Category: Agama

  • Apa Arti Birrul Walidain? Cakupan, Hukum, dan Dalilnya

    Apa Arti Birrul Walidain? Cakupan, Hukum, dan Dalilnya

    Orang tua adalah sosok yang sangat berjasa dalam kehidupan seluruh manusia di muka bumi ini. Tanpa adanya mereka, tidak akan lahir keturunan yang saleh dan salehah. Lebih dari itu, orang tua juga yang merawat, mendidik, membesarkan anak. Oleh karena itu, Islam mengajarkan birrul walidain.

    Istilah tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga, karena sudah banyak diajarkan di sekolah, majelis, maupun pengajian. Nah supaya memahami birrul walidain lebih lengkapnya, simak artikel ini sampai habis.

    Apa Itu Birrul Walidain?

    Birrul walidain adalah sebuah istilah yang diambil dari bahasa Arab al-birru dan al-walidain. Al-birru memiliki makna berbuat baik, berbakti, atau kebaikan. Sedangkan al-walidain artinya adalah orang tua (ayah dan ibu). 

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), baik ini maksudnya adalah sifat manusia yang dianggap baik menurut norma atau pandangan umum yang berlaku dan mendatangkan keselamatan serta keberuntungan kepada sesama manusia. 

    Dari sini bisa dipahami bahwa istilah tersebut mengandung arti sikap baiknya seorang anak kepada kedua orang tuanya yang telah melahirkan, membesarkan, merawat, dan menjaganya sejak kecil hingga besar. Istilah ini juga sering disebut sebagai berbuat baik atau berbakti kepada orang tua. 

    Ada beberapa pandangan tokoh tentang ini, seperti yang dikemukakan oleh Fathurrahman bahwa birrul walidain adalah berbuat baik, menunjukkan kasih sayang, lemah-lembut, dan memperhatikan keadaan keduanya serta tidak melakukan perbuatan buruk kepada mereka. 

    Al-Jauzi juga mengatakan istilah ini bermakna berbuat baik dan berlapang dalam kebaikan (ihsan) kepada orang tua dalam bentuk perkataan, niat, maupun perbuatan. 

    Kebaikan yang dimaksud bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk orang lain yang diwujudkan dalam kebaikan rasionalis (berkaitan dengan akal), empiris (berkaitan dengan panca indera), dan esoteris (berikatan dengan jiwa).

    Dalil Perintah Birrul Walidain

    Perintah berbakti kepada orang tua sudah tercantum langsung dalam Al-Qur’an maupun hadis Nabi Muhammad SAW. Saking pentingnya, Rasulullah sendiri meletakkan perbuatan berbakti kepada orang tua sebagai amalan kedua terbaik setelah salat tepat waktu dan lebih diutamakan daripada jihad dan hijrah. 

    Al-Qur’an sendiri sudah menyinggung perintah ini berkali-kali dalam suratnya, misalnya:

    • Luqman ayat 14:

    “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

    • Al-Isra’ ayat 23-24:

    “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu dan bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

    “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua menyayangiku saat kecil.”

    • Shahih Bukhari no.496

    “….Al-Walid bin Al-Aizar berkata, aku mendengar Abu ‘Amru Asy Syaibani berkata, “Pemilik rumah ini menceritakan kepada kami seraya menunjuk rumah Abdullah ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah, amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?”. Beliau menjawab, “Salat pada waktunya.” Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?”, Rasul menjawab “Kemudian berbakti kepada orang tua.” Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?”, Rasul menjawab .”Jihad fi sabilillah.” Abdullah berkata, “Beliau sampaikan semua itu, sekiranya aku minta tambah, niscaya beliau akan menambahkannya untukku.”

    Hukum Berbakti kepada Orang Tua

    Mengingat cukup banyak ayat dan hadis yang menjelaskan wajibnya manusia berbakti kepada kedua orang tua, maka hukum berbakti kepada orang tua adalah fardhu ‘ain

    Fardhu ‘ain adalah sebuah hukum yang menuntut seseorang melaksanakan kewajiban syariat, misalnya berbakti kepada orang tua dan salat lima waktu. 

    Ini berbeda dengan fardhu kifayah. Fardhu ‘ain adalah kewajiban mutlak untuk per orang, sedangkan fardhu kifayah kewajiban tanpa memandang siapa yang melakukannya. 

    Contoh fardhu kifayah adalah jika suatu wilayah membutuhkan dokter, tidak semua orang diwajibkan menjadi dokter. Kewajibannya gugur kalau sudah ada dokter yang bertugas. 

    Nah, karena berbakti adalah kewajiban setiap anak,maka hukumnya adalah fardhu ‘ain, alias mutlak dan tidak dapat diwakilkan. 

    Cara Birrul Walidain kepada Orang Tua

    Berbuat baik kepada kedua orang tua sudah sepantasnya dilakukan karena kedua orang tua sudah mengorbankan jiwa, raga, dan hartanya untuk merawat, mendidik, dan membesarkan anak-anaknya hingga dewasa. Kasih sayang mereka sangat besar kepada anak-anaknya hingga rela melakukan apa saja demi anaknya. 

    Oleh karena itulah mengapa Allah memerintahkan umat muslim berbuat baik dan berbakti kepada orang tua. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk berbuat baik kepada mereka, diantaranya:

    • Mendengarkan nasihat dan perkataan orang tua.
    • Mematuhi perintah orang tua selama perintah tersebut tidak melanggar syariat.
    • Tidak berjalan di depan kedua orang tua, tapi alangkah baiknya berjalan di samping atau di belakangnya.
    • Tidak mengeraskan suaranya melebihi suara kedua orang tua untuk menjaga sopan santun kepada mereka.
    • Berusahalah mendapatkan keridhaan mereka dengan perkataan maupun perbuatan.
    • Bersikap rendah hati dan lemah lembut seperti melayani, merawat orang tua seperti menyuapi makan apabila kedua tangannya sudah tidak mampu.
    • Jangan memandang orang tua dengan pandangan tajam atau sinis.
    • Jangan bermuka cemberut. Tampakkanlah muka yang ceria dan tersenyum.
    • Jangan bepergian kecuali atas izin keduanya.
    • Tidak membantah perkataan orang tua.
    • Menafkahi orang tua. Seorang muslim hendaknya menafkahi kedua orang tuanya agar memperoleh ridha Allah. Jika seseorang berharta banyak dan orang tua sedang butuh, maka seseorang tersebut wajib memberikannya.

    Cara Birrul Walidain ke Orang Tua yang Sudah Wafat

    Cara-cara di atas bisa dilakukan apabila kedua orang tua masih ada. Pertanyaannya, bagaimana jika salah satu atau kedua orang tua sudah tiada? Apakah sebagai anak masih bisa berbakti kepada keduanya?

    Jawabannya adalah bisa. Seorang anak masih bisa berbakti kepada kedua orang tuanya meski keduanya sudah meninggal.

    Rasulullah dalam hadisnya sudah menjelaskan bagaimana seharusnya seorang muslim berbakti kepada orang tuanya yang sudah wafat. Hadis tersebut berbunyi:

    “Suatu ketika saya sedang duduk bersama Nabi Muhammad. Tiba-tiba ada seorang laki-laki Anshar datang kepada Nabi. Ia bertanya, “Ya Rasul, apakah saya bisa berbaik budi kepada kedua orang tua saya yang telah wafat.” Mendengar itu Rasulullah menjawab, “Iya, ada empat hal yang bisa dilakukan, yaitu: mendoakan mereka, memohonkan ampun keduanya kepada Allah, melaksanakan janji mereka dan memuliakan semua teman mereka, menjalin silaturahmi dengan orang-orang yang tidak akan menjadi saudaramu tanpa melalui ayah ibumu. Itulah budi baik yang harus kamu lakukan setelah kedua orang tuamu meninggal.” (Musnad Ahmad)

    Dari hadis tersebut seperti yang dijelaskan bahwa seseorang tetap bisa berbakti kepada kedua orang tuanya yang meninggal dengan melakukan 4 cara, yakni:

    • Mengirim doa kepada orang tua.
    • Memohonkan ampun keduanya kepada Allah.
    • Menunaikan janji keduanya dan memuliakan teman mereka.
    • Menjaga silaturahmi kepada saudara-saudara, keluarga, atau kerabat.

    Hikmah Melaksanakan Birrul Walidain

    Sejatinya semua perintah dari Allah mengandung hikmah dan manfaat bagi kehidupan manusia secara menyeluruh, termasuk perintah birrul walidain. Ada beberapa hikmah yang bisa dirasakan jika kita berbakti tulus kepada kedua orang tua, yakni:

    1. Mendapatkan Ampunan atas Dosa-Dosa yang Telah Dilakukan

    Ini persis seperti sebuah riwayat yang pernah menceritakan ada seorang laki-laki yang sedang bersedih serta hancur datang menemui Rasulullah.

    Laki-laki tersebut mengaku telah melakukan dosa besar dan ingin bertaubat, dan Rasulullah pun menyuruh laki-laki itu berbakti kepada bibi (saudara perempuan ibu, karena ibunya sudah meninggal) karena bibi memiliki posisi yang sama dengan ibu.

    2. Birrul Walidain adalah Amalan Paling Utama

    Seperti yang sudah dijelaskan dalam hadis sebelumnya bahwa Rasulullah mengatakan berbakti kepada orang tua memiliki kedudukan tertinggi kedua setelah salat tepat waktu.

    3. Meluaskan Rezeki dan Memanjangkan Umur

    Berbakti kepada orang tua bisa membuat umur kita menjadi berkah dan rezeki jadi luas dan bermanfaat untuk kehidupan.

    4. Mendapat Ridha Allah dan Masuk Surga

    Birrul walidain bisa mendatangkan ridha dari Allah karena ridha Allah datang dari ridha kedua orang tua. Apabila seseorang tulus berbakti kepada orang tuanya, ia juga akan dijamin masuk surga

    Sudah Tahu Birrul Walidain beserta Hukum dan Dalilnya?

    Itulah penjelasan makna birrul walidain lengkap dengan dalil, hukum, dan cakupannya. Dari sini bisa disimpulkan bahwa berbakti kepada orang tua wajib bagi manusia pada umumnya atau umat muslim pada khususnya, karena dari berbuat baik kepada orang tua bisa mendatangkan ridha Allah.

  • 5 Rasul Ulul Azmi beserta Mukjizat dan Penjelasannya

    5 Rasul Ulul Azmi beserta Mukjizat dan Penjelasannya

    Sebelum mengetahui rasul ulul azmi, perlu diketahui bahwa umat Islam wajib mengimani rukun iman yang salah satunya adalah mengimani nabi dan rasul Allah. Seperti yang telah diketahui juga bahwa nabi dan rasul adalah manusia pilihan yang menerima wahyu dan diutus Allah menyampaikan risalah-Nya kepada umat Islam. 

    Sebenarnya ada banyak sekali nabi dan rasul, namun yang wajib diimani hanyalah 25 saja. Nah, dari 25 nabi tersebut ada nama-nama khusus yang diberi keistimewaan oleh Allah berupa ketabahan dan kesabaran luar biasa untuk menghadapi umatnya. Merekalah rasul ulul azmi. Siapa sajakah mereka? 

    Pengertian Nabi dan Rasul

    Sebagai umat Islam, kita wajib mengimani adanya nabi dan rasul sebagai manusia pilihan Allah. Sekilas pengertian nabi dan rasul adalah sama. Namun jika dijelaskan lebih detail keduanya mempunyai makna dan tugas yang berbeda. 

    Kata nabi berasal dari bahasa Arab yang artinya orang yang menyampaikan atau memberitakan berita. Dalam agama Islam, nabi biasanya dimaknai sebagai manusia pilihan Tuhan dan tergolong manusia tingkatan tertinggi. 

    Nabi (jamaknya adalah al-Anbiya’) adalah orang yang menyampaikan berita dari Allah tentang keesaan-Nya, menjelaskan hal-hal ghaib, dan memberitahukan bahwa dirinya adalah seorang manusia pilihan yang disebut nabi. Nabi merupakan seorang yang derajatnya sudah tinggi dibanding manusia lainnya. 

    Dalam bahasa Ibrani, kata nabi bermakna seseorang yang menceritakan tentang agama. Biasanya, kata nabi dimaknai sebagai orang yang diberi wahyu oleh Allah berupa suatu ajaran tertentu. 

    Sementara rasul memiliki arti utusan Tuhan. Jadi rasul ini adalah manusia pilihan yang mendapat wahyu dari Allah kemudian mendapat perintah juga untuk menyampaikan kepada umatnya. 

    Kata rasul dalam Al-Qur’an disebut sebagai al-mursalun (orang-orang yang dikirim)  dan bermakna orang yang diberi wahyu berupa suatu ajaran tertentu, kemudian Allah juga memerintahkan rasul menyampaikan wahyu tersebut kepada umatnya. 

    Dari sini bisa dilihat perbedaan antara nabi dan rasul, yakni dari segi menyampaikan wahyu kepada umat. Nabi diberi wahyu namun untuk dirinya sendiri, sedangkan rasul diutus untuk menyampaikan kepada umatnya. 

    Rasul Ulul Azmi, Manusia yang Diberi Keistimewaan

    Mungkin saat belajar mengenai nabi dan rasul kita sering mendengar gelar ulul azmi yang disematkan kepada beberapa nama rasul. Nah, apa yang dimaksud dengan rasul ulul azmi? Apa saja keistimewaannya hingga diberi gelar ulul azmi?

    Rasul ulul azmi merupakan rasul-rasul yang diberikan keistimewaan berupa ketabahan dan kesabaran luar biasa dalam menjalankan tugas dari Allah. Kesabaran dan ketabahan mereka sangat tinggi dalam menghadapi berbagai rintangan, cobaan, dan gangguan dari orang-orang yang tidak suka dengan Islam.

