Blog

  • Mengenal Bagian-Bagian Keyboard Musik Serta Fungsinya

    Mengenal Bagian-Bagian Keyboard Musik Serta Fungsinya

    Keyboard termasuk dalam beragam instrumen musik modern yang populer di seluruh dunia. Dalam era kontemporer, penggunaan keyboard telah merambah ke berbagai genre musik di berbagai negara, khususnya di Indonesia. Mari eksplorasi bagian-bagian keyboard beserta fungsinya dalam seni pertunjukan musik secara lengkap di artikel ini!

    12 Bagian-bagian Keyboard Beserta Fungsinya

    Pada jenis accompaniment, terdapat bagian-bagian keyboard yang memiliki kesamaan dan perlu Anda pahami sebelum memainkannya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Tombol On/Off

    Tombol On/Off
    (Tombol On/Off | Sumber Gambar : Freepik.com)

    Salah satu tombol yang perlu Anda perhatikan dari bagian-bagian keyboard adalah tombol power on/off. Tombol ini berguna untuk menghidupkan keyboard setelah terhubung ke sumber listrik dan juga untuk mematikannya ketika selesai Anda gunakan. 

    Biasanya, tombol on/off memiliki ikon berbentuk “I” untuk menyalakan dan “O” untuk mematikan, dengan desain “I” terletak dalam bentuk lingkaran “O”. Setelah Anda menekan ikon “O” atau on/off dan keyboard telah aktif, Anda akan mendengar suara piano ketika menekan tombol-tombolnya.

    2. Kontrol Volume

    Tombol Kontrol Volume
    (Tombol Kontrol Volume | Sumber Gambar : Tokopedia.com)

    Kontrol volume sendiri adalah aspek penting dari bagian-bagian keyboard yang berkaitan dengan tingkat kekuatan dan intensitas suara yang dihasilkan. Peningkatan volume akan menghasilkan suara yang lebih keras, sedangkan penurunan volume akan menghasilkan suara yang lebih lembut.

    Tombol volume juga memiliki fungsi untuk mengatur tingkat kebisingan secara keseluruhan. Sehingga, Anda dapat dengan mudah menyesuaikan volume suara yang akan dihasilkan. 

    Perlu Anda ketahui bahwa fungsi tombol volume terbatas hanya untuk mengatur intensitas suara. Terdapat simbol berbentuk tanda tambah (+) untuk meningkatkan volume, sementara simbol berbentuk tanda kurang (-) untuk mengurangi volume.

    3. Tombol Start dan Stop

    Tombol Start dan Stop
    (Tombol Start dan Stop | Sumber Gambar : Shopee.co.id)

    Selanjutnya, button Start dan Stop pada bagian-bagian keyboard biasanya berguna untuk mengontrol irama musik atau ritme. Saat Anda ingin menggunakan ritme, Anda cukup menekan tombol “Start,” dan biasanya ritme dimulai dengan suara drum. 

    Sedangkan untuk menghentikannya, Anda hanya perlu menekan tombol “Stop” satu kali lagi, dan ritme akan otomatis berhenti. Pada umumnya, tombol ini terintegrasi menjadi satu tombol pada keyboard. Tujuannya adalah memudahkan keyboardist untuk memulai dan menghentikan ritme dengan hanya menekan tombol yang sama.

    Baca Juga : 10 Alat Musik Tradisional Jawa Barat serta Cara Memainkannya

    4. Sinkronisasi (Sync)

    Dalam konteks bagian-bagian keyboard musik, “sync” merujuk pada sinkronisasi. Oleh karena itu, “sync” mengacu pada penciptaan sinkronisasi antara irama musik dan melodi lagu yang dimainkan sesuai dengan keinginan pemain.

    Tombol “sync” ini biasanya akan keyboardist gunakan untuk mengatur melodi musik agar dapat bermain secara sejajar dengan irama musik atau ritme yang telah mereka pilih. Dengan menekan tombol “sync“, mereka dapat mengendalikan melodi lagu bergerak selaras dengan irama musik.

    Ketika seorang keyboardist menekan tombol “sync” untuk mengaktifkannya, dan kemudian menekan tuts di sebelah kiri. Secara otomatis drum dan iringan musik akan dimulai secara bersamaan sesuai dengan ritme yang telah diatur.

    5. Irama (Rhythm)

    Sederhananya, irama merupakan sebuah ketukan yang membentuk dasar dari sebuah lagu. Irama merupakan elemen penting dalam menciptakan melodi musik yang terdiri dari kombinasi ketukan berbeda dalam rentang waktu panjang atau pendek, serta ketukan lambat atau cepat dan menciptakan pola khas.

    Penggunaan tombol “Rhythm” oleh pada bagian-bagian keyboard umumnya berguna untuk memilih berbagai jenis tempo atau irama musik yang ingin keyboardist mainkan, seperti waltz, bossanova, rhumba, dan lainnya. Beberapa juga mengenal tombol ini sebagai “tombol gaya” atau Style.

    6. Iringan (ACMP)

    Pada bagian-bagian keyboard, ACMP merupakan singkatan dari “accompaniment” atau “iringan”. Tombol “ACMP” biasanya berfungsi untuk menghilangkan suara yang berasal dari berbagai jenis irama musik ketika tombol irama (rhythm) atau tombol gaya (style) dalam keadaan aktif.

    Ketika Anda menekan tombol irama atau tombol gaya dan tombol “ACMP”, tombol tersebut akan secara otomatis aktif. Kemudian, tuts yang berada di sisi kiri keyboard akan berfungsi sebagai akor pengiring.

    Tombol “ACMP” ini juga berfungsi untuk mengatur korelasi antara akord dan gaya musik yang telah keyboardist pilih. Hal ini memungkinkan drum set dan instrumen lainnya bisa berbunyi secara bersamaan dengan akord yang mereka mainkan.

    7. Suara (Voice)

    Fungsi tombol “voice” adalah untuk memilih berbagai jenis suara instrumen musik yang tersedia sesuai dengan preferensi pemain. Contoh-suara termasuk organ, gitar, trumpet, seruling, biola, cello, saxofon, drum, dan banyak lagi.

    Secara umum, tombol “voice” terbagi menjadi tiga tombol, yaitu “suara utama” atau “kanan 1”, “suara lapisan” atau “kanan 2”, dan “suara kiri”. “suara utama” atau “kanan 1” mengaktifkan satu suara dengan berbagai opsi suara pada bagian-bagian keyboard.

    “Suara lapisan” atau “kanan 2” adalah program yang memungkinkan dua suara berbeda aktif atau bahkan dapat menghasilkan dua suara berbeda hanya dengan menekan satu tuts. Sedangkan “suara kiri” adalah program yang memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan suara di sebelah kiri dengan rentang tertentu.

    8. Kecepatan (Tempo)

    Sesuai namanya, tombol “tempo” pada bagian-bagian keyboard berfungsi untuk mengatur tempo atau kecepatan ketukan dalam irama musik atau ritme sesuai dengan preferensi keyboardist. Tombol ini akan bekerja saat tombol “start” sudah aktif.

    Terkait dengan tempo, ada juga metronom pada permainan keyboard musik yang membantu keyboardist dalam menjaga ketukan pada lagu yang mereka mainkan agar tidak terlalu cepat atau lambat.

    9. Tahan (Sustain)

    Tombol “sustain” berfungsi untuk memungkinkan suara yang dihasilkan dari bagian-bagian keyboard tetap berbunyi setelah tutsnya dilepaskan. Hal tersebut memungkinkan instrumen musik dari keyboard dapat menghasilkan suara yang berlangsung lebih lama.

    10. Transposisi (Transpose)

    Transpose” adalah fitur yang yang memungkinkan keyboardist untuk mengubah nada tanpa harus mengubah posisi jari saat bermain. Fitur ini memungkinkan pemain untuk mengubah kunci dasar dengan menaikkan atau menurunkan nada sesuai kebutuhan atau preferensi pemain.

    Jika Anda ingin menaikkan setengah nada dari nada asal, maka Anda cukup menekan tombol (+) sekali. Sebaliknya, jika Anda ingin menurunkan setengah nada dari nada asal, maka Anda cukup menekan tombol (-) sekali.

    11. Tombol Intro/Ending

    Dari sekian bagian-bagian keyboard, tombol ini bisa Anda gunakan dengan cara menekannya untuk memulai permainan keyboard dengan menggunakan aransemen intro yang sudah tersedia untuk setiap irama di keyboard. 

    Selain itu, tombol ini juga berfungsi untuk mengakhiri lagu, atau sebagai tombol ending. Pada beberapa jenis, tombol intro dan ending mungkin terpisah, namun tetap memiliki fungsi yang sama.

    12. Tombol Fill In

    Terakhir, tombol “fill in” berfungsi untuk menciptakan variasi dalam ketukan dan irama musik, terutama dalam bentuk variasi bunyi drum. Biasanya, tombol ini berfungsi untuk menghasilkan variasi ketukan sebelum mencapai bagian refrain lagu, dan sering kali tombol ini diberi label “fill in to variation”. 

    Sudah Paham Bagian-bagian Keyboard Beserta Fungsinya?

    Setiap tombol pada bagian-bagian keyboard memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman musik yang unik. Semua elemen ini bekerja bersama untuk membantu keyboardist menciptakan melodi dan irama yang menggetarkan hati.Jika Anda masih pemula, maka Anda mungkin butuh beberapa waktu untuk mempelajari dan mengingat fungsi-fungsi setiap bagian keyboard. Baru setelah itu Anda bisa mulai memainkan tuts-tuts keyboard untuk menghasilkan irama dan nada lagu yang indah serta merdu.

  • Kenali Bagian-bagian Gitar Serta Fungsi, Kamu Perlu Tahu!

    Kenali Bagian-bagian Gitar Serta Fungsi, Kamu Perlu Tahu!

    Bagi kamu yang baru belajar bermain gitar, tentu sangat penting untuk mengetahui bagian-bagian gitar. Dengan memahami bagian-bagiannya, itu dapat memudahkan kamu untuk memainkan alat musik ini, menyetelnya, memperbaikinya, membersihkannya, hingga memilih yang berkualitas untuk kamu beli.

    Secara umum, gitar memiliki 13 bagian penting yang harus kamu ketahui supaya semakin mahir untuk memainkannya. Selain itu, alat musik ini terbagi menjadi tiga bagian utama yang meliputi kepala atau head, leher atau neck, dan badan atau body. 

    Nah, ketiga bagian utama ini terbagi lagi menjadi beberapa bagian. Apa saja bagian-bagian gitar tersebut? Yuk, simak terus!

    Mengenal Sedikit Tentang Gitar

    Gitar merupakan sebuah alat musik yang umumnya dimainkan dengan cara dipetik. Ada dua cara yang biasanya orang-orang gunakan ketika memainkannya, memetiknya menggunakan jari atau plektrum. Alat musik ini terbentuk dari sebuah bagian tubuh pokok dan bagian leher padat yang berfungsi sebagai tempat senar.

    Selain itu, alat musik ini umumnya terbuat dari berbagai jenis bahan kayu, sedangkan senarnya dibuat dari bahan nilon. Senar gitar juga biasanya berjumlah enam yang memiliki bunyi berbeda dan saling berdempetan satu sama lain. 

    Secara garis besar, ada dua jenis gitar, yaitu gitar akustik dan elektrik. Gitar akustik merupakan jenis alat musik berdawai tertua yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Alat musik ini umumnya terbagi menjadi tiga jenis: gitar akustik dengan senar nilon, gitar akustik dengan senar baja, dan guitar archtop.

    Sebaliknya, gitar elektrik adalah alat musik yang baru pertama kali popular pada tahun 1930. Ini merupakan alat musik yang bergantung pada penguat elektronik untuk dapat memanipulasi bunyi dan menghasilkan harmoni suara yang indah.

    Bahkan, gitar elektrik sendiri sudah sangat populer saat ini. Kamu mungkin akan sering menemukan alat musik ini di genre-genre musik, seperti blues, reggae, pop, country, dan lain-lainnya.

    Bagian-Bagian Gitar

    Secara umum, bagian gitar terbagi menjadi tiga belas bagian. Apa saja bagian-bagian tersebut? Berikut penjelasannya.

    1. Kepala atau Headstock

    Headstock
    Headstock | Sumber gambar: Thomann.de

    Bagian yang pertama adalah kepala atau headstock. Ini merupakan sebuah bagian yang posisinya ada di paling atas dan biasanya berbahan dasar kayu. Lalu, apa fungsinya? Umumnya, kepala dari alat musik ini berfungsi sebagai tempat untuk tuner dan nut.

    Selain itu, bagian ini juga memiliki fungsi untuk merepresentasikan sebuah merek. Itu karena setiap merek gitar memiliki desain kepala yang berbeda satu sama lain. Selebihnya, pada bagian kepala dari alat musik berdawai ini biasanya terdapat gambar maupun logo dari sebuah merek.

