Category: Agama

  • Doa Puasa Senin Kamis, Ini Keutamaan dan Manfaatnya

    Doa Puasa Senin Kamis, Ini Keutamaan dan Manfaatnya

    Selain puasa Ramadhan, umat muslim juga sering melaksanakan ibadah puasa sunnah lain sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah puasa Senin Kamis. Makanya, tak heran jika banyak umat muslim yang kerap mencari doa puasa Senin Kamis.

    Apalagi puasa sunnah tersebut memiliki banyak keutamaan dan manfaat, jika dilaksanakan secara rutin. Lantas, bagaimana bacaan doa puasa Senin Kamis yang benar? Yuk, simak informasi selengkapnya tentang puasa Senin Kamis dalam artikel ini!

    Apa Itu Puasa Senin Kamis?

    Puasa Senin Kamis merupakan ibadah puasa sunnah bagi umat muslim yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

    Adapun ketentuan pelaksanaan ibadah puasa sunnah ini secara umum mirip dengan puasa sunnah lainnya. Jadi, umat muslim harus menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak waktu imsak tiba hingga terbenamnya matahari.

    Dalil Anjuran Melaksanakan Puasa Senin Kamis

    Terdapat sejumlah dalil yang secara rinci menjelaskan mengenai anjuran melaksanakan ibadah puasa Senin Kamis bagi setiap muslim. Salah satunya adalah sabda Nabi Muhammad SAW dalam HR Ahmad yang berbunyi:

    “Bahwasanya Rasulullah adalah orang yang paling serius berpuasa di hari Senin dan Kamis. Ketika ditanya tentang alasannya, Rasulullah SAW bersabda, sesungguhnya segala perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah SWT akan mengampuni dosa setiap muslim atau orang mukmin, kecuali doa orang yang bermusuhan. Maka Allah berfirman, tangguhkan keduanya.”

    Bacaan Doa Puasa Senin Kamis dan Artinya

    Berikut ini adalah bacaan doa puasa Senin Kamis lengkap dengan artinya yang dapat dihafalkan umat muslim.

    1. Doa Puasa Hari Senin

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatal lillāhi ta’ālā.

    Artinya: “Saya niat puasa sunah hari Senin karena Allah Ta’ala.”

    2. Doa Puasa Hari Kamis

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu sauma yaumal khamisi sunnatan lillāhi ta’ālā.

    Artinya: “Saya niat puasa sunah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”

    Keutamaan Melaksanakan Puasa Senin Kamis

    Setelah mengetahui bacaan doa puasa Senin Kamis, tak lengkap rasanya jika kamu belum mengetahui apa saja keutamaan yang diperoleh dengan melaksanakan ibadah puasa sunnah tersebut. Berikut ini adalah beberapa keutamaan melaksanakan puasa Senin Kamis bagi umat muslim:

    1. Dijauhkan dari Siksaan Api Neraka yang Keji

    Nabi Muhammad SAW bersabda dalam HR. Bukhari yang berbunyi sebagai berikut:

    مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

    Artinya: “Barangsiapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah (dalam melakukan ketaatan pada Allah), maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun.”

    2. Dibukakan Pintu Surga oleh Allah SWT

    Umat muslim yang senantiasa melaksanakan ibadah puasa Senin Kamis juga akan mendapat keutamaan, yakni dibukakan pintu surga oleh Allah SWT dan menjadi salah satu hamba yang disayang oleh-Nya. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam HR. Muslim yang berbunyi sebagai berikut.

    تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

    Artinya: “Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun, akan diampuni (pada hari tersebut), kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” 

    3. Hari Amalan Dihadapkan kepada Allah SWT

    Perlu kamu ketahui, bahwa hari Senin dan juga Kamis merupakan hari di mana segala amalan akan dihadapkan kepada Allah SWT. Hal tersebut telah dijelaskan dalam HR. Tirmidzi yang berbunyi sebagai berikut.

    تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

    Artinya: “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan, sedangkan aku sedang berpuasa.”

    Manfaat Puasa Senin Kamis bagi Kesehatan

    Pada dasarnya, mayoritas umat muslim yang melaksanakan ibadah dan melafalkan doa puasa Senin Kamis memang bertujuan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Akan tetapi, ternyata tanpa disadari, ibadah puasa ini juga dapat mendatangkan banyak manfaat bagi kesehatan, lho.

    Berikut ini adalah berbagai manfaat melaksanakan ibadah puasa Senin Kamis bagi kesehatan yang menarik untuk kamu ketahui:

    1. Menjaga Kesehatan Jantung

    Melaksanakan ibadah puasa Senin Kamis ternyata bisa membantu menjaga kesehatan jantung. Bahkan, puasa juga bermanfaat menurunkan risiko terjadinya penyumbatan arteri, karena lemak atau aterosklerosis.

    Hal ini dapat terjadi karena ketika berpuasa, lemak dalam tubuh akan digunakan sebagai cadangan energi. Jadi, hormon adrenalin maupun non adrenalin akan berkurang. Dengan begitu, maka tubuh bisa menjaga metabolisme, agar tetap stabil, sehingga tekanan darah dapat menurun.

    2. Mengeluarkan Racun dalam Tubuh

    Selain rutin berolahraga, racun dalam tubuh juga dapat dikeluarkan dengan cara rutin berpuasa. Hal ini karena ketika berpuasa, seseorang akan berhenti untuk makan dan minum dalam waktu lama, sehingga nantinya bisa mengeluarkan racun dari dalam tubuh dengan lebih efektif.

    Adapun racun yang ada dalam tubuh tersebut akan dikeluarkan saat berpuasa melalui buang air kecil dan besar, serta melalui keringat. Artinya, dengan berpuasa, maka proses pengeluaran racun dapat berlangsung dengan lebih maksimal, sehingga kadar racun dalam tubuh akan berkurang.

    3. Menurunkan Kadar Lemak Tubuh

    Manfaat dari melaksanakan ibadah puasa Senin Kamis yang selanjutnya adalah dapat menurunkan kadar lemak yang ada di dalam tubuh. Hal ini tentu saja akan sangat berdampak baik bagi tubuh, karena dapat menurunkan risiko masalah jantung dan tingginya kolesterol.

    Maka dari itu, kamu bisa melaksanakan ibadah puasa Senin dan Kamis secara rutin untuk menghindari kelebihan lemak dalam tubuh. Kondisi ini dapat terjadi karena ketika berpuasa, tubuh akan menggunakan lemak sebagai cadangan energi. Dengan begitu, maka kadar lemak yang berlebih akan berkurang.

    4. Mengistirahatkan Organ Pencernaan

    Sistem pencernaan dalam tubuh memang membutuhkan energi yang relatif besar, karena peranannya yang sangat penting. Sebab, sistem pencernaan berperan untuk mengalirkan energi yang diperlukan tubuh, seperti penyembuhan, perbaikan, dan juga pemeliharaan umum.

    Oleh sebab itu, sangat penting bagi sistem pencernaan untuk beristirahat, agar nantinya organ tersebut dapat bekerja dengan maksimal. Kamu bisa rutin berpuasa, agar sistem pencernaan bisa mendapatkan waktu istirahatnya.

    Tertarik untuk Melaksanakan Puasa Senin Kamis secara Rutin?

    Itu dia informasi singkat mengenai doa puasa Senin Kamis lengkap dengan keutamaan dan manfaatnya bagi kesehatan yang menarik untuk kamu ketahui. Semoga informasi tentang ibadah puasa sunnah Senin Kamis tersebut bermanfaat untukmu, ya.

  • Doa Kafaratul Majelis: Bacaan, Arti, & Adab Kepada Sesama Muslim

    Doa Kafaratul Majelis: Bacaan, Arti, & Adab Kepada Sesama Muslim

    Tak hanya harus menjaga adab, dalam bermajelis Anda juga harus memiliki tujuan yang jelas. Demi kelangsungan dan kemaslahatan acara, umat muslim disyariatkan untuk membaca doa kafaratul majelis. 

    Doa tersebut bertujuan agar kegiatan mendapatkan maslahat dan manfaat bagi majelis, serta mendatangkan manfaat bagi individu yang mengikutinya. Namun, tahukah Anda bagaimana bacaan doa tersebut? Lalu, bagaimana muslim semestinya beradab dalam sebuah majelis? Yuk, simak artikel ini untuk tahu lebih lanjut!

    Apa itu Doa Kafaratul Majelis?

    Dalam perkumpulan majelis, tak semua kegiatan Anda jalankan dengan hikmat sesuai dengan tujuan utama. Masih banyak kegiatan yang dijalankan dengan tidak semestinya. Sehingga perlu dinetralisir dengan membaca doa seperti yang pernah Rasul SAW sampaikan dalam sebuah hadis.

    “Barangsiapa yang duduk di suatu majelis lalu banyak senda guraunya (kalimat yang tidak bermanfaat untuk akhiranya), maka hendaklah ia mengucapkan sebelum bangun dari majelisnya itu, ‘Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik’.”

    Dalam hadis tersebut Rasul mengingatkan bahwa, dalam majelis harusnya sesuai dengan tujuan awal baik musyawarah atau mencari ilmu yang bermanfaat. Adapun jika Anda terlalu banyak senda gurau atau mengucapkan kalimat yang tidak baik atau bahakn bergossip, haruslah meminta ampunan diri.

