Author: Arya Wirawan

  • Hukum Childfree dalam Islam Bisa Halal, Bisa Haram!

    Hukum Childfree dalam Islam Bisa Halal, Bisa Haram!

    Hukum childfree wajib kamu ketahui sebagai seorang Muslim yang taat. Sebab, belakangan ini istilah tersebut sedang marak di media sosial.

    Adapun yang dimaksud dengan childfree adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pilihan hidup seseorang atau pasangan untuk tidak memiliki anak, baik secara sengaja maupun tidak.

    Saking maraknya, banyak anak muda yang menerapkan childfree. Namun, bagaimana pandangan Islam terhadap childfree?

    Apakah childfree itu haram, makruh, atau boleh? Apa saja alasan dan dampak dari childfree? Artikel ini akan membahas hukum childfree dalam Islam dari berbagai sudut pandang, yaitu sebagai berikut!

    Hukum Childfree dalam Islam

    Hukum childfree dalam Islam dapat diketahui dengan mengkaji motif atau tujuan dari pasangan melakukan hal tersebut.

    Seperti tidak menikah, menahan diri tidak bersetubuh setelah menikah, tidak inzal atau tidak menumpahkan sperma di dalam rahim setelah memasukkan penis ke vagina, melakukan ‘azl atau menumpahkan sperma di luar vagina, dan lain-lain.

    Dalam kajian fiqih klasik, mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum asal childfree adalah boleh, tidak sampai makruh apalagi haram.

    Hal ini karena tidak ada dalil yang secara tegas melarang childfree, dan karena childfree hanya sekadar meninggalkan keutamaan, bukan melakukan larangan.

    Namun, ada juga sebagian ulama yang berpendapat bahwa hukum asal childfree adalah makruh, karena bertentangan dengan tujuan pernikahan dalam Islam, yaitu untuk memperbanyak keturunan dan menjaga kesucian diri.

    Berikut ini adalah beberapa dalil yang digunakan oleh ulama untuk menyatakan pendapatnya tentang hukum asal childfree:

    1. Hadis Riwayat Abu Dawud

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Nikahilah wanita-wanita yang penyayang dan subur (banyak anak), karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan banyaknya kalian pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud no. 2050 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1714).

    2. Hadis Riwayat Ahmad

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan dua orang saksi yang adil.” (HR. Ahmad no. 24529 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 7557).

    Baca juga: Hukum Gadai dalam Islam, Boleh atau Tidak?

    3. Surat An-Nahl

    Allah SWT berfirman:

    “Dan Allah telah menjadikan bagi kamu dari diri kamu sendiri pasangan-pasangan dan menjadikan bagi kamu dari pasangan-pasangan kamu itu anak-anak dan cucu-cucu dan memberi rezeki kepada kamu dari yang baik-baik.” (Q.S. An-Nahl: 72).

    4. Surat An-Nur

    Allah SWT berfirman:

    “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.” (Q.S. An-Nur: 32).

    Tujuan Childfree

    Untuk mengetahui hukum childfree dalam Islam, kamu harus tahu tujuan untuk melaksanakan hal tersebut karena apa.

    Karena tujuan childfree dapat mempengaruhi hukum childfree menjadi lebih ringan atau lebih berat dari hukum asalnya.

    Tujuan childfree dapat bersifat positif atau negatif, tergantung pada niat dan dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain. Berikut ini adalah beberapa contoh motif childfree beserta hukumnya:

    1. Tujuan Positif

    Misalnya karena jika punya penyakit bawaan yang dikhawatirkan akan menjadi semakin parah dan berbahaya jika harus mengandung.

    Punya masalah pada rahim yang menyebabkan tidak memiliki anak adalah hal yang lebih banyak mudharatnya.

    Tujuan positif ini dapat menjadikan hukum childfree lebih ringan dari hukum asalnya, yaitu menjadi mubah atau sunnah, asalkan tidak bertentangan dengan syariat Islam dan tidak merugikan orang lain.

    Jika sudah berubah menjadi mubah, maka hukum childfree dalam Islam dapat dianggap halal.

    Dalil yang dapat digunakan untuk mendukung hal ini adalah:

    A. Hadis Riwayat Ahmad

    Rasulullah SAW bersabda:

     “Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik baginya.” (HR. Ahmad no. 22565 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 6738).

    Baca juga: Hukum Karma dalam Islam Apakah Ada? Ini Penjelasannya!

    B. Hadis Riwayat Tirmidzi

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah seseorang berkurang hartanya karena bersedekah.” (HR. Tirmidzi no. 2247 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 1809).

    C. Surat At-Taubah

    Allah SWT berfirman:

    “Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. At-Taubah: 120).

    D. Hadis Riwayat Tirmidzi

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kebaikan iman seseorang adalah dia meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2318 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 1869).

    2. Tujuan Negatif

    Misalnya karena tidak suka anak, takut repot mengurus anak, ingin mengejar karier atau hobi, ingin menikmati hidup bebas tanpa tanggungan, atau karena ikut-ikutan tren dan gaya hidup orang lain.

    Tujuan negatif ini dapat menjadikan hukum childfree lebih berat dari hukum asalnya, yaitu menjadi makruh atau haram, terutama jika melanggar hak-hak Allah SWT, hak-hak pasangan, atau hak-hak masyarakat. Dalil yang dapat digunakan untuk menolak tujuan tersebut adalah:

    A. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidak ada seorang pun yang berhak disembah selain Allah dan tidak ada seorang pun yang berhak mendapat ketaatan selain Allah.” (HR. Bukhari no. 7257 dan Muslim no. 1844).

    B. Surat An-Nisa

    Allah SWT berfirman:

    “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (Q.S. An-Nisa: 1).

    C. Hadis Riwayat Ibnu Majah

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya maka Allah akan memberkati pernikahannya.” (HR. Ibnu Majah no. 1846 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no. 1493).

    D. Hadis Riwayat Muslim

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya dunia itu indah dan menghijau, maka bertakwalah kepada Allah dalam hal dunia ini, dan janganlah kamu tertipu oleh dunia ini.” (HR. Muslim no. 2742).

    Metode Childfree

    Maksudnya adalah cara atau metode yang digunakan untuk mewujudkan pilihan childfree. Metode tersebut dapat bersifat alami atau buatan, tergantung pada penggunaan alat atau obat tertentu untuk mencegah kehamilan atau melahirkan anak.

    Metode childfree dapat mempengaruhi hukum childfree menjadi lebih ringan atau lebih berat dari hukum asalnya. Berikut ini adalah beberapa contoh teknis childfree beserta hukumnya:

    1. Metode Alami

    Misalnya dengan tidak menikah sama sekali, menahan diri tidak bersetubuh setelah menikah, melakukan ‘azl atau menumpahkan sperma di luar vagina, menghitung masa subur dan menghindari hubungan intim pada masa tersebut.

    Metode tersebut dapat menjadikan hukum childfree lebih ringan dari hukum asalnya, yaitu menjadi mubah atau sunnah, asalkan tidak bertentangan dengan syariat Islam dan tidak merugikan orang lain.

    2. Metode Buatan

    Misalnya dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom, pil KB, spiral, suntik KB, implan, atau vasektomi, atau dengan melakukan aborsi atau pengguguran kandungan.

    Metode ini dapat menjadikan hukum childfree lebih berat dari hukum asalnya, yaitu menjadi makruh atau haram, terutama jika melanggar hak-hak Allah SWT, hak-hak pasangan, atau hak-hak masyarakat.

    4 Alasan Childfree Tidak Sesuai dengan Ajaran Islam

    Meskipun, hukum childfree bisa mubah dan haram, serta tergantung dari tujuan dan metode untuk mewujudkan childfree. Namun, sebagian besar sumber menyatakan bahwa childfree tidak sesuai dengan ajaran Islam. Alasannya adalah sebagai berikut:

    1. Menyalahi Fitrah Manusia Sebagai Makhluk Sosial yang Membutuhkan Keturunan

    Alasan ini merujuk firmannya Allah SWT, yang isinya sebagai berikut:

    وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ

    إِمَامًا

    Bacaan latin: Wallażīna yaqụlụna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a’yuniw waj’alnā lil-muttaqīna imāmā.

    Artinya: “Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.’” (Q.S. Al-Furqan: 74).

    2. Menentang Sunnah Nabi Muhammad SAW

    Rasulullah SAW menganjurkan umat-Nya untuk menikah dan memperbanyak keturunan, sesuai dengan beberapa hadis di bawah ini

    Artinya: “Nikahilah wanita-wanita yang penyayang dan subur, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan banyaknya kalian pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud).

    Anas bin Malik RA berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan untuk menikah dan melarang keras untuk membujang dan bersabda:

    عن أنس بن مالك قال كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُ 

    بِالبَاءَةِ وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَيَقُوْلُ تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَا

    ثِرُ الْأَنْبِيَاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

    “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan para nabi pada hari kiamat.” (HR Ibnu Hibban).

    3. Menghalangi Terwujudnya Tujuan Pernikahan dalam Islam

    Di dalam Islam, pernikahan bertujuan untuk menjaga kesucian diri, memelihara keturunan, dan membangun masyarakat yang baik. Allah SWT berfirman:

    وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً

    وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Bacaan latin: Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn.

    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Ar-Rum: 21).

    4. Berpotensi Menyebabkan Kerusakan Moral dan Sosial

    Seperti meningkatnya perzinahan, perceraian, kesepian, depresi, dan penurunan kualitas sumber daya manusia.

    Sebagian ulama juga menganggap childfree sebagai bentuk kufur nikmat dan sikap sombong terhadap karunia Allah SWT.

    Hingga tahap ini, sudah tahu hukum Childfree dalam islam? jika masih bingung, jangan ragu untuk komen ya.

  • Hukum Filler dalam Islam, Ini Pendapat Para Ulama

    Hukum Filler dalam Islam, Ini Pendapat Para Ulama

    Wanita rela melakukan apa saja demi mendapatkan wajah dan tubuh yang cantik. Salah satu prosedur kecantikan yang sering dipakai oleh kaum hawa adalah filler. Namun, apa hukum filler dalam Islam? Apakah filler diperbolehkan dalam Islam?

    Untuk tahu jawabannya, yuk simak artikel di bawah ini sampai habis!

    Mengenal Filler

    Filler adalah salah satu prosedur kecantikan yang dilakukan dengan menyuntikkan zat tertentu ke dalam kulit untuk mengisi atau membentuk bagian wajah yang diinginkan. Filler biasanya digunakan untuk memperbaiki kerutan, bekas luka, bibir sumbing, atau memancungkan hidung.

    Filler dapat digunakan untuk mengisi volume, mengurangi kerutan, atau mengubah bentuk bagian wajah seperti hidung, bibir, pipi, atau dagu . Filler biasanya terbuat dari hyaluronic acid, kolagen, atau bahan lain yang aman dan dapat diserap oleh tubuh.

    Tak hanya itu, filler juga dapat memberikan manfaat seperti membuat wajah lebih kencang, simetris, dan awet muda.

    Jenis-Jenis Filler dalam Kecantikan

    1. Asam Hialuronat

    Jenis filler ini terbuat dari zat alami yang ada di kulit, yang berfungsi untuk menjaga kelembapan dan elastisitas kulit.

    Asam hialuronat dapat digunakan untuk mengisi kerutan, menambah volume bibir, atau memperbaiki bentuk hidung

    2. Kolagen

    Jenis filler ini terbuat dari protein yang membentuk struktur kulit. Kolagen dapat digunakan untuk menghaluskan kerutan, meningkatkan kontur wajah, atau memperbaiki bekas luka. Jenis filler ini dapat berasal dari kulit sapi (kolagen bovine) atau sel manusia (kolagen manusia).