    2. Nut

    Nut gitar
    Nut gitar | Sumber gambar: guitarspace.org

    Bagian-bagian gitar selanjutnya adalah nut yang merupakan sebuah bantalan kecil yang berfungsi menyangga enam senar agar dapat mengeluarkan bunyi sesuai dengan nada. Tidak hanya menghasilkan bunyi sesuai nada, nut juga memiliki fungsi untuk membuat suara yang keluar dari senar agar terdengar nyaring.

    Dalam kata lain, tanpa adanya nut, alat musik ini tidak akan bisa mengeluarkan bunyi untuk menghasilkan nada yang selaras. Bagaimanapun, nut juga memiliki sebuah rongga yang fungsinya untuk menahan senar. Umumnya, nut memiliki warna yang sama, yaitu putih.

    3. Tuner

    Tuner Gitar
    Tuner Gitar | Sumber gambar: IDNTimes.com

    Bagian-bagian gitar selanjutnya adalah tuner, sebuah mesin pemutar pada alat musik berdawai yang berfungsi untuk menyetel atau mengatur suara yang senar hasilkan. Tuner memiliki jumlah yang sama dengan senar, yaitu enam buah. Lalu, tuner biasanya terbuat dari logam maupun metal.

    4. Fret

    Fret
    Fret | Sumber gambar: Pngtree.com

    Bagian yang berikutnya adalah fret. Ini merupakan salah satu bagian-bagian gitar yang berbentuk besi yang melintang di sepanjang fingerboard. Umumnya, fret terdiri dari 19 buah yang berfungsi untuk menentukan nada suara dari sebuah senar saat dipetik atau dimainkan.

    5. Leher atau Neck

    Leher gitar
    Leher gitar | Sumber gambar: uberchord.com

    Lanjut ke bagian-bagian gitar selanjutnya, yaitu leher atau neck. Ini merupakan bagian dari gitar yang biasanya orang-orang gunakan sebagai pegangan kunci/chord dengan tangan kiri atau kanan bagi orang kidal. Perlu kamu ketahui bahwa leher gitar yang bagus adalah yang lurus sempurna.

    6. Penghubung

    Penghubung gitar
    Penghubung gitar | Sumber gambar: Blog.guitarfromspain.com

    Sama seperti namanya, penghubung atau heel merupakan bagian yang berfungsi untuk menghubungkan leher dengan badan gitar. Umumnya, penghubung atau heel terbuat dari kayu solid agar dapat membantu senar mengeluarkan suara yang berkualitas.

    7. Badan atau Body

    Badan gitar
    Badan gitar | Sumber gambar: allthingsgear.com

    Bagian-bagian gitar yang ketujuh adalah badan atau body. Ini merupakan salah satu bagian yang terpenting dan paling menonjol. Kenapa begitu? Itu karena 80% dari keseluruhan alat musik gitar terdiri dari bagian body. Selain itu, badan gitar juga dapat menjadi penanda sebuah merek dengan desainnya yang bervariasi.

    8. Bridge

    Bridge Gitar
    Bridge Gitar | Sumber gambar: Djarumcoklat.com

    Mari pindah ke bagian yang kedelapan, yaitu bridge. Bridge adalah bagian dari alat musik gitar yang berfungsi untuk menghubungkan senar dengan badan gitar. Umumnya, bridge memiliki bantalan putih yang disebut saddle dan terbuat dari kayu berkualitas.

    9. Soundboard

    Soundboard termasuk bagian-bagian gitar yang berbentuk tabung. Di dalam soundboard terdapat ruang yang fungsinya untuk meresonasikan suara yang senar hasilkan. Tidak hanya itu, soundboard juga memiliki fungsi untuk membantu alat musik berdawai ini agar dapat mengeluarkan suara nyaring dan keras.

    10. Lubang Suara

    Lubang suara gitar
    Lubang suara gitar | Sumber gambar: darluthier.com

    Pindah ke bagian kesepuluh, yaitu lubang suara. Lubang suara adalah salah satu bagian dari alat musik gitar yang berbentuk lingkaran dengan fungsi sebagai akses ke bagian soundboard.

    Jadi, dengan kata lain, getaran atau suara yang dihasilkan dari senar akan masuk terlebih dahulu ke lubang ini sebelum nantinya diresonansikan oleh soundboard.

    11. Senar atau String

    Senar gitar
    Senar gitar | Sumber gambar: musicindustryhowto.com

    Gitar tanpa senar tentu tidak bisa disebut sebagai gitar. Untuk itu, bagian-bagian gitar selanjutnya adalah senar atau string. Ini merupakan salah satu bagian dari alat musik gitar yang paling penting. Dengan adanya senar, alat musik berdawai ini dapat mengeluarkan suara dan bunyi saat kamu mainkan.

    Selain itu, senar pada umumnya berjumlah enam buah, meliputi senar 1, senar 2, senar 3, senar 4, senar 5, dan senar 6. Kemudian, setiap senar ini memiliki nada dasar yang berbeda, mulai dari nada E, A, D, G, B, dan E1.

    12. Saddle

    Saddle gitar
    Saddle gitar | Sumber gambar: macnichol.com

    Mari kita lanjut ke bagian-bagian gitar yang berikutnya, yaitu saddle. Saddle sendiri merupakan sebuah bantalan yang terletak di bagian bridge. Perlu kamu ketahui, bagian ini memiliki fungsi yang mirip dengan nut. Apa itu?

    Nantinya, saddle akan menghasilkan suara yang nyaring saat kamu memetik senar dan memainkannya.

    13. Fingerboard atau Fretboard

    Bagian terakhir adalah fingerboard atau fretboard. Sesuai dengan namanya, fingerboard atau dalam bahasa Indonesia berarti papan jari. Bagian ini berfungsi sebagai tempat untuk jari tangan ketika menekan senar di beberapa fret tertentu.

    Sudah Kenal dengan Bagian-Bagian Gitar?

    Itulah 13 bagian yang terdapat pada sebuah gitar. Setiap bagian-bagian gitar ini memiliki fungsinya masing-masing agar dapat mengeluarkan suara yang bagus dan nyaring. Selain itu, dengan mengetahui serta memahami bagian-bagiannya, itu dapat memudahkan kamu untuk memainkan gitar agar lebih mahir lagi.

  • Mengenal Bagian-bagian Drum serta Masing-masing Fungsinya

    Mengenal Bagian-bagian Drum serta Masing-masing Fungsinya

    Dalam bermusik, drum bisa dianggap sebagai salah satu alat musik yang esensial. Termasuk sebagai alat musik perkusi, drum menghasilkan bunyi dari pukulan pemain drum (drummer) yang berfungsi untuk menentukan irama. Tak hanya itu, semua bagian-bagian drum memiliki bunyi dan tugasnya tersendiri.

    Bagian-bagian Drum

    Pada umumnya, kata drum biasanya mengacu pada drum set, yakni sekumpulan alat musik pukul. Maka dari itu, mari kita bahas setiap bagian dari alat musik ini.

    1. Snare

    Snare
    (Snare | Sumber gambar: pexels.com)

    Terdapat 3 bagian yang paling utama, snare adalah salah satunya. Snare berada di depan drummer, biasanya terletak di antara kedua pahanya. Dalam permainan musik pop, biasanya bunyi snare berada di hitungan 2 dan 4. 

    Snappy
    (Snappy | Sumber gambar: id.carousell.com)

    Secara natural, bunyi snare tidak seperti yang biasa kita dengar. Ada bagian snare bernama snappy yang berfungsi untuk mengubah bunyi snare. Bunyi “tak” yang biasa kita dengar dari snare adalah akibat dari snappy yang menempel membran bagian bawah snare

    Di sisi snare terdapat tuas yang bisa mengatur penempatan snappy. Apabila tidak menempel, bunyi snare bukan “tak” melainkan seperti “tung”.

    Membran snare juga dapat memengaruhi bunyi. Lingkaran logam yang mengelilingi membran dapat dieratkan dan dilonggarkan untuk mengubah bunyi snare sesuai selera dan kebutuhan. Selain itu, lingkaran logam ini juga bisa dipukul untuk menambah kekayaan bunyi.

    2. Bass Drum

    Bass drum juga merupakan bagian-bagian drum yang utama. Sebuah lingkaran besar di bagian depan drum, ya, itulah bass drum. Pada musik pop, bass drum biasa terdengar pada hitungan 1 dan 3.

    Di zaman modern ini, pengguna alat musik elektrik sering melabelinya dengan nama “kick”. Permainan bass drum menggunakan kaki. Drummer menginjak footboard, yang nantinya menggerakkan beater/pemukul dan menghasilkan bunyi. Perlu adanya latihan untuk ketepatan waktu menginjak dan waktu bunyi. 

    3. Hi-Hat

    Hihat
    (Hihat | Sumber gambar: musik.or.id)

    Hi-hat adalah bagian paling esensial yang terakhir. Biasanya terletak di sebelah kiri drummer yang tidak kidal.

    Hi-hat terdiri dari 2 cymbal kecil yang saling menelungkup, dan hi-hat adalah satu-satunya cymbal yang berpedal. Pedal pada hi-hat berfungsi untuk mengatur cymbal yang berada di atas. Saat diinjak, kedua cymbal menempel dan saat dilepaskan, keduanya dapat bergetar dengan bebas.

    Permainan musik jazz klasik sudah cukup hanya dengan menggunakan snare, bass drum, dan hi-hat saja. Maka dari itu, bagian-bagian drum tersebut adalah bagian esensial dari drum set.

    4. Simbal

    Simbal adalah piringan bundar dari tembaga. Meskipun terlihat mirip, namun ada berbagai macam jenis simbal. Berikut adalah jenis-jenis simbal dalam bagian-bagian drum:

    a. Crash Cymbal

    Crash cymbal
    (Crash cymbal | Sumber gambar: musik-produktiv.com)

    Penempatan crash cymbal biasanya di depan drummer, seperti melayang tepat di atas tom-tom. Simbal ini berfungsi untuk memperjelas aksen. Biasanya dipukul saat memulai bagian lagu atau mengakhirinya, dan kerap kali sebagai akhiran fill-in bersamaan dengan bass drum. Simbal inilah memberi kesan garang.

    b. Ride Cymbal

    Ride Cymbal 
    (Ride Cymbal  | Sumber gambar: muganmusicgroup.com)

    Ride cymbal terletak di sebelah kanan drummer. Bentuknya lebih lebar dan lebih tebal daripada crash. Bunyi ride tidak seberisik crash, lebih jinak namun masih bisa memberikan kesan ramai pada musik. 

    Berbeda dengan crash yang berkesan eksplosif, ride berfungsi untuk meramaikan lagu secara konsisten. Biasanya berguna pada bagian klimaks lagu seperti chorus.

    c. China Cymbal

    China cymbal
    (China cymbal | Sumber gambar: drumcenternh.com)

    Simbal yang satu ini bernama china cymbal karena mirip dengan alat musik dari Tiongkok, yakni Bo. Bentuknya sangat berbeda daripada kedua simbal sebelumnya. Simbal china memiliki pinggiran simbal yang berlawanan arah dengan lengkungan simbal.

    Penempatannya pun bervariasi, simbal china bisa menelungkup ataupun menengadah. Selain bentuknya yang unik, bunyinya juga sangat menggelegar.

    d. Simbal Lain-lain

    Tiga simbal di atas adalah bagian-bagian drum yang paling sering digunakan, namun masih ada banyak jenis simbal lainnya. Sebut saja simbal splash dan ozone. Keduanya berguna seperti crash, namun splash berukuran lebih kecil dan ozone memiliki lubang pada permukaannya. 

    Dalam memainkan simbal, seluruh bagiannya menghasilkan bunyi yang berbeda. Memukul pinggiran simbal akan menghasilkan bunyi yang berisik, memukul tengah simbal dengan ujung stik menghasilkan bunyi “ting-ting”, dan bagian bell simbal juga menghasilkan bunyi yang sama, hanya saja lebih nyaring.

    5. Tom-tom

    Tom-tom small & middle
    (Tom-tom small & middle | Sumber gambar: id.3dexport.com)

    Tentu saja, tom-tom berbunyi seperti namanya. Tom-tom berada di atas bass drum. Pembuatan bass drum pasti telah menambahkan lubang di atasnya sebagai dudukan tom-tom. Terdapat 3 macam tom-tom pada bagian-bagian drum biasanya, yakni small tom, middle tom, dan large tom atau floor tom.

    Tom-tom berfungsi untuk memperkaya bunyi dan variasi ketukan (fill, fill-in, atau roffle). Permainan tom biasanya berurutan dari yang terkecil hingga yang terbesar. Maka dari itu, penempatannya pun berurutan searah jarum jam.

    a. Small Tom

    Tom-tom yang terkecil ini berada di depan drummer, tepat di bawah crash

    b. Middle Tom 

    Middle tom berada di sisi small tom. Biasanya, kedua tom ini sudah berpasangan untuk memudahkan pemasangannya di atas bass drum.

    c. Floor Tom

    Tom-tom yang satu ini berada di samping drummer. Seperti namanya, floor tom ditempatkan di atas lantai, bukan pada bagian-bagian drum lainnya. Floor tom memiliki bunyi yang rendah daripada tom-tom lainnya.