    Cukup jelas dalam hal tersebut Rasul menganjurkan membaca doa kafaratul majelis untuk menutup sebuah majelis. Selain hadis tersebut, dalam hadis lain ada dalil yang bisa menguatkan atau mensahihkan dalil sebelumnya, yang berbunyi:

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan di akhir (pertemuan) ketika beliau akan bangun dari majelis, ‘subhaanakallohumma wa bihamdika, asy-hadu alla ilaha illa anta, as-taghfiruka wa atuubu ilaik’”

    Lantas ada seseorang yang berkata, ‘Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan ucapan yang belum pernah engkau ucapkan sebelumnya.’ Beliau menjawab, ‘Itu adalah kafarat bagi dosa yang terjadi selama di dalam majelis.’” (HR. Abu Dawud, no. 4859)

    Bacaan Doa Kafaratul Majelis

    Dalam beberapa hadis yang dibahas sebelumnya sudah cukup jelas terlihat bagaimana bacaan doa ini. Namun, untuk membedah lebih dalam Anda bisa membaca penjelasan berikut ini:

    Arab

    سُبْحَانَكَاللَّهُمَّوَبِحَمْدِكَ،أَشْهَدُأَنْلاَإِلَـٰهَإِلاَّأَنْتَ،أَسْتَغْفِرُكَ،وَأَتُوْبُإِلَيْكَ 

    Latin:

    Subkhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

    Artinya:

    “Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu.”

    Bacaan Doa Pembuka Majelis

    Selain membaca doa kafaratul majelis, Anda juga dianjurkan membaca doa pembuka majelis agar acara berjalan lebih lancar dan khitmat. Bacaan doanya adalah sebagai berikut:

    Arab:

     الْحَمْدُلِلَّهرَبِّالْعَالَمِيْنَوَالصَّلاَةُوَالسَّلاَمُعَلَىأَشْرَفِاْلأَنْبِيَاءِوَالْمُرْسَلِيْنَوَعَلَىاَلِهِوَصَحْبِهِأَجْمَعِيْنَأَمَّابَعْدُ

    Latin

    Alhamdulillahirobbil’aalamiin, wash-sholaatu wassalaamu ‘ala isyrofil ambiyaa i walmursaliin, wa’alaa alihi washohbihi ajma’iin ammaba’du.

    Artinya:

    “Segala puji bagi Yang Mahakuasa Tuhan Seluruh Alam. Semoga sholawat dan keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia, keluarga dan sahabat-sahabatnya.”

    Adab Saat Berada dalam Majelis

    Dalam sebuah majelis, tak cukup hana membaca doa pembuka dan doa kafaratul majelis saja. Namun, Anda juga harus memperhatikan adab dan tindak tanduk saat berada dalam majelis. Adapun adab yang harus Anda jaga adalah sebagai berikut:

    1. Mengucapkan Salam Kepada Orang dalam Majelis

    Hal pertama yang harus Anda lakukan sudah pasti mengucapkan salam kepada seluruh majelis atau orang yang Anda temui. Mengucap salam adalah salah satu bentuk kesopanan dasar saat Anda bertemu seseorang terutama dalam majelis. Selain itu, salam sebenarnya adalah bentuk saling mendoakan antar majelis.

    Abu Hurairah juga telah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bila salah seorang kamu sampai di suatu majlis, maka hendaklah memberi salam, lalu jika dilihat layak baginya duduk maka duduklah ia. Kemudian jika bangkit (akan keluar) dari majlis hendaklah memberi salam pula. Bukanlah yang pertama lebih berhak daripada yang selanjutnya.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

    2. Jangan Berbisik Saat Majelis Berlangsung

    Berikutnya yang tidak kalah penting adalah agar tidak berbisik saat majelis berlangsung. Selain tidak sopan karena tidak menghiraukan orang yang membawa majelis atau tengah menerangkan sesuatu. Berbisik sebenarnya juga bisa menimbulkan prasangka atau su’udzon dari orang lain.

    Sehingga tidak layak bagi seorang muslim berbisik-bisik berdua atau lebih dan meninggalkan orang lain dalam percakapan tersebut. Sikap tersebut juga dapat menimbulkan kesedihan dan prasangka dalam hati orang yang Anda tinggalkan. Hal tersebut sejalan dengan hadis yang berbunyi:

    Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bila kamu tiga orang, maka dua orang tidak boleh berbisik-bisik tanpa melibatkan yang ketiga sehingga kalian bercampur baur dengan orang banyak, karena hal tersebut dapat membuatnya sedih.” (HR. Muttafaq’alaih).

    3. Mengurangi Senda Gurau dan Tertawa

    Ketika menghadiri sebuah majelis, tujuan utama Anda haruslah sesuai dengan niat. Adapun jika bertemu rekan atau saudara, ada baiknya untuk mengurangi senda gurau atau tertawa.

    “Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena banyak tawa itu mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah)

    Maka dari itu, dalam hadis sebelumnya Rasul mengajarkan doa kafaratul majelis untuk menghapus hal yang sia-sia selama Anda ada dalam majelis.

    4. Mengisi Kursi Depan yang Kosong Terlebih Dahulu

    Begitu datang ke sebuah majelis, ada baiknya Anda mengisi kursi depan yang masih kosong terlebih dahulu. Lebih baik gunakan kesadaran sendiri dan tidak berusaha memindahkan orang yang duduk lebih dulu di kursi yang Anda inginkan. Hal tersebut sesuai dengan ajaran Rasul dalam sebuah hadis yang berbunyi:

    “Adalah kami, apabila kami datang kepada Nabi SAW maka masing-masing kami duduk di tempat yang masih tersedia di majelis.” (HR. Abu Daud).

    5. Tidak Memisahkan Diri Duduk di Tengah Majelis

    Ada kalanya dalam sebuah majelis diadakan dengan susunan tempat duduk yang melingkar. Umumnya, ini berguna untuk mempermudah pengisi acara dalam berinteraksi atau menyampaikan sesuatu. Jika terjadi seperti itu, ada baiknya Anda tidak memisahkan diri dan duduk di tengah majelis tanpa izin.

    Mungkin beberapa orang merasa risih duduk terlalu dempet atau mungkin ada alasan lain yang bersangkutan dengan kebutuhan pribadi. Oleh karena itu jika Anda ingin memisahkan diri, ada baiknya untuk meminta izin terlebih dahulu dengan alasan yang jelas.

    Adapun jika tempat memang sudah penuh, biasanya panitia akan mengatur ulang tempat duduk maupun memperluas cakupan lingkaran. Atau mungkin lingkaran akan dijadikan 2 shaf atau lebih.

    6. Tidak Mengambil Kursi Orang yang Pergi untuk Kembali

    Tak hanya harus menghafal doa kafaratul majelis, Anda juga harus tahu adab saat dalam majelis. Mungkin sebelumnya Anda diajarkan untuk mengisis tempat yang kosong, namun Anda perlu memastikan tempat itu adalah tempat yang benar-benar kosong.

    Ada kalanya seseorang dalam majelis pergi sebentar dari majelis untuk suatu keperluan atau ke kamar mandi. Karena orang tersebut akan kembali, maka ada baiknya tidak menempati tempat tersebut.

    7. Jaga Sopan Santu dan Perhatikan Penjelasan

    Karena dalam majelis Anda hendak mencari ilmu, ada baiknya untuk memperhatikan dengan seksama. Namun, Anda juga perlu memperhatikan sopan santun, baik secara tingkah laku maupun ucapan. Adapun saat bertanya pastikan tidak menyinggung atau membuka aib satu atau golongan tertentu.

    Sudah Tahu Bagaimana Doa Kafaratul Majelis dan Adabnya?

    Dari penjelasan di atas, kini Anda tahu bahwa setiap tindak-tanduk dalam bermajelis haruslah Anda jaga. Adapun jika dalam majelis banyak kesia-siaan yang Anda lakukan, membaca doa yang rasul ajarkan bisa jadi keringanan atas hal tersebut! 

  • Bacaan Doa Dimudahkan Segala Urusan Lengkap dengan Artinya

    Bacaan Doa Dimudahkan Segala Urusan Lengkap dengan Artinya

    Dalam menjalani kehidupan, seseorang memang tidak selalu berada di situasi yang menguntungkan. Sebab, terkadang kita akan menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan dan tidak sesuai keinginan. Meski begitu, dalam Islam, setiap muslim dianjurkan untuk membaca doa dimudahkan segala urusan.

    Tujuannya adalah agar urusan yang sedang dihadapi tersebut bisa berjalan dengan lancar. Hal ini karena Allah SWT telah memberikan kemudahan dan kelapangan hati kepadanya. Lantas, bagaimana bacaan doa agar Allah mudahkan segala urusan sesuai sunnahnya? Simak informasi lengkap tentang doa tersebut dalam artikel ini!

    Apa Itu Doa Dimudahkan Segala Urusannya?

    Doa merupakan wujud permohonan seorang hamba kepada Allah SWT dengan niat dan ketulusan hati. Adapun doa ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan setiap muslim, saat memohon atau meminta segala sesuatu. Begitu pula saat meminta agar segala urusannya dimudahkan.

