Tag: Housekeeping

  • Richard Silaban General Manager Azana Hotel & Resort, Dulunya Seorang Daily Worker Banquet

    Richard Silaban General Manager Azana Hotel & Resort, Dulunya Seorang Daily Worker Banquet

    Dulu ia hanya seorang Daily Worker Banquet di sebuah hotel, yang mana pekerjaannya adalah menyiapkan dan menset up ruangan, piring, gelas, sendok serta peralatan event yang akan di adakan dihotel.

    Hal ini kerap ia lakukan sambil tetap menjalankan pendidikan kuliahnya di Perguruan Tinggi Pariwisata Sahid Jakarta Selatan. Karena rasa ingin tahunya tentang perhotelan serta belum adanya ijazah kelulusan, maka profesi banquet ia jalani mulai tahun 2005 sampai 2006.

    Setelah lulus kuliah tahun 2008 dan mempunyai ijazah, profesi baru mulai ia geluti yakni sebagai Sales Marketing Eksekutif, hampir dua tahun menjalani profesi ini kemudian ia naik jabatan menjadi banquet Sales Manager yang dijalani kurang lebih hampir dua tahun.

    Kegigihan serta keuletannya membuat karirnya terus meningkat, pasalnya selang berapa lama kemudian ia dipromosikan menjadi Sales Marketing Manager selama hampir dua tahun lebih.

    Baca Juga: Suwamana Wahyu Putra: Lulusan SMA Yang Kini Menjadi Chief Operating Officer

    Tidak berhenti disitu saja pada tahun 2017 ia kembali diangkat menjadi Asisten Director Of Sales and Marketing selama satu tahun, terus semangat bekerja dengan kegigihannya pria kelahiran Jakarta 25 September 1984 ini kembali naik jabatan lagi kini menjadi Director Of Sales and Marketing.

    Sempat berpindah pekerjaan, kini ia menempati posisi General Manager di Azana Hotel and Resort.

    “Kalau bicara cita-cita sebetulnya saya ingin menjadi pengacara karena basic saya memang senang ngomong, senang debat khususnya debat dalam hal-hal yang positif ya, tapi karena mendengar masukan dari keluarga khususnya orang tua yang mengatakan bahwa bisnis perhotelan atau pariwisata ini akan terus berkembang,akhirnya saya memilih untuk mengambil pendidikan pariwisata dan ternyata memang terbukti dengan apa yang saya raih saat ini, ”

    Ujar Richard kepada hotelier.id disela-sela wawancara eksklusifnya 15/01/2022 di Azana Hotel and Resort Jakarta.

    Pria yang mempunyai hobi olahraga futsal ini memiliki berbagai pengalaman sebagai hotelier yang dapat diandalkan.

    Dengan pengalaman di industri perhotelan yang tidak perlu dipertanyakan lagi, Richard telah membuktikan dirinya sebagai seorang hotelier yang berkualitas selama 14 tahun (2005 -2019), hingga akhirnya ia beberapa kali mendapatkan promosi jabatan.

    Richard Saliban juga berprinsip, dalam menjalankan pekerjaan khususnya dibidang perhotelan yang terkait dengan layanan dan jasa semua harus dilakukan dengan tulus dari hati bukan karena terpaksa dan dilakukan secara profesional.

    ”Jadi apa pun yang kita rasakan diluar pekerjaan itu harus bisa kita kesampingkan pada saat kita melayani tamu, karena itu memang telah menjadi tolak ukur seorang hotelier memberikan pelayanan yang maksimal, excellent serta tulus dari hati, ”

    Terang Richard.

    “Akan menjadi kepuasan tersendiri bagi saya jika tamu di hotel saya bisa merasakan kepuasan dalam segala hal, kemudian pencapaian revenue atau target dari hotel itu tercapai,kuncinya adalah kita wajib memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap tamu, sehingga tamu tersebut interest untuk kembali ke hotel kita bahkan mau memberikan referensi kepada kolega lainnya. ”

    Tambah Richard lagi.

    Dalam menyikapi persaingan bisnis sekarang ini khususnya diera digital Richard mengatakan, bagaimanapun kita nggak bisa tutup mata dengan keadaan sekarang dimana persaingan semakin ketat baik itu dengan hotel yang berkonsep sama atau dengan aplikasi digital.

    “Caranya adalah kita tetap memberikan satu pelayanan yang baik kemudian konsisten dengan apa yang sudah kita berikan, dari fasilitas sampai SDM yang harus betul – betul dijaga agar tidak ada up and down nya dalam memberikan pelayanan, ”

    Papar Richard.

    Sementara kalau dengan aplikasi digital kita melawannya dengan cara added value dengan memberikan benefit misalkan dengan include laundry, dinner bahkan penjemputan bandara hotel dan hotel bandara, pasalnya semua itu tidak mungkin dilakukan oleh aplikasi digital, mereka hanya bisa menjual kamar dan sarapan saja.

    Untuk mencapai itu semua pastinya diperlukan dengan tim yang solid.

    ”Maka dari itu saya sangat menekankan disiplin yang tinggi kepada seluruh tim saya, juga harus mengetahui jobdesknya dan harus kuat mental karena bicara target, yang tak kalah penting ialah mau belajar, maka dari itu saya memberikan banyak training kepada tim saya supaya mereka memiliki pengetahuan, memiliki rasa tanggung jawab terhadap perusahaan dan mempunyai perilaku sesuai dengan pekerjaannya, ”

    Sambung Richard lagi.

    Di akhir wawancaranya pria yang sudah memiliki satu putera ini dan kerap menghabiskan waktu senggangnya pergi kulineran bersama sang anak, serta bermain futsal bersama teman-temannya untuk sekedar menyalurkan hoby mengatakan.

    ”Saat ini saya sudah merasa cukup enjoy di perhotelan, mungkin cita-cita awal saya menjadi pengacara dulu bisa saya terapkan di hotel dengan cara saya memberikan pendapat serta masukan yang baik yang pastinya sejalan dengan perhotelan, tapi kalau untuk putar haluan kembali ke cita-cita awal kayanya sudah tidak mungkin lagi, ”

    Tutup Richard.sambil berseloroh.
  • Cara Mengatasi Tungau (Bed Bugs) di Kamar Hotel

    Cara Mengatasi Tungau (Bed Bugs) di Kamar Hotel

    Cara Mengatasi Tungau (Bed Bugs) – Sebagai seorang housekeeping tentunya salah satu masalah yang sering di hadapi di hotel adalah ketika tamu komplin karena badannya merah-merah, gatel nggak tau kenapa.

    Tapi setelah dicek ternyata ada tungau atau bed bugs di kasur yang ditempatinya.

    Ini adalah sebuah keadaan yang sering banget terjadi di sebuah hotel. Padahal sebelum check in sudah di cek beberapa kali tidak ada masalah tapi hewan kecil ini tetap muncul juga saat tamu sudah in house.

    Apa itu Tungau / bed bugs ini?

    Jadi menurut wikipedia, tungau ini adalah serangga berjenis cimcidae yang suka numpang hidup di rumah manusia terutama di kasur.