    Permainan tom-tom selalu menggunakan ujung stik. Maka dari itu, penempatan tom-tom selalu sedikit miring menghadap ke drummer. Bagian yang satu ini tugas utamanya adalah memberikan variasi bunyi maupun ketukan, jadi demi mencapai hal itu, drummer harus melatih skill dan tekniknya.

    6. Stick Drum

    Apa stick drum juga termasuk bagian-bagian drum? Baik akustik maupun elektrik, para drummer selalu menggunakan stick drum. Stick pun ada berbagai jenisnya.

    a. Stick Kayu

    Stick dari kayu adalah stik yang paling sering digunakan. Cocok untuk drum akustik maupun elektrik. Penggunaannya selalu sepasang, satu untuk setiap tangan. Stik kayu sangat populer karena ringan dan relatif tahan lama. Kayu juga relatif empuk, sehingga tidak merusak membran.

    Baik bagian ujung dan bagian leher stik bisa dipakai. Tom-tom biasanya dipukul dengan ujung stik, simbal dengan leher stik dan terkadang ujungnya, sedangkan snare bisa menggunakan leher hingga ujung stik bersamaan. 

    b. Stick Brush

    Stik brush
    (Stik brush | Sumber gambar: carousell.com)

    Seperti namanya, stik brush berbentuk seperti kuas atau kipas. Bagian kipas di ujung stik bisa terbuat dari baja maupun nilon. Stik ini cocok untuk permainan musik jazz. Daripada memukul, drummer biasanya menyapu membran snare. Bunyi desisan dari stick brush sangat khas dalam musik jazz.

    c. Stick Mallet

    Stick mallet
    (Stick mallet | Sumber gambar: schlagwerk.com)

    Stick mallet memiliki ujung yang bulat dan besar. Ada yang keras dan ada yang empuk, untuk meliputi segala kebutuhan. Penggunaannya pun berbeda dengan stik biasanya. Memukul dengan stik mallet hanya menggunakan ujungnya saja, tidak sampai lehernya juga. 

    Sekarang Kamu Sudah Memahami Bagian-bagian Drum?

    Bagian-bagian di atas adalah bagian inti yang populer bagi para drummer. Selain itu, dengan mengetahui bagian-bagian drum, Anda dapat memaksimalkan setiap fungsinya. Menggunakan seluruh bagian dengan tambahan kepekaan ritme dan tempo, permainan Anda akan lebih menarik dan keren.

  • Amplitudo: Pengertian, Jenis Getaran, Rumus, dan Contoh Soal

    Amplitudo: Pengertian, Jenis Getaran, Rumus, dan Contoh Soal

    Istilah amplitudo yang sering kamu dengar biasanya berkaitan dengan getaran dan juga gelombang. Rupanya, istilah tersebut memang merupakan sebuah konsep yang penting untuk lebih memahami tentang fenomena getaran. Yuk, pelajari informasi selengkapnya dalam bahasan berikut ini!

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Amplitudo

    Dalam bidang ilmu fisika, amplitudo merupakan perpindahan maksimum atau jarak yang dimiliki suatu benda dan gelombang yang bergetar dari titik kesetimbangannya. Singkatnya, istilah tersebut juga dapat berarti ukuran ketinggian gelombang.

    Secara grafik gelombang, ukuran ketinggian gelombang dapat Anda lihat sebagai ketinggian dari garis tengah ke puncak, atau dari garis tengah ke palung, disimbolkan dengan  (A). 

    Biasanya, ukuran tersebut dinyatakan dalam satuan panjang, seperti meter (m) atau sentimeter (cm), tergantung pada skala getaran yang sedang Anda amati.

    Lalu, apakah Anda pikir ketinggian dari setiap gelombang pasti sama? Jawabannya, tentu saja tidak. Pasalnya, makin tinggi suatu gelombang, maka makin nyaring dan keras suaranya. Lain halnya apabila ketinggian puncak rendah, maka suara yang ada pun makin kecil atau lemah.

    Mathisfun

    Kamu dapat melihat contoh nyatanya pada gerak suatu pendulum. Benda pendulum ini berayun melalui titik keseimbangannya (lurus ke bawah), dan kemudian berayun dari pusat ke jarak maksimum terluar. 

    Apabila pendulum bergerak sepenuh satu putaran, maka sebanding dengan  2 kali ayunan dari simbol A. Dengan demikian, satu A sama dengan setengah jarak yang dilalui bandul pendulum untuk bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain.

    Pixabay

    Pemahaman konsep dasar tersebut membantu memahami berbagai aspek osilasi, sifat gelombang, dan gerak harmonik. Dengan menggunakan persamaan untuk gerak harmonik sederhana, maka konsep dari simbol (A) ini akan terhubung dengan frekuensi dan periode gerak.

    Periode adalah waktu yang dibutuhkan untuk siklus dalam gerak secara lengkap atau menyelesaikan satu osilasi. Lambang dari periode adalah (T), dengan satuan detik. Sedangkan, frekuensi adalah jumlah siklus atau osilasi per satuan waktu. Satuannya adalah hertz (hz) dan lambangnya adalah (f).

    Jenis-Jenis Getaran

    Getaran dapat tergolong menjadi beberapa jenis berdasarkan berbagai kriteria, di antaranya sumber getaran, arah gerakan, dan sifat osilasi. Kenali dulu beberapa jenis getaran berikut ini agar kamu lebih mudah memahami ragam jenis amplitudo. 

    1. Getaran Mekanis

    Getaran mekanis terjadi saat benda atau medium bergetar dalam respons terhadap gaya fisik atau sentuhan. Beberapa contoh yang termasuk getaran mekanis adalah pada pegas, getaran pada tali gitar, dan getaran pada mobil saat bergerak di jalan yang tidak rata.

    2. Getaran Elektromagnetik

    Getaran elektromagnetik melibatkan osilasi medan elektromagnetik, seperti gelombang radio dan gelombang cahaya. Dalam peristiwa itu, amplitudo dapat mengukur intensitas medan elektromagnetik tersebut.

    3. Getaran Transversal dan Longitudinal

    Getaran transversal adalah jenis getaran saat partikel suatu medium bergerak secara tegak lurus terhadap arah perambatan gelombang. Salah satu contohnya adalah gelombang di permukaan air. 

    Di sisi lain, getaran longitudinal melibatkan gerakan partikel medium sejajar dengan arah perambatan gelombang. Gelombang suara adalah salah satu contoh dari getaran longitudinal.

    4 Jenis Amplitudo

    Ukuran ketinggian gelombang ternyata juga memiliki beberapa jenis seperti halnya getaran. Nah, berikut ini adalah empat klasifikasi ukuran ketinggian gelombang. 

    1. Peak Amplitude (Ukuran Puncak)

    Ukuran puncak umumnya berguna dalam pengukuran sistem audio, dan telekomunikasi. Jenis ini penting karena bermanfaat untuk menunjukkan suatu tingkat guncangan dengan durasi yang pendek. 

    Akan tetapi, ukuran ketinggian gelombang ini memiliki kekurangan karena hanya menunjukkan tingkat maksimal getaran yang terjadi pada suatu titik dan waktu tertentu saja.

    2. Average Amplitude (Ukuran Rerata)

    Istilah ukuran ketinggian gelombang rata-rata ini mengacu pada jarak setengah dari amplitudo puncak satu ke puncak lain. Secara garis besar, pehitungan dengan jenis ini didasari pada periode tertentu. Akan tetapi, pengukuran ini memiliki keterbatasan karena nilai sinusoidal yang negatif seolah-olah tidak ada. 

    3. Peak to Peak Amplitude (Ukuran dari Puncak ke Puncak)

    Kategori ukuran puncak ke puncak (disingkat “p–p”) adalah perbedaan antara puncak (nilai A tertinggi) dan lembah (nilai A terendah, yang dapat berada pada posisi negatif). 

    Peak to peak dari osilasi listrik dapat terukur menggunakan alat pengukur, atau dengan melihat bentuk gelombang pada oscilloscope dengan peralatan yang sesuai. 

    Selain itu, p-p juga penting karena menunjukkan nilai maksimal dari suatu gelombang. Kegunaannya adalah untuk mengetahui perpindahan bagian mesin akibat gerakan atau tegangan yang terjadi.

    4. Root Mean Square Amplitude

    Secara umum, Root Mean Square (RMS) berguna dalam rekayasa listrik. RMS didefinisikan sebagai akar kuadrat dari rerata seiring waktu, dari kuadrat jarak vertikal grafik dalam keadaan diam. Perhitungan RMS akan menghitung waktu serta mengkuadratkan nilai negatif getaran sinusoidal, sehingga nilai A lebih akurat.

    RMS berguna untuk gelombang kompleks, terutama sinyal non-berulang seperti noise. Misalnya, daya rata-rata yang terbawa oleh gelombang akustik, elektromagnetik, atau listrik, adalah proporsional dengan kuadrat amplitudo RMS.

    Rumus untuk Menghitung Ukuran Ketinggian Gelombang

    Rumus amplitudo membantu dalam perhitungan fungsi sinus dan kosinus. Fungsi sinus atau kosinus, secara rinci sebagai berikut.

    Alternatif rumus di atas adalah rumus getaran harmonik sederhana. Nilai rata-rata dari puncak tertinggi dan puncak terendah dari fungsi sinus atau kosinus. Penulisannya rumusnya ada di bawah ini.

    Frekuensi sudut mewakili tingkat di mana objek menyelesaikan satu siklus gerak penuh. Oleh karena itu, frekuensi sudut apabila tidak ada di dalam suatu soal, dapat kamu hitung menggunakan rumus

    Sebelumnya, juga telah disinggung tentang periode dan frekuensi. Rumus untuk keduanya ada di bawah ini.

    1. Simpangan periode getaran:

    Keterangan rumus:

    • T = periode waktu (s),
    • f = frekuensi (hz),
    • n = jumlah perputaran.

    Contoh Soal Terkait Amplitudo dan Pembahasannya

    Berikut ini adalah beberapa contoh soal yang menerapkan perhitungan simbolik (A).

    1. Contoh Soal 1

    Asumsikan bahwa pendulum berayun bolak-balik. Frekuensi sudut osilasi adalah ω = π radian / s, dan pergeseran fase adalah φ = 0 radian. Selain itu, waktu t = 8,5 s, dan peripindahan gelombang dari pendulum adalah 14 cm atau x = 0,14 m. Jadi, berapa nilai amplitudo osilasinya?

    Pembahasan

    Jadi, nilai (A) osilasi pendulum pada waktu 8,5 sekon adalah 0,14 m atau 14 cm.

    2. Contoh Soal 2

    Sebuah pegas mengalami getaran harmonik sederhana dengan amplitudo (A) sejauh 5 cm. Tentukan jarak maksimum yang ditempuh oleh pegas tersebut dari posisi keseimbangan.

    Pembahasan

    Dalam kasus ini, nilai (A) sudah ada, yaitu 5 cm. Untuk mencari jarak maksimum Xmaks, bisa menggunakan rumus getaran harmonik sederhana.

    Xmaks= 2 A

                = 2 x 5 cm

                = 10 cm

    Jadi, jarak maksimum yang dapat pegas tempuh adalah 10 cm.

    3. Contoh soal 3

    Terdapat sebuah biola yang memiliki senar dan bergetar sebanyak 120 kali dalam waktu 1 menit. Berapa periode getar dari biola tersebut?

    Pembahasan

    Pada soal ini, nilai n adalah 120, dan t adalah 1 menit atau 60 sekon.

    Menggunakan rumus yang telah ada pada penjelasan di atas, maka perhitungannya menjadi:

    Penyelesaiannya adalah bahwa periode getar dari sinar biola tersebut jumlahnya 0,5 sekon.

    Penerapan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Ukuran ketinggian gelombang nyatanya berperan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, lo. Tidak hanya terkait dengan getaran gempa bumi atau suara, tetapi juga bahkan dalam berbagai jenis teknologi. 

    1. Industri Audio dan Musik

    Volume suara dalam sistem audio, amplitudo digunakan untuk mengontrol volume suara. Makin besar nilai (A) dari gelombang suara, maka makin keras suaranya.

    2. Telekomunikasi

    Dalam penyiaran radio, Modulasi Amplitudo (AM) adalah teknik yang teraplikasikan untuk mengirimkan informasi. Gelombang pembawa diubah sesuai dengan sinyal suara untuk mentransmisikan informasi, sehingga menghasilkan berbagai variasi suara yang dapat Anda dengar.

    3. Teknologi Radar

    Radar menggunakan sinyal elektromagnetik yang dipantulkan dari objek untuk mengukur seberapa jauh jaraknya.

    4. Pendeteksian Gempa Bumi

    Seismogram atau alat pendeteksi gempa berguna untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Apabila amplitudo lebih tinggi, maka efeknya pun lebih besar.

    5. Mengetahui Gelombang Air

    Para surfer atau peselancar sering mengamati ukuran ketinggian gelombang laut. Gunanya tak lain adalah untuk mengetahui apakah kondisi gelombang cocok untuk berselancar.

