Secara umum, kita mungkin mengenal rasa malu sebagai salah satu dari sekian banyak emosi yang bisa dirasakan manusia. Namun, bagaimana pengertian malu dalam Islam? Apakah memiliki perbedaan dengan pengertian yang selama ini kita tahu?
Rasa malu memiliki kedudukan khusus di dalam Islam. Bahkan ada hadits di mana Rasulullah berkata, “Malu tidak mendatangkan sesuatu kecuali hanya kebaikan semata” (Riwayat Bukhari).
Kedudukan rasa malu di dalam Islam memang cukup tinggi. Bahkan malu itu sendiri, tidak hanya berdasar pada perilaku dan perkataan. Melainkan ada 3 yakni malu kepada Allah, malu kepada diri sendiri, dan malu kepada sesama makhluk.
Pengertian Malu dalam Islam
Secara kebahasaan, malu di dalam At-taufiq ‘ala Muhimmat at-Ta’arif diartikan sebagai perilaku menahan diri untuk melakukan sesuatu dengan alasan takut mendapatkan celaan orang lain.
Dari segi istilah, malu merupakan salah satu akhlak terpuji yang akan mendorong seseorang agar meninggalkan perbuatan jelek. Sekaligus menahan diri untuk merampas hak orang lain.
Ada ulama yakni Ar-Raghib yang menyebutkan di dalam kitab Fath al-Bari bahwa malu, merupakan upaya menahan diri berbuat berbagai hal yang tidak baik atau buruk.
Malu, adalah karakter khusus manusia yang berupa naluri menahan diri dari berbagai hal yang tak diinginkan oleh nafsu. Sehingga, ia memiliki perbedaan dengan binatang.
Pengertian malu dalam Islam pun disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah yang mengatakan,
“Malu berasal dari kata hayaah (hidup), dan ada yang berpendapat bahwa malu berasal dari kata al-hayaa (hujan), tetapi makna ini tidak masyhûr. Hidup dan matinya hati seseorang sangat mempengaruhi sifat malu orang tersebut. Begitu pula dengan hilangnya rasa malu, dipengaruhi oleh kadar kematian hati dan ruh seseorang. Sehingga setiap kali hati hidup, pada saat itu pula rasa malu menjadi lebih sempurna.”
Selanjutnya, ada penjelasan dari Al-Junaid rahimahullah mengenai pengertian rasa malu,
“Rasa malu yaitu melihat kenikmatan dan keteledoran sehingga menimbulkan suatu kondisi yang disebut dengan malu. Hakikat malu ialah sikap yang memotivasi untuk meninggalkan keburukan dan mencegah sikap menyia-nyiakan hak pemiliknya.’
Dari berbagai definisi di atas, kita perlu memahami bahwa rasa malu, merupakan suatu perilaku yang akan mendorong manusia meninggalkan berbagai perbuatan buruk, sehingga dapat menghalanginya dari melakukan dosa, maksiat, juga sikap lalai.
Pentingnya Memelihara Malu
Lantaran memiliki kedudukan khusus dalam Islam, malu adalah sikap yang perlu kita pelihara. Sangat perlu kita jaga karena Islam memberikan beberapa hal yang jadi alasan mengapa rasa malu itu penting:
1. Tak Mendatangkan Apa Pun Selain Kebaikan
Rasa malu, tidak akan mendatangkan apa pun selain hanya mendatangkan kebaikan. Malu mengajak setiap pemiliknya untuk menghias diri dengan mulia dan menjauhkan diri dari sifat hina.
Rasulullah SAW bersabda,
اَلْـحَيَاءُ لاَ يَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْـرٍ.
Artinya:
“Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.” [Muttafaq ‘alaihi].
Hadits Riwayat Muslim pun menyebutkan:
اَلْـحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ.
Artinya:
“Malu itu kebaikan seluruhnya.”
Ya, malu pun menjadi akhlak dari para nabi. Bahkan, Nabi Muhammad SAW yang menjadi manusia terbaik, memiliki sifat ini.
Ada yang berkata, jika Rasulullah SAW lebih pemalu daripada gadis yang tengah dipingit. Sudah sepantasnya bagi kita untuk juga menjaga dan memelihara rasa malu pada diri.
“Wahai Ali, agama itu semuanya terdapat pada sifat malu. Sifat malu itu kamu menjaga kepala dan apa-apa yang ada disekitarnya. Dan sifat malu itu menjaga perut serta apa-apa yang ada di dalamnya.”
Maksudnya yakni sifat malu membuat seseorang punya kehormatan dan harga diri. Hal ini pun berarti orang yang punya sifat malu juga menjaga agamanya.
3. Salah Satu Cabang Keimanan
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah berkata bahwa iman punya lebih dari 70 atau 60 cabang. Salah satu cabangnya adalah rasa atau sifat malu. Hal ini sesuai dengan sabda beliau yakni:
“Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.” Diriwayatkan oleh al-Bukhâri, no. 9 dan dalam al-Adabul Mufrad, no. 598
4. Allah Mencintai Orang-Orang yang Malu
Hal ini pun menjadi alasan mengapa kita harus menjaga rasa malu, yakni karena Allah sangat mencintai orang-orang yang punya rasa atau sifat malu. Dalam Hadits Riwayat Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Maha Pemalu, Maha Menutupi, Dia mencintai rasa malu dan ketertutupan. Apabila salah seorang dari kalian mandi, maka hendaklah dia menutup diri.”(HR. Baihaqi).
5. Salah Satu Akhlak Islam
Dalam Hadits Riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.” (HR. Ibnu Majah).
Itulah pentingnya rasa malu di dalam Islam sekaligus ulasan yang lengkap mengenai pengertian malu dalam Islam. Semoga kita termasuk bagian orang-orang yang memiliki rasa dan sifat malu.
Mungkin kita pernah bertanya, apa hukum tidak membayar hutang di bank menurut Islam? Apakah ada hukumnya? Jika penasaran mengenai hukumnya, bisa simak artikel ini sampai habis, ya.
Demi mengetahuinya, kita memang harus mempelajarinya lebih lanjut. Urusan hutang piutang memang sudah diatur di dalam Islam.
Kata hutang di dalam bahasa Arab yakni Al-Qardh yang dari segi etimologi diartikan memotong. Namun, menurut kaidah Islam, hutang memiliki arti memberi harta dengan didasarkan pada kasih sayang kepada siapa pun yang membutuhkannya.
Belum cukup kepada yang membutuhkan, melainkan harus dimanfaatkan dengan benar juga wajib dikembalikan pada pihak yang memberikannya. Itulah yang sebenarnya disebut sebagai pinjaman atau hutang.
Hukum Tidak Membayar Hutang di Bank Menurut Islam
Islam sangat serius untuk permasalahan hutang. Maka dari itu, terdapat sejumlah dalil dalam Islam yang ada kaitannya dengan masalah hutang. Mari, kita belajar bersama di sini:
1. Jangan Meninggal dalam Keadaan Punya Hutang
Islam melarang semua umatnya meninggal dalam keadaan punya hutang. Alasannya karena hutang dapat menjadi pemberat dan penghapus semua kebaikan kita kelak ketika dihisab di akhirat.
Sesuai dengan hadits dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah).
Daripada seluruh kebaikan kita tidak terhitung atau terhapus ketika hisab kelak karena hutang, memang sangat dianjurkan untuk melunasi hutang kepada siapa pun itu. Entah individu, organisasi, atau bank.
2. Jiwa Seseorang yang Punya Hutang Masih Menggantung
Ada hadits yang menunjukkan jika hutang yang belum terbayar menjadi pemberat yang membuat jiwa kita tak diterima kelak. Maka dari itu, sebaiknya kita menghindari hal ini agar tak terjadi.
Selagi hidup, sebaiknya segerakan kewajiban untuk membayar hutang. Hal ini sesuai dengan hadits dari Abu Hurairah yang mana Rasulullah SAW bersabda:
“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi).
Al ‘Iroqiy juga berkata:
“Urusannya masih menggantung, tidak ada hukuman baginya yaitu tidak bisa ditentukan apakah dia selamat ataukah binasa, sampai dilihat bahwa hutangnya tersebut lunas atau tidak.” (Tuhfatul Ahwadzi, 3/142).
3. Jika Tak Berniat Bayar Hutang, Maka Ia Pencuri
Parahnya lagi dari orang yang berhutang yakni saat mereka tak punya niatan untuk membayar dan menyelesaikan persoalan hutangnya. Mereka bukan lagi berstatus sebagai seorang yang berhutang, melainkan sebagai pencuri.
Alasannya karena mereka memakan uang yang bukan menjadi haknya. Tidak ada bedanya dengan seorang pencuri. Ia bukan berstatus pencuri ketika berada di dunia.
Melainkan saat ia bertemu dengan Allah ketika hari kiamat, statusnya sebagai pencuri. Hal ini tertera dalam hadits dari HR. Ibnu Majah No.2410 yang isinya:
“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih).
Al Munawi berkata, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)
Hutang adalah tanggung jawab yang sangat besar. Maka dari itu, kita harus berdoa agar terhindar atau jika sudah terlanjur berhutang, kita wajib berdoa agar bisa segera melunasinya.
“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411).
Maksudnya adalah jika kita berhutang dan tidak berniat membayarnya, kita ibarat seorang pencuri yang mengambil harta manusia lewat jalur hutang. Jika begitu, maka Allah juga akan menghancurkannya.
4. Dosa Hutang Tak Terampuni Meskipun Mati Syahid
Hutang yang tak dibayar merupakan suatu dosa. Meskipun mati syahid sekalipun, dosa dari hutang maka tak terampuni. Hal ini erat kaitannya dengan hak milik orang lain. Sama halnya dengan mengambil harta mereka dan tak mengembalikannya.
