Category: Sosiologi

  • Globalisasi: Pengertian Menurut Para Ahli, Dampak, dan Contohnya

    Globalisasi: Pengertian Menurut Para Ahli, Dampak, dan Contohnya

    Saat ini perkembangan teknologi menjadi faktor terjadi fenomena globalisasi. Globalisasi atau kesejagatan sendiri bisa dibilang sangat mempengaruhi sikap dan perilaku umat manusia sekarang ini, mulai dari cara berpakaian, aktivitas, gaya hidup, dan lainnya. 

    Kemudian beberapa ahli pun memiliki cara pandangannya sendiri dalam mengartikan kesejagatan ini. Selain itu ternyata fenomena tersebut memberikan dampak positif dan negatif bagi umat manusia dan berbagai bidang. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

    Pengertian Globalisasi Menurut Ahli

    Dalam mendefinisikan globalisasi ini, para ahli di luar sana memiliki pandangan yang berbeda untuk memaknai fenomena tersebut. Beberapa ahli itu antara lain:

    1. Anthony Giddens

    Dalam pandangan Anthony Giddens, kesejagatan merupakan keadaan ketika banyak orang menyadari bahwa mereka ikut serta dalam dunia yang semakin berubah. 

    2. Winarno

    Pernyataan selanjutnya adalah dari Winarno yang mengatakan kesejagatan merupakan proses dimana masyarakat dunia bisa saling terhubung dengan beberapa aspek seperti ekonomi, budaya, politik, lingkungan, dan teknologi.

    3. Thomas L. Friedman

    Dalam mengartikan globalisasi, Thomas L. Friedman berpegang pada dua dimensi yaitu ideologi dan teknologi. Untuk artian ideologi memiliki jangkauan pasar bebas dan kapitalisme. Sedangkan teknologi menjangkau media informasi yang menyatukan seluruh dunia.

    4. Malcom Waters

    Malcom Waters sendiri mengartikan kesejagatan sebagai proses sosial dimana batasan geografi dan kondisi sosial budaya menjadi kurang penting. Lalu keadaan seperti ini mulai muncul dalam pemikiran atau kesadaran setiap individu di seluruh dunia.

    5. Peter Drucker

    Peter Dricker sendiri menyatakan bahwa kesejagatan merupakan gambaran sebuah proses yang ada pada jantung ekonomi global. Sehingga dalam artian lain untuk menggambarkan proses penyebaran komunikasi global, pertumbuhan pasar uang global, dan pasar internasional.

    6. Cochrane & Pain

    Globalisasi menurut Cochrane & Pain merupakan adanya ekonomi global dan sistem budaya yang menjadikan manusia sebagai masyarakat tunggal.

    7. Martin Albrow

    Adapun pernyataan dari Martin Albrow yang menjelaskan bahwa kesejagatan adalah sebuah proses global. Maksudnya proses yang mencakup seluruh masyarakat dunia dan menghubungkannya dalam kelompok dunia. 

    8. Scholte

    Scholte menyatakan bahwa globalisasi merupakan kemajuan hubungan internasional. Artinya setiap negara saling ketergantungan dengan negara lain, namun tetap mempertahankan identitasnya. 

    9. Selo Soemardjan

    Pengertian kesejagatan menurut Selo Soemardjan adalah terbangunnya sistem komunikasi dan organisasi di seluruh dunia dengan kaidah atau aturan yang sama. 

    10. Tomlinson

    Menurut Tomlinson sendiri, kesejagatan adalah sebuah penyempitan jarak yang ditempuh individu serta adanya pengurangan waktu yang dilakukan dalam beraktivitas. 

    Dampak Globalisasi

    Penjelasan selanjutnya yaitu mengenai dampak kesejagatan baik itu positif hingga negatif. Untuk lebih jelasnya berikut ini. 

    1. Dampak Positif

    Pertama adalah dampak positif kesejagatan, antara lain:

    a. Berkembangnya Teknologi dan Ilmu Pengetahuan

    Tentunya terjadinya fenomena globalisasi ini merupakan efek dari kemunculan teknologi dan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan. Jika mengambil dari sisi teknologi dan ilmu pengetahuannya, pastinya akan bernilai positif. Kenapa begitu? Karena umat manusia mulai mengalami kemajuan ke arah lebih baik. 

    b. Terjadinya Pertukaran Budaya

    Dengan adanya teknologi yang mendukung aktivitas manusia ini, maka akan mendekatkan berbagai macam individu di seluruh dunia. 

    Misalnya saja terdapat media YouTube yang mana setiap orang bisa mengaksesnya secara gratis. Kemudian masyarakat menonton berbagai macam kebudayaan dari luar dan menirunya. 

    c. Perluasan Sasaran Pasar

    Adapun dampak positif lain dari kesejagatan adalah semakin luasnya peluang dan sasaran pasar. Dengan adanya fenomena tersebut pastinya akan mempengaruhi sektor perekonomian dengan membuat setiap negara bisa masuk dalam pasar internasional. 

    Dalam contoh kasusnya seperti negara Indonesia yang bisa masuk ke pasar internasional dan bersaing dengan negara lain. Persaingan tersebut misalnya dari hasil pertanian, laut, pertambangan, dan tekstil.

    d. Perubahan Sikap dan Penilaian Individu

    Dampak positif berikutnya adalah adanya perubahan sikap dan penilaian individu. Dengan adanya kesejagatan yang terjadi dalam hal budaya, pastinya bisa mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat. 

    Nantinya manusia bisa berubah pemikirannya yang awalnya irasional menjadi rasional. Kemudian dapat mempelajari cara menilai, nilai sosial budaya, dan pola pikir yang lebih baik. 

    e. Terbukanya Ruang Sosial

    Globalisasi sendiri bisa diartikan sebagai proses menghilangkan jarak antar masyarakat dunia. Dengan begitu akan memberikan dampak yang baik karena berpeluang untuk membentuk ruang sosial. 

    Nantinya setiap orang dari berbagai negara bisa berkumpul dalam satu platform dan saling bertukar pikiran atau informasi.

    2. Dampak Negatif

    Kedua adalah penjelasan mengenai dampak negatif kesejagatan, yaitu:

    a. Lingkungan Menjadi Rusak

    Dampak negatif yang akan terjadi dari kesejagatan ini adalah timbulnya kerusakan lingkungan. Nantinya negara-negara di dunia mulai berlomba-lomba untuk menjadikan negara tersebut maju dengan menerapkan segala cara. 

    Misalnya dengan membangun sarana dan infrastruktur yang menggunakan sumber daya alam seenaknya sehingga akan berujung merusak lingkungan. Kemudian lahan hijau mulai menipis, suhu panas meningkat, dan dampak buruk lingkungan lainnya.

    b. Banyaknya Produk Impor

    Selanjutnya adalah berdampak dari banyaknya barang atau produk impor. Kesejagatan sendiri meningkatkan peluang perdagangan internasional, sehingga produk-produk dari negara lain bisa masuk ke negara sendiri. Jika terus begitu maka orang-orang akan sering menggunakan barang impor daripada barang buatan lokal.

    c. Lapangan Kerja Menyempit

    Dampak negatif berikutnya adalah lapangan kerja semakin menyempit. Dari penjelasan sebelumnya pasti sudah paham bahwa tenaga kerja dari negara lain bisa masuk ke dalam negeri, sehingga persaingan tenaga kerja menjadi lebih ketat. Dengan begitu akan memberikan sedikit peluang bagi tenaga kerja dalam negeri. 

    d. Nilai Sosial Mulai Luntur

    Selain itu, akan memberikan dampak negatif lain yaitu lunturnya nilai sosial. Dari kemudahan orang-orang dalam melihat budaya dari negara lain, tentunya berpeluang bagi mereka menirunya. 

    Dengan begitu akan berkurang nilai sosial dan kepedulian terhadap sekitar. Lalu mulai terbentuknya masyarakat yang individualistik. 

    e. Ketergantungan dengan Negara Lain

    Dampak negatif dari globalisasi ini, negara akan mulai muncul ketergantungan dengan negara maju lainnya. Misalnya Indonesia yang terbilang masih negara berkembang dan belum sepenuhnya siap dengan fenomena ini. Dengan begitu untuk bisa memenuhi sarana dan prasarana akan meminjam modal ke negara maju.

    Tentunya hal tersebut akan menguntung negara maju dengan memberikan modal ke negara berkembang. Nantinya negara maju bisa memanfaatkan dan mengelola sumber daya yang ada di negara berkembang. 

    Contoh Globalisasi

    Ada berbagai contoh kesejagatan yang terjadi di berbagai bidang, seperti sosial budaya, ekonomi, politik, dan pendidikan. 

    1. Bidang Sosial Budaya

    Contoh yang pertama adalah dari bidang sosial dan budaya. Nantinya kebudayaan asing akan mudah masuk ke dalam negeri dan masyarakat bisa menirunya. Lalu pemakaian bahasa Inggris akan semakin marak karena merupakan bahasa internasional. Kemudian masyarakat juga jadi lebih suka bekerja di sektor industri daripada agraris. 

    2. Bidang Ekonomi

    Selanjutnya adalah dalam bidang ekonomi. Kesejagatan memberikan peluang bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor ke negara lain. Kemudian masyarakat bisa membeli barang kebutuhan melalui e-commerce serta dapat melakukan transaksi melalui e-wallet atau uang elektronik lainnya.

    3. Bidang Politik

    Dalam bidang politik ini contohnya seperti adanya keaktifan berpartisipasi dalam politik internasional untuk tujuan perdamaian dunia. Kemudian juga untuk meningkatkan dan memperluas hubungan kerjasama internasional. Selain itu, akan ada kemunculan beberapa organisasi internasional.

    4. Bidang Pendidikan

    Contoh yang terakhir yaitu dari bidang pendidikan. Dengan adanya hubungan kerjasama dengan negara lain, maka akan mempermudah terjadinya pertukaran pelajar. Kemudian kegiatan belajar mengajar akan berbasis teknologi dan akan semakin mudah mengakses internet untuk menunjang kegiatan belajar.

    Sudah Tahu Mengenai Globalisasi?

    Itulah beberapa penjelasan mengenai globalisasi atau kesejagatan mulai dari pengertian setiap ahli, dampak positif negatifnya, dan contoh dalam berbagai bidang. Sebagai masyarakat, tentunya harus bisa memfilter pengaruh fenomena global ini agar tahu mana baik dan buruknya.

  • Apa Norma yang Tidak Berlaku Pada Masyarakat?

    Apa Norma yang Tidak Berlaku Pada Masyarakat?

    Tahukah kamu jika ada satu norma yang tidak berlaku pada masyarakat? Pertanyaan ini sering ditanyakan kepada siswa-siswi di Indonesia pada ujian sekolah.

    Maksud dan tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengukur seberapa baiknya para siswa memahami pelajaran di sekolah. Dampaknya, para guru dapat memperbarui sistem pembelajaran supaya siswa-siswinya dapat memahami pembahasan dari mata pelajaran dan soal tersebut.

    Jawaban dari Norma yang Tidak Berlaku Pada Masyarakat

    Pertanyaan yang sering muncul di soal ujian sekolah mengenai norma adalah:

    “Sebutkan norma apa yang tidak berlaku di dalam masyarakat sosial?”

    A. Norma kebudayaan

    B. Norma hukum

    C. Norma kesopanan

    D. Norma agama

    Jawaban dari pertanyaan di atas adalah A. Norma Kebudayaan.

    Penjelasan dari jawaban di atas, norma tercipta untuk menjaga ketertiban bersosialisasi pada masyarakat. Tanpa adanya norma, aksi seperti mencuri dan membunuh yang merupakan aksi tercela menjadi tidak bernilai di mata sosial.

    Dengan adanya norma, masyarakat dapat mengetahui bahwa tindakan tersebut memang tidak pantas dilakukan. Sebab, pelakunya akan mendapat sanksi hukum dan konsekuensi atas tindakan tercela.

    Di Indonesia, terdapat empat norma yang berlaku di dalam masyarakat, yang terdiri dari norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum.

