Blog

  • Resimen Mahasiswa: Pengertian, Sejarah, Tugas, dan Manfaatnya

    Resimen Mahasiswa: Pengertian, Sejarah, Tugas, dan Manfaatnya

    Mahasiswa baru yang masuk ke sebuah perguruan tinggi akan diperkenalkan pada berbagai macam unit kegiatan mahasiswa. Salah satu unit kegiatan mahasiswa yang mungkin sering Anda dengar adalah Resimen Mahasiswa atau disingkat Menwa. 

    Singkatnya, Menwa menjadi wadah para mahasiswa untuk membentuk karakter dan kedisiplinan yang kuat di lingkungan perguruan tinggi. Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang Menwa, baca artikel ini sampai selesai, ya!

    Apa Itu Resimen Mahasiswa?

    Resimen Mahasiswa atau Menwa adalah salah satu program kekuatan sipil di tingkat perguruan tinggi yang mengembangkan serta melatih fisik, mental, dan sosial mahasiswa untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

    Menwa menjadi wujud dari Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) sehingga anggota Menwa akan mendapatkan berbagai macam ilmu dan pelatihan militer. Contohnya bela diri militer, terjun payung, taktik pertempuran, penyamaran, cara bertahan hidup (survival), dan penggunaan senjata.

    Sesuai dengan namanya, anggota Menwa adalah mahasiswa-mahasiswa yang masih aktif menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Sehingga, sebagian besar markas Menwa berada di perguruan tinggi masing-masing. Pasalnya, Menwa termasuk salah satu jenis UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).

    Mahasiswa yang bergabung dengan Menwa disebut sebagai wira. Resimen Mahasiswa memiliki wewenang serta tanggung jawab berbeda dengan unit kegiatan mahasiswa lainnya. Namun tetap berada langsung di bawah wewenang rektorat. 

    Semboyan dari Menwa adalah “Widya Castrena Dharma Siddha” yang berasal dari bahasa Sansekerta. Artinya semboyan tersebut yaitu penyempurnaan serta pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan keprajuritan. 

    Maksud dari ilmu pengetahuan adalah semua cabang ilmu dari anggota Menwa yang didapatkan selama perkuliahan. Ilmu tersebut berguna bagi para wira dalam berkarir setelah kuliah, tanpa melupakan tujuan utama dan pengabdian pada masyarakat.

    Sementara ilmu prajurit berhubungan dengan jiwa pemimpin, ksatria, dan perwira. Bukan hanya keahlian bertempur, namun juga keahlian-keahlian lain yang dimiliki oleh wira. 

    Sejarah Resimen Mahasiswa

    Prajurit Latihan Menembak
    Prajurit Latihan Menembak | Image souce : Pexels.com

    Pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia, mahasiswa mengikuti kegiatan wajib latih di Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilakukan mulai dari tanggal 13 Juni sampai dengan 14 September 1959. 

    Tujuan kegiatan wajib latih tersebut adalah untuk mempersiapkan mahasiswa dalam mempertahankan NKRI bersama dengan TNI (Tentara Nasional Indonesia). Mahasiswa akan mendapatkan latihan agar siap bertempur menggunakan senjata.

    Mahasiswa wajib latih atau walawa mendapatkan pelatihan di Kodam VI Siliwangi. Mereka yang mengikuti pelatihan berhak memakai lambang Siliwangi. Mulai dari masa tersebut, walawa sudah memiliki fungsi untuk mendukung TNI jika terjadi keadaan genting pada NKRI.

    Wajib latih pada tahun 1959 merupakan cikal bakal terbentuknya Resimen Mahasiswa Indonesia yang masih ada sampai sekarang. Tokoh yang pertama kali mencetuskan Menwa adalah Jenderal Abdul Haris Nasution. 

    Misi atau tujuan utama dari organisasi ini adalah membendung penyebaran paham komunisme, khususnya di perguruan tinggi. Harapannya, kehadiran Menwa dapat menghapus organisasi berbasis PKI (Partai Komunis Indonesia) yang berkembang di kampus-kampus Indonesia. 

    Secara resmi, Menwa terbentuk pada tahun 1963 sesuai keputusan bersama Wakil Menteri Pertama Urusan Pertahanan dan Keamanan (Wampa Hankam) dan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) pada saat itu. Keputusan tersebut memunculkan Menwa di berbagai provinsi, bukan hanya Jawa Barat saja. 

    Lalu, pada tanggal 11 Oktober 2000, pembinaan Menwa diserahkan pada perguruan tinggi masing-masing untuk menjadi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Namun masih tetap bekerja sama dengan Komando Kewilayahan TNI.

    Fungsi Resimen Mahasiswa

    Berdasarkan definisi dan cerita sejarah di atas, Resimen Mahasiswa memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

    • Turut membantu mewujudkan dan mempertahankan seluruh wilayah NKRI.
    • Membantu pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi Linmas (Perlindungan Masyarakat).
    • Meningkatkan serta menumbuhkan sikap bela negara dan cinta tanah air pada masyarakat.
    • Melaksanakan proses pembinaan sesuai aturan undang-undang bersama dengan satuan TNI.
    • Memberikan bantuan kemanuasiaan pada korban bencana alam.
    • Menanggulangi akibat bencana alam dengan mendirikan pengungsian.
    • Bersama mahasiswa lain, anggota Menwa membantu mewujudkan kehidupan kampus yang tentram dan tertib.
    • Memberikan pertolongan ketika terjadi kecelakaan.

    Baca Juga : Peran Mahasiswa Bagi Masyarakat dan Strategi Mengoptimalkannya

    Tugas Resimen Mahasiswa

    Prajurit Memberi Buah Kepada Anak-anak
    Prajurit Memberi Buah Kepada Anak-anak | Image souce : Pexels.com

    Pembahasan di atas merupakan fungsi dari Menwa, selanjutnya adalah tugasnya. Berikut ini adalah tugas-tugas Menwa:

    1. Komponen dalam Pertahanan Negara

    Menwa merupakan salah satu komponen dalam pertahanan negara. Tugasnya yaitu mempersiapkan, menyusun, dan merencanakan mahasiswa untuk melaksanakan fungsi komponen cadangan negara pada setiap provinsi daerah tingkat satu. 

    2. Komponen dalam Perlindungan Masyarakat

    Selain sebagai komponen dalam pertahanan negara, Resimen Mahasiswa juga memiliki tugas sebagai komponen dalam perlindungan masyarakat. Tugasnya yaitu mempersiapkan, menyusun, dan merencanakan mahasiswa untuk melaksanakan fungsi linmas di setiap provinsi daerah tingkat satu. 

    3. UKM Khusus di Perguruan Tinggi

    Terakhir yaitu tugas sebagai UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) khusus yang berada di bawah naungan rektorat. Perlu Anda ketahui bahwa Menwa adalah UKM, bukan militer. Meskipun begitu, UKM ini berada di bawah tanggung jawab TNI dan bekerja berdasarkan SKB 3 Menteri (Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri). 

    Ketiga menteri tersebut yaitu Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pertahanan, dan Menteri Dalam Negeri. Sebagai UKM, Menwa memiliki tugas yang berbeda dengan UKM lain. 

    Adapun tugas Menwa yaitu membantu terlaksananya pembinaan kesadaran mahasiswa terhadap bela negara. Selain itu, Menwa juga membantu kelancaran kegiatan dan program lain di perguruan tinggi. 

    Baca Juga : Himpunan Mahasiswa: Pengertian, Tujuan, Tugas, dan Program Kerja

    Syarat Masuk Resimen Mahasiswa

    Menjadi anggota Resimen Mahasiswa terbilang gampang-gampang susah. Ada beberapa syarat yang biasanya tidak ada di UKM lain, mulai dari fisik, psikis, dan mental. Namun umumnya, berikut ini adalah syarat masuk Menwa:

    • Merupakan WNI (Warga Negara Indonesia).
    • Berjenis kelamin pria atau wanita.
    • Sehat secara jasmani dan rohani.
    • Mahasiswa aktif, minimal semester 1 dan maksimal semester 3 saat mendaftar.
    • Memiliki motivasi dan minat khusus.
    • Bersedia mengikuti semua kegiatan, mulai dari seleksi hingga pelatihan dan pendidikan.
    • Berintegrasi tinggi, loyal, dan cinta tanah air.

    Menwa memang termasuk UKM khusus, namun dalam perekrutannya sama seperti UKM-UKM lainnya. Selama seleksi, mahasiswa yang mendaftar tidak akan dikenakan biaya apapun. Jika ada oknum yang menawarkan jasa dengan biaya, maka Anda harus segera melaporkannya ke satuan Menwa. 

    Manfaat Bergabung dengan Resimen Mahasiswa

    Mahasiswa dan TNI Latihan Bersama
    Mahasiswa dan TNI Latihan Bersama | Image souce : Pexels.com

    Bergabung dengan Resimen Mahasiswa memberikan banyak manfaat untuk mahasiswa. Apa saja? Berikut di antaranya:

    1. Melatih Kedisiplinan

    Meskipun bukan militer, namun Menwa mengharuskan anggotanya untuk mematuhi aturan, jadwal, sekaligus tata tertib. Biasanya akan ada hukuman apabila melanggar peraturan yang ada.

    Kebiasaan-kebiasaan tersebut menumbuhkan dan mengembangkan kedisiplinan pribadi. Sehingga di masa depan, Anda akan lebih mudah mengatur waktu dan mencapai tujuan yang Anda inginkan.

    2. Membentuk Mental yang Kuat

    Setelah lulus kuliah, Anda akan masuk ke dunia baru yaitu dunia kerja. Berkarir tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tapi juga membutuhkan mental yang kuat.

    Pasalnya, di dunia kerja ada banyak sekali tantangan-tantangan yang sulit Anda lalui sebagai pemula. Jika Anda sudah terbiasa terhadap tekanan, maka Anda akan lebih santai menghadapi tekanan-tekanan lainnya.

    3. Melatih Fisik

    Latihan fisik merupakan salah satu agenda yang biasa dilakukan oleh UKM Resimen Mahasiswa. Semua anggota tentu saja wajib mengikuti latihan tersebut. Latihan fisik memberikan banyak keuntungan, mulai dari kesehatan hingga daya tahan tubuh dan stamina. 

    4. Mendapatkan Pendidikan Kemiliteran

    Ingin mendapatkan pendidikan kemiliteran tanpa masuk ke sekolah militer? Menwa adalah jawabannya. 

    Menwa memberikan pendidikan secara bertingkat dan berlanjut. Biasanya, pendidikan kemiliteran dimulai dari Pra Latihan Dasar Militer di lingkungan kampus sampai Pendidikan Dasar Militer di Satuan Pendidikan. Pendidikan kemiliteran diciptakan untuk membentuk sumber daya manusia yang tangguh.

    5. Mendapatkan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan 

    Bukan hanya pendidikan kemiliteran saja, anggota Menwa juga mendapatkan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Tujuan pendidikan dan pelatihan ini yaitu mempersiapkan calon pemimpin masa depan.

    6. Berkolaborasi dengan Kampus Lain

    Terakhir, berkolaborasi dengan UKM Menwa dari kampus lainnya. Biasanya UKM Menwa antar kampus mengagendakan kegiatan tertentu. Melalui kolaborasi ini, anggota bisa bertukar pengetahuan serta menambah pertemanan. 

    Sudah Yakin Ingin Masuk Resimen Mahasiswa?

    Nah, itulah pembahasan mengenai Resimen Mahasiswa atau Menwa yang pelu Anda pahami, mulai dari pengertian, sejarah, tugas, syarat masuk, serta manfaat bergabung. Sudah yakin ingin masuk Menwa? 

    Berbeda dengan kebanyakan unit kegiatan mahasiswa lain, Menwa memiliki kegiatan yang cukup berat. Sebelum memutuskan untuk masuk Menwa, ada baiknya Anda mempertimbangkan fisik dan mental Anda. Anda bisa rutin berolahraga, berlatih ketangkasan diri, dan aktivitas latihan fisik lainnya.Walaupun begitu, UKM Menwa menawarkan banyak manfaat untuk Anda. Sehingga cocok jika Anda ingin mengembangkan diri, mengasah keterampilan, dan mempersiapkan diri untuk tantangan masa depan. Menjadi anggota Resimen Mahasiswa juga merupakan salah satu wujud kecintaan pada tanah air.

  • 5 Hewan Terbesar di Dunia Sepanjang Sejarah serta Asalnya

    5 Hewan Terbesar di Dunia Sepanjang Sejarah serta Asalnya

    Berbagai jenis hewan yang ada di dunia sangat beragam. Mulai dari binatang berukuran kecil sampai besar. Jika berbicara tentang hewan berukuran besar, pasti Anda terbayang salah satu jenis hewan besar seperti dinosaurus yang memiliki ukuran tubuh diatas 1,5 meter. Yuk, cari tahu apa saja 5 hewan terbesar di dunia serta asalnya!

    5 Hewan Terbesar di Dunia

    Artikel ini tidak hanya memberikan contoh hewan terbesar saja, melainkan juga menjelaskan tentang sejarah dan asalnya. Berikut hewan terbesar di dunia yang masih bisa Anda jumpai di daerah tertentu sesuai asalnya:

    1. Paus Biru 

    Sumber: antarctica.gov.au

    Hewan terbesar yang masih bisa Anda jumpai sampai saat ini adalah jenis paus yang berwarna biru. Paus ini merupakan salah satu jenis mamalia laut yang ukurannya sangat besar dengan kisaran 33 meter dan berat mencapai lebih dari 181 ton. Selain ukurannya yang besar, hati paus biru juga sangat besar, yaitu seukuran mobil kecil.

