Blog

  • Sosialisme: Tujuan, Ciri, Latar Belakang, dan Perkembangannya

    Sosialisme: Tujuan, Ciri, Latar Belakang, dan Perkembangannya

    Sosialisme termasuk salah satu ideologi yang memiliki pengaruh luas di dunia, terutama di akhir abad ke-18. Ideologi ini lahir sebagai kritik atas kapitalisme yang kian marak di Eropa pada masa itu. Ideologi aliran kiri ini berdasarkan perbedaan kelas antara kaum borjuis dan kaum proletar. Simak uraian lengkapnya di bawah ini.

    Pengertian Sosialisme

    Sosialisme adalah paham atau ajaran pandangan hidup suatu kemasyarakatan yang berkeinginan untuk menguasai pusat-pusat produksi dan pemerataan pembagian hasil produksi. Paham sosialis berkembang di era revolusi industri sebagai gerakan protes sistem kapitalis ekonomi yang merenggut hak kebebasan.

    Ideologi ini muncul karena adanya perbedaan antara pemilik modal (kaum borjuis) dengan para pekerja buruh (kaum proletar). Perbedaan yang utama yaitu kaum borjuis hidup dalam kemewahan. Sedangkan kaum proletar hidup dalam kesengsaraan karena tingginya tingkat kemiskinan dan mendapatkan upah rendah.

    Sosialisme juga memiliki definisi sebagai sebuah istilah yang mengarah pada suatu pergerakan atau sebuah teori organisasi sosial yang menghendaki kepemilikan atau pengontrolan produksi dan distribusi secara bersama-sama.

    Secara teoretis, paham sosialis menekankan pentingnya perencanaan, kerja sama, dan kepemilikan publik untuk melawan kompetisi dan pencarian laba individual. Selain itu, ciri khas dari ideologi ini adalah pengendalian harta dan produksi diikuti dengan kekayaan oleh kelompok.

    Tujuan Sosialisme

    Perlakuan tidak layak yang kaum proletar dapatkan membuat mereka bersatu untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan menjadi awal mula lahirnya paham sosialis. Ideologi ini bertujuan untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dalam suatu negara.

    Selain itu, paham ini juga mencita-citakan hilangnya kelas sosial antara kaum borjuis dengan kaum proletar dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan sosial. 

    Demi tercapainya tujuan ini, perlu adanya rasa kebersamaan untuk mampu menghasilkan segala sesuatu dan memberikan batasan kepada swasta maupun perorangan. Dengan begitu, pemerataan pembagian hasil produksi dapat terwujud.

    Ciri-ciri Sosialisme

    (Sosialisme | Sumber gambar: Wallpapercave.com)

    Pada perkembangannya, ideologi ini memiliki ragam yang banyak. Meskipun begitu, terdapat pandangan pokok atau ciri-ciri yang terdapat pada paham ini, yaitu:

    • Kepemilikan bersama adalah cara hidup yang terbaik dengan sedikit hak milik atau tidak ada hak milik sama sekali.
    • Menginginkan pengorganisasian produksi oleh negara sebagai arahan demi menghapus kemiskinan dan eksploitasi orang kecil.
    • Menentang adanya hak milik pribadi karena menyebabkan manusia menjadi egois dan menghancurkan keselarasan masyarakat yang alami.
    • Menginginkan pembagian yang adil dalam ekonomi.
    • Mendorong persamaan hak bagi semua golongan, kelas, dan lapisan masyarakat dalam memperoleh kekayaan, kemakmuran, dan kesejahteraan.
    • Negara memiliki tugas untuk mengamankan berbagai faktor produksi sebanyak mungkin untuk kesejahteraan seluruh rakyat dan tidak terkonsentrasi pada kesejahteraan pribadi.
    • Kerja sama, kesamaan, dan kasih sayang merupakan nilai-nilai utama.
    • Menganggap bahwa negara merupakan lembaga di atas masyarakat yang bersedia mengatur masyarakat tanpa kepentingan tertentu.
    • Melakukan produksi berdasarkan kegunaan, tidak hanya untuk mencari keuntungan.
    • Paham ini menganggap kapitalisme sebagai paham yang jahat karena menghasilkan sistem kelas, sistem yang tidak efisien, dan merusak manusia. Oleh sebab itu, kapitalisme cenderung menjadikan orang berperilaku kompetitif, kejam, tamak, dan egois.
    • Setiap orang bekerja untuk komunitas dan berpartisipasi dalam kebaikan bersama sehingga menumbuhkan rasa kepedulian terhadap orang lain.
    • Menggantikan persaingan kompetitif dengan perencanaan.

    Selain itu, paham sosialis berupaya untuk mewujudkan gagasan di atas melalui berbagai bidang, baik itu dalam bidang politik maupun ekonomi di dalam sistem ekonomi sosialis.

    Latar Belakang Sosialisme

    (Ilustrasi Revolusi Sosialisme | Sumber gambar: Wallpapercave.com)

    Dalam kajian ideologi ini, modal menjadi alasan utama terjadinya penindasan terhadap kaum proletar. Kepemilikan modal secara pribadi cenderung mengakibatkan munculnya pemerasan atas kelas pekerja atau buruh.

    Modal yang dimaksud adalah segala sumber daya yang dapat memproduksi berbagai komoditas, seperti barang atau jasa untuk kegiatan jual beli. Oleh karena itu, modal bukan hanya dalam bentuk uang, tetapi alat-alat produksi, seperti mesin dan fasilitas untuk menghasilkan barang atau jasa.

    Kepemilikan modal pribadi menjadi alat utama kaum borjuis untuk memeras kaum proletar dalam konteks munculnya paham sosialis. Selain itu, pembagian upah yang diterima juga berdasarkan pada kepemilikan modal.

    Oleh sebab itu, kaum proletar mendapatkan upah yang lebih sedikit daripada kaum pemilik alat produksi meskipun beban kerja yang mereka miliki lebih berat. Para pemikir dalam ideologi ini berpendapat bahwa perlu untuk menghilangkan adanya kepemilikan pribadi atas modal.

    Modal harus dimiliki dan diolah secara bersama-sama agar hasil yang didapatkan bisa dibagi secara adil dan merata. Kemudian, berbagai teori mengenai cara mencapai kondisi ini mulai bermunculan.

    Robert Owen dan Charles Fourier sebagai pemikir paham sosialis berpendapat bahwa ideologi ini dapat tercapai dengan cara membentuk komunitas-komunitas kecil. Selanjutnya, modal yang ada bisa para anggota miliki secara bersama.

    Beberapa tokoh sosialis lainnya, seperti Karl Marx, Friedrich Engels, dan Etienne Cabet memiliki pendapat yang berbeda. Mereka berpandangan bahwa modal harus dimiliki oleh institusi bersama yang berupa negara. Oleh karena itu, para tokoh ini menganggap sosialisme dapat tercapai melalui politik.

    Marx dan Engels memiliki anggapan bahwa ideologi ini bisa terwujud dengan cara pertentangan kelas. Bagi mereka, paham dapat terealisasikan jika terjadi pertentangan antara kaum proletar dengan kaum borjuis untuk merebut modal yang berupa alat-alat produksi. 

    Perkembangan Sosialisme

    (Pergerakan Sosialisme | Sumber gambar: Wallpaperflare.com)

    Perkembangan ideologi aliran kiri ini dapat kita bagi menjadi dua, yaitu perkembangannya di berbagai negara dan di Indonesia. Penjelasan lengkapnya adalah sebagai berikut.

    1. Perkembangan Sosialisme di Berbagai Negara

    Kira-kira, bagaimana perkembangan paham ini di luar Indonesia? Inilah penjelasannya. 

    a. Inggris

    Inggris adalah negara pertama yang mendapatkan pengaruh kuat dari paham sosialis. Kemudian, terjadi akselerasi perkembangan revolusi industri terutama terhadap berbagai mesin produksi. Dampak dari penerapan ideologi ini dapat terlihat dari munculnya kaum borjuis dan buruh (proletar).

    Golongan yang mendukung paham sosialis menginginkan segala bentuk alat-alat produksi untuk negara kuasai. Selanjutnya, munculnya partai buruh di Inggris merupakan bentuk dukungan kuat terhadap ideologi ini dalam upayanya memperoleh keadilan dan sebagai bentuk protes terhadap sistem kapitalisme.

    Sayangnya, paham sosialis kurang mendapat dukungan dan tempat di Pemerintahan Inggris. Namun, paham ini memiliki pengaruh yang kuat tidak terlepas dari kaum sosialis yang berjuang dan berupaya dalam meratakan pendapatan, hasil produksi, tempat tinggal, dan pendidikan.

    b. Rusia

    Ideologi ini mulai berkembang di Rusia saat revolusi industri pada abad ke-19. Perkembangan terjadi dengan cepat, terutama mengenai perubahan kelas-kelas sosial. Pelaksanaan paham sosialis terjadi ketika Rusia mampu menjadikan hasil investasi luar negeri sebagai setengah dari modal negara.

    Pada masa itu, industrialisasi di Rusia menarik banyak investor asing sehingga negara dapat memperoleh keuntungan dengan cepat. Namun, sisi negatifnya yaitu negara ini kurang mempedulikan kesejahteraan pekerja.

    Beberapa waktu berlalu, kaum buruh di Rusia yang mempelopori gerakan sosialisme pun mendorong terjadinya revolusi di Rusia. Revolusi ini bertujuan untuk mendukung adanya kesetaraan yang berpengaruh secara signifikan. 

    Kemudian, gerakan di Rusia ini mempengaruhi negara-negara lain, seperti Kuba pada tahun 1959 dan Cina pada tahun 1949.

    2. Perkembangan Sosialisme di Indonesia

    Ajaran-ajaran dari ideologi ini memiliki pengaruh di Indonesia yang berupa propaganda sosialis militan dimana pada saat itu masih dijajah oleh Belanda. Bangsa Indonesia menerima pemikiran-pemikiran Karl Marx yang juga rakyat anggap sebagai suatu petunjuk untuk melawan kolonialisme Belanda.

    Salah satu bentuk dari ideologi ini di Indonesia menurut Soekarno adalah terwujudnya kemerdekaan. Paham sosialis memiliki keterkaitan dengan adanya rasa kekeluargaan dan gotong royong yang merupakan karakter dan kepribadian masyarakat Indonesia.

    Ideologi ini tertuang pada UUD 1945 pasal 33 yang menjelaskan dan menegaskan bahwa kemakmuran masyarakat merupakan hal yang utama. Oleh sebab itu, susunan sistem perekonomian Indonesia menggunakan asas kekeluargaan, koperasi, swasta, dan negara sebagai penanggung jawab.

    Secara keseluruhan, paham sosialis di Indonesia berdasarkan pada demokrasi yang mengakui dan menghormati kesetaraan manusia. Sebagai tambahan, paham ini bertujuan melindungi nilai-nilai agar manusia yang benar-benar bebas, aktif, rasional, dan independen dapat tercapai.

    Makin Paham Mengenai Ideologi Sosialisme?

    Sekarang, kamu sudah lebih paham tentang pengertian, tujuan, ciri, latar belakang dan perkembangan ideologi ini. Sosialisme adalah ideologi yang menitikberatkan kesetaraan dan kesejahteraan manusia. Mari terapkan nilai positif dari paham ini dalam kehidupan agar Indonesia bisa menjadi lebih maju dan makmur.

  • Pengertian Retribusi: Jenis, Contoh, dan Beda dari Pajak Daerah

    Pengertian Retribusi: Jenis, Contoh, dan Beda dari Pajak Daerah

    Banyak kalangan sudah pernah mendengar istilah retribusi. Mungkin beberapa kalangan masih mengira bahwa satu hal tersebut memiliki persamaan dengan pajak daerah. Faktanya, keduanya berbeda baik dari segi jenis, contoh, dan tujuan penarikan. Lantas, bagaimana penjelasannya? Simak artikel di bawah ini!

    Apa Maksud dari Retribusi?

    Tercatat pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bahwa retribusi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk melakukan pungutan uang. Pungutan uang menjadi tanda untuk balas jasa kepada pemerintah daerah.

    Selain itu, menurut UU No. 28 Tahun 2009, menjelaskan bahwa kegiatan pungutan tersebut berguna untuk membayar pemberian izin tertentu. Para pembayar pungutan patut memberikan sejumlah uang untuk menggunakan fasilitas oleh pemerintah daerah secara pribadi maupun badan. 

    Permintaan pungutan ini juga tercatat resmi pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 yang membahas mengenai pajak dan retribusi daerah. Jadi, kegiatan tersebut telah memiliki peraturan pasti dan tidak ada yang berwenang untuk menyalahgunakan peraturan pungutan daerah.

    Jenis dan Contoh Retribusi

    Selanjutnya, ada beberapa jenis dan contoh dari pelaksanaan pungutan daerah ini. Berikut adalah tiga jenis dari retribusi beserta contoh iuran yang terlaksana pada suatu daerah.

    a. Pungutan Jasa Umum

    Macam dari pungutan daerah yang pertama adalah retribusi jasa umum yang merupakan kegiatan pengambilan iuran oleh pihak berwenang atas penggunaan pelayanan dari pemerintah daerah. Penggunaan pelayanan tersebut bertujuan untuk kepentingan umum dan siapapun dapat menikmati fasilitas itu.

    Jenis dari pungutan ini terbagi menjadi 15 contoh, yaitu:

    1. Pelayanan Kesehatan 

    (Contoh Retribusi Jasa Umum untuk Kesehatan| Sumber Gambar: Rumah.com)

    Berguna untuk pelayanan kesehatan yang milik pemerintah daerah. Contohnya di puskesmas, balai pengobatan, RSUD, dan tempat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah lainnya.