    Lantas, kenapa norma kebudayaan tidak masuk sebagai norma yang berlaku di dalam masyarakat? Alasannya karena terdapat norma yang memiliki makna dan tujuan yang hampir sama seperti kebudayaan, yaitu norma kesopanan.

    Makna Norma Kebudayaan

    Norma kebudayaan adalah sebuah cara hidup yang dimiliki oleh sebuah kelompok orang yang diwariskan dari generasi ke generasi baru. Namun, bentuk norma budaya terbilang sangat berbelit, karena mencakup sistem agama, politik, bahasa, perkakas, pakaian, konstruksi, karya seni, dan budaya.

    Seperti yang kamu tahu, bahasa adalah bagian dari sosial yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Di dalam norma kebudayaan ini, biasanya bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa adat yang hanya sekelompok budaya tertentu saja yang memahaminya.

    Terlebih lagi, di dalam satu budaya biasanya memiliki norma dan tradisi yang berbeda-beda. Jika tradisi itu dilakukan di daerah asalnya, maka aksi tersebut baik. Jika dilakukan di daerah yang bukan asalnya, aksi tersebut dianggap tidak sopan.

    Makna Norma Kesopanan

    Norma kesopanan adalah sebuah tata tertib yang mengatur bagaimana seseorang harus bersikap dengan standar nasional yang dianggap sopan dan sesuai dengan tradisi masyarakat dan budaya.

    Biasanya, norma kesopanan ini terdiri dari cara berpakaian, berperilaku di masyarakat luas, dan bertutur kata.

    Tanpa adanya norma kesopanan ini, seseorang akan tidak menghargai perilaku atau sikap orang lain, sehingga mereka akan bersikap kasar dan menggunakan bahasa yang tidak sopan.

    Di dalam norma kesopanan, bahasa komunikasi yang berlaku adalah Bahasa Indonesia yang semua orang dapat memahaminya. Akan tetapi, penggunaan Bahasa Indonesia ini harus menggunakan kalimat bahasa yang baik juga.

    Selain secara berkomunikasi, norma kesopanan juga mengatur bagaimana cara kita bersikap di tempat umum. Misalnya, tidak membuang sampah sembarangan, tidak mengambil barang orang lain, atau tidak bersikap kasar secara verbal dan non-verbal kepada orang lain.

    Kenapa Kebudayaan Menjadi Norma yang Tidak Berlaku Pada Masyarakat?

    Setelah membaca penjelasan makna dari norma kebudayaan dan norma kesopanan sebelumnya, bisa kita simpulkan bahwa norma kebudayaan hanya bisa berlaku di suatu daerah dengan kelompok tertentu saja.

    Jika seseorang membawa norma kebudayaan itu ke daerah lain yang memiliki budaya dan tradisi yang berbeda. Masyarakat setempat akan menganggap orang tersebut tidak sopan, karena perilakunya bertentangan dengan budaya yang berlaku di daerah itu.

    Berbeda dengan norma kesopanan yang mengandung semua aturan-aturan dari seluruh norma kebudayaan yang ada di Indonesia. Misalnya, berbicara dengan menggunakan Bahasa Indonesia dengan tutur kata yang baik, menghormati orang yang lebih tua, tidak menghardik orang lain dan semacamnya.

    Maka dari itu, Norma Kebudayaan adalah norma yang tidak berlaku di masyarakat umum, karena setiap kelompok memiliki perspektif dan budaya yang berbeda-beda. Sehingga, norma kesopanan menjadi norma yang netral untuk menghindari adanya perdebatan perbedaan pendapat.

  • Memahami Proses Terbentuknya Norma dalam Masyarakat

    Memahami Proses Terbentuknya Norma dalam Masyarakat

    Kehidupan sosial dalam kelompok masyarakat tidak lepas dari pengaruh norma yang berlaku di dalamnya. Anda mungkin bertanya-tanya tentang bagaimana proses terbentuknya norma dalam masyarakat dan apa tujuan sebenarnya. Pasalnya, manusia mempunyai pandangan hidup yang berbeda satu sama lain.

    Secara naluri, manusia mempunyai akal dan pikiran yang bisa menuntunnya untuk membedakan mana yang pantas untuk dilakukan dan mana yang tidak boleh. Namun, beberapa orang justru memaksakan kehendaknya. Karena alasan tersebut, Anda bisa mengetahui proses terbentuknya norma beserta tujuannya lewat artikel berikut ini.

    Tujuan Adanya Norma

    Keberadaan norma di masyarakat bertujuan untuk mencegah perselisihan dan melindungi kepentingan setiap individu. Norma dapat mewujudkan kehidupan sosial yang damai dan tertib. Berikut beberapa tujuan norma dalam masyarakat yang perlu Anda ketahui:

    • Sebagai pedoman atau petunjuk hidup dalam lingkungan sosial atau masyarakat luas.
    • Menciptakan ketertiban dan keamanan yang ada di masyarakat.
    • Menjaga keharmonisan dalam hubungan antar individu di lingkungan sosial.
    • Menjaga ketentraman dan stabilitas hidup orang banyak.
    • Membantu setiap individu dalam kelompok masyarakat untuk mencapai tujuan dan kesepakatan bersama.
    • Sebagai dasar untuk memberikan sanksi atas pelanggaran aturan yang dilakukan oleh setiap individu dalam kelompok masyarakat.

    Melalui keberadaan norma, setiap orang diharapkan mampu menghargai perbedaan pendapat yang terjadi. Masyarakat membutuhkan norma sebagai alat untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang sejahtera sesuai nilai-nilai sosial yang berlaku.

    Proses Terbentuknya Norma dalam Masyarakat

    Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dari orang lain dalam menjalankan kehidupan. Manusia secara naluri akan berinteraksi dengan orang lain dan menjalin komunikasi baik di lingkungan rumah maupun tempat kerja. 

    Interaksi sosial yang terbentuk bisa menimbulkan rasa tidak cocok atau perbedaan pendapat satu sama lain. Tentu saja, hal ini akan mengganggu kenyamanan seseorang dalam menjalin hubungan interaksi. 

    Selain itu, setiap orang tentu mempunyai pemikiran dan keinginan yang berbeda satu sama lain. Adanya perbedaan inilah yang menjadi alasan dari munculnya sebuah aturan dan merupakan proses awal terbentuknya norma dalam masyarakat.

    Manusia seringkali berselisih paham dengan sesama karena adanya perbedaan tujuan dan kepentingan tertentu. Oleh sebab itu, lahirlah aturan berupa norma yang berlandaskan pada Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Norma berfungsi sebagai pedoman hidup untuk menjaga keseimbangan di masyarakat. 

    Umumnya, terdapat empat jenis norma yang berlaku dalam kehidupan sosial. Antara lain norma agama, kesopanan, hukum, dan kesusilaan. Setiap norma tersebut dilengkapi dengan adanya sanksi baik tertulis maupun tidak tertulis yang berlaku bagi siapapun yang melanggarnya.

    Tingkatan dalam Norma

    Terdapat tingkatan dalam norma berdasarkan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan oleh setiap orang dalam proses terbentuknya norma dalam masyarakat. Berikut uraian lengkapnya:

    1. Adat Istiadat

    Adat istiadat menjadi salah satu tingkatan norma yang mengacu pada aturan perilaku yang bersifat kekal dan kuat dengan pola yang ada di masyarakat tertentu. Setiap wilayah biasanya mempunyai adat istiadat yang berbeda dengan wilayah lainnya.

    Secara moral, sanksi terhadap pelanggaran adat istiadat adalah wujud rasa bersalah dan dikeluarkannya individu dari kelompok masyarakat tersebut.

    2. Tata Kelakuan

    Tata kelakuan adalah kebiasaan yang telah dianggap sebagai cara berperilaku setiap individu di lingkungan masyarakat. Tata kelakuan ini berfungsi untuk memberikan batasan atas perilaku setiap individu dan menjaga solidaritas setiap anggota masyarakat.

    Setiap individu dalam kelompok masyarakat ini harus menyesuaikan setiap perbuatan dan tingkah lakunya sesuai dengan tata kelakuan yang ada. Secara garis besar, tata kelakukan akan mencerminkan pola perilaku dalam kelompok masyarakat.

    3. Kebiasaan

    Proses terbentuknya norma dalam masyarakat adalah karena manusia memiliki pemikiran dan kebiasaan yang berbeda-beda. Namun, yang perlu Anda ketahui, kebiasaan yang buruk perlu dihindari agar tidak mengganggu kehidupan orang lain dalam kelompok masyarakat.

    Sehingga setiap orang harus menerapkan kebiasaan yang baik saja sesuai norma. Secara umum, kebiasaan merupakan suatu perbuatan atau perilaku yang sama yang dilakukan secara terus menerus atau berulang-ulang. Kebiasaan ini juga merupakan tingkatan yang lebih besar daripada cara dalam tingkatan norma. 

    4. Cara

    Tingkatan norma yang paling rendah adalah cara. Cara merupakan tingkatan norma yang mengatur hubungan antar individu dalam masyarakat yang berbentuk perbuatan. Sanksi atas pelanggarannya dapat dirasakan secara moral sebagai akibat dari perilaku yang tidak pantas.

    Pentingnya Norma bagi Masyarakat

    Setelah mengetahui proses terbentuknya norma dalam masyarakat, Anda pasti memahami bahwa norma umumnya berisi tentang tata tertib dan aturan tertulis maupun tidak tertulis. Serta menjadi pedoman hidup orang banyak. Siapapun yang melanggar akan mendapatkan sanksi tegas, baik secara moral maupun hukum yang berlaku.

    Oleh sebab itu, keberadaan norma sangat penting bagi masyarakat agar manusia tidak berlaku seenaknya sendiri. Apabila tidak ada norma yang berlaku di lingkungan, maka bukan tidak mungkin jika kehidupan masyarakat menjadi tidak terarah dan tidak bisa berjalan dengan tenang dan aman.

    Sementara keberadaan sanksi yang berkaitan dengan norma berfungsi sebagai pengikat. Sanksi adalah bentuk hukuman bagi seseorang yang melanggar peraturan yang berlaku di lingkungan masyarakat dan berpotensi mengganggu ketenangan orang lain.

    Adanya sanksi di setiap norma bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat tidak menyepelekan aturan yang berlaku dan berusaha tidak melanggar peraturan tersebut. Norma tanpa sanksi merupakan hal yang sia-sia. Karena tidak ada efek jera bagi seseorang yang tidak mematuhi norma tersebut.

    Sudah Memahami Proses Terbentuknya Norma?

    Demikian informasi lengkap tentang bagaimana proses terbentuknya norma dalam masyarakat. Keberadaan norma diharapkan mampu menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, tentram, dan nyaman. Semoga penjelasan di atas bisa menambah pemahaman Anda terkait pentingnya penerapan norma dalam kehidupan.

  • 5 Alasan Mengapa Norma Diperlukan dalam Masyarakat

    5 Alasan Mengapa Norma Diperlukan dalam Masyarakat

    Hampir semua orang menginginkan hidup yang tanpa kekacauan alias teratur. Dari sekian banyak cara untuk mencapai keteraturan, norma adalah salah satu alat penting yang biasanya selalu menjadi bahan pembicaraan. Lantas, mengapa norma diperlukan dalam masyarakat? Berikut ini adalah beberapa alasannya!

    Pengertian Norma

    Rasanya kurang jika membahas topik tentang alasan masyarakat memerlukan norma tanpa membahas pengertian dari norma itu sendiri. Nah, untuk memulainya Anda dapat mengetahui asal mula kata norma itu sendiri.

    Jika meninjau dari sudut pandang etimologis, norma berasal dari kata dalam bahasa latin yang artinya adalah aturan. Jika banyak situs yang menyatakan kalau norma merupakan berasal dari bahasa Belanda, itu adalah info miring yang terus-menerus berputar.

    Sedangkan menurut KBBI sendiri, norma memiliki definisi aturan maupun sebuah ketentuan yang mengikat warga dan kelompok dalam suatu masyarakat.

