Author: Reskia Ekasari

  • Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

    Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

    Pernah mendengar apa itu sholat tasbih? Secara harfiah merupakan sholat sunnah yang Rasulullah SAW anjurkan untuk dilakukan.

    Bahkan pada beberapa pendapat mengatakan bahwa sholat tasbih dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dilaksanakan paling tidak satu kali seumur hidup.

    Meskipun dalil mengenai sholat ini masih menjadi perdebatan oleh beberapa ulama. Tetapi, sebagian besar ulamanya menyarankan kepada umat Muslim untuk melaksanakannya.

    Lantas, sebenarnya sholat tasbih buat apa? Dari segi fungsi dan manfaatnya, setiap hal baik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW selalu menyimpan kebaikan untuk umatnya. Tidak terkecuali sholat sunnah tasbih satu ini.

    Mengenal Sholat Tasbih

    Sholat tasbih menjadi ibadah sunnah yang dalam pelaksanaan sholatnya terdapat beberapa kalimat tasbih. Nah, biasanya kita sebagai umat Muslim paling sering melaksanakannya di 10 malam terakhir bulan Ramadan.

    Tujuannya agar mendapatkan lailatul qadar di bulan penuh Rahmat tersebut. Tetapi, sebenarnya kapan waktu shalat tasbih secara umum? Tidak ada waktu khusus, sesuai dengan anjuran Rasulullah paling tidak sekali seumur hidup.

    Jadi, kita bisa melaksanakannya kapan pun. Tidak ada pendapat tertentu mengenai kapan waktu terbaiknya. Asalkan kita bisa melaksanakannya dengan baik, maka setiap hari pun tidak menjadi masalah.

    Tetapi beberapa orang masih bingung sholat tasbih berapa rakaat? Berdasarkan pendapat ulama sholat sunnah ini bisa dilaksanakan 4 rakaat di pagi dan siang hari. Atau dua rakaat salam dua rakaat salam di malam hari.

    Hal ini sesuai dengan anjuran Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, beliau menyatakan :

    فإن صلى ليلاً فأحبّ إليّ أن يسلّم في ركعتين؛ وإن صلّى نهاراً، فإن شاء سلّم، وإن شاء لم يسلم

    Artinya: “Bila shalat dilakukan di malam hari maka lebih kusukai bila bersalam dalam dua rakaat. Namun bila di siang hari maka bila mau bersalam (pada dua rakaat) dan bila mau maka tidak bersalam (di dua rakaat).”

    Dalam pelaksanaan sholat sunnah tasbih ini, dalam satu rakaat tasbih dibaca sebanyak 75 kali. Sholat ini dilaksanakan sebanyak 4 rakaat, jadi jika dijumlah 75 x4 = 300 kali dalam satu kali ibadah.

    Bagaimana Tata Cara Sholat Tasbih yang Benar?

    Bagaimana Tata Cara Sholat Tasbih yang Benar?

    Ingin menerapkan ajaran sholat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW? Kita bisa mulai dengan mempelajari tata cara sholat yang benar. Terutama dimulai dari paham dan hafal seperti apa niat sholat tasbih.

    Untuk panduan tata cara sholat, bisa diikuti sebagai berikut :

    1. Bersuci

    Sebagai seorang muslim kita pasti tahu kalau menghadap Allah SWT haruslah dalam keadaan suci, baik dari hadas kecil maupun besar.

    Meskipun cukup dengan hanya berwudhu saja, tetapi bersuci dengan cara mandi jauh lebih baik.

    Baca juga: Tata Cara Wudhu yang Benar: Niat Hingga Doa Sesudah Wudhu

    2. Baca Niat

    Apabila kita sudah suci dengan cara mandi dan berwudhu, kini saatnya siap-siap untuk mulai untuk sholat.

    Caranya dengan menghadap kiblat dengan merapikan sajadah. Tidak lupa membacakan niat sholat secara khusu’.

    Karena sholat tasbih ini bisa dilakukan dengan dua cara mengingat pelaksanaannya di siang hari atau malam hari.

    Maka, kita bisa mengkondisikan membacakan niat untuk sholat dua rakaat salam dua rakaat salam atau satu kali sholat empat rakaat.

     Niat sholat tasbih 2 rakaat 2 salam

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

    Latinnya: Ushallii sunnatat-Tasbiihi rak’ataini lillaahi Ta’aalaa.

    Artinya: “Aku berniat melaksanakan sholat sunnah Tasbih, sebanyak dua rakaat semata-mata karena Allah Ta’ala.”

    Niat sholat tasbih 4 rakaat 1 salam

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

    Bacaan latin: Ushalli sunnat tasbīhi arba’a rak’ātin lillāhi ta’ālā.

    Artinya: “Aku berniat melaksanakan sholat sunnah Tasbih, sebanyak empat rakaat semata-mata karena Allah Ta’ala.”

    3. Takbiratulihram, Al-Fatihah, Surat Pendek Lalu Tasbih

    Setelah kita lancar membaca niat di dalam hati, maka selanjutkan takbiratulihram (Allahu Akbar). Kemudian, kita bisa melaksanakan ibadah sholat pada umumnya dengan membaca Al-Fatihah dan surat pendek. Baru kemudian membaca tasbih sebanyak 15 kali.

    Adapun bacaan tasbihnya seperti berikut :

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

    ‘Subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar’

    4. Rukuk dan Tasbih Lagi

    Ketika sudah selesai, kita bisa langsung melanjutkan langkah sholat berikutnya yaitu rukuk. Dalam rukuk kita bisa membacakan doa sesuai anjuran sholat pada umumnya. Hanya saja setelah berdiri kembali, kita harus baca tasbih sebanyak 10 kali.

    5. I’tidal dan Sujud

    Pada saat I’tidal kita juga harus membaca tasbih sebanyak 10 kali baru kemudian sujud. Tetapi, dalam doa sujud seperti sholat pada umumnya pun. Kita juga membaca tasbih 10 kali setelah doa selesai dipanjatkan.

    6. Duduk Iftirasy dan Sujud Kedua

    Bangkit dari sujud pertama, dalam sholat kita akan duduk iftirasy (duduk diantara dua sujud). Kemudian, setelah doa diantara dua sujud ini dibacakan, kita bisa menambahkan tasbih sebanyak 10 kali.

    Setelah itu, kita bisa sujud kedua dan membaca tasbih sebanyak 10 kali juga.

    7. Duduk Kemudian Bangkit

    Selesai sujud kedua, sebelum berdiri kamu harus duduk kembali dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali. Apabila sudah selesai kamu bisa melanjutkan sholat hingga rakaat ke dua, tiga, dan keempat.

    Untuk keseluruhan bacaannya sama seperti rakaat pertama. Total bacaan tasbihnya juga tidak boleh kurang ataupun lebih. Total dalam satu rakaat adalah 75. Sehingga empat rakaat menjadi 300 bacaan tasbih.

    8. Tasyahud Akhir dan Salam

    Terakhir, setelah keseluruhan bacaan sholat sudah kita lalui. Sebelum salam pada duduk tasyahud akhir kita diharuskan untuk membaca tasbih juga sebanyak 10 kali. Baru setelah itu dilanjutkan dengan membaca doa sholat tasbih.

    Baca juga: Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    Tata Cara Sholat Tasbih Berdasarkan Hadits

    Tata Cara Sholat Tasbih Berdasarkan Hadits

    Menurut hadits Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu, yang lafazh-nya sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunan-nya (1297) adalah sebagai berikut:

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلَا أُعْطِيكَ أَلَا أَمْنَحُكَ أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةً

    Rasulullah bersabda kepada Abbas bin Abdul Muththalib, “Wahai Abbas, wahai pamanku, maukah engkau aku beri? Maukah engkau aku kasih? Maukah engkau aku beri hadiah? Maukah engkau aku ajari sepuluh sifat (pekerti)? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu; dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa). Engkau shalat empat rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca al-Fatihah dan satu surat (al-Quran). Jika engkau telah selesai membaca (surat) pada awal rakaat, sementara engkau masih berdiri, engkau membaca, ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa Allah, wallahu akbar sebanyak 15 kali. Kemudian ruku’, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau turun sujud, ketika sujud engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau bersujud, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Maka itulah 75 (dzikir) pada setiap satu rakaatnya. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Jika engkau mampu melakukan (shalat) itu setiap hari sekali, maka lakukanlah! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) setiap bulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu”

    Selain itu juga terdapat riwayat lain yang tidak jauh berbeda dari Ibu Hajar.

    Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm menuliskan:

    و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة

     Artinya: “dan (termasuk shalat sunnah) adalah shalat tasbih, yaitu shalat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar—di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh—sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203).

    Doa Setelah Sholat Tasbih yang Wajib Dibaca

    Setelah melakukan sholat tasbih akan lebih afdol apabila kita berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.

    Salah satunya doa yang dikutib dari kitab Nihayatuz Zain karya dari Syeh Muhammad Nawawi Al-Bantani.

    اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَك

    Allâhumma innî as’aluka taufîqa ahlil hudâ, wa a‘mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta‘abbuda ahlil wara‘i, wa ‘irfâna ahlil ‘ilmi hattâ akhâfak.

    Artinya, “Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara’, dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu.

    اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِزُنِيْ عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ حَتَّى أَخْلُصَ لَكَ النَّصِيحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُوْنَ أُحْسِنَ الظَنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّورِ. ا هـ وَفِي رِوَايَةٍ خَالِقِ النَّارِ

    Allâhumma innî as’aluka makhâfatan tahjizunî ‘an ma‘âshîka hattâ a‘mala bi thâ‘atika ‘amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hattâ unâshihaka bit taubah, khaufan minka hattâ akhlusha lakan nashîhata hayâ’an minka wa hattâ atawakkala ‘alaika fil ’umûri kullihâ wa hattâ akûna ’uhsinuz zhanna bika, subhâna khâliqin nûr (lain riwayat khâliqin nâr).

    Lanjut: Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Mahasuci Engkau Pencipta cahaya (lain riwayat, Pencipta api).”

    Keutamaan Sholat Tasbih

    Sholat yang dilaksanakan dengan bacaan tasbih 300 kali dalam empat rakaat pastinya memiliki keutamaan tersendiri apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Lantas, apa saja keutamaan sholat tasbih? Berikut pembahasannya :

    1. Memberatkan Timbangan Kebaikan

    Setiap orang pasti berlomba-lomba dalam kebaikan. Tujuannya untuk memperberat amal yang akan dibawa di akhirat nanti agar bisa masuk ke Surganya Allah SWT. Nah, cara yang bisa umat muslim lakukan yaitu dengan melaksanakan sholat tasbih.

    2. Terhindar dari Segala Hal Buruk

    Kita pasti tahu bahwa tasbih merupakan salah satu kalimat baik yang sangat Allah SWT sukai. Sehingga, ketika kita membacakannya berulang kali dalam sholat akan membuat Allah SWT semakin suka dan cinta kepada kita sebagai umatnya.

    Balasan Allah SWT atas apa yang kita lakukan tentu saja berlipat ganda. Hal paling mendasarnya dengan menjauhkan kita dari segala hal buruk yang mungkin saja terjadi. Sehingga hanya berita baik saja yang diterima di telinga.

    3. Meningkatkana Amal

    Sebagai umat Muslim pastinya kita percaya dengan adanya hari pembalasan di akhir kehidupan nanti. Dengan mempercayainya tentu kita sebagai umat akan terus berupaya untuk melakukan hal baik secara terus menerus.

    Amalan yang bisa kita coba dengan sederhana dan bermanfaat adalah membaca tasbih.

    4. Menghapus Dosa

    Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, baik disengaja ataupun tidak disengaja. Hal itu sama-sama mendatangkan dosa yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

    Cara untuk menghapusnya dengan terus beribadah dan melakukan hal baik kepada semua orang. Ibadah paling cepat menghapus dosa-dosa ini bisa kita lakukan dengan sholat tasbih.

    Nah, itulah pembahasan terkait sholat tasbih yang bisa kita jadikan panduan untuk menjalankan ibadah lebih baik lagi. Mulai dari memahami bagaimana tata cara pelaksanaan yang benar, pembacaan doa, hingga keuntungan apabila melaksanakannya.

  • 8 Doa Meminta Rezeki yang Berlimpah dan Berkah, Amalkan Yuk!

