Category: Fiqih

  • Hari Potong Kuku yang Baik Menurut Ajaran Islam, Sudah Tahu?

    Hari Potong Kuku yang Baik Menurut Ajaran Islam, Sudah Tahu?

    Agama Islam merupakan agama yang memperhatikan segala lini kehidupan, bahkan hal yang dianggap sepele sekalipun seperti memotong kuku. Meski dianggap tidak penting, namun sebagian orang mungkin tidak tahu mengenai hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam.

    Pada dasarnya, Islam sendiri tidak secara khusus menentukan hari untuk memotong kuku. Nmaun, ada adab tertentu yang perlu diperhatikan saat melakukannya.

    Sebagai contoh, ada beberapa waktu yang dilarang untuk memotong kuku seperti saat akan berkurban di hari idul Adha. Oleh sebab itu, sebagai muslim setidaknya perlu tahu mengenai hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam dan larangannya.

    Hari Potong Kuku yang Baik Menurut Ajaran Islam

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa dalam Islam, tidak ada hari yang secara khusus ditentukan untuk potong kuku. Namun, perlu diketahui bahwa seorang muslim tidak dapat memotong kuku dengan sembarangan. Oleh sebab itu, setidaknya perlu untuk mengetahui hari potong kuku yang baik menurut ajaran Islam.

    Salah satunya yakni larangan memotong kuku sepuluh hari menuju idul Adha. Sehingga seorang muslim harus terlebih dahulu memahami hukum potong kuku sebelum kurban.

    Imam Nawawi rahimahullah berkata,

    وأما التوقيت في تقليم الاظفار فهو معتبر بطولها: فمتى طالت قلمها ويختلف ذلك باختلاف الاشخاص والاحوال: وكذا الضابط في قص الشارب ونتف الابط وحلق العانة:

    Artinya: “Adapun batasan waktu memotong kuku, maka dilihat dari panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, maka dipotong.

    Ini berbeda satu orang dan lainnya, juga dilihat dari kondisi. Hal ini jugalah yang jadi standar dalam menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan mencabut bulu kemaluan,” (Al Majmu’, 1: 158).

    Hadits di atas memang tidak secara spesifik menyebutkan bahwa terdapat hari yang ditentukan untuk memotong kuku. Namun, ada beberapa hari baik yang akan sayang sekali dilewatkan bagi seorang muslim.

    Untuk hari-hari yang lain menurut Imam Ibnu Qosim al-Ghazi dalam kitabnya Hasyiyah al-Bajuri, ada beberapa penjelasan mengenai adab hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam, yakni:

    • Potong kuku hari Senin disebut mempunyai keutamaan.
    • Potong kuku pada Hari Selasa disebut bisa mendatangkan kerusakan dan kebinasaan.
    • Potong kuku hari Rabu disebut dapat menyebabkan buruknya akhlak.
    • Potong kuku hari Kamis bisa mengundang kekayaan.
    • Potong kuku hari Jumat disebut sebagai hari terbaik karena bisa menambah ilmu dan sifat santun.
    • Potong kuku hari Sabtu bisa mendatangkan penyakit di dalam tubuh.
    • Potong kuku hari Ahad disebut dapat menghilangkan berkah.

    Meski telah disebutkan hari-hari diatas sebagai anjuran untuk memotong kuku, namun perlu diingat bahwa tidak ada kemutlakan mengenai hari potong kuku yang baik menurut ajaran Islam. Memotong kuku tetap bisa dilakukan kapan saja karena termasuk ke dalam membersihkan diri yang sangat dianjurkan oleh Islam.

    Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

     الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

    Artinya: “Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak,” (HR Bukhari dan Muslim).

    Hadits di atas menunjukkan bahwa hal kecil seperti memotong kuku jika diniatkan sebagai amalan ibadah akan berbuah kebaikan bagi yang melakukannya.

    Selain Imam Ibnu Qosim al-Ghazi dalam kitabnya Hasyiyah al-Bajuri, terdapat hadits lain yang turut membahas hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam:

    عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَن قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ السَّبْتِ خَرَجَ مِنْهُ الدَّاءُ وَدَخَلَ فِيْهِ الشِّفَاءُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الْأَحَدِ خَرَجَتْ مِنْهُ الْفَاقَةُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْغِنَاءُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الاثْنَيْنِ خَرَجَتْ مِنْهُ الْعِلَّةُ وَدَخَلَتْ فِيْهِ الصِّحَّةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ خَرَجَ مِنْهُ الْبَرَصُ وَدَخَلَتْ فِيْهِ الْعَافِيَةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الأَرْبَعَاءِ خَرَجَ مِنْهُ الْوِسْوَاسُ وَالْخَوْفُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْأَمْنُ وَالصِّحَّةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ الْخَمِيْسِ خَرَجَ مِنْهُ الْجُذَامُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْعَافِيَةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ دَخَلَتْ فِيْهِ الرَّحْمَةُ وَخَرَجَ مِنْهُ الذُّنُوْبُ.

    Artinya: “Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda;

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Sabtu, maka akan keluar darinya penyakit dan masuk ke dalamnya obat.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Ahad, maka akan keluar darinya kemiskinan dan masuk ke dalamnya kekayaan.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Senin, maka akan keluar darinya kecacatan dan masuk ke dalamnya kesehatan.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Selasa, maka akan keluar darinya penyakit kusta dan akan masuk ke dalamnya kesembuhan.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Rabu, akan keluar darinya penyakit waswas dan ketakutan, dan akan masuk ke dalamnya keamanan dan kesehatan.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Kamis, akan keluar darinya penyakit kusta dan akan masuk ke dalamnya kesembuhan.

    Barang siapa memotong kukunya pada hari Jumat maka, akan masuk ke dalamnya rahmat dan keluar darinya dosa-dosa.”

    Baca juga: Bacaan Ratib Al Haddad Lengkap Arab, Latin Dan Artinya

    Hari Baik Potong Kuku Menurut Primbon

    Setelah mengetahui hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam. Ada pula aturan mengenai hari yang dianjurkan untuk memotong kuku, sebab terdapat makna disetiap harinya. Aturan ini berasal dari primbon Jawa, berikut beberapa hari-hari memotong kuku:

    1. Hari Senin

    Memotong kuku jika dilakukan hari senin ternyata mengandung makna cukup baik. Pasalnya, ketika seseorang memotong kuku dihari ini maka akan mendatangkan banyak sekali keberuntungan seperti rezeki dan kesehatan.

    2. Hari Selasa

    Memotong kuku pada hari selasa dipercayai akan mendatangkan sebuah peruntungan yang baik. Sebab memotong kuku pada hari ini dipercayai dapat membuatmu disukai banyak orang disekitarmu.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa memotong kuku pada hari ini akan mendatangkan hal baik berupa bertambahnya pergaulan yang luas hingga membantumu semakin mendapat banyak sekali pengalaman.

    3. Hari Rabu

    Memotong kuku pada hari rabu juga memberikan peruntungan baik sebab akan diperoleh perlindungan dari Tuhan, sehingga segala urusan diberi kelancaran.

    4. Hari Kamis

    Memotong kuku pada hari kamis dapat menjadi pertanda baik pula seperti hari-hari sebelumnya. Di antaranya yakni dipermudah mendapatkan rezeki dan pekerjaan.

    5. Hari Jumat

    Sama dengan hari sebelumnya, memotong kuku pada hari ini juga memiliki pertanda baikyakni akan membuat orang menyukai, mengasihi danmencintai kita.

    6. Hari Sabtu

    Potong kuku pada hari Sabtu ternyata mendatangkan hal yang kurang baik. Menurut primbon Jawa, memotong kuku pada hari sabtu akan mendatangkan kesialan. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Hari ini dikatakan dapat membuat seseorang menjadi resah dan gelisah menjalani hari.

    7. Hari Minggu

    Seperti halnya memotong kuku di hari sabtu, memotong kuku pada hari ini juga akan mendatangkan kesialan berupa datangnya permasalahan hidup.

    Manfaat Potong Kuku

    Setelah mengetahui hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam dan primbon jawa, pastikan juga tahu apa saja manfaatnya. Berikut beberapa manfaat tersebut:

    1. Terhindar dari Penyakit

    Manfaat memotong kuku adalah agar terhindar dari berbagai jenis penyakit. Tak dapat kita pungkiri bahwa menjaga kebersihan memang bisa dengan rutin potong kuku. Kuku yang dibiarkan panjang dan kotor akan menyebabkan penyakit sebab adanya sarang kuman di dalamnya.

    Kuman ini bisa masuk ke dalam tubuh ketika makan dengan tangan yang kukunya kotor dan panjang, oleh sebab itulah seorang muslim tidak dianjurkan untuk memelihara kuku dan membiarkannya hingga lebih dari 40 hari.

    2. Menjauhkan Diri dari Setan

    Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk rutin memotong kuku sunnahnya pada hari Jumat. Karena jin dan setan mengikat manusia melalui kuku-kuku yang panjang. Oleh sebab itu rajin dan rutinlah untuk memotong kuku, agar tidak bersarang setan.

    Sebagaimana yang disebutkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Potonglah (perpendek) kuku-kukumu, sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang.” (HR. Ahmad).

    3. Raih Pahala dan Keberkahan

    Manfaat memotong kuku mengikuti sunnah Rasulullah SAW tentu saja akan mendatangkan pahala dan keberkahan serta  menguntungkan semasa hidup di dunia maupun akhirat kelak.

    Nah itulah dia sedikit uraian mengenai hari potong kuku yang baik menurut ajaran islam dan primbon jawa. Meski terdapat hari-hari baik yang dianjurkan, dalam Islam sendiri tidak ada yang melarang untuk memotongnya sewaktu-waktu.

    Justru dianjurkan untuk tidak memelihara dan memanjangkan kuku lebih dari 40 hari sebab akan menjadi tempat bersarangnya setan dan penyakit.

  • Fasakh, Istilah Pembatalan Pernikahan dalam Islam

    Fasakh, Istilah Pembatalan Pernikahan dalam Islam

    Dalam Islam, terdapat istilah yang digunakan sebagai pembatalan pernikahan yang dilakukan oleh seorang istri yakni fasakh.

    Hal ini sama halnya seperti hak suami dalam talak untuk menceraikan istrinya. Dengan demikian suami maupun istri memiliki hak yang sama dalam upaya menghapus ikatan pernikahan yang ada,

    Meski demikian, fasakh hanya boleh dijatuhkan apabila terdapat alasan yang dibenarkan dalam Islam. Ingin lebih jelas mengenai pengertian dan syarat fasakh, mari simak artikel ini hingga akhir!

    Mengenal Fasakh dalam Islam

    Secara bahasa, fasakh merupakan pembatalan, pemisahan, penghilangan, pemutusan atau penghapusan.

    Sedangkan secara istilah, fasakh adalah pembatalan perkawinan disebabkan hal yang tidak memungkinkan pernikahan tersebut untuk diteruskan, atau karena cacat atau penyakit yang terjadi pasca akad dan mengakibatkan tujuan atau arti pernikahan tidak tercapai.

    Berbeda halnya dengan talak, meski sama-sama menghapus ikatan pernikahan. Fasakh tidak dapat disahkan hanya dengan ucapan lisan saja melainkan dengan putusan hakim pengadilan.

    Fasakh diputuskan oleh hakim pengadilan berdasarkan pengajuan dari suami, istri, wakilnya, atau pihak berwenang yang sudah mukallaf, balig, dan berakal sehat.

    Dan dengan catatan yang menjadi penyebab fasakh adalah perkara-perkara yang membutuhkan tinjauan dan pertimbangan seorang hakim.

    Mengenai perilah penyebab fasakh akibat tidak terpenuhinya syarat pernikahan dapat diputuskan melalui keputusan hakim. Sehingga ketika dalam meja pengadilan, istri memiliki hak yang sama dengan suami untuk membatalkan pernikahan atas alasan yang dibenarkan syariat.

