Tag: Housekeeping

  • Perbedaan Skipper dan Sleeper Dalam Dunia Perhotelan

    Perbedaan Skipper dan Sleeper Dalam Dunia Perhotelan

    Skipper adalah istilah status kamar yang menunjukkan bahwa tamu telah meninggalkan hotel tanpa membuat pengaturan untuk melunasi billnya.

    Ruangan kamar hotel itu kosong tapi diyakini sudah ditempati.

    Skip adalah istilah yang digunakan untuk menyebut tamu hotel yang meninggalkan kamar tamu, tanpa membayar tagihan yang dikeluarkan untuk biaya kamar dan tambahannya.

    Laporan discrepancy housekeeping menunjukkan bahwa kamar kosong, tetapi status di front office menunjukkan bahwa kamar sedang ditempati.

    Maka kasir atau GSA harus mencari invoice kamar dan kartu registrasi yang aktif.

    Kejadian Skipper ini ada penyebabnya.

    • Accidental – Atau ketidak sengajaan Ini adalah tamu yang lupa membayar, seringkali terjadi pada tagihan ekstra mereka.
    • Oportunis – (Sengaja) Tamu ini check-in dengan tujuan untuk membayar tagihan mereka pada saat keberangkatan, tetapi ketika mereka menyadari bahwa mereka dapat pergi tanpa membayar tagihan mereka atau sebagian dari tagihan.
    • Premeditators – Ini adalah jenis tamu yang sejak awal berniat meninggalkan hotel tanpa membayar.

    Skipper sering datang dengan barang bawaan kecil atau tanpa barang bawaan.

    Bell boy harus waspada dan memberi tahu front office tentang tamu dengan bagasi yang sedikit untuk mengambil uang muka yang diperlukan dari mereka dan pada saat check-out.

    Bagaimana Mencegah Skipper?

    Pastikan Anda selalu meminta tamu untuk mengisi kartu registrasi dengan semua detail pada saat check-in.

    Melakukan checking atau pra-otorisasi kartu kredit tamu termasuk deposit sejumlah tertentu.

    Pada PMS (property management system) aktifkan posting NO pada reservasi untuk menghentikan biaya tambahan dari outlet lain yang akan dibebankan ke kamar tamu.

    Pengertian Sleeper Hotel

    Sleeper hotel adalah istilah status kamar menunjukkan bahwa tamu telah menyelesaikan akunnya dan meninggalkan hotel, tetapi staf kantor depan gagal memperbarui status kamar dengan benar.

    Ruangan itu kosong tapi diyakini sudah ditempati.

    SO atau Sleep-Out adalah istilah status kamar hotel yang menunjukkan bahwa tamu terdaftar di kamar, tetapi tempat tidur belum digunakan.

    Laporan discrepancy housekeeping menunjukkan bahwa kamar kosong, tetapi status kantor depan menunjukkan itu ditempati maka kasir atau GSA harus mencari folio kamar dan kartu registrasi yang aktif.

    Cara Mencegah Sleeper Hotel

    Tampilkan Checkout pada perangkat lunak Front office dan seimbangkan semua bill tamu tanpa gagal setelah checkout tamu.

  • Mengenal Apa itu Bahan Linen, Beserta Keunggulan dan Jenis Jenisnya

    Mengenal Apa itu Bahan Linen, Beserta Keunggulan dan Jenis Jenisnya

    Jika kamu pernah menginap di sebuah hotel, maka kamu sudah pernah merasakan bagaimana nyamannya bedcover dan selimut dengan bahan linen.

    Sekilas memang tidak nampak perbedaan yang berarti jika dibandingkan dengan jenis kain atau tekstil lainnya.

    Namun bahan linen punya keunggulan yang membuatnya menjadi primadona di dalam dunia hospitality dan food & beverage.

    lantas seperti apakah linen? mari kita bahas selengkapnya di artikel berikut ini.

    Apa itu Bahan Linen?

