Blog

  • 7 Bacaan Akad Nikah Bahasa Arab Latin dan Artinya Lengkap!

    7 Bacaan Akad Nikah Bahasa Arab Latin dan Artinya Lengkap!

    Akad nikah bahasa Arab merupakan lafadz dalam prosesi sakral pernikahan umat Islam di Indonesia dengan bahasa Arab. Lafadz akad nikah berbentuk ijab qabul. Pembacaan lafadz ijabnya akan dibacakan oleh wali nikah dari mempelai wanita.

    Sementara untuk pembacaan qabulnya, akan dibacakan dari mempelai pengantin pria. Kedua lafadz tersebut akan dibaca beriringan alias berkelanjutan.

    Ijab dari perwakilan mempelai wanita terlebih dahulu, baru ijab qabul dari pengantin pria.

    Bacaan Akad Nikah Bahasa Arab

    Prosesi akad nikah dengan bacaan ijab qabul selain bahasa Arab pun sebenarnya tetaplah sah. Hal tersebut tertuang dalam pendapat paling kuat oleh mayoritas ulama yang penjelasanya terdapat dalam Mausu’ah Fiqhiyah al-Kuwaitiyah.

    Pendapatannya mengatakan bahwa seseorang yang tidak menggunakan bahasa Arab, boleh menggunakan ijab kabul dalam bahasa kesehariannya. Karena ia tidak mampu berbahasa Arab, sehingga tidak harus menggunakan bahasa Arab.

    Walaupun demikian, kita tetap boleh mengucapkan ijab qabul dalam bahasa Arab. Guna memberikan pengetahuan mengenai akad nikah bahasa Arab, berikut lafadz-lafadz ijab qabul bahasa Arab yang bisa kita pelajari:

    1. Bacaan Ijab Bahasa Arab

    Bacaan Ijab Bahasa Arab

    Ijab merupakan sebuah kalimat yang akan diucapkan oleh wali (ayah) dari pengantin perempuan. Selain ayah, wali bisa diwakilkan dengan orang yang memenuhi syarat dan ketentuan dalam Islam.

    Simak secara detail lafadz akad nikah bahasa Arab dari bacaan ijabnya terlebih dahulu.

    أَنكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ بِنْتِي …… بِمَهْرِ …… حَالًا

    Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka binti …. (nama mempelai perempuan) alal mahri (bentuk mahar atau mas kawin) hallan.

    Artinya: “Aku nikahkan engkau, dan kawinkan engkau dengan pinanganmu, putriku (nama mempelai perempuan) dengan mahar (bentuk mahar atau mas kawin) dibayar tunai.”

    Baca juga: Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Boleh atau Haram?

    2. Bacaan Kabul Bahasa Arab

    Bacaan Kabul Bahasa Arab

    Sementara untuk qabul sendiri yaitu kalimat yang diucapkan oleh mempelai pria. Kabul sebagai jawaban atau tanda terima dari ijab yang sudah diucapkan oleh wali atau ayah dari mempelai perempuan sebelumnya

    Berikut lafadz akad nikah bahasa Arab dalam jawaban bacaan kabulnya sebagai berikut:

    قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا بِالْمَهْرِ المذْكُوْرِ

    Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq.

    Artinya: “Saya terima nikah dan kawinnya dengan mas kawin (mahar) yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah.”

    Setelah mempelai pria selesai mengucapkan kabulnya, maka dilanjutkan dengan ucapan sah oleh para saksi yang telah hadir. Ketika saksi mengatakan sah, maka bacaan saat akad nikah bahasa Arab tersebut akan disahkan juga oleh penghulu.

    Namun, jika ada perkataan para saksi yang mengucapkan tidak sah, otomatis bacaan ijab qabul tersebut harus diulangi kembali. Sebab, ucapan tidak sah mengganggu syarat akad nikah.

    Biasanya ucapan tidak sah seperti ini disebabkan oleh berbagai macam perkara. Salah satunya ada pihak tertentu yang merasa keberatan dengan berlangsungnya akad tersebut atau bisa juga karena terputusnya dalam pengucapan ijab kabul.

    Baca juga: Hukum Perceraian dalam Islam, Simak Baik Baik!

    Lafadz Akad Nikah Bahasa Arab yang Diucapkan oleh Wali Hakim

    Sementara untuk bacaan akad nikah bahasa Arab di atas dibaca oleh ayah mempelai perempuan. Lalu, untuk wali hakim bagaimana bacaannya? Simak contoh bacaan ijab kabul sebagai berikut:

    1. Bacaan untuk Mewakilkan Wali

    Mewakilkan wali atau takwil wali dari wali yang berupa ayah kandung mempelai perempuan kepada orang yang beliau tunjuk :

    “Saudara … (nama orang yang mewakili) saya mewakilkan Anda untuk menikahkan anak perempuan saya … (nama mempelai perempuan) dengan Saudara … (nama mempelai laki-laki) bin … (nama ayah mempelai laki-laki) dengan mas kawin … (menyebutkan jenis dan nominal mahar atau mas kawinnya) dibayar tunai.”

    Selain itu, ada juga contoh kalimat dari orang yang mewakilkan wali atau tawkil wali dari wali yang bukan ayah kandung mempelai perempuan kepada orang yang ditunjuk sebagai berikut :

    “Saudara … (nama orang yang mewakili) saya mewakilkan kepada Anda untuk menikahkan cucup atau saudara perempuan atau keponakan atau saudara sepupu (bisa memilih hubungan antara mempelai perempuan dengan wali) saya … (nama mempelai perempuan) binti … (nama ayah mempelai perempuan) dengan (menyebutkan jenis dan nominal mahar atau mas kawin) dibayar tunai.”

    2. Bacaan untuk Kalimat Ijab

    Pertama, ada kalimat ijab yang bisa dilakukan sendiri oleh wali yang berupa ayah kandung dari mempelai perempuannya.

    “Saudara .. (nama mempelai laki-laki) bin .. (nama ayah mempelai laki-laki) Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan anak perempuan saya .. (nama pengantin perempuan) dengan mas kawin … (menyebutkan jenis dan mas kawin) dibayar tunai.

    Sementara itu, selain ada bacaan akad nikah bahasa Arab juga masih ada bacaan ijab yang dilakukan sendiri oleh wali yang bukan ayah kandung dari mempelai perempuan.

    “Saudara … (nama mempelai laki-laki) bin … (nama ayah mempelai laki-laki) Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan cucu atau saudara perempuan atau keponakan atau saudara sepupu (pilih salah satu hubungan antara perempuan dengan walinya) saya … (nama mempelai perempuan) binti … (nama ayah mempelai perempuan) dengan mas kawin … (menyebutkan jenis dan nominal mas kawin) dibayar tunai.”

    Selain dari bacaan ijab kabul akad nikah bahasa Arab, juga masih ada salah salah satu contoh bacaan kalimat ijab yang dilakukan oleh orang yang mewakili mempelai perempuan. Adapun contoh kalimatnya sebagai berikut:

    “Saudara … (nama mempelai laki-laki) bin … (nama ayah mempelai laki-laki) Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan .. (nama mempelai perempuan) binti … (nama ayah mempelai perempuan) yang walinya telah mewakilkan kepada saya untuk menikahkannya dengan Anda dengan mas kawin … (menyebutkan jenis dan nominal mas kawin) dibayar tunai.”

    Sementara untuk mempelai laki-laki yang akan menjawab dan menerima dengan kalimat kabul pernikahan tersebut. Bacaan lafadz kabulnya masih sama dengan bacaan kabul pada akad nikah bahasa Arab atau bahasa Indonesia.

    Sehingga, yang berubah hanya ijabnya karena ada perwakilan wali hakim yang menggantikan ijab ayah mempelai perempuan. Dengan begitu, kita tidak perlu bingung dan bertanya-tanya bagaimana kalimat ijabnya.

    3. Bacaan Ijab Bahasa Arab yang Diwakilkan oleh Wali Hakim

    Atau bisa juga dengan akad nikah bahasa Arab yang diwakilkan untuk bacaan ijabnya yaitu sebagai berikut:

    أَنكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ …… بِنْتَ …… الَّتِي وَكَّلَنِي وَلِيُّهَا بِمَهْرِ …… حَالًا

    Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka … binta … allati wakkalani waliyyuha bi mahri … hallan.

    Artinya: “Saya nikahkan kamu dan saya kawinkan kamu dengan perempuan pinanganmu … binti … yang walinya telah mewakilkan kepada saya dengan mas kawin… tunai.”

    Bacaan Akad Nikah Bahasa Indonesia

    Kita tidak hanya belajar tentang bacaan akad nikah bahasa Arab dan artinya saja, tetapi juga belajar jika menggunakan bahasa Indonesia. Adapun lafadz yang bisa kita bacakan yaitu sebagai berikut:

    1. Bacaan Ijab

    Bacaan ijabnya terlebih dahulu:

    “Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara (nama mempelai  laki-laki) bin (nama ayah mempelai laki-laki) dengan anak saya yang bernama (nama mempelai perempuan) dengan mas kawinnya berupa (mahar atau mas kawin) tunai.”

    2. Bacaan Kabul

    Dan inilah bacaan qabulnya:

    “Saya terima nikahnya dan kawinnya (nama mempelai perempuan) binti (nama ayah mempelai perempuan) dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”

    Syarah Sah Ijab Kabul

    Setelah mengetahui bagaimana bacaan akad nikah bahasa Arab, kita juga perlu tahu mengenai berbagai hal tentang pernikahan tersebut.

    Tujuannya untuk mendapatkan keberkahan dan kelancaran dari prosesi pernikahan.

    Secara umum syarat sahnya ijab kabul yaitu sebagai berikut:

    1. Adanya pengucapan lafadz “aku nikahkan” atau “kami nikahkan” atau dalam bahasa lain sebagai salah satu ketentuannya.
    2. Menyebutkan nama dari calon mempelai baik istri dan juga suami. Sebutannya juga bisa menggunakan kata ganti atau menyebutkan dengan nama kedua mempelai.
    3. Menyebutkan mahar atau mas kawin yang diberikan.

    Lebih resminya lagi jika bunyi akad nikah bahasa Arab dengan ijab kabulnya ini diucapkan secara lengkap dengan menyebutkan nama sang mempelai perempuan. Serta juga menyebutkan jumlah mahar yang diberikan.

    Syarat-Syarat Menikah

    Walaupun pernikahan bukan bagian dari rukun Iman dan rukun Islam, tetapi pernikahan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW bagi mereka-mereka yang siap secara lahir dan batin.

    Arti dari salah satu hadisnya, “Dari Aisyah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Menikah itu termasuk dari sunnahku, siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, maka ia tidak mengikuti jalanku.”

    “Menikahlah, karena sungguh aku membanggakan kalian atas umat-umat yang lainnya, siapa yang mempunyai kekayaan, maka menikahlah, dan siapa yang tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa, karena sungguh puasa itu tameng baginya.” (HR. Ibnu Majah).

    Hal itulah yang membuat sebuah pernikahan merupakan momen sakral dengan adanya syarat pernikahan. Berikut syarat dan rukun pernikahan, baik dengan kalimat  akad nikah bahasa Arab ataupun bahasa lainnya:

    1. Terdapat mempelai laki-laki
    2. Terdapat mempelai perempuan
    3. Terdapat ayah atau wali nikah bagi perempuan
    4. Terdapat para saksi nikah, dimana bagi pria minimal dua orang laki-laki yang sudah baligh
    5. Beragam Islam
    6. Mengucapkan ijab dan kabul
    7. Mengetahui asal usul wali akad nikah
    8. Bukan pria yang mahram bagi calon istri
    9. Tidak menikah dalam kondisi paksaan
    10. Tidak sedang melaksanakan ibadah haji

    Itulah akad nikah bahasa Arab juga Indonesia yang bisa kita pelajari dengan mudah. Penuhi semua syarat dan rukun pernikahannya agar pernikahan yang dibangun menjadi berkah sekaligus mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

  • Kisah Nabi Ishaq: Mukjizat Nabi Ishaq, Sejarah, & Perjalanan Dakwah 

    Kisah Nabi Ishaq: Mukjizat Nabi Ishaq, Sejarah, & Perjalanan Dakwah 

    Artikel ini akan membahas kisah Nabi Ishaq. Nabi Ishaq merupakan anak kedua dari Nabi Ibrahim setelah Nabi Ismail. Ia sekaligus menjadi anak pertama dari Siti Sarah, istri pertama Nabi Ibrahim.

    Cerita sejarah Nabi Ishaq tentu patut kita ketahui karena memiliki beberapa hikmah. Salah satunya adalah kesabaran seperti yang terlihat saat Siti Sarah menunggu agar ia bisa memiliki seorang anak seperti Siti Hajar, istri kedua Nabi Ibrahim.

    Kisah kaum Kan’an juga menjadi pokok pembahasan dan juga terkait dengan Nabi Ishaq. Artikel ini ikut menjelaskan bagaimana perjuangan Nabi Ishaq berhadapan dengan kaum Kan’an yang jauh dari Allah.

    Berikut adalah pembahasan kisah nabi Ishaq singkat dan lengkap. Mari kita bahas bersama.

    Rangkuman Kisah Nabi Ishaq

    Pertama, mari kita pahami kisah Nabi Ishaq. Dengan begitu, kita bisa lebih mengerti bagaimana perjuangan Nabi Ishaq dan apa saja hikmah yang bisa didapat.

    Nabi Ibrahim dan Siti Sarah Belum Dikaruniai Anak

    Siti Sarah merupakan istri pertama dari Nabi Ibrahim. Disebutkan bahwa Sarah merupakan wanita tercantik di muka bumi pada masanya. Bahkan kecantikannya itu bisa menandingi Siti Hawa, istri Nabi Adam.

    Meski demikian, ternyata Nabi Ibrahim dan Siti Sarah sama sekali belum memiliki anak. Padahal, usia mereka sudah sangat tua. Nabi Ibrahim sendiri khawatir ia tidak akan memiliki keturunan untuk meneruskan dakwahnya.

    Menjawab kekhawatiran sang suami, Siti Sarah mengizinkannya untuk menikahi wanita lain, lebih tepatnya Hajar yang masih sangat muda. Setelah pertimbangan berat, Nabi Ibrahim akhirnya menyetujui permintaan sang istri pertamanya itu.

    Setelah Nabi Ibrahim dan Siti Hajar menikah, mereka akhirnya memiliki anak bernama Ismail. Hal ini sempat memicu kecemburuan dari Siti Sarah yang berkata tidak siap untuk tinggal serumah dengan mereka.

    Atas perintah Allah, Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail ke Mekkah yang masih belum berpenghuni dan berupa tanah tandus. Meski demikian, Allah memberikan sebuah mukjizat saat Hajar dan Ismail kehausan.