    Ukuran paus biru hampir sama dengan kapal pesiar, sehingga termasuk dalam golongan hewan mamalia terbesar di dunia. Sebagian besar paus biru bisa Anda jumpai pada wilayah Samudra Pasifik, namun ada juga sebagian yang hidup di bagian Samudra Selatan dan Samudra Hindia. 

    Paus biru juga memiliki ciri khas berupa suara yang sangat nyaring hingga mencapai 188 desibel, lebih dari suara pesawat jet yang hanya mencapai 140 desibel. Siulan frekuensi rendah dari paus biru akan terdengar hingga kedalaman ratusan mil. Hal tersebut bertujuan untuk menarik perhatian para paus biru lainnya. 

    Pada awalnya, salah satu hewan terbesar di dunia ini sangat mudah dijumpai pada wilayah Samudra Selatan, Samudra Pasifik, dan Samudra Hindia. Namun, seiring berjalannya waktu, pada awal abad ke-20, banyak manusia yang berlomba-lomba untuk memburu paus biru. 

    Setelah itu, sejak tahun 1996, paus biru menjadi salah satu hewan yang dilindungi dan manusia sudah tidak boleh memburunya kembali. Hal tersebut bertujuan untuk menyelamatkan spesies paus biru dari kepunahan. 

    2. Hiu Paus 

    Sumber: whatsnewindonesia

    Selanjutnya yang tergolong sebagai hewan terbesar di dunia adalah hiu paus. Hewan ini merupakan golongan antara hiu dan paus, namun memiliki ukuran yang sangat besar dengan panjang mencapai 12 meter dan berat lebih dari 21 ton. 

    Dari sisi tampilannya hiu paus ini memang terlihat lebih menyeramkan. Hewan ini memiliki ciri khas berupa mulut moncong yang bisa terbuka lebar. Terutama saat ingin memangsa ikan-ikan kecil, plankton, makro alga, larva kepiting pantai, kril, cumi-cumi, atau vertebrata kecil ke dalam mulutnya.

    Hiu paus juga memangsa hamburan jutaan telur dan sperma ikan yang sudah melayang di lautan selama musim memijah, kemudian memangsa ubur-ubur maupun larva dari ikan kakap. Hewan ini sesekali akan terlihat seperti batuk dalam air laut, hal tersebut bertujuan untuk membersihkan kotoran yang menyumbatnya.  

    Selain mulutnya yang besar, ciri khas lain dari hiu paus adalah memiliki badan berwarna hitam dengan corak berupa bintik-bintik putih pada seluruh tubuhnya. Hiu paus bisa Anda jumpai pada semua lautan yang memiliki suhu hangat, karena hewan tersebut akan bertahan hidup saat berada di udara yang hangat. 

    Ciri khas berupa corak pada kulitnya, tubuh besar, serta mulut lebar membuat sebagian orang merasa ketakutan saat berjumpa dengan hiu paus. Namun, sebenarnya salah satu hewan terbesar di dunia tidak termasuk dalam kategori berbahaya. Serta cukup bersahabat dengan manusia, seperti ikan paus dan lumba-lumba pada umumnya. 

    Karena hiu paus bisa bersahabat dengan manusia, maka tak jarang hiu tersebut dijadikan sebagai hewan atraksi. Sehingga dapat menarik perhatian wisatawan saat mengunjungi objek wisata tertentu seperti kebun binatang. 

    Meskipun Anda bisa menjumpai hiu paus di seluruh wilayah lautan tropis, namun mayoritas keberadaannya pada bagian sebelah barat dari benua Australia. 

    3. Gajah Semak Afrika 

    Sumber: nature.org

    Hewan terbesar di dunia selanjutnya adalah hewan darat yang dikenal dengan sebutan gajah semak Afrika. Gajah memang hewan yang memiliki tubuh besar, tetapi gajah khusus dari Afrika ini tubuhnya lebih besar dari gajah pada umumnya. 

    Gajah Afrika terdiri dari dua spesies, yaitu gajah semak Afrika dan gajah hutan Afrika. Namun dari kedua jenis tersebut, gajah semak Afrika memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dengan tinggi mencapai 3,3 meter, panjang sekitar 7,5 meter dan beratnya juga mencapai lebih dari 6 ton. 

    Sesuai dengan namanya, Anda bisa menjumpai salah satu hewan terbesar di dunia ini di wilayah tertentu saja yaitu dataran benua Afrika. Namun, ada juga beberapa kebun binatang yang memelihara gajah jenis semak Afrika tersebut. 

    Gajah ini juga termasuk hewan yang dilindungi agar manusia tidak mudah memburunya dan menyebabkan spesiesnya punah. 

    4. Buaya Muara 

    Sumber: discoverwildlife

    Hewan terbesar di dunia selanjutnya merupakan golongan dari reptil yang bernama buaya muara. Buaya muara merupakan salah satu hewan terbesar dengan ukuran panjang mencapai 7 meter dan beratnya antara 2 sampai 3 ton. 

    Anda bisa menjumpai jenis buaya ini pada wilayah sungai yang dekat dengan lautan atau muara. Hal itu juga menjadi alasan buaya ini mendapatkan julukan sebagai buaya air asin. Jenis reptil ini bisa Anda jumpai di seluruh wilayah mulai dari perairan dataran rendah hingga perairan pantai pada daerah tropis Australia dan Asia Tenggara. 

    Salah satu hewan terbesar di dunia ini sangat aktif pada siang maupun malam hari untuk mencari mangsa. Siapapun yang masuk ke wilayahnya termasuk manusia, bisa menjadi mangsanya. Jadi, tak heran jika hewan ini tergolong hewan yang sangat berbahaya untuk manusia. 

    Salah satu kemampuan buaya muara yang cukup berbahaya adalah bisa melompat ke kedalaman air sekitar 7 meter dengan tujuan untuk menerkam mangsanya. Hal itu menyebabkan hewan yang ada disekitarnya juga menjadi makanan sehari-harinya. 

    Buaya muara jantan pada umumnya memiliki kebiasaan untuk hidup menyendiri karena bertujuan agar memiliki daya jelajah yang lebih luas. Sedangkan buaya muara betina biasanya lebih sering merendam seluruh tubuhnya ke dalam air tanpa mengganggu pernapasan dan penglihatannya karena letak hidung dan mata diatas kepala. 

    Saat musim berkembang biak, buaya muara betina akan menjadi lebih ganas untuk menyerang mangsa. Oleh sebab itu, hal ini akan menjadi ancaman bagi manusia maupun spesies hewan lain di sekitarnya. 

    5. Beruang Kodiak 

    Sumber: bear.org

    Hewan terbesar di dunia selanjutnya adalah jenis beruang bernama kodiak. Beruang kodiak ini biasanya akan Anda jumpai pada film-film yang menggambarkan hewan cokelat dan hidup di hutan. Beruang ini juga termasuk sebagai hewan yang berbahaya. 

    Jenis beruang ini merupakan salah satu hewan omnivora terbesar dengan kisaran panjang 2,5 sampai 3 meter, kemudian beratnya mencapai lebih dari 680 kg. 

    Ketika berjalan, salah satu hewan terbesar di dunia ini akan terlihat sangat tinggi hingga mencapai 1,5 meter. Jika Anda ingin menjumpai beruang jenis ini, maka bisa mendatangi wilayah Kepulauan Kodiak di Alaska. 

    Di wilayah Alaskan ada sekitar 3.500 ekor beruang jenis kodiak yang hidup. Makanan sehari-hari beruang kodiak adalah ikan dan buah-buahan. Selain itu, hal menarik dari beruang kodiak adalah termasuk hewan yang lembut, seimbang, dan bijaksana. Dia akan menyerang jika merasa terkejut dan ingin membela diri saja. 

    Sudah Tahu Apa Saja Hewan Terbesar di Dunia? 

    Nah, itu dia beberapa hewan terbesar di dunia beserta ciri khas, habitat, serta makanannya. Ukuran hewan yang sangat besar tersebut memang cukup menakutkan bagi manusia. Oleh sebab itu, Anda perlu berhati-hati jika ingin menjumpainya secara langsung.

    Sebenarnya, masih ada banyak sekali hewan lainnya. Sayangnya, sebagian besar sudah punah. Beberapa contohnya adalah wooly mammoth, hiu basking, mola-mola laut, dan masih banyak lagi. Karena itu, menjaga lingkungan dan menghindari perburuan liar penting agar dapat menjaga spesies hewan yang tersisa.

  • Himpunan Mahasiswa: Pengertian, Tujuan, Tugas, dan Program Kerja

    Himpunan Mahasiswa: Pengertian, Tujuan, Tugas, dan Program Kerja

    Mahasiswa lama pasti sudah familiar dengan organisasi intra kampus satu ini, himpunan mahasiswa (HIMA). Bagi kamu mahasiswa baru yang masih belum mengerti apa itu HIMA, apa saja tujuannya, tugas-tugasnya, dan program kerjanya, kamu perlu membaca artikel ini sampai tuntas. 

    Apa itu Himpunan Mahasiswa? 

    Rapat mahasiswa himpunan
    Rapat mahasiswa himpunan | Image souce : pixabay.com

    Memasuki dunia perkuliahan, tentu saja tidak hanya berbicara tentang aspek akademis. Kampus memiliki segudang ruang untuk mahasiswa berkreasi, bereksplorasi, dan berkarya dengan mengikuti berbagai organisasi, salah satunya himpunan mahasiswa (HIMA). 

    HIMA adalah salah satu organisasi intra kampus di tingkat jurusan atau program studi (prodi). Biasanya, organisasi ini lebih familiar disebut dengan HMJ atau HMPS. 

    Organisasi ini menjadi wadah mahasiswa satu jurusan untuk mengembangkan wawasan dan potensinya. Misalnya kepemimpinan, minat dan bakat, dan melatih mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat. 

    Semua kegiatan dalam HIMA tentu saja tidak sembarangan. Sebab di sana kamu juga bisa memperdalam ilmu dan mengembangkan wawasan yang berkaitan dengan jurusanmu. 

    Selain itu, kamu juga bisa memperluas relasi dengan teman-teman sejurusan, dan mengikuti berbagai program HIMA yang bersifat akademis. 

    Perbedaan HMJ dan HMPS

    Seringkali kedua istilah ini membuat bingung mahasiswa baru karena memang terlihat sama dan tingkatnya sama-sama di bawah fakultas. 

    Sebelum memahami apa bedanya HMJ dan HMPS, kamu harus tahu dulu perbedaan jurusan dan program studi. 

    Jurusan itu bagian dari fakultas yang bertanggung jawab untuk suatu bidang studi atau keilmuan. Contohnya seperti jurusan sejarah, hukum, akuntansi, manajemen, dan lain-lain. 

    Sementara itu, program studi adalah bagian dari jurusan. Biasanya disebut sebagai peminatan. Jadi jurusan ini terdiri dari beberapa program studi yang bisa diikuti mahasiswa. Misalnya jurusan sejarah memiliki beberapa peminatan, seperti ilmu sejarah dan pendidikan sejarah. 

    Begitu juga dengan organisasinya. HMJ ini mewakili mahasiswa jurusan di sebuah kampus. Sedangkan HMPS mewakili mahasiswa program studi tertentu. 

    Selain itu, dari sisi kegiatannya juga berbeda. Kegiatan HMJ ini berfokus pada kegiatan jurusan seperti seminar, studi banding, dan lomba. Sementara itu, HMPS ini fokus kegiatannya di program studi, seperti penelitian, musyawarah, dan pengembangan program pengajaran. 

    Tujuan dari Himpunan Mahasiswa

    Terbentuknya organisasi intra kampus ini tentunya punya tujuan tersendiri. Selain sebagai wadah berkreasi dan mengembangkan potensi, ada juga beberapa tujuan lain seperti:

    1. Sebagai Wadah Pemersatu

    Ini adalah tujuan utama dari terbentuknya himpunan mahasiswa. Mahasiswa Indonesia ini terdiri dari beragam suku, daerah, budaya, latar belakang, bahkan ada juga yang berbeda negara. 

    Adanya organisasi ini diharapkan bisa menyatukan keberagaman yang ada. Sehingga jalinan kedekatan antar mahasiswa satu dengan mahasiswa lain semakin dekat dan tidak terpecah belah. 

    2. Memperluas Relasi 

    Di organisasi ini, kamu bisa berkenalan dengan siapa saja, mulai dari teman seangkatan sendiri, senior hingga para alumni yang seringkali diundang saat ada acara-acara jurusan. 

    Dengan begitu, ini bisa membantu kamu memperluas relasi yang nantinya dibutuhkan saat lulus kuliah. 

    3. Menjaga Hubungan Baik antar Mahasiswa

    HIMA juga berguna untuk menjaga hubungan baik dengan mahasiswa lain, terlebih dengan mahasiswa lama. Di sini, kamu juga akan diberi bimbingan dan arahan oleh mahasiswa lama bagaimana cara berorganisasi atau bahkan saling sharing tentang keilmuan yang sedang kamu geluti. 

    4. Menampung Aspirasi Mahasiswa

    Bagi kamu yang kesulitan untuk berpendapat dan mengungkapkan aspirasi, ini adalah wadah yang cocok. Himpunan mahasiswa akan memberikan ruang untuk kamu menyampaikan aspirasi dan pendapat. 

    Kamu bisa berlatih berpendapat di depan umum tanpa merasa takut lagi. Jadi, ketika lulus kuliah, kamu lebih berani untuk berpendapat dan mengeluarkan ide yang bermanfaat serta membangun. 

