Author: Reskia Ekasari

  • Kapan Perempuan Tidak Boleh Menerima Lamaran?

    Kapan Perempuan Tidak Boleh Menerima Lamaran?

    Khitbah atau lamaran termasuk tahapan proses untuk lanjut ke jenjang pernikahan. Laki-laki dapat menunjukkan keinginannya untuk menikahi perempuan pujaannya. Namun, kita harus tahu kapan perempuan tidak boleh menerima lamaran. 

    Mengapa perempuan tidak boleh menerima pinangan laki-laki? Alasannya karena ada beberapa kondisi tertentu yang mengharuskan perempuan menolak lamaran laki-laki. Misal, perempuan tersebut sudah dilamar pria lain atau dalam masa iddah. 

    Jika tidak mematuhi aturan lamaran yang dilarang, maka sama saja hukumnya haram. Sebab, larangan bagi perempuan untuk menerima lamaran pastilah karena ada alasan yang jelas. Simak artikel berikut untuk menelusuri lebih lanjut. 

    Kapan Perempuan Tidak Boleh Menerima Lamaran?

    Sebenarnya, larangan untuk melamar perempuan ada yang bersifat permanen dan sementara. Apabila perempuan tersebut sedang dalam kondisi yang menyebabkan tidak bisa menerima lamaran, maka tunggu hingga penyebabnya hilang. 

    Baru setelah itu, perempuan bisa menerima pinangan laki-laki dan sebaliknya laki-laki bisa mengutarakan lamarannya. Supaya kita tahu kapan perempuan tidak boleh menerima lamaran, perhatikan kondisi yang dilarang melamar berikut ini. 

    1. Berstatus Mahram Muabbad dan Muaqqat

    Tadi sempat disinggung jika ada larangan melamar yang bersifat permanen dan sementara. Larangan permanen merujuk pada kasus seorang laki-laki yang hendak menikahi perempuan dengan status mahram muabbad

    Misalnya, ketika laki-laki ingin melamar saudara perempuannya, maka saudaranya tersebut harus menolaknya. Lalu, untuk larangan lamaran sementara timbul karena hubungan mahram muaqqat seperti adik ipar dan perempuan yang sudah bersuami. 

    Aturan tentang perempuan yang haram dinikahi oleh laki-laki tercantum jelas dalam Al Quran. Berikut terjemahan ayatnya:

    “Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perempuanmu, ibu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu istri-istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum bercampur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), tidak berdosa bagimu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan pula) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An Nisa ayat 23).

    Tujuan melarang melamar perempuan yang berstatus mahram muabbad maupun muaqqat adalah untuk menjaga kedamaian, menghindar dari kekacauan garis keturunan, dan perselisihan lainnya.

    Baca juga: Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dalam Islam, Pikiran Kembali Bersih

    2. Telah Dilamar Orang Lain

    Kapan perempuan tidak boleh menerima lamaran? Jika saat ini kita sedang menerima lamaran dari orang lain atau berstatus tunangan, maka tidak boleh menerima lamaran yang masuk dari laki-laki berikutnya. 

    Sebagai seorang laki-laki, hendaknya juga memperhatikan kondisi perempuan sebelum meminangnya. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam melarang praktik melamar perempuan diatas lamaran saudaranya. Berikut kutipannya:

    وَلَا يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ

    Artinya: 

    “Janganlah seorang laki-laki meminang/melamar (seorang wanita) yang telah dipinang oleh saudaranya, sampai peminang sebelumnya itu meninggalkan atau mengizinkan untuknya.” [HR. Bukhari, no. 4848, 4849 dan Muslim, no. 1408].

    Berdasarkan hadits di atas, jika seorang wanita telah mendapat lamaran dari orang pertama, maka pelamar kedua atau berikutnya tidak boleh mengajukan lamaran yang sama kecuali telah mendapat izin dari peminang pertama. 

    Terlebih ulama juga bersepakat untuk mengharamkan lamaran di atas lamaran saudaranya, terutama ketika lamaran dari laki-laki pertama sudah diterima oleh pihak perempuan. 

    Alasan mengapa laki-laki tidak bisa sembarangan mengutarakan keinginannya untuk meminang perempuan yang sudah dilamar karena tindakannya bisa saja menyakiti pelamar pertama. Bahkan, lebih buruknya bisa menimbulkan permusuhan. 

    Lamaran berikutnya baru boleh diajukan ke perempuan ketika pelamar sebelumnya sudah mengizinkan atau perempuan tersebut telah menolak lamaran sebelumnya. Inilah mengapa kondisi ini termasuk ke larangan melamar sementara. 

    3. Dalam Masa Iddah

    Meskipun telah bercerai dari suami, seorang perempuan tidak langsung dapat menikah dengan laki-laki lain. Pasalnya, perempuan memiliki masa iddah yang harus dilewati terlebih dahulu baru dapat melangsungkan pernikahan kembali. 

    Selain itu, laki-laki yang tahu bahwa seorang perempuan baru saja menjadi janda, hendaknya tidak mengutarakan keinginannya untuk melamar karena perempuan tersebut masih dalam masa iddah

    Cara menyampaikan lamaran ke perempuan yang hendak dinikahi bisa menggunakan cara tashrîh (secara jelas) atapun ta’rîdl (dengan sindiran). 

    Contoh melamar secara jelas yaitu menggunakan kalimat pasti yang menunjukkan keinginan untuk menikah. 

    Sebagai laki-laki, kita boleh melamar perempuan dengan cara jelas maupun sindiran asalkan perempuan tersebut masih lajang dan boleh dinikahi. Namun, terdapat larangan sementara untuk meminang perempuan yang sedang masa iddah

    Para ulama melarang lamaran dengan cara jelas atau terang-terangan kepada perempuan yang masih menjalani masa iddah dari suami sebelumnya, baik itu iddah talak raj’i, iddah wafat, hingga iddah talak bain

    Hal ini juga tercantum dalam Al Quran. Berikut bunyi ayatnya:

    وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ  

    Artinya:

    “Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beriddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut,” (QS Al-Baqarah: 234). 

    Berdasarkan ayat Al Quran di atas, kapan perempuan tidak boleh menerima lamaran yang masuk dari laki-laki adalah ketika sedang masa iddah. Semua perempuan yang masih dalam masa ini haram dilamar dengan ungkapan jelas. 

    Sebab, takutnya perempuan akan berbohong dengan mempercepat masa iddahnya sehingga bisa menerima lamaran dari laki-laki. Sedangkan, melamar dengan ungkapan sindirian, tergantung dari status sang perempuan. 

    Jika perempuan tersebut dalam masa iddah karena ditinggal mati atau talak bain kubra, maka tidak haram bagi laki-laki untuk melamarnya secara sindiran. Namun, lamaran sindiran menjadi haram untuk perempuan yang mengalami talak raj’i

    Oleh sebab itu, laki-laki harus tahu betul bagaimana kondisi perempuan yang ingin dinikahinya. Sama halnya dengan perempuan yang sedang dalam masa iddah, perlu sadar untuk tidak melakukan pernikahan terlebih dulu sebelum masa iddah selesai. 

    Hikmah yang bisa kita ambil dari larangan melamar karena kondisi tertentu seperti melamar mahram muabbad hingga perempuan yang masih masa iddah antara lain menghindari potensi konflik sosial, kekacauan garis keturunan, atau perselisihan. 

    Selain itu, jangan lupa jika lamaran baru sekadar janji atau keinginan untuk menikah. Hubungan antara laki-laki dan perempuan baru bisa menjadi sah setelah melalui akad nikah. Jadi, penting mengetahui kapan perempuan tidak boleh menerima lamaran agar para laki-laki bisa mengurungkan niat untuk meminang. Meskipun tujuan melamarnya baik, tetap saja ada ketentuan yang harus dipatuhi. Wallahu a’lam.

  • 7 Doa untuk Menenangkan Hati dari Sedih dan Gelisah

    7 Doa untuk Menenangkan Hati dari Sedih dan Gelisah

    Setiap manusia tidak luput dari masalah di hidupnya. Rasa sedih dan gelisah adalah hal yang menyertainya ketika belum ada solusinya. Meski begitu, ada bacaan doa untuk menenangkan hati yang bisa kita amalkan.

    Doa merupakan salah satu obat yang efektif untuk membuat hati merasa tenang. Dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT, setiap permasalahan bisa teratasi dengan baik disamping berusaha dan bertawakal.

    Lalu, Apa bacaan doa menenangkan hati saat ada masalah? Apa hikmah dari doa ketenangan hati ini? Yuk, ketahui informasinya di bawah ini!

    Mengapa Hati Tidak Tenang dan Gelisah?

    Hati merasa tidak tenang dan gelisah merupakan suatu keadaan yang wajar terjadi pada setiap manusia. Kegelisahan dan rasa sedih hadir sebagai bentuk ekspresi diri ketika memiliki masalah yang tak kunjung usai.

    Rasa sedih, marah, gelisah, dan hati merasa tidak tenang adalah bagian dari emosi yang melekat pada manusia. Di tengah rasa emosi ini, sebaiknya selalu mengingat Allah SWT dengan cara berdoa dan beribadah.

    Gelisah sendiri bisa muncul karena berbagai faktor penyebab, mulai dari stres berlebihan hingga cobaan yang silih berganti. Ketika hati merasa gelisah, tak jarang kita kehilangan arah dan jauh dari ketenangan.

    Ada banyak cara mengatasi hati sedih dan gelisah, salah satunya adalah baca doa untuk membantu menenangkan hati yang bisa kita amalkan. Ketika hati gelisah bercampur sedih, semua akan terganti dengan ketenangan.

    Bacaan Doa untuk Menenangkan Hati

    Berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT tidak boleh terlewat ketika dirundung kesedihan dan kegelisahan, Allah senantiasa membantu mengatasinya. Berikut doa menenangkan hati saat ujian menerpa, antara lain:

    1. Doa agar Hati Tenang yang Pertama

    1. Doa agar Hati Tenang yang Pertama

    Saat hati mengalami kegelisahan dan kecemasan berlebih yang menimbulkan rasa lemah karena beban hutang. Kita bisa baca doa berikut ini:

    أَللّٰهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الْرِّجَالِ

    Allahumma Innii a’uudzubika minal hammi wal huzni, wal ‘ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dhola’id daini, wa gholabatir rijali.

    Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita atau kecemasan, dari rasa lemah dan kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat).”

    Baca juga: Doa Nabi Nuh dalam Al-Qur’an untuk Kaum dan Anaknya!!

    2. Doa Kedua agar Hati Tenang

    Bacaan untuk menenangkan hati ini bisa kita panjatkan saat ingin mendapat ketenangan hati dan bersyukur atas nikmat dari Allah. Berikut bacaannya:

    أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

    Allahumma inni as aluka nafsaan bika muthma innah tu’minu biliqoika watardho biqodhoika wataqna bi’athooika.

    Artinya: 

    “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridha dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.”

    3. Doa Ketiga agar Hati Tenang

    Doa untuk menenangkan hati agar selalu diberi kemudahan dalam setiap urusan yang bisa kita amalkan setiap hari adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

    Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfaka ainin ashlihli syani kullahu lailaha illa anta.

    Artinya: 

    “Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau bebankan pada diriku walau sekejap mata pun (urusan-urusan tersebut) dan perbaikilah segala urusanku, tidak ada Tuhan selain Engkau.”

    4. Doa agar Hati Tidak Galau

    Jika kita merasa galau atau sakit hati, maka bisa membaca doa ini yang akan membuat hati terasa tenang kembali. Berikut doa yang bisa kita baca:

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Rabbish rahli sadri. Wayassirli amri. Wahlul uqdatam millisani. Yafqahu qauli.

    Artinya: 

    “Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku dadaku, dan mudahkanlah bagiku urusanku, dan lancarkanlah lidahku supaya mereka paham ucapanku.”

    5. Doa Ketenangan Hati dan Kesabaran

    Doa untuk ketenangan hati dan kesabaran ini dapat memberikan manfaat bagi yang sedang mengalami cobaan. Berikut adalah bacaan doanya:

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wahablana minladunka rahmatan innaka antal wahhab.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami dari Islam setelah Engkau beri hidayah kepada kami. Limpahkanlah keimanan kepada kami dari sisi-Mu. Engkau Maha Pemberi rahmat kepada orang-orang mukmin.”

    6. Doa Membersihkan Pikiran Kotor

    Pikiran kotor adalah salah satu bentuk adanya gangguan setan sehingga membuat hati tidak tenang. Kita bisa bersihkan dengan bacaan doa berikut:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ ، وَالأَعْمَالِ ، وَالأَهْوَاءِ

    Allahumma Inni A’udzu Bika Min Munkarotil Akhlaaqi Wal Amali Wal Ahwaa.

    Artinya: 

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang jelek.”