    Selain itu, perlu diketahui bahwa tidak terdapat masa iddah dalam fasakh, malainkan harus akad baru jika menginginkan rujuk kembali.

    Hukum fasakh dalam Islam adalah mubah, artinya tidak dianjurkan dan tidak pula dilarang. Namun, hukum ini umumnya disesuaikan lagi dengan keadaan pernikahan yang bersangkutan.

    Dasar Hukum Fasakh dalam Islam

    Telah disinggung sebelumnya, bahwa fasakh hanya diperbolehkan jika memang terdapat unsur penyebab yang dibolehkan dalam Islam, misal adanya cacat atau penyakit. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Al-Baihaqi dari Ibnu ‘Umar bin Al-Khathab.

    Pada suatu ketika Rasulullah SAW menikah dengan perempuan dari Bani Ghifar. Ketika perempuan itu memasuki kamar, Rasulullah SAW melihat bagian lambungnya berwarna putih.

    فَقَالَ: اِلْبَسِي ثِيَابَكَ، وَالْحِقِي بِأَهْلِكَ وَقَالَ لِأَهْلِهَا: دَلَّسْتُمْ عَلَيَّ

    Artinya: “Rasulullah SAW bersabda kepadanya, ‘Kenakanlah pakaianmu dan kembalilah kepada keluargamu. Kemudian beliau bersabda kepada keluarganya, ‘Kalian sembunyikanlah kekurangannya dariku!’ (HR Al-Baihaqi)

    Berkaitan dengan hal tersebut, Sa‘id bin Al-Musayyib meriwayatkan:

    أَيُّمَا رَجُلٍ تَزَوَّجَ امْرَأَةً، وَبِهِ جُنُونٌ، أَوْ ضَرَرٌ، فَإِنَّهَا تُخَيَّرُ. فَإِنْ شَاءَتْ قَرَّتْ. وَإِنْ شَاءَتْ فَارَقَتْ

    Artinya: “Bilamana seorang laki-laki menikahi seorang perempuan, dan laki-laki itu mengalami gangguan jiwa atau mengidap penyakit berbahaya, maka si perempuan diberi pilihan (khiyar). Jika mau, ia boleh meneruskan perkawinan. Jika tidak, ia boleh bercerai,” (HR Malik)

    Dalam riwayat lain, ‘Umar bin Al-Khathab pernah berkomentar tentang laki-laki yang lemah syahwat:

     يُؤَجَّلُ سَنَةً، فَإِنْ وَصَلَ إِلَيْهَا، وَإِلَّا فُرِّقَ بَيْنَهُمَا وَلَهَا الْمَهْرُ كَامِلًا، وَهِيَ تَطْلِيقَةٌ بَائِنَةٌ 

    Artinya, “Dia harus ditangguhkan selama satu tahun. Itu pun jika dia sampai pada tempo tersebut. Jika tidak, maka pisahkanlah di antara keduanya. Namun, si istri berhak atas mahar dan berstatus talak bain.”

    Meski, alasan mengenai kecacatan dan penyakit kini menjadi hal tabu untuk dilakukan sebab beberapa diantaranya menganggap bahwa hal ini mengenai adab, namun hal tetap mungkin untuk dilanjutkan sebab adanya penyebab untuk terjadinya fasakh.

    Penyebab Terjadinya Fasakh

    Penyebab Terjadinya Fasakh

    Berbeda dengan talak, seorang suami boleh menjatuhkan talak atau keputusan cerai tanpa menyebutkan alasannya. Hal ini berbeda dengan fasakh yang harus adanya sebab atau alasan yang dibenarkan dan diterima dalam syariat Islam.

    Berikut beberapa penyebab fasakh yang perlu diketahui:

    1. Terdapat Aib

    Sebelum pernikahan, kedua mempelai wajib hukumnya untuk memberi tahu aib yang dipunyai. Namun, ketika salah satu seorangnya menutupinya dan baru diketahui saat telah menikah.

    Maka hal tersebut bisa dijadikan salah satu alasan untuk melakukan fasakh. Aib yang dimaksud disini yakni penyakit yang menjijikkan, lemahnya kelamin, kelainan atau sebagainya.

    2. Kurang Nafkah dari Suami

    Penyebab lainnya untuk diperbolehkan mengajukan fasakh yakni, apabila sang suami tidak melunasi mahar sesuai dengan yang telah disetujuinya atau jika suami tidak memberikan nafkah bagi istri baik berupa nafkah fisik maupun nafkah batin.

    3. Pindah Agama

    Jika salah seorang dari suami atau istri murtad dan keluar dari agama Islam, sedangkan pasangannya masih memeluk Islam, maka diharuskan untuk melakukan fasakh.

    4. Adanya Khiyar

    Khiyar adalah hak memilih untuk membatalkan atau meneruskan suatu pilihan. Dalam hal ini, baik istri maupun suami memiliki hak untuk menentukan pernikahan mereka.

    Apabila ada hal-hal yan merusak eksistensi pernikahan dan dikhawatirkan menimbulkan bahaya dalam pernikahan yang tidak berkesudahan, seperti adanya unsur paksaan dalam memulai. Maka akan lebih baik melakukan fasakh dalam pernikahan.

    5. Terbukti Bersaudara Sepersusuan

    Apabila terbukti kedua calon suami istri adalah saudara sepersusuan, maka pernikahan wajib hukumnya di fasakh sebab haram.

    Jenis-jenis Fasakh

    Setelah mengenal serta mengetahui landasan hukum dan penyebabnya, terdapat dua jenis fasakh yang perlu diketahui, yakni:

    1. Perceraian Fasakh Secara Langsung

    Fasakh ini terjadi jika ada sebab yang jelas, sehingga tidak perlu penyelidikan hakim. Contohnya, jika salah satu pihak murtad, otomatis pernikahannya terfasakh.

    2. Perceraian Fasakh Secara Tidak Langsung

    Fasakh jenis ini membutuhkan hakim Pengadilan Agama untuk memberikan keputusan terkait pembatalan perkawinan tersebut.

    Fasakh ini biasanya terjadi apabila terdapat ketidakjelasan, misalnya saat istri yang melaporkan suaminya lalu meninggalkannya dan tidak tahu keberadaannya. Dalam hal ini pihak suami memiliki hak untuk mempermhkan tuduhan istri.

    Demikian penjelasan mengenai fasakh dan alasan yang mungkin untuk dilakukannya. Semoga informasi di atas dapat membantu untuk memahami apa maksud sebenarnya dari fasakh ya!

  • Hukum Jimat dalam Islam yang Wajib Diketahui, Musyrik

    Hukum Jimat dalam Islam yang Wajib Diketahui, Musyrik

    Apa hukum jimat dalam Islam? Apakah manusia boleh membuat dan menggunakannya? 

    Sebagaimana yang kita ketahui, jimat adalah suatu benda yang diberi mantra, doa, rajah (simbol) atau tulisan tertentu yang diyakini mempunyai kekuatan tertentu.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jimat adalah barang (tulisan) yang dianggap mempunyai kesaktian dan bisa melindungi pemiliknya, digunakan sebagai penangkal penyakit dan sebagainya. 

    Jimat bisa dalam bentuk kalung, cincin, kain, atau lainnya.

    Tujuan Penggunaan Jimat

    Adapun beberapa tujuan orang memakai jimat atau rajah dalam kehidupan mereka sehari-hari yaitu :

    1. Menyembuhkan Penyakit Tertentu

    Sebagian orang percaya jika penyakit-penyakit tertentu bisa disembuhkan hanya dengan jimat yang sudah mengandung mantra. 

    Biasanya orang yang menderita penyakit karena hal-hal gaib ada yang memilih melakukan pengobatan dengan cara ini.

    Baca juga: 8 Cara Bersyukur Kepada Allah SWT, Muslim Wajib Tau!

    2. Menambah Kecantikan atau Ketampanan

    Ada orang yang percaya bahwa jimat ini bisa membuat wajah lebih cantik atau lebih tampan. Mereka ingin menjadi pusat perhatian atau mendapatkan cinta dari orang yang dicintainya.

    Dengan memiliki wajah yang cantik atau tampan, lebih besar peluang mendapatkan cinta dari pujaan hati.

    3. Melariskan Usaha

    Sudah bukan rahasia umum lagi jika di Indonesia cukup banyak rumah makan yang menggunakan jimat-jimat tertentu untuk melariskan usahanya. Pemilik warung tersebut tidak ingin rugi dan dagangannya laku terjual.

    Mereka lebih memilih meminta bantuan kepada jin atau syaiton, bukan kepada Allah SWT. Akan tetapi, orang awam biasanya tidak akan mengetahui aktivitas ini.

    4. Menolak Bala

    Tolak bala adalah suatu ritual untuk melindungi diri dari bahaya-bahaya tertentu. Jimat menjadi salah satu benda atau perantara yang dipercaya bisa melindungi manusia dari segala mara bahaya.

    Orang-orang melakukan aktivitas tolak bala juga untuk menghindarkan diri dari musibah sehingga hidup menjadi lebih tenang. Selain itu, orang yang memakai jimat ingin terlindungi dari serangan musuh atau kompetitor yang iri terhadapnya.

    Baca juga: Jelaskan Perbedaan Rukun dan Wajib Haji? Yuk Simak

    Apa Hukum Jimat dalam Islam?

    Para ulama bersepakat bahwa penggunaan jimat itu hukumnya haram. Bahkan seseorang yang memakainya dianggap telah melakukan musyrik.

    Musyrik adalah orang-orang yang menyekutukan Allah. Mereka menyembah atau meminta pertolongan kepada selain Allah SWT. 

    Karena pada dasarnya jimat itu bukanlah barang milik Allah dan Allah tidak pernah memerintahkan manusia menggunakan jimat.

    Syirik adalah dosa yang sangat besar, bahkan dosa ini tidak akan diampuni oleh Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an Surah An Nisa ayat 48 berbunyi:

    اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

    Innallâha lâ yaghfiru ay yusyraka bihî wa yaghfiru mâ dûna dzâlika limay yasyâ’, wa may yusyrik billâhi fa qadiftarâ itsman ‘adhîmâ

    Artinya:

    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.”

    Bukan benda, jin, atau jimat yang bisa mendatangkan manfaat atau mencegah mudharat, melainkan Allah SWT. Di dalam Al Qur’an Surah Az Zumar ayat 38 Allah berfirman:

    وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُۗ قُلْ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ اَرَادَنِيَ اللّٰهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كٰشِفٰتُ ضُرِّهٖٓ اَوْ اَرَادَنِيْ بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكٰتُ رَحْمَتِهٖۗ قُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُۗ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُوْنَ

    Wa la’in sa’altahum man khalaqas-samâwâti wal-ardla layaqûlunnallâh, qul a fa ra’aitum mâ tad‘ûna min dûnillâhi in arâdaniyallâhu bidlurrin hal hunna kâsyifâtu dlurrihî au arâdanî biraḫmatin hal hunna mumsikâtu raḫmatih, qul ḫasbiyallâh, ‘alaihi yatawakkalul-mutawakkilûn

    Artinya:

    “Sungguh, jika engkau (Nabi Muhammad) bertanya kepada mereka (kaum musyrik Mekkah) siapa yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Kalau begitu, tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka (sesembahan itu) mampu menghilangkan bencana itu atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, “Cukuplah Allah (sebagai pelindung) bagiku. Hanya kepada-Nya orang-orang yang bertawakal berserah diri.”

    Tidak sekedar itu saja, Allah SWT juga menganggap orang yang melakukan perbuatan syirik adalah orang-orang yang tersesat. Hal ini sangat tegas diterangkan di dalam Surah An Nisa ayat 116 yang berbunyi:

    اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا

    Innallâha lâ yaghfiru ay yusyraka bihî wa yaghfiru mâ dûna dzâlika limay yasyâ’, wa may yusyrik billâhi fa qad dlalla dlalâlam ba‘îdâ

    Artinya:

    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah tersesat jauh.”

