Blog

  • Objek Penelitian: Macam, Prinsip, dan Cara Menentukannya

    Objek Penelitian: Macam, Prinsip, dan Cara Menentukannya

    Objek penelitian merupakan salah satu unsur paling penting dalam riset. Hal tersebut karena objek adalah hal yang peneliti analisis menggunakan metode dan teori tertentu. Ada beberapa hal terkait objek dalam riset yang perlu Anda ketahui. Berikut ini adalah ulasan mengenai objek, jenis-jenisnya, dan cara menentukan secara lengkap.

    Apa Itu Objek Penelitian?

    Melakukan riset
    Melakukan riset | Sumber: pexels.com

    Objek dalam riset merupakan sebuah ide utama riset yang memiliki konsep luas dan mencakup banyak hal. Melalui objek, apa dan siapa yang akan diteliti bisa terlihat.

    Apa yang menjadi objek di dalam sebuah riset bisa mengacu pada individu, kelompok, tempat, bahkan fenomena sosial di sekitar kita. Hal tersebut kemudian akan peneliti ukur dan jelaskan melalui metode dan teori tertentu.

    Biasanya, banyak orang bingung dengan perbedaan antara objek dan subjek riset. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Objek adalah sesuatu yang akan Anda teliti, sedangkan subjek adalah orang-orang yang terlibat dalam riset, termasuk partisipan dan relawan.

    Pengertian Objek Penelitian Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pendapat ahli mengenai pengertian objek di dalam sebuah riset.

    1. Sugiyono

    Sugiyono berpendapat bahwa objek dalam riset adalah suatu sifat atau atribut serta nilai dari individu, kegiatan, atau objek dengan variasi yang peneliti tetapkan untuk menarik sebuah kesimpulan.

    Dari sifat atau atribut yang melekat tersebut, peneliti akan mencari permasalahan yang muncul dan mencoba memecahkannya. Selanjutnya, dari pemecahan masalah tersebut peneliti akan membuat kesimpulan yang menggambarkan kondisi objek.

    2. Husein Umar

    Dalam riset, objek penelitian menjadi hal penting karena ia adalah sesuatu yang akan peneliti kaji. Selain objek itu sendiri, kapan dan di mana riset terhadap objek peneliti lakukan juga penting untuk Anda perhatikan.

    3. Suharsimi Arikunto

    Menurut Suharsimi Arikunto, inti dari riset terletak pada objek. Dalam riset, objek juga bisa Anda sebut dengan variabel penelitian.

    Suharsimi Arikunto juga menyebutkan bahwa objek ini bisa berupa permasalahan yang peneliti temukan dan berusaha mereka analisis menggunakan metode tertentu. Topik penelitian akan lebih menonjol dengan pilihan objek yang tepat.

    4. Iwan Satibi

    Selanjutnya adalah pendapat dari Iwan Satibi. Dirinya berpendapat bahwa objek penelitian merupakan sesuatu yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai sasaran riset secara komprehensif.

    Selain orang, tempat, atau fenomena sosial yang menjadi topik bahasan, objek juga mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhinya. Contohnya adalah budaya masyarakat dan kondisi lingkungan sekitar yang berkaitan dengan objek.

    5. Supranto

    Supranto menjelaskan bahwa objek adalah salah satu unsur paling penting dalam penelitian. Objek mencakup kumpulan elemen yang bisa membentuk organisasi atau himpunan tertentu.

    6. Anto Dayan

    Pendapat selanjutnya datang dari Anto Dayan. Ia mendefinisikan objek sebagai inti permasalahan yang akan peneliti kaji melalui penelitian. Menurutnya, terdapat 4 poin penting yang harus peneliti perhatikan dalam menentukan objek, yaitu komitmen, sikap, kinerja, serta kepemimpinan.

    7. Supriyati

    Dalam pendapatnya, Supriyati mengatakan bahwa objek merupakan variabel dalam sebuah penelitian. Variabel tersebut akan peneliti kaji secara komprehensif.

    8. Ratna

    Ratna menjelaskan bahwa hal paling penting dalam objek adalah penentuannya. Banyak hal yang harus Anda perhatikan dalam menentukan apa yang akan Anda teliti. Menurut Ratna, penentuan objek harus memiliki latar belakang dan tujuan yang jelas. Ini bertujuan agar setiap elemen dalam penelitian memiliki kesinambungan.

    Macam-Macam Objek

    Wawancara sebagai salah satu metode pengambilan data dalam objek primer
    Wawancara sebagai salah satu metode pengambilan data dalam objek primer | Sumber: pexels.com

    Terdapat 2 jenis objek dalam penelitian, penjelasannya adalah sebagai berikut.

    1. Objek Penelitian Primer

    Objek primer merupakan objek dalam penelitian yang datanya berasal dari sumber pertama. Sumber pertama adalah individu, dokumen, dan sumber data lain yang memiliki hubungan langsung dengan objek.

    Misalnya, Anda akan melakukan penelitian mengenai budaya membaca di Kota Yogyakarta. Maka, Anda bisa mengumpulkan data dari sumber utama, yaitu komunitas membaca di Yogyakarta.

    2. Objek Penelitian Sekunder

    Berbeda dengan objek primer, objek sekunder merupakan objek dalam penelitian yang menggunakan data dari sumber sekunder. Sumber sekunder yang dimaksud bisa berupa dokumen, laporan, buku, dan lain sebagainya.

    Perbedaan jenis objek ini hanya ada pada cara pengumpulannya saja. Pada dasarnya, semua objek akan peneliti kaji secara komprehensif dari data yang sudah terkumpul.

    Prinsip Objek Penelitian

    Prinsip objek penelitian
    Prinsip objek penelitian | Sumber: freepik.com

    Terdapat 3 prinsip yang perlu Anda perhatikan dalam pemilihan objek, yaitu sebagai berikut.

    1. Anotasi

    Anotasi memiliki fungsi untuk menambahkan meta data pada penelitian. Meta data yang akan peneliti tambahkan adalah hal-hal yang berhubungan dengan penelitian.

    Meta data akan membantu memberikan dukungan terhadap data yang sudah peneliti dapatkan. Dengan begitu, peneliti bisa memberikan pemecahan masalah dari berbagai sudut pandang.

    2. Agregasi Data

    Agregasi data merupakan proses mengolah dan menentukan data mana yang akan peneliti gunakan dalam analisis. Untuk itu, peneliti butuh lebih banyak data supaya memiliki banyak pilihan.

    Dalam proses ini, peneliti akan memastikan apakah data yang ia kumpulkan sudah cukup, valid, dan sesuai dengan tujuan penelitian. Jika ternyata peneliti menemukan data yang kurang atau tidak sesuai, ia bisa mengambil keputusan untuk menambahkan data.

    3. Identitas Digital

    Prinsip ini merupakan salah satu proses dalam pembangunan identitas digital pada penelitian. Identitas digital memiliki tujuan untuk melakukan identifikasi secara unik terhadap objek dalam penelitian.

    Selain itu, proses ini juga bermanfaat untuk peneliti sebagai progress tracker dalam penelitian yang ia lakukan. Sebab, progres yang terdata dengan baik akan memudahkan proses penelitian.

    Cara Menentukan Objek Penelitian

    Menentukan objek penelitian
    Menentukan objek penelitian | Sumber: Unsplash.com

    Ada beberapa cara yang harus Anda tempuh dalam menentukan objek. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

    1. Terukur

    Objek yang akan Anda gunakan dalam penelitian harus terukur dengan jelas. Misalnya, data berupa laporan berbentuk angka harus memiliki dasar yang menjadi standar dalam sebuah penelitian.

    Tak hanya objek dalam bentuk angka, objek lainnya juga harus memiliki ukuran yang sesuai standar. Standar ini Anda tentukan melalui kajian pustaka yang berhubungan dengan topik penelitian.

    2. Spesifik

    Objek dalam penelitian harus bersifat spesifik. Artinya, objek tidak Anda pilih secara acak tanpa standar yang jelas. Ini bertujuan supaya permasalahan bisa Anda pecahkan secara maksimal.

    Misalnya, penelitian mengenai minat baca masyarakat. Anda harus menentukan dengan jelas, masyarakat mana yang akan Anda teliti? Apakah masyarakat dalam satu kota, desa, atau wilayah tertentu lainnya.

    Sifat objek yang spesifik juga akan memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian. Jika objek Anda pilih tanpa batasan, bayangkan ada berapa banyak data yang terkumpul. Mengolah data dalam jumlah banyak akan menghabiskan waktu dan tenaga.

    3. Realistis

    Cara menentukan objek penelitian yang selanjutnya adalah realistis. Maksudnya, peneliti tidak boleh memaksakan tujuan penelitian yang tidak sesuai kenyataan. Selain itu, saat meneliti, Anda harus memiliki objek yang wajar dan sebenar-benarnya ada di dunia, atau dengan kata lain adalah nyata.

    4. Jangka Waktu

    Jangka waktu juga butuh peneliti pikirkan dalam proses menentukan objek dalam penelitian. Peneliti harus tahu kapan dan berapa lama penelitian selesai ia lakukan. Ini bertujuan untuk menentukan target bagi peneliti. Tidak mungkin penelitian ia lakukan sampai waktu yang tidak diketahui batasnya.

    5. Hal yang Dapat Dicapai

    Dalam penelitian, Anda harus menentukan sebuah tujuan untuk dicapai. Dengan adanya tujuan, penelitian bisa Anda tentukan arah analisisnya. Namun, tujuan yang akan Anda capai juga harus sesuai dengan kenyataan yang ada.

    Tujuan juga memudahkan dalam menentukan objek. Jika tujuan sudah Anda ketahui, objek tinggal menyesuaikan saja.

    Contoh Objek Penelitian

    Agar memberikan pemahaman lebih dalam, berikut adalah contoh penentuan objek. Terdapat sebuah penelitian yang berusaha mengkaji partisipasi anak muda dalam edukasi bahaya penyakit diabetes melitus di Yogyakarta.

    Dalam penelitian tersebut, data peneliti dapatkan melalui wawancara dengan anak muda setempat dan observasi. Anak muda Yogyakarta merupakan subjek penelitian karena mereka adalah informan utama.

    Maka, dapat Anda ketahui bahwa yang menjadi objek adalah hasil wawancara dan hasil observasi yang peneliti lakukan.

    Baca Juga : Variabel Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Penerapan

    Sudah Tahu Apa Itu Objek Penelitian?

    Objek dan subjek penelitian memang agak sulit dibedakan apabila Anda belum terbiasa dengan penelitian. Namun, hal tersebut akan Anda pahami seiring dengan berjalannya waktu ketika Anda sudah beberapa kali melakukan penelitian.Jangan lupa untuk menentukan tujuan penelitian terlebih dahulu sebelum menentukan objek penelitian. Tujuan adalah hal yang akan Anda capai melalui penelitian dan menjadi acuan dalam menentukan unsur-unsur lainnya.

  • Akuntansi Manajemen: Pengertian, Tujuan, serta Contoh Lengkapnya

    Akuntansi Manajemen: Pengertian, Tujuan, serta Contoh Lengkapnya

    Menjalankan sebuah bisnis memerlukan penerapan akuntansi manajemen di dalamnya, agar dapat beroperasi dan berkembang dengan baik. Mengapa demikian? Supaya mendapatkan jawabannya, penting untuk memahami mulai dari pengertian, fungsi, tujuan, hingga contohnya secara menyeluruh.

    Apa Itu Akuntansi Manajemen?

    Makna dari istilah yang dikenal juga dengan akuntansi manajerial ini adalah sebuah proses dalam menyediakan data sebuah badan usaha untuk kebutuhan pengambilan keputusan pemilik kuasa. Baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun panjang, data inilah yang digunakan sebagai pertimbangan utama.

    Proses ini tidak dilakukan hanya oleh satu atau dua orang yang duduk dalam posisi manajer, namun merupakan gabungan para akuntan dari sebuah perusahaan. Mulai dari level dasar hingga teratas, semua wajib terlibat di dalamnya. 

    Fungsi dari Akuntansi Manajerial

    Berdasarkan pengertiannya, sudah disebutkan secara gamblang bahwa fungsi utama dari akuntansi manajerial adalah penyediaan data untuk menentukan keputusan. Namun, secara lengkap, salah satu bidang spesifik akuntansi ini memiliki banyak fungsi lain, yaitu:

    1. Media Komunikasi

    Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bahwa penyediaan data dilakukan dari gabungan tim manajemen, maka tidak berlebihan menyebut proses ini sebagai media komunikasi. Karena menjadi salah satu momentum menggabungkan manajemen atas, menengah, dan bawah.

    2. Akurasi Data

    Keterlibatan banyak pihak dalam proses akuntansi tersebut memastikan akurasi data yang disediakan. Kroscek informasi menjadi lebih mudah, sehingga meminimalisir kesalahan dan dapat segera diperbaiki, jika ada ketidakcocokan data antar tim manajemen.

    3. Memfasilitasi Badan Usaha Meraih Target

    Setiap bisnis pasti mempunyai target untuk dicapai. Melalui proses akuntansi manajerial, pihak perusahaan dapat merancang strategi terbaik, agar tujuan dapat dicapai dengan efektif dan efisien.

    4. Arsip Data

    Fungsi terakhir dari akuntansi manajerial, yaitu untuk kebutuhan arsip perusahaan. Data-data yang tersimpan dapat lekas dikumpulkan ketika ada proses audit mendadak. Hal tersebut merupakan sebuah kejadian lumrah. 

    Khususnya untuk korporasi yang melibatkan kepemilikan saham publik, pihak investor dan instansi pemerintah akan sering melibatkan diri melalui audit dadakan. Ketersediaan laporan manajemen yang lengkap, sangat membantu mempercepat prosesnya agar cepat selesai.

