Tag: FB Product

  • Mengenal Apa itu Appetizer? Jenis dan Contoh Makanannya

    Mengenal Apa itu Appetizer? Jenis dan Contoh Makanannya

    Appetizer adalah makanan ringan atau pembuka yang biasanya disajikan sebelum makanan utama dihidangkan ke meja.

    Appetizer sebagai sajian pembuka saat sebelum sajian utama (main course) yang dihidangkan dengan maksud membangkitkan selera makan atau nafsu makan.

    Hidangan pembuka ini juga banyak jenisnya lho, agar lebih kaya pengetahuan mari simak apa yang dimaksud dengan Appetizer di artikel berikut ini.

    Apa Itu Appetizer?

    Appetizer, dalam istilah bahasa Indonesia berarti ‘hidangan pembuka’. Sedangkan istilah Perancis mengatakan Hors d’oeuvre (starter).

    Beberapa referensi juga mengatakan bahwa Appetizer adalah sebagai penghantar untuk menikmati sajian khusus.

    Yang ditujukan sebagai sajian pembuka untuk memunculkan nafsu makan. Oleh karena itu jumlahnya kecil dengan rasa asam, asin atau pedas.

    Pada praktiknya, tidak semua restoran menerapkan konsep pemberian hidangan pembuka. Hanya restoran yang berlabel fine dining dan Gourmet saja yang pasti menyediakan appetizer.

    Appetizer sebaiknya mempunyai rasa yang sedap (tastefull), ringan (ligth), menyegarkan (umumnya terasa cukup asam untuk menstimulasi selera makan).

    Appetizer juga memiliki ukuran yang kecil dan dihidangkan dengan tampilan menarik.

    Appetizer adalah jenis makanan yang bisa berbentuk sajian panas (canape, fritters, soup) atau dingin (Salad, Chilled Fruit Cocktail, Shrimp Cocktail), dan kadang-kadang terasa pedas.

    Terkait dengan perannya sebagai pembangkit selera, karena itu penampilan yang menarik benar-benar dibutuhkan ketika menyajikan appetizer.

    Karena appetizer adalah makanan pembuka tentu ini akan mempengaruhi kesan-kesan pada hidangan selanjutnya.

    Oleh sebab itu untuk mewujudkan kesan yang menarik diperlukan kerapian, kecermatan dan fantasi pembuatnya. Dengan kata lain penyajian appetizer adalah sangat wajib dihidangkan dengan performa yang sempurna.

    Jenis-jenis Apetizer

    Walaupun sebagai makanan pembuka, appetizer juga di klasifikan dalam beberapa hal mulai dari bahan yang digunakan hingga suhu dalam penyajiannya. Berikut penjelasannya

    Berdasarkan bahan yang digunakan

    • Sur Asiette Complate, yakni appetizer yang memakai kelebihan bahan atau bahan-bahan dengan harga yang cukup terjangkau.
    • Hors D’ Oeuvre Royale, yakni appetizer yang memakai bahan pada harga mahal dan dalam penyajian tanpa sauce.
    • Hors D’ Oeuvre Varies, yakni appetizer yang memakai bahan kombinasi diantara bahan pada harga mahal dan murah.

    Berdasarkan suhu penyajiannya

    • Cold Appetizer (Sajian Pembuka Dingin) : Makanan yang dihidangkan bermacam salad, shrim, coktail atau cold, canape (sandwich kecil yang dihidangkan dingin). Contoh Masakan : Canape, Pate, Aspic Jelly
    • Hot appetizer (sajian pembuka panas) : Makanan yang dihidangkan bermacam tipe soup, muffin, fritter. Contoh masakan: Galantine, Ballotines, Croquette, Risoles, Quiche Lorraine

    Karakterisitik Menu Appetizer

    • Disajikan diawal
    • Memiliki varian yang banyak. Diantaranya sup, dengan bahan rumput laut, tulang ikan hiu,jamur, sampai sea food.Mempunyai warna yang unik yaitu sedikit menyala misalnya kuning atau merah terang
    • Cita-rasa yang diperlihatkan unik,hangat,halus,dan masih beri kesegaran
    • Wewangian harum menyeruak menusuk hidung
    • Dihidangkan dalam jatah kecil, oleh sebab itu kerap disebut finger food.
    • Memakai bumbu yang unik yakni bumbu-bumbu yang menstimulasi pengeluaran asam lambung hingga meningkatkan rasa lapar.

    Contoh Makanan Appetizer / Contoh Appetizer

    Berikut adalah beberapa contoh makanan appetizer hot dan cold beserta cara penyajiannya :

    Salad

    Salad adalah salah satu appetizer

    Salad adalah suatu makanan yang merupakan kombinasi dari sayur hijau fresh, buah, daging, unggas, dan ikan yang dihidangkan bersama dressing.

