Author: Linda Yulita

  • Pentingnya Pembangunan Ekonomi Maritim! Plus Materi Lengkap!

    Pentingnya Pembangunan Ekonomi Maritim! Plus Materi Lengkap!

    Indonesia adalah negara maritim yang terdiri dari ribuan pulau dengan garis pantai yang panjang. Keadaan geografis ini memberikan Indonesia potensi besar dalam mengembangkan ekonomi maritim.

    Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yakni Luhut B. Pandjaitan, tak ragu-ragu menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan menjadi episentrum peradaban maritim dunia. Pernyataan ini beliau sampaikan pada Hari Maritim Nasional tahun 2022 yang lalu. 

    Lantas, apa sih yang dimaksud dengan ekonomi maritim dan mengapa perlu dikembangkan di Indonesia? Yuk, pelajari selengkapnya!

    Apa Itu Ekonomi Maritim?

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekonomi maritim (maritime economics) dapat diartikan sebagai kegiatan ekonomi yang terkait dengan pemanfaatan sumber daya dan potensi yang ada di laut dan wilayah perairan. 

    Sedangkan menurut UU No. 27 Tahun 2007, maritime economics adalah segala kegiatan ekonomi yang terjadi di wilayah pesisir pantai maupun pulau-pulau kecil. Maritime economics melibatkan segala aspek ekonomi yang berkaitan dengan laut, seperti perikanan, pariwisata bahari, industri kelautan, hingga perdagangan maritim.

    Dalam konteks maritime economics, sumber daya dan potensi yang dimaksud meliputi berbagai kekayaan alam laut, seperti ikan, gas alam, minyak bumi, tambang, terumbu karang, serta potensi wisata bahari. 

    Maritime economics juga mencakup aktivitas bisnis dan investasi yang terkait dengan industri perkapalan, pembangunan infrastruktur pelabuhan, pengolahan hasil perikanan, serta kegiatan perdagangan yang melibatkan pengiriman barang melalui jalur laut.

    Dari penjelasan tersebut, dapat kamu ambil kesimpulan bahwasannya maritime economics mencakup berbagai sektor dan kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan dan pengembangan potensi laut dan perairan. 

    Nah, pemanfaatan yang optimal dari sumber daya dan potensi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, pembangunan wilayah pesisir, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan sektor pariwisata dan industri kelautan di Indonesia.

    Luhut B. Pandjaitan, selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menambahkan bahwa maritime economics tidak selalu melibatkan perdagangan di wilayah laut. Kegiatan ekonomi di perusahaan darat juga tergolong maritime economics, jika yang diolah merupakan sumber daya alam dari laut.

    Contoh Kegiatan Ekonomi Maritim di Indonesia

    Kegiatan maritime economics di Indonesia ada berbagai macam jenisnya, sebab kegiatan ekonomi di wilayah perairan sangatlah kompleks. Berikut ini contoh-contohnya:

    1. Industri Pembuatan Kapal

    Sebagaimana kamu tahu, bahwa kapal merupakan moda transportasi utama di wilayah laut. Selain itu, wilayah di Indonesia sendiri terdiri dari ribuan pulau dan garis pantai yang panjang. Oleh sebab itulah, industri pembuatan kapal menjadi salah satu bentuk kegiatan ekonomi maritim yang kontribusinya paling signifikan.

    Di industri ini terjadi kegiatan produksi kapal dengan berbagai jenis dan model tertentu, sesuai dengan standar yang ada. Mulai dari kapal penumpang, kapal barang, kapal tanker, hingga kapal perikanan.

    Industri pembuatan kapal memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, dengan menciptakan penghasilan dan lapangan kerja bagi ribuan pekerja. 

    Baik pekerja terampil maupun tidak terampil dapat terlibat dalam proses pembuatan kapal, termasuk pekerjaan di galangan kapal, perusahaan permesinan, dan sektor pendukung lainnya.

    Selain pembuatan kapal, industri ini juga mencakup layanan purna jual, seperti perawatan, perbaikan, dan pemeliharaan kapal. Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sektor ini menyediakan jasa untuk menjaga kapal tetap dalam kondisi yang baik dan beroperasi secara efisien.

    2. Wisata Bahari

    Dengan ribuan pulau dan kekayaan alam bawah laut yang luar biasa, Indonesia menawarkan beragam kegiatan pariwisata bahari yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini tentu mengundang banyak proses transaksi di dalamnya, sehingga termasuk ke dalam salah satu jenis maritime economics yang potensial.

    Beberapa contoh pariwisata bahari yang menguntungkan di Indonesia, antara lain:

    • Wisata selam, seperti di Raja Ampat, Bunaken, Pulau Komodo, dan Bali yang merupakan spot diving paling terkenal di Indonesia.
    • Memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk memahami kehidupan masyarakat pesisir dan berkontribusi langsung pada ekonomi lokal melalui wisata nelayan.
    • Pelayaran dan cruise ship juga menjadi kegiatan maritime economics yang signifikan di Indonesia. Wisatawan dapat menikmati perjalanan yang mengesankan melintasi perairan indah, menjelajahi pulau-pulau terpencil, dan menikmati keragaman budaya lokal.
    • Indonesia menawarkan beragam kegiatan olahraga air yang menarik, seperti berselancar, menyelam, snorkeling, parasailing, jet ski, dan banyak lagi. Tempat-tempat seperti Pulau Mentawai, Gili Trawangan, dan Nusa Dua di Bali terkenal sebagai tujuan wisata olahraga air yang populer.
    • Wisata kuliner dengan berbagai hidangan laut yang segar, seperti ikan bakar, seafood, dan spesialisasi lokal dari daerah pesisir.
    • Pariwisata bahari juga mencakup upaya konservasi dan ekowisata yang bertujuan untuk melindungi ekosistem laut yang rentan. Misalnya, di Pulau Komodo, ada upaya untuk melindungi komodo dan ekosistem terumbu karangnya melalui pembatasan kunjungan dan edukasi lingkungan.

    3. Jasa Penyeberangan Kapal

    Contoh kegiatan ekonomi maritim lainnya yang penting di Indonesia adalah layanan penyeberangan kapal. Karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau, transportasi laut menjadi sangat penting untuk menghubungkan pulau-pulau tersebut.

    4. Industri Tol Laut

    Selanjutnya, ada industri tol laut yang baru-baru ini dicetuskan oleh Presiden Jokowi. Konsep tol laut hampir sama seperti tol di daratan, yakni menghubungkan satu pelabuhan dengan pelabuhan lainnya, guna mempercepat lalu lintas kapal di Indonesia.

    Tujuannya tentu saja untuk mengurangi ketergantungan pada transportasi darat dan udara. Entah itu untuk pengiriman kontainer, BBM, barang ekspor, dll. 

    Adanya realisasi dari tol laut ini membuat infrastruktur pelabuhan di tanah air turut meningkat, meliputi peningkatan kapasitas pelabuhan, peningkatan kualitas layanan, dan pengembangan fasilitas pendukung seperti gudang dan terminal.

    5. Pertambangan dan Energi

    Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah di perairan lautnya, seperti gas alam, minyak bumi, bijih nikel, bijih timah, dan lain sebagainya. Oleh sebab itulah, industri pertambangan dan energi ini menjadi salah satu bentuk kegiatan maritime economics yang perlu dikembangkan.

    6. Layanan Pengiriman Barang atau Logistik

    Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ribuan pulau yang tersebar di seluruh wilayahnya, sehingga kegiatan logistik dan pengiriman barang sangat diperlukan untuk mendistribusikan barang dari satu pulau ke pulau lainnya. Kegiatan ekonomi ini sangat penting untuk memastikan suplai kebutuhan masyarakat lintas pulau terpenuhi.

    Alasan Pentingnya Pembangunan Ekonomi Maritim 

    Sebagian besar wilayah Indonesia, yakni lebih dari 76%-nya merupakan wilayah perairan dan memiliki sumber daya laut yang melimpah. Oleh sebab itulah, Indonesia kerap mendapat julukan sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia. Jadi, sudah sepatutnya Indonesia mengedepankan pembangunan maritime economics.

    Selain itu, banyak alasan lain mengapa maritime economics di Indonesia sangat perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah, di antaranya:

    1. Memperkuat Identitas Tanah Air Sebagai Negara Maritim

    Dalam sejarahnya, Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekuasaan di jalur perdagangan maritim dunia. Jadi, tidak heran jika Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup disegani oleh negara-negara lain di dunia. 

    Pengembangan maritime economics dapat menjadi alat untuk memperkuat identitas Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki kekuatan di bidang laut. 

    Identitas ini dapat menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan negara-negara lain, meningkatkan diplomasi maritim, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

    Lebih-lebih lagi dalam era perdagangan bebas dan globalisasi ini, pembangunan di industri maritim dapat menjadi salah satu sektor yang strategis dan memberikan keunggulan komparatif bagi Indonesia.

    2. Membantu Pengelolaan Sumber Daya Laut

    Walaupun tak bersinggungan secara langsung dengan pengelolaan sumber daya laut, pengembangan ekonomi maritim penting untuk diupayakan. Sebab, dengan begitu, kekayaan hasil laut tanah air bisa diolah lebih optimal serta didistribusikan dengan lebih cepat dan mudah.

    Selain itu, pengembangan maritime economics dapat membantu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut.

    3. Meningkatkan Keamanan Nasional

    Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas, sehingga pembangunan industri maritim juga dapat berperan sebagai bagian dari strategi pertahanan dan keamanan nasional. 

    Misalnya, dengan mengembangkan sarana dan prasarana maritim seperti pelabuhan, armada perkapalan, dan sistem navigasi maritim, maka Indonesia dapat meningkatkan kemampuannya dalam menjaga kedaulatan wilayah lautnya.

    4. Ekonomi Maritim Membantu Pemerataan Infrastruktur Pembangunan

    Sebagai negara kepulauan yang sangat besar, pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah, termasuk wilayah pesisir, menjadi kebutuhan yang tergolong mendesak. Oleh sebab itu, dengan mengembangkan industri maritim, diharapkan pembangunan infrastruktur di tanah air lebih merata.

    Misalnya, pengembangan sarana prasarana seperti dermaga, pelabuhan, jalan akses, dan transportasi laut penting untuk memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Upaya pemerataan melalui pengembangan industri maritim ini juga akan membuka peluang investasi baru, baik di dalam maupun luar negeri. 

    5. Meningkatkan Konektivitas Antar Wilayah

    Alasan lainnya mengapa pembangunan maritime economics di Indonesia perlu diprioritaskan adalah karena dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau, sehingga konektivitas yang baik antara pulau-pulau menjadi kebutuhan yang utama.

    Konektivitas yang baik antar wilayah melalui jalur maritim memungkinkan perdagangan dan pertukaran barang antara pulau-pulau di Indonesia menjadi lebih lancar. Dengan meningkatnya konektivitas, akan ada peningkatan arus barang dan jasa antarwilayah.

    Pada gilirannya, ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan akses terhadap berbagai produk dan pasokan yang dibutuhkan di setiap wilayah.

    Upaya Mengembangkan Ekonomi Maritim

    Lautan sudah menjadi pusat kesejahteraan masyarakat Indonesia, dengan sektor perikanan bernilai sekitar Rp400.000.000.000.000,00. Tentunya mendukung 7 juta lapangan kerja dan menyediakan lebih dari 50% kebutuhan protein hewani negara. Lantas, upaya apa sajakah yang bisa dilakukan untuk membangun industri kelautan?

    • Mengubah basis pembangunan nasional menjadi berbasis kelautan, misalnya memperbanyak pelabuhan ekspor selain di Pulau Jawa.
    • Menyusun kebijakan dan regulasi yang bisa diterima oleh seluruh pihak, baik dalam maupun luar negeri. Misalnya memperbaiki prosedur perizinan, memberikan insentif fiskal, peraturan terkait perlindungan zona laut, dll.
    • Memperkuat kerjasama dengan negara-negara lain dalam membangun ekonomi maritim. 
    • Menginvestasikan sumber daya untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur maritim, seperti pelabuhan, dermaga, lapangan tumpuk, warehouse, dan fasilitas pendukung lainnya.

    Kini Kamu Tahu Pentingnya Mengembangkan Ekonomi Maritim

    Demikianlah penjelasan terkait apa itu ekonomi maritim, contoh-contoh kegiatan ekonominya, serta pentingnya pembangunan di sektor ini. Semoga membantu!

  • Dinamika Penduduk: Penjelasan Arti, Faktor, dan Dampaknya

    Dinamika Penduduk: Penjelasan Arti, Faktor, dan Dampaknya

    Tinggal dalam suatu wilayah artinya kita ikut mengambil banyak andil dalam kemajuan dan setiap kondisi di tempat tersebut. Termasuk dengan setiap permasalahannya masing-masing. Semua kondisi tersebut memiliki dinamika penduduk yang saling berubah setiap waktu. 

    Sedangkan permasalahan yang paling sering muncul dari suatu wilayah adalah populasi, masalah lingkungan yang disebabkan oleh kondisi geografis dan juga sosial. Itu semua pada akhirnya memicu munculnya dinamika penduduk. Lantas, apa saja faktor dan dampaknya?

    Apa itu Dinamika Penduduk?

    Jumlah populasi di setiap wilayah terus-menerus mengalami pergeseran, baik meningkat atau justru menurun. Namun, membicarakan seputar populasi, tak lepas oleh pergerakan manusia yang terjadi di berbagai wilayah di belahan dunia.

    Dinamika penduduk itu sendiri merupakan sebuah pergerakan, perubahan atau pertumbuhan populasi orang yang tinggal di suatu daerah untuk waktu yang lama. Ini berarti ada sebuah pergeseran atau perubahan yang konsisten terhadap jumlah populasi manusia di setiap tempat.

    Setiap wilayah, memiliki berbagai masalah populasi yang berdinamika, yang berbeda dari wilayah lainnya. Seiring berjalannya waktu, setiap tempat akan mengalami perubahan populasi. 

    Hal ini berkaitan erat dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti angka kelahiran, kematian, dan juga adanya perubahan populasi akibat migrasi.

    Faktor Apa Saja yang Mempengaruhinya?

    Alasan mengapa dinamika penduduk terjadi pada setiap sudut wilayah tidak lain karena munculnya beberapa faktor penting. Seperti angka kelahiran, kematian hingga migrasi dapat menyebabkan populasi pada suatu daerah semakin berdinamika. Berikut penjelasannya:

    1. Angka Kelahiran (Natalitas)

    Salah satu faktor yang menyebabkan bertambahnya populasi jumlah penduduk di suatu daerah tertentu adalah kelahiran. Angka kelahiran ini memiliki peran besar, yang memengaruhi jumlah banyak atau sedikitnya setiap jumlah penduduk di satu tempat. Inilah penjelasan jenis-jenisnya. 

    a. Tingkat Kelahiran Tinggi

    Jika dalam satu wilayah memiliki lebih dari 30 kelahiran per tahunnya, maka bisa dipastikan bahwa perubahan populasi penduduk akan semakin cepat pula. Hal ini juga menyebabkan semakin pesatnya dinamika penduduk. Biasanya, tingkat kelahiran yang tinggi ini dipengaruhi oleh budaya yang menjamur di masyarakat. 

    Misalnya, seperti budaya menikah muda yang mana membuat generasi muda sudah memutuskan menikah dan memiliki anak. Selain itu pandangan tentang “banyak anak banyak rezeki” yang sempat menjamur di masyarakat juga membuat angka kelahiran semakin meningkat

    b. Tingkat Kelahiran Sedang

    Berbeda dengan tingkat kelahiran tinggi, angka kelahiran bisa dikatakan sedang apabila setiap tahunnya berada di kisaran 20-30 kelahiran. Dengan begitu, pergeseran populasi yang terjadi masih tergolong biasa, tidak terlalu cepat maupun terlalu lambat.

    c. Tingkat Kelahiran Rendah

    Tingkat kelahiran rendah biasanya terjadi pada daerah-daerah yang hanya memiliki kurang dari 20 angka kelahiran setiap tahunnya. Hal ini juga akan berdampak pada pergeseran populasi yang terlalu lambat.

    Beberapa penghambat angka kelahiran yang sering muncul di masyarakat ini adalah adanya program KB, pembatasan tunjangan anak bagi pegawai negeri, dan usia perkawinan. 

    Banyak pasangan yang memilih menikah muda, dan kemudian menunda untuk memiliki anak. Bahkan, saat ini tren pasangan menikah tanpa anak (childfree) yang ada di banyak negara membuat populasi daerah semakin sedikit.

    2. Angka Kematian (Mortalitas)

    Tak hanya angka kelahiran saja, angka kematian juga memberikan dampak signifikan pada pergeseran dinamika penduduk. Selain itu, kematian atau mortalitas ini juga sangat tak terduga dan bisa terjadi pada siapa saja, berapapun umurnya. Inilah beberapa jenisnya:

    a. Tingkat Kematian Tinggi

    Wilayah dengan angka kematian lebih dari 18 per tahunnya sudah dianggap tinggi. Hal ini bisa berasal dari adanya faktor kesadaran warga terhadap kesehatan, bencana alam, dan kasus kriminal. 

    Seperti yang telah terjadi, kasus masalah kesehatan layaknya Covid-19 akan memberikan dampak tinggi akan angka kematian suatu tempat.

    b. Tingkat Kematian Sedang

    Sedangkan pada tingkat mortalitas sedang, berada pada kisaran angka 14-18 per tahunnya. Angka ini cenderung tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap berkurangnya populasi penduduk yang ada.

    c. Tingkat Kematian Rendah

    Angka kematian yang kurang dari 10 bisa dikatakan rendah, karena hal ini tidak seimbang dengan bertambahnya populasi dari angka kelahiran. 

