini amalan doa yang bisa kita lakukan apabila dagangan sepi.

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَّا نَفْسِيْ ذَرْفًا عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ

    “Allahumma rahmataka arjuu fa laa takilnii illaa nafsii thorfata’ ainin waash-lihlii sya’nii kullahu laa ilaha illa anta.”

    Artinya:

    “Ya Allah, dengan rahmat-Mu, aku berharap, janganlah Engkau sandarkan urusanku pada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku seluruhnya, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau.”

    6. Doa Meminta Rezeki yang Baik

    Meminta rezeki pada hakikatnya diberikan oleh Allah SWT pada hamba yang diizinkan-Nya. Oleh karena itu, kita sebagai manusia hendaknya meminta kepada Allah agar diberikan rezeki yang baik serta cukup.

    Adapun doa yang bisa kita panjatkan untuk meminta rezeki, yaitu:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

    “Allohumma inni as’aluka, ‘ilman nafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa a’malan mutaqobalan.”

    Artinya:

    “Ya Allah, aku mohon kepadamu, berikanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima di sisimu.”

    7. Doa Meminta Pertolongan Rezeki

    Pada dasarnya segala hal yang kita minta kepada Allah akan diberikan atas kuasanya. Kita sebagai umat yang taat tentunya dianjurkan untuk meminta pertolongan rezeki hanya kepada Allah SWT.

    Adapun doa yang bisa kita panjatkan untuk meminta pertolongan rezeki kepada Allah SWT, yakni:

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ ذَرْفًا عَيْنٍ أَبَدًا

    “Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.”

    Artinya:

    “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu. 

    Aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.”

    8. Doa Mengabulkan Permohonan

    اللَّهُمَّ فَارِّجْ الْهَمِّ وَكَاشِفِ الْغَمِّ مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا ارْحَمْنِيْ رَحْمَةً تُغْنِيْنِيْ بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

    “Allahumma faarijal hammi wa kaasyifal ghammi mujiba da’watal mudhtariina rahmaanad dun-yaa wal aakhirati wa rahiimahumaa irhamnii rahmatan tughniinii bihaa’an rahmati man siwaak.”

    Artinya:

    “Ya Allah, Dzat yang menghilangkan segala kesedihan, yang menggembirakan segala duka cita dan yang mengabulkan semua permohonan, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang baik di dunia maupun di akhirat.

    Curahkan rahmat-Mu kepada kami, yaitu rahmat yang menjadikan kami tidak membutuhkan pertolongan selain kepada-Mu.”

    Kumpulan doa agar jualan laris ini tentunya menjadi ikhtiar atau cara kita sebagai umat yang taat untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. 

    Adapun hasil yang didapatkan setelah semua upaya yang dilakukan tentunya menjadi kuasa Allah SWT.

  • Doa Khatam Quran 30 Juz: Arab, Latin dan Artinya!

    Doa Khatam Quran 30 Juz: Arab, Latin dan Artinya!

    Doa khatam Quran merupakan salah satu doa yang dibacakan ketika seseorang telah selesai membaca Al-Qur’an 30 juz. Doa ini sebenarnya memang sangat penting untuk diamalkan karena memiliki banyak sekali manfaat.

    Al-Quran sendiri sebagai kitab suci umat Islam yang merupakan pedoman hidup bagi muslim.

    Oleh karena itu, para ulama merekomendasikan untuk mengkhatamkan Alquran dua kali setahun.

    Keutamaan dari Doa Khatam Quran

    Al Quran dianjurkan untuk diamalkan bersama keluarga dan orang-orang terkasih. Hal ini tentunya untuk mendapatkan rahmat dan nikmat yang tidak terhitung jumlahnya dari Allah. Nikmat inilah yang akan diberikan melalui khataman Quran.

    Adapun keutamaan dan keistimewaan doa khatam Quran dijelaskan dalam beberapa hadist Nabi Muhammad SAW, seperti di bawah ini.

    1. Memperoleh Rahmat

    اِذَا خُتِمَ الْقُرْأٓنُ نَزَلَتِ الرَّحْمَةُ

    Artinya: “Apabila dikhatamkan Al-Qur’an, maka turunlah rahmat Allah” (HR at-Thabrani dan Ibnu Abi Syaibah dari Mujahid).

    2. Diamini oleh 4 Ribu Malaikat

    مَنْ قَرَأَ الْقُرْأٓنَ ثُمَّ دَعَا، أَمَّنَ عَلَى دُعَائِهِ اَرْبَعَةُ اَلَافِ مَلِكٍ

    Artinya: “Barang siapa telah membaca Al-Qur’an (khatam) kemudian dia berdoa, maka ada 4 ribu malaikat yang mengaminkan doanya” (HR ad-Darimy).

    3. Dihadiri Oleh 60 Ribu Malaikat

    اِذَا خَتَمَ الْعَبْدُ الْقُرْأٓنَ صَلَّى عَلَيْهِ عِنْدَ خَتْمِهِ سِتُّوْنَ اَلْفِ مَلِكٍ

    Artinya: “Apabila seorang hamba telah mengkhatamkan Al-Quran, maka akan hadir 60.000 malaikat yang membacakan istighfar untuknya saat khatam Al-Qur’an tersebut” (HR ad-Dailamy).

    4. Sebagai Petunjuk Hidup

    Keutamaan lain dari doa khatam Quran yakni akan mendapatkan petunjuk dalam kesulitan. Hal ini sebenarnya terkandung dalam hadits dan bacaan yang berbunyi:

    وَاجْعَلْهُ لِيْ إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًا وَرَحْمَةْ

    Artinya: “Dan jadikanlah Al-Quran sebagai Pemimpin, Cahaya, Petunjuk dan Rahmat bagiku.”

    5. Diberikan Kasih Allah

    Keutamaan lain dari doa khatam sebagai salah satu tanda kita diberikan kasih dari Allah SWT. Hal ini sebenarnya sudah terdapat dalam hadits yang berbunyi:

    اَللَّهُمَّ ارْحَمْنِيْ بِاْلقُرْآنْ

    Artinya: “Ya Allah, kasihilah aku dengan Al-Quran.”

    Dengan kita membaca al quran hingga tamat, artinya manusia pada saat itu sedang memohon kasih-Nya dan berharap Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan kasih pada umatnya.

    Bacaan Doa Khatam Quran Pendek

    Ada berbagai macam bacaan doa khatam Al-Qur’an yang bisa dibaca setelah selesai mengkhatamkan 30 Juz. Salah satu doa yang saat ini dianjurkan untuk dibaca sebagai doa khotmil (khatam) quran, yaitu:

    1. Doa Khatam Quran

    اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    Allhummarhamni bilquran. Waj’alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa ‘allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa’atrofannahaar waj’alhu li hujatan ya rabbal ‘alamin.

    Artinya: “Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. 

    Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”

    Meskipun dianggap memiliki sanad yang begitu lemah, tetapi para ulama juga memperbolehkan membaca doa khatam Al-Qur’an ini. 

    Doa ini mengandung keutamaan yang sangat besar dan akan mendapatkan pahala serta dikabulkannya doanya oleh Allah SWT.

    Baca juga: Doa Nabi Nuh dalam Al-Qur’an untuk Kaum dan Anaknya!!

    2. Membaca Takbir

    Setelah sudah membaca doa khatam Al-Qur’an, perlu dilanjutkan dengan baca takbir yang biasanya diambil dari surat Adh-Dhuha hingga akhir Al-Quran. Bacaan takbir ini tentunya bisa dibaca ketika shalat ataupun di luar shalat, seperti di bawah ini:

    الإله إال هللا وهللا أكبر

    Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah”

    3. Membaca Surah Al-Quran

    Setelah khatam, biasanya akan dilanjutkan dengan membaca doa khatam al quran, yaitu kumpulan surah-surah dari awal hingga ayat 6 surat al-Baqarah. 

    Dalam doa khataman, Rasulullah SAW juga telah membaca ‘qul a’udzu birabbinnas‘, yang dilanjutkan dengan baca surah Al-Baqarah hingga ‘wa ulaika humul muflihun’. Doa khatam Al-Quran akan ditutup dengan posisi berdiri.

    Disunnahkannya berdoa ketika selesai khatam Al-Quran, karena waktu tersebut merupakan salah satu waktu yang Allah turunkan Rahmat. 

    Doa Khatam Al-Quran Versi Panjang

    Setelah selesai mengkhatamkan Al Quran sebanyak 30 juz, maka dianjurkan untuk membaca doa ini. Dengan harapan bisa mendapatkan kebaikan dari Allah SWT selama membacanya. Berikut ini adalah susunan lengkap doa khatam Al Quran:

    صَدَقَ اللهُ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ وَبَلَّغَ رَسُوْلُهُ الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ. وَعَلَى مُحَمَّدٍ مِنَّا وَمِنْكُمْ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ وَأَزْكَى التَّحِيَّةِ وَالتَّسْلِيْمِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Shadaqallaahul ‘aliyyul ‘adhiim wa ballagha rasuuluhul habiibul kariim. wa’alaa Muhammadin minnaa wa mingkum afdhalush shalaati wa azkat tahiyyati wat tasliimi walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

    Artinya: “Maha benar Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, dan Rasul-Nya yang tercinta lagi mulia telah menyampaikan, dan atas nabi Muhammad, dari kami dan dari kamu semua, rahmat yang paling utama, kehormatan dan kesejahteraan yang paling suci. 

    Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

    اللَّهُمَّ انْفَعْنَا وَارْحَمْنَا وَاسْتُرْنَا وَنَجِّنَا بِحَقِّ الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ. وَيَسِّرْ مَا فِيْهِ يَاكَرِيْمُ وَارْحَمْ مُعَلِّمَنَا وَالْحَاضِرِيْنَ وَارْحَمْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ يَاكَرِيْمُ

    Allaahumman fa’naa warfa’naa wasturnaa wanajjinaa bihaqqil qur-aanil ‘adhiimi. wa yassir maa fiihi yaa kariimu warham mu’allimanaa wal haadhiriina. warham jamii’al muslimiina yaa kariim.

    Artinya: “Wahai Allah, berilah kami manfaat, rizki kami, tinggikanlah derajat kami, tutuplah keaiban kami, dan selamatkanlah kami berkat Al Qur’an yang agung. 

    Dan mudahkanlah apa yang ada di dalamnya. Wahai Dzat yang Maha Mulia, berilah rahmat kepada para guru kami dan semua yang hadir, berilah rahmat kepada semua umat islam.”

    اللَّهُمَّ مَغْفِرَتُكَ اَوْسَعُ مِنْ ذُنُوْبِنَا وَرَحْمَتُكَ اَرْجَى عِنْدَنَا مِنْ اَعْمَالِنَا

    Allaahumma maghfiratuka au sa’u min dzunuu binaa warahmatuka arjaa ‘indanaa min a’maalinaa.

    Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Mulia, Wahai Allah, ampunan Engkau lebih luas daripada dosa-dosa kami, rahmat Engkau lebih kami harapkan daripada semua amal kami.”