    Kesabaran hati dan sikap mereka sudah mengalahkan rasul-rasul lainnya sehingga diberi gelar ulul azmi yang artinya memiliki keteguhan hati dan tekad kuat. 

    Selain kesabaran, mereka juga memiliki keistimewaan sikap lainnya yang bisa dijadikan teladan dan contoh bagi umatnya, yakni:

    • Siddiq, artinya jujur. Semua rasul pasti mempunyai sifat jujur karena mustahil seorang rasul mempunyai sifat kizib atau suka berbohong.
    • Amanah, artinya bisa dipercaya. Seorang rasul sangat mustahil apabila mempunyai sifat tidak bisa dipercaya.
    • Fatanah, artinya cerdas dan pintar. Seorang rasul sangat mustahil apabila mempunyai kecerdasan yang rendah alias bodoh. 
    • Tabligh, artinya menyampaikan. Tugas utama rasul adalah menyampaikan ajaran dan kebenaran dari Allah, sehingga mustahil apabila rasul menyembunyikan firman-Nya yang telah mereka terima.

    Siapa Sajakah yang Termasuk Rasul Ulul Azmi?

    Setelah mengetahui pengertian dari ulul azmi, sekarang siapa sajakah nama-nama rasul ulul azmi?

    1. Nabi Nuh As

    Nabi Nuh adalah nabi yang sangat cerdas, taat, dan penyabar. Beliau ini sudah banyak sekali menerima penolakan dan ujaran kebencian ketika berdakwah kepada umatnya tentang kebenaran agama Allah. Meski begitu, beliau tetap sabar menghadapi perilaku umat dan terus bertekad menyebarkan agama Allah.

    Kesabaran beliau ini dibuktikan dengan peristiwa banjir bandang yang pernah terjadi pada kaumnya. Banjir bandang tersebut merupakan azab dari Allah bagi kaum Nabi Nuh yang tidak mau taat, padahal Nabi Nuh sudah menyeru kepada umatnya selama 900 tahun, dan yang taat hanya sekitar 40 orang saja. 

    Ketika itu Allah memerintahkan Nabi Nuh membuat kapal sangat besar. Kapal tersebut digunakan untuk menyelamatkan kaumnya dari terjangan banjir bandang yang akan menenggelamkan permukaan bumi. 

    Namun, yang mau mengikuti perintah Nabi Nuh hanyalah orang-orang taat. Sedangkan orang yang tidak beriman, tenggelam ke dalam banjir bandang tersebut, dan salah satu orang yang tidak taat tersebut adalah istri dan anaknya. 

    Peristiwa banjir bandang dan perintah membuat kapal itulah yang menjadi mukjizat Nabi Nuh As, sehingga ia menjadi rasul ulul azmi yang memiliki kesabaran luar biasa. 

    2. Nabi Ibrahim As

    Kisah Nabi Ibrahim ini menarik untuk diulas karena ada banyak teladan yang bisa diambil dari beliau, yakni kesabaran dan ketaatan luar biasa kepada Allah. Semasa hidupnya, Nabi Ibrahim pernah diusir oleh ayahnya, pernah mengalami hinaan dan cacian, serta pernah diutus Allah menyembelih putranya sendiri, Ismail. 

    Nabi Ibrahim diutus kepada kaum penyembah berhala yang penuh kezaliman dan kemusyrikan. Karena keberanian dan ketegasan beliau dalam menyampaikan ajaran agama Allah, Ibrahim pernah menghancurkan berhala-berhala yang disembah Raja Namrud dan kaumnya. 

    Akibat dari keberaniannya tersebut, Raja Namrud sangat marah dan menangkap Nabi Ibrahim untuk dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup. Namun atas kuasa Allah, saat dibakar, Nabi Ibrahim selamat dan malah tidak merasa kepanasan.

    Tidak hanya itu, Nabi Ibrahim juga dikenal sebagai manusia yang taat. Beliau bahkan  pernah diperintahkan untuk menyembelih putranya sendiri. Karena ketaatan dan keikhlasan saat melaksanakan perintah ini, Allah menggantinya dengan seekor domba besar untuk disembelih. 

    3. Nabi Musa As

    Nabi Musa ini hidup di zaman pemerintahan Raja Fir’aun yang terkenal kejam dan pernah mengaku sebagai Tuhan penguasa muka bumi. Saat itu Nabi Musa terus berusaha untuk mengingatkan pengikut Fir’aun agar menyembah Allah dan berhenti menganggap Fir’aun sebagai Tuhan.

    Namun, Nabi Musa mendapatkan penolakan keras dari pengikut Fir’aun. Ia terus saja dihina, dibenci karena telah mengajak kepada kebenaran. Hingga suatu ketika beliau diangkat menjadi nabi dan rasul, kemudian mendapatkan tugas dari Allah untuk memerangi Fir’aun dan bala tentaranya. 

    Nah, karena beliau diberi mukjizat oleh Allah, salah satunya yaitu bisa membelah lautan, Nabi Musa bisa bebas dari serangan Fir’aun, sedangkan Fir’aun dan bala tentaranya tenggelam di lautan karena kekejamannya. 

    Tidak hanya bisa membelah lautan, Nabi Musa juga bisa mengubah tongkatnya menjadi ular sebagai bukti kekuasaan Allah di hadapan Fir’aun. Karena ketegasan dan kesabaran beliau menghadapi kaumnya inilah akhirnya dijuluki sebagai rasul ulul azmi. 

    4. Nabi Isa As

    Nabi Isa As adalah anak dari seorang perempuan mulia bernama Maryam. Beliau ini memiliki keistimewaan yakni lahir dari rahim seorang perempuan tanpa adanya seorang ayah. Jadi lewat perantara ibu saja, tanpa adanya ayah. 

    Beliau memiliki kesabaran luar biasa dalam mengajak umatnya untuk menyembah Allah. Namun Nabi Isa tetap saja mendapatkan penolakan bahkan pernah dikhianati oleh muridnya yang bernama Yahuda (Yudas Iskariot)

    Rasul ulul azmi ini diberi Allah sebuah mukjizat bisa menyembuhkan orang buta, menghidupkan orang mati, bisa membuat burung dari tanah, dan bisa mendatangkan hidangan dari langit atas izin Allah Ta’ala.

    5. Nabi Muhammad SAW

    Nabi Muhammad adalah penutup para nabi yang memiliki keistimewaan luar biasa. Beliau terkenal sebagai orang yang sangat sabar, cerdas, dan tegas. Dalam  dakwahnya, beliau seringkali mendapat ancaman dan penolakan luar biasa. Mulai dari hinaan, cacian, dilempar baru dan kotoran, hingga ancaman pembunuhan. 

    Mukjizat terbesar Rasulullah adalah turunnya Al-Qur’an sebagai wahyu dan kitab suci umat Islam. Beliau juga pernah mengalami perjalanan isra’ mi’raj dan bertemu dengan Allah untuk mendapatkan perintah salat. 

    Sudah Tahu Siapa Saja Rasul Ulul Azmi?

    Rasul ulul azmi adalah manusia pilihan yang memiliki kesabaran dan ketabahan luar biasa untuk menghadapi kaumnya. Semuanya juga mempunyai mukjizat yang bisa meyakinkan kaumnya atas kebenaran agama Allah, mulai dari Nabi Nuh, Musa, Ibrahim, Isa, dan Nabi Muhammad SAW.

  • Catat! Mahram bagi Perempuan, Dasar Hukum, dan Susunannya

    Catat! Mahram bagi Perempuan, Dasar Hukum, dan Susunannya

    Istilah mahram mungkin tidak asing di telinga umat Muslim karena seringkali dibahas dalam sebuah majelis maupun madrasah. Mahram bisa diartikan sebagai orang-orang yang haram dinikahi karena masih satu keturunan, persusuan, maupun pernikahan. 

    Nah, tak jarang pembahasan soal mahram ini sulit dipahami, padahal penting diketahui oleh orang muslim. Oleh karena itu, dalam artikel kali ini kamu akan diajak memahami apa itu mahram, lengkap beserta dasar hukum dan susunannya.

    Apa Itu Mahram?

    Istilah mahram memang seringkali terdengar, namun tahukah kamu kata tersebut berasal dari mana? Istilah mahram berasal dari kata haram yang memiliki arti larangan atau dilarang. Secara bahasa, kata ini dimaknai sebagai orang-orang yang haram dinikahi dengan pengharaman yang mengikat. 

    Mengikat disini maksudnya adalah akan berdosa jika seseorang melakukan pernikahan, dan pernikahan itu dinilai tidak sah. Ini dikarenakan seseorang menikah dengan seorang perempuan yang masih satu keturunan, persusuan, atau pernikahan. 

    Ulama fikih mendefinisikan kata ini sebagai perempuan yang haram dinikahi. Artinya, seorang laki-laki tidak boleh asal memilih pasangan, karena tidak semua perempuan bisa dinikahi. Oleh karena itu, dalam fikih syarat menikahi perempuan salah satunya adalah perempuan yang bukan mahram (boleh dinikahi).

    Status ini ada yang selamanya (al-mu’abbad) dan ada  yang  temporal (al-muwaqqat). 

    Jenis-jenis Mahram

    Agar lebih jelas, berikut dijabarkan jenis-jenis mahram. 

    1. Mahram Al-Mu’abbad

    Al-mu’abbad adalah mahram yang tidak boleh dinikahi selama-lamanya karena sebab tertentu, misalnya karena masih ada hubungan nasab, perkawinan, maupun sepersusuan. Ini seperti yang sudah tercantum dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa’ ayat 23, yang artinya:

    “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara perempuanmu, saudara perempuan dari bapakmu, saudara perempuan dari ibumu, anak-anak perempuan dari saudara perempuanmu, ibu-ibu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, mertuamu, anak-anakmu dari istri yang telah kamu campuri, tapi apabila belum kamu campuri (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan haram bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali telah terjadi masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Dalam sebuah riwayat menjelaskan bahwa ayat ini turun dilatar belakangi dari pertanyaan Ibnu Juraij yang bertanya kepada Ata’ tentang maksud wahal’ilu abnikum al-lazina min aslabikum (dan diharamkan bagimu istri-istri anak kandungmu (menantu). 

    Dari pertanyaan tersebut Ata’ menjawab “Kami pernah membicarakan ayat itu turun mengenai pernikahan Rasulullah SAW dengan menantunya (dari anak angkat Nabi) mantan istri Zaid bin Haritsah.” Lalu kaum musyrik menggunjing sehingga turunlah ayat tersebut dan juga Al-Ahzab ayat 4 dan 40. 

    Ayat-ayat tersebut sebagai penegasan bahwa diperbolehkannya menikahi mantan istri anak angkat. Dari ayat tersebut, bisa diketahui ada beberapa perempuan yang mutlak tidak boleh dinikahi, yakni:

    • Ibu kandung
    • Anak perempuan kandung
    • Saudara perempuan
    • Bibi dari ayah
    • Bibi dari ibu
    • Anak perempuan saudara laki-laki
    • Anak perempuan saudara perempuan
    • Saudara sepersusuan
    • Ibu-ibu yang menyusuimu
    • Mertua
    • Nenek dari istri
    • Cucu perempuan, sampai bawah

    2. Mahram Muwaqqat

    Berbeda dengan al-mu’abbad, muwaqqat ini bersifat sementara, alias kalau sifat-sifat sementara ini sudah hilang maka seorang laki-laki boleh menikahinya karena sudah tidak lagi menjadi mahram dari perempuan tersebut. 

    Adapun macam-macam perempuan yang masuk kategori mahram muwaqqat ini, antara lain:

    • Saudara-saudara perempuan istri (ipar). Dalam Islam haram bagi laki-laki menikahi saudara perempuan istri saat statusnya masih menjadi suami dari istrinya. Artinya, seorang laki-laki tidak boleh memadukan seorang perempuan dengan saudaranya. Termasuk tidak boleh memadu istrinya dengan keponakan perempuan istri atau bibi istri.
    • Bibi dari istri (baik dari jalur ayah maupun ibu), seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
    • Istri orang atau perempuan yang sudah bersuami.
    • Istri orang kafir yang masuk Islam.
    • Perempuan yang sudah mendapat talak tiga.
    • Perempuan musyrik hingga dia masuk Islam.
    • Perempuan pezina sampai ia bertaubat

    Penjelasan tentang Mahram Sepersusuan

    Mungkin kamu masih bingung mengenai mahram sepersusuan dan ketentuan lebih jelasnya. Jika diperinci lebih jelas, hubungan sepersusuan yang diharamkan dalam Islam ini adalah:

    • Ibu susuan.
    • Nenek susuan, yakni ibu dari ibu yang pernah menyusui atau ibu dari suami yang menyusui.
    • Bibi susuan, yakni saudara dari ibu susuan atau saudara perempuan dari suami ibu susuan.
    • Keponakan  susuan perempuan (anak perempuan dari saudara ibu susuan).
    • Saudara susuan perempuan.

    Meski sepersusuan menjadi salah satu sebab seseorang menjadi mahram, namun tidak berarti itu secara otomatis menjadikannya mahram. Karena ada beberapa syarat, antara lain:

    1. Air Susu Perempuan Baligh

    Kalau bayi meminum susu bukan dari manusia, seperti air susu hewan atau formula, maka itu tidak termasuk kemahraman. Begitu juga apabila air susu berasal dari perempuan yang belum baligh, maka para ulama sepakat tidak menimbulkan kemahraman. 

    2. Air Susu Masuk ke Dalam Perut

    Ukuran sebenarnya bukan saat bayi menghisap puting, namun bayi meminum susu tersebut dan menelannya sampai masuk ke perut. Kalau saat disusui airnya tidak keluar, maka tidak termasuk kategori penyusuan dan tidak menimbulkan kemahraman. 