    Hal tersebut juga dipengaruhi dari masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya kesehatan. Tak hanya itu saja, adanya fasilitas kesehatan yang lengkap, tingginya tingkat pendidikan juga memberikan pengaruh besar bagi mortalitas rendah.

    3. Migrasi

    Migrasi atau perpindahan juga merupakan faktor lain yang juga memengaruhi adanya dinamika penduduk. Banyak orang-orang di sebagian daerah memilih untuk berpindah sementara atau bahkan menetap di wilayah lain demi kelayakan hidup yang lebih baik. Adapun jenisnya antara lain:

    a. Imigrasi

    Perpindahan penduduk yang berada di luar negeri untuk berpindah masuk ke negara lainnya, dengan tujuan untuk menetap di negara tersebut. Sebagai contoh, pada tahun 1998 ketika dunia mengalami krisis moneter, banyak orang dari negara maju yang memilih pindah ke negara berkembang.

    b. Emigrasi

    Perpindahan penduduk dari negara satu ke negara lain dengan tujuan untuk menetap. Misalnya, orang-orang dari negara Cina yang memilih menetap di Amerika atau negara lain dengan tujuan untuk mendapatkan hidup lebih layak.

    c. Remigrasi

    Kembalinya penduduk yang tinggal sementara di luar negeri ke negara asalnya. Remigrasi yang paling sering sering kita temui adalah orang-orang yang bekerja atau menempuh kuliah di luar negeri, dan memutuskan kembali setelah urusannya selesai.

    d. Urbanisasi

    Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk dari desa ke kota. Hal ini paling sering terjadi di negara manapun. Meskipun skala perpindahan tidaklah jauh, namun urbanisasi paling sering memberikan dampak besar bagi dinamika penduduk.

    Sebagai contoh, orang-orang Jepang di daerah pinggiran mulai meninggalkan desanya untuk pindah ke kota besar seperti Tokyo, Osaka, Kyoto dan lainnya. Alasannya adalah pekerjaan dan pendidikan di kota besar dianggap lebih memadai.

    e. Transmigrasi

    Perpindahan dari pulau ke pulau, oleh penduduk di negara kepulauan seperti Indonesia. Misalnya dari Lampung ke Jawa, untuk alasan pekerjaan, ekonomi, dan pendidikan.

    Dampak Dinamika Penduduk

    Selain karena adanya banyak faktor yang mendukung terjadinya perubahan populasi penduduk yang signifikan, hal tersebut juga membawa dampak dalam beberapa bidang berikut ini.

    1. Dampak Kesehatan

    Tinggi rendahnya tingkat kesehatan juga dipengaruhi dari adanya perpindahan penduduk tadi. Beberapa wilayah yang ramai dan padat penduduk akan cenderung lebih dulu mendapatkan fasilitas kesehatan yang baik. 

    Sebab, populasi dan permintaan fasilitas juga semakin naik. Namun, hal ini mungkin berbanding terbalik di wilayah yang sepi penduduk atau berada jauh dari perkotaan.

    2. Dampak Pendidikan Akibat Dinamika Penduduk

    Jika populasi kelahiran terlalu tinggi, sedangkan angka kematian sedikit, maka jumlah penduduk pada daerah tersebut akan melonjak tinggi. Sedangkan, dari padatnya populasi penduduk, kecil kemungkinan fasilitas pendidikan mampu didapatkan secara merata.

    Selain itu, pada penduduk yang tinggi populasi tapi masih memiliki tingkat pendidikan rendah akan menghambat aspek lainnya, seperti pembangunan dan pengembangan teknologi di daerah tersebut.

    3. Kesejahteraan Alam Terganggu

    Mengapa daerah-daerah pinggiran atau pedesaan cenderung memiliki sumber daya alam yang lebih baik, memadai, dan bahkan indah? Hal ini karena kesejahteraan alam disana masih sangat baik. 

    Semua hasil bumi bisa dinikmati dan berguna bagi penduduk sekitar. Berbeda dengan daerah perkotaan yang bahkan seringkali kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

    4. Populasi Penduduk Tidak Merata

    Semua dampak dari dinamika penduduk ini pada akhirnya memberikan kita hasil yang nyata. Adanya populasi kependudukan menjadi tidak sama rata. Ada daerah-daerah yang terlalu penuh penduduk, menyebabkan taraf hidup terlalu tinggi, dan penuh kemacetan. 

    Sedangkan di area pedesaan dengan populasi rendah, akan memiliki kesejahteraan alam yang baik, tapi juga sulit untuk maju.

    Sudah Tahu Gambaran Tentang Dinamika Penduduk?

    Berkaca dari ulasan tadi, kita sadar bahwa sulit untuk melakukan pemerataan populasi penduduk, agar fasilitas kehidupan menjadi seimbang. Apalagi penyebab adanya pergerakan populasi tadi berawal dari masalah sosial kita sendiri. Namun, ini semua masih bisa diperbaiki dengan jalan bekerjasama bersama pemerintahan, untuk memajukan setiap daerah potensial yang belum terjamah. Jadi, sudahkah kamu paham tentang dinamika penduduk?

  • Pengertian Desentralisasi: Jenis, Kelebihan, Tujuan, dan Contohnya

    Pengertian Desentralisasi: Jenis, Kelebihan, Tujuan, dan Contohnya

    Berbicara tentang kepemimpinan atau pemerintahan, ada banyak istilah yang digunakan. Dari sekian banyak istilah, salah satunya adalah desentralisasi atau pelimpahan wewenang. Istilah tersebut tidak hanya digunakan untuk pemerintahan pusat atau daerah, namun juga untuk organisasi atau bahkan bisnis.

    Bagi kamu yang baru mendengar istilah ini, tentu perlu untuk memperluas pengetahuan supaya tidak salah dalam memahaminya. Artikel ini akan membahas mengenai pelimpahan wewenang lebih detail sehingga kamu bisa mendapatkan informasi yang holistik.

    Pengertian Desentralisasi

    Sebelum membahas pengertiannya, ada baiknya kita mengetahui akar kata dari istilah yang akan dibahas. Desentralisasi ternyata berasal dari Bahasa Belanda yang terdiri dari dua kata, yakni de dan centerum. 

    Makna dari kata de adalah lepas, sedangkan centerum memiliki makna pusat. Apabila kedua kata tersebut digabungkan, maka akan menghasilkan makna lepas dari pusat.

    Jika menyimpulkan dari pendapat beberapa ahli, desentralisasi mempunyai arti sebagai upaya pemerintah menyerahkan kebijakan pusat kepada pemerintah daerah. Tujuan dari penyerahan wewenang tersebut adalah supaya pemerintah daerah dapat mengatur dan mengelola daerahnya sendiri.

    Desentralisasi pada suatu perusahaan atau lembaga juga bisa berupa penyerahan wewenang dari atasan kepada bawahan. Alhasil, bawahan yang mendapatkan mandat tersebut memiliki wewenang dalam membuat kebijakan serta mengatur berbagai urusan lainnya.

    Jenis-jenis Desentralisasi

    Dalam pemerintahan, pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintahan di bawahnya terdiri dari beberapa jenis. Kamu bisa mengetahui jenis-jenisnya sebagai berikut:

    1. Politik

    Jenis yang pertama yaitu desentralisasi politik, adalah pelimpahan wewenang kepada perwakilan atau warga negara terpilih untuk melakukan pengambilan keputusan lebih banyak. 

    Hal ini dapat mendorong partisipasi warga negara dalam kegiatan pemerintahan sehingga warga negara pun mempunyai pengaruh yang esensial dalam pemerintahan. Perwakilan atau warga negara yang terpilih dapat membuat rencana, perumusan, atau pelaksanaan kebijakan.

    Dengan adanya pelimpahan wewenang terhadap perwakilan yang terpilih, maka kebijakan-kebijakan yang dibuat bisa lebih relevan dan mewakili kebutuhan masyarakat.

    2. Fiskal

    Jenis pelimpahan wewenang berikutnya yaitu fiskal atau yang berhubungan dengan kebijakan ekonomi. Pelimpahan wewenang fiskal kepada kepala daerah akan memungkinkan daerah tersebut lebih mudah dan efektif mengelola pendapatan daerahnya. 

    Pemerintahan daerah yang mendapatkan kewenangan tersebut tidak hanya bisa mengelola pendapatan daerah, namun juga juga memiliki kewenangan untuk membuat keputusan pengeluaran daerah

    3. Lingkungan

    Setiap daerah memiliki kekayaan alam masing-masing yang bisa menjadi potensi daerah tersebut. Apabila pemerintah pusat telah melimpahkan desentralisasi lingkungan kepada pemerintah daerah, maka pemerintah daerah pun dapat mengelola dan mengontrol air, satwa liar, hutan, dan sumber daya alam lainnya.

    Masalah kerusakan lingkungan seperti illegal logging, eksploitasi, dan zonasi akan lebih mudah diatasi dengan adanya pelimpahan kendali kepada kepala daerah. 

    4. Pasar

    Jenis pelimpahan wewenang yang keempat yaitu desentralisasi pasar. Dalam hal ini, pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat akan melibatkan beberapa elemen. Adapun elemen yang dimaskud adalah pasar, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintahan. 

    Supaya pelimpahan wewenang ini tidak disalahgunakan, maka dilakukan pengesahan UU baru atau reformasi hukum konstitusional.

    5. Administrasi

    Jenis yang terakhir adalah desentralisasi administrasi yang merupakan pendistribusian wewenang. Selain itu, pemerintah pusat juga akan melakukan pendistribusian tanggung jawab serta sumber daya keuangan. 

    Tujuan dari pelimpahan wewenang administrasi adalah memberikan layanan umum dari pemerintah pusat ke instansi pemerintah unit lokal, baik pemerintah daerah, perusahaan atau badan publik semi-otonom.

    Kelebihan Desentralisasi

    Pelimpahan kendali atau wewenang dari pemerintah pusat ini memberikan banyak kelebihan dalam pemerintahan. Kamu bisa intip kelebihannya di bawah ini:

    1. Birokrasi Lebih Ringkas

    Birokrasi yang panjang tidak hanya menyusahkan masyarakat yang hendak mengurus kepentingan, namun juga membuka peluang korupsi yang tinggi. Dengan adanya pelimpahan kekuasaan, birokrasi menjadi lebih ringkas. Alhasil, mengurus sesuatu juga akan lebih efisien karena tidak perlu lagi melalui banyak tahapan.

    2. Pekerjaan Pemerintah Pusat Lebih Ringan

    Pemerintah pusat tentu mempunyai banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Apabila pekerjaan tersebut semakin menumpuk, tentu butuh waktu lama untuk menyelesaikannya.

    Kelebihan pelimpahan wewenang kepada pemerintah daerah dapat meringankan pekerjaan pemerintah pusat. Dengan demikian, pemerintah pusat bisa lebih fokus menyelesaikan masalah yang tidak bisa dilimpahkan ke pemerintah daerah.

    3. Lebih Efektif

    Kelebihan pelimpahan wewenang juga membuat pemerintahan bekerja secara efektif. Sebab pemerintah daerah tidak perlu lagi menunggu komando atau instruksi dari pemerintah pusat untuk menyelesaikan urusan atau membuat kebijakan daerah.

    Selain itu, pemerintah daerah juga bisa segera mengambil keputusan terhadap permasalahan yang sedang dihadapi.

    4.  Kemajuan Daerah Terukur

    Desentralisasi memungkinkan kepala daerah untuk bisa lebih fokus dalam menggali potensi daerahnya. Hal ini tentu akan berdampak pada perkembangan ekonomi daerah tersebut.

    Pemerintah daerah juga bisa dengan mudah menjangkau daerah-daerah tertinggal, sehingga bisa memberikan perhatian lebih. Dengan kata lain, pelimpahan kekuasaan efektif mendorong kemajuan suatu daerah.

    5. Hubungan Pusat dan Daerah Meningkat

    Meskipun desentralisasi memberikan kewenangan pemerintah daerah untuk mengambil keputusan sendiri, namun hal ini ternyata dapat meningkatkan hubungan pemerintah pusat dan daerah.

    Sebab, pemerintah pusat tetap ikut andil dalam setiap pengambilan keputusan. Alhasil, kebebasan kewenangan tersebut tetap terkendali sehingga tidak disalahgunakan.

    6. Efisiensi Biaya

    Pelimpahan wewenang ini juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya. Tak hanya birokrasi yang lebih ringkas, namun pemerintah daerah juga mempunyai wewenang dalam mengelola finansial daera. Alhasil, pendapatan dan pengeluaran daerah akan terkontrol dengan baik. 

    Pemerintah daerah juga dapat memberikan pelayanan yang bagus dan efisien terhadap masyarakat. 

    Tujuan Desentralisasi

    Saat melakukan pelimpahan wewenang kepada pemerintah daerah, tentu ada tujuan yang ingin dicapai, yakni sebagai berikut:

    1. Demokrasi Pemerintah Daerah

    Pelimpahan wewenang terhadap pemerintah daerah akan mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam setiap program atau kegiatan daerah. Dengan demikian, masyarakat bisa merasakan turut serta dalam penyelenggaraan pemerintahan.

    Tujuan pemerintah pusat untuk membentuk pemerintahan daerah yang demokrasi pun bisa tercapai dengan mudah.

    2. Menghindari Pemusatan Keuangan

    Pemerintah daerah yang mendapatkan kewenangan untuk mengelola pendapatan daerah dapat membantu pemerintah pusat untuk mencegah terjadi pemusatan keuangan. 

    Daerah yang mampu mengelola pendapatannya dengan baik berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Tujuan lain dari mencegah pemusatan keuangan yaitu memaksimalkan peningkatan kerja secara umum. 

    3. Perbaikan Sosial Ekonomi Daerah

    Tujuan yang terakhir dari pelimpahan wewenang adalah untuk memperbaiki sosial ekonomi daerah. Sebab, pemerintah daerah dapat membuat program-program dan menerapkannya dengan maksimal.

    Hal ini lantaran pemerintah daerah tentu akan lebih mengenal kebutuhan daerah tersebut daripada pemerintah pusat sehingga menghasilkan program yang relevan. Jika program-program tersebut mencapai keberhasilan yang tinggi, maka sosial ekonomi daerah pun akan meningkat pula.

    Contoh Desentralisasi

    Berikut merupakan sejumlah contoh pelimpahan wewenang dalam pemerintahan:

    • Dana istimewa atau dana otonomi khusus, dimana pemerintah memberikan suntikan dana untuk dikelolah oleh pemerintah daerah.
    • Pemekaran daerah, kegiatan ini dilakukan sesuai dengan aturan undang-undang otonomi daerah.
    • Penetapan daerah otonomi khusus yang biasanya dilakukan pada daerah-daerah yang memiliki keistimewaan kultural atau kelembagaan.
    • Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah), yakni rakyat memilih pemerintah daerah secara langsung.
    • Pembentukan Perda (Peraturan Daerah), biasanya dibuat untuk melindungi kekayaan alam daerah setempat. 
    • Bisnis hotel dan supermarket.
    • Manajemen berbasis sekolah.

    Sudah Lebih Paham Tentang Desentralisasi?

    Itulah poin-poin penting dalam memahami desentralisasi. Menyimpulkan semua dari pembahasan di atas, istilah ini merupakan pelimpahan kendali atau wewenang kepada pemerintah daerah dari pemerintah pusat.

    Hal ini memberikan pemerintah daerah kesempatan untuk mengelola potensi, pendapatan, dan pengeluaran daerah secara mandiri. Tujuan utamanya yaitu untuk meningkatkan sosial ekonomi daerah tersebut. Kebebasan pemerintah daerah tersebut tetap harus sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku.

  • Dasar Negara: Pengertian, Rumusan, dan Arti Pentingnya

    Dasar Negara: Pengertian, Rumusan, dan Arti Pentingnya

    Indonesia merupakan negara demokrasi dengan Pancasila sebagai landasan negaranya. Pada artikel ini akan dibahas mengenai pengertian, rumusan, hingga penjelasan pentingnya dasar negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

    Pengertian

    Dasar negara merupakan landasan, ajaran, atau teori yang berupa hasil pemikiran mendalam tentang bagaimana hidup berbangsa dan bernegara dengan baik. Sebuah negara yang tidak memiliki landasan negara bisa dikatakan bahwa negara tersebut tidak memiliki tujuan yang jelas dan tepat dalam membangun negaranya. 

    Dasar Negara Menurut Ahli

    Ada cukup banyak pendapat ahli tentang pengertian dari landasan negara ini. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

    1. Karl Marx

    Berdasarkan pendapat dari Karl Marx, dasar negara memiliki kedudukan dan kekuasaan untuk melakukan penindasan terhadap golongan lainnya. 

    2. George Jellinek

    Pendapat yang berbeda disampaikan oleh George Jellinek yang mana menurutnya bahwa dasar negara adalah suatu kumpulan yang memiliki kekuatan terhadap suatu kelompok orang yang tinggal di suatu wilayah. 

    3. J. Rousseau

    Berdasarkan pendapat dari J. Rousseau bahwa dasar negara sendiri adalah sebuah perangkat. Perangkat tersebut memiliki fungsi khusus untuk menjaga kemerdekaan setiap individu serta ketertiban hidup masyarakatnya.

    4. Robert M. Mac

    Robert M. Mac menyampaikan pendapat yang lebih berbeda lagi tentang landasan negara. Menurut Robert, dasar negara adalah suatu sistem asosiasi yang berfungsi untuk menjaga ketertiban dalam masyarakat dan melindungi masyarakat sesuai dengan hukum yang berlaku serta pemerintah menjalankannya tanpa adanya paksaan.