    اللَّهُمَّ اهْدِنَا بِهِدَايَةِ الْقُرْأَنِ وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ بِكَرَمَة الْقُرْأَنِ وَارْفَعْ دَرَجَاتِنَا بِبَرَكَةِ الْقُرْأَنِ وَادْخِلْنَا الْجَنَّةَ بِشَفَاعَةِ الْقُرْأَنِ. وَاغْفِرْ لِأَحْيَاءِنَا وَأَمْوَاتِنَا بِتِلَاوَةِ الْقُرْأَنِ وَاقْضِ حَاجَاتِنَا بِفَضِيْلَةِ الْقُرْأَنِ

    Allaahummah dinaa bihadiyatil qur’aani wa najjinaa minannaari bikaramatil qur-aani warfa’ darajaatinaa bibarakatil qur’aani wa adkhilnal jannata bisyafaa’atil qur-aani

    Waghfir liahyaa inaa wa amwaatinaa bitilaawatil qur-aani waqdhi haajaatinaa bifadhiilatil qur’aan.

    Artinya: “Wahai Allah! berilah kami hidayah dengan hidayah Al Qur’an, selamatkanlah kami dari api neraka dengan kemuliaan Al Qur’an, angkatlah derajat kami dengan keberkahan Al Qur’an.

    Masukkanlah kami ke dalam surga dengan syafaat Al Qur’an, ampunilah orang-orang yang hidup dan mati diantara kami dengan pembacaan Al Qur’an, dan tunaikanlah segala hajat kami dengan keutamaan Al Qur’an.”

    اللَّهُمَّ بِحَقِّ الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمُ أَنْ تَفْتَحَ لَنَا بِكُلِّ خَيْرٍ. وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْرٍ وَأَنْ تَجْعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْرِ. وَأَنْ تُعَامِلَنَا يَا مَوْلَانَا مُعَامَلَتَكَ لِأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِيْ أَدْيَانِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلَادِنَا وَأَمْوَالِنَا وَأَهْلِنَا. وَأَصْحَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَفِتْنَةٍ وَضَيْرٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    Allaahumma bihaqqil qur-aanil ‘adhiimi an taftaha lanaa bikulli khairin. wa an tatafadh-dhala ‘alainaa bikulli khairin wa an taj’alnaa min ahlil khair. wa an tu’aamilanaa yaa maulaanaa mu’aa malataka li-ahlil khair. 

    Wa an tahfadhanaa fii adyaa ninaa wa anfusanaa wa aulaa dinaa wa amwaalinaa wa ahliinaa. wa ash-haabinaa min kulli mihnatin wa fitnatin wa dhairin innaka ‘alaa kulli syai-in qadiirun.

    Artinya: “Wahai Allah! berkat Al Qur’an yang mulia ini, bukakanlah untuk kami segala kebaikan, berikanlah kepada kami keutamaan dengan segala kebaikan, jadikanlah kami termasuk ahli kebaikan, perlakukanlah kami wahai Tuhan kami.

    Seperti perlakukan Engkau terhadap ahli kebaikan, peliharalah kami tetap pada agama kami, jiwa kami, anak-anak kami, harta-harta kami, sanak keluarga kami, dan sahabat-sahabat kami dari setiap cobaan dan ujian serta bahaya.

    Sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu.”

    اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بالقُرْءَانِ وَاجْعَلهُ لَنَا إِمَاماً وَنُوراً وَهُدًى وَرَحْمَةً

    Allaahummar hamnaa bil qur-aan waj’alhu lanaa imaamaw wa nuuraw wa hudaw wa rahmah.

    Artinya: “Wahai Allah, limpahkanlah kami rahmat berkat Al Qur’an, dan jadikanlah ia imam, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagi kami.”

    اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَانَسِيْنَا وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَاجَهِلْنَا وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَارَبَّ العَالَمِينَ

    Allaahumma dzakkirnaa minhu maa nasiinaa wa ‘allimnaa minhu maa jahilnaa, warzuqnaa tilaawatahu aanaa allaili wa athrafan nahaari waj’alhu hujjatan lanaa yaa rabbal ‘aalamiina.

    Artinya: “Wahai Allah, ingatkanlah kami apa yang kami lupa dari Al Qur’an, ajarkanlah kami apa yang tak kami ketahui dari Al Qur’an.

    Berilah kami karunia untuk dapat membacanya malam maupun siang hari, dan jadikanlah ia hujah bagi kami, wahai Pemelihara alam.”

      وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Wa shallallaahu ‘alaa khairi khalqihii sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin. Subhaana rabbka rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun wa salaamun ‘alal mursaliina walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

    Artinya: “Maha Suci Tuhanmu, yang memiliki keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

    Waktu Khatam Al-Quran yang Tepat

    Setelah mengetahui doa khatam Quran, maka bisa kita lanjut ke waktu dan pelaksanaan seseorang menyelesaikan Quran. Waktu khatam Al-Qur’an dan pelaksanaannya sebenarnya telah dibagi menjadi dua, antara lain:

    • Individu: Waktu khataman yang seharusnya dilakukan oleh individu (sendiri) disunahkan dalam shalat. Namun, untuk pelaksanaan sendiri yang lebih utama bisa dilakukan dalam 2 rakaat salat sunah fajar.
    • Jemaah: Waktu khataman juga bisa dilakukan secara berjamaah dan disunahkan dilakukan pada pagi hari atau dini hari. Namun, menurut sebagian besar ulama, wajib dilakukan pada pagi hari.

    Beberapa doa khatam Quran yang ada di atas bisa dijadikan sebagai referensi. Bacalah doa tersebut setelah menyelesaikan seluruh bacaan Al Quran hingga 30 juz. Dengan begini, kita akan mendapatkan ketenangan jiwa dan pahala banyak.

  • Doa Ketika Hujan Lebat, Ketika Reda, Arab, Latin & Artinya (Allahumma Shoyyiban Nafi’an)

    Doa Ketika Hujan Lebat, Ketika Reda, Arab, Latin & Artinya (Allahumma Shoyyiban Nafi’an)

    Hujan merupakan salah satu bentuk anugerah dari Allah SWT, apalagi ketika turunnya hujan akan membawa berkah. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya sebagai umat Islam kita memanjatkan doa ketika hujan agar mendapatkan keberkahan.

    Turunnya hujan sendiri memiliki banyak manfaat seperti tumbuhan yang akan menjadi subur, terpenuhinya kebutuhan manusia, hingga air yang bisa hewan manfaatkan.

    Tidak hanya ketika turun hujan saja berdoanya, akan tetapi sebagai umat Islam memang doa selalu Rasulullah anjurkan ketika meminta sesuatu kepada Allah SWT. Karena dengan berdoa kita memohon perlindungan dan pertolongan kepada-Nya.

    Kumpulan Doa Ketika Hujan dalam Berbagai Kondisi

    Sebenarnya tidak hanya doa ketika turun hujan saja yang bisa kita panjatkan untuk mendapatkan berkah. Namun, ketika hujan menjadi lebat atau seseorang menginginkan hujan berhenti bisa memanjatkan doa ketika hujan pada Allah SWT.

    Selain memohon perlindungan dan pertolongan, ketika hujan dan kita berdoa merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah menurunkan hujan tersebut.

    Berikut kumpulan doa ketika hujan yang bisa kita amalkan. Selain itu, akan ada juga doa-doa lainnya yang berkaitan dengan hujan secara lengkap.

    1. Doa Ketika Hujan Turun Pertama

    Doa hujan berkah pertama yaitu saat hujan turun. Ada beberapa amalan doa yang bisa kita pilih sesuai dengan keyakinan masing-masing.

     اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

    Latinnya, “Allahumma shayyiban nafi’an.”

    Artinya, “Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.” (HR. Bukrari)

    Selain itu, kita juga bisa membaca doa lainnya. Masih dalam konteks yang sama yaitu doa ketika hujan turun sesuai dengan melaksanakan shalat Istisqa’.

     اللَّهُمَّ سُقْيَا رَحْمَةٍ، وَلَا سُقْيَا عَذَابٍ، وَلَا بَلَاءِ، وَلَا هَدَمٍ وَلَا غَرَةٍ. اللَّهُمَّ عَلَى الظُّرَابِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ. اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا

    Latinnya, “Allaahumma suqyaa rohmatin, wa laa suqya adzaabin, wa laa balaa’in, wa laa hadamin wa la gharaqin. Allahumma ‘alazh-zhiraabi wa manaabitisy-syajari. Allaahumma hawaalaina wa laa ‘alainaa.”

    Artinya, “Ya Allah, semoga ini adalah hujan rahmat, bukan hujan azab, bukan hujan bala (musibah), bukan hujan yang menghancurkan, bukan hujan yang menenggelamkan. Ya Allah, alihkanlah hujan kepada bukit-bukit dan tempat-tempat tumbuhnya pohon. Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai nikmat bagi kami, bukan sebagai siksa atas kami.”

    Baca juga: Niat Sholat Jumat Makmum & Imam Beserta Tata Caranya

    2. Doa Ketika Hujan Turun Kedua

    Pilihan doa kedua masih sama yaitu doa ketika hujan turun. Karena berdoa ketika hujan turun menjadi salah satu sunnah yang Rasulullah ajarkan kepada umatnya. Hal ini juga tercantum dalam beberapa hadist.

    Dari sahabat Anas bin Malik RA, artinya “Tatkala turun hujan, Nabi SAW keluar dan menengadahkan wajahnya ke arah langit sambil berkata, ‘Ya Allah, turunkanlah hujan yang penuh keberkahan kami.” (HARI. Bukhari dan Muslim)

    Selain itu, ada riwayat dari sahabat Jabir bin Abdullah RA yang artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila kalian melihat hujan turun, hendaklah kalian berdoa, ‘Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang penuh rahmat dan keberkahan.” (HR. Tirmidzi)

    3. Doa Ketika Hujan Reda

    Selanjutnya doa ketika hujan reda, doa yang termuat dalam penjelasan sebuah hadits dalam riwayat Zaid bin Khalid Al-Juhaniy RA, bahwasanya suatu ketika Nabi SAW memimpin salat subuh di Hudaibiyah setelah makan sebelumnya turun hujan. Ketika beliau menghadap jamaah sembari berkata, “Tahukah kalian, apa yang dikatakan oleh Rabb kalian?” Para sahabat pun menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

    أصْبَحَ مِن عِبادِي مُؤْمِنٌ بي وكافِرٌ، فأمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بفَضْلِ اللهِ ورَحْمَتِهِ فَذلكَ مُؤْمِنٌ بي كافِرٌ

    بالكَوْكَبِ، وأَمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بنَوْءِ كَذا وكَذا فَذلكَ كافِرٌ بي مُؤْمِنٌ بالكَوْكَبِ 

    Maka, Rasulullah bersabda yang artinya “Pada pagi hari di antara hambaKu ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ‘Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah)’, maka dialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan, ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini)’, maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang. (HR. Bukhari No. 846 dan Muslim No. 71)

    Bisa juga dengan doa ketika hujan reda selanjutnya yang kita amalkan. Berikut doa selanjutnya :

     مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Latinnya, “Muthrna bi Fadhlillaahi wa Rahmatihi.”