    2. Pelayanan Persampahan atau Kebersihan

    (Contoh Retribusi Jasa Umum untuk Kebersihan | Sumber Gambar: PajakOnline.com)

    Jenis iuran kedua ini untuk pengelolaan sampah atau kebersihan lingkungan. Contohnya adalah pengambilan dan pengangkutan sampah, hingga pembuangan di lokasi yang pemerintah daerah sudah siapkan. Tetapi, iuran satu ini tidak termasuk untuk kegiatan kebersihan jalan umum, tempat ibadah, hingga taman.

    3. Penggantian Biaya Cetak KTP dan Akta Catatan Sipil 

    Iuran untuk penyediaan pelayanan pengurusan KTP, kartu identitas kerja, KTP sementara, KK, dan juga kartu keterangan kependudukan lainnya. Selain itu, iuran ini juga berguna untuk pelayanan urus akta catatan sipil.

    4. Pemakaman dan Pengabuan Mayat 

    Jenis ini berhubungan dengan keperluan pelayanan pemakaman dan kremasi mayat. Pelayanan di dalamnya termasuk untuk penggalian lahan kuburan, pembakaran mayat, dan sewa tempat milik pemerintah daerah untuk menguburkan mayat.

    5. Pelayanan Parkir 

    Merupakan jenis pungutan yang cukup umum bagi masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan lahan parkir yang berada di pinggir jalan, maka secara resmi harus memberikan uang pungutan kepada pemerintah daerah.

    6. Pelayanan Pasar 

    Khusus untuk penggunaan layanan di pasar tradisional bagi para pedagang berupa pelataran dan los. Tetapi, jika BUMN, BUMD, dan swasta kedapatan memiliki fasilitas pasar, maka pungutan ini tidak berlaku.

    7. Pengujian Kendaraan Bermotor 

    Berfungsi untuk balas jasa bagi pelayanan pengujian kendaraan bermotor. Penyaluran pungutan ini harus sesuai dengan peraturan UU, dan masyarakat secara resmi memberikannya ke pihak pemerintah daerah.

    8. Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 

    Rutinitas pemeriksaan dan pengujian alat pemadam, alat penanggulangan kebakaran, dan alat untuk penyelamatan jiwa. 

    9. Penggantian Biaya Cetak Peta 

    Selanjutnya, ada pungutan biaya cetak peta selama memanfaatkan peta dari pemerintah daerah.

    10. Penyediaan Penyedotan Kakus 

    Iuran resmi kepada pemerintah daerah untuk penggunaan jasa penyedotan kakus yang tidak termasuk pelayanan oleh BUMD dan pihak swasta.

    11. Pengolahan Limbah Cair 

    Pungutan bagi pelayanan dari pemerintah daerah untuk pengolahan limbah cair yang terbuang dari rumah tangga, kantor, dan industri.

    12. Pelayanan Tera Ulang 

    Bertujuan untuk iuran atas pelayanan dari pemerintah daerah untuk pengujian alat-alat ukur, timbang, dan takar barang. Semua alat tersebut masih dalam keadaan terbungkus sesuai dengan peraturan yang tertulis di perundang-undangan.

    13. Pelayanan Pendidikan 

    Jenis ini digunakan untuk penyelenggaraan dan penggunaan fasilitas pendidikan dan pelatihan teknis. 

    14. Pengendalian Menara Telekomunikasi 

    Pungutan ini untuk biaya penggunaan lahan di sekitar menara telekomunikasi.

    15. Pengendalian Lalu Lintas 

    Sebagai iuran untuk penggunaan fasilitas ruang jalan dan koridor. Sebagai tambahan, terdapat kawasan tertentu yang terkena retribusi.

    b. Pungutan Jasa Usaha

    Seperti namanya, retribusi jenis ini berguna untuk menarik iuran kepada masyarakat yang menggunakan fasilitas milik pemerintah daerah untuk kepentingan komersial. Di bawah ini merupakan contoh dari jenis pungutan jasa usaha.

    1. Pemakaian Kekayaan Daerah

    Pertama, ada pungutan untuk pemakaian kekayaan daerah berupa tanah, bangunan, kendaraan, dan alat-alat milik pemerintah daerah untuk keperluan komersial. Selain itu, penggunaan tanah dengan tidak mengubah fungsinya bukan termasuk dari pungutan satu ini.

    2. Pasar Grosir dan Pertokoan

    Kedua, ada pungutan untuk penggunaan fasilitas pemerintah daerah untuk jual beli berbagai jenis barang di pasar grosir.

    3. Tempat Pelelangan

    Selanjutnya, terdapat pungutan pemakaian tempat milik pemerintah daerah untuk melakukan pelelangan hasil ternak, pertanian, dan hasil hutan. 

    4. Terminal

    Selain itu, ada pungutan untuk pemakaian lahan sebagai tempat parkir bagi kendaraan transportasi seperti bus umum. Penggunaan lahan tersebut dapat berguna untuk usaha di dalam terminal.

    5. Tempat Khusus Parkir

    Di samping itu, terdapat pungutan lainnya untuk tempat khusus parkir milik pemerintah daerah. Pungutan ini berlaku bagi siapapun yang menggunakan lahan milik pemerintah daerah sebagai lahan parkir di sekitar area industri.

    6. Tempat Penginapan

    Kemudian, terdapat penggunaan lahan atau bangunan milik pemerintah daerah untuk penginapan. Tujuan dari penggunaan lahan untuk penginapan tersebut adalah sebagai komersial. Oleh sebab itu, penyewa harus membayar retribusi kepada pemerintah daerah selaku pemilik tanah atau bangunan.

    7. Rumah Potong Hewan

    Tempat penjagalan hewan juga terkena pungutan resmi selama menggunakan pelayanan milik pemerintah daerah.

    8. Pelayanan Kepelabuhan

    (Contoh Retribusi Jasa Usaha untuk Masuk Pelabuhan | Sumber Gambar: Konkrit News)

    Kemudian, ada pungutan resmi bagi masyarakat yang menggunakan pelayanan kepelabuhan milik pemerintah daerah.

    9. Tempat Rekreasi dan Olahraga

    Penggunaan tempat milik pemerintah daerah untuk kegiatan rekreasi, pariwisata, dan kegiatan olahraga masyarakat.

    10. Penyeberangan di Air

    Berbeda dengan pelabuhan, pelayanan penyeberangan di air merupakan penggunaan wilayah milik pemerintah daerah untuk melakukan pengangkutan dan penyeberangan pada sungai atau daerah perairan lainnya.

    11. Penjualan Produk Usaha Daerah

    Pungutan segala bentuk hasil penjualan produk usaha milik pemerintah daerah. 

    c. Pungutan Perizinan Tertentu

    Lalu, ada pungutan dengan perizinan tertentu untuk penggunaan lahan bagi umum dengan pengawasan penuh. Berikut adalah contoh dari pungutan daerah dengan perizinan tertentu.

    1. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

    Lantas, kenapa mendirikan bangunan perlu memberikan iuran daerah kepada pemerintah? Karena dalam masa pembangunan, pemerintah daerah wajib mengawasi dan memastikan bahwa tidak ada penyalahgunaan fungsi lahan.

    2. Izin Tempat Jual Minuman Alkohol

    Sudah menjadi tugas pemerintah daerah maupun pusat untuk mengawasi peredaran minuman beralkohol. Jadi, jika ingin mendirikan bisnis penjualan minuman keras, maka harus menyetorkan iuran daerah kepada pemerintah daerah.

    3. Izin Gangguan

    Selain itu, pemerintah daerah juga berwenang untuk mengawasi secara langsung kemungkinan atas tempat usaha atau kegiatan yang berpotensi menyebabkan bahaya.

    4. Izin Trayek

    Para pengendara transportasi umum wajib menyetorkan retribusi kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan izin trayek pada wilayah tertentu.

    5. Izin Usaha Perikanan

    Jika ingin membuka bisnis perikanan seperti kegiatan penangkapan ikan dan budidaya ikan, pengusaha perlu membayar retribusi ke pemerintah daerah untuk mendapatkan izin bisnis.

    6. Perpanjangan IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing)

    Kemudian, jika sebuah bisnis telah mempekerjakan Warga Negara Asing (WNA), maka pemilik bisnis atau yang bersangkutan harus menyiapkan pungutan daerah untuk memperpanjang kontrak pegawai WNA.

    Apa yang Membedakan Retribusi dengan Pajak Daerah

    Berikut ini adalah poin perbedaan dari retribusi dan pajak daerah.

    Pajak DaerahRetribusi
    HukumUU No. 6 Tahun 1983 yang mengatur tentang Ketentuan Umum Tata Cara Perpajakan.UU No. 7 Tahun 1983 yang mengatur tentang Pajak Penghasilan.UU No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.Peraturan Pemerintah.Peraturan Menteri.
    TargetPenghasilan.Barang mewah milik individu atau badan.Kendaraan.Laba bisnis.Masyarakat pengguna fasilitas pemerintah daerah.
    KeuntunganTidak langsung.Langsung
    Lembaga BerwenangPemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).

    Sudah Rutin Membayar Retribusi?

    Sebagai warga masyarakat yang patuh terhadap hukum, warga Indonesia memiliki kewajiban untuk memberikan iuran kepada pihak berwenang. Seperti halnya untuk mendapatkan sebuah izin berbisnis, maka pemilik bisnis harus memberikan retribusi kepada pemerintah daerah.

    Besaran tarif untuk pungutan tersebut beragam dan menyesuaikan dengan jenis bisnis dan keuntungannya. Selain itu, dengan kelancaran membayar pungutan tersebut maka masyarakat telah membantu pembangunan daerah. Semakin rutin, semakin banyak PAD (Pendapatan Asli Daerah) untuk modal pembangunan.

  • Apa Itu Propaganda? Pengertian, Jenis, Tujuan, & Teknik

    Apa Itu Propaganda? Pengertian, Jenis, Tujuan, & Teknik

    Dalam dunia politik, bisnis, perang, dan sejenis kampanye sosial lainnya sering menggunakan istilah propaganda atau penyebaran informasi yang bersifat persuasif untuk mempengaruhi suatu kelompok sasaran. Itulah mengapa, ketika orang awam mendengar kata tersebut, mungkin langsung merujuk ke gambaran negatif. 

    Namun, perlu Anda tahu bahwa penyebaran informasi satu ini tidak selalu bersifat negatif. Terkadang, beberapa penyampaian gagasan memiliki tujuan positif. Meski kebanyakan berisi informasi yang palsu sehingga dapat menyesatkan orang-orang yang mempercayai isu tersebut. Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya. 

    Apa Itu Propaganda?

    Secara etimologi, kata propaganda berasal dari bahasa latin yakni propagare yang bermakna memekarkan atau mengembangkan. Umumnya, pengertian kata tersebut merujuk kepada tindakan penyebaran ide atau informasi, baik yang benar maupun salah dalam rangka meyakinkan target untuk menganut aliran atau ide tertentu. 

    Orang yang menyebarluaskan gagasan atau informasi dengan tujuan memanipulasi opini publik atau mempengaruhi pandangan kelompok sasaran bisa dilakukan oleh suatu organisasi atau individu. Sebutan bagi individu atau organisasi yang melakukan tindakan penyebaran ide tersebut adalah propagandis. 

    Para propagandis akan menyebarkan serangkaian informasi terlepas dari kebenarannya sehingga seringkali membuat masyarakat resah dan gelisah. Apalagi, terdapat berbagai teknik penyampaian penyebaran ide yang orang-orang belum tentu sadari jika itu adalah informasi yang palsu atau menyesatkan. 

    Biasanya, penyebaran ide dari propagandis ini termasuk jenis komunikasi sepihak. Sebab, antara propagandis dengan kelompok sasaran tidak melakukan pertukaran informasi. Melainkan, propagandis hanya menyebarkan informasi yang bisa jadi salah atau benar untuk mempengaruhi kelompok sasaran tertentu.  

    Jenis-Jenis Propaganda

    Tangan-tangan sebagai ilustrasi aktivitas propaganda | Sumber gambar: kompas.com

    Terdapat beberapa jenis propaganda yang dibedakan menurut aspek-aspeknya. Mulai dari media perantara, perencanaan, metode, dan sumber penyebaran. Ketahui detailnya berikut ini untuk menambah wawasan Anda terkait penyebaran ide atau gagasan yang bertujuan memanipulasi pandangan publik. 

    1. Berdasarkan Media Perantaranya

    Dari segi media perantaranya, propagandis dapat menyebarkan ide atau gagasannya kepada kelompok sasaran melalui bahasa tulis, bahasa lisan, pawai, dan lain sejenisnya. Nah, menurut Ellul (Nurudin, 2004), berdasarkan media perantaranya, jenis penyebaran ide terbagi menjadi dua, yakni:

    • Secara Vertikal. 

    Jenis penyebaran ide satu ini dilakukan oleh satu pihak kepada banyak orang menggunakan perantara media massa seperti brosur, pamflet, surat kabar, atau media elektronik seperti radio untuk mempengaruhi opini publik. 

    Jadi, terdapat dua bahasa yang digunakan yakni tulis dan lisan. Tujuannya sama-sama menebarkan pesan supaya tertanam di benak sasaran. 

    • Secara Horizontal

    Jenis propaganda horizontal misalnya oleh pemimpin kelompok kepada anggotanya melalui media perantara tatap muka secara langsung. Biasanya, tidak sampai menggunakan media massa. Melainkan melakukan komunikasi antar personal. 

    2. Berdasarkan Sifatnya

    Dari sifatnya, Sastropoetro (1991) membagi beberapa pola penyebaran pesan untuk memanipulasi publik ke dalam beberapa kategori. Kategori tersebut meliputi black, white, dan grey propaganda. 