    5. C. Wheare

    Berdasarkan pendapat dari C. Wheare, dasar negara merupakan suatu sistem tata negara yang pemerintah gunakan untuk menjalankan suatu negara. Landasan negara tersebut juga mengandung berbagai aturan-aturan negara. 

    6. Tracy

    Menurut pendapat dari Tracy, dasar negara merupakan suatu sistem untuk melakukan suatu perubahan dalam pemerintahan. Tidak hanya dalam pemerintahan tetapi juga dalam kehidupan masyarakat negara yang lebih baik.

    Rumusan Dasar Negara

    Adapun rumusan landasan negara Indonesia yaitu Pancasila telah melewati berbagai macam proses hingga akhirnya disahkan dalam UUD 1945. Berikut ini perkembangan rumusan landasan negara.

    1. Dasar Negara oleh Mohammad Yamin

    Landasan negara pertama kali diusulkan oleh Mohammad Yamin pada 29 Mei 1945 dalam sidang pertama BPUPKI. Dalam pandangan Mohammad Yamin, landasan negara Indonesia isinya adalah sebagai berikut:

    1. Peri Kebangsaan
    2. Peri Kemanusiaan
    3. Peri Ketuhanan
    4. Peri Kerakyatan, dan
    5. Kesejahteraan Rakyat

    2. Dasar Negara oleh Soepomo 

    Rumusan landasan negara berikutnya disampaikan oleh Soepomo pada 31 Mei 1945 yang isinya yaitu:

    1. Persatuan (Unitarisme)
    2. Kekeluargaan
    3. Keseimbangan lahir dan batin
    4. Musyawarah
    5. Keadilan rakyat

    3. Dasar Negara Menurut Soekarno

    Soekarno pada 1 Juni 1945 mengusulkan rumusan landasan negara Indonesia yang dinamakan Pancasila dan isinya yaitu:

    1. Kebangsaan Indonesia
    2. Internasional atau Perikemanusiaan
    3. Mufakat atau Demokrasi
    4. Kesejahteraan Sosial, dan
    5. Ketuhanan Yang Maha Esa

    4. Dasar Negara dalam Piagam Jakarta

    Pada 22 Juni 1945, panitia sembilan menyusun sebuah naskah piagam yang dikenal dengan Piagam Jakarta dengan isi sebagai berikut:

    1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
    3. Persatuan Indonesia.
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    5. Rumusan Dasar Negara dalam UUD 1945

    Rumusan landasan negara Indonesia pada Piagam Jakarta menuai pro dan kontra terutama pada pasal 1. Beberapa tokoh dari Indonesia Timur menyampaikan keberatannya pada sila pertama karena memang rakyat Indonesia tidak hanya berasal dari kalangan muslim saja. 

    Hal ini pun membuat rumusan sila pertama diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945.

    Adapun bunyi landasan negara dalam UUD 1945 yaitu:

    1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
    3. Persatuan Indonesia.
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Pentingnya Dasar Negara

    Ada beberapa alasan kenapa pentingnya landasan negara bagi setiap negara terutama Pancasila sebagai landasan negara Indonesia. Adapun beberapa alasannya sebagai berikut.

    1. Pedoman dalam Mengatur Negara

    Landasan negara bisa membantu dalam menjalankan dan mengatur suatu negara dalam berbagai sektor kehidupan. Landasan negara bisa membantu dalam membuat suatu aturan yang tidak hanya untuk mengatur tetapi juga memiliki kebermanfaatan untuk masyarakatnya. 

    Ibaratnya, landasan negara adalah fondasi atau dasar suatu bangunan. Untuk menciptakan negara yang besar dan kokoh tentu saja memerlukan dasar yang kuat. 

    Oleh karena itu jugalah, dalam proses pembuatan landasan negara Indonesia tidaklah sebentar. Perlu ada proses yang panjang untuk bisa menciptakan landasan negara yang menjadi pedoman untuk terus membangun Indonesia di masa depan. 

    2. Ideologi Bangsa Indonesia

    Sebuah dasar negara tidak hanya sebagai landasan negara semata, tetapi berperan sebagai ideologi bangsa. Dalam hal ini, Pancasila sebagai landasan negara mempunyai nilai-nilai ideologi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

    Selain itu, Pancasila juga tidak mengadopsi ideologi dari manapun sehingga nilai yang ada di Pancasila benar-benar cocok untuk bangsa Indonesia. Karena hal ini jugalah yang membuat Pancasila lebih unggul daripada landasan negara lainnya. 

    3. Keberagaman Indonesia

    Alasan berikutnya mengapa landasan negara Indonesia penting karena melihat kondisi Indonesia yang memiliki banyak sekali suku, budaya dan agama, serta terdiri dari beberapa gugusan pulau yang dipisahkan oleh lautan. 

    Hal ini tentunya meningkatkan risiko perpecahan di antara kalangan bangsa Indonesia. Posisi setiap daerah yang cukup jauh dan bahkan dipisahkan oleh lautan membuat bangsa Indonesia jadi berkubu-kubu. 

    Melihat hal ini, keberadaan landasan negara Pancasila sangat diperlukan untuk menyatukan bangsa Indonesia. Seperti yang termuat di dalam sila ke-3, yaitu persatuan Indonesia dengan harapan bisa digunakan sebagai dasar dan alasan bangsa Indonesia untuk bersatu. 

    4. Mengandung Norma

    Dasar negara Pancasila ini penting karena mengandung norma-norma penting untuk mengatur kehidupan bangsa Indonesia. Beberapa norma yang dimaksudkan antara lain:

    a. Norma Agama

    Pancasila mengandung norma agama yang merupakan norma kepercayaan untuk semua rakyat agar bisa beriman kepada Tuhan yang Maha Esa. Norma ini mengajarkan untuk bisa berpegang teguh pada agama masing-masing dan saling menghargai kepercayaan masing-masing. 

    Berpegang teguh pada norma agama dalam kehidupan sehari-hari akan terhindar dari sikap anarkis dan menganggap keyakinan yang terbaik. 

    Secara tidak langsung, ini berarti juga bahwa landasan negara akan sangat bermanfaat untuk mengurangi perpecahan dan kerusuhan di antara kalangan bangsa Indonesia karena perbedaan agama. 

    2. Norma Moral atau Norma Kesusilaan

    Dasar negara Pancasila juga mengandung norma moral yang terletak pada setiap sila di dalamnya. Norma moral sendiri merupakan norma paling mendasar yang mengatur budi pekerti dan etika dalam kehidupan. 

    Dengan adanya norma moral ini bisa menentukan bagaimana cara pandang seseorang dan penilaian terhadap lingkungan masyarakat dan berkeluarga. Pada dasarnya norma ini berasal dari diri sendiri, namun Pancasila menguatkannya dalam setiap butiran silanya. 

    3.  Norma Kesopanan

    Pancasila sebagai landasan negara juga mengandung norma kesopanan tentang tata krama. Norma ini biasanya berdasarkan pada kebiasaan rakyat Indonesia yang ada di masyarakat.

    Antara satu daerah dengan daerah yang lainnya biasanya memiliki perbedaan norma kesopanannya. Namun semuanya menitikberatkan dan berlandaskan sesuai dengan Pancasila. 

    Salah satu contoh norma kesopanan yaitu menghargai yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Ini sesuai dengan sila ketiga dan kelima yaitu persatuan Indonesia dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

    4. Norma Hukum

    Indonesia merupakan negara hukum yang dalam proses pembuatannya berlandaskan pada Pancasila. Jenis norma ini bersifat mengatur dan memaksa rakyat namun biasanya sesuai dengan sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

    Salah satu contoh norma hukum adalah membuat peraturan lalu lintas untuk menaati rambu lalu lintas. Semua lapisan masyarakat secara langsung terikat terhadap peraturan tersebut dan tidak memandang siapapun. Jika melanggar, akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. 

    5. Sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum

    Fungsi lainnya dari Pancasila adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum. Dasar negara Pancasila sebagai sumber hukum ini sudah tertera pada  MPR No. III/MPR/2000 berkaitan dengan Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan.

    Pada peraturan tersebut pasal 1 TAP MPR memuat tiga ayat, di antaranya:

    • Sumber hukum merupakan sumber atau dasar yang dijadikan bahan untuk penyusunan peraturan perundang-undangan.
    • Sumber hukum tersusun atas sumber hukum tertulis dan tidak tertulis
    • Sumber hukum dasar nasional adalah Pancasila yang termuat atau tertulis dalam Pembukaan dan batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945.

    Pancasila sebagai sumber hukum ini bisa membantu untuk menyelaraskan setiap aturan yang dibuat untuk khalayak ramai. Dengan kata lain juga membantu untuk mendapatkan keadilan sesuai dengan apa yang diperbuat mengingat sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

    6. Menghindari Konflik

    Konflik memang selalu ada di tengah masyarakat mengingat setiap orang memiliki perbedaan. Namun dengan landasan negara, konflik tersebut bisa diminimalisir.

    Hal ini karena landasan negara bisa membuat cita-cita semua lapisan masyarakat Indonesia adalah sama, seperti yang tertuang dalam sila-sila dalam Pancasila. Dengan adanya persamaan itulah yang membuat konflik bisa diminimalisir. Dengan kata lain, landasan negara bisa meningkatkan persatuan bangsa Indonesia. 

    7. Sebagai Jiwa Bangsa

    Pentingnya landasan negara juga karena bisa berperan sebagai jiwa bangsa. Ini sesuai dengan pernyataan seorang ahli hukum bernama Von Savigny yang menyatakan bahwa setiap negara memiliki jiwanya masing-masing. 

    Begitupun dengan Indonesia yang memiliki Pancasila sebagai jiwa bangsa dengan nilai-nilai luhur untuk pembangunan negara. Pancasila sebagai jiwa bangsa sudah ada sejak zaman dahulu bahkan saat Kerajaan Sriwijaya sehingga sangat melekat dalam diri bangsa. 

    Bahkan para ahli mengungkapkan bahwa Pancasila sudah ada sedang dibentuknya bangsa Indonesia. Untuk itulah, sebuah negara tanpa landasan negara tidak akan bisa tumbuh dengan baik. 

    8. Sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia

    Dasar negara Pancasila juga bisa sebagai kepribadian bangsa yang mencerminkan sikap mental dan tingkah laku masyarakat. Sikap dan tingkah laku tersebut tentu saja memiliki ciri khas tertentu sehingga bisa membedakan satu bangsa dengan bangsa lainnya. 

    Bangsa Indonesia sendiri memiliki Pancasila sebagai landasan negara yang mencerminkan kepribadian bangsa. Setiap sila yang ada di Pancasila menunjukkan bagaimana kepribadian Indonesia, yaitu sebuah negara yang menjunjung ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

    Seperti sikap ramah tamah dan gotong royong bangsa Indonesia akan cukup sulit ditemukan di negara lainnya. Selain itu, karena sikap positifnya inilah yang membuat bangsa Indonesia terkenal sebagai negara ramah di banyak negara. Adapun sifat ini tertuang dalam sila ketiga dan keempat dalam pancasila.

    9. Sebagai Pandangan Hidup Bangsa

    Dasar negara bisa berperan sebagai pandangan hidup bangsa sehingga begitu penting. Setiap hal yang dilakukan harus sesuai dengan isi dari landasan negara tersebut.

    Begitu juga dengan Indonesia yang memiliki Pancasila sebagai landasan negara sehingga setiap aktivitas bangsa harus sesuai dengan sila di dalamnya. Tanpa melibatkan nilai dalam Pancasila, sebuah negara tidak akan bisa berjalan dengan tepat karena tidak ada arahan atau pandangan hidup yang jelas. 

    Selain itu, karena fungsinya sebagai pandangan hidup ini jugalah yang mengantarkan Indonesia menjadi negara berkembang seperti saat ini. Tanpa adanya pandangan hidup dalam Pancasila, tujuan negara akan sulit untuk terwujud.

    10. Sebagai Falsafah Hidup Bangsa

    Pentingnya landasan negara bagi suatu negara juga karena bisa sebagai falsafah hidup bangsa. Contohnya landasan negara Pancasila mengandung nilai-nilai dan norma yang diyakini paling benar, adil, dan tepat untuk bisa mempersatukan bangsa. 

    Hal ini karena Pancasila memiliki sistem filsafat yang menjiwai kepribadian bangsa. Tidak hanya satu sila, tapi kelima sila tersebut mengandung nilai filsafat untuk pembangunan bangsa. 

    Setiap sila yang ada di Pancasila sendiri merupakan hasil dari pemikiran kritis dan rasional bangsa yang melalui proses cukup panjang. Untuk itulah setiap nilai yang ada dalam sila tidaklah bermakna sembarang sehingga sangat tepat untuk berperan sebagai falsafah bangsa. 

    Sudah Tahu Pengertian hingga Pentingnya Dasar Negara?

    Setelah mengetahui pentingnya landasan negara untuk keberlangsungan bangsa, bisa langsung terapkan setiap nilai yang ada di landasan negara Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari tidak mengganggu ibadah seseorang hingga tidak memandang siapapun jika melakukan kebaikan pada orang lain.

  • Apa Arti Birrul Walidain? Cakupan, Hukum, dan Dalilnya

    Apa Arti Birrul Walidain? Cakupan, Hukum, dan Dalilnya

    Orang tua adalah sosok yang sangat berjasa dalam kehidupan seluruh manusia di muka bumi ini. Tanpa adanya mereka, tidak akan lahir keturunan yang saleh dan salehah. Lebih dari itu, orang tua juga yang merawat, mendidik, membesarkan anak. Oleh karena itu, Islam mengajarkan birrul walidain.

    Istilah tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga, karena sudah banyak diajarkan di sekolah, majelis, maupun pengajian. Nah supaya memahami birrul walidain lebih lengkapnya, simak artikel ini sampai habis.

    Apa Itu Birrul Walidain?

    Birrul walidain adalah sebuah istilah yang diambil dari bahasa Arab al-birru dan al-walidain. Al-birru memiliki makna berbuat baik, berbakti, atau kebaikan. Sedangkan al-walidain artinya adalah orang tua (ayah dan ibu). 

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), baik ini maksudnya adalah sifat manusia yang dianggap baik menurut norma atau pandangan umum yang berlaku dan mendatangkan keselamatan serta keberuntungan kepada sesama manusia. 

    Dari sini bisa dipahami bahwa istilah tersebut mengandung arti sikap baiknya seorang anak kepada kedua orang tuanya yang telah melahirkan, membesarkan, merawat, dan menjaganya sejak kecil hingga besar. Istilah ini juga sering disebut sebagai berbuat baik atau berbakti kepada orang tua. 

    Ada beberapa pandangan tokoh tentang ini, seperti yang dikemukakan oleh Fathurrahman bahwa birrul walidain adalah berbuat baik, menunjukkan kasih sayang, lemah-lembut, dan memperhatikan keadaan keduanya serta tidak melakukan perbuatan buruk kepada mereka. 

    Al-Jauzi juga mengatakan istilah ini bermakna berbuat baik dan berlapang dalam kebaikan (ihsan) kepada orang tua dalam bentuk perkataan, niat, maupun perbuatan. 

    Kebaikan yang dimaksud bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk orang lain yang diwujudkan dalam kebaikan rasionalis (berkaitan dengan akal), empiris (berkaitan dengan panca indera), dan esoteris (berikatan dengan jiwa).

    Dalil Perintah Birrul Walidain

    Perintah berbakti kepada orang tua sudah tercantum langsung dalam Al-Qur’an maupun hadis Nabi Muhammad SAW. Saking pentingnya, Rasulullah sendiri meletakkan perbuatan berbakti kepada orang tua sebagai amalan kedua terbaik setelah salat tepat waktu dan lebih diutamakan daripada jihad dan hijrah. 

    Al-Qur’an sendiri sudah menyinggung perintah ini berkali-kali dalam suratnya, misalnya:

    • Luqman ayat 14:

    “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

    • Al-Isra’ ayat 23-24:

    “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu dan bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

    “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua menyayangiku saat kecil.”

    • Shahih Bukhari no.496

    “….Al-Walid bin Al-Aizar berkata, aku mendengar Abu ‘Amru Asy Syaibani berkata, “Pemilik rumah ini menceritakan kepada kami seraya menunjuk rumah Abdullah ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah, amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?”. Beliau menjawab, “Salat pada waktunya.” Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?”, Rasul menjawab “Kemudian berbakti kepada orang tua.” Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?”, Rasul menjawab .”Jihad fi sabilillah.” Abdullah berkata, “Beliau sampaikan semua itu, sekiranya aku minta tambah, niscaya beliau akan menambahkannya untukku.”

    Hukum Berbakti kepada Orang Tua

    Mengingat cukup banyak ayat dan hadis yang menjelaskan wajibnya manusia berbakti kepada kedua orang tua, maka hukum berbakti kepada orang tua adalah fardhu ‘ain

    Fardhu ‘ain adalah sebuah hukum yang menuntut seseorang melaksanakan kewajiban syariat, misalnya berbakti kepada orang tua dan salat lima waktu. 

    Ini berbeda dengan fardhu kifayah. Fardhu ‘ain adalah kewajiban mutlak untuk per orang, sedangkan fardhu kifayah kewajiban tanpa memandang siapa yang melakukannya. 

    Contoh fardhu kifayah adalah jika suatu wilayah membutuhkan dokter, tidak semua orang diwajibkan menjadi dokter. Kewajibannya gugur kalau sudah ada dokter yang bertugas. 

    Nah, karena berbakti adalah kewajiban setiap anak,maka hukumnya adalah fardhu ‘ain, alias mutlak dan tidak dapat diwakilkan. 