    Tujuan Pengumpulan Data Akuntansi Perusahaan

    Banyak yang menganggap bahwa ‘fungsi’ dan ‘tujuan’ memiliki makna yang sama, padahal berbeda. Setelah memahami tentang fungsi akuntansi manajemen, berikut adalah tujuan-tujuan dari proses pengumpulan data tersebut:

    1. Penyajian Data Krusial

    Data kolektif manajemen semacam ini bertujuan untuk menyajikan data paling akurat, andal, dan krusial (vital). Hal yang ingin dicapai melalui data-data yang ada adalah agar para pengambil keputusan dapat menganalisa dengan baik dari berbagai sudut pandang, sebelum menentukan keputusan akhir.

    2. Memudahkan Penyusunan Strategi Bisnis

    Melalui data-data yang tersaji, penentuan strategi ke depan atas sebuah badan usaha tentu menjadi lebih mudah. Khususnya terkait laporan keuangan dan statistik perusahaan yang sangat membantu dalam perencanaan target bisnis selanjutnya.

    3. Sumber Pemecahan Masalah

    Ketika pemilik keputusan memiliki laporan lengkap terkait berbagai aspek yang sedang berlangsung dalam perusahaan, masalah-masalah akan menjadi lebih mudah diselesaikan. Berbeda dengan saat mereka buta atau tidak tahu menahu tentang situasi yang tengah terjadi.

    4. Motivasi Perusahaan Secara Menyeluruh

    Hasil dari proses akuntansi manajemen sangat efektif dalam memotivasi seluruh lini dalam badan usaha. Mulai investor, pemilik, hingga karyawan, secara otomatis akan memiliki pemicu untuk berada di titik yang lebih dan semakin baik.

    5. Tindakan Preventif

    Mencegah hal merugikan terjadi pada bisnis tentu lebih baik daripada mencari solusi untuk mengatasi kekacauan yang terlanjur terjadi. Melalui data yang ditampilkan dari proses akuntansi manajerial tersebut, deteksi dini terkait penyimpangan dapat dilakukan dan segera dibereskan.

    Metode-Metode dalam Akuntansi Manajemen

    Lantas, bagaimana cara untuk melakukan proses pengumpulan data akuntansi tersebut? Secara umum, ada tiga metode yang bisa kamu lakukan, yakni:

    1. Grenzplankostenrechnung

    Disingkat sebagai GPK, Grenzplankostenrechnung merupakan metode akuntansi manajerial paling awal, di mana sudah diterapkan mulai 1940-an. Dimulai di Jerman, metode ini fokus pada penetapan biaya menyeluruh atas operasional suatu bisnis. 

    Laporan yang dihasilkan GPK fokus pada penjumlahan total biaya dasar produksi, kemudian ditambahkan biaya eksternal seperti quality control (QC) dan promosi. Tujuan akhirnya adalah menyediakan laporan keuangan internal yang akurat untuk pemangku bisnis.

    2. Akuntansi Biaya

    Metode baru, namun rasanya sudah terlalu ketinggalan zaman saat diperkenalkan pada awal abad 20-an. Cara ini menetapkan penghitungan biaya produksi dalam kondisi normal, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor eksternal, seperti tenaga kerja dan ketertarikan pasar. Sebab itu, akurasinya kurang, sehingga jarang perusahaan gunakan.

    3. Akuntansi Konsumsi Sumber Daya

    Cara terakhir yang merupakan pengembangan metode GPK dan penyempurnaan metode akuntansi biaya adalah akuntansi konsumsi sumber daya. Dalam hal ini, total biaya produksi, tambahan eksternal, hingga pola operasional perusahaan berpadu. Hasilnya sangat akurat, meskipun membutuhkan proses yang lebih lama.

    Contoh Penerapan Akuntansi Manajerial

    Penjabaran tanpa contoh rentan menimbulkan kebingungan. Berikut adalah penerapan lengkap akuntansi manajemen:

    Akuntansi dalam Bisnis UMKM

    Ada sebuah usaha skala kecil atau umumnya kamu kenal sebagai UMKM, yaitu bisnis pisang nugget yang memiliki satu booth dan seorang karyawan sebagai penjaga. 

    Rumus penghitungan untuk laporan keuangan dari usaha ini pada bulan pertama adalah:

    1. (harga jual per pack x jumlah produk terjual sebulan) 

    Rp10.000,00 x 1.000 pack = Rp10.000.000,00 (laba kotor)

    1. (laba kotor – biaya produksi sejumlah produk terjual)

    Rp10.000.000,00 – Rp4.500.000,00 (per 1000 pack) = Rp5.500.000 (laba bersih sementara)

    1. (laba bersih sementara – biaya tetap non produksi)

    Rp5.500.000,00 – Rp150.000,00 (sewa lokasi booth per bulan) – Rp850.000,00 (gaji karyawan) = Rp4.500.000,00 (laba bersih)

    Pengusaha tersebut mengeluarkan dana Rp1.500.000,00 untuk pembuatan booth, sedangkan biaya produksi dan non produksi per bulan untuk 1.000 pack adalah Rp5.500.000,00; maka:

    Rp1.500.000,00 + Rp5.500.000,00 = Rp7.000.000,00

    Rp10.000.000,00  – Rp7.000.000,00 = Rp3.000.000,00 merupakan laba bersih total untuk bulan pertama operasional bisnis tersebut. Laba bulan selanjutnya, tidak perlu dikurangi biaya pembuatan booth dan mengikuti jumlah biaya produksi dan total penjualan.

    Penerapan akuntansi untuk UMKM lebih sederhana dibandingkan skala korporasi, terlebih untuk perusahaan multinasional. Sebab, UMKM biasanya tidak melibatkan banyak pegawai dan jabatan berbeda-beda. 

    Meskipun demikian, pada prinsipnya memiliki penerapan yang sama, hanya ragam laporan lebih variatif serta proses lebih rumit dan panjang.

    Perbedaan dengan Akuntansi Keuangan

    Ada banyak yang terkecoh menganggap akuntansi keuangan dan manajerial sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Walaupun sama-sama berorientasi pada keuangan badan usaha, namun akuntansi manajerial ditujukan untuk pihak dalam (internal) bisnis tersebut. Contohnya pemilik usaha dan karyawan.

    Sementara, untuk akuntansi keuangan adalah laporan yang diserahkan pada pihak eksternal, seperti investor. Tujuannya lebih pada bahan pertimbangan untuk langkah kerja sama selanjutnya; diteruskan atau dihentikan, baik bersifat sementara maupun permanen.

    Manfaat Penerapan Akuntansi Manajerial Terhadap Bisnis

    Tidak sedikit pelaku usaha, khususnya skala kecil, yang merasa penerapan akuntansi manajemen terlalu merepotkan. Padahal, implementasinya memberikan banyak manfaat yang nyata, seperti:

    1. Efisiensi dan Efektivitas Operasional Badan Usaha

    Akuntansi manajerial memberikan efisiensi dan efektivitas yang signifikan untuk bisnis. Sebab, melalui laporan data yang detail, hal-hal yang bersifat pemborosan dan tidak penting, dapat segera dihentikan. Sehingga, dana dan sumber daya yang ada menjadi tidak terbuang sia-sia.

    2. Peningkatan Produktivitas Perusahaan

    Laporan yang akurat dapat membantu meningkatkan produktivitas perusahaan, terutama dari segi kinerja karyawan. Karena di dalam laporan keuangan akan tampak bagaimana kinerja dari semua departemen. Sehingga, manajer dapat mengetahui mana karyawan yang mencapai target, yang boros, dan sebagainya.

    Dari data tersebutlah manajer bisa membuat langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja yang kurang, menjadi lebih baik lagi. Selain itu juga karena adanya pelaporan, karyawan akan lebih terpacu untuk memperbaiki performa kerja, agar tidak dapat punishment dari manajer.

    3. Pengembangan Bisnis Lebih Cepat

    Data-data akurat tersebut bisa membantu pemilik kuasa untuk mengambil keputusan cepat untuk langkah selanjutnya dalam pengembangan bisnis. Baik untuk jangka pendek, seperti penawaran promosi untuk menarik konsumen baru maupun menjalin kemitraan dengan pihak ketiga untuk melebarkan jangkauan pasar.

    4. Meminimalisir Risiko Kegagalan Bisnis

    Laporan akuntansi manajerial diberikan secara berkala, sehingga kendala sekecil apapun bisa terdeteksi dengan cepat. Ketika pemilik kuasa tanggap menangani dan menyelesaikannya, risiko yang dapat menghancurkan bisnis menjadi sangat kecil. 

    Sudah Paham Apa Itu Akuntansi Manajemen?

    Lengkap bukan penjabaran, contoh, hingga hal lain terkait akuntansi manajemen? Menerapkannya dalam bisnis dapat mempercepat usaha tersebut berkembang serta memperkecil kemungkinan mengalami kebangkrutan. Tentu, setiap pemilik bisnis mengharapkan kelanggengan dan kesuksesan usaha yang dijalankan, bukan?

  • Kerangka Teori: Definisi, Struktur, Cara Membuat, dan Contohnya

    Kerangka Teori: Definisi, Struktur, Cara Membuat, dan Contohnya

    Kerangka teori adalah salah satu elemen kunci dalam setiap artikel ilmiah atau penelitian. Adanya kerangka-kerangka teori dapat menjadi landasan bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena atau permasalahan yang sedang diteliti, serta menjadi pedoman untuk menyusun kegiatan penelitian yang efektif dan efisien.

    Artikel ini akan membahas terkait apa itu kerangka teori, struktur dasar yang ada didalamnya, cara membuat, hingga contoh sederhananya dalam penelitian. Simak artikel ini sampai selesai dan catat poin-poin pentingnya, ya!

    Apa Itu Kerangka Teori?

    Kerangka teori adalah suatu konsep atau gambaran yang berisi penjelasan mengenai hal yang menjadi fokus penelitian. Pada umumnya, konsep ini berisi penjelasan yang berasal dari berbagai studi yang telah dilakukan sebelumnya. 

    Peneliti biasa menggunakannya sebagai dasar dari karya ilmiah sebelum melakukan penelitian. Selain itu, kerangka teori membantu mengarahkan fokus penelitian dan menjadi pembatas topik yang ada pada suatu penelitian atau karya ilmiah. 

    Konsep ini bertujuan agar penelitian memiliki tujuan yang jelas serta topik pada penelitian tidak menyimpang dari batasan yang telah dibuat. Sebab, pada dasarnya kerangka-kerangka teori juga mencakup hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya dan mencerminkan sebab akibat antara dua variabel atau lebih.

    Struktur Kerangka Teori

    Struktur dari sebuah teori penelitian dapat menjadi panduan atau pedoman bagi Anda untuk membentuk landasan yang kuat dalam suatu penelitian atau karya ilmiah. Berikut ini adalah struktur dari sebuah teori penelitian yang umum digunakan dalam penelitian atau karya ilmiah:

    • Judul: Berisi judul teori yang relevan dengan topik penelitian.
    • Pendahuluan: Berisi penjelasan singkat terkait dengan latar belakang masalah, tujuan penelitian, rumusan masalah, dan manfaat penelitian.
    • Kerangka teori: Berisi landasan teoritis, tinjauan literatur, serta konsep-konsep kunci yang berguna dalam penelitian seperti variabel.
    • Hipotesis atau pertanyaan penelitian: Berisi hipotesis dan pertanyaan penelitian yang nantinya akan Anda jawab dalam penelitian.
    • Metode penelitian: Berisi desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen dan teknik pengumpulan data, dan analisis data.
    • Implikasi dan kesimpulan sementara: Berisi hubungan keterlibatan antara penelitian dan kesimpulan sementara berdasarkan tinjauan literatur.

    Cara Membuat Kerangka Teori

    Cara Membuat Kerangka Teori
    Cara Membuat Kerangka Teori | Sumber Gambar: Pexels.com

    Berikut ini akan ada uraian terkait dengan langkah-langkah yang dapat  Anda ikuti untuk membuat teori penelitian yang kuat dan relevan dalam konteks penelitian atau karya ilmiah:

    1. Tentukan Variabel

    Langkah pertama dalam menyusun kerangka teori penelitian adalah dengan menentukan variabel-variabel yang akan Anda gunakan dalam penelitian. Variabel penelitian adalah elemen-elemen yang dapat Anda gunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian serta menguji hipotesis. 

    Variabel tersebut akan membantu dalam merinci aspek-aspek yang akan Anda teliti, termasuk rujukan dan teori yang dicantumkan pada penelitian atau karya ilmiah. Tapi, sebelum itu Anda perlu menentukan judul penelitian terlebih dahulu untuk mengetahui variabel-variabel yang akan Anda gunakan pada penelitian.

    Baca Juga : Variabel Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Penerapan

    2. Cari Referensi

    Selanjutnya, Anda dapat mencari referensi dari berbagai sumber termasuk dari penelitian terdahulu, buku-buku penelitian, atau jurnal penelitian lain yang sejenis. Referensi adalah hal wajib yang harus ada pada setiap penelitian. 

    Adanya referensi akan membantu Anda untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik penelitian. Selain itu, referensi juga akan membuat topik penelitian menjadi lebih kuat karena adanya teori yang mendukung. 

    Bahkan, referensi juga memungkinkan peneliti untuk dapat memahami teori-teori, konsep-konsep, dan isu-isu yang relevan dengan topik penelitian. Dengan begitu, Anda dapat memperluas pengetahuan dan merespons secara lebih mendalam terhadap konteks yang terkait dengan penelitian Anda.

    3. Uraikan Teori

    Setelah mencari referensi dari berbagai sumber, hal yang harus Anda lakukan adalah menguraikan kerangka teori itu sendiri. Teori yang relevan akan membantu Anda untuk memastikan bahwa penelitian memiliki dasar yang kuat dan valid karena telah teruji oleh para peneliti terdahulu.

    Contohnya, jika Anda meneliti fenomena pengaruh gadget terhadap hasil belajar siswa, maka Anda perlu mencantumkan definisi gadget dan hasil belajar sebagai uraian teori. Dengan begitu, pembaca akan dapat memahami konteks dan keseluruhan isi atau pembahasan yang ada pada penelitian tersebut.