    • Black (hitam). Penyebaran ide yang secara terang-terangan atau terbuka menyerang pihak sasaran yang propagandis tuju termasuk pada kategori black (hitam). 
    • White (putih). Kebalikan dari jenis sebelumnya, pada penyebaran informasi oleh propagandis yang bersifat white, maka propagandis tidak secara terbuka menyerang pihak sasaran. 
    • Grey (abu-abu). Pada propaganda yang bersifat abu-abu, tidak jelas kepada siapa pihak yang menjadi sasaran propagandis. Jadi, banyak orang mengira-ngira hingga menimbulkan keraguan. 

    3. Berdasarkan Metodenya

    Metode atau cara penyampaian ide gagasan untuk mempengaruhi pandangan khalayak ramai juga terbagi menjadi beberapa kategori. Berdasarkan metodenya, terdapat cara koersif maupun persuasif. Berikut adalah penjelasannya. 

    • Secara Koersif

    Sesuai dengan namanya, penyampaian ide oleh propagandis dilakukan dengan cara yang keras atau kasar. Jenis komunikasi satu ini bersifat memaksa. Propagandis akan menyebarkan informasi sambil memberikan efek takut dan terancam kepada pihak sasaran. 

    • Secara Persuasif

    Berbeda dari koersif yang menggunakan kekerasan, persuasif lebih ke upaya untuk membujuk pihak sasaran tanpa membuat mereka merasa terancam. Propagandis memakai cara-cara yang membuat pihak sasarannya merasa terbujuk atau tertarik dengan pesan yang disebarkannya. 

    4. Berdasarkan Sumber Pesannya

    Isi pesan propaganda berbeda-beda tergantung dari propagandisnya. Ada yang menyebutkan sumbernya atau tidak. Berdasarkan sumber pesannya, ada yang bersifat tertutup, terbuka, dan tertunda. Jika tertutup, maka tidak ada yang mengetahui dengan jelas sumber penyebar pesannya. 

    Kebalikannya, jika terbuka maka pembuat pesan tersebut orang-orang ketahui secara publik. Lalu, yang terakhir adalah tertunda. Awalnya, tidak ada yang mengetahui sumbernya, tetapi lama-kelamaan orang-orang akan mengetahui siapa pembuatnya. 

    Tujuan Melakukan Propaganda

    Ilustrasi target sasaran propaganda | Sumber gambar: Freepik.com

    Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, propaganda bertujuan untuk mempengaruhi pandangan atau opini suatu kelompok masyarakat yang menjadi sasaran propagandis atau orang yang menyebarkan informasi. Nah, terdapat beberapa tujuan melakukan tindakan tersebut antara lain:

    1. Memanipulasi Emosi Publik

    Propagandis menyebarkan sebuah ide atau informasi, baik benar atau salah yang efeknya bisa membuat perasaan publik termanipulasi. Terlebih lagi, jika masyarakat mempercayai dengan informasi yang propagandis sebarkan. Efek yang akan timbul nantinya yaitu muncul perasaan benci atau suka terhadap sesuatu hal. 

    Misalnya, terdapat peperangan di daerah tertentu. Lalu, propagandis akan memanfaatkan waktu tersebut untuk menyebarkan pesan yang berisi tulisan kebencian kepada pihak tertentu. Publik yang terhasut pesan tersebut akan ikut merasakan amarah dan benci terhadap pihak yang propagandis tuju. 

    2. Mempengaruhi Pandangan Publik

    Tujuan utama dari propaganda adalah mempengaruhi pandangan publik terkait topik tertentu. Jika propagandis berhasil membentuk opini publik sesuai dengan keinginan mereka, maka mereka akan lebih mudah mencapai tujuannya. 

    Penyebaran informasi tersebut bisa berupa fakta-fakta yang benar adanya atau sebaliknya. Nah, publik yang sebelumnya sudah memiliki pandangan tertentu, bisa berubah jika isi pesan yang propagandis berikan tersebut berhasil mempengaruhinya. 

    Teknik-Teknik Propaganda

    Wawancara berita sebagai media untuk propaganda | Sumber gambar: Freepik.com

    Supaya tujuan propagandis dapat tercapai, maka perlu menerapkan beberapa teknik yang membantu melancarkan aksi penyebaran ide kepada publik. Menurut Decker, setidaknya ada tujuh teknik yang bisa Anda lakukan ketika menebarkan benih-benih informasi kepada masyarakat agar mempengaruhinya. 

    1. Name-calling

    Cara kerja name-calling mirip seperti pemberian label. Pihak propagandis akan melekatkan nama julukan atau stereotip kepada pihak lawannya. Tujuannya agar bisa mengumpulkan dukungan publik untuk ikut menjelekkan pihak lawan yang telah propagandis beri cap buruk sebelumnya. 

    Selain untuk memberikan cap atau labelling kepada pihak lawan yang bermakna negatif, name-calling juga bisa propagandis manfaatkan untuk memberikan cap baik kepada dirinya sendiri. Misalnya, Jepang mengklaim bahwa mereka adalah saudara tua yang akan membantu Indonesia merdeka. 

    2. Glittering Generalities

    Teknik propaganda berikutnya adalah glittering generalities yang menyebarkan pesan dengan konotasi positif. Misalnya seperti mengandung tujuan yang mulia, kebajikan, dan lain sebagainya. 

    Propagandis berharap bisa memantik perasaan simpati di hati masyarakat melalui pesan yang disebarkannya. Contohnya seperti penggunaan kata-kata positif pada slogan untuk menarik perhatian audiens. 

    3. Testimonial

    Berikutnya ada teknik testimonial yang bekerja dengan cara memberikan kesaksian atas baik atau buruknya sesuatu. Setelah adanya testimoni terkait hal tersebut, maka akan semakin memudahkan khalayak ramai untuk meyakini apa yang ingin propagandis sebarkan. 

    4. Transfer

    Pada teknik transfer, berlaku sistem simbol yang mempunyai wibawa dan kehormatan sebagai sarana untuk memperkuat penerimaan oleh publik. Sistem simbol tersebut contohnya seperti pancasila, bendera, dan lain sebagainya. 

    Seorang komunikator atau pengirim pesan bisa menghubungkan ide dengan objek simbolik yang orang-orang kagumi. 

    5. Card-stacking

    Teknik propaganda card-stacking bersifat mengelabui masyarakat. Propagandis hanya akan menyebutkan bagian-bagian argumen yang mereka kehendaki tanpa menyebutkan sisanya yang sekiranya tidak mendukung. 

    Misalnya, promosi produk tertentu yang hanya membeberkan keunggulannya saja tanpa efek samping penggunaannya. 

    6. Plain-folks

    Ciri khas dari teknik plain-folks adalah kesederhanannya. Propagandis berusaha meyakinkan masyarakat dengan memosisikan diri menjadi bagian dari masyarakat tersebut. Misalnya, para pejabat yang berusaha mendekatkan diri dengan gaya hidup suatu kelompok masyarakat tertentu agar mendapatkan kepercayaan mereka. 

    7. Bandwagon Technique

    Lalu, teknik terakhir dari penyebaran ide untuk mempengaruhi pandangan publik ini adalah bandwagon. Teknik bandwagon memanipulasi publik untuk mengikuti suatu tindakan yang telah banyak orang lakukan sebelumnya sesuai dengan keinginan propagandis. 

    Sudah Paham Apa Itu Propaganda?

    Setelah menyimak uraian penjelasan tentang pesan dari propagandis di atas, pastinya wawasan Anda terkait jenis komunikasi untuk menyebarkan ide kepada masyarakat makin bertambah. Pada dasarnya, propaganda dan komunikasi memiliki unsur-unsur yang sama, yaitu pemberi pesan, isi pesan, dan penerima pesan. 

    Hanya saja, penyebaran informasi oleh propagandis bertujuan memanipulasi opini publik untuk mengikuti apa yang pihak penyebar kehendaki. Oleh sebab itu, Anda perlu berhati-hati terhadap informasi yang beredar di saat ini. Jangan sampai termakan pesan yang bersifat menghasut negatif dan belum terbukti faktanya.

  • Fungsi, Syarat, dan Cara Mendirikan Partai Politik Negara

    Fungsi, Syarat, dan Cara Mendirikan Partai Politik Negara

    Mendirikan partai politik adalah salah satu cara terpenting untuk bisa berpartisipasi dalam proses demokrasi dan membawa perubahan dalam sistem politik suatu negara. Meskipun menantang, cara mendirikan partai politik bisa Anda terapkan dengan langkah-langkah yang tepat dan pemahaman yang mendalam. 

    Anda harus melewati beberapa proses dan memenuhi banyak persyaratan. Dalam artikel ini, kita akan membahas syarat dan langkah-langkah utama yang diperlukan untuk mendirikan partai politik. Baca sampai selesai, ya!

    Apa Itu Partai Politik?

    Sebelum masuk ke pembahasan cara mendirikan partai politik, Anda perlu mengetahui apa itu partai politik. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), partai politik merupakan perkumpulan yang memiliki tujuan untuk mewujudkan suatu ideologi politik.

    Pada dunia politik, partai politik atau parpol merupakan organisasi yang mengkoordinasikan anggota-anggotanya untuk maju di pemilihan umum. Seluruh partai politik pasti berorientasi pada kekuasaan. Oleh sebab itu, peran parpol cukup penting pada sistem pemerintahan demokrasi. 

    Biasanya, partai politik terdiri dari pemimpin atau ketua umum, penasihat, dan anggota. Nah, tentunya setiap anggota memiliki perannya masing-masing dalam membantu partai.

    Cara Mendirikan Partai Politik dan Syaratnya

    Ilustrasi Mendaftar Partai Politik | Sumber Gambar: Freepik.com

    Sekarang sudah sampai ke tahap cara mendirikan partai politik dan syaratnya. Syarat mendirikan partai politik sendiri diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008. Langsung saja, berikut ini cara mendirikan serta syaratnya:

    1. Memiliki Anggota Minimal

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 2, disebutkan jika partai politik harus memiliki anggota minimal 50 orang. Anggota tersebut harus warga negara Indonesia (WNI) yang telah berusia di atas 21 tahun. 

    Selain itu, calon partai politik harus membuktikan anggotanya dengan akta notaris. Pendirian partai politik juga harus mengalokasikan 30% keterwakilan anggota perempuan. 

    2. Memiliki AD dan ART

    Akta notaris pada pendirian partai politik harus memuat Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) dari partai politik itu sendiri. Anggaran Dasar tersebut paling tidak memuat beberapa hal sebagai berikut:

    • Visi dan misi yang dimiliki oleh partai politik.
    • Asas dan ciri khas dari partai politik.
    • Nama, lambang, serta tanda gambar partai politik yang berbeda dari partai politik lainnya.
    • Fungsi dan tujuan utama partai politik.
    • Kepengurusan partai politik.
    • Tempat kedudukan, organisasi, serta pengambilan keputusan.
    • Keuangan partai politik.
    • Peraturan partai politik.
    • Pendidikan partai politik.

    3. Mendaftar ke Departemen

    Cara mendirikan partai politik selanjutnya yaitu mendaftar ke departemen. Langkah ini tertulis pada undang-undang yang sama pada Pasal 3. Pendaftaran partai politik ke departemen bertujuan untuk mendapatkan status badan hukum. Berikut ini persyaratannya:

    • Akta notaris pendirian partai politik.
    • Kantor tetap.
    • Nama, lambang, serta tanda gambar yang unik dan tidak ada kemiripan dengan milik partai politik lain. 
    • Kepengurusan minimal 60% dari jumlah provinsi, 50% dari jumlah kabupaten dan kota setiap provinsi, serta 25% dari jumlah kecamatan di setiap kabupaten dan kota.
    • Memiliki rekening bank khusus atas nama partai politik. 

    4. Proses Verifikasi

    Setelah mendaftar ke departemen untuk mendapatkan status hukum, maka tahapan terakhir adalah menunggu proses verifikasi. Proses verifikasi memakan waktu kurang lebih 45 hari sejak dokumen diterima oleh departemen terkait. 

    Hal tersebut juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 4. Selanjutnya, pengesahan partai politik menjadi badan hukum berdasarkan Keputusan Menteri dilakukan paling lama 15 hari sejak berakhirnya proses verifikasi. 

    Keputusan Menteri mengenai pengesahan sebuah partai politik akan diumumkan secara resmi pada Berita Negara Republik Indonesia. Berdasarkan pengumuman tersebut, sebuah partai politik baru akan terbentuk secara resmi. 

    Syarat-Syarat Mengikuti Pemilihan Umum

    Ilustrasi Pemilu | Sumber Gambar: Freepik.com

    Semua partai politik memiliki tujuan akhir yaitu mengikuti pemilu. Jadi, setelah mengetahui cara mendirikan partai politik, Anda juga perlu mengetahui syarat-syarat mengikuti pemilihan umum. Berikut syarat mengikuti pemilihan umum berdasarkan laman jdih.kpu.go.id:

    • Mempunyai status hukum yang sesuai dengan peraturan tentang partai politik yang berlaku.
    • Mengalokasikan keterlibatan perempuan, paling tidak 30% dari total kepengurusan tingkat kabupaten, kota, provinsi, dan pusat.
    • Memiliki kepengurusan yang sudah tersebar di berbagai daerah Indonesia. Paling tidak 75% dari jumlah kabupaten dan kota serta 50% dari jumlah kecamatan yang ada di kabupaten dan kota terkait.
    • Minimal anggota 1.000 orang atau 1:1.000 dari jumlah penduduk kabupaten dan kota terkait. Jumlah tersebut harus dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Tanda Anggota (KTA).
    • Sudah memiliki kantor tetap di tingkat kabupaten, kota, provinsi, dan pusat. 
    • Menyerahkan nomor rekening partai politik pada KPU (Komisi Pemilihan Umum).
    • Mengajukan nama, lambang, dan tanda gambar partai politik pada KPU. 
    • Melengkapi semua dokumen persyaratan administratif yang diminta oleh KPU. Nantinya, KPU akan melakukan proses verifikasi. Jika sah, maka partai politik bisa ikut bersaing di pemilihan umum.

