Blog

  • Doa Agar Hujan Berhenti dan Cuaca Cerah Sesuai Sunnah, Yuk Amalkan!

    Doa Agar Hujan Berhenti dan Cuaca Cerah Sesuai Sunnah, Yuk Amalkan!

    Ada banyak sekali rahmat Allah yang diberikan kepada manusia untuk patut disyukuri, salah satunya adalah hujan. Namun terkadang hujan juga dapat menimbulkan musibah jika terjadi secara terus menerus. Lantas, bolehkah seorang muslim melantunkan doa agar hujan berhenti?

    Berdoa agar hujan berhenti bukan berarti tidak bersyukur terhadap anugerah yang Allah SWT berikan. Namun, berdoa dalam hal ini merupakan bentuk ikhtiar agar diselamatkan dari hujan yang dapat menimbulkan bencana.

    Selain itu, berdoa merupakan salah satu sarana untuk membentuk komunikasi kepada Allah SWT serta mengungkapkan harapan dan kepasrahan diri kepada-Nya. Bagaimana doa agar hujan berhenti? Yuk simak artikel ini hingga akhir.

    Bacaan Doa Agar Hari Cerah

    Bacaan Doa Agar Hari Cerah

    Meminta hari tetap cerah bukan merupakan bentuk penolakan atas rahmat Allah SWT. Seperti yang disinggung di atas, boleh saja bagi seorang muslim meminta agar tidak ada hujan di hari tersebut, misalnya saat ingin menjemput rezeki.

    Berikut bacaan doa agar langit cerah dan tidak hujan serta memohon keselamatan Allah SWT:

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar (Arab, Latin, Artinya) serta Maknanya

    Bacaan Doa Agar Hujan Berhenti

    Bacaan Doa Agar Hujan Berhenti

    Ketika kita sedang dalam kesibukan dan tidak bisa melanjutkannya karena hujan. Ada doa yang bisa diamalkan agar hujan segera berhenti.

    Bacaan doa agar hujan berhenti satu ini kita amalkan ketika segera pulang atau ingin segera menuju suatu tempat dan ingin dimudahkan aksesnya dari hujan.

    Berikut ini adalah doa hujan agar segera berhenti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW:

    اللَّهُمّحَوَالَيْنَاوَلَاعَلَيْنَا,اللَّهُمَّعَلَىالْآكَامِوَالْجِبَالِوَالظِّرَابِوَبُطُونِالْأَوْدِيَةِوَمَنَابِتِالشَّجَر

    Latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari).

    Selain itu terdapat doa yang digunakan Nabi Nuh A.S. Doa ini digunakan pada masa Nabi Nuh AS, Allah SWT menurunkan hujan deras sampai banjir bandang. Namun, Allah SWT menghentikan hujan agar Nabi Nuh AS dan kaumnya selamat. 

    Berikut doa agar hujan berhenti Nabi Nuh A.S:

    Cerita Nabi Nuh AS tertuang dalam Al-Qur`an, yakni Surat Hud ayat 44.

    وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

    Artinya: “Dan difirmankan: ‘Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,’ dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: Binasalah orang-orang yang zalim.”

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    Bacaan Doa Saat Hujan Turun

    Allah SWT menurunkan hujan karena dua hal, yang pertama adalah memberikan rahmat serta rezeki dan yang kedua merupakan bentuk teguran dengan diberikannya hujan lebat disertai angin, hujan lebat disertai petir, atau hujan lebat yang tidak berhenti dan mengakibatkan banjir.

    Tak jarang hujan yang merupakan rahmat ini, tiba-tiba menjadi bencana bagi sebagian umat muslim. Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui cara berdoa ketika hujan turun dalam keadaan tertentu.

    Berikut beberapa bacaan doanya:

    1. Doa Ketika Turun Hujan

    Doa  ini dipakai saat hujan yang turun dengan intensitas sedang, tidak terlalu deras ataupun disertai petir dan juga angina kencang. Doa ini digunakan sebagai rasa syukur terhadap rahamat yang Allah SWT beri.

    اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

    Latin: Allahumma shayyiban haniyya wa sayyiban nafi’a

    Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”

    Selain manfaat bagi makhluk hidup, menurut beberapa pendapat ulama dan hadis ketika turun hujan menjadi salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Hal ini dijelaskan dalam hadis berikut ini:

    ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

    Artinya: “Dua do’a yang tidak akan ditolak, do’a ketika adzan dan do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR Al Hakim).

    اطْلُبُوا اسْتِجابَةَ الدّعاءِ عِنْدَ التِقاءِ الجُيُوشِ وَإقَامَةِ الصَّلاةِ وَنُزُولِ الغَيْثِ

    Artinya: “Burulah manjurnya doa ketika perang berkecamuk, iqamah shalat, dan turunnya hujan.”

    Dengan penjelasan hadis tersebut, dianjurkan bagi seorang muslim untuk berdoa kala hujan sebagai wujud syukur terhadap rahmatnya dan disertai dengan berdoa mengenai hajat yang diinginkan.

    2. Doa Ketika Hujan dan Angin Kencang

    Salah satu hujan yang membuat seseorang takut adalah hujan lebat disertai dengan angin kencang. Saat anginkencang, mungkin saja terjadi musibah seperti pohon tumbang, kabel listrik putus, angin puting beliung dan lain sebagainya.

     Doa dalam sebuah hadis ini diungkapkan oleh Nabi Muhammad SAW saat hujan yang disertai dengan angin yang kencang.

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Latin: Allaahumma inni as-aluka koirohaa wa khoiro maa fiiha wa khoiro maa ursilat bih. Wa auudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,” (HR Muslim).

    3. Doa Ketika Terjadi Hujan Petir

    Bagi beberapa orang, suara petir terasa sangat mengerikan. Dan tentu saja, petir yang berlebihan akan menyebabkan banyak masalah, seperti rusaknya seluruh elektronik di rumah, pohon yang mati, dan masih banyak lagi kemungkinan yang bisa terjadi karena hujan disertai petir.

    Berikut bacaan doa ketika terjadi hujan disertai petir kencang:

    سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Latin: Subhaanalladzii yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

    Artinya: “Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya.”

    Doa satu ini diperuntukan mengingat Allah SWT serta menyanjung karena telah menurunkan rahmat dan rezeki berupa hujan. Petir yang diturunkanpun sebagai tanda akan kebesaran Allah SWT.

    4. Doa agar Terhindar dari Bahaya Hujan Deras

    Doa ini dilafalkan bukan hanya agar hujan berhenti dan cuaca menjadi cerah, doa ini juga bisa dilafalkan agar terhindar dari segala marabahaya yang mungkin terjadi saat hujan.

    Hal ini diriwayatkan dalam hadis AbuDaud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di Bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

    Itulah informasi terkait doa agar hujan berhenti dan beberapa bacaan doa perlindungan dan wujud sukur atas kenikmatan Allah SWT.

    Semoga bermanfaat, Assalamualaikum wr.wb

  • Hukum Keguguran 6 Minggu dalam Islam, Haruskah Diberi Nama?

    Hukum Keguguran 6 Minggu dalam Islam, Haruskah Diberi Nama?

    Seseorang bisa saja mengalami keguguran, meski dirasa sudah menjaga dengan baik dalam masa kehamilannya. Sebagian orang kerap  mengalami keguguran di usia 6 minggu hingga 12 minggu, pasalnya pada usia ini kandungan tergolong muda. Lalu, bagaimana hukum keguguran 6 minggu dalam Islam?

    Gejala keguguran yang biasa terjadi pada usia 6 minggu yakni ditandai dengan munculnya bercak darah disertai kram perut bagian bawah, setelah itu akan muncul gumpalan darah yang keluar dari vagina.

    Hal ini kerap menimbulkan kebingungan mengenai perlu tidaknya memberi nama, sebab pada usia 6 minggu biasa hanya berupa kantung yang belum terbentuk janin. Penasaran dengan hukum keguguran 6 minggu dalam Islam?

    Yuk simak artikel ini hingga akhir!

    Memahami Keguguran dalam Islam

    Sebelum memahami dengan jelas, mengenai hukum keguguran 6 mingu dalam Islam. Perlu kita ketahui dan pahami terlebih dahulu perspektif Islam dalam menjelaskan perihal mengenai keguguran.

    Janin yang keluar dari rahim disebabkan keguguran, ada dua keadaan :

    1. Sudah Ditiupkan Ruh

    Yang pertama yakni janin yang gugur ketika telah ditiupkan ruh sejak berusia 12 minggu. Maka janin ini dhukumi sebagai seorang manusia dan dibangkitkan pada hari kiamat. Janin ini akan menjadi syafaat kepada kedua orang tuanya.

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud yang Mustajab: Arab, Latin dan Tata Caranya

    2. Sebelum Ditiupkan Ruh

    Yang kedua yakni ketika berumur kurang dari 12 minggu, maka janin yang gugur tidak dianggap sebagai manusia yang telah memiliki kehidupan, dan tidak dibangkitkan pada hari kiamat.

    Syaikh bin baz berkata:

    قبل أربعة أشهر لا يسمى ولداً، إنما يسمى ولداً بعد الأربعة بعد نفخ الروح فيه، يغسل ويصلى عليه ويعتبر طفلاً ترجى شفاعته لوالديه، أما قبل ذلك فليس بإنسان وليس بميت ولا يعتبر طفلاً ولا يغسل ولا يصلى عليه ولو كان لحمة فيها تخطيط

    “Sebelum berumur 12 minggu janin tersebut tidak dinamakan seorang anak, janin bisa disebut sebagai seorang anak jika telah berumur 12 minggu telah ditiupkan ruh padanya, sehingga bisa dimandikan, disholatkan, dan dianggap seorang anak yang diharapkan syafaatnya pada hari kiamat.

    Adapun sebelum berumur 12  minggu, maka tidak dianggap seorang manusia, tidak dianggap jenazah, tidak dianggap seorang anak, sehingga tidak dimandikan dan tidak disholatkan walaupun janin tersebut sudah berbentuk.”

    Meski demikian, bukan berarti ibu yang keguguran diusia kandungan kurang dari 12 minggu tidak akan mendapatkan pahala. Sebab seseungguhnya ketika ia bersabar ketika diberi ujian, atas izin Allah akan mengalir pahala yang besar baginya.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Demi dzat yang jiwaku berada di tangannya, sesungguhnya janin yang keguguran akan membawa ibunya ke dalam surga bersama dengan air-arinya apabila ibunya mengharap pahala dari Allah SWT atas musibah tersebut.” – (HR Ibnu Majah)

    Hukum Keguguran 6 Minggu dalam Islam

    Setelah memahami mengenai perspektif keguguran dalam Islam, tentu akan lebih mudah untuk menjabarkan mengenai hukum keguguran 6 minggu dalam Islam. Apakah perlu untuk memberikannya nama dan menyemayamkan selayaknya mayat pada umumnya?

    Telah dijelaskan bahwa janin yang berusia kurang dari 12 minggu tidak terhitung sebagai manusia yang akan dibangkitkan pada hari kiamat, maka sudah tentu janin yang berusia 6 minggu tidak pula harus disholatkan maupun diberikan nama layaknya menyolatkan mayat pada umumnya.

    Meski begitu, akan lebih baik jika menyemayamkan atau menguburkannya dengan layak. Hal ini berbeda jika janin yang gugur di usia lebih dari 12 minggu, maka wajib hukumnya memandikan, menyolatkan dan menguburkannya seperti pada umumnya mayat.

    Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat berikut,

    “Bayi yang gugur disholatkan dan didoakan kedua orang tuanya dengan maghfirah dan rahmah.”- HR. Ahmad, An-Nasai, Abu Daud dan At-Tirmizy.

    Terkait dalam pemberian nama, tidak akan menjadi masalah jika sebagai orang tua  telah menyiapkan nama untuk janin yang gugur diusia kurang dari 12 minggu. Namun tak akan menjadi masalah pula jika tidak memberikannya nama.

    Mengenai hal tersebut, terdapat hadits yang menjelaskan terkait pemberian nama pada janin yang keguguran diusia kandungan 6 minggu dalam Islam, yaitu:

    “Janin keguguran sebelum sempurna 4 bulan, tidak ada aqiqah, tidak diberi nama, tidak dishalati, dan dikuburkan di tempat manapun.

    Sementara yang keguguran setelah 4 bulan, janin telah ditiupkan ruh.

    Sehingga jenazahnya diberi nama, dimandikan, dikafani, boleh dishalati, dan dimakamkan bersama dengan kaum muslimin lainnya.” – Majmu’ Fatawa Ibu Utsaimin 25/229.

    Baca juga: Kumpulan Doa Pelunas Hutang dan Amalan Pembuka Pintu Rezeki

    Mimpi Ditemui Anak Setelah Keguguran

    Setelah memahami dengan benar mengenai hukum keguguran 6 minggu dalam Islam, dilain hal beberapa orang mengaku setelah keguguran bermimpi mengenai seorang anak yang diduga adalah anak yang telah gugur.

    Tentu hal ini membuat beberapa orang bertanya-tanya mengenai makna sebenarnya dari mimpi tersebut, apakah anak yang didalam mimpi adalah anak yang telah gugur sebelumnya?