    8 Doa Meminta Rezeki yang Berlimpah dan Berkah, Amalkan Yuk!

    Memiliki banyak rezeki tentunya menjadi keinginan oleh siapa saja, tidak terkecuali umat muslim. Hal ini yang membuat banyak saudara seiman ataupun kita memanjatkan doa meminta rezeki yang berlimpah pada Allah SWT.

    Bentuk rezeki ini sangat beragam dan tidak terbatas, seperti kesehatan, jodoh, pekerjaan dan lain sebagainya.

    Semua ini tentu merupakan suatu kenikmatan yang diberikan oleh Allah pada hamba yang dicintai-Nya.

    Doa Meminta Rezeki pada Allah SWT

    Doa Meminta Rezeki pada Allah SWT

    Pada dasarnya, kita sebagai umat muslim yang taat tentunya selalu diajarkan bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah SWT.

    Namun, mengamalkan doa untuk meminta rezeki ini bisa menjadi salah satu ikhtiar agar dilancarkan dan dilimpahkan.

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-qur’an surat Saba ayat 36 yang berbunyi:

    قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Qul inna rabbī yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdiru wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya’lamụn

    Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Q.S Saba: 36)

    Doa memohon rezeki agar dilancarkan dan dilimpahkan ini tentunya bisa kita panjatkan kapan saja, seperti selesai ibadah shalat ataupun ibadah lainnya. Namun, doa ini harus tetap disertakan dengan usaha untuk mendapatkan rezeki.

    Di bawah ini beberapa amalan doa yang bisa kita panjatkan kepada Allah SWT.

    Baca juga: 8 Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    1. Doa Meminta Rezeki sebelum Beraktivitas

    Sebelum memulai aktivitas bekerja, sebaiknya kita memanjatkan doa melancarkan rezeki dan usaha agar diberikan kemudahan.

    Amalan ini juga dianjurkan karena berdoa sebagai bentuk meminta dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

    Adapun doa yang bisa kita baca untuk meminta rezeki dari Allah SWT sebelum memulai aktivitas, yakni:

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.

    Artinya: “Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali,” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya)

    2. Doa Meminta Rezeki Lancar di Pagi Hari

    Selain doa sebelumnya, terdapat juga doa agar rezeki lancar dan berlimpah yang bisa kita panjatkan untuk meminta rezeki pada Allah SWT. Doa ini dianjurkan untuk kita baca di pagi hari agar rezeki yang diterima lancar dan mendapatkan berkah.

    Di bawah ini doa memohon rezeki yang bisa kita baca di pagi hari:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Allahumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaikatihi wa jami’a kholqika annaka antallahu la ilaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasulika.

    Artinya: “Ya Allah, aku berada di waktu pagi bersaksi atas-Mu, dan kepada para pembawa Arsy-Mu, kepada semua malaikat, dan kepada semua makhluk-Mu.

    Bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu,” (HR. Abu Daud).

    3. Doa Diberi Rezeki Ilmu

    Rezeki dalam mencari ilmu juga sudah seharusnya diamalkan oleh semua umat muslim. Hal ini karena menuntut ilmu merupakan suatu keharusan karena akan menjadi pedoman untuk bekerja dan lain sebagainya.

    Tidak terkecuali, banyak kaum muslim yang sedang menuntut ilmu bisa diberikan pengetahuan yang juga bermanfaat. Dalam Islam, ternyata terdapat doa yang bisa kita panjatkan atas rezeki ilmu tersebut.

    Berikut ini doa untuk meminta diberi rezeki oleh Allah SWT agar bermanfaat sebagai ilmu pengetahuan.

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Allahumma inni as-aluka rizqan thayyiban wa ‘ilman naafi’an wa ‘amalan mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima.” (HR. Al Mustaghfiri)

    4. Doa Meminta Pertolongan pada Allah SWT

    Rezeki tidak hanya dalam bentuk harta, kesehatan, pekerjaan dan lain sebagainya. Namun, juga terdapat pada pertolongan Allah SWT pada hamba-Nya. Pada kehidupan sehari-hari tentunya kita terkadang merasa kesulitan.

    Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita meminta pertolongan Allah SWT agar semakin dimudahkan dalam mengatasi masalah tersebut. Selain itu, kita juga tidak tahu masalah apa yang selanjutnya mungkin dihadapi.

    Di bawah ini doa meminta pertolongan kepada Allah SWT agar selalu dimudahkan.

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin abadan.

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan.

    Perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.” (HR Tirmidzi).

    5. Doa Dimudahkan Rezeki dari Semua Penjuru

    Seringkali umat muslim berharap agar dimudahkan rezeki dalam segala situasi. Doa mendatangkan rezeki dari segala penjuru ini bisa kita amalkan agar mendapatkan banyak rezeki yang berlimpah.

    Adapun doa dimudahkan rezeki ini bisa kita panjatkan kepada Allah SWT:

    اللَّهُمَّ الطُّفْ بي في تَيْسِيرِ كُلِّ أَسِيرٍ، فَإِنَّ تَيْسِيرَ كُلِّ أَسِيرٍ عَلَيْكَ يَسِيرٌ، أَسْأَلُكَ الْيُسْرَ وَالْمُعَافَاةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

    Allaahummalthuf bii fii taisiiri kulli ‘asiirin, fa inna taisiira kulli ‘asiirin ‘alaika yasiir, as ‘alukal yusra wal mu’aafaata fid dun-yaa wal aakhirati.

    Artinya: “Ya Allah, berilah taufik, kebajikan, atau kelembutan kepadaku dalam hal kemudahan pada setiap kesulitan.

    Karena sesungguhnya kemudahan pada setiap yang sulit adalah mudah bagi-Mu, dan aku mohon kemudahan serta perlindungan di dunia dan di akhirat,” (HR Thabrani).

    Baca juga: Jazakumullah Khairan Katsiran, Arti dan Cara Menjawabnya

    6. Doa Memohon Rezeki setelah Shalat Subuh

    Bacaan doa memohon rezeki berikutnya bisa kita amalkan setelah menunaikan ibadah shalat subuh. Anjuran mengamalkan doa untuk meminta rezeki ini juga disabdakan oleh Rasulullah.

    Adapun bunyi dari sabda untuk doa meminta rezeki yang dianjurkan oleh Rasulullah, yakni:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

    Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322)

    7. Doa Dicukupkan Rezeki Harta

    Doa lainnya yang bisa kita panjatkan pada Allah SWT adalah dicukupkannya harta. Amalan untuk meminta rezeki ini bisa dibaca kapan saja agar selalu cukup akan harta yang halal dan dijauhi dari harta yang haram.

    Di bawah ini doa agar kita selalu dicukupkan dengan harta yang halal dari Allah SWT:

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

    Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Ahmad 1319, Tirmidzi 3563 dan dihasankan al-Hafizh Abu Thahir)

    8. Doa Dimudahkan Rezeki

    Rezeki pada hakikatnya hanya milik Allah SWT dan diberikan pada hamba yang dikehendaki-Nya. Kita sebagai umat muslim yang taat tentunya berusaha mencari rezeki yang halal agar Allah ridha membagikan rezeki pada kita.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضُرٍّ وَلَا نَشَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Allahumma inni as-aluka an tarzuqoni rizqon halalan wasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wala masyaqqotin wala dhoirin wala nashobin innaka ‘ala kulli syai-in qodir.

    Artinya: ”Ya Allah, aku minta pada Engkau agar melimpahiku rizki yang halal, luas, dan baik tanpa kesusahan, tanpa kemelaratan dan tanpa kepayahan. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    Rezeki pada dasarnya tidak hanya sebatas yang terlihat saja. Namun, juga bisa berupa keimanan hingga pertolongan dari Allah SWT. Karena itu, sepantasnya kita selalu memanjatkan doa meminta rezeki agar selalu dimudahkan di berkahi.

  • Kisah Nabi Ibrahim: Mukjizat hingga Perintah Berqurban

    Kisah Nabi Ibrahim: Mukjizat hingga Perintah Berqurban

    Salah satu cara meneladani sifat-sifat baik para nabi yaitu dengan mengetahui kisah lengkap kehidupannya, termasuk kisah nabi Ibrahim. Kisah nabi Ibrahim yang diabadikan dalam Al-Quran jelas memberikan banyak pelajaran dalam kehidupan.

    Sehingga, tidak ada salahnya jika kita mencoba membaca bagaimana kisah penuh hikmah tersebut.

    Apalagi kisah nabi Ibrahim dijadikan sebagai dasar peristiwa istimewa yaitu berqurban.

    Awal Mula Kisah Nabi Ibrahim

    Siapa yang tidak tahu jika nabi Ibrahim mempunyai julukan sebagai bapak para nabi sekaligus nabi keenam? Tentu semuanya tahu, bukan? Sebab dari beliaulah lahir para pejuang tangguh di jalan Allah Swt.

    Oleh karena itu, kisah nabi Ibrahim lengkap sangat patut untuk kita pelajari dengan baik. Kisah hidupnya dapat menjadikan sebagai teladan dan pelajaran berharga bagi kita semua umat setelah beliau.

    1. Kelahiran Nabi Ibrahim

    Nabi Ibrahim merupakan anak dari seorang ayah bernama Azar yang hidup di negeri Babil, Irak. Beliau merupakan seniman yang ahli dalam membuat patung, dan patungnya beliau jual kepada orang-orang yang mereka menyembah patung.

    Ada beberapa sumber yang mengatakan jika Azar merupakan pamannya. Sebab ayah kandung Nabi Ibrahim sudah meninggal sebelum ia dilahirkan. Dan diasuh oleh pamannya, dimana pamannya itu menduduki kedudukan ayahnya.

    Ayahnya juga masih keturunan dari Sam bin Nuh yang merupakan anak dari Nabi Nuh AS sebelumnya. Sementara, untuk ibunya bernama Layutsa yaitu seorang wanita yang telah menyembunyikan keimanannya.

    Cerita kisah nabi Ibrahim dimulai ketika sebelum kelahirannya beliau. Dimana para ahli nujum memberitahu kepada Raja Namrud pada sekitar 1889 hingga 1956 M akan lahir seorang anak yang akan membinasakannya kelak.

    Hal itulah yang membuat Raja Namrud memerintah para prajuritnya untuk mencari anak laki-laki tersebut supaya ramalannya tidak menjadi kenyataan. 

    Di tahun itu pula, semua anak laki-laki yang lahir dibunuh dan para lelaki dilarang menggauli istrinya. Kisah Nabi Ibrahim yang lahir pada tahun inilah membuat ibundanya harus memikirkan cara menyelamatkan Ibrahim.

    Agar kelahiran Nabi Ibrahim tidak ketahuan oleh Raja Namrud, ibunda Nabi Ibrahim AS mengasingkan diri ke hutan. Tepatnya di dalam goa yang mustahil jika tempat tersebut diketahui oleh orang-orang.

    Saat kelahirannya, wajah kecil Nabi Ibrahim selalu memancarkan cahaya tepatnya pada kening dan berbagai keanehan terjadi di wilayah tersebut. Di mana berhala yang semula berdiri kokoh tiba-tiba berjatuhan.

    Balkon gedung Namrud ambruk, mahkota jatuh dari kepalanya, dan berbagai keanehan lainnya. Mengetahui hal tersebut, ibunda Nabi Ibrahim menutup pintu gua untuk melindunginya agar tidak ditemukan oleh orang jahat.

    Baca juga: Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal dan Amalan Sunnahnya

    2. Kehidupan Setelah Dilahirkan dan Proses Mencari Tuhan

    Kisah Nabi Ibrahim alaihissalam selanjutnya pada masa setelah kelahiran. Nabi Ibrahim tumbuh lebih pesat dibandingkan dengan anak seusianya. Di mana ibunya mengetahui jika tepat pada satu minggu putranya sedang melakukan aktivitas.

    Mulai dari aktivitas meminum susu dari jarinya, madu, dan keju dari jari lainnya. Kemudian, ibundanya meninggalkan dan kembali lagi tepat 1 tahun. 

    Pertumbuhan normal layaknya anak biasanya, dan Nabi Ibrahim meninggalkan gua ketika usia 12 tahun.

    Ketika sudah keluar dari gua itulah, Ibrahim kecil mulai mencari Tuhannya. Berbagai cara beliau lakukan, paling tepat dengan mentafakuri kejadian besar yang ada di bumi seperti matahari terbit, lautan, gunung, dan lain sebagainya.