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah SAW bersabda:
“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886).
Maka dari itu, sebaiknya kita berpikir apakah nanti kita bisa melunasi atau apakah benar-benar butuh untuk berhutang?
5. Hutang akan Memberatkan Hidup di Dunia dan Akhirat
Perkara hutang merupakan sesuatu yang memberatkan, entah di dunia maupun di akhirat kelak.
Ibnu Qayyim di Al Fawa’id berkata:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak hutang karena banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia.”
Rasulullah SAW bahkan sampai meminta di setiap sholatnya agar dijauhkan dari hutang. Ini artinya hutang bisa memberatkan karena pertanggungjawaban yang sangat besar.
Dari berbagai uraian hukum tidak membayar hutang di bank menurut Islam memang tak dianjurkan. Sebaiknya kepada siapa pun kita berhutang, harus ada keinginan dan niat untuk membayarnya.
Ada banyak contoh hukum Islam di Indonesia. Jadi, di negara kita hukum yang ditegakkan tidak hanya berupa hukum negara saja, tetapi juga agama.
Adapun hukum islam adalah hukum yang berasal dari agama Islam, aturan yang Allah SWT berikan untuk kesejahteraan manusia di dunia maupun akhirat.
Bahkan di Indonesia, ada satu daerah yang diberi keistimewaan khusus untuk menerapkan hukum Islam, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam.
Contoh Hukum Islam di Indonesia
Sebenarnya penerapan hukum Islam tidak hanya terjadi di Aceh saja, tetapi juga daerah-daerah lainnya. Bahkan banyak produk peraturan perundang-undangan yang mengadopsi aturan yang ada Al-Qur’an dan hadits, apa sajakah itu?
1. Perkawinan
Berdasarkan hukum negara, perkawinan atau pernikahan diatur di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019.
Ternyata, sebagian besar pasal-pasal yang ada di Undang-Undang tersebut bersumber dari aturan hukum Islam. Salah satunya mengenai siapa saja yang berhak menjadi wali nikah.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, seseorang yang menikah harus didampingi oleh seorang wali nikah. Hal ini senada dengan beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits tentang larangan nikah tanpa wali yaitu:
Wa idzâ thallaqtumun-nisâ’a fa balaghna ajalahunna fa lâ ta‘dlulûhunna ay yangkiḫna azwâjahunna idzâ tarâdlau bainahum bil-ma‘rûf, dzâlika yû‘adhu bihî mang kâna mingkum yu’minu billâhi wal-yaumil-âkhir, dzâlikum azkâ lakum wa ath-har, wallâhu ya‘lamu wa antum lâ ta‘lamûn
Artinya:
“Apabila kamu (sudah) menceraikan istrimu) lalu telah sampai (habis) masa iddahnya, janganlah kamu menghalangi mereka untuk menikah dengan (calon) suaminya apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang patut. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari Akhir. Hal itu lebih bersih bagi (jiwa)-mu dan lebih suci (bagi kehormatanmu). Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 tahun 2004, pengertian wakaf adalah suatu perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu pihak dengan memisahkan atau menyerahkan sebagian harta benda atau aset miliknya.
Berdasarkan Mazhab Hanafi, wakaf bisa diartikan sebagai menahan harta atau benda yang dimiliki seseorang secara hukum untuk diwakafkan kepada pihak tertentu supaya manfaatnya bisa dirasakan secara umum.
Aturan-aturan hukum negara mengenai Wakaf ini juga bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits. Wakaf merupakan ibadah yang ada di dalam syariat, yaitu Surah Ali Imran ayat 92 dan Hadist Riwayat Muslim.
Lan tanâlul-birra ḫattâ tunfiqû mimmâ tuḫibbûn, wa mâ tunfiqû min syai’in fa innallâha bihî ‘alîm
Artinya:
“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apapun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.”
Sabda Nabi Muhammad SAW
“Ketika anak Adam mati, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR Muslim).
Berdasarkan sabda Nabi tersebut, ulama bersepakat bahwa wakaf merupakan salah satu bentuk dari sedekah jariyah.
3. Peradilan Agama
Contoh hukum Islam di Indonesia selanjutnya adalah peradilan agama. Berbeda dengan pengadilan negeri yang mengadili seseorang berdasarkan hukum negara, pengadilan agama memutus perkara menurut hukum Islam.
Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, adapun maksud dari peradilan ini adalah peradilan bagi orang-orang yang beragama Islam.
Kita sering menemukan berbagai contoh kasus seperti perceraian, hak waris, hingga hak asuh anak semuanya menjadi ranah dari pengadilan agama. Ada dua dasar legalitas peradilan Islam yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan As Sunnah yaitu:
Sammâ‘ûna lil-kadzibi akkâlûna lis-suḫt, fa in jâ’ûka faḫkum bainahum au a‘ridl ‘an-hum, wa in tu‘ridl ‘an-hum fa lay yadlurrûka syai’â, wa in ḫakamta faḫkum bainahum bil-qisth, innallâha yuḫibbul-muqsithîn
Artinya:
“Mereka (orang-orang Yahudi itu) sangat suka mendengar berita bohong lagi banyak memakan makanan yang haram. Maka, jika mereka datang kepadamu (Nabi Muhammad untuk meminta putusan), berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Jika engkau berpaling, mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Akan tetapi, jika engkau memutuskan (perkara mereka), putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.”
Berdasarkan ayat tersebut, Allah SWT memerintahkan untuk memberikan putusan yang adil, siapa pun orang yang memintanya. Peradilan agama merupakan salah satu jalan seseorang bisa mendapatkan keadilan.
Sabda Nabi
Dari Amr Bin Al-Ash bahwa Ia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Apabila seorang Hakim memutuskan perkara dengan berijtihad maka ia memperoleh dua pahala.”
Contoh hukum Islam di Indonesia lainnya yaitu perbankan syariah. Sebagaimana kita ketahui, ada dua jenis bank yang ada di Indonesia, yaitu bank syariah dan bank konvensional.
Khusus untuk bank syariah, kegiatannya harus mengikuti prinsip syariah Islam. Adapun prinsipnya yaitu keadilan, keseimbangan (‘adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), dan universalisme (alamiyah).
Selain itu tidak mengandung gharar, zalim, maysir, riba, dan obyek yang haram. Salah satu prinsip dalam bank syariah yang menganut hukum Islam yaitu riba. Tidak seperti bank konvensional, bank ini tidak ada riba sama sekali.
Tentu saja hal ini bukan tanpa alasan, karena menurut syariat Islam riba itu hukumnya haram. Ada beberapa ayat di dalam Al-Qur’an yang secara tegas melarang manusia melakukan riba yaitu:
Alladzîna ya’kulûnar-ribâ lâ yaqûmûna illâ kamâ yaqûmulladzî yatakhabbathuhusy-syaithânu minal-mass, dzâlika bi’annahum qâlû innamal-bai‘u mitslur-ribâ, wa aḫallallâhul-bai‘a wa ḫarramar-ribâ, fa man jâ’ahû mau‘idhatum mir rabbihî fantahâ fa lahû mâ salaf, wa amruhû ilallâh, wa man ‘âda fa ulâ’ika ash-ḫâbun-nâr, hum fîhâ khâlidûn
Artinya:
“Orang-orang yang memakan (bertransaksi dengan) riba tidak dapat berdiri, kecuali seperti orang yang berdiri sempoyongan karena kesurupan setan. Demikian itu terjadi karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Siapa pun yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya (menyangkut riba), lalu dia berhenti sehingga apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (transaksi riba), mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.”
Yâ ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha wa dzarû mâ baqiya minar-ribâ ing kuntum mu’minîn
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang mukmin.”
Itu dia sebagian besar contoh hukum Islam di Indonesia. Selain itu, ada zakat, haji, dan pesantren yang juga hukum positif Indonesia yang mengandung nilai-nilai Islam.
Ketika menjalin suatu perjanjian dengan dua pihak atau lebih, terkadang ada potensi terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pihak sehingga perlu adanya denda. Lantas, bagaimana hukum denda dalam Islam? Apakah diperbolehkan?
Sebagai sebuah ajaran, Islam tidak hanya mengatur tentang bagaimana cara beribadah kepada Allah semata. Lebih dari itu, Islam juga mengatur berbagai sendi kehidupan, termasuk dalam urusan perjanjian antar sesama manusia.
Penerapan denda sendiri bisa sangat luas, mulai dari transaksi perdagangan, hukuman atas aturan yang berlaku, dan sebagainya. Untuk mengetahui kedudukan denda di dalam pandangan Islam, langsung saja simak ulasan berikut ini!
Apa Pengertian Denda secara Umum?
Sebelum membahas denda dari perspektif Islam, ada baiknya kita mengetahui pengertian denda secara umum.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, denda diartikan sebagai hukuman berupa membayar sejumlah uang atas kelalaiannya dalam membayar kewajiban. Di dalam istilah Bahasa Inggris juga ada kata fine yang berarti denda keterlambatan.
Tujuan dari denda sendiri adalah untuk mencegah individu atau entitas tertentu dari melakukan pelanggaran. Adapun besaran denda akan sangat bervariasi tergantung tingkat keparahan pelanggaran yang dilakukan.
Pengaplikasian denda bisa dalam berbagai hal, seperti lalu lintas, lingkungan, perpajakan, atau bidang hukum lainnya. Adanya denda tentu akan membuat seorang individu atau entitas tertentu untuk berpikir dua kali sebelum melakukan pelanggaran.
Dengan demikian, denda menjadi instrumen yang cukup efektif untuk digunakan oleh pemerintah atau otoritas berwenang dalam menjaga keteraturan dan kepatuhan terhadap norma hukum dalam masyarakat.
