Tag: Inspirasi Islam

  • Arti Nama Adelia dalam Islam? Cek Artinya di Sini

    Arti Nama Adelia dalam Islam? Cek Artinya di Sini

    Islam mengatur setiap nama dan penyebutan dengan makna yang mendalam, tidak terkecuali sebuah nama panggilan. Seringkali kita menjumpai nama Adelia yang sangat cantik, lantas bagaimana arti nama Adelia dalam Islam?

    Karena nama bayi akan digunakan seumur hidup, maka kita sebagai orangtua harus memberikan doa terbaik. Jangan sampai memberikan nama secara asal, karena berkaitan dengan identitas seseorang.

    Apabila kita menyukai nama Adelia, sebaiknya lakukan pengecekan detail terlebih dahulu mengenai arti lengkapnya, utamanya dalam Islam. Dengan begitu, perwujudan nama bisa menjadi sebuah doa yang mendalam.

    Arti Nama Adelia dalam Islam

    Meskipun nama Adelia cukup populer dan terkesan nama kekinian, tetapi ternyata nama tersebut cukup Islamiah. Pengambilan nama dari bahasa Jerman, Adelia memiliki makna sebagai perempuan mulia.

    Apabila dieja dengan suku kata, maka akan pecah menjadi empat yaitu a-de-li-a. Meskipun tidak secara Islam, tetapi kita bisa menggabungkannya dengan unsur Islami seperti Fatimah, Khadijah, dll.

    Selain itu, nama Adelia sendiri dalam agama Islam berasal dari berbagai negara, loh. Tidak hanya Jerman saja, tetapi juga Perancis, Italia, Arab, hingga Mancanegara.

    Dalam bahasa Perancis, Adelia memiliki makna perempuan manis dan mulia. Namun, di mancanegara arti Adelia lebih dikenal sebagai perempuan mulia.

    Berdasarkan ilmu numerologi sendiri, Adelia memiliki karakteristik senang berjelajah dan menjalin hubungan dengan banyak orang. Sehingga, Adelia akan lebih banyak menjadi pribadi berjiwa luas, impulsif, dan senang berinteraksi sosial.

    Arti nama Adelia dalam Islam akan membentuk dirinya menjadi pribadi komunikator yang baik dan mudah bersosialisasi secara alami.

    Baca juga: Biografi Sunan Ampel: dari Silsilah hingga Metode Dakwahnya

    Inspirasi Nama Adelia dengan Nuansa Islam

    Menyukai nama Adelia dan ingin membungkusnya dalam tudung Islam? Kita bisa cek beberapa inspirasi nama berikut ini:

    1. Adella Haifa Kaluna

    Pemberian nama kepada bayi adalah doa, maka setiap orangtua pasti menghendaki yang terbaik. Salah satunya ingin nantinya anak mereka menjadi seseorang yang terhormat, adil, dengan wajah yang rupawan.

    Apabila kita mengharapkan anak dengan sifat dan karakteristik tersebut ketika dewasa nanti, maka bisa memberikan nama Adella Haifa Kaluna sebagai perwujudan doa kepada Allah SWT.

    Makna mendalam dari nama tersebut adalah Adella yang mirip dengan lafal Adelia berarti adil dan terhormat. Sedangkan Haifa seorang perempuan yang rupawan dan ramping, serta Kaluna tidak ada yang lainnya lagi.

    2. Adelia Bahirah Arlina

    Selanjutnya, inspirasi nama Adelia juga bisa kita berikan dengan memadukannya dengan Bahirah dan Arlina. Nama-nama tersebut memiliki arti yang sangat baik, yaitu cahaya dan menepati janji.

    Jadi, apabila kita memberikan nama si kecil Adelia Bahirah Arlina sama dengan kita berdoa agar Allah SWT membuatnya menjadi perempuan yang terhormat, bercahaya, dan selalu menepati janji.

    • Bahirah : Disegani orang dan memberikan cahaya di lingkungannya.
    • Arlina : Menjanjikan.

    Baca juga: Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

    3. Adelia Parintta Taleetha

    Mempunyai anak gadis cantik yang mungil? Kita bisa mengambil inspirasi nama Adelia Paritta Taleetha. Pemilihan nama ini memiliki arti bahwa si kecil akan menjadi anak yang berbakat, terhormat, dan tetap lucu kecil mungil yang imut.

    • Parintta : Seorang perempuan yang ahli dan berbakat dalam bidang yang ia geluti.
    • Taleetha : Gadis muda yang kecil tetapi cantik.

    4. Adelia Almera Elina

    Perempuan yang cerdas, terhormat, dan bisa berlaku adil seperti putri raja. Kita bisa memberikan nama cantik kepada anak perempuan dengan panggilan Adelia Almera Elina.

    • Adelia : Wanita adil dan terhormat
    • Almera : Putri raja
    • Elina : Cerdas, brilliant, dan berkilau

    5. Adelia Farah Giovanni

    Mengambil unsur Islami dalam pemberian nama anak perempuan dengan harapan bisa menjadi wanita muslim yang taat nantinya adalah keinginan orangtua. Kita bisa menggabungkan nama Adelia dengan Farah.

    Adelia Farah Giovanni secara arti sangat bagus sekali karena menerangkan sosok perempuan yang sangat cantik dan terhormat serta bertindak baik dengan mengamalkan sifat Allah SWT yang penyayang dan juga pengasih.

    • Adelia : Wanita adil dan terhormat
    • Farah : Gadis cantik dan rupawan
    • Giovanni : Penyayang dan pengasih

    6. Prameswari Adelia Savita

    Berharap anak perempuan kita bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik ke depannya, kita bisa memberikan nama Prameswari Adelia Savita.

    Kombinasi nama tersebut memiliki arti perempuan yang seperti permaisuri dengan sifat dan akhlak yang mulia dan mampu menyinari sekitarnya seperti matahari.

    • Prameswari : Permaisuri raja
    • Adelia : Perempuan yang adil, mulai, dan terhormat
    • Savita : Matahari yang bersinar terang

    Nah, itulah pembahasan mengenai arti nama Adelia dalam Islam serta inspirasi penggabungan nama yang cocok untuk bayi perempuan. Kita bisa menjadikannya sebagai referensi sekaligus doa terbaik untuk anak perempuan.

  • Arti Nama Nayla Beserta Rangkaian Namanya, Intip yuk!

    Arti Nama Nayla Beserta Rangkaian Namanya, Intip yuk!

    Nama merupakan hal penting bagi orang tua karena perwujudan doa untuk anaknya. Nah, inspirasi nama anak perempuan bisa kita dapatkan dari referensi bahasa Arab dengan makna mendalam. Salah satunya arti nama Nayla dalam Islam.

    Nama Nayla mungkin sudah tidak asing lagi, tetapi untuk bisa mengenal nama tersebut sebaiknya pahami terlebih dahulu artinya secara rinci.

    Agar nama bisa menjadi doa tersendiri untuk si kecil.

    Arti Nama Nayla dalam Islam

    Nayla menjadi salah satu nama anak perempuan paling populer, tidak hanya di Indonesia tetapi juga beberapa negara di dunia. Secara Islam, makna dari nama Nayla ini sangat bagus.

    Pemberian nama Nayla kepada anak perempuan seraya menjadi doa dari orang tua agar anak mereka menjadi orang yang sukses. Selain itu, nama Nayla juga memiliki arti anak perempuan yang berprestasi dan bisa jadi pemenang, loh.

    Bahkan, di dalam kamus Bahasa Arab sendiri nama Nayla sudah tertera di dalam kitab suci Al-Qur’an bahwasanya ditulis dengan lafal (نايلة).

    Di dalam Al-Qur’an nama Nayla menjadi doa terbaik dari orang tua kepada putri mereka. Maka, tidak heran jika hingga detik ini, nama Nayla sangat populer di berbagai kalangan bahkan di beberapa negara.

    Baca juga: Biografi Sunan Gunung Jati: dari Silsilah hingga Metode Dakwahnya

    Inspirasi Nama Lengkap Nayla

    Menjadi salah satu nama paling populer di beberapa negara maju, Nayla bisa menjadi inspirasi terbaik yang dapat kita berikan untuk si Kecil. Namun, pemilihan nama pelengkap untuk Nayla tidak bisa dilakukan sembarangan.

    Karena nama sebagian dari doa, maka sebisa mungkin kita harus menggandengkan nama Nayla dengan nama yang memiliki makna kebaikan. Sehingga, kita sebagai orang tua bisa turut mendapatkan kebaikannya.

    Berikut beberapa inspirasi gabungan nama lengkap untuk Nayla yang bisa dijadikan referensi, antara lain:

    1. Nayla Aisha Almera

    Dari penyebutan namanya saja sudah terbentuk kebaikan dan menggambarkan sosok yang sangat cantik. 

    Pemilihan nama Nayla Aisha Almera sendiri memiliki arti seorang perempuan yang berjuang layaknya putri raja dalam mencapai kesuksesannya.

    Jika kita memberikan nama ini kepada anak perempuan, maka akan mendoakan untuknya berjuang di masa depan. Di mana, ia akan menjadi anak yang sholeha dan bisa sukses semasa hidupnya.

    • Nayla : Berarti orang sukses.
    • Aisha : Seseorang yang akan hidup dengan penuh semangat dan terus berjuang.
    • Almera : Putri raja.

    2. Fatimah Nayla Rabia

    Sebagian orang tua ingin memberikan nama Fatimah kepada putrinya sebagai wujud cinta kepada Baginda Rasulullah SAW. 

    Di mana, beliau sangat mencintai Fatimah dan Fatimah sendiri menjadi salah satu wanita yang sangat dirindukan oleh surga.

    Jika kita menyukai nama Fatimah dan Nayla kenapa tidak menggabungkan keduanya saja? Kita bisa memberikan nama si kecil Fatimah Nayla Rabia.

    Arti dari nama tersebut adalah perempuan sukses yang menawan dan menyejukkan orang-orang di sekitarnya:

    • Fatimah : Menawan
    • Nayla : Orang sukses
    • Rabia : Menyejukkan atau perempuan yang tidak mudah terbawa emosi

    3. Amar Nayla Elena

    Berikutnya, arti nama Nayla dalam Islam juga bisa kita gabungkan dengan menggabungkannya dengan kata Amar dan Elena.

    Amar Nayla Elena juga memiliki makna yang sangat cantik untuk anak perempuan yaitu wanita yang mendapatkan berkat kebaikan, menerangi kegelapan, serta membawa kesuksesan pada sekitarnya:

    • Amara : Kebaikan, anugerah, rahmat
    • Nayla : Orang sukses
    • Elena : Cahaya atau sinar matahari

    4. Shakira Sadiya Nayla

    Inspirasi berikutnya bisa kita dapatkan dari penggabungan nama Shakira Sadiya Nayla. Pemilihan nama ini sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran si Kecil dengan banyaknya harapan kesuksesan di masa depan.

    Pengambilan nama tersebut apabila dipisah-pisah akan memiliki makna berikut:

    • Shakira : Bersyukur
    • Sadiya : Kesuksesan atau Keberuntungan
    • Nayla : Orang sukses

    5. Nayla Habiba Azhima

    Bayi perempuan memang harus diberikan nama yang baik sebagai wujud doa. Mengambil rujukan nama Nayla kita bisa menggabungkannya menjadi Nayla Habiba Azhima.

    Dalam Bahasa Arab pemilihan nama ini sebagai wujud kepedulian yang besar terhadap kesuksesan:

    • Nayla : Orang sukses
    • Habiba : Kepedulian atau wujud cinta
    • Azhima : Tekad yang tegas dan kuat

    6. Nayla Cyra Amina

    Selanjutnya inspirasi satu ini berarti doa agar anak perempuan dapat meraih kesuksesan dengan cara yang jujur dan juga pancaran sinar gemerlap seperti matahari yang sangat cerah.

    Nayla Cyra Amina dapat menjadi pilihan untuk memberikan nama kepada si kecil:

    • Nayla : Orang sukses.
    • Cyra : Memiliki makna perempuan bersinar dan bercahaya layaknya matahari.
    • Amina : Amanah, jujur, dapat dipercaya oleh siapa saja.

    7. Sofi Zahra Nayla

    Ingin memiliki anak perempuan yang bijaksana, mampu menyinari lingkungan sekitarnya dan meraih kesuksesan? Maka, doakan anak perempuan dengan pemilihan nama yang tepat.

    Salah satunya melalui penggabungan nama Sofi Zahra Nayla. Gabungan nama tersebut memiliki arti yang sangat mendalam untuk meraih kesuksesan.

    • Sofi : Berarti kebijaksanaan
    • Zahra : Cahaya yang bersinar dengan sangat terang
    • Nayla : Orang sukses

    Itulah beberapa arti nama Nayla dalam Islam dan juga inspirasi nama yang dapat kita gunakan untuk bayi perempuan nantinya. Pasalnya, setiap orang tua pasti selalu ingin memberikan nama terbaik sebagai wujud doa.

    Nah, selain penggunaan nama Nayla, kita juga bisa menggunakan pelafalan yang agak berbeda tetapi memiliki arti sama, loh. Contohnya seperti:

    • Naila
    • Neyla
    • Nejla
    • Neliaa
    • Naylah

    Kita bisa menjadikan beberapa pelafalan tersebut sebagai inspirasi penggabungan nama kekinian dengan makna mendalam di Islam.

  • 12 Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam, Sukses Dunia Akhirat

    12 Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam, Sukses Dunia Akhirat

    Keutamaan menuntut ilmu dapat dianggap sebagai ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Maka dari itu, menuntut ilmu sangat dianjurkan di dalam Islam.

    Tak hanya dari segi ibadah saja, dengan menuntut ilmu kita bisa berkontribusi di dalam masyarakat dan menjadi orang bermanfaat untuk orang lain.

    Lantas, apa saja sih keutamaan menuntut ilmu di dalam Islam? Yuk, ikuti artikel berikut ini sampai habis!

    Keutamaan menuntut ilmu dapat dibagi menjadi dua, yaitu menurut hadis dan Islam, serta untuk kehidupan di dunia.

    Hukum Menuntut Ilmu

    Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa menuntut ilmu merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan di dalam Islam dan bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat. Berikut hukum-hukum menuntut ilmu:

    1. Fardu kifayah

    Fardu kifayah adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh umat Islam, namun apabila terdapat umat muslim lainnya yang melasanakan kegiatan tersebut, maka kewajiban ini gugur.

    Contoh ilmu pengetahuan dari hukum ini adalah subjek pengetahuan umum, seperti ilmu kedokteran, ilmu bahasa, ilmu astronomi dan sebagainya.

    2. Fardu ‘Ain

    Fardu ‘Ain adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam yang telah memenuhi syarat, jika meninggalkan aktivitas tersebut dapat berdosa.