    Hadits yang Menjelaskan Tentang Jimat

    Tidak hanya ada di dalam Al-Qur’an saja, penjelasan dan hukum memakai jimat juga ada di beberapa hadits Rasulullah SAW yaitu:

    عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ إِلَيْهِ رَهْطٌ فَبَايَعَ تِسْعَةً وَأَمْسَكَ عَنْ وَاحِدٍ فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ بَايَعْتَ تِسْعَةً وَتَرَكْتَ هَذَا، قَالَ: إِنَّ عَلَيْهِ تَمِيمَةً، فَأَدْخَلَ يَدَهُ فَقَطَعَهَا فَبَايَعَهُ، وَقَالَ: مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ. )رواه أحمد)

    Artinya:

    “Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir al-Juhani bahwa ada beberapa orang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau membaiat sembilan orang dan enggan membaiat satu orang. Maka para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, engkau membaiat sembilan dan meninggalkan yang satu ini.” Beliau bersabda: “Sungguh dia mempunyai jimat”, beliau memasukkan tangannya lalu memotong jimat tersebut dan bersabda: “Barangsiapa menggantungkan jimat maka ia telah syirik”. (HR. Ahmad).

    عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ. )رواه أبو داود)

    Artinya: 

    “Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya ruqyah (yang tidak syar’i), jimat, dan pelet itu syirik”. (HR. Abu Dawud).

    Rasulullah SAW juga memberikan peringatan terkait hal ini. Di dalam suatu hadits disebutkan:

    إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

    Artinya:

    “Sesungguhnya ruqyah (pengobatan dengan doa), jimat dan tiwalah (sejenis susuk daya pikat) adalah perbuatan yang menyebabkan syirik.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Abu Ya’la).

    Dalam Madzhab tertentu, memang diperbolehkan memakai jimat, itu pun dengan syarat yaitu harus bersumber dari Al-Qur’an. Di dalam jimat tersebut tidak boleh mengandung mantra-mantra tertentu apalagi ada jin di dalamnya.

    Meskipun demikian, lebih banyak ulama yang berpendapat bahwa hukum jimat dalam Islam itu haram dan termasuk ke dalam perbuatan syirik. Jadi, sebaiknya hindari saja ya.

    Allah SWT itu maha penolong, lebih baik memohon pertolongan kepada-Nya. Insyaallah permohonan kita akan dikabulkan.

  • Ini Hukum Islam Tentang Aborsi, Jangan Asal Lagi Ya

    Ini Hukum Islam Tentang Aborsi, Jangan Asal Lagi Ya

    Belakangan ini praktik aborsi seringkali dianggap enteng, ketidaktahuan masyarakat tentang hukum dan nilai agama kemungkinan menjadi penyebabnya. Lalu, seperti apa hukum Islam tentang aborsi? Apakah boleh?

    Harus kita pahami bersama, bahwa aborsi bukan hanya semata terkait masalah medis saja. Namun, aborsi juga menjadi problem sosial terkait paham kebebasan.

    Meski dari berbagai alasan seseorang melakukan aborsi, tetapi alasan yang paling sering adalah alasan non-medis. Seperti apa pandangan aborsi dalam Islam? Yuk, cari tahu penjelasannya di bawah ini!

    Pengertian Aborsi

    Aborsi dalam bahasa latin disebut abortus, sementara dalam bahasa Arab dikenal dengan al-ijhadh. Al-ijhadh mengacu pada janin yang dilahirkan dengan cara paksa dan belum sempurna proses penciptaannya.

    Oleh karena itu, aborsi dalam istilah syariat adalah kematian janin atau keguguran belum sempurna, mesk janin belum usia enam bulan. Secara syariat, aborsi tidak melihat usia kehamilan, melainkan kesempurnaan janin.

    Aborsi dalam medis adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang membuat kematian janin. Jika janin lahir sebelum 38 minggu tetapi setelah 20 minggu, maka ini disebut kelahiran prematur.

    Meski demikian, aborsi memiliki dampak yang berbahaya pada seseorang apapun itu alasannya. Itulah sebabnya, ada hukum yang telah mengatur tindakan aborsi, baik hukum negara maupun hukum syariat Islam.

    Baca juga: 10 Kriteria Mati Syahid dan Keutamaannya, Wajib Tahu!

    Klasifikasi Aborsi

    Sebelum membahas hukum Islam tentang aborsi, sebaiknya kita ketahui dahulu klasifikasi aborsi. Keguguran atau aborsi secara umum terbagi menjadi dua macam, yaitu aborsi legal dan aborsi kriminal:

    • Aborsi legal adalah tindakan aborsi yang diketahui pihak berwenang yang bertujuan menyelamatkan nyawa ibu dan jarang kehamilannya berlanjut.
    • Aborsi kriminal adalah aborsi dilakukan secara sengaja karena suatu alasan dan bertentangan dengan aturan undang-undang yang berlaku.

    Sementara menurut medis, aborsi terbagi menjadi dua macam, yaitu aborsi spontan dan aborsi buatan. Berikut penjelasannya untuk kita pahami:

    • Aborsi spontan adalah aborsi secara tidak sengaja atau aborsi berlangsung secara alami tanpa kehendak dan bantuan pihak tertentu. Masyarakat lebih mengenal aborsi ini dengan sebutan keguguran.
    • Aborsi buatan adalah aborsi dilakukan secara sengaja dengan tujuan tertentu. Biasanya aborsi jenis ini untuk kepentingan medis dan terapi pengobatan tertentu untuk menyelamatkan nyawa ibu.

    Baca juga: Kapan Batas Mandi Junub ketika Puasa? Ini Penjelasannya!

    Hukum Islam Tentang Aborsi

    Pada dasarnya, hukum aborsi dalam Islam adalah haram. Begitu pula dengan tindakan aborsi akibat pemerkosaan hukumnya adalah haram. Namun, jika ada kondisi darurat dan mengancam ibu, aborsi diperbolehkan.

    Alasan haramnya hukum aborsi dalam syariat Islam karena hal ini sama dengan menggugurkan manusia yang akan lahir ke dunia. Sebab, janin dalam kandungan akan tumbuh dan lahir menjadi manusia pada umumnya.

    Jadi, aborsi atau menggugurkan janin sama dengan membunuh. Selain itu, hukum haram melakukan tindakan aborsi juga ada di dalam Al-Quran yang berbunyi:

    وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

    Artinya: 

    “Janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.” (QS Al-Isra: 33).

    Selain itu, hukum Islam tentang aborsi yang dipandang tidak baik apabila tidak ada sebab. Terlebih jika aborsi dilakukan setelah ditiupkan ruh di usia 4 bulan kehamilan, semua ulama ahli fiqih sepakat keharamannya.

    Sebagaimana Allah SWT berfirman:

    مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

    Artinya: 

    “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka Bumi.” (QS Al-Maidah: 32).

    Adakah Aborsi yang Boleh dalam Islam?

    Pada asalnya, hukum Islam tentang aborsi telah menjelaskan tindakan tersebut hukumnya haram dilakukan pada berbagai usia kehamilan. Namun, hukum asal ini dapat berubah saat ada kondisi darurat tertentu.

    Tindakan aborsi dapat dilakukan ketika mengancam nyawa ibu. Namun, perubahan ketentuan hukum ini sangat ketat karena dapat mengakibatkan terjadi perubahan hukum asal aborsi yang dasarnya adalah haram.

    Berikut kondisi yang menyebabkan aborsi diperbolehkan dengan ketentuan dan syarat yang harus kita pahami agar tidak salah mengartikan, yaitu:

    1. Ketika Janin Sudah Meninggal

    Janin dalam kandungan dapat meninggal sewaktu-waktu karena suatu hal dan lainnya. Kondisi ini boleh melakukan aborsi untuk mengeluarkan janin yang sudah dalam keadaan meninggal di dalam kandungan ibu.

    Syaikh Muhammad bin Ibrahim mengatakan dalam fatwa beliau berkata bahwa tidak boleh dilakukan aborsi ketika janin belum terbukti sudah mati atau meninggal. Namun, jika telah dipastikan meninggal, maka boleh digugurkan.

    2. Ketika Keselamatan Ibu Terancam

    Menurut hukum Islam, aborsi dalam berbagai usia itu tidak boleh kecuali mencegah bahaya. Namun, penanganan harus sesuai ketentuan ahli media maupun syar’i.

    Jika janin sudah berbentuk ‘alaqah (segumpal darah) ataupun mudghah (segumpal daging), maka tidak boleh menggugurkan. Jika boleh, tunggu tim dokter memeriksa kehamilan apakah membahayakan ibu atau tidak.

    Setelah pemeriksaan kemudian diketahui janin membahayakan nyawa ibu, maka kondisi ini boleh menggugurkan kandungan untuk menghindari bahaya.

    Sementara usia kandungan genap empat bulan, tidak boleh menggugurkannya sampai tim dokter memutuskan kondisi kesehatan ibu dan janin. Dokter akan melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai prosedur.

    Namun, setelah menempuh berbagai upaya untuk keselamatan ibu, maka boleh menggugurkannya dengan syarat tertentu demi mencegah bahaya lebih besar.

    3. Aborsi Karena Cacat Fisik

    Aborsi boleh dilakukan apabila janin di dalam kandungan terdeteksi menderita cacat genetik dan ketika bayi lahir akan sulit untuk menyembuhkannya.

    Namun, menurut Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan bahwa tidak boleh menggugurkan kandungan karena dugaan cacat fisik dari dokter. Bahkan, janin tersebut harus bertumbuh dan terlahir selamat.

    Meski bayi terlahir cacat, tetapi orang tua harus mendidik dan mengurusnya agar mendapatkan pahala yang besar. Jadi, orang tua tidak akan mendapat dosa.

    Kadang janin yang terduga mengalami cacat di bulan keempat, tetapi bulan kelima atau keenam kondisinya berubah normal. Ini adalah kuasa Allah SWT memberikan kesembuhan dari faktor yang penyebab cacat.

    Di Indonesia sendiri, hukum aborsi penetapannya melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 Tahun 2005. Hal ini mengacu pada ketentuan umum, aborsi boleh dilakukan apabila dalam keadaan darurat.

    Namun, MUI menetapkan aborsi hukumnya haram jika dilakukan pada kehamilan akibat zina atau pemerkosaan. Hal ini sesuai dengan hukum Islam tentang aborsi yang haram dilakukan tanpa sebab atau udzur.

  • Perbedaan Haji Reguler, Haji Furoda, dan Haji Plus, Waktu Tunggu hingga Fasilitas

    Perbedaan Haji Reguler, Haji Furoda, dan Haji Plus, Waktu Tunggu hingga Fasilitas

    Semakin tahun, jumlah calon jamaah haji terus bertambah. Hingga muncul berbagai macam istilah paket haji seperti regular, furoda, dan plus.

    Untuk haji reguler mungkin sudah banyak yang tahu, tetapi untuk perbedaan haji furoda dan haji plus sudah tahu belum?

    Untuk ketiga paket haji ini sebenarnya merupakan program resmi dari Pemerintah dan keberangkatannya tetap menggunakan sistem antrian. Paket paling umum yaitu paket reguler yang memiliki keterbatasan kuota pada tiap provinsi.

    Jika kita ingin melaksanakan ibadah haji, tetapi tidak ingin menunggu terlalu lama, maka bisa memilih program seperti haji plus dan haji furoda.

    Perbedaan Haji Furoda dan Haji Plus, serta Haji Reguler

    Penasaran seperti apa perbedaan dari ketiga program haji reguler, furoda, dan haji plus? Simak beberapa pembahasan berikut ini:

    1. Pengertian

    Perbedaan pertama bisa kita lihat langsung dari pengertian masing-masing program. Untuk haji reguler merupakan program resmi yang dikelola oleh pemerintah. Tetapi, kuota hajinya berasal dari Arab Saudi sehingga sangat terbatas.