    Ibrahim kecil merupakan seseorang yang berakal cemerlang, sebab Allah Swt menghidupkan hati dan akalnya. Sehingga, ada banyak hikmah yang bisa diambil dari kisah Nabi Ibrahim di kehidupan sejak lahirnya.

    Nabi Ibrahim sejak kecil pun sudah mengetahui jika ayah beliau seorang pembuat patung-patung unik dan beliau selalu bertanya-tanya kenapa patung tersebut disembah oleh kaumnya.

    Nabi Ibrahim tidak percaya bahwa patung-patung tersebut memberikan mudharat kepada manusia. Beliau juga tidak percaya bahwa Raja Namrud merupakan Tuhan. Sebab Raja Namrud hanyalah seorang manusia biasa.

    Mentafakuri ciptaan Tuhan melalui ciptaan-Nya ini berhasil menyadari bahwa Tuhan yang haq adalah satu yaitu Allah Swt. Allah Swt tidak beranak, tidak diperanakkan, tidak ada yang menyerupai-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Mulai dari sinilah kisah Nabi Ibrahim mencari Tuhan dengan menyatakan kebenaran tauhidnya kepada ayah dan kaumnya. Nabi Ibrahim memberikan nasihat agar mereka meninggalkan penyembahan berhala-berhala tersebut.

    Nabi Ibrahim juga menentang Raja Namrud dan membuktikan bahwa kekuasaannya sebagai Tuhan jelaslah salah. Akan tetapi, sayang sekali ayah dan kaumnya tidak mendengarkan nasihat Nabi Ibrahim, justru malah marah dan mengancamnya.

    Baca juga: 10 Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua dan Dalilnya dalam Islam

    3. Kisah Nabi Ibrahim Berdakwah

    Sebagaimana yang sudah kita ketahui dari kisah Nabi Ibrahim sebelumnya bahwa ajakan demi ajakan yang Nabi Ibrahim tuturkan kepada semua orang. Terutama kepada ayah dan kaumnya yang ditolak mentah-mentah. 

    Hal itu dikarenakan mereka menganggap kepercayaan turun temurun lebih kuat daripada ajaran Ibrahim. Bahwa ajakan demi ajakan yang Nabi Ibrahim berikan tidak jarang mendapatkan imbalan tindak kekerasan. 

    Salah satunya terekam dalam Al-Quran Surat Al-Anbiya yang membahas mengenai “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya.”

    Walaupun Nabi Ibrahim mendapatkan penolakan demi penolakan, Nabi Ibrahim tetap menyebarkan ajaran Tauhid yaitu mengesakan Allah Swt kepada masyarakat. Hingga berjalannya waktu mulai ada orang yang menyatakan keimanannya.

    Meskipun sebagian masih secara sembunyi-sembunyi sebab ketakutannya kepada penguasa kala itu. Apalagi Raja Namrud semakin murka karena takut akan kematiannya.

    Raja Namrud kemudian mendengar bahwa ada ajaran baru yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. Lantas ia mencari cara agar ramalan yang terdahulu tidak menjadi kenyataan dengan cara membuat strategi ancaman.

    Suatu ketika untuk menunjukkan bahwa berhala-berhala tersebut bukan Tuhan, Nabi Ibrahim menjalankan taktik yang cerdik untuk menyadarkan Raja Namrud dan pengikutnya.

    Di mana kala itu Nabi Ibrahim lagi menjalankan aksinya saat Raja Namrud bepergian keluar kota. Nabi Ibrahim menghancurkan semua berhala tidak terkecuali di wilayah Raja Namrud.

    Ketika Raja Namrud kembali bersama pengikutnya, sungguh ia terkejut dan marah besar. Kemudian mencari tahu dalang dibalik kerusakan berhala-berhalanya, dan akhirnya ada salah satu pengikut yang mengetahui jika Ibrahim AS pelakunya.

    Pengikut tersebut memberitahu pelakunya kepada Raja Namrud. Sehingga, Raja Namrud marah besar dan meminta Nabi Ibrahim untuk menghadapnya. Mendengar hal itu, Nabi Ibrahim pun menghadap ke Raja Namrud.

    Terjadilah percakapan yang panjang, hingga membuat pengikut Raja Namrud tersadar dan berpikir jernih. Raja Namrud semakin murka dan tidak terima atas kejadian itu, dan memerintahkan tentaranya untuk menghukum mati Nabi Ibrahim.

    4. Nabi Ibrahim Dibakar Hidup-Hidup

    Ceritakan kisah Nabi Ibrahim selanjutnya bahwa Raja namrud yang kalah argument menggunakan cara kekerasan. Raja Namrud ingin Nabi Ibrahim dibunuh dengan cara dibakar hidup-hidup di hadapan banyak orang.

    Peristiwa ini tercantum dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 68 yang artinya, “Mereka berkata, ‘Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak.”

    Pengumpulan kayu bakar yang dilakukan selama berhari-hari kini terkumpul banyak dan terlihat sangat tinggi. Mereka kemudian menyalakan api besar dan langsung melemparkan Nabi Ibrahim ke tengah lautan api tersebut.

    Pelemparan tersebut menggunakan alat pelempar semacam ketapel besar yang bernama manjaniq. Lantas Nabi Ibrahim pada saat itu berkata yang artinya, “Cukuplah Allah bagiku. Dia adalah sebaik-baik Pelindung.” (HR. Bukhari No. 4564).

    Mereka yaitu Raja Namrud dan pengikutnya yang melakukan hal keji tersebut tertawa, mereka merasa sangat lega dan puas. Akan tetapi, kemudian Allah Swt menolong Nabi Ibrahim.

    “Kami berfirman kepada api, ‘Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.’ Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.” (Q.S. Al-Anbiya ayat 69 hingga 70).

    Api yang seharusnya berkobar, seketika kobaran api besar tersebut padam. Seketika Nabi Ibrahim keluar dari puing-puing pembakaran. Keluarnya Nabi Ibrahim dari puing-puing yang menandakan bahwa beliau selamat tanpa ada luka sedikitpun.

    Atas karunia Allah Swt api yang seharusnya panas berubah menjadi dingin dan menyejukkan. Dari situlah, mulai banyak kembali pengikut Raja Namrud yang menjadi umat Nabi Ibrahim untuk menaati dan berjalan lurus kepada Allah Swt.

    Kisah Nabi Ibrahim yang Disyariatkan Berkurban untuk Umat Islam

    Melengkapi kisah Nabi Ibrahim sebelumnya, kini beranjak tentang kisah rumah istri-istrinya dan anak-anaknya. Sebab dalam setiap kisah hidupnya terdapat hikmah pembelajaran untuk kehidupan di zaman sekarang.

    1. Kisah Nabi Ibrahim dan Siti Sarah

    Kisah cinta Nabi Ibrahim dengan istri pertama yang bernama Sarah. Sarah merupakan seorang perempuan yang cantik, bahkan ada yang mengatakan perempuan tercantik setelah Hawa. Sarah melahirkan anak laki-laki bernama Ishaq.

    Kecantikan Sarah tidak hanya terpancar dari wajahnya saja, tapi juga hatinya yang baik. Walaupun dikaruniai kecantikan yang luar biasa, Sarah tidak pernah lupa akan kewajibannya pada sang Suami yaitu Nabi Ibrahim.

    Sarah juga sangat cerdas dan orang yang setia. Setiap Nabi Ibrahim bepergian, Sarah akan selalu mengikutinya. Salah satunya saat Nabi Ibrahim hijrah ke Mesir dari Babilonia.

    Waktu itu, dakwah Nabi Ibrahim belum diterima oleh masyarakat Babilonia. Oleh sebab itu, Nabi Ibrahim dan Sarah bepergian kesana, hingga akhirnya tiba di Baitul Maqdis dan tinggal di Harran.

    Masyarakat di sini masih menyembah berhala, dan pemimpinnya kala itu Raja Amr bin Amru Al-Qais bin Mailun. Beliau raja yang kafir dan suka menghambur-hamburkan kekayaannya untuk berfoya-foya.

    Terlebih lagi, beliau suka mencari perempuan tercantik. Alhasil kecantikan Sarah menjadi sebuah topik hangat di kerajaan dan sampai ke telinga Raja Amr. Lantas, Raja langsung menyuruh pengawalnya untuk memanggil keduanya.

    Nabi Ibrahim menyanggupi panggilan tersebut bersama dengan Sarah. Setibanya di sana, Raja Amr langsung menanyakan siapakah perempuan di sebelah Nabi Ibrahim.  Lalu, Nabi Ibrahim menjawab Sarah adalah saudaranya.

    Sebelum itu, Nabi Ibrahim sudah berbisik pada istrinya Sarah untuk mengaku demikian. Hal tersebut bertujuan agar keduanya selamat. Sarah dibawa untuk didandani dan dibawah kembali ke hadapan raja.

    Sebelum itu Sarah menunaikan sholat dan berdoa kepada Allah Swt agar tetap dijaga kesuciannya. Rasa sedihnya terasa di hati, Sarah tidak ingin berpisah dengan suaminya sebab takut disentuh Raja Amr.

    Setiap kali didekati sanga raja Sarah selalu berdoa, setelah berdoa pasti akan terjadi hal-hal tak terduga yang dirasakan oleh raja tersebut. Hal itu terjadi beberapa kali, Sarah tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah Swt.

    Hingga akhirnya sang raja ketakutan dan mengembalikan Sarah pada Nabi Ibrahim. Sarah terbebas dan kembali pulang ke rumah bersama dengan seorang perempuan cantik Hajar sebagai hadiah dari raja.

    2. Kisah Nabi Ibrahim dan Siti Hajar

    Dari kisah Nabi Ibrahim bersama istrinya Sarah di kerajaan Raja Namrud tersebut, Sarah diberi hadiah oleh sang raja yaitu Hajar. Pernikahan yang berjalan sangat lama bersama Sarah belum juga dikaruniai seorang anak.

    Walaupun begitu, Sarah dan Nabi Ibrahim terus berdoa dan tetap sabar juga usaha terbaik agar segera dikaruniai anak. Hingga suatu saat, Sarah yang mendengar doa Nabi Ibrahim ingin dikaruniai anak sholeh menawarkan Hajar untuk dijadikan istri.

    “Hai kekasih Allah, sesungguhnya Allah tidak memperkenankan aku melahirkan anak, karenanya menikahlah dengan budakku ini, mudah-mudahan Allah mengaruniakan anak kepadamu melalui dirinya. Inilah Hajar, aku berikan kepadamu, mudah-mudahan Allah memberi kita anak keturunan darinya.”

    Benar saja, Nabi Ibrahim menikahi Hajar dan Allah Swt mendengarkan doanya. Dari Hajar inilah Nabi Ibrahim dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Tentunya Nabi Ibrahim sangat bahagia kehadiran anak dalam keluarganya.

    Hingga waktu berjalan lama, Sarah dilanda api cemburu. Sarah berjanji kepada suaminya untuk tidak tinggal satu atap dengan Hajar. Melihat kecemburuan yang menjadi-jadi, Nabi Ibrahim pun membawa Hajar dan Ismail pergi dari rumahnya.

    Hal tersebut sesuai dengan wahyu yang Nabi Ibrahim terima dari Allah Swt. Nabi Ibrahim membawa istri dan anaknya tercinta ke lembah dekat Baitullah yang tidak ada tanaman, bahkan tanahnya terlalu kering.

    Nabi Ibrahim pun berdoa kepada Allah Swt agar lembah tempat tinggal Hajar dan Ismail subur. Akhirnya, muncullah air zam-zam yang bermanfaat untuk kehidupan bahkan menjadi air suci hingga sekarang.

    Kisah Nabi Ibrahim dalam Al-Quran yang menceritakan hal itu juga ada, tepatnya pada Surat Ibrahim ayat 37 yang artinya sebagai berikut:

    “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai taman-taman di dekat rumah Engkau Baitullah yang dihormati. Ya Tuhan kami yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagai manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki lah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” 

    Setelah itu, Nabi Ibrahim berpaling dan pergi meninggalkan keduanya. Maka, ibundanya Ismail mengikuti sambil berkata, “Wahai Ibrahim, ke mana kamu akan pergi, apakah kamu akan tinggalkan kami di lembah yang tak berpenghuni dan tidak ada apa-apanya ini?”