    Porsi salad 40 gram-50 gr, sedangkan untuk porsi salad vegetarian 80 gram-125 gr.

    Komposisi Salad

    • Underliner (alas) : sebagai sisi dasar dari salad biasanya bahan yang dipakai adalah sayur hijau dengan tujuan supaya salad terlihat lebih fresh. 
    • Bodi (Isi) : sebagai bagian khusus dalam salad, penamaan salad umumnya diambil dari sisi penting ini. 
    • Dressing Salad : sebagai saus untuk melengkapi salad,dalam  appetizer saus disebut dengan dressing. Dressing ialah sisi yang akan menentukan cita-rasa salad. Banyak hal yang penting jadi perhatian saat memberikan dressing pada salad,
    • Garnish : umumnya diambil dari bagian isi, tapi juga bisa memakai bahan makanan lain. Prinsip garnish sebaiknya selain bisa dikonsumsi juga  mempunyai rasa yang sesuai bodi.

    Suhu salad saat disajikan

    • Cold salad: disajikan dengan temperatur 10°C – 15°C
    • Hot salad : disajikan dengan temperatur 50°C – 60°C

    Canape

    Canape dapat dijadikan sebagai Appetizer

    Merupakan sajian pembuka yang terbagi dalam berbagai macam bahan makanan nabati, hewani, buah, dan kacang-kacangan.

    Berbagi macam topping biasanya ditempatkan pada potongan roti bakar atau biskuit sebagai bahan dasar canape.

    Struktur Canape

    • Dasar Canape : dibuat dari roti yang dipanggang/dimasak yang berupa persegi panjang, bundar, segitiga, yang diolesi mentega.
    • Spread (olesan) : adalah bahan makanan yang lembek/kental yang dioleskan pada permukaan roti/biskuit yang berfungsi sebagai perekat, menambahkan rasa dan nilai nutrisi. Spread harus lunak, gampang dibalurkan dan tidak berair.
    • Topping : bahan makanan yang ditempatkan di atas roti/biskuit yang sudah diberi olesan. Beberapa macam topping antara lain; keju slice, telur rebus, ikan, udang, daging, sayur, buah, dan kacang. Topping bisa dipakai hanya satu jenis saja/sebagai kombinasi dari beberapa bahan. Secara umum topping yang dipakai menentukan nama canape, misalkan: cheese canape, shrimp canape
    • Garnish : Peranan garnish ada dua hal, menambahkan performa makanan dan sekaligus menambahkan nilai gizi. Kriteria garnish dalam canape adalah simpel, bisa dikonsumsi dan memiliki rasa yang sesuai isi.

    Baca Juga: Boiling Teknik dan 16 Tehnik Memasak Lainnya

    Persyaratan-Syarat Pengerjaan Canpe

    • Beberapa bahan yang dipakai dalam keadaan baik dan fresh
    • Roti dipotong lebih dulu selanjutnya dipanggang
    • Biskuit yang dipakai memiliki rasa renyah, memiliki bentuk kecil-kecil ada gabungan warna.

    Aspic Jelly

    Aspic jelly sebagai Appetizer

    Sebagai sajian pembuka yang dibuat dari stok yang dijernihkan dengan kombinasi daging, putih telur.

    Dengan stok dingin ditambahkan larutan gelatin, selanjutnya simmering sepanjang 2 jam, stranning, lalu dinginkan. Peranan aspic jelly sebagai sajian pembuka dingin, pelapis hidangan pembuka supaya lebih menarik.

    Susunan Aspic Jelly

    • Bahan dasar : yang dipakai ialah stok yang dijernihkan.
    • Bahan isi : yang dipakai ialah makanan hewani dan sayur.
    • Garnish : Berperan untuk tingkatkan performa dan bisa memperkaya nama-nama aspic.

    Pate

    Pate sebagai adalah salah satu Appetizer

    Pate merupakan menu pembuka dingin yang terbuat dari daging ayam, sapi, ikan, hati yang dicincang halus dan diberi bumbu kemudian dicetak sepeti adonan pie.

    Susunan Pate :

    • Bahan khusus : seperti daging ayam, sapi, ikan, hati yang di gabung dengan sayur supaya lebih menarik dan mempunyai varian warna.
    • Bahan pembungkus : berperan untuk membalut bahan khusus, tetapi ada pula yang dicetak.