    Jenis-jenis Norma

    Layaknya aturan pada umumnya, norma memiliki klasifikasi beragam yang bertujuan untuk memandu manusia dalam hidup bersosial. Beberapa jenis norma ini juga mungkin dapat menjadi jawaban mengapa norma diperlukan dalam masyarakat. Berikut ini adalah beberapa jenis norma yang bisa Anda temukan di masyarakat:

    1. Norma Agama

    Sesuai sila pertama, masyarakat Indonesia memang wajib untuk memeluk sebuah agama dan berhak menjalankan ibadah tanpa harus ada diskriminasi. Tidak hanya itu, warga Indonesia juga harus mengikuti norma agama yang mereka anut.

    Seperti namanya, norma agama merupakan serangkaian aturan beragama yang berisi perintah, larangan, maupun anjuran.

    Sumber norma agama biasanya berpusat pada kitab suci yang tiap umat percayai dan bersifat dogmatis. Dogmatis sendiri berarti sebuah aturan tidak bisa mengalami perubahan seperti katakanlah undang-undang maupun norma lain pada umumnya.

    2. Norma Adat Istiadat

    Selain agama yang mereka anut, identitas seorang masyarakat di lingkungan juga terletak pada suku dan tempat tinggal mereka. Hal inilah yang membuat mengapa norma diperlukan dalam masyarakat. Khususnya yang masih lekat dengan adat istiadat.

    Norma adat istiadat merupakan aturan yang terbentuk dari masyarakat dengan latar belakang suku tertentu dan telah menjadi jalan hidup bagi masing-masing suku. Meski tidak bersifat dogmatis, namun norma adat istiadat juga cenderung susah untuk berubah. Kecuali ada dorongan yang besar dari masyarakat itu sendiri.

    3. Norma Kesusilaan

    Jika norma agama dan adat istiadat selalu berhubungan dalam hubungan bermasyarakat. Maka, norma jenis ini justru berpusat pada diri sendiri dalam merespon sesuatu. Norma kesusilaan merupakan norma yang memiliki kaitan dengan hati nurani seseorang. 

    Manusia sebagai makhluk dengan akal selalu memiliki rasa empati yang membuatnya merasakan rasa bersalah karena melakukan sesuatu yang di luar norma kesusilaan. Norma jenis ini membuat manusia masih peduli dengan orang lain.

    4. Norma Hukum

    Istilah “negara hukum” sudah jadi sesuatu yang tidak asing dalam percakapan sehari-hari. Sebagai salah satu negara hukum, Indonesia memang memegang teguh norma ini untuk memastikan keteraturan warga negaranya.

    Norma hukum merupakan sebuah norma di mana pemerintah mengatur bagaimana hidup bermasyarakat. Polisi akan mengawasi pelaksanaan norma satu ini dan jika ada yang melanggar, pengadilan akan menentukan hukuman bagi orang yang bersalah.

    Tidak hanya itu, norma hukum juga dapat mendorong suatu peradaban ke arah yang lebih baik lewat penerapan aturan-aturan tertentu. Salah satu contohnya adalah peraturan perundang-undangan anti-korupsi.

    5 Alasan Mengapa Norma Diperlukan dalam Masyarakat

    Dalam pelaksanaannya, norma sudah menjadi sebuah bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Jika tidak ada norma, manusia bisa saja tidak mengalami krisis yang bisa berdampak serius pada kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa alasan mengapa norma menjadi sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat:

    1. Menjaga Ketentraman

    Tidak bisa Anda pungkiri lagi jika norma memiliki tujuan utama untuk membuat hidup tetap tentram dan damai. Tanpa adanya norma, orang akan menjadi tidak tahu tanggung jawab mereka dan justru berlaku buruk kepada orang lain. 

    Tidak hanya itu, ketentraman juga dapat terjaga jika seseorang tidak melakukan tindak kriminal dengan mengikuti norma hukum.

    2. Pedoman dalam Berperilaku

    “Di mana bumi dijinjing, di situ langit dijunjung” adalah pepatah yang tidak akan lekang termakan zaman. Relevansinya akan selalu berlaku, apalagi jika bicara tentang hidup dengan norma.

    Seseorang yang baru saja tiba di suatu wilayah tertentu tidak bisa berlaku sesuka hati mereka. Kesepakatan bersama merupakan salah satu alasan mengapa norma diperlukan dalam masyarakat. Jika tidak ada norma, maka orang baru bisa saja berlaku semau mereka tanpa memikirkan perasaan orang lain.

    Hal ini juga dapat terlihat di Pulau Bali, khususnya pada daerah yang penuh dengan wisatawan mancanegara. Banyak orang yang tidak ingin mengikuti norma adat istiadat di Bali, sehingga mereka justru membuat orang yang tinggal di sana tidak nyaman. 

    Jadi, melalui adanya norma, seseorang akan lebih memahami kehidupan masyarakat di lingkungan tersebut serta menjadi lebih mengerti dan menghargai satu sama lain.

    3. Mencegah Benturan Kepentingan

    Karena bersifat adil, norma adalah sebuah peraturan yang juga dapat mencegah adanya benturan kepentingan. Adanya perbedaan privilege dalam sebuah masyarakat kerap kali menimbulkan gesekan yang berarti. Tentu saja, hal ini akan berdampak negatif jika terus dibiarkan.

    Maka dari itu, norma tercipta agar orang tidak selalu berada di atas atau selalu berada di bawah. Sebagai contoh, orang lanjut usia biasa lebih didahulukan karena kemampuan fisik mereka yang tidak fit lagi. Jika tidak ada norma untuk mewajarkan hal ini, orang akan selalu berlaku buruk kepada lansia yang membutuhkan bantuan.

    4. Menjadi Sistem Kendali

    Satu lagi alasan mengapa norma diperlukan dalam masyarakat adalah sebagai sistem kendali. Norma adalah sebuah aturan yang mengikat.

    Maka dari itu, tidak heran jika norma merupakan sebuah alat yang dapat menjadi sistem kendali. Sistem kendali yang di sini maksudnya adalah sebuah standar di mana manusia harus memenuhi aturan-aturan yang berlaku.

    Sebagai contoh, seorang pengendara kendaraan bermotor di Indonesia harus memiliki surat yang wajib mereka miliki. Jika tidak, pelanggar ini harus berhadapan dengan hukum agar mereka dapat terkendali dengan lebih baik lagi.

    Tidak hanya itu, sistem kendali juga memiliki manfaat untuk mewujudkan keadilan. Karena norma tidak memandang kasta, maka semua orang harus melaksanakannya dengan taat.

    5. Menciptakan Hubungan Harmonis

    Setiap manusia lahir dengan pola pikir yang beragam. Karena itu, tidak heran jika banyak yang selalu merasa dirinya lebih benar dari yang lainnya.

    Pikiran-pikiran seperti itu dapat terminimalisir jika norma masyarakat terapkan dengan baik. Orang yang merasa terlalu benar mau tidak mau harus mengikuti norma agar dapat diterima di masyarakat. Sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling menhormati.

    Sudah Tahu Alasan Mengapa Norma Diperlukan?

    Berikut tadi adalah 5 alasan mengapa penerapan norma diperlukan dalam masyarakat. Kesimpulannya, norma adalah aturan penting yang wajib Anda terapkan dalam hidup. Apapun norma yang berlaku di suatu daerah, pastikan Anda selalu mengikutinya dalam rangka mewujudkan ketentraman dan keamanan.

  • 10 Contoh Sanksi Norma Kesopanan yang Patut Diketahui

    10 Contoh Sanksi Norma Kesopanan yang Patut Diketahui

    Norma kesopanan merupakan sebuah peraturan yang mengatur tentang tingkah laku seseorang. Sumber dari norma kesopanan ini sendiri biasanya berasal dari adat istiadat, budaya, dan nilai-nilai yang berlaku. Lantas, tahukah Anda apa sanksi norma sosial bagi yang melanggarnya? Simak di sini!

    Apa Itu Norma Kesopanan?

    Perlu Anda ketahui, bahwa norma kesopanan merupakan serangkaian peraturan yang mengatur tingkah laku seseorang. Norma ini bersumber dari unsur kebudayaan, adat istiadat, dan tradisi yang berkembang pada suatu wilayah.

    Selain itu, norma kesopanan merupakan norma yang bertautan dengan etika. Keberadaan etika dan sikap sopan santun memiliki peran yang sangat penting, baik dalam lingkup masyarakat maupun yang terikat dengan kelembagaan.

    Dalam kehidupan masyarakat, apabila tingkah laku seseorang sesuai dengan standar kesopanan yang berlaku. Maka, masyarakat akan memberikan respons yang positif. Sebab, pelanggaran terhadap norma kesopanan akan dikenakan sanksi. Sanksi norma kesopanan ini biasanya berupa sindiran atau teguran. 

    Tujuan dari adanya norma kesopanan ini adalah untuk menciptakan hubungan dan pergaulan yang harmonis dalam masyarakat. Norma ini akan mewujudkan ketertiban dalam masyarakat. Anda juga harus memahami bahwa, norma kesopanan bisa berubah seiring dengan sifat masyarakat yang berkembang. 

    Contoh Sanksi Norma Kesopanan

    Perlu Anda ketahui, bahwa pemberian sanksi kesopanan ini bisa bersifat ringan atau berat sesuai dengan pelanggaran yang orang tersebut lakukan. Sanksi yang paling umum adalah berupa teguran. Lantas, bagaimana contoh sanksi norma kesopanan? Berikut adalah beberapa contoh kasus dan sanksinya:

    1. Hinaan Pelanggaran di Muka Umum

    Ketika masyarakat melihat dua orang berjalan tanpa menggunakan baju, tentunya masyarakat akan berpikir bahwa orang tersebut sudah tidak waras. Namun, ternyata orang tersebut adalah orang yang waras, hanya saja sedang melakukan eksperimen sosial.

    Nah, masyarakat yang mengetahui hal tersebut tentu saja akan memberikan sanksi berupa hinaan. Karena orang tersebut masyarakat anggap tidak tahu malu.

    2. Pengucilan Pelanggaran di Lingkungan Keluarga

    Ingatkah Anda bahwa jagat maya sempat heboh karena perilaku seorang anak perempuan yang membentak-bentak ayahnya? Bahkan, anak perempuan tersebut sampai tega mengusir ayahnya ke luar rumah.

    Perilaku anak tersebut tidak sengaja terekam oleh kamera CCTV sekitar. Setelah melakukan penelusuran, ternyata anak perempuan tersebut merasa jengkel kepada ayahnya yang tidak bisa memenuhi keinginannya untuk membeli ponsel Android keluaran terbaru. 

    Akibat perbuatan dari anak perempuan tersebut, ia akhirnya mendapatkan sanksi berupa pengucilan oleh masyarakat. Bahkan ada yang menghujat dan menyumpahinya dengan doa jelek. Apalagi dengan kemajuan teknologi, video sang anak tersebut pun akhirnya tersebar luas, sehingga membuatnya merasa malu. 

    3. Teguran Perilaku Buruk pada Orang yang Lebih Tua

    Contoh pelanggaran norma kesopanan selanjutnya adalah ketika ada anak muda dewasa yang memanggil orang tua dengan sebutan “cui” pada saat bertemu.

    Anak muda tersebut tidak menunjukkan kesopanannya terhadap orang yang lebih tua tersebut. Maka, banyak orang yang menegur perilaku tersebut. Ini merupakan salah satu sanksi norma kesopanan yang harus anak muda tersebut dapatkan.

    4. Dikeluarkan karena Pelanggaran di Lingkungan Sekolah

    Andi merupakan anak yang pandai dan selalu masuk 5 besar di sekolahnya. Namun sayangnya, ketika metode pembelajaran berganti menjadi daring, nilai Andi menurun drastis. Bahkan, ketika pembagian rapor Andi masuk dalam deretan peringkat paling bawah. 