    Perkataan tersebut berulang kali Siti Hajar lontarkan, namun Nabi Ibrahim tetap berjalan tidak menolehnya.. Barulah Siti Hajar berkata, “Apakah Allah SAW yang menyuruhmu?”

    Maka, Nabi Ibrahim menjawabnya “Ya.” Dari jawaban inilah Siti Hajar membuat kesimpulan bahwa Nabi Ibrahim tidak akan menelantarkannya bersama anaknya, dan beliau melanjutkan untuk kembali ke tempat semula.

    3. Perintah untuk Menyembelih Nabi Ismail

    Saat Allah Swt memerintahkan Nabi Ibrahim membawa anak dan istrinya ke lembah tak bertuan, beliau penuh keyakinan melaksanakan hal tersebut. Sehingga, beliau mendapatkan jalan keluar bagi permasalahannya dan mendapatkan rezeki.

    Selang beberapa tahun Ismail sudah beranjak dewasa, dan Allah Swt memberikan perintah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya tersebut. Padahal Nabi Ismail begitu disayangi dan dicintai oleh Nabi Ibrahim.

    Perintah menyembelih Nabi Ismail itu diterima melalui mimpi, bahkan mimpi yang sama hingga 3 kali. Setelah mimpi ketiga, Nabi Ibrahim memohon petunjuk kepada Allah Swt atas semua cobaan yang terjadi.

    Setelah mendapatkan keyakinan penuh bahwa mimpi tersebut memang perintah Allah Swt. Maka, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah tersebut dengan menyampaikan kepada Nabi Ismail. 

    Walaupun hatinya dirundung kesedihan, tapi Nabi Ibrahim tetap menyampaikan perintah Allah Swt dengan penuh kasih saya. Peristiwa tersebut masuk dalam ayat tentang kisah Nabi Ibrahim Al-Quran Surat As-Saffat ayat 102 yang artinya:

    “Ketika anak itu sampai pada umur ia sanggup bekerja bersamanya, ia Ibrahim berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?”

    Jawaban Nabi Ismail atas pertanyaan ayahnya pun dijawab tanpa keraguan sedikitpun. Ini juga tercantum dalam Al-Quran ayat 102 yang artinya sebagai berikut:

    “Dia Ismail menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”

    Dari jawaban yang tegas tersebutlah, akhirnya Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah Swt. Walaupun Nabi Ibrahim sempat mendapatkan godaan dari iblis beberapa kali, namun Nabi Ibrahim tidak goyah akan godaan tersebut.

    Hingga akhirnya, waktu di mana penyembelihan berlangsung. Kaki, tangan Nabi Ismail diikat dan tubuhnya dibaringkan. Nabi Ibrahim dengan tangannya sendiri mengambil pedang tajam.

    Saat pedang tajam tersebut digerakkan untuk menyembelih Nabi Ismail, Allah Swt menggantikan tubuh Nabi Ismail dengan seekor domba berwarna putih bersih yang besar. Selain itu, dombanya dalam keadaan tidak ada cacat.

    Kisah Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail ini juga termuat dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat ayat 107 yang artinya, “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” Dan peristiwa inilah yang menjadi dasar adanya ibadah Qurban.

    Ibadah Qurban yang dilakukan pada Hari Raya Idul Adha yaitu 10 Dzulhijjah sekaligus hari tasyriknya pada 11 hingga 13 Dzulhijjah.

    Itulah kisah Nabi Ibrahim yang penuh hikmah untuk dijadikan suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Hal terpenting dari kisah ini adalah Nabi Ibrahim selalu mendahulukan ridho Allah Swt daripada syahwatnya.

  • Punggung Terasa Panas Menurut Islam, Apa Artinya?

    Merasakan sakit dan panas di area punggung tentu bukan hal baru lagi. Rasa sakit ini seringkali kita rasakan dan umum bagi banyak orang. Namun, tahukah kita bagaimana punggung terasa panas menurut Islam?

    Islam merupakan agama yang sangat suci dan lengkap menjelaskan tentang kehidupan. Termasuk perspektif kecil mengenai gejala sebuah penyakit dan bagaimana cara untuk mengobatinya.

    Namun, di dalam Islam kita pun diajarkan untuk mengenal penyebab dari rasa sakit tersebut terlebih dahulu agar mendapatkan pengobatan yang sesuai. Oleh karena itu, temukan jawaban lengkapnya pada pembahasan kali ini.

    Penyebab Punggung Terasa Panas Menurut Kedokteran

    Dalam ilmu kesehatan ada banyak hal yang memicu punggung terasa panas. Bisa jadi dipengaruhi oleh sinar matahari karena saat keluar tidak menggunakan tabir surya sehingga menyebabkan gangguan saraf.

    Nah, untuk detail penyebab lengkapnya sebagai berikut:

    1. Fibromyalgia

    Punggung yang terasa panas juga bisa disebabkan oleh Fibromyalgia. Secara konsep kesehatan pemicu fibromyalgia sampai detik ini belum dapat dipastikan, tetapi faktor dugaannya berkaitan dengan genetika, gangguan tidur, dan juga gangguan sistem saraf.

    Gejala utama dari Fibromyalgia ini kulit tubuh terbakar dan mengalami rasa nyeri utamanya bagian otot punggung. Selain itu, penderita juga sering mengalami kelelahan berlebih.

    2. Sclerosis Ganda

    Penyebab lain dari punggung terasa panas juga dipicu oleh multiple sclerosis atau sclerosis ganda.

    Di mana, penyakit ini merupakan gangguan sistem saraf yang menyebabkan gangguan pada proses penyaluran informasi dari dan ke otak.

    Kerusakan ini terjadi di sepanjang tulang punggung hingga otak. Biasanya tidak hanya menyebabkan punggung terasa panas tetapi juga menimbulkan rasa nyeri serta sensasi terbakar pada lengan dan kaki.

    Baca juga: Tunangan dalam Islam: Ketentuan dan Dalil yang Mengaturnya dalam Islam

    3. Saraf Terjepit

    Berikutnya, saraf terjepit atau sebuah kondisi di mana tulang belakang mengalami pergeseran dengan menekan saraf tulang belakang juga dapat memicu punggung terasa panas.

    Kondisi ini biasanya terjadi di sekitar punggung bagian bawah. Namun, rasa nyeri yang ditimbulkan menjalar ke anggota tubuh lain seperti betis dan bokong. Sehingga, membuat rasa sakit cukup hebat dan punggung terasa panas berlebih.

    4. Arthritis

    Peradangan yang terjadi pada beberapa sendi atau arthritis juga menyebabkan punggung terasaa panas, loh. Tidak hanya menyerang sendi di bagian tangan dan kaki saja, tetapi juga menyalur ke tulang belakang dan membuat punggung panas.

    Punggung Terasa Panas Menurut Islam

    Setelah mempelajari beberapa faktor penyebab punggung terasa panas secara umum dalam konteks kesehatan, maka sekarang kita wajib paham bagaimana pandangan Islam dalam kondisi tersebut.

    Sebab, Allah SWT telah mengatur seluruh kejadian yang ada di bumi ini di dalam ajaran Islam sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist. Contoh dari penjabaran punggung terasa panas menurut Islam sebagai berikut:

    1. Sakit sebagai Penebusan Dosa

    Allah SWT sengaja mendatang sakit kepada hambanya untuk mengurangi dosa-dosa yang telah diperbuatnya.

    Di mana, konsepnya adalah Allah SWT mendatangkan sakit sebagai balasan dosa dan menghapusnya menjadi dosa yang sangat ringan. Hal ini sesuai dengan beberapa riwayat hadits dari Ahmad dan juga Abu Daud.

    Hadits Jabir bin Abdullah Radhiyallahu anhu, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    ” مَا يَمْرَضُ مُؤْمِنٌ وَلاَ مُؤْمِنَةٌ وَلاَ مُسْلِمٌ وَلاَمُسْلِمَةٌ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِذلِكَ خَطَايَاهُ كَمَا تَنْحَطُّ الْوَرَقَةُ مِنَ الشَّجَرِ”

    Artinya:

    “Tidaklah sakit seorang mukmin, laki-laki dan perempuan, dan tidaklah pula dengan seorang muslim, laki-laki dan perempuan, melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan hal itu, sebagaimana bergugurannya dedaunan dari pohon.” [HR. Ahmad 3/346].

    Begitu juga sakit pada punggung yang terasa panas, bisa jadi sakit yang kita derita sebagai upaya penebusan/penghapusan dosa.

    2. Sakit untuk Mencapai Kedudukan yang Tinggi

    Berdasarkan HR. Al-Hakim dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Rasulullah SAW pernah bersabda.

    ” إِنَّ الرَّجُلَ لَيَكُوْنَ لَهُ عِنْدَ اللهِ اْلمَنْزِلَةَ فَمَا يَبْلُغُهَا بِعَمَلِهِ فَمَا يَزَالُ اللهٌُ يَبْتَلِيْهِ بَمَا يَكْرَهُ حَتَّى يَبْلُغَهَا “

    Artinya:

    “Sesungguhnya seseorang akan memperoleh kedudukan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia tidaklah memperolehnya dengan amalan, Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa terus mengujinya dengan sesuatu yang tidak disukainya, hingga ia memperolehnya“[HR. al-Hakim dan ia menshahihkannya 1/495].

    Selain sebagai penebusan dosa, orang yang diuji dengan rasa sakit juga akan diangkat derajatnya.

    3. Bukti Allah SWT Menghendaki Kebaikan dari HambaNya

    Terakhir, sakit sengaja Allah SWT turunkan untuk mendapatkan kebaikan dari hambaNya. Sesuai dengan beberapa hadits shahih salah satunya hadits Shuhaib bin Sinan Radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda.

     عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ, وَلَيْسَِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ السَّرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ الضَّرَّاءُُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

    Artinya:

    “Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya menjadi kebaikan, dan hal itu tidak pernah terjadi kecuali bagi seorang mukmin : jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya, dan jika ia mendapatkan musibah, ia bersabar, maka itu menjadi kebaikan baginya” [HR. Muslim no. 2999].

    Suatu keadaan bukan tanpa alasan Allah berikan, bisa jadi Allah ingin hambanya lebih bersyukur. Dari rasa syukur tersebut timbul kebaikan bagi dirinya.

    Nah dari beberapa penjelasan Islami mengenai sakit dan juga konsep sakit dari ilmu kesehatan, terdapat keselarasan. Setiap orang bisa merasakan sakit karena bentuk cinta Allah SWT kepada hambaNya.

    Namun, setiap hamba wajib untuk mengetahui penyebab dari rasa sakit tersebut untuk berusaha menyembuhkannya.

    Semoga pengetahuan mengenai punggung terasa panas menurut Islam dapat membantu kita belajar lebih banyak mengenai kuasa Allah SWT.

  • 20 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki yang Lahir di Bulan Ramadan

    20 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki yang Lahir di Bulan Ramadan

    Belum menemukan inspirasi nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan? Tidak perlu bingung, berikut ini ada beberapa pilihan nama bayi yang mengandung makna dan arti yang bagus menurut Islam.

    Ketika memilih nama anak tidak boleh sembarangan, kita harus mempertimbangkan secara matang nama yang cocok dan bagus. Hal ini karena nama adalah identitas yang akan melekat seumur hidup.

    Jika anak lahir di bulan Ramadan, maka kita bisa memberikan nama yang sesuai dengan bulan lahirnya itu. Berikut adalah inspirasi nama anak yang lahir di bulan Ramadan dengan arti bagus.

    Daftar Nama Bayi Laki-laki yang Lahir di Bulan Ramadan

    Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan berkah dan rahmat dari Allah SWT. Jika ibu melahirkan bayi di bulan ini, maka orang tuanya bisa memberikan nama yang berkaitan dengan bulan penuh berkah ini.

    Dalam Islam sendiri, pemberian nama yang tepat pada seorang anak akan menjadi doa dan harapan. Oleh karena itu, penting memilih nama anak yang bisa membawa kepada hal-hal yang baik di masa depannya.

    Jika sedang mencari inspirasi nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan beserta artinya, maka tidak ada salahnya untuk mempertimbnagkan beberapa nama berikut. Yuk, pahami dan pelajari artinya juga!