    4. Mengkaji Teori

    Langkah berikutnya adalah dengan mengkaji semua hasil penelitian dan teori yang telah Anda kumpulkan. Anda harus memilih beberapa teori yang relevan dengan judul penelitian, sehingga penelitian menjadi valid karena didukung teori yang kuat. 

    Tidak semua teori dapat ditulis pada bab kajian teori karena bisa jadi teori akan saling bertumpukan satu sama lain. Mengkaji teori akan membantu Anda dalam menyusun landasan teori dan hasil penelitian yang lebih baik serta dapat mengidentifikasi kemungkinan teori tidak cocok dengan objek penelitian.

    5. Tentukan Inti Permasalahan

    Menentukan inti permasalahan (research problem) dalam sebuah penelitian merupakan langkah kunci dalam menyusun kerangka teori penelitian. Inti permasalahan adalah pertanyaan atau masalah yang ingin Anda jawab atau pecahkan melalui penelitian. 

    Oleh karena itu, Anda harus dapat menjelaskan inti permasalahan dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti sesuai topik spesifik. Dengan begitu, Anda dapat menjelaskan teori-teori pendukung dengan lebih jelas.

    6. Periksa Kembali

    Setelah menjelaskan inti dari permasalahan penelitian, langkah selanjutnya adalah memeriksa kembali teori yang Anda gunakan agar terdapat keselarasan informasi dalam penelitian. Tidak hanya teori, Anda juga harus memeriksa apakah model penelitian telah sesuai dengan teori yang Anda cantumkan sebelumnya.

    7. Perlihatkan Kontribusi Penelitian

    Aspek yang tidak kalah penting dari suatu kerangka teori adalah memperlihatkan kontribusi penelitian. Anda dapat menunjukkan kontribusi pada penelitian dengan menjelaskan bagaimana penelitian Anda memberikan nilai tambah atau berkontribusi pada pemahaman, literatur, atau praktik pada bidang studi tertentu.

    8. Menyusun Kesimpulan Sementara

    Setelah memperlihatkan kontribusi penelitian, langkah selanjutnya adalah dengan menyusun kesimpulan sementara. Kesimpulan sementara dapat membantu Anda untuk merangkum temuan awal atau data yang telah dikumpulkan dalam penelitian. Aspek ini memungkinkan peneliti untuk menggambarkan hipotesis lanjutan.

    9. Menyusun Kerangka Berpikir (Framework)

    Langkah terakhir yang harus ada dalam proses pembuatan kerangka teori adalah membuat kerangka berpikir atau framework. Anda dapat menyusun langkah-langkah pembuatan teori penelitian melalui skema untuk memudahkan penyelesaian, perancangan, dan pemahaman terkait penelitian atau karya ilmiah. 

    Contoh Kerangka Teori

    Contoh Kerangka Teori
    Contoh Kerangka Teori | Sumber Gambar: Freepik.com

    Kerangka teori memiliki peran krusial dalam membantu memahami, merancang, dan melaksanakan penelitian yang berkualitas. Berikut ini adalah contoh dari teori penelitian sederhana dengan topik “Pengelolaan Sampah Plastik dalam Upaya Pelestarian Lingkungan” yang dapat Anda susun seperti pada langkah-langkah di atas:

    1. Pendahuluan

    Pada bagian pendahuluan, terdapat latar belakang yang berisi peningkatan produksi sampah plastik global dan dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan. Selain itu, ada juga tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis metode pengelolaan sampah plastik dan menyelidiki dampak pengolahan sampah plastik.

    Terakhir adalah relevansi penelitian. Pada bagian ini, Anda harus menuliskan apa saja hal yang dapat memberikan penjelasan apakah penelitian terkait sampah plastik ini dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan atau tidak. 

    2. Kerangka Teori

    Pada bagian ini, Anda dapat menambahkan definisi dari sampah plastik sebagai teori awal agar penelitian memiliki landasan yang jelas. Anda juga dapat menambahkan teori seperti jenis-jenis sampah plastik dan karakteristik fisik dan kimia dari sampah plastik.

    Selain itu, Anda juga dapat menambahkan metode pengelolaan sampah plastik yang biasa digunakan, mulai dari cara mengumpulkan sampah plastik hingga cara memproses sampah plastik. Kemudian, Anda juga dapat menambahkan dampak pengelolaan sampah plastik untuk mendukung kerangka teori.

    3. Hipotesis 

    Pada bagian ini, Anda dapat membuat hipotesis terkait apakah pengelolaan sampah plastik telah dapat melestarikan lingkungan atau tidak. Pada poin ini, Anda harus menjabarkan keduanya menjadi hipotesis nol dan hipotesis 1 yang mana kemudian akan Anda jawab pada hasil penelitian.

    4. Metode Penelitian

    Selanjutnya, Anda dapat menjabarkan metode penelitian menjadi beberapa bagian seperti desain penelitian dan populasi serta sampel pengambilan data sampah plastik di masyarakat. Selain itu, jabarkan instrumen dan teknik pengumpulan data seperti wawancara, kuesioner, instrumen tes, dan lain sebagainya.

    5. Kesimpulan

    Pada bagian kesimpulan, Anda dapat menggambarkan secara ringkas bagaimana efisiensi pengelolaan sampah plastik. Selain itu, Anda juga dapat menawarkan saran-saran atau langkah yang dapat mengurangi dampak buruk sampah plastik terhadap lingkungan.

    Sudah Tahu Apa Itu Kerangka Teori dan Cara Membuatnya?

    Baik, itulah sedikit pembahasan singkat terkait dengan kerangka teori mulai dari pengertian, struktur, cara membuat, hingga contoh sederhananya. Pada dasarnya, adanya susunan teori ini akan mempermudah peneliti dalam menjalankan penelitian dan menghasilkan temuan yang lebih mendalam.

    Bahkan, dengan landasan teori yang ada, Anda bisa menetapkan ketentuan penelitian, menjelaskan latar belakang penelitian dengan lebih spesifik, dan mengolaborasikan bagian-bagian penelitian lainnya. Tinjau kerangka-kerangka teori yang sudah ada dalam literatur terkait. Tips ini dapat memberikan panduan dan inspirasi untuk membangun kerangka teori Anda sendiri. Jadi, sudah siap membuat kerangka teori untuk penelitian Anda sendiri?

  • Metode Observasi: Pengertian, Macam, hingga Contohnya

    Metode Observasi: Pengertian, Macam, hingga Contohnya

    Dalam proses penelitian, terdapat berbagai metode observasi yang bisa dilakukan oleh seorang peneliti. Dalam menentukan teknik pengamatan tersebut, tentu saja harus menyesuaikan dengan penelitian yang sedang kamu lakukan.

    Hal ini karena tidak semua teknik bisa kamu aplikasikan ke dalam berbagai jenis penelitian. Lantas, apa saja macam-macam metode observasi yang bisa digunakan dan keunggulannya? Bagi kamu yang tertarik seputar bidang penelitian, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

    Pengertian Metode Observasi

    Seorang wanita melakukan penelitian di lab
    Seorang wanita melakukan penelitian di lab | Sumber gambar: Freepik

    Secara umum, metode observasi merupakan kegiatan melihat dan juga mendengarkan peristiwa maupun tindakan dari benda, makhluk hidup, atau orang-orang yang sedang peneliti amati. Nantinya, peneliti akan merekam hasil pengamatan dengan catatan atau alat bantu lain.

    Selain itu, istilah pengamatan sendiri sebenarnya bisa dipahami sebagai proses mengamati, menyaksikan, dan memperhatikan, yang mana merupakan bagian dari kegiatan pengumpulan data penelitian.

    Pengertian Metode Observasi Menurut Para Ahli

    Seorang Psikolog sedang melakukan observasi pada pasiennya
    Seorang Psikolog sedang melakukan observasi pada pasiennya | Sumber gambar: Pexels

    Beberapa ahli juga sudah berpendapat terkait dengan metode observasi ini, antara lain:

    • Gibson R.L. dan Mitchell M.H berpendapat bahwa pengamatan adalah teknik yang digunakan sebagai seleksi derajat untuk menentukan keputusan serta konklusi terhadap orang yang sedang diamati.
    • Larry Christensen berpendapat bahwa pengamatan adalah cara untuk mendapatkan informasi penting tentang orang, karena apa yang dikatakan belum tentu sesuai dengan yang dikerjakan.
    • Creswell berpendapat bahwa pengamatan adalah proses pemerolehan data dari tangan pertama, dengan cara melakukan pengamatan orang dan lokasi dilakukannya penelitian.
    • Patton berpendapat bahwa pengamatan adalah metode yang sifatnya akurat dan spesifik untuk mengumpulkan data serta mencari informasi tentang segala kegiatan yang dijadikan objek kajian penelitian.
    • Sutrisno Hadi berpendapat bahwa pengamatan adalah proses yang sangat kompleks, terdiri atas berbagai macam proses, baik biologis maupun psikologis, yang mana lebih memprioritaskan proses ingatan dan pengamatan.
    • Sugiyono berpendapat bahwa pengamatan adalah proses yang kompleks dan berasal dari suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis.
    • Riyanto berpendapat bahwa pengamatan adalah metode pengumpulan data yang menggunakan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung.
    • Nana Sudjana berpendapat bahwa pengamatan adalah teknik pencatatan sistematis terhadap berbagai gejala yang menjadi objek penelitian.
    • Eko Putro Widoyoko berpendapat bahwa teknik pengamatan merupakan bagian dari pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang tampak di dalam suatu gejala pada objek penelitian.
    • Patton berpendapat bahwa pengamatan adalah metode yang sifatnya akurat dan spesifik untuk mengumpulkan data dan juga mencari informasi tentang segala kegiatan yang menjadi objek kajian penelitian.
    • Prof. Heru berpendapat bahwa observasi adalah kegiatan pengamatan yang menunjukkan sebuah studi atau pembelajaran yang dilakukan dengan sengaja, terarah, berurutan, dan sesuai tujuan yang dicapai pada suatu pengamatan yang dicatat tentang segala kejadian dan fenomenanya.

    Baca Juga : Pengertian Observasi: Ciri, Tujuan, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya

    Macam-Macam Metode Observasi

    Peneliti memegang sample darah
    Peneliti memegang sample darah | Sumber gambar: Freepik

    Dalam prosesnya, terdapat macam-macam metode observasi yang bisa peneliti pilih dalam penelitian yang ia lakukan. Tentu saja setiap jenis pengamatan ini memiliki karakteristiknya masing-masing yang perlu kamu pahami dengan baik. Berikut adalah berbagai macam-macam teknik pengamatan tersebut:

    1. Observasi Terkontrol

    Umumnya, proses pelaksanaan observasi terkontrol berada di ruang tertutup. Artinya, peneliti memiliki kewenangan penuh untuk menentukan tempat, waktu, dan kapan observasi tersebut akan ia lakukan.

    Selain itu, peneliti juga dapat memutuskan siapa saja yang akan menjadi partisipan dalam proses pengamatan. Sering kali pemilihan partisipan untuk kelompok variabel penelitian adalah secara acak. 

    Kemudian, peneliti akan mengamati dan mencatat data diri perilaku secara detail dan deskriptif, sesuai pembagian kategorinya. Tak jarang, peneliti juga akan melakukan pengkodean untuk menggambarkan karakteristiknya.

    Setelah itu, data yang terkumpul akan peneliti ubah menjadi statistik. Pada teknik ini, peneliti cenderung menghindari kontak langsung selama proses pengamatan.

    2. Observasi Partisipatif

    Metode observasi partisipatif ini sering kali dianggap sebagai bagian dari teknik naturalistik, karena memiliki sejumlah persamaan. Hanya saja, pada teknik ini, peneliti bukan lagi sebagai pengamat jarak jauh, karena ia sudah bergabung dengan partisipan dan menjadi bagian dari kelompok.

    Hal inilah yang membuat peneliti bisa mendapatkan wawasan yang lebih mendalam dan kompleks. Sebab, peneliti bisa berinteraksi dengan anggota lain dalam kelompok secara bebas sekaligus berpartisipasi dalam seluruh aktivitas mereka.

    Namun, dalam prosesnya, teknik pengamatan ini bisa peneliti lakukan secara terbuka maupun terselubung. Adapun teknik pengamatan terbuka adalah peneliti sudah meminta izin serta mengatakan tujuan dan identitas sebenarnya kepada kelompok partisipan.

    Sedangkan teknik pengamatan terselubung adalah ketika peneliti tidak menunjukkan identitas yang sebenarnya kepada kelompok partisipan. Umumnya, peneliti akan menggunakan peran dan identitas palsu serta bertindak seolah-olah ia menjadi bagian dari kelompok tersebut.

    3. Observasi Naturalistik

    Metode observasi naturalistik ini menjadi salah satu yang penggunaannya paling banyak oleh ilmuwan sosial dan psikolog. Sebab, prosesnya melibatkan proses pengamatan dan mempelajari perilaku spontan partisipan di lingkungan terbuka.

    Adapun peran peneliti di sini adalah untuk menemukan apa saja yang ia lihat dan ia amati selama proses pengamatan berlangsung. Dengan kata lain, teknik ini melibatkan pengamatan dan mempelajari perilaku spontan partisipan di lingkungan alami mereka.

    Jadi, peneliti hanya mencatat berdasarkan apa yang mereka lihat, tanpa adanya sistem tertentu.

    4. Observasi Terstruktur

    Jenis metode observasi yang terakhir ini bisa kamu lakukan dengan cara mencatat informasi dan melakukan standarisasi kondisi pengamatan. Umumnya, teknik ini digunakan dalam studi yang dirancang untuk memberikan deskripsi sistematis dan menguji hipotesis kausal.

    Penggunaan teknik pengamatan ini mengandaikan bahwa peneliti mengetahui aspek apa saja dari situasi yang akan ia teliti dan tentu saja relevan dengan tujuan penelitiannya. 