    Berdasarkan hal yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat dipahami bahwa pada dasarnya yang dilihat dalam mimpinya bukanlah anak yang telah gugur dari kandungannya, meski terjadi setelah keguguran.

    Pasalnya, seperti yang telah dijelaskan bahwa hukum keguguran 6 minggu dalam Islam sebelumnya, bahwa janin yang berusia kurang dari 12 minggu belum ditiupkan ruh kepadanya, sehingga bisa saja hal yang dimimpikan merupakan suatu keinginan atau karena kesedihan dari musibah tersebut.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    الرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ : فَبُشْرَى مِنْ اللَّهِ ، وَحَدِيثُ النَّفْسِ ، وَتَخْوِيفٌ مِنْ الشَّيْطَانِ .

    “Mimpi itu ada 3:

    1. Kabar gembira dari Allah.

    2. Keinginan hati

    3. Rasa takut dari setan.”

    (HR. Ahmad : 8766).

    Maka dinasehatkan, ketika kita mendapatkan musibah keguguran dianjurkan untuk memperbanyak beristighfar, berdzikir dan membaca Al-Qur’an.

    Setelah mengetahui bagaimana hukum keguguran 6 minggu dalam Islam, kita semakin menyadari bahwa Maha Baik Allah SWT yang telah memberikan segalanya yang terbaik untuk hamba-Nya.

    Selalu ingat bahwa segala yang baik menurut kita belum tentu baik dihadapan Allah SWT. Semoga artikel ini membantu ya!

  • Ini Hukum Istri Mendiamkan Suami Menurut Islam, Sudah Tahu?

    Ini Hukum Istri Mendiamkan Suami Menurut Islam, Sudah Tahu?

    Dalam pernikahan, kehidupan pasangan suami dan istri tidak selalu mulus. Tentu akan ada namanya perselisihan atau kesalahpahaman dalam berumah tangga. Lalu, apa hukum istri mendiamkan suami menurut Islam? 

    Istri yang mendiamkan suami mungkin karena akibat adanya kesalahan hingga terjadi cekcok. Kadang kala pihak istri maupun suami enggan saling meminta maaf, akhirnya berujung saling diam satu sama lainnya.

    Nah, pada artikel ini akan membahas dari sudut panjang jika istri yang mendiamkan suami, apa hukumnya menurut Islam? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!

    Kewajiban Istri Terhadap Suami

    Sebelum membahas hukum istri mendiamkan suami, kita pahami dahulu kewajiban istri. Adapun salah satu kewajiban istri kepada suami adalah berbakti dan melayani. Sebagaimana yang Rasulullah SAW ajarkan.

    “Sebaik-baiknya wanita adalah jika engkau pandang, dia menyenangkan, jika engkau perintah, dia mentaati, dan jika engkau tidak ada, dia menjaga hartamu dan kehormatannya.”

    Dari ajaran Rasulullah SAW, kita harus mengetahui bahwa istri memiliki kewajiban mentaati suaminya. Seorang istri harus mampu menjaga harga dan kehormatannya.

    Namun, bagaimanapun antara istri dan suami harus saling melengkapi satu sama lainnya. Meski suami memiliki kedudukan di atasnya, tetapi segala tanggungan istri adalah tanggung jawab seorang suami.

    Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya:

    “Dan mereka (wanita) punya hak seimbang dengan kewajiban menurut cara yang pantas. Tetapi para suami punya kelebihan di atas mereka. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS Al-Baqarah : 228).

    Dalam hubungan pernikahan, kita juga harus saling menerima. Tetapi, tak jarang menemukan situasi yang menyulut emosi sehingga muncul ketegangan hingga suami ataupun istri saling mendiamkan.

    Hukum Istri Mendiamkan Suami Menurut Islam

    Setelah mengetahui kewajiban istri kepada suami, selanjutnya ketahui hukum istri mendiamkan suami menurut Islam. Hal ini sebagai upaya agar kita bisa saling mengerti dan memahami dengan pasangan.

    Berkaitan dengan adanya perselisihan dan perbedaan pendapat, wajar jika sekali waktu ada percekcokan. Tak jarang istri mogok bicara, kemudian pasangan itu pun tidak saling bertegur sapa atau mendiamkan.

    Baca juga: 10 Manfaat Membaca Al-Quran, Muslim Yuk Amalkan

    Sikap ini dikenal dengan istilah hajr, yaitu tindakan mendiamkan orang lain secara sengaja dengan maksud tertentu. Sebenarnya hukum hajr adalah terlarang, tetapi dibolehkan ketika keadaan tertentu saja.

    Lalu, bagaimana jika istri mendiamkan suami ketika marah? Apa hukumnya menurut Islam? Bagaimana sebaiknya sikap istri saat marah kepada suami?

    1. Hukum Istri Mendiamkan Suami 

    Dalam Islam, istri marah terhadap suami adalah perilaku yang dapat mendatangkan murka dari Allah SWT. Memarahi suami termasuk dosa besar. Sebab, suami adalah orang yang harus dipatuhi dan dihormati.

    Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW mengatakan tentang jika kedudukan suami sangat tinggi untuk istrinya.

    “Seandainya saya dapat memerintahkan seseorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri untuk sujud pada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi).

    Maka dari itu, hukum istri mendiamkan suami menurut Islam adalah sikap tidak terpuji dan dilarang melakukannya dalam Islam. Jika istri marah dan diamkan suami, sebaiknya tidak dilakukan berlama-lama.

    Kemarahan istri kepada suami berujung mendiamkan menurut agama Islam harus dihindari. Tapi, ada yang berpendapat bahwa jika diam untuk menghindari dari marah, maka hukumnya diperbolehkan.

    Diamnya istri dalam hal ini ketika terjadi perdebatan hebat, maka wajib bersikap diam saat sedang marah. Hal ini sebagai upaya menghindari pertengkaran parah.

    Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot saudaranya lebih dari tiga hari. Siapa yang memboikot saudaranya lebih dari tiga hari, kemudian dia meninggal maka dia masuk neraka.” (HR Abu Daud 4914).

    2. Bagaimana Seharusnya Sikap Istri?

    Sebagai manusia biasa, suami bisa berbuat salah. Tapi, perlu mengingatkannya dengan baik dan tidak menyinggung perasaan. Sebab, hukum istri mendiamkan suami menurut Islam adalah dosa.

    Meski kesal dan marah menjadi bumbu dalam berumah tangga, tetapi istri harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan suami. Termasuk menjaga rasa marah dan kesal kepada suami meskipun salah.

    Dalam Islam, bahwasannya seorang istri harus bisa memahami kepatuhan dan ketaatan terhadap suami adalah kewajiban. Dan sebaliknya, suami harus melakukan pekerjaan dan tanggung jawab kepada istri.

    Selain itu, suami juga harus bisa membimbing keluarganya kepada jalan kebaikan dan membawa kebahagiaan untuk anak dan istrinya.

    Jika istri berbuat salah, maka hendaknya meminta maaf kepada suami. Jika suami menerima maafnya, maka dosa istri terhapus. Sebab, sudah seharusnya istri patuh dan taat terhadap suami dalam Islam.

    Jika istri merasa kemarahannya tidak tertahankan, maka sebaiknya tenangkan diri dahulu dan mengucap istighfar serta memohon ampun pada Allah SWT. Dengan istighfar, hati pun akan menjadi tenang.

    Baca juga: 30 Ucapan Terima kasih dalam Islam Arab Latin

    Mendiamkan Pasangan Menurut Psikolog

    Perilaku mendiamkan pasangan dari sudut psikologi seharusnya sikap ini tidak boleh dilakukan jika menimbulkan tekanan psikis dan menyakiti pasangan.

    Perlakuan mendiamkan pasangan semacam ini disebut dengan silent treatment. Sikap ini bisa dilakukan jika ingin menghindari perdebatan atau pertengkaran yang parah, maka pasangan bisa bersikap diam.

    Namun, kebiasaan mendiamkan pasangan bisa menimbulkan rasa tidak dihargai dan dianggap penting. Oleh karena itu, salah satu solusi ketika pasangan marah adalah dengan komunikasi yang baik.

    Dengan komunikasi, setiap masalah bisa terselesaikan dengan baik. Terpenting hindari marah dan sikap cuek tanpa alasan yang jelas, apalagi jika mendiamkan pasangan lebih dari tiga hari hukumnya dosa.

    Lalu, bagaimana cara agar hubungan rumah tangga antara istri dan suami tetap bahagia? Berikut informasinya yang tentu bisa menjadi referensi bagi kita dalam menjaga rumah tangga tetap harmonis.

    Cara Menjaga Kebahagiaan Suami Istri

    Dalam rumah tangga, halangan dan rintangan yang muncul seharusnya bisa disikapi dengan tenang oleh suami dan istri. Tujuan dari pernikahan dalam Islam itu sendiri yakni untuk mencari ridho Allah SWT.

    Dalam mengarungi kehidupan setelah pernikahan, suami adalah sosok pemimpin keluarga yang harus ditaati dan dihormati istri. Peran istri pun tidak kalah penting, yakni sebagai teman dan penasehat rumah tangga.

    Suami dan istri hendaknya saling melengkapi dan memahami setiap kekurangan atau kelebihan masing-masing. Berikut ini terdapat cara menjaga kebahagiaan dan keharmonisan dalam berumah tangga:

    1. Menjaga Komunikasi

    Kunci kebahagiaan berumah tangga paling utama adalah komunikasi. Dengan adanya komunikasi, setiap ada permasalahan bisa segera mencari solusinya dan mengatasinya dengan baik tanpa ada pertengkaran.

    2. Saling Menghargai

    Rumah tangga yang harmonis bisa terwujud jika suami dan istri saling menghargai, meskipun ada perbedaan pendapatan. Pastikan hindari perdebatan hingga terjadi pertengkaran hebat dan saling mendiamkan.

    3. Bangun Kepercayaan

    Kepercayaan dan kejujuran dalam sebuah hubungan merupakan hal yang sangat penting, apalagi dalam pernikahan. Salah satu wujudnya seperti menepati perkataan yang diucapkan dan jujur dalam berbicara.

    4. Sabar dan Memaafkan

    Suami atau istri bisa melakukan kesalahan hingga membuat kesal dan marah. Jika berbuat salah, istri atau suami hendaknya meminta maaf dengan kesabaran dan kerendahan hati agar tidak ada pertengkaran.

    5. Tunjukkan Kasih Sayang

    Jangan ragu dan sungkan menunjukkan kasih sayang dari lubuk hati. Ada banyak cara menunjukkannya, salah satunya seperti menghidangkan makanan, memberi dukungan, dan rasa saling membutuhkan.

    Itulah beberapa tips menjaga kebahagiaan dan keharmonisan dalam berumah tangga. Intinya, suami dan istri harus bisa saling mengerti dan memahami, serta mengetahui tanggung jawab istri dan suami.

    Demikian penjelasan tentang hukum istri mendiamkan suami menurut Islam yang penting kita ketahui. Sebab, istri dan suami punya kewajiban masing-masing. Jika ada perbedaan, cari solusi yang menenangkan.

  • Istri Diselingkuhi Suami, Ini Penjelasannya dalam Islam!

    Istri Diselingkuhi Suami, Ini Penjelasannya dalam Islam!

    Perselingkuhan merupakan hal yang sangat dibenci dalam Islam karena termasuk ke dalam perzinahan. Bahkan, perselingkuhan ini menjadi bencana bagi kehidupan rumah tangga. Lantas, bagaimana hukum apabila ada istri diselingkuhi suami?

    Menjadi korban asmara dalam kehidupan berkeluarga tentu sangat menyedihkan. Apalagi jika wanita yang mengalami dengan perasaan sensitifnya. Maka, hal ini tentu sangat membahayakan.

    Islam sangat menjunjung tinggi wanita. Jika terdapat sesuatu yang membuat wanita sakit hati seperti diselingkuhi oleh suaminya, maka ada hukum Islam yang menjelaskannya.

    Islam Memandang Perselingkungan seperti Apa?

    Selingkuh merupakan perilaku tercela yang seharusnya dihindari oleh setiap orang. Ketika seorang suami berselingkuh dari istrinya, maka ia sedang berkhianat kepada pasangan.

    Berdasarkan ar Raghib al Asfahani rahimahullah, khianat ini memiliki makna:

    الخيانة مخالفة الحق بنقض العهد في السر

    Artinya:

    “Khianat adalah melanggar hak dan merusak perjanjian secara sembunyi-sembunyi” (Al Mufradat, 305).

    Berkhianat kepada pasangan sangat Allah SWT benci, sehingga membuat hukum dari khianat ini adalah dosa besar. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah QS. Yusuf:52.

    وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ

    Artinya:

    “Allah tidak akan memberi hidayah terhadap tipu daya orang-orang yang berkhianat” (QS. Yusuf:52).

    Pendapat lain juga bisa kita lihat dari HR. Al Bukhari 6095, Muslim No.59 dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    آيَةُ المُنافِقِ ثَلاثٌ: إذا حَدَّثَ كَذَبَ، وإذا وعَدَ أخْلَفَ، وإذا اؤْتُمِنَ خانَ

    Artinya:

    “Tanda orang munafik ada tiga: jika bicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar janji, jika diberi amanah ia berkhianat” (HR. Al Bukhari 6095, Muslim No.59).