    6. Teknologi Medis

    Dalam bidang kedokteran, gelombang ultrasonik dalam ultrasonografi (USG) juga berfungsi untuk menghasilkan gambar organ dalam tubuh manusia.

    7. Teknologi Radar Cuaca

    Radar cuaca menggunakan sinyal pantulan dari partikel air atau debu dalam atmosfer yang menghasilkan gelombang untuk mendeteksi dan memantau badai, hujan, dan fenomena cuaca lainnya.

    Apa Pentingnya Memahami Amplitudo?

    Amplitudo yang merupakan suatu ukuran jarak maksimum yang ditempuh oleh benda atau medium dalam berosilasi selalu berkaitan erat dengan getaran dan gelombang.

    Berdasarkan contoh yang dijelaskan di atas, kamu dapat melihat bahwa ukuran ketinggian gelombang tidak hanya penting dalam urusan perhitungan ukuran tersebut. 

    Akan tetapi, konsep tersebut bahkan memiliki manfaat dalam mengukur risiko, mendeteksi gerak sebuah peristiwa dan kondisi berbagai hal, termasuk organ tubuh dan fenomena cuaca. 

  • Satuan Tekanan: Konsep, Jenis, Cara Konversi dan Contohnya

    Satuan Tekanan: Konsep, Jenis, Cara Konversi dan Contohnya

    Tekanan merupakan salah satu peristiwa fisika yang punya peranan penting dan menjadi bagian kehidupan makhluk hidup, dan berkaitan dengan gaya. Mari mengenal tentang satuan tekanan serta seluk-beluk konsepnya lewat pembahasan kali ini!

    Mengenal Lebih Dalam Tentang Tekanan

    Tekanan menjadi salah satu materi pokok dalam ilmu sains. Secara sederhana, tekanan merupakan jumlah gaya secara tegak lurus terhadap per satuan luas permukaan. 

    Tekanan adalah kuantitas yang dapat Anda temukan dalam ilmu fisika, kimia, teknik, dan biologi. Penggunaan suatu tekanan bermanfaat untuk berbagai bidang, maka perlu adanya beberapa satuan tekanan untuk menerangkannya agar Anda dapat mengetahui hubungan antara berbagai jenis satuannya.

    Secara sistematis, tekanan (P) dapat Anda tulis sebagai rasio antara gaya (F) yang bekerja pada suatu objek dengan luas permukaan (A) dari gaya tersebut bekerja. Sederhananya, seluruh aspek tersebut membentuk rumus berikut ini.

    Jenis-Jenis Satuan Tekanan

    Tenyata, tekanan myang terdiri dari tekanan cair, gas dan padat punya  beberapa jenis satuan yang digunakan. Nah, berikut ini adalah klasifikasi dari satuan tekanan.

    1. Pascal (Pa)

    Pascal (Pa) adalah satuan standar tekanan yang berguna untuk mengukur jumlah gaya yang diberikan per satuan luas. Penamaan satuan pascal diambil dari nama Blaise Pascal, seorang matematikawan dan fisikawan Prancis yang mempelopori banyak bidang pengukuran. 

    Pascal merupakan dasar dalam sistem SI (Satuan Internasional). Pernyataan satuan pascal (Pa) setara dengan gaya satu newton per meter persegi (N/m²), dan juga dapat tertulis dalam joule (J), yang merupakan satuan energi. Apabila satuan tekanan yang telah terbahas di atas terkemas dalam rumus, menjadi:

    Turunan umum dari pascal adalah mikropascal, hektopaskal, kilopascal, megapascal, dan gigapascal. Hubungan dari semua turunan umum satuan pacal sebagai berikut:

    Pa adalah satuan yang sangat kecil, tetapi mikropascal adalah yang terkecil di antara satuan turunan pascal yang lain. Sementara, kilopascal (kPa) adalah satuan yang lebih banyak digunakan daripada satuan turunan Pascal lainnya. 

    Contoh penerapannya, seperti dalam sistem pemanas dan pendingin, industri kimia, dan fluida pada alat kerja mesin.

    Kuantitas mekanik seperti modulus young, modulus geser, kekuatan tarik, kekakuan ditampilkan dalam kilopascal (kPa) dan megapascal (MPa). Gigapascal (GPa) lebih disukai oleh ahli geofisika karena tekanan di bumi biasanya dalam nilai besar. 

    Di samping itu, ahli meteorologi menggunakan hektopaskal (hPa) dalam mengukur tekanan udara. 

    2. Bar

    Bar merupakan satuan umum lain untuk mengukur tekanan. Selain itu, satuan ini juga menjadi satuan metrik non-SI dan terdefinisi setara dengan 1 × 10⁵ Pa. Unit turunan bar yang paling umum adalah milibar (mbar), centibar (cbar), decibar (dbar) dan kilobar (kbar). Rumus dasarnya adalah sebagai berikut:

    Bar diperkenalkan oleh ilmuwan Norwegia, Vilhelm Friman Koren Bjerknes. Beliau adalah seorang ahli meteorologi terkenal dan berkontribusi pada prediksi cuaca modern. 

    Sejak saat itu, satuan bar, tepatnya minibar, tetap menjadi satuan yang banyak berguna dalam meteorologi dan oseanografi. Tekanan atmosfer sering diwakilkan dengan (mbar), tetapi beberapa ilmuwan memilih menggunakan hektopaskal (hPa).

    3. Atmosfer (atm)

    Atmosfer adalah tekanan standar yang terdefinisi sebagai 101,325 Pa. Satuan ini adalah referensi standar yang direkomendasikan oleh National Institute of Standards and Technology (NIST) dan berguna untuk menghitung tekanan udara. 

    Atmosfer (atm) adalah besaran pengukuran tekanan yang sama dengan tekanan udara rata-rata di permukaan laut pada suhu 15 derajat Celcius. Tekanan atmosfer juga akan turun saat ketinggian dataran semakin meningkat.

    4. mmHg atau Torr 

    Milimeter air raksa (mmHg) adalah satuan tekanan yang umum dan merupakan unit dari alat manometrik berdasarkan cairan air raksanya. Satu milimeter air raksa terdefinisi sebagai tekanan yang diberikan oleh satu milimeter kolom air raksa pada suhu 0 °C.

    Satuan mmHg dapat Anda temukan dalam bidang penerbangan, kedokteran, meteorologi, sistem vakum, dan pendinginan. Tekanan darah sebagian besar terukur dengan sphygmomanometer, yang juga merupakan manometer berbasis air raksa.

    Sedangkan, Torr adalah satuan tekanan non SI dan penamaannya berasal dari nama fisikawan Italia Evangelista Torricelli yang menemukan barometer air raksa. Penggunaan satuan Torr ini, berguna untuk mengukur lingkungan bertekanan rendah, seperti dalam sistem vakum.

    Terdapat perbedaan kecil antara mmHg dan Torr. Perbedaan yang sangat kecil dalam hal ini dapat Anda abaikan untuk tujuan praktis. Sehingga, berikut yang membedakan antara keduanya.

    mmHg

    • mmHg terdefinisi sebagai tekanan yang diberikan oleh 1 mm kolom air raksa.
    • 1 atm ≈ 759.999 891 7 mmHg

    Torr

    • Torr didefinisikan persis sama dengan 1⁄760 dari satu suasana standar atau atmosfer.
    • 1 atm = 760 Torr

    Seperti yang Anda lihat dari perbedaan di atas, perbedaannya tidak akan mempengaruhi perhitungan secara praktis.

    1 mmHg = 1,000.000.142.466.32 Torr

        ≈ 1 Torr

    5. cm H₂O

    Sentimeter air (cmH2O) adalah satuan tekanan yang terhitung dari kolom air. Satu sentimeter air adalah satuan tekanan yang setara dengan satu sentimeter kolom air pada 4°C.

    Unit terkait turunannya adalah milimeter air (mm H₂O), kaki air (ft H₂O), inci air (in H₂O). Di bawah ini ilustrasi rumus untuk satuan sentimeter air.

    6. Pound per Inci Persegi (psi)

    Pound per inci persegi atau pound-force per inci persegi dilambangkan sebagai (psi) atau (lbf in⁻²). Oleh karena itu, terdefisini sebagai gaya satu pound-force pada permukaan satu inci persegi.

    Satuan turunannya adalah kilopound per inci persegi (kpsi) dan megapound per inci persegi (Mpsi). Berikut ini ilustrasi rumusnya. 

    7. kgf/cm²

    Atmosfer teknis (at), juga dikenal sebagai kilogram per sentimeter persegi atau kilogram-force per sentimeter persegi (kgfcm⁻²). Artinya adalah gaya 1 kgf (satu kilogram-force) pada permukaan 1 cm². Gram per sentimeter persegi (gfcm⁻²) adalah unit turunannya. Dalam rumus, penjelasannya adalah sebagai berikut:

    Tabel Konversi dam Cara Mengkonversi Satuan Tekanan

    Tabel konversi di bawah ini menunjukkan hubungan antara beberapa satuan tekanan yang terbagi menjadi satuan dan nilai. Nilai dari isi  tabel adalah faktor konversinya. Dalam hal ini, baris pertama dan kolom pertama mewakili satuan dan kolom yang tersisa adalah nilainya.

    Tabel Konversi

    NilaiPabaratmpsikgf/m²ft (H₂O)mmHg/Torr
    Pa110⁻⁵9,869 x 10⁻⁶1,45 x 10⁻⁴0,1020,0003350,0075
    bar10⁵10,9869214,50310197,1633,455750,1
    atm101325,011,01325114,69610332,333,898759,99
    psi6894,70,0690,068051703,062,30651,715
    kgf/m²9,8069,81 x 10⁻⁵9,68 x 10⁻⁵0,0014210,00320,0735
    ft (H₂O)2989,060,029890,02950,4335304,799122,419
    mmHg/Torr133,322360,001330,0013150,019313,59510,04461

    Contoh Soal untuk Aplikasi Penggunaan Tabel Konversi

    Berikut contoh cara menggunakan tabel konversinya.

    1. Contoh Soal 1

    Ubah 22 bar menjadi atm

    Pembahasan

    Dari tabel konversi tekanan,

    1 bar ≈ 0,98692 atm

    Jadi, untuk mengubah 22 bar menjadi atm, kalikan 22 dengan 0,98692, yaitu:

    22 bar ≈ 22 × 0,98692 atm

    22 bar ≈ 0.021712 atm

    Oleh karena itu, satuan tekanan 22 bar kira-kira sama dengan 21,712 atm.

    2. Contoh Soal 2

    Berapa nilai 5 torr dalam pascal?

    Pembahasan

    Berdasarkan tabel konversi tekanan,

    1 torr ≈ 133.32236 Pascal

    Jadi, untuk mengubah 5 torr menjadi pascal, kalikan 5 dengan 133,32236, yaitu,

    5 torr ≈ 5 × 133.32236 Pa

    5 torr ≈ 666.6118 Pa

    Dengan begitu, satuan 5 torr kira-kira sama dengan 666,6118 pascal.

    Penerapan Satuan Tekanan dalam Kehidupan

    Seperti yang telah disinggung di awal pembahasan, tekanan berperan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui contoh nyata berikut ini, kamu dapat membedakan satuan tekanan dalam berbagai peristiwa atau keadaan. 

    1. Kehidupan Sehari-hari

    Wikimedia

    Tekanan berfungsi dalam pengisian ban kendaraan, di mana tekanan udara dalam ban pengukurannya dalam psi. Tekanan dalam pengisian ban kendaraan berfungsi menjaga performa kendaraan dan keselamatan berkendara.

    2. Ilmu Pengetahuan

    Dalam ilmu fisika, satuan tekanan berguna untuk menjelaskan fenomena seperti tekanan hidrostatik dalam cairan, tekanan udara dalam meteorologi, dan tekanan atmosfer di permukaan bumi.

    3. Tekanan dalam Industri

    Dalam industri, tekanan terdapat dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam sistem hidrolik dan pneumatik. Contohnya adalah untuk menggerakkan mesin dan alat berat.

    4. Kesehatan Manusia

    Unpslash

    Tekanan darah manusia terukur dalam satuan tekanan mmHg (milimeter raksa) atau dalam satuan pascal. 

    5. Keseimbangan Benda

    Pexels

    Tekanan juga penting dalam menjaga keseimbangan objek. Beberapa contohnya adalah tekanan udara yang mendukung pesawat terbang di udara, serta tekanan hidrostatik yang memungkinkan ikan tetap tenggelam dalam air.

    Anda Harus Ahli Memahami dan Mengkonversi Satuan Tekanan!

    Pengetahuan tentang berbagai macam satuan tekanan dan nilai faktor konversinya, dapat membantu Anda untuk memahami perbedaan penerapannya serta menunjukkan fungsinya dalam berbagai aspek kehidupan.

  • Permainan Bola Basket: Sejarah, Tujuan, Teknik Dasar, dan Aturan

    Permainan Bola Basket: Sejarah, Tujuan, Teknik Dasar, dan Aturan

    Kamu pasti sudah tidak asing dengan yang namanya permainan bola basket. Olahraga satu ini telah menjadi permainan yang sangat digemari dan telah menjadi pertandingan kelas dunia. Namun, tahukah kamu kalau permainan basket itu punya sejarah, teknik dasar, serta aturannya sendiri? Yuk, simak di sini! 

