Tag: Inspirasi Islam

  • 4 Contoh Ceramah Singkat tentang Sholat dalam Islam

    4 Contoh Ceramah Singkat tentang Sholat dalam Islam

    Ada cukup banyak contoh ceramah singkat tentang sholat yang bisa dijadikan bahan pembahasan saat mengisi khotbah. Materi ini selalu penting untuk dibawakan karena merupakan perintah dari Allah yang kelak akan dihisab pertama kali.

    Sholat sendiri merupakan salah satu ibadah wajib yang harus dilaksanakan setiap hari tanpa putus. Selalu ada celah dalam diri manusia untuk lalai dan meninggalkan ibadah ini sehingga kita harus selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

    Ceramah tentang sholat 5 waktu yang singkat biasanya berlangsung antara 7 hingga 12 menit. Berikut adalah beberapa contoh teks pembahasan yang bisa kita gunakan untuk mengisi ceramah di dalam sebuah majelis atau khotbah.

    Ceramah Singkat tentang Sholat

    Pembahasan mengenai sholat bisa diambil dari berbagai sisi, mulai dari awal perintahnya, rukun-rukunnya, atau tata cara agar sholat menjadi khusyu. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa contoh ceramah singkat terkait sholat:

    1. Ceramah tentang Larangan Meninggalkan Sholat

    Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa sholat merupakan ibadah wajib yang harus selalu dilaksanakan oleh umat muslim. Kita bisa membahasnya dalam sebuah majelis atau khotbah. Berikut isi ceramah tentang meninggalkan sholat selengkapnya:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Hadirin jamaah masjid Istiqlal yang dimuliakan Allah SWT

    Sesungguhnya, sholat tidak saja menjadi amalan baik yang harus kita laksanakan setiap hari, tetapi juga merupakan kewajiban yang harus selalu kita jaga sampai akhir hayat kita. Amalan ini pula yang nantinya akan dihisab pertama kali pada hari akhir. 

    Sebagaimana perintah Allah SWT dalam surat Al-Ankabut ayat 45:

    اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

    Utlu mâ ûḫiya ilaika minal-kitâbi wa aqimish-shalâh, innash-shalâta tan-hâ ‘anil-faḫsyâ’i wal-mungkar, waladzikrullâhi akbar, wallâhu ya‘lamu mâ tashna‘ûn.

    Artinya:

    “Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

    Meninggalkan sholat adalah salah satu dosa besar yang tentunya memiliki ancaman bagi mereka yang dengan sengaja melakukannya. 

    Hal ini juga ditafsirkan secara langsung di dalam Surat Al-Mudatsir 41-43:

    “Apa yang menyebabkan engkau masuk ke dalam (neraka) saqar? Mereka lantas menjawab, “Kami ini dulu termasuk orang-orang yang tidak mengerjakan sholat” “dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin”.

    Ancaman ini adalah nyata sehingga siapa pun yang malas atau dengan sengaja meninggalkan sholat, maka neraka saqar adalah tempat untuknya kelak. Neraka saqar tidak akan meninggalkan darah, daging, atau bahkan tulang para penghuninya.

    Semua akan dilahap tanpa sisa dan tidak akan membiarkan mereka luput dari siksaan yang teramat pedih. 

    Mengingat pentingnya sholat, Nabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan anak-anak kita untuk mengerjakan sholat sejak usia 7 tahun. Bahkan, jika anak sudah berusia 10 tahun dan tidak mengerjakannya, maka kita boleh untuk memukulnya.

    Hal ini seperti diriwayatkan oleh Abu Daud dalam sebuah hadist:

    “Perintahkan pada anak kalian untuk sholat jika dia telah berumur tujuh tahun, pukullah dia jika tidak mengerjakannya setelah umur 10 tahun, dan pisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan anak perempuan.” (Hadist Riwayat Abu Dawud).

    Dari sini sudah jelas bahwa sholat adalah perkara yang sangat penting dalam Islam. Bahkan Allah telah memberikan ancaman bagi siapa saja yang lalai dan menyepelekannya.

    Semoga kita selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan senantiasa dijauhkan dari hal-hal yang melalaikan sholat.

    Demikianlah ceramah singkat tentang sholat ini saya akhiri.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Baca juga: 10 Contoh Pembukaan Pidato Islami, Referensi Terbaru

    2. Ceramah tentang Turunnya Perintah Sholat

    Berikutnya, pembahasan tentang sholat juga bisa seputar turunnya perintah sholat yang dikenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj. Adapun contoh teks ceramah tentang isra mi’raj yang bisa kita gunakan adalah sebagai berikut:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Hadirin jamaah masjid Istiqlal yang dimuliakan Allah SWT

    Puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberi limpahan rahmat serta hidayah-Nya sehingga kita dapat hadir di masjid ini dalam keadaan sehat wal’afiat. 

    Sholawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari gelapnya zaman jahiliyah menuju zaman Islamiyah yang penuh terang benderang.

    Hadirin rahimakumullah,

    Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita mengenang kembali peristiwa yang sangat agung dalam sejarah Islam, yaitu Isra Mi’raj. Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami oleh Rasulullah SAW pada sebuah malam.

    Isra Mi’raj terdiri dari dua bagian penting. Pertama, Isra, yang merupakan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Palestina menggunakan buraq, kendaraan surgawi yang sangat cepat.

    Kedua adalah Mi’raj, yaitu perjalanan Rasulullah SAW dari langit pertama hingga langit ketujuh, hingga akhirnya ke Sidratul Muntaha, tempat di mana tidak ada makhluk yang bisa mencapainya. 

    Para hadirin yang dirahmati Allah SWT. Di sinilah Nabi Muhammad SAW berdialog langsung dengan Allah SWT dan mendapat perintah sholat. Perintah yang berjumlah 50 kali dalam sehari, kemudian menjadi 5 hari setelah Rasulullah memohon keringanan.

    Peristiwa ini diceritakan oleh Allah SWT dalam surat Al-Isra ayat 1 yang berbunyi:

    سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

    Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr(u).

    Artinya:

    “Maha suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya) agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami.”

    Isra Mi’raj adalah bukti keistimewaan dan kemuliaan Rasulullah SAW serta pentingnya sholat dalam Islam. Peristiwa ini juga menunjukkan kepada kita atas kebesaran dan kuasa Allah SWT yang telah mengangkat hambanya hingga langit tertinggi.

    Dalam peristiwa Isra Mi’raj, kita diingatkan pada pentingnya menjalankan kewajiban kita sebagai umat Muslim, yaitu sholat, dan selalu menghormati Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam hidup kita.

    Mari kita menjadikan Isra Mi’raj sebagai pelajaran dan inspirasi dalam menjalani kehidupan kita sebagai umat Islam. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi kita dan menguatkan iman kita. Amin.

    Demikian ceramah singkat tentang sholat ini saya akhiri.

    Terima kasih, 

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    3. Sholat sebagai Kontrol Diri

    Berikutnya, kita juga bisa membahas ceramah singkat tentang sholat sebagai pengendalian diri. Bahasan ini sudah cukup umum dibawakan dalam sebuah ceramah. Adapun contoh isi ceramahnya adalah sebagai berikut:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Hadirin jamaah masjid Istiqlal yang dirahmati Allah SWT

    Pada kesempatan kali ini, izinkanlah saya menyampaikan satu pembahasan tentang sholat, terlebih sholat sebagai salah satu ibadah yang dapat mengontrol diri kita dari perbuatan-perbuatan buruk.

    Sebagaimana telah kita ketahui, salah satu cerminan ketakwaan kita kepada Allah SWT dapat dilihat dari kualitas sholat kita. Sudahkah kita menjalankan ibadah sholat sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT? 

    Sudahkah kita menjalankan sholat-sholat sunnah sebagai pelengkap ibadah fardhu? Atau kita justru lalai hanya karena urusan duniawi yang hanyalah sementara? 

    Baik atau buruknya sholat seorang muslim sejatinya tidak hanya tercermin dari rajin atau tidaknya ia pergi ke masjid, tidak juga seberapa banyak sholat sunnah yang ia kerjakan.

    Lebih dari itu, kualitas sholat seseorang juga ditentukan oleh kemampuannya dalam mengontrol diri dari perbuatan-perbuatan tercela. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam Surat Al-Ankabut ayat 45:

    اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

    Utlu mâ ûḫiya ilaika minal-kitâbi wa aqimish-shalâh, innash-shalâta tan-hâ ‘anil-faḫsyâ’i wal-mungkar, waladzikrullâhi akbar, wallâhu ya‘lamu mâ tashna‘ûn.

    Artinya:

    “Bacalah Kitab yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

    Para hadirin jamaah masjid Istiqlal rahimakumullah, sudah banyak isi ceramah yang membahas tentang sholat sebagai tiang dari agama. Hal ini semakin menegaskan bahwa ibadah ini memang benar-benar harus kita perhatikan.

    Dalam bukunya, Imam Al Ghazali juga menuliskan bahwasanya sholat harus dikerjakan secara sungguh-sungguh. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadist shahih oleh Ibnu Majah dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    “Jika engkau melaksanakan sholat, maka sholatlah dengan sholat orang yang berpisah.”

    Maksud dari hadist ini adalah memerintahkan kepada kaum muslim agar mengerjakan sholat dengan melepaskan seluruh hawa nafsunya. Imam Ghazali menambahkan,

    “Perpisahan terhadap kesempatan hidupnya, dan perpisahan dengan seluruh apa yang dia miliki.”

    Imam Al Ghazali melanjutkan, “Sholat merupakan munajat kita kepada Allah. Oleh sebab itu, sudah semestinya jika sholat tidak dikerjakan dalam keadaan lalai.”

    Barangsiapa sholatnya tidak bisa mencegah perbuatan keji lagi munkar, maka dia tidak akan bisa mendekat pada Allah SWT. Sebaliknya, ia justru bergerak menjauh dari sang khaliq.

    Maka, marilah bersama-sama kita membangun masyarakat yang Islami dan berakhlakul karimah, menggalakkan sholat berjamaah di masjid-masjid serta mushola, serta senantiasa mengagungkan Asma Allah.

    Semoga Allah selalu menjaga kita dari perbuatan-perbuatan buruk dan senantiasa menjaga kita dari hal-hal yang melalaikan sholat. Aamiin.

    Dengan ini, ceramah singkat tentang sholat saya akhiri. Terima kasih.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    4. Ceramah tentang Keutamaan Sholat

    Terakhir, kita juga bisa membahas ceramah singkat tentang sholat dilihat dari keutamaannya. Ada beberapa hal yang bisa kita sampaikan di sini seperti yang akan dicontohkan dalam teks ceramah berikut:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Hadirin jamaah masjid Istiqlal rahimakumullah

    Sebagaimana banyak ceramah singkat tentang puasa yang memberikan keutamaan dalam hal kesabaran dan keikhlasan, sholat pun memiliki sejumlah keutamaan yang harus kita ketahui.

    Rasulullah SAW pernah bersabda:

    “Sholat adalah tiang agama, maka siapa yang mendirikannya (sholat), berarti ia telah menegakkan sendi-sendi agama, dan barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah meruntuhkan sendi-sendi agama.”

    Hal ini menegaskan bahwa dengan sholat, maka kokohlah sendi-sendi agama seorang muslim. 

    Adapun keutamaan sholat yang pertama adalah mencegah perbuatan keji dan munkar. Barang siapa mengerjakan sholat dengan istiqomah, maka akan terhindar dari perbuatan maksiat dan keburukan.

    Kedua, sholat juga akan mendatangkan pertolongan dari Allah SWT. Hal ini seperti tertulis dalam Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 153:

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

    Yâ ayyuhalladzîna âmanusta‘înû bish-shabri wash-shalâh, innallâha ma‘ash-shâbirîn.

    Artinya:

    “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

    Selanjutnya, seseorang yang mengerjakan sholat juga akan ditinggikan derajatnya. Sholat merupakan bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Hal ini juga diriwayatkan dalam sebuah hadist Muslim:

    “Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah. Karena engkau tidaklah sujud pada Allah dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan akan menghapuskan satu kesalahan.” (HR. Muslim No. 488).

    Hadirin rahimakumullah,

    Itulah beberapa keutaman sholat bagi mereka yang mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.

    Semoga kita menjadi orang-orang pilihan yang selalu taat kepada Allah SWT dan istiqomah dalam mengerjakan sholat.

    Demikianlah ceramah singkat tentang sholat ini saya akhiri.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Di samping ceramah singkat tentang sedekah, pembahasan terkait sholat juga menjadi hal yang sangat penting untuk terus disampaikan. Dengan begitu, kita sebagai umat Islam bisa terus melakukan introspeksi dan selalu memperbaiki sholat kita.

    Itulah dia beberapa contoh teks ceramah yang membahas tentang sholat. Semoga contoh ceramah singkat tentang sholat di atas bisa memberikan manfaat saat kita membutuhkannya.