    Oleh karena itulah, peneliti akan berada dalam posisi untuk mengembangkan rencana khusus, dengan membuat dan merekam pengamatan sebelum ia mulai proses pengumpulan data.

    Keuntungan Metode Observasi

    Peneliti sedang mengamati objek penelitian
    Peneliti sedang mengamati objek penelitian | Sumber gambar: Freepik

    Dalam penerapannya, tentu saja ada berbagai keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan menggunakan metode observasi ini. Baik pada penelitian berbasis sosial maupun sains. Maka dari itu, sangat penting bagi peneliti untuk mengetahui keunggulan tersebut, berikut beberapa di antaranya.

    • Mudah peneliti laksanakan dalam segala situasi dan kondisi, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan penelitian.
    • Pada metode pengamatan langsung, peneliti bisa segera mendapatkan jawaban dan memenuhi rasa ingin tahunya. Hal ini juga membuktikan bahwa proses pengamatan tersebut dapat menjadi bukti yang valid dan tidak ada manipulasi.
    • Proses pengamatan dapat membuat peneliti jadi lebih termotivasi sekaligus mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Hal inilah yang membuat teknik pengamatan disebut sebagai alat penyelidikan.
    • Dapat menghasilan data valid secara langsung, baik melalui komunikasi verbal maupun non verbal.
    • Memungkinkan untuk merekam perilaku perkembangan atau hal lain tentang fenomena objek penelitian pada saat kejadian sedang berlangsung.
    • Dapat memberikan hasil data dan juga informasi yang bersifat faktual, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

    Contoh Metode Observasi

    Seseorang sedang melihat data penelitian
    Seseorang sedang melihat data penelitian | Sumber gambar: Freepik

    Sebenarnya, kamu bisa dengan mudah menemukan contoh metode observasi dalam penelitian, baik itu penelitian di bidang sains maupun sosial. Salah satu contoh yang bisa kamu pelajari adalah penelitian tentang “Pengaruh Media Sosial terhadap Risiko Cyberbullying pada Siswa SMP”.

    Dalam penelitian ini, kamu bisa langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pengamatan. Meski sebenarnya teknik ini kurang akurat, jika hanya sebatas pengamatan, tetapi kamu bisa mengkombinasikannya dengan metode wawancara. 

    Dengan begitu, hasil data yang kamu dapatkan bisa lebih kompleks dan sesuai tujuan penelitian. Nantinya, dari pengamatan yang dilakukan, kamu akan mendapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut.

    • Sebagian besar siswa SMP pernah mengalami cyberbullying di media sosial, baik dari teman sebaya, orang dewasa, maupun anonim. Hal inilah yang membuat siswa merasa depresi, tertekan, takut, hingga stres yang berdampak pada penurunan hasil belajar.
    • Siswa SMP jadi malas bersosialisasi, baik secara langsung maupun di dunia maya, karena takut mendapatkan bullyan dari teman sebayanya. Dampaknya, kemampuan sosialisasi siswa pun menurun, karena siswa cenderung mengisolasi diri sendiri.
    • Siswa SMP tidak memperhatikan kegiatan belajar mengajar dengan baik, karena terdistraksi dengan tindak cyberbullying yang mereka dapatkan.
    • Siswa SMP menjadi lebih aware dengan berbagai jenis bullying. Bahkan, beberapa di antaranya juga kerap menyuarakan pendapat tentang cyberbullying di media sosial.

    Manakah Metode Observasi yang Paling Familiar Bagimu?

    Dari ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa metode observasi adalah salah satu teknik yang bisa digunakan peneliti untuk mengumpulkan data yang disertai dengan proses pengamatan dan pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran.

    Tentunya setiap jenis teknik pengamatan, mulai dari terkontrol, partisipatif, naturalistik, dan terstruktur memiliki fungsi dan tujuan berbeda yang harus peneliti pahami dengan baik. Berdasarkan penjelasan tersebut, manakah metode yang pernah kamu gunakan dalam proses penelitian?

  • Pengertian Observasi: Ciri, Tujuan, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya

    Pengertian Observasi: Ciri, Tujuan, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya

    Dalam rangka mendapatkan pengetahuan mengenai topik yang Anda ingin ketahui, ada beberapa cara yang bisa ditempuh. Salah satunya menggunakan metode observasi atau pengamatan untuk mengumpulkan data di lapangan dengan lebih akurat dan faktual. Sebab, Anda bisa langsung terjun sendiri melihat kenyataannya. 

    Melakukan pengamatan untuk mengumpulkan data tidak hanya berguna pada penelitian kualitatif, tetapi juga kuantitatif. Apalagi, saat ini banyak topik-topik yang bisa Anda kaji lebih dalam dan cermat menggunakan metode tersebut. Data yang akan Anda kumpulkan juga semakin kaya dan valid dengan pengamatan langsung. 

    Apa Itu Metode Observasi?

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, observasi memiliki arti peninjauan secara cermat. Peninjauan atau pengamatan tersebut berkenaan dengan fenomena yang saat ini sedang diteliti. Secara sederhananya, metode ini menyuruh Anda untuk mengamati secara langsung objek yang menjadi penelitian. 

    Dalam melakukan pengamatan langsung terhadap objek, Anda bisa mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan. Cara ini cukup ampuh untuk mengumpulkan informasi secara akurat dan valid di lapangan. Anda perlu memanfaatkan panca indra yang ada untuk melakukan pengamatan terkait fenomena peristiwa tertentu. 

    Misalnya, Anda ingin mengetahui bagaimana respon masyarakat ketika melihat seorang kakek tua yang memakai kursi roda kesulitan menyeberang jalan. Anda bisa langsung terjun ke lapangan untuk melihat bagaimana respon masyarakat terhadap kakek itu, apakah menolongnya atau mengabaikannya. 

    Pada dasarnya, manusia punya rasa ingin tahu yang besar, sehingga mereka tidak pernah berhenti mengeksplor alam semesta yang belum sepenuhnya terkuak. Maka dari itu, para akademisi dan tenaga peneliti lainnya tidak pernah berhenti melakukan penelitian untuk mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat.

    Ciri-Ciri Observasi

    Seseorang melakukan observasi dari buku
    Seseorang melakukan observasi dari buku | Sumber gambar: Freepik.com

    Terkadang, Anda bisa keliru mengenali observasi dengan metode pengumpulan data lainnya. Ketahui ciri-cirinya berikut ini untuk mengetahui lebih dalam apa itu pengamatan dalam penelitian. 

    1. Objektif

    Data penelitian haruslah bersifat objektif agar hasilnya sesuai dengan keadaan sebenarnya yang ada di lapangan tanpa manipulasi. Anda tidak boleh mencampuradukkan antara fakta dan opini pribadi. 

    Karena ketika membuat laporan teks observasi nantinya, Anda harus menuliskan semua yang Anda lihat selama di lapangan sesuai dengan fakta sebenarnya. Jadi, Anda tidak bisa mengarang dari hasil pemikiran sendiri yang bersifat subjektif. 

    2. Faktual

    Berikutnya, dalam proses pengamatan Anda harus selalu berpegang dengan fakta. Anda perlu membuktikan kebenaran data tersebut supaya tidak menimbulkan dugaan yang tidak diinginkan. 

    Sebab, data yang bersifat faktual itu nantinya berpengaruh ke hasil interpretasi dan kesimpulan yang Anda buat dalam laporan hasil pengamatan. 

    3. Sistematis

    Melakukan pengamatan tidak serta merta langsung turun ke lapangan tanpa persiapan apa pun. Sebelumnya, Anda harus sudah menyusun berbagai rencana dan kebutuhan yang diperlukan sehingga proses pengamatan bisa berjalan lancar dan sistematis sesuai rencana. 

    Jika dalam pelaksanaannya tidak sistematis, maka Anda akan menjumpai beberapa hambatan yang bisa menyulitkan nantinya. Misalnya mempengaruhi kesimpulan yang Anda buat berdasarkan pengamatan fakta di lapangan. 

    Baca Juga : Metode Observasi: Pengertian, Macam, hingga Contohnya

    Tujuan Melakukan Observasi

    Anda bisa dengan mudah mengumpulkan data di lapangan melalui pengamatan. Apalagi, pengamatan mengenai perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa tujuan dari melakukan pengamatan secara cermat dalam penelitian. 

    1. Mengumpulkan Data Penelitian yang Akurat

    Mengumpulkan data penelitian lewat riset
    Mengumpulkan data penelitian lewat riset | Sumber gambar: unsplash.com

    Seperti yang sudah Anda pahami sebelumnya, observasi termasuk salah satu teknik pengumpulan data yang bersifat akurat karena nantinya peneliti akan langsung terjun ke lapangan untuk melihat fenomena yang diteliti. Melalui pengamatan, Anda akan mengumpulkan data dan informasi untuk menjawab pertanyaan penelitian. 

    Saat sedang melihat langsung kondisi lapangan, Anda bisa memanfaatkan panca indera semaksimal mungkin untuk menggali data lebih dalam dan akurat. Setelah mengumpulkan data penelitian dari pengamatan, peneliti akan melakukan analisis yang bisa dituangkan ke dalam karya ilmiah atau non ilmiah. 

    2. Dapat Menjadi Inspirasi Ide Penelitian Baru

    Mendapatkan ide
    Mendapatkan ide | Sumber gambar: hbr.org

    Ada kalanya, seseorang belum mendapatkan ide penelitian sebelum melakukan pengamatan. Oleh sebab itu, Anda bisa melakukan pengamatan dalam rangka menemukan topik yang sekiranya sedang hangat di masyarakat yang kemudian bisa Anda gunakan sebagai topik penelitian. 

    Jadi, observasi tidak hanya menjadi metode dalam penelitian ilmiah saja, tetapi juga bisa Anda manfaatkan untuk mencari tahu informasi atau isu terkini. Hal ini bertujuan agar Anda bisa mendapatkan inspirasi ide penelitian baru.  

    3. Menarik Kesimpulan yang Jelas

    Pada akhirnya, data penelitian yang Anda kumpulkan lewat pengamatan secara langsung di lapangan nantinya akan berujung ke sebuah interpretasi atau kesimpulan akhir. Jika Anda meneliti tentang perilaku masyarakat, maka kesimpulan nantinya berisi analisis data mengenai fenomena tersebut berdasarkan pengamatan. 

    Jadi, pertanyaan penelitian yang sebelumnya Anda rumuskan akan terjawab pada kesimpulan tersebut. Apakah pengamatan yang Anda lakukan sesuai dengan hipotesis yang awalnya Anda tetapkan. Maka dari itu, peneliti umumnya membutuhkan waktu untuk melakukan observasi hingga menyimpulkannya. 

    Jenis-Jenis Metode Observasi

    Observasi tumbuhan
    Observasi tumbuhan | Sumber gambar: pexels.com

    Tahukah Anda, ternyata tidak perlu selalu harus terjun di lapangan secara langsung untuk mengumpulkan data lewat pengamatan. Jika memang ada kendala seperti akses lokasi yang jauh, maka Anda bisa melakukan jenis pengamatan non partisipatif. Nah, ketahui jenis-jenis pengamatan lain selengkapnya berikut ini. 

    1. Terkontrol

    Pada jenis pengamatan terkontrol, objek yang sedang peneliti amati menyadari bahwa mereka sedang dalam pengamatan. Para partisipan akan mendapatkan informasi mengenai tujuan penelitian. Selain itu, peneliti mempunyai wewenang untuk menentukan lokasi serta waktu untuk melakukan pengamatan. 

    Pertama-tama, peneliti akan melakukan pemilihan partisipan. Baru kemudian mencatat data perilaku berdasarkan kode-kode tertentu yang telah dibuat sebelumnya. Meskipun partisipan mengetahui bahwa mereka sedang dalam pengamatan, tetapi peneliti berusaha untuk tidak melakukan kontak langsung. 

    2. Partisipatif

    Observasi partisipatif adalah jenis pengamatan yang melibatkan peneliti secara langsung. Peneliti tidak lagi mengamati dalam jarak jauh, melainkan langsung terjun ke lapangan bergabung bersama partisipan lainnya. Kelebihan dari jenis pengamatan partisipatif adalah perolehan data yang lebih kaya dan mendalam. 

    Misalnya, jika Anda ingin meneliti tentang kebiasaan kelompok suku tertentu dengan jenis pengamatan partisipatif, maka Anda akan terlibat langsung dengan mereka. Anda akan memperoleh data tentang perilaku, kebiasaan, cara hidup, dan lainnya dari interaksi langsung. 

    3. Non Partisipatif

    Berbeda dari jenis partisipatif yang menghendaki keterlibatan peneliti secara langsung, pada pengamatan non partisipatif, peneliti bisa mengamati dari jarak jauh. Pencatatan data penelitian bisa Anda lakukan dengan cara apapun. Misalnya dengan mengandalkan media online seperti Youtube, Twitter, dan lain sebagainya. 

    Umumnya, jenis pengamatan non partisipatif bisa Anda lakukan untuk meneliti objek yang jauh jaraknya. Misalnya, Anda ingin meneliti kebiasaan bekerja pegawai Jepang, maka Anda bisa mengamatinya melalui berbagai media yang memungkinkan. 

    Contoh dan Manfaat Observasi untuk Mengumpulkan Data

    Contoh penelitian yang bisa menggunakan teknik observasi sebagai metode pengumpulan data adalah menganalisis perilaku masyarakat, mengetahui pengaruh fenomena tertentu, dan lain sebagainya. Metode ini bisa membuat Anda mendapatkan data yang kaya dan mendalam. 

    Misalnya, Anda ingin mengetahui bagaimana kebiasaan literasi pada anak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berarti, Anda perlu pergi ke SMP yang dipakai sebagai objek penelitian untuk melakukan observasi. Namun, sebelum itu pastikan bahwa Anda sudah mendapatkan izin dari instansi setempat untuk melakukan pengamatan. 

    Lalu, apa manfaat melakukan pengamatan? Berikut beberapa hal yang akan Anda peroleh dari teknik pengamatan. 