    Artinya, “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat-Nya.”

    Baca juga: Bacaan Tahiyat Awal & Akhir Lengkap Arab, Latin yang Shahih

    4. Doa Meminta Hujan Pertama

    Selanjutnya ada doa meminta hujan yang bisa kita amalkan ketika seseorang membutuhkan turunnya hujan. Ada beberapa doa yang bisa kita amalkan yaitu sebagai berikut :

    Latinnya, “Allahummas qina ghaitsam mughitsam mari’am nafi’an ghaira dharrin, ajilan fhaira ajilin.”

    Artinya, “Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan dengan segera, tidak ditunda-tunda.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

    Tidak hanya itu saja, kita juga bisa memilih doa meminta hujan yang penuh dengan keberkahan.

     اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْئًا مُغِينَّا مَرِيئًا نَافِعًا غَيْرِ ضَاءٍ عَاجِلًا غَيْرَ أَجِلٍ

    Latinnya, “Allahumma aghisna, allahumma aghisna, allahumma aghisna.”

    Artinya, “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    5. Doa Ketika Hujan Lebat Pertama

    Selanjutnya, ada doa ketika hujan deras atau lebat pilihan pertama yang bisa kita amalkan. Suatu waktu Rasulullah SAW pernah meminta turunnya hujan pada Allah, ketika hujan turun begitu lebat.

    Rasulullah SAW memohon kepada Allah agar hujan lebat tersebut segera berhenti dan cuaca kembali cerah. Berikut doa hujan lebat sesuai dengan Rasulullah SAW :

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Latinnya, “Allahumma hawalayna wa la’alayna, allahumma alal akami wad thirobi, wa buthunil audiyyati wa manabitis-syajari.”

    Artinya, “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, dan jangan turunkan kepada kai untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

    6. Doa Ketika Hujan Lebat Kedua

    Keenam doa ketika hujan lebat, karena hujan yang lebat memang bisa memicu terjadinya berbagai bencana alam. Bencana seperti angin kencang yang disertai dengan petir, tentu sangat menakutkan.

    Sebab itu, Rasulullah mengajarkan untuk membaca doa dan dzikir saat ada petir. Doa ini menjadi salah satu doa ketika ada petir saat hujan lebat turun.

    “Bila kalian mendengarkan petir, maka ingatlah Allah dengan berdzikir karena dia tidak akan menyambar orang yang berdzikir.” (HR. Thabrani)

    Untuk doanya yaitu sebagai berikut :

    اَلًلهُمَ لا تقتلنا بغضبك ولا تهلكنا بعذابك وعافنا قبل ذلك

    Latinnya, “Allahumma la taqtulna bighadhabika wala tuhlikna bi’adzabika wa ‘afina qabla dzalika.”

    Artinya, “Ya Allah, janganlah kau matikan kamu dengan kemarahan-Mu, dan janganlah kamu rusak diriku dengan siksa-Mu, dan maafkanlah aku sebelum semua itu terjadi.”

    7. Doa Ketika Hujan Lebat dengan Angin Kencang

    Ketujuh doa ketika hujan saat hujan tersebut disertai dengan hujan kencang dan angin. Berikut beberapa pilihan doa yang bisa kita amalkan :

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ

    Latinnya, “Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.”

    Artinya, “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.”

    8. Doa Ketika Hujan dengan Petir

    Kedelapan ada doa hujan pendek dengan adanya petir, dimana ketika Abdullah bin Az-Zubair mendengar petir, pembicaraan dihentikan dan mengucapkan.

    سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Latinnya, “Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi.”

    Artinya, “Maha Suci allah yang halilintar bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga pada malaikat karena takut kepada-Nya.”

    Manfaat Membaca Doa Ketika Hujan

    Setelah mengetahui beberapa doa turun hujan dan artinya serta kondisi lainnya yang bisa kita amalkan tersebut. Kita juga perlu tahu manfaat membaca doa ketika hujan agar hati seseorang lebih tenang.

    1. Mengetahui kebesaran Allah SWT, karena membaca doa ketika hujan merupakan bentuk pengakuan atas kebesaran Allah SWT.
    2. Ketika membaca doa ketika hujan artinya seseorang memohon agar Allah menjadikan hujan sebagai rahmat dan berkah.
    3. Doa ketika hujan turun sendiri merupakan doa yang membuka pintu terkabulnya doa tersebut. Karena doa yang seseorang panjatkan ketika hujan turun, salah satu doa yang paling cepat Allah kabulkan.
    4. Saat seseorang memanjatkan doa termasuk doa ketika hujan akan membantu kita untuk selalu mengingat atas kewajiban sebagai hamba-Nya. Dengan begitu, membantu untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

    Sebagai seorang muslim yang taat tentu kita harus selalu mengamalkan doa ketika hujan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut akan membantu seseorang untuk selalu ingat atas anugerah yang Allah SWT berikan.

    Oleh sebab itu, ada berbagai pilihan doa ketika hujan yang bisa kita amalkan sesuai dengan kondisi hujan masing-masing. Dengan membaca doa setidaknya mampu membantu meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

    Itulah amalan doa ketika hujan untuk berbagai kondisi masing-masing. Pengamalan doa yang tepat, tentu akan membuat seseorang semakin sadar betapa pentingnya rasa bersyukur.

    Rasa syukur yang timbul karena adanya perasaan saling mengerti dan memahami bagaimana Allah SWT menakdirkan takdir terbaik. Dengan begitu, poin utamanya meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT.

  • Doa Sebelum dan Sesudah Belajar yang Diajarkan Rasulullah SAW

    Doa Sebelum dan Sesudah Belajar yang Diajarkan Rasulullah SAW

    Di dalam Islam, belajar menjadi kegiatan yang sangat dianjurkan. Belajar tidak hanya membuat kita pintar tapi juga meningkatkan kecerdasan emosional. Hendaknya, kita membaca doa sebelum belajar.

    Ada keistimewaan dari membaca doa sebelum melakukan sesuatu. Konon katanya, dengan berdoa Allah akan mempermudah apa yang ingin, hendak atau sedang kita lakukan.

    Jika tujuan kita adalah belajar maka Allah akan membantu kita menyerap pelajaran dengan baik. Pikiran tidak teralihkan dengan hal lain. Fokus pada materi pelajaran yang dipelajari  sendiri atau disampaikan oleh guru atau dosen.

    Doa Sebelum Belajar

    Apa yang kita persiapkan sebelum belajar akan membantu proses pembelajaran menjadi lebih mudah, lancar dan efektif. 

    Tidak hanya memilih buku pelajaran terbaik, peralatan tulis yang bagus tapi juga awali belajar dengan membaca doa-doa bermanfaat berikut.

    1. Lafadz Basmalah

    Sejak kecil, orang tua kita mengajarkan untuk selalu mengucapkan basmalah sebelum melakukan sesuatu.  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ  yang artinya Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Dengan membaca lafadz basmalah, niscaya apa yang kita kerjakan akan selalu dalam lindungan dan perhatian Allah. Sesungguhnya, belajar bukanlah aktivitas yang berbahaya seperti berperang.

    Belajar adalah kegiatan harian yang biasanya dilakukan secara disengaja atau tidak disengaja oleh semua orang. Di mana pun tempatnya, tidak terbatas hanya di sekolah formal saja.

    Baca juga: Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    2. Doa Mengharapkan Ilmu Bermanfaat

    Apa yang kita kejar dengan belajar? Tentu saja untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat. Ilmu bermanfaat tidak hanya menambah wawasan diri sendiri tapi juga dapat diturunkan untuk orang di sekitar.

    Supaya pengetahuan yang kita pelajari terserap secara sempurna dan menjadi ilmu bermanfaat hendaklah membaca doa sebelum belajar Islam.

    للَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا ‌عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا.

    Allaahumman-fa’nii bimaa ‘allamtanii, wa ‘allimnii maa yanfa’unii, war-zuqnii ‘ilman tanfa’unii bih.

    Artinya: ’’Ya Allah, berilah manfaat atas ilmu yang Engkau berikan kepadaku, ajarkanlah ilmu yang bermanfaat untukku, dan tambahkanlah ilmu untukku.’’

    Doa ini sangat dianjurkan Nabi Muhammad untuk dibaca oleh kita para umatnya. Dan diriwayatkan oleh Tirmidzi no. 3599.

    3. Doa Terhindar dari Ilmu yang Menyesatkan

    Saat membeli sebuah buku, tentu saja kita membaca terlebih dahulu judul, nama pengarang dan memikirkan apa manfaat dari membaca buku tersebut.

    Penting sekali untuk memfilter apa buku yang hendak kita baca dan pelajari. Jangan sampai kita belajar hal-hal yang tidak bermanfaat dan justru menjerumuskan pada hal yang sesat.

    Apa bacaan doa sebelum belajar yang cocok untuk menghindarkan kita dari ilmu yang sesat?

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بكَ مِن عِلْمٍ لا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لا يُسْتَجَابُ لَهَا.

    Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qolbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabulahaa.

    Yang artinya: ’’Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak terkabulkan.’’

    Janganlah lupa untuk membaca doa tersebut sebelum kita belajar. Doa tersebut telah diriwayatkan dalam HR. Muslim no. 2722.

    Baca juga: Adab dan Doa Ziarah Kubur Sesuai Tuntunan Sunnah

    4. Doa Mengharapkan Limpahan Ilmu

    Setiap orang memiliki daya serap yang berbeda saat menyerap pelajaran. Beberapa orang mungkin hanya membutuhkan waktu selama beberapa menit untuk memahami pelajaran. 

    Tapi, ada juga yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk memahaminya.

    Kemampuan seseorang dalam menyerap pelajaran dipengaruhi oleh banyak hal salah satunya DNA, genetik atau IQ yang sudah diturunkan padanya saat dilahirkan. Bagaimana, jika kita sulit menyerap pelajaran dengan baik dan cepat?

    Bacalah doa sebelum belajar dan artinya dengan harapan Allah dapat melimpahkan ilmu pengetahuan. Berikut bacaan doanya.

    وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا .  Artinya ’’Dan katakanlah, ’Ya Rabbi berilah aku tambahan ilmu.’’ Bacaan doa ini juga bisa kita temukan dalam QS. Thaha: 144.

    Doa Sesudah Belajar

    Sebelumnya telah dijelaskan secara mendetail, doa sebelum belajar beserta arti dan manfaatnya untuk kita.

     Kurang afdol rasanya, jika kita tidak belajar doa setelah belajar juga. Mau tahu apa saja doa-doa yang bisa kita ucapkan usai mempelajari sesuatu?

    1. Doa Mengharapkan Ilmu yang Terus Mengalir

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ، فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ وَلَا تُنْسِنِيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

    Terjemahannya adalah ’’Ya Allah sungguh aku titipkan kepada-Mu, apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, kembalikanlah ia kepadaku ketika aku butuhkan, dan janganlah Engkau lupakan dariku, wahai Tuhan semesta alam.’’