    Pengertian Permainan Bola Basket

    Basket adalah sebuah olahraga bola yang dimainkan oleh dua kelompok yang masing-masing timnya terdiri dari lima orang. Tujuan utama dari permainan bola ini adalah mencetak poin dengan memasukan bola sebanyak-banyaknya ke dalam keranjang lawan. 

    Standar permainan basket internasional sendiri akan terdiri dari 4 babak. Di mana setiap babaknya akan berisi waktu 10 menit, serta memiliki waktu istirahat 10 menit. Namun, hal ini sedikit berbeda untuk ajang NBA, di mana per babaknya akan memakan waktu 12 menit. 

    Sejarah Bola Basket 

    James Naismith
    James Naismith | Sumber Gambar: npr.org

    Permainan bola basket pertama kali diciptakan pada tahun 1891 oleh seorang guru olahraga bernama James Naismith. Naismith menciptakan permainan ini untuk murid-muridnya supaya bisa bermain di dalam ruangan tertutup, khususnya saat musim dingin. 

    Sebenarnya, aturan permainan basket yang diciptakan Naismith cukup sederhana pada masa itu. Jadi, tidak ada teknik dribble dan hanya ada teknik melempar untuk menggiring bola ke ring lawan. Pada saat itu, satu tim terdiri dari sembilan orang, berbeda dengan basket modern yang timnya terdiri dari lima orang. 

    Namun, Naismith pada akhirnya mengembangkan aturan dalam permainan basket yang hingga saat ini masih terpakai. Seiring perkembangan zaman dan dunia olahraga pula, permainan bola inipun berkembang. Serta merambah ke berbagai negara, seperti China, Jepang, Filipina, bahkan Indonesia.

    Teknik Dasar Bermain Bola Basket 

    Ada lima teknik dasar permainan basket yang harus kamu ketahui jika ingin bermain dengan benar. Berikut penjabarannya: 

    1. Dribbling 

    Dribbling
    Dribbling | Sumber Gambar: MasterClass

    Semua pemain bola basket harus tahu cara menggiring bola dengan cara memantulkannya di lantai. Kamu akan bisa naik dan turun lapangan, melewati pemain bertahan, dan bermain total dengan teknik satu ini. Umumnya, teknik ini bisa kamu lakukan dengan satu atau dua tangan. 

    2. Passing 

    Dribbling
    Dribbling | Sumber Gambar: thednvr

    Teknik lain yang harus kamu pelajari untuk menjadi pemain basket profesional adalah passing. Bola basket adalah olahraga tim di mana pemain harus menemukan rekan satu tim yang siap untuk mendapatkan operan bola. 

    Pengumpan yang hebat adalah elemen penting dalam tim bola basket dan sering kali menciptakan peluang untuk mencetak gol. Selain itu, teknik ini juga terdiri dari beberapa jenis. Meliputi chest pass, behind the back pass, overhead pass, hingga bounce pass.

    Setiap teknik tersebut akan memiliki fungsi berbeda-beda. Misalnya, overhead pass akan sangat berfungsi ketika kamu ada dalam keadaan terdesak. Di mana kamu terkepung oleh lawan dan harus melempar bola pada teman satu tim dalam jarak cukup jauh.

    3. Shooting 

    Shooting
    Shooting | Sumber Gambar: Pexels

    Ini adalah teknik permainan bola basket yang harus kamu kuasai agar bisa menghasilkan poin dengan memasukan bola ke keranjang. Teknik ini memerlukan penanganan bola dengan benar, di mana kamu melemparkannya menuju ring sambil menghindari lawan. 

    Shooting yang tepat melibatkan penargetan yang presisi, pengangkatan kaki, dan ekstensi lengan. Jump shoot, free throws, dan layups adalah beberapa jenis shooting yang bisa kamu pelajari. 

    4. Rebounding 

    Rebounding
    Rebounding | Sumber Gambar: acofesal

    Teknik permainan bola basket selanjutnya adalah rebounding. Ini adalah teknik ketika pemain basket menangkap bola pantul yang tidak berhasil masuk dalam keranjang atau pemain lain tembak.

    Salah satu kunci rebounding yang baik adalah memotong lawan untuk mengambil alih bola dan mencetak gol. Jika tembakan yang gagal berasal dari tim lawan, maka teknik ini akan bermanfaat untuk membuat bola jauh dari ring.

    5. Defense

    Defense
    Defense | Sumber Gambar: stormthepaint

    Ini adalah gerakan berdiri dekat dengan lawan sambil menghentikan mereka menuju tempat yang diinginkan di lapangan. Pada dasarnya, teknik defense sangat penting untuk pemain basket kuasai demi bisa mencegah lawan berhasil mencetak gol. 

    Teknik ini dilakukan dengan cara melewati lawan, mencuri bola atau mengendalikan rebound, memblokir tembakan, dan sebagainya. 

    Aturan Permainan Bola Basket 

    Ada beberapa aturan dasar permainan basket yang harus kamu ketahui supaya bisa bermain dengan baik dan mengalahkan tim lawan. Berikut di antaranya:

    1. Jumlah Pemain

    Aturan satu ini sudah disinggung sebelumnya, yaitu hanya ada maksimal 5 pemain dalam satu tim. Jika ada pergantian pemain, pastikan pemain yang berada di lapangan sudah meninggalkan lapangan agar pemain baru bisa masuk.  

    2. Waktu Tembakan

    Biasanya, tim hanya diperbolehkan menguasai bola selama 24-30 detik dan harus menembak saat waktu habis. Jam tembak yang dipasang di atas ring di setiap sisi lapangan akan menampilkan dan menghitung mundur waktu. Jika waktu tembakan terlewati, tim lawan akan kehilangan bola dan menjadi tim bertahan.

    3. Skor Harus Lebih Banyak untuk Menang

    Demi bisa memenangkan permainan bola basket, tim harus mencetak gol lapangan lebih banyak daripada tim lainnya. Skor dalam bola basket sendiri terdiri dari tiga, yaitu 1 poin, 2 poin, dan 3 poin. 

    4. Menggiring dan Memajukan Bola

    Pemain bola basket hanya boleh memajukan bola dengan cara mengoper atau menggiring bola (memantulkan bola ke lantai) sambil bergerak naik turun lapangan. Ketika seorang pemain berhenti melakukan dribble, maka ia harus mengoper bola atau menembaknya ke ring. 

    5. Pelaku Foul

    Setelah pelaku mencetak gol, tim lawan menerima penguasaan bola. Salah satu pemainnya harus memasukkan bola dari tempat yang ditentukan di pinggir lapangan untuk melanjutkan permainan bola. Umumnya, mereka hanya akan memiliki waktu 5 detik.

    6. Pelanggar Harus Memajukan Bola

    Ketika tim penyerang memajukan bola melewati garis setengah lapangan, maka ballhandler tidak boleh melewati garis itu lagi. Jika masih melewati, maka wasit akan memberikan penguasaan permainan bola basket kepada tim lawan.

    7. Interferensi Menembak Bola

    Setelah pemain penyerang menembakkan bola, maka ilegal bagi pemain bertahan untuk mengganggu setelah bola mulai turun ke arah tepi. Orang-orang juga menyebutnya goaltending dan akan menghasilkan field goal otomatis untuk pelanggaran tersebut.

    8. Pemain Bertahan Mencuri Bola

    Tujuan tim bertahan adalah untuk mencegah tim penyerang mencetak gol. Caranya dengan cara mencuri bola, menghalangi bola masuk ke keranjang, atau menggunakan taktik bertahan untuk mencegah pemain penyerang menembak dan mencetak gol.

    9. Defenders Meninggalkan Paint

    Area tepat di depan keranjang dalam permainan bola basket umumnya disebut sebagai paint atau inside the key. Pemain penyerang tidak boleh berkemah di area ini dan menunggu bola atau rebound ofensif. 

    Setiap pemain individu dapat menghabiskan maksimal tiga detik pada suatu waktu di dalam ruang sebelum mereka harus bergerak. Begitu mereka keluar dari cat, mereka dapat kembali. 

    Pelanggaran dalam Bola Basket

    Jika sebelumnya kamu sudah mengetahui aturan bola basket, berikut adalah beberapa pelanggaran yang wajib pemain hindari:

    1. Personal Foul

    Personal foul adalah jenis pelanggaran yang melanggar aturan permainan basket. Pemain dapat melakukan personal foul dengan mendorong, memblokir, atau memukul pemain lain saat menembak. 

    2. Flagrant Foul

    Flagrant foul mengacu pada personal foul yang berpotensi untuk melukai lawan. Foul dalam permainan bola basket ini akan membawa hukuman yang lebih berat, seperti denda, pengusiran segera, dan bahkan pemain bisa mendapatkan skorsing. 

    3. Technical Foul

    Technical foul adalah penalti karena melanggar aturan administratif permainan. Ini termasuk dalam pelanggaran berat karena pemain mengeluarkan kata-kata kasar, memicu perkelahian, bermain dengan tidak benar, dan lainnya. Pemain yang melanggar bisa dikeluarkan dan lawan bisa mendapat free throw.

    Baca Juga : Teknik Lay Up dalam Permainan Bola Basket yang Baik dan Benar

    Manfaat Bermain Bola Basket 

    Permainan bola basket ternyata memiliki segudang manfaat. Ini dia beberapa di antaranya: 

    • Membakar kalori, di mana satu jam bermain basket dapat membakar 630–750 kalori.
    • Membentuk ketahanan dan kelincahan tubuh.
    • Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi.
    • Mengembangkan konsentrasi dan disiplin diri.
    • Membentuk otot dan menjaga imunitas.
    • Membentuk tubuh yang ideal.
    • Menghindari osteoporosis dan menjaga kesehatan jantung.

    Tertarik untuk Melakukan Permainan Bola Basket?

    Itu dia penjelasan tentang permainan basket yang wajib pemula pahami. Selain bisa menjadi pilihan karir profesional, basket bisa menjadi pilihan olahraga di waktu luang. Jika tertarik untuk mempelajarinya, kamu wajib memahami setiap teknik dasar permainan. 

    Menghindari pelanggaran seperti mendorong dan menginjak juga penting untuk terhindar dari luka fisik. Selain itu, kamu juga wajib melakukan pemanasan serta peregangan sebelum mulai melakukan permainan. Sehingga risiko terjadinya cedera bisa berkurang. Semoga bermanfaat!

  • Mengenal Penemu Angka Nol: Al-khawarizmi (Bapak Matematika)

    Mengenal Penemu Angka Nol: Al-khawarizmi (Bapak Matematika)

    Al-Khawarizmi, penemu angka nol yang juga dikenal sebagai Bapak Matematika adalah seorang tokoh penting sejarah matematika. Hidup abad ke-9, beliau telah memberikan kontribusi revolusioner yang membentuk dasar matematika modern. Salah satu yang paling terkenal adalah angka nol dan sistem angka Hindu-Arab. 

    Tanpa penemuan ini, perhitungan matematika yang kompleks tidak akan mungkin kita lakukan secara efisien. Karya-karyanya juga telah mempengaruhi perkembangan matematika selama berabad-abad dan memperkaya peradaban manusia secara keseluruhan. Mari mengenalnya lebih dalam lewat ulasan berikut!

    Apa itu Nol?

    Angka Nol
    Angka Nol | Sumber Gambar: Freepik 

    Angka nol memiliki peran krusial dalam matematika sebagai representasi tidak adanya jumlah atau nilai. Dalam sistem angka desimal yang umum digunakan, nol berfungsi sebagai angka tempat yang memungkinkan kita untuk merepresentasikan angka lebih besar dengan menempatkan digit di posisi yang tepat. 

    Selain itu, nol juga memiliki peran penting dalam berbagai operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kehadiran nol, kita dapat melakukan perhitungan yang lebih kompleks dan membangun dasar untuk pengembangan konsep matematika yang lebih lanjut.

    Baca Juga : Cara Mudah Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Desimal, Simak!

    Asal Usul Sejarah Penemu Angka Nol

    Dokumen Penemuan Nol
    Dokumen Penemuan Nol | Sumber Gambar: ox.ac.uk

    Sejarah penemuan angka nol memiliki akar panjang dan melibatkan kontribusi dari berbagai budaya dan peradaban. Beberapa peradaban kuno mengembangkan konsep nol secara independen. Namun, ada tokoh dan peristiwa kunci yang berperan dalam memperkenalkan dan mengembangkan penggunaannya, yaitu:

    1. Sumbangan India Kuno

    Sejak awal, konsep nol adalah hal yang umum diketahui. Namun, angka yang mempresentasikan nol tidak terpikirkan oleh Babilonia, Roma, ataupun Yunani. Angka nol sendiri diyakini pertama kali muncul di wilayah India pada abad ke-5 Masehi. 