Dalam terminologi Islam, denda termasuk ke dalam rumpun ta’zir atau sanksi ekonomi (hukuman). Pemberian denda bagi individu atau organisasi bertujuan untuk mendidik (lit ta’dib) atas dasar pelanggaran yang dilakukan oleh individu atau organisasi tersebut.
Pelanggaran bisa berupa meninggalkan perbuatan yang wajib atau melakukan tindakan yang dilarang sehingga dapat menimbulkan kerugian pada orang lain. Perlu diketahui, ta’zir berbeda dengan had atau diyat.
Had dan juga diyat secara umum sudah ditentukan besarannya oleh syariah. Sementara ta’zir, tidak ditetapkan besarannya oleh syara’, namun tetap dianjurkan pelaksanaannya.
Di dalam Surat Al-Fath ayat ke-9, Allah SWT berfirman:
Litu`minụ billāhi wa rasụlihī wa tu’azzirụhu wa tuwaqqirụh, wa tusabbiḥụhu bukrataw wa aṣīlā
Artinya:
Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. Al-Fath: 9).
Di dalam kitab tafsirnya yang berjudul Jâmi’ul Bayân ‘an Ta’wîl ayy al-Qurân, halaman 74, At-Thabari menjelaskan bahwa makna “wa tu’azzirụhu” dari ayat di atas adalah membesarkan dan mengagungkan Allah.
Sementara itu, as-Suyuthi dalam tafsirnya di dalam kitab yang berjudul al-Dur al-Mantsur fi Tafsîr al-Ma’tsûr, halaman 516, menjelaskan istilah yang sama dengan upaya menolong Allah.
Dari sini, dapat kita simpulkan bahwa kedua penafsir di atas sama-sama sepakat bahwa terdapat kaitan antara ta’zir dengan upaya untuk mengagungkan Allah subhanahu wata’ala.
Dengan begitu, hukum denda dalam Islam adalah salah atau boleh sehingga seseorang yang terkena ta’zir dapat dihukumi telah berbuat maksiat sehingga harus bertobat dan membayar sanksi oleh pemberi ta’zir.
Pemberi ta’zir sendiri adalah pemimpin atau pejabat yang berwenang. Dengan berlakunya ta’zir, maka diharapkan terciptanya kepatuhan hukum atau aturan yang sudah disepakati bersama di dalam masyarakat.
Seperti sudah kita bahas sebelumnya, ta’zir berbeda dengan had atau diyat. Besaran dari ta’zir tidak ditentukan secara syara’ sehingga berlaku batasan-batasan dalam hal penerapannya, yaitu:
Ta’zir di dalam Islam masih berupa anjuran untuk dilaksanakan. Jadi, hukumnya boleh dilaksanakan ataupun tidak tergantung dari sisi kemaslahatannya.
Jika penerapannya dapat memberi maslahat, maka ta’zir hendaknya dilaksanakan. Jika berlaku sebaliknya, maka ta’zir tidak perlu dilaksanakan.
Jika ta’zir merupakan salah satu upaya agar seseorang atau organisasi tidak mengulangi perbuatannya kembali, maka besaran ta’zir tidak boleh melebihi dari had atau diyat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SA, yaitu:
Hadits di atas dapat kita pahami bahwa hukuman cambuk lebih dari 10 kali adalah setara dengan hukuman lain atas perbuatan yang dilarang atau diharamkan oleh syariat.
Maka dari itu, penerapan ta’zir tidak boleh menyamai atau bahkan melebihi had/diyat.
Di dalam syariat, implementasi ta’zir bisa diberikan pada kasus di mana seseorang melakukan sesuatu yang tidak benar, namun belum ada ketentuan hukumnya.
Di dalam syariat juga dikenal dengan adanya toleransi. Pemberian toleransi ini tentu harus memenuhi kaidah syar’i, yaitu dengan tidak memberatkan dan tidak pula menyepelekan.
Contoh penerapan hukum denda dalam Islam kaitannya dengan muamalah ekonomi adalah pada kasus penundaan pembayaran utang padahal yang bersangkutan mampu untuk membayarnya. Hal ini dipandang sebagai perbuatan zalim.
Pasalnya, pemberi utang seharusnya bisa memanfaatkan harta apabila peminjam membayarnya. Dalam kasus ini, penundaan atas utang tersebut bisa menjadi pertimbangan untuk diberlakukannya ta’zir.
Hal yang sama juga bisa berlaku pada pihak pemberi utang, dalam kasus ini adalah rentenir karena memberatkan pihak yang mendapat pinjaman adalah perbuatan yang zalim atau aniaya.
Dengan begitu, ta’zir juga bisa diberlakukan pada kasus tersebut. Meski begitu, seberapa jauh ta’zir bisa diterapkan merupakan kebijakan atau ijtihad dari para pemilik wewenang (pemerintah, pejabat).
Bagaimana bentuk penerapan ta’zir juga masih perlu dicari dasar pertimbangannya, sehingga bisa membawa kebaikan kepada semua pihak.
Demikianlah pembahasan terkait hukum denda dalam Islam yang mana bisa kita pahami bahwa tujuan diberlakukannya denda (ta’zir) adalah untuk mendidik dan juga mencegah seseorang atau organisasi agar tidak berbuat pelanggaran kembali.
Perasaan cinta dan rindu bisa dimiliki siapa saja. Bahkan tidak sedikit orang yang terdorong perasaan tersebut sehingga mencari tahu doa agar seseorang merindukan kita.
Bagi umat muslim, doa merupakan salah satu bentuk usaha yang bisa kita lakukan untuk meraih keinginan.
Doa agar Seseorang Merindukan Kita
Wajar bagi orang yang memiliki perasaan sayang untuk merasa ingin dirindukan. Apalagi jika orang tersayang itu berada jauh dari kita.
Ada kalanya berbagai kesibukan membuat orang yang kita rindukan tidak dapat sering memberi kabar. Akibatnya, kita yang menanti menjadi terkena malarindu yang tidak ada obatnya.
Saat itulah, kita sebaiknya mengamalkan doa dan memohon kepada Allah SWT untuk mengingatkan orang tersebut mengenai perasaan dan kebersamaan. Dengan demikian, orang yang kita sayang juga akan merindukan kita.
Rindu bukanlah hal yang dilarang dalam Islam. Dalam kitab yang ditulisnya, Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa secara umum rindu bukanlah larangan dalam Islam selama berada dalam konteks yang dibenarkan.
Artinya: “Dan (rindu) ini halal apabila yang dirindukan merupakan orang yang diperbolehkan untuk didatangi, seperti orang yang rindu kepada istrinya.” (Al-Ghazali, II/279).
Mari simak beberapa amalan doa agar orang merindukan kita berikut ini.
Allahumma inni-as aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal-amalalladhi yuballighuni hubbak. allahummaj’al hubbaka ahabba ilaiya min nafsi, wa ahli wa minal-ma’il-barid
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, curahan cinta-Mu dan rasa cinta kepada orang-orang yang mencintai-Mu dan kecintaan melakukan perbuatan yang dapat menyampaikan aku kepada cinta-Mu.”
Kita juga bisa membaca ayat Al-Qur’an untuk memanjatkan doa supaya orang yang kita kasihi merindukan kita. Salah satunya yaitu Surat Thaha ayat 39, yang berbunyi:
Aniqżi fīhi fit-tābụti faqżi fīhi fil-yammi falyulqihil-yammu bis-sāḥili ya`khuż-hu ‘aduwwul lī wa ‘aduwwul lah, wa alqaitu ‘alaika maḥabbatam minnī, wa lituṣna’a ‘alā ‘ainī.
Artinya:
“(Letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir‘aun) musuh-Ku dan musuhnya.” (QS. Taha: 39).
3. Doa agar Orang yang Kita Cintai Merindukan Kita
Doa agar seseorang rindu kepada kita dapat ditujukan untuk orang yang terkasih. Adapun amalan doanya dapat dengan membaca Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 165.
Wa minan naasi mai yattakhizu min duunil laahi andaadai yuhibbuunahum kahubbil laahi wallaziina aamanuuu ashaddu hubbal lillah; wa law yaral laziina zalamuu iz yarawnal ‘azaaba annal quwwata lillaahi jamii’anw wa annallaaha shadiidul ‘azaab.
Artinya: “Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah: 165).
4. Doa agar Seseorang Merindukan Kita dengan Menyebut Namanya
Doa untuk membuat orang rindu yang satu ini juga termasuk doa yang bisa kita amalkan untuk memohon kepada Allah SWT supaya orang yang kita cintai juga merasakan hal yang sama.
Dalam doa ini kita dapat menyebutkan nama orang tersebut sembari membaca doa dengan sepenuh hati.
Allahumma inni as aluka bi haibati Adhamatika, wabi sathwati jalaalika an taj’ala mahabbatii fii qalbii … (sebutkan nama orang yang Anda maksud, nama dan ayahnya). Wa antulqil mahabbata wal mawad data fii qalbihi wa aththifhu, alayya bi fadhlika yaa kariim.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu, berkah wibawa keagungan-Mu dan amukan keluhuran-Mu, agar Engkau jadikan kecintaan di dalam hai (Sebutkan nama orang yang Anda maksud, nama dan ayahnya).
Dan resapkanlah kecintaan dan kasih sayang terhadapku di dalam hatinya. Dan cenderung kan dia padaku lewat anugerah-Mu. Wahai Dzat yg Maha Mulia.”
5. Amalan Doa agar Seseorang Rindu pada Kita
Bagi yang ingin mengamalkan doa setiap hari tapi kesulitan untuk menghafalkan, maka dapat membaca surah Al-Qur’an yang kita sudah hafal.
Surat Al-Fatihah merupakan surat Al-Qur’an yang kita baca setiap hari. Bahkan dalam setiap rakaat shalat, terdapat bacaan surat Al-Fatihah.