    Salah seorang dosen senior dan juga cendekiawan Islam di Institut Islam Toronto, Ontario, Kanada Bernama Sheikh Ahmad Kutty pernah menyatakan bahwasanya:

    “Perzinahan dalam Islam adalah salah satu dosa yang paling keji dan paling jahat. Besarnya dapat diukur dari fakta bahwa zina sering disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai dosa yang paling parah dari semua dosa, syirik, atau mengasosiasikan pasangan dengan Allah.”

    Berdasarkan beberapa pendapat yang bersumber dari cendekiawan, hadits, dan bersumber Al-Qur’an dapat diambil kesimpulan bahwa pandangan islam terhadap istri diselingkuhi suami akan memberinya pahala tersendiri dari Allah SWT.

    Terlebih perbuatan khianat atau perselingkuhan ini dapat menghilangkan keberkahan di dalam rumah tangga.

    Jika kita biarkan begitu saja, akan membawa dampak buruk dalam lingkungan keluarga, seperti hidup berumah tangga menjadi lebih sempit, sesak, dan juga suram.

    Baca juga: Bolehkah Puasa di Hari Jumat? Ini Penjelasan Para Ulama!

    Hukum Istri Diselingkuhi Suami, Begini Penjelasan dalam Islam

    Perselingkungan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya tentu saja hawa nafsu tinggi.

    Terlepas dari keputusan ingin rujuk atau bercerai, ternyata Allah SWT telah memberikan ketentuan tersendiri bagi seorang istri yang diselingkuhi oleh suaminya. Berikut beberapa uraian yang dapat kita pelajari bersama, antara lain:

    1. Menjadi Jalan Masuk Surga

    Apabila seorang istri mendapat perlakuan tidak baik dari suaminya seperti perselingkuhan, maka hal tersebut menjadi jalan untuknya masuk ke dalam surga. Apalagi jika kita menjadi seorang istri yang sabar dan taat pada perintah suami.

    Apa yang sudah kita lakukan tersebut akan memberikan keberkahan tersendiri dan membuat kita berada di jalan ibadah sepanjang kehidupan. Bahkan, Allah SWT menjanjikan masuk surga dari pintu mana saja.

    Hal ini bisa kita lihat dari Hadits Hasan Shahih yang berbunyi:

    “Dan seorang istri yang taat pada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.”

    Berdasarkan hal ini dapat kita simpulkan bahwa peran dari seorang istri sangat tinggi sekali, sesuai dengan ajaran dari Rasulullah SAW.

    “Dan perempuan adalah pelayan untuk suaminya, dia akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR Bukhari Muslim).

    2. Menjadi Perempuan Terbaik di Mata Allah SWT

    Seorang istri yang diselingkuhi oleh suaminya ternyata mendapatkan pahala sebagai Perempuan terbaik di mata Allah SWT. Pahala ini Allah SWT janjikan sesuai dengan sabda dari Rasulullah SAW.

    “Perempuan terbaik yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelesihi sesuai pada diri dan hartanya. Serta melayani suami sebaik mungkin dan menjauhkan suami dari benci.” (HR Ahmad).

    Janji Allah SWT ini dengan catatan apabila seorang istri sabar terhadap suaminya. Tentunya untuk mendapatkan posisi ini sendiri bisa kita lakukan dengan banyak cara agar memperoleh buah manis dari kesabaran tersebut.

    3. Memperoleh Pahala seperti Asiyah, Istri Fir’aun

    Berikutnya, hukum istri diselingkuhi suami berikutnya seseorang bisa mendapatkan pahala seperti Asiyah, istri Fir’aun. Di mana, Asiyah ini merupakan istri Fir’aun yang pernah dipaksa oleh suaminya untuk menyembah dirinya sendiri.

    Meskipun dipaksa oleh suaminya, Asiyah menolak perintah dari Fir’aun karena hal tersebut dianggap Asiyah tidak benar. Hal ini membuat Asiyah mendapatkan perlakuan buruk dan disiksa berulang kali oleh Firaun.

    Dengan tindakan keras yang dilakukan oleh Firaun, pada akhirnya Asiyah meninggal dunia, tetapi Allah SWT menjadikannya sebagai Perempuan mulia yang dijamin masuk surga.

    Dalam salah satu hadits yang pernah dikatakan, berbunyi:

    “Dan jika seorang istri bersabar menghadapi keburukan akhlak suaminya, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala seperti yang diberikan kepada Aisyah istri Fir’aun.” (HR Muslim).

    Baca juga: Hukum Orang Tua Melarang Anaknya Ikut Suami

    4. Dapat Ridho Allah SWT

    Selanjutnya, pahala seorang istri yang diselingkuhi oleh suaminya adalah mendapat ridho Allah SWT. Utamanya istri yang sabar pada setiap ujian dan cobaan dari Allah SWT.

    Setiap detik yang terjadi dalam rumah tangga dan dilalui dengan penuh kesabaran akan memberikan pahala banyak, sehingga surga menantinya. Selain itu, Allah SWT juga menjanjikan kebahagiaan dan ketenangan hidup di akhirat.

    Mengingat proses menjadi sabar membutuhkan proses sangat panjang. Maka, akan menjadi pahala sangat besar bagi seorang istri yang sebelumnya telah diselingkuhi oleh suaminya.

    Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam HR Tirmidzi:

    Rasulullah bersabda: “Istri yang meninggal dunia dan suaminya ridho terhadapnya maka dia masuk surga.” (HR. Tirmidzi)

    5. Setiap Doanya Lebih Mudah Allah SWT Kabulkan

    Terakhir, hukum dari istri diselingkuhi suami adalah mendapatkan akses doa lebih cepat Allah SWT kabulkan.

    Karena perselingkuhan merupakan perbuatan tercela dan zalim, maka istri yang mendapat perlakuan hal tersebut akan mendapatkan pahala dan setiap doanya lebih cepat Allah SWT kabulkan.

    Contoh paling nyata dan sering kita pelajari dalam ilmu agama adalah istri dari Firaun yaitu Asiyah RA yang berdoa kepada Allah SWT. Doa Siti Asiyah ini digambarkan di dalam ayat Al-Qur’an.

    لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Wa ḍaraballāhu maṡalal lillażīna āmanumra`ata fir’aụn, iż qālat rabbibni lī ‘indaka baitan fil-jannati wa najjinī min fir’auna wa ‘amalihī wa najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya:

    “Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”

    Istri Diselingkuhi Suami, Apa yang Harus Dilakukan?

    Ketika seorang suami selingkuh dari istrinya, maka apa yang sebaiknya dilakukan oleh pihak Perempuan? Berikut beberapa penjelasannya:

    1. Menasehati Suami Terlebih Dahulu

    Sebelum mengambil keputusan panjang terkait hubungan rumah tangga, maka sebaiknya istri menasehati suaminya terlebih dahulu. Jelaskan pada suami kalau selingkuh itu termasuk zina dan dosa besar.

    Apabila tidak segera bertaubat, maka perbuatan tersebut akan sulit mendapat ampunan dari Allah SWT. Dengan begitu, maka pelakunya akan masuk ke dalam negara yang sangat panas dan berbau busuk.

    2. Kembali ke Orang Tua

    Dalam kehidupan rumah tangga, tugas suami adalah memberikan nafkah lahir dan juga batin. Maksud dari nafkah lahir di sini berarti materi seperti pakaian, makanan, dan kebutuhan pokok lainnya.

    Sedangkan untuk nafkah batin berarti hubungan antara suami dan istri. Selain itu, istri pun harus bersikap lebih baik kepada suami seperti meminta izin ketika ingin bepergian ke luar rumah.

    Bahkan, ketika seorang istri sudah di talak oleh suaminya sekalipun. Tetapi, peran ini dapat kita lakukan apabila suami tidak melakukan perselingkungan seperti sabda dari Rasulullah SAW:

    ”Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memaafkan umatku dari kesalahan (yang tidak disengaja), (kesalahan karena) lupa, serta kesalahan yang terpaksa dilakukan.” (HR. Ibnu Majah).

    Dengan permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangga, pulang ke rumah orang tua diharapkan bisa menjadi solusi terbaik. Di mana, sosok suami dapat merasa kehilangan ketika istrinya berada di rumah orang tua.

    3. Meminta Cerai pada Suami

    Berikutnya, apabila terbukti istri diselingkuhi oleh suami, maka kita sebagai istri boleh meminta cerai kepadanya. Hal ini termasuk hak kita sebagai seorang istri apabila suami menjadi pelaku perzinahan.

    Penjelasan ini bisa kita cek dengan cerita pada zaman Rasulullah SAW yang mana pada masa itu terdapat seorang istri meminta cerai karena kesalahan fatal suami.

    Istri sangat khawatir apabila suaminya tidak bisa menunaikan tanggung jawab dengan maksimal. Mendengar pernyataan itu, Rasulullah SAW pun memfasilitasi aduannya.

    Istri Tsabit bin Qais bin Syammas datang kepada Nabi SAW dan berkata,:

    “Wahai Rasulullah, aku tidak mencela Tsabit dalam hal agama dan akhlaknya, tetapi aku takut kekufuran.” Nabi SAW kemudian bersabda: “Apakah kamu sanggup mengembalikan kebun (mahar) nya?.” Dia menjawab, “Ya.” Ia lalu mengembalikan kebunnya kepada Tsabit dan nabi pun memerintahkan Tsabit menceraikannya. Dia pun menceraikannya.” (HR. Bukhari).

    Nah, itulah beberapa penjelasan Islam mengenai istri diselingkuhi suami yang dapat memberikan kita pelajaran banyak sekali. Salah satunya menjadi pribadi lebih sabar dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

  • Aturan Cara Menjawab Azan dan Ikamah yang Benar, Pahami!

    Aturan Cara Menjawab Azan dan Ikamah yang Benar, Pahami!

    Sudah tahu cara menjawab Azan dan Ikamah yang benar dalam Islam?

    Saat azan dan ikamah dikumandangkan, umat muslim disunnahkan untuk menghentikan segala aktvitas yang dilakukan dan menjawabnya, sebab hal ini merupakan amalan yang mudah dilakukan meski membawa keberkahan baik di dunia maupun di akhirat.

    Selain itu, perlu diketahui bahwa cara menjawab azan maupun ikamah memerlukan adab-adab yang benar dan terdapat doa khusus yang dilantunkan untuk menjawab azan.

    Lantas, bagaiamana adab dan cara menjawab azan serta ikamah yang benar dalam Islam? Mari simak uraian berikut, untuk dapatkan jawabannya.

    Cara Menjawab Azan

    Menjawab azan merupakan amalan yang sederhana dan mudah untuk dilakukan, namun kerap kali luput diketahui sebagian orang muslim. Padahal ada banyak sekali keutamaan yang bisa didapatkan dari menjawab azan, salah satunya yakni keberkahan hidup di dunia maupun di akhirat.

    Selain itu, menjawab azan merupakan amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Anjuran untuk menjawab azan tersebut disebutkan dalam salah satu hadits berikut:

    إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

    Artinya: “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan ikamah, maka berdoalah (kala itu).” (HR Ahmad).

    Selain itu, terdapat hadits lainnya yang juga menyebutkan mengenai kesunnahan dalam menjawab azan, berikut bunyi haditsnya:

    وَلِمُسْلِمٍ: – عَنْ عُمَرَ فِي فَضْلِ اَلْقَوْلِ كَمَا يَقُولُ اَلْمُؤَذِّنُ كَلِمَةً كَلِمَةً, سِوَى اَلْحَيْعَلَتَيْنِ, فَيَقُولُ: “لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاَللَّهِ”

    Artinya: “Dalam riwayat Muslim, dari tentang keutamaan ucapan hendaklah yang mendengarkan adzan mengucapkan sebagaimana yang diucapkan muazin satu demi satu, kecuali pada kalimat hayya’alatain (hayya ‘alash sholah dan hayya ‘alal falah), hendaklah mengucapkan, ‘Laa hawla wa laa quwwata illa billah’,” (HR Muslim).

    Pada dasarnya, cara menjawab azan sangat sederhana dan cukup mudah untuk dilakukan. Cara menjawab aan yang benar yakni melafalkan kalimat seperti yang dibunyikan dalam azan.

    Dilansir dari NU Online, Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad memberikan petunjuk mengenai bacaan-bacaan menjawab azan.

    Berikut anjuran untuk menjawab azan setelah dikumandangkan oleh muazin sebagai berikut:

    وإذا سمعت المؤذن فقل مثل ما يقول إلا في الحيعلتين فقل: “لا حول ولا قوة إلا بالله” وفي التثويب صدقت وبررت، فإذا فرغت من جوابه فصل على النبي صلى الله عليه وسلم.