    Fungsi Partai Politik

    Ilustrasi Fungsi Partai Politik | Sumber Gambar: Freepik.com

    Setelah mengetahui cara mendirikan partai politik beserta syaratnya, Anda juga perlu mengetahui sebenarnya apa fungsi partai politik. Berikut adalah pembahasannya:

    1. Sarana Komunikasi Politik

    Fungsi partai politik yang pertama yaitu sebagai sarana komunikasi politik. Partai politik membantu menyalurkan berbagai macam aspirasi dan pendapat masyarakat.

    Selain itu, partai politik juga mengatur perbedaan yang ada sehingga bisa berkurang dan tidak menimbulkan keributan. Sebagai sarana komunikasi politik, partai politik berperan menjadi pendengar pemerintah dan pengeras suara bagi masyarakat. 

    2. Sarana Pengatur Konflik

    Suasana demokrasi menimbulkan persaingan dan perbedaan pendapat di tengah masyarakat. Namun, sebenarnya persaingan dan perbedaan merupakan hal yang wajar. Jika terjadi konflik yang tidak diinginkan, maka partai politik berperan sebagai pengatur. Partai politik akan mengatur keadaan untuk mengatasi masalah yang ada. 

    3. Sarana Rekrutmen Politik

    Mengetahui cara mendirikan partai politik tidak lengkap rasanya jika tidak mengetahui fungsinya. Fungsi partai politik selanjutnya yaitu sebagai sarana rekrutmen politik.

    Setiap partai politik akan mencari serta mengajak orang-orang dengan bakat untuk menjadi bagiannya. Kegiatan mencari dan mengajak tersebut disebut political recruitment

    Adanya rekrutmen politik mampu memperluas partisipasi politik. Pada akhirnya, muncullah bibit dan generasi penerus yang berdedikasi tinggi untuk memajukan bangsa Indonesia. 

    4. Sarana Sosialisasi Politik

    Berdasarkan ilmu politik, sarana sosialisasi politik adalah proses seseorang mendapatkan orientasi serta sikap pada fenomena politik yang biasanya berlaku di masyarakat. Jika ingin menguasai pemerintahan, maka partai politik harus mendapatkan dukungan masyarakat dan meraih kemenangan di pemilihan umum.

    5. Sarana Partisipasi Politik

    Fungsi partai politik yang terakhir yaitu sebagai sarana partisipasi politik. Partisipasi politik ini dapat memengaruhi pembuatan dan pelaksanaan kebijakan umum, bahkan bisa menentukan pelaksanaan pemerintahan. Adanya partai politik bisa meningkatkan partisipasi politik di sebuah pemilu. 

    Siap Mengikuti Cara Mendirikan Partai Politik di Atas?

    Meskipun cara mendirikan partai politik cukup panjang, namun bukan berarti Anda tidak bisa melakukannya. Kerja sama mendirikan partai politik menjadi awal keseriusan dalam mencapai visi misi kelompok.

    Selanjutnya partai politik baru bisa mengikuti pemilihan umum asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Jadi, ada persyaratan lagi yang harus partai politik penuhi sebelum maju ke pemilihan umum.

    Tujuan utama partai politik adalah memberikan pelayanan pada masyarakat melalui sistem pemerintahan. Jadi, semua partai politik pasti ingin menang di pemilihan umum. Semoga bermanfaat!

  • Politik Adu Domba: Pengertian, Tujuan, Dampak, Contoh Kasus, & Bangsa yang Menerapkan

    Politik Adu Domba: Pengertian, Tujuan, Dampak, Contoh Kasus, & Bangsa yang Menerapkan

    Pada masa penjajahan kolonial Belanda, para penjajah meninggalkan salah satu warisan dalam hal dunia politik yang bernama politik adu domba. Istilah ini juga terkenal dengan nama Devide et Impera atau politik pecah belah. Sesuai dengan namanya, politik ini bertujuan untuk memecahkan hubungan dalam politik.

    Saat ini, Indonesia akan melakukan pemilihan umum untuk memilih calon presiden. Oleh sebab itu, perlu perhatian khusus agar tidak timbul Devide et Impera yang dapat merugikan semua pihak. Lalu, apa arti sebenarnya dari Devide et Impera? Berikut penjelasan arti, tujuan, dampak, contoh, dan bangsa penganutnya.

    Definisi Politik Adu Domba

    Menurut Maman A. Majid Binfas dalam buku “Mamonisme”, politik adu domba adalah memutuskan hubungan dengan membentrokkan (mengadu domba) kelompok dengan kekuatan besar yang paling berpengaruh. Julius Cesar pertama kali mengenalkan istilah ini sebagai strategi untuk membentuk kekaisaran romawi. 

    Di Indonesia, strategi politik ini pertama kali masuk pada saat penjajahan Belanda melalui VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Belanda menggunakan strategi politik ini untuk mengambil keuntungan dalam hal politik, ekonomi, dan militer. Salah satu caranya yaitu memengaruhi raja-raja yang berkuasa di wilayah Nusantara.

    Secara umum, arti dari Devide et Impera yaitu strategi politik, militer, dan ekonomi guna memecah belah suatu daerah atau kekuasaan agar dapat dikuasai dengan mudah.

    Tujuan Devide et Impera

    Politik adu domba pertama kali hadir di Indonesia untuk memecah belah raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Tujuannya yaitu untuk mencari profit secara besar-besaran melalui penaklukan kerajaan di wilayah Indonesia, mengendalikan jalur perdagangan, dan mendominasi perdagangan rempah-rempah di Asia.

    Namun, seiring berkembangnya waktu, tujuan politik pecah belah adalah untuk membuat dan menghasilkan perpecahan kekuasaan dan keselarasan dalam kehidupan masyarakat di wilayah tertentu. Apabila kekuasaan sudah terpecah, maka akan lebih mudah untuk melakukan hegemoni.

    Selain itu, menggunakan strategi politik ini juga mampu meminimalisir usaha militer dan biaya serta korban yang banyak bagi penganut politik ini. Faktor utamanya adalah karena hanya perlu mengadu domba penguasa dan lebih efisien. Terlebih aliansi yang cukup besar dapat mempertahankan strategi ini dalam waktu lama.

    Dampak Penggunaan Strategi Politik Pecah Belah

    Dengan mengetahui tujuan dari politik adu domba yang menimbulkan perpecahan antar penguasa, tentu ada dampak yang masyarakat atau yang terlibat dapatkan saat menggunakan strategi politik ini. Beberapa akibat yang muncul adalah:

    • Mengakibatkan dorongan permusuhan, hilang rasa kepercayaan antar kelompok atau masyarakat
    • Menciptakan sikap konsumerisme guna menjatuhkan biaya politik dan militer
    • Menimbulkan perpecahan antar kelompok dan masyarakat agar aliansi berkurang sehingga dapat melawan kekuasaan yang ada
    • Menimbulkan banyak sosok baru untuk bersaing dan mengalahkan satu sama lain
    • Memicu adanya KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) di suatu negara
    • Menciptakan seorang musuh

    Dampak-dampak yang muncul akibat dari Devide et Impera dapat memecahkan suatu negara. Oleh sebab itu, setiap pemerintahan perlu menghindari penggunaan strategi politik ini, terutama di Indonesia yang merupakan negara kesatuan.

    Contoh Kasus Politik Adu Domba di Indonesia

    Faktanya, penjajah Belanda telah mengenalkan strategi politik adu domba sejak lama, sehingga telah banyak kasus yang terjadi di Indonesia. Beberapa kasus yang terjadi adalah kasus kerajaan-kerajaan yang runtuh akibat Devide et Impera. Namun, ada juga kasus-kasus lainnya, seperti:

    1. Runtuhnya Kerajaan Banten

    (Kerajaan Banten | Sumber gambar: Kompas.com)

    Kerajaan Banten di masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651 – 1683) berada pada masa kejayaannya, terutama dalam bidang politik, ekonomi, dan militer. Ia juga berteman baik dengan penguasa daerah Lampung, Gowa, Ternate, Cirebon dan Aceh. 

    Pada saat itu juga, Sultan Ageng Tirtayasa bersikeras melawan Belanda. Akibatnya, VOC menggunakan strategi politik adu domba terhadap Sultan Haji, putranya, untuk menyerang Kerajaan Banten. VOC menggunakan strategi ini untuk meruntuhkan kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa bersama dengan Sultan Haji.

    Akibatnya, pada tahun 1683, Sultan Ageng Tirtayasa masuk penjara dan VOC memenangkan kekuasaan di Banten. Kemudian, Sultan Haji menjadi pemimpin kerajaan dan karena ada pengaruh dari VOC, Kerajaan Banten menjadi hancur dan runtuh. Akhirnya, pada awal abad ke-19, Belanda menghapus Kerajaan Banten.

    2. Perang Padri (1803-1821)

    (Perang Padri | Sumber gambar: Kompasiana.com)

    Perang Padri terjadi pada tahun 1803 sampai dengan 1821 di Sumatera Barat. Tuanku Imam Bonjol memimpin perang ini dengan bantuan kolonial Belanda yang menggunakan Devide et Impera. Belanda menggunakan Kaum Adat sebagai senjata untuk menyerang Tuanku Imam Bonjol dan Kaum Padri.

    Awal mulanya, Kaum Adat masih suka melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama. Seperti berjudi, sabung ayam, suka mabuk, tidak melakukan kewajiban umat Islam, dan sebagainya. 

    Kemudian, Kaum Padri berusaha menasehati, namun Kaum Adat menolaknya. Akibatnya, terjadi Perang Padri selama bertahun-tahun.

    Kaum Adat kewalahan dan meminta bantuan Belanda dengan imbalan wilayah Minangkabau sebagian. Namun, saat akan perang, Belanda mengulur waktu dengan banyak alasan hingga Kaum Adat tersadar bahwa Belanda hanya mengadu domba mereka. Akhirnya, Kaum Adat dan Padri bersatu mengusir Belanda.

    3. Pengeboman Gereja di Surabaya untuk Adu Domba Agama

    ( Pengeboman Gereja di Surabaya | Sumber gambar: voaindonesia.com)

    Selain kasus pada jaman penjajahan Belanda, saat ini juga ada beberapa kasus yang terjadi di Indonesia karena keinginan untuk memecah belah dengan adu domba. Contohnya kasus pengeboman Gereja di Surabaya pada tahun 2018. Peristiwa ini terjadi karena teroris yang ingin memecah belah umat beragama.

    Kejadian tersebut merupakan bom dari satu keluarga yang terduga teroris. Dengan meledakkannya di tempat ibadah, yaitu gereja, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa serangan itu merupakan adu domba kepada umat beragama. Selain itu, kejadian bom itu meledak ketika umat Nasrani sedang beribadah.

    Akibatnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menghimbau agar kejahatan seperti pengeboman tersebut tidak terjadi lagi. Begitu juga MUI yang pada saat itu mengatakan agar umat Islam dan Nasrani dapat menahan diri agar tidak terjadi pertikaian antar umat beragama.

    4. Politik Adu Domba TNI, Polri, dan BIN

    Pada tahun 2013, ada sebuah kasus politik pecah belah antara TNI, Polri, dan BIN. Pihak asinglah yang menciptakan isu seakan-akan pihak BIN membuat wawancara dan Polri menggunakan senjata ilegal. Dengan menggunakan politik adu domba, pihak asing ingin meruntuhkan Indonesia yang rukun, akur, dan damai.

    Kejadian yang terjadi kepada BIN (Badan Intelijen Negara) adalah adanya wawancara fiktif oleh Kepala BIN. Faktanya, wawancara tersebut tidak pernah terjadi. Selanjutnya, kasus Polri yaitu menuduh menggunakan senjata-senjata ilegal. Namun setelah ditelusuri, ternyata itu kumpulan senjata konflik Yaman tahun 2016.

    Pengamat Intelijen Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib menyatakan bahwa isu kejadian-kejadian tersebut hanyalah usaha untuk memecah belah Indonesia melalui keinginan pihak asing. 

    Upaya yang pihak asing lakukan yaitu dengan cara menyebarkan hoax yang dapat membuat orang salah paham. Oleh sebab itu, setiap masyarakat harus berhati-hati.

    Negara Asing yang Menggunakan Strategi Adu Domba

    Faktanya, menggunakan Devide et Impera sangat dilarang di Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila. Terlebih lagi, di tahun 2023 ini, Indonesia tengah menyiapkan pemilihan umum presiden di tahun 2024 nanti. Oleh sebab itu, pemerintah menghimbau agar tidak ada yang menggunakan strategi berbahaya ini.

    Namun, hal tersebut tidak memungkiri adanya penggunaan strategi politik adu domba guna menguasai wilayah lain. Masih ada beberapa negara lain yang menggunakan strategi politik ini untuk meruntuhkan kesatuan negara dan mendapatkan daerahnya. Beberapa negara itu adalah:

    1. Amerika

    Amerika menggunakan strategi adu domba tersembunyi untuk menguasai wilayah Asia. Untuk menyerang, Amerika mengirimkan armada perang ke wilayah perairan Laut Cina Selatan. Akibatnya, terjadi kekacauan antara Cina dengan Filipina dan Vietnam karena kepemilikan perbatasan wilayah Laut Cina. 