    Hukum ini akan berlaku jika ilmu tersebut wajib untuk dipelajari oleh seluruh umat muslim dalam segala situasi dan kondisi. Seperti misalkan ilmu agama Islam, ilmu mempelajari Al-Qur’an, ilmu tata cara beribadah dan lain-lain.

    Baca juga: 7 Doa untuk Menenangkan Hati dari Sedih dan Gelisah

    4 Adab Menuntut Ilmu Menurut Ajaran Islam

    Sebelum menuntut ilmu, harus memperhatikan adab-adabnya agar ilmu tersebut bisa bermanfaat dan berkah. Berikut beberapa adab menuntut ilmu:

    1. Niat karena Allah SWT

    Niat adalah suatu hal yang sangat penting di dalam kehidupan. Dengan niat, kita bisa membedakan antara aktivitas biasa dan kegiatan untuk beribadah kepada Allah SWT.

    Seperti misalkan niat untuk melaksanakan sholat, niat sebelum masuk kamar mandi, niat untuk ke luar rumah dan lain-lain. Termasuk niat sebelum menuntut ilmu.

    Dengan membaca niat, ilmu yang kita peroleh menjadi bermanfaat dan menuntut ilmu dengan penuh keikhlasan.

    2. Selalu berdoa saat menuntut ilmu

    Hal ini berdasarkan kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang sering kali berdoa kali setiap kali ingin menuntut ilmu, seperti berikut ini:

    “Ya Allah, berikanlah manfaat atas apa yang Engkau ajarkan untukku, ajarilah aku dengan hal-hal yang bermanfaat untukku, serta tambahkanlah aku ilmu.”

    3. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu

    Agar bisa memperoleh ilmu yang bermanfaat, hendaknya kita harus antusias atau bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

    Rasulullah SAW menganjurkan umat-Nya untuk terus menuntut ilmu seperti seolah-olah tidak kenyang atas seluruh ilmu yang didapatkan dan terus penasaran, agar selalu menuntut ilmu. Sebagaimana pada hadis berikut ini:

    “Terdapat dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu untuk orang yang rakus atas ilmu serta tidak pernah puas atasnya serta orang yang rakus dengan dunia juga tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi).

    4. Menjauhi maksiat

    Pada hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, yang artinya:

    “Seorang hamba yang melakukan sebuah kesalahan, maka akan dititipkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya serta meminta ampun juga bertaubat, hatinya akan dibersihkan. Apabila kembali (berbuat maksiat), maka akan ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Hal tersebutlah yang diistilahkan dengan nama ‘ar raan’ yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu akan menutupi hati mereka’.”

    6 Keutamaan Menuntut Ilmu Menurut Hadis dan Islam

    1. Jalan utama menuju surga

    Siapa di sini yang ingin masuk surga? Hampir setiap umat muslim pasti menginginkan masuk surga. Pasalnya, masuk surga adalah menjadi salah satu tujuan hidup umat Islam. Bahkan, ia menjadi janji dari Allah SWT untuk orang-orang muslim yang mempunyai banyak amalan shalih.

    Maka dari itu, ketika Allah SWT menjadikan ilmu sebagai jalan utama menuju surga, hal tersebut menunjukkan keutamaan menuntut ilmu. Sebagaimana hadis di bawah ini:

     “… Barang siapa yang meniti suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga…” (HR. Ahmad).

    2. Warisan para Nabi

    Ilmu merupakan warisan para Nabi yang sangat baik untuk diperoleh. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

     “Dan sesungguhnya para Nabi tidak pernah mewariskan uang emas dan tidak pula uang perak, akan tetapi mereka telah mewariskan ilmu (ilmu syar’i) barang siapa yang mengambil warisan tersebut maka sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak,” (HR Ahmad).

    Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa keutamaan menuntut ilmu lebih tinggi daripada uang atau yang bersifat materi.

    Hal tersebut dikarenakan jika ada seseorang memiliki ilmu dan mengarjakannya kepada orang lain, makahal tersebut akan menjadi amal jariyah untuk orang tersebut sampai ia meninggal dunia.

    Baca juga: Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dalam Islam, Pikiran Kembali Bersih

    3. Kebaikan yang dikehendaki oleh Allah SWT

    Menuntut ilmu adalah suatu kebaikan yang dikehendaki oleh Allah SWT. Hal tersebut berdasarkan hadis di bawah ini:

     “Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Allah akan menjadikannya paham akan agamanya,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz menafsirkan hadis tersebut:

    “Mafhum (makna tersirat) dari hadis ini bahwasanya orang yang tidak memahami agamanya berarti orang itu termasuk orang yang tidak dikehendaki kebaikan oleh Allah dan kami mohon perlindungan kepada Allah dari hal yang seperti itu.”

    4. Ditinggikan derajatnya

    Keutamaan Menuntut ilmu dalam islam

    Keutamaan menuntut ilmu selanjutnya adalah Allah akan meninggikan derajat golongan orang tersebut. Hal ini sebagaimana yang tercantum di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ

    لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟

    ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

    Bacaan latin: “Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa’illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-‘ilma darajāt, wallāhu bimā ta’malụna khabīr.”

    Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:

    ‘Berlapang-lapanglah dalam majlis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.

    Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

    Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (Q.S. Al-Mujadalah: 11).

    Imam Syaukani menafsirkan ayat tersebut menjadi:

    “Dan makna ayat ini bahwasanya Allah mengangkat beberapa derajat orang-orang beriman dari orang-orang yang tidak beriman, dan mengangkat beberapa derajat orang-orang yang berilmu (dan beriman) dari orang-orang yang hanya beriman.

    Maka barang siapa yang memadukan antara iman dan ilmu maka Allah mengangkatnya beberapa derajat karena imannya lalu Allah mengangkat derajatnya karena ilmunya.”

    5. Memperbaiki akhlak

    Menuntut ilmu juga dapat mengembangkan akhlak dan karakter yang baik.

    Hal tersebut dikarenakan di dalam ilmu mempelajari nilai-nilai etika dan moral, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, menghormati hak-hak orang lain, dan menjaga integritas.

    Dalam mempelajari ilmu pengetahuan juga kita tidak bisa sembarangan melakukan sesuatu, di setiap bidang ilmu pasti ada etika yang berlaku.

    Contohnya adalah ketika kita ingin meneliti seseorang, melakukan operasi, wawancara terhadap seseorang atau menjadi psikolog, pasti ada etika tertentu yang harus dipatuhi. Nah, dari situ kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Meningkatkan akhlak yang baik di dunia juga dapat memberikan manfaat yang baik untuk kehidupan akhirat kelak.

    Baca juga: 6 Doa Meminta Keturunan yang Dipanjatkan Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim

    6. Mendapatkan pahala yang terus mengalir meski telah meninggal

    Salah satu keutamaan menuntut ilmu adalah akan mendapatkan pahala yang mengalir, meskipun kita telah meninggal dunia. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yang artinya:

     “Apabila anak cucu Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali melalui tiga jalur: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang senantiasa mendoakannya,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    6 Keutamaan Menuntut Ilmu untuk Kehidupan di Dunia

    Tak hanya dari sisi agama, menuntut ilmu juga mempunyai beberapa manfaat untuk kehidupan di dunia, yaitu:

    1. Mengembangkan keterampilan atau keahlian

    Mengembangkan keterampilan atau keahlian

    Keutamaan menuntut ilmu untuk kehidupan di dunia yang pertama adalah tentu saja dapat mengembangkan keahlian tertentu atau beberapa keterampilan.

    Ketika kamu menempuh pendidikan formal, pasti akan mendapatkan hard skill yang berguna, seperti menghitung, membaca, menganalisis dan sebagainya.

    Bahkan, kamu juga memperoleh hard skill di luar pendidikan formal, lho. Hal tersebut karena di zaman yang serba digital seperti sekarang ini, sudah banyak lembaga-lembaga non-formal yang menawarkan bootcamp keahlian tertentu, seperti coding, website atau application development, menulis, barista dan lain-lain.

    Belum lagi soft skill yang diperoleh dari organisasi, kepanitiaan atau volunteer yang diikuti.

    Keahlian-keahlian tersebut tentu saja penting di dalam dunia kerja maupun kehidupan pribadi.

    2. Meningkatkan kesempatan karir

    Seiring perkembangan zaman, persaingan dunia kerja semakin kompetitif, lho. Kamu dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan di dunia kerja.

    Bahkan, kalau bisa harus mempunyai pengetahuan yang lebih dalam terhadap bidang tertentu supaya dapat dipromosikan ke jenjang karir yang lebih tinggi.

    Dengan adanya pengetahuan ini, kamu bisa switching karir atau mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

    3. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis

    Jika kamu mempunyai pengetahuan yang baik, kamu dapat membuat keputusan yang bijaksana dalam berbagai aspek kehidupan.

    Terlebih, kehidupan itu dinamis dan tidak ada yang tahu tentang masa depan kecuali Allah SWT. Namun, dengan pengetahuan yang baik, kita dapat menyelesaikan masalah dengan bijak.

    Ilmu pengetahuan juga dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu kompleks, kemampuan untuk membuat yang rasional, dan kemampuan untuk mengevaluasi informasi dengan bijaksana.

    4. Meningkatkan penghasilan

    Pasti sudah sering mendengar istilah, pendidikan adalah investasi? Istilah tersebut ada benarnya.

    Investasi di sini maksudnya adalah dapat meningkatkan jenjang karir, sehingga berpeluang untuk menghasilkan penghasilan yang lebih tinggi.

    Pendidikan juga digadang-gadang dapat memberantas kemiskinan struktural. Sebab, pendidikan yang lebih tinggi disertai dengan kemampuan yang mumpuni cenderung berkorelasi terhadap penghasilan yang lebih tinggi.

    5. Menjadi panutan bagi orang lain

    Dengan memiliki pengetahuan yang luas, seseorang dapat memberikan pengaruh positif dan panutan kepada orang lain.

    Seperti ustadz-ustadz atau pendiri sesuatu, contohnya Bill Gates, pasti dapat memberikan motivasi belajar kepada orang lain.

    Hal tersebut dapat diartikan seseorang menjadi contoh teladang dalam tindakan, sikap dan pemikiran yang baik.

    Tak hanya itu, seseorang yang mempunyai pengetahuan yang luas dapat memberikan bimbingan dan inspirasi kepada orang lain untuk mengikuti jejak yang positif.

    6. Meningkatkan kualitas hidup

    Dengan menuntut ilmu, kita dapat memahami dunia dengan lebih baik. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas, dapat memungkinkan untuk mengatasi tantangan dan masalah yang lebih baik.

    Kita juga mempunyai kesempatan untuk mengembangkan minat dan hobi, atau memperluas wawasan, sehingga mencapai kepuasan pribadi.

    Ilmu berperan penting dalam kehidupan supaya terus maju dan menjadi lebih baik. Menuntut ilmu dapat menghasilkan keunggulan yang kompetitif, penghasilan yang lebih tinggi, peluang karir yang lebih baik dan pengembangan pribadi. Itu semua bermuara pada peningkatan kualitas hidup.

  • Kisah Nabi Daud AS, Lengkap dengan Hikmah yang Diambil 

    Kisah Nabi Daud AS, Lengkap dengan Hikmah yang Diambil 

    Kisah Nabi Daud bisa memberikan pelajaran bagi kita semua tentang keteguhan iman dan keyakinan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, penting mengetahui kisah selengkapnya pada uraian di bawah ini.

    Nabi Daud AS adalah salah satu nabi yang namanya terkenal oleh umat muslim sebagai nabi sekaligus raja yang cerdas, kuat dan pemberani. Hal ini bisa menjadi panutan dan patut diteladani oleh umat manusia.

    Jika ingin mengetahui tentang Nabi Daud dengan lebih lengkap, maka simak artikel ini hingga akhir agar bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

    Tentang Nabi Daud AS

    Nabi Daud AS adalah seorang nabi yang terkenal gagah berani berjuang untuk umatnya, serta sebagai seorang penyair ulung. Selain itu, beliau juga merupakan sosok yang penyayang, adil dan bijaksana.

    Kisah Nabi Daud yang penuh perjuangan dan ketabahan ini memberikan banyak hikmah dan pelajaran bagi umat manusia. Beliau diutus oleh Allah SWT kepada Bani Israil sebagai nabi dan raja yang cerdas.

    Secara garis keturunan, Nabi Daud AS berasal dari keturunan dari Nabi Ibrahim AS. Beliau merupakan keturunan ke-12 dan termasuk dalam jajaran para nabi yang wajib kita ketahui dan pelajari kehidupannya.

    Dalam kesehariannya, Nabi Daud membagi waktunya menjadi 4 bagian yakni untuk ibadah di mihrab, mengkaji ilmu bersama Bani Israil, melakukan pengadilan, dan berkumpul bersama dengan keluarga tercintanya.

    Kisah Nabi Daud AS

    Nabi Daud lahir di Kota Betlehem, Palestina, pada abad ke-11 SM. Beliau adalah seorang pemuda yang sederhana. Sebelum diangkat jadi nabi dan raja, kegiataan beliau sebagai seorang penggembala domba.

    Suatu ketika, beliau mengajukan diri untuk ikut serta berperang. Perang ini dikenal sebagai perang Thalut dan Jalut. Pada saat itu, ia berhasil memenangkan perang itu. Kemudian, beliau pun diangkat menjadi raja.

    Dalam beberapa riwayat menyebutkan bahwa kisah Nabi Daud memiliki kerajaan paling kuat di dunia dengan 40 ribu pasukan. Selain itu, Nabi Daud diutus oleh Allah SWT menjadi seorang rasul dengan kitab Zabur.

    Berikut adalah perjalanan kisah hidup Nabi Daud AS menjadi seorang raja hingga diangkat menjadi nabi dan rasul yang perlu kita ketahui bersama:

    1. Ikut Perang Thalut dan Jalut

    Setelah Nabi Musa dan Nabi Harun wafat, kemudian Yusya’ bin Nun memimpin Bani Israil. Berkat kepemimpinannya itu, mereka bisa menguasai Palestina.

    Namun, setelah Yusya’ bin Nun meninggal, Bani Israil terpecah belah dan hilangnya kekuatan persatuan mereka hingga akhirnya bisa dikuasai bangsa lain.

    Mereka pun merindukan sosok pemimpin yang gagah berani dan tegas berperang melawan penjajah. Akhirnya diangkatlah Thalut menjadi raja mereka.

    Meski Thalut hanya seorang petani biasa, tetapi punya strategi perang yang handal. Kemudian, ia mengajak orang-orang yang tidak punya ikatan rumah tangga dan berdagang untuk ikut ke medan perang melawan Jalut.

    Dalam kisah Nabi Daud yang berasal dari berbagai sumber. Tentara perang Thalut sendiri tak begitu banyak dibandingkan dengan tentara Jalut. Jalut adalah panglima yang memiliki tubuh besar seperti raksasa.

