Category: Fiqih

  • Hukum Deposito dalam Islam: Apakah Halal atau Haram?

    Hukum Deposito dalam Islam: Apakah Halal atau Haram?

    Belakangan ini, banyak anak muda yang berinvestasi melalui deposito. Namun, tidak sedikit juga yang bertanya-tanya tentang hukum deposito dalam Islam.

    Pertanyaan tersebut muncul karena deposito memberikan keuntungan berupa bunga atau bagi hasil yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Bunga atau bagi hasil ini merupakan imbalan yang diberikan oleh bank kepada nasabah atas penggunaan uangnya oleh bank untuk kegiatan usaha. 

    Untuk tahu jawabannya, yuk cek artikel berikut ini sampai habis!

    Pengertian dan Jenis Deposito

    Deposito adalah simpanan uang yang tidak bisa ditarik kapan saja, melainkan harus menunggu sampai jatuh tempo. Biasanya, deposito memiliki jangka waktu antara 1 bulan hingga 12 bulan, tergantung pada kesepakatan antara nasabah dan bank.

    Deposito juga memberikan keuntungan berupa bunga atau bagi hasil yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Bunga atau bagi hasil ini merupakan imbalan yang diberikan oleh bank kepada nasabah atas penggunaan uangnya oleh bank untuk kegiatan usaha.

    Deposito dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

    1. Deposito konvensional

    Deposito yang menggunakan sistem bunga sebagai dasar pemberian keuntungan. Bunga adalah tambahan uang yang harus dibayar oleh peminjam kepada pemberi pinjaman atas pinjaman pokok yang diberikan.

    Bunga ini ditetapkan secara pasti dan tetap, tanpa memperhatikan kondisi usaha atau risiko yang dihadapi oleh peminjam.

    Baca juga: 13 Ayat dan Hadis Tentang Ibu, Kunci Surgamu!

    2. Deposito syariah

    Deposito yang menggunakan sistem bagi hasil sebagai dasar pemberian keuntungan. Bagi hasil adalah pembagian keuntungan yang diperoleh dari usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bekerja sama.

    Bagi hasil ini ditentukan berdasarkan nisbah atau proporsi yang disepakati sebelumnya. Bagi hasil ini bersifat variabel dan tidak pasti, karena tergantung pada hasil usaha yang dicapai.

    Hukum Deposito Konvensional dalam Islam

    Deposito konvensional adalah haram menurut hukum Islam, karena termasuk dalam bentuk riba. Riba adalah penambahan uang secara tidak adil dan tidak sah dalam transaksi jual beli atau pinjam meminjam.

    Riba adalah salah satu dosa besar dalam Islam, karena merusak keseimbangan ekonomi dan sosial, serta menimbulkan ketidakadilan dan kesengsaraan bagi banyak orang. Hukum ini berdasarkan pada dalil-dalil di bawah ini:

    1. Ayat Tentang Haramnya Riba

    Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 275:

    “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

    Dari ayat ini, kita dapat mengetahui bahwa Allah SWT telah mengharamkan riba dan mengancam dengan siksa neraka bagi orang-orang yang melakukannya. Allah SWT juga telah menjelaskan bahwa jual beli itu halal dan berbeda dengan riba.

    Jual beli adalah transaksi tukar menukar barang atau jasa dengan harga yang disepakati oleh kedua belah pihak. Jual beli tidak melibatkan penambahan uang secara tidak adil dan tidak sah.

    Baca juga: 8 Doa Akhir Ramadhan Sesuai Sunnah dan Amalan di Akhir Ramadhan

    2. Hadis Tentang Transaksi Jual Beli yang Termasuk dalam Kategori Riba

    Selain itu, Rasulullah SAW juga telah bersabda dalam hadis riwayat Muslim:

    “Dari Abu Said Al-Khudri RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir (sejenis gandum) dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, hendaklah sama dengan sama, sejenis dengan sejenis, dan tukarlah secara kontan. Barangsiapa yang menambah atau meminta tambahan maka ia telah berbuat riba, pemberi dan penerima dalam hal ini sama.’”

    Dari hadis ini, kita dapat mengetahui bahwa Rasulullah SAW telah mengatur tentang transaksi jual beli barang-barang yang termasuk dalam kategori ribawi, yaitu barang-barang yang memiliki nilai tukar yang sama atau setara.

    Barang-barang ribawi ini harus ditukar dengan jumlah dan jenis yang sama, serta secara kontan atau tunai. Jika ada penambahan atau permintaan tambahan, maka itu termasuk riba.

    Oleh karena itu, deposito konvensional yang menggunakan sistem bunga adalah haram menurut hukum Islam, karena termasuk dalam bentuk riba.

    Bunga adalah penambahan uang yang tidak adil dan tidak sah, karena tidak sesuai dengan nilai tukar yang sebenarnya. Bunga juga tidak memperhatikan kondisi usaha atau risiko yang dihadapi oleh peminjam. Bunga hanya menguntungkan pihak bank dan merugikan pihak nasabah.

    Hukum Deposito Syariah dalam Islam

    Deposito syariah adalah halal menurut hukum Islam, karena tidak termasuk dalam bentuk riba. Bagi hasil adalah pembagian keuntungan yang adil dan sah, karena sesuai dengan nisbah atau proporsi yang disepakati sebelumnya.

    Bagi hasil juga memperhatikan kondisi usaha atau risiko yang dihadapi oleh pengelola usaha. Bagi hasil bersifat saling menguntungkan antara pihak bank dan pihak nasabah. Hukum ini mengacu pada dalil-dalil di bawah ini

    1. Ayat Tentang Ganjaran Umat Muslim Jika Berada di Jalan Allah SWT

    Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 261:

    “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

    Dari ayat ini, kita dapat mengetahui bahwa Allah SWT telah menjanjikan ganjaran yang berlipat ganda bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah.

    Menafkahkan harta di jalan Allah tidak hanya berarti bersedekah atau zakat, tetapi juga berarti berinvestasi untuk kebaikan dan kemajuan umat Islam. Investasi ini bisa berupa modal usaha, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan lain-lain.

    2. Hadis Tentang Mudharabah

    Dari Abbas bin Abdul Muthallib RA, ia berkata:

    “Jika ia menyerahkan harta sebagai mudharabah, ia mensyaratkan kepada mudharib-nya agar tidak mengarungi lautan dan tidak menuruni lembah, serta tidak membeli hewan ternak. Jika persyaratan itu dilanggar, ia (mudharib) harus menanggung resikonya. Ketika persyaratan yang ditetapkan Abbas itu didengar Rasulullah, beliau membenarkannya.” 

    Hadis ini menunjukkan bahwa dalam mudharabah, pihak shahibul mal (pemilik modal) boleh menetapkan syarat-syarat tertentu kepada pihak mudharib (pengelola usaha), asalkan syarat-syarat itu tidak bertentangan dengan syariat Islam.

    Hal ini juga berlaku untuk deposito syariah, yaitu bank boleh menetapkan syarat-syarat tertentu kepada nasabah, asalkan syarat-syarat itu tidak mengandung unsur riba, gharar, atau maysir.

    Akad Mudharabah dalam Deposito Syariah

    Deposito syariah memakai pengelolaan uang yang berbeda dengan konvensional, yaitu berdasarkan pada akad mudharabah

    Mudharabah adalah akad kerjasama antara shahibul mal (pemilik modal) dan mudharib (pengelola usaha).

    Shahibul mal adalah pihak yang menyediakan modal untuk usaha, sedangkan mudharib adalah pihak yang menyediakan tenaga dan keahlian untuk mengelola usaha.

    Kedua belah pihak sepakat untuk membagi keuntungan sesuai dengan nisbah yang disepakati sebelumnya.

    Akad mudharabah ini adalah akad yang diperbolehkan dalam Islam, karena termasuk dalam jenis investasi yang dianjurkan dalam Islam.

    Investasi adalah salah satu cara untuk mengembangkan harta dan meningkatkan kesejahteraan. Investasi juga merupakan salah satu bentuk ibadah dan amal shaleh, jika dilakukan dengan niat yang baik dan sesuai dengan syariat Islam.

    Kelebihan dan Kekurangan Deposito Syariah

    1. Kelebihan deposito syariah

    • Sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, sehingga memberikan ketenangan batin bagi nasabah.
    • Memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial, karena mendukung usaha-usaha yang produktif dan bermanfaat.
    • Memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, jika usaha yang dikelola oleh bank berhasil mencapai laba yang optimal.
    • Memberikan perlindungan dari inflasi, karena keuntungan yang diperoleh berdasarkan pada nilai riil dari usaha, bukan nilai nominal dari uang.

    2. Kekurangan deposito syariah

    • Tidak memiliki jaminan pasti atas keuntungan yang akan diperoleh, karena tergantung pada hasil usaha yang dicapai oleh bank.
    • Memiliki risiko kerugian bersama, jika usaha yang dikelola oleh bank mengalami kerugian atau gagal bayar.
    • Memiliki biaya administrasi yang lebih tinggi daripada deposito konvensional, karena memerlukan pengawasan dan audit yang lebih ketat untuk memastikan kepatuhan terhadap syariat Islam.

    Hingga pada tahap ini, apakah kamu sudah tahu hukum deposito dalam Islam? Jadi jangan salah lagi ya.

  • Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 48: Arab-latin, Arti, dan Hukum Tajwidnya

    Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 48: Arab-latin, Arti, dan Hukum Tajwidnya

    Dalam artikel ini kita akan membahas kandungan surah Al-Maidah Atay 48, lengkap dengan hukum tajwidnya.

    Seorang muslim yang dilahirkan di dunia, dibekali Al-Qur’an sebagai pedoman serta pelajaran penting yang wajib diketahui selama berkehidupan. Di dalam Al-Qur’an  terdapat surat-surat yang mengandung kebaikan serta kebenaran, salah satunya Surat Al-Maidah ayat 48.

    Sebagai umat muslim yang taat, penting sekali untuk mempelajari kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta hukum bacaannya.

    Untuk penjelasan mengenai Surat Al-maidah ayat 48 lebih lanjut, mari simak artikel ini sampai habis.

    Surat Al-Maidah ayat 48: Arab, Latin dan Terjemahan

    Surat Al-Maidah ayat 48:

    وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

    Wa anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi muṣaddiqal limā baina yadaihi minal-kitābi wa muhaiminan ‘alaihi faḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi’ ahwā`ahum ‘ammā jā`aka minal-ḥaqq, likulli ja’alnā minkum syir’atan wa min-hājā, walau syā`allāhu laja’alakum ummatan wāḥidataw wa lākil liyabluwakum fī mā ātākum fastabiqul-khairāt, ilallāhi marji’ukum jamī’an fa yunabbiukum bimā kuntum fīhi takhtalifụn

    Artinya: “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara Kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali Kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”

    Baca juga: 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Hukum Tajwid Surat Al-Maidah ayat 48

    Hukum Tajwid Surat Al-Maidah ayat 48
    Surat Al-Maidah ayat 48

    Sebelum membahas mengenai hukum tajwid Surat Al-Maidah ayat 48, ada baiknya mengenal terlebih dahulu apa itu hukum tajwid.

    Tajwid menurut bahasa adalah tahsin, yang artinya memperindah. Adapun menurut ilmu qira’ah, tajwid adalah mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat yang dimiliki.

    Dengan demikian, ilmu hukum tajwid merupakan ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Tujuan dari adanya tajwib ini, agar makna di dalam ayat-ayat yang berada pada Al-Qur’an menjadi sempurna saat dilantunkan.

    Oleh sebab itu, penting bagi kita sebagai umat muslim mengetahui hukum tajwid dalam setiap ayat-ayat Al-Qur’an.  Tidak terkecuali Surat Al-Maidah ayat 48, untuk mengetahui makna dengan tepat, berikut daftar hukum tajwid lengkap dengan penjelasannya:

    1. وَاَنْزَلْنَاۤا = Ikhfa, karena huruf nun sukun bertemu huruf zai. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf zai.
    2. لْنَاۤاِلَيْكَ = Mad jaiz munfasil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. Huruf alif bila berharakat adalah hamzah. Huruf alif sebenarnya sebagai mad atau pemanjang fathah.
    3. اِلَيْكَ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    4. الْكِتٰبَ = Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf kaf. Dibaca jelas.
    5. الْكِتٰبَ = Mad asli atau mad thobi’I, karena huruf ta berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    6. قًا لِّمَا = Idgham bilaghunnah, karena huruf qaf berharakat fathah tanwin bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
    7. لِّمَا= Mad asli atau mad tobi’i , karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    8. بَيْنَ= Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf ba berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    9. يَدَ يْهِ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf dal berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    10. الْكِتٰبِ = Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf kaf. Dibaca jelas.
    11. الْكِتٰبِ = Mad asli atau mad thobi’I, karena huruf ta berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    12. مُهَيْمِنًا= Mad layin atau mad lin, karena huruf ha sukun didahului oleh huruf dal berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    13. مُهَيْمِنًاعَلَيْهِ= Idzhar sebab huruf nun, berharakat fathah tanwin bertemu huruf ‘ain. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
    14. عَلَيْهِ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    15.  فَا حْكُمْ بَيْنَهُمْ= Ikhfa syafawi, sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    16.  بَيْنَهُمْ= Mad layin atau mad lin, karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    17.  بَيْنَهُمْ بِمَاۤ = Ikhfa syafawi, sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    18.  بِمَاۤ اَنْزَلَ = Mad jaiz munfasil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
    19.  َنْزَلَ = Ikhfa, karena huruf nun sukun bertemu huruf zai. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf zai.
    20. اَنْزَلَ اللّٰهُ = Tafkhim, karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah lam berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
    21. لَا = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    22. اَهْوَآءَهُمْ = Mad wajib muttashil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
    23. هُمْ عَمَّا = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ‘ain. Cara membacanya dengan jelas.
    24. عَمَّا = Ada dua hukum di sini. Pertama, ghunnah karena mim bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Kedua, mad asli atau mad thobi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    25. جَآءَ= Mad wajib muttashil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
    26. الْحَقِّ = Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf ha’. Dibaca jelas.
    27. الْحَقِّ = Qalqalah kubra, karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal. Namun, bila tidak berhenti di sini maka tidak diqalqalahkan.
    28. لِكُلٍّ جَعَلْنَا = Ikhfa, karena huruf lam berharakat kasrah tanwin bertemu huruf jim. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf jim.
    29. جَعَلْنَا= Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    30. مِنْكُمْ = Ikhfa karena huruf lam, berharakat kasrah tanwin bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi “ng”.
    31. مِنْكُمْ شِرْ= Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf syin. Cara membacanya dengan jelas.
    32. شِرْعَةً وَّ = Idgham bighunnah, karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
    33. مِنْهَا= Idzhar sebab huruf nun, sukun bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
    34. مِنْهَا= Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    35. مِنْهَاجًا = Mad ‘iwadh, karena jim berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.
    36. وَلَوْ= Mad layin atau mad lin, karena huruf wau sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    37. وَلَوْشَآءَ= Mad wajib muttashil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
    38. لَوْشَآءَاللّٰهُ = Tafkhim, karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah hamzah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
    39. لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً= Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf hamzah. Cara membacanya dengan jelas.
    40. .ُمَّةً = Ghunnah karena mim, bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
    41. اُمَّةًوَّا = Idgham bighunnah, karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
    42.  وَّاحِدَةً = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    43.  وَّاحِدَةًوَّ= Idgham bighunnah, karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
    44. لٰكِنْ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf lam berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    45. لٰكِنْ لِّيَبْلُوَ= Idgham bilaghunnah, karena huruf nun sukun bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
    46. لِّيَبْلُوَ = Qalqalah sughra, karena huruf qalqalah ba disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
    47.  كُمْ فِيْ = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    48.  فِيْ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    49.  مَاۤ  اٰتٰكُمْ = Mad jaiz munfasil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
    50. اٰ= Mad badal karena huruf mad, bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    51.  تٰكُمْ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf ta berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    52. تٰكُمْ فَا = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    53. الْخَيْرٰتِ= Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf kha. Dibaca jelas.
    54. الْخَيْرٰتِ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kha berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    55. الْخَيْرٰتِ= Mad arid lissukun, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.
    56.  اِلَى اللّٰهِ = Tafkhim, karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah hamzah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
    57.  مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    58. جَمِيْعًا= Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf mim berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    59.  جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ = Ikhfa, karena huruf ‘ain berharakat fathah tanwin bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
    60.  فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا= Ikhfa syafawi, sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    61. بِمَا = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    62.  كُنْتُمْ = Ikhfa, karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    63. كُنْتُمْ فِيْهِ = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    64. فِيْهِ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    65. تَخْتَلِفُوْنَ= Mad arid lissukun, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

    Kandungan Surat Al-Maidah ayat 48

    Berikut secara garis besar mengenai kandungan Surat Al-Maidah ayat 48 yang perlu diketahui:

    1. Al-Qur’an merupakan kitab Allah yang isinya benar dan tidak ada keraguan di dalamnya. Al-Qur’an merupakan tuntunan hidup baik di dunia maupun di akhirat dari Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk umat Islam.
    2. Al-Qur’an adalah kitab yang terpelihara dengan baik, sehingga Al-Qur’an tidak akan mengalami perubahan dan pemalsuan.
    3. Al-Qur’an merupakan satu-satunya tuntunan hidup yang wajib untuk diimani oleh umat muslim. Kitab ini juga merupakan penyempurna 4 kitab yang ada sebelumnya. Meskipun umat muslim pada dasarnya memiliki prinsip hidup, namun secara aqidah dan pokok agama, semuanya sama yakni bertauhid kepada Allah SWT.
    4. Allah SWT menjadikan manusia secara beragam untuk menguji dan sebagai kesempatan agar manusia berlomba-lomba dalam kebaikan.
    5. Al-Qur’an menjadi pegangan hidup sekaligus tempat untuk bersandar bagi umat Islam ketika hendak memutuskan segala hal.
    6. Allah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai utusan yang menyempurnakan syariat dari para nabi sebelumnya. Hadirnya Nabi Muhammad juga membatalkan aturan dari syariat yang ada sebelumnya.
    7. Masalah apapun yang dimiliki manusia, Allah SWT menjadi sebaik-baiknya tempat kembali.
    8. Al-Qur’an juga menjadi pengawas, pemelihara, penjaga kitab-kitab terdahulu dan menjadi tolak ukur kebenaran terhadap-Nya.
    9. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT dengan haq (Kebenaran), yakni haq dalam kandungannya, cara diturunkannya, maupun yang mengantarnya turun (Jibril AS).
    10. Al-Qur’an berfungsi membenarkan kitab-kitab sebelumnya, yakni Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS., Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud AS. dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS. Dalam hal ini Al-Qur’an adalah muhaimin (pembenar) terhadap kitab-kitab terdahulu, karena Ia menjadi saksi atas kebenaran kandungan kitab-kitab terdahulu.