    Akhirnya, Andi pun merasa tidak terima terhadap penilaian gurunya yang dianggap subjektif. Andi pun akhirnya membuang rapor dan dengan sengaja menginjak-injak rapor di depan teman-temannya. 

    Perbuatan Andi ini jelas menunjukkan bahwa Andi meremehkan gurunya tersebut. Kebanyakan siswa akhirnya memandang Andi rendah karena tidak memiliki sopan santun. Akibatnya, pihak sekolah pun mengeluarkan Andi dari sekolah sebagai hukuman karena tidak menjunjung norma kesopanan.

    5. Gunjingan Pelanggaran di Lingkungan Masyarakat

    Ega tergesa-gesa berangkat ke sekolah dengan naik angkot. Namun, ternyata dalam angkot tersebut penumpangnya sudah penuh sehingga berdesak-desakan. Beruntungnya, Ega masih mendapatkan kursi meski dekat pintu.

    Tepat di sebelah Ega, ada seorang ibu hamil yang baru saja masuk ke angkot. Ibu tersebut tidak mendapatkan kursi dan terpaksa berdiri. Ega yang merasa mendapatkan kursi terlebih dahulu membiarkan ibu hamil tersebut berdiri. Bahkan, Ega malah asyik bermain ponselnya.

    Perbuatan Ega ini pun akhirnya mendapatkan sorotan dari para penumpang lainnya. Akhirnya, orang lain yang iba menawarkan kursinya untuk ibu hamil tersebut. Sementara orang lain masih terus menggunjing Ega karena perbuatannya yang tidak baik.

    6. Peringatan Pelanggaran di Organisasi

    Ketika bekerja dalam sebuah organisasi maupun perkantoran, konsentrasi sangat penting agar pekerjaan bisa cepat selesai. Karena itu, ada aturan yang tidak memperbolehkan para karyawannya berbicara atau tertawa dengan suara yang keras. Sebab, hal tersebut bisa mengganggu karyawan lain.

    Bagi seseorang yang melanggar aturan tersebut, tentu akan mendapatkan sanksi berupa teguran, baik dari sesama karyawan bahkan dari atasan langsung. Fatalnya, pelanggaran bisa membuat karyawan mendapatkan surat peringatan atau bahkan dipecat dari kantor atas pelanggaran sanksi norma kesopanan.

    7. Tidak Dihargai karena Menyela Pembicaraan

    Dalam suatu organisasi atau masyarakat, tentunya ada yang namanya musyawarah. Musyawarah sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan kata mufakat atas semua pendapat yang sudah disampaikan. 

    Nah, dalam pembicaraan tersebut, ada larangan untuk menyela pembicaraan ketika seseorang sedang menyampaikan pendapatnya. Jadi, setiap orang wajib mendengarkan lebih dulu hingga selesai. 

    Jika ada yang melanggar dengan cara menyela pembicaraan orang lain. Maka, orang tersebut akan mendapatkan teguran dan tidak lagi dihargai. Ini merupakan sanksi dari masyarakat atas sikap orang yang tidak bisa menghormati dan selalu menyela pembicaraan orang lain. 

    8. Cemooh karena Berkata Kasar

    Berkata kotor dan kasar termasuk dalam perbuatan yang tidak mencerminkan norma kesopanan. Jadi, setiap orang wajib memiliki tutur kata yang baik, sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain.

    Sebab, jika Anda berkata kasar, Anda akan mendapatkan cemoohan dan amukan orang yang merasa tidak Anda hargai. Terlebih jika perkataan kasar ini Anda lontarkan kepada orang yang lebih tua. 

    9. Celaan karena Etika Buruk dalam Menerima Barang

    Ketika menerima atau memberikan sesuatu, sebaiknya gunakanlah tangan kanan. Karena hal ini akan mencerminkan bahwa Anda memiliki sopan santun. Apabila Anda menerima menggunakan tangan kiri, maka Anda pun akan mendapatkan sanksi norma kesopanan berupa celaan. 

    10. Nama Baik Tercoreng karena Etika Bertamu

    Orang yang sedang bertamu ke rumah orang harus mengucapkan salam atau permisi. Hal tersebut juga penting Anda lakukan meski masuk ke rumah sendiri. 

    Sebab, ucapan salam ketika masuk atau keluar rumah ini mencerminkan bahwa seseorang tersebut memiliki tata krama atau kesopanan. Jadi, orang lain pun akan lebih respect kepada Anda. 

    Jika Anda tidak mengucapkan salam ketika masuk atau keluar rumah, terlebih ketika sedang bertamu. Maka, Anda akan dimarahi bahkan disangka maling. Nama baik pun tercoreng dan masyarakat tidak ingin menerima Anda kembali.

    Sudah Tahu Apa Saja Sanksi Norma Kesopanan?

    Inilah beberapa contoh sanksi norma kesopanan yang perlu Anda ketahui. Anda wajib mempelajari dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari agar tidak merasakan dampak negatif dari sikap dan sifat Anda sendiri. Ketika memiliki kesopanan, maka orang lain pun akan segan dan menghormati Anda.

  • Interaksi Sosial: Pengertian, Ciri-ciri, Faktor, Syarat, dan Jenis-Jenis

    Interaksi Sosial: Pengertian, Ciri-ciri, Faktor, Syarat, dan Jenis-Jenis

    Sudah bukan hal yang aneh lagi jika Anda selalu melakukan yang namanya interaksi sosial. Entah itu secara langsung atau tidak langsung, interaksi ini selalu ada di kehidupan sehari-hari. Penasaran dengan pengertian, ciri-ciri, dan jenis-jenisnya? Simak terus artikel berikut ini!

    Pengertian Interaksi Sosial

    Interaksi sosial atau yang kerap memiliki sebutan sebagai hubungan sosial merupakan hal yang sering terjadi di kalangan masyarakat. Namun, apa sebenarnya pengertian dari istilah yang satu ini?

    Terolah dari bermacam sumber baik internet maupun buku pelajaran, social interaction merupakan sebuah istilah yang menggambarkan hubungan timbal balik (feedback). Serta, aksi saling memengaruhi yang dapat berupa antar individu maupun antar kelompok.

    Hal yang tidak jauh berbeda juga terlontar dari Bapak Sosiologi, Selo Soemardjan. Menurut beliau, hubungan sosial merupakan sebuah interaksi timbal balik yang terjadi antara manusia atau individu dengan beragam sisi kehidupannya.

    Namun, Murdiyanto dan Handayani justru memiliki perspektif yang cukup konstruktif atau membangun mengenai pengertian hubungan sosial. Mereka menjelaskan bahwa, hubungan sosial merupakan koneksi yang terbangun antara seseorang dengan orang lain yang membentuk struktur sosial. 

    Nantinya, struktur sosial tersebut juga membangun interaction yang tentunya akan saling mempengaruhi antara satu individu dengan individu lainnya.

    Ciri-Ciri Interaksi Sosial

    Setelah mengetahui pengertian hubungan sosial dari berbagai sumber, kini saatnya Anda memahami ciri-ciri dari fenomena sosial yang satu ini. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri serta pembahasan mengenai hubungan sosial secara mendalam dan penuh insight:

    1. Jumlah Pelaku Lebih dari Satu Orang

    Jika melihat dari definisi hubungan sosial sendiri, sudah bisa terlihat kalau fenomena sosial ini harus melibatkan dua orang atau justru lebih. Secara umum, ada tiga jenis hubungan sosial berdasarkan jumlah pelakunya, yaitu antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.

    2. Terjadi Komunikasi antara Kedua Belah Pihak Lewat Kontak Sosial

    Sebuah interaksi tidak akan menjadi interaksi sosial jika tidak ada komunikasi. Maka dari itu, ini merupakan sebuah syarat utama dalam membangun hubungan sosial. 

    Komunikasi ini akan terjadi melalui kontak sosial, baik itu secara langsung seperti tatap muka. Serta secara tidak langsung. Misalnya melalui media sosial, telepon, surat, dan sebagainya.

    3. Memiliki Maksud atau Tujuan yang Jelas

    Layaknya aktivitas lain pada umumnya, sebuah komunikasi baru dinyatakan sebagai social interaction jika memiliki maksud dan tujuan yang pasti.

    Sebagai contoh, Anda dapat melihat hubungan sosial antara individu dengan individu, tepatnya hubungan rekan. Tanpa adanya tujuan, interaksi ini tidak akan berbuah menjadi social interaction. Maka dari itu, ada tujuan yang menyatukan mereka berdua, yakni untuk menyelesaikan tugas tertentu.

    Hal tersebut juga bisa Anda aplikasikan untuk jenis interaksi lainnya. Intinya, sebuah hubungan sosial pasti akan dilakukan untuk mencapai sesuatu yang tidak bisa tercapai jika hanya sendirian. Namun, ternyata tujuan ini juga bisa saja tercapai secara tidak sengaja atau tidak pengamat kira akan terjadi.

    4. Terdapat Dimensi Waktu

    Sebuah hubungan sosial memiliki rentang waktu yang menentukan konteks dari social interaction itu sendiri. Seperti masa lalu, kini, dan mendatang.

    Beberapa contoh bisa Anda lihat dari hubungan romantis yang sudah kandas. Di masa lalu, interaksi antar dua insan dapat terlihat sebagai pasangan yang memiliki masa depan cemerlang. Namun, di masa kini bisa saja mereka menjadi orang asing yang membuat interaksinya memiliki kesan negatif.

    Faktor Interaksi Sosial

    Ada beberapa faktor atau motivasi yang dapat membuat sebuah hubungan sosial dapat terjadi. Berikut ini adalah beberapa di antarnya:

    1. Simpati

    Simpati merupakan sikap ketertarikan satu pihak ke pihak lainnya karena pernah mengalami hal yang serupa sehingga terbentuk hubungan sosial yang erat. Umumnya, faktor ini dapat terjadi karena ketertarikan individu pada individu lainnya.

    2. Sugesti

    Sugesti merupakan hal yang terjadi ketika seseorang terpengaruh suatu dorongan dari interaksi sosial antara dia dan orang lain dengan cara tertentu. Bahkan individu tersebut bisa sampai tidak memiliki pikiran rasional.

    3. Imitasi

    Imitasi adalah keinginan seseorang atau lebih untuk meniru gaya, sikap, perilaku hingga penampilan dari idola atau tokoh panutannya. Tentu, faktor ini terjadi karena seseorang menyukai individu lain.

    Syarat Interaksi Sosial

    Dalam mewujudkan social interaction yang baik, ada beberapa syarat yang harus individu maupun kelompok wujudkan. Apa saja syarat membangun dalam hubungan sosial? Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

    1. Komunikasi

    Dalam hubungan sosial, komunikasi adalah hal yang sangat esensial. Lewat komunikasi, kedua belah pihak dapat mengungkapkan berbagai perilaku, entah lewat ucapan, sikap maupun gestur atau bahasa tubuh.

    Ada beberapa unsur pokok dalam komunikasi, yakni komunikator sebagai penyampai pesan, komunikan sebagai pihak yang menerima pesan, dan media sebagai perantara untuk bertukar pesan.

    Komunikasi yang terjadi antara satu individu dengan individu lainnya dapat Anda sebut sebagai komunikasi interpersonal yang memiliki banyak teori di dalamnya.

    2. Kontak Sosial

    Dari pengertiannya, kontak sosial adalah sebuah hubungan antara dua pihak di mana mereka saling bereaksi. Sehingga mengawali apa yang namanya hubungan sosial. Jadi, kontak sosial dapat memiliki arti sebagai pemantik dari sebuah social interaction.

    Kontak sosial dapat terjadi dalam dua bentuk, yakni kontak sosial fisik dan kontak sosial simbolik. Bentuk simbolik adalah jenis kontak sosial yang terjadi secara tidak langsung. Beberapa contohnya adalah berbicara lewat telepon, media sosial, dan lainnya.

    Selain itu, bentuk kontak sosial fisik juga dapat terjadi baik secara positif maupun negatif. Kontak sosial fisik positif dapat berupa pelukan atau nasehat. Sedangkan kontak sosial fisik negatif dapat berupa serangan maupun ucapan negatif yang menimbulkan kesan buruk bagi korbannya.