    5. Menjalankan Program Kerja

    Mengikuti HIMA bisa melatih bagaimana cara menjalankan program kerja dengan baik. Kamu juga diajarkan bertanggung jawab pada tugas-tugas yang diemban dan bekerja secara tim maupun individu, sehingga nantinya sangat berguna ketika kamu memasuki dunia kerja. 

    6. Membangun Kerjasama dengan Pihak Kampus

    HIMA akan bekerjasama dengan pihak kampus untuk menjalankan kegiatan akademik dan non akademik. Tujuannya agar potensi mahasiswa bisa tersalurkan dengan baik dan kualitas keilmuannya semakin berkembang sehingga menghasilkan lulusan yang siap terjun di masyarakat. 

    Tugas-Tugas Himpunan Mahasiswa

    HIMA memiliki struktur kepengurusan inti yang terdiri dari ketua, bendahara, sekretaris, dan koordinator divisi. Semua pengurus HIMA tersebut bertanggung jawab melaksanakan tugas-tugas HIMA, seperti:

    • Melaksanakan semua ketetapan dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM).
    • Membentuk suatu program kegiatan ekstrakurikuler pengembangan mahasiswa jurusan. Seperti pengembangan penalaran, keilmuan, hingga profesi sesuai bidang ilmu.
    • Melakukan laporan dan koordinasi kegiatan dengan BEM fakultas maupun BEM kampus.
    • Menyampaikan dan menyerap aspirasi mahasiswa kepada ketua program studi.
    • Bertanggung jawab kepada ketua program studi sesuai fakultas masing-masing. 

    Contoh Program Kerja Himpunan Mahasiswa

    Sebagai gambaran, ada beberapa contoh hasil program kerja yang bisa kamu pahami. Sumbernya berasal dari program kerja bidang olahraga yang sudah dibuat oleh HIMA Prodi Manajemen Universitas Airlangga tahun 2018. Berikut contoh programnya:

    • Menyelenggarakan Management Badminton Club (MBC), yang ditujukan kepada para mahasiswa pecinta badminton.
    • Membuat acara Management Basketball League (MBL), untuk mahasiswa pecinta bola basket.
    • Menyelenggarakan acara Management Soccer League (MSL), untuk mahasiswa yang berbakat olahraga futsal.

    Ada juga beberapa program lain dari jurusan ini, misalnya:

    • Mengadakan kunjungan bisnis.
    • Menyelenggarakan lomba bagi mahasiswa berbakat.
    • Mengadakan studi banding.
    • Menyelenggarakan bakti sosial ke panti asuhan.
    • Menyelenggarakan talkshow untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa.
    • Mengadakan ospek jurusan.
    • Dan lain-lain. 

    Itu sedikit gambaran yang bisa kamu pahami. Sebenarnya untuk program kerja ini bisa bervariasi tergantung pada setiap divisi yang ada. Misalnya divisi seni dan olahraga mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan kesenian dan olahraga. 

    Ada juga divisi kewirausahaan, yang program kerjanya tentang pengembangan kemampuan wirausaha mahasiswa. Contoh lagi divisi pengabdian pada masyarakat, berarti program kerjanya juga tentang pengabdian pada masyarakat. 

    Mengapa Harus Ikut Himpunan Mahasiswa?

    Foto Kelulusan | Image souce : pixabay.com

    Dengan mengikuti HIMA, tentu saja kamu bisa mendapatkan banyak sekali benefit. Selain mendapatkan wadah untuk eksplorasi dan pengembangan diri, gabung dengan HIMA juga dapat memberikan benefit lainnya seperti:

    1. Melatih Kedisiplinan

    Kuliah sekaligus ikut organisasi bisa melatih disiplin waktu. Kamu bisa mengetahui bagaimana cara membagi waktu kapan fokus kuliah, mengerjakan tugas,  dan kapan waktunya organisasi. 

    Kemampuan mengatur waktu ini nantinya akan bermanfaat bagi masa depan. Sebab siapapun yang disiplin dan bisa mengatur waktunya dengan baik, gerbang kesuksesan bisa mudah didapat. 

    2. Menambah Pengalaman Baru

    Meskipun mengikuti organisasi himpunan mahasiswa sifatnya tidak wajib, namun tidak ada salahnya kamu coba. Pasalnya, kamu akan mendapatkan segudang pengalaman baru yang tidak bisa didapatkan kalau tidak bergabung organisasi. 

    Kamu juga bisa mempelajari hal-hal baru yang berkaitan dengan kehidupan, skill, kepemimpinan, dan lain-lain. Sehingga kamu tidak jadi mahasiswa kupu-kupu yang selepas kuliah langsung pulang. 

    3. Memperluas Relasi

    Jangan berpikir bahwa memperluas relasi ini tidak ada gunanya. Justru ini sangat berguna dan sangat penting dimiliki seseorang untuk mencapai kesuksesan hidup ke depannya. 

    Siapa tahu suatu saat nanti kenalanmu di HIMA adalah orang yang cocok untuk diajak kerjasama, entah itu membangun bisnis atau mengerjakan proyek. Bisa jadi juga relasimu di HIMA adalah orang yang membuka jalan untuk dapat pekerjaan. 

    4. Mengasah Kemampuan Komunikasi

    Organisasi himpunan mahasiswa akan memberikan wadah untukmu melatih komunikasi. Baik personal maupun interpersonal. Kamu juga bisa belajar bagaimana menyampaikan ide dan argumen dengan baik sehingga bermanfaat untuk kehidupanmu ke depannya. 

    Baca Juga : Peran Mahasiswa Bagi Masyarakat dan Strategi Mengoptimalkannya

    Tertarik Bergabung dengan Himpunan Mahasiswa?

    Himpunan mahasiswa adalah wadah yang cocok untuk mengembangkan diri bagi mahasiswa. Oleh karena itu, manfaatkan masa mahasiswamu dengan ikut organisasi seperti HIMA untuk meningkatkan skill, membangun relasi, dan menambah pengalaman yang berguna bagi masa depan. 

    Jangan sampai ketika lulus kamu menyesal karena tidak pernah ada pengalaman organisasi sebelumnya. Sebab nantinya, pengalaman ini juga akan membantumu saat memasuki dunia kerja.

  • Peran Mahasiswa Bagi Masyarakat dan Strategi Mengoptimalkannya

    Peran Mahasiswa Bagi Masyarakat dan Strategi Mengoptimalkannya

    Mahasiswa adalah individu sekaligus kelompok yang sangat penting dalam pembangunan masyarakat dan negara. Sebab, terdapat fungsi atau peran mahasiswa yang secara spesifik berkontribusi atau memberi sumbangsih nyata untuk meningkatkan kehidupan masyarakat yang lebih positif. 

    Hingga saat ini, banyak yang meyakini bahwa mahasiswa memiliki terdapat lima fungsi sekaligus tugas yang harus mereka emban. Mulai dari pengontrol sosial, iron stock, agen perubahan, kekuatan moral, dan penjaga nilai. Penjelasan lengkap dari kelima peran tersebut bisa Anda baca pada artikel di bawah ini.

    5 Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Masyarakat dan Negara

    Pada dasarnya, usia mahasiswa termasuk dalam rentang usia produktif dengan tingkat kedewasaan yang cukup matang. Pemikiran yang masih tajam dan banyak ide-ide segar bisa hadir dari kepala mereka. Maka, sangat wajar apabila seorang mahasiswa memiliki peran sebagai berikut.

    1. Social Control

    Mahasiswa dengan bekal kemampuan intelektual yang mumpuni, pemikiran yang kritis, dan pandangan yang luas, sangat diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat. Bahkan, harapannya mereka bisa menjadi pengontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

    Perannya bisa dalam berupa memberikan kritik terhadap hal-hal yang terasa tidak berjalan sesuai fungsinya. Misalnya, ketika dalam suatu daerah sosial tidak terjadi interaksi di antara masyarakatnya, maka mahasiswa dapat membuat inisiatif untuk memperbaiki kondisi tersebut.

    Tidak hanya itu, ketika terdapat tanda munculnya permasalahan seperti perseteruan atau hal-hal ganjil, mahasiswa bisa memberi perhatian lebih pada hal tersebut. Bahkan, apabila ada aktivitas atau program yang mungkin penting untuk diadakan, mahasiswa bisa mengusulkannya melalui RT atau pihak berwenang setempat.

    2. Iron Stock

    Peran mahasiswa kedua adalah sebagai iron stock. Apabila Anda pernah menonton film Iron Man, ketahuilah bahwa karakter pahlawan tersebut memiliki sifat-sifat yang juga mencerminkan karakter seorang mahasiswa. Beberapa sifat tersebut seperti inovatif, kreatif, memiliki banyak perencanaan, dan pantang menyerah.

    Berbagai karakter positif tersebut juga menjadikan mahasiswa sebagai aset atau harapan masa depan bangsa. Kelak, para mahasiswa pasti akan meneruskan tonggak kepemimpinan sehingga sejak masa perkuliahan sudah harus menyibukkan diri dengan aktivitas yang bermanfaat.

    Ujungnya, kehidupan bernegara menjadi aspek penting yang memang sudah harus para mahasiswa siapkan sejak sekarang. Tidak ada salahnya mencoba berbagai organisasi atau komunitas yang mampu menumbuhkan kapasitas pribadi, bukan? Sebab peran satu ini memungkinkan alur kaderisasi secara berulang-ulang.

    3. Agent of Change

    Agent of Change
    Agent of Change | Image source : Freepik.com

    Tidak diragukan lagi, peran mahasiswa satu ini bahkan sudah sangat digemborkan-gemborkan saat awal memasuki masa perkuliahan. Pihak universitas pun juga senantiasa memberikan kesadaran kepada para mahasiswanya bahwa tugas mereka dalam masyarakat dan negara adalah sebagai agen perubahan.

    Sifat kritis dan berani berargumen menjadi landasan utama dari peran ini. Mahasiswa dinilai memiliki pemikiran yang out of the box dan berbeda dari kebanyakan generasi lainnya, sehingga memungkinkan perubahan-perubahan bisa terjadi.

    Sudah banyak sejarah yang mencatat peran satu ini. Salah satu contohnya adalah pada tragedi Trisakti yang kemudian membawa perubahan reformasi bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, akan sangat sayang apabila mahasiswa tidak mau menggunakan kemampuannya dalam menjalankan fungsi satu ini.

    4. Moral Force

    Sesuai dengan namanya, peran mahasiswa satu ini berkaitan dengan moral atau keteladanan. Seseorang yang menyandang gelar mahasiswa semestinya telah mampu membedakan mana moral yang baik dan mana yang buruk. Hal ini karena mereka akan menjadi contoh bagi para anggota masyarakat.

    Jangan salah, bukan tidak mungkin para orang tua juga menjadikan mahasiswa sebagai sosok yang layak menjadi teladan karena kemampuannya yang cemerlang dalam membedakan mana hal baik dan sebaliknya. 

    Selain itu, semuanya pasti sepakat bahwa era globalisasi yang masif menjadikan banyak hal positif atau negatif sangat mudah siapapun akses. Sayangnya, ketimbang konten positif, banyak masyarakat yang mengambil konten negatifnya. Oleh karena itu, mahasiswa harus mengoptimalkan pelaksanaannya fungsi ini.

    5. Guardian of Value

    Guardian of value artinya adalah menjaga nilai-nilai. Setiap masyarakat pasti memiliki nilai-nilai yang mereka pegang teguh dan menjadi acuan dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Nilai-nilai tersebut menyesuaikan latar belakang budaya dan kepercayaan dari masing-masing daerah.

    Sama seperti peran dalam menjaga moral di masyarakat, masifnya budaya asing yang masuk ke Indonesia tentunya membawa ancaman tersendiri. Sudah banyak nilai-nilai luhur bangsa yang mulai terkikis seperti gotong royong, keadilan, kejujuran, empati, dan kesederhanaan.

    Di sinilah peran mahasiswa untuk bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Jangan sampai para mahasiswa justru ikut-ikutan atau bahkan terjerumus pada budaya yang salah. Oleh karena itu, para mahasiswa harus bangga dengan nilai luhur agar tidak mudah terkikis oleh pengaruh budaya asing.

    Langkah Nyata Mewujudkan Peran Mahasiswa

    Mahasiswa berdiskusi bersama
    Mahasiswa berdiskusi bersama | Image source : Freepik.com

    Setelah tahu apa saja peran yang harus mahasiswa emban, selanjutnya kita perlu memikirkan cara untuk mewujudkan sekaligus mengoptimalkannya. Bekal paham saja tentunya tidak akan cukup karena peran-peran di atas menuntut adanya perubahan di tengah-tengah masyarakat. Berikut ini langkah-langkahnya:

    1. Peran Mahasiswa untuk Tidak Apatis Terhadap Lingkungan

    Modal utama yang nantinya akan sangat mempengaruhi kiprah mahasiswa adalah sifat keterbukaannya di dalam masyarakat. Apabila mahasiswa tersebut cenderung apatis, maka mereka akan kesulitan dalam menjalankan peran sebagai agent of change ataupun control sosial.

    Sebaliknya, mahasiswa memiliki tuntutan untuk peka bahkan selalu penasaran dengan segala permasalahan atau hal-hal yang janggal di tengah-tengah lingkungan. Apabila Anda memang menemukan suatu masalah yang perlu mendapat solusi, maka Anda tidak perlu ragu untuk melakukan langkah inisiatif.