    Kita tentu sudah mengetahui peristiwa saat Siti Hajar yang berlari berkeliling tujuh kali sebelum mukjizat tiba. Begitu juga dengan perintah Allah SWT untuk Nabi Ibrahim agar menyembelih Ismail. Sekarang, mari kita bahas awal cerita kisah Nabi Ishaq.

    Baca juga: Niat Sholat Maghrib Sendiri, Berjamaah, dan Tata caranya

    Kelahiran Nabi Ishaq Menjadi Kabar Gembira

    Meski sudah memiliki Ismail sebagai anak pertamanya, Nabi Ibrahim masih belum memiliki anak dari hasil pernikahan pertamanya. Padahal, ia sudah menginjak usia 100 tahun, usia yang sangat lanjut.

    Saat itu, Ismail berusia 14 tahun, sementara Siti Sarah menginjak usia kurang lebih 90 tahun. Usia Nabi Ibrahim dan Siti Sarah memang sudah berusia lanjut dan tidak mampu lagi memiliki keturunan.

    Suatu hari, terdapat tiga malaikat yang datang bertamu kepada Nabi Ibrahim. Ketiga malaikat itu menyamar sebagai manusia sebelum bertamu untuk menyampaikan dua kabar.

    Nabi Ibrahim pun menyambut mereka dengan senang hati. Ia mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu sebelum memerintahkan Siti Sarah agar menyiapkan hidangan anak sapi gemuk.

    Akan tetapi, ketiga tamu itu ternyata tidak makan dan minum jamuan itu. Mereka justru mengungkapkan diri sebagai para malaikat yang datang dengan dua kabar.

    Pertama, mereka mengatakan kaum Sodom akan mendapat azab yang sangat pedih akibat menolak ajakan Nabi Luth untuk meninggalkan perbuatan keji dan mungkar. Saat itu, mereka sedang menuju lokasi kaum Sodom sebelum berkunjung.

    Kabar gembiranya adalah Siti Sarah akan melahirkan seorang anak dalam waktu dekat. Padahal Siti Sarah sudah berusia 90 tahun dan mandul. Perkataannya diabadikan dalam ayat Al-Qur’an sebagai berikut:

    قَالَتْ يٰوَيْلَتٰىٓ ءَاَلِدُ وَاَنَا۠ عَجُوْزٌ وَّهٰذَا بَعْلِيْ شَيْخًا ۗاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عَجِيْبٌ

    Artinya:

    “Dia (istrinya) berkata, ‘Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib’.” (QS. Hud: 72).

    Nabi Ibrahim juga menyambut kabar itu dengan gembira. Ia sudah menanti-nantikan momen terwujudnya memiliki anak dari pernikahan pertamanya itu. Beberapa bulan kemudian, Siti Sarah akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki. bernama Ishaq.

    Kisah kelahiran nabi ishaq diceritakan dalam Al Quran surah Hud ayat 69-74, surat Adz-Dzariyat ayat 24-30, surat Shad ayat 45-47. Ketiga surat dalam Al-Qur’an tersebut juga membahas kisah kelahiran Nabi Ishaq sebagai kebesaran Allah SWT.

    Kisah Nabi Ishaq saat Dewasa

    Kelahiran Ishaq tentu menjadi kabar gembira bagi Nabi Ibrahim dan Siti Sarah. Usaha untuk selalu berdoa pada Allah SWT akhirnya terbayar. Anak mereka itu tumbuh menjadi sangat soleh dan alim.

    Ishaq memiliki sifat-sifat penting yang menjadi idaman bagi Nabi Ibrahim dan Siti Sarah. Ia punya akhlak sangat tinggi, mengajak manusia untuk mengikuti kebenaran, dan mengingat kehidupan akhirat kelak.

    Kemudian, Ishaq akhirnya diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun agar meneruskan dakwah sang ayah, Nabi Ibrahim. Hal itu juga menjadi bukti dari kisah nabi Ishaq dalam Al Quran sebagai berikut:

    اِنَّآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚوَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًاۚ

    Artinya:

    “Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Daud.” (QS. An-Nisa: 163).

    Nabi Ishaq diutus untuk memimpin kaum Kan’an yang berada di wilayah Palestina. Saat itu, kaum Kan’an sama sekali tidak mengenal Tuhan. Inilah momen terpenting dari kisah Nabi Ishaq lengkap.

    Pernikahan Nabi Ishaq dan Cobaannya

    Kisah nabi Ishaq pun berlanjut saat Nabi Ibrahim, sang ayah, sudah memasuki usia yang sangat tua. Ibunya sudah meninggal terlebih dahulu, sementara Nabi Ishaq sendiri belum menikah.

    Awalnya, nabi Ishaq meminta izin pada ayahnya agar bisa menikahi seorang perempuan dari kaum Kan’an. Akan tetapi, permintaan itu berakhir dengan penolakan karena kaum Kan’an masih tidak beriman.

    Terlebih lagi, Nabi Ibrahim juga sangat khawatir dengan keputusan anaknya itu. Ia takut Nabi Ishaq menikah dengan perempuan yang tidak seiman.

    Oleh karena itu, suatu hari Nabi Ibrahim memiliki solusi. Ia meminta seorang pelayannya untuk pergi ke Harran, Irak. Tujuannya agar mendapat perempuan yang bisa menjadi jodoh bagi Nabi Ishaq.

    Pada akhirnya, pelayan itu menemukan seorang perempuan yang tidak lain kerabat keluarga jauh. Ia adalah Rafiqah binti Batnail bin Nahur. Setelah itu, Nabi Ibrahim menikahkan Nabi Ishaq dengan Rafiqah.

    Tidak jauh berbeda dari Siti Sarah, Rafiqah ternyata mengalami mandul. Ini menjadi momen ujian dalam kisah nabi Ishaq. Tidak menyerah pada nasib, Nabi Ishaq dan sang istri terus berdoa pada Allah SWT agar mereka bisa mendapat keturunan.

    Kelahiran Nabi Yaqub jadi Cikal Bakal Nabi dari Kaum Bani Israil

    Pada akhirnya, doa Nabi Ishaq dan istrinya terkabulkan oleh Allah SWT. Rafiqah pun melahirkan putra kembar, yaitu Al-‘Aish dan Yaqub. Ternyata bukan hanya satu, dua putra kembar sudah menjadi kabar yang sangat menggembirakan.

    Seperti yang kita ketahui, Yaqub kemudian menjadi nabi sama seperti sang ayah. Ia diutus pada kaum Bani Israil demi meneruskan dakwah sang ayah untuk menyebarkan kebenaran.

    Nabi Yaqub juga menjadi awal dari masa depan nabi dari kaum Bani Israil. Pertama, ia mendapat anugerah berupa putra bernama Yusuf. Kemudian, muncullah beberapa nabi lain dari keturunan Bani Israil seperti Ayyub, Musa, Daud, Sulaiman, dan Isa.

    Sementara itu, Al-‘Aish sering sekali disebut-sebut sebagai cikal bakal dari bangsa Romawi atau lebih tepatnya Bani Ashfar. Ashfar memiliki arti warna kuning karena warna kulit Al-‘Aish.

    Konflik Al-‘Aish dan Yaqub

    Kedua anak Nabi Ishaq yang menjadi cikal bakal kedua bangsa berbeda ternyata terpicu oleh sebuah perseteruan. Konflik tersebut menjadi satu lagi momen terpenting dari kisah Nabi Ishaq. Nabi Ishaq saat itu sudah berusia sangat lanjut.

    Suatu hari, Nabi Ishaq meminta Al-‘Aish untuk memasak makanan kesukaannya dari hasil buruan itu. Pada saat yang sama, Rafiqah meminta Yaqub agar menyajikan makanan kesukaan Nabi Ishaq.

    Tidak tanggung-tanggung, Rafiqah menyuruh Yaqub mengenakan pakaian milik Al-‘Aish. Ia juga memasangkan kulit domba di tangan dan leher anaknya itu.

    Karena Nabi Ishaq sudah sangat tua, penglihatannya pun menurun. Saat itulah menjadi momen dirinya mengira Yaqub adalah Al-‘Aish berdasarkan rabaan tubuh anaknya itu.

    Yaqub pun menyajikan makanan favorit sang ayah itu. Akan tetapi, Nabi Ishaq merasakan ia sedang di dekat Al-‘Aish namun suaranya dari Yaqub.

    Ia pun mengucapkan doa agar putranya itu selalu mendapat ilmu dan rezeki melimpah, kebaikan, serta menjadi panutan bagi saudara sekaligus keturunannya.

    Al-‘Aish pun tiba tidak lama setelah Yaqub pergi dengan hidangan sesuai permintaan sang Ayah. Akan tetapi, ia tercengang bahwa Nabi Ishaq sudah menikmati hidangan buatan Al-‘Aish yang ternyata tak lain adalah Yaqub.

    Tidak terima dengan kenyataan itu, Al-‘Aish menjadi murka dan ingin membunuh saudara kembarnya sendiri. Tidak lama setelah itu, Rafiqah meminta Yaqub agar pergi ke Irak untuk menuju rumah pamannya.

    Konflik Al-‘Aish dan Yaqub yang berdampak pada masa depan umat manusia tentu bukan menjadi akhir dari kisah Nabi Ishaq. Tentunya, kita harus mengetahui bagaimana perjalanan dakwah dan mukjizatnya.

    Perjalanan Dakwah Nabi Ishaq

    Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Nabi Ishaq mendapat perintah agar memimpin kaum Kan’an di daerah Palestina. Ia juga menjadi penerus Nabi Ibrahim, sang ayah, dalam menyebarkan kebenaran dan ajaran Allah SWT.

    Ternyata Nabi Ishaq memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam menyampaikan ilmu dari Allah SWT. Tidak hanya itu, ia juga terkenal sebagai sosok Nabi yang sangat ramah, menjadikan banyak dari kaum Kan’an sangat menghormatinya.

    Kisah Nabi Ishaq dan kaumnya menjadi bukti bahwa ia sangat cerdas dalam memahami kaumnya. Tidak heran ia menjadi sosok yang terkenal dan penuh hormat.

    Mukjizat Nabi Ishaq

    Sebagai nabi, Ishaq tentu memiliki mukjizat dan keistimewaan sama seperti yang lainnya. Umat manusia belum banyak mengetahui hal tersebut. Ternyata, semuanya berawal dari kabar kelahirannya dari para malaikat pada Nabi Ibrahim dan Siti Sarah.

    Nabi Ishaq juga memiliki kecerdasan yang luar biasa. Tidak hanya itu, ia memiliki akhlak yang sangat tinggi. Kisah Nabi Ishaq dan mukjizatnya tercantum pada ayat Al-Qur’an sebagai berikut:

    “Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (QS. Shaad: 45-47)

    Terakhir, kedua anaknya, Yaqub dan Al-‘Aish, menjadi cikal bakal dua bangsa yang berbeda, yaitu Bani Israil dan Romawi. Tentunya, keduanya memiliki dua iman yang berlawanan. Hal ini tercantum pada ayat Al Quran sebagai berikut:

    وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَۗ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ ࣖ

    Artinya:

    “Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishaq. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.” (QS. Ash-Shaffat: 113).

    Hidayatul Insan menafsirkan ayat Al-Qur’an itu sebagai petunjuk bahwa keturunan Nabi Ismail dan Nabi Ishaq mendapat keberkahan. Keberkahan itu berbentuk iman, ilmu, akhlak, dan keturunan para nabi.

    Itulah mengapa Nabi Ibrahim memiliki tiga keturunan yang menjadi cikal bakal kaum masing-masing. Ketiganya adalah bangsa Arab dari keturunan Ismail, bangsa Bani Israil dari Yaqub, dan bangsa Romawi dari Al-‘Aish.

    Meski namanya sering sekali ada di Al-Qur’an, ternyata tidak banyak kisah Nabi Ishaq yang tercantum di sana, terutama perjalanan dakwah. Al-Qur’an hanya mencantumkan kisah kelahiran dan kematiannya.

    Wafatnya Nabi Ishaq

    Menjelang kematian Nabi Ishaq, Al-‘Aish dan Yaqub diceritakan sudah akur kembali. Meski begitu, ia akhirnya meninggal pada usia seratus delapan puluh tahun.

    Yaqub kemudian menjadi penerus sang ayah dalam menyebarkan agama Islam. Ia juga mendapat utusan dari Allah untuk menjadi seorang nabi. Seperti yang kita ketahui, Yaqub juga menjadi cikal bakal Bani Israil.

    Itulah akhir dari kisah Nabi Ishaq lengkap dari lahir sampai wafat.

    Hikmah dari Kisah Nabi Ishaq

    Setelah mengetahui sejarah Nabi Ishaq, kita bisa memetik beberapa hikmahnya. Berikut adalah hikmah penting yang kita patut tiru:

    1. Sayangilah Keluarga dan Saudara

    Kisah Nabi Ishaq telah mengajarkan kita agar selalu sayangi keluarga dan saudara. Hal ini sudah terlihat saat Nabi Ibrahim yang meminta pelayannya untuk mencari calon istri Nabi Ishaq sebagai bukti kasih sayang terbaik.

    Nabi Ishaq juga tetap menyayangi sang istri, Rafiqah, meski mengalami sebuah cobaan. Mereka tetap bersabar dan selalu berdoa penuh harap kepada Allah SWT. Doa dan usaha mereka membuahkan hasil berupa dua anak kembar.

    Kemudian, Nabi Ishaq mengajarkan kedua anaknya tentang akhlak secara penuh kasih. Dari ketiga peristiwa itu, Nabi Ishaq sudah mengajarkan kita agar selalu memberi cinta dan kasih sayang terhadap keluarga dan saudara.

    2. Tidak Dendam

    Dari kisah Nabi Ishaq singkat, kita sudah mengetahui Al-‘Aish memiliki dendam terhadap Yaqub. Padahal keduanya merupakan putra kembar dari Nabi Ishaq.

    Dendam hanyalah memicu masalah baru. Alih-alih menyimpan dendam, kita sepatutnya memaafkan setiap kesalahan keluarga dan saudara. Insya Allah, kehidupan kita akan lebih damai dan tenteram.

    Demikianlah pembahasan kisah Nabi Ishaq beserta mukjizatnya.

  • Apakah Kepiting Haram atau Halal? Begini Menurut Islam

    Apakah Kepiting Haram atau Halal? Begini Menurut Islam

    Apakah kepiting haram? Pertanyaan seperti ini sering diutarakan oleh umat muslim, khususnya yang masih bingung mengenai halal atau haramnya hewan kepiting untuk dikonsumsi. 

    Untuk menjawab hal ini, tentu kita tidak bisa sembarangan karena tanpa dasar ilmu dan pengetahuan yang tepat, kita akan terjerumus ke hal yang salah. Termasuk salah mengonsumsi apa yang memang diharamkan oleh Allah SWT. 