    Dalam bahasa Sanskerta, angka nol disebut “śūnya” yang berarti ketiadaan atau kosong. Matematikawan dan astronom India, Aryabhata, seringkali dikaitkan dengan sejarah penemu angka nol. 

    Kontribusinya dalam astronomi dan matematika, terutama dalam bukunya yang terkenal, “Aryabhatiya” memberikan dasar bagi perkembangan penggunaan angka nol di India. 

    Aryabhata menyadari bahwa penggunaan angka nol dapat mempermudah perhitungan matematika. Serta membantu dalam sistem penulisan angka yang lebih efisien. 

    Melalui karyanya, pengetahuan tentang angka nol menyebar ke berbagai bagian dunia, termasuk Timur Tengah dan Eropa. Di mana konsep tersebut diterima dan digunakan dalam perkembangan matematika lebih lanjut. 

    Penemuan angka ini adalah salah satu tonggak penting dalam sejarah matematika. Karena memungkinkan pengembangan sistem angka yang lebih maju dan perhitungan lebih kompleks.

    2. Penyebaran melalui Dunia Islam

    Perkembangan angka nol terus berlanjut melalui peradaban Islam pada abad ke-9 Masehi. Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi, seorang filsuf dan matematikawan Persia memainkan peran penting dalam memperkenalkan angka nol dan sistem angka Hindu-Arab ke dunia Barat. 

    Karyanya sebagai seorang pustakawan di House of Wisdom di Baghdad berperan dalam penyebaran angka nol melalui dunia Arab menuju wilayah Mediterania. Al-Khwarizmi menulis buku yang berjudul “Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa’l-Muqabala” (Buku Ringkas tentang Hisab Aljabar dan Muqabala).

    Buku tersebut yang memberikan penjelasan rinci tentang sistem angka Hindu-Arab, termasuk penggunaan angka nol. Hingga pada akhirnya buku tersebut memiliki terjemahannya ke dalam bahasa Latin dan menjadi salah satu sumber utama dalam memperkenalkan konsep angka nol dan matematika Arab ke Eropa. 

    Kontribusi Al-Khwarizmi dalam memperkenalkan angka nol berperan dalam perkembangan matematika modern. Serta sistem angka yang kita gunakan hingga saat ini.

    3. Fibonacci dan Penyebaran ke Eropa

    Selain Al-Khwarizmi sebagai penemu angka nol, Leonardo dari Pisa yang lebih mengenalnya sebagai Fibonacci, memainkan peran penting dalam membawa angka tersebut dan sistem desimal Hindu-Arab ke Eropa. 

    Fibonacci belajar angka nol dan matematika desimal dari para pedagang Arab yang ia temui selama perjalanan perdagangan ayahnya di Tunisia. 

    Dia dengan cepat menyadari keunggulan sistem desimal dibandingkan dengan angka Romawi yang sebelumnya berguna di Eropa. Fibonacci kemudian menyebarkan pengetahuan tentang matematika baru ini ke seluruh Eropa melalui bukunya yang terkenal.

    Buku terkenal tersebut berjudul “Liber Abaci” (Buku Perhitungan) yang terbit pada tahun 1202. Buku tersebut tidak hanya memperkenalkan sistem angka Hindu-Arab dan angka nol kepada masyarakat Eropa. Namun juga dalam buku itu membahas berbagai konsep matematika seperti deret Fibonacci dan perhitungan aritmatika. 

    Kontribusi Fibonacci dalam membawa angka nol dan sistem desimal ke Eropa berpengaruh besar dalam perkembangan matematika di benua tersebut. Penemuan angka nol adalah hasil dari interaksi dan pertukaran budaya antara peradaban-peradaban yang berbeda. 

    Kontribusi dari Mesir Kuno, India, Islam, dan Eropa, serta tokoh-tokoh seperti Aryabhata, al-Khwarizmi, dan Fibonacci, membentuk fondasi penting dalam sejarah angka nol. Seiring dengan perkembangan matematika dan ilmu pengetahuan, penggunaan angka nol menjadi tidak tergantikan. 

    Fungsi angka nol adalah sebagai angka tempat memungkinkan representasi bilangan yang kompleks dan perhitungan matematis yang rumit. Sejarah penemuan angka nol menunjukkan betapa pentingnya pertukaran pengetahuan dan kolaborasi budaya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan matematika.

    Biografi Penemu Angka Nol

    Al-Khwarizmi
    Al-Khwarizmi | Sumber Gambar: Wikimedia 

    Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi adalah seorang matematikawan, astronom, dan filsuf Persia yang hidup pada abad ke-9 Masehi. Kemungkinan, Al-Khwarizmi lahir di tahun 780 Masehi.  Ia dikenal dengan sebutan “Bapak Aljabar” karena kontribusinya yang monumental dalam pengembangan aljabar dan sistem angka Hindu-Arab. 

    Al-Khwarizmi bekerja sebagai pustakawan di House of Wisdom di Baghdad, pusat keilmuan yang terkenal pada saat itu. Di mana ia mempelajari dan mengembangkan berbagai konsep matematika.

    Salah satu karya paling terkenal dari penemu angka nol ini adalah “Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa’l-Muqabala” (Buku Ringkas tentang Hisab Aljabar dan Muqabala). Buku ini merupakan panduan praktis tentang matematika dan aljabar yang menjadi karya seminal dalam bidang tersebut. 

    Dalam bukunya, Al-Khwarizmi memperkenalkan konsep aljabar secara sistematis, termasuk penggunaan variabel dan penyelesaian persamaan linear dan kuadratik. Selain itu, Al-Khwarizmi juga berkontribusi dalam pengembangan sistem angka Hindu-Arab yang mencakup pengenalan angka nol. 

    Sistem ini menggunakan posisi angka untuk mewakili nilai dan memungkinkan representasi angka yang lebih besar dan kompleks. Konsep angka nol sangat penting dalam perhitungan matematika dan memiliki dampak yang signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Karya-karya Al-Khwarizmi tidak hanya mempengaruhi dunia Islam pada masanya, tetapi juga menjadi dasar bagi perkembangan matematika di Eropa. 

    Ketika karya-karya Al-Khwarizmi telah ada terjemahannya ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12. Penemuan-penemuannya menjadi dasar bagi perkembangan matematika di Eropa Barat. Pemikiran dan metode Al-Khwarizmi membantu dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perdagangan di seluruh dunia.

    Lewat kontribusinya yang luar biasa dalam bidang matematika dan aljabar. Maka, Al-Khwarizmi merupakan salah satu tokoh yang berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan. 

    Karyanya menjadi tonggak penting dalam perkembangan matematika. Serta memberikan landasan penting bagi banyak ilmuwan dan matematikawan yang datang setelahnya. 

    Penemuan dan kontribusi Al-Khwarizmi dalam pengembangan aljabar dan sistem angka Hindu-Arab telah memberikan warisan yang tak ternilai bagi peradaban manusia.

    Baca Juga : Turunan Fungsi Trigonometri: Pengertian, Rumus, & Contoh Soal

    Sudah Tahu Siapa Penemu Angka Nol?

    Itulah ulasan mengenai penemu angka nol. Kesimpulannya, angka nol adalah salah satu konsep matematika paling penting yang ditemukan dalam sejarah. Meskipun asal usulnya beragam dan melibatkan kontribusi dari berbagai budaya dan peradaban. 

    Konsep angka nol ini membuka pintu bagi perkembangan matematika modern. Serta memiliki dampak signifikan pada perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang kita nikmati saat ini. Angka nol sendiri sangat unik dengan sifat yang khas. Beberapa sifatnya adalah selalu positif ketika ditambah dengan angka negatif. 

    Hasilnya juga akan selalu nol jika kamu kalikan dengan angka berapapun. Serta akan menghasilkan angka tak terdefinisi jika kamu bagi dengan angka berapapun. Bagaimana? Meski terlihat sepele, angka nol ternyata punya sejarah panjang dan peran besar pada kehidupan, bukan?

  • Tujuan Gerakan Menangkis dalam Pencak Silat

    Tujuan Gerakan Menangkis dalam Pencak Silat

    Terdapat berbagai macam gerakan di dalam pencak silat, salah satunya adalah gerakan menangkis. Lalu, apa saja tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat? Bagaimana cara melakukan gerakan menangkis? Simak penjelasan lengkapnya di sini!

    Tujuan Gerakan Menangkis dalam Pencak Silat

    Tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat adalah untuk membendung atau mencegah serangan lawan. Selain membendung, gerakan menangis juga bertujuan untuk memancing reaksi dari lawan agar melakukan serangan. Gerakan menangkis termasuk ke dalam taktik bertahan di dalam pencak silat.

    Gerakan menangkis merupakan salah satu teknik dasar pembelaan di dalam pencak silat. Seorang pesilat melakukan gerakan ini ketika melakukan kontak langsung dengan lawan. Kontak langsung ini agar perhatian lawan teralihkan sehingga gerakan dari lawan menjadi tertahan.

    Seni bela diri pencak silat mementingkan unsur pertahanan diri dalam pertandingan. Unsur pertahanan diri ini berlandaskan pada nilai-nilai budi luhur yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sejarah Pencak Silat

    Awal mulanya, setiap daerah memiliki seni bela diri yang unik dan berbeda dengan daerah lainnya. Perbedaan ini melahirkan berbagai aliran bela diri yang beragam. Kemudian, bertemunya para penduduk dari daerah yang berbeda-beda itu menjadi penyebab adanya pertukaran ilmu bela diri.

    Tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali munculnya pencak silat. Walaupun begitu, bukti adanya seni bela diri pencak silat terdapat di artefak pada masa klasik Hindu-Buddha. Cara membela diri sesuai situasi dan kondisi alam sekitar telah ada sejak zaman pra-sejarah di Indonesia.

    Penyebaran seni bela diri pencak silat diturunkan dan diajarkan secara lisan. Oleh sebab itu, catatan tertulis mengenai pencak silat menjadi sulit untuk ditemukan. Meskipun begitu, terdapat catatan mengenai perkembangan silat di Indonesia pada abad ke-14.

    Pada masa ini, penyebaran pencak silat mendapatkan banyak pengaruh dari kaum penyebar agama Islam. Pengajaran seni bela diri ini bersamaan dengan pelajaran agama yang berlangsung di pesantren. Selain itu, bela diri ini juga menjadi latihan spiritual yang para santri lakukan sebelum atau setelah kegiatan mengaji.

    Peran pencak silat juga terdapat di masa penjajahan Belanda. Orang-orang menggunakan seni bela diri ini untuk melawan para penjajah.

    Oleh karena itu, pentingnya peran seni bela diri ini dalam kemerdekaan membuatnya memiliki organisasi nasional. Organisasi Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia resmi berdiri pada tahun 1948.

    Baca Juga : 10 Teknik Dasar Pencak Silat dan Manfaatnya

    Jenis-jenis Teknik Pencak Silat

    Setelah kamu tahu tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat, simak juga berbagai jenis teknik seni bela diri pencak silat yang perlu kamu ketahui:

    1. Teknik Kuda-Kuda

    Teknik kuda-kuda pencak silat
    Teknik kuda-kuda pencak silat | Sumber gambar: mikirbae.com

    Teknik kuda-kuda mempunyai tujuan untuk melindungi diri dan merupakan teknik dasar di dalam pencak silat. Seorang pesilat yang baik harus memiliki kuda-kuda yang tegas dan tegap agar dapat menghadang serangan dari lawan.

    Kuda-kuda merupakan sikap menapakkan kedua telapak kaki yang membuatnya seimbang ketika pesilat gunakan saat menyerang maupun bertahan. Terdapat lima macam teknik kuda-kuda, yaitu:

    • Teknik Kuda-kuda depan.
    • Kuda-kuda belakang.
    • Teknik kuda-kuda samping.
    • Kuda-kuda silang.
    • Kuda-kuda tengah.

    2. Teknik Sikap Pasang

    Teknik sikap pasang pencak silat
    Teknik sikap pasang pencak silat | Sumber gambar: Blibli.com

    Teknik dasar selanjutnya yang harus seorang pesilat kuasai adalah teknik sikap pasang. Salah satu teknik pencak silat ini mencampurkan posisi kuda-kuda yang menyesuaikan dengan sikap sebelum menyerang atau saat bertahan.

    3. Teknik Pola Langkah

    Teknik pola langkah pencak silat
    Teknik pola langkah pencak silat | Sumber gambar: garudasports.co.id

    Setelah mempelajari teknik sikap pasang, seorang pesilat juga perlu belajar mengenai teknik pola langkah. Ada enam macam teknik pola langkah, yaitu pola langkah lurus, pola langkah zig zag, pola langkah U, pola langkah S, pola langkah segitiga, dan pola langkah segi empat.

    4. Teknik Arah

    Teknik arah merupakan teknik yang berhubungan erat dengan gerakan selanjutnya dari seorang pesilat. Gerakan tersebut dapat berupa gerakan untuk bertahan maupun menyerang. Nama lain dari teknik ini adalah teknik delapan penjuru mata angin.