    2. Sadar Terhadap Kondisi Politik

    Banyak yang menyerukan bahwa mahasiswa tidak perlu ikut campur dalam urusan politik karena politik itu amatlah kotor. Anggapan tersebut tentu saja keliru karena justru yang akan menjadi para pelaku politik masa depan bangsa Indonesia adalah pemuda-pemudi yang saat ini menjadi mahasiswa.

    Supaya nantinya para mahasiswa mudah beradaptasi, maka mereka harus belajar dan sadar terhadap kondisi politik yang saat ini sedang terjadi. Selain itu, mahasiswa juga bisa belajar praktik langsung dengan terjun mengikuti kaderisasi yang cocok dengan keminatannya.

    3. Menambah Ilmu dan Wawasan

    Peran mahasiswa yang telah Anda baca sebelumnya menuntut adanya kemahiran dalam proses berpikir sampai menghasilkan ide atau gagasan yang inovatif dan solutif. Tentunya hal tersebut tidak akan tercapai apabila ilmu dan wawasan yang mereka miliki masih sangat kurang.

    Oleh sebab itu, para mahasiswa harus aktif membekali dirinya dengan ilmu dan wawasan-wawasan yang mereka butuhkan. Proses tersebut tentunya sangat mudah karena saat ini telah banyak media untuk belajar yang tersedia secara gratis. 

    4. Memanajemen Waktu dengan Baik

    Saat seorang mahasiswa mampu mengatur waktunya secara proporsional, maka mereka akan sangat mudah memberikan dampak bagi orang lain. Pasalnya, mahasiswa mampu mengorganisir seberapa banyak waktu yang mereka butuhkan untuk pribadi dan kepentingan masyarakat luas.

    Bukan berarti mahasiswa harus mengalokasikan banyak waktunya bagi masyarakat dan hanya menyisihkan beberapa jam saja untuk dirinya sendiri. Artinya, masalah pengaturan waktu ini harus mahasiswa pikirkan secara seimbang. Nantinya, kemampuan manajemen waktu akan berguna saat sudah terjun di masyarakat.

    5. Masuk ke Dalam Organisasi

    Organisasi Mahasiswa
    Organisasi Mahasiswa | Image source : Freepik.com

    Mengikuti organisasi adalah media mahasiswa untuk belajar meningkatkan kapasitas pribadi yang sangat kompleks. Saat bergabung dengan sebuah organisasi yang tepat, Anda tidak hanya akan mendapatkan relasi, tetapi juga ilmu-ilmu mengenai pengembangan pribadi yang sangat bermanfaat.

    Keikutsertaan Anda dalam organisasi juga menjadi langkah kongkret yang semakin mendekatkan pada peran iron stock atau menjadi sosok aset dan harapan bagi bangsa. Belajar di organisasi akan membantu Anda mempersiapkan diri menjadi pribadi yang tangguh, mampu menyelesaikan masalah, dan tidak putus asa.

    Baca Juga : Himpunan Mahasiswa: Pengertian, Tujuan, Tugas, dan Program Kerja

    Sudah Siap Mengemban Peran Mahasiswa di Atas?

    Mungkin berbagai peran mahasiswa di atas terasa begitu sulit untuk Anda wujudkan. Apalagi bagi Anda yang pada dasarnya memiliki kesulitan dalam berinteraksi dengan sekitar. 

    Akan tetapi, sebagai mahasiswa yang telah mendapat kesempatan mempelajari hal-hal baru dan lebih matang, tugas tersebut tetap wajib Anda jalankan. Solusi yang bisa Anda terapkan agar mampu segera mengemban peran-peran tersebut adalah mempersiapkan diri melalui langkah-langkah kongkret di artikel ini. Tidak harus sendirian, Anda juga bisa bekerja sama dengan mahasiswa lainnya untuk mengoptimalkan peran-peran mahasiswa di atas. Melalui langkah-langkah terbaik, Anda akan lebih mudah menjalankan peran seorang mahasiswa.

  • Cara Membuat dan Contoh Kata Pengantar Skripsi yang Benar

    Cara Membuat dan Contoh Kata Pengantar Skripsi yang Benar

    Apakah Anda mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsi tetapi bingung bagaimana membuat kata pengantar yang baik dan benar? Maka, Anda perlu contoh kata pengantar skripsi dengan struktur dan cara membuat yag tepat. 

    Kata pengantar termasuk unsur yang penting dalam skripsi karena memberikan pandangan pertama kepada pembaca tentang topik penelitian skripsi Anda. Maka dari itu, artikel ini memberikan contoh kata pengantar skripsi yang baik dan juga membahas bagaimana struktur dan cara membuatnya yang benar.

    Apa Itu Kata Pengantar Skripsi?

    Ketika Anda mencapai tahap akhir perjalanan masa kuliah, Anda akan dihadapkan pada tugas besar yang dikenal sebagai skripsi. Skripsi adalah penelitian mandiri yang memerlukan banyak waktu, usaha, dan dedikasi untuk menyelesaikannya.

    Salah satu bagian penting dari skripsi Anda adalah kata pengantar. Sebab, kata pengantar adalah sejenis “pintu gerbang” yang memberikan gambaran singkat kepada pembaca tentang apa yang akan mereka temui dalam skripsi Anda. 

    Dalam bagian ini, Anda dapat menjelaskan latar belakang penelitian, bahkan memberikan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang mendukung dan membantu penelitian Anda.

    Jadi, bagian kata pengantar memberi Anda kesempatan untuk berbicara kepada pembaca secara lebih pribadi. Kata pengantar juga dapat berisi pengakuan terhadap sumber daya atau bantuan finansial yang Anda terima selama penelitian.

    Struktur Kata Pengantar Skripsi yang Benar

    Menulis Struktur Kata Pengantar Skripsi
    Menulis Struktur Kata Pengantar Skripsi | Image source : Freepik.com

    Sebelum menuju bagian contoh kata pengantar skripsi, Anda perlu mengetahui bagaimana strukturnya yang benar. Sebab, struktur kata pengantar yang benar akan membantu menyampaikan pesan dengan jelas dan terstruktur. Berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai struktur kata pengantar:

    1. Pembuka

    Sama seperti jenis teks-teks lainnya, kata pembuka adalah bagian pertama dari kata pengantar. Pada bagian ini, Anda dapat memperkenalkan diri sebagai penulis skripsi dan memberikan latar belakang singkat tentang siapa Anda.

    Selain itu, Anda juga bisa menyebutkan nama universitas, jurusan atau program studi, dan judul skripsi Anda. Dalam kata pengantar skripsi, contoh pembukaan yang baik akan menarik perhatian pembaca dan memberikan gambaran awal tentang apa yang akan mereka temui dalam skripsi Anda.

    2. Penjelasan Singkat Isi Skripsi

    Selanjutnya, Anda perlu memberikan penjelasan singkat tentang apa yang akan dibahas dalam skripsi Anda. Bagian ini bisa mencakup apa yang ingin Anda capai melalui penelitian atau bahkan metode yang Anda gunakan dalam penelitian. 

    Jadi, penjelasan ini membantu pembaca memahami tujuan dan ruang lingkup penelitian Anda. Oleh sebab itu, pastikan untuk menjelaskan mengapa topik ini menarik dan relevan namun tidak bertele-tele.

    Walau demikian, bagian penjelasan singkat skripsi ini bersifat opsional. Artinya, pilihan terdapat di tangan Anda, apakah Anda akan memasukkannya atau tidak. 

    3. Ucapan Terima Kasih

    Bagian berikutnya dari contoh kata pengantar skripsi yang baik adalah ucapan terima kasih. Biasanya, bagian ini sangat digemari oleh mahasiswa karena di sinilah tempat mereka memberikan apresiasi kepada orang-orang terdekat. 

    Singkatnya, bagian ini memberikan kesempatan kepada Anda untuk mengakui kontribusi dan bantuan dari individu atau lembaga yang telah membantu Anda selama proses penelitian. 

    Anda dapat mencantumkan nama dosen pembimbing, teman-teman, keluarga, atau bahkan lembaga-lembaga penelitian yang telah memberikan sumber daya atau bantuan fasilitas maupun finansial. Ucapan terima kasih ini menciptakan hubungan positif antara penulis dan pembaca.

    4. Penutup

    Terakhir, tutup kata pengantar Anda dengan kalimat penutup yang ringkas. Meskipun menjadi bagian terakhir, tetapi penutup adalah kesempatan Anda untuk merangsang minat pembaca dan memberi mereka gambaran tentang apa yang akan mereka temui dalam skripsi Anda. 

    Misalnya, Anda dapat mengungkapkan bahwa skripsi ini akan memberikan wawasan baru dalam bidang penelitian Anda. Bahkan, beberapa jenis skripsi juga akan membahas solusi untuk masalah dalam sosial di bagian penutup kata pengantar.

    Contoh Kata Pengantar Skripsi

    Membuat Kata Pengantar
    Membuat Kata Pengantar | Image source : Freepik.com

    Berikut adalah contoh kata pengantar skripsi yang baik dan benar yang mana bisa Anda jadikan referensi:

    1. Contoh Pembuka Kata Pengantar Skripsi

    Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhana Wa Ta’ala atas limpahan rahmat dan karunia-Nya. 

    Penulis dapat menyelesaikan tugas penulisan skripsi dengan judul “Perancangan Pabrik Enzim DNA Polimerase Termostabil Rekombinan Sekuens Parsial pada Bakteri Termofilik dari Kawah Sikidang Dieng” dalam waktu yang ditetapkan. 

    2. Contoh Penjelasan Singkat Isi Skripsi

    Penulisan skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kurikulum jurusan Teknik Bioproses, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik. Melalui penelitian ini, penulis berharap Indonesia semakin mandiri dalam produksi enzim untuk kebutuhan PCR dalam medis.

    3. Contoh Ucapan Terima Kasih pada Kata Pengantar Skripsi

    Namun, penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini tidak akan selesai tepat waktu tanpa adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Maka dari itu, di sini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, yaitu: 

    1. (Nama dan gelar dosen) selaku pembimbing akademik sekaligus dosen pembimbing dalam penulisan skripsi yang telah banyak membantu memberikan saran, masukan, serta pembelajaran dari awal hingga selesainya pengerjaan skripsi;
    2. (Nama dan gelar dosen) selaku Kepala Departemen Teknik Bioproses Fakultas Teknik Universitas Indonesia;
    3. (Nama-nama dan gelar dosen) selaku koordinator mata kuliah Metodologi Penelitian dan Seminar Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia;
    4. (Nama dan gelar dosen) sebagai dosen penguji yang telah memberikan banyak masukan sehingga laporan skripsi ini dapat terus diperbaiki menjadi lebih baik.
    5. Ibu, Bapak, dan keluarga yang selalu memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada penulis;
    6. (Nama lengkap anggota penelitian) sebagai kawan seperjuangan dalam grup penelitian teknologi bioproses di bawah bimbingan (Nama dan gelar dosen).
    7. (Nama lengkap teman) sebagai teman yang dekat di Teknik Bioproses yang sudah saling mendukung dan menguatkan.
    8. Teman-teman lain yang telah membersamai dan menyemangati penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
    9. Pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis dalam bentuk apapun.

    4. Contoh Penutup Kata Pengantar Skripsi

    Banyak pelajaran dan pengalaman yang penulis dapatkan selama menyelesaikan skripsi ini. Meski demikian, penulis sadar bahwa penulisan ini masing sangat kurang dari sempurna. 

    Oleh karena itu, penulis ingin memohon maaf apabila dalam laporan ini terdapat kesalahan-kesalahan, baik secara teknis maupun non-teknis. Penulis juga meminta kritik dan saran kepada pembaca untuk membantu penulis menjadi lebih baik lagi dalam penulisan selanjutnya. 

    Akhir kata, penulis berharap proposal ini dapat bermanfaat terutama bagi penulis serta Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia untuk dapat dikembangkan lagi. Penulis juga berharap laporan ini membawa manfaat kepada para pembaca.

    Langkah Membuat Kata Pengantar Skripsi Baik dan Benar

    Setelah Anda tahu struktur dan sudah membaca contoh kata pengantar skripsi yang benar, berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda membuat kata pengantar skripsi dengan baik:

    1. Mulailah dengan mengidentifikasi diri Anda sebagai penulis skripsi. Anda bisa menyebutkan nama Anda, universitas Anda, jurusan, dan judul skripsi Anda.
    2. Selain itu, Anda juga bisa menjelaskan latar belakang penelitian Anda dan mengapa Anda memilih topik ini. Berikan alasan mengapa topik ini menarik dan relevan.
    3. Lalu, tak ada salahnya untuk menulis harapan apa yang ingin Anda capai melalui penelitian ini. 
    4. Sampaikan ucapan terima kasih kepada individu atau lembaga yang telah membantu Anda dalam pelaksanaan penelitian.
    5. Terakhir, tutup kata pengantar dengan kalimat yang merangsang minat pembaca.

    Sudah Tahu Contoh Kata Pengantar Skripsi yang Benar?

    Harapannya, semoga contoh kata pengantar skripsi di atas bisa membantu Anda memahami struktur dan cara membuat kata pengantar skripsi yang baik dan benar. Sejatinya, Anda tak perlu terlalu berlebihan ketika memikirkan kata pengantar. 

    Cukup pastikan bahwa alur penulisan di dalam kata pengantar runtut dan enak untuk dibaca. Dengan begitu, Anda dapat memberi kesan positif pada pembaca bahwa Anda dapat berkomunikasi dengan efektif. Terus semangat dalam menulis kata pengantar skripsi dan semoga penelitian Anda sukses!