    Disebut juga kutu busuk, biasa tinggal dan bertelur di lipatan tempat tidur atau bantal dan tempat-tempat tersembunyi lainnya.

    Tungau bisa menggigit tanpa disadari korbannya, namun gigitan kutu busuk akan terasa di pagi hari dan biasanya ia akan agresif pada malam hari. ia akan menimbulkan bekas gigitannya yang berupa bentol dan terasa gatal serta panas pada korbannya.

    Tungau juga suka dengan tempat yang gelap. Serangga parasit ini bisa menimbulkan penyakit ruam-ruam, efek psikologis, dan gejala alergi.

    Hewan ini beraroma tidak sedap dan sangat menyengat di hidung. Satu bed bugs betina biasanya menghasilkan 300-400 telur dalam hidupnya.

    Tungau adalah binatang yang hidup atau beraktivitas pada malam hari, mulai dari kecil sampai besar dia sudah bisa mengkonsumsi darah. Terutama darah manusia. Tungau bisa hidup tanpa makan 80 sampai 140 hari dan setelah dapat makan dia bisa langsung membesar 7 kali.

    Kondisi ini sering menyebabkan kita kesusahan untuk mencari nya pada siang hari dan tentunya setelah dia mendapatkan darah/makanan dia akan sembunyi.

    Artinya, saat tamu kena gigitan dan komplain ke lobby saat pagi atau siang hari biasanya bagian Housekeeping dan pest control ya acting aja sebenarnya ke kamar karena ga akan ketemu.

    Karena mereka hidup nya malam kalaupun ketemu artinya di kamar tersebut sudah banyak ada bed bugs nya.

    Dimana biasanya kita temukan sarang tungau ( bed bugs ) ini?

    Penting nih buat kamu anak-anak housekeeping untuk cek spot-spot ini kalau ada komplin tamu yang mengarah ke tungau. Ini dia area yang wajib di check :

    • Bed Frames
    • Jahitan kasur
    • Skirting boards
    • Karpet
    • Wallppaper

    Penyebab Munculnya Tungau

    Bed bugs bukan datang dari negara mana atau orang mana. Siapa saja bisa membawa bed bugs ke dalam hotel terutama : Barang tamu, biasanya back packer sering menginap di hotel yang kurang bersih atau lembab, tas tamu yang naik kereta karena tempat peletakan barangnya sering kurang bersih.

    Baju atau barang bawaan tamu: karena travelling ke gunung atau menginap di suatu tempat yang kurang bersih dan baju atau pakaiannya belum di laundry jadi ini bisa mengakibatkan tempat yg nyaman buat si bed bugs.

    Bahkan vacuum bisa jadi alat penyebaran jika vacuum tersebut sudah di gunakan di kamar yg terkena bed bugs.

    Akan tetapi tidak dibersihkan dan hanya diletakkan saja sehabis kerja oleh anak Housekeeping di store. Nah malamnya dia bisa keluar ke linen atau kamar dekat dengan store kita.

    Penanganan kamar yang terkena tungau

    Langkah pertama OOO kan kamar yg terkena bed bugs bersamaan dengan kamar kiri dan kanan serta depannya. Bila di perlukan semua kamar yg satu koridor, jika di perlukan. Setelah itu panggil segera pest control dan jangan menyentuh apapun dikamar sampai mereka datang. Tentunya pindahkan tamu ke kamar yang lain.

    Ada 3 treatment atau cara mengatasi tungau yang biasanya di lakukan :

    Cara mengatasi tungau (bed bugs)
    source: freepik.com

    1. Initial Treatment

    • Pest control akan mengecek kamar yang terindikasi dan kamar lain yang berdekatan
    • Penyemprotan insektisida penuh di area kamar
    • Pindahkan sementara kasur dan furniture setelah itu
    • Biasanya kamar akan dikosongkan selama 5 hari

    2. Follow Up Setelah 5 hari

    • Pest control akan mengecek sekali lagi kamar yang terindikasi yang sudah di treatment
    • Ketika kamar sudah di asumsikan sudah bersih, selanjutnya bersihkan kembali area kamar dan buang vacuum bag. Serta perbaiki retakan dan wallpaper yang rusak
    • Siapkan kamar untuk bisa dijual kembali

    3. Satu Bulan Setelahnya

    • Berikutnya sebulan setelah kamar tersebut di treatment, pest control akan melakukan pengecekan sekali lagi terhadap kamar tersebut dan kamar disekitarnya.
    • Jika semua sudah ok dan tidak ada indikasi tungau lagi berarti penanganannya berhasil

    Itulah 3 prosedur atau cara mengatasi tungau (bed bugs) yang biasanya di terapkan oleh hotel pada umumnya. Semoga bermanfaat !

    Baca Juga: Prosedur Penanganan Kamar DND (Do Not Disturb)

  • Lost and Found dan Bagaimana Prosedur Penanganannya

    Lost and Found dan Bagaimana Prosedur Penanganannya

    Lost and found adalah sebuah kondisi dimana ditemukannya barang-barang bawaan tamu dikamar ataupun di area hotel yang lain. Lost and Found berada di bawah tanggung jawab Housekeeping Departement dan dikelola sepenuhnya oleh mereka.

    Lost and Found adalah salah satu bagian dari service hotel yang mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung operasional hotel.

    Dari sekian banyak tamu yang datang terkadang ada saja satu atau dua barang yang tertinggal di hotel.

    Room attendant atau staff hotel lain  yang menemukan barang tersebut harus segera melaporkan dan menyerahkannya ke kantor Housekeeping.

    Nantinya, Barang ini akan disimpan di lemari Lost and Found dan diarsipkan secara baik dan rapi. Tujuannya, agar memudahkan pengambilan jika pemilik datang untuk klaim barang tersebut. 

    Bagaimana Prosedur Penanganan Lost and Found?

    Sekali lagi, Lost and Found adalah tanggung jawab dari bagian Housekeeping Departement di sebuah hotel, dan idealnya dalam pencatatan dan penyimpanan barang-barang harus dilakukan secara rapi dan baik.

    Biasanya  dengan cara barang-barang tersebut  yang ditemukan dibungkus dengan plastik transparan agar kelihatan jenis barang dan mereknya. 

    Berikut prosedur penanganan dari  lost and found:

    • Jika ada penemuan barang, itu harus di laporkan ke houskeeping supervisor
    • Barang tersebut kemudian dibungkus dengan plastik yang transparan agar mempermudah dalam mengenali barang.
    • Mengisi keterangan barang di formulir Lost and Found. Ini poin-poin yang harus diisi :
    1. Nama dan jenis barang yang ditemukan
    2. Nomor seri barang
    3. Nama staff yang menemukan barang 
    4. Nomor kamar atau tempat barang ditemukan
    5. Jumlah barang
    • Kemudian, data-data tersebut dimasukkan ke dalam buku Lost and Found
    • Simpanlah barang pada rak atau lemari tempat menyimpan barang sesuai dengan bulan dan tanggal ditemukan
    • Jika menemukan barang berharga, misalnya uang, perhiasan, atau surat berharga lainnya, segera dilaporkan kepada Executive Housekeeper.
    • Barang-barang disimpan untuk jangka waktu 3 bulan sampai 1 tahun.
    • Jika dalam jangka waktu yang ditentukan barang tersebut belum juga diambil oleh sang pemilik  tidak ada yang maka barang tersebut diberikan kepada penemunya.
    • Pengecualian untuk makanan, biasanya tidak masuk dalam prosedur ini.