    7. Doa untuk Kesedihan Mendalam

    Jika hati sedih karena suatu permasalahan yang tidak ada jalan keluarnya, maka bisa amalkan doa berikut ini untuk mendapat pencerahan:

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Laa ilaaha illallahul ‘azhimul haliim laa ilaaha illallah rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samawati wa rabbul ardhi wa rabbul arsyil kariim.

    Artinya: 

    “Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. 

    Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia.”

    Hikmah Dibalik Doa Penenang Hati

    Setelah mengetahui bacaan doa menenangkan hati dan pikiran saat ada masalah, selanjutnya ketahui hikmahnya dibalik bacaan doa tersebut. Kita bisa lanjutan doa ini setiap hari saat setelah shalat agar berkah.

    Hikmah dari doa untuk menenangkan hati adalah bermanfaat untuk kesehatan mental dan jiwa. Kita bisa terhindar dari stres, hal ini tentu saja bisa membuat seseorang tetap produktif dengan hati yang selalu tenang.

    Ketika hati merasa tenang dan tidak gelisah, maka sangat baik untuk kesehatan diri. Pengelolaan stres bisa kita tangani dengan baik sehingga pikiran selalu berpikir positif dan hidup pun akan menjadi berkualitas.

    Amalan untuk Membuat Hati Tenang

    Selain membaca doa untuk menenangkan hati yang sedih dan gelisah, kita juga bisa mengamalkan cara lain untuk membuat hati menjadi tenang. Berikut beberapa cara untuk menenangkan hati dan pikiran, yaitu:

    1. Bersabar dan Berserah

    Ketika mengalami permasalahan dalam hidup, maka sabar dan berserah kepada Allah SWT menjadi hal yang perlu dilakukan. Hadapi setiap masalah dengan hati tenang dan pikiran yang selalu bersikap positif.

    Hal ini bisa kita barengi dengan mengamalkan doa ketenangan serta membersihkan hati dan pikiran yang kotor. Dengan begitu, setiap permasalahan yang ada dapat kita hadapi dengan baik dan solusi terbaik.

    2. Membaca Al-Qur’an

    Salah satu cara membuat hati dan pikiran tenang adalah dengan membaca atau mendengarkan Al-Qur’an. Hal ini akan membantu dalam menjernihkan hati dan pikiran, serta membuat batin pun akan terasa tentram.

    Apalagi saat ini sudah ada aplikasi Al-Qur’an yang bisa kita baca di handphone. Hal ini lebih praktis dan bisa kita amalkan di mana saja dan kapan saja selama diri dalam keadaan bersuci dari najis dan kotoran.

    3. Mengerjakan Shalat Tahajud

    Shalat tahajud merupakan salah satu cara untuk mendapatkan ketenangan hati dari kegelisahan dan kesedihan. Kondisi hening dan tenang, kita bisa mengerjakan shalat tahajud dengan khusyuk kepada Allah.

    Setelah selesai menjalankan shalat tahajud, bisa baca doa untuk menenangkan hati agar lebih tenang. Hal ini bisa kita amalkan setiap hari atau ketika hati dan pikiran selalu merasa gelisah dan sedih.

    4. Perbanyak Istighfar dan Dzikir

    Melanjutkan sholawat dan dzikir menjadi salah satu obat untuk menenangkan hati. Apalagi jika amalan ini sering dilakukan bisa membuat hati lebih merasa tenang meskipun banyak masalah yang sedang dihadapi.

    Dengan mengingat Allah melalui dzikir, hati akan menjadi lebih tentram dan tenang. Selain itu, perbanyak istighfar agar setiap permasalahan yang dihadapi terasa mudah dan mendapat jalan keluar yang baik.

    Demikian beberapa amalan dan doa untuk menenangkan hati bagi yang bersedih dan gelisah. Dengan mengamalkannya, hal ini dapat membuat hati menjadi tenang dan tentram serta tidak ada kegelisahan.

  • Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dalam Islam, Pikiran Kembali Bersih

    Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dalam Islam, Pikiran Kembali Bersih

    Berbagai macam perbuatan dosa yang bisa saja dilakukan oleh umat muslim. Salah satunya adalah berpikiran kotor dalam berbagai situasi dan kondisi. Demi menjaga pikiran ini kita dianjurkan untuk memanjatkan doa menghilangkan pikiran kotor.

    Pikiran kotor termasuk sebagai bentuk dosa yang mungkin jarang kita sadari.

    Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga pikiran dari hal yang mungkin menyebabkan kita berbuat maksiat hingga menjerumuskan ke dosa besar.

    Kumpulan Doa Menghilangkan Pikiran Kotor

    Kita sebagai umat muslim yang taat sudah seharusnya menjaga pikiran dari hal-hal yang tidak baik. Adanya pikiran yang tidak baik tentu saja akan mempengaruhi hati serta perilaku yang tidak baik juga.

    Pikiran-pikiran ini bisa muncul akibat dari berbagai hal, seperti lingkungan yang tidak sehat, pergaulan yang buruk serta paparan media yang negatif. Ketika pikiran kotor muncul, hal ini dapat merusak keimanan serta ketaatan kepada Allah SWT.

    Bagi umat muslim, doa menghilangkan pikiran gelisah dapat menjadi sarana yang tepat untuk membersihkan diri. Doa menjadi bentuk komunikasi langsung dengan Allah SWT untuk berlindung dari segala bentuk keburukan.

    1. Doa Berlindung dari Keburukan Akhlak, Amal dan Hawa Nafsu

    Doa Berlindung dari Keburukan Akhlak, Amal dan Hawa Nafsu

    Keburukan akan akhlak, amal dan hawa nafsu merupakan tantangan besar yang sering dihadapi oleh kita dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu saja akan berdampak pada sifat-sifat negatif yang dapat mengganggu ketenangan batin.

    Tidak hanya itu, sifat yang buruk ini juga akan berpengaruh pada sedikitnya kebaikan dalam amal perbuatan atau bahkan menjauhkan diri dari jalan kebenaran. 

    Oleh karena itu, doa menghilangkan pikiran aneh ini sangat dianjurkan untuk diamalkan.

    Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ziyad bin ‘Illaqah dari pamannya, Quthbah bin Malik, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW berdoa sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ ، وَالأَعْمَالِ ، وَالأَهْوَاءِ

    Allohumma Inni A’udzu Bika Min Munkarootil Akhlaaqi Wal A’maali Wal Ahwaa.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang jelek.”

    Baca juga: Tata Cara Sholat Jamak Qasar: Niat dan Syarat Sah Melakukannya

    2. Doa Bertaqwa dan Kesucian Jiwa

    Sebagai umat muslim sudah seharusnya kita selalu bertaqwa kepada Allah SWT agar bisa menggambarkan sikap atau bentuk ketaatan, menjaga diri dari perbuatan dosa hingga melaksanakan perintah-perintah Allah dengan ikhlas.

    Bertaqwa adalah bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, serta kesadaran bahwa Dia Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala sesuatu yang dilakukan oleh hamba-Nya. Karena itu, penting bagi kita untuk menghindari perbuatan dosa.

    Adapun kesucian jiwa adalah kondisi hati yang suci dan bersih dari noda-noda dosa. Ini mencakup kebersihan pikiran, perasaan dan niat yang diarahkan sepenuhnya pada ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

    Sebagai manusia biasa, tentu kita khilaf akan dosa seperti pikiran yang kotor. Karena itu, kita dianjurkan berdoa agar terhindar dari dosa-dosa yang bisa menjerumuskan ke perbuatan keji.

    Berikut ini amalan doa yang bisa kita terapkan pada kehidupan sehari-hari:

    اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَن زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

    Allaahumma aati nafsii taqwaahaa wazakkihaa, anta khairu man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa.

    Artinya:

    “Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ketaqwaan jiwa, dan sucikanlah ia karena Engkau-lah sebaik-baik Rabb yang mensucikannya, Engkau Pelindung dan Pemeliharanya.” (HR Imam Muslim)

    3. Doa Mohon Perlindungan Diri dari Setan dan Bala Tentaranya

    Pikiran yang kotor bisa saja datang dari mana ketika kondisi apapun. Namun, seperti yang kita ketahui bahwa pikiran ini juga disebabkan oleh pengaruh bisikan setan yang ingin menjerumuskan kita sebagai umat yang taat.

    Di dalam Islam, kita diajarkan bagaimana cara agar terhindar dari ajakan setan. Cara yang paling umum dilakukan adalah dengan berdoa pada Allah SWT agar terhindar dari bisikan yang mengajak pada pikiran hingga perbuatan kotor.

    Adapun doa memohon perlindungan pada Allah SWT dari ajakan setan dan bala tentaranya yang bisa kita amalkan dalam kehidupan, yaitu:

    اللَّهُمَّ عاَلِمَ الغَيْبِ والشَّهَادَةِ ، فَاطِرَ السَّمواتِ والأَرْضِ ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إلَهَ إلَّا أَنْتَ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ

    Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi.

    Artinya:

    “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. 

    Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya.”

    Baca juga: Niat Puasa Rajab Lengkap Arab Latin, Arti dan Keutamaannya 

    Manfaat Membaca Doa Menghilangkan Pikiran Kotor

    Membaca doa menyingkirkan pikiran kotor dalam Islam memiliki banyak manfaat spiritual hingga psikologis bagi seorang. Doa ini bisa membantu kita membersihkan hati dan pikiran dari segala pikiran negatif, dosa, dan pengaruh buruk.

    Berikut ini manfaat membaca doa dari menghilangkan pikiran yang kotor pada diri seseorang.

    1. Membersihkan Hati dan Pikiran

    Membaca doa ini tentunya akan membantu kita membersihkan hati dan pikiran dari pikiran-pikiran kotor dan negatif. Ketika seseorang berdoa dengan tulus, hati akan menjadi lebih bersih dan terbebas dari kegelapan pikiran.

    2. Mendekatkan Diri kepada Allah

    Doa merupakan sarana untuk berkomunikasi secara langsung pada Allah SWT. Adanya membaca doa untuk menghilangkan pikiran kotor, tentunya akan membuat seseorang akan merasa lebih dekat akan sang Pencipta.

    3. Mendapatkan Ketenangan Batin

    Pikiran kotor dan negatif dapat menyebabkan kecemasan, stres hingga ketidak tenangan batin. Dengan membaca doa, seseorang akan merasa lebih tentram dan damai dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

    4. Meningkatkan Kesadaran Spiritual

    Membaca doa menghilangkan pikiran kotor ini akan membantu meningkatkan kesadaran spiritual serta mengingatkan diri kita tentang kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan yang tentunya juga bisa melihat segala perbuatan manusia.

    5. Meningkatkan Kualitas Ibadah

    Adanya pikiran yang bersih dan hati yang suci, ibadah yang kita lakukan tentunya akan lebih khusyuk dan berarti. Hal ini dikarenakan setiap doa yang dipanjatkan akan berdampak secara langsung pada hubungan spiritual dan ibadah.

    Mengamalkan doa menghilangkan pikiran kotor dengan sungguh-sungguh akan membantu kita menguatkan keimanan dalam menghadapi berbagai godaan dan cobaan yang mengancam kebaikan akhlak, amal hingga hawa nafsu kita.

  • Apakah Mengupil Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

    Apakah Mengupil Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

    Apakah mengupil membatalkan puasa? Seperti kita ketahui, ada beberapa hal yang bisa membuat puasa batal yakni salah satunya adalah masuknya benda ke dalam rongga terbuka tubuh dengan sengaja.

    Bagian rongga terbuka dalam tubuh seperti mulut, lubang hidung, lubang telinga, dan lainnya. Saat ada benda masuk ke dalam lubang ini, maka hukum puasanya batal. Lalu, bagaimana dengan mengupil?

    Berikut ada beberapa informasi yang penting kita ketahui terkait hukum ngupil saat puasa dan apakah ngupil bisa membatalkan puasa. Yuk, simak!

    Hukum Ngupil Saat Puasa

    Mengupil adalah suatu aktivitas memasukkan jari tangan ke dalam lubang hidung. Kegiatan dengan sadar ini bertujuan untuk membersihkan kotoran hidung. Kadang ada juga karena gatal sehingga tidak sadar ngupil.

    Lalu, bagaimana hukum ngupil saat menjalankan ibadah puasa? Apakah mengupil membatalkan puasa atau tidak? Seperti apa dalilnya dalam Islam?

    Menurut informasi, hukum mengorek hidung atau ngupil belum ada dalil khusus menunjukkan bahwa kegiatan mengupil ini bisa membatalkan puasa.

    Namun menurut lansiran dari Islam NU, hukum ngupil masih menjadi pertimbangan sendiri kaitannya dengan hal-hal yang membatalkan puasa.

    Meski demikian, dalam kitab Fath Al-Qarib menyebutkan hal yang membatalkan puasa salah satunya adalah ada benda yang masuk ke dalam lubang tubuh secara sengaja. Hukum puasanya adalah tidak sah.