    Lantas, bagaimana dengan kepiting? Apakah hewan ini termasuk haram untuk kita konsumsi sebagai seorang muslim? Mari kita bahas selengkapnya pada informasi berikut ini. 

    Apakah Kepiting Haram atau Halal?

    Sebelumnya, sebagai muslim kita perlu pahami bahwa pada asalnya seluruh makanan yang ada di muka bumi adalah halal. Kecuali beberapa makanan yang memang telah diharamkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. 

    Dalam hal ini kita bisa melihat kembali firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah, yaitu: 

    هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا

    Artinya: “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” [al Baqarah/2:29].

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا

    Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi” [al Baqarah/2:168].

    Berdasarkan hal ini, kita tidak boleh mengharamkan makanan atau menghalalkan makanan sesuka hati, kecuali yang memang telah Allah SWT haramkan di dalam kitab-Nya atau melalui lisan para Rasul-Nya.  

    Hal ini berlaku juga untuk melihat hukum memakan kepiting. Kita tidak bisa memutuskan perihal kehalalan atau keharamannya tanpa dalil dari Sunnah dan Kitab. Karena jika hal ini terjadi, kita sudah termasuk berdusta atas nama Allah SWT. 

    وَلاَ تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ

    Artinya: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung” [an-Nahl/16:116].

    Sejauh ini, melansir dari berbagai sumber yang ada tidak ada ayat ataupun hadits yang mengatakan bahwa kepiting haram atau mengharamkan kepiting. Lalu, bagaimana sampai bisa ada anggapan bahwa kepiting haram?

    Selama ini di buku-buku dan pelajaran sekolah, diajarkan bahwa binatang yang hidup di dua alam (darat dan laut) termasuk ke golongan haram. Mungkin dari sinilah asal muasal munculnya anggapan bahwa kepiting haram. 

    Akan tetapi, orang yang mengatakan bahwa kepiting haram harus bisa menunjukkan dalil yang jelas mengenai hal ini. Jika tidak ada, maka hal ini kembali lagi ke hukum asal makanan yang ada di seluruh muka bumi, yaitu halal.

    Baca juga: 4 Pilar Akhlak Mulia dalam Islam sebagai Sumber Utama Perilaku Terpuji

    Pendapat MUI (Majelis Ulama Indonesia) Tentang Kepiting 

    MUI atau Majelis Ulama Indonesia juga pernah mengeluarkan fatwa mengenai kepiting. Hal ini terjadi karena banyak perdebatan ulama mengenai status hukum jika seorang muslim memakan kepiting. 

    Sumber dari perbedaan pendapat ini adalah fakta bahwa kepiting dianggap sebagai hewan yang hidup di dua habitat yaitu laut dan darat. Dari sinilah para ulama memiliki perbedaan sikap dan tidak jarang berselisih mengenai hal ini. 

    Akan tetapi, fatwa MUI mengenai kepiting dikeluarkan dengan mempertimbangkan banyak hal. Bahkan fatwa tersebut tidak hanya merujuk dari Al-Qur’an, hadits, dan literatur fiqih semata. 

    Lebih dari itu, komisi fatwa MUI pun sudah bekerja sama dengan LPPOM MUI atau Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia. 

    Bahkan juga menjadikan penelitian dosen dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB sebagai referensi dan rujukan. Dari berbagai sumber, kerjasama, dan keterangan tersebut barulah komisi fatwa MUI bisa mengeluarkan fatwa yang tepat.

    Komisi fatwa MUI, berpendapat bahwa kepiting yang dikonsumsi di Indonesia tidak ada yang hidup atau berhabitat di dua alam. Artinya, tidak ada yang hidup di darat sekaligus hidup di air. 

    Lebih lanjut lagi, dalam fatwa tersebut kepiting yang memang biasa masyarakat Indonesia konsumsi hanya hidup di air saja. Baik itu air tawar maupun laut. Hal ini pun didasarkan dari ciri fisik kepiting tersebut. 

    Seperti bertelur di air, bernafas dengan insang, berhabitat di air, dan membutuhkan oksigen di dalam air. Nah, dari dasar inilah hukum mengkonsumsi kepiting berdasarkan fatwa MUI adalah halal selama tidak membahayakan tubuh.

    Bahaya Mengonsumsi Makanan yang Haram 

    Sebagai seorang muslim, perlu kita pahami bahwa sesungguhnya ada bahaya yang besar untuk memakan makanan yang tidak halal atau haram. Bahaya tersebut adalah terhalangnya doa dan ancaman keras di akhirat. 

    1. Terhalangnya Doa 

    Ketika terlalu banyak memakan makanan haram, doa bisa terhalang. Hal ini berdasarkan pesan Rasulullah SAW kepada sahabatnya, Sa’d RA. Berikut adalah pesan tersebut:

      يَا سَعْدُ أَطِبْ مَطْعَمَكَ تَكُنْ مُسْتَجَابَ الدَّعْوَةِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنَّ الْعَبْدَ لَيَقْذِفُ اللُّقْمَةَ الْحَرَامَ فِي جَوْفِهِ مَا يُتَقَبَّلُ مِنْهُ عَمَلَ أَرْبَعِينَ يَوْمًا   

    Artinya: “Wahai Sa‘d, perbaikilah makananmu, niscaya doamu mustajab. Demi Dzat yang menggenggam jiwa Muhammad, sesungguhnya seorang hamba yang melemparkan satu suap makanan yang haram ke dalam perutnya, maka tidak diterima amalnya selama empat puluh hari” (Sulaiman ibn Ahmad, al-Mu‘jam al-Ausath, jilid 6, hal. 310).

    2. Ancaman Keras di Akhirat 

    Mengonsumsi makanan yang haram juga membuat kita mendapatkan ancaman yang keras di akhirat nanti. Apa ancaman tersebut? Jawabannya tentu adalah siksa api neraka. Hal ini bisa kita rujuk dari hadits yang berbunyi: 

      كُلُّ لَحْمٍ وَدَمٍ نَبَتَا مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِمَا  

    Artinya: “Setiap daging dan darah yang tumbuh dari perkara haram, maka neraka lebih utama terhadap keduanya” (HR Al-Thabrani).

    Jadi kesimpulannya, apakah kepiting haram? Jawabannya adalah kepiting hukumnya halal. Setelah mengetahui hal ini harapannya, kita sebagai muslim bisa lebih tenang mengkonsumsinya. Semoga bermanfaat!

  • Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Fakir dan Miskin Beserta Penjelasannya

    Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Fakir dan Miskin Beserta Penjelasannya

    Dalam ajaran Islam, masalah sosial dan kemanusiaan mendapat perhatian yang sangat besar. Salah satu aspek yang sering dibahas adalah kondisi orang-orang yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, mencakup perbedaan fakir dan miskin.

    Artikel ini akan membahas perbedaan antara fakir dan miskin dalam Islam, serta merujuk pada dalil-dalil dari Al-Qur’an yang relevan.

    Namun, perlu kita pahami bahwa dalam Islam, ada perbedaan antara fakir dan miskin.

    Fakir dalam Pengertian Islam

    Kata “fakir” dalam bahasa Arab berasal dari kata “faqara,” yang artinya adalah “kehilangan” atau “kekurangan.”

    Dalam konteks Islam, seorang fakir adalah seseorang yang hidup dalam keadaan kekurangan ekonomi dan dia tidak memiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan tanggungan yang dimiliki.

    Fakir seringkali tidak memiliki harta yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, termasuk makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan lainnya.

    Dalil Tentang Fakir

    Al-Qur’an mengacu pada kata “fakir” dalam beberapa ayat yang menyoroti pentingnya memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Contoh salah satunya adalah dalam Surat Al-Baqarah ayat 267 yang berbunyi:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا۟ ٱلْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغْمِضُوا۟ فِيهِ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

    Yā ayyuhallażīna āmanū anfiqụ min ṭayyibāti mā kasabtum wa mimmā akhrajnā lakum minal-arḍ, wa lā tayammamul-khabīṡa min-hu tunfiqụna wa lastum bi`ākhiżīhi illā an tugmiḍụ fīh, wa’lamū annallāha ganiyyun ḥamīd.

    Artinya:

    “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al-Baqarah: 267)

    Ayat ini menekankan pentingnya memberikan sedekah kepada mereka yang membutuhkan dan mengingatkan bahwa Allah SWT adalah Maha Kaya. Hal ini agar kita tidak takut menjadi miskin karena bersedekah di jalan Allah SWT.

    Selain itu, terdapat juga sabda Rasulullah SAW yang berdoa kepada Allah SWT agar dilindungi dari kefakiran dengan bunyi:

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekafiran, kekurangan, dan kehinaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari (kondisi) didzalimi dan mendzalimi orang lain.” (HR. Ibnu Majjah dan Hakim dari Abu Hurairah).

    Baca juga: Masa Iddah: Pengertian, Jenis, Hak, Larangan, dan Hikmahnya

    Miskin dalam Pengertian Islam

    Kata “miskin” dalam bahasa Arab adalah “faqeer,” yang juga berasal dari kata “faqara.” Dalam konteks Islam, miskin adalah bahwa miskin adalah mereka yang memiliki kekurangan ekonomi tetapi masih memiliki sedikit harta atau sumber daya.

    Hal ini membuktikan mereka masih bisa memenuhi beberapa kebutuhan dasar. Namun, dari harta itu tidak mencukupi untuk memenuhi semua kebutuhan mereka sehingga masih sulit untuk menjalankan kehidupan sehari-hari.

    Dalil Tentang Miskin

    Rasulullah SAW juga bersabda terkait definisi miskin sebagaimanya bunyinya:

    ليسَ المِسْكِينُ الذي يَطُوفُ علَى النَّاسِ تَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ واللُّقْمَتَانِ، والتَّمْرَةُ والتَّمْرَتَانِ، ولَكِنِ المِسْكِينُ الذي لا يَجِدُ غِنًى يُغْنِيهِ، ولَا يُفْطَنُ به، فيُتَصَدَّقُ عليه ولَا يَقُومُ فَيَسْأَلُ النَّاسَ

    Artinya:

    “Orang miskin bukan hanya yang berkeliling meminta-minta kepada orang lain lalu mereka diberi makanan sesuap atau dua suap, atau sebiji-dua biji kurma. Namun orang miskin adalah orang yang tidak mendapatkan kecukupan untuk menutupi kebutuhannya. Dan ia tidak menampakkan kemiskinannya sehingga orang-orang bersedekah kepadanya, dan ia juga tidak meminta-minta kepada orang lain” (HR. Bukhari No. 1479 dan Muslim No. 1039)

    Perlu kita catat bahwa hadits diatas adalah orang miskin yang “muta’affif” atau menjaga kehormatan sesuai yang diriwayatkan:

    ولَكنَّ المسْكينَ المتعفِّفُ وفي زيادةٍ ليسَ لَهُ ما يستغني بِهِ الَّذي لا يسألُ ولا يُعلمُ بحاجتِهِ فيتصدَّقَ عليْهِ

    Artinya:

    “Orang miskin yang muta’affif (menjaga kehormatan) adalah yang tidak mendapatkan kecukupan untuk menutupi kebutuhannya. Dan ia tidak meminta-minta, tidak menampakkan kemiskinannya sehingga orang-orang bersedekah kepadanya”. (HR. Abu Daud No. 1632).

    Perbedaan Fakir dan Miskin dalam Islam

    Jika ditelaah lebih lanjut, tentunya terdapat banyak perbedaan fakir dan miskin yang bisa kita ketahui. Hal ini tentunya karena perbedaan dasar, seperti kekurangan atas dasar untuk memenuhi kebutuhan.

    Berikut ini beberapa perbedaan utama antara fakir dan miskin dalam Islam:

    1. Kekurangan Ekonomi yang Lebih Parah

    Perbedaan fakir dan miskin yang utama dalam Islam adalah tingkat kekurangan ekonomi. Fakir adalah mereka yang hidup dalam keadaan yang lebih parah, di mana mereka tidak memiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an dengan bunyi:

    أَوْ مِسْكِيناً ذا مَتْرَبَةٍ

    Artinya:

    “… atau orang miskin yang fakir,” (QS. Al Balad: 16).

    Dalam ayat ini menjelaskan Allah SWT sifati kemiskinan dengan matrabah, yaitu kefakiran. Selain itu, ayat ini juga menunjukkan bahwa ada orang miskin yang fakir dan ada orang miskin yang tidak fakir. Sehingga fakir lebih parah dari miskin.

    Miskin, di sisi lain, mungkin memiliki beberapa harta atau sumber daya yang bisa mereka gunakan, tetapi masih membutuhkan bantuan.

    أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا

    Artinya:

    “Adapun perahu itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.” (QS. Al-Kahf: 79).

    Menunjukkan bahwa orang miskin masih memiliki harta yang berharga (semisal perahu) untuk mencari penghidupan. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial yang perlu kita berikan kepada mereka juga berbeda.

    Dalam Islam, fakir memiliki prioritas lebih tinggi dalam hal penerimaan sedekah, karena mereka hidup dalam kondisi yang lebih sulit. Miskin juga berhak menerima sedekah, tetapi karena mereka masih memiliki beberapa sumber daya.

    2. Hak Sosial dan Kewajiban Berzakat

    Dalam hukum Islam, ada konsep zakat yang adalah kewajiban keagamaan bagi umat Islam untuk memberikan sebagian dari kekayaan mereka kepada mereka yang membutuhkan, terutama kepada fakir dan miskin.

    Zakat memiliki persyaratan khusus terkait dengan jumlah harta dan jenis harta yang dimiliki oleh seseorang. Oleh karena itu, perbedaan fakir dan miskin memiliki peran penting dalam pembagian zakat.

    Al-‘Allamah Al-Buhuti rahimahullah menjelaskan dalam bukunya “Kasyful Qina” pada halaman 2:239:

    “Dan tidak boleh memberikan zakat kecuali kepada orang yang diketahui pasti bahwa ia termasuk yang berhak menerimanya, atau disangka kuat ia termasuk yang berhak menerimanya. Maka disini dibutuhkan pengetahuan yang pasti sehingga muzakki bisa dikatakan lepas dari tanggungan zakat. Atau sangkaan kuat yang kadarnya selevel dengan ilmu, jika memang ada uzur dan kesulitan untuk memastikan”.

    3. Sifat Khusus

    Meskipun ada perbedaan dalam tingkat kekurangan ekonomi, baik fakir maupun miskin dalam Islam adalah mereka yang layak mendapatkan perhatian, bantuan, dan dukungan dari umat Muslim.

    Mereka dihargai dan dihormati dalam masyarakat Muslim dan membantu mereka adalah salah satu tugas utama dalam ajaran Islam bagi kita yang memiliki harta dan kemampuan yang cukup.

    Perbedaan fakir dan miskin tentunya sudah sangat jelas dalam hukum Islam. Hal ini membuktikan bahwa Islam menjadi ajaran yang sangat sempurna. Selain itu, sudah seharusnya kita membantu orang lain dengan cara bersedekah.