    Cara Birrul Walidain kepada Orang Tua

    Berbuat baik kepada kedua orang tua sudah sepantasnya dilakukan karena kedua orang tua sudah mengorbankan jiwa, raga, dan hartanya untuk merawat, mendidik, dan membesarkan anak-anaknya hingga dewasa. Kasih sayang mereka sangat besar kepada anak-anaknya hingga rela melakukan apa saja demi anaknya. 

    Oleh karena itulah mengapa Allah memerintahkan umat muslim berbuat baik dan berbakti kepada orang tua. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk berbuat baik kepada mereka, diantaranya:

    • Mendengarkan nasihat dan perkataan orang tua.
    • Mematuhi perintah orang tua selama perintah tersebut tidak melanggar syariat.
    • Tidak berjalan di depan kedua orang tua, tapi alangkah baiknya berjalan di samping atau di belakangnya.
    • Tidak mengeraskan suaranya melebihi suara kedua orang tua untuk menjaga sopan santun kepada mereka.
    • Berusahalah mendapatkan keridhaan mereka dengan perkataan maupun perbuatan.
    • Bersikap rendah hati dan lemah lembut seperti melayani, merawat orang tua seperti menyuapi makan apabila kedua tangannya sudah tidak mampu.
    • Jangan memandang orang tua dengan pandangan tajam atau sinis.
    • Jangan bermuka cemberut. Tampakkanlah muka yang ceria dan tersenyum.
    • Jangan bepergian kecuali atas izin keduanya.
    • Tidak membantah perkataan orang tua.
    • Menafkahi orang tua. Seorang muslim hendaknya menafkahi kedua orang tuanya agar memperoleh ridha Allah. Jika seseorang berharta banyak dan orang tua sedang butuh, maka seseorang tersebut wajib memberikannya.

    Cara Birrul Walidain ke Orang Tua yang Sudah Wafat

    Cara-cara di atas bisa dilakukan apabila kedua orang tua masih ada. Pertanyaannya, bagaimana jika salah satu atau kedua orang tua sudah tiada? Apakah sebagai anak masih bisa berbakti kepada keduanya?

    Jawabannya adalah bisa. Seorang anak masih bisa berbakti kepada kedua orang tuanya meski keduanya sudah meninggal.

    Rasulullah dalam hadisnya sudah menjelaskan bagaimana seharusnya seorang muslim berbakti kepada orang tuanya yang sudah wafat. Hadis tersebut berbunyi:

    “Suatu ketika saya sedang duduk bersama Nabi Muhammad. Tiba-tiba ada seorang laki-laki Anshar datang kepada Nabi. Ia bertanya, “Ya Rasul, apakah saya bisa berbaik budi kepada kedua orang tua saya yang telah wafat.” Mendengar itu Rasulullah menjawab, “Iya, ada empat hal yang bisa dilakukan, yaitu: mendoakan mereka, memohonkan ampun keduanya kepada Allah, melaksanakan janji mereka dan memuliakan semua teman mereka, menjalin silaturahmi dengan orang-orang yang tidak akan menjadi saudaramu tanpa melalui ayah ibumu. Itulah budi baik yang harus kamu lakukan setelah kedua orang tuamu meninggal.” (Musnad Ahmad)

    Dari hadis tersebut seperti yang dijelaskan bahwa seseorang tetap bisa berbakti kepada kedua orang tuanya yang meninggal dengan melakukan 4 cara, yakni:

    • Mengirim doa kepada orang tua.
    • Memohonkan ampun keduanya kepada Allah.
    • Menunaikan janji keduanya dan memuliakan teman mereka.
    • Menjaga silaturahmi kepada saudara-saudara, keluarga, atau kerabat.

    Hikmah Melaksanakan Birrul Walidain

    Sejatinya semua perintah dari Allah mengandung hikmah dan manfaat bagi kehidupan manusia secara menyeluruh, termasuk perintah birrul walidain. Ada beberapa hikmah yang bisa dirasakan jika kita berbakti tulus kepada kedua orang tua, yakni:

    1. Mendapatkan Ampunan atas Dosa-Dosa yang Telah Dilakukan

    Ini persis seperti sebuah riwayat yang pernah menceritakan ada seorang laki-laki yang sedang bersedih serta hancur datang menemui Rasulullah.

    Laki-laki tersebut mengaku telah melakukan dosa besar dan ingin bertaubat, dan Rasulullah pun menyuruh laki-laki itu berbakti kepada bibi (saudara perempuan ibu, karena ibunya sudah meninggal) karena bibi memiliki posisi yang sama dengan ibu.

    2. Birrul Walidain adalah Amalan Paling Utama

    Seperti yang sudah dijelaskan dalam hadis sebelumnya bahwa Rasulullah mengatakan berbakti kepada orang tua memiliki kedudukan tertinggi kedua setelah salat tepat waktu.

    3. Meluaskan Rezeki dan Memanjangkan Umur

    Berbakti kepada orang tua bisa membuat umur kita menjadi berkah dan rezeki jadi luas dan bermanfaat untuk kehidupan.

    4. Mendapat Ridha Allah dan Masuk Surga

    Birrul walidain bisa mendatangkan ridha dari Allah karena ridha Allah datang dari ridha kedua orang tua. Apabila seseorang tulus berbakti kepada orang tuanya, ia juga akan dijamin masuk surga

    Sudah Tahu Birrul Walidain beserta Hukum dan Dalilnya?

    Itulah penjelasan makna birrul walidain lengkap dengan dalil, hukum, dan cakupannya. Dari sini bisa disimpulkan bahwa berbakti kepada orang tua wajib bagi manusia pada umumnya atau umat muslim pada khususnya, karena dari berbuat baik kepada orang tua bisa mendatangkan ridha Allah.

  • Apresiasi Seni: Pengertian, Tujuan, Tahapan, dan Manfaatnya

    Apresiasi Seni: Pengertian, Tujuan, Tahapan, dan Manfaatnya

    Pernahkah Anda pergi mengunjungi sebuah museum seni atau acara pameran karya seni? Jika pernah, maka Anda tentunya merasa tertarik dan penasaran akan macam-macam karya seni yang terpajang itu. Perasaan tertarik itu memiliki istilah apresiasi seni, yang akan artikel ini bahas lebih lanjut.

    Definisi Apresiasi Seni

    Orang-orang yang datang berkunjung ke suatu pameran karya seni tidak sedang mencari karya seni yang paling bagus atau paling mahal. Mereka ini datang untuk menyaksikan karya-karya seni, baik lukisan, ukiran, maupun patung, yang merupakan ekspresi jiwa kemanusiaan dari para pembuatnya.

    Kata apresiasi sendiri memiliki arti melihat atau menilai suatu objek dengan seksama. Orang yang sedang melihat atau menilai objek di hadapannya itu akan mendapatkan sebuah wawasan. Kemudian, wawasan yang dia dapatkan akan berkembang menjadi suatu bentuk penghayatan atau penjiwaan.

    Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa apresiasi seni adalah suatu kegiatan yang melibatkan penilaian karya seni secara langsung. Penilaian terhadap karya seni ini kemudian akan menimbulkan keinginan untuk menyatakan perasaan dan pendapat kita mengenai karya seni tersebut.

    Selain membangkitkan emosi, kegiatan penghayatan ini mampu membuat kita lebih peka terhadap estetika dalam suatu karya seni. Kepekaan terhadap estetika seni ini nantinya akan tumbuh menjadi pujian, kritik, wawasan, serta pertimbangan dalam menjiwai sebuah karya seni.

    Tujuan Apresiasi Seni

    Anda sudah mengetahui apa pengertian dari kegiatan penghayatan karya seni ini. Sekarang, Anda pun harus tahu apa saja tujuan dibalik adanya kegiatan ini. Setiap orang memiliki tujuan mereka sendiri dalam menghayati karya seni, sebagaimana yang tertera di bawah ini.

    1. Sebagai Sarana Edukasi Masyarakat

    Tujuan pertama dari kegiatan penghayatan karya seni adalah untuk mendidik orang-orang, terutama kaum pelajar, akan pentingnya menghargai karya seni. Salah satu bentuk dari edukasi tentang aktivitas penghayatan terhadap karya seni ini ialah mata pelajaran seni rupa di sekolah-sekolah.

    Masyarakat perlu tahu bahwa karya seni itu bukan sekadar alat untuk mencari nafkah atau untuk pamer status saja. Kesenian ialah suatu perwujudan dari ekspresi jiwa manusia yang dapat menyampaikan pesan dan nasihat kepada siapapun yang datang melihatnya.

    2. Upaya Melestarikan Tradisi Leluhur

    Adapun tujuan apresiasi seni yang kedua adalah sebagai upaya untuk melestarikan tradisi leluhur masyarakat kita. Di negara Indonesia ada banyak sekali karya-karya seni yang datang dari golongan adat setempat. Baik itu lukisan, pahatan, maupun ukiran, jumlahnya bisa mencapai ratusan.

    Coba Anda lihat seni membatik yang umum Anda temukan di seluruh pulau Jawa. Batik itu bukan sekadar busana tradisional yang hanya dikenakan pada acara-acara resmi atau undangan saja. Karya dalam wujud busana ini ialah warisan kebudayaan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

    3. Mengevaluasi Hasil Kerja Seorang Seniman

    Berikutnya ada pula tujuan apresiasi seni yang berupa evaluasi terhadap hasil kerja seorang seniman yang mendesainnya. Mau itu pujian karena tampak indah dan penuh detail atau kritik karena orang menganggapnya kurang pantas, setiap karya seni membutuhkan penilaian.

    Meskipun begitu, ada fungsi lain dari kegiatan evaluasi seni yang jarang orang-orang ketahui. Tahukah Anda bahwa karya seni juga rentan mengalami aksi penjiplakan atau plagiarisme? Adanya evaluasi terhadap karya seni dapat membantu kita memeriksa apakah karya seni tersebut asli atau hasil menjiplak.

    4. Memberi Motivasi kepada Seniman Lain

    Di nomor empat, tujuan dari aktivitas penjiwaan dan penghayatan karya seni ialah untuk memberi motivasi dan pelajaran kepada seniman lain. Setiap orang pasti mampu menciptakan karya seni, sehingga mereka perlu suatu inspirasi yang dapat menumbuhkan semangat mereka dalam berkarya.

    Jika seorang seniman mendapati sebuah karya diberi nilai positif, maka itu harus menjadi motivasi untuk lebih baik dalam berkarya. Sebaliknya, apabila seniman ini melihat adanya karya seni lain yang menerima kritik dari pengamatnya, maka janganlah dia merasa tinggi hati.

    Tahapan Apresiasi Seni

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ketika Anda sedang menilai karya seni, Anda jangan langsung memberi pujian atau kritik tanpa alasan. Anda harus melalui beberapa tahapan terlebih dahulu sebelum akhirnya Anda bisa menentukan apakah karya seni tersebut bernilai positif atau negatif.

    1. Persepsi

    Tahap yang pertama yaitu persepsi atau pengenalan kepada aneka jenis karya seni. Biasanya proses pengenalan ini terjadi ketika ada karya seni di hadapan Anda. Pada tahap ini, Anda belum tahu apa-apa tentang metode pembuatan karya seni itu atau detail-detail di dalam karyanya.

    2. Wawasan

    Selanjutnya, Anda masuk ke tahap apresiasi seni yang kedua, yaitu pengetahuan atau wawasan terhadap karya seni. Wawasan ini biasanya berbentuk penilaian terhadap metode penciptaan karya seni itu. Selain itu, tahap ini juga berhubungan dengan asal-usul sejarah dan inspirasi yang terkait padanya.

    3. Analisis

    Sekarang Anda masuk ke tahap apresiasi seni yang lebih tinggi, yaitu melakukan analisis. Inilah waktunya Anda mulai memperhatikan segala detail kecil seperti warna, garis, motif, dan ruang pada karya itu. Kemudian Anda lanjutkan dengan upaya untuk menemukan makna dan pesan tersirat di dalamnya.

    4. Penilaian

    Sampailah kita di tahap keempat dan terakhir dari kegiatan penghayatan seni, yaitu evaluasi atau penilaian karya tersebut secara objektif dan subjektif. Penilaian objektif berfokus kepada desain dan wujud karya seni tersebut, sedangkan penilaian subjektif mengutamakan pendapat pribadi si pengamat.

    Manfaat Apresiasi Seni

    Setelah Anda membaca tentang tujuan dan aneka tahapan dalam penilaian suatu karya seni, Anda juga jangan lupa dengan manfaatnya. Ada banyak sekali hal positif yang dapat orang-orang rasakan apabila mereka menilai dan menghayati beragam karya seni dengan tepat dan mendalam.

    1. Menumbuhkan Keahlian Berpikir Kritis

    Seseorang yang mampu berpikir kritis tidak akan cepat memberi nilai bagus atau jelek kepada suatu karya seni. Dia wajib mengamati karya tersebut, baik detail-detailnya yang kecil maupun secara keseluruhan. Barulah dia dapat memberikan nilai kepada karya itu setelah selesai mengamatinya.

    Menghayati karya seni di museum atau acara pameran ialah salah satu cara yang ampuh dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Dengan aktivitas ini, penilai diharapkan mampu mengamati dan menilai suatu objek secara lengkap tanpa ada detail yang terlewati.

    2. Menghargai Kebudayaan Lokal

    Apalah artinya sebuah bangsa yang besar dan penduduknya beraneka ragam jika tak mau melestarikan kebudayaan lokal sendiri? Jika sebagai warga negara Indonesia tidak tertarik untuk melakukan apresiasi seni, maka artinya kita membiarkan budaya dan tradisi lokal hilang.

    Ingat, salah satu tujuan dilakukannya aktivitas ini ialah untuk mengajarkan tentang budaya asli di negara sendiri. Selain itu, penghayatan dan penjiwaan seni juga mampu membantu melestarikan kesenian lokal. Maka dari itu, hargailah karya-karya seni dengan cara mengapresiasinya.

    3. Menghilangkan Rasa Penat di Pikiran

    Apabila Anda merasa lelah dan penat, Anda tentu tak lagi bersemangat dalam bekerja. Anda akan mencari sebuah hiburan dalam bentuk apapun supaya rasa penat itu segera hilang. Nah, aktivitas penghayatan karya seni bisa Anda pilih sebagai bentuk hiburan yang murah dan santai.

    Menikmati karya seni dapat merangsang otak untuk melepaskan berbagai macam zat hormon yang bersifat positif. Sebagian dari zat hormon di otak tersebut berfungsi menghilangkan stres dan membuat diri lebih ceria. Sementara itu, ada pula zat hormon yang sanggup menurunkan tekanan darah.

    4. Mendapat Inspirasi Hidup

    Keindahan pada suatu karya seni bukan cuma untuk membuat rasa penat hilang, melainkan juga membawa inspirasi hidup. Ide-ide yang muncul di benak Anda setelah menikmati karya seni tersebut dapat Anda gunakan sebagai inspirasi dalam bekerja dan bersosialisasi.

    Tahukah Anda bahwa melakukan apresiasi seni juga sangat bagus untuk merangsang imajinasi seseorang? Berkembangnya imajinasi dalam pikiran Anda dapat menjadi kesempatan bagus untuk membuka pikiran. Anda pun bisa mencari solusi untuk menuntaskan masalah dengan lebih kreatif.

    5. Menjalin Relasi dengan Masyarakat

    Karya seni bukan merupakan barang untuk Anda simpan dan sembunyikan di dalam rumah. Benda ini ialah sarana Anda untuk bisa menjalin komunikasi dan relasi dengan khalayak umum. Semakin banyak orang yang menghayati karya seni Anda, maka semakin banyak pula koneksi sosial Anda.

    Kesempatan menjalin persahabatan dan partnership dengan orang-orang dapat Anda gunakan sebagai sarana edukasi dan promosi karya. Melalui koneksi ini, masyarakat tidak hanya tahu tentang karya seni Anda, tetapi juga reputasi Anda sebagai seniman yang profesional dan terpercaya.

    Tertarik untuk Berkunjung ke Acara Pameran Seni?

    Demikianlah pembahasan mengenai topik apresiasi seni, yang mungkin dapat menggugah rasa penasaran Anda dalam bidang kesenian. Seni merupakan aspek kemanusiaan yang sangat melekat pada diri kita. Oleh karena itu, Anda jangan malu untuk mencari karya seni yang dapat membangkitkan emosi dan motivasi.

    Jadi, apakah Anda termasuk pribadi penyuka seni dan suka berkunjung ke berbagai pameran karya?

  • Mengenal Komunitas: Pengertian, Ciri, Manfaat Lengkap dengan Contohnya

    Mengenal Komunitas: Pengertian, Ciri, Manfaat Lengkap dengan Contohnya

    Punya passion pada suatu bidang, tapi bingung cara menyalurkannya? Jangan khawatir, ada banyak komunitas yang bisa kamu ikuti sesuai dengan isu yang menjadi perhatianmu selama ini.

    Seperti apa komunitas itu? Kemudian, bagaimana ciri, manfaat, dan contohnya? Daripada penasaran, simak pembahasan selengkapnya!

    Pengertian

    Barangkali kamu pernah mendengar istilah “komunitas” yang kerap terlontar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebenarnya apa maksud dari komunitas itu sendiri?

    Sederhananya, komunitas adalah suatu kelompok sosial dalam masyarakat yang saling berinteraksi. Biasanya mereka mempunyai suatu kesamaan yang menjadi cikal bakal terbentuknya kelompok tersebut. Lantas, apa kesamaan yang mereka miliki?

    Menurut John Dewey dalam bukunya yang berjudul Democracy and Education (1916) mendeskripsikan bahwa komunitas itu terbangun atas ‘ikatan-ikatan’ yang secara rumit saling berhubungan melalui komunikasi.

