Author: Arya Wirawan

  • 8 doa untuk anak yang susah diatur, amalkan setiap hari

    8 doa untuk anak yang susah diatur, amalkan setiap hari

    Tidak sedikit anak yang mempunyai sifat keras kepala. Apakah anak kamu salah satunya? Jika iya, yuk coba amalkan doa untuk anak yang susah diatur di bawah ini!

    Seperti yang kita tahu bahwa anak adalah anugerah terindah yang diberikan Allah SWT kepada setiap pasangan suami istri. Namun, mengasuh anak tidaklah mudah, apalagi jika anak memiliki sifat yang keras, bandel, atau susah diatur.

    Selain memberikan pendidikan dan bimbingan yang baik, kita juga perlu berdoa kepada Allah SWT agar anak-anak kita mendapatkan hidayah dan petunjuk-Nya. Doa adalah senjata orang mukmin yang paling ampuh dan mujarab. Dengan berdoa, kita menunjukkan kepasrahan dan ketawakalan kita kepada Allah SWT, sekaligus memohon perlindungan dan pertolongan-Nya.

    8 Doa untuk Anak yang Susah Diatur

    Berikut ini adalah 8 doa untuk anak yang susah diatur dalam Islam yang bisa kita amalkan sebagai orang tua:

    1. Doa dari Ustadz Ahmad Zahrudin M. Nafis

    Ustadz tersebut menyarankan untuk orang tua mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang tercantum dalam kitab Sa’adatuddaroin karya Syekh Yusuf Bin Ismail Annabahani. Doanya untuk anak yang susah diatur ini berbunyi sebagai berikut:

    أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ تَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

    Bacaan latin: Afaghayro dini llahi tabghuna walahu aslama man fis samawati wal ardi thow’an wakarhan wailayhi turja’un.

    Artinya: “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah lah mereka dikembalikan.” (QS Ali Imron: 83)

    Doa ini bisa dibaca sebanyak 7 kali setiap hari sambil menepuk-nepuk pundak anak atau mengusap kepala anak. Doa ini bertujuan agar anak menjadi taat kepada Allah SWT dan orang tua.

    Baca juga: 10 Arti Mimpi Banjir Menurut Islam, Pertanda Buruk?

    2. Membaca Surat Al Fajr

    Surat Al Fajr adalah surat ke-89 dalam Al Quran yang terdiri dari 30 ayat. Surat ini termasuk surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Makkah sebelum hijrah. 

    Surat ini mengandung beberapa tema pokok, antara lain tentang kekuasaan Allah SWT atas segala sesuatu, tentang sikap manusia terhadap nikmat dan cobaan, tentang kisah bangsa-bangsa terdahulu yang durhaka, dan tentang hari kiamat serta balasan bagi orang-orang beriman dan kafir.

    Surat Al Fajr bisa dibaca sebagai doa untuk melembutkan hati anak yang susah diatur. Caranya adalah dengan membaca surat ini sebanyak 7 kali sambil mengusap ubun-ubun anak saat tidur. Lakukan dengan istiqomah dan niat yang tulus.

    3. Doa Agar Anak Saleh dan Salihah

    Sebagai orang tua, kita tentu menginginkan anak-anak kita menjadi saleh dan salihah, yaitu anak-anak yang beriman, bertakwa, berilmu, beramal, dan berakhlaq mulia. Untuk itu, kita bisa mengamalkan doa berikut ini setelah sholat fardhu:

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    Bacaan latin: Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yunin waj’alna lilmuttaqina imama.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami, dan keturunan-keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al Furqan: 74)

    Doa ini mengandung permohonan agar kita dan keluarga kita menjadi orang-orang yang dicintai Allah SWT dan menjadi panutan bagi orang-orang yang bertakwa.

    4. Doa Agar Anak Diberi Kecerdasan dan Kebijaksanaan

    Kecerdasan dan kebijaksanaan adalah dua hal yang sangat penting bagi anak-anak kita. Dengan kecerdasan, anak-anak kita bisa menyerap ilmu pengetahuan dengan mudah dan mengembangkan potensi diri mereka.

    Dengan kebijaksanaan, anak-anak kita bisa membedakan antara yang baik dan buruk, serta mengambil keputusan yang tepat dalam hidup mereka.

    Untuk memohon agar anak-anak kita diberi kecerdasan dan kebijaksanaan oleh Allah SWT, kita bisa mengamalkan doa berikut ini:

    رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَهْمًا وَاجْعَلْنِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    Bacaan latin: Rabbi zidni ilma warzuqni fahma waj’alni minash sholihin.

    Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah aku ilmu dan berilah aku rizki akan kepahaman dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang sholeh.” (Doa Nabi Musa AS).

    Doa ini bisa dibaca setiap hari, terutama sebelum belajar atau mengajar anak.

    5. Doa Agar Anak Diberi Keselamatan dan Kesehatan

    Keselamatan dan kesehatan adalah dua nikmat yang tidak ternilai harganya. Tanpa keselamatan dan kesehatan, kita tidak bisa menjalani hidup dengan baik.

    Oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur atas keselamatan dan kesehatan yang Allah SWT berikan kepada kita dan keluarga kita.

    Untuk memohon agar anak-anak kita selalu diberi keselamatan dan kesehatan oleh Allah SWT, kita bisa mengamalkan doa berikut ini:

    اللَّهُمَّ احْفَظْهُ وَبَارِكْ لَنَا فِيهِ وَاجْعَلْهُ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

    Bacaan latin: Allahumma hfazhu wa barik lana fih waj’alhu min ibadikash sholihin.

    Artinya: “Ya Allah, peliharalah dia (anakku) dan berkahilah kami padanya dan jadikanlah dia termasuk hamba-hamba-Mu yang sholeh.” (Doa Nabi Ibrahim AS untuk anaknya Ismail AS).

    Doa ini bisa dibaca setiap hari, terutama sebelum anak berangkat sekolah atau melakukan aktivitas lainnya.

    6. Doa Agar Anak Diberi Kemudahan dalam Segala Urusan

    Kemudahan dalam segala urusan adalah salah satu doa yang sering kita panjatkan kepada Allah SWT.

     Kita tentu ingin anak-anak kita juga mendapatkan kemudahan dalam segala urusan mereka, baik dalam belajar, bekerja, beribadah, maupun bermuamalah.

    Untuk memohon agar anak-anak kita diberi kemudahan dalam segala urusan oleh Allah SWT, kita bisa mengamalkan doa berikut ini:

    رَبِّ يَسِّرْ وَلَا تُعَسِّرْ رَبِّ تَمِّمْ بِالْخَيْرِ

    Bacaan latin: Rabbi yassir wala tu’assir rabbi tamim bilkhoir.

    Artinya: “Ya Tuhanku, mudahkanlah dan janganlah Engkau persulit. Ya Tuhanku, sempurnakanlah dengan kebaikan.”

    Doa ini bisa dibaca setiap hari, terutama sebelum memulai sesuatu atau menghadapi suatu masalah.

    Baca juga: Puasa Nazar: Niat, Tata Cara, Hukum, Konsekuensi, dan Macamnya

    7. Doa untuk Anak Agar Menjadi Anak yang Berbakti Kepada Orang Tua

    Doa ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ismail AS ketika ia bersedia untuk dikorbankan oleh ayahnya, Nabi Ibrahim AS.

    رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Bacaan latin: Rabbana taqabbal minna innaka antas samii’ul ‘aliim.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, terimalah (korban) dari kami. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ayat 127).

    8. Doa untuk Anak Agar Menjadi Anak yang Cerdas dan Berilmu

    Doa ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa AS ketika ia meminta Allah SWT untuk mengajarkan kepadanya ilmu yang bermanfaat.

    رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

    Bacaan latin: Rabbi zidnii ‘ilma.

    Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah aku ilmu.” (QS. Thaha ayat 114).

    5 Cara Mengamalkan Doa untuk Anak yang Susah Diatur

    Untuk mengamalkan doa-doa tersebut, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

    1. Bersihkan Hati dan Niat

    Niatkan bahwa kamu berdoa hanya karena Allah SWT dan mengharap ridho-Nya.

    2. Membaca dengan Penuh Keyakinan, Khusyuk, dan Tawakal

    Bacalah dengan suara yang jelas, pelan, dan merdu. Jika Anda tidak hafal, Anda bisa membaca dari buku atau media lain yang tersedia.

    3. Membaca Sesuai dengan Waktu dan Situasi yang Tepat

    Misalnya adalah sebagai berikut:

    • Baca doa agar anak saleh dan salihah setelah sholat fardhu.
    • Baca doa agar anak diberi kecerdasan dan kebijaksanaan sebelum belajar atau mengajar anak.
    • Baca doa agar anak diberi keselamatan dan kesehatan sebelum anak berangkat sekolah atau melakukan aktivitas lainnya.
    • Baca doa agar anak diberi kemudahan dalam segala urusan sebelum memulai sesuatu atau menghadapi suatu masalah.

    4. Ulangi Doa-Doa Tersebut Secara Rutin dan Istiqomah

    Jangan bosan atau putus asa jika belum mendapatkan hasil yang diinginkan. Tetap berusaha dan berikhtiar untuk memberikan yang terbaik bagi anak kamu

    5. Sertakan Doa-Doa Tersebut dalam Dzikir dan Sholawat Anda

    Dzikir dan sholawat adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, doa-doa Anda akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

    Itulah doa untuk anak yang susah diatur, yang sejatinya menurut Ustad Adi Hidayat, tidak ada anak yang nakal maupun tidak dapat diatur, hanya saja kita sebagai orang tua yang kurang banyak sabarnya.

  • Shalat Sunnah Rawatib: Niat dan Tata Caranya (Sholat Qobliyah Ba’diyah)

    Shalat Sunnah Rawatib: Niat dan Tata Caranya (Sholat Qobliyah Ba’diyah)

    Ada banyak keutamaan di dalam Shalat Sunnah Rawatib. Salah satunya adalah dibangunkan rumah di surga oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah sebagai berikut:

    مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

    Artinya: “Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. Tirmidzi).

    Maka dari itu, sebagai umat muslim kamu dianjurkan untuk melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib sebelum atau sesudah shalat fardhu karena akan mendapatkan rahmat yang melimpah.

    Untuk tahu bagaimana tata cara atau apa niat Shalat Sunnah Rawatib, yuk ikuti artikel berikut ini sampai habis!

    Pengertian Shalat Sunnah Rawatib

    Shalat Sunnah Rawatib atau sering disebut dengan Shalat Qabliyah Ba’diyah adalah salah satu Shalat Sunnah yang waktu pelaksanaannya mengiringi Shalat wajib atau Shalat Fardhu. Shalat tersebut dilaksanakan sebelum atau sesudah Shalat wajib.

    Jenis-Jenis Shalat Sunnah Rawatib

    Berdasarkan waktunya, Shalat Sunnah Rawatib terbagi menjadi dua yaitu Shalat Qabliyah dan Ba’diyah.

    1. Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah

    Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah adalah Shalat Sunnah yang dikerjakan sebelum Shalat Fardhu.

    Baca juga: 4 Contoh Ceramah Singkat tentang Sholat dalam Islam

    2. Shalat Sunnah Rawatib Ba’diyah

    Shalat Sunnah Rawatib Ba’diyah adalah Shalat Sunnah yang dikerjakan sesudah Shalat Fardhu.

    Dilihat dari segi hukum, Shalat Sunnah Rawatib dibagi menjadi dua yaitu Muakad dan Ghairu Muakad.

    3. Shalat Sunnah Rawatib Muakad

    Shalat Sunnah Rawatib Muakad merupakan Shalat yang sangat dianjurkan karena selalu dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

    Berikut waktu pelaksanaan dan jumlah rakaatnya:

    • Dua rakaat sebelum Shalat Fardhu Subuh
    • Dua rakaat sebelum Shalat Fardhu Dzuhur
    • Dua rakaat sesudah Shalat Fardhu Dzuhur
    • Dua rakaat sesudah Shalat Fardhu Maghrib
    • Dua rakaat sesudah Shalat Fardhu Isya

    Dari penjelasan di atas sesuai dengan hadis berikut ini:

    Artinya: ”Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Saya ingat dari Rasulullah Saw, dua rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh”.  (HR. Bukhari dan Muslim).