    Artinya: “Apabila seseorang mendengar suara azan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muazin,”

    Adapun petunjuk-petunjuk cara menjawab azan adalah sebagai berikut:

    1. Menjawab dengan Jawaban Khusus

    Meski telah disebutkan dalam anjuran menjawab azan sebelumnya, terdapat pengecualian dalam menjawab azan dengan jawaban yang khusus, yakni:

    حَیَّ عَلَی الصَّلاةِ dan .حَیَّ عَلی الفَلٰاحِ

    Hayya ‘alal falah,” dan Hayya ‘alal Sholah,

    Sebagai cara menjawab azan yang benar, ucapkanlah:

    لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ

    Lâ haula walâ quwwata illâ billâhi.

    Artinya: “Tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah.”

    Baca juga: Bacaan I’tidal Sesuai Sunnah dan Gerakannya dalam Sholat

    2. Mengulangi Kalimat Azan

    Selain hal khusus di atas, cara menjawab azan lainnya yang benar adalah dengan enirukan bacaan yang diucapkan oleh muazin, seperti:

    اللّهُ‏ أَکْبَرُ،

    “Allaahu Akbar.”

    Maka akan dijawab dengan “Allaahu Akbar.”

    أَشْهَدُ أَنْ لا إِلٰهَ إلّا اللّهُ

    Asyhadu allaa illaaha illallaah.

    Dijawab dengan lafal “Asyhadu allaa illaaha illallaah.”

    أَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللّهِ

    “Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah”

    Lafal ini dijawab dengan lafal “Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah.”

    حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ (٢x)

    حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ (٢x)

    Hayya ‘alashshalaah (2x) Hayya ‘alalfalaah (2x)”

    Untuk menjawab bagian ini, cara menjawabnya adalah dengan bunyi:

    لاحول ولاقوّة الاّ بالله

    Laa haula walaa quwwata illa billahi.

    Artinya: “Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah.”

    Baca juga: 13 Ayat dan Hadis Tentang Ibu, Kunci Surgamu!

    3. Cara Menjawab Azan Subuh

    Ketika menjawab azan subuh, ada lafal yang berbeda dengan azan pada waktu sholat lainnya. Perbedaan cara menjawab aan subuh terletak dalam bacaan:

    الصّلاة خير من النّوم

    As shalaatu khairum minan naumi.

    Artinya: “Sholat lebih baik dari para tidur.”

    Maka, orang yang mendengarnya dapat menjawab dengan bacaan:

    صدقت وبررت وانا على ذلك من الشّاهدين

    Shadaqta wabararta wa anaa alaa dzaalika minasy syaahidiina.

    Artinya: “Benar dan baguslah ucapanmu itu dan aku pun atas yang demikian termasuk orang-orang yang menyaksikan.”

    4. Doa Setelah Azan

    Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

    Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”

    Khusus untuk azan Maghrib, seorang muslim bisa menambahkan bacaan sebagai berikut:

    اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

    Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

    Artinya: “Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku.”

    Cara Menjawab Ikamah

    Setelah mengetahui cara menjawab azan, tentu ada pula cara tertentu untuk menjawab ikamah.

    Ikamah sendiri merupakan panggilan maupun seruan untuk segera berdiri melaksanakan sholat. Pada dasarnya, ketika dikumandangkan ikamah oleh muazin, sunnah bagi seorang muslim untuk menjawab ikamah dengan cara yang khusus.

    Aturannya sama dengan cara menjawab azan, namun ada beberapa pengecualian khusus dalam menjawabanya, yakni:

    قَـدْ قَامَتِ الصَّـلاَةُ

    Qad Qaamatish Shalaah.

    Artinya: “Telah masuk waktu salat.”

    Kalimat tersebut dapat dijawab dengan lafaz atau bacaan:

    أقامها الله وادامها وجعلني من صالحى أهلها

    Aqaamahallahu wa adaamahaa waja’alani min shaalihi ahliha.

    Artinya: “Semoga Allah mendirikan salat itu dengan kekalnya, dan semoga Allah menjadikan aku ini, dari golongan orang-orang yang sebaik-baiknya ahli salat.”

    Setelah mendengar suara ikamah, seseorang dapat menjawabnya kembali dengan membaca doa setelah ikamah, yakni:

    الّلهمّ ربّ هذه الدّعوة التّامّة والصّلاة القائمة صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد واته سؤله يوم القيامة

    Allaahumma rabba hadzihid da’watit taammati wash-shalaatil qaa-imati, shalli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin, wa aatihi su’lahu yaumal qiyaamati.

    Artinya: “Ya allah Tuhan yang memiliki panggilan yang sempurna, dan memiliki salat yang ditegakkan, curahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad, dan berilah/kabulkan segala permohonannya pada hari kiamat.”

    Hukum Menjawab Azan

    Sebelum mengetahui cara menjawab azan maupun ikamah yang benar dalam Islam. Akan lebih baik jika kita mengetahui hukum apabila kita menjawab azan, apakah wajib atau sunah?

    Para ulama bersepakat bahwa azan hanya dikumandangkan saat masuk waktu sholat wajib. Selain itu, para ulama juga menerangkan bahwa hukum menjawab azan adalah sunnah.

    Hal ini dikutip dari buku Taudhul Adillah 4 oleh H Muhammad Syafi’i Hadzami, hukum menjawab azan dan ikamah adalah sunnah. Pendapat ini disampaikan oleh golongan ulama Madzab Syafi’i.

    Dalil yang memperkuat pendapat mengenai hukum sunnah dalam menjawab azan adalah hadits riwayat Abu Dawud yang menyatakan,

    “Sesunggguhnya Rasulullah SAW, jika mendengar muadzin membaca syahadat, Beliau berkata, “dan aku dan aku.”

    Keutamaan Menjawab Azan

    Setiap kalimat azan memiliki makna. Oleh karena itu, dengan mengetahui cara menjawab azan, seseorang akan mendapatkan hikmah saat melakukanya.

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa keutamaan menjawab azan adalah akan mendapatkan keberkahan didalamnya, dan membuat hati menjadi tenang.

    Bukan hanya itu, berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai keutamaan azan:

    1. Menjadi Saksi Kebaikan

    Menjawab azan yang merupakan panggilan sholat, akan menjadi amalan baik yang akan dicatat oleh malaikat sebagai timbangan baik untuk akhirat. Selain itu, akan menjadi saksi kebaikan seseorang dihari kiamat:

    Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits riwayat Abu Ya’la, Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah suara azan yang keras dari yang mengumandangkan azan didengar oleh jin, manusia, segala sesuatu yang mendengarnya melainkan itu semua akan menjadi saksi pada hari kiamat,” (HR Abu Ya’la).

    2. Menjawab Azan Karena Keyakinan Hati Akan Mengantarkan Menuju Surga

    Saat mengetahui cara menjawab azan serta meyakini dengan hati mengenai kebenarannya, maka hal tersebut akan mengantarkan seorang muslim ke surga.

    Hal ini dijelaskan dalam satu hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    “Ketika muazin mengumandangkan ‘Allahuakbar Allahuakbar’ lalu kalian menjawab ‘Allahuakbar Allahuakbar’.

    Kemudian muazin mengumandangkan ‘Asyhadu anlaa ilaaha illallah’, lalu kalian menjawab ‘Asuhadu anlaa ilaaha illallah’ dan seterusnya hingga akhir azan. Siapa yang mengucapkan itu dari dalam hatinya maka akan masuk surga,” (HR Muslim).

    3. Diampuni Dosa-dosanya

    Apabila seorang muslim mendengar azan dan ia menjawabnya, maka atas izin Allah SWT akan diampuni segala dosa-dosanya.

    Hal ini turut dijelaskan dalam salah satu hadits riwayat Ahmad, Muslim dan lainnya, berbunyi:

    “Kemudian, barang siapa yang ketika mendengarkan azan dia mengucapkan: aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT.

    Siapa yang mengucapkan itu maka dosa-dosanya akan diampuni,” (HR Ahmad, Muslim dan lainnya).

    4. Diberi Sholawat oleh Allah SWT

    Dijanjikan bagi seorang muslim yang menjawab azan, akan diberikan sholawat sebanyak sepuluh kali baginya, hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat muslim, yang artinya:

    “Apabila kalian mendengar muazin, jawablah azannya. Kemudian bacalah sholawat untukku.

    Karena orang yang membaca sholawat untukku, maka Allah akan memberikannya sholawat untuknya 10 kali,” (HR Muslim).

    5. Rasa Kebersamaan Muncul

    Saat seseorang menjawab azan, ia merasakan perasaan kebersamaan dengan umat Islam lainnya yang juga mendengar azan dan bersiap-siap untuk sholat. Hal ini akan menciptakan ikatan sosial dan rohani dalam komunitas Muslim.

    Demikian penjelasan mengenai bagaimana cara menjawab azan dan ikamah yang baik dan benar dalam Islam, sehingga keberkahan akan selalu menyertai kita semua, aamiin.

    Semoga bisa lebih dini dikenalkan kepada sikecil ya!

  • 5 Contoh Tarian yang Tergolong dalam Seni Islam, Simak!

    5 Contoh Tarian yang Tergolong dalam Seni Islam, Simak!

    Indonesia terkenal dengan keragaman budaya, seni dan juga tradisi yang dipengaruhi  peradaban Islam. Salah satu pengaruh Islam dalam kesenian dapat dilihat dalam wujud seni tari. Contoh tarian yang tergolong dalam seni Islam adalah tarian yang berasal dari Aceh.

    Tentu bukan hal yang mengherankan jika Indonesia memiliki aneka kekayaan budaya yang terpengaruh dengan peradaban Islam. Menilik jumlah penduduk Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam dan banyaknya penduduk yang masuk dan melebur di tengah masyarakat Indonesia.

    Alhasil, ada banyak sekali contoh tarian yang tergolong dalam seni Islam yang menarik untuk diketahui. Yuk, simak pembagiannya di bawah ini!

    Daftar Contoh Tarian yang Tergolong dalam Seni Islam

    Berikut ini lima tarian tergolong dalam seni Islam di Nusantara lengkap dengan asal mula dan maknanya:

    1. Tari Rundat (Lombok)

    Contoh tarian yang tergolong dalam seni Islam yang pertama adalah tari Rundat yang berasal dari lombok. Tarian satu ini berasal dari suku sasak yang berada di Lombok. Tarian Rundat ini merupakan warisan nenek moyang dari abad 15 yang dibawa oleh orang Turki yang menganut ajaran Islam.

    Dari segi penampilan, tarian ini dibawakan oleh penari laki-laki berjumah 13 orang yang menggunakan pakaian seperti prajurit dan menggunakan kopiah panjang (torbus). Gerakan dari tarian Rundat menggunakan gerakan pencak silar yang diiringi oleh musik melayu.

    Syair dalam tarian ini memiliki makna yang berisi pujian serta penghormatan kepada Allah SWT. Tari ini biasa ditampilkan di jalanan yang bertujuan untuk mengiringi pengantin saat menuju ke rumah mempelai wanita.

    Selain itu, tarian ini juga dapat ditampilkan pada acara keagamaan maupun saat perayaan hari besar Islam.

    Baca juga: Doa sebelum Berhubungan Suami Istri dan Lengkap dengan Artinya

    2. Tarian Saman (Aceh)

    Aceh memiliki banyak sekali keanekaragamaan tarian yang memiliki unsur Islami di dalamnya, namun kali ini kita akan membahas mengenai tari Saman.

    Tari Saman sebelumnya berawal dari permainan bernama Pok Ane yang dulunya sering dimainkan di tengah masyarakat Gayo. Namun, setelah peradaban Islam mulai masuk, maka permainan tersebut juga di modifikasi menjadi sebuah tarian.

    Syair yang digunakan pada permainan ini memiliki makna pujian yang ditujukan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Tarian ini sering ditampilkan dalam acara peringatan maupun keagamaan semasa di Kesultanan Aceh.

    Namun kini, tarian ini sering digunakan di berbagai macam jamuan untuk menyambut kedatangan tamu kehormatan dan hingga saat ini, tarian ini masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat Aceh.

    Keunikan dan daya tarik dari gerakan yang digunakan pada tarian ini sering kali menjadi salah satu seni Islam yang terkenal hingga mancanegara.

    3. Tari Seudati (Pidie, Aceh)

    Masih di Aceh, di antara beberapa contoh tarian yang tergolong dalam seni Islam berikutnya adalah tari Seudati. Tarian satu ini berasal dari Desa Gigieng Kecamatan Simpang Kabuaten Pidie, Aceh.

    Awalnya tarian Seudati dikenal sebagai tarian pesisir atau ratoh yang menjadi awalan dari prosesi permainan sabung ayam dan juga pembuka musim panen yang mulai tiba, tepatnya saat malam bulan purnama.

    Namun, setelah mulainya penyebara ajaran Islam, tarian ini berubah fungsi menjadi media dakwah para ulama dengan cara syair dan pantun yang ada di dalam tariannya berisi pujian terhadap Allah SWT.

    Nama Seudati sendiri diambil dari kata seurasi yang memiliki arti kompak atau harmonis. Selain itu, seudati juga memiliki makna pengakuan atau kesaksian.

    Penampilannya juga khas tanpa musik sebagai pengiringnya, melainkan iringan didapatkan dari suara lain berupa hentakan kaki, pukulan telapak tangan di bagian dada dan pinggul, serta suara petikan jari dari para penarinya.