    Persyaratan-Syarat Pengerjaan Pate

    • Bahan dasar harus dicincang halus.
    • Struktur lembut dan padat
    • Diproses dengan teknik dipanggang
    • Diakhiri dengan aspic jelly
    • Disajikan dengan dingin dengan bentuk utuh/dipotong-potong

    Baca Juga: Pengertian Buffet dan Jenis-Jenis Buffet

    Penutup

    Itulah uraian singkat namun lengkap mengenai apa itu Appetizer, berikut dengan contohnya. Semoga dapat menjawab pertanyaan dan menambah wawasan kamu.

  • Apa itu Dessert? Pengertian, Jenis dan Contohnya

    Apa itu Dessert? Pengertian, Jenis dan Contohnya

    Dessert adalah beberapa jenis makanan ringan yang disajikan paling akhir setelah sajian utama. Sering juga kita menyebutnya dengan istilah makanan pencuci mulut.

    Karena memang secara fungsi, dessert ini bisa menyegarkan setelah menikmati menu utama atau main course yang kadang-kadang memiliki aroma atau rasa yang pekat bahkan amis.

    Makanya sangat penting dessert itu harus fresh dan manis.

    Lalu, kapan sebenarnya kita mulai mengenal dessert ini? Mari kita bahas lebih dalam.

    Pengertian dan Sejarah Dessert

    Seperti yang kita ketahui bersama dessert adalah makanan penutup dan biasanya sering disajikan dalam bentuk eskrim, puding, atau soup manis.

    Awalnya, hidangan dessert hanyalah buah-buahan namun seiring berkembangnya waktu, dessert dimodifikasi dalam berbagai bentuk sajian.

    Kata dessert berasal dari bahasa Perancis yang artinya membersihkan meja. Pada tahun 1600 istilah dessert pertama kali digunakan dan ada dalam buku pedoman pendidikan kesehatan karya Wiliam Vaughan.

    Di awal abad pertengahan, orang-orang Eropa mengolah gula untuk disajikan sebagai makanan penutup.

    Karena tingginya permintaan, gula kemudian menjadi sangat mahal dan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang elit saja dalam acara perjamuan atau pesta tertentu.

    Singkat cerita, akibat adanya revolusi industri di Amerika dan Eropa dessert diproduksi secara besar-besaran , diproses, diawetkan, dan kemudian dikemas.

    Berikutnya di tahun 2013, seorang ahli bernama Michael Krondl menjelaskan bahwa dessert dihidangkan setelah meja bersih dari hidangan lainnya.

    Jenis-Jenis Dessert dan Contohnya

    Jenis Jenis Dessert

    Pada umunya, ada 3 jenis dessert berdasarkan suhu saat penyajiannya.

    Apa saja? Yuk simak selengkapnya di bawah ini:

    Hot Dessert

    Sesuai namanya hot dessert adalah dessert yang disajikan biasanya dalam suhu 40 – 50 derajat celsius.

    Contohnya:

    • Souffle, adalah makanan manis dan lembut serta dibuat dari dari kuning telur dan putih telur kocok serta bahan-bahan lain yang dibuat dengan cara di panggang
    • Crepes,adalah snack tipis yang terbuat dari gandum dan crepes merupakan makanan yang sangat digemari di wilayah Eropa dan tempat lainnya. Bahan utamanya adalah terigu, telur, mentega, dan susu.
    • Frittres, merupakan  adonan cair yang dibuat dengan bahan dasar tepung terigu, susu, dan telur. Umumnya,  adonan ini digunakan sebagai bahan celupan dari buah-buah yang digoreng.

    Cold Dessert

    Dessert jenis ini dihidangkan dalam keadaan dingin. Lebih fresh dan menyegarkan.

    Contohnya:

    • Custard merupakan jenis dessert dengan bahan dasar susu dan telur yang dikentalkan diatas api. Sebagai dessert, custard dilapisi dengan tambahan susu atau krim, kuning telur, gula dan aroma
    • Jellies adalah cold dessert yang terstruktur kaku dan kenyal, berbahan dasar gelatin yang terbuat dari agar-agar.
    • Fruit Salad, dalam beberapa daerah sering juga dikategorikan sebagai dessert.

    Frozen Dessert

    Merupakan jenis dessert yang disajikan dalam keadaan beku dan punya macam-macam variasi. Contohnya :

    • Es Krim, frozen dessert ini sangat familiar sekali di masyarakat. Rasanya yang manis, tekstur yang lembut sangat pas disajikan untuk pencuci mulut
    • Sherbet, sering juga disebut es Italia. Sherbet terbuat dari air, gula dan buah-buahan segar, yang dibuat tanpa susu maupun krim. Sherbet terkenal karena rasa buah yang dihasilkan lebih terasa di lidah daripada es krim. Sherbet juga bisa mengandung alkohol, yang menurunkan titik bekunya sehingga teksturnya lebih lembut
    • Smoothie, merupakan minuman dengan bahan dasar buah-buahan yang dicampur dengan susu atau yoghurt serta tambahan lainnya yang diblender hingga lembut.