    Pada saat itu, Amerika membantu Filipina dan Vietnam untuk menyerang Cina. Akhirnya, Cina dan beberapa negara di wilayah Laut Cina mengalami ketegangan karena ulah Amerika yang ikut campur.

    2. Inggris

    Presiden Soekarno, pada masanya merupakan tokoh yang sangat penting sehingga banyak negara menyukainya, termasuk Inggris. Namun, Soekarno saat itu juga dekat dengan negara komunis, Cina. Akibatnya, Inggris tidak terima dan bersama dengan Amerika, terlibat dalam pemberontakan PRRI Permesta karena hal tersebut.

    3. Cina

    Cina mendukung pasokan senjata yang sangat banyak untuk Kamboja ketika berperang melawan Vietnam. Penyebabnya adalah Cina tidak terima karena Vietnam berhasil merebut Kamboja serta menjatuhkan rezim Khmer Merah yang secara tidak langsung milik negara Cina.

    Hati-hati, Jangan Sampai Kena Politik Adu Domba!

    Setelah mengetahui tentang bahaya adanya politik adu domba yang dapat mengancam rasa persatuan dan kesatuan negara Indonesia, sudah seharusnya untuk berhati-hati dalam menggunakan strategi. Tentu, menggunakan berbagai macam cara memang diperbolehkan, namun jangan sampai memecah belah.

    Selain itu, ditengah persiapan pemilu 2024, seluruh rakyat Indonesia perlu berhati-hati dan bijak dalam menanggapi berita yang ada agar terhindar dari akibat dari Devide et Impera. Jadi, siapkan diri dengan lebih cerdik mencari kebenaran daripada langsung percaya pada rumor yang beredar. 

  • Pengertian Tenaga Kerja Menurut Para Ahli dan Klasifikasinya

    Pengertian Tenaga Kerja Menurut Para Ahli dan Klasifikasinya

    Secara umum, tenaga kerja merupakan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan produk, barang, atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Selain pengertian tersebut, ada beberapa pengertian tenaga kerja menurut para ahli yang perlu Anda ketahui.

    Setiap ahli mendefinisikan tenaga kerja dengan caranya masing-masing. Apakah Anda penasaran apa pengertian tenaga kerja menurut ahli? Ketahui juga klasifikasi tenaga kerja melalui artikel ini!

    Pengertian Tenaga Kerja Menurut Para Ahli

    Pengertian Tenaga Kerja | Sumber Gambar: Pexels.com

    Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ahli adalah orang yang mahir, menguasai, serta paham sekali dalam bidang ilmu tertentu. Berikut ini pengertian tenaga kerja menurut para ahli yang kami rangkum dari beberapa sumber:

    1. Mulyadi

    Menurut Mulyadi, tenaga kerja merupakan penduduk usia kerja yang mampu menghasilkan barang atau jasa dan mau melakukan kegiatan produksi tersebut. Mulyadi menggolongkan penduduk yang produktif adalah berusia minimal 15 tahun dan maksimal 64 tahun. 

    2. Dr. Payan Simanjuntak

    Berbeda dengan Mulyadi, Dr. Payan Simanjuntak mendefinisikan tenaga kerja sebagai penduduk yang sudah atau sedang bekerja, mencari pekerjaan, dan melakukan kegiatan lain. Kegiatan lain tersebut termasuk bersekolah dan mengurus rumah tangga. 

    3. Suparmoko dan Icuk Ranggabawono

    Tidak jauh berbeda dengan Dr. Payan Simanjuntak, Suparmoko dan Icuk Ranggabawono mendefinisikan tenaga kerja sebagai penduduk yang memasuki usia kerja dan memiliki pekerjaan, mencari pekerjaan, serta melakukan kegiatan lain. 

    4. Sumitro Djojohadikusumo

    Seorang ekonom dan politikus populer Indonesia yaitu Sumitro Djojohadikusumo juga mendefinisikan apa itu tenaga kerja. Menurutnya, tenaga kerja merupakan semua orang yang ingin, bersedia, dan sanggup untuk bekerja. 

    Tenaga kerja menurut Sumitro Djojohadikusumo termasuk pengangguran yang mau dan mampu bekerja. Pasalnya, menganggur terkadang terjadi karena tidak ada kesempatan kerja. 

    5. Sumarsono

    Pengertian tenaga kerja menurut para ahli selanjutnya datang dari Sumarsono. Menurutnya, tenaga kerja merupakan semua orang yang mau dan sanggup untuk bekerja. Tenaga kerja adalah orang-orang yang bekerja untuk diri sendiri, keluarga, atau orang lain.

    6. Simanjuntak

    Hampir sama dengan pengertian sebelumnya, tenaga kerja menurut Simanjuntak adalah orang-orang yang mengurus rumah tangga sekolah, mencari kerja, atau sedang bekerja. Menurutnya, tenaga kerja memiliki rentang usia mulai dari 14 sampai 16 tahun. 

    7. Ritonga dan Yoga Firdaus

    Selanjutnya, pengertian tenaga kerja menurut para ahli juga datang dari Ritonga dan Yoga Firdaus. Menurut mereka berdua, tenaga kerja merupakan seorang atau sekelompok penduduk dengan rentang usia yang siap untuk bekerja. 

    Tenaga kerja tersebut termasuk penduduk yang sudah bekerja, sedang mencari kerja, menempuh pendidikan, atau mengurus rumah tangga. Semua orang di usia kerja dan siap bekerja adalah tenaga kerja. 

    8. Alam S.

    Alam S. memiliki definisi tersendiri mengenai pengertian tenaga kerja. Menurut Alam S., tenaga kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas jika berada di negara berkembang. Namun, jika berada di negara maju, tenaga kerja adalah penduduk berusia 15 sampai 64 tahun. 

    9. Dinas Ketenagakerjaan

    Selain pengertian tenaga kerja menurut para ahli, ada juga pengertian menurut Dinas Ketenagakerjaan. Tenaga kerja menurut Disnaker yaitu penduduk berusia 15 tahun ke atas yang mampu melaksanakan tugas dan pekerjaan.

    10. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1997

    Terakhir, pengertian tenaga kerja juga ada yang dari undang-undang. Menurut Undang-Undang Nomor 25 tahun 1997, tenaga kerja adalah laki-laki dan wanita yang telah melakukan pekerjaan. Termasuk pekerjaan di luar hubungan kerja yang mampu menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Klasifikasi Tenaga Kerja

    Setelah mengetahui pengertian tenaga kerja menurut para ahli, ketahui juga klasifikasinya yang sangat beragam. Langsung saja, berikut ini pembahasannya:

    1. Klasifikasi Tenaga Kerja Berdasarkan Kualitas

    Ilustrasi Tenaga Kerja Terdidik | Sumber Gambar: Freepik.com

    Tenaga kerja memiliki kualitas yang berbeda-beda. Berikut klasifikasinya berdasarkan kualitas:

    a. Tenaga Kerja Terdidik

    Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki skill atau keahlian tertentu. Keahlian tersebut bisa seseorang dapatkan dari pendidikan formal maupun non formal. Contoh tenaga kerja terdidik yaitu guru, dokter, pengacara, polisi, TNI, dan lain-lain.

    b. Tenaga Kerja Terlatih

    Sama seperti tenaga terdidik, tenaga kerja terlatih juga memiliki skill atau keahlian tertentu. Namun, keahlian tersebut bisa seseorang dapatkan dari pengalaman kerja selama bertahun-tahun dan berulang-ulang sehingga terlatih menguasai pekerjaan. 

    Contoh tenaga kerja terlatih yaitu penulis, mekanik, montir bengkel, dan lain-lain. Sebagian tenaga kerja terlatih memang tidak membutuhkan pendidikan formal, namun ada juga yang melalui pendidikan formal. Contohnya seperti ahli forensik, ahli bedah, ahli autopsi, dan lain-lain.

    c. Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Terlatih

    Tenaga kerja tidak terdidik dan terlatih merupakan tenaga kerja yang hanya mengandalkan tenaganya saja. Pada umumnya, semua orang bisa melakukannya tanpa pengalaman ataupun pendidikan. Contohnya yaitu asisten rumah tangga, buruh panggul barang, tukang bersih-bersih, dan lain sebagainya.

    2. Klasifikasi Tenaga Kerja Berdasarkan Batas Kerja

    Sudah mengetahui pengertian tenaga kerja menurut para ahli serta klasifikasi berdasarkan kualitas? Selanjutnya, berikut klasifikasi berdasarkan batas kerja:

    a. Angkatan Kerja

    Angkatan kerja merupakan penduduk dari usia produktif (15-64 tahun) yang sudah memiliki pekerjaan. Termasuk penduduk produktif yang sementara tidak bekerja dari profesi sebelumnya dan sedang aktif mencari pekerjaan. 

    b. Bukan Angkatan Kerja

    Bukan angkatan kerja merupakan seseorang dari penduduk usia 10 tahun ke atas yang kegiatannya sekolah, mengurus rumah tangga, dan lain-lain. Kelompok bukan angkatan kerja termasuk anak-anak, ibu rumah tangga, pelajar atau mahasiswa, dan orang difabel.

    3. Klasifikasi Tenaga Kerja Berdasarkan Sifat

    Ilustrasi Tenaga Kerja Rohaniah | Sumber Gambar: Freepik.com

    Jenis tenaga kerja berdasarkan sifat dibagi menjadi dua, yaitu:

    a. Tenaga Kerja Jasmaniah

    Tenaga kerja jasmaniah merupakan klasifikasi tenaga kerja yang melakukan pekerjaannya menggunakan tenaga fisik dan kekuatan tertentu. Contoh tenaga kerja jasmaniah adalah seperti kuli bangunan, sopir, montir, dan lain-lain.

    b. Tenaga Kerja Rohaniah

    Sedangkan tenaga kerja rohaniah merupakan klasifikasi tenaga kerja yang melakukan pekerjaannya menggunakan gagasan, ide, serta pemikiran tentang hal tertentu. Contoh tenaga kerja rohaniah adalah seperti arsitek, akuntan, penulis, dan guru. 

    4. Klasifikasi Tenaga Kerja Berdasarkan Status Pekerjaan

    Terakhir, klasifikasi tenaga kerja berdasarkan status pekerjaannya. Berikut di antaranya:

    a. Tenaga Kerja Lepas

    Tenaga kerja lepas atau freelance merupakan orang yang bekerja sendiri. Mereka tidak berkomitmen atau terikat dengan atasan dalam jangka waktu tertentu, sehingga mereka dapat mengambil pekerjaan dari berbagai sumber sesuai dengan keahlian mereka.

    b. Tenaga Kerja Kontrak

    Tenaga kerja kontrak adalah orang yang bekerja berdasarkan jangka waktu. Biasanya, ada kesepakatan tertulis antara tenaga kerja dan perusahaan pemberi kerja. Perjanjian kontrak ini dapat mencakup gaji, jadwal kerja, hingga tanggung jawab pekerjaan.

    c. Tenaga Kerja Tetap

    Tenaga kerja tetap merupakan orang yang bekerja di perusahaan untuk jangka waktu panjang tanpa kontrak. Ada hak-hak yang mereka dapatkan, sehingga tenaga kerja tetap menjadi jenis tenaga kerja yang paling diinginkan banyak orang. 

    Sudah Tahu Pengertian Tenaga Kerja Menurut Para Ahli?

    Pada intinya, setiap pengertian tenaga kerja menurut para ahli terdefinisikan dengan cara berbeda. Namun pada dasarnya, tenaga kerja memiliki arti yang sama, yaitu sumber daya manusia atau SDM. 

    Setiap orang yang bekerja untuk menghasilkan sesuatu bisa dinamakan tenaga kerja. Secara hukum, tenaga kerja mendapatkan hak dan memiliki kewajiban. Mengetahui pengertian tenaga kerja membantu Anda memahami peran, hak, dan kewajiban tenaga kerja dengan lebih dalam. 

  • Mengenal Tugas dan Wewenang DPR Menurut UUD 1945

    Mengenal Tugas dan Wewenang DPR Menurut UUD 1945

    DPR atau Dewan Perwakilan Rakyat merupakan salah satu lembaga negara yang ada di Indonesia. Lembaga ini memiliki beberapa fungsi, tugas, serta wewenang yang sudah diatur dalam undang-undang. Lalu, apa saja tugas dan wewenang DPR berdasarkan UUD 1945?

    Lewat artikel ini, kami akan membantu Anda untuk mengenal lebih jauh mengenai lembaga ini, mulai dari pengertian sampai kewajibannya. Jadi, simak terus!

    Pengertian DPR Republik Indonesia

    DPR merupakan singkatan dari Dewan Perwakilan Rakyat. Sesuai namanya, DPR merupakan sebuah lembaga hukum yang berperan sebagai perwakilan rakyat Indonesia. Secara umum, lembaga ini memiliki beberapa peran, seperti membuat undang-undang, mengawasi pemerintahan, serta mewakili suara masyarakat.

    Tribunnews.com

    Lalu, bagaimana anggota-anggota DPR dipilih? Bisa dikatakan bahwa setiap anggota dari lembaga ini berasal dari beragam partai politik yang sudah dipilih oleh masyarakat Indonesia lewat pemilihan umum. 

    Berdasarkan UU Republik Indonesia nomor 17 tahun 2014, ada lebih dari 560 anggota DPR. Selain itu, setiap anggota DPR memiliki masa jabatan selama lima tahun. 

