Author: Linda Yulita

  • Sumber Energi Bunyi: Pengertian, Sifat, Jenis & Manfaatnya

    Sumber Energi Bunyi: Pengertian, Sifat, Jenis & Manfaatnya

    Bunyi adalah salah satu fenomena alam yang sangat umum dan merupakan suatu bentuk energi yang bermanfaat dalam kehidupan kita. Ketika kita mendengar suara musik, suara burung berkicau di pagi hari, atau suara alat-alat elektronik yang beroperasi, kita sebenarnya mengalami efek dari sumber energi bunyi.

    Nah, untuk memahaminya lebih lanjut, mari kita jelajahi lebih dalam tentang sumber energi ini, termasuk pengertian, sifat, jenis, dan manfaatnya bagi kehidupan kita.

    Pengertian Sumber Energi Bunyi

    Sumber energi bunyi adalah segala bentuk objek atau medium yang mengalami getaran, dan hasil dari getaran ini adalah perambatan gelombang bunyi. Ketika suatu objek bergetar, energi yang dihasilkan dari getaran ini mengakibatkan partikel di sekitarnya bergerak ke depan dan ke belakang. 

    Gerakan partikel inilah yang menyebabkan gelombang bunyi terbentuk dan merambat melalui medium yang ada di sekitarnya.

    Proses perambatan gelombang bunyi dapat terjadi melalui berbagai medium, termasuk udara, air, dan benda padat. Dalam medium udara, gelombang bunyi dapat merambat dalam bentuk gelombang longitudinal, yaitu saat partikel-partikel udara bergerak searah atau berlawanan dengan arah perambatan gelombang.

    Saat gelombang bunyi mencapai telinga kita, gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran akan bergetar, mengubah gelombang bunyi menjadi sinyal listrik yang kemudian diinterpretasikan oleh otak sebagai suara.

    Sifat-sifat Bunyi

    Setelah memahami sumber energi bunyi, kita juga perlu memahami sifat-sifat yang dimiliki oleh bunyi. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

    1. Merambat

    Bunyi dapat merambat melalui berbagai media, seperti zat padat, cair, dan gas. Perambatan bunyi ini terjadi dalam bentuk gelombang. Gelombang bunyi dapat merambat di udara dan bergerak langsung melalui medium ini. Namun, bunyi tidak dapat didengar di dalam ruangan hampa udara seperti di ruang angkasa.

    2. Pemantulan Bunyi

    Bunyi juga dapat mengalami pemantulan atau refleksi karena sifatnya sebagai gelombang longitudinal. Ketika bunyi merambat dan bertemu dengan benda disekitarnya, bunyi dapat dipantulkan kembali. Pemantulan bunyi dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan jarak sumber bunyi:

    • Pantulan Jarak Jauh: Jenis bunyi pantul ini terjadi ketika suara yang dipantulkan dapat memperkuat bunyi asli. Hal ini biasanya terjadi ketika suara memantul antara sumber suara dan dinding pantul yang berjarak tidak terlalu jauh.
    • Gaung: Jenis bunyi pantul ini kurang terdengar dengan jelas karena campur tangan dengan bunyi asli. Gaung dapat mengganggu pendengaran dan biasanya terjadi dalam jarak 10 hingga 20 meter dari sumber bunyi.
    • Gema: Bunyi gema terdengar setelah bunyi asli didengar, yakni akibat dari pantulan bunyi yang kemudian sampai ke pendengaran kita.

    3. Pembiasan Bunyi

    Pembiasan atau refraksi juga merupakan sifat gelombang yang dimiliki bunyi. Misalnya, saat petir terdengar lebih keras saat muncul di malam hari daripada siang hari. Hal ini disebabkan oleh perbedaan suhu udara di bagian atas dan bawah. Suara dapat dibiaskan oleh perbedaan suhu tersebut.

    Jenis-jenis Energi Bunyi

    Sumber: Quora

    Setelah memahami sumber energi bunyi dan sifatnya, sekarang Anda perlu memahami berbagai jenis energi bunyi yang ada saat ini. Jenis-jenis energi bunyi dibagi berdasarkan rentang frekuensi gelombang bunyi yang dihasilkan. 

    Gelombang bunyi dapat terjadi dalam berbagai rentang frekuensi. Selain itu, ketiga jenis energi bunyi yang sering disebut adalah audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik.

    1. Audiosonik

    Audiosonik adalah jenis energi bunyi yang terjadi dalam rentang frekuensi yang dapat didengar oleh telinga manusia. Rentang frekuensi audiosonik biasanya berkisar antara 20 Hz (getaran per detik) hingga 20.000 Hz.

    Sumber energi bunyi jenis ini sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari, seperti suara manusia berbicara, musik, atau berbagai jenis suara di sekitar kita.

    2. Infrasonik

    Infrasonik adalah jenis sumber energi bunyi dengan frekuensi di bawah rentang audiosonik, yaitu kurang dari 20 Hz. Karena frekuensinya rendah, suara infrasonik biasanya tidak terdengar oleh telinga manusia.

    Namun, beberapa hewan seperti gajah dan paus mampu mendengar bunyi infrasonik dan menggunakannya untuk berkomunikasi atau berorientasi dalam lingkungan mereka.

    Selain itu, beberapa fenomena alam seperti gempa bumi atau ledakan besar juga menghasilkan gelombang bunyi infrasonik yang dapat dideteksi dengan peralatan khusus.

    3. Ultrasonik

    Ultrasonik adalah jenis sumber energi bunyi dengan frekuensi di atas rentang audiosonik, yaitu lebih dari 20.000 Hz. Telinga kita tidak dapat mendengar bunyi ultrasonik karena frekuensinya di luar batas pendengaran manusia.

    Namun, beberapa hewan seperti kelelawar dan lumba-lumba mampu mendengar dan menggunakan bunyi ultrasonik untuk navigasi dan berburu mangsa. Selain itu, teknologi medis seperti ultrasonografi (USG) juga menggunakan gelombang bunyi ultrasonik untuk membantu visualisasi organ dan struktur dalam tubuh manusia.

    Manfaat Energi Bunyi

    Sumber energi bunyi yang beragam memiliki sejumlah manfaat bagi kehidupan jika digunakan dengan baik. Berikut adalah beberapa manfaat energi bunyi:

    Sumber: Pexels

    1. Komunikasi

    Sumber energi bunyi memainkan peran krusial dalam komunikasi antar individu. Manusia dan hewan menggunakan suara untuk berbicara, bernyanyi, dan bersuara. Ini memungkinkan kita untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan saling memahami. 

    Suara sendiri merupakan fondasi dari bahasa manusia dan cara kita berbagi informasi serta emosi dengan orang lain.

    2. Hiburan

    Bunyi menjadi elemen kunci dalam hiburan yang menyenangkan. Musik, lagu, film, dan pertunjukan seni lainnya didasarkan pada suatu sumber energi bunyi untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan dan mendalam. 

    Melalui kombinasi nada, irama, dan harmoni, energi bunyi yang dihasilkan dapat menciptakan emosi, atmosfer, dan kenangan yang tak terlupakan bagi pendengar.

    3. Peringatan

    Energi bunyi berfungsi sebagai sistem peringatan yang penting untuk keselamatan. Sumber energi bunyi seperti sirine, alarm kebakaran, sirine ambulans, dan bel peringatan di jalan raya adalah contoh dari penggunaan energi bunyi,

    Semua sumber bunyi tersebut bertujuan untuk memberikan peringatan dini dan mengingatkan orang-orang akan bahaya atau situasi darurat.

    4. Identifikasi

    Sumber energi bunyi juga menjadi alat identifikasi yang efektif. Dalam lingkungan alam, suara burung atau hewan tertentu dapat membantu mengidentifikasi spesies yang ada di sekitar. 

    Begitu pula dengan suara tertentu yang berasal dari perangkat atau mesin yang memungkinkan kita mengenali dan membedakan perangkat atau proses tertentu.

    5. Penginderaan

    Gelombang bunyi digunakan dalam teknologi penginderaan. Misalnya, sonar adalah contoh di mana gelombang bunyi digunakan untuk mendeteksi dan menemukan benda di bawah permukaan air, seperti ikan atau struktur bawah laut. 

    Di bidang medis, teknologi ultrasonografi menggunakan gelombang bunyi ultrasonik untuk visualisasi organ dalam tubuh manusia, membantu dalam diagnosis dan perawatan medis.

    6. Penelitian dan Pengembangan

    Energi bunyi menjadi elemen penting dalam penelitian dan pengembangan di berbagai bidang. Fisikawan dan insinyur mengandalkan berbagai sumber energi bunyi dan sifat-sifatnya untuk memahami fenomena alam, mengembangkan teknologi baru, dan mengatasi masalah teknis.

    Selain itu, penelitian tentang bunyi membantu memahami akustik dan memperbaiki kualitas bunyi dalam industri dan produk konsumen.

    7. Pengalaman Virtual

    Dalam dunia hiburan dan permainan, teknologi audio digunakan untuk menciptakan pengalaman virtual yang lebih imersif dan realistis. Efek suara dan audio surround membantu menciptakan lingkungan yang lebih mendalam dan mendebarkan bagi pengguna. 

    Melalui pemanfaatan teknologi audio, pengalaman hiburan menjadi lebih mendalam, memukau, dan memikat.

    Sudah Pahamkah Anda dengan Sumber Energi Bunyi?

    Itu dia penjelasan lengkap terkait sumber energi dari bunyi yang perlu Anda ketahui. Dari komunikasi hingga hiburan, serta aplikasi medis dan industri, energi bunyi membantu membentuk dunia di sekitar kita dan meningkatkan kualitas hidup. 

    Selain itu, dengan lebih memahami sumber energi bunyi dan pemanfaatannya, kita dapat memaksimalkan potensi manfaatnya dan mengapresiasi keragaman fenomena bunyi di sekitar kita.

  • Mengenal Batu Bara: Pengertian, Asal, Jenis, & Manfaatnya

    Mengenal Batu Bara: Pengertian, Asal, Jenis, & Manfaatnya

    Batu bara adalah salah satu sumber daya alam yang sangat penting. Meski demikian, penggunaan terhadap jenis sumber daya ini terbilang sangat tidak teratur, terutama sebagai bahan bakar kendaraan besar.

    Lantas, apa sebetulnya proses serta asal mula sumber daya alam satu ini? Apa saja jenis dan juga manfaatnya bagi kehidupan di bumi? Dalam artikel ini, akan membahasnya secara lengkap dan mendetail. Mari simak sampai habis untuk memahaminya!

    Apa itu Batu Bara?

    Sumber: Freepik

    Batu bara adalah sejenis batuan sedimen yang terbentuk dari endapan tumbuhan purba yang mengalami proses pembatubaraan selama jutaan tahun. Secara umum, batu ini merupakan jenis sumber daya alam yang krusial sebab memiliki kandungan karbon yang tinggi. Sehingga dapat dibakar untuk menghasilkan energi panas.

    Proses terbentuknya batu ini dimulai dari tumbuhan mati dan tenggelam di lautan atau rawa. Seiring berjalannya waktu, tumbuhan tersebut terperangkap di bawah lapisan sedimen dan mengalami tekanan serta panas dari lapisan di atasnya. Proses ini menyebabkan bahan organik dalam tumbuhan berubah menjadi batu bara.

    Batu ini menjadi salah satu sumber energi utama di dunia karena relatif murah dan melimpah. Namun, pemanfaatannya juga menimbulkan dampak lingkungan yang bisa dibilang cukup serius. 

    Beberapa contoh dampak dari eksploitasi batuan ini antara lain seperti polusi udara dan dampak buruk terhadap pemanasan global. Oleh karena itu, saat ini telah banyak upaya yang dilakukan untuk mencari alternatif energi yang lebih ramah lingkungan guna mengurangi ketergantungan pada batuan satu ini.

    Asal Mula dan Proses Terbentuknya Batu Bara

    Sumber: Freepik

    Secara garis besar, batu bara terbentuk dari endapan tumbuhan purba yang mati dan tenggelam di perairan atau rawa-rawa pada zaman geologi dahulu. Khususnya pada era Karbon dan Perem yang berlangsung jutaan tahun yang lalu. 

    Proses terbentuknya batuan ini dimulai dengan proses akumulasi. Pada proses ini, sisa tumbuhan seperti lumut, paku, dan tumbuhan darat lainnya yang terperangkap di dasar rawa atau perairan akan terendap oleh bumi.

    Seiring berlalunya waktu, tekanan dari lapisan tanah serta sedimentasi yang terus menerus menyebabkan tumbuhan tersebut mengalami perubahan kimia. Proses ini dikenal sebagai pembatubaraan. Dalam tahap ini, bahan organik dalam tumbuhan mengalami dekomposisi menjadi gambut dan akhirnya berubah menjadi batu bara.

    Kualitas batuan yang terbentuk berbeda-beda, tergantung pada tipe dan kandungan karbon yang ada di dalamnya. Jenis batuan ini yang umum ditemukan adalah lignit, sub-bituminous, bituminous, dan antrasit. 

    Batuan tersebut memiliki kandungan karbon yang bertambah tinggi seiring dengan peningkatan kualitasnya. Proses terbentuknya batuan ini adalah proses alami yang memakan waktu sangat lama. Namun, hal ini sepadan dengan hasilnya yang akan menjadi sumber daya alam penting dalam dunia energi modern.

    Jenis-Jenis Batu Bara

    Sumber: mininginsider.id

    Setelah mengetahui definisi dan juga proses pembentukannya, kali ini Anda akan segera mengetahui apa saja jenis-jenis dari batu bara. Langsung saja, berikut adalah jenis-jenisnya:

    1. Gambut

    Gambut atau juga dikenal sebagai batu bara coklat adalah jenis yang memiliki kualitas paling rendah. Secara garis besar, gambut terbentuk dari pengendapan dan akumulasi bahan organik seperti serasah, akar, dan tumbuhan rawa lainnya. Kemudian, mengalami dekomposisi parsial di lingkungan rawa atau daerah stagnan. 