    Bahan Dasar Membuat Desssert

    Untuk membuat sebuah dessert, terlepas dari jenisnya ini adalah beberapa bahan utama yang biasanya diperlukan seperti :

    Gula

    Gula merupakan bahan wajib yang harus ada dalam pembuatan dessert. Baik itu gula pasir, gula kastor atau brown sugar.

    Selain itu juga digunakan madu, karamel, sirup atau golden sirup (terbuat dari gula pasir yang dimasak hingga berwarna kuning keemasan)

    Susu dan Krim

    Keberadaan susu dan krim berfungsi sebagai cairan dalam pembuatan dessert, yang nantinya akan memberikan rasa gurih yang istimewa dan tekstur yang lembut.

    Susu yang digunakan pada umumnya susu sapi cair atau bisa juga olahannya seperti yoghurt, buttermilk atau keju. 

    Sementara untuk krim, bisa gunakan krim encer (light krim) yang memiliki kandungan lemak antara 18 hingga 25 %.

    Krim kental, dengan lemak 36 hingga 48% dan krim kocok (whipped cream) dengan kandungan lemak didalamnya 30 hingga 35 %

    Agar-agar dan gelatin

    Agar-agar dan gelatin merupakan bahan dasar untuk membuat puding. Memang keduanya sekilas secara sepintas dan bentuknya sama-sama putih, tapi padahal berbeda.

    Agar-agar dibuat dari rumput laut yang direbus dan dikeringkan, sementara gelatin dari tulang muda dan kulit hewan yang direbus sehingga menghasilkan cairan yang bening, kental dan padat.

    Terdapat 2 jenis gelatin yaitu gelatin bubuk dan lembaran. Gelatin bubuk harus dilarutkan dalam air hangat kemudian ditim sampai bening, sementara gelatin lembaran cukup direndam dalam air dingin sampai melunak.

    Pemakaian gelatin harus benar-benar diperhatikan dengan baik karena akan mempengaruhi tekstur dessert.

    Cokelat

    Pada umumnya, untuk hidangan penutup bisa berupa cokelat masak dan cokelat bubuk. Terdapat 3 jenis coklat masak yaitu,yaitu cokelat masak pekat (dark cooking chocolate), cokelat masak susu (milk cooking chocolate), dan cokelat masak putih (white cooking chocolate).

    Buah-buahan

    Untuk buah-buahan, mulai dari yang segar, kering, atau kalengan bisa digunakan dalam pembuatan dessert.

    Kehadiran buah-buahan akan menjadikan rasa, tekstur, dan penampilan dessert menjadi istimewa dan berbeda. 

    Gunakan buah segar yang ‘matang pohon’  dan sedang musim agar gampang mencarinya.

    Bisa menggunakan buah lokal, seperti pisang, jeruk, apel, mangga. Atau bisa juga, buah impor yang mulai banyak dijual di pasar, seperti peach, aprikot, blueberry, kiwi, atau plum. 

    Buah kering yang biasanya digunakan adalah kismis/sultana, yang terbuat dari anggur yang dikeringkan.

    Sebagian besar  buah tersedia dalam bentuk kalengan, mulai jeruk mandarin, pear, peach, nanas, aprikot, sampai campuran buah-buahan (mixed fruit).

    Contoh Dessert Khas Indonesia

    Tidak kalah dengan di luar negeri, di Indonesia sendiri juga memiliki dessert dengan ciri khas yang Indonesia banget. Apa saja?

    Klepon

    Dessert adalah

    Klepon merupakan dessert khas Nusantara yang sangat familiar dan mungkin sering kita konsumsi.

    Dibuat dari tepung beras, pandan serta isian gula merah. Bentuknya yang bulat kecil dan berwarna hijau serta diselimuti parutan kelapa, memberikan cita rasa gurih di lidah.

    Es Campur

    Siapa yang tidak kenal dengan minuman yang menyegarkan ini? Apalagi diminum siang-siang saat cuaca gerah, sangat menyegarkan bukan?

    Sesuai dengan namanya, es campur diisi dengan berbagai campuran bahan seperti blewah, alpukat, nangka, kolang-kaling, mutiara, agar-agar, tapai singkong, cincau hitam, dan tidak ketinggalan serutan es batu di bagian atas. 

    Untuk menambah rasa manis, tidak jarang penjualnya menambahkan sirup yang berfungsi sebagai topping. 

    Baca Juga: Appetizer, Pengertian, Jenis dan Contoh Makanannya