    Bahan linen adalah tekstil yang dibuat dari serat tumbuhan flax (dalam bahasa Indonesia disebut dengan tumbuhan rami).

    Serat rami sebagai bahan linen
    Tumbuhan Rami

    Tekstil yang terbuat dari rami dikenal di negara-negara Barat sebagai linen dan umumnya digunakan untuk sprei, pakaian dalam, dan taplak meja.

    Minyaknya dikenal sebagai minyak biji rami. Selain mengacu pada tanaman, kata “rami” dapat merujuk pada serat tanaman rami yang tidak dipintal.

    Spesies tanaman ini dulunya tidak di budidaya, tetapi tumbuh bebas di alam liar.

    Seiring dengan pengetahuan dan penggunaan, mulai banyak yang menyukai kain dengan serat rami.

    Sehingga budidaya tumbuhan rami sudah menyebar ke seluruh dunia. Tidak terbatas di Eropa saja.

    Tumbuhan rami ini dikeringkan dalam waktu yang lama, agar didapatkan serat rami yang siap dipintal dengan kualitas terbaik.

    Keunggulan Bahan Linen

    Ada banyak keunggulan kain linen yang membuat ia sangat disukai oleh semua kalangan. Berikut ini adalah kelebihan yang perlu kamu kenali di kain linen.

    1. Sangat Kuat

    Keunggulan bahan linen

    Menurut Magic linen, Bahan linen diketahui sebagai serat pakaian paling kuat di dunia. Bahkan jauh lebih kuat dibanding dengan serat kapas.

    Karena itulah kain linen dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.

    Tidak hanya itu, pola, dan tekstur linen tidak menghilang ketika dicuci. Bahkan kain akan semakin lembut seiring berjalannya waktu.

    itulah alasan mengapa banyak industri hospitality dan food & beverage memilih linen sebagai kain andalan untuk menghiasi berbagai asset mereka.

    Seperti:

    • Sprei Hotel berbahan linen
    • Taplak Meja
    • Napkin (Serbet)
    • Seat Cover (Penutup kursi)

    Dalam indsutri busana, Bahan linen juga merupakan primadona layaknya cotton. Karena dapat mempertahan tekstur dan tetap awet meski sering dicuci.

    2. Daya Serap Tinggi

    bagi kamu yang tinggal di daearah tropis, memakai linen bukanlah sebuah pantangan. Daya serapnya yang tinggi seperti katun, akan membuatmu tetap nyaman ketika beraktifita diluar ruangan.

    3. Perawatan yang Mudah

    Merawat kain linen tidak sesulit yang dibayangkan. Kamu bisa mencucinya dengan mesin cuci, baik dengan air dingin maupun air panas.

    Tidak hanya itu, pemakaian detergen dan pemutih juga tidak menjadi pantangan. Kamu bisa menggunakannya sesuai dengan warna. Pemutih untuk linen berwarna putih, dan detergen untuk mencuci linen berwarna.

    Proses pengeringan kain juga tidak perlu perlakuan spesial, cukup di gantung layaknya menjemur pakaian pada umumnya.

    4. Cocok dengan berbagai jenis Kulit

    Pernah mendengar seseorang alergi dengan kain yang ia pakai? Kalau iya, maka ia tidak memakai linen.

    Linen dikenal sebagai hypoallergenic. Artinya kain ini cocok digunakan oleh orang yang punya alergi pada kain tertentu sekalipun.

    5. Nyaman di Gunakan

    Jika kain woll hanya cocok digunakan untuk daerah beriklim sub tropis, dan kain katun cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia, maka Bahan linen cocok untuk keduanya. Entah itu cuaca dingin maupun cuaca tropis, linen cocok untuk keduanya.

    Kain Linen juga dikenal ringan, sehingga sangat nyaman ketika digunakan.

    Jenis Jenis Linen dan Fungsinya

    Setiap kain dengan serat linen tentu memiliki jenis dan fungsinya masing-masing. Punya tempat dan peruntukan. Penasaran dengan apa saja fungsinya? mari kita lanjut ke poin di bawah ini.