    Namun, ada penalti bagi anggota yang tidak dapat menyelesaikan masa jabatannya atau mengundurkan diri di tengah-tengah masa jabatan. Anggota itu akan diganti oleh calon lain yang sudah mengikuti pemilihan umum melalui PAW atau Penggantian Antar Waktu..

    Sesuai dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2014, pasal tersebut mengatakan bahwa DPR memiliki tiga fungsi utama. Apa saja fungsi-fungsi tersebut? Ketiga fungsi yang dimaskud adalah legislasi, anggaran, dan pengawasan. 

    Untuk fungsi legislasi, ini berkaitan dengan pelaksanaan tugas DPR dalam membentuk undang-undang. Di sisi lain, fungsi anggaran berarti DPR memiliki hak untuk memberikan persetujuan ataupun ketidaksetujuan terhadap rancangan undang-undang mengenai APBN. 

    Sedangkan fungsi pengawasan merupakan fungsi dimana DPR harus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang serta APBN.

    Sekilas Tentang Tugas dan Wewenang DPR

    Sekilas tentang Tugas dan Wewenang DPR – Parlementaria Terkini

    Perlu Anda ketahui, bahwasanya tugas dan wewenang DPR ini ada hubungannya dengan tiga fungsi DPR sebelumnya, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. 

    Secara garis besar, fungsi, tugas, serta wewenang dari DPR memiliki kaitannya dengan kepentingan rakyat. Dalam kata lain, Dewan Perwakilan Rakyat memiliki kewajiban untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan dari masyarakat Indonesia kepada pemerintah Indonesia.

    Lalu, apa saja tugas dan wewenang DPR berdasarkan tiga fungsi di atas? Berikut penjelasannya.

    1. Tugas dan Wewenang DPR Berdasarkan Fungsi Legislasi

    Berikut ini adalah tugas dan wewenang dari Dewan Perwakilan Rakyat jika melihat dari fungsi legislasinya.

    • Membuat susunan Program Legislasi Nasional atau Prolegnas.
    • Menyusun serta membahas tentang RUU atau Rancangan Undang-Undang.
    • Menerima Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Daerah atau DPD yang berkaitan dengan otonomi daerah, seperti hubungan antara pusat dengan daerah, pembentukan maupun penggabungan sebuah daerah, dan lain-lain.
    • Membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) yang sebelumnya diusulkan oleh DPD ataupun Presiden.
    • Menetapkan Undang-Undang (UU) bersama dengan Presiden.
    • Memberikan persetujuan atau tidak kesetujuan mengenai peraturan pemerintah pengganti UU yang ingin ditetapkan menjadi UU dari Presiden.

    2. Tugas dan Wewenang DPR Berdasarkan Fungsi Anggaran

    Berikutnya adalah tugas beserta wewenang DPR berdasarkan fungsi anggaran. Apa saja? Cek poin-poin di bawah.

    • Memberikan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang yang Presiden ajukan yang membahas mengenai APBN.
    • Mempertimbangkan permintaan DPD mengenai Rancangan Undang-Undang tentang APBN ataupun tentang pajak, pendidikan serta agama.
    • Menindaklanjuti hasil dari pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.
    • Memberikan persetujuan terhadap pemindahtanganan aset negara ataupun juga perjanjian yang menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat yang terkait dengan beban keuangan negara.

    3. Tugas dan Wewenang DPR Berdasarkan Fungsi Pengawasan

    Adapun tugas dan wewenang yang berkaitan dengan fungsi pengawasan adalah sebagai berikut: .

    • Mengawasi pelaksanaan Undang-Undang, kebijakan APBN dan kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya
    • Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang DPD  sampaikan terkait pelaksanaan Undang-Undang tentang otonomi daerah. Ini juga meliputi pembentukan dan penggabungan daerah, pengelolaan SDA maupun SDE, dan pelaksanaan APBN, pendidikan, pajak, serta agama.

    4. Tugas dan Wewenang DPR Lainnya 

    Selain memiliki tugas dan wewenang berdasarkan tiga fungsi diatas, DPR juga memiliki beberapa tugas serta wewenang lainnya. Berikut penjelasannya.

    • Menerima, mengumpulkan, menampung dan menindaklanjuti aspirasi-aspirasi dari rakyat.
    • Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang ke suatu ataupun membuat perdamaian dengan tersebut.
    • Memberikan persetujuan kepada presiden untuk mengangkat ataupun memberhentikan anggota dari Komisi Yudisial.
    • Memberikan pertimbangan kepada Presiden tentang pemberian amnesti dan abolisi.
    • Memberikan pertimbangan kepada Presiden tentang pengangkatan duta besar dan menyetujui penempatan dari duta besar yang lain.
    • Memilih dan menentukan anggota-anggota BPK dengan mempertimbangkan pertimbangan dari Dewan Perwakilan Daerah.
    • Memberikan persetujuan kepada Komisi Yudisial mengenai penetapan atau pelantikan hakim agung.
    • Memiliki hak untuk memilih tiga orang hakim konstitusi yang nantinya akan diajukan ke Presiden.

    Hak-Hak DPR Republik Indonesia

    Hak-Hak DPR Republik Indonesia. Apa Saja? – Fiksikulo

    Selain mengemban tugas dan wewenang, DPR juga memiliki beberapa hak. Hak-hak yang dimiliki DPR ini umumnya dimaksudkan agar anggota-anggota DPR dapat melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenangnya dengan baik.

    Secara umum, hak-hak DPR meliputi hak interpretasi, hak angket, dan hak untuk menyampaikan pendapat. Berikut penjelasannya: 

    1. Hak Interpretasi

    Yang pertama, hak interpretasi artinya setiap anggota DPR memiliki kewenangan untuk meminta keterangan kepada pemerintah Indonesia mengenai beberapa kebijakan. Umumnya, kebijakan-kebijakan ini merupakan kebijakan yang penting, strategis, dan berdampak luas terhadap kepentingan masyarakat Indonesia.

    2. Hak Angket

    Selanjutnya adalah hak angket. DPR memiliki hak ini untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan sebuah undang-undang ataupun kebijakan dari pemerintah. Sama seperti sebelumnya, kebijakan yang bisa DPR selidiki adalah kebijakan yang penting, strategis, dan berdampak luas dengan kepentingan masyarakat Indonesia.

    3. Hak Menyatakan Pendapat

    Adapun hak DPR berikutnya adalah hak menyatakan pendapat. Lalu, hak menyatakan pendapat yang DPR miliki ini meliputi beberapa poin di bawah.

    • Pendapat mengenai kebijakan dari pemerintah maupun pendapat mengenai kejadian menggemparkan yang terjadi di Indonesia maupun di luar Indonesia atau internasional.
    • Melakukan tindak lanjut terhadap hak interpretasi dan hak angket.
    • Hak untuk menyampaikan pendapat terhadap suatu dugaan yang menyebutkan bahwa Presiden maupun Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum, seperti korupsi, tindak pidana, penyuapan, dan lain-lainnya.

    4. Hak-Hak DPR Sebagai Seorang Individu

    Selain tiga hak diatas, DPR juga memiliki hak sebagai seorang individu dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenangnya. Di bawah ini adalah hak-hak DPR sebagai seorang individu.

    • Mengajukan usulan terkait RUU atau Rancangan Undang-Undang
    • Menyampaikan pernyataan terhadap suatu hal
    • Menyampaikan usulan maupun pendapat
    • Memiliki hak untuk memilih dan dipilih
    • Membela diri
    • Mendapatkan hak tentang imunitas
    • Memiliki hak protokoler
    • Hak mengenai keuangan serta administratif
    • Memiliki hak perihal pengawasan
    • Mengusulkan serta melaksanakan program pembangunan dari daerah pemilihan atau dapil
    • Memiliki hak untuk melakukan sosialisasi terhadap suatu undang-undang

    Sudah Tahu Tentang Tugas dan Wewenang DPR?

    Demikianlah sedikit pembahasan mengenai tugas dan wewenang DPR. Sebagai penutup, semua fungsi, tugas, wewenang, maupun hak yang DPR miliki itu berhubungan erat dengan kepentingan rakyat Indonesia. Untuk itu, semua kebijakan maupun keputusan yang DPR ambil harus sejalan dengan kepentingan masyarakat.

  • Mite Adalah Mitos: Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis, & Contohnya

    Mite Adalah Mitos: Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis, & Contohnya

    Mite adalah cerita rakyat yang sering orang-orang tuturkan secara lisan dari mulut ke mulut. Biasanya, para orang tua akan menceritakan kisah mitos kepada anak-anaknya, khususnya yang berlatar di domisilinya masing-masing. Mite mengisahkan kehidupan masa lampau yang melibatkan dewa sampai hal gaib lain. 

    Anda pasti sudah pernah mendengar satu atau dua cerita rakyat yang terkenal. Setiap cerita rakyat mempunyai nilai moral yang dapat pendengar ambil hikmahnya. Jadi, tidak heran banyak orang melestarikan mitos demi kepentingan pendidikan dan kebudayaan agar tetap terjaga. Simak penjelasan lebih lanjut pada artikel berikut ini.

    Apa Itu Mite?

    Mite memiliki sebutan lain yaitu mitos atau cerita rakyat. Dalam dunia sastra, mite tergolong sastra lisan, di mana penyebaran ceritanya terjadi secara turun-temurun melalui lisan atau mulut ke mulut. 

    Karena penyebarannya secara lisan, tidak menutup kemungkinan suatu kisah mengalami perubahan alur dari generasi ke generasi. 

    Akibatnya, satu kisah tertentu bisa memiliki berbagai macam versi. Selain itu, kisah yang terdapat dalam mite adalah kejadian yang mempunyai latar belakang sejarah. Mayoritas masyarakat mempercayai kisah cerita tersebut benar-benar terjadi di masa lampau, mengandung hal-hal gaib, dan tokohnya biasanya dewa. 

    Mitos bersifat anonim sebab tidak ada yang mengetahui siapa sosok penulis atau pengarangnya. Cerita di dalamnya pun juga berupa khayalan. Meskipun begitu, masyarakat tetap meyakini dan mempercayai mitos sebagai cerita yang pernah terjadi. 

    Selain itu, masyarakat juga mensucikan cerita mitos tersebut. Alasannya tidak lain karena umumnya tokoh-tokoh dalam cerita mitos berasal dari dunia atas seperti dewa, dewi, hingga manusia setengah dewa yang mempunyai kekuatan supranatural atau gaib. 

    Perbedaan mitos dengan karangan cerita pendek (cerpen) sastra adalah dari segi kesakralannya. Meskipun suatu cerpen mengangkat tema tentang masa lampau dan melibatkan tokoh dewa di dalamnya, cerpen tersebut belum tentu menjadi mite. Karena, mitos haruslah menjadi cerita yang masyarakat yakini kesakralannya. 

    Ciri-Ciri Mite

    Ilustrasi buku cerita rakyat tentang mitos
    Ilustrasi buku cerita rakyat tentang mitos | Sumber gambar: Freepik

    Setiap jenis karangan mempunyai karakteristiknya masing-masing, termasuk cerita rakyat mitos. Nah, supaya Anda tidak salah mengenali mite dengan jenis cerita lainnya, maka Anda perlu mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu. 

    1. Tidak Logis

    Jika Anda perhatikan, cerita rakyat mitos yang ada di Indonesia memiliki alur yang tidak logis. Maksudnya, alur cerita tersebut tidak bisa mendapatkan penjelasan secara ilmiah. Bahkan, seringkali kisah mitos sulit untuk bisa dipahami dengan menggunakan logika. 

    Sebenarnya hal itu tidak mengherankan, mengingat para tokoh yang ada dalam mite adalah dewa, dewi, atau manusia setengah dewa yang mempunyai kekuatan gaib. Jadi, peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam mitos memang tidak logis secara alur tetapi tetap masyarakat yakini kebenarannya. 

    2. Berlatar Masa Lampau

    Umumnya, latar belakang kisah mitos berasal dari masa lampau. Misalnya seperti kerajaan dan dunia kayangan. Itulah mengapa kebanyakan tokoh ceritanya merupakan seorang raja, pangeran, putri, dewa, dewi, pahlawan, dan semacamnya. 

    Walaupun berasal dari masa lampau, kisah mite tetap mengandung nilai yang masih relevan dengan masa kini. 

    3. Melibatkan Kekuatan Supranatural atau Gaib

    Kebanyakan cerita rakyat mitos mengandung kekuatan supranatural atau gaib. Para tokohnya dapat melakukan sesuatu diluar kuasa manusia biasa. Misalnya seperti menyihir, mengutuk, dan lain sebagainya. Keterlibatan kekuatan supranatural menjadi salah satu ciri khas dari mite yang beredar di nusantara. 

    4. Alur Ceritanya Sederhana

    Jika Anda perhatikan, sebenarnya alur cerita dari mitos yang beredar di masyarakat tidaklah terlalu rumit. Justru, kebanyakan cerita rakyat mitos cukup sederhana atau simpel. Akan tetapi, masyarakat tetap meyakini kebenaran dari cerita tersebut dan mengambil pesan yang tersirat dari kisah mite. 

    Fungsi Mite

    Ilustrasi membaca mite bersama
    Ilustrasi membaca mite bersama | Sumber gambar: Freepik

    Sama seperti karya sastra lainnya, mite adalah cerita yang juga memiliki fungsi dan terbilang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Baik itu dari segi budaya hingga pendidikan. Apalagi, cerita mitos kebanyakan khalayak ramai yakini benar-benar terjadi. 

    Agar pemahaman Anda lebih dalam terkait mitos, simak pembahasan fungsi dari cerita tersebut di bawah ini. 