    Demikian pembahasan mengenai Surat Al-Maidah ayat 48, semoga dengan mengetahui hukum tajwid serta kandungannya yang begitu istimewa, kita sebagai umat muslim lebih bersemangat dalam mengejar amalan ibadah yang di ridhoi Allah SWT.

    Terimakasih sudah membaca artikel ini, sampai bertemu di artikel selanjutnya. Assalamualaikum wr.wb.

  • Zakat Penghasilan: Besaran, Nisab, Hukum, dan Cara Menghitung 

    Zakat Penghasilan: Besaran, Nisab, Hukum, dan Cara Menghitung 

    Zakat penghasilan adalah salah satu jenis zakat yang harus umat muslim pahami. Karena selain zakat fitrah, ini juga wajib untuk kita semua bayarkan ketika memang sudah memenuhi syarat dan nisabnya. 

    Apalagi zakat adalah sarana bagi kita untuk mensucikan harta yang kita dapatkan dan miliki. Dengan membayar zakat, kita sebagai umat Islam dapat selalu mengingat dan menyadari bahwa sebagian dari harta tersebut adalah hak dari orang lain. 

    Lantas, seperti apa nisab, hukum, dan cara menghitung zakat penghasilan yang benar itu? Mari saudara sekalian, kita bahas bersama pada artikel berikut ini. 

    Pengertian Zakat Penghasilan 

    Zakat adalah bagian dari rukun Islam, tepatnya merupakan rukun Islam ketiga. Rukun Islam sendiri merupakan amalan atau perbuatan yang diyakini bisa menjadi perantara kita untuk bisa masuk ke surga dan mendapat ridha dari Allah SWT. 

    Ada 5 (lima) rukun Islam yang harus kita pahami dan terdiri dari:

    1. Syahadat
    2. Shalat
    3. Zakat
    4. Puasa
    5. Haji 

    Sebagai salah satu bagian dari rukun Islam, zakat adalah hal yang sangat penting untuk kita keluarkan sebagai umat muslim. Allah SWT pun sudah menerangkan siapa yang tidak mengeluarkan zakat akan mendapatkan azab yang pedih. 

    Hal ini dapat kita pahami melalui QS al-Fussilat ayat 6-7 yang berbunyi sebagai berikut: 

    قُلۡ اِنَّمَاۤ اَنَا بَشَرٌ مِّثۡلُكُمۡ يُوۡحٰٓى اِلَىَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمۡ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ فَاسۡتَقِيۡمُوۡۤا اِلَيۡهِ وَاسۡتَغۡفِرُوۡهُ​ ؕ وَوَيۡلٌ لِّلۡمُشۡرِكِيۡنَ ۙ‏  ٦ الَّذِيۡنَ لَا يُؤۡتُوۡنَ الزَّكٰوةَ وَهُمۡ بِالۡاٰخِرَةِ هُمۡ كٰفِرُوۡنَ‏  ٧

    Artinya:

    “Katakanlah (Muhammad), “Aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu tetaplah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Dan celakalah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya), (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka ingkar terhadap kehidupan akhirat.” (QS al-Fussilat 6-7)

    Sebaliknya, dalam ayat yang lainnya, Allah SWT sudah menerangkan bahwa Allah akan memberikan rahmat yang besar kepada mereka yang menunaikan zakat. Hal ini bisa kita pahami dalam QS al-A’raf yang berbunyi:

     وَٱكْتُبْ لَنَا فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ إِنَّا هُدْنَآ إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِىٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنْ أَشَآءُ ۖ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَٰتِنَا يُؤْمِنُونَ

    Artinya: 

    “Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (QS al-A’raf 156). 

    Zakat terbagi menjadi dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat mal (harta). Kita semua pasti sudah familiar dengan zakat fitrah yang selama ini wajib kita keluarkan ketika bulan Ramadhan dalam rangka menyempurnakan puasa dan membersihkan dosa.

    Melansir dari laman Baznas, zakat penghasilan adalah bagian dari zakat mal yang wajib kita keluarkan atas harta yang berasal dari penghasilan rutin atau pendapatan dari pekerjaan yang halal atau tidak melanggar syariah. 

    Zakat ini juga dikenal dengan sebutan zakat pendapatan ataupun zakat profesi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemudian menjelaskan bahwa penghasilan yang dimaksud dalam hal ini adalah setiap pendapatan yang kita peroleh. 

    Seperti gaji, jasa, upah, honorarium, dan lain sebagainya yang kita dapatkan dengan cara dan jalan yang halal dan rutin maupun tidak rutin. Pekerjaan yang rutin contohnya seperti menjadi pegawai, karyawan, pejabat, dan lain sebagainya. 

    Sementara itu, untuk pekerjaan yang tidak rutin contohnya seperti konsultan, pengacara, dokter, dan lain sebagainya. Pendapatan yang kita peroleh dari pekerjaan bebas lainnya pun termasuk dalam zakat penghasilan.

    Baca juga: Ketentuan dan Cara Menghitung Zakat Emas, Perak, Perhiasan, dan Harta

    Besaran dan Nisab Zakat Pendapatan 

    Sebelumnya perlu kita pahami terlebih dahulu bahwa untuk mengeluarkan zakat ada sejumlah nisab dan besaran yang harus kita pahami. Hal ini penting agar pembayaran zakat bisa sesuai dengan ajaran yang ada dalam agama Islam. 

    Kemudian perlu kita pahami juga bahwa ada orang-orang yang wajib mengeluarkan atau menunaikan zakat pendapatan. Lantas siapa orang tersebut?

    Orang yang wajib mengeluarkan zakat penghasilan adalah apabila penghasilan mereka sudah mencapai nisab sebesar 85 gram emas per tahunnya atau setara dengan Rp79.292.978 per tahun atau Rp6.607.748 per bulannya. 

    Dalam prakteknya nanti, kita bisa menunaikan zakat penghasilan setiap bulan. Nilai nisabnya setiap bulan adalah setara dengan seperduabelas (1/12) dari 85 gram emas dengan kadar 2,5%. 

    Jadi jika penghasilan kita setiap bulannya sudah melebihi nisab bulanan tersebut, kita wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari penghasilan tersebut. 

    Prinsipnya adalah seperti berikut: 

    • Nisab zakat penghasilan adalah sebesar 85 gram emas 
    • Kadar zakat penghasilan adalah sekitar 2,5% dari penghasilan 
    • Haul zakat adalah selama 1 tahun 

    Lantas, bagaimana jika ada seseorang yang memiliki pekerjaan yang pembayarannya tidak rutin dan bisa tidak sama setiap bulannya? Apabila penghasilan dalam 1 bulan tidak mencapai nisab, maka dihitung selama 1 tahun. 

    Penghasilan tersebut harus kita kumpulkan dan hitung dalam waktu 1 tahun. Apabila jumlahnya sudah mencapai nisab, maka wajib bagi orang tersebut untuk mengeluarkan zakat pendapatan. 

    Hukum Mengeluarkan Zakat Pendapatan 

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan bahwa orang yang memiliki gaji atau pendapatan mencukupi nisab yang sudah ditentukan, maka wajib mengeluarkan zakat tersebut. 

    Hal ini dikuatkan lagi dalam SK BAZNAS No. 1 Tahun 2003 mengenai Nisab Zakat Pendapatan. Dalam SK tersebut dinyatakan seseorang dinyatakan fardhu menunaikan zakat pendapatan jika penghasilannya mencapai nisab.

    Nisab yang dimaksud dalam hal ini adalah sebesar 85 gram emas per tahun. Di tahun 2023 sendiri, nilai dari 85 gram emas adalah setara dengan Rp81.945.667 per tahunnya dan Rp6.828.806 per bulannya. 

    Jadi jika pendapatan yang kita hasilkan belum mencapai nisab, maka tidak wajib untuk mengeluarkan zakat. Hal ini juga berlaku pada kondisi tertentu yang dialami oleh seseorang. 

    Misalnya, ada orang yang menghabiskan seluruh gaji yang didapatkan (setiap bulannya) demi memenuhi kebutuhan hidup dan karena itu tidak ada sedikit pun harta yang tersimpan, maka tidak akan ada zakat yang dikenakan. 

    Cara Menghitung Besaran Zakat Penghasilan 

    Dalam menghitung besarnya zakat pendapatan pun kita tidak bisa sembarangan. Tentu jangan sampai kita melakukan kesalahan ketika menunaikan kewajiban membayar zakat. Lantas, bagaimana cara menghitung zakat penghasilan itu?

    Untuk menghitungnya, kita bisa menggunakan rumus:

    2,5% x Jumlah Penghasilan yang Didapat dalam 1 Bulan 

    Contoh:

    Harga emas hari ini besarnya adalah sekitar Rp938.099 per gram. Berdasarkan harga emas tersebut, maka nisab zakat pendapatan dalam kurun waktu satu tahun adalah sebesar Rp79.292.978. 

    Kemudian sebagai contoh, Bapak Fuad memiliki penghasilan sebesar Rp8.000.000 per bulannya. Dalam satu tahun, beliau akan mengumpulkan penghasilan sebesar Rp96.000.000. 

    Berdasarkan perhitungan tersebut, artinya Bapak Fuad sudah termasuk golongan yang wajib menunaikan zakat karena penghasilannya melebihi nisab. Kemudian kita bisa menghitung besaran jumlah zakat yang harus dikeluarkan Bapak Fuad.

    2,5% x Rp8.000.000 = Rp200.000 

    Jadi setiap bulannya, Bapak Fuad harus membayar zakat pendapatan sebesar Rp200.000 per bulan. 

    Keutamaan Membayar Zakat Penghasilan 

    Mengeluarkan zakat pendapatan memiliki banyak sekali keutamaan yang bisa kita rasakan sebagai seorang muslim. Inilah berbagai keutamaan tersebut:

    1. Sarana Ampunan Dosa 

    Ketika kita mengeluarkan zakat, beriman kepada rasul, dan mendirikan shalat, maka sesungguhnya Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kita. Hal ini bisa kita pahami melalui QS al-Maidah ayat 12 yang berbunyi seperti berikut:

    وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ۖ وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

    Artinya: 

    “Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (QS al-Maidah:12).

    2. Menambah dan Mensucikan Harta 

    Zakat memiliki makna At-Thohuru dimana artinya adalah mensucikan atau membersihkan. Dari makna ini bisa kita pahami bahwa ketika kita menunaikan zakat, Allah SWT akan membersihkan dan mensucikan harta dan jiwa kita dari dosa.

    3. Sarana untuk Menyempurnakan Agama 

    Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, zakat adalah bagian dari rukun Islam yang ketiga, tepatnya setelah syahadat dan shalat. Artinya, ketika kita menunaikan zakat, maka ibadah kita sebagai seorang muslim akan semakin sempurna. 

    Ini tentu menjadi tujuan dari setiap muslim yaitu bisa menjalankan agama dan ibadah secara sempurna agar mendapatkan ridho Allah SWT serta pahala. Maka dari itu, jika ingin menyempurnakan agama tunaikan juga zakat. 

    4. Menambah Keberkahan Terhadap Hidup 

    Kita pasti sudah memahami bahwa keberkahan dan ketenangan hidup adalah segalanya. Nah, salah satu makna dari mengeluarkan zakat adalah untuk menambah keberkahan terhadap kehidupan.

    Makna lain dari zakat adalah Al-Barakatu, dimana artinya adalah berkah. Jadi ketika kita mengeluarkan zakat, kita juga akan mendapatkan berkah dalam hidup dari Allah SWT. Ketika hidup sudah penuh berkah, maka menjalani hidup pun lebih mudah. 

    5. Sarana untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT 

    Terakhir, zakat juga bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika menunaikan zakat, maka sesungguhnya itu adalah bentuk dari kita mensyukuri segala kenikmatan yang sudah Allah SWT berikan kepada kita. 

    Selain itu, melalui zakat tersebut kita bisa menjadi pribadi yang ikhlas, pemurah, tulus, dan penuh kasih kepada sesama. Karena nantinya zakat tersebut akan diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan. 

    Dengan sikap inilah secara tidak langsung kita tidak hanya dekat dengan Allah SWT selaku sang pencipta. Lebih dari itu, kita akan memiliki rasa empati yang tinggi kepada sesama terutama pada saudara kita yang lebih membutuhkan. 

    Saudara muslim dan muslimah sekalian, itulah informasi lengkap mengenai zakat penghasilan atau zakat pendapatan yang bisa kita pahami. Pada dasarnya, mengeluarkan zakat bisa memberikan banyak keutamaan bagi kita. 

    Tidak hanya sekedar menunaikan kewajiban saja, tetapi juga menjadi sarana mensucikan harta, mendekatkan diri pada Allah, hingga menambah keberkahan hidup. 

    Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi siapa saja muslim yang memang sudah mencapai nisabnya, untuk mengeluarkan zakat penghasilan. Dengan begitu, berbagai keutamaan zakat bisa kita dapatkan.

  • Hukum Berhubungan saat Malam Lebaran, Paksu Catat!

    Hukum Berhubungan saat Malam Lebaran, Paksu Catat!

    Malam lebaran merupakan kebahagiaan tersendiri bagi umat Islam. Beberapa di antaranya meluapkan dengan berbagai macam cara. Salah satu caranya dengan berhubungan badan.

    Lalu, bagaimana hukum berhubungan saat malam lebaran untuk merayakan kemenangan Islam?

    Lebaran sendiri di dalam Islam terdiri dari dua hari raya besar yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Kedua hari raya tersebut merupakan waktu istimewa yang membuat setiap muslim merasa bahagia dan patut untuk merayakannya.

    Waktu Terlarang untuk Berhubungan dengan Pasangan

    Sebelum kita mengetahui hukum berhubungan saat malam lebaran, sebaiknya pahami terlebih dahulu kapan sih waktu terlarang dari Allah SWT untuk melakukannya.

    Mengingat, Allah SWT selalu menghalalkan setiap pasangan suami istri untuk berhubungan selama tidak melanggar syariat Islam. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an.

    نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوا۟ حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ

    Nisā`ukum ḥarṡul lakum fa`tụ ḥarṡakum annā syi`tum

    Artinya:

    “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (Al-Baqarah: 223).

    Nah, untuk beberapa waktu terlarang yang Allah SWT jelaskan agar tidak dilakukan hubungan intim antara lain:

    1. Ketika Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan

    Ibadah puasa di bulan Ramadhan wajib setiap muslim lakukan. Pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit hingga terbenam. Pada waktu ini, seseorang dilarang berhubungan atau akan mendapatkan kafarat ‘udzhma (denda besar).