    Begitu juga apabila air susu itu dimasukkan ke dalam botol dan tidak langsung menghisap dari puting, maka itu masuk kategori penyusuan dan menimbulkan kemahraman.

    3.  Minimal Lima Kali Penyusuan

    Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, para ulama sepakat jika seorang bayi menyusu pada seorang perempuan sebanyak lima kali, meski tidak berturut-turut, maka penyusuan itu mengakibatkan kemahraman.

    Perempuan dan Kaitannya dengan Mahram

    Selain berhubungan dengan perempuan yang boleh atau tidaknya dinikahi, mahram juga berbicara tentang hubungan laki-laki dan perempuan dalam konteks aurat. Seperti yang sudah diketahui, Islam sudah mengatur batasan aurat antara laki-laki dan perempuan. 

    Perempuan dilarang menampakkan auratnya pada orang yang bukan mahramnya. Namun aturan ini tidak berlaku secara umum. Ada orang-orang yang dikecualikan sehingga batasan aurat perempuan ini menjadi lebih longgar, tidak seketat pada orang yang bukan mahramnya. 

    Adapun orang-orang yang termasuk mahram bagi perempuan tersebut antara lain:

    • Suami
    • Ayah
    • Ayah suami (mertua laki-laki)
    • Anak-anak laki-laki mereka
    • Anak perempuan dan laki-laki mereka
    • Saudara laki-laki 
    • Keponakan dari saudara laki-laki
    • Keponakan dari saudara perempuan
    • Paman
    • Anak tiri
    • Menantu 
    • Saudara sepersusuan
    • Budak atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai birahi
    • Anak-anak yang belum mengerti aurat-aurat perempuan

    Orang-orang yang disebutkan tersebut termasuk mahram bagi perempuan yang sebagian besar bertugas melindungi, menemani, hingga melayani perempuan ketika bepergian sehingga tidak boleh dinikahi karena masih ada hubungan kekerabatan, sepersusuan, maupun ipar.

    Dasar Hukum Mahram 

    Nah untuk dasar hukum tentang ini sudah tercantum jelas baik dalam Al-Qur’an maupun hadis Nabi Muhammad SAW, antara lain:

    • Surah An-Nisa ayat 23.
    • Surah An-Nisa ayat 22: “Janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang sudah dinikahi oleh ayahmu kecuali pada masa yang telah lampau”.
    • Surah Al-Nur Ayat 31, yang berbunyi:

    “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan jangan menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, sesama perempuan Islam mereka, hamba sahaya yang mereka miliki, para pelayan laki-laki tua yang tidak memiliki keinginan terhadap perempuan, anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menggerakkan kakinya, agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”

    • Hadis riwayat Imam Bukhari

    “Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda bahwa seorang perempuan tidak boleh bepergian kecuali dengan mahram, dan tidak boleh mempersilakan tamu laki-laki kecuali didampingi mahramnya. Kemudian ada yang bertanya kepada Nabi: Wahai Nabi, saya ingin bergabung dengan pasukan tertentu, sementara istrinya saya ingin menunaikan ibadah haji. Rasulullah bersabda “Pergilah bersamanya.”

    Perbedaan Mahram dengan Muhrim

    Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan istilah mahram seringkali keliru dengan kata muhrim. Banyak orang mengira kata muhrim mempunyai arti yang sama dengan mahram, yakni orang-orang yang dillarang untuk dinikahi. Namun jika kamu telusuri lebih dalam, kedua kata tersebut mempunyai perbedaan yang cukup jauh.

    Orang-orang biasanya menyebut, “Maaf, bukan muhrim.”, padahal muhrim ini memiliki arti orang yang sedang berihram. Ihram merupakan tahapan awal saat seseorang tersebut sedang menunaikan ibadah haji atau umrah. Jadi bukan orang-orang yang dilarang dinikahi. 

    Sementara kata mahram adalah daftar orang-orang yang tidak boleh dinikahi karena masih ada hubungan keluarga, kerabat, sepersusuan, atau ipar. Jadi keduanya benar-benar mempunyai makna yang berbeda. 

    Oleh karena itu ketika ingin menyebut orang yang haram dinikahi sebaiknya gunakan kata mahram, sebab dalam Bahasa Arab, perbedaan harakat akan memengaruhi makna suatu kalimat. 

    Contohnya saja al-birru yang berarti kebaikan, al-barru artinya daratan, dan al-burru yang berarti gandum. Sama halnya dengan mahram dan muhrim yang tersusun dari huruf sama namun harakatnya berbeda, maka artinya juga berbeda.

    Sudah Tahu Penjelasan tentang Mahram bagi Perempuan Ini?

    Itulah sekilas penjelasan tentang mahram yang harus kamu catat dan pelajari betul-betul supaya mengerti ketentuan syariat. Sebagai perempuan, saat sedang berada di lingkungan dengan golongan orang-orang yang bukan mahram, tutuplah auratmu dengan benar dan jangan tampakkan perhiasan kepada mereka.

    Selain itu, perhatikan juga perbedaan mahram dan muhrim agar tidak lagi salah sebut sebab kedua kata tersebut memiliki arti yang sangat jauh berbeda.

  • Catat! Delapan Asnaf Penerima Zakat, Syarat, dan Penjelasannya

    Catat! Delapan Asnaf Penerima Zakat, Syarat, dan Penjelasannya

    Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dikeluarkan oleh seluruh umat muslim. Orang-orang muslim yang terbilang mampu dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya wajib mengeluarkan zakat yang diberikan kepada delapan asnaf dalam waktu setahun sekali pada akhir bulan Ramadhan.

    Zakat merupakan rukun Islam keempat yang menjadi pilar tegaknya agama Islam. Orang-orang muslim yang wajib mengeluarkan zakat, tidak boleh melanggar perintah ini sebab zakat menduduki posisi penting, strategis, dan menentukan, baik dari segi agama maupun sosial. 

    Perintah Membayar Zakat untuk Umat Islam

    Secara istilah zakat bisa diartikan sebagai penyerahan wajib sebagian harta kekayaan kepada delapan asnaf yang berhak menerima zakat melalui amil untuk mencari keridhaan Allah SWT sesuai ketentuan syariat. 

    Kedudukan zakat dalam Islam sangat penting sebab berhubungan dengan masalah sosial yang kini sedang banyak terjadi, yakni kemiskinan dan kesenjangan. Hadirnya perintah zakat memberikan dampak sosial yang luar biasa karena memiliki tujuan utama yakni membantu, menolong, dan menyantuni orang-orang kurang mampu. 

    Perintah zakat adalah perintah wajib langsung dari Tuhan yang tercantum dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60, yakni:

    “Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, dan amil-amil yang mengurusnya, orang-orang mualaf yang dijinakkan hatinya, untuk hamba-hamba yang hendak memerdekakan dirinya, orang yang berhutang dan untuk (dibelanjakan pada) jalan Allah, orang musafir (yang keputusan) dalam perjalanan. (Ketetapan hukum yang demikian itu adalah) sebagai ketetapan (yang datangnya) dari Allah. Dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.”

    Selain itu, perintah zakat juga termaktub dalam Surah At-Taubah ayat 103, yakni:

    “Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mendengar.”

    Macam-Macam Zakat

    Zakat sudah diperintahkan secara jelas dalam Al-Qur’an sebagai bentuk taat atas perintah Allah SWT. Adapun macam-macam zakat yang wajib dikeluarkan umat muslim adalah:

    1. Zakat Fitrah

    Setiap memasuki akhir bulan Ramadhan, umat Muslim yang mampu pasti berbondong-bondong mengeluarkan zakat sebagai kewajibannya. Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan saat akhir bulan Ramadhan berupa satu sha’ makanan pokok sebagai ungkapan syukur atas nikmat-nikmat Allah SWT. 

    Dasar hukum zakat fitrah ini sudah tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 110 dan hadis Nabi Muhammad yang berbunyi:

    “Ibnu Umar ra berkata: Rasulullah mewajibkan zakat fitrah (atau berkata “ramadhan”) atas laki-laki dan perempuan, orang merdeka, dan hamba sahaya sebanyak 1 sha’ kurma atau 1 sha’ biji-bijian. Maka manusia pada saat itu menyamakannya dengan ½ sha’ gandum. adalah Ibnu Umar ra pernah mengeluarkan zakat berupa kurma, namun penduduk Madinah kekurangan kurma, maka beliau beralih kepada biji-bijian. Ibn Umar memberikan zakat baik kepada orang kecil maupun besar hingga beliau memberikannya kepada kaumnya. Ibnu Umar memberi zakat hanya kepada orang-orang yang mau menerimanya. Dan beliau keluarkan zakat sehari atau dua hari sebelum salat id.” (HR. Bukhari).

    Nah, barang yang dizakatkan ini adalah makanan pokok. Misalnya saja orang Indonesia yang berzakat dengan beras, ada juga negara lain yang memberikan gandum, kurma, atau biji-bijian sesuai dengan makanan pokok di daerah masing-masing. 

    2. Zakat Maal

    Zakat maal atau zakat benda juga perintah yang diwajibkan Allah SWT. Secara istilah, zakat ini merupakan harta kekayaan yang wajib dikeluarkan seseorang kepada golongan tertentu, pada waktu tertentu, dan jumlah minimal tertentu. 

    Perintah ini juga tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 267. Adapun harta yang meliputi zakat maal ini adalah:

    • Aset perdagangan
    • Emas, perak, dan barang berharga lain
    • Hewan ternak
    • Hasil tambang dan laut
    • Saham dan obligasi
    • Jasa profesi
    • Hasil olahan hewan dan tanaman
    • Hasil penyewaan aset
    • Hasil pertanian

    Sementara itu, ada juga syarat-syarat harta yang dikenai kewajiban zakat, adalah:

    • Kepemilikan aset penuh
    • Harta berasal dari sumber dan didapatkan dengan cara halal
    • Harta bisa dikembangkan atau diproduktifkan
    • Mencukupi jumlah nisab
    • Bebas dari utang
    • Mencapai haul
    • Bisa dilakukan saat panen

    Tujuan Diperintahnya Bayar Zakat kepada Delapan Asnaf

    Segala sesuatu yang sudah diperintahkan Tuhan sejatinya mempunyai tujuan jelas dan memberikan dampak baik bagi kehidupan manusia secara menyeluruh, termasuk perintah mengeluarkan zakat. Adapun tujuan diperintahkannya zakat kepada umat muslim antara lain:

    • Mengangkat derajat fakir miskin dan membantu mereka keluar dari penderitaan karena kesulitan hidup.
    • Melindungi masyarakat dari bahaya kemiskinan, kemelaratan, dan kesenjangan.
    • Membentangkan dan membina tali persaudaraan, gotong royong, serta tolong menolong dalam kebaikan.
    • Menghilangkan sifat kikir, dengki, serta iri hati dalam diri.
    • Menjembatani jurang pemisah antara orang kaya dengan orang miskin di lingkungan masyarakat.
    • Mendidik manusia untuk disiplin menjalankan kewajiban dan menyerahkan hak orang lain.
    • Membersihkan dan menyucikan diri serta harta yang dimiliki.
    • Sebagai sarana pemerataan pendapatan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat.
    • Sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan mematuhi segala perintahnya.

    Kategori Delapan Asnaf Penerima Zakat

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa zakat adalah harta yang wajib diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Orang-orang inilah kemudian disebut sebagai delapan asnaf penerima zakat. 

    Golongan delapan asnaf penerima zakat ini sebenarnya sudah disebut dalam Al-Qur’an pada Surah At-Taubah. Nah, agar lebih memahami siapa saja orang-orang yang berhak menerima zakat lengkap dengan penjelasannya, simak artikel ini sampai habis.

    1. Orang Fakir

    Delapan asnaf yang berhak menerima zakat salah satunya adalah orang fakir. Makna fakir mendapat perbedaan pendapat dari kalangan ulama, misalnya Syekh Yusuf Qardhawi mengatakan fakir adalah orang yang dalam kebutuhan namun masih dapat menjaga diri dari tidak meminta-minta. 

    Sementara Syekh Wahbah Al-Zuhayli menyebut fakir adalah orang yang tidak mempunyai harta dan pekerjaan yang dapat mencukupi kebutuhannya dan pendapatnya ini disandarkan dari pendapat ulama Syafi’iyah dan Hanabilah. 

    Ulama madzhab Syafi’i, Maliki, Hambali mengartikan fakir adalah orang yang tidak punya harta dan tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbeda dengan madzhab Hanafi yang mengatakan fakir adalah orang yang punya harta atau pekerjaan namun hasilnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. 

    Dari pendapat tersebut bisa disimpulkan bahwa orang fakir adalah benar termasuk delapan asnaf yang berhak menerima zakat karena sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

    2. Orang Miskin

    Ulama madzhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali mengartikan orang miskin adalah orang yang punya harta dan pekerjaan namun penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. 

    Ini sejalan dengan pemikiran Syekh Wahbah Al-Zuhayli yang mengatakan orang miskin adalah orang yang bisa bekerja namun penghasilannya tidak mencukupi. Ibarat orang tersebut membutuhkan sepuluh namun dia hanya mempunyai delapan, sehingga kebutuhan pokok tidak mencukupi dan mereka kesusahan. 

    Jika dilihat dari penjelasan tersebut, golongan orang miskin berada pada garis kekurangan dan termasuk delapan asnaf yang berhak menerima zakat. 

    3. Amil Zakat

    Amil zakat juga termasuk golongan yang berhak mendapatkan zakat. Mereka  adalah orang yang bertugas mengurus zakat. Amil biasanya berasal dari pemerintah atau lembaga perwakilan pemerintah yang bertugas mengurusi dan menyalurkan zakat sesuai dengan ketentuan syariat.