    Jenis-jenis Interaksi Sosial

    Setelah mengenal empat ciri utama dari sebuah hubungan sosial. Kini saatnya untuk Anda mengetahui lebih lanjut mengenai jenis hubungan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah ketiga jenis hubungan sosial dan contohnya:

    1. Hubungan Sosial Individu dengan Individu

    Hubungan sosial yang kerap kali terjadi adalah interaksi antara individu dengan individu lain. Ketika manusia baru mengenal dunia, biasanya hubungan inilah yang akan bertahan lebih lama.

    Beberapa contoh dari hubungan sosial jenis ini paling mudah dapat Anda temukan di hubungan keluarga. Seperti hubungan paternal (ayah dengan anak), maternal (ibu dengan anak), hubungan kakak beradik, dan lain sebagainya.

    Tidak hanya itu, social interaction antar individu dapat terbentuk di lingkup sosial lain. Mulai dari teman masa kecil, hubungan rekan kerja atau kuliah, maupun hubungan secara romantis antara pria dan wanita.

    2. Hubungan Sosial Individu dengan Kelompok

    Selain antar individu, hubungan sosial juga terbentuk antara individu dan kelompok. Meski awalnya terkesan absurd karena kubu yang berbeda jumlah. Namun, sebenarnya hubungan yang satu ini lebih sering terlihat dari yang Anda perkirakan.

    Kepemimpinan adalah salah satu bentuk paling konkret dari hubungan sosial jenis ini. Ketika upacara, seorang kepala sekolah yang berpidato kepada murid dan stafnya merupakan salah satu bentuk hubungan sosial antara individu dengan kelompok.

    Kepemimpinan pun tidak berhenti di kontak fisik, tetapi juga kontak simbolik. Konferensi pers yang presiden atau petinggi lainnya adakan lewat televisi juga adalah salah satu contoh interaksi sosial jenis ini yang sering terjadi di kehidupan masyarakat.

    Jika ingin bentuk yang lebih modern, platform media sosial adalah bentuk hubungan sosial antara individu dengan kelompok yang paling besar. Pengguna yang hanya berupa satu orang tidak jarang memiliki “mimbar” untuk menyebarkan informasi atau pesan kepada ribuan orang secara langsung.

    3. Hubungan Sosial Kelompok dengan Kelompok

    Jenis social interaction ini mungkin bisa terbilang sebagai hubungan yang paling ringkih untuk terjalin. 

    Pertemuan di antara antara dua kelompok atau lebih biasanya memiliki tujuan untuk merundingkan kepentingan golongan, bukannya kepentingan pribadi. Mungkin inilah kenapa hubungan sosial jenis ini kerap kali sulit untuk menemukan kesepakatan.

    Layaknya jenis hubungan sosial pada umumnya, hubungan sosial antar kelompok dapat terjadi dalam ranah positif maupun negatif. Salah satu yang positif adalah regu TNI dan dan regu Polisi Republik Indonesia yang melakukan kerja sama untuk memberantas kejahatan atau menjaga keamanan sebuah wilayah.

    Jika dalam konteks yang negatif, hal ini tentu saja bisa terlihat dari peperangan yang terjadi selama sejarah. Jika Anda telusuri, semuanya terbentuk lewat komunikasi yang tidak menemukan kesepakatan. Sehingga menimbulkan kebencian antar kubu.

    Sudah Paham Mengenai Interaksi Sosial?

    Berikut tadi adalah serba-serbi mengenai hubungan sosial, mulai dari pengertian hingga contoh-contohnya. Sekarang, Anda dapat lebih memahami topik social interaction yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Semoga membantu!

  • Norma Agama: Pengertian, Fungsi, Sanksi, dan Contohnya

    Norma Agama: Pengertian, Fungsi, Sanksi, dan Contohnya

    Hidup dalam culture Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama pasti sudah tidak asing dengan istilah norma agama. Norma agama hadir sebagai petunjuk kehidupan bagi manusia agar bisa membangun hubungan sosial yang harmonis dengan sesama serta menjadi individu yang baik dan taat pada Tuhan.

    Meskipun aturan ini bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa, namun pada pelaksanaannya tidak bisa lepas dari norma lainnya, seperti norma sosial, norma hukum, dan adat. Berikut penjelasan lengkap tentang aturan agama ini.

    Pengertian Norma Agama

    Sejatinya dalam menjalani hidup, manusia terikat oleh beberapa norma yang ada di masyarakat. Norma tersebut antara lain kesusilaan, kesopanan, hukum, sosial, dan norma agama.

    Norma sendiri diartikan sebagai suatu kaidah atau aturan yang mengatur tingkah laku manusia dalam menjalankan hidup di dunia serta menjalin hubungan dengan masyarakat. Sederhananya, norma adalah tatanan kehidupan bersama dalam masyarakat supaya tercipta hubungan yang harmonis, aman, dan tertib.

    Dari sini kehadiran norma menjadi sangat penting karena bisa menghindarkan manusia dari kekacauan, perselisihan, dan pertengkaran dalam hidup bermasyarakat. Selain itu, adanya norma membuat hidup manusia menjadi terarah, aman, dan damai.

    Lalu seperti apa norma agama itu? Aturan agama ini adalah kaidah hidup yang sumbernya dari keyakinan dan kepercayaan manusia kepada Tuhan. Aturan ini bisa juga berasal dari agama yang dianut individu dengan tujuan agar individu tersebut bisa lebih dekat dengan Tuhannya.

    Nah karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama, maka ini menjadi aturan penting yang harus dilakukan. Seorang individu harus melaksanakan dan menerima aturan ini sesuai dengan perintah, larangan, serta ajaran-Nya.

    Tujuannya selain agar menjadi hamba yang taat dan dekat dengan Tuhan, aturan ini juga sebagai panduan manusia dalam menciptakan hubungan harmonis dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai contoh, kewajiban beribadah sesuai agama masing-masing dan larangan menyakiti sesama makhluk dengan cara apapun. 

    Adapun ciri-ciri utama dari aturan agama adalah:

    • Bersumber dari Tuhan.
    • Jika dilaksanakan mendapatkan pahala, jika melanggar maka akan dapat dosa.
    • Bersifat abadi.
    • Bersifat luas dan berlaku untuk seluruh umat yang menganut agama tertentu.

    Fungsi Norma Agama dalam Kehidupan

    Hadirnya aturan agama dalam hidup manusia ini tidak serta merta tanpa tujuan. Secara garis besar, aturan agama ini berguna untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang baik dan menjauhkannya dari sifat-sifat buruk yang merugikan, karena sejatinya aturan ini lebih mengarah ke dalam batin manusia.

    Jadi, apabila seseorang menerima dan taat pada aturan-aturan agama, maka orang tersebut akan tumbuh menjadi pribadi yang baik sehingga hidupnya lebih tenang dan damai.

    Adapun manfaat lain dari hadirnya aturan agama dalam hidup manusia antara lain:

    • Sebagai panduan hidup manusia yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa dan bersifat mutlak.
    • Sebagai panduan hidup manusia untuk mengatur hubungan antar manusia sekaligus hubungan dengan makhluk hidup lainnya.
    • Menyediakan batasan perilaku yang bersifat ketuhanan.
    • Sebagai aturan dalam menjaga perilaku serta tindakan sosial yang bersifat preventif atau pencegahan.

    Nah dari sini bisa kamu pahami bagaimana aturan ini sangat berperan penting dalam menjaga tatanan kehidupan manusia dalam bermasyarakat.

    Sumber dari Norma Agama

    Masyarakat Indonesia sudah terkenal dengan masyarakat heterogen yang hidup dalam keberagaman suku, budaya, adat, serta agama. Karena hidup dalam keberagaman inilah norma agama mengambil peran sebagai pembatas agar masyarakat selalu hidup dalam kerukunan dan kedamaian.

    Berbeda dengan norma-norma lain yang mengatur hal-hal bersifat duniawi, aturan agama ini fokus pada kepercayaan dan batin individu. Aturan ini juga disebut sebagai aturan suci karena sumbernya langsung berasal dari Tuhan sehingga wajib untuk manusia taati dan laksanakan.

    Mengingat masyarakat Indonesia menganut agama yang beragam, maka sumbernya juga berasal dari kitab-kitab yang berbeda. 

    Agama Islam misalnya, bersumber dari Al-Qur’an dan hadis yang disebut sebagai pedoman hidup utama umat Muslim karena keduanya mengandung firman Tuhan dan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Sementara agama lain seperti Kristen Katolik dan Protestan sumbernya dari Alkitab, agama Hindu sumbernya dari kitab Weda, agama Budha dari kitab Tripitaka, dan agama Konghucu sumbernya dari kitab Si Shu dan Wu Jing.

    Semua sumber aturan tersebut berasal dari kitab-kitab suci yang wajib ditaati oleh manusia sesuai ajaran agama masing-masing.

    Contoh Norma Agama dalam Kehidupan Sehari-hari

    Ada beberapa contoh aturan agama yang bisa kamu lihat dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan yang sering kamu lakukan setiap harinya. Aturan-aturan tersebut antara lain:

    1. Wajib Menjalankan Perintah Ibadah

    Ibadah merupakan aturan terpenting dalam agama manapun karena ibadah adalah kunci ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya. Ibadah bisa membuat manusia lebih dekat dan mengenal Sang Pencipta karena saat melakukannya manusia harus khusyuk dan khidmat.

    Kekhusyukan dalam ibadah itulah yang nantinya membuat batin manusia menjadi tenang dan damai karena hatinya terhubung langsung dengan Sang Pencipta. Oleh karena itu, melanggar perintah ibadah adalah sebuah larangan mutlak bagi umat beragama.

    2. Tidak Melakukan Perzinahan dan Mabuk-mabukan

    Contoh kedua dari norma agama ini adalah dilarang melakukan perzinahan dan mengonsumsi minuman atau obat-obatan terlarang. Semua agama sepakat bahwa perzinahan dan mengonsumsi barang terlarang adalah haram, karena keduanya bisa menimbulkan efek negatif dari segi kesehatan, keselamatan, hingga sosial.

    Nyatanya, perzinahan dan mabuk-mabukan tidak hanya melanggar aturan agama saja, namun juga norma sosial dan hukum. Jika seseorang terbukti melanggar maka bisa saja terkena hukuman sosial dan secara hukum. Karena kedua tindakan tersebut  sudah tercantum dalam undang-undang yang berlaku.

    3. Perintah Berbuat Baik dan Jujur

    Semua agama pasti menyuruh para pengikutnya untuk menjadi pribadi yang baik dan jujur, baik kepada diri sendiri, sesama manusia, maupun makhluk hidup lain. 

    Pribadi yang baik tidak hanya membawa kedamaian, tapi juga bisa menciptakan kerukunan dan persaudaraan dalam bermasyarakat. Terlebih dengan pribadi yang jujur. 

    Kejujuran adalah kunci utama agar hidup menjadi tenang dan bisa meningkatkan kualitas diri, baik dalam hidup bermasyarakat, pertemanan, maupun pekerjaan. Untuk itulah norma agama tentang perintah berbuat baik dan jujur harus kamu jalankan.

    4. Perintah Berbuat Baik kepada Orang Tua

    Semua agama sangat mewajibkan pengikutnya untuk menghormati dan menyayangi kedua orang tua. Orang tua adalah sosok penting dalam hidup manusia karena tanpa mereka, tidak akan bisa lahir manusia baru di dunia ini.

    Berbuat baik kepada orang tua ini bisa menggunakan berbagai cara seperti tidak membentak, tidak menyakiti, tidak memukul, menyayangi, merawat ketika sakit, dan lain-lain. Ketika seseorang telah berbuat baik kepada orang tua, berarti orang tersebut sudah menjalankan perintah agamanya dengan baik.