    1. Ahsan Ramadan Zimraan

    Ramadan adalah nama yang umum tersemat pada bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan. Arti nama ini secara keseluruhan, yaitu anak laki-laki terbaik lahir di bulan Ramadan dan menjadi pujaan hati banyak orang.

    2. Maulana Qadar Yusuf

    Qadar adalah diambil dari kata malam kemuliaan yang ada di akhir bulan Ramadan, yaitu malam lailatul qadar. Arti nama ini keseluruhan, yaitu Anak yang akan menjadi pelindung dan penuh keberkahan.

    3. Ramadan Karim Mubarak

    Karim adalah nama yang memberikan makna baik bagi dirinya dan orang lain yakni seorang pemurah dan baik hati. Makna nama ini keseluruhan, yaitu Anak laki-laki yang penuh kemuliaan dan keberkahan.

    4. Alzam Rayyan Faiz

    Nama anak laki-laki yang lahir di bulan Ramadan selanjutnya adalah tersemat nama Rayyan. Nama ini memiliki arti gerbang di surga. Makan keseluruhan, yaitu berjiwa pemimpin dan membawa kebaikan surga.

    5. Nazril Aidil Rashaad

    Jika memilih nama ini, maka artinya adalah anak laki-laki yang sempurna, pemaaf, dan selalu bersikap adil. Pemberian nama ini menjadi harapan si kecil memiliki sifat bijaksana dan adil dalam mengambil keputusan.

    6. Fadly Ramadansyah Tahir

    Terselipnya kata Tahir pada nama ini memiliki arti hati yang suci dan murni. Dengan harapan di masa depan nanti, anak memiliki hati yang baik dan hidupnya penuh keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

    Baca juga: Bacaan Ratib Al Haddad Lengkap Arab, Latin Dan Artinya

    7. Isra Haidar Muslimin

    Nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan ini memiliki makna anak yang gagah berani dan akan memiliki perjalanan hidup yang indah. Selain itu, anak ini pun memiliki pemahaman agama yang baik.

    8. Faizal Fatih Ramadhika

    Nama ini mengandung makna seorang anak yang akan menjadi pemimpin bijaksana dan selalu bersikap tegas. Berharap anak dengan selipan nama fatih di masa depan akan menjadi sosok pemimpin bijaksana.

    9. Adam Althaf Ghifari

    Nama dengan unsur Adam ini bermakna seorang anak laki-laki penuh kebaikan, selalu menjadi sosok pemaaf, dan lemah lembut. Nama Adam sendiri merupakan nama dari nabi pertama yang Allah ciptakan.

    10. Alif Bilal Syabani

    Nama bayi yang ada unsur bilal ini memiliki arti tetesan embun. Dengan memberikan nama ini, berharap anak menjadi seorang yang membawa kesejukan dan menjadi sosok yang ramah bagi semua orang.

    11. Jubair Athaya Alfariaqy

    Nama ini bisa menjadi pilihan orang tua yang bingung mencari nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan. Arti nama ini yaitu sebagai petunjuk yang membawa pertolongan dan rezeki dari Allah SWT.

    12. Ramadhan Khalif Putra

    Jika ingin memasukkan unsur bulan Ramadan pada nama anak, maka nama ini bisa menjadi pilihan. Arti nama ini adalah anak yang lahir bulan Ramadan dan berharap menjadi seorang yang sukses di masa depan.

    13. Manaf Fadri Asad

    Nama anak laki-laki yang bisa menjadi pilihan selanjutnya yakni Manaf Fadri Asad. Nama untuk anak ini memiliki arti kedudukan tinggi dan memberi kedamaian, serta bermakna keberuntungan dalam kehidupannya.

    14. Azim Ghalib Ramadan

    Inspirasi nama bayi atau anak laki-laki yang ada unsur Ramadan ini bisa menjadi opsi. Selain anak bisa membawa keberkahan, arti dari nama anak ini juga sebagai pembawa kemenangan untuk kedua orang tuanya.

    15. Almer Dzuhairi Hisyam

    Nama bayi laki-laki ini sangat Islami sehingga cocok untuk yang ingin memberikan nama dengan unsur Islam. Arti dan makna dari nama ini adalah seorang anak yang cerdas, jujur, dan baik serta keberuntungan.

    16. Beryl Hamizan Rabbani

    Nama ini memiliki arti dan makna yang baik untuk laki-laki yang seperti permata berharga. Nama ini juga mengandung arti punya kecerdasan yang arif bijaksana, serta berharap anak menjadi anak yang sholeh.

    17. Arrafi Isra Farzan

    Inspirasi nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan ini memiliki makna yang baik. Nama ini bermakna anak laki-laki yang tampan, arif bijaksana, dan selalu menjunjung tinggi akan kebaikan dalam hidup.

    18. Abrar Aidil Zahidin

    Jika ingin memiliki anak sholeh dan selalu berbuat baik, maka bisa memberikan nama ini. Selain itu, nama anak ini juga memiliki arti berperilaku adil sehingga kelak menjadi pemimpin yang adil bijaksana.

    19. Hafizh Ramadan Alfarezi

    Nama ini memiliki arti dan makna seorang yang bisa memelihara kebaikan. Selain itu, anak dengan nama ini pun berharap selalu bersemangat dalam bekerja dan selalu mendapatkan rahmat serta keberkahan.

    20. Arkan Qadar Ali

    Jika anak lahir pada bulan Ramadan, maka bisa memberikan nama ini. Nama yang memiliki arti dan makna sebagai anak yang baik dan pemaaf. Anak juga berharap nantinya memiliki gelar tinggi dan mulia.

    Pentingnya Memberi Nama Bayi yang Bagus Menurut Islam

    Dalam Islam, ada beberapa acuan memberikan nama bayi atau anak sesuai dengan syariat dan anjuran Rasulullah SAW. Hal ini bertujuan agar nama untuk anak bisa membawa keberkahan dan doa baik untuknya.

    Oleh karena itu, rekomendasi nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan diatas bisa menjadi acuan bagi para orang tua agar memberikan nama yang baik. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

    “Wahai Zakaria! Kami memberikan kabar gembira kepada kamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.” (QS Maryam ayat 7).

    Dari ayat di atas, kita semua harus mengetahui bahwa memberi nama bayi adalah hal penting. Nama yang orang tua berikan akan anak gunakan di dunia dan di akhirat. Jadi, pilih nama bayi atau anak yang baik.

    Tips Memberi Nama yang Bagus untuk Bayi 

    Jika ingin memberikan nama bayi yang baik sesuai syariat Islam, maka ketahui beberapa tips berikut ini. Adapun tips memberikan nama yang baik untuk bayi, yaitu:

    1. Terkandung Unsur Do’a

    Pilih nama bayi atau anak yang mengandung doa baik. Misalkan nama anak yang berasal dari asma Allah agar menjadi harapan bagi orang tua kelak.

    2. Tidak Hanya Satu Kata

    Nama bayi yang orangtua berikan nantinya menjadi identitas diri. Oleh karena itu, pertimbangkan pemberian nama anak jangan hanya satu kata saja.

    3. Bahasa Mudah Dimengerti

    Pemberian nama bayi atau anak yang baik adalah penggunaan bahasa yang mudah dimengerti, seperti bahasa Indonesia, Arab atau bahasa Inggris.

    4. Jangan Terlalu Panjang

    Agar memudahkan anak mengisi kolom identitas diri saat ujian atau lainnya, maka pilih nama yang tidak terlalu panjang dan mudah mengingatnya.

    5. Hindari Bermakna Negatif

    Meski banyak nama kekinian dengan unsur Islami, tetapi tetap harus memeriksa dahulu arti dan maknanya. Hindari nama anak yang bermakna negatif.

    Demikian rekomendasi nama bayi laki-laki yang lahir di bulan Ramadan yang bisa menjadi inspirasi. Menentukan nama yang baik menjadi hal pertama yang orang tua lakukan sebagai doa dan harapan untuk anaknya.

  • Begini Hukum KDRT dalam Islam, Dads Wajib Tahu! 

    Begini Hukum KDRT dalam Islam, Dads Wajib Tahu! 

    Kita pasti bertanya-tanya bagaimana hukum KDRT dalam Islam sesungguhnya. Apakah benar KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga menjadi solusi tepat dalam rumah tangga?

    Islam merupakan agama yang mengutamakan perdamaian. Maka dengan itu, kekerasan tentu harus dihindarkan bagi umat muslim. Begitu pula dengan saat berumah tangga, perbuatan KDRT bisa dibilang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

    Sering sekali kita mendengar kasus KDRT melalui media massa. Tidak heran dampaknya berupa luka fisik dan emosional sering terlihat. Tidak sedikit pula yang menganggap rumah tangga tidak dapat selamatkan lagi sehingga memilih untuk bercerai.

    Jadi bagaimana hukum KDRT menurut Islam? Apakah benar KDRT menjadi sesuatu yang dilarang bagi seorang muslim? Yuk kita cari tahu selengkapnya.

    Kedudukan Suami dalam Keluarga

    Al-Qur’an dan hadits menjadi hal yang tidak terpisahkan saat kita membahas hukum kekerasan dalam rumah tangga. Pasalnya, Al-Qur’an dan hadits menjadi petunjuk dalam setiap aspek kehidupan bagi umat Muslim.

    Kita sering mendengar kabar bahwa istri menolak patuh pada suami. Karena hal ini, mungkin saja KDRT akan terjadi. Umumnya, suami memiliki derajat yang lebih tinggi sebagai kepala keluarga daripada istri.

    Ketegasan menjadi hal yang wajib bagi seorang suami. Sebagai kepala keluarga, sudah menjadi kewajiban bahwa suami harus mengatur istri dan anak-anaknya. Hal ini sudah tercantum pada dalil sebagai berikut:

    الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

    Artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (Q.S. An-Nisa: 34).

    Dari ayat tersebut, bisa ditafsirkan bahwa laki-laki menjadi sosok pemimpin bagi keluarga. Sama halnya dengan sosok pemimpin yang memimpin sebuah negara.

    Baca juga: Hukum Cadar dalam Agama Islam Menurut 4 Mazhab

    Hak dan kewajiban seorang suami sebagai kepala keluarga adalah membimbing istri untuk selalu mengambil jalan yang lurus. Jalan lurus di sini maksudnya adalah penerapan hukum dan syariat Islam dalam setiap aspek berkeluarga.

    Istri sudah mendapat kewajiban untuk patuh pada sang suami. Misalnya, ia tidak boleh bepergian sendiri tanpa seizin suami. Ia juga harus meminta izin agar bisa menunaikan ibadah puasa sunnah. Hal ini tercantum pada kutipan hadits sebagai berikut:

    لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنَ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ ، وَمَا أَنْفَقَتْ مِنْ نَفَقَةٍ عَنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّهُ يُؤَدَّى إِلَيْهِ شَطْرُه

    Artinya: “Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa, sedangkan suaminya hadir, kecuali dengan izinnya. Dan ia tidak boleh mengijinkan orang lain masuk rumah suami tanpa izin darinya. Dan jika ia menafkahkan sesuatu tanpa ada perintah dari suami, maka suami mendapat setengah pahalanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Tapi bagaimana jika ia tidak mau patuh? Apakah benar KDRT bisa menjadi solusi bentuk ketegasan yang tepat agar istri mau patuh?

    Dalil Hukum KDRT dalam Islam

    Suami memiliki hak untuk menasehati istri. Sebagai kepala keluarga, ia tentu memiliki keinginan agar sang istri bisa patuh dan tunduk padanya. Namun, tidak sedikit pula yang ingin melakukan tindakan kekerasan.

    Ternyata, banyak suami yang salah mengartikan kekerasan menjadi solusi. Pukulan terutama pada wajah sering menjadi bentuk kekerasan yang diterapkan. Namun, ternyata hal ini tidak diperbolehkan seperti yang disabdakan Rasulullah SAW berikut:

    وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ

    “Dan janganlah engkau memukul istrimu di wajahnya, dan jangan pula menjelek-jelekkannya serta jangan melakukan hajr (mendiamkan istri) selain di rumah.” (HR. Abu Daud).

    Tentu saja, memperlakukan seorang perempuan sebagai seorang istri sangat berbeda daripada saat berhadapan dengan sesama laki-laki. Perempuan ibaratnya memiliki sifat lebih rapuh daripada laki-laki.