  • 8 Nama Neraka serta Calon Penghuninya dalam Al-Qur’an

    8 Nama Neraka serta Calon Penghuninya dalam Al-Qur’an

    Nama nama neraka serta calon penghuninya – Sesungguhnya, dunia hanyalah ujian bagi orang-orang yang beriman. Saat berpulang, semua manusia akan diadili serta diberi ganjaran atas segala hal yang diperbuat. Neraka merupakan tempat penyiksaan bagi mereka yang zalim serta memiliki sebutan nama neraka pada setiap tingkatan.

    Al-Qur’an menyebutkan, orang-orang zalim akan kekal terbakar di dalam neraka dan menjadi sebuah kehinaan yang sangat besar serta kerugian mendalam bagi seorang muslim. Sebab tidak ada kehinaan yang lebih hina darinya.

    Sebagai seorang muslim, penting untuk mengetahui tingkatan-tingkatan dan nama neraka yang Allah SWT ciptakan. Sebagai pengingat bahwa neraka adalah satu-satunya tempat yang merugi.

    Mari simak uraiannya di bawah ini!

    Mengenal Apa itu Neraka

    Mengingat kembali bahwa manusia diciptakan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan mencari ridho-Nya. Islam menjelaskan bahwa setiap perbuatan yang dilakukan selama di dunia memiliki balasan ketika di akherat kelak.

    Telah disinggung sebelumnya, bahwa dunia hanyalah tempat ujian bagi seorang muslim, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya pada surat Al-Mulk ayat 67 yang berbunyi:

    الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

    “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.” [Al-Mulk/67:2]

    Setiap manusia pasti mengingnkan untuk bertempat tinggal di syurga ketika mereka meninggal, bahkan seorang kafir pun menginginkan syurga. Pasalnya, keindahan syurga banyak dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an.

    Namun sayangnya, seorang muslim kerap kali lupa bahwa setiap perilaku yang dilakukan di dunia memiliki ganjaran di akherat kelak.

    Neraka dalam Islam diartikan sebagai tempat bagi mereka yang memiliki amalan buruk yang timbangannya lebih berat daripada amalan baik.

    Secara etimologi, neraka berasal dari bahasa Arab “al-nar” yang artinya adalah panas, tembakan dan api. Sedangkan secara istilah kata “al-nar” memiliki makna tempat mengerikan yang disediakan untuk orang-orang yang berbuat dosa dan kejahatan.

    Neraka bukan semata-mata hanya sebagai tempat penyiksaan maupun pembalasan dari Allah SWR, melainkan juga tempat penyembuhan. Neraka Allah SWT hadirkan untuk menghukum orang-orang yang durhaka, kafir, musyrik, fasik, munafik dan sejenisnya.

    Orang-orang yang kafir dan durhaka akan tetap tinggal di dalam neraka dengan abadi, kemudian orang mukmin yang durhaka akan menjalani hukuman dan tinggal sementara di neraka. Setelah itu, mereka akan dikeluarkan kembali atas izin Allah SWT.

    Sesungguhnya, neraka itu tempat yang nyata. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ali-Imran ayat 116 mengenai adanya neraka yang berbunyi:

      اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

    Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka (dan) mereka kekal di dalamnya.

    Oleh sebab itu, berpikirlah setiap bertindak dan niatkan segala sesuatu yang akan dilakukan semata-mata hanya karena untuk mencapai ridho Allah SWT.

    Baca juga: 10 Dalil Mengenai Hukum Judi dalam Islam, Simak!

    Tingkatan dan Nama Neraka dalam Islam

    Neraka merupakan tempat bagi mereka yang merugi, neraka sendiri memiliki tingkatan dan nama neraka yang akan dihuni bagi mereka yang tidak bertawakal kepada Allah SWT.

    setiap tingkatan neraka dikhususkan untuk calon penghuni yang berbeda pula. Berikut ini nama neraka dan tingkatannya!

    1. Neraka Jahanam

    Nama neraka dan tingkatan yang pertama yakni, neraka jahanam. Neraka ini tergolong sebagai neraka dengan tingkatan paling tinggi yang akan di tempati oleh orang-orang yang melakukan dosa besar.

    Kata neraka jahanam ini berasal dari bahasa Aran yang memiliki banyak arti. Secara harfiah diartikan sebagai penampilan jahat atau berwajah murung. Alasan mengapa neraka ini disebut sebagai neraka jahanam ialah, karena neraka ini dalam keadaan gelap, hitam dan memiliki dasar yang amat dalam.

    Tingkatan ini disebutkan dalam Surat Al-Hijr: 43–44.

    وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَٰبٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ

    Wa inna jahannama lamau’iduhum ajma’īn. Lahā sab’atu abwāb, likulli bābim min-hum juz`um maqsụm.

    Artinya: “Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.”

    Dosa besar yang dilakukan oleh penghuni neraka jahanam adalah orang-orang yang munafik, orang yang menduakan Allah SWT, mengikuti kata setan, durhaka kepada-Nya, hingga orang yang bakhil atau pelit.

    2. Neraka Lazha

    Pada tingkatan kedua, nama neraka disebut sebagai neraka lazha yang memiliki makna berkobar hebat atau menyala-nyala.

    Tingkatan ini biasa dikhususkan untuk manusia yang mendustakan Al-Qur’an. Begitu mencintai hal-hal yang berifat duniawi, yang berpaling dari risalah Nabi Muhammad SAW, membelakangi tauhid, dan enggan bersedekah.

    Neraka Lazha sendiri dijalaskan dalam Al Ma’arij ayat 15–18 yang berbunyi:

    كَلَّآ ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ نَزَّاعَةً لِّلشَّوَىٰ تَدْعُوا۟ مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّىٰ وَجَمَعَ فَأَوْعَىٰٓ

    Kallā, innahā laẓā. Nazzā’atal lisy-syawā. Tad’ụ man adbara wa tawallā . Wa jama’a fa au’ā.

    Artinya: “Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama). Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.”

    Selain itu, dijelaskan pula dalam surat al-Lail ayat 14-16 yang berbunyi:

    فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا ٱلْأَشْقَى ٱلَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

    Fa anżartukum nāran talaẓẓā. Lā yaṣlāhā illal-asyqā. Allażī każżaba wa tawallā.

    Artinya: “Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).”

    3. Neraka Huthamah

    Nama neraka pada urutan yang ketiga yakni neraka huthamah. Kata huthamah memiliki arti hancurnya sesuatu. Neraka ini akan membuat penghuninya mengalami kehancuran dengan api yang memecah serta membakar sampai ke tulang belulang dan melontarkan api sebesar istana.

    Tingkatan neraka ini akan diisi oleh manusia yang suka bergosip, menyebarkan berita yang tidak benar, mengumpat, enggan bersedekah dan perhitungan kepada sesama.

    Bahkan,orang-orang yang mengutamakan kepentingan dunia akan menjadi calon penghuni Huthamah. Neraka Huthamah sendiri pun hadir dan dibahas dalam surat Al-Humazah ayat 1–3 yang berbunyi:

    وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُۥ يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ

    Wailul likulli humazatil lumazah, allażī jama’a mālaw wa ‘addadah, yaḥsabu anna mālahū akhladah.

    Artinya: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat (al-humazah) lagi pencela (al-lumazah), yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya.”

    Baca juga: Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardu Sesuai Sunnah, Arab, Latin, dan Artinya

    4. Neraka Sa’ir

    Pada tingkatan selanjutnya, nama neraka ini adalah neraka sa’ir. Kata Sa’ir berasal dari bahasa Arab yang artinya menyala, sesuatu yang berkobar dan tidak dipadamkan sejak diciptakan.

    Sehingga neraka sa’ir dapat dimaknai sebagai neraka dengan api yang berkobar-kobar dan menyala. Di dalam neraka ini terdapat tali, rantai, ular, kalajengking dan juga belenggu.

    Dikisahkan para penghuninya akan mendengar suara yang mengerikan. Setiap penghuninya dilemparkan, para penjaga neraka itu bertanya, “Apakah belum pernah datang kepadamu seorang pemberi peringatan?”.

    Para penghuninya pun akan menjawab, “Benar ada, namun kami mendustakannya.”

    Akhirnya, terucaplah penyesalan mereka, “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan peringatan itu, niscaya kami tidak termasuk penghuni neraka Sa‘ir yang menyala-nyala ini.”

    Dalam surah Al-Mulk ayat 5 dijelaskan bahwa penghuninya adalah mereka yang mendustakan pembawa kebenaran.

    وَلَقَدْ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَٰبِيحَ وَجَعَلْنَٰهَا رُجُومًا لِّلشَّيَٰطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ ٱلسَّعِيرِ

    Wa laqad zayyannas-samā`ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja’alnāhā rujụmal lisy-syayāṭīni wa a’tadnā lahum ‘ażābas-sa’īr.

    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.”

    5. Neraka Jahim

    Tingkatan selanjutnya, nama neraka ini disebut sebagai neraka jahim. Kata jahim sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya tempat panas dengan bara api sangat besar.

    Neraka jahim merupakan neraka dengan api yang sangat besar yang bertempat di sebuah jurang atau lubang. Pada tingkatan ini, penghuninya yakni orang-orang musyrik, pendusta ayat-ayat Al-Qur’an dan melupakan urusan akhirat karena kesibukan duniawi.

    Sebagaimana firman Allah SWT mengenai neraka jahim dalam Q.S Asy-Syu’ara ayat 91–92 mengatakan bahwa neraka ini pun dijanjikan untuk orang-orang yang sesat.

    وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ

    Wa burrizatil-jaḥīmu lil-gāwīn, Wa qīla lahum aina mā kuntum ta’budụn.

    Artinya: “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat.dan dikatakan kepada mereka: ‘Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah (Nya)’.”

    Selain itu, diterangkan pula dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 51 mengenai keberadaan neraka jahim dan penghuninya, berbunyi:

    وَالَّذِيْنَ سَعَوْا فِيْٓ اٰيٰتِنَا مُعٰجِزِيْنَ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ

    Artinya: Tetapi orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan maksud melemahkan (kemauan untuk beriman), mereka itu adalah penghuni-penghuni Neraka Jahim.

    6. Neraka Saqar

    Nama neraka ditingkatan ini dimai sebagai neraka saqar. Al-Qur’an telah menjelaskan mengenai gambaran neraka saqar yang panas dan sangat membakar.

    Pada tingkatan ini, neraka saqar dihuni oleh orang-orang yang sombong, tidak pernah sholat, tidak pernah memberi makan orang miskin, membicarakan hal batil dan mendustakan Al-Qur’an.

    Hal tersebut pun dibahas dalam Q.S Al-Muddatsir ayat 42–46 yang berbunyi:

    مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ ٱلْمِسْكِينَ وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلْخَآئِضِينَ وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ

    Mā salakakum fī saqar, Qālụ lam naku minal-muṣallīn, Wa lam naku nuṭ’imul-miskīn, Wa kunnā nakhḍu ma’al-khā`iḍīn, Wa kunnā nukażżibu biyaumid-dīn.

    Artinya: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”

    Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat,  dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,

    dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari Pembalasan.”

    7. Neraka Hawiyah

    Pada tingkatan ini, nama neraka ini adalah neraka hawiyah. Neraka ini banyak disebutkan dalam beberapa riwayat. 

    Neraka ini merupakan neraka yang berada pada tingkatan paling bawah. Penghuni neraka ini ialah orang-orang munafik.

    Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 145 yang berbunyi:

    إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

    Innal-munāfiqīna fid-darkil-asfali minan-nār, wa lan tajida lahum naṣīrā.

    Artinya: “Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.”

    8. Neraka Zamharir

    Neraka ini digambarkan sebagai neraka yang tidak hanya penuh dengan api yang panas, namun juga memiliki suhu luar biasa dingin.

    Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an surat An Naba’: 24-26 yang berbunyi seperti berikut ini:

    لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا (24) إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا (25) جَزَاءً وِفَاقًا (26)

    Lā yażụqụna fīhā bardaw wa lā syarāba, Illā ḥamīmaw wa gassāqa, Jazā`aw wifāqā.

    Artinya: “Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan ghossaq, sebagai pambalasan yang setimpal.”

    Makna ghossaq yang disebutkan dalam ayat diatas, dijelaskan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Yang dimaksud ghossaq adalah dingin beku dari neraka, dan seseorang seperti terpanggang dengannya.”

    Mujahid rahimahullah berkata, “Ghossaq adalah sesuatu yang tidak mampu seseorang sentuh karena begitu dinginnya.”

    Ada ulama pula yang mengatakan, “Ghossaq adalah dingin yang baunya begitu busuk”.

    Itulah dia nama neraka yang perlu diketahui oleh umat Islam, sebagai pengingat bahwasannya manusia hidup di dunia hanyalah sementara.

    Sebab Allah SWT menciptakan kita hanya untuk senantiasa berbuat baik dan berlomba-lomba dalam kebakan.

    Semoga dengan memahami ganjaran kehidupan setelah di akherat kelak, bisa membuat kta lebih baik dan bertaubat atas kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat sebelumnya.

  • 8 Cara Bersyukur Kepada Allah SWT, Muslim Wajib Tau!

    8 Cara Bersyukur Kepada Allah SWT, Muslim Wajib Tau!

    Cara bersyukur kepada Allah SWT adalah salah satu cara yang harus dilakukan oleh umat Muslim.

    Bersyukur dalam Islam berarti mengakui nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan menggunakannya sesuai dengan syariat-Nya.

    8 Cara Bersyukur Kepada Allah SWT

    Lalu, bagaimana cara bersyukur kepada Allah SWT? Berikut adalah 8 cara yang bisa kita lakukan!

    1. Mengucapkan Hamdalah

    Mengucapkan Hamdalah

    Mengucapakan Hamdalah setiap kali selesai melakukan sesuatu, seperti makan, minum, mandi, sholat, bekerja, belajar, dan lain-lain. Hamdalah adalah ucapan “alhamdulillah” yang artinya segala puji bagi Allah.

    Dengan mengucapkan hamdalah, kita mengingat bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah atas izin dan karunia Allah SWT. Sebagaimana beberapa dalil di bawah ini, Allah SWT berfirman:

    ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ

    مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Bacaan latin: Summa kulī ming kulliṡ-ṡamarāti faslukī subula rabbiki żululā, yakhruju mim buṭụnihā syarābum mukhtalifun alwānuhụ fīhi syifā`ul lin-nās, inna fī żālika la`āyatal liqaumiy yatafakkarụn.

    Artinya: “Maka makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 69).

    Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila selesai makan beliau mengucapkan: ‘Alhamdulillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi ghairu makfiyyin wa la muwadda’in wa la mustaghnan ‘anhu rabbuna.’ Artinya: ‘Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak lagi baik lagi diberkahi di dalamnya; pujian yang tidak dapat digantikan, tidak dapat ditinggalkan, dan tidak dapat dipisahkan dari Rabb kami.’” (HR. Bukhari no.5458).