    Ikatan-ikatan tersebut bisa dalam bentuk tujuan, kepercayaan, dan pengetahuan yang merupakan sebuah keharusan bagi terbentuknya perkumpulan tersebut dan terbangun melalui komunikasi. 

    Lebih lanjut menurutnya, kualitas komunikasi begitu krusial bagi pembentukan suatu perkumpulan tersebut karena dapat menyatukan suatu kelompok tertentu. Dengan demikian, istilah ‘ikatan-ikatan’ dalam penjelasan Dewey itulah yang membentuk kesamaan. 

    Unsur Kesamaan di Dalamnya

    Biasanya kesamaan yang ada pada komunitas itu bisa berbagai macam. Misalnya seperti kesamaan asal daerah, hobi, hingga suatu isu sosial yang penjelasannya sebagai berikut.

    1. Minat

    Jenis ini tercipta karena adanya minat atau ketertarikan para anggotanya yang serupa. Biasanya terbentuk karena adanya minat dari anggotanya yang begitu besar dan sama-sama mendukung minat atau hobi yang mereka tekuni.

    2. Lokasi

    Jenis ini terbentuk karena adanya kesamaan lokasi atau daerah asal secara geografis. Biasanya terbentuk dengan adanya keinginan untuk saling mengenal agar tercipta interaksi yang dapat membantu perkembangan lingkungan mereka.

    3. Komuni

    Jenis komunitas ini terbentuk karena adanya keinginan bersama atau terbentuk atas dasar kepentingan dalam organisasi sosial dalam masyarakat di suatu lokasi tersebut.

    Ciri-Ciri 

    Komunitas adalah sekelompok individu yang berbagi ruang, kepercayaan, dan serangkaian praktik yang sama. Mereka terjalin dalam hubungan yang menumbuhkan kesamaan. Adapun berikut ciri-cirinya yakni:

    1. Sekelompok Orang

    Komunitas terdiri dari berbagai individu yang berinteraksi secara langsung. Dalam hal ini, mereka merupakan sekelompok orang yang berhubungan langsung satu sama lainnya.

    Adanya orang-orang ini memiliki pengaruh terhadap variasi interaksi yang mereka lakukan. Struktur sosial cukup kompak untuk mereka miliki dan kendalikan. Misal, rasa kekeluargaan dan saling tolong-menolong.

    2. Bersifat Teritorial

    Suatu kelompok yang sifatnya teritorial menandakan bahwa komunitas tersebut teridentifikasi berdasarkan tempat asal anggotanya.

    Ketika orang tinggal pada wilayah tertentu, mereka akan membentuk kelompok tertentu. Apalagi bagi perantau yang mungkin berpindah tempat tinggal dari waktu ke waktu sehingga dengan terbentuknya komunitas, mereka dapat memperoleh ikatan persaudaraan yang kuat dari tempat tinggal yang disinggahi.

    3. Nyata 

    Kelompok sosial ini bersifat nyata lantaran mengacu pada sekelompok orang yang tinggal di suatu daerah tertentu. Itu sebabnya, komunitas harus dapat kamu kenali dan ketahui baik secara formal maupun informal.

    4. Terorganisir

    Sebuah komunitas merupakan suatu organisasi sosial yang lengkap. Hal ini mengandung arti bahwa kelompok tersebut menggabungkan semua elemen masyarakat. Akibatnya, sebuah komunitas adalah miniatur masyarakat. 

    5. Hubungan Timbal Balik 

    Hubungan timbal balik menjadi suatu keharusan dalam kelompok/organisasi tersebut. Adanya hubungan ini karena berawal dari hasrat serta kemauan yang tinggi dari anggota dalam organisasi tersebut.

    6. Kesamaan

    Dalam beberapa hal, anggota sebuah komunitas memiliki kesamaan. Baik kesamaan dalam bahasa, budaya, tradisi, dan adat istiadat yang terlihat dari para anggotanya. Misalnya, adanya rasa senasib, kepentingan, serta pandangan politik yang serupa. 

    7. Tidak Harus Berbadan Hukum

    Komunitas bukanlah badan hukum karena bukanlah orang. Di mata hukum, komunitas tidak memiliki hak dan tanggung jawab karena kelompok atau organisasi tersebut tidak diciptakan oleh undang-undang apa pun.

    Manfaat

    Ketika bergabung dalam sebuah komunitas, tentu terdapat manfaat tersendiri bagi para anggotanya. Kamu bakal terhubung dengan orang-orang dan ide-ide yang akan berdampak positif pada perspektif kamu selama ini.

    Adapun berikut manfaat ikut komunitas, yaitu:

    1. Dukungan Rasa Aman

    Salah satu alasan utama pentingnya bergabung dalam kelompok tersebut adalah membantu melawan perasaan putus asa sekaligus memberi kepastian rasa aman ketika dikelilingi oleh orang-orang yang sefrekuensi. 

    Karena sefrekuensi atau punya ketertarikan pada bidang yang sama, maka setiap anggota bisa saling memberikan dukungan karena organisasi ini merupakan wadah yang terdiri dari orang-orang yang berpikiran dan memiliki perjalanan yang sama.

    Meskipun tahapan perjalanan setiap anggota berbeda-beda, mereka akan memahami apa yang sedang kamu alami dan dapat memberikan dukungan yang kamu butuhkan untuk terus maju.

    2. Membangun Koneksi

    Dengan kamu bergabung komunitas, berarti kamu memiliki kesempatan besar untuk membangun koneksi.

    Menurut Porter Gale dalam bukunya yang berjudul Your Network is Your Net Worth (2013), menjelaskan bahwa bagaimana mengembangkan relasi dalam meningkatkan peluang melalui koneksi yang kamu bangun. 

    Hal ini bisa saja peluang untuk memajukan karier atau bertemu dengan seseorang yang dapat memberikan bantuan yang kamu butuhkan. Tidak ada yang tahu siapa yang akan kamu temui ketika bergabung dengan sebuah komunitas dan bagaimana mereka dapat membantu kamu, serta sebaliknya.

    Menemukan orang lain yang memiliki nilai, minat, dan pandangan yang sama tentu membuat seseorang menyadari dia tidaklah sendirian karena pada hakikatnya manusia merupakan makhluk sosial. Dengan adanya komunitas, maka mereka dapat menjalin koneksi yang lebih baik satu sama lainnya.

    3. Sumber Inspirasi

    Salah satu manfaat terbesar ketika kamu bergabung dalam suatu peguyuban tersebut yaitu kesempatan belajar untuk memperoleh inspirasi yang bisa menjadi pengetahuan baru bagi anggotanya.

    Bergabung dengan kelompok yang sefrekuensi, berarti kamu mempunyai peluang lebih besar untuk bertemu dengan orang-orang yang dapat menjadi mentor kamu. Misalnya, dalam komunitas wirausaha, terdapat mentor berpengalaman yang dapat membimbing kamu tatkala membangun suatu bisnis.

    Dengan berada dalam komunitas, kesempatan untuk belajar akan terbuka lebar karena terdapat orang-orang yang memiliki pandangan, pengalaman, atau keyakinan yang berbeda sehingga membantu kamu untuk mencapai wawasan yang mungkin tidak pernah kamu alami sebelumnya.

    4. Belajar untuk Menerima

    Ketika berada dalam suatu komunitas, tidak menutup kemungkinan kamu akan menghadapi berbagai karakter orang dan juga pandangan mereka yang menjadi tantangan tersendiri.

    Meski begitu, situasi itu justru akan melatih sikap kamu dalam menghargai satu dengan lainnya. Kebersamaan dalam komunitas membantu kamu untuk menerima bahwa terkadang manusia bisa saja dalam posisi kuat dan bisa juga dalam posisi rentan sehingga membutuhkan dukungan orang lain untuk menghindari pergulatan emosional mereka.

    5. Keberagaman

    Manfaat lain ketika bergabung suatu komunitas adalah keberagaman lantaran penuh dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda dengan berbagai pengalaman hidup mereka. 

    Jadi, ketimbang melakukan suatu kegiatan yang individualistis, ada baiknya kamu bertemu dan bersosialisasi dengan sekelompok orang yang bisa menambah pengalaman secara keseluruhan.

    Contoh

    Terdapat beberapa contoh komunitas yang umum dalam masyarakat dan perlu kamu ketahui, yaitu:

    1. Bisnis

    Komunitas bisnis adalah kumpulan individu yang memiliki kepentingan yang sama pada dunia bisnis. Ini termasuk pemilik bisnis, karyawan, pelanggan, dan pemasok.

    Terkadang kita juga menyebutnya sebagai komunitas pengusaha. Biasanya mereka berkumpul untuk mempromosikan kepentingan bisnis, atau mengadvokasi kebijakan tertentu. Mereka juga dapat menyediakan sumber daya dan dukungan kepada pengusaha yang sedang berkembang.

    2. Kasta

    Komunitas kasta adalah sekelompok orang yang memiliki status sosial yang sama. Dalam beberapa budaya, kasta secara historis telah teridentifikasi dengan sangat jelas dari generasi ke generasi. 

    Biasanya anggota dalam kelompok ini akan menikah, mencari pekerjaan, dan bersosialisasi sesuai kasta mereka.

    Saat ini, kasta tidak lagi lazim, meskipun solidaritas kelas sosial masih ada, dan orang-orang dari latar belakang kelas pekerja sering berkumpul untuk membentuk serikat pekerja untuk mengadvokasi kepentingan mereka.

    3. Kota

    Terkadang suatu kota juga dapat menjadi sebuah kelompok khusus karena semua orang di dalam kota tersebut bersatu dalam kepentingan bersama untuk meningkatkan atau mempertahankan budaya dan kelayakan huni kota mereka.

    Suatu kota sering kali dikelola oleh kelompok politik yang terorganisir seperti dewan kota yang bertindak sebagai pusat pengambilan keputusan bagi masyarakat. Demikian pula, perpustakaan, sekolah, dan kelompok olahraga yang bertindak sebagai titik pertemuan bagi anggota masyarakat kota.

    4. Etnis

    Komunitas etnis adalah kumpulan individu yang mempunyai warisan budaya yang sejenis. Ini termasuk tradisi, bahasa, dan nilai-nilai luhur mereka.

    Kelompok etnis yang merupakan ekspatriat dari tanah air etnis mereka akan sering menyatu dalam lingkungan tertentu di dalam kota. 

    Contoh, lingkungan Pecinan yang muncul pada kota-kota besar dunia. Pecinaan adalah tempat para imigran Tionghoa untuk memulai kehidupan baru mereka agar dapat berkomunikasi dengan ekspatriat lain yang dapat membantu mereka untuk menyesuaikan diri.

    5. Petani 

    Komunitas petani adalah sekelompok orang yang memiliki minat yang sama untuk bekerja di bidang pertanian. 

    Kota-kota kecil yang sebagian besar ekonominya bergantung pada hasil pertanian umumnya disebut sebagai komunitas/kelompok petani. Mereka biasanya sangat mendukung satu sama lain dan saling membantu, tetapi juga sering kali skeptis terhadap peraturan dan campur tangan pemerintah.

    6. Fundamentalis

    Komunitas fundamentalis adalah sekelompok orang yang memiliki interpretasi kaku dan literal yang sama terhadap ideologi yang mereka pilih dan sering kali hidup dalam ekonomi tradisional yang terisolasi.

    Salah satu contoh komunitas fundamentalis adalah komunitas Amish, yang didasarkan pada penafsiran Alkitab secara harfiah. Suku Amish menolak banyak teknologi dan cara hidup modern, serta memilih untuk tetap berpegang teguh pada tradisi mereka yang telah berusia berabad-abad. Mereka sering menutup diri dari dunia luar dan mandiri.

    7. Global

    Istilah “komunitas global” telah ada sejak meningkatnya globalisasi di abad ke-20. Istilah ini menyoroti fakta bahwa setiap orang di dunia saling terhubung dalam era globalisasi dan memiliki kepentingan serta kebutuhan untuk bekerja sama.

    Kebutuhan akan kerja sama di antara anggota komunitas global tidak pernah lebih besar, karena tantangan seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan terorisme mengancam stabilitas dunia.

    Komunitas internasional telah menanggapi tantangan-tantangan ini dengan mengembangkan lembaga-lembaga seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Bank Dunia.

    8. Hobi

    Komunitas hobi adalah sekelompok individu yang mempunyai minat pada hobi tertentu. Biasanya mereka kerap berkumpul untuk menikmati aktivitas kegemaran yang sama.

    Orang yang sangat menyukai hobi mereka sering kali memiliki rasa kebersamaan dan persahabatan yang baik dengan orang lain. Contoh komunitas hobi antara lain klub buku, klub merajut, dan klub catur.

    9. Linguistik

    Komunitas linguistik adalah sekelompok orang yang memiliki bahasa yang sama dan sering kali memiliki dialek berbeda dari bahasa yang mereka gunakan bersama. 

    Dialek ini dapat berfungsi sebagai penanda identitas bagi setiap anggota. Misalnya, kelompok penutur bahasa Prancis di Kanada memiliki dialek bahasa Prancis yang berbeda, yang dikenal sebagai bahasa Prancis Quebec. Dialek ini membedakan mereka dari penutur bahasa Prancis di negara asalnya.

    10. Multikultural

    Komunitas multikultural adalah sekelompok orang dari berbagai budaya yang tinggal dan berinteraksi satu sama lain di wilayah yang sama.

    Multikulturalisme adalah filosofi bahwa berbagai budaya dapat hidup berdampingan secara damai dan harmonis dalam masyarakat yang sama. Kelompok multikultural sering kali memiliki permadani yang kaya akan tradisi, adat istiadat, dan kepercayaan.

    11. Politik

    Komunitas politik adalah sekelompok orang yang memiliki keyakinan atau ideologi politik yang sama dan bersatu untuk meningkatkan kekuatan mereka dalam jumlah.

    Kelompok politik dapat berskala lokal, nasional, atau internasional. Misalnya, dalam sebuah negara, komunitas politik dapat membentuk partai politik seperti Partai Demokrat dan Partai Republik.

    Secara internasional, komunitas politik dapat berbentuk blok negara seperti blok Soviet, Uni Eropa, atau Liga Arab.

    12. Agama

    Komunitas agama adalah sekelompok orang yang memiliki agama yang sama. Anggota kelompok agama sering kali memiliki keyakinan dan nilai yang kuat dan mengikat. Mereka mungkin juga memiliki budaya dan sejarah yang sama.

    Kelompok keagamaan ini bisa terdiri dari lingkup lokal, nasional, atau internasional. Sebagai contoh, Gereja Katolik adalah kelompok keagamaan global dengan anggota hampir setiap negara di dunia. 

    Sudah Paham Sekarang?

    Pada intinya, komunitas adalah sekelompok orang yang memiliki rasa memiliki dan identitas yang sama sehingga mereka dapat bersatu untuk menjalin hubungan yang menumbuhkan rasa persaudaraan.

    Dengan demikian, suatu kelompok dengan ketertarikan yang sama dapat tercipta lantaran adanya keinginan dari para anggotanya demi mencapai tujuan yang telah mereka sepakati bersama.

  • 10 Contoh Peristiwa Mengembun Lengkap dengan Penjelasannya

    10 Contoh Peristiwa Mengembun Lengkap dengan Penjelasannya

    Mengembun adalah salah satu perubahan wujud benda. Selain itu, mengembun juga bisa diartikan sebagai titik-titik air yang berkaitan dengan uap. Jadi, peristiwa ini merupakan perubahan wujud zat dari gas menjadi cair. Penasaran dengan contoh-contohnya? Simak selengkapnya di sini!

    Pengertian Mengembun Secara Umum

    Mengembun atau kondensasi merupakan proses perubahan wujud benda padat, seperti gas menjadi cairan. Kondensasi sendiri merupakan lawan dari penguapan yang mana merupakan proses pelepasan panas.

    Selain itu, kondensasi terjadi apabila uap air di udara melewati permukaan yang lebih dingin. Dengan begitu, uap air ini akan terkondensasi menjadi titik-titik air atau yang disebut dengan embun.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dari mengembun adalah menjadi embun. Selain itu, mengembun juga bisa diartikan sebagai titik-titik air.  Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, bahwa embun ini biasanya akan muncul ketika malam hari. 

    Jadi, hal tersebut sesuai dengan pengertian embun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengatakan bahwa embun merupakan titik-titik air yang jatuh dari udara. Terutama pada malam hari.

    Secara garis besar, kondensasi merupakan peristiwa perubahan wujud zat yang terjadi ketika suatu gas melepaskan energi kalor. Hal tersebut terjadi karena adanya penurunan suhu yang terjadi.

    Dalam kegiatan sehari-hari, ada banyak tempat yang memiliki kandungan air. Hal tersebut terjadi karena adanya uap air yang sampai ke permukaan udara. Jadi, kondensasi bukan suatu hal yang aneh. Sebab, hal ini sudah bisa dibuktikan melalui ilmu fisika. 

    Pengertian Mengembun Menurut Para Ahli

    Selain menurut KBBI, ternyata ada beberapa ahli yang mengungkapkan pengertian dari kondensasi. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa kondensasi sulit dilepaskan dari presipitasi. Nah, berikut ini adalah pengertian kondensasi dari para ahli:

    1. Triatmodjo (2008)

    Kondensasi merupakan turunan air dari atmosfer yang jatuh ke permukaan bumi. Ini terdiri dari salju, hujan es, hujan, hingga embun. Hujan ternyata bisa memberikan fungsi yang besar atas presipitasi yang terjadi pada daerah tropis. Hal tersebut bisa Anda lihat dari biasanya bukan yang dianggap presipitasi. 