    Sedangkan, untuk haji plus (khusus) juga menjadi program resmi dari Pemerintah Indonesia. Tetapi dari segi fasilitas tentu lebih cepat dan bagus karena memiliki perbedaan biaya yang cukup signifikan.

    Untuk program haji furoda sendiri harus menggunakan visa haji furoda dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi karena paket ini merupakan program khusus dari Pemerintah Arab Saudi.

    Baca juga: 8 Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    2. Biaya

    Biaya haji reguler terbilang sangat rendah jika kita bandingkan dengan haji furoda dan haji plus. Dilansir dari website Kemenag, biaya haji reguler sekitar Rp40-50 juta. Meskipun begitu, rentang biayanya bisa berbeda tergantung dari embarkasi calon jamaah.

    Pada haji plus (khusus) per tahun 2023 ini telah disepakati minimal pengeluaran yang perlu dibayarkan senilai USD 8.000 atau Rp119 juta. Sementara untuk haji furoda, sekitar USD 15,500 atau Rp231 juta.

    3. Perizinan

    Perbedaan haji furoda dan haji plus tidak terlihat dari segi perizinannya karena langsung diawasi oleh Kemenag serta Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Sehingga, pihak travel tidak bisa memberikan izin terkait haji furoda.

    Proses dari perizinan ini mengharuskan pihak PIHK untuk melaporkan kepada Kemenag terkait pemberangkatan calon jamaah haji. Apabila tidak, maka bisa dikenakan pencabutan izin.

    Untuk legalitas praktik haji furoda ini sudah Pemerintah Indonesia legalkan dalam Undang-Undang No 8 Tahun 2019 mengenai Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (UUPIHU)

    4. VISA

    Jika dari sisi VISA, sebenarnya ketiga program yang telah Pemerintah tentukan ini tidak memiliki perbedaan signifikan. Hanya saja, dari segi pemrosesan VISA untuk haji plus dan furoda jauh lebih cepat.

    Dalam hal ini, untuk jamaah haji Furoda nantinya akan memakai VISA Mujamalah yang langsung dibuatkan dari Pemerintah Arab Saudi.

    5. Waktu Tunggu

    Dalam halaman Islam NU, untuk jamaah haji Furoda (jalur Pemerintah Arab Saudi) bisa langsung berangkat di tahun yang sama saat mendaftar haji. Hal ini menjadi poin perbedaan haji furoda dan haji plus.

    Karena, untuk haji plus masih harus menunggu antrian keberangkatan sekitar 5-9 tahun. Mengingat biaya dari haji Furoda sangat mahal dan bisa dua kali lipat dari haji plus, maka tidak heran jika waktu tunggunya memiliki perbedaan yang sangat jauh.

    6. Durasi Selama di Tanah Suci

    Tidak hanya berbeda dari waktu tunggu saja selama di Indonesia. Perbedaan pemilihan paket juga akan mempengaruhi durasi waktu selama di Tanah Suci, loh. Sehingga, untuk menjalankan ibadah haji pun akan memiliki perbedaan signifikan.

    Ketika kita memilih program reguler, maka pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci terbilang cukup lama karena kita harus melakukan ibadah selama kurang lebih 40 hari.

    Berbeda dengan program seperti haji plus (khusus). Kita bisa menghabiskan waktu ibadah lebih singkat lagi, sekitar 25 hari saja. Hampir separuh hari dari pemilihan program haji reguler.

    Sedangkan, jika kita mengambil program haji Furoda yang diberikan khusus oleh Pemerintah Arab Saudi. Maka, pelaksanaan ibadah haji dapat berlangsung dengan durasi 16-24 hari dari awal keberangkatan hingga kepulangan di Tanah Suci.

    7. Fasilitas yang Didapatkan Masing-Masing Paket

    Karena tiap program haji memiliki perbedaan masing-masing. Maka, dari segi fasilitas pun akan berpengaruh besar. Mengingat rentang biaya yang harus dikeluarkan pun tidak sedikit.

    Jika kita memilih haji reguler, maka fasilitas yang didapatkan standar umum. Di mana, kita akan mendapatkan penginapan dengan jarak sekitar 2-5 kilometer dari Masjidil Haram. Sedangkan, tenda untuk menginap berada di daerah Arafah dan juga Mina.

    Hal ini sangat berbeda jauh dengan kita memilih paket haji plus ataupun furoda. Meskipun sebenarnya untuk paket haji plus dan furoda memiliki rentang perbedaan yang tidak terpaut jauh. Poin paling mendasarnya adalah percepatan waktu dan juga biaya keberangkatan yang cenderung mahal.

    Fasilitas haji furoda antara lain:

    • Waktu keberangkatan cenderung lebih cepat.
    • Langsung mendapatkan visa haji resmi online pada aplikasi e-Hajj Saudi Arabia.
    • Penginapan di hotel Bintang 5.
    • Menggunakan pesawat Saudi Airlines Direct Jeddah.
    • Transit hotel di Mina.
    • Mendapat tenda AC di daerah Arafah.
    • Maktab haji khusus paket Furoda.
    • Dan beberapa fasilitas menarik lainnya.

    Untuk haji plus (khusus) beberapa fasilitasnya adalah:

    • Waktu keberangkatan lebih cepat dibandingkan paket reguler.
    • Fasilitas hotel lebih lengkap.
    • Lokasi penginapan yang tidak jauh dari Masjidil Haram.
    • Jamaah akan mendapatkan bimbingan haji secara intensif dan eksklusif.
    • Seluruh kebutuhan akomodasi dan konsumsi akan ditanggung penuh oleh pihak penyelenggara.

    Nah, itulah beberapa perbedaan haji furoda dan haji plus yang dapat kita ketahui. Perbedaan di atas bisa dijadikan bahan pertimbangan apabila ingin berangkat haji. Manakah paket yang cocok dan sesuai dengan anggaran yang telah disiapkan.

  • 7+ Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Islam

    7+ Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Islam

    Kultum atau ceramah singkat dapat menjadi sarana untuk berdakwah dalam berbagai acara. Adapun materinya bisa beragam. Kita dapat memilih topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti ceramah singkat tentang ikhlas.

    Sikap ikhlas menjadi syarat diterimanya amalan baik, sehingga sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk membiasakan bersikap ikhlas.

    Ikhlas dapat diartikan sebagai tulus atau rela. Namun, konsep ikhlas sesungguhnya lebih luas daripada sekedar kata. Kita bisa menelisik lebih jauh mengenai konsep ikhlas dan penerapannya sebagai materi ceramah.

    Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas

    Ceramah tentang ikhlas bisa menjadi pembahasan yang ringan dan sesuai untuk mengisi berbagai acara.

    Bagi yang sedang mencari ide untuk mengisi acara, berikut beberapa contoh ceramah singkat mengenai ikhlas:

    1. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Beribadah

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Pertama-tama, marilah kita upapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan berkahnya sehingga kita dapat melaksanakan kegiatan ini.

    Hadirin sekalian, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan kultum singkat mengenai ikhlas dalam beragama.

    Sesungguhnya, keikhlasan merupakan salah satu pokok dalam agama Islam. Bahkan dapat dibilang, ikhlas merupakan poros dan sendi dari agama kita.

    Akan tetapi, ikhlas itu tidak mudah. Banyak di antara kita yang belum mampu mengamalkan sikap ikhlas dalam beribadah. Padahal, sikap ikhlas disebutkan dalam perintah Allah SWT dalam firman-Nya:

    وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

    Wa mā umirū illā liya’budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah.

    Artinya: 

    “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS Al Bayyinah: 5).

    Lantas, bagaimana supaya kita bisa bersikap ikhlas dalam beribadah?

    Nah, kita dapat mencermati ayat tersebut untuk menemukan jawabannya. Terdapat beberapa hal yang harus kita perhatikan supaya dapat beribadah dengan ikhlas, yaitu:

    • Pertama: kita hanya beribadah kepada Allah SWT, tanpa menyekutukannya.
    • Kedua: kita perlu menjalankan ibadah dengan niat yang tulus untuk mencari keridhaan. Jauhi niatan buruk seperi riya dan sum’ah.
    • Ketiga: melaksanakan ibadah dengan benar dan tepat pada waktunya. Dalam ayat tersebut dicontohkan dua ibadah wajib yang harus kita laksanakan dengan benar, yaitu shalat dan zakat.

    Demikianlah kiranya kultum kali ini. Semoga Allah SWT membimbing kita sehingga dapat menjalankan ibadah dengan ikhlas.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Baca juga: 10 Contoh Ceramah Singkat Ramadhan yang Penuh Makna

    2. Ceramah Singkat tentang Ikhlas sebagai Syarat Diterimanya Amal

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Pada kesempatan kali ini izinkan saya menyampaikan sedikit pengingat mengenai sikap ikhlas yang menjadi syarat diterimanya amal.

    Ajaran Islam membimbing kita untuk berbuat kebaikan. Termasuk di antaranya adalah menjalankan ibadah dan menjaga sikap yang terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

    Rasulullah SAW sebagai utusan-Nya telah memberikan banyak teladan untuk kita semua. Beliau senantiasa menjalankan ibadah dengan penuh ikhlas. Demikian pula halnya, ketika melakukan berbagai kegiatan lain.

    Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya sikap ikhlas dalam sabdanya:

    إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَاْبتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

    Innallaaha laa yaqtbalu minal ‘amali illaa maa kaana lahu khoolishon wabtughiya bihi wajhuhu.

    Artinya: 

    “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan, kecuali (amalan) yang ikhlas dan mengharapkan wajah Allah semata.” (Hadits Riwayat an-Nasai No. 3140).

    Hadits tersebut menjelaskan dengan gamblang bahwa ikhlas merupakan syarat amalan ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

    Jadi, bagaimana kalau kita tidak ikhlas? Misalnya, saat beribadah diniati untuk riya alias dipamerkan pada orang-orang. Maka, amalan ibadah tersebut tidak akan diterima.

    Hal ini diterangkan dalam hadits dari Umar bin Khattab yang diriwayatkan oleh Imam Bukhâri dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ, وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى, فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا, أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا, فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

    Artinya: 

    “Sesungguhnya setiap amalan disertai niat. Dan sesungguhnya setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau untuk wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia berhijrah kepadanya.” (Shahîh al-Bukhâri 1/6).

    Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mengingatkan diri untuk melakukan amal ibadah dengan niat ikhlas karena Allah SWT.

    Kiranya sekian yang dapat saya sampaikan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Baca juga: 12 Contoh Puisi Agama Islam yang Inspiratif dan Penuh Makna

    3. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Kehidupan

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Hadirin yang dirahmati Allah, dalam kehidupan setiap orang ada kalanya datang cobaan. Ada kalanya pula kita berkesempatan memberikan bantuan.

    Saat seseorang mengalami cobaan, banyak yang bilang, “… diikhlaskan saja …”.

    Jika diperhatikan, banyak juga yang menyebut kata ikhlas ketika dapat memberi bantuan. “Oh, tidak apa-apa. Saya ikhlas,” katanya. Namun, jarang di antara mereka yang mengatakan yang benar-benar ikhlas.

    Bahkan, mungkin tidak sedikit yang belum memahami betul apa artinya ikhlas.

    Hadirin yang terhormat, makna dari ikhlas adalah melakukan segala sesuatu dengan niatan karena Allah SWT. Ikhlas juga berarti bahwa kita tidak mengharapkan apa pun, kecuali ridha-Nya.

    Inilah yang membuat ikhlas itu sulit. Sering kali kita dihanyutkan oleh perkara duniawi sehingga niatan ikhlas ternodai. Sebagai contoh, ingin terlihat dermawan atau mendapatkan pujian setelah membantu orang lain.