    Proses pembentukan gambut umumnya memerlukan waktu yang sangat lama. Hal tersebut terjadi karena lingkungan rawa yang anaerobik (kurang oksigen) dapat mencegah pelapukan yang cepat. Selain itu, kandungan karbon dalam gambut relatif kecil dengan kandungan air sebesar 75%, energi pun rendah saat dibakar. 

    Sebagai akibatnya, gambut digunakan terutama sebagai sumber energi lokal di beberapa daerah, terutama di negara-negara berkembang. Namun, pemanfaatan gambut juga menimbulkan masalah lingkungan seperti pelepasan gas rumah kaca dan polusi udara.

    2. Lignite

    Lignite yang juga dikenal sebagai batu bara muda merupakan jenis yang sedikit lebih tinggi kualitasnya daripada gambut. Terbentuk dari akumulasi bahan organik seperti gambut, tetapi mengalami tekanan dan panas yang lebih tinggi selama proses pembatubaraan. Kandungan airnya adalah sekitar 35-37 persen.

    Meskipun kualitasnya lebih baik daripada gambut, lignite masih dianggap sebagai jenis batu karbon grade rendah. Kegunaan utama dari jenis ini adalah sebagai bahan bakar pembangkit listrik di beberapa negara, terutama di wilayah dengan pasokan cadangan batu bara yang terbilang melimpah. 

    Namun, lignite memiliki kadar air yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan proses efisiensi pembakarannya cenderung rendah dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi ketimbang jenis lainnya.

    3. Sub Bituminus

    Sub Bituminus adalah jenis batu bara dengan kualitas yang sedang di antara lignite dan gambut. Batuan ini mengalami peningkatan kualitas lebih lanjut dibandingkan lignite karena mengalami tekanan dan panas yang lebih tinggi selama prosesnya. Kandungan karbon dalam sub bituminus berkisar antara 40-60 persen.

    Sub bituminus juga memiliki kelebihan berupa kandungan air yang lebih rendah dibandingkan lignite. Jadi, efisiensi pembakarannya lebih tinggi dan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan lebih sedikit. 

    Jenis satu ini sering berguna sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Selain itu, jenis batuan ini juga dapat bermanfaat sebagai bahan energi tambahan dalam industri-industri yang membutuhkan energi panas, seperti pabrik kertas dan semen.

    4. Bituminous

    Bituminous adalah jenis yang lebih tinggi kualitasnya ketimbang tiga jenis sebelumnya. Batuan ini memiliki kandungan karbon yang lebih tinggi, berkisar antara 60-80 persen. Selain itu, bituminous juga mengalami proses pembatubaraan yang lebih lanjut akibat tekanan dan panas yang tinggi.

    Batuan bituminous sering disebut sebagai batu bara hitam karena warnanya yang gelap. Ini adalah jenis yang paling umum digunakan di dunia dan dapat dimanfaatkan untuk banyak aspek. 

    Termasuk sebagai bahan bakar pembangkit listrik, bahan bakar untuk industri, dan bahan baku dalam produksi kokas untuk industri baja. Efisiensi pembakaran batu bituminous ini relatif tinggi dan sebagian besar pemanfaatannya telah didukung oleh infrastruktur yang sudah mapan.

    5. Antrasit

    Antrasit merupakan jenis dengan kualitas tertinggi dan kandungan karbon paling tinggi, mencapai lebih dari 85 persen. Batu antrasit terbentuk melalui proses pembatubaraan yang paling ekstrem karena mengalami tekanan dan panas yang sangat tinggi.

    Batu bara ini memiliki sifat yang unik, seperti kilap yang terlihat pada permukaannya dan sedikit mengeluarkan api saat dibakar. Karena kualitasnya yang sangat baik, antrasit digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik dan dalam beberapa proses industri yang membutuhkan energi panas yang tinggi.

    Manfaat Batu Bara 

    Setelah mengetahui definisi, asal mula pembentukan, dan jenis-jenis batu bara, tentu saja Anda juga harus mengetahui apa saja manfaat dari batuan ini bagi kehidupan kita. Berikut beberapa manfaat utamanya:

    • Sumber utama energi listrik.
    • Bahan bakar industri dan manufaktur.
    • Pemanas rumah dan bangunan.
    • Bahan bakar transportasi (lokomotif dan kapal uap).
    • Pengolahan air dan air bersih.
    • Produksi kokas untuk baja dan besi cor.
    • Penggunaan dalam industri kimia.
    • Briket batubara sebagai bahan bakar padat.
    • Pengolahan makanan (arang aktif).
    • Kontribusi ekonomi dan lapangan kerja.

    Sudah Paham Selengkapnya tentang Batu Bara?

    Batu bara adalah sumber daya yang sangat berharga, sebab dapat menyediakan energi dan mendukung berbagai sektor industri. Namun, pemanfaatannya membawa dampak lingkungan serius. Perlu inovasi dan pembaharuan dalam energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan kita pada batubara. 

    Salah satu caranya yakni lewat penggabungan upaya konservasi alam dan teknologi bersih. Melalui upaya tersebut, diharapkan ke depannya kita bisa mengelola warisan bumi ini dengan bijaksana. Serta dapat melangkah menuju masa depan indah, cemerlang, dan ramah lingkungan. Semoga bermanfaat!

  • Apa Itu SKS Kuliah? Kenali Istilah Perkuliahan Ini untuk Mahasiswa Baru!

    Apa Itu SKS Kuliah? Kenali Istilah Perkuliahan Ini untuk Mahasiswa Baru!

    Apa itu SKS kuliah? SKS perkuliahan pasti menjadi hal pertama yang muncul di benak para mahasiswa baru ketika menginjak bangku perkuliahan. SKS adalah kepanjangan dari Satuan Kredit Semester, yang memiliki peran sangat penting dalam sistem pendidikan tinggi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

    Lantas, apa itu SKS kuliah? Mengapa begitu penting untuk kamu pahami sebagai mahasiswa? Dalam artikel ini, kamu akan memahami terkait SKS di perkuliahan, mulai dari pengertian hingga perannya dalam proses pendidikan. Kenali juga istilah-istilah lain di dunia perkuliahan jika kamu membaca artikel ini hingga tuntas.

    Apa Itu SKS Kuliah?

    Seperti yang sudah kamu ketahui sebelumnya, SKS atau Satuan Kredit Semester merupakan sistem penilaian yang digunakan dalam pendidikan tinggi untuk mengukur jumlah pekerjaan yang harus kamu kerjakan sebagai mahasiswa selama satu semester.

    Fungsi SKS Kuliah

    Apa itu SKS kuliah dan fungsinya? SKS berfungsi sebagai standar untuk menilai beban studi dan menentukan tingkat kemampuan akademik seorang mahasiswa. Dalam SKS, satu semester biasanya terbagi menjadi dua, yaitu teori dan praktikum atau proyek.

    Secara umum, SKS kuliah mengacu pada jumlah jam belajar yang diwajibkan untuk kamu selesaikan sebagai seorang mahasiswa dalam satu semester. Jumlah jam ini dapat bervariasi tergantung pada program studi, mata kuliah, dan kebijakan universitas.

    Di Indonesia, satu SKS kuliah umumnya setara dengan 50 menit hingga 60 menit kegiatan belajar di kelas. Dengan demikian, jika sebuah mata kuliah memiliki beban 3 SKS, maka mahasiswa harus menghabiskan sekitar 150 hingga 180 menit per minggu untuk mata kuliah tersebut.

    Berikut adalah beberapa fungsi utama SKS kuliah lainnya:

    1. Standar Beban Studi

    SKS kuliah berfungsi sebagai standar untuk menilai berapa banyak mata kuliah yang dapat kamu ambil dalam satu semester. Hal ini membantu memastikan bahwa mahasiswa tidak terlalu terbebani dengan jumlah mata kuliah yang terlalu banyak atau terlalu sedikit.

    2. Pengukuran Kemampuan Akademik

    Jumlah SKS yang berhasil kamu selesaikan dalam satu semester juga mencerminkan tingkat kemampuan akademikmu. Semakin banyak SKS yang dapat kamu selesaikan dengan baik, semakin baik pula kemampuanmu.

    3. Perencanaan Studi

    SKS kuliah dapat membantu mahasiswa dalam merencanakan studi. Dengan mengetahui berapa banyak SKS yang harus kamu ambil dalam satu semester, kamu dapat membuat jadwal kuliah yang sesuai dengan kebutuhanmu.

    4. Penilaian Prestasi Akademik

    SKS kuliah juga digunakan untuk menilai prestasi akademik seorang mahasiswa. Nilai yang kamu peroleh dalam setiap mata kuliah akan dihitung berdasarkan SKS yang berhasil kamu selesaikan.

    5. Akreditasi Program Studi

    Institusi pendidikan tinggi sering kali melakukan akreditasi berdasarkan berbagai faktor, termasuk jumlah SKS yang mereka tawarkan dalam program studi mereka. Akreditasi ini dapat memengaruhi reputasi dan kualitas pendidikan suatu universitas.

    Bagaimana Perhitungan SKS dalam Perkuliahan?

    Apakah kamu sudah mulai mengerti terkait apa itu SKS kuliah? Berikutnya adalah memahami tentang beberapa bentuk perhitungan SKS dalam perkuliahan. Perhitungan SKS kuliah dapat bervariasi antar universitas dan negara. Namun, ada beberapa prinsip umum dalam perhitungan SKS, yaitu:

    1. Jumlah Pertemuan

    Dalam banyak kasus, jumlah SKS kuliah berdasar pada jumlah pertemuan tatap muka di kelas. Setiap pertemuan mungkin setara dengan satu SKS. Jadi, jika sebuah mata kuliah bertemu tiga kali seminggu selama satu semester, maka mata kuliah tersebut memiliki beban 3 SKS.

    2. Kerja Mandiri

    Selain pertemuan di kelas, SKS juga dapat berupa pekerjaan mandiri, seperti membaca buku, menulis tugas, atau penelitian. Hal ini tergantung pada kurikulum dan kebijakan universitas.

    3. Praktikum dan Proyek

    Mata kuliah yang melibatkan praktikum atau proyek biasanya memiliki SKS tambahan untuk mengakomodasi waktu yang kamu habiskan di laboratorium atau lapangan.

    Panduan Pengambilan SKS Kuliah

    Dalam pengambilan SKS kuliah, kamu harus mempertimbangkannya dengan sangat hati-hati. Berikut adalah beberapa panduan umum dalam pengambilan SKS perkuliahan:

    1. Konsultasi dengan Dosen Penasihat Akademik

    Dosen Penasihat Akademik atau DPA dapat membantu kamu dalam merencanakan pengambilan SKS yang sesuai dengan tujuan akademik dan karir kamu nantinya.

    2. Pertimbangkan Beban Studi

    Dalam perhitungan SKS perkuliahan, kamu juga harus selalu mempertimbangkan beban studi yang sesuai dengan kemampuanmu. Jangan terlalu ambisius dengan mengambil terlalu banyak SKS, karena semakin banyak SKS yang kamu ambil, maka semakin banyak juga tugas-tugas yang akan kamu terima dalam satu semester.

    3. Pertimbangkan Minat dan Keahlian

    Pilih mata kuliah yang sesuai dengan minat dan keahlian kamu. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif.

    4. Perhatikan Prasyarat

    Pastikan kamu telah memenuhi prasyarat yang kamu perlukan untuk mengambil mata kuliah tertentu. Prasyarat adalah mata kuliah yang harus kamu selesaikan sebelum kamu dapat mengambil mata kuliah lainnya.

    5. Perhatikan Waktu

    Selalu perhatikan jadwal kuliah dan pastikan kamu memiliki waktu yang cukup untuk menghadiri semua pertemuan dan menyelesaikan tugas atau praktikum.

    Istilah Lain di Lingkungan Kampus

    Mengerjakan Tugas dengan Teman
    Mengerjakan Tugas dengan Teman | Image source : unsplash.com

    unsplash.com

    Setelah mengenal apa itu SKS kuliah, sebagai mahasiswa baru, kamu juga wajib mengetahui beberapa istilah penting dalam dunia perkuliahan. Apa saja istilah-istilah itu?

    1. IP dan IPK

    Selain SKS kuliah, dalam dunia perkuliahan, kedua istilah ini akan sangat sering kamu dengar. Apa itu IP dan IPK? 

    IP atau Indeks Prestasi adalah istilah yang menunjukkan keseluruhan nilai kuliah kamu per semester. IP tiap semester dapat berbeda-beda tergantung dengan kemampuan dan nilai mutu yang kamu peroleh selama satu semester.

    Jika dalam rapot, IP adalah nilai akhir yang kamu peroleh selama menjalani pembelajaran selama satu semester dari beberapa mata pelajaran.

    Sedangkan IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif adalah nilai atau hasil keseluruhan kamu dari semester awal hingga semester terakhir.

    Jika kamu memperoleh IP sebesar 3.82 di semester 1 dan IP sebesar 3.70 di semester 2, maka IPK kamu akan menyesuaikan dengan rata-rata kedua IP semester kamu.

    2. KHS

    KHS atau Kartu Hasil Studi juga merupakan istilah yang wajib kamu ketahui sebagai mahasiswa. Mudahnya, KHS adalah rapot kamu yang berisi IP dari setiap mata kuliah yang kamu tempuh. Selain itu, nilai kamu dapat berpengaruh pada jumlah SKS yang kamu ambil di semester selanjutnya.