    Baca juga: Kumpulan Contoh Ceramah Singkat tentang Jujur Beserta Dalilnya

    2. Membaca Al-Quran dan Hadis

    Membaca ayat Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan nikmat-nikmat Allah SWT, seperti surat Ar-Rahman, surat An-Nahl, surat Luqman, dan lain-lain.

    Dengan membaca ayat Al-Quran dan hadis tersebut, kita akan menyadari betapa banyak dan beragam nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita, baik di dunia maupun di akhirat. Seperti yang tertuang di dalam ayat berikut ini, Allah SWT berfirman:

    وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Bacaan latin: Wa in ta’uddụ ni’matallāhi lā tuḥṣụhā, innallāha lagafụrur raḥīm.

    Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18).

    Dan Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa bangun pagi dalam keadaan aman di negerinya, sehat badannya, ada makanannya untuk hari itu maka seolah-olah dia memiliki seluruh dunia.’” (HR. Tirmidzi no.2346).

    3. Melaksanakan Sholat Lima Waktu

    Melaksanakan sholat lima waktu dengan khusyu’ dan tepat waktu juga menjadi salah satu cara bersyukur kepada Allah SWT.

    Seperti yang kita tahu bahwa sholat merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling utama dan paling dicintai Allah SWT.

    Dengan melaksanakan sholat lima waktu, kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat hidup, nikmat iman, nikmat kesehatan, nikmat waktu, dan nikmat-nikmat lainnya. Sebagaimana dalil-dalil di bawah ini. Allah SWT berfirman:

    فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ

    فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

    Bacaan latin: Fa iżā qaḍaitumuṣ-ṣalāta fażkurullāha qiyāmaw wa qu’ụdaw wa ‘alā junụbikum, fa iżaṭma`nantum fa aqīmuṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta kānat ‘alal-mu`minīna kitābam mauqụtā.

    Artinya: “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’: 103).

    Dan Nabi Muhammad SAW bersabda:

    Artinya: “Dari Abdullah bin Mas’ud RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Sholat yang paling dicintai oleh Allah adalah sholat Daud AS. Dia tidur setengah malam, bangun sepertiga malam lalu tidur lagi seperenam malam. Dan puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Daud AS. Dia berpuasa sehari dan berbuka sehari.’” (HR. Bukhari no.1131).

    4. Berdoa Kepada Allah SWT

    Cara yang selanjutnya adalah berdoa kepada Allah SWT dengan memuji-Nya terlebih dahulu, lalu memohon apa yang kita butuhkan atau inginkan, baik di dunia maupun di akhirat.

    Berdoa adalah salah satu bentuk komunikasi antara hamba dan Rabbnya. Dengan berdoa, kita mengakui bahwa hanya Allah SWT yang maha kuasa atas segala sesuatu, dan hanya Dia yang bisa memberikan apa yang kita minta.

    Hal tersebut sebagaimana yang tercantum di dalam ayat di bawah ini, Allah SWT berfirman:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ

    جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Bacaan latin: Wa qāla rabbukumud’ụnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna ‘an ‘ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn.

    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Ghafir: 60).

    Dan Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak ada dosa dan tidak ada pemutusan silaturahmi di dalamnya melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal berikut: atau doanya dikabulkan, atau disimpan untuknya di akhirat, atau dijauhkan darinya kejahatan yang setara dengan doanya.’” (HR. Ahmad no.7677).

    Baca juga: Sejarah Masuknya Islam di Indonesia dan Perkembangannya

    5. Bersedekah Kepada Orang-Orang yang Membutuhkan

    Seperti bersedekah kepada fakir miskin, yatim piatu, janda, musafir, dan lain-lain. Adapun yang dimaksud dengan bersedekah adalah salah satu bentuk ibadah yang paling mulia dan paling disukai Allah SWT.

    Dengan bersedekah, kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat harta, nikmat rezeki, nikmat kemampuan, dan nikmat-nikmat lainnya. Sebagaimana beberapa dalil di bawah ini, yaitu:

    مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ

    سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

    Bacaan latin: Maṡalullażīna yunfiqụna amwālahum fī sabīlillāhi kamaṡali ḥabbatin ambatat sab’a sanābila fī kulli sumbulatim mi`atu ḥabbah, wallāhu yuḍā’ifu limay yasyā`, wallāhu wāsi’un ‘alīm.

    Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).

    Dan Nabi Muhammad SAW bersabda:

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Setiap pagi ada dua malaikat turun ke bumi. Salah satunya berkata: ‘Ya Allah berikanlah ganti bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya.’ Sedangkan malaikat yang lain berkata: ‘Ya Allah binasakanlah harta orang-orang yang kikir.’” (HR. Bukhari no.1374).

    6. Bersabar dalam Menghadapi Cobaan dan Ujian dari Allah SWT

    Seperti bersabar merasakan sakit, musibah, kesulitan, kegagalan, dan lain-lain. Bersabar adalah salah satu sifat yang paling dicintai Allah SWT.

    Dengan bersabar, kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat imtihan (ujian), nikmat sabar (kesabaran), nikmat tawakkal (berserah diri), dan nikmat-nikmat lainnya. Hal ini sesuai dengan ayat di bawah ini, Allah SWT berfirman:

    وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ

    وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

    ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

    أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

    Bacaan latin: Wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khaufi wal-jụ’i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt, wa basysyiriṣ-ṣābirīn. Allażīna iżā aṣābat-hum muṣībah, qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn. Ulā`ika ‘alaihim ṣalawātum mir rabbihim wa raḥmah, wa ulā`ika humul-muhtadụn.

    Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”. (QS. Al-Baqarah: 155-157).

    Dan Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kesusahan, kelelahan, penyakit, kesedihan, atau bahkan gangguan yang menimpanya, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya karenanya.” (HR. Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573).

    7. Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

    Bershalawat kepada Nabi Muhammad dengan mengucapkan “sholallahu ‘alaihi wa sallam” setiap kali menyebut atau mendengar namanya.

    Bershalawat adalah salah satu bentuk penghormatan dan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, yang merupakan utusan Allah SWT dan teladan bagi kita semua.

    Dengan bershalawat, kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat risalah (kenabian), nikmat syafa’ah (pertolongan), nikmat sunnah (ajaran), dan nikmat-nikmat lainnya. Hal ini sebagaimana yang tercantum di dalam ayat berikut ini:

    إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ

    وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

    Bacaan latin: Innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ ‘alaihi wa sallimụ taslīmā.

    Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab: 56).

    Dan Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

    8. Berakhlak Mulia

    Cara besyukur kepada Allah SWT yang terakhir adalah berakhlak mulia dalam pergaulan dengan sesama manusia, seperti berbuat baik, jujur, adil, sopan, santun, dan lain-lain.

    Seperti yang kita tahu bahwa berakhlak mulia adalah salah satu bentuk ibadah yang paling penting dan paling berpengaruh.

    Dengan berakhlak mulia, kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat akal, nikmat fitrah, nikmat hidayah (petunjuk), dan nikmat-nikmat lainnya. Seperti beberapa dalil di bawah ini:

    وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

    Bacaan latin: Wa innaka la’alā khuluqin ‘aẓīm.

    Artinya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al-Qalam: 4).

    Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah SWT menganjurkan kita untuk memiliki akhlak mulia yang sempurna dan menjadi teladan bagi kita semua.

    Dan Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Sesungguhnya tiada lain aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang baik.” (HR. Ahmad).

    Hadis di atas menunjukkan bahwa salah satu tujuan utama kenabian Nabi Muhammad SAW adalah untuk mengajarkan dan memberikan contoh akhlak mulia kepada umat manusia.

    7 Manfaat Bersyukur Kepada Allah SWT

    Bersyukur kepada Allah SWT memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah:

    • Menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
    • Mendapatkan ridha dan rahmat Allah SWT.
    • Menjauhkan dari sikap kufur dan nifak.
    • Menambah kebahagiaan dan ketenangan hati.
    • Mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam segala urusan.
    • Menjauhkan dari bala dan musibah.
    • Mendapatkan pahala dan ganjaran di akhirat.

    4 Tanda Seseorang yang Tidak Bersyukur Kepada Allah SWT

    Meskipun, bersyukur kepada Allah SWT merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Namun, tidak semua orang memiliki rasa syukur yang tinggi. Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang tidak bersyukur kepada Allah SWT, antara lain:

    1. Tidak menerima kekurangan

    Orang yang tidak bersyukur cenderung merasa tidak puas dengan apa yang dimilikinya, dan selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik atau lebih banyak dari orang lain.

    Orang yang seperti ini tidak akan menyadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan bahwa Allah SWT telah memberikan nikmat sesuai dengan kadar dan kemampuan masing-masing.

    2. Selalu mengeluh dalam segala hal

    Baik itu mengeluh tentang kondisi pribadi, lingkungan, masyarakat, atau negara. Orang yang tidak bersyukur cenderung melihat segala sesuatu dari sisi negatifnya saja, dan tidak mau melihat sisi positifnya.

    Orang yang seperti ini tidak akan menyadari bahwa setiap ujian dan cobaan yang datang dari Allah SWT adalah untuk menguji iman dan kesabaran mereka, dan bahwa ada hikmah di balik setiap musibah.

    3. Pamrih

    Alih-alih membantu orang lain karena ikhlas dan mencari ridha Allah, namun sebaliknya, yaitu mengharapkan imbalan dari orang yang sudah ditolong.

    Orang yang tidak bersyukur cenderung berbuat baik hanya karena motif tertentu, seperti ingin dipuji, dihormati, atau dibalas oleh orang lain.

    Orang yang seperti ini tidak akan menyadari bahwa berbuat baik kepada sesama adalah salah satu bentuk syukur kepada Allah SWT, dan bahwa pahala dari Allah SWT lebih besar dan lebih abadi daripada pujian atau balasan dari manusia.

    4. Bersikap pesimis dan tidak berharap baik kepada Allah

    Orang yang tidak bersyukur cenderung merasa putus asa dan tidak percaya bahwa Allah SWT akan memberikan jalan keluar atau solusi untuk setiap masalah yang dihadapi.

    Orang yang seperti ini tidak akan menyadari bahwa Allah SWT adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan bahwa Allah SWT tidak akan membebani hamba-Nya melebihi batas kemampuannya.

    Itulah 8 cara bersyukur kepada Allah SWT yang bisa kita lakukan. Sesungguhnya jika kita bersyukur, Allah SWT akan tambah nikmat yang kita dapatkan.

  • Doa Nabi Sulaiman Untuk Mendatangkan Uang Dan Kekayaan

    Doa Nabi Sulaiman Untuk Mendatangkan Uang Dan Kekayaan

    Mungkin sebagian orang pernah mendengar doa Nabi Sulaiman yang memiliki banyak sekali keutamaan. Salah satunya yakni memberikan rezeki yang berlimpah.

    Nabi Sulaiman adalah satu di antara nabi yang sangat dihormati dalam agama Islam, beliau dikenal dengan kekayaan dan kebijaksanaannya yang amat luar biasa. Dalam Al-Qur’an juga dikisahkan bahwa beliau memohon kepada Allah untuk diberikannya kekayaan dan kekuasaan yang luas.

    Doa Nabi Sulaiman ini menjadi salah satu inspirasi bagi umat Islam untuk memohon rezeki yang berlimpah dari pintu manapun. Yuk, simak bacaan doa Nabi Sulaiman berikut ini!

    Bacaan Doa Nabi Sulaiman

    Selain dikenal akan kekayaan dan kebijaksanaanya, Nabi Sulaiman juga memiliki sejumlah kemuliaan yang istimewa yakni kemampuan berbicara dengan hewan dan jin, serta mampu mengusir kawanan semut.

    Sebagai seorang muslim, tentu penting bagi kita untuk mengenali serta meneladani sifat Nabi Sulaiman yang meski memiliki banyak sekali keistimewaan, namun tetap rendah hati dan tidak sombong atas segala kenikmatan yang Allah SWT berikan kepadanya.

    Adapun beberapa doa Nabi Sulaiman yang tertuang dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

    1. Doa Nabi Sulaiman Memohon Kekayaan

    Doa Nabi Sulaiman Memohon Kekayaan

    Doa Nabi Sulaiman yang pertama yakni doa meminta kekayaan, pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki keterbatasan dan pembeda dari orang lain, termasuk mengenai ekonomi.

    Oleh sebab itu, seorang muslim harus senantiasa meminta dan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kekayaan yang cukup.

    Umunya, berdoa apa saja diperbolehkan asalkan dalam hal kebaikan. Salah satu kebaikan yang dimaksudkan seperti meminta rezeki yang berlimpah serta keberkahan di dalamnya.

    Lantas, apakah orang yang berkecukupan dilarang meminta dilapangkan rezekinya?

    Tentu saja tidak, meskipun Nabi Sulaiman sudah menjadi seseorang yang kaya raya namun tetap saja doa meminta rezeki ini selalu dilantunkan.

    Bahkan, kekayaan yang diminta oleh Nabi Sulaiman adalah kerajaan megah yang berada di Palestina.

    Agar keinginannya tercapai, maka Nabi Sulaiman memanjatkan doa kepada Allah seperti yang tertuang pada Q.S Shaad ayat 35, yaitu:

    قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لَّا يَنۢبَغِى لِأَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

    Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb

    Artinya: Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”. (QS Shaad: 35).

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    2. Doa Nabi Sulaiman Untuk Tetap Mensyukuri Nikmat Allah

    Selain sebagai permohonan akan rezeki, adapula satu di antara doa Nabi Sulaiman yang diperuntukkan sebagai sarana memelihara karunia Allah SWT.

    Di mana, hati yang bersyukur akan memperkuat dan memantapkan kebaikan yang belum ada.

    Mukjizat dari Allah SWT kepada Nabi Sulaiman AS adalah berupa kekayaan yang sangat banyak.

    Karena salah satu mukjizat yang dimilikinya tersebut, maka senantiasa membuatnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

    Rasa syukur Nabi Sulaiman terhadap segala limpahan rezeki yang beliau punya dengan melafalkan doa yang tercatat dalam Al-Qur’an pada surat An-Naml Ayat 19:

    رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

    Rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu, yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba Mu yang sholeh.” (QS. Al-Naml:19).

    Baca juga: Bacaan Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan, Sah!

    3. Doa Nabi Sulaiman Menjinakan Hewan

    Nabi Sulaiman dikaruniai mukjizat yang luar biasa dari Allah SWT yakni bisa menjinakan dan berbicara menggunakan bahasa hewan.

    Dalam kisahnya, Nabi Sulaiman melafalkan doa yang mampu menjinakan hewan, sesuatu yang tidak mungkin namun mungkin di hadapan Allah SWT.