    Tari Seudati biasanya ditampilkan oleh delapan orang laki-laki yang menjadi penari utama.

    Baca juga: Contoh Ceramah Singkat tentang Ibu ini Bisa Jadi Referensi

    4. Tari Rabbani Wahed (Bireuen, Aceh)

    Contoh tarian yang tergolong dalam seni Islam yang berikutnya yakni tari Rabbani Wahed. Tarian satu ini berasal dari Aceh, lebih tepatnya di daerah Bireuen. Meski jarang yang mengenal tarian satu ini, namun tarian ini tidak kalah menarik untuk kita ketahui.

    Pada awalnya, tarian ini berasaldari tari Meugrob yang merupakan satu dari bagian tari budaya Aceh yang sudah sejak lama menjadi bagian dari adat istiadat aceh yang begitu melekat.

    Namun, seiring dengan persebaran Islam, gerakan yang ada di dalam tarian Meugrob ini mengalami modifikasi pada tahun 1990-an.

    Modifikasi gerakan tarian tersebut dilakukan oleh T Muhammad Daud Gede. Tidak hanya dari sisi gerakan yang mengalami proses modifikasi, melainkan dari syair yang digunakan saat penampilan juga.

    Selain gerakan, syair lagu dari tarian ini juga berubah menjadi puji-pujian yang diberikan kepada Allah SWT. Hasil dari modifikasi tersebut kemudian semakin populer dan hingga saat ini dikenal dengan nama tari Rabbani Wahed.

    Jika ingin menikmati penampilan dari tarian tersebut, kita bisa melihatnya saat malam takbir idul fitri dan juga saat proses  penyambutan mempelai dari sisi pengantin pria saat acara adat pernikahan.

    Keunikan yang dimiliki dari tari Rabbani Wahed berbeda dengan yang ada pada tari Saman. Keduanya memiliki keindahan tersendiri yang membedakan satu dengan lainnya.

    5. Tari Zapin (Riau)

    Tarian selanjutnya adalah tari Zapin yang berasal dari Kepualauan Riau. Pada Awalnya tarian ini dibawkaan oleh pedagang Arab dari Yaman yang masuk ke wilayah Indonesia tepatnya di sekitar wilayah Kepulauan Riau hingga pesisir Kalimantan.

    Tari Zapin pada awalnya dipertunjukkan sebagai hiburan yang ada di istana. Penampilannya sendiri dibawakan dengan diiringi musik petik gambus, gendang, dan rebana.

    Syair yang dilantunkan dalam tarian juga menggunakan syiar Islam. Untuk saat ini, tari Zapin ditampilkan pada acara tertentu seperti saat pernikahan, khitanan, maupun perayaan hari raya Islam.

    Baca juga: 10+ Hadits tentang Toleransi dalam Islam dan Ayatnya dalam Al Quran

    Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Agar Tetap Terjaga

    Era globalisasi dapat menimbulkan berbagai perubahan, termasuk dalam gaya hidup. Akibatnya masyarakat cenderung memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih mudah dan praktis jika diterapkan dibanding budaya lokal.

    Salah satu tindakan dan upaya yang bisa kita lakukan yakni mengenal berbagai contoh tarian yang tergolong dalam seni Islam, namun terkadang implementasi dari hanya mengenal tidak memberikan dampak lebih bagi keterjaganya budaya Indonesia.

    Sebab itu, berikut beberapa upaya yang mungkin untuk dilakukan demi terjaganya kekayaan budaya Islam dan lainnya di Indonesia:

    1. Mempelajari Budaya Lokal

    Salah satu cara untuk melestarikan budaya lokal  yakni dengan memahami budaya itu sendiri. Terkait hal tersebut, perlu bagi kita mengetahui informasi mengenai budaya yang akan kita lestarikan.

    Kita bisa mencarinya dari berbagai sumber seperti ensiklopedia, buku atau bahkan surat kabar, apalagi perkembangan teknologi 4.0 yang kini lebih mudah mengupayakan menggali informasi.

    2. Mengikuti Kegiatan Budaya Asal

    Setelah mengetahui berbagai informasi dan karakteristik dari budaya lokal Anda, selanjutnya yaitu mengikuti kegiatan budaya tersebut. Hal ini merupakan salah satu contoh dalam upaya melestarikan budaya Indonesia.

    Kita bisa mengikuti pergelaran budaya atau bahkan terlibat langsung di dalamnya. Sebagai contoh sederhana, kita bisa menjadi peserta atau penonton dalam kegiatan budaya tersebut.

    3. Mengenalkan Produk Budaya ke Kancah Internasional

    Selain itu, kita juga bisa melestarikan budaya dengan cara mengenalkan berbagai kesenian dan budaya melalui jejaring sosial melalui pamflet-pamfllet atau bahkan video-video layaknya content creator yang mengenalkan budaya melalui kreativitasnya.

    Tidak hanya itu saja, kita juga bisa memilih upaya melestarikan budaya Indonesia dengan cara memperkenalkan budaya lokal di kancah internasional. Caranya yaitu mengenakan produk budaya lokal.

    4. Jadikan Budaya Sebagai Identitas

    Menjadikan budaya lokal sebagai identitas menjadi salah satu cara untuk melestarikannya. Sebab, kita memiliki rasa bangga terhadap budaya lokal yang dimiliki di tengah tengah globalisasi.

    Dengan begitu, kita tidak akan mudah terpengaruh atau ikut ikutan terhadap adanya budaya asing yang masuk ke negara Indonesia.

    5. Mengekspor Barang Kesenian

    Bagi sebagain orang yang seorang pebisnis, maka bisa ikut serta mempromosikan kebudayan lokal melalui produk kesenian yang dijual. kita dapat mengembangkan usaha yang sedang digeluti agar sampai ke pasar internasional.

    Jika sudah menembus pasar internasional untuk mengekspor produk kesenian, berarti kita sudah mencoba upaya melestarikan budaya Indonesia.

    Kebudayaan merupakan salah satu identitas bagi suatu masyarakat. Selain itu, budaya bisa mempersatukan, memenuhi kebutuhan, dan lain sebagainya. Sehingga, sangat penting untuk berupaya melestarikan budaya lokal.

    Nah, itulah lima contoh tarian yang tergolong dalam seni Islam dan upaya melestarikan budaya nusantara. Semoga bermanfaat.  

  • Bacaan Doa Agar Cepat Haid dan Tips Lancarkan Haid

    Bacaan Doa Agar Cepat Haid dan Tips Lancarkan Haid

    Doa agar cepat haid bisa kamu amalkan ketika siklus menstruasi sedang tidak teratur. Haid yang tidak lancar memang terkadang membuat wanita cemas. Sudah melakukan berbagai cara, namun darah haid tidak kunjung keluar.

    Salah satu cara mempercepat keluarnya darah haid adalah dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Hal ini dikarenakan umat muslim percaya kalau darah haid yang keluar karena kehendak Allah SWT, sebagaimana pada hadis berikut ini:

    “Sesungguhnya darah haid itu merupakan perkara yang telah ditetapkan oleh Allah atas setiap wanita keturunan Nabi Adam AS.” (HR. Muslim).

    Tak hanya doa agar cepat haid saja, namun juga beberapa tips melancarkan haid pada artikel di bawah ini!

    4 Bacaan Doa Agar Cepat Haid

    Meski tidak ada doa agar cepat haid yang diriwayatkan khusus, namun berikut adalah bacaan doa yang bisa jadi refrensi agar haid lancar.

    1. Berdasarkan HR. Bukhari

    اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذهِبِ البَأسَ اشفِ أَنتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاوءُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Bacaan latin: Allahumma Rabbannasi, adz-hibil ba’sa isyfi anta asy-syafi la syifaa-a illa syifa-uka syifa-an la yughadiru saqoman.

    Artinya: “Ya Allah Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit ini, sembuhkan lah, engkau dzat Yang Maha Menyembuhkan, tak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tak meninggalkan rasa sakit.” (HR. Bukahari).

    Doa di atas adalah salah satu doa agar cepat haid yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berisikan permohonan agar Allah segera memberikan kesembuhan.

    Baca juga: 7 Doa untuk Menenangkan Hati dari Sedih dan Gelisah

    2. Surat Al-Anbiya ayat 84

    رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

    Bacaan latin: Robbi annii massani yadh dhurru wa anta arhamar roohimiin.

    Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (QS. surat al-Anbiya ayat 84).

    Doa agar cepat haid yang satu ini dikutip dari surat Al-Anbiya ayat 84 yang berisikan doa memohon kesembuhan sebagaimana dikisahkan oleh Allah SWT sebagai doa yang pernah dipanjatkan Nabi Ayyub AS ketika ditimpa sakit parah.

    3. Doa Agar Cepat Haid HR. Muslim

    Doa Agar Cepat Haid HR. Muslim

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

    Bacaan latin: Allahumma inni a’uudzu bika min zawaali ni’matika wa tahawwuli ‘aafiyatika wa fujaa’ati niqmatik wa jamii’i sakhothik.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim Nomor 2739).

    4. Al-Fatihah

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ .الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ

    نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ

    عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

    Bacaan latin: Bismillahir rahmanir rahim. Alhamdu lillahi rabbil alamin. Ar rahmanir rahim. Maliki yaumid din. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Ihdinas siratal mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim ghairil maghdubi ‘alihim wa lad dallin.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kamu sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang Engkai beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

    Doa agar cepat haid ini merupakan doa yang diriwayatkan oleh Ad Darimi dari Abu sa’id yaitu berupa surat Al-Fatihah.

    Kenapa harus membaca surat Al-Fatihah? Karena Al-Fatihah sendiri disebut sebagai As-Syifa atau penyembuh dari setiap racun.

    Tak hanya itu, doa ini juga berfungsi agar diberi kesembuhan. Termasuk melancarkan siklus haid.

    3 Tips Lancarkan Haid

    Supaya haid berjalan dengan lancar tak hanya mengandalkan spiritual saja, melainkan kamu juga harus menerapkan tips-tips di bawah ini:

    1. Kurangi stress

    Stress menjadi salah satu faktor haid kamu tidak lancar. Sebab, sistem kerja hormon di otak dan darah bisa terganggu karena stress. Termasuk hormon reproduksi, yaitu hormon progesteron dan estrogen.

    Stress dapat membuat tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang banhak. Nah, hormon tersebut bisa menghambat produksinya progesteron dan estrogen di mana memiliki fungsi untuk menjaga siklus haid teratur.

    Maka dari itu, sebaiknya kamu kurangi atau mengelola stress dengan baik. Dengan cara mengalihkan stress dengan hal-hal yang disukai, seperti makan makanan enak, nonton film dan lain-lain. Atau kamu juga bisa melakukan meditasi untuk mengurangi stress.

    2. Olahraga teratur

    Olahraga menjadi cara alami untuk membantu siklus haid lancar. Sebab, dengan olahraga, otot akan lebih rileks sehingga dapat menormalkan siklus haid.

    Kamu bisa memulainya dengan olahraga ringan, seperti jogging atau berenang. Dan hindari melakukan olahraga berat, seperti angkat beban yang mempunyai intensitas tinggi setiap hari. Hal tersebut malah bisa menghambat menstruasi.

    Jangan lupa untuk melakukan olahraga rutin minimal 30 menit sehari dan tiga kali dalam seminggu agar siklus haid lancar.

    Meskipun, belum ada penelitian yang membuktikan olahraga dapat mempercepat menstruasi. Namun, tidak ada salahnya berolahraga setiap hari karena itu merupakan salah satu kegiatan positif yang dapat merileksasi seluruh tubuh.

    3. Relaksasi

    Melakukan relaksasi, seperti yoga atau latihan pernapasan lainnya dapat membantu meredakan stress. Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa stress bisa mengganggu siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

    Tak hanya itu, relaksasi juga dapat meningkatkan hormon di dalam tubuh sehingga bisa melancarkan haid.

    Itulah kumpulan doa agar cepat haid yang bisa kamu amalkan. Jangan lupa untuk terus berdzikir dan memohon ampun pada Allah SWT.

  • Kisah Nabi Harun AS, Nabi yang Hidup Sezaman dengan Nabi Musa AS

    Kisah Nabi Harun AS, Nabi yang Hidup Sezaman dengan Nabi Musa AS

    Kisah Nabi Harun AS selalu bersandingan dengan Nabi Musa AS. Karena pada masa dakwah Nabi Musa, seseorang yang mendampinginya adalah Nabi Harun AS.

    Meskipun tidak sepopuler kisah dari Nabi Musa, tetapi Nabi Harun juga memiliki kisahnya sendiri, loh. Namun, dalam Al-Qur’an sendiri penyebutan Nabiyullah Harun selalu didahului atas nama Musa AS.

    Kenapa demikian? Kira-kira kita semua sudah mengenal sejarah Nabi Harun AS atau belum sih? Menjawab pertanyaan itu semua, kali ini kita akan membahas seputar kisah Nabi Harun AS.