    Menurut pendapat Yusuf Al-Qardhawi, amil zakat adalah orang yang melaksanakan seluruh urusan zakat, mulai dari mengumpulkan, hingga diserahkan kepada bendahara dan penjaga. Secara spesifik, tugas amil dimulai dari proses pencatatan, menghitung, hingga membagi ke orang yang berhak menerimanya.

    Sederhananya, amil zakat bisa disebut sebagai pihak yang diangkat pemerintah atau badan perkumpulan untuk mengelola zakat. Menurut Wahbah Al-Zuhayli, orang yang ikut dalam amil zakat adalah orang-orang pilihan, dimana ia harus memiliki syarat-syarat:

    • Beragama Islam.
    • Mukallaf, atau orang dewasa yang berakal sehat, sehat pikirannya dan siap mengemban tanggung jawab.
    • Punya sifat jujur, amanah, dan adil untuk menjaga kepercayaan umat.
    • Mengerti dan memahami betul hukum zakat sehingga dinilai mampu melakukan segala sesuatu yang berkaitan dengan zakat kepada masyarakat.
    • Punya kemampuan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
    • Mempunyai kesungguhan untuk melaksanakan tugasnya secara amanah dan adil.

    Pertanyaannya, mengapa amil bisa termasuk golongan delapan asnaf penerima zakat?

    Jawabannya karena amil mempunyai peran besar terhadap penyaluran zakat secara syariat. Para amil mengemban amanah dan tanggung jawab besar untuk menyalurkan zakat, sehingga pemberian zakat kepada mereka sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan atas peran yang sudah dilakukannya.

    4. Mualaf

    Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam. Nah, karena baru masuk Islam, orang mualaf sedang diteguhkan hatinya supaya lebih dekat dengan Islam. Menurut Syekh Yusuf Qardhawi, golongan mualaf adalah orang yang diharapkan kecenderungan hatinya atau keyakinannya untuk bisa bertambah terhadap agama Islam. 

    Oleh karena itu, golongan orang mualaf ini berhak menerima zakat fitrah karena diharapkan dengan masuknya ke agama Islam mereka menjadi lebih yakin dan semangat menjalankan seluruh syariat dan ajaran Islam. 

    5. Riqab

    Riqab memiliki arti memerdekakan budak. Kata riqab adalah bentuk jamak dari raqabah, dan dalam Al-Qur’an istilah ini mempunyai arti budak belian laki-laki atau budak belian perempuan. Jika dimaknai lebih dalam, istilah raqabah ada kaitannya dengan pelepasan atau pembebasan seseorang dari perbudakan. 

    Berkaitan dengan zakat, seperti yang diketahui bahwa zaman dahulu sangat terkenal adanya sistem perbudakan. Islam datang sebagai agama yang melepaskan dan menghapuskan sistem ini dengan menyerukan untuk memberikan zakat kepada orang-orang yang memerdekakan budak. 

    Secara umum, para ulama sudah mendefinisikan riqab menjadi 3 bagian, yakni:

    • Budak beragama Islam yang mau dimerdekakan. Zakat diberikan kepada pemilik budak supaya budaknya bisa dibebaskan. Ini merupakan pendapat dari mayoritas ulama dan pendapat Ali bin Abi Thalib, Al-Laits, At-Tsauri, dan Saad bin Jubair.
    • Zakat untuk budak, yakni menggunakan zakat untuk membeli atau memerdekakan budak. Ini pendapat dari Imam Malik, Ahmad, dan Ibnu Abbas.
    • Menggunakan zakat untuk menebus tawanan. Pendapat ini dikemukakan oleh  Ibn Taimiyah dan sebagian ulama madzhab Maliki. 

    Dari sini bisa dipahami mengapa para riqab termasuk delapan asnaf penerima zakat, tak lain karena harta zakat diharapkan bisa untuk membebaskan budak-budak sehingga mereka bisa bebas dari belenggu perbudakan. 

    6. Gharim

    Al-Gharimin merupakan kata jamak dari gharim, artinya orang yang berhutang. Menurut madzhab Syafi’i, golongan gharim ini terbagi menjadi 3 keadaan, yakni:

    • Berhutang untuk kebaikan diri sendiri dan keluarga.
    • Berhutang untuk kebaikan orang lain.
    • Seorang individu menjamin orang yang berhutang.

    Syekh Wahbah Al-Zuhayli mengartikan gharim sebagai orang yang punya banyak hutang. Sementara itu ada tambahan pendapat dari Syekh Yusuf Qardhawi dan sebagian ulama lain mengenai gharim. Menurut mereka, orang yang terkena bencana dan kehilangan harta bendanya ini termasuk golongan gharim.

    7. Fi Sabilillah

    Fi sabilillah bisa diartikan sebagai orang yang berjuang di jalan Allah. Para ulama sudah memberikan penjelasan untuk golongan ini yang berhak menerima zakat, yakni: 

    • Ulama dari madzhab Hanafi mengartikan fi sabilillah sebagai amalan yang tujuannya mendekatkan diri dan taat kepada Allah.
    • Madzhab Maliki memaknai fi sabilillah dengan tujuan peperangan, jihad, atau yang berkaitan dengannya sehingga termasuk penerima zakat meskipun orang kaya.
    • Madzhab Syafi’i memaknai kata ini fokus untuk jihad, tidak menerima gaji, atau yang berkaitan dengan itu meskipun orang kaya.
    • Madzhab Hambali memaknai kata ini hampir sama dengan madzhab Syafi’i, yakni orang yang berjihad dan tidak menerima gaji alias sukarela, tetapi harta mereka tidak cukup untuk perang meskipun kaya.
    • Ulama kontemporer memaknai kata ini lebih luas lagi yakni segala usaha yang dijalankan untuk kemaslahatan umat dan dakwah Islam sudah disebut fi sabilillah.

    8.  Ibn Sabil

    Meski terlihat sama, fi sabilillah dan ibn sabil memiliki arti berbeda. Ibn sabil adalah orang yang sedang menempuh perjalanan jauh dan kehabisan bekal. Tentu perjalanan disini maksudnya adalah perjalanan yang tujuannya untuk kemaslahatan, kebaikan, serta tidak melanggar syariat Islam. 

    Orang-orang yang kehabisan bekal seperti ini termasuk delapan asnaf yang berhak menerima zakat karena termasuk orang yang membutuhkan. 

    Sudah Tahu Siapa Saja Delapan Asnaf Penerima Zakat?

    Itulah daftar serta penjelasan delapan asnaf yang berhak menerima zakat. Kedelapan orang tersebut sudah tercantum dalam Al-Qur’an sehingga pastikan zakat yang dikeluarkan benar diberikan kepada mereka, yakni orang yang membutuhkan. 

  • 28 Adab Membaca Al-Qur’an Sesuai Sunnah

    28 Adab Membaca Al-Qur’an Sesuai Sunnah

    Saat melakukan ibadah, kita tidak boleh sembarangan tanpa mengetahui adab-adab yang harus dilakukan. Adab adalah tata cara, norma, atau aturan untuk melakukan suatu kegiatan berdasarkan syariat agama.  Adab penting dilakukan agar apa yang dilakukan mendapat pahala, termasuk adab membaca Al-Qur’an. 

    Nah, karena Al-Qur’an ini adalah kitab suci yang tidak boleh diperlakukan secara sembarangan, maka ada beberapa adab yang perlu diperhatikan termasuk saat membacanya. Bagaimana aturan membacanya menurut syariat Islam?

    28 Adab Membaca Al-Qur’an yang Harus Dilakukan

    Terdapat beberapa aturan atau tata cara membaca Al-Qur’an yang wajib dilakukan supaya berkah dan pahala dari membaca Al-Qur’an bisa sampai ke kita. Adab-adab tersebut antara lain:

    1. Membaca Al-Qur’an dengan Jelas

    Rasulullah SAW ketika membaca Al-Qur’an tidak dengan pengucapan yang samar-samar atau tidak jelas, namun pengucapan beliau saat membaca sangat jelas. Rasulullah sangat terang melafalkan kata demi kata, kalimat per kalimat dalam Al-Qur’an sehingga terdengar jelas lafal yang dibaca serta tidak ada yang terlewat.

    Melafalkan dengan jelas setiap ayat Al-Qur’an berguna agar kita mengetahui betul apa makna dari surah yang dibaca. Sehingga saat membacanya pun terasa indah dan penuh penghayatan.

    2. Membaca Sesuai Kaidah Tajwid

    Rasulullah saat membaca Al-Qur’an juga sangat memperhatikan ilmu tajwidnya. Ilmu tajwid merupakan ilmu yang menjelaskan tentang hukum-hukum dan tata cara membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad. 

    Ilmu tajwid adalah ilmu penting yang harus dipelajari oleh umat Muslim. Supaya kita tidak mengalami kekeliruan saat membaca setiap ayat Al-Qur’an, dan memperhatikan panjang pendek setiap huruf dalam Al-Qur’an. 

    3. Membaca Al-Qur’an dengan Suara Indah

    Al-Qur’an adalah kitab suci yang indah. Setiap ayat di dalamnya memiliki keindahan tersendiri ketika didengar maupun dibaca oleh seseorang. Oleh karena itulah saat membacanya pun suara yang dikeluarkan juga harus indah. 

    Ini persis dengan apa yang pernah dilakukan oleh Nabi pada waktu itu. Rasulullah selalu membaca Al-Qur’an dengan suara yang indah, hingga salah seorang sahabat bernama al-Bara’ bin Azib sangat takjub dengan suara merdu Nabi ketika membaca Surah At-Tin. 

    4. Berhenti Sebentar pada Tiap Ayat

    Jika melihat adab yang dicontohkan Rasulullah saat membaca Al-Qur’an, beliau tidak memaksa untuk membaca terus atau menerobos satu ayat dengan ayat lainnya, melainkan berhenti sejenak  pada setiap ayat. 

    Keterangan ini pernah disampaikan oleh istrinya, Ummu Salamah ra dalam sebuah riwayat yang mengatakan bahwa Nabi memotong bacaannya ayat per ayat. 

    5. Membaca dalam Keadaan Suci

    Saat membaca kitab suci, tentulah tidak pantas jika diri dalam keadaan kotor atau berhadas. Oleh karena itulah sebelum membacanya, kita perlu bersuci terlebih dahulu dengan cara mengganti pakaian yang suci dan berwudhu. 

    Kewajiban bersuci juga harus diajarkan kepada anak-anak ketika akan membaca Al-Qur’an, meski mereka belum dikenai kewajiban untuk melakukan hal itu supaya mereka memahami adab membaca Al-Quran yang baik menurut syariat agama. 

    6. Menggosok Gigi atau Bersiwak

    Kebersihan gigi dan mulut tentu saja harus diperhatikan saat seseorang akan membaca Al-Qur’an. Tujuannya agar merasa nyaman dan percaya diri saat membaca Al-Qur’an. Selain itu karena mulut adalah sebagai tempat makharijul huruf (tempat keluarnya huruf) yang harus dijaga kebersihannya.

    7. Menghadap Kiblat

    Sejak kecil pasti kita diajarkan adab membaca Al-Qur’an, yakni menghadap kiblat. Sama seperti ibadah salat, membaca Al-Qur’an pun sebaiknya menghadap kiblat (arah suci menuju Mekkah), sebab cara inilah yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. 

    Pertanyaannya, bagaimana jika membaca Al-Qur’an tidak bisa menghadap kiblat? Jawabannya adalah tidak apa-apa. Menghadap kiblat saat membaca Al-Qur’an adalah anjuran yang disunnahkan, jadi jika memang tidak bisa maka tidak apa-apa.

    8. Memegang Menggunakan Tangan Kanan

    Adab selanjutnya adalah memegang atau membawa Al-Qur’an menggunakan tangan kanan. Al-Qur’an adalah kitab suci yang berbeda dengan buku biasa. Oleh karena itu tidak boleh sembarangan saat membawanya. Kita harus menggunakan tangan yang baik saat menyentuh, memegang, maupun membawanya. 

    9. Memulai dengan Bacaan Ta’awudz

    Sebelum membaca ayat Al-Qur’an, sebaiknya bacalah ta’awudz terlebih dahulu sebelum membaca basmallah. Bacaan ini ditujukan agar kita terhindar dari godaan setan yang terkutuk. Manfaat lain dari ta’awudz adalah membuat lisan kita menjadi suci, dan semakin mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.

    10. Membaca Basmallah

    Setelah membaca ta’awudz, barulah membaca basmallah sebelum masuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Perlu diketahui bahwa basmallah ini dibaca setiap awal Surah, kecuali Surah At-Taubah. Artinya, saat akan membaca Surah At-Taubah kita tidak perlu mengawali dengan bacaan basmallah

    Ini karena Surah At-Taubah menceritakan tentang kaum-kaum musyrikin yang dibenci oleh Allah karena kezalimannya dan ketidaktaatannya. 

    11. Membaca dengan Penuh Keikhlasan

    Saat membaca kitab suci ini, hati haruslah dalam keadaan ikhlas. Karena membaca Al-Qur’an adalah sebagai bentuk ibadah, maka keikhlasan menjadi kunci utama mengalirnya pahala dan mendapat ridha dari Allah SWT.

    12. Menghadirkan Hati saat Membacanya

    Menghadirkan hati saat membaca Al-Qur’an akan mengantarkan seseorang menuju kekhusyukan yang mendalam. Ketika khusyu, kita akan mudah memahami setiap ayat-ayat yang dibaca, serta semakin merasa dekat dengan Allah sehingga merasa tenang dan damai. 

    Jangan membaca Al-Qur’an dengan tergesa-gesa atau sambil melakukan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan Al-Qur’an. Karena itu yang membuat lalai bahwa kita sedang mendekatkan diri dengan Tuhan. 