  • Arti Nama Narendra dalam Islam? Cek Apakah Ada

    Arti Nama Narendra dalam Islam? Cek Apakah Ada

    Mungkin orang terdekat, teman, saudara, atau kerabat kita ada yang memiliki nama Narendra. Nama yang seringkali muncul dan cukup menarik perhatian. Nama tersebut juga bagus, tetapi kita-kira apakah arti nama Narendra dalam Islam?

    Sebagai orang tua tentu kita akan memilih nama yang bagus untuk anak. Namun tidak hanya bagus, kita juga akan memilih nama yang memiliki makna dan arti yang bagus dalam Islam.

    Mempersiapkan nama untuk buah hati memang bukan hal yang mudah. Pasalnya, ada banyak nama yang bisa menjadi pilihan bagi calon buah hati. Harapannya, tidak hanya menjadi sekedar nama, tetapi juga menjadi doa bagi buah hati. 

    Arti Nama Narendra

    Nama Narendra berasal dari bahasa Sansekerta. Narendra merupakan gabungan dari kata Nara dan Indra. Apabila diartikan Nawa memiliki arti orang, sementara Indra memiliki makna dewa langit dalam ajaran agama Hindu.

    Jadi, Narendra memiliki makna seorang yang kuat dan berjiwa pemimpin. Bahkan, Narendra juga banyak diartikan sebagai calon pemimpin atau orang yang akan berkuasa. 

    Jika dilihat dari artinya nama Narendra memiliki makna yang bagus dan doa yang baik. Orang tua yang ingin anaknya menjadi pemimpin dan penguasa yang kuat bisa menggunakan nama ini. 

    Arti Nama Narendra dalam Islam

    Setelah dicek dari berbagai sumber arti nama Narendra dalam Islam tidak ada. Nama ini bukan berasal dari Islam melainkan dari bahasa Sansekerta. Meski bukan nama Islami, Narendra bisa digabung dan dijadikan nama dengan nuansa Islami. 

    Pasalnya Narendra juga memiliki makna dan doa yang baik juga. Anda bisa menggabungkan nama Narendra dengan, nama-nama bernuansa Islami. 

    Meski tidak ada arti nama Narendra dalam Islam, pastikan arti dan nama yang disandingkan masih selaras.

    Baca juga: Doa Sebelum dan Sesudah Belajar yang Diajarkan Rasulullah SAW

    Ide Nama Narendra

    Berikut contoh nama Islami yang bisa Anda gabungkan dengan nama Narendra yang memiliki arti pemimpin:

    • Narendra Ahsan, yang memiliki arti pemimpin yang terbaik.
    • Narendra Ahmad, yang memiliki arti pemimpin yang terpuji.  
    • Narendra Alif, yang memiliki artinya pemimpin yang lembut dan ramah.
    • Narendra Alfarizi, yang memiliki arti pemimpin ksatria berkuda.
    • Narendra Amin, yang memiliki arti pemimpin yang amanah.
    • Narendra Amrullah, yang memiliki arti pemimpin yang dirahmati Allah.
    • Narendra Fadhil, yang memiliki arti pemimpin luar biasa.
    • Narendra Fahizi, yang memiliki arti pemimpin yang berani dan sukses.
    • Narendra Hamid, yang memiliki arti pemimpin pemuji Allah.
    • Narendra Ilham, yang memiliki arti pemimpin yang diharapkan.

    Memilih Nama Anak dalam Islam

    Ada baiknya sebelum memilih nama untuk anak kita mengenal terlebih dahulu nama yang baik dalam Islam. Sehingga, nama untuk anak membawa doa yang baik sampai anak besar nanti. 

    Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah pernah berkata, tingkat keagamaan seorang ayah dapat dilihat dari nama anak-anaknya. Pemilihan nama yang baik sesuai dengan syariat agama Islam menandakan ayah tersebut mengikuti petunjuk Rasul.

    Oleh karena itu, dalam Islam tidak disarankan memberi nama yang memiliki arti buruk. Islam menyarankan nama-nama yang memiliki arti baik dan menjadi doa bagi anak. 

    Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Kewajiban seseorang (orang tua), ialah memilihkan bagi anaknya sebuah nama yang tidak membuatnya menelan rasa malu dan tersakiti saat menginjak dewasa.”

    Pasalnya, sebagai orang tua terkadang kita terpikat akan bagusnya kata saja tanpa mengetahui arti dan maknanya. Oleh karena itu, sebagai orang tua hendaknya memberikan nama yang baik dengan arti yang dapat menjadi doa bagi sang Anak.

    Sabda Rasulullah dalam Memilih Nama Anak

    Rasulullah senantiasa menjadi petunjuk bagi kita dalam berperilaku sebagai umat muslim. Tidak terkecuali dalam memberi nama anak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

     ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺑِﺄَﺳْﻤَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺳْﻤَﺎﺀِ ﺁﺑَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺣْﺴِﻨُﻮﺍ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَﻛُﻢْ

    Artinya:

    “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” [HR. Abu Dawud & Al-Baihaqi].

    Rasulullah juga menyarankan untuk memberikan nama yang memiliki arti baik. Menunjukan nama itu penting hingga berkaitan dengan nasib kita di akhirat nanti. Nama-nama yang baik menurut Rasulullah seperti pada hadits berikut:

    ﺃﺣﺐ ﺍﻷﺳﻤﺎﺀ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ

    Artinya:

    “Nama-nama yang paling dicintai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman”. [HR. Muslim].

    Dengan demikian, kita sudah mengetahui arti nama Narendra dalam Islam. Berilah nama anak-anak kita dengan nama yang baik agar kelak menjadi doa yang baik pula. Semoga kita senantiasa menjadi umat yang dicintai Rasulullah.

  • Hari Potong Kuku yang Baik Menurut Ajaran Islam, Sudah Tahu?

    Hari Potong Kuku yang Baik Menurut Ajaran Islam, Sudah Tahu?

    Agama Islam merupakan agama yang memperhatikan segala lini kehidupan, bahkan hal yang dianggap sepele sekalipun seperti memotong kuku. Meski dianggap tidak penting, namun sebagian orang mungkin tidak tahu mengenai hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam.

    Pada dasarnya, Islam sendiri tidak secara khusus menentukan hari untuk memotong kuku. Nmaun, ada adab tertentu yang perlu diperhatikan saat melakukannya.

    Sebagai contoh, ada beberapa waktu yang dilarang untuk memotong kuku seperti saat akan berkurban di hari idul Adha. Oleh sebab itu, sebagai muslim setidaknya perlu tahu mengenai hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam dan larangannya.

    Hari Potong Kuku yang Baik Menurut Ajaran Islam

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa dalam Islam, tidak ada hari yang secara khusus ditentukan untuk potong kuku. Namun, perlu diketahui bahwa seorang muslim tidak dapat memotong kuku dengan sembarangan. Oleh sebab itu, setidaknya perlu untuk mengetahui hari potong kuku yang baik menurut ajaran Islam.

    Salah satunya yakni larangan memotong kuku sepuluh hari menuju idul Adha. Sehingga seorang muslim harus terlebih dahulu memahami hukum potong kuku sebelum kurban.

    Imam Nawawi rahimahullah berkata,

    وأما التوقيت في تقليم الاظفار فهو معتبر بطولها: فمتى طالت قلمها ويختلف ذلك باختلاف الاشخاص والاحوال: وكذا الضابط في قص الشارب ونتف الابط وحلق العانة:

    Artinya: “Adapun batasan waktu memotong kuku, maka dilihat dari panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, maka dipotong.

    Ini berbeda satu orang dan lainnya, juga dilihat dari kondisi. Hal ini jugalah yang jadi standar dalam menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan mencabut bulu kemaluan,” (Al Majmu’, 1: 158).

    Hadits di atas memang tidak secara spesifik menyebutkan bahwa terdapat hari yang ditentukan untuk memotong kuku. Namun, ada beberapa hari baik yang akan sayang sekali dilewatkan bagi seorang muslim.

    Untuk hari-hari yang lain menurut Imam Ibnu Qosim al-Ghazi dalam kitabnya Hasyiyah al-Bajuri, ada beberapa penjelasan mengenai adab hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam, yakni:

    • Potong kuku hari Senin disebut mempunyai keutamaan.
    • Potong kuku pada Hari Selasa disebut bisa mendatangkan kerusakan dan kebinasaan.
    • Potong kuku hari Rabu disebut dapat menyebabkan buruknya akhlak.
    • Potong kuku hari Kamis bisa mengundang kekayaan.
    • Potong kuku hari Jumat disebut sebagai hari terbaik karena bisa menambah ilmu dan sifat santun.
    • Potong kuku hari Sabtu bisa mendatangkan penyakit di dalam tubuh.
    • Potong kuku hari Ahad disebut dapat menghilangkan berkah.

    Meski telah disebutkan hari-hari diatas sebagai anjuran untuk memotong kuku, namun perlu diingat bahwa tidak ada kemutlakan mengenai hari potong kuku yang baik menurut ajaran Islam. Memotong kuku tetap bisa dilakukan kapan saja karena termasuk ke dalam membersihkan diri yang sangat dianjurkan oleh Islam.

    Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

     الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

    Artinya: “Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak,” (HR Bukhari dan Muslim).

    Hadits di atas menunjukkan bahwa hal kecil seperti memotong kuku jika diniatkan sebagai amalan ibadah akan berbuah kebaikan bagi yang melakukannya.

    Selain Imam Ibnu Qosim al-Ghazi dalam kitabnya Hasyiyah al-Bajuri, terdapat hadits lain yang turut membahas hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam:

    عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَن قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ السَّبْتِ خَرَجَ مِنْهُ الدَّاءُ وَدَخَلَ فِيْهِ الشِّفَاءُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الْأَحَدِ خَرَجَتْ مِنْهُ الْفَاقَةُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْغِنَاءُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الاثْنَيْنِ خَرَجَتْ مِنْهُ الْعِلَّةُ وَدَخَلَتْ فِيْهِ الصِّحَّةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ خَرَجَ مِنْهُ الْبَرَصُ وَدَخَلَتْ فِيْهِ الْعَافِيَةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الأَرْبَعَاءِ خَرَجَ مِنْهُ الْوِسْوَاسُ وَالْخَوْفُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْأَمْنُ وَالصِّحَّةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ الْخَمِيْسِ خَرَجَ مِنْهُ الْجُذَامُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْعَافِيَةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ دَخَلَتْ فِيْهِ الرَّحْمَةُ وَخَرَجَ مِنْهُ الذُّنُوْبُ.

    Artinya: “Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda;

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Sabtu, maka akan keluar darinya penyakit dan masuk ke dalamnya obat.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Ahad, maka akan keluar darinya kemiskinan dan masuk ke dalamnya kekayaan.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Senin, maka akan keluar darinya kecacatan dan masuk ke dalamnya kesehatan.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Selasa, maka akan keluar darinya penyakit kusta dan akan masuk ke dalamnya kesembuhan.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Rabu, akan keluar darinya penyakit waswas dan ketakutan, dan akan masuk ke dalamnya keamanan dan kesehatan.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Kamis, akan keluar darinya penyakit kusta dan akan masuk ke dalamnya kesembuhan.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Jumat maka, akan masuk ke dalamnya rahmat dan keluar darinya dosa-dosa.”

    Baca juga: Bacaan Ratib Al Haddad Lengkap Arab, Latin Dan Artinya

    Hari Baik Potong Kuku Menurut Primbon

    Setelah mengetahui hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam. Ada pula aturan mengenai hari yang dianjurkan untuk memotong kuku, sebab terdapat makna disetiap harinya. Aturan ini berasal dari primbon Jawa, berikut beberapa hari-hari memotong kuku:

    1. Hari Senin

    Memotong kuku jika dilakukan hari senin ternyata mengandung makna cukup baik. Pasalnya, ketika seseorang memotong kuku dihari ini maka akan mendatangkan banyak sekali keberuntungan seperti rezeki dan kesehatan.

    2. Hari Selasa

    Memotong kuku pada hari selasa dipercayai akan mendatangkan sebuah peruntungan yang baik. Sebab memotong kuku pada hari ini dipercayai dapat membuatmu disukai banyak orang disekitarmu.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa memotong kuku pada hari ini akan mendatangkan hal baik berupa bertambahnya pergaulan yang luas hingga membantumu semakin mendapat banyak sekali pengalaman.

    3. Hari Rabu

    Memotong kuku pada hari rabu juga memberikan peruntungan baik sebab akan diperoleh perlindungan dari Tuhan, sehingga segala urusan diberi kelancaran.

    4. Hari Kamis

    Memotong kuku pada hari kamis dapat menjadi pertanda baik pula seperti hari-hari sebelumnya. Di antaranya yakni dipermudah mendapatkan rezeki dan pekerjaan.