    Bacalah doa setelah belajar dan artinya tersebut agar ilmu pengetahuan yang kita pelajari tidak berakhir pada kesia-sian. Disebut sia-sia, karena pelajaran yang dipelajari berakhir terlupakan oleh hal lainnya yang justru tak penting.

    Yang diharapkan setelah membaca doa tersebut, kita dapat memahami pelajaran dalam jangka panjang. Apalagi saat mempelajari pelajaran yang sifatnya menetap seperti pelajaran matematika, agama dan sebagainya.

    2. Doa setelah Belajar agar Barokah

    Mau belajar matematika, agama, sejarah, PKN atau sebagainya kita ingin semua pelajaran tersebut tidak hanya dibaca dan terlupakan. Penting sekali untuk senantiasa selalu membaca doa sebelum belajar sesuai sunnah.

    Khusus untuk doa selesai belajar, kita bisa mengucapkan doa berikut ini.

    رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرْكَتِهِمْ، وَاهْدِنَا الْحُسْنَى بِحُرْمَتِهِمْ.

    Artinya: ”’Tuhanku berilah manfaat kepada kami dengan barokah mereka (paran abi dan ulama), dan tunjukkan kepada kami kebijakan dengan kehormatan mereka.’’

    Yang diharapkan setelah membaca doa tersebut adalah kita memperoleh ilmu yang barokah, bermanfaat dan terhormat. Semua pelajaran yang kita pelajari tidak hanya bermanfaat positif untuk pribadi tapi juga orang lain di sekitar kita.

    Pentingnya Menuntut Ilmu dalam Islam

    Bagi sebagian besar orang, belajar merupakan hal yang sangat menyenangkan. Saking senangnya, tanpa sadar sudah membuat perpustakaan pribadi di rumah.

    Di dalam perpustakaan, tersimpan dengan rapi buku-buku pelajaran, ensiklopedia, buku pengetahuan umum hingga karya fiksi. Namun, sudahkah kita tahu apa pentingnya belajar dalam kacamata Islam?

     طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.

    Menurut HR. Ibnu Majah itu kalimat berbahasa arab itu artinya “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.’’

    Kata wajib yang tertulis menandakan jika menuntut ilmu atau belajar merupakan suatu kegiatan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam Islam. Karena selain mencerdaskan diri sendiri juga bisa membantu mencerdaskan bangsa.

    Dari segi sosialisasi, seseorang yang cerdas juga akan lebih mudah terjun ke masyarakat. Mudah diterima oleh orang lain terutama jika memiliki gagasan-gagasan yang bagus dan cemerlang.

    Oleh karena itu, hendaknya kita memulai belajar sejak kecil. Ucapkan doa sebelum belajar di sekolah, di rumah maupun di mana saja saat kita melakukannya.

    Apalagi belajar bukanlah hal yang dilarang atau berbayar. Teknologi digital, juga memungkinkan kita belajar dari berbagai sumber tidak hanya dari buku cetak saja. Bukan hanya belajar dari buku berbahasa Indonesia tapi juga bahasa lainnya.

    Ternyata, ada banyak sekali doa sebelum belajar dan setelah belajar yang bisa kita ucapkan. Apa pun doa yang dipanjatkan, harapan kita adalah materi pelajaran yang dipelajari dapat diserap dengan sempurna dan dipahami dengan baik.

  • Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid: Arab, Latin, dan Artinya

    Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid: Arab, Latin, dan Artinya

    Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menerapkan adab yang baik. Maka, saat mengunjungi tempat ibadah bagi umat muslim, sudah sewajarnya kita membaca doa masuk masjid.

    Pasalnya, masjid ibarat rumah Allah di bumi, yang mana menjadi tempat kita memanjatkan doa kepada-Nya. Masjid juga merupakan tempat umat muslim mengadakan berbagai kegiatan keagamaan.

    Doa Masuk Masjid

    Membaca doa termasuk dalam adab yang baik saat berkunjung ke masjid. Rasulullah SAW telah mengajarkan beberapa doa masuk masjid.

    Umat Islam dianjurkan untuk mengamalkan doa tersebut bersamaan dengan menerapkan sikap yang tepat.

    Mari simak beberapa doa masuk masjid dan keluar masjid beserta artinya berikut:

    1. Doa Masuk Masjid Pendek

    Doa masuk masjid

    Melansir dari Konsultasi Syariah, terdapat dua ketika memasuki masjid yang bacaannya pendek. Dalam doa ini, terdapat pujian pada Nabi Muhammad SAW.

    Berdasarkan hadits riwayat Ibnu Sunni, Abu Daud, dan dishahihkan Al-Albani, berikut bacaannya:

    بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ

    Adapun dalam tulisan latin yaitu: Bismillahi wa shalallahu wa salamu ‘ala rasulillah

    Artinya: “Bismillah, shalawat dan salam untuk Rasulullah.”

    Sementara doa yang kedua berdasarkan hadits riwayat Muslim. Doa ini mengandung permohonan rahmat Allah SWT.

    Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    Dalam tulisan latin, sebagai berikut: Allahummaftha lii abwaaba rahmatika.

    Artinya: “Ya Allah, bukakanlah pintu rahmatmu untukku.”

    Baca juga: Tata Cara Sholat Jamak Qasar: Niat dan Syarat Sah Melakukannya

    2. Doa Masuk dan Keluar Masjid Sesuai Sunnah

    Doa berikutnya merupakan doa yang dibaca oleh Rasulullah ketika memasuki masjid.

    Berikut bacaan doa masuk masjid Arab:

    أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Dalam tulisan latin bacaannya yaitu: A’ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, dengan wajah-Nya yang Mulia, dengan kekuasan-Nya yang langgeng, dari godaan setan yang terkutuk.”

    Doa tersebut memiliki keutamaan khusus. Bersumber dari hadist riwayat Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani:

    Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat masuk ke masjid membaca doa di atas. Kemudian Beliau bersabda:

    فَإِذَا قَالَ: ذَلِكَ قَالَ الشَّيْطَانُ: حُفِظَ مِنِّي سَائِرَ الْيَوْمِ

    Artinya: “Jika orang membaca doa ini maka setan berteriak, ‘Orang ini dilindungi dariku sepanjang hari’.”

    Sementara, ketika keluar dari masjid hendaknya kita juga membaca doa.

    Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

    Adapun dalam tulisan latin, bunyinya: Allaahumma innii as’aluka min fadhlika.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu akan segala keutamaan-Mu.”

    Pengamalan doa masuk masjid dan keluar masjid merupakan ajaran dari Rasulullah SAW. Bersumber dari hadist

    Dari Abu Humaid radhiallahu’anhu atau dari Abu Usaid radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

    إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

    Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaknya dia membaca, “Allahummaftahli abwaaba rahmatika” (Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu). Dan apabila keluar, hendaknya dia mengucapkan, “Allahumma inni as’aluka min fadhlika (Ya Allah, aku meminta karunia-Mu)” (HR Muslim).

    Baca juga: Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    Adab Masuk ke dalam Masjid

    Alangkah baiknya apabila kita mengamalkan doa masuk masjid dan artinya bersamaan dengan adab yang sesuai ajaran Islam. Apalagi, memakmurkan masjid merupakan sikap yang memiliki banyak keutamaan.

    Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

    فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فيِ الصَّلاَةِ مَاكَانَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ واْلمَلاَئِكَةُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ أَحَدِكُمْ مَادَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلىَّ فِيْهِ يَقُوْلُوْنَ: اَللّهُمَّ ارْحَمْهُ الّلهُمَّ اغْفِرْ لَهُ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ

    Artinya: “Apabila seseorang memasuki masjid, maka dia dihitung berada dalam salat selama salat tersebut yang menahannya (di dalam masjid), dan para malaikat berdoa kepada salah seorang di antara kalian selama dia berada pada tempat salatnya,

    Mereka mengatakan, “Ya Allah, curahkanlah rahmat kepadanya, ya Allah ampunilah dirinya selama dia tidak menyakiti orang lain dan tidak berhadas,” (HR Bukhari dan Muslim).

    Adapun adab yang baik ketika pergi ke masjid meliputi:

    1. Mengenakan Pakaian yang Bersih dan Rapi

    Laki-laki muslim sebaiknya mengenakan pakaian yang bersih dan bagus saat pergi ke masjid. Selain itu, dianjurkan juga memakai wangi-wangian.

    Sedangkan kaum muslimah sebaiknya tidak memakai minyak wangi maupun berhias berlebihan. Muslimah juga hendaknya menutup aurat dengan baik.

    Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 31 yang berbunyi:

    يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا

    Artinya: “Wahai bani Adam, gunakanlah perhiasan kalian setiap kali menuju masjid, makan dan minumlah kalian…”

    2. Wudhu dari Rumah

    Melansir dari Konsultasi Syariah, banyak dalil menyebutkan bahwa berwudhu dari rumah merupakan keadaan yang sesuai dengan sunnah.

    Salah satu dalilnya yaitu hadir dari Ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:

    وما من رجل يتطهر فيحسن الطهور ثم يعمد إلى مسجد من هذه المساجد إلا كتب الله له بكل خطوة يخطوها حسنة،ويرفعه بها درجة،ويحطّ عنه بها سيئة

    Artinya: “Jika seseorang wudhu dengan sempurna, kemudian menuju masjid, maka Allah akan mencatat setiap langkahnya sebagai pahala untuknya, mengangkat derajatnya, dan menghapuskan dosanya…” (HR. Muslim).

    3. Berjalan dengan Tenang dan Berdoa

    Saat keluar dari rumah, pastikan untuk memakai alas kaki yang bersih. Selain itu, gunakan alas kaki mulai dari kaki sebelah kanan.

    Selanjutnya, meski perlu bersegera berangkat saat mendengar iqamah, kita sebaiknya berjalan ke masjid dengan tenang.

    Selama perjalanan, kita bisa membaca doa menuju masjid sebagaimana ajaran Rasulullah. 

    Melansir dari halaman Muslim, terdapat dua doa yang bisa kita amalkan, yaitu doa keluar rumah dan doa menuju masjid.

    Berikut bacaan doa saat keluar rumah:

    بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

    Dalam tulisan latin bacaannya sebagai berikut:

    Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla wa laa quwwata illa billah

    Artinya:

    “Dengan menyebut nama Allah aku bertawakal kepada-Nya, tidak ada daya dan upaya selain dari Allah semata.” (HR. Tirmidzi no. 3426 dan Abu Dawud no. 5095).

    Selanjutnya, kita sebaiknya membaca doa berikut ketika berjalan menuju ke masjid:

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا

    Artinya:

    “Yaa Allah… berilah cahaya di hatiku, di penglihatanku dan di pendengaranku, berilah cahaya di sisi kananku dan di sisi kiriku, berilah cahaya di atasku, di bawahku, di depanku dan di belakangku, Yaa Allah berilah aku cahaya” (HR. Bukhari no. 6316 dan Muslim no. 763).