    5. Teknik Tendangan

    Teknik tendangan pencak silat
    Teknik tendangan pencak silat | Sumber gambar: eventkampus.com

    Teknik tendangan adalah salah satu teknik menyerang yang bisa pesilat gunakan. Beberapa macam teknik tendangan, antara lain tendangan lurus, tendangan T, tendangan sabit, tendangan jejag, dan tendangan belakang.

    6. Teknik Pukulan

    Teknik pukulan pencak silat
    Teknik pukulan pencak silat | Sumber gambar: Gramedia.com

    Selain menyerang menggunakan kaki, teknik pukulan yang merupakan teknik penyerangan menggunakan tangan juga dapat menjadi senjata utama bagi pesilat. Beberapa posisi penyerang dalam teknik pukulan, seperti pukulan lurus, pukulan melingkar, pukulan bandul, dan pukulan tegal.

    7. Teknik Guntingan

    Teknik guntingan sering digunakan untuk menjatuhkan lawan. Selain itu, teknik ini menjadikan kuda-kuda lawan sebagai target sasaran utama. Ada berbagai jenis teknik guntingan, antara lain guntingan depan, guntingan belakang, guntingan samping, dan guntingan atas.

    8. Teknik Tangkisan

    Teknik tangkisan pencak silat
    Teknik tangkisan pencak silat | Sumber gambar: harianhaluan.com

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat yaitu sebagai usaha pertahanan dari serangan lawan. Secara umum, terdapat empat jenis teknik tangkisan, yaitu tangkisan luar, tangkisan dalam, tangkisan bawah, dan tangkisan atas.

    Berbagai Teknik dari Gerakan Menangkis

    Gerakan Menangkis dalam Pencak Silat
    (Gerakan Menangkis dalam Pencak Silat | Sumber gambar: Kompas.com)

    Tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat bisa menjadi efektif jika pesilat dapat memutuskan posisi yang menguntungkan untuk melakukan serangan balasan. Gerakan di dalam teknik tangkisan dibagi lagi empat, berikut ini uraian selengkapnya.

    1. Tangkisan Satu Tangan

    Sesuai dengan namanya, teknik tangkisan satu tangan ini dapat dilakukan dengan empat cara, yakni:

    • Tangkisan satu tangan luar: gerakan ini memaksimalkan tangan bagian kiri atau kanan untuk menghindari serangan lawan dari dalam kemudian keluar agar lawan menjauh dari tubuh pesilat.
    • Tangkisan satu tangan dalam: gerakan ini bisa digunakan untuk menangkis dan memberikan serangan balik dengan menggunakan salah satu tangan untuk menangkis serangan dari luar ke dalam.
    • Tangkisan satu tangan atas: tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat ini adalah untuk meminimalisir serangan lawan dengan cara menggunakan salah satu tangan dari bawah ke atas.
    • Tangkisan satu tangan bawah: gerakan ini pesilat gunakan memakai tangan kiri atau kanan untuk mengarahkan serangan lawan dari atas ke bawah.

    2. Tangkisan Siku

    Tangkisan siku berguna untuk menghalau serangan lawan menggunakan siku lengan. Teknik ini mempunyai dua macam gerakan tangkisan, yaitu:

    • Tangkisan siku dalam: gerakan menangkis dengan menggunakan siku bagian dalam yang tinggi maupun rendah.
    • Tangkisan siku luar: gerakan ini mirip dengan teknik siku dalam, hanya saja menggunakan siku bagian luar tinggi atau siku bagian luar bawah.

    3. Tangkisan Dua Lengan

    Selanjutnya, gerakan tangkisan dua lengan dapat pesilat gunakan untuk membendung serangan lawan memakai kedua tangan. Teknik tangkisan ini memiliki empat cara, antara lain:

    • Tangkisan sejajar dua lengan atas/tinggi: gerakan menangkis ini menggunakan dua tangan yang sejajar dengan kepala untuk menangkis serangan lawan.
    • Tangkisan belah tinggi/rendah: teknik tangkisan ini bertujuan untuk membelah serang lawan dari atas atau bawah.
    • Tangkisan silang tinggi/rendah: jenis tangkisan ini dapat dilakukan dengan cara mendorong serangan lewat atas atau bawah.
    • Tangkisan buang samping: tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat ini untuk menangkap serangan lawan secara cepat dan membuangnya ke samping.

    4. Tangkisan Kaki

    Teknik tangkisan kaki hanya dapat digunakan menggunakan satu kaki. Teknik ini memiliki keunggulan berupa jangkauan yang lebih besar terhadap lawan. Empat macam teknik tangkisan kaki adalah:

    • Tangkisan kaki tutup samping: teknik ini menggunakan gerakan menutup serangan lawan menggunakan kaki dan menangkisnya dengan cara menyampingkan kaki dan tubuh.
    • Tangkisan kaki tutup depan: gerakan ini menggunakan cara untuk menangkis lawan dengan kaki dan tubuh menghadap ke depan.
    • Tangkisan kaki tutup buang luar: pesilat dapat melakukan gerakan menangkis dengan mengayunkan kaki dari luar ke dalam.
    • Tangkisan kaki tutup buang dalam: mirip dengan teknik sebelumnya, tangkisan dapat dilakukan dengan cara mengayunkan kaki dari dalam ke luar.

    Tertarik Belajar Seni Bela Diri Pencak Silat?

    Itulah berbagai informasi yang perlu kamu ketahui tentang pencak silat beserta gerakannya. Sekarang, kamu telah mengetahui tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat dan jenis-jenisnya. Tertarik untuk belajar silat? Ayo segera pelajari seni bela diri ini untuk melestarikan warisan budaya Indonesia.

  • Titik Berat Trapesium: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Soal

    Titik Berat Trapesium: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Soal

    Titik berat trapesium merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam studi bangun trapesium pada matematika. Peranannya pun cukup penting dalam berbagai bidang di kehidupan sehari-hari. 

    Titik berat pada bangun ini jarang orang ketahui karena merupakan tahapan studi lanjut terhadap trapesium. Yuk, simak pembahasannya berikut ini beserta beberapa contoh soal yang dapat Anda jadikan referensi.

    Apa Itu Bangun Trapesium?

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), trapesium merupakan bangun segi empat yang kedua sisinya berdiri sejajar, namun tidak memiliki panjang yang sama.

    Apabila Anda perhatikan secara seksama, bangun trapesium juga dapat terbentuk dari bangun segitiga siku-siku dan bangun persegi.

    Bangun ini termasuk sebagai bangun berbentuk persegi panjang dengan simetri rotasi. Trapesium memiliki sisi sejajar dan sisi yang tidak sejajar. Bagian sisi yang sejajar memiliki panjang yang sama. Sedangkan, sisi yang tidak sejajar panjangnya berbeda.

    Penerapan bangun trapesium dalam kehidupan sehari-hari sangatlah beragam. Salah satu contohnya, pada atap rumah. Mayoritas atap rumah, terutama yang tradisional memiliki bentuk trapesium, yakni dengan kedua sisi yang sejajar dan kedua sisi lainnya tidak sejajar.

    Tidak hanya pada atap, juga banyak benda lainnya yang berbentuk dan menerapkan titik berat trapesium dalam pembuatannya.

    Baca Juga : Rumus Persegi Panjang: Luas, Keliling, serta Contoh Soal

    Sifat Bangun Trapesium

    Bangun trapesium memiliki beberapa sifat khusus, diantaranya adalah sebagai berikut.

    • Terdapat berbagaI bentuk trapesium, yaitu trapesium sama kaki, trapesium siku-siku, dan trapesium sembarang.
    • Sudut pada segitiga sama kaki yang saling berseberangan memiliki besaran yang sama. 
    • Pada bagian tengahnya terdapat sebuah garis yang membagi kedua sisi trapesium menjadi dua buah segitiga sama kaki.
    • Titik berat trapesium adalah titik potong pada garis tengah yang membaginya. 
    • Memiliki dua buah sisi yang sejajar dan dua buah sisi yang tidak sejajar.
    • Pada trapesium siku-siku dan trapesium sembarang memiliki dua diagonal yang tidak sama panjangnya.
    • Memiliki sebuah sudut tumpul pada bangun trapesium siku-siku.
    • Pada bangun trapesium sembarang, memiliki empat buah sudut yang besarannya berbeda.

    Jenis Bangun Trapesium

    Jenis Bangun Trapesium
    Jenis Bangun Trapesium | Image source : Doyan Blog

    Seperti yang telah sebelumnya sebutkan, terdapat tiga jenis bangun trapesium. Adapun ketiga jenis tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

    1. Trapesium Sembarang

    Trapesium sembarang merupakan bangun trapesium yang keempat sisinya memiliki panjang berbeda. Bentuk ini juga tidak memiliki sudut siku-siku.

    Selain itu, trapesium sembarang tidak memiliki simetri lipat karena bentuk garisnya yang berbeda, tetapi tetap memiliki simetri putar.

    2. Trapesium sama kaki

    Jenis selanjutnya adalah trapesium sama kaki. Trapesium sama kaki memiliki dua sisi yang saling sejajar. Apabila ditarik garis tengah, akan terbentuk dua buah bangun segitiga sama kaki.

    Berbeda dengan sebelumnya, jenis ini memiliki simetri lipat dan simetri putar atau yang biasa disebut simetri rotasi.

    3. Trapesium siku-siku

    Trapesium siku-siku merupakan bangun trapesium yang memiliki dua sudut siku-siku yang saling berdekatan. Pada bangun ini terdapat sudut lancip, namun tidak terdapat simetri lipat. Meski demikian, trapesium siku-siku memiliki simetri putar.

    Pengertian Titik Berat Trapesium

    Sebelumnya sempat disebutkan, titik berat trapesium merupakan titik pusat pada garis potong trapesium. Apabila didefinisikan secara terpisah, titik berat merupakan titik pusat yang terdapat pada setiap benda dan berorientasi pada gravitasi.

    Pada dasarnya, setiap benda merupakan susunan dari partikel-partikel yang memiliki massa. Gabungan massa tersebutlah yang berpusat pada gravitasi yang seringkali dikatakan sebagai titik berat. 

    Begitu halnya dengan bangun trapesium. Titik berat pada bangun ini adalah pusat orientasinya.

    Rumus Titik Berat Trapesium

    Adapun rumus-rumus yang perlu Anda pelajari dalam menghitung titik berat trapesium adalah sebagai berikut.

    1. Luas Trapesium

    Secara umum, untuk menghitung luas trapesium Anda dapat menggunakan rumus berikut:

    L = ½ × panjang total sisi-sisi yang sejajar × t

    atau

    L = ½ (a+b) t

    2. Keliling Trapesium

    K= AB + BC + CD + DA

    3. Tinggi (t)

    t = 2x L(a+b) 

    4. Sisi a (CD)

    a = 2x Lt– b 

    Atau
    CD = K – AB – BC – AD

    5. Sisi b (AB)

    b = 2x Lt– a 

    Atau
    AB = K – CD – BC – AD

    6. Sisi AD

    AD = K – CD – BC – AB

    7. Sisi BC

    BC = K – CD – AD – AB

    8. Momen Luas

    Sebelum menghitung titik berat, perlu untuk menghitung momen luasnya terlebih dahulu menggunakan rumus berikut:

    Mx = (1/2)t (a+c)/2 (a+c)/2 My = (1/3)t [(2b+a)/(a+b)] [(a+c)/2]

    9. Titik Berat

    Rumus yang dapat Anda gunakan untuk menghitung titik berat pada berbagai jenis trapesium, yaitu:

    x = (a + c)/2 y = (t/3) x [(2b + a)/ (a + b)]

    4 Aplikasi Titik Berat Trapesium dalam Kehidupan Sehari-hari

    Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan titik berat trapesium ternyata memiliki peranan yang penting. Beberapa penerapannya mayoritas berguna untuk membangun suatu gedung atau dalam pembuatan sebuah logo. Berikut 4 contoh penerapannya, yaitu:

    1. Desain Bangunan

    Dalam proses perencanaan suatu bangunan, titik berat trapesium dapat membantu menentukan kestabilan struktur bangunannya. Penggunaannya berguna untuk menentukan pondasi yang tepat dalam sebuah bangunan. 

    Perhitungan titik berat dapat membantu seorang arsitek dengan tepat dan aman untuk menentukan struktur bangunan.

    2. Pemrograman Robotik

    Fungsi selanjutnya dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam pemrograman robotik. Khususnya untuk membuat robot dapat bergerak dengan lancar dan stabil.

    Perhitungan titik berat pada program robotik berguna untuk merancang sistem pengendalian yang tepat, sehingga pergerakan robot menjadi stabil.

    3. Olahraga

    Olahraga, terutama tinju juga memanfaatkan titik berat trapesium. Perhitungan ini dalam olahraga berguna untuk menentukan strategi yang tepat dalam menghadapi lawannya.

    Selain tinju, olahraga basket juga memanfaatkan peranan titik berat. Fungsinya untuk mengetahui sudut yang tepat saat melempar bola ke ring.

    4. Tas Tangan

    Apabila Anda perhatikan secara seksama, banyak tas tangan yang menggunakan bentuk trapesium sebagai desainnya. 