    Padahal, ikhlas memiliki keutamaan yang besar. Karena apapun yang kita lakukan dengan ikhlas karena Allah, maka akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.

    Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Insan ayat 8-12, sebagai berikut:

    وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا * إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا * إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا * فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا * وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

    Artinya: 

    “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, (8) (seraya berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan ridha Allah, kami tidak mengharapkan balasan dan terima kasih dari kamu. (9) Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari ketika orang-orang berwajah masam lagi penuh kesulitan.” (10) Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan pada hari itu dan memberikan keceriaan dan kegembiraan kepada mereka. (11) Dan Dia memberi balasan berupa surga dan pakaian sutera kepada mereka karena kesabarannya.”

    Subhanallah. Semoga kita semua dapat menjalankan kehidupan dengan penuh keikhlasan. Amin.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    4. Ceramah Singkat tentang Ikhlas saat Menghadapi Ujian

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Sahabat muslim yang dirahmati Allah, setiap dari kita pastilah pernah mengalami cobaan atau ujian dalam hidup. Bentuk ujian tersebut dapat bermacam-macam. Ada ujian yang ringan, ada pula ujian yang berat.

    Terkadang, ujian dapat berupa kenikmatan, seperti jabatan tinggi atau harta yang melimpah.

    Penawar untuk berbagai ujian kehidupan tidak lain adalah sikap ikhlas dan sabar. Kedua sikap ini akan memelihara hati kita sehingga tidak jatuh dalam kekufuran.

    Menjalani hidup dengan ikhlas dan sabar hendaknya juga dibarengi dengan ikhtiar (berusaha). Dengan demikian, kita dapat mencari solusi untuk menghadapi ujian.

    Niatkan semua upaya untuk mendapatkan ridha Allah semata. Dengan demikian, insyaallah kita dapat melalui ujian dengan baik.

    Anjuran untuk bersabar dan ikhlas dalam kehidupan disebutkan dalam firman Allah SWT:

    وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

    Artinya: 

    “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasan kehidupan dunia ini dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya, dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi/18:28).

    Demikian kiranya ceramah singkat ini. Semoga menjadi pelajaran yang bermanfaat.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    5. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dan Keutamaannya

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Segala puji bagi Allah SWT atas rahmat-Nya sehingga kita dapat mengikuti kegiatan ini dalam keadaan sehat.

    Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan mengenai keutamaan ikhlas. Sikap terpuji yang sangat dianjurkan untuk kita terapkan ini memiliki keutamaan yang luar biasa, sehingga banyak disebutkan dalam hadits dan ayat Al-Qur’an.

    Salah satunya yaitu hadits riwayat Muslim yang berbunyi:

    عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

    Artinya: 

    “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”.

    Adapun ikhlas sendiri memiliki makna tidak mengharapkan apapun dari amalnya, kecuali keridhaan Allah SWT. Orang-orang yang ikhlas dalam berbuat kebaikan tidak berharap pujian dari orang lain maupun ucapan terimakasih.

    Allah memuji orang-orang yang ikhlas dalam amal dan ibadahnya. Sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Salah satunya yaitu firman Allah berikut:

    وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

    Artinya: 

    “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (Al-Baqarah/2:265).

    Semoga kita bisa termasuk dalam golongan orang-orang yang ikhlas. Amin.

    Demikianlah ceramah singkat ini. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    6. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Perbuatan

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Pada kesempatan kali ini, marilah kita bersama-sama menyimak mengenai teladan Rasulullah SAW dalam sikap dan perbuatan. Salah satunya yaitu sikap ikhlas Beliau dalam beribadah maupun perbuatan.

    Dikisahkan dalam kitab Al-Hikam karya Syeikh Ibnu Atho’illah As-Sakandari, bahwa suatu hari saat sedang berkumpul dengan beberapa sahabat, Rasulullah menerima pemberian beberapa biji buah jeruk dari seorang perempuan kafir.

    Beliau menerima buah jeruk itu dengan senyuman gembira, lalu memakannya sebiji demi sebiji hingga habis.

    Setelah perempuan yang memberikannya pulang, salah seorang sahabat bertanya mengapa Rasulullah tidak menyisakan buah untuk sahabat lainnya.

    Rasulullah pun menjawabnya, bahwa sebenarnya buah jeruk itu terlalu asam, sehingga Beliau menghabiskannya karena takut ada sahabat yang mengernyitkan dahi atau memarahi sang perempuan kafir.

    Jadi, tindakan Rasulullah tersebut bertujuan supaya si perempuan yang memberikan jeruk tidak tersinggung. Kemuliaan akhlak Beliau berasal dari cahaya ikhlas yang tertanam dalam hati.

    Kisah tersebut termasuk teladan yang patut untuk kita teladani. Semoga kita juga dapat membiasakan diri untuk bersikap ikhlas dalam perbuatan dan amal.

    Kiranya demikian ceramah singkat kali ini. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    7. Ceramah Singkat tentang Macam-Macam Keutamaan Ikhlas

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Salah satu sikap yang diperintahkan bagi umat muslim yaitu ikhlas. Artinya, tidak mengharapkan apapun dari amalan yang dilakukan, kecuali ridha Allah SWT.

    Ikhlas hendaknya diterapkan oleh umat muslim dalam menjalankan amal ibadah maupun dalam perbuatan. Apalagi, menerapkan sikap ikhlas memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, di antaranya:

    1. Dapat bertawassul kepada Allah dengan amal yang ikhlas supaya selamat dari setiap kesulitan dan musibah yang menimpanya
    2. Mengucapkan kalimat La ilaha illallah dengan ikhlas, maka akan dibukakan pintu-pintu langit, dihapuskan dosa-dosanya, dan diharamkan masuk neraka.
    3. Orang yang berwudhu dengan ikhlas akan dihapuskan dosa-dosanya. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Muslim.
    4. Orang yang menjalankan puasa dengan ikhlas akan dihapuskan dosa-dosanya yang lalu (HR Bukhari)
    5. Bersedekah dengan ikhlas dapat membuat seseorang termasuk sebagai golongan yang mendapatkan perlindungan dari Allah pada hari kiamat.
    6. Bagi orang yang shalat berjamaah ke masjid dengan ikhlas, maka setiap langkahnya akan menghapuskan dosa dan mengangkat derajatnya. Selain itu, orang tersebut akan didoakan oleh malaikat.

    Nah, itulah beberapa di antara banyaknya keutamaan ikhlas. Semoga dapat memotivasi kita untuk membiasakan diri bersikap ikhlas.

    Akhir kata, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    8. Ceramah Singkat tentang Ikhlas Dapat Mendatangkan Pertolongan

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Hadirin yang dirahmati Allah, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan mengenai pentingnya ikhlas ketika mengalami kesulitan.

    Dalam hidup, memang ada kalanya hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan. Terkadang, kita bahkan dapat ditimpa dengan kesulitan dan cobaan.

    Sebagai seorang muslim, sikap yang benar ketika mengalaminya adalah menjaga keikhlasan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Caranya, yaitu dengan memperbanyak doa dan dzikir.

    Berlandaskan pada Al-Qur’an surat Ar Ra’d ayat 13:28, orang yang berdzikir dengan ikhlas dan sesuai sunnah, maka akan diberikan ketenangan hati.

    Selain itu, orang yang ikhlas juga akan diberikan pertolongan dan ditambah petunjuk dari Allah SWT. Dengan demikian, kita dapat mencari cara untuk mengatasi kesulitan yang menghadang.

    Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا : بِدَعْوَتِهِمْ وَ صَلاَتِهِمْ وَ إِخْلاَصِهِمْ

    Artinya: 

    “Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah dengan do’a, shalat dan keikhlasan mereka.” (HR Nasa’i, 6/45).

    Sebaik-baiknya pertolongan adalah pertolongan dari Allah SWT. Maka, marilah kita bersabar dan ikhlas saat mengalami kesulitan.

    Demikian ceramah singkat kali ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Demikian beberapa contoh ceramah singkat tentang ikhlas. Semoga dapat bermanfaat sebagai inspirasi dalam mempersiapkan ceramah.

  • Tadabbur Al-Qur’an, Sikap yang Harus Diteladani Umat Muslim

    Tadabbur Al-Qur’an, Sikap yang Harus Diteladani Umat Muslim

    Setiap umat Muslim di dunia yang beriman kepada Allah SWT wajib memahami kekuasaan dan keagungan dengan tadabbur terhadap Al-Qur’an.

    Menerapkan tadabbur dalam hidup diyakini dapat menjadikan hidup lebih tenang. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surat An-Nisa ayat 82 yang berbunyi,

    اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ ۗ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَافًا كَثِيْرًا

    Artinya: “Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami/mentadabburi) Al-Quran? Sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.”

    Ayat di atas mempertanyakkan apakah manusia telah mentadabburi Al-Qur’an selama hidup di dunia. Ingin lebih paham mengenai makna tadabbur terhadap Al-Qur’an. Simak artikel ini hingga akhir!

    Apa yang Dimaksud dengan Tadabbur Al-Qur’an?

    Sebelum membahas lebi jauh menegnai perintah bagi seorang muslim dalam tadabbur terhadap Al-Qur’an, ada baiknya untuk mengetahui apa itu tadabbur terlebih dahulu.

    Secara harfiah, kata tadabbur (تدبر) berasal dari kata dubur (دبر), yang berarti “belakang” dan lawan dari kata qubul (قبل), yang berarti “depan.”

    Dubur al-syay’ (دبر الشيء) artinya bagian dari belakang sesuatu.

    Sedangkan qubul al-Syay’ (قبل الشيء), artinya bagian dari depan sesuatu.

    Dari kata dubur (دبر) terbentuk kata dabbara (دبر), yang berarti “memikirkan sesuatu yang ada di akhir (belakang) sesuatu.

    Contohnya, dalam kalimat Tadabbartu al-amr (تدبرت الأمر), yang artinya memandang, dan memperhatikan sesuatu yang ada di belakang (di akhirnya).

    Oleh sebab itu, makna kata tadabbur (تدبر) ini ditekankan pada sesuatu yang terdapat di akhirnya.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tadabbur (تدبر) adalah pemikiran komprehensif yang mampu mengantarkan seseorang kepada akhir petunjuk pada suatu kalimat.

    Kata tadabbur dikaitkan dengan Al-Qur’an sehingga menjadi tadabbur Al-Qur’an (تدبر القرآن). Secara bahasa, tadabbur memiliki arti melihat dan memperhatikan kesudahan segala urusan dan bagaimana akhirnya.

    Sederhananya, tadabbur adalah merenung untuk memahami makna dari suatu ungkapan dengan mendalam.

    Sedangkan tadabbur Al-Qur’an adalah menggunakan ketajaman mata hati dengan proses perenungan mendalam yang dilakukan secara berulang-ulang agar dapat menangkap pesan-pesan Al-Qur’an yang sesungguhnya dan mencapai maksud atau maknanya yang paling jauh.

    Fungsi adanya tadabbur Al-Qur’an yakni untuk mengambil hikmah dari Al-Qur’an. Oleh sebab itu umat Muslim dianjurkan untuk tidak terburu-buru untuk mengkhatamkan Al-Qur’an agar bisa mentadabburi firman-firman Allah.

    Dan jelas bahwa Allah SWT menyukai orang-orang yang melakukan tadabbur dengan tujuan mencapai kebaikan. Sebab itulah, pengetahuan akan tadabbur Al-Qur’an diperlukan selama hidup agar bisa menerapkan dan menjalani hidup yang lebih baik.

    Kata tadabbur (تدبر) sendiri juga terkandung dalam Al -Qur’an juga terdapat dalam surat Muhammad ayat  24 yang berbunyi:

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ

    Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?”

    Pada ayat ini, Allah SWT menegaskan apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an serta mendalami pesan-pesan yang terdapat di dalamnya.