    Sementara itu, pada kasus mengupil membatalkan puasa atau tidak, harus diketahui terlebih dahulu batas jari yang masuk ke bagian lubang hidungnya. Nantinya akan diketahui hukum puasa bagi yang mengupil.

    Apakah Ngupil Membatalkan Puasa?

    Perlu kita ketahui, puasa seseorang bisa menjadi batal ketika ada benda masuk ke dalam rongga berpangkal pada organ bagian dalam atau jauf.

    Lubang jauf punya batas awal, yang mana saat benda melewati batas tersebut maka puasanya batal. Namun, jika benda belum melewati jauf maka puasanya tetap sah. Lalu, apakah mengupil membatalkan puasa?

    Pada lubang hidung, batas awalnya berada di bagian pangkal insang atau muntaha khaisyum yang sejajar mata dan telinga yakni bagian yang tidak terlihat mata.

    Jika kegiatan mengupil melewati batas awal rongga hidung dan bahkan mencapai pangkal khaisyum, maka kegiatan ngupil bisa membatalkan puasa.

    Pada dasarnya, mengupil atau mengorek lubang hidung karena gatal diperbolehkan saat menjalankan puasa. Asalkan, saat mengupil tidak masuk hingga ke rongga hidung atau batas awal muntaha khaisyum.

    Begitu pula halnya ketika mengupil dilakukan dalam kondisi tidak sadar saat berpuasa, kemudian jari masuk ke dalam lubang hidung mencapai pangkal khaisyum. Puasanya tetap sah karena ketidaktahuan.

    Bagaimana memasukan benda ke lubang hidung dalam konteks seperti berwudhu saat puasa? Jika air wudhu ada kemungkinan masuk ke hidung dan melebihi batas awal, maka puasa akan menjadi batal.

    Tips Ngupil Saat Menjalankan Puasa

    Setiap orang tentunya memiliki suatu kebiasaan yang tak biasa, salah satunya adalah ngupil. Meski terkadang, kegiatan ngupil dilakukan dengan sengaja karena alasan untuk membersihkan kotoran di lubang hidung.

    Namun ketika ada pertanyaan, apakah mengupil membatalkan puasa atau tidak? Jawabannya adalah tergantung dari seberapa dalam mengorek lubang hidung itu. 

    Jika melebihi batas pangkal khaisyum, maka ngupil hukumnya membatalkan puasa atau tidak sah puasanya.

    Bagaimana cara ngupil yang aman agar puasa tidak batal? Jika kita ingin ngupil dan terhindar dari risiko batalnya puasa, berikut cara yang bisa dilakukan:

    • Membersihkan hidung secara rutin dengan air hangat dan gunakan saline spray untuk melarutkan upil yang sudah menempel di dalam hidung.
    • Menghindari mengupil dengan jari tangan karena berisiko mengalami iritasi atau infeksi pada hidung. Gunakan alat cotton bud saat mengupil.
    • Jangan mengupil secara berlebihan atau terlalu keras, hal ini bisa menyebabkan luka pada hidung. Bersihkan upil di hidung secara perlahan.
    • Jangan mengupil terlalu dalam melebihi batas pangkal khaisyum pada saat berpuasa. Hal ini karena puasa bisa menjadi batal atau tidak sah.
    • Jika ngupil akibat alergi ataupun kondisi penyakit hidung, maka segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

    Mengupil bukan hal yang dilarang pada saat sedang berpuasa. Namun, saat mengupil sebaiknya dengan cara yang tepat agar tidak membatalkan puasa dan hindari hal-hal lainnya yang bisa membuat puasa batal.

    Baca juga: 12 Macam Macam Sholat Sunnah yang Diajarkan Rasulullah SAW, Apa saja?

    Hal Lain yang Membatalkan Puasa

    Berikut ini ada beberapa hal lain yang bisa membatalkan puasa selain ngupil melebihi batas pangkal khasyum. Apa saja? Yuk, simak dengan seksama!

    1. Masuknya Benda ke dalam Tubuh

    Ketika ada sesuatu atau benda masuk ke dalam tubuh melalui lubang berpangkal seperti mulut, hidung, dan telinga. Jika hal itu sengaja, maka puasanya batal. Jika hal itu tidak sengaja, maka puasa tetap sah.

    2. Melakukan Hubungan Suami Istri

    Melakukan hubungan intim pada siang hari saat puasa dengan sengaja, tidak hanya membatalkan puasa tetapi juga dikenakan denda (kifarat). Oleh karena itu, kita harus menjaga hawa nafsu selama puasa.

    3. Masuknya Obat Melalui Qubul

    Berobat dengan memasukkan obat ataupun benda melalui qubul (lubang depan) atau dubur (lubang belakang), maka puasanya batal. Pengobatan ini untuk orang sakit harus memasang kateter urin atau ambeien.

    4. Keluarnya Air Mani (Sperma)

    Bagi pria yang melakukan onani atau bersentuhan kulit dengan lawan jenis tanpa melakukan hubungan intim, kemudian keluar air mani atau sperma. Hal ini tentunya membatalkan puasa atau puasa tidak sah.

    5. Haid atau Nifas bagi Wanita

    Pada saat berpuasa di siang hari mengalami haid atau sedang dalam kondisi nifas, maka puasanya menjadi batal. Selain itu, wanita haid dan nifas juga wajib melakukan qadha puasa saat Ramadhan usai.

    6. Gangguan Jiwa atau Junun

    Seseorang mengalami gangguan jiwa atau junun saat sedang melaksanakan puasa, maka puasanya menjadi batal. Orang ini harus mengqadha ataupun mengganti puasa Ramadhan setelah sudah sembuh.

    7. Murtad atau Keluar Agama Islam

    Jika seseorang sedang berpuasa kemudian melakukan hal yang bisa membuat dirinya murtad, maka puasanya batal. Termasuk mereka yang menyekutukan Allah SWT dan mengingkari hukum syariat Islam.

    Itulah hal-hal membatalkan puasa selain ngupil melebihi batas yang sudah ada ketentuannya. Hal ini penting untuk kita ketahui dan pahami, agar kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik dan lancar.

    Demikian penjelasan tentang permasalahan apakah mengupil membatalkan puasa atau tidak? Meski mengupil diperbolehkan saat berpuasa, tetapi harus mengetahui batasannya agar puasa tetap sah hukumnya.

  • Hukum Potong Rambut saat Haid Menurut Islam, Apakah Boleh?

    Hukum Potong Rambut saat Haid Menurut Islam, Apakah Boleh?

    Selama ini kita mungkin pernah mendengar larangan potong rambut dan kuku bagi wanita yang sedang haid atau menstruasi. Sebenarnya bagaimana hukum potong rambut saat haid jika ditinjau dari Al-Qur’an dan Hadits?

    Wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah sholat, puasa, dan sebagainya.

    Diibaratkan sedang dalam kondisi kotor. Itulah sebabnya kerap muncul larangan untuk memotong rambut atau kuku yang termasuk bersuci.

    Hukum Potong Rambut saat Haid Menurut Islam

    Untuk mengetahui hukum suatu peristiwa, semestinya kita merujuk pada Al-Qur’an, hadis, dan kesepakatan para ulama. Mengenai potong rambut saat haid sebenarnya tidak ada dalil eksplisit baik di Al-Qur’an maupun sunnah Nabi.

    Berdasar Kisah Aisyah r.a

    Tidak ada riwayat yang melarang wanita haid untuk memotong kuku atau rambut. Begitu pula, tidak ada riwayat yang mewajibkan mencuci rambut yang rontok saat mandi setelah haid. 

    Sebaliknya, ada riwayat yang memperbolehkan wanita haid untuk menyisir rambut. Terdapat hadis yang berkaitan dengan Aisyah saat mengikuti haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika mereka tiba di Mekkah, A’isyah mengalami haid.

    Diriwayatkan dari Imam Bukhari. Aisyah radhiyallahu ’anha berkata, “Kami berangkat (untuk berhaji) ketika mendekati permulaan bulan Dzulhijjah. Lalu Nabi SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang ber-ihlal (berniat untuk memulai) ibadah umrah maka silakan melakukannya. Adapun aku, seandainya aku tidak membawa hadyu (hewan sembelihan) maka aku akan ber-ihlal untuk umrah.” 

    Dari sabda Nabi tersebut akhirnya sebagian sahabat ber-ihlal untuk umrah dan sebagian lagi ber-ihlal untuk haji. Sementara Aisyah ermasuk orang yang ber-ihlal untuk umrah. 

    Pada saat hari arafah Aisyah mengalami haid. Lalu ia mengadukan hal ini kepada Nabi. Nabi SAW pun bersabda:

    دَعِي عُمْرَتَكِ، وَانْقُضِي رَأْسَكِ، وَامْتَشِطِي وَأَهِلِّي بِحَجٍّ

    Artinya:

    “Tinggalkanlah umrahmu, lepaslah ikatan rambutmu, sisirlah rambutmu dan ber-ihlal-lah untuk haji.” 

    Akhirnya Aisyah pun melakukan perintah beliau. Pada malam hasbah (malam keempat belas bulan Dzulhijjah). Nabi SAW mengutus saudara ‘Aisyah yaitu Abdurrahman bin Abu Bakr untuk menemaninya. 

    Aisyah keluar sampai di miqat Tan’im dan ber-ihlal untuk umrah dari sana sebagai ganti dari umrahnya. Dari kisah ini, terdapat hadis shahih riwayat Imam Bukhari yang berbunyi sebagai berikut:

    وَقَالَ عَطَاءٌ: َيحْتَجِمُ الجُنُبُ، وَيُقَلِّمُ أَظْفَارَهُ، وَيَحْلِقُ رَأْسَهُ، وَإِنْ لَمْ يَتَوَضَّأ

    Artinya:

    Orang yang sedang dalam keadaan junub boleh berbekam, memotong kuku, mencukur rambut, meskipun tanpa berwudhu. (HR. Bukhari).

    Berdasarkan hadis tersebut, jelas bahwa hukum potong rambut saat haid diperbolehkan. Nabi SAW justru memerintahkan ‘Aisyah yang sedang dalam keadaan haid untuk menyisir rambutnya. 

    Padahal menyisir rambut seringkali berpotensi menyebabkan rambut rontok. Hal ini menunjukkan bahwa tidak masalah jika ada anggota tubuh yang terpisah dari badan karena melakukan suatu hajat.

    Baca juga: Hukum Memanjangkan Kuku dalam Islam

    Pendapat Ulama

    Beberapa ulama tidak membolehkan potong rambut dan kuku saat haid. Hukum potong rambut saat haid menurut ulama ini memiliki alasan karena anggota badan yang terpisah saat kondisi berhadas kelak di akhirat akan dikembalikan masih dalam keadaan hadas. 

    Adapun ulama yang berpendapat demikian antara lain Zainuddin Ahmad bin Abdul Aziz, Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi, dan al-Ghazali. Sementara pendapat Abu Al-Faraj Asy-Syairazi menyatakan bahwa memotong kuku saat haid hukumnya makruh.

    Sementara itu, Syeikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa:

    “Wanita yang haid boleh memotong kukunya dan menyisir rambutnya, dan boleh mandi junub, … pendapat yang dianut oleh sebagian wanita bahwasanya wanita yang haid tidak boleh mandi, menyisir rambutnya, dan memotong rambutnya maka ini tidak ada asalnya (dalilnya) di dalam syari’at, sebatas pengetahuan saya.”

    Ternyata larangan memotong rambut saat haid ditemukan dalam kitab Ihya’ Ulumuddin. Menurut Imam Al-Ghazali, wanita haid dilarang memotong kuku dan rambutnya.

    Alasannya karena kelak di akhirat rambut dan kuku tersebut akan dipanggil dalam keadaan janabah (hadats besar). Lalu meminta pertanggungjawaban pada pelakunya. Pendapat Al-Ghazali ini berdasarkan hadis yang berbunyi:

    ”Dan tidak sepatutnya seseorang itu mencukur rambutnya, memotong kukunya, bulunya, atau mengeluarkan darahnya, atau memisahkan satu bagian dari dirinya sedang dia dalam keadaan junub. Sebab semua bagian itu akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan junub, lalu dikatakan pada orang itu: Sesungguhnya setiap rambut ini menuntut padanya mengapa ia dibiarkan dalam keadaan berjanabah (hadats besar).” (Kitab Ihya’ Ulumuddin, jilid 1 hal. 51)

    Ulama lain yaitu Al-Bujairimi mengomentari pendapat tersebut. Dalam kitabnya, Tuhfah AlHabib, beliau menuliskan sebagai berikut:

    “Ada kritikan terhadap (pendapat al-Ghazali). Yang dimaksud dengan ’bagian itu akan dipanggil pada hari kiamat’ adalah bahwa jasad akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaannya sewaktu ia mati, tidak termasuk kuku atau rambut yang dipotong selama ia hidup. Itu artinya, pendapat ini perlu dirujuk kembali. Al-Qalyubi mengatakan bahwa jika semua rambut dan kukunya yang sempat ia potong selama hidup akan dipanggil menyatu ke jasadnya, niscaya akan buruklah jasadnya itu, saking panjangnya kuku dan rambutnya. Al-Manabighi juga menyampaikan bahwa bagian tubuh terpisah yang akan dipanggil itu adalah seperti tangan yang terpotong, bukan rambut atau kuku.” (Kitab Tuhfah Al-Habib, jilid 1 hal. 247).