    Klasifikasi Barang-Barang Lost and Found

    Biasanya barang-barang lost and found ini akan diklasifikasikan untuk  memudahkan team housekeeping dalam melakukan sistem administrasi. Berikut adalah klasifikasi barang-barang lost and found :

    1. Barang Biasa

    Pengelompokan  barang jenis ini ditentukan oleh faktor harga dan biasanya relatif murah, contohnya sandal, sepatu, baju, celana, kaos kaki dan lain sebagainya. Lama masa penyimpanan kelompok barang ini sampai dengan tiga bulan.

    2. Barang Makanan dan Minuman

    Sesuai nama pengelompokannya, barang-barang ini adalah jenis makanan atau minuman. Jika ditemukan makanan atau minuman dalam kamar tamu, barang ini tidak boleh langsung dibuang, dimakan atau bahkan dibawa pulang. 

    Misalnya, minuman kaleng, anggur, roti dalam plastic, atau buah segar. Lama penyimpanan kelompok ini biasanya 1-2 x 24 jam tergantung jenisnya.

    Kenapa tidak boleh dimakan atau dibawa pulang? Dikhwatirkan tamu akan menanyakannya, tetapi setelah 1-2 x 24 jam barang tersebut tidak ada yang mencari maka barang tersebut akan diberikan kepada penemunya.

    3. Barang Berharga

    Dari namanya sudah bisa ditebak ya, kira-kira barang apa saja yang masuk dalam kategori ini. Barang-barang yg masuk disini adalah barang yang mempunyai value tinggi dan relatif mahal, contoh handphone, kamera, pulpen mahal, dokumen, paspor, perhiasan, kalkulator, cek, uang dalam jumlah banyak, dan sebagainya.

    4. Barang yang Dibuang Oleh Tamu

    Barang jenis ini biasanya sudah dibuang oleh tamu dan diletakkan di dalam tempat sampah di kamar tamu karena mungkin saja mereka sudah tidak membutuhkannya lagi.

    Tapi yang harus digaris bawahi adalah untuk menentukan barang ini juga diperlukan kehati-hatian apakah memang benar dibuang atau tamu tersebut lupa.

    Itulah kenapa jika tamu tersebut masih tinggal dan berada di dalam hotel maka perlu dikonfirmasi ke tamu yang bersangkutan, apakah barang tersebut dibuang atau tidak.

    Kemudian setelah barang-barang Lost and Found tersebut diidentifikasi selanjutnya

    barang-barang tersebut dibungkus dengan rapi serta di atasnya diletakkan format yang berisi kode, nomor, tanggal ditemukan dan siapa nama petugas penemu dari barang-barang Lost and Found tersebut.

    Barang-barang tersebut kemudian dicatat ke dalam Lost and Found book untuk mempermudah di dalam melakukan pengadministrasiannya sesuai dengan prosedur yang sudah kita bahas di atas.

    Contoh Form Lost and Found

    form lost and found
    image source : pinterest

    Baca Juga :

    Room Attendant dan Job Descriptionnya

    Prosedur Penanganan Kamar DND (Do Not Disturb)

  • Public Area Section di Hotel: Pengertian, Ruang Lingkup & Tugasnya (SOP)

    Public Area Section di Hotel: Pengertian, Ruang Lingkup & Tugasnya (SOP)

    Public area adalah salah satu bagian dalam housekeeping departemen yang mana menangani seluruh urusan yang berhubungan dengan kerapian, kebersihan, kenyamanan dan kelengkapan di area umum.

    Hal ini sangat berpengaruh terhadap ketertarikan tamu untuk menggunakan jasa yang ada di dalam hotel. Selain itu public area section ini juga menjadi bagian yang ada di housekeeping departement. Sementara perannya ini berpengaruh besar terhadap opsional kerja dan pemasukan di dalam hotel.

    Mengingat bahwa ini adalah section kebersihan area yang ada supaya bisa membuat tamu merasa terjaga, nyaman dan merasa senang selama beristirahat di hotel.

    Tugas Public Area Section

    Pekerjaan ini mempunyai tugas dalam menjaga kerapian, memelihara keindahan, kebersihan, kenyamanan, kelengkapan, serta keasrian dari fasilitas umum yang sudah disediakan di hotel. Hal ini dikoordinasi oleh chief public area. Berikut ini beberapa tugas public area yaitu:

    • Memelihara suasana kerja yang menyenangkan, nyaman, sehat dan menjalin kerjasama yang baik.
    • Menggunakan peralatan maupun bahan pembersih sesuai dengan prosedur yang benar.
    • Melakukan general planning sesuai yang sudah dijadwalkan oleh atasan.
    • Memelihara seluruh bahan pembersih dan peralatan yang digunakan.
    • Melaporkan apabila ada kerusakan barang-barang inventaris yang ada.
    • Menata maupun merawat public area, coffee area, public room dan lainnya.

    Baca juga: Cleaning Supplies Adalah: Pengertian, Contoh dan Manfaat Lengkap!

    Struktur Organisasi Publik Area

    Ada beberapa tingkatan public area yang mana dari masing-masing tingkatan petugas pastinya memiliki tanggung jawab yang berbeda. Berikut ini beberapa tingkatan dari Public area adalah sebagai berikut:

    1. Pubric Area Supervisor

    Tingkatan yang pertama ini memiliki tugas mengontrol serta mengawasi pekerjaan pubric area secara langsung. Kemudian melaporkan hasilnya kepada asisten Housekeeper.

    2. Tingkatan Attendan

    Pubric rea Attendan ini merupakan bagian yang memiliki tugas untuk menjaga kerapian, kebersihan di bagian area lobby. Selain itu juga harus menjaga kebersihan fasilitas umum yang meliputi front desk, toilet office maupun area telepon dan tempat parkir.

    3. Florist

    Seorang florist memiliki tugas untuk memelihara merangkai serta menata bunga-bunga segar. Hal ini memiliki fungsi untuk mendekorasi hotel supaya terlihat lebih segar dan nyaman.

    4. Night Cleaner

    Night cleaner memiliki tugas untuk menjaga kebersihan yang ada di area umum, terutama di malam hari. Selain itu juga menjadi Housekeeper untuk memberikan pelayanan prima terhadap tamu sesuai dengan SOP.

    Baca juga: Manajemen Perhotelan dan Pembagian Divisinya

    Ruang Lingkup Public Area

    Ruang Lingkup Public Area

    Tugas dari seorang public area wajib untuk menjaga, merawat serta membersihkan semua bagi bagian ruangan, baik itu outdoor atau indoor. Sementara peralatan rumah tangga yang perlu dibersihkan yaitu berbagai jenis metal, gelas, kayu dan secara menyeluruh.