    Pada perang ini, salah seorang pemuda ikut dalam barisan Thalit yakni bernama Daud. Daud sendiri tidak masuk barisan depan, melainkan berada di garis belakang dan melayani kedua kakaknya saat berperang.

    Singkat cerita, tentara Thalut menyerbu tentara Jalut. Meskipun jumlahnya sedikit, tetapi dengan keberanian kuat hingga akhirnya mampu memporak-porandakan tentara Jalut dan mereka pun lari bercerai berai.

    Ketika hanya tersisa Jalut, tentara Thalut tak berani melawan panglima berbadan raksasa itu. Lalu, Thalut mengumumkan siapa saja yang berani membunuh Jalut, maka ia akan menjadi menantunya.

    Berawal dari sinilah kisah Nabi Daud yang nantinya menjadi raja. Daun yang masih berusia remaja tampil ke depan, meminta izin Thalut untuk melawan Jalut. Meski awalnya Thalut ragu dengan keberanian Daud.

    Namun, setelah didesak Daud pun maju ke medan perang dan berhadapan dengan Jalut. Daun hanya bersenjatakan batu dan ketapel saja.

    Pada suatu kesempatan, Daud berhasil membuat Jalut roboh saat batu ketapelnya mengenai kedua mata Jalut. Jalut pun mati setelah dahinya pecah.

    Dengan begitu, pasukan Thalut menang dan mengangkat Daud menjadi menantu Thalut. Ia menjodohkannya dengan anaknya yang bernama Mikyal, kemudian Thalut pun mengangkat Daud menjadi penasehatnya.

    Baca juga: Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan dan Laki-laki: Urutan, Niat, Bacaan, dan Doa

    2. Kisah Daud Menjadi Raja

    Dalam kisah Nabi Daud menjadi seorang raja tidak mudah, beliau harus berurusan dengan Thalut yang berulang kali ingin menyingkirkannya. Apa alasannya?

    Ketika Daun menjadi menantu Thalut dan panglima perang, semua orang sangat menghormatinya. Hal ini membuat Thalut iri hati dan berusaha mencelakakan Daud dengan mengirimnya ke medan perang yang sulit.

    Suatu ketika, Daud mendapat tugas melawan musuh yang lebih kuat. Tetapi Daud memenangkan perang dan rakyat menyambutnya dengan kegembiraan. Hal ini membuat Thalut semakin iri hati atas kepopulerannya.

    Thalut terus berusaha menyingkirkan dan membunuh Daud. Akan tetapi, berbagai cara selalu menemui kegagalan karena Daud berada dalam lindungan Allah SWT.

    Selama menjadi panglima perang, Daud melaksanakan tugas dengan baik. Sampai suatu ketika, ada perlawanan musuh yang menyerang kaum Bani Israil. Beliau bisa menanganinya, tetapi Thalut gugur di medan perang.

    Setelah itu, terjadi perpecahan dua kubu yang memilih anak raja Thalut sebagai penggantinya. Tetapi, anak raja ini tidak berlaku adil sehingga terjadi perang dua kubu yang kemudian akhirnya Daud memenangkannya.

    Daud menjadi raja dan memimpin kaum Bani Israil yang baru. Setelah itu, beliau pun menjadi nabi dan rasul Allah. Berikut ini kisah selengkapnya.

    3. Daud Menjadi Nabi dan Rasul

    Setelah Daud menjadi raja yang gagah dan berani, kemudian ia menjadikan Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai ibukota kerajaan. Ketika Daud menginjak usia 40 tahun menjadi nabi dan rasul dengan kitab Zabur.

    Dalam kisah Nabi Daud ini disebutkan ada banyak mukjizat dan keajaiban sehingga patut menjadi teladan bagi umat. Daud dikarunia ketelitian amal, kesempuraan ilmu, dan kebijaksanaan menyelesaikan perselisihan.

    Allah SWT memberikan kitab Zabur kepada Nabi Daud AS untuk menghimpunkan tasbih dan puji-pujian kepada Allah. Mengingat kisah umat terdahulu dan berita nabi-nabi yang akan datang seperti Nabi Muhammad SAW.

    Allah memberikan kecerdasan kepada Nabi Daud AS dalam memahami kitab Zabur dengan baik. Saking cerdasnya, beliau bisa membaca Zabur di atas kuda pelananya seperti Nabi Muhammad SAW ceritakan.

    Kitab Zabur adalah salah satu bentuk iman umat Islam terhadap kitab-kitab yang Allah SWT turunkan kepada rasul. Kitab Zabur Allah berikan kepada Nabi Daud AS.

    Pada saat itu, akhlak Bani Israil yang membutuhkan pedoman hidup agar memiliki budi luhur dan tidak menyekutukan Allah. Kitab Zabur turun kepada Nabi Daud AS setelah kitab Taurat kepada Nabi Musa AS.

    4. Kisah Nabi Daud dan Ulat

    Selain kisah perang melawan Jalut dan menjadi raja Bani Israil, Nabi Daud pun memiliki kisah dengan ulat. Hal ini terjadi ketika beliau sudah menjadi nabi.

    Pada masa itu, Nabi Daud AS sedang duduk di mushola sambil mempelajari dan menelaah kitab Zabur. Lalu, muncul seekor ulat merah melintas di tanah.

    Kemudian Nabi Daud berucap pada dirinya sendiri “Apa yang Allah kehendaki dengan ulat ini?” Atas kehendak Allah, ulat ini berbicara dan berkata:

    “Wahai Nabiyallah, apabila siang datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar, sebanyak seribu kali. 

    Dan jika malam datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca Allahumma shalli ‘alaa Muhammad an nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam, sebanyak seribu kali.”

    Mendengar perkataan ulat ini, Nabi Daud terkesan dan merasa merendahkannya. Akhirnya, ia menangis penuh takut dan berserah diri kepada Allah.

    Dengan adanya kejadian tersebut, Nabi Daud pun belajar jika semua makhluk hidup ciptaan Allah SWT memiliki manfaat dan membawa hal yang baik.

    Itulah beberapa kisah perjalanan Nabi Daud AS sampai menjadi nabi dan rasul. Perjalanan hidupnya penuh perjuangan dan tantangan yang tidak mudah, akan tetapi semua bisa terlewati atas pertolongan Allah SWT.

    Mukjizat Nabi Daud AS

    Setelah mengetahui kisah Nabi Daud mulai dari ia ikut perang hingga menjadi nabi dan rasul, selanjutnya ketahui apa mukjizat yang Allah berikan kepadanya. Adapun mukjizat Nabi Daud AS adalah sebagai berikut:

    1. Menang Melawan Jalut

    Pertempurannya melawan Jalut yang bertubuh bagai raksasa ini menjadi kisah paling terkenal. Bagaimana tidak, pasukan Thalut yang hanya berjumlah 300 orang harus melawan pasukan Jalut berjumlah 8000 orang.

    Meski begitu, Thalut dan pasukannya tidak ingin menyerah karena kalah jumlah. Dengan keberaniannya, akhirnya berhasil membuat pasukan Jalut mundur dan lari.

    Hingga menyisakan Jalut yang memiliki tubuh besar dan kuat, hal ini membuat pasukan Thalut tidak berani maju melawannya. Sampai akhirnya, muncul Nabi Daud yang berani melawan Jalut  bersenjatakan ketapel.

    Nabi Daud melemparkan batu dari ketapelnya, kemudian kena di kedua mata Jalut dan keningnya pecah hingga ia mati. Hal ini sebagai bukti akan kuasa Allah SWT yang melindungi hamba yang beriman kepada-Nya.

    2. Memahami Bahasa Hewan

    Nabi Daud AS adalah salah satu nabi yang memiliki kemampuan memahami bahasa hewan. Beliau sangat menyayangi hewan dan hewan-hewan juga patuh terhadap Nabi Daud, serta sangat menyayangi nabinya.

    Kemampuan atau mukjizat ini juga nantinya Allah SWT berikan kepada anak Nabi Daud AS yang bernama Nabi Sulaiman. Nabi yang bisa mengerti dan memahami bahasa hewan, serta patuh kepadanya.

    3. Memiliki Suara Sangat Merdu

    Mukjizat Nabi Daud selanjutnya adalah Allah anugerahi suara yang sangat merdu. Bahkan, suaranya ini memiliki keajaiban bisa membuat orang yang sakit menjadi sembuh dan sehat kembali saat mendengarnya.

    Selain itu, suara nyanyian merdu Nabi Daud juga bisa membuat angin dan air di sekitarnya menjadi damai dan tenang. Termasuk burung-burung dan gunung-gunung turut memuji kebesaran Allah lewat Nabi Daud.

    “Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan, dan ingatlah hamba Kami, Daud, yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). 

    Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Mereka semua amat taat kepada Allah.” (QS. Shad: 17-19).

    4. Menciptakan Baju Zirah Perang

    Nabi Daud memiliki kekuasaan dan bisa menjadi raja karena dari perang. Beliau memiliki kemampuan perang yang tangguh dan handal. Selain itu, Nabi Daud pun mampu menciptakan baju besi atau zirah untuk berperang.

    “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Daud, lalu Kami berfirman: “Hai gunung-gunung bacalah tasbih berulang bersama Daud, begitu pula burung-burung, dan besi itu kami jadikan lunak di hadapannya. 

    Buatlah serta tenunkan baju besi, lalu kerjakan amalan yang shaleh, sesungguhnya Aku melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Saba: 10-11).

    Berkat kemampuannya ini, tidak heran jika Nabi Daud terkenal sebagai raja yang berani dan cerdik dalam berperang. Hal ini karena tidak lepas dari pasukan perang yang memiliki senjata dan alat perang lengkap.

    Oleh karena itu, beliau bisa bertahan menjadi raja bagi kaum Bani Israil selama 40 tahun karena memiliki pasukan yang kuat dan selalu memenangkan pertempuran.

    Setelah memimpin kerajaan Bani Israil selama 40 tahun, Nabi Daud wafat pada tahun 970 SM. Salomo adalah putra Batsyeba binti Amiel menggantikannya.

    Peninggalan Nabi Daud AS

    Puasa Daud merupakan adalah puasa yang sehari puasa sehari berbuka yang masih mempraktekannya hingga saat ini. Beliau gemar berpuasa kepada Allah SWT. Karenanya Allah menyukai menjalankan puasa Daud.

    Dalam hadits Rasulullah SAW diriwayatkan Abdullah bin Amr:

    ”Puasa yang lebih disukai Allah ialah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah, adalah shalat Daud. Beliau tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, tidur seperenamnya. Beliau berpuasa satu hari, lalu berbuka satu hari.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Selain itu, peninggalan Nabi Daud yang berada di sekitar Kota Yerusalem seperti Istana Nabi Daud, yang penemunya adalah para arkeolog dari Hebrew University dan Israel Antiquities Authority. 

    Istana Nabi Daud AS adalah berupa dua bangunan kuno yang mengklaimnya sebagai banhunan terbesar di abad ke-10, pada masa Kerajaan Yehuda.

    Para arkeolog berpendapat, bahwa tempat itu pernah Nabi Daud huni, hal ini karena tidak ada sisa babi. Sebab, Nabi Daud dan para pengikutnya tidak memakan babi.

    Peninggalan berikutnya adalah mihrab Nabi Daud AS yang ada di luar masjidil Aqsha. Meski sempat runtuh, tapi mihrab ini kemudian berdiri kembali oleh Sultan Hisamudin sekitar tahun 696 atau 1298 hijriah.

    Sebenarnya masih ada beberapa peninggalan lainnya yang bisa kita ketahui, seperti tambang besi yang menurut penelitian tempat ini dulunya digunakan untuk membuat baju besi atau baju zirah perang saat itu.

    Hikmah dari Kisah Nabi Daud AS

    Kisah Nabi Daud mengandung banyak pelajaran dan hikmah bagi umat manusia. Beliau menjadi tauladan bagi umat manusia karena selalu mengajarkan kebaikan dan keteguhan iman yang bisa mengalahkan kejahatan.

    Meskipun tampak tidak mungkin, tetapi dengan keberanian dan keimanan yang kuat, maka kita bisa menghadapi segala sesuatu dengan mudah.

    Selain itu, pelajaran dari kisah perang melawan Jalut. Beliau adalah sosok nyata yang mengajarkan bahwa kekuatan hati dan jiwa lebih besar dari kekuatan fisik. Semua karena keberanian dan keyakinan.

    Kita harus percaya bahwa Allah SWT selalu menolong hamba yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Setiap halangan dan rintangan tentu bisa terlewati dengan menghadapi penuh kegigihan dan perjuangan.

    Demikian penjelasan tentang kisah Nabi Daud dan mukjizatnya yang bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk beriman kepada Allah SWT. Setiap kesuksesan tentu perlu meraihnya dengan penuh perjuangan dan keyakinan.

  • Kisah Nabi Yunus AS dan Hikmah dari Kisahnya

    Kisah Nabi Yunus AS dan Hikmah dari Kisahnya

    Salah satu kisah nabi yang menarik perhatian dalam perjalanan dakwahnya yaitu Nabi Yunus AS. Apalagi kisah Nabi Yunus AS ketika berada di tengah laut dalam posisi ditelan seekor ikan besar.

    Tidak hanya pembelajaran dari kisah itu saja, akan tetapi saat Nabi Yunus AS wafat pun juga tidak henti-hentinya dalam memberikan pelajaran.

    Oleh sebab itulah, ulasan lengkap beserta hikmahnya kita ambil untuk ambil pelajaran dalam hidup.

    Mengenal Nabi Yunus AS

    Kisah teladan Nabi Yunus AS dimulai ketika beliau lahir. Nabi Yunus AS lahir di Irak, tepatnya di sebuah kampung yang bernama Ninawa. Penduduk kampung Ninawa menyembah atau menuhankan berhala.

    Nabi Yunus AS merupakan nabi yang asalnya dari suku Benyamin. Ayahnya sudah terlebih dahulu wafat tidak lama setelah kelahiran beliau.  Allah SWT telah mengutus Nabi Yunus AS untuk mengajak umatnya bertaubat kepada Allah SWT.

    Nabi Yunus AS adalah nabi yang mulia, dengan nama lengkap Yunus bin Mata. Pernah suatu ketika Nabi Muhammad SAW berkata, “Janganlah kalian membanding-bandingkan aku atas Yunus bin Mata.”

    Selain nama Yunus, Nabi Yunus AS dikenal juga dengan nama Dzun Nun dan Yunan. Beliau yang diutus oleh Allah SWT untuk mengajak kaumnya menuju jalan kebenaran dan kebaikan.

    Beliau juga mengingatkan kepada kaumnya akan kedahsyatan hari kiamat sekaligus menakut-nakuti sadisnya neraka, dan memberikan iming-iming keindahan surga.

    Kisah Nabi Yunus AS Menyerukan Perintah Allah SWT

    Melanjutkan dari kisah sebelumnya, kisah Nabi Yunus AS ini masih panjang untuk kita ketahui bersama. Bahkan kisahnya terdapat dalam Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 87 hingga 88.

