Tag: Inspirasi Islam

  • Jurusan Ekonomi Syariah: Info, Mata Kuliah, Prospek Kerja

    Jurusan Ekonomi Syariah: Info, Mata Kuliah, Prospek Kerja

    Indonesia adalah negara yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Dengan ini, tak heran jika lembaga pendidikan pun ikut menghadirkan jurusan ekonomi syariah. 

    Tujuannya agar di Indonesia ada sistem yang menghindarkan masyarakatnya dari praktik atau mekanisme yang tergolong riba dalam kegiatan transaksi setiap hari. 

    Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari jurusan ini. Prospek kerjanya pun cukup cerah terutama karena di Indonesia sendiri sudah banyak lembaga keuangan, bank, dan unit usaha berbasis syariah. 

    Ingin tahu lebih lengkap mengenai ekonomi syariah? Yuk, kita pelajari bareng dalam artikel ini!

    Apa Itu Jurusan Ekonomi Syariah? 

    Kita mungkin sudah tak asing dengan jurusan ekonomi. Tapi bagaimana dengan jurusan yang bernama ekonomi syariah? 

    Jurusan ekonomi syariah adalah bidang studi yang akan mempelajari berbagai ilmu, teori, sekaligus sumber daya ekonomi guna memenuhi kebutuhan hidup dari manusia, khususnya di dalam perspektif atau yang berbasis Islam. 

    Jurusan satu ini juga sering disebut juga dengan Ekonomi Islam. Alasannya karena dalam agama Islam, nilai serta hukum dalam kegiatan transaksi ekonomi sudah seluruhnya diatur. 

    Termasuk kegiatan seperti utang-piutang, jual-beli, bagi hasil, simpan-pinjam, dan juga yang lainnya. Jadi, tidak heran mengapa jurusan ini hadir di dalam ranah pendidikan di Indonesia. 

    Selain itu, jurusan ekonomi Islam ini juga disebut dengan jurusan yang akan mempelajari berbagai macam subjek perekonomian dari perspektif Islam. 

    Misalnya saja, dari prinsip ekonomi yang landasannya Al-Qur’an, hadits, juga kaidah-kaidah fiqih. 

    Pengelolaan sumber daya, kajian prinsip ekonomi makro-mikro, sampai juga dengan pembelajaran perdagangan internasional dari perspektif Islam pun bisa kita pelajari di sini. Yap, banyak banget yang bisa kita dapatkan kalau masuk jurusan ini.

    Baca juga: 11+ Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan, Masya Allah!

    Apa Saja Mata Kuliah dalam Jurusan Ekonomi Syariah? 

    Sudah menjadi rahasia umum kalau dalam satu jurusan, mahasiswa dan mahasiswinya akan mempelajari berbagai macam mata kuliah. Begitu juga jika kita memilih Ekonomi Syariah. Nah, jika masuk ke dalam jurusan ini, berikut rincian mata kuliahnya: 

    • Pengantar Ekonomi Islam
    • Fiqh Muamalah
    • Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam
    • Ushul Fiqh
    • Ekonomi Pembangunan Islam
    • Kebanksentralan dan LKI (Lembaga Keuangan Islam)
    • Manajemen Bank Syariah
    • Akuntansi Syariah
    • Ilmu Statistik
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Ekonomi dan Bisnis
    • Ekonomi Makro-Mikro Islam
    • Studi Kelayakan Bisnis Islam
    • Ekonomi Keuangan Islam
    • Ekonomi Moneter Islam
    • Manajemen Zakat dan Wakaf
    • Dan beberapa mata kuliah umum lainnya. 

    Mata kuliah ini sebenarnya bisa berbeda-beda tergantung lembaga pendidikan atau universitas yang kita pilih. Tetapi, secara umum kita akan belajar beberapa mata kuliah di atas jika memilih jurusan ekonomi syariah sebagai jurusan kuliah. 

    Secara garis besar, materi yang akan kita temukan memang hampir sama dengan mata kuliah pada jurusan ekonomi pada umumnya. Hanya saja, kita akan memperoleh materi sesuai dengan syariah Islam yakni berdasarkan Al-Qur’an, Hadits, juga kaidah fiqh. 