    4. Shalat Sunnah Rawatib Ghairu Muakad

    Berbanding terbalik dengan yang sebelumnya, Shalat Sunnah Rawatib Ghairu Muakad adalah Shalat yang kurang dianjurkan karena jarang dikerjakan oleh Rasulullah SAW., dan memiliki sedikit keutamaan dibandingkan Rawatib Muakad.

    Berikut waktu pelaksanaan dan jumlah rakaatnya:

    • Dua rakaat sebelum Shalat Fardhu Dzuhur

    Jika kamu mengerjakan sebanyak empat rakaat, maka dua rakaat pertama menjadi Sunnah Muakad dan dua rakaat selanjutnya  adalah Ghairu Muakad.

    • Dua rakaat sesudah Shalat Fardhu Dzuhur

    Jika kamu mengerjakan sebanyak empat rakaat, maka dua rakaat pertama menjadi Sunnah Muakad dan dua rakaat selanjutnya  adalah Ghairu Muakad.

    • Empat rakaat sebelum Shalat Fardhu Ashar
    • Dua rakaat sebelum Shalat Fardhu Maghrib
    • Dua rakaat sebelum Shalat Fardhu Isya

    6 Ketentuan dalam Melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib

    Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib sebagai berikut:

    • Tidak didahului oleh azan dan iqomah
    • Dilakukan secara munfarid atau sendirian
    • Bacaan Shalat tidak dinyaringkan
    • Ada baiknya tempat Shalat Rawatib pindah sedikit dari tempat Shalat wajib
    • Jika hendak mengerjakan Shalat Rawatib 4 rakaat, maka harus dengan dua salam.
    • Diawali dengan niat

    Membaca niat dianjurkan diucapkan dalam hati saja, namun boleh dilafalkan.

    Baca juga:

    Niat Shalat Sunnah Rawatib

    Adapun jika ingin membaca niat Shalat Rawatib tergantung dari waktu pelaksanannya, yaitu Qabliyah atau sebelum Shalat Fardhu dan Ba’diyah atau sesudah Shalat Fardhu.

    1. Niat Shalat Qabliyah Subuh

     للهِ تَعَالَىاُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ   ِ

    Latin: Usholli Sunnatash Subhi Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

    Artinya: “Aku niat shalat Sunnah sebelum Subuh 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

    Baca juga: 7 Perbedaan Haji dan Umroh yang Perlu Diketahui

    2. Niat Shalat Qabliyah Dzuhur (2 rakaat)

    اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Latin: Usholli Sunatta Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

    Artinya : “Aku niat shalat Sunnah sebelum Dzuhur 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

    3. Niat Shalat Ba’diyah Dzuhur (2 rakaat)

    اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Latin: Usholli Sunnata Dhuhri Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

    Artinya : “Aku niat shalat Sunnah setelah Dhuhur 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

    4. Niat Shalat Ba’diyah Maghrib (2 rakaat)

    اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

    Artinya : “Aku niat shalat Sunnah setelah Maghrib 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

    5. Niat Shalat Ba’diyah Isya (2 rakaat)

    اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Latin: Usholli Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

    Artinya : “Aku niat shalat Sunnah setelah Isya’ 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

    Bacaan Surat-Surat Al-Qur’an Saat Shalat Sunnah Rawatib

    Diutamakan untuk membaca beberapa surat seperti di bawah ini saat sedang melaksanakan Shalat Rawatib sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW:

    1. Saat Subuh

    Untuk Shalat Qabliyah Subuh diutamakan membaca surat:

    • Al-Kafirun untuk rakaat pertama
    • Al-Ikhlas untuk rakaat kedua

    Anjuran tersebut berdasarkan hadis berikut ini:

    “Bahwasanya Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pada shalat sunnah sebelum subuh membaca surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas.” [HR. Muslim no. 726].

    Namun, ada juga hadis riwayat lain menganjurkan membaca surat berikut ini:

    • Al-Baqarah ayat 136
    • Ali-Imron ayat 52

    Bukti hadisnya adalah sebagai berikut:

    “Kemudian dari Sa’id bin Yasar yang mengatakan kepada Ibnu Abbas bahwa: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada shalat sunnah sebelum subuh di rakaat pertamanya membaca Al-Baqarah: 136 dan di rakaat keduanya membaca Ali Imron: 52.”” [HR. Muslim no. 727].

    2. Saat Maghrib

    Sedangkan untuk bacaan surat Shalat Ba’diyah Maghrib sama seperti di atas, yaitu sebagai berikut:

    • Al-Kafirun untuk rakaat pertama
    • Al-Ikhlas untuk rakaat kedua

    Perintah tersebut tertuang pada hadis berikut ini:

    “Saya sering mendengar Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam ketika beliau membaca surat pada shalat sunnah sesudah maghrib: Surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas.” [HR. At-Tirmidzi no. 431, Ibnu Majah no. 1166].

    Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib

    A. Rakaat pertama

    1. Niat

    Saat melaksanakan Shalat Rawatib harus diawali dengan niat. Sebab, dengan niat artinya kita bersungguh-sungguh dalam menjalankan sesuatu.

    Meskipun membaca niat boleh dilafalkan, namun alangkah lebih baiknya jika diucapkan di dalam hati.

    2. Takbiratul Ihram

    Adapun cara melakukan takbiratul ihram adalah dengan mengangkat kedua belah tangan tepat ke samping telinga, sambil mengucapakan “Allahu Akbar”.

    3. Membaca doa iftitah

    Setelah takbiratul ihram, langkah selanjutnya adalah sikap bersedekap atau menumpangkan kedua tangan di atas dada sambil membaca doa iftitah.

    4. Membaca surat Al-Fatihah

    Jika sudah selesai membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.

    5. Membaca surat-surat

    Tak hanya Shalat Fardhu, Shalat Sunnah juga dianjurkan untuk membaca surat-surat yang ada di dalam Al-Qur’an.

    Namun, di dalam Shalat Rawatib diutamakan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas seperti yang telah dijelaskan di atas.

    6. Rukuk dan tuma’ninah

    Rukuk adalah salah satu posisi Shalat yang mana badan membungkuk dan meletakkan kedua telapak tangan di kedua lutut kaki, serta harus dilakukan secara tuma’ninah.

    Tuma’ninah sendiri merupakan kondisi tenang di mana setiap persendian pada tubuh juga ikutan tenang.

    Pelafalan bacaan rukuk adalah sebagai berikut:

    الْعَظِيمِ رَبِّىَ سُبْحَانَ

    Latin: Subhaana rabbiyal ‘adzimii wabihamdih (diucapkan sebanyak tiga kali)

    Artinya: “Maha Suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.”

    7. I’tidal dan tuma’ninah

    I’tidal adalah salah satu posisi Shalat yang mana badan berdiri tegak setelah bangun dari rukuk secara tuma’ninah.

    Berikut ini adalah pelafalan dari rukuk ke I’tidal:

    حَمِدَهُ لِمَنْ اللَّهُ سَمِع

    Latin: Sami’allaahu liman hamidah.

    Artinya: “Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya.”

    Dan bacaan I’tidal adalah sebagai berikut:

     بَعْدُ شَيْءٍ مِنْ شِئْتَ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ السَّمَوَاتِ مِلْءَ الْحَمْدُ لَكَ رَبَّنَا

    Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du.

    Artinya:

    Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.”

    8. Sujud pertama dan tuma’ninah

    Sujud adalah salah satu posisi Shalat dengan menempelkan kedua lutut, sebagian dahi, kedua ujung telapak kaki dan kedua tangan di lantai tempat Shalat.

    Berikut ini adalah bacaan sujud yang benar:

     وَبِحَمْدِهِ الْأَعْلَى رَبِّىَ سُبْحَانَ

    Latin: Subhanaa rabbiyal a’la wabihamdih. (Diucapkan sebanyak tiga kali).

    Artinya: “Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.”

    9. Duduk di antara dua sujud

    Duduk di antara dua sujud merupakan salah satu posisi Shalat yang mana disebut duduk iftirasy dan setelah bangun dari sujud.

    Bacaannnya adalah sebagai berikut:

     وَارْفَعْنِ وَارْزُقْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْحَمْنِى لِى اغْفِرْ رَبِّ

    Latin: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu’annii.

    Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

    10.  Sujud kedua dengan tuma’ninah

    Setelah duduk di antara dua sujud, kembali sujud yang kedua kali. Tata cara dan bacaannya sama seperti yang pertama.

    B. Rakaat kedua

    1. Ulangi lagi langkah 2 – 10

    Bangun lagi dari sujud untuk melaksanakan rakaat kedua dengan cara mengulang step 2 sampai 10, kecuali doa iftitah.

    2. Tasyahud akhir

    Jika sudah melaksanakan sujud kedua di rakaat kedua, langsung duduk tasyahud akhir karena Shalat Rawatib hanya dua rakaat.

    Bacaan tasyahud akhir yang benar adalah sebagai berikut:

    اللَّهِ وَرَحْمَةُ النَّبِىُّ أَيُّهَا عَلَيْكَ السَّلاَمُ لِلَّهِ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ الْمُبَارَكَاتُ التَّحِيَّاتُ

    وَأَشْهَدُ اللَّهُ إِلاَّ إِلَهَ لاَ أَنْ أَشْهَدُ الصَّالِحِينَ اللَّهِ عِبَادِ وَعَلَى عَلَيْنَا السَّلاَمُ وَبَرَكَاتُهُ

     مُحَمَّدٍ عَلىَ صَلِّ للَّهُمَّ  . اللَّهِاَ رَسُولُ مُحَمَّدًا أَنَّ

    Latin: Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad.

    Artinya:

    Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

    3. Salam

    Tutup shoalt sunnah Rawatib dengan dua salam seperti sholat fardu, yakni dimulai dari salam ke kanan dilanjutkan ke kiri.

    4. Jika ingin empat rakaat, maka berdiri lagi untuk melaksanakan rakaat ketiga dan keempat dengan dua salam.

    Itulah semua informasi mengenai Sholat sunnah Rawatib berikut dengan tata cara pelaksanaan hingga waktu yang dianjurkan untuk sholat sunnah ini.

  • Apakah Boleh Membaca Al-Quran saat Haid? ini Kata Ulama

    Apakah Boleh Membaca Al-Quran saat Haid? ini Kata Ulama

    Kamu pasti sudah tidak asing dengan larangan wanita untuk memegang Al-Qur’an ketika haid. Namun, bagaimana dengan membacanya? Apakah boleh membaca Al-Qur’an saat haid?

    Seperti yang kita tahu bahwa Al-Qu’ran merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Al-Qur’an mengandung berbagai macam hukum, kisah, nasihat, dan doa yang bermanfaat bagi manusia.

    Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk membaca, mempelajari, dan mengamalkan Alquran sebanyak mungkin. Untuk mengetahui jawaban apakah boleh membaca Al-Qur’an saat haid, yuk simak artikel berikut ini sampai habis!

    Apakah Boleh Membaca Al-Qur’an saat Haid?

    Menurut para ulama, ada perbedaan pendapat mengenai hukum membaca Alquran bagi wanita haid, yaitu sebagai berikut:

    1. Wanita Haid Tidak Boleh Membaca Al-Qur’an

    Sebagian ulama berpendapat bahwa wanita haid tidak boleh membaca Alquran sama sekali, baik dengan menyentuh mushaf maupun tanpa menyentuhnya. Alasannya adalah karena haid merupakan hadats besar yang menghalangi seseorang dari beribadah kepada Allah SWT.

    Sementara itu, Alquran merupakan kitab suci yang harus dihormati dan disucikan. Oleh karena itu, siapa saja yang ingin menyentuh atau membaca Alquran harus dalam keadaan suci dari hadats besar maupun kecil.

    Pendapat ini didasarkan pada beberapa dalil, di antaranya adalah sebagai berikut:

    A. Surat Al-Waqi’ah Ayat 79

    Allah SWT berfirman:

    ﴾ إِنَّهُۥ لَقُرْءَانٌ كَرِيمٌۭ ﴿٧٩﴾ فِى كِتَٰبٍ مَّكْنُونٍۢ ﴿٨٠﴾ لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَ ﴿٨١

    Artinya: “Sesungguhnya Al Quran itu adalah bacaan yang mulia. (Yang tertulis) dalam kitab yang terpelihara. Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS. Al-Waqi’ah: 79-81).