    Dari ayat tersebut, cerita kisah Nabi Yunus AS mendapatkan perintah untuk mengajak dan menyerukan kepada kaumnya untuk beriman dan meninggalkan sesembahannya selain Allah SWT.

    Allah SWT menurunkan sebuah wahyu yang berisi perintah Nabi Yunus  AS untuk terus berupa menyerukan perintahnya. Wahyu Allah SWT mengatakan untuk menyerukan pada umat Ninawa agar beriman kepada Allah SWT selama 40 hari.

    Dimana jika waktu ke 40 hari tersebut kaumnya belum juga beriman, maka akan datang siksaan Allah SWT kepada kaum tersebut. Setelah melewati hari ke-37, kaum Nabi Yunus AS tidak menghiraukan seruan tersebut.

    Maka, saat sampai pada hari ke 40 malam harinya, terlihat awan hitam yang bergumpal di tepi langit.

    Baca juga: 7 Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa, Muslim Harus Tahu!

    Perjuangan Dakwah Nabi Yunus AS

    Begitu hebatnya perjuangan dakwah Nabi Yunus AS, sebab perjalanan yang beliau lalui sangatlah panjang. Bahkan, harus melintasi padang pasir yang luas dan gersang dari negeri Syam.

    Hingga akhirnya, Nabi Yunus AS sampai di Ninawa. Akan tetapi, beliau melihat para penduduknya sudah tenggelam dalam ajaran menyembah berhala, ritual ini sudah berlangsung sejak lama.

    Nabi Yunus AS yang merupakan penduduk baru, sehingga dianggap asing oleh penduduk setempat. Saat beliau memulai dakwahnya untuk menyerukan perintah Allah SWT, kaum tersebut malah mengolok-olok Nabi Yunus AS.

    Bahkan, hingga Nabi Yunus AS tidak pernah dianggap oleh kaum Ninawa tersebut. Beliau dianggap telah melakukan penghinaan terhadap agama nenek moyangnya yaitu berhala.

    Walaupun penolakannya sangatlah keras, Nabi Yunus tetap menjalankan semuanya dengan penuh kesabaran. Hingga waktu terus berjalan, kondisi pun tetap tidak berubah. 

    Kini, Nabi Yunus AS sudah berdakwah pada kaum Ninawa selama 33 tahun. Dari dakwahnya 33 tahun itu, hanya ada dua orang penduduk Ninawa yang mengikuti dan mendengarkan beliau. Kedua penduduk itu bernama Tanuh dan Rubil. 

    Akhirnya sampai di titik kesabaran Nabi Yunus AS hilang untuk menghadapi kaum yang keras. Beliau berniat untuk meninggalkan kaumnya setelah memberikan peringatan bahwa azab Allah SWT akan datang. 

    Kemudian, barulah Nabi Yunus AS pergi meninggalkan kaumnya dalam keadaan kecewa, marah dan sedih. Sayangnya, kepergiaan Nabi Yunus AS ini tanpa seizin Allah SWT. 

    Maka dari itu, Allah SWT menggambarkan Nabi Yunus AS dengan kata melarikan diri. Hal ini sebagaimana yang termuat dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat ayat 139 hingga 140.

    وَاِنَّ يُوْنُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ (139)

    اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ (140)

    Wa inna yunusa laminal-mursalin (139)

    Iz abaqa ilal-fulkil-masyhun (140)

    Artinya:

    “Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul (139), ingatlah ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan (140).”

    Walaupun begitu, kisah Nabi Yunus AS tersebut tetap mencerminkan bahwa beliau tetap ridha atas segala ketentuan Allah SWT.

    Beliau menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Artinya, seorang hamba sebenarnya tidak boleh marah atau merasa kesal atas kehendak-Nya.

    Hal ini juga yang mendasari Allah SWT melarang Nabi Muhammad SAW menjadi seperti nabi yang pemarah, alias seperti nabi yang pernah ditelan ikan yaitu Nabi Yunus AS.

    Sebagaimana yang telah termuat dalam Al-Quran Surat Al-Qalam ayat 48  yang berbunyi sebagai berikut:

    فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِۘ اِذْ نَادٰى وَهُوَ مَكْظُوْمٌۗ

    Fasbir lihukmi rabbika wa la takun kasahibil-hut iz nada wa huwa makzum

    Artinya:

    ”Maka bersabarlah kamu hai Muhammad terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam perut ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah kepada kaum-Nya.”

    Baca juga: Penjelasan 5 Rukun Islam Beserta Contoh dan Maknanya

    Kisah Nabi Yunus Melemparkan Diri ke Laut

    Melanjutkan dari kisah Nabi Yunus AS yang meninggalkan kaumnya dengan cara menepi ke laut terlebih dahulu. Kemudian beliau bertemu sekelompok orang yang berada di kapal.

    Karena sekelompok orang tersebut mengenali Nabi Yunus AS, mereka pun memutuskan untuk memberikan tumpangan kepada Nabi Yunus AS. Akan tetapi, kisah Nabi Yunus AS ini masih berlanjut dengan beberapa keanehan.

    Dimana setelah beberapa saat berlayar, kapal yang ditumpangi oleh Nabi Yunus AS beserta rombongannya itu mendadak berhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanannya.

    Anehnya lagi, ketika melihat ke kiri dan kanannya kapal lain tetap berlayar seperti biasanya. Sedangkan kapal yang ditumpangi oleh Nabi Yunus dan rombongannya hanya terombang-ambing di atas laut.

    Ada juga yang mengatakan bahwa kisah Nabi Yunus AS di atas kapal ini diterjang oleh ombak laut menjadi dahsyat. Bahkan, angin menjadi lebih kencang. Sehingga, membuat kapal hilang kendali dan hampir saja tenggelam.

    Itulah alasan yang membuat  Nabi Yunus AS memutuskan untuk mengurangi satu penumpang yang berada dalam kapal. Pengurangan satu orang dengan menggunakan cara undian.

    Sebelum mengambil keputusan tersebut, sebenarnya sudah mengambil cara lain yaitu  untuk membuat barang bawaannya ke dalam laut.

    Tentu saja berharap bebannya berkurang, sehingga kapal akan berjalan stabil kembali. Dan ternyata hasilnya berbeda, yang mengharuskan Nabi Yunus AS beserta rombongannya untuk mengambil keputusan yang pahit.

    Sebelumnya beliau juga menyadari jika diamnya kapal atau terkunjangnya kapal tersebut karena ditumpangi oleh seorang hamba yang lari dari tuhannya. Ini sesuai dengan firman Allah SWT melalui Al-Quran Surat Ash-Shaffat ayat 140.

    اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ

    Iz abawa ilal-fulkil-masyhun.

    Artinya:

     “(Ingatlah) ketika dia berlari ke kapal yang penuh muatan.”

    Dari sinilah Nabi Yunus AS menawarkan diri untuk dilemparkan ke tengah lautan agar kapal bisa berjalan stabil kembali. Tapi, para penumpang menolak sebab mereka tahu bagaimana kemuliaan Nabi Yunus AS kepada Allah SWT.

    Hingga akhirnya, mengambil jalan penawaran lain melalui undian tersebut. Semua orang diminta untuk menuliskan nama masing-masing, dan barangsiapa yang namanya keluar maka dialah yang terlempar ke laut.

    Proses pengundian pun berlangsung, pengundian pertama pun dimulai. Kisah hidup Nabi Yunus yang namanya terpilihpada undian pertama membuat seluruh penumpang menolak hasil tersebut.

    Akhirnya pengundian kedua dilaksanakan kembali. Tetap saja, yang keluar adalah nama yang sama yaitu Yunus. Dan sampai pada pengundian ketiga, nama Nabi Yunus AS tetaplah yang keluar.

    Walaupun penumpang masih keberatan, akan tetapi Nabi Yunus menerima hasilnya dengan keikhlasan. Sebab sungguh itu merupakan kehendak Allah SWT.

    Kisah Nabi Yunus AS dalam Al-Quran, salah satunya yang mendukung pada Surat  Surat As-Saffat ayat 141 yang berbunyi sebagai berikut:

    فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَۚ

    Fa sahama fakana minal-mudhadin.

    Artinya:

    “Kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).”

    Nabi Yunus AS  segera menghempaskan diri ke laut. Tetapi, belum juga tubuh beliau menyentuh air laut beliau sudah terlebih dahulu disambar oleh ikan besar.

    Dan para penumpang yang melihat itu pun yakin bahwa Nabi Yunus AS tidak selamat dari kematian, sebab tubuh beliau sudah masuk ke dalam perut ikan paus.

    Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus

    Melanjutkan dari kisah Nabi Yunus AS sebelumnya yang sudah ditelan oleh ikan paus. Sebagaimana yang telah dilansir dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat ayat 141 yang artinya “Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.”

    Tafsiran dari keadaan tercela tersebut yaitu Nabi Yunus AS meninggalkan kaumnya dalam kondisi yang kesah. Lantaran adzab tak juga datang menimpa kaum Ninawa, yang mengharuskan beliau lari dari kaum tersebut tanpa seizin Allah SWT.

    Dalam beberapa riwayat pun menyebutkan bahwa saat Nabi Yunus AS melemparkan diri ke laut, cuaca kembali cerah dan lautan kembali terang. Sebenarnya ikan besar itu merupakan perintah Allah SWT.

    Ikan tersebut diperintah untuk mendekat dan menelan Nabi Yunus AS tanpa membuat remuk tulang dan dagingnya. Pendapat lain mengatakan jenis ikan yang menelan Nabi Yunus AS yaitu ikan Nun.

    Dasarnya dari rujukan Surat Al-Anbiya ayat 87 yang menggambarkan kisah Nabi Yunus adalah: 

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

    Wa zan-nuni iz-zahaba mugadiban fa zanna allan naqdira ‘alaihi fa nada diz-zulumati alla ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zalimin.

    Artinya: 

    “(Ingatlah pula) Dzun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Ikan besar itu disebut-sebut masih dalam keadaan hidup hingga saat ini, dan akhirnya akan terus hidup hingga hari kiamat kelak. Pernyataannya diperkuat dengan merujuk pada Surat As-Shaffat ayat 144 yang berbunyi:

    لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ

    Lalabisa fi batnihi ila yaumi yub’asun.

    Artinya:

    “Niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan.”

    Kemudian, lanjutkan kisah Nabi Yunus AS ditelan oleh ikan paus yaitu ikan terus menyelam hingga membawa ke dasar lautan yang sangat gelap. Kegelapannya meliputi kegelapan laut, kelegalapan perut ikan dan juga kegelapan malam.

    Penyesalan dan Taubatnya Nabi Yunus AS

    Melanjutkan kisah Nabi Yunus dimakan ikan paus, dalam perut ikan tersebut Nabi Yunus AS mendengarkan tasbih dari kerikil dan juga hewan-hewan laut. Maka, Nabi Yunus pun juga menyeru dan bertasbih kepada Allah SWT.

    Beliau mengakui dan menyesali atas segala kesalahan yang diperbuat. Terdengarlah semua penyesalan itu, maka Allah SWT mengampuninya dan mengabulkan semua permintaannya.

    Permohonan Nabi Yunus AS juga termuat dalam Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 88 yang berbunyi:

    فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ

    Fastajabna lahu wa najjainahu minal-gamma, wa kazalika nunjil-mu’minin.

    Artinya:

    “Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kesedihan. Dan demikianlah kami selamatkan orang-orang yang beriman.”

    Diperkuat lagi dalam ayat kisah Nabi Yunus AS pada Surat As-Shaffat 143 dan 144 yang berbunyi:

    فَلَوْلَآ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ ۙ (143)

    لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ (144)

    Falau la annahu kana minal-musabbihin (143)

    Lalabisa fi batnihi ila yaumi yub’asun (144)

    Artinya:

    “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah (143) niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit (144).”

    Sehingga, kesimpulannya bahwa karena tasbih dan taubatnya Nabi Yunus AS kepada Allah SWT.  Maka, ia sudah hancur dalam perut ikan besar tersebut hingga hanya menunggu hari kebangkitan saja.

    Setelah penyesalan dan taubatnya tersebut, kisah Nabi Yunus AS yang penuh makna ini belum berakhir. 

    Sebab beliau kembali berdoa, dan Allah SWT memerintahkan ikan besar untuk memuntahkannya di tempat yang diperintahkan oleh Allah SWT. Adapun firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat ayat 145 yang berbunyi:

     فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ

    Fa nabaznahu bil-‘ara’I wa huwa saqim.

    Artinya:

    “Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.”

    Berbagai sumber menyebutkan bahwa kisah cinta Nabi Yunus AS yang penuh makna ini disebutkan Nabi Yunus dimuntahkan dari perut ikan dalam keadaan lemah, sakit dan beberapa kulitnya mengelupas.

    Lantas hal itulah yang menunjukkan bahwa beliau berada dalam perut ikan dalam waktu yang cukup lama. 

    Selain itu, kulit yang mengelupas disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW akibat gesekan yang Nabi Yunus alami selama berada dalam pencernaan ikan besar tersebut.

    Selanjutnya, kisah Nabi Yunus AS tidak hanya berhenti disitu saja. Nyatanya, Allah SWT yang Maha Baik ini menumbuhkan sebuah pohon seperti pohon labu di tempat Nabi Yunus AS dimuntahkan.

    Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Ash-Shaffat ayat 146 yang berbunyi:

    وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ

    Wa ambatna ‘alaihi syajaratam miy yaqtin.

    Artinya: 

    “Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.”

    Lantas Nabi Yunus AS berlindung di bawah pohon tersebut, selain berlindung beliau juga memakan buahnya. Akan tetapi, selang waktu berlalu pohon pun kering. Akhirnya beliau Nabi Yunus AS menangis.

    Dan Allah menurunkan wahyu sekaligus teguran kepada Nabi Yunus AS, “Apakah kamu menangis karena pohon itu kering. Tetapi, kamu tidak menangis karena seratus ribu orang atau lebih yang ingin engkau binasakan.”

    Taubatnya Kaum Ninawa dan Kembalinya Nabi Yunus AS

    Selang berjalannya waktu, Nabi Yunus AS pun sehat kembali. Kemudian beliau diperintah Allah SWT untuk pulang kembali menuju kaumnya. Saat sampai di tujuan, Nabi Yunus terkejut melihat kaumnya telah beriman kepada Allah SWT.

    Dan kaum tersebut juga memberitahu kepada Nabi Yunus AS bahwa Allah SWT telah menerima taubat kaum tersebut. Allah SWT berfirman dalam Surat Ash-Shaffat ayat 148 yang berbunyi:

    فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ

     Fa’amanu famatta’nahun ila hin.

    Artinya: 

    “Lalu, mereka beriman. Karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.”