    5. Tidak Boleh Menyakiti dan Melakukan Pembunuhan

    Menyakiti orang lain juga merupakan larangan keras dari semua agama, apalagi sampai membunuh. Semua umat beragama hidup dalam norma agama yang semuanya mengajarkan kebaikan dan ketulusan ketika membangun hubungan dengan sesama. Dengan begitu kerukunan dan kedamaian bisa tercipta.

    6. Perintah Membaca Kitab Suci dan Mengamalkannya

    Hadirnya kitab suci sebagai pedoman umat beragama sudah tentu wajib dibaca dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Manusia yang menganut suatu agama wajib membaca dan mempelajari ajaran-ajaran agama yang ada pada kitab suci masing-masing.

    Ini bertujuan agar manusia memahami petunjuk dan firman-firman Tuhan yang ada dalam kitab suci tersebut, untuk kemudian menerapkannya dalam keseharian dan hidup bermasyarakat.

    Seseorang yang mampu memahami dengan utuh perintah Tuhannya dalam kitab suci tersebut, kemudian mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka akan mendapatkan ketenangan batin dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

    7. Larangan Mencuri

    Mencuri adalah salah satu larangan dalam norma agama. Tindakan ini tentu masuk dalam kategori perbuatan tercela karena merugikan banyak pihak serta merugikan diri sendiri.

    Jika seseorang nekat melakukan pencurian, orang tersebut tidak hanya melanggar aturan agama, tapi juga aturan sosial dan hukum sehingga bisa saja mendapatkan sanksi sosial dan hukum yang berlaku.

    Oleh karena itu, untuk umat beragama wajib menjauhi tindakan pencurian dengan alasan dan cara apapun agar tidak merugikan banyak pihak.

    8. Menjunjung Tinggi Nilai Toleransi

    Indonesia adalah negara yang terkenal dengan keragamannya. Karena itulah untuk menciptakan hubungan sosial yang harmonis, damai, dan rukun, semua warga negaranya wajib untuk menjunjung tinggi nilai toleransi.

    Toleransi ini juga merupakan perintah dari Tuhan bagi semua umat beragama. Sebab, perbedaan yang terjadi di sekitar sejatinya merupakan sebuah karunia yang harus dijaga dan diterima dengan nilai-nilai kerukunan seperti toleransi. Maka dari itulah perlu menjunjung tinggi toleransi dalam keberagaman.

    Itulah beberapa contoh dari aturan agama yang berlaku di masyarakat. Selain kedelapan contoh tersebut, masih banyak lagi contoh lain yang bisa kamu ketahui, seperti larangan menghina orang lain, larangan menyakiti binatang dan tumbuhan, hingga perintah mencintai sesama.

    Sanksi Jika Melanggar Norma Agama

    Jika sudah mengetahui apa saja contoh-contoh dari aturan agama, saatnya memahami apa saja sanksi jika seseorang melanggar aturan tersebut. 

    Berbeda dengan norma lain yang jika seseorang melanggar akan mendapatkan sanksi langsung. Pelanggaran atas aturan agama akan mendatangkan sanksi langsung dari Tuhan berupa dosa dan hukuman kelak saat hari akhir. Sementara ketaatan atas perintah agama, akan mendapatkan pahala dan masuk surga.

    Meski begitu, karena norma-norma yang ada ini saling berkaitan, bukan berarti ketika seseorang melakukan pembunuhan tidak ada hukuman di dunia. Tindakan pembunuhan tetap mendapat sanksi dari jalur hukum yakni masuk ke penjara. Begitu juga pelanggaran lainnya yang berkaitan dengan sosial masyarakat.

    Sudah Tahu Pengertian, Sumber, dan Contoh Norma Agama?

    Norma agama adalah salah satu aturan yang wajib dipatuhi karena berkaitan dengan ketenangan dan kedamaian hidup. Oleh karena itu, patuhi semua perintah dan larangan dari Tuhan agar hidup lebih bermakna dan bahagia.

  • 10 Contoh Pelanggaran dan Sanksi Norma Hukum di Masyarakat

    10 Contoh Pelanggaran dan Sanksi Norma Hukum di Masyarakat

    Norma hukum merupakan suatu aturan yang mengatur kehidupan di lingkungan masyarakat. Aturan ini dibuat oleh pihak berwenang dan wajib dipatuhi oleh seluruh masyarakat agar tercipta lingkungan yang tertib dan aman. Sama seperti norma lainnya, jika ada yang melanggarnya, maka akan terkena sanksi norma hukum.

    Sanksi dari aturan hukum ini bisa saja berbeda-beda tergantung pelanggaran apa yang seseorang lakukan. Bisa saja bentuk sanksinya adalah denda, peringatan, penyitaan barang, hingga masuk ke penjara. Oleh karena sanksinya tidak main-main, aturan ini wajib dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Apa Itu Norma Hukum?

    Dalam hidup bermasyarakat, tentu saja manusia tidak bisa melakukan tindakan seenaknya apalagi yang bisa menimbulkan kegaduhan, kerugian, bahkan kerusakan terhadap lingkungan maupun hidup orang lain. Tindakan manusia ini dibatasi oleh aturan-aturan yang berguna untuk menciptakan ketertiban dan keamanan bersama.

    Nah, aturan inilah yang disebut dengan norma hukum, sebuah norma yang sengaja dibuat oleh instansi pemerintahan atau pihak berwenang, baik dalam lingkup daerah maupun negara untuk masyarakat.

    Sifat aturan ini tegas, mengikat, memaksa, dan nyata. Maksudnya tegas adalah jika seseorang melakukan pelanggaran norma hukum, maka orang tersebut terkena sanksi tegas yang sudah tertulis dalam Undang-Undang sesuai dengan tindakannya.

    Misalnya ada seseorang yang melakukan tindak pidana pencurian dan penipuan, maka orang tersebut akan mendapatkan sanksi dan hukuman sesuai dengan pasal perundang-undangan yang mengatur tindak penipuan dan pencurian. Bisa saja nanti hukumannya adalah penjara dan hukuman tambahan lainnya.

    Sementara kata nyata, berarti sanksi dan aturan untuk pelaku sudah ditetapkan jumlahnya. Misalnya dalam pasal 362 KUHP yang berisi:

    Barangsiapa mengambil suatu barang yang seluruh atau sebagian punya orang lain dengan maksud memilikinya secara hukum, diancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal sembilan ratus rupiah.”

    Dari sini terlihat bahwa norma hukum adalah suatu aturan yang tidak main-main dan wajib kamu taati sebagai warga negara.

    Jenis-Jenis Norma Hukum

    Sebelum masuk ke sanksi norma hukum, baiknya untuk mengetahui jenis-jenis aturan hukum terlebih dahulu karena keduanya saling berkaitan. Jatuhnya sanksi atau hukuman ini tergantung jenis aturan hukum yang dilanggar oleh seseorang. Adapun jenis-jenis aturan hukum tersebut antara lain:

    1. Hukum Tertulis

    Aturan hukum tertulis ini seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa aturan tertulis ini berasal dari pihak-pihak berwenang seperti pemerintah atau anggota kepolisian. Contoh aturan tertulis ini adalah Undang-Undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan peraturan lalu lintas dari kepolisian.

    Karena aturan ini sah secara tertulis, maka semua masyarakat wajib menaatinya. Jika ada yang melanggar tentu akan mendapat hukuman sesuai dengan pelanggaran yang seseorang lakukan.

    2. Hukum Pidana

    Hukum pidana menjadi salah satu bagian dari hukum tertulis yang tujuannya untuk mengatur tindakan apa saja yang termasuk tindak pidana. Dalam hukum pidana ini, kamu bisa mengetahui apa saja hukuman bagi para pelanggar yang melanggar aturan.

    Setiap pelanggaran baik yang menimbulkan kerugian material maupun non material akan dikenai sanksi, terlebih pada tindakan yang bisa merugikan orang lain dan masyarakat luas. Misalnya pada kasus perampokan dan pembunuhan yang sudah tentu terkena pasal yang menyebabkan pelanggar masuk penjara dan kena denda.

    3. Hukum Perdata

    Selain hukum pidana, hukum perdata juga bagian dari hukum tertulis. Hukum perdata ini memuat tentang aturan untuk kepentingan individu di suatu kelompok. Aturan ini berupa hak-hak dan kewajiban individu dalam suatu kelompok.

    Hukum perdata ini berbeda dengan hukum pidana. Letak perbedaannya ada pada jangkauan kerugiannya. Kalau hukum pidana, jangkauan kerugiannya lebih luas yakni pada masyarakat luas dan tindak pidananya, seperti korupsi, pembunuhan, dan lain-lain.

    Sedangkan perdata lebih privat alias kerugian yang timbul tidak sampai menimbulkan kerugian pada masyarakat luas. Persoalan hukum perdata biasanya antara dua orang dalam masyarakat yang sumbernya dari kepentingan pribadi atau perseorangan.

    Nah untuk sanksi, pelanggar norma hukum perdata tidak akan terkena sanksi sesuai hukum pidana, namun sesuai dengan kitab hukum perdata.

    4. Hukum Tidak Tertulis

    Kebalikan dari hukum tertulis, hukum tidak tertulis ini tidak secara resmi tertulis dalam lembaran-lembaran negara dan memiliki kekuatan hukum. Namun sifatnya sama, yakni berlaku untuk seluruh pengguna hukum dan mengikat.

    Mudahnya, kamu bisa mendapati hukum tidak tertulis ini pada masyarakat adat dimana mereka masih mengatur kehidupan dan aktivitas masyarakat dengan hukum-hukum yang mereka sepakati bersama. Biasanya aturan ini ada atas dasar kepercayaan dan turun-temurun dari nenek moyang.

    Meski aturan ini berdasarkan kepercayaan dan tidak tertulis, namun aturan ini memiliki sanksi bagi siapapun yang melanggarnya. Sanksi norma hukum ini berupa hukuman sosial, denda, kurungan, bahkan keluar dari suku adat tersebut. Dan, orang yang memiliki wewenang adalah ketua adat atau tokoh adat setempat.

    Hukum tidak tertulis ini biasanya juga berkaitan dengan mitos-mitos yang berkembang di masyarakat setempat. Contohnya seperti larangan keluar saat masuk waktu maghrib, larangan duduk di depan pintu, hingga larangan kencing di pohon dan kuburan.

    Contoh Pelanggaran dan Sanksi Norma Hukum

    Setelah mengetahui apa itu norma hukum lengkap beserta jenis-jenisnya, kini ketahui apa saja contoh pelanggaran dan sanksi norma hukum yang berlaku.

    1. Melanggar Lalu Lintas

    Aturan lalu lintas ini tentu berasal dari pihak kepolisian untuk para pengguna jalan. Jika kamu melanggar salah satu aturannya saja, misalnya seperti tidak memakai helm, surat-surat tidak lengkap, atau menerobos lampu merah, kamu akan terkena sanksi berupa teguran dan denda.

    2. Melakukan Pencurian, Penggelapan Dana dan Korupsi

    Seluruh tindak pidana berupa pencurian atau mengambil barang milik orang lain tentu melanggar aturan hukum dan pelanggarnya terkena sanksi berupa denda hingga penjara.

    3. Melakukan Tindak Kekerasan dan Pelecehan

    Kekerasan dan pelecehan merupakan tindak pidana yang sangat merugikan masyarakat luas. Oleh karena itu sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, pelakunya bisa terkena hukuman denda hingga penjara.

    4. Melanggar Hak Cipta Suatu Karya

    Seseorang yang melakukan pelanggaran hak cipta atas suatu karya akan terkena sanksi norma hukum berupa denda hingga masuk penjara.

    5. Menyebarkan Berita Bohong atau Hoaks

    Memasuki zaman media sosial seperti ini mudah sekali untuk seseorang menyebarkan berita bohong. Nah, apabila ada orang yang menyebarkan hoaks dengan sengaja akan mendapatkan sanksi pidana selama 6 bulan dan denda sekitar 1 miliar rupiah.

    6. Pencemaran Nama Baik

    Bagi siapapun yang melakukan pencemaran nama baik terhadap seseorang akan terkena sanksi norma hukum berupa denda dan penjara.