    4. Melepaskan Alas Kaki

    Setelah sampai di masjid, sebaiknya kita melepaskan alas kaki dengan mendahulukan kaki kiri. Kemudian saat masuk ke masjid, dahulukan kaki kanan.

    Adab tersebut sesuai dengan sunah yang berlandaskan hadis riwayat Ibn Majah yang dishahihkan Al-Albani.

    Rasulullah SAW bersabda:

    إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُمْنَى، وَإِذَا خَلَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُسْرَى

    Artinya:“Apabila kalian memakai sandal, mulailah dengan kaki kanan, dan jika melepas, mulailah dengan kaki kiri.”

    Selain menerapkan sunnah, sebaiknya kita juga membaca doa ketika memasuki masjid.

    5. Shalat Tahiyatul Masjid

    Terdapat anjuran setelah masuk ke bagian masjid, yaitu melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Adapun pelaksanaan shalat ini hukumnya sunnah. Jadi, kita bisa melaksanakan apabila masih memungkinkan.

    Satu lagi anjuran saat hendak melaksanakan shalat, yaitu mendekat atau menghadap ke sutrah (dinding, tiang, atau benda lain).

    6. Menjaga Sikap yang Baik

    Islam menganjurkan umat muslim untuk menjaga sikap baik. Terlebih lagi, saat kita berada di masjid.

    Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk menghindari berperilaku tidak sopan, seperti membuat suara tinggi atau keras, duduk dengan posisi yang tidak sopan, ataupun berkata kasar.

    Waktu menunggu shalat sebaiknya kita isi dengan berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT.

    Itulah doa masuk masjid serta adab yang tepat saat ke masjid. Beberapa ulama menyarankan untuk mengamalkan semua doa saat menuju dan masuk masjid. Namun, jika terlalu berat untuk menghafalkannya, kita bisa membaca salah satu.

  • Arti Fii Amanillah dan Cara Menjawab Ucapannya

    Arti Fii Amanillah dan Cara Menjawab Ucapannya

    Sama seperti basmalah, fii amanillah merupakan bagian dari bahasa arab. Kata ini mungkin tidak diucapkan sesering basmalah, insyaAllah maupun MasyaAllah. Tidak heran jika banyak yang bertanya-tanya, fii amanillah artinya apa?

    Kapan waktu yang tepat mengucapkan kata tersebut? Apa makna dari kata fii amanillah sehingga harus diucapkan oleh seorang muslim?

    Berbagai pertanyaan tersebut, dapat kita ketahui jawabannya dengan membaca artikel berikut. Ketika mengetahui arti dan maknanya, tentunya kita tidak akan ragu untuk mengucapkan fii amanillah di kesempatan yang tepat.

    Fii Amanillah Artinya Apa?

    Fii Amanillah Artinya Apa?

    Islam mengajarkan kita banyak hal. Tentang kehidupan, tentang cinta, tentang persaudaraan dan sebagainya. Dan sejak kecil, orang tua telah membekali kita dengan pelajaran agama.

    Seiring bertambahnya usia, pengetahuan mengenai agama pun semakin bertambah begitu pula pengenalan kata-kata berbahasa arab yang seringkali diucapkan. Kita tidak lagi hanya mengenai assalamualaikum atau astagfirullah saja.

    Karena faktanya, ada banyak kata dalam bahasa arab lainnya yang turut memiliki pengertian positif. Bahkan jika diucapkan bisa menjadi doa yang jauh lebih baik daripada kita mengucapkan kata yang sama dalam bahasa indonesia.

    Fii amanillah atau dalam bahasa arab ditulis

    في أمان الله

    Fii Amanillah

    Artinya: ’’Semoga Engkau dalam lindungan Allah.’’ 

    Dilihat dari terjemahannya, sudahkah kita mengetahui dalam konteks apa fii amanillah diungkapkan seorang muslim?

    Lalu, apakah fii amanillah untuk perempuan dan laki-laki itu berbeda pengertian dan pengucapannya? Jika kita menerima ungkapan tersebut dari seorang muslim, apa baiknya respon yang diberikan?

    Baca juga: 2 Doa Sebelum Tidur dan Amalan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Panjang & Pendek)

    Cara Menjawab Fii Amanillah

    Tidak berbeda dengan assalamualaikum yang berpasangan dengan waalaikumsalam sebagai jawaban atas pertanyaannya.

    Fii amanillah pun demikian. Terlepas, apakah itu fii amanillah untuk laki-laki atau perempuan, jawabannya tetap sama.

    Ada pun jawaban terbaik yang harus kita berikan adalah:

    مَعَ السّلَامَةِ

    Latin: Ma’assalamah

    Artinya: ’’Semoga keselamatan selalu menyertaimu.’’

    Ucapan ini secara tidak langsung membuat kita juga mendoakan muslim yang telah mengucapkan fii amanillah. Saling mendoakan akan memberikan manfaat positif pada kedua belah pihak.

    Jikalau kita sudah mengetahui fii amanillah artinya apa, berikut ucapan balasan yang tepat, maka jangan ragu untuk mengalamkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Meski demikian, kita tidak bisa mengucapkan fii amanillah secara sembarangan. Kata ini hanya bisa diungkapkan di waktu-waktu tertentu. Ibaratnya, seperti assalamualaikum yang seringkali diucapkan seseorang ketika mengawali sesuatu.

    Yang dimaksud mengawali sesuatu seperti ketika sedang menyampaikan pidato atau ceramah. Assalamualaikum juga biasa diungkapkan ketika kita sampai di suatu tempat dan ingin masuk ke dalam ruangan.

    Tapi, sebelum membahas lebih lanjut kapan waktu terbaik mengucapkan fii amanillah untuk orang banyak. Baiknya kita ketahui lebih dahulu makna dari kata berbahasa arab tersebut.

    Makna Fii Amanillah

    Fii amanillah merupakan kata positif yang bisa diucapkan oleh siapa saja entah itu laki-laki maupun perempuan. Agar pemahaman kita tentang kata tersebut sebagai mendalam, yuk ketahui apa saja maknanya.

    1. Mendoakan Keselamatan Orang Lain

    Bahaya bisa datang dan menimpa siapa saja tanpa mengenal waktu dan tempat. Demi terhindar dari bala atau musibah, sebagai muslim kita seringkali berdoa sebelum melakukan sesuatu.

    Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk memanjatkan doa pada Allah. Ada yang suka berdoa singkat saja yang penting sesuai dengan tujuannya. Namun, ada pula yang lebih suka berdoa panjang, membicarakan segalanya.

    Sebagai seorang muslim, alangkah baiknya jika kita tidak hanya mendoakan diri sendiri. Biasakanlah untuk turut mendoakan orang lain termasuk mendoakan keselamatan sesama muslim.

    Bagaimana caranya? Kita hanya perlu mengucapkan fii amanillah atau fii amanillah wa barakallahu fiikum. Kata yang kita ucapkan tersebut secara tidak langsung telah membantu mendoakan sesama agar selalu selamat.

    Hidup yang selamat merupakan harta yang sangat berharga. Mengapa demikian? Karena faktanya, masih banyak orang di Indonesia yang meninggal karena kecelakaan entah itu kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja.

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    2. Ungkapan Cinta Kasih terhadap Sesama

    Mengucapkan I love you atau aku cinta kamu mungkin menjadi tanda cinta kasih seseorang, tapi sayangnya tidak bisa digunakan secara universal. Tidak mungkin kita mengucapkan aku cinta kamu pada tetangga, bukan?

    Selain tidak pada tempatnya, kata tersebut juga sifatnya terlalu intim dan hanya cocok diucapkan pada pasangan. Lalu, bagaimana ucapkan cinta kasih yang paling sesuai untuk sesama menurut Islam?

    Tidak lain adalah mengucapkan fii amanillah. Terlebih, kita sudah tahu fii amanillah artinya apa. Sehingga, tidak perlu khawatir apa yang diucapkan tidak pada tempatnya atau terkesan aneh untuk orang lain.

    Saudara muslim kita justru akan senang jika mendengar kata fii amanillah diucapkan untuknya. Siapa pun yang paham dengan artinya, pasti merasa berterima kasih dan bahagia karena kita telah mengungkapan cinta kasih antar sesama muslim.

    Hal seperti ini tentunya jauh lebih baik dan normal diucapkan daripada aku cinta kamu, bukan?

    3. Kepedulian terhadap Sesama

    Sejauh kita menjalani kehidupan ini, apakah rasa kepedulian antar sesama semakin terpupuk atau justru terkikis? Peduli terhadap sesama bisa diwujudkan dengan berbagai kegiatan.

    Secara materi, kita bisa menunjukkan kepedulian dengan memberikan sedekah atau santunan pada muslim yang membutuhkan. Kepedulian non materil bisa diwujudkan melalui perhatian yang diberikan.

    Contohnya, saat teman muslim kita sakit, kita tidak hanya mendoakannya lekas sembuh tapi juga menengoknya. Atau saat teman muslim kita tertimpa musibah, kita bisa memberikan support agar bisa bangkit kembali.

    Menariknya, rasa kepedulian juga bisa tercipta ketika kita mengucapkan fii amanillah pada sesama muslim. Tentunya, akan lebih baik lagi jika ucapan tersebut dilakukan setulus hati bukan hanya di bibir saja.

    Waktu Terbaik Ucapkan Fii Amanillah

    Dari penjelasan sebelumnya, kita telah memahami fii amanillah ma’assalamah artinya apa. Untuk menutup artikel ini, mari kita bersama-sama menyimak kapan saja waktu terbaik mengucapkan fii amanillah.

    1. Sebelum Melakukan Perjalanan

    Sebagaimana makna fii amanillah yang mendoakan keselamatan. Kita bisa mengucapkan kata ini sebelum sesama muslim melakukan perjalanan. Terlepas dari alat transportasi yang digunakannya.

    Misalnya, kita mengetahui ada saudara muslim yang hendak terbang ke luar kota atau luar negeri. Maka, ucapkanlah fii amanillah demi mendoakan keselamatannya selama perjalanan hingga sampai di tujuan.

    Ucapan ini jauh lebih baik daripada mengatakan sampai jumpa lagi atau selamat jalan. Pengucapan fii amanillah untuk diri sendiri juga sangatlah mudah. 

    Apalagi sejak kecil, orang tua kita telah membekali kita dengan pelajaran tajwid dan membaca Al Qur’an.

    2. Sebelum Menutup Hari

    Waktu terbaik lainnya untuk mengucapkan fii amanillah adalah sebelum menutup hari yakni di malam hari. Maka, alangkah baiknya jika kita mengucapkan fii amanillah pada sesama muslim daripada mengatakan good night atau selamat tidur.

    Baik, kata good night, selamat tidur maupun fii amanillah, ketiganya merupakan kata sederhana nan simpel. Jadi, jika makna fii amanillah jauh lebih positif mengapa tidak beralih dan mulai membiasakan diri.

    3. Sebelum Berpamitan dengan Orang Lain

    See you, good bye, sampai ketemu besok, dan sebagainya merupakan kata-kata pamitan yang biasa dikatakan ketika kita bertemu seseorang atau teman lama.