    Waktu sepeninggalan Nabi Yunus AS yang kecewa pada kaumnya, Allah SWT benar-benar memberikan azab. Azab yang berbagai bentuk mulai dari langit gelap, petir menggelegar, angin kencang yang menyapu semua rumah, ladang dan lainnya.

    Hingga terjadinya gempa besar yang membuat kaum Ninawa sadar bahwa peringatan yang Nabi Yunus AS sampaikan memang benar adanya. Hal itulah yang membuat kaum Ninawa bertaubat dan menyebut nama Allah SWT.

    Hikmah Kisah Nabi Yunus AS

    Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa kisah Nabi Yunus AS mempunyai banyak makna dan hikmah. Utamanya terkait mendekatkan diri kepada Allah SWT. Untuk informasi lengkapnya simak ulasanya di bawah ini:

    1. Sabar saat Menyebarkan Kebaikan

    Seperti kisah Nabi Yunus AS yang meninggalkan kaumnya dalam kondisi kecewa dan marah. Perilaku tersebut menunjukkan sifatnya kurang bersabar dalam menyebarkan kebaikan, dan jelas perilaku ini tidak disukai oleh Allah SWT.

    Hal itulah yang membuat Nabi Yunus AS mendapatkan kesulitan yang lebih berat sebagai pembelajaran hidup kita semua. Beliau mendapatkan cobaan dengan terlemparnya diri dan ditelan ikan besar.

    2. Mengingat Allah SWT

    Tidak dapat kita pungkiri bahwa kisah Nabi Yunus AS mengajarkan kita sebagai hamba untuk selalu mengingat Allah SWT. Itulah yang dilakukan oleh Nabi Yunus AS, tidak hanya mengingat pada waktu-waktu sulitnya saja.

    Namun, juga harus mengingat Allah SWT dalam keadaan lapang dan senang. Sebab Allah SWT menjanjikan kemudian di dalam kesulitan jika hamba-nya selalu mengingat Allah SWT.

    3. Berserah Diri pada Allah SWT

    Hikmah dari kisah Nabi Yunus AS selanjutnya yaitu untuk selalu berserah diri pada Allah SWT. Dalam kisah hidupnya, Nabi Yunus AS segera menyadari bahwa ia melakukan kesalahan dan terus memohon ampun kepada Allah SWT.

    Nabi Yunus AS mengucapkan kalimat tauhid, kalimat tasbih dan kemudian dilanjutkan dengan berdoa sekaligus berdzikir untuk mengakui semua kesalahannya sebagai manusia.

    Demikian kisah Nabi Yunus AS yang penuh makna dan hikmah. Terpenting sebagai manusia kita tidak boleh lupa akan kuasa Allah SWT, dan senantiasa mengingat Allah SWT dalam keadaan apapun.

  • Arti Nama Daffa dalam Islam dan 10 Ide Rangkaian Namanya 

    Arti Nama Daffa dalam Islam dan 10 Ide Rangkaian Namanya 

    Daffa merupakan nama populer untuk disematkan pada anak laki-laki. Tapi, tahukah kita apa arti nama Daffa dalam Islam? Benar, saking populernya, ternyata Daffa memiliki makna yang sangat kuat, lho.

    Jika dilihat lebih dalam, Daffa bisa dibilang sebagai nama bernuansa Arab dan Islami. Nama bernuansa Arab dan Islami ini memang sedang tren. Masing-masing orangtua tentu memiliki harapan agar anak bisa menjadi sosok muslim yang sangat baik.

    Berdasarkan hal itu, memberi nama pada anak yang masih menjadi bayi baru lahir menjadi momen penting. Tidak sekadar hanya cocok, tetapi setiap nama yang diberikan mengandung doa yang akan orangtua panjatkan.

    Salah satu nama yang sangat populer dan memiliki makna positif di kalangan muslim adalah Daffa. Jadi, apa artinya dalam Islam? Mari kita cari tahu sekaligus mengetahui gagasan rangkaian nama agar maknanya semakin kuat.

    Arti Nama Daffa dalam Islam

    Daffa rupanya tidak hanya menjadi salah satu nama populer di Indonesia. Ternyata nama ini juga sering digunakan di negara lain, terutama negara-negara Islam seperti Malaysia, Irak, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Bangladesh.

    Dalam penggunaannya, nama Daffa sendiri sebagai nama anak laki-laki sudah sangat populer, terutama pada era 1990-an. Tidak hanya bagi umat Muslim, tetapi juga bagi kaum non-Muslim.

    Di dunia kepenulisan fiksi seperti novel, film, dan sinetron, nama Daffa juga menjadi nama yang populer.

    Nama Daffa ini sebenarnya memiliki begitu banyak makna, lho. Pasalnya, kata Daffa lazim ditemukan dalam berbagai bahasa. Apa saja artinya?

    Dalam bahasa Arab, Daffa memiliki makna hangat atau kehangatan. Berdasarkan arti ini, kita bisa menggunakan nama ini dengan harapan anak laki-laki menjadi sosok penuh kehangatan.

    Sementara dalam bahasa Urdu, Daffa memiliki arti pembelaan, bertahan, mendukung, dan membesarkan hati. Dari arti bahasa Urdu, terdapat harapan bahwa anak laki-laki tersebut bisa menjadi sosok pembela penuh keberanian.

    Baca juga: 4 Doa Susah Tidur, Agar Dimudahkan Terlelap dan Memperoleh Perlindungan Allah SWT

    Tidak jauh berbeda dari bahasa Urdu, Daffa dalam bahasa Persia memiliki makna bergerak bersama-sama secara perlahan dalam barisan atau menyebar. Bisa dibilang arti itu dapat diibaratkan sebagai sosok prajurit pemberani.

    Dari ketiga makna itu, terdapat sebuah kesimpulan yang bisa kita ambil. Daffa memiliki makna pembela penuh keberanian dan kehangatan. 

    Hal ini bisa berarti anak laki-laki bernama Daffa memiliki harapan agar bisa menjadi pribadi yang gagah dan penuh kasih.

    Umumnya, nama adalah sebuah doa dari orangtuanya. Berdasarkan hal itu, arti nama Daffa dalam Islam mengandung potensi sifat baik yang akan tertanam pada dirinya.

    Dari arti kehangatan dan penuh kasih, anak laki-laki bernama Daffa memiliki potensi untuk mendapatkan sikap dermawan dan tidak egois. Alhasil, ia sering menolong sesamanya yang sangat membutuhkan pertolongan.

    Sementara dari makna prajurit gagah memiliki pertanda bahwa terdapat potensi sifat pemimpin yang cermat dan dapat terpercaya. Ia juga bisa menjadi sangat cerdas dan pandai.

    Pada akhirnya, potensi tersebut bergantung dari berbagai faktor untuk membentuk kepribadian anak kelak. Di antaranya pola asuh keluarga, lingkungan, dan lingkaran pertemanan.

    Alasan Wajib Memberi Nama dengan Makna Positif

    Meski potensi sifat dari nama bergantung dari berbagai faktor, Arti nama Daffa dalam Islam memiliki berbagai makna positif yang sangat kuat. Boleh jadi, itu sebagai nama depan yang lazim menjadi panggilan, nama tengah, atau nama belakang.

    Saat sudah menentukan satu nama, kini saatnya untuk memberi nama lengkap. Kita memerlukan rangkaian nama untuk sang buah hati. Tentu saja, rangkaian nama tersebut harus juga bermakna positif.

    Memang, pemberian nama bisa dibilang terdengar sepele. Tetapi hal ini justru menjadi momen penting bagi buah hati. Dalam Islam, nama mengandung doa dan harapan dari orangtua untuk membentuk kepribadian anak.

    يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

    Artinya:

    “Hai Zakariyya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang serupa dengannya.” (Q.S. Maryam: 7)

    إنكم تُدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم فأحسنوا أسماءكم

    “Sesungguhnya kamu sekalian akan diseru/dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kamu dan nama-nama bapa kamu. Oleh demikian, elokkanlah nama-nama kamu.” (HR. Imam Abu Daud dari Abu Darda ra.)

    Berdasarkan kedua dalil ini, sudah sepatutnya bagi kita, sebagai orangtua, memilih nama yang baik bagi akan. Nama tersebut menjadi identitas anak dari lahir hingga akhir hayatnya.

    10 Rangkaian Nama Daffa

    Terdapat banyak rangkaian nama Daffa yang bisa menjadi nama lengkap dengan makna positif. Berikut adalah 10 rangkaian nama Daffa yang bisa melengkapi arti gagah dan penuh kasih:

    1. Daffa Adzriel

    Adriel memiliki makna baik dan pemberi ampun. Jika digabungkan, Daffa Adzriel memiliki arti sosok laki-laki yang menjadi pemimpin penuh kebaikan.

    2. Daffa Alfarezel Zaidan

    Secara Islami, Alfarezel memiliki makna kebaikan yang sempurna. Sedangkan Zaidan memiliki makna kelebihan dan tambahan. Kelebihan di sini maksudnya adalah keunggulan.

    Apabila digabungkan sebagai Daffa Alfarezel Zaidan, nama ini memiliki makna sosok pemimpin penuh kebaikan yang melindungi pihak lemah.

    3. Daffa Daniyal Arwan

    Daniyal memiliki arti cerdas. Sementara Arwan, diambil dari kata Persia, berarti pemberani. Dengan kata lain, Daffa Daniyal Arwan memiliki makna sosok pemimpin cerdas dan pemberani.

    4. Daffa Dzaky Alfarizi

    Dzaky diambil dari kata Arab yang berarti cerdas. Sementara Alfarizi memiliki makna bersemangat dalam berusaha. Secara keseluruhan, Daffa Dzaky Alfarizi berarti sosok yang cerdas dalam memimpin keluarga sekaligus selalu gigih dalam bekerja.

    5. Daffa Hilal Rafay

    Umumnya, kita sudah tahu hilal dalam bahasa Arab memiliki arti bulan sabit atau cahaya bulan. Sementara Rafay bermakan tertinggi. Apabila digabungkan, Daffa Hilal Rafay berarti sosok pembela umat muslim di muka bumi.

    6. Daffa Khairan Maldini

    Maldini mungkin tidak asing bagi beberapa dari kita. Tapi, ternyata nama itu memiliki makna yang sangat positif dalam bahasa Italia. Maldini, sebagai bentuk lain dari Maldwyn, memiliki makna tegas dan berani.

    Nama Daffa dan Maldini bisa digabungkan dengan Khairan yang berarti kebaikan. Alhasil, nama lengkap tersebut secara keseluruhan memiliki pesan agar anak menjadi sosok pemberani dalam membela kebaikan.

    7. Daffa Radeya Kassandra

    Nama Daffa Radeya Kassandra memiliki arti keseluruhan sosok pembela kebenaran yang menyenangkan. Radeya artinya orang yang menyenangkan. Sedangkan Kassandra (Afrika-Amerika) memiliki makna penolong atau penyelamat.

    8. Daffa Rafisqy Hendy

    Daffa Rafisqy Hendy bisa berarti sosok pembela kebenaran yang hidupnya akan tentram dan bahagia. Hendy, dalam bahasa Indonesia, memiliki arti jalan yang tentram dan bahagia. Sedangkan Rafisqy artinya kebaikan penuh kesempurnaan.

    9. Daffa Sachio Dzuhairi

    Bagi yang menginginkan nama dengan elemen Jepang, Daffa Sachio Dzuhairi bisa menjadi pilihan tepat. Elemen Jepang berupa nama Sachio yang berarti keberuntungan.

    Dzuhairi sendiri merupakan kata Islami bermakna keberhasilan berkat kecerdasan. Dengan demikian, Daffa Sachio Dzuhairi mewakili sosok pemimpin cerdas penuh keberuntungan.

    10. Daffa Sunni Kafeel

    Terakhir, Daffa Sunni Kafeel terdengar terinspirasi dari ajaran Rasulullah SAW. Pasalnya, Sunni adalah penganut ajaran sunnah rasul. Kafeel pun memiliki makna bertanggung jawab.

    Jika digabungkan, terdapat makna sosok penganut ajaran Rasulullah SAW dan selalu bertanggung jawab sebagai pemimpin.

    Demikianlah pembahasan arti nama Daffa dalam Islam dan 10 contoh rangkaian namanya.

  • Arti Nama Azka dalam Islam dan Ide Rangkaian Namanya

    Arti Nama Azka dalam Islam dan Ide Rangkaian Namanya

    Sebagai muslim, apa yang menjadi pedoman kita saat menamai anak laki-laki? Tiap orang tua bisa jadi memiliki jawaban yang berbeda. Contohnya adalah nama Azka. Sebelum menggunakannya, kita tentu mencari tahu arti nama Azka dalam Islam.

    Apakah nama Azka mempunyai makna yang cukup baik?

    Jika jawabannya adalah iya, maka bagaimana rangkaian nama yang cocok dengan nama utama tersebut?

    Arti Nama Azka dalam Islam dan Ide Rangkaian Nama yang Indah

    Anak adalah anugerah yang Allah berikan pada kita. Memberikan hal terbaik untuk anak menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua termasuk nama yang baik. Berikut ini makna nama Azka dalam Islam dan contoh rangkaiannya yang indah:

    1. Arti Nama Azka dalam Islam

    Di dunia ini, ada banyak sekali referensi nama Islam yang baik dan positif. Sebagai orang tua baru, kita mungkin mengalami kesulitan untuk memilih nama terbaik. Apakah nama anak harus berawal dari huruf “A” atau “B” dan “C”?

    Para muslim yang menyukai huruf “A” sebagai awalan nama utama anak laki-laki bisa menggunakan nama Azka sebagai referensi yang bagus.

    Arti nama Azka adalah orang yang suci, berbudi, saleh, taat agama serta penuh kebijaksanaan. Nama ini mungkin identik sebagai nama anak laki-laki, akan tetapi tetap bisa dipakai untuk anak perempuan.

    Jika tertarik menggunakannya untuk anak perempuan, kita bisa menambahkan Azka di bagian tengah. Sementara itu, untuk nama belakangnya bisa diambil dari nama belakang ayahnya atau nama leluhurnya.

    Baca juga: Sholat Tahiyatul Masjid: Niat, Tata Cara dan Waktu Pelaksanaanya

    2. Ide Rangkaian Nama Azka untuk Bayi Laki-Laki

    Setelah mengetahui makna dari nama Azka, tidak ada alasan mengapa kita harus menghindari nama tersebut. Nama Azka untuk bayi laki-laki merupakan nama yang sempurna.