    Pada bagian tepi atas dan bawah memiliki garis yang sejajar, sementara bagian sampinnya tidak. Mayoritas bentuk yang digunakan adalah trapesium sama kaki.

    Baca Juga : Memahami Ciri dan Sifat Bangun Datar serta Pembahasannya

    Contoh Soal dan Pembahasannya

    Berikut 2 contoh soal tentang titik berat trapesium lengkap beserta pembahasannya, yaitu:

    Contoh Soal 1

    Sebuah trapesium sama kaki memiliki panjang alas atas 4 cm, panjang alas bawah 10 cm, dan tinggi 6 cm. Berapakah titik berat trapesium tersebut?

    Diketahui:

    AB (Alas atas) = 4 cm

    CD (alas bawah) = 10 cm

    t = 6 cm

    Jawab:

    Bagi bangun trapesium menjadi empat bagian dan hitung setiap momen luasnya terlebih dahulu sebagai berikut.

    M1 = 1/2 x 6 x 4 x 4 = 48 cm³

    M2 = 1/2 x 6 x 4 x 2 = 24 cm³

    M3 = 1/2 x 6 x 4 x 8 = 96 cm³

    M4 = 1/2 x 6 x 4 x 10 = 120 cm³

    M Total = M1 + M2 + M3 + M4 = 48 + 24 + 96 + 120 = 288 cm³

    Luas Trapesium (A) = 1/2 x 6 x (4 + 10) = 42 cm²

    x = M / A = 288 / 42  = 6,8 cm

    Contoh Soal 2

    Tentukan koordinat titik berat bidang trapesium berikut.

    Contoh Soal 2
    Contoh Soal 2 | Image source : Academia.edu

    Jawab :

    Contoh Soal 2 (Pembahasan)
    Contoh Soal 2 (Pembahasan) | Image source : Praktik Sendiri

    Bidang 1 (Persegi)

    X = Luas 1. x1 = (pxl). (½ b)  = (50×120) (½ 50) = 6000 x 25 =150.000

    Y = Luas 1. y1 = 6000 (½ h) = 6000 (½ 120) = 6000 × 60 = 360.000

    Bidang 2 (segitiga)

    X = Luas 2. x2 = (½ at) (⅓ b) = (½ × 120× 40) (⅓ × 40 + 50) = 2400. 63,3 = 151.920

    Y = Luas 2. y2 = 2400 (⅓ 120) = 2400 × 40 = 96.000

    Jadi koordinat titik berat trapesium adalah

    X = X1 + X2Luas 1 + Luas 2 = 150000 + 1519206000  + 2400= 3019208400 = 35,94

    Y = Y1 + Y2Luas 1 + Luas 2 = 360000 + 960006000  + 2400= 4560008400 = 54,28

    Sudah Tahu Bagaimana Menentukan Titik Berat Trapesium?

    Banyak faktor yang perlu dipahami untuk menentukan titik berat trapesium seperti luas, keliling, panjang sisi, dan momen luasnya. Dengan demikian akan ditemukan hasil yang akurat.

    Pasalnya penerapan titik berat bangun ini dalam kehidupan sehari-hari memiliki peranan penting, terutama dalam menentukan pondasi suatu bangunan. Banyaknya faktor tersebut akan meminimalisir kesalahan pada perhitungan, sehingga dalam pengaplikasiannya lebih aman dan terjamin.

  • Sifat Asosiatif dalam Aljabar: Rumus dan Contoh Soalnya

    Sifat Asosiatif dalam Aljabar: Rumus dan Contoh Soalnya

    Ketika mempelajari bidang studi matematika, terdapat banyak bentuk dan cabang ilmu di dalamnya. Salah satunya adalah ilmu aljabar. Sebagai salah satu bidang studi matematika, aljabar memiliki banyak sifat yang mempengaruhi, seperti sifat asosiatif.

    Sebenarnya sifat dalam aljabar terdapat beberapa jenis. Setiap sifat memberikan pengaruh yang berbeda dalam operasi hitung. Sedangkan, sifat asosiatif umumnya hanya berlaku pada operasi hitung penjumlahan dan perkalian saja. Mari simak pembahasannya di artikel ini

    Pengertian Aljabar dalam Matematika

    Al-Khawarizmi
    Al-Khawarizmi | Image source : Tirto.ID

    Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), aljabar merupakan cabang matematika yang menggunakan tanda-tanda dan huruf-huruf untuk menggambarkan atau mewakili angka-angka. 

    Selain itu, aljabar juga mempelajari bagaimana cara memanipulasi simbol-simbol tersebut.

    Kata aljabar merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Arab al jabr yang berarti melengkapi atau restorasi. Al-Khawarizmi merupakan seorang cendekiawan yang menemukan istilah ini.

    Bentuk aljabar dapat berupa operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, perpangkatan, dan pengakaran. Di dalam operasi hitung tersebut terdapat beberapa sifat yang menyertainya, seperti sifat asosiatif, komutatif, dan distributif.

    Operasi Hitung Aljabar dalam Matematika

    Dalam aljabar terdapat beberapa bentuk operasi hitung yang seringkali ditemui. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat mempelajarinya dalam penjelasan berikut.

    1. Penjumlahan

    Penjumlahan merupakan proses menjumlahkan suatu bilangan. Pada operasi hitung jenis ini, hanya berlaku untuk variabel yang memiliki jenis yang sama saja. Hasil akhir dari proses ini adalah nilai total dari semua bilangan.

    2. Pengurangan

    Pengurangan merupakan proses mengurangi atau mengurangkan. Proses ini juga bisa disebut sebagai penyusutan nilai bilangan. Seperti halnya penjumlahan, pengurangan hanya berlaku pada variabel yang sejenis.

    3. Perkalian

    Perkalian merupakan operasi hitung dengan cara mengalikan suatu bilangan. Berbeda dengan kedua operasi hitung sebelumnya, operasi hitung perkalian dapat berguna untuk semua jenis variabel. 

    4. Pembagian

    Pembagian merupakan cara, proses, atau perbuatan membagi suatu bilangan. Seperti halnya operasi hitung perkalian, pembagian juga dapat Anda terapkan untuk semua jenis variabel. Perbedaannya adalah pada proses pembagian variabel yang sejenis akan dihilangkan.

    Apa Itu Sifat Asosiatif?

    Belajar Perkalian Aljabar
    Belajar Perkalian Aljabar | Image source : Freepik

    Sifat asosiatif adalah bagian dari aljabar yang di dalamnya terdapat operasi hitung, baik perkalian maupun penjumlahan. Kondisi operasi hitung dikatakan bersifat asosiatif, apabila terdapat tiga angka atau lebih di dalamnya. 

    Selanjutnya hasil dari operasi hitung tersebut tidak bergantung pada penempatan angkanya. 

    Pasalnya, dalam sifat ini tidak berkaitan dengan pengelompokan angka dua bilangan dan hanya berlaku pada operasi hitung penjumlahan dan perkalian. Sedangkan, pengelompokan angka biasanya disebut sebagai sifat komutatif. 

    Sejarah Sifat Asosiatif

    Sejarah terbentuknya sifat asosiatif adalah pada tahun 1830-an. Saat itu melalui perjanjian aljabar disebutkan dua jenis aljabar, yakni aljabar simbolis dan aljabar aritmatika. 

    Selain itu, di dalam perjanjian tersebut juga terdapat upaya yang menjelaskan perlakuan logi semacam Euclid. 

    Tanggal tercetusnya aljabar asosiatif sulit dijelaskan secara rinci dan pasti. Sebab, pada saat itu masyarakat telah mengetahui sifat umum dari operasi hitung penjumlahan dan perkalian. 

    Pemahaman tersebut akhirnya berkembang dengan mengetahui bahwa pada perhitungan dua bilangan lebih, letak angkanya tidak mempengaruhi hasilnya. 

    Meski diketahui aljabar asosiatif berkembang pada tahun 1830-an, penemu dan waktu tepatnya sifat ini ditemukan tidak dapat diketahui secara pasti hingga sekarang.

    Baca Juga :  Definisi Himpunaan, Cara Menyatakan Jenis, dan Contoh Soalnya

    Rumus Sifat Asosiatif

    Rumus Sifat Asosiatif
    Rumus Sifat Asosiatif | Image source : Freepik

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, asosiatif aljabar cenderung terjadi pada operasi hitung penjumlahan dan perkalian. Berikut penjelasan lengkapnya, yaitu:

    1. Rumus Sifat Asosiatif dalam Penjumlahan

    Penjumlahan asosiatif biasa disebut sebagai sifat tambahan merupakan perubahan yang terjadi pada urutan penambahan angka dan perubahan tersebut tidak mempengaruhi hasil dari penjumlahan.

    Jadi, letak pengelompokan angka pada operasi penjumlahan tidak mempengaruhi hasil akhirnya.

    Pada mulanya, terdapat beberapa keraguan yang muncul dalam penerapan sifat ini. Namun, keberadaannya justru mampu menyederhanakan operasi hitung yang berlangsung. Terutama ketika terdapat operasi hitung kombinasi.

    Rumusnya secara singkat adalah sebagai berikut.

    (a + b) + c = a + (b + c) = d

    2. Rumus Sifat Asosiatif dalam Perkalian

    Operasi hitung perkalian adalah salah satu jenis operasi hitung yang di dalamnya terdapat berbagai macam sifat. Salah satunya adalah sifat asosiatif. 

    Sifat ini dalam perkalian seperti yang telah dijelaskan, tidak mempengaruhi pengelompokan angka pada hasil akhirnya. Meski dalam perkalian terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi. 

    Cara pengoperasiannya sendiri adalah dengan menghitung dua bilangan pertama, jika terdapat tiga bilangan di dalamnya. Secara umum, rumusnya dalam perkalian adalah sebagai berikut.

    (a × b ) × c = a × (b × c)

    4 Contoh Soal dan Pembahasannya

    Berikut 4 contoh soal penggunaan aljabar asosiatif yang dapat Anda pelajari, yaitu:

    1. Soal Pertama

    1 + 2 + 3 =  6

    (1 + 2) + 3  = 

    3 + 3 =  6

    atau

    1 + (2 + 3) = 

    1 + (5) = 6

    2 + 3 + 4 = (2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4) = 10

    4 + 2 + 6 = (4 + 2) + 6 = 4 + (2 + 6) = 12

    5 + 3 + 7 = (5 + 3) + 7 = 5 + (3 + 7) = 15

    6 + 7 + 8 = (6 + 7) + 8 = 6 + (7 + 8) = 21

    2. Soal Kedua

    1 + 2 + 3 + 4 = 10 

    (1 + 2) + (3 + 4) = 

    3 + 7 = 10

    Atau bisa juga: 

    1 + (2 + 3) + 4 = 

    1 + 5 + 4 = 10

    2 + 3 + 4 + 5 = (2 + 3) + (4 + 5) = 14

    3 + 5 + 6 + 4 = (3 + 5) + (6 + 4) = 18

    4 + 6 + 7 + 8 = (4 +  6) +  (7 + 8) = 25

    8 + 9 + 6 + 7 = (8 + 9) + (6 + 7) = 30

    3. Soal Ketiga

    1 x 2 x 3  = 6

    Atau

    (1 x 2) x 3 =

    2 x 3 = 6 

    Atau

    1 x (2 x 3) = 

    1 x 6 = 6 

    2 x 3 x 4 = (2 x 3) x 4 = 2 x (3 x 4) = 24 

    4 x 5 x 3 = (4 x 5) x 3 = 4 x (5 x 3) = 60

    6 x 7 x 2 = (6 x 7) x 2 = 6 x (7 x 2) = 84

    5 x 4 x 6 = (5 x 4) x 6 = 5 x (4 x 6) = 120

    2 x 7 x 8 = (2 x 7) x 8 = 2 x (7 x 8) = 112

    4. Soal Keempat

    1 x 2 x 3 x 4 = 24 

    Atau

    (1 x 2) x (3 x 4) = 

    2  x 12 = 24 

    2 x 3 x 4 x 5 = (2 x 3) x (4 x 5) = 120

    3 x 4 x 2 x 6 = (3 x 4) x (2 x 6) = 144

    5 x 3 x 2 x 5 = (5 x 3) x (2 x 5) = 150

    Baca Juga : Persamaan Garis Lurus: Pengertian, Sifat, Rumus, dan Soal

    Sudah Paham Mengenai Sifat Asosiatif dalam Matematika?

    Demikian pembahasan sifat asosiatif dalam aljabar. Sifat ini hanya berlaku pada operasi hitung penjumlahan dan perkalian . Selain itu, dalam prosesnya keberadaan sifat ini tidak memiliki pengaruh terhadap hasil akhir operasi hitung. Kondisi inilah yang membuat aljabar asosiatif tidak dapat diterapkan dalam operasi hitung lainnya. 

    Sebab, pada operasi hitung pengurangan atau pembagian, apabila terjadi perubahan letak angka dalam pengelompokannya, tentu mengubah hasil dari operasi hitung yang terjadi. Oleh karena itu, Anda tidak perlu menggunakan aljabar asosiatif dalam operasi hitung pengurangan dan pembagian.