    2. Istri Nifas

    Berikutnya, larangan untuk berhubungan ketika istri sedang nifas. Sesuai dengan firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an QS Al-Baqarah: 222.

    “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: ‘Haid itu adalah suatu kotoran’. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.” (QS Al-Baqarah: 222).

    Larangan untuk berhubungan ketika istri sedang nifas ini wajib kita laksanakan sebagai muslim yang taat. Pasalnya, setiap larangan yang Allah SWT berikan memiliki tujuan tertentu.

    Mengingat nifas adalah darah kotor yang keluar, maka ketika kita melakukan hubungan suami istri pada kondisi tersebut. Tentu akan terjadi beberapa hal buruk yang bisa saja terjadi nantinya.

    Baca juga: Doa Minum Air Zam Zam Latin Arab dan Artinya

    3. Saat Beri’tikaf di Masjid

    Allah SWT melarang setiap umat berhubungan, apalagi ketika beri’tikaf di dalam masjid. Kita tidak boleh mencampuri urusan manusa lain utamanya ketika di dalam Masjid menghadap Allah SWT.

    Beritikaf sendiri merupakan sebuah perwujudan seorang hamba berbicara dengan TuhanNya. 

    Sehingga, dalam hubungan ini jangan sampai terganggu oleh berita atau kegiatan apa pun. Sebab, beritikaf ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

    4. Ketika Melaksanakan Ibadah Umroh ataupun Haji

    Terakhir, larangan ini bisa kita pelajari dari Al-Qur’an di dalam QS Al-Baqarah: 222.

    “… (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (berhubungan intim), berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.” (QS Al-Baqarah: 222).

    Maksud dari larangan ini adalah untuk mengajak setiap umat Islam fokus pada peribadatan yang dilakukan di tanah suci. Baik ketika melaksanakan Umroh maupun beribadah Haji.

    Jangan mencampurkan hawa nafsu dalam urusan ibadah ini, sebab akan memberikan dampak cukup fatal.

    Hukum Berhubungan saat Malam Lebaran Idul Fitri

    Pembagian hari raya bagi umat Islam telah diriwayatkan oleh Anas bahwasanya Nabi Muhammad SAW ketika tiba di Madinah dan penduduknya memiliki dua hari raya untuk merayakan kegembiraan.

    Beliau bersabda:

    ”Allah telah mengganti kedua hari raya kalian itu dengan dua hari raya yang lebih baik, yaitu Idulfitri dan Iduladha.” (HR Nasai dan Ibnu Hibban).

    Hadits ini juga diperkuat dari riwayat Aisyah RA:

    ”Sesungguhnya orang-orang Habasyah suka mengadakan permainan di hadapan Rasulullah SAW pada hari raya. Aku pun menjulurkan kepala di atas bahu beliau dan beliau pun merendahkan kedua bahunya hingga aku dapat menyaksikan permainan itu dari atas bahu beliau. Aku melihatnya sampai puas kemudian aku berpaling.” (HR Bukhori, Muslim dan Ahmad).

    Namun, mengenai hukum berhubungan saat malam lebaran ini tidak dijelaskan secara langsung di dalam Al-Qur’an. Bahkan, hadits pun tidak ada satu pun yang menjelaskan terkait larangan tersebut.

    Namun, di dalam surat Al-Baqarah ayat 187 ternyata disebutkan bahwasanya berhubungan suami istri bagi pasangan halal pada malam hari raya hukumnya adalah halal mubah.

    Hukum ini bisa dijadikan patokan kecuali terdapat beberapa kondisi yang mengharamkannya seperti istri dalam keadaan haid ataupun nifas.

    اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

    Artinya:

    “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.” (Al-Baqarah ayat 187).

    Hukum Berhubungan saat Malam Lebaran Idul Adha

    Seperti pada penjelasan sebelumnya, bahwasanya hukum mengenai berhubungan badan antara suami dan istri pada malam lebaran Idul Adha, tidak ada penjelasan yang detail di dalam Al-Qur’an dan hadits.

    Namun, pada kitab Qurrotul Uyun karya dari Syekh Imam Abu Muhammad, ada beberapa nadzam mengenai dampak yang bisa seseorang dapatkan apabila melakukan hubungan intim di malam hari raya Idul Adha.

    Qurrotul Uyun sendiri merupakan salah satu kitab pendidikan mengenai intim yang paling banyak dikaji oleh para santri. Di dalam kitab ini kita bisa menelaah tiga malam yang menjadi larangan untuk berhubungan intim, diantaranya:

    • Malam hari raya kurban
    • Malam terakhir setiap bulan
    • Malam pertama setiap bulan
    • Malam pertengahan pada tiap bulan

    Poin-poin tersebut pun menjadi sangat kuat setelah di shahihkan dengan sabda dari Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

    “Hendaklah kamu jangan bersetubuh di malam awal bulan.” (Al-Hadits).

    Larangan yang disebutkan di dalam kitab tersebut juga didukung dengan pendapat beberapa ulama yang menjelaskan secara rinci, seperti berikut ini:

    • Apabila seseorang melakukan hubungan intim pada malam-malam tersebut akan diikuti oleh setan
    • Ketika anak lahir akan memiliki pribadi dengan watak sangat buruk, dikhawatirkan bisa menjadi seorang pembunuh di masa depan
    • Anak yang lahir dari hasil berhubungan pada malam-malam tersebut, dikhawatirkan akan mudah terkena penyakit kusta atau menjadi gila.

    Selain pendapat dari dalam kitab Qurrotul Uyun karya Syekh Imam Abu Muhammad. Terdapat juga Kumpulan fatwa al Lajnah ad Daimah lil Buhuts al Ilmiyah wal Ifta’ nomor 3684, dijelaskan mengenai hubungan suami istri.

    Pada Kumpulan fatwa tersebut kita bisa mengetahui bahwa suami dan istri diperbolehkan untuk melakukan hubungan intim di malam Lailatul Qadar dan Idul Adha, kecuali kita sedang menggunakan Ihram.

    Meskipun terdapat dukungan dari berbagai sumber seperti penjelasan di dalam kitab-kitab tersebut. Perlu kita ingat bahwasanya tidak pernah ada dalil di dalam Al-Qur’an ataupun hadits yang melarang hubungan intim di malam hari raya.

    Dukungan lain diberikan oleh beberapa ulama dengan ilmu yang sangat tinggi. Di mana, ulama menerangkan bahwa hubungan suami dan istri di malam hari raya, hukumnya makruh sebab beberapa alasan di atas sebagai bentuk kehati-hatian.

    Oleh karenanya, penting bagi pasangan suami istri untuk menahan diri. Tahan hawa nafsu sehingga tidak melakukan hubungan saat malam lebaran.

    Itulah hukum berhubungan saat malam lebaran Idul Adha dan juga Idul Fitri. Meskipun tidak terdapat dalil yang shahih baik di dalam hadits maupun Al-Qur’an. Sebagai umat Islam kita wajib berjaga-jaga dengan menjauhi waktu-waktu terlarang.

  • 250 Nama Bayi Perempuan Islam dan Artinya Terlengkap

    250 Nama Bayi Perempuan Islam dan Artinya Terlengkap

    Memberikan nama menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan bagi seorang muslim. Apalagi, jika itu menyangkut pemberian nama bayi perempuan Islam. Dalam hadis sendiri dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    Janganlah kamu memberi nama dengan nama yang buruk, karena sesungguhnya nama itu akan terdengar di akhirat.” (HR. Abu Dawud)

    Hadis ini menjelaskan bahwa memberikan nama kepada anak perlu memperhatikan beberapa hal, salah satunya mengenai makna atau arti yang terkandung di dalamnya. Nama sendiri bukan hanya menjadi identitas bagi seorang muslimah, namun juga merupakan doa serta harapan yang orang tua berikan kepada anak atau keturunannya.

    Dengan alasan tersebut, memberikan nama membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menetapkan pilihan yang tepat. Berikut beberapa rekomendasi nama bayi perempuan yang bisa dijadikan referensi:

    Nama-Nama Bayi Perempuan Islami Modern A Sampai Z & Artinya

    Seiring dengan perkembangan zaman, banyak orang tua yang menginginkan nama unik serta modern namun memiliki makna yang islami. Berikut beberapa nama yang cocok untuk dijadikan referensimu: 

    1. Adira bermakna kuat
    2. Adelia bermakna mulia
    3. Afra bermakna putih kemerahan
    4. Afsheen bermakna bersinar seperti bintang di langit
    5. Ainayya bermakna mata yang indah
    6. Alesha bermakna selalu dilindungi Allah
    7. Alfathunnisa bermakna gadis nan lembut
    8. Almashyra bermakna gemar akan kemasyhuran dan kebajikan
    9. Alnaira bermakna gemerlap
    10. Alula bermakna yang pertama dilahirkan
    11. Amara bermakna kecantikan yang abadi
    12. Arsyila bermakna jalan penghidupan yang tentram
    13. Ashadiya bermakna putri
    14. Auristela bermakna bintang emas
    15. Ayudia bermakna cantik dan bersih
    16. Batari bermakna wajahnya seperti bidadari
    17. Bandiani bermakna kesejukan
    18. Banurasmi bermakna surya
    19. Bahira bermakna pintar
    20. Baiza bermakna putih, cerah, cemerlang
    21. Banafsha bermakna wanita  yang salihah dan dermawan
    22. Bimala bermakna murni
    23. Camilla bermakna termasyur
    24. Casilda bermakna wanita pejuang
    25. Ceisya bermakna bidadari surga yang cantik mempesona
    26. Celmira bermakna pintar
    27. Chairunnisa bermakna wanita yang baik
    28. Chana bermakna kesayangan
    29. Chandani bermakna sinar rembulan
    30. Ciara bermakna terang dan bersih
    31. Clemira bermakna putri yang cemerlang
    32. Dafinah bermakna kekayaan tersembunyi
    33. Danita bermakna dewi kecantikan
    34. Danurdara bermakna kaya akan ilmu
    35. Daiba bermakna tekun, gigih, setia
    36. Dalia bermakna lemah lembut
    37. Dalidah bermakna keturunan mulia
    38. Dania bermakna karunia Allah, cantik
    39. Darra bermakna cemerlang
    40. Delisa bermakna bahagia
    41. Dhafiyah bermakna yang rambutnya lebat
    42. Dhiya bermakna lampu
    43. Diatmika bermakna baik hatinya
    44. Dina bermakna dewi kecantikan
    45. Diva bermakna cahaya yang kekal
    46. Diandra bermakna dewi langit
    47. Dzakiyyah bermakna cerdas
    48. Elesa bermakna elegan
    49. Elina bermakna kecerdasan
    50. Emily bermakna bunga
    51. Emira bermakna seorang putri
    52. Erina bermakna wanita cantik
    53. Eshal bermakna bunga surga yang cantik
    54. Ettra bermakna ratu kecantikan
    55. Fadila bermakna menarik
    56. Fahmeedha bermakna cerdas
    57. Faizza bermakna cerdas
    58. Faria bermakna cantik
    59. Farida bermakna mutiara yang tiada bandingnya
    60. Farrah bermakna cantik
    61. Fateena bermakna menarik
    62. Fatimah bermakna cantik, dapat dipercaya
    63. Fattana bermakna sangat cantik
    64. Fauqiyya bermakna mengagumkan
    65. Fukairaa bermakna penuh pertimbangan, cerdas
    66. Fukayna bermakna cerdas
    67. Gayatri bermakna memiliki tiga kekuatan
    68. Gadis bermakna anak perempuan yang beranjak dewasa
    69. Gahyaka bermakna nama pujian
    70. Gantari bermakna menyinari
    71. Garvita bermakna dengan rasa syukur
    72. Gemintang bermakna susunan bintang
    73. Gian bermakna sesuatu yang kekal
    74. Ginanita bermakna pandai berhitung
    75. Gistara bermakna suara yang luar biasa
    76. Gista bermakna memiliki tujuan
    77. Ginela bermakna menawan
    78. Haira bermakna intan
    79. Hanna bermakna dambaan
    80. Harini bermakna memiliki pribadi yang lembut
    81. Hayu bermakna cantik
    82. Hansa bermakna angsa yang cantik
    83. Heera bermakna berlian yang berharga
    84. Hanania bermakna ampunan
    85. Husna bermakna baik hati
    86. Indira bermakna berbuat adil
    87. Ika bermakna anak pertama
    88. Indira bermakna berbuat adil
    89. Ira bermakna dewi Kristal
    90. Isvari bermakna cita-cita tinggi
    91. Ishana bermakna kaya
    92. Istari bermakna bercita-cita tinggi
    93. Iswari bermakna akan tumbuh menjadi wanita terhormat
    94. Ivanka bermakna Tuhan yang Maha Baik
    95. Izrin bermakna cantik
    96. Jelita bermakna berwajah cantik
    97. Juwita bermakna cantik jelita
    98. Jacqueline bermakna yang dilindungi Tuhan
    99. Jehan bermakna memiliki otak yang cerdas
    100. Jemima bermakna keberkahan
    101. Jesica bermakna kebaikan Tuhan
    102. Jasmine bermakna bunga melati
    103. Joy bermakna kebahagiaan
    104. Jean bermakna cerdas
    105. Jennie bermakna bijaksana dan lembut
    106. Jharna bermakna kebahagiaan
    107. Kalila bermakna teman baik
    108. Kaila bermakna kebaikan dan kehormatan
    109. Kalyana bermakna beruntung
    110. Kana bermakna kekuatan
    111. Karina bermakna perempuan yang suci
    112. Kemala bermakna batu mulia yang berharga
    113. Kirani bermakna tumbuh besar
    114. Khalila bermakna teman baik
    115. Khansa bermakna wanita baik
    116. Kiah bermakna awal yang baru
    117. Laisa bermakna bertakwa
    118. Lana bermakna cantik
    119. Lanika bermakna terbaik
    120. Lateefa bermakna yang terbaik
    121. Lanita bermakna mengabadikan cinta
    122. Larasati bermakna berjiwa tenang
    123. Lestari bermakna mempertahankan
    124. Liya bermakna ambisius
    125. Lulu bermakna mutiara
    126. Lumina bermakna cahaya rembulan
    127. Luna bermakna rembulan
    128. Maawa bermakna tempat teduh
    129. Maghfira bermakna pengampunan
    130. Mahdia bermakna dibimbing dengan baik
    131. Maheswari bermakna cantik
    132. Mayasari bermakna wanita lembut
    133. Maharani bermakna permaisuri
    134. Mahika bermakna bumi
    135. Mataya bermakna wanita
    136. Mentari bermakna matahari
    137. Mesha bermakna panjang umur
    138. Mika bermakna kecantikan yang terus meningkat
    139. Mustika bermaka batu mulia
    140. Malinka bermakna semanis buah seri
    141. Meera bermakna perempuan suci
    142. Moana bermakna samudera atau laut
    143. Mutmainah bermakna tenang
    144. Nabila bermakna bangsawan
    145. Nada bermakna kemurahan hati
    146. Nadheera bermakna berharga
    147. Nadia bermakna dermawan
    148. Nadira bermakna puncak
    149. Nafesa bermakna permata
    150. Naira bermakna bersinar
    151. Nadine bermakna kemenangan
    152. Nala bermakna jantung hati
    153. Naraya bermakna harapan semua mahluk hidup
    154. Nila bermakna bulan yang berharga
    155. Nita bermakna orang yang ramah dan taat
    156. Nirmala bermakna suci
    157. Nuria bermakna cahaya Tuhan
    158. Olivia bermakna kedamaian
    159. Ola bermakna berharga
    160. Orianthi bermakna bunga yang indah
    161. Obelia bermakna kekuatan
    162. Ocha bermakna bunga, keindahan
    163. Odelia bermakna kemakmuran
    164. Olive bermakna ketenangan
    165. Onella bermakna cahaya
    166. Pandhita bermakna bisa beribadah dengan baik
    167. Paramita bermakna bijaksana
    168. Pamela bermakna madu manis
    169. Pandhita bermakna orang yang taat
    170. Pertiwi bermakna tanah air
    171. Prameswari bermakna permaisuri
    172. Pratibha bermakna kecerdasan
    173. Prisha bermakna dewi kecantikan
    174. Qaila bermakna sebuah cinta
    175. Qanita bermakna kebaikan
    176. Qabila bermakna ramah
    177. Qiani bermakna sosok menawan
    178. Qirani bermakna cahaya
    179. Quillah bermakna anak ramah
    180. Quentin bermakna lahan luas
    181. Rahmi bermakna penyayang
    182. Rania bermakna putri cantik dan menawan
    183. Ratih bermakna dewi kecantikan
    184. Rasmi bermakna anak yang cantik
    185. Renata bermakna dilahirkan kembali dalam kesucian
    186. Rosalind bermakna bunga yang cantik
    187. Ratri bermakna malam
    188. Riska bermakna penguasa yang cinta alam
    189. Sasikirana bermakna bulan purnama
    190. Savita bermakna matahari
    191. Saraswati bermakna dewi ilmu pengetahuan
    192. Sasmaya bermakna indah
    193. Sekar bermakna bunga
    194. Shenna bermakna penuh rahmat
    195. Sheila bermakna cantik dan cerdas
    196. Shireen bermakna manis dan menyenangkan
    197. Shylla bermakna bebatuan
    198. Swastika bermakna keberuntungan
    199. Tanisha bermakna ambisi
    200. Tabina bermakan pengikut Nabi Muhammad SAW
    201. Tanisha bermakna kebahagiaan
    202. Thaliqa bermakna fasih
    203. Tantri bermakna ajaran inti
    204. Thandie bermakna yang terkasih
    205. Tiwi bermakna mempunyai kelebihan
    206. Tsamara bermakna buah hati
    207. Tsabita bermakna langgeng
    208. Ubaidah bermakna hamba
    209.  Udaysa bermakna narrator hadis
    210. Ulya bermakna tempat yang tinggi
    211. Ushi yang bermakna yang dipercaya
    212. Usna bermakna cantik
    213. Utami bermakna sama
    214. Urania bermakna surge
    215. Usha bermakna matahari
    216. Uditha bermakna yang diberkahi
    217. Vania bermakna pemberian Tuhan
    218. Vani bermakna seorang dewi
    219.  Veena bermakna alat music berdawai
    220. Vanessa bermakna bijaksana
    221. Vartika bermakna cahaya terang
    222. Veronica bermakna kemenangan
    223. Veena bermakna alat music kemenangan
    224. Vindry bermakna perempuan manis
    225. Vrinda bermakna bintang
    226. Winduri bermakna batu mulia
    227. Wening bermakna anak yang tenang
    228. Whidiani bermakna gadis yang taat aturan
    229. Wiyana bermakna pengetahuan
    230. Wuri bermakna pendorong
    231. Xania bermakna pejuang dan pelindung
    232. Xaviera bermakna indah dan sedap dipandang
    233. Xena bermakna hangat
    234. Xylia bermakna hutan
    235. Yema bermakna kelembutan
    236. Yedda bermakna wanita yang meiliki suara yang indah
    237. Yemima bermakna merpati
    238. Yeshika bermakna sukses
    239. Yuvika bermakna perempuan muda
    240. Yumna bermakna kesuksesan
    241. Yuki bermakna keberuntungan
    242. Zaliah bemakna pemberani, pandai dan cerdas
    243. Zanna bermakna hadiah dari Tuhan
    244. Zanittha bermakna anggun dan lembut
    245. Zeline bermakna surge
    246. Zeela bermakna bersih
    247. Zemira bermakna melodi lagu yang indah
    248. Zyva bermakna cerah dan berkilau
    249. Zoe bermakna hidup