    5. Hari Jumat

    Sama dengan hari sebelumnya, memotong kuku pada hari ini juga memiliki pertanda baikyakni akan membuat orang menyukai, mengasihi danmencintai kita.

    6. Hari Sabtu

    Potong kuku pada hari Sabtu ternyata mendatangkan hal yang kurang baik. Menurut primbon Jawa, memotong kuku pada hari sabtu akan mendatangkan kesialan. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Hari ini dikatakan dapat membuat seseorang menjadi resah dan gelisah menjalani hari.

    7. Hari Minggu

    Seperti halnya memotong kuku di hari sabtu, memotong kuku pada hari ini juga akan mendatangkan kesialan berupa datangnya permasalahan hidup.

    Manfaat Potong Kuku

    Setelah mengetahui hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam dan primbon jawa, pastikan juga tahu apa saja manfaatnya. Berikut beberapa manfaat tersebut:

    1. Terhindar dari Penyakit

    Manfaat memotong kuku adalah agar terhindar dari berbagai jenis penyakit. Tak dapat kita pungkiri bahwa menjaga kebersihan memang bisa dengan rutin potong kuku. Kuku yang dibiarkan panjang dan kotor akan menyebabkan penyakit sebab adanya sarang kuman di dalamnya.

    Kuman ini bisa masuk ke dalam tubuh ketika makan dengan tangan yang kukunya kotor dan panjang, oleh sebab itulah seorang muslim tidak dianjurkan untuk memelihara kuku dan membiarkannya hingga lebih dari 40 hari.

    2. Menjauhkan Diri dari Setan

    Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk rutin memotong kuku sunnahnya pada hari Jumat. Karena jin dan setan mengikat manusia melalui kuku-kuku yang panjang. Oleh sebab itu rajin dan rutinlah untuk memotong kuku, agar tidak bersarang setan.

    Sebagaimana yang disebutkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Potonglah (perpendek) kuku-kukumu, sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang.” (HR. Ahmad).

    3. Raih Pahala dan Keberkahan

    Manfaat memotong kuku mengikuti sunnah Rasulullah SAW tentu saja akan mendatangkan pahala dan keberkahan serta  menguntungkan semasa hidup di dunia maupun akhirat kelak.

    Nah itulah dia sedikit uraian mengenai hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam dan primbon jawa. Meski terdapat hari-hari baik yang dianjurkan, dalam Islam sendiri tidak ada yang melarang untuk memotongnya sewaktu-waktu.

    Justru dianjurkan untuk tidak memelihara dan memanjangkan kuku lebih dari 40 hari sebab akan menjadi tempat bersarangnya setan dan penyakit.

  • Arti Nama Naufal dalam Islam dan Ide Rangkaian Namanya

    Arti Nama Naufal dalam Islam dan Ide Rangkaian Namanya

    Jika berbicara tentang nama-nama Islami, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan nama Naufal bukan? Bahkan, Naufal sendiri cukup sering dijadikan nama panggilan oleh orang-orang di sekitar pemiliknya. Lantas, apa arti nama Naufal dalam Islam?

    Secara umum, nama-nama Islami yang banyak digunakan oleh umat muslim memiliki makna yang sangat baik. Tak jarang, dari nama-nama tersebut diselipkan doa dan juga harapan dari orang tua.

    Untuk mengetahui makna nama Naufal di dalam Islam, langsung saja simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

    Pemberian Nama dalam Islam

    Memberikan nama yang baik adalah hak dari anak-anak kita setelah dilahirkan. Dalam hal ini, seorang ayah wajib memberikan nama yang baik untuk anaknya karena akan berpengaruh pada mereka saat dewasa.

    Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Najjar, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    “Anak-anak memiliki tiga hak atas ayah mereka. Yang pertama adalah mereka diberi nama baik. Yang kedua, mereka diberikan pendidikan yang baik; dan yang terakhir, mereka membantu mereka memilih pasangan yang baik,” (Ibnu Najjar).

    Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa peran ayah bagi seorang anak sangatlah penting. 

    Ada tiga hak anak yang harus dipenuhi oleh seorang ayah, yaitu pemberian nama yang baik, memberi pendidikan yang baik, dan membantu mencarikan pasangan yang baik. Jadi, ketiga hal tersebut harus Anda persiapkan jika anak sudah lahir.

    Baca juga: Apa Hukum Asuransi dalam Islam? Halal atau Haram Ini Pendapat Ulama

    Arti Nama Naufal dalam Islam

    Nama bagi seorang anak memiliki arti yang sangat penting. Selain menjadi identitas pribadi, nama juga membawa doa dan harapan yang bisa membentuk karakter pada diri anak. Itulah kenapa orang tua wajib memberikan nama yang baik pada anak.

    Rasulullah sendiri menganjurkan pada umatnya agar memberi nama yang baik pada anak karena kelak di hari kiamat, kita akan dipanggil sesuai dengan nama kita dan bapak kita. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Abi Darda’ berikut ini:

    قال رسول الله صل الله عليه و سلم: انكم تدعون يوم القيامة باسماءكم واسماء آبائكم، فاحسنوا اسمائكم.

    Artinya:

    Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak kalian, maka perbaguslah nama kalian.” (Muhyiddin Dhib, Lawami’ al-Anwar, halaman: 146).

    Hadits di atas menjelaskan bahwasanya nama seseorang juga akan digunakan pada saat hari kiamat kelak. Itulah kenapa kita sebaiknya menghindari nama-nama yang tidak memiliki makna sama sekali atau hanya ingin terdengar unik saja. 

    Berikanlah nama yang baik dan memiliki makna serta harapan bagi anak-anak kita. Nama yang baik tentunya akan menjadi kebanggaan bagi anak-anak kita setelah dewasa sehingga mereka tidak malu saat memperkenalkan diri.

    Lalu, bagaimana dengan nama Naufal? Apa arti nama Naufal dalam Islam? Dari banyaknya penggunaan nama Naufal, nama tersebut umumnya diberikan kepada anak laki-laki dan digunakan sebagai nama depan.

    Nama Naufal sendiri berasal dari Bahasa Arab yang bisa bermakna dermawan atau tampan. Jadi, pemberian nama Naufal pada anak mengandung doa atau harapan agar kelak anak tersebut menjadi orang yang tampan dan senang berbagi.

    Nama Naufal juga bisa diartikan sebagai abdi Tuhan dalam bahasa Kurdi. Selain itu, masih ada beberapa makna lain dari Naufal yang datang dari bahasa berbeda seperti murah hati dalam bahasa Jawa-Melayu, atau murah hati dalam Bahasa Arab.

    Seperti pemberian nama pada umumnya, nama Naufal juga bisa dirangkai dengan nama tengah dan nama belakang. Selain memberi identitas nama yang lebih spesifik rangkaian nama tersebut juga memberi makna yang lebih dalam.

    Ide Rangkaian Nama-Nama Islami Naufal

    Setelah mengetahui arti nama Naufal dalam Islam, Anda juga perlu mengetahui bahwa nama Naufal juga memiliki beberapa rangkaian. Tak harus menjadi nama depan, Naufal juga bisa kita letakkan sebagai nama tengah seperti beberapa contoh berikut:

    1. Firaz Naufal Muzzaki

    • Firaz: Berpikiran tajam
    • Naufal: Dermawan, murah hati, tampan
    • Muzakki: Orang yang menunaikan zakat, mensucikan, atau membersihkan diri

    Ide rangkaian nama Islam pertama yang menggunakan nama Naufal adalah Naufal Firaz Muzakki. Jika diartikan secara utuh, nama tersebut memiliki makna sebagai orang yang darmawan, berpikiran tajam, dan taat menunaikan zakat.

    2. Naufal Arkhan Jihad

    • Naufal: Dermawan, murah hati, tampan
    • Arkhan: Tangkas, berkedudukan tinggi
    • Jihad: Perjuangan atau usaha yang sungguh-sungguh

    Berikutnya, Anda juga bisa memberi nama Naufal Arkhan Jihad yang memiliki makna seorang yang murah hatinya, tangkas atau berkedudukan tinggi, dan memiliki jiwa pejuang yang tangguh.

    3. Naufal Izzat Fathurrahman

    • Naufal: Dermawan, murah hati, tampan
    • Izzat: Kemuliaan
    • Fathurrahman: Pembuka kejayaan dari Yang Maha Pengasih (Allah SWT)

    Rangkaian nama ini bisa kita lihat maknanya dari Bahasa Arab sebagai orang yang tampan dan murah hati, seorang yang juga mulia, dan darinya berharap dibukanya kejayaan yang datangnya dari Allah.

    4. Gazi Naufal Razzin

    • Gazi: Pahlawan, wirawan
    • Naufal: Murah hati, dermawan
    • Razzin: tenang, serius, khidmat, kalem, sabar

    Jika Anda menginginkan lahirnya sosok yang bisa menjadi pahlawan yang murah hati, derwana, serta memiliki sifat sabar dan tenang, maka Anda bisa memberinya nama Gazi Naufal Razzin.

    5. Naufal Rizky Hidayatulah

    • Naufal: Derwaman, murah hati
    • Rizki: Anugerah atau rezeki
    • Hidayatullah: Petunjuk dari Allah

    Selanjutnya, Anda juga bisa memberi nama Naufal Rizky Hidayatullah yang memiliki makna orang dengan kemurahan hati, sosok yang menjadi anugerah untuk kedua orang tuanya, dan bisa membawa petunjuk dari Allah SWT.

    6. Naufal Aliyan Arsyad

    • Naufal: Murah hati, tampan, dermawan
    • Aliyan: Tinggi atau mulia
    • Arsyad: Petunjuk yang lurus

    Memberi nama anak dengan Naufal Aliyan Arsyad merupakan sebuah doa agar kelak anak tersebut bisa menjadi orang yang dermawan, seorang yang mulia atau tinggi, dan menjadi petunjuk yang lurus atau benar.

    7. Naufal Ghazi Firdaus

    • Naufal: Dermawan, murah hati
    • Ghazi: Pejuang atau pahlawan
    • Firdaus: Surga

    Terakhir, Anda juga bisa memberikan nama Naufal Ghazi Firdaus yang mana rangkaian nama tersebut memiliki makna masing-masing. Naufal berarti dermawan dan suka memberi, Ghazi berarti pejuang, dan Firdaus merujuk pada surga.

    Kini Anda sudah mengetahui apa arti nama Naufal dalam Islam bukan? Dengan adanya pembahasan di atas, kini Anda memiliki banyak referensi nama-nama Islam yang bisa dijadikan nama untuk anak-anak Anda setelah lahir.

  • Bacaan Sholawat Badar Arab Latin dan Artinya

    Bacaan Sholawat Badar Arab Latin dan Artinya

    Sebagian orang Muslim pasti mengenal sholawat Badar. Sholawat ini merupakan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang mana apabila kita membacanya akan mendatangkan banyak sekali manfaat dalam kehidupan kita.

    Tidak hanya itu, sholawat ini juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri dan memohon pertolongan pada Allah SWT. Perlu diketahui bahwa nama sholawat ini diambil dari sebuah peperangan antar umat Islam saat melawan musuh dan membawa kemenangan dalam sejarah Islam.

    Ada banyak sekali keutamaan yang bisa diambil, jika kita istiqomah dalam membacanya. Lebih lanjut, mari simak penjelasan lengkap berikut ini.