    1. Cloth Linen

    Blazer dengan bahan Linen
    Blazer dengan bahan Linen

    Dalam dunia tekstil, kain linen dimanfaatkan sebagai bahan membuat pakaian. Tidak hanya pakaian, saat ini linen sudah merambah ke jilbab.

    hal ini dikarenakan, serat linen memang cocok untuk segala cuaca dan kelembutannya saat sering di cuci.

    2. Food & Beverage Linen

    Serbet
    Serbet

    Dalam Industri restoran (makanan dan minuman) linen adalah primadona diantara bahan-bahan kain lainnnya.

    Faktor kekuatan dan kelembutan menjadi kuncinya. Bahan linen yang tidak rusak saat sering di cuci, dan perawatannya yang mudah sangat cocok untuk industri food and beverage. 

    Restoran yang menyediakan fine dining sudah tidak asing dengan linen.

    Contoh aplikasi linen di industri F&B

    • Tablecloth – taplak meja
    • Alas Piring – Plate mat
    • Napkin – Serbet
    • Dish cover

    3. Linen Hotel

    Kasur dengan sprei linen

    Sebuah hotel tentu menjual jasa pelayanan dan kenyamanan. Pelayanan didapat dari managemen hotel, dan kenyamanan didapat dari berbagai akomodasinya. Salah satu akomodasi ayng berperan penting dalam kenyamanan di hotel adalah tempat tidur.

    Hampir semua hotel memanfaatkan linen sebagai spreinya. Seperti yang kita tahu, bahan linen yang kuat, sejuk, dan lembut menjadikan ia sebagai pilihan tepat. Pihak hotel todak perlu memikirkan penggantian sprei, karena bahan linen tidak rusak meski sering di cuci.

    Contoh aplikasi bahan linen di hotel:

    • Sprei
    • Selimut
    • Keset
    • Handuk
    • Sarung bantal, dan masih banyak lagi.

    Demikianlah artikel mengenai bahan linen, beserta keunggulan,jenis, dan pengaplikasiannya. Saat ini penerapan bahan linen sudah merambah ke berbagai segmen pasar. Mulai untuk pakaian, restoran, dan duni perhotelan.

  • 45 Status Kamar Hotel yang Paling Banyak Digunakan Lengkap dengan Keterangannya

    45 Status Kamar Hotel yang Paling Banyak Digunakan Lengkap dengan Keterangannya

    Status Kamar Hotel -Banyak orang bilang, kerja di hotel itu enak ya? Pakai jas, dasi, handle orang-orang penting dan dapat komisi berupa service charge yang tinggi.

    Memang mindset seperti itu masih melekat di pikiran masyarakat umum. Padahal ketika terjun langsung di dunia perhotelan, tidak seindah bayangan tersebut. 

    Sama halnya bekerja di industri lain, ada banyak hal yang harus kita pelajari dan pahami sebelum terjun ke lapangan.

    Mulai dari sistem, budaya kerja,dan khususnya di hotel yang paling penting untuk kita tahu di awal adalah kode status kamar yang ada di hotel.

    Ini sangat penting karena status kamar ini akan berkaitan dengan tindakan apa yang akan di lakukan terhadap kamar tersebut.

    Kode Status Kamar Hotel

    Status kamar hotel adalah tanda yang dibuat oleh room attendant untuk menggambarkan keadaan kamar hotel yang sedang terjadi saat itu.

    dan digunakan untuk memudahkan team operasional untuk mengidentifikasi tindakan apa yang harus diterapkan untuk kamar tersebut.

    Status kamar ini akan muncul di property management system (PMS) dan bisa dilihat oleh semua team di hotel tersebut.