    Baca juga: 250 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Islam dan Artinya Lengkap

    Nama Bayi Perempuan Islami dalam 2 Kata dari Awalan A sampai Z

    Nama Bayi Perempuan Islami dalam 2 Kata dari Awalan A sampai Z

    Memberikan nama yang memiliki arti baik tentu menjadi hal penting sebab adanya harapan di dalamnya. Kali ini, kita akan melihat beberapa rekomendasi nama bayi perempuan Islami dalam dua kata. Berikut daftar nama yang bisa jadi pilihan untuk buah hatimu:

    1. Aisyah Chaerunnisa bermakna anak yang makmur, cantik, dan baik
    2. Adzkiya Naila bermakna anak yang cerdas dan sukses
    3. Almahyra Batari bermakna anak yang beruntung dan sukses
    4. Alifa Zahra bermakna anak yang lembut seperti bunga
    5. Amel Mahfuz bermakna anak yang menjaga amal baiknya
    6. Aneesha Haniyyah bermakna anak yang murni
    7. Annisa Azkiya bermakna anak salihah
    8. Aza Shakila bermakna anak berparas cantik
    9. Azizah Qisthina bermakna anak yang mulia dan adil
    10. Azalia Syarafana bermakna anak yang mulia dan dilindungi
    11. Balqis Almaira bermakna putri yang cantik
    12. Bayyinah Sadiqah bermakna anak yang menjadi bukti dengan benar
    13. Bhanu Zaina bermakna anak yang berparas cantik dan menawan
    14. Cahaya Ghaaliya bermakna anak yang bersinar dan harum
    15. Chaerunnisa Atthalla bermakna anak cantik pemberian dari Allah SWT
    16. Chayra Nadhifa berakna anak dengan pribadi yang bersih
    17. Daliah Khalishah bermakna anak sejati yang menjadi kehidupan bagi orang lain
    18. Delisha Malikha bermakna anak yang membawa kebahagiaan
    19. Dzakiya Khansa bermakna anak yang cerdas dan baik
    20. Elvina Bikrun bermakna anak yang ramah dan bijaksana
    21. Elvira Ainiyah bermakna anak perempuan yang menegakkan keadilan
    22. Fairuz Tahira bermakna permata yang suci dan bersih
    23. Fahma Dzakiyyah bermakna anak yang cerdas dan pengertian
    24. Fatiya Izzah bermakna anak yang cantik dan mulia
    25. Fayra Dzikra bermaka anak yang berparas cantik dan selalu berdzikir
    26. Fitriani Zhafira bermakna anak yang suci dan baik
    27. Gazala Saffiya bermakna anak perempuan yang cerdas
    28. Ghaaliya Jalwa bermakna anak perempuan yang wangi dan menawan
    29. Ghina Ulya bermakna anak perempuan yang berbudi luhur
    30. Habiba Ibtisam bermakna anak perempuan yang murah senyum
    31. Hasna Khairunnisa bermakna anak perempuan cantik yang baik hati
    32. Haziya Alman bermakna anak yang disukai karena kebaikannya
    33. Iftina Assyabiya bermakna gadis kecil yang berakhlak baik
    34. Inayatullah Salsabila bermakna karunia Allah
    35. Izzati Syahmina bermakna anak perempuan yang mulia dan cerdik
    36. Jannah Ramadhani bermakna jalan menuju surga
    37. Jihan Umnia bermakna perempuan yang terhormat
    38. Kayesa Fatimah bermakna anak yang cerdas seperti putri Nabi
    39. Khalisa Fairuza bermakna anak perempuan yang berharga
    40. Kirena Azzahra bermakna anak perempuan yang cantik dan cerdas
    41. Laiba Ashalina bermakna anak perempuan yang cantik dan menarik
    42. Layla Ruqayyah bermakna anak perempuan yang lembut
    43. Lintang Ghassani bermakna bintang yang cantik
    44. Mahirah Habibah bermakna anak perempuan yang pandai dan disayangi
    45. Malika Nazwa bermakna ratu yang pandai bicara
    46. Maryam Qadisah bermakna perempuan suci penghuni surga
    47. Nailah Kanissa bermakna anak yang cantik dan ramah
    48. Nasreen Shahrnzn bermakna perempuan yang cantik dan disukai banyak orang
    49. Niesha Almahyra bermakna anak perempuan yang penuh keberhasilan
    50. Qailah Ghani bermakna anak yang pandai bicara dan rupawan
    51. Qawiya Zakiyyah bermakna anak perempuan yang teguh dan bersih
    52. Raesha Nazneen bermakna anak perempuan yang berparas cantik jelita
    53. Rafiah Hasanatul bermakna anak perempuan baik-baik
    54. Rahmannisa Aulia bermakna anak perempuan yang suka memberi
    55. Raima Rafailah bermakna anak perempuan yang anggun dan bahagia
    56. Sabriya Almahyra bermakna anak perempuan yang sukses dan cerdas
    57. Shafiyyah Azrina bermakna anak perempuan yang mencintai semua orang
    58. Shezan Safaluna bermakna anak perempuan yang indah seperti cahaya bulan
    59. Soraya Khadijah bermakna anak perempuan yang kaya
    60. Taqiyah Rabbaniyah bermakna anak perempuan yang bertaqwa
    61. Tasmirah Iftinan bermakna permata indah dan menarik perhatian
    62. Tsani Fathimah bermakna anak perempuan yang penuh dengan keindahan
    63. Ulwa Humaira bermakna perempuan mulia yang berparas indah
    64. Uswatun Hasanah bermakna teladan yang baik
    65. Washifah Salsabilah bermakna anak perempuan dari mata air surga
    66. Wafa Nujabah bermakna anak perempuan yang dermawan
    67. Wafiya Firdaus bermakna anak perempuan sempurna
    68. Yafiah Talita bermakna gadis muda yang cantik
    69. Yamila Zurafa bermakna anak perempuan yang penuh keramahtamahan
    70. Yasmin Anisah bermakana anak perempuan yang baik seperti bunga melati
    71. Zafirah Faizah bermakna anak perempuan yang memperoleh keberuntungan
    72. Zaskia Shalihatunnisa bermakna anak perempuan yang murni dan shalihah

    Rekomendasi Nama Bayi Perempuan Islami dalam 3 Kata yang Menarik

    Mencari nama bayi memang susah-susah gampang, selain menjad harapan dan doa, nama akan menjadi satu-satunya identitas seumur hidup dalam mengenal seseorang. Oleh karena itu, memilih nama membutuhkan pertimbangan yang cukup panjang.

    Sebagai pertimbangan dalam menetapkan nama bagi buah hati, mari simak beberapa nama bayi perempuan Islami dalam tiga kata yang menarik!

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial A

    1. Adilwa Zahrotul Maula, artinya perempuan yang menerangi serta bunga keindah Tuhan
    2. Adzkia Samha Saufa, artinya perempuan cerdas, murah hati, dan penyabar
    3. Afwa Nur Fuadi, artinya anugerah paling baik yang menjadi cahaya hati
    4. Ahla Urwatun Nafisah, artinya perempuan manis yang menjadi pegangan berharga
    5. Aisya Hasna Shofiya, artinya kehidupan perempuan yang baik hati dan lembut
    6. Ajla Nisa Maliha, artinya perempuan yang bercahaya dan cantik
    7. Alya Nisa Dzakiyyah, artinya perempuan pintar yang memiliki cita-cita setinggi langit
    8. Aqilah Najamatul Hayah, artinya perempuan terhormat yang menjadi bintang kehidupan

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisal B

    1. Badriyyah Nur Syifa, artinya perempuan yang bersinar seperti rembulan serta cahaya kesembuhan
    2. Balqis Tsiqlah Nafisah, artinya ratu yang menjadi harta benda paling berharga
    3. Batsnah Labiqa Raisya, artinya perempuan cantik, pandai, dan lemah lembut yang kaya raya

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial C

    1. Chayra Ainin Qulaibah, kebaikan yang berasal dari mata hati yang suci.
    2. Chayra Rahmah Jamilah, perempuan cantik yang penuh dengan kebaikan dan kasih sayang yang besar.

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial D

    1. Daliya Karimatun Nisa, perempuan terhormat dan harum seperti bunga Dahlia.
    2. Davina Nur Latifah, cahaya cinta yang lemah lembut.

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Insial E

    1. Erina Syifa Muthmainnah, perempuan cantik sebagai obat bagi ketenteraman manusia.
    2. Faiza Tazkia Shafia, perempuan yang beruntung dan suci.

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial F

    1. Fadhila Kabsya Kasiya, artinya pemimpin yang mulia, unggul, dan terhormat
    2. Fahdah Fatin Fadlilah, artinya perempuan yang baik, menarik, serta unggul
    3. Faidha Zharufa Atikah, artinya perempuan cantik yang banyak berbuat kebaikan serta mulia
    4. Fakhma Nuha Mufidah, artinya perempuan agung yang berakal sehat serta bermanfaat
    5. Farah Nur Fitriyah, artinya perempuan yang menyenangkan serta sumber cahaya kesucian
    6. Fathina Kayyis Kamila, artinya perempuan cantik, pintar, dan sempurna
    7. Fatiya Nur Shabih, artinya perempuan cantik yang memancarkan cahaya di wajahnya

    Nama Bayi Perepuan 3 Kata Inisial G

    1. Ghina Ulya Syarifah, perempuan berbudi luhur, dan bermartabat.
    2. Gamila Naura Zaida, wanita yang cantik, yang selalu menyebarkan kebaikan dan keberuntungan.

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial H

    1. Hanin Raihana Syahira, wanita yang terkenal akan kebaikan hatinya dan seseorang yang penuh cinta.
    2. Hana Dalilatul Inayah, perempuan yang mudah mendapatkan rezeki sebagai tanda perhatian Tuhan.

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial I

    1. Ifah Anis Nafisah, artinya harta pilihan yang ramah dan berharga
    2. Iffah Nur Shobah, artinya perempuan suci yang menjadi cahaya di pagi hari
    3. Iffriyah Ulwa Fayyihah, artinya perempuan cerdik, mulia, serta fasih dalam berbicara
    4. Ikhwah Maulida Afifah, artinya saudara perempuan yang dilahirkan dengan terpelihara
    5. Irfah Udzri Mahmudah, artinya gadis yang sabar dan terpuji

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial J

    1. Jara Jamila Hudatul Haq, artinya perempuan cantik yang memiliki pipi indah dan penunjuk kebenaran
    2. Jahra Najwa Maliha, artinya perempuan yang cantik, bagus perawakannya, dan selamat
    3. Jaida Tsamrotul Fuadah, artinya perempuan yang memiliki kebaikan serta menjadi buah hati
    4. Jalilah Sahira Tsurayo, artinya perempuan terhormat dan cantik yang bersinar seperti bintang Tsurayo
    5. Jalwa Jumanatul Hayah, artinya perempuan terang yang menjadi mutiara kehidupan

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial K

    1. Kabsya Nisa Abidah, artinya pemimpin perempuan ahli ibadah
    2. Kafa Bahjah Saniyyah, artinya perempuan yang mencukupi serta menjadi perhiasan yang luhur
    3. Kafiya Nur Sa’ida, artinya perempuan yang selalu mencukupi serta memancarkan cahaya kebahagiaan
    4. Kahda Zahra Jamila, artinya perempuan yang sungguh-sungguh, harum, dan cantik
    5. Kaisa Marhamah Sajihah, artinya perempuan manis, cerdas, baik. serta mendapatkan rahmat Allah SWT
    6. Kamilah Billah Marhamah, artinya perempuan sempurna yang penuh rezeki dan dirahmati Allah SWT

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial L

    1. Labibah Karimatun Nisa, artinya perempuan pintar dan mulia
    2. Labiqa Kabsya Abidah, artinya pemimpin yang lemah lembut perangainya serta ahli ibadah
    3. Lahiza Jaudah Munifah, artinya perempuan yang penuh dengan kebaikan dan luhur martabatnya
    4. Laina Kayyis Amirah, artinya perempuan yang cantik bersinar bagaikan bulan purnama
    5. Lamhah Jafna Namila, artinya perempuan yang bersinar, dermawan, dan tangkas
    6. Lathifa Kanisa AJibah, artinya perempuan cantik yang ramah dan luar biasa kemampuannya
    7. Lathifah I’syah Asyira, artinya perempuan yang penuh kelembutan serta dermawan dan murah hati

    Nama Bayi Perempuan Inisial M

    1. Maida Nafisah Mumtazah, artinya perempuan yang selalu berbuat baik, berharga, dan istimewa
    2. Mazaya Hikmah Nafisah, artinya perempuan istimewa, pemberani, serta memiliki kasih sayang
    3. Mazna Halwa Rahima, artinya perempuan yang bersinar, manis, serta penyayang

    Nama Bayi Perempuan Inisial N

    1. Na’sa Wafadh Khalisa, artinya kekayaan yang diberikan Allah, bersih, dan suci
    2. Nadiya Maulida Husna, artinya murah hati serta dilahirkan dalam kebaikan
    3. Nadzira Qurbah Shalihah, artinya perempuan yang selalu waspada, mendekatkan diri kepada Allah SWT serta salihah
    4. Najwa Jadah Masrura, artinya perempuan yang selamat, rajin, dan bahagia
    5. Namira Dhiba Mardhiyyah, artinya perempuan bersih dan indah bagaikan mutiara serta diridhai Allah SWT

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial O

    1. Ola Afia Abidah, orang yang rajin beribadah dan penuh kekayaan
    2. Omaira Akifah Baha, anak perempuan luar biasa yang terpilih

      Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial P
    3. Putri Fethna Jamila, perempuan yang menarik hati dan cantik
    4. Putri Noushin Azkadina, perempuan yang cantik, taat agama dan dipenuhi kebaikan