    Baca juga: 110 Quotes Islami Bermakna dan Mendalam dalam Hidup

    3. Lemak Tubuh

    Jenis filler ini terbuat dari jaringan lemak yang diambil dari bagian tubuh lain, seperti perut, paha, atau bokong. Lemak tubuh dapat digunakan untuk menambah volume pipi, bibir, atau dagu..

    4. Polimer Buatan

    Jenis filler ini terbuat dari bahan sintetis yang dapat memberikan efek permanen atau semi-permanen pada wajah. Polimer buatan dapat digunakan untuk mengisi kerutan dalam, menambah volume pipi atau dagu, atau memperbaiki bentuk hidung. 

    Hukum Filler dalam Islam

    Menurut beberapa ulama, filler pada dasarnya dilarang dalam islam karena termasuk ke dalam taghyiru khalqillah (mengubah ciptaan Allah). Berikut beberapa ayat dan hadis yang mengharamkan filler:

    1. Surat An-Nisa Ayat 119

    Allah SWT berfirman:

    وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلْأَنْعَٰمِ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيْطَٰنَ وَلِيًّا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِينًا

    Bacaan latin: Wa la`uḍillannahum wa la`umanniyannahum wa la`āmurannahum fa layubattikunna āżānal-an’āmi wa la`āmurannahum fa layugayyirunna khalqallāh, wa may yattakhiżisy-syaiṭāna waliyyam min dụnillāhi fa qad khasira khusrānam mubīnā.

    Artinya: “Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An-Nisa: 119).

    Ayat di atas menjelaskan bahwa setan akan menyesatkan manusia dan menyuruh mereka mengubah ciptaan Allah. Mengubah ciptaan Allah berarti merusak atau meniadakan fitrah yang telah Allah berikan kepada manusia.

    2. Surat Al-Isra Ayat 70

    Allah SWT berfirman:

    وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلْنَٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

    Bacan latin: Wa laqad karramnā banī ādama wa ḥamalnāhum fil-barri wal-baḥri wa razaqnāhum minaṭ-ṭayyibāti wa faḍḍalnāhum ‘alā kaṡīrim mim man khalaqnā tafḍīlā.

    Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al-Isra: 70).

    Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah SWT telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna dan mulia, sehingga tidak perlu merubahnya dengan cara yang tidak wajar.

    3. Hadis Riwayat Muslim

    Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT itu indah dan menyukai keindahan. Dan Dia tidak menyukai perbuatan-perbuatan yang mencolok.” (HR. Muslim).

    Hadis di atas menunjukkan bahwa Islam tidak melarang manusia untuk berhias dan memperindah diri, asalkan tidak berlebihan dan tidak menyalahi syariat.

    4. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

    Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Allah SWT melaknat wanita-wanita yang mencabut alisnya, wanita-wanita yang memasang gigi palsu, wanita-wanita yang menyambung rambutnya, dan wanita-wanita yang merubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Hadis di atas menunjukkan bahwa Islam melarang manusia untuk mengubah ciptaan Allah dengan cara yang permanen atau merusak.

    Alasan-Alasan yang Memperbolehkan Filler dalam Islam

    Meskipun menurut beberapa pendapat ulama mengharamkan filler, namun ada beberapa kondisi yang memperbolehkan filler di dalam Islam, yaitu sebagai berikut:

    1. Pertimbangan Medis  atau Perbaikan Kecacatan

    Misalnya, jika seseorang memiliki bibir sumbing atau hidung bengkok akibat kecelakaan, maka ia boleh melakukan filler untuk memperbaiki kondisi tersebut. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa pengobatan adalah salah satu kebutuhan darurat yang menghalalkan sesuatu yang haram.

    2. Menjaga Ketertarikan Suami

    Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa wanita adalah perhiasan dunia dan sebaik-baik perhiasan adalah istri shalihah.

    Oleh karena itu, wanita boleh berhias untuk suaminya asalkan tidak melampaui batas syariat dan tidak menimbulkan mudharat (kerusakan) pada dirinya sendiri atau orang lain..

    Kesimpulan

    Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum filler dalam islam adalah haram kecuali ada alasan medis atau menjaga ketertarikan suami dengan syarat tidak melanggar syariat dan tidak menimbulkan mudharat.

  • Hukum Deposito dalam Islam: Apakah Halal atau Haram?

    Hukum Deposito dalam Islam: Apakah Halal atau Haram?

    Belakangan ini, banyak anak muda yang berinvestasi melalui deposito. Namun, tidak sedikit juga yang bertanya-tanya tentang hukum deposito dalam Islam.

    Pertanyaan tersebut muncul karena deposito memberikan keuntungan berupa bunga atau bagi hasil yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Bunga atau bagi hasil ini merupakan imbalan yang diberikan oleh bank kepada nasabah atas penggunaan uangnya oleh bank untuk kegiatan usaha. 

    Untuk tahu jawabannya, yuk cek artikel berikut ini sampai habis!

    Pengertian dan Jenis Deposito

    Deposito adalah simpanan uang yang tidak bisa ditarik kapan saja, melainkan harus menunggu sampai jatuh tempo. Biasanya, deposito memiliki jangka waktu antara 1 bulan hingga 12 bulan, tergantung pada kesepakatan antara nasabah dan bank.

    Deposito juga memberikan keuntungan berupa bunga atau bagi hasil yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Bunga atau bagi hasil ini merupakan imbalan yang diberikan oleh bank kepada nasabah atas penggunaan uangnya oleh bank untuk kegiatan usaha.

    Deposito dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

    1. Deposito konvensional

    Deposito yang menggunakan sistem bunga sebagai dasar pemberian keuntungan. Bunga adalah tambahan uang yang harus dibayar oleh peminjam kepada pemberi pinjaman atas pinjaman pokok yang diberikan.

    Bunga ini ditetapkan secara pasti dan tetap, tanpa memperhatikan kondisi usaha atau risiko yang dihadapi oleh peminjam.

    Baca juga: 13 Ayat dan Hadis Tentang Ibu, Kunci Surgamu!

    2. Deposito syariah

    Deposito yang menggunakan sistem bagi hasil sebagai dasar pemberian keuntungan. Bagi hasil adalah pembagian keuntungan yang diperoleh dari usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bekerja sama.

    Bagi hasil ini ditentukan berdasarkan nisbah atau proporsi yang disepakati sebelumnya. Bagi hasil ini bersifat variabel dan tidak pasti, karena tergantung pada hasil usaha yang dicapai.

    Hukum Deposito Konvensional dalam Islam

    Deposito konvensional adalah haram menurut hukum Islam, karena termasuk dalam bentuk riba. Riba adalah penambahan uang secara tidak adil dan tidak sah dalam transaksi jual beli atau pinjam meminjam.

    Riba adalah salah satu dosa besar dalam Islam, karena merusak keseimbangan ekonomi dan sosial, serta menimbulkan ketidakadilan dan kesengsaraan bagi banyak orang. Hukum ini berdasarkan pada dalil-dalil di bawah ini:

    1. Ayat Tentang Haramnya Riba

    Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 275:

    “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

    Dari ayat ini, kita dapat mengetahui bahwa Allah SWT telah mengharamkan riba dan mengancam dengan siksa neraka bagi orang-orang yang melakukannya. Allah SWT juga telah menjelaskan bahwa jual beli itu halal dan berbeda dengan riba.

    Jual beli adalah transaksi tukar menukar barang atau jasa dengan harga yang disepakati oleh kedua belah pihak. Jual beli tidak melibatkan penambahan uang secara tidak adil dan tidak sah.

    Baca juga: 8 Doa Akhir Ramadhan Sesuai Sunnah dan Amalan di Akhir Ramadhan

    2. Hadis Tentang Transaksi Jual Beli yang Termasuk dalam Kategori Riba

    Selain itu, Rasulullah SAW juga telah bersabda dalam hadis riwayat Muslim:

    “Dari Abu Said Al-Khudri RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir (sejenis gandum) dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, hendaklah sama dengan sama, sejenis dengan sejenis, dan tukarlah secara kontan. Barangsiapa yang menambah atau meminta tambahan maka ia telah berbuat riba, pemberi dan penerima dalam hal ini sama.’”

    Dari hadis ini, kita dapat mengetahui bahwa Rasulullah SAW telah mengatur tentang transaksi jual beli barang-barang yang termasuk dalam kategori ribawi, yaitu barang-barang yang memiliki nilai tukar yang sama atau setara.

    Barang-barang ribawi ini harus ditukar dengan jumlah dan jenis yang sama, serta secara kontan atau tunai. Jika ada penambahan atau permintaan tambahan, maka itu termasuk riba.

    Oleh karena itu, deposito konvensional yang menggunakan sistem bunga adalah haram menurut hukum Islam, karena termasuk dalam bentuk riba.

    Bunga adalah penambahan uang yang tidak adil dan tidak sah, karena tidak sesuai dengan nilai tukar yang sebenarnya. Bunga juga tidak memperhatikan kondisi usaha atau risiko yang dihadapi oleh peminjam. Bunga hanya menguntungkan pihak bank dan merugikan pihak nasabah.

    Hukum Deposito Syariah dalam Islam

    Deposito syariah adalah halal menurut hukum Islam, karena tidak termasuk dalam bentuk riba. Bagi hasil adalah pembagian keuntungan yang adil dan sah, karena sesuai dengan nisbah atau proporsi yang disepakati sebelumnya.

    Bagi hasil juga memperhatikan kondisi usaha atau risiko yang dihadapi oleh pengelola usaha. Bagi hasil bersifat saling menguntungkan antara pihak bank dan pihak nasabah. Hukum ini mengacu pada dalil-dalil di bawah ini

    1. Ayat Tentang Ganjaran Umat Muslim Jika Berada di Jalan Allah SWT

    Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 261:

    “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

    Dari ayat ini, kita dapat mengetahui bahwa Allah SWT telah menjanjikan ganjaran yang berlipat ganda bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah.

    Menafkahkan harta di jalan Allah tidak hanya berarti bersedekah atau zakat, tetapi juga berarti berinvestasi untuk kebaikan dan kemajuan umat Islam. Investasi ini bisa berupa modal usaha, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan lain-lain.

    2. Hadis Tentang Mudharabah

    Dari Abbas bin Abdul Muthallib RA, ia berkata:

    “Jika ia menyerahkan harta sebagai mudharabah, ia mensyaratkan kepada mudharib-nya agar tidak mengarungi lautan dan tidak menuruni lembah, serta tidak membeli hewan ternak. Jika persyaratan itu dilanggar, ia (mudharib) harus menanggung resikonya. Ketika persyaratan yang ditetapkan Abbas itu didengar Rasulullah, beliau membenarkannya.” 

    Hadis ini menunjukkan bahwa dalam mudharabah, pihak shahibul mal (pemilik modal) boleh menetapkan syarat-syarat tertentu kepada pihak mudharib (pengelola usaha), asalkan syarat-syarat itu tidak bertentangan dengan syariat Islam.

    Hal ini juga berlaku untuk deposito syariah, yaitu bank boleh menetapkan syarat-syarat tertentu kepada nasabah, asalkan syarat-syarat itu tidak mengandung unsur riba, gharar, atau maysir.

    Akad Mudharabah dalam Deposito Syariah

    Deposito syariah memakai pengelolaan uang yang berbeda dengan konvensional, yaitu berdasarkan pada akad mudharabah

    Mudharabah adalah akad kerjasama antara shahibul mal (pemilik modal) dan mudharib (pengelola usaha).

    Shahibul mal adalah pihak yang menyediakan modal untuk usaha, sedangkan mudharib adalah pihak yang menyediakan tenaga dan keahlian untuk mengelola usaha.