    Kita bisa menggunakan nama ini sebagai nama depan, nama tengah bahkan nama belakang. Hanya perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan saja:

    1. Azka Gemilang Putra yang memiliki makna putra yang gemilang, saleh, bijaksana, dan berbudi luhur.
    2. Azka Hakim Ramadhan. Nama ini bisa kita berikan jika sang bayi lahir di bulan suci Ramadhan. Rangkaian nama tersebut memiliki makna orang yang taat dan bijaksana lahir di bulan Ramadhan.
    3. Azka Fairuza. Nama yang cukup singkat tapi memiliki makna yang bagus. Nama ini artinya orang yang sholeh dan berharga. Fairuza diartikan sebagai batu berharga.
    4. Abian Azka Zayed. Nama yang sangat indah untuk bayi laki-laki. Nama ini bermakna anak laki-laki yang sholeh dan membawa kebahagiaan serta memiliki masa depan yang cerah dan makmur.
    5. Dihyan Azka Sakya. Nama ini bermakna anak yang kuat selayaknya matahari, berbudi luhur, sholeh, dan penuh kebahagiaan.
    6. Abbiya Azka Isander. Rangkaian nama ini juga memiliki makna yang bagus. Nama ini bermakna anak laki-laki yang sholeh, pemberani, cerdas, dan ceria.
    7. Ruri Theo Azka. Nama Azka juga cocok disematkan sebagai nama belakang. Contohnya nama ini yang bermakna anugerah dari Allah di tengah kesepian, anak yang berbudi luhur, sholeh, dan ceria.
    8. Tristan Vamana Azka. Nama ini bermakna gagah berani yang taat agama, ceria dan di masa depan akan dipuji banyak orang.
    9. Mada Jauzan Azka. Nama yang tidak kalah baiknya karena bermakna anak tengah yang sholeh, memberikan kebahagiaan, ceria, juga cerdas.

    Siapa pun akan sepakat jika rangkaian nama Azka di atas sangatlah indah dan cocok untuk nama bayi laki-laki. Rangkaian nama yang memiliki doa baik untuk bayi baru lahir.

    3. Ide Rangkaian Nama Azka untuk Bayi Perempuan

    Nama Azka tidak hanya bagus diberikan untuk bayi laki-laki tapi juga perempuan. Sudah jatuh cinta dengan nama ini? Maka simak contoh rangkaian nama Azka berikut ini:

    1. Azka Zaina Ardiningrum. Nama Azka untuk bayi perempuan yang bermakna anak yang suci, harum, cantik dan berbudi luhur. Anak yang kelak akan berhati suci dan sukses.
    2. Azka Shadan Malayeka. Nama ini bermakna bidadari yang lahir dengan suci membawa kegembiraan.
    3. Azka Syafaah. Nama ini memiliki arti bayi perempuan yang suci, bersih, dan suka memberikan pertolongan.
    4. Azka Rasanah Jadwa. Nama ini cocok diberikan bagi orang tua yang ingin menamai anaknya dengan makna bayi perempuan suci yang dikaruniakan oleh Allah.
    5. Zayyana Azka Nusaibah. Referensi nama Azka di bagian tengah untuk bayi perempuan ini memiliki makna bayi perempuan yang cantik parasnya, suci, serta penyembuh lara orang tuanya.
    6. Mushirah Azka Iffat. Nama ini memiliki makna bayi perempuan yang lahir dengan suci, bijaksana, dan mampu menjaga dirinya sendiri.
    7. Shaqia Ismail Azka. Nama yang cantik ini bermakna anak perempuan suci yang akan membawa kesejukan.
    8. Gashanni Husnul Azka. Nama ini bisa kita berikan untuk anak perempuan yang baru lahir. Makna namanya adalah anak perempuan yang suci, baik, serta cantik.

    Demikianlah beberapa rekomendasi rangkaian nama Azka untuk bayi laki-laki maupun bayi perempuan. Kita bisa mempertimbangkan untuk menggunakan nama ini setelah mengetahui arti nama Azka dalam Islam.

  • Biografi Sunan Kudus: dari Silsilah Hingga Metode Dakwahnya

    Biografi Sunan Kudus: dari Silsilah Hingga Metode Dakwahnya

    Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq adalah salah satu dari sembilan wali yang sangat dihormati dalam tradisi Islam di Indonesia. Beliau dikenal sebagai tokoh sufi dan ulama yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa.

    Beliau dikenal sebagai seorang yang disegani banyak masyarakat karena latar belakang pendidikan dan keluarganya.

    Selain itu, metode dakwah beliau juga sangat menarik mengingat kuatnya Hindu-Budha pada masa tersebut.

    Silsilah Sunan Kudus

    Berdasarkan sumber buku “Sembilan Wali” karya Susilarini menjelaskan Sunan Kudus merupakan anak dari Sunan Ngudung. Beliau merupakan anak seorang panglima dari Kesultanan Demak Bintoro dengan ibu yang bernama Syarifah.

    Dari silsilah ini juga Sunan Kudus memiliki adik yang bernama Sunan Bonang. Pada masa kecil, beliau memiliki nama Raden Amir Haji. Semasa hidup, beliau juga pernah menjadi panglima perang untuk Kesultanan Demak.

    Bahkan, pada masa pemerintahan Arya Penangsang, beliau diamanahkan untuk menjabat sebagai Penasihat. Berada dengan latar pemerintahan membuat beliau cukup disegani dan mudah untuk melakukan penyiaran agama Islam.

    Jika dilihat dari silsilahnya secara jauh, maka Sunan Kudus memiliki garis keturunan dengan Nabi Muhammad SAW. Adapun garis keturunan beliau yang bisa kita ketahui, seperti dibawah ini:

    1. Nabi Muhammad SAW
    2. Sayyidah Fatimah Az-Zahra
    3. Al-Husain
    4. Ali Zainal Abidin
    5. Muhammad Al-Baqir
    6. Ja’far Shadiq
    7. Ali Al-Uraidhi
    8. Ahmad Al Muhajir
    9. Ubaidillah
    10. Ali Khali’ Qasam
    11. Muhammad Shahib Mirbath
    12. Alwi Ammil Faqih
    13. Abdul Malik Azmatkhan
    14. Abdillah
    15. Ahmad Jalaluddin
    16. Jamaluddin Al-Husain
    17. Ibrahim Zainuddin Al-Akbar
    18. Sayyid Fadhal Ali Murtadha
    19. Sunan Ngudung atau Raden Usman Haji
    20. Sunan Kudus atau Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan

    Riwayat Sunan Kudus

    Sunan Kudus atau dikenal dengan nama Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan lahir di Palestina pada 9 September 1400 Masehi atau 808 Hijriah. Beliau merupakan keturunan Raden Usman Haji yang seorang panglima perang Kesultanan Demak.

    Sejak usia dini, Sunan Kudus belajar agama Islam dari ayahnya dan juga dari seorang ulama bernama Kyai Telingsing. Namun, peristiwa penting dalam hidupnya terjadi ketika pertemuan dengan Sunan Ampel.

    Jika ditelusuri lebih lanjut, Kyai Telingsing adalah seorang ulama asal China yang sengaja datang ke Jawa bersama Panglima Besar Cheng Hoo. Kedatangan Kyai Telingsing bersama Cheng Hoo membawa ajaran nilai-nilai Islam yang kuat.

    Adanya Kyai Telingsing juga mampu memperkuat persaudaraan dengan para penduduk Jawa. Sembari mendalami ilmu agama, Sunan Kudus mendapatkan kesempatan untuk menjabat dalam berbagai posisi berbeda di Kesultanan Demak.

    Adapun posisi ini mencakup berbagai jabatan dari yang tertinggi hingga sejak awal beliau diamanahkan oleh kesultanan:

    • Sultan Demak (Penasehat Kesultanan)
    • Panglima Perang Depan
    • Qadhi (Hakin Syariat)
    • Mufti (Pemberi Fatwa atau ahli hukum Islam)
    • Imam Besar Masjid Demak dan Masjid Kudus
    • Mursyid tarekat
    • Naqib Nasab Keturunan Azmatkhan
    • Ketua Pasar Islam Walisongo
    • Penanggung Jawab Pencetak Dinar Dirham Islam
    • Ketua Baitul Mal Walisongo

    Baca juga: 13 Manfaat Sholat Hajat agar Dikabulkan Keinginan dan Harapan

    Perjuangan dalam Penyebaran Islam

    Meskipun menjabat sebagai seorang Senopati, Sunan Kudus tetap melakukan penyebaran ajaran Islam di wilayah Kudus dan sekitarnya. Dalam dakwahnya, beliau selalu menjunjung tinggi sikap yang penuh ketenangan dan kelembutan.

    Tujuannya bukan hanya untuk meyakinkan masyarakat menerima ajaran Islam tanpa paksaan, tetapi juga untuk menegaskan toleransi Islam terhadap keyakinan lainnya. Beliau dikenal sebagai seorang ulama yang suka melakukan perjalanan.

    Bahkan, ada laporan yang menyebutkan bahwa beliau pernah sampai ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji. Ketika berada di Kota Mekkah, Sunan Kudus juga dikenal membantu merawat warga yang terkena wabah penyakit.

    Sebagai penghargaan atas jasanya, beliau diberikan sebatang batu yang berasal dari Baitul Maqdis oleh penguasa setempat saat itu. Batu tersebut kemudian dibawa kembali ke Jawa, di mana ia ditempatkan di dalam Imam Masjid Kudus.

    Metode Dakwah

    Sunan Kudus mengadopsi pendekatan berbasis budaya dalam dakwahnya. Pendekatan ini bertujuan untuk lebih mudah diterima oleh masyarakat dan tidak memberikan kesan pemaksaan kepada masyarakat Jawa saat.

    Hal ini tentunya juga sejalan dengan prinsip Islam yang mengajarkan toleransi dan perdamaian sebagai nilai-nilai inti dalam ajaran yang sesungguhnya.

    Berikut adalah gambaran lebih detail tentang metode dakwah yang diterapkan oleh Sunan Kudus:

    1. Toleransi Antar Agama

    Diketahui bahwa masyarakat Hindu sangat teguh pada keyakinan dan kepercayaan mereka. Oleh karena itu, metode dalam penyebaran Islam secara langsung dianggap sulit untuk diterapkan.

    Beliau tidak secara tegas memaksa masyarakat saat itu untuk langsung memeluk Islam. Sebaliknya, beliau mengundang mereka untuk secara bertahap memahami tentang ajaran-ajaran Islam sebagai agama yang baik dan benar.

    Ja’far Shadiq sungguh menerapkan prinsip toleransi yang tinggi dalam ajaran Islam. Beliau memperbolehkan siapa saja untuk belajar tentang Islam, bahkan jika mereka belum memeluk agama Islam.

    Beliau sangat yakin bahwa seiring berjalannya waktu, mereka akan semakin mengenal dan memahami Islam. Karena memeluk Islam seharusnya muncul dari niat ikhlas dan keinginan pribadi masing-masing individu.

    2. Menyelaraskan dengan Budaya

    Salah satu metode dakwah yang sampai saat ini masih berlaku adalah tradisi Selametan atau Mitoni. Awalnya, tradisi ini merupakan bentuk ucapan selamat terhadap bayi yang baru lahir dengan memberikan sesajen bagi agama Budha.

    Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan ajaran Islam, yang mana seharusnya bentuk ucapan syukur hanya diberikan kepada Allah SWT. Adanya penyimpangan ini menjadi bentuk tanggung jawab Sunan Kudus pada masa tersebut.

    Rekonstruksi Mitoni ini kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai ajaran Islam yang sesungguhnya. Hebatnya, beliau tidak menghilangkan begitu  tradisi tersebut  sehingga sampai saat ini tradisi Mitoni masih berlaku di masyarakat Jawa.

    Sejarah Peninggalan

    Selain meninggalkan ajaran Islam yang masih berakar kuat dalam masyarakat Jawa. Sunan Kudus juga mewariskan sejumlah artefak bersejarah hingga masjid yang sampai saat ini tetap dilestarikan dan dijaga oleh masyarakat Jawa.

    Berikut ini beberapa peninggalan bersejarah dari Sunan Kudus yang bisa kita ketahui:

    1. Masjid dan Menara Kudus

    Masjid Al-Aqsa Manarat yang juga dikenal sebagai Masjid Al Manar terletak di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Salah satu ciri khasnya adalah desain bangunan yang menggabungkan elemen arsitektur Islam, Hindu, dan Buddha.

    Masjid Al-Manar mencerminkan jelas adanya akulturasi budaya yang terjadi pada masa Walisongo di Jawa. Hingga saat ini, masjid yang didirikan pada tahun 1549 Masehi ini tetap menjadi tempat ibadah dan tujuan ziarah ke makam Sunan Kudus.

    Pada acara festival Dandangan yang menyambut bulan Ramadhan, masjid ini selalu ramai. Hal ini karena banyak masyarakat dari berbagai penjuru yang ingin melakukan ziarah ke makam Sunan.

    2. Keris Cintoko

    Salah satu warisan sejarah yang masih terjaga dengan baik adalah keris pusaka Cintoko. Setiap tahun, tepatnya setelah Idul Adha akan ada ritual khusus di mana keris pusaka Sunan Kudus ini dibersihkan dan dijaga.

    3. Dua Tombak Sunan Kudus

    Sunan Kudus sebelum wafat juga meninggalkan dua tombak. Setiap tahun, ritual khusus diadakan untuk merawat dan menghormati tombak ini sebagai pengingat nilai-nilai s yang terkandung di dalamnya, seperti kebijaksanaan dan kekuasaan.

    4. Tembang Asmarandana

    Selain bangunan dan pusaka yang bisa kita lihat hingga sampai saat ini, beliau juga meninggalkan seni berupa tembang (lagu) yang liriknya mencerminkan nilai-nilai ajaran Islam.

    Semua peninggalan ini adalah bukti penting dari warisan Sunan Kudus yang berdampak positif dalam mempertahankan sejarah dan budaya Islam di Jawa. Selain itu, kita juga bisa mengetahui dan mempelajari sejarah secara langsung.

    Sunan Kudus adalah seorang ulama yang berperan penting dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa. Dengan metode dakwahnya yang inklusif dan warisannya yang kuat dalam penyebaran Islam tentunya menjadi kisah menarik.

  • Biografi Sunan Giri: dari Silsilah Hingga Metode Dakwahnya

    Biografi Sunan Giri: dari Silsilah Hingga Metode Dakwahnya

    Mungkin kita hanya mengetahui Sunan Giri sebagai ulama dan pendakwah yang giat menyebarkan syiar Islam. Padahal, sebenarnya beliau juga adalah seorang raja dengan gelar Prabu Satmata, lho!

    Sunan yang termasuk bagian dari Wali Songo ini pernah memerintah Kerajaan yang bernama Giri Kedaton. Pemerintahannya berlangsung pada tahun 1487-1506, berkedudukan di Gresik, Jawa Timur. 

    Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut biografi Sunan yang memiliki banyak nama dan julukan ini, simak informasi lengkapnya pada uraian di bawah!

    Asal Usul Sunan Giri

    Sunan Giri adalah ulama yang lahir pada tahun 1442 Masehi di Desa Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. Beliau lahir dari seorang ibu bernama Dewi Sekardadu dan ayahnya bernama Maulana Ishaq.