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial Q

    1. Qamira Nur Syifa, artinya perempuan bersih putih yang penuh dengan cahaya kesembuhan
    2. Qasuma Hurriyyah Abidah, artinya perempuan cantik, merdeka, dan ahli ibadah
    3. Qatira Nur Maimanah, artinya perempuan harum yang penuh dengan cahaya keberkahan
    4. Qawiya Nisa Zakkiyah, artinya perempuan teguh yang bersih

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial R

    1. Rabiza Ibnatu Munira, artinya perempuan atau putri yang pandai dan bercahaya
    2. Raisya Zaida Khaira, artinya perempuan kaya yang selalu bertambah kebaikannya
    3. Rasya Hafsya Halilah, artinya perempuan kaya yang sungguh-sungguh
    4. Rasya Hiddah Mumtazah, artinya perempuan kaya, cerdik, pintar, dan istimewa

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial S

    1. Sakhiya Rasiya Afifah, artinya perempuan yang murah hati, kaya, dan selalu menjaga kehormatannya
    2. Salima Azka Fithriya, artinya perempuan sehat, selamat, bersih, dan suci
    3. Shofi Nurul Ain, artinya perempuan bersih yang menjadi penghias mata atau menghibur
    4. Siti Hilayah Mahmudah, artinya perempuan yang baik, terpuji, dan berkilau bagaikan perhiasan

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial T

    1. Tiara Aneira Habbaba, hiasan mutiara yang putih bersih dan memiliki daya tarik
    2. Taleetha Zalfa Umaiza, anak perempuan yang cantik dan cemerlang seperti mutiara
    3. Tazkia Salamah Qolbi, anak perempuan yang mendapat keselamatan karena memiliki kepribadian yang special

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial U

    1. Umniya Ssaniya Azizah, Perempuan yang memiliki masa depan yang mulia dan tinggi
    2. Ulfa Putri Tsabitah, Perempuan yang ramah terhadap orang lain dan teguh hati

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial V

    1. Vega Nayyara Zian, Bagaikan bintang jatuh yang bercahaya dan kuat

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial W

    1. Wafa Nuha Nujabah, wanita yang mudah dicintai, ceria dan dermawan
    2. Watsiqa Mazna Muniya, Perempuan yang dipercaya, bersinar dan sukses

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial X

    1. Xenea Maheswari Lituayu, Perempuan cantik yang baik hati

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial Y

    1. Yumna Faizah Laila, kesuksesan, keberuntungan
    2. Yumna Azzahra Ghania, perempuan yang cemerlang, sukses dan makmur

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial Z

    1. Zaiba Dhawiya Nisrina, artinya perempuan sabar, bercahaya, serta putih bersih
    2. Zaura Mazna Maziya, artinya perempuan yang memiliki cita-cita yang kuat, bersinar, dan istimewa
    3. Zhafira Nur Rabbani, artinya perempuan yang memperoleh kemenangan serta memiliki cahaya ketuhanan

    Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Nama

    Jika sudah mendapatkan nama yang pas, tidak ada salahnya kita melihat dan menimbang kembali setiap kosa kata yang terangkai pada nama yang dipilih, apakah memiliki makna buruk atau tidak. Berikut hal yang perlu diperhatikan saat memilih nama sesuai anjuran Rasulullah SAW:

    1. Nama yang mengandung makna yang buruk atau negatif.
    2. Nama yang mengandung unsur-unsur kekufuran atau yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
    3. Nama yang mengandung unsur-unsur sihir atau magis.
    4. Nama yang mengandung unsur-unsur pengagungan terhadap makhluk selain Allah.
    5. Nama yang mengandung unsur-unsur syirik atau perbuatan yang menyekutukan Allah.
    6. Nama yang mengandung unsur-unsur menghina atau mengejek orang lain.
    7. Nama yang mengandung unsur-unsur penghinaan terhadap agama Islam atau para Nabi.
    8. Nama yang mengandung unsur-unsur yang dapat menimbulkan kebingungan atau kekacauan.
    9. Nama yang terlalu umum dan tidak memiliki arti yang jelas.
    10. Nama yang terlalu panjang atau sulit diucapkan.

    Itulah beberapa rekomendasi nama bayi perempuan yang bisa dijadikan pilihan untuk si kecil. Insyallah setiap nama dan doa yang tersemat di dalamnya akan menjadi pengiring jalan bagi anak-anak kita kelak. Aamiin..

    Terimakasih sudah membaca, sampai jumpa, Assalamualaikum wr.wb  

  • 700 Nama Bayi Laki-laki Islami dan Artinya Lengkap

    700 Nama Bayi Laki-laki Islami dan Artinya Lengkap

    Inspirasi nama bayi laki-laki Islami dari yang modern dan artinya. Menjelang kelahiran, tentu setiap orang tua mulsim akan mulai mempersiapakan segala hal untuk menyambut calon bayi.

    Apalagi penantian lama untuk menjemput bayi laki-laki. Nama bayi laki-laki ini akan menjadi salah satu hal yang disiapkan lebih awal, Karena di dalamnya terdapat harapan dan doa orang tua.

    Proses ini memang akan membutuhkan waktu yang lama, karena momen ini akan hanya terjadi sekali dalam seumur hidup. Nama yang baik juga mencerminkan karakteristik positif dan membantu anak untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

    Bagi Islam sendiri, nama menjadi salah satu hal penting dalam menyambut kelahiran, lho. Anjuran Rasulullah SAW, yakni memberikan nama dengan makna yang baik serta menghindari nama yang memiliki arti negatif.

    Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

    “Pilihlah nama yang baik bagi anak-anak kalian, karena sesungguhnya malaikat akan mencatat nama-nama tersebut.” (HR. Muslim).

    Dengan alasan tersebutlah, penting untuk memilih nama baik. Berikut beberapa nama bayi laki-laki Islami modern yang bagus untuk kamu jadikan pilihan:

    Nama Bayi Laki-laki Islam Modern Beserta Artinya

    Nama Bayi Laki-laki Islam Modern Beserta Artinya

    Kita seringkali mencari nama-nama bayi laki-laki yang Islami namun ingintetap modern serta terdengar menarik.

    Pemilihan nama ini kadang membutuhkan waktu yang cukup lama hingga nama benar-benar ditentukan.

    Baca juga: 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Untuk menambah referensi dalam memilih nama. Berikut rekomendasi nama bayi laki-laki Islam modern serta artinya:

    1. Amir : Pemimpin
    2. Aamir                         : Sejahtera
    3. Aarizz                         : Pemimpin yang bijaksana
    4. Abbas                        : Pemimpin
    5. Abimanyu                  : Gagah dan perkasa
    6. Arkhana                     : Rahasia atau Misteri
    7. Alfatih                         : Awal
    8. Addy                           : Keberuntungan, baik hati, mulia
    9. Alfarizki                       : Pembawa rezeki
    10. Amrullah                     : Pemimpin yang dirahmati Allah
    11. Azka                           : Semakin maju
    12. Bilal                            : Sahabat Nabi
    13. Bahtiar                        : Kaya, Sejahtera
    14. Barra                          : Keteguhan
    15. Benedito                    : Anak laki-laki yang diberkahi
    16. Bhadrika                     : Gagah atau seorang pemenang
    17. Caesar                        : Raja
    18. Calvin                         : Orang yang bijaksana
    19. Cato                           : Cerdas, pintar dan teliti
    20. Chanda                      : Bulan
    21. Chairil                        : Kebaikan
    22. Chumaidi                   : Pujaan
    23. Chasana                    : Laki-laki terpelajar
    24. Chiraghdin                 : Pelita Agama
    25. Dalham                      : Penyayang
    26. Danish                       : Dicintai Allah dan Bijaksana
    27. Darian                        : Pembawa Rezeki
    28. Davian                       : Pemimpin Manusia
    29. Daanies                     : Kebijaksanaan
    30. Dharmendra             : Keberkahan Tuhan
    31. Dzakier                      : Pembawa Rezeki
    32. Daanish                     : Orang yang berpengetahuan luas
    33. Dafa                           : Orang yang memiliki pertahanan diri
    34. Dalmar                       : Orang yang serba bisa
    35. Daluh                          : Nama lain dari matahari
    36. Dariush                      : Pelindung yang baik
    37. Darwish                      : Orang yang suci
    38. Dean                          : Agama
    39. Dhaakireen                : Orang yang mengingat tuhan
    40. Dhulfiqaar                  : Nama pedang nabi muhammad saw
    41. Dilan                           : Orang yang setia
    42. Dzulhilmi                     : Penyabar
    43. Diyari                          : Sebuah hadiah
    44. Eshan                          : Moral yang tinggi
    45. Emir                            : Pangeran yang menawan
    46. Eldar                           : Orang yang terlahir untuk bertarung dengan semangat
    47. Esmaeel                      : Salah satu nabi yang disebutkan dalam al-qur’an
    48. Eshin                           : Pikiran pengertian, pikiran bijak
    49. Ebadaah                  : Panggilan kepada Allah swt
    50. Elend                           : Sinar matahari pertama di pagi hari
    51. Eldrick                          : Kreatif, bertanggung jawab dan keinginan sukses
    52. Elrick                            : Raja yang bijaksana
    53. Eneviri                          : Seorang nabi yang suci dan dihormati
    54. Faadhil                         : Laki-laki yang murah hati dan terpuji
    55. Faaiz                            : Seorang laki-laki yang menang dan penuh kemenangan
    56. Faatih                           : Seseorang yang menaklukkan, memulai segalanya
    57. Faater                           : Orang yang memikirkan ide-ide baru
    58. Fadli                              : Luar biasa, terhormat, ramah
    59. Faezan                         : Seorang pria pengertian
    60. Faisal                            : Pemimpin yang tegas
    61. Faiq                              : Unggul, kekuasaan, luar biasa
    62. Faqih                            : Ahli hukum islam
    63. Farhan                          : Bahagia
    64. Farshad                        : Bahagia
    65. Farzaan                        : Orang yang bijaksana dan pintar
    66. Fateen                         : Pintar
    67. Fattah                          : Orang yang meraih kemenangan
    68. Fazan                           : Seorang penguasa
    69. Furqan                         : Cahaya / Pelita
    70. Gafur                            : Tak terkalahkan
    71. Gamal                          : Memiliki paras yang tampan
    72. Gazi                              : Pemimpin
    73. Ghaazi                         : Penakluk
    74. Ghafar                         : Pemaaf, penyayang
    75. Ghalib                          : Penakluk, pemenang
    76. Ghamir                        : Memberi banyak sedekah
    77. Haady                          : Membimbing ke jalan yang benar
    78. Haafiz                          : Gelar laki-laki yang telah hafal seluruh al-qur’an, wali, pelindung
    79. Habibullah                 : Sahabat Allah, penyayang semua
    80. Hadi                              : Pemimpin, pemandu
    81. Hafid                            : Yang bijaksana
    82. Haidar                         : Gelar khalifa ali, haidar ali
    83. Hamad                        : Banyak memuji
    84. Hamdan                      : Yang memuji
    85. Hamid                         : Pemuji Allah
    86. Hani                            : Senang, bahagia
    87. Hanif                           : Benar, salah satu dari iman yang benar, lurus
    88. Haqqi                          : Orang yang menjunjung tinggi kebenaran, adil
    89. Hasan                         : Tampan
    90. Husain                        : Pemikir islam
    91. Husnain                      : Murni di mata
    92. Imtiaz                          : Kekuatan diskriminasi
    93. Irfan                            : Berilmu
    94. Izhar                           : Dapat diterima
    95. Ibrahim                       : Bumi, nama nabi
    96. Ihaan                          : Pemimpin, pelopor, pagi, fajar, pemenang
    97. Ihsaan                        : Kebaikan, kedermawanan
    98. Imam                           : Pemimpin
    99. Imran                     : Kuat, makmur
    100. Insar                        : Pembantu, pendukung
    101. Iqbal                       : Kemuliaan, takdir
    102. Isyraf                       : Berarti pengawasan
    103. Izwar                     : Anak yang berpegang teguh dan tidak pernah menyerah
    104. Jamil                      : Tampan, berkah
    105. Janab                     : Gelar kehormatan
    106. Jarif                         : Cerdas, bijak
    107. Jazel                       : Bersikap baik, berkelakuan baik
    108. Jazil                        : Keberanian
    109. Jefri                        : Perdamaian
    110. Jidan                      : Kelimpahan
    111. Jihan                     : Hubungan tuhan, dunia
    112. Johan                   : Pemberian tuhan
    113. Junaide                  : Seorang prajurit
    114. Kaamil                    : Sempurna
    115. Kafi                         : Sempurna, lengkap
    116. Kalief                      : Anak yang sukses
    117. Kaysan                   : Bijaksana
    118. Keyaan                  : Mahkota, raja
    119. Kemal                    : Sempurna
    120. Khaleeq               : Layak, sopan, ramah, baik hati
    121. Khairullah            : Sesuatu yang baik dari Allah swt
    122. Khaisan                  : Yang bijak
    123. Khaleed               : Sosok yang berani
    124. Khalish                   : Yang murni, ikhlas
    125. Kiyan                    : Kehadiran
    126. Kiran                      : Sinar
    127. Latif                       : Halus, lembut
    128. Lateef                   : Menyenangkan
    129. Layyin                  : Lembut, halus
    130. Lutfi                        : Baik, ramah, lembut
    131. Lukas                     : Cahaya
    132. Luqman                : Sebuah jalan kebenaran yang terang benderang
    133. Luzman                  : Artinya tetap
    134. Muhammad      : Yang terpuji
    135. Mukhtar                : Terpilih
    136. Munir                     : Bersinar
    137. Mustafa                : Yang terpilih
    138. Maazin                  : Wajah yang berseri
    139. Mashal                   : Anak yang dapat menjadi penerang
    140. Maarif                     : Orang yang berilmu, memiliki ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan
    141. Malik                      : Menguasai
    142. Mannan                : Yang suka memberi
    143. Misdaq                  : Orang yang jujur dalam bertutur
    144. Musthafa              : Orang yang terpilih
    145. Mustafeed        : Menguntungkan
    146. Maulana               : Tuanku
    147. Mufid                     : Yang berguna, bermanfaat
    148. Nadeem              : Sahabat
    149. Naeem                 : Berkat, kemudahan
    150. Naushad              : Senang
    151. Nawfal                  : Murah hati, kata arab kuno untuk “laut”
    152. Nuri                       : Bersinar, terang
    153. Nadhif                  : Bersih
    154. Nadhir                  : Indah, bagus
    155. Nithar                   : Anak yang rela berkorban
    156. Nukman               : Anugerah, kenikmatan dari tuhan
    157. Naufal                   : Seorang yang dermawan
    158. Nazril                     : Baik, sempurna, mudah menerima ampunan
    159. Ogima                   : Pemimpin
    160. Opick                     : Pertolongan
    161. Owais                    : Nama sahabat Rasulullah
    162. Omar                     : Pengikut nabi, memakmurkan
    163. Orlando                : Laki laki dari pulau emas
    164. Otto                       : Enerjik, kaya, pintar
    165. Oscar                     : Bijaksana, rajin dan pintar
    166. Orville                   : Kota emas
    167. Okta                      : Perasaan pada keadilan
    168. Oliver                    : Penuh kasih saying
    169. Onika                    : Pahlawan
    170. Pahlevi                 : Baik, berani, taat beragama, dermawan
    171. Pasha                    : Tuan, yang mulia
    172. Pasya                    : Raja, pemimpin
    173. Patrick                  : Berjiwa pemimpin, pengambilan risiko dan sukses
    174. Pharell                  : Keberanian yang terbuktikan
    175. Phelan                  : Berwawasan luas, sukses, mandiri
    176. Philander             : Peduli kepada sekitar
    177. Phoenix                 : Berjuang untuk sukses, jiwa pembimbing
    178. Pramana             : Berilmu                             
    179. Qabil                      : Yang menjaminkan, yang menanggung
    180. Qashid                  : Yang menuju pada kemudahan
    181. Qasif                      : Penemu
    182. Qawi                      : Gagah, perkasa
    183. Qazun                   : Sutera
    184. Qushai                  : Berpikir jauh ke depan
    185. Rafa                       : Makmur, kaya
    186. Rafan                    : Rupawan, ramah
    187. Rafardhan           : Cahaya
    188. Rafassya               : Di tempat tertinggi
    189. Rafie                      :Terpuji, mulia, bangsawan
    190. Rafisqy                 : Kesempurnaan, kebaikan
    191. Rafka                     : Bersifat adil
    192. Raihan                  : Rezeki, pemberian
    193. Rakha                    : Hidupnya senang
    194. Rasyad                  : Petunjuk, bimbingan
    195. Rauf                       : Penuh kasih sayang, lemah lembut
    196. Rifqi                       : Kawan, pendamping
    197. Sadiq                     : Teman sejati
    198. Safiq                      : Belas kasih
    199. Safiy                      : Yang bersih dan jujur
    200. Sahlan                   : Mudah, senang
    201. Sa’id                       : Gembira, senang
    202. Sakha                    : Kemurahan hati
    203. Shafi                      : Jernih
    204. Syafid                    : Penyayang
    205. Taamir                  : Banyak kebaikan, banyak rezeki
    206. Taheem                : Murni
    207. Tahir                      : Yang bersih dan murni
    208. Taqa                      : Yang bertakwa
    209. Taqi                        : Bertakwa
    210. Taslim                    : Penyerahan, kepatuhan
    211. Taufiq                    : Petunjuk, pertolongan
    212. Tariq                      : Penakluk
    213. Thilal                      : Embun, hujan rintik-rintik
    214. Ubaid                    : Orang-orang yang beriman
    215. Ukail                      : Pintar, pandai
    216. Ulhaq                    : Kebenaran
    217. Unais                     : Cinta, kasih saying
    218. Uthman               : Rajin dan gigih
    219. Uwais                    : Pemberian
    220. Uzayr                    : Berharga
    221. Valen                    : Gagah
    222. Valeeqa                : Terpercaya
    223. Vicky                     : Tujuan, akal
    224. Virendra              : Laki-laki yang mulia dan pemberani
    225. Wafiq                    : Sukses
    226. Wafiy                    : Setia, jujur
    227. Wahnan               : Mudah, senang
    228. Washil                   : Penghubung, yang menyatukan
    229. Wi’am                   : Keakraban, kemesraan
    230. Wistara                 : Tegas dan pandai
    231. Xabier                   : Bersinar
    232. Yafiq                      : Mulia, dihormati
    233. Yahya                    : Kebahagiaan, kehidupan
    234. Yaala                     : Kemuliaan, tinggi
    235. Yabil                      : Bijaksana, pemberi ampun
    236. Yasir                      : Diberikan hidup dengankemudahan
    237. Yohaan                 : Beruntung
    238. Yunus                    : Kemurnian
    239. Yushar                  : Banyak kemudahan
    240. Yusni                     : Anak laki-laki
    241. Zacky                     : Cerdas
    242. Zafeer                   : Selalu menang
    243. Zahid                     : Rendah hati
    244. Zakey                    : Cerdas
    245. Zaydan                 : Nama bayi laki-laki Islam artinya Tampan
    246. Zeus                      : Pemimpin
    247. Zhandra                : Penolong umat manusia
    248. Ziyad                     : Kelebihan
    249. Zulkan                   : Pembawa kebahagiaan dan rezeki
    250. Zuri                        : Lembut, pekerjakeras, kesuksesan
    251. Zurio                      : Mampu meraih kesuksesan