    Pukulan dan tindakan fisik lainnya bukan hanya menjadi bentuk kekerasan di rumah tangga. Ucapan kasar dan tindakan kasar lain ikut menjadi bentuk kekerasan terhadap sang istri.

    Namun, terdapat pula ayat yang memerintahkan suami untuk memukul sang istri. Metode ini menjadi salah satu dari tiga cara yang tercantum dalam ayat berikut:

    وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

    Artinya: “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. An-Nisa: 34).

    Memang benar memukul istri menjadi cara ketiga dan terakhir agar istri ingin patuh. Namun, kita pasti bertanya-tanya, bukannya ini melanggar hukum KDRT dalam Islam?

    Kita lihat dua cara pertama yang tercantum pada ayat tersebut. Pertama, kita harus menasehati istri yang tidak taat. Jika masih belum mempan, terdapat cara kedua, yaitu mendiamkan atau tidak mengajaknya bicara.

    Memukul menjadi cara terakhir apabila istri masih tidak taat juga. Namun, ini bukan memukul secara fisik menggunakan tangan, kayu, atau cambuk, terutama pada wajah. Melainkan, memukul menggunakan siwak atau sesuatu yang serupa.

    Hal ini sudah dijelaskan ulama bahwa memukul memakai siwak bisa menunjukkan puncak ketidaksukaan suami terhadap sang istri. Maka, memukul menggunakan tangan menjadi hal yang terlarang bagi seorang muslim.

    Pada akhirnya, sebelum itu, hendaknya sang suami berintrospeksi diri. Begitu pun juga dengan istrinya. Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa manusia tidak luput dari kekurangan.

    Begitulah penjelasan hukum KDRT dalam Islam. Semoga kita terhindar dari perbuatan buruk seperti KDRT kelak.

  • Mengenal Gharar dalam Jual Beli yang Hukumnya Dilarang dalam Agama Islam

    Mengenal Gharar dalam Jual Beli yang Hukumnya Dilarang dalam Agama Islam

    Gharar menjadi salah satu hal penting dalam praktik bisnis yang perlu kita ketahui. Istilah yang sudah tidak asing lagi ini banyak kita temukan dalam ekonomi syariah karena erat kaitannya dengan transaksi jual beli.

    Seperti kita ketahui, dalam berniaga mungkin pernah kita jumpai praktik jual beli, dimana pembeli tidak mengetahui kondisi barangnya. Kita tidak tahu seperti apa bentuk, wujud dan hal lain pada barang tersebut.

    Lantas, apa hukum jual beli barang yang tidak ada kepastiannya dalam Islam? Apa saja jenis dan contoh jual beli barang tanpa kejelasan ini? Simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Gharar?

    Gharar dalam bahasa arab memiliki arti Al-Khatr (pertaruhan). Menurut Syaikh As-Sadi menyebutkan bahwa arti dari istilah ini adalah sebagai Al-Mikhatharah (pertaruhan) dan juga Al-Jahalah (ketidakjelasan).

    Dari penjelasan di atas, ketika kita melakukan jual beli dengan menggunakan Al-Khatr, maka proses jual beli tersebut termasuk kegiatan tidak jelas dan jual beli tidak pasti terhadap barang atau produk dagangan.

    Praktik jual beli yang tidak ada kepastian ini ibarat kata membeli kucing dalam karung. Kita tidak mengetahui kondisi barang yang akan kita beli, apakah barang tersebut sesuai yang kita pesan atau tidak?

    Tentunya hal ini akan merugikan pembeli saat tidak tahu barang yang mereka jual. Ketidakjelasan barang yang diperjualbelikan ini seperti layaknya sebuah perjudian dan pertaruhan terhadap barang yang kita beli.

    Baca juga: Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid: Arab, Latin, dan Artinya

    Memahami Gharar dalam Jual Beli

    Transaksi jual beli dengan ketidakpastian mirip seperti transaksi manipulasi. Transaksi ini tentunya bisa merusak akad. Apalagi ekonomi Islam telah mengatur tentang nilai keadilan agar tidak merugikan orang lain.

    Dampak transaksi gharar dalam jual beli adalah penzaliman kepada salah satu pihak yang melakukan transaksi. Oleh karena itu, syariah transaksi jual beli tidak terpenuhi karena adanya unsur ketidakpastian.

    Menurut madzhab Syafi’i, transaksi jual beli dengan pertaruhan adalah sesuatu yang akibatnya tersembunyi dari pandangan. Selain itu, akibatnya akan memberikan sesuatu yang tidak kita harapkan sebelumnya.

    Dengan kata lain, transaksi jual beli berdasarkan ketidakpastian merupakan salah satu kegiatan yang bisa membawa akibat atau dampak merugikan pihak lain. Lalu, apa hukum transaksi gharar dalam agama Islam?

    Hukum Gharar dalam Agama Islam

    Menurut jurnal berjudul “Analisis Bentuk Gharar dalam Transaksi Ekonomi” oleh Nadratuzzaman Hosen. Hukum gharar adalah haram. Hal ini berdasarkan larangan Allah atas pengambilan hak milik orang lain.

    Pengambilan harga dan hal milik orang lain secara bathil adalah perbuatan yang sama dengan memakan harta orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan.

    Bathil di sini memiliki arti tidak terbuka dan cenderung merugikan pihak lain dalam kegiatan transaksi jual beli. Selain itu, bathil juga merupakan perbuatan yang sifatnya tidak ada faedahnya dan hanya sia-sia.

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 29:

    “Wahai orang-orang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa ayat 29).

    Menurut surat Al-Baqarah ayat 188, Allah berfirman:

    “Dan janganlah sebagian dari kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu bisa memakan sebagian dari harta orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ayat 188).

    Dari kedua ayat di atas, bahwa kita sebagai umat manusia tidak boleh atau dilarang memakan dan mengambil harta orang lain dengan cara yang batil.

    Larangan gharar dalam transaksi jual beli memiliki maksud agar harta kita tidak hilang. Kita harus menjaga harta itu dari sikap yang bisa mendatangkan permusuhan dengan orang lain akibat dari jual beli tidak pasti.

    Jenis dan Contoh Gharar Jual Beli

    Berikut beberapa jenis transaksi gharar yang perlu kita ketahui agar terhindar dari transaksi jual beli yang tidak pasti atau tidak jelas. Salah satu contohnya adalah jual beli hewan yang masih dalam kandungannya:

    Adapun jenis dan contoh lainnya sebagai berikut:

    1. Beli Barang Belum Ada (Ma’dum)

    Salah satu jenis transaksi jual beli yang terlarang dalam hukum Islam adalah ma’dum atau jual beli barang belum ada. Artinya membeli atau menjual barang yang wujud dan bentuknya belum ada secara fisik.

    Contohnya adalah jual beli janin hewan ternak (habal al-habalah) seperti jual beli mulaqih dan mudharmin. Mulaqih adalah suatu yang masih ada di dalam tubuh hewan betina seperti susu belum terperah dan janin.

    Sementara mudharmin adalah sesuatu yang masih ada di dalam tubuh jantan seperti wol atau bulu hewan yang masih melekat pada kulit tubuhnya.

    2. Jual Beli Tidak Jelas Sifatnya

    Ketika kita ingin menjual atau membeli barang tentunya tertera sifat dari barang tersebut. Jika barang yang hendak kita beli atau jual tidak jelas sifatnya, maka hal ini termasuk transaksi yang tidak ada kejelasan.

    Contohnya adalah pedagang menjual barang dengan harga Rp 10 ribu, tetapi tidak ada kejelasan barang tersebut. Misalnya menjual tanah, namun penjual tidak mengetahui ukuran tanah dan luasnya.

    3. Jual Beli Tidak Diserahterimakan

    Jenis transaksi jual beli yang tidak ada kepastian ini bisa kita lihat dengan jelas secara langsung. Mengingat, proses transaksi jual beli harus memenuhi syarat seperti adanya barang, penjual, dan pembeli.

    Jika ada transaksi yang tidak bisa diserahterimakan, maka hal ini termasuk dalam transaksi ketidakpastian. Contohnya seperti jual kendaraan motor hasil mencuri, atau zaman dulu ada jual beli budak yang kabur.

    4. Jual Beli Tanpa Kejelasan Harga

    Transaksi jual beli yang tidak adanya kejelasan harga membuat proses transaksi menjadi tidak pasti. Hal ini tentu nantinya akan membingungkan pembeli dalam bertransaksi sehingga bisa saja merugikan.

    Contohnya adalah penjual menawarkan barang dengan harga cash senilai Rp 500 ribu, sementara jika mengangsurnya Rp 1 juta. Proses transasinya tanpa menentukan salah satu dari bentuk pembayarannya.

    Dari penjelasan mengenai pengertian, hukum gharar menurut agama Islam, dan jenisnya. Kesimpulannya adalah transaksi jual beli model ini memiliki ketidakpastian sehingga hukumnya haram dan dilarang dalam Islam.

  • 7 Kunci Sukses Menurut Islam, Raih Bahagia Dunia Akhirat

    7 Kunci Sukses Menurut Islam, Raih Bahagia Dunia Akhirat

    Setiap manusia tentu memiliki standar kesuksesan yang berbeda-beda antara manusia satu dengan manusia lainnya, sehingga kita tidak bisa dengan mudah membanding-bandingkannya. Lantas, bagaimana kunci sukses menurut Islam?

    Sebagai sebuah ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, Islam telah masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan kita. Ajaran inilah yang diharapkan mampu membawa kita meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat.

    Dengan hidup yang hanya sekali, tentu kita tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan Allah SWT. Oleh sebab itu, simak 7 kunci kesuksesan menurut Islam yang akan membawa kita meraih bahagia di dunia maupun di akhirat berikut ini!

    Kunci Sukses Menurut Islam

    Dalam menjalani kehidupan ini, tentu kita harus berpegang teguh pada nilai-nilai agama yang pastinya akan menuntun kita baik di dunia maupun di akhirat. Berikut ini adalah beberapa kunci kesuksesan yang perlu Anda tahu menurut pandangan Islam:

    1. Beriman kepada Allah SWT

    Kunci sukses yang pertama menurut Islam tentu saja adalah beriman kepada Allah SWT. Tanpa adanya iman, semua yang kita kerjakan di dunia ini akan sia-sia. Hal ini sebagaiman firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Mu’minun Ayat 1:

    قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ

    Qad aflaḥal-mu`minụn

    Artinya:

    “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman”

    Ayat di atas memberikan peringatan kepada manusia bahwasanya kita adalah termasuk orang-orang yang beruntung dengan adanya iman. Iman di sini tentu saja iman kepada Allah SWT dan juga rasulullah SAW sebagai utusannya.

    Selain itu, Allah juga kembali menegaskan akan pentingnya keimanan terhadap Islam sebelum ajal menjemput. Hal itu disampaikan di dalam Q.S. Ali Imran Ayat 102 yang berbunyi:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

    Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamụtunna illā wa antum muslimụn

    Artinya:

    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.

    Melalui ayat di atas, Allah SWT memberikan kita peringatan yang cukup tegas agar jangan sekali-kali kita mati kecuali telah beragama Islam. 

    Dengan kata lain, kesuksesan yang kita raih selama hidup di dunia tidak akan ada artinya jika kita tidak beriman. Apalagi jika kita sampai meninggal dunia dan iman tersebut tetap tidak ada di dalam diri kita.

    Baca juga: Apa Saja Asas Transaksi Ekonomi dalam Islam? Ini Jawabnya

    2. Berbakti pada Orang Tua

    Kunci sukses menurut Islam berikutnya adalah mengamalkan bakti kepada orang tua. Tidak bisa dipungkiri bahwa peran kedua orang tua dalam setiap langkah kesuksesan yang kita raih sangatlah besar.

    Merekalah yang memberikan dukungan penuh atas apa yang kita raih saat ini. Itulah kenapa bakti pada orang tua adalah kunci kita meraih kesuksesan. Tak hanya di dunia saja, tetapi juga di akhirat.

    Di dalam penggalan Q.S. An-Nisa ayat 36, Allah berfirman:

    “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua”

    Sesungguhnya, berbakti kepada kedua orang tua kita akan mendatangkan limpahan rizki kepada kita, dan durhaka akan mendatangkan malapetaka. Oleh sebab itu, selalu patuhi orang tua kita dan janganlah kita sekali-kali menentang mereka.