    • Mendapatkan data yang lebih luas dari hal-hal yang sebelumnya tidak terungkap jika lewat wawancara saja. 
    • Menemukan gambaran fenomena dengan lebih jelas dan akurat. 
    • Menambah sudut pandang terkait topik permasalahan. 
    • Merekam suatu fenomena yang terjadi secara kronologis. 
    • Kesimpulan dari data hasil pengamatan akan memiliki tingkat keakuratan tinggi. 

    Sudah Tahu Apa Itu Observasi?

    Jadi, kesimpulannya observasi adalah cara untuk mendapatkan data atau informasi melalui pengamatan langsung. Kelebihan dari teknik pengumpulan data ini adalah Anda bisa mendapatkan data yang valid karena langsung mengamati kondisi sebenarnya di lapangan. 

    Anda tidak perlu lagi bergantung mencari jawaban dari sumber lain, sebab Anda bisa tahu jawabannya langsung dari hasil pengamatan. Namun, kekurangan dari metode ini yaitu membutuhkan waktu lama. Bisa memakan berhari-hari, mingguan, hingga bulanan. Anda bisa memakai metode ini sesuai kebutuhan penelitian.

  • Wajib Catat! 5 Cara Membuat Abstrak yang Baik dan Tips Triknya

    Wajib Catat! 5 Cara Membuat Abstrak yang Baik dan Tips Triknya

    Penulisan abstrak merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam naskah penelitian. Cara membuat abstrak pun memiliki beberapa kaidah dan tata aturan tertentu, sehingga menghasilkan ringkasan yang berisi keseluruhan isi naskah. Mau tahu tips dan trik termudah untuk pembuatan abstrak? Simak selengkapnya di sini!

    Pengertian dan Tujuan Abstrak

    Asal usul kata abstrak berasal dari bahasa Latin “abstractus”, yang berarti ‘ditarik’. Sementara itu, dalam bahasa Inggris merupakan serapan dari kata abstract yang memiliki arti ikhtisar atau intisari.

    Berdasarkan bidangnya, abstrak memiliki definisi yang berbeda-beda. Dalam bidang kesenian, abstrak termasuk ekspresionisme yang berarti pengungkapan kehendak seniman.

    Dalam bidang hukum, abstrak berfungsi sebagai pernyataan singkat yang merangkum isi pokok-pokok dokumen legal. Sedangkan dalam kalangan pelajar, abstrak merupakan intisari dari suatu penulisan naskah.

    Pada faktanya, abstrak merupakan ringkasan singkat pada penulisan makalah, karya tulis, skripsi, atau naskah ilmiah lainnya. Gaya bahasa formal serta ringkas dengan kepadatan tulisan antara 150-250 kata yang menjadi landasan format kepenulisannya.

    Meskipun sangat singkat, cara membuat abstrak harus memuat keseluruhan isi naskah. Dengan kondisi begitu, seorang pembaca akan mudah untuk melakukan pemindaian isi makalah dan dapat menilai apakah isi tersebut relevan dengan penelitian yang sedang dilakukannya.

    Dengan adanya abstrak, pembaca tidak perlu menelusuri isi makalah untuk mencari hasil penelitiannya. Akan tetapi, jika membutuhkan informasi tambahan, kamu bisa langsung membuka naskah untuk mencari informasi secara lebih detail.

    Sebenarnya, bagaimana cara membuat abstrak? Lalu, konten apa saja yang memuat keseluruhan isi dalam penulisannya? 

    Baca Juga : Pengertian Abstrak, Fungsi dan Tata Cara Pembuatannya

    Cara Penulisan Abstrak yang Baik dan Benar

    Analisis masalah dalam penulisan abstrak
    Analisis masalah dalam penulisan abstrak | Sumber: pexels.com

    Penulisan abstrak yang baik dan benar adalah ringkas dan lugas. Maksudnya adalah seorang peneliti harus membeberkan penelitiannya dan seluruh informasi hanya dalam satu paragraf. Oleh sebab itu, membuat abstrak membutuhkan pembagian komponen isi.

    Pembagian tersebut bermanfaat dalam cara membuat abstrak yang baik, sehingga peneliti hanya perlu menuliskan intisarinya. Berikut ini beberapa penjelasan apa saja yang perlu kamu tulis di dalam abstrak:

    1. Pendahuluan

    Penulisan yang pertama adalah uraikan pokok permasalahan dan latar belakang penelitian kamu. Bagian pendahuluan ini cukup dengan tiga kalimat yang terdiri dari rumusan masalah serta tujuan. Dengan begitu, dalam satu paragraf telah memuat inti dari pokok permasalahannya.

    Ada beberapa tips dan trik cara membuat abstrak bagian awal ini. Sebelum mulai menulis, coba uraikan jawaban dari kata tanya “apa permasalahan yang terjadi” dan “apa solusinya”.

    Kemudian, kamu juga bisa menjabarkan dengan pertanyaan turunan seperti berikut ini:

    • Apa masalah yang dipecahkan oleh penelitian ini?
    • Apa saja kesenjangan utama yang bisa kamu tutupi dengan adanya penelitian ini?
    • Mengapa hasil penelitian ini penting?

    Nah, beberapa pertanyaan tersebut dapat membantu kamu dalam menguraikan hipotesis dan pokok permasalahan dalam pembuatan abstrak.

    2. Metode Penelitian

    Selanjutnya adalah metode penelitian yang digunakan dalam proses penelitian itu sendiri. Biasanya, mengemas bagian metode ini cukup dengan tiga hingga empat kalimat.

    Pada bagian ini, kamu menjelaskan terkait pertanyaan ‘bagaimana’ dan proses penelitian yang lebih detail sebagai jawaban dari pertanyaan pada poin sebelumnya. Nah, agar lebih mudah dalam menjelaskan metode penelitian, kamu bisa menggunakan beberapa pertanyaan singkat berikut ini:

    • Penelitian kamu menggunakan metode apa? Termasuk kualitatif atau kuantitatif?
    • Bagaimana kamu melakukan pemilihan subjek dan perancangan proyek?
    • Bagaimana prosedur serta alat dan bahan penelitian?

    3. Hasil Penelitian

    Setelah latar belakang dan metode, cara membuat abstrak selanjutnya adalah membahas mengenai hasil penelitiannya. Bagian ini merupakan klimaks dari isi abstrak, sebab di bagian inilah jawaban dari penelitian.

    Kamu dapat menjelaskan hasil berupa data akhir atau deskriptif secara singkat, biasanya penggunaan bahasa pada bagian ini menggunakan bahasa lampau.

    4. Kesimpulan

    Kemudian, akhir dari penulisan abstrak adalah kesimpulan. Pada bagian ini, kamu bisa menafsirkan apa yang kamu temukan dan implikasi keseluruhan dari hasil kamu.

    Selain itu, kamu bisa memberikan rekomendasi atau saran untuk temuan lanjutan. Berikut ini terdapat beberapa pertanyaan agar kamu tidak bingung dalam menyusun kesimpulan pada abstrak.

    • Apakah hasilnya sesuai dengan hipotesis di pendahuluan awal?
    • Apakah hasilnya bisa diterapkan dengan metode lain?
    • Hasil penelitiannya apakah sama atau berbeda dengan referensi penelitian yang kamu temukan?

    5. Menuliskan Kata Kunci

    Menulis abstrak juga membutuhkan kata kunci yang terletak di bagian bawah atau akhir dari tulisan. Tujuannya adalah untuk memudahkan pencarian secara online. Kamu bisa membuat kata kunci terkait topik utama penelitian. Biasanya, minimal terdiri dari 3 kalimat dan maksimal 10 kalimat.

    Struktur Penulisan Abstrak yang Benar

    Komposisi Tulisan pada Abstrak
    Komposisi Tulisan pada Abstrak | Sumber: kreativv.com

    Setelah mengetahui pokok bahasan cara membuat abstrak, ada hal lain yang juga tidak kalah penting dalam penyusunan abstrak, yaitu struktur penulisannya. Terdapat beberapa aturan umum yang bisa menjadi acuan kepenulisan, antara lain:

    • Jangan menulis atas dasar sudut pandang atau pendapat pribadi, sebab tulisan abstrak bersifat ilmiah. Usahakan berdasarkan literatur yang mendasar.
    • Minimalkan penulisan menggunakan akronim, kecuali terdapat penjelasan dari awal.
    • Jangan menuliskan informasi yang tidak ada dalam isi naskah, agar tidak menyulitkan pembaca ketika hendak mencari di makalah.
    • Hindari penulisan dengan menggunakan majas berupa pengulangan gagasan.

    Sebenarnya, dalam menulis penelitian berbasis ilmiah, terdapat beberapa struktur dan gaya penulisan macam-macam. Seperti Modern Languages Association (MLA), American Psychological Association (APA), dan Chicago. Namun, melalui artikel ini akan membahas struktur abstrak berdasarkan APA pada tahun 2020.

    1. Komposisi Penulisan

    Struktur yang menjadi pemerhati pertama dalam tata cara membuat abstrak adalah komposisinya, berikut di antaranya:

    • Menulis abstrak menggunakan kalimat aktif dan lakukan penghematan kata seminimal mungkin.
    • Jika terdapat nama institusi atau organisasi, tuliskan dalam bahasa yang lengkap.
    • Dalam penulisan kutipan, gunakan pedoman APA style, yaitu (nama belakang penulis, tahun).

    2. Format Penulisan

    Selanjutnya, format penulisan sesuai dengan panduan APA adalah sebagai berikut:

    • Pada baris pertama, tulis abstrak dengan format tengah paragraf, tebal, dan menggunakan kapital tanpa tanda kutip.
    • Kemudian, lanjut dengan isi tulisan yang berada tepat satu baris di bawahnya, menggunakan spasi satu (single) dengan margin satu inci.
    • Rekomendasi jenis font dari APA adalah Calibri 11 poin, Arial 11 poin, Lucida Sans Unicode 10 poin, Times New Roman 12 poin, Georgia 11 poin, atau Computer Modern 10 poin. Namun, yang paling umum di Indonesia adalah dengan menggunakan Times New Roman 12 poin.

    3. Panjang Tulisan

    Ukuran tulisan abstrak minimal 150 kata dan maksimal 250 kata. Namun sesuaikan dengan aturan masing-masing instansi terkait.

    Sudah Tahu Cara Membuat Abstrak?

    Dari beberapa penjelasan di atas, kamu sudah bisa membuat abstrak dengan gaya bahasa APA style maupun lainnya. Agar memudahkan dalam menulis abstrak, buatlah outline tulisan terlebih dahulu. Dengan cara tersebut, membuat abstrak jadi lebih mudah dan tertata rapi.

    Outline merupakan kerangka berpikir yang dapat memudahkan kamu untuk menuangkan isi tulisan abstrak. Kamu bisa memanfaatkan struktur penulisan di artikel ini dalam pembuatan outline. Setelah membuat kerangka tulisannya, kamu bisa langsung memasukkan isi topik penelitiannya.

  • Aktiva Jaminan: Jenis, Contoh, Kelebihan dan Kekurangannya

    Aktiva Jaminan: Jenis, Contoh, Kelebihan dan Kekurangannya

    Di dalam utang piutang terdapat istilah yang disebut aktiva jaminan. Jadi, akan ada aset yang berperan sebagai jaminan dari pihak debitur ke pihak kreditur. Tujuannya untuk mengamankan dana yang dipinjamkan.

    Berikut informasi selengkapnya seputar aktiva jaminan. Termasuk apa saja kelebihan dan kekurangan yang perlu menjadi pertimbangan Anda.

    Pengertian Aktiva Jaminan

    Aktiva jaminan alias pledge assets merupakan sebuah aktiva dalam bentuk surat berharga, properti, maupun barang berharga lainnya yang dijadikan sebagai jaminan untuk penerbitan pinjaman, obligasi, maupun korporasi.

    Artinya, pledge assets ini merupakan aset berharga yang dipakai oleh pemberi jaminan sehingga peminjam bisa mendapatkan kredit atau utang. Aset yang dipakai sebagai jaminan akan mengurangi DP atau uang muka pinjaman.

    Selain itu, aset tersebut juga bisa mengurangi beban pembayaran selanjutnya. Adapun bentuk aset yang dapat dipakai sebagai jaminan bisa dalam bentuk saham, uang tunai, obligasi, maupun surat berharga yang lain.

    Jenis

    Terdapat dua jenis aset yang bisa dapat dijadikan sebagai agunan, antara lain:

    1. Aktiva Jaminan Berwujud

    Terdapat dua jenis aktiva jaminan berwujud yaitu:

    • Agunan bergerak
    • Agunan tidak bergerak

    Contoh jenis yang pertama yaitu sepeda motor, mobil, dan kapal. Kemudian untuk agunan tak bergerak seperti properti, tanah, mesin pabrik, logam mulia, kebun, inventaris, dan sebagainya.

    2. Aktiva Jaminan Tak Berwujud

    Pledge assets yang sifatnya tak berwujud misalnya hak kekayaan intelektual, hak paten, obligasi, saham, deposito, dan lain-lain. 

    Untuk pengembalian agunan tersebut juga terbilang sangat mudah. Alasannya karena pledge assets ini akan dikembalikan ke peminjam di saat masa pinjaman telah berakhir. Akan tetapi, ketika peminjam tidak mampu melunasi utangnya, maka dengan sendirinya agunan akan disita lalu menjadi milik bank atau kreditur.

    Contoh Aset yang Dipakai Sebagai Aktiva Jaminan

    Melakukan peminjaman dana ke bank memerlukan jaminan dalam bentuk aset berharga yang dinamakan aktiva jaminan atau agunan. Umumnya, bank tidak akan menyetujui pinjaman yang Anda ajukan ketika jumlah pinjaman tidak sesuai ketentuan.

    Penjaminan pinjaman sebenarnya adalah usaha dalam bentuk arus kas yang diperoleh dari usaha peminjam. Akan tetapi, dalam beberapa kasus pledge assets tersebut merupakan aset yang benar-benar dibutuhkan sehingga mampu meningkatkan kredibilitas bank.