    Membaca Al-Qur’an dengan tergesa-gesa juga bisa membuat kita sulit mendapatkan manfaat dari Al-Qur’an. Seperti kata Ibnu Al-Qayyim, seorang pakar penyakit hati yang mengatakan bahwa manfaat dari Al-Qur’an hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang hidup hatinya. 

    13. Tidak Memotong Bacaan

    Tidak memotong bacaan ini maksudnya ketika membaca Al-Qur’an kita tidak boleh berbicara terlebih dahulu sebelum ayat yang dibaca itu selesai. Ini pernah dilakukan oleh Ibnu Umar, dimana beliau tidak akan bicara sebelum ayat itu selesai dibaca olehnya. 

    14. Memulai Bacaan yang Sesuai Jika Berhenti di Tengah Surah

    Adab membaca Al-Qur’an satu ini maksudnya adalah saat kita berhenti di tengah-tengah surah dan akan melanjutkan bacaan, sebaiknya mulai membacanya dari ayat yang sesuai atau berkaitan. Ini supaya apa yang kita baca tidak terputus. 

    Dalam hal ini, Imam Nawawi pernah menerangkan bahwa disunnahkan membaca Al-Qur’an jika mulai dari tengah surah, hendaknya ia memulai dari awal kalam, di mana antara satu ayat dengan ayat lain saling berkaitan. 

    15. Merenungi Makna Ayat Al-Qur’an

    Merenungi makna Al-Qur’an adalah anjuran yang berguna agar kita memahami setiap ayat yang dibaca. Jadi bukan serta merta hanya membacanya saja, namun juga memahami apa yang ada dalam kitab suci tersebut. 

    Memahami kemudian merenungi maknanya bisa membantu kita untuk mengerti setiap petunjuk atau firman dari Allah untuk hamba-Nya. Dari sinilah menjadi salah satu cara untuk semakin dekat dengan Allah karena kita sudah mengerti apa saja yang diperintahkan maupun dilarang oleh-Nya.

    16. Mengagungkan Ayat Al-Qur’an

    Al-Qur’an tidak hanya berisi ayat-ayat yang indah, namun juga agung. Keagungan ayat-ayat Al-Qur’an ini sudah diakui oleh semua hamba-Nya, karena dari sanalah karunia Allah datang untuk hamba-Nya yang mau memahami makna secara dalam dan Allah juga memberikan kemudahan bagi siapapun yang mau mempelajarinya.

    17.  Membaca Secara Tartil

    Dianjurkan membaca Al-Qur’an dengan bacaan tartil. Tartil di sini maksudnya adalah membaca Al-Qur’an dengan perlahan sambil memperhatikan ilmu tajwidnya. Membaca secara tartil bisa membantu kita terhindar dari kesalahan-kesalahan saat membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. 

    18. Niat karena Allah

    Segala sesuatu tergantung pada niatnya, begitulah salah satu sabda Nabi Muhammad tentang niat. Begitupun dengan adab membaca Al-Qur’an yang harus diniatkan karena Allah ta’ala. Supaya pahala dan rahmat Allah tercurahkan kepada kita saat membaca Al-Qur’an. 

    19. Menangis saat Membaca Al-Qur’an

    Jika kita menangis saat membaca Al-Qur’an berarti pertanda bahwa kita memahami betul apa makna yang ada di dalamnya. Kita juga mampu merenungi kandungan-kandungan ayat-ayat suci tersebut hingga meneteskan air mata. 

    Inilah puncak kenikmatan ketika beribadah, yakni mampu menghadirkan hati dan diri penuh kepada Yang Maha Kuasa. 

    20. Memuliakan Al-Qur’an

    Memuliakan Al-Qur’an adalah kewajiban seluruh umat Muslim, karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup di dunia maupun akhirat. Oleh karena itu tidak boleh kita berlaku semena-mena terhadap Al-Qur’an dan selalu perhatikan adab ketika memegang dan membaca Al-Qur’an.

    21. Mencium Mushaf Al-Qur’an

    Disunnahkan untuk mencium mushaf Al-Qur’an sebagai bentuk bahwa kita mengagungkan Al-Qur’an. Mencium mushaf ini pernah dilakukan oleh sahabat Ikrimah bin Abu Jahl, di mana mencium Al-Qur’an menurut keterangan Jalaluddin Asy-Suyuthi dianalogikan seperti kesunnahan mencium hajar aswad. 

    22. Tidak Membaca Al-Qur’an Saat Berjunub

    Seperti yang sudah diketahui bahwa adab membaca Al-Quran adalah tidak membacanya ketika sedang berhadas besar hingga seseorang tersebut melakukan mandi besar. 

    23. Tidak Membaca Al-Qur’an saat Haid

    Membaca Al-Qur’an saat haid ini menjadi dilarang apabila niatnya bukan karena zikir. Artinya, seorang perempuan yang sedang haid boleh membaca Al-Qur’an dengan syarat diniatkan sebagai zikir, bukan murni membaca Al-Qur’an. 

    Nah, untuk memegang mushaf sendiri dalam keadaan haid juga tidak diperbolehkan karena mushaf harus terjaga kesuciannya.

    24. Membaca Al-Qur’an di Tempat yang Bersih

    Selain tubuh dan pakaian yang harus suci, tempat membaca Al-Qur’an juga perlu diperhatikan kesuciannya. Jangan membaca Al-Qur’an di tempat-tempat kotor atau najis seperti di kamar mandi. 

    25. Memelihara atau Muroja’ah Al-Qur’an

    Memelihara dan melakukan muroja’ah bagi penghafal Al-Qur’an memang sebaiknya dilakukan agar hafalannya tetap terjaga alias tidak hilang. Muroja’ah ini bisa dilakukan setiap hari dengan mengulang-ngulang bacaan sampai hafal atau lebih hafal lagi dari sebelumnya. 

    26. Mengamalkan Al-Qur’an dalam Kehidupan

    Bagian penting dari adab membaca Al-Qur’an adalah tidak hanya sekadar membaca, namun juga mengamalkannya dalam hidup. Al-Qur’an berisi pedoman kehidupan yang wajib kita amalkan agar hidup semakin tenang, damai, dan penuh dengan rahmat Allah. 

    27. Tidak Boleh Menaruh Al-Qur’an di Lantai

    Tidak hanya tempat yang bersih, cara meletakkan Al-Qur’an juga perlu diperhatikan. Kita tidak boleh menaruh Al-Qur’an di atas lantai, hukumnya haram. Sebab ini sebagai cara menghormati Al-Qur’an sebagai kitab suci. 

    Lalu, bagaimana cara meletakkannya? Letakkan Al-Qur’an di tempat yang menurut pandangan agak tinggi, meski ketinggiannya hanya sedikit dari tanah. Namun setidaknya tidak diletakkan di atas lantai untuk menghormatinya. 

    28. Membaca Doa Setelah Selesai Membaca

    Setelah selesai membaca Al-Qur’an, tutuplah dengan bacaan doa agar apa yang dibaca bisa mengalirkan pahala dan rahmat dari Allah SWT. 

    Sudah Tahu Adab Membaca Al-Qur’an Ini?

    Al-Qur’an adalah kitab suci yang agung di mana seluruh umat Islam harus memperhatikan adab ketika membaca Al-Qur’an. Adab-adab inilah yang jika dikerjakan akan membuat kita merasa dekat dengan Al-Qur’an dan mendapat ridha dari Allah SWT. 

  • Doa Masuk Pemakaman serta Adab Ziarah Menurut Islam

    Doa Masuk Pemakaman serta Adab Ziarah Menurut Islam

    Dalam Islam, setiap tindak-tanduk dilandasi atas dasar cinta dan saling menghormati, bahkan doa masuk kuburan harus Anda panjatkan untuk menghormati para ahli kubur. Namun sayangnya, masih banyak yang belum hafal maupun tahu bagaimana adab yang benar dalam berziarah kubur.

    Masih banyak yang melakukan suatu hal yang dianggap tabu dan kurang pantas saat berada di area pemakaman. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mulai mengajarkan dan mengingatkan sesama dengan mempelajari doa dan adab saat berziarah kubur!

    Apa itu Ziarah Kubur?

    Sebelum mempelajari doa masuk kuburan, ada baiknya Anda mempelajari seluk beluk ziarah kubur menurut Islam. Pada dasarnya, kegiatan ziarah kubur merupakan kunjungan seseorang ke pemakaman untuk mengambil pelajaran atas hidup, mati, dan akhirat.

    Adapun urusan lain yang lebih umum adalah untuk mendoakan para ahli kubur atau sanak saudara yang telah menemui malaikat Munkar dan Nakir di alam barzah terlebih dahulu. Kegiatan ini adalah salah satu sunnah yang Rasul SAW berikan pada muslim laki-laki dan mubah untuk muslim perempuan.

    Hal tersebut sejalan dengan sebuah hadist yang berbunyi:

    “Sungguh aku dahulu telah melarangmu ziarah kubur, maka sekarang Muhammad Saw. telah diizinkan untuk berziarah ke kubur ibundanya, maka ziarahlah kamu karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan akan akhirat”. (HR. Muslim dan At-Tirmizi).

    Dari riwayat tersebut, kini Anda tahu bahwa ziarah dapat mengingatkan terhadap kematian dan akhirat, sehingga menstimulasi muslim menjadi pribadi yang lebih baik. 

    Doa Masuk Kuburan

    Dalam melakukan ziarah kubur, tentunya ada adab yang harus Anda penuhi dan salah satunya adalah berdoa sebelum memasuki area pemakaman.Berikut doa yang harus Anda panjatkan:

    1. Doa Masuk Area Pemakaman

    Saat umat muslim hendak berziarah makam, Rasul menganjurkan memanjatkan doa untuk ahli kubur sebelum memasuki area tersebut. Sama halnya ketika Anda memasuki sebuah rumah, Anda harus mengucapkan salam untuk mendoakan pemilik rumah. Doa ini bisa Anda amalkan saat hendak masuk area pemakaman:

    Latin:

    “Assalamu ‘alaikum ya ahlal qubuuri, yaghfirulloohu lanaa wa lakum, antum salafuna wa nahnu bil atsar.”

    Artinya:

    “Keselamatan semoga tetap tercurahkan atas kamu sekalian wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kamu sekalian. Kamu mendahului kami dan kamipun akan menyusul.”

    2. Doa Masuk Area Pemakaman Keluarga

    Kebanyakan umat muslim melakukan ziarah ke sanak saudara yang telah meninggal mendahului Anda yang masih hidup. Selain doa masuk kuburan sebelumnya, Anda juga bisa memanjatkan doa ini ketika memasuki area makam dari keluarga yang jadi tujuan awal ziarah tersebut. Berikut bacaan doa yang bisa Anda panjatkan:

    Latin:

    Assalamu’alaikum ahlad-diyaari minal mukminiina wal muslimiin, wa innaa insyaa alloohu bikum laahiquun, nas ‘alullooha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.

    Artinya:

    “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian semua.”

    Sebenarnya inti doa ini hampir sama seperti sebelumnya, namun doa ini dikhususkan untuk keluarga. Kata “minal mu’miniina wal muslimiin” atau “dari golongan kami” (keluarga) jadi poin yang membedakan. Sehingga menurut para alim ulama, doa ini bisa Anda khususkan saat memasuki makam keluarga yang jadi tujuan ziarah tersebut.

    3. Doa Ziarah Makam Orang Tua atau Keluarga

    Setelah memasuki area makam orang tua atau keluarga, memang banyak orang yang membacakan yasin untuk mendoakan mendiang yang jadi tujuan ziarah. Namun, sesudah membaca doa masuk pemakaman orang tua atau keluarga, Anda bisa tambahkan doa ziarah berikut ini:

    Latin:

    Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu wakrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bilmaai watstsalji, wal barodi, wa naqqihi minal khothooyaa, kamaa naqqiitats tubal abyadho minaddanasi. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khairom min ahlihi, wa zaujan khairom min zaujihi, wa adkhilhul jannah, wa a’idzhu min ‘adzaabil qobri, wa fitnatihi wa min ‘adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghaniina washagiirana wa kaabirana wadakirona wa ansana, allahumma man ahyaitahu minna fa ahyihi ‘alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allahumma la tuhrimna azrahu wa laa tudillanaa ba’dahu birahmatikayaa arhamaraahimiin, wal hamdu lillahi rabbil ‘aalamiin.

    Artinya:

    “Ya Allah! Ampunilah almarhum (jenazah), berilah dia rahmat-mu, kesejahteraan, serta maafkanlah kesalahannya dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan jauhkanlah dari fitnah kubur serta siksa api neraka. Ya Allah berikanlah ampun bagi kami yang masih hidup, dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang gaib, kami yang kecil, kami yang dewasa, kami yang pria atau wanita. Ya Allah siapa pun yang Engkau hidupkan dari kami maka hidupkanlah dalam keadaan iman. Ya Allah janganlah Engkau menghalangi kami akan pahala beramal kepadanya. dan janganlah Engkau menyesatkan kami setelah peninggalannya dengan mendapat rahmat-Mu Yang Maha Pengasih. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

    Adab Saat Ziarah Kubur

    Selain doa masuk kuburan, umat muslim juga dianjurkan menjaga adab saat berziarah kubur. Adapun adab yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

    1. Niat Utama Harus Ikhlas: 

    Ketika pergi mengunjungi kuburan, hendaklah niatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengenang kehidupan akhirat. Ingat selalu bahwa hikmat ziarah kubur sejatinya untuk mengambil pelajaran atas kematian dan akhirat. Hindari niat tidak baik atau melanggar syariat agama.

    2. Berziarah dalam Keadaan Suci

    Ada baiknya Anda melakukan ziarah dalam keadaan suci. Kebanyakan ulama menyarankan berwudhu sebelum memasuki area pemakaman. 