    Kisah Nabi Harun AS Saat Lahir

    Untuk mengenal Nabiyullah lebih dalam lagi, kita perlu tahu kapan waktu lahir dari beliau. Nabi Harun AS sendiri dikisahkan lahir sebelum Nabi Musa AS, meskipun kedua nama ini tidak bisa dipisahkan dalam sejarah.

    Hal ini membuat usia Nabi Harun lebih tua daripada Nabi Musa. Nabi Harun AS memiliki usia hingga 123 tahun dan hidup di tahun 1531 – 1408 sebelum Masehi (SM). Secara biologis, Nabi Harun AS merupakan kakak dari Nabi Musa AS.

    Nama lengkap beliau adalah Harun bin Imran bin Qahats bin Azar bin Lawi bin Ya’qub bin Ishak Ibrahim. Selisih usia dari Nabi Harun dan Nabi Musa AS adalah empat tahun. Sehingga jauh ini tidak terlalu jauh dari silsilah keluarganya.

    Kelahiran Nabi Harun AS tidak serumit pada masa Musa AS, karena pada zaman itu belum ada perintah dari Fir’aun untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir. Sehingga, Nabi Harun AS dapat terlahir dengan selamat dan dalam keadaan sehat.

    Kisah ini menjadi berbeda pada kelahiran Nabi Musa AS. Zaman beliau, Fir’aun sudah mendapatkan gambaran bahwa akan ada seorang anak laki-laki yang terlahir untuk menghancurkannya.

    Oleh karena itu, muncullah ultimatum untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang terlahir di masa Nabi Musa AS. Atas kuasa Allah SWT, Nabi Musa AS tetap selamat dan bahkan mendapatkan jaminan pengasuhan di bawah lindungan Fir’aun sendiri.

    Kisah Nabi Harun AS dan Nabi Musa AS ini sebenarnya adalah saudara kandung. Lantaran sejumlah alasan, akhirnya kedua saudara ini terpisah secara pengasuhan.

    Nabi Harun AS tetap bersama keluarganya, sedangkan Nabi Musa diasuh di bawah pengawasan Fir’aun, yaitu istrinya Aisyah. Meskipun begitu, keduanya tetap tumbuh dengan baik dibawah lindungan Allah SWT.

    Baca juga: Jejak Warisan Seni Budaya Islam di Filipina

    Kisah Dakwah Nabi Harun AS dan Nabi Musa AS

    Nabi Musa As dan Nabi Harun As memang lahir di zaman yang sama karena keduanya bersaudara. Sehingga, tugas yang Allah SWT berikan pun berkaitan. Hal inilah yang membuat kedua Nabiyullah ini saling bekerja sama dalam berdakwah.

    Nabi Musa AS terkenal dengan kecerdasannya yang sangat luar biasa. Namun, kakaknya Nabi Harun AS pun juga Allah SWT berikan mukjizat yang sama bermanfaatnya dalam menyebarkan dakwah Islam.

    Kelebihan yang Allah SWT berikan salah satunya adalah kepandaian beliau dalam berbicara. Selain itu, beliau juga memiliki jiwa yang tegas dan berani dalam memimpin, berdakwah, ataupun berargumen.

    Melihat bagaimana kuatnya seorang Nabi Harun AS, membuat Allah SWT memerintahkan beliau untuk mendampingi Nabi Musa AS dalam berdakwah. Tentunya untuk menegakkan ajaran Allah SWT.

    Kelebihan yang Nabi Harun AS miliki sendiri diakui oleh Nabi Musa AS dalam riwayatnya. Bahkan, karena kefasihannya dalam berbicara membuat Nabi Harun mendapatkan julukan sebagai juru bicara.

    Kenapa demikian? Dikisahkan bahwa Nabi Musa AS memiliki keterbatasan kemampuan dalam berbicara akibat waktu kecil disuruh untuk memakan bara api oleh Fir’aun.

    Hal itu membuat lidah dari Nabi Musa AS terbakar dan susah untuk berbicara. Nah, dipilihnya Nabi Harun untuk mendampingi Nabi Musa AS justru membawa berkah karena mampu meringankan beban dakwah dari Nabi Musa AS.

    Dalam beberapa kesempatan Nabi Harun AS justru menggantikan posisi dakwah Nabi Musa saat memimpin umatnya.

    Kerja Sama Nabi Harun dan Nabi Musa dalam Menghadapi Firaun

    Pada suatu ketika, di zaman pemerintahan Firaun banyak terjadi kedzoliman terhadap rakyat. Tidak hanya satu atau dua rakyat saja yang mendapatkan belenggu dan kedzoliman dari Firaun, tetapi hampir seluruh penduduk Bani Israel.

    Melihat kekejaman yang Nabi Firaun lakukan, dalam kisah Nabi Harun AS dan Nabi Musa AS keduanya menghadap Firaun. Kedua saudara ini berdakwah dan juga memberikan peringatan kepada raja Firaun.

    Kedua Nabiyullah ini sudah merasa optimis dan senang serta bersyukur karena sebentar lagi Bani Israel tidak lama lagi akan terbebas dari kekuasaan Firaun.

    Meskipun dikeluarkan dari Mesir pun, kedua Nabi utusan Allah SWT ini merasa senang. Justru dengan keluar dari Mesir ini, rakyat Bani Israel dapat menjalani kehidupan dengan normal dan tanpa pimpinan yang keji.

    Namun, ketika Nabi Harun dan Nabi Musa hendak memberikan peringatan dan arahan terhadap kepemimpinan Firaun, justru mendapat respon kurang enak.

    Firaun mendengar setiap ucapan dari Nabi Harun dan Nabi Musa sangat emosi dan marah besar. Hal ini didasarkan pada perasaan bahwa Nabi Musa AS yang sudah dirawat sejak kecil justru menjadi penentangnya ketika dewasa.

    Ketidakcocokan Firaun terhadap ajaran Musa AS, membuatnya memberikan penegasan kepada setiap rakyatnya bahwa Nabi Musa hanyalah orang gila yang mengaku sebagai rasul Allah.

    Karena kepicikan hatinya dalam menerima Nabiyullah, Firaun selalu menyerang Nabi Musa AS dengan bukti yang dapat membuatnya percaya. Atas wahyu dari Allah SWT, Nabi Musa As menuruti keinginan dari Firaun.

    Dengan tongkat yang dibawanya, Nabi Musa langsung melemparkannya ke lantai. Seketika, tongkat itu berubah menjadi ular. Kedatangan ular raksasa dari tongkat Nabi Musa AS ini membunuh ribuan ular sihir dari para ahli sihir suruhan Firaun.

    Setelah berhasil membuktikan kepada Firaun, Nabi Musa langsung menjulurkan tangannya ke arah ular. Seketika ular tersebut kembali berubah menjadi tongkat. Lantas, Nabi Musa AS memasukkan tangannya ke saku dan muncullah cahaya putih.

    Segala keajaiban yang ditunjukkan oleh Nabi Musa dan Nabi Harun tidak lantas membuat Firaun mengimani begitu saja. Justru, Firaun mengatakan bahwa semua yang dilakukan oleh Nabi Musa dan Nabi Harus adalah tipu sihir.

    Kisah Nabi Harun AS dan Samiri

    Setelah melewati perjalanan panjang dalam menghadapi Firaun, kini Nabi Harun AS dan Musa As bersama rombongannya berhasil keluar dari Mesir. Seluruh rombongan tersebut melanjutkan perjalanan ke Negeri Kan’an.

    Pada saat perjalanan inilah Nabi Musa AS mendapatkan wahyu dari Allah SWT berupa kita Taurat.

    ۞ وَوٰعَدْنَا مُوْسٰى ثَلٰثِيْنَ لَيْلَةً وَّاَتْمَمْنٰهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيْقَاتُ رَبِّهٖٓ اَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً ۚوَقَالَ مُوْسٰى لِاَخِيْهِ هٰرُوْنَ اخْلُفْنِيْ فِيْ قَوْمِيْ وَاَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيْلَ الْمُفْسِدِيْنَ142

    Artinya:

    “Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.”

    Kitab Taurat yang diberikan kepada Nabi Musa AS ini diterima selama 40 hari. Pada saat itulah, Nabi Musa meninggalkan kaumnya untuk sementara. Kepemimpinan digantikan oleh Nabi Harun AS.

    Namun, pada masa kepemimpinan Nabi Harun AS justru terdapat permasalahan yang tidak bisa beliau atasi. Seluruh kaum Bani Israil kembali menyembah secara berhala dan membuat patung sapi yang terbuat dari emas.

    Hal ini dapat terjadi karena adanya pengaruh dari Samiri. Melihat penampakan tidak benar seperti itu, Nabi Harun AS sebenarnya sudah berusaha mengingatkan kaumnya. Namun, semua menghiraukan peringatan tersebut.

    Alhasil, kaum Bani Israel tetap membuat patung sapi dari emas dan menyembah secara berhala. Sekembalinya Nabi Musa AS dari penerimaan wahyu, beliau melihat bagaimana kaumnya menyembah berhala.

    Beliau pun sangat marah kepada Harun dan memegangi kepalanya sambil berkata:

    قَالَ يَا هَارُونُ مَا مَنَعَكَ إِذْ رَأَيْتَهُمْ ضَلُّوا (92) أَلا تَتَّبِعَنِ أَفَعَصَيْتَ أَمْرِي (93) قَالَ يَا ابْنَ أُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلا بِرَأْسِي إِنِّي خَشِيتُ أَنْ تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِي (94) }

    Artinya:

    Berkata Musa, “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?” Harun menjawab, “Hai putra ibuku, janganlah kamu pegang janggutku, dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku), “Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku.” (Thahaa : 92-94).

    Melihat bagaimana marahnya Musa AS, Nabi Harun AS pun menjelaskan semua kejadian selama ditinggalkan oleh Musa. Bahkan, Nabi Harun AS sendiri sudah melarang dan memberikan peringatan kepada kaum Bani Israil.

    Namun, mereka tetap memilih sebagai pembangkang dan abai terhadap peringatan Harun AS. Bahkan, seluruh kelompok Bani Israel sampai ingin membunuh Nabi Harun AS.

    Tidak hanya itu, Nabi Harun juga menjelaskan pengaruh dari menyembah berhala ini adalah Samiri. Mendengar penjelasan rinci dari Nabi Harun AS membuat Nabi Musa AS kembali luluh dan perselisihan terselesaikan dengan baik.

    Kisah Wafatnya Nabi Harun AS

    Kisah wafat dari Nabi Harun AS juga tidak terlepas dari perjalanannya dengan Nabi Musa AS. Di mana, ketika mereka pergi dari Kawasan mata air Meriba, Badesh menuju ke sebuah daerah.

    Bertemulah mereka dengan salah satu gunung yang bernama Hor di Kawasan perbatasan Edom. Ketika itu, keduanya sedang mendaki sebuah gunung dengan salah satu putranya yaitu Eleazar.

    Nabi Harun dan Nabi Musa melaksanakan hal ini karena perintah dari Allah SWT. Saat sudah tiba di tempat yang dituju, Nabi Musa AS langsung melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Nabi Harun.

    Berikutnya, pakaian itu dikenakan pada putra Nabi Harun yaitu Eleazar. Setelah keduanya berganti pakaian dan seluruh kain yang Nabi Harun gunakan sudah dipakai oleh Eleazar, datanglah malaikat Izrail di puncak gunung Hor.

    Beberapa saat kemudian, muncullah berita bahwa Nabi Harun sudah wafat. Mendengar berita tersebut, bangsa Israel langsung menangis dan merasa kehilangan sosok panutan. Bahkan, hingga usia kematiannya mencapai 30 hari.

    Kisah Nabi Harun AS ini memang cukup menyedihkan. Pasalnya, wafatnya Nabi Harun ini tepat 40 tahun bangsa Bani Israel keluar dari kawasan Mesir. Jika ditelisik dalam sejarah Islam, makam Nabi Harun AS ini terletak di Gunung Harun.

    Mukjizat Nabi Harun AS

    Setiap Nabiyullah yang dipilih langsung oleh Allah SWT selalu memiliki keistimewaan masing-masing. Tidak terkecuali pada kisah Nabi Harun AS selama berdakwah bersama Nabi Musa AS.

    Beliau juga memiliki banyak sekali mukjizat yang patut kita jadikan suri tauladan dan bisa dijadikan media pengembangan ilmu menjadi lebih baik lagi, beberapa di antaranya:

    1. Kemampuan dalam Berbicara

    Terkenal sebagai juru bicara dari Nabi Musa As, terdapat latar belakang bahwa Nabi Harun AS memiliki kemampuan seni berbicara yang bagus. Alasan lain kepada dipilih sebagai juru bicara, karena adanya sebuah permasalahan pada Musa AS.

    Tercatat dalam sejarah bahwa Nabi Musa AS pada zaman dahulu diuji oleh FIraun, dan beliau memilih untuk memakan bara api. Pemilihan Harun sebagai juru bicara pun tertuang di dalam Al-Qur’an ayat 29-32.

    وَاجْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْ ۙ

    Artinya:

    “dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (QS. Taha: 29)”.