  • Pengertian Stigma: Fungsi, Jenis, Faktor, dan Contohnya

    Pengertian Stigma: Fungsi, Jenis, Faktor, dan Contohnya

    Kamu mungkin pernah mendengar istilah stigma yang kerap muncul dan beredar di antara buku-buku bacaan formal, berita, atau bahkan pada obrolan orang-orang sekitar. 

    Cukup dengan melihat konteks pembicaraannya, kamu mungkin akan tahu apa arti istilah tersebut. Namun, bagaimana definisi yang sebenarnya tentang istilah ini? Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut.

    Pengertian Stigma

    Pada dasarnya, otak manusia dapat berpikir begitu luas, sehingga menciptakan banyak buah pemikiran yang berbeda-beda di setiap insannya. Buah pemikiran tadi boleh jadi adalah sesuatu yang bernilai positif atau mungkin pemikiran negatif. 

    Kemudian pemikiran tersebut yang akhirnya akan menjadi standar-standar penilaian masyarakat terhadap berbagai hal. Dari sanalah stigma muncul yang berupa opini-opini publik terhadap sesuatu yang mereka anggap berbeda atau kadang cenderung menyimpang dari standar yang sudah ada. 

    Mengutip dari KBBI menyatakan bahwa istilah tersebut merupakan sebuah ciri negatif atau sebuah sikap yang menyimpang dari seseorang. Penyimpangan ini karena orang yang bersangkutan bersikap sesuai standar masyarakat kebanyakan.

    Istilah ini sebenarnya mengutip dari bahasa inggris yang memiliki arti noda, ataupun bercak. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penempatan istilah stigma ini dapat juga berarti ketidaksetujuan masyarakat atas sikap seseorang. 

    Akhirnya, pandangan buruk terhadap orang tersebut membuat masyarakat secara tidak langsung memberikan label negatif sebagai stigma atau cap yang telah melekat.

    Apa Saja Fungsinya?

    Jika memperhatikan pengertian dasarnya, kata tersebut memang bermakna negatif. Namun, dalam praktiknya penggunaan stigma juga diberikan kepada seseorang dengan makna positif.

    Oleh karena itu, stigma juga kerap berguna bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Adapun contoh fungsi dari pemberian cap dengan makna positif dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

    • Orang yang memiliki pendidikan tinggi, hingga kuliah S1 bahkan magister, mendapatkan cap bahwa mereka pandai. Kondisi tersebut mempermudah mereka dalam mendapatkan pekerjaan.
    • Stereotip positif terhadap ras tertentu, membuat orang secara instan berpikir bahwa orang yang berasal dari kelompok tersebut memiliki karakteristik yang baik juga.
    • Pemberian label tertentu terhadap kelompok politik, sedikit banyak akan memberikan keuntungan bagi kelompok politik pesaingnya dalam meraih simpati masyarakat.                                                                                                                              

    Jenis-Jenis Stigma

    Jenis-Jenis Stigma
    Jenis-Jenis Stigma | Image source : Pexels

    Ada beberapa jenis stigma yang mungkin sering kamu dengar dan  terjadi di lingkungan sekitar kita, baik dalam bersosialisasi di rumah, tempat kerja, teman dan orang lain. Berikut adalah 5 jenis-jenisnya, yaitu:

    1. Labeling

    Labeling adalah suatu kondisi adanya pembedaan atau pemberian label terhadap seseorang atas hal yang membuatnya berbeda. Perbedaan ini sering kali dianggap tidak sesuai dengan standar masyarakat sekitar, setidaknya terhadap sesuatu yang sudah menjadi standar masyarakat kebanyakan.

    Jenis pemberian cap negatif ini berupa menandai seseorang dalam hal yang dianggap kurang atau melebihi standar. Dengan demikian, baik buruknya label yang diberikan akan membuatnya menonjol.

    Sebagai contoh, saat sekolah kamu mungkin memiliki teman sekelas yang mendapatkan label paling nakal atau paling pandai.

    2. Stereotip

    Berbeda dengan labeling, stereotip menjadi salah satu stigma yang lebih berdasarkan keyakinan milik kelompok sosial tertentu. Stereotip merupakan hasil dari kerangka pemikiran yang terkait atribut personal kelompok sosial ataupun kategori sosial yang spesifik.

    Kondisi tersebut menjadi aspek kognitif yang muncul karena adanya pengetahuan serta keyakinan mengenai beberapa hal. Akibatnya, memunculkan sebuah pandangan yang seolah menjadikan hal tersebut sebagai standar di setiap lapisan masyarakat. 

    Kendati begitu, kenyataannya tidak semua stereotip ini terbukti. Pasalnya, pada dasarnya setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh, stereotip terhadap gender tertentu atau terhadap orang-orang dari etnis tertentu.

    3. Separation

    Separation adalah bentuk hubungan pemisahan antara pihak-pihak yang memberikan dan pihak yang diberikan cap atau ciri negatif. Keduanya menjadi golongan yang berbeda. Biasanya, pihak pemberi label tidak memiliki label ataupun stereotip.

    Sedangkan, berbanding terbalik dengan pihak yang mendapatkan label dan stereotip. Jika ciri negatif sudah diberikan, semuanya akan terasa benar dan sesuai kenyataan.

    Selain itu, seringkali pemisahan yang signifikan ini akan terasa oleh pihak yang mendapatkan label, bahkan mereka sendiri juga setuju dengan stereotip yang diberikan kepadanya.

    4. Diskriminasi

    Diskriminasi termasuk sebagai sikap merendahkan atau penindasan terhadap orang-orang tertentu, karena mereka masuk dalam sebuah kelompok sosial tertentu.

    Adanya pandangan negatif yang diskriminatif ini menjadi sebuah ketidakadilan pemikiran terhadap orang-orang yang bersangkutan. Kondisi tersebut menjadi komponen behavioral yang tak bisa lepas, ketika sebuah stigma muncul pada satu kelompok sosial.

    Sebagai contoh, sebuah kelompok masyarakat A memiliki label negatif terkait perilaku mereka. Dengan demikian, secara otomatis akan muncul diskriminasi terhadap semua orang yang termasuk dalam kelompok A. Padahal, belum tentu orang tersebut memiliki perilaku yang sama.

    5. Pengucilan

    Pengucilan menjadi salah satu perilaku yang kemudian muncul apabila seseorang memiliki stigma buruk di mata masyarakat.

    Jenis pemberian cap atau ciri negatif ini berupa sikap mengucilkan, menjauhi, dan membuat orang yang bersangkutan merasa asing dari pergaulan atau kelompok yang dulu menerimanya. Perilaku ini memberikan perasaan tidak diterima oleh mayoritas.

    Biasanya pada titik ini, akan terjadi apabila perilaku orang yang bersangkutan terlampau jauh berbeda dari standar yang mereka anggap normal atau baik di masyarakat. Perasaan terasing ini akan membuat orang tersebut mengalami kesulitan berbaur dengan orang lain.

    4 Faktor Pembentuk Adanya Stigma

    Sejumlah Pendemo "Black Lives Matter"
    Sejumlah Pendemo “Black Lives Matter” | Image source : Pexels

    Adanya pemikiran negatif atau anggapan menyimpang sebenarnya berasal dari cara berpikir individu itu sendiri. Berikut ini adalah 4 faktor yang menyebabkan munculnya stigma, yaitu:

    1. Ilmu Pengetahuan atau Wawasan

    Tak dapat kita pungkiri, kurangnya pengetahuan akan memberikan pengaruh pada pola pikir dan pemahaman seseorang dalam menanggapi setiap permasalahan.

    Pengetahuan yang dimiliki menjadi latar belakang utama yang akan membantu seseorang mengembangkan pemikirannya. Selain itu, pengetahuan ini juga erat hubungannya dengan pengalaman hidup, lingkungan, dan pekerjaan yang mereka miliki.

    2. Persepsi yang Berbeda

    Masih terkait dengan pengetahuan, memberikan pengaruh besar dalam proses kita mengelola pemikiran. Akhirnya munculah persepsi yang juga berbeda-beda pada setiap individu.

    Pola pikir dan cara pandang kita terhadap orang yang mendapatkan cap negatif di masyarakat nantinya akan mempengaruhi perilaku kita pada orang tersebut.

    3. Tingkat Pendidikan

    Secara struktural, tingkat pendidikan memberikan pengaruh besar atas luas atau tidaknya pengetahuan seseorang. Pengetahuan dalam hal ini adalah ilmu pengetahuan dan teori-teori yang mereka dapatkan ketika mengemban ilmu.

    Namun, bukan berarti tingkat pendidikan menjadi satu-satunya akar pengetahuan yang membentuk sudut dan cara pandang kita terhadap orang lain. Di sisi lain orang dengan tingkat pendidikan lebih tinggi, bahkan juga bisa mendapatkan stigma tertentu di masyarakat.

    4. Pembentukan Stigma Berdasakan Usia

    Faktor pembentuk stigma lainnya adalah usia. Seiring berjalannya waktu, orang di usia yang lebih dewasa memiliki pengalaman yang berbeda dan lebih banyak daripada orang yang jauh lebih muda. Hal ini mempengaruhi bagaimana mereka memandang orang lain. Usia memberikan perubahan cara berpikir.

    Contoh Stigma yang Mempengaruhi Pandangan Masyarakat

    Berikut adalah beberapa contoh cap negatif yang paling sering muncul di lingkungan kita yakni:

    • Anggapan negatif masyarakat awam dalam menanggapi berbagai kasus mental health yang sering merugikan.
    • Stereotip tentang perempuan di lingkungan yang masih menerapkan patriarki.
    • Penggambaran media terhadap gambaran penjahat yang sering muncul sebagai karakter yang tidak memiliki kemanusiaan.
    • Stereotip tentang orang dari kelompok ras tertentu yang mempengaruhi penilaian masyarakat akan orang tersebut.

    Baca Juga : Mengenal Prejudice: Pengertian, Jenis, Indikator, dan Dampaknya

    Kamu Siap untuk Lebih Bijak dalam Penggunaan Stigma?

    Stigma boleh ada, akan tetapi satu hal yang seharusnya kita sadari bahwa jangan sampai menjadi tolok ukur dalam menilai segala sesuatu. Pasalnya, pemberian stereotip dapat menyebabkan pihak-pihak tersebut mengalami diskriminasi atas pemerataan pandangan negatif. 

    Padahal, belum tentu mereka memiliki perilaku yang sama dengan seseorang yang memilki sikap buruk. Oleh karena itu, kamu harus lebih bijak dalam memandang seseorang. Selain itu, pastikan untuk tidak membeda-bedakan asal suku, ras, atau agama orang tersebut.

  • Mengenal Prejudice: Pengertian, Jenis, Indikator, dan Dampaknya

    Mengenal Prejudice: Pengertian, Jenis, Indikator, dan Dampaknya

    Dalam menjalani hidup tentu saja kita tidak bisa lepas dari namanya prasangka, baik itu prasangka baik maupun prasangka buruk tak berdasar (prejudice) yang ditujukan kepada seseorang atau sekelompok orang. 

    Nah, pembahasan kali ini akan khusus mengulas tentang prasangka tak berdasar yang disebut dengan prejudice. Prasangka ini terjadi karena ada kebencian kepada seseorang atau sekelompok orang. Untuk memahami lebih jelasnya, mari ketahui bersama-sama pengertian, jenis, indikator, dan dampaknya.

    Apa Itu Prejudice?

    stop prejudice
    stop prejudice | Image source : istockphoto.com

    Prejudice berasal dari kata prejudicium yang artinya pernyataan atau prasangka dangkal terhadap seseorang atau kelompok.  Istilah ini diperkenalkan oleh seorang psikolog dari Universitas Harvard bernama Gordon Allport dalam bukunya yang berjudul The Nature of Prejudice (1954).

    Ia menyebut bahwa prasangka buruk adalah suatu sikap membandingkan kelompoknya dengan kelompok lain. Lebih lanjut, ia juga memaparkan bahwa prasangka adalah sebuah sikap antipati berdasarkan generalisasi yang tidak fleksibel dan keliru kepada suatu individu atau kelompok.

    Mengapa ini bisa terjadi? Tak lain karena ada rasa ketidaksukaan, kebencian, penolakan, atau permusuhan pada individu atau kelompok lain (di luar kelompoknya) sehingga muncul prasangka buruk tanpa dasar yang jelas.

    Selain Gordon Allport, ada beberapa ahli lain yang menjelaskan makna dari istilah ini, di antaranya:

    1. W.A Gerungan

    W.A Gerungan mendefinisikannya sebagai sebuah perasaan negatif terhadap golongan tertentu. Misalnya golongan ras atau suku selain golongan yang berprasangka itu.

    Ia juga menyebut bahwa prasangka sosial ini muncul dari attitude negatif kepada golongan lain. Attitude negatif ini tentunya akan berpengaruh pada sikap golongan tertentu kepada golongan lain tersebut.

    Jika sikap ini terus menerus ada, maka lama kelamaan akan timbul sikap diskriminatif kepada kelompok lain yang diprasangkai tersebut. Padahal apa yang jadi prasangka buruk tersebut sifatnya tidak objektif dan tidak berdasar sama sekali.

    2. Wade dan Tavris

    Sementara itu, Carole Wade dan Carol Tavris mengatakan bahwa prasangka buruk adalah bentuk ketidaksukaan yang begitu kuat tanpa dasar. Mereka juga menegaskan bahwa prasangka buruk ini adalah sikap kebencian terhadap golongan atau kelompok tertentu berdasarkan stereotip negatif.