    3. Mendoakan Ahli Kubur

    Sebelum memasuki area pemakaman, ada baiknya Anda mengamalkan doa masuk kuburan yang telah Anda pelajari sebelumnya. Setelah berada di area makam keluarga yang ingin Anda ziarahi, bacalah doa ziarah maupun yasin, tahlil, dan surat-surat lainnya.

    Dalam berdoa, Anda juga dapat menyebutkan atau mengkhususkan nama-nama orang saleh atau orang-orang yang Anda doakan. Dengan harapan, doa tersebut tersampaikan atas rahmat dan ampunan yang Allah berikan.

    4. Bersikap Sopan dan Jangan Berlebihan

    Hendaklah berbicara dengan lembut dan sopan ketika berada di area kuburan. Jangan berbicara dengan suara lantang atau maupun melakukan tingkah laku yang tidak pantas. Lakukan ziaroh dengan semestinya dan tidak berlebihan, sesungguhnya Allah sangat membenci sesuatu yang berlebihan.

    5. Menghadap Kiblat

    Ketika berdoa di area pemakaman, sebisa mungkin arahkan wajah Anda ke arah kiblat. Terutama saat Anda membaca yasin atau Al Quran, agar mendapatkan rahmat yang lebih sempurna dari Allah SWT.

    Sudah Tahu Doa Masuk Pemakaman dan Adabnya?

    Nah, itulah beberapa informasi terkait doa dan adab apa saja yang semestinya Anda jalankan saat berada di area pemakaman. Dengan mengamalkan doa dan adab yang benar, maka ini akan menjadi harapan besar bagi umat muslim untuk mengingat kematian dan akhirat agar menjadi pribadi yang lebih baik.

  • Doa Berlindung dari Fitnah Dajjal, Baca Setelah Tahiyat Akhir

    Doa Berlindung dari Fitnah Dajjal, Baca Setelah Tahiyat Akhir

    Diberitahukan bahwa hari kiamat atau hari akhir itu pasti datang. Tidak ada yang tahu kapan waktunya, namun hari itu pasti tiba. Sebelum dunia berakhir, ada serangkaian peristiwa yang akan terjadi. Salah satunya kemunculan Dajjal. Karena itu, mengetahui doa terhindar dari fitnah dajjal penting bagi umat muslim.

    Dajjal terkenal dengan fitnahnya yang begitu kejam dan akan menyesatkan keimanan manusia terhadap Allah SWT. Tidak ada tempat yang terlewatkan dari Dajjal, kecuali negara Mekkah. Jadi, untuk mengantisipasi adanya fitnah tersebut, memperkuat amalan dan mempertebal iman menjadi cara yang bisa Anda lakukan.

    Siapakah Dajjal Itu?

    Sebelum membahas tentang doa berlindung dari dajjal, Anda sebaiknya mengenal siapa dajjal. Apakah Dajjal merupakan sosok makhluk gaib ataukah manusia biasa yang sakti? Kemunculan Dajjal sendiri berkaitan erat dengan datangnya hari kiamat. 

    Dajjal merupakan sosok manusia yang mengingkari semua ketentuan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Sosok ini digambarkan sebagai laki-laki berambut keriting dan memiliki mata kanan buta. Ia juga diwujudkan dengan sosok yang kelak akan menciptakan fitnah dan menyebarkan huru-hara di tengah manusia.

    Dajjal bahkan disebut telah ada dan lahir sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Karena itulah, Rasulullah SAW mampu mengungkapkan ciri fisik dari Dajjal. Melalui fitnahnya yang kejam Rasulullah sudah mewanti-wanti umatnya agar menghafalkan doa terhindar dari fitnah dajjal.

    Meski mempunyai kekurangan, Dajjal akan muncul dengan kecerdasan yang luar biasa terkait ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, banyak orang yang akan terperangkap dan tertipu daya rayunya. 

    Dajjal akan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Ia akan mengembara ke seluruh dunia untuk mendapatkan pengakuan dari orang-orang akan kekuasaannya. Dajjal juga akan mencari pengikut yang sebanyak-banyaknya agar menemaninya di neraka Allah SWT kelak. Adapun berikut adalah hadits mengenai Dajjal

    detik.com

    Artinya: “Dajjal merupakan seorang pemuda yang rambutnya keriting, matanya buta sebelah (kanan), aku cenderung menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan. Barangsiapa diantara kalian bertemu dengannya maka bacakanlah kepadanya permulaan surah Al-Kahfi. 

    Sesungguhnya Dajjal akan muncul di lokasi yang sepi, yakni antara Syam dan Iraq. Kemudian, dia akan merusak ke arah kanan dan kiri. Wahai semua hamba Allah SWT, teguhkanlah pendirian kalian.” (HR Muslim).

    Dalam hadits lain juga dijelaskan bahwa Dajjal memiliki huruf hijaiyah yang membentuk tulisan Kaf, Fa, Ra yang bunyinya kafir. Tulisan tersebut terletak di salah satu matanya.

    Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal

    Menurut sejumlah riwayat muslim, Dajjal akan berusaha mempengaruhi pemikiran manusia agar tersesat bersamanya. Dajjal akan mulai mencari pengikut dengan jumlah sebanyak-banyaknya agar kelak masuk neraka. Adapun Rasulullah SAW mengajarkan doa berlindung dari dajjal berikut ini:

    1. Doa Pertama

    Doa terhindar dari fitnah dajjal yang pertama ini berasal dari hadist Aisyah RA, istri dari Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Rasulullah SAW pernah membaca ini dalam sholatnya. Berikut bacaannya:

    detik.com

    Bacaan latinnya: Allahumma inniaudzibika min’adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya walmamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku meminta perlindungan kepadamu dari siksa neraka jehanam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah Al-masikh ad-Dajjal.” (HR Muslim).

    2. Doa Kedua

    Doa berlindung dari dajjal yang kedua ini didapatkan dari Abu Hurairah RA, yakni mengajarkan umat muslim untuk memanjatkan doa tersebut dalam bacaan tahiyat akhir. Doa ini bertujuan untuk memohon perlindungan dari Allah SWT dari azab kubur, bencana alam, siksa neraka, dan fitnah Dajjal. Berikut bacaannya:

    detik.com

    Bacaan latinnya: Rabbana atina fidunnya hasanah wa filakhiroti hasanah waqina adzabannar.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kami kebaikan dalam kehidupan di dunia dan kebaikan di akhirat dan berikanlah perlindungan untuk kami dari siksaan api neraka” (HR Bukhari).”

    3. Doa Ketiga

    Semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya untuk membaca doa terhindar dari fitnah dajjal setelah selesai melakukan tasyahud akhir. Tujuannya untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT dari empat perkara azab kubur, fitnah hidup dan mati, neraka jahanam, dan keburukan Dajjal.

    Selain dua doa yang disebutkan tadi, ada ayat Al-Quran yang dapat Anda amalkan supaya terhindar dari segala fitnah Dajjal, yakni surah Al-Kahfi. Hal tersebut berdasarkan dengan hadist dari Rasulullah SAW yang berbunyi:

    detik.com

    Bacaan latinnya: mankhafidho asroyatinmin awanlimusrotilkahfi usimaminaldhanjanli.

    Artinya: “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat pertama dalam surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR Ibnu Hibban).

    Adapun berikut adalah bacaan surah Al-Kahfi ayat 1-10:

    merdeka.com

    Bacaan latinnya: Al-ḥamdu lillahillazi anzala ‘ala ‘abdihil-kitaba wa lam yaj’al lahụ ‘iwaja. qayyimal liyunzira ba`san syadidam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mumininallazina ya’malụnaṣ-ṣaliḥati anna lahum ajran ḥasana. makisina fihi abada. wa yunzirallazina qaluttakhazallahu walada. 

    Ma lahum bihi min ‘ilmiw wa la li`aba`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwahihim, iy yaqụlụna illa kaziba. fa la’allaka bakhi’un nafsaka ‘ala aṡarihim il lam yu`minụ bihazal-ḥadisi asafaa. inna ja’alna ma ‘alal-arḍi zinatal laha linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amala. 

    wa inna laja’ilụna ma ‘alaiha ṣa’idan juruzaam ḥasibta anna aṣ-ḥabal-kahfi war-raqimi kanụ min ayatina ‘ajaba. iz awal-fityatu ilal-kahfi fa qalụ rabbana atina mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lana min amrina rasyada.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah SWT yang telah menurunkan kitab (Al-Qur’an) kepada hambanya dan dia tidak menjadikannya bengkok. Sebagai bimbingan yang lurus. 

    Untuk memperingatkan siksa yang sangat pedih dari sisinya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan agar mereka mendapat balasan yang baik. Mereka kekal di dalamnya untuk sedalam-dalamnya dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata.

    “Allah mengambil seorang anak” mereka sama sekali tidak memiliki pengetahuan terkait hal tersebut, begitupun dengan nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata dari mulut mereka dan mereka hanya mengatakan kebohongan belaka.

    Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada Al-Quran.

    Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasaan baginya. Untuk kami menguji mereka dan siapakah diantaranya yang terbaik perbuatannya, dan kami akan benar-benar menjadikan pula apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus dan kering.

    Apakah engkau mengira bahwa orang yang berdiam diri di gua dan memiliki raqim itu termasuk tanda-tanda (kebesaran) kami menakjubkan? Ingatlah ketika ada pemuda-pemudi itu berlindung ke dalam gua dan mereka berdoa. “Ya Tuhan kami berikanlah rahmat Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dan urusan kami.””.

    Sudah Tahu Bagaimana Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal?

    Dajjal itu nyata, meski belum tampak. Namun, kedatangannya memang tidak akan memunculkan pertanda apapun. Jadi, sebisa mungkin hafalkan doa terhindar dari fitnah dajjal agar terhindar dari rayu manisnya yang menjebak. Jangan terbuai dan tegakkan keimanan Anda dengan ajaran Islam!

  • Amalkan Ini, Doa Wajah Bercahaya dan Disukai Banyak Orang!

    Amalkan Ini, Doa Wajah Bercahaya dan Disukai Banyak Orang!

    Setiap orang pastinya ingin memiliki wajah yang bercahaya, sehingga membuatnya mudah disukai oleh banyak orang. Kasus ini bisa terjadi pada semua kalangan manusia, baik itu perempuan maupun laki-laki. Caranya dengan baca doa agar wajah bercahaya dan disukai banyak orang, sehingga dapat memberi aura positif.

    Doa untuk Membuat Wajah Bercahaya dan Banyak Disukai

    Meskipun ada banyak cara untuk mempercantik wajah, namun tidak afdol jika hanya cantik terlihat dari luarnya saja. Oleh sebab itu, umat muslim dapat membaca doa agar wajah bercahaya dan disukai banyak orang. Dengan demikian, aura kecantikan dalam dirinya akan semakin terpancar kuat. Bacalah beberapa doa berikut ini:

    1. Doa Supaya Wajah Terlihat Bercahaya

    Dalam Islam, wajah bercahaya dimaksudkan sebagai wajah berseri penuh dengan keindahan. Biasanya, wajah bercahaya identik dengan seseorang yang melakukan ibadah dan kebersihan secara maksimal. Bahkan, Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk berwudhu agar wajah terlihat bercahaya.

    Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk membaca doa-doa, salah satunya adalah Surah Yusuf ayat 4. Melalui ayat ini, dapat dipercaya bahwa orang yang membacanya bisa memiliki wajah rupawan layaknya Nabi Yusuf AS. Di mana beliau adalah Nabi yang terkenal memiliki kerupawanan. 

    Nah, jika ingin rupawan seperti Nabi Yusuf AS, sebaiknya cobalah mengamalkan bacaan doa berikut ini:

    إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَٰجِدِينَ

    Idz qaala yuusufu li`abiihi yaa abati innii roaitu ahada ‘asyaro kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra`aituhum lii sajidin.

    Arti Terjemahan: 

    “(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”. (QS. Yusuf ayat 4).

    Selain bacaan Al-Qur’an di atas, ada juga doa lainnya yang bertujuan untuk membuat wajah bercahaya seperti Nabi Yusuf AS. Bukan hanya itu saja, bahkan bacaan doa ini akan membuat orang-orang merasa kagum dengan wajah Anda. Oleh sebab itu, amalkan doa berikut ini secara rutin:

    الَّلهُمَّ جَئَلْنِى نُوْرُ يُوْسُفَ عَلَى وَجْهِي فَمَنْ رَ اَنِى يُحِبُّنِي مَحَبَّتَنْي

    Allaahumma ‘alnii nuuru yusufa ala wajhii fa man ro aanii yuhibbunii mahabbatan.

    Arti Terjemahan: 

    “Ya Allah, jadikanlah Nur cahaya Nabi Yusuf pada wajahku, dan bagi siapa yang melihat akan menjadi kagum serta memiliki cinta kasih kepadaku.”

    2. Doa agar disukai Banyak Orang

    Selain membuat wajah semakin bercahaya, ada pula bacaan doa yang bisa membuat orang lain senang kepada Anda. Jadi, Anda bisa disukai banyak orang dengan membaca doa berikut ini:

    رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    Robbana at-mimlana nurrona waghfirlana innaka ala kulli syai’in qadir.

    Arti Terjemahan: 

    “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Tahrim ayat 8).