    3. Perbanyak Menolong di Jalan Allah

    Berikutnya, kita juga dihimbau untuk saling menolong di jalan Allah. Pasalnya, hal itu akan mendatangkan pertolongan dari Allah kepada orang yang melakukannya. Pernyataan ini disampaikan Allah SWt di dalam Q.S. Muhammad Ayat 7:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

    Yā ayyuhallażīna āmanū in tanṣurullāha yanṣurkum wa yuṡabbit aqdāmakum

    Artinya:

    “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.

    Dengan adanya ayat di atas, tentu kita akan semakin yakin untuk terus memberikan pertolongan apapun sesuai dengan kemampuan kita di jalan Allah. Hal ini kita yakini juga akan memberikan pertolongan kepada kita yang datang dari Allah SWT.

    Baca juga: Hutang Piutang dalam Islam: Pengertian, Rukun, Syarat dan Ketentuannya

    4. Perbanyak Sedekah

    Berikutnya, Islam juga menjanjikan kita kesuksesan dengan cara bersedekah di jalan Allah. Sejatinya, sedekah yang kita berikan tersebut tidak akan membawa kepada kemiskinan, tetapi justru membuka pintu-pintu rezeki yang semakin lebar.

    Hal ini juga tertuang di dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 261:

    مَثَلُ الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَهُمۡ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنۡۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِىۡ كُلِّ سُنۡۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ​ؕ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنۡ يَّشَآءُ​ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيۡمٌ‏

    Maṡalullażīna yunfiqụna amwālahum fī sabīlillāhi kamaṡali ḥabbatin ambatat sab’a sanābila fī kulli sumbulatim mi`atu ḥabbah, wallāhu yuḍā’ifu limay yasyā`, wallāhu wāsi’un ‘alīm

    Artinya:

    “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui”.

    5. Memperluas Ilmu

    Ilmu adalah kunci sukses menurut Islam yang harus kita raih seluas-luasnya. Dari ilmu tersebut, kita bisa mengasah berbagai pengetahuan dan potensi diri sehingga memunculkan skill-skill baru yang kita butuhkan untuk meraih kesuksesan.

    Seperti kita tahu, ilmu tidak akan bisa kita dapatkan secara instan sehingga membutuhkan kemauan, kerja keras, dan konsistensi untuk bisa meraihnya. Manfaatnya pun tidak hanya untuk kita sendiri, tetapi juga orang lain dan lingkungan.

    Ilmu juga bisa menjadi amal jariyah jika kita bagikan kepada orang lain. Hal ini sebagai bukti bahwasanya ilmu tidak hanya memberi kita kedudukan di dunia, tetapi juga di akhirat kelak. 

    6. Disiplin Terhadap Waktu

    Kunci sukses menurut Islam selanjutnya, umat Islam juga harus disiplin terhadap waktu jika ingin meraih kesuksesan di dalam hidupnya. Keutamaan waktu ini juga dijelaskan di dalam Q.S. An-Nisa Ayat 103 yang berbunyi:

    اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

    Artinya:

    “Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.

    Seorang muslim yang senantiasa menjaga waktu sholatnya tepat waktu, maka ia adalah orang-orang yang sangat menghargai waktu. Orang-orang seperti inilah yang dijanjikan oleh Allah SWT untuk meraih kesuksesan.

    Maka dari itu, cobalah untuk menjalankan ibadah sholat di awal waktu dan jangan sekali-kali menundanya selagi kita mampu. Salah satu yang cukup berat dilakukan adalah sholat subuh dan juga isya.

    7. Menjalani Proses dengan Sabar

    Tidak ada proses kehidupan yang bisa kita lalui secara instan. Sekalipun bisa, maka hal itu tidak akan bertahan lama. Itulah kenapa kita harus menjalani segala sesuatu dengan ikhlas, sabar, dan juga tetap menjaga konsistensi.

    Jalan menuju kesuksesan tentu saja sangat berat sehingga butuh keteguhan hati dan kesabaran untuk menjalaninya. Namun, percayalah jika Anda bisa melalui setiap proses dan rintangannya, maka peluang yang datang kepada Anda pasti akan bisa didapat.

    Secara spesifik, Allah SWT juga memerintahkan kepada kita manusia untuk memohon pertolongan dengan sabar dan juga sholat. Hal tersebut sesuai dengan isi dari QS. Al-Baqarah Ayat 45:

    وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

    “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”.

    Itulah 7 hal penting yang bisa Anda jadikan bekal dalam menjalani hidup ini. Selain bisa menjadi pedoman dalam meraih kesuksesan di dunia, ketujuh hal di atas juga bisa menjadi panduan kita untuk meraih sukses di akhirat.

    Apabila ketujuh kunci sukses menurut Islam tersebut bisa Anda terapkan secara konsisten, maka Anda bisa menjadi manusia yang beruntung. Hal ini sesuai dengan janji Allah di beberapa ayat yang difirmankannya.

  • Hari Baik untuk Beli Barang Menurut Islam? Syirik?

    Hari Baik untuk Beli Barang Menurut Islam? Syirik?

    Masih banyak di antara masyarakat yang mempercayai peruntungan dan pemilihan hari. Bahkan, tidak jarang ada yang bertanya mengenai hari baik untuk beli barang menurut Islam.

    Berbagai tradisi mengenal adanya hari baik dan hari sial. Adapun arti dari hari baik yaitu hari yang dipercaya membawa keberuntungan.

    Sebaliknya, hari sial adalah hari yang dipercaya akan membawa kesialan.

    Hari Baik untuk Beli Barang Menurut Islam

    Meskipun jaman sudah modern, rupanya tidak sedikit di antara masyarakat sekarang yang masih percaya adanya hari baik dan hari sial.

    Salah satu contohnya yaitu meramal peruntungan hari baik menggunakan hitungan weton (neptu). Weton mengacu pada hari kelahiran seseorang.

    Menurut primbon Jawa, weton merupakan pertimbangan utama untuk meramalkan watak seseorang. Selain itu, weton juga bisa digunakan untuk meramal peruntungan lainnya, seperti rejeki dan jodoh.

    Bahkan, weton juga digunakan untuk perhitungan hari baik untuk mengadakan acara, seperti pernikahan. Bukan hanya dalam tradisi Jawa, ramalan peruntungan dan pemilihan hari baik juga ada dalam tradisi daerah lain di Indonesia.

    Namun, sebagai muslim kita sebaiknya tidak serta merta mempercayai hal yang demikian dan meninjau kembali hukumnya menurut syariat.

    Islam mengajarkan bahwa semua hari merupakan hari baik. Sehingga tidak ada yang namanya hari baik maupun hari sial tertentu.

    Jadi, tidak perlu mempercayai ramalan maupun perhitungan untuk memilih hari untuk melangsungkan acara penting. Kita juga tidak perlu mencari hari baik untuk beli barang menurut Islam.

    Terlebih lagi, hal-hal seperti ramalan dan peruntungan dilarang dalam Islam. Sebagaimana ditegaskan dalam ayat berikut:

    حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ

    Artinya:

    “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.” (QS. Al-Maidah: 3)

    Ayat tersebut menceritakan kebiasaan orang Jahiliyah yang mengadakan pengundian ketika hendak mengadakan hajatan.

    Mereka mengundi peruntungan menggunakan tiga batang anak panah. Satu anak panah bertuliskan anjuran melakukan hajatan, satu lagi bertuliskan larangan. Sementara, satu anak panah tidak memiliki tulisan.

    Orang Jahiliyah akan memutuskan pelaksanaan hajatan berdasarkan anak panah yang keluar. Apabila yang keluar tidak memiliki tulisan, maka undian akan diulang.

    Baca juga: Apakah Mimpi Basah Membatalkan Puasa? Ini Kata Ulama

    Hukum Mempercayai Hari Baik dan Hari Sial

    Kepercayaan tentang hari baik dan sial sudah ada sejak masa Jahiliyah. Namun, mempercayai hal tersebut merupakan bentuk khurafat (percaya dengan cerita rekaan atau dongen).

    Islam mengajarkan bahwa semua hari itu baik. Jadi, tidak ada yang namanya hari sial. Umat muslim juga dilarang mempercayai adanya hari baik dan sial karena keyakinan tersebut menyimpang dari ajaran Islam.

    Melansir dari Konsultasi Syariah, keyakinan terhadap adanya hari sial mengandung sejumlah penyimpangan terhadap akidah Islam, di antaranya termasuk thiyarah, mencela waktu, dan termasuk dalam perdukunan serta ramalan.

    Arti dari thiyarah adalah merasa sial karena pertanda yang dilihat atau didengar. Hal ini termasuk ketika kita menganggap hari tertentu sebagai hari sial.

    Tindakan thiyarah termasuk bentuk kesyirikan, sebagaimana ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW,

    الطِّيَرَةُ شِركٌ ، الطِّيَرَةُ شِركٌ ، الطِّيَرَةُ شِركٌ ، وما منا إلا ، ولكنَّ اللهَ يُذهِبُه بالتَّوَكُّلِ

    Artinya:

    “Thiyarah adalah kesyirikan, thiyarah adalah kesyirikan, thiyarah adalah kesyirikan. Dan setiap kita pasti pernah mengalaminya. Namun Allah hilangkan itu dengan memberikan tawakal (dalam hati)” (HR. Abu Daud no. 3910).

    Lebih lanjut lagi, menganggap hari tertentu sebagai hari sial termasuk tindakan mencela waktu. Padahal jelas terdapat larangan untuk melakukannya karena yang mengatur dan menguasai waktu adalah Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda,

    لا تسبوا الدهر، فإن الله عز وجل قال: أنا الدهر: الأيام والليالي لي أجددها وأبليها وآتي بملوك بعد ملوك

    Artinya:

    “Jangan mencela ad-dahr (waktu), karena Allah ‘azza wa jalla berfirman: Aku adalah ad-dahr, siang dan malam adalah kepunyaan-Ku, Aku yang memperbaharuinya dan membuatnya usang. Dan Aku pula yang mendatangkan para raja yang saling bergantian berkuasa” (HR. Ahmad no.22605).

    Selain itu, keyakinan hari baik dan hari sial berlandaskan pada ramalan. Padahal mempercayai perdukunan dan ramalan merupakan bentuk kekufuran.

    Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut,

    مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

    Artinya:

    “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau mendatangi tukang ramal, kemudian ia membenarkannya, maka ia telah kufur pada apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Ahmad no. 9536).

    Segala sesuatu yang terjadi baik itu keberuntungan maupun musibah datangnya dari Allah SWT. Maka adalah salah besar jika kita bergantung pada peruntungan berdasarkan hari baik dan hari sial,

    Hal tersebut telah ditegaskan dalam dalam firman Allah SWT,

    قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

    Artinya:

    “Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan” (QS. An-Naml: 65).

    Oleh karena itu, sikap yang tepat bagi orang muslim adalah bertawakal kepada Allah SWT. Dalam berbagai hal yang kita lakukan, pastikan untuk membarengi dengan doa.

    Kita dianjurkan untuk melakukan upaya semaksimal mungkin dan berserah diri hanya kepada Allah SWT.

    وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

    Artinya:

    “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 3).

    Demikianlah pemaparan mengenai hari baik dan hari sial. Sudah jelas bahwa tidak ada hari baik untuk beli barang menurut Islam. Apabila merasa gelisah, maka tindakan yang benar adalah berdoa kepada Allah SWT memohon kebaikan.

  • Doa Nabi Khidir untuk Hajat dan untuk Mengusir Musibah

    Doa Nabi Khidir untuk Hajat dan untuk Mengusir Musibah

    Siapa pun pernah mengalami masa sulit dan menghadapi cobaan. Doa Nabi Khidir termasuk salah satu doa yang dapat kita panjatkan ketika menghadapi kesulitan.

    Banyak yang membaca doa tersebut seusai shalat. Pasalnya, doa dari Nabi Khidir dipercaya dapat mengabulkan hajat dan mengusir musibah.

    Doa Nabi Khidir

    Sebagaimana Nabi lain, kita juga dapat meneladani ketaatan Nabi Khidir kepada Allah SWT. Nabi Khidir selalu bertaqwa dan berdoa kepada Allah SWT dalam berbagai kondisi.