    Lirik Bacaan Sholawat Badar

    Berikut sholawat Badar Arab dan Latinnya:

    صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ

    صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ

    Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah

    Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah

    تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ

    وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasuulillaah

    Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ

    وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ

    llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah

    Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ

    مَـكَائـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii’a Adziyyatin Wahrif

    Makaa idal ‘idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا

    وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    llaahi Naffisil Kurbaa Minal’Ashiina Wal’Athbaa

    Wakulli Baliyyatin Wawabaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    فَكَــمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَــمْ مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ

    وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Fakam Min Rahmatin Washalat Wakam Min Dzillatin Fashalat

    Wakam Min Ni’matin Washalat Bi Ahlil Bailri Yaa Allaah

    وَ كَـمْ اَغْـنَيْتَ ذَالْعُـمْرِ وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَاالْفَـقْـرِ

    وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Wakam Aghnaita Dzal ‘Umri Wakam Autaita D’Zal Faqri

    Wakam’Aafaita Dzal Wizri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ

    فَانْـجِ مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Laqad Dlaaqat’Alal Oalbi Jamii’ul Ardli Ma’ Rahbi

    Fa Anji Minal Balaas Sha’bi Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    ا َتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـقِ وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ

    فَوَ سِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Atainaa Thaalibir Rifdi Wajullil Khairi Was Sa’di

    Fawassi’ Minhatal Aidii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ بَلِ اجْعَلْـنَاعَلَى الطَّيْبـَةْ

    اَيـَا ذَاالْعِـزِّ وَالْهَـيـْبَةْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Falaa Tardud Ma’al Khaibah Balij’Alnaa’Alath Thaibah

    Ayaa Dzal ‘lzzi Wal Haibah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    وَ اِنْ تَرْدُدْ فَـمَنْ نَأْتـِىْ بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَا تِى

    اَيـَا جَـالِى الْمُـلِـمـَّاتِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Wain Tardud Faman Ya-Tii Binaili Jamii’i Haajaati

    Ayaa jalail mulimmaati Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِ مْنَـا بِـنَيـْلِ مـَطَا لِبٍ مِنَّا

    وَ دَفْـعِ مَسَـاءَةٍ عَـنَّا بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    llaahighfir Wa Akrimnaa Binaili Mathaalibin Minnaa

    Wadaf i Masaa-Atin ‘Annaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى اَنـْتَ ذُوْ لُطْـفٍ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ

    وَكَـمْ مِنْ كُـرْبـَةٍ تَنـْفِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    llaahii Anta Dzuu Luthfin Wadzuu Fadl-Lin Wadzuu ‘Athfin

    Wakam Min Kurbatin Tanfii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    وَصَلِّ عَـلَى النـَّبِىِّ الْبَـرِّ بـِلاَ عَـدٍّ وَلاَ حَـصْـرِ

    وَالِ سَـادَةٍ غُــــرِّ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Washalli ‘Alan Nabil Barri Bilaa ‘Addin Walaa Hashri

    Wa Aali Saadatin Ghurri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    Berikut terjemahan sholawat Badar bahasa Indonesia:

    Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi utusan Allah.

    Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah.

    Kami berwasilah dengan berkah basmalah, dan dengan Nabi yang menunaikan lagi utusan Allah.

    Dan seluruh orang yang berjuang karena Allah, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Ya Allah, semoga Engkau menyelamatkan ummat, dari bencana dan siksa.

    Dan dari susah dan kesulitan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Ya Allah semoga Engkau selamatkan kami dari segala yang menyakitkan, dan semoga Engkau menjauhkan dari berbagai tipu daya musuh-musuh.

    Dan semoga Engkau mengasihi kami, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Ya Allah semoga Engkau menjauhkan beberapa kesusahan, dari orang-orang yang bermaksiat dan membuat kerusakan.

    Dan semoga Engkau menghilangkan semua bencana dan wabah penyakit, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Maka sudah banyak rahmat yang telah sampai, dan sudah banyak kenistaan yang dihilangkan.

    Dan sudah banyak dari nikmat yang telah sampai, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Sudah berapa kali Engkau memberi harta orang yang makmur, dan berapa kali Engkau memberi nikmat kepada orang yang fakir.

    Dan berapa kali Engkau mengampuni orang yang berdosa, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Sungguh hati manusia yang merasa sempit di atas tanah yang luas ini, karena banyaknya marabahaya yang menakutkan dan malapetaka yang menghancurkan.

    Semoga Allah menyelamatkan kami dari bencana yang menakutkan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Kami datang dengan memohon pertolongan, dan memohon kebaikan dan keberkahan.

    Semoga Allah meluaskan anugerah yang melimpah-limpah, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Maka janganlah Engkau menolak kami dari kerugian, bahkan jadikanlah diri kami dapat beramal baik dan selalu berbahagia.

    Wahai Dzat yang punya kebesaran dan keagungan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Ya Allah semoga Engkau mengampuni segala kesalahan kami dan memuliakan kami dengan beberapa permohonan.

    Dan menolak kesalahan-kesalahan kami, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Ya Allah, Engkaulah yang mempunyai belas kasihan dan punya anugrah dan kasih sayang.

    Sudah banyak kesusahan yang sirna dari sebab berkahnya sahabat ahli Badar ya Allah.

    Dan semoga Engkau melimpahkan rahmat kepada Nabi yang senantiasa berbakti kepada-Mu dengan limpahan rahmat dan kesejahteraan yang tak terbilang dan tak terhitung.

    Dan semoga tetap atas para keluarga Nabi dan para Sayyid yang bersinar cahayanya, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Baca juga: Doa Malam Lailatul Qadar dan Amalan di malam Lailatul Qadar, Yuk Amalkan!

    Amalan-amalan Saat Melafalkan Sholawat Badar

    Sudah disinggung sebelumnya, bahwa salah satu amalan yang didapat dari melafalkan sholawat Badar yakni sebagai sarana untuk mendekatkan diri dan memuji keberadaan Nabi Muhammad SAW sebagai penuntun kita ke jalan yang Allah Ridhoi.

    Namun, ada beberapa keutamaan lain yang bisa didapatkan, yakni sebagai berikut:

    1. Para pengamalnya dijanjikan keutamaan pada saat hari akhir tiba.
    2. Mendapatkan rahmat serta karunia dari Allah SWT.
    3. Lebih dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa secara spiritual.
    4. Allah SWT menaikan derajat manusia yang mengamalkannya sebanyak 10 derat dan 10 keburukan darinya akan dihapuskan.
    5. Menjauhkan dari bahaya duniawi yang bisa membahayakan pembacanya
    6. Saat sakaratul maut tidak akan sakit lantaran Nabi Muhammad SAW akan hadir di sisinya.
    7. Keberkahan yang melimpah bahkan sampai kepada keturunan
    8. Menjauhkan dari sifat buruk terutama kefakiran hati
    9. Dosa-dosa kecil diampuni oleh Allah SWT

    Demikianlah bacaan sholawat Badar serta keutamaan-keutamaannya, semoga dengan kita berniat baik karena Allah Ta’ala, segala urusan dan hajat kita akan dikabulkan oleh-Nya.

  • 7+ Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Islam

    7+ Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Islam

    Kultum atau ceramah singkat dapat menjadi sarana untuk berdakwah dalam berbagai acara. Adapun materinya bisa beragam. Kita dapat memilih topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti ceramah singkat tentang ikhlas.

    Sikap ikhlas menjadi syarat diterimanya amalan baik, sehingga sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk membiasakan bersikap ikhlas.

    Ikhlas dapat diartikan sebagai tulus atau rela. Namun, konsep ikhlas sesungguhnya lebih luas daripada sekedar kata. Kita bisa menelisik lebih jauh mengenai konsep ikhlas dan penerapannya sebagai materi ceramah.

    Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas

    Ceramah tentang ikhlas bisa menjadi pembahasan yang ringan dan sesuai untuk mengisi berbagai acara.

    Bagi yang sedang mencari ide untuk mengisi acara, berikut beberapa contoh ceramah singkat mengenai ikhlas:

    1. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Beribadah

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Pertama-tama, marilah kita upapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan berkahnya sehingga kita dapat melaksanakan kegiatan ini.

    Hadirin sekalian, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan kultum singkat mengenai ikhlas dalam beragama.

    Sesungguhnya, keikhlasan merupakan salah satu pokok dalam agama Islam. Bahkan dapat dibilang, ikhlas merupakan poros dan sendi dari agama kita.

    Akan tetapi, ikhlas itu tidak mudah. Banyak di antara kita yang belum mampu mengamalkan sikap ikhlas dalam beribadah. Padahal, sikap ikhlas disebutkan dalam perintah Allah SWT dalam firman-Nya:

    وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

    Wa mā umirū illā liya’budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah.

    Artinya: 

    “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS Al Bayyinah: 5).

    Lantas, bagaimana supaya kita bisa bersikap ikhlas dalam beribadah?

    Nah, kita dapat mencermati ayat tersebut untuk menemukan jawabannya. Terdapat beberapa hal yang harus kita perhatikan supaya dapat beribadah dengan ikhlas, yaitu:

    • Pertama: kita hanya beribadah kepada Allah SWT, tanpa menyekutukannya.
    • Kedua: kita perlu menjalankan ibadah dengan niat yang tulus untuk mencari keridhaan. Jauhi niatan buruk seperi riya dan sum’ah.
    • Ketiga: melaksanakan ibadah dengan benar dan tepat pada waktunya. Dalam ayat tersebut dicontohkan dua ibadah wajib yang harus kita laksanakan dengan benar, yaitu shalat dan zakat.

    Demikianlah kiranya kultum kali ini. Semoga Allah SWT membimbing kita sehingga dapat menjalankan ibadah dengan ikhlas.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Baca juga: 10 Contoh Ceramah Singkat Ramadhan yang Penuh Makna

    2. Ceramah Singkat tentang Ikhlas sebagai Syarat Diterimanya Amal

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Pada kesempatan kali ini izinkan saya menyampaikan sedikit pengingat mengenai sikap ikhlas yang menjadi syarat diterimanya amal.

    Ajaran Islam membimbing kita untuk berbuat kebaikan. Termasuk di antaranya adalah menjalankan ibadah dan menjaga sikap yang terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

    Rasulullah SAW sebagai utusan-Nya telah memberikan banyak teladan untuk kita semua. Beliau senantiasa menjalankan ibadah dengan penuh ikhlas. Demikian pula halnya, ketika melakukan berbagai kegiatan lain.

    Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya sikap ikhlas dalam sabdanya:

    إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَاْبتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

    Innallaaha laa yaqtbalu minal ‘amali illaa maa kaana lahu khoolishon wabtughiya bihi wajhuhu.

    Artinya: 

    “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan, kecuali (amalan) yang ikhlas dan mengharapkan wajah Allah semata.” (Hadits Riwayat an-Nasai No. 3140).

    Hadits tersebut menjelaskan dengan gamblang bahwa ikhlas merupakan syarat amalan ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

    Jadi, bagaimana kalau kita tidak ikhlas? Misalnya, saat beribadah diniati untuk riya alias dipamerkan pada orang-orang. Maka, amalan ibadah tersebut tidak akan diterima.

    Hal ini diterangkan dalam hadits dari Umar bin Khattab yang diriwayatkan oleh Imam Bukhâri dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ, وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى, فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا, أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا, فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

    Artinya: 

    “Sesungguhnya setiap amalan disertai niat. Dan sesungguhnya setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau untuk wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia berhijrah kepadanya.” (Shahîh al-Bukhâri 1/6).

    Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mengingatkan diri untuk melakukan amal ibadah dengan niat ikhlas karena Allah SWT.

    Kiranya sekian yang dapat saya sampaikan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Baca juga: 12 Contoh Puisi Agama Islam yang Inspiratif dan Penuh Makna

    3. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Kehidupan

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Hadirin yang dirahmati Allah, dalam kehidupan setiap orang ada kalanya datang cobaan. Ada kalanya pula kita berkesempatan memberikan bantuan.

    Saat seseorang mengalami cobaan, banyak yang bilang, “… diikhlaskan saja …”.

    Jika diperhatikan, banyak juga yang menyebut kata ikhlas ketika dapat memberi bantuan. “Oh, tidak apa-apa. Saya ikhlas,” katanya. Namun, jarang di antara mereka yang mengatakan yang benar-benar ikhlas.

    Bahkan, mungkin tidak sedikit yang belum memahami betul apa artinya ikhlas.

    Hadirin yang terhormat, makna dari ikhlas adalah melakukan segala sesuatu dengan niatan karena Allah SWT. Ikhlas juga berarti bahwa kita tidak mengharapkan apa pun, kecuali ridha-Nya.

    Inilah yang membuat ikhlas itu sulit. Sering kali kita dihanyutkan oleh perkara duniawi sehingga niatan ikhlas ternodai. Sebagai contoh, ingin terlihat dermawan atau mendapatkan pujian setelah membantu orang lain.

    Padahal, ikhlas memiliki keutamaan yang besar. Karena apapun yang kita lakukan dengan ikhlas karena Allah, maka akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.

    Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Insan ayat 8-12, sebagai berikut:

    وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا * إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا * إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا * فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا * وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

    Artinya: 

    “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, (8) (seraya berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan ridha Allah, kami tidak mengharapkan balasan dan terima kasih dari kamu. (9) Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari ketika orang-orang berwajah masam lagi penuh kesulitan.” (10) Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan pada hari itu dan memberikan keceriaan dan kegembiraan kepada mereka. (11) Dan Dia memberi balasan berupa surga dan pakaian sutera kepada mereka karena kesabarannya.”

    Subhanallah. Semoga kita semua dapat menjalankan kehidupan dengan penuh keikhlasan. Amin.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    4. Ceramah Singkat tentang Ikhlas saat Menghadapi Ujian

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Sahabat muslim yang dirahmati Allah, setiap dari kita pastilah pernah mengalami cobaan atau ujian dalam hidup. Bentuk ujian tersebut dapat bermacam-macam. Ada ujian yang ringan, ada pula ujian yang berat.

    Terkadang, ujian dapat berupa kenikmatan, seperti jabatan tinggi atau harta yang melimpah.