    3. KRS

    KRS atau Kartu Rencana Studi merupakan lembar yang berisi nama mahasiswa, NIM (nomor induk mahasiswa), mata kuliah, dan dosen dalam satu semester.

    Sebelum memulai perkuliahan, kamu harus merancang mata kuliah apa saja yang ingin kamu ikuti dalam periode satu semester alias ‘merancang’ KRS. KRS adalah salah satu syarat kamu dapat mengikuti perkuliahan dalam satu semester.

    Dalam membuat KRS, kamu dapat berkonsultasi dulu dengan DPA atau Dosen Penasihat Akademik dalam perhitungan dan pemilihan mata kuliah yang akan kamu ambil dalam satu semester.

    Dalam KRS ini, kamu juga dapat melihat seberapa banyak jumlah SKS yang kamu ambil di semester tersebut.

    4. NIM

    NIM atau Nomor Induk Mahasiswa merupakan identitas yang berfungsi sebagai absensi selama kuliah berlangsung.

    5. UKT

    UKT atau Uang Kuliah Tunggal merupakan besaran biaya yang harus kamu bayar ke perguruan tinggi tiap semesternya. Uang Kuliah Tunggal ini juga menjadi salah satu syarat mengikuti perkuliahan dalam satu semester.

    6. KTM

    KTM atau Kartu Tanda Mahasiswa adalah identitas wajib mahasiswa yang berfungsi sebagai tanda pengenal. Selain itu, KTM juga berfungsi sebagai syarat mengurus berbagai kepentingan akademik di kampus.

    Di beberapa kampus, KTM adalah produk kerja sama antara kampus dengan beberapa bank tertentu yang nantinya dapat kamu gunakan sebagai alat pembayaran non tunai.

    7. KKN

    KKN atau Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu kegiatan yang dapat berupa pengabdian kepada masyarakat atau magang. Beberapa kampus di Indonesia mewajibkan KKN sebagai salah satu mata kuliah yang akan kamu tempuh di semester 5, 6, atau 7.

    8. PKL

    PKL atau Praktik Kerja Lapangan merupakan salah satu kegiatan yang mengharuskan kamu untuk terjun ke lapangan dan bekerja atau melaksanakan tugas yang berhubungan dengan jurusan kuliah kamu.

    Contohnya, jika kamu mengambil jurusan pendidikan, maka kamu akan dikirimkan ke sekolah-sekolah untuk mengajar. PKL adalah mata kuliah wajib yang harus kamu ambil sebagai salah satu syarat lulus. Kamu dapat mengambil mata kuliah ini di semester 6 atau 7.

    Baca Juga : Contoh Laporan PKL, Manfaat, dan Cara Membuatnya

    9. MKU dan MKW

    MKU atau Mata Kuliah Umum merupakan mata kuliah yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kepribadian mahasiswa. Biasanya MKU diprogramkan di semester awal.

    Sedangkan MKW atau Mata Kuliah Wajib merupakan mata kuliah yang berisi dasar keahlian jurusan yang kamu pilih.

    Contohnya, jika kamu seorang mahasiswa program studi Sastra Prancis, kamu harus lulus mata kuliah Bahasa Prancis Dasar, Madya, dan Mahir, serta mata kuliah Tata Bahasa Prancis.

    Sudah Mengerti Terkait Apa Itu SKS Kuliah?

    Dalam perkuliahan, kamu harus dapat mempertimbangkan perhitungan SKS dengan baik agar proses pembelajaran kamu dapat berlangsung lancar tanpa adanya hambatan.Sekarang kamu telah mengetahui apa itu SKS kuliah dan beberapa istilah penting lainnya yang wajib kamu ketahui sebagai mahasiswa. Hafalkan istilah-istilah penting tersebut agar kamu siap menjalani hari-hari di lingkungan perkuliahan.

  • Contoh Aspirasi Mahasiswa: Pengertian serta Cara Melakukannya

    Contoh Aspirasi Mahasiswa: Pengertian serta Cara Melakukannya

    Menjadi agent of change, mahasiswa berperan aktif dalam membawa perubahan yang signifikan tanpa melihat status ekonomi maupun lapisan masyarakat tertentu. Beragam contoh aspirasi mahasiswa dinilai mampu menggebrak ketidakadilan dan menuntut perbaikan beberapa sektor di kehidupan masyarakat.  

    Tercatat, sejarah menunjukkan bahwa dinamika bangsa tak terlepas dari peran mahasiswa. Adapun gerakan mahasiswa acap kali menjadi poros dan cikal bakal perjuangan nasional yang telah terukir pada lembaran histori Indonesia. Meski tergerus zaman, semangat dan idealisme yang membara akan selalu ada dalam diri mahasiswa.   

    Tentang Aspirasi Mahasiswa

    Istilah aspirasi mungkin telah terdengar lazim karena banyak penggunaan kata tersebut dalam penyampaian sebuah pendapat. Berdasarkan definisinya, aspirasi sendiri adalah istilah yang erat kaitannya dengan keinginan khalayak umum mengenai berbagai hal yang berguna untuk masa depan dalam jangka panjang.  

    Sementara itu, aspirasi mahasiswa merujuk pada harapan, impian, dan cita-cita untuk menggapai tujuan tertentu dalam konteks kehidupan perkuliahan mahasiswa. Sebagai informasi, para mahasiswa berperan sebagai penerus bangsa yang diharapkan mempunyai kemampuan, akhlak, serta keterampilan untuk menjadi calon pemimpin. 

    Oleh karena itu, mahasiswa harus senantiasa mendorong dan membiasakan diri untuk mempunyai skill berpikir kritis. Jenis pemikiran ini nantinya akan menjadi bekal untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta berdaya saing. 

    Dengan memiliki pemikiran yang kritis, mahasiswa dapat secara khusus mendalami atau menggali informasi terkait suatu masalah. Sehingga, mahasiswa bisa mengambil keputusan dengan bijak.  Selain itu, buah dari gagasan kritis juga mampu melahirkan contoh aspirasi mahasiswa tentang suatu ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.     

    Pada umumnya, penyampaian contoh aspirasi mahasiswa biasa dilakukan dengan melakukan orasi atau demonstrasi sesuai tata cara yang berlaku di Indonesia. Namun lambat laun, terdapat perkembangan dalam menyampaikan pendapat, misalnya diskusi terbuka atau melalui media sosial dengan menggunakan bahasa yang santun. 

    Peran Aspirasi Mahasiswa

    Peran Aspirasi Mahasiswa
    Peran Aspirasi Mahasiswa | Image source : freepik.com

    Berada di Indonesia yang menganut sistem demokrasi, memberikan masyarakat kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Negara menjamin penuh hak asasi setiap warga saat mengeluarkan isi dari pikiran, baik secara lisan maupun tulisan. 

    Menjadi bagian dari masyarakat, mahasiswa turut menjembatani aspirasi masyarakat pada pemerintah. 

    Contoh aspirasi mahasiswa dapat meliputi keinginan mahasiswa terkait pengembangan diri, kegiatan sosial, dan peningkatan pada penelitian ilmu pengetahuan. Fungsi agent of change yang melekat pada diri mahasiswa harus dapat mengontrol kualitas dan kebijakan pemerintah dalam pendidikan pula.

    Tak hanya seputar dunia pendidikan, contoh aspirasi mahasiswa terbukti mempunyai keahlian dalam penyaluran dampak positif bagi warga negara mengenai isu yang menjadi topik hangat dan berkembang di tengah-tengah masyarakat sekaligus.  

    Mahasiswa juga turut serta memikul tanggung jawab untuk terus meningkatkan pemahaman mengenai isu-isu yang terjadi di Indonesia, seperti isu sosial, politik, dan juga ekonomi. Terutama, apabila terdapat kebijakan pemerintah yang menimbulkan perdebatan dan polemik di masyarakat.    

    Keunggulan Aspirasi Mahasiswa

    Saat menyuarakan pendapat, terdapat berbagai kelebihan dan manfaat yang akan mahasiswa dapatkan seperti penjelasan sebagai berikut.  

    • Mendorong adanya penciptaan inovasi dan kreativitas yang baru 

    Sebagai pelopor gerakan perubahan, mahasiswa harus tanggap mengenai bidang apapun, bukan hanya sebatas pada masing-masing program studi saja. Mahasiswa harus mampu melakukan pembaharuan sistem, pola, dan model gerakan sosial akademik. 

    • Menciptakan gagasan yang objektif dan kritis 

    Para mahasiswa memberikan sumbangsih terhadap lingkungan kampus, masyarakat, serta pemerintah. Salah satu caranya yakni dengan mempersoalkan segala hal, memecahkan masalah, dan mencari alternatif solusi yang mampu memenuhi kepentingan bersama.

    • Turut berpartisipasi dalam mengawal proses kebijakan publik  

    Adapun langkah yang paling efektif yaitu dengan cara analisis kontrol sosial terhadap kebijakan yang pemerintah atur melalui contoh aspirasi mahasiswa. Selanjutnya, aspirasi ini dapat menciptakan iklim demokrasi yang lebih sehat di masyarakat.   

    • Mengembangkan ilmu, keterampilan, dan pengalaman 

    Contoh aspirasi mahasiswa secara tidak langsung ikut serta membawa mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang substansial. Ditambah dengan pandangan visioner dan responsif akan melahirkan peningkatan pengetahuan pada mahasiswa.

    • Membentuk lingkungan perguruan tinggi ke arah yang lebih baik

    Kehadiran contoh aspirasi mahasiswa mampu menciptakan dunia perkuliahan yang terorganisir. Tak hanya itu, jenis aspirasi tersebut juga mampu mendorong perbaikan fasilitas yang lebih mumpuni di perguruan tinggi terkait.

    • Memperluas jaringan 

    Penyampaian pendapat oleh mahasiswa dapat memperbanyak relasi dan jaringan secara lebih luas. Pada lingkungan kampus, para mahasiswa bisa mengikuti berbagai kegiatan kepanitiaan dan organisasi intern atau ekstern sekaligus. 

    • Meningkatkan pertumbuhan karir 

    Melalui proses menyampaikan contoh aspirasi mahasiswa secara bersama-sama dengan anggota lain, tanpa sadar itu juga dapat mengasah skill kerja sama dan kolaborasi antar tim. Sehingga, mahasiswa mampu mengembangkan kualitas karir pada bidang studi yang menjadi minat.

    Contoh Aspirasi Mahasiswa dan Cara Melakukannya

    Aspirasi Mahasiswa
    Aspirasi Mahasiswa | Image source : freepik.com

    Penyampaian pendapat tak hanya sebatas pada satu sektor saja, melainkan mencakup bidang yang lebih luas.  Biasanya, mahasiswa akan menumpahkan aspirasi atau kritik untuk mendorong sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.  

    1. Green Campus

    Gagasan masa depan tentang masalah lingkungan menjadi dambaan bagi masyarakat sebagai upaya untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang baik secara alami. Sehingga, pada prosesnya akan mendukung kehidupan yang lebih ramah terhadap lingkungan. 

    Berbicara tentang konsep pelestarian lingkungan alam bagi perguruan tinggi, green campus dapat menjadi solusi yang tepat. Konsep green campus (kampus hijau) mencakup pada konteks melestarikan lingkungan yang tidak hanya berada dalam lingkup kampus, melainkan juga wilayah sekitarnya.   

    Jenis contoh aspirasi mahasiswa yang satu ini dapat diterapkan dengan melakukan beberapa cara yang efektif. Adapun implementasi dari konsep kampus hijau antara lain, pelaksanaan sumber daya terbarukan, pemakaian air bersih secara efisien, pengolahan sanitasi yang tepat guna, serta peraturan zero waste (bebas sampah) di area kampus. 

    2. Anti Korupsi 

    Sebagai bentuk ketidakjujuran dan tindak pidana, korupsi merupakan penyelewengan harta milik badan usaha atau pemerintah untuk kepentingan pribadi. Tindakan korupsi harus dihilangkan karena menyebabkan kerugian dan membebani keuangan negara. 

    Pada masalah ini, mahasiswa harus memiliki pandangan bahwa korupsi adalah musuh terbesar bangsa yang perlu diberantas dengan menyuarakan contoh aspirasi mahasiswa. 

    Menjadi kontrol sosial, mahasiswa bisa melakukan upaya pencegahan terhadap korupsi. Misalnya yaitu membantu masyarakat dalam perwujudan ketentuan dan peraturan yang adil serta berpihak pada kemaslahatan umum. 

    Tak hanya itu, mahasiswa juga harus mengkritisi dan mengawal kebijakan yang tidak adil dan memihak terhadap rakyat. Lalu, turut serta mendorong tata kelola yang baik pada lembaga-lembaga pemerintahan. 

    3. Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan

    Pada hakikatnya, mahasiswa sebagai komponen masyarakat memiliki tugas strategis dalam pemerataan pembangunan daerah terutama dalam lingkup pemberdayaan masyarakat pedesaan. 

    Lebih lanjut, wujud nyata peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat rural yaitu sebagai kontributor ide dan fasilitator masyarakat desa. 

    Selanjutnya, contoh aspirasi mahasiswa ini akan menjawab segala macam permasalahan yang hadir di tengah-tengah masyarakat supaya membangun kesejahteraan desa. Kemudian, mahasiswa  juga dituntut untuk aspiratif, responsif, serta reaktif pada peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan. 

    4. Pemerataan Pendidikan Anak Jalanan

    Kerap kali terabaikan, anak jalanan sudah semestinya mendapatkan perhatian khusus. Banyak anak jalanan yang mengalami masalah pada pengenyaman pendidikan. Mayoritas dari mereka berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi dan lebih memilih untuk bekerja serabutan demi membantu keberlangsungan hidup keluarga.