Rupanya, surat Al-Fatihah dapat kita amalkan sebagai doa agar seseorang merindukan kita. Caranya yaitu dengan membaca surat Al-Fatihah sebanyak tujuh kali tiap hari. Sementara waktu membacanya adalah setelah shalat.
Selain itu, dianjurkan untuk menyebutkan nama orang yang kita rindukan pada setiap bacaan “Iyyakana’ budu waiyaka nastain.”
6. Doa agar Disukai Banyak Orang
Membaca surat Yusuf merupakan amalan yang dapat membuat wajah kita berseri, sehingga disukai banyak orang. Selain itu, kita bisa mendapatkan daya kharisma.
Adapun waktu mengamalkannya yaitu seusai shalat subuh dan shalat maghrib.
Selain itu, membaca surat Yusuf Ayat 4 juga dapat menjadi doa agar seseorang merindukan kita.
(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”
7. Doa agar Seseorang Merindukan Kita dan Menghubungi Kita
Rindu tidak kepalang? Kalau begitu, ada baiknya untuk menambahkan amalan doa agar seseorang merindukan kita dengan Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 14.
Ayat ini bisa kita baca sebagai doa ketika mengharapkan orang yang kita rindukan menghubungi atau memberikan kabar. Selain itu, ayat ini juga dapat kita baca sebagai doa untuk mencari pasangan hidup.
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
8. Doa agar Orang Rindu pada Kita dan Allah Menjaga Hatinya
Doa agar seseorang merindukan kita yang berikutnya juga mengandung permohonan supaya mendapatkan ridha Allah dalam menjalin tali kasih.
Berikut bacaan doanya:
اللهم اجعل بين قلبي وقلب من أحببت فتحاً، وبيني وبينهم مودةً، وبيني وبينهم عفواً، وبيني وبينهم رضىً، اللهم إنك على كل شئ قدير
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah antara hatiku dan hati orang yang aku cintai terbuka, antara aku dan mereka terjalinlah kasih sayang, antara aku dan mereka terjalinlah pengampunan, antara aku dan mereka terjalinlah keridhaan.
Ya Allah, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
9. Doa agar Orang yang Kita Cinta Disayang Allah
Kita juga dapat membaca doa supaya orang yang kita cintai mendapatkan cinta Allah SWT. Dengan demikian, orang itu akan mendapatkan perlindungan dan petunjuk dari Allah.
Berikut bacaannya:
أَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي
Ahabbakalladziii ahbabtanii lahu
Artinya:
“Semoga Allah mencintai kamu yang cinta kepadaku karenaNya.”
10. Doa agar Didekatkan Jodoh
Selain membaca doa supaya seseorang merindukan kita, kita bisa mengiringi dengan doa supaya jodoh didekatkan.
Kita bisa membaca surat Al-Anbiya ayat 89 apabila merasa bahwa orang yang kita rindukan adalah jodoh yang kita idamkan.
“Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik.”
Itulah sejumlah doa agar seseorang merindukan kita. Supaya doa diijabah, sebaiknya membacanya pada waktu-waktu yang dianjurkan, seperti setelah selesai shalat.
Harus kita sadar dari bahwa hidup tidak selamanya indah. Kadang kita dihadapkan dengan orang yang membenci kita. Oleh karena itu, kita harus tahu cara menghadapi orang yang membenci kita dalam Islam.
Sebaik apa pun, diri kita tidak akan luput dari kebencian sesama manusia. Tetap akan ada orang yang tidak senang kepada kita. Bahkan, benci saat melihat kita senang dan tertawa saat melihat kita sedih.
Sebagai manusia biasa. Semua itu bukan kendali kita. Sayang saja jika kita menghabiskan waktu untuk menanggapi kebencian demi kebencian. Sementara hidup akan terus berjalan.
Cara Menghadapi Orang yang Membenci Kita dalam Islam
Tidak perlu takut dibenci atau tidak disukai. Sebagai umat muslim, berikut cara menghadapi orang yang membenci kita dalam Islam:
1. Mencari Tahu Kesalahan Kita
Jika ada yang membenci kita, cobalah untuk memberanikan diri bertanya pada mereka apa yang membuatnya membenci kita. Mungkin saja, kita melakukan kesalahan yang tidak disengaja atau tidak kita sadari.
Apabila memang benar kita pernah melakukan kesalahan, maka jangan ragu untuk meminta maaf. Meminta maaf dengan tulus mungkin bisa membuat hati mereka yang membenci kita menjadi lembut dan berbalik mengasihani kita.
Dengan demikian, suasana yang sebelumnya tidak nyaman, menjadi kembali hangat, dan kembali berteman baik. Namun, jika orang tersebut tidak merespon permohonan maaf kita, maka bersabarlah dan tidak perlu sakit hati.
Yang terpenting kita sudah berusaha untuk menyelesaikan masalah dan meminta maaf. Sebab, hal itu ada di luar kendali kita dan tidak bisa kita memaksa seseorang untuk memaafkan kesalahan kita.
Perlu kita ketahui bersama, bahwa emosi hanya akan membuat hati kita berapi-api. Emosi hanya akan menambah keruh keadaan dan akan membuat masalah semakin runyam. Bukannya selesai justru semakin rumit untuk diselesaikan.
Oleh sebab itu, biasakan diri untuk tetap tenang saat dihadapkan pada suatu masalah. Kita harus berusaha menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Apabila masih ada amarah dalam hati, alangkah baiknya tenangkan diri dahulu.
Umumnya orang yang membenci kita akan lebih senang apabila kita menanggapi kebencian mereka. Bahkan, biasanya mereka akan lebih bangga kalau kita membalas kebencian mereka, sehingga kita juga masuk dalam lingkaran setan.
Di mana kita dan orang membenci kita akan terus berperang kebencian dan semakin menjadi-jadi. Namun, saat kita tetap tenang meski terus dipancing, maka orang yang membenci kita tadi akan merasa malu sampai lelah dengan sendirinya.
3. Introspeksi Diri
Cara menghadapi orang yang membenci kita dalam Islam, salah satunya adalah dengan introspeksi diri. Artinya, kita diminta untuk berfokus pada kesalahan dan kelalaian diri sendiri daripada mencari kesalahan orang lain.
Islam mengajarkan kita untuk melihat ke dalam diri sendiri. Apa yang salah dan mengapa ini bisa terjadi. Mengingat apakah ada kata atau perilaku yang pernah menyakiti orang lain pada suatu momen.
Jangan anggap introspeksi merupakan bagian dari menyalahkan diri sendiri. Justru introspeksi ini cukup menguntungkan bagi kita. Sebab, hati kita tidak dipaksa mengulik kesalahan orang lain, tetapi justru melihat kesalahan kita sendiri.
Dengan demikian, kita akan berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi. Selain itu, kita lebih bisa mengontrol diri, ego, dan terhindar dari perasaan membenci orang lain.
4. Bersikap Cuek dan Elegan
Orang yang membenci kita akan terus memancing agar kita membalas hal serupa atau merespon kebenciannya. Dalam hal ini, kita perlu bersikap cuek. Akan tetapi, tidak perlu menampakkan mimik wajah kebencian seperti, sinis, atau jutek.
Cobalah tanggapi setiap perbuatan orang itu dengan senyuman. Cara seperti itu akan lebih ampuh membuat mereka malu. Sebab, kebenciannya sama sekali tidak mendapat respon dari kita.
Kita juga akan terlihat lebih elegan dan berwibawa. Pasalnya, jika kita turut emosi maka bisa dipastikan kita akan melakukan hal yang sama dengan orang yang membenci kita.
Cara menghadapi orang yang membenci kita dalam Islam sangat mulia. Kita diminta untuk menjadi orang yang sabar dan bijaksana. Sekalipun dengan orang yang membenci kita, kita harus tetap tenang dan tidak membencinya balik.
Setelah kita melakukan introspeksi. Melihat diri kita sendiri, atas kesalahan dan perbuatan yang mungkin menyakiti orang lain. Cara menghadapi orang yang membenci kita dalam Islam adalah dengan menambah rasa percaya diri.
Biasanya, orang yang tersulut saat dibenci, karena ia merasa apa yang dikatakan oleh orang yang membencinya benar. Misalnya, saat dihina atau direndahkan. Jika kita terbawa emosi, maka secara tidak langsung kita membenarkan mereka.
Oleh karena itu, Islam meminta kita untuk menambah rasa percaya diri. Menguatkan hati bahwa kita tidak seperti yang mereka bicarakan. Orang yang membenci kita akan senang kalau kita terpengaruh akan fitnah yang disebar.
Menambah rasa percaya diri akan membuat kita lebih tenang menghadapi berbagai macam hinaan dan cercaan. Sebab, kita tahu apa yang mereka bicarakan tidak benar, jadi kita tidak perlu sedih, kecewa, atau bahkan terbawa emosi.
6. Bercerita pada Orang Terpercaya
Cara menghadapi orang yang membenci kita dalam Islam yakni dengan bercerita pada orang terpercaya. Saat kita merasa dibenci seseorang secara berlebihan, maka kita perlu bercerita pada orang yang dipercaya.
Ceritakan mengapa orang itu bisa membenci kita. Jangan bercerita yang tidak sesuai kenyataan, ceritakan saja yang sebenarnya terjadi. Bahkan, apabila memang kita yang salah, sampaikan dengan jujur.
Tujuannya agar orang lain dapat memberi pendapat tentang permasalahan yang kita hadapi. Mungkin pendapat orang ketiga lebih netral dan tidak berpihak. Sehingga, kita bisa punya pandangan untuk tindakan selanjutnya.
Selain itu, kebencian yang tertanam pada orang tersebut, bisa berubah menjadi tindakan. Dengan menceritakan pada orang lain, kita bisa merasa lebih aman. Tidak perlu takut, tetap memohon perlindungan pada Allah SWT.