    هٰرُوْنَ اَخِى ۙ

    Artinya:

    “(yaitu) Harun, saudaraku, (QS. Taha: 30)”

    اشْدُدْ بِهٖٓ اَزْرِيْ ۙ

    Artinya:

    “teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, (QS. Taha: 31)”

    وَاَشْرِكْهُ فِيْٓ اَمْرِيْ ۙ

    Artinya:

    “dan jadikanlah dia teman dalam urusanku, (QS. Taha: 32).”

    Karena kelihaian Nabi Harun dalam berkomunikasi, membuat Nabi Musa As lebih mudah dalam menyampaikan dan menegakkan agama Allah SWT.

    2. Memiliki Janggut dengan Dua Warna

    Jika sebelumnya sering kita jumpai seseorang dalam keadaan sepuh memiliki janggut. Maka, kali ini akan berbeda dari janggut pada umumnya. Sebab, Nabi Harun AS memiliki janggut dengan dua warna.

    Warna dari janggut Nabi Harun AS ini adalah hitam dan putih. Namun, tidak seperti mukjizat lainnya, tetapi Nabi Musa mendapatkan keajaiban ini ketika beliau melakukan perjalanan untuk mengambil Kitab Taurat selama 40 hari 40 malam.

    3. Mendapat Tanggung Jawab untuk Melindungi Bani Israel

    Setelah keluar dari negara Mesir, bukan berarti kehidupan berjalan dengan baik-baik saja. Banyak hambatan lain yang dialami oleh Kaum Bani Israel. Utamanya ketika ditinggal Nabi Musa AS untuk mengambil Kitab Taurat.

    Pada saat itu, Nabi Harun AS mendapatkan kepercayaan untuk melindungi Bani Israel. Tetapi sepeninggal Nabi Musa AS, justru seluruh pengikutnya kembali menyembah berhala dan hal itu membuat Musa AS sangat marah besar.

    4. Pohon Bergerak

    Mukjizat lain dari Nabi Harun AS adalah bisa melihat pohon bergerak di atas bukit yang belum pernah ditemukannya di mana pun. Pohon ini Nabi Harun AS dapatkan ketika sedang mendaki gunung atas perintah Allah SWT.

    Ketika melihat pohon tersebut, ia merasa bahwa di bawah pepohonan tersebut adalah sebuah bangunan rumah. Terlebih munculnya beberapa aroma wangi yang muncul. Hal ini membuat Nabi Harun AS ingin sekali tidur di sana.

    Tidak menunggu lama, Nabi Harun AS langsung saja tertidur di dapur. Sesaat setelah itu, Malaikat Izrail langsung kembali begitu saja. Keberkahan nikmat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ini tidak boleh diabaikan begitu saja.

    Nah, itulah beberapa informasi mengenai kisah Nabi Harun AS yang dapat kita jadikan pelajaran dan ambil hikmahnya. Pastikan kita semua mengimani setiap Waliyullah yang dikirimkan untuk memperbaiki akhlak manusia.

  • Kisah Nabi Syuaib AS dan Mukjizat yang Diberikan Allah SWT 

    Kisah Nabi Syuaib AS dan Mukjizat yang Diberikan Allah SWT 

    Sebagai umat muslim, tentunya penting untuk mengetahui kisah para nabi dan rasul. Salah satu kisah nabi yang bisa memberi teladan yang baik bagi kita adalah kisah Nabi Syuaib. Berikut informasi selengkapnya.

    Allah SWT mengutus Nabi Syuaib AS untuk kaum Madyan agar mereka kembali ke jalan yang benar. Namun, perjalanan dakwah Nabi Syuaib untuk menyampaikan kebaikan tak mudah, banyak sekali rintangan.

    Berikut ini adalah penjelasan tentang kisah perjalanan hidup Nabi Syuaib AS dan mukjizat yang diberikan Allah SWT. Yuk, simak informasinya di bawah ini.

    Tentang Nabi Syuaib AS

    Nabi Syuaib AS adalah salah satu nabi yang mengajarkan terkait moral dan etika serta memberikan peringatan kepada umatnya untuk mengikuti ajaran Allah SWT.

    Beliau diutus oleh Allah SWT kepada suatu kaum yang berada di wilayah Madyan. Kemampuan berdakwahnya membuat beliau diberi julukan banyak orang kala itu sebagai juru pidato.

    Nabi yang berasal dari bangsa Arab ini juga memiliki sifat mulia, serta dermawan, dan ramah. Tidak heran, jika beliau sangat dikenal di kalangan kaum Madyan.

    Nabi Syuaib AS berasal dari keturunan Syu’aib bin Maikil bin Yasyjub bin Madyan. Ibunya adalah putri dari Nabi Luth AS. Kemudian, Allah mengutus Syuaib sebagai nabi untuk kalangan penduduk kaum Madyan.

    Dalam kisah Nabi Syuaib pada masa masih kecil, beliau selalu berusaha berbuat baik dan menjaga hatinya agar tidak berbuat buruk. Sifat terpuji ini jarang ada pada anak seusianya dan bisa terbawa hingga dewasa.

    Beliau juga tidak segan untuk membantu orang kesusahan dan selalu menyapa terlebih dahulu orang di sekitarnya. Hal ini yang membuat orang-orang atau kaum Madyan senang dan bahagia dengan Nabi Syuaib AS.

    Allah mengutus Nabi Syuaib juga untuk mengajak kaum Madyan yang kafir agar kembali ke jalan yang benar. Namun, perjalanan dakwahnya penuh rintangan. Apa saja? Yuk, ketahui informasi lengkapnya di bawah ini!

    Kisah Nabi Syuaib AS

    Nabi Syu’aib AS adalah keturunan asli kaum Madyan dan punya sifat serta perilaku yang baik. Hal ini serupa dengan para nabi yang punya banyak sifat terpuji. Nabi Syu’aib AS sendiri diyakini lahir sekitar tahun 1600 SM.

    Jika penasaran dengan kisah hidup Nabi Syuaib AS, maka bisa simak informasi yang akan disampaikan di bawah ini. Hal ini tentunya bisa menjadi pelajaran bagi kita sebagai umat manusia. Yuk, simak hingga akhir!

    1. Kaum Madyan dalam Berdagang

    Kaum Madyan adalah suku bangsa Arab yang terkenal dengan kemampuan dalam berdagang dan mengembala hewan. Kaum ini berada di daerah pinggiran negeri Syam yang saat ini dikenal dengan Suriah.

    Kelebihan Madyan ini memiliki tanah yang subur sehingga aneka tumbuhan bisa tumbuh di daerah ini. Kondisi tersebut membuat perekonomian tercukupi. Namun, kenikmatan ini tidak membuat suku ini lebih baik.

    Berdasarkan dari beberapa sumber tentang kisah Nabi Syuaib, bahwa penduduk Madyan terkenal dengan perilaku buruk dan juga menyembah pohon. Selain itu, mereka juga tidak bersyukur atas nikmat Allah berikan.

    Salah satu perilaku buruknya seperti membuat kecurangan pada timbangan barang dan mengurangi hak orang lain. Hal ini yang membuat kaum Madyan yang miskin semakin miskin, serta yang kaya semakin kaya.

    Kaum Madyan seringkali melakukan manipulasi timbangan pada barang dagangan dengan menempelkan batu pada timbangan. Hal ini agar pembeli percaya berat barang sesuai dengan barang yang mereka beli.

    Allah SWT mengutus Nabi Syu’aib AS untuk mengingatkan para kaumnya tentang kebaikan dan bersyukur atas limpahan rezeki. Selain itu, beliau mengajak mereka beribadah kepada Allah dan melarang berbuat syirik.

    Nabi Syuaib pun menasehati mereka dengan mengatakan bahwa “Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.”

    Kalimat ini merupakan peringatan untuk bertakwa agar terhindar dari siksa Allah. Caranya yakni dengan melaksanakan semua perintah-Nya sepanjang kemampuan kita, serta menjauhi semua larangan-Nya.

    Baca juga: 15 Arti Mimpi Digigit Ular Menurut Islam, Apa Saja?

    2. Kaum Madyan Membangkang

    Allah SWT mengutus Nabi Syuaib AS untuk mengajak penduduk di negeri Madyan untuk menjauhi dan meninggalkan perbuatan buruk yang merugikan orang lain.

    Selain itu, nabi mengajak mereka untuk tidak menyembah pohon tetapi menyembah Allah SWT. Namun, mereka menolak ajakan Nabi Syuaib AS. Bahkan setiap dakwah dan ajakan nabi, selalu mereka ejek dan hina.

    Tidak hanya itu, mereka pun menganggap nabi sebagai individu yang lemah jika dibandingkan dengan kaum Madyan. Nabi juga sering kali mendapat ancaman dari kaumnya yang membangkang.

    Meski demikian, Nabi Syuaib tetap bersabar dan berusaha untuk berdakwah dan mengajak mereka beribadah kepada Allah SWT. Namun, mereka tetap susah untuk kembali ke jalan yang benar sesuai ajaran nabi.

    “‘Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah kami bertawakkal. Tuhan kami putuskanlah antara kami dan antara kaum kami dengan haq (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS al-A’raf: 88-89).

    Pada kisah Nabi Syuaib yang mengajak kaum Madyan untuk beribadah kepada Allah tetapi mereka menolak. Kemudian, nabi memberitahukan mereka bahwa akan ada azab dari Allah atas perbuatan buruk mereka.

    Mendengar perkataan Nabi Syuaib AS, kaum Madyan pun merasa tidak takut dan bahkan kembali mengancam nabi. Hingga pada akhirnya nabi berdoa kepada Allah SWT dan azab turun pada kaum Madyan yang kafir.

    Lalu, azab apa yang menimpa kaum Madyan? Bagaimana kisah kehidupan Nabi Syuaib dan pengikutnya setelah azab dari Allah SWT turunkan?

    3. Kisah Azab Kaum Madyan

    Berbagai macam dakwah dan ajakan telah nabi lakukan supaya penduduk Madyan kembali ke jalan yang benar, tetapi mereka tetap ingin menjadi orang kafir.

    Nabi Syuaib AS pun berdoa kepada Allah SWT agar penduduk Madyan diberi azab. Kemudian, Allah mengabulkan doa itu dan menyuruh nabi beserta orang beriman agar keluar dari negeri kaum kafir itu.

    Berdasarkan dari kisah Nabi Syuaib tentang azab bagi kaum Madyan yang kafir, Allah menurunkan cuaca sangat panas dan kekeringan yang membuat tumbuhan mati. Tanah yang subur menjadi kekeringan.

    Selain itu, Allah SWt juga memberikan gempa bumi dan suara petir halilintar yang membuat kaum kafir di daerah Madyan mati. Hal ini seperti bencana yang terjadi saat datangnya hari kiamat pada azab kaum Madyan.

    Dalam Al-Quran menerangkan bahwa penduduk Madyan mati bergelimpangan di rumah mereka, seolah tempat tersebut belum pernah mereka tempati.

    Selain itu, menjelaskan pula bahwa kehancuran kaum Madyan sebagaimana terjadi pada kaum Tsamud. Meski dalam Al-Quran tidak menjelaskan mengenai kehidupan setelahnya yang terjadi pada Nabi Syuaib AS.

    “Ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Sedang orang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, sehingga mati bergelimpangan di rumahnya, seolah-olah belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, binasa penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud (juga) telah binasa.” (QS Hud: 94-95)

    Mukjizat Nabi Syuaib AS

    Nabi Syuaib AS adalah salah satu dari empat nabi yang lahir di bangsa Arab sama dengan Nabi Shaleh AS, Nabi Hud AS, dan Nabi Muhammad SAW.

    Selain memiliki wajah tampan, nabi dari kaum Madyan ini juga memiliki kemampuan dalam berdakwah dan juga memiliki sifat dermawan. Dalam kisah Nabi Syuaib, adapun mukjizatnya adalah sebagai berikut:

    1. Berjuluk Juru Bicara Para Nabi

    Nabi Syuaib diberikan mukjizat oleh Allah SWT berupa kefasihan dalam berbicara atau berpidato. Kemampuannya ini membuat nabi yang diutus untuk kaum Madyan ini disebut sebagai juru bicara di antara para nabi.

    Allah SWT memberi tugas kepada Nabi Syuaib untuk menyebarkan dakwah. Beliau dengan gigih memberi nasihat dan mengajak kaum Madyan untuk tidak menyembah pohon, namun melainkan beribadah kepada Allah.

    Kaum Madyan yang terdiri dari para pedagang ini memang suka berbuat curang dalam penimbangan barang dagangan. Nabi pun mengajak mereka untuk kembali ke jalan yang benar agar tidak terjerumus dalam keburukan.

    2. Rasa Cinta Kepada Allah SWT

    Nabi Syuaib memiliki sifat yang baik dari sejak kecil sehingga ia sangat disukai oleh penduduk Madyan. Beliau pun merupakan sosok yang dermawan dan juga suka membantu penduduk yang sedang dalam kesulitan.

    Selain itu, dalam lubuk hatinya selalu tersemat rasa kasih dan cinta yang begitu sangat besar kepada Allah SWT. Bahkan, ia sering meneteskan air matanya karena kegentaran akan siksaan yang pedih dari Allah SWT.