    Maulana Ishaq merupakan seorang mubaligh Islam berasal dari Asia Tengah. Beliau menikahi Dewi Sekardadu, yaitu putri Prabu Menak Sembuyu yang termasuk salah satu penguasa di daerah Blambangan.

    Dari pernikahannya, lahir seorang anak yang memiliki nama asli Raden Paku. Beliau juga memiliki nama lain seperti Joko Samudro, Prabu Satmata, Sultan Abul Faqih, dan Raden Ainul Yaqin.

    Saat Raden Paku belajar di Pesantren Sunan Ampel, kemudian beliau pun diberi nama Maulana Ainul Yaqin. Hal ini karena tidak lepas dari kecerdasan yang Raden Paku miliki dalam menimba ilmu tentang Islam.

    Setelah itu, Raden Paku dan putra Sunan Ampel yang bernama Makdum Ibrahim diutus menuntut ilmu di Pasai. Mereka berguru pada Syekh Maulana Ishaq di Pesai. Setelah 7 tahun, mereka kembali ke Jawa.

    Maulana Ishaq memberi amanat kepada Raden Paku untuk mendirikan pesantren. Kemudian, berdirilah pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Gresik.

    Raden Paku yang tinggal di perbukitan ini, akhirnya nama aslinya berubah menjadi Sunan Giri. Menurut bahasa Jawa, giri adalah bukit. Itulah asal usul nama salah satu ulama Wali Songo yang perlu kita ketahui.

    Baca juga: 13+ Keutamaan Majelis Ilmu dan Adabnya, Umat Muslim Wajib Tahu!

    Silsilah Keturunan Sunan Giri

    Berdasarkan banyak sumber, menyebutkan bahwa Raden Paku adalah keturunan dari Nabi Muhammad SAW. Nasab beliau dari jalur keturunan Husain bin Ali. Lebih jelasnya, berikut silsilah keturunan Raden Paku, yaitu:

    1. Nabi Muhammad SAW
    2. Fatimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib
    3. Husain bin Ali
    4. Ali Zainal Abidin
    5. Muhammad Al-Baqir
    6. Ja’far Ash-Shadiq
    7. Ali Al-Uraidhi
    8. Muhammad An-Naqib
    9. Isa Ar-Rumi
    10. Ahmad Al-Muhajir
    11. Ubaidillah
    12. Alwi
    13. Muhammad
    14. Alwi
    15. Ali Khali’ Qasam
    16. Muhammad Shahib Mirbath
    17. Alwi Ammil Faqih
    18. Abdul Malik Azmatkhan
    19. Abdullah
    20. Ahmad Jalaluddin
    21. Husain Jamaluddin
    22. Ibrahim Zainuddin As-Samarqandy
    23. Maulana Ishaq
    24. Ainul Yaqin (Sunan Giri)

    Pada saat Sunan Giri sudah menempuh pendidikan, kerajaan bernama Giri Kedaton ini bertahan hingga 200 tahun. Setelah beliau meninggal, singgasana raja digantikan oleh keturunannya, yaitu antara lain bernama:

    1. Sunan Dalem
    2. Sunan Sedomargi
    3. Sunan Giri Prapen
    4. Sunan Kawis Guwo
    5. Panembahan Ageng Giri
    6. Panembahan Mas Witana Sideng Rana
    7. Pangeran Singonegoro
    8. Pangeran Singosari

    Kisah Saat Menyebarkan Agama Islam

    Setelah mengetahui silsilah keturunan Raden Paku, selanjutnya ketahui perjalanan dakwah beliau dalam menyebarkan syiar Islam. Sunan Giri mulai berdakwah saat setelah mendapatkan bukti terkait wilayahnya.

    Dalam upayanya menyebarkan agama Islam, ada beberapa hal yang beliau lakukan. Apa saja? Yuk, kita cari tahu informasi detailnya di bawah ini.

    1. Mendirikan Pondok Pesantren

    Perjalanan dakwah Raden Paku memulainya dengan mendirikan sebuah pondok pesantren yang bernama Giri. Lokasi pesantren Ini berada di perbukitan di Desa Sidomukti, Kebomas Gresik, Jawa Timur.

    Pesantren Giri adalah pesantren pertama yang berada di daerah Gresik pada Saka Nuju, tahun Jawi Sinong milir atau 1403 saka. Pesantren Giri dikenal sebagai pusat penyebaran syiar agama Islam di Jawa.

    Seiring perkembangan, pesantren tersebut banyak memberikan pengaruh yang luar biasa besar terhadap daerah di sekitarnya seperti Lombok, Madura, Sumbawa, Flores, Sulawesi, Maluku, dan Kalimantan.

    2. Berkembang Menjadi Kerajaan

    Meluasnya pengaruh dan pengikut Raden Paku, hal ini membuat pesantren semakin besar hingga menjadi sebuah kerajaan bernama Giri Kedaton. Kemudian berhasil menguasai wilayah Gresik dan sekitarnya.

    Raden Paku memerintah kerajaan Giri Kedaton mulai dari tahun 1487 M hingga 1909 M dengan gelar Prabu Satmata. Beliau ini memiliki pengaruh besar terhadap kerajaan Islam Jawa maupun luar Jawa saat itu.

    Kepemimpinan Prabu Satmata terbilang cepat yakni 200 tahun. Sepeninggalannya, kemudian dilanjutkan oleh keturunannya. Giri Kedaton dipimpin penguasa bergelar Sunan, Panembahan dan Pangeran.

    3. Memadukan Tradisi dan Ajaran Islam

    Selama berdakwah, Sunan Giri atau Raden Paku memakai strategi memadukan tradisi lokal dengan ajaran agama Islam seperti selamatan, acara keramaian, dan upacara lainnya yang ada unsur Islami.

    Strategi dakwah semacam ini berhasil memikat hati masyarakat dan membantunya memperluas pengaruh agama Islam. Selain itu, beliau juga menciptakan karya seni tradisional yang berhasil menarik masyarakat.

    Adapun karya tradisional tersebut yakni seperti permainan anak, lagu atau gending. Namun, suatu masa kerjaannya runtuh akibat dari serangan Kesultanan Demak, yang merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa..

    Metode Dakwah Sunan Giri

    Dari kisah penyebaran Islam yang dilakukan Raden Paku di atas bisa kita ketahui, bahwa pusat penyebarannya ada di kerajaan Giri Kedaton. Kemudian ajaran Islam ini menyebar ke daerah lain di Indonesia.

    Dalam dakwah, Raden Paku atau Sunan Giri menggunakan metode memadukan tradisi lokal dengan ajaran Islam. Beliau menciptakan lagu untuk anak-anak agar lebih mudah menyerap pelajaran agama Islam.

    Adapun lagu atau tembang anak-anak ini seperti Lir-ilir, Cublak-cublak Suweng, dan Padang Bulan. Lagu-lagi ini sangat terkenal di Jawa Timur, mungkin kita pun pernah mendengar lagu-lagu tersebut.

    Selain itu, beliau juga menciptakan permainan yang ada unsur Islam yaitu Jelungan. Permainan ini memiliki tujuan untuk mengajarkan bagaimana menyelamatkan hidup dengan pegang teguh pada ajaran Islam.

    Itulah metode dakwah Raden Paku terapkan untuk memikat hati masyarakat untuk memeluk dan belajar agama Islam. Beliau pun membuat pesantren sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin belajar agama Islam.

    Contoh Keteladanan Sunan Giri

    Ada banyak sekali contoh keteladanan Sunan Giri yang bisa kita petik hikmahnya, salah satunya adalah metode beliau dalam menyebarkan ajaran Islam di Indonesia. Metodenya unik dan menarik masyarakat.

    Beliau menciptakan lagu dan permainan yang di dalamnya ada unsur Islam. Dengan cara ini masyarakat pun akan lebih mudah mempelajari tentang Islam, sehingga tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam.

    Contoh keteladanan Raden Paku lainnya melakukan dakwah di dalam dunia politik. Beliau memiliki kemampuan negosiasi dan kemampuan memimpin sehingga bisa bersaing dengan kerajaan pada masa itu.

    Menurut beliau, bahwa menjadi ulama dengan pengetahuan luas itu sangat penting terutama tentang agama Islam. Sebab, ketika memimpin penting memiliki pengetahuan agar keberadaannya diakui pemerintahan.

    Tak heran, jika keberadaan Raden Paku di dalam dunia politik sangat diakui oleh orang-orang di pemerintahan. Dengan begitu, beliau memiliki legalitas sehingga dakwah yang beliau lakukan menjadi lebih mudah.

    Peninggalan Sunan Giri Setelah Wafat

    Sunan Giri wafat pada tahun 1505 M dan dimakamkan di Dusun Kedaton, Desa Giri Gajah, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur. Beliau meninggalkan beberapa peninggalan yang perlu kita ketahui, di antaranya:

    1. Giri Kedaton

    Giri Kedaton adalah pusat pemerintahan atau kerajaan Giri yang dipimpin oleh Raden Paku atau Prabu Satmata, nama lain dari Sunan ini. Lokasi Giri Kedaton ini berada di tempat strategis ada di bukit di Desa Mukti.

    Kerajaan Giri Kedaton pada masanya merupakan kerajaan yang besar hingga mampu bertahan sampai 200 tahun yang dipimpin oleh beberapa generasi.

    2. Museum

    Museum Sunan Giri merupakan salah satu peninggalan beliau yang saat ini masih tersimpan rapi. Namun sayangnya, museum ini kurang terawat karena mungkin letaknya yang berada di posisi pojokan.

    Meski begitu, letak museum ini cukup strategis. Tidak jauh dari alun-alun Kota Gresik dan area terminal bus Maulana Malik Ibrahim di Kota Gresik.

    3. Masjid

    Bagi yang suka berziarah ke makam Raden Paku ini, mungkin sudah mengetahui adanya masjid yang bersebelahan dengan makam beliau. Masjid ini adalah murni peninggalannya yang bisa kita kunjungi.

    Bangunan masjid ini memiliki arsitektur yang unik karena adanya kombinasi antara budaya Islam dan Hindu. Kita bisa lihat dari bentuk atas atapnya.

    4. Telogo Pegat

    Telogo Pegat adalah salah satu peninggalan Raden Paku atau Sunan yang berjuluk Prabu Satmata ini. Menurut warga, telaga ini tidak pernah mengalami surut meski terjadi musim kemarau yang panjang.

    Telogo Pegat yang letaknya berada di kawasan Giri, Kebomas ini terdapat larangan bahwa kita tidak boleh berenang karena talaga ini cukup angker.

    Itulah beberapa peninggalan Sunan yang masuk dalam ulama Wali Songo yang perlu kita ketahui. Jika ada kesempatan untuk berziarah ke makam beliau, tidak lupa berkunjung ke tempat peninggalannya.

    Demikian informasi tentang Sunan Giri mulai dari asal-usulnya, kisah perjalanan dakwahnya, dan metode dakwah yang beliau terapkan. Semoga bisa jadi referensi dan menambah pengetahuan bagi kita.

  • Rangkuman Kisah Nabi Isa AS dan Mujizatnya Menghidupkan Orang Mati

    Rangkuman Kisah Nabi Isa AS dan Mujizatnya Menghidupkan Orang Mati

    Nabi Isa adalah nabi ke-24 dari 25 nabi dan rasul yang wajib kita imani. Dari banyaknya kisah kenabian, kisah Nabi Isa merupakan salah satu yang sangat terkenal, terlebih karena mukjizat-mukjizatnya. Bahkan, kelahirannya pun merupakan sebuah mukjizat.

    Nabi Isa sendiri merupakan salah satu dari dua orang nabi yang dilahirkan tanpa ayah. Keduanya diciptakan langsung oleh Allah tanpa melalui hubungan suami-istri layaknya manusia-manusia lain dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah SWT.

    Di dalam Al-Quran, kisah Nabi Isa termuat di banyak sekali ayat sehingga ada banyak kejadian tentang Nabi Isa yang bisa kita ketahui. Adapun kisah lengkap dari nabi ke-24 ini bisa kita simak dalam pembahasan berikut.

    Kisah Kelahiran Nabi Isa AS

    Nabi Isa lahir di Kota Baitul Lahm, Palestina, pada tahun 622 sebelum Hijriah. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kelahiran Isa AS merupakan suatu mukjizat lantaran dilahirkan tanpa adanya ayah seperti pada manusia-manusia lainnya.

    Ibu Nabi Isa adalah Sayyidah Maryam yang merupakan wanita mulia yang diberi gelar ash-shiddîqah oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an. Maryam merupakan sosok yang taat kepada perintah Allah dan senantiasa menjauhi segala larangan-Nya.

    Ia adalah putri dari seorang laki-laki bernama Imran yang merupakan anak keturunan Bani Israil (Nabi Yakub AS). Keluarga Imran merupakan sebuah keluarga pilihan Allah yang mendapatkan keistimewaan berupa nikmat kenabian.

    Hal ini juga dijelaskan dalam Al Qur’an QS. Ali Imran ayat 33-34:

    إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰٓ ءَادَمَ وَنُوحًا وَءَالَ إِبْرَٰهِيمَ وَءَالَ عِمْرَٰنَ عَلَى ٱلْعَٰلَمِينَ

    Innallāhaṣṭafā ādama wa nụḥaw wa āla ibrāhīma wa āla ‘imrāna ‘alal-‘ālamīn.

    Artinya:

    Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing).

    ذُرِّيَّةًۢ بَعْضُهَا مِنۢ بَعْضٍ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    żurriyyatam ba’ḍuhā mim ba’ḍ, wallāhu samī’un ‘alīm.

    Artinya:

    “(sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Dalam Al-Qur’an dan hadis, disebutkan bahwa Maryam berasal dari keluarga yang miskin lantaran ayahnya (Imran) telah meninggal sebelum ia lahir. Karena itulah ia diasuh dan dibesarkan oleh pamannya, Nabi Zakaria.

    Suatu ketika, Maryam mendapatkan kabar gembira dari Malaikat Jibril bahwasanya Ia telah dipilih oleh Allah SWT menjadi satu-satunya wanita di dunia yang terjaga kesuciannya dan terhindar dari segala perbuatan hina.

    Di dalam Surat Ali-Imran ayat 42, Allah SWT berfirman:

    وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

    Wa iż qālatil-malā`ikatu yā maryamu innallāhaṣṭafāki wa ṭahharaki waṣṭafāki ‘alā nisā`il-‘ālamīn.

    Artinya:

    “Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).”

    Ayat di atas dengan jelas menyebutkan bahwa Sayyidah Maryam ‘alaihassalam adalah wanita pilihan Allah SWT (melalui perantara Malaikat Jibril) sebagai satu-satunya wanita di dunia (pada zamannya) yang terjaga kesuciannya.

    Baca juga: Hukuman Mati dalam Islam, Halal atau Haram?