    Kedua belah pihak sepakat untuk membagi keuntungan sesuai dengan nisbah yang disepakati sebelumnya.

    Akad mudharabah ini adalah akad yang diperbolehkan dalam Islam, karena termasuk dalam jenis investasi yang dianjurkan dalam Islam.

    Investasi adalah salah satu cara untuk mengembangkan harta dan meningkatkan kesejahteraan. Investasi juga merupakan salah satu bentuk ibadah dan amal shaleh, jika dilakukan dengan niat yang baik dan sesuai dengan syariat Islam.

    Kelebihan dan Kekurangan Deposito Syariah

    1. Kelebihan deposito syariah

    • Sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, sehingga memberikan ketenangan batin bagi nasabah.
    • Memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial, karena mendukung usaha-usaha yang produktif dan bermanfaat.
    • Memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, jika usaha yang dikelola oleh bank berhasil mencapai laba yang optimal.
    • Memberikan perlindungan dari inflasi, karena keuntungan yang diperoleh berdasarkan pada nilai riil dari usaha, bukan nilai nominal dari uang.

    2. Kekurangan deposito syariah

    • Tidak memiliki jaminan pasti atas keuntungan yang akan diperoleh, karena tergantung pada hasil usaha yang dicapai oleh bank.
    • Memiliki risiko kerugian bersama, jika usaha yang dikelola oleh bank mengalami kerugian atau gagal bayar.
    • Memiliki biaya administrasi yang lebih tinggi daripada deposito konvensional, karena memerlukan pengawasan dan audit yang lebih ketat untuk memastikan kepatuhan terhadap syariat Islam.

    Hingga pada tahap ini, apakah kamu sudah tahu hukum deposito dalam Islam? Jadi jangan salah lagi ya.

  • 5 Doa Meminta Jodoh dan Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

    5 Doa Meminta Jodoh dan Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

    Membaca doa meminta jodoh kepada Allah SWT merupakan salah satu ikhtiar seorang muslim agar segera dipertemukan dengan jodoh.

    Terkadang kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari jodoh, namun hingga detik ini pun hilal jodoh masih belum keliatan.

    Hal tersebut bisa dibilang sangat wajar, karena mencari seseorang yang cocok untuk tinggal bersama seumur hidup tidak semudah yang orang-orang katakan.

    Namun, sebagai umat muslim tidak perlu khawatir. Sebab, jodoh sudah diatur oleh Allah SWT, bahkan sebelum kita dilahirkan di muka bumi.

    Di bawah ini adalah 5 doa meminta jodoh yang bisa kamu ikuti beserta amalannya agar segera bertemu dengan jodoh. Yuk, ikuti artikel berikut ini sampai habis!

    5 Doa Meminta Jodoh

    Sebenarnya, tidak ada doa khusus untuk meminta jodoh kepada Allah SWT. Namun, tidak ada salahnya untuk mengamalkan beberapa surat berikut ini supaya segera dipertemukan pasangan hidup.

    Apalagi Allah SWT sangat menyukai orang-orang yang gemar berdoa dan meminta sesuatu kepada-Nya.

    1. Surat Al-Furqan ayat 74

    Doa ini bisa kamu panjatkan setiap sesudah sholat secara rutin agar Allah SWT dapat mengabulkan keinginan kamu, yaitu dapat jodoh yang terbaik versi-Nya.

    Berikut bacaan surat Al-Furqan ayat 74 beserta artinya:

    لِلْمُتَّقِيْنَ وَّاجْعَلْنَا اَعْيُنٍ قُرَّةَ وَذُرِّيّٰتِنَا اَزْوَاجِنَا مِنْ لَنَا هَبْ رَبَّنَا يَقُوْلُوْنَ وَالَّذِيْنَ اِمَامًا

    Bacaan latin: Waladziina yaquuluuna rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzuriyyatinaa qurrota a’yuniwwaaj’alnaa lilmuttaqiin imaama.

    Artinya: Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

    2. Doa Meminta Jodoh di Al Quran Surat Al-Anbiya ayat 89

    Ayat ini bisa kamu amalkan sebagai doa meminta jodoh karena diangkat dari kisah Nabi Zakaria yang mengalami cobaan belum memiliki keturunan selama puluhan tahun.

    Meski begitu, doa ini juga bisa meminta pasangan hidup yang belum memilikinya kepada Allah SWT.

    Di bawah ini adalah bacaan surat Al-Anbiya ayat 89 dan artinya:

    الْوٰرِثِيْنَ خَيْرُ وَّاَنْتَ فَرْدًا تَذَرْنِيْ لَا رَبِّ رَبَّهٗ نَادٰى اِذْ وَزَكَرِيَّآ

    Bacaan latin: Wazakariyyaa idznaadaa rabbahuu rabbi laa tadzarnii fardan wa anta Khairul waaritsiin.

    Artinya: Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.

    Baca juga: Apakah Merokok Membatalkan Puasa? Ini Kata 4 Mazhab

    3. Surat Al-Qasas ayat 24

    Meskipun arti dari ayat ini adalah untuk mendapatkan kebaikan, namun kebaikan ini juga bisa dimaknakan dengan jodoh.

    Karena jodoh merupakan sesuatu yang baik, bahkan Allah SWT sendiri yang menyuruh untuk berpasang-pasangan.

    Berikut bacaan surat Al-Qasas ayat 24 beserta artinya:

    فَقِيْرٌ خَيْرٍ مِنْ اِلَيَّ اَنْزَلْتَ لِمَآ اِنِّيْ رَبِّ فَقَالَ الظِّلِّ اِلَى تَوَلّٰىٓ ثُمَّ لَهُمَا فَسَقٰى

    Bacaan latin: Fasaqaa lahumaa tsumma tawallaa iladzilli faqalaa rabbi innii ilmaa anzalta ilayya min khoirin faqiirun.

    Artinya: Maka dia (Musa) memberi minum kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

    4. Doa meminta jodoh untuk laki-laki

    Khusus doa yang satu ini bisa kamu amalkan setelah selesai sholat dan mengaji hanya untuk kaum adam.

    Doa ini pun memiliki arti yang sangat mulia, yakni berkaitan dengan keinginan seorang laki-laki untuk mendapatkan jodoh dalam hal dunia dan akhirat.

    Berikut bacaan doa meminta jodoh untuk laki-laki dan artinya:

    Bacaan latin: Robbi hablii milladunka zaujatah thoyyibah akhtubuhaa wa atazawwaju biha watakunu shoohibatan lii fiddini waddunyaa wal aakhiroh.

    Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dan sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia, dan akhirat.”

    5. Doa meminta jodoh untuk perempuan

    Doa ini sama dengan laki-laki, yaitu segera dipertemukan pasangan hidup yang cocok. Arti dari doa ini juga sama dengan kaum adam, hanya beda gender saja.

    Namun, tetap berserah diri kepada Allah SWT dan berusaha untuk mencari jodoh. Kita hanya merencanakan, Allah SWT yang menentukan. Sebaik-baiknya rencana adalah rencana Allah SWT.

    Di bawah ini adalah bacaan doa meminta jodoh untuk perempuan beserta artinya:

    Bacaan latin: Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban wayakuuna shoohiban lii fiddini waddunya wal aakhiroh.

    Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia, dan akhirat.”

    6 Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

    Setelah selesai berdoa, langkah selanjutnya adalah berusaha mencari jodoh dengan amalan berikut ini.

    Sebab, semua doa harus diikuti dengan ikhtiar atau berusaha. Doa tanpa usaha akan sia-sia dan usaha tanpa doa akan menjadi hal yang mustahil.

    Berikut 5 amalan agar segera dipertemukan dengan pasangan hidup atas seizing Allah SWT:

    1. Menunaikan sholat hajat

    Langkah yang pertama adalah mengerjakan sholat hajat. Sholat hajat adalah senjata yang cukup ampuh untuk mencapai keinginan kita atas izin Allah SWT.

    Salah satu keinginan tersebut adalah jodoh. Jadi, tidak ada salahnya jika menunaikan sholat hajat secara rutin mulai dari sekarang agar cepat ditemukan dengan jodoh.

    2. Menunaikan sholat tahajud di sepertiga malam hari

    Sholat tahajud merupakan salah satu sholat Sunnah yang biasa dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, sepertiga malam adalah momen yang pas untuk berdoa kepada Allah SWT, sebagaimana dengan firman Allah SWT dalam Surat As-Sajdah ayat 16-17 yang artinya:

    “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka.

    Maka tak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yakni bermacam-macam nikmat yang dapat menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16-17).

    Jadi, selain mendapatkan pahala yang luar biasa, sholat tahajud juga bisa mengabulkan doa kamu untuk segera dipertemukan dengan pasangan hidup.

    Baca juga: Doa Agar Cepat Hamil yang Ada di Al-Qur’an, Yuk Amalkan!

    3. Menjaga wudhu

    Seperti yang kita tahu bahwa dalam keadaan wudhu itu artinya kita sedang suci. Dan di dalam wudhu juga banyak pantangannya, seperti tidak boleh menyentuh najis dan lawan jenis.

    Menjaga wudhu artinya kita terhindar dari hal-hal negatif dan kecil kemungkinan untuk terjerumus kepada dosa.

    Tak hanya itu, sering berwudhu juga akan membuat wajah kita menjadi segar dan tidak kusam. Sering mendengar istilah, skincare terbaik adalah dengan berwudhu? Itu memang benar adanya.

    4. Puasa Sunnah

    Dengan puasa Sunnah, kamu dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan dipermudah urusannya, termasuk mencari jodoh. Jadi puasa Sunnah adalah amalan yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pasangan hidup.

    5. Menjaga sholat wajib

    Sholat wajib adalah ibadah yang paling utama bagi umat muslim. Jika kamu tetap menjaga sholat wajib atau tidak bolong-bolong, niscaya Allah SWT akan mempermudah urusanmu. Salah satunya adalah perihal jodoh.

    Tak hanya menjaga sholat, memperbaiki sholat juga bisa mendapatkan jodoh dengan cepat. Sebab, memperbaiki sholat artinya memperbaiki hidup kamu.

    Jodoh atau pasangan hidup bisa melengkapi kekurangan atau menyempurnakan dalam hidup kamu.

    6. Bertawakal, berserah dan muhasabah diri

    Jodoh termasuk takdir manusia. Segala sesuatu yang berhubungan dengan takdir, seperti hidup, mati, jodoh dan rezeki semuanya ada di tangan Allah SWT. Dan itu semua di luar kuasa manusia.

    Bahkan, sebelum kamu lahir, Allah SWT sudah menyiapkan jodoh kamu seperti apa. Meskipun begitu, kamu tetap berusaha untuk mencari jodoh, dengan cara berdoa dan ikhtiar.

    Selain itu, kamu juga perlu muhasabah diri sambil mencari jodoh. Sebab, jodoh merupakan cerminan diri sendiri, seperti yang tercantum di dalam surat An-Nur ayat 26, yang artinya sebagai berikut: “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS. An-Nur: 26).

    Dalam upaya untuk menjalani perjalanan hidup yang penuh makna dan bermakna, doa dan amalan yang kita lakukan memiliki peranan yang sangat penting.

    Mencari jodoh adalah salah satu perjalanan yang tak selalu mudah, namun tetap merupakan bagian dari rencana yang lebih besar yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

    Dalam menghadapi keterbatasan dan tantangan, kita tidak perlu terjebak dalam kekhawatiran atau keputusasaan.

    Sebagai muslim, kita diingatkan untuk selalu bergantung pada-Nya dalam segala hal. Meskipun doa-doa dan amalan yang kita lakukan bukan jaminan pasti untuk bertemu dengan jodoh, namun ia adalah bentuk usaha dan tanda tulusnya kita kepada Sang Pencipta.