    Berikut ini adalah beberapa status kamar yang umum kita temui ketika kita bertugas di hotel. Untuk kamu yang baru mempelajari tentang perhotelan, bisa catat ini ya:

    Status Kamar Hotel:

    1. VC = Vacant Clean

    Kamar dalam keadaan kosong dan sudah bersih

    2. VD = Vacant Dirty

    Kamar dalam keadaan kosong tapi masih dalam keadaan kotor

    3. Status kamar VR = Vacant Ready

    Kamar sudah bersih dan siap untuk di jual

    4. OC = Occupied Clean

    Kamar sudah terisi tamu dan sudah dibersihkan oleh room attendantd

    5. OD = Occupied Dirty

    Kamar sudah terisi tamu tapi team room attendant belum membersihkannya

    6. DND = Do Not Disturb / DD = Don’t Disturb

    Tamu dalam kamar tersebut tidak ingin di ganggu. Kode status hotel ini ada juga yang menggunakannya DD saja.

    Baca Juga: Prosedur Penangan Kamar DND

    7. OOS = Out of Service

    Kamar dalam perbaikan

    8. OOO = Out of Order

    Kamar dalam perbaikan dan biasanya berlangsung lama. Kerusakan mungkin terjadi cukup serius untuk kamar ini dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dalam kondisi OO biasanya akan mengurangi availability

    9. EA = Expected Arrival

    List nama-nama tamu yang akan check in dan sudah berisi nomor kamar

    10. ED = Expected Departure

    List nama-nama tamu yang akan check out di hari tersebut.

    Wajib save: 1000 Istilah Perhotelan dan Pariwisata Paling Lengkap [Kamus]

    11. C/I = Check in

    Tamu yang sudah tiba di hotel dan melengkapi semua administrasi sebelum masuk kamar

    12. C/O = Check Out

    Tamu yang sudah melunasi semua pembayaran dan sudah meninggalkan hotel

    13. DU = Day Use

    Istilah untuk tamu yang check in di satu kamar tapi akan check out di hari itu juga sebelum night audit di jalankan

    14. SO = Sleep out

    Tamu yang sudah memesan kamar tapi tidak tidur di kamar tersebut (tamu tidak tidur di hotel).

    15. COMP = Compliment

    Tamu yang stay tapi tidak dikenakan biaya kamar (Free). Ini biasanya tamu-tamu dari media untuk kebutuhan marketing, tamu dari owner hotel atau keluarga owner.

    16. WIG = Walk in guest

    Kamar yang ditempati oleh tamu yang langsung datang ke hotel dan booking di hari itu juga. Dengan kata lain tanpa melakukan reservasi di awal.

    17. VIP = Very Important Person

    Artinya dalam kamar ini di isi oleh seseorang yang cukup penting atau fublic figure. Contohnya Pejabat, Artis, dan lain-lain.

    Dibutuhkan pelayanan yang special juga untuk handle tamu yang ada di kamar dengan sign VIP.

    18. HU = House Use

    Istilah ini digunakan ketika status kamar yang ditempati oleh staf atau pegawai hotel. Bisa juga berarti : kode/status kamar hotel yang ditempati oleh general manager hotel.

    19. Stay Over

    Tamu telah memutuskan untuk tidak jadi Check out, dan akan stay paling tidak satu malam.

    20. Cleaning in Progress

    Room Attendant sedang dalam proses pembersihan kamar.

    21. SO = Sleep Out

    Status kamar hotel selanjutnya adalah Sleep Out. Artinya tamu hotel yang sudah memesan kamar dan menyelesaikan administrasi namun tidak tidur di kamarnya.

    22. OQ = On Queue

    Tamu telah tiba di hotel, tetapi kamar yang disediakan belum siap. Dalam kasus seperti itu, kamar ditempatkan pada status Antrian agar staf tata graha memprioritaskan kamar tersebut terlebih dahulu.

    23. Skip = Skipper

    Tamu telah meninggalkan hotel tanpa membuat pengaturan untuk melunasi akunnya.

    24. LO = Lock Out

    Kamar telah dikunci sehingga tamu tidak dapat masuk kembali sampai dia dibersihkan oleh petugas hotel.