    Di lain sisi, dipertanyakan pula apakah hati mereka semua sudah terkunci mati, sehingga tidak dapat berpikir lagi serta memahami apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa seorang muslim yang tidak melakukan tadabbur Al-Qur’an memiliki hati yang mati.

    Baca juga: Apa Itu Sunnah? Pengertian, Macam dan Contohnya

    Dalil Tadabbur Al-Qur’an

    Berikut adalah ayat-ayat yang dapat mendorong kita tadabbur Al-Qur’an:

    1. QS. An-Nisaa ayat 82

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

    Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisaa’: 82)

    2. QS. Shad ayat 29

    كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

    Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad: 29)

    3. QS. Muhhamad ayat 24

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

    Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

    Cara Menerapkan Tadabbur

    Salah satu ahli Ilmu Al-Qur’an yang bernama Fawwaz Ahmad Zamraly mengatakan bahwa tadabbur Al-Qur’an adalah kegiatan membaca Al-Qur’an.

    Telah disinggung sebelumnya bahwa manfat mentadabburi Al-Qur’an yang utama adalah dapat meningkatkan iman seseorang.  Namun dengan catatan bahwa seorang muslim yang bersangkutan bermuamalah dengan Al-Qur’an secara benar.

    Selain itu Al-Qur’an juga merupakan obat bagi penyakit hati, sehingga membacanya dengan tadabbur akan membawa kebahagiaan.

    Dalam kegiatan ini, Fawwaz Ahmad Zamraly menjelaskan bahwa setidaknya terdapat tiga unsur penting dalam tadabbur Al-Qur’an:

    1. Membaca Al-Qur’an dengan lidah
    2. Memahami dengan akal pikiran apa yang dibaca
    3. Menghayati dengan hati apa yang dibaca dan mengamalkannya dengan seluruh anggota tubuh terhadap apa yang dituntut oleh Al-Quran.

    Dari ketiga unsur di atas menjelaskan bahwa seorang mukmin yang memiliki akal sehat harus memahami, mendalami dan menghayati ketika membaca Al-Qur’an. Sebab segala hal mengenai dunia ada di dalam Al-Qur’an baik sesuatu yang baik dan ganjaran pada sesuatu yang buruk pula.

    Selain itu, menurut Ibnul Qayyim rahimahullah apabila seorang muslim ingin mendapatkan manfaat dari kandungan Al-Qur’an ada dua hal yang perlu dilakukan.

    Pertama adalah memfokuskan hati saat membaca Al-Qur’an atau mendengarnya ditilawahkan. Kedua memusatkan pikiran dan memposisikan diri seolah-olah tengah berdialog dengan Dia, Dzat yang memfirmankan ayat-ayat suci ini.

    Tidak hanya itu, mendiang Ayekh Ali Jaber turut memberikan contoh tadabbur dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menyarankan seorang muslim untuk didampingi oleh orang yang lebih paham mengenai Al-Qur’an dalam kegiatan ini.

    Setelah menemukan orang yang dipercayai mampu, selanjutnya upayakan untuk memahami kandungan Al-Qur’an semampunya dengan membaca kitab terjemahan dan tafsir. Akan tetapi jika belum mampu sebaiknya tidak memaksakan diri untuk memahami keseluruhan isi Al-Qur’an.

    Syekh Ali Jaber juga menyarankan untuk memulai dari surah yang paling mudah, yang sudah kita hafal, atau yang paling sering kita baca.

    Manfaat Tadabbur

    Tidak hanya sebagai wujud iman kepada Allah SWT saja, perlu diketahui bahwa terdapat manfaat dari tadabbur Al-Qur’an ini. Adapun manfaatnya sebagai berikut:

    1. Menguatkan Iman

    Sebagaimana Al-Qur’an merupakan kunci dari berbagai ilmu kehidupan. Dengan bertadabbur Al-Qur’an seorang muslim dapat menambah ilmu dan kebaikan dalam hidupnya.

    2. Mensucikan Hati

    Manfaat yang kedua yakni penawar hati. Menurut Ibnu Hajar seorang muslim yang memiliki hati yanbersih niscaya akan memiliki jiwa yang suci pula.

    Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

    إَنَّ الْقُلُوْبَ لَتَصدأ كَمَا يَصدأ الْحَدِيْد، قِيْلَ: وَمَا جِلَاؤُهَا؟ قَالَ: تِلَاوَةُ الْقُرْآن وَذِكْرُ الْمَوْتِ

    Artinya“Hati manusia itu berkarat seperti halnya besi berkarat. “Lalu ditanyakan, apa obatnya? Rasulullah menjawab,: membaca Al-Quran dan ingat pada kematian”. (HR. Al Baihaqi no. 2014).

    3. Khusyu’ dalam Tangisan

    Dalam surat Al-Maidah ayat 83, Allah SWT berfirman:

    وَإِذَا سَمِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَى ٱلرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا۟ مِنَ ٱلْحَقِّۖ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّٰهِدِينَ

    Wa iżā sami’ụ mā unzila ilar-rasụli tarā a’yunahum tafīḍu minad-dam’i mimmā ‘arafụ minal-ḥaqq, yaqụlụna rabbanā āmannā faktubnā ma’asy-syāhidīn

    Artinya: “Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam).”

    Seorang muslim yang benar-benar tadabbur Al-Qur’an, mereka akan menangis sebab hal-hal yang telah difirmankan, mengenai kebaikan dan keburukan serta mengenai ganjaran-ganjaran yang akan Allah berikan pada kemaksiatan.

    4. Solusi Masalah Dalam Kehidupan

    Sebagaimana dijelaskan dalam surat Thaha ayat 2, Allah SWT berfirman:

    مَاۤ اَنۡزَلۡـنَا عَلَيۡكَ الۡـقُرۡاٰنَ لِتَشۡقٰٓ

    Artinya: “Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah”

    Tentu hal ini wajib diyakini seorang muslim bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman dan petunjuk yang Allah SWT turunkan untuk mempermudah umat-Nya dalam berkehidupan.

    Nah, itu dia sedikit penjelasan mengenai tadabbur Al-Qur’an. Semoga artikel ini dapat menginspirasi agar kita mulai untuk bertadabbur pada Al-Qur’an.

  • 5 Ciri Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat, Nasehat Islam Hari Ini!

    5 Ciri Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat, Nasehat Islam Hari Ini!

    Tren rumah estetik kini meluas di semua kalangan. Namun, beberapa di antaranya luput mengenai prinsip rumah yang baik di hadapan Allah, yakni rumah dimana malaikat mau memasukinya. Seorang muslim penting untuk mengetahui ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat.

    Rumah sendiri tidak hanya sebagai tempat bernaung dari hujan dan panas saja, melainkan juga sebagai tempat berlindung dan memohon keberkahan kepada Allah SWT. Salah satu caranya yakni menjaga rumah tetap bersih dan suci, yakni dengan menjaga sholat dan melafalkan ayat Al-Qur’an di dalamnya.

    Untuk mencegah ketidak bermanfaatan rumah yang ditinggali bagi seorang muslim, Yuk simak beberapa ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat!

    Ciri Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat

    Rumah sendiri merupakan istana bagi setiap pemiliknya. Tak jarang, beberapa orang rela untuk merogoh kantung lebih dalam untuk mendapatkan dekorasi dan tata ruang menyenangkan untuk rumah.

    Namun, akan lebih baik jika mengiasi rumah tidak hanya dengan aksesoris dan barang mahal. Melainkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan menghiasi dengan menjalankan sholat lima waktu.

    Bahkan Allah menjanjikan bagi seorang muslim yang merawat rumahnya dengan cinta dan kehangatan dalam beribadah, Allah akan datangkan 1000 malaikat pada rumahnya.

    Sebaliknya, jika seorang muslim luput dengan beberapa hal dan menyebabkan hilangnya berkah di rumahnya, maka Allah tidak akan mengizinkan satu pun malaikat untuk mengunjungi rumah itu.

    Adapun beberapa ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat adalah sebagai berikut:

    1. Rumah yang Memelihara Anjing

    Ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat yang pertama yakni rumah yang memelihara anjing.  Sebab liur anjing termasuk ke dalam najis.

    Ketika memelihara anjing, terdapat kemungkinan seluruh rumah tersebar dengan liur anjing. Tentu saja hal ini membuat rumah tidak terjaga kebersihannya,

    Seperti yang diketahui bahwa malaikat adalah makhluk suci yang menyukai kebersihan, tentu air liur anjing yang menyebabkan najis seisi rumah akan membuat malaikat enggan mendekatinya.

    Rasulullah SAW sendiri pernah menjelaskan dalam sebuah hadits bahwasannya malaikat tidak masuk ke dalam rumah lantaran ada anjingnya.

    Hal tersebut dikisahkan, ketika Ummul Mukminin Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah mengadakan perjanjian dengan Jibril bahwa ia akan datang. Namun, hingga waktu pertemuan tiba, ia tidak datang. Sambil melepaskan tongkat yang dipegangnya, Rasulullah bersabda, “Allah tidak mungkin mengingkari janji-Nya, tetapi mengapa Jibril belum datang?”.

    Tatkala Rasulullah menoleh, ternyata beliau melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur. “Kapan anjing ini masuk?” tanya beliau. Aku (Aisyah) menyahut, “Entahlah.”.

    Setelah anjing itu dikeluarkan, masuklah malaikat Jibril. “Mengapa engkau terlambat?” tanya Rasulullah SAW kepada Jibril. Jibril pun menjawab, “Karena tadi di rumahmu ada anjing. Ketahuilah, kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (patung).” (HR. Muslim).

    Selain itu terdapat hadits lain yang turut menjelaskan perihal ini, yakni hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaq Alaih sebagai berikut.

    لا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب

    Artinya, “Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang terdapat anjing di dalamnya,” (Muttafaq alaih dari Abu Thalhah Al-Anshari).

    Baca juga: Hukum Mencabut Uban dalam Islam, Bolehkah?

    2.  Rumah yang Terdapat Lukisan dan Patung

    Ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat selanjutnya yakni rumah yang terdapat lukisan dan patung. Dalam Islam, memajang lukisan dan patung yang menyerupai manusia termasuk ke dalam bentuk kesyirikan dan penyembangan terhadap benda mati dan tidak bernyawa.

    Meskipun awalnya niat utama dari penempatan lukisan dan patung hanya sebagai dekorasi saja, namun hal ini akan membuat rumah orang yang memilikinya seakan mendukung pembuatan patung.

    Padahal, membuat patung yang berbentuk layaknya makhluk hidup merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan begitu, sebagus apa pun patung yang dipajang di dalam rumah, akan membuat malaikat enggan memasukinya.

    Namun, apabila pemilik rumah ingin menambahkan sedikit sentuhan dekorasi dengan pohonan serta bebatuan yang memang tidak memiliki nyawa, hal ini tidak dipermasalahkan.

    Hal ini turut dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah saw yang diriwayaktan Abu Thalhah ra., Nabi Muhammad saw bersabda:

    لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَلَا كَلْبٌ وَلَا جُنُبٌ

    Artinya, “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat anjing dan lukisan.” 

    Selain hadits di atas ada juga hadits lain yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib ra. yakni,

    لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَلَا كَلْبٌ وَلَا جُنُبٌ

    Artinya, “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat lukisan (gambar), anjing, dan orang yang junub.”

    Namun terdapat beberapa perbedaan pendapat para ulama dalam menjelaskan terkait hal di atas. Menurut Mahmud asy-Syafrowi, ia menjelaskan bahwa gambar yang dimaksud merupakan makhluk hidup yang bernyawa seperti hewan dan manusia. Apabila itu hanya berupa dedaunan dan juga batu maka tidak akan menjadi masalah.