    2. Wibowo Dkk (2016)

    Menurut Wibowo Dkk, definisi dari mengembun adalah jatuhnya air dari atmosfer menuju ke permukaan bumi. Bentuk dari zat cair yang turun ini bisa berupa hujan, kabut, embun, dan salju. 

    3. Karnaningroem (1990)

    Menurut Karnaningroem, proses kondensasi merupakan proses perubahan wujud dari gas menjadi wujud cair. Hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan temperatur. Temperatur dari terjadinya kondensasi juga akan berubah selaras dengan adanya tekanan uap yang terjadi. 

    Jenis Kondensasi

    Perlu Anda ketahui, bahwa proses terjadinya embun memiliki beberapa jenis. Berikut adalah masing-masing penjelasan dari jenis kondensasi:

    1. Kondensasi Eksterior

    Kondensasi eksterior merupakan kondensasi yang terjadi ketika udara lembab bertemu dengan permukaan benda yang dingin. Kondisi ini bisa terjadi pada suhu permukaan kaca yang lebih rendah dari titik embun udaranya. 

    Titik embun udara ini sendiri merupakan temperatur yang menyatakan uap air pada udara yang mengembun dan berubah menjadi air. Hal tersebut terjadi lewat kecepatan yang sama dengan kecepatan air itu sendiri. Selanjutnya, titik embun ini akan menguap dengan tekanan udara yang konstan. 

    Kondensasi eksterior ini biasanya terjadi pada malam hari. Setelah itu, proses pengembunan ini juga mempengaruhi suhu siang hari menjadi hangat. 

    2. Kondensasi Interior

    Mengembun secara interior adalah jenis kondensasi yang terjadi pada sebuah ruangan yang tertutup. Hal tersebut terjadi jika ada kelebihan kelembaban udara yang ada pada ruangan tertutup tersebut. 

    Nah, kelembapan udara yang berlebihan ini terkadang akan menyebabkan pengembunan yang terjadi di kaca jendela. Jadi, semakin banyak udara yang hangat, maka akan semakin banyak pula uap air yang dimiliki. 

    Proses Terjadinya Pengembunan

    Perlu Anda ketahui, bahwa proses terjadinya pengembunan ini adalah ketika uap air di udara sudah melewati permukaan yang jauh lebih dingin dari titik embun uap air yang ada. Hal inilah yang akan menyebabkan terjadinya uap air terkondensasi menjadi titik-titik air atau embun. 

    Proses terbentuknya awan sendiri merupakan wujud dari proses kondensasi itu sendiri. Jadi, naiknya uap air merupakan akibat dari sinar matahari yang terkondensasi di udara. Ini terjadi karena udara di atas permukaan bumi yang jauh lebih rendah dari titik embun uap airnya. 

    Mengembun adalah proses yang mengakibatkan terbentuknya awan. Umumnya, agar proses kondensasi ini terjadi, maka atmosfer harus sepenuhnya jenuh. Jadi, tekanan uap airnya harus mencapai batas maksimal. 

    Selain awan yang jenuh, sifat dari airnya pun harus terdapat pada permukaan air yang bisa terkondensasi. Sementara itu, pada atmosfernya sendiri, kondensasi ini sering terjadi pada sekitar partikel berdebu. Salah satu contohnya adalah asap dan bakteri mikroskopis. 

    Contoh-Contoh Peristiwa Kondensasi

    Mengembun adalah perubahan wujud dari gas menjadi cair. Proses kondensasi ini bisa Anda lihat dari berbagai hal yang terjadi di lingkungan sekitar. Nah, berikut ini ada beberapa contoh dari kondensasi:

    1. Gelas Berisi Es

    Freepik

    Agar dapat mengetahui proses kondensasi, Anda bisa melakukan uji coba dengan menggunakan es batu dan gelas. Di mana es batu ini memiliki suhu yang cukup dingin. 

    Apabila Anda amati, es batu yang terdapat di dalam gelas akan mulai mengembun. Embun ini akan terlihat seperti titik-titik air yang ada di sekeliling es batu itu sendiri. 

    Ketika Anda memasukkan es batu ke dalam gelas dengan suhu ruang, maka lama kelamaan embun pada es batu ini pun akan menempel pada gelas tersebut. Jadi, ketika embun tersebut menempel pada dinding gelas, Anda akan melihat perubahan yang terjadi. 

    Pada bagian luar gelas akan terlihat titik air yang berasal dari embun es batu. Nantinya, semakin lama bagian luar gelasnya akan terlihat basah. 

    2. Terbentuknya Kabut

    Pexels

    Contoh kondensasi dalam kehidupan sehari-hari selanjutnya adalah terbentuknya kabut. Kabut in terbentuk ketika kelembapannya udara sangat tinggi yang mana mengandung banyak uap air.

    Uap air akan terkondensasi dan menyatu untuk menciptakan tetes-tetes air yang menggantung di udara. Nah, kumpulan dari tetes-tetes air yang ada di udara inilah yang kemudian akan membentuk kabut. 

    3. Tetesan Air di Daun

    Pexels

    Pada pagi hari ini juga sering ditemui peristiwa pengembunan. Indikasi mengembun adalah ketika Anda melihat adanya tetesan air yang berasal dari dedaunan. 

    Kondisi adanya embun pagi ini wajar terjadi. Meskipun tidak ada hujan di malam hari, tapi pengembunan ini tetap bisa terjadi. Sebab, hal ini menjadi proses alami yang terjadi karena adanya perubahan wujud zat tersebut.

    Berdasarkan beberapa penelitian, dikatakan bahwa proses pengembunan ini bisa muncul dengan cara yang alami tanpa adanya campur tangan dari manusia.

    4. Terbentuknya Awan

    Freepik

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa, proses terbentuknya awan juga termasuk perubahan wujud benda dengan cara kondensasi. 

    Jadi, awan yang terbentuk di atmosfer ini bisa terjadi karena air di permukaan bumi menguap dan udara yang naik ke atas. Hal inilah yang membuat udara mendingin di atmosfer dan terbentuklah awan. 

    5. Penurunan Suhu di Malam Hari

    Pexels

    Ketika malam dan pagi hari, suhu udaranya cenderung lebih dingin. Di mana udara mengandung uap air di dalamnya. Jadi, semakin banyak kandungan uap airnya, maka akan semakin lembab udara tersebut. 

    Hal inilah yang membuat uap air yang tertahan di udara mengalami kondensasi, sehingga kemudian menghasilkan tetes-tetes embun.

    6. Bernafas ke Cermin

    Istockphoto

    Contoh mengembun yang bisa Anda lihat pada kehidupan sehari-hari berikutnya adalah ketika bernafas ke cermin. Ketika mengeluarkan napas ke cermin melalui mulut, maka Anda akan melihat embun pada permukaan cerminnya. 

    Hal tersebut terjadi karena udara dari paru-paru memiliki suhu yang lebih hangat daripada permukaan cermin. Dengan begitu, permukaan cermin pun akan mengembun. 

    7. Kacamata yang Berkabut

    Istockphoto

    Bagi para pengguna kacamata, pasti sudah sering mengalami kondisi di mana kacamatanya mengembun. Terutama ketika sedang makan makanan atau minuman yang hangat. 

    Hal tersebut terjadi karena uap panas yang berasal dari makanan dan minuman tersebut naik ke arah wajah. Kemudian, uap bertemu udara yang lebih dingin dari kacamata. 

    Kondisi inilah yang membuat uap air mengembun dan membentuk tetes-tetes uap air. Nah, tetes-tetes uap air inilah yang kemudian menempel pada kacamata dan membuatnya berkabut. 

    8. Mobil yang Kehujanan

    Unsplash

    Contoh peristiwa kondensasi selanjutnya adalah ketika mobil kehujanan. Ketika mobil terkena air hujan, pasti bagian luarnya akan basah. Hal inilah yang kemudian membuat sebagian kaca mobil menjadi basah juga. 

    Kondisi ini yang menjadi bukti adanya proses penguapan. Sebab, hal ini terjadi akibat adanya pengaruh tekanan suhu terhadap suatu benda hingga menimbulkan embun pada bagian kaca mobil.

    9. Kondensasi dalam Tenda

    Istockphoto

    Contoh peristiwa mengembun yang bisa Anda lihat secara langsung selanjutnya adalah kondensasi yang terjadi di dalam tenda. Hal tersebut terjadi karena adanya air berbentuk uap sebagai hasil dari proses pernapasan.

    Jadi, semakin sesak kondisi di dalam tenda, maka akan semakin besar pula kemungkinan terjadinya kondensasi. Karena uap yang berasal dari hasil pernapasan ini akan tertahan di dalam tenda. 

    10. Embun di Kaca Kamar Mandi

    Pexels

    Anda pasti pernah melihat kaca kamar mandi yang berembun. Hal tersebut biasanya terjadi sehabis Anda mandi dengan air panas. 

    Embun tersebut muncul karena suhu panas yang keluar dari air yang Anda gunakan. Sehingga muncul kabut di dalam kamar mandi yang menjadi cair karena menempel pada permukaan kaca yang dingin.

    Sudah Tahu Apa Saja Contoh Peristiwa Kondensasi?

    Intinya, mengembun adalah perubahan wujud dari zat gas menjadi zat cair. Di mana proses pengembunan ini bisa Anda lihat dari berbagai hal yang terjadi di lingkungan sekitar tanpa perlu melakukan uji coba terlebih dahulu. Semoga membantu!

  • Apa itu Koperasi? Arti, Jenis, Sistem, dan Contohnya

    Apa itu Koperasi? Arti, Jenis, Sistem, dan Contohnya

    Anda tentunya sudah familiar dengan organisasi yang ada di Indonesia, yaitu koperasi. Sejak lama, organisasi ini menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia. Ia merupakan organisasi yang membantu masyarakat Indonesia dalam meningkatkan taraf perekonomiannya. 

    Pada artikel ini, Anda akan melihat penjelasan lebih lengkap tentang apa itu koperasi, arti, jenis, sistem, dan berbagai contoh dari organisasi ini. Simak selengkapnya dalam artikel ini. 

    Apa itu Koperasi?

    Koperasi berasal dari kata Bahasa Inggris, yaitu cooperation, yang berarti kerjasama. Koperasi merupakan organisasi yang bergerak di bidang perekonomian dan dioperasikan sejumlah orang demi kepentingan bersama. 

    Berdasarkan UU No. 25 Tahun 1992, organisasi ini adalah sebuah badan usaha yang berisi sekumpulan orang atau anggota yang seluruh kegiatan organisasinya berlandaskan prinsip koperasi sekaligus sebagai sebuah gerakan ekonomi rakyat yang memiliki asas kekeluargaan. 

    Bapak Koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta, yang juga merupakan bapak proklamator Indonesia. Menurutnya, organisasi ini adalah sebuah jenis badan usaha yang dibangun bersama oleh para anggota dengan asas gotong royong atau kekeluargaan. 

    Bukan hanya sekedar organisasi saja, organisasi ini juga merupakan sebuah badan hukum yang berdiri dengan asas kekeluargaan. Biasanya, modal usaha dari koperasi berasal dari anggota yang bergabung.  Oleh karena itu, jalannya usaha harus sesuai dengan kepentingan anggota bersama. 

    Pengelolaannya sendiri lebih condong pada aksi tolong menolong antar anggota guna memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dari anggotanya. Hal inilah yang membuat organisasi ini bisa jadi pilar ekonomi yang bermanfaat untuk banyak orang. 

    Sejarah Koperasi 

    Pergerakannya di dunia dimulai pada sekitar pertengahan abad ke 18 dan 19. Pada masa itu, organisasi ini masih dikenal dengan gerakan bernama Koperasi Pra Industri. 

    Gerakan ini muncul karena adanya akibat dari gagalnya revolusi industri dalam mewujudkan dan menciptakan situasi yang sesuai dengan semboyan Liberte-Egalite-Fraternite. Semboyan tersebut berarti kebebasan-persamaan-kebersamaan. 

    Semboyan tersebut dipandang sebagai kegagalan karena revolusi industri tidak memberikan perubahan pada kondisi perekonomian rakyat pada masa itu. Kebebasan yang diucapkan dalam semboyan hanya bisa dirasakan oleh mereka para kapital yang ingin dan bisa meraup untung sebanyak-banyaknya. 

    Kemudian, persamaan dan kebersamaan juga hanya terwujud di kalangan mereka yang menjadi pemilik-pemilik dari modal besar. 

    Koperasi di Inggris didirikan pertama kali di Kota Rochdale pada tahun 1844. Saat itu, organisasi ini berdiri dengan 28 anggota dibaliknya dan bisa bertahan serta dianggap sebagai salah satu organisasi yang sukses atas adanya dasar kebersamaaan dan kemauan menjalankan usaha yang kuat. 

    Para anggota yang tergabung dalam organisasi ini duduk bersama, melakukan musyawarah yang berguna untuk menyusun langkah supaya bisa menghasilkan sebuah satuan usaha yang dapat dijalankan oleh mereka secara bersama-sama.

    Mereka juga membuat pedoman kerja serta SOP (Standard Operational Procedure). Semua hal tersebut dilakukan supaya visi dan cita-cita mereka bisa terwujud, sehingga terbentuklah koperasi yang dikenal dengan Rochdale Equitable Pioneers Cooperative Society

    Pada masa awal berdiri, organisasi ini memperoleh banyak hujatan dari berbagai pihak. Namun, mereka sendiri mampu membuktikan bahwa koperasi yang mereka kelola bisa berkembang dengan sangat baik. Perjalanan yang baik dari organisasi ini tak lepas dari prinsip-prinsip yang mereka pegang. Adapun prinsip tersebut yaitu:

    1. Sifat keanggotaannya yang terbuka
    2. Bentuk pengawasan bersifat demokratis
    3. Bunga yang terbatas, bermodal dari sesama anggota
    4. SHU (sisa hasil usaha) dibagi menurut besar kecilnya kontribusi terhadap koperasi. 
    5. Penjualan berbagai barang-barang dilakukan sesuai dengan harga pasar yang saat itu sedang berlaku, dan wajib menggunakan pembayaran tunai.
    6. Produk atau barang yang diperjualbelikan di sebuah koperasi adalah barang-barang asli, bukan barang KW, palsu, dan bukan barang rusak.  
    7. Tidak mendiskriminasi aliran politik, suku, bangsa, ras, ataupun agama. 
    8. Setiap anggota terus menerus mendapatkan edukasi terkait koperasi. 

    Prinsip inilah yang membuat organisasi ini maju sehingga menjadi inspirasi bagi koperasi-koperasi lain yang ada di dunia. Meskipun koperasi ini tampak sangat sederhana, namun apa yang sudah diperjuangkan oleh Rochdale serta berbagai prinsip yang dipegangnya menjadi tonggak gerakan seluruh koperasi di dunia. 

    Pada tahun 1937, prinsip tersebut pun disampaikan serta diresmikan secara langsung dalam sebuah kongres yang dikenal dengan International Co-operative Alliance (ICA).

    Gerakan ini tidak serta merta berjalan lancar karena memerlukan proses yang sangat panjang. Koperasi sendiri memang dikenal sebagai gerakan rakyat, tidak diperjuangkan oleh orang-orang yang sangat kaya. 

    Organisasi ini adalah gerakan yang didirikan sebagai bentuk perlawanan terhadap sebuah kapitalisme ketika melahirkan penderitaan sosial dan ekonomi terhadap rakyat. 

    Adanya rasa senasib sepenanggungan (common sorrow) mendorong orang-orang yang berpenghasilan rendah, menderita karena beban ekonomi, dan berkemampuan ekonomi terbatas, agar bersatu dan bersama-sama menolong diri mereka sendiri. 

    Dalam keadaan serba sulit, pastinya pihak-pihak kolonial, rentenir, dan kapitalis sangatlah memperkeruh suasana karena memeras rakyat kecil serta mengambil keuntungan besar untuk diri mereka sendiri. 

    Rakyat kecil terus menerus kesulitan dalam melunasi berbagai hutang yang dimilikinya, sehingga mereka melepaskan tanah milik mereka karena adanya sistem pinjaman dengan bunga yang mencekik. Hal ini diperparah dengan banyaknya kolonial yang memonopoli banyak bidang. 

    Hal inilah yang mendorong rakyat kecil untuk mencari cara agar keluar dari keadaan yang menyulitkan mereka sehingga mereka pun membentuk sebuah gerakan perlawanan sehingga lahirlah koperasi. Gerakan ini memfasilitasi parah buruh agar bisa saling tolong menolong. 

    Oleh karena itulah, koperasi pada zaman tersebut dikenal dengan Koperasi Pra Industri. Mulai sejak itu, organisasi ini pun berkembang di berbagai negara. Selain itu, ia pun mampu mengatasi berbagai masalah perekonomian di banyak negara, termasuk juga di Indonesia. 

    Perkembangan Koperasi di Indonesia

    Perkembangan organisasi ini di Indonesia pun kurang lebih sama dengan perkembangannya di Inggris. Koperasi di Indonesia pun diawali dengan adanya penderitaan rakyat Indonesia akibat penjajahan. 

    Para penjajah ini memonopoli banyak sekali bidang, dan diperparah dengan para pemimpin lokal yang bersekutu dengan para penjajah tersebut. Selain itu, ada banyaknya rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga mencekik hingga adanya kerja paksa. 

    R. Aria Wiriatmadja yang saat itu menjabat sebagai patih Purwokerto telah tergerak untuk mendirikan koperasi kredit pada tahun 1896. Organisasi ini tujuannya untuk membantu masyarakat yang terlilit hutang dengan cara memberikan kredit. 

    Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1911, Serikat Dagang Islam yang berada di bawah pimpinan H. Samanhudi serta H.O.S Cokroaminoto menyebarkan berbagai impiannya tentang berdirinya sebuah toko koperasi yang mirip dengan Waserda (warung serba ada) atau KUD (Koperasi Usaha Dagang). 

    Akan tetapi, berbagai organisasi yang diperjuangkan tersebut menemui banyak sekali kendala. Koperasi-koperasi yang dimaksud ini adalah milik Budi Utomo, Partai Nasionalis Indonesia (PNI), dan Serikat Dagang Islam (SDI). 

    Koperasi-koperasi di Indonesia akhirnya mengalami kestabilan setelah Indonesia merdeka, serta memiliki Undang-Undang Dasar 1945. Dr. (h.c.) Drs. Mohammad Hatta pun memberikan dukungan dan perhatiannya pada keberadaan koperasi. 

    Ada banyak sekali upaya yang dilakukan agar masyarakat Indonesia pada saat itu bisa teredukasi dan memiliki kesadaran tentang pentingnya koperasi untuk perekonomian. Jasa dari beliau inilah yang akhirnya membuat ia dijuluki sebagai Bapak Koperasi Indonesia. 

    Jenis-jenis Koperasi 

    Ada beberapa jenis koperasi yang bisa kita temui ada di sekitar kita. Mungkin Anda juga sudah jadi anggota dari organisasi ini. Ini dia beberapa jenis yang ada di Indonesia. 

    Jenis organisasi ini dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan jenis usaha dan berdasarkan tingkatan. Berikut ini penjelasan detailnya. 

    Berdasarkan Jenis Usaha

    Ada 4 jenis jika dilihat berdasarkan jenis usaha. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya. 

    1. Koperasi Produsen 

    Jenis ini biasanya memiliki kegiatan penyelenggaraan di bidang penyediaan dan pengadaan barang produksi. Biasanya, koperasi produsen berisikan para pengusaha mikro kecil menengah atau para pemilik dari UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). 

    Umumnya, para pengusaha ini akan melakukan pengadaan bahan baku dan menjadi penolong untuk anggotanya. 

    2. Koperasi Konsumen 

    Jenis ini mungkin ada di sekitar Anda. Biasanya, koperasi ini menyediakan barang kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan oleh para konsumen di sekitarnya. Selain itu, jenis ini biasanya melakukan kegiatan membeli barang dan menjualnya kepada konsumen. 

    Koperasi konsumen berperan sebagai distributor bagi produsen dan konsumennya. Di beberapa daerah, ada minimarket atau swalayan yang manajemennya dilakukan oleh organisasi ini. 

    3. Koperasi Simpan Pinjam 

    Tipe ini juga dikenal dengan koperasi kredit yang biasanya melayani anggotanya terkait penyediaan usaha simpan pinjam. Ia dibentuk untuk menolong anggotanya dalam kegiatan kredit dengan pinjaman yang memiliki bunga ringan. 

    Hasil dari kegiatan simpan pinjam ini nantinya diberikan oleh koperasi simpan pinjam untuk usaha produktif serta mendorong kesejahteraan anggotanya. 

    4. Koperasi Jasa 

    Jenis ini memiliki usaha di bidang jasa. Biasanya, organisasi ini akan menyediakan jasa seperti angkutan umum ataupun menyediakan kebutuhan jasa lainnya. Sayangnya, organisasi ini sulit ditemui di era sekarang dibanding tiga jenis lainnya. 

    Berdasarkan Tingkatan 

    Ada dua jenis koperasi jika dilihat dari tingkatan. Ini dia penjelasan lengkapnya. 

    1. Koperasi Primer 

    Jenis primer merupakan organisasi yang memiliki anggota minimal sebanyak 20 orang. Ia harus memenuhi syarat seperti anggaran dasar. Dalam sebuah organisasi dengan jenis primer ini, setiap anggota harus memiliki tujuan yang sama sehingga jalannya organisasi tetap terarah. 

    2. Koperasi Sekunder 

    Sedangkan untuk jenis sekunder merupakan koperasi yang berisi gabungan dari badan-badan yang punya cakupan daerah kerja dengan lebih luas. Sama halnya dengan organisasi jenis primer, setiap anggota harusnya punya tujuan yang sama. 

    Dalam organisasi sekunder, setiap badan-badan yang tergabung di dalamnya harus punya tujuan serta kepentingan yang sama. Dengan begitu, kegiatan di dalam koperasi dapat dilakukan secara lebih efisien. 

    Fungsi Koperasi

    Organisasi ini didirikan dengan beragam fungsi dan tujuan. Adapun beberapa fungsi yang bisa Anda lihat dan rasakan adalah sebagai berikut. 

    1. Membangun dan Mengembangkan Perekonomian Negara

    Organisasi ini di Indonesia memiliki fungsi utama, yaitu mengembangkan sekaligus membangun kemampuan dan potensi anggota secara khusus dan masyarakat secara umum. Selain itu, ia juga bisa membantu untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi dan sosial rakyat. 

    2. Meningkatkan Sumber Daya Manusia

    Kedua, fungsi yang bisa Anda rasakan adalah meningkatkan sumber daya manusia serta masyarakat secara aktif. 

    Peningkatan kualitas SDM ini dilakukan dengan adanya berbagai pelatihan ataupun pembelajaran yang diperoleh selama anggota mengelola koperasinya. Kualitas yang meningkat ini pun memberikan manfaat besar bagi perekonomian. 

    3. Mewujudkan dan Mengembangkan Perekonomian Nasional 

    Fungsi selanjutnya dari organisasi ini adalah membantu mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang berasaskan kekeluargaan serta demokrasi ekonomi di Indonesia. 

    4. Memperkuat Ketahanan Ekonomi Kerakyatan 

    Fungsi keempat dari organisasi ini adalah memperkuat ketahanan ekonomi kerakyatan karena adanya organisasi ini bisa membantu masyarakat meningkatkan taraf ekonomi kerakyatan. Fungsi satu ini bisa dipandang sebagai kekuatan serta ketahanan perekonomian nasional yang mana koperasi sebagai soko gurunya. 

    Tujuan Koperasi 

    Selain fungsi, organisasi ini juga punya tujuannya sendiri. Berikut ini beberapa tujuannya. 

    1. Meningkatkan taraf atau kehidupan ekonomi anggota yang tergabung dalam koperasi serta masyarakat yang ada di sekitar koperasi tersebut. 
    2. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi dari para anggota koperasi serta masyarakat yang ada di sekitarnya. 
    3. Membantu dan bekerjasama dengan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerakyatan agar adil dan makmur. 
    4. Menjadi sokoguru di dalam perekonomian nasional. 
    5. Bekerjasama dan membantu para produsen untuk memberikan penawaran harga yang relatif lebih tinggi untuk produk-produk yang dibuatnya. 
    6. Membantu konsumen dalam memberikan dan menawarkan harga bahan pokok serta berbagai produk kebutuhan lainnya yang relatif lebih tinggi. 
    7. Membantu unit-unit usaha skala kecil dan mikro untuk memberikan bantuan pinjaman dalam bentuk modal atau kredit. 

    Prinsip Koperasi 

    Sebagaimana halnya dengan dengan organisasi yang lain, baik badan usaha maupun komunitas tentunya punya sebuah idealisme ketika menjalankan operasionalnya. 

    Begitu juga pada organisasi ini, dimana setiap koperasi memiliki prinsip-prinsip yang merangkum semua idealisme tersebut. Berdasarkan rangkuman dari UU 25 tahun 1992, adapun prinsip-prinsipnya adalah sebagai berikut. 

    1. Keanggotaan yang tanpa paksaan. Sifat keanggotaan koperasi harus berdasarkan pada sifat sukarela dan terbuka. 
    2. Dalam mengelola sebuah koperasi, organisasi ini harus dijalankan secara demokratis. 
    3. Pembagian sisa hasil usaha harus diberikan secara adil berdasarkan besar kecilnya kontribusi dari masing-masing anggota terhadap sebuah koperasi. 
    4. Pemberian sisa hasil usaha atau balas jasa pada pemberi modal dilakukan sesuai dengan jumlah modal yang ia berikan. 
    5. Koperasi sangatlah mengutamakan kemandirian. 

    Dalam mengembangkan organisasi ini, ada beberapa prinsip yang harus diterapkan seperti berikut ini: 

    1. Pendidikan perkoperasian
    2. Kerjasama antar koperasi 

    Oleh karena itu, jika Anda bergabung dengan organisasi ini dan menjadi anggotanya, maka pengelolaannya juga harus mengedepankan asas demokrasi. 

    Dalam menetapkan keputusan segala hal terkait organisasi ini, Anda harus melakukannya dengan cara musyawarah atau voting suara terbanyak dari para anggota. 

    Gagasan Dasar atau Ideologi dari Koperasi 

    Seperti sebuah organisasi besar lainnya, organisasi ini juga mempunyai berbagai nilai ideologi. Ideologi ini bisa disebut sebagai cita-cita yang bisa diwujudkan dalam sebuah gerakan koperasi ataupun menunjukkan sebuah pola pikir untuk mewujudkan sebuah masyarakat koperasi. 

    Ideologi dari organisasi ini bisa dipandang sebagai kristalisasi dari pandangan hidup. Gagasan dasar atau ideologinya bisa dilihat sebagai berikut. 

    1. Kerjasama adalah hal yang lebih baik daripada sebuah persaingan belaka. 
    2. Faktor manusia yang posisinya jauh lebih tinggi dari benda. Hal ini pun yang menjadi sebuah dasar dari pernyataan bahwa setiap koperasi adalah sebuah kumpulan orang, bukanlah kumpulan modal apalagi benda. 
    3. Setiap anggota di dalam organisasi ini dihargai sama derajatnya. Selain itu, setiap anggota juga punya hak suara yang sama. 
    4. Manusia selain seorang makhluk sosial, manusia juga seorang makhluk ketuhanan. Hal inilah yang membuat individu bisa berkembang melalui usaha-usaha pendidikan dan partisipasi anggota sangatlah dihargai dan bahkan dianjurkan dalam kehidupan berkoperasi. 

    Asas Koperasi 

    Koperasi memiliki asas tersendiri, yaitu berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 1992. Pada pasal 2, tertulis bahwa organisasi ini berlandaskan pada UUD 1945 dan Pancasila serta menggunakan asas gotong royong. 

    Asas kekeluargaan yang dimaksud adalah bahwa setiap anggota yang menjalankan kegiatan koperasinya harus memiliki sikap saling tolong menolong serta memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi. 

    Asas ini pun berdasarkan pada kesadaran dari setiap anggota organisasi untuk menjalankan berbagai kegiatan perkoperasian untuk memiliki nilai dan manfaat yang sama bagi setiap anggota. 

    Dengan demikian, setiap anggota organisasi ini pun bisa saling berkomitmen agar bisa membantu serta memiliki sikap yang kuat untuk memajukan koperasi yang mereka jalankan bersama-sama. 

    Asas koperasi inipun pertama kali ditetapkan dan dibentuk dalam Kongres Koperasi pertama yang dilaksanakan di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947. Sehingga, tanggal tersebut pun telah ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. 

    Kongres ini membentuk SOKRI atau Sentral Organisasi Koperasi Rakyat yang pada awalnya bertempat di Tasikmalaya. Kongres ini sendiri telah menetapkan nilai tolong menolong dan gotong royong sebagai asas dari organisasi ini dan hal ini masih dipegang sampai sekarang. 

    Dasar-dasar Hukum 

    Koperasi sendiri, khususnya yang ada di Indonesia memiliki berbagai dasar hukum. Hal ini dikarenakan organisasi ini memanglah sebuah badan usaha yang sah dan legal untuk dijalankan. Adapun berbagai dasar hukum yang dipakai dalam menjalankan sebuah usaha organisasi ini adalah sebagai berikut. 

    1. UU Nomor 25 Tahun 1992: Perkoperasian.
    2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1994: Persyaratan dan Tata Cara Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.
    3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1994: Pembubaran koperasi oleh pemerintah.
    4. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995: Pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi.
    5. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1998: Modal penyertaan pada  koperasi.
    6. Permen Koperasi dan UKM Nomor 10 Tahun 2015: Kelembagaan koperasi.
    7. Kepmen Koperasi dan UKM Nomor 98 Tahun 2004: Notaris pembuat akta koperasi.
    8. Permen Koperasi dan UKM Nomor 9 Tahun 2018: Penyelenggaraan dan pembinaan perkoperasian.
    9. Permen Koperasi dan UKM Nomor 15 Tahun 2015: Usaha simpan pinjam oleh koperasi.
    10. Kepmen Nomor 22 Tahun 2020: Tata cara penyampaian data debitur koperasi dalam rangka pemberian subsidi bunga/subsidi margin untuk kredit/pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi nasional.

    Konsep Koperasi di Era Modern

    Meski organisasi ini sudah dibentuk sejak lama, namun di era modern ini, ada juga konsep koperasi lainnya. Organisasi ini memang berfungsi selayaknya, jika para anggota bisa mengikuti perkembangan lingkungan ekonomi secara umum. 

    Oleh karena itu, kemudian dikenalkan dua konsep pengembangan di era modern, yaitu konsep mikro dan konsep makro. 

    1. Konsep Mikro 

    Konsep ini pun berdasarkan pada adanya pendapat seseorang tentang kondisi ekonomi dan sosial dari lemahnya kehendak secara kooperatif untuk mendirikan sebuah perusahaan yang mereka miliki sendiri. 

    Hal ini pun membuat mereka bisa memberikan manfaat pelayanan yang diperlukan untuk meningkatkan kondisi sosial ekonominya. 

    2. Konsep Makro

    Konsep satu ini sangat bertolak belakang dengan prinsip dari pengembangan koperasi secara efisien, maka hal ini bisa membawa akibat pada sebuah pengembangan perekonomian nasional serta pengembangan sosial ekonomi masyarakat secara umum. 

    Kelebihan Koperasi

    Organisasi ini memiliki beberapa kelebihan yang bisa Anda jadikan sebagai pertimbangan dalam melakukan usaha tertentu. Berikut ini adalah kelebihannya. 

    1. Organisasi ini mementingkan urusan para anggotanya. Selain itu, koperasi sendiri adalah sebuah badan usaha atau organisasi usaha yang berbasis pada manusia ataupun orang bukanlah modal atau benda. Tanpa anggota, organisasi ini tidak bisa beroperasi dan berjalan sebagaimana mestinya. 
    2. Anggota memiliki peran menjadi konsumen dan produsen dalam sebuah koperasi. Anggota memang bisa memiliki partisipasi ganda sehingga organisasi bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Anggota juga diharapkan bisa turut aktif dalam penyimpanan dan peminjaman dana. 
    3. Koperasi didasarkan pada sebuah prinsip terbuka dan sukarela. Setiap orang bisa menjadi anggota organisasi ini secara sukarela atau bisa bergabung hanya karena kemauan sendiri tanpa paksaan dari pihak lain. Tujuan dari bergabungnya dengan koperasi adalah memperbaiki taraf hidup. 
    4. Organisasi ini terbuka untuk siapapun yang ingin bergabung. 
    5. Prinsip dari setiap pengelolaan organisasi ini adalah mengumpulkan laba untuk kepentingan setiap anggotanya. Maksudnya, sisa hasil usaha atau laba dari organisasi ini akan dibagikan kepada para anggota secara merata dan adil. 
    6. Organisasi ini merupakan sebuah badan usaha yang sudah sesuai dengan sikap dan prinsip sesuai bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia sangat mencinta gotong royong dan organisasi ini juga mengadopsi hal tersebut sehingga sangat cocok untuk diterapkan di Indonesia. 
    7. Koperasi menerapkan demokrasi ekonomi kepada masyarakat yang memiliki penghasilan rendah. Tujuan dasar organisasi ini adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat sehingga cocok untuk mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah. 
    8. Setiap anggota memiliki suara yang sama dalam organisasi ini, sehingga koperasi sangatlah menjunjung tinggi kesetaraan dan meniadakan diskriminasi, sesuai dengan modal yang dimiliki para anggota. 
    9. Organisasi ini membantu para anggota dalam mendapatkan modal usaha. Sehingga, dalam organisasi ini, ketersediaan modal bisa diperoleh dari para anggotanya agar dapat membantu mempermudah perolehan laba. 
    10. Besaran simpanan pokok dan simpanan wajib dari organisasi ini tidak memberatkan bagi para anggota dan harus menyesuaikan kemampuan finansial setiap anggota. 
    11. Koperasi bukan tempat mencari keuntungan. Melainkan tujuan organisasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. 

    Kekurangan Koperasi

    Ada beberapa kelemahan yang bisa kita lihat, yaitu sebagai berikut. 

    1. Tidak semua anggota punya kesadaran penuh dan memiliki pemikiran yang sama dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sebuah koperasi dengan baik. Misalnya, ada anggota yang tidak menyetorkan iuran wajib. 
    2. Organisasi ini umumnya memiliki daya saing yang cukup lemah dibanding dengan badan usaha lainnya seperti perbankan. 
    3. Modal koperasi sangatlah terbatas karena adanya kendala dalam memperoleh modal. Saat organisasi baru berdiri, biasanya memiliki modal yang sangat terbatas dan kesulitan memperoleh modal yang besar. 
    4. Organisasi ini biasanya kekurangan tenaga profesional dalam melaksanakan pengelolaan kegiatan usahanya. Dalam sebuah koperasi, SDM yang bersedia mengurus organisasi ini biasanya SDM yang kurang kompeten sehingga pengelolaan organisasi menjadi kurang baik. 
    5. Adanya kerjasama yang buruk antar pengurus, pengelola, pengawas dan anggota. Ini adalah salah satu faktor yang menghambat organisasi menjadi maju. 
    6. Konflik kepentingan dalam organisasi ini juga terjadi sama halnya dengan organisasi lainnya. 