    Adapun doa dimudahkan segala urusan maksudnya diamalkan dengan tujuan agar segala urusan yang membingungkan bisa dengan mudah ditemukan solusi terbaiknya. Makanya, setiap muslim dianjurkan untuk membaca doa tersebut kapan saja dan di mana saja.

    Kumpulan Bacaan Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Artinya

    Berikut adalah beberapa bacaan doa supaya Allah mudahkan segala urusan kamu lengkap dengan artinya yang dapat kamu amalkan dalam segala situasi dan kondisi.

    1. Doa Ashabul Kahfi

    رَبَّنَا ءَاتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

    Robbanaa aatinaa minladunka rohmataw wahayyi’ lanaa min amrinaa rosyada.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.” (Q.S Al Kahfi 10).

    2. Doa Memohon Pertolongan pada Allah SWT

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Ya hayyu ya qayyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Maha Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.”

    3. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Nabi Musa as

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Rabbisy rohlii shodrii wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatammillisaanii yafqohuu qoulii.

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)

    4. Doa Dimudahkan Segala Urusan yang Terasa Berat

    رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ 

    Robbanaa laa tuakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa, rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahu ‘alalladziina min qoblina, robbana walaa tuhammilnaa maa laa thoo qotalana bih, wa’fu’anna waghfirlanaa warhamnaa, anta maulaana fansurna ‘alal qaumil kafirin.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup aku memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. al-Baqarah ayat 286)

    5. Doa agar Dimudahkan Segala Urusannya

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Robbisyrohlii shodrii wayassirlii amrii wahlul ‘uqdatammillisaanii yafqohuu qoulii

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. At Thaha ayat 25-28)

    6. Doa agar Urusannya Dipermudah

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

    Allahumma rahmataka arjuu falaa takilnii ila nafsi thorfata ainin, wa ashlihlii sya’nii kullahu, laa ilaha illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, rahmatMu aku harapkan, maka janganlah Engkau bebankan pada diriku walau sekejap mata pun (urusan-urusan tersebut) dan perbaikilah segala urusanku, tidak ada Tuhan selain Engkau.”

    7. Doa agar Dilancarkan Segala Urusannya di Pagi Hari

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.

    Artinya: “Ya Allah, denganMu aku berpagi hari, denganMu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, denganMu kami mati. Hanya kepadaMu (kami) kembali,” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya).”

    Waktu Mustajab untuk Memanjatkan Doa

    Dalam memanjatkan doa, setiap muslim perlu mengetahui kapan waktu yang mustajab dikabulkannya doa oleh Allah SWT. Berikut ini adalah beberapa waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa dimudahkan segala urusan yang bisa dilakukan oleh setiap muslim:

    1. Saat Tengah Malam dan Akhir Shalat Fardhu

    Jika ingin doa yang dipanjatkan bisa cepat dikabulkan oleh Allah SWT, maka umat muslim bisa berdoa saat tengah malam, khususnya di waktu sepertiga malam serta di akhir shalat fardhu.

    Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW ketika ditanya, “Pada waktu apa doa (manusia) lebih didengar (oleh Allah SWT)?”, kemudian Rasulullah SAW menjawab, “Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam).”

    2. Antara Waktu Adzan dan Iqamah

    Memanjatkan doa di antara waktu adzan dan iqamah juga diyakini dapat membuat doa menjadi lebih mustajab. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam HR. Ahmad yang berbunyi, “Doa antara adzan dan iqamah tidak ditolak (oleh Allah SWT).”

    3. Diantara Dua Khutbah

    Ketika sedang melaksanakan shalat Idul Fitri maupun Idul Adha, umat muslim dapat memanjatkan doa diantara dua khutbah. Begitu pula saat melaksanakan shalat Jumat, karena waktu tersebut diyakini menjadi waktu yang mustajab.

    4. Saat Sahur di Bulan Ramadhan

    Pada saat sedang melaksanakan ibadah sahur di bulan Ramadhan, umat muslim juga dianjurkan untuk memanjatkan doa. 

    Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah SAW dalam HR Bukhari Muslim yang berbunyi, “Rabb kita, Allah SWT, turun pada tiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman:’Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan baginya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri kepadanya. Siapa yang meminta ampunan, maka Aku akan mengampuninya.’”

    Yuk, Baca Doa Dimudahkan Segala Urusan di Semua Kondisi!

    Segala urusan yang kita jalani selama hidup, tentu saja akan lebih mudah jika diiringi dengan doa dan usaha yang keras. Oleh karena itulah, meskipun kamu sudah membaca doa dimudahkan segala urusan tersebut, kamu tetap harus berusaha dengan maksimal, agar hasilnya tidak menjadi sia-sia.

  • Doa Buka Puasa Rajab: Arab, Latin & Artinya, Lengkap!

    Doa Buka Puasa Rajab: Arab, Latin & Artinya, Lengkap!

    Selama bulan Rajab, ada beberapa amalan sunnah yang bisa dilaksanakan oleh umat muslim, salah satunya puasa Rajab, yang diawali dengan niat dan diakhiri dengan doa buka puasa. Lantas, bagaimana lafadz niat dan doa buka puasa Rajab? Simak bacaan doa dan niatnya berikut ini!

    Apa Itu Puasa Rajab?

    Dalam kalender Islam, Rajab dikenal sebagai salah satu bulan haram atau bulan yang dimuliakan (al-asyhurul hurum), selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Bulan ini memiliki sejumlah keistimewaan yang luar biasa, sehingga umat muslim dianjurkan untuk menunaikan ibadah puasa sunnah di bulan ini, yakni puasa Rajab.

    Puasa Rajab merupakan ibadah puasa yang dilakukan di bulan Rajab, tapi tidak dianjurkan untuk berpuasa sebulan full layaknya puasa Ramadhan di bulan Ramadhan. Sebab, hal tersebut hanya akan mengubah hukum puasa yang tadinya sunnah menjadi makruh.

    Lantas, kapan waktu terbaik untuk puasa Rajab? Bagi muslim, waktu yang paling direkomendasikan untuk menunaikan puasa Rajab adalah pada pertengahan bulan. Kamu juga bisa menunaikan puasa ini sebanyak 3 kali dalam seminggu, yakni setiap hari Senin, Kamis, dan Jumat.

    Puasa Rajab juga bisa dilakukan secara selang seling, yakni satu hari berpuasa satu hari berbuka di sepanjang bulan Rajab. Adapun bagi umat muslim yang memiliki utang puasa di bulan Ramadhan juga boleh untuk meng-qadha’-nya bersamaan dengan menunaikan puasa sunnah Rajab.

    Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa Rajab

    Sama seperti ibadah puasa lainnya, kamu juga harus membaca niat terlebih dahulu jika ingin menunaikan puasa Rajab. Sebab, itu adalah salah satu rukun berpuasa Rajab. Adapun bacaan niatnya adalah:

    نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

    Bacaan Latin: Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta’ala.”

    Batas waktu untuk melafalkan niat ini adalah hingga siang hari atau sebelum adzan Dzuhur berkumandang. Jadi, jika kamu lupa membaca niat puasa Rajab pada malam hari, kamu boleh melakukannya pada pagi atau sore hari, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Bacaan niatnya adalah:

    نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

    Bacaan Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i syahri rajaba lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’ala.”

    Sementara itu, untuk doa buka puasa Rajab juga sama seperti puasa lainnya, yakni dilakukan saat adzan Maghrib berkumandang dengan membaca:

    اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Bacaan Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar raahimin.

    Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

    Setelah membaca doa buka puasa Rajab, umat muslim dianjurkan untuk memakan buah kurma dalam jumlah ganjil, seperti yang diamalkan Rasulullah SAW. Adab memakan buah kurma sesuai sunnah Nabi SAW ini sesuai dengan H.R Abu Dawud r.a, yaitu:

    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

    Artinya: “Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwasannya Nabi SAW biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air.” (HR Abu Dawud no. 2356).

    Amalan Lain Selama Bulan Rajab

    Telah disinggung pada poin sebelumnya, bahwa bulan Rajab memiliki banyak keistimewaan atau keutamaan. Maka dari itu, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah di bulan ini. Beberapa amalan tersebut adalah:

    1. Menyambut Bulan Rajab dengan Membaca Doa

    Untuk menyambut datangnya bulan Rajab, kamu bisa membaca doa berikut:

    أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

    Bacaan Latin: Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana wa balighna Ramadhana.

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan.”

    2. Membaca Doa Istighfar Rajab

    Ini adalah salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca selama bulan Rajab. Membaca doa ini adalah cara untuk memohon ampun kepada Allah SWT dan membersihkan hati dari dosa-dosa sebelum memasuki bulan Ramadhan. Adapun bacaan doanya adalah:

    اَلَّذِيْ لَاإِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ مِنْ جَمِيْعِ الْمَعَاصِيْ وَالذُّنُوْبِ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ مِنْ جَمِيْعِ مَاكَرِهَ اللهُ قَوْلًا وَفِعْلًا وَسَمْعًا وَبَصَرًا وَحَاضِرًا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ لِمَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَاأَعْلَنْتُ وَمَاأَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

    Alladhi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaaih, min jamii’il ma’aashii, wadh dhunuubi, wa atuubu ilaah, min jamii’i maa karihallaahu qaulan wa fi’lan, wa sam’an, wa basharan, wa hashiran, allaahumma inii astaghfiruka limaa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asraftu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihii minnii, antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, wa anta ‘alaa kulli sya’in qadiir.