    3. Sarwono

    Sarlito Wirawan Sarwono menyatakan bahwa prejudice adalah sebuah emosi atau sikap yang melahirkan perilaku negatif kepada seseorang atau sekelompok orang karena keanggotaannya dalam kelompok tertentu.

    Sikap ini bisa terjadi karena ada penilaian subjektif tanpa melihat adanya karakteristik unik dalam diri seseorang atau sekelompok orang tersebut. Singkatnya, penilaiannya hanya berdasar pada karakteristik kelompoknya yang menonjol.

    4. Baron dan Byrne

    Keduanya mengatakan bahwa prasangka merupakan suatu sikap yang lebih mengarah ke sisi negatif individu dalam suatu kelompok. Sikap ini hanya berdasarkan keanggotaan mereka dalam kelompok tersebut.

    Dari penjelasan tersebut, bisa kita simpulkan bahwa prejudice adalah prasangka buruk tanpa adanya alasan yang jelas. Prasangka yang muncul bukan dari penilaian objektif tapi dari emosi atas rasa ketidaksukaan kita terhadap seseorang atau suatu kelompok.

    Jenis-Jenis Prejudice

    jenis-jenis prejudice
    jenis-jenis prejudice | Image source : pixabay.com

    Prasangka memang tidak bisa lepas dari kehidupan kita. Hampir setiap harinya, ada berbagai jenis prasangka yang terjadi, baik dari kita sendiri maupun ditujukan kepada kita. Agar bisa membedakannya, kenali dulu apa saja jenis-jenis prasangka.

    1. Sexisme

    Pernah dengar anggapan bahwa laki-laki lebih cocok jadi pemimpin daripada perempuan karena laki-laki adalah makhluk logika sementara perempuan lebih ke emosional? Itulah yang dimaksud dengan sexisme. 

    Sexisme ini sebuah prasangka yang mengarah ke diskriminasi kelompok atau seseorang berdasarkan jenis kelamin. Kebanyakan korban dari sexisme adalah perempuan. Sejak dulu, perempuan sangat sering dibeda-bedakan berdasarkan posisi dan peran hanya karena dirinya perempuan.

    Sexisme bisa terjadi karena adanya prasangka atau anggapan bahwa perempuan adalah makhluk lemah (inferior) daripada lelaki. Sementara itu, laki-laki dianggap sebagai makhluk superior yang lebih baik dari perempuan.

    Padahal, anggapan yang sudah mengakar di masyarakat ini tidak benar secara objektif. Nyatanya, perempuan bisa berperan apapun baik di ranah publik maupun domestik. Perempuan juga punya potensi untuk jadi pemimpin sama seperti laki-laki atas kekompetenannya dalam memimpin.

    2. Ageism

    Kalau tadi prejudice yang didasarkan pada jenis kelamin, kali ini prasangkanya atas dasar usia. Sederhananya, ageism itu anggapan bahwa orang yang lebih tua lebih bijaksana dan berpengalaman daripada anak muda.

    Padahal faktanya, belum tentu demikian. Ini juga berlaku pada anggapan orang tua itu lemah, tak berharga, tidak menarik, dan tidak bisa memeroleh hak miliknya.

    3. Prasangka terhadap Disabilitas

    Banyak orang yang masih menganggap bahwa disabilitas adalah orang yang lemah. Karena kekurangan yang mereka miliki, banyak orang berpikir mereka tidak bisa diandalkan, terlebih dalam hal pekerjaan.

    Padahal, orang-orang berkebutuhan khusus memiliki kemampuan dan kekompetenan yang sama. Contoh konkretnya, saat ini ada pebisnis yang mulai merekrut orang berkebutuhan khusus untuk bekerja dan mereka terbukti mampu bersikap profesional saat bekerja dan memiliki keuletan yang sama.

    4. Rasisme

    Rasisme juga termasuk prasangka tak berdasar yang ditujukan pada suatu kelompok. Contohnya seperti anggapan bahwa orang Amerika keturunan Afrika itu agresif, atletis, dan suka melanggar hukum. Sementara orang Amerika keturunan Eropa itu karakternya dingin dan cerdas.

    Rasisme juga sering dialami oleh orang-orang yang berkulit hitam. Mereka seringkali dipandang tidak menarik hanya karena kulitnya hitam dan keturunan dari suatu kelompok tertentu.

    Mengapa Bisa Muncul Prejudice?

    Ada dua alasan mengapa prasangka ini seringkali terjadi. Alasan pertama karena adanya penggolongan atau pengelompokan yang menyebabkan munculnya rasa rendah diri. Contohnya, pengelompokkan pintar dan bodoh yang bisa menyebabkan perselisihan dan berujung pada prasangka.

    Alasan kedua, adanya klasifikasi in group dan out group. Orang yang berada pada kelompok in group akan memandang rendah orang yang ada di out group. Selain itu, ada beberapa faktor yang lain, seperti:

    • Stereotip
    • Merasa superior
    • Perbedaan antar kelompok
    • Kompetisi

    Indikator Pelaku Prejudice

    Ada beberapa indikasi dari pelaku prasangka yang bisa kita ketahui, yakni:

    1. Pelaku Cenderung Menjauh

    Biasanya pelaku yang memiliki anggapan negatif kepada seseorang atau sekelompok orang memilih menjauh alias menghindar dari kelompok tersebut. Bisa juga mereka menganggap kelompok lain menjauh dari kelompoknya. Padahal anggapan itu belum tentu benar sebelum ada konfirmasi dari yang bersangkutan.

    2. Pelaku Merasa Lebih Baik dari yang Lain

    Indikator terjadinya prasangka kedua adalah adanya kognisi. Kognisi ini anggapan bahwa dirinya lebih baik dari orang lain ataupun kelompok lain.

    Kebanyakan pandangan dan prasangka seperti ini karena adanya kesenjangan sosial. Mereka yang kaya merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain, sehingga mereka memiliki prasangka negatif dan merendahkan orang lain.

    3. Pelaku Bersikap Antisosial

    Orang yang memiliki prasangka buruk terhadap kelompok lain, kemungkinan besar ia tidak mau bergaul dengan kelompok tersebut.

    4. Melakukan Kekerasan

    Pelaku akan menganggap bahwa tindak kekerasan kepada siapapun sebagai hal yang wajar. Padahal faktanya, tindakan kekerasan apapun dan kepada siapapun itu tidak diperbolehkan.

    5. Tindakan Konasi

    Konasi merupakan tindakan menerima atau menolak seseorang atau sekelompok orang berdasarkan keanggotaan. Tindakan ini bisa bermakna positif dan negatif. Positif apabila sifatnya menolong dan membangun, namun bisa jadi negatif apabila sifatnya merusak atau menghancurkan.

    Dampak dari Sikap Prejudice

    dampak prejudice
    dampak prejudice | Image source : pixabay.com

    Sudah pasti, namanya prasangka buruk akan menimbulkan dampak negatif terlebih pada korban. Baik dari segi mental, emosional, dan fisik. Seseorang yang jadi korban akan terganggu secara keseluruhan. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan merasa tidak berharga.

    Lebih besar dari itu, prasangka buruk bisa menyebabkan perselisihan antar kelompok. Perselisihan ini lama-lama bisa membuat perpecahan karena mirip seperti penyebaran informasi yang tidak valid.

    Baca Juga : Pengertian Stigma: Fungsi, Jenis, Faktor, dan Contohnya

    Sudah Mengerti Apa Itu Prejudice?

    Segala prasangka buruk yang tidak berdasar apapun bisa memberikan dampak negatif bagi hidup kita. Prejudice ini seperti boomerang yang bisa menyerang diri kita sendiri, akibat perilaku negatif yang sudah kita lakukan.

    Oleh karenanya, supaya terhindar dari sikap ini, sebaiknya jangan beranggapan dan menyebar informasi tanpa adanya bukti. Selain bisa menimbulkan fitnah, tindakan ini bisa melahirkan permusuhan satu sama lain.

  • Pengertian Interpretasi, Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

    Pengertian Interpretasi, Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

    Interpretasi sebenarnya adalah istilah yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat awam. Khususnya pada hal-hal yang berkaitan dengan public speaking maupun penelitian. Bahkan, penerapan istilah ini juga selalu ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

    Hal ini tidak terlepas dari semakin banyaknya lapangan pekerjaan yang menuntut seseorang untuk menginterpretasikan sesuatu kepada orang lain. Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan istilah interpretasi?

    Bagi kamu yang tertarik ingin tahu penjelasan selengkapnya tentang istilah tersebut, simak artikel di bawah ini sampai akhir!

    Pengertian Interpretasi

    Pengertian Interpretasi
    Pengertian Interpretasi | Image source : Freepik.com

    Interpretasi merupakan proses pemberian pendapat atau kesan dan gagasan atau pandangan secara teoretis pada suatu objek tertentu, yang berasal dari ide mendalam dan biasanya dipengaruhi oleh latar belakang orang yang melakukannya.

    Umumnya, penggunaan istilah ini lebih merujuk untuk menerjemahkan informasi tertentu dari bentuk tulisan menjadi informasi dalam bentuk lisan. 

    Menariknya, istilah ini ternyata berkaitan erat dengan teori atau filsafat hermeneutika, yang berkaitan dengan proses menginterpretasikan makna. Adapun kata hermeneutika sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni hermeneuein yang berarti menginterpretasikan, menafsirkan, ataupun menerjemahkan.

    Sedangkan dalam teks bahasa Indonesia, istilah ini masuk ke dalam kategori struktur teks eksplanasi. Sebab, jenis teks ini fokus pada beberapa pernyataan umum tentang topik yang menjelaskan mengenai urutan proses kejadian, penjelasan kesimpulan, dan topiknya.

    Berikut beberapa pengertian dari istilah interpretasi dari para ahli yang dapat meningkatkan pemahaman kamu:

    • Freeman Tilden berpendapat bahwa istilah ini merujuk pada suatu kegiatan yang memiliki sifat mendidik serta mempunyai tujuan untuk mengungkapkan arti serta hubungan melalui perantara dari objek asli dan juga pengalaman.
    • Walin berpendapat bahwa arti dari istilah ini adalah suatu cara pelayanan yang membantu. Agar sebuah kelompok tertentu dapat tergugah serta mempunyai rasa sensitif untuk merasakan keindahan yang ada pada alam sekitar, variasi, dan hubungan dengan lingkungan di sekitar.
    • Kaelan berpendapat bahwa istilah ini merupakan seni yang memberi gambaran tentang komunikasi tidak langsung.
    • Sumaryono berpendapat bahwa istilah ini berfokus pada usaha untuk membongkar makna yang masih terselubung atau usaha untuk membuka lipatan dari tingkat makna yang berada dalam kesusastraan.
    • MacKinnon berpendapat bahwa istilah ini merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang seni dalam memberi penjelasan mengenai suatu kawasan. Seperti fauna, flora, proses geologis, serta sejarah dan budaya yang ada di masyarakat.

    Tujuan Interpretasi

    Tujuan Interpretasi
    Tujuan Interpretasi | Image source : Freepik.com

    Pada dasarnya, interpretasi dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan kepentingannya masing-masing, seperti:

    1. Meningkatkan Pemahaman

    Tujuan yang pertama adalah untuk meningkatkan pemahaman seseorang. Sebab, istilah ini bisa kamu tafsirkan sebagai aktivitas untuk menjelaskan tentang suatu objek yang masih belum jelas.

    Artinya, kegiatan ini bisa membantu seseorang untuk meminimalisir terjadinya ketidaksesuaian makna maupun arti terhadap suatu objek.

    2. Penggunaan Data

    Kegiatan menjelaskan sesuatu ini juga dapat bertujuan untuk mendorong dalam penggunaan sebuah data. Jadi, pada saat proses menginterpretasi, analisis perlu dilakukan untuk memberikan sebuah penjelasan.

    Namun, perlu kamu pahami bahwa analisis ini hanya bisa dilakukan jika ada data yang bisa ditemukan dan bersifat benar. Dengan proses ini, maka akan mendorong sebuah penjelasan yang logis, sesuai dengan data yang tersedia.

    3. Meminimalisir Terjadinya Salah Penafsiran

    Terakhir, proses menginterpretasikan sesuatu tidak hanya sekadar untuk menjelaskan suatu objek saja. Namun, bisa juga untuk membantu meminimalisir terjadinya salah tafsir terhadap objek tertentu.

    Tujuan ini tentu saja selaras dengan makna dari istilah ini, yaitu seni dalam menjelaskan, menggambarkan, dan menjelaskan suatu hal.

    Fungsi Interpretasi

    Adapun berbagai fungsi dari proses interpretasi yang menarik untuk kamu ketahui adalah sebagai berikut:

    • Meningkatkan pemahaman dan kesadaran seseorang terhadap suatu hal.
    • Mengapresiasi terhadap suatu hal, khususnya yang berkaitan dengan karya seseorang.
    • Memberikan dampak perubahan bagi tingkah laku seseorang.
    • Meningkatkan dukungan publik terhadap tujuan dan kebijaksanaan tertentu.
    • Menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir adanya ketidaksesuaian makna.
    • Membantu mengkomunikasikan pesan tentang hal-hal tertentu.

    Jenis-Jenis Interpretasi

    Dalam berbagai bidang, jenis-jenis interpretasi secara umum terbagi menjadi tujuh kategori, yakni:

    1. Interpretasi Cerpen

    Proses menginterpretasi yang satu ini adalah proses yang bertujuan untuk menafsirkan atau menggambarkan beberapa makna dari cerita pendek atau cerpen. Jenis yang satu ini juga bisa kamu pahami sebagai penjelasan tentang kondisi pada kehidupan nyata dari sebuah cerita pendek.