    Adanya aset yang dipakai sebagai jaminan bertujuan sebagai pengaman maupun mitigasi risiko akhir ketika peminjam atau debitur menunggak atau tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar.

    Sementara itu, beberapa persyaratan aset yang dapat dijadikan sebagai agunan antara lain:

    • Harus mempunyai nilai ekonomi, maksudnya berharga serta bisa ditukar dengan uang.
    • Pemberi pinjaman mempunyai hak mewujudkan agunan dan bahkan secara hukum berhak memilikinya langsung.
    • Kepemilikan bisa dengan mudah ditransfer.

    Setidaknya ada dua jenis contoh aset yang dapat dijadikan sebagai aktiva jaminan, yakni:

    • Properti: apartemen, rumah, tanah, ruko, kos-kosan, dan lain-lain.
    • Surat berharga: berbagai sertifikat yang mempunyai nilai jual.

    Kelebihan

    Pledge assets mempunyai kelebihan yang menjadikan debitur berkeinginan meminjamkan asetnya sehingga mendapatkan uang yang dibutuhkan.

    1. Aset yang Menjadi Jaminan Aman

    Melalui pledge assets ini, debitur masih bisa mempertahankan nilai aset dari barang yang dijadikan jaminan. Ini berbeda dengan kredit yang lain di mana ketika debitur sudah tidak mampu membayar, aset yang merupakan jaminan otomatis menjadi hak milik pengelola kredit.

    Pada aktiva ini, aset yang dijadikan sebagai jaminan tetap aman jika debitur dapat melunasi semua tanggungannya sesuai jangka waktu yang sudah disepakati. Misalnya, kesepakatan pelunasan pinjaman selama 5 tahun. Maka pinjaman tersebut harus lunas dalam jangka waktu 5 tahun. 

    Pelunasan juga dapat dilakukan lebih cepat, namun akan ada denda percepatan yang nantinya akan dibebankan kreditur pada debitur.

    2. Bebas Denda Pajak

    Bagi yang ingin meminjam dana serta terhindar dari denda pajak, aktiva jaminan merupakan opsi yang tepat. Umumnya keuntungan dari penjualan aset terkena pajak dengan persentase tertentu.

    Namun ketika penjualan aset tersebut untuk membayar pledge assets maka sudah tentu akan terhindar dari denda pajak. Debitur tidak harus membayar pajak satu rupiah pun pada pihak yang berwenang. Hal tersebut sangat menguntungkan, terutama ketika melakukan peminjaman dana besar.

    3. Uang Muka Kecil

    Alasan mengapa banyak yang lebih memilih memanfaatkan aktiva jaminan daripada pinjaman lainnya yaitu karena DP yang relatif kecil. Hal tersebut akan meringankan pihak peminjam karena tidak harus menyiapkan uang muka yang besar. 

    Meskipun kebijakan penetapan nominal DP ini berbeda-beda, Anda tinggal melihat seperti apa kebijakan kreditur terkait penentuan uang muka pinjaman. 

    4. Suku Bunga Rendah

    Siapa saja pasti ingin meminjam dana dengan bunga pinjaman rendah. Ketika suku bunga pinjaman rendah, otomatis dapat membantu debitur sehingga tidak mengalami kredit macet. Pembayaran pun akan berjalan lancar hingga pelunasan dilakukan.

    Untuk itu, pledge assets ini merupakan opsi yang sangat menguntungkan. Maka dari itu, sebaiknya Anda memilih untuk memanfaatkan aktiva tersebut karena sudah terbukti memberikan keuntungan.

    5. Pemasukan Tetap Berjalan

    Ingin memulai investasi namun kekurangan modal? Anda bisa mencari dana tambahan melalui aktiva jaminan. Ini membuat debitur bisa memperoleh suntikan dana sesuai yang diperlukan. 

    Di sisi lain pemasukan Anda pun akan tetap berjalan. Pemasukan tersebut Anda dapatkan dari hasil investasi atau bisnis yang Anda jalankan. Akan tetapi, debitur mempunyai kewajiban dalam melaporkan kinerja investasi atau bisnisnya secara berkala untuk menjelaskan berapa banyak imbal hasil atau return yang diperoleh selama periode berjalan.

    Kekurangan

    Di samping menawarkan banyak kelebihan, ternyata aktiva jaminan juga mempunyai beberapa kekurangan. Anda juga perlu mempertimbangkannya sehingga nanti diperoleh keputusan yang tepat. Beberapa kekurangannya yaitu:

    1. Transaksi Sekuritas yang Terbatas

    Kekurangan aktiva yang pertama yaitu transaksi sekuritas yang cenderung terbatas. Namun kekurangan tersebut tidak langsung membuat debitur tidak ingin memanfaatkan pledge assets karena sebenarnya hal tersebut wajar karena dampaknya tidak terlalu signifikan. Meskipun Anda juga harus tetap mempertimbangkannya sehingga tidak mengakibatkan masalah finansial. 

    Jika Anda ingin menggunakan aktiva jaminan untuk kebutuhan investasi, terutama reksa dana dan saham, maka transaksinya terbatas. Namun pada investasi lainnya masih terbilang aman. Dengan kata lain, jika Anda ingin investasi saham maupun reksa dana, maka sebaiknya memakai dana lain.

    2. Risiko Kehilangan Aset

    Meskipun pledge assets mampu menjadikan aset yang menjadi jaminan aman, namun bukan berarti tidak ada risiko. Tetap aset tersebut memiliki risiko yaitu kehilangan harga ketika debitur tidak mampu melakukan pembayaran berdasarkan jangka waktu yang telah disepakati.

    Jadi, sangat penting mempertimbangkan seperti apa kondisi finansial dan membandingkan dengan dana yang dipinjam kepada kreditur. Dengan begitu, Anda terhindar dari wanprestasi yang pada akhirnya hanya akan merugikan Anda sendiri.

    3. Harus Bayar Uang Muka

    Apakah debitur bisa melakukan pengajuan agunan tanpa menyertakan uang muka? Tentu saja tidak boleh. Mengapa demikian? Karena pembayaran uang muka merupakan syarat utama pencairan pledge assets tersebut. Tujuannya agar beban cicilan yang harus dibayar debitur nanti lebih ringan. 

    Tanpa adanya DP bisa jadi suku bunga yang menjadi beban debitur malah lebih besar. Kondisi tersebut malah berpotensi semakin menimbulkan masalah finansial secara menyeluruh.

    4. Terdapat Biaya Tambahan

    Berbagai keuntungan pledge assets tentunya tidak boleh membuat Anda langsung terlena dan menerimanya begitu saja. Sebenarnya masih ada biaya tambahan atas pencairan dana yang dipinjamkan kreditur.

    Ketika jaminan dipakai untuk keperluan investasi dan di saat bersamaan nilai transaksi untuk sekuritas menurun, bisa jadi kreditur meminta biaya tambahan. Hal semacam ini bisa terjadi kapan saja.

    Untuk itu, pastikan dulu sebelum Anda melakukan pinjaman dana ke kreditur. Anda bisa bertanya terkait apakah ada biaya tambahan dan estimasinya berapa. Dengan begitu, Anda dapat mempersiapkan dana sejak awal jika memang nilai aktiva jaminan turun sewaktu-waktu.

    5. Risiko dari Pihak Kreditur

    Ternyata kekurangan pledge assets ini bukan hanya dialami pihak debitur. Kekurangannya juga bisa dirasakan oleh pihak kreditur dan yang sering terjadi yaitu debitur gagal membayar dana. Kondisi tersebut biasanya terjadi karena kurangnya kendali terkait pinjaman dana yang diberikan kreditur. Alhasil, kreditur mengalami kerugian cukup besar. 

    Untuk itu, sangat penting agar kreditur mengecek terlebih dahulu apakah kondisi finansial debitur layak atau tidak untuk mendapatkan pinjaman sesuai yang diinginkan. Dengan begitu, risiko gagal bayar pun dapat dihindari.

    Sudah Paham tentang Aktiva Jaminan?

    Sekian penjelasan seputar pledge assets, termasuk jenis, kekurangan dan kelebihannya. Bijaklah dalam memanfaatkan pledge assets tersebut dan lakukan banyak pertimbangan sebelum Anda mengambil keputusan. Semoga bermanfaat.

  • Apa itu Aktiva Setara Kas? Pengertian Jenis, Tujuan, dan Fungsinya

    Apa itu Aktiva Setara Kas? Pengertian Jenis, Tujuan, dan Fungsinya

    Mungkin istilah “aktiva setara kas” terdengar asing bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang tidak berkecimpung secara langsung dalam dunia keuangan. Namun, bagi mereka yang terlibat dalam manajemen keuangan dan investasi, aktiva setara kas menjadi istilah yang penting dalam menjaga stabilitas keuangan. 

    Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai pengertian aktiva setara kas, jenis-jenis, tujuan, serta fungsinya dalam konteks keuangan. Simak untuk memahami penjelasan selengkapnya!

    Apa itu Aktiva Setara Kas?

    Dalam dunia keuangan yang kompleks ini, pengelolaan keuangan yang efektif dan bijaksana merupakan kunci kesuksesan individu maupun perusahaan. Salah satu aspek yang sangat penting dalam pengelolaan keuangan adalah pemahaman yang baik tentang berbagai jenis aset dan instrumen keuangan yang tersedia. 

    Salah satu jenis aset yang sering menjadi perhatian dalam konteks likuiditas dan kecukupan dana adalah aktiva setara kas.

    Istilah ini merujuk pada jenis aktiva yang dapat dengan mudah diubah menjadi kas tunai dengan cepat. Dalam hal ini, “setara kas” mengacu pada tingkat likuiditas yang tinggi, dimana aktiva tersebut dapat segera dicairkan menjadi uang tunai. 

    Dalam kata lain, aktiva ini adalah aktiva yang dapat segera dicairkan menjadi dana tunai tanpa mengalami kesulitan atau penurunan nilai yang signifikan. Keuntungan ini menjadikannya alternatif yang lebih likuid daripada aset lainnya, seperti saham atau obligasi.

    Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang jenis, tujuan, dan fungsi dari aktiva ini menjadi penting dalam pengelolaan keuangan.

    Apa Saja Ciri-cirinya?

    Lalu, bagaimana untuk dalam mengenali dan memanfaatkan aktiva setara kas dengan baik dalam pengelolaan keuangan pribadi atau bisnis? Berikut adalah ciri-cirinya secara singkat:

    • Aset ini memiliki tingkat likuiditas tinggi, artinya mudah diuangkan menjadi uang tunai.
    • Nilainya cenderung tetap atau memiliki fluktuasi yang kecil dalam jangka pendek.
    • Dapat dengan mudah dikonversi menjadi bentuk lain, seperti uang tunai, dengan proses yang sederhana dan cepat.
    • Waktu yang diperlukan untuk mengkonversi aset ini menjadi uang tunai biasanya dapat diprediksi dengan baik.
    • Memiliki risiko likuiditas yang rendah.
    • Aset ini cenderung tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar atau perubahan kondisi ekonomi, menjadikannya stabil sebagai bentuk aset.
    • Dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan darurat atau keperluan mendesak secara cepat.

    Jenis-jenisnya

    Berikut adalah 13 jenis aktiva setara kas yang paling sering ditemukan:

    1. Mata Uang

    Mata uang adalah bentuk paling dasar dari aktiva setara kas. Ini mencakup uang tunai dalam bentuk kertas dan koin yang dapat langsung digunakan untuk transaksi pembayaran. 

    Mata uang memiliki tingkat likuiditas yang sangat tinggi, artinya nilainya dapat dengan mudah diakses dan diuangkan. Mata uang berfungsi sebagai alat tukar yang diterima secara umum dalam perdagangan dan transaksi ekonomi.

    2. Sertifikat Deposito

    Sertifikat deposito serupa dengan deposito berjangka, tetapi memiliki denominasi nilai yang lebih tinggi. Sertifikat deposito umumnya diterbitkan oleh bank dan memiliki jangka waktu tetap dengan suku bunga yang tetap pula.

    3. Rekening Tabungan

    Rekening tabungan adalah jenis rekening bank yang memberikan likuiditas tinggi. Uang yang disimpan dalam rekening tabungan dapat dicairkan dengan mudah melalui ATM, cek, atau transfer elektronik. 

    Meskipun suku bunga pada rekening tabungan cenderung lebih rendah daripada deposito berjangka, rekening tabungan tetap menjadi pilihan populer bagi banyak orang karena kemudahan aksesnya.

    4. Penerimaan Bankir

    Penerimaan bankir merujuk pada instrumen keuangan yang diterbitkan oleh bank sebagai bukti setoran uang dari nasabah. Ini sering digunakan dalam transaksi bisnis untuk mengonfirmasi penerimaan dana. Penerimaan bankir memberikan bukti keabsahan dan keamanan dalam hal pembayaran.

    5. Giro Bank 

    Giro bank adalah rekening bank yang memungkinkan nasabah untuk menyimpan dan menarik dana dengan mudah melalui cek atau transfer elektronik. Giro bank memberikan fleksibilitas dalam mengelola keuangan sehari-hari dan digunakan secara luas oleh individu dan perusahaan.

    6. Reksa Dana Pasar Uang

    Reksa dana pasar uang merupakan jenis investasi kolektif dimana dana dari berbagai investor digabungkan dan dikelola oleh manajer investasi profesional. Reksa dana pasar uang berinvestasi dalam surat berharga pasar uang, seperti deposito, surat perbendaharaan, dan sertifikat deposito.

    7. Surat Berharga Pasar Uang

    Surat berharga pasar uang adalah instrumen keuangan yang jatuh tempo kurang dari satu tahun. Mereka termasuk sertifikat deposito, surat perbendaharaan, dan surat berharga komersial. 