    Namun sesuai fii amanillah artinya ’’Semoga Engkau dalam lindungan Allah.’’ Mengatakan kata berbahasa arab ini tentu saja jauh lebih baik dan bermakna. 

    Muslim yang mendengarnya juga secara otomatis akan mengucapkan Ma’assalamah.

    4. Sebelum Berperang

    Seiring peradaban yang semakin berkembang, manusia sudah berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik. Sayangnya, perang masih terjadi terutama di beberapa negara yang merebutkan wilayah.

    Untuk sesama muslim kita bisa mengucapkan fii amanillah sebelum mereka pergi berperang. Ucapan ini bukan hanya ungkapan kepedulian kita tapi juga pengharapan kita akan keselamatan mereka.

    Berharap jika semua muslim yang saat ini masih menderita karena berperang selalu terhindar dari bahaya. Semoga peperangan juga bisa segera berakhir dan semua negara dapat hidup dengan nyaman tanpa penderitaan.

    Bagaimana? Sudah memahami dengan baik fii amanillah artinya apa? Lengkap dengan cara menjawab jika mendengar seorang muslim mengucapkan fii amanillah.

    Semakin sering mengucapkan fii amanillah antar sesama muslim, maka semakin familiar juga kata ini di telinga. Jadi, sudahkah kita bersiap untuk mengucapkan fii amanillah tentunya dengan tulus hati dan cinta kasih?

  • Doa sebelum Berhubungan Suami Istri dan Lengkap dengan Artinya

    Doa sebelum Berhubungan Suami Istri dan Lengkap dengan Artinya

    Sebagai seorang muslim yang baik, tentu kita wajib mengamalkan hal-hal teladan yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga doa sebelum berhubungan.

    Pasalnya, berhubungan untuk pasangan yang sudah menikah menjadi sebuah kebutuhan. Bahkan, ketika melakukannya kedua suami dan istri ini justru mendapatkan pahala berlipat dari Allah SWT.

    Tentunya ketika kita melaksanakan doa jima’ sesuai sunnah yang sudah diajarkan. Beberapa pendapat bahwa juga menganjurkan pasangan suami istri yang ingin berjima’ untuk melaksanakan sholat dua rakaat secara berjamaah terlebih dahulu.

    Bagaimana Doa sebelum Berhubungan Suami Istri?

    Mengikuti ajaran Islam, pastinya kita penasaran sebelum berhubungan baca doa apa terlebih dahulu. Karena jika menganut ajaran dari Rasulullah SAW pasti setiap tindakan baik akan didahului dengan doa.

    Nah, bagi pasangan yang baru saja menikah. Ada doa untuk pengantin yang pernah disampaikan oleh kak ‘Amr bin Syuaib bahwasanya Rasulullah SAW, pernah bersabda:

    ِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً أَوِ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَأْخُذْ بِنَاصِيَتِهَا (وَلْيُسَمِّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ) وَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَلْيَقُلْ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ.

    Artinya: “Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta do’akanlah dengan do’a berkah seraya mengucapkan:

    Allahumma inni as-aluka min khoirihaa wa khoiri maa jabaltahaa ‘alaih. wa a’udzu bika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaih.

    “Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.” 

    (HR. Abu Daud, no. 2160; Ibnu Majah, no. 1918. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

    Doa tersebut biasanya dibacakan oleh suami untuk mendapatkan kebaikan pada istri dari segi akhlak maupun kecantikannya. 

    Kemudian, bisa dilanjutkan dengan riwayat dari Ibu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda“

    لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

    Artinya: “Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca do’a:

    Doa Berhubungan Suami Iistri

    بِسْمِ اللهِ اللهمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَ جَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَقُضِيَ بَينَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ اَبَدًا

    Bismillah allohumma jannibna asy syaithona wa jannibin asy syaithana ma rozakatana fa qadiya bainahuuma waladun lam yadhurruhu syaithanun abada.”

    Artinya: “Dengan menyebut Nama Allah, Ya Allah, Jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau beri rezeki kepada kami. Maka, ia akan memperoleh anak yang tidak membahayakannya setan selamanya.”

    Kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” (HR. Bukhari, no. 6388; Muslim, no. 1434).

    Berdasarkan kedua penjelasan hadits di atas, dapat disimpulkan bawah siapa yang membaca doa ketika hendak berjimak tentu saja laki-laki. Namun, jika pengantin wanita ingin membacakan doa tidak menjadi masalah.

    Baca juga: Niat Puasa Rajab Lengkap Arab Latin, Arti dan Keutamaannya 

    Cukup bacakan doa untuk meminta kepada Allah SWT agar diberikan suami yang baik hatinya, rendah hati, serta bertanggung jawab baik di dunia dan akhirat serta dapat menjadi pemimpin yang berwibawa.

    Adab Berhubungan Suami Istri

    Dalam Islam, setiap hal yang dilakukan oleh manusia tentu memiliki adabnya masing-masing. Karena setiap hal telah tertata dengan rapi dan sudah Rasulullah SAW ajarkan secara keseluruhan, termasuk adab berhubungan.

    Bagi pasangan pengantin baru yang ingin menyalurkan hasratnya dalam bercinta atau melakukan hubungan intim di ranjang. Hendaknya mengikuti beberapa adab berjima’ berikut ini:

    1. Atur Niat untuk Mendapatkan Pahala

    Melakukan hubungan intim dengan pasangan bisa memberikan kita pahala yang berlipat, loh. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk mengatur niat dengan baik untuk mencari pahala dari Allah SWT.

    Pada dasarnya sendiri, bercinta merupakan sebuah cara untuk menjaga niat untuk menjauhi hal-hal buruk seperti berzina. Karena zina merupakan dosa besar yang sudah sepantasnya kita hindari sejak mengenal hukum dan dosanya. 

    Kita juga bisa meniatkan hubungan bersama pasnagan ini untuk mendapatkan keturunan dan mengharapkan pahala sebagai bentuk sedekah.

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sendiri pernah bersabda berdasarkan Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu:

    وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

    Artinya:

    “Dalam hubungan intim suami-istri (antara kalian) itu termasuk sedekah.”

    Mendengar pernyataan tersebut, para sahabat memberi tanggapan “Kenapa sampai hubungan intim saja bisa bernilai pahala?”

    Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

    أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

    Artinya:

    “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”. (HR. Muslim, no. 2376)

    2. Melakukan Pemanasan Hubungan Intim

    Rasulullah SAW menyarankan untuk menikahi wanita perawan karena dengan begitu masih bisa melakukan pemanasan hubungan intim dengan bercumbu rayu terlebih dahulu.

    Ketika Jabir radhiyallahu ‘anhu menikah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padanya,

    « هَلْ تَزَوَّجْتَ بِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا. فَقُلْتُ تَزَوَّجْتُ ثَيِّبًا . فَقَالَ هَلاَّ تَزَوَّجْتَ بِكْرًا تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ

    Artinya:

    “Apakah engkau menikahi gadis (perawan) atau janda?” “Aku menikahi janda”, jawab Jabir. 

    “Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja karena engkau bisa bercumbu dengannya dan juga sebaliknya ia bisa bercumbu mesra denganmu?” (HR. Bukhari, no. 2967; Muslim, no. 715).

    Baca juga: Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan yang Sholeh dalam Al Quran

    3. Baca Doa

    Berikutnya, adab paling penting dalam berjima’ adalah membaca doa sebelum berhubungan seperti panduan sebelumnya. Kita bisa membacakannya setiap kali ingin melakukan hubungan intim dengan pasangan.

    4. Menyetubuhi Istri dari Mana saja Asalkan Bukan di Dubur

    Setelah menikah dan sah menjadi pasangan suami dan istri. Kita memiliki hak untuk berhubungan badan dari arah mana saja. Hanya saja ada satu titik yang dilarang oleh Allah SWT untuk bersetubuh yaitu di area dubur.

    Pernyataan ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dana QS. Al Baqarah: 223

    نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ

    “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS. Al Baqarah: 223) 

    Dalam riwayat lain juga ditegaskan kembali bahwa:

    مُقْبِلَةً وَمُدْبِرَةً مَا كَانَ فِي الفَرْجِ

    Artinya:

    “Terserah mau dari arah depan atau belakang selama di kemaluan.” (HR. Ath-Thohawi, 3: 41 dalam Syarh Ma’an Al-Atsar dengan sanad yang shahih)

    Larangan untuk menyetubuhi istri ini jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabatnya Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

    َلْعُونٌ مَنْ أَتَى امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا

    Artinya:

    “Benar-benar terlaknat orang yang menyetubuhi istrinya di duburnya.” (HR. Ahmad, 2: 479. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits tersebut hasan)

    Manfaat Membaca Do’a sebelum Jima’

    Membaca doa berhubungan badan dalam Islam memang tidak wajib, tetapi dianjurkan. Sehingga ketika sudah melakukan hubungan tetapi lupa belum membaca pasangan tidak akan mendapatkan dosa.

    Namun, setiap doa pasti memberikan kebaikan. Sehingga dengan membaca doa sebelum berhubungan diharapkan dapat memberi kebaikan kepada pasangan dan juga calon penerus yang akan lahir dari rahim istri.

    Oleh karena ketahui apa saja manfaat dari doa sebelum berhubungan agar kita semua tahu dan dapat mengamalkannya dengan baik, antara lain :

    1. Mengikuti Ajaran Rasulullah SAW

    Meskipun sederhana dan mungkin jarang orang ketahui, tetapi membaca doa sebelum berhubungan akan memberikan keberkahan tersendiri. Karena kita telah mengikuti ajaran dari Nabi Muhammad SAW.

    Hal ini sejalan dengan salah seorang sahabatnya yang mengatakan bahwasanya setiap amalan yang Rasulullah SAW lakukan tidak sedikitpun ditinggalkan. 

    Sebab, sosok sahabat ini sangat takut apabila keluar dari amalan tersebut akan menyimpang.

    2. Setan Menjauh ketika Berhubungan Intim

    Setan selalu ada di sekitar kita tanpa takut apapun. Nah, membacakan doa sebelum berhubungan akan memberikan banyak sekali kebaikan. Salah satunya menjauhkan setan saat kita melakukan hubungan intim.

    Setan memiliki napsu yang sangat besar, bukan tidak mungkin ketika kita melepas pakaian setan dengan tenangnya ikut melihat.

    Nah, untuk menghindari hal itu saja kita dianjurkan untuk membaca ‘bismillah’ saat membuka pakaian. Apalagi saat berhubungan intim?

    Oleh karena itu, sebelum berdoa sebaiknya dahulukan dengan membaca basmallah sesuai dengan pendapat dari Mujahid rahimahullah

    أَنَّ الَّذِي يُجَامِع وَلَا يُسَمِّي يَلْتَفّ الشَّيْطَان عَلَى إِحْلِيله فَيُجَامِع مَعَهُ

    Artinya:

    “Siapa yang berhubungan intim dengan istrinya lantas tidak mengawalinya dengan ‘bismillah’, maka setan akan menoleh pada pasangannya lalu akan turut dalam berhubungan intim dengannya”

    (Fathul Bari, 9: 229). Ya Allah, lindungilah kami dari gangguan setan kala itu.