    Penawar untuk berbagai ujian kehidupan tidak lain adalah sikap ikhlas dan sabar. Kedua sikap ini akan memelihara hati kita sehingga tidak jatuh dalam kekufuran.

    Menjalani hidup dengan ikhlas dan sabar hendaknya juga dibarengi dengan ikhtiar (berusaha). Dengan demikian, kita dapat mencari solusi untuk menghadapi ujian.

    Niatkan semua upaya untuk mendapatkan ridha Allah semata. Dengan demikian, insyaallah kita dapat melalui ujian dengan baik.

    Anjuran untuk bersabar dan ikhlas dalam kehidupan disebutkan dalam firman Allah SWT:

    وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

    Artinya: 

    “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasan kehidupan dunia ini dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya, dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi/18:28).

    Demikian kiranya ceramah singkat ini. Semoga menjadi pelajaran yang bermanfaat.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    5. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dan Keutamaannya

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Segala puji bagi Allah SWT atas rahmat-Nya sehingga kita dapat mengikuti kegiatan ini dalam keadaan sehat.

    Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan mengenai keutamaan ikhlas. Sikap terpuji yang sangat dianjurkan untuk kita terapkan ini memiliki keutamaan yang luar biasa, sehingga banyak disebutkan dalam hadits dan ayat Al-Qur’an.

    Salah satunya yaitu hadits riwayat Muslim yang berbunyi:

    عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

    Artinya: 

    “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”.

    Adapun ikhlas sendiri memiliki makna tidak mengharapkan apapun dari amalnya, kecuali keridhaan Allah SWT. Orang-orang yang ikhlas dalam berbuat kebaikan tidak berharap pujian dari orang lain maupun ucapan terimakasih.

    Allah memuji orang-orang yang ikhlas dalam amal dan ibadahnya. Sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Salah satunya yaitu firman Allah berikut:

    وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

    Artinya: 

    “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (Al-Baqarah/2:265).

    Semoga kita bisa termasuk dalam golongan orang-orang yang ikhlas. Amin.

    Demikianlah ceramah singkat ini. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    6. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Perbuatan

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Pada kesempatan kali ini, marilah kita bersama-sama menyimak mengenai teladan Rasulullah SAW dalam sikap dan perbuatan. Salah satunya yaitu sikap ikhlas Beliau dalam beribadah maupun perbuatan.

    Dikisahkan dalam kitab Al-Hikam karya Syeikh Ibnu Atho’illah As-Sakandari, bahwa suatu hari saat sedang berkumpul dengan beberapa sahabat, Rasulullah menerima pemberian beberapa biji buah jeruk dari seorang perempuan kafir.

    Beliau menerima buah jeruk itu dengan senyuman gembira, lalu memakannya sebiji demi sebiji hingga habis.

    Setelah perempuan yang memberikannya pulang, salah seorang sahabat bertanya mengapa Rasulullah tidak menyisakan buah untuk sahabat lainnya.

    Rasulullah pun menjawabnya, bahwa sebenarnya buah jeruk itu terlalu asam, sehingga Beliau menghabiskannya karena takut ada sahabat yang mengernyitkan dahi atau memarahi sang perempuan kafir.

    Jadi, tindakan Rasulullah tersebut bertujuan supaya si perempuan yang memberikan jeruk tidak tersinggung. Kemuliaan akhlak Beliau berasal dari cahaya ikhlas yang tertanam dalam hati.

    Kisah tersebut termasuk teladan yang patut untuk kita teladani. Semoga kita juga dapat membiasakan diri untuk bersikap ikhlas dalam perbuatan dan amal.

    Kiranya demikian ceramah singkat kali ini. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    7. Ceramah Singkat tentang Macam-Macam Keutamaan Ikhlas

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Salah satu sikap yang diperintahkan bagi umat muslim yaitu ikhlas. Artinya, tidak mengharapkan apapun dari amalan yang dilakukan, kecuali ridha Allah SWT.

    Ikhlas hendaknya diterapkan oleh umat muslim dalam menjalankan amal ibadah maupun dalam perbuatan. Apalagi, menerapkan sikap ikhlas memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, di antaranya:

    1. Dapat bertawassul kepada Allah dengan amal yang ikhlas supaya selamat dari setiap kesulitan dan musibah yang menimpanya
    2. Mengucapkan kalimat La ilaha illallah dengan ikhlas, maka akan dibukakan pintu-pintu langit, dihapuskan dosa-dosanya, dan diharamkan masuk neraka.
    3. Orang yang berwudhu dengan ikhlas akan dihapuskan dosa-dosanya. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Muslim.
    4. Orang yang menjalankan puasa dengan ikhlas akan dihapuskan dosa-dosanya yang lalu (HR Bukhari)
    5. Bersedekah dengan ikhlas dapat membuat seseorang termasuk sebagai golongan yang mendapatkan perlindungan dari Allah pada hari kiamat.
    6. Bagi orang yang shalat berjamaah ke masjid dengan ikhlas, maka setiap langkahnya akan menghapuskan dosa dan mengangkat derajatnya. Selain itu, orang tersebut akan didoakan oleh malaikat.

    Nah, itulah beberapa di antara banyaknya keutamaan ikhlas. Semoga dapat memotivasi kita untuk membiasakan diri bersikap ikhlas.

    Akhir kata, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    8. Ceramah Singkat tentang Ikhlas Dapat Mendatangkan Pertolongan

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Hadirin yang dirahmati Allah, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan mengenai pentingnya ikhlas ketika mengalami kesulitan.

    Dalam hidup, memang ada kalanya hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan. Terkadang, kita bahkan dapat ditimpa dengan kesulitan dan cobaan.

    Sebagai seorang muslim, sikap yang benar ketika mengalaminya adalah menjaga keikhlasan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Caranya, yaitu dengan memperbanyak doa dan dzikir.

    Berlandaskan pada Al-Qur’an surat Ar Ra’d ayat 13:28, orang yang berdzikir dengan ikhlas dan sesuai sunnah, maka akan diberikan ketenangan hati.

    Selain itu, orang yang ikhlas juga akan diberikan pertolongan dan ditambah petunjuk dari Allah SWT. Dengan demikian, kita dapat mencari cara untuk mengatasi kesulitan yang menghadang.

    Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا : بِدَعْوَتِهِمْ وَ صَلاَتِهِمْ وَ إِخْلاَصِهِمْ

    Artinya: 

    “Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah dengan do’a, shalat dan keikhlasan mereka.” (HR Nasa’i, 6/45).

    Sebaik-baiknya pertolongan adalah pertolongan dari Allah SWT. Maka, marilah kita bersabar dan ikhlas saat mengalami kesulitan.

    Demikian ceramah singkat kali ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Demikian beberapa contoh ceramah singkat tentang ikhlas. Semoga dapat bermanfaat sebagai inspirasi dalam mempersiapkan ceramah.

  • Tadabbur Al-Qur’an, Sikap yang Harus Diteladani Umat Muslim

    Tadabbur Al-Qur’an, Sikap yang Harus Diteladani Umat Muslim

    Setiap umat Muslim di dunia yang beriman kepada Allah SWT wajib memahami kekuasaan dan keagungan dengan tadabbur terhadap Al-Qur’an.

    Menerapkan tadabbur dalam hidup diyakini dapat menjadikan hidup lebih tenang. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surat An-Nisa ayat 82 yang berbunyi,

    اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ ۗ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَافًا كَثِيْرًا

    Artinya: “Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami/mentadabburi) Al-Quran? Sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.”

    Ayat di atas mempertanyakkan apakah manusia telah mentadabburi Al-Qur’an selama hidup di dunia. Ingin lebih paham mengenai makna tadabbur terhadap Al-Qur’an. Simak artikel ini hingga akhir!

    Apa yang Dimaksud dengan Tadabbur Al-Qur’an?

    Sebelum membahas lebi jauh menegnai perintah bagi seorang muslim dalam tadabbur terhadap Al-Qur’an, ada baiknya untuk mengetahui apa itu tadabbur terlebih dahulu.

    Secara harfiah, kata tadabbur (تدبر) berasal dari kata dubur (دبر), yang berarti “belakang” dan lawan dari kata qubul (قبل), yang berarti “depan.”

    Dubur al-syay’ (دبر الشيء) artinya bagian dari belakang sesuatu.

    Sedangkan qubul al-Syay’ (قبل الشيء), artinya bagian dari depan sesuatu.

    Dari kata dubur (دبر) terbentuk kata dabbara (دبر), yang berarti “memikirkan sesuatu yang ada di akhir (belakang) sesuatu.

    Contohnya, dalam kalimat Tadabbartu al-amr (تدبرت الأمر), yang artinya memandang, dan memperhatikan sesuatu yang ada di belakang (di akhirnya).

    Oleh sebab itu, makna kata tadabbur (تدبر) ini ditekankan pada sesuatu yang terdapat di akhirnya.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tadabbur (تدبر) adalah pemikiran komprehensif yang mampu mengantarkan seseorang kepada akhir petunjuk pada suatu kalimat.

    Kata tadabbur dikaitkan dengan Al-Qur’an sehingga menjadi tadabbur Al-Qur’an (تدبر القرآن). Secara bahasa, tadabbur memiliki arti melihat dan memperhatikan kesudahan segala urusan dan bagaimana akhirnya.

    Sederhananya, tadabbur adalah merenung untuk memahami makna dari suatu ungkapan dengan mendalam.

    Sedangkan tadabbur Al-Qur’an adalah menggunakan ketajaman mata hati dengan proses perenungan mendalam yang dilakukan secara berulang-ulang agar dapat menangkap pesan-pesan Al-Qur’an yang sesungguhnya dan mencapai maksud atau maknanya yang paling jauh.

    Fungsi adanya tadabbur Al-Qur’an yakni untuk mengambil hikmah dari Al-Qur’an. Oleh sebab itu umat Muslim dianjurkan untuk tidak terburu-buru untuk mengkhatamkan Al-Qur’an agar bisa mentadabburi firman-firman Allah.

    Dan jelas bahwa Allah SWT menyukai orang-orang yang melakukan tadabbur dengan tujuan mencapai kebaikan. Sebab itulah, pengetahuan akan tadabbur Al-Qur’an diperlukan selama hidup agar bisa menerapkan dan menjalani hidup yang lebih baik.

    Kata tadabbur (تدبر) sendiri juga terkandung dalam Al -Qur’an juga terdapat dalam surat Muhammad ayat  24 yang berbunyi:

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ

    Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?”

    Pada ayat ini, Allah SWT menegaskan apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an serta mendalami pesan-pesan yang terdapat di dalamnya.

    Di lain sisi, dipertanyakan pula apakah hati mereka semua sudah terkunci mati, sehingga tidak dapat berpikir lagi serta memahami apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa seorang muslim yang tidak melakukan tadabbur Al-Qur’an memiliki hati yang mati.

    Baca juga: Apa Itu Sunnah? Pengertian, Macam dan Contohnya

    Dalil Tadabbur Al-Qur’an

    Berikut adalah ayat-ayat yang dapat mendorong kita tadabbur Al-Qur’an:

    1. QS. An-Nisaa ayat 82

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

    Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisaa’: 82)

    2. QS. Shad ayat 29

    كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

    Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad: 29)

    3. QS. Muhhamad ayat 24

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

    Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

    Cara Menerapkan Tadabbur

    Salah satu ahli Ilmu Al-Qur’an yang bernama Fawwaz Ahmad Zamraly mengatakan bahwa tadabbur Al-Qur’an adalah kegiatan membaca Al-Qur’an.

    Telah disinggung sebelumnya bahwa manfat mentadabburi Al-Qur’an yang utama adalah dapat meningkatkan iman seseorang.  Namun dengan catatan bahwa seorang muslim yang bersangkutan bermuamalah dengan Al-Qur’an secara benar.

    Selain itu Al-Qur’an juga merupakan obat bagi penyakit hati, sehingga membacanya dengan tadabbur akan membawa kebahagiaan.

    Dalam kegiatan ini, Fawwaz Ahmad Zamraly menjelaskan bahwa setidaknya terdapat tiga unsur penting dalam tadabbur Al-Qur’an:

    1. Membaca Al-Qur’an dengan lidah
    2. Memahami dengan akal pikiran apa yang dibaca
    3. Menghayati dengan hati apa yang dibaca dan mengamalkannya dengan seluruh anggota tubuh terhadap apa yang dituntut oleh Al-Quran.

    Dari ketiga unsur di atas menjelaskan bahwa seorang mukmin yang memiliki akal sehat harus memahami, mendalami dan menghayati ketika membaca Al-Qur’an. Sebab segala hal mengenai dunia ada di dalam Al-Qur’an baik sesuatu yang baik dan ganjaran pada sesuatu yang buruk pula.

    Selain itu, menurut Ibnul Qayyim rahimahullah apabila seorang muslim ingin mendapatkan manfaat dari kandungan Al-Qur’an ada dua hal yang perlu dilakukan.