7. Menyaring Omongan Orang
Bercerita pada orang lain yang kita percaya memang perlu. Namun, jangan sampai salah orang. Bisa-bisa bukan menyelesaikan masalah, justru menambah masalah. Kita harus bisa menyaring setiap omongan dan nasehat dari orang lain.
Tidak semua harus kita telan mentah-mentah. Baik dan buruknya harus kita pertimbangkan. Selain itu, cara menghadapi orang yang membenci kita adalah dengan tidak mengambil hati semua omongan.
Semisal ada yang berbicara tentang keburukan kita atau menebar fitnah. Jangan keburu tersulut emosi. Apalagi kita mendengarnya dari orang lain. Jika, yang dibicarakan benar kita cukup introspeksi.
Namun, jika yang dibicarakan tidak benar, kita cukup klarifikasi, percaya atau tidak orang lain, itu bukan kendali kita. Jangan sampai kita termakan fitnah dan omongan buruk tentang kita. Tetap fokus melakukan hal baik dan beribadah.
8. Mengontrol Diri
Mencegah lebih baik daripada mengobati, sepertinya peribahasa sangat tepat kita gunakan sehari-hari. Termasuk dalam bertetangga dan bersosial. Artinya kita harus bisa mengontrol tindakan serta omongan yang keluar dari mulut.
Terkadang tanpa sadar tindakan dan omongan kita menyakiti hati orang lain. Oleh karena itu, penting bagi kita sebelum melakukan segala sesuatu dipikir dulu dan senantiasa berhati-hati dalam berucap.
Meski pada dasarnya manusia tidak akan bisa menghindar dari salah, setidaknya mencegah jauh lebih baik. Jika kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengontrol diri, tetapi tetap saja ada orang yang benci.
Tidak perlu sedih, cara menghadapi orang yang membenci kita dalam Islam yakni minta maaflah jika salah dan maafkan kalau dia yang salah. Sebab, saling memaafkan adalah perilaku terpuji dalam Islam.
9. Sampaikan yang Sebenarnya
Cara menghadapi orang yang membenci kita dalam Islam tidak selalu mengalah. Kita boleh bahkan harus menyampaikan yang sebenarnya dan sejujurnya. Asalkan hal itu memang benar adanya dan bukan manipulasi agar terlihat benar.
Mungkin saja orang membenci kita karena salah paham. Kita perlu menjelaskan secara perlahan yang sebenarnya. Dengan demikian, dia tahu kenyataannya. Jika kita diam saja, maka masalah tidak akan pernah usai.
Selain hanya dengan lisan, kita bisa perkuat pernyataan dengan bukti tindakan. Misalnya, kita dituduh sebagai orang yang sombong, maka buktikan kalau tuduhan itu tidak benar. Kita tunjukan perilaku ramah kita yang sebenarnya di depan mereka.
Namun, jika mereka masih menganggap hal itu hanya manipulatif dan pencitraan. Biarkan saja dia sadar dengan sendirinya. Terus saja kita berperilaku baik, ramah, dan sopan kepada orang lain.
10. Hindari Sifat Pendendam
Cara menghadapi orang yang membenci kita adalah dengan berhati lembut dan bijaksana. Islam sangat membenci sifat pendendam. Terlebih jika membalas kebencian dengan kebencian dan amarah.
Islam mengajarkan kita untuk berperilaku penuh kasih sayang bahkan kepada orang yang membenci kita sekali pun. Maka dari itu, hindari sifat pendendam. Dendam hanya akan membuat kita tidak tenang.
Godaan setan akan mudah masuk sampai kita nekat melakukan hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, sifat pendendam sangat berbahaya. Cirinya sifat pendendam yakni selalu mengingat kesalahan orang lain.
Orang yang suka dendam cenderung lupa akan kesalahannya sendiri. Tidak mau introspeksi dan selalu merasa benar. Orang pendendam juga sulit memaafkan kesalahan orang lain. Semoga kita dijauhkan dari sifat semacam ini.
11. Beri Batasan
Cara menghadapi orang yang membenci kita dalam Islam berikutnya adalah dengan memberi batasan. Kita harus memberi batasan dengan mereka. Lebih baik, menjauh dari mereka yang bersikap tidak nyaman terhadap kita.
Memberi jarak dengan orang yang tidak suka kita memang perlu. Mau bagaimana pun sikap kita tetap saja salah di mata orang yang membenci kita. Maka dari itu, kita tidak perlu terlalu memikirkan mereka.
Memberi batasan artinya kita juga harus bisa memposisikan diri. Semisal yang membenci kita adalah teman kantor. Saat berurusan dengan pekerjaan, maka kita harus tetap profesional.
Lakukan pekerjaan dengan maksimal meski harus bekerja sama dengan orang yang membenci kita. Tetap bersikap tenang dan anggap saja sedang tidak terjadi apa-apa, mungkin saja dari sini dia bisa luluh hatinya dan tidak lagi membenci kita.
12. Fokus dengan Diri Sendiri
Ketika ada orang yang membenci kita, maka sudah sewajarnya kita merasa sedih atau bahkan terus kepikiran. Namun, perasaan semacam itu perlu kita kontrol. Dengan demikian, kita bisa lebih fokus pada diri sendiri.
Ada banyak mimpi dan harapan yang tentunya ingin diwujudkan. Alangkah lebih baik, jika fokus pada mimpi tersebut. Selain itu, daripada memikirkan orang yang membenci kita, lebih baik kita fokus untuk memperbaiki diri.
Berusaha untuk menemukan versi terbaik. Namun, kalau kita masih memikirkan omongan orang yang membenci kita, maka dapat dipastikan akan sulit bagi kita untuk fokus pada diri sendiri.
Hal itu akan menghambat kita untuk terus berjuang karena omongan orang yang mengusik hati. Pasalnya, orang yang benci hanya akan melihat keburukan dan kesalahan, tidak dengan kebaikan dan kebenaran.
13. Selalu Bersikap Baik
Sebagai umat muslim kita harus selalu bersikap baik terhadap orang. Menebarkan kebaikan dan kebermanfaatan akan membuat hati merasa senang. Mungkin balasan dari kebaikan tidak dirasakan secara langsung, tapi Allah akan membalasnya kelak.
Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk membenci dan melakukan kejahatan. Bahkan, dalam Islam mengajarkan perdamaian yang indah. Sebab itu, Islam selalu tentram dan aman.
Bersikap baik tidak hanya kepada sesama umat muslim, kepada sesama manusia bahkan makhluk hidup kita juga harus bersikap baik. Tidak peduli kaya atau miskin tidak peduli suku atau agama, bersikap baik harus tetap diterapkan.
Dengan demikian, kita tidak mudah dibenci orang. Meski rasa iri dengki tetap bisa saja timbul dan membuat orang membenci kita. Namun, biarkan saja orang itu sadar dengan sendirinya.
14. Berdoa agar Mendapat Hidayah
Cara menghadapi orang membenci kita dalam Islam yang berikutnya adalah mendoakan agar orang tersebut mendapat hidayah. Hidayah bisa turun kapan saja. Termasuk kepada orang yang membenci kita.
Jika kita sudah melakukan beberapa hal di atas, seperti meminta maaf dan introspeksi diri. Maka, ada baiknya kita berserah dan memohon agar orang yang membenci kita mendapat hidayah.
Sifat dendam, iri, dan dengki pada orang itu hanya akan merugikan dirinya. Oleh karena itu, doa kita juga bertujuan agar kita dijauhkan dari sifat yang tercela semacam itu.
Seiring berjalan waktu, dengan mendoakan orang yang membenci kita akan membuat hati kita lebih tenang. Kita bisa bijak dalam menghadapi berbagai situasi dan tenang dalam menghadapi orang yang membenci kita.
15. Percaya Semua bisa Berubah
Sungguh sebenarnya Allah maha membolak-balikkan hati. Saat ada orang yang membenci kita, tidak perlu sedih dan membalas benci. Pasrahkan saja pada Allah sang pemilik hati.
Hanya Allah yang bisa memberi hidayah, sebagai manusia biasa kita tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa. Maka, cara menghadapi orang yang membenci kita adalah dengan mempercayai kalau semua keadaan bisa berubah.
Orang yang sebelumnya sayang bisa jadi benci, termasuk yang sebelumnya benci bisa jadi sayang. Segala kemungkinan bisa terjadi, hindari sifat yang tidak terpuji. Jangan berlebihan dalam segala sesuatu, sebab Allah tidak suka yang berlebihan.
Semakin kita percaya kepada Allah, maka akan semakin mudah jalan dan urusan kita. Orang yang sebelumnya membenci kita. Bisa jadi dia berbalik hati menyayangi kita.
Nah, kiranya begitu cara menghadapi orang yang membenci kita dalam Islam. Sebagai umat muslim kita harus senantiasa menerapkan semua ajaran yang telah ditetapkan dalam Islam. Semoga kita selalu istiqomah.
Sebagai seorang muslim, terkadang kita menghadapi kasus yang cukup membuat kita bingung. Salah satunya adalah perihal kejatuhan kotoran cicak menurut Islam. Apakah hal ini termasuk najis atau bukan, lantaran wujudnya yang terbilang kecil?
Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, tentu kita tidak bisa menyimpulkannya sendiri. Ada beberapa hal yang harus kita kaji sehingga menemukan hukum asal yang bisa menentukan apakah kotoran hewan ini najis atau tidak.
Maka dari itu, kita akan bahas secara khusus tentang status kejatuhan kotoran cicak dalam pandangan Islam. Silakan simak pembahasan singkatnya di bawah!
Status Najis Kejatuhan Kotoran Cicak Menurut Islam
Hal pertama yang harus kita kaji untuk bisa menentukan sifat dari kotoran cicak yang menjatuhi benda di bawahnya adalah hukum asalnya. Perlu diingat, hukum asal benda-benda adalah suci sehingga kita bisa memanfaatkannya.