    Jangan lupa bahwa jalan menuju jodoh yang tepat juga berjalan seiring dengan pembentukan diri yang lebih baik.

    Oleh karena itu, mari kita terus doa meminta jodoh dan memohon kepada Allah SWT agar memberikan yang terbaik dalam hidup ini, sambil tetap menjaga hati dan perbuatan sesuai dengan ajaran-Nya.

    Semua ini adalah langkah-langkah menuju perjumpaan dengan jodoh yang diridhai, dalam ketundukan penuh kepada kehendak-Nya.

  • Infak dan Sedekah: Pengertian dan Perbedaan Keduanya

    Infak dan Sedekah: Pengertian dan Perbedaan Keduanya

    Infak dan sedekah adalah dua istilah yang sering kita dengar dalam konteks ibadah sosial dalam Islam. Kedua istilah ini memiliki makna dan hukum yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama bermanfaat untuk kemaslahatan umat.

    Lantas, apa sebenarnya pengertian dan perbedaan infak dan sedekah?

    Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak artikel di bawah ini sampai habis!

    Pengertian Infak

    Menurut bahasa, infak berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan atau membelanjakan harta. 

    Menurut terminologi syariat, infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan oleh agama Islam.

    3 Karakteristik Infak

    Infak termasuk dalam cakupan ibadah infak, yang juga mencakup zakat dan sedekah. Namun, infak memiliki karakteristik tersendiri, yaitu:

    • Infak hanya berupa harta atau materi saja, tidak termasuk tindakan non-materi seperti menolong, tersenyum, atau berdoa.
    • Infak hanya dapat diberikan kepada manusia saja, tidak termasuk hewan, tumbuhan, atau benda mati.
    • Infak memiliki hukum fardhu kifayah, yaitu wajib bagi sebagian orang yang mampu, dan gugur bagi orang lain jika sudah ada yang melaksanakannya.

    Baca juga: 10+ Hadits tentang Toleransi dalam Islam dan Ayatnya dalam Al Quran

    Dasar Hukum Infak

    Infak juga memiliki dasar hukum dari Al-Quran dan hadis, di antaranya adalah:

    1. Surat Al-Baqarah ayat 267

    Artnya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al-Baqarah: 267).

    2. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim

    Artinya:  “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap pagi ada dua malaikat turun. Salah satunya berkata: ‘Ya Allah berikanlah ganti kepada orang-orang yang menafkahkan hartanya.’ Sedangkan malaikat yang lain berkata: ‘Ya Allah binasakanlah harta orang-orang yang kikir.’”  (HR. Bukhari dan Muslim).

    5 Manfaat Infak

    Manfaat infak adalah sebagai berikut:

    1. Infak dapat Menyucikan Harta dan Jiwa dari Sifat Kikir, Bakhil, dan Tamak

     Allah SWT berfirman:

    Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS At-Taubah: 103) .

    • Infak dapat Menambah Berkah dan Melipatgandakan Pahala

    Allah SWT berfirman:

    Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS Al-Baqarah: 261).

    • Infak dapat Menolak Bala, Musibah, dan Penyakit

    Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Bersihkanlah harta kalian dengan zakat, sembuhkanlah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah, dan hadapilah bala dengan banyak berdoa.” (HR Muslim).

    • Infak dapat Menghapus Dosa dan Meningkatkan Derajat di Sisi Allah SWT

    Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Sesungguhnya sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi).

    • Infak dapat Mendapatkan Balasan Surga di Akhirat

    Allah SWT berfirman:

    Artinya: “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Rabb mereka, mendirikan shalat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan dan menolak kejahatan dengan kebaikan; mereka itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), yaitu surga Adn yang mereka masuki bersama orang-orang yang saleh dari bapak-bapak, istri-istri dan keturunan mereka; sedang para malaikat masuk kepada mereka dari tiap pintu.” (QS Ar-Ra’d: 22-23).

    Pengertian Sedekah

    Menurut bahasa, sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar atau jujur. Menurut terminologi syariat, sedekah berarti ibadah sosial yang dilakukan suka rela, baik itu pemberian berupa materi atau non-materi, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    3 Karakteristik Sedekah

    Sedekah juga termasuk dalam cakupan ibadah infak, namun memiliki karakteristik tersendiri, yaitu:

    • Sedekah bisa berupa harta atau materi, seperti uang, barang, makanan, atau pakaian. Sedekah juga bisa berupa non-materi, seperti tindakan menolong, tersenyum, memberi salam, mengajari ilmu, atau berdoa.
    • Sedekah bisa diberikan kepada siapa saja, baik manusia maupun makhluk lain seperti hewan atau tumbuhan. Sedekah juga bisa diberikan kepada benda mati seperti masjid atau mushola.
    • Sedekah memiliki hukum sunnah muakkadah, yaitu dianjurkan dengan sangat oleh Rasulullah SAW dan dilakukan secara terus-menerus oleh Beliau.

    Dasar Hukum Sedekah

    Sedekah juga memiliki dasar hukum dari Al-Quran dan hadis, di antaranya adalah:

    • Surat Al-Baqarah ayat 261

    Artinya: “Perumpamaan (nafkah) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261).

    • Hadis riwayat Muslim:

    Artinya: “Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersihkanlah harta kalian dengan zakat, sembuhkanlah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah, dan hadapilah bala dengan banyak berdoa.” (HR. Muslim).

    3 Jenis Sedekah

    Berdasarkan berbagai sumber, ada beberapa jenis sedekah yang paling utama, yaitu:

    • Sedekah khofiyyah, yaitu sedekah yang dilakukan secara tersembunyi, ikhlas, dan semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
    • Sedekah dalam keadaan sehat dan kuat, yaitu sedekah yang diberikan ketika masih memiliki kesempatan dan kemampuan untuk bersedekah, bukan ketika sakit atau dalam bentuk wasiat.
    • Sedekah dengan berbagai macam bentuk, seperti senyum, nasihat, doa, ilmu, bantuan, maaf, hormat, dan lain-lain.

    Perbedaan Infak dan Sedekah

    Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui beberapa perbedaan antara infak dan sedekah, yaitu:

    • Infak hanya berupa harta atau materi, sedangkan sedekah bisa berupa harta atau non-materi.
    • Infak hanya dapat diberikan kepada manusia, sedangkan sedekah bisa diberikan kepada siapa saja.
    • Infak memiliki hukum fardhu kifayah, sedangkan sedekah memiliki hukum sunnah muakkadah.

    Persamaan Infak dan Sedekah

    Selain perbedaan, infak dan sedekah juga memiliki beberapa persamaan, yaitu:

    • Keduanya termasuk dalam cakupan ibadah infak, yaitu mengeluarkan sebagian dari harta atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan oleh agama Islam.
    • Keduanya merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, yang telah memberikan contoh dan anjuran tentang infak dan sedekah.
    • Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan harta dan jiwa, menolak bala, menghapus dosa, dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
    • Keduanya memiliki manfaat yang sama, yaitu menambah berkah, melapangkan rezeki, mempererat ukhuwah, membantu orang yang membutuhkan, dan meningkatkan kesejahteraan umat.

    Kesimpulan

    Meskipun berbeda, infak dan sedekah sama-sama memiliki keutamaan dan manfaat yang besar bagi orang yang melakukannya.

    Infak dan sedekah dapat membersihkan harta, menyucikan jiwa, mendatangkan berkah, menolak bala, menghapus dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  • Cara Menjamak Sholat Maghrib di Waktu Isya (Jamak Takhir)

    Cara Menjamak Sholat Maghrib di Waktu Isya (Jamak Takhir)

    Cara menjamak sholat Maghrib di waktu Isya adalah sesuatu hal yang harus diketahui dan dipelajari oleh setiap muslim di seluruh dunia.

    Pasalnya, setiap muslim pasti setidaknya pernah merasakan perjalanan jauh atau berada di dalam kondisi bahaya sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan ibadah sholat.

    Untuk itu, Allah memberikan kemudahan kepada umat-Nya untuk melakukan ibadah sholat di saat seperti itu dengan cara dijamak atau digabungkan. Salah satu sholat jamak yang sering ditanyakan adalah cara menjamak sholat Magrib di waktu Isya.

    Nah, pada artikel berikut ini akan menjelaskan seputar sholat jamak Maghrib di waktu Isya beserta tata caranya!

    Pengertian Sholat Jamak

    Sebelum kamu mengetahui cara menjamak sholat Maghrib di waktu Isya, ada baiknya untuk mengenal sholat Jamak dan jenis-jenisnya terlebih dahulu supaya tidak bingung.

    Arti dari sholat jamak dari segi bahasa adalah mengumpulkan. Sedangkan secara harfiah, sholat jamak adalah mengumpulkan dua sholat wajib yang dikerjakan dalam satu waktu.

    Seperti menggabungkan sholat Dzuhur dan Ashar yang dikerjakan pada waktu sholat Dzuhur atau Ashar. Dan bisa juga menggabungkan sholat Maghrib dan Isya yang dikerjakan pada waktu sholat Maghrib atau Isya.

    Sedangkan khusus untuk sholat Subuh tetap pada waktunya dan tidak boleh digabungkan dengan sholat wajib lainnya.

    Hal tersebut disebut dengan rukhshah (keringanan) dari Allah kepada umat-Nya untuk melaksanakan sholat dalam keadaan tertentu. Sholat jamak hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan untuk orang yang sudah memenuhi syarat.

    Baca juga: Tata Cara Wudhu yang Benar: Niat Hingga Doa Sesudah Wudhu

    Dalil Sholat Jamak

    Setelah mengetahui pengertian sholat jamak, kamu juga wajib mengetahui dalilnya terlebih dahulu supaya umat Islam tidak ada lagi alasan meninggalkan sholat fardhu. Kecuali untuk wanita yang sedang menstruasi atau nifas.

    1. QS. Al-Baqarah 286

    لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

    Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu’ākhiżnā in nasīnā au akhṭa’nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa‘fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).

    Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

    2. Hadits Riwayat Ibnu Umar

    “Dari Anas ra, ia berkata, ‘Apabila Rasulullah SAW berangkat menuju perjalanan sebelum tergelincir matahari, beliau akhirkan shalat dzhuhur ke waktu ‘ashar. Kemudian beliau berhenti untuk menjamak shalat keduanya. Dan jika matahari tergelincir sebelum ia berangkat, maka beliau shalat Zhuhur terlebih dahlu kemudian naik kendaraan.” (HR. Bukhari).

    3. Hadits Riwayat Abu Daud

    “Dari Muadz bin Jabal, bahwasannya Nabi SAW dalam perang tabuk, apabila beliau berangkat sebelum tergelincir matahari, beliau menta’khirkan shalat Zhuhur hingga beliau kumpulkan dengan shalat Ashar, beliau gabungkan keduanya (Zhuhur dan Ashar) waktu Ashar, dan apabila berangkat sesudah tergelincir matahari, beliau kerjakan shalat Zhuhur dan Ashar sekaligus, kemudian beliau berjalan. Dan apabila beliau berangkat sebelum Maghrib, beliau menta’khirkan Maghrib hingga beliau melakukan shalat Maghrib beserta Isya’ dan apabila beliau berangkat sesudah waktu Maghrib beliau segerakan shalat Isya’ dan beliau menggabungkan shalat Isya’ bersama Maghrib.” (HR. Abu Daud).

    Jenis Sholat Jamak

    Menjamak Sholat tentu tidak bisa sembarangan, berikut adalah jenis sholat Jamak sesuai Fiqih.