    25. DNCO = Did not Check Out

    Tamu membuat pengaturan untuk melunasi tagihannya (dan dengan demikian bukan termasuk skipper), tetapi ia justru telah pergi tanpa memberi tahu Front Office.

    26. DO = Due Out

    Kamar diharapkan menjadi kosong setelah tamu berikut check-out.

    27. LCo = Late Checkout

    Tamu telah meminta dan diizinkan untuk check-out lebih lambat dari waktu keluar normal/standar hotel.

    28. EC = Early Checkin

    Tamu telah meminta untuk Check-in Awal dan diizinkan untuk check-in lebih awal dari waktu check-in normal/standar hotel.

    29. V/C or O/V = Status Unclear

    (Baik ruangan kosong dan bersih atau dihuni atau kosong) perlu diverifikasi oleh staf Housekeeping.

    30. VCI = Vacant, Cleaned and Inspected

    Kamar Kosong, Dibersihkan dan Diperiksa oleh Housekeeping Supervisor.

    31. H/L = Heavy Luggage

    Tamu membawa barang bawaan yang lebih berat dari kondisi normal.

    32. L/L = Light Luggage

    Tamu dengan bawang bawaan yang sangat ringan.

    33. N/L = No Luggage

    Tamu datang dengan tanpa membawa barang bawaan.

    34. DL = Double Lock

    Tamu telah meletakkan kunci ganda di kamar.

    35. CL = Chain Lock

    Tamu memasang kunci rantai di kamar hotel.

    36. NCI = Newly Checked In

    Kamar sudah di periksa dalam waktu 1-2 jam terakhir.

    37. NS = No Show

    Tamu yang melakukan reservasi kamar tetapi tidak melakukan registrasi atau Check-in.

    38. SR = Service Refused

    Istilah ini digunakan jika room attendant hendak membersihkan kamar, namun tamu menolak untuk dibersihkan kamarnya.

    39. V = Vacant

    Istilah ini menunjukkan status kamar sedang dalam keadaan kosong

    40. MUR = Make-Up Room

    Melakukan pekerjaan pembersihan kamar tamu setelah tamu chek-out maka dibersihkan kembali agar tamu yang baru datang untuk menginap lagi bisa beristirahat dengan tenang, nyaman dan aman.

    41. PMR = Please Make up Room

    Artinya, tamu meminta kamarnya dibersihkan

    42. ONL = Occupeid no Luggage

    Istilah atau status kamar hotel yang satu ini artinya seorang tamu yang masih teregister pada suatu kamar tanpa suatu barang apapun di dalamnya.

    43. OOO = Out of Order

    Beberapa kamar hotel masih dalam proses maintenance yang menyebabkan berkurangnya Room Availabilty.

    44. DL = Double Lock

    Tamu hotel meminta tambahan pengaman dobel, agar lebih aman.

    45. O = Occupied

    Status kamar hotel yang menunjukkan kamar ditempati oleh tamu yang sah dan telah teregister.

    Itulah beberapa jenis sitilah dan kode status kamar hotel atau hotel room status yang secara umum sering digunakan dalam sebuah hotel.

    Tentunya dengan tau istilah-istilah tersebut pihak housekeeping dan juga front office akan lebih gampang untuk bekerja sama dan berkomunikasi dengan efektif.

  • Engineering Hotel: Saving Energy Management Program

    Engineering Hotel: Saving Energy Management Program

    Engineering hotel adalah salah satu departemen paling vital keberadaanya di sebuah properti. Terlepas dari apapun tipe propertinya, baik itu villa, resort atau hotel.

    Bagaimana tidak? Semua yang berkaitan dengan dengan alat, mesin, instalasi air,gas maupun listrik yang ada di hotel itu menjadi ranahnya departement engineering hotel.

    Bisa dibayangkan ketika occupancy sedang penuh, dan malam-malam listrik di hotel padam?

    Siapa yang paling pertama di cari?

    Selain pemeliharaan, engineering hotel khususnya Director of Engineering ataupun Chief Engineering mempunyai tugas untuk menjaga dan meminimalisir sekecil mungkin energy cost yang dikeluarkan masing-masing items. Ini tujuannya untuk menekan fixed cost setiap bulannya.