    Nama Bayi Laki-laki Islami Unik Dua Kata Beserta Aslinya

    Memberikan nama yang memiliki arti baik tentu menjadi hal penting sebab adanya harapan di dalamnya.

    Kali ini, kita akan melihat beberapa rekomendasi nama bayi laki-laki yang unik dalam dua kata. Berikut daftar nama yang bisa jadi pilihan untuk buah hatimu:

    1. Akhal Bahir                                : Memiliki mata hitam yang bersinar.
    2. Akhdan Ziyad                           : Seseorang yang bersahabat dan memiliki keistimewaan.
    3. Baliq Mufid                                : pintar dan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya
    4. Burhanuddin Annai                   : Laki-laki yang memberikan fakta seputar agama.
    5. Basil Basyiruddin                     : Laki-laki pemberani pengantar berita baik tentang agama.
    6. Dziyab Mahasin                       : Laki-laki kaya harta, gemar berbuat kebaikan dengan hartanya.
    7. Fahim Hayatuna                      : Laki-laki yang dapat mengerti tentang kehidupan kami.
    8. Faiq Muntasir                           : Laki-laki yang unggul lagi menang.
    9. Farras Hazim                             : Laki-laki pintar yang bercita-cita luhur.
    10. Ghaffaruddin Mahud            : Laki-laki yang terpuji memperoleh pengampunan dosa dalam agama.
    11. Ghaitsul Mubarakah               : Laki-laki bagaikan hujan deras yang membawa karunia.
    12. Ghushun Ni’amillah                 : Laki-laki yang mendapat macam-macam nikmat Allah.
    13. Habibi Zayan                             : Kekasihku yang sangat elok wajahnya.
    14. Haidar Aziz                                 : Laki-laki bagaikan singa yang perkasa.
    15. Hajiduz Zaman                         : Laki-laki yang senang shalat tahajud sepanjang hari.
    16. Ibni Humam                               : Anak laki-laki yang pemberani lagi tinggi cita-citanya.
    17. Ifat Fadhlurrahman                  : Keutamaan dari Allah yang senantiasa menjaga diri (menyucikan).
    18. Insyirah Munawwar               : Laki-laki yang memiliki pancaran cahaya kebahagiaan.
    19. Jaiz Mahbubuddin                   : Laki-laki yang diridai (diperbolehkan) dan disukai agama.
    20. Jalaluddin Wafi                         : Laki-laki yang menjadi keagungan agama yang menyempurnakan.
    21. Juhairu Thariq                           : Laki-laki yang lantang (menyuarakan kebenaran) bagaikan ketukan pintu di malam hari.
    22. Kafi Rijal                                    : Anak laki-laki yang sempurna.
    23. Khazinun Katsiran                    : Laki-laki yang punya kekayaan berlimpah ruah.
    24. Lafifuddin Mu’tasham           : Laki-laki yang punya kehalusan agama dan terjaga dari dosa.
    25. Lamya Najmuddin                   : Laki-laki yang bagai berkilauan bintang dalam agama.
    26. Lutfi Khawas                             : Orang yang lembut dan beramal dengan ikhlas.
    27. Malik Fawwaz                           : Pemimpin atau penguasa yang dikelilingi oleh kebahagiaan dan keberuntungan
    28. Ma’ruf Sirajuddin                    : Laki-laki yang dikenal sinar penerang agama.
    29.  Mahbub Junaidi                      : Laki-laki menjadi prajurit yang disukai.
    30. Nashifuddin Majdi                  : Laki-laki yang membantu agama dengan mulia.
    31.  Nashih Musthafa                    : Laki-laki terpilih yang selalu setia.
    32. Nurul Makarim                         : Laki-laki yang memancar sinar kemuliaan.
    33. Omar Harsa                               : Lelaki yang berumur panjang, serta selalu diberikan kegembiraan dalam hidupnya.
    34. Qa’id Hadyan                            : Komandan perang yang berpangkat tinggi.
    35. Qaid Arkana                              : Pemimpin yang berhati terang.
    36.  Qaifun Habibillah                   : Laki-laki kesayangan Allah yang paham dengan ilmu filsafat.
    37.  Rafa Akbar                              : Laki-laki yang menjadi orang besar dan kaya.
    38. Rafardhan Athalla                    : Laki-laki yang memancarkan sinar cahaya sebagai anugerah Tuhan.
    39. Raffi Hamzah                          : pemimpin yang berderajat tinggi serta pantang menyerah
    40. Rahid Mumtaz                         : Laki-laki halus yang istimewa.
    41. Saddam Mahasin                    : Laki-laki yang tahan banting dalam berbuat kebaikan.
    42. Said Muzaffar                           : Laki-laki bahagia yang selalu sukses.
    43. Syamsir Makarim                     : Lelaki yang memiliki kekuatan dan kemuliaan
    44. Taqiuddin Jayyid                     : Laki-laki yang baik bertaqwa dalam ajaran agama.
    45. Tsani Rafif                                : Anak kedua yang bersifat penolong.
    46. Umar Ayyasy                            : Nama khalifah kedua yang panjang umur.
    47. Wahid Najam                           : Satu bintang.
    48. Yahya Wahib                            : Kebahagiaan orang yang memberi.
    49. Yunus Majdi                              : Lelaki yang selalu bisa berbuat baik dan terpuji dalam hidupnya
    50. Zahid Khalilurrahim                 : Laki-laki yang rendah hati menjadi kekasih Allah Yang Maha Penyayang.

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Rekomendasi Nama Bayi Laki-laki dalam Tiga Kata

    Biasanya orang tua akan memilih nama dengan dua atau tiga suku kata, yang jika tersusun akan memiliki arti yang baik serta harapan dan doa untuk si bayi di masa depan. Berikut ini beberapa rekomendasi nama bayi laki-laki dalam tiga suku kata:

    1. Abbad Nailun Nabhan            : Laki-laki yang rajin beribadah dan mendapat kemuliaan.
    2. Abdiel Justin Gilbert                : Hamba Allah yang adil dan dapat terpercaya.
    3. Abdilah Abqari Agam              : Anak laki-laki cerdas dan kuat yang mengabdi pada Allah
    4. Addar Quthni Poldi                  : Sosok imam perawi hadits yang sangat berani.
    5. Adib Alim Aminullah               : Laki-laki berilmu dan beradab yang mendapat kepercayaan dari Allah.
    6. Afif Ahwal Said                          : Laki-laki yang memelihara diri dari perbuatan terlarang dan keadaannya selalu bahagia.
    7. Afnan Atma Purnama            : Laki-laki yang memiliki jiwa mekar berseri seperti cahaya rembulan.
    8. Akhtar Farzan Wijaya             : Anak laki-laki yang akan menjadi pilihan untuk selalu bijaksana dengan penuh kesuksesan.
    9. Alim Shafiyyur Rahman         : Laki-laki yang cerdas, pintar, dan lembut.
    10. Ammar Fathee Karim             : Sosok pemimpin yang murah hati dan panjang umur.
    11. Aqlan Harith Ridauddin           : Laki-laki bijaksana yang selalu berusaha mencari keridhaan agama.
    12. Ararya Saguna Amrullah        : Laki-laki bangsawan yang selalu mentaati perintah Allah.
    13. Arroyyan Dylan Alfarizqi        : Anak laki-laki yang selalu membawa rezeki dan berwawasan luas dengan penuh kekuatan.
    14. Bakir Ahsan Amal                    : Laki-laki yang senantiasa lebih mendahului perbuatan yang lebih baik
    15. Bari Abdul Jalil                        : Seorang hamba Allah yamg pandai dan mulia.
    16. Beryl Hamizan Rabbani          : Laki-laki yang seperti permata berharga, memiliki kecerdasan, serta arif dan saleh.
    17. Billal Hafizh Athaillah               : Rahmat Allah yang bertanggung jawab.
    18. Chairil Mihran Ghazzal           : anak laki-laki baik hati yang memiliki sifat seperti sahabat Rasulullah SAW dan diharapkan bisa menjadi ahli Alquran
    19. Daffa Ramdan Althaf              : Anak laki-laki yang selalu membela dan akan menyinari hidupnya dengan penuh kelembutan.
    20.  Dawas Said Bareeq                 : Sosok pemberani yang dianugerahi kilau kebahagiaan.
    21. Dhiaurrahman Zahid Hamizan : Laki-laki yang memiliki sinar yang pengasih, pintar, kuat dan tampan serta menjauhkan diri dari kemewahan
    22. Dilfa Barqi Abbasy                    : Pria pemberani sekaligus lincah.
    23. Diya Al Din Dhafir                     : laki-laki tampan yang selalu sabar untuk mendapatkan kemenangan.
    24. Dzihni Labib Salim                    : Laki-laki yang berakal sehat dan selamat dari penyimpangan berpikir
    25. Fadli Akram I’tisham               : Laki-laki mulia yang memiliki kelebihan dan berpegang teguh pada kebenaran
    26. Fadhlan Arkhan Fathurrahman : Laki-laki yang memiliki keutamaan dan memuliakan menjadi pembuka kejayaan Yang Maha Pengasih
    27. Faris Miqdad Nazeeh             : Ksatria penjaga yang menjauhi dari hal-hal tidak terpuji.
    28. Farras Barra Muayyad            : Sosok cerdas dan independen yang dilindungi Allah.
    29. Fawwas Hamzah Antar           : Sosok pemberani yang selalu menang dalam peperangan.
    30. Gaishan Raffasya Hafis           : Laki-laki tampan yang memiliki kedudukan tinggi dan selalu melindungi banyak orang.
    31. Ghifari Syafi Muzakki              : Anak Laki-laki yang dilahirkan dengan kelembutan hati, dan menjadi penolong bagi orang lain.
    32. Hadwan Harsa Haryaka          : Laki-laki yang hidupnya tenang, gembira dan senantiasa berbuat mulia
    33. Hafizhan Raffa Khairy             : Laki-laki yang memiliki banyak kebaikan, selalu terlindung dan penuh kebahagiaan.
    34. Hanif Yasser Syathibi              : Laki-laki yang memiliki tekad dan kemauan untuk menjadi ulama dengan kemuliaan besar.
    35. Ikhbar Shaqr Akhdan              : Sahabat yang menyampaikan berita dan tajam penglihatannya
    36. Istaz Qasim Maulana              : Pendakwah yang elok dan dihormati
    37. Jafar Rakha Mubasyir             : Pemberi kabar baik yang hidupnya dipenuhi kemuliaan dan kekayaan yang berlimpah.
    38. Jasim Mu’afa Ar-Rasyiq         : Laki-laki yang berbadan sehat dan kuat
    39. Jiyad Umar Hafie                   : Sosok yang baik dan dermawan.
    40. Kamalunniam Khairul Insan : Laki-laki manusia terbaik yang punya kesempurnaan nikmat
    41. Keenan Ghazi Utsman           : Ksatria pelindung.
    42. Khaleed Sharim Mudzafar    : Sosok pemberani dan pandai berbicara.
    43. Layyin Fakhruddin Fashih     : Laki-laki yang halus dan fasih bercakap menjadi keindahan agama
    44. Makarim Mulud Mubarak    : Laki-laki mulia yang dilahirkan banyak karunia
    45. Naqib Ibni Humam                  : Anak laki-laki pemberani tinggi cita-citanya dan pantas menjadi pemimpin
    46. Liham Syubbanul Yaum         : Anak lelaki yang memiliki banyak harapan di masa muda.
    47. Mahmud Husain Zahidi          : Sosok yang terpuji, takwa, dan baik di dunia.
    48. Mazhar Ansa Ghazalan          : Lelaki yang berpenampilan menarik dan senantiasa pandai erbicara tentang kebenaran.
    49. Miftahurrahman Ash-Shofi  : Laki-laki bercahaya yang tidak memiliki cacat sebagai perantara berkah dari Allah.
    50. Mu’thi Badruz Zaman             : Sosok yang selalu memberi dan menjadi lampu penerang kehidupan.
    51. Muhammad Adib Ansharri   : Anak yang baik budinya dan penyayang kepada sesama.
    52. Muhammad Anshary Amrullah : Laki-laki yang sangat terpuji, selalu memperoleh pertolongan Allah dan menaati perintah-Nya.
    53. Muhammad Iman Kamil        : Laki-laki yang sangat terpuji dan punya iman sempurna.
    54. Munifun Aliyul Wafi                   : Laki-laki yang tinggi kedudukannya dan terkenal karena kesempurnaan akhlak.
    55. Nail Nabil Amru                         : Orang yang mulia dan panjang umur.
    56. Naufal Muadz Baqir                  : Sosok yang tampan, seseorang yang memiliki pengetahuan luas, dan terpelihara dengan baik.
    57. Nawwar Antarun Asady        : Laki-laki pemberi cahaya kebaikan dan berani bagaikan singa.
    58. Nibras Zubair Shadeeq           : Orang yang berani dan jujur
    59. Qomar Hamizah Gemilang   : Laki-laki yang tampan seperti bulan yang terang.
    60. Rafa Fauzan Kamil                    : Sosok yang dikenal karena memiliki sifat-sifat baik serta sempurna.
    61. Rafi Shameed Anas                 : Sahabat nabi yang memiliki kedudukan tinggi.
    62. Rafka Arsha Fathan                 : Lelaki yang selalu berdoa kepada Tuhan dan menjunjung tinggi keadilan untuk mencapai kemenangan sempurna.
    63. Raif Althaf Hasan                      : Sosok yang lembut dan penuh kasih sayang.
    64. Rasyiqul Abid Abdullah          : Hamba Allah yang gagah dan rajin beribadah.
    65. Raziq Hafuza Madani               : Laki-laki yang menjadi hamba murah rezeki dan pemberi semangat menuju kemajuan
    66. Robih Hakimul Karim              : Laki-laki beruntung yang penuh bijaksana dengan mulia
    67. Saad Ilham Fakhruddin           : Anak lelaki sumber kebahagiaan dan kebanggaan di dalam agama Islam.
    68. Shadiq Musthafa Karim         : Laki-laki terpilih yang mulia dan bisa dipercaya.
    69. Shabir Ahmad Shadiq              : Laki-laki terpuji yang penyabar dan amanah
    70. Sa’di Khairul Anam                   : Laki-laki yang bahagia dari sebaik-baik manusia
    71. Taqiuddin Uzmatur Rahman : Laki-laki yang baik bertaqwa dalam ajaran agama mendapat keagungan dari Allah.
    72. Tsabit Qalbun Salim                 : Laki-laki yang hatinya istiqomah dan damai
    73. Ulya Aziz Tamam                      : Laki-laki yang berkedudukan mulia, perkasa, dan sempurna.
    74. Wahid Amzar Hafizuddin      : Laki-laki pertama yang mulia serta menjadi pemelihara agama
    75. Yaqdhan Rakha Assaid           : Pria yang memiliki kehidupan bahagia.
    76. Yusuf Alaudin Fauzi                 : Seorang lelaki tampan yg mencari kemuliaan agama untuk mencapai kemenangan
    77. Zahid Hamizan Rabbani         : Laki-laki yang rendah hati, cerdas, arif, dan saleh.
    78. Zaid Hafi Ihsan                       : Seseorang yang baik hati.
    79. Zaidan Hasan Fann               : Laki-laki yang memiliki banyak kelebihan dalam kebaikan dan seni.
    80. Zayyan Zainul Muttaqin         : Laki-laki yang berwajah tampan yang seperti perhiasan bagi orang bertaqwa.
    81. Zharif Nawaf Mushab            : Sahabat nabi yang pintar.
    82. Zehan Atharrazka Malik        : Pemimpin saleh murah rezeki dan berguna bagi sesama.