    1. Sarana Edukasi

    Cerita lisan yang turun-temurun di masyarakat mengandung kisah-kisah dari masa lampau yang dapat diambil nilai moralnya sebagai sarana edukasi. Sasaran edukasi dari sastra lisan ini bisa ditujukan ke berbagai kalangan, terutama anak-anak muda. Apalagi, sumber cerita mite sangat luas mencakup seluruh nusantara. 

    Nilai moral yang terdapat dalam mitos misalnya seperti kebaikan hati, kebijaksanaan, kejujuran, tanggung jawab, hingga toleransi. Pelajaran yang terkandung dalam mitos bisa menjadi nasihat bagi pendengar atau pembacanya. Terlebih, mite mengemas cerita dengan menarik sehingga pendengar tidak bosan. 

    Selain edukasi nilai moral, fungsi mite adalah memberikan penjelasan non ilmiah terkait fenomena alam tertentu. Contohnya seperti asal-usul Danau Toba, Candi Prambanan, dan lain sebagainya. 

    2. Sumber Informasi Kebudayaan

    Mite sangat kental dengan kebudayaan wilayah setempat yang menjadi latar belakang ceritanya. Baik itu di wilayah Jawa, Sulawesi, Sumatera, hingga Kalimantan mempunyai cerita rakyat khas yang masyarakatnya yakini benar-benar terjadi. 

    Dalam cerita rakyat itu mengandung nilai-nilai kebudayaan seperti kearifan lokal. Contohnya adalah tradisi adat tertentu, upacara ritual, dan lain semacamnya. 

    Secara tidak langsung, Anda bisa mendapatkan informasi mengenai kebudayaan setempat yang berhubungan dengan cerita mitos tersebut. Selain itu, Anda jadi mengetahui kebudayaan yang ada di luar domisili melalui sastra lisan cerita rakyat.  

    3. Sebagai Hiburan

    Selain sebagai informasi kebudayaan, fungsi lain dari mite adalah sebagai sarana hiburan seperti halnya karya sastra pada umumnya. Cerita mitos bersifat khayalan sehingga pembaca atau pendengar cerita tersebut bisa terhibur melalui alur cerita imajinatif yang tercipta. 

    Oleh sebab itu, pemberian cerita-cerita mitos kepada anak-anak bisa menjadi kesenangan tersendiri. Karena, dalam cerita tersebut mengandung kehidupan fantasi yang menarik dan dapat menghilangkan kebosanan. 

    Akan tetapi, cerita rakyat untuk anak-anak sebaiknya perlu mendapatkan penyaringan terlebih dahulu agar pemilihan ceritanya sesuai dengan umur. Alias tidak mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan antargolongan) atau kekerasan.

    Jadi, tidak hanya mengandung nilai moral untuk sarana edukasi, tetapi juga bersifat menghibur pembaca atau pendengarnya. 

    Jenis-Jenis Mite

    Ilustrasi Nyi Roro Kidul
    Ilustrasi Nyi Roro Kidul | Sumber gambar: Sonora.id

    Mite terdiri dari beberapa jenis yaitu penciptaan, kosmogenik, asal-usul, theogonis, transformasi, dan anthropogenic. Adapun jenis-jenis dari mite adalah sebagai berikut:

    • Mite Penciptaan

    Seperti namanya, cerita rakyat mitos penciptaan membahas mengenai sebuah peristiwa yang telah terjadi.  

    • Mite Kosmogenik

    Pada jenis kosmogenik, cerita rakyat mengusung tema penciptaan alam semesta. Namun, dalam proses penciptaannya mendapatkan bantuan dari suatu perantara tertentu. 

    • Mite Asal-Usul

    Berikutnya, jenis asal-usul mite adalah cerita yang mempunyai kronologi waktu. Kronologi tersebut menjabarkan bagaimana asal-usul manusia, binatang, tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya. 

    • Mite Transformasi

    Cerita rakyat mitos dapat mengalami perubahan. Nah, cerita yang telah mengalami perubahan atau pergeseran tersebut termasuk ke jenis transformasi. Pergeseran mitos dapat terjadi karena kondisi manusia itu sendiri ataupun peradaban yang mengalami perubahan. 

    • Mite Theogonis

    Jenis theogonis melibatkan para dewa dan makhluk supranatural lainnya sebagai tokoh dalam cerita rakyat mitos. Misalnya seperti Roro Jonggrang, Nyi Roro Kidul, dan lain sebagainya. Tokoh-tokoh gaib tersebut dapat melakukan sesuatu di luar nalar manusia. 

    • Mite Anthropogenic

    Terakhir, ada mitos anthropogenic yang mengisahkan tentang proses terjadinya manusia di dunia ini.

    Contoh Mite yang Ada di Nusantara

    Ilustrasi buku terbuka dengan dongeng fantasi
    Ilustrasi buku terbuka dengan dongeng fantasi | Sumber gambar: Freepik.com

    Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai penjuru wilayah. Mulai dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur memiliki kekayaan sastra lisan tersendiri. Masing-masing penjuru wilayah tersebut memiliki mitos yang terkenal. Berikut beberapa contohnya. 

    • Aji Saka
    • Dewi Sri
    • Nyi Roro Kidul
    • Jaka Tarub dan Dewi Nawang Wulan
    • Nyai Anteh Penunggu Bulan
    • Barong
    • Mitos Prabu Siliwangi
    • Dan masih banyak lainnya. 

    Baca Juga: 10 Manfaat Belajar Sejarah bagi Kehidupan Sehari-Hari

    Sudah Pernah Membaca atau Mendengar Mite?

    Nah, setelah menyimak pembahasan di atas, Anda mungkin menyadari pernah membaca cerita atau mendengar mitos dari tuturan orang tua di sekitar Anda. Walaupun mite adalah cerita yang kebenarannya belum tentu terjadi, tetapi sangat penting bagi Anda untuk tetap melestarikan sastra lisan tersebut. 

    Sastra lisan seperti cerita rakyat mitos menjadi media untuk mengedukasi anak-anak melalui kearifan lokal. Selain itu, para orang tua atau sepuh yang biasanya menuturkan kisah-kisah tersebut mulai berkurang. Jadi, sebagai generasi muda, Anda harus mulai peduli terhadap kelestarian sastra lisan supaya tetap eksis.

  • Prasasti Kalasan: Isi, Letak, Keunikan dan Fungsinya

    Prasasti Kalasan: Isi, Letak, Keunikan dan Fungsinya

    Prasasti Kalasan adalah salah satu prasasti yang terdapat di wilayah Yogyakarta. Ia ditemukan berada dekat dengan daerah Kalasan dan Prambanan. Setiap prasasti memiliki informasi penting di dalamnya. Isi dari prasasti ini dapat Anda ketahui di dalam ulasan berikut.

    Asal Muasal Prasasti Kalasan

    Candi Kalasan untuk memuja Dewi Tara
    Candi Kalasan untuk memuja Dewi Tara | Sumber: Wikipedia

    Prasasti ini merupakan salah satu prasasti peninggalan Wangsa Sanjaya yang asalnya dari Kerajaan Medang atau Mataram Kuno. Dalam prasasti ini, tertulis angka tahun 700 Saka yang berarti adalah 778 Masehi.

    Penulisan prasasti ini menggunakan huruf Pranagari yang merupakan huruf dari India Utara dengan Bahasa Sansekerta. Penamaan Kalasan berhubungan dengan tempat penemuannya, yaitu di Kecamatan Kalasan, Yogyakarta. Wilayah tersebut masih berdekatan dengan Prambanan.

    Maharaja Dyah Pancapana Kariyana Panamkarana adalah tokoh yang mengeluarkan prasasti ini. Pembuatan prasasti ini berhubungan dengan perintah untuk mendirikan bangunan suci bagi Dewi Tara.

    Prasasti ini butuh pemeliharaan, maka tugas tersebut Maharaja berikan kepada para Sanggha atau umat Buddha. Para ahli mengatakan bahwa bangunan suci untuk Dewi Tara ini adalah Candi Kalasan.

    Isi Prasasti Kalasan

    Berikut ini adalah isi prasasti yang masih menggunakan Bahasa Sansekerta dan Huruf Pranagari:.

    1. Namo bhagavatyai aryatarayai ya tarayatyamitaduhkhabhavadbhimagnam lokam? vilokya vidhivattrividhair upayaih Sa vah surendranaralokavibhutisaram tara disatvabhimatam jagadekatara
    2. Avarjya maharajam dyah pañcapanam panamkaranam Sailendra rajagurubhis tarabhavanam hi karitam srimat.
    3. Gurvajñaya krtajñais taradevi krtapi tad bhavanam vinayamahayanavidam bhavanam capyaryabhiksunam.
    4. Pangkuratavanatiripanamabhir adesasastribhirajñah Tarabhavanam karitamidam mapi capy aryabhiksunam.
    5. Rajye pravarddhamane rajñah Sailendravamsatilakasya Sailendrarajagurubhis tarabhavanam krtam krtibhih.
    6. Sakanrpakalatitair varaaaataih saptabhir maharajah akarod gurupujartham tarabhavanam panamkaranah.
    7. Gramah kalasanama dattah samghaya saksinah krtva pankuratavanatiripa desadhyaksan mahapurusan.
    8. Bhuradaksineyam atula datta samghaya rajasimhena Sailendrarajabhupair anuparipalyarsantatya.
    9. Sang pangkuradibhih sang tavanakadibhih sang tiripadibhih pattibhisca sadubhih, api ca,
    10. Sarvan evagaminah parthivendran bhuyo bhuyo yacate rajasimhan, samanyoyam dharmmasetur naranam kale kale palaniyo bhavadbhih.
    11. Anena punyena viharajena pratitya jata arthavibhagavijñah bhavantu sarve tribhavopapanna janajinanam anussanajñah
    12. Kariyanapanamkaranah sriman abhiyacate bhavinrpan, bhuyo bhuyo vidhivad viharaparipalan artham iti.

    Terjemahan Prasasti

    Masing-masing poin memiliki makna atau arti tertentu. Berikut ini terjemahan isi Prasasti Kalasan ke dalam Bahasa Indonesia.

    1. Hormat untuk Bhagavati Arya Tara setelah melihat makhluk-makhluk di dunia yang tenggelam dalam kesengsaraan, ia menyeberangkan (dengan) Tiga Pengetahuan yang benar, Ia Tara yang menjadi satu-satunya bintang pedoman arah di dunia dan (tempat) dewa-dewa.
    2. Sebuah bangunan suci untuk Tara yang indah benar-benar telah disuruh buat oleh guru-guru raja Sailendra, setelah memperoleh persetujuan Maharaja Dyah Pancapana Panamkarana.
    3. Dengan perintah guru, sebuah bangunan suci untuk Tara telah didirikan, dan demikian pula sebuah bangunan untuk para bhiksu yang mulia ahli dalam ajaran Mahayana, telah didirikan oleh para ahli
    4. Bangunan suci Tara dan demikian juga itu (bangunan) milik para bhiksu yang mulia telah disuruh dirikan oleh para pejabat raja, yang disebut Pangkur, Tawan, dan Tirip.
    5. Sebuah bangunan suci Tara telah didirikan oleh guru-guru raja Sailendra di kerajaan Permata Wangsa Sailendra yang sedang tumbuh.
    6. Maharaja Panangkarana mendirikan bangunan suci Tara untuk menghormati guru pada tahun Saka yang telah berjalan 700 tahun.
    7. Desa bernama Kalasa telah diberikan untuk Samgha setelah memanggil para saksi orang-orang terkemuka penguasa desa yaitu Pangkur, Tawan, Tirip.
    8. Sedekah “bhura” yang tak ada bandingannya diberikan untuk Sangha oleh “raja yang bagaikan singa” (rajasimha-) oleh raja-raja dari wangsa Sailendra dan para penguasa selanjutnya berganti-ganti.
    9. Oleh para Pangkur dan pengikutnya, sang Tawan dan pengikutnya, sang Tirip dan pengikutnya, oleh para prajurit, dan para pemuka agama, kemudian selanjutnya,
    10. “Raja bagaikan singa” (rajasimhah) minta berulang-ulang kepada raja-raja yang akan datang supaya Pengikat Dharma agar dilindungi oleh mereka yang ada selama-lamanya.
    11. Baiklah, dengan menghibahkan wihara, segala pengetahuan suci, Hukum Sebab Akibat, dan kelahiran di tiga dunia (sesuai) ajaran Buddha, dapat dipahami.
    12. Kariyana Panangkarana minta berulang-ulang kepada yang mulia raja-raja yang akan datang senantiasa melindungi wihara yang penting ini sesuai peraturan.

    Arti Prasasti Kalasan

    Candi Kalasan
    Candi Kalasan | Sumber: Wikipedia

    Prasasti menyebutkan bahwa para guru raja Syailendra telah berhasil mendapatkan persetujuan Maharaja Dyah Pancapana Panamkarana atas permintaan pembuatan bangunan suci oleh keluarga Sailendra.

    Bangunan ini nantinya akan mereka gunakan untuk biara bagi para Buddha. Selain itu, prasasti juga menjadi hadiah dari keluarga Syailendra untuk komunitas biarawan Desa Kalasan. Bangunan suci yang mereka maksud ternyata adalah Candi Kalasan. Candi Kalasan kemudian berfungsi sebagai tempat ibadah para umat Buddha.

    Ada beberapa hal penting yang terdapat di dalam isi Prasasti Kalasan selain perintah untuk membangun bangunan suci. Dalam prasasti terdapat poin yang menyebutkan gelar Sailendrawamsatilaka, yaitu Permata Keluarga Sailendra.

    Para ahli menganggap bahwa gelar tersebut sama dengan Maharaja Panamkarana. Namun, sebagian ahli lain menganggap gelar tersebut berbeda dengan Wangsa Sailendra.