    Artinya: “Yang Tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi berdiri sendiri. Hamba bertobat kepada-Nya dari segala maksiat dan dosa. 

    Hamba bertobat kepada-Nya dari segala yang Allah benci, baik berupa perkataan, perbuatan, pendengaran, penglihatan, maupun perasaan. Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon ampun terhadap apa-apa (dosa-dosa) yang telah lalu maupun yang kemudian, baik (dosa yang hamba lakukan) keterlaluan, (dosa) yang hamba sembunyikan, (dosa yang hamba lakukan) secara terang-terangan, maupun apa-apa (dosa-dosa) yang Engkau lebih mengetahuinya daripada hamba. 

    Engkau-lah Yang Maha Pemula, Engkau-lah Yang Maha Akhir, dan hanya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.”

    Kemudian dilanjutkan dengan:

    للَّهُمَّ إِنَّيْ اَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ تُبْتُ إِلَيْكَ مِنْهُ ثُمَّ عُدْتُ فِيْهِ وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَاأَرَدْتُ بِهِ وَجْهَكَ الْكَرِيْمَ فَخَالَطْتُهُ بِمَا لَيْسَ لَكَ بِهِ رِضًى وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَا وَعَدْتُكَ بِهِ نَفْسِيْ ثُمَّ اَخْلَفْتُكَ وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَادَعَالِيْ إِلَيْهِ الْهَوَى مِنْ قَبْلِ الرُّخَصِ مِمَّااشْتَبَهَ عَلَيَّ وَهُوَ عِنْدَكَ مَحْظُوْرٌ،وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنَ النِّعَمِ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ بِهَاعَلَيَّ فَصَرَفْتُهَا وَتَقَوَّيْتُ بِهَاعَلَى الْمَعَاصِيْ

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya hamba memohon ampun kepada-Mu dari setiap dosa, hamba bertobat kepada-Mu dari dosa yang hamba lakukan lagi. Hamba memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang hamba maksudkan untuk berbakti kepada-Mu, Yang Maha Mulia, namun tercemari oleh apa-apa yang tidak Engkau ridhoi. 

    Hamba memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang telah hamba janjikan kepada-Mu kemudian hamba khilaf kepada-Mu. Hamba memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau berikan kepada hamba, namun hamba menyepelekannya. Hamba mohon ampun kepada-Mu dari segala nikmat yang Engkau limpahkan kepada hamba, namun hamba menyalahgunakannya di jalan maksiat.”

    Kini, Kamu Tahu Doa Buka Puasa Rajab!

    Itulah bacaan doa buka puasa Rajab serta doa-doa lainnya yang dianjurkan untuk mengamalkannya selama bulan Rajab, mulai dari bacaan Arab, Latin, beserta artinya yang bisa kamu ikuti. Yuk, amalkan doa-doa di atas dan raih keberkahannya!

  • Doa Agar Haid Cepat Keluar, Tata Cara, dan Ikhtiar yang Bisa Dilakukan

    Doa Agar Haid Cepat Keluar, Tata Cara, dan Ikhtiar yang Bisa Dilakukan

    Tidak semua perempuan mengalami haid yang teratur. Jika kamu sering mengalami kondisi tersebut, cobalah untuk berobat ke dokter. Selain itu, jangan lupa untuk memanjatkan doa agar haid cepat keluar dan lancar kepada Allah SWT.

    4 Doa Agar Haid Cepat Keluar

    Berikut ini 4 doa agar haid lancar yang bisa kamu panjatkan, yaitu: 

    1. Doa yang Diriwayatkan Imam Bukhari

    Pertama, doa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Doa tersebut berisi tentang permohonan kepada Allah yang supaya segera diberikan kesembuhan dan dijauhkan dari penyakit.

    اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذهِبِ البَأسَ اشفِ أَنتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاوءُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma Rabbannasi, adz-hibil ba’sa isyfi anta asy-syafi la syifa-a illa syifa-uka syifa-an la yughadiru saqoman.

    Artinya:

    “Ya Allah Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit ini, sembuhkan lah, engkau dzat Yang Maha Menyembuhkan, tak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tak meninggalkan rasa sakit.” (HR. Bukhari).

    2. Doa yang Diriwayatkan Imam Muslim

    Selain Imam Bukhari, ada  pula hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadits tersebut berisi permohonan doa agar diberi perlindungan. Selain itu, supaya dijauhkan  dari hilangnya kenikmatan dan berubahnya menjadi kesehatan badan.

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

    Allahumma inni a’uudzu bika min zawaali ni’matika wa tahawwuli ‘aafiyatika wa fujaa’ati niqmatik wa jamii’i sakhothik.

    Artinya:

    “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim Nomor 2739).

    3. Surat Al-Anbiya Ayat 84

    Tidak hanya berdasarkan pada hadits, tetapi juga telah tercantum dalam Al-Quran yaitu Surat Al-Anbiya ayat 84. Doa tersebut dipanjatkan oleh Nabi Ayub saat sedang sakit, agar segera diberikan kesembuhan.

    رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

    Robbi annii massani yadh-dhurru wa anta arhamar roohimiin.

    Artinya:

    “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

    4. Surat Al Fatihah

    Doa agar cepat haid berikutnya adalah yang diriwayatkan oleh Ad Darimi dari Abu sa’id. Doa tersebut berupa Surat Al Fatihah. 

    Pasalnya, Surat Al Fatihah disebut juga sebagai asy syifa atau penyembuh. Sebagai hadis marfu’: Fatihatul Kitab itu merupakan as syifa (penyembuh) dari setiap racun serta doa agar segera diberi kesembuhan, tak terkecuali untuk melancarkan siklus haidnya.

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ .الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

    Bismillahir rahmanir rahim. Alhamdu lillahi rabbil alamin. Ar rahmanir rahim. Maliki yaumiddin. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Ihdinas siratal mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim ghairil maghdubi ‘alaihim wa lad dallin.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

    6 Tata Cara Berdoa Agar Haid Cepat Keluar

    Berikut 6 tata cara doa agar haid cepat keluar yang bisa dilakukan , yaitu:

    1. Memuji Allah SWT dengan Bacaan Hamdalah

    Bacaan hamdalah adalah salah satu bentuk syukur terhadap kenikmatan yang Allah berikan. Meski sedang sakit, kamu juga perlu bersyukur, karena sakit juga dapat memberikan berkah.

    اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

    (Alhamdulillahi rabbil ‘alamin)

    2. Membaca Sholawat atas Nabi Muhammad

    Selanjutnya, kamu juga perlu membaca sholawat atas Nabi Muhammad SAW dengan harapan bisa mendapatkan syafaatnya.

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

    (Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shohbihii ajma’iin)

    3. Membaca Istighfar

    Kemudian, dilanjutkan dengan membaca istighfar sebagai bentuk memohon pengampunan kepada Allah. Selain itu, agar diangkat penyakit dan rasa sakit dari haid.

    اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ

    (Astaghfirullahaladzim)

    4. Membaca Doa Agar Haid Cepat Keluar

    Berikutnya, tentu saja kamu harus membaca salah satu atau beberapa doa dari keempat yang telah disebutkan di atas. Namun, harus kamu ingat bahwa doa hanyalah sebagai perantara. Sedangkan, yang memiliki kuasa untuk mengabulkan doa pastinya hanya Allah SWT.

    5. Doa dengan Ikhlas

    Saat berdoa harus dilakukan dengan hati yang ikhlas dan tulus. Selain itu, memohon pertolongan dan kemudahan dalam menghadapi rasa sakit dari haid. Sampaikan keinginan dan permintaan kamu dengan penuh keyakinan serta penyerahan diri kepada kehendak-Nya.

    6. Menggunakan Kata-Kata yang Baik

    Tata cara berdoa terakhir yaitu dengan menggunakan kata-kata yang baik, sopan, dan memohon kepada Allah dengan kerendahan hati. Kamu dapat memohon agar haid lancar dan cepat selesai, sehingga kondisi tubuhmu normal dan sehat.

    5 Ikhtiar yang Bisa Dilakukan Supaya Haid Cepat Selesai

    Selain doa agar haid cepat keluar, berikut 5 ikhtiar yang bisa kamu lakukan supaya haid lancar dan lekas selesai yaitu:

    1. Terapkan Gaya Hidup Sehat

    Menjaga pola hidup yang sehat dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh. Misalnya, mengonsumsi makanan sehat, menghindari makanan yang berlemak dan berminyak, serta mengatur pola makan dengan makanan bergizi. 

    Adapun yang termasuk makanan bergizi yaitu buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan makanan berprotein.

    2. Olahraga Secara Teratur

    Selanjutnya, kamu juga perlu melakukan olahraga secara teratur yang dapat membantu menjaga kesehatan dan keseimbangan hormon dalam tubuh. Kamu bisa memilih jenis olahraga disukai dan dilakukan dengan rutin. Misalnya, olahraga jalan di tempat, jogging, berenang, atau yoga.