    Inilah momen yang tepat bagi mahasiswa untuk implementasi contoh aspirasi mahasiswa dalam pemerataan pendidikan, terutama pada anak jalanan. Mahasiswa dapat menjalankan proses belajar mengajar terhadap anak jalanan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa terkecuali.   

    5.  Gerakan Sosial Tanggap Covid-19

    Pandemi covid-19 menjadi tragedi yang kelam bagi seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu wabah global paling mematikan tersebut telah merenggut banyak korban jiwa. Pada masa itu, baik pemerintah, masyarakat, maupun kaum pelajar seperti mahasiswa bersama-sama menanggulangi persebaran virus corona dengan berbagai cara. 

    Selain membantu masyarakat yang terdampak, mahasiswa sengaja memanfaatkan media sosial untuk membentuk gerakan agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Sebagai contoh aspirasi mahasiswa, mereka juga ikut memberikan edukasi dengan memfilter informasi yang beredar di kalangan masyarakat.

    Baca Juga : Peran Mahasiswa Bagi Masyarakat dan Strategi Mengoptimalkannya

    Sudah Tahu Mengenai Contoh Aspirasi Mahasiswa?

    Demikian penjelasan terkait pengertian, peran, keunggulan, dan contoh aspirasi mahasiswa.  Sebagai salah satu bagian masyarakat di negara yang mengusung sistem pemerintahan demokrasi, mahasiswa bertugas dalam menginisiasi perubahan positif melalui proses penyuaraan aspirasi.  

    Kendati diberikan kebebasan dalam menyampaikan pendapat oleh negara, mahasiswa harus mengedepankan etika dan sopan santun. Saat menumpahkan contoh aspirasi mahasiswa, hendaknya untuk memiliki tujuan dan niat yang jelas. Selain itu, perlu disertai juga dengan penggunaan bahasa yang baik.

  • Apa Itu Entalpi: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya

    Apa Itu Entalpi: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya

    Istilah “entalpi” akan sering muncul saat Anda mempelajari reaksi kimia dan hukum termodinamika terkait perubahan energi. Kaidah ini merujuk pada jumlah energi total yang mana menjadi konsep penting dalam termodinamika dan berkaitan dengan energi panas di dalam sistem kimia. 

    Jadi, mari kita pelajari secara rinci bagaimana konsep beserta jenis dan rumusnya. Kemudian, kita juga akan belajar menyelesaikan contoh soal dengan pembahasan yang sudah diberikan di artikel ini untuk menguji dan menajamkan pemahaman. baca artikel ini sampai habis, ya!

    Definisi dan Konsep Entalpi

    Secara umum, entalpi berhubungan dengan perubahan energi panas di dalam suatu sistem kimia. Namun, dalam konteks kimia, entalpi merujuk pada jumlah energi total dalam suatu sistem, termasuk energi panas dan kerja yang dilakukan oleh sistem tersebut. 

    Istilah ini berasal dari bahasa Yunani enthalpein yang berarti “terus-terusan”. Kaidah termodinamika ini sering digunakan untuk menggambarkan perubahan energi, tekanan panas, dan volume yang ada dalam proses fisik reaksi kimia suatu zat. 

    Sebagaimana yang Anda pahami bahwa dalam reaksi kimia, bentuk energi dapat Anda ubah dari energi ikatan antar atom menjadi energi kinetik, energi potensial, atau energi panas. 

    Nah, di sinilah fungsi jumlah perubahan energi total, yakni untuk mengukur perubahan energi total dalam suatu sistem selama proses tersebut terjadi. Konsep ini membantu menjelaskan mengapa beberapa reaksi melepaskan panas, sementara yang lain menyerapnya. 

    Entalpi (H) dinyatakan dalam satuan energi seperti joule (J) atau kalori (cal), tergantung pada sistem pengukuran yang digunakan. Namun dalam kimia, Anda mungkin akan lebih sering menggunakan kilojoule (kJ) atau kilokalori (kcal) karena skala energi yang besar dalam reaksi kimia. 

    Selain itu, perubahan energi bisa bersifat positif atau negatif tergantung pada apakah sistem menyerap atau melepaskan panas selama reaksi atau perubahan fase. Positif artinya sistem menjalankan reaksi endotermik, sedangkan negatif melambangkan bahwa reaksi tersebut eksotermik.

    Reaksi eksotermik melepaskan panas ke lingkungan sekitarnya, sementara reaksi endotermik menyerap panas dari lingkungan. Maka dari itu, konsep jumlah energi total dalam sistem merupakan kunci utama dalam pemahaman perubahan energi panas dalam sistem kimia. 

    Rumus Entalpi (ΔH)

    Rumus Entalpi (ΔH)
    Rumus Entalpi (ΔH) | Image Source: Geeks for Geeks

    Berdasarkan penjelasan di atas, entalpi (H) mencerminkan jumlah energi yang dimiliki oleh suatu sistem kimia pada kondisi tekanan konstan. Sementara itu, perubahan entalpi (ΔH) merupakan selisih antara H produk dengan H reaktan dalam suatu reaksi.

    Adapun rumus H adalah:

    H = U + (P x V)

    Dalam rumus tersebut, U adalah energi internal, sementara P adalah tekanan dan V adalah volume. Sementara rumus umum ΔH adalah sebagai berikut:

    ΔH = Hfinal (produk) – Hinitial (reaktan)

    Dalam rumus tersebut, Hfinal  adalah H dari produk akhir. Sedangkan Hinitial adalah H dari reaktan awal.

    Jenis-Jenis Entalpi dan Contohnya

    Selanjutnya, kita akan membahas jenis-jenisnya untuk membantu menghitung ΔH guna menggambarkan berbagai proses dan reaksi. Berikut adalah beberapa jenisnya beserta contohnya yang umum:

    1. Entalpi Reaksi (ΔHr)

    Hukum reaksi termodinamika (ΔHr) ini mengukur perubahan energi panas dalam suatu reaksi kimia pada kondisi tekanan konstan. Jenis inilah yang paling sering kita lihat dalam reaksi kimia umum. Sebut saja reaksi pembakaran hidrogen yang memiliki nilai energi sebagai berikut:

    2H2(g) + O2(g) → 2H2O(l)

    ΔHr = -483.6 kJ/mol

    2. Entalpi Pembentukan (ΔHf)

    Selain itu, terdapat ΔHf atau reaksi pembentukan yang mengukur perubahan energi panas ketika satu mol suatu senyawa terbentuk dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar. Contohnya, reaksi pembentukan air yang memiliki nilai energi sebagai berikut:

    H2(g) + 1/2O2(g) → H2O(l)

    ΔHf = -285.8 kJ/mol

    3. Entalpi Penguraian (ΔHd)

    Sementara ΔHd adalah perubahan energi panas ketika satu mol suatu senyawa diuraikan menjadi unsur-unsurnya dalam keadaan standar. Misalnya pada proses penguraian air yang memiliki nilai energi sebagai berikut:

    H2O(l) → H2(g) + 1/2O2(g)

    ΔHd = 285.8 kJ/mol

    Kemudian juga pada proses penguraian besi(III) oksida menjadi besi yang memiliki nilai energi:

    2Fe2O3(s) + 3C(s) → 4Fe(s) + 3CO2(g) 

    ΔHd = +823 kJ/mol

    4. Entalpi Pembakaran (ΔHc)

    Entalpi Pembakaran (ΔHc)
    Entalpi Pembakaran (ΔHc) | Image Source: Freepik

    Kemudian, ΔHc mengukur perubahan energi panas ketika satu mol senyawa terbakar sempurna dalam oksigen, lalu menghasilkan produk akhir yang paling stabil. Sebut saja pada pembakaran glukosa memiliki nilai energi:

    C6H12O6(s) + 6O2(g) → 6CO2(g) + 6H2O(l)

    ΔHc = -2803 kJ/mol

    Kemudian pada pembakaran metana memiliki nilai energi:

    CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(l) 

    ΔHc = -890.3 kJ/mol

    5. Entalpi Penetralan (ΔHn)

    Sementara itu, ΔHn penetralan mengukur perubahan energi panas dalam rekasi netralisasi, yaitu ketika asam dan basa bereaksi untuk membentuk air dan garam. Contohnya pada reaksi antara asam klorida dan natrium hidroksida, nilai energi yang dihasilkan adalah:

    HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)

    ΔHn = -57.3 kJ/mol

    Selain itu, proses penetralan antara asam sulfat dan natrium hidroksida memiliki nilai energi sebagai berikut:

    H2SO4(aq) + 2NaOH(aq) → Na2SO4(aq) + 2H2O(l) 

    ΔHn = -98.2 kJ/mol

    6. Entalpi Peleburan (ΔHfus)

    Selanjutnya, ΔHfus mengukur perubahan energi panas ketika satu mol zat padat melebur menjadi cair dalam suhu lebur yang konstan. Contohnya pada peleburan es menjadi air yang memiliki nilai energi sebesar:

    H2O(s) → H2O(l)

    ΔHfus = 6.01 kJ/mol

    7. Entalpi Penguapan (ΔHvap)

    Jenis terakhir adalah ΔHvap yang mengukur perubahan energi panas ketika satu mol zat cair menguap menjadi gas dalam suhu penguapan yang konstan. Misalnya pada peristiwa penguapan air, energi yang dihasilkan adalah

    H2O(l) → H2O(g)

    ΔHvap = 40.79 kJ/mol

    Cara Menghitung Entalpi

    Menghitung Entalpi
    Menghitung Entalpi | Image Source: Freepik

    Cara hitung energi dalam hukum termodinamika ini biasanya melibatkan perbedaan energi awal (sebelum proses) dengan energi akhir (setelah proses). Berikut bawah ini adalah cara umum dalam menghitungnya:

    1. Pertama, tentukan jenis energi yang ingin dihitung. 
    2. Lalu, tentukan reaksi atau proses kimianya, tuliskan juga produk dan reaktan dalam persamaan reaksinya dan pastikan koefisien stoikiometri yang sesuai.
    3. Kemudian, tentukan nilai H setiap komponen menggunakan tabel standar.
    4. Selanjutnya, hitung nilai-nilai tersebut untuk mendapatkan ΔH. 
    5. Terakhir, tentukan tanda ΔH. Jika hasil pengurangan positif, maka reaksi atau pembentukan akan bersifat endotermik (absorbsi panas). Jika hasil pengurangan negatif, maka reaksi atau pembentukan akan bersifat eksotermik (melepaskan panas).

    Contoh Soal dan Pembahasan Terkait Entalpi

    Selanjutnya, simak 3 soal di bawah ini untuk menguji pemahaman Anda:

    1. Contoh Soal 1

    Hitunglah ΔH untuk reaksi berikut:

    2CO(g) + O2(g) → 2CO2(g)

    Dengan data berikut:

    ΔHf CO2 = -393.5 kJ/mol

    ΔHf CO = -110.5 kJ/mol

    Pembahasan:

    ΔH reaksi dapat dihitung dengan mengurangkan H pembentukan produk dari reaktan. Selanjutnya gunakan data ΔHf CO2 dan ΔHf CO:

    ΔHr = Σ(nΔHf produk) – Σ(mΔHf reaktan)

    ΔHr = (2 mol × -393.5 kJ/mol) – (2 mol × -110.5 kJ/mol) – (1 mol × 0 kJ/mol) = -787 kJ/mol

    Jadi, ΔH untuk reaksi tersebut adalah -787 kJ/mol.

    2. Contoh Soal 2

    Berapa perubahan entalpi pembakaran (ΔHc) glukosa (C6H12O6) dalam reaksi berikut?

    C6H12O6(s) + 6O2(g) → 6CO2(g) + 6H2O(l)

    Diketahui bahwa ΔHf CO2 = -393.5 kJ/mol, ΔHf H2O = -285.8 kJ/mol, dan ΔHf C6H12O6 = -1273 kJ/mol

    Pembahasan:

    ΔH pembakaran glukosa (ΔHc glukosa) adalah ΔH ketika satu mol glukosa terbakar sempurna dalam oksigen menghasilkan produk akhir CO2 dan H2O. Kemudian, gunakan data ΔHf CO2, ΔHf H2O, dan ΔHf C6H12O6 di atas:

    ΔHc = Σ(nΔHf produk) – Σ(mΔHf reaktan)

    ΔHc = ((6 mol × ΔHf CO2) + (6 mol × ΔHf H2O)) – (1 mol × ΔHf C6H12O6)

    Lalu, substitusi nilai, sehingga:

    ΔHc = ((6 mol × -393.5 kJ/mol) + (6 mol × -285.8 kJ/mol)) – (1 mol × (-1273 kJ/mol))

    ΔHc = (-2361 kJ/mol + (-1714.8 kJ/mol)) + 1273 kJ/mol = -1802.8 kJ/mol

    Jadi, perubahan ΔHc glukosa (C6H12O6) adalah -1802.8 kJ/mol.

    3. Contoh Soal 3

    Hitunglah ΔH penetralan (ΔHn) untuk reaksi berikut:

    HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)

    Diketahui bahwa ΔHf HCl = -92.3 kJ/mol, ΔHf NaOH = -469 kJ/mol, ΔHf NaCl = -411.2 kJ/mol, sedangkan ΔHf H2O = -285.8 kJ/mol

    Pembahasan:

    ΔH penetralan (ΔHn) tersebut terjadi ketika asam (HCl) dan basa (NaOH) bereaksi membentuk garam (NaCl) dan air (H2O). Gunakan data ΔHf HCl, ΔHf NaOH, ΔHf NaCl, dan ΔHf H2O yang ada:

    ΔHn = Σ(nΔHf produk) – Σ(mΔHf reaktan)

    ΔHn = (1 mol × ΔHf NaCl) + (1 mol × ΔHf H2O) – (1 mol × ΔHf HCl) – (1 mol × ΔHf NaOH)

    Substitusikan nilai, sehingga:

    ΔHn = -411.2 kJ/mol + -285.8 kJ/mol – (-92.3 kJ/mol) – (-469 kJ/mol)

    ΔHn = -15.9 kJ/mol

    Jadi, ΔHn untuk reaksi tersebut adalah -15.9 kJ/mol.