    Selanjutnya, prasasti ini menceritakan penghormatan yang Keluarga Sailendra berikan kepada Dewi Tara. Di dalamnya terdapat permohonan dari Keluarga Sailendra kepada Maharaja Panangkaran untuk membuat bangunan untuk memuja Dewi Tara. Seperti penjelasan sebelumnya, permohonan ini akhirnya terkabul.

    Desa Kalasan memiliki tugas untuk memelihara bangunan pemujaan tersebut, tepatnya adalah para biarawan. Beberapa pejabat kerajaan menyaksikan pembuatan prasasti untuk mengenang peristiwa permohonan bangunan suci pemujaan ini. Pejabat tersebut adalah Tawan, Tirip, dan Pangkur.

    Dalam Prasasti Kalasan, Candi Kalasan yang merupakan bangunan pemujaan itu bernama Tarabhavanam. Menurut para ahli, nama Kalasan berasal dari relief kalasa atau periuk besar yang pahatannya ada pada bagian dinding kaki candi.

    Letak Prasasti

    Seperti namanya, Kecamatan Kalasan merupakan tempat penemuan prasasti ini. Kecamatan Kalasan terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penemuan pertamanya terjadi pada tahun 1886.

    Letak penemuannya juga masih berdekatan dengan Prambanan. Tak heran jika di wilayah tersebut juga terdapat penemuan prasasti lainnya.

    Namun, saat ini prasasti telah berpindah tempat ke Museum Nasional Jakarta. Pemindahan ini bertujuan supaya keotentikan prasasti tetap terjaga dengan penyimpanan yang lebih aman.

    Keunikan Prasasti Kalasan

    Huruf Pranagari
    Huruf Pranagari | Sumber: Kompasiana

    Prasasti ini merupakan prasasti paling tua dengan angka 700 Saka. Angka tahun tertulis menggunakan Aksara Siddham atau Huruf Pranagari. Aksara tersebut tersusun dengan bentuk sloka atau metrum.

    Bahan prasasti tersebut adalah batu andesit dengan panjang 67 cm, tebal 12 cm, dan lebar 46 cm. Aksara Siddham atau Huruf Pranagari biasa disebut dengan Aksara Nagari. Dalam Bahasa Sansekerta, istilah tersebut memiliki arti sempurna.

    Aksara Nagari merupakan bentuk feminin dari istilah Sansekerta yang berarti sebuah kota. Tulisan dengan Aksara Nagari pertama muncul pada abad ke-8. Menurut ahli, aksara tersebut yaitu turunan tulisan Brahmi melalui tulisan Gupta yang sudah lebih awal muncul (abad ke 3 Masehi).

    Fungsi Prasasti

    Prasasti Kalasan berfungsi untuk mengenang peristiwa penting berupa permohonan Keluarga Sailendra kepada Maharaja Panangkaran untuk membangun candi. Candi tersebut selanjutnya digunakan untuk memuja Dewi Tara.

    Di masa sekarang, fungsi prasasti adalah sumber informasi mengenai kejadian di masa lalu. Saat ini, letak prasasti sudah berpindah ke Museum Nasional Jakarta untuk menjadi bahan edukasi bagi pengunjung.

    Selain itu, penyimpanan prasasti ke dalam museum juga bertujuan untuk menyimpannya pada tempat yang aman dan menghindari pemanfaatan pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Baca Juga: Mengenal Prasasti Tugu: Makna, Isi, Bentuk dan Letaknya

    Sudah Tahu tentang Prasasti Kalasan?

    Keunikan prasasti menjadi informasi menarik untuk kita ulik di masa kini. Melalui prasasti, kita bisa mengetahui peristiwa penting yang pernah terjadi. Termasuk peristiwa yang ada di dalam prasasti yang penemuannya ada di Kalasan. Untuk tahu lebih jauh mengenai peristiwa penting lainnya, Anda bisa melakukan riset isi prasasti lain.

  • Prasasti Adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan Contohnya

    Prasasti Adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan Contohnya

    Benda-benda sejarah adalah bukti konkret atas apa yang terjadi di masa lalu. Penemuan sejarah tak pernah luput dari temuan peninggalan sejarah. Salah satu peninggalan sejarah yang berperan penting dalam penelitian sejarah adalah prasasti. Artikel ini akan membahas pengertian, hingga contoh prasasti.

    Pengertian Prasasti

    Prasasti adalah sebuah barang peninggalan sejarah yang berupa dokumen atau piagam dan ditulis pada media yang keras dan tahan lama. 

    Sedangkan, epigrafi adalah ilmu yang mempelajari prasasti. Dalam bahasa Sanskerta, enkripsi kuno ini memiliki arti sebagai “pujian”. 

    Namun, peninggalan sejarah satu ini berakhir memiliki makna sebagai “piagam, maklumat, surat keputusan, undang-undang atau tulisan.” Peninggalan sejarah berbentuk tulisan ini juga biasa ahli arkeolog sebut sebagai “inskripsi”. 

    Selain itu, orang awam juga memiliki sebutan untuk inskripsi kuno. Orang yang awam menyebut benda peninggalan sejarah satu ini sebagai “batu bertulis atau batu bersurat”.

    Penemuan inskripsi kuno ada di beberapa titik lokasi arkeologi. Dengan begitu, penemuan inskripsi kuno ini menjadi pertanda pergeseran dari zaman prasejarah di mana penduduknya belum mengenal tulisan hingga ke zaman modern yang penduduknya sudah mengenal tulisan. 

    Sejarah Penemuan Prasasti di Indonesia dan Luar Negeri

    Penemuan prasasti adalah bagian penting dalam sejarah dan arkeologi. Penemuan batu bertulis juga memberikan wawasan berharga tentang peradaban kuno, budaya, dan peristiwa yang telah terjadi di masa lalu.  Berikut 5 prasasti beserta sejarahnya baik di Indonesia, maupun di luar negeri, yaitu:

    1. Prasasti Kedu (Karangtengah I, II, dan III)

    Prasasti Kedu ditemukan di daerah Kedu, Jawa Tengah. Batu bertulis Kedu termasuk di antara prasasti-prasasti tertua di Indonesia. 

    Batu bertulis Kedu berasal dari abad ke-7 dan berisi informasi tentang pemberian tanah untuk dukuh-desa. Inskripsi ini juga mencatat perpindahan arca Buddha dari Jawa Tengah ke Bali.

    2. Prasasti Rosetta (1799)

    Salah satu penemuan prasasti paling terkenal adalah Prasasti Rosetta. Tentara Perancis menemukan batu bertulis Rosetta selama ekspedisi Napoleon ke Mesir pada tahun 1799. Batu bertulis Rosetta memiliki teks yang sama dalam tiga bahasa, yaitu Hieroglif Mesir Kuno, Demotik, dan Yunani.

    Penemuan inskripsi Rosetta juga membantu sejarawan menerjemahkan hieroglif Mesir Kuno. Dengan begitu, para sejarawan dapat lebih memahami tentang peradaban Mesir Kuno.

    3. Prasasti Canggal (732 M)

    Prasasti Canggal merupakan batu bertulis Jawa tertua yang ditemukan di Indonesia. Batu bertulis Canggal ditemukan di desa Canggal, Jawa Tengah. 

    Inskripsi kuno ini berisi catatan peristiwa perayaan Waisak pada tahun 732 M. Isi dari batu bertulis Canggal menegaskan perlindungan dan dukungan dari penguasa Syailendra terhadap agama Buddha.

    Baca Juga: Prasasti Canggal: Isi, Lokasi Penemuan, Fungsi, dan Pendirinya

    4. Prasasti Behistun (1835)

    Seorang penjelajah Inggris bernama Sir Henry Rawlinson menemukan Prasasti Behistun di dekat desa Behistun (sekarang Bisotun, Iran) pada tahun 1835. Inskripsi Behistun berisi teks dalam tiga bahasa kuno, yaitu bahasa Persia Kuno, Elam, dan Babel. 

    Penemuan inskripsi Behistun membantu para sejarawan dalam pemahaman sejarah Kekaisaran Akhemeniyah.

    5. Prasasti Mantyasih (899 Masehi)

    Prasasti Mantyasih ditemukan di daerah Mojokerto, Jawa Timur, dan berisi teks dalam bahasa Kawi. Dr. C. seorang ilmuwan dan ahli bahasa yang berkebangsaan Belanda menemukan batu bertulis Mantyasih pada tahun 1932. 

    Batu bertulis Mantyasih merupakan salah satu sumber penting dalam memahami sejarah Majapahit. Lebih spesifiknya, inskripsi Mantyasih ini berisi catatan sejarah tentang ekspedisi militer Raja Dharmawangsa (Raja yang memerintah Kerajaan Majapahit pada abad ke-11) ke wilayah Kediri. 

    Selain itu, batu bertulis Mantyasih juga menyinggung berbagai pertempuran dan kampanye militer yang Raja Dharmawangsa pimpin.

    9 Fungsi dari Prasasti

    Prasasti adalah batu tertulis yang memiliki berbagai fungsi penting dalam konteks sejarah, arkeologi, dan pemahaman peradaban kuno. Sembilan fungsi utama batu bertulis adalah sebagai berikut.

    1. Merekam Sejarah

    Prasasti adalah catatan tertulis yang mencatat berbagai peristiwa sejarah. Peristiwa sejarah tersebut termasuk penaklukan, perjanjian perdamaian, pemerintahan raja, hingga peperangan yang ada di masa lampau. 

    Batu bertulis menjadi sumber data langsung tentang peristiwa-peristiwa tersebut serta memberikan peran yang krusial dalam merekonstruksi sejarah.

    2. Pemahaman Budaya

    Sebuah batu bertulis dapat mencerminkan budaya dan nilai-nilai masyarakat yang hidup di masa lalu. Dengan kata lain, batu bertulis dapat menjadi saksi bisu bagaimana budaya dan nilai berlaku pada masa nenek moyang kita. 

    Dalam penemuan beberapa Inskripsi kuno juga terdapat informasi tentang agama, norma sosial, adat istiadat, dan praktik budaya suatu masyarakat pada masa lalu.

    3. Catatan Agama

    Banyak ahli arkeolog yang menemukan batu bertulis berisi ajaran agama, doa, mantra, atau cerita mitologi. Batu bertulis juga mengandung fungsi yang penting dalam memahami praktik keagamaan dan spiritualitas di masa lalu. 

    Dengan adanya batu bertulis, juga bisa menjadi media panutan spiritual di zaman modern ini.

    4. Administrasi dan Pemerintahan

    Prasasti sering berisi catatan administratif, peraturan, undang-undang, dan perintah suatu pemerintah masa lampau. Batu bertulis juga memainkan perannya untuk membantu sejarawan dalam memahami sistem administrasi dan pemerintahan suatu kerajaan atau imperium.

    5. Media Pemahaman Bahasa 

    Inskripsi kuno sering berupa tulisan dalam bahasa-bahasa kuno yang mungkin tidak lagi menjadi media komunikasi di era modern. Oleh karena itu, batu bertulis membantu sejarawan dalam memahami perkembangan bahasa dan alfabet dari zaman ke zaman.

    6. Penelitian Arkeologi

    Bangunan Arkeolog
    Bangunan Arkeolog | Sumber gambar: Pexels.com

    Batu bertulis memiliki fungsi yang penting dalam membantu arkeolog untuk menetapkan tanggal dan konteks budaya situs arkeologi. Selain itu, Inskripsi kuno ini juga dapat bermanfaat sebagai petunjuk untuk menggali dan mengidentifikasi reruntuhan situs bersejarah.

    7. Identifikasi Lokasi dan Batas Wilayah

    Fungsi prasasti berikutnya adalah sebagai identifikasi lokasi dan batas wilayah. Beberapa diantaranya, seperti batas tanah atau tugu perbatasan, memiliki fungsi untuk menandai suatu wilayah atau lokasi geografis tertentu. 

    Dengan kata lain, batu bertulis juga sangat membantu sejarawan dalam memahami perbatasan sejarah dan kepemilikan tanah yang ada di masa lampau.

    8. Pendidikan dan Penelitian

    Ilustrasi Penelitian
    Ilustrasi Penelitian | Sumber gambar: Pexels.com

    Batu bertulis merupakan sumber informasi yang penting untuk penelitian sejarah, ilmu sosial, dan ilmu humaniora. Sejarawan, arkeolog, antropolog, ahli bahasa memanfaatkan batu bertulis untuk memahami masa lalu. 

    Dengan para ahli menemukan batu bertulis ini, seolah membuka lembaran pengetahuan tentang semua peradaban yang ada di masa lampau.

    9. Warisan Budaya

    Ilustrasi Bangunan Warisan Budaya
    Ilustrasi Bangunan Warisan Budaya | Sumber gambar: Pexels.com

    Batu bertulis adalah bagian dari warisan budaya dan sejarah dalam suatu masyarakat. Inskripsi kuno ini membantu dalam mempertahankan pengetahuan dan memori tentang peradaban kuno. Batu bertulis juga merupakan aset berharga bagi generasi mendatang.

    Mari Menjaga Prasasti Sebagai Warisan Budaya Leluhur!

    Prasasti adalah warisan leluhur yang harus kita jaga dan lestarikan. Batu bertulis ini memiliki peran yang begitu penting dalam ilmu sejarah. Dengan adanya batu bertulis, kita seolah memiliki kacamata untuk bisa melihat peradaban masa lampau dengan jelas. 

    Dengan begitu, kita akan lebih menghargai kehidupan dan memaknainya sebagai anugerah yang sakral dan indah. Oleh karena itu juga, batu bertulis adalah pemeran utama dan pondasi dalam sebuah ilmu sejarah.