    Dari pandangan ulama tersebut, kita dapat mengambil jalan tengah. Artinya, sebaiknya kita tidak memotong kuku dan rambut kecuali ada kebutuhan atau alasan yang mendasar. Misalnya rasa risih atau ketidaknyamanan jika dibiarkan panjang. 

    Setelah memotong kuku atau rambut, disarankan untuk membersihkan area tempat pemotongan tersebut, bukan potongan kuku atau rambut itu sendiri. Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan atau berhati-hati.

    Demikian pendapat para ulama mengenai hukum potong rambut saat haid. Pada dasarnya yang dilarang bagi wanita haid hanya enam hal saja.

    Ibadah yang Dilarang bagi Wanita Haid

    Dalam Islam, kita diberikan kebebasan untuk beribadah asalkan sesuai aturan yang berlaku. Sebab, setiap individu diwajibkan untuk beribadah sepanjang hidup, tak terkecuali wanita haid. 

    Wanita haid masih boleh beribadah kecuali enam amalan yang dilarang yaitu sebagai berikut:

    1. Sholat dan Puasa

    Dari Abu Said radhiyallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda:

    أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ، وَلَمْ تَصُمْ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا

    “Bukankah apabila wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari no. 1951 dan Muslim no. 79).

    Hadis tersebut menjelaskan bahwa wanita haid dilarang sholat dan berpuasa. Justru jika melakukannya, ia akan berdosa.

    2. Thawaf di Ka’bah

    Sebagaimana kisah Aisyah, Rasulullah memerintahkannya untuk tidak ikut thawaf hingga ia dalam kondisi suci kembali. Berikut hadis yang menerangkan hal tersebut:

    فَافْعَلِى مَا يَفْعَلُ الْحَاجُّ ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِى

    Artinya:

    “Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari melakukan thawaf di Ka’bah hingga engkau suci.” (HR. Bukhari no. 305 dan Muslim no. 1211).

    3. Menyentuh Mushaf Al-Quran

    Orang yang berhadats (hadats besar atau hadats kecil) dilarang menyentuh mushaf sebagian atau seluruhnya. Sebagaimana dalam firman Allah yaitu sebagai berikut:

    لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

    Artinya:

    “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS. Al Waqi’ah: 79).

    Sementara itu, Nabi SAW juga bersabda mengenai hal ini:

    لاَ تَمُسُّ القُرْآن إِلاَّ وَأَنْتَ طَاهِرٌ

    Artinya:

    “Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali engkau dalam keadaan suci.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

    4. I’tikaf

    Mayoritas ulama dari mazhab  Syafii, Maliki, dan Hambali berpendapat bahwa wanita haid dilarang i’tikaf atau berdiam diri di masjid. Sementara madzhab Hanafi menyatakan bahwa wanita haid yang i’tikaf tidak sah. Alasannya karena orang yang I’tikaf harus dalam keadaan puasa pada siang harinya sedangkan wanita haid tidak boleh puasa.

    Kita merujuk kembali pada Al-Qur’an. Allah SWT berfirman sebagai berikut:

     ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

    Artinya:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa: 43).

    5. Hubungan Intim

    Allah SWT berfirman:

    وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

    Artinya: 

    “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqarah: 222).

    Demikian ibadah yang dilarang bagi wanita haid. Selain hal yang telah disebutnya, pada dasarnya hukum potong rambut saat haid berarti tidak dilarang. 

    Meskipun demikian, kalian yang sedang haid masih boleh melakukan ibadah lain.  Ibadah yang bisa dilakukan antara lain berdoa, berdzikir, bersedekah, mendengar ceramah, dan sebagainya.

  • Hukum Chatting dengan Lawan Jenis Menurut Islam

    Hukum Chatting dengan Lawan Jenis Menurut Islam

    Banyak umat Muslim yang bertanya bagaimana hukum chatting dengan lawan jenis menurut Islam. Kalau bertemu hanya berdua dan saling berpandang-pandangan, jelas sudah termasuk zina mata.

    Bagaimana jika hanya berkirim pesan saja? Apakah itu termasuk perbuatan zina?

    Semua pertanyaan tersebut akan kami jawab melalui artikel berikut ini.

    Hukum Chatting dengan Lawan Jenis Menurut Islam

    Sekarang zaman sudah semakin canggih. Untuk berkomunikasi, manusia tidak perlu bertatap muka secara langsung, tetapi bisa juga melalui gadget.

    Selain telepon dan video call, chatting merupakan salah satu metode komunikasi online yang sering dilakukan. Sebab, penggunaannya sangat mudah dan tidak menghabiskan banyak kuota.

    Kembali lagi ke topik, pada dasarnya tidak masalah jika kita ingin mengirim pesan atau chat kepada lawan jenis. Toh, setiap hari kita juga berkomunikasi dengan lawan jenis bukan?

    Haram atau tidaknya chatting dengan lawan jenis harus dilihat dulu dari maksud, isi, dan tujuannya. Ada orang yang chatting karena urusan kekeluargaan, pekerjaan, PDKT, dan lain sebagainya.

    1. Tidak Masalah Chatting atau berkomunikasi dengan Lawan Jenis Asal Memenuhi Syarat

    Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Maka dari itu, sejatinya tidak masalah laki-laki chat perempuan ataupun sebaliknya, tetapi harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara’.

    Contohnya jika seseorang mengirim pesan yang berhubungan dengan hal-hal bersifat umum seperti pekerjaan, bisnis, atau mengabarkan sesuatu yang sifatnya penting maka tidaklah haram.

    Misal, seorang laki-laki yang mengirimkan pesan kepada teman wanitanya untuk menanyakan masalah pekerjaan. Maka, tidak ada yang salah dengan hal ini.

    Selain itu, suatu chatting dikatakan tidak haram apabila isinya mengandung kebaikan, menjaga adab-adab kesopanan, tidak menyebabkan fitnah, dan tidak khalwat. Allah SWT berfirman dalam Surah Al Ahzab ayat 32 yang berbunyi:

    يٰنِسَاۤءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَاَحَدٍ مِّنَ النِّسَاۤءِ اِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِيْ فِيْ قَلْبِهٖ مَرَضٌ وَّقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوْفًاۚ

    Yâ nisâ’an-nabiyyi lastunna ka’aḫadim minan-nisâ’i inittaqaitunna fa lâ takhdla‘na bil-qauli fa yathma‘alladzî fî qalbihî maradluw wa qulna qaulam ma‘rûfâ

    Artinya:

    “Wahai istri-istri Nabi, kamu tidaklah seperti perempuan-perempuan yang lain jika kamu bertakwa. Maka, janganlah kamu merendahkan suara (dengan lemah lembut yang dibuat-buat) sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik”.

    Baca juga: Hukum Menggauli Istri Saat Haid Menurut Islam dan Dalilnya

    2. Haram Jika Bersifat Khalwat

    Hukum chatting dengan lawan jenis menurut Islam haram apabila ada unsur khalwat. Khalwat sendiri merupakan perbuatan menyepi yang dilakukan laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain.

    Meskipun tidak berduaan dengan bertatap muka secara langsung, tetap saja perbuatan ini terlarang. Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Tiadalah seorang lelaki dan perempuan itu jika mereka berdua-duaan melainkan syaitanlah yang ketiganya,” (Hadis Sahih).

    Jangan salah, lewat chat pun seseorang bisa mengirim tulisan atau Konten-konten yang bisa membangkitkan hawa nafsu. Maka dari itu, hukumnya menjadi haram.

    Jadi, sebenarnya berkomunikasi melalui layanan media, serupa dengan komunikasi secara langsung. 

    Hukum komunikasi dengan lawan jenis tidak diperbolehkan kecuali ada hajat tertentu seperti khitbah (meminang), muamalah (transaksi bisnis), pekerjaan dan lain sebagainya.

    3. Chatting dengan Lawan Jenis dengan Tujuan Khalwat adalah Perbuatan Mendekati Zina

    Jika ada seseorang pria yang melakukan PDKT kepada seorang wanita tanpa ada tujuan meminang, maka perbuatan tersebut tergolong khalwat. Perbuatan ini sangat dilarang oleh Allah SWT karena melanggar syariat yaitu mendekati  zina.

    Allah SWT berfirman dalam Surah Al Isra ayat 32 yang berbunyi:

    وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا

    Wa lâ taqrabuz-zinâ innahû kâna fâḫisyah, wa sâ’a sabîlâ

    Artinya:

    “Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk.”

    Perbuatan “PDKT” inilah yang tergolong mendekati zina. Memang awalnya hanya berkirim pesan biasa, lalu saling menggoda, dan hingga akhirnya saling bertemu dan melakukan perbuatan yang tidak semestinya.

    Dalam  kitab I’anat al-Talibin, 3/301 diterangkan bahwa:

    “Tidak haram memandang perempuan melalui media cermin yang diibaratkan seperti pantulan air, karena sesungguhnya dia tidak memandang secara langsung akan tetapi memandang padanannya. Seperti yang dijelaskan bahwa itu semua (boleh memandang melalui media) bila aman dari fitnah dan dari syahwat.”

    Selain itu, ada juga hadits yang menerangkan:

    “Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berat bagi pria melebihi fitnah wanita.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

    Berdasarkan kitab dan hadits tersebut, dapat kita ketahui bahwa seseorang boleh-boleh saja  berkomunikasi melalui media apapun selama itu tidak fitnah dan menimbulkan syahwat.

    4. Mengirim Chat dengan Tujuan Dakwah ke Lawan Jenis Tidak Diperkenankan

    Hukum chatting dengan lawan jenis pada dasarnya tidak diperkenankan walaupun itu tujuannya dakwah. Mengapa demikian? 

    Sebab berdakwah kepada jenis lawan bukanlah perintah agama karena Allah telah menetapkan untuk berdakwah kepada lelaki adalah lelaki juga, begitu juga sebaliknya.

    Akan tetapi, bila ada tuntutan syar’i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai keperluan. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah dijelaskan sebelumnya.

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita simpulkan hukum chatting dengan lawan jenis menurut Islam bisa haram dan tidak haram. Semua tergantung dari bagaimana dan apa tujuan mengirimkan chat tersebut.

    Jika tujuannya baik maka tidak menjadi masalah. Sebaliknya, jika tujuannya buruk dan justru mengarah ke arah maksiat maka Allah SWT tidak menyukainya.

    Manfaatkan teknologi komunikasi dengan sebaik mungkin supaya kita tidak terjerumus ke dalam godaan syaitan yang terkutuk.

  • 5 Cerita Inspirasi Islam untuk Kehidupan yang Bermakna

    5 Cerita Inspirasi Islam untuk Kehidupan yang Bermakna

    Ada banyak cerita inspirasi Islam yang bisa membuat kehidupan kita jadi lebih bermakna. Berbagai cerita ini akan memberikan kita makna dalam kehidupan jika benar-benar membaca dan merenunginya. 

    Banyak nilai yang nantinya bisa kita ambil mulai dari perbuatan baik yang akan membuahkan kebaikan pula, saling menolong, dan masih banyak lagi. Berbagai kisah ini dapat menjadi pengingat untuk kita mengenai banyak hal. 

    Bisa mengenai kehadiran Allah SWT dalam hati dan pertolongan dari-Nya. Mari, kita belajar bersama melalui cerita inspiratif Islam agar kehidupan jadi jauh lebih bermakna. 

    Cerita Inspirasi Islam Sebagai Bahan Renungan

    Kehidupan adalah rangkaian waktu yang disediakan bagi kita untuk terus belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi dan menjadi versi terbaik dari diri kita. Belajar jadi lebih baik bisa dari apa saja, termasuk kisah inspiratif ini: 

    1. Cerita Inspirasi Islam bahwa Kebaikan Tidak Pernah Sia-sia

    Dikisahkan ada seorang laki-laki yang bernama Muhammad Ibnu Hamir. Ia adalah seseorang yang ketika siang sangat rajin berpuasa dan ketika malam hari sering beribadah qiyamul lail. 

    Suatu waktu, ia memutuskan untuk pergi berburu hewan. Kemudian, di tengah perjalanan tiba-tiba ada ular yang menghadangnya. Mereka berdua terlibat dialog yang cukup panjang. Begini dialognya: 

    Ular: “Hai Muhammad, tolong selamatkan aku.”