    Sudah Bisa Menghitung Entalpi Suatu Reaksi?

    Kesimpulannya, entalpi merupakan konsep penting dalam kimia yang memahami perubahan energi panas dalam reaksi kimia dan perubahan fasa. Jika Anda ingin menguasai materi ini, maka Anda perlu banyak latihan soal untuk mengasah kemampuan.Terutama ketika Anda akan menentukan jenis entalpi yang perlu Anda gunakan untuk menghitung ΔH pada soal. Tak ada salahnya juga untuk menghafal beberapa nilai ΔH yang umum. Sehingga, ketika Anda mencari nilai energi, tekanan panas, dan volume suatu zat kimia, maka hasilnya akan lebih akurat.

  • 4 Jenis Bilangan Kuantum, Pengertian, Cara Mencarinya, & Contoh Soal

    4 Jenis Bilangan Kuantum, Pengertian, Cara Mencarinya, & Contoh Soal

    Apakah kamu tahu mengenai bilangan kuantum? Mungkin kamu pernah mendengar istilah tersebut saat mata pelajaran IPA khususnya kimia. Bilangan ini erat kaitannya dengan atom, unsur, proton, elektron dan neutron.

    Artikel ini akan menjelaskan bilangan tersebut secara lebih lengkap mulai dari jenis-jenisnya, cara mencarinya, hingga contoh soalnya.Yuk, baca sampai selesai agar pemahamanmu semakin bertambah!

    Apa itu Bilangan Kuantum?

    Bilangan Kuantum
    Bilangan Kuantum | Image Source: Freepik

    Penggambaran mengenai bilangan kuantum atau quantum number dapat kamu analogikan seperti planet-planet yang mengitari matahari. Kemudian, sang surya merupakan inti atom yang terdapat proton dan neutron di dalamnya. Sementara itu, elektron adalah planet yang mengelilingi matahari sebagai inti tata surya.

    Nah, quantum number merupakan lintasan yang terletak di bagian dalam atom yang sedang menjadi tempat pergerakan dari elektron. Atom dikelilingi oleh elektron yang tersebar secara teratur dalam sebuah lintasan orbital.

    Sedangkan, melansir laman Wikipedia mengatakan bahwa quantum number adalah bilangan yang menggambarkan kedudukan dari sebuah elektron dalam sebuah model atom mekanika. Sehingga, model ini merupakan model atom yang dipercaya dapat menjelaskan sifat sifat dari sebuah atom.

    Setelah kamu mengerti maksud dari bilangan kuantum, kamu harus tahu beberapa jenis dari kuantum. Jadi stay tune terus bacaan ini ya !

    Jenis-Jenis Bilangan Kuantum dan Cara Mencarinya

    Bilangan kuantum dari sebuah atom terdiri dari beberapa jenis kuantum yang wajib kamu hafal loh.  Berikut adalah 4 jenis quantum number beserta cara mencarinya, yaitu:

    1. Main Quantum (n)

    Main Quantum
    Main Quantum | Image Source: Pinterest

    Main quantum adalah kuantum yang menyatakan kulit elektron dan tingkat energinya bergantung pada jarak elektron dengan inti atom. Bilangan ini memiliki simbol huruf (n).

    Parameter n merupakan bilangan bulat positif yang dimulai dari angka 1, 2,3, …dan seterusnya atau dapat ditulis n= 1,2,3,…, dan seterusnya.

    Apakah kamu ingat mengenai “Model Atom Bohr”?  Ya, model ini yang mencetuskan kuantum utama pada tahun 1913 menggunakan atom hidrogen sebagai percobaannya. Selanjutnya, ilmuwan Niels Bohr mengatakan bahwa sebuah atom berisi muatan positif dan dikelilingi dengan muatan negatif.

    Kuantum utama mempunyai subkulit K,L,M,N, dst. Apabila nilai n=1, maka termasuk ke dalam kulit K.  Nah, huruf K melambangkan kulit pertama dengan n=1.

    Begitu juga kulit lainnya, L merupakan lambang untuk kulit kedua dengan n=2. Ya, nilai ini harus positif dan tidak mungkin bernilai negatif atau sama dengan nol.

    Kamu bisa menyimpulkan bahwa bilangan ini berfungsi menunjukkan jarak terjauh antara inti atom dengan elektron. Apabila nilai n semakin besar, maka ukuran dan energi orbitalnya juga semakin besar.

    2. Azimuth Quantum (l)

    Pengertian dari azimuth Quantum adalah bilangan dari sebuah atom orbital yang dapat menentukan momentum sudut orbital. Kuantum ini menjelaskan bentuk dari orbital itu sendiri.

    Azimuth dilambangkan dengan huruf (ℓ) dan dapat kamu tulis menggunakan bilangan bulat (ℓ) = 0,1,2,3,…, dan seterusnya. Perlu kamu tahu, dalam setiap orbital terdiri dari nilai (ℓ) yang berbeda-beda yang disebut dengan sub kelopak.

    Bilangan Azimuth (ℓ)Huruf HistorisJumlah elektron maksimum
    0s2
    1p6
    2d10
    3f14
    4g18

    Jadi, begini rumus mengenai jumlah elektron maksimum = 2 x (2  +1). Sebagai contoh, misalkan yang diketahui hanya n=2 dan yang ditanya adalah jumlah elektron maksimum.

    Kamu dapat menjawab n=2=1S, 1P yang artinya jumlah elektron maksimum = 2 x (2  +1) = 2 x (2 (2)  +1) = 2 x 3 = 6.

    Dari contoh soal di atas, maka dapat diketahui bahwa jumlah elektron maksimum sebanyak 6.

    Baca Juga: Bagaimana Bentuk Orbital Ditentukan Oleh Bilangan Kuantum Azimut?

    3. Magnetic Quantum

    Dalam fisika atom, magnetic quantum adalah bilangan yang menyatakan orbital dari sebuah elektron dalam ruang tiga dimensi. Jika, kulit kuantum merupakan kamarnya lalu subkulit adalah lantainya.

    Nah, magnetic quantum (ml) adalah distribusi elektron dari kamar ke lantai. Kuantum yang satu ini sangat bergantung pada azimuth quantum.

    Misalnya, suatu elektron memiliki bilangan azimuth () =3 dan berada pada orbital d.  Nilai dari magnetic quantum (ml) adalah m= -3, -2, -1, 0, 1, 2,3.

    4. Spin Quantum

    Spin Quantum adalah kuantum yang memberikan arah putaran elektron. Bilangan ini mempunyai notasi huruf (s) dan memiliki lambang +1/2 (spin up) dan -1/2 (spin down).

    Kuantum ini bergantung pada dirinya sendiri tanpa bantuan Kuantum lainnya (utama, azimuth, dan magnetik). Selain itu, kuantum ini berfungsi menunjukkan orientasi momentum sudut intrinsik elektron suatu atom. 

    Dalam spin quantum, elektron memiliki arah putaran ke atas apabila nilainya positif dan berputar ke bawah apabila nilainya negatif.

    6 Contoh Soal Bilangan Kuantum

    Nah, berikut ini adalah 6 contoh soal-soal untuk cara menentukan bilangan kuantum, yaitu:

    Soal ke 1

    Azimuth Quantum dapat menunjukkan….

    A. Kulit atom

    B. Bentuk orbital

    C. Orientasi/arah

    D. Rotasi elektron

    E. Bentuk lintasan

    Soal ke 2

    Bilangan kuantum mana yang tepat untuk memungkinkan  elektron dalam orbital 3p3 adalah …

    A. n=1, l=2, m=0, s=+½

    B. n=1, l=0, m=0, s=+½

    C. n=0, l=1, m=0, s=-½

    D. n=2, l=1, m=1, s=-½

    E. n=3, l=1, m=1, s=+½

    Pembahasan:

    Dari soal di atas, diketahui bahwa elektron tersebut berada pada kulit pertama maka n = 3. Setelah itu, mencari azimuth quantum pada kulit ketiga. 

    Nah, pada orbital 3p hanya terdapat 1 subkulit s sehingga  (l = 1). Sedangkan pada nilai l adalah 1, sehingga m=1. Setiap orbital maksimum berisi 2 elektron, namun pada 3p3 berisi 3 arah ke atas dengan arah spin (s = +1/2 ).

    Soal ke 3

    Azimuth quantum  (l) yang masih dimungkinkan untuk l = 2 adalah . . . .

    A. 1, 2, 4

    B. 0, 1, 2

    C. 1, 2, 3, 4,

    D. 1, 2, 4, 6

    Pembahasan :

    Jika n = 3, maka nilai l = 0, …..(n-1) = 0, 1, 2

    Soal ke 4

    Bilangan kuantum magnetik (m) = +1 dimiliki oleh elektron dari atom yang memiliki kulit elektron minimal sebanyak. . . .

    A. 2

    B. 3

    C. 4

    D. 5

    Pembahasan:

    Diketahui m = +1, artinya nilai dari azimut kuantum elektron minimal adalah 1. Nah, karena nilai magnetic quantum bergantung pada azimuth quantum pada harga l =1, maka harga m- nya adalah (-1, 0, +1).

    Sehingga untuk l=1 minimal suatu atom harus memiliki main quantum sebanyak n=2. Jadi jika n = 2, maka harga l = 0, 1 . Nah, dari sini dapat kamu ambil kesimpulan bahwa untuk atom dengan m=+1 dan l=1 harus memiliki setidaknya 2 buah kulit atom.

    Soal ke 5

    Apabila terdapat elektron yang memiliki kuantum utama (n) = 3. Tentukan bilangan kuantum yang lainnya!

    Pembahasan:

    n = 3

    l = 0, 1, 2

    m = antara -1 dan +1

    Untuk nilai l = 2 maka nilai m = -2, -1, 0, +1, +2

    Soal ke 6

    Tentukan konfigurasi elektron dari 47 X!

    Jawabannya:

    Konfigurasi dari elektronnya adalah =  (X) 5s1 3d10

    Nah, hal pertama yang dilakukan yaitu dengan mengambil bagian paling akhir (3d10). Jika lapisan kulit terakhir adalah 3, maka n =3. Kemudian, mencari azimuth quantum dengan mengurutkan dari lapisan paling luar. 

    Karena memang azimuth sama dengan d, maka jawabannya  adalah 2. Selanjutnya, mencari magnetic quantum, kamu dapat melihat bahwa lapisan quantum paling dalam adalah d sehingga m adalah +2. Langkah terakhir, menentukan spin quantum, maka jawabannya d sama dengan -½.

    Jadi, jawaban dari soal tersebut adalah n = 3, m = 0, l = 1, dan s = -½.

    Cukup Mudah Bukan Mempelajari Bilangan Kuantum?

    Dari penjelasan di atas, apakah kamu sudah paham mengenai bilangan kuantum? Selain pengertian dan jenis-jenisnya, dengan mempelajari contoh soal-soalnya semoga bisa membantumu lebih memahami quantum number secara mendalam.Jika kamu tertarik dengan pelajaran kimia, kamu dapat mengasah otak kamu dengan mengganti contoh soal dengan atom lainnya loh. Selain itu, perbanyak membaca dan mengerjakan soal-soal mengenai quantum number agar kamu lebih memahaminya.

  • Bagaimana Bentuk Orbital Ditentukan Oleh Bilangan Kuantum Azimut?

    Bagaimana Bentuk Orbital Ditentukan Oleh Bilangan Kuantum Azimut?

    Ketika mempelajari atom, terdapat salah satu konsep penting dalam struktur atom, yaitu bilangan kuantum azimut (l). Selain itu, juga terdapat orbital, yaitu wilayah di sekeliling inti atom sebagai tempat di mana elektron berada. Nah, bentuk orbital ditentukan oleh bilangan kuantum terutama kuantum azimut. 

    Penasaran bagaimana bentuk orbital ditentukan oleh bilangan kuantum? Anda bisa menemukan jawabannya dengan menyimak artikel ini, karena kita akan menjelaskan secara rinci tentang konsep bilangan kuantum azimut, pengaruhnya terhadap bentuk orbital, serta implikasinya dalam konfigurasi elektron.

    Konsep Bilangan Kuantum Azimut

    Bilangan kuantum azimut adalah satu dari empat bilangan kuantum yang menggambarkan keadaan kuantum suatu elektron dalam atom. Secara spesifik, kuantum azimut mengindikasikan bentuk dan orientasi orbital tempat elektron berada di sekitar inti atom. 

    Nilai bilangan kuantum azimut berkisar dari 0 hingga (n-1), di mana n adalah bilangan kuantum utama yang menunjukkan tingkat energi atau kulit elektron. Dengan kata lain, bilangan kuantum azimut menentukan jumlah subkulit yang ada dalam kulit tertentu.

    Apa Itu Orbital?

    Sementara orbital merupakan wilayah di sekitar inti atom di mana Anda memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan elektron. Melalui konsep ini, Anda dapat memahami sifat gelombang elektron, di mana Anda tidak dapat mengidentifikasi elektron dengan pasti ada dalam posisi tertentu. 

    Namun, sebenarnya Anda hanya menentukan probabilitas keberadaan elektron di sekitar inti atom. Setiap orbital memiliki tiga angka kuantum utama yang menggambarkan bentuk, ukuran, dan orientasi orbitnya. 

    Bilangan kuantum utama mengidentifikasi kulit energi di mana letak orbital. Sedangkan bentuk orbital ditentukan oleh bilangan kuantum azimut. Sementara kuantum magnetik menggambarkan orientasi arau arah orbital.