    Prospek Kerja Lulusan Jurusan Ekonomi Syariah

    Lulusan ekonomi Islam ini akan cukup banyak kita temukan di sejumlah lembaga keuangan. Entah itu syariah ataupun lembaga keuangan non-syariah. Tak perlu heran, sebab di jurusan ini kita akan belajar cukup banyak mengenai keduanya. 

    Mungkin tak berlebihan kalau kita bilang, ada cukup banyak prospek kerja dari lulusan ekonomi Islam ini. Contohnya: 

    1. Pegawai Pajak

    Lulusan ekonomi Islam bisa menjadi pegawai pajak yang tugasnya collecting data sekaligus informasi pajak dari pihak wajib pajak maupun lembaga keuangan yang terkait. 

    2. Pegawai Perbankan

    Posisi dalam bidang perbankan sering jadi pilihan favorit untuk mahasiswa lulusan Ekonomi Syariah. Apalagi, saat ini sudah banyak lembaga perbankan yang mulai mengaplikasikan hukum syariah untuk kebijakan terbarunya. 

    3. Pegawai Negeri

    Lulus menggunakan ijazah dari jurusan ekonomi Islam tak menutup kesempatan kita agar bisa lulus dan ikut berkontribusi dalam instansi pemerintahan. 

    Prospek kerja dari lulusan ekonomi Syariah ini adalah menjadi pegawai negeri di instansi yang berkecimpung dalam hukum keagamaan, misalnya dalam Kementerian Agama. 

    4. Ahli Ekonomi Islam

    Indonesia merupakan negara yang mayoritas rakyat atau masyarakatnya beragama Islam. Maka dari itu, akan sangat tidak mungkin kalau perputaran ekonomi di negara ini tak menerapkan hukum keuangan dalam perspektif Islam. 

    Yap, ekonomi Islam bisa menjadi prospek karir dari semua lulusan ekonomi Syariah. 

    5. Menjadi Tenaga Pengajar

    Sejumlah universitas ternama seperti UNPAD, UNAIR, UI, juga UNDIP punya program studi Ekonomi Islam. 

    Maka dari itu, setiap orang yang menjadi lulusan ekonomi Islam bisa memilih jenjang karir sebagai tenaga pengajar di beberapa universitas yang menyediakan jurusan ekonomi syariah. 

    6. Konsultan Bisnis

    Selanjutnya, konsultan bisnis bisa juga jadi karir pilihan buat siapapun yang menjadi lulusan dari jurusan Ekonomi Islam. Konsultan bisnis yang bisa dipilih tentu yang bersangkutan dengan hukum ekonomi Islam. 

    7. Konsultan Keuangan

    Dengan berkembangnya ekonomi Islam, kebutuhan financial advisor juga semakin tinggi. Terutama yang paham dengan keuangan syariah. 

    Prospek kerja lain yang bisa kita pilih sebagai mahasiswa jurusan ekonomi syariah adalah konsultan keuangan untuk perusahaan. 

    Nantinya, pekerjaan kita adalah untuk bekerja sama dengan berbagai macam perbankan yang basisnya hukum Islam atau menerapkan kaidah-kaidah syariah. 

    8. Financial Analyst

    Prospek kerja selanjutnya yang bisa kita tekuni adalah financial analyst. Pada profesi ini, kita punya peran yang cukup penting. 

    Beberapa tugasnya yakni meneliti, melakukan identifikasi, juga mengevaluasi hasil keuangan dari suatu perusahaan. 

    Kita membutuhkan landasan untuk strategi bisnis perusahaan buat masa-masa mendatang. Buat perusahaan yang lebih besar, financial analyst ini akan mendapatkan tugas merancang kebijakan pengeluaran operasional. 