    Setelah itu pada area lantai yang dibersihkan juga wajib menggunakan peralatan yang sesuai dengan SOP atau sesuai jenis lantainya. Secara umum terdapat dua jenis lantai yang ada di hotel yaitu:

    • Lantai permukaan lunak atau soft surface. Hal ini meliputi seperti rubber, leather, wallpaper, vinyl, karpet dan linoleum.
    • Lantai permukaan keras atau hard surfacer. Terbuat dari bahan Marble, wood, keramik, glass and mirror, dan stainless. Walaupun menjadi bagian housekeeping, akan tetapi petugas dari public area ini mempunyai kawasan kerjanya sendiri.

    Jika dilihat dari garis besar, contoh ruang lingkup kawasan kerja tersebut yaitu:

    1. Indoor

    Tugas public area adalah meliputi indoor yaitu berada di dalam bangunan maupun gedung beratap yang terdiri dua tempat seperti indoor. Public area indoor ini letaknya ada di dalam gedung dan bisa diakses oleh tamu. Untuk kawasan tersebut diantaranya:

    • Toilet

    Area ini adalah tempat yang harus memperoleh perhatian secara khusus. Terlebih lagi citra toilet Hotel harus selalu wangi, bersih dan tidak basah.

    • Lift

    Walaupun terkesan hanya sebuah kotak kecil, akan tetapi lift juga masuk sebagai tempat yang seringkali digunakan para tamu ketika ingin menuju lantai di atas maupun lantai di bawahnya.

    • Koridor

    Koridor dalah jalan masuk yang dilewati para tamu. Dengan begitu koridor juga termasuk sebagai citra hotel yang kebersihannya harus selalu dijaga dengan sebaik mungkin.

    • Front Office

    Keberadaan dari front office ini menjadi wajah serta jantung Hotel, karena menjadi tempat lalu lalang tamu atau karyawan. Untuk itu bagian front office ini harus selalu terjaga dan kebersihannya harus dirawat dengan sebaik mungkin.

    • Loby

    Area ini menjadi tempat pertama yang akan diinjakan kakinya oleh para tamu yang hendak memasuki Hotel.

    Lobby merupakan tempat lalu lalang banyak orang, salah satunya adalah tamu. Untuk itu hal yang harus diperhatikan public area adalah selalu menjaga kebersihannya.

    2. Indoor Non Publik Area

    Dikatakan indoor non public area karena kawasan ini berada di dalam gedung. Akan tetapi tidak diakses oleh tamu. Hal ini berarti bahwa indoor non publik area hanya karyawan saja yang berada di kawasan tersebut.

    3. Outdoor

    Pada bagian outdoor ini adalah ruangan yang terdapat di luar gedung. Akan tetapi tetap tanggung jawab dari public area section.

    Untuk kawasan ini mempunyai dua bagian seperti outdoor non publik area. Berarti bahwa area luar gedung tersebut hanya digunakan untuk karyawan saja.

    Contohnya tempat mesin diesel, ruang kontrol listrik. Outdoor public area sebagai area di luar gedung yang masih berada dalam kawasan Hotel. Sehingga dapat diakses atau dilewati oleh para tamu.

    Baca juga: Purchasing Staff Hotel: Apa Saja Tugas dan Berapa Gajinya?

    Prosedur Penggunaan Peralatan Untuk Public Area (SOP Public Area Hotel)

    Selama menggunakan peralatan, perlengkapan, maupun pelindung diri, maka petugas public area juga perlu memahami apa saja yang menjadi pedoman penggunaannya, seperti penjelasan berikut:

    • Rutin melakukan pemeriksaan kabel maupun stiker.
    • Peralatan mesin sebaiknya tidak menggunakan peralatan yang tidak memiliki aliran listrik maupun kabelnya terkelupas.
    • Beri tanda hati-hati di bagian kabel yang tersimpan di dinding maupun kabel yang direkatkan ke lantai ketika sedang bekerja.
    • Jika telah selesai bekerja mesin dan peralatan harus dalam kondisi mati atau ooff. Lalu rapikan dan simpan ke tempatnya kembali.
    • Apabila sudah selesai menggunakan, silakan cabut kabel secara hati-hati.
    • Jauhkan kabel peralatan elektronik dari tempat yang rame lalu lalang.
    • Jangan menggunakan peralatan elektrik di area zat cair yang mudah terbakar, uap air, atau zat kimia berbahaya.
    • Apabila peralatan yang digunakan mengeluarkan uap, asap, atau air dan percikan api segera matikan alat tersebut.
    • Apabila kondisi pada area tersebut basah maupun tangan petugas basah, jangan pernah mengoperasikan penggunaan peralatan elektrik.
    • Selalu pakai sarung tangan karet dan kacamata pelindung dengan benar.
    • Apabila terdapat mesin dan peralatan yang tidak dapat dioperasikan, maka segera laporkan ke bagian yang terkait.
    • Selalu melakukan pengecekan sebelum menggunakan peralatan.
    • Apabila terdapat kerusakan atau penggunaan yang kurang nyaman, maka segera lapor ke pemeliharaan atau engineering.
    • Mesin dan alat yang harus dipelihara, sehingga petugas dapat menggunakannya secara efektif dan aman.
    • Seluruh karyawan public area sudah terlatih sebelum menggunakan mesin dan alat.

    Kawasan umum yang seringkali dilalui oleh orang disebut sebagai publik area Hotel. Baik itu orang dari dalam gedung maupun dari luar ruangan.

    Sementara public area adalah petugas yang memiliki kewajiban untuk selalu menjaga kebersihan, kerapian dan lain sebagainya dengan sebaik mungkin.

  • Cleaning Supplies Adalah: Pengertian, Contoh dan Manfaat Lengkap!

    Cleaning Supplies Adalah: Pengertian, Contoh dan Manfaat Lengkap!

    Sebagai bagian dari departemen HouseKeeping, ada banyak tanggung jawab yang terkait dengan kebersihan, kerapian, dan keindahan seluruh area hotel. Oleh karena itu penting untuk mengetahui apa itu Cleaning Supplies dan Cleaning Equipment dengan baik.

    Karena dengan ini, seorang housekeeper akan lebih mudah dalam menjalankan semua tugasnya.

    Dalam artikel ini kita akan membahasnya secara rinci dan mudah untuk dipahami. Agar kamu segera bisa menjadi seorang Hotelier yang handal dan berkualitas.

    Cleaning Supplies Adalah

    Cleaning Supplies adalah kata serapan dari bahasa Inggris yang artinya adalah “Alat Bersih-Bersih”. Namun sayangnya kita tidak dapat menurujuk pada hasil terjemahan saja.

    Mari kita simak pendapat Ahli Perhotelan di bawah ini.

    Menurut Bagyono dalam bukunya yang berjudul “Dasar Dasar Housekeeping dan Laundry Hotel”, yang dimaksud dengan alat-alat kebersihan Cleaning supplies adalah peralatan yang digunakan oleh departemen housekeeping untuk membersihkan kamar maupun area diluar kamar hotel.