    Pertama adalah memfokuskan hati saat membaca Al-Qur’an atau mendengarnya ditilawahkan. Kedua memusatkan pikiran dan memposisikan diri seolah-olah tengah berdialog dengan Dia, Dzat yang memfirmankan ayat-ayat suci ini.

    Tidak hanya itu, mendiang Ayekh Ali Jaber turut memberikan contoh tadabbur dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menyarankan seorang muslim untuk didampingi oleh orang yang lebih paham mengenai Al-Qur’an dalam kegiatan ini.

    Setelah menemukan orang yang dipercayai mampu, selanjutnya upayakan untuk memahami kandungan Al-Qur’an semampunya dengan membaca kitab terjemahan dan tafsir. Akan tetapi jika belum mampu sebaiknya tidak memaksakan diri untuk memahami keseluruhan isi Al-Qur’an.

    Syekh Ali Jaber juga menyarankan untuk memulai dari surah yang paling mudah, yang sudah kita hafal, atau yang paling sering kita baca.

    Manfaat Tadabbur

    Tidak hanya sebagai wujud iman kepada Allah SWT saja, perlu diketahui bahwa terdapat manfaat dari tadabbur Al-Qur’an ini. Adapun manfaatnya sebagai berikut:

    1. Menguatkan Iman

    Sebagaimana Al-Qur’an merupakan kunci dari berbagai ilmu kehidupan. Dengan bertadabbur Al-Qur’an seorang muslim dapat menambah ilmu dan kebaikan dalam hidupnya.

    2. Mensucikan Hati

    Manfaat yang kedua yakni penawar hati. Menurut Ibnu Hajar seorang muslim yang memiliki hati yanbersih niscaya akan memiliki jiwa yang suci pula.

    Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

    إَنَّ الْقُلُوْبَ لَتَصدأ كَمَا يَصدأ الْحَدِيْد، قِيْلَ: وَمَا جِلَاؤُهَا؟ قَالَ: تِلَاوَةُ الْقُرْآن وَذِكْرُ الْمَوْتِ

    Artinya“Hati manusia itu berkarat seperti halnya besi berkarat. “Lalu ditanyakan, apa obatnya? Rasulullah menjawab,: membaca Al-Quran dan ingat pada kematian”. (HR. Al Baihaqi no. 2014).

    3. Khusyu’ dalam Tangisan

    Dalam surat Al-Maidah ayat 83, Allah SWT berfirman:

    وَإِذَا سَمِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَى ٱلرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا۟ مِنَ ٱلْحَقِّۖ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّٰهِدِينَ

    Wa iżā sami’ụ mā unzila ilar-rasụli tarā a’yunahum tafīḍu minad-dam’i mimmā ‘arafụ minal-ḥaqq, yaqụlụna rabbanā āmannā faktubnā ma’asy-syāhidīn

    Artinya: “Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam).”

    Seorang muslim yang benar-benar tadabbur Al-Qur’an, mereka akan menangis sebab hal-hal yang telah difirmankan, mengenai kebaikan dan keburukan serta mengenai ganjaran-ganjaran yang akan Allah berikan pada kemaksiatan.

    4. Solusi Masalah Dalam Kehidupan

    Sebagaimana dijelaskan dalam surat Thaha ayat 2, Allah SWT berfirman:

    مَاۤ اَنۡزَلۡـنَا عَلَيۡكَ الۡـقُرۡاٰنَ لِتَشۡقٰٓ

    Artinya: “Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah”

    Tentu hal ini wajib diyakini seorang muslim bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman dan petunjuk yang Allah SWT turunkan untuk mempermudah umat-Nya dalam berkehidupan.

    Nah, itu dia sedikit penjelasan mengenai tadabbur Al-Qur’an. Semoga artikel ini dapat menginspirasi agar kita mulai untuk bertadabbur pada Al-Qur’an.

  • 5 Ciri Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat, Nasehat Islam Hari Ini!

    5 Ciri Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat, Nasehat Islam Hari Ini!

    Tren rumah estetik kini meluas di semua kalangan. Namun, beberapa di antaranya luput mengenai prinsip rumah yang baik di hadapan Allah, yakni rumah dimana malaikat mau memasukinya. Seorang muslim penting untuk mengetahui ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat.

    Rumah sendiri tidak hanya sebagai tempat bernaung dari hujan dan panas saja, melainkan juga sebagai tempat berlindung dan memohon keberkahan kepada Allah SWT. Salah satu caranya yakni menjaga rumah tetap bersih dan suci, yakni dengan menjaga sholat dan melafalkan ayat Al-Qur’an di dalamnya.

    Untuk mencegah ketidak bermanfaatan rumah yang ditinggali bagi seorang muslim, Yuk simak beberapa ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat!

    Ciri Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat

    Rumah sendiri merupakan istana bagi setiap pemiliknya. Tak jarang, beberapa orang rela untuk merogoh kantung lebih dalam untuk mendapatkan dekorasi dan tata ruang menyenangkan untuk rumah.

    Namun, akan lebih baik jika mengiasi rumah tidak hanya dengan aksesoris dan barang mahal. Melainkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan menghiasi dengan menjalankan sholat lima waktu.

    Bahkan Allah menjanjikan bagi seorang muslim yang merawat rumahnya dengan cinta dan kehangatan dalam beribadah, Allah akan datangkan 1000 malaikat pada rumahnya.

    Sebaliknya, jika seorang muslim luput dengan beberapa hal dan menyebabkan hilangnya berkah di rumahnya, maka Allah tidak akan mengizinkan satu pun malaikat untuk mengunjungi rumah itu.

    Adapun beberapa ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat adalah sebagai berikut:

    1. Rumah yang Memelihara Anjing

    Ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat yang pertama yakni rumah yang memelihara anjing.  Sebab liur anjing termasuk ke dalam najis.

    Ketika memelihara anjing, terdapat kemungkinan seluruh rumah tersebar dengan liur anjing. Tentu saja hal ini membuat rumah tidak terjaga kebersihannya,

    Seperti yang diketahui bahwa malaikat adalah makhluk suci yang menyukai kebersihan, tentu air liur anjing yang menyebabkan najis seisi rumah akan membuat malaikat enggan mendekatinya.

    Rasulullah SAW sendiri pernah menjelaskan dalam sebuah hadits bahwasannya malaikat tidak masuk ke dalam rumah lantaran ada anjingnya.

    Hal tersebut dikisahkan, ketika Ummul Mukminin Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah mengadakan perjanjian dengan Jibril bahwa ia akan datang. Namun, hingga waktu pertemuan tiba, ia tidak datang. Sambil melepaskan tongkat yang dipegangnya, Rasulullah bersabda, “Allah tidak mungkin mengingkari janji-Nya, tetapi mengapa Jibril belum datang?”.

    Tatkala Rasulullah menoleh, ternyata beliau melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur. “Kapan anjing ini masuk?” tanya beliau. Aku (Aisyah) menyahut, “Entahlah.”.

    Setelah anjing itu dikeluarkan, masuklah malaikat Jibril. “Mengapa engkau terlambat?” tanya Rasulullah SAW kepada Jibril. Jibril pun menjawab, “Karena tadi di rumahmu ada anjing. Ketahuilah, kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (patung).” (HR. Muslim).

    Selain itu terdapat hadits lain yang turut menjelaskan perihal ini, yakni hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaq Alaih sebagai berikut.

    لا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب

    Artinya, “Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang terdapat anjing di dalamnya,” (Muttafaq alaih dari Abu Thalhah Al-Anshari).

    Baca juga: Hukum Mencabut Uban dalam Islam, Bolehkah?

    2.  Rumah yang Terdapat Lukisan dan Patung

    Ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat selanjutnya yakni rumah yang terdapat lukisan dan patung. Dalam Islam, memajang lukisan dan patung yang menyerupai manusia termasuk ke dalam bentuk kesyirikan dan penyembangan terhadap benda mati dan tidak bernyawa.

    Meskipun awalnya niat utama dari penempatan lukisan dan patung hanya sebagai dekorasi saja, namun hal ini akan membuat rumah orang yang memilikinya seakan mendukung pembuatan patung.

    Padahal, membuat patung yang berbentuk layaknya makhluk hidup merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan begitu, sebagus apa pun patung yang dipajang di dalam rumah, akan membuat malaikat enggan memasukinya.

    Namun, apabila pemilik rumah ingin menambahkan sedikit sentuhan dekorasi dengan pohonan serta bebatuan yang memang tidak memiliki nyawa, hal ini tidak dipermasalahkan.

    Hal ini turut dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah saw yang diriwayaktan Abu Thalhah ra., Nabi Muhammad saw bersabda:

    لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَلَا كَلْبٌ وَلَا جُنُبٌ

    Artinya, “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat anjing dan lukisan.” 

    Selain hadits di atas ada juga hadits lain yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib ra. yakni,

    لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَلَا كَلْبٌ وَلَا جُنُبٌ

    Artinya, “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat lukisan (gambar), anjing, dan orang yang junub.”

    Namun terdapat beberapa perbedaan pendapat para ulama dalam menjelaskan terkait hal di atas. Menurut Mahmud asy-Syafrowi, ia menjelaskan bahwa gambar yang dimaksud merupakan makhluk hidup yang bernyawa seperti hewan dan manusia. Apabila itu hanya berupa dedaunan dan juga batu maka tidak akan menjadi masalah.

    Sedangkan menurut l-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani Ra menguatkan pendapat yang menyatakan apabila gambar tersebut utuh dan jelas bentuknya maka haram. Namun, jika gambar tersebut dipotong kepalanya, atau terpisah-pisah bagian tubuhnya, maka diperbolehkan.

    3. Rumah yang Kotor dan Bau

    Sudah jelas bahwasannya, Malaikat menyukai umat muslim yang bersih dan rapi. Sehingga rumah yang kotor dan bau tentu menjadi salah satu ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat.

    Kebersihan dan kesucian sendiri memang sangat penting dalam Islam. Rasulullah SAW pernah menjelaskan hal tersebut dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, yakni,

    “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Untuk itu pastikan rumah selalu dalam keadaan bersih dan wangi. Tidak hanya menjadi rumah yang disukai malaikat, namun juga berpengaruh pada kesehatan kita.

    4. Tidak Pernah Melantunkan Ayat Suci Al-Qur’an

    Rumah yang tidak pernah melantunkan ayat suci Al-Qur’an menjadi salah satu ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat.

    Sebab, rumah tersebut akan terasa sangat kelam karena tidak dbacakan ayat suci dan menjauhkannya dari rahmat dan keberkahan Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah suatu kaum berkumpul di dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca kitab Allah (Al-Quran) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka.

    Mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat. Dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisinya,” (HR Muslim)

    5. Dihuni Orang Pelit

    Ciri yang terakhir yakni rumah yang dihuni oleh orang yang jarang sekali bersedekah dan pelit. Sebab malaikat tidak menyukai orang yang tidak suka berbagi, karena Allah SWT memiliki sifat Maha Pengasih dan membenci perilaku kikir atau pelit.

    Malaikat juga merupakan mahkluk yang senang dengan kebaikan dan selalu hadir di tepat yang di dalamnya dipenuhi dengan kebaikan.

    Oleh sebab itu, apabila kita sering bersedekan dan melakukan kebaikan. Maka rumah kita akan menjadi tempat yang disukai oleh malaikat. Begitu juga sebaliknya.

    Sebagai seorang muslim juga perlu menyadari bahwa Allah lah sebagai sumber rezeki yang memberikan segala fasilitas dan juga kenikmatan ketika di dunia.

    Sehingga, jangan sekali-kali untuk menahan harta untuk menolong orang yang membutuhkan. Jadi, jika Allah SWT saja tidak menyukai orang yang pelit, begitu juga malaikat yang selalu patuh pada perintah Allah SWT.

    Nah, itu dia ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat. Tidak sulit bukan untuk menghindari beberapa hal yang tidak disukai dan memperbanyak hal yang disukai malaikat?

    Semoga dengan adanya artikel ini, dapat membantu kita untuk menjauhi segala penyebab yang membuat malaikat tidak ingin mendatangi rumah kita ya!

  • 6 Ceramah Singkat tentang Sabar, Kunci Hidup Bahagia

    6 Ceramah Singkat tentang Sabar, Kunci Hidup Bahagia

    Sabar adalah suatu kegiatan yang meskipun terlihat mudah, tetapi prakteknya cukup berat. Untuk menambah ilmu kita mengenai kesabaran, ada banyak sekali ceramah singkat tentang sabar yang dapat kita resapi dan renungkan. 

    Apalagi sesungguhnya orang-orang yang sabar sudah menemukan kunci untuk kehidupan yang tenang dan bahagia. Hanya saja, memang prosesnya tidak semudah kelihatannya. 