    Mengapa Pilih Jurusan Ekonomi Syariah

    Mungkin beberapa dari kita ada yang masih ragu nih untuk memilih jurusan ini. Ada beberapa alasan mengapa jurusan ini bisa jadi pilihan. Apa saja? Yuk cek sini: 

    1. Penting untuk Kehidupan

    Sudah jadi rahasia umum kalau jurusan ekonomi amat berperan penting karena berkaitan dengan aspek kehidupan sehari-hari. 

    Tanpa adanya mekanisme ekonomi, seluruhnya akan terganggu. Dengan belajar Ekonomi Syariah, kita bisa mengambil peranan penting di masyarakat dengan perspektif Islam. 

    2. Tren yang Semakin Berkembang

    Apakah ada yang sudah menyadari kalau belakangan ini, perkembangan ekonomi yang berdasarkan syariah Islam bisa semakin berkembang? 

    Utamanya di Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas beragama Islam. Hal ini membuat jurusan satu ini jadi yang cukup menjanjikan dan cukup banyak dibutuhkan. 

    3. Banyak Prospek Kerja 

    Sama halnya dengan jurusan ekonomi yang lainnya, peluang kerja untuk lulusan ekonomi Islam pun sangat luas. 

    Ada banyak perusahaan, lembaga keuangan, dan perbankan, hingga kantor perpajakan yang bisa menerima dan membutuhkan lulusan Ekonomi Islam. 

    4. Bisa Belajar Dua Ilmu Penting Sekaligus

    Dalam jurusan ini, kita tidak hanya belajar ekonomi saja. Melainkan juga ilmu-ilmu yang ada kaitannya dengan agama Islam. 

    Yap, tak cuma ilmu yang berhubungan dengan ekonomi Islam dan konvensional saja, bahkan ada mata kuliah fiqh yang kaitannya erat dengan keislaman. 

    Khazanah pengetahuan dan ilmu yang bisa kita peroleh tentu sangat banyak. Kualitas diri meningkat, keimanan juga selaras dengannya. 

    Rekomendasi Kampus dengan Jurusan Ekonomi Syariah Terbaik

    Sudah memastikan diri untuk belajar ekonomi Islam? Jangan salah pilih kampus! Biar nggak salah pilih, mending kuliah di salah satu dari beberapa universitas ini saja: 

    • Institut Pertanian Bogor (IPB)
    • Universitas Indonesia (UI)
    • Universitas Brawijaya (UB) di Malang
    • Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang
    • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung
    • Universitas Padjadjaran (Unpad) di Bandung

    Demikian yang bisa kita sampaikan mengenai jurusan ekonomi syariah. Tertarik untuk belajar ini?

  • Tujuan Hidup Menurut Islam yang Tertuang dalam Al-Qur’an

    Tujuan Hidup Menurut Islam yang Tertuang dalam Al-Qur’an

    Aristoteles berkata tujuan hidup manusia adalah eudaimonia atau kebahagiaan. Dalam masyarakat jawa, tujuan hidup manusia yakni memayu hayuning urip dan seterusnya. Namun, bagaimana tujuan hidup menurut Islam? 

    Ada salah satu filsuf yang terkenal yakni Nietzsche yang berkata, kalau ia tahu apa tujuan hidupnya, maka ia akan bertahan dalam keadaan yang bagaimana pun. Ya, kita harus tahu tujuan hidup untuk tetap bertahan. 

    Namun, berbagai definisi yang ada tak heran menjadikan banyak dari kita tambah bingung dalam merumuskan tujuan hidup. Islam telah menyediakan semuanya, termasuk rumusan mengenai tujuan dari hidup di dunia itu sendiri. 

    Apa Tujuan Hidup Menurut Islam? 

    Memiliki tujuan di dalam hidup, adalah hal yang akan menjaga kita untuk terus bertahan dan melakukan sesuatu dengan baik. Terutama jika rumusan mengenai tujuannya memang tepat dan sesuai dengan agama Islam. 

    Menurut Islam, berikut tujuan hidup yang benar: 

    1. Beribadah

    Tujuan hidup menurut Islam yang paling utama yakni beribadah kepada Allah SWT. Sebagai muslim, manusia wajib menjalankan semua perintah dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya. 