    Doa ini boleh saja kita lafalkan saat sedang berada di tempat yang mungkin saja terdapat banyak sekali hewan buas. Oleh sebab itu, bacalah doa ini saat bertemu dengan hewan yang ditakuti:

    بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ , اَلَّا تَعْلُوا عَلَىَّ وَاْتُونِى مُسْلِمِيْنَ

    Bismillah hirrahmani rahiim, allaa ta’luu alayya wa’tuunii muslimin.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu berlaku sombong kepadaku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

    4. Doa Nabi Sulaiman Mengusir Jin

    Selanjutnya, yakni doa Nabi Sulaiman saat menjinakan jin. Hal ini termasuk dalam mukjizat yang Allah SWT berikan kepadanya.

    Selain kemampuan berbicara dengan hewan, beliau juga mampu berkomunikasi dengan jin, tentu hal ini diawali dengan pelafalan doa.

    Salah satu doanya adalah untuk mengusir jin yang tidak mau beriman kepada Allah SWT atau membangkang.

    Salah satu doanya adalah untuk mengusir jin yang tidak mau beriman kepada Allah SWT atau membangkang.

    اَلَّا تَعْلُوْا عَلَيَّ وَأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ ࣖ

    Allā ta‘lū ‘alayya wa’tūnī muslimīn(a).

    Artinya : “Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri!”

    5. Doa Nabi Sulaiman dalam Menundukkan Wanita

    Terdapat doa Nabi Sulaiman yang bisa dilafalkan sebagai permohonan untuk membuat seorang perempuan membalas perasaan kita. Hal ini tertuang dalam surat An-Naml aat 30-31 yang berbunyi:

    إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۙ أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

    Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. allā ta’lụ ‘alayya wa`tụnī muslimīn

    Artinya: “Surat ini dari seorang bernama Sulaiman, ia dimulai dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, isinya janganlah kalian sombong kepadaku, tapi datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

    6. Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu mukjizat Nabi Sulaiman adalah berbicara dengan binatang, hal ini dikisahkan ketika sang Nabi Sulaiman melintasi jalan yang terdapat sekelompok semut yang lewat, kemudian semut tersebut ketakutan dan berteriak.

    Teriakan semut tersebut membuat Nabi Sulaiman berhenti dan memperhatikan kejadian yang dialami oleh kelompok semut.

    Semut sangat takut terinjak oleh pasukan nabi Sulaiman yang tak lama kemudian sang nabi berkata kepada para semut untuk masuk kedalam sarangnya.

    Setelah para semut tersebut masuk barulah nabi sulaiman dan pengikutnya melanjutkan perjalanannya.

    Adapun bacan doa nabi Sulaiman mengiusir semut adalah seperti ini :

    قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

    Qālat namlatuy yā ayyuhan-namludkhulū masākinakum, lā yaḥṭimannakum sulaimānu wa junūduhū wa hum lā yasy‘urūn(a).

    Artinya : “Wahai para semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.” (Q.S. Annaml : 18)

    Keteladanan Nabi Sulaiman AS

    Setelah mengetahui beberapa doa Nabi Sulaiman AS, ada baiknya untuk mengetahui kisah tauladannya sebagai tuntunan kita seorang muslim dalam bersikap. Beberapa keteladanan yang dimiliki Nabi Sulaiman AS antara lain:

    1. Pemimpin yang adil dan bijaksana

    Nabi Sulaiman AS dikenal sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana di seluruh penjuru dunia. Hal ini bermula dari kepandaian beliau dalam memimpn kerajaannya.

    Beliau juga terkenal dengan keadilan  dalam menyelesaikan suatu perkara. Berkat kemampuannya ini, beliau mampu mengatur pasukannya yang besar dan kuat yang tidak hanya terdiri dari manusia, melainkan juga jin, dan hewan.

    2. Selalu malu kepada Allah SWT

    Meskipun memiliki kekuasaan yang begitu besar, hal ini tidak membuat Nabi Sulaiman AS menjadi orang yang sombong.

    Beliau tetap mengingat kebesaran Allah SWT sebagai penolongnya. Beliau bahkan tetap merasa malu kepada Allah SWT karena berkah yang diberikan begitu melimpah. Beliau seringkali merasa tidak pantas akan hal tersebut.

    Beliau tetap rendah hati terhadap makhluk Allah SWT lainnya. Beliau bahkan tetap merasa malu kepada Allah SWT karena sudah diberikan begitu melimpahnya karunia, rezeki, dan nikmat. Ia merasa malu ini karena menganggap dirinya masih belum cukup beribadah kepada Allah SWT.

    3. Rendah hati

    Selain itu, Nabi Sulaiman AS tidak pernah membeda-bedakan, beliau juga sangat senang melakukan dialog dengan rakyat-rakyat kecil, berkomunikasi dengan mereka walaupun hanya dengan beberapa ekor semut.

    Itulah beberapa doa Nabi Sulaiman serta tauladannya yang bisa kita jadikan tuntunan dalam beragama. Semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr. wb.

  • 20 Ide Jualan Minuman Bulan Puasa yang Trend dan Laku

    20 Ide Jualan Minuman Bulan Puasa yang Trend dan Laku

    Bulan Ramadhan menjadi peluang emas bagi pedagang, banyak yang memanfaatkan momen ini untuk berjualan takjil maupun makanan sahur. Banyak sekali ide jualan minuman bulan puasa yang bisa kamu coba dengan modal kecil.

    Sebagian orang akan ragu-ragu untuk memulai karena mempertimbangkan modal yang dipunyai tidak banyak untuk membuka suatu usaha.

    Akan tetapi, kita tidak mesti berjualan dengan modal yang besar untuk mendapatkan untung yang besar juga, lho.

    Ide Jualan Minuman Bulan Puasa Laris Manis

    Berikut beberapa rangkuan beberapa ide jualan minumlan bulan puasa terlaris dan banyak diburu orang pada saat menjelang buka puasa.

    1. Aneka Es Buah

    Aneka Es Buah

    Saat berpuasa, orang akan cenderung memikirkan hal-hal segar untuk membasuh tenggorokan yang telah seharian kering saat menahan dahaga. 

    Tentu saja, tidak akan ada yang bisa menolak segarnya es sirup campur dengan isian buah-buahan segar seperti semangka, melon,cincau dan taburan selasih.

    Terlebih jika cuasa saat berpuasa cenderung panas, dan banyak sekali aktivitas seharian yang dilakukan.

    Es bah akan menjadi plihan terbaik utuk meredakan dahaga berbuka puasa. Karena itu, tidak ada salahnya untuk mencoba menjual aneka es buah segar di pasar takjil.

    Baca juga: 15 Arti Mimpi Digigit Ular Menurut Islam, Apa Saja?

    2. Aneka Boba Rasa

    Dewasa ini, sedang viral-viralnya aneka minuman dengan berbagai macam jenis seperti minuman maupun es krim yang ditaburi boba di dalamnya. Mengingat bahwa masyarakat cenderung untuk mengikuti tren yang sedang naik-naiknya, tentu hal ini menjadi kabar baik jika kamu ingin mencarri ide jualan minuman bulan puasa.

    Memang agak membutuhkan persiapan yang matang, namun ide jualan minuman saat puasa satu ini tidak akan padam hingga terlewatnya Ramadhan, lho.

    3. Es Campur

    Siapa yang tidak tertarik untuk membeli minuman segar satu ini? ide jualan minuman saat puasa satu ini banyak diminati oleh semua kalangan dari generasi ke generasi, lho. Es campur ini memiliki rasa yang manis serta menyegarkan dan memiliki harga yang terbilang murah.

    Oleh karena itulah, tak heran banyak orang yang memilihnya untuk dijadikan sebagai menu berbuka puasa.

    Proses pembuatannya pun tidak lah sulit, Kamu cukup menyiapkan cincau, kolang kaling, cendol, santan, es dan susu. Jika ingin lebih menarik lagi, kamu bisa menginovasikan tampilannya semenarik mungkin dipadukan dengan packaging yang lucu dan aestheti.

    Namun, sebelum kamu siap menjualnya, pastikan resep yang kamu gunakan sudah melewati proses pemilahan ya. Sehingga pembelimu tidak merasa tertipu hanya dengan tampilannya yang lucu.

    4. Es Cappucino Cincau

    Minuman satu ini pernah viral yang menjadi favorit banyak orang karena perpaduan cincau dan juga cappucinonya yang sesuai dengan lidah asia.

    Bahkan es cappucino incau menjadi salah satu kreasi yang paling banyak disukai dan punya potensi untuk bisnis. Bahan yang digunakan juga relatif murah dan mudah didapat, kamu hanya cukup membeli bahan-bahan seperti gula jawa, cincau, cappucino bubuk beberapa saset saja dan juga susu.

    Untuk menarik pelanggan, kamu bisa melakukan inovasi seperti tampilan yang cantik atau mungkin diberikan toping sesuai dengan selera pelanggan seperti menambah keju, remahan oreo atau yang lainnya.

    Jika kamu tertarik untuk mencobanya, kamu bisa memulainya dengan melihat resep mudah pembuatan es cappucino cincau dan lakukan peniruan serta modifikasi ala kamu untuk tampilan yang lebih cantik dan menarik pelanggan.

    5. Es Susu Kurma

    Kurma identik dengan bulan Ramadhan, tidak hanya dijadikan makanan pembuka saat berbuka puasa, kurma bisa dibuat menjadi suguhan menyegarkan, lho.

    Es susu kurma menjadi salah satu hal menarik untuk dijaikan ide jualan minuman saat puasa, selain rasanya yang nikmat, susu kurma menjadi sajian bermanfaat yang memberikan kesehatan tubuh.

    Selain itu, kamu tidak membutuhkan bahan baku mahal untuk menjual minuman menyehatkan satu ini, hanya perlu menyiapkan freshmilk, kurma, madu dan es batu.

    6. Es Kelapa Muda

    Es Kelapa Muda

    Dari sabang sampai merauke, minuman satu ini tak pernah bisa ditolak sebagai penghilang dahaga yang menyenangkan. Pasalnya, selain penyajiannya yang cepat, es kelapa muda juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

    Meski ada banyak sekali pedagang yang memikirkan untuk menjual hal yang sama, kamu bisa menjual es kelapa muda dengan  memodifikasi rasanya serta memberikan sedikit sentuhan modern, seperti pemilihan toping tambahan.

    Kamu juga perlu tahu bahwa peluang penjualan es kelapa di bulan puasa sangat besar dalam meraup keuntungan apalagi dengan bahan-bahan sederhana, murah dan mudah didaptkan.

    Baca juga: Hukum Suami Lebih Mementingkan Ibunya Daripada Istrinya

    7. Aneka Thai Tea

    Minuman satu ini berasal dari negara Thailand dan sempat juga menjadi tren minuman kekinian dan banyak digemari oleh berbagai kalangan di masyarakat. Oleh sebab itu, minuman satu ini bisa menjadi salah satu ide jualan minuman saat puasa nanti.

    Meski rasa teh ini otentik ala Thailand, namun tetap bisa diterima oleh berbagai kalangan dari usia muda hingga dewasa karena terbukti segar dan nikmat.

    Jika kamu membayangkan bahwa thai tea ini hanya memiliki satu varian rasa, tentu saja tidak. Sebab aneka minuman thai tea ini biasa disajikan dengan berbagai varian rasa yang bisa dipilih oleh pembeli, seperti taro, strawberry, matcha dan masih banyak lagi.

    Menjualnya juga tidak begitu sulit, kamu bisa menggunakan perisa kemasan yang banyak dijual di market place dan memadukannya dengan sedikit resep rahasia yang bisa kamu tambahkan sesuai dengan keinginanmu.

    8.  Es Semangka Viral

    Jika kamu sering melihat orang yang berjualan es jeruk peras yang segar, ada minuman yang tak kalah segar untuk menghilangkan dahaga, yakni es semangka yang sempat viral karena pedagang india menjualnya.

    Selain rasa penasaran karena maraknya berita mengenai es satu ini, es semangka ini terbukti sangat enak dan memang menyegarkan dahaga, apalagi jika diminum saat berpuasa.

    Bahan pembuatan es semangka viral ini sangat mudah didapat, kamu hanya membutuhkan semangka, sirup dan es batu saja.

    9. Es Teh

    Siapa yang tidak kenal dengan minuman favorit seantero Indonesia ini? Es teh menjadi pilihan simpel yang selalu cocok untuk dijadikan minuman menjelang buka puasa.

    Meski sedikit umum dan bisa dibuat sendiri, kamu bisa mencobanya dengan memodifikasi seperti pesaing lain dengan memadukan teh dengan minuman rasa lainnya, seperti lemon tea, lychee tea, teh melati, teh hitam,  Dan jangan lupakan tampilan aesthetic untuk menarik pembeli.

    10. Alpukat Kocok

    Ide jualan minuman bulan puasa lainnya yakni alpukat kocok. Selain sehat, alpukat juga memiliki banyak penggemar karena rasanya yang lembut dan juga menyegarkan.

    Jika biasanya kamu melihat banyak pedagang yang menjual jus alpukat, kali ini kamu akan menjualnya dengan ide yang lebih kreatif seperti alpukat kocok.

    Apalagi jika ditambah es batu, susu dan berbagai toping menarik lain. Es alpukat kocok tidak hanya mengenyangkan, tetapi lebih segar dan pas menjadi menu pembuka puasa.

    Untuk membuatnya, kamu hanya perlu menyiapkan es serut, susu, alpukat, dan creamer agar alpukat kocok lebih terasa nikmat. Dan jangan lupa siapkan berbagai toping menarik ya!

    11. Es Blewah

    Es Blewah

    Mungkin sebagian anak muda zaman sekarang akan asing mendengar minuman satu ini, namun hal ini juga menjadi kabar menarik sebab akan memberikan rasa penasaran untuk mencicipinya.

    Minuman satu ini memiliki rasa segar dan manis, saat bulan Ramadhan, kita akan dengan mudah menemukan blewah di toko buah maupun sayur. Karena hanya bisa ditemui pada saat saat tertentu, hal inilah yang membuat beberapa orang asing dengan minuman satu ini.

    Jika kamu tertarik untuk mencoba menjualnya, kamu bisa memulainya dengan mengumpulkan bahan-bahan sederhana dalam membuat es blewah, yakni blewah, air, es, gula/sirup.

    Meskipun terbilang minuman sederhana yang bisa dibuat sendiri, pembuatannya yang cukup memakan waktu dalam membuat serutan blewah, orang-orang akan memilih untuk membelinya saja dibanding untuk membuatnya sendiri.

    Untuk itu, es blewah cocok sebagai ide jualan bulan puasa modal kecil yang menguntungkan. Apalagi, sepertinya masih jarang orang yang menjual es blewah. Kamu dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih cuan lebih banyak.