    3. Mendapatkan Keturunan yang Baik dan Berakhlak Mulia

    Melakukan hubungan intim pastinya terbersit keinginan untuk mendapatkan keturunan. Dengan membaca doa sebelum berhubungan, kita memiliki persentase sangat besar mendapatkan keturunan yang baik dan berakhlak mulia.

    Sesuai dengan riwayat Mursal Hasan dari ‘Abdur Razaq :

    إِذَا أَتَى الرَّجُل أَهْله فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقَتْنَا وَلَا تَجْعَل لِلشَّيْطَانِ نَصِيبًا فِيمَا رَزَقْتنَا ، فَكَانَ يُرْجَى إِنْ حَمَلْت أَنْ يَكُون وَلَدًا صَالِحًا

    Artinya:

    “Jika seseorang mendatangi istrinya (berhubungan intim), maka ucapkanlah ‘Ya Allah, berkahilah kami dan keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim ini, janganlah jadikan setan menjadi bagian pada keturunan kami’. 

    Dari do’a ini, jika istrinya hamil, maka anak yang dilahirkan diharapkan adalah anak yang sholeh” (Fathul Bari, 9: 229).

    4. Keturunan Terhindar dari Permasalahan

    Membaca doa ketika ingin berhubungan intim akan memberikan kebaikan, tidak hanya pada kita saat melakukannya tetapi juga keturunan yang dihasilkan. Meskipun tidak 100% akan terhindar dari dosa.

    Keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim dengan membacakan doa yang Rasulullah SAW contohkan, maka anak dapat terhindar dari permasalahan dunia dan juga agama.

    5. Mendapatkan Keberkahan dari Doa

    Setiap doa selalu memiliki poin keberkahannya masing-masing. Ketika kita membaca doa sebelum berjima’ 

    Maka hal itu merupakan salah satu media pengamalan luar biasa karena ingin mendahulukan Allah SWT dalam setiap tindakan kita.

    Oleh karena itu, seseorang yang hamil setelah berhubungan intim. Akan merasakan sensasi nyaman dan tenang selama kehamilan berlangsung.

    Nah, itulah beberapa informasi mengenai doa sebelum berhubungan yang bis akita pelajari dengan baik. Mulai dari bacaan doa yang sah, adab saat menjalankannya serta manfaat yang sangat besar.

  • Adab dan Doa Ziarah Kubur Sesuai Tuntunan Sunnah

    Adab dan Doa Ziarah Kubur Sesuai Tuntunan Sunnah

    Ziarah kubur merupakan salah satu kegiatan Islami yang umum dijalankan untuk mengingat kehidupan selanjutnya. Ketika seseorang hendak berkunjung ke makan, biasanya ada beberapa doa ziarah kubur yang harus dibacakan.

    Meskipun tidak saklek harus sama, tetapi paham seperti apa doa saat melakukan ziarah akan memudahkan kita untuk mendoakan seseorang yang sudah tiada. Ziarah sendiri menjadi sebuah pengingat agar kita semakin dekat dengan Allah SWT.

    Biasanya seseorang melakukan aktivitas ziarah ini menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Tetapi, bagi beberapa orang berziarah kubur setiap malam jum’at juga menjadi sebuah rutinitas yang dilakukan oleh banyak orang.

    Adab Ziarah Kubur Bagi Seorang Muslim

    Adab dan doa ziarah kubur sesuai sunnah memang menjadi satu kesatuan. Jadi, ketika kita mempelajari bagaimana bacaan doa yang benar saat berziarah kubur. Hendaknya paham seperti apa adab saat berkunjung ke makam.

    Tujuannya agar kita mendapatkan pahala lebih besar dengan melakukan ziarah kubur. Jadi, tidak hanya tahu seperti apa bacaan doa ziarah kubur saja melainkan kita juga paham seperti apa adab yang harus dimiliki.

    Berikut beberapa adab ziarah kubur secara Islami, antara lain :

    1. Ingat Tujuan Utama Saat Berziarah

    Kita pasti tahu bahwa ada hikmah ketika melakukan ziarah kubur, salah satunya mengambil pelajaran dan mengingat kematian.

    Hal ini sesuai dengan hadist dari Ibu Mas’ud yang artinya : “Karena di dalam ziarah terdapat pelajaran dan peringatan terhadap akhirat dan membuat zuhud terhadap dunia”.

    Jika tujuan ini tidak tercapai, maka ziarah tersebut bukanlah ziarah yang diinginkan secara syari’at”[17]

    Baca juga: 2 Doa Sebelum Tidur dan Amalan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Panjang & Pendek)

    2. Dilarang Melakukan Safar

    Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda :

    لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: المَسْجِدِ الحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

    “Janganlah melakukan perjalanan jauh (dalam rangka ibadah, ed) kecuali ke tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha”[18]

    3. Masuk ke Halaman Kuburan dengan Mengucapkan Salam

    Adab mengucapkan salam saat memasuki halaman kuburan sangat penting untuk kita ketahui. Nilainya sebanding dengan bacaan doa ziarah kubur yang mesti dihapalkan.

    Sebab, perintah ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya yang berbunyi:

    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    “Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian”[19]

    4. Tidak Pakai Sandal Saat Masuk ke Halaman Kuburan

    Tidak Pakai Sandal Saat Masuk ke Halaman Kuburan

    Pernah ada cerita bahwa suatu waktu Rasulullah melihat salah seorang kaumnya masuk ke dalam halaman kuburan dan melintasi satu persatu dengan menggunakan sendal.

    Melihat hal itu, Rasulullah SAW bersabda :

    َا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْكَ» فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

    “Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu!” Lalu orang tersebut melihat (orang yang meneriakinya). Tatkala ia mengenali (kalau orang itu adalah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia melepas kedua sandalnya dan melemparnya”[20]

    5. Tidak Duduk di atas Kuburan

    Larangan untuk duduk di atas kuburan ini disampaikan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu.

    لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

    “Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur”[21]

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    6. Doakan Mayit Muslim

    Pada adab ini, kita bisa langsung melafalkan bacaan doa ziarah kubur singkat maupun lengkap. Sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Hanya saja pembacaan doa ini khusus untuk mayit muslim.

    Sedangkan mayit non muslim maka kita sebagai umat Islam dilarang untuk ikut mendoakannya.

    7. Tidak Boleh Menghadap Kuburan Saat Mendoakan

    Saat mendoakan mayit kita diperbolehkan untuk mengangkat tangan. Tetapi jangan sampai menghadap kuburan ketika mengirimkan doa. Bagi beberapa orang yang masih awam dan belum pernah melakukan ziarah kubur.

    Pasti bingung apa saja doa ziarah kubur yang wajib dibacakan. Ketika baru memulai dan masih bingung, maka kita bisa membacakan doa secara latin dan mengiramakan bacaan surat pendek sebagai pengantarnya.

    Larangan tidak boleh menatap kuburan saat berdoa ini mengikuti hadits dari Aisyah Radhiyallahu Anha ketika mengutus Barirah untuk mengikut Nabi saat pergi ke Baqi’ Gharqad.

    Barirah melihat bahwa Nabi mengangkat tangan saat mendoakan mereka dan hendaknya tidak menatap kubur karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang salat mengahadap kuburan.

    8. Dilarang Mengucapkan Al Hujr

    Menurut Imam An Nawawi rahimahullah bahwasanya Al Hijr merupakan ucapan bathil. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Syaikh Al Albani rahimahullah.

    Beliau mengatakan “Tidaklah samar lagi bahwa apa yang orang-orang awam lakukan ketika berziarah semisal berdo’a pada mayit, beristighotsah kepadanya, dan meminta sesuatu kepada Allah dengan perantaranya, adalah termasuk al hujr yang paling berat dan ucapan bathil yang paling besar. Maka wajib bagi para ulama untuk menjelaskan kepada mereka tentang hukum Allah dalam hal itu. Dan memahamkan mereka tentang ziarah yang disyariatkan dan tujuan syar’i dari ziarah tersebut”[23].

    9. Tidak Boleh Meratapi Mayit

    Nabi Muhammad SAW ketika melakukan kunjungan ke makam ibundanya dan membacakan ayat doa ziarah kubur juga pernah menangis. Hal ini bahkan membuat orang-orang disekitarnya ikut merasakan kesedihan dan menangis.

    Tetapi, Rasulullah menyampaikan bahwa jika sampai pada tahap meratapi mayit dan menangis secara histeris. Maka, hal tersebut menjadi haram hukumnya. 

    Oleh karena itu, mempelajari adab dan doa ziarah kubur orang tua maupun saudara sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi tindakan yang justru menimbulkan keharaman.

    Doa Ziarah Kubur

    Doa apa yang dibaca ketika ziarah kubur? Kita bisa membacakan doa sesuai sunnah yang telah ditetapkan berikut ini :

    Menurut Hadits Sulaiman bin Buraidah (HR. Muslim, no.975) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada sahabatnya ketika menuju kubur hendaknya membaca doa berikut :

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    Latin: ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIIN WAL MUSLIM, WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN, WA AS-ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH.

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

    Apabila, doa ziarah kubur ditujukan kepada orang tua. Hendaknya seorang anak menambah doanya dengan lafal :

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Robbi ghfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaniy shaghiro.

    Artinya: “Ya Tuhan, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mendidik aku ketika aku masih kecil.”

    Tidak berhenti disitu saja, kita juga harus membaca doa ziarah kubur ketika telah berada di sisi kuburan :

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يا أهْلَ القُبُورِ يغْفِرُ اللهُ لنا ولكُم أنتُم سلفُنا ونحن بالأثر

    As-salamu ‘alaikum ya ahlal-quburi yaghfirullah lana wa lakum antum salafuna wa nahnu bil-atsar.

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian, wahai penghuni kuburan. Semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian adalah pendahulu kami dan kami adalah pengikut kalian.”

    Hikmah Ziarah Kubur

    Meskipun paling sering dilakukan satu minggu sekali, nyatanya kegiatan ziarah kubur memiliki banyak sekali manfaat, antara lain :

    1. Mengingat Diri akan Kematian

    Hikmah dari ziarah kubur yang paling sering dirasakan adalah sebagai pengingat. Bahkan kehidupan setelah di dunia ini masih panjang. Apa yang terjadi di dunia ini setiap orang pasti akan bertemu dengan kematian.

    Lantas, apa yang harus dipamerkan kalau segala sesuatunya milik Allah? Hal ini akan membuat setiap orang fokus untuk memperbaiki ibadahnya.

    2. Memohonkan Ampunan Mayat

    Kedua, dengan berziarah hati kita akan semakin terketuk untuk lebih dekat dengan pencipta. Utamanya kelemahlembutan dari sisi manusia akan muncul. Sehingga timbul rasa ingin memohonkan ampun mayit kepada Allah SWT.