    Ayat di atas menunjukkan bahwa hanya orang-orang yang suci yang boleh menyentuh Alquran. Para ulama menafsirkan bahwa orang-orang yang suci di sini adalah mereka yang suci dari hadats besar dan kecil, serta najis.

    Oleh karena itu, wanita haid termasuk dalam golongan orang-orang yang tidak suci dan tidak boleh menyentuh Alquran.

    Baca juga: Ini 3 Doa yang Dikabulkan oleh Allah SWT, Sangat Mustajab!

    B. Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Muslim

    Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لا يَقْرَأُ الْجُنُبُ وَلا الْحَائِضُ شَيْئًا مِنْ الْقُرْآنِ

    Artinya: “Dari Abdullah bin Umar RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak boleh orang junub dan wanita haid membaca sesuatu dari Alquran.’” (HR. Bukhari no. 305 dan Muslim no. 290).

    Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi SAW melarang orang junub dan wanita haid untuk membaca Alquran.

    Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini bersifat mutlak, tanpa membedakan antara membaca dengan menyentuh mushaf atau tanpa menyentuhnya.

    2. Wanita Haid Boleh Membaca Al-Qur’an

    Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa wanita haid boleh membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf. Alasannya adalah karena tidak ada dalil yang secara tegas melarang hal ini.

    Selain itu, mereka juga membedakan antara hukum menyentuh Alquran dengan hukum membaca Alquran. Menyentuh Alquran membutuhkan syarat kebersihan dan kesucian, sedangkan membaca Alquran tidak membutuhkan syarat tersebut.

    Pendapat ini didasarkan pada beberapa dalil, di antaranya adalah sebagai berikut:

    A. Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Muslim

    Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ كُنْتُ أَحْتَجِبُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَنَا حَائِضٌ فَأَقْرَأُ الْقُرْآنَ

    Artinya: “Dari Aisyah RA, ia berkata: ‘Aku berhijab dari Rasulullah SAW ketika aku haid, lalu aku membaca Alquran.’” (HR. Bukhari no. 296 dan Muslim no. 301).

    Hadis di atas menunjukkan bahwa Aisyah RA membaca Alquran ketika haid, dan tidak ada larangan dari Nabi SAW terhadap perbuatannya itu.

    Para ulama menafsirkan bahwa Aisyah RA membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf, karena beliau berhijab dari Nabi SAW.

    B. Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Muslim

    Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِعَائِشَةٍ وَهِيَ حَائِضٌ افْعَلِي مَا يَفْعَلُ الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لا تُطُوفِي بِالْبَيْتِ حَتّى تطهري

    Artinya: “Dari Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepada Aisyah ketika beliau haid: ‘Lakukanlah apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji, kecuali janganlah engkau bertawaf di sekeliling Ka’bah hingga engkau suci.’” (HR. Bukhari no. 1650 dan Muslim no. 1211).

    Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi SAW membolehkan Aisyah RA untuk melakukan semua amalan haji, kecuali tawaf, ketika beliau haid.

    Para ulama menafsirkan bahwa amalan haji di sini termasuk membaca Alquran, karena membaca Alquran adalah salah satu amalan yang paling utama dalam ibadah haji.

    Berdasarkan dua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa masalah membaca Alquran bagi wanita haid adalah masalah yang masih memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama.

    Oleh karena itu, sebaiknya wanita haid menghormati perbedaan pendapat ini dan tidak saling mencela atau meremehkan pendapat yang berbeda dengan pendapatnya.

    4 Cara Alternatif Bagi Wanita Haid yang Ingin Membaca Al-Qur’an

    Bagi wanita haid yang ingin tetap berinteraksi dengan Alquran, ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan, di antaranya adalah:

    • Membaca terjemahan atau tafsir Alquran, karena hal ini tidak termasuk dalam larangan membaca Alquran bagi wanita haid.
    • Membaca dzikir atau doa yang terdapat dalam Alquran, seperti ayat kursi, surat al-Fatihah, surat al-Ikhlas, surat al-Falaq, surat an-Nas, dan lain-lain.
    • Membaca Alquran melalui smartphone atau alat elektronik lainnya, karena hal ini tidak termasuk dalam larangan menyentuh Alquran bagi wanita haid.
    • Membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf dengan menggunakan pembatas seperti kain suci atau sarung tangan.

    Dengan mengetahui jawaban dari apakah boleh membaca aAl-Qur’an saat haid, kamu jadi lebih paham tidak sembarangan lagi ya dalam membaca Al-Quran, sebab semua ada adab dan aturannya.

  • Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan dan Laki-laki: Urutan, Niat, Bacaan, dan Doa

    Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan dan Laki-laki: Urutan, Niat, Bacaan, dan Doa

    Tata cara sholat jenazah penting untuk diketahui setiap umat muslim. Agar bisa ikut menyolatkan ketika ada keluarga atau kerabat dekat yang meninggal.

    Kenapa kalau ada yang meninggal harus disholatkan? Karena Rasulullah SAW., pernah menyuruh para sahabatnya untuk menyolatkan sahabatnya yang telah meninggal dunia, seperti yang dikutip dari hadis berikut ini:

    “Zaid bin Khalid berkata: “Seorang dari sahabat Nabi SAW gugur ketika perang Khaibar, lalu para sahabat mengabarkan hal itu kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda, ‘Sholati lah kawan kalian.’” (HR Malik, Abu Dawud, Nasa’i Ibnu Majah, Hakim & Ahmad).

    Pelaksanaan sholat jenazah cukup berbeda dengan sholat lainnya, lho. Penasaran apa saja perbedaan sholat jenazah dengan solat lainnya? Bagaimana tata cara sholat jenazah yang baik dan benar? Yuk, ikuti artikel berikut ini sampai habis!

    Hukum Sholat Jenazah

    Sholat Jenazah hukumnya adalah fardu kifayah. Sholat jenazah wajib dilakukan secara berjamaah, bukan sendiri-sendiri.

    Sebagai contoh, jika di kompleks perumahan kamu ada yang meninggal, lalu ada sebagian kaum muslimin yang menyolatkannya, maka orang yang tidak melaksanakan sholat jenazah tersebut tidak berdosan.

    Namun, jika di dalam suatu perkampungan tidak ada yang menyolatkan, maka semua kaum muslim yang ada di kampung tersebut berdosa.

    Hal tersebut tertuang di dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW., bersabda:

     “Ketika ada seorang laki-laki meninggal dalam berutang disampaikan kepada Rasulullah, maka beliau bertanya apakah ia meninggalkan harta untuk membayar utangnya. Jika dikatakan ia meninggalkan hartanya untuk membayar utang, maka beliau akan mensalatkannya. Jika tidak, maka beliau akan memerintahkan kepada kaum muslimin, ‘salatkanlah temanmu ini’,” (HR. Bukhari Muslim).

    Baca juga: Hukum Mencukur Alis dalam Islam, Ini Dalil dan Pendapat Ulama

    Waktu Pelaksanaan Sholat Jenazah

    Sholat jenazah bisa dilaksanakan kapan saja, kecuali sebagai berikut:

    • Saat matahari terbit hingga ia sedikit meninggi.
    • Saat matahari tepat berada di pertengahan langit.
    • Saat matahari segera terbenam.

    Hal tersebut tentunya sesuai dengan hadis berikut ini:

    “Ada tiga waktu, yang mana Rasulullah SAW., telah melarang kita untuk salat atau menguburkan jenazah pada waktu-waktu tersebut.

    Pertama, saat matahari terbit hingga ia agak meninggi,

    Kedua, saat matahari tepat berada di pertengahan langit (tengah hari tepat) hingga ia telah condong ke barat,

    Ketiga, saat matahari hampir terbenam, hingga ia terbenam sama sekali,” (HR. Muslim).

    Niat Sholat Jenazah

    Perbedaan pertama sholat jenazah dengan sholat lainnya adalah dari bacaan niatnya. Pelafalan niat sholat jenazah disesuaikan dengan jenis kelamin, yaitu jenazah perempuan dan jenazah laki-laki memiliki niat yang berbeda.

    Niat sholat jenazah perempuan

    Berikut ini adalah bacaan niat sholat jenazah perempuan:

    اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

    Latin: “Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa,”.

    Artinya: “Saya niat salat atas mayat ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

    Niat sholat jenazah laki-laki

    Bacaan niat sholat jenazah laki-laki adalah sebagai berikut:

     تَعَالَى ِللهِ مَأْمُوْمًا الْكِفَايَةِ فَرْضَ تَكْبِرَاتٍ اَرْبَعَ هَذَاالْمَيِّتِ عَلَى اُصَلِّى

    Latin: “Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa,”.

    Artinya: “Saya niat salat atas mayat ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

    Tata Cara Sholat Jenazah

    Perbedaan utama yang membedakan sholat jenazah dengan ibadah sholat lainnya adalah dari tata caranya, di mana pada sholat jenazah tidak ada rukuk dan sujud.

    1.      Niat

    Niat adalah hal yang paling krusial di dalam sholat. Bagaimana tidak, semua ibadah sholat pasti wajib menyertakan niat. Sedangkan, bagian sholat lainnya belum tentu wajib disertakan. Hal tersebut dikarenakan niat menjadi pembeda antara aktivitas biasa dengan ibadah sholat.

    Menurut beberapa ulama, niat sebaiknya diucapkan di dalam hati saja. Kecuali kalau menjadi imam. Akan tetapi, ada sebagian ulama terutama dari kalangan mazhab syafi’I yang berpendapat melafalkan niat secara lantang adalah Sunnah.

    2.      Takbiratul ihram

    Setelah niat, biasanya umat muslim melakukan takbiratul ihram di dalam sholat. Takbiratul ihram merupakan salah satu posisi sholat dengan cara mengangkat kedua belah tangan ke samping telinga, sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.

    3.      Takbir pertama

    Jika sudah melakukan takbiratul ihram, segera meletakkan kedua tangan ke bawah dada dan di atas perut, kemudian membaca surat Al-Fatihah sama seperti ibadah sholat yang lainnya.

    Namun, bedanya membaca surat Al-Fatihah di sholat jenazah dinamakan takbir pertama. Berikut bacaan surat Al-Fatihah dan artinya:

    الرَّحِيمِ لرَّحْمَنِ اللَّهِ بِسْمِ

    الْعَالَمِينَ رَبِّ لِلَّهِ الْحَمْدُ

    الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ

    الدِّينِ يَوْمِ مَالِكِ

    نَسْتَعِينُ وَإِيَّاكَ نَعْبُدُ إِيَّاكَ

    الْمُسْتَقِيمَ الصِّرَاطَ اهْدِنَا

    الضَّالِّينَ وَلَ عَلَيْهِمْ الْمَغْضُوبِ غَيْرِ عَلَيْهِمْ أَنْعَمْتَ الَّذِينَ صِرَاطَ

    Artinya:

    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    Yang Menguasai Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

    Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka,

    Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat,” (QS Al Fatihah:1-7).

    4.      Takbir kedua

    Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah, kemudian melaksanakan takbiratul ihram lagi untuk takbir yang kedua sambil membaca sholawat Nabi, namun dianjurkan untuk membaca sholawat Ibrahimiyah karena dianggap lebih afdhol, yaitu:

    إِبْرَاهِيْمَ عَلىَ صَلَّيْتَ كَماَ مُحَمَّدٍ آلِ وَعَلىَ مُحَمَّدٍ عَلىَ صَلِّ اَللَّهُمَّ

    وَعَلىَ مُحَمَّدٍ عَلىَ باَرِكْ اَللَّهُمَّ مَجِيْدٌ حَمِيْدٌ إِنـَّكَ إِبْرَاهِيْمَ آلِ وَعَلىَ

    مَجِيْدٌ حَمِيْدٌ إِنـَّكَ إِبْرَاهِيْمَ آلِ وَعَلىَ إِبْرَاهِيْمَ عَلىَ باَرَكْتَ كَماَ مُحَمَّدٍ آلِ

    Latin: Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid.

    Allohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid.

    Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad,

    Sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim,

    Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia,

    Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad,

    Sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim,

    Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

    5.      Takbir ketiga

    Cara melaksanakan takbir ketiga sama dengan takbir kedua, yaitu dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga, lalu meletakkannya kembali ke atas perut dan bawah dada.

    Bacaan yang dibaca pada takbir ketiga adalah doa jenazah. Doa jenazah dibagi sesuai jenis kelamin seperti di bawah ini:

    A.      Doa jenazah untuk laki-laki atau kaum muslim

     وَوَسِّعْ نُزُلَهُ وَأَكْرِمْ عَنْهُ وَاعْفُ وَعَافِهِ وَارْحَمْهُ لَهُ اغْفِرْ اللَّهُمَّ

    كَمَا الْخَطَايَا مِنَ وَنَقِّهِ وَالْبَرَدِ وَالثَّلْجِ بِالْمَاءِ وَاغْسِلْهُ مُدْخَلَهُ

    وَأَهْلاً دَارِهِ مِنْ خَيْرًا دَارًا وَأَبْدِلْهُ الدَّنَسِ مِنَ الأَبْيَضَ الثَّوْبَ نَقَّيْتَ

    وَزَوْجًا عَذَابِ مِنْ وَأَعِذْهُ الْجَنَّةَ وَأَدْخِلْهُ زَوْجِهِ مِنْ أَهْلِهِ مِنْ خَيْرًا

    النَّارِ عَذَابِ مِنْ أَوْ الْقَبْرِ خَيْرًا

    Latin: Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’

    Mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod,

    Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas,

    Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi,

    Wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia.

    Luaskanlah kuburnya dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan embun,

    Sucikan ia dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran,

    Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya,

    Pasangan yang lebih baik dari pasangannya, lalu masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari cobaan kubur dan azab neraka.”

    B.      Doa jenazah untuk perempuan

    نُزُلَهَا وَأَكْرِمْ عَنْهَا وَاعْفُ وَعَافِهَا وَارْحَمْهَا لَهَا اغْفِرْ اللَّهُمَّ

    مِنَ وَنَقِّهَا وَالْبَرَدِ وَالثَّلْجِ بِالْمَاءِ وَاغْسِلْهَا مُدْخَلَهَا وَوَسِّعْ

    دَارًا وَأَبْدِلْهَا الدَّنَسِ مِنَ الأَبْيَضَ الثَّوْبَ نَقَّيْتَ كَمَا الْخَطَايَا

    زَوْجِهَا مِنْ خَيْرًا وَزَوْجًا أَهْلِهَا مِنْ خَيْرًا وَأَهْلاً دَارِهَا مِنْ خَيْرًا

    النَّارِ عَذَابِ مِنْ أَوْ الْقَبْرِ عَذَابِ مِنْ وَأَعِذْهَا الْجَنَّةَ وَأَدْخِلْهَا

    Latin: Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wa wassi’ madkhalahaa wa aghsilhaa bimaa-in wa tsaljin wa baradin wa naqqihaa minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas, wa abdilhaa daaran khairan min daarihaa, wa ahlan khairan min ahlihaa , wa zaujan khairan min zaujihaa , wa qihaa fitnatal qabri wa ‘adzaaban naar


    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah keselamatan dan ampunilah dosanya, muliakanlah tempat tinggalnya dan lapangkanlah tempat keluarnya, sucikanlah ia dengan air, es, dan embun, serta bersihkanlah ia dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana Engkau telah membersihkan baju putih dari kotoran. Berilah ganti baginya tempat yang lebih baik dari tempatnya yang terdahulu, keluarga yang lebih baik dari keluarga semula, pasangan yang lebih baik dari pasangan semula, serta lindungilah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka.”

    Untuk doa jenazah, bisa juga dipersingkat menjadi : Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu.

    Atau disingkat menjadi seperti ini jika jenazahnya perempuan: Allahummaghfirlaha warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia.”

    6.      Takbir keempat

    Untuk takbir yang terakhir membaca doa untuk jenazah dan orang-orang yang ditinggalkan sebagaimana tercantum di dalam hadis riwayat Abu Daud, yaitu:

    A.      Doa untuk jenazah laki-laki atau kaum muslim

    وَلَهُ لَنَا اغْفِرْ وَ بَعْدَهُ تَفْتِنَّا وَلاَ أَجْرَهُ تَحْرِمْنَا لاَ اللَّهُمَّ

    Latin: Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.

    Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

    B.      Doa untuk jenazah perempuan

    وَلَهَا لَنَا اغْفِرْ وَ بَعْدَهَا تَفْتِنَّا وَلاَ أَجْرَهَا تَحْرِمْنَا لاَ اللَّهُمَّ

    Latin: Allohumma laa tahrimnaa ajrohaa wa laa taftinnaa ba’dahaa waghfirlanaa walahaa.

    Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

    7.      Salam

    Sama seperti sholat pada umumnya, sholat jenazah diakhiri dengan salam, yaitu dengan cara memalingkan kepala dari kanan ke kiri sambil mengucapkan salam. Berikut ucapan salam:

    بَرَكَاتُهُ وَ اللَّهِ وَرَحْمَةُ عَلَيْكَ السَّلاَمُ

    Latin: Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarookaatuh.

    Artinya: “Semoga keselamatan rahmat Allah dan berkah-Nya limpahkan kepada kalian.”

  • 14 Dosa Orang Tua Terhadap Anak yang Dibenci Allah SWT

    14 Dosa Orang Tua Terhadap Anak yang Dibenci Allah SWT

    Dosa orang tua terhadap anak adalah perilaku yang menyia-nyiakan, merugikan, atau mengabaikan hak-hak anak sebagai amanah dari Allah SWT.

    Orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik, merawat, dan membesarkan anak-anaknya dengan baik, sesuai dengan ajaran Islam.

    Allah SWT berfirman mengenai hal tersebut, yaitu sebagai berikut:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ

    غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

    Bacaan latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ qū anfusakum wa ahlīkum nāraw wa qụduhan-nāsu wal-ḥijāratu ‘alaihā malā`ikatun gilāẓun syidādul lā ya’ṣụnallāha mā amarahum wa yaf’alụna mā yu`marụn.

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).

    14 Dosa Orang Tua Terhadap Anak

    Beberapa dosa orang tua terhadap anak yang dibenci Allah SWT antara lain adalah sebagai berikut:

    1. Menyia-nyiakan, Merugikan, atau Mengabaikan Hak-Hak Anak

    Anak adalah karunia dan ujian dari Allah SWT yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik oleh orang tua. Menyiakan-nyiakan hak anak misalnya tidak memberikan nafkah, pendidikan, perlindungan, kasih sayang, atau nasihat yang baik.

    Jika kamu melakukan hal tersebut jelas termasuk tindakan dosa besar karena orang tua seharusnya memenuhi hak-hak anak sebagai amanah dari Allah SWT.

    Orang tua harus memberikan nafkah yang cukup dan halal kepada anak-anaknya, baik dalam hal makanan, pakaian, tempat tinggal, maupun kesehatan.  

    Anak-anak juga harus diberikan pendidikan yang baik kepada anak-anaknya, baik dalam hal agama maupun dunia.

    Tak hanya itu, orang tua juga harus melindungi anak-anaknya dari bahaya, kekerasan, atau pengaruh buruk, memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus kepada anak-anaknya, tanpa mengekang atau memanjakan mereka, dan harus memberikan nasihat yang baik dan bijaksana kepada anak-anaknya, terutama tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan akhirat.

    Allah SWT berfirman dalam QS Al-Isra ayat 31, yaitu sebagai berikut:

    وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَوْلَٰدَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَٰقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا

    كَبِيرًا

    Bacaan latin: Wa lā taqtulū aulādakum khasy-yata imlāq, naḥnu narzuquhum wa iyyākum, inna qatlahum kāna khiṭ`ang kabīrā.

    Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS. Al-Isra: 31).

    Baca juga: 13 Rukun Sholat Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

    2. Berdoa yang Buruk Kepada Anak

    Misalnya mengutuk, menghina, atau mengharapkan kecelakaan bagi anak. Ini adalah dosa besar karena doa orang tua adalah doa yang mustajab (terkabul) oleh Allah SWT.

    Orang tua seharusnya berdoa yang baik-baik untuk anak-anaknya, seperti memohon keselamatan, keberkahan, kebahagiaan, dan keberhasilan bagi mereka.

    3. Memukul atau Menyakiti Anak Secara Fisik atau Psikis

    Memukul atau Menyakiti Anak Secara Fisik atau Psikis

    Misalnya dengan cara yang kasar, berlebihan, atau tidak adil. Ini adalah dosa besar karena orang tua seharusnya melindungi dan menyayangi anak-anaknya, bukan menyiksa atau menyakiti mereka.

    Orang tua boleh mendisiplinkan anak-anaknya dengan cara yang lembut dan bijaksana, sesuai dengan usia dan kesalahan mereka. Tak hanya itu, orang tua juga harus meminta maaf jika mereka salah atau berlebihan dalam mendisiplinkan anak-anaknya.

    4. Menyuruh Anak Melakukan Hal-Hal yang Haram atau Membahayakan Dirinya

    Misalnya mencuri, berbohong, atau berzina. Ini adalah dosa besar karena orang tua seharusnya mengajarkan anak-anaknya untuk taat kepada Allah SWT dan menjauhi hal-hal yang dilarang-Nya.

    Orang tua juga seharusnya menjaga kehormatan dan kesucian anak-anaknya dari hal-hal yang najis atau kotor.

    5. Menyuruh Anak untuk Menyekutukan Allah SWT

    Hal tersebut jelas termasuk dosa besar, karena syirik adalah dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT kecuali jika bertobat sebelum mati. Orang tua seharusnya mengajarkan anak-anaknya tentang tauhid, yaitu mengesakan Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

    Selain itu, orang tua juga seharusnya mengikuti ajaran Islam yang benar dan tidak terpengaruh oleh ajaran sesat atau bid’ah.

    6. Membeda-bedakan Anak Tanpa Alasan yang Jelas

    Misalnya karena jenis kelamin, fisik, atau kemampuan. Hal ini adalah dosa besar karena orang tua seharusnya menghormati dan mencintai semua anak-anaknya tanpa membeda-bedakan atau memilih-milih.

    Orang tua mesti bersyukur atas semua karunia yang Allah SWT berikan kepada mereka melalui anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, cantik maupun jelek, pintar maupun bodoh dan harus memberikan perlakuan yang adil dan sama kepada semua anak-anak, tanpa memanjakan atau mengabaikan salah satu dari mereka.

    Baca juga: 10 Dalil tentang Sedekah, Dirujuk dari AlQuran dan Hadis

    7. Menyembunyikan Asal-usul Anak atau Mengganti Nama Ayahnya dengan Nama Orang Lain Tanpa Hak Syar’i

    Perbuatan di atas adalah tindakan dosa besar karena orang tua seharusnya menjaga keturunan dan nasab anak-anak dengan baik dan tidak boleh menyembunyikan asal-usul anak-anak dari mereka sendiri atau dari orang lain, misalnya karena malu atau takut.

    Tak hanya itu, orang tua juga tidak boleh mengganti nama ayah anak-anak dengan nama orang lain tanpa hak syar’i, misalnya karena perceraian atau zina dan harus menghormati hak-hak ayah biologis anak-anak, seperti memberikan nama belakang, warisan, atau mahram.

    8. Melakukan Tindakan Seksual Kepada Anak

    Hal di atas adalah perbuatan dosa besar karena orang tua seharusnya menjaga kebersihan dan kesucian diri dan anak-anak dari hal-hal yang najis atau kotor dan tidak boleh melakukan tindakan seksual tidak pantas, seperti menyentuh, mencium, atau berhubungan badan dengan anak.

    Melakukan tindakan seksual adalah perbuatan keji dan hina yang bisa menyebabkan kerusakan fisik dan psikis pada anak-anak.

    Orang tua juga seharusnya tidak boleh membiarkan anak-anak terpapar dengan konten seksual, seperti film porno, majalah dewasa, atau situs-situs cabul. Hal tersebut bisa merusak moral dan akhlak anak-anak serta menimbulkan godaan dan penyakit.