Hal-hal yang bisa membatalkan kesucian benda-benda tersebut adalah adanya dalil yang mengharamkannya. Adanya kondisi tertentu, bisa jadi membuat suatu benda menjadi najis, kotor, atau berbahaya, sehingga sifatnya menjadi haram.
Selanjutnya, kita juga harus mengkaji sifat dari kotoran cicak apabila menjatuhi benda di bawahnya seperti air, pakaian, kulit, dan sebagainya. Hal ini bisa kita ketahui dari hewan cicak itu sendiri.
Dalam hal ini, ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama:
1. Menganggap Kotoran Cicak Tidak Najis
Kita harus mengetahui bagaimana status cicak di dalam pandangan para ulama. Apakah hewan ini termasuk hewan mengalir darahnya atau tidak. Jika ya, maka semua bagian tubuhnya dan semua yang keluar darinya adalah suci.
“Apabila lalat hinggap di minuman salah seorang dari kalian, maka hendaklah ia menenggelamkannya, kemudian membuangnya. Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lain terdapat obatnya” (HR. Al Bukhari no. 3320).
Dari hadis di atas, jumhur ulama menganalogikan hewan yang tidak mengalir darahnya adalah termasuk ikan, belalang, dan juga lalat. Dalam hal ini, Ibnu Qudamah menyampaikan:
“Jenis yang kedua: hewan yang tidak memiliki nafs (baca: darah) yang mengalir, ia suci semua bagian tubuhnya dan semua yang keluar darinya” [1. Al Mughni, 2/67].
Meski ada yang menyelisihi pendapat ini, tetapi pendapat yang rajih (mendekati kebenaran) adalah pendapat jumhur ulama di atas.
Di sisi lain, beberapa ulama juga beranggapan jika cicak termasuk hewan yang tidak mengalir darahnya. Dengan demikian, pendapat ini mengkategorikan bahwa kotoran cicak tidaklah najis.
Pendapat ini disampaikan oleh Syaikh Abu Hamid dalam Ta’liq-nya, Al Qadhi Husain, penulis kitab Asy Syamil, Al Bandaniji, dan selain mereka. Meski begitu, tidak semua ulama menganggap bahwa cicak tidak memiliki aliran darah.
Pendapat yang menganggap bahwa kotoran cicak adalah najis merupakan pendapat dari jumhur ulama. Hal ini karena para ulama tersebut menganggap bahwa cicak tetap memiliki aliran darah meskipun kecil.
Pendapat ini diperkuat oleh Imam Ahmad yang juga diperkuat lagi oleh pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Dalam hal ini, beliau mengatakan:
وأما الوزغ؛ فقد قال الإمام أحمد ـ رحمه الله تعالى ـ : “إن له نفسا سائلة”(1) وعلى هذا تكون ميتته نجسة
Artinya:
“Adapun cicak, Imam Ahmad rahimahullahu ta’ala mengatakan: ia memiliki darah yang mengalir. Atas dasar ini maka bangkai cicak najis” [5. Syarhul Mumthi’, 1/449].
Dari pendapat yang kedua ini, maka dapat disimpulkan bahwa kotoran cicak adalah najis. Hal ini juga semakin diperkuat oleh temuan fakta bahwasanya cicak juga memiliki jantung dan sistem peredaran darah yang tertutup.
Dengan begitu, pendapat bahwa kotoran cicak adalah najis merupakan pendapat yang paling kuat. Itu artinya, Anda harus membersihkannya ketika kotoran tersebut mengenai pakaian atau terkena kulit secara langsung.
Demikianlah pembahasan mengenai kejatuhan kotoran cicak menurut Islam. Meskipun ada dua pendapat yang berbeda, tetapi pendapat yang menyatakan bahwa kotoran cicak adalah najis adalah pendapat yang lebih kuat.
Kita sebagai umat Islam yang yakin akan kuasa Tuhan, sudah menjadi hal yang alamiah untuk selalu berdoa. Berdoa untuk memohon segala sesuatu kepada Allah SWT. Salah satunya dengan memanjatkan doa selamat dunia akhirat.
Sebab pada dasarnya berdoa dalam Islam merupakan bagian paling mendasar ketika seorang muslim menunaikan ibadah.
Ada baiknya kita berdoa dalam keadaan apapun. Artinya: dalam kondisi apapun kita selalu ingat Allah SWT.
Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Pendek
Doa selamat dunia akhirat merupakan doa yang harus kita panjatkan untuk keselamatan baik di dunia ataupun di akhirat. Doa ini nantinya berisi lafadz memohon perlindungan dari Allah SWT atas segala godaan syaitan.
Kita bisa mendalami doa selamat dunia akhirat menjadi dua versi yaitu doa dengan lafadz yang pendek dan panjang.
Doa selamat dunia akhirat baik pendek atau panjang nantinya berfungsi untuk meminta keselamatan. Selain keselamatan, juga bisa kita baca ketika mencari rezeki, keselamatan maut, siksa kubur, dan lain sebagainya.
1. Doa Selamat Dunia Akhirat Pertama
Doa selamat dunia akhirat arab dan artinya pertama yaitu doa yang sering kita sebut sebagai doa sapu jagat. Alasannya karena dalam lafadz doanya mengandung permohonan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat.
Biasanya doa rabbana aatina fiddunya hasanah ini kita ucapan ketika setelah melakukan sega aktivitas seperti selesai mengaji, selesai kajian dan lain sebagainya. Berikut bacaan doanya secara lengkap:
Selanjutnya ada doa selamat dunia akhirat dengan meminta keselamatan, serta keteguhan dan kerendahan hati. Dengan doa tersebut, semoga kita tidak terjerumus pada hal-hal yang menyesatkan.
Karena selamat memiliki arti yang luas, termasuk dalam keteguhan hati. Melalui hati yang teguh kita tidak akan mudah goyah dan terjerumus godaan setan yang beraneka cara tersebut. Berikut doa yang bisa kita lafazkan :
Rabbanaghfir alaina shabran wa tsabbit aqdaamana wanshurna ala-qaumil-kaafirin.
Artinya: “Ya Tuhan kami, tumpahkanlah sekiranya ketabahan kepada kami, tetapkanlah sekiranya kesabaran kami dan menangkanlah kami atas orang-orang yang kafir.”
3. Doa Ketiga
Tidak hanya kedua doa di atas saja, masih ada doa selamat dunia akhirat lengkap arab untuk lebih memohon pertolongan dari fitnah kafir. Apalagi kafir merupakan sebuah tindakan kejam yang tentunya merugikan orang lain.
Oleh sebab itu, hendaknya kita juga menghindari hal tersebut. Supaya terhindar dari fitnah kafir, maka kita bisa membaca doa selamat dunia akhirat dari fitnahnya kafir. Berikut lafadz doanya yang bisa kita panjatkan :
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir dan ampunilah kami ya Tuhan. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
4. Doa Keempat
Doa selamat dunia akhirat selanjutnya diambil dari Al-Quran. Seperti yang tertera di dalam Buku KH. Sulaiman Bin Muhammad Bahri yang berjudul Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki, menjelaskan pula doa untuk keselamatan keluarga.
Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika kita membaca doa tersebut secara istiqomah dengan penuh keyakinan. Berikut ayat doa selamat dunia akhirat yang bisa kita panjatkan kepada Allah SWT.
Rabij’alnii muqiimas shalaati wamindzuriyyatii rabbanaa wataqabbal du’aa i.
Artinya: “Ya Allah ya Tuhanku, semoga Engkau menjadikan kami dan anak cucu kami menjadi orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Allah, semoga Engkua mengabulkan permintaan kami.” (QS. Ibrahim ayat 40)
5. Doa Kelima
Berikutnya ada doa selamat dunia akhirat dari segi tolak balak. Kita bisa memanjatkan doa ini ketika ingin memohon perlindungan, keselamatan dan kekuatan oleh Allah SWT dari segala bala atau musibah.
Walaupun kita tahu bahwa makhluk hidup selalu diuji oleh Allah SWT untuk mengetahui seberapa kuatnya iman kita kepada Tuhannya. Oleh sebab itu, kita juga harus meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT.
Doa ini berfungsi untuk kita terhindar dari sebuah musibah. Musibah apapun itu, hendaknya kita terima dengan lapang dada, usaha dan doakan yang terbaik.
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya, tidak ada Sesuatupun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
6. Doa Keenam
Bacaan doa selamat dunia akhirat selanjutnya yaitu selamat dari azab dan fitnahnya dajjal. Fitnah dajjal sendiri merupakan fitnah terbesar yang ada di dunia, ketika dajjal turun ia akan mengeluarkan segala macam fitnahnya.
Tentu kemunculannya untuk menguji keimanan manusia kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, kita berjaga-jaga mulai dari sekarang untuk senantiasa berdoa agar terhindar dari fitnah dajjal.
Doa selamat dunia akhirat selanjutnya merupakan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa untuk sekitarnya yang melakukan sesuatu kesalahan. Kesalahan dalam arti keluar dari koridor kebenaran, baik itu karena kurang ataupun melebihi batasnya.
Doa yang satu ini tercantum dalam Al-Quran surat At-Tahrim ayat 11 yang bunyi lafadz nya sebagai berikut :
Wa ḍaraballahu masalal lil-lazina amanumra’ata fir‘auna, iz qalat rabbibni li ‘indaka baitan fil jannati wa najjini min fir‘auna wa ‘amalihi wa najjini minal qaumiz-zalimin.