    Ketentuan Menamai Anak dalam Islam

    Untuk memberikan nama anak menurut Islam, ada beberapa langkah yang dapat Anda ikuti, di antaranya adalah:

    1. Pilhlah nama yang memiliki makna baik, hal ini diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda: “Semua nama yang baik adalah milikmu, pilihlah nama yang baik.”HR. Abu Daud. Selain itu diperkuat dengan hadis riwayat Tarmidzi, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memberikan nama kepada anaknya yang baik, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang selalu memperbaharui (shalat) sunnah.” (HR. Tirmidzi)
    2. Hindari nama yang memiliki makna negatif atau yang tidak sesuai dengan prinsip Islam, hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kamu memberi nama dengan nama yang buruk, karena nama itu akan menjadi panggilan di akhirat.” (HR. Abu Dawud)
    3. Pilih nama yang mudah diucapkan dan dipahami
    4. Hindari nama yang terlalu umum
    5. Pertimbangkan nama yang sesuai dengan kebiasan di masyarakat yang ditinggali

    Nama yang Dilarang dalam Islam

    Berikut adalah beberapa contoh nama yang dilarang dalam Islam:

    1. Nama yang mengandung makna yang buruk atau negatif.
    2. Nama yang mengandung unsur-unsur kekufuran atau yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
    3. Nama yang mengandung unsur-unsur sihir atau magis.
    4. Nama yang mengandung unsur-unsur pengagungan terhadap makhluk selain Allah.
    5. Nama yang mengandung unsur-unsur syirik atau perbuatan yang menyekutukan Allah.
    6. Nama yang mengandung unsur-unsur menghina atau mengejek orang lain.
    7. Nama yang mengandung unsur-unsur penghinaan terhadap agama Islam atau para Nabi.
    8. Nama yang mengandung unsur-unsur yang dapat menimbulkan kebingungan atau kekacauan.
    9. Nama yang terlalu umum dan tidak memiliki arti yang jelas.
    10. Nama yang terlalu panjang atau sulit diucapkan.

    Itulah rekomendasi nama bayi laki-laki yang bisa kamu jadikan sebagai referensi. Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya untuk mengikuti anjuran Islam dalam memilih nama.

    Insyaallah jika kita memperhatikan unsur-unsur yang baik menurut ajaran Rasulullah SAW, nama yang kita berikan akan menjadi doa baik bagi keturunan kita. Aamiin allahuma aamiin.

    Terimakasih sudah membaca, sampai berjumpa lagi ya. Assalamualaikum wr.wb.  

  • Infak dan Sedekah: Pengertian dan Perbedaan Keduanya

    Infak dan Sedekah: Pengertian dan Perbedaan Keduanya

    Infak dan sedekah adalah dua istilah yang sering kita dengar dalam konteks ibadah sosial dalam Islam. Kedua istilah ini memiliki makna dan hukum yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama bermanfaat untuk kemaslahatan umat.

    Lantas, apa sebenarnya pengertian dan perbedaan infak dan sedekah?

    Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak artikel di bawah ini sampai habis!

    Pengertian Infak

    Menurut bahasa, infak berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan atau membelanjakan harta. 

    Menurut terminologi syariat, infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan oleh agama Islam.

    3 Karakteristik Infak

    Infak termasuk dalam cakupan ibadah infak, yang juga mencakup zakat dan sedekah. Namun, infak memiliki karakteristik tersendiri, yaitu:

    • Infak hanya berupa harta atau materi saja, tidak termasuk tindakan non-materi seperti menolong, tersenyum, atau berdoa.
    • Infak hanya dapat diberikan kepada manusia saja, tidak termasuk hewan, tumbuhan, atau benda mati.
    • Infak memiliki hukum fardhu kifayah, yaitu wajib bagi sebagian orang yang mampu, dan gugur bagi orang lain jika sudah ada yang melaksanakannya.

    Baca juga: 10+ Hadits tentang Toleransi dalam Islam dan Ayatnya dalam Al Quran

    Dasar Hukum Infak

    Infak juga memiliki dasar hukum dari Al-Quran dan hadis, di antaranya adalah:

    1. Surat Al-Baqarah ayat 267

    Artnya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al-Baqarah: 267).

    2. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim

    Artinya:  “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap pagi ada dua malaikat turun. Salah satunya berkata: ‘Ya Allah berikanlah ganti kepada orang-orang yang menafkahkan hartanya.’ Sedangkan malaikat yang lain berkata: ‘Ya Allah binasakanlah harta orang-orang yang kikir.’”  (HR. Bukhari dan Muslim).

    5 Manfaat Infak

    Manfaat infak adalah sebagai berikut:

    1. Infak dapat Menyucikan Harta dan Jiwa dari Sifat Kikir, Bakhil, dan Tamak

     Allah SWT berfirman:

    Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS At-Taubah: 103) .

    • Infak dapat Menambah Berkah dan Melipatgandakan Pahala

    Allah SWT berfirman:

    Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS Al-Baqarah: 261).

    • Infak dapat Menolak Bala, Musibah, dan Penyakit

    Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Bersihkanlah harta kalian dengan zakat, sembuhkanlah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah, dan hadapilah bala dengan banyak berdoa.” (HR Muslim).

    • Infak dapat Menghapus Dosa dan Meningkatkan Derajat di Sisi Allah SWT

    Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Sesungguhnya sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi).

    • Infak dapat Mendapatkan Balasan Surga di Akhirat

    Allah SWT berfirman:

    Artinya: “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Rabb mereka, mendirikan shalat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan dan menolak kejahatan dengan kebaikan; mereka itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), yaitu surga Adn yang mereka masuki bersama orang-orang yang saleh dari bapak-bapak, istri-istri dan keturunan mereka; sedang para malaikat masuk kepada mereka dari tiap pintu.” (QS Ar-Ra’d: 22-23).

    Pengertian Sedekah

    Menurut bahasa, sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar atau jujur. Menurut terminologi syariat, sedekah berarti ibadah sosial yang dilakukan suka rela, baik itu pemberian berupa materi atau non-materi, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    3 Karakteristik Sedekah

    Sedekah juga termasuk dalam cakupan ibadah infak, namun memiliki karakteristik tersendiri, yaitu:

    • Sedekah bisa berupa harta atau materi, seperti uang, barang, makanan, atau pakaian. Sedekah juga bisa berupa non-materi, seperti tindakan menolong, tersenyum, memberi salam, mengajari ilmu, atau berdoa.
    • Sedekah bisa diberikan kepada siapa saja, baik manusia maupun makhluk lain seperti hewan atau tumbuhan. Sedekah juga bisa diberikan kepada benda mati seperti masjid atau mushola.
    • Sedekah memiliki hukum sunnah muakkadah, yaitu dianjurkan dengan sangat oleh Rasulullah SAW dan dilakukan secara terus-menerus oleh Beliau.

    Dasar Hukum Sedekah

    Sedekah juga memiliki dasar hukum dari Al-Quran dan hadis, di antaranya adalah:

    • Surat Al-Baqarah ayat 261

    Artinya: “Perumpamaan (nafkah) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261).

    • Hadis riwayat Muslim:

    Artinya: “Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersihkanlah harta kalian dengan zakat, sembuhkanlah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah, dan hadapilah bala dengan banyak berdoa.” (HR. Muslim).

    3 Jenis Sedekah

    Berdasarkan berbagai sumber, ada beberapa jenis sedekah yang paling utama, yaitu:

    • Sedekah khofiyyah, yaitu sedekah yang dilakukan secara tersembunyi, ikhlas, dan semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
    • Sedekah dalam keadaan sehat dan kuat, yaitu sedekah yang diberikan ketika masih memiliki kesempatan dan kemampuan untuk bersedekah, bukan ketika sakit atau dalam bentuk wasiat.
    • Sedekah dengan berbagai macam bentuk, seperti senyum, nasihat, doa, ilmu, bantuan, maaf, hormat, dan lain-lain.

    Perbedaan Infak dan Sedekah

    Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui beberapa perbedaan antara infak dan sedekah, yaitu:

    • Infak hanya berupa harta atau materi, sedangkan sedekah bisa berupa harta atau non-materi.
    • Infak hanya dapat diberikan kepada manusia, sedangkan sedekah bisa diberikan kepada siapa saja.
    • Infak memiliki hukum fardhu kifayah, sedangkan sedekah memiliki hukum sunnah muakkadah.

    Persamaan Infak dan Sedekah

    Selain perbedaan, infak dan sedekah juga memiliki beberapa persamaan, yaitu:

    • Keduanya termasuk dalam cakupan ibadah infak, yaitu mengeluarkan sebagian dari harta atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan oleh agama Islam.
    • Keduanya merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, yang telah memberikan contoh dan anjuran tentang infak dan sedekah.
    • Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan harta dan jiwa, menolak bala, menghapus dosa, dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
    • Keduanya memiliki manfaat yang sama, yaitu menambah berkah, melapangkan rezeki, mempererat ukhuwah, membantu orang yang membutuhkan, dan meningkatkan kesejahteraan umat.

    Kesimpulan

    Meskipun berbeda, infak dan sedekah sama-sama memiliki keutamaan dan manfaat yang besar bagi orang yang melakukannya.

    Infak dan sedekah dapat membersihkan harta, menyucikan jiwa, mendatangkan berkah, menolak bala, menghapus dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  • 10 Adab berbicara dalam Islam, Untuk Pria dan Wanita

    10 Adab berbicara dalam Islam, Untuk Pria dan Wanita

    Segala aspek kehidupan di dunia baik yang kecil maupun besar telah diatur dengan jelas di dalam Al-Qur’an. Termasuk mengenai adab berbicara dalam Islam.

    Umat muslim wajib memiliki adab, sebab salah satu ciri orang beriman yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah beradab.

    Tujuan dari memiliki adab yang baik adalah untuk membentuk dan menghasilkan pribadi atau akhlak yang terpuji. Baik terhadap Allah SWT, para Rasul-Nya, dan sesama mahluk hidup lainnya sesuai dengan nilai yang terkandung dalam hadits.

    Untuk lebih jelasnya, Yuk simak beberapa adab berbicara dalam Islam yang perlu diketahui!

    Adab Berbicara dalam Islam

    Terdapat pepatah yang mengatakan bahwa lisanmu adalah harimaumu, hal ini dimaknai bahwa segala hal baik maupun buruk yang diterima bergantung pada perkataan yang dilontarkan, jangan sampai kita berbicara hal yang tidak penting dan menyakiti hati orang lain.

    Adab berbicara dalam Islam tentu memiliki keterkaitan dengan akhlak terpuji, apabila seseorang memiliki akhlak yang baik sudah tentu ia memiliki adab berbicara yang baik pula.

    Bahkan adab berbicara dalam Islam telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Betapa lembut dan dan santunnya perkataan beliau. Sehingga masing-masing lawan bicaranya merasa dia yang paling dimuliakan Rasulullah.

    Berikut beberapa adab berbicara yang dicontohkan Rasulullah SAW:

    1. Jangan terlalu berceloteh

    Adab berbicara dalam Islam yang pertama yakni berhati-hatilah untuk tidak terlalu banyak berceloteh. Pilah perkataan yang akan diucapkan, sehingga dapat disampaikan dalam kalimat yang ringkat, jelas dan tidak bertele-tele.

    Hal ini dijelaskan dalamsalah satu firman Allah SWT pada surat An-Nisa ayat 114 yang berbunyi:

    لَا خَيۡرَ فِىۡ كَثِيۡرٍ مِّنۡ نَّجۡوٰٮهُمۡ اِلَّا مَنۡ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوۡ مَعۡرُوۡفٍ اَوۡ اِصۡلَاحٍۢ بَيۡنَ النَّاسِ‌ ؕ وَمَن يَّفۡعَلۡ ذٰ لِكَ ابۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ اللّٰهِ فَسَوۡفَ نُـؤۡتِيۡهِ اَجۡرًا عَظِيۡمًا

    Artinya: “Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar“. (QS An nisa:114)

    Selain itu, perlu diingat bahwa segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakan seorang muslim. Meski ia yakin tidak ada sesiapapun yang akan mendengarnya, dan hanya berupa bisikan. Allah SWT senantiasa mendengarnya.

    Allah Ta’ala berfirman :

     عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد

    Artinya: “Seorang duduk di sebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS Qaaf:17-18).

    2. Menjaga Lisan     

    Hal yang perlu diperhatikan dalam adab berbicara dalam Islam selanjutnya yakni berhati-hati saat berbicara atau menjaga lisan.

    Dalam hal ini, penting bagi seorang muslim untuk mengontrol lidah agar memilah dan mengerem kata-kata yang dilontarkan. Sehingga perkataan yang dikeluarkan merupakan kata-kata positif.

    Tidak hanya itu, berbicara juga perlu melibatkan hati, agar perkataan yang dikeluarkan tidak menyakiti hati orang lain. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat Qaf ayat 18 yang berbunyi:

    مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

    Artinya: “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf: 18)

    Selain itu hal ini juga dijelaskan dalam salah satu hadits riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang dia tidak pikirkan dahulu, Dia akan menggelincirkan ke dalam neraka lebih jauh dari apa-apa di antara timur.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    3. Berkatalah yang Baik atau Diam

    Berkata yang baik atau diam adalah salah satu adab berbicara dalam Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu, umat muslim diperintahkan untuk memperhatikan segala ucapannya.

    Sederhananya, jika perkataan tersebut baik dan bermanfaat bagi orang lain katakanlah. Akan tetapi jika hal yang akan dikatakan itu merupakan hal buruk dan merugikan, maka lebih baik untuk diam.

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah dia menyakiti tetangganya. Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka muliakanlah tamunya. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    Baca juga: Puasa Nazar: Niat, Tata Cara, Hukum, Konsekuensi, dan Macamnya

    4. Menjauhi Berkata Dusta

    Dusta yang dimaksud yakni memberitakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini kerap kali terjadi ketika seseorang menglang cerita, sebagian cerita akan terpotong atau bahkan dilebih-lebihkan.

    Hal ini termasuk ke dalam kelemahan manusia yang pelupa, oleh sebab itu, dilarang bagi seorang muslim untuk memberitakan hal-hal yang tidak seharunsya ia urusi, dikhawatirkan terdapat dusta di dalamnya.

    Seperti yang dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW pada hadits berikut ini:

    “Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada surga, dan sesungguhnya seorang lelaki yang berkata jujur hingga di sisi Allah menjadi orang yang shidiq. Dan sesungguhnya dusta itu membawa seseorang kepada dosa, dan dosa itu membawa kepada neraka. Dan seorang lelaki yang berdusta hingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    5. Dilarang Berkata Kotor

    Adab berbicara dalam Islam kali ini yakni dilarang berkata kotor. Seiring dengan perkembangan zaman dan tren yang kiat pesat meningkat. Banyak remaja yang merasa jika mengucapkan kata-kata kotor menjadikannya keren.