    Surat berharga pasar uang sering digunakan oleh perusahaan atau pemerintah sebagai cara untuk menghimpun dana dalam jangka pendek dengan suku bunga yang lebih tinggi daripada deposito berjangka.

    9. Utang Wesel

    Utang wesel adalah instrumen keuangan yang merupakan janji pembayaran dari satu pihak kepada pihak lain pada tanggal jatuh tempo tertentu. Utang wesel berfungsi sebagai bukti utang yang dapat diuangkan sebelum jatuh tempo melalui proses yang disebut wesel diskonto. 

    Proses ini melibatkan penjualan utang wesel kepada bank atau pihak ketiga dengan diskon dari nilai nominalnya. Dengan menjual utang wesel, pihak yang memiliki wesel dapat memperoleh dana tunai lebih awal daripada menunggu jatuh tempo.

    10. Obligasi Jangka Pendek

    Obligasi jangka pendek adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Obligasi jangka pendek merupakan instrumen aktiva setara kas yang dapat dijual kembali di pasar dengan relatif cepat sebelum jatuh tempo. 

    Obligasi jangka pendek biasanya diterbitkan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek perusahaan atau pemerintah. Investor dapat membeli obligasi jangka pendek sebagai bentuk investasi yang relatif aman dan memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada simpanan biasa.

    11. Pinjaman yang Jatuh Temponya Pendek 

    Misalnya, ketika individu atau perusahaan meminjamkan uang kepada orang lain atau entitas bisnis dengan syarat pembayaran dalam waktu singkat, pinjaman tersebut dapat dianggap sebagai aktiva setara kas.

    12. Instrumen Pasar Uang yang Diperdagangkan

    Instrumen pasar uang yang diperdagangkan meliputi surat berharga komersial, sertifikat deposito komersial, dan catatan jangka pendek lainnya. Instrumen ini diperdagangkan di pasar uang dan memberikan likuiditas tinggi kepada investor.

    13. Saldo Kartu Kredit

    Meskipun pada dasarnya merupakan kewajiban finansial, saldo kartu kredit yang dapat dicairkan dengan mudah melalui pembayaran tunai atau transfer dapat menjadi sumber dana dalam situasi darurat.

    Tujuan 

    Jika Anda belum memiliki aset dari jenis apa saja yang sudah dijelaskan di atas, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk memiliki aktiva ini. Berikut adalah beberapa tujuan yang penting dari aktiva jenis ini jika Anda memilikinya, antara lain:

    1. Menjaga Likuiditas 

    Salah satu tujuan utamanya adalah menjaga likuiditas keuangan. Dengan memiliki sejumlah aktiva setara kas, individu atau perusahaan dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari dan menghadapi situasi darurat tanpa mengalami kesulitan.

    2. Keamanan Finansial

    Selain itu, aset ini juga berperan dalam memberikan keamanan finansial. Dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil atau ketidakpastian keuangan, memiliki aktiva jenis ini dengan nominal yang cukup dapat memberikan jaminan dan ketenangan pikiran.

    3. Fleksibilitas Keuangan

    Kemudian, aset ini juga memberikan fleksibilitas keuangan sehingga individu atau perusahaan dapat dengan mudah mengambil keputusan keuangan, seperti melakukan pembelian besar atau membayar biaya mendesak, tanpa harus mengandalkan pendanaan luar.

    Fungsi 

    Jadi, apa saja fungsi pentingnya dalam konteks keuangan? Simak penjelasannya di bawah ini! 

    1. Likuiditas Darurat

    Pertama, fungsinya adalah sebagai cadangan likuiditas yang dapat digunakan dalam situasi darurat atau keadaan tak terduga. Ketika menghadapi biaya tak terduga atau kehilangan pendapatan, memiliki aset ini secara cukup dapat membantu mengatasi masalah keuangan dengan lebih mudah.

    2. Pelunasan Utang

    Aktiva jenis ini dapat digunakan untuk melunasi utang atau kewajiban finansial yang jatuh tempo. Dengan memiliki aset ini secara cukup, individu atau perusahaan dapat memenuhi kewajiban pembayaran tanpa harus mengalami kesulitan keuangan.

    3. Peluang Investasi

    Terakhir, yaitu dapat dimanfaatkan untuk memanfaatkan peluang investasi yang muncul. Dalam beberapa kasus, ada kesempatan untuk melakukan investasi yang menguntungkan yang memerlukan likuiditas cepat. 

    Dalam situasi seperti ini, jenis aset ini dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang tersebut.

    Sudah Paham Mengenai Aktiva Setara Kas? 

    Itulah penjelasan lengkap mengenai aktiva setara kas sebagai salah satu jenis aset keuangan. Dalam dunia keuangan, pemahaman tentang aset ini sangatlah penting. Aset ini memberikan kebebasan dan fleksibilitas keuangan yang penting dalam menghadapi keadaan darurat atau memanfaatkan peluang investasi. 

    Dengan mengetahui jenis, tujuan, dan fungsinya, individu atau perusahaan dapat merencanakan keuangan mereka dengan lebih baik dan memastikan kestabilan finansial jangka panjang. Selamat mencoba dan bijaklah dalam mengelola keuangan Anda!

  • Apa Itu Defisiensi? Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganan

    Apa Itu Defisiensi? Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganan

    Ketika mendengar tentang defisiensi, ada dua persepsi dari dua sektor berbeda, yaitu ekonomi dan kesehatan. Namun, pembahasan kali ini akan membahas tentang hal tersebut dari sisi yang terakhir. Apa yang dimaksud dengan kata tersebut, penyebab, tanda-tanda, hingga metode penanganannya.

    Apa Itu Defisiensi?

    Memiliki padanan kata ‘kekurangan’, lebih jauh arti dari istilah itu adalah kondisi penurunan fungsi tubuh yang disebabkan oleh kekurangan suplai zat penting berupa vitamin dan mineral atau disebut juga malnutrisi. 

    Macam-Macam Malnutrisi dan Penyakit yang Diakibatkan

    Kekurangan nutrisi dalam tubuh bisa menyebabkan banyak penyakit berbeda, seperti:

    1. Anemia

    Penyakit yang paling umum muncul akibat malnutrisi yaitu kekurangan hemoglobin dalam darah atau dikenal sebagai anemia. Kondisi ini akan menyerang saat asupan zat besi (folat) dan vitamin B12 dalam tubuh tidak terpenuhi.

    2. Penyakit Beri-Beri

    Kurangnya vitamin B1 dapat memicu beri-beri atau penyakit yang menyerang saraf dan sistem peredaran darah. Ketika kebutuhan zat tersebut tidak terpenuhi selama beberapa hari, penyakit ini akan langsung menyerang, khususnya pada anak-anak pada rentang usia 1-4 tahun.

    3. Hipokalemia

    Saat tubuh defisiensi kalium, maka yang terjadi adalah serangan hipokalemia. Penyakit ini akan membuat tekanan darah menjadi tidak stabil dan fatal, jika dibiarkan. Sebab, rentan menyerang jantung dan otak.

    4. Stunting

    Selain beri-beri, penyakit akibat malnutrisi yang rentan menyerang anak-anak adalah stunting. Hal ini diakibatkan oleh kekurangan asupan gizi kronis yang berujung pada terhambatnya pertumbuhan tinggi dan berat badan anak.

    Gejala-Gejala Penurunan Fungsi Tubuh Akibat Malnutrisi

    Pada dasarnya, meskipun menyebabkan berbagai jenis penyakit berbeda, namun tanda-tanda yang ditunjukkan kurang lebih serupa, yaitu:

    1. Lebih Mudah Lelah

    Gejala pertama adalah penurunan daya tahan tubuh, sehingga lebih mudah merasa kelelahan, meskipun beraktivitas lebih ringan dari biasanya.

    2. Jantung Berdegup Lebih Cepat

    Tanda berikutnya yaitu degupan jantung menjadi lebih cepat, seolah habis melakukan olahraga berat atau mengalami sesuatu yang memacu adrenalin.

    3. Konsentrasi Menurun

    Selain keletihan dibandingkan biasanya, daya fokus alias konsentrasi juga turut mengalami penurunan. Menjadi sulit untuk menyimak dan mengingat sesuatu, di mana saat dipaksakan, akan berpengaruh pada tubuh yang semakin lelah.

    4. Lesu

    Defisiensi mempengaruhi fisik dan mental sekaligus, sehingga akan jelas tampak penderitanya lebih lesu dan muram. Energi seolah terkuras habis dan tidak bersemangat dalam melakukan aktivitas apapun serta wajahnya menjadi sangat pucat tanpa gairah.

    5. Tekanan Darah Rendah

    Kondisi ini sangat rentan menyebabkan tekanan darah menjadi rendah. Pada kondisi normal, tekanan darah adalah 120/80. Namun, saat mengidap penyakit akibat malnutrisi, biasanya berada di bawah 100/60.

    6. Nafsu Makan Turun Drastis

    Penurunan fungsi tubuh menyebabkan rasa pahit pada lidah, sehingga berujung pada selera makan yang menurun hingga hilang sama sekali. Jika dibiarkan, kondisi badan akan semakin melemah.

    7. Sakit Kepala

    Tanda terakhir yaitu munculnya sakit kepala berdenyut yang timbul tenggelam. Obat pereda sakit kepala biasa tidak akan bisa menghilangkan gejala yang satu ini.

    Cara Mencegah Kondisi Penurunan Fungsi Tubuh Akibat Malnutrisi

    Sebelum mengetahui metode penanganannya, lebih baik untuk memahami tindakan preventif, alias pencegahannya terlebih dahulu, yakni:

    1. Mengatur Diet dan Pola Makan

    Diet atau makanan wajib menjadi fokus utama dalam mencegah terjadinya malnutrisi. Pastikan untuk memiliki asupan menu dengan kadar gizi sesuai. Hal ini akan memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh dengan sempurna. Fokuskan pada pengurangan protein dan rendah kolesterol.

    Selain pengaturan gizi yang cukup, wajib untuk memastikan pola makan teratur. Terlambat untuk mengonsumsi makanan atau berlebihan juga akan menimbulkan kondisi kesehatan lain, seperti asam lambung dan obesitas.

    2. Istirahat Cukup

    Kekurangan waktu istirahat juga menyebabkan proses metabolisme tubuh tidak maksimal, sehingga nutrisi tidak terproduksi secara sempurna. Pastikan untuk memiliki waktu istirahat yang cukup, minimal delapan jam sehari dan tidur berkualitas.

    3. Mengonsumsi Suplemen

    Jika diperlukan, tidak ada salahnya untuk rajin mengkonsumsi suplemen untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang mungkin berkurang akibat aktivitas terlalu padat atau asupan gizi makanan kurang seimbang.

    4. Menghindari Aktivitas yang Memforsir Tenaga Berlebih

    Jaga pola aktivitas fisik, agar tidak terlalu berlebihan hingga cenderung terforsir. Kegiatan ini sangat menguras tenaga dan mengacaukan asupan nutrisi tubuh akibat penyerapan di luar batas normal.

    Cara Mengatasi Penyakit-Penyakit yang Disebabkan Malnutrisi

    Bagaimana jika terlanjur mengalami defisiensi akibat malnutrisi? Mau tidak mau, yang bisa dilakukan adalah menanganinya. Jika sudah terlanjur mengalami anemia, hipokalemia, dan penyakit-penyakit lain sebagaimana disebutkan di atas, satu-satunya cara adalah berkonsultasi dengan dokter.

    Namun, penanganan penyakit-penyakit tersebut jika terdeteksi pada tahap awal biasanya hanya diberikan obat oral untuk menambah zat-zat yang kurang dan diet khusus. Pengobatan selama kurang lebih tiga hari cukup untuk mengembalikan kondisi tubuh semula.

    Metode Diagnosa Penyakit Akibat Malnutrisi

    Apakah Dokter dengan serta merta akan mendiagnosa seseorang mengalami penyakit akibat malnutrisi hanya melalui penyebutan gejala-gejala di atas? Tentu saja tidak. Ada beberapa metode diagnosis yang akan dilakukan dokter sebelum memutuskan penyakit yang diderita pasien dan langkah pengobatannya, seperti:

    1. Cek Status Gizi

    Pemeriksaan gizi pasien menjadi metode pertama yang digunakan. Dokter akan menghitung IMT atau Indeks Massa Tubuh dengan rumus berat badan dibagi tinggi tubuh kuadrat. Hasilnya akan dilihat sesuai pedoman kondisi normal untuk mengetahui ada indikasi malnutrisi atau tidak.  

    Namun, ada beberapa pengecualian terhadap pasien dengan gangguan kesehatan lain seperti obesitas. Tentu, indeks yang dimiliki berbeda, sehingga rumus yang digunakan dan hasil penilaian memiliki perbedaan.

    2. Pemeriksaan Fisik

    Pasien yang mengidap defisiensi akibat malnutrisi memiliki ciri-ciri khusus di beberapa bagian tubuh, yakni wajah, tangan, kaki, dan pantat. Pasien cenderung lebih kurus, pucat, kulitnya kering, mengendur, dan gerakannya terbatas.

    3. Pemeriksaan Klinis

    Metode diagnosa terakhir dan memiliki hasil paling akurat tentu saja tes laboratorium atau klinis. Pemeriksaan air kencing dan darah menjadi dua syarat utama untuk kebutuhan diagnosa penyakit-penyakit yang disebabkan oleh malnutrisi dalam tubuh.

    Komplikasi Penyakit

    Pada orang dewasa, penyakit yang dipicu oleh malnutrisi tidak terlalu berpengaruh. Namun, hal itu menjadi berbeda jika menyerang anak-anak. Risiko yang menyertainya adalah gangguan tumbuh kembang serius. 

    Sebab itu, penanganan defisiensi terhadap anak harus lebih hati-hati dan dalam periode waktu yang lebih lama daripada orang dewasa. Pemberian obat dan dosis juga tidak boleh sembarangan, akibat tubuh anak-anak yang lebih rentan.