    Agar lebih banyak untung kamu juga bisa mengkreasikan es blewah dengan berbagai sirup aneka rasa. Atau dengan menambahkan isian pada es blewah jualanmu.

    12. Es Buko Pandan

    Ide jualan minuman selanjutnya adalan es buko pandan. Mnuman ini merupakan menu khas Filiphina, yang isiannya terdiri dari paduan potongan puding pandan, daging kelapa, nata decoco dan selasih yang kemudian dicampur kuah susu serta sirup yang manis.

    Perpaduan rasa gurih dan manis pada minuman ini menjadi pilihan yang cocok untuk kamu jual saat puasa, karena tampilannya yang cantik dan menggiurkan. Agar lebih segar kamu bisa enambahkan es batu atau endinginkannya terlebih dahulu sebelum dijual.

    Jika biasanya kamu melihat es bko pandan yang disajikan sederhana dengan cap putih bundar, kamu bisa menginovasinya dengan mengubah tampilan kemasan menjadi lebih cantik dan juga menarik.

    Selain tampilan, kamu juga bisa memvariasikan rasa buko pandan dengan mengganti puding menjadi rasa buah dan susu krmer yang disesuaikan dengan varian rasa puding, sebagai contoh, puding mangga dan susu perisa mangga.

    13. Es Rainbow Mojito

    Saat  puasa, orang akan cenderung mencari sesuatu yang menarik perhatian mata dan nampak menyegarkan. Karena itulah ide jualan minuan kali ini yakni es rainbow mojito yang memiliki tampilan warna cantik dan terlihat sangat menggiurkan.

    Tidak hanya memiliki penampilan yang cantik, minuman ini memang terbukti menyegarkan. Es mojito merupakan minuman sejenis koktail yang berasal dari negeri Kuba dan basanya akan mudah ditemui di resto-resto mewah dan juga cafe.

    Meski begitu, kamu bisa mengubahnya menjadi lebih ecofriendly yang bisa dijual dipiggir jalan dengan standing pouch ditambah dengan sedotan warna warni. Minuman ini identik dengan rasa asam dan segar yang berasal dari perasaan jeruk lemon dan juga daun paper mint.

    Dengan kesegaran itu, tentu saja es ini menjadi pendamping yang pas untuk berbuka puasa. Agar lebih menarik lagi, tidak hanya tampilannya saja, kamu bisa memberikan varin rasa yng berbeda-beda dan juga berbagai toping buah di dalamnya. Dengan begitu kamu pun bisa meningkatkan harga per cup nya dan mendapatkan keuntungan lebih banyak.

    14. Es Jagung Hawai

    Jika kamu pernah melihat makanan yag terbuat dari paduan antara jagung, susu dan keju. Es ini merupakan salah satu olahan yang memiliki bahan dasar jagung susu dan juga keju, hanya saja proses pembuatannya yang berbeda.

    Tidak hanya es semangka dan juga alpukat kocok yang pernah viral, es jagung hawai juga pernah menjadi pembicaraan beberapa konsumen karena kenikmatannya.

    Perpaduan rasa manis dan juga gurih membuat pecinta jagung selalu ingin membelinya, tentu hal ini menjadi kabar baik bagi kamu yang ingin membuka usaha saat bulan Ramadhan. Jika kamu berminat untuk menjualnya, pastikan kamu mendapatkan jagung yang berkualitas, agar es jagung hawaimu memiliki cita rasanya yang nikmat juga ya!

    15. Es Cendol

    Meski merupakan minuman yang sudah ada dari zaman dahulu, namun es ini tetap melegenda dan memiliki peminatnya lho sampai sekarang. Jadi kamu jangan takut tidak laku jika ingin menjualnya.

    Mungkin beberapa orang akan mengira bahwa es cendol ini sama dengan es dawet. Namun faktanya, es cendol dan es dawet adalah dua hal yang berbeda, salah satu perbedaannya yakni bahan utama dalam pembuatannya.

    Cendol sendiri terbuat dari sagu aren, tepung beras dan hukwe.Sedangkan dawet hanya dari hunkwe dan tepung beras saja. Ciri khas es cendol yang nikmat adalah disajikan dengan gula aren dan agar-agar, dan jangan lupa bumbuhi es batu agar lebih segar.

    16. Es Sari Tebu

    Setelah berpuasa seharian, berbuka puasa selalu akan lebih nikmat jika disuguhkan sesuatu yang dingin, manis dan juga menyegarkan. Es tebu memiliki semua kriteria tersebut.

    Tak heran bila es ini tak pernah sepi peminat. Rasa manisnya yang alami dan segar juga sangat baik untuk mengganti cairan tubuh.

    Selain banyak peminat, jualan es sari tebu juga gampang karena penyajiannya sangat mudah. Namun, kamu harus punya alat pemeras tebu agar bisa jualan es ini. Jadi, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu jika modalmu minim.

    17. Es Pisang Ijo

    Saat Ramadhan, orang akan mencari suatu makanan yang memang hanya mereka bisa temui saat momen tersebut, salah satunya yakni es pisang ijo. Minuman satu ini merupakan sajian yang identik sekali dijual pada saat Ramadhan tiba, bahkan menjadi salah satu primadona minuman yang sering diburu-buru orang.

    Mengingat hal tersebut, kamu bisa mencoba menjualnya. Jika teratrik kamu bisa memulai dengan membuatnya dirumah. Es pisang hijau terbuat dari buah pisang yang dibalut dengan tepung warna hijau.

    Selain itu ditambahkan bubur sumsum, sirup, dan es batu. Sehingga selain menyegarkan, minuman ini juga bikin kenyang, lho!

    18. Aneka Smoothies Kaki Lima

    Aneka Smoothies Kaki Lima

    Ada banyak sekali minuman viral yang bertebaran di media sosial, namun sayangnya tak banyak yang berkeinginan untuk menjualnya. Jika memperhatikan hal tersebut, kita bisa menjadi pencetus memulainya bisnis tersebut.

    Salah satunya yakni minuman smoothies yang sempat viral karena tampilannya yang menggiurkan dan tampak segar. Kita bisa memodifikasi smoothies yang dijual di cafe-cafe untuk disesuaikan dengan konsumen kaki lima atau pasar ramdhan saat puasa tiba.

    Perpaduan jus buah segar dan juga creamer buatan akan membuat jualanmu lebih hemat, apalagi jika kamu sajikan dengan tampilan yang cantik, pasti orang akan berbondong-bondong untuk mencobanya.

    19. Es Kuwut

    Minuman ini bisa dijadikan ide jualan minuman saat puasa. Sudah pernah dengar belum mengenai es kuwut?

    Es kuwut ini terbuat dari serutan buah timun yang dipadukan dengan sirup dan es batu. Cita rasa yang khas, manis, dan segar sangat cocok untuk menemani buka puasa.

    Maka dari itu, dengan jualan es kuwut kamu akan mendapatkan keuntungan yang besar.Apalagi modal yang dikeluarkan kecil. Jadi, kamu tidak usah khawatir lagi untuk jualan es ini.

    Selain itu, bahan dan cara pembuatannya juga sangat simple dan mudah, kamu bisa mencobanya untuk dijadikan referensi jualan nanti saat bulan ramadhan.

    20. Es Oyen

    Minuman ini berasal dari Bandung dan sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Es ini berisi berbagai macam isian yaitu alpukat, nangka, kelapa muda, bubur mutiara, ketan hitam, tape, kolang kaling, dan roti tawar. Sangat menggiurkan bukan?

    Dan jangan salah, peminat es oyen ini juga sangat banyak, lho! Jadi, jika kamu berminat untuk berjualan es oyen, kamu tidak perlu takut daganganmu tidak laku.

    Minuman ini juga tidak hanya laris pada saat momen bulan puasa saja, melainkan pada bulan-bulan seperti biasa juga akan laris pembeli.

    Nah, itulah dia 20 ide jualan minuman bulan puasa yang bisa kamu coba. Sebetulnya masih banyak ide-ide lain yang berpotensi untuk menghasilkan cuan. Namun, beberapa di atas merupakan minuman yang paling sering orang cari saat puasa.

    Setelah tahu idenya, tinggal kamu serius atau tidak untuk berjualan. Kalau ingin sukses, tentu saja memulai dan lewati dengan konsisten.

    Semoga bermanfaat dan sukses selalu ya!

  • Cara Mendidik Anak dalam Islam Sesuai Syariat

    Cara Mendidik Anak dalam Islam Sesuai Syariat

    Anak merupakan karunia dari Allah SWT sebagai amanah sekaligus ujian bagi hamba-Nya yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat.  Karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan bekal yang matang termasuk ilmu parenting serta cara mendidik anak dalam Islam.

    Ada beragam teknik pengasuhan yang bisa dipilih orangtua untuk mendidik anak-anak, salah satunya mendidik sesuai ajaran Islam. Dengan mendidik anak sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW, diharapkan si kecil dapat memiliki akhlak yang baik dan siap bersaing di masa depan.

    Rasulullah SAW mencontohkan cara mendidik anak laki-laki dengan rasa sayang dan penuh kesabran. Tidak membentak, tetapi tegas dalam urusan agama. Penasaran dengan cara mendidik anak lainnya? Simak uraiannya di bawah ini.

    Cara Mendidik Anak dalam Islam

    Pada dasarnya, cara mendidik anak secara umum semuanya sama, yakni mengajarkan kebaikan serta nilai-nilai Islami agar ia menuju ke jalan yang lebih baik.

    Namun, akan lebih baik jika memberikan pemahaman mengenai ajaran agama Islam lebih dini. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada pemberian dari seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama daripada pendidikan tata krama yang baik (HR At-Tirmidzi dan Al-Hakim).

    Dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa dalam Islam, orang tua memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak untuk dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berakhlak mulia.

    Agar saat dewasa, anak tidak mudah goyah akan prinsip beragama, orang tua wajib memberikan pondasi yang kuat mengenai nilai-nilai agama sejak usia dini. Yang dimaksud anak usia dini disini yakni rentang 0-8 tahun.

    Mendidik anak secara Islami pada anak usia dini merupakan waktu yang paling tepat, sebab usia dini menjadi periode kritis dalam perkembangan anak. Selan itu, pada usia tersebut, anak akan sangat mudah meniru dan terpengaruh oleh lingkungan sekitar.

    Sehingga, hal ini dapat memberikan pengaruh positif pada karakter anak dan moral anak sebagai generasi muslim unggul kemudian hari.

    Berikut beberapa cara mendidik anak dalam Islam:

    1. Memperdengarkan Al-Qur’an

    Cara mendidik anak dalam Islam selanjutnya yakni dengan memperdengarkan Al-Qur’an. Sebab waktu terbaik untuk mulai memperkenalkan dan mendengarkan Al-Qur’an bukanlah saat baligh atau ketika sudah mampu untuk membaca maupun menulis.

    Namun, akan lebih baik untuk memulainya sejak si kecil berada di dalam kandungan dengan cara kedua orang tua secara rutin mengaji atau memutar ayat-ayat Al-Qur’an.

    Cara ini tidak hanya membuat si kecil terbiasa dengan firman-firman Allah, namun juga memberikan rasa tenang dan Insyallah akan mendatangkan keberkahan.

    Baca juga: Bacaan Sholawat Badar Arab Latin dan Artinya

    2. Mengajarkan Dasar-dasar Ilmu Agama

    Wajib bagi orang tua muslim untuk memberikan dasar-dasar agama untuk anak sejak kecil. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa mengajarkan anak di usia dini menjadi pondasi kehidupan seorang anak di masa depan.

    Kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, menjelaskan tahap-tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.

    Diterangkan bahwa, saat anak berusia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid “Laila Ha Illallah” sebanyak 7 kali. Kemudian, ketika anak menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkanlah kalimat “Muhammadar Rasulullah”.

    Dalam sebuah hadits disebutkan, “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailaha-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (H.R Ibnu Abbas)

    3. Mengajarkan Sholat dan Memberikan Contoh

    Dalam Islam, sholat merupakan tiang agama yang wajib dilakukan seorang muslim sebagai bekal di akherat kelak. Dan wajib pula hukumnya untuk orang tua muslim untuk mengajarkan tata cara sholat dan memberikan contoh sholat.

    Pada usia dini, anak adalah peniru segala yang dilakukan oleh orang tua, sehingga akan mudah untuk memberikan contoh kepada anak mengenai sholat. Untuk memulai mengajarkan tata cara sholat, bisa dilakukan dengan hal sederhana seperti mengenalkan gerakannya dan cara berwudhu.

    Dan teruslah untuk memberi contoh baik secara nyata kepada anak dalam kehidupan sehari-hari dan mengajaknya untuk ikut andil di dalamnya. Mengajarkan sholat pada anak juga telah diterangkan dalam sebuah hadist yang artinya,

    Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

    4. Mengajarkan Ibadah Puasa

    Cara mendidik anak dalam Islam selanjutnya adalah mengajarkan anak untuk mengenal salah satu rukun Islam yakni ibadah puasa.

    Orang tua dapat memulainya dengan mengajarkan si kecil berpuasa setengah hari, bila belum mampu. Apabila dirasa sudah mampu, lalu biasakan untuk berpuasa hingga waktu berbuka.

    Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, salah satu perempuan shalehah sahabat rasul.

    Ia berkata: “Kami menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

    5. Ajarkan Tauhid

    Orang tua wajib untuk mengajarkan anaknya mengenai tauhid, yakni ilmu yang menyatakan mengenai keesaan Allah SWT. Orang tua dapat memulainya dengan menjelaskan kepada anak bahwa Allah itu tunggal dan tidak boleh disekutukan.

    Menanamkan tauhid sejak dini bertujuan untuk membentuk pribadi yang berakhlak baik dan menjadi muslim tangguh di masa depan kelak.

    Hal ini turut dijelaskan pada salah satu firman Allah SWT, yakni QS. Al-Luqman 13:

    وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

    Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, “hai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya kesyirikan merupakan kezaliman yang besar (QS. Al-Luqman: 13).

    6. Mengajarkan Akhlak Mulia dan Berbakti pada Orang Tua

    Dalam Islam, kebaikan seorang muslim dinilai dari dua hal, yakni agama dan akhlaknya. Oleh sebab itu, ajarkanlah nilai-nilai kebaikan kepada anak.

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

    Selain itu, berbakti pada orang tua juga merupakan hal yang harus dibiasakan sejak kecil.

    Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam cara bicara maupun duduk daripada Fathimah.

    ” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya.

    Lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau.

    Begitu pula apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani).

    Baca juga: 7+ Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Islam

    7.  Membiasakan Bertutur Kata Lembut

    Cara mendidik anak dalam Islam kali ini tidak hanya disebutkan sebagai suatu teori, namun perlu dipraktikan langsung oleh kedua orang tuanya. Jadilah orang tua yang bertutur kata lembut, bijaksana dan memberikan pelajaran lewat kasih sayang.