    Namun, Rasulullah SAW sangat melarang umat muslim berkata yang tidak baik, seperti mengutuk, berkata kotor dan ucapan bathil lainnya.

    Ibnu Mas’ud meriwayatkan, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah seorang Mukmin yang sempurna, yang suka mencaci, mengutuk, berbuat, dan berkata kotor.” (HR. Al-Bukhari, Ahmad, dan At-Tirmidzi)

    6. Hindari Berdebat

    Hindari Berdebat

    Kecenderungan orang yang memiliki pengetahuan lebih, kerap kali suka mendebat seseorang yang sedang berbicara. Meski paa faktanya hal yang ia katakan merupakan kebenaran.

    Namun sayangnya, seseorang yang senang berdebat akan terjerumus ke dalam dosa dan kesesatan. Dari Abu Umamah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

    “Aku akan menjamin sebuah istana di sekitar surga bai orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia benar. Dan aku menjamin sebuah istana di tengah-tengah surga bagi orang yang tidak berdusta meskipun bercanda. Dan aku menjamin istana di atas surga bagi orang yang berakhlak mulia.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

    7. Dilarang Bercanda dengan Perkataan Dusta

    Dewasa ini, ada banyak sekali orang  yang dengan sengaja berbohong atau mengada-ngada agar orang yang mendengarkan perkataan kita menjadi tertawa saat mendengarnya.

    Hal ini tentu dilarang dalam Islam. Bahkan Rasulullah SAW menjelaskan dalam sabdanya bahwa akan celaka seseorang yang berbicara untuk membuat sekelompok orang tertawa namun dengan suatu kebohongan.

    Mua’awiyah bin Haidah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Celakalah bagi seseorang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat sekelompok orang tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi)

    Baca juga: Doa sebelum Berhubungan Suami Istri dan Lengkap dengan Artinya

    8. Menghindari Ghibah

    Menghindari ghibah atau bergosip menjadi salah satu hal yang memang perlu diperhatikan pada adab berbicara dalam Islam. Hal ini pun dijelaskan dalam sabda Nabi saw berikut:

    “Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muttafaq’alaih)

    9. Menjaga Suara

    Adab berbicara satu ini dikhususkan bagi muslimah. Sebab dianjurkan bagi seorang wanita untuk membuat suaranya terlalu lembut atau dibuat-buat yang dikhawatirkan akan menarik perhatian seorang laki-laki.

    Hal ini dengan berlandas pada hadis berikut:

    “Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah).” (HR. At-Tirmidzi)

    10. Membanggakan Diri Sendiri

    Berbicara mengenai diri atau menjelaskan kelebihan diri sendiri merupakan hal yang tidak baik. Sifat seperti ini seharusnya dijauhi sebab Rasulullah SAW membenci orang-orang yang menyombongkan dirinya.

    Hal ini dijelaskan dalam hadis berikut:

    “Sesungguhnya orang yang paling aku benci di antara kalian dan yang paling jauh majelisnya dariku pada hari kiamat: orang yang berlebihan dalam berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta’ajjub terhadap ucapannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan lainnya dari hadis Abu Tsa’labah Al-Khusyani)

    Nah itulah dia 10 adab berbicara dalam Islam yang perlu diperhatikan umat Muslim. Meski kadang dianggap sepele, tetapi ingatlah bahwa ada banyak sekali ruh yang menyesal di akherat dengan segala perkataan yang mereka ucapkan dulu.

    Semoga kita dijauhkan dari hal-hal buruk, aamiin.

  • 5 Amalan yang Dapat Membuat Seseorang Menjadi Ahli Surga 

    5 Amalan yang Dapat Membuat Seseorang Menjadi Ahli Surga 

    Setiap umat muslim pasti ingin masuk surga saat di akhirat kelak. Oleh karena itu, tidak heran banyak dari kita berlomba-lomba untuk melakukan amalan yang dapat menjadikan seseorang ahli surga. Harapannya, kita bisa terhindar dari api neraka.

    Kita sudah mengetahui melalui Al-Qur’an dan pembelajaran agama di sekolah bahwa surga merupakan tempat terindah sepanjang masa. Keindahannya pun sama sekali tak pernah terlihat dan terpikirkan oleh manusia.

    Tetapi, tidak semudah itu. Masalahnya, apakah kita, sebagai manusia, rela melakukan setiap amalan tersebut secara ikhlas? Apakah kita sudah melakukan setiap amalan tersebut secara tulus hanya untuk ridho Allah SWT?

    Tentunya, kita harus mengetahui apa saja amalan yang bisa membuat seseorang menjadi penghuni surga kelak. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas amalan apa saja yang membuat kita menjadi ahli surga?

    Seperti Apa Ciri-Ciri Ahli Surga?

    Sebelum membahas setiap amalannya, kita harus mengetahui seperti apa ciri-ciri ahli surga. Ahli surga adalah seorang mukmin yang berhak mendapat tempat di surga sebagai balasan dari Allah karena telah memiliki pahala.

    Untuk menjadi ahli surga, kita, sebagai seorang muslim, wajib beriman pada Allah SWT selama masih ada di dunia. Tentunya kita harus memiliki hati yang bersih dengan menjauhi setiap larangan-Nya:

    فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

    Artinya:

    “Tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka berupa (macam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S. As-Sajdah: 17).

    Allah SWT sudah memberi petunjuk ciri-ciri umat Muslim yang menjadi ahli surga melalui surat Qaaf ayat 31-35 sebagai berikut:

    وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ  مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

    Artinya:

    “Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Rabb yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat, masukilah surga itu dengan aman, Itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.” (QS. Qaaf: 31-35).

    Berdasarkan penggalan ayat tersebut, bisa kita simpulkan terdapat empat ciri-ciri ahli surga:

    • Kembali pada Allah (Awwabin).
    • Selalu memelihara setiap aturan Allah (Hafidz).
    • Takut pada Allah (Khasyah).
    • Hatinya selalu kembali pada Allah (Qolbun Munib).

    5 Contoh Amalan yang Dapat Menjadikan Seseorang Ahli Surga

    Setelah mengetahui ciri-cirinya, kita wajib mengetahui amalan apa saja yang bisa menjadikan seseorang ahli surga. Banyak amalan ini sangat familiar dan sederhana, tetapi bisa membantu kita untuk masuk surga kelak.

    Berikut adalah lima contoh amalan yang bisa menjadikan kita sebagai ahli surga:

    1. Menunaikan Shalat Berjamaah

    Melaksanakan shalat lima waktu merupakan rukun Islam yang kedua. Maka, menjalankan shalat tepat pada waktunya menjadi cara bagi seorang muslim agar dimudahkan untuk masuk surga.

    Namun, akan lebih baik jika kita menunaikan shalat berjamaah. Rasulullah SAW saja tidak pernah melewatkan shalat berjamaah sama sekali.

    Pasalnya, Allah SWT akan memberi ganjaran pahala sebanyak 27 derajat bagi orang yang shalat berjamaah.

    Baca juga: Cara Menjamak Sholat Maghrib di Waktu Isya (Jamak Takhir)

    2. Puasa Senin Kamis

    Melaksanakan puasa Senin dan Kamis juga bisa menjadi cara untuk mempermudah menjadi ahli surga. Bahkan Rasulullah SAW menyukai amalan seperti ini berdasarkan dalil berikut:

    تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

    Artinya:

    “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi).

    Pada dua hari tersebut, pintu surga sedang terbuka. Oleh karena itu, umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa pada Senin dan Kamis akan terhapuskan dosanya. Hal ini memudahkannya untuk menjadi ahli surga.

    3. Bersilaturahmi

    Amalan yang dapat menjadikan seseorang ahli surga berikutnya adalah bersilaturahmi. Mungkin perbuatan ini terdengar sepele, tetapi sering sekali kita melupakannya, apalagi saat zaman modern seperti sekarang.

    Allah SWT sudah berjanji bahwa siapapun yang menjaga silaturahmi akan menjadi ahli surga. Rasulullah SAW sudah bersabda akan pentingnya silaturahmi bagi umat Muslim berdasarkan dalil berikut:

    وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ – يَعْنِي: قَاطِعَ رَحِمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

    Dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Dalil di atas juga menyebutkan bahwa memutuskan tali silaturahmi merupakan dosa besar. Oleh karena itu, siapapun yang enggan melakukan silaturahmi pada kerabat dengan perbuatan baik, ia tidak berhak menjadi ahli surga.

    4. Menjenguk Orang Sakit

    Menjenguk orang sakit juga mungkin terdengar sebagai perbuatan sepele, tetapi bisa membantu kita menjadi ahli surga. Pasalnya, ini juga menjadi bentuk silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

    Dalam Islam, menjenguk orang sakit justru menjadi anjuran bagi seorang muslim. Siapapun yang melakukannya akan mendapat pahala yang sangat besar sesuai penjelasan dalil berikut:

    يَعُوْدُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيْفٌ فِي الْجَنَّةِ

    Artinya:

    “Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain di pagi hari melainkan 70.000 malaikat bersholawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di sore hari. Dan jika ia menjenguknya di sore hari maka 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di pagi hari. Dan ia memiliki buah-buahan yang dipetik di dalam surga.” (HR. At-Tirmidzi).

    5. Membantu Sesama

    Membantu sesama manusia, terutama yang lebih membutuhkan bantuan dan sedang dalam kesusahan, termasuk amalan agar kita bisa menjadi ahli surga. Bantuan dari kita demi meringankan beban orang lain bisa berupa zakat, infak, dan wakaf.

    عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : « مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ » رواه مسلم

    Artinya:

    Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang membantu seorang muslim (dalam) suatu kesusahan di dunia maka Allah akan menolongnya dalam kesusahan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan (beban) seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim).

    Begitulah pembahasan lima amalan yang dapat menjadikan seseorang ahli surga. Apabila kita melakukannya secara ikhlas dan untuk mengejar ridho Allah, Insya Allah kita akan masuk surga kelak.

  • 5 Adab Pergaulan dalam Islam Untuk laki-Laki dan Perempuan

    5 Adab Pergaulan dalam Islam Untuk laki-Laki dan Perempuan

    Dalam Islam, terdapat beberapa aspek atau hal yang menyangkut mengenai pergaulan yang harus diketahui seorang muslim. Beberapa aspek tersebut yakni ketentuan bagaimana dan dengan siapa kita bergaul. Hal ini dikemas dalam adab pergaulan dalam Islam.

    Apalagi jika menyangkut mengenai pergaulan lawan jenis. Meski begitu, pergaulan bukanlah hal yang dilarang dalam Islam. Namun, pergaulan antar lawan jenis haruslah dilandasi dengan etika agar tidak melanggar syariat Islam yang ada.

    Islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu memiliki hubungan baik degan sesama. Baik kepada saudara, teman serta makhluk hidup lainnya.

    Adab Pergaulan dalam Islam

    Memang benar, jika seorang muslim diwajibkan untuk memiliki akhlak yang baik serta menolong sesama. Terutama bagi saudara, teman, mauipun tetangga tersebut. Dalam surah An-Nisa’ ayat 36, Allah SWT telah berfirman sebagai berikut:

     وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

    Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”.

    Selain itu, terdapat beberapa hadits yang turut menjelaskan mengenai pentingnya menjaga hubungan dengan sesama.

    Baca juga: 6 Ceramah Singkat tentang Sabar, Kunci Hidup Bahagia

    Dari Anas Bin Malik dia berkata: “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berjumpa dengan seseorang dan beliau mengajaknya bicara, maka beliau tidak memalingkan mukanya dari orang tersebut sehingga orang itu sendiri yang berpaling, dan apabila menjabatnya, beliau tidak melepas tangannya sehingga ia sendiri yang melepaskannya, beliau juga tidak pernah terlihat mendahului teman duduknya dengan kedua lututnya,” (HR Ibnu Majah No. 3706).

    Dengan kebaikan-kebaikan tersebut, tentu akan lebih baik lagi jika kita mengetahui adab pergaulan dalam Islam, khususnya bagi lawan jenis.

    Sebagian ulama seperti Syaikh Nashir al-Albani dan Syaikh Muhammad bin Ali Adam juga turut menjelaskan bahwa wanita boleh saja berbicara dengan laki-laki, namun harus memiliki alasan yang kuat seperti adanya keperluan yang harus dilakukan.

    Sehingga dapat dikatakan bahwa hukum berbicara dengan lawan jenis dalam Islam adalah diperbolehkan jika terdapat keperluan yang benar-benar membutuhkan.

    Namun, adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis harus senantiasa dijaga dengan sungguh-sungguh.

    Terdapat sejumlah adab pergaulan dalam Islam dengan lawan jenis yang telah diatur sebagaimana mestinya sesuai dengan syariat yang dibenarkan.

    Dalam surat Al Hujurat ayat 13, Allah SWT menjelaskan bahwa pergaulan antara laki-laki dan perempuan harus berjalan dengan baik, sebab keduanya diciptakan agar saling mengenal.

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

    Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja’alnākum syu’ụbaw wa qabā`ila lita’ārafụ, inna akramakum ‘indallāhi atqākum, innallāha ‘alīmun khabīr

    Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,”

    Namun, menghindari adanya fitnah dan juga keburukan lainnya seperti mendekatkan diri pada zina. Maka ada beberapa adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis yang perlu diketahui.

    Adapun adab-adab tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Menjaga Pandangan

    Menjaga Pandangan

    Adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis yang pertama yakni menjaga pandangan atau menghindari untuk  saling memandang jika tidak dperlukan. Sebab dikhawatirkan akan memancing syahwat.

    Selain itu, hendaknya seorang muslim menjaga pandangan satu sama lain terhadap bagian tubuh yang mampu mengundang syahwat.

    Allah SWT berfirman dalam surat An Nur ayat 30:

    قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

    Qul lil-mu`minīna yaguḍḍụ min abṣārihim wa yaḥfaẓụ furụjahum, żālika azkā lahum, innallāha khabīrum bimā yaṣna’ụn

    Artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat,”

    Hal tersebut juga turut dijelaskan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani yang berbunyi:

    “Allah SWT menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang menjaga pandangan, yaitu: …yang matanya tidak mau melihat hal-hal yang diharamkan Allah,” (HR Ath-Thabrani).

    2. Tidak Berkhalwat

    Hal yang perlu diperhatikan pada adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis selanjutnya yakni menghindari berkhalawat atau berdua-duaan. Hal ini disebabkan karena ditakutkan akan menimbulkan fitnah hingga memungkin seorang muslim untuk terjerumus ke dalam perbuatan dosa.

    Sehingga, interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dilarang dalam keadaan sepi atau tempat yang tidak terlihat oleh orang lain. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah godaan syaitan dan terjaganya kehormatan serta moral.

    Sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW:

    “Janganlah sekali-kali kamu berkhalwat (berduaan) dengan perempuan kecuali disertai mahramnya,” (HR Bukhari dan Muslim).

    3. Menjaga Diri ketika Mengobrol

    Dalam bergaul dengan lawan jenis, hal yang perlu diperhatikan mengenai adab pergaulan dalam Islam terhadap sesama jenis yakni menjaga diri.

    Meski diperbolehkan untuk berkomunikasai atau bergaul dengan lawan jenis,  seorang muslim harus tahu bahwa tidak dibenarkan melakukan tindakan asusila, saling bersentuhan dan hal semacamnya.Tidak terkecuali meski itu hanya berupa berjabat tangan saja.

    4. Menghindar untuk Saling Memuja

    Hal satu ini kerap kali disebut sebagai gombal, yang artinya rayuan dusta untuk mengikat lawan jenis. Perlu diingat bahwa adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis kali ini diharuskan untuk diingat.

    Hindari berbicara mengenai kecantikan wanita atau ketampanan pria, hal ini demi menjaga kesucian diri dari khayalan yang berujung menggoda syahwat.

    5. Menutup Aurat dan Tidak Melembutkan Suara

    Adab pergaulan dalam Islam kali ini yakni menjaga aurat dan menggunakan pakaian yang sopan. Meski sederhana, hal ini termasuk ke dalam bentuk penjagaan diri terhadap pandangan buruk dan juga syahwat lawan jenis.

    Selain itu hindari melembutkan suara atau menggunakan intonasi yang berpotensi menimbulkan rasa dan syahwat. Menggunakan suara yang lembut dan manja bisa memicu perasaan yang tidak sesuai dengan syariat Islam dan mendekatkan pada zina.

    Demikian adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis yang perlu kita ketahui dan aplikasikan.  Melalui pemahaman di atas, semoga kita semua dapat menjaga diri dari perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

    Dengan mengutamakan adab dan menghormati batasan-batasan yang ditetapkan Islam, semoga interaksi antar sesama muslim dapat terjaga dengan baik