    Baca Juga: Tugas Chef yang Sesungguhnya dan Mitos Keliru Soal Chef

    Nah untuk menekan inilah biasanya engineering hotel menyusun Saving Energy Program di tiap properti.

    Saving Energy Management Program

    Tujuan dari program ini adalah seperti yang di uraikan di atas adalah untuk mengontrol dan mengelola penggunaan energy di semua property hotel secara tepat, effective dan efficient. Berikut bagian-bagiannya :

    1. Membangun Komitment Management Terhadap Saving Energy Program

    Langkah awal yang sangat penting bagi pimpinan manajemen sebuah hotel dan engineering hotel adalah dengan berkomitmen dalam upaya penghematan energi jangka panjang dan berkelanjutan.

    Ini diwujudkan melalui: penyusunan kebijakan energy, pengalokasian sumber daya (team management energy), serta pro aktif mengkomunikasikan dan mensosialisasikan pentingnya upaya penghematan energi ke semua jajaran di organisasi.

    2. Menyusun Kebijakan (Pemakaian dan Pengelolaan) Energy

    Kebijakan dalam pemakaian dan pengelolaan energy merupakan dokumen singkat yang disusun oleh pimpinan hotel yang berisikan paling tidak tentang:

    • Komitmen akan perbaikan kinerja energy yang berkelanjutan
    • Komitmen untuk mengikuti segala peraturan yang berlaku sehubungan dengan penggunaan dan penghematan energy
    • Berupaya untuk melakukan pemilihan atau pembelian terhadap produk, desain atau layanan yang hemat energy
    • Kebijakan energy juga dapat berisikan target penghematan energy yang ingin dicapai apabila sudah dapat mengetahui potensi penghematannya

    3. Membentuk Team Management Program

    Team management Energy dapat terdiri dari perwakilan pihak management, diketuai oleh seorang manager energy dan dibantu dengan anggota team sejumlah 5 -10 orang yang terdiri dari HOD, SPV dan Staff.

    Jumlah Team Manajemen Energy sangat tergantung dari kompleksitas sistem yang ada di hotel itu sendiri. Pada praktek umumnya, peran seorang Manager Energy dipegang oleh seorang DOE/ Chief Engineering, namun di Hotel peran tersebut akan dipegang oleh RM masing-masing property, dari pihak engineering hotel, DOE dan CE akan berperan sebagai Auditor untuk kemudian melaporkan hasil saving energy kepada Managing Director dalam hal ini (Owner Hotel)

    Kebijakan dalam pemakaian dan pengelolaan energy merupakan dokumen singkat yang disusun oleh pimpinan hotel (RM) yang berisikan paling tidak tentang Anggota Team Manajemen Energy dapat disesuaikan dengan kapasitas/kompleksitas Bangunan Hotel dan berasal dari beberapa perwakilan divisi/department yang ada.

    Misalnya dari Bagian Teknis/Engineering Hotel , Bagian Finansial/Accounting, Bagian Umum/komunikasi, front-line staff, dll. Hal ini menjadi upaya memberikan ruang kontribusi bagi staf di semua bagian untuk memastikan penghematan yang lebih besar dapat dicapai.

    Tugas utama dari team management energy adalah sebagai penanggung jawab penggunaan dan pengelolaan energy yang tepat, effective dan efficient di hotel. Keberadaan team ini dapat membantu mendorong dan meningkatkan motivasi pelaksanaan penghematan energy di semua departemen yang terlibat.