    1. Jamak Taqdim

    Jamak taqdim adalah mengumpulkan dua sholat wajib yang dikerjakan pada waktu sholat awal atau pertama. Contoh dari jamak taqdim adalah sebagai berikut:

    • Menggabungkan sholat Dzuhur dan Ashar yang dikerjakan pada waktu sholat Dzuhur.
    • Menggabungkan sholat Maghrib dan Isya yang dikerjakan pada waktu sholat Maghrib.

    2. Jamak Takhir

    Jamak takhir adalah mengumpulkan dua sholat wajib yang dikerjakan pada waktu sholat kedua atau terakhir. Contoh dari jamak takhir adalah sebagai berikut:

    • Menggabungkan sholat Dzuhur dan Ashar yang dikerjakan pada waktu sholat Ashar.
    • Menggabungkan sholat Maghrib dan Isya yang dikerjakan pada waktu sholat Isya.

    Yang mana pada artikel berikut ini akan membahas cara menjamak sholat Maghrib di waktu Isya.

    3. Jamak Qasar

    Jamak Qasar adalah mengumpulkan dua sholat, dan meringkas Sholat yang rakaatnya berjumlah 4.

    Adapun yang dimaksud dengan Shalat Qasar ialah shalat yang diringkas. Artinya, shalat fardu yang empat raka’at, diringkas menjasi dua raka’at. Shalat yang dapat diqasar yaitu shalat dzuhur, ashar dan Isya. Sedangkan shalat subuh dan maghrib tidak boleh di qasar.

    Dasar dalilnya yakni Al-Quran Surat Nisa ayat 101.

    Artinya: Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu meng-qasar salat, jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

    Baca juga: Jazakumullah Khairan Katsiran, Arti dan Cara Menjawabnya

    Syarat Sholat Jamak Maghrib dan Isya di Waktu Isya

    1. Menempuh perjalanan jauh

    Syarat pertama untuk bisa menjamak sholat adalah harus dalam keadaan menempuh perjalanan jauh. Namun, tidak setiap perjalanan yang ditempuh bisa melaksanakan sholat jamak karena ada beberapa ketentuan tertentu yang akan dijabarkan sebagai berikut:

    • Melakukan perjalanan jauh bukan untuk hal-hal maksiat. Seperti perjalanan mudik atau travelling.
    • Jarak minimal perjalanan harus mencapai farsakh atau sekitar 60 km, 80 km, 88 km atau 94,5 km menurut beberapa pendapat para ulama.
    • Melaksanakan sholat jamak saat masih berada di dalam perjalanan.
    • Melaksanakan sholat jamak setelah keluar dari batas desa.
    • Melaksanakan sholat jamak tidak boleh makmum dengan orang yang mukim.

    2. Berada di dalam kondisi berbahaya

    Syarat yang terakhir adalah jika kamu berada di dalam kondisi bahaya sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan ibadah sholat wajib, seperti:

    • Bencana alam.
    • Saat perang.
    • Dan lain-lain.

    Tata Cara Menjamak Sholat Maghrib di Waktu Isya

    Tata cara menjamak sholat Maghrib di waktu Isya dengan jamak Takhir ternyata cukup mudah untuk diikuti, berikut adalah ururan dan caranya:

    1. Membaca niat menjamak sholat Maghrib dan Isya menggunakan jamak takhir.

    أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالعِشَاءِ جَمْعَ تأخِيْرٍلِلهِ تَعَالَى  

    Usholli fardhol maghribi tsalasa roka’atin majmu’an bil’isya-i jam’a takhirin lillahi ta’alaa.

    Artinya: “Saya niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat dijamak bersama Isya dengan jamak takhir karena Allah Ta’ala.”

    2. Mengerjakan sholat Maghrib secara lengkap tiga rakaat yaitu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

    3. Berdiri lagi dan membaca niat sholat yang kedua yaitu Isya.

    Usholli fardhol ‘isya-i arba’a roka’atin majmu’an bil maghribi jam’a takhirin lillahi ta’alaa.

    Artinya: “Saya niat sholat fardlu Isya empat rakaat dijamak bersama sholat Maghrib dengan jamak takhir karena Allah Ta’ala.”

    4. Mengerjakan sholat Isya secara lengkap empat rakaat yaitu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

    Sesungguhnya bersama kesulitan, selalu ada kemudahan. Dalam surah Al-Insyrah Allah SWT telah menjamin hal tersebut.

    Bahkan dalam sholat sekalipun masih ada kemudahan ketika ada kesulitan yang menjadi sebab dibolehkannya. Salah satunya adalah cara menjamak sholat Maghrib di waktu Isya.

  • Hukum Bertato dalam Islam, dan Hikmah Dilarangnya Bertato!

    Hukum Bertato dalam Islam, dan Hikmah Dilarangnya Bertato!

    Salah satu hal yang sering diperbincangkan oleh sebagian umat Muslim adalah hukum bertato dalam Islam. Pasalnya, bertato sudah menjadi hal lumrah di kalangan pria maupun wanita. Terutama anak-anak muda.

    Banyak anak muda yang memasang tato di tubuh mereka supaya terlihat keren dan tidak ketinggalan zaman.

    Namun, bagaimana hukum bertato dalam Islam? Apakah diperbolehkan atau dilarang? Apa dalilnya dari Al-Qur’an dan hadits? Berikut ini adalah penjelasan dan dalilnya:

    Mengenal Tato atau Rajah

    Bertato adalah sebuah praktik membuat gambar atau lukisan pada kulit tubuh dengan cara menusuki kulit dengan jarum halus dan memasukkan zat warna ke dalam bekas tusukan itu.

    Gambar tato ini biasanya berupa hiasan, simbol, tulisan, atau gambaran sesuatu yang disukai oleh orang yang membuatnya.

    Hukum Bertato dalam Islam

    Hukum bertato dalam Islam adalah haram. Hal ini berdasarkan sejumlah hadis shahih yang melaknat orang yang membuat tato atau orang yang meminta ditato. Salah satu hadisnya adalah riwayat Ibnu Umar RA, Ia berkata:

    Artinya: “Rasulullah SAW melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang meminta rambut disambung, orang yang membuat tato, dan orang yang minta ditato.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Sebagian ulama Malikiyah dan Syafi’iyah memasukkan tato sebagai dosa besar yang pelakunya dilaknat oleh Allah.

    4 Hikmah Dilarangnya Bertato dalam Islam

    1. Bertato Termasuk Perbuatan Mengubah Ciptaan Allah

    Allah SWT berfirman:

    لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

    Bacaan Latin: Laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm.

    Artinya:  “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia menurut bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4).

    Allah juga berfirman:

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِٱلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُۥٓ ۚ أَلَيْسَ فِى

    جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكَٰفِرِينَ

    Bacaan latin: Wa man aẓlamu mim maniftarā ‘alallāhi każiban au każżaba bil-ḥaqqi lammā jā`ah, a laisa fī jahannama maṡwal lil-kāfirīn.

    Artinya: “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan kebenaran (Al-Qur’an) ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam ada tempat bagi orang-orang kafir?” (QS. Al-Ankabut: 68). 

    Dari ayat-ayat di atas, dapat dipahami bahwa manusia tidak boleh mengubah bentuk tubuhnya yang telah diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baiknya, kecuali ada alasan syar’i seperti khitan, operasi medis, atau perbaikan cacat tubuh.

    Baca juga: Pembagian Warisan dalam Islam: Tata Cara, Syarat, dan Ketentuannya

    2. Bertato dapat Menghalangi Air Bersuci

    Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah RA. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak menerima shalat seseorang di antara kalian jika ia berhadas, sehingga ia berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga bersabda:

    Artinya: “Tidak sah shalat seseorang jika ia tidak berwudhu.” (HR. Ahmad).

    Dari dua hadis di atas, dapat dipahami bahwa wudhu adalah syarat sah shalat. Salah satu rukun wudhu adalah membasuh seluruh anggota wudhu dengan air suci.

    Namun, jika ada tato pada kulit, maka air tidak akan sampai ke kulit dan wudhu tidak sah.

    3. Bertato dapat Menimbulkan Kerusakan pada Tubuh dan Kesehatan

    Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:

    وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ

    يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Bacaan latin: Wa anfiqụ fī sabīlillāhi wa lā tulqụ bi`aidīkum ilat-tahlukati wa aḥsinụ, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn.

    Artinya: Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Baqarah: 195).

    Dalam ayat di atas, Allah melarang manusia untuk melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri atau orang lain. Bertato dapat merugikan diri sendiri karena dapat menyebabkan infeksi kulit, alergi, kanker kulit, atau penyakit lainnya.

    Bertato juga dapat merugikan orang lain karena dapat menimbulkan kesan buruk, menyesatkan, atau menipu.

    4. Bertato Merupakan Perbuatan yang Melanggar Sunnah Rasulullah SAW

    Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Umar RA, Ia berkata:

    Artinya: “Rasulullah SAW melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang meminta rambut disambung, orang yang membuat tato, dan orang yang minta ditato.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

    Hadis di atas menunjukkan bahwa bertato termasuk dosa besar yang pelakunya dilaknat oleh Allah SWT.

    Bagaimana Hukum Menghapus Tato dalam Islam?

    Hukum menghapus tato dalam Islam adalah wajib jika bisa dilakukan tanpa menyakiti tubuh. Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah RA. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa yang melakukan perbuatan dosa, maka hendaklah ia bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya. Jika ia melakukan lagi, maka hendaklah ia bertaubat lagi dan memohon ampun lagi. Jika ia melakukan lagi, maka hendaklah ia bertaubat lagi dan memohon ampun lagi.” (HR. Muslim).

    Dari hadis ini, dapat dipahami bahwa orang yang telah bertato harus bertaubat kepada Allah dan berusaha menghapus tato yang ada pada tubuhnya jika bisa dilakukan tanpa menyakiti tubuh.

    Namun, jika menghapus tato dengan cara menyakiti tubuh, seperti dengan besi panas atau cairan kimia, maka hal itu tidak dianjurkan karena termasuk perbuatan yang merusak tubuh.

    Bagaimana Cara Bertaubat dari Perbuatan Bertato?

    Apabila kamu terlanjur memasang tato di tubuhmu, berikut cara bertaubatnya:

    1. Mengakui Dosa

    Langkah yang pertama adalah kamu harus menyadari bahwa bertato adalah dosa besar yang melanggar perintah Allah dan mengubah ciptaan-Nya tanpa alasan syar’i.

    Di sini, kamu perlu mengucapkan syahadat dan memohon ampun kepada Allah atas dosa yang telah Anda lakukan.

    2. Menyesali Perbuatan

    Kedua, kamu perlu menyesali perbuatanmu dengan hati yang ikhlas dan bersungguh-sungguh. Jika ingin lebih afdhal, kamu harus merasa malu dan menangis di hadapan Allah karena telah menyakiti-Nya dengan bertato.

    3. Menghapus Tato

    Tak hanya bertaubat di hadapan Allah saja, melainkan kamu juga harus berusaha menghapus tato yang ada di tubuhmu. Jika memungkinkan,kamu dapat mencari bantuan dokter atau ahli kecantikan untuk menghilangkan tato dengan cara yang aman dan tidak membahayakan tubuhmu. 

    Jika menghapus tato dengan cara yang menyakiti tubuh, seperti dengan besi panas atau cairan kimia, maka hal itu tidak dianjurkan karena termasuk perbuatan yang merusak tubuh.

    4. Berjanji untuk Tidak Mengulangi Perbuatan Bertato

    Kamu harus berjanji kepada Allah dan kepada diri sendiri bahwa kamu tidak akan mengulangi perbuatan bertato lagi di masa depan.

    Kamu juga perlu menjaga janji dengan Allah SWT dengan teguh dan tidak tergoda oleh godaan syaitan atau pengaruh lingkungan.