    Ibnu Hamir: “Menyelamatkanmu dari siapa?”

    Ular: “Selamatkan aku dari musuhku. Dia telah berbuat jahat kepadaku.”

    Ibnu Hamir: “Memangnya, musuhmu siapa?”

    Ular: “Musuhku adalah yang berada di belakangku.” 

    Ibnu Hamir: “Sebelum itu, aku ingin bertanya kamu ini dari golongan umat siapa?”

    Ular: “Aku adalah golongan dari umat Muhammad SAW.”

    ***

    Tak lama, Ibnu Hamir lalu membuka selendang yang ia kenakan. Ia lantas berkata: 

    “Wahai ular, kemarilah. Masuk ke dalam selendang ini saja.” 

    Ular: “Tidak, nanti jika aku ada di dalam selendang itu, musuhku akan dengan mudah mengetahuinya.” 

    Ibnu Hamir: “Kenapa begitu? Lalu, apa yang bisa aku perbuat selain ini untuk membantumu?”

    Ular: “Kalau kamu mau berbuat baik kepadaku dengan menolongmu, bukalah mulutmu. Nanti aku akan masuk ke sana. Hanya itu yang bisa menyelamatkanku.” 

    Ibnu Hamir: “Jika membuka mulut dan mengiyakan keinginanmu, aku khawatir nanti kamu akan membunuhku.” 

    Ular: “Tidak, demi Allah. Aku tidak akan dan tidak mungkin tega membantu orang yang telah membantuku dengan setulus hati.” 

    Ibnu Hamir: “Baiklah, aku akan membuka perlahan mulutku. Aku percaya kepadamu untuk tidak membunuhku karena bantuan ini.” 

    Lalu, Ibnu Hamir secara perlahan membuka mulut. Kemudian, ular yang meminta bantuannya pun segera masuk ke dalam tubuh Ibnu Hamir. 

    ***

    Setelah ular masuk ke dalam tubuh Ibnu Hamir, ia melanjutkan perjalanannya. Di perjalanan, Ibnu Hamir sekadar berpapasan dengan orang yang tengah membawa parang. 

    Setelah diketahui, ternyata orang dengan parang tersebutlah yang merupakan musuh dari ular yang kini berada dalam tubuh dari Ibnu Hamir. 

    Orang dengan Parang: “Hai, Muhammad!” dengan nada kencang. 

    Ibnu Hamir: “Apakah ada hal yang bisa aku bantu?”

    Orang dengan Parang: “Apakah kau berjumpa dengan musuhku?”

    Ibnu Hamir: “Musuh? Memangnya siapa musuhmu?” 

    Orang dengan Parang: “Musuhku adalah seekor ular.” 

    Ibnu Hamir: “Maafkan aku, aku tidak melihatnya.” 

    Begitulah kata Ibnu Hamir yang menutupi informasi dari ular sembari mengucap istighfar sebanyak 100 kali. 

    Ia membaca istighfar karena sebenarnya tahu letak dari tempat Si Ular yang bersembunyi. 

    ***

    Secara perlahan, Ibnu Hamir kemudian melangkahkan kakinya untuk meneruskan perjalanan. Setelah Ibnu Hamir berjalan cukup jauh akhirnya ular mengeluarkan kepalanya. 

    Kemudian, ular bertanya: “Apakah musuhku telah pergi dari sini?” 

    Ibnu Hamir: “Aku lihat ke sebelah kiri dan kanan, tidak ada siapa pun. Termasuk musuhmu. Jika memang ingin keluar, maka silakan keluar. 

    Ular: “Hai Muhammad, aku menawarkan dua opsi untukmu. Opsi pertama, kau memilih untuk aku hancurkan bagian limpamu dari dalam; atau opsi kedua, aku akan melubangi hatimu ini dan akan aku biarkan dirimu hidup tanpa ruh. 

    Ibnu Hamir: “Subhanallah, lantas di mana janji yang sebelum aku bantu dan sudah kau ucapkan tadi?”

    Ibnu Hamir: “Apakah kau telah lupa dengan sumpah yang tadi kau ucapkan sendiri? Mengapa sangat cepat kamu bisa melupakannya?”

    Ular: “Mengapa kamu sudah lupa antara permusuhanku dengan moyangmu, Nabi Adam? Yang mana aku membuatnya keluar dari surga.”

    Ular: “Ini salahmu sendiri, apa dasar kamu melakukan kebaikan ini pada makhluk yang sebenarnya tak pantas untuk diperlakukan dengan baik?” 

    Ibnu Hamir yang telah membantunya, sama sekali tidak menyangka jawaban yang keji dari sosok ular yang telah ditolong olehnya, bahkan ia sampai berbohong kepada orang yang membawa parang. 

    Ibnu Hamir: “Apakah kau begitu yakin akan membunuhku?”

    Ular: “Pasti, aku pasti membunuhmu.” 

    Ibnu Hamir: “Jika begitu, tunggulah sebentar sampai aku naik ke gunung. Aku ingin menyiapkan diri.” 

    Ular: “Silakan, kamu bisa berbuat semaumu.” 

    Lalu, Muhammad bin Hamir akhirnya memutuskan naik ke gunung di tengah keputusasaannya sembari menyadari, tidak ada lagi harapan agar ia bisa hidup di dunia. 

    ***

    Akhirnya, Ibnu Hamir sampai di puncak gunung. Ia menatap ke arah langit dan berdoa: 

    يَا لَطِيفُ، يَا لَطِيفُ، اُلْطُفْ بِي بِلُطْفِكَ الْخَفِيِّ. يَا لَطِيفُ، بِالْقُدْرَةِ الَّتِي اسْتَوَيْتَ بِهَا عَلَى الْعَرْشِ، فَلَمْ يَعْلَم الْعَرْشُ أَيْنَ مُسْتَقِرُّكَ إِلَّا مَا كَفَيْتَنِيْ هَذِهِ الْحَيَّةَ

    Artinya: 

    “Wahai Allah Dzat Yang Mahalembut, wahai Allah Dzat Yang Mahalembut, berlaku lembutlah kepadaku dengan kelembutan-Mu yang samar. Wahai Allah Dzat Yang Mahalembut, dengan kekuasan-Mu yang denganya Engkau menguasai Arsy’, lalu Arsy pun tidak mengetahui di mana kekuasan-Mu, kecuali tidak Engkau lindungi diriku dari kejahatan ular ini.” 

    ***

    Lalu, Ibnu Hamir melanjutkan jalannya. Tak disangka, ada sosok lelaki yang wanginya semerbak dan begitu bersih menghampirinya. 

    Sosok Lelaki: “Salamun ‘Alaika, wahai Muhammad. Kenapa kau terlihat sedih? Ada Apa?” 

    Ibnu Hamir: “Waalaikumsalam, saudaraku. Musuhku sudah berbuat jahat kepadaku.” 

    Sosok Lelaki: “Di mana musuhmu?”

    Lantas, Sosok Lelaki itu memberi daun hijau seperti zaitun dan berkata: 

    “Hai, Muhammad. Kunyahlah daun ini, lalu silakan ditelan.” 

    Secara tak terduga, setelah mengunyah dan menelannya, Ular yang ada dalam perutnya berputar-putar dan keluar berkeping-keping dari arah duburnya. 

    Dengan keajaiban ini, akhirnya Ibnu Hamir penasaran: 

    “Siapa dirimu? Allah telah menyelamatkan aku dengan perantara dirimu?” 

    Sosok Lelaki: “Apakah kau belum kenal aku, Muhammad?” 

    Sosok Lelaki: “Mengertilah, Muhammad bin Hamir! Ketika kau dianiaya ular dan kau berdoa, malaikat di langit mengadu pada Allah SWT dan Allah mengutusku untuk menolongmu.”

    “Aku adalah malaikat Ma’ruf yang berada di langit keempat.” 

    Allah berkata kepadaku: 

    “Pergilah ke Surga, lalu ambil daun berwarna hijau, lalu berikan kepada hamba-Ku, Muhammad bin Hamir.” 

    Dari cerita inspirasi Islam ini bisa kita simpulkan bahwa perbuatan baik yang kita lakukan, tidak akan pernah sia-sia.

    Baca juga: 5 Peran Ayah dalam Keluarga Menurut Islam, Penting dan Tidak Tergantikan!

    2. Cerita Inspirasi Islam Memberi Tanpa Menghina

    Selanjutnya, ada cerita inspirasi Islam terkait memberi tanpa perlu menghina orang yang menerimanya. Berikut ini kisahnya: 

    Alkisah ada penjual selimut yang kualitasnya terbaik. Selimut yang tersedia, harganya bervariasi dan juga memiliki variasi dari segi ketebalan. Kemudian, suatu hari datang kakek tua renta yang bajunya sudah lusuh. 

    Jika melihatnya secara menyeluruh, ternyata kakek tua yang datang merupakan orang yang tidak berpunya. Walaupun begitu, ia tetap memberanikan diri membeli selimut kepada penjual selimut yang selalu menyediakan kualitas terbaik. 

    Saat kakek tua ini ada di dalam toko, banyak pengunjung yang menatap dan melihatnya dengan sinis. Bahkan cenderung penuh dengan rasa tidak suka. Tapi siapa sangka, pemilik toko tetap melayani kakek tua yang datang dengan sopan.

    Pemilik toko tetap memberikan perhatian seperti tidak ada bedanya dengan pelanggan biasa di dalam toko. Banyak yang melihatnya dengan sinis dan tidak suka hanya karena pemilik toko melayaninya dengan ramah. 

    Namun, siapa sangka ternyata pemilik toko selimut ini melayani kakek tua yang datang dengan sangat sopan. Ia pun perhatian seperti memperlakukan pengunjung pada umumnya yang datang untuk membeli selimut. 

    Ia pun meminta selimut dengan harga yang paling murah karena memang total uang yang dimiliki pas-pasan. Bahkan, bisa dikatakan jika uang tersebut ternyata belum cukup untuk membeli selimut paling murah di toko penjual selimut. 

    Saat mengetahui hal ini, pemilik toko tetap memberi kakek tua pelayanan terbaik dan lantas mencari selimut buat kakek tua yang tadi datang. Siapa yang menyangka jika pemilik toko akan memberikan selimut dengan kualitas terbaik. 

    Menariknya, harga yang diberikan sesuai dan pas dengan uang yang kakek tersebut miliki. Lalu, kakek tua tersebut memberi ucapan terima kasih yang cukup mendalam pada pemilik toko. 

    Ternyata, selimut yang dibeli oleh kakek tua tersebut merupakan selimut yang digunakan untuk menyelimuti anak juga istri yang berada di balik tembok rumahnya. 

    Suatu waktu, datang juga pengunjung yang ingin membeli selimut yang kualitasnya sama dengan selimut yang sudah diberikan kepada kakek tua. 

    Pengunjung itu tampak marah saat ia tahu berapa harga sebenarnya dari selimut yang telah diberikan kepada kakek tua sebelumnya. Pengunjung tersebut tetap ngotot dan membandingkan harga yang kemarin diberikan oleh penjual selimut. 

    Pengunjung tersebut menganggap jika hal ini tidak adil. Namun, tetap dengan penuh kesabaran, pemilik toko selimut memberi penjelasan: 

    “Memang, harga yang saya berikan kepadamu dan kakek tua kemarin berbeda. Tapi, kali ini saya berdagang dengan manusia. Namun, kemarin saya tengah berdagang dengan Allah,” kata pemilik toko selimut. 

    Lalu, pemuda yang tadi marah akhirnya tertegun dan membayar selimut sesuai dengan harga yang sudah ditentukan. Sembari berdoa agar kakek tua yang sebelumnya membeli selimut dengan harga murah, tak kedinginan. 

    3. Cerita Inspirasi Islam dari Penjual Kerupuk Tuna Netra

    Suatu hari, ada seorang penjual kerupuk yang memiliki keterbatasan lain. Penjual kerupuk ini memiliki keterbatasan fisik yakni tuna netra atau mengalami keadaan buta pada mata. 

    Walaupun begitu, ia tetap terus mencoba untuk menjalani hidup seperti orang normal pada umumnya: mencari nafkah. Caranya ialah dengan berjualan kerupuk. Tak lama, ada seorang pemuda yang menghampiri penjual kerupuk ini. 

    Ia ingin membeli kerupuk darinya. Pemuda ini lalu memberikan pertanyaan. Kalau misalnya dia tak membayar tapi meminta kembalian, bagaimana? Bukankah itu suatu kerugian? 

    Pemuda ini menanyakan tentang tanggapan dari penjual kerupuk tersebut. Dan seketika, penjual kerupuk memberikan jawabannya dengan nada rendah. 