    3. Mengelola Stres dengan Baik

    Salah satu penyebab haid tidak lancar adalah stres. Oleh karena itu, kamu perlu berusaha untuk mengelola stres dengan melakukan aktivitas yang bersifat relaksasi. Misalnya, dengan melakukan meditasi. Di samping itu, pastikan juga kamu memiliki waktu istirahat dan tidur yang cukup.

    4. Konsumsi Herbal

    Beberapa ramuan herbal seperti jahe, kunyit, atau chamomile memiliki manfaat untuk membantu mengatur siklus menstruasi. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan ahli herbal atau tenaga medis sebelum mengonsumsi herbal apapun. 

    Apalagi jika kamu memiliki kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain, sehingga perlu ditanyakan lebih lanjut demi kesehatan tubuhmu.

    5. Minum Air Putih yang Cukup

    Memastikan tubuh kamu terhidrasi dengan baik juga penting untuk menjaga kelancaran siklus menstruasi. Minum air putih yang cukup setiap hari dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Sudah Tahu Doa Agar Haid Cepat Keluar?

    Itulah penjelasan mengenai doa agar haid cepat keluar, tata cara, serta ikhtiar yang bisa kamu lakukan. Setelah mengetahui informasi tersebut, semoga dapat membantumu untuk mengatasi haid yang tidak lancar.

  • 8+ Khasiat Doa Sapu Jagat yang Sering Dibaca Rasulullah, Lengkap!

    8+ Khasiat Doa Sapu Jagat yang Sering Dibaca Rasulullah, Lengkap!

    Bagi umat muslim, tentu tidak asing lagi dengan doa sapu jagat dan artinya. Doa pendek ini merupakan bacaan yang biasa diucapkan setelah sholat dan berdoa kepada Allah. Tidak hanya itu saja, Anda juga boleh memanjatkan doa ini tanpa bersamaan dengan doa lainnya kapanpun dan dimanapun.

    Nabi Muhammad SAW bahkan sering melantunkan doa ini semasa hidupnya. Tidak heran jika ada banyak sekali keutamaan dari mengamalkan doa ini setiap hari. Ingin tau apa saja keutamaan dan waktu yang tepat untuk memanjatkan doa? Cari tau jawabannya dalam ulasan di bawah ini!

    Pengertian Doa Sapu Jagat

    Anda mungkin sudah mengenal bahkan mengamalkan doa-doa pendek di akhir penutup doa setelah sholat. Sebagian orang juga menggunakan doa ini sebagai pujian yang diucapkan menjelang sholat berjamaah di masjid ataupun mushola. Namun, tahukah Anda apa makna dari nama doa tersebut?

    Berdasarkan rangkaian namanya, bacaan ini terdiri atas dua kata, yaitu sapu dan jagat. Sapu memiliki makna sebagai alat yang digunakan untuk membersihkan sesuatu atau kotoran. Sedangkan jagat bermakna sebagai alam semesta atau dunia. Secara tekstual, doa ini bisa dimaknai sebagai doa pembersih alam semesta.

    Doa pembersih alam maksudnya adalah doa yang merangkum semua hal dalam kehidupan manusia untuk mendapatkan kebaikan di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW diketahui sangat sering memanjatkan doa pendek ini terutama selama i’tikaf di sepuluh malam terakhir bulan ramadhan.

    Sebagaimana Hadits Riwayat Abu Dawud No.1482 yang berisi Aisyah Radhiyallahu anha yang berkata bahwa, “Rasulullah SAW menyukai doa-doa yang singkat dan padat dan meninggalkan selain itu.”

    Sementara dalam Hadits RIwayat Bukhari dan Muslim menyatakan bahwa doa yang lebih sering dilantunkan oleh Rasulullah berbunyi:

    Allahumma aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, waqina ‘adzabannar.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat, dan lindungilah Kami dari azab Neraka.”

    Bacaan Doa Sapu Jagat

    Doa ini biasanya dipanjatkan setelah sholat maupun setelah membaca doa-doa lainnya dan berfungsi sebagai penutup. Anda bisa mengamalkan doa ini kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan keutamaannya. Berikut ini bacaan doa dalam huruf Arab dan latin, serta artinya yang harus Anda ketahui:

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Latin: Rabbana, atina fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqina ‘adzabannar

    Artinya: “Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”

    Doa ini ternyata merupakan potongan dari surat Al Baqarah Ayat 201. Berikut ini bunyi dari surat Al Baqarah Ayat 201 yang lengkap dengan artinya:

    وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Latin: Wa min-hum may yaqụlu rabbanā ātinā fid-dunya ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār

    Artinya: Dan di antara mereka ada yang berdoa, “ Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

    Khasiat dan Keutamaan Membaca Doa Sapu Jagat

    Doa pendek ini merupakan doa yang paling favorit karena sering dilantunkan oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut ini beberapa keutamaan yang akan Anda dapatkan setelah membaca atau mengamalkan doa yang paling sering dilantunkan Rasulullah:

    • Anda bisa mendapatkan kebaikan dunia seperti kesehatan, rezeki yang luas, dan ilmu yang bermanfaat. 
    • Ada pula kebaikan akhirat yang akan Anda dapatkan setelah mengamalkan bacaan ini, yaitu masuk ke surga.
    • Termasuk doa yang paling sering dilantunkan Rasulullah, sehingga akan mendapatkan keberkahan saat ikut membacanya.
    • Wujud harapan dari semua manusia agar selalu berada pada jalan kebaikan dan keselamatan.
    • Termasuk salah satu doa yang dipercaya bisa menyembuhkan suatu penyakit.
    • Termasuk doa yang mencakup semua kebaikan di dunia dan melindungi dari keburukan.
    • Meningkatkan keimanan dan kedekatan dengan Allah SWT.
    • Mendapatkan perlindungan dari panas api neraka dan ampunan dari Allah atas semua kekhilafan selama hidup di dunia.
    • Mengandung permohonan agar selamat dari bencana besar di padang mahsyar, mendapat keringanan hisab, dan dipermudah saat menyeberang shirath al-mustaqim nanti.
    • Mendapatkan ketentraman, keselamatan, dan harta yang cukup serta ilmu yang bermanfaat.
    • Mendapatkan kemudahan duniawi untuk menjalankan seluruh perintah Allah dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan Allah.
    • Mengumpulkan berbagai hajat yang diinginkan.

    Waktu yang Tepat untuk Membaca Doa Sapu Jagat

    Doa pendek ini memang biasanya dipanjatkan di akhir doa lainnya. Namun, perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa waktu yang tepat untuk membaca doa ini beserta artinya. Berikut ini beberapa waktu yang bisa Anda gunakan:

    1. Setelah Sholat Wajib 5 Waktu

    Doa ini paling umum diucapkan setelah membaca doa sholat wajib. Sebagian besar orang menyelipkan doa pendek ini di dalam doa-doa lainnya. Termasuk sebagai doa penutup setelah dzikir. Hampir semua umat muslim tentu selalu menyelipkan doa ini setelah melakukan ibadah sholat fardhu maupun sunnah lainnya.

    2. Di Antara Azan dan Iqamah

    Salah satu waktu yang tepat untuk memanjatkan doa agar lebih mudah dikabulkan oleh Allah adalah di antara waktu azan dan iqamah. Anda bisa menyelipkan doa pendek ini setelah mendengar azan berkumandang untuk mendapatkan keutamaannya. Selain itu, melantunkan doa pendek ini juga bisa membantu doa agar cepat terkabul.

    3. Selama Bulan Ramadhan

    Bulan ramadhan merupakan salah satu bulan yang mulia bagi umat muslim. Ada banyak sekali amalan yang bisa Anda kerjakan untuk memupuk pahala selama bulan ramadhan. Salah satu amalan sederhana yang bisa Anda lakukan, yaitu melantunkan doa sapu jagat ini. 

    Anda bisa membacanya lebih banyak khusus pada malam ke-23 di bulan ramadhan. Karena waktu tersebut memiliki banyak keberkahan dari Allah SWT. 

    4. Malam Lailatul Qadar

    Selain di malam ke-23 bulan ramadhan, Anda juga bisa melantunkan doa ini pada malam lailatul qadar. Mengingat malam lailatul qadar termasuk malam terbaik untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Jadi, Anda bisa mengamalkannya saat i’tikaf di masjid sembari berdoa dan berzikir untuk memohon keselamatan dunia dan akhirat.

    5. Setelah Sholat Malam

    Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan doa termasuk bacaan pendek ini. Anda bisa menunaikan sholat malam seperti sholat tahajud, hajat, atau sunnah lainnya diantara pukul 01.00 dini hari sampai sebelum memasuki waktu sholat subuh. Setelah sholat sunnah, pastikan Anda memanjatkan doa pendek ini.

    Sudah Tahu Apa Saja Khasiat Doa Sapu Jagat?

    Demikian ulasan lengkap seputar doa sapu jagat mulai dari khasiat, keutamaan, hingga maknanya. Anda bisa mengamalkan doa yang paling sering dilantunkan Nabi Muhammad SAW ini setiap hari untuk merasakan khasiatnya. Jangan lupa mengamalkan doa ini bersama dengan ibadah lainnya. Semoga bermanfaat!