    Contohnya seperti, penulis yang mengangkat tokoh miskin, di mana terdapat penjelasan tentang kebiasaan dan karakter dari tokoh tersebut, yang sesuai serta menginterpretasikan kondisi masyarakat dari ekonomi kelas bawah.

    2. Interpretasi Citra

    Interpretasi Citra
    Interpretasi Citra | Image source : Zona Geografi

    Jenis yang kedua ini merupakan aktivitas menganalisis gambar maupun foto hasil dari alat tertentu. Tujuannya adalah untuk melakukan identifikasi pada objek dan perannya. 

    Dalam praktiknya, jenis ini bisa kamu lakukan melalui penginderaan jauh, dengan alat khusus, contohnya satelit. Jadi, Interpreter bisa mendapatkan sejumlah bentuk, warna, dan sebagainya melalui hasil pengamatan dengan alat citra khusus tersebut.

    3. Interpretasi Sejarah

    Interpretasi Sejarah
    Interpretasi Sejarah | Image source : CoklatKita

    Jenis yang satu ini bisa kamu pahami sebagai suatu kegiatan penafsiran, yang meliputi data sejarah, yang dapat menimbulkan subjektivitas. Umumnya, saat melakukan analisis pada peninggalan sejarah, peneliti akan mendapatkan sejumlah bentuk, gambar, simbol, dan berbagai hal lainnya dari beberapa media yang tersedia.

    Misalnya, seorang Arkeolog yang berhasil menemukan gua dengan area dinding yang penuh dengan gambar dan simbol. Setiap gambar dan simbol tersebut tentu memiliki maksud atau tujuan tertentu, yang perlu Arkeolog jelaskan, agar masyarakat awam dapat memahaminya.

    Apalagi terkadang terdapat sejumlah gambar atau simbol yang tidak diketahui maksudnya, sehingga butuh bantuan dari Interpreter.

    4. Interpretasi Alam

    interpretasi Alam
    Interpretasi Alam | Image source : Pexels

    Jenis selanjutnya berkaitan dengan alam yang bisa kamu maknai sebagai suatu kegiatan penafsiran dan penggambaran pada suatu kondisi maupun pemandangan alam yang ada di depan mana. 

    Contohnya, ketika seseorang melihat langit, maka bisa menginterpretasikan apa saja yang ia lihat di atas langit tersebut. Mulai dari bentuk awan, warna, dan hal-hal lain yang ia temukan selama melihat langit, merupakan bagian proses menginterpretasi yang mengandung unsur subjektivitas.

    5. Interpretasi Data

    Interpretasi Data
    Interpretasi Data | Image source : Freepik

    Jenis yang satu ini berkaitan dengan penelitian, karena merupakan kegiatan yang di dalamnya meliputi penggabungan dari sebuah hasil analisis, lengkap dengan berbagai jenis pertanyaan sesuai kriterianya masing-masing. Jadi, pada aktivitas tersebut, seseorang bisa mendapatkan sejumlah data yang ia butuhkan. 

    Misalnya, saat seseorang melakukan penelitian tentang penyebab kemiskinan di Jakarta, maka peneliti harus melakukan penyelidikan terkait penyebabnya.

    Jika data sudah ia dapatkan, peneliti harus melakukan interpretasi. Tujuannya sudah pasti, agar mengetahui apa saja faktor kemiskinan di daerah Jakarta tersebut.

    6. Interpretasi Musik

    Interpretasi Musik
    Interpretasi Musik | Image source : Freepik

    Menariknya, proses menginterpretasikan sesuatu juga bisa kamu lakukan pada musik, lho. Jenis yang satu ini berkaitan dengan sebuah proses yang digunakan seseorang untuk menemukan apapun keinginan dari seorang Komposer.

    Tujuannya adalah agar penikmat musik bisa mengetahui perasaan yang ingin disampaikan oleh si Pencipta Musik itu sendiri melalui musik atau lagu-lagu yang diciptakannya.

    7. Interpretasi Peta

    Interpretasi Peta
    Interpretasi Peta | Image source : maps.google.com

    Jenis yang terakhir ini bisa kamu pahami sebagai sebuah proses membaca peta dengan cara memberi makna atau menafsirkan isi peta melalui simbol-simbol yang tertulis di dalamnya.

    Dengan begitu, saat orang awam melihat peta, seperti Google Maps, maka ia akan melihat simbol tersebut. Adapun simbol pada peta mengartikan berbagai hal, seperti pom bensin, rumah sakit, sekolah, dan lainnya.

    Contoh Interpretasi

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa ada banyak sekali contoh interpretasi yang bisa kamu temukan di berbagai bidang. Berikut ini adalah beberapa contohnya yang bisa kamu simak:

    1. Contoh Interpretasi Karya Seni Lukisan

    Contoh Interpretasi Karya Seni Lukisan
    Contoh Interpretasi Karya Seni Lukisan | Image source : Freedomsiana

    Setiap pelukis memiliki gaya dan ciri khas dalam mengungkapkan perasaannya melalui gambar. Sebagian besar Pelukis cenderung tidak mendetailkan maksud atau makna di balik karyanya tersebut.

    Oleh karena itulah, karya seni ini bisa menjadi objek penafsiran, agar nantinya masyarakat awam bisa memahami maksud dan tujuan dari Pencipta lukisan tersebut.

    2. Contoh Interpretasi dalam Teks Eksplanasi

    Teks eksplanasi banyak sekali memuat tentang proses penafsiran suatu objek di berbagai bidang. Salah satunya adalah tentang bencana alam.

    Misalnya: 

    Gempa bisa terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meski begitu, tingkat konsentrasi gempa cenderung hanya terjadi di tempat tertentu saja, seperti pada perbatasan plat pasifik.

    Sebab, tempat ini dikenal sebagai lingkaran api, karena dikelilingi oleh banyak gunung berapi yang sewaktu-waktu bisa meletus, sehingga mengakibatkan gempa.

    Sudah Lebih Paham tentang Istilah Interpretasi?

    Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa interpretasi merupakan sebuah proses penafsiran terhadap suatu objek, agar masyarakat awam bisa memahami makna dan maksud dari objek tersebut. 

    Adapun proses menginterpretasi sendiri bisa dilakukan secara lisan maupun tulisan, sesuai dengan tujuan masing-masing. Jadi, apakah kini kamu sudah lebih paham tentang istilah interpretasi dalam berbagai bidang?

  • Pengertian Yudisium serta Syarat hingga Prosesnya

    Pengertian Yudisium serta Syarat hingga Prosesnya

    Dalam lingkungan perguruan tinggi, istilah yudisium mungkin sudah akrab di telinga. Ini merupakan salah satu proses yang penting bagi para mahasiswa agar mendapatkan gelar kelulusannya. Namun, banyak yang beranggapan bahwa istilah tersebut sama dengan wisuda. Padahal, keduanya merupakan dua istilah yang tidak sama.

    Nah, bagi para mahasiswa dan mahasiswi baru mungkin masih kebingungan mengenai dua istilah tersebut. Agar Anda tidak terbolak-balik dan bisa memahaminya, mari simak penjelasan lengkapnya lewat artikel berikut ini!

    Pengertian Yudisium

    Yudisium adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menetapkan kelulusan bagi para mahasiswa yang telah memenuhi syarat. Istilah ini berasal dari bahasa Latin, yakni judicium yang berarti pengadilan atau keputusan. Kata tersebut kemudian mengalami proses penyerapan dalam bahasa Inggris, yakni menjadi judgment.

    Definisi dari istilah ini secara umum adalah suatu keputusan ketika mahasiswa dinyatakan lulus dan telah memenuhi segala persyaratan yang ada. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), ini merupakan penentuan nilai lulus atau tidaknya suatu ujian sarjana lengkap di perguruan tinggi.

    Mahasiswa harus melengkapi segala persyaratan kelulusan, mulai dari akademik hingga administratif untuk mengikuti prosesi ini. Dengan demikian, mahasiswa berhak untuk lulus dan mendapatkan gelarnya secara resmi.

    Pada buku karya Muhsin (2020) yang berjudul “Istilah-istilah dalam Pendidikan”, definisi istilah ini adalah pengukuhan kelulusan mahasiswa yang berhasil menyelesaikan masa studinya. Kegiatan ini berlaku untuk jenjang di perguruan tinggi, seperti diploma, sarjana, dan doktoral.

    Mahasiswa yang telah mengikuti prosesi ini, selanjutnya akan berganti status menjadi wisudawan. Dalam kegiatan tersebut, dosen atau pihak yang bersangkutan akan membacakan penetapan nilai akhir mahasiswa. Kegiatan ini menjadi penentu atas keberhasilan kelulusan setiap mahasiswa.

    Syarat-syarat yang Dibutuhkan

    Agar dapat maju ke tahap yudisium, mahasiswa harus memenuhi segala persyaratan yang ada. Setiap perguruan tinggi mungkin memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Namun, secara umum, berikut adalah persyaratan dari penentuan keputusan ini:

    • Telah melengkapi persyaratan akademik atau studi, mencakup menyelesaikan jumlah SKS serta IPK minimal sesuai ketentuan.
    • Telah melunasi biaya tagihan administrasi dan keuangan akademik.
    • Mengumpulkan surat pendaftaran atau pengajuan proses keputusan ini.
    • Memiliki surat bebas pinjam alat lab dan surat bebas pinjam perpustakaan (prodi & fakultas).
    • Bukti penyerahan skripsi, baik berbentuk eksemplar buku ataupun CD.
    • Telah mempunyai sertifikat Test of English as a Foreign Language (TOEFL) atau International English Language Testing System (IELTS).
    • Menyerahkan fotokopi ijazah terakhir.
    • Menyerahkan fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga).
    • Mengumpulkan pas foto resmi.

    Selain itu, dalam kegiatan ini juga akan ada ikrar yang akan dilakukan oleh beberapa universitas. Umumnya, ikrar dari setiap universitas juga berbeda-beda

    Rangkaian Proses Yudisium

    Keputusan ini akan ditetapkan oleh masing-masing pihak perguruan tinggi. Mahasiswa yang berhak mengikuti kegiatan ini adalah mereka yang telah mengajukan permohonan serta telah melengkapi syarat. Pihak tata usaha (TU) akan mengumumkan waktu pelaksanaan serta jumlah pesertanya.

    Mahasiswa akan mendapatkan beberapa dokumen penting seperti, surat persetujuan, berita acara keputusan, surat keterangan lulus (SKL), transkrip, serta surat pengantar pembayaran wisuda. Dokumen-dokumen tersebut akan disahkan oleh pemangku kepentingan, seperti kepala TU, kaprodi, hingga dekan.

    Dalam prosesi ini, biasanya akan diumumkan jumlah mahasiswa yang berhasil lulus pada periode tersebut. Selain itu, para mahasiswa yang memiliki IPK terbaik akan mendapatkan penghargaan dalam prosesi ini.

    Setelah melaksanakan prosesi, mahasiswa telah sah dinyatakan lulus dari perguruan tinggi. Prosesi selanjutnya yang akan mahasiswa ikuti adalah prosesi seremonial wisuda. Wisuda adalah prosesi terakhir dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi.

    Perbedaannya dengan Wisuda

    Wisuda
    Wisuda | Image source : pexels.com

    Banyak yang beranggapan bahwa yudisium sama dengan wisuda. Pada dasarnya, dua prosesi tersebut memang berkaitan dengan kelulusan mahasiswa. Namun, keduanya adalah dua hal yang berbeda.

    Pelaksanaan prosesi keputusan kelulusan hanya sebatas di lingkungan fakultas. Sementara pelaksanaan wisuda sendiri adalah serentak dan melibatkan keseluruhan perguruan tinggi, baik jurusan ataupun fakultas.

    Dilansir dari KBBI, wisuda adalah suatu acara peresmian atau pelantikan dengan upacara yang khidmat. Kegiatan ini menjadi penanda kelulusan bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya di suatu perguruan tinggi.

    Prosesi wisuda merupakan rangkaian kegiatan akademik yang terakhir. Umumnya, prosesi ini dibuka dengan masuknya jajaran senat akademik, seperti rektor hingga dekan yang akan melakukan wisuda bagi para wisudawan.

    Agenda wisuda pada setiap perguruan tinggi juga berbeda-beda. Ada yang melaksanakannya setiap tahun dan ada pula yang setiap semester. Jadwal wisuda tersebut akan menyesuaikan dengan kalender akademik masing-masing perguruan tinggi.

    Prosesi wisuda di berbagai negara memiliki ciri khasnya masing-masing. Wisudawan di Indonesia umumnya akan mengenakan pakaian sesuai ketentuan. Para wisudawan pria menggunakan kemeja putih, celana hitam, sepatu hitam, dan toga.

    Sementara wisudawan wanita menggunakan pakaian nasional, seperti kebaya dan batik. Tidak lupa juga menggunakan toga untuk bagian luar. Ini merupakan budaya atau ciri khas tersendiri bagi Indonesia.

    Jika menilik wisuda di negara lain, seperti Finlandia, budaya wisuda tampak sangat berbeda. Para wisudawan di sana umumnya membawa pedang saat wisuda. Wisudawan di Belanda memiliki kebebasan untuk menggunakan pakaian apa saja. Sedangkan wisudawan di Portugal menggunakan top hat.

    Baca Juga : Perbedaan Yudisium dan Wisuda di Dunia Perkuliahan, Wajib Tahu!