    9. Tidak Memenuhi Kebutuhan Pokok Anak

    Dosa orang tua terhadap anak yang selanjutnya adalah tidak memenuhi kebutuhan dasar anak.

    Orang tua wajib hukumnya untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal yang memadai.

    Hal tersebut dikarenakan anak yang tidak mendapatkan kebutuhan pokok bisa mengalami kekurangan gizi, gangguan pertumbuhan, atau masalah kesehatan lainnya.

    10. Tidak Memberikan Kebutuhan Emosional Anak

    Selain kebutuhan dasar, orang tua juga harus memperhatikan kebutuhan emosional anak dan memberikan kasih sayang atau dukungan.

    Hal tersebut dapat mencegah masalah kesejahteraan emosi seperti rendah diri, depresi, atau masalah perilaku.

    11. Bersikap Kasar

    Orang tua harus bersikap lembut kepada anak karena hal tersebut adalah salah satu kewajiban orang tua kepada anak yang paling dicintai oleh Allah SWT.

    Saat menemukan perilaku anak yang tidak sesuai atau menyimpang, jangan tunjukkan sikap kasar. Hendaknya tegurlah dengan halus dan tetap penuh kasih sayang.

    Hal tersebut dikarenakan Rasulullah SAW melarang perilaku tersebut kepada anak apalagi sampai menyakiti hati anak dengan sebutan yang tidak baik atau memanggil nama yang tidak sesuai dengan nama anak tersebut.

    Bisa jadi hal tersebut akan memberikan trauma kepada anak, lho.

    12. Melakukan Tindakan Kekerasan Fisik

    Berkata kasar terhadap anak saja sudah tidak boleh, apalagi melakukan tindakan kekerasan fisik.

    Para orang tua seharusnya memeluk, mencium, atau melakukan tindakan kasih sayang terhadap anak karena hal tersebut merupakan salah satu kewajiban orang tua yang disukai oleh Allah SWT.

    Jika para orang tua melakukan hal sebaliknya, yaitu kekerasan fisik, akan melukai fisik anak dan menimbulkan trauma yang sangat mendalam pada anak.

    13. Menghina Anak

    Dosa orang tua terhadap anak yang selanjutnya adalah menghina anak. Mengintimidasi, menghina atau bahkan mengejek anak adalah salah satu tindakan yang terlarang oleh orang tua.

    14. Perlakuan Tidak Adil terhadap Anak

    Orang tua yang mempunyai lebih dari satu anak sangat dilarang untuk berlaku tidak adil.

    Artinya, orang tua tidak boleh memberikan kasih sayang yang berlebihan hanya kepada 1 atau beberapa orang tanpa memperhatikan yang lainnya dengan sama.

    Hal ini termasuk dosa besar orang tua kepada anak, karena dapat menimbulkan rasa iri pada anak.

    Padahal, Rasulullah SAW saja mengajarkan untuk bersikap adil, apalagi pada anak. Ini juga bisa menyebabkan putusnya hubungan kekeluargaan antara anak.

    Dengan memberikan perlakuan yang tidak sama atau lebih baik kepada satu anak dibandingkan dengan anak lainnya, efeknya bukan hanya menimbulkan rasa iri, tapi juga perselisihan antarsaudara.

    6 Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak

    Di dalam Islam, orang tua memiliki kewajiban untuk membesarkan dan mendidik anak. Selain itu, berikut 6 kewajiban orang tua terhadap anak yang harus kamu ketahui:

    1. Mendidik Anak

    Kewajiban yang pertama adalah mendidik anak dengan ilmu agama, akhlak mulia, dan keterampilan yang bermanfaat. Hal ini merupakan kewajiban kedua orang tua yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6.

    2. Memberikan Nama yang Baik dan Indah Kepada Anak

    Meskipun terlihat sepele, namun hal tersebut merupakan salah satu kewajiban kedua orang tua yang disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW, yang artinya:

    Artinya: “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak-bapak kalian, maka perindahlah nama-nama kalian.” (HR. Abu Dawud).

    3. Menjaga Hak-Hak Anak

    Seperti hak nafkah, hak pendidikan, hak perlindungan, hak kasih sayang, dan hak warisan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yang artinya:

    Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin di rumahnya dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya. Dan seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    4. Mendoakan Kebaikan untuk Anak di Dunia dan Akhirat. 

    Hal ini merupakan salah satu kewajiban kedua orang tua yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 40, yaitu sebagai berikut:

    رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

    Bacaan latin: Rabbij’alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī rabbanā wa taqabbal du’ā.

    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40).

    5. Menghormati Anak Sebagai Individu yang Memiliki Hak dan Martabat

    Kewajiban yang selanjutnya adalah menghormati anak. Tak hanya orang tua saja yang harus dihormati, namun setiap anak juga butuh dihormati oleh orang tuanya.

    Hal tersebut sesuai dengan hadis Rasulullah SAW, yang artinya:

    Artinya:“Barangsiapa yang tidak menghormati orang-orang besar di antara kami dan tidak menyayangi orang-orang kecil di antara kami, maka ia bukan termasuk golongan kami.” (HR. Ahmad).

    6. Memberikan Teladan yang Baik untuk Anak

    Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW, yang artinya: Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Itulah Dosa orang tua terhadap anak yang sebaiknya diketahui dan dihindari. Sebab, mengasuh dan mendidik anak bukanlah perkara yang mudah, sebab guru terbaiknya hanyalah sabar dan ikhlas.

  • Hukum Suami Lebih Mementingkan Ibunya Daripada Istrinya

    Hukum Suami Lebih Mementingkan Ibunya Daripada Istrinya

    Bagaimana sih hukum suami lebih mementingkan ibunya daripada istrinya? Karena banyak kasus di mana seorang suami lebih mengutamakan ibunya daripada istrinya sendiri.

    Di dalam Islam sendiri, seorang suami memiliki kewajiban untuk menafkahi, membimbing, dan menyayangi istrinya dengan cara yang ma’ruf. Ia juga harus memenuhi hak-hak istrinya sesuai dengan syariat.

    Namun, bukan berarti seorang suami boleh mengabaikan ibunya yang telah melahirkannya dan membesarkannya. Seorang suami juga harus berbakti kepada ibunya dengan cara yang baik dan hormat.

    Hukum Suami Lebih Mementingkan Ibunya daripada Istrinya

    Untuk menjawab pertanyaan hukum suami lebih mementingkan ibunya daripada istrinya, kita perlu merujuk pada sumber-sumber ajaran Islam, yaitu Al-Quran dan Hadis. Berikut adalah hukumnya yang diambil dari Al-Qur’an dan Hadis:

    1. Seorang Suami Harus Menghormati dan Menyayangi Ibunya Lebih dari Ayahnya

    Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah RA yang berkata:

    Artinya: “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW sambil berkata; ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?’ Beliau menjawab: ‘Ibumu’. Dia bertanya lagi; ‘Kemudian siapa?’ Beliau menjawab: ‘Ibumu’. Dia bertanya lagi; ‘Kemudian siapa lagi?’, beliau menjawab: ‘Ibumu.’ Dia bertanya lagi; ‘Kemudian siapa’ Beliau menjawab: ‘Kemudian ayahmu’,” (HR. Bukhari no 5971 dan Muslim no 2548).

    Hadis di atas menunjukkan bahwa ibu memiliki kedudukan dan derajat yang tiga kali lebih tinggi daripada ayah.

    2. Seorang Suami Harus Mengutamakan Istri dalam Hal Nafkah, Perlindungan, dan Kasih Sayang. 

    Pada poin ini berdasarkan firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 228, yaitu sebagai berikut:

    وَٱلْمُطَلَّقَٰتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ ثَلَٰثَةَ قُرُوٓءٍ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَن يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ

    ٱللَّهُ فِىٓ أَرْحَامِهِنَّ إِن كُنَّ يُؤْمِنَّ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ

    فِى ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوٓا۟ إِصْلَٰحًا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ ٱلَّذِى عَلَيْهِنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ

    عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

    Bacaan latin: Wal-muṭallaqātu yatarabbaṣna bi`anfusihinna ṡalāṡata qurū`, wa lā yaḥillu lahunna ay yaktumna mā khalaqallāhu fī ar-ḥāmihinna ing kunna yu`minna billāhi wal-yaumil-ākhir, wa bu’ụlatuhunna aḥaqqu biraddihinna fī żālika in arādū iṣlāḥā, wa lahunna miṡlullażī ‘alaihinna bil-ma’rụfi wa lir-rijāli ‘alaihinna darajah, wallāhu ‘azīzun ḥakīm.

    Artinya: “Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 228).

    Tak hanya itu, dalam sebuah hadits, Siti Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW:

    Artinya: “Siapa yang lebih berhak terhadap wanita?” Rasullullah SAW menjawab, “Suaminya.”

    Hadis di atas menunjukkan bahwa istri memiliki hak yang harus dipenuhi oleh suaminya.

    Baca juga: Hukum Perceraian dalam Islam, Simak Baik Baik!

    3. Seorang Suami Harus Menyeimbangkan Antara Ibu dan Istrinya

    Hal ini merujuk pada firman Allah SWT dalam surat an-Nisa ayat 36, yaitu sebagai berikut:

    وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

    Bacaan latin: Wa’budullāha wa lā tusyrikụ bihī syai`aw wa bil-wālidaini iḥsānaw wa biżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wal-jāri żil-qurbā wal-jāril-junubi waṣ-ṣāḥibi bil-jambi wabnis-sabīli wa mā malakat aimānukum, innallāha lā yuḥibbu mang kāna mukhtālan fakhụrā.

    Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. an-Nisa: 36).

    Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada semua orang tanpa membeda-bedakan.

    4. Seorang Suami Harus Lebih Mengutamakan Ibunya Daripada Istrinya

    Seorang suami harus lebih mengutamakan ibunya daripada istrinya jika keduanya memiliki kebutuhan tertentu dalam waktu bersamaan. 

    Hal tersebut berdasarkan pendapat Elie Mulyadi dalam Buku Pintar Membina Rumah Tangga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah.

    Namun, status kewajiban ini dapat hilang jika suami dihadapkan pada situasi yang genting, misalnya ketika istri melahirkan, sedang sakit, kecelakaan, dan lain-lain. Jumhur ulama mengategorikan situasi ini dalam bab pengecualian.

    5. Seorang Suami Harus Mendamaikan Antara Ibu dan Istrinya Jika Terjadi Perselisihan atau Konflik

    Poin yang terakhir berdasarkan firman Allah SWT dalam surat an-Nisa ayat 35, yaitu sebagai berikut:

    وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ

    إِصْلَٰحًا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيْنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

    Bacaan latin: Wa in khiftum syiqāqa bainihimā fab’aṡụ ḥakamam min ahlihī wa ḥakamam min ahlihā, iy yurīdā iṣlāḥay yuwaffiqillāhu bainahumā, innallāha kāna ‘alīman khabīrā.

    Artinya: Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (an-Nisa: 35).

    Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah SWT menginginkan kita untuk menjaga kerukunan dan keselarasan dalam keluarga.

    Dari poin-poin di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum suami lebih mementingkan ibunya daripada istrinya dalam Islam adalah boleh, asalkan tidak melanggar hak-hak istrinya dan tidak menimbulkan kerusakan dalam rumah tangga.

    Seorang suami harus bijak dan adil dalam memperlakukan ibunya dan istrinya. Ia harus menyadari bahwa keduanya adalah orang-orang yang sangat berharga dalam hidupnya. Ia harus berusaha untuk membuat keduanya bahagia dan ridha dengan cara yang halal dan syar’i. Wallahu a’lam.

    Cara Menghadapi Suami yang Selalu Lebih Mementingkan Ibunya

    1. Komunikasikan dengan Suami

    Komunikasi memiliki peran penting dalam membangun keharmonisan dalam rumah tangga.

    Jika kamu merasa tidak nyaman atau tersakiti dengan sikap suami yang lebih mementingkan ibunya daripada kamu, jangan diam saja atau menyimpannya di dalam hati.