    3. Doa untuk Membuka Aura Wajah dan Kecantikan

    Bacaan Al-Qur’an Surah Thaha ayat 39 dapat dijadikan sebagai doa agar wajah bercahaya dan disukai banyak orang. Selain itu, melalui doa ini juga akan membuka aura kecantikan pada wajah. Berikut doanya:

    أَنِ ٱقۡذِفِيهِ فِي ٱلتَّابُوتِ فَٱقۡذِفِيهِ فِي ٱلۡيَمِّ فَلۡيُلۡقِهِ ٱلۡيَمُّ بِٱلسَّاحِلِ يَأۡخُذۡهُ عَدُوّٞ لِّي وَعَدُوّٞ لَّهُۥۚ وَأَلۡقَيۡتُ عَلَيۡكَ مَحَبَّةٗ مِّنِّي وَلِتُصۡنَعَ عَلَىٰ عَيۡنِيٓ

    Aniqzifiihi fit tabuti faqzifiihi fil yammi fal yul qihil yammu bis saahili yaakhuzhu ‘aduwwul lii wa ‘aduwwun lah; wa alqaitu ‘alaika mahabbatam minni wa litusna’a ‘alaa ‘ainii.

    Arti Terjemahan: 

    “(Yaitu) letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.” (QS. Thaha ayat 39).

    Supaya wajah dapat mengeluarkan aura kecantikan secara alami, maka Anda perlu membaca doa tertentu. Sehingga dapat menjadikan Anda semakin percaya diri. Nah, Anda dapat membaca doa untuk memancarkan aura kecantikan wajah berikut ini:

    اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ عُرُبًا اَتْرَابًاۙ

    Inna insana hunna insa faj’alna hunna abkara ‘uruban atrooba.

    Arti Terjemahan: 

    “Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung. Lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan. Yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya. Yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya.” (QS. Al-Waqiah ayat 35 – 37).

    4. Doa saat Sedang Bercermin

    Nabi Yusuf AS selalu mengamalkan banyak doa kepada Allah SWT selama hidupnya. Salah satunya adalah saat ia sedang bercermin, bahkan Nabi Yusuf AS akan senantiasa berdoa supaya diberikan akhlak dan rupa yang baik. 

    Umat muslim juga bisa mengamalkan doa tersebut, sehingga wajah dan akhlak akan terlihat tampak menawan. Berikut doanya:

    اَلْحَمْدُ ِللهِ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِىْ فَحَسِّـنْ خُلُقِىْ

    Alhamdulillahi kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii.

    Arti Terjemahan: 

    “Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku.”

    Cara Membuka Aura Wajah Berdasarkan Ajaran Islam

    Selain membaca doa agar wajah bercahaya dan disukai banyak orang, ada cara lainnya yang bisa dilakukan. Dalam ajaran Islam, ada beberapa cara yang bisa dilakukan umat muslim untuk membuka aura wajahnya. Antara lain sebagai berikut:

    1. Berwudhu

    Berdasarkan hadits riwayat HR. Bukhari dan Muslim, dikatakan bahwa umat muslim akan mengalami keadaan wajah putih berseri saat dipanggil pada hari kiamat. Namun, itu khusus untuk umat muslim yang melakukan wudhu. Jadi, berwudhulah sebanyak mungkin untuk memperbesar cahayanya.

    2. Membaca Shalawat

    Sudah bukan rahasia umum bahwa shalawat Nabi Muhammad SAW dapat mendatangkan banyak manfaat. Dengan memperbanyak shalawat, maka umat muslim akan merasakan kekuatan luar biasa dalam dirinya. Melalui kekuatan ini, aura tubuh manusia bisa bangkit secara sempurna.

    3. Hindari Melakukan Dosa

    Selain membaca doa agar wajah bercahaya dan disukai banyak orang, Anda juga sebaiknya hindari melakukan kegiatan yang berdampak dosa. Setiap perbuatan dosa yang dilakukan oleh umat muslim akan menyebabkan bangkitnya energi negatif dalam tubuh. Jadi, secara perlahan aura positif juga akan tenggelam.

    4. Shadaqah

    Sifat dermawan akan memunculkan aura kebaikan secara terang pada manusia. Hal tersebut terjadi karena shadaqah adalah salah satu perbuatan yang sangat mulia. Bahkan shadaqah juga bisa menyingkirkan berbagai bahaya. Keistimewaan lainnya adalah kemungkinan dapat disukai oleh banyak orang.

    5. Selalu Ikhlas dalam Bertindak

    Jika memiliki hati yang ikhlas, maka akan terhindar dari sifat buruk dan ketamakan yang berdampak negatif. Bukan hanya itu saja, keikhlasan juga mampu membuka aura manusia menjadi lebih berwibawa.

    6. Menjauhi Makanan Haram

    Terakhir, cara yang bisa Anda lakukan untuk membuka aura wajah adalah menjauhi makanan haram. Ini karena makanan haram akan mempengaruhi sifat manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Oleh sebab itu, makanan yang dimakan dapat mengakibatkan kekacauan di dalam aura. 

    Baca Doa dan Berlaku Baik untuk Memancar Aura Bercahaya!

    Sebagai umat muslim, Anda bisa membaca doa agar wajah bercahaya dan disukai banyak orang. Tidak hanya membaca doa saja, pastikan juga untuk selalu berlaku baik, ya!

  • 100+ Kalimat & Quotes Bersyukur untuk Motivasi yang Penuh Makna!

    100+ Kalimat & Quotes Bersyukur untuk Motivasi yang Penuh Makna!

    Apakah Anda merasa kurang bersyukur dan juga terjebak dalam kehidupan yang penuh tekanan serta stres? Jika iya, mungkin kini saatnya Anda mulai mencoba untuk berlapang dada dan lebih sering untuk mengucapkan kata-kata mutiara untuk meningkatkan rasa syukur. 

    Rasa syukur sendiri adalah sebuah sikap yang dapat membantu mengubah pandangan hidup Anda. Dalam artikel ini, Anda akan menjelajahi lebih dari 100 kata syukur mendalam yang dapat memotivasi dan memberikan makna baru dalam hidup. Simak artikel berikut sampai habis!

    Kumpulan Kalimat Bersyukur Part I

    Berikut adalah 100 kalimat syukur dalam bahasa Indonesia:

    1. Saya memiliki rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan.
    2. Terima kasih Tuhan, atas kesempatan hidup yang diberikan setiap hari.
    3. Saya berterima kasih atas keluarga yang selalu mendukung dan mencintai saya.
    4. Terima kasih atas kesehatan yang diberikan, saya sangat berterima kasih.
    5. Saya mengucap syukur atas pekerjaan yang saya miliki, yang memberikan penghasilan dan kepuasan.
    6. Terima kasih atas teman-teman yang selalu ada di sisi saya dalam suka dan duka.
    7. Saya mengucap syukur atas kesempatan belajar dan mengembangkan diri.
    8. Terima kasih atas cinta dan kasih sayang yang saya terima dari orang-orang terdekat.
    9. Saya tersenyum atas alam yang indah dan ciptaan Tuhan yang menakjubkan.
    10. Terima kasih atas makanan yang selalu tersedia di meja makan.
    11. Saya memandang indah dan syukur atas air bersih yang selalu mengalir di rumah.
    12. Terima kasih atas kebebasan yang saya nikmati setiap hari.
    13. Saya merasa syukur atas cuaca yang baik hari ini.
    14. Terima kasih atas hiburan dan kesenangan yang saya dapatkan dari musik, film, dan buku.
    15. Saya merasa syukur atas teknologi yang memudahkan hidup kita.
    16. Terima kasih atas keamanan dan perlindungan yang saya rasakan.
    17. Saya bersyukur atas kesempatan untuk berlibur dan mengunjungi tempat-tempat baru.
    18. Terima kasih atas guru dan mentor yang telah membimbing dan menginspirasi saya.
    19. Saya merasa bangga atas kesempatan untuk memberikan bantuan kepada orang lain.
    20. Terima kasih atas kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

    Kumpulan Kalimat Bersyukur Part II

    Berikut kata-kata untuk mengungkapkan rasa syukur bagian selanjutnya:

    1. Saya merasa cukup dan syukur atas hewan peliharaan yang memberikan cinta dan kegembiraan dalam hidup saya.
    2. Terima kasih atas senyum yang saya terima dari orang asing di jalanan.
    3. Saya merasa syukur atas keberhasilan-keberhasilan kecil yang saya capai.
    4. Terima kasih atas kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang sebagai pribadi.
    5. Saya berterimakasih atas keindahan seni dan budaya yang ada di sekitar kita.
    6. Terima kasih atas kebahagiaan yang datang dari hal-hal sederhana dalam hidup.
    7. Saya ucap syukur atas kenyamanan rumah yang melindungi saya dari cuaca buruk.
    8. Terima kasih atas kesempatan untuk berdoa dan beribadah sesuai dengan keyakinan saya.
    9. Saya bersyukur atas keberhasilan orang-orang terdekat dalam hidup saya.
    10. Terima kasih atas hujan yang memberi kesegaran pada alam.
    11. Saya merasa sangat beruntung atas kesempatan untuk memberikan maaf dan menerima maaf.
    12. Terima kasih atas ketenangan dan kedamaian yang bisa saya rasakan saat ini.
    13. Saya merasa berterima kasih atas kekuatan dan ketabahan yang diberikan dalam menghadapi tantangan hidup.
    14. Terima kasih atas kebijaksanaan dan pengarahan yang saya terima dari orang-orang bijak.
    15. Saya senang atas kegembiraan yang diberikan oleh anak-anak kecil.
    16. Terima kasih atas kesempatan untuk menghargai keindahan alam saat matahari terbit dan terbenam.
    17. Saya senang atas kehadiran binatang yang menyenangkan seperti burung dan kupu-kupu.
    18. Terima kasih atas kemajuan teknologi medis yang membantu menyembuhkan penyakit dan menyelamatkan nyawa.
    19. Saya berterima kasih atas momen kebersamaan dengan keluarga di meja makan.
    20. Terima kasih atas kebaikan yang diberikan oleh orang asing yang saya temui.

    Kumpulan Kalimat Bersyukur Part III

    Berikut kata-kata untuk mengungkapkan rasa syukur part III:

    1. Saya merasa bangga atas pelajaran dan pengalaman berharga yang saya dapatkan dari kegagalan.
    2. Terima kasih atas kehangatan dan dukungan dari komunitas tempat saya berada.
    3. Saya rasakan hal baik atas kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan keahlian dengan orang lain.
    4. Terima kasih atas kebebasan berpendapat dan ekspresi diri.
    5. Saya tenang atas mentari yang memberikan kehangatan dan cahaya setiap hari.
    6. Terima kasih atas kehadiran dan kasih sayang hewan peliharaan yang setia.
    7. Saya merasa takjub atas bunga-bunga yang mekar indah dan memberikan keindahan alam.
    8. Terima kasih atas kebebasan finansial yang memberikan stabilitas dan keamanan.
    9. Saya senang atas adanya kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat.
    10. Terima kasih atas kebijaksanaan dan petunjuk yang saya terima dari orang tua.
    11. Saya tidak akan pernah lupa atas kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan diri setelah aktivitas sehari-hari.
    12. Terima kasih atas keajaiban alam seperti pelangi dan gemuruh petir.
    13. Saya bersyukur atas keramahan dan kebaikan yang saya terima dari orang-orang di sekitar.
    14. Terima kasih atas hiburan dan kegembiraan yang saya dapatkan dari seni pertunjukan.
    15. Saya bangga atas kekayaan alam yang melimpah seperti hutan dan laut yang indah.
    16. Terima kasih atas inspirasi yang saya dapatkan dari orang-orang hebat di dunia.
    17. Saya terkesan atas adanya teknologi komunikasi yang memungkinkan saya terhubung dengan orang-orang di seluruh dunia.
    18. Terima kasih atas kesempatan untuk menjalani petualangan dan menjelajahi tempat-tempat baru.
    19. Saya berterima kasih atas kesempatan untuk berkontribusi dalam pelestarian alam dan lingkungan.
    20. Terima kasih atas kehadiran sahabat-sahabat yang selalu memberikan dukungan dan keceriaan.

    Kumpulan Kalimat Bersyukur Part IV

    Berikut kata-kata untuk mengungkapkan rasa syukur selanjutnya:

    1. Saya bangga atas kesalahan di masa lalu yang membuat saya semakin dewasa.
    2. Terima kasih atas kebaikan dan kemurahan hati yang diberikan oleh orang-orang yang peduli.
    3. Saya merasa bangga atas keberhasilan dan prestasi yang saya raih dalam hidup ini.
    4. Terima kasih atas kehangatan dan kebersamaan saat merayakan momen spesial bersama orang-orang terkasih.
    5. Saya bangga atas keragaman budaya dan kesempatan untuk mempelajari tradisi-tradisi baru.
    6. Terima kasih atas kesempatan untuk berbagi dan memberikan sumbangan kepada mereka yang membutuhkan.
    7. Saya berterima kasih atas peristiwa keajaiban dan keberuntungan yang tak terduga.
    8. Terima kasih atas senyuman dan kebaikan yang saya terima dari orang asing di perjalanan.
    9. Saya terkesan atas kenyamanan tempat tidur yang memberikan istirahat yang baik setiap malam.
    10. Terima kasih atas kesempatan untuk mengejar hobi dan minat yang memberikan kebahagiaan.
    11. Saya bersyukur atas pengalaman belajar dari kesalahan yang saya buat.
    12. Terima kasih atas pengalaman dan kesempatan yang sudah saya dapatkan.
    13. Saya berterima kasih atas kemajuan teknologi yang memudahkan akses informasi dan komunikasi.
    14. Terima kasih atas kehangatan dan kebersamaan saat berkumpul dengan keluarga besar dalam acara-acara spesial.
    15. Saya berterima kasih atas ketenangan dan kedamaian yang saya temukan dalam momen refleksi dan meditasi.
    16. Terima kasih atas kesempatan untuk menikmati keindahan senja dan keajaiban alam lainnya.
    17. Saya senang atas kesempatan untuk memaafkan dan diberi maaf oleh orang-orang terdekat.
    18. Terima kasih atas keramahan dan bantuan yang saya terima dari orang-orang yang baru saya kenal.
    19. Saya lega atas kebijaksanaan dan inspirasi yang saya dapatkan dari buku-buku yang saya baca.
    20. Terima kasih atas kesempatan untuk merayakan dan mensyukuri momen-momen kecil dalam hidup.