    Malaikat Jibril yang diutus untuk menyampaikan kabar ini menjelma menjadi seorang pemuda dengan paras putih. Maryam yang takut dan mengira bahwa kedatangan Jibril adalah untuk mengganggunya lantas berkata seperti dalam QS. Maryam ayat 18:

    قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

    Qālat innī a’ụżu bir-raḥmāni mingka ing kunta taqiyyā.

    Artinya:

    “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.”

    Mendengar perkataan tersebut, Jibril pun memberitahukan kepada Maryam bahwa Ia bukanlah manusia biasa dan merupakan utusan Allah SWT. Ia ditugaskan untuk memberinya seorang anak laki-laki yang saleh ke dalam rahimnya.

    Maryam lantas menjawab keheranan, “Bagaimana bisa aku mempunyai seorang anak padahal aku tak memiliki suami, aku juga bukanlah seorang wanita pezina.”

    “Sesungguhnya, Allah telah berjanji untuk memberikan anak kepadamu sekalipun engkau tak memiliki suami dan engkau juga bukan wanita pezina” Jawab Malaikat Jibril atas pertanyaan dari Maryam.

    “Hal ini sangat mudah bagi Allah SWT dan akan menjadi bukti atas kesempurnaan dan kuasa-Nya, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam untuk semua yang mengikuti, mempercayai, dan taat kepada-Nya” Imbuh Jibril.

    Setelah itu, Malaikat Jibril meniupkan ruh di bagian kerah baju Maryam. Seketika itu, Ia pun mengandung bayi Nabi Isa AS. Selang waktu berjalan, Maryam lantas mengasingkan diri guna menghindari fitnah dari orang-orang.

    Ia takut kehamilannya tersebut menjadi bahan olok-olokan karena kondisi tersebut terjadi tanpa adanya suami. Kisah Nabi Isa dalam kandungan terjadi selama 9 bulan lamanya, sampai tiba masa menjelang kelahirannya.

    Rasa sakit yang Ia alami memaksanya bersandar di sebuah batang pohon. Ketika Nabi Isa telah lahir, Maryam bersedih karena anak tersebut lahir tanpa adanya ayah. Ia berharap bahwa dia lebih baik mati dan menghilang begitu saja.

    Melihat hal itu, Jibril lantas datang dan menghibur Maryam seraya berkata, “Tak perlu bersedih. Allah telah menciptakan sungai untukmu agar airnya bisa diminum. Engkau juga bisa menggoyangkan batang pohon di dekatmu, niscaya akan berjatuhanlah buah kurma yang telah masak. Engkau juga tidak perlu memperdulikan mereka (orang-orang dari kaummu). Jika mereka melihatmu, jaga lidahmu dari mengatakan sesuatu. Karena apa pun yang engkau katakan tidak akan ada gunanya untuk mereka.”

    Untuk sesaat, Maryam pun bergembira atas mukjizat dari Allah tersebut. Selang beberapa waktu, Sayyidah Maryam akhirnya memutuskan untuk kembali ke kota. Akan tetapi, ketakutannya juga kembali tentang apa yang akan Ia katakan ke orang-orang.

    Hingga akhirnya, kisah Nabi Isa berlanjut dengan Sayyidah Maryam yang menggendong dan mendapati orang-orang menuduhnya telah berzina dengan Yusuf An-Najjar (anak Zakaria) maupun Zakaria.

    Dalam keadaan terdesak dan tak lagi bisa menjawab apa-apa, Ia hanya menunjuk ke arah bayinya. Hal ini seperti dikisahkan dalam QS. Maryam ayat 29:

    فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُوا۟ كَيْفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِى ٱلْمَهْدِ صَبِيًّا

    Fa asyārat ilaīh, qālụ kaifa nukallimu mang kāna fil-mahdi ṣabiyyā.

    Artinya:

    Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka pun berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?.”

    Di sinilah kuasa Allah SWT kembali bekerja sekaligus menjadikan ini sebagai mukjizat Nabi Isa berikutnya. Bayi Nabi Isa yang sedang berada dalam dekapan Maryam sontak mampu berbicara dan berkata:

    قَالَ إِنِّى عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِىَ ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّا

    Qāla innī ‘abdullāh, ātāniyal-kitāba wa ja’alanī nabiyyā.

    Artinya:

    Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.”

    Kisah Nabi Isa selama Berdakwah

    Tahun demi tahun berlalu, hingga Nabi Isa AS akhirnya semakin tumbuh dewasa. Ia juga telah menghafalkan Kitab Taurat dan mengamalkan syariatnya yang telah dibawa oleh Nabi Musa AS untuk kamu Bani Israil.

    Hingga tiba suatu ketika, Allah SWT menyampaikan wahyu kepadanya. Ia pun berbicara kepada kaum Bani Israil dan menceritakan apa yang telah Allah beritakan. Hal ini seperti tercantum dalam QS. sh-Shaff ayat 6 yang berbunyi:

    وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالُوا۟ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

    Wa iż qāla ‘īsabnu maryama yā banī isrā`īla innī rasụlullāhi ilaikum muṣaddiqal limā baina yadayya minat-taurāti wa mubasysyiram birasụliy ya`tī mim ba’dismuhū aḥmad, fa lammā jā`ahum bil-bayyināti qālụ hāżā siḥrum mubīn.

    Artinya:

    Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”

    Kisah Nabi Isa pun berlanjut di usia 30 tahun di mana Ia diangkat oleh Allah SWT sebagai nabi dan rasul, serta diberi kitab suci baru bernama Injil. Kitab tersebut akan menjadi petunjuk bagi mereka yang taat dan bertakwa kepada Allah SWT.

    Nabi Isa AS sendiri memperoleh tugas untuk menyampaikan dakwah kepada kaum Bani Israil, memerintahkan mereka untuk senantiasa menyembah Allah semata, meninggalkan kemaksiatan, dan tidak menyembah selain pada-Nya (berhala). 

    Ia juga mengakui kebenaran kitab suci sebelumnya, yaitu Taurat, yang dibawakan oleh Nabi Musa AS Tak lupa, Ia juga menyampaikan jika akan datang suatu masa di mana seseorang bernama Muhammad akan diutus dan meminta mereka mengikutinya.

    Di dalam perjalanan dakwahnya, kisah Nabi Isa AS tidaklah sendirian. Ia ditemani oleh 12 sahabatnya yang dikenal sebagai Hawariyyun (para pembantu). Mereka ini adalah orang-orang yang percaya terhadap semua risalah dari Nabi Isa. 

    Mereka dengan setia menemani dan membantu Nabi Isa dalam upaya penyebaran Agama Allah. Perjalanan dakwah Nabi Isa sejatinya bukanlah sesuatu yang mudah lantaran banyak dari kaumnya yang justru mendustakannya.

    Banyak pula yang iri kepadanya hingga menudingnya sebagai penyihir. Bahkan, hanya beberapa orang saja yang mau beriman kepadanya. Sementara banyak kaum Bani Israil lain justru menyakiti dan mencoba membunuhnya.

    Mereka iri terhadap segala mukjizat-mukjizat yang dimilikinya. Kelahirannya yang tanpa ayah juga selalu diragukan sehingga Nabi Isa dianggap sebagai anak haram. 

    Kisah Nabi Isa Menghidupkan Orang Mati

    Selain lahir tanpa ayah dan mampu berbicara saat masih bayi, salah satu mukjizat Nabi Isa yang juga sangat terkenal adalah kemampuannya menghidupkan orang mati. Peristiwa ini dikisahkan oleh Ibnu Abbas dalam Tafsir ath-Thabari.

    Suatu hari, orang-orang Hawariyyun (para pengikut Nabi Isa) berkata pada Isa AS, “Dapatkah engkau membangkitkan satu orang saja yang pernah menyaksikan peristiwa banjir dan bahtera Nabi Nuh, tentu Ia bisa menceritakannya kepada kami.”

    Mendengar perkataan itu, Isa AS pun pergi bersama para Hawariyyun ke sebuah tempat di mana terdapat gundukan tanah. Nabi Isa lantas mengambil satu genggam tanah tersebut menggunakan tangannya.

    Kemudian Isa AS berkata, “Apakah kalian tahu tanah apakah ini?”

    “Tentu saja Allah dan rasulnya lebih mengetahuinya” Jawab para Hawariyyun. 

    Nabi Isa AS kemudian menjelaskan, “Ini adalah Ka‘ab Ham bin Nuh.” Kemudian ia memukul gundukan tanah tersebut dengan tongkatnya, seraya berkata “Bangkitlah engkau atas izin Allah SWT.”

    Tak lama kemudian, Ham bin Nuh pun bangkit sambil mengusap tanah di bagian atas kepalanya yang beruban.

    “Apakah seperti itu keadaanmu ketika meninggal?” Tanya Nabi Isa kepada Ham bin Nuh.

    Ia pun menjawab, “Tidak. Aku meninggal saat masih muda, tetapi aku mengira bahwa kini sudah tiba waktunya hari kiamat. Hal itu membuatku ketakutan sehingga rambutku beruban.”

    Kisah Nabi Isa yang dapat membangkitkan orang mati pun berlanjut dengan meminta Ham bin Nuh untuk bercerita tentang bahtera Nabi Nuh.

    Ham bin Nuh lantas bercerita bahwa bahtera tersebut memiliki panjang 1200 hasta dan lebar 600 hasta. Di dalamnya terdiri dari 3 lantai, yang mana lantai 1 berisi hewan peliharaan dan hewan liar, lantai 2 berisi manusia, dan lantai tiga berisi burung.

    Ia melanjutkan ceritanya saat bahtera sudah penuh dengan kotoran dari hewan-hewan ternak. Pada saat itu, Allah mengilhami Nuh untuk menggelitik ekor gajah hingga keluar dari gajah tersebut seekor babi jantan dan babi betina.

    Kedua babi tersebutlah yang akhirnya membersihkan kapal dari kotoran hewan peliharaan yang menumpuk. 

    Kemudian, Nabi Isa kembali bertanya tentang bagaimana cara Nabi Nuh tahu wilayah mana saja yang masih terendam banjir dan mana yang sudah kering.

    Ham bin Nuh kembali menjawab bahwasanya Nabi Nuh mengutus burung gagak untuk memberi kabar kepadanya. Sayangnya, burung gagak tersebut justru berhenti tatkala melihat bangkai binatang dan justru asyik memakannya.

    Lantas, Nabi Nuh pun berdoa agar gagak tersebut diliputi ketakutan. Benar saja, gagak tersebut akhirnya merasa takut sehingga membuatnya tidak senang memiliki sarang. Nabi Nuh lalu memberi tugas yang sama kepada merpati.

    Berbeda dengan gagak, merpati menjalankan tugas tersebut dengan baik dan kembali kepada Nabi Nuh dengan daun zaitun di paruhnya dan tanah liat di kakinya. Kedua benda itulah yang membuat Nabi Nuh tahu kondisi suatu wilayah.

    Lebih lanjut, kisah Nabi Isa yang dapat membangkitkan orang mati ini adalah bentuk mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Peristiwa ini juga menggambarkan peristiwa kebangkitan kelak di hari kiamat.

    Kisah Nabi Isa Diangkat ke Langit

    Permusuhan antara kaum kafir Yahudi dengan Nabi Isa semakin menjadi hingga mereka bermusyawarah untuk menangkap dan berusaha membunuhnya. Saat itu, kamu kafir Yahudi dipimpin oleh seseorang bernama Yahuza.

    Yahuza sendiri merupakan salah satu sahabat Nabi Isa AS yang berkhianat. Di sisi lain, raja yang saat itu berkuasa adalah Raja Herodes. Ia dikenal sebagai raja yang kejam, zalim, dan memusuhi semua seruan yang disampaikan oleh Nabi Isa AS.

    Suatu ketika, Raja Herodes memerintahkan pasukannya untuk mencari Nabi Isa dan membunuhnya. Akan tetapi, atas izin Allah SWT, tempat persembunyian Nabi Isa AS tidak mampu ditemukan oleh pasukan Raja Herodes.

    Sampai akhirnya, Yahuza dapat mencium tempat persembunyian tersebut dan memberitahukannya kepada Raja. Raja lantas meminta Yahuza untuk menyerbu tempat tersebut ditemani oleh para pasukannya.

    Pada saat hendak ditangkap oleh Yahuza dan pasukan raja di dalam persembunyiannya, Allah lantas mengangkat Nabi Isa AS ke langit dan seketika mengubah wajah hingga tubuh Yahuza menyerupai Isa AS.

    Kisah Nabi Isa berlanjut ketika para pasukan raja mengira bahwa yang keluar dari persembunyiannya tersebut adalah benar Nabi Isa sehingga bergegas menangkap dan membawanya kepada raja. 

    Sekalipun Yahuza mengelak bahwa Ia bukanlah Nabi Isa seperti yang mereka cari, tetapi semua pasukan tak mengindahkannya. Pasalnya, Allah telah mengubah fisik dan wajahnya serupa Nabi Isa AS.

    Raja Herodes kemudian memberi perintah untuk membunuh Nabi Isa yang tak lain adalah Yahuza atau juga dikenal sebagai Yudas Iskariot. Peristiwa inilah yang menurut kepercayaan nasrani sebagai peristiwa penyaliban Nabi Isa.

    Keraguan ini dijelaskan secara langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an QS. An-Nisa ayat 157 – 159:

    Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah” Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa (QS. An-Nisa 157).

    Namun, (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS. An-Nisa 158).

    Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka (QS. An-Nisa 159).

    Islam meyakini bahwasanya sampai saat ini Nabi Isa AS masih hidup dan berada di langit. Kelak menjelang kiamat, Ia akan diturunkan kembali ke bumi untuk menjalankan sejumlah tugas, termasuk mendampingi Imam Mahdi dalam memerangi Dajjal.

    Ketika kelak Nabi Isa turun, dunia akan diisi oleh orang-orang yang beriman, menjadi tempat yang adil serta makmur.

    Dari hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ

    Artinya:

    “Demi Allah, sungguh hampir tiba saatnya putra Maryam itu turun di tengah-tengah kalian sebagai seorang hakim yang adil. Maka ia akan memecahkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah/upeti. Dan (saat itu) harta benda berhamburan sampai-sampai tidak ada seorang pun yang bersedia menerimanya (harta pemberian).” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Itulah rangkuman kisah perjalanan Nabi Isa sedari jaman ibunya, Sayyidah Maryam, sampai dengan peristiwa pengangkatannya ke langit. Kisah ini juga dituliskan dalam beberapa ayat Al-Qur’an dan menjadi teladan bagi siapa saja yang meyakininya.

    Rangkaian mukjizat yang dialami oleh Nabi Isa AS sekaligus menunjukkan kebesaran dan kuasa Allah SWT atas nabi dan rasulnya. Semoga rangkuman kisah Nabi Isa di atas bisa memberi manfaat dan teladan untuk kita semua.