    Sampaikanlah perasaan kamu dengan jujur, sopan, dan bijak kepada suami. Jelaskan alasan dan harapan kamu kepada suami.

    Dengarkan juga pendapat dan alasan suami. Jangan saling menyalahkan atau menyerang, tetapi carilah solusi bersama-sama.

    2. Hindari Konflik dengan Saudaranya

    Meskipun kamu merasa tidak adil dengan perlakuan suami yang lebih mementingkan keluarganya, jangan sampai kamu terlibat konflik dengan saudara-saudaranya, terutama ibunya. 

    Sebagai istri, kamu tetap harus menghormati keluarga suami. Jangan sampai berkata kasar atau menunjukkan sikap tidak hormat kepada mereka. Hal ini hanya akan memperburuk situasi dan membuat suami semakin menjauh dari kamu.

    3. Tidak Tinggal Satu Atap dengan Ibu dan Keluarga Suami

    Salah satu faktor yang dapat memicu konflik antara istri dan keluarga suami adalah tinggal serumah atau satu atap. Hal ini dapat menyebabkan privasi dan kenyamanan kamu terganggu.

    Selain itu, hal ini juga dapat membuat suami lebih sulit untuk menyeimbangkan perhatian dan bantuan antara ibu dan istrinya.

    Oleh karena itu, sebaiknya kamu dan suami tinggal terpisah dari keluarga suaminya. Namun, bukan berarti kamu tidak pernah berkunjung atau bersilaturahmi dengan mereka.

    4. Beri Perhatian Lebih

    Mungkin salah satu alasan mengapa suami lebih mementingkan ibunya daripada istrinya adalah karena ia merasa kurang mendapatkan perhatian dari kamu.

    Oleh karena itu, cobalah untuk memberikan perhatian lebih kepada suami. Tunjukkanlah rasa cinta dan kasih sayang kamu dengan cara-cara yang disukai oleh suami.

    Misalnya, dengan memasak makanan kesukaannya, memberikan hadiah kecil, memuji penampilannya, mendengarkan keluh kesahnya, atau mengajaknya melakukan aktivitas bersama.

    5.      Beri Suami Waktu Bersama Keluarganya

    Meskipun kamu sebagai istri ingin mendapatkan perhatian penuh dari suami, namun jangan sampai kamu melarang atau membatasi suami untuk bersama dengan keluarganya.

    Ingatlah bahwa keluarga suami juga merupakan orang-orang yang penting bagi suami. Jadi, berilah kesempatan kepada suami untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya sesekali.

    Misalnya, dengan mengizinkan suami untuk menghubungi ibunya setiap hari, atau mengajak ibunya makan malam bersama seminggu sekali.

    6.      Hindari Emosi

    Jika suami terus-menerus lebih mementingkan ibunya daripada istrinya, kamu mungkin akan merasa marah, kesal, atau cemburu. Namun, jangan biarkan emosi yang ada di dalam dirimu menguasai kamu.

    Emosi yang tidak terkontrol hanya akan membuat kamu bertindak tidak rasional dan menyakiti suami.

    Sebaliknya, cobalah untuk menenangkan diri dan berpikir positif. Yakinlah bahwa suami tetap mencintai kamu dan tidak bermaksud menyakiti dirimu.

    7.      Jangan Merasa Tersaingi

    Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh istri adalah merasa tersaingi dengan ibu suami. Padahal, ibu suami dan istri memiliki peran dan kedudukan yang berbeda dalam hidup suami.

    Ibu suami adalah orang yang telah melahirkan dan membesarkan suami, sedangkan istri adalah orang yang menjadi pasangan hidup dan teman berbagi suami. Jadi, jangan merasa harus bersaing dengan ibu suami untuk mendapatkan perhatian atau cinta dari suami. Cobalah untuk menghargai dan menghormati peran ibu suami dalam hidup suami.

  • Doa Ketika Bersin dan Adab Bersin dalam Islam

    Doa Ketika Bersin dan Adab Bersin dalam Islam

    Bersin merupakan refleks natural saat ada partikel yang mengiritasi saluran hidung manusia. Dalam ajaran agama Islam, ada anjuran untuk membaca doa ketika bersin.

    Selain itu, ada pula kewajiban membalas dengan doa kepada seseorang yang bersin.

    Islam sendiri menganggap bersin sebagai tanda bahwa seseorang dalam kondisi yang sehat, serta menganggap bahwa Allah secara spesial melimpahkan berkah-Nya kepada orang tersebut.

    Ada sejumlah doa yang dapat diucapkan ketika bersin dan melihat orang bersin.

    Adab Bersin dalam Islam

    Ada beberapa adab bersin dalam Islam berupa tindakan yang dianjurkan apabila seseorang bersin.

    • Menutup mulut saat bersin.
    • Mengucapkan “Alhamdulillah” sesudah bersin.
    • Mengucapkan jawaban “Yarhamukallah” bagi orang yang bersin.
    • Membersihkan hidung dengan tisu atau tangan setelah bersin.

    Selain itu, ada pula anjuran untuk memalingkan muka dari posisi orang lain yang ada di dekat ketika bersin. Hal ini menjadi perhatian untuk menghindari rasa tidak nyaman, bahkan potensi berbahaya lain, seperti menularkan penyakit.

    Semua adab ini diharapkan bisa menjaga kesehatan dan kebersihan seseorang saat bersin dan sesudah bersin. Adab ini juga menjadi bentuk syukur kepada Allah SWT karena sudah diberikan nikmat berupa kesehatan dari-Nya.

    Baca juga: 8 Adab Bertamu dalam Islam yang Wajib Diterapkan

    Bacaan Doa Ketika Bersin dan Artinya

    Selain mengucapkan “Alhamdulillah“, ada doa bersin untuk orang yang bersin di sekitar Anda. Doa jawaban bersin “Yarhamukallah” berarti “semoga Allah memberimu rahmat”. Doa apa lagi yang diucapkan ketika bersin?

    1. Doa Saat Bersin

    Doa yang diucapkan setelah bersin adalah “Alhamdulillah“. Arti doa dalam bahasa Arab ini adalah “segala puji bagi Allah”. Doa ini merupakan ungkapan syukur karena sudah diberikan keselamatan dari Allah SWT.

    2. Doa Saat Mendengar Orang Lain Bersin

    Doa yang diucapkan adalah “Alhamdulillah“, sama seperti doa sebelumnya. Selain itu, ada pula ucapan doa “Allahumma rahmataka” yang berarti “ya Allah, berikanlah rahmat-Mu”. Doa ini bermakna harapan agar Tuhan memberi berkat dan rahmat kepada orang tersebut.

    Di samping itu, ucapan ini juga menjadi doa untuk mengharapkan keberkahan dan keselamatan dari pada-Nya.

    3. Doa untuk Orang yang Menjawab Bersin

    Doa yang diucapkan adalah “YarhamukAllah”. Yarhamukallah artinya merupakan “semoga Tuhan (Allah) memberi rahmatNya terhadapmu”.

    Doa ketika bersin ini sendiri merupakan permintaan kepada Tuhan agar Dia melimpahkan berkat dan rahmat-Nya kepada orang yang menjawab bersin. Hal ini sekaligus menandai penghargaan dan pemberian doa baik bagi mereka.

    Lalu, ada perbedaan “Yarhamukallah” dan “Yarhamukillah“. Yarhamukallah diucapkan kepada laki-laki yang bersin. Sebaliknya, Yarhamukillah adalah doa apabila seseorang yang bersin itu adalah perempuan.

    Baca juga: Lafal Niat Puasa Asyura, Arab, Latin, dan Terjemahannya

    Tujuan Mengucapkan Doa “Yahdikumullah

    Yahdikumullah sendiri adalah satu dari sejumlah amalan sunnah dari Nabi Muhammad SAW untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menganjurkan umat Islam untuk mengucapkan doa ini saat didoakan seseorang ketika Anda bersin.

    Dalam kitab berjudul Al-Adab An-Nabawiyyah At-Tarbawiyyahhal, Ustadz Shalih bin Ali Abu Urad menerangkan bahwa “Yahdikumullah” merupakan bentuk memuji Allah SWT ketika beliau bersin karena masih diberikan manfaat dan nikmat dari bersin.

    Manfaat dan nikmat apa yang dimaksud? Anda bisa secara logis berpikir bahwa sesuatu yang tertahan di dalam hidung bisa dikeluarkan. Memuji Allah dengan doa ketika bersin ini juga merupakan akhlak mulia, mengakui kelebihan, dan mencintai kebenaran-Nya.

    Penutup

    Bersin merupakan proses esensial yang terjadi secara alami pada tubuh kita.

    Namun dalam Islam, doa ketika bersin menjadi bentuk terima kasih sebab bersin menjadi momen spiritual yang menandai bahwa Allah melimpahkan berkah kepada para umat-Nya.

  • Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Matahari Sesuai Sunnah

    Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Matahari Sesuai Sunnah

    Setiap umat muslim harus mengetahui tata cara sholat gerhana bulan dan matahari. Sebab, gerhana bulan dan matahari merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT., serta kita cukup sering melihatnya.

    Jika kita melihat gerhana bulan ataupun matahari, disunnahkan untuk melaksanakan sholat, memperbanyak doa dan zikir.

    Berikut panduan tata cara sholat gerhana bulan dan matahari lengkap beserta niat dan bacaan zikirnya, jika kamu ingin mengamalkannya!

    Hukum Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

    Diketahui bahwa sholat gerhana memiliki ketetapan hukum Sunnah muakad.

    Artinya adalah sangat dianjurkan dan diutamakan jika dilakukan secara berjamaah di masjid atau mushola.

    Dalil Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

    Anjuran untuk melaksanakan sholat gerhana telah dijelaskan di dalam sebuah hadis, yaitu sebagai berikut:

    Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari).

    Niat Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

    Niat Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

    Sebelum memulai sholat Sunnah gerhana, dianjurkan untuk mengucapkan niat terlebih dahulu. Karena niat merupakan bagian yang paling sakral untuk menunjukkan kesungguhan kita kepada Allah SWT., di dalam sholat.

    Berikut pelafalan niat sholat gerhana dan artinya:

    Niat sholat gerhana bulan dan matahari menjadi imam

    أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini imaman lillahi ta’ala.

    Artinya: “Saya sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah ta’ala.”

    Niat sholat gerhana bulan dan matahari menjadi makmum

    أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini imaman/makmuman lillahi ta’ala.

    Artinya: “Saya sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala.”

    Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar (Arab, Latin, Artinya) serta Maknanya

    Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

    Sholat Sunnah gerhana dikerjakan sebanyak dua rakaat dan dilakukan secara berjamaah. Berikut tata cara sholat gerhana bulan dan matahari:

    1. Niat

    Sebenarnya niat itu diucapkan di dalam hati, namun ada beberapa ulama yang menganjurkan melafalkan niat dengan lantang. Hal tersebut berdasarkan Syekh Muhammad Nawawi Banten, seperti pada berikut ini:

    ومحلها القلب والتلفظ بها سنة ليعاون اللسان القلب

    Artinya: “Tempat niat itu di hati. Pelafalan niat itu sendiri dianjurkan) agar suara lisan membantu pemantapan hati,” (Syekh Salim bin Sumeir, Safinatun Naja, Surabaya, Maktabah Ahmad bin Sa’ad Nabhan wa Auladuh, tanpa catatan tahun, halaman 19).

    2. Takbiratul ihram

    Setelah mengucapkan niat, tata cara sholat gerhana bulan selanjutnya yaitu melakukan takbiratul ihram sama seperti sholat pada umumnya.

    Takbiratul ihram dilaksanakan dengan cara mengangkat kedua belah tangan tepat ke samping telinga, sambi mengucapkan “Allahu Akbar”.

    3. Membaca doa iftitah

    Jika sudah mengangkat kedua tangan ke samping telinga atau melakukan takbiratul ihram, langkah selanjutnya adala sikap bersedekap atau melipat kedua tangan antara di bawah dada dan di atas perut, kemudian membaca doa iftitah sebagaimana sholat lainnya.