    Manusia pun harus menjadikan rukun iman dan Islam untuk pedoman hidup. Ada ayat yang mendukung pernyataan ini: 

    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

    Artinya:

    “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Qs Adz-Zariyat : 56).

    Ini merupakan statement of purpose atau pernyataan tujuan kalau kita, semua manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah dan mengabdi kepada-Nya. 

    Kita wajib beribadah apa pun jenisnya. Menurut para ulama, terdapat dua jenis ibadah. Pertama adalah ibadah mahdhah. Kedua adalah ibadah muamalah. 

    Ibadah yang pertama yakni ibadah mahdhah merupakan bentuk ibadah yang sifatnya ta’abudi. Artinya mempunyai hubungan secara langsung dengan Allah. Contohnya adalah shalat, dzikir, puasa, puasa, dan haji. 

    Banyak juga yang menyebutnya sebagai ibadah ritual. Kemudian, jenis ibadah lainnya adalah ibadah muamalah. Jika tadi berhubungan langsung dengan Allah, sekarang ibadah yang intinya hubungan antar manusia. 

    Namun, masih tetap tujuannya adalah mengabdi kepada Allah. Jenis ini berupa amal kebajikan yang ada kaitannya dengan sesama manusia. Maksudnya adalah ibadah yang bersifat sosial.

    Baca juga: 12 Macam Macam Sholat Sunnah yang Diajarkan Rasulullah SAW, Apa saja? 

    2. Melaksanakan Peran sebagai Khalifah

    Manusia merupakan khalifah di muka bumi. Setiap manusia, merupakan pemimpin untuk dirinya sendiri. Istilah khalifah artinya pemimpin yang bertanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan hidup dan lingkungan sekitarnya. 

    Manusia adalah makhluk yang mendapatkan karunia akal. Maka, ia memiliki kewajiban mengelolanya. Manusia pun memiliki kewajiban agar terus berlaku baik. Boleh berlaku buruk, asal mau menanggung semuanya akibatnya di akhirat kelak. 

    Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 30: 


    وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

    Artinya: 

    “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    Kata khalifah asalnya dari kata khalafa. Artinya mengganti ataupun melanjutkan. Saat manusia menjalani hidup sebagai khalifah, maka ia harus mengiringinya dengan fungsi sebagai abd

    Sehingga saat menjalankan hidup di dunia, ia berperan sebagai khalifah sekaligus abd. Misalnya, saat kita punya jabatan dan tak meninggalkan fungsi seorang khalifah, nantinya kepemimpinan yang dilakukan tak akan bertentangan dengan nilai Ilahiah.

    Baca juga: Hadits Memuliakan Tamu dan Adab Menerima Tamu dalam Islam, Yuk Amalkan!

    3. Melanjutkan Ajaran-Ajaran Islam

    Selain beribadah dan menjalani tugas sebagai khalifah di bumi, manusia wajib menuntut ilmu dan melanjutkannya ke generasi penerus agar ajaran-ajaran Islam tetap terjaga. 

    Hal ini sesuai dengan tujuan dari pendidikan Islam yang bukan hanya mengajarkan ibadah kepada Allah, melainkan menuntun manusia untuk berbuat baik. Bahkan, menunjukkan perilaku amar ma’ruf nahi mungkar.

    Sesuai dengan yang disebut dalam firman Allah: 

    وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

    “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.“(QS Al Imran : 104).

    4. Menjadi Hamba

    Dalam hubungan dengan Allah, manusia adalah hamba. Ini juga menjadi salah satu tujuan hidup dalam Islam. 

    Menurut pandangan Ja’far al-Shadiq, seseorang dianggap sebagai hamba jika sudah memenuhi tiga hal. Adapun ketiga hal yang patut dipenuhi untuk menjadi seorang hamba adalah: 

    • Menyadari bahwa semua yang ia miliki termasuk dirinya sendiri merupakan milik Allah dan berada di kekuasaan Allah. 
    • Menjadikan semua bentuk sikap dan aktivitas yang dilakukan hanya mengarah ke usaha memenuhi perintah Allah serta menjauhi semua larangannya. 
    • Ridho atas ketetapan Allah. 