  • Doa Nabi Yusuf: Bacaan, Manfaat & Cara Mengamalkannya

    Doa Nabi Yusuf: Bacaan, Manfaat & Cara Mengamalkannya

    Nabi Yusuf adalah utusan Allah SWT yang memiliki kesabaran dan ketabahan luar biasa. Dengan dianugerahi wajah tampan, Nabi Yusuf harus menerima banyak cobaan, sehingga terus memanjatkan doa kepada Allah SWT. Simak doa Nabi Yusuf yang senantiasa beliau panjatkan di bawah ini!

    4 Doa Nabi Yusuf

    Berikut 4 doa yang Nabi Yusuf panjatkan dan bisa kamu teladani, yaitu:

    1. Doa Ketika Sedang Bercermin

    Nabi Yusuf memiliki wajah yang tampan. Bahkan, menurut riwayat, setiap wanita yang memandangkan akan langsung jatuh cinta. Meski begitu, beliau senantiasa memohon doa kepada Allah saat bercermin, agar memiliki akhlak yang baik sebagaimana wajah tampannya, seperti berikut:

    اَلَّلهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

    Allahumma kamaa hassanta khalqii fa hassin khuluqi.

    Artinya: “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah ciptakan aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku.”

    2. Doa Terhindar dari Perbuatan Maksiat

    Ketampanan yang dimiliki oleh Nabi Yusuf ternyata menjadi fitnah bagi para perempuan di sekitarnya. Oleh karena itu, beliau memohon kepada Allah supaya dijauhkan dari perbuatan maksiat dengan doa berikut:

    قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

    Qala rabbis sijnu ahabbu ilayya mimma yad unani ilaih, wa illa tashrif anni kaidahunna asbu ilaihinna wa akum minal jahilin.

    Artinya:

    “Yusuf berkata, ‘Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.’” (QS Yusuf ayat 33)

    3. Doa Nabi Yusuf Memohon Khusnul Khotimah

    Allah SWT telah memberikan ketetapan bahwa Nabi Yusuf akan memperoleh kedudukan tinggi dan mewarisi tahta Raja Mesir serta hidup makmur. Namun, Nabi Yusuf tetap berdoa supaya kelak wafat dalam keadaan khusnul khotimah, seperti berikut:

    رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ

    Robbi qod ataitani minal mulki wa alamtani min takwilil ahadis, fatiras samawati wal ard, anta waliyyi fiddunya wal akhiroh, tawaffani muslimaw wa alhiqni bis sholihin.

    Artinya: 

    “Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian tabir mimpi. Ya Tuhan pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan hubungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.”

    Sebelum akhirnya Nabi Yusuf hidup dalam kemakmuran, beliau mendapat banyak cobaan dan ujian. Mulai dari dibuang saudara kandungnya sendiri hingga dipenjara karena difitnah. 

    Meski begitu, beliau selalu berdoa kepada Allah, supaya memperoleh kebaikan dan kedamaian di dunia, ketika menghadapi berbagai macam cobaan. Melalui doa tersebutlah, Nabi Yusuf terus berserah diri memohon kepada Allah SWT.

    4. Doa Pembuka Aura Nabi Yusuf

    Selain tiga di atas, kamu bisa juga berdoa kepada Allah untuk membuka aura Nabi Yusuf, supaya dicintai oleh orang-orang sekitar. Berikut doa yang bisa kamu amalkan:

    الَّلهُمَّ جَئَلْنِى نُوْرُ يُوْسُفَ عَلَى وَجْهِي فَمَنْ رَ اَنِى يُحِبُّنِي مَحَبَّتَنْي

    Allahumma ‘alnii nuuru yusufa ala wajhii fa man ro aanii yuhibbunii mahabbatan.

    Artinya: 

    “Ya Allah, jadikanlah Nur cahaya Nabi Yusuf pada wajahku, dan bagi siapa yang melihat akan menjadi kagum serta memiliki cinta kasih kepadaku.”

    4 Manfaat Mengamalkan Doa Nabi Yusuf

    Berikut 4 manfaat mengamalkan doa dari Nabi Yusuf yang perlu kamu ketahui dengan baik, yaitu:

    1. Mendapatkan Ketenangan dan Kesabaran

    Nabi Yusuf adalah contoh yang baik dalam menunjukkan ketenangan serta kesabaran saat menghadapi cobaan dan ujian hidup. Dengan mengamalkan doa-doa beliau, dapat membantu kamu untuk menjaga ketenangan jiwa dan meningkatkan kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan hidup ini.

    2. Memperoleh Perlindungan dari Godaan dan Fitnah

    Dalam kisah Nabi Yusuf, beliau menghadapi godaan dan fitnah yang kuat. Salah satu doa beliau yaitu memohon perlindungan Allah dari maksiat yang selalu mengancam. 

    Jika kamu mengamalkan doa-doa yang dipanjatkan olehnya, kamu bisa menjaga diri dari godaan maksiat, agar selalu dilindungi Allah SWT.

    3. Sebagai Upaya Menjalani Kehidupan yang Baik

    Nabi Yusuf mengalami perjalanan hidup yang penuh ujian, tetapi akhirnya Allah memberkati beliau dengan kedudukan tinggi. 

    Ketika Nabi Yusuf telah mendapat kemakmuran hidup, beliau terus saja berdoa kepada Allah untuk didekatkan dengan orang-orang sholeh serta mendapat kebaikan di dunia.

    Oleh karena itu, dengan mengamalkan doa Nabi Yusuf, dapat menjadi salah satu upaya untuk mencapai berkah dan kebaikan dalam menjalani kehidupan.

    4. Memupuk Sikap Empati dan Kemurahan Hati

    Manfaat mengamalkan doa-doa Nabi Yusuf yang terakhir adalah dapat memupuk sikap simpati dan kemurahan hati. Meski telah dizalimi oleh saudara-saudaranya, Nabi Yusuf menunjukkan pengampunan dan kemurahan hati terhadap mereka.

    Salah satu doa yang dipanjatkan beliau saat bercermin, yaitu memohon supaya Allah memperbaiki akhlaknya, sehingga bisa selalu berbuat kebaikan. Dengan mengamalkan doa tersebut, kamu dapat memiliki sikap empati yang tinggi dan membantu orang lain.

    5 Cara Mengamalkan Doa Nabi Yusuf

    Berikut 5 cara mengamalkan doa dari Nabi Yusuf yang penting untuk kamu lakukan, yaitu:

    1. Bacalah Doa Setelah Shalat

    Salah satu waktu berdoa yang dianjurkan adalah saat selesai shalat, terutama setelah sholat fardhu. Selain itu, bisa juga dibacakan pada sujud terakhir sebelum salam. Oleh karena itu, sangat disarankan kamu mengamalkan doa-doa Nabi Yusuf pada waktu-waktu tersebut.

    2. Berwudhu Sebelum Berdoa

    Sebagai bentuk ibadah, berdoa dalam keadaan suci dianjurkan. Maka dari itu, sebaiknya kamu berwudhu sebelum berdoa. Jika kamu sudah berwudhu, tentu kamu dalam keadaan bersih, sebagaimana yang dianjurkan Allah SWT. 

    Dengan demikian, ketika berdoa, kamu dijauhkan dari godaan syaitan, karena berada dalam keadaan suci.

    3. Membaca Doa Saat Bercermin

    Amalan doa Nabi Yusuf salah satunya yaitu doa saat bercermin. Tentunya, disarankan untuk mempraktekkannya di depan cermin serta dengan penampilan yang baik. 

    Jika  kamu ingin mendapatkan efek doa lebih cepat, kamu bisa mengamalkan doa ini setiap hari. Selain itu, tetapkan mengharapkan pertolongan Allah saat berdoa. Sebab, hanya Allah yang dapat memberikan pertolongan kepada hambaNya.

    4. Memanjatkan Doa dengan Tulus dan Yakin

    Ketika memanjatkan doa-doa Nabi Yusuf, lakukan dengan keikhlasan, tulus, dan yakin bahwa Allah mendengar doa kamu. Selain itu, percayalah bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya. Maka dari itu, kamu bisa berserah diri sepenuhnya kepada-Nya.

    5. Berdoa Secara Rutin

    Sangat dianjurkan untuk berdoa secara rutin pada waktu yang tepat. Sehingga, Allah dapat melihat kesungguhan hati dan keikhlasan kamu dalam berdoa. Waktu yang baik untuk berdoa, misalnya di sepertiga malam, saat adzan dikumandangkan, dan sujud terakhir shalat fardhu.

    Siap Mengamalkan Doa Nabi Yusuf?

    Demikian informasi mengenai doa Nabi Yusuf lengkap dengan arti, manfaat, serta cara mengamalkannya yang tepat. Dengan meneladani sikap Nabi Yusuf serta memohon kepada Allah SWT, semoga kita termasuk golongan orang-orang shaleh yang selalu mendapat perlinfunganNya.