    Kumpulan Kalimat Bersyukur Part V

    Berikut kata-kata untuk mengungkapkan rasa syukur part V:

    1. Saya berterima kasih atas kemampuan untuk menyaksikan keajaiban alam seperti matahari terbit dan terbenam.
    2. Saya berterima kasih atas peluang untuk mengeksplorasi dan mengembangkan bakat-bakat kreatif yang saya miliki.
    3. Terima kasih atas ketulusan dan kasih sayang yang diberikan oleh anak-anak.
    4. Saya berterima kasih atas kebebasan berpikir dan ekspresi yang memungkinkan saya mengejar impian dan aspirasi.
    5. Terima kasih atas kesempatan untuk merayakan perbedaan dan mempelajari kebudayaan yang beragam.
    6. Saya berterima kasih atas keberanian dan kekuatan yang diberikan dalam menghadapi cobaan hidup.
    7. Terima kasih atas kehadiran dan dukungan dari komunitas online yang saling mendukung dan memotivasi.
    8. Saya berterima kasih atas kesempatan untuk menikmati keindahan alam seperti pantai, gunung, dan hutan.
    9. Terima kasih atas keceriaan dan tawa yang diberikan oleh anak-anak kecil.
    10. Saya bahagia atas kekuatan dan ketahanan tubuh yang memungkinkan saya menjalani kegiatan sehari-hari.
    11. Terima kasih atas ketenangan dan kedamaian yang saya rasakan dalam momen bermeditasi dan merenung.

    Kumpulan Kalimat Bersyukur Part VI

    Kata-kata untuk mengungkapkan rasa syukur part VI:

    1. Saya berterima kasih atas kesempatan untuk berperan dalam membantu dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
    2. Terima kasih atas ketenangan dan ketentraman yang saya temukan dalam momen menyendiri dan merenung.
    3. Saya berterima kasih atas kesempatan untuk menyaksikan keajaiban alam seperti bunga mekar dan burung yang berkicau.
    4. Terima kasih atas kehadiran sahabat-sahabat yang selalu mendukung, menghibur, dan berbagi sukacita bersama.
    5. Saya bersyukur atas adanya keadilan dan kebenaran yang mendorong perubahan positif dalam masyarakat.
    6. Terima kasih atas ketenangan dan kedamaian yang saya rasakan saat berada di tengah alam yang sunyi.
    7. Saya senang atas kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dan membantu mereka yang membutuhkan.
    8. Terima kasih atas keajaiban penyembuhan dan pemulihan yang saya alami dalam menghadapi penyakit dan cedera.
    9. Saya berterima kasih atas keberhasilan dan prestasi yang saya capai dalam karir dan bidang minat saya.
    10. Terima kasih atas kebahagiaan yang saya temukan dalam hal-hal sederhana seperti senyuman dan tawa.
    11. Saya berterima kasih karena dapat hidup dengan baik hingga sekarang.
    12. Terima kasih karena saya dapat tidur dengan baik.
    13. Saya berterima kasih atas kesempatan untuk bisa melihat semua hal di sekeliling.
    14. Terima kasih atas kehadiran ibu yang selalu mendukung saya.
    15. Saya lega atas adanya keadilan dan kebenaran yang mendorong perubahan positif dalam masyarakat.
    16. Terima kasih atas ketenangan di rumah saya sendiri.
    17. Saya berterima kasih atas kesempatan untuk berbagi seluruh rasa cinta dan saya bisa menolong mereka para fakir miskin.
    18. Terima kasih atas keajaiban penyembuhan dan pemulihan yang saya alami dalam menghadapi penyakit dan cedera.
    19. Saya sangat berbahagia atas kesuksesan saya dalam menggapai karir di bidang olahraga.
    20. Jangan berhenti berusaha setelah kegagalan. Tetaplah mengucap syukur, karena kegagalan adalah proses menuju keberhasilan.

    Kumpulan Kalimat Bersyukur Part VIII

    Kata-kata untuk mengungkapkan rasa syukur part VIII:

    1. Aku bahagia memiliki iman yang kokoh dalam agama yang mengarahkan hidupku.
    2. Setiap hari, aku berterima kasih atas kasih dan rahmat Allah yang tiada henti.
    3. Keberadaan agama memberikan kedamaian dan kebahagiaan yang tak tergantikan dalam hidupku.
    4. Aku merasa beruntung menjadi bagian dari umat yang menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan cinta kepada Allah.
    5. Terima kasih atas petunjuk agama yang memberikan pedoman hidup yang bermanfaat dan mengarahkan ke jalan yang benar.
    6. Setiap kali aku berdoa, aku merasa terhubung langsung dengan Sang Pencipta, itu adalah momen yang sangat membahagiakan.
    7. Kehadiran agama memberikan makna dan tujuan hidup yang jelas, menjadikan setiap langkahku bernilai.
    8. Aku berterima kasih atas kesempatan untuk mendalami dan memahami ajaran agama yang memberikan kebijaksanaan dan pengetahuan.
    9. Dalam agama, aku menemukan sukacita sejati yang tidak tergoyahkan oleh keadaan atau materi.
    10. Aku bahagia dan berterima kasih karena agama mengajarkan kebaikan, saling mengasihi, dan peduli terhadap sesama.
    11. Merayakan perayaan agama membawa kegembiraan dan kehangatan di dalam hati.
    12. Aku senang atas kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berbagi keyakinan dan mendukung perjalanan rohani ku.
    13. Agama memberikan ketenangan pikiran dan hati, memberi kekuatan saat menghadapi cobaan dan kesulitan.
    14. Aku merasa diberkahi karena memiliki tempat ibadah yang menjadi sumber inspirasi dan kehadiran Allah yang nyata.
    15. Setiap kali aku membaca kitab suci, aku merasa penuh kedamaian dan cinta dari Tuhan.
    16. Aku berterima kasih atas adanya doa, yang merupakan jembatan untuk berkomunikasi dengan Allah dan merasakan kehadiran-Nya.
    17. Agama mengajarkan bahwa setiap perbuatan baik dan kebaikan yang dilakukan memiliki nilai tak terhingga di hadapan Allah.
    18. Aku bahagia memiliki kesempatan untuk belajar dan mengamalkan nilai-nilai agama yang mengarahkan hidupku ke kebahagiaan hakiki.
    19. Dalam agama, aku menemukan sumber inspirasi dan motivasi yang tak pernah habis untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
    20. Aku lega karena agama mengajarkan tentang rahmat dan pengampunan yang membebaskan hatiku dari beban kesalahan.

    Sudah Mendapatkan Kata-Kata Bersyukur Terbaik?

    Itulah berbagai kata-kata bersyukur yang menyentuh dan penuh makna. Rasa syukur adalah fitrah manusia. Oleh karena itu, teruslah mempunyai rasa syukur agar selalu diberi ketenangan.

  • Doa dan Zikir Penenang Pikiran, Jamin Bikin Hati Tenang!

    Doa dan Zikir Penenang Pikiran, Jamin Bikin Hati Tenang!

    Ketenangan hati dan pikiran merupakan hal yang diinginkan banyak orang. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan ketenangan pikiran dan hati, salah satunya adalah doa dan zikir. Pada artikel berikut diuraikan beberapa zikir dan doa agar hati tenang.

    Zikir untuk Menenangkan Pikiran

    Zikir penenang hati dan pikiran yang bisa Anda amalkan antara lain:

    1. Zikir Penenang Hati

    Untuk mendapatkan ketenangan hati, bisa coba amalkan zikir berikut:

    يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيَ عَلَى دِينِكَ

    Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbi ‘ala dinika.

    Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku diatas agama-Mu.”

    Anda bisa melafalkan zikir ini sehabis sholat atau saat hati Anda tiba-tiba sedang gelisah. Ucapkan dengan sungguh-sungguh dan berharap agar Allah SWT memberikan ketenangan pada hati.

    2. Zikir Penenang Hati dari Kesulitan 

    Adapun zikir penenang hati yang bisa Anda amalkan berikutnya yaitu:

    اِنَّمَعَالْعُسْرِيُسْرًاۗ

    Inna ma’al usri yusra

    Artinya: “Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.”

    Zikir ini bisa Anda amalkan saat mendapatkan kesulitan yang tidak ada ujungnya. Atas izin Allah SWT, Anda bisa lebih dimudahkan dari urusan tersebut. 

    3. Zikir Penenang Hati Nabi Yunus

    Adapun zikir penenang hati dari nabi Yunus yaitu:

    لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    4. Dzikir Penenang Hati dan Pembawa Rezeki

    Adapun dzikir penenang hati yang bisa Anda amalkan yaitu:

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).”

    Dengan mengamalkan zikir tersebut, Anda tidak hanya akan mendapatkan ketenangan hati tetapi juga akan mendapatkan bonus rezeki yang melimpah. Dengan niat dan hati yang sungguh-sungguh hanya untuk Allah SWT, insyaa Allah tidak ada yang tidak mungkin. 

    Doa Penenang Hati dan Pikiran

    Jika sebelumnya adalah zikir penenang hati, maka berikutnya ini adalah doa agar hati tenang. 

    1. Doa Terhindar dari Kecemasan

    Cemas merupakan salah satu ciri dari hati dan pikiran yang tidak tenang. Adapun untuk terhindar dari rasa cemas, Anda bisa mengamalkan doa ini. 

    اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ

    Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali, wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhli wa a’uudzubika min gholabatid daini wa qahrir rijaal.

    Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung pada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kemalasan, dari kebatilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat).”

    Doa tersebut bisa Anda amalkan setiap selesai sholat atau kapanpun saat Anda sedang cemas akan sesuatu. Dengan izin Allah, rasa cemas tersebut bisa hilang. 

    2. Doa Dimudahkan Segala Urusan

    Hati yang tidak tenang juga bisa karena urusan yang tidak mendapatkan penyelesaian. Untuk itulah, Anda bisa mengamalkan doa ini agar hati tenang dan dipermudah urusan. 

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

    Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfata ‘ain, wa ashlihli sya’ni kullahu lailaha illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau bebankan pada diriku walau sekejap mata pun (urusan-urusan tersebut) dan perbaikilah segala urusanku, tidak ada Tuhan selain Engkau.”

    Anda bisa mengamalkan doa tersebut kapanpun agar dipermudah segala urusannya. Dalam mengamalkannya sebaiknya niatkan semata-mata hanya untuk Allah SWT sambil berserah diri berharap yang terbaik. 

    3. Doa Ketenangan Hati dan Merasa Cukup

    Tidak pernah merasa cukup atas apa yang dipunya sering sekali menimbulkan penyakit hati seperti hati yang tidak tenang. Berikut ini doa yang bisa Anda amalkan untuk mendapatkan ketenangan hati dan bisa selalu merasa cukup yaitu:

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِك

    Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ’atho-ik.

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu.” (HR Thabrani).

    Anda bisa membaca doa tersebut setiap selesai sholat untuk mendapatkan ketenangan diri. Dengan kepasrahan hati dan kesungguhan saat mengamalkannya, Insya Allah hati Anda akan selalu tenang. 

    4. Doa agar Diberi Kesabaran 

    Sabar dan ikhlas dalam menghadapi hidup adalah salah satu kunci ketenangan dalam hidup. Adapun doa agar hati tenang dan selalu diberi kesabaran yaitu:

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami dari Islam setelah Engkau beri hidayah kepada kami. Limpahkanlah keimanan kepada kami dari sisi-Mu. Engkau Maha Pemberi rahmat kepada orang-orang  mukmin.”

    Anda bisa mengamalkan doa tersebut setiap selesai sholat. Dengan hati yang sungguh-sungguh dan memasrahkan semuanya kepada Allah Ta’ala, Anda akan selalu dipenuhi rasa sabar dan ikhlas dalam menghadapi semuanya. 

    6. Doa Memohon Keberkahan

    Hidup yang penuh dengan keberkahan merupakan salah satu kunci dari ketenangan. Adapun doa untuk memohon keberkahan kepada Allah yaitu:

    وَالضُّحٰىۙ

    waḍ-ḍuḥā.

    وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

    wal-laili iżā sajā.

    مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ

    mā wadda’aka rabbuka wa mā qalā.

    وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ

    wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā.

    وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ

    Wa la sawfa yu’thika rabbuka fatardho.

    Artinya:

    “Demi waktu dhuha (ketika matahari sepenggalah), demi malam apabila telah sunyi.

    Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu.

    Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.

    Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.”

    Anda bisa mengamalkan ayat di atas setiap harinya dengan niat semata-mata karena Allah. Insya Allah hidup Anda akan selalu diberi keberkahan setiap harinya. 

    7. Doa Membersihkan Hati dan Pikiran yang Kotor

    Hati dan pikiran yang kotor merupakan salah satu sumber dari hati yang tidak tenang. Dalam hal ini, Anda bisa coba membersihkannya dengan mengamalkan doa-doa berikut:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ ، وَالأَعْمَالِ ، وَالأَهْوَاءِ

    Allahumma Inni a’udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal ‘amaali wal ahwaa.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang jelek.”

    Dengan mengamalkan doa tersebut secara berkala, hati dan pikiran Anda akan selalu tenang dan terjaga dari berbagai gangguan setan yang membuat pikiran Anda kotor. 

    Sudah Tahu Doa agar Hati Tenang?

    Ada cukup banyak sekali zikir serta doa yang bisa Anda amalkan untuk menjaga hati dan pikiran agar bisa selalu tenang. Anda bisa pilih salah satu atau beberapa untuk Anda amalkan setiap harinya. Semoga bermanfaat!