    Bentuk Orbital Ditentukan oleh Bilangan Kuantum

    Jika Anda sudah mempelajari teori atom kuantum mekanika, maka Anda sudah mempelajari bilangan kuantum, salah satunya yaitu kuantum azimut (l). Namun, apa fungsinya? 

    Salah satu peran utama bilangan kuantum azimut (l) adalah menentukan bentuk orbital. Masing-masing nilai l memiliki korelasi dengan bentuk orbital yang spesifik. Sementara bentuk orbital menggambarkan tiga dimensi spasial di sekitar inti atom di mana Anda memiliki peluang yang tinggi untuk menemukan elektron. 

    Jumlah dan Bentuk Orbital Menurut Bilangan Kuantum Azimut 

    Seperti yang telah kami tegaskan sebelumnya bahwa bentuk orbital ditentukan oleh bilangan kuantum azimut (l) juga menunjukkan jumlah subkulit yang ada dalam suatu kulit tertentu. Kemudian, ada empat bentuk orbital yang berbeda, masing-masing memiliki karakteristik bentuk yang khas:

    1. Bentuk Orbital s = 1 Orbital yang Ditentukan Oleh Bilangan Kuantum

    Bentuk Orbital s = 1 Orbital
    Bentuk Orbital s = 1 Orbital | Image Source: Geeks for Geeks

    Ketika bilangan kuantum azimut (l) sama dengan 0, maka bentuk orbitalnya adalah orbital sferis atau bulat. Artinya, probabilitas tinggi untuk menemukan elektron di sekitar inti atom, dengan kepadatan paling tinggi ada di pusat. 

    Pertama yaitu orbital 1s dengan kepadatan paling tinggi di pusat, kemudian semakin menurun seiring jaraknya menjauh dari inti atom. Sementara orbital 2s memiliki dua daerah dengan densitas elektron yang tinggi, dan seterusnya.

    Orbital 2s
    Orbital 2s | Image Source: Studio Belajar

    Selain itu, dalam model 3D, penggambaran orbital s seringkali adalah sebagai gelembung yang merata.

    2. Bentuk Orbital p = 3 Orbital yang Ditentukan Oleh Bilangan Kuantum

    Bentuk Orbital p = 3 Orbital
    Bentuk Orbital p = 3 Orbital | Image Source: Geeks for Geeks

    Sedangkan jika bilangan kuantum azimut (l) sama dengan 1, maka orbital atom tersebut adalah orbital p. Bentuknya seperti dumbel atau dua balon dengan dua lobus. 

    Sementara itu, ada tiga orbital p yang masing-masing mengarah ke sumbu x, y, dan z, atau px, py, dan pz. Walaupun begitu, berbeda dengan orbital s, probabilitas tinggi untuk menemukan elektron justru letaknya di wilayah yang lebih jauh dari inti,.

    3. Orbital d = 5 Orbital

    Orbital d = 5 Orbital
    Orbital d = 5 Orbital | Image Source: Geeks for Geeks

    Kemudian, bentuk orbital yang ditentukan oleh bilangan kuantum azimut (l) sama dengan 2 adalah bentuk yang lebih kompleks. Orbital yang lebih kompleks tersebut adalah orbital d yang mana memiliki lima bentuk berbeda, yaitu dxy, dyz, dzx, dx2-y2, dan dz2.  

    Selain bentuknya yang kompleks, arah elektronnya juga lebih kompleks. Sehingga, peluang untuk menemukan elektron ada di berbagai wilayahnya relatif tinggi.

    4. Orbital f = 7 Orbital

    Orbital f = 7 Orbital
    Orbital f = 7 Orbital | Image Source: Geeks for Geeks

    Sementara itu, bentuk orbital f ditentukan oleh bilangan kuantum azimut (l) sama dengan 3. Orbital f memiliki tujuh bentuk dengan lobus dan bentuk yang sangat kompleks. 

    Bentuk orbital f sangat rumit dan mungkin akan jarang Anda jumpai dalam atom alamiah. Sebab, atom dengan orbital f adalah atom dengan elektron yang sangat banyak. Artinya, elektron tersebut memiliki energi yang sangat tinggi.

    Sebagai ringkasan, Anda bisa menyimak tabel di bawah ini untuk memahami bagaimana bentuk orbital ditentukan oleh bilangan kuantum azimut:

    Prinsip-Prinsip dalam Konfigurasi Elektron

    Prinsip dalam Konfigurasi Elektron
    Prinsip dalam Konfigurasi Elektron | Image Source: Wikipedia

    Untuk mengetahui bentuk orbital ditentukan oleh bilangan kuantum azimut, Anda perlu mencari nilai kuantum azimut dengan menggunakan konfigurasi elektron. Maka dari itu, mari kita bahas apa saja prinsip-prinsip dalam menentukan konfigurasi elektron:

    1. Prinsip Aufbau

    Pertama, menurut prinsip Aufbau, elektron akan mengisi orbital-orbital dengan energi paling rendah dahulu sebelum mengisi orbital-orbital dengan energi yang lebih tinggi. Dengan kata lain, elektron akan mengisi orbital-orbital dalam urutan yang mengikuti urutan peningkatan energi.

    Jika Anda menggambar susunan elektron atom, maka Anda harus mengikuti aturan urutan energi orbital. Sebagai contoh, orbital-orbital dengan energi paling rendah adalah orbital 1s, kemudian 2s, 2p, 3s, 3p, dan seterusnya. 

    2. Prinsip Pauli

    Selanjutnya, Prinsip Pauli menyatakan bahwa dalam suatu orbital, setidaknya ada dua elektron yang memiliki spin arah berlawanan (spin atas dan spin bawah). Dengan kata lain, dua elektron dalam satu orbital harus memiliki arah spin yang berbeda.

    3. Prinsip Hund

    Sementara prinsip Hund menyatakan bahwa dalam subkulit (nilai kuantum azimut) yang sama, elektron akan lebih cenderung mengisi orbital-orbital tunggal dengan arah spin yang sama. 

    Elektron tidak akan membentuk pasangan elektron terlebih dahulu di orbital yang sama. Sehingga, jika ada tiga orbital p dalam subkulit yang sama, maka satu elektron akan mengisi setiap orbital sebelum mulai membentuk pasangan.

    Contoh Penentuan Konfigurasi Elektron

    Berikut adalah beberapa contoh menentukan konfigurasi elektron untuk beberapa unsur:

    1. Karbondioksida (C)

    Pertama, karbon memiliki nomor atom 6. Konfigurasi elektronnya adalah 1s² 2s² 2p². Artinya, dua elektron mengisi orbital 1s, dua elektron mengisi orbital 2s, lalu dua elektron sisanya mengisi orbital 2p.

    2. Natrium (Na) 

    Sementara natrium memiliki nomor atom 11. Maka konfigurasi elektronnya adalah 1s² 2s² 2p⁶ 3s¹. Dalam hal ini, dua elektron mengisi orbital 1s, total delapan elektron mengisi orbital 2s dan 2p pada kulit kedua, dan satu elektron mengisi orbital 3s.

    Langkah-Langkah Menentukan Bentuk Orbital yang Ditentukan Oleh Bilangan Kuantum 

    Penentuan bentuk orbital melibatkan pemahaman tentang subkulit dan jenis orbital yang terlibat. Maka dari itu, bentuk orbital ditentukan oleh bilangan azimut yang menjadi penentu subkulit. Berikut adalah langkah-langkahnya:

    1. Pertama, identifikasi konfigurasi elektron unsur yang ingin Anda pelajari. Misalnya, konfigurasi elektron untuk karbon adalah 1s² 2s² 2p².
    2. Kemudian, pahami subkulit yang terlibat di mana setiap subkulit dalam konfigurasi elektron memiliki jumlah orbital yang berbeda. 
    3. Lalu jumlahkan jumlah elektron dalam setiap subkulit untuk menentukan berapa banyak orbital yang terisi. Sebagai contoh, konfigurasi elektron karbon (1s² 2s² 2p²) memiliki total 6 elektron yang berada di dalam 2 kulit.  Pada kulit kedua, elektron mengisi satu orbital 2s yang terisi dan tiga orbital 2p.
    4. Setelah menentukan bentuk orbital, identifikasi subkulit dan nomor orbital dari orbital-orbital yang terisi. Pada contoh karbon, orbital 2s dan orbital-orbital 2p memiliki nomor orbital yang berbeda (2px, 2py, dan 2pz).
    5. Berdasarkan jumlah orbital yang terisi, tentukan bentuk orbital yang terlibat. Anda bisa melihat gambar dan tabel bentuknya seperti pada bagian sebelumnya dari artikel ini. 

    Baca Juga: 4 Jenis Bilangan Kuantum, Pengertian, Cara Mencarinya, & Contoh Soal

    Sudah Paham Bagaimana Bentuk Orbital Ditentukan Oleh Bilangan Kuantum?

    Dalam kesimpulannya, bentuk orbital atom seperti sferis, dumbel atau bentuk kompleks ditentukan oleh bilangan kuantum azimut (l). Namun sebelumnya, mula-mula Anda perlu mengetahui konfigurasi elektron atomnya. 

    Maka dari itu, pahamilah prinsip Aufbau, prinsip Pauli, dan aturan Hund. Selain itu, untuk pemahaman yang lebih baik, jangan lupa berlatihlah untuk menentukan bilangan kuantum azimut dan konfigurasi elektron berbagai atom. 

    Dengan begitu, pemahaman Anda tentang bagaimana bentuk orbital terpengaruh bilangan kuantum azimutnya akan semakin kuat. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

  • Mengenal Teori Atom Mekanika Kuantum dalam Bidang Ilmu Kimia

    Mengenal Teori Atom Mekanika Kuantum dalam Bidang Ilmu Kimia

    Memahami sifat atom adalah perjalanan yang menarik, penuh dengan evolusi teori dan model. Salah satu langkah penting dalam teori atom yaitu pengembangan teori atom mekanika kuantum, sebuah teori revolusioner yang mengubah pemahaman kita tentang perilaku partikel pada tingkat atomik dan subatomik. 

    Dalam artikel ini, kita akan mempelajari secara mendalam mengenai teori mekanika kuantum dan mengeksplorasi berbagai aspeknya. Mulai dari perkembangan, teori, model atom, dan juga kelebihan serta kelemahannya. Mari simak penjelasannya di bawah ini!

    Pengertian Teori Atom Mekanika Kuantum

    Singkatnya, teori atom mekanika kuantum yang juga dikenal sebagai konsep fisika kuantum atau konsep kuantum merujuk pada perilaku partikel atom dan subatom pada skala terkecil materi dan energi mekanika kuantum. 

    Berbeda dengan mekanika klasik yang mengatur perilaku benda pada skala makroskopis, mekanika kuantum mengatur perilaku partikel seperti elektron, proton, dan foton. Jadi, teori atom ini menekankan pendekatan ilmiah untuk memahami perilaku partikel pada skala atomik dan subatomik. 

    Teroi atom ini juga biasa disebut sebagai teori atom modern. Dalam dunia kuantum, partikel seperti elektron dan proton tidak memiliki posisi atau momentum yang pasti seperti dalam mekanika klasik. Justru sebaliknya, partikel atom memiliki sifat gelombang dan peluang keberadaan dalam berbagai posisi dan energi.

    Pengembangan Teori Atom Mekanika Kuantum dari Teori Bohr

    Pengembangan mekanika kuantum dimulai dari abad ke-20 ketika Niels Bohr memperkenalkan model Bohr dari atom. Dari model Bohr, kita telah melihat bahwa spektra emisi dari unsur-unsur yang berbeda mengandung garis-garis diskrit. Gambar di bawah ini menunjukkan wilayah terlihat dari spektra emisi untuk hidrogen.

    Spektrum emisi hidrogen
    Spektrum Emisi Hidrogen | Image Source: Khan Academy

    Spektrum emisi hidrogen menunjukkan empat panjang gelombang cahaya dalam wilayah terlihat. Fenomena tersebut adalah hasil dari elektron yang berpindah dari tingkat energi yang lebih tinggi ke yang lebih rendah, dan selama proses ini, energi terlepas dalam bentuk cahaya.

    Model atom Bohr berhasil menjelaskan spektra emisi yang teramati dalam spektra hidrogen. Jadi, model Bohr menggambarkan elektron dalam orbit tertentu di sekitar inti atom, yang memungkinkan pemahaman tentang tingkat energi dan perilaku elektron dalam atom hidrogen dan ion helium. 

    Meski begitu, terlepas dari kesuksesannya dalam meramalkan tingkat energi dalam atom dengan satu elektron, model Bohr tidak mampu menjelaskan struktur elektron dalam atom yang memiliki lebih dari satu elektron.

    Kemudian ilmuwan mulai menyadari bahwa model Bohr memerlukan penyempurnaan atau bahkan model yang sepenuhnya baru untuk menjelaskan atom-atom yang lebih kompleks. 

    3 Teori Atom Mekanika Kuantum

    Berikut adalah penjelasan teori atom mekanika kuantum menurut 3 ilmuan besar:

    1. Mekanika Kuantum de Broglie

    Louis de Broglie mengusulkan bahwa partikel, termasuk elektron, menunjukkan perilaku seperti gelombang sekaligus partikel. Konsep tersebut kemudian dikenal dengan dualitas gelombang-partikel. Dualitas gelombang-partikel ini membentuk dasar konsep bahwa partikel juga memiliki panjang gelombang. 

    Panjang gelombang de Broglie berbanding terbalik dengan momentum, sehingga partikel dengan momentum lebih tinggi memiliki panjang gelombang lebih pendek dan sebaliknya. Dari sinilah pada akhirnya teori de Broglie membantu menjelaskan fenomena interferensi elektron dan perilaku partikel pada skala kuantum.