    Sedangkan menurut l-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani Ra menguatkan pendapat yang menyatakan apabila gambar tersebut utuh dan jelas bentuknya maka haram. Namun, jika gambar tersebut dipotong kepalanya, atau terpisah-pisah bagian tubuhnya, maka diperbolehkan.

    3. Rumah yang Kotor dan Bau

    Sudah jelas bahwasannya, Malaikat menyukai umat muslim yang bersih dan rapi. Sehingga rumah yang kotor dan bau tentu menjadi salah satu ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat.

    Kebersihan dan kesucian sendiri memang sangat penting dalam Islam. Rasulullah SAW pernah menjelaskan hal tersebut dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, yakni,

    “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Untuk itu pastikan rumah selalu dalam keadaan bersih dan wangi. Tidak hanya menjadi rumah yang disukai malaikat, namun juga berpengaruh pada kesehatan kita.

    4. Tidak Pernah Melantunkan Ayat Suci Al-Qur’an

    Rumah yang tidak pernah melantunkan ayat suci Al-Qur’an menjadi salah satu ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat.

    Sebab, rumah tersebut akan terasa sangat kelam karena tidak dbacakan ayat suci dan menjauhkannya dari rahmat dan keberkahan Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah suatu kaum berkumpul di dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca kitab Allah (Al-Quran) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka.

    Mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat. Dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisinya,” (HR Muslim)

    5. Dihuni Orang Pelit

    Ciri yang terakhir yakni rumah yang dihuni oleh orang yang jarang sekali bersedekah dan pelit. Sebab malaikat tidak menyukai orang yang tidak suka berbagi, karena Allah SWT memiliki sifat Maha Pengasih dan membenci perilaku kikir atau pelit.

    Malaikat juga merupakan mahkluk yang senang dengan kebaikan dan selalu hadir di tepat yang di dalamnya dipenuhi dengan kebaikan.

    Oleh sebab itu, apabila kita sering bersedekan dan melakukan kebaikan. Maka rumah kita akan menjadi tempat yang disukai oleh malaikat. Begitu juga sebaliknya.

    Sebagai seorang muslim juga perlu menyadari bahwa Allah lah sebagai sumber rezeki yang memberikan segala fasilitas dan juga kenikmatan ketika di dunia.

    Sehingga, jangan sekali-kali untuk menahan harta untuk menolong orang yang membutuhkan. Jadi, jika Allah SWT saja tidak menyukai orang yang pelit, begitu juga malaikat yang selalu patuh pada perintah Allah SWT.

    Nah, itu dia ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat. Tidak sulit bukan untuk menghindari beberapa hal yang tidak disukai dan memperbanyak hal yang disukai malaikat?

    Semoga dengan adanya artikel ini, dapat membantu kita untuk menjauhi segala penyebab yang membuat malaikat tidak ingin mendatangi rumah kita ya!

  • 6 Ceramah Singkat tentang Sabar, Kunci Hidup Bahagia

    6 Ceramah Singkat tentang Sabar, Kunci Hidup Bahagia

    Sabar adalah suatu kegiatan yang meskipun terlihat mudah, tetapi prakteknya cukup berat. Untuk menambah ilmu kita mengenai kesabaran, ada banyak sekali ceramah singkat tentang sabar yang dapat kita resapi dan renungkan. 

    Apalagi sesungguhnya orang-orang yang sabar sudah menemukan kunci untuk kehidupan yang tenang dan bahagia. Hanya saja, memang prosesnya tidak semudah kelihatannya. 

    Lantas, apa saja ceramah tentang sabar itu? Mari kita pahami bersama pada informasi berikut ini. 

    6 Ceramah Singkat Tentang Sabar

    Umumnya, ceramah akan kita awali dengan pembukaan, kemudian isi, dan diakhiri dengan penutup. Sebagai referensi, inilah berbagai contoh ceramah singkat tentang sabar yang bisa kita pahami: 

    1. Keindahan Sabar yang Membuahkan Kebahagiaan Hidup

    6 Ceramah Singkat tentang Sabar, Kunci Hidup Bahagia

    Sesungguhnya sabar akan membuahkan kebahagiaan hidup. Inilah ceramah mengenai hal tersebut:

    Assalamualaikum wr.wb 

    Pertama-tama, mari kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala hidayah dan rahmat kepada kita semua. Hadirin yang berbahagia, salah satu hal yang patut senantiasa kita miliki adalah rasa sabar. 

    Sabar secara bahasa memiliki arti menahan diri. Seperti firman Allah SWT kepada Nabi-Nya yang artinya “Sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang berdoa kepada Rabb mereka. Maksudnya, tahan dirimu untuk tetap bersama mereka. Dalam istilah syariat sabar adalah menahan diri di atas ketaatan kepada Allah SWT dan meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya” (I’anat al-Mustafid bi Syarhi Kitab at Tauhid). 

    Jadi dari firman ini dapat kita pahami bahwa sabar adalah bentuk untuk menahan diri. Umar bin Khattab pun pernah berkata bahwa sesungguhnya sabar adalah kunci dari kebahagiaan hidup. 

    “Kami berhasil memperoleh penghidupan terbaik kami dengan jalan kesabaran.” (HR. Bukhari). Jadi apabila kita senantiasa bersabar, sesungguhnya kita akan semakin dekat dengan kebahagiaan kehidupan yang sebenarnya. 

    Sabar juga tidak hanya sebagai kunci dari kebahagiaan, sabar sesungguhnya juga membawa banyak kebaikan untuk kita. Apa saja? Pertama, sabar adalah penopang keimanan. Kedua, sabar mampu menepis fitnah. 

    Ketiga, kesabaran akan membuahkan hidayah bagi hati siapapun yang melakukannya. Terakhir, perlu hadirin sekalian tahu bahwa sabar merupakan akhlak dari para rasul. Hal ini dapat kita lihat pada QS. al-An’am ayat 34. 

    وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ

    Artinya: “Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.” (QS. al-An’am:34). 

    Para rasul sebelum kita pun tidak luput dari penganiayaan dan dusta yang seringkali dilakukan terhadap mereka. Akan tetapi, apa yang mereka lakukan? Jawabannya adalah bersabar sampai pertolongan Allah SWT datang. 

    Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita pun mengikuti dan meneladani sikap para rasul. Senantiasa bersabar, karena sesungguhnya setelah penderitaan itu pasti akan ada kebahagiaan buah dari kesabaran. 

    Jadi para hadirin, itulah ceramah singkat yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan muslim yang senantiasa bersyukur dan bersabar kepada Allah SWT. 

    Wassalamualaikum wr.wb.

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud yang Mustajab: Arab, Latin dan Tata Caranya

    2. Sabar dan Shalat Sebagai Penolong 

    Tidak hanya membuahkan kebahagiaan, sabar dan shalat adalah penolong kita sebagai manusia yang tentu penuh dengan kekurangan dan kelemahan. Berikut adalah ceramah singkat tentang sabar dan shalat yang bisa kita pahami:

    Assalamualaikum wr.wb 

    Hadirin sekalian, tentu ketika menjalani kehidupan kita seringkali menemukan kesulitan maupun rintangan yang terasa sulit untuk dijalani. Tapi, kesulitan tersebut bisa kita lewati dengan bersabar dan shalat. 

    Melalui surat Al-Baqarah, Allah SWT memberikan perintah bagi para hamba-Nya untuk senantiasa meminta pertolongan. Dengan cara apa? Dengan cara melakukan shalat dan bersabar. 

    وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

    Artinya: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu” (QS. Al Baqarah: 45).

    Kemudian Allah SWT juga berfirman sebagai berikut:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqarah: 153).

    Jadi apa yang dapat kita petik dari firman tersebut? Bahwa sesungguhnya shalat adalah pertolongan dari berbagai permasalahan yang ada di dunia maupun agama. Shalat bisa mencegah perbuatan keji dan juga mungkar. 

    Apabila kita sebagai seorang muslim senantiasa memohon pertolongan dengan shalat, maka Allah SWT akan memudahkan segala permohonan tersebut. Karena sesungguhnya shalat adalah penghubung antara Allah dan hamba-Nya. 

    Tentu dalam shalat tersebut harus dilakukan secara khusyu. Maksudnya, kita sebagai orang beriman harus benar-benar menundukkan dan merendahkan diri pada perintah dan keagungan Allah SWT. 

    Tidak hanya shalat saja, tetapi hendaknya juga kita imbangi dengan rasa sabar yang luas dan besar. Sabar adalah kunci datangnya pertolongan Allah SWT terhadap segala kesulitan atau musibah yang hamba-Nya sedang lalui. 

    Jadi hadirin yang berbahagia, sebagai seorang muslim yang beriman sudah sepantasnya apabila kita selalu melakukan kedua hal tersebut. Niscaya kehidupan bisa semakin lebih ringan untuk dijalani. 

    Wassalamualaikum wr.wb. 

    3. Keutamaan Bersyukur dan Bersabar 

    Sabar dan syukur adalah dua hal yang senantiasa berdampingan dan sebaiknya kita pahami betul sebagai umat muslim. Berikut adalah contoh ceramah singkat tentang sabar dan rasa syukur:

    Assalamualaikum wr.wb 

    Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan karunia dan hidayahnya kepada kita semua yang ada di sini. 

    Saudara sekalian, seringkali ketika mendapatkan nikmat dari kita cenderung lupa untuk mengucapkan rasa syukur. Padahal semua kebahagiaan tersebut tidak akan bisa kita peroleh tanpa Allah SWT. 

    Padahal Allah SWT sudah secara jelas berfirman di dalam QS Ibrahim ayat 7 yang berbunyi: 

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

    Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7). 

    Dari firman tersebut, sudah jelas Allah SWT sampaikan bahwa ketika kita mensyukuri sekecil apapun nikmat yang kita dapatkan, niscaya Allah SWT akan memberikan kenikmatan yang jauh lebih besar lagi.

    Akan tetapi apa yang terjadi? Selama ini kita sering hanya merasa senang saja, tetapi lupa untuk mengucapkan rasa syukur. Selain itu, rasa syukur juga hendaknya beriringan dengan rasa sabar. 

    Ketika mendapatkan cobaan, kita seringkali merasa sedih dan berucap sabar. Akan tetapi, kita lantas dengan mudahnya melupakan segala nikmat lainnya yang sudah Allah SWT berikan. Tentu hal ini bukanlah perilaku yang baik. 

    Saudara sekalian, perlu selalu kita ingat bahwa dalam keadaan senang maupun sedih, akan selalu ada hal yang bisa kita syukuri sebagai seorang hamba. Dibalik kesenangan pun sebenarnya ada cobaan yang bisa saja menanti. 

    Jadi akan lebih baik bahwa pada setiap kenikmatan yang kita peroleh, kita melibatkan dan selalu mengingat kekuasaan Allah SWT. Dengan cara ini kita bisa hidup dengan lebih tenang dan menjadi pribadi yang penuh syukur. 

    Demikianlah ceramah yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. 

    Wassalamualaikum wr.wb. 

    4. Tiga Macam Kesabaran 

    Sesungguhnya ada 3 (tiga) macam kesabaran yang bisa kita ketahui. Setiap kesabaran tersebut niscaya akan membawa kita semua kepada kehidupan yang tentram dan tenang. 

    Berikut adalah ceramah mengenai 3 macam kesabaran tersebut: 

    Assalamualaikum wr.wb 

    Saudara sebangsa dan setanah air, marilah kita panjatkan puji syukur yang teramat dalam pada Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkumpul di sini. Tentunya dalam keadaan yang baik, sehat, dan aman. 

    Saudara sekalian, sikap sabar adalah salah satu hal paling penting yang harus senantiasa kita miliki sebagai manusia. Mengapa? Karena sesungguhnya Allah SWT sangat mencintai orang-orang yang sabar. 

     وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْن

    Artinya: “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran (3) : 146)

    Tentu adalah impian setiap muslim mendapatkan cinta kasih dari Allah SWT. Akan semakin terbuka pintu kebahagiaan seorang hamba dengan bersabar. 