    Fungsi dan peran manusia menjadi hamba, erat kaitannya dengan ridha dari Allah. Jadi, semua bentuk aktivitas manusia, baik ritual ataupun sosial kemasyarakatan, pekerjaan, dan lainnya hanya berdasar pada ridha Allah. 

    Jika fungsi dan peran ini sudah sesuai, maka itu adalah nilai penghambaan dari makhluk kepada Sang Pencipta. 

    Merumuskan tujuan hidup sendiri bukan perkara mudah. Tapi, Islam sudah menyediakannya. Tujuan hidup menurut Islam merupakan sebaik-baiknya tujuan. Semoga kita termasuk orang yang bisa memahaminya dan menjalankannya.

  • 4 Bulan Haram dalam Islam, Bulan Istimewa dan Penuh Berkah

    4 Bulan Haram dalam Islam, Bulan Istimewa dan Penuh Berkah

    Islam merupakan agama dengan banyak hal menarik di dalamnya. Salah satu hal paling menarik bisa kita temukan dalam artikel ini yang akan membahas 4 bulan haram dalam Islam.

    Haram yang dimaksud di sini bukan berkonotasi negatif. Empat bulan haram di dalam Islam bisa ditujukan pada bulan yang mulia. Sepatutnya para muslim, justru meninggalkan dan menjauhi hal yang bersifat haram.

    Akan lebih baik lagi bila tidak hanya menjauhi yang haram, tapi turut melakukan kebajikan di bulan-bulan haram tersebut. Yuk, simak penjelasan detailnya berikut.

    Mengenal 4 Bulan Haram dalam Islam yang Menyimpan Keberkahan

    Bulan Hijriah dalam Islam terdiri dari 12 bulan yang diawali dari bulan Muharam hingga berakhir di Zulhijah. Dari dua belas bulan tersebut, terdapat empat bulan haram dalam Islam yakni:

    1. Rajab

    1. Rajab

    عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ}

    Artinya:

    “Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian di dalamnya.” (QS. At Taubah: 36).

    Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender Islam. Bulan ini dimaknai sebagai menahan diri atau memulai. Ada banyak peristiwa menakjubkan yang terjadi pada bulan Rajab.

    Peristiwa menakjubkan seperti Isra’ Mi’raj. Oleh karena itu, dilarang keras untuk melakukan perbuatan tercela apalagi perang pada bulan Rajab. Lantas, apa alasan lain bulan Rajab menjadi bulan haram?

    Al-Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan:

    «وأما إضافته ـ أي رجب ـ إلى مُضَر فقيل: لأن مضر كانت تزيد في تعظيمه واحترامه، فنُسِب إليهم لذلك. وقيل: بل كانت ربيعة تحرِّمُ رمضان وتُحرِّمُ مُضَر رجبًا، فلذلك سمَّاه رجبَ مُضَر وحقَّق ذلك بقوله: «الذي بين جمادى وشعبان»

    Artinya:

    “Adapun penyandaran bulan tersebut -yaitu bulan Rajab- ke kabilah Mudhar, ada yang beralasan: karena dahulu kabilah Mudhar sangat memuliakan dan menghormati bulan tersebut (melampaui yang lainnya). Oleh karena itu, disandarkan bulan tersebut kepada kabilah mereka. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa kabilah Rabi’ah memandang Ramadhan adalah bulan haram, sedangkan kabilah Mudhar memandang Rajab adalah bulan haram. Kemudian, (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) menetapkannya hal itu dengan sabda beliau:

    الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

    Artinya:

    “Yang berada diantara bulan Jumada (Akhir) dan bulan Sya’ban” (Imam Al-Bukhari (3197) dan Imam Muslim (1679)).” (Lathaiful Ma’arif, hal. 210).

    Baca juga: Perbedaan Talak 1 2 3 dalam Islam, Pasutri Wajib Tau Ya!