    Lantas, apa saja ceramah tentang sabar itu? Mari kita pahami bersama pada informasi berikut ini. 

    6 Ceramah Singkat Tentang Sabar

    Umumnya, ceramah akan kita awali dengan pembukaan, kemudian isi, dan diakhiri dengan penutup. Sebagai referensi, inilah berbagai contoh ceramah singkat tentang sabar yang bisa kita pahami: 

    1. Keindahan Sabar yang Membuahkan Kebahagiaan Hidup

    6 Ceramah Singkat tentang Sabar, Kunci Hidup Bahagia

    Sesungguhnya sabar akan membuahkan kebahagiaan hidup. Inilah ceramah mengenai hal tersebut:

    Assalamualaikum wr.wb 

    Pertama-tama, mari kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala hidayah dan rahmat kepada kita semua. Hadirin yang berbahagia, salah satu hal yang patut senantiasa kita miliki adalah rasa sabar. 

    Sabar secara bahasa memiliki arti menahan diri. Seperti firman Allah SWT kepada Nabi-Nya yang artinya “Sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang berdoa kepada Rabb mereka. Maksudnya, tahan dirimu untuk tetap bersama mereka. Dalam istilah syariat sabar adalah menahan diri di atas ketaatan kepada Allah SWT dan meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya” (I’anat al-Mustafid bi Syarhi Kitab at Tauhid). 

    Jadi dari firman ini dapat kita pahami bahwa sabar adalah bentuk untuk menahan diri. Umar bin Khattab pun pernah berkata bahwa sesungguhnya sabar adalah kunci dari kebahagiaan hidup. 

    “Kami berhasil memperoleh penghidupan terbaik kami dengan jalan kesabaran.” (HR. Bukhari). Jadi apabila kita senantiasa bersabar, sesungguhnya kita akan semakin dekat dengan kebahagiaan kehidupan yang sebenarnya. 

    Sabar juga tidak hanya sebagai kunci dari kebahagiaan, sabar sesungguhnya juga membawa banyak kebaikan untuk kita. Apa saja? Pertama, sabar adalah penopang keimanan. Kedua, sabar mampu menepis fitnah. 

    Ketiga, kesabaran akan membuahkan hidayah bagi hati siapapun yang melakukannya. Terakhir, perlu hadirin sekalian tahu bahwa sabar merupakan akhlak dari para rasul. Hal ini dapat kita lihat pada QS. al-An’am ayat 34. 

    وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ

    Artinya: “Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.” (QS. al-An’am:34). 

    Para rasul sebelum kita pun tidak luput dari penganiayaan dan dusta yang seringkali dilakukan terhadap mereka. Akan tetapi, apa yang mereka lakukan? Jawabannya adalah bersabar sampai pertolongan Allah SWT datang. 

    Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita pun mengikuti dan meneladani sikap para rasul. Senantiasa bersabar, karena sesungguhnya setelah penderitaan itu pasti akan ada kebahagiaan buah dari kesabaran. 

    Jadi para hadirin, itulah ceramah singkat yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan muslim yang senantiasa bersyukur dan bersabar kepada Allah SWT. 

    Wassalamualaikum wr.wb.

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud yang Mustajab: Arab, Latin dan Tata Caranya

    2. Sabar dan Shalat Sebagai Penolong 

    Tidak hanya membuahkan kebahagiaan, sabar dan shalat adalah penolong kita sebagai manusia yang tentu penuh dengan kekurangan dan kelemahan. Berikut adalah ceramah singkat tentang sabar dan shalat yang bisa kita pahami:

    Assalamualaikum wr.wb 

    Hadirin sekalian, tentu ketika menjalani kehidupan kita seringkali menemukan kesulitan maupun rintangan yang terasa sulit untuk dijalani. Tapi, kesulitan tersebut bisa kita lewati dengan bersabar dan shalat. 

    Melalui surat Al-Baqarah, Allah SWT memberikan perintah bagi para hamba-Nya untuk senantiasa meminta pertolongan. Dengan cara apa? Dengan cara melakukan shalat dan bersabar. 

    وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

    Artinya: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu” (QS. Al Baqarah: 45).

    Kemudian Allah SWT juga berfirman sebagai berikut:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqarah: 153).

    Jadi apa yang dapat kita petik dari firman tersebut? Bahwa sesungguhnya shalat adalah pertolongan dari berbagai permasalahan yang ada di dunia maupun agama. Shalat bisa mencegah perbuatan keji dan juga mungkar. 

    Apabila kita sebagai seorang muslim senantiasa memohon pertolongan dengan shalat, maka Allah SWT akan memudahkan segala permohonan tersebut. Karena sesungguhnya shalat adalah penghubung antara Allah dan hamba-Nya. 

    Tentu dalam shalat tersebut harus dilakukan secara khusyu. Maksudnya, kita sebagai orang beriman harus benar-benar menundukkan dan merendahkan diri pada perintah dan keagungan Allah SWT. 

    Tidak hanya shalat saja, tetapi hendaknya juga kita imbangi dengan rasa sabar yang luas dan besar. Sabar adalah kunci datangnya pertolongan Allah SWT terhadap segala kesulitan atau musibah yang hamba-Nya sedang lalui. 

    Jadi hadirin yang berbahagia, sebagai seorang muslim yang beriman sudah sepantasnya apabila kita selalu melakukan kedua hal tersebut. Niscaya kehidupan bisa semakin lebih ringan untuk dijalani. 

    Wassalamualaikum wr.wb. 

    3. Keutamaan Bersyukur dan Bersabar 

    Sabar dan syukur adalah dua hal yang senantiasa berdampingan dan sebaiknya kita pahami betul sebagai umat muslim. Berikut adalah contoh ceramah singkat tentang sabar dan rasa syukur:

    Assalamualaikum wr.wb 

    Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan karunia dan hidayahnya kepada kita semua yang ada di sini. 

    Saudara sekalian, seringkali ketika mendapatkan nikmat dari kita cenderung lupa untuk mengucapkan rasa syukur. Padahal semua kebahagiaan tersebut tidak akan bisa kita peroleh tanpa Allah SWT. 

    Padahal Allah SWT sudah secara jelas berfirman di dalam QS Ibrahim ayat 7 yang berbunyi: 

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

    Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7). 

    Dari firman tersebut, sudah jelas Allah SWT sampaikan bahwa ketika kita mensyukuri sekecil apapun nikmat yang kita dapatkan, niscaya Allah SWT akan memberikan kenikmatan yang jauh lebih besar lagi.

    Akan tetapi apa yang terjadi? Selama ini kita sering hanya merasa senang saja, tetapi lupa untuk mengucapkan rasa syukur. Selain itu, rasa syukur juga hendaknya beriringan dengan rasa sabar. 

    Ketika mendapatkan cobaan, kita seringkali merasa sedih dan berucap sabar. Akan tetapi, kita lantas dengan mudahnya melupakan segala nikmat lainnya yang sudah Allah SWT berikan. Tentu hal ini bukanlah perilaku yang baik. 

    Saudara sekalian, perlu selalu kita ingat bahwa dalam keadaan senang maupun sedih, akan selalu ada hal yang bisa kita syukuri sebagai seorang hamba. Dibalik kesenangan pun sebenarnya ada cobaan yang bisa saja menanti. 

    Jadi akan lebih baik bahwa pada setiap kenikmatan yang kita peroleh, kita melibatkan dan selalu mengingat kekuasaan Allah SWT. Dengan cara ini kita bisa hidup dengan lebih tenang dan menjadi pribadi yang penuh syukur. 

    Demikianlah ceramah yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. 

    Wassalamualaikum wr.wb. 

    4. Tiga Macam Kesabaran 

    Sesungguhnya ada 3 (tiga) macam kesabaran yang bisa kita ketahui. Setiap kesabaran tersebut niscaya akan membawa kita semua kepada kehidupan yang tentram dan tenang. 

    Berikut adalah ceramah mengenai 3 macam kesabaran tersebut: 

    Assalamualaikum wr.wb 

    Saudara sebangsa dan setanah air, marilah kita panjatkan puji syukur yang teramat dalam pada Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkumpul di sini. Tentunya dalam keadaan yang baik, sehat, dan aman. 

    Saudara sekalian, sikap sabar adalah salah satu hal paling penting yang harus senantiasa kita miliki sebagai manusia. Mengapa? Karena sesungguhnya Allah SWT sangat mencintai orang-orang yang sabar. 

     وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْن

    Artinya: “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran (3) : 146)

    Tentu adalah impian setiap muslim mendapatkan cinta kasih dari Allah SWT. Akan semakin terbuka pintu kebahagiaan seorang hamba dengan bersabar. 

    Imam Ghazali di dalam kitabnya Mukasyafatul Qulub pun pernah menyebutkan bahwa sabar itu terbagi menjadi 3. 

    والصبر على اوجه صبر على طاعة الله وصبر على محارمه وصبر على المصيبة

    Washshobru ala aujuhin shobrun ‘ala tho’atillahi washobrun ‘ala maharimihi washobrun ‘alal mushibati.

    Artinya: “Sabar terdiri dari beberapa bagian, yaitu (1) sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, (2) sabar dalam menjauhi larangan-larangan Allah, (3) sabar dalam menerima musibah”. 

    Pertama, kita perlu bersabar ketika menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. Dalam menjalankan shalat lima waktu, menjalankan puasa, dan berbagai ibadah lainnya harus kita jalankan dengan senang hati tanpa mengeluh. 

    Kedua, perlu bersabar untuk menjauhi berbagai larangan Allah SWT. Sebagai manusia tentu kita pernah ada keinginan untuk mengikuti ajakan setan. 

    Akan tetapi, jika kita berhasil menahannya, kelak di akhirat akan ada anugerah 600 derajat yang setiap derajatnya setiap sesuatu di antara langit ketujuh dan bumi. Ketiga, bersabar dalam menerima musibah. 

    Tentu manusia manapun akan memiliki rasa lelah dan hampir menyerah ketika mendapatkan ujian atau musibah. Akan tetapi, kita harus menerima ujian tersebut dengan sabar karena tidak mungkin ujian tersebut melebihi kemampuan kita sebagai manusia. 

    Apabila kita sebagai manusia mampu bersabar, maka akan ada balasan yang amat mulia dan amat membahagiakan dari Allah SWT. Baik di dunia maupun di akhirat kelak. Jadi, pastikan kita senantiasa bersabar. 

    Wassalamualaikum wr.wb. 

    5. Sabar Adalah Ibadah 

    Sabar sesungguhnya bukan hanya sebatas perilaku yang tidak memiliki nilai. Karena pada dasarnya, sabar adalah bentuk ibadah. Berikut adalah ceramah singkat mengenai sabar sebagai ibadah: 

    Assalamualaikum wr.wb 

    Alhamdulillahirabbil Alamin.. saudara ku sekalian, mari kita ucapkan rasa syukur pada Allah SWT yang telah memberi kita kesempatan untuk bisa berkumpul bersama-sama pada hari ini. 

    Selama ini banyak orang yang kesulitan mempraktekkan sabar. Bahkan tidak sedikit pula yang menyepelekan rasa sabar. Padahal kesabaran ketika menanti berakhirnya musibah adalah suatu bentuk ibadah. Mengapa demikian?

    Karena sesungguhnya kehidupan manusia akan memiliki siklusnya tersendiri. Senang kemudian susah, sehat sakit, cukup kurang, dan lain sebagainya. Sampai ajal menjemput akan selalu ada ujian dari Allah SWT untuk hambanya. 

    Hal ini sejalan dengan sabda dari Rasulullah SAW: 

    عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى  الله عليه وسلم مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِى نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

    Artinya: “Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Musibah akan selalu dialami mukminin dan mukminat, dalam diri, anaknya, dan hartanya, sampai dia bertemu Allah dan dirinya tidak lagi memiliki dosa sedikitpun”. (HR. Turmudzi)

    Akan tetapi, sebagai manusia kita hendaknya selalu tegar, bersabar, dan tabah terhadap berbagai ujian tersebut. Percayalah bahwa segala kesulitan dan musibah yang kita alami akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. 

    Seperti sabda Allah SWT sebagai berikut:

     إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Artinya: “…Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

    Dari sini dapat kita lihat bahwa Allah SWT sudah menjanjikan akan ada banyak pahala besar bagi orang-orang yang bersabar. Ingatlah bahwa ujian ini bisa menjadi ladang ibadah bagi kita. 

    Kita adalah makhluk yang lemah dan akan senantiasa membutuhkan pertolongan dan bantuan dari Allah SWT. Jadi, jangan pernah kehilangan rasa sabar tersebut. 

    Demikianlah ceramah yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat untuk kita semuanya. 

    Wassalamualaikum wr.wb. 