    Imam Ghazali di dalam kitabnya Mukasyafatul Qulub pun pernah menyebutkan bahwa sabar itu terbagi menjadi 3. 

    والصبر على اوجه صبر على طاعة الله وصبر على محارمه وصبر على المصيبة

    Washshobru ala aujuhin shobrun ‘ala tho’atillahi washobrun ‘ala maharimihi washobrun ‘alal mushibati.

    Artinya: “Sabar terdiri dari beberapa bagian, yaitu (1) sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, (2) sabar dalam menjauhi larangan-larangan Allah, (3) sabar dalam menerima musibah”. 

    Pertama, kita perlu bersabar ketika menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. Dalam menjalankan shalat lima waktu, menjalankan puasa, dan berbagai ibadah lainnya harus kita jalankan dengan senang hati tanpa mengeluh. 

    Kedua, perlu bersabar untuk menjauhi berbagai larangan Allah SWT. Sebagai manusia tentu kita pernah ada keinginan untuk mengikuti ajakan setan. 

    Akan tetapi, jika kita berhasil menahannya, kelak di akhirat akan ada anugerah 600 derajat yang setiap derajatnya setiap sesuatu di antara langit ketujuh dan bumi. Ketiga, bersabar dalam menerima musibah. 

    Tentu manusia manapun akan memiliki rasa lelah dan hampir menyerah ketika mendapatkan ujian atau musibah. Akan tetapi, kita harus menerima ujian tersebut dengan sabar karena tidak mungkin ujian tersebut melebihi kemampuan kita sebagai manusia. 

    Apabila kita sebagai manusia mampu bersabar, maka akan ada balasan yang amat mulia dan amat membahagiakan dari Allah SWT. Baik di dunia maupun di akhirat kelak. Jadi, pastikan kita senantiasa bersabar. 

    Wassalamualaikum wr.wb. 

    5. Sabar Adalah Ibadah 

    Sabar sesungguhnya bukan hanya sebatas perilaku yang tidak memiliki nilai. Karena pada dasarnya, sabar adalah bentuk ibadah. Berikut adalah ceramah singkat mengenai sabar sebagai ibadah: 

    Assalamualaikum wr.wb 

    Alhamdulillahirabbil Alamin.. saudara ku sekalian, mari kita ucapkan rasa syukur pada Allah SWT yang telah memberi kita kesempatan untuk bisa berkumpul bersama-sama pada hari ini. 

    Selama ini banyak orang yang kesulitan mempraktekkan sabar. Bahkan tidak sedikit pula yang menyepelekan rasa sabar. Padahal kesabaran ketika menanti berakhirnya musibah adalah suatu bentuk ibadah. Mengapa demikian?

    Karena sesungguhnya kehidupan manusia akan memiliki siklusnya tersendiri. Senang kemudian susah, sehat sakit, cukup kurang, dan lain sebagainya. Sampai ajal menjemput akan selalu ada ujian dari Allah SWT untuk hambanya. 

    Hal ini sejalan dengan sabda dari Rasulullah SAW: 

    عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى  الله عليه وسلم مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِى نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

    Artinya: “Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Musibah akan selalu dialami mukminin dan mukminat, dalam diri, anaknya, dan hartanya, sampai dia bertemu Allah dan dirinya tidak lagi memiliki dosa sedikitpun”. (HR. Turmudzi)

    Akan tetapi, sebagai manusia kita hendaknya selalu tegar, bersabar, dan tabah terhadap berbagai ujian tersebut. Percayalah bahwa segala kesulitan dan musibah yang kita alami akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. 

    Seperti sabda Allah SWT sebagai berikut:

     إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Artinya: “…Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

    Dari sini dapat kita lihat bahwa Allah SWT sudah menjanjikan akan ada banyak pahala besar bagi orang-orang yang bersabar. Ingatlah bahwa ujian ini bisa menjadi ladang ibadah bagi kita. 

    Kita adalah makhluk yang lemah dan akan senantiasa membutuhkan pertolongan dan bantuan dari Allah SWT. Jadi, jangan pernah kehilangan rasa sabar tersebut. 

    Demikianlah ceramah yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat untuk kita semuanya. 

    Wassalamualaikum wr.wb. 

    6. Keutamaan Sabar di Mata Allah SWT 

    Contoh ceramah singkat tentang sabar yang terakhir adalah mengenai keutamaan rasa sabar di mata Allah SWT yang sangat mulia. Berikut adalah isi ceramah tersebut selengkapnya:

    Assalamualaikum wr.wb 

    Alhamdulillahi rabbil alamin, segala puji bagi Allah SWT atas kenikmatan yang luar biasa kepada kita semuanya. Hingga hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini dengan keadaan yang sehat dan tanpa kekurangan satu apapun. 

    Kali ini saya ingin membahas mengenai keutamaan sabar yang amat sangat besar di mata Allah SWT. Merasa tidak berdaya, susah, kesulitan, sedih, tentu seringkali kita alami sebagai manusia. 

    Karena sesungguhnya kita adalah seorang hamba yang memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan. Akan tetapi, sebagai manusia hendaknya kita senantiasa bersabar dan berprasangka baik terhadap Allah SWT. Mengapa?

    Pasalnya, ketika kita bersabar terhadap berbagai cobaan tersebut Allah SWT akan mengangkat derajat kita sebagai seorang mukmin. Hal ini bisa kita perhatikan dari hadits berikut:

    وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

    Artinya: “Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.”

    Kemudian Hikam Ali Ibn Thalib juga pernah mengingatkan bahwa sesungguhnya setiap manusia hendaknya bersabar ketika menghadapi musibah yang ada. Mengapa? Sebab, inilah tanda dari kayanya iman seorang hamba. 

    Ketika kita sudah memiliki iman yang teramat kaya, menjalani kehidupan tentu akan terasa lebih mudah karena Allah SWT senantiasa bersama kita. Oleh karena itu, pastikan kita semuanya termasuk dalam golongan muslim yang bersabar. 

    Demikianlah ceramah singkat yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf sebesar-besarnya dan semoga bermanfaat.

    Wassalamualaikum wr.wb.

    Itulah berbagai ceramah singkat tentang sabar yang dapat kita pahami. Semoga berbagai ceramah tersebut dapat bermanfaat dan menjadi referensi yang baik untuk para pembaca semua.

  • Doa Niat Puasa Senin Kamis: Lafal, Terjemahan, dan Tata Caranya

    Doa Niat Puasa Senin Kamis: Lafal, Terjemahan, dan Tata Caranya

    Puasa jika dilihat dari status hukumnya, terdiri dari puasa wajib dan puasa sunnah. Salah satu contoh puasa sunnah ialah niat puasa senin kamis. Adapun puasa wajib tentulah berpuasa di bulan ramadhan.

    Setelah menunaikan puasa wajib di bulan Ramadhan. Alangkah baiknya kita juga melaksanakan ibadah puasa yang status hukumnya adalah sunnah.

    Karena puasa sunnah sifatnya untuk menambal kekurangan dalam pelaksanaan puasa wajib.

    Niat Puasa Senin Kamis dalam Arab, Latin, dan Terjemahan

    Dalam melaksanakan ibadah, tentulah kita harus membekali diri dengan ilmu terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah tersebut. Pasalnya, hal ini agar kita melaksanakan ibadah tidak keluar dari jalur yang telah Allah tetapkan.

    Salah satu ilmu yang harus kita bekali adalah bagaimana landasan dari suatu ibadah, keutamaan, serta tata cara yang telah Rasulullah SAW beri tahukan.

    Sebelum kita membahas bagaimana bacaan niat puasa senin kamis. Ada baiknya kita mengetahui apa saja landasan atau dalil dari puasa yang dilaksanakan pada hari senin dan kamis ini.

    Pada dasarnya, ibadah puasa itu sendiri memiliki banyak keutamaan. Tidak hanya puasa yang dilakukan pada senin kamis saja. Melainkan ibadah puasa-puasa lainnya juga memiliki keutamaan.

    Baca juga: Niat Puasa Rajab Lengkap Arab Latin, Arti dan Keutamaannya 

    Puasa merupakan salah satu amalan yang Allah SWT sukai dari hambanya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang mengatakan.

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

    Artinya: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), kecuali amalan puasa.

    Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. 

    Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. 

    Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim No. 1151).

    Adapun dalil yang menjadi alasan dan anjuran dalam melaksanakan ibadah puasa senin-kamis ini adalah sebagai berikut.

    Dari Abu Qotadah Al Anshori R.A. Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab.

    ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

    Artinya: “Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim No. 1162).

    Keutamaan Melaksanakan Puasa Senin Kamis

    Sebaiknya kita mengetahui juga apa saja keutamaan dalam melaksanakan puasa ini sebelum menghafalkan bacaan niat puasa senin dan kamis.

    Hal ini ditujukan agar kita mempunyai alasan yang kuat untuk berpuasa serta menjadi lebih bersemangat karenanya.

    1. Puasa Senin Kamis adalah Kebiasaan Nabi Muhammad SAW

    Salah satu puasa yang rutin Rasulullah SAW lakukan adalah puasa senin kamis. Hal ini dikarenakan setiap amal ibadah hamba akan dilaporkan kepada Allah SWT pada hari senin dan kamis.

    إِنَّ أَعْمَالَ الْعِبَادِ تُعْرَضُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ

    Artinya: “Sesungguhnya amal para hamba dilaporkan (kepada Allah) setiap senin dan kamis.” (HR. Abu Daud 2436 dan dishahihkan Al-Albani).

    Hal ini lah yang membuat Rasulullah SAW rutin melakukan ibadah puasa senin kamis. Dikarenakan beliau ingin, ketika amal ibadah beliau dilaporkan, beliau dalam keadaan berpuasa. 

    Tentunya kita sebagai umat Rasulullah SAW menginginkan hal yang sama bukan?

    2. Manfaat Kesehatan yang Didapatkan Tubuh

    Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa apabila kita melaksanakan doa niat puasa senin kamis serta menjalani ibadah puasa senin-kamis dan puasa lainnya, tubuh akan mendapatkan manfaat kesehatan.

    Diantara manfaat kesehatan yang bisa kita dapatkan apabila berpuasa adalah bisa mengontrol gula darah, mengurangi peradangan, meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan fungsi otak, mencegah kanker, dan lain-lain.

    Jadi, bisa disimpulkan bahwa puasa memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh. Termasuk juga dalam hal ini adalah puasa senin kamis.

    Cara dan Niat Puasa Senin Kamis

    Terkait cara membaca niat puasa sunnah apakah harus diucapkan sebelum subuh atau boleh diucapkan setelah subuh. Ulama berbeda pendapat terkait hal ini.

    Namun, menurut mayoritas ulama, yakni ulama dari madzhab Syafi’i, Hanafi, dan Hambali membolehkan membaca niat puasa sunnah setelah subuh. 

    Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah R.A. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah menemuiku pada suatu hari. 

    Lalu beliau bertanya, “Apakah kamu memiliki makanan?” Kami jawab, “Tidak.”

    Lalu beliau mengatakan, “Jika demikian, saya puasa saja.” 

    Adapun niat puasa senin kamis arab dan artinya adalah sebagai berikut:

    1. Niat Puasa Hari Senin

    Berikut ini adalah lafadz dari niat puasa sunnah pada hari senin:

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.

    Artinya: 

    “Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta’ala.

    2. Niat Puasa Hari Kamis

    Adapun niat puasa sunnah pada hari kamis-nya adalah sebagai berikut:

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمُ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yaumul khamiisi lillâhi ta‘âlâ.

    Artinya: 

    “Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta’ala.”

    Demikianlah pembahasan terkait niat puasa senin kamis berikut juga apa dalil dan keutamaan dalam menjalankan aktivitas ibadah puasa sunnah senin kamis ini.