    Menurut ajaran Nabi Muhammad SAW, mengajarkan bahwa anak memiliki hak untuk memperoleh kasih sayang, namun tidak mengesampingkan kesalahan anak. Sehingga apabila anak melakukan hal yang menyipang agama, orang tua patut mengajaknya kembali ke jalan yang benar.

    Dan jika perlu, berikan hukuman ketika anak melakukan kesalahan fatal seperti meninggalkan sholat dan kewajiban muslim lainnya. Namun, perlu diingat bahwa hukuman yang diberikan tidak boleh berupa siksaan fisik atau kata-kata kasar.

    8. Ajarkan Adab

    Anjuran mendidik anak dalam Islam menurut Rasulullah SAW yakni mengajarkan mengenai adab yang baik. Dalam Islam, adab tidak hanya diartikan sebagai sikap terpuji kepada sesama manusia, namun juga pada diri sendiri.

    Berikut beberapa contoh adab:

    • Makan maupun minum harus sambil duduk, tidak boleh berdiri.
    • Makan dan minum dengan tangan kanan.
    • Berdoa sebelum dan sesudah makan.
    • Tidak diperbolehkan mencela makanan, meski tidak enak atau tidak selera.
    • Jangan masuk ke rumah orang lain tanpa seizin yang memiliki rumah.
    • Buang hajat harus di tempat yang tertutup dan mengawali dengan membaca doa sebelum masuk ke toilet.
    • Tidak diperbolehkan membaca ayat Al-Qur’an di dalam toilet.
    • Saling menyapa dan mengucap salam saat bertemu dengan sesama Muslim.
    • Jika mendapat undangan, maka usahakan untuk datang.
    • Menjenguk orang sakit.
    • Jika sudah baligh, tidak boleh tidur malam sebelum solat isya’, dan disarankan untuk berwudhu sebelum tidur.
    • Baca doa sebelum dan saat bangun tidur.

    9. Ajarkan Sikap Sederhana

    Salah satu sikap Rasulullah SAW yang dapat menjadi teladan bagi si kecil adala hidup dengan sederhana. Meski beliau sudah terjamin masuk surg, namun Rasul tidak pernah tinggi hati, angkuh maupun sombong. Bahkan saking cintanya dengan umatnya, beliau memanggil umatnya beberapa kali dalam sakaratul mautnya.

    Ajarkanlah kepada si kecil untuk hidup sederhana, tidak sombong, tidak suka memamerkan harta, tidak membeli apapun secara berlebihan dan mengajarkan rasa syukur.

    10. Mengajarkan Pendidikan Seksual Sedini Mungkin

    Cara mendidik anak dalam Islam satu ini sering kali luput untuk dilakukan, dewasa ini banyak sekali kasus hamil diluar nikah sebab tidak adanya pengenalan gender sedini mungkin.

    Orang tua harus mengajarkan perbedaan anak laki-laki dan perempuan serta batasan apa saja yang perlu ada di antara keduanya. Misal, mengajarkan area-area pribadi dan tidak diperbolehkan untuk terlalu dekat dengan lawan jenis meski belum baligh sekalipun.

    Nah, itulah dia cara mendidik anak dalam Islam, semoga bermanfaat dan bisa diterapkan ke anak-anak ya!

  • Kisah Nabi Ayub AS, Teladan Kesabaran terhadap Ujian

    Kisah Nabi Ayub AS, Teladan Kesabaran terhadap Ujian

    Allah SWT melalui Al-Qur’an telah menceritakan beberapa kisah nabi dan rasul sebagai pembelajaran bagi kita. Kisah-kisah ini memberikan inspirasi, meningkatkan iman, dan memberikan petunjuk. Salah satunya kisah Nabi Ayub yang diuji kesabarannya.

    Nabi Ayub terkenal dengan kesabarannya yang luar biasa. Awalnya, Nabi Ayyub a.s. sehat, memiliki harta berlimpah, keluarga, dan banyak keturunan.

    Namun, semua yang dimilikinya diambil satu per satu oleh Allah sebagai bentuk ujian Nabi Ayub.

    Kisah Nabi Ayub, Sabar Menghadapi Ujian yang Luar Biasa

    Allah berkehendak untuk menurunkan ujian kepada hamba-Nya, tidak terkecuali Nabi dan Rasul-Nya. Pada Nabi Ayub, Allah mendatangkan ujian berupa penyakit menular dan kehilangan harta benda serta keluarganya. 

    Bagaimana Nabi Ayub dengan penuh kesabaran menghadapi ujian dari Allah SWT? Berikut kisah ujian yang dihadapi Nabi Ayub a.s.:

    1. Hilangnya Harta Kekayaan

    Ayah Nabi Ayub adalah seorang yang sangat kaya. Dia memiliki berbagai jenis hewan ternak seperti unta, sapi, kambing, kuda, dan keledai. Di wilayah Syam, tidak ada yang bisa menyamai kekayaannya. 

    Setelah ayahnya meninggal, seluruh kekayaannya diwariskan kepada Nabi Ayub. Akhirnya, Nabi Ayub pun merupakan orang yang kaya raya sekaligus dermawan.

    Nabi Ayub dipilih oleh Allah untuk menyampaikan kebenaran kepada umatnya di daerah Hauran dan Tih. Selama misinya, ia menyampaikan berbagai syariat agama dan membangun masjid untuk kaumnya. 

    Di rumahnya, ia juga memiliki beberapa meja makan yang disediakan untuk fakir miskin, tamu, dan orang-orang yang membutuhkan. Ia senang melakukan perbuatan baik seperti membantu anak yatim, para janda, dan memuliakan setiap tamunya.

    Meskipun kekayaannya terus bertambah, Nabi Ayub tetap bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepadanya. Dia selalu berzikir dan menyebut nama Allah. 

    Namun, hal itu membuat iblis merasa cemburu dan akhirnya berusaha merusak kebahagiaan Nabi Ayub. Akhirnya iblis naik ke langit ke tujuh dan berkata kepada Allah

    “Tuhanku, sungguh Ayub rajin menyembah-Mu karena Engkau telah memberi keleluasaan hidup dan kesehatan. Kalau sekiranya tidak, tentu dia tidak akan menyembah-Mu.”

    Allah berfirman, “Hai, iblis terkutuk! Kamu pendusta, sesungguhnya Aku lebih mengetahui bahwa Ayub akan tetap menyembah dan bersyukur kepadaKu meskipun dia tidak mempunyai keleluasaan.”

    Mendengar hal tersebut, iblis hendak menggoda Nabi Ayub. Lalu, Allah memberikan izin kepada iblis untuk menguji kesabaran Nabi Ayub. Iblis mengumpulkan pasukan dan merusak rumah serta harta kekayaan Nabi Ayub. Segala kekayaannya tiba-tiba lenyap. 

    Ribuan hewan ternak yang dimilikinya mati secara mendadak. Sementara itu, gudang gandumnya habis terbakar, dan hasil panen dari kebunnya mengering. 

    Akibatnya, Nabi Ayub menjadi sangat miskin dan hidup dalam kesengsaraan. Bahkan, istrinya harus bekerja agar bisa membeli makanan dan merawat Nabi Ayub.

    Baca juga: 10 Dalil Mengenai Hukum Judi dalam Islam, Simak!

    2. Kehilangan Keturunan

    Kisah Nabi Ayub berlanjut saat iblis mulai mengancam nyawa anak-anaknya yang saat itu berada di rumah saudara tertuanya, Hurmula. Pada saat itu, iblis merusak rumah tersebut yang mengakibatkan kematian mereka semua.

    Atas kelakukan tersebut, iblis pun segera mendatangi Nabi Ayub. Lalu iblis berkata, “Hai, Ayyub, lihatlah! Tuhanmu telah merobohkan rumah anakmu hingga anak-anakmu mati. Apakah kamu masih tetap menyembah-Nya?”

    Nabi Ayub pun dengan tegas menjawab, “Hai, iblis terkutuk! Allah yang memberi saya, lalu mengambilnya pula dari saya. Semua harta dan anak adalah ujian bagi manusia. Sekarang Allah telah mengambilnya dari saya sehingga saya bisa bersabar dan tenang untuk beribadah kepada-Nya.”

    Seperti itulah Allah SWT menguji Nabi Ayub dengan ujian berupa kehilangan keturunannya.

    3. Menderita Penyakit Menular

    Dari kedua kisah Nabi Ayub mengenai ujiannya, ternyata iblis masih belum puas. Pada usia 51 tahun, Nabi Ayub diuji kesehatan fisiknya. Ia terserang penyakit kulit yang sangat parah yang menyebabkan keluarnya nanah dari seluruh tubuhnya. 

    Ujian penyakit menular yang diderita Nabi Ayub telah diterangkan dalam Al-Qur’an yaitu sebagai berikut:

    وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

    Artinya:

    “Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (QS. Al-Anbiya’: 83).

    Kabar tentang penyakitnya tersebar. Akhirnya Nabi Ayub diasingkan. Cobaan ini berlangsung selama 18 tahun, tetapi Nabi Ayub tidak pernah mengeluh. 

    Ia terus bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Bersamaan dengan itu, Nabi Ayub juga terus berusaha dan berobat untuk mencari penyembuhan dari penyakitnya.

    Pada saat menderita penyakit ini, Nabi Ayub hanya tinggal berdua bersama istrinya di pinggiran negeri. Istri Nabi Ayub merupakan contoh istri yang baik. Bahkan ketika suaminya bangkrut dan menderita sakit, ia tetap setia mendampinginya.

    Sang istri berkata kepada Nabi Ayub, “Wahai kekasih Allah, sudah 18 tahun engkau tidak pernah berdakwah lagi. Bagaimana jika engkau meminta kepada Allah untuk menyembuhkan penyakitmu, lalu engkau bisa pergi berdakwah lagi.”

    Mendengar hal tersebut, Nabi Ayub enggan meminta kesembuhan kepada Allah. Nabi Ayub merasa malu lantaran ia mendapat nikmat sehat yang lebih lama daripada saat diberi cobaan sakit selama 18 tahun itu.

    Namun, pada suatu ketika Nabi Ayub akhirnya berdoa memohon kepada Allah SWT agar diberi kesembuhan. Allah menjawab doa Nabi Ayub melalui firman-Nya sebagai berikut.

    ٱرْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌۢ بَارِدٌ وَشَرَابٌ

    Urkuḍ birijlik, hāżā mugtasalum bāriduw wa syarāb

    Artinya: 

    “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” (Q.S Shad: 42).

    Allah memancarkan air, Nabi Ayub kemudian mandi dengan air tersebut. Setelah mandi, ia sembuh dan kondisi fisiknya bahkah jauh lebih baik dari sebelumnya. Hal ini dijelaskan juga dalam Al-Qur’an berikut:

    وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرَىٰ لِأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

    Wa wahabnā lahū ahlahụ wa miṡlahum ma’ahum raḥmatam minnā wa żikrā li`ulil-albāb

    Artinya: 

    “Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Q.S Shad: 43).

    Lalu Allah SWT meminta Nabi Ayub berjalan keluar sehingga masyarakat melihat bahwa ia sudah sembuh. Esok paginya, masyarakat beramai-ramai membawakannya hadiah. Alhasil, kekayaan Nabi Ayub dikatakan lebih banyak daripada 20 tahun lalu.

    Baca juga: Hukum Menjual Najis, Tinja, Lele yang Makan Tinja, dan Pupuk Kandang

    Hikmah Ujian Nabi Ayub

    Apa saja yang bisa kita petik dari kisah Nabi Ayub tersebut? Setidaknya ada tiga hal penting yaitu sebagai berikut.

    1. Sabar dalam Menghadapi Cobaan

    Nabi Ayub dikatakan merupakan manusia paling sabar dalam menghadapi ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Selama 18 tahun ia menderita penyakit menular ditambah kehilangan keluarga serta jatuh miskin. 

    Kesabaran Nabi Ayub bahkan diterangkan dalam Al-Qur’an yaitu sebagai berikut:

    وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَٱضْرِب بِّهِۦ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَٰهُ صَابِرًا ۚ نِّعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ

    Wa khuż biyadika ḍigṡan faḍrib bihī wa lā taḥnaṡ, innā wajadnāhu ṣābirā, ni’mal-‘abd, innahū awwāb

    Artinya: 

    “Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).” (Q.S Shad: 44).

    Kesabaran Nabi Ayub ditunjukkan dengan sikap tidak mengeluh, tidak bersedih, dan tidak berputus asa. Bahkan, Nabi Ayub semakin mendekatkan diri dengan terus bermunajat kepada Allah SWT. 

    Dari kisah Nabi Ayub pun kita bisa mengambil pelajaran. Jika sabar menghadapi musibah, Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. 

    2. Ujian Datang sesuai Tingkat Ketakwaan

    Setiap individu akan mendapat ujian sesuai tingkat keimanannya. Semakin tinggi keimanan seseorang, semakin berat pula ujian yang mereka hadapi. Ujian ini adalah cara untuk mengukur dan memahami sejauh mana tingkat keimanan kita.

    Saat menghadapi ujian, ada empat tingkat reaksi manusia. Pertama, yang lemah, mereka cenderung mengeluh kepada orang lain dan tidak mampu menghadapi ujian dengan ketenangan. 

    Kedua, yang bersabar. Mereka menerima ujian dengan ketenangan dan sadar bahwa memang manusia pasti mendapat ujian. Ketiga, yang merasa ridha. Tingkat keimanan lebih tinggi daripada bersabar. Mereka menerima ujian dengan penuh keikhlasan. 

    Terakhir, orang-orang yang bersyukur yaitu mereka yang mampu melihat suatu musibah sebagai anugerah. Mereka bersyukur atas pengalaman dan pelajaran yang mereka dapatkan melalui ujian tersebut.

    Bagi para nabi, ujian yang diberikan Allah SWT memang berat. Namun, yang pasti Allah tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan kita.

    3. Berdoa kepada Allah SWT dengan Doa yang Baik

    Mendapat ujian tersebut tidak berarti Nabi Ayub menjadi berprasangka buruk. Melainkan sebaliknya, ia tetap berprasangka baik kepada Allah. Ia menyadari bahwa semua milik Allah dan akan diambil kapanpun sesuai kehendak-Nya.

    Sebagaimana dalam Surah Al-Anbiya ayat 83-84 dijelaskan doa Nabi Ayub kepada Allah SWT. Ia tidak henti berdoa untuk kesembuhannya. Meskipun awalnya Nabi Ayub malu lantaran lebih banyak nikmat yang Allah berikan daripada 18 tahun sakitnya.

    Demikian kisah Nabi Ayub. Perjalanan Nabi Ayub menguji kesabarannya yang sangat luar biasa dalam menghadapi ujian dari Allah SWT. Semoga kita dapat mengambil pelajaran berharga dan hikmah yang bisa kita terapkan.