    7. Melanggar Aturan Sekolah

    Bagi seluruh civitas sekolah, jika melanggar aturan sekolah akan terkena sanksi berupa teguran, skors  hingga drop out.

    8. Membunuh atau Memelihara Hewan Dilindungi

    Memelihara, melakukan perburuan liar, dan membunuh satwa-satwa yang dilindungi merupakan tindak pidana dimana pelakunya mendapatkan sanksi berupa denda dan penjara.

    9. Perzinahan

    Jika seseorang terbukti melakukan perzinahan dengan orang lain yang bukan suami atau istri sudah tentu akan terkena sanksi norma hukum berupa denda dan penjara selama 1 tahun.

    10. Tidak Membayar Kas Kelas

    Membayar kas kelas adalah aturan wajib yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Oleh karena itu, siapapun yang melanggar akan dapat teguran dari bendahara atau ketua kelas.

    Sudah Paham Contoh Pidana dan Sanksi Norma Hukum Ini?

    Itulah beberapa informasi tentang norma hukum lengkap beserta jenis, sanksi , dan contoh-contohnya. Sejatinya semua aturan yang ada pada lingkungan masyarakat wajib kamu terima dan patuhi agar ketertiban, keamanan, dan kesejahteraan bersama bisa tercapai.

  • Norma Hukum: Pengertian, Tujuan, Sumber dan Contohnya

    Norma Hukum: Pengertian, Tujuan, Sumber dan Contohnya

    Pemahaman tentang norma hukum penting bagi masyarakat. Hal ini tidak hanya berlaku bagi mahasiswa fakultas hukum saja. Oleh sebab hukum ini mengikat bagi semua warga negara Indonesia, setiap orang wajib mengetahuinya.

    Dengan tujuan utama mencapai kehidupan masyarakat yang damai, hukum tidak hanya berupa deretan peraturan dan sanksi bagi pelanggarnya. Di Indonesia yang telah menyatakan diri sebagai negara hukum, hukum bertindak lebih dari sekedar mengeluarkan sanksi. Simak pengertian hingga contoh penerapannya di sini!

    Pengertian Norma Hukum

    Norma hukum adalah seperangkat tata aturan yang berlaku di tengah masyarakat. Tujuannya adalah sebagai sarana untuk mencapai kehidupan bersama yang damai. Masyarakat yang guyub dan tidak mengusik atau merugikan satu sama lain.

    Melalui tata aturan ini, kegiatan dan aktivitas masyarakat akan teratur sedemikian rupa. Sehingga, kehidupan akan aman dan tertib. Masyarakat dapat hidup dengan tenang, karena tidak ada tidak kejahatan yang menjadi ancaman.

    Inilah sebabnya hukum juga berlaku sebagai pelindung, tidak hanya sebagai alat untuk mengatur dan menjatuhi sanksi tertentu pada pelanggarnya.

    Tujuan Norma Hukum

    Secara lebih terperinci, berikut ini uraian tentang fungsi adanya hukum di tengah kehidupan masyarakat:

    1. Alat Legitimasi

    Pertama, hukum dapat berfungsi sebagai alat legitimasi untuk aktivitas masyarakat tertentu. Dengan demikian, aktivitas tersebut dapat berjalan dengan tertib dan aman. 

    Sebagai contoh adalah penutupan jalan tertentu untuk kepentingan umum. Hal semacam ini tentu membutuhkan legitimasi, agar penutupan jalan tidak merugikan dan dilakukan sembarangan.

    2. Untuk Merekayasa Masyarakat

    Fungsi kedua adalah sebagai sarana untuk merekayasa masyarakat. Rekayasa yang dimaksud tentu bertujuan baik untuk mengatur agar kehidupan masyarakat tetap tertib dan teratur. Sehingga, kedamaian tetap terjaga.

    Contohnya adalah rekayasa lalu lintas atau jalanan yang kerap terjadi di perkotaan. Terutama saat terjadi kemacetan, ada tamu kenegaraan, atau musibah seperti banjir atau tanah ambles.

    3. Pembentukan Masyarakat

    Fungsi norma hukum berikutnya adalah untuk pembentukan masyarakat, terutama pada masyarakat yang dalam proses pembangunan. Pada situasi ini, hukum berperan untuk mengarahkan, agar tujuan kehidupan yang teratur dan damai dapat tercapai.

    Dalam hal semacam ini, contohnya adalah tentang hak kepemilikan atas identitas. Maka, setiap masyarakat perlu mengurus tanda identitasnya sebagai bagian dari masyarakat. Identitas ini kemudian berguna untuk memperoleh hak lainnya, seperti akses kesehatan.

    4. Menyelesaikan Konflik Sosial

    Tujuan terakhir adalah sebagai sarana atau alat untuk menyelesaikan konflik sosial. Ini tentu adalah tujuan paling umum yang telah dikenal oleh masyarakat. Hukum berperan untuk mempertahankan hak pada pemiliknya dan memberi sanksi pada pelanggar.

    Sebagai contohnya adalah konflik sosial seperti insiden pencurian. Maka, hukum berperan untuk menyelesaikan kejadian semacam ini. Hukum juga diharapkan menimbulkan efek jera, agar tidak terjadi hal serupa dikemudian hari.

    Sumber Norma Hukum

    Hukum tidak timbul, kemudian berlaku begitu saja. Sebab, tata aturan ini harus bersumber pada sumber yang pasti, yaitu dasar penyelenggaraan negara itu sendiri. Berikut ini sumber-sumber yang menjadi rujukan:

    1. Undang-Undang Dasar 1945

    UUD 1945 adalah hukum tertinggi yang berlaku di negara Indonesia. Oleh sebab itu, tak heran bila penyusunan norma-norma lainnya untuk mengatur masyarakat akan merujuk pada undang-undang ini.

    Undang-undang ini terdiri dari 37 pasal yang tidak hanya mengatur hal-hal yang berkaitan dengan kenegaraan, seperti kewenangan dan kekuasaan. Namun, juga tercantum tentang hak dan kewajiban warga negara.

    2. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

    Sumber rujukan norma hukum selanjutnya adalah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Kitab hukum yang satu ini khusus untuk mengatur tindak hukum pidana. Mulai dari definisi tindakan hingga sanksi yang kemudian berlaku bagi pelanggarnya.

    Secara lebih terperinci, kitab hukum ini terbagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama berkaitan dengan aturan umum. Bagian kedua membahas tentang kejahatan. Sedangkan bagian terakhir mengatur tentang pelanggaran.

    3. Peraturan Pemerintah

    Peraturan pemerintah adalah tata aturan yang dikeluarkan langsung oleh presiden yang sedang menjabat. Dalam penyusunannya, Peraturan Pemerintah atau PP harus merujuk pada UUD 1945 maupun Pancasila. Sebab, kedua hukum ini bertindak sebagai dasar negara.

    PP biasanya terbit berdasar kondisi masyarakat. Sebagai contoh, terdapat PP terkait aturan perjalanan keluar negeri berkaitan dengan pandemi Covid19 yang membahayakan masyarakat.

    Jenis Norma Hukum

    Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, berikut ini adalah jenis-jenis norma yang berlaku di tengah masyarakat:

    1. Tertulis

    Pertama adalah norma atau aturan tertulis. Jenis yang pertama ini umumnya terbit oleh lembaga tertentu yang berwenang. Terdapat wujud fisik tulisan yang menjelaskan hukum tersebut, sehingga mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat yang dituju.

    Contoh hukum tertulis misalnya adalah Undang-Undang Cipta Kerja yang sampai saat ini masih menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Contoh lain adalah tata tertib yang berlaku di sekolah.

    2. Pidana

    Jenis yang kedua adalah hukum pidana yang berkaitan dengan tindak kejahatan. Hukum yang satu ini berkaitan erat dengan lembaga penegak hukum, seperti kepolisian. Selain itu, jenis hukum ini juga mengandung sanksi formal.

    Contoh hukum pidana misalnya adalah hukum tentang penganiayaan, dimana pelakunya dapat diganjar hukuman kurungan atau yang lainnya.

    3. Perdata

    Jenis norma hukum berikutnya adalah perdata yang memuat tentang hak dan kewajiban setiap orang sebagai anggota masyarakat.  Jenis norma yang satu ini berusaha untuk melindungi setiap orang dari kerugian.

    Contoh hukum perdata, misalnya berkaitan dengan perebutan hak waris, hutang piutang, hingga sengketa hak paten. Misalnya, seseorang memiliki hutang terhadap yang lain, namun tidak melakukan kewajiban pelunasan. Konflik sosial seperti ini dapat selesai melalui hukum perdata.

    4. Tidak Tertulis

    Ternyata, ada norma yang tidak tertulis. Walau demikian, masyarakat umumnya sudah mengetahuinya secara turun temurun atau sosialisasi tidak resmi lainnya. Dengan demikian, walau tidak tertulis, norma tetap berlaku dan mengikat.

    Contoh norma tidak tertulis, misalnya hukum adat dan kebiasaan masyarakat tertentu. Mulai dari menghormati orang yang lebih tua, tidak boleh menendang sesajen saat berkunjung ke Bali, dan mengunjungi kerabat pada waktu-waktu tertentu.

    Contoh Penerapan dan Pelanggaran Norma Hukum

    Pada penerapannya, norma mendatangkan sanksi bagi pelanggarnya. Sanksi bertujuan untuk pembentukan perilaku, agar pelanggaran tidak terulang kembali. Berikut ini beberapa contoh penerapan norma dan sanksinya terhadap para pelanggar:

    1. Ranah Kenegaraan

    Pada ranah kenegaraan, warga negara memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran pajak penghasilan, pajak kendaraan bermotor, dan beberapa lainnya. Terkait hal ini, terdapat hukum tertulis yang mengatur, agar masyarakat tidak melalaikannya.

    Sebagai contoh adalah norma mengenai keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Pemilik kendaraan yang menunggak pembayaran pajak harus membayar denda keterlambatan sebagai sanksi.

    2. Ranah Masyarakat

    Contoh berikutnya adalah pada ranah masyarakat. Umumnya jenis norma yang berlaku adalah tidak tertulis. Sebagai contoh adalah norma terkait dengan keterlibatan dalam kegiatan masyarakat, seperti kerja bakti.

    Warga tertentu yang tidak mengindahkan norma hukum ini mungkin mendapat sanksi informal, seperti teguran hingga sanksi sosial seperti pengucilan. Sebab, hukum ini mengikat bagi setiap anggota pada kelompok masyarakat tersebut.

    3. Ranah Pekerjaan

    Selanjutnya adalah contoh norma atau aturan yang berlaku pada ranah pekerjaan. Ini termasuk jenis hukum tertulis yang terbit oleh lembaga berwenang. Sebagai contoh adalah aturan mengenai ketertiban.

    Misalnya, sebuah perusahaan menerapkan aturan bahwa setiap keterlambatan dikenakan poin tertentu yang kemudian terakumulasi pada akhir tahun. Jumlah poin kemudian menjadi faktor pengurang perolehan bonus kinerja. Hal ini berperan sebagai sanksi terhadap pelanggaran ketepatan waktu kerja.

    4. Ranah Sekolah

    Contoh penerapan hukum terakhir adalah pada lingkungan sekolah. Misalnya, sekolah menerapkan sanksi berupa tugas menulis esai untuk setiap pelanggaran terhadap ketertiban pemakaian seragam sekolah.

    Aturan yang berlaku pada ranah sekolah semacam ini umumnya tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan ketertiban. Melainkan juga dalam rangka pembentukan pribadi yang beradab, agar nantinya siap terjun ke tengah masyarakat.

    Yuk, Taat Hukum untuk Mewujudkan Masyarakat yang Damai!

    Demikianlah pembahasan lengkap tentang norma hukum. Mulai dari pengertian, tujuan, jenis, hingga contoh penerapan dan pelanggarannya. Dapat disimpulkan bahwa tujuan utama dari adanya hukum adalah mewujudkan masyarakat yang damai.