    5. Mengubah Gaya Hidup

    Terakhir, ubahlah gaya hidup kamu dengan menjauhi segala hal yang dapat merusak tubuh dan jiwamu.

    Seperti, meningkatkan ibadah dan kebaikan dalam keseharian kamu, membaca Al-Qur’an, shalat, puasa, zakat, haji, dan berbuat baik kepada sesama manusia.

    Hingga pada tahap ini kamu sudah tahu apa hukum bertato dalam Islam. Perbuatan ini salah satu perbuatan yang dilarang dalam Islam, sebaiknya hindari dan jika sudah terlanjur, boleh menghapusnya atau membiarkannya saja.

  • Tata Cara Sholat Istikharah: Niat, Doa, dan Waktu Mustajab

    Tata Cara Sholat Istikharah: Niat, Doa, dan Waktu Mustajab

    Sholat istikharah adalah salah satu sholat Sunnah untuk meminta petunjuk dari Allah SWT., biasanya ketika hendak memutuskan pilihan yang sulit untuk diputuskan sendiri.

    Ketika umat muslim sedang dilanda keraguan tentang suatu hal, mereka bisa menjalankan sholat istikharah supaya dapat memantapkan pilihan.

    Pada artikel berikut ini akan membahas tentang tata cara sholat istikharah secara mendalam, jadi jangan sampai terlewat ya!

    Tata Cara Sholat Istikharah

    Mengerjakan sholat istikharah sama seperti sholat Sunnah lainnya, yaitu dikerjakan sebanyak dua rakaat dan satu salam.

    1. Berwudhu

    Sebelum melaksanakan sholat, umat muslim harus dalam keadaan suci dengan cara berwudhu.

    2. Menghadap kiblat

    Setelah berwudhu, saat hendak melaksanakan sholat dianjurkan menghadap kiblat. Sebab, kalau tidak menghadap kiblat, maka sholat tersbeut tidak dianggap sah.

    3. Niat Sholat Istikharah

    Niat Sholat Istikharah

    Mengucapkan niat saat sholat menjadi salah satu hal krusial di dalam sholat. Hal tersebut dikarenakan niat menjadi pembeda antara aktivitas biasa dan ibadah.

    Membaca niat dapat diartikan kita bersungguh dalam melakukan segala sesuatu. Untuk itu, jangan sampai terlewat mengucapkan niat ketika sedang melaksanakan sholat.

    Niat sholat istikharah diucapkan sebelum takbir dan dianjurkan untuk dilafalkan di dalam hati. Berikut bacaan niat sholat Istikharah beserta artinya:

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Latin: Ushollii sunnatal istikharati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

    Artinya: “Saya niat sholat istikharah dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”

    Baca juga: Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh dan Tata Caranya (Qobliyah Subuh)

    4. Takbiratul ihram

    Takbiratul ihram yaitu mengangkat kedua belah tangan tepat ke samping telinga sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.

    5. Membaca doa iftitah dan surat Al-Fatihah

    Setelah mengangkat kedua belah tangan, tata cara selanjutnya yaitu sikap bersedekap atau menumpangkan kedua tangan di atas dada sambil membaca doa iftitah. Kemudian, dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.

    6. Membaca surat-surat

    Saat melaksanakan sholat istikharah, para ulama menganjurkan membaca surat Al-Kafirun di rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

    7. Rukuk dan tuma’ninah

    Rukuk merupakan salah satu posisi sholat di mana badan sedang membungkuk dan meletakkan kedua telapak tangan di kedua lutut kaki sambil merenggangkan jari-jari tangan. Rukuk harus dilaksanakan secara tuma’ninah.

    Tuma’ninah adalah kondisi tenang yang mana setiap persendian pada tubuh manusia juga tenang.

    Beriku bacaan rukuk dan artinya:

    الْعَظِيمِ رَبِّىَ سُبْحَانَ

    Latin: Subhaana rabbiyal ‘adzimii wabihamdih (diucapkan sebanyak tiga kali)

    Artinya: “Maha Suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.”

    8. I’tidal dan tuma’ninah

    I’tidal merupakan salah satu posisi sholat di mana badan sedang berdiri tegak, setelah bangun dari rukuk dengan tuma’ninah.

    Di bawah ini adalah bacaan dari rukuk ke I’tidal:

     حَمِدَهُ لِمَنْ اللَّهُ سَمِع

    Latin: Sami’allaahu liman hamidah.

    Artinya: “Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya.”

    Berikut ini merupakan bacaan I’tidal beserta artinya:

     بَعْدُ شَيْءٍ مِنْ شِئْتَ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ السَّمَوَاتِ مِلْءَ الْحَمْدُ لَكَ رَبَّنَا

    Latin: Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du.

    Artinya: Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.”

    Baca juga: 13 Rukun Sholat Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

    9. Sujud pertama dengan tuma’ninah

    Cara melakukan sujud ialah dengan menempelkan sebagian dahi, kedua lutut, kedua tangan dan kedua ujung telapak kaki di lantai.

    Dalam sujud harus memerhatikan 7 bagian anggota badan, diantaranya adalah:

    • Telapak tangan kanan dan kiri
    • Lutut kanan dan kiri
    • Ujung kaki kanan dan kiri
    • Dahi dan hidung.

    Berikut ini merupakan pelafalan bacaan sujud dan artinya:

     وَبِحَمْدِهِ الْأَعْلَى رَبِّىَ سُبْحَانَ

    Latin: Subhanaa rabbiyal a’la wabihamdih. (Diucapkan sebanyak tiga kali).

    Artinya: “Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.”

    10.  Duduk di antara dua sujud

    Duduk di antara dua sujud ialah salah satu posisi sholat dengan cara bangun dari rukuk sambil takbiratul ihram, lalu duduk iftirasy atau duduk tasyahud awal.

    Bacaan duduk di antar dua sujud adalah sebagai berikut:

     وَارْفَعْنِ وَارْزُقْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْحَمْنِى لِى اغْفِرْ رَبِّ

    Latin: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu’annii.

    Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

    11. Sujud kedua dengan tuma’ninah

    Tata cara dan pelafalannya sama dengan sujud pertama.

    12. Berdiri lagi untuk rakaat kedua

    Bangun dari sujud untuk melaksanakan rakaat kedua dengan cara mengulangi step 4 – 11.

    13. Duduk tasyahud akhir

    Setelah sujud kedua di rakaat kedua, langsung duduk tasyahud akhir karena sholat istikharah hanya dua rakaat, jadi tidak ada tasyahud akhir.

    Berikut ini adalah bacaan tasyahud awal dan artinya:

    اللَّهِ وَرَحْمَةُ النَّبِىُّ أَيُّهَا عَلَيْكَ السَّلاَمُ لِلَّهِ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ الْمُبَارَكَاتُ التَّحِيَّاتُ

    وَأَشْهَدُ اللَّهُ إِلاَّ إِلَهَ لاَ أَنْ أَشْهَدُ الصَّالِحِينَ اللَّهِ عِبَادِ وَعَلَى عَلَيْنَا السَّلاَمُ وَبَرَكَاتُهُ

     مُحَمَّدٍ عَلىَ صَلِّ للَّهُمَّ  . اللَّهِاَ رَسُولُ مُحَمَّدًا أَنَّ

    Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad.

    Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

    14. Salam

    Tutup dengan dua salam seperti sholat fardu biasanya. Awali dari salam kanan lanjut salam sambil menoleh ke arah kiri.

    15. Membaca doa setelah sholat istikharah

    Setelah sholat istikharah kita disarankan untuk memanjatkan doa supaya diberi petunjuk atas pilihan-pilihan yang membuat kita ragu dan meminta-Nya untuk memantapkan hati kita terhadap pilihan tersebut.

    16. Dianjurkan untuk melaksanakan sholat witir

    Meskipun tidak wajib, namun kita dianjurkan untuk melakukan sholat witir tiga rakaat setelah sholat istikharah.

    Berikut pelafalan niat sholat witir:

     تَعَالَ لِلهِ أَدَاءً الْقِبْلَةِ مُسْتَقْبِلَ رَكْعَاتٍ ثَلَاثَ الْوِتْرِ سُنَّةَ اُصَلِّى

    Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka’âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta’âlâ.

    Artinya: “Aku menyengaja sholat sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

    Doa Setelah Sholat Istikharah

    Karena sholat istikharah adalah sholat untuk meminta petunjuk, ada baiknya kita memanjatkan doa setelah sholat sekaligus untuk melengkapi ibadah Sunnah.

    Berikut doa sholat istikharah:

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا اْلأَمْرَ …. خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

    Latin: Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku.”

    Waktu Terbaik Saat Sholat Istikharah

    • Sepertiga malam pertama yang dimulai dari pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB.
    • Seperti malam kedua yang dimulai dari pukul 22.00 WIB sampai 01.00 WIB.
    • Sepertiga malam terakhir yang dimulai dari pukul 01.00 WIB sampai 04.00 WIB.

    Dengan melaksanakan sholat istikharah, umat muslim dapat meminta petunjuk dari Allah SWT. agar memperoleh pilihan yang terbaik dalam kehidupan mereka.

    Sholat istikharah ini dilakukan dengan mengikuti tata cara yang telah dijelaskan di dalam artikel ini. Sebagai sebuah ibadah sunnah, sholat istikharah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dilandasi oleh niat yang tulus.

    Dalam proses sholat istikharah, umat muslim diminta untuk merenungkan dan memohon petunjuk kepada Allah SWT. mengenai suatu hal yang membuat mereka bimbang.

    Dengan memanjatkan doa setelah sholat, umat muslim juga menyampaikan harapan agar Allah memberi petunjuk dan memantapkan hati mereka terhadap pilihan yang dipilih.

    Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat istikharah adalah pada sepertiga malam pertama, malam kedua, atau sepertiga malam terakhir.

    Pada waktu-waktu tersebut, ibadah sholat istikharah akan lebih bermakna dan dapat membawa kedekatan kepada Allah.

    Dalam menjalankan sholat istikharah, penting bagi umat muslim untuk mengikuti tata cara dengan baik dan benar.

    Semoga dengan menjalankan sholat istikharah secara ikhlas, umat muslim akan diberi petunjuk dan keputusan terbaik dari Allah SWT. Amin.

  • Bacaan Doa Kanzul Arsy Arab Latin Lengkap dengan Artinya

    Bacaan Doa Kanzul Arsy Arab Latin Lengkap dengan Artinya

    Tidak banyak yang tahu mengenai bacaan doa Kanzul Arsy. Sebab biasanya doa ini diajarkan dalam lingkungan pondok pesantren.

    Untuk kamu yang ingin mengamalkan Doa ini, berikut adalah bacaan doanya lengkap dengan bacaan latin, arab, dan artinya.

    Doa kanzul arsy merupakan salah satu yang diyakini memiliki banyak keutamaan dan sering diibaratkan sebagai penerang yang cahayanya menjadi petunjuk.

    Doa ini diperkenalkan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seorang ulama sufi terkemuka di abad ke-12. Doa Kanzul Arsy dikenal sebagai doa yang sangat kuat dan bermanfaat untuk mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari segala macam bahaya.

    Bacaan Doa Kanzul Arsy

    Doa Kanzul Arsy mengandung dzikir dan tasbih kepada Allah SWT, permohonan ampunan dan rahmat Allah SWT, serta permohonan perlindungan dari segala macam bahaya.

    اَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلَملِكِ الْقُدُّوْسِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَزِيْزِ الْجَبَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّءُوْفِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الغَفُوْرِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَرِيْمِ الْحَكِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَوِيِّ اْلوَفِيّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اللَّطِيْفِ الْخَبِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّمَدِ الْمَعْبُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَفُوْرِ الْوَدُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَكِيْلِ الْكَفِيْلِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّقِيْبِ الْحَفِيْظِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الدَّائِمِ الْقَائِمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمُحْيِ الْمُمِيْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ الْبَارِئِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَاحِدِ اْلاَحَدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمُئْومِنِ الْمُهَيْمِنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَبِيْبِ الشَّهِيْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَلِيْمِ الْكَرِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْاول القديم، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْاَوَّلِ الْاَخِرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الظَّاهِرِ الْبَاطِنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَبِيْرِ الْمُتَعَالِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَاضَىِّ الْحَاجَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ اْلعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّي الْاَعْلَى، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْبُرْهَانِ السُّلْطَانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَّمِيْعِ الْبَصِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيْمِ الْحَكِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ الْغَفَّارش، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ الدَيَّانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَبِيْرِ الْاَكْبَرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيْمِ الْعَلَّامِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الشَّافِى الْكَافِي، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَظِيْمِ الْبَاقِيّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّمَدِ الْاَحَدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ الْاَرْضِ وَالسَّمَوَتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ خَالِقِ الْمَخْلُوْقَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ مَنْ خَلَقَ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ الرّاَزِقِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْفَتَّاحِ الْعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَزِيْزِ الْغَنِيِّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَفُوْرِ الشَّكُوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلعَظِيْمِ اْلعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى اْلعِزَّةِ وَاْلعَظَمَةِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِي الْهَيْبَةِ وَاْلقُدْرَةِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكِبْرِيَاءِ وَالْجَبَرُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ اْلعَظْيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَالِمِ الْغَيْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَمِيْدِ الْمَجِيْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَكِيْمِ اْلقَدِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَادِرِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلَّامِ السَّلَامِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ النَّصِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَرِيْبِ الْحَسَنَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَلِيِّ الْحَسَنَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّبُوْرِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ النُّوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلغَنِيِّ الْمُعْجِزِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْفَاضِلِ الشَّكُوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الْقَدِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْجَلَالِ الْمُبِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِصِ الْمُخْلِصِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّادِقِ اْلوَعْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى اْلقُوَّةِ الْمَتِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلقَوِيِّ الْعَزِيْزِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَايَمُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلعَلَّامِ الْغُيُوْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ اْلعُيُوْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْغُفْرَانِ الْمُسْتَعَانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحِيْمِ الْغَفَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلَعَزِيْزِ الْوَهَّابِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَادِرِ الْمُقْتَدِرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْغُفْرَانِ الْحَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الملك، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ البارئ المصور، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ العزيز الجبار، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الجبار الْمُتَكَبِّرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلقُدُّوْسِ السُبُّوْحِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ الْمَلِائِكَةِ وَالرُّوْحِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْاَلَاءِ وَالنَّعْمَاءِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَقْصُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَنَّانِ الْمَنَّانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اَدَمُ صَفِيُّ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ نُوْحٌ نَجِيُّ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ اِبْرَاهِيْمُ خَلِيْلٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ اِسْمَاعِيْلُ ذَبِيْحُ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُوْسَى كَلِيْمُ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ دَاُوْدُ خَلِيْفَةٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ عِيْسَى رُوْحٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلٌ اللهِ، اَلَّلهُمَّ ارْحَمْنَا بِبَرْكَةِ تَوْرَاةِ مُوْسَى وَاِنْجِيْلِ عِيْسَى وَزَبُوْرِ دَاوُدَ وَفُرْقَانِ مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Bismillahirrahmaanirrahiim. Laa ilaha illa Allah, laa ilaha illa Allah, laa ilaha illa Allah al maliikul khaqqul mubiin, laa ilaha illa Allah al khakamul ‘adlul mubiin, laa ilaha illa Allah robbu abaainal awwaliin, laa ilaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadzzoolimiin.

    Laa ilaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu. Lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa khayyun daaimun laa yamuutu abada biyadihil khoir wailaihil mashir wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir. Wa bihi nasta’in wala haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim.

    Laa ilaha illa Allah syukron lini’matih, laa ilaha illa Allah iqrooron birubuubiyyatih, subhaanallahi tanziihan li’adzomatihi. As-alukallahu bikhaqqismikal maktubi ‘ala jabhati isroofiila ‘alaika yaa robbi.

    Baca juga: Pembagian Warisan dalam Islam: Tata Cara, Syarat, dan Ketentuannya

    Wa bikhaqqismikal maktuubi ‘ala kaffi ‘azroiila ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi sammayta bihi munkaron wa nakiiron alaika ya robbi.

    Wa bikhaqqis mika wa asroori ‘ibaadika alaika yaa robbi, wa bikhaqqis mikalladzi tamma bihil islaam alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi talqoohu aadamu lamma habatho minal jannati fanaa daaka falabayta du’aa ahu ‘alaika ya robbi, wa bikhaqqiis mikalladzi naa daka bihi syi’tu alaika yaa robbi.

    Wa bikhaqqis mikalladzi qowwaytu bihii khamalahul ‘arsyi alaika yaa robbi. Wa bikhaqqismikal maktuubaati fiitaurooti wal injiili wazzabuuri wal furqooni alaika yaa robbi, wa bikhaqqi asmaaika ila muntaha rohmatika ala ‘ibaadika ‘alaika yaa robbi.

    Wa bikhaqqi tamaami kalaamika ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi nadaika bihi ibroohiimu faja’altannaro ‘alaihi bardan wa salaaman ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzii naa daaka bihii ismaa’iilu fanajjaytuhu minadzabkhi ‘alaika ya robbi.

    Wa bikhaqqis mikalladzi naa daa ka bihi iskhaaqu faqodhoyta khajatahu ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naa daa ka bihi huudun alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi da’aaka bihi ya’quubu farodadta ‘alaihi bashorohu wawaladahu yuusufa ‘alaika yaa robbi.

    Wa bikhaqqis mikalladzi naadaka bihiidaawuudu faja’altahu kholiifata fil ardhi wa alanta lahul khadiida fii yadiihi ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi da’aaka bihi sulaimaanu fa’a’thoytahu mulkal ardli ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihii ayyubu fanajjaytahuminal ‘ammilladzi kaana fiihi ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka ‘isaabnu maryam faakhyaytu lahul mauta ‘alaika yaa robbi.

    Wa bikhaqqis mikalladzi naadaka bihi muusa lamma khothobaka ala thuri alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadatka bihi asiyyatumroatu fir’auna farozaqtahal jannata ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihi banuu isrooila lamma jaawazuul bahro alaika ya robbi.

    Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihil khodhiiru lamaa massya ‘alal maa i alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzii naa daaka bihi muhammaun shollallahu alaihi wasallam yaumal ghoori fanajjaytahu ‘alaika ya robbi.

    Innaka antalkariimul kabiiru. Wa khasbunallah wa ni’mal wakiilu wa laa khaula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim. Wa shollallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ala aalihi wa sohbihi wa saallam.

    Arti Doa Kanzul Arsy

    “Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah dan maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci raja maha kudus. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT, maha suci Tuhan yang maha perkasa dan maha kuasa.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengasih dan lagi maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun dan maha penyayang.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mulia dan juga maha bijaksana. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuat dan juga maha memenuhi.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha halus dan juga maha mengetahui. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang bergantung padanya segala sesuatu lagi yang disembah.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha pecinta. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penolong dan maha pelindung.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengawasi serta maha memelihara. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka suci Tuhan yang kekal dan mengurus makhluk-makhluk Nya.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menghidupkan juga mematikan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hidup dengan kekal dan terus menerus mengurus makhluk-Nya.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan dan menjadikan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha tinggi dan juga maha besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang satu dan esa.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memberi keamanan dan juga maha memelihara. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mencita dan maha menyaksikan.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyantun dan juga maha mulia. Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang pertama serta maha terdahulu. Pertama dan juga yang terakhir.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang lahir dan juga batin (nyata dan tersembunyi). Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar dan juga maha tinggi.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memenuhi seluruh keperluan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai Arsy besar.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah dan maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha tinggi.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki bukti dan juga kekuasaan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mendengarkan dan juga maha melihat.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang satu dan maha mengalahkan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui dan maha bijaksana.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi kesalahan serta maha pengampun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah dan juga maha membalas. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha agung serta maha besar.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui lagi maha memeriksa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan yang menyembuhkan lagi maha mencukupi.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi kekal. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu lagi esa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai bumi dan langit.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan pencipta semua makhluk. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan malam dan siang hari.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi yang memberi rezeki.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemberi keputusan lagi maha mengetahui.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha kaya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha mensyukuri. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi maha mengetahui.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kerajaan bumi dan langit. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki pengaruh dan kekuasaan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kekuasaan dan kebesaran.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha besar. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mengetahui hal yang gaib.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha bijaksana lagi maha terdahulu. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha menutupi.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha besar. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui lagi maha sejahtera.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menjadi raja lagi maha penolong. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha pemurah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan yang dekat kebaikan-kebaikan-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai kebaikan-kebaikan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyabar lagi maha menutupi kesalahan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan nur. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mulia lagi maha mensyukuri.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki keagungan lagi maha menerangkan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang murni lagi memurnikan.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang benar janji-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hak lagi yang menerangkan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kekuatan lagi maha kokoh. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan yang maha kuat lagi maha perkasa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hidup lagi tidak mati.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui semua yang gaib.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan yang maha menutupi semua cacat (aib). Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki ampunan lagi dimintai pertolongan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan semesta alam.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah lagi maha menutupi.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyayang lagi maha pengampun.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha pemberi karunia. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi memberi kekuasaan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki ampunan lagi maha penyantun.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki semua kerajaan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha kuasa.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Allah dari apa yang digambarkan oleh mereka (orang-orang musyrik).

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan dalam dzat dan sifat-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
    maha suci Tuhan para malaikat dan ruh.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki tanda-tanda kebesaran dan nikmat.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci raja yang menjadi tujuan.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengasih lagi maha pemberi anugerah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Adam pilihan Allah.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Nuh, orang yang diselamatkan oleh Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Ibrahim kekasih Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Ismail yang disembelih Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Musa, orang yang diajak berbicara oleh Allah.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Daud, khalifah yang diangkat oleh Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Isa adalah ruh ciptaan Allah.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Muhammad utusan Allah.

    Ya Allah, rahmatilah kami berkat taurat Musa, Injil Isa, Zabur Daud, dan Al Quran Muhammad Saw. Utusan Allah dengan rahmat-Mu wahai yang maha penyayang di antara para penyayang. Dan, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

    Itulah bacaan doa Kanzul Arsy yang bisa kamu amalkan. Dalam berdoa, tak cukup hanya dengan menghafalkannya, namun harus lengkap dengan memahami arti dan makna dari doa yang di lafalkan.

  • 8 Cara Bersyukur Kepada Allah SWT, Muslim Wajib Tau!

    8 Cara Bersyukur Kepada Allah SWT, Muslim Wajib Tau!

    Cara bersyukur kepada Allah SWT adalah salah satu cara yang harus dilakukan oleh umat Muslim.

    Bersyukur dalam Islam berarti mengakui nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan menggunakannya sesuai dengan syariat-Nya.

    8 Cara Bersyukur Kepada Allah SWT

    Lalu, bagaimana cara bersyukur kepada Allah SWT? Berikut adalah 8 cara yang bisa kita lakukan!