    2. Dzulqa’dah

    Merupakan  bulan ke-11 dari kalender Islami. Bulan ini memiliki arti bulan istirahat. Apa keistimewaan bulan Zulkaidah sehingga termasuk ke daftar 4 bulan haram dalam Islam?


    وإنما كانت الأشهر المحرمة أربعة، ثلاثة سرد وواحد فرد، لأجل أداء مناسك الحج والعمرة فحُرِّم قبل أشهر الحج شهرًا وهو ذو القعدة؛ لأنهم يقعدون فيه عن القتال، وحُرِّم شهر ذو الحجة لأنهم يوقعون فيه الحج ويشتغلون بأداء المناسك، وحُرِّم بعده شهرًا آخر وهو المحرم؛ ليرجعوا فيه إلى أقصى بلادهم آمنين، وحُرِّم رجب في وسط الحول لأجل زيارة البيت والاعتماد به لمن يقدم إليه من أقصى جزيرة العرب فيزوره ثم يعود إلى وطنه فيه آمنًا».

    Artinya:

    Bulan haram itu ada empat -tiga berurutan dan satu terpisah-, hal itu disebabkan adanya pelaksanaan ibadah haji dan umrah (di dalamnya). Satu bulan sebelum bulan haji, yaitu bulan Dzul Qo’dah, (bulan tersebut) dinyatakan sebagai bulan haram, karena mereka tidak melakukan peperangan di dalamnya.

    Bulan Dzulhijjah ditetapkan sebagai bulan haram, karena mereka melakukan ibadah haji pada bulan itu dan sibuk dengannya. Bulan sesudahnya (juga) ditetapkan sebagai bulan haram, yaitu: Muharram, agar mereka dapat kembali ke negeri mereka yang paling jauh (sekalipun) pada bulan ini, dalam keadaan aman.

    Bulan Rajab ditetapkan sebagai bulan haram yang terletak di pertengahan tahun, agar (manusia) berkesempatan mengunjungi Baitullah dan ini adalah kesempatan yang baik bagi orang yang datang dari tempat terjauh di wilayah Jazirah Arab, mereka mengunjunginya, kemudian pulang ke negerinya dalam keadaan aman di dalam bulan tersebut” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/25).

    Baca juga: Bacaan Doa Sesudah Adzan Latin Arab dan Artinya

    3. Dzulhijjah

    3. Dzulhijjah

    Bulan ini berada di posisi ke-12 dalam urutan bulan di kalender Islam. Bulan ini sangat dimuliakan, karena umat Islam dari berbagai negara pergi melaksanakan ibadah haji pada Zulhijah.

    Amalan baik yang sebaiknya kita lakukan pada bulan Zulhijah adalah beribadah haji bila mampu.

    Selain ibadah haji, kita juga bisa memperbanyak pahala dengan melakukan puasa Arafah, tilawah Al-Qur’an, berkurban, bersedekah dan berdzikir.

    4. Muharram

    4. Muharram

    Terakhir adalah bulan Muharram yang pada dasarnya berada pada urutan pertama dalam bulan Islam. Bulan ini diperingati oleh umat Islam sebagai tahun baru.

    Muharam menjadi salah satu bulan mulia karena menjadi bulan penyelesaian, di mana umat Islam telah menyelesaikan ibadah hajinya pada bulan Zulhijah.

    Ibadah yang sangat dianjurkan dilaksanakan pada bulan Muharram adalah puasa. Ibadah puasa akan membantu kita untuk menghapus dosa.

    Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    (( أَفْضَلُ الصِّيَام بَعْد رَمَضَان شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّم))

    Artinya:

    “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram.” (Hadits riwayat Muslim No.1982).

    Melaksanakan ibadah dan menjauhi dosa merupakan hal mutlak yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat Islam. Jenis ibadah yang bisa kita lakukan pun sangat beragam mulai dari ibadah wajib sampai yang sunnah.

    Terlepas dari keutamaan 4 bulan haram dalam Islam, janganlah kita terlena. Rajin beribadah juga harus dilakukan di bulan lainnya. Begitu pula dengan menghindari maksiat atau hal-hal yang berbau dosa.