    “Nah, rezeki sudah Allah yang mengatur. Bagian saya hanya berusaha. Kalau memang rezeki itu sudah milik saya dan memang ditetapkan untuk saya, maka tidak akan sedikit pun tertukar. Berlaku juga sebaliknya,” kata penjual kerupuk. 

    Sesaat setelah mendengar jawaban dari penjual kerupuk tersebut, anak muda ini langsung bergetar hatinya. Ia lantas memberikan uang dengan jumlah yang lebih. 

    Pemuda ini percaya kalau Allah telah menitipkan rezeki dari penjual tersebut melalui dirinya dan tangannya. 

    *** 

    Dari cerita inspirasi Islam ini, kita bisa memperoleh pesan moral kalau rezeki dari Allah tidak akan pernah tertukar dan memang sudah tertakar. 

    Apa pun itu, kalau kita ber-tawakkal kepada Allah, jalan yang sulit seperti apa pun pasti akan lebih mudah kita lewati. 

    Percayalah kalau Allah akan memberikan yang terbaik kepada semua hamba-Nya. Jika belum rezekinya, Allah akan menggantinya dengan hal yang telah menjadi rezeki kita atau yang tertulis di Lauhul Mahfudz sana. 

    Besar dan kecil rezeki bukan menjadi ukuran karena rezeki bukan hanya sekadar hitungan nominal. Bisa keberkahan, kesehatan, keluarga lengkap, teman-teman yang sholeh, dan bahkan pekerjaan yang menenangkan. Semuanya patut kita syukuri. 

    4. Cerita Inspirasi Islam Masyithah Pelayan Putri Fir’aun

    Kisah ini asalnya dari Masyitah. Ia merupakan pelayan dari putri Fir’aun dan seorang wanita yang berani dan dengan gagah mengorbankan jiwa dan raga untuk agamanya. 

    Ia merupakan ibu yang terbalut dengan sifat cinta, kasih sayang, dan penuh dengan kebaikan. 

    Masyithah merupakan sosok yang begitu mencintai anak-anak dengan ketulusan. Ia pun suka berjuang, bekerja keras, dan membuat mereka bahagia di dunia maupun di akhirat kelak. 

    Masyithah mempunya satu tantangan terberatnya yakni penyiksaan demi penyiksaan yang dilakukan oleh Fir’aun. Anak-anaknya penuh hormat dan memiliki kebaikan hati. Ada banyak kekejaman juga siksaan yang didapatkan oleh Masyithah. 

    Seluruh ketidaknyamanan, ia hadapi hingga akhir kematiannya dan akhirnya Tuhan pun menyenangkannya. Masyithah sudah berhasil membesarkan anak-anaknya untuk berjuang hanya di jalan Allah. 

    Rasulullah pernah bertanya pada malaikat Jibril saat menjalani Isra’ Mi’raj dan Rasulullah bertanya dari mana bau yang amat wangi itu datang. Akhirnya malaikan Jibril menjawab bahwa itu merupakan wangi dari putri Fir’aun dan pelayannya. 

    Pelayan itulah yang bernama Masyithah. Suatu hari, Masyithah pernah menyisir rambut dari putri Fir’aun. Kemudian, sisirnya jatuh dari tangan dan ia berkata ‘Bismira.” 

    Putri Fir’aun kaget dan akhirnya melapor kepada Fir’aun. Hal ini sontak membuat Fir’aun tersinggung dan memanggil Maysita. 

    Kemudian Fir’aun bertanya, “Apakah kamu memiliki tuhan yang beda dari aku?”

    Masyithah menjawab iya. Dia tidak sedikit pun takut untuk menjawabnya. Keberanian inilah yang akhirnya membuat Masyithah dan anak-anak Fir’aun wangi ketika Rasulullah tengah dalam perjalanan Isra’ dan Mi’raj. 

    *** 

    Dari cerita inspirasi Islam ini, kita bisa belajar bahwa Masyithah adalah sosok yang teguh dengan pendiriannya dan tetap di jalan Allah apa pun risiko yang mungkin ia hadapi. 

    Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita. Khususnya bagi kita yang memiliki keimanan setipis tisu dan bahkan bisa goyah hanya karena hal-hal sepele seperti atasan, jabatan, harta, teman, pasangan, jalan macet dan lain sebagainya. 

    Semoga kita dapat menjalani hidup untuk tetap berada di jalan Allah seperti Maysitah hingga akhir hayat. 

    5. Keajaiban Sedekah Zaman Nabi Musa

    Ada satu cerita inspirasi Islam yang cukup menarik untuk kita renungi. Intinya mengenai keajaiban dari melakukan sedekah. Cerita ini terjadi tepat di zaman Nabi Musa. 

    Dikisahkan, waktu itu ada suami istri yang sangat kekurangan atau serba kekurangan selama bertahun-tahun. Hidup mereka termasuk sangat miskin. Tapi, mereka tetap tabah dan berusaha untuk keluar dari belenggu kemiskinan. 

    Suatu waktu, ketika mereka istirahat di tempat tidur, istri berkata ke suaminya, “Bukankah Nabi Musa adalah Nabi Allah yang bisa berbicara langsung dengan-Nya?” Suami lantas mengiyakan pertanyaan tersebut. 

    Kemudian, sang istri bertanya kembali, “Jika begitu, kenapa kita tidak ke sana dan mengadukan keadaan kita? Kita minta pada Nabi Musa agar berbicara kepada Tuhan mengenai keberadaan kita.” 

    “Sekaligus memintakan agar kita diberi keberlimpahan atau kekayaan agar hidup senang dan berkecukupan selama kita menjalani sisa hidup,” lanjutnya. 

    Keesokan harinya, pasangan suami istri ini mendatangi Nabi Musa lalu menyampaikan keinginan ini. Nabi Musa akhirnya bermunajat dan menghadap kepada Allah sesuai dengan yang pasangan suami istri ini inginkan. 

    Sedangkan, Allah Maha mendengar dan Maha Melihat, tak ada sesuatu pun di bumi dan langit yang bisa bersembunyi dari-Nya. 

    Allah menjawab permohonan tersebut, “Wahai Musa, sampaikan pada mereka bahwa aku telah mengabulkan permintaan mereka. Aku akan memberikan mereka kekayaan, tapi hanya selama satu tahun saja. Dan setelah setahun, aku akan kembalikan mereka menjadi orang miskin.”

    Mendengar kabar ini, pasangan suami istri tersebut amat gembira. Benar saja, tiba-tiba rezeki datang dari arah yang tak pernah mereka duga dan menjadikan mereka sangat kaya raya di tengah masyarakat ketika itu. 

    Kehidupan mereka pun akhirnya berubah dan bisa senang dan berbahagia. Sang istri pun akhirnya berkata pada suaminya, “Wahai suamiku, ingatlah kita diberi kekayaan seperti ini hanya setahun saja. Dan setelah itu, kita akan jatuh miskin lagi.”

    “Ya, saya tahu.”

    Istrinya kemudian berkata, “Kalau begitu, mari kita gunakan kekayaan ini untuk membantu sebanyak mungkin orang. Selama setahun ini, kita beri makan orang-orang fakir lalu menyantuni anak yatim selagi masih punya.”

    Suaminya pun setuju dan mereka akhirnya membangun rumah singgah buat para musafir. Rumah itu memiliki tujuh pintu, setiap pintu menghadap ke jalan yang jumlahnya tujuh persimpangan. 

    Akhirnya, keluarga ini pun menyambut semua musafir yang datang. Mereka diberi makan dan tempat singgah gratis. Entah itu siang hari ataupun malam hari. 

    Selama berbulan-bulan, mereka terus sibuk melayani musafir yang berdatangan. Hidup mereka tetap kaya, mereka lupa dengan tenggat waktu yang telah Allah tetapkan. 

    Melihat itu, Nabi Musa merasa heran. Kemudian, Nabi Musa bertanya kepada Allah dengan berkata:

    “Wahai Rabb, Engkau telah menetapkan syarat kepada mereka hanya satu tahun. Sekarang, sudah lewat satu tahun tetapi mereka tetap hidup kaya?”

    Lalu, Allah berfirman: 

    “Wahai Musa, Aku membuka satu pintu di antara pintu-pintu rezeki kepada keluarga tersebut, lalu mereka membuka tujuh pintu untuk membantu hamba-hamba-Ku. Wahai Musa! Aku merasa malu kepada mereka. Wahai Musa! Apakah mungkin hamba-Ku lebih dermawan dari-Ku?”

    Kemudian, Nabi Musa kembali menjawab: 

    “Maha Suci Engkau Ya Allah, betapa Maha Mulia urusan-Mu dan Maha Tinggi kedudukan-Mu”

    *** 

    Dari cerita inspirasi Islam ini, kita dapat mengambil dan memetik pelajaran betapa dahsyatnya keutamaan dari sedekah. Pada satu hadits, Rasulullah SAW bersabda: 

    “Tidak ada satu hari pun yang seorang hamba memasuki waktu pagi padanya, kecuali ada dua Malaikat yang turun dari langit dan salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah ganti untuk orang yang berinfak.’ Dan Malaikat yang lain berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan untuk orang yang menahan diri tidak berinfak dan mengambil sesuatu yang bukan haknya.”

    Semoga berbagai cerita inspirasi Islam ini kita bisa memetik banyak ilmu dan pelajaran agar kita dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi.

  • 6 Doa Meminta Keturunan yang Dipanjatkan Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim

    6 Doa Meminta Keturunan yang Dipanjatkan Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim

    Memiliki keturunan tentu menjadi impian bagi banyak pasangan. Akan tetapi, ada juga orang yang sudah bertahun-tahun belum mendapatkan karunia anak. Selain berusaha, ada doa meminta keturunan yang bisa kita panjatkan. 

    Doa ini berasal dari Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim. Seperti yang kita tahu bahwa para nabi pun ada yang harus menanti dalam waktu yang panjang agar mendapatkan keturunan. 

    Kita bisa turut mengamalkan doa yang Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria panjatkan agar mendapatkan keturunan. Lantas, seperti apa doanya? Berikut adalah lafal doa yang bisa kita simak. 

    6 Doa Meminta Keturunan yang Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim Panjatkan 

    Berdoa adalah salah satu hal penting yang harus kita lakukan agar mendapatkan ridha Allah SWT. Setidaknya ada 6 (enam) buah doa yang dapat kita panjatkan agar bisa mendapatkan keturunan: 

    1. QS. Ali Imran

    Doa Meminta Keturunan Nabi Zakaria

    Nabi Zakaria AS pernah sangat tergerak untuk mendapatkan buah hati. Akan tetapi, saat itu usia Nabi Zakaria sudah tua dan istrinya pun juga sudah tua.

    Akhirnya nabi pun berdoa kepada Allah SWT agar mendapatkan keturunan. 

    Di dalam doanya Nabi Zakaria berdoa agar mendapatkan anugerah keturunan yang baik akhlak dan adab. Selain itu, juga memohon agar nikmat dunia dan agama bisa sempurna dengan kehadiran mereka. 

    رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

    Rabbi habli milladunka dzurriyyatan ṭayyibah, innaka sami’ud-du’a 

    Artinya: “Wahai Rabbku! Berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (QS Ali Imran: 38).

    Baca juga: 8 Doa Mohon Perlindungan dan Keselamatan pada Allah SWT

    2. QS. Maryam 

    Selain di surat Ali Imran, kita dapat melihat doa lain yang Nabi Zakaria panjatkan saat ingin mendapatkan keturunan. Doa tersebut adalah dari QS. Maryam. Berikut adalah doa tersebut:

    وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ * يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا 

    Wa innii khiftul-mawaaliya miw wara’ii wa kaanatim ra atii ‘aaqiran fa hab lii mil ladungka waliyyaa(n). Yaritsunii wa yaritsu min aali ya’quuba waj’alhu rabbi radhiyya (n).

    Artinya: “Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu. (Seorang anak) yang akan mewarisi aku dan keluarga Ya‘qub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang diridhai.” (QS. Maryam:5-6). 

    3. QS. Ash Shaffaat 

    Kemudian ada doa yang Nabi Ibrahim panjatkan supaya bisa mendapatkan keturunan. Doa tersebut berasal dari QS. Ash-Shaffat. Inilah doa tersebut:

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    “Robbi hablii minash shoolihiin”

    Artinya: “Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh”. (QS. Ash Shaffaat: 100)

    4. QS. Al Ahqof

    Kemudian ada doa QS. Al Ahqof yang juga berisi permintaan agar mendapatkan keturunan. Kita bisa memanjatkan doa ini agar nantinya keturunan bisa memiliki akhlak yang mulia dan penuh kebaikan. Berikut adalah doa tersebut: 

    رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

    Robbi awzi’nii an asy-kuro ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa ‘ala walidayya wa an a’mala shoolihan tardhooh, wa ash-lihlii fii dzurriyatii, inni tubtu ilaika wa inni minal muslimiin

    Artinya: “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al Ahqof: 15).