Artinya: “Allah juga membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Fir‘aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku di sisiMu sebuah rumah dalam surga, selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”
8. Doa Kedelapan
Kedelapan ada doa agar selamat dunia akhirat untuk diri sendiri dan keluarga. Doa ini bisa kita panjatkan untuk seluruh keluarga kita, termasuk diri sendiri. Dengan begitu, kita dan keluarga akan terhindari dari hal-hal yang tidak baik.
Berikut doa meminta keselamatan untuk diri sendiri dan keluarga:
رَبِّ نَجّنى وَأَهْلى مِمَّا يَعْمَلوُنَ
Rabbi najjinii wa ahli mimmaa ya’maluun.
Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari perbuatan yang mereka kerjakan.”
9. Doa Kesembilan
Tidak hanya untuk diri sendiri saja, kita juga perlu dan harus mendoakan selalu orang tua kita. Termasuk doa selamat dunia akhirat ini yang bisa kita panjatkan dalam kondisi orang tua masih hidup ataupun telah meninggal.
… Robbanaa aatinaa minladunka rohmataw wahayya lanaa min amrinaa rosyada.”
Artinya: “… Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.” (QS. Al-Kahfi ayat 10)
11. Doa Kesebelas
Masih terdapat lagi bacaan doa selamat dunia akhirat lengkap yang pendek, melalui doa yang pendek-pendek seperti ini bisa kita amalkan dengan istiqomah dan niatkan semua karena Allah SWT.
Inilah lafadz bacaannya :
(25) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
(26) وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
(27) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
(28) يَفْقَهُوا قَوْلِي
Rabbisyroh lii shodrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaanii, yafqohu qoulii.
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha ayat 25 hingga 28)
Sebenarnya doa yang mustajab yaitu doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan. Oleh sebab itu, baik doa selamat dunia akhirat yang pendek atau panjang, sudah seharusnya kita lafazkan dengan niat karena Allah SWT.
Guna mempermudah kita dalam berdoa, kita bisa belajar doa selamat dunia akhirat yang panjang di bawah ini. Karena tadi kita sudah belajar bacaan doa selamat dunia akhirat yang pendek.
Berikut beberapa doa dunia akhirat yang panjang :
1. Doa Selamat Dunia Akhirat Panjang Pertama
Bacaan doa selamat dunia dan akhirat pertama yaitu lafadz doa yang lebih panjang dari pada doa-doa sebelumnya. Walaupun begitu, tentu nilai keistimewaannya dan artinya yang luar biasa lebih luas.
Semua tergantung pada diri sendiri, menginginkan membaca doa yang mana saja. Terpenting doa tersebut kita yakini dengan benar bahwa Allah SWT Maha Segala-galanya.
Latinnya: Allhamumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahumma hawwin alaina fi sakaratil maut, wannjatan minannaari, wal afwa indal hisab.
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan tobat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul maut dan selamatkanlah kiranya dari siksa neraka dan dapatkan kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).”
2. Doa Kedua
Berikutnya ada doa selamat dunia akhirat serta meminta kenikmatan. Doa ini sangat dianjurkan untuk kit abaca setelah menyelesaikan sholat, baik itu sholat fardhu maupun shalat sunnah.
Latinnya: Allahumma innaa nas-aluka salamatan fid diini wa ‘afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti, allahummaa hawwin ‘alaimaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal’afwa ‘indal hisaabi, rabbanaa la tuzigh quluubana ba’ada idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahma, innaka antal wahhaab, rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil akhirati hasabah waqinaa ‘adzaa ban naar.
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan atau kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa, selamat dari api neraka dan mendapatkan kemaafan ketika amal diperhitungkan. Ya Allah, janganlah engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.”
3. Doa Ketiga
Ketiga doa selamat dunia akhirat dan tolak balak. Doa berikutnya ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar selamat dari segala bencana, ujian kehidupan dan siksaan neraka.
Allahummaftah lana abwabal khair, wa bawabal barakah, wa abwaban ni’mah, wa abwabar rizqi, wa abwabal quwwah, wa abwabas shihhah, wa abwabas salamah, wa abwabal ‘afiyah, wa abwabal jannah. Allahumma ‘afina min kulli bala’id dunya wa ‘adzabil akhirah, washrif ‘anaa bi haqqil qur’anil ‘azhim wa nabiyyikal karim syarrad dunya wa ‘adzabal akhirah. Gharafallahu lana wa lahum bi rahmatika ya arhamar rahimin. Subhana rabbika rabbil izzati ‘an ma yashifun, wa salamun a’alal mursalin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Artinya: “Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hal Al-Quran yang Agung dan derajat Nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Dzat yang Maha Pengasih, Maha Suci Tuhan, Tuhan Keagungan dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada Rasul. Segala puji bagi Allah, semesta alam.”
Itulah beberapa kumpulan doa selamat dunia akhirat baik pendek dan panjang yang sudah dilengkapi dengan latin dan artinya. Doa-doa tersebut bisa kita amalkan untuk setiap hari meminta pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT.
Semoga dengan membaca doa selamat dunia akhirat penuh keyakinan dan kekhusyukan, kita dan keluarga selalu diberi keselamatan dan kemudahan dalam menghadapi berbagai ujian serta terhindar dari godaan syaitan.
Percaya dengan adanya malaikat merupakan salah satu rukun iman dalam Islam. Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang terbuat dari cahaya dan sangat taat kepada-Nya. Terdapat beragam nama nama malaikat yang bisa kita ketahui.
Setiap nama ini tentunya memiliki tugas dan fungsinya masing-masing sesuai yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dibawah ini nama nama malaikat yang bisa diimani.
Nama Nama Malaikat Sesuai Tugasnya
Sebagai makhluk Allah yang taat dan beriman kepada-Nya, maka beriman kepada malaikat juga harus kita lakukan. Meski sebagai manusia kita tidak bisa secara kasat mata untuk melihat, tetapi keberadaan malaikat harus kita yakini.
Terdapat banyak malaikat yang diciptakan oleh Allah sesuai dengan tugas dan fungsinya. Namun, yang bisa kita imani hanya berjumlah 10 malaikat. Di bawah ini nama nama malaikat dan tugasnya yang bisa diketahui.
1. Malaikat Jibril
Nama nama malaikat yang pertama perlu kita ketahui adalah malaikat Jibril. Sebagai makhluk ciptaan Allah, Jibril memiliki peran sebagai pemimpin dari para malaikat lainnya. Termasuk juga sebagai penyampai wahyu kepada Muhammad.
Jika kita membaca Al-Qur’an, maka akan menemukan banyak kata yang menyebutkan Jibril, seperti dalam surat Al Baqarah ayat 97 hingga 98 dan surat At Tahrim ayat 4. Malaikat Jibril dikenal dengan berbagai julukan yang ada di Al-Qur’an.
Julukan pertama, yakni Ruhul Qudus yang tersirat dalam surat An Nahl ayat 102. Kemudian, Ruhul Amin dalam surat As Syu’ara ayat 192-193. Selain itu, ada juga dalam surat Ruh Al Haq atau Roh kebenaran.
Adapun tugas-tugas lainnya dari malaikat Jibril yang bisa kita ketahui antara lain:
Menjadi pemimpin dalam urusan dunia yang dibantu oleh malaikat Izrail (mencabut nyawa), Malaikat Mikail (mengatur hujan dan tumbuhan) serta Malaikat Israfil (membawa perintah kepada para malaikat)
Membawa kehancuran serta kemenangan bagi manusia sesuai kehendak Allah
Menjadi imam bagi penduduk langit
Meniupkan ruh ke setiap janin yang ada di kandungan
Nama malaikat berikutnya yang bisa kita imani adalah malaikat Mikail. Tugas malaikat Mikail, yaitu membagikan rezeki dari Allah SWT kepada seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi.
Rezeki yang diberikan oleh Allah melalui perantara malaikat Mikail ini bisa berupa materi, tumbuhan, hujan dan lain sebagainya. Selain itu, Makail juga bertugas untuk mengatur hujan serta angin yang ada di dunia.
Malaikat Mikail juga membantu malaikat Jibril dalam membelah dada Rasulullah SAW dan mengambilkan air Zam-zam untuk mencuci hati agar suci.
Selain itu, malaikat Mikail juga yang menemani Jibril dalam membantu Rasulullah ketika Isra’ Mi’raj.
3. Malaikat Israfil
Israfil merupakan malaikat selanjutnya yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang taat kepada-Nya. Nama malaikat ini tentunya sudah tidak asing karena Israfil memiliki tugas utama sebagai peniup sangkakala pada hari kiamat.
Terompet sangkakala akan ditiup sebanyak 3 kali ketika hari kiamat tiba. Pada tiupan yang pertama akan menandakan bahwa alam semesta akan hancur. Sementara, pada tiupan yang kedua, manusia akan dibangkitkan dari alam kubur.
Kemudian, pada tiupan yang ketiga, seluruh umat manusia akan dikumpulkan pada padang Mahsyar untuk dihisab amal perbuatannya. Namun, sebelum terompet ini dibunyikan, maka tugas lainnya dari malaikat Israfil, yakni:
Mengayomi seluruh makhluk yang ada di bumi dan juga alam semesta karena Israfil memiliki kekuatan yang sangat besar
Menjadi salah satu malaikat yang memikul gelar Arsy yang memiliki makna bertasbih dan memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman
4. Malaikat Izrail
Nama nama malaikat berikutnya yang sering disebut adalah malaikat Izrail. Malaikat yang satu ini memiliki tugas utama sebagai pencabut nyawa seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi.
Pencabutan nyawa yang dilakukan oleh malaikat Izrail dibantu oleh malaikat lainnya. Mulai dari pencabutan seluruh ruh dari anggota badan dan ketika sampai ke pangkal tenggorokan ruh akan diambil oleh malaikat Izrail.
Adapun tugas ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al An’am ayat 61:
Artinya: “Dan Dialah penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.