    Dalam aktivitasnya berdakwah dalam mengajarkan kebaikan, nabi tidak pernah sekalipun melupakan kehadiran Allah SWT. Meski dalam dakwahnya, beliau selalu mendapat ejekan dan hinaan dari kaum Madyan yang kafir.

    3. Selamat dari Azab Allah SWT

    Kaum Madyan yang menolak keras ajaran Nabi Syuaib AS hingga berada dalam kesesatan, kemudian mendapat azab yang pedih dari Allah SWT. Hal ini karena doa dari nabi untuk mereka yang menolak jalan kebenaran.

    Sikap keras dan kuat kaum Madyan yang menolak ajakan nabi, bahkan mengancam akan mengusir nabi dan pengikutnya jika tidak menyembah berhala. Hal ini yang membuat azab datang kepada mereka yang kafir.

    Perilaku mereka yang sudah melewati batas dalam penghinaan terhadap Tuhan, kemudian nabi mengajukan permohonan memberi azab pada mereka. Sementara nabi dan pengikutnya selamat dari azab Allah SWT.

    Itulah beberapa mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Syuaib yang bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Hal ini sebagai bukti bahwa azab dari Allah itu nyata sehingga tidak boleh untuk meremehkannya.

    Hikmah dari Kisah Nabi Syuaib

    Dari kisah Nabi Syuaib yang telah diuraikan di atas, kita bisa ambil pelajaran dan hikmahnya. Sebagai umat manusia, senantiasa mengikuti ajaran Allah SWT dengan menjalankan perintahNya, dan menjauhi larangan-Nya.

    Selain itu, kita sebagai umat muslim senantiasa berbuat baik kepada sesama dan hindari keburukan yang bisa mendatangkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. 

    Berikut ini terdapat beberapa hikmah dan pelajaran yang bisa menjadi pedoman hidup kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yaitu antara lain:

    1. Pentingnya Kejujuran

    Kisah dari Nabi Syuaib memberikan pelajaran bahwa sebagai umat manusia harus selalu bersikap jujur dan adil. Hindari hal yang menjerumuskan kepada keburukan dan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain.

    Salah satu contoh yang merugikan dari kisah ini adalah mengurangi timbangan dan takaran. Hal ini secara khusus bisa merugikan dan sebagai kejahatan yang pantas menerima azab Allah SWT di dunia dan akhirat.

    2. Sikap Sabar dan Bermoral

    Dari kisah Nabi Syuaib bisa belajar pentingnya sikap bersabar dan memiliki moral yang baik. Beliau selalu teguh dan bersabar dalam menghadapi ancaman dan juga tantangan dalam dakwah ke penduduk suku Madyan.

    Selain itu, beliau juga mengajarkan kita sebagai manusia untuk punya moral dan akhlak baik. Beliau juga suka membantu yang sedang kesusahan dan membutuhkan bantuan bagi yang sedang kondisi kesulitan.

    3. Kegiatan Bermuamalah

    Pada dasarnya, setiap umat manusia dalam kegiatan bermuamalah yang berkaitan dengan harta punya ketentuan hukum syariat. Oleh karena itu, penting mengetahui apa yang boleh dan yang dilarang dalam syariat.

    Siapapun yang bermuamalah melalui cara yang baik atau buruk, sama kondisinya dengan orang yang menganggap amalan dan bebas tidak terikat aturan syariat, tapi tidak ada bedanya dengan kekafiran dan keimanan.

    4. Selalu Berbuat Kebaikan 

    Ketika kita ingin memberi nasihat kepada orang lain, maka kita harus terlebih dahulu berbuat kebaikan. Hal ini agar sempurna penerimaan manusia terhadap nasihat yang kita berikan tanpa ada keraguan di dalamnya.

    Ketika kita melarang suatu kemungkaran, maka sebaiknya kita menjadi orang yang pertama meninggalkan dan menjauhinya. Artinya, jika kita ingin membuat orang lain menjadi baik, maka perbaiki dulu diri kita sendiri. 

    5. Mengikuti Ajaran Nabi

    Kisah Nabi Syuaib membuka hati kita bahwa para nabi diutus oleh Allah SWT untuk membawa kebaikan dan memperbaiki hal yang buruk. Seluruh kebaikan dan perbaikan dalam agama adalah ajaran para nabi.

    Setiap nabi memiliki tugasnya masing-masing dengan tujuan utamanya adalah untuk kebaikan dan mencegah terjadinya hal yang buruk. Oleh karena itu, apa yang diajarkan nabi harus kita ikuti dan amalkan.

    6. Berusaha dan Tawakal

    Pada dasarnya, setiap manusia yang ingin berbuat kebaikan dan memperbaiki diri harus dengan sungguh-sungguh. Dengan cara berusaha dan tawakal untuk menjadi pribadi yang baik dan bersikap baik terhadap sesama.

    Ketika menemui kesulitan, maka hanyalah memohon kepada Allah SWT. Jangan pernah meminta atau memohon kepada yang lain, hal ini bisa membuat kesyirikan dan kekafiran sebagaimana kisah dari nabi Syuaib ini.

    7. Santun dan Akhlak Baik

    Sebagai manusia, kita harus memiliki sifat santun, akhlak baik dan kesanggupan dalam membalas perkataan atau perbuatan buruk dengan kebaikan. Jangan pernah mencela dan menghina orang yang berbuat buruk.

    Seperti dalam kisah dakwah Nabi Syuaib yang mendapatkan penolakan dan ejekan dari kaum Madyan, namun beliau tetap sabar dan selalu berbuat baik. Meski pada akhirnya, azab Allah SWT datang kepada mereka.

    Pada dasarnya, setiap kisah nabi dan rasul memberikan kita pelajaran serta hikmah yang baik bagi kehidupan di dunia dan di akhirat. Setiap tantangan dan rintangan bisa kita lalui dengan baik atas pertolongan Allah.

    Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim sudah sewajibnya berbuat baik kepada sesama dan menjauhi perbuatan buruk yang bisa merugikan orang lain.

    Demikian penjelasan tentang kisah Nabi Syuaib dan mukjizat yang beliau terima untuk menghadapi kaum Madyan. Meskipun perjalanan dakwah beliau berat, namun tetap sabar hingga turun azan bagi mereka yang kafir.

  • Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Kata Ulama

    Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Kata Ulama

    Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, salah satu amalan wajib yang dikerjakan seorang muslim adalah berpuasa. Tentu kita semua ingin ibadah puasa ini menjadi sempurna. Untuk itu, perlu bagi kita mengetahui apakah sikat gigi membatalkan puasa?

    Umat muslim memang dianjurkan untuk menghindari zat padat, cair maupun gas masuk ke dalam bagian tubuh manapun saat berpuasa.

    Lantas,bagaimana dengan sikat gigi? Apakah sikat gigi membatalkan puasa? Simak penjelasan di bawah ini, yuk!

    Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa?

    Bagi seorang muslim, bulanRamadhan merupakan bulan yang sangat penting. Ibadah yang sempurna merupakan keinginan bagi semua muslim di dunia.

    Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berpuasa di bulan Ramadhan.

    Salah satunya adalah pertanyaan mengenai apakah sikat gigi membatalkan puasa atau tidak. Sebetulnya, perlu diketahui bahwa sikat gigi sendiri dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya sebagai bentuk kebersihan diri dalam menjaga gigi dan mulut agar tetap sehat.

    Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    Andaikan tidak memberatkan, aku akan mewajibkan  siwak kepada umatku” (HR: Bukhari dan Muslim).

    Selain untuk membersihkan gigi dan mulut dalam Islam bertujuan untuk mendapatkan keridaan Tuhan. Rasulullah bersabda:

     “Sikat gigi (siwak) untuk membersihkan mulut, membuat Tuhan rida dan menguatkan pandangan” (HR: Ahmad dan Nasa’i)

    Sikat gigi memang dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk kebersihan diri bagi seorang muslim, namun saat berpuasa hal ini dikhawatirkan dapat membatalkan puasa.

    Baca juga: Apakah Mimpi Basah Membatalkan Puasa? Ini Kata Ulama

    Kekhawatiran ini dijelaskan oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain, menjelaskan bahwa berkumur dan sikat gigi ketika puasa hukumnya makruh.

    ‎ ومكروهات الصوم ثلاثة عشر: أن يستاك بعد الزوال

    Artinya, “Hal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zhuhur,” (Lihat Nihayatuz Zein fi Irsyadil Mubtadi’in, Cetakan Al-Maarif, Bandung, Halaman 195).

    Penjelasan lain juga disampaikan oleh Imam Nawawi dalam al-Majmu’, syarah al-Muhadzdzab. Kehati-hatian tatkala sikat gigi harus diperhatikan, sebab jika ada material yang masuk ke tenggorokan, baik air, pasta gigi, atau bulu dari sikat gigi, maka puasanya batal. Meskipun dilakukan tanpa sengaja.

    ‎ لو استاك بسواك رطب فانفصل من رطوبته أو خشبه المتشعب شئ وابتلعه افطر بلا خلاف صرح به الفورانى وغيره 

    Artinya: Jika ada orang yang memakai siwak basah. Kemudian airnya pisah dari siwak yang ia gunakan, atau cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal tanpa ada perbedaan pendapat ulama. Demikian dijelaskan oleh al-Faurani dan lainnya. (Abi Zakriya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, juz 6, halaman 343)

    Oleh sebab itu, dianjurkan saat puasa menyikat gigi hanya dilakukan pada pagi hari saja, sedang saat dilakukan siang hari hukumnya sudah makruh, atau boleh saja menyikat gigi cukup dengan kayu siwak (arok), solusi lainnya adalah menyikat gigi tanpa pasta gigi.

    Sementara anjuran berkumur kala puasa adalah menghindari berkumur dengan berlebihan (al-mubalaghah).

    Yang dimaksudkan disini adalah berkumur dengan terlalu kencang dann terlalu banyak. Hal ini dikhawatirkan akan membatalkan puasa, dengan tertelannya sedikit air.

    ‎أَمَّا الصَّائِمُ فَلَا تُسَنُّ لَهُ الْمُبَالَغَةُ بَلْ تُكْرَهُ لِخَوْفِ الْإِفْطَارِ كَمَا فِي الْمَجْمُوعِ 

    “Adapun orang yang berpuasa maka tidak disunnahkan untuk bersungguh-sungguh dalam berkumur karena khawatir membatalkan puasanya sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab al-Majmu`” (Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarh Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 1, halaman 39)

    Hingga pada tahap ini sudah tahu apakah sikat gigi membatalkan puasa? Jawabnya tentu saja tidak, hal ini didukung dengan banyaknya dalil yang sudah dijelaskan di atas.

    Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Sedang Puasa

    Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Sedang Puasa

    Saat berpuasa, gas di dalam pencernaan kita naik ke atas mulut, dan kadang menyebabkan aroma mulut tidak sedap.

    Tidak hanya itu, mulut kering juga menjadi salah satu pendonor terjadinya mulut bau saat puasa. Tentu hal ini akan menjadi masalah dalam kepercayaan diri seseorang.

    Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi bau mulut yang benar, berikut tipsnya:

    1. Membersihkan mulut setelah sahur dan buka

    Tips pertama yakni membersihkan mulut setelah sahur dan juga berbuka. Menyikat gigi  sendiri disebutkan sebagai pembersih 60% kotoran dari permukan gigi namun tidak bisa menjangkau kotoran di sela gigi.

    Oleh sebab itu, perlu untuk membersihkan sela gigi sesudah sahur dengan alat seperti benang gigi. Sehingga tidak akan menyebabkan bau mulut saat siang hari tiba.

    Baca juga: Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Pendek, Panjang, Arab & Latin

    2. Memperhatikan asupan makanan dan minuman

    Tips selanjutnya adalah memperhatikan asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh.

    Hindari mengonsumsi terlalu banyak produk susu saat sahur. Alasannya, produk susu mengandung protein jenis tertentu yang ketika terurai dapat menyebabkan bau mulut.

    Tidak hanya itu, kita sebaiknya menghindari merokok, dan makan makanan sehat dan seimbang, serta hindari mengonsumsi makanan beraroma kuat atau pedas.

    Hindari pula asupan kafein seperti kopi, teh, cokelat, dan soda, terutama saat sahur.

    3. Gunakan obat kumur

    Tips selanjutnya yakni menggunakan obat kumur antibakteri yang banyak dijumpai di pasaran.

    4. Penuhi kebutuhan cairan

    Bau mulut biasanya terjadi karena mulut kering dan dehidrasi. Kunci agar tidak bau mulut saat puasa yang terakhir adalah dengan mencukupi kebutuhan air atau cairan tubuh.

    Minumlah setidaknya delapan gelas atau dua liter air per hari, aturlah pola konsumsi air putih dengan dua gelas saat membatalkan puasa, empat gelas setelah shalat magrib sampai lepas makan malam, dan dua gelas saat sahur.

    Tidak hanya itu, tubuh juga memerlukan kandungan vitamin yang bisa didapatkan dari buah-buahan, yang di dalamnya kaya akan air. Hindari minuman kemasan manis yang akan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

    Nah, itulah penjelasan mengenai pertanyaan apakah sikat gigi membatalkan puasa? Ternyata sikat gigi saat puasa diperbolehkan, lho.