    Apakah ini Wajib Dilakukan?

    Lantas, wajibkah bagi seorang mahasiswa untuk mengikuti yudisium ataupun wisuda? Ini bergantung pada aturan yang telah menjadi ketetapan masing-masing perguruan tinggi. Namun, jika melihat definisi serta tujuannya, terdapat pedoman dan syarat baku tertentu atas dua kegiatan ini.

    1. Kewajiban Yudisium

    Ini menjadi proses wajib bagi para mahasiswa. Mahasiswa tidak dapat mengikuti menjadi wisudawan dan mengikuti wisuda tanpa adanya proses keputusan tersebut. Ini termasuk bila mahasiswa telah dinyatakan lulus tugas akhir atau skripsi sekalipun.

    Pasalnya, prosesi ini merupakan momen di mana mahasiswa dinyatakan lulus secara sah oleh pihak perguruan tinggi. Dengan demikian, mahasiswa berhak menjadi wisudawan, mendapatkan ijazah, serta gelarnya.

    Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi mahasiswa mengikuti yudisium. Namun, pelaksanaan prosesi ini berbeda di setiap perguruan tinggi. Ada beberapa perguruan tinggi yang melaksanakan prosesi ini sebagai ujian.

    Namun, prosesi ini berbeda dan tidak sama dengan proses ujian tulis ataupun ujian skripsi. Prosesi ini hanya mencakup pengumpulan berkas-berkas akademik tertentu, termasuk skripsi. Berkas-berkas tersebut harus sudah mendapatkan persetujuan dari dosen atau pemangku kepentingan lainnya.

    2. Kewajiban Wisuda

    Di sisi lain, wisuda merupakan kegiatan yang tidak wajib bagi mahasiswa. Wisuda merupakan bentuk seremonial atau perayaan kelulusan mahasiswa oleh perguruan tinggi. Ini menjadi salah satu bukti resmi bahwa mahasiswa telah menyelesaikan studinya.

    Wisuda adalah proses upacara pengukuhan serta pelantikan mahasiswa semata. Sehingga, sifatnya tidak wajib. Meskipun demikian, ada beberapa perguruan tinggi yang mengharuskan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan wisuda.

    Prosesi wisuda tersebut menjadi salah satu syarat agar mahasiswa mendapatkan SKL maupun ijazah. Oleh karena itu, ada mahasiswa di beberapa perguruan tinggi yang baru mendapatkan ijazahnya setelah wisuda.

    Sudah Memahami Pentingnya Yudisium bagi Mahasiswa?

    Itulah pembahasan lengkap tentang yudisium yang ternyata berbeda dengan wisuda. Intinya, ini merupakan sebuah momen penting dalam perjalanan studi mahasiswa. Prosesi ini tidak hanya tentang menerima gelar akademik, tetapi juga tentang mencermati perjalanan panjang yang telah ditempuh oleh setiap mahasiswa.

    Jika Anda merupakan seorang mahasiswa, maka cermati setiap syarat proses keputusan ini agar dapat menjadi kelulusan Anda nantinya. Anda juga wajib memperhatikan aspek nilai dan sikap selama kuliah. Karena dua aspek tersebut juga masuk dalam bahan pertimbangan kelulusan yang memuaskan. Semoga bermanfaat!

  • Perbedaan Yudisium dan Wisuda di Dunia Perkuliahan, Wajib Tahu!

    Perbedaan Yudisium dan Wisuda di Dunia Perkuliahan, Wajib Tahu!

    Sesudah kita menempuh masa perkuliahan, mahasiswa akan menghadapi serangkaian acara perpisahan yaitu yudisium dan wisuda. Nah, kedua hal ini ternyata berbeda loh. Apa perbedaan yudisium dan wisuda? Artikel ini menjelaskannya secara rinci dan lengkap untukmu.

    Apa Itu Yudisium dan Wisuda?

    Serangkaian acara yudisium dan wisuda memiliki definisi yang berbeda. Yudisium adalah acara untuk mahasiswa sebagai salah satu persyaratan dalam mengikuti wisuda.

    Sedangkan, wisuda adalah acara kelulusan bagi mahasiswa yang telah menempuh masa belajar dalam  perguruan tinggi.

    Setelah mengetahui definisi dari kedua acara tersebut. Maka, kamu juga harus wajib tahu berkas-berkas apa saja yang perlu disiapkan. Setiap universitas atau perguruan tinggi tentu memiliki persyaratan administrasi yang berbeda. 

    Namun, secara umum mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian skripsi wajib menyiapkan berkas di bawah ini agar mereka dapat mengikuti acara yudisium. 

    Berikut adalah berkas-berkasnya, yaitu:

    1. Kartu tanda mahasiswa yang aktif.

    2. Surat permohonan untuk ikut yudisium.

    3. Fotocopy ijazah sma sederajat.

    4. Fotocopy tes yang diadakan kampus selama kuliah.

    5. Fotokopi KK.

    6. Fotokopi KTP.

    7. Transkrip nilai keseluruhan.

    8. Surat bebas pinjam perpustakaan.

    9. Surat penyerahan tugas akhir.

    Berkas tersebut juga diperlukan untuk wisuda ya! Hanya saja kamu perlu menambahkan surat keterangan kelulusan sebagai bukti telah mengikuti yudisium. Jadi, simpan dengan baik dan fotocopy minimal sebanyak 3 kali. 

    Nah, biasanya pihak jurusan akan meminta para wisudawan untuk mengumpulkannya setelah kamu lulus. Kemudian dekan akan mengumumkan tanggal dan waktu yudisium.

    5 Perbedaan Yudisium dan Wisuda

    Foto Kelulusan Kelas
    Foto Kelulusan Kelas | Image source : Pexels.com

    Berikut ini adalah 5 perbedaan yudisum dan wisuda yang perlu kamu tahu agar tidak salah langkah, yaitu:

    1. Waktu Pelaksanaan

    Yudisium dan wisuda memiliki perbedaan waktu yang mencolok loh. Biasanya mahasiswa akan melakukan yudisium terlebih dahulu, lalu baru merayakan wisuda.

    Mahasiswa akan mengikuti yudisium, apabila mereka telah lulus ujian skripsi. Setelah itu, pihak jurusan akan memberikan tanggal dan waktu wisuda bagi wisudawan.

    Sedangkan, wisuda dapat dilaksanakan apabila mahasiswa sudah mengikuti yudisium.  Wisuda memiliki waktu yang fleksibel daripada yudisium. 

    Pasalnya, acara satu ini berada di tangan rektor kampus. Rektor dapat menunda, bahkan membatalkan wisuda tergantung  pada kondisi kampus dan jumlah wisudawan.

    2. Pihak yang Terlibat

    Acara yudisium dapat terlaksana karena mendapat persetujuan dari senat fakultas. Senat fakultas adalah perwakilan tertinggi dalam suatu fakultas yang terdiri dari dekan, para ketua program studi, dan wakilnya. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus oleh senat dapat mengikuti acara ini.

    Sedangkan, yang terlibat dalam pelantikan wisuda adalah pihak universitas yang mencakup rektor serta wakilnya, para senat fakultas serta tim sukses dari acara tersebut.

    Biasanya dalam acara ini juga terdapat pertunjukkan pagelaran seni dari UKM kampus. Mereka bertugas memeriahkan acara wisuda. Selain itu, mahasiswa yang telah lulus pun berasal dari kalangan sarjana S1, pasca sarjana (S2), dan profesor.

    Selain itu, biasanya juga para wali mahasiswa diundang untuk menghadiri wisuda atau sebagai pendamping wisuda. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa pihak yang terlibat dalam wisuda lebih banyak daripada yudisium.

    3. Isi acara Yudisium dan Wisuda

    Perbedaan yudisium dan wisuda sangat tergambar dari isinya. Keduanya memiliki perbedaan dalam simbol pelepasan.

    Yudisium berisi doa pembuka, pembacaan kelulusan, penyebutan predikat dari mahasiswa yang lulus, amanat dari dekan dan lulusan terbaik, lalu diakhiri dengan doa penutup. 

    Acara yudisium menggunakan surat keterangan lulus yang berisi transkrip nilai selama mengikuti mata pelajaran kuliah dan IPK sebagai simbol kelulusan. Nah, disini kamu akan mengetahui mahasiswa yang lulus dengan predikat cumlaude.

    Sedangkan, wisuda berisi deretan acara mulai doa pembukaan, pertunjukkan seni, prosesi wisuda mulai dari professor hingga sarjana S1, pemberian selamat bagi guru besar, dan amanat dari rektor dan para wisudawan terbaik, lalu ditutup dengan doa. Acara ini menggunakan ijazah sebagai simbol kelulusan.

    4. Sifat Acara

    Mungkin sebagian dari kamu masih mempertanyakan sifat acara yudisium dan wisuda, apakah keduanya wajib diikuti atau tidak. Sebenarnya pertanyaan ini menjadi problematika bagi mahasiswa. Kedua acara ini bersifat wajib tergantung pada peraturan dari universitas dan fakultas.

    Yudisium bersifat wajib karena memang menjadi salah satu syarat untuk mengikuti wisuda. Selain itu, yudisium menjadi simbol kelulusan seorang mahasiswa. Jadi kalau kamu tidak mengikuti acara ini, kamu sangat mungkin dinyatakan tidak lulus.

    Sedangkan, wisuda itu tidak wajib. Apabila kamu tidak mengikuti acara ini pada tahun kelulusanmu, maka kamu dapat mendaftarkan dirimu ke pihak jurusan untuk mengikuti wisuda di tahun berikutnya.

    Namun, perlu kamu catat bahwa semua tergantung kebijakan masing-masing perguruan tinggi. Oleh karena itu, pastikan kamu memahami aturan yang telah ditetapkan agar tidak ketinggalan informasi.

    5. Atribut Acara Yudisium dan Wisuda

    Yudisium biasanya menggunakan baju yang formal berwarna hitam dan putih serta memakai almamater kampus. Sepatu yang dipakai juga wajib berwarna hitam loh.

    Sedangkan, wisuda menggunakan pakaian yang berbeda dengan yudisium. Mereka wajib memakai baju toga dan topinya. Tak hanya itu, mereka akan mengenakan medali sesuai dengan warna bendera jurusan masing-masing.

    Nah, yang membedakan adalah mahasiswa laki laki menggunakan baju putih, celana, dan sepatu warna hitam. Mereka juga wajib memakai dasi dan jas.

    Sementara itu, mahasiswa perempuan memakai kebaya dan rok berjarik. Untuk sepatu dapat menggunakan sandal atau high heels.

    Sejarah dan Makna Pakaian Toga

    Foto bersama mengenakan toga
    Foto bersama mengenakan toga | Image source : Pexels.com

    Toga berasal dari kata tego yang artinya penutup. Pakaian ini sudah ada sejak 1200 SM. Dahulu toga dibuat dari kain polos dengan panjang hampir 4 meter. Namun karena pergantian zaman, toga berubah menjadi kain hitam polos dengan variasi ornamen topi, selempang, dan medali. Berikut makna dari setiap atributnya, yaitu: 

    1. Toga 

    Toga memiliki makna yang begitu dalam bagi wisudawan loh. Warna hitam menggambarkan kegelapan yang dapat mereka kalahkan dengan ilmu pengetahuan.  Ilmu yang mereka dapatkan saat kuliah merupakan bekal untuk menghadapi dunia sebenarnya.  

    2. Topi Toga 

    Gambaran sudut pada topi ini bermakna pemikiran mahasiswa yang harus rasional dan berpikir terbuka terhadap masalah. 

    3. Pita topi 

    Maksud dari gerakan memindah pita ini berkaitan dengan kreativitas dan inovasi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu saat kuliah ke lingkungan masyarakat.  

    3 Hal Khusus yang Terjadi di Acara Yudisium dan Wisuda

    Foto melempar topi saat wisuda
    Foto melempar topi saat wisuda | Image source : Pexels.com

    Setelah mengetahui perbedaan yudisum dan wisuda serta sejarah pakaian toga, selanjutnya kamu juga perlu tahu hal-hal khusus yang terjadi dalam dua acara tersebut. Berikut 3 hal khusus yang ada pada yudisium dan wisuda, yaitu:

    1. Momen Foto Bersama 

    Dalam acara yudisium maupun wisuda biasanya terdapat momen foto bersama. Momen ini sudah menjadi kewajiban pada zaman anak sekarang. Tak hanya itu, kemungkinan ada beberapa wisudawan yang menyewa jasa fotografer untuk mengabadikan momen ini.

    Pasalnya, momen wisuda dan yudisium mungkin hanya akan terjadi sekali seeumur hidup terutama bagi mereka yang tidak melanjutkan S2. Oleh karena itu, mereka memilih mengabadikan momen spesial tersebut.

    2. Bingkisan Kado 

    Ini juga termasuk kewajiban bagi mereka yang sudah lulus mendapatkan kado dari teman atau keluarganya. Nah si wisudawan akan bertukar kado saat temannya merayakan suatu acara nantinya.  Kado ini dapat berupa greeting card atau buket. 

    Baca Juga : Pengertian Yudisium serta Syarat hingga Prosesnya

    Jadi Lebih Paham Perbedaan Yudisium dan wisuda?

    Setelah membaca artikel ini, kamu bisa dengan mudah mengidentifikasi perbedaan antara yudisium dan wisuda. Sebelum mendaftar yudisium maupun wisuda, pastikan kamu sudah mempersiapkan berkas administra dengan lengkap. Dengan demikian, tidak ada kesalahan administrasi yang justru menghambat langkahmu selanjutnya.