5. Malaikat Munkar
Malaikat selanjutnya yang bisa kita ketahui adalah malaikat Munkar. Munkar memiliki tugas untuk mengajukan pertanyaan kepada manusia yang sudah meninggal ke alam kubur. Munkar digambarkan sebagai sosok yang sangat menyeramkan.
Malaikat Munkar akan menanyakan keimanan dari kita yang telah meninggal. Apabila semasa hidup kita berbuat kebaikan, maka Munkar akan datang setelah orang terakhir yang datang ke pemakaman tersebut pergi.
Adapun pertanyaan yang diajukan berupa Man Rabbuka, Man Nabiyyuka, serta Ma Dinuka. Bagi umat muslim yang beriman semasa menjalankan kehidupan, maka akan mudah untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Malaikat Munkar.
Sementara, bagi kita yang tidak bisa menjawab, maka malaikat Munkar akan langsung menghantamkan tubuh kita dengan perumpamaan godam yang bisa menghancurkan tubuh hingga berantakan.
6. Malaikat Nakir
Nakir merupakan malaikat yang memiliki tugas sama dengan malaikat Munkar. Namun, Nakir akan datang kepada manusia yang selama hidupnya berbuat kebaikan dan beriman kepada Allah SWT.
Malaikat Nakir akan datang menghadap manusia dalam wujud yang indah dan menanyakan kebaikan.
7. Malaikat Raqib
Malaikat Raqib merupakan ciptaan Allah yang bertugas untuk mencatat amal baik yang dilakukan manusia ketika hidup. Selain itu, tugas lainnya dari malaikat Raqib adalah menjaga manusia dan mengawasinya agar berada di jalan yang lurus.
Karena niat buruk yang kita lakukan tidak akan dicatat sebagai keburukkan selama belum dikerjakan. Sementara, niat baik akan langsung dicatat oleh malaikat Raqib sebagai kebaikan meskipun niat tersebut belum dilaksanakan.
8. Malaikat Atid
Nama nama malaikat lainnya yang memiliki tugas utama sebagai pencatat amal adalah malaikat Atid. Malaikat ini merupakan pasangan dengan malaikat Raqib, bedanya sebagai pencatat amal buruk yang dilakukan oleh manusia.
Setiap amal buruk yang dilakukan, baik itu sekecil biji zarah akan dicatat oleh malaikat Atid. Perbuatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi juga akan dicatat dan dihisab selama hidup untuk diadili kelak di akhirat.
9. Malaikat Ridwan
Malaikat Ridwan memiliki tugas utama sebagai penjaga pintu surga di akhirat. Pada penjagaan ini malaikat Ridwan akan dibantu oleh malaikat lainnya. Selain itu, tugas malaikat Ridwan juga untuk menyambut seraya berdoa untuk penghuni surga.
Malaikat Ridwan akan mendoakan kebahagiaan mereka yang memasukan pintu surga. Sosok malaikat ini digambarkan memiliki wujud yang indah sehingga bisa menenangkan siapa saja yang melihatnya.
10. Malaikat Malik
Nama nama malaikat terakhir yang bisa kita ketahui adalah malaikat Malik. Tugas utama yang diberikan Allah kepada malaikat Malik adalah menjaga pintu neraka. Selain itu, tugas lain yang diberikan adalah memimpin malaikat Zabaniah.
Malaikat-malaikat ini yang akan menghukum semua makhluk hidup yang masuk neraka. Sosok malaikat yang ada di neraka digambarkan dengan bentuk yang seram tanpa ada rasa iba atau belas kasih dan tidak tersenyum.
10 nama nama malaikat ini bisa kita imani sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sebagai pencipta segalanya di dunia dan akhirat. Sebagai umat muslim tentunya harus percaya dengan makhluk ciptaan Allah SWT meski tidak bisa dilihat.
Sebagian masyarakat Indonesia mungkin masih bertanya-tanya perihal hukum apakah menangis membatalkan puasa. Pasalnya, tidak jarang anggapan bahwa menangis dapat membuat puasa kita batal.
Lantas, apakah benar anggapan tersebut? Untuk menjawabnya mari kita simak pembahasan berikut ini.
Pengertian Puasa
Puasa itu sendiri berasal dari bahasa Arab yang berbunyi Ash shiyaam atau juga Ash Shaum. Apabila dilihat dari segi bahasa, Ash shiyam itu berarti menahan diri.
Sedangkan, secara istilah ash shiyam berarti bahwa beribadah kepada Allah SWT dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal lainnya yang menyebabkan puasa batal dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Hal-hal yang Menyebabkan Puasa Kita Batal
Ada beberapa hal yang menyebabkan puasa kita ini batal di sisi Allah. Lantas, jika kita menangis apakah bisa membatalkan puasa?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari simak berbagai penyebab batalnya puasa kita.
1. Sengaja Melakukan Aktivitas Makan dan Minum
Melakukan aktivitas makan dan minum adalah salah satu pembatal puasa. Aktivitas memakan tersebut maksudnya adalah memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui mulut.
Hal yang dimasukkan melalui mulut bisa berupa hal yang bermanfaat seperti roti dan nasi, bisa juga hal yang diharamkan seperti khamr.
Hingga bisa juga barang-barang yang tidak bermanfaat seperti kertas dan pasir.
“Barangsiapa yang dipaksa muntah sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidak ada qodho’ baginya. Namun, apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib baginya membayar qodho’”
(HR. Abu Daud no. 2380. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Lantas, masih menjadi pertanyaan bagi sebagian dari kita bahwa apakah menangis bisa membatalkan puasa?
3. Mengalami Haid dan Nifas
Ketika kaum wanita yang sedang berpuasa, lalu mengalami haid atau nifas, maka puasanya akan batal. Baik ketika di awal puasa maupun di akhir puasa.
Apabila kaum wanita tersebut berkeinginan untuk melanjutkan puasa, maka puasanya menjadi tidak sah.
Dalam Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa keluarnya darah baik itu haid maupun nifas, membatalkan puasa menurut kesepakatan para ulama.
4. Mengeluarkan Air Mani dengan Sengaja
Mengeluarkan air mani secara sengaja sudah pasti akan membatalkan puasa. Hal ini berbeda dengan apakah menangis membatalkan puasa.
Mengingat para ulama sudah menjelaskan hukum-hukum ini tersendiri.
Mengeluarkan air mani dengan sengaja ialah mengeluarkan air mani tanpa melalui hubungan seksual (jima’).
Jika seseorang melakukan hal tersebut secara sengaja, maka puasanya batal dan ia wajib menggantinya di lain hari di luar bulan Ramadhan.
5. Secara Sengaja Berniat untuk Membatalkan Puasa
Apabila seseorang sudah bertekad untuk membatalkan puasa, dan kondisi saat itu ialah dirinya menyadari bahwa ia sedang berpuasa, maka puasanya itu sudah batal walaupun tanpa makan dan minum.
Hal ini didasarkan pada salah satu sabda nabi Muhammad SAW yang mengatakan
وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Artinya: “Setiap orang hanyalah mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907, dari Umar bin Al Khottob).
6. Melakukan Aktivitas Persetubuhan (Jima’) di Siang Hari
Apabila seseorang melakukan aktivitas hubungan seksual dengan pasangannya di siang hari, maka dirinya harus melakukan qadha’ serta harus membayar kafarat.
Namun, jika seseorang tersebut adalah orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa (seperti orang yang sakit) lalu bersetubuh dengan pasangannya, maka ia hanya diwajibkan mengqodho’ tanpa perlu membayar kafarat.
7. Murtad
Murtad adalah orang yang memilih untuk keluar dari agama Islam sehingga dirinya menjadi kafir. Artinya, semua kewajiban yang harus dilaksanakan oleh kaum muslimin tidak berlaku lagi bagi dirinya.
Alhasil, apabila dirinya murtad ketika dalam keadaan berpuasa, maka otomatis puasanya akan menjadi batal.
8. Pingsan Sepanjang Hari
Orang yang pingsan adalah orang yang tidak sadarkan diri. Pingsan ini bisa terjadi baik karena faktor kesehatan fisik maupun faktor psikologis. Adapun durasi pingsan ini beragam, ada yang sebentar hingga bahkan bisa sepanjang hari.
Pingsan sepanjang hari dapat membuat puasa kita batal sebagaimana dijelaskan dalam kitab Matnu Abi Syuja’.
Apakah Menangis Membatalkan Puasa?
Kita akhirnya tiba pada pembahasan inti dari artikel ini. Pertanyaan sebagian kaum muslimin adalah apakah menangis dapat membatalkan puasa.
Menangis ketika melaksanakan ibadah puasa tidak membatalkan puasa. Hal ini dikarenakan tidak ada dalil yang menunjukkan baik secara tegas ataupun isyarat bahwa menangis dapat membatalkan puasa.
Fatawa Syabakah Islamiyah pernah ditanya perihal apakah menangis akan membatalkan puasa yang disebabkan ketika memotong dan merajang bawang.
Jawaban dari Tim Fatawa Syabakah Islamiyah adalah
فالدموع النازلة بسبب تقطيع البصل وشم رائحته لا تبطل الصيام
Artinya: “Air mata yang keluar karena memotong bawang atau disebabkan aroma bawang, tidak membatalkan puasa.” (Fatawa Syabakah Islamiyah, No. 106644).
Kecuali memang, apabila kita menangis yang mana air mata itu memasuki mulut lalu tertelan dan melewati kerongkongan. Maka hal ini dapat menyebabkan puasa kita batal karena ada zat yang memasuki mulut dan melewati kerongkongan.
Jadi, dapat disimpulkan jawaban atas pertanyaan apakah menangis membatalkan puasa? Maka, jawabanya adalah menangis tidak membatalkan puasa. Semoga artikel ini bermanfaat.