  • Norma Kesusilaan: Pengertian, Sumber, Ciri-Ciri dan Contohnya

    Norma Kesusilaan: Pengertian, Sumber, Ciri-Ciri dan Contohnya

    Norma Kesusilaan adalah faktor penting dalam kehidupan bermasyarakat. Pasalnya, norma ini menjadi sebuah aturan atau patokan untuk mengetahui mana yang baik dan buruk dari suatu perbuatan. Namun, seperti apa contoh-contohnya? Untuk mengetahuinya, simak lewat artikel di bawah ini!

    Pengertian

    Norma kesusilaan adalah ketentuan atau aturan-aturan dalam hidup yang berasal dari dalam hati manusia. Norma ini mengatur tentang mana yang baik dan buruknya suatu perilaku atau perbuatan. Kesusilaan di sini bukan hanya menyangkut soal sex saja, tetapi juga tentang kebiasaan yang pantas dalam suatu kelompok masyarakat.

    Dalam kehidupan bermasyarakat, norma ini akan memberikan panduan kepada kita tentang bagaimana caranya bersikap dan berkelakuan. Hal ini agar manusia dapat mengambil keputusan yang tepat, tentang apa yang harus dilakukan, dihindari, maupun ditentang.

    Selain itu, dengan adanya norma ini, maka diharapkan setiap individu bisa memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang baik. Sebab, hal tersebut akan membuat sebuah lingkungan masyarakat yang nyaman dan harmonis.

    Jika ada manusia yang melanggar norma ini, maka mereka dianggap sebagai orang yang tidak bermoral. Maka dari itu, norma ini dikenal juga sebagai norma moral. Selain itu, individu yang melanggar akan dikenakan sanksi sosial, seperti dikucilkan secara fisik (diusir, dipenjara) atau batin (rasa malu, penyesalan).

    Sumber Norma Kesusilaan

    Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, norma ini bersumber atau berasal dari dalam lubuk hati manusia. Jadi, pelanggaran yang dilakukan, seperti bohong atau fitnah tidak dapat disembunyikan dari hati. Oleh karena itu, dalam menjalin hubungan dengan manusia di lingkungan masyarakat, seseorang harus jujur dan menghormati yang lain.

    Biasanya, norma ini dijelaskan dari peraturan setempat melalui kebiasaan atau perilaku orang-orang zaman dahulu. Meski begitu, norma moral yang berlaku pada setiap tempat berbeda-beda. Sebab, dalam bermasyarakat, terdapat suku, kebudayaan dan ada istiadat yang berbeda.

    Ciri-Ciri Norma Kesusilaan

    Berikut adalah ciri-ciri yang ada pada norma moral, antara lain:

    • Bisa menghasilkan akhlak yang baik.
    • Adanya norma ini bisa membuat seseorang untuk membedakan hal mana yang baik dan buruk
    • Mendorong setiap individu untuk berbuat baik kepada orang lain.
    • Mencegah kebiasaan, sikap, atau perlakuan buruk kepada dirinya dan orang lain.
    • Norma ini berasal dari suatu kebiasaan yang sering dilakukan oleh anggota masyarakat.
    • Membuat hubungan antar manusia dan kelompok menjadi lebih nyaman dan harmonis.
    • Nilai-nilai kesusilaan bersifat bebas dimensi ruang dan waktu. Artinya, nilai-nilai norma ini bisa diterapkan kapan dan dimana saja.

    Contoh Norma Kesusilaan

    Terdapat beberapa contoh norma moral yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Adapun contohnya adalah sebagai berikut:

    1. Menghormati Orang Lain

    Menghormati sesama manusia merupakan sebuah perilaku dan sikap seseorang dalam menghargai setiap pendapat atau keyakinan orang lain. Dengan menghormati orang lain, individu tersebut juga telah berupaya untuk menghargai dirinya sendiri. Sebab, ketika kita menghormati orang lain, maka kita juga akan dihormati oleh mereka.

    Perilaku ini akan membuat hati orang lain senang, karena merasa dihargai. Contoh ini juga selaras dengan tujuan awal dari norma moral. Sebab, menghormati sesama manusia akan menimbulkan rasa aman, nyaman, dan menumbuhkan kasih sayang. Sehingga, tercipta kerukunan dan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat.

    Menghormati orang lain juga membuat kita dikenal sebagai seseorang atau pribadi yang baik. Untuk itu, hormatilah orang lain, baik kepada yang muda maupun lebih tua dengan cara sopan santun, tata krama, menjadi pendengar yang baik, dan menghargai perbedaan.

    2. Tolong Menolong Sesama Manusia

    Contoh norma kesusilaan berikutnya adalah sikap saling membantu yang ada pada diri manusia untuk meringankan beban orang lain. Pada dasarnya, manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Oleh sebab itu, setiap individu tidak dapat hidup sendiri. Hal ini mengindikasikan bahwa manusia membutuhkan orang lain dalam bertahan hidup.

    Maka dari itu, dalam kehidupan bermasyarakat, tolong menolong menjadi sesuatu yang lazim dan perlu dilakukan. Karena datang dari hati, sikap tolong menolong tidak memandang atau membedakan suku, ras, agama, keturunan, status pendidikan, dan sosial seseorang.

    Jadi, tolong menolong bisa dan harus dilakukan kepada seseorang yang membutuhkan. Semakin banyak orang yang menolong sesama, maka kehidupannya akan bermanfaat. Manfaat dari contoh norma kesusilaan ini adalah dihormati, lebih bersyukur, meningkatkan kepedulian sosial, dan menciptakan kerukunan antar manusia.

    Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menolong orang lain. Misalnya, merawat mereka yang sedang sakit, membalas kebaikan orang yang pernah menolong kita, dan memberikan bantuan materil kepada yang tidak mampu.

    3. Jujur

    Jujur, baik dalam perkataan maupun perbuatan adalah contoh lain norma kesusilaan. Kejujuran adalah suatu sikap yang selaras antara perkataan yang diucapkan dan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Jadi, orang yang jujur, maka akan mengatakan hal yang benar dan sesuai dengan fakta.

    Jujur adalah hal yang penting dalam menjalani kehidupan sebagai manusia. Sebab, dengan jujur, maka tidak akan ada yang dicurangi, dirugikan, dan dizalimi dalam menjalin hubungan antar individu. Hal ini tentu akan membawa individu atau kelompok pada kehidupan yang lebih baik, seimbang, dan harmonis.

    Selain itu, dengan berkata dan berlaku jujur, maka suatu individu akan mendapatkan kepercayaan orang lain. Kepercayaan tersebut, membuat kamu lebih mudah untuk mendapatkan teman maupun relasi. Bahkan, jujur adalah salah satu faktor untuk meraih keberhasilan.

    4. Tidak Melakukan Tindakan Asusila

    Contoh norma moral lainya adalah tidak melakukan tindakan asusila. Asusila adalah sesuatu hal yang berkebalikan dengan norma kesusilaan. Sebab, tindakan ini melanggar norma yang bertentangan dengan hukum dan merupakan perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan.

    Salah satu tindakan asusila yang bisa kamu temukan dalam kehidupan bermasyarakat adalah melakukan pelecehan seksual (pencabulan). Tindakan asusila ini dinilai sebagai perbuatan yang mencederai dan melanggar nilai-nilai moralitas manusia. Untuk itu, bisa dibilang jika tindak asusila ini dilakukan, maka telah menyalahi norma moral.

    Akibat perbuatan ini, maka seorang individu justru merendahkan dan menyiksa diri sendiri dan menimbulkan rasa malu. Bahkan, jika melakukan tindakan asusila, maka orang tersebut akan dikucilkan secara fisik atau dipenjara.

    Hal tersebut telah tertuang pada pasal 281 KUHP yang menyebutkan bahwa pelaku tindak asusila akan diancam pidana penjara paling lama dua tahun.

    Maka dari itu, sebagai manusia yang patuh pada norma-norma yang berlaku di masyarakat, kita harus selalu melatih pengendalian diri. Melalui pengendalian diri yang baik, seseorang dapat mengontrol pikiran, perkataan, dan perbuatan. Agar tidak melakukan tindakan asusila.

    5. Meminta Maaf

    Manusia tidak luput dengan apa yang dinamakan dosa. Maka dari itu, mereka senantiasa untuk meminta maaf, agar dosa tersebut termaafkan. Permintaan maaf ini merupakan tanda bahwa seseorang benar-benar merasa bersalah dan mengaku atas kesalahan yang diperbuat.

    Meminta maaf juga merupakan salah satu tanda kita bertanggung jawab atas sebuah kesalahan yang dibuat. Jika kita tidak meminta maaf atas kesalahan, maka kita tidak akan dipercaya oleh orang lain, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan masyarakat. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan norma kesusilaan.

    Bisa dibilang, meminta maaf merupakan langkah awal yang diambil, agar hubungan berangsur pulih.

    6. Tidak Merendahkan Orang Lain

    Di lingkungan masyarakat, tidak jarang seseorang merendahkan orang lain. Dengan merendahkan, ia merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Namun, hal ini jelas bertentangan dengan norma kesusilaan yang ada. Sebab, merendahkan membuat seseorang berperilaku tidak sopan dan tidak menghormati sesama manusia.

    Alhasil, seseorang yang sering merendahkan orang lain tidak akan dihormati dan dipercaya, bahkan sampai dijauhi oleh masyarakat. Maka dari itu, ada beberapa cara agar terhindar dari perilaku negatif ini, antara lain:

    • Jangan menghakimi orang lain dengan menilai mereka berdasarkan stereotip atau prasangka.
    • Menerima kritik dan masukkan yang membangun dengan baik.
    • Coba mengubah pola pikir negatif ke arah yang lebih positif. Misalnya, menjauhi keinginan untuk menjelekkan, mencela, atau merendahkan orang lain.
    • Menjadi rendah hati.
    • Yakin bahwa semua orang di dunia ini setara dan tidak memandang suku, agama, dan ras nya.
    • Bersikap peduli pada lingkungan di sekitar.

    7. Adil

    Adil adalah contoh norma kesusilaan yang membuat seseorang tidak memihak, baik dalam perkataan hingga perbuatan kepada orang lain. Ketika seseorang berlaku adil, maka mereka akan memperlakukan hak dan kewajiban secara seimbang dan tidak merugikan pihak manapun.

    Jika sikap adil diaplikasikan pada kehidupan bermasyarakat, maka akan tercipta rasa aman dan keharmonisan, karena setiap orang merasa telah diperlakukan sama. Hal tersebutlah yang nantinya akan menumbuhkan kerukunan dan kedamaian dalam menjalani kehidupan.

    8. Menghargai Pendapat Orang Lain

    Contoh norma kesusilaan berikutnya adalah menghargai pendapat orang lain. Setiap individu memiliki pendapat yang berbeda-beda. Namun, perbedaan ini seharusnya tidak membuat akhlak seseorang menjadi buruk. Akhlak buruk di sini meliputi mencaci, mencela, sampai merendahkan orang yang memiliki pendapat berbeda.

    Maka dari itu, penting untuk menghargai pendapat orang lain. Menghargai pendapat adalah tindakan seseorang yang menghormati pemikiran atau keinginan orang lain. Dalam menghargai pendapat, seseorang harus dapat meredam ego dan kepentingan sendiri.

    Jika setiap orang di lingkungan masyarakat saling menghargai pendapat, maka akan tercipta kerukunan dan kenyamanan antar manusia. Selain itu, menghargai pendapat orang lain dapat membentuk rasa solidaritas yang tinggi dan menghindari perpecahan.

    Sudah Tahu Apa Itu Norma Kesusilaan?

    Itulah penjelasan mengenai norma moral/kesusilaan, mulai dari pengertian, sumber, ciri-ciri, sampai contohnya. Norma ini sangat penting dalam menjalani kehidupan. Sebab, norma ini mengharuskan setiap individu untuk berbuat baik, tidak merugikan orang lain, dan mencegah seseorang dalam berbuat buruk.