    Doa Nabi Khidir dan khasiatnya juga sering disebutkan oleh para ulama. Pasalnya, doa Nabi Khidir dipercaya akan membantu membuat hajat kita diijabah oleh Allah.

    Selain itu, doa Nabi Khidir juga dapat membantu kita menghadapi cobaan dan menjauhkan musibah.

    Berikut beberapa bacaan doa Nabi Khidir:

    1. Doa Nabi Khidir untuk Mengabulkan Semua Hajat

    بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَسُوْقُ الْخَيْرَ إلَّا اللهِ

    بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إلَّا اللهُ

    بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ

    بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

    Bismillahi ma sya-allah la yasuqul khoiro illallah bismillahi ma sya-allah la yashrifus su-a illallah bismillah ma sya-allah ma kana min ni’matin fa minallah bismillah ma sya-allah la hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.

    Artinya: “Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang menyingkirkan keburukan kecuali Allah.

    Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada kenikmatan melainkan dari Allah. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tiada daya berbuat kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah. 

    Dan tiada kekuatan untuk menghindar dari perbuatan maksiat kecuali dengan perlindungan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

    Baca juga: Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan yang Sholeh dalam Al Quran

    2. Doa Nabi Khidir untuk Kekayaan

    دُعَاءُ الْفَرَجِ أَو دُعَاءُ الخَضِرِ عليه السلام

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

    اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ اللُّطَفَاءِ، وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرْضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَانَتْ وَسَاوِسُ الصُدُورِ كَاْلعَلاَنِيَّةِ عِنْدَكَ ، وَعَلاَنِيَّةُ اْلقَوْلِ كَالسِّرِ فِى عِلْمِكَ ، وَانْقَادَ كُلُّ شَىْءٍ لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِى سُلْطَانٍ لسُلْطَانِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا والْأَخِرَةِ كُلُّهُ بِيَدِكَ، اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلِّ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجًا وَمَخْرَجًا، اللَّهُمَّ إِنَّ عَفْوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ، وَتَجَاوَزَكَ عَنْ خَطِيئَتىِ ، وَسِتْرَكَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطمِعْني أَنْ أَسْألَكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ، أَدْعُوكَ اَمِنًا وَأَسْألُكَ مُسْتَأْنِسًا . وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَىَّ، ، وَأَنَا الْمُسِيئُ إلىَ نَفْسِى فِيِمَا بَيْنِى وَبَيْنِكَ ، تَتَوَدَّدُ إِلىَّ بِنِعْمَتِكَ، وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمعَاصِى، وَلَكِنَّ الثِّقَةَ بِكَ حَمَلَتْنِى علَى الْجَرَاءَةِ عَلَيْكَ، فَعُدْ بِفَضْلِكَ وإحْسَانِكَ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الَّرَحِيم، وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

    Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallim.

    Allahumma kamaa lathafta fii ‘azhamatika duunalluthafaa, wa ‘alawta bi‘azhamatika alal ‘uzhamaa, wa ‘alimta maa tahta ardhika ka’ilmika bimaa fauqa ‘arsyika, wa kaanat wasaawisusshuduuri kal’alaaniyyati ‘indaka, wa ‘alaaniyyatulqauli kassirri fii ‘ilmika.

    Wanqaada kullu syai-in li ‘azhamatika, wa khadha’a kullu dzi sulthaanin li sulthaanika, wa shaara amruddunya wal aakhirati kulluhu biyadika.

    Ij’al lii min kulli hammin ashbahtu aw amsaiytu fiihi farajan wa makhrajaa, Allahumma inna ‘afwaka ‘an dzunuubiy, wa tajaawazaka ‘an khathii’athiy, wa sitraka alaa qabiihi a’maaliy.

    Athmi’niy an as-aluka maa laa astawjibuhu minka mimma qashhartu fiihi, ad’uuka aaminan, wa as;aluka musta;anisaa.

    Wa innakalmuhsinu ilayya, wa analmusii’u ilaa nafsiy fiima bayniy wa bainika, tatawaddadu ilayya bini’matika, wa atabagghadhu ilaika bilma’ashiy, walakinnattsiqata bika hamalatniy ‘alal Jaraa-ati ‘alaika, fa’ud bifadhlika wa ihsaanika ‘alayya. 

    Innaka antattawaaburrahiim ,wa shallallahu alaa Sayyidina Muhammadin wa alihi wa shahbihi wa sallam.

    Artinya: 

    “Ya Allah, sebagaimana Engkau bersikap lemah lembut dalam keagungan-Mu melebihi segala yang lemah lembut, dan Engkau Maha Tinggi dengan keagungan-Mu atas segala yang agung.

    Engkau Maha Mengetahui apa yang ada di dalam bumi-Mu sebagaimana mengetahui apa yang ada di atas ‘arsy-Mu, dan bisikan hati di sisi-Mu sama seperti ucapan terang-terangan, dan ucapan terang-terangan sama di sisi-Mu dengan bisikan hati.

    Tunduklah segala sesuatu kepada keagungan-Mu, dan merendahlah segala yang memiliki kekuasaan kepada kekuasaan-Mu, dan jadilah perkara dunia dan akhirat berada di tangan-Mu. 

    Jadikanlah bagiku dari segala keluh-kesah yang menimpaku pada sore/pagi hari kelapangan dan jalan keluar darinya.

    Ya Allah, sesungguhnya kemaafan-Mu atas dosa-dosaku, dan penghapusan-Mu atas semua kesalahanku, dan penutupan-Mu atas perbuatan burukku, kesemuanya itu mendorongku untuk memohon kepada-Mu apa-apa yang aku tak pantas menerimanya. 

    Apa-apa yang aku teledor padanya, aku memohon kepada-Mu dalam keadaan aman, dan aku meminta kepada-Mu dengan keadaan rasa senang hati, sedangkan Engkau adalah selalu berbuat baik kepadaku.

    Aku selalu berbuat jahat terhadap diriku sendiri dalam masalah yang menyangkut hubungan aku dengan Engkau. Engkau selalu membuatku menyayangi-Mu dengan senantiasa memberi nikmat-Mu kepadaku meskipun Engkau tidak membutuhkan aku.

    Aku selalu membuat-Mu murka dengan bermaksiat kepada-Mu, akan tetapi kepercayaanku kepada-Mu membawaku untuk berani (memohon) kepada-Mu, maka jenguklah aku dengan karunia dan kebaikan-Mu kepadaku.

    Terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang.”

    Baca juga: 7 Doa Nabi Musa Ketika Menghadapi Kesulitan Lengkap dengan Artinya

    3. Doa Nabi Khidir untuk Kesembuhan

    أَقْسَمْتُ عَلَيْكِ أَيَّتُهَا اْلعِلَةُ بِعِزَّةِ عِزَّةِ اللهِ وَبِعَظَمَةِ عَظَمَةِ اللهِ وَبِجَلاَلِ جَلَالِ اللهِ وَبِقُدْرَةِ قُدْرَةِ اللهِ وَبِسُلْطَانِ سُلْطَانِ اللهِ وَبِلاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَبِمَا جَرَى بِهِ اْلقَلَمُ مِنْ عِنْدِ اللهِ وَبِلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ إِلاَّ انْصَرَفْتِ

    Aqsamtu ‘alaiki ayyatuhal ‘illatu bi‘izzati ‘izzatillaah, wa bi’azhomati azhomatillaah, wa bijalaali jalaalillaah, wa biqudroti qudrotillaah, wa bisulthooni sulthoonillaah, wa bilaa ilaaha illaah.

    Wa bimaa jaroo bihil qolamu min ‘indillah, wa bilaa hawla walaa quwwata illaa billaah, illanshorofti.

    Artinya: 

    “Aku bersumpah, wahai penyakit, dengan kemulian kemulian Allah, dengan kebesaran kebesaran Allah, dengan keagungan keagungan Allah, dengan kekuasaan kekuasaan Allah, dengan kerajaan kerajaan Allah, dengan kalimat ‘Laa ilaaha illaah.’

    Apa yang ditulis oleh Al-Qalam di sisi Allah, juga dengan kalimat ‘Laa hawla walaa quwwata illaa billaah’, kecuali kamu pergi.”

    4. Doa Nabi Khidir untuk Menjauhkan Musibah

    Dikisahkan bahwa Nabi Khidir mengijazahkan kepada Imam Ibrahim at-Taimi doa yang dapat menghindarkan musibah. Doa Nabi Khidir ini disebut wirid musabbi’at.

    Berikut bacaan yang termasuk dalam wirid musabbi’at yang dibaca setelah Maghrib:

    • Surat Al-Fatihah 7x
    • Surat Al-Ikhlas 7x
    • Surat Al-Falaq 7x
    • Surat An-Nas 7x
    • Ayat kursi 7x
    • Istighfar 7x
    • Shalawat 7x

    Mengenal Nabi Khidir

    Selain mempelajari doa Nabi Khidir dan artinya, ada baiknya jika kita juga mengenal sosok Beliau. Apalagi, kisah Nabi Khidir mengandung banyak hal yang dapat kita teladani.

    Nama Nabi Khidir mungkin terdengar cukup asing bagi sebagian besar orang. Pasalnya, Nabi Khidir memang tidak termasuk dalam 25 Nabi dan Rasul.

    Meski demikian, Nabi Khidir merupakan utusan Allah SWT. Kisah Beliau juga disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an, di antaranya yaitu surat Al-Kahfi.

    فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

    Artinya: 

    “Lalu mereka (Musa dan muridnya) bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (QS. Al-Kahfi: 65).

    Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Musa untuk belajar kepada Nabi Khidir.

    قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا….

    Artinya: 

    “Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” …” (QS. Al-Kahfi: 66).

    Kemudian Nabi Khidir menyetujui menerima Nabi Musa sebagai murid dengan syarat yaitu tidak boleh mengajukan pertanyaan apapun hingga diberikan penjelasan.

    Kisah perjalanan Nabi Musa dan Nabi Khidir mengandung teladan bahwa kita harus bersabar dalam segala kondisi.

    Melansir dari detikHikmah, dalam buku Kisah dan Misteri disebutkan bahwa nama asli Nabi Khidir adalah Balyan bin Malkan. Nabi Khidir merupakan keturunan dari Nabi Nuh dari jalur Sam.

    Sementara nama Khidir merupakan suatu julukan sebab Beliau mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu unta berwarna putih (farwah baidah).

    Nabi Khidir juga disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW,

    إِنَّمَا سُمِّيَ الخَضِرَ أَنَّهُ جَلَسَ عَلَى فَرْوَةٍ بَيْضَاءَ، فَإِذَا هِيَ تَهْتَزُّ مِنْ خَلْفِهِ خَضْرَاءَ

    Artinya: 

    “Beliau dinamai Khidr karena beliau duduk di atas tanah putih, tiba-tiba berguncang di belakang beliau berwarna hijau.” (HR. Bukhari 3402, Turmudzi 3151, dan Ibnu Hibban 6222).

    Hikmah dari Kisah Nabi Khidir

    Manfaat doa Nabi Khidir yang lebih mudah diijabah tidak lepas dari teladan dalam tindakan dan sifat Nabi Khidir yang penyabar.

    Salah satunya yaitu saat memulai perjalanan dengan Nabi Musa. Ketika itu, Nabi Khidir melubangi perahu yang digunakan.

    Karena persyaratan awal yang melarang bertanya, Nabi Musa pun menahan diri. Hingga kemudian Nabi Khidir melakukan beberapa tindakan yang aneh, termasuk membetulkan tembok tanpa dibayar sama sekali.

    Akhirnya, Nabi Khidir pun memberikan penjelasan mengenai tindakannya. Beliau melubangi kapal karena kapal tersebut berpotensi diambil oleh penguasa. Namun, dengan melubanginya, maka penguasa tidak akan tertarik untuk mengambilnya.

    Kisah Nabi Khidir mengajarkan bahwa kita harus bersabar dan tidak asal menggunakan prasangka sendiri.

    Selain itu, Nabi Khidir mencontohkan untuk mengambil bahaya yang lebih ringan. Maksudnya, kapal yang berlubang masih dapat diperbaiki, sehingga masih lebih baik daripada kapal itu dirampas oleh penguasa yang zalim.

    Itulah beberapa doa Nabi Khidir yang dapat kita amalkan serta kisahnya. Semoga doa kita juga diijabah. Amin.