    Berikut bacaan doa iftitah beserta artinya:

    اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

    اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

    اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ

    لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Latin:  Allahu akbar Kabiroo Wal hamdu lillaahi Katsiiroo, Wa Subhaanalloohi Bukrotan Wa’asyiilaa. Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fathoros Samaawaati Wal Ardho Haniifan Musliman Wa maa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Syolaatii Wa Nusukii Wa Mahyaa ya Wa Mamaatii Lillaahi Robbil ‘Aalamiina. Laa Syariika lahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

    Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau tunduk, dan aku tidak termasuk dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sungguh sholatku, ibadahku, hidupku matiku hanyalah untuk Allah Tuhan alam Semesta, yang tidak punya sekutu bagi-Nya. Dengan demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri). (HR. Muslim, No. 185).

    Baca juga: 10 Keutamaan Sholat Tarawih di bulan Ramadhan, Amalkan Yuk!

    4. Berta’awudz dan membaca surat Al-Fatihah

    Ada sedikit perbedaan antara sholat gerhana bulan dan sholat lainnya, yaitu pada sholat gerhana membaca ta’awudz terlebih dahulu sebelum membaca surat Al-Fatihah. Jadi tidak hanya membaca basmalah saja.

    Berikut ini adalah pelafalan ta’awudz dan artinya:

    الرَّجِيمِ الشَّيْطَانِ مِنَ بِاللَّهِ أَعُوذُ

    Latin: Audzubillahiminasyaitonirojim.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

    Dan di bawah ini adalah bacaan Al-Fatihah dan artinya:

    الرَّحِيمِ لرَّحْمَنِ اللَّهِ بِسْمِ

    الْعَالَمِينَ رَبِّ لِلَّهِ الْحَمْدُ

    الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ

    الدِّينِ يَوْمِ مَالِكِ

    نَسْتَعِينُ وَإِيَّاكَ نَعْبُدُ إِيَّاكَ

    الْمُسْتَقِيمَ الصِّرَاطَ اهْدِنَا

    الضَّالِّينَ وَلَ عَلَيْهِمْ الْمَغْضُوبِ غَيْرِ عَلَيْهِمْ أَنْعَمْتَ الَّذِينَ صِرَاطَ

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang Menguasai Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka. Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat,” (QS Al Fatihah:1-7).

    5. Membaca surat yang panjang

    Tidak seperti sholat pada umumnya, di mana membaca surat-surat pendek di dalam Al-Qur’an. Sholat gerhana dianjurkan untuk membaca surat-surat yang panjang, seperti surat Al-Baqarah, dan dilantangkan suaranya.

    6. Rukuk pertama

    Bacaan yang dibaca selama rukuk bukanlah doa rukuk, melainkan membaca tasbih dengan durasi sama seperti membaca 100 ayat surat Al-Baqarah.

    7. I’tidal

    Setelah selesai membaca rukuk yang pertama, bangun kembali untuk melanjutkan sholat atau disebut dengan I’tidal.

    Sama seperti rukuk pertama, tidak membaca doa I’tidal, namun membaca surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Ali-Imron atau surat lainnya yang durasinya sama seperti Ali-Imron.

    8. Rukuk kedua

    Jika sudah melaksanakan I’tidal, tidak langsung sujud sebagaimana sholat lainnya, melainkan kembali rukuk lagi dengan cara meletakkan kedua tangan di kedua lutut kaki.

    Bacaannya sama seperti rukuk pertama, namun dipendekkan menjadi seperti membaca 80 ayat surat Al-Baqarah.

    9. I’tidal

    Kemudian, I’tidal lagi dengan membaca doa I’tidal.

    10. Sujud pertama

    Setelah rukuk kedua, tata cara sholat gerhana bulan sama seperti sholat lainnya, yaitu I’tidal dan sujud. Namun, bacaannya sama seperti rukuk pertama.

    11. Duduk di antara dua sujud

    Bacaan dan pelaksanaan duduk di antara dua sujud sama dengan sholat pada umumnya.

    12. Sujud kedua

    Bacaan sujud kedua sama seperti rukuk kedua

    13. Bangun kembali untuk melaksanakan rakaat kedua

    Gerakan rakaat kedua sama dengan rakaat pertama, kecuali doa iftitah.

    14. Duduk tasyahud akhir

    15. Salam

    Melalui penjelasan yang telah disampaikan di atas, semoga kita semua mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana tata cara sholat gerhana matahari dan bulan.

    Ingatlah bahwa gerhana adalah salah satu tanda dari kebesaran Allah SWT.

    Kita harus menghargai dan merayakan fenomena ini dengan cara yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam.

    Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah dan terus berusaha mendekatkan diri kepada-Nya melalui berbagai cara ibadah, termasuk sholat gerhana.

  • Apa itu Indigo Menurut Islam? Ini Kata Para Ulama

    Apa itu Indigo Menurut Islam? Ini Kata Para Ulama

    Kemampuan melihat alam gaib pada orang Indigo sebenarnya bukanlah hal baru karena hal ini telah ada sejak ratusan tahun lalu. Meski bagi sebagian kalangan masyarakat ini adalah kemampuan istimewa namun Indigo menurut Islam tak seperti itu.

    Lantas seperti apakah keberadaan orang Indigo menurut Islam? Bagaimanakah Indigo menurut ulama?

    Apa sajakah ciri ciri anak Indigo menurut Islam? Jika Anda penasaran, yuk temukan jawabannya pada uraian artikel di bawah ini.

    Indigo, Kelebihan atau Kelainan?

    Istilah Indigo menurut psikologi atau dunia medis adalah Extra Sensory Perception (ESP). Istilah ini mengacu pada kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mendapatkan sekaligus mengirimkan suatu informasi tanpa penggunaan umumnya panca indera manusia.

    Sedangkan menurut pendapat umum yang beredar di masyarakat awam, orang Indigo adalah orang yang istimewa karena memiliki kelebihan indera keenam. Terlepas dari fakta yang ada di lapangan, Islam memiliki pandangannya sendiri yang berbeda dari kebanyakan.

    Anak Indigo menurut Islam itu adalah kelainan atau penyakit yang harus diwaspadai karena akan berpotensi merusak akidah. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT di dalam surat Al Jin ayat 26. Disana dikatakan jika semua perkara ghaib hanya diketahui oleh Allah SWT saja.

    Ini artinya tak ada makhluk apapun(manusia, jin atau malaikat) yang mengetahuinya. Sehingga jika ada seseorang yang memiliki kemampuan Indigo maka sudah pasti itu semua adalah tipu muslihat setan untuk menyesatkan manusia.

    Indigo di Mata Para Ulama

    Agar semakin yakin, berikut beberapa pendapat dari ulama tentang keberadaan anak Indigo.

    1. Buya Yahya

    Melalui kanal Youtube Al Bahjah TV, Buya Yahya menyampaikan jika memang di dunia tasawuf terdapat penjelasan mengenai kelebihan tertentu seseorang. Yaitu kemampuan untuk melihat hal gaib karena diistimewakan oleh Allah dengan membuka “penglihatannya”.

    Akan tetapi orang yang memiliki mata batin dalam pandangan Islam adalah yang termasuk pada golongan orang-orang saleh. Yaitu ahli ibadah serta memiliki amal saleh yang istimewa baik di mata Allah maupun di mata manusia.

    Di luar golongan tersebut, kemampuan serupa di atas yang ada pada anak Indigo menurut syariat Islam berasal dari setan. Mengapa? Karena kemampuan istimewa tersebut hanya akan diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hambaNya yang shaleh.

    Yang mana dengan kemampuan tersebut, akan membuat orang lain di sekitarnya menjadi lebih bertauhid serta merendahkan diri di hadapan Allah. Contoh Indigo di zaman Nabi adalah Nabi Khidir AS, sebagaimana penjelasan pada QS. Al Kahfi ayat 65.

    Nabi Khidir AS mendapatkan nikmat ilmu pengetahuan yang sangat luas oleh Allah tanpa proses belajar sebagaimana manusia pada umumnya. Sehingga pada saat Nabi Musa diperintahkan menemui dan mengikutinya ada banyak sekali hikmah yang didapatkan.

    Baca juga: Hukum Lelang dalam Islam,Ini Menurut Para Ulama

    2. Taufik Ginanjar

    Pada laman resmi milik Persisi (Persatuan Islam), Ustad Taufik Ginanjar memberikan nasehat bagi umat Islam mengenai hal ini. Yaitu jika suatu saat umat Islam menemukan suatu fenomena, maka wajib hukumnya untuk berpatokan pada Al Quran serta Hadist Shahih.

    Alasannya karena baik Alquran maupun Hadist merupakan panduan akan kebenaran yang mutlak. Selain itu selama ini ilmu pengetahuan dan sains di lapangan pada akhirnya akan selalu membuktikan jika semua yang ada di dalam Al Quran adalah benar.

    Di dalam Al Qur’an disebutkan jika pada prinsipnya tak ada satupun makhluk yang mampu mendapatkan informasi hal gaib. Sehingga semua umat Islam hukumnya wajib untuk mengimaninya.

    Sehingga ketika mendapati fenomena anak Indigo tak usah sibuk bertanya Indigo Anugerah atau kutukan. Karena jelas sekali firman Allah di surat Al Jin mengenai informasi gaib. Jadi umat Islam hendaknya tak terjebak untuk mempercayai tipu muslihat setan tersebut.

    3. Muhammad Faizar

    Kemampuan yang dimiliki anak Indigo menurut agama Islam juga dijelaskan oleh Ustad Muhammad Faizar melalui channel YouTube Ari Untung. Menurut Ustad Faizar, pengertian anak Indigo menurut Islam adalah kelainan.

    Istilah Indigo sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang berarti penggabungan beberapa warna seperti nila, ungu atau biru gelap. Yang mana tatanan warna tersebut merupakan warna cakra yang ada pada tubuh manusia (tujuh cakra).

    Letak cakra Indigo adalah tepat diantara kedua alis, yang bagi segolongan orang Indigo ini adalah semacam mata batin. Anak Indigo dipercaya memiliki kemampuan berkomunikasi dan berhubungan langsung dengan entitas astral (golongan bangsa jin).

    Yang mana bagi semua umat Islam wajib untuk menolak pendapat itu. Alasannya karena hal tersebut bertentangan dengan firman Allah di dalam Surat Al Jin ayat 6. Yang mana pada intinya menyatakan jika hanya Allah SWT saja yang mengetahui semua hal yang bersifat gaib.

    4. Khalid Basalamah

    Jawaban yang sama atas pertanyaan apa itu Indigo menurut Islam, juga dikemukakan oleh Ustad Khalid Basalamah. Indigo yang sering diyakini merupakan kelebihan bahkan keistimewaan, ternyata agama Islam justru memandang sebaliknya.

    Melalui channel YouTube Kajian Ar-Rahman, pada bagian cuplikan tanya jawab, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan jika Indigo itu bukan kelebihan. Sebaliknya Indigo itu adalah penyakit, sehingga pemiliknya harus waspada.

    Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan lebih lanjut jika Indigo itu merupakan penyakit gangguan syaitan. Sehingga cara menyembuhkan anak Indigo menurut Islam adalah dengan jalan melakukan ruqyah terhadapnya.

    Lebih lanjut kata Ustadz Khalid, jika tak percaya dan ingin bukti jika Indigo itu bentuk gangguan setan adalah dengan melakukan ruqyah. Nantinya pada saat proses ruqyah tersebut anak Indigo pasti akan seperti kesurupan akibat mendengar bacaan ayat suci Al Quran.

    5. Abdul Somad

    Indigo menurut pandangan Islam selanjutnya datang dari Ustad Abdul Somad yang ternyata juga memiliki pandangan yang sama. Yaitu anak Indigo adalah anak yang mengalami gangguan setan yang memasuki tubuhnya.

    Dari setan itulah, seorang anak Indigo memberikan informasi mengenai berbagai hal gaib yang berkaitan dengan ragam informasi masa lalu. Asal muasal ada setan bersarang di tubuh anak Indigo adalah karena keturunan setan yang menempel sejak nenek moyang.

    Yaitu melalui datuknya yang berkawan dengan jin, lalu turun kepada anak dan selanjutnya ke cucunya. Cara menyembuhkan anak Indigo menurut Islam, menurut Ustad Abdul Somad adalah melalui jalan ruqyah.