    3. Diampuni Dosanya

    Kita mungkin tidak sepenuhnya paham, bahwa Allah SWT juga akan mengampuni dosa-dosa orang yang berziarah kubur.

    Hal ini sesuai dengan sabda dari Rasulullah SAW dalam  HR Abu Hurairah :

    “Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan ia tercatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya”

    Nah, itulah beberapa adab dan juga doa ziarah kubur yang ternyata memiliki banyak sekali manfaat. Terutama untuk diri sendiri karena menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.

  • Bacaan dan Fadhilah Sholawat Nariyah 41x hingga 100x

    Bacaan dan Fadhilah Sholawat Nariyah 41x hingga 100x

    Fadhilah sholawat Nariyah 41x sangatlah besar. Untuk itu, sebagai umat muslim yang taat dianjurkan untuk membaca sholawat tersebut dengan konsisten.

    Seperti yang kita ketahui bahwa sholawat merupakan amalan yang pasti diterima oleh Allah SWT. Entah itu diamalkan dengan pamer atau secara ikhlas, amalan tersebut masih bisa diterima oleh Allah SWT.

    Hal tersebut merupakan salah satu keistimewaan dari bersholawat. Nah, sholawat Nariyah merupakan satu diantara banyaknya sholawat yang sering diamalkan oleh umat muslim Indonesia dan juga termasuk sholawat populer.

    Lantas, bagaimana bacaan dan fadhilah sholawat Nariyah 41x hingga 100x? Yuk, ikuti artikel berikut ini sampai habis untuk tahu jawabannya!

    Apa itu Sholawat Nariyah?

    Nariyah berasal dari bahasa Arab yaitu Naar yang artinya api. Jadi, menurut KH Husein Ilyas, Nariyah artinya adalah pendorong untuk cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

    Sholawat Nariyah yang asli diciptakan oleh ulama yang berasal dari Maroko bernama Syaikh Ahmad At-Tazi Almaghribi. Ada yang menyebut sholawat Nariyah dengan sholawat Taziyah, sholawat Tafrijiyah, dan sholawat Kamilah.

    Namun, sebagian ulama wilayah barat atau tepatnya di Maroko menamakan sholawat tersebut dengan sholawat Nariyah

    Hal tersebut dikarenakan ketika mereka mempunyai hajat yang penting atau menolak bala, mereka berkumpul bersama dalam satu majelis, kemudian membaca sholawat tersebut sebanyak 4444x dan terbukti hajat mereka segera terkabul.

    Di Indonesia sendiri sholawat Nariyah sering diamalkan saat musim haji, lebih tepatnya ketika keluarga mereka sedang berhaji biasanya meminta sanak saudara ataupun tetangga terdekat untuk minta bantuan membacakan sholawat Nariyah sebanyak 4444x.

    pengamalan tersebut biasanya dimaksudkan untuk meminta hajat berupa permintaan agar orang yang melaksanakan ibadah haji tersebut di Makkah diberi keselamatan, dijauhi dari bahaya dan dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat.

    Dalil Tentang Anjuran untuk Bersholawat

    Sebenarnya tidak ada dalil yang menganjurkan untuk mengamalkan sholawat Nariyah, namun terdapat ayat tentang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang tercantum di dalam surat Al Ahzab ayat 56, bunyinya adalah berikut ini:

    اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

    Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (QS. Al Ahzab: 56).

    Bacaan Sholawat Nariyah

    Bacaan Sholawat Nariyah

    Berikut ini adalah bacaan Arab sholawat Nariyah beserta arti dan latinnya:

    اللهمَّ صلِّ صلاة كاملةً و سلمّ سلاماً تامّا على سيّدنا محمّدنِ الّذي تنْحلّ به العقدُ وتنفرجُ بهِ الكربُ وتُقْضَي بهِ الحوائجُ وتنالُ بهِ الرّغائبُ ِ و حسن الخواتم ويستسقى الغمامّ بوجهه الكريم وعلى آلهِ و صحبهِ فى كلِّ لمحةٍ و نفسٍ بعدد كلِّ معلومٍ لك

    Latin: Allahumma Shalli Sholatan  kaamilatan wasallim salaaman taamman ‘ala sayyidina muhammadinil ladzi tanhallu bihil uqadu watan fariju bihin qurabu watuqdho bihil hawaiju watunalu bihir raghoibu wahusnul khowatimi wayustasqol ghomamu biwajhihil karimi wa ‘ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wanafasin bi’adadi kulli ma’lumil laka.

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan kesejahteraan yang paripurna kepada junjungan kami, Muhammad SAW, yang dengan perantaraan beliau itu dilepaskan semua ikatan, dilenyapkan segala kesusahan, ditunaikan segala kebutuhan, diperoleh segenap keinginan, dicapai akhir yang baik, dan diberi minum dari awan berkat wajahnya yang mulia, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, dalam setiap kejapan mata dan tarikan nafas,sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki.

    Baca juga: 7 Doa untuk Suami yang Sedang Bekerja agar Selamat dan Terhindar dari Kesulitan, Yuk Amalkan!

    Jumlah Bilangan dan Fadhilah Sholawat Nariyah 41x

    Sebenarnya, sholawat apa pun bisa diamalkan dalam jumlah bilangan berapa pun. Namun, memperbanyak jumlah bilangan sholawat jauh lebih utama dan berhak mendapatkan syafaat Rasulullah SAW.

    Nantinya, pengamal tersebut berhak menjadi orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW di akhirat kelak.

    Khusus untuk sholawat Nariyah, sebaiknya dilaksanakan sebanyak 41x secara rutin setiap hari. Tentunya akan mendapatkan banyak keutamaan.

    Imam Al Qurthubi memberikan penjelasan lebih lanjut tentang fadhilah sholawat Nariyah 41x, sebagai berikut:

    “Barang siapa membaca shalawat ini (al-Nariyah/al-Tafjiriyah) 41 kali, 100 kali atau lebih, Allah akan melapangkan kesulitannya, menghilangkan bebannya, memudahkan urusannya, menyenangkan menurut kadar imannya, meninggikan derajatnya, membaguskan keadaannya, meluaskan rejekinya, membukakan pintu-pintu kebaikan, dan melindunginya dari kehancuran sepanjang tahun, menyelamatkan dari musibah penderitaan dan, oleh semua makhluk, dan dikabulkannya segala doa.”

    Tentu saja, hal ini bisa menjadi salah satu sholawat yang berisikan doa untuk menemani kita selama berada di dunia.

    Selagi masih diberikan umur yang panjang dan diberi kesehatan, alangkah lebih baiknya mari perbanyak sholawat Nariyah. Setidaknya, sholawat ini dapat menjadi sarana bagi kita semua untuk meminta kepada Allah SWT agar hajat kita cepat dikabulkan oleh-Nya.

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Tata Cara Pelaksanaan Sholawat Nariyah

    1. Membaca sholawat Nariyah sebanyak 4444 kali

    Jika kamu sedang mengalami kesusahan seperti kehilangan barang, dianjurkan untuk membaca sholawat Nariyah sebanyak 4444 kali. Dengan begitu, Insya Allah barang yang tadinya hilang akan segera kembali.

    2. Membaca sholawat Nariyah sebanyak 444 kali

    Supaya rezeki kamu lancar, dimudahkan untuk mencapai hajat yang besar dan dijauhkan dari gangguan yang jahat, bacalah sholawat Nariyah sebanyak 444 kali.

    3. Membaca sholawat Nariyah sebanyak 40 kali

    Membaca sholawat Nariyah sebanyak 40 kali rutin setiap hari dapat bermanfaat untuk memudahkan pekerjaan, menghilangkan segala macam kesusahan, menerangkan dan meluruhkan hati.

    4. Membaca sholawat Nariyah sebanyak 21 kali

    Jika kamu ingin terhindar dari musibah dan malapetaka apapun, kamu bisa membaca sholawat Nariyah sebanyak 21 kali setiap selesai sholat Subuh dan Maghrib.

    5. Membaca sholawat Nariyah sebanyak 11 kali

    Setelah menunaikan sholat wajib lima waktu dianjurkan untuk membaca sholawat Nariyah sebanyak 11 kali supaya dijauhkan dari musibah atau bala lahir dan batin.

    6 Keutamaan Membaca Sholawat

    Dirangkum dari berbagai sumber, berikut keutamaan sholawat secara umum bagi pembacanya:

    1. Menghilangkan kegelisahan

    Diawali dengan memuji nama Allah SWT dan dilanjutkan dengan membaca sholawat, maka hal tersebut bida terhindari dari rasa khawatir dan kegelisahan.

    Bahkan melantunkan sholawat, Allah SWT akan membantu menghilangkan rasa kebingungan dan kepanikan terhadap masalah yang sedang dihadapi.

    Jika kamu rutin membaca sholawat, hatimu pun akan menjad lebih damai dan tentram.

    2. Memberi keselamatan

    Selain menghilangkan kegelisahan, bagi siapa saja yang erring mengamalkan sholawat akan mendapatkan banyak pertolongan dan perlindungan dari segala macam marabahaya.

    Tak hanya itu, membaca sholawat juga dapat menghilangkan kesusahan, kesempitan dan hal-hal yang menyakitkan.

    3. Memberikan energi positif dan kebahagiaan

    Seorang umat muslim yang rutin membaca sholawat setiap hari, maka Allah SWT akan memberikannya ketentraman dan kebahagiaan yang senantiasa menyertainya.

    Dengan mengamalkan sholawat dapat membuat jiwa seseorang lebih tenang dan merasa bahagia. Jadi, kesimpulannya adalah amalan sholawat dapat menjadi salah satu cara agar mendapatkan kebahagiaan atas ridho dan pertolongan oleh Allah SWT.

    4. Pembuka rezeki tiada putus

    Allah SWT akan mengangkat derajat dan membukakan lebar pintu rezeki untuk siapa saja yang rajin membaca sholawat.

    5. Membuat masalah menjadi ringan dan menghilangkan kesedihan

    Jika kamu rutin membaca sholawat setiap hari niscaya mampu menghilangkan rasa sedih yang sedang dirasakan, meringankan masalah yang sedang dihadapi dan bisa terselesaikan dengan mudah. Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Jabir dan Ibnu Mundah, Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Siapa membaca selawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca selawat kepadaku 100 kali maka Allah akan menjabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat dan 30 di dunia. Dan hadis Rasulullah yang mengatakan; perbanyaklah selawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan.”

    6. Penawar penyakit hati dan yang menjangkiti badan

    Keutamaan yang terakhir adalah sholawat bisa dijadikan penawar penyakit hati dan penyembuh penyakit yang menjangkiti badan.

    Hal tersebut dikarenakan yang dapat menyembuhkan segala bentuk penyakit, entah itu penyakit badan ataupun hati adalah hanya Allah SWT.

    Adapun dengan rutin membaca sholawat setiap hari merupakan bentuk wasilah kepada Nabi Muhammad SAW agar Allah SWT mengabulkan doa dan menyembuhkan segala penyakit.