  • Doa Minta Kesembuhan dari Segala Penyakit – Diri Sendiri & Keluarga

    Doa Minta Kesembuhan dari Segala Penyakit – Diri Sendiri & Keluarga

    Setiap penyakit yang diderita adalah sebuah ujian. Jadi, apabila Anda sabar dalam menghadapi penyakit yang dialami, maka sakit itu akan menjadi pelebur dosa-dosa Anda. Bahkan, Allah pun akan mengangkat derajat Anda. Salah satu ikhtiar yang bisa Anda lakukan adalah dengan memanjatkan doa minta kesembuhan.

    Hadits Tentang Meminta Pertolongan Allah

    Bagi seorang muslim, wajib hukumnya untuk meyakini bahwa setiap penyakit datangnya dari Allah. Rasa sakit juga merupakan sebuah ujian dari Allah SWT. 

    Agama secara jelas menganjurkan untuk membaca doa ketika sedang merasakan sakit. Hal tersebut bertujuan untuk meminta ampunan dan kesembuhan agar penyakit yang Anda alami bisa disembuhkan. 

    Dalam sebuah hadits menjelaskan, Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap penyakit bisa diatasi. Namun, orang tersebut harus mau meminta pertolongan kepada Allah SWT.

    Berikut bunyi sabda dari Rasulullah SAW:

    “Setiap penyakit pasti memiliki obat. Apabila sebuah obat sudah sesuai dengan penyakitnya, maka dia akan sembuh dengan seizin Allah SWT.” (HR. Muslim)

    Allah SWT juga berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 186 yang berbunyi:

    alquranmulia

    Artinya adalah sebagai berikut:

    “Dan apabila hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa jika orang tersebut memohon kepadaKu. Maka, hendaklah mereka memenuhi segala perintahKu dan beriman kepadaKu. Agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

    Doa Minta Kesembuhan

    Mempelajari doa meminta kesembuhan dari penyakit merupakan hal yang penting. Pasalnya, sakit ini datangnya tidak pernah bisa diprediksi terlebih dahulu. Sakit sendiri merupakan suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh siapapun. Nah, berikut ini ada beberapa doa yang bisa Anda amalkan jika ingin lekas sembuh dari sakit:

    1. Doa Kesembuhan untuk Diri Sendiri

    Jika Anda sedang sakit, maka berdoalah untuk meminta kesembuhan. Sebab, membaca doa bisa menjadi salah satu upaya untuk mendapatkan keringanan dan kesembuhan setelah berikhtiar. Berikut ini adalah doa yang bisa Anda baca dan amalkan saat sedang sakit:

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Bahasa latinnya:

    “Allahumma rabbannaasi, adzhibil ba’sa. Isyfi antas syaafi laa syafiya illa anta syifaa’an la yughadiru saqaman.”

    Artinya:

    “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Hanya Engkaulah yang Maha menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak akan menyisakan rasa sakit.”

    Selain itu, Anda juga bisa membaca doa minta kesembuhan yang ada dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 83 jika masih belum merasa cukup. Berikut doanya:

    رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرّٰحِمِينَ

    Bahasa latinnya:

    “Robbahu annii massaniyadh-durru wa anta arhamur-rohimin.”

    Artinya:

    “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit. dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua yang penyayang.”

    Rasulullah SAW juga mengajarkan sebuah doa jika diri sendiri sedang merasa sakit. Nah, inilah doa yang biasa dibaca Rasulullah sambil memegang bagian yang sedang sakit:

    بِسْمِ اللَّهِ

    Bahasa latinnya:

    “Bismillah.” (dibaca sebanyak 3 kali)

    Artinya:

    “Dengan nama Allah.”

    أَعُوذُ بِاَللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Bahasa latinnya adalah:

    “A’udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru.” (dibaca sebanyak 7 kali)

    Artinya adalah:

    “Aku berlindung kepada Allah dan kuasaNya dari keburukan apa yang kurasakan dan ku khawatirkan.”

    Hal tersebut bahkan sudah tertuang dalam hadits riwayat Imam Muslim mengenai bacaan meminta kesembuhan yang berbunyi:

    وروينا في صحيح مسلم رحمه الله، عن عثمان بن أبي العاص رضي الله عنه، أنه شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وجعا يجده في جسده، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم ضَعْ يَدَك عَلَى الَّذِي تَأْلَمُ مِنْ جَسَدِك، وَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاَللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Artinya:

    “Diriwayatkan kepada kamu dalam shahih Muslim rahimahullah, dari Utsman bin Abil ‘Ash RA, bahwa ia mengadu kepada Rasulullah SAW perihal penyakit yang dirasakan pada tubuhnya. Rasulullah SAW lalu mengatakan kepadanya,

    ‘Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang terasa sakit. Bacalah Bismillah sebanyak tiga kali. Lalu, baca a’udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru.” (Imam An-Nawawi, kitab Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H, halaman 113-114)

    2. Doa Kesembuhan untuk Keluarga

    Doa minta kesembuhan untuk keluarga atau orang lain ini sebenarnya sudah diajarkan dan sering diucapkan oleh Rasulullah. Terlebih ketika sedang mendoakan sahabatnya yang sedang sakit. Nah, berikut ini adalah doa yang bisa Anda bacakan dan amalkan:

    narasi.tv

    Bahasa latinnya:

    “As’alullahal azhima rabbal ‘arsyil ‘azhimi an yasyfiyaka.”

    Artinya:

    “Aku memohon kepada Allah yang agung. Tuhan arsy yang megah agar menyembuhkanmu.”

    Jika ingin mendoakan anggota keluarga atau bahkan orang lain secara langsung, maka Anda bisa menyebutkan nama orang yang ingin Anda doakan tersebut. Setelah itu, silahkan Anda baca doa meminta sembuh berikut ini:

    narasi.tv

    Bahasa latinnya:

    “Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa afaka fi finika wa jismika ila muddati ajalika.”

    Artinya:

    “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.”

    Doa ini biasanya dibaca oleh Rasulullah SAW ketika sedang menjenguk sahabatnya, Salman Al-Farisi RA yang sedang sakit. (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 115)

    Mengamalkan Surah Al Mu’awwidzat

    Dalam agama Islam, sudah jelas menerangkan bahwa surat dalam Al-Qur’an bisa menjadi pedoman hidup. Karena itu, beberapa suratnya diyakini bisa dibaca untuk memberikan kesembuhan atas penyakit yang sedang diderita. 

    Nah, surat yang dimaksud ini adalah Surat Mu’awwidzat. Surat Mu’awwidzat ini sendiri terdiri dari Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas. Ketiga surat ini merupakan surat penutup dari Al-Qur’an yang memiliki keutamaan cukup besar.

    Surat ini bisa Anda jadikan sebagai pelindung dari berbagai macam godaan setan. Bahkan, surat ini bisa Anda gunakan untuk menghindarkan diri dari kejahatan manusia. Tidak hanya itu, ketiga surat tersebut bahkan bisa Anda gunakan sebagai obat atau doa minta kesembuhan. 

    Hal tersebut dijelaskan oleh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir. Penjelasan ini didasarkan pada hadis dari Aisyah mengenai kebiasaan Rasulullah yang selalu membaca ketiga surat ini sebelum tidur. Berikut bacaannya:

    tafsiralquran.id

    Artinya adalah:

    “Dari Aisyah RA, dijelaskan bahwa nabi Muhammad SAW jika pergi ke tempat tidur setiap malam selalu mengumpulkan kedua telapak tangannya. Lalu, beliau meniupkan dalam terbukanya telapak tangan tersebut, dan membaca surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas. Kemudian, kedua telapak tangan tersebut diusapkan ke tubuhnya. Dimulai dari kepala dan wajah, serta anggota tubuh lainnya. Beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)

    Sudah Tahu Bagaimana Doa Minta Kesembuhan?

    Tentunya setiap orang menginginkan tubuhnya selalu sehat. Oleh sebab itu, ketika sedang sakit, Anda bisa berikhtiar untuk mencari obat dan berdoa kepada Allah. Doa meminta kesembuhan yang di atas bisa mulai Anda baca dan amalkan ketika sedang merasa sakit atau menjenguk keluarga dan orang lain yang sedang sakit.

  • Doa Tolak Bala Latin & Artinya untuk Menjauhkan Diri dari Musibah

    Doa Tolak Bala Latin & Artinya untuk Menjauhkan Diri dari Musibah

    Membaca doa tolak bala bisa dilakukan oleh umat muslim dengan tujuan agar terhindar dari musibah dan segala marabahaya. Apalagi setiap orang tentu saja tidak ingin mendapatkan musibah atau bala. Meski sebenarnya hal tersebut merupakan bagian dari ujian yang diberikan oleh Allah SWT.

    Dengan mengamalkan doa tersebut, maka Allah SWT akan senantiasa melindungi setiap muslim dari segala kejadian yang tidak diinginkan. Lantas, bagaimana bacaan doa tersebut yang benar untuk menjauhkan diri dari musibah dan marabahaya?

    Kumpulan Bacaan Doa Tolak Bala dan Artinya

    Berikut ini adalah kumpulan beberapa bacaan doa tolak bencana lengkap dengan artinya. Kamu bisa mengamalkan salah satu dari beberapa doa yang ada di bawah ini.