    Tanda Anak Indigo

    Umumnya ciri-ciri atau tanda seseorang Indigo baru terlihat saat dirinya berusia di atas 10 tahun. Berikut beberapa ciri umum yang biasanya terdapat pada anak Indigo, yaitu:

    1. Memiliki Kemampuan Lebih

    Ciri yang paling utama dan pertama adalah, anak Indigo memiliki kemampuan lebih dalam melihat sesuatu sebagai kebenaran. Sehingga pada saat anak Indigo melihat sesuatu yang salah maka akan segera menunjukkan bukti atas kebenaran yang sesungguhnya.

    Selain itu anak Indigo umumnya juga mempunyai banyak kelebihan dalam berbagai bidang, termasuk di bidang akademis. Sehingga biasanya anak Indigo mampu memahami hal yang belum dipahami oleh anak seusianya.

    Itulah juga yang menjadi alasan tak jarang anak Indigo memiliki kemampuan untuk meraih jenjang pendidikan lebih tinggi secara lebih cepat.

    Tak hanya bidang akademis, anak Indigo biasanya juga berjiwa kreatif dan inovatif. Anak Indigo dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda dengan kebanyakan orang. Sehingga seringkali anak Indigo mampu memecahkan masalah yang sulit.

    Berbagai kelebihan yang ada pada anak Indigo itulah yang pada akhirnya membuat golongan anak ini memiliki kedewasaan sikap yang lebih. Nah tugas orang tualah yang memiliki anak, selalu mendampingi tumbuh kembangnya agar tak salah arah.

    2. Memiliki Intuisi Kuat & Keras Kepala

    Ciri menonjol lain yang terdapat pada anak Indigo adalah kepemilikan atas intuisi yang kuat sekaligus menjadikannya keras kepala karenanya.

    Seringkali anak Indigo memiliki intuisi yang kuat dan cenderung tepat. Misalnya intuisi keluarganya akan mengalami mara bahaya. Hal seperti inilah yang seringkali membuat rasa percaya dirinya terbangun begitu kuat.

    Yang akhirnya hal tersebut secara tak langsung membuat anak Indigo jadi merasa superior dan tanpa sengaja membangun sifat keras kepala. Sebab dominasi rasa percaya diri karena memiliki kemampuan yang lebih di atas rata-rata orang normal.

    3. Kemampuan Berkomunikasi Lintas Dimensi

    Anak Indigo memiliki kecenderungan untuk mampu melakukan komunikasi lintas dimensi. Hanya saja kelebihan yang satu ini banyak dipandang melalui sudut pandang psikologis jika anak Indigo memiliki teman imajiner.

    Selama masih ada di tahap usia anak, mungkin hal tersebut bisa jadi benar. Akan tetapi jika kebiasaan ini berlanjut hingga anak mencapai usia dewasa, maka orang tua sebaiknya mulai waspada.

    Orang tua harus secara aktif untuk mencari tahu mengenai hal tersebut serta berusaha menyiapkan langkah-langkah penanggulangan. Karena memiliki anak dengan kemampuan Extra Sensory Perception (ESP) alias Indigo adalah menurut Islam bagian dari cobaan.

    Yaitu ujian dari Allah SWT baik bagi anak itu sendiri maupun bagi orangtuanya. Jika salah menyikapinya, bisa membahayakan aqidah.

    Menyikapi Kemampuan Indigo

    Sebagai seorang muslim berikut beberapa sikap dalam menghadapi fenomena Indigo, yaitu:

    1. Tak Ikut Andil

    Muslim wajib untuk tak ikut arus dan terjebak pada fenomena Indigo. Sangat berbahaya bagi seorang muslim untuk ikut mempercayai serta mengamini berbagai hal yang diinformasikan oleh orang Indigo. Mulai dari ramalan dan berbagai hal berbau kemusyrikan.

    Sikap paling utama seorang muslim menghadapi anak atau orang Indigo adalah mengembalikannya pada petunjuk hidup yaitu Al Qur’an. Yaitu bahwasannya hal semacam fenomena Indigo ini nyata adanya sebagaimana kisah Nabi Khidir AS dengan Nabi Musa.

    Bertolak dari kisah sejarah tersebut maka sebagai muslim wajib paham jika karunia ilmu lebih dari Allah itu hanya bagi sosok pilihan.  Misalnya seorang nabi. Selain itu kemampuannya tersebut tak dipublikasikan dan banyak digunakan untuk berbuat kebaikan saja.

    Sehingga dengan begitu maka kemampuan Indigo yang dikaruniakan tersebut akan membantu orang lain untuk semakin bertauhid. Sekaligus merendahkan dirinya di hadapan Allah SWT.

    2. Waspada Akan Rusaknya Aqidah

    Seorang muslim harus waspada akan kerusakan aqidah jika ikut mempercayai informasi tak benar yang terkait dengan perkara ghaib. Jika menghadapi fenomena seperti itu wajib mengembalikan semuanya kepada sumber kebenaran, yaitu Quran maupun Hadits.

    Bagi orang tua yang memiliki anak dengan cobaan tersebut maka hendaknya wajib doa untuk anak Indigo menurut Islam. Sebab jika tidak disikapi dengan tepat maka urusannya menjadi berat, karena ini akan merusak urusan aqidah.

    Sehingga metode paling tepat dalam menghadapi anak Indigo adalah mengarahkannya agar selalu taqarrub kepada Allah. Selain itu ajak untuk memperkuat keimanannya kepada Allah SWT.

    Semoga penjelasan mengenai Indigo menurut Islam ini dapat bermanfaat.

  • Rahasia Kecantikan Alami Dengan Mengamalkan Doa Agar Kulit Putih Bersih

    Rahasia Kecantikan Alami Dengan Mengamalkan Doa Agar Kulit Putih Bersih

    Memiliki kulit yang putih bersih menjadi tujuan bagi banyak orang. Melakukan perawatan tentunya menjadi modal utama untuk merawat kulit menjadi putih bersih. Sebagian orang percaya dengan mengamalkan doa agar kulit putih bersih menjadi cara jitu yang dilakukan.

    Sebagian orang mempercayai bahwa ada doa agar kulit putih bersih yang sangat berpengaruh positif terhadap peningkatan kecerahan dan keputihan kulit.

    Berikut ini akan menjelaskan tentang doa agar kulit putih bersih yang dapat Anda amalkan untuk memiliki kecantikan sejati.

    Doa yang Dipercaya Membantu Mencerahkan dan Memutihkan Kulit

    Memiliki kulit yang cantik adalah sebuah harapan bagi semua orang terutama kaum Perempuan. Dalam berbagai budaya, kulit putih dan bersih sering dianggap sebuah simbol kecantikan dan kemurnian orang tersebut.

    Berbagai macam metode yang dilakukan, mulai dari detox kulit, obat-obat herbal maupun non herbal sering orang gunakan untuk memutihkan agar kulit putih. Namun rangkaian perawatan luar tersebut tidak berpengaruh besar jika hanya putih dari luar saja.

    Rangkaian perawatan luar seperti produk kecantikan dan perawatan kulit belum cukup untuk memutihkan kulit. Oleh karena itu banyak orang mengandalkan praktik-praktik spiritual seperti melakukan doa agar kulit putih bercahaya agar mencapai kulit yang mereka impikan.

    Dalam berbagai budaya, doa-doa dan amalan spiritual telah lama dihubungkan dengan kecantikan.

    Beberapa keyakinan berpendapat bahwa doa-doa tertentu memiliki kekuatan untuk membantu membersihkan aura dan energi negatif yang dapat mempengaruhi kesehatan kulit.

    Pandangan-pandangan ini seringkali terkait dengan budaya spiritual yang mengajarkan harmoni antara tubuh, jiwa, dan pikiran. Berikut adalah doa agar kulit putih bersih yang sering digunakan oleh sebagian orang menurut kepercayaannya masing-masing.

    Baca juga: Ini 3 Doa yang Dikabulkan oleh Allah SWT, Sangat Mustajab!

    1. Doa untuk Kecerahan

    Doa yang berfokus pada permohonan untuk mendapatkan cahaya alami dan kecerahan kulit yang berseri-seri.

    Lakukan setiap hari dalam hati dengan memohon agar mendapatkan cahaya yang berada dalam diri secara alami.

    2. Doa untuk Kebersihan Kulit

    Banyak amalan doa agar kulit putih bersih yang dilakukan oleh sebagian orang yang mempelajarinya, termasuk dengan mengamalkan doa agar kulit kita bersih. Salah satu amalan doa yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

    • Doa ini dimulai dengan membaca Bismillah yang artinya “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
    • Kemudian dilanjutkan membaca doa: “Allahumma yaa man haabadzal isyqo ilaa ma asyqaa ilaihi fiihi mink fa aktub lil kulubil amnaa’ wa soluufil adwaa’ wa dzil hawaashi minal farajil munaazzaa’

    Wa saffihlanaa badananaa wa thahirlanaa jildanaa wa isyraafnaa anfusanaa wa ajrnaa minal balaai wan niqmaati bimaa taqdiruhuu wa tatawaffanaa muslimiinaa walhiqnaa bis shoolihiinaa

    • Ya Rahman Ya Rahim
    • Ya Hafidz Ya Razzaq Ya Latif

    Doa tersebut dapat dibaca setiap hari, baik pagi maupun malam hari sebanyak 100 kali dalam satu harinya. Agar Anda mendapatkan pengaruh yang sangat signifikan dengan mengamalkan amalan tersebut.

    3. Doa untuk Kesehatan Kulit

    Doa yang berfokus pada kesehatan kulit secara keseluruhan, mencakup aspek keputihan dan kecerahan. Dengan begitu, kulit Anda akan menjadi lebih berseri dan kelihatan cantik alami tanpa harus menggunakan produk kimia.

    Adapun manfaat agar kulit putih bersih dengan mengamalkan doa tersebut bukanlah hal yang baru. Kaum wanita zaman dahulu telah mempraktikkan cara ini sejak dulu. Berikut adalah beberapa manfaat berdoa kulit putih bersih:

    • Menenangkan Hati

    Berdoa memiliki kekuatan untuk menenangkan hati dan pikiran. Kondisi yang tenang dan damai dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang berdampak buruk pada kesehatan kulit.

    • Meningkatkan Kepercayaan Diri

    Kulit yang cantik dan sehat dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Berdoa dapat membantu untuk memperoleh rasa percaya diri yang lebih baik. Maka dari itu, Anda akan merasakan kepercayaan diri pada diri Anda dengan sering berdoa.

    • Merawat Kulit dari Dalam

    Berdoa agar kulit putih bersih dapat membantu merawat kulit dari dalam. Dengan merawat kulit dari dalam, kulit akan terlihat lebih sehat dan cantik secara alami.

    Oleh karena itu dengan mengamalkan doa-doa dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan rutin pada pagi dan malam hari, akan menimbulkan efek yang sangat baik bagi Anda. Hal ini adalah salah satu cara agar kulit putih alami.

    Sisipkan doa-doa yang baik sebagai meditasi diri untuk merelaksasikan tubuh dan memanggil aura positif di dalam diri. Dan yakinkan juga di dalam diri, bahwasannya Anda bisa merubah kecantikan Anda dengan mengamalkan doa agar kulit putih bersih.

    Namun, meskipun doa-doa dapat memiliki pengaruh positif pada kepercayaan diri dan pandangan tentang kecantikan, penting untuk diingat bahwa kecantikan sejati juga berasal dari kesehatan kulit dan perawatan yang tepat.

    Penutup

    Mengamalkan doa-doa tertentu sebagai bagian dari rutinitas kecantikan dapat memberikan efek positif pada pandangan diri dan kepercayaan diri.

    Namun, kombinasikanlah praktik-praktik spiritual ini dengan perawatan kulit yang sehat dan pengetahuan yang akurat tentang perawatan kulit.

    Kecantikan alami yang sejati bersumber dari kesehatan dan kebahagiaan dalam tubuh, jiwa, dan pikiran. Serta tidak lupa juga selalu mengamalkan doa agar kulit badan putih bersih, dengan begitu Anda akan memiliki aura yang cantik dengan mengamalkan doa agar kulit putih bersih tersebut.