    2. Mekanika Kuantum Werner Heisenberg

    Selain itu, terdapat teori atom mekanika kuantum Heisenberg tentang ketidakpastian. Prinsip ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa kita tidak bisa secara tepat mengetahui posisi dan momentum partikel pada saat bersamaan. 

    3. Mekanika Kuantum Erwin Schrödinger

    Sementara Erwin Schrödinger mengembangkan persamaan gelombang Schrödinger. Persamaan ini menggambarkan perilaku partikel sebagai fungsi gelombang yang berkembang seiring waktu. Melalui Persamaan Schrödinger, kita dapat memprediksi peluang keberadaan partikel dalam berbagai posisi dan energi.

    Model Atom Mekanika Kuantum

    Model Atom Mekanika Kuantum
    Model Atom Mekanika Kuantum | Image Source: Embibe

    Menurut model atom mekanika kuantum, elektron dalam atom dijelaskan sebagai fungsi gelombang yang menggambarkan peluang keberadaannya dalam berbagai posisi dan energi.  

    Teori atom mekanika kuantum mengusulkan bahwa orbit elektron menurut model Bohr tidak dapat didefinisikan dengan tepat dalam model kuantum. Sebagai gantinya, kita memiliki orbital elektron yang merepresentasikan wilayah tempat elektron mungkin ditemukan dengan probabilitas tertentu.

    Bilangan Kuantum

    Bilangan kuantum adalah parameter yang beguna untuk menggambarkan keadaan kuantum suatu elektron dalam sebuah atom. Ada empat jenis bilangan kuantum yang dikenal, yaitu utama (n), azimut (l), magnetik (m), dan spin (s). Berikut ini penjelasannya:

    1. Bilangan Kuantum Utama (n)

    Bilangan kuantum utama menunjukkan tingkat energi atau orbit utama di mana elektron berada. Semakin besar nilai n, semakin tinggi energi elektron dan semakin jauh dari inti atom.

    2. Azimut (l) 

    Sementara bilangan kuantum azimut menunjukkan bentuk orbital atau subkulit tempat elektron berada. Nilai l berkisar dari 0 hingga n-1. Misalnya, jika n = 3, maka nilai l dapat 0, 1, atau 2, yang masing-masing mewakili orbital s, p, atau d. Mengenai orbotal akan kami bahas pada bagian selanjutnya.

    3. Magnetik (m)

    Selain itu, terdapat teori bilangan atom mekanika kuantum magnetik yang menunjukkan orientasi dalam tiga dimensi ruang orbital di dalam suatu subkulit. Nilai m berkisar dari -1 hingga +1. Ini menggambarkan jumlah kemungkinan arah orbital dalam ruang.

    4. Spin (s)

    Terakhir, bilangan kuantum spin menunjukkan arah putaran intrinsik elektron. Nilai s adalah +1/2 atau -1/2. Selain itu, spin memiliki dampak penting pada sifat magnetik dan reaktivitas kimia elektron.

    Bentuk Orbital Atom

    Bentuk Orbital Atom
    Bentuk Orbital Atom | Image Source: Khan Academy

    Sementara itu, bentuk orbital atom menggambarkan probabilitas menemukan elektron pada posisi tertentu dalam wilayah ruang tertentu di sekitar inti atom. Orbital atom dibedakan oleh bilangan kuantum azimutnya (l) dan menentukan bentuk dan arah orbital dalam subkulit tertentu, yaitu:

    1. Orbital s

    Daerah orbital s memiliki bentuk sferis dan memiliki nilai azimut (l) = 0. Pada level energi yang sama, orbital s memiliki ukuran paling kecil dan paling mendekati inti.

    2. Orbital p

    Sedangkan orbital p memiliki bentuk dumbel dengan tiga orientasi, yaitu px, py, dan pz. Lalu, masing-masing orientasi memiliki nilai azimut (l) = 1.

    3. Orbital d

    Kemudian terdapat orbital d yang memiliki bentuk yang lebih kompleks dan lebih banyak orientasi daripada orbital s dan p di mana terdapat lima orientasi dengan nilai azimut (l) = 2.

    Prinsip-Prinsip Konfigurasi Elektron

    Melalui konfigurasi elektron, kita bisa mengetahui perkiraan susunan dan penempatan elektron dalam atom sesuai dengan prinsip-prinsip teori atom mekanika kuantum. Konfigurasi ini ditentukan oleh urutan pengisian orbital dengan mematuhi prinsip berikut:

    • Prinsip Aufbau: Menyatakan bahwa elektron akan mengisi orbital dengan energi terendah terlebih dahulu sebelum mengisi orbital dengan energi lebih tinggi.
    • Prinsip Pauli: Menyatakan bahwa dalam satu orbital, elektron harus memiliki spin berlawanan (up dan down) dan tidak boleh ada dua elektron dengan semua bilangan kuantum yang sama dalam suatu atom.
    • Kaidah Hund: menyatakan bahwa dalam subkulit yang sama, elektron akan mengisi orbital dengan satu elektron terlebih dahulu sebelum mulai mengisi orbital kedua.

    Kelebihan dan Kekurangan Teori Atom Mekanika Kuantum

    Teori atom mekanika kuantum memiliki lebih banyak kelebihan daripada teori-teori atom klasik sebelumnya, yaitu kemampuannya untuk menjelaskan spektra unsur secara tepat. Sehingga, teori atom modern ini dapat memberikan pandangan yang lebih akurat tentang perilaku partikel pada skala atomik. 

    Lalu pada penerapannya dapat memberikan dasar bagi teknologi modern seperti elektronika dan fisika nuklir. Namun, tetap terdapat kekurangan, yakni teori atom mekanika kuantum dianggap lebih rumit dan sulit dipahami oleh orang awam. Selain itu juga memerlukan pendekatan matematis yang kompleks dalam penjelasannya.

    Sudah Paham Mengenai Teori Atom Mekanika Kuantum? 

    Jadi, teori atom mekanika kuantum memberikan dasar bagi pemahaman tentang perilaku atom dan partikel-elementer lainnya. Meskipun cukup kompleks, model-modelnya hingga konfigurasi elektron dalam mekanika kuantum berperan penting dalam pemahaman sifat dasar materi. 

    Jika Anda seorang pelajar yang sedang mempelajari materi ini, pastikan Anda memahami konfigurasi elektron sehingga membantu memahami distribusi energi dan sifat kimia atom. Selain itu, dari konfigurasi elektron-lah Anda dapat meramalkan bagaimana elektron mengisi dan berinteraksi dalam atom berbagai unsur kimia.

  • Struktur Atom: Pengertian, Partikel, Muatan, dan Penerapannya

    Struktur Atom: Pengertian, Partikel, Muatan, dan Penerapannya

    Struktur atom merupakan satuan inti atom yang terdiri atas proton, neutron, dan elektron. Di dalamnya terdapat inti atom yang disebut dengan nukleus. Proton dan neutron berada di dalam nukleus sedangkan elektron bergerak mengelilingi inti. Lalu, bagaimana sebenarnya pembentukan atom ini? Simak, ulasannya berikut ini!

    Asal Usul Konsep Atom

    Konsep atom tercetus pertama kali pada tahun 440 SM oleh Leucippus, dan pada tahun 420 SM oleh Democritos. Atom berasal dari kata ‘atomos’ isilah asal Yunani ini memiliki arti ‘tidak dapat dipecah’ ‘tidak terbagi lagi’.

    Mulanya, pemikiran Leucippus dan Democritos menjelaskan suatu partikel yang terdiri dari materi akan bergerak terus menerus di ruang hampa. Materi itu disebut atom, yang senantiasa bergerak dan tidak dapat dipecah lagi. 

    Namun, konsep tersebut ditolak oleh Aristoteles, seorang ahli filsuf yang kredibilitasnya tinggi dalam pengetahuan di bidang astronomi. Ia mengungkapkan alam semesta terbagi atas air, udara, tanah, dan api serta di sana tidak terdapat ruang hampa. 

    Perdebatan ahli filsuf tersebut membuat adanya beberapa teori atom berdasarkan modelnya. 

    1. Teori Atom Dalton

    Pada awal abad ke-19, tahun 1803, John Dalton menjelaskan gagasannya terkait teori struktur atom. Model atom dalton berbentuk lingkaran seperti bola pejal, yang bersifat identik dan tidak bermuatan.

    Menurutnya suatu atom yang terdiri dari unsur yang sama memiliki sifat yang sama. Tetapi, jika tersusun dari unsur yang berbeda, maka sifatnya juga beda. Dalton, juga mengemukakan atom-atom tidak dapat berubah akibat adanya reaksi kimia. 

    Teori Atom Dalton
    Teori Atom Dalton | Image Source: Pinterest

    2. Teori Atom Thomson

    Teori kedua ini memiliki tujuan untuk memperbaiki teori atom Dalton. Joseph John Thomson, seorang filsuf asal Amerika, melakukan eksperimennya tentang sinar katoda. Beliau menemukan bahwa sinar katoda tersebut merupakan sebuah partikel. 

    Setelah mengetahui fakta tersebut, Thomson mengemukakan bahwa sinar katoda merupakan partikel bermuatan negatif, yang disebut elektron. Teori ini dikenal  seperti teori roti kismis. Jadi, isi teori Thomson adalah bahwa pada sebuah bola atom terdapat muatan positif yang di dalamnya tersebar muatan negatif secara merata. 

    Teori Atom Thomson
    Teori Atom Thomson | Image Source: Socratic

    3. Teori Atom Rutherford

    Setelah teori atom Thomson, perkembangan selanjutnya adalah teori struktur atom dari Rutherford. Beliau merupakan ilmuwan fisika yang merupakan murid dari Thomson sehingga ia memperbaiki konsep dari gurunya. 

    Rutherford melakukan eksperimen penembakan sinar alfa ke lempeng emas yang sangat tipis. Hasilnya, sebagian besar sinar alfa ada yang diteruskan, dibelokkan dan dipantulkan. 

    Sinar alfa yang dipantulkan mengartikan suatu atom terdiri atas ruang rapat dan padat. Sinar yang dibelokkan mengacu pada sinar alfa yang melewati lempeng bermuatan positif, sehingga arah sinar belok karena terjadi tolakan lempeng yang memiliki muatan sama.

    Oleh karena itu, isi teori atom Rutherford adalah suatu atom memiliki inti bermuatan positif dan elektron yang tersebar mengelilingi inti. Inti proton tersebut berada pada pusat atom yang memiliki ukuran lebih kecil daripada atom.

    Teori Atom Rutherford
    Teori Atom Rutherford | Image Source: Freepik

    4. Teori Atom Bohr

    Selanjutnya, teori atom Niels Bohr mengemukakan temuannya mengenai atom pada tahun 1913 berkaitan dengan teori kuantum. Dalam suatu atom, elektron mengelilingi inti atom dan berpindah dari tingkat energi satu ke energi yang lain. Tingkat energi itu disebut bilangan kuantum atau kulit atom.

    Teori Atom Bohr
    Teori Atom Bohr | Image Source: Pinterest

    Masing-masing teori di atas memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri. Sejak abad ke-20, teori struktur atom menjelaskan bahwa atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif mengitari inti.

    Apa Saja Sih Partikel Penyusun Struktur Atom Itu?

    Partikel penyusun atom dan sifat dasar suatu materi berperan dalam pembentukan atom. Maka dari itu, tiap jenis atom memiliki sifat dan partikel yang sama. Susunannya terdiri atas partikel subatomik dan beberapa komponen penyusun atom. Berikut beberapa komponen partikel tersebut. 

     1. Partikel Subatomik

    1. Proton

    Proton merupakan suatu inti atom yang bermuatan positif. Muatan ini ditemukan oleh Eugene Goldstein, seorang fisikawan Jerman, melalui percobaan katoda. Muatan proton adalah +1, dengan jumlah massa atom 1.

    1. Elektron

    Joseph John Thomson merupakan pencetus teori atom melalui eksperimen sinar katoda pada tahun 1897. Sementara itu, pada tahun 1909, Robert Millikan juga melakukan eksperimennya dengan percobaan tetesan minyak. 

    Hasil riset tersebut menunjukkan elektron bermuatan -1, dan massa elektronnya 0.

    1. Neutron

    Percobaan oleh J. Chadwick pada tahun 1932, mengemukakan bahwa partikel yang menciptakan radiasi berdaya tinggi ternyata tidak memiliki muatan. Berdasakran percobaan tersebut, beliau menjelaskan bahwa neutron memiliki muatan nol, dengan massa neutron adalah 1.

    2. Kulit Atom

    Kulit atom merupakan tempat lintasan elektron untuk mengelilingi inti. Orbit ini memiliki kapasitas tertentu yang bersifat tetap.

    • Kulit atom (k) dapat mengisi kulit elektron maksimal berjumlah 2, 
    • (l) dapat memuat maksimal 4 elektron, sedangkan 
    • (m) memuat kulit elektron maksimal 8. 

    Semakin besar bilangan kuantum pada atom, maka semakin jauh jarak kulit atom dari inti, dan semakin besar energi elektron yang beredar.

    3. Nomor Atom dan Nomor Massa

    Dalam satu atom, terdapat nomor atom dan nomor massa sendiri. Nomor atom adalah jumlah proton yang ada pada nukleus (inti atom). Sedangkan nomor atom merupakan jumlah proton dan neutron dalam inti atom.

    Fungsi Struktur Atom Dalam Kimia

    Secara teori, komposisi atom ternyata memiliki beberapa fungsi dalam tabel periodik maupun reaksi kimia. Berikut 4 fungsi susunan atom yang patut Anda ketahui. 

    1. Penentuan Identitas Unsur

    Setiap unsur memiliki nomor atom yang berbeda dengan lainnya. Perbedaan itu memudahkan untuk klasifikasi unsur dalam tabel periodik berdasarkan susunan atom. 