    Saving energy managemen program

    4. Perencanaan Penghematan Energy

    Dalam melakukan perencanaan usaha penghematan energi dapat dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan sebagai berikut:

    • Review Penggunaan Energi : Dari pihak engineering hotel dalam hal ini DOE dan CE akan mereview penggunaan energy secara keseluruhan di masing-masing property guna mendapatkan data yang real dari consumption energy setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan bahkan setiap tahunnya.
    • Audit Energi : DOE dan CE dibantu Eng Scretary akan memonitoring Consumption Energy setiap Minggunya di semua property melalui data pencatatan KWH setiap harinya yang sudah dilakukan oleh engineering team di masing-masing property.
    • Pemilihan Prioritas dan Rencana Aksi : DOE dan CE akan membuat breakdown list nama- nama equipment secara detail termasuk waktu pengoprasiannya yang nanti akan dilampirkan secara detail pada point no 5 yaitu (Implementasi penghematan energy).

    5. Implementasi Penghematan Energy

    Berikut data dan ketetuan pengoprasian equiptment yang akan kita jadikan pedoman dalam melaksanakan Saving energy.

    engineering hotel
    engineering hotel

    Note: untuk menjaga performa mesin tetap aman kita running pada pagi hari pada saat tarif PLN LWBP ( Luar Waktu Beban Puncak) untuk diketahui tariff WBP (Waktu Beban Puncak) terjadi pada jam 18.00 –22.00 jadi usahakan pada jam tersebut penggunaan semua mesin kita minimalis karena saat WBP tariff PLN akan menjadi 2x lipat dari tarif normal.

    6. Monitoring dan penghitungan hasil penghematan energy

    DOE dan CE dari sisi engineering hotel akan melakukan monitoring dan memastikan bahwa program Saving Energy ini berjalan dengan baik dan effective, sebagai tolak ukur dan pedoman tercapainya target dari program saving energy yang sudah dilakukan.

    Maka DOE dan CE harus melakukan analisa perbandingan Consumption energy pada setiap akhir bulan, dan akan diteruskan serta dilaporkan kepada Managing Director dalam hal ini (Owner Hotel).

    7. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

    Disetiap awal bulan, Management akan mengevaluasi hasil dari program saving energy yang sudah berjalan pada bulan sebelumnya.

    Bilamana ditemukan hal yang berpotensi untuk melakukan peningkatan serta pengembangan program Saving energy, maka management akan melakukan perbaikan berkelanjutan.

    Program ini akan disusun dan dibahas secara bersama dan mendapatkan approval dari Managing Director dalam hal ini (Owner Hotel).

    Referensi: Pandhu Wijaya – Director of Engineering

  • Kenali Apa Itu Glass Cleaning? SOP, dan Peralatan yang Digunakan

    Kenali Apa Itu Glass Cleaning? SOP, dan Peralatan yang Digunakan

    Siapa yang menyangka jika membersihkan kaca di sebuah bangunan memerlukan teknik dan pengetahuan khusus. Bahkan ada SOP yang wajib dipatuhi agar proses pembersihan kaca (Glass Cleaning) menjadi lebih mudah dan maksimal hasilnya.

    Kaca menjadi benda modern di mana hampir seluruh industri hospitality dan perkantoran menggunakannya.

    Kaca atau glass sebenarnya memiliki peran sangat penting dalam kontruksi bangunan yakni membuat cahaya alami masuk ke gedung, juga menjadi salah satu media estetika gedung itu sendiri.

    Cahaya menjadi hal penting dalam gedung karena dapat menjadi salah satu sumber cahaya yang dapat menghemat energy.

    Apa Itu Glass Cleaning?

    Apa Itu Glass Cleaning?

    Pengertian Glass Cleaning adalah pekerjaan membersihkan permukaan kaca sebuah gedung agar bersih dari debu, bekas tangan, percikan air hujan, dan kotoran lainnya.

    Pekerjaan Glass cleaning meliputi pembersihan kaca pintu, kaca cermin, dinding kaca, dan masih banyak lainnya.

    Tujuan Glass Cleaning adalah membersihkan permukaan kaca dari kotoran dan noda agar kaca menjadi bersih dan mengkilap.

    Seperti diketahui, bahwa hampir semua bangunan mulai dari rumah, gedung perkantoran, hingga hotel memanfaatkan kaca sebagai dindingnya.