    Hasil Riset Kasus Penyakit Akibat Malnutrisi di Indonesia

    Indonesia mencatatkan rekor memalukan terkait jumlah kasus akibat malnutrisi dengan menduduki peringkat tertinggi di Asia Tenggara. Meskipun bukan menjadi negara paling miskin, namun Indonesia memiliki jumlah penduduk kedua terbanyak di dunia, sehingga otomatis mempengaruhi total pengidapnya.

    Organisasi Pangan dan Agrikultural (FAO) mencatat 17 dari total 273 juta atau sekitar 16% penduduk Indonesia mengalami berbagai penyakit yang dipicu oleh malnutrisi. Rekor yang lebih tinggi dari Kamboja sebagai negara paling miskin di Asia Tenggara.

    Ada beberapa faktor yang memicu tingginya kasus tersebut, yakni:

    • Kemampuan ekonomi yang kurang.
    • Tingginya angka kelahiran tidak terencana.
    • Kurangnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan asupan gizi.
    • Rendahnya tingkat keterjangkauan fasilitas dan layanan kesehatan oleh masyarakat.
    • Sulitnya akses dan distribusi informasi terkait kesehatan pada masyarakat.

    Peningkatan kasus tersebut khususnya terus meningkat sejak pandemi COVID-19 menyerang. Kondisi perekonomian dan sektor kesehatan yang semakin kacau balau membuat laju pertumbuhan kasus meningkat drastis.

    Penanganan kasus semacam ini tidak bisa dilakukan hanya dari satu pihak, namun membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah dan masyarakat, agar dapat diselesaikan hingga ke akar. Jika yang bekerja hanya dari satu sisi saja, pengentasan malnutrisi dan penyakit-penyakit yang menyertainya akan tetap sulit.

    Sudah Paham Apa Itu Defisiensi di Bidang Kesehatan?

    Cukup detail bukan penjelasan perihal malnutrisi hingga potensi penyakit yang menyertainya? Kekurangan zat dalam tubuh seringkali dianggap sepele hingga membiarkannya berlarut-larut, tanpa menyadari potensi penyakit serius yang mengintai. Hal ini tentu membutuhkan perhatian khusus, agar jumlah kasus dapat menurun. Diperlukan perbaikan dari berbagai sektor untuk dapat mengatasi potensi penyakit yang dipicu oleh defisiensi kesehatan tersebut. Mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan sehat tentu bukan tanggung jawab satu orang, terlebih guna menyelesaikan akar-akar masalah yang terlanjur menahun.

  • Teori Akuntansi: Definisi, Jenis, dan Proses Rekayasa Pelaporannya

    Teori Akuntansi: Definisi, Jenis, dan Proses Rekayasa Pelaporannya

    Sebagian besar orang beranggapan bahwa akuntansi adalah ilmu yang rumit. Walaupun demikian, bagi pihak yang bertanggung jawab mengelola keuangan bisnis, teori akuntansi menjadi landasan penting dalam praktik akuntansi modern yang sedang berkembang hingga saat ini. 

    Sebab, melalui pemahaman yang mendalam, para profesional akuntansi dapat mengoptimalkan pengambilan keputusan keuangan yang cerdas. Kamu juga bisa memahami fungsi penting dari konsep dan aspek fundamental akuntansi lainnya dengan membaca artikel di bawah ini.

    Pengertian Teori Akuntansi

    Teori akuntansi adalah kerangka atau bentuk konseptual yang digunakan untuk memahami dan menerapkan prinsip dasar, konsep, dan metode akuntansi terkait pengukuran, pencatatan, dan penyusunan informasi keuangan dalam bentuk pelaporan keuangan. 

    Ilmu akuntansi ini berfokus sebagai bahan kajian perusahaan dalam mengetahui tujuan dan kegunaan laporan informasi keuangan bagi pihak internal dan eksternal perusahaan. Sehingga, perusahaan dapat memahami pelaporan keuangan bisnisnya untuk nantinya disampaikan kepada pihak lain dengan strategi terbaik.

    Teori akuntansi memiliki kepentingan utama dalam menghasilkan hipotesis umum yang konkret terkait praktik akuntansi serta perkembangan atau modifikasi ilmu akuntansi. Kemudian, hipotesis tersebut berguna sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dan menganalisis laporan keuangan perusahaan dengan lebih akurat.

    Selain itu, ilmu akuntansi ini juga memiliki tujuan lain, seperti:

    • Memberi landasan utama dalam pengembangan laporan keuangan dan standar akuntansi lainnya.
    • Menghasilkan kesimpulan sederhana terkait akuntansi yang relatif kompleks.
    • Memprediksi kondisi keuangan yang mungkin terjadi dalam waktu dan kondisi tertentu.
    • Meningkatkan transparansi pelaporan keuangan, sehingga dapat mengonfirmasi bahwa informasi keuangan yang disajikan dapat dipercaya dan menggambarkan keadaan yang sebenarnya. 

    Melalui pemahaman yang kuat tentang teori akuntansi, kamu dapat menganalisis, menghasilkan, dan mengevaluasi laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Serta memenuhi kebutuhan pengguna informasi keuangan, seperti investor, kreditor, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

    Jenis Teori Akuntansi 

    Berdasarkan tujuan-tujuannya, adapun ilmu akuntansi umumnya dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :

    1. Teori Positif Akuntansi

    Pada dasarnya, jenis ilmu ini berfokus pada deskripsi dan penjelasan tentang bagaimana praktik akuntansi sebenarnya dilakukan atas dasar pengamatan empiris dalam dunia nyata. Tujuan utamanya untuk memahami perilaku akuntansi yang tepat berdasarkan faktor ekonomi, sosial, politik, dan institusional yang mempengaruhinya.

    Ilmu positif akuntansi menggarisbawahi bahwa perbedaan kebijakan akuntansi akan menghasilkan laporan keuangan yang beragam. Serta menyatakan bahwa peristiwa ekonomi akan memiliki konsekuensi tertentu dalam bidang akuntansi.

    2. Teori Normatif Akuntansi

    Sedangkan ilmu normatif menjelaskan bagaimana proses menetapkan prinsip, aturan, dan standar akuntansi yang ideal sesuai dengan tujuan akuntansi yang ingin kamu capai. Harapannya, rangkaian teori-teori di dalamnya dapat memberikan pedoman tentang bagaimana seharusnya akuntansi kamu lakukan. 

    Teori ini mendasarkan penilaian pada aspek moral, etika, dan keadilan dalam praktik akuntansi. Sehingga, kamu dapat memberikan kerangka kerja konseptual untuk menciptakan standar akuntansi yang konsisten, transparan, dan relevan dalam menyusun laporan keuangan.

    Selain kedua jenis di atas, teori akuntansi juga terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan aspek semiotika estetika yang membahas tanda-tanda dan simbol-simbol dalam bidang bahasa. Jenis-jenis ilmu akuntansi tersebut adalah:

    • Teori Sintaktik merupakan suatu pendekatan yang mempelajari bagaimana cara melakukan pelaporan keuangan dan memberikan pemahaman tentang alasan mengapa data atau informasi tersaji dalam format tertentu.
    • Ilmu Semantik merupakan suatu pendekatan yang mengkaji penggunaan tanda dan simbol untuk mengukur dan menyajikan kegiatan operasional perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Sama seperti teori sintaktik, teori semantik membahas mengapa kegiatan perusahaan tersaji dalam format tertentu.
    • Teori Pragmatik mengacu pada pengaruh informasi dengan perubahan aktivitas pemakaian pelaporan keuangan. Teori ini menjelaskan bagaimana pihak yang kamu targetkan bereaksi terhadap informasi akuntansi yang kamu gunakan dengan tepat.

    Prinsip Dasar Teori Akuntansi 

    Sehubungan dengan peran dan elemennya yang penting dalam penyusunan laporan keuangan, ilmu akuntansi memiliki landasan prinsip dasar, agar praktik akuntansi bersifat andal, adil, dan berkualitas. Berikut ini beberapa prinsip dasar akuntansi yang penting dalam aspek bisnis:

    1. Konsistensi 

    Prinsip konsistensi merujuk pada konsep bahwa kamu harus menggunakan sistem akuntansi yang telah kamu tentukan sebelumnya. Maksudnya, metode akuntansi yang sama harus kamu gunakan dari satu periode ke periode berikutnya.

    Sehingga, kamu dapat memastikan konsistensi di seluruh transaksi dalam bisnis dan penyajian informasi keuangan. Terlebih lagi, kamu jadi tidak mudah bingung atau terpengaruh oleh faktor luar dalam membandingkan dan menganalisis kinerja pencatatan transaksi keuangan dari waktu ke waktu.

    2. Materialitas 

    Prinsip dalam teori akuntansi berikutnya adalah materialitas. Prinsip materialitas menekankan bahwa informasi yang tercatat dalam laporan keuangan harus relevan dengan transaksi keuangan yang telah kamu lakukan. Serta bersifat signifikan bagi pengambilan keputusan pengguna laporan. 

    Informasi keuangan bersifat material, jika pengabaian atau kesalahan dalam pencatatan transaksi yang belum kamu lakukan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pengguna. Prinsip ini membantu memfokuskan perhatian pada dampak informasi anggaran yang paling penting dan relevan dalam laporan keuangan.

    3. Konservatisme 

    Konservatisme adalah salah satu prinsip akuntansi lainnya yang juga berperan penting dalam penyusunan laporan keuangan. Prinsip ini mengacu pada pendekatan yang membuat kamu mempertimbangkan dampak atau risiko dari setiap pencatatan aset dan liabilitas pada laporan keuangan.

    Harapannya, kamu dapat menyimpan dan mengalokasikan dana yang cukup untuk membayar hutang. Selain itu, prinsip konservatisme dapat menjadi metode optimal untuk merencanakan pengeluaran di masa depan, yang mana juga penting bagi seluruh pemangku kepentingan.

    4. Berbasis Biaya

    Prinsip teori akuntansi yang satu ini menekankan pentingnya mencatat semua aset dan liabilitas yang kamu beli atau dapatkan dengan sesegera mungkin. Tentu saja berdasarkan biaya pengeluaran untuk menjaga kegiatan bisnis tetap teratur dan sesuai dengan prinsip akuntansi. 

    Berkat pemahaman prinsip ini, kamu dapat mengetahui nilai aset yang kamu miliki serta menghindari kesalahan atau manipulasi informasi yang dapat merugikan pemangku kepentingan.

    5. Berbasis Periode Waktu

    Prinsip akuntansi yang berkaitan dengan periode waktu menekankan pentingnya menyusun laporan hasil operasional secara berkala pada setiap periode. Tujuannya adalah untuk menciptakan sekumpulan variabel yang memungkinkan perbandingan laporan keuangan dari waktu ke waktu.

    Oleh karenanya, kamu dapat menganalisis tren keuangan perusahaan secara komprehensif. Serta memantau kinerja bisnis perusahaan seiring berjalannya waktu dalam rangka mengidentifikasi pola atau perubahan yang signifikan dalam operasional perusahaan.

    Rekayasa Pelaporan Keuangan pada Teori Akuntansi

    Dalam mempelajari ilmu akuntansi, kamu harus memahami bahwa upaya pelaporan keuangan merupakan hasil dari rekayasa keuangan. Singkatnya, rekayasa keuangan adalah proses pemikiran yang logis serta mempertimbangkan ideologi, konsep dasar, dan teori akuntansi tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. 

    Secara prinsip, proses rekayasa pelaporan keuangan adalah upaya untuk menjawab pertanyaan fundamental mengenai bagaimana kegiatan operasional suatu perusahaan dapat terwujud dalam bentuk laporan keuangan. 

    Sehingga, pihak target dapat memperoleh gambaran finansial mengenai operasi perusahaan, tanpa perlu secara fisik mengunjungi perusahaan atau mengalami langsung operasinya. 

    Umumnya, pihak yang dapat melakukan perekayasaan laporan keuangan adalah individu atau organisasi yang ahli dalam bidang akuntansi dan suatu tim yang dibentuk secara khusus untuk melakukannya. Sehingga, perekayasaan laporan keuangan akan mengikuti langkah-langkah berikut:

    • Menetapkan konsep dasar atau postulat sebagai landasan utama.
    • Menentukan tujuan dari pelaporan.
    • Mengidentifikasi pihak-pihak yang menjadi target atau sasaran dari pelaporan.
    • Memilih dan menentukan informasi yang perlu untuk tersampaikan.
    • Menentukan cara penyampaian informasi yang sesuai.
    • Mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mungkin terjadi dalam pelaporan.
    • Menyusun dokumen resmi berupa pernyataan konsep yang menggambarkan prinsip-prinsip.
    • Menetapkan standar akuntansi dan merencanakan sistem akuntansi untuk mengimplementasikan standar tersebut.

    Salah satu contoh upaya rekayasa pelaporan keuangan dalam hal teori akuntansi adalah manipulasi laporan keuangan pada PT. Bank Mandiri pada tahun 2018-2019 lalu. Tim Pemantau Keuangan LSM Indonesia mendapati adanya kajian ilmiah yang membuat Indonesia merugi puluhan triliun rupiah.

    Dugaan adanya rekayasa atau manipulasi dalam laporan keuangan yang dilakukan oleh akuntan (auditor) terjadi dengan persetujuan dari pihak yang bertanggung jawab. 

    Tanggung jawab auditor berakhir setelah pihak yang bertanggung jawab menandatangani Pernyataan Bertanggung Jawab atas hasil pemeriksaan tersebut di atas kertas bermaterai. Sebelum akhirnya laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari laporan keuangan tersebut dipublikasikan.

    Sudah Tahu Pentingnya Teori Akuntansi pada Pengelolaan Keuangan, Bukan?

    Demikian penjelasan lengkap mengenai dasar teori akuntansi yang perlu kamu pahami. Ilmu akuntansi ini menjadi aspek penting dalam praktik akuntansi dan pengambilan keputusan bisnis yang cerdas. Sehingga, kamu dapat memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan mencerminkan kinerja dan posisi keuangan perusahaan.