    1. Doa Meminta Perlindungan dari Bala yang Berat

    اللهم إني أعوذ بك من جهد البلاء ودرك الشقاء وسوء القضاء وشمائة الأعداء

    Allahumma inni a’udzubika min jahdil balaa-i wa darkisyaqa- i wa syamaatatil a’daa-i.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bala yang berat, kecelakaan yang menimpa, ketentuan yang jelek, serta kejahatan musuh yang zalim.”

    2. Doa Tolak Bala agar Terhindar dari Mudarat

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan. Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.”

    3. Doa saat Terkena Musibah atau Bahaya Lain

    اللهـم ادفع عنا الغلاء والبلاء والوباء والفحشاء والمنكر والشيوف المختلفة والشدائد والمحن ما ظهر منها وما بطن من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة إنك على كل شيئ قدير

    Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina’aammatan. Innaka’alaa kulli syai’in qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah, Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

    4. Doa Tolak Bala yang Diamalkan Setelah Selesai Sholat

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

    Allȃhummaftah lanȃ abwȃbal khair, wa abwȃbal barakah, wa abwȃban ni‘mah, wa abwȃbar rizqi, wa abwȃbal quwwah, wa abwȃbas shihhah, wa abwȃbas salȃmah, wa abwȃbal ‘ȃfiyah, wa abwȃbal jannah. Allȃhumma ‘ȃfinȃ min kulli balȃ’id dunyȃ wa ‘adzȃbil ȃkhirah, washrif ‘annȃ bi haqqil Qur’ȃnil ‘azhȋm wa nabiyyikal karȋm syarrad dunyȃ wa ‘adzȃbal ȃkhirah. Ghafarallȃhu lanȃ wa lahum bi rahmatika yȃ arhamar rȃhimȋn. Subhȃna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mȃ yashifūn, wa salȃmun ‘alal mursalȋn, walhamdulillȃhi rabbil ‘ȃlamȋn. 

    Artinya: “Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Dzat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

    5. Doa Selamat Dunia Akhirat

     اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

    Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fiddiini wa ‘afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir-rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti, allahummaa hawwin ‘alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Artinya: ”Ya Allah kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati. Ya, Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa, selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan.”

    Adab saat Berdoa yang Perlu Diperhatikan Umat Muslim

    Doa merupakan amalan yang selalu dikerjakan oleh seorang muslim, termasuk juga mengamalkan doa tolak bala. Meski begitu, masih ada beberapa orang yang belum mengetahui adab saat berdoa sesuai dengan perintah Allah SWT.

    Nah, berikut ini adalah beberapa adab saat berdoa yang perlu diperhatikan oleh umat muslim, agar doa yang diminta bisa dikabulkan oleh Allah SWT:

    1. Memiliki Iman dan Tauhid

    Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum berdoa adalah memiliki iman dan tauhid yang kuat kepada Allah SWT. Artinya, umat muslim harus menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. 

    Tak hanya itu saja, umat muslim juga perlu yakin dengan janji Allah SWT. Termasuk juga janji untuk mengabulkan segala doa-doa yang telah dipanjatkan.

    2. Bersabar dan Tidak Menuntut

    Selanjutnya, setiap muslim juga harus senantiasa bersabar menunggu terkabulnya doa. Jangan sampai kita justru menuntut Allah SWT agar doa tersebut bisa segera dikabulkan. Ketika memohon sesuatu, sebagai hamba-Nya, tentu saja kita harus selalu bersabar hingga doa tersebut dikabulkan.

    3. Mengkonsumsi Makanan dan Minuman Halal

    Nabi Muhammad SAW telah menegaskan bahwa mengkonsumsi makanan dan juga minuman halal bisa menjadi salah satu penyebab doa tolak bala seorang muslim bisa cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Begitu pula sebaliknya.

    Apabila ada umat muslim yang mengkonsumsi makanan atau minuman yang haram. Bahkan menggunakan pakaian haram, maka Allah SWT akan menolak doa yang kita panjatkan.

    4. Memberikan Pujian kepada Allah SWT dan Shalawat pada Nabi

    Memulai doa dengan sanjungan serta pujian kepada Allah SWT ternyata juga dapat menjadi pengantar agar doa yang dipanjatkan bisa terkabul. Setelah memberikan pujian kepada Allah SWT, umat muslim juga bisa melanjutkannya dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Sudah Tahu Bacaan Doa Tolak Bala yang Sesuai Sunnah Nabi?

    Itu dia kumpulan bacaan doa tolak bala dan artinya yang bisa diamalkan oleh umat muslim setiap hari maupun saat sedang menghadapi musibah. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari segala musibah dan marabahaya, ya.

  • Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih, Latin & Artinya Lengkap!

    Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih, Latin & Artinya Lengkap!

    Pada bulan Ramadhan, mayoritas umat muslim akan melaksanakan puasa dan sholat Tarawih. Supaya ibadah selama bulan Ramadhan semakin sempurna, maka dianjurkan untuk membaca doa setelah melakukan sholat Tarawih, yakni doa kamilin. Lantas, apa saja keutamaan dari doa tersebut?

    Bacaan Doa Kamilin

    Salah satu amalan selama Ramadhan yang dilakukan pada malam hari adalah sholat Tarawih. Jika melaksanakan sholat Tarawih secara berjamaah, maka setelah sholat imam akan memimpin bacaan doa yang disebut sebagai doa kamilin. Bacaan kamilin ini berada pada kalimat pertama dari doa yang dipanjatkan oleh imam.

    Nah, berikut ini bacaannya secara Arab, latin, beserta makna terjemahannya:

    اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wamin sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wamin labanin wa ‘asalin mushaffa syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wash syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

    Arti terjemahan:

    “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadha-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang diantara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

    Waktu Ideal untuk Membaca Doa Kamilin

    Setiap orang yang beragama Islam dianjurkan untuk menunaikan sholat Tarawih. Baik itu berjamaah maupun sendirian di rumah. Oleh sebab itu, mengamalkan bacaan kamilin juga bisa dilakukan di rumah.

    Bukan hanya ibadah wajib saja yang akan membutuhkan bacaan doa, namun ibadah sunnah juga membutuhkannya. Termasuk sholat sunnah Tarawih yang dianjurkan untuk mengamalkan bacaan kamilin selama Ramadhan.

    Setiap malam bulan Ramadhan, umat muslim harus melaksanakan sholat Tarawih. Di mana sholat ini akan ditunaikan sehabis sholat Isya sampai sebelum waktu tidur. Nabi Muhammad SAW melaksanakan sholat Tarawih dengan jumlah delapan rakaat, kemudian menutupnya dengan witir sebanyak tiga rakaat. 

    Dengan demikian, beliau melaksanakan sholat Tarawih sebanyak sebelas rakaat. Setelah itu, umat muslim harus membaca beberapa bacaan, salah satunya adalah kamilin.

    Keutamaan Doa Kamilin

    Bagi umat muslim, mengamalkan bacaan kamilin setelah sholat Tarawih sangat penting. Ini karena doa tersebut dapat mendatangkan banyak manfaat. Jadi, Anda sangat dianjurkan untuk memanjatkan bacaan kamilin selama Ramadhan. 

    Bacaan kamilin sendiri memiliki isi yang berkaitan dengan permohonan. Selain itu, terdapat juga petunjuk, keistiqomahan beribadah, bimbingan dalam bersabar, kezuhudan, bersyukur, dan memohon keselamatan di akhirat.

    Memiliki arti harapan yang baik, umat muslim juga bisa mengamalkan doa satu ini di rumah. Meskipun bacaan kamilin memang cukup panjang, namun keutamaan dan manfaatnya sangat setara.

    Doa kamilin bukan doa yang wajib untuk dibaca, namun termasuk amalan sunnah yang bisa dilakukan siapa saja. Apalagi jika umat muslim ingin mendapatkan keutamaan dari bacaan tersebut. Selain itu, umat muslim juga dapat lebih dekat Allah SWT.

    Setiap orang yang membaca doa ini akan mendapatkan keutamaan, yakni berupa pengampunan dosa yang pernah ia lakukan pada masa lampau. Pernyataan ini sesuai dengan hadits riwayat Al-Bukhari. 

    Hadits tersebut membahas tentang umat yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan dengan tulus akan mendapatkan pengampunan dosa. Oleh sebab itu, umat muslim harus membacanya dengan tulus dan ikhlas. Dengan tujuan kepada Allah SWT, bukan yang lainnya.

    Melalui hadits tersebut, umat muslim harus memahami bahwa siapa saja yang mengamalkan bacaan kamilin setelah shalat Tarawih, maka dosa-dosanya di masa lampau akan diampuni oleh Allah SWT.

    Jika Anda ingin mendapatkan keutamaan tersebut, maka bacalah kamilin dengan baik. Pastikan tidak salah dalam menyebutkan bacaan arabnya, sehingga maknanya tidak akan berubah. Jangan lupa untuk membacanya secara tulus dan ikhlas sesuai perintah Allah SWT.

    Sudah Paham Tentang Bacaan Doa Kamilin?

    Membaca doa ini lebih afdol dilakukan bersama iman, jadi sebaiknya tunaikan sholat Tarawih berjamaah. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan bacaan, sehingga akan lebih khusyuk. Melalui doa kamilin, umat muslim dapat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan dengan sempurna.