    Mau Menjadi Anggota Koperasi?

    Itulah penjelasan lengkap tentang koperasi, sejarah, perjalanannya di Indonesia, asas, fungsi, tujuan, dasar hukum, hingga kekurangan dan kelebihannya. Setelah membaca penjelasan ini, Anda mungkin akan tertarik untuk menjadi salah satu anggota dari organisasi ini. Maka, perhatikanlah setiap aspek dari koperasi yang ingin Anda masuki sebelum memutuskan menjadi anggota. Pertimbangkan kelemahan dan keuntungannya, maka Anda siap menjadi anggota organisasi ini.

  • 5 Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme: Arti, Latar Belakang, Dampak & Contohnya

    5 Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme: Arti, Latar Belakang, Dampak & Contohnya

    Kolonialisme dan imperialisme memiliki hubungan satu sama lain. Namun, arti keduanya memiliki banyak perbedaan. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap jika kolonialisme dan juga imperialisme adalah dua hal yang sama.

    Lantas, sebenarnya apa perbedaan antara keduanya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya tentang pengertian hingga contoh dari kedua istilah tersebut dalam artikel di bawah ini!

    Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme

    Sebelum melangkah lebih jauh ke pembahasan lainnya, kamu tentu saja harus mengetahui pengertian dari istilah kolonialisme dan imperialisme terlebih dahulu. Dengan begitu, nantinya akan lebih mudah bagimu dalam memahami informasi lainnya. Adapun pengertian keduanya bisa kamu pahami dalam penjelasan berikut ini:

    1. Pengertian Kolonialisme

    Secara umum, kolonialisme adalah istilah yang berasal dari kata koloni. Adapun menurut bahasa Latin, kata koloni sendiri memiliki arti pemukiman. 

    Dengan kata lain, kolonialisme adalah suatu upaya yang dilakukan oleh para negara penguasa yang bertujuan untuk menguasai suatu daerah maupun wilayah tertentu, agar dapat mendapat sumber daya yang diinginkan.

    Kolonialisme cenderung dilakukan oleh negara-negara yang mempunyai kekuatan militer yang sangat kuat. Contohnya Belanda, Portugis, Spanyol, dan juga Inggris. Bisa dilihat bahwa negara-negara tersebut sudah berhasil menguasai banyak negara lain, termasuk juga Indonesia.

    2. Pengertian Imperialisme

    Imperialisme merupakan suatu istilah yang berasal dari kata imperator yang berarti memerintah. Jadi, singkatnya, imperialisme merupakan suatu sistem dalam dunia politik yang mempunyai tujuan untuk menguasai negara lain, ketika mendapatkan kekuasan ataupun keuntungan dari negara yang berhasil dikuasainya.

    Menurut sejarahnya, imperialisme sudah muncul sejak abad ke-19. Mulanya istilah ini dicetuskan oleh Benjamin Disraeli yang merupakan Perdana Menteri Inggris kala itu. Adapun makna imperialisme sendiri bisa dipahami dalam dua pembagian kategori, antara lain:

    a. Berdasarkan Waktunya

    • Imperialisme kuno sudah muncul sebelum masa revolusi industri yang terjadi di Inggris. Kemunculan imperialisme kuno sendiri termotivasi dari 3G, yakni Gold, Glory, dan juga Gospel.
    • Imperialisme modern muncul setelah terjadinya revolusi industri, di mana latar belakang kemunculannya adalah karena faktor ekonomi dan kebutuhan industri.

    b. Berdasarkan Tujuan

    • Imperialisme politik yang bertujuan untuk menguasai seluruh dunia dari kehidupan politik sebuah negara.
    • Imperialisme ekonomi yang bertujuan untuk menguasai dari segi sektor perekonomian dari negara lain.
    • Imperialisme budaya yang bertujuan untuk dapat menguasai nilai-nilai dari sebuah kebudayaan yang ada di suatu negara.
    • Imperialisme militer yang bertujuan untuk menguasai negara lain, karena dianggap mempunyai wilayah yang strategis dan juga kuat, agar dapat memperkuat sebuah pertahanan.

    Latar Belakang Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

    Kamu pasti tahu bahwa kolonialisme dan imperialisme yang terjadi di Indonesia bukanlah tanpa alasan. Tentu saja ada peristiwa atau momen tertentu yang melatarbelakangi kehadiran dua istilah ini. 

    Apalagi keduanya sudah lama dilakukan oleh negara-negara Eropa sejak abad ke-15 di seluruh dunia. Hingga akhirnya mereka berhasil masuk ke Indonesia.

    Pada saat itu, alasan bangsa Eropa masuk ke Indonesia adalah karena jatuhnya konstantinopel di bagian Laut Tengah oleh kekuasaan Turki Usmani yang terjadi pada tahun 1453. Kemudian, merosotnya kondisi perekonomian perdagangan bangsa Eropa serta terjadinya revolusi industri.

    Revolusi industri memang berhasil membuat bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera di seluruh dunia demi mencari sumber daya di negara bagian lain. Selain itu, penjelajahan ini juga dibarengi dengan semangat Perang Salib. Dalam upaya itulah, bangsa Eropa mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. 

    Sedangkan kejatuhan konstantinopel pada tahun 1453 telah membuat akses bangsa Eropa untuk mendapatkan rempah-rempah yang lebih murah di wilayah Laut Tengah menjadi tertutup. Hal inilah yang kemudian membuat harga rempah di Eropa jadi meningkat begitu tajam.

    Sehingga, mereka berinisiatif untuk menyisir area Eropa Timur demi mendapatkan negara yang memiliki rempah-rempah berlimpah. Supaya, kebutuhan rempah di negara asal mereka terpenudi. 

    Kejadian ini tentu saja dibarengi dengan ambisi untuk menguasai berbagai negara, agar bisa merenggut keuntungan ekonomi dan kejayaan politik mereka.

    Terutama di wilayah strategis dengan penghasil rempah-rempah berkualitas, seperti Indonesia. Di mana wilayah Nusantara dikenal sebagai penghasil berbagai rempah-rempah, seperti pala, cengkeh, lada, dan lain sebagainya.

    Rempah-rempah dari Indonesia inilah yang kemudian mendorong bangsa Eropa untuk melakukan penjajahan. Sebab, saat itu rempah-rempah menjadi komoditas yang sangat laris-manis di Eropa.

    Dampak Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

    Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia untuk menjajah sudah pasti memberikan banyak sekali perubahan pada tatanan kehidupan masyarakat. Apalagi peninggalan bangsa Eropa di tanah air juga sangat banyak. Termasuk sistem pendidikan di Indonesia.

    Menurut sejarah, perkembangan pendidikan di Indonesia sudah ada sejak bangsa Eropa masuk. Selain pendidikan, sebenarnya masih banyak pengaruh lainnya yang muncul pasca kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia. Berikut ini adalah berbagai dampak penjajahan di berbagai bidang kehidupan yang perlu diketahui:

    1. Bidang Politik

    Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia pada masa penjajahan adalah untuk memberikan perubahan sistem politik pemerintahan. Hal inilah yang membuat sistem kerajaan di Indonesia perlahan berubah menjadi sistem pemerintahan ala Barat.

    Perubahan tersebut dapat terlihat ketika masa pemerintah Gubernur Jenderal Daendels yang membagi kekuasaan Belanda di Pulau Jawa menjadi 9 provinsi dan 30 kabupaten. Adapun kepala pemerintahan dari tiap provinsi tersebut bernama prefek. 

    Jadi, nantinya seorang bupati yang merupakan orang pribumi akan memimpin setiap kabupaten maupun regentschap. Sedangkan pada pemerintahan kabupaten, bupati akan dibantu oleh seorang patih.

    Nah, setiap wilayah kabupaten ini kemudian dibagi lagi menjadi distrik-distrik yang dipimpin oleh seorang wedana. Sementara asisten wedana atau camat akan memimpin onderdistrik yang merupakan turunan dari distrik tersebut atau yang saat ini kita kenal sebagai kecamatan.

    Setelah masa pemerintah Daendels berakhir, Pulau Jawa selanjutnya dipimpin oleh Jenderal Raffles. Kemudian, ia mengangkat residen dan wakil untuk memimpin 15 karesidenan. 

    2. Bidang Ekonomi

    Selain adanya reformasi di bidang politik pemerintahan, dampak kolonialisme dan imperialisme di Indonesia juga terlihat dari adanya perubahan pada sistem ekonomi tradisional. 

    Tanah yang awalnya milik para raja dialihkan menjadi milik pemerintahan. Hal ini tentu saja sangat sesuai dengan prinsip awal Belanda yang memang ingin mengumpulkan kekayaan.

    Pemerintah lalu menerapkan sistem pajak dan harga dari penjualan hasil bumi dari para petani yang besarannya sudah ditentukan oleh pemerintah kolonial. Dengan adanya sistem perpindahan kepemilikan tanah ini, maka pemerintah bisa dengan bebas melakukan apapun pada tanah tersebut. Termasuk menyewakannya ke pihak swasta.

    Jadi, pemerintah akan mendapatkan pajak tambahan dari hasil sewa tanah pihak swasta tersebut. Dengan begitu, maka arus kas pemerintahan bisa tetap berjalan.

    Kemudian, pada tahun 1928, sistem perbankan juga sudah mulai masuk ke Indonesia. Adapun bank pertama yang berdiri adalah De Javasche Bank yang membuat sistem ekonomi uang di masyarakat juga semakin berkembang.

    Apalagi pemerintah Belanda membangun pusat-pusat pelabuhan yang berperan penting bagi sistem perdagangan. Tak hanya itu, dari sektor perkebunan juga semakin berkembang, di mana hasil tanam petani sangat melimpah.

    Adapun untuk memudahkan proses pengangkutan hasil tanam, Belanda juga menciptakan jalur kereta api yang sekaligus mengembangkan sistem transportasi dan menghubungkan ke pelabuhan. Makanya, tak heran jika perekonomian Belanda di Indonesia berkembang dengan sangat cepat.

    3. Bidang Sosial-Budaya

    Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia ternyata juga berpengaruh pada bidang kebudayaan, seperti dari segi arsitektur, cara berpakaian, musik, dan lain sebagainya. Namun, pengaruh bangsa Eropa ini tentu saja tidak diterima dengan begitu mudahnya oleh masyarakat.

    Hal inilah yang membuat budaya yang masuk kembali disesuaikan dengan kultur lokal. Pada akhirnya, muncul kebudayaan baru di masyarakat. 

    Dalam kebudayaan masyarakat Indonesia, gaya hidup juga semakin bergeser, terutama para pribumi golongan atas. Gaya Barat ini sudah mulai mempengaruhi pola hidup masyarakat. Contohnya seperti gaya berpakaian.

    Terdapat gaya berpakaian yang menunjukkan strata masyarakat. Namun, ada juga perubahan gaya berpakaian yang dilakukan untuk kepentingan pekerjaan. Wanita pribumi mulai mengenal penggunaan dress untuk acara pesta, pakaian berenda, dan juga pakaian tidur.

    Sedangkan para pria mulai terbiasa menggunakan jas untuk acara formal maupun saat bekerja.

    4. Bidang Pendidikan

    Masuknya kolonialisme dan imperialisme ke Indonesia juga berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan di tanah air yang semakin maju. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari adanya politik balas budi atau politik etis yang dilakukan oleh bangsa Eropa. Khususnya di era pemerintahan kolonial Belanda.

    Sistem ini muncul sebagai wujud protes dari kaum liberal Belanda yang ingin mengecam pemerintahan kolonial Belanda yang dianggap sudah menindas para rakyat.

    Semenjak politik etis diterapkan di Indonesia, pendidikan tanah air telah difungsikan untuk menghasilkan tenaga kerja pemerintahan, karena hanya diperuntukkan bagi kalangan warga Belanda dan priyayi. Akan tetapi, pada akhirnya sekolah-sekolah rakyat juga turut mengalami perkembangan.

    Sekolah tersebut, yakni ELS (Europese Lagere School), STOVIA (sekolah khusus ilmu kedokteran), HBS (Hoogere Burgerlijk School), dan lainnya. Sedangkan untuk rakyat biasa, bisa bersekolah di sekolah Kelas Dua (Sekolah Ongko Loro).

    Dengan berkembangnya sistem pendidikan di kalangan pribumi, tanpa disadari juga memunculkan kesadaran nasional untuk bisa menjalankan kemerdekaan negara yang sesungguhnya. Hal inilah yang kemudian memicu munculnya golongan terdidik di kalangan pemuda. Kebanyakan aktivis pemuda tersebut berasal dari STOVIA.

    Meluasnya pendidikan di Indonesia yang dibarengi dengan munculnya golongan pemuda terpelajar, membuat semakin tersebar pula rasa nasionalisme di kalangan para pemuda. Inilah yang kemudian membuat para pemuda mengadakan Kongres Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

    Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme

    Kedua istilah ini memang sering digunakan secara bersamaan. Akan tetapi, sebenarnya kedua istilah tersebut mempunyai beberapa perbedaan.

    Kolonialisme merupakan proses di mana sebuah negara atau entitas mendapatkan kendali atas negara atau wilayah lain dengan cara pengambilalihan secara fisik dan juga penguasaan terhadap sumber daya alamnya. 

    Adapun hal tersebut dilakukan melalui penjajahan, di mana negara kolonial mengirimkan tentara dan warganya untuk menempati wilayah yang dikuasai sekaligus mengatur kehidupan di sana.

    Sedangkan imperialisme merupakan suatu proses ketika suatu negara atau entitas mengembangkan kekuasaan dan pengaruhnya ke wilayah lain. Umumnya, hal tersebut dilakukan melalui perdagangan, investasi, maupun intervensi militer.

    Dengan kata lain, imperialisme tidak selalu berkaitan dengan penjajahan fisik. Akan tetapi, lebih menekankan kepada pengaruh ekonomi dan juga politik suatu negara terhadap wilayah lainnya.

    Singkatnya, perbedaan kolonialisme dan imperialisme dari segi definisinya, yakni kolonialisme lebih menekankan pada penguasaan fisik atas suatu wilayah. Sedangkan imperialisme lebih menekankan pada pengaruh ekonomi dan juga politiknya.

    Adapun lima perbedaan kedua istilah ini yang dapat kamu pahami adalah sebagai berikut.

    • Target: Kolonialisme menargetkan untuk menguasai bidang perdagangan, sedangkan imperialisme lebih mengejar atau menargetkan individunya (penduduk).
    • Definisi Secara Etimologi: Kolonialisme berasal dari bahasa Latin, yakni colonus yang berarti petani. Sedangkan imperialisme bermakna memerintah dari kata imperium dalam bahasa Latin.
    • Kontrol: Kolonialisme mengontrol atas berbagai bidang negara atau wilayah jajahannya, seperti di bidang politik dan ekonomi. Sedangkan imperialisme mengelola pada bidang ekonomi atau politik, baik secara non-formal maupun formal.
    • Tujuan: Kolonialisme tujuan awalnya hendak mengeksploitasi SDM hingga SDA negara jajahannya demi kepentingan negara penjajah. Sedangkan imperialisme bertujuan untuk menciptakan kerajaan atau sistem pemerintah dengan cara memperluas daerah kekuasaannya.
    • Kedaulatan: Meskipun visinya adalah ingin tinggal selamanya dan mengalahkan negara jajahan, namun dalam kolonialisme, negara penjajah senantiasa tetap mengikuti aturan atau perintah dari negara asalnya. Sedangkan imperialisme dilakukan hanya dengan menjalankan kekuasaan atas wilayah yang berhasil dikuasai melalui mekanisme kedaulatan ataupun kontrol secara tidak langsung.

    Contoh Kolonialisme dan Imperialisme

    Setelah menyimak penjelasan di atas, tentu kurang lengkap rasanya jika kamu belum mengetahui contoh keduanya. Sebab, dengan mengetahui berbagai contoh tersebut, akan lebih mudah bagimu dalam memahami perbedaan antara kedua istilah ini. Berikut adalah berbagai contohnya yang bisa disimak.

    1. Contoh Kolonialisme

    • Bangsa Eropa, seperti Portugis, Inggris, dan Belanda yang menjajah Indonesia demi bisa menguasai hasil bumi Nusantara, yakni rempah-rempah, khususnya biji pala.
    • Belgia yang mengambil alih Kongo sejak tahun 1908 hingga 1960 dengan tujuan untuk merebut sumber daya yang mereka miliki, seperti emas, tembaga, berlian, platinum, karet, kromium, dan masih banyak lagi.
    • Penjajahan yang dilakukan oleh negara Spanyol terhadap Filipina dengan cara mengelola keuntungan ekspor hasil bumi berupa kopi dan teh.

    2. Contoh Imperialisme

    • Uni Soviet yang berhasil menguasai Eropa Timur pasca terjadinya perang dunia kedua, di mana negara komunis tersebut menyebarkan pengaruh komunisme di Eropa Timur.
    • Imperialisme Jepang terhadap Indonesia yang tidak hanya bertujuan untuk mengeksploitasi sumber daya alamnya saja. Namun, masyarakat Indonesia juga menjadi sasaran eksploitasi hingga ke tingkat pedesaan.

    Sudah Lebih Paham Tentang Kolonialisme dan Imperialisme?

    Itu dia penjelasan lengkap tentang kolonialisme dan imperialisme yang bisa disimak. Dari penjelasan di atas, semoga kini kamu sudah lebih paham tentang perbedaan dari kedua istilah ini, ya.