    Oleh karena itu, pekerjaan pembersihan kaca dibutuhkan SOP, guna mendapatkan hasil yang maksimal dan minim terjadi kecelakaan ketika membersihkan kaca di bagian luar gedung yang tinggi.

    Peralatan Glass Cleaning

    Tahukah kamu, membersihkan kaca membutuhkan peralatan yang yang sedikit berbeda dengan bagian-bagian lain.

    Agar tidak salah, berikut adalah daftar peralatan yang digunakan untuk Glass Cleaning:

    1. Window washer
    2. Window squeegee
    3. Backet / ember
    4. Dry cloth / lap kering
    5. Floor cloth / lap lantai
    6. Kanebo
    7. Warning sign
    8. Glass scrapper / kape kaca
    9. Telescopic pole / perpanjangan gagang
    10. Chemical (Glass Cleaner)

    Cara Pengerjaan Glass Cleaning / SOP Glass Cleaning

    Dalam proses pengerjaan pembersihan kaca, terdapat langkah-langkah yang perlu diikuti supaya proses pengerjaan lebih mudah, aman, dan hasilnya sesuai yang diharapkan.

    1. Siapkan peralatan yang akan digunakan
    2. Cek area dan maretial yang akan dibersihkan
    3. Periksa peralatan yang sesuai dengan lebar dan ketinggian kaca
    4. Siapkan peralatan K3 yang akan digunakan jika berurusan dengan ketinggian.
    5. Letakkan warning sign ditempat yang tepat dan terlihat
    6. Siapkan chemical glass cleaner kedalam ember khusu chemical, larutkan dengan air sesuai dengan kebutuhan
    7. Kemudian letakkan floor cloth dibawah kaca yang akan dibersihkan
    8. Lanjut dengan bersihkan noda yang sulit dihilangkan dengan kape kaca
    9. Basahkan window washer kadalam chemical, lalu pera air yang berlebih
    10. Lalu basahi dan gosok permukaan kaca secara merata dari atas kebewah
    11. Ada tiga cara untuk menghapus chemical pada kaca
      1. Membentuk angka satu untuk kaca yang tinggi dan sempit
      2. Membentuk pola angka tujuh untuk kaca yang tingginya terjangkau tetapi lebarnya tidak terjangkau, dan
      3. Pola angka delapan untuk kaca tinggi dan lebarnya terjangkau
    12. Setelah membersihkan chemical, periksa kembali kaca yang sudah dibersihkan, apakah sudah benar-benar bersih dan mengkilap
    13. Keringkan sudut-sudut bingkai kaca dengan cleaning cloth
    14. Langkah terakhir yaitu bersihkan tetesan air dilantai menggunakan lap

    Hal yang Harus Dihindari Ketika melakukan Glass Cleaning:

    1. Hindari penggunaan bubuk, pasta, atau pembersih yang dapat mengakibatkan goresan pada permukaan kaca
    2. Sebaiknya jangan membersihkan kaca pada saat matahari tepat bersinar ke kaca, karena chemical cleaner akan kering seketika dan tidak bereaksi dengan baik

    Setelah Selesai Pengerjaan:

    1. Lakukan pemerikasaan ulang pada permukaan kaca telah selesai dikerjakan
    2. Lepaskan kain window washer, kemudian cuci dengan air bersih dan keringkan
    3. Bersihkan peralatan yang sudah dikeluarkan
    4. Mengambil warning sign, dan mengembalikan peralatan ke gudang penyimpanan.

    Penutup

    Kamu sudah mengetahui apa itu Glass Cleaning, SOP, teknik dasar tentang pengerjaan glass cleaning. Pekerjaan ini memang terkesan mudah, namun berbeda cerita ketika yang dihadapi adalah kaca gedung yang cukup tinggi.

    Namun dengan dasar tersebut, kamu bisa mencoba melamar kerja atau menggunakan keterampilan ini ke bagian housekeeping hotel, kontraktor cleaning, dan perusahaan cleaning service.