    5. QS. Al Furqon 

    Kemudian ada doa dari QS. Al Furqon tepatnya pada ayat 74. Doa ini berisi permohonan agar mendapatkan keturunan serta istri sebagai penenang hati. Berikut adalah doa tersebut:

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    “Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa”

    Artinya: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al Furqon: 74)

    6. QS. Al Anbiya 

    Terakhir, doa yang dapat kita panjatkan agar bisa memperoleh ridha Allah SWT dan mendapatkan keturunan adalah dari QS. Al Anbiya. Berikut adalah doa tersebut selengkapnya: 

    وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ

    Wa zakariyyā iż nādā rabbahū rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn(a).

    Artinya: “(Ingatlah) Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris”. (QS. Al Anbiya: 89)

    Baca juga: 8 Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Kita Cintai dengan Menyebut Namanya Jarak jauh

    Tips Agar Cepat Hamil Menurut Islam 

    Selain memanjatkan doa, ada beberapa ikhtiar lain yang bisa kita lakukan agar mendapatkan keturunan. Beberapa ikhtiar tersebut adalah:

    1. Berwudhu Terlebih Dahulu Sebelum Berhubungan Suami Istri 

    Melakukan wudhu sebelum bercinta adalah salah satu bentuk mensucikan diri. Kemudian, setelah berwudhu kita bisa memanjatkan doa agar bisa mendapatkan keturunan. 

    Dengan doa yang baik dan ikhtiar yang suci, harapannya hubungan suami istri bisa menjadi ibadah yang akan menghasilkan keturunan. Tentunya keturunan yang mendapatkan ridha Allah SWT.  

    2. Praktekkan Posisi yang Tepat 

    Maksud posisi dalam hal ini adalah posisi ketika berhubungan intim suami istri. Pada dasarnya, ada beberapa posisi yang membuat peluang kehamilan jauh lebih besar. Karena, pada posisi tersebut akan membuat sperma lebih mudah menuju sel telur. 

    Salah satu posisi tersebut adalah posisi suami berada di atas dan istri berada di bawah. Jadi, jika kita ingin memperbesar peluang kehamilan, bisa memilih untuk melakukan posisi ini ketika berhubungan intim dengan pasangan. 

    3. Mengamalkan Shalat Sunnah Setiap Hari 

    Terakhir, kita bisa melakukan amalan berupa shalat sunnah setiap hari. Ketika shalat, jangan pernah lupa untuk berdoa dan memohon ridha dan kemudahan agar mendapatkan keturunan yang baik adab maupun akhlaknya. 

    Kita sebaiknya melakukan shalat hajat setiap hari sampai pada akhirnya hamil dan mendapatkan keturunan. Ini menjadi bentuk usaha yang nyata bahwa kita memang ingin sekali untuk mendapatkan keturunan. 

    Selain itu, jangan lupa untuk senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT. Ingat, apapun yang terjadi di dalam hidup ini sesungguhnya adalah ketetapan dari Allah SWT dan merupakan ketetapan yang terbaik. 

    Meskipun bagi manusia mungkin kurang berkenan, tetapi sebenarnya segala ketetapan dan takdir dari Allah SWT adalah yang terbaik. Jadi tetaplah berprasangka baik kepada Allah SWT sampai mendapatkan keturunan.

    Sahabat Muslim dimanapun berada, itulah berbagai doa meminta keturunan yang dapat kita panjatkan. Selain selalu berdoa, jangan lupa melakukan ikhtiar lainnya. 

    Mulai dari melakukan shalat sunnah, melakukan wudhu sebelum bercinta, dan memilih posisi bercinta yang tepat. Dengan ikhtiar dan doa yang maksimal, semoga Allah SWT segera mengabulkan doa kita semua untuk mendapatkan keturunan.

  • 17 Cara Mendidik Anak Laki-Laki Menurut Islam, Simak Ya

    17 Cara Mendidik Anak Laki-Laki Menurut Islam, Simak Ya

    Sebagai orang tua, kita tidak hanya dituntut untuk merawat dan membesarkan anak saja hingga kelak mereka dewasa. Lebih dari itu, kita juga harus tahu bagaimana cara mendidik anak laki-laki menurut Islam sebagai bekal untuk dunia dan akhiratnya.

    Hal itu sangat penting mengingat seorang laki-laki kelak juga akan menjadi pemimpin, setidaknya bagi diri sendiri dan juga keluarganya. Dengan memiliki nilai-nilai keislaman, diharapkan anak laki-laki kita bisa menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana.

    Untuk memberikan pendidikan Islam sejak dini, nilai-nilai keislaman pada diri anak akan lebih cepat tumbuh. Lantas, bagaimana seharusnya pendidikan tersebut kita berikan? Untuk tahu jawabannya, yuk simak ulasan di bawah ini!

    Cara Mendidik Anak Laki-Laki Menurut Islam

    Anak adalah titipan dari Allah SWT yang selayaknya harus kita rawat, kasihi, dan juga didik agar bisa menjadi manusia yang mulia. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mendidik anak laki-laki kita menurut Islam:

    1. Rutin Perdengarkan Alunan Al-Qur’an

    Memperdengarkan Al-Qur’an kepada anak merupakan hal yang penting dalam pendidikan Al-Quran tidak hanya sebagai sumber ajaran agama Islam saja, tetapi juga pedoman hidup yang mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan kebijaksanaan.

    Di samping itu, memperdengarkan Al-Qur’an kepada anak sejak dini juga dapat membantu mereka memahami prinsip-prinsip agama dan keyakinan. Dengan begitu, dasar keimanan mereka terhadap Islam akan tumbuh semakin kuat.

    Cara mendidik anak laki-laki menurut Islam ini sebaiknya dilakukan sejak anak tersebut masih di dalam kandungan. Hal itu bisa dilakukan dengan rutin mengaji di dekatnya atau sekedar memutarkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

    Baca juga: Apa Saja Asas Transaksi Ekonomi dalam Islam? Ini Jawabnya

    2. Ajarkan Dasar-dasar Agama Islam

    2. Ajarkan Dasar-dasar Agama Islam

    Selanjutnya, kita juga harus mulai mengajarkan anak laki-laki kita dengan dasar-dasar agama Islam. Kenalkan mereka dengan ilmu tauhid (ketuhanan), yaitu mengenal Allah SWT sebagai Tuhan yang telah menciptakan manusia. 

    Ketika mereka sudah mulai lancar berbicara, kita juga diminta untuk mengajarinya mengucap kalimat la ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Hal ini seperti hadis Nabi Muhammad SAW yang dijelaskan oleh Ibnu Abbas:

    “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “La Ilaha-illallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “La Ilaha-illallah.”

    Nantinya, dasar-dasar agama Islam yang kita ajarkan ini akan menjadi pegangan anak laki-laki kita hingga dewasa. Dengan begitu, nilai-nilai Islam akan selalu menjadi dasar pemikirannya dalam memimpin.

    3. Kenalkan dengan Rukun Iman dan Rukun Islam

    Mengenal rukun Islam dan rukun iman adalah langkah penting dalam membentuk pondasi keimanan dan identitas Islam pada anak-anak. Dengan begitu, mereka jadi tahu apa saja hal-hal mendasar yang harus dimiliki oleh seorang muslim.

    Hal ini dapat membantu mereka menjalani kehidupan dengan prinsip-prinsip agama Islam yang kokoh, memahami tujuan hidup lebih besar, dan mempertahankan identitas mereka sebagai muslim yang taat kepada Allah SWT dan segala ciptaannya.

    Pada rukun Islam, anak akan mengerti ajaran apa saja hal-hal dasar yang diajarkan dalam Islam dan menjadi pengokoh keislaman kita. Sementara rukun iman menjelaskan tentang dasar keimanan yang ada dalam agama Islam yang wajib kita amalkan.

    4. Ajarkan Bagaimana Cara Sholat

    Cara mendidik anak laki-laki menurut Islam berikutnya adalah dengan mengajarkan tata cara sholat yang benar. Hal ini bisa kita lakukan dengan rutin mengajak mereka untuk ikut sholat, baik saat di rumah ataupun berjamaah di masjid.

    Jika anak sudah terbiasa untuk sholat, maka ia akan segera menyadari bahwa ibadah satu ini merupakan ibadah yang sangat penting. Ke depannya, kita akan lebih mudah mengarahkan mereka untuk menjaga sholatnya ketika sudah berusia 7-10 tahun.

    Nantinya, mereka akan menyadari arti penting sholat dan senantiasa mengerjakannya tanpa harus kita suruh. Sebaliknya, jika kebiasaan sholat tidak kita ajarkan sedari kecil, biasanya mereka akan lebih sulit untuk kita ajak sholat ketika beranjak dewasa.

    5. Ajarkan Mereka Doa Sehari-hari

    Doa tidak hanya sekedar ucapan saja, tetapi juga sarana untuk membangun hubungan spiritual kita dengan Allah SWT. Selain itu, doa juga dapat mengembangkan nilai-nilai keagamaan yang membantu anak memahami pentingnya berserah kepada Allah.

    Cara mendidik anak laki-laki menurut Islam ini bisa kita mulai dengan mengenalkan anak dengan berbagai doa sehari-hari seperti doa mau makan, doa mau tidur, atau doa-doa lain yang sekiranya masih cukup pendek untuk mereka hafalkan.

    Mengawali segala sesuatu dengan doa akan membuat mereka selalu ingat dengan Allah SWT. Dengan begitu, anak akan selalu dekat dengan rasa syukur dan menyadari bahwa segala kelancaran yang kita peroleh datangnya dari Allah SWT.

    6. Mengajarkan Mereka Puasa

    Setelah anak mengenal tentang sholat, maka kita juga bisa mengenalkan mereka dengan ibadah puasa. Puasa adalah salah satu dari lima rukun Islam, dan memahaminya membantu anak-anak mengembangkan kesadaran agama yang kuat.

    Puasa juga mengajarkan anak-anak untuk bersabar, mengendalikan diri, dan menahan diri dari hal-hal yang diharamkan selama bulan Ramadhan. Kesabaran ini akan membantu mereka menghadapi tantangan dan kesulitan dengan lebih baik.

    Terakhir, puasa juga menjadi salah satu cara mendidik anak laki-laki menurut Islam agar mau berbagi kepada siapa saja yang membutuhkan, mengembangkan rasa empati, dan juga kepedulian terhadap sesama.

    Baca juga: Tawakal adalah: Pengertian, Contoh, dan Keutamaannya

    7. Membacakan Kisah-kisah Nabi

    Kisah-kisah nabi mengandung pelajaran moral dan etika yang sangat berharga bagi anak. Melalui cerita-cerita di dalamnya, anak-anak dapat mempelajari berbagai nilai baik seperti kejujuran, kesabaran, kebijaksanaan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

    Ketika mereka mengenal kisah-kisah tentang bagaimana para nabi mengatasi rintangan dan menghadapi ujian, mereka juga akan termotivasi untuk berani menghadapi tantangan dalam hidup mereka dengan semangat yang sama.

    Kisah-kisah nabi juga berfungsi sebagai pengajaran sejarah Islam. Anak-anak memahami perkembangan agama Islam dan bagaimana pesan-pesan ilahi disampaikan kepada umat manusia melalui para nabi.

    8. Ajarkan Kepemimpinan pada Mereka

    Seperti sudah sempat kita bahas di awal, seorang laki-laki kelak akan menjadi pemimpin setidaknya bagi diri mereka pribadi dan juga keluarganya. Hal ini juga tercantum dalam QS. An-Nisaa’ Ayat 34 yang berbunyi:

    ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ

    Ar-rijālu qawwāmụna ‘alan-nisā`i bimā faḍḍalallāhu ba’ḍahum ‘alā ba’ḍiw wa bimā anfaqụ min amwālihim, 

    Artinya:

    “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita).”

    Menanamkan sikap kepemimpinan pada anak bisa dilakukan dengan mendorong keberanian dan rasa percaya dirinya. Salah satunya adalah dengan membiarkan mereka mengeksplorasi berbagai macam hal dan melakukan apa yang mereka mau.

    Tugas kita adalah mengarahkan dan mengoreksi jika dalam tindakan tersebut ada yang keliru. Dengan cara ini, anak tidak akan takut untuk mencoba hal-hal baru dan selalu percaya diri dengan apa yang akan mereka lakukan.

    9. Ajarkan Rasa Tanggung Jawab dan Mandiri

    Mengajarkan tanggung jawab dan kemandirian pada anak adalah langkah penting dalam membentuk karakter mereka ke depannya. Dua hal tersebut adalah prinsip dasar yang harus dimiliki oleh seorang laki-laki muslim ketika dewasa.