    1. Mengucapkan Hamdalah

    Mengucapkan Hamdalah

    Mengucapakan Hamdalah setiap kali selesai melakukan sesuatu, seperti makan, minum, mandi, sholat, bekerja, belajar, dan lain-lain. Hamdalah adalah ucapan “alhamdulillah” yang artinya segala puji bagi Allah.

    Dengan mengucapkan hamdalah, kita mengingat bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah atas izin dan karunia Allah SWT. Sebagaimana beberapa dalil di bawah ini, Allah SWT berfirman:

    ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ

    مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Bacaan latin: Summa kulī ming kulliṡ-ṡamarāti faslukī subula rabbiki żululā, yakhruju mim buṭụnihā syarābum mukhtalifun alwānuhụ fīhi syifā`ul lin-nās, inna fī żālika la`āyatal liqaumiy yatafakkarụn.

    Artinya: “Maka makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 69).

    Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila selesai makan beliau mengucapkan: ‘Alhamdulillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi ghairu makfiyyin wa la muwadda’in wa la mustaghnan ‘anhu rabbuna.’ Artinya: ‘Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak lagi baik lagi diberkahi di dalamnya; pujian yang tidak dapat digantikan, tidak dapat ditinggalkan, dan tidak dapat dipisahkan dari Rabb kami.’” (HR. Bukhari no.5458).

    Baca juga: Kumpulan Contoh Ceramah Singkat tentang Jujur Beserta Dalilnya

    2. Membaca Al-Quran dan Hadis

    Membaca ayat Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan nikmat-nikmat Allah SWT, seperti surat Ar-Rahman, surat An-Nahl, surat Luqman, dan lain-lain.

    Dengan membaca ayat Al-Quran dan hadis tersebut, kita akan menyadari betapa banyak dan beragam nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita, baik di dunia maupun di akhirat. Seperti yang tertuang di dalam ayat berikut ini, Allah SWT berfirman:

    وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Bacaan latin: Wa in ta’uddụ ni’matallāhi lā tuḥṣụhā, innallāha lagafụrur raḥīm.

    Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18).

    Dan Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa bangun pagi dalam keadaan aman di negerinya, sehat badannya, ada makanannya untuk hari itu maka seolah-olah dia memiliki seluruh dunia.’” (HR. Tirmidzi no.2346).

    3. Melaksanakan Sholat Lima Waktu

    Melaksanakan sholat lima waktu dengan khusyu’ dan tepat waktu juga menjadi salah satu cara bersyukur kepada Allah SWT.

    Seperti yang kita tahu bahwa sholat merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling utama dan paling dicintai Allah SWT.

    Dengan melaksanakan sholat lima waktu, kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat hidup, nikmat iman, nikmat kesehatan, nikmat waktu, dan nikmat-nikmat lainnya. Sebagaimana dalil-dalil di bawah ini. Allah SWT berfirman:

    فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ

    فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

    Bacaan latin: Fa iżā qaḍaitumuṣ-ṣalāta fażkurullāha qiyāmaw wa qu’ụdaw wa ‘alā junụbikum, fa iżaṭma`nantum fa aqīmuṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta kānat ‘alal-mu`minīna kitābam mauqụtā.

    Artinya: “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’: 103).

    Dan Nabi Muhammad SAW bersabda:

    Artinya: “Dari Abdullah bin Mas’ud RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Sholat yang paling dicintai oleh Allah adalah sholat Daud AS. Dia tidur setengah malam, bangun sepertiga malam lalu tidur lagi seperenam malam. Dan puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Daud AS. Dia berpuasa sehari dan berbuka sehari.’” (HR. Bukhari no.1131).

    4. Berdoa Kepada Allah SWT

    Cara yang selanjutnya adalah berdoa kepada Allah SWT dengan memuji-Nya terlebih dahulu, lalu memohon apa yang kita butuhkan atau inginkan, baik di dunia maupun di akhirat.

    Berdoa adalah salah satu bentuk komunikasi antara hamba dan Rabbnya. Dengan berdoa, kita mengakui bahwa hanya Allah SWT yang maha kuasa atas segala sesuatu, dan hanya Dia yang bisa memberikan apa yang kita minta.

    Hal tersebut sebagaimana yang tercantum di dalam ayat di bawah ini, Allah SWT berfirman:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ

    جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Bacaan latin: Wa qāla rabbukumud’ụnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna ‘an ‘ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn.

    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Ghafir: 60).

    Dan Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak ada dosa dan tidak ada pemutusan silaturahmi di dalamnya melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal berikut: atau doanya dikabulkan, atau disimpan untuknya di akhirat, atau dijauhkan darinya kejahatan yang setara dengan doanya.’” (HR. Ahmad no.7677).

    Baca juga: Sejarah Masuknya Islam di Indonesia dan Perkembangannya

    5. Bersedekah Kepada Orang-Orang yang Membutuhkan

    Seperti bersedekah kepada fakir miskin, yatim piatu, janda, musafir, dan lain-lain. Adapun yang dimaksud dengan bersedekah adalah salah satu bentuk ibadah yang paling mulia dan paling disukai Allah SWT.

    Dengan bersedekah, kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat harta, nikmat rezeki, nikmat kemampuan, dan nikmat-nikmat lainnya. Sebagaimana beberapa dalil di bawah ini, yaitu:

    مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ

    سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

    Bacaan latin: Maṡalullażīna yunfiqụna amwālahum fī sabīlillāhi kamaṡali ḥabbatin ambatat sab’a sanābila fī kulli sumbulatim mi`atu ḥabbah, wallāhu yuḍā’ifu limay yasyā`, wallāhu wāsi’un ‘alīm.

    Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).

    Dan Nabi Muhammad SAW bersabda:

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Setiap pagi ada dua malaikat turun ke bumi. Salah satunya berkata: ‘Ya Allah berikanlah ganti bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya.’ Sedangkan malaikat yang lain berkata: ‘Ya Allah binasakanlah harta orang-orang yang kikir.’” (HR. Bukhari no.1374).

    6. Bersabar dalam Menghadapi Cobaan dan Ujian dari Allah SWT

    Seperti bersabar merasakan sakit, musibah, kesulitan, kegagalan, dan lain-lain. Bersabar adalah salah satu sifat yang paling dicintai Allah SWT.

    Dengan bersabar, kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat imtihan (ujian), nikmat sabar (kesabaran), nikmat tawakkal (berserah diri), dan nikmat-nikmat lainnya. Hal ini sesuai dengan ayat di bawah ini, Allah SWT berfirman:

    وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ

    وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

    ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

    أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

    Bacaan latin: Wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khaufi wal-jụ’i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt, wa basysyiriṣ-ṣābirīn. Allażīna iżā aṣābat-hum muṣībah, qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn. Ulā`ika ‘alaihim ṣalawātum mir rabbihim wa raḥmah, wa ulā`ika humul-muhtadụn.

    Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”. (QS. Al-Baqarah: 155-157).

    Dan Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kesusahan, kelelahan, penyakit, kesedihan, atau bahkan gangguan yang menimpanya, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya karenanya.” (HR. Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573).

    7. Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

    Bershalawat kepada Nabi Muhammad dengan mengucapkan “sholallahu ‘alaihi wa sallam” setiap kali menyebut atau mendengar namanya.

    Bershalawat adalah salah satu bentuk penghormatan dan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, yang merupakan utusan Allah SWT dan teladan bagi kita semua.

    Dengan bershalawat, kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat risalah (kenabian), nikmat syafa’ah (pertolongan), nikmat sunnah (ajaran), dan nikmat-nikmat lainnya. Hal ini sebagaimana yang tercantum di dalam ayat berikut ini:

    إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ

    وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

    Bacaan latin: Innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ ‘alaihi wa sallimụ taslīmā.

    Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab: 56).

    Dan Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

    8. Berakhlak Mulia

    Cara besyukur kepada Allah SWT yang terakhir adalah berakhlak mulia dalam pergaulan dengan sesama manusia, seperti berbuat baik, jujur, adil, sopan, santun, dan lain-lain.

    Seperti yang kita tahu bahwa berakhlak mulia adalah salah satu bentuk ibadah yang paling penting dan paling berpengaruh.

    Dengan berakhlak mulia, kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat akal, nikmat fitrah, nikmat hidayah (petunjuk), dan nikmat-nikmat lainnya. Seperti beberapa dalil di bawah ini:

    وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

    Bacaan latin: Wa innaka la’alā khuluqin ‘aẓīm.

    Artinya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al-Qalam: 4).

    Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah SWT menganjurkan kita untuk memiliki akhlak mulia yang sempurna dan menjadi teladan bagi kita semua.

    Dan Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Sesungguhnya tiada lain aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang baik.” (HR. Ahmad).

    Hadis di atas menunjukkan bahwa salah satu tujuan utama kenabian Nabi Muhammad SAW adalah untuk mengajarkan dan memberikan contoh akhlak mulia kepada umat manusia.

    7 Manfaat Bersyukur Kepada Allah SWT

    Bersyukur kepada Allah SWT memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah:

    • Menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
    • Mendapatkan ridha dan rahmat Allah SWT.
    • Menjauhkan dari sikap kufur dan nifak.
    • Menambah kebahagiaan dan ketenangan hati.
    • Mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam segala urusan.
    • Menjauhkan dari bala dan musibah.
    • Mendapatkan pahala dan ganjaran di akhirat.

    4 Tanda Seseorang yang Tidak Bersyukur Kepada Allah SWT

    Meskipun, bersyukur kepada Allah SWT merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Namun, tidak semua orang memiliki rasa syukur yang tinggi. Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang tidak bersyukur kepada Allah SWT, antara lain:

    1. Tidak menerima kekurangan

    Orang yang tidak bersyukur cenderung merasa tidak puas dengan apa yang dimilikinya, dan selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik atau lebih banyak dari orang lain.

    Orang yang seperti ini tidak akan menyadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan bahwa Allah SWT telah memberikan nikmat sesuai dengan kadar dan kemampuan masing-masing.

    2. Selalu mengeluh dalam segala hal

    Baik itu mengeluh tentang kondisi pribadi, lingkungan, masyarakat, atau negara. Orang yang tidak bersyukur cenderung melihat segala sesuatu dari sisi negatifnya saja, dan tidak mau melihat sisi positifnya.

    Orang yang seperti ini tidak akan menyadari bahwa setiap ujian dan cobaan yang datang dari Allah SWT adalah untuk menguji iman dan kesabaran mereka, dan bahwa ada hikmah di balik setiap musibah.

    3. Pamrih

    Alih-alih membantu orang lain karena ikhlas dan mencari ridha Allah, namun sebaliknya, yaitu mengharapkan imbalan dari orang yang sudah ditolong.

    Orang yang tidak bersyukur cenderung berbuat baik hanya karena motif tertentu, seperti ingin dipuji, dihormati, atau dibalas oleh orang lain.

    Orang yang seperti ini tidak akan menyadari bahwa berbuat baik kepada sesama adalah salah satu bentuk syukur kepada Allah SWT, dan bahwa pahala dari Allah SWT lebih besar dan lebih abadi daripada pujian atau balasan dari manusia.

    4. Bersikap pesimis dan tidak berharap baik kepada Allah

    Orang yang tidak bersyukur cenderung merasa putus asa dan tidak percaya bahwa Allah SWT akan memberikan jalan keluar atau solusi untuk setiap masalah yang dihadapi.

    Orang yang seperti ini tidak akan menyadari bahwa Allah SWT adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan bahwa Allah SWT tidak akan membebani hamba-Nya melebihi batas kemampuannya.

    Itulah 8 cara bersyukur kepada Allah SWT yang bisa kita lakukan. Sesungguhnya jika kita bersyukur, Allah SWT akan tambah nikmat yang kita dapatkan.