    2. Penentuan Sifat Kimia

    Sifat kimia dapat dilihat pada teori konfigurasi elektron. Contohnya, elektron valensi memiliki peran dalam membentuk ikatan kimia. 

    3. Menentukan Reaktivitas Kimia

    Reaktivitas atom dapat ditentukan melalui interaksi elektron pada orbit. Konfigurasi elektron juga menimbulkan adanya kecenderungan atom untuk bereaksi dengan unsur yang lain. 

    Perbedaan Isotop, Isobar, dan Isoton Dalam Struktur Atom

    Dalam komposisi atom, ketiga elemen tersebut memiliki peran dan perbedaan masing-masing. Pelajari penjelasan singkat yang menunjukkan perbedaan ketiganya berikut ini. 

    1. Nomor Massa Isotop 

    Isotop merupakan atom atom dalam unsur kimia yang memiliki jumlah proton sama namun nomor massa berbeda. Contohnya suatu atom karbon memiliki jumlah proton 6, namun massa atomnya ada tiga, yaitu 12, 13, dan 14.

    2. Nomor Atom Isobar 

    Isobar merupakan atom-atom yang memiliki nomor atom berbeda namun nomor massanya sama. Contohnya atom hidrogen dan helium, hidrogen memiliki nomor atom 1 dan massa atom 3, sedangkan helium memiliki nomor atom 2 dan massa atom 3.

    3. Jumlah Proton pada Isoton

    Isoton merupakan atom-atom yang memiliki neutron sama, namun jumlah proton berbeda. Jumlah neutron didapatkan dari selisih nomor massa dengan nomor atomnya. Contohnya atom hidrogen dengan atom helium. Jika nomor atom dan nomor massanya dikurangi, maka hasil keduanya adalah 2. 

    Muatan Listrik dan Struktur Atom

    Suatu atom terdiri atas proton bermuatan positif dan neutron bermuatan netral. Keduanya membentuk suatu inti atom yang disebut nukleus. Elektron yang bermuatan negatif mengelilingi inti menghasilkan gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom yang terikat dengan gaya elektromagnetik ini akan membentuk suatu molekul.

    Dalam dunia fisika, gaya elektromagnetik disebabkan oleh partikel-partikel yang memiliki muatan listrik. Muatan listrik terjadi apabila dua benda yang sama akan tarik menarik sedangkan dua benda yang berbeda akan tolak menolak.

    Teori kimia menyebutkan adanya ion positif dan ion negatif dalam muatan listrik. Proses ionisasi merupakan pergantian suatu atom atau molekul menjadi ion dengan cara melepaskan atau menerima elektron.

    Ion positif merupakan suatu atom yang memiliki proton lebih banyak dan akan melepaskan satu/lebih elektron. Sebaliknya, ion negatif memiliki elektron yang lebih banyak sehingga ia akan menerima satu/lebih elektron.

    Apa Peran Struktur Atom Dalam Kehidupan Sehari-hari?

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, atom merupakan bagian yang paling kecil pada materi-materi yang ada muka bumi. Atom-atom yang bergabung akan membentuk suatu unsur. Sementara gabungan dari suatu unsur disebut dengan molekul.

    Manusia dan makhluk hidup juga membutuhkan molekul, seperti air (H2O), Udara (CO2), juga gas (H2), begitu pula dengan berbagai proses di alam semesta, seperti proses metabolisme dan ionisasi. 

    Semua itu menunjukkan bahwa struktur atom merupakan bagian dari proses kehidupan manusia dan makhluk-makhluk hidup lainnya di Bumi, mulai dari perkembangan, pertumbuhan, hingga kematian.

  • Jurusan Tata Boga: Ruang Lingkup, Rekomendasi Kampus, dan Kerjanya

    Jurusan Tata Boga: Ruang Lingkup, Rekomendasi Kampus, dan Kerjanya

    Jurusan tata boga semakin banyak diminati calon mahasiswa. Mereka yang menyukai dunia kuliner dan memasak biasanya menjadikan jurusan ini sebagai jurusan utama saat memilih program studi. Alasannya karena mereka ingin mengembangkan potensi di bidang kuliner hingga menjadi pebisnis kuliner. 

    Jurusan ini memang dibuat khusus untuk mempelajari seni mengolah dan menyajikan makanan. Bagi kamu yang penasaran apa saja ruang lingkup, mata kuliah, sampai prospek kerja dari jurusan ini, baca artikel ini sampai habis!

    Pengertian Ilmu Tata Boga dan Ruang Lingkupnya

    Ilmu Tata Boga dan Ruang Lingkupnya
    Ilmu Tata Boga dan Ruang Lingkupnya | Image Source: Pixabay.com

    Namanya jurusan tata boga, berarti kamu akan mempelajari tentang keilmuan tata boga. Apa itu ilmu tata boga?

    Tata boga merupakan sebuah keilmuan boga yang mempelajari seni mengolah masakan. Mulai dari persiapan pengolahan makanan sampai cara menghidangkannya, baik untuk makanan tradisional maupun internasional. 

    Tidak hanya persoalan memasak, keilmuan ini juga mengajarkan pengetahuan bahan dasar masakan, pembuatan makanan dengan beragam teknik khusus, pengetahuan tentang nutrisi dan gizi, hingga cara menyajikan makanan yang baik dan bercita rasa tinggi. 

    Menariknya, keilmuan ini juga mencakup pengetahuan tentang membangun dan mengevaluasi usaha kuliner. Karena alasan inilah banyak orang yang mengidam-idamkannya. Sebagian besar dari mereka memang ingin membuka usaha kuliner sendiri sehingga tertarik mendalami keilmuan ini di perguruan tinggi.

    Mengapa Jurusan Tata Boga Sangat Direkomendasikan?

    Bagi kamu yang suka memasak dan bercita-cita ingin menjadi chef atau pebisnis kuliner, jurusan ini sangat recommended. Pasalnya, di sana kamu akan belajar banyak hal tentang cara mengolah dan menyajikan makanan, mulai dari masakan khas Nusantara sampai masakan internasional. 

    Pengetahuan meracik minuman tentu juga dipelajari dalam jurusan ini. Minuman apapun bercita rasa tinggi akan kamu kuasai jika masuk dalam jurusan ini. Soal sanitasi, gizi, dan cara pelayanan yang baik juga masuk dalam materi pembelajaran jurusan kebogaan. 

    Untuk kamu yang benar-benar ingin membuka bisnis kuliner, tenang saja, jurusan ini akan membekalimu pengetahuan tentang bisnis kuliner. Mulai dari komersialisasi hingga pengetahuan tentang teknik distribusi produk pangan akan dipelajari untuk mencetak pebisnis yang berkualitas. 

    Paling pentingnya, di jurusan ini kamu juga akan mempelajari tentang keselamatan kerja dan higienitas saat berada di dapur. Ini penting kamu kuasai supaya keselamatan dan profesionalitas kerja tetap terjaga.

    Mata Kuliah Jurusan Tata Boga

    Kuliah Jurusan Tata Boga
    Kuliah Jurusan Tata Boga | Image Source: Pixabay.com

    Mulai tertarik dengan jurusan ini? Tunggu dulu. Mari ketahui apa saja mata kuliah yang nantinya kamu pelajari jika benar-benar masuk dalam jurusan ini. 

    • Etika, yakni mata kuliah yang mempelajari cara beretika ketika berada di lingkungan masyarakat dan bisnis.
    • Matematika, mata kuliah yang mengajarkan berpikir sistematis dan logis kepada mahasiswa.
    • Kimia dasar, mata kuliah yang memberikan pengetahuan tentang pentingnya memahami komposisi bahan makanan. Dari sana lulusan jurusan tata boga diharapkan tahu apakah makanan tersebut layak dan apakah kandungan nutrisinya aman dikonsumsi.
    • Ilmu gizi, lulusan jurusan ini akan dibekali keilmuan gizi supaya mengerti kandungan gizi dari makanan yang mereka sajikan. Ini berguna apabila mereka bekerja di rumah sakit.
    • Dasar manajemen, ilmu penting supaya lulusan jurusan ini bisa mengelola bisnisnya dengan perhitungan yang tepat.
    • Kewirausahaan, keilmuan yang bertujuan agar lulusannya bisa mengerti bagaimana cara mendirikan usaha, manajemen risikonya, hingga cara mengelola usahanya.
    • Sanitasi dan higiene, mata kuliah yang mengajarkan tentang pentingnya mengelola sanitasi dengan baik dan tata cara menjaga kebersihan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia.
    • Dekorasi makanan, mata kuliah tentang cara menyajikan makanan dengan mengedepankan nilai estetikanya.
    • Kudapan dan minuman, berguna untuk memberikan inovasi kepada mahasiswa untuk menyajikan menu-menu kudapan dan minuman.
    • Bakery dan pastry, mata kuliah tentang bakery dan pastry.
    • Dan lain-lain.

    5 Kampus Terbaik untuk Jurusan Tata Boga

    Setelah melihat gambaran jurusan dan mata kuliahnya, semakin tertarik bukan untuk masuk jurusan ini? Kali ini kenali lebih jauh kampus terbaik mana saja yang ada jurusan tata boganya, supaya kamu lebih yakin dengan pilihanmu. 

    1. UNESA

    Universitas Negeri Surabaya adalah universitas yang menyediakan program studi pendidikan terkenal di Surabaya. Ada banyak jurusan pendidikan di UNESA, salah satunya Pendidikan Tata Boga. 

    Materi kuliahnya tidak jauh beda dengan informasi sebelumnya. Hanya saja, karena ini jurusan pendidikan, maka ada mata kuliah psikologi pendidikan, media pembelajaran dan TIK, kajian kurikulum SMK, dasar-dasar kependidikan, dan materi pendidikan lainnya. 

    2. UNJ

    Universitas Negeri Jakarta punya program studi Tata Boga yang akreditasinya sudah A. Kalau kamu ingin kuliah disini, kamu bisa memilih ingin program S1 atau D3.

    Mata kuliahnya juga beragam dan hampir sama dengan penjelasan sebelumnya. Tetapi menariknya, di sana kamu juga belajar mengenai cake shop, pengelolaan katering, dan gizi untuk kebutuhan khusus. 

    3. UNY

    Setelah Jakarta, kali ini ada Yogyakarta yang salah satu universitasnya ada jurusan Tata Boga, yakni Universitas Negeri Yogyakarta. Kamu bisa memilih ingin mengambil program pendidikan S1 atau teknik boga murni D3.

    Jurusan ini menjadi salah satu program studi favorit SNMPTN tahun 2020 dengan jumlah peminat sekitar 1.041. Jika kamu ingin berkuliah di sini, kamu akan mempelajari mata kuliah, seperti kewirausahan, praktik diet, ilmu gizi, dan lain-lain.  Bagaimana, siap masuk ke jurusan favorit ini?

    4. Tristar Culinary Institute

    Selain UNESA, Surabaya juga punya sekolah kuliner terbaik bernama Tristar Culinary Institute. Sekolah kuliner yang berada di Jalan Raya Jemursari ini memiliki program studi D1 terbaik, yakni D1 Baking and Pastry Art, D1 Culinary Art, dan Culinary Business. 

    Nah untuk kamu yang ingin mendapatkan gelar akademik mumpuni, kini Tristar Culinary Institute membuka program D3. Sehingga kamu akan mendapatkan keterampilan yang diakui dan menjadi lulusan profesional dalam bidang kuliner. 

    Kualitas sekolah kuliner ini sudah jangan diragukan lagi. Tristar mampu melahirkan alumni berkualitas dan profesional dalam bidang kuliner, salah satu buktinya ada Stefani Horizon (Fani) yang berhasil jadi pemenang MasterChef Indonesia Season 5. 

    5. Indonesia Patisserie School

    Kalau kamu lebih spesifik tertarik ke dunia pastry dan kue, cobalah daftar ke Indonesia Patisserie School. Sekolah ini merupakan sekolah kue pertama di Indonesia dan pembelajarannya sangat detail serta lengkap mengenai dunia pastry

    Mentor sekolah pastry ini juga sangat profesional dan berpengalaman. Jadi tunggu apalagi, untuk kamu yang ingin fokus menggeluti dunia tata boga pastry, daftar saja di Indonesia Patisserie School, Jakarta Utara. 

    Prospek Kerja Lulusan Tata Boga, Tidak Hanya Jadi Chef!

    Berbicara soal program studi perguruan tinggi, pasti banyak orang langsung berpikir “Nanti kerjanya apa?”. Kalau kamu sering ditanya begitu, jangan khawatir. Sebab, dunia kuliner memiliki kesempatan yang luas sehingga banyak sekali prospek kerja dari jurusan tata boga. 

    Apa saja prospek kerjanya?

    • Chef;
    • Barista;
    • Baker;
    • Tenaga pendidik (dosen atau guru tata boga);
    • Pebisnis kuliner;
    • Food vlogger;
    • Food stylist;
    • Content creator kuliner;
    • Instansi pemerintahan seperti BPOM, Departemen Pertanian, LIPI, BULOG, dan lain sebagainya;
    • Konsultan gizi dan makanan.

    Menjanjikan, bukan Kuliah di Jurusan Tata Boga?

    Setelah membaca lebih jauh tentang jurusan tata boga ini, apakah kamu semakin tertarik untuk mendaftar? Tidak usah ragu lagi memilih jurusan ini untuk masa depanmu, karena dari prospek kerjanya saja sudah menjanjikan. 

    Tipsnya,  jangan patah semangat dan kejar terus impianmu serta pilih sekolah yang sesuai dengan kebutuhan masa depanmu. Jika ingin cari tahu kampus terbaik lain untuk belajar tata boga, kamu bisa kulik riwayat pendidikan dari tokoh atau pakar kuliner favoritmu dan ikuti jejak perjuangannya.