    Hal ini bisa kita ajarkan dengan menerapkan kedisiplinan pada diri anak. Beri mereka beberapa tanggung jawab seperti membereskan mainan setelah selesai digunakan, berhenti menyuapi makanan ketika mereka sudah bisa sendiri, dan sebagainya.

    Anak-anak akan melakukan kesalahan, dan itu adalah bagian alami dari proses pembelajaran. Berikan pemahaman pada mereka bahwa segala tindakan pasti ada konsekuensi. Dorong mereka untuk mau bertanggung jawab berhati-hati ke depannya.

    10. Ajarkan Anak untuk Berbagi

    Cara mendidik anak laki-laki menurut Islam berikutnya adalah dengan mengajarkan mereka untuk berbagi. Beri pemahaman pada mereka bahwa semua yang kita miliki tidak selalu menjadi milik kita sehingga ada kalanya kita harus ikhlas berbagi.

    Sebagai contoh, kita bisa memintanya untuk mengajak adik atau temannya untuk berbagai mainan yang sama, bisa juga memintanya untuk berbagai makanan yang sedang ia makan. Jadikan hal itu sebagai kebiasaan sehingga ia tidak merasa kesal.

    Dengan membiasakan anak untuk berbagi, tentu anak laki-laki kita akan tumbuh menjadi pribadi yang peka terhadap orang-orang di sekelilingnya. Hal itu akan mendorong rasa simpati dan juga empatinya hingga kelak ia dewasa.

    11. Ajarkan Anak tentang Adab

    Hal selanjutnya yang tidak kalah penting dengan beberapa hal di atas adalah mengajarkan anak kita tentang adab. Seperti kita tahu, adab akan menjadi cara orang lain menilai baik buruknya akhlak kita di lingkungan sosial.

    Hal ini juga menjadi cara agar mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. Ajarkan anak tentang sopan santun kepada mereka yang lebih tua, sikap terhadap mereka yang lebih muda, dan sikap kepada pada orang lain secara umum.

    Dengan mengajarkan adab pada anak, tentu hal itu bisa menjadi bekal mereka saat harus bersosialisasi di lingkungan baru. Jika anak memiliki adab yang baik, tentu mereka akan lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.

    12. Jelaskan Perbedaan Laki-laki dan Perempuan

    Seiring bertambahnya usia, jangan lupa untuk mengajarkan perbedaan pada diri laki-laki dan juga perempuan. Beri tahukan pada mereka batasan-batasan apa saja yang boleh dilakukan antara laki-laki dan perempuan di dalam pergaulan.

    Jika memiliki kakak atau adik yang berbeda jenis kelaminnya, maka harus mulai dipisah ketika dia sudah menginjak usia 7 tahun ke atas. 

    Jangan merasa tabu untuk menjelaskan perbedaan antara laki-laki dan perempuan sehingga mereka tidak bisa menemukan jawaban yang pasti. Terlebih saat mereka sudah mulai dewasa dan paham dengan perubahan pada diri mereka.

    13. Ajarkan Anak untuk Bersedekah

    Hampir sama dengan mengajarkan mereka berbagi, kita juga perlu mengajarkan anak agar mau bersedekah. Inisiatif ini harus muncul dari diri pribadi, di mana uang yang mereka miliki sebaiknya disisihkan sebagian untuk kemudian disedekahkan.

    Hal ini menjadi salah cara mendidik anak laki-laki menurut Islam agar kelak mereka menjadi orang-orang yang dermawan dan tidak serakah terhadap hartanya. Berikan pemahaman tentang sedekah secara berulang agar hal ini bisa menjadi kebiasaan.

    Untuk tahap pengenalan sedekah, kita bisa mencontohkannya dengan mau menyisihkan sebagian makanannya untuk kucing tanpa harus kucing itu meminta, menyisihkan uang sakunya untuk berinfak di masjid, dan sebagainya.

    14. Batasi Penggunaan Gadget

    Saat ini, peran gadget akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Pasalnya, di dalam gadget itu sendiri akan ada banyak manfaat dan juga ancaman yang secara bersamaan bisa muncul. Oleh sebab itu, penggunaannya perlu kita batasi.

    Saat anak-anak masih SD, kita bisa memberikannya gadget hanya di akhir pekan saja, terutama untuk kelas 1 sampai dengan kelas 4. Setelah kelas 5 ke atas, kita bisa membekalinya dengan gadget, tetapi harus tetap memberi pengawasan.

    Selain itu, kita juga harus mengawasi tontonan anak kita agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif. Seperti kita tahu, saat ini ada banyak sekali hal-hal negatif dari media sosial kita sehari-hari sehingga bisa berpengaruh pada perkembangan anak.

    15. Ajarkan Anak Mengontrol Emosinya

    Upaya untuk bisa mengontrol emosi pada anak tentu akan memberikan dampak yang cukup besar pada perkembangan psikis mereka. Hal ini kerap diabaikan para orangtua sehingga anak tumbuh dengan emosi yang kurang stabil.

    Lebih jauh, hal ini tidak hanya berdampak pada kebahagiaan dan kesejahteraan anak saja, tetapi juga pada hubungan sosial, keberhasilan akademis, serta kemampuan mereka dalam mengatasi berbagai situasi yang sulit.

    Mengendalikan emosi membantu anak untuk merespon masalah dengan lebih baik. Mereka jadi lebih terampil dalam mencari solusi daripada merespon segala sesuatunya secara impulsif. Ini adalah bekal untuk menjadi pemimpin di masa depan.

    16. Tumbuhkan Rasa Kasih Sayang

    Rasa kasih sayang merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak laki-laki kita. Kasih sayang juga dapat memberikan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan mereka seperti pertemanan, kekeluargaan, dan sebagainya.

    Kasih sayang yang kita berikan selaku orang tua dapat membantu mereka memahami pentingnya empati dan perhatian terhadap perasaan orang lain. Mereka belajar bahwa kasih sayang adalah sikap yang perlu diberikan dan diterima dalam hubungan sosial.

    Kasih sayang juga menjadi elemen penting dalam memperkuat hubungan orang tua dan anak. Ketika anak merasa dicintai, maka mereka akan lebih mudah berkomunikasi dengan orang tua sehingga mau mendengarkan nasihat serta bimbingan.

    17. Perhatikan Pergaulan Anak

    Cara mendidik anak laki-laki menurut Islam selanjutnya adalah dengan memperhatikan pergaulan mereka. Jangan sampai anak kita salah dalam memilih pergaulannya karena secara tidak langsung bisa membentuk kepribadiannya.

    Hal ini seperti sabda Rasulullah, 

    “Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api.”

    Pergaulan yang positif tentu akan membawa dampak baik pada perkembangan anak kita ke depannya. Sebaliknya, pergaulan negatif juga dapat memberikan dampak negatif yang tentunya merugikan untuk dirinya sendiri dan sekitarnya.

    Itulah dia beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mendidik anak laki-laki kita menurut ajaran Islam. Jika kita mampu mendidik anak laki-laki dengan baik, maka ke depannya ia akan menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

    Bagi mereka yang akan menjadi orang tua, cara mendidik anak laki-laki menurut Islam di atas akan sangat penting untuk diketahui. Setidaknya, hal itu bisa menjadi pedoman dalam menerapkan pola asuh kepada anak.

  • 3 Doa Buka Puasa Ramadhan & Sunnah: Arab-Latin dan Artinya

    3 Doa Buka Puasa Ramadhan & Sunnah: Arab-Latin dan Artinya

    Mungkin sebagai orang muslim ada yang belum tahu bagaimana doa buka puasa yang shahih. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika Anda mencoba mencari tahu mulai dari sekarang.

    Agar apa yang telah Anda laksanakan dengan baik diterima Allah dengan baik pula.

    Apalagi seseorang yang berpuasa, doa ketika berbukanya tidaklah tertolak. Jadi, jangan lupa untuk memohon hajat melalui doa saat berbuka puasa.

    Baik itu dalam rangka doa buka puasa Ramadhan, Asyura, maupun sunnah Senin-Kamis.

    Doa Buka Puasa yang Shahih dan Benar

    Alasan sederhana itulah yang mengharuskan Anda terus belajar dan belajar untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih shahih dan benar.

    Apalagi jika berhubungan erat dengan amalan-amalan yang Anda lakukan sebagai seorang muslim.

    Terdapat beberapa hadits shahih yang membahas tentang doa buka puasa.

    Tentunya diriwayatkan dari Rasulullah SAW, yaitu sebagai berikut :

    1.  Doa Pertama

    ذَهَبَ  الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Latinnya, “Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah”

    Artinya: “ Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan jika Allah menghendakinya.” ( HR Abu Daud 2/306 no. 2357)

    Sebelum doa buka puasa pendek tersebut, hendaknya tetap membaca ucapan bismillah basmalah terlebih dahulu dengan ucapan “bismillah”. Hal ini sebagaimana sabda dari Nabi SAW.

    Yang artinya, “Apabila salah seorang diantara kalian makan, hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaknya ia mengucapkan : “Bismillahi awwalahu wa aakhirohu.””

    Artinya sendiri, dengan nama Allah pada awal dan akhirnya. (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no 1858).

    Baca juga: Ayat Kursi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Manfaat, dan Keutamaannya

    2. Doa Kedua

    Selain itu, Anda juga bisa melafadzkan doa yang merupakan atsar. Atsar dari perkataannya Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma yaitu sebagai berikut :

    اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ

    Latinnya doa buka puasa shahih, “Allahumma inni as-aluka bi rohmatikal latii wasi’at kulla syai in an taghfirolii.”

    Yang artinya, “Ya Allah, aku memohon rahmatmu yang meliputi segala sesuatu, yang dengannya Engkau mengampuni aku.” (HR. Ibnu Majah 1/557).

    Salah Satu Sebab Doa Buka Puasa Ini Berstatus Lemah

    Sementara itu, untuk doa buka puasa yang tersebar luas pada masyarakat derajat keshahihannya masih kurang.

    Doa buka puasa tersebut yaitu sebagai berikut :

    اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Latinnya, “Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin”

    Doa buka puasa artinya, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan kepadaMu akan beriman, dengan rizkiMu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang.”

    Jika Anda mencoba mengecek pada kitab-kitab hadits, maka informasi yang tersebar mengatakan tidak bisa menemukan lafal yang demikian. 

    Meski demikian, memang ada beberapa riwayat hadist yang menyebutkan doa berbuka puasa yang mirip dengan lafadz tersebut.

    Hadits ini keluar dari Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 1413 yang artinya, “Abu Qasim At-Tanuji menyampaikan kepadaku secara imla’. Ia berkata, Abul Husain Muhammad bin Muthfir bin Musa Al-Hafidz menuturkan kepadaku…”

    Masih dilanjutkan dengan, “…Muhammad bin Khalaf bin Hibban menuturkan kepadaku, Waki menurunkan kepadaku, Al-Qasim bin Hasyim bin Sa’d menuturkan kepadaku, ayahku, Hasyim bin Sa’id menurutrkan kepadaku, Ibnu Ruzain  menuturkan kepada dari Tsabit dari Anas ia berkata…”

    “… ‘Biasanya Rasulullah SAW ketika berbuka puasa membaca doa, Allahumma laka shumtu wa’ alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim.”

    Arti doa buka puasa, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dengan rezekiMu aku berbuka, maka terimalah puasaku ini, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Riwayat hadits tersebut lemah, karena ada dua masalah yaitu :

    1. Hasyim bin Sa’id As-Simmsaar, memiliki status majhul haal.
    2. Ibnu Ruzain atau Said bin Zurbi dari Al-Hakim mengatakan jika ia sangat munkarul. Selain itu, ada Al-Baihaqi mengatakan ia dha’if, Ibnu Hajar menyebutkan ia munkarul hadits. Ada pula Imam Bukhari dan Imam Muslim yang menyatakan ia suka meriwayatkan al-aja’ib. Oleh sebab itu, para ulama hadits menyimpulkan bahwa ia munkarul hadits.

    Waktu Membaca Doa Buka Puasa

    Dari banyaknya sumber informasi, salah satunya dalam Hasyiyah I’anatut-thalibin juz 2 halaman 279 oleh Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha menjelaskan waktu membaca doa buka puasa.

    Doa buka puasa bisa Anda baca setelah berbuka, bukan sebelum ataupun bukan pula saat berbuka puasa. Tentunya penempatan ini berdasarkan rujukan makna yang terkandung dalam doa tersebut.

    Selain itu, ada pula dalam Kitab Busyra al-Karim halaman 598 oleh Syekh Said bin Muhammad Ba’ali yang menjelaskan sunnah membaca doa buka puasa saat hendak berbuka. Akan tetapi, waktu yang lebih utama ketiak setelah berbuka puasa.

    Demikian informasi lengkap mengenai beberapa doa buka puasa yang shahih. Jika Anda sudah tahu seperti ini, maka hendaknya berusaha untuk mengubah yang tadinya belum shahih menjadi doa yang shahih.