    Sedangkan menurut Sudhir Andrew dalam bukunya “Hotel Housekeeping Training Manual”, cleaning supplies are perhaps the most critical aids to housekeeping staff in keeping a sparkling house.

    Cleaning supplies adalah bagian yang paling penting diketahui oleh karyawan bagian tata graha dalam menjaga kebersihan rumah tangga hotel.

    Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa cleaning supplies adalah peralatan yang digunakan oleh housekeeping department untuk membersihkan kamar maupun area hotel.

    Di dalam industri hospitality, cleaning supplies merupakan bagian yang penting untuk diperhatikan sebab harganya terbilang mahal.

    Jika terdapat kesalahan dalam penggunaannya, bahan tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada objek yang dibersihkan.

    Manfaat Cleaning Supplies

    Coba kamu bayangkan jika seorang housekeeper memerlukan waktu 15 menit untuk membersihkan 1 toilet kamar mandi hotel, dan 15 menit untuk membersihkan ruang kamar hotel.

    Jadi total seorang housekeeper memerlukan waktu 30 menit dalam menyelesaikan pekerjaannya.

    Apabila ia bekerja di hotel berbintang 5, dan terdapat ribuan kamar, maka waktu yang ada tidak akan pernah cukup.

    Disinilah manfaat cleaning supplies akan dirasakan.

    Dengan bantuan alat dan bahan pembersih yang efektif, seorang housekeeper atau room boy dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan lebih cepat dan efektif.

    Tidak hanya sebatas itu, ada beberapa barang di hotel yang memang mebutuhkan perlakukan khusus, sehingga dengan bantuan cleaning supplies ini umur perabotan jadi lebih panjang.

    Kategori Cleaning Supplies

    Cleaning supplies adalah

    Bahan pembersih yang khusus (spesifik) harus dipilih untuk kebutuhan pembersihan tertentu.

    Karena campuran yang mempunyai keampuhan (daya pembersih) yang kuat belum tentu efektif untuk suatu pencucian tertentu.

    Dalam menentukan bahan pembersih haruslah tepat sesuai dengan karakteristik kotoran, setidaknya ada 4 kategori yang sering dugunakan:

    1. Detergent

    Detergent dapat ditemui dalam kehidupan sehari hari. Detergent adalah cleaning Supplies yang cara kerjanya melepas kotoran yang dibersihkan.

    Bahan pembersih ini biasanya berupa zat cair, powder, pasta dan padat (batangan). Apabila dicampur dengan air zat ini dapat melepas dan mengangkat kotoran dari benda/barang yang dibersihkan.

    Biasanya detergent terbuat dari bahan-bahan kimia, seperti :

    • Soda ash
    • Sulpuric acid
    • Hidrocarbon dan lain-lain

    Contoh Brand Detergent:

    • Soklin Lantai
    • Rinso (Cair/Padat)

    2. Polish

    Polish adalah bahan yang dapat memberikan efek bersih dan sekaligus melapisi permukaan object polish.

    Contoh penggunaan polish adalah proses polishing marmer yang ada di lantai hotel maupun gedung bertingkat.

    Berdasarkan larutan dasarnya dapat dibagi menjadi dua:

    • Solvent / Spirit based polish : polih yang zat pelarutnya adalah solvent
    • Water based polish : polish yang azat pelarutnya adalah air.

    3. Solvent

    Menurut Wikipedia, Solvent adalah suatu zat yang melarutkan zat terlarut, menghasilkan suatu larutan. Pelarut biasanya berupa cairan tetapi juga bisa menjadi padat, gas, atau fluida superkritis.

    Kuantitas zat terlarut yang dapat larut dalam volume pelarut tertentu bervariasi terhadap suhu.

    Jadi Solvent adalah Cleaning Supplies yang cara kerjanya melarutkan kotoran yang dibersihkan Zat pembresih ini berupa zat cair yang dapat menghilangkan kotoran dengan cara melarutkannya.

    Contoh Solvent Cleaner:

    • Air : Air adalah salah satu jenis cleaning Supplies yang paling sederhana, tanpa bantuan cleaning Supplies yang lain, air bukan bahan pembersih yang efisien.
    • Kotoran yang dapat larut dalam air adalah debu, gula, garam, tanah dll.
    • Amoniak : Zat pembersih ini tidak berwarna, mempunyai bau yang khas dan keras, zat pembersih ini berupa zat cair dan kristal. Pemakaian dari bahan pembersih ini harus dicampur dengan air. Jenis kotoran yang dapat dibersihkan dengan zat pembersih ini seperti kotoran lemak yang menempel pada kaca.
    • Turpentine : Jenis zat pembersih ini mempunyai bau yang khas dan mudah terbakar.
    • Jenis kotoran yang dapat larut pada turpentine seperti noda cat, lemak, plastik dll.
    • Spiritus: Zat ini seperti halnya turpentine, juga memiliki sifat yang mudah terbakar dan memiliki bau yang khas.

    4. Chemical / Acid Cleaner

    Chemical cleaner adalah bahan pembersih yang menggunakan reaksi kimia sebagai cara membersihkan kotoran dan noda pada sebuah objek.

    Tentunya tidak bisa sembarang menggunakan Chemical cleaner sebagai bahan pembersih. Karena jika tidak sesuai, maka lapisan objek yang sedang dibersihkan justru menjadi rusak dan terkelupas.

    Contoh Chemical Cleaner:

    • Vinegar
    • Baking Soda

    Syarat Cleaning Supplies

    Supaya pengeluaran anggaran housekeeping hotel dapat dicegah atau ditekan seminim mungkin, maka ada beberapa syarat umum yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan pembersih.

    • Memiliki daya bersih dan daya lindung yang baik
    • Tidak merusak obyek yang dibersihkan
    • Tidak berbahaya bagi pemakai
    • Ramah lingkungan
    • Selalu tersedia di pasaran

    Syarat khusus:

    • Biodegradable: bahan pembersih harus bisa diuraikan oleh mikroorganisme, agar limbahnya tidak mencemari atau membahayakan lingkungan.
    • Cheating Agent: bahan yang digunakan tidak bersifat power fade out.
    • Desinfectan: bahan mampu membunuh bakteri pembawa penyakit/virus.
    • Emulsification: bahan harus bisa memecah kotoran pada benda, menjadi partikel-partikel yang lebih kecil.
    • pH cleaner: bahan harus memiliki pH accidity <7 dan alkalinity >7.
    • Rinsability: zat pembersih dan kotorannya harus mudah hilang dari permukaan benda yang dibersihkan.
    • Solubility: bahan dapat larut dalam air serta mudah dihilangkan dari permukaan benda yang dibersihkannya.
    • Soil Suspension: bahan harus mengandung emulsifier sehingga kotoran yang sudah diemulsikan bisa tersuspensi dari permukaan bendanya.
    • Wetting: terutama untuk bahan cairan, harus memiliki sifat pembasahan yang kuat. Tujuannya untuk mempercepat pembasahan permukaan benda yang dibersihkan. Maka dari itu dibutuhkan zat aktif permukaan, agar tegangan permukaan air turun.

    Contoh Cleaning Supplies

    Dalam praktiknya, setiap bahan memiliki fungsi dan tempat masing masing. Berikut ini adalah contoh pengaplikasiannya.

    Pembersihan lantai:

    • Vacuum
    • Bucket
    • Rags or chamois mop
    • Warm water mixed with basic dishwashing soap

    Kitchen Cleaning:

    • All-purpose cleaner
    • Oven cleaner
    • Stainless steel cleaner (if you have stainless steel appliances)
    • Scrubbing sponges (buy a five-pack!)
    • Microfiber cloths
    • Warm water mixed with a basic dishwashing soap (for stone countertops)
    • Baking soda
    • White vinegar

    Bathroom Cleaning:

    • Toilet brush
    • Grout and tile cleaner
    • Grout brush
    • All-purpose cleaner

    Itulah pembahasan ringkas mengnai pengertian, manfaat, kategori dan contoh Alat dan bahan pembersih yang ada di hotel.

    Cleaning Supplies adalah alat dan bahan yang sangat berguna bagi Room Boy maupun Housekeeper untuk melaksanakan tugasnya dengan cepat dan efektif.

    Semakin bagus dan akurat alat yang digunakan, maka hasil pembersihan akan semakin baik dan cepat.

  • Daftar Harga Laundry di Hotel, Ternyata Murah!

    Daftar Harga Laundry di Hotel, Ternyata Murah!

    Sebagai salah satu cara hotel untuk mendapatkan tambahan pemasukan, menyediakan jasa laundry adalah hal yang lumrah. Namun, faktanya banyak tamu hotel yang tidak tahu berapa harga laundry di hotel.

    Padahal fasilitas berbayar ini cukup memudahkan para tamu yang hendak tinggal di hotel dalam waktu yang cukup lama. Selain dikerjakan oleh ahlinya, biasanya proses pencucian hingga siap dipakai kembali cukup cepat.

    Harapannya, setelah sedikit mengetahui harga laundry yang ditawarkan oleh pihak hotel, kamu tidak sungkan lagi dan khawatir untuk menggunakan jasa laundry.

    Harga Laundry di Hotel

    Sebelum lebih jauh, yang wajib kamu ketahui untuk jasa laundry di hotel sendiri tarif yang dikenakan adalah harga untuk satu lembar pakaian, alias bukan laundry kiloan.

    Di daftar berikut adalah daftar tarif yang kami sadur dari salah satu hotel bintang 4 di kota Pada Sumatera Barat.

    Kebetulan, terdapat dua metode pencucian yang digunakan, yaitu laundry biasa dan dry cleaning.

    Meski laundry di bawah adalah hotel bintang 4, namun harganya cukup terjangkau, dibanderol mulai dari Rp10.000 hingga Rp.25.000 saja.

    Daftar Harga laundry di Hotel

    Terdapat biaya tambahan jika kamu hendak menggunakan special service atau kilat. Secara detail tertera tarif untuk masing masing jenis pakaian yang bisa kamu cuci.

    Harga laundry di atas tentu bisa saja berbeda dengan hotel yang kamu tempati saat ini. Bisa jadi lebih mahal atau bisa juga lebih murah. Tergantung kecepatan, dan bintang hotelnya.

    Jadi, mulai saat ini, jangan ragu dan khawatir lagi soal berapa harga laundry di hotel. Semoga bermanfaat.

  • Pengertian Making Bed dan Prosedur Cara Melakukannya

    Pengertian Making Bed dan Prosedur Cara Melakukannya

    Langkah melakukan making bed bertujuan supaya pekerjaan Hotel semakin profesional dan cepat. Untuk itu, maka dibutuhkan making bed. Making bed adalah merapikan tempat tidur yang ada di hotel. Hal ini dilakukan mulai dari making bed 1 set sampai making bed 3 set.

    Hal ini bisa dilakukan dengan mudah, asalkan Kamu mengetahui bagaimana langkah yang harus dilakukan. Di sebuah penataan kamar hotel, making bed sangatlah penting karena ini menjadi poin paling pokok.

    Sebab itulah, tamu yang hendak menginap di hotel pasti hal utama yang diinginkan adalah suasana kamar yang bersih, nyaman, dan empuk. Alasan inilah yang membuat making bed di hotel harus sesuai standar operasional prosedur atau SOP.

    Making Bed Adalah

    Secara umum, making bed adalah langkah merapikan tempat tidur di suatu hotel yang hendak digunakan tamu. Proses making bed dilakukan oleh seorang room Boy maupun room maid dari departemen Housekeeping.

    Supaya langkah making bed berjalan dengan sempurna, maka terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan oleh seorang room Maid atau room Boy yaitu dengan memperhatikan kebersihan, kerapian, ketelitian, dan kenyamanan.

    Dalam kamar hotel, pastinya memiliki beberapa perlengkapan yang perlu diperhatikan selama proses making bed dilakukan. Perlengkapan tersebut seperti bad headboard, badbased, matres, bad leg san, bed weel.

    Dari kelima perlengkapan tersebut maka proses making bed harus hafal bagian mana saja yang menjadi perlengkapan kamar. Dengan begitu maka secara tidak langsung bisa mempercepat proses making bed.

    Baca juga: Suwamana Wahyu Putra: Lulusan SMA Yang Kini Menjadi Chief Operating Officer

    Cara Making Bed

    Cara making bed yang benar

    Seperti penjelasan yang ada di atas, bahwa proses making bed ini bisa dilakukan untuk satu set bed atau tiga set. Untuk langkah-langkah yang dilakukan tidaklah terlalu rumit, asalkan Kamu bisa mengetahui langkah-langkah yang ada di bawah ini, di antaranya:

    • Pertama, silakan cek matras secara berkala sesuai aturan yang telah ditulis. Pada biasanya hal ini membalik matras secara berkala dan dilakukan satu kali dalam satu bulan.
    • Setelah itu tarik bet terlebih dahulu supaya mempermudah proses making bed.
    • Lalu bersihkan kotoran maupun debu yang menempel di bagian striping bed. Hal ini harus dilakukan secara berhati-hati.
    • Periksalah di bagian striping bed, siapa tahu ada barang yang tertinggal di atas kasur.
    • Lalu cek kembali beberapa linen. Barangkali ada kerusakan, sehingga bisa langsung diganti.
    • Jika sudah, barulah Kamu meletakkan pelindung matras.
    • Tujuan penggunaan dari pelindung ini yaitu supaya terlindungi dari cairan keringat, cairan minuman atau yang lainnya.
    • Setelah itu tebar set pertama secara rapi di atas tempat tidur.
    • Jika sudah, barulah lipat ke bawah bagian tempat tidur di seluruh sudut.
    • Selalu usahakan agar membentuk 45°.
    • Hal terpenting posisi dari garis lipatan harus berada di tengah tempat tidur supaya set pertama rapi.
    • Kamu dapat melipatnya di ujung set pada bagian kepala tempat tidur.
    • Kemudian pasang sheet kedua dan posisikan jahitan menghadap ke atas maupun ujung depan sejajar dengan ujung kasur.
    • Langkah berikutnya, Kamu tinggal memasang selimut di atas sheet kedua.
    • Jika sudah, letakkan selimut di atas sheet kedua.
    • Posisi di bagian ujung depan terletak kurang lebihnya 30 cm dari ujung kasur.
    • Lalu tebarkan sheet ketiga.
    • Posisi jahitan harus menghadap ke bawah sejajar ujung kasur.
    • Lalu tebarkan bed cover dan lipat di bagian ujung kepala bed cover seperti selebar pillow.
    • Kemudian pasang pillow di bagian tengah tempat tidur agar terlihat rapi dan dipandang juga enak.
    • Langkah berikutnya silakan tutup pillow menggunakan cover dengan rapi.
    • Langkah terakhir, tinggal mendorong lalu mengembalikan bet pada posisi seperti semula.

    Baca juga: I Nyoman Bagiartha: Dari Housekeeping ke General Manager

    Bagian-Bagian Tempat Tidur Atau Bed Anatomi

    Seorang petugas Hotel harus memahami bagian-bagian yang ada di tempat tidur. Hal ini bertujuan supaya lebih memudahkan ketika ingin membereskan dan merapikan bet. Sementara di bagian-bagian tempat tidur ini menggunakan blanket system, yaitu:

    • Matras = kasur converter pelapis kasur untuk menambah kenyamanan tamu.
    • 1 st sheet : Lapisan linen pertama dengan fungsi sebagai sprei.
    • 2nd sheet : Lapisan linen kedua yang berguna untuk melapisi blanket.
    • Blanket selimut top speed : Lapisan linen yang letaknya paling atas bed.
    • skirt kain : ada di sekeliling frame tempat tidur yang estetika dan kerapian.
    • Bed cover : penutup tempat tidur.
    • Pillow : bantal.

    Baca juga: Ketahui 6 Jenis Kasur Hotel yang Sering Dipakai

    Sop Making Bed

    Making bed Hotelier

    Penting sekali untuk memperhatikan bagaimana proses making bed yang baik dan benar. Terlebih lagi jika Anda adalah pegawai hotel. Mengingat bahwa proses making bed ini menjadi pekerjaan membersihkan kamar tamu. Selain itu, bet juga menjadi titik fokus pada sebuah kamar.

    Tidak hanya itu saja, Bet juga menjadi poin utama yang akan dilihat tamu ketika pertama kali memasuki kamar. Penampilan bed yang nyaman dan bersih maka membuat tamu merasa nyaman dan memperlihatkan kesan profesional dari hotel tersebut.

    Seperti penjelasan yang ada di atas, bahwa making bed adalah tata cara merapikan kasur untuk menjaga kenyamanan bagi setiap tamu hotel. Sedangkan making bed ini memiliki teknik tertentu dan juga sop.

    Oleh karena itu, Kamu harus paham secara betul hal apa saja yang menjadi standar operasional prosedur yang ada pada hotel, di antaranya seperti berikut:

    1. Teknik Bed Cover

    Making bed yang menggunakan teknik bed cover ini memang termasuk sebagai cara yang paling umum, karena hampir semua housekeeping menerapkannya. Bed cover itu sendiri banyak digunakan dengan alasan harganya yang cenderung lebih murah.

    Pada biasanya sudah sepaket dengan sprei, termasuk motifnya. Dengan begitu maka terlihat lebih cantik dan ringkas. Walaupun bed cover memiliki bahan yang tebal, sehingga tidak cocok apabila digunakan pada musim panas. Berikut ini teknik bed cover yang perlu Kamu pahami, di antaranya:

    • Kenali jenis dan ukuran bed terlebih dahulu.
    • Jika sudah mengetahuinya, Kamu dapat memilih bed sheet yang sesuai.
    • Pastikan terlebih dahulu bahwa kondisi matras tidak ada yang rusak, sobek, kering, atau terhindar dari serangga.
    • Langkah berikutnya, matras perlu ditutup betpad.
    • Silahkan dorong bad ke depan supaya lebih mudah nantinya.
    • Silahkan tebar sheet pertama seperti saat Kamu menjaring menggunakan menggunakan jala.
    • Pastikan bahwa seluruh bagian tertutup sheet pertama.
    • Untuk jahitan sheet harus diposisikan di seluruh sisi bet tertutup ke arah bawah.

    2. Teknik Making Bed Duvet

    Duvet adalah isian selimut yang sengaja dibuat agar mengisi quilt cover yang pada biasanya duvet diibaratkan seperti bantal tanpa sarung. Sehingga pada biasanya memiliki bahan sintetis maupun isian bulu angsa.

    3. Making Bed 3 Sheet

    Untuk melakukan perapian kasur hotel 3 sheet kamu perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini:

    • Lakukan pengecekan secara berkala mattras kamar hotel secara berkala. Biasanya membalik matras dapat dilakukan secara berkala satu kali dalam satu bulan.
    • Kemudian tarik bed terlebih dahulu untuk memudahkan proses making bed.
    • Lakukan pembersihan kotoran dan debu yang menempel pada setiap stripping bed dengan teliti dan hati-hati
    • Cek kembali beberapa linen, ketahui tanda tanda linen sudah masuk usia ganti atau jika terdapat kerusakan.
    • Selanjutnya, letakkan pelindung mattras, pelinsugn ini, bertujuan agar matras tetap terlindungi dari keringat maupun cairan yang tumpah.
    • Langkah selanjutnya adalah tebar sheet pertama dengan rapi di atas tempat tidur. Kemudia lipat ke bawah bagian tempat tidur, usahakan semua sudut membentuk 45o
    • Agar sheet pertama terlihat rapi, maka lipatlah ujung sheet pada kepala tempat tidur.
    • Pasang sheet kedua, posisikan jahitan menghadapap ke atas, dan ujung depan usahakan sejajar dengan ujung kasur.
    • Lalu, pasang selimut di atas sheet kedua. Letakkan selimut di atas sheet kedua dengan posisi bagian ujung depan terletak kira-kira 30 cm dari ujung kasur.
    • tebarkan sheet ketiga, dengan posisi jahitan menghadap ke bawah sejajar dengan ujung kasur.
    • Terbarkan bed cover, lalu lipat pada bagian ujung bed cover selebar bantal.
    • Letakkan bantal pada bagian tengah tempat tidur.
    • Tutup bantal dengan cover yang rapi.
    • Langkah terakhir adalah mendorong dan mengembalikan bed pada posisi semula

    Berdasarkan dari penjelasan di atas, making bed adalah kegiatan yang dilakukan oleh pegawai hotel dalam membersihkan kamar tidur maupun kasur untuk menjaga keamanan pelanggan Hotel. Alasan inilah yang membuat pihak hotel harus mempekerjakan orang yang profesional.

  • Prosedur Penanganan Kamar DND (Do Not Disturb)

    Prosedur Penanganan Kamar DND (Do Not Disturb)

    Prosedur Penanganan Kamar DND wajib di ketahui ketika kamu sudah siap untuk berkarir di hotel.

    Apalagi kamu akan bertugas di departemen housekeeping sebagai room attendant.

    Sudah barang pasti, kamu harus paham beberapa istilah-istilah ataupun singkatan tentang status kamar hotel.

    Karena nantinya ketika kamu sudah berada di area, dan melihat sign kamar di room report kamu ga bingung sendiri.

    Ga akan salah untuk mengambil treatment apa yang harus dikasi untuk kama-kamar tersebut.

    Salah satu yang paling familiar adalah DND status atau do not disturb. Ini berarti ketika ada sign tersebut, tamu yang berada di kamar tersebut tidak ingin diganggu.

    Sama sekali tidak boleh di ganggu. Jadi team room attendant harus menunda untuk menservice kamar tersebut.

    Penanganan kamar DND ( Do not disturb )

    Prosedur penanganan kamar DND

    Nah biasanya, secara umum prosedur penanganan kamar DND (Do Not Disturb) adalah seperti berikut :

    • Staff housekeeping dalam hal ini room attendant yang melihat sign DND harus mencatat nomor kamar tersebut dan melaporkannya ke HK Supervisor
    • Room attendant memasukan notification make up room agar tamu bisa menghubungi housekeeping bila kamarnya sudah siap untuk di bersihkan
    • Room attendant akan membersihkan kamar tersebut setelah ada instruksi dari HK supervisor
    • Untuk penanganan lebih lanjut dari kamar DND ( do not disturb ) harus berkoordinasi dengan FO Team untuk mengecek apakah tamu dengan sign DND sudah check out atau tidak
    • Jika belum, HK supervisor akan melaporkan ke Excecutive Housekeeper (EHK) tentang ada kamar yang masih DND
    • EHK akan menghubungi kamar tersebut setelah pukul 14.00 untuk memastikan apakah tamu tersebut masih di kamar atau tidak
    • Jika kamar masih terkunci segera laporkan ke duty manager untuk langkah selanjutnya
    • Jika masih ada EHK yang incharge, mintalah untuk membuka pintunya dengan master key untuk memastikan kondisi kamar tersebut
    • Jika kamar baik-baik saja segera informasikan ke HK Supervisor
    • Jika mencurigakan, laporkan ke manager incharge atau security untuk mendata kamar tersebut.

    Selain menjaga agar room attendant tidak masuk sembarangan ke kamar, konon kabarnya tanda do not disturb ini juga bisa menjadi langkah pencegahan tindakan kriminal yang mungkin bisa terjadi di hotel seperti pencurian. Ini di ungkapkan langsung oleh seorang  mantan agen CIA bernama Drew Dwyer.

    Baca juga : Cara menjawab pertanyaan interview di hotel

  • Apa Tugas Store Keeper di Hotel? Lengkap & Mudah Dipahami

    Apa Tugas Store Keeper di Hotel? Lengkap & Mudah Dipahami

    Store keeper adalah salah satu bagian dari divisi akunting yang secara umum tugas dan tanggung jawabnya adalah berkaitan dengan stok barang dan persediaan yang ada di general store.

    Storekeeper bertanggung jawab atas penyimpanan semua pembelian dan mengeluarkan permintaan penyimpanan kepada department yang meminta sesuai dengan system standard yang berlaku. 

    Peran store keeper dalam lancarnya operasional hotel sangat penting. Karena disini store keeper harus benar-benar memastikan item-item yang di perlukan setiap departemen tetap ada dan tidak boleh sampai kosong.

    Disinilah seorang store keeper dituntut untuk memiliki skill manajemen persediaan yang kuat.

    Apa itu Manajemen Persediaan?

    Manajemen persediaan adalah bagaimana strategi untuk menjaga dan mengatur persediaan atau stok yang dimiliki perusahaan.

    Jadi dari mulai memperoleh persediaan, menyimpan sampai persediaan tersebut diolah atau di manfaatkan.

    Persediaan atau stok yang di maksud bisa beraneka ragam seperti bahan baku, bahan pembantu, barang dalam proses, barang jadi dan sebagainya.

    Jika stok terlalu banyak, maka biaya penyimpanan semakin tinggi, jika kurang bisa menghambat kelancaran operasional hotel.

    Ditambah lagi perusahaan harus menghadapi kemungkinan ketidakpastian yang biasa terjadi. Contoh, ketidakpastian demand, waktu pemesanan sampai pasokan dari supplier.

    Jadi inilah yang dimaksudkan penting sekali kenapa seorang store keeper adalah orang yang mampu menguasai manajemen persediaan / inventory ini.

    Baca Juga: Purchasing Staff , Apa Saja Tugas dan Berapa Gajinya?

    Tugas Store Keeper Di Hotel

    Jadi berdasarkan uraian di atas secara umum ini dia beberapa tugas seorang store keeper di industri perhotelan :

    • Memastikan bahwa kualitas dari barang yang diterima sesuai dengan standard yang diminta sebelum disimpan
    • Mengecek bahwa tidak adanya kerusakan atau cacat atas barang yang diterima sebelum disimpan
    • Memeriksa jumlah barang segar dan barang mudah rusak sebelum disimpan
    • Memeriksa jumlah semua barang yang diterima sesuai dengan surat perintah pembelian, surat jalan sebelum disimpan
    • Menyimpan barang-barang sesuai dengan standard prosedur yang diberikan
    • Mengisi kartu persediaan  untuk barang yang diterima dan dikeluarkan  sesuai dengan prosedur
    • Membuat permintaan pembelian untuk pemesanan ulang terhadap barang-barang sesuai dengan prosedur persediaan cadangan  dan minimum level prosedur.
    • Menjaga masa berlakunya barang yang ada pada standard level persediaan (masa berlaku)
    • Tetap memelihara kebersihan gudang sesuai dengan standard dan prosedur.
    • Menjaga gudang barang-barang sesuai dengan standard prosedur yang berlaku.
    • Secara berkala melakukan perhitungan  ulang terhadap barang-barang sesuai dengan kartu persediaan / penyimpanan yang lengkap
    • Melakukan perhitungan fisik persediaan barang sesuai dengan prosedur yang berlaku
    • Membantu tugas-tugas bagian penerimaan dan perhitungan persediaan bulanan 
    • Bekerjasama dengan bagian penerimaan dan pembelian dalam menindak lanjuti pemesanan
    • Tegas dan konsisten dalam mengimplementasikan system accounting dan procedure penyimpanan di gudang
    • Menjaga kebersihan lokasi gudang dan  seluruh area hotel sesuai dengan standard kebersihan dan kesehatan.
    • Harus selalu berhubungan dengan supervisor dalam pelaksaan kordinasi dan hubungan kerja yang lancar
    • Berhubungan dengan pemasok atau supplier dan memastikan agar tetap menjadi nama baik hotel dalam setiap perbuatan

    Baca Juga: Pengertian dan Cara Menghitung RevPar