    6. Keutamaan Sabar di Mata Allah SWT 

    Contoh ceramah singkat tentang sabar yang terakhir adalah mengenai keutamaan rasa sabar di mata Allah SWT yang sangat mulia. Berikut adalah isi ceramah tersebut selengkapnya:

    Assalamualaikum wr.wb 

    Alhamdulillahi rabbil alamin, segala puji bagi Allah SWT atas kenikmatan yang luar biasa kepada kita semuanya. Hingga hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini dengan keadaan yang sehat dan tanpa kekurangan satu apapun. 

    Kali ini saya ingin membahas mengenai keutamaan sabar yang amat sangat besar di mata Allah SWT. Merasa tidak berdaya, susah, kesulitan, sedih, tentu seringkali kita alami sebagai manusia. 

    Karena sesungguhnya kita adalah seorang hamba yang memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan. Akan tetapi, sebagai manusia hendaknya kita senantiasa bersabar dan berprasangka baik terhadap Allah SWT. Mengapa?

    Pasalnya, ketika kita bersabar terhadap berbagai cobaan tersebut Allah SWT akan mengangkat derajat kita sebagai seorang mukmin. Hal ini bisa kita perhatikan dari hadits berikut:

    وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

    Artinya: “Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.”

    Kemudian Hikam Ali Ibn Thalib juga pernah mengingatkan bahwa sesungguhnya setiap manusia hendaknya bersabar ketika menghadapi musibah yang ada. Mengapa? Sebab, inilah tanda dari kayanya iman seorang hamba. 

    Ketika kita sudah memiliki iman yang teramat kaya, menjalani kehidupan tentu akan terasa lebih mudah karena Allah SWT senantiasa bersama kita. Oleh karena itu, pastikan kita semuanya termasuk dalam golongan muslim yang bersabar. 

    Demikianlah ceramah singkat yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf sebesar-besarnya dan semoga bermanfaat.

    Wassalamualaikum wr.wb.

    Itulah berbagai ceramah singkat tentang sabar yang dapat kita pahami. Semoga berbagai ceramah tersebut dapat bermanfaat dan menjadi referensi yang baik untuk para pembaca semua.

  • 10 Arti Mimpi Banjir Menurut Islam, Pertanda Buruk?

    10 Arti Mimpi Banjir Menurut Islam, Pertanda Buruk?

    Ada kalanya sesuatu yang kita mimpikan dapat diartikan sebagai pertanda akan terjadi sesuatu pada hidup kita. Salah satunya yakni mimpi banjir. Ada banyak sekali makna mimpi banjir menurut Islam.

    Meski kerap dikatakan sebagai bunga tidur. Mimpi seringkali diartikan sebagai media komunikasi seseorang dengan Tuhannya. Pertanda ini bisa menjadi pertanda hal baik namun bisa saja menjadi pertanda hal buruk yang perlu dikhawatirkan.

    Lalu, apakah mimpi banjir merupakan pertanda buruk, atau justru pertanda baik? Mari simak artikel ini untuk dapatkan jawaban yang tepat!

    10 Mimpi Banjir Menurut Islam

    Mimpi kebanjiran menjadi mimpi buruk yang tidak pernah diinginkan datang kepada siapapun. Meski hanya bunga tidur, kadang kala mimpi menjadi salah satu pertanda atau media bagi Allah SWT untuk menyampaikan pesan pada umat-Nya.

    Namun, yang perlu dperhatikan bahwa tidak semua mimpi merupakan pertanda dari Allah SWT. Ada baiknya, untuk menghindari terjadinya mimpi buruk yang disebabkan oleh gangguan jin maupun setan, Rasulullah SAW menganjurkan untuk melakukan beberapa sunnah sebelum tidur termasuk membaca doa.

    Hal terkait mimpi ini juga dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

    رؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله

    “Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, rasa takut dari setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari)

    Lantas, masuk kemanakah arti mimpi banjir menurut Islam?

    Mimpi banir bagi beberapa orangpun datang dalam bentuk beragam, ada yang rumahnya kebanjiran karena terbawa arus, atau sekedar banjir menggenangi lantai rumah.

    Jika Kamu pernah mengalaminya, tentu penasaran dengan arti mimpi tersebut. Berikut beberapa kemungkinan makna mimpi banjir menurut Islam:

    1. Mimpi Banjir Besar

    Meski di dunia nyata banjir bandang dengan skala besar menyebabkan musibah dan kemalangan. Sebaliknya, mimpi banjir besar memiliki pertanda bahwa kamu akan mendapatkan hal besar dan sukses dalam pekerjaan yang kini sedang kamu tekuni.

    Selain itu, mimpi ini bisa dimaknai sebagai hal positif yang akan muncul dari kesuskesanmu dalam memperoleh rezeki yang melimpah atau akan dimudahkan dalam mencari rezeki yang halal.

    2. Mimpi Banjir Airnya Kotor

    Mimpi Banjir Airnya Kotor

    Berbeda dengan sebelumnya, makna mimpi banjir menurut Islam kali ini memiliki pertanda buruk, sesuai dengan mimpi yang datang dengan air yang kotor.

    Mimpi ini memiliki pertanda buruk, baik dalam bentuk peristiwa atau kejadian. Yang mungkin saja akan membuatmu tidak nyaman dan memiliki banyak trauma.

    Baca juga: Doa Melahirkan Agar Lancar dan Selamat: Arab Latin dan Artinya

    3. Mimpi Banjir Airnya Jernih

    Sama dengan mimpi sebelumnya, makna dari mimpi banjir dengan air jernih  dan mengalir tenang yang datang ke mimpimu memiliki pertanda sesuatu hal buruk,

    Mimpi ini menandakan bahwa dalam waktu dekat kamu akan mengalami kesialan kecil yang tidak disangka-sangka dari mana datangnya. Tentu saja kesialan ini merugikan. Sebagai contoh sederhananya, bisa saja kamu akan mendapatkan penghianatan dari seorang sahabat, ditipu orang yang tidak kamu kenal atau bahkan dibohongi dengan orang terdekatmu sendiri.

    4. Mimpi Banjir Lumpur

    Selanjutnya yakni makna mimpi banjir lumpur. Mimpi ini memiliki pertanda hal yang tidak menyenangkan. Mimpi banjir lumpur sering kali diyakini sebagai pertanda kesulitan yang akan segera kamu lalui untuk melanjutkan hidup.

    Mimpi ini juga mewakili untuk kesiagaanmu dalam menyelesaikan kesulitan yang kamu jalani, kamu perlu berhati-hati dan mempertimbangkan risiko yang mungkin lebih besar dari yang diperkirakan.

    5. Mimpi Terbawa Arus Banjir

    Mimpi satu ini perlu sekali untuk diwaspadai. Sebab mimpi ini menjadi pertanda buruk datangnya penyakit. Tak hanya berkaitan dengan masalah kesehatan, mimpi terbawa arus banjir juga mengartikan bahwa kamu akan mengalami kegagalan dalam pekerjaan.

    Apabila kamu mengalami mimpi ini, segeralah berdoa kepada Allah SWT aga dia selalu melindungimu dari segala keburukan dunia.

    6. Mimpi Jadi Korban Banjir

    Arti mimpi banjir menurut Islam kali ini dikaitkan dengan korban banjir. Apabila kamu mengalaminya, kamu perlu berhati-hari sebab mimpi ini membawa kabar yang kurang mengenakkan.

    Mimpi ini bisa memiliki makna bahwa kamu membawa banyak penderitaan pada orang sekitarmu. Selain itu, mimpi ini pertanda bahwa kamu akan mengalami kerugian dan juga penderitaan.

    Oleh sebab itu, berdoalah dan berusaha untuk melakukan hal-hal baik dan positif sebagai langkah preventif menangani masalah yang akan datang.

    Baca juga: 11 Doa Minta Kesembuhan dari Sakit, Bersabar dan Percaya PadaNya

    7. Mimpi Banjir Besar di Luar Rumah

    Tenang, untuk kali ini.  Mimpi banjir besar di luar rumah memiliki pertanda baik dalam kehidupan kamu. Sebab mimpi ini menandakan bahwa kamu akan mendapatkann rezeki besar.

    Jika kamu mengalaminya, jangan buru-buru khawatir dan bingung. Berdoa saja meminta kebaikan dalam segala mimpi yang datang kepadamu, semoga arti mimpi baik ini menjadi kenyataan.

    8. Mimpi Rumah Kebanjiran

    Mimpi Rumah Kebanjiran

    Sama halnya dengan mimpi banjir besar diluar rumah, mimpi kali ini dikaitkan dengan datangnya rezeki ke dalam kehidupan kita dalam waktu dekat.

    Rezeki besar itu bisa berupa apa saja, bisa berupa harta dan juga jodoh. Jika kamu sudah memiliki pasangan, mimpi ini bisa diartikan sebagai pembawa rezeki baik yang akan segera menghampirimu.

    Namun, perlu diingat bahwa segala sesuatunya berawal dari usaha kita ya. Jangan sampai, dengan berpatokan mimpi tersebut, kita jadi malas bekerja dan melakukan sesuatu untuk berusaha.

    9. Mimpi Terjebak Banjir

    Makna mimpi banjir menurut Islam satu ini dikaitkan saat terjebak banjir. Mimpi ini memang sangat menakutkan. Namun demikian mimpi ini sebetulnya memiliki pertanda baik yakni akan ada seseorang yang datang kepadamu dan memberi pujian.

    Tapi jika tidak hati-hati, pujian ini bisa membuatmu menjadi sombong. Maka dari itu sebaiknya milikilah sikap rendah hati agar saat menerima pujian maupun hujatan, hatimu tetap kuat seperti baja.

    10.   Mimpi Terbawa Arus Banjir

    Yang terakhir adalah mimpi terbawa arus banjir. Mimpi kali ini memiliki pertanda buruk tidak seperti mimpi sebelumnya.

    Apabila kamu mengalaminya, mungkin saja kamu akan terserang penyakit kemudian hari. Tak hanya berkaitan dengan kesehatan, namun mimpi ini juga dapat diartikanbahwa kamu akan mengalami banyak kegagalan dalam pekerjaanmu.

    Jika kamu mengalami mimpi ini, segeralah berdoa kepada Allah Swt agar Dia selalu melindungimu dari segala keburukan. Selain itu kamu juga perlu berpikir positif dan berusaha memberikan yang terbaik dalam hidup.

    Sunah Rasulullah Saat Mimpi Buruk

    Pada dasarnya, datangnya mimpi bisa berasal dari pertanda yang Allah SWT beri atau datang dari gangguan setan ataupun jin. Agar mimpi ini tidak terulang lagi, Rasulullah SAW menganjurkan beberapa sunnah yang bisa dilakukan saat mimpi buruk. Berikut ini penjelasannya:

    1. Meludah ke Kiri Sebanyak Tiga Kali

    Jika mengalami mimpi buruk, sebaiknya meludah ke kiri sebanyak tiga kali, seperti sunnah Rasulullah SAW yang berbunyi:

    “Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, berlindunglah kepada Allah dari gangguan setan tiga kali…” – (HR. Muslim).

    2. Minta Perlindungan Allah SWT

    Agar mimpi buruk tidak terjadi, sebaiknya minta perlindungan Allah dengan membaca doa ta’awudz sebanyak tiga kali seperti sabda Rasulullah saw. dalam hadis lainnya:

    A’udzu billahi minasy syaithanir rajim.”

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

    3. Tidak Menceritakan Mimpi Buruk Kepada Orang Lain

    Sebaiknya mimpi buruk tidak perlu diceritakan ke orang lain karena bisa menyebabkan orang lain khawatir dan takut akan mimpi tersebut. Hal ini juga dijelaskan dalam salah satu hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapa yang bermimpi yang tidak disukainya, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatannya dan dari kejahatan setan, dan hendaklah meludah tiga kali dan jangan menceritakannya kepada seorang pun, niscaya mimpi itu tidak membahayakannya.” – (HR. Al Bukhari)

    4. Ubah Posisi Tidur

    Agar tidak mengalami mimpi buruk secara berulang, sebaiknya ubah posisi tidurmu berbeda dari posisi semula. Seperti yang dihadiskan dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, berlindunglah kepada Allah dari gangguan setan tiga kali, dan mengubah tidurnya dari posisi semula.”

    5. Wudhu dan Segeralah Sholat

    Saat terbangun dar mimpi buruk, beranjaklah wudhu dan kemudian sholatsebagai penenang hati. Rasulullah SAW bersabda:

    “Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian salatlah.”  (HR. Muslim)

    Setelah mengetahui arti mimpi banjir menurut Islam, apakah kamu menjadi semakin takut atau gusar?. Jangan khawatir, meski dikatakan sebagai sarana komunikasi dan pertanda dari Allah SWT, tidak semua mimpi yang masuk pada kita tidur memiliki makna yang harus ditakuti.

    Tetap berdoa dan bertawakal, insyallah hidup akan berjalan dengan baik